Page 1

INSPIRASI SUMSEL BERITAPAGI



JUMAT, 2 DESEMBER 2016



HALAMAN

18

Sumsel Terus Jadikan Desa Mandiri Dengan Berbagai Usaha Produktif P

EMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan menyambut baik gagasan program pemerintah membangun desa melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang diprakarsai Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI. Menurut Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, dengan pendampingan, Pemerintah Provinsi Sumsel terus berupaya menjadikan desa mandiri dengan membuat usaha yang bisa menghasilkan, bukan hanya di bidang infrastruktur melainkan di berbagai bidang lainnya. “Provinsi Sumsel memiliki 2859 desa dengan dana desa yang digulirkan pemerintah sebesar Rp1,78 triliun, kita sangat menyambut baik gagasan yang sangat baik ini, dan Sumsel segera menindak lanjuti,” ungkap Alex Noerdin saat menghadiri rapat senat terbuka Universitas Sriwijaya (Unsri) dalam rangka Dies Natalis ke-56 di Gedung Graha Sriwijaya Kampus Unsri Bukit Besar Palembang, Kamis (3/11). Kegiatan ini diisi dengan orasi ilmiah ‘Kemitraan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan perguruan tinggi dalam rangka percepatan pencapaian Desa maju’ oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo, BSEE, MB.A Tampak hadir dalam kesempatan ini Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti RI Intan Ahmad, PhD, Rektor Unversitas Sriwijaya Prof Dr Ir Anis Saggaff, MSCE, serta para guru besar Universitas Sriwijaya. Dalam orasi ilmiahnya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo menyampaikan banyak hal di antaranya

penyaluran dana desa tahun 2016 rata-rata setiap desa menerima sebesar Rp643,6 juta dan diprediksi meningkat di tahun 2017 sebesar Rp800,4 juta per desa. Menurutnya, besarnya dana desa yang masingmasing diperoleh dimanfaatkan membiayai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat berskala lokal yang diselenggarakan secara swakelola. Dalam dua tahun terakhir, kata Eko Putro Sandjojo, dana desa yang disalurkan

pemerintan di antaranya untuk meningkatkan jumlah Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang jumlahnya terus meningkat tajam. Pada akhir 2014 hanya berjumlah 1.022 unit, meningkat drasti di tahun 2016 sebanyak 12.848 Unit, Dari 34 provinsi, 25 provinsi memiliki BUM Desa. “Dari 12.848 Unit BUM Desa yang sudah terbentuk 40 di antaranya sudah memiliki omset antara 300 juta sampai 8,7 miliar. Di Sumsel sendiri terdapat 46 BUM Desa tersebar di

seluruh wilayah Sumsel,” katanya. Lebih lanjut Eko Putro Sandjojo mengatakan, saat ini pihaknya telah menjalin kerja sama dengan berbagai universitas yang tergabung dalam program Perguruan Tinggi Masuk Desa (Pertides) dan Unsri merupakan salah satu anggota. Dalam program ini, kata Eko Putro Sandjojo, Universitas melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dengan mengirimkan para mahasiswa ke desa-desa untuk membantu kebutuhan

desa baik bidang administrasi, teknis pembangunan infrastruktur dan lainnya. “Program ini kita harapkan bisa berkelanjutan selain akan membantu desa juga sangat bermanfaat bagi para mahasiswa karna bisa mempraktekan ilmunya langsung di masyarakat,” ujar Eko Putro Sandjojo. Sementara, Rektor Unversitas Sriwijaya Prof Dr Ir Anis Saggaff mengatakan, Unsri akan siap menyukseskan program pemerintah salah satunya

Peda KTNA Ajang Memperkenalkan Hasil Unggulan Daerah PEKAN Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XII yang berlangsung di Kota Lubuklinggau menjadi momentum bagi daerah untuk memasarkan hasil pertanian unggulan negara. Demikian dikatakan Gubernur Sumsel H Alex Noedin saat membuka Peda KTNA di lapangan Eks Kompi 141 AYJP/Kelurahan Air Kuti Kecamatan Lubuklinggau Timur, Senin (17/10). Dikatakan Gubernur Alex Noerdin, Peda KTNA ini diharapkan dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mensosialisasikan produk unggulannya dan hasil-hasil lainnya. Alex mengatakan, begitu banyak acara yang diselenggarakan dan ditampilkan di hari ulang tahun Kota Lubuklinggau seperti festival Peda KTNA, karnaval defile yang diikuti 13 provinsi dan empat negara tetangga yang dilaksanakan dari 17 sampai 22 ini dapat berjalan dengan baik. ”Ini semua berkat animo masyarakat yang telah dengan bersinergi dan bahu membawa guna mensukseskan acara tersebut yang diikuti kurang lebih 3.000 peserta,” ujarnya. Di Kota Lubuklinggau sendiri peserta yang mengikuti sebanyak 900 orang dan peserta lainya di berbagai daerah lainnya yang mengikuti. Hal ini semua berkat masyarakat se-Sumsel, khususnya masyarakat Lubuklinggau. “InsyaAllah nanti akan ada PEDA KTNA di Palembang karena di Sumsel sendiri merupakan provinsi yang mampu menyelenggarakan event-

BUM Desa. Salah satu upaya yang sudah dilakukan yakni sudah dilakukannya penandatanaganan kesepahaman bersama antara Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kemenristekdikti dan Unsri. Selain itu, lanjut Anis Saggaff, Unsri terus berupaya meningkatkan eksistensi dengan berupaya menjadikan Unsri The Word Class Universiti di Sumsel. “Target kita 2020 Unsri menjadi The Word Class University,” katanya.adv

KOMENTAR

Sambut Baik Agus Srimudin, Tokoh Pemuda Sumsel PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan sangat menyambut baik gagasan program Pemerintah membangun Desa melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang diprakarsai Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI. Dan Pemerintah Provinsi Sumsel terus berupaya menjadikan Desa menjadi mandiri dengan membuat usaha yang bisa menghasilkan, bukan hanya di bidang infrastruktur semata melainkan diberbagai bidang lainnya.

event baik nasional maupun internasional,” ujar Alex. Sementara Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe menambahkan, masih banyak yang perlu ditingkatkan dan selaku tuan rumah Peda KTNA ini selalu berupaya untuk makin giat melaksanakan event-event guna memperkenalkan kebudayaan dan hasil dari pertanian untuk menjadi daya tarik sendiri bagi Kota Lubuklinggau. ”Saat ini kita masih tahap pra dalam

mewujudkan tuan rumah yang baik Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tersebut, guna menuju even berikutnya,” kata Sohe. Ia juga mengatakan meskipun baru saja menjadi tuan rumah Pekan Olahraga tingkat provinsi (Porprov) X dan tuan rumah hari bhakti sosial Taruna Siaga Bencana (Tagana) regional Sumatera namun KTNA memegang peran penting dalam pemantapan sistem pertanian ke depan. ”Hal itu akan terwujud

bila diimbangi dengan sumber daya manusianya karena untuk mengelola hasil alam yang baik sangat tergantung sumber daya pengelolanya,” ujar Sohe. Selain itu KTNA juga mempunyai peranan strategis membantu perekonomian keluarga yang merupakan mitra serta pendampingan yang dilakukan penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian untuk menuju masyarakat lebih maju sejahtera dan berdaya guna.

Panitia penyelenggara PEDA KTNA, Winarno Tohir menjelaskan, kegiatan ini merupakan momentum yang baik guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam perbaikan mutu, kualitas para peserta. Peda KTNA merupakan pekan yang diikuti 35 peserta dari berbagai provinsi dan kami berharap kegiatan ini akan terus berlanjut dan dapat membawa nama baik masing-masing daerah,” pungkasnya.adv

Harus Dikembangkan Yenrizal Tarmizi, Akademisi YA bagus itu. Memang harus dikembangkan karena desa punya aset sendiri, bisa biayai kebutuhan tertentu. Tapi dukungan itu harus juga diikuti dukungan penguatan kelembagaan, bukan sekedar bantuan dana,tapi manajerial juga. Saya pikir itu hal positif untuk memupuk kemandirian dan jiwa kewirausahaan di desa yang ada di Sumsel.


INSPIRASI SUMSEL BERITAPAGI



JUMAT, 2 DESEMBER 2016



HALAMAN

19

Gubernur Ajak Instansi Pemerintah dan Swasta Berantas Pungli G

UBERNUR Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari instansi pemerintah, swasta, hingga warga untuk terus berbenah mengatasi maraknya aksi pungutan liar yang menimbulkan keserahan di masyarakat. Menurut Alex Noerdin, memberantas tindakan pungli di instansi pemerintah, TNI, Polri, dan lainnya menjadi salah satu fokus utama khususnya pada instansi yang bersinggungan langsung dengan pelayanan masyarakat. Hal ini diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.

KOMENTAR

Harus Bersinergi Erawan Abizar, Anggota DPRD Sumsel YA harus, kita bersinergi dan saya setuju, biar masyarakat terlayani dengan baik dan lebih cepat tanpa pungli.

Harus Diapresiasi Yogi Vitagora, Tokoh Pemuda Sumsel SIKAP kami sebagai pemuda Sumsel sangat mendukung niat baik pemprov Sumsel dalam memberantas pungli di Sumsel. Hal ini perlu diberikan apresiasi yang setinggi-tingginya.

”Pungli masalah yang sangat berat, sangat besar, dan tidak akan bisa diatasi kalau tidak dilakukan bersama, jadi saya mengajak semua stakeholder untuk berbenah dan berhati-hati jangan sampai terjebak aksi pungli,” kata Alex Noerdin saat menghadiri Coffee Morning/Silaturahmi Kapolda Sumsel dengan FKPD, Pemimpin Redaksi, Wartawan, LSM, Media Cetak Elektronik dan instansi terkait dengan tema ‘Reformasi Bidang Hukum Menuju Birokrasi Efektif, Efisien, Melayani, Manusiawi dan Tidak Ada Penyimpangan’ di Gedung Catur Cakti Mapolda Sumsel, Kamis (20/10).

Alex Noerdin mengatakan, berbicara masalah pungli, sebenarnya di mana pun dan di tingkat mana pun ada pungutan liar, bukan hanya di aparat pemerintah bahkan di kehidupan sehari-hari baik di swasta, sipil dan lainnya. Di lingkup Pemerintah Provinsi Sumsel, kata Alex, langkah antisipasi terus dilakukan, salah satunya dirinya sudah mengumpulkan seluruh SKPD menginstruksikan untuk berhati-hati dalam bekerja, jangan sampai terjebak dalam aksi pungli dengan cara terus berbenah di masing-masing SKPD. “Kalau ada yang terlibat pungli, tindakan pertama

akan kita ingatkan, kedua kita peringati. Kalau masih terulang apa boleh buat akan kita tindak tegas. Cara yang paling mudah dilakukan mengatasi pungli dengan memberikan contoh yang baik,” terang Alex. Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo dalam kesempatan ini mengajak seluruh jajarannya untuk untuk tidak terlibat aksi pungli. Menurutnya, sampai saat ini kepolisian masih menjadi salah satu sorotan terkait maraknya aksi pungli di masyarakat. Dijelaskannya, saat ini sudah dikeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang Tim Sapu Bersih (Saber) yang merupakan gabungan

dari kementerian dan lembaga untuk mengatasi pungutan liar di seluruh wilayah Indonesia. ”Ke depan kita ingin lebih baik, terkait masih adanya anggota yang nakal akan diinstruksikan melalui masing-masing pimpinan, tindakan tegas akan kita berikan kalau ada anggota yang terlibat pungli, komitmen kita semua stop pungli di seluruh jajaran,” tegasnya. Pada kesempatan ini, Irjen Pol Djoko Prastowo juga menyampaikan tentang kondisi secara umum keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumsel yang masih dalam keadaan aman dan

terkendali. “Kalau ditanya keamanan secara umum Sumsel aman, walaupun masih ada beberapa kasus semuanya masih bisa kita kendalikan, ini semua berkat dukungan seluruh masyarakat,” ujarnya. Kegiatan Coffee Morning/ Silaturahmi Kapolda Sumsel dengan FKPD, Pimpinan Redaksi, Wartawan, LSM, Media Cetak Elektronik dan instansi terkait ini diisi dengan diskusi bersama, tanya jawab, dan berbagi pengalaman dan pengetahuan. Gubernur Sumsel Alex Noerdin sangat mengapresiasi Kapolda Sumsel atas terselenggaranya pertemuan ini.adv

Tingkatkan Pengawasan Obat dan Makanan di Masyarakat GUBERNUR Sumsel H Alex Noerdin menginstruksikan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palembang untuk meningkatkan pengawasan terhadap obat dan makanan yang beredar di masyarakat, khususnya menjelang event Internasional Asian Games 2018 di Palembang Provinsi Sumsel. Menurut Alex Noerdin, salah satu yang harus dilakukan BPOM yakni melakukan razia rutin terhadap makanan atau jajanan yang sering dijual di sekolah-sekolah yang mengandung zat berbahaya seperti pewarna tekstil. ”Lakukan razia rutin ke sekolah-sekolah bekerja sama dengan SKPD terkait. Kalau didapati ada penjual yang nakal segera ditindak, dan berikan solusi kepada pihak sekolah untuk membuat kantin sehat,” tegas Gubernur Alex Noerdin saat menerima audensi Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palembang Drs Arnold Sianipar, Apt M Pharm di Griya Agung Palembang, Senin (3/10). Pemerintah Provinsi Sumsel siap mendukung apa saja yang diperlukan BPOM untuk melaksanakan hal ini. Seperti fasilitas mobil laboratorium keliling yang digunakan. ”Lakukan juga kerja sama dengan pemerintah kota Palembang agar bisa dilakukan pengawasan dengan razia rutin ke restoran yang ada di Palembang,” pinta Alex. Kepala BPOM Palembang Arnold Sianipar

mengatakan, selama ini BPOM Palembang terus melakukan kerja sama dengan baik bersama pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Kesehatan, dan Pemerintah Kabupaten/ Kota di Sumsel dalam melakukan pengawasan. Menurutnya, berbagai kerja sama yang dilakukan baik tentang pengawasan makanan maupun

pengawasan menjelang hari besar keagamaan dengan intesifikasi pangan. ”Termasuk melakukan kerja sama untuk Food Security pada kegiatan kunjungan kerja Presiden dan Wakil Presiden di Sumsel,” katanya. Terkait pelaksanaan Asian Games, Arnold Sianipar mengungkapkan, pihaknya siap mendukung dan mensukseskan

pelaksanaan event internasional ini melalui arahan langsung Gubernur Alex Noerdin tentang peranan apa saja yang bisa dilakukan BPOM Palembang untuk suksesnya ajang bergengsi ini. ”Seperti peningkatan pengawasan obat dan makanan akan terus kita lakukan, bekerja sama dengan SKPD terkait baik

Provinsi maupun Kota Palembang,” ujarnya. Sementara, audensi Kepala BPOM Palembang beserta jajarannya ini, sehubungan dengan akan mengadakan Rapat Evaluasi Nasional (REN) Tanggal 2124 November 2016. Drs Arnold Sianipar sendiri baru dua minggu aktif di Palembang sebagai Kepala BPOM Palembang.adv


INSPIRASI SUMSEL BERITAPAGI



SELASA, 2 DESEMBER 2016



HALAMAN

24

Berperahu di Bawah Hujan Gubernur Tinjau Banjir M

ENINDAKLANJUTI bencana banjir yang menimpa warga di Kabupaten Musi Banyuasin, Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengunjungi langsung dua lokasi. Di antaranya, Kecamatan Sanga Desa, Desa Air Balui dan Desa Petaling, Kecamatan Lais, Sabtu (26/11). Pada kesempatan ini Alex Noerdin menyerahkan bantuan untuk Kecamatan Sanga Desa berupa 15 ton beras, bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) sebanyak Rp300.000,000, dua unit motor modifikasi untuk penyandang disabilitas, serta menyerahkan bantuan di Desa Petaling berupa beras 4 ton, selimut 180 buah, makanan lauk pauk dan tambahan makan gizi 600 buah, makanan siap saji 150 paket, tenda, payung dan paket tanggap darurat. Hadir pula Pelaksana Tugas (Plt) Bupati MUBA Ir David BJ Siregar, Msc, Plt Sekda Pali Robby Kurniawan, SStp, Msi, Staf ahli bidang keuangan Apriadi S.sos serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Sumsel. Dalam kunkernya Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengatakan sengaja datang langsung untuk melihat daerah yang terkena banjir. “Ada bantuan sedikit, semoga bantuan tersebut bisa mengurangi beban bagi bapak/ibu disini,” kata suami Hj Eliza. Pada kesempatan ini juga, orang nomor satu di Sumsel ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan keluhannya selama ini. Menyikapi keluhan warga mengenai dampak banjir yang merusak jalan sehingga akses sehari-hari terganggu di Desa Air Balui, Mantan Bupati MUBA dua periode tersebut akan merencanakan membangun jembatan layang beton yang

HUMAS PEMPROV

HUMAS PEMPROV

nantinya diharapkan tidak akan merusak jalan saat ada banjir. “Mau seberapa besar banjirnya jalan tidak akan terendam dan rusak lagi,” terangnya disela-sela peninjauan lokasi banjir dan pertemuan dengan warga korban banjir di wilayah kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi

Banyuasin. Lanjut Gubernur juga menanggapi keluhan dari perwakilan warga Hj Asnawi selaku tokoh masyarakat di Desa Air Balui, mengenai masalah listrik yang sering padam, saat ini PLN sedang membangun gardu induk di Bayung lencir dan Sungai Lilin. “Kalau sudah selesai listrik

langsung di distribusikan merata di seluruh Musi Banyuasin,” ujar Alex Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati MUBA, David BJ Siregar menyampaikan terimah kasih dan selamat datang atas kunker Gubernur Sumsel H Alex Noerdin. “Saya atas nama pribadi prihatin dengan musibah yang

melanda masyarakat disini. Semoga masyarakat yang terkena dampak banjir ini diberikan ketabahan dan kesabaran,” ujarnya. Lanjutnya, ada empat dusun di Desa Petaling, tiga diantaranya yang terkena bencana banjir hingga mencapai dada orang dewasa, ada sekitar 900 kepala keluarga

(KK) disana. Pada kesempatan ini David berpesan untuk meningkatkan kewaaspadaan, mengingat kondisi saat ini selalu hujan. “Senang atas bantuan yang diberikan Gubernur kito ini, kami meraso sangat terbantu sekali,” ujar Romi (28) warga desa petaling. adv

KO M E N TA R Jadi Momentum

H Alex Noerdin HUMAS PEMPROV

Sumsel Lebih Awal Tetapkan Status Terkait Karhutla TERKAIT bagaimana upaya pencegahan dan penindakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disampaikan Fraksi PAN (F-PAN), yang terjadi dalam areal PTPN VII Cinta Manis Kabupaten Ogan Ilir (OI), Selasa (23/ 8) lalu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan bahwa untuk kemudahan koordinasi dan pengendalian (karhutla), dengan Keputusan Gubernur No 171/KPTS/ BPBD-SS/2016, tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Karhutla di Provinsi Sumsel tahun 2016, telah ditetapkan keadaan status tersebut lebih awal. Kemudian jelas Alex, saat ini telah dibentuk Posko Siaga Darurat Bencana Asap dengan Keputusan

Gubernur No241/KPTS/BPBD-SS/ 2016, tentang pembentukan Pos Komando Satuan Tugas Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Sumsel tahun 2016, yang melibatkan unsure teknis termasuk TNI dan Polri yang terbagi dalam beberapa satuan tugas. “Lalu sosialisasi tentang larangan membuka dan membersihkan lahan dengan cara membakar, yang dilaksanakan secara terpadu, baik antar instansi maupun stakeholder lainnya. Menyebar luaskan maklumat Kapolda Sumsel tentang larangan membuka lahan dengan cara membakar dan sanksi yang diberlakukan. Serta pendataan lahan yang terbakar oleh Dinas

Perkebunan dan Dinas Kehutanan,” ujar Alex, saat menyampaikan jawaban atas pemandangan umum Fraksi PAN, terhadap munculnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah di Sumsel, Selasa (30/8). Pada rapat paripurna sebelumnya, Fraksi PAN (F-PAN) mengingatkan Pemprov Sumsel terhadap munculnya karhutla di berbagai daerah di Sumsel. “Upaya pencegahan dan penindakan sudah harus mulai dilakukan, agar supaya kebakaran hutan dan lahan di Sumsel tidak meluas. Tiga hari lalu, Selasa (23/8) kebakaran hutan terjadi dalam areal PTPN VII Cinta Manis Kabupaten Ogan Ilir (OI),” kata Juru bicara F-PAN Rusdi

Tahar, saat menyampaikan pemandangan umum fraksi pada rapat paripurna, di Gedung DPRD Sumsel, Kamis (25/8) lalu. Menghadapi hal tersebut, sambungnya, Pemprov Sumsel diminta segera melakukan identifikasi kebakaran hutan dilanjutkan dengan verifikasi lapangan. Dengan demikian penyebab kebakaran dapat terungkat, hingga penanggulangan dan proses penegakan hukum bagi pelaku bisa dilakukan. “Apapun alas an mereka melakukan pembakaran tersebut tetap saja salah. Walaupun mereka menilai cara pembakaran itu efektif dan dalam batas terkendali,” katanya.adv

Husyam Usman, Tokoh Pemuda Sumsel DI desa desa sepanjang aliran ulu Sungai Musi setiap lima tahunan siklus air naik sampai ke bibir sungai namun akhir-akhir ini hampir setiap musim penghujan datang air tidak terkendali sampai melewat ambang batas bahkan bisa ekstrim masuk rumah panggung warga. Ini tentu akibat dari kesalahan tata kelola hutan yang dijadikan lahan sawit yang dibuka secara besar-besaran oleh perusahaanperusahaan tanpa mengindahkan ekosistem alam. Penerintah daerah semestinya melakukan pengawasan secara baik agar tidak terjadi kerusakan hutan parah. Kehadiran bapak gubernur di daerah di samping memberikan bantuan sembako, dapat dijadikan momentum bagi pemkab bersama pemprov serta akademisi perguruan tinggi membuat rekonsepsi tata kelola hutan, ruang dan pemanfaatannya serta kawasan hutan lindung dan produksi secara terpadu kedepan.

Ikut Merasakan Febuar Rahman, Pengacara KITA harapkan kunjungan Gubernur Sumsel di dua kecamatan tersebut dapat mengetahui dan merasakan secara langsung bagaimana hancurnya jalan provinsi. Sehingga Pak Gubernur dapat mengatasinya secara cepat. Karena jalur tersebut vital sebagai jalur lintas.

02 desember hal 18,19,24