Page 1

INSPIRASI SUMSEL BERITAPAGI



SENIN, 1 DESEMBER 2016



HALAMAN

24

HUMAS PEMPROV

Pemprov Sumsel Pertama Lakukan Pemetaan Menyeluruh Lahan Gambut P

EMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan bersama Badan Restorasi Gambut (BRG) serta didukung penuh pemerintah Norwegia akan melakukan pemetaan menyeluruh lahan gambut seluas 170.000 hektar di wilayah Sumsel. Dengan menggunakan teknoligi canggih, terbaru, mudah dan murah, pemetaan dilakukan secara lengkap serta detail hingga kedalaman tertentu dari lahan gambut. Kepala BRG Nazir Foead

saat menggelar diskusi mengenai survey pemetaan lahan gambut bersama Gubernur Sumsel Alex Noerdin beserta para SKPD terkait serta tim dari Kedutaan Besar Norwegia untuk Indonesia yang dipimpin Mr Stig Traavik, di Ruang Rapat VIP Room Bandara SMB II Palembang, Rabu (19/10). Nazir Foead mengatakan, pemetaan lahan gambut di seluruh Indonesia akan dilakukan di enam provinsi dan menjadi yang pertama yakni Provinsi Sumsel dengan

lahan gambut seluas 170.000 hektar. Menurutnya, ini dilakukan karena BRG akan membuat suatu data digital dalam bentuk peta dan foto terkait restorasi lahan gambut, nantinya digunakan untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait pengelolaan lahan gambut. “Ini akan menjadi dasar dari perencanaan restorasi, pertengahan November bisa selesai, dan ini merupakan inisiasi pemetaan secara lengkap,” terangnya. Sementara Gubernur

Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, atas nama Provinsi Sumsel dirinya merasa sangat terharu dengan begitu besarnya perhatian negara-negara kepada Indonesia khususnya pada Provinsi Sumsel. Menurutnya, semua pihak tidak bisa saling menyalahkan terkait terjadinya kebakaran hutan dan lahan tahun lalu di Sumsel, yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya agar tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni saat ini

Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Provinsi Sumsel sudah diakui pemerintah sebagai satgas terbaik di Indonesia. Terkait pemetaan lahan gambut, Alex Noerdin mengatakan, dari enam provinsi yang akan dilakukan pemetaan, Sumsel menjadi yang pertama dilakukan dan bahkan tim ini datang langsung ke Provinsi Sumsel. Dijelaskan Alex, pemetaan ini merupakan teknologi terbaru dan murah selain digunakan untuk pemetaan sebagai bahan restorasi lahan

gambut juga bisa digunakan untuk pemanfaatan lainnya. “Ini pemetaan sampai kedalaman tertentu, berdasarkan peta ini bisa dibuat untuk perencanaan restorasi, Jadi ini baru peta dulu,” terang Alex. Setelah melakukan diskusi, dilanjutkan joy flight untuk melihat langsung kondisi lahan gambut di wilayah Sumsel dengan menggunakan Pesawat Pilatus berpenumpang empat orang termasuk pilot.adv

KO M E N TA R

Lakukan LangkahLangkah M E Siswanto, Advokad PEMETAAN lahan gambut semestinya memang sudah sejak lama dilakukan oleh Pemprov Sumsel. Dengan adanya kerjasama ini antisipasi terbakarnya lahan gambut di musim kemarau dapat dengan tepat dan efisien ditanggulangi. Dengan adanya pemetaan lahan gambut, pemerintah juga dapat melakukan langkahlangkah pencegahan terbakarnya lahan gambut dengan melakukan identifikasi titik yang paling rawan terjadinya kebakaran. HUMAS PEMPROV

Sumsel Gelar Asia Pacific High Level Meeting Bonn Chalenge Patut Didukung Rika Mardiani, Guru WOW...bagus tuh, berarti Gubernur kito cinta lingkungan dan punyo perhatian besar dan kepedulian yang besar terhadap lingkungan. Patut didukung oleh seluruh masyarakat Sumsel.

PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan bermitra dengan banyak organisasi merencanakan pelaksanaan kegiatan tentang Restorasi Hutan Dunia pada 6 sampai 8 Februari 2017 mendatang. Kegiatan ini menitikberatkan untuk melihat sejauh mana progres dan komitmen dalam program restorasi hutan dan lahan gambut di Sumsel . Sekaligus untuk melihat adakah dukungan baru atau komitmen baru serta sekonkrit apa program tersebut dilaksanakan dalam perlindungan lingkungan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Indonesia Country Director IDH The Sustainable Trade Initiativ Dr.

Fitrian Ardiansyah saat menggelar pertemuan dengan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin membahas Persiapan Penyelenggaraan Asia Pacific High Level Meeting Bonn Chalenge tentang Restorasi Hutan Dunia di Griya Agung Palembang, Jum’at (14/10) Hadir dalam pertemuan ini, Managing Director APP diwakili Ka. Deputi Sustainable Development APP, Megla Sari, Indonesia Country Director ZSL Mr. Berthod, Staf Ahli Gubernur Bidang Perubahan Iklim Najib Asmani, Asisten III Setda Provinsi Sumsel Ahmad Najib dan SKPD terkait lainnya. Terkait Persiapan kegiatan ini, kata Fitrian Ardiansyah, akan ada beberapa hal dalam kegiatan ini

yakni dihari pertama direncanakan akan ada pertemuan gubernur seSumatera. Pertemuan ini untuk melihat apakah ada kesamaan tantangan dalam program restorasi dan perlindungan lingkungan diwilayah Sumatera. Kemudian dihari kedua akan ada diskusi dengan negara lain dan negara sahabat. Hari ketiga direncanakan melakukan kunjungan lapangan. “Saat ini ada enam opsi yang akan dikunjungi, namun masih belum dipastikan karena paling konkrit hanya satu atau dula lokasi yang bisa dikunjungi,” terang Fitrian Ardiansyah. Sementara Gubernur Alex Noerdin mengatakan, Bonn Chalenge

merupakan program pemerintah Jerman dalam pelestarian hutan dan perlindungan lingkungan di dunia. Sumsel sendiri sudah dua kali diundang dalam kegiatan serupa karena Sumsel sudah menginisiasi untuk melakukan tujuh restorasi di berbagai lokasi di wilayah Sumsel. Menurut Alex, saat ini Sumsel telah mendapat dukungan dari berbagai negara seperi Norwegia, Inggris, dan Belanda. Bahkan Pemerintah Amerika Serikat juga mendukung program ini namun lebih fokus pada ekoturizem dan bio energy. “Kalau kita lihat, Sumsel sudah menjadi contoh di dunia terkait restorasi dan perlindungan lingkungan,” pungkas Alex.adv

01 desember hal 24