Issuu on Google+

ECERAN ,RP.2.500 AN N A G G LAN 0,RP.60.00 /BULAN

HALAMAN

1

EDISI 332 THN III

JUMAT, 2 DESEMBER 2016

Memberi Nilai Lebih twitter @berita_cianjur

facebook beritacianjur.com

email newsredaksibc@gmail.com

Klik! beritacianjur.com

Wagub Soroti Kerusakan Lingkungan di Cianjur CIANJUR – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Deddy Mizwar menyoroti kerusa ­ kan lingkungan yang terjadi di Cianjur. Kerusakan lingkungan menurut orang nomer dua di Jawa Barat itu, karena Cianjur hingga saat ini belum memiliki Rencana

Detail Tata Ruang (RDTR) yang nyambung dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). “Cianjur harus segera membuat RDTR, sehingga dapat menentukan zona pembangunan sesuai peruntukannya. Jadi pem-

bangunan seperti kawasan industri tidak asal-asalan dan berdampak terhadap perusakan lingkungan,” kata Wagup sesaat setelah keluar dari Pendopo Cianjur, Kamis (1/12) kemarin. KE HALAMAN A7 BERITACIANJUR/ANGGA PURWANDA

Tidak Kuat Menahan Nafsu Bejat

Oknum Guru di Sindangbarang Cabuli Perempuan DUNIA Pendidikan di Kabupaten Cianjur, kembali harus ditampar sikap tidak terpuji yang dilakukan seorang tenaga pengajar.

K

ali ini, seorang oknum guru yang bertugas di salah satu SMP di Kecamatan Sindangbarang, Cianjur Selatan, nekad melakukan pencabulan terhadap seorang wanita. Tak terima dengan perbuatan pe-

Oknum FPI Pukul Jurnalis JAKARTA– Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Kali ini, peristiwa yang menodai pilar demokrasi tersebut menimpa seorang wartawan dari sebuah media online bernama Reja Hidayat di dekat Markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu, 30 November 2016.

Tindakan kekerasan ini bermula saat Reja Hidayat tiba di Markas FPI sekitar pukul 13.00  untuk meliput rapat persiapan aksi 2 Desember 2016 sekaligus berencana mewawancarai tokoh FPI Rizieq Shihab. KE HALAMAN A7

Kang BeCe

KE HALAMAN A7

Waspada Kebocoran Anggaran Akhir Tahun CIANJUR – Menjelang berakhirnya tahun anggaran 2016, sejumlah pihak mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, mewaspadai kemungkinan terjadinya kebocoran anggaran, terutama dalam proses  pembayaran pekerjaan fisik ke pihak rekanan. Forum Mahasiswa Cian-

BERITACIANJUR/ANGGA PURWANDA

PERIKSA- Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman didampingi Kadis Bina Marga, Atte Adha Kusdinan tengah mengecek langsung hasil pekerjaan rekanan, belum lama ini.

ANNEKE CAROLLINE

Dibuat Mabuk, Ditiduri Lalu Hamil dehh..

MODEL majalah pria dewasa, Anneke Carolline, tengah diterpa masalah. Pertemuan dengan seorang pengusaha berinisial NS pada Juli 2016 lalu, dirinya kini tengah hamil. Anneke mengaku jika NS sengaja membuatnya mabuk dan kemudian menidurinya. KE HALAMAN A7 KARIKATUR/NANDANG S

laku, korban berinisial Ros, langsung mengadukan nasib yang menimpa dirinya. Pelaku yang berjanji akan mempertanggungjawabkan tindakannya, malah diduga kabur dan menghilang. Kini, pihak sekolah dimana pelaku bekerja, berusaha untuk menghubungi pelaku. Menurut penuturan korban, peristiwa pencabulan yang menimpanya itu terjadi beberapa waktu lalu saat korban tengah bertandang ke temannya yang memiliki usaha penginapan di Sindangbarang. Saat tengah menunggu temannya pulang, tiba-tiba oknum guru berinisial AE (56) datang dan menanyakan teman korban.

jur (FMC) menuding, adanya indikasi pembayaran yang dilakukan pemkab terhadap rekanan pada anggaran pe­ rubahan, kerap tidak sesuai dengan fakta dilapangan. Biasanya,  saat volume pekerjaan rekanan belum masuk 100 persen, selalu dipaksakan dibayar penuh. KE HALAMAN A7


HALAMAN

2

OPINI

Mereka yang menghalangi revolusi damai berarti membuka peluang pecahnya revolusi dengan kekerasan.” John F. Kennedy Mantan Presiden Amerika

JUMAT, 2 DESEMBER 2016

KABAR KABAR

Apakah Aksi Bela Islam 212 Masih Perlu Digelar?

NET

SESUDAH menyaksikan Aksi Bela Islam jilid pertama pada 14 Oktober, dilanjutkan dengan Aksi Bela Islam jilid II yang berskala lebih besar pada 4 November, kemudian direspon dengan Parade Bhinneka Tunggal Ika pada 19 November, saya bertanya, apakah masih perlu menggelar Aksi Bela Islam jilid 3 pada 2 Desember mendatang? Pertama, tuntutan mereka yang mendukung Aksi Bela Islam agar kasus dugaan penistaan agama yang menimpa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama diproses hukum secara cepat, sudah dipenuhi. Malam hari setelah aksi 4 November, Presiden Joko “Jokowi” Widodo meminta polisi menyelidiki kasus secara cepat dan transparan. Proses penyelidikan secara terbuka tapi terbatas melibatkan sejumlah saksi dari pelapor dan terlapor serta pengamat, termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Meskipun pihak penyelidik tidak satu pendapat, akhirnya Ahok dinyatakan sebagai tersangka. Ahok tidak ditahan, tetapi dilarang bepergian ke luar negeri. Saya setuju dengan alasan polisi tidak menahan Ahok karena tidak memiliki cukup alasan untuk itu. Tapi ini juga menjadi bahan instrospeksi bagi polisi yang begitu cepat menahan orang dalam kasus-kasus lainnya. Jika ada yang ingin menggunakan isu Ahok untuk menggulingkan pemerintahan yang sah sebelum Pilpres 2019, saya yakin upaya itu tidak didukung rakyat. Setiap perlakuan berbeda akan meneguhkan persepsi: pisau hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas. Kasus yang menimpa seorang warga Makassar bernama Yusniar yang dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) adalah salah satunya. Kedua, sikap politik Presiden Jokowi setelah demo 4 November sudah menunjukkan sebuah “pengakuan” bawa eskalasi politik yang meningkat setelah demo 4 November tak luput dari lambatnya Jokowi merespon potensi memanasnya suhu politik setelah ucapan Ahok yang menggunakan surah Al-Maidah ayat 51 menjadi viral di media sosial. Jokowi baru mulai kunjungan-kunjungan meredam memanasnya suhu politik dengan menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada 1 November. Di situ Prabowo menunjukkan komitmennya untuk mendukung Jokowi sampai 2019. Komitmen ini diulangi saat Prabowo menemui Jokowi di Istana Negara pada 17 November. Saat itu dibicarakan rencana demo 25 November dan Pilkada DKI Jakarta pasca status Ahok sebagai tersangka. Selain bertemu Prabowo, Jokowi juga bertemu dengan pimpinan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, dua organisasi Islam terbesar di Tanah Air. Jokowi juga mengundang ulama Jawa Barat dan Banten ke Istana. Better late, than never. Selain bertemu pimpinan partai politik dan ulama, Jokowi juga rajin mengunjungi markas pasukan polisi dan TNI. (Bersambung)

Bagi Bagipembaca pembacayang yangingin inginmengirimkan mengirimkan artikel artikelopininya, opininya,silakan silakankirim kirim ke redaksi.beritacianjur@gmail.com ke newsredaksibc@gmail.com Mohon Mohondilampirkan dilampirkanfoto fotodan dandata datapribadi pribadi dengan denganpanjang panjangartikel artikelminimal minimal1000 1000kata. kata.

Memberi Nilai Lebih

BERITA MEDIA GROUP

Komisaris Utama H Ishaq Robin. | Direktur Utama Anton Ramadhan. | General Manager Gia Gusniar. | Pemimpin Redaksi Cetak Nuki Nugraha. | Wakil Pemimpin Redaksi Cetak Mustofa | Dewan Redaksi: Anton Ramadhan, Fonda Lapod, Gia Gusniar, Nuki Nugraha, Imam Sumarsono (Ipung) | Asisten Redaktur: Angga Purwanda, Rikky Yusup, Rudi Rusmana | Sekretaris Redaksi Asri Fatimah | Reporter Cetak: Herry Febriyanto, Azmi Zahidah Mushaffa, Apip Samlawi, Zenal Mustari, Suparjo. | Divisi Online Fauzan Soleh (reporter), Rifky (Admin/IT). | Perwajahan: Ahmad Sulaeman (Koordinator), Arie Yudistira, Ziad Zed Zubaedi, Rendy Rustandi, Muhammad Faisal, Faisal Aditya Pahlefi. Grafis: Nandang S, M Yanuar Gunawan. | Manager Keuangan dan Umum Mastuti. | Manager Iklan dan Sirkulasi Budi Yahya. | Koordinator Iklan : Suparjo. | Divisi Iklan: Fajar Kurniawan (Iklan Bandung), Emma Maryani (admin). | Koordinator Sirkulasi : Iwan. | Divisi Sirkulasi: Pupung Pangestu, Dede Herlan, Erlin Sri Hartati (admin). | Marketing Komunikasi : H Ahmad Rizky Alfaraby. | Divisi Keuangan: Dedi Sukmana (kolektor), Asep Ruhenda (kolektor), Siti Aisyah (admin). | Legal Officer Ebes | Divisi Umum: Ardian (IT), Jajang Solihin, Daud Yusuf, Eded, Iyus Rustandi. I Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi: Jl. KH. Hasyim Ashari No. 46B, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, 43214 l Telp. Kantor : (0263) 2283283 - 2283645 l Hotline Redaksi: 08562053088 l e-mail redaksi: newsredaksibc@gmail.com l website: www.beritacianjur. com l Info Layanan Pelanggan ; office: (0263) 2261814 CP: 08562053088 l Rekening: 183 097 9090 (BCA) an. Jembatan Mediatama Cianjur, PT, 006 257 498 4001 (BJB) an. Jembatan Mediatama Cianjur l Penerbit: PT Jembatan Mediatama Cianjur. SELURUH WARTAWAN BERITA CIANJUR SELALU SELURUH WARTAWAN BERITA CIANJUR SELALU MENGENAKAN TANDA PENGENAL DAN DILENGKAPI SURAT MENGENAKAN TANDA PENGENAL DAN DILENGKAPI SURAT TUGAS SERTA TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK MEMINTA TUGAS SERTA TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK MEMINTA ATAU MENERIMA APAPUN DARI NARASUMBER ATAU MENERIMA APAPUN DARI NARASUMBER

BERITACIANJUR/KARIKATUR-NANDANG S

Makar BELAKANGAN ini istilah “makar” kembali marak di tengah-tengah masyarakat setelah dilontarkan oleh Kapolri Tito Karnavian. Sayang sekali Jenderal Tito masih menyimpan kamus istilah yang mengingatkan kita semua pada era kegelapan. Oleh :

Gede Sandra Penulis

Istilah “makar” bukan istilah yang baru dalam sejarah politik modern Indonesia. Pertama diperkenalkan oleh Soeharto di era Orde Baru untuk merepresi pergerakan politik oposisi di zamannya. Kata “makar” sendiri berasal dari Bahasa Arabalmakr yang kira-kira artinya “tipu daya untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah”. Secara singkat artinya: kudeta. Bila kita berpikir agak kritis, berangkat dari definisi tersebut, seharusnya aksi Suharto mengkudeta Pemerintahan Bung Karno pada 1965-1966 juga layak disebut dengan “makar”. Istilah ini pun secara memalukan malah menjadi tren. Pada era Reformasi, kata “makar” sebagai vonis politik dari sang penguasa terjadi di era Gus Dur hingga SBY. Sekalangan elit pada era Gus Dur tahun 1999-2001 menggunakan kata “makar” untuk mendefiniskan kelompok oposisi pemerintahan saat itu. SBY juga pernah menuding tokoh nasional Rizal Ramli (RR) akan melakukan kudeta pada pemerintahannya di bulan Maret 2012. Itu setelah empat tahun sebelumnya pada tahun 2008, ekonom senior ini hampir dipenjarakan SBY karena memimpin demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM. Di tahun 2012, pengacara SBY juga mensomasi RR karena mencemarkan nama baik keluarga Cikeas yang diduga menerima suap dari Mafia Migas Reza Chalid. Reza Chalid sendiri keberadaannya belum mampu terdeteksi setelah rekaman Papa Minta Saham yang menghebohkan dibongkar Pemerintahan Jokowi. Dahulu di era SBY, untuk menyebut nama jelas dari Mafia Migas saja para elit tidak berani. Kini semua orang membicarakannya, si Mafia tunggang langgang tak jelas rimbanya. Masyarakat pun menjadi tercerahkan tentang keberadaan sistem rente yang tidak sehat di sektor Migas ini. Pemerintahan Jokowi akhirnya juga menindak lanjuti pembubaran

Mafia Migas, yang menurut mereka diwakili oleh keberadaan Petral.Meskipun tentu dengan tingkat ke­ suksesan yang dapat diperdebatkan. Lolos dari tudingan “makar” dari Pemerinta­ han SBY, murid Gus Dur yang juga dikenal sebagai Gus Romli ini, pada tahun yang sama juga mendampingi perjuangan kelas pekerja memperjuangan jaminan sosial (BPJS) hingga turun ke jalan depan gerbang Gedung Parlemen. Memperjuangkan Sila Keadilan Sosial dari Pancasila bagi seluruh rakyat, RR tidak ragu melakukan sholat jumat di jalanan bersama puluhan ribu kelas pekerja. Memperjuangkan Ekonomi Berdikari sesuai Trisakti, pada periode yang berdekatan, RR yang juga anggota panel badan PBB kembali merepotkan Pemerintah SBY dengan menjadi tim ahli yang menggugurkan UU Migas 22/2001. UU ini diduga sangat liberal karena didraft langsung oleh asing, Mahkamah Konstitusi pun membatalkan banyak pasalnya. Akhirnya semenjak saat itu hingga kini revisi UU Migas tidak pernah selesai dibahas di DPR. Meskipun tidak mengenali siapa sosoknya (karena oligarki media mainstream menutup pemberitaan tentangnya), semangat keberpihakan kepada rakyat dan kepada bangsa yang digelorakan RR sampai juga kepada rakyat banyak. Kibasan sayap Rajawali dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia yang ingin Perubahan di tanah airnya. Saat itulah Jokowi muncul bersama mobil Esemka yang fenomenal (peluncuran perdana Esemka oleh Jokowi di suatu stasiun televisi swasta nasional kebetulan menghadirkan RR sebagai komentator). Jokowi, seorang Walikota yang berekam jejak baik, memperkenalkan konkretnya semangat nasionalisme dalam Ekonomi Berdikari dalam mobil yang dirakit oleh siswa-siswa SMK. Kebetulan juga pembawaan dari pengusaha meubel Solo ini juga sangat

Berulang. Kini Kapolri hendak menggunakan istilah khas Orde Baru tersebut untuk menstempel gerakan Umat Islam yang hendak membela Kitab Sucinya di muka hukum.....” sederhana, seperti layak­ nya rakyat Indonesia yang kebanyakan. Yang paling khas adalah kemeja putih lengan panjang dan celana kain hitam, tanpa asesoris apapun di badan. Sangat kental karakter kerakyatan. Rakyat menemukan kerinduan pada nasiona­ lisme dan kerakyatan, yang tak diberikan oleh pemerintahan SBY. Rakyat pun jatuh cinta kepada Jokowi, ingin dipimpin bermula dari Jakarta untuk kemudian lanjut Indonesia hingga sekarang. Pada tahun kedua pemerintahannya, Jokowi sempat mengajak masuk RR ke dalam pemerintahannya meskipun hanya 11 bulan. Rentang yang sangat pendek bila dibandingkan dengan lebih dari 7 (tujuh) tahun lamanya RR waktu

LAYANAN SMS

menjadi oposisi terdepan terhadap pemerinta­h an SBY (bersama stempel makar” yang melekat di dirinya).Saat itu RR hanya mencoba perjuangkan Pancasila dan Trisakti, tapi malah dituduh “makar”. Berulang. Kini Kapolri hendak menggunakan istilah khas Orde Baru tersebut untuk menstempel gerakan Umat Islam yang hendak membela Kitab Sucinya di muka hukum. Gerakan ini sebenarnya menuntut penghormatan yang sewajarnya terhadap Agama dan Kitab Suci mereka dari para penganut Agama yang sama maupun berbeda.Siapapun itu harus menghormati Ketuhanan, tidak terke­cuali, seperti diajarkan oleh Pancasila. Sayang mereka, Umat Islam merasa tidak mendapatkan penghormatan tersebut dari Gubernur (nonaktif ) Ahok yang berbeda Agama. Dan mereka menuntut yang bersangkutan ditahan oleh aparatus hukum. Kami memandang, kira-kira sejauh itu saja tuntutan Gerakan Umat Islam tersebut. Aneh bila sekalangan mencoba kait-kaitkan kasus Ahok dengan Bhineka Tunggal Ika. Jelas tidak nyambung, Karena di sini tidak ada yang menggugat keberagaman. Apalagi bila dikait-kaitkan dengan “makar”. (***)

0812 2269 7454

Sampaikan saran, keluhan, protes dan pujian terhadap berbagai persoalan dan pelayanan publik (pelayanan kesehatan, pelayanan pemerintahan / swasta dan lainnya) termasuk informasi seputar kegiatan dan peristiwa di lingkungan masyarakat.

Cantumkan nama dan alamat jelas serta lampiran fotocopy KTP atau kartu identitas yang masih berlaku dan kirimkan melalui NOMOR LAYANAN SMS 0812 2269 7454 atau ke EMAIL: newsredaksibc@gmail.com


HALAMAN

3

BERITAJABAR JUMAT, 2 DESEMBER 2016

Penyusunan APBD 2017 Dipengaruhi 7 Urusan KLIKSAJA.CO

Empat Rumah Warga Terancam Bencana Pergerakan Tanah EMPAT bangunan rumah warga di Kampung Jelegong, Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, terancam ambruk akibat terkena bencana pergerakan tanah.

“... Kerusakannya terjadi pada bagian dinding, yakni mengalami retak-retak. Rumah tersebut dihuni oleh empat kepala keluarga. Sejauh ini belum ada tindakan evakuasi terhadap para penghuninya ...” Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pergerakan tanah yang terjadi di tengah guyuran hujan tersebut telah menyisakan retakan pada permukaan tanah sepanjang lebih dari 100 meter. Tragisnya, retakan selebar kurang lebih 15 Cm itu membentang di antara permukiman warga.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi warga. “Kami sangat khawatir retakan pada permukaan tanah itu kian meluas. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan pada setiap bangunan rumah yang dilintasi oleh retakan tanah tersebut,” u ­ ngkap Yadi, salah seorang ­warga. Satu Rumah Rusak Ringan Sementara itu, Camat Cikembar, Dodi Rukmana menjelaskan, kejadian bencana pergerakan tanah ini telah merusak satu rumah warga dengan kategori ringan. “Kerusakannya terjadi pada bagian dinding, yakni mengalami retak-retak. Rumah tersebut dihuni oleh empat kepala keluarga. Sejauh ini belum ada tindakan evakuasi terhadap para penghuninya,” kata Dodi. Dia pun mengungkapkan, hasil pemetaan sementara, retakan tanah yang ditimbulkan akibat pergeseran itu telah mengancam empat rumah warga lainnya. Karena lokasinya berada pada jalur retakan tanah maka empat bangunan tersebut beropotensi mengalami ambles. (kliksaja.co/rus)

Ini Pesan Kapolda Jabar kepada Peserta Long March Aksi Bela Islam III

KLIKSAJA.CO

KAPOLDA Jawa Barat (Jabar), Irjen Pol Bambang Waskito, menggelar pertemuan dengan para peserta Aksi Bela Islam III yang melakukan long march dari Ciamis menuju Monas, Jakarta. Pertemuan yang berlangsung di Rumah Makan Sukahati, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Rabu (30/11) tersebut pun dihadiri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, dan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Muhammad Herindra. Seperti diketahui, pada Jumat (2/12) akan berlangsung Aksi Bela Islam III di Monas, Jakarta. Aksi tersebut merupakan sikap Ormas Islam atas dugaan kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur Petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dalam kesempatan tersebut, Bambang menegaskan kepada peserta aksi massa, mengenai

kegiatan pada Jumat (2/12). Menurutnya, Aksi Bela Islam III bukan unjuk rasa, namun doa bersama. Bambang mengatakan, Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, polisi penyidik Bareskrim Mabes Polri sedang memeriksanya. Polri, kata Bambang, juga melakukan upaya cekal kepada Ahok untuk tidak bepergian ke luar negri. Lebih lanjut, Bambang mengimbau kepada peserta Aksi Bela Islam III yang berniat berjalan kaki ke Monas, Jakarta, menaiki kendaraan Bus DAMRI yang disediakan unsur Muspida Provinsi Jabar. Dia pun berjanji, memfasilitasi kendaraan dan mengawal peserta Aksi Bela Islam jilid III pada keberangkatan menuju Monas dan kepulangan peserta aksi tersebut. (kliksaja. co/rus)

ILUSTRASI/NET

ILUSTRASI/NET

NOTA pengantar Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat (Jabar) 2017 resmi disampaikan Gubernur Ahmad Heryawan, pada DPRD Jabar, Kamis (1/12).

P

enyampaian nota pengantar APBD tersebut dilakukan dalam sidang paripurna di DPRD Jabar, Bandung. Aher, sapaan akrabnya mengatakan, 2017 merupakan tahun keempat dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jabar Tahun 20132018. “2017 merupakan bagian dari tahap memantapkan pembangunan secara menyeluruh,” katanya seperti dikutip Bisnis.

Karenanya, penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2017 merupakan sebuah momentum yang sangat penting untuk melaksanakan lanjutan pembangunan Jabar dalam rangka mewujudkan visi pembangunan Tahun 2013-2018, yaitu “Jawa Barat Maju dan Sejahtera Untuk Semua”. Menurutnya, penyusunan RAPBD ini disesuaikan dengan perkembangan dan kemampuan keuangan daerah serta berpedoman kepada Rencana Kerja Pemerin-

tah Daerah (RKPD) Tahun 2017 yang bertujuan untuk menciptakan sinergi pelaksanaan pembangunan daerah antar wilayah, antar sektor pembangunan, dan antar tingkat pemerintahan. “Serta mewujudkan efisiensi alokasi sumber daya dalam (SDA) pembangunan daerah untuk mewujudkan pelayanan kepada masyarakat yang berkualitas dan akuntabel,” tuturnya. Pelaksanaan pembangunan, pada Tahun 2017 merupakan tahun pertama diberlakukannya Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Pemda), yang mengamanatkan adanya pengalihan beberapa kewenangan kabupaten/kota menjadi kewenangan provinsi, dari provinsi ke kabupaten/kota, dari provinsi ke pusat, dan sebaliknya. “Perubahan mendasar

dari kebijakan tersebut mengakibatkan bertambahnya kewenangan dan tanggung jawab provinsi dalam menjalankan urusan pembangunan, sehingga akan berdampak kepada perubahan program dan kegiatan pembangunan, serta alokasi penganggaran,” ujarnya. Adapun urusan yang mengalami perubahan tersebut, yaitu: 1. Urusan Pendidikan terkait dengan Pengelolaan Pendidikan Menengah dan Penetapan Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Menengah dan Muatan Lokal Pendidikan Khusus; 2. Urusan Tenaga Kerja terkait dengan Penyelenggaraan pengawasan ketenagakerjaan; 3. Urusan Perhubungan terkait dengan Pengelolaan terminal penumpang tipe B; 4. Urusan Kelautan dan Perikanan terkait dengan

Penetapan lokasi pembangunan serta Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Provinsi; 5. Urusan Kehutanan terkait dengan sub urusan Pengelolaan Hutan, Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta sub urusan Pendidikan dan Pelatihan, Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat di bidang Kehutanan; 6. Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral terkait dengan sub urusan Geologi, sub urusan Mineral dan Batubara, sub urusan Energi Baru Terbarukan, sub urusan Ketenagalistrikan; dan 7. Urusan Perdagangan terkait dengan pelaksanaan perlindungan konsumen, pengujian mutu barang, dan pengawasan barang beredar dan/atau jasa di seluruh Daerah kabupaten/kota. (net/rus)

Pemprov Jabar Targetkan Dana Desa Cair Seluruhnya Pekan Depan DANA bantuan infrastruktur desa 2016 ditargetkan Provinsi Jawa Barat (Jabar), seluruhnya cair pada pekan kedua Desember mendatang. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPMPD) Provinsi Jabar, Koesmayadi mengatakan, pihaknya masih terus memverifikasi proposal pengajuannya dari masingmasing desa. “Berdasarkan hasil verifikasi tim BPMPD Jabar, dari 5.312 desa di Jabar, proposal yang sudah terverifikasi sebanyak 2.900,” katanya seeprti dikutip Bisnis, Kamis (1/12). Sedangkan sisanya masih dalam proses perbaikan, karena terdapat sejumlah kekurangan. Menurutnya, banyak desa yang kesulitan

ILUSTRASI/NET

dalam membuat proposal yang sesuai dengan kriteria

yang ditentukan, salah satunya program yang diajukan

harus sudah tercantum di dalam Anggaran Pendapatan

Belanja Desa (APBDes). Selain itu, program pembangunan yang ditetapkan desa pun harus berdasarkan hasil rapat desa. “Kualitas sumber daya aparatur juga harus ditingkatkan. Makanya kita terus memberikan pelatihan-pelatihan,” katanya. Menurutnya, baru tiga kabupaten yang seluruh desanya akan mendapat dana bantuan infrastruktur pada 2016 ini, yakni Garut, Ciamis, dan Kuningan. “Sekarang proposalnya sedang diajukan ke Biro Keuangan, lalu diajukan lagi ke Gubernur untuk izin prinsip,” katanya. Selanjutnya, dana desa tersebut akan disalurkan langsung oleh provinsi ke rekening bank masing-masing desa. (net/rus)

Bukan OTT Pungli, Kejati Jabar Amankan Jaksa Senior KEPALA Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat (Jabar), Setia Untung Arimuladi membantah adanya penangkapan jaksa oleh Tim Saber Pungutan Liar (Pungli). Namun, Untung mengatakan, Kejati Jabar memang mengamankan seorang jaksa senior berinisial AP. Saat ini, kata dia, yang bersangkutan masih diperiksa. “Gak ada penangkapan (oleh) Saber Pungli,” katanya kepada wartawan di Kejati Jabar, Jalan RE Martadinata, Kamis (1/12). Menurut Untung, Kejati

Setia Untung A Jabar menerima laporan dari masyarakat melalui Hotline Call Center 0817200665.

Laporan itu meginformasikan dugaan oknum jaksa yang menakut-nakuti seseorang hingga berpotensi memeras. Informasi itu langsung ditingdaklanjuti. Dia memerintahkan asisten pengawasan dan asisten pidana khusus (aspidsus) Intel, mengecek kebenaran laporan tersebut di lapangan. Sekitar pukul 14.30 WIB, tim menemukan mobil yang diduga dipakai jaksa tersebut di sebuah kafe Jalan RE Martadinata. “Kemudian tim melihat mobil oknum jaksa tersebut dan diikuti hingga

masuk sini (Kejati),” ujarnya. Saat ini, kata Untung, jaksa tersebut masih menjalani pemeriksaan terkait laporan dari masyarakat. Itu semua sesuai dengan kode etik PP 53/2010 tentang disiplin PNS. “Jika informasi dari masyarakat betul, dan ditemukan bukti dan faktanya. Maka kepadanya akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya. Saat ditanya siapa jaksa tersebut, Untung mengatakan, seorang jaksa fungsional dan senior berinisial AP. Meski begitu, kata Untung,

dia tidak lagi menangani kasus. Namun jika terbukti memeras, jaksa tersebut akan ditindak tegas. Sebelumnya, seorang oknum jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Sapu Bersih (saber) Pungutan Liar (Pungli). Kasi Penkum Kejati Jabar, Remon Ali tak menampik kabar tersebut. “Iya (benar). Tapi tunggu keterangan resminya,” singkatnya saat dihubungi, Kamis (1/12). (kliksaja.co/rus)


HALAMAN

4

BISNISLINE

JUMAT, 2 DESEMBER 2016

UmrohParaBersama DHM Travel Jamaah Siap Kembali ke Tanah Air BERITACIANJUR/ RIZKY ALFARABY

NEW ERTIGA DREZ 2 - Koordinator Marketing Duta Cendana Adimandiri (DCA), Dadang Sugiarwan memperlihatkan New Ertiga Drez 2.

Suzuki Tekan Penjualan di Mobil Komersil KETATNYA persaingan mobil antar kelas kendaraan dengan tipe ‘passanger’ (Penumpang, red) menyebabkan beberapa diler mobil pun mulai fokus menggarap segmen lain. Sebut saja, salah satunya Suzuki Duta Cendana Adimandiri (DCA) Cianjur. Diler Suzuki yang berdiri di Cianjur, sejak 2013 ini sekarang mulai tekan penjualan mobil jenis komersil (niaga), di antaranya jenis pick up Carry. Sepanjang penghujung 2016 ini, pihaknya pun akan terus ‘menggenjot’ penjualan di segman mobil niaga ini. “Kami sadar betul, untuk varian passanger konsumen lebih melirik beberapa merek tetangga kami, karena melihat data penjualan bahwa kami masih diminati di varian mobil komersil maka kami benarbenar fokus untuk meningkatkan angka penjualan mobil yang dipakai untuk keperluan niaga ini,” beber Dadang Sugiarwan, selaku Supervisor Suzuki DCA. Dadang juga menjelaskan, bahwa pihaknya lebih memiliih untuk jemput bola ketimbang bertahan menunggu konsumen di diler. Lebih dari 20 wiraniaga Suzuki DCA, setiap harinya ‘canvasing’ ke beberapa daerah yang menjadi lokasi unggulan marketshare mobil komersi Suzuki. “Kami terus berinovasi untuk menaikkan angka penjualan, sesuai dengan harapan dan target diler. Karenanya, selain aktif di pameran dan kegia­tan weekend sales, kami juga menggerakkan tenaga wiraniaga kami untuk jemput bola walaupun harus ke wilayah ujung Cianjur, seperti Cianjur Selatan dan memakan waktu lama,” ungkapnya. “Semuanya kami terapkan untuk memberi layanan terbaik ke konsumen, disamping memang tujuan lainnya adalah kami ingin mengedukasi konsumen bahwa layanan purna jual Suzuki terjamin, seperti spare part,” sambungnya. Masih menurutnya, di Diler Suzuki DCA merupakan diler 3S (Sales, Service, Sparepart). “Artinya, untuk layanan suku cadang, penjualan, dan purna jual, Suzuki DCA menawarkan garansi layanan terbaik,” tutupnya. (rzy)

SOSOK

Berawal dari Iseng

ADINDA RIZKI

JIKA diamati, banyak Wirausahawan atau pebisnis sukses yang awalnya memulai usaha hanya dengan ‘Iseng’ atau coba-coba saja. Sebut saja, salah satunya ialah Adinda Rizki. Mojang kelahiran Cianjur, 22 tahun silam ini sukses dalam tempo dua tahun mengembangkan workshop karikaturnya. Bisnisnya yang kini telah memiliki jaringan dari Cianjur hingga Bandung tersebut, sekarang telah mempunyai jaringan seantero Nusantara. “Mulanya, di Januari Tahun 2015, aku bingung mau ngasih kado salah satu sahabat, tapi tak terpikir kadonya apa? Terinspirasi oleh salah satu sahabat, aku buat karikatur wajah, kemudian dibingkai. Karena dilihat ini merupakan peluang bisnis, aku pun mulai merancang estimasi modal, tekhik, rekrut pekerja hingga memanfaatkan jaringanku yang tersebar di beberapa kota. Alhamdulillah, sekarang order karikaturku sudah cukup meledak,” papar mahasiswi S2 salah satu perguruan tinggi ternama di Bandung ini kepada “BC” di sela obrolannya. Menurut gadis yang akrab dengan sapaan Adin ini, disamping memiliki minat yang tinggi untuk menjadi entrepreneur, ia juga rela buat menghabiskan waktunya ‘mengenyam’ bangku pendidikan setinggi mung-

kin. Merangkap profesi sebagai Operational Manager DHM Travel Cianjur, Adin menjelaskan, bahwa rencananya akan meneruskan pendidikannya hingga S3. “Kang, zaman sekarang saya prihatin, kalau denger berita tentang Cianjur, isinya kalo enggak minus ya negatif terus. Mulai dari trafiking, TKW Cianjur disiksa sampe berita lainnya yang bawa sisi negatif di kota lumbung padi ini. Berangkat dari sana, makanya saya mau nunjukin bahwa orang Cianjur itu pasti bisa, pasti berhasil. Selain jadi pengusaha sukses, pasti bisa memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Buktinya banyak tuh kawankawan saya yang asli Cianjur, mendapatkan beasiswa S3 di London, atau beberapa Negara lainnya,” ujar wanita berjilbab yang berdomisili antara B ­ andung-Cianjur ini. (rzy)

HARI ini, Jumat 2 Desember 2016, sebanyak 49 orang jamaah Darul Hikmah Mandiri (DHM) Cianjur, telah selesai melaksanakan prosesi Ibadah Umroh di Tanah Suci Makkah, dan sedianya bakal bertolak kembali (Pulang, red) ke Tanah Air.

B

erdasarkan hasil “Jaminan keamanan wawancara, an- dan kenyamanan yang ditara wartawan berikan pihak DHM Travel, “BC” dengan pi- sudah tidak diragukan lagi. hak DHM, mela- Berbagai karakter jamaah lui sambungan telepon, ken- pun sudah kami pahami. dati sempat ada satu orang Karenanya, sangat mudah jamaah yang untuk memterspisah bimbing me“ ... Jaminan dari rombo­ reka selama ngan namun 12 hari perjakeamanan dan bisa teratasi unmkenyamanan yang lanan berkat kesiroh. Intinya, diberikan pihak gapan dan proses ibadah profesionadi tanah suci DHM Travel, lisme pihak ini berlangsudah tidak travel. sung lancar,” diragukan lagi. Adapun papar Hj prosesi IbaBerbagai karakter Wawang, sedah Umroh laku Owner yang dijalani jamaah pun sudah DHM Travel kami pahami ...” menyampaipara jamaah, mengenai sekan langsung putar instadari Saudi lasi pakaian ihram, miqot, Arabia. thawaf, sa’i, dan tahallul Hj Wawang menambahberlangsung dengan tertib kan, bahwa selama berada dan lancar selama 5 hari di Makkah, pihaknya sujamaah berada di Makkah. dah melangsungkan ke-

ISTIMEWA

IBADAH UMROH - Para jamaah saat sedang berada di Tanah Suci melaksanakan Ibadah Umroh bersama DHM Travel.

giatan umroh sebanyak dua kali. Tak hanya melaksanakan umroh, lanjut dia, DHM Travel juga mengajak para jamaah dari Cianjur dan Bandung tersebut untuk mengunjungi beberapa destinasi ziarah, seperti tempat-tempat bersejarah Islam Jabal Rohmah, Jabal Uhud, Jabal tsur, Masjid Nabawi, Masjid Qiblatain, Masjid Quba, dan destinasi terakhir yakni Masjid Terapung laut Merah di Jeddah,

sebelum proses take off dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, KSA (Kingdom Of Saudi Arabia). Berdasarkan video rekaman yang diunggah via aplikasi Whatsapp, salah seorang jamaah dari Cianjur, Hj Nita menjelaskan, bahwa ia sangat puas dengan pelayanan yang diberikan DHM Travel, selama berada di tanah suci karena selama perjalanan ia diperlakukan bak anggota keluarga, bukan

orang lain. “Saya sudah empat kali berangkat ke Saudi, bersama DHM Travel. Terkait service yang diberikan t­ravel ini sudah tidak diragukan lagi,” akunya. Sebelumnya, para jamaah yang melaksanakan Ibadah Umroh ke Tanah Suci Makkah ini berangkat pada 23 November 2016 dengan menggunakan DHM Travel. (Rizky Alfaraby/”BC”)***


INFO SPESIAL GELIAT KOTA twitter @berita_cianjur

HALAMAN

facebook beritacianjur.com

HOTLINE : 0263-2283283

5

Klik! beritacianjur.com

JUMAT, 2 DESEMBER 2016

Gunakan Dana Desa untuk Jalan Lingkungan

Hasilnya Tidak Dipublikasikan, Diserahkan kepada Pimpinan OPD

Urine Pegawai Dinkes Dites

BERITACIANJUR/APIP SAMLAWI

PEMANFAATKAN dana desa (DD) tahap terakhir, Pemerintahan Desa (Pemdes) Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, mengalokasikan untuk pengaspalan jalan desa. Hal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Akses perlintasan yang menghubungkan Kampung Rawadudut sampai dengan Kampung Cibodas, sepanjang 1.012 meter, le­ bar 2,2 meter. Pengerjaan pengaspalan jalan desa tersebut, dilaksanakan pihak Tim Pelaksana Ke­ giatan (TPK) yang dibantu pegawai Dinas Binamarga Ciranjang untuk teknis pengaspalan. Menurut Kades Gunungsari, Osip Hidayat menjelaskan, penerapa bantuan DD tahap akhir ditujukan untuk pengaspalan jalan desa. Hal tersebut merupakan bentuk nyata dalam melaksanakan pelayanan terhadap masyarakat. Pihaknya meyakini dengan adanya jalan yang bagus akan mampu mendongkrak roda perekonomian masyarakat. Karena sebahagian besar penduduk desa tersebut bekerja sebagai petani padi, palawija, ikan dan

para pedagang hasil olahan rumahan. Dia menambahkan, selain melaksanakan pe­ ngaspalan jalan tersebut, masih banyak beberapa ruas jalan desa, fasilitas umum yang belum ­dibangun. “Namun semua itu telah dicanangkan pada Alokasi Pendapatan Belanja Desa (APBDes) 2017 dan telah dituangkan pada Rencana Pemba­ ngunan Jangka Menengah Desa ( RPJMDes), dengan adanya itu, kedepannya semoga Desa Gunungsari lebih maju dan lebih baik,” ucapnya. Sementara itu, tokoh pemuda setempat, Heri Supriatna (36) menambahkan, dengan diaspalnya jalan desa antara Kampung Rawadudut sampai dengan Kampung Cibodas, banyak warga yang terbantu. Karena ruas jalan tersebut sebelumnya sudah rusak berat banyak kubangan air ditengah jalan. “Ternyata sekarang ruas jalan tersebut, yang dikerjakan pihak TPK Desa Gunugsari, sekitar kurang lebih 400 meter lagi akan selesai diaspal, hingga nantinya akan bagus dan akan enak digunakan pengemudi mobil maupun motor,” ucapnya. (pip)

ILUSTRASI/ NET

SEBAGAI bagian dari upaya memerangi penyalahgunaan narkoba, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur getol melakukan tes urine. Kali ini sasarannya terhadap pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur.

K

egiatan itu dilakukan sebagai upaya memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di lingkungan

Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tidak terkecuali bagi mereka yang selama ini berke­ cimpung dalam urusan kesehatan harus dipastikan melalui serangkaian tes. Plt Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, Tresna Gu-

Jumlah Penderita Hiv/Aids Terus Bertambah, Ada Apa? KENDATI populer dengan julukan kota santri namun jumlah penderita HIV/Aids di Kabupaten Cianjur setiap tahunnya terus bertambah. Ratusan orang kini sudah terjangkit virus mematikan tersebut bahkan diprediksi akan bertambah hingga akhir tahun ini. Menurut pengelola program penanganan HIV/Aids Kabupaten Cianjur, Cicih Kurniasih, saat ditemui wartawan diruang kerjanya, kemarin (30/11). Kondisi itu, disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV/ Aids. Sedikitnya jumlah penderita HIV/Aids periode bulan November 2016 terdapat 101 orang. Jumlah itu, ucap Cicih diprediksi akan terus

ILUSTRASI/ NET

meningkat. “Untuk usia anak-anak saja, sedikitnya ada 12 anak yang dinyatakan poistif HIV/ Aids,” ucapnya. Dia menambahkan, penyebaran HIV/Aids di Kabupaten Cianjur sudah meluas, hampir ditiap kecamatan dite-

Dongeng Sunda Cianjuran

mukan kasusnya. “Hampir sebagian besar kecamatan sudah ada temuan kasus. Kondisi ini sudah sangat memperihatinkan,” katanya. Dia mengungkapkan, pe­ ningkatan tersebut seiring dengan rutinnya pendataan yang dilakukan dan sekaligus

bukti bahwa kasus HIV/Aids seperti fenomena gunung es. “Sebagian besar penularannya terjadi melalui hubungan seksual bebas dan narkoba. Ini sangat memprihatinkan, karena dengan visi misi Kabupaten Cianjur yang berakhlakul karimah, tingkat kasus HIV/Aids justru sangat tinggi,” ucapnya. Dia mengharapkan, kepedulian semua pihak. Sebab dalam menangani HIV/ Aids harus bersama-sama dari semua kalangan, tidak cukup dinas kesehatan dan KPA saja. “Ini merupakan tanggungjawab bersama, tak hanya dinkes dan KPA. Karena, tingkat sebaran HIV/Aids sudah sangat memprihatinkan,” ucapnya. (gap)

milar, mengatakan, kegiatan tes urine itu dilakukan untuk mendukung peme­ rintah dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabuapten Cianjur, khususnya di lingkungan PNS Dinkes Kabupaten Cianjur. Tresna menyebutkan, pelaksanaan tes urine yang dilakukan BBNK Cianjur itu diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Dinkes Kabupaten Cianjur. “Sedikitnya ada 110 orang pegawai yang dijadwalkan mengikuti pelaksanaan tes urine ini,” kata

RUMAH panggung berukuran 6x4 meter mlik keluarga pasangan suami istri (Pasutri) Eeng (53) dengan Ilah Sumyati (51) nyaris hampir ambruk. Namun keluarga berpenghuni 7 orang tersebut tetap memilih bertahan sembari menunggu bantuan. Rumah yang terletak di Kampung Cibodas Rt 03 Rw 01, Desa Gunugsari, Kecamatan Ciranjang, sudah puluhan tahun berdiri. Menurut Eeng (53) menjelaskan, bangunan rumahnya sudah miring ke belakang, genting anyak yang bocor saat hujan turun

Guaran Tatang Setiadi

DASAR eta mandor jalma julig, dengki, sanggeusna dilepas teh tuluy ngakalakeun ka Tuan Kawasa, malah wani ngicukngicuk ka kuli kontrak ngajak mergasa ka Tuan Kawasa. Pikeun kuli-kuli nu karurang panjang pikiran, di ajak kana perkara jahat teh ujug-ujug daraek sarta saranggup bae. Tapi eri Kaka mah sabalikna, ti batan daek kana perkara jahat mah, lewih hade bobor karahayuan. Eta mandor nu di lepas teh ku Kaka dielingan jeung

di lelemu, sangkan teu tulus ngalakukeunana kajahatan, tapimanan narima kana pangelingan mah anggur seung malik amarah ka Kaka, majarkeun teh Kaka tadi anjngna Tuan Kawasa. Manehanana ngancam, lamun Kaka kumanawi bebeja ka Tuan kawasa, geus tangtu Kaka dipergasa. Harita Kaka diancam kitu teh lain mundur, tapi kalah ngajadikeun amarah kana hate, tapi ka leng teu inget kana bebeneran, teu bisa nahan kasabaran, tina asal parea-rea omong tuluy silih ancam, tungtungna ger bae gelut, silih tonjok, silih tampiling silih beubeutkeun,... atuh kebon bako nu keur dioyos teh lebur dipake tarung. Demi babaturan, manan daekeun nyapih mah angur

heug ngalingkung ngalalajoan, kawas aratoh nenjo nu galungan teh, cacakan lamun teu dipisah ku Tuan Kawasa mah, Wallahu’alam kumaha balukarna, nya meureun aya bae nu ripuh salah saurang. Untungna bae eta mandor teh teu mawa pakarang, kitu deui Kaka ngan metakeun leungeun wungkul, jadi ngan ukur gareuneuk jeung barared bae, taya nu tatu pohara. Tuan Kawasa mariksa sabab-sabab na nu matak kajadian gelut. Ku Kaka tuluy di terangkeun ti mimiti parearea omong nepika gelutna. Saur Tuan Kawasa ka Kaka, “Hadena bae eta mandor teh ngajakan jahat me­neran kamaneh, jelema nu asak timbangan, nyaho di bebeneran jeung gede wawanen;

da lamun seung meneran ka nu leumpeuh yuni jeung kurang pikiran mah, geus tangtu kami cilaka. Untung kacida kami tereh kaluar ti ieu kontrak, rek pindah pagawean, nyaeta jadi Opsihter di BOW, sabab di ieu kontrak salawasna kami ngan jadi panudingan jeung di kakalakeun bae ku kuli anu karungrang pikiran jeung nu bere­ ngis.”

Dalam pelaksanaan tes urine itu, Hendrik menyebuitkan, ada 17 orang pegawai yang batal melaksanakan tes urine. Namun, pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan OPD itu untuk menjadwal ulang pelaksanaan tes urine bagi yang belum. “Untuk hasilnya, kami serahkan kepada pimpinan masing-masing OPD. Sementara untuk hari ini dari total 110, ada 17 yang tidak dapat melaksanakan tes urine. Kami akan tetap panggil untuk mereka melakukan tes urine,” katanya.(gap)

Rumah Panggung Hampir Ambruk Dihuni 7 Orang Saling Berdesakan

Carita Budak Minggat (bag .49) Isukna, eta mandor nu ngabati teh ku Tuan ­Kawasa tuluy di lepas sarta di bere bayaran ajen sapeser, da gajihna di bagikeun ka kuli-kuli anu di kurungan gajihna tea.

Tresna, kepada wartawan, kemarin (30/11). Sementara itu, Kepala BNNK Cianjur, Hendrik, mengatakan, peredaran narkoba di Kabupaten Cianjur sudah menyebar ke seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali PNS. Sebab itu, jelas Hendrik, jajarannya gencar melakukan tes urine bagi para PNS. “Kami telah berkoordinasi dengan Bupati Cianjur, untuk melakukan kegiatan tes urine terhadap para pegawai, baik PNS maupun non PNS dilingkungan Pemkab Cianjur,” jelas Hendrik.

­ asauranana kitu teh bari S mencrong ka Kaka, kawas nu rek nganyahokeun hate Kaka. “Ah, teu resep na mah nataku,” cek Kaka, “ngan awahing ku geus ka talanjuran jeung taya pimeunangeun pagawean sejen bae, ngeureuyeh soteh.” (Nyambung)

dan dua kamar sudah tidak berfungsi dengan baik. Pilihannya seluruh penghuni rumah terpaksa tidur ber-

“Saya bukannya tidak mau untuk merenovasi rumah karena pekerjaan sehari-hari hanya sebagai pedagang ­goreng-gorengan...” samaan di tengah rumah walaupun berdesakan. “Saya bukannya tidak mau untuk merenovasi rumah karena pekerjaan

sehari-hari hanya sebagai pedagang goreng-gorengan yang dijajakan. Keuntu­ngan hanya cukup untuk beli beras dan ikan asin saja, itu pun kadang tidak mencukupinya untuk makan sekeluarga,” keluhnya yang diiyakan oleh lainnya. Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Supriatna balik mempertanyakan jika mereka tidak memiliki kartu jaminan kesehatan maupun beragam kartu tunjangan untuk masyarakat miskin. Sehingga mereka sulit mendapatkan bantuan keuangan. (pip)


HALAMAN

6

BCMuda

+ ENTERTAINMENT JUMAT, 2 DESEMBER 2016

MEMPERINGATI HARI AIDS SEDUNIA

Pentingnya Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

“Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.(Spasi)” Dee Lestari Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

Sinematografi

SETIAP 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia, sebuah hari yang dicanangkan untuk mempromosikan kewaspadaan dan perhatian terhadap penyakit HIV dan AIDS sekaligus menggalakkan pendidikan serta penelitian untuk menanggulangi penyakit mematikan tersebut.

ILUSTRASI/NET

Target Film Religi ini Tembus Sejuta Penonton FILM bernafas religi Cinta Laki-Laki Biasa akan serentak tayang di seluruh bioskop Indonesia, Kamis (1/12). Film terbaru karya novelis Asma Nadia tersebut diharapkan dapat menembus satu juta penonton. "Iya karena hari pertama itu krusial banget apakah layar bioskop ditambah atau dikurangi," katanya, Rabu (30/11). Menurutnya, jumlah penonton saat ini memiliki dampak besar terhadap keberlanjutan film berkualitas Indonesia. Dengan banyaknya penonton Cinta Laki-Laki Biasa, Asma berharap produser film penuh nilai kebaikan akan terus berkarya dan memenuhi layar bioskop Indonesia. "Kalau ada film-film baik sukses, dia (produser) nggak akan kapok," lanjut dia. Film yang dibintangi Velove Vexia dan Deva Mahendra ini penuh de­ ngan pesan moral. Bahkan Asma ikut terlibat dalam produksi film ini untuk memastikan film itu ramah bagi anak-anak. Meski film ini bergenre romantis, namun isi film

tersebut bukanlah cinta dalam artian sempit lelaki dan perempuan. Film yang disutradai Guntur Soeharjanto ini diakui Asma merupakan paket komplit penuh komedi, mengharukan hingga bikin baper. Asma meminta para jomblo galau, mereka yang memiliki kekasih, pasa­ ngan suami/istri, mengajak ibu dan anak. Karena, dalam film ini ada banyak nilai dakwah tanpa menggurui yang diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat. Sosok Rafli yang dipe­ rankan Deva merupakan sosok pria pemberani yang berani berkomitmen de­ ngan menikah meski be­ kerja sebagai seorang buruh. Setelah menikah, ia pun menjadi sosok suami dan juga ayah yang luar biasa terutama ketika istrinya Nania (Velove Vexia) me­ ngalami kecelakaan. Tak pelak, Asma berharap jombloers yang ada di Indonesia dapat segera menemukan pasangannya setelah menyaksikan film tersebut. "Ada relasi signifikan antara angka jom­ blo dengan film ini," ujarnya tertawa. (net/ree)

H

ari AIDS Sedunia juga dimaksudkan untuk me­ ngenang 36 juta orang yang direnggut nyawanya oleh AIDS dan penyakit yang berkaitan dengan AIDS, guys. Berdasarkan sejarahnya, Konsep ini digagas pada Pertemuan Menteri Ke­ sehatan Sedunia mengenai Program-program untuk Pencegahan AIDS pada tahun  1988. Sejak saat itu, ia mulai diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia. BTW, Bagaimana peran Bece Kampus dalam memerangi penyakit yang berbahaya ini? Saepul Alwan mahasiswa semester 5 Fakultas Hukum Universitas Suryakancana menjelaskan upaya mahasiswa dalam rangka mencegah timbulnya penyebaran penyakit ini de­ ngan cara sosialisasi dan pergaulan yang ada di lingkungan sekitar. “Tindakan negatif berawal daripada kurang menempatkan aktivitas positif, sehingg a diisi dengan k e ­ giatan negatif. Dalam hal ini, sudah seharusnya perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk menemukan solusi pencegahan jangka panjang,” ungkapnya kepada “BC” Kamis (1/12). Irfan Nurdiansyah mahasiswa semester 5 Fakultas Hukum Universitas

maja menyalahgunakan pandangan yang akhirnya terjadi hal yang tidak diinginkan. “Pencegahan peme­ rintah tidaklah cukup dan belum merata dalam menginformasikan bahaya HIV AIDS. Dimana bent u k

masyarakat,” paparnya. Hal yang seharusnya dilakukan, ungkapnya de­ngan penyebarluasan melalui media massa dan cetak, juga elektronik. Selain itu, para kader kesehatan door to door untuk menyampaikan tentang bahaya penyakit ini meski dengan selembar brosur. (cr3)

Suryakancana memaparkan penyakit menular yang diketahui pada tahun 1980an ini diakibatkan karena lingkungan negatif seperti homo seksual, penggunaan obat terlarang dan lain­ nya. Sehingga re-

Dunia Artis

ILUSTRASI: BERITA CIANJUR/M. YANUAR GUNAWAN - FOTO: DOK. BERITA CIANJUR

ILUSTRASI/NET

Bangkit Lagi Setelah Vakum Tanpa Album

SETELAH lama tak terdengar, grup musik pop rock alternatif asal Ban­ dung /rif merilis single dan video klip terbaru dengan judul "Nikmati Aja". "Terpikir untuk menulis lirik tentang kebersamaan kami selama 20 tahun lebih. Kita nikmatin saja hidup," kata vokalis /rif Andy dalam temu media di Jakarta, Rabu (30/11). Sampai saat ini /rif te­ lah merilis delapan album di antaranya "Radja" (1997), "Salami" (1998), "Nikmati ajah" (2000), "Pilmalu" (2006), "7" (2010) dan "18 Years of Rock" (2013). "Di album Nikmati Ajah (2000) tidak ada judul lagu itu karena lirik tentang menikmati hidup susah dan senang tiba-tiba teringat lagi," kata Andy. Sebelumnya, pada 2015 /rif merilis single "Turn of the Light". Kali ini, dalam single terbarunya, / rif menceritakan tentang kebersamaan yang telah dijalani dengan tulus dan menikmati hidup seperti

pencegahan tersebut ha­ nyalah jargon dan malah dihubungkan dengan norma. Pada akhirnya penyakit ini malah berubah menjadi mitos dan tidak ditanggapi serius o l e h

yang telah mereka jalani bersama selama hampir 22 tahun berkarya. Lama tak masuk dapur rekaman, /rif masih me­ ngusung lagu-lagu dengan melodi yang easy liste­ning dan lirik yang ril. "/rif memang sealu catchy. Terlintas dalam pikiran kami bahasa yang gampang dan kehidupan yang benarbenar kami alami, bukan dambaan," kata Andy. "Kami ingin mengeluarkan single yang simpel, mudah didengar, happy, tidak perlu diputar berulangulang­untuk mengerti," kata dia. Lagu berdurasi 3 menit 59 detik itu, dikerjakan ha­ nya dalam satu malam. "Kami berangkat ke studio tanpa bekal apa-apa. Saya guide dengan "nanana", lalu pulang menulis lirik, besoknya masuk studio rekaman dua kali shift, mixing," ujar Andy. "Walalupun pengerjaannya hanya dalam waktu tiga hari kami merasa puas untuk dirilis," tambah dia. (net/ree)

Usia Cantik Harus Mampu Menata Hati dan Pikiran

B

agi seorang pe­ rempuan, cantik memiliki arti yang begitu luas. Salah satunya adalah merasa bertambah­nya usia justru membuat perempuan kelihatan lebih cantik

dari saat lebih muda dulu. Kemarin (30/11), sejumlah perempuan diajak berbincang soal usia cantik. Pembahasan itu diikuti oleh Hanifa Ambadar, CEO dan co-founder Female Daily Network, penulis Dewi Lestari, serta presenter Novita Angie, dan artis Dian Sastrowardoyo. Saya merasa berada di usia cantik itu ya sekarang bukan di usia 20, karena sekarang semua aspek dari kehidupan jauh lebih baik daripada waktu dulu,” ujar Hanifa Ambadar. Dewi Les­ tari pun setuju. Ia merasa di usianya yang 40 tahun justru ia lebih menawan. "Ini juga bukan sekedar angka tahun saja tapi ada aspek kita menerima diri kita sendiri dan itu bukan sesuatu yang mudah,” ujar Dewi. Ia melanjutkan, ketika menerima diri sendiri berarti menerima pula masa lalu, juga menerima kesalahan yang pernah dibuat. Artinya, kata Dewi, perempuan semakin tua harus makin bisa belajar mencintai diri sendiri dari segala aspek. Tentunya bukan berarti berhenti belajar atau memperbaiki diri.

Dian Sastrowardoto menambahkan di usianya yang kepala tiga ia merasakan banyak peningkatan dalam hidup. Ia pun selalu bersyukur bahkan atas hal-hal kecil. Dian merasa rasa syukurnya selalu bisa mengubah hal negatif jadi positif. Usia cantik pun dirumuskan Dewi Lestari dengan mampu menata hati dan hidup yang de­ ngan baik. "Menurut saya hidup yang baik itu tidak perlu yang glamor dan pa­ ling keren tetapi kita harus mensyukuri yang kita miliki dan itu menambah betapa berharganya di usia saat ini." Hanifa mengatakan lagi usia cantik sama dengan sudah menjalani keberhasil dan kegagalan. Kemudian berani bersikap nyaman dengan kehidupan dan menyadari betapa hidup pasti berproses. "Terus juga kita sudah tau apa yang kita mau, ke depannya bagaimana dan beberapa tahun ke depan mau jadi apa. Tidak ada lagi yang membatasi kita untuk menjadi yang terbaik untuk diri," tutur Hanifa. (net/ree)


HALAMAN

7

GOCIPANAS! JUMAT, 2 DESEMBER 2016

Pedagang Bunga di Cibodas Akan Ditertibkan

Ribuan Kader Posyandu dan Guru PAUD Ikuti Jambore di Cibodas

Upaya Meningkatkan Silaturahmi dan Kapasitas

ILUSTRASI/NET

CIPANAS-Dalam rangka penataan jalan menuju Kawasan Wisata Cibodas (KWC), puluhan peda­ gang bunga yang berada disepanjang pinggir jalan yang mengarah ke KWC di Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas akan segera di­ tertibkan dan direlokasi. Kepala Desa Cima­ can, Kecamatan Cipanas, Dadan mengatakan, re­ lokasi bagi para pedagang bunga disepanjang jalan menuju Kawasan Wisata Cibodas itu tidak lain adanya upaya penataan. Bahwa akan dikembalikan lahan yang digunakan pe­ dagang bunga itu menjadi trotoar. “Ada sekitar 90 peda­ gang bunga yang ada disepanjang pinggir jalan menuju Cibodas. Mereka nantinya kita akan relokasi ke lahan lapang dekat pin­ tu masuk Kawasan Wisata Cibodas. Kita sudah sosia­ lisasikan kepada para ped­ agang bunga,” kata Dadan, Kamis (1/12) Dadan menyebut, un­ tuk memastikan berapa jumlah pedagang yang harus direlokasi, pihaknya akan melakukan penda­ taan ulang pada awal De­ sember. “Jumlah pastinya baru kita akan data ulang pada awal Desember ini,” tegasnya.

Dalam penataan nantinya akan menggan­ deng pihak ketiga. Hal itu mengingat anggaran yang dimiliki sangat terbatas. “Kita melibatkan pihak ketiga. Semoga saja de­ ngan adanya penataan ini jumlah kunjungan wisata bisa semakin meningkat,” paparnya. Seorang pedagang bunga mengaku tidak ke­ beratan dengan rencana relokasi yang akan dilaku­ kan dalam waktu dekat ini. Hanya saja pedagang me­ minta agar relokasi tidak mematikan usaha mereka. “Kita sadar berjualan diatas lahan bukan milik kita. Tapi kita berharap tempat relokasi ini tidak mematikan usaha kita yang selama ini sangat menjadi tumpuan keuarga. Kita berjualan sudah tahu­ nan, ini juga harus dipikir­ kan,” kata seorang peda­ gang Lukman. Pihaknya berharap, pemerintah bisa mem­ berikan jaminan dilokasi relokasi benar-benar bisa menjadi tempat penggan­ ti yang strategis. “Kalau ditempat relokasi mema­ tikan usaha kita, jelas ini memiskinkan kita semua. Pokoknya rempat relokasi itu tidak jauh dengan tem­ pat yang saat ini kita tem­ pati,” harapnya. (bis)

BERITACIANJUR/ MUSTOFA

RIBUAN kader Pos Pelayanan

Terpadu (Posyandu) dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengikuti Jambore tingkat Kabupaten Cianjur tahun 2016 yang dilaksanakan di Kawasan Wisata Cibodas (KWC), Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kamis (1/12).

K

epala Badan Kel­ uarga Berencana dan Pember­ dayaan Perem­ puan (BKBPP) Kabupaten Cianjur, Esih Su­ kaesih Karo mengungkapkan, tujuan dilaksanakan Jambore Kader Posyandu dan Guru

Oknum Wartawan Bergentayangan, Kades Sukamanah Nyaris Jadi Korban CUGENANG-Aksi pe­ merasan yang dilakukan oknum wartawan nyaris menimpa Kepala Desa Su­ kamanah, Kecamatan Cu­ genang, Enang Saepudin. Oknum wartawan terse­ but dalam menjalankan aksinya dengan cara men­ cari-cari kesalahan yang dilakukan oleh pemerin­ tahan desa. “Mereka datang me­ ngaku sebagai wartawan, tapi ini oknum­ nya.

Enang Saepudin

­Modusnya menanyakan persoalan yang ada di desa. Cara penyampain­ nya seakan bahwa saya itu bersalah dan harus ber­ tanggungjawab. Padahal kalau ada persoalan, itu­ pun sudah diselesaikan,” kata Enang saat ditemui di kantornya, Kamis (1/12). Enang mnyebut, ok­ num wartawan tersebut dengan terang-terangan meminta sejumlah uang yang cukup besar bagi ukurannya. “Saya bilang saat diminta sejumlah uang, dapat dari mana. Uang desa saja belum cair? Saya sempat sam­ paikan minta diatas ma­ terai penerimaan uang itu, tapi sepertinya ke­ beratan,” katanya. Karena tidak bisa langsung mendapatkan uang, oknum wartawan tersebut meninggalkan­ nya. Setelah itu ia menyampaikan apa yang dialaminya ke petugas kepolisia. Atas saran pihak ke­ polisian agar per­ mintaan itu tidak dipenuhi. “Saya konsul­ tasi juga ke polisi mengenai adan­ ya oknum warta­ wan yang mem­ inta sejumlah uang. Saya juga laporkan ke pak Camat dan Apdesi. Bah­ kan saya juga sampaikan

kepada anggota Komisi I DPRD Cianjur. Saya tidak mau apa yang menimpa saya terjadi pada yang lainnya,” papar Enang. Wartawan media on­ line A. Muhsin sangat menyayangkan adanya oknum wartawan yang me­ minta sejumlah uang kepada kepala desa de­ ngan modus mencari-cari kesalahan. Sikap tersebut sudah bertentangan de­ ngan kode etik wartawan. “Ini sudah tidak bisa dibenarkan, itu jelas bu­ kan tindakan wartawan. Kalau wartawan yang be­ nar jika menemukan tin­ dak penyimpangan dan memiliki datanya perlu dikonfirmasikan. Bukan­ nya malah meminta uang, apalagi itu memaksa. Tindakan seperti inilah yang jelas mencoreng nama wartawan,” tegas A. Muhisn. Tidak heran jika di se­ jumlah desa terlihat alergi ketika didatangi warta­ wan. Padahal tidak semua wartawan itu berbuat yang tidak benar. Masih banyak wartawan yang menegak­ kan kaedah jurnalistiknya. “Itu hanya oknum saja, bukan wartawan. Jika kepala desa atau siapapun mengalami tindakan yang sekiranya mengarah pada tindak pemerasan yang di­ lakukan orang yang men­ gaku wartawan sebaiknya melapor saja ke kepoisian, jangan takut diintimida­ si,” ungkapnya. (bis)

PAUD tersebut tidak lain un­ tuk meningkatkan silaturahmi antar kader dan meningkat­ kan kapasitas kader Posyandu serta guru PAUD di Kabupat­ en Cianjur. “Kita ingin mempererat tali silaturahmi antar ka­ der. Selama ini kita terfokus

pada tuntutan pekerjaan yang harus dijalani. De­ ngan acara seperti ini, tali silaturahmi bisa lebih erat dan bisa meningkatkan ka­ pasitas para kader dan guru PAUD,” kata Esih. Dalam kegiatan Jambore tersebut setidaknya 1.000 ka­ der Posyandu dari wilayah di Kabupaten Cianjur hadir. De­ mikian juga dengan guru-guru PAUD, sekitar 550 guru PAUD ikut memeriahkan Jambore. “Seluruh pesertanya sekitar 1.550 orang,” tegasnya. Serangkaian kegiatan pada Jambore Kader Posyan­ du dan guru PAUD tersebut dilaksanakan. Seperti pem­ berian insentif bagi 14.093 kader. “Pemberian insentif secara simboles buat kader Posyandu yang mulai bulan Oktober naik menjadi Rp 80

Esih Sukaesih Karo

ribu,” tegas Esih. Selain itu juga diberikan hadiah berupa uang pem­ binaan kepada Posyandu Garuda 1 Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas seba­ gai juara terbaik 1 Posyandu tingkat Kabupaten Cianjur tahun 2016. Hadiah uang pembinaan juga diberikan kepada Rini Kurniasih, dari Pos­ yandu Kenanga, Desa Sukasarana, Kecamatan Ka­ rangtengah sebagai Juara 1 Kader Posyandu tingkat ka­ bupaten dan Juara III tingkat Provinsi Jawa Barat. “Kita juga serahkan mo­ bil perlindungan (Molin) perempuan dan anak kepada Ketua Pusat Pelayanan Ter­ padu Pemberdayaan Perem­

puan dan Anak (P2TP2A) yang telah berkomitmen dalam menurunkan angka ILUSTRASI/NET kekerasan terhadap perem­ puan dan anak,” katanya. Menurut perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Kader Posyandu itu, bahwa Molin tersebut sebagai pendukung operasional P2TP2A bantuan dari Kementerian Pember­ dayaan Perempuan dan Anak yang dilengkapi dengan lampu darurat/sirine, blankar tem­ pat infusan dan kotak P3K. Dilengkapi juga dengan pengeras suara untuk men­ dukung KIE, layar infokus dan lactop serta genset untuk sarana penyuluhan dalam rangka pencegahan terjadinya kekerasan terha­ dap perempuan dan anak,” tegasnya. ( bis)

Kapolsek Perintahkan Desa Efektifkan Ronda Malam CUGENANG-Kapolsek Cugenang Kompol Iwan Mustawan geram atas me­ ningkatnya kasus pencurian yang terjadi diwilayahnya dalam kurun dua bulan tera­ khir. Atas kejadian tersebut ia meminta pemerintahan desa (Pemdes) untuk kem­ bali mengefektifkan ronda malam di masing-masing ke RTan. Hal itu selain untuk menjaga keamanan lingku­ ngan, juga sebagai upaya antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. “Kita sudah berdaya­ kan Babinmas dimasingmasing desa untuk terus memberikan penyuluhan terhadap masyarakat terkait ke­amanan lingkungan. Setiap ada pertemuan di desa selalu disampaikan mengenai pent­ ingnya menjaga keamanan lingkungan,” kata Kompol Iwan Kamis (1/12) Iwan menyebut, saat ini setiap ke RTan memiliki bangunan pos ronda yang kondisi bangunannya cukup baik. Hanya disayangkan penghuninya banyak yang tidak ada. “Bangunan pos rondanya sih bagus, tapi yang rondanya banyak yang tidak ada,” tegas Iwan. Kondisi inilah yang disa­ yangkan, sebaiknya pos ronda yang baik itu dibarengi dengan aktivitasnya yang juga berja­ lan. “Pos rondanya sudah ba­ gus, alangkah lebih bagusnya jika kegiatan rondanya juga berjalan,” katanya. Keberadaan ronda malam sangat dibutuhkan untuk antisipasi tindak gangguan keamanan. Dengan adanya ronda malam, aksi kejahatan seperti pencurian bisa dite­ kan. “Memang tidak ada jam­

ILUSTRASI/NET

inan ada ronda malam tidak ada pencurian, tapi paling tidak dengan adanya ronda malam, para pelaku pencuri­ an juga bisa berfikir dua kali jika melihat ada yang ronda malam,” ungkapnya. Diakuinya saat ini kegia­ tan ronda malam diwilayah Kecamatan Cugenang masih sangat minim dilakukan. Kalaupun ada hanya bebera­ pa saja yang masih aktif me­ lakukan ronda malam. “Kebanyakan hanya pos rondanya saja yang bagus, keg­ iatan ronda malamnya yang minim. Memang masih ada beberapa yang aktif melaku­ kan ronda malam, ini perlu diapresiasi. Kita terus men­

dorong agar ronda malam digi­ atkan kembali,” paparnya. Kapolsek juga mengakui, dalam kurun waktu dua bulan terakhir aksi pencurian yang terjadi diwilayah Kecamatan Cugeang cukup meningkat. Setidaknya ada sekitar 10 kejadian aksi pencurian. Ke­ jadiannya diperkirakan pada dini hari menjelang subuh. “Ada sejumlah aksi pen­ curian yang saat ini terus kita lidik untuk mengungkap para pelakunya. Dilihat dari ak­ sinya, para pelaku menyasar sekolah dan rumah yang tidak ada penghuninya atau penjaganya,” jelas Kapolsek. Melihat fenomena aksi pencurian tersebut

pihaknya menghimbau agar masyarakat yang memiliki barang berharga untuk ber­ hati-hati dalam menyimpan­ nya. Termasuk sekolah yang tidak ada penunggu atau petugas jaganya agar me­ nyimpan barang-barangnya ditempat yang lebih aman. “Rata-rata para pencuri itu mengambil barang yang mudah dibawa dan mudah laku dijual. Untuk sekolah, mereka mengambil komput­ er dan barang-barang yang mudah dibawa. Makanya se­ baiknya sekolah yang tidak ada penjaga­ nya lebih baik barang-barang yang berhar­ ga tidak disimpan disekolah,” tegasnya. (bis)


HALAMAN

8

ALLSPORT

Klik! beritacianjur.com

JUMAT, 2 DESEMBER 2016

3

MANDALA FC

vs

twitter @berita_

facebook beritacianjur.

2

ATEP SEVEN

LAGA SERU! 2016

2016

MANDALA FC akhirnya berhasil membungkam Atep Seven dengan skor akhir 3-2 dalam laga lanjutan Cianjur League U-19 yang digelar di Stadion Badak Putih, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, kemarin (1/12) sore.

D

alam laga itu, kedua tim yang di huni oleh pe­ main-pemain berkelas me­ nampilkan permainan yang cukup apik. Itu terbukti dari proses gol-gol yang terlahir dalam laga di sore itu. Mandala FC yang dimo­ tori oleh Iksan mencoba un­ tuk memberikan teka­ nan terhadap lini pertahanan Atep Seven, namun tekanan yang diberikan belum mam­ pu untuk membuahkan gol. Bermain dengan kondi­ si gerimis, kedua tim silih berganti untuk dapat le­ bih dahulu melahirkan gol. Hasilnya, pada peetengahan babak pertama Mandala FC dapat lebih dulu membobol jala gawang Atep Seven, 1-0. Tak ingin gagal untuk mendapatkan poin penuh, anak asuh Sendi mencoba bangkit untuk dapat me­ nyamakan skor, akhirnya

dengan kerjasama yang apik Atep Seven dapat menyama­ kan skor menjadi 1-1. Memasuki babak kedua, permainan semakin me­ narik. Kedua tim mencoba untuk dapat menambah gol. Dewi fortuna sepertinya le­ bih memihak kepada

Mandala FC, dimana mereka pada awal babak kedua dapat kembali menambah keung­ gulan menjadi 2-1. Hanya berselang bebera­ pa menit, Mandala FC kem­ bali menjebol jala gawang Atep Seven, dan merubah skor menjadi 3-1. Terting­ gal cukup jauh, para pemain Atep Seven mencoba bang­ kit. Hasilnya melalui aksi individu sang striker, Atep Seven berhasil memperke­ cil ketertinggalan menjadi 3-2. Skor 3-2 itu, bertahan hingga laga usai. (Angga Purwanda/"BC")***

Apresiasi Duet Hariono-Tony HARIONO dan Tony Sucipto u n t u k pertama kalinya berduet sebagai center bek Persib pada laga menghadapi Perseru Serui di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu 30 November, kemarin sore. Meski kemasukan dua gol, pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman tetap puas de­ ngan performa keduanya. Menurutnya, meskipun bermain bukan pada posisi aslinya, Tony dan Hariono mampu memerankan tugas barunya dengan baik. "Se­ panjang pertandingan ke­ duanya saya pikir hampir boleh dikatakan bisa kerja dengan baik. Penjagaan atau­ pun antisipasinya keduanya cukup baik," kata pelatih yang karib disapa Djanur ini. Walau ada beberapa cata­ tan minor selama pertandi­ ngan. Secara keseluruhan te­ tap penampilan dua pemain

Ronaldo Makin Lengket dengan Si Seksi Georgina

NET

asal Jawa Timur ini membuat puas Djanur. Termasuk juga saat kesalahan itu harus di­ bayar dengan kebobolan dua gol. "Satu yang Hariono buat

pelanggaran sehingga menjadi gol. Saya rasa itu minusnya. Tapi, selebihnya saya cukup puas dan mereka tampil baik," tegas Djadjang.(net/pur)

NAMA Georgina Rodriguez kini mendadak ramai diperbin­ cangkan dalam beberapa pekan terakhir. Maklum, wanita yang dilaporkan bekerja sebagai se­ orang model di Spanyol tersebut tengah menjalin asmara dengan Cristiano Ronaldo, superstar Real Madrid. Usai putus dari Irina Shayk, Ronaldo terus di­ kabarkan menjalani hu­ bungan dengan banyak wanita. Bahkan, sudah lebih dari 30 wanita yang didekati Ronaldo. Terkini, kapten Tim­ nas Portugal itu sedang dekat dengan Georgina. Hubungan keduanya terungkap setelah foto kemes­ raan mereka di Disneyland, Paris, tersebar di media. Saking khawatirnya, Ronaldo sengaja menyamar kala berkencan de­ ngan Georgina. Ia mengenakan sweater dan kacamata hitam, topi, hingga rambut palsu. Ternyata, kemesraan di

Paris tak menjadi kencan ter­ akhir Ronaldo dan Goergina. Kini keduanya dikabarkan su­ dah resmi berpacaran. Hal itu terungkap dari foto-foto akun Instagram Georgina sebelum diproteksi. Dalam beberapa kesempatan, Ro­ naldo terlihat begitu setia menemani Georgina pergi ke banyak acara. Tak ha­ nya itu, ke­ duanya juga tertangkap kamera da­ tang ke konser Justin Bieber di Madrid. Bahkan, dari 1.254 follower yang di­ miliki Georgina di akun Instagramnya, salah satu follower-nya ada­ lah Katia Aveiro, kakak Ronaldo. Artinya, ke­ luarga Ronaldo juga su­ dah berkenalan dengan Georgina. (net/pur)

email newsredaksibc@gmail.com


HALAMAN

9

NEWS+

“Pemerintah Daerah harus melihat secara gamblang, akibat adanya industry. Terutama pengelolaan limbah yang mengancam lingkungan hidup, akibat pencemaran dari limbah itu sendiri. Jadi harus teliti dan jangan asal ada kebijakan saja,” Dedi Mizwar Wakil Gubernur Jawa Barat

JUMAT, 2 DESEMBER 2016

... Tidak Kuat Menahan Nafsu Bejat DARI HAL A1...

Karena belum datang, pelaku pergi meninggalkan korban yang tengah sendirian. Tapi tidak lama berselang pelaku datang lagi. Pelaku sempat meminta minum kepada korban, tapi karena pemilik rumah sedang tidak ada, korban tidak memberikan permintaan pelaku. Tidak lama berselang tiba-tiba, pelaku menarik korban masuk kedalam salah satu kamar. Korban sempat melakukan perlawanan, namun pelaku tetap nekat melakukan perbuatan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang guru. “Pelaku membuka pakaian saya dan melakukan perbuatannya,” kata korban Ros didampingi kuasa hukumnya Gin Gin Yonagi dari

Lembaga Bantuan Hukum Kusumah Bangsa Cianjur (LBH-KBC), Kamis (1/12). Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku meninggalkan korban begitu saja. Sementara korban yang merasa dilecehkan menuntut tanggungjawab pelaku. Namun pelaku sepertinya menghindar. “Saya hanya menuntut tanggungjawabnya, tapi sepertinya pelaku tidak ada itikad baik. Padahal sebelumnya di janji akan bertanggungjawab. Bahkan ada kesepakatan diatas materai, namun sampai saat ini tidak digubris. Pelaku susah dihubungi,” jelas korban. Kepala Sekolah SMPN 1 Sindangbarang Tisna Supriadi membenarkan jika AE merupakan salah satu guru di

sekolahnya. AE mengajar kelas IX untuk mata pelajaran PPKN. “Memang betul AE itu guru yang mengajar disekolah kami,” kata Tisna Supriadi saat dihubungi secara terpisah. Pihaknya juga tidak menampik jika kabar pencabulan yang dilakukan AE terhadap seorang perempuan itu sudah ramai dikalangan masyarakat sekitar. “Saya dengar atas laporan dari masyarakat barubaru ini. Tapi saya belum klarifikasi kepada AE, tapi kalau ini terus ramai, jelas saya akan klarifikasi sebagai bentuk pembinaan,” katanya. Menurut Tisna, AE pernah meminta izin kepada dirinya untuk pergi ke Cianjur. Hanya saja kepergiannya yang bersangkutan tidak menjelaskan untuk keperluan apa.

Imigrasi Bandara Soetta Tolak Izin Masuk Wanita Terduga PSK Asal Maroko “Minggu lalu AE minta izin dan saya kasih izin tiga hari, mungkin beresin masalahnya. Saya tidak tahu persis, karena yang bersangkutan tidak pernah bercerita,” paparnya. Atas ramainya kabar pencabulan yang dilakukan oleh AE pihaknya akan segera memanggil yang bersangkutan. “Ini sudah tidak bisa didiamkan, harus jelas persoalannya. kalau yang bersangkutan melakukan perbuatan pencabulan itu, ya harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Sementara itu AE saat dihubungi melalui nomor handphone pribadinya untuk dikonfirmasi tidak bisa tersambung. “Saya juga menghubungi susah, nomornya tidak aktiv terus sejak ramainya kabar pencabulan ini,” tegas Tisna. (bis)

... Wagub Soroti Kerusakan Lingkungan di Cianjur DARI HAL A1...

Wagub tidak melarang Kabupaten untuk melaksanakan pembangunan dalam bisang industri, selama tata kelola yang dilaksanakan tidak berdampak langsung pada lingkungan hidup disekitarnya. Pengelolaan industri yang asal-asalan, bias merusak tatanan lingkungan hidup. “Pemerintah Daerah harus melihat secara gamblang, akibat adanya industry. Terutama pengelolaan limbah yang mengancam lingkungan hidup, akibat pencemaran dari limbah itu sendiri. Jadi harus teliti dan jangan asal ada kebijakan saja,” tegas Wagub. Meski begitu, Wagub mengapresiasi adanya upaya dari Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk segera mengeluarkan RDTR. Percepatan kata Wabup, harus segera dilaksanakan agar pembangunan bisa berjalan dengan baik dan benar. Ditempat yang sama, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengkonfirmasikan, saat ini Pemerintah Cianjur sedang melaksanakan kajian ulang atau akrab disapa moratorium terhadap ijin pembangunan pabrik dan perumahan. “Kami akan tegas jika

permohonan pembangu­ nan pabrik atau perumahaan berada di kawasan pertanian produksi, itu tidak akan diberikan sama sekali. Pemerintah akan sangat memperhatikan lingku­ n gan hidup, yang terdampak dari proses pembangunan pabrik dan perumahaan,” kata Herman mengkonfirmasikan. Sementara itu, terkait kerusakan lingku­ n gan di Cianjur, disuarakan Komisi Pohon Indonesia (KPI). Lembaga yang serius menangani kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Cianjur   menilai keberadaan sungai di seluruh wilayah di Cianjur, butuh segera dinormalisasi. Pendangkalan dan pengikisan bantaran sungai, bisa mengakibatkan sungai meluap dan mengancam penduduk di Daerah Aliran Sungai (DAS). Terdegradasinya, lahan hijau dituding jadi penyebab utama aliran sungai semakin berbahaya di saat musim penghujan. Ketua KPI Cianjur, Mudrikah menilai, dalam waktu dekat ini, Pemerintah diharapkan dapat segera melakukan tindakan,  agar DAS yang berada di Cianjur kembali normal. Tindakan itu, bisa dilakukan dengan

cara merehabilitasi lahan di sepanjang DAS dengan kegiatan reboisasi atau penanaman pohon keras penopang serapan air. Mudrik mengatakan, belum lama beberapa DAS di Cianjur meluap dan merusak sejumlah aset warga termasuk rumah di sekitar bantaran sungai. Terbaru DAS Cibuni mengakibatkan sedikitnya lima hektar sawah rusak karena tergerus luapan air. Jika tidak ada tinakan yang lebih kongkrit, kedepan air sungai bisa jadi ancaman paling dahsyat. “Hujan dengan intensitas yang begitu kerap saat ini, membuktikan kalau DAS di Cianjur memang mengalami kerusakan cukup parah. Kalau terus dibiarkan, akan terjadi bencana lebih besar dan itu bisa berakibat fatal pada lingkungan sekitarnya,” terang Mudrik, saat ditemui di Sekretariat KPI di Jalan Raya Bandung, Cianjur. Mudrik menegaskan, menormalisasi DAS memang bukan hanya tanggungjawab pemerintah, namun semua pihak termasuk masyarakat. Meski begitu, pemerintah wajib menjadi pendorong utama agar masyarakat mau ikut berjibaku melestarikan kawasan DAS.

“ Kalau tanggungjawab tentu kita semua, tapi peran pemerintah sangat penting, sehingga kedepan masyarakat jadi aktif untuk melaksanakan kegiatan peles­ tarian DAS. Setidaknya, ada agenda tetap yang bisa dilaksanakan,”tambahnya. Mudrik berharap, ada gerakan penanaman pohon di sepanjang jalur DAS di Cianjur. Pemerintah bisa memasukan program ini, sebagai program utama melaksanakan normalisasi sungai. Tindakan ini, bisa menyelamatkan generasi kedepan dan mempertahankan nilai penting keberadaan sungai di Cianjur. Sementara itu, beberapa waktu lalu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan(Dishutbun) Kabupaten Cianjur, Ahmad Nano mengungkapkan,  penanaman DAS di Cianjur terus dilakukan meski diakui adanya keterbatasan anggaran. “Kalau penanaman pohon itu terus dilakukan dan tidak hanya di DAS melainkan dilaksanakan pula di kawasan hutan. Upaya akan terus dilakukan, sehingga keberadaan DAS dapat terpilihara dengan baik, terutama di DAS yang jadi sumber mata air masyarakat,” katanya. (gap/cr7)

...Waspada Kebocoran Anggaran Akhir Tahun DARI HAL A1...

Biasanya, oknum tertentu merubah laporan permohonan pencairan yang diajukan rekanan. “ Agar tidak terjadi hal ini, pemerintah melalui dinas teknis, lebih ketat melakukan pengawasan termasuk menatar petugas lapangan yang membuat laporan. Jangan sampai ada laporan fiktif yang bisa merugikan keuangan Negara,” kata Irhan Ari. Menurut Irhan, mepetnya waktu pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan rekanan, membuat beberapa oknum rekanan dan pengawas dilapangan, kongkalingkong agar saat proses pencairan bisa masuk lapo­ ran 100 persen.  Oknum rekanan yang tidak mau rugi,

biasanya memaksa pengawas agar membuat laporan pencapaian hasil kerja hingga 100 persen. “Seharusnya pemerintah dalam hal ini dinas teknis, menunda pekerjaan yang tidak mungkin dilaksanakan rekanan dalam waktu kelender terbatas. Karena resikonya, pekerjaan akan menggantung dan tetap dipaksakan harus dibayar,” cetusnya. Irhan menegaskan, dinas teknis bisa melakukan pembayaran sesuai dengan volume pekerjaan yang sudah dilaksanakan rekanan. Sisanya, kemudian ditender ulang pada tahun anggaran berikutnya. Sisa anggaran yang tidak terpakai, bisa masuk dalam anggaran Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA).

“Sebetulnya tidak perlu dipaksakan untuk selesai tahun ini, karena aturan memperbolehkan untuk melakukan itu. Kalau dipaksakan dengan kualitas kurang mumpuni, atau justru membuat kualitas buruk, lebih proyek ditunda tahun berikutnya,” tegas Irhan. Sebelumnya Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman yang juga menjabat sebagai Ketua Sapu Bersih (Saber) Pungli Kabupaten Cianjur, memastikan akan meningkatakan pengawasan terhadap pekerjaan fisik yang dilaksanakan akhir tahun ini. “Kita tidak mau kecolongan dengan hal itu, jadi pasti akan diawasi dengan ketat. Kalau memang tidak sesuai bistek, pekerjaan

harus diperbaiki rekanan. Apalagi, semua pekerjaaan fisik merupakan fasilitas umum yang bersinggungan langsung dengan publik,”tegas Herman belum lama ini. Herman berjanji, di bulan Desember ini, dirinya sendiri yang akan langsung turun kelapangan untuk memeriksa semua pekerjan yang sedang dilaksanakan. Apalagi, pekerjaan yang ditengarai saat ini masih bermasalah. Seperti diketahui, beberapa pekerjaan yang dilaksanakan rekana pada anggaran perubahan ini beberapa diantaranya baru akan dilaksanakan. Meski waktu mepet, namun pekerjaan yang berada di beberapa dinas teknis di Cianjur, tetap dilaksanakan. (cr7)

JAKARTA– Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno Hatta (Soetta) kembali menolak izin masuk seorang Warga Negara Maroko yang datang ke Indonesia pada Rabu, 30 November 2016. Menurut Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi, Heru Santoso, perempuan berinisial SH (25) tersebut ditolak lantaran tidak memiliki tujuan yang jelas dan tidak memiliki reservasi hotel atau penginapan. “Selain itu, yang bersangkutan juga tidak memiliki bukti biaya hidup yang cukup untuk tinggal di Indonesia,” ujar Heru Santoso dalam pesan singkat yang diterima Kliksaja.co. “Padahal mengaku akan tinggal di Indonesia selama 4 minggu,” imbuhnya. Heru juga menjelaskan,

SH yang tiba di Indonesia dari Istanbul, Turki dengan pesawat Turkish Airlines TK 56 pada pukul 18.20 WIB ini ditolak lantaran diduga terlibat jaringan prostitusi. “Diduga kuat wanita terlibat jaringan prostitusi. Yang bersangkutan akan dikembalikan ke negara sebelumnya pada kesempatan pertama dengan pesawat sama,” papar Heru. PSK Maroko Tolak Layani Pribumi Jaringan prostitusi asal Maroko kian marak beredar di Indonesia belakangan ini. Khususnya di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Kendati disinyalir jumlah PSK yang disebut Magribi ini terus bertambah, namun untuk menjaring praktik prostusi ini sulit dibongkar

karena sangat tertutup dan terorganisir. Kepala Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Bogor, Toto Satoto mengatakan, dari pengakuan para PSK Maroko yang terjaring di kawasan Puncak, Bogor, tarif mereka Rp 3 juta untuk sekali kencan. “Awalnya Rp 5 juta, tapi sekarang Rp 3 juta untuk sekali kencan,” kata Toto, Senin 15 Agustus lalu. Bertambahnya jumlah PSK Maroko disinyalir menjadi faktor utama anjloknya tarif kencan. Padahal, konsumen di Puncak relatif tetap. “Kalau faktor utamanya saya enggak tahu. Tapi PSK ini ibarat gunung es. Jumlahnya bertambah terus, konsumen segitu saja,” tuturnya. (kliksaja.co)

... Oknum FPI Pukul Jurnalis DARI HAL A1...

Tapi di tempat itu, Reja tidak bisa masuk dan hanya berdiri di depan gerbang sambil mencari informasi. Usai Shalat Asar berjamaah, Reja disambangi seorang laki-laki berseragam laskar FPI. Lelaki tersebut menanyakan asal media Reja, seraya menghardik untuk menghapus seluruh hasil reportase. Karena Reja belum me­ nulis berita, tak ada yang bisa dihapus. Jawaban itu pun lantas membuat oknum itu marah dan memukuli bahu Reja. Setelah itu Reja didorong masuk ke dalam salah satu rumah dekat Markas FPI. Di ambang pintu masuk rumah, laskar FPI itu kembali memukul bagian belakang kepala Reja sembari menghardiknya untuk menghapus semua laporan liputan. Sekali lagi Reja menjawab “Tak ada berita yang ditulis”. Namun, mukanya kembali ditampar oleh laskar yang tampak marah. Dan pada saat itu pula, Reja dipukul berulang kali. Anggota laskar ini kemudian mengusirnya dari ruangan tersebut. Reja keluar ketakutan, sampai akhirnya di ujung gang ia bertemua dua jurnalis dari media lain. Oleh laskar FPI tadi, ketiganya pun diusir untuk menjauh dari lokasi rapat. Jurnalis Mengecam! Menanggapi peristiwa ini, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta langsung mengecam.  AJI Jakarta mendesak kepolisian mengusut kasus kekerasan yang menimpa jurnalis ini. Tindakan kekerasan terhadap

jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik tidak bisa dibenarkan dengan ala­ san apapun. “Tindakan kekerasan terhadap jurnalis jelas melawan undang-undang dan mengancam kebebasan pers,” kata Ketua AJI Jakarta, Ahmad Nurhasim, dalam rilis Kamis 1 Desember 2016. “Bila keberatan terhadap berita yang ditulis media tempuhlah cara yang beradab dengan hak jawab atau laporkan ke Dewan Pers, bukan dengan memukul jurnalisnya,” imbuhnya. Tindakan ini menurut Nurhasim mencerminkan pelaku  tidak menghargai dan menghormati profesi jurnalis. Padahal, profesi jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang Pers saat melaksanakan kegiatan jurnalistik sejak mencari bahan berita, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, hingga menyampaikan informasi yang didapat kepada publik. “Ancaman dan tindakan kekerasan terhadap jurnalis juga menghalangi hak publik untuk memperoleh berita yang akurat dan benar,” kata dia. Kekerasan Terhadap Jurnalis Kembali Marak Belakangan ini, kekera­ san dan penghalangan terhadap profesi jurnalis kembali marak. Dan kasus ini bukan yang pertama sejak November 2016. Saat aksi 4 November, sejumlah pengunjuk rasa mengintimidasi, memukul, menghapus gambar dan merampas memori card jurnalis Kompas TV Muhammad Guntur saat dia meliput unjuk rasa besar di dekat Istana

Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Di saat bersamaan di lokasi yang berbeda seorang jurnalis perempuan Kompas. com juga diintimidasi saat dia meliput unjuk rasa yang menuntut Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diproses hukum dalam kasus dugaan penistaan agama. Walau kasus kekerasan 4 November sudah dilaporkan oleh korban (Muhammad Guntur) ke Polres Metro Jakarta Pusat, sampai saat ini polisi belum menetapkan tersangka. Bahkan belum ada kabar proses hukum selanjutnya setelah pelapor diperiksa. Menjelang aksi 2 Desember 2016 yang menuntut keadilan atas tersangka Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama, AJI Jakarta mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menghormati kebebasan pers dan jurnalis. AJI meminta peserta aksi 212 tidak menghalangi dan mengintimidasi jurnalis dari media mana pun yang meliput aksi besok karena kegiatan jurnalistik dilindungi oleh undang-undang. Bila keberatan terhadap pemberitaan, kami imbau tempuhlah mekanisme yang beradab dengan hak jawab atau melaporkan ke Dewan Pers. Selain itu, AJI Jakarta juga mengimbau para jurnalis bekerja secara independen, menaati Kode Etik Jurnalistik, dan memprioritaskan keselamatan saat meliput unjuk rasa yang melibatkan massa besar. (kliksaja.co)

... Dibuat Mabuk, Ditiduri Lalu Hamil dehh.. DARI HAL A1...

Tentu saja berita ini mengejutkan pihak keluarga Anneke. “Sebenernya kalau keluarga baru tahu setelah saya lapor ke Polda. Keluarga waktu itu shock. Ibu saya juga sempat sakit. Gak ada kan citacita atau keinginan hamil di luar nikah apalagi sama suami orang,” tuturnya sambil mengusap air mata saat ditemui di Reskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/11), melanjutkan BAP dan membawa seorang saksi. Kedua orangtuanya lebih bijak menghadapi per-

masalahan ini, namun tidak dengan anggota keluarganya yang lain. “Marah pasti ya, kayak tante dan om. Tapi kalau bapak sama ibu lebih bijak. Saya di sini merasa terpojok mas. Keluarga juga kecewa dengan kejadian ini,” ungkapnya kepada para awak media yang menunggunya Merasa sangat bersalah dengan perbuatannya, Anneke sempat bersujud meminta maaf di kaki kedua orangtuanya. “Akibat ini keluarga jadi malu. Saya sempat minta tolong dari ustaz untuk memberikan saya sira-

man rohani,” lanjutnya. Selain itu, kerugian material juga diderita olehnya. Banyak kontrak yang langsung dibatalkan gara-gara mencuatnya berita ini ke ruang publik. Lalu bagaimana cara Anneke bertahan hidup? “Pastinya mas. Saya ada kontrak untuk off-air dan harus dibatalkan, bulan Februari tahun depan. Beban paling besar adalah moril saya. Apalagi pemotretan dicancel semua. Sekarang saya bertahan hidup dari tabungan yang ada. Saya sempat jual perhiasan juga,” tandasnya. (net/nuk)


T

HALAMAN

10

WORLDNEWS JUMAT, 2 DESEMBER 2016

Muslim Rohingya Terus Bergerak ke Bangladesh

GEJOLAK pembantaian etnis Rohingya yang terjadi di Negara Myanmar,  tepatnya di bagian Rakhine, memaksa etnis Islam di Negara itu, bergerak mengungsi ke Negara tetangga mereka Bangladesh. Beberapa pengungsi menurut sejumlah informasi dari media luar, sempat mengalami kekerasan dari milier Myanmar.

M

enurut relawan, ratusan warga muslim  menyeberang ke perbatasan Bangladesh selama akhir pekan hingga Senin kemarin. Mereka mencari perlindungan dari kekerasan yang terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar, yang menewaskan setidaknya 86 orang dan membuat sekitar 30.000 lainnya mengungsi. Seperti dilansir Reuters, belum lama ini,   pejabat dari badan migrasi PBB, dan IOM,   ia menyaksikan lebih dari 500 warga muslim Rohingya memasuki kamp-kamp  di bukit dekat perbatasan pada Senin kemarin. Hal yang sama juga dilaporkan oleh sejumlah pekerja lainnya. Mereka mengaku melihat sejumlah warga muslim Rohingya yang melarikan diri dari konflik di Rakhine. Mereka tidak menyebutkan berapa banyak yang datang, tapi mengungkapkan keprihatinan terkait hal ini. Pertempuran yang terjadi di Rakhine saat ini disebut sebagai yang paling parah sejak bentrok komunal tahun 2012 lalu. Pemicu kegentingan yang terjadi saat ini adalah pada 9 Oktober lalu, sekelompok orang bersenjata menye-

ILUSTRASI/NET

rang tiga pos perbatasan dan menewaskan sembilan polisi. Pascaserangan tersebut, Rakhine pun menjadi target operasi militer. Moulavi Aziz Khan (60) yang berasal dari sebuah desa di Rakhine utara mengatakan, ia meninggalkan Myanmar pekan lalu setelah militer mengepung rumahnya sebelum akhirnya membakarnya. “Aku melarikan diri dengan empat putriku dan tiga cucuku ke bukit terdekat. Kami berhasil menyeberangi perbatasan,” kata dia. Sejumlah tudingan miring mengarah ke militer Myanmar. Selama operasi militer,

Aung Htoo, mengatakan bahwa kini konflik antara militer negaranya dan etnis minoritas Muslim Rohingya di Rakhine sudah mereda.   “Setiap hari kami dapat laporan dan keluarkan pernyataan jika ada sesuatu yang terjadi [di Myanmar]. Sejauh ini, tak begitu banyak konflik lagi antara kedua belah pihak [militer Myanmar dan Rohingya],” ujar Htoo di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, kepada wartawan belum lama ini.   Htoo memastikan bahwa pihak kedutaannya secara berkelanjutan terus memantau situasi yang sedang terjadi

di Rakhine, di mana militer dilaporkan melakukan kekerasan terhadap Rohingya selama dua bulan belakangan.  Secara berkala, pemerintah Myanmar pun rutin melaporkan situasi internal negaranya sebagai informasi bagi para perwakilan Myanmar di berbagai negara lain. “Semuanya sudah terkendali. Tidak ada kekera­ san terjadi di Rakhine,” kata Htoo.   Dalam berbagai pembe­ ritaan media, pemerintah Myanmar memang menampik adanya penganiayaan terhadap Rohingya. Namun, mereka melarang jurnalis asing

dan penyelidik independen untuk mengakses daerah Rakhine untuk melakukan investigasi lanjutan.   Menurut analisis citra satelit oleh Human Rights Watch menunjukkan ratu­ san rumah di desa-desa kaum Rohingya hancur. Berbagai media mulai memberitakan gelombang kekerasan terhadap etnis Rohingya di Maungdaw, Rakhine, pada awal Oktober lalu, ketika tiga pos polisi di Rakhine diserang kelompok bersenjata, menewaskan sembilan petugas.   Dalam pemberitaan terakhir, pemerintah Myanmar mel-

NET

aporkan bahwa korban dari bentrokan militer dan etnis Rohingya di Maungdaw mencapai 86 orang, terdiri dari 17 tentara dan 69 etnis Rohingya. Namun menurut kelompok Rohingya sendiri, bentrokan itu sudah menelan lebih dari 400 nyawa.   Akibat konflik ini, ribuan warga Rohingya berupaya kabur ke negara-negara tetangga, termasuk Bangladesh. Menurut data PBB yang dirujuk AFP, kini sudah ada 10 ribu orang Rohingya berada di Bangladesh, sementara 20 ribu lainnya sudah lari dari tempat tinggalnya. (cr7/net)

Obama Pastikan Istrinya Tidak Nyalon Presiden

Dunia Ingatkan Aksi 212

NET

SEJUMLAH Negara seperti dilansir salah satu media,   mengeluarkan peringatan bagi warga negara mereka terkait rencana aksi 2 Desember di Jakarta. Mereka diingatkan untuk menjauh dari lokasi aksi tersebut. Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Jakarta dalam pesannya mengingatkan warga negara AS, bahwa   demonstrasi yang dimaksudkan untuk damai pun bisa berubah menjadi konfrontasi dan meningkat menjadi kekerasan “Sejumlah kelompok ekstremis bisa memanfaatkan event 2 Desember untuk menghasut atau melakukan kekerasan,” demikian disampaikan Kedubes AS seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (1/12/2016). Diimbuhkan Kedubes bahwa warga Amerika di Jakarta harus menghindari aksi 2 Desember. Pihak kedubes mewarning juga untuk warganya untuk datang ke Indonesia,

mereka disebut-sebut telah memperkosa perempuan Rohingya, membakar rumah, dan membunuh warga sipil. Namun semua tuduhan itu dibantah. Organisasi pemantau HAM, Human Right Watch (HRW) melalui gambar satelit terbaru yang diambil pada tanggal 10, 17, dan 18 November lalu menunjukkan terdapat 820 bangunan yang hancur di lima desa di Rakhine utara. Total jumlah yang telah diratakan dengan tanah menurut kelompok itu mencapai 1.250 unit. Sementara Duta Besar Myanmar untuk Indonesia, U

karena berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Peringatan senada juga dikeluarkan oleh pemerintah Australia, seperti dilanir travel advisory . dalam warning, dengan jelas pemerintah Australia mengkawatirkan adanya gerakan separatis yang menumpangi jalannya aksi. “Kami sangat menyarankan Anda untuk menghindari semua aksi protes karena bisa berujung pada kekerasan... Pertahankan tingkat kewaspadaan tinggi dan kesadaran keamanan,” demikian disampaikan pemerintah Australia dalam travel advisory yang dikeluarkan hari ini. Ratusan ribu orang diperkirakan akan mengikuti aksi 2 Desember besok untuk menuntut penahanan Basuki Tjahaja Purnama terkait kasus dugaan penistaan agama. Lebih dari 20 ribu personel Polri dan TNI akan dikerahkan untuk mengamankan aksi tersebut. (cr7/net)

KABAR Burung yang mengungkap Michelle Obama bakal maju dalam Pemilihan Presiden mendatang, langsung ditepis suaminya Barack Obama. Menurut Obama seperti dilansir sejumlah media di Amerika, dirinya memastikan kalau istrinya tidak akan nyalon dalam pemelihan Presiden di Amerika. Dalam sebuah wawancara dengan majalah Rolling Stone, seperti dilansir Gulf News pada Rabu (30/11) kemarin, meski popularitas istrinya lebih tinggi disbanding Presiden Obama, tapi kalau bertanding memperebutkan orang nomer satu di Paman Sam, dipastikan tidak akan terjadi. Pernyataan Obama yang   disampaikan di tengah-tengah desakan di media sosial dan beberapa anggo-

ta Demokrat agar Michelle Obama mempertimbangkan masuk ke dunia politik. “Dia seorang yang berbakat sebagaimana yang saya tahu. Anda bisa lihat resonansi luar biasa bersama rakyat Amerika. Tapi saya bercanda bahwa ia terlalu berpikiran sehat untuk memasuki politik,” kata Obama. Keyakinan dan gaya Michelle Obama bergema kuat selama kampanye pemilihan Presiden 8 November lalu. Saat itu, ia mendukung calon dari Demokrat, Hillary Clinton. Ibu negara itu mengkritik sikap Donald Trump, calon Presiden AS dari Partai Republik yang menang dalam pemilu tersebut. Michelle Obama adalah pengacara lulusan Harvard University. Ia akan segera meninggalkan Gedung

Putih seiring bera­ khirnya masa jaba­ tan sang suami sebagai presiden pada 20 Januari 2017.  Dalam beberapa kesempatan, Michelle Obama berulang kali juga menegaskan tidak akan mengikuti jejak Hillary Clinton. Hillary, yang maju menjadi calon presiden, adalah istri Presiden Amerika Serikat periode 19932001, Bill Clinton. (cr7/net)

MICHELLE OBAMA

Polisi New York Buru Pencuri Ember SEORANG pria di New York, Amerika Serikat (AS) mencuri satu ember penuh emas berbentuk serpihan yang ditaksir bernilai sekitar US$ 1,6 juta atau setara Rp 21 miliar. Kepolisian New York masih memburu pria tersebut hingga kini. Seperti dilansir CNN, Kamis (1/12/2016), pria itu mengambil ember berisi emas dari sebuah truk lapis baja yang tidak dikawal di pusat kawasan Manhattan pada 29 September lalu. Ember aluminium itu dalam keadaan tertutup. Diduga pelaku tidak mengetahui isi ember saat memutuskan untuk mengambilnya. Dalam insiden itu, truk lapis baja yang biasa digunakan membawa uang tunai

ILUSTRASI/NET

dan barang berharga, sedang berhenti sejenak untuk mengambil barang. Sang sopir membiarkan pintu belakang truk itu tetap terbuka dan meninggalkannya selama beberapa saat. Saat pintu terbuka dan tidak dikawal, seorang pria mendekat dan mengambil barang berharga yang ada di dalamnya. Pelaku tidak tahu pasti isi ember itu, namun dia diduga menyadari ada barang berharga di dalamnya. Ember itu berisi emas berbentuk serpihan senilai US$ 1,6 juta. “Saya pikir dia melihat ada kesempatan dan me­ ngambil ember itu dan kabur,” terang Detektif Martin Pastor kepada media lokal, WNBC-TV, seperti dilansir New York Times. (cr7/net)


HALAMAN

11

CISEL

Para pengunjung biasanya tidur dengan membangun tenda, atau menyewa sejumlah tempat hunian warga dan hotel yang ada di Jayanti. Tapi sebagian, pengunjung memilih untuk memasang tenda, karena lebih bisa berada di sekitar pesisir.” Mang Dadam Nelayan

JUMAT, 2 DESEMBER 2016

Ribuan Pengunjung Siap Serbu Pantai Jayanti

MESKI pemerintah belum secara resmi menata semenanjung pantai selatan, sebagai pendulang rupiah untuk menambah pundi uang dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun dipastikan ribuan pengunjung, akan memadati beberapa tempat di laut Cianjur Selatan, untuk menghabiskan akhir tahun 2016 ini.

M

enurut salah seorang tokoh nelayan di Pantai Jayanti Cidaun, Cianjur Selatan, Mang Dadam (51) pergantian tahun di Jayanti selalu dipadati ribuan orang. Mereka datang dari berbagai daerah seperti, Garut, Ciwidey, Bandung dan dari Cianjur sendiri. Biasanya, para pengunjung datang H-2 sebelum puncak pergantian akhir tahun. “Para pengunjung biasanya tidur dengan membangun tenda, atau menyewa sejumlah tempat hunian warga dan hotel yang ada di Jayanti. Tapi sebagian, pengunjung memilih untuk memasang tenda, karena lebih bisa berada di sekitar pesisir,” kata Dadam, kepada “BC”, kemarin (1/12). Dadam mengungkapkan, sepekan menjelang akhir tahun biasanya pendapatan pedagang yang berada di sekitar

Pantai Jayanti mengalami peningkatakan. Terutama, pedagang ikan laut yang jadi primadona pendatang untuk membakar ikan. Dadam mengaku, pendapatan pada pesta akhir tahun bisa mencapai lima juta rupiah per hari jika tingkat kunjungan masih tetap sama seperti tahun lalu. Meskipun, fasilitas penunjang untuk masyarakat yang melaksanakan tahun baru dirasakan masih minim. “Hingga saat ini belum ada perhatian pemerintah untuk mengadakan acara di akhir tahun, sehingga pengunjung bisa lebih banyak dari tahun sebelumnya. Kalau ada kegiatan seperti festifal budaya atau helaran lainya, masyarakat pedagang bisa lebih menguntungkan,” tambah Dadam. Sementara itu, Kades Cidamar, Al Jemih mengakui, tingkat kunjungan ke Pantai Jayanti pada akhir tahun se-

ILUSTRASI/NET

lalu mengalami peningkatakan yang signifikan. Namun bertambahnya pengunjung, belum signifikan meluber ke daerah lainnya. “Karena memang masyarakat luar cianjur hanya fa-

Pembangunan Masjid ­ Al-Mucthar Kembali Dilanjutkan

miliar dengan Pantai ­Jayanti. Padahal, banyak pantai lainnya yang lebih indah dan bisa dijadikan destinasi wisata akhir tahun. Mungkin karena fasilitas di pantai lainnya belum mumpuni, jadi pengun-

jung memilih bertahan hanya di Jayanti,” jelas Jemih. Jemih berharap, kedepan ada kepanjangan tangan dari pemerintah daerah, agar p­erayaan pesta tahun baru di Jayanti lebih bisa ditata. Apa-

SUKANAGARA- Mengantisipasi terjadinya gangguan listrik yang diakibatkan pohon tumbang, petugas PT PLN (Persero) Rayon Sukanagara melakukan pemangkasan dahan-dahan pohon yang dinilai berpotensi tumbang. Andri, seorang petugas PT PLN (Persero) Rayon Sukanagara, mengatakan, jaringan kabel listrik harus bersih dari dahan pohon dan ranting agar tidak terjadi gangguan listrik. Menurut dia, operasi pangkas dahan tersebut dilakukan

KEHILANGAN STNK

No Pol F4650 YI an. Enjang Toha No Pol F 6339 ZQ an. Muhammad Sihabudin No Pol F2669 ZI an. Sani No Pol F 2148 YG an. Budi Rahmat No Pol F 6752 XN an. Sabrina Pratiwi No Pol F 3686 WS an. Cucu Mulyanah binti H Dayat

DIJUAL MOBIL Mercy boxer th 88 matic builtup full orisinil harga 80 jt nego warna grey hvis 081912008951 

DOK. BERITA CIANJUR

yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid itu. Namun demikian, dia berharap pembangunan masjid ini bisa rampung 100 persen sebelum akhir tahun 2016. “Kalau soal biaya, asumsi kami, ini kan pembangunan masjid, yakin banyak yang bantu. Hanya kalau dilihat dari model bangunan megah ini.

Maka, selain pembangunanya tak terkejar tuntas di akhir tahun 2016 juga untuk biaya yang dibutuhkannya mungkin tak akan kurang dari Rp 2 milyar ke atas yang menurutnya kalau biaya tersebut bisa saja berubah karena berdasarkan ada beberapa hal yang tidak masuk dalam perhitu­ngan ­biaya,” katanya.(zen)

sehingga pengunjung bisa lebih banyak datang ke pantai selatan. apalagi momentum akhir tahun, selalu dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur dengan keluarganya,” tambahnya. (cr-7)

Antispasi Gangguan Listrik, PLN Pangkas Dahan Pohon

BERITA CIANJUR/ZENAL MUSTARI

di setiap titik rawan gangguan jaringan listrik. Upaya itu terus dilakukan secara rutin, sehingga benar tak lagi menimbulkan terjadinya kerusakan jaringan.

“Ini salah satu upaya PLN untuk menjaga dan memelihara jaringan listrik. Pelayanan kelistrikan harus dilakukan secara maksimal hingga akhirnya

kepuasan konsumen akan listrik benar terasa,” kata Andri, kepada “BC”, kemarin (1/12). Sementara itu, salah satu warga Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Nandang (52) menuturkan, terima kasih kepada petugas PLN yang telah siaga menjaga pasokan listrik yang ada di wilayahnya. “Ya baguslah, dengan apa yang sedang dilakukan PLN itu. Bahkan, sekalai pun pohon mangga punya saya harus dipotong. Jika mememang akan membahayakan ya silahkan potong saja,” tutur Nandang. (zen)

INFO IKLAN

BC-IklaN CAMPAKA-Setelah sempat tertunda lebih kurang satu bulan, pembangunan Masjid Al- Muchtar di Kampung Cimapag, Desa Cidadap, Kecamatan Campaka kembali dilanjutkan, kemarin (1/12). Ketua Panitia Pembangunan Masjid DKM AlMucthar, Wahid Usman, mengatakan, pembangunan masjid itu diharapkan bisa rampung pada tahun ini. Setelah perencanaan disepakati bersama, maka pembe-lanjaan dan pembangunan akan kembali dilakukan. “Ya, tertundanya pembangunan bukan berarti tak ada dana atau kehabisan biaya. Namun, tertunda pembangunan karena sempat terganggu dengan mundurnya kepanitian pembangunan lama yang pada akhirnya mesti membentuk lagi kepanitianan pembangunan yang baru,” kata Wahid, kepada “BC”, kemarin. Wahid mengaku belum tahu berapa biaya

lagi, jika pemerintah daerah mau memanfaatkan momentum akhir tahun untuk mempromosikan wisata lain yang ada di Cianjur. “Sebetulnya bisa digelar pesta rakyat atau sejenisnya,

0877 0841 3364 / 0857 9472 4178 Mari Beriklan di.. beritacianjur.com

Contact Person 5AAEB7F6

08971663866


HALAMAN

12

BAZNAS

“Pembahasan raker seputar program kerja di tahun 2017 dan upaya pengumpulan pendapatan zakat, infaq dan shodaqoh bisa lebih meningkat. Kalau sebelumnya ditargetkan Rp17 miliar, pada tahun 2017 mencapai Rp19 miliar.” Misbah, Humas Baznas I Kabupaten Cianjur

JUMAT, 2 DESEMBER 2016

Salurkan Bantuan ke Mustahik Ratusan Juta

Baznas Kabupaten Cianjur Targetkan Perolehan Rp 19 Miliar 2017

BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cianjur menargetkan pengumpulan zakat, infaq dan shodaqoh pada tahun 2017 mendatang sebesar Rp19 miliar. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp 17 miliar.

H

al itu terungkap dalam rapat kerja (Raker) pengurus Baz­ nas Kabupaten Cianjur yang dilaksanakan di gedung Assakinah, Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Cian­ jur, Senin (28/11) lalu. Dalam raker tersebut dijelaskan, Baznas Kabupaten Cianjur akan berusaha keras dan te­ rus berupaya meningkatkan pertumbuhan pendapatan zakat, infaq dan shodaqoh. “Pembahasan raker se­ putar program kerja di ta­ hun 2017 dan upaya pe­ ngumpulan pendapatan zakat, infaq dan shodaqoh bisa lebih meningkat. Ka­ lau sebelumnya ditarget­ kan Rp17 miliar, pada tahun 2017 mencapai Rp19 miliar,” kata Humas Baznas, Kabu­ paten Cianjur, Misbah, saat

ditemui Harian Berita Cianjur, Kamis 1 Desember 2016. Baznas Kabupaten Cian­ jur yang memiliki 5 program diantaranya Cianjur Cerdas, Cianjur Makmur, Cianjur Sehat, Cianjur Peduli dan Cianjur Taqwa, kembali me­ nyalurkan zakat dan infaq kepada 329 mustahiq dengan nilai sebesar Rp 316.500.000,yang dibagi dalam bentuk pendistribusian atau bersi­ fat konsumtif yang terdiri dari dua program meliputi Cianjur Cerdas diantaranya beasiswa SMA/MAN seba­ nyak 59 penerima dengan nominal R25.000.000,-, SMP/MTS sebanyak 60 pe­ nerima dengan total seba­ nyak Rp24.000.000,- dan SD/ MI berjumlah 10 penerima dengan jumlah mencapai Rp3.000.000,-. Selain itu program Cian­

FOTO-FOTO: BERITA CIANJUR/ISTIMEWA

jur Peduli juga disalurkan bagi 160 penerima dengan jenis bantuan untuk bia­ ya hidup jomblo sebesar

Rp240.000.000,-. Kemudi­ an bentuk pendayagunaan yang bersifat produktif bagi 40 penerima modal usaha

sebesar Rp20.000.000,-. Penyerahan bantuan tersebut langsung disam­ paikan oleh Bupati Cianjur

pada kegiatan Raker Baznas Kabupaten Cianjur. Bupati me­nyambut baik atas keper­ cayaan masyarakat terhadap

kehadiran Baznas. “Hal itu tidak terlepas berkat pe­ ngelolaannya secara transpa­ ran. Penyalurannya pun di­ lakukan kepada yang berhak menerimanya,” papar bupati. Karena itu, masyarakat semakin percaya menya­ lurkan zakat, infaq dan sa­ daqahnya kepada Baznas Kabupaten Cianjur.“Baznas Kabupaten Cianjur bersi­ nergi dengan pemerintah untuk memberantas ke­ miskinan. Melalui pening­ katan infaq, shodaqoh dan zakat dari para muzaqi yang disalurkan melalui Baznas sangat membantu masya­ rakat,” paparnya. (cr3)


Berita Cianjur - Tidak Kuat Menahan Nafsu Bejat