Page 1

ECERAN RP 3.000,LANGGANAN RP 60.000,- /BULAN

Info Iklan

Memberi Nilai Lebih

EDISI 654 THN IV

twitter @berita_cianjur

RABU, 16 MEI 2018

facebook beritacianjurcom

email newsredaksibc@gmail.com

08170024444

Klik! beritacianjur.com

Berlangganan & Pengaduan

083113380560

Aktivis: Foto dan Nama Dewan ‘Banci’ atau Politisi Busuk Akan Dipampang dan Disebar ke Seluruh Pelosok

Diduga Ada Kekuatan Besar Menekan Para Wakil Rakyat, Reses Obat Stres Akibat Hak Angket?

Drama Politik Sandera

SEJUMLAH kalangan mensinyalir adanya kekuatan besar menekan anggota DPRD Cianjur, yang tujuannya agar mereka tidak merealisasikan pembentukan pansus hak angket pemberhentian Irvan Rivano Muchtar sebagai Bupati Cianjur. Benarkah?

S

ejumlah kala­ ngan juga men­ duga kuat, ke­ giatan reses para dewan terhor­ mat yang tengah dilaksa­ nakan sekarang ini, seba­ gai salah satu upaya untuk berkelit dari aspirasi yang diusung masyarakat Cian­ jur. Pengamat kebija­ kan publik dan politik, Hendrik menilai, khusus kaitan hak angket pem­ berhentian bupati, posisi dewan sekarang ini dalam

keadaan kebingungan bahkan bisa jadi ketaku­ tan. Ia menduga, hal itu disebabkan adanya sebuah kekuatan besar yang me­ nekan mereka, sehingga langkahnya tidak secara totalitas dalam mem­ bela aspirasi yang diusung masyarakat. “Saya kira ada kekua­ tan besar yang meme­ ngaruhi para wakil rakyat kita, sehingga mereka jadi begini. Takutnya sudah

KARIKATUR: NANDANG S/BC

KE HALAMAN BC7

”Karpet Merah” untuk Mantan Bupati

Rumah Bapak Terang, Jalan Rakyat Gelap Gulita

GEMERLAP lampu Pe­ nerangan Jalan Umum (PJU) di kota Cianjur yang terpasang di tiang berhias­ kan ayam jago, membuat suasana malam di kota Ta­ tar Santri tampak semakin hidup. Waktu malam pun seakan tak terasa di kota ini. Kota tampak terang ben­derang seperti di waktu siang, berkat penerangan

lampu yang berasal dari ba­ risan lampu PJU di sepan­ jang jalan. Pemandangan terang benderang PJU terlihat juga di sepanjang jalan memasuki area rumah mantan Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh (TMS), tepatnya di ka­ wasan perumahan elite Balai Latihan Kerja (BLK). Sedikitnya 17 titik tiang PJU berhiaskan ayam jago,

Kang BeCe

terpancang di sekitar lokasi. “Karpet Merah” rupanya sengaja dipasang pemerin­ tah daerah untuk seorang mantan Bupati Cianjur sekaligus bapak dari Bupati Cianjur yang sekarang ini menjabat. Tapi tak cuma TMS se­ orang saja yang menikma­ ti «Karepet Merah» dari

Laga Kontra Persebaya Ditunda, Persib Gelar Uji Coba di Luar Negeri? AKIBAT laga kontra Persebaya Surabaya pada pekan ini di­ tunda, Skuad Maung Bandung akhirnya bakal mempersiapkan laga uji coba. Namun, ka­ rena semua tim sedang fokus di Liga 1, Pelatih Persib, Ro­ berto Carlos Mario Gomez me­ ngaku masih ke­ sulitan mencari tim selevel untuk dijadikan lawan

KE HALAMAN BC7

Marak Aksi Teroris, Menteri Agama Imbau Ulama untuk Berdakwah soal Perdamaian

Hilal Tak Terlihat, Awal Puasa Ramadhan Jatuh pada Kamis

AWAL puasa atau 1 Ramadhan 1439 H jatuh pada Kamis (17/5/2018). Kepu­ tusan resmi dari pemerintah terse­ but berdasarkan pantauan di 95 titik wilayah nusantara, posisi hilal masih di bawah ufuk, yakni minus 1 derajat 36 menit hingga 0 derajat 2 menit. KE HALAMAN BC7

KE HALAMAN BC7

Jadwal Salat

Wilayah Cianjur & Sekitarnya 16 MEI 2018 SUBUH ZUHUR ASAR MAGRIB ISYA 04:34

KARIKATUR: NANDANG S/BC

11:50 15:12 17:44 18:57


HALAMAN

BC2

OpiniWarga

RABU, 16 MEI 2018

Ekstremisme Kekerasan (bag 1)

DALAM seminggu ini, Indonesia digoncang oleh beberapa peristiwa kekerasan, termasuk bom bunuh diri di beberapa tempat di Surabaya. Sebelumnya juga terjadi serangan teror di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Oleh: Imam Shamsi Ali Presiden Nusantara Foundation

S

erangan-serangan tersebut telah menelan korban puluhan jiwa, meninggal dan luka-luka. Peristiwa-peristiwa ini tentunya sangat memprihatinkan, bahkan mencoreng wajah Indonesia yang dikenal aman, damai dan toleran. Peristiwa kekerasan di Brimob bahkan terjadi hanya sehari sebelum Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan segitiga (trilateral meeting) ulama-ulama Afghanistan, Pakistan dan Indonesia di Istana Bogor, untuk membicarakan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan. Oleh karenanya serangan terror tersebut sangat menyedihkan dan sekaligus memalukan bangsa dan negara Indonesia. Maka sangat sepatutnya kita semua mendeklarasikan bahwa tindakan kekerasan seperti itu bukan Indonesia, dan bukan pula untuk tujuan kebaikan apapun, sekaligus musuh bersama bangsa. Pastinya tindakan biadab itu tidak mendapat tempat di mana saja, dan tidak akan terjustifikasi

oleh apapun. Tidak oleh pertimbangan umum manusia (common sense) maupun ajaran agama (religious guidance). Sebaliknya tindakan teror tidak mengenal kemanusiaan dan tidak mengenal agama. Bahkan musuh sekaligus perusak agama. Faktor-faktor Ekstremisme Jika diselami lebih jauh akan didapati bahwa tendensi ekstremisme dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut: Pertama, kebodohan dalam beragama. Jangan pernah berpikir bahwa pelaku teror adalah orang-orang berilmu, apalagi dalam ilmu agama. Sebaliknya mereka pada umumnya adalah orang-orang yang tidak paham agama, bahkan jauh dari agama. Pelaku teror pada peristiwa 9/11 di Amerika Serikat ditemukan di kemudian hari adalah orang-orang yang tidak beragama, bahkan peminum dan ­womanizer. Kedua, kurang rasionalitas, pikiran sempit dan dominannya emosi.

ILUSTRASI/NET

Orang-orang seperti ini kerap kali mengedepankan amarah dalam merespon berbagai permasalahan hidupnya. Tindakan yang dilakukan dominannya terbangun di atas emosi yang tinggi, tanpa pertimbangan rasional, dan kerap kali mengambil jalan pintas. Ketiga, respons terhadap ketidak adilan sosial. Ke k e r a s a n - k e k e r a s a n juga sering kali terjadi karena adanya ketidakadilan atau kezhaliman di masyarakat. Ketika mereka merasa bahwa jalan untuk menemukan Keadilan itu buntu (stuck) maka di sinilah mereka akan mengambil jalan pintas, tanpa memikirkan konsekuensi atau akibatnya.

Keempat, misinformasi atau informasi yang tidak menyeluruh. Di sini peran media sangat besar dalam membangun kemarahan itu. Media seringkali tidak bertanggung jawab, bahkan demi meraup keuntungan material mereka rela menjual informasiinformasi yang menyesatkan dan berbahaya. Apalagi dalam dunia keterbukaan media, khususnya media sosial. Kelima, faktor ekonomi dan kejiwaan. Tidak jarang juga tindakan teror termotivasi oleh faktor ekonomi atau kemiskinan. Ketika manusia lapar maka sering rasa kemanusiaannya (sense of humanity) menjadi

hilang. Maka tindakan yang mereka ambil menjadi animalistik, bagaikan anjing-anjing yang ­kelaparan. Keenam, dorongan untuk menjadi pahlawan membela kebenaran. Nampak seperti positif. Tapi sesungguhnya sebuah tindakan yang tidak mendapat pembenaran, apalagi dalam agama, adalah salah. Motivasi atau niat yang baik wajib dilaksanakan melalui cara yang baik dan benar. Keinginan berhaji tidak dapat dilakukan dengan jalan merampok. Mencari keadilan tidak bisa dilakukan dengan melakukan pembunuhan orangorang yang tiada dosa.

Mati di Jalan Allah atau Mati Syahid Seringkali juga kita dengarkan bahwa mereka yang melakukan tindakan teror itu dan mati dianggap mati di jalan Allah (fii sabilillah). Orang yang mati di jalan Allah ini juga dikenal sebagai “mati syahid”. Sepintas dengan doktrin-doktrin murahan yang menyesatkan ini nampak seperti kebenaran. Sebab memang mati di jalan Allah itu sesuatu yang mulia. Syahid di jalan Allah itu sudah pasti balasannya adalah syurga. Tapi bagaimanakah konsep mati di jalan Allah atau syahid? Apakah dengan melakukan pem-

bunuhan dan tindakan teror kepada warga sipil dan orang-orang tak berdosa bisa dikategorikan “mati di jalan Allah” atau “syahid?”. Jawabannya pasti tidak! Mati di jalan bukan konsep dadakan, apalagi konsep yang dilakukan dengan cara biadab dan terkutuk. Mati di jalan Allah itu akan terjadi ketika hidup seseorang juga ada di jalan Allah. Syahid itu hanya akan diperoleh ketika didahului dengan mempersaksikan kebenaran dalam hidup kita. Mempersaksikan kebenaran itu adalah melakukan ajaran secara konsekuensi. Yaitu dengan menegakkan tauhid dan ubudiyah yang benar, diikuti oleh prilaku sosial yang baik. Inilah hidup yang mempersaksikan kebenaran (syahadah). Dan kehidupan yang seperti inilah pada akhirnya jika berakhir, berakhir di jalan Allah dan menemukan “syahadah” (mati syahid). Karenanya tindakan teror sungguh tindakan syetan, dan matinya pasti di jalan syetan. Membunuh warga sipil (non combatant) dalam keadaan perang saja dilarang. Apalagi dalam keadaan damai, dan lebih khusus lagi di rumah-rumah ibadah siapa saja, jelas keharamannya dalam Islam. Karena itu, konsep mati di jalan Allah yang dijanji dengan syurga itu harus dibenarkan. Konsep ini adalah proses hidup hingga akhir. Mati di jalan Allah harus didahului oleh “hidup di jalan-Nya”. (Bersambung)

Disorientasi Terorisme DRAMA penyanderaan anggota Densus 88 Antiteror oleh narapidana terorisme di Rumah Tahahan Cabang Salemba, Markas Komando Brimob Polri, Kelapa Dua Depok pada 8 Mei 2018 berakhir se-telah berlangsung selama 36 jam. Oleh: Muradi Direktur Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran

D

ari kejadian dramatis ini tergambar empat hal. Pertama, upaya teroris menciptakan momentum baru di luar Suriah dan Irak dan umumnya Timur Tengah masih berlangsung dan dilakukan dalam waktu serentak dan sangat rapi. Hal ini diperkuat dengan viralnya aksi para napi terorisme tersebut di media yang dikelola jejaring ISIS hanya dalam hitungan kurang dari

satu jam setelah aksi. Kedua, ini langkah untuk menciptakan area konflik baru setelah posisi kelompok ISIS terjepit di sebagian besar negara Timur Tengah. Ketiga, di tengah ruang gerak para teroris yang makin sempit, penyanderaan terhadap lima personel Densus 88 adalah langkah berani dan cenderung nekat. Apalagi dilakukan di Mako Brimob Polri. Upaya ini adalah rangkaian kisruh tahun lalu di tempat yang sama dengan pola yang kurang lebih sa-ma. Ketika tahun lalu dianggap tidak mendapatkan IKLAN KOLOM DISPLAY / BANNER / X BANNER respons yang keras dari Pol- Halaman 1 Atas : Rp 55.000/mmk ri, aksi kali ini - Halaman 1 Bawah : Rp 50.000/mmk adalah skema - Halaman Back Cover : Rp 42.500/mmk eskalasi yang - Halaman Full Colour : Rp 35.000/mmk bila dibaca se- Halaman Black White : Rp 32.500/mmk cara saksama IKLAN ADVERTORIAL merupakan - Halaman Full Colour : Rp 35.000/mmk gabungan dari frustrasi dan - Halaman Black White : Rp 30.000/mmk disorientasi IKLAN LAYANAN MASYARAKAT/ SOSIAL/ DUKACITA (OBITUARI) napi terorisme - Halaman Full Colour Rp.25.000/mmk atas makin - Halaman Black White Rp 20.000/mmk sempit dan

Harga Iklan Resmi

Harian Umum Berita Cianjur

IKLAN SPREAD CENTER

- Halaman Full Colour

:

Rp 35.000/mmk

- Halaman Black White

:

Rp 35.000/mmk

IKLAN SUPER SPREAD CENTER - Halaman Full Colour

:

Rp 33.000/mmk

- Halaman Black White

:

Rp 29.000/mmk

Info kerjasama/diskon: 081563424444 PT. Jembatan Mediatama Cianjur (Media Cetak,Online & Event Planner)

terbatasnya ruang gerak. Keempat, pengamanan atas Rumah Tahanan Cabang Salemba di Mako Brimob Polri yang dianggap tidak terlalu ketat oleh para napi terorisme membuat mereka berupaya memanfaatkan keadaan. Langkah tersebut bertujuan membangun sentimen positif atas apa yang dilakukan. Namun hal ter-sebut ternyata tidak muncul, sebaliknya justru kecaman publik yang mereka peroleh akibat perlaku-annya terhadap lima personel Polri yang gugur. Frustrasi dan Disorientasi Neuman and Smith (2005) mengungkapkan bahwa disorientasi terorisme dilakukan untuk menjauhkan pemerintah dari publik. Namun dalam fase tertentu hal tersebut menjadi kebalikannya, napi terorisme justru telah menjauhkan diri mereka dari publik dan menjadikan pihak Polri sebagai entitas pemerintah yang mendapatkan simpati dari publik. Kondisi tersebut lanjut Neuman dan Smith dipicu oleh tiga hal, yakni ketiadaan kepemimpinan yang menjadi rujukan, terputusnya jaringan pengumpan dan penghubung, serta makin terdesaknya entitas kelompok teror, dalam hal ini ISIS dalam dinamika regional dan global, sehingga mereka kehilangan daya cengkeram dan

kontrol atas wilayah cakupan yang diklaim dikuasai. Harus diakui, setelah terbunuhnya Santoso pada pertengahan 2016 dan ketidakberdayaan Abu Bakar Baíasyir karena penyakit yang diderita membuat posisi pergerakan terorisme di Indonesia tidak lagi leluasa. Apalagi isu tewasnya Bachrum Naim di Suriah serta Aman Abdurahman yang masih meringkuk di tahanan membuat orientasi organisasi terorisme di Indonesia makin tidak jelas. Situasi inilah yang pada akhirnya membuat frustrasi pelaku teror dan napi terorisme yang ada. Betapapun hal tersebut berkali-kali dibantah, pada kenyataannya langkah dan manuver yang dilakukan pelaku teror di Indonesia memang tidak lagi sistematis, setidaknya dalam dua tahun terakhir ini. Oleh karena itu langkah nekat dari napi terorisme di tahanan Mako Brimob Polri harus dilihat dalam lima perspektif. Pertama, upaya tersebut lebih banyak dianggap sebagai langkah trial and error atas situasi yang mereka hadapi, dengan harapan akan muncul kepemimpinan baru di luar Abu Bakar Baasyir, Santoso, Bachrum Naim, dan bahkan Aman Abdurahman. Namun faktanya, hal tersebut ti-dak muncul, malah ada sikap ambigu yang muncul manakala mereka

menyerah pada 10 Mei 2018 setelah lebih dari 36 jam melakukan penyanderaan dan perlawanan. Sikap ambigu tersebut dipicu oleh kefrustrasian akibat ketiadaan kepemimpinan yang terukur, jalur logistik yang ditutup, dan terdesaknya wilayah klaim yang dimiliki. Kedua, perlu evaluasi atas pengamanan yang tidak ketat dan komunikasi antara personel Densus 88 Antiteror yang menjaga rumah tahanan tersebut dengan para napi terorisme. Ben Sheppard (2009) mengingatkan bahwa betapapun para pelaku teror tersebut tampak pasrah dan menerima hukuman atas perbuatannya, ideologinya tidak serta-merta hilang. Oleh karena itu butuh pola dan penanganan yang sama atas para pelaku teror sejak penangkapan hingga proses hukuman yang dijalaninya. Arti-nya Densus 88 Antiteror Polri harus kembali menguatkan persepsi dan tindakan personelnya untuk fokus pada peran dan fungsinya secara efektif dan tidak larut. Ketiga, perlu sikap tegas dari pemerintah dan DPR untuk segera menyelesaikan pembahasan RUU Antiterorisme sebagai pengganti UU Nomor 15/ 2003. UU baru itu akan menjadi rujukan bagi upaya kontraradikalisme, pelepasan, dan deradikalisasi, dari hulu

hingga hilir, yang melibatkan komponen lain, utamanya yang berkaitan dengan tahapan deradikalisasi seperti Kementerian Agama, Kemente-rian Sosial, Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP), serta unsur lainnya dengan tetap menge-depankan penegakan hukum. Keempat, peristiwa tersebut juga menegaskan pentingnya tahanan khusus teroris dikelola dengan pengamanan yang ketat dan diorientasikan untuk mengembalikan para tahanan itu ke pangkuan Ibu Pertiwi. Persyaratan pengamanan ketat di antaranya akses ke rumah tahanan khusus teroris yang terbatas serta jaringan komunikasi yang terlokalisasi. Hal ini perlu ditegaskan mengingat persepsi kita terhadap pelaku teror cenderung permisif dan abai atas kerusakan yang dibuat kepada bangsa dan negara. Kelima, ideologi teror itu bukan bagian dari ajaran agama tertentu sehingga prilaku keji yang dilakukan para napi terorisme terhadap personel Densus 88 Antiteror bukan merepresentasikan ajaran agama, tapi perbuatan yang mengenyahkan sisi kemanusiaan. Oleh karena itu apa yang dilakukan napi terorisme tersebut tidak pernah menjadi bagian atas ajaran yang diklaimnya tersebut. (*)

Komisaris Utama: H Ishaq Robin. | Direktur Utama Anton Ramadhan. | Pemred: Gia Gusniar. | Dewan Redaksi: Anton Ramadhan, Fonda Lapod, Gia Gusniar, Nuki Nugraha, T. Budiyanto | Redaktur: Mustofa, | Asisten Redaktur: Angga Purwanda. | Reporter: Apip Memberi Nilai Lebih BERITA MEDIA GROUP Samlawi. |Perwajahan: Ahmad Sulaeman (Koordinator), Arie Yudistira, Ziad Zed Zubaidi. | Grafis: Nandang S | Manager HRD & Keuangan: T Jayanti Pardosi. | Manager Iklan & Markom: H Ahmad Rizky Alfaraby | Manager Sirkulasi & Umum: Tavip Supriatna | Kabiro Ciranjang: Nuki Nugraha | Divisi Iklan: H. Heryanto. | Divisi Sirkulasi: Solihin, Dede Suherlan. | Divisi Keuangan: Ebes. Emma Maryani. | Divisi Umum: Harun Kurniawan, Eded Kurniawan. ALAMAT KANTOR REDAKSI/SIRKULASI/IKLAN: Jl. Gatot Mangkupraja no. 15 ds. Nagrak Kec. Cianjur. No Tlp: 0263-2283130. | Email: newsredaksibc@gmail.com SELURUH WARTAWAN BERITA CIANJUR SELALU MENGENAKAN TANDA PENGENAL DAN DILENGKAPI SURAT TUGAS SERTA TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK MEMINTA ATAU MENERIMA APAPUN DARI NARASUMBER


HALAMAN

BC3

Jabar

Nasional

Menag Akui Istri Terduga Teroris di Sidoarjo Adalah PNS Kemenag

+ Nasional RABU, 16 MEI 2018

H-7 dan H+7 Mudik Lebaran 2018

Angkutan Barang Dilarang Melintas

NET

MENTERI Agama Lukman Hakim Saifud­ din membenarkan bahwa perempuan bernama Wikoyah merupakan pegawai negeri sipil di Ke­ menterian Agama Provinsi Jawa Timur. Hal ini dipastikan Lukman setelah mendapatkan infor­ masi dari tim yang diterjunkan mengecek kebe­ naran pekerjaan Wikoyah. “Ya. Informasi yang kami dapatkan dari Kan­ wil Kemenag Jatim dan sejumlah aparat ins­ pektorat jenderal yang kami terjunkan kesana, memang betul terkonfirmasi hal itu,” ujar Luk­ man di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2018). Wikoyah merupakan istri dari Budhi Satrijo, terduga jaringan teroris yang ditembak mati tim Densus 88 di kediamannya, Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (14/5/2018). Menurut Lukman, Kemenag merupakan Ke­ menterian yang paling banyak memiliki pegawai. Ia menyebut ada sekitar 220.000 pegawai di Ke­ menterian yang ia pimpin. Dengan banyaknya PNS di Kemenag, Lukman mengakui sulit untuk memantau aktivitas pega­ wainya di luar kantor. “Kita tidak tahu di luar kantor ASN (mereka) melakukan apa saja. Jadi memang betul yang ber­ sangkutan adalah istri dari yang diduga teroris itu,” kata dia. Hingga saat ini, Lukman mengklaim terus melakukan komunikasi dengan aparat penegak hukum. Peristiwa ini akan dijadikan pelajaran bagi Kemenag dalam merekrut calon pegawai. “Tentu ini pelajaran bagi kami di Kemenag untuk lebih ketat meningkatkan kewaspadaan bahwa seluruh ASN dan keluarganya harus sesuai sumpah dan janji saat dia dilantik dan menaati UU ASN,” kata Lukman. Lebih jauh, Lukman mengaku tidak akan segan-segan memberikan sanksi pada pegawai yang melanggar hukum. “Karenanya kami di Kemenag akan tegas memberikan sanksi kepada seluruh ASN, ketika yang bersangkutan melanggar hukum, sumpah, regulasi dan khususnya aturan ASN,” kata dia. (net/bis)

Anak Teroris di Rusun Sidoarjo

Ngaku Kerap Diajak Ayahnya Ngebom

KAPOLRI Jenderal Polisi Tito Karnavian men­ gunjungi tiga anak yang selamat dari ledakan bom di lantai lima Blok B No.2 Rusunawa, Wonocolo, Sidoarjo. Ledakan ini merupakan salah satu dari rentetan ledakan bom di Surabaya. Kamar terse­ but ditinggali enam orang anggota keluarga, dua orangtua dan empat orang anak. Akibat peristiwa tersebut, Anton Febrianto (47) Puspita Sari (47) dan satu anak sulungnya H (17) meninggal dunia. Sementara tiga adiknya yang lolos dari ledakan adalah anak kedua AR (15), anak ketiga FH (11) mengalami luka di bagian paha seb­ elah kiri dan anak keempat H (11) luka di hidung. Dalam kejadian itu, AR (15) dibantu oleh warga sekitar menyelamatkan kedua adiknya dari leda­ kan untuk dibawa ke RS Siti Khodijah. Saat ini su­ dah dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur. AR menceritakan kepada Tito bahwa kegiatan ayahnya sehari-hari menjadi penjual jam tangan online dan seringkali mendengarkan ceramah melalui internet. Dia juga mengatakan bahwa ayahnya seringkali mengajaknya berjihad, namun ia menolak dengan alasan tidak sesuai pemikiran­ nya dan bertolak belakang dengan ajaran Islam. Pada Tito, Dia juga membenarkan bahwa bom yang meledak pada malam itu memang milik ayahnya yang dirakit sendiri. Belajar melalui in­ ternet dan youtube. Awalnya, AR tidak memahami bahwa yang dirakit itu adalah bom hingga me­ nyebabkan ledakan di kamar. Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin mengatakan anak-anak didoktrin oleh orangtu­ anya. Khusus di Sidoarjo, orangtua sengaja tidak menyekolahkan anaknya. Anak-anak itu selalu dibawa ke pengajian jaringan radikal. Orangtuanya menyuruh sang anak mengaku homeschooling jika ditanya oleh orang lain. “Pada­ hal tidak ada sekolah, dituntun, dikurung dengan doktrin-doktrin khusus,” ujar Machfud saat jumpa pers di Mapolda Jatim, Selasa (15/5). Machfud menjelaskan para orangtua pelaku teror ini sengaja berlaku demikian agar anakanaknya tidak berinteraksi dengan dunia luar. Di rumah, orangtua tersebut mencekoki ajaran jihad menyimpang melalui video. (net/bis)

NET

BAGI kendaran barang dilarang melintas mulai H-7 dan H+7 pada mudik lebaran 2018.

J

ika masih dite­ mui adanya ken­ daraan barang yang melintas pada tanggal yang sudah ditetapkan, maka akan ditindak tegas. Ke­ cuali untuk kendaraan pengangkut logistik seper­ ti sembako, gas, dan BBM. Kepala Dinas Per­ hubungan Jawa Barat Dedy Taufik menyam­ paikan hal tersebut usai memimpin rapat kordi­ nasi kesiapan angkutan lebaran 2018 M/1439 H di Ruang Pertemuan Dinas Perhubungan Jawa Barat, Jalan Sukabumi, ­Bandung. Menurutnya, Dinas Perhubungan Jawa Barat menetapkan kebijakan tersebut untuk memasti­ kan bahwa wilayah kerja Dinas Perhubungan Jawa Barat sudah menetapkan kebijakan lebih awal dari­ pada kebijakan yang dike­ luarkan pemerintah pusat terkait pengaturan angku­ tan lebaran. “Pemerintah pusat be­ lum memutuskan apakah

akan mulai pada H-3 atau H-7. Kita putuskan saja bahwa wilayah perhubun­ gan Jawa Barat menetap­ kan H-7 dan H+7 tidak ada lagi kendaraan barang yang melintas,” terangnya. Angkutan lebaran tahun ini kata Dedy dis­ iapkan sedemikian rupa, mulai dari kondisi ja­ lan, fasilitas pendukung, strategi pengaturan lalu lintas, armada, para petu­ gas, dan ketersediaan BBM. Untuk kondisi jalan, ada tiga jenis jalan yang akan digunakan para pe­ mudik jalur darat. Yaitu ja­ lan nasional, jalan provin­ si, dan jalan tol. Jalan nasional kondis­ inya semua sudah siap digunakan sedangkan untuk beberapa jalan provinsi masih terdapat daerah-daerah yang harus diwaspadai. Seperti di Su­ kabumi ada jembatan yang pengerjaannya belum se­ lesai, di Gentong ada short cut yang belum selesai. Di kawasan Puncak Cipanas yang pengerjaannya masih

belum selesai. Untuk kawasan-ka­ wasan yang rawan long­ sor, Dishub kata Dedy su­ dah berkordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar menyiapkan sa­ rana pendukung bila terja­ di longsor. Akan dilakukan pula penambahan ramburambu portabel yang ber­ sifat larangan, imbauan, dan peringatan. Tamba­ han lagi petunjuk untuk ­manajemen rekayasa lalu lintas di Jalan nasional maupun jalan tol. Untuk jalan nasional yang belum berlampu, dipasang lampu atau alat penerangan jalan (APJ) sedangkan untuk CCTV akan dipasang selama 24 jam. “Dishub juga beker­ jasama dengan Jasa Marga akan menyiapkan petu­ gas di rumah sakit-rumah sakit untuk memberikan pelayanan asuransi kes­ ehatan apabila terjadi halhal yang tidak diinginkan,” imbuhnya. Dedy juga menggaris­ bawahi kawasan-kawasan yang rawan, seperti Ci­ pali, Subang, dan Indram­ ayu. Tingkat kecelakaan lalu-lintas di kawasan Subang dan Indramayu dari tahun ke tahun se­

lalu meningkat. Hal ini NET terjadi karena di kawasan ini kondisi pengemudi su­ dah dalam keadaan lelah sehingga rawan terjadi kecelakaan. Untuk Cipali merupakan kawasan tol terbaru sehingga pemudik harus menyiapkanNETBBM dengan cukup dan e-toll yang cukup pula karena ada beberapa rest area yang jaraknya sangat jauh tetapi tidak menyedia­ kan fasilitas SPBU. Untuk mengaturan lalu lintas, kemungkinan besar akan dilakukan contra flow di beberapa ruas. Untuk kawasan yang berdekatan dengan rest area akan diberlakukan system buka tutup. Dari pengalaman lebaran ta­ hun sebelumnya, kata dia, kemacetan terjadi di kawasan dari dan keluar masuk rest area. “Untuk itu nanti kita atur, jalur masuk rest area akan dibuat berbedabeda. Seperti jalur untuk salat, jalur makan. Atau jalur isi BBM dengan tu­ juan untuk menghindari kemacetan di sekitar rest Area,” terangnya. Seraya menambahkan bahwa bila di rest area tersebut tidak ada pelayanan SPBU,

maka Pertamina akan menyiapkan BBM dalam kemasan kaleng sehingga dapat membantu menga­ tasi keterbatasan BBM. Informasi kemacetan lebih mudah Untuk informasi kemacetan, Dishub juga akan memberikan pening­ katan informasi yang real time kepada pengguna ja­ lan pada masa angkutan lebaran dengan penamba­ han VMS mobile baik yang bersifat statis maupun mobile. Bahkan, informasi lalu lintas ini akan dibuka dapat dibuka pula di kan­ tor Polda Jabar. Terkait kelaikan ken­ daraan, kondisi penge­ mudi, dan beban muat, Dedy menegaskan akan memberlakukan pera­ turan yang ketat. Bila ditemui kendaraan yang tidak laik jalan, makan akan segera ditindak. De­ mikian juga jika ditemui pengemudi atau beban muat yang berlebih, maka petugas akan dengan “strik” menerapkan kebi­ jakan yang sudah ditetap­ kan. “Tujuanya tiada lain agar mudik kita aman dan nyaman,” imbuhnya. (net/bis)

Sebanyak 130 Perusahaan Terkena Sanksi Akibat Pencemaran DINAS Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mengklaim 130 perusa­ haan sudah disanksi lan­ taran terbukti mencemari lingkungan dengan mem­ buang limbah ke aliran sungai dengan sengaja. Para pemilik pabrik tidak mengindahkan Un­ dang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Per­ lindungan dan Pengelo­ laan Lingkungan Hidup. Berdasarkan data yang dimiliki DLH Kota Cimahi, tercatat ada 318 perusa­ haan yang telah teregistra­ si di DLH. Namun baru 156 perusahaan yang sudah diawasi operasionalnya. Sanksi terbagi ke dalam tiga kategori, yakni sengketa lingkungan se­ banyak 35 perusahaan, sanksi pengawasan seban­ yak 69 perusahaan, dan closing sanksi sebanyak 26 perusahaan. Khusus untuk 35 pe­ rusahaan yang terkena sanksi sengketa lingkun­ gan hidup, telah dil­ impahkan ke Kemente­ rian Lingkungan Hidup, dengan status 13 perusa­ haan sepakat membayar ganti rugi kerusakan ling­ kungan. Selain itu, 8 pe­

NET

rusahaan tidak menyepa­ kati ganti rugi kerusakan lingkungan, 12 perusa­ haan diberikan peningka­ tan status administratif, 1 perusahaan sedang pros­ es mediasi, dan 1 perusa­ haan sudah pailit. Hal tersebut diung­ kapkan oleh Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna, melalui sambutan dalam acara ‘Klasifikasi dan Eval­ uasi Hasil Pengawasan’ di Gedung Cimahi Tech­ nopark, Jalan Baros, Se­ lasa (15/5/2018). “Diharapkan klarifika­

si dan evaluasi hasil pen­ gawasan ini dapat meru­ bah pola pikir para pelaku usaha di Kota Cimahi. Tapi diakui, dengan data itu, memang kenyataan ada pencemaran lingkungan di Cimahi,” kata Ajay saat ditemui usai kegiatan. Ratusan pabrik terse­ but terbukti memiliki andil dalam pencemaran Sungai Cimahi, Sungai Ci­ sangkan, Sungai Cibabat, Sungai Cibaligo, dan Sun­ gai Cibeureum. Kelima sungai tersebut bermuara di Daerah Aliran Sungai

(DAS) Citarum yang saat ini tengah direvitalisasi. Ajay menjelaskan, pertemuan dengan para pengusaha hari ini meru­ pakan tindaklanjut dari komitmen Presiden Joko Widodo yang memberi­ kan waktu tiga bulan kepada para pengusaha untuk memperbaiki In­ stalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan menggunakannya secara optimal. “Imbasnya, pabrik di Kota Cimahi menjadi salah satu penyumbang

pencemaran DAS Citarum. Kita terus mengajak, khu­ sus pelaku industri yang menghasilkan limbah tapi tidak mempunyai IPAL, jangan membuan limbah sembarangan,” katanya. Diakui Ajay, sejauh ini masih banyak ­perusahaan di Kota Cimahi yang berlaku nakal, dengan ­membuang limbah secara langsung ke sungai tanpa melalui proses IPAL yang baik. “Jangan main-main dengan waktu 3 (tiga) bu­ lan yang diberikan. Art­ inya mereka harus men­ goptimalkan IPAL, dan yang belum ada IPAL, harus membuat IPAL se­ bagai syarat menjalankan ­industri,” ujarnya. Ditegaskan oleh Ajay, bila dalam rentang waktu tiga bulan intruksi pres­ iden tidak digubris oleh ra­ tusan perusahaan di Kota Cimahi, maka akan ada penindakan hukum yang tegas. “Kita kan bisa men­ jatuhkan hukuman pi­ dana, apalagi landasan hukumnya sudah kuat dengan perintah dari pres­ iden langsung,” ujarnya. (net/bis)


HALAMAN

BC4

Pilkada 2018 RABU, 16 MEI 2018

Tak Ada Pelanggaran Hukum Saat Pamer Kaus #2019GantiPresiden PASANGAN Asyik (Sudrajat-Ahmad Syaikhu) berkeyakinan bahwa apa yang disampaikannya pada penutupan debat publik kedua Pilgub Jabar 2018 merupakan suatu hak kebebasan berekspresi dan dijamin UUD 1945. Hal itu disampaikan Ketua Sekretaris Tim Kampanye Asyik, Haru Suandharu dan Bucky Wibawa Karya Guna melalui siaran pers yang Pikiran Rakyat terima Selasa 15 Mei 2018. Dalam pernyatannya, disampaikan bahwa pasangan Asyik menyampaikan pesan yang sangat tegas sepanjang 60 detik kepada masyarakyat Jabar bahwa pengalaman Sudrajat dan Syaikhu di tingkat internasional, nasional, maupun lokal, dapat membawa Jabar menjadi provinsi yang maju, bertakwa, aman, dan sejahtera. Asyik juga menyampaikan aspirasi masyarakat yang dititipkan kepada pasangan nomor urut 3 itu bahwa jika Asyik menang tahun 2018, pasangan ini berkomitmen mendukung pergantian kepemimpinan nasional melalui gerakan #2019GantiPresiden. “Usai disampaikannya aspirasi masyarakat tersebut oleh pasangan Asyik, kami sangat menyayangkan sempat terjadi keributan tidak perlu yang memaksa debat publik yang awalnya aman dan terkendali menjadi ricuh tidak

terkendali. Bahkan terdengar kata-kata kasar dari pendukung salah satu pasangan calon,” katanya. Oleh karena itu, tim pemenangan Asyik menyampaikan bahwa pasangan Asyik berkeyakinan bahwa apa yang disampaikan pada penutupan debat publik kedua merupakan hak kebebasan berekspresi dan dijamin oleh UUD 1945. Pesan #2019GantiPresiden merupakan aspirasi sebagian masyarakat Jawa Barat yang menghendaki pergantian kepemimpinan nasional dan Asyik selaku calon pemimpin Jawa Barat wajib menyuarakannya. Tim pemenangan menyatakan tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi dalam penyampaian aspirasi tersebut, baik berdasarkan UUD 1945, peraturan perundangan-undangan terkait, dan peraturan kampanye KPU. Tim pemenangan Asyik menyayangkan tindakan kasar yang dilakukan oknum pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar lain yang bertindak mengedepankan emosi dan mengabaikan semangat demokrasi. Tim juga meminta Bawaslu Jawa Barat bertindak netral dan tidak terpengaruh berbagai tekanan yang hendak memprovokasi pelaksanaan Pilgub Jabar yang aman dan damai. (net/bis)

Bawaslu Jabar Segera Panggil KPU Terkait Kisruh Debat Pilgub Jabar

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat segera memanggil Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait adanya kericuhan pada debat publik ketiga di Universitas Indonesia pada Senin (14/5/2018) malam. “Apakah ada kemungkinan dugaan pelanggaran atau seperti apa soal etika saja? Nanti kita akan panggil dari KPU. Nanti kita bisa mengembangkan kejadian ini, setelah kita panggil KPU,” ujar Ketua Bawaslu Jabar, Harminus Koto, di Kantor Bawaslu, Jalan Turangga, Kota Bandung,

Selasa (15/5/2018). Harminus menyesalkan adanya kericuhan di gedung tempat debat publik berlangsung saat penyampaian pernyataan terakhir. Padahal, sebelum acara debat akan berakhir suasana berjalan kondusif. Menurutnya, tindakan pasangan Sudrajat-Ahmad

Syakhu, sampai saat ini masih diteliti. Oleh karena itu, permasalahan tersebut harus dibahas lebih mendalam dengan KPU. “Semua kegiatan kita diputuskan dalam pleno. Kita sama-sama nanti ulang rekamannya, lalu kemudian kita akan proses, apakah ada pelanggaran administrasi atau pelanggaran lainnya, nanti kita kaji pelanggaran-pelanggarannya,” katanya. Setelah pemanggilan KPU, kata dia, Bawaslu akan sama-sama mengkaji, apakah ada pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh pasangan calon ataupun berasal dari pihak

Pengamat : Program Hasanah untuk Solusi Citarum Sangat Realistis GURU Besar dan Pengamat Lingkungan Hidup Universitas Padjajaran (Unpad), Chay Asdak memuji program yang digulirkan TB HasanuddinAnton Charliyan terkait pengamanan lingkungan. Menurutnya, pasangan dengan jargon Hasanah itu memiliki program terukur dan realistis yang bisa menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan di Jawa Barat khususnya persoalan Sungai Citarum. Hal itu disampaikan Chay mengomentari Debat Kedua Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, yang digelar KPU Jabar Senin (14/5/2018) malam. Chay memgutarakan, program Infrastruktur, Keamanan dan Lingkungan (Turkamling) Hasanah sangat sederhana namun bisa konkrit direalisasikan. “Programnya konkrit untuk mengurangi banjir akibat kondisi hulu Citarum dan pencemaran ling-

kungan yang dilakukan oleh ratusan perusahaan yang beroperasi dibantaran Sungai Citarum,” ujar Chay. Menurut Chay, setidaknya ada tiga masalah yang menyebabkan banjir, erosi dan kekurangan air yakni alih fungsi lahan, degradasi hutan dan pertanian tidak konservatif. Alih fungsi lahan dari kawasan lindung menjadi kawasan budidaya (hotel/resort, pemukiman dam pertanian) sampai saat ini, ungkap Chay sudah mencapai 30% dari RTRW. Sementara isu pencemaran dari sekitar 3.236 pabrik texstil, 90% tidak memiliki Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL). Salah satu yang digaris bawahi oleh Chay adalah keinginan Cagub Kang Hasan yang akan memodifikasi tanaman yang berada di hulu Citarum untuk mengurangi Sedimentasi. “Untuk masyarakat petani di lahan miring harus

mempertimbangan prinsip prinsip konservasi tanah dan air,” ujarnya. Petani, kata Chay, mesti diberikan pemahaman. Salah satunya yang menguntungkan dan penting bagi keberlangsungan sungai adalah dengan tanaman yang bisa menahan air, misalnya pohon kopi. “Dan agar masyarakat mau pemerintah harus memberikan insentif kepada mereka,” kata Chay. Chay juga menyoroti rencana pasangan yang diusung oleh PDIP itu dengan membuat saluransaluran mata air untuk menahan debit air. Namun

Kehilangan STNK Nopol F-4892-ZB an. TARMIDI BIN TOMI Nopol F-2838-WD an. WAWAN KURNIAWAN Nopol F-6741-YL an. SUHERMAN PERMANA Nopol F-3997-XH an. YUDISTIRA Nopol F-4893-XG an. HJ AI SAJA’AH Nopol F-4955-XJ an. DARJAT Nopol F-4384-ZW an. HEN HEN SUHENDI, DRS Nopol F-4790-YK an. ANI

dari sekian program yang ditawarkan Hasanah, yang membuat dirinya kepincut adalah jaminan untuk menegakkan hukum dalam menindak perusahaan perusahaan yang membuang limbah ke Sungai Citarum. “Saya rasa yang kita

tunggu itu kan komitmen dan berani menegakkan hukum. Karena di sana, persoalan isu Citarum paling besar. Dengan latarbelakang Kang Hasan dan Kang Anton saya rasa beliau mampu,” jelas Chay. (net/bis)

penyelenggara. Apabila memang terdapat pelanggaran administrasi maupun yang lainnya, maka Bawaslu dan KPU bisa menentukan tindakan yang harus diambil guna menyelesaikan permasalahan tersebut. “Nanti kita akan panggil KPU nanti kita bisa mengembangkan kejadian ini. Setelah kita panggil KPU, kita akan panggil yang lainnya terkait paslon, tergantung dari apa yang dilakukan dengan KPU nanti,” katanya. Hal lain yang disorotinya yakni belum adanya regulasi mengenai etika peserta Pemilu. Etika bagi

peserta tidak terutang dalam peraturan KPU dan hanya tersirat sebagai norma kepatutan saja. Untuk itu, ia mendorong agar KPU pusat segera menerbitkan aturan mengenai etika peserta Pemilu agar kejadian seperti kemarin dapat ditindaklanjuti secara jelas. “Inilah yang harus di atur, etika peserta pemilu. Kalau KPU, Bawaslu melanggar etika ini bisa dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Sebetulnya ke depan harus diatur terkait etika peserta pemilu,” katanya dikutip Ant (net/bis)


HALAMAN

BC5

Pendidikan

“Membuat anak-anak bisa berkata jujur adalah permulaan pendidikan.” John Ruskin - Para Reviewer Inggris 1819-1900

RABU, 16 MEI 2018

Disdik Jabar Sosialisasikan PPDB SMA/SMK/SLB NET

Kadisdik Jabar Lantik Pengurus MKKS SMA PENGURUS Musyarawah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Cianjur periode 2018-2021, dilantik oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Menurut Hadadi, MKKS merupakan mitra yang strategis guna mengawal program-program pemerintah terutama program penyelenggaraan pendidikan di tingkat SMA dan SMK. Acara ini hadir dalam rangka menegaskan komitmen untuk mewujudkan penyelengaraan pendidikan di sekolah menengah. “Sekarang ini adalah tahun kedua penyelenggaan SMA dan SMK oleh pemerintah provinsi. Kami yakin dengan bantuan bapak dan ibu negeri ataupun swasta, melalui mitra kita, MKKS, mari kita bahu membahu, mari kita menjadi satu kesatuan, bahwa sukses pendidikan SMA/SMK menjadi lebih maju,” ujar Hadadi melalui siaran persnya, Selasa (15/5/2018). Hadadi menegaskan, musyawarah kepala sekolah bertujuan untuk ikut menyukseskan pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah. Jika berkaitan dengan kritik dan pemberian saran, MKKS harus menjalankannya sesuai dengan aturan yang ada. Harapannya, melalui MKKS, akan terwujud kualitas pendidikan yang lebih baik lagi di sekolah. Hal ini sangat berpengaruh terhadap tujuan pemerintah yaitu pendidikan untuk semua. “Pendidikan untuk semua, perlu diiringi dengan kualitas untuk semua. Tidak ada perbedaan kualitas pendidikan di kabupaten maupun di kota. Bahkan tidak menutup kemungkinan kulitas di kabupaten lebih unggul. Saya melihat hasil UN di kabupaten malah lebih bagus,” jelas Hadadi. (net/bis)

KEPALA Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi, membuka Kegiatan Sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), sekaligus Launching PPDB Tahun Pelajaran 2018-2019 Jenjang SMA, SMK, dan SLB di Grand Hani Hotel, Jalan Raya Lembang KM.12,1 No.15, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (14/5/2018).

M

enurut Hadadi, persiapan yang telah dilakukan untuk menghadapi PPDB tahun ini, telah dilaksanakan semaksimal mungkin. Hadadi optimis, PPDB tahun ini akan berjalan baik dan sukses. Secara substansial PPDB hadir untuk memberikan keadilan kepada seluruh sekolah. Hadadi berharap, seluruh sekolah di Jawa Barat memiliki kualitas yang sama. Tidak ada lagi pelebelan sekolah-sekolah favorit. “Kita ingin melakukan pemerataan kualitas pendidikan. Inilah komitmen kita. Sehingga dengan pemerataan kualitas, PPDB akan berjalan baik. Kami juga ingin seluruh sekolah di Jawa Barat mem-

NET

punyai kualitas yang sama. Maka sekolahnya harus dipantaskan. Memantaskan diri, maka tidak ada sekolah elit atau sekolah alit. Semuanya elit” jelasnya. Sementara itu, Sekretaris 1 Panitia PPDB, Dian Peniasiani mengatakan, sosialisasi PPDB sudah dilakukan secara bertaham. Sosialisasi dilakukan agar secara internal dan masyarakat luas memahami aturan PPDB dengan baik. Setelah melakukan evaluasi dari pelaksanaan PPDB sebelumnya, Dian mengatakan, ada beberapa perbedaan mekanisme PPDB tahun ini. “Perbedaan PPDB tahun ini dengan tahun sebelumnya di antaranya pertama, pendaftaran, kalau tahun lalu masyarakat bisa mendaftar secara online, langsung. Dengan identitasnya dia menginput data dirinya sendiri secara online. Kalau sekarang,

DerapTNI &Polri

dengan pertimbangan tidak semua masyarakat bisa mengoperasikan IT, maka pendaftaran ke sekolah langsung yang dituju,” ujarnya. Selain itu, kata Dian, untuk siswa yang akan mendaftar ke sekolah di luar kota atau kabupaten, siswa dapat mendaftarkan diri melalui cabang dinas sesuai domisili. Perbedaan kedua, untuk jalur PPDB, tahun sebelumnya, jalur PPDB dibedakan secara garis besar menjadi jalur akademik dan jalur non-akademik. Untuk tahun ini, jalur PPDB dibagi menjadi beberapa jalur. “Pertama jalur untuk keluarga tidak mampu. Kedua, jalur untuk warga penduduk setempat. Ketiga, jalur penghargaan maslahat guru, ada anak kebutuhan khusus atau anak disabilitas. Keempat, jalur prestasi dan ada jalur nilai hasil ujian nasional,” jelas Dian.

Dian mengatakan, hal yang baru pada PPDB tahun ini adalah adanya jalur warga penduduk setempat. Jalur ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat di sekitar sekolah yang tidak memenuhi kriteria jalur lainnya. “Karena sesuai pengalaman dan evaluasi PPDB sebelumnya, ada warga yang dekat dengan sekolah, tetapi tidak bisa masuk kategori tidak mampu. Karena, dia mampu, atau dia juga tidak bisa masuk jalur untuk penghargaan maslahat guru, karena bukan putra guru, masuk nilai hasil ujian nasional (NHUN) juga nilainya kecil. Ini tentu kita hindarkan, warga setempat tidak bisa sekolah di sekolah yang dekat rumahnya. Dan ini juga didukung oleh peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan, bahwa seleksi yang utama yaitu berdasarkan jarak,” jelas Dian. (net/bis)

“Penerbangannya sendiri dengan call sign “Colibri 70” tersebut dilaksanakan dengan rute lokalarea Lanud Suryadarmaselama 30 menitdengan menggunakan Helikopter EC120B Colibri.”

Danlanud Suryadarma Miliki Number Colibri

KOMANDAN Lanud Suryadrama Marsma TNI T. Sembiring Meliala mendapatkan Colibri number kehormatan dan call sign “Tumbuk Lada” sebagai penerbang Helikopter Colibri.

NET

Kapolda Jabar: Masyarakat tak Perlu Takut Beraktivitas

S

ecara resmi number dan call sign ini diserahkan Komandan Skadron Udara 7 Wing 8, Letkol Pnb Anggit Wibowo di Skadron udara 7 Lanud Suryadarma Kalijati Subang, Selasa (15/5/2018). Pgs. Kepala Penerangan Lanud Suryadarma , Kapten Iding Somantri menjelaskan, sebelum tradisi colibri number dan call sign kepada Danlanud Suryadarma diberikan, terlebih dahulu Joy Flight dengan diawaki oleh komandan Skadron udara 7. “Penerbangannya sendiri dengan call sign “Colibri 70” tersebut dilaksanakan dengan rute lokalarea Lanud Suryadarmaselama 30 menitdengan menggunakan Helikopter EC120B Colibri,“ kata Iding. Dijelaskan, nama Tumbuk Lada merupakan senjata tradisional Batak Karo berbentuk pisau yang

NET

NET

terbuat dari kuningan atau besi dan gagang pisau yang terbuat dari tanduk kerbau, sedangkan sarung pisaunya terbuatdari bongkol bamboo atau tanduk kerbau dan pada pangkal sarung Tumbuk Lada terdapat benjolan bundar yang dihiasi dengan ukiran yang dipahat ber-

bentuk mirip dengan kepala ayam. Tumbuk Lada digunakan untuk menikam, mengiris dan menusuk dalam pertempuran dekat. Hadir pada tradisi colibri number dan call sign Tumbuk Lada tersebut, Ketua Pia Ardhya Garinin Cabang 5/D I Lanud Suryadarma

Ny. Alem Sembiring beserta para pengurusnya, Kadisops Lanud Suryadarma Kolonel Pnb Khairun Aslam, Kadislog Kolonel Tek Budi Arifa Chaniago, Para pejabat Lanud Suryadarma dan seluruh penerbang Skadron Udara 7 Wing 8 Lanud Suryadarma. (net/bis)

KAPOLDA Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto bersama Wakapolda Jabar Brigjen Pol Supratman, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo dan para pejabat utama Polda Jabar, Selasa (15/5/2018) pagi, berpatroli bermo“Beraktivitaslah tor dan pemantauan langsung anggota yang sepeti biasanya, bertugas di lapangan. Dalam patroli berkarena kami motor itu, Kapolda (polisi) akan selalu memberikan motivasi memberikan kepada seluruh anggota siap memberikan yang disambanginya pengamanan agar jangan takut dalam menjalankan tugasnya. bagi masyarakat Tidak hanya itu, Kapolda pun mengimbau untuk selalu serta memberi jaminan merasa aman dan untuk masyarakat agar nyaman.” tidak perlu khawatir dan takut. “Beraktivitaslah sepeti biasanya, karena kami (polisi) akan selalu memberikan siap memberikan pengamanan bagi masyarakat untuk selalu merasa aman dan nyaman,” kata Agung. (net/bis)


HALAMAN

BC6

Lifestyle

+ Entertainment RABU, 16 MEI 2018

Ini Sebabnya Mengapa Anak Dilibatkan dalam Aksi Teror SETO Mulyadi atau yang lebih akrab disapa Kak Seto mengungkap alasan mengapa aksi teror di Surabaya kemarin turut melibatkan anakanak. Menurut psikolog yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia ini, usia anak-anak sangat mudah diberi sugesti. Ketika anak diberi sugesti positif, maka ia akan tumbuh menjadi sosok yang bijak, ramah, dan luwes dalam pergaulan. Sebaliknya, ketika sejak kecil anak diberi sugesti negatif, maka dalam diri anak akan tertanam pandangan yang negatif pada suatu hal yang berimbas pada perilakunya sehari-hari. “Anak-anak masih labil, mudah dipengaruhi secara

NET

psikologis, apalagi dengan janji-janji muluk seperti janji surga. Mungkin anak sedang frustasi atau kecewa, sehingga bujuk rayu lebih menjanjikan,” ujar dia pada temu media di Jakarta, Selasa (15/5/2018). Untuk itulah, ia menga-

takan perlu kepedulian dari lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang agar tidak berperilaku negatif. Ia meminta pada warga di lingkungan RT/RW untuk saling mengawasi tetangga mereka di lingkup tersebut dan mengidentifikasi jika ditemui ada

ketidakwajaran. “Anak perlu penjagaan sekampung, RT/RW harus peduli. Kalau dalam konteks pelaku bom di Surabaya, Ketua RT tahu keluarga pelaku dalam lingkungannya suka menyendiri. Mohon ada kepedulian bersama. Mohon diawasi. Karena ini akan membuat orang ketakutan kalau tidak diwaspadai,” tambah dia. Di lingkungan sekolah, Kak Seto mengimbau agar para guru memerhatikan tingkah polah siswa-siswinya. Dalam kasus anak pelaku teror di Surabaya yang tidak mau mengikuti mata pelajaran PPKN dan Agama, seharusnya dapat dilihat sebagai sinyal adanya perilaku yang menyimpang.

“Guru bisa melakukan pendekatan ke siswa. Kalau ada yang tidak beres, bisa melapor ke polisi agar polisi bisa mengidentifikasi keluarganya, orangtuanya. Semua dalam konteks perlindungan anak agar mereka tidak jadi korban atau boneka pelaku kekerasan, diimbau saling melapor,” tambah Kak Seto. Anak Tak Bersalah Kak Seto mengecam pelibatan anak dalam aksi teror. Menurut lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia ini, dalam undang-undang perlindungan anak jelas disebutkan bahwa anak-anak tidak boleh menjadi korban kekerasan atau dilibatkan

dalam tindak kekerasan. “Jelas kalau orangtua masih hidup, ada pemberatan hukuman,” ujar Kak Seto. Selain itu, Kak Seto juga menyoroti penyebutan anakanak pelaku sebagai teroris. Menurut Kak Seto, anak hanyalah korban dari kebiadaban orangtua yang tega melibatkan anak-anak mereka dalam aksi terorisme. “Anak-anak korban, bukan pelaku. Korban dari bujuk rayu atau pemaksaan, bahkan intimidasi. Akan banyak lagi anak yang dijadikan korban karena anak dianggap bisa mudah masuk ke gawang lawan. Anak masih bersih, polos, gembira, tiba-tiba dipasangi bom, itu tindakan yang dikutuk,” tambah dia. (net/bis)

Tanpa Andre Taulany

Stinky Jalan Bareng Yoda Idol? NET

NAMA Andre Taulany dan group band Stinky ibarat sayur dan garam, tak bisa dipisahkan.

M

aka jika ada vokalis lain yang mau menggantikannya, termasuk penyanyi rock seperti Yoga Idol sekalipun, band ini tak akan sama seperti aslinya. “Saya tak merusak atau menggantikan Andre. Justru saya memberi warna baru untuk Stinky. Makanya saya merasa tak ada be-

ban dalam menyanyikan lagu ini, biarlah Stinky rasa baru dengan saya saat ini,” tutur Prattyoda ­Bhayangkara yang dikenal sebagai Yoda Idol. Bersama Yoda Idol, Stinky merilis lagu single terbaru berjudul “Kepastian Darimu”. Karakter vokal Yoda yang identik dengan rock membuat Stinky harus menyesuaikannya. Yoda sebagai jebolan Indonesian Idol 2012 menambahkan, kalau masuknya dirinya bukan untuk menggantikan vokalis awal Stinky, Andre Taulany. Justru, dirinya masuk untuk memberi warna baru dalam musik band yang

beranggotakan Irwan (bass), Rangga (keyboard), Ndank (gitar), Bayu (gitar), dan Edy (drum). Menurut Irwan, frontman sekaligus pembetot bass Stinky, untuk single terbarunya ini, band yang dibentuk sejak 1996 itu mengusung genre Pop Rock. Apalagi memang sebenarnya personel Stinky lainnya juga penggemar musik rock, sehingga tak kesulitan menyesuaikan dengan karakter Yoda. “Stinky tetap bertahan dengan jenis musiknya. Terus dimix sama Yoda, akhirnya ngeblend. Karena kita nggak ikutin Yoda, Yoda juga nggak ikutin kita. Makanya lahir genre Pop Rock,” ucap Irwan di kawasan Mangga Dua Jakarta Utara. Yoda menambahkan kalau selama proses rekaman sama sekali tak kesulitan menyesuaikan suaranya dengan musik Stinky. Buktinya proses rekaman untuk single baru ini terhitung cepat, hanya memakan waktu 2,5 hari. “Waktu rekaman nggak ada masalah, karena saya suka nyanyi dengan nada melodius. Nah lagu barunya Stinky ini nggak jauh dari melodius,” tuturnya. Irwan juga menambahkan kalau formasi dengan Yoda Idol ini hanya featuring tetapi akan dibawa terus saat manggung bersama Stinky. Bahkan, Stinky featuring Yoda juga sudah me-

nyiapkan satu single baru lagi yang berg enre lebih rock. ( n et / bis)

Serba-serbi

Isu Suami Selingkuh, Dewi Perssik: Punyaku Dijamin Halal! PERKAWINAN penyanyi dangdut Dewi Perssik dengan manajernya, Angga Wijaya dikabarkan retak. Isu ini santer setelah foto-foto Angga Wijaya yang dihapus Dewi perssik dari akun Instagramnya. Selain membuang foto Angga Wijaya, Dewi Perssik pun menuliskan kata-kata yang me­ nyiratkan masalah rumah ­tangganya. Di akun @dewiperssikreal, Dewi Perssik malah unggah tulisan ‘Perampok’. Entah ditujukan untuk siapa. “Perampok, laki-laki bandel atau orang yang sudah bermain keburukan dan kejahatan. itu tdk akan mengalami rasa takut atau penyesalan bhkan stress, karena hatinya tertutup, berbeda ddengan orang normal yang punya perasaan, kalau orang yang punya perasaan pasti akan ber-

“Perampok, laki-laki bandel atau orang yang sudah bermain keburukan dan kejahatan..,” fikir dan memilah milih.. sepintar-pintarnya menyimpan bangkai pasti akan tercium juga. Semangat beraktivitas untuk hari ini menuju masa depan indah,” tulis akun @dewiperssikreal. Bahkan, ada pernyataan yang tertulis di unggahan Dewi Perssik pada Jumat 11 Mei 2018 silam yang juga menyiratkan hal serupa. “Kalau jadi wanita itu harus bisa jadi sayur lodeh, sayur asem, tumis kangkung dll. Tapi semua tergantung lakinya, sanggup nggak ngabisin semua?

Makan Sayur lodeh aja sudah nggak sanggup apalagi menu yang lain. Sudah tahu nggak mampu makannya ya jangan tamak. Syukuri nikmat Allah biar berkah dan makin banyak rezeki yang tak terhingga. Jumat b a r o k a h ,” tulis Dewi Perssik. Meski tak secara eksplisit menyebut nama suaminya, banyak netizen berasumsi status tersebut dialamatkan buat Angga Wijaya. Apalagi, Dewi Perssik menyematkan tagar #antiselingkuhselingkuhclub. (net/bis)

Ini Alasan Tak Boleh Minum Teh Saat Makan “Kalau mau minum teh, boleh, asal dua jam setelah ­makan. Lebih bagus lagi kalau tanpa gula.” NET

MAKAN sambil ditemani minuman teh memang nikmat. Tapi sayang, kebiasaan minum teh saat makan ini ternyata tidak sehat menurut dokter. Disampaikan dokter spesialis anak, Yoga Devaera, SpA, konsumsi teh bersamaan dengan makanan seperti sayuran hijau dapat menghambat penyerapan mineral. Hal ini karena teh mengandung zat bernama fitat yang bersifat mengikat mineral yang masuk dalam tubuh. “Kalau di sayuran hi-

jau, zat besi banyak. Bayam, kangkung, itu kalau dikonsumsi bersamaan dengan minum teh, maka mineral seperti zat besi, kalsium, dan zinc akan diikat oleh fitat. Sama saja tubuh tidak mendapatkan apa-apa dari konsumsi makanan bergizi,” ujar dr. Yoga pada Seminar Kesehatan Remaja di Jakarta, Selasa (15/5/2018). Dokter Yoga mengatakan, kebiasaan ini akan sangat merugikan terutama jika dilakukan anak-anak dan remaja yang kebutuhan akan as-

upan mineralnya sangat tinggi. Untuk itulah, ia mengimbau agar para orangtua mengajarkan pada buah hatinya untuk mengonsumsi air putih saja ketika makan, bukan teh. “Kalau mau minum teh, boleh, asal dua jam setelah makan. Lebih bagus lagi kalau tanpa gula,” tambah dia. Selain ditemukan dalam teh, fitat juga terkandung dalam kopi. Namun kopi tak lazim dikonsumsi saat makan, sehingga imbauan larangan lebih ditujukan untuk teh. Jadi, hindari minum teh saat makan, ya. (net/bis)


HALAMAN

BC7

Cianjur News+

RABU, 16 MEI 2018

...Drama Politik Sandera DARI HAL BC1

seperti penyakit akut,” kata Hendrik saat dihubungi Berita Cianjur, Selasa (15/5.2018). Faktanya, sambung Hendrik, bisa dilihat dari sikap anggota dewan yang terkesan kerap menghindar saat masyarakat mendatangi kantornya. Begitupun saat diminta merealisasikan pansus hak angket. Ketimbang fokus melakukam pembahasan kaitan itu, sekarang ini mereka malah disibukkan dengan kegiatan reses. “Bisa jadi reses dewan ini merupakan obat stres buat mereka,” imbuhnya. Rasa heran dengan sikap sebagian besar dewan saat dihadapkan persoalan hak angket diungkapkan aktivis Front Aksi Mahasiswa Cianjur (FAM-C), Wawan. Bahkan dia menilai sikap menghindar dewan seperti itu memunculkan sebuah

tanda tanya besar. “Ada berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebabnya. Apa karena mereka pernah melakukan kesalahan fatal dan itu diketahui si pemilik kekuatan besar itu? Atau bisa jadi disebabkan kepentingan politik di tahun 2019 nanti. Ya mungkin juga karena sudah dikasih banyak proyek,“ ungkapnya. Menurutnya, jika kemungkinan pertama yang lebih dominan, maka yang akan terjadi adalah drama politik sandera, dimana posisi wakil rakyat akan sangat terpojokkan. “Sekarang ini kan ba­ nyak terungkap soal kasus suap melibatkan anggota DPRD. Mulai dari kaitan proyek maupun persetujuan APBD. Soal ini nanti akan coba kita telusuri, tapi semoga saja di sini tidak ada anggota dewan yang seperti itu,” kata

Wawan. Sedangkan untuk kemungkinan kedua yakni berkaitan dengan kepen­ tingan politik di tahun 2019, sambung Wawan, ini lebih kepada kepentingan posisi wakil rakyat secara pribadi agar bisa kembali jadi anggota dewan. “Kalau soal ini sih (kepentingan politik, red) kembali kepada kepribadiannya, yakni terkait niatnya menjadi anggota dewan. Apakah memang untuk kepentingan rakyat atau sekadar pribadi semata? Intinya sih masyarakat jangan sampai terjebak salah memilih,” ucapnya. Sementara itu, Direktur Cianjur Institute, Ridwan Mubarak menegaskan, politik sandera oleh penguasa yang menjadi kelemahan dewan, merupakan masalah akut di DPRD Cianjur. “Semakin indepen­ den, semakin berani me­

ngontrol bupati. Sebalik­ nya, semakin tersandera, ya semakin terhina. Soal hak angket, kembali kepada keberanian dan komitmen politik kerakyatan antara dewan dengan kons­tituen politiknya,“ katanya. Soal reses yang saat ini berlangsung dan merupakan usulan dari pimpinan dewan yang diputuskan dalam badan musyawarah, menurutnya hal tersebut merupakan cara pimpinan dan sebagian besar anggota dewan untuk mencari aman. “Mereka boleh saja cari aman, namun hari pembalasan akan tiba. Terlebih kepada dewan-dewan banci ciptaan bupati. Kami akan pampang foto dan nama mereka sebagai politisi busuk yang tidak layak untuk dipilih kembali. Spanduk dan baligo mereka akan kami sebar ke seluruh pelosok Cianjur,“ pungkasnya.(nuki/gie)

... Laga Kontra Persebaya Ditunda, Persib Gelar .. DARI HAL BC1

tanding. Menghadapi kondisi tersebut, pelatih berpaspor Argentina merencanakan untuk menggelar laga uji coba di luar negeri. “Kami coba, jika memungkinkan akan ada satu uji coba tapi tak mungkin di sini tapi di negara lain, jika memungkinkan kita tetap main di sini (uji coba), tapi sepertinya sulit karena semua (tim Liga 1) bermain,” ujar pelatih yang sempat mengantarkan Johor Darul Takzim (JDT) meraih gelar juara Piala AFC. Tak hanya uji coba, untuk tetap menjaga mental dan kebugaran para pemainnya, Gomez masih tetap memberikan prog­ ram latihan. Hanya saja, intensitas latihan yang diberikan tidak terlalu berat. Seperti diketahui, laga klasik yang mempertemukan dua tim besar, yakni Persib dan Persebaya terpaksa ditunda karena masalah keamanan, setelah Surabaya mendapat serangan bom bunuh diri yang mengakibatkan ba­ nyak korban.  Gomez menilai, mundurnya laga Persebaya vs Persib tersebut sangat beralasan, karena situasi keamanan di Surabaya tidak memungkinan dan pihak kepolisian sedang fokus menyelesaikan masalah teror bom. Sebenernya, sebe­ lumnya Gomez sempat berusaha agar pertandi­

... Hilal Tak Terlihat, Awal Puasa Ramadhan Jatuh pada Kamis DARI HAL BC1

“Ya, hingga Selasa (15/5/2018) sore, seba­nyak 32 rukyatul hilal melaporkan tak berhasil melihat hilal,“ ujar Manteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa (15/5/2018). Berdasarkan ketentuan hukum Islam yang dianut pemerintah, kata Lukman, jika posisi hilal tetap tak terlihat, maka bulan Syaban harus digenapkan menjadi 30 hari. Menurutnya, semua organisasi masyarakat islam sepakat 1 Ramadhan 1439 H bertepatan dengan 17 Mei 2018. “Setelah berusaha melihat hilal dari berbagai wilayah di dunia, bukan hanya di dalam negeri, kami baru saja menetapkan sidang isbat. Sebanyak 32 pelaku rukyatul hilal melaporkan tidak satu pun yang berhasil melihat hilal. Maka dengan dua hubu­ ngan tadi, sebagaimana ketentuan yang selama ini kita pegangi, maka bulan syaban kita genap-

kan sempurnakan dengan cara istikmal jadi 30 hari. Maka 1 Ramadhan 1439 H jatuh pada kamis, 17 Mei 2s018,” terangnya. Lukman mengaku proses sidang isbat berjalan lancar. “Atas nama pemerintah, selamat memasuki bulan suci Ramadhan. Mudah-mudahan kualitas ibadah kita tahun ini semakin mening­ kat. Tahun ini bisa bersama sabagai umat Islam me­ laksanakan Ramadhan bersama, ini berkah dan anugerah dari Tuhan. Oleh karena itu, kebersamaan ini memiliki makna yang sangat besar,” ujarnya memaparkan. Tak hanya menetapkan awal puasa, namun berkaitan kondisi terkini, Lukman juga mengimbau kepada semua ulama, mubalig, dan pimpinan ormas Islam agar mengisi dakwah selama Ramadhan dengan hal yang memba­ ngun perdamaian. “Tindakan seperti itu (terorisme) tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Menjadi tanta­ ngan kepada para ulama, kiai, dan pimpinan

ormas agama semakin proaktif menjelaskan esen­si agama Islam yang mene­barkan kedamaian. Para mubalig dalam me­ nyampaikan dakwah hendaknya lebih mengedepankan sisi Islam yang penuh kedamaian. Bukan justru sebaliknya, agama yang disalahpahami, dieksploitasi sehingga relasi kehidupan kita saling menegasikan satu dengan yang lain karena alasan agama,” katanya. Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia M Abdullah Zaini menambahkan, tidak ada perbedaan pandangan di antara para ahli hisab saat memaparkan hilal. Menurut dia, hal tersebut me­ nunjukkan kepastian penetapan 1 Ramadhan 1439 H dari pemerintah tak perlu diragukan. “Dalam beberapa tahun ini alhamdulilah dapat melaksanakan awal puasa secara bersama, tak ada perbedaan. Rasa syu­ kur ini kami harapkan agar segenap kaum muslimin untuk meningkatkan amalan ibadahnya,” tutupnya. (net)

... Rumah Bapak Terang, Jalan Rakyat Gelap Gulita pemerintah. Diketahui beberapa pejabat teras Cianjur lainnya juga tinggal bertetangga dengan TMS yang kini santer dijuluki Bupati Sepuh itu. Di antaranya Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman; Direktur RSUD Cianjur, Ratu Tri Yulia; mantan Kepala Dinas Kesehatan; dan salah seorang pemuka agama. Sayang, pemandangan suasana terang benderang ini terlihat begitu kontras dengan kondisi beberapa ruas jalan kabupaten yang biasa dilalui masyarakat atau pengguna jalan. Dimana, kondisi jalannya cenderung gelap gulita tak ada sama sekali terpasang fasilitas lampu PJU. Bahkan di beberapa spot ruas jalan, kerap terjadi kecelakaan lalu lintas akibat minimnya ketersedia­ an lampu PJU. Padahal, dari pe­ nelusuran media ini pajak daerah sektor PJU merupakan salah satu penyumbang terbesar untuk pene­ rimaan asli daerah (PAD) Cianjur. Pasalnya, seluruh

masyarakat Cianjur yang menggunakan jasa jari­ngan listrik dari PLN dipastikan dikenakan pajak ini. Menyikapi ketidakadilan tersebut, aktivis Perhimpunan Pergerakan Masyarakat Cianjur (PPMC), Ari Muhammad mengatakan, ketimpa­ngan sosial dan ketidakadilan memang kerap terjadi dimana-mana di pelosok penjuru Negeri. Tapi khusus di Negeri ini, jelas Ari, sepertinya lebih gila lagi, pelayanan bagi mantan pejabat rupanya jauh lebih diutamakan ketimbang buat rak­ yatnya. Padahal sa­ ngat jelas sekali uang yang dipakai buat melayani itu uang milik rakyat juga, bukan milik pribadi. «PJU sangat pen­ ting buat masyarakat, ini hubungannya dengan keselamatan pengguna jalan. Seharusnya pemerintah lebih mengutamakan kepentingan yang lebih besar (masyarakat,red) bukannya segelintir orang,» ujar Ari. M e n u r u t n y a , masyarakat berhak mendapatkan pelayanan

dari pemerintah, termasuk soal fasilitas PJU. Apalagi pemerintah sudah menarik pajak dari masyarakat kaitan PJU, maka sudah seharushya hasil penerimaan pajak tersebut dialokasikan kembali untuk keperluan fasilitas PJU. «Seharusnya pemanfaatan dari pengelolaan pajak PJU dikembalikan lagi untuk membiayai kaitan fasilitas PJU, skala prioritasnya harus buat itu. Dan paling penting dahulukan pemasangannya buat kepentingan masyarakat bukannya pejabat,» tegasnya. Ari mengungkapkan, akibat minimnya fasilitas PJU terpasang di ruas jalan kabupaten, banyak menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Nah, apa pemerintah tidak melihat kesana, tidak memikirkan nasib atau keselamatan rakyatnya? «Jangan kaya drakula penghisap darah dong. Masyarakat diperas penghasilannya lewat pajak, sementara timbal baliknya tak berimbang. Habis manis sepah dibuang namanya,» geram Ari. (nuki)

lanjut Yayat, adalah pembangunan berkelanjutan di Jabar. “Tetapi di akhir acara mereka kok mengeluarkan tema baru, yaitu soal pergantian presiden,” ucapnya. Sementara itu, calon Gubernur Jawa Barat, Sudrajat menjelaskan, tujuan Syaikhu membawa kaos tersebut sebagai ungkapan aspirasi demokrasi. Sudrajat menilai, selama

ini kebijakan pemerintah provinsi dilangkahi atau dimunculkan oleh peme­ rintah pusat sehingga ini cenderung menyulitkan pengembangan di daerah. Sudrajat-Ahmad Syaikhu pun yakin tindakan mereka tidak menyalahi peraturan KPU dan Bawaslu. Sebab sudah diatur dalam UU kebebasan ber­ ekspresi. Bila nantinya Bawaslu akan menindak, di-

rinya dan Syaikhu bersiap dengan tim advokasi. Ia berharap, dasar hukumnya harus jelas. «Kita harus belajar semua ini adalah kebebasan berekspresi. Kaos ini tidak berbeda dengan kaos di pinggir jalan dan ini hal yang wajar dalam era demokrasi. Kita harus menyikapi dengan kepala dingin dan jangan terpancing,» tutupnya. (net)

DARI HAL BC1

ngan menghadapi Persebaya digelar seusai rencana 19 Mei 2018 dan posisi tuan rumah ditukar menjadi Persib lebih dulu. Namun, tidak bisa terlaksana, karena persiapan yang cukup mepet. «Kami mencoba untuk bermain di sini (Ban­ dung) lebih dulu, tapi tidak bisa. Saya tidak tahu apa masalahnya, mungkin dari mereka pihak federasi tidak suka atau tidak setuju, saya tidak tahu. Kami coba untuk tetap main di sini Sabtu di kandang melawan Surabaya tapi tidak memungkinkan,» pungkasnya. Diberitakan sebe­ lumnya, teror bom di Surabaya berdampak pada laga Persebaya Surabaya kontra Persib Bandung. PT Liga Indonesia Baru (LIB)

akhirnya resmi memutuskan untuk melakukan penjadwalan ulang laga klasik tersebut, yang seharusnya berlangsung akhir pekan ini (19/5/2018). Ya, keputusan tersebut dinyatakan sebagai «force majeure» atau keadaan darurat. Hal itu disampaikan langsung oleh CEO PT LIB, Tigor Shalom Bo­ boy. Pihaknya memutuskan bahwa pertandingan tersebut tidak bisa digelar tepat waktu. «Ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jadi, LIB akan mencari waktu yang tepat untuk menggelar pertandingan tersebut. Selambat-lambatnya jadwal baru akan kami rilis pada 24 Mei 2018 mendatang, dengan harapan kondisi Surabaya

maupun nasional bisa segera kondusif kembali,» ujarnya. Ya, kondisi keamanan Surabaya saat ini membuat pihak kepolisian Surabaya tidak jadi mengeluarkan izin keramaian untuk menggelar pertandingan. Padahal, pihak Persebaya lewat Ketua Panitia Penyelenggara Whisnu Sakti Buana mengaku pihaknya sudah mengurus izin sejak H-7 sesuai dengan regulasi Liga 1.  «Tapi karena aksi teror yang terjadi Minggu 13 Mei 2018, mereka (kepolisian) pun berpikir ulang untuk mengeluarkan izin. Penundaan ini juga sudah melalui konsultasi dengan pihak LIB, dan LIB yang akan bertanggung jawab soal jadwal baru nanti,» tuturnya.(gie/net/bbs)

KPU: Ada Dua Jenis Pelanggaran

Pasangan Asyik Akan Diberikan Sanksi

PASANGAN calon (paslon) nomor urut 3, Sudrajat-Ahmad Syaikhu diputuskan melanggar ketentuan debat publik pilkada 2018. Hal tersebut diungkap­ kan Ketua KPU Provinsi Jawa Barat (Jabar) Yayat Hidayat. Ia menegaskan, KPU akan memberi sanksi kepada paslon yang biasa disapa dengan sebutan Asyik itu.

Tak hanya itu, Yayat juga menyampaikan, Bawaslu akan mengeluarkan pernyataan sikap secara resmi terkait insiden ujaran #2019GantiPresiden dalam debat publik kedua Pilkada Jabar yang digelar Senin (14/5) malam. Seruan Sudrajat soal #2019GantiPresiden pada debat publik memicu emosi pendukung paslon lain. “Selain rilis resmi,

kami juga akan melayangkan teguran tertulis kepada paslon nomor tiga. Teguran ini terkait de­ ngan pelanggaran admi­ nistrasi yang mereka lakukan,” ujar Yayat, Selasa (15/5/2018). Terkait keputusan KPU mengenai adanya dua jenis pelanggaran yang dilakukan oleh paslon Asyik, Yayat mengatakan, surat tegurannya akan diberikan

hari ini (16/5/2018). “Ada dua kesalahannya. Pertama, melanggar prosedur debat sebab mereka membawa alat peraga (kampanye), yakni kaus itu (kaus bertuliskan #2019GantiPresiden). Kedua, mereka melanggar tema debat publik,” kata Yayat menegaskan. Tema besar pada debat publik putaran kedua yang berlangsung semalam,


HOTLINE : 0263-2283130

HALAMAN

BC8

Klik! beritacianjur.com

RABU, 16 MEI 2018

Produksi Beras di Jabar Setiap Tahun Surplus

Gubernur Mulai Gerakan Percepatan Tanam Padi Mt. 2018 GUBERNUR Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), canangkan Gerakan Tanam Padi Mt. 2018 Tingkat Provinsi Jawa Barat.

H

al tersebut dalam upaya percepatan pengolahan lahan dan tanam, demi mendukung swasembada pangan. Menurut Aher, lahan tani di Jabar terbagi dua wilayah, yakni Utara dan Selatan. Selatan antara lain Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Cianjur, dan Sukabumi. Sementara wilayah utara diantaranya Subang, Karawang, Indramayu, Majalengka, Cirebon, dan beberapa daerah lainnya. Aher menuturkan bahwa sebanyak 80% sawah Jabar, ada di kawasan utara. Akan tetapi, indeks pertanamannya (IP) lebih rendah dari kawasan selatan. IPnya hanya 1,8 sedangkan kawasan selatan IP-nya mencapai 2,8. “Maka dalam satu tahun kita targetkan mudah-mudahan

panen di Jabar itu ada kenaikan. Kalau kawasan utara naik 2,8 (IP) maka produksi akan naik, selatan pun baiknya naik 3,” harapnya, Selasa (15/5/2018). Peningkatan indeks pertanaman (IP) perlu ditempuh, sebagai salah satu strategi dalam peningkatan panen padi. Hal ini pun perlu dibarengi dengan perbaikan sistem irigasi baik untuk wilayah pertanian utara maupun selatan. Menurut Aher, upaya ini bisa dilakukan dengan mengoptimalkan ketersediaan air di Waduk Jatigede, untuk kawasan utara. Serta, menjaga alam di wilayah selatan. Karena kebanyakan lahan tani di wilayah selatan memanfaatkan air alami dari lingkungan alam sekitar. “Untuk sumbangsih nasional, kita belum perlu memikirkan sawah baru, belum terlalu perlu, yang diperlukan irigasi yang bisa mengairi sawah sawah yang ada,” ujarnya. Selain itu, Aher juga sempat menyarankan petani setempat untuk bisa melakukan mina padi kedepannya. Merupakan suatu bentuk usaha tani gabungan (combined farming) yang memanfaatkan genangan air sawah yang tengah ditanami padi sebagai kolam untuk budidaya ikan,

110.000 hektar pada Keltan Pasir Mundur Mekarlaksana Ciparay. Tak sampai disitu, bantuan berupa Rice Mailing Unit (RMU) sebanyak dua unit juga diberikan kepada Keltan Paguyuban Bumi Mandiri Pabuaran Subang. Serta Traktor kepada keltan di Kabupaten Garut, Brigade Alsin Provinsi, dan Kabupaten Kuningan.

NET

sehingga memaksimalkan hasil tanah sawah. “Mina, berati ikan, dan padi, dengan demikian meningkatkan efisiensi lahan karena satu lahan menjadi sarana untuk budidaya dua komoditas sekaligus,” jelasnya. Pada pencanangan gerakan tani di Caparay, diserahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) oleh Gubernur Jawa Barat,

diantaranya, traktor roda dua sebanyak 1.012 unit kepada Kelompok Tani (Keltan) Tani Jaya, Desa Cigentur Kecamatan Paseh. Pompa air empat inch, 865 unit kepada Keltan Sumber Rejeki II Ciparay. Kemudian hand sprayer elektrik sebanyak 4.325 unit kepada UPT PPP Pacet. Cultivator 144 unit kepada Keltan Sawargi Desa Girimulya Kecamatan Pacet.

Lalu, Power Thrasher 259 unit, kepada Brigade Alsintan Kabupaten Bandung. Juga pengembangan budi daya padi 36.345 hektar pada Keltan Mitra Padi Sawah Desa Cikoneng Ciparay. Pengembangan budi daya jagung 60.000 hektar kepada Keltan Barokah Mekarlaksana Ciparay. Serta, pengembangan budi daya kedelai

Beras Surplus Sementara, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat, Hendy Jatnika mengatakan, lahan baku sawah menurut data 2016 dan 2017 ada 926.000 hektare. “Areal tersebut bisa dilakukan penanaman dan panen sampai dua juta hektar, karena ada lahan yang dua kali panen,” katanya terpisah. Dari ramalan Pusdatin Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan BPS, kata Hendy Jatnika, produksi gabah kering giling sebesar 12,5 juta ton. Sebanyak 65% di antaranya merupakan produksi beras. Maka berdasarkan ang­ ka tersebut, berarti angka produksi beras di Jawa Barat pada 2017 ditaksir sekira 8 juta ton. Selain setiap tahunnya, Jawa Barat memiliki surplus sebesar tiga juta ton. (net/bis)

Advertorial

Tingkatkan Layanan, PLN Cianjur Gelar Apel Kesiapan MENJELANG momentum hari besar Islam seperti Bulan Ramadhan hingga Idul Fitri, PLN (Perusahaan Listrik Negara) Area Cianjur tingkatkan pelayanan kepada pelanggan.

B

ertajuk ‘Apel Gelar Peralatan & Pasukan Pelayanan Tekhnik’, PLN pada Senin (14/5/2018) melakukan pemeriksaan terhadap seluruh mitra kerja dan pelayanannya. Bertempat di Halaman Kantor PLN Area Cianjur, acara pemeriksaan kesiapan dipimpin langsung oleh Manajer PLN Area Cianjur, Rahmi Handayani. Terpantau, acara dihadiri oleh Manager dari 5 Rayon PLN di Cianjur, diantaranya Rayon Cianjur Kota, Rayon Cipanas, Rayon Mande, Rayon Tanggeung dan Rayon Sukanegara beserta seluruh jajaran Supervisor jaringan PLN. “Kami ingin memastikan seluruh pelanggan kami melaksanakan Ramadhan hingga Idul Fitri dengan tenang. Karenanya, kegiatan ini dilangsungkan untuk memeriksa kesiapan dan spesifikasi peralatan mitra kerja kami sesuai dengan prosedur yang kami tetapkan. Kegiatan ini merupakan agenda rutin berkala, ketika Natal dan Tahun Baru kami gelar kegiatan serupa,” ucap Rahmi Handayani

Palam siaran persnya. Rahmi menjelaskan, untuk Mitra Kerja Pelayanan dan Tekhnik PLN di semua Rayon adalah PT. Mahiza Karya Mandiri. Profesionalitasnya, lanjut dia

NJUR/RIZKY

ITA CIA FOTO-FOTO: BER

memang sudah teruji, namun untuk memastikan kembali bahwa kondisi personil mitra kerja dan propertinya benar benar prima, maka kegiatan cek berkala ini tetap dijalankan oleh PLN Cianjur. “Daerah cakupan kami cukup luas, walaupun sudah dipastikan personil dan layanan kami maksimal, kami tetap membuka layanan aduan bagi pelanggan. Bagi pelanggan yang

mengalami kendala listrik, agar dapat menghubungi ‘call center’ kami di nomor 123. Layanan ini bebas biaya,” pungkas sosok Kartini 1 di PLN Cianjur ini. Rahmi juga menjelaskan, pihaknya mengharapkan sinergitas maksimal antara warga Kabupaten Cianjur dan PLN. Pasalnya, seringkali jaringan PLN terjadi gangguan karena

dahan pohon warga yang jatuh atau tersangkut di tiang listrik. Ia mengingatkan, standar jarak antara tiang listrik dengan pohon berjarak 3 meter. Karenanya, diharapkan kepada warga yang memiliki pohon dekat dengan jaringan agar rela

untuk ditebang atau dipotong sendiri oleh pemilik lahan. “Kendala tekhnis yang kerapkali dijumpai petugas adalah, pohon tumbang stay pohon menimpa jaringan karena faktor alam atau usia pohon yang sudah lapuk. Ini vital, bisa men-

jadi pemicu utama pemadaman listrik. Demi menjaga stabilnya pasokan arus listrik, kami memohon sinergitas kepada pelanggan yang memiliki pohon untuk memiliki kesadaran minimal berjarak 3 meter dari jaringan kami,” tutupnya. (adv/rizky)


twitter @berita_cianjur

HALAMAN

facebook beritacianjurcom

HOTLINE : 0263-2283130

BC9

Klik! beritacianjur.com

RABU, 16 MEI 2018

Polres Cianjur Gelar Simulasi Sistem Pengamanan Mapolres

Markas Komando (Mako) Polres Cianjur mencekam, saat seorang terduga pelaku tindak kriminal mengacungkan sebilah pisau dan hendak menyerang petugas tepat di pintu masuk utama Mapolres Cianjur, Selasa (15/5/2018) sore.

Diduga Akan Serang Polisi Seorang Pria Diamankan

K

ejadian itu bermula ketika laki-laki yang meng enakan jaket dan mengendarai sepeda motor Yamaha NMax itu hendak masuk ke Mapolres Cianjur. Namun saat hendak masuk, seseorang yang diduga akan melakukan aksi kriminal itu harus melalui tahapan pemeriksaan petugas yang membawa senjata lengkap. Saat hendak diperiksa, lelaki itupun langsung mengeluarkan sebuah pisau dan menodongkan ke petugas. Tindakan itupun membuat sirine keamanan Mapolres berbunyi, sehingga belasan petugas bersenjata lengkap langsung mengusung terduga pelaku tindak kriminal tersebut dan dalam waktu singkat bisa langsung diamankan, tanpa adanya korban. Situasi itu merupa-

FOTO-FOTO: BERITACIANJUR/ ANGGA PURWANDA

kan simulasi dan pelaksanaan penerapan sistem pengamanan (Sispam) Mapolres Cianjur. Selain simulasi antisipasi penyerangan, dilakukan juga simulasi pemeriksaan terhadap pengunjung Mapolres yang berjalan kali, menghindari sepeda motor, dan mengemudikan mobil. Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH, mengatakan, meskipun Polri tidak pernah takut dengan ancaman apapun, terutama dari para pelaku teror, tetapi antisipasi dan pencegahan tindakan kriminal harus tetap dilakukan. Pasalnya, upaya terse-

but bakal memberikan rasa nyaman dan aman pada masyarakat Cianjur yang memiliki keperluan dan membutuhkan layanan di Mapolres Cianjur. “Saat ini didepan pintu utama kami pasang portal, dan kami juga meningkatkan sispam di lingkungan Mapolres. Seperti tadi, kami lakukan pengecekan alarm keamanan, simulasi pemeriksaan keamanan oleh petugas, dan lainnya, sehingga Mapolres bisa tetap aman,” kata Soliyah, didampingi Wakapolres Kompol Santiadji Kartasasmita, kepada wartawan usai giat simulasi. Menurut Soliyah,

tidak hanya di Mapolres, di setiap Polsek juga diterapkan hal serupa. Mengingat markas kepolisian saat ini menjadi tujuan dari para pelaku tindak kriminal, terutama teroris. “Jadi selain Polres, setiap Polsek juga harus dibuat portsl masuk agar siapa saja yang masuk bisa terpantau,” pungkasnya. Sebelumnya, Polres Cianjur meningkatkan sistem pengamanan (Sispam) Mako dengan memperketat penjagaan di pintu masuk. Upaya itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terjadinya ancaman aksi teror. Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH melalui Wakapolres, Kompol Santiadji Kartasasmita, mengatakan, peningkatan penjagaan

dan pengamanan di pintu masuk serta lingkungan Mako Polres Cianjur merupakan upaya antisipasi terjadinya ancaman aksi teror. Santiadji menyebutkan, sispam Mako Polres Cianjur yang dilakukan itu. Tidak hanya dilakukan pasca terjadinya ledakan bom di sejumlah wilayah, tetapi menjadi standar operasional pengamanan yang dilakukan setiap hari. “Untuk mengantisipasi perkembangan situasi berkaitan dengan maraknya ancaman aksi teror, di wilayah hukum Polres Cianjur khususnya, kami membuat sistem pengamanan mako agar dapat kembali lebih efisien,” kata Santiadji, kepada BeritaCianjur, Senin (14/5/2018).

Harga Daging Ayam Melonjak Menjadi Rp40 Ribu Per Kg SEHARI menjelang pelaksanaan puasa 2018 harga daging ayam di Kabupaten Cianjur mencapai Rp40 ribu per kilogram. Diperiksi harga akan terus naik hingga menjelang Lebaran Idul Fitri mendatang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kenaikan harga tersebut sudah terjadi sejak sebulan lalu, namun lonjakan tertinggi mulai terasa pada sepekan terakhir. Akibatnya dari harga normal daging ayam diangka Rp 30 ribu sampai Rp 32 ribu, kini harganya mencapai Rp 40 ribu per kilogram. “Iya harga daging ayam naik lagi, ada seminggu lalu naik adi Rp 38 ribu. Kemudian dua hari menjelang ramadan ini sudah Rp 40 ribu, tidak tahu besok yang sehari lagi menjelang puasa, bisa jadi naik lagi,” ujar Jihan (24) salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Muka, Selasa (15/5/2018). Menurutnya, pedagang terpaksa menaikan harga lantaran harga dari peternak dan distributor sudah naik. Akibatnya pedagang mesti menyesuaikan harga, meskipun pedagang juga merasakan dampakn-

ya, dimana tingkat penjualan berkurang. “Biasanya sehari bisa menjual satu kuintal per hari, sekarang 60 kilogram per hari juga sudah bagus. Harga kan naik, jadi pembeli mengurangi tingkat penjualan. Kalau tidak naik, pedagang rugi,” kata dia. Jihan menjelaskan, harga ayam hidup sekarang sudah mencapai Rp 26 ribu per kilogram, jika

dalam dipotong hingga siap jual, nilainya berada di angka Rp 32.500 per kilogram. Nilai itupun masih belum termasuk ongkos kirim dari pemotongan ke pasar. “Hitungannya kan Rp 26 ribu itu hidup, biaya potong Rp 1.000 per ekor, terus biaya bersih-bersih ayam. Ditambah lagi kan dari ayam hidup ke siap potong itu ada penyu-

sutan sampai 30 persen. Makanya yang sudah siap dagang itu Rp 32.500 per kilogram. Kalau normalnya sih ayam hidup itu Rp 20 ribu sampai Rp 22 ribu per kilogram, jadinya di pasaran tidak terlalu mahal,” katanya. Dia menambahkan, pedagang mengaku khawatir harga terus naik. Pemerintah pun didorong untuk bisa menstabilkan

harga, sebab untuk stok daging ayam masih tercukupi, tidak ada pengurangan. “Kalau bisa ditekan harga dari peternak dan distributor, pedagang kan menyesuaikan dari keduanya. Mesding harga murah banyak yang beli, daripada mahal sedikit yang beli. Keuntungan pedagang kan dari banyaknya yang terjual,” tutur dia. (angga purwanda)

Santiadji menuturkan, di pintu masuk Mako Polres Cianjur ditempatkan personel bersenjata lengkap laras panjang. Sesuai SOP, para personel juga dilengkapi berbagai peralatan perlindungan diri dan alat deteksi ­lainnya.

“Petugas jaga mako sesuai SOP kami lengkapi dengan rompi antipeluru, helm antipeluru, metal detector, serta alat bantu cermin untuk mengantisipasi adanya bahan peledak yang ditaruh di bawah kendaraan,” tuturnya. Santiadji meminta pengertian masyarakat yang akan masuk ke Mako Polres Cianjur harus melewati pengamanan superketat. Sehingga berbagai kemungkinan bisa diantisipasi sejak dini. “Kami juga menambahkan portal pengamanan dan juga bantuan pengeras suara untuk meminimalkan adanya sentuhan personel jaga dengan objek. Dengan demikian diharapkan bagi yang masuk ke mako lebih selektif,” tuturnya. Jumlah kekuatan personel di pos penjagaan pun ditambah. Penjagaan dan pengawasan dibantu juga penambahan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik di kawasan Mako Polres Cianjur. “Pada waktu-waktu tertentu kami juga menggunakan bantuan K-9 Unit Satwa untuk membantu meminimalkan terjadi­ nya ancaman,” jelasnya. (angga purwanda)


Klik! beritacianjur.com

RABU, 16 MEI 2018

twitter @berita_cianjur

facebook beritacianjurcom

email newsredaksibc@gmail.com

HALAMAN

BC10

BUDIMAN

PERSIB U-19 Diliburkan Sepekan PELATIH PERSIB U-19, Budiman meliburkan timnya selama sepekan ke depan. Masa libur bagi Syafril Lestaluhu dkk. untuk menyambut ibadah puasa Ramadan, khususnya bagi para pemain yang beragama Islam. “Tim akan diliburkan selama sepekan mulai Rabu (16 Mei 2018) karena Kamis rencananya mulai puasa,” kata Budiman, Selasa 15 Mei 2018. Budiman menambahkan, program persiapan PERSIB U-19 menghadapi kompetisi Liga 1 U-19 baru akan dimulai Juli mendatang. Namun demikian, ia akan tetap menjaga kondisi fisik para pemain. “Setelah itu (libur), kami akan ketemu lagi hari Senin depan untuk berkumpul dan latihan lagi dalam usaha menjaga kondisi fisik,” ujar Budiman. Selama libur, Budiman tetap memberi tugas latihan kepada para pemain di tempat tinggalnya masing-masing. Hal itu penting agar kondisi pemain bisa tetap terjaga selama menjalani ibadah puasa. “Ada PR buat pemain, tentunya. Tapi, mereka sudah dikasih tugas latihan selama liburan ini biar pas mulai semuanya latihan kembali di bulan Ramadan nanti tidak kaget dan kondisi fisik pun tidak menurun,” tutupnya. (net)

PERSIB Genjot Fisik Pemain PENUNDAAN jadwal laga pekan ke-9 menghadapi Persebaya Surabaya membuat PERSIB memiliki jeda istirahat cukup panjang.

P

elatih Mario Gomez memanfaatkan jeda waktu tersebut dengan menggelar program latihan khusus untuk para pemain. Seperti pada sesi latihan pagi di Sport Jabar Arcamanik, Selasa 15 Mei 2018, seluruh pemain diberikan menu latihan fisik oleh pelatih asal Argentina tersebut. Para pemain menjalani latihan dengan intensitas lebih tinggi dari biasanya. Tak hanya itu, keempat penjaga gawang Maung Bandung juga berlatih terpisah di lapangan voli pasir Sport Jabar Arcamanik. Kiper M. Natshir, I Made Wirawan, Imam Arief Fadhilah dan Aqil Saviq digenjot ketahanan fisiknya di lapangan berpasir oleh pelatih kiper Anwar Sanusi. “Kita sengaja memberikan latihan fisik ini karena nanti akhir pekan tidak ada pertandingan. Jadi, sebelum habis pekan ini akan ada latihan cukup berat untuk semua,” papar Gomez. “Lepas pekan ini, kita tidak mungkin ada latihan berat karena jadwal juga sangat rapat,” lanjutnya. Setelah menu latihan fisik, para pemain mengikuti sesi small game sebelum latihan berakhir tepat pukul 10.00 WIB.(net)

Umuh Munggahan Bersama Tim MENYAMBUT bulan suci Ramadan 1439 Hijriah, Manajer PERSIB, H. Umuh Muchtar menggelar tradisi munggahan atau tradisi ungkapan rasa syukur masyarakat S u n d a menyambut datangnya bulan puasa di ka-

wasan Kiaracondong, Kota Bandung, 15 Mei 2018 siang. Seperti tahuntahun sebelumnya, Umuh menggelar munggahan bersama para pemain dan ofisial Maung Bandung serta masyarakat sekitar. Umuh menyatakan, tujuan mengadakan mungguhan ini tidak lain sebagai kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi, khususnya dengan para pemain, ofisial dan warga di sekitar kediamannya. Seluruh pemain serta ofisial tampak hadir dalam acara munggahan yang digelar usai sesi latihan di Sport

Jabar Arcamanik. “Ini memang acara tahunan yang selalu kita laksanakan, ya. Jadi, memang kalau sebelum Ramadan itu selalu

ada acara munggahan untuk mempererat silaturahmi dengan warga dan tim,” kata manajer berusia 69 tahun tersebut.

“Saya pribadi beserta keluarga besar mengucapkan selamat menjalankan ibadah saum Ramadan dan mohon maaf sebelum bulan puasa ini datang,” lanjutnya. Umuh pun berharap, jika bulan Ramadan tahun ini bisa memberikan banyak berkah, khususnya untuk Maung Bandung. “Semoga banyak barokah yang kita dapatkan. Saya dan kita semua juga doakan agar PERSIB kembali meraih juara di kompetisi (GO-JEK Liga 1) tahun sekarang. Saya percaya, semua pemain sekarang punya motivasi yang sangat tinggi,” tandasnya.(net)


RABU, 16 MEI 2018

twitter @berita_cianjur

facebook beritacianjurcom

email newsredaksibc@gmail.com

HALAMAN

BC11

Balotelli Perang Kata-Kata dengan Mantan Tunangan Mario Balotelli dan Fanny Neguesha terlibat perang kata. Mereka saling menyindir di media sosial. Pertikaian mereka dimulai dari aktivitas Balotelli di akun Instagram. Mengutip gembong narkoba asal Kolombia, Pablo Escobar, dia menyatakan perempuan tidak bisa dibeli dengan uang. Namun, hanya pekerja seks komersial yang suka dengannya. Neguesha merasa tersindir dengan pernyataan tersebut, meski Balotelli tidak menyinggungnya. Dia membalas dan mempertanyakan kualitas penyerang Nice tersebut sebagai orang baik.

MARSEILLE

VS ATLETICO

SUSUNAN PEMAIN: Marseille (4-2-3-1): Steve Mandanda; Jordan Amavi, Luiz Gustavo, Adil Rami, Hiroki

INCAR GELAR KETIGA A

Marseille dan Atletico Madrid akan berhadapan di Parc Olympique Lyonnais dalam partai final Liga Europa 2017/18, Kamis (17/5/2018). Siapa yang akan keluar sebagai juara?

tletico, yang merupakan juara kompetisi ini di edisi 2009/10 dan 2011/12, mengincar gelar yang ketiga. Melihat beberapa statistik yang ada, Atletico pantas lebih diunggulkan. Atletico mengawali langkah di kompetisi Eropa musim ini di fase grup Liga Champions. Atletico tersingkir di fase grup dan terlempar ke babak 32 besar Liga Europa. Perlu diketahui bahwa tiga dari delapan final sebelumnya dimenangi oleh klub-klub yang tersingkir dari fase grup Liga Champions, yaitu Atletico pada 2010, Chelsea pada 2013 dan Sevilla pada 2016. Atletico juga punya skuat yang setingkat lebih baik. Pilar utamanya adalah Antoine Griezmann, penyerang Prancis yang sudah mengemas empat gol dan tiga assist di Liga Europa musim ini. Selain itu, beberapa pemain Atletico pun sudah berpengalaman menjuarai kompetisi ini. Vitolo dan Kevin Gameiro pernah menjuarainya tiga musim beruntun bersama Sevilla (2013/14, 2014/15, 2015/16).

Filipe Luis, Gabi, Diego Godin, Juanfran, Koke dan Saul sudah memperkuat Atletico ketika jadi juara bersama pelatih Diego Simeone pada musim 2011/12. Fernando Torres meraihnya bersama Chelsea pada musim 2012/13. Sejauh ini, belum ada klub Prancis yang jadi juara di UEFA Cup/Liga Europa. Marseille sendiri pernah dua kali masuk final, tapi selalu kalah. Marseille kalah lawan Parma di final 1999 dan Valencia di final 2004. Namun bukan berarti Atletico bakal menang begitu saja. Pasalnya, Marseille besutan Rudi Garcia punya pemain-pemain yang berpotensi membahayakan mereka. Termasuk di antaranya adalah kapten Dimitri Payet, yang merupakan pendulang assist terbanyak (7) di Liga Europa 2017/18. Di laga sebelumnya, Marseille cuma imbang 3-3 melawan tuan rumah Guingamp pada pekan ke-37 Ligue 1. Marseille terancam gagal finis di tiga besar. Jika ingin lolos ke Liga Champions musim depan, Marseille perlu mengalahkan Atletico di Lyon.

Sakai; Andre Zambo Anguissa, Morgan Sanson; Lucas Ocampos, Dimitri Payet, Florian Thauvin; Valere Germain. Atletico (4-4-2): Jan Oblak; Sime Vrsaljko, Jose Gimenez, Diego Godin, Lucas Hernandez; Saul Niguez, Gabi, Thomas Partey, Koke; Antoine Griezmann, Diego Costa.

HEAD TO HEAD 10-12-2008 Marseille 0-0 Atletico (UCL) 02-10-2008 Atletico 2-1 Marseille (UCL).

5 LAGA TERAKHIR MARSEILLE 27-04-2018 Marseille 2-0 Salzburg (UEL) 29-04-2018 Angers 1-1 Marseille (Ligue 1) 04-05-2018 Salzburg 2-1 Marseille (UEL) 07-05-2018 Marseille 2-1 Nice (Ligue 1) 12-05-2018 Guingamp 3-3 Marseille (Ligue 1).

5 LAGA TERAKHIR ATLETICO 27-04-2018 Arsenal 1-1 Atletico (UEL) 29-04-2018 Alaves 0-1 Atletico (La Liga) 04-05-2018 Atletico 1-0 Arsenal (UEL) 06-05-2018 Atletico 0-2 Espanyol (La Liga) 12-05-2018 Getafe 0-1 Atletico (La Liga)

Atletico sebaliknya. Atletico berada dalam kondisi ideal menyusul kemenangan 1-0 atas tuan rumah Getafe lewat gol tunggal Koke, yang membuat mereka hampir pasti finis di peringkat 2 La Liga. Jika ada faktor yang bisa merusak kans menang Atletico, maka salah satunya adalah kepastian absennya Simeone di pinggir lapangan. Dia dilarang mendampingi tim dalam empat pertandingan menyusul pengusiran di semifinal leg pertama kontra Arsenal.(net)

Jagonya Bikin Gol Indah JELANG final FA Cup antara Chelsea kontra Manchester United, penyerang anyar The Blues, Olivier Giroud menjadi sorotan utama. Hal ini dikarenakan Giroud berperan besar dalam membawa Chelsea melaju ke final setelah mengalahkan Southampton di semifinal. Menukil football london, mantan penyerang Arsenal ini ternyata mengaku tidak terlalu merencanakan un-

tuk membuat gol indah. Dia hanya berusaha untuk melakukan teknik terbaik dan mengakhiri umpan matang sebaik mungkin. “Saya hanya berusaha melakukan teknik terbaik untuk mengakhiri serangan. Itu tergantung pada arah datangnya bola dan bagaimana saya bisa menendang ke target,” ungkap Giroud. Terlebih, Giroud melakukannya saat bermain di

Wembley. Lapangan yang menurutnya sangat akrab dengan dirinya. Sebab dia tinggal tidak jauh dari daerah tersebut. “Anda harus menemukan keseimbangan yang tepat, teknik yang baik dan penentuan waktu yang tepat, dan semuanya berlangsung dengan baik bagi gol FA Cup saya di Wembley,” sambung dia. “Hal itu terasa lebih menyenangkan karena terjadi di ‘ta-

man’ saya! Saya tinggal di London utara, tidak jauh dari sana.” Terakhir, Giroud memberi saran sebagai seorang penyerang yang bertugas utuk mencetak gol. Yakni harus siap untuk melakukan hal yang spesial di setiap waktu. “Seorang penyerang harus siap melakukan sesuatu yang spesial di setiap waktu, jadi itulah yang coba saya lakukan,” tutup dia.(net)


HALAMAN

BC12

Klik! beritacianjur.com

RABU, 16 MEI 2018

Lintas Timur

BERITA CIANJUR/APIP SAMLAWI

LMDH Wana Lestari Poklan Gelar Silaturahmi LEMBAGA Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari Poklan, Desa/Kecamatan Haurwangi, Senin (14/5) menggelar silaturahmi dan papajar bersama Ormas PP, Jurnalis Cianjur Timur, Follic, LMP dan Ormas lainnya yang dipusatkan di Wana Wisata Poklan Kecamatan Haurwangi. Dikatakan Ayi Juanda Sekretaris LMDH Wana Lestari Poklan, digelarnya silaturahmi dan papajar bareng, itu telah menjadi program tahunan LMDH dan BKPH Ciranjang Selatan, dengan tujuan untuk saling memaafkan dan saling mendoakan, karena tak kan lama lagi seluruh umat islam akan melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan. Sebelum orang beriman melaksanakan berpuasa, maka dianjurkan untuk membersihkan badan dari berbagai “Atas nama hadas dan membersihati dari segala pengurus hkan kealfaan dan kesalaLMDH dan han yang telah terpengelola Wana lewati dan selama ibadah Wisata Poklan melaksanakan puasa nanti diberi Haurwangi, mekuatan iman dan mohon maaf Islam. nama penguadanya pada rus “Atas LMDH dan penseluruh rekan gelola Wana Wisata sahabat dan Poklan Haurwangi, maaf adanya handai taulan, mohon pada seluruh rekan sasemoga mampu habat dan handai taulmenjalan ibadah an, semoga mampu ibadah puapuasa denga menjalan sa denga penuh hikpenuh hikmah.” mah,” ucap Ayi Juanda kemarin. Sementara itu, salah seorang pengurus Ormas PP Haurwangi, Idam Wahyu Setiadi menambahkan, silaturahmi dan papajar bareng Ormas PP, BKPH, LMDH Wana Lestari Poklan, Jurnalis Cianjur Timur, LSM Follic dan Ormas lainnya. Itu semua membuat banyak hikmah dan kesan tersendiri. Larut, canda gurau, hingga benar terhibur, mungki itu arti dan hikmahnya kebersamaan, terimakasih kawan,! Ajang silaturahmi tersebut memang memiiki daya kebersamaan yang sangat luar biasa dan selamat menunaikan ibadah Puasa, ucap Idam Wahyu pada awak media. (apip samlawi)

Hiasan Kaligrafi Asmaul Husna Tidak Terawat HIASAN kaligrafi Asmaul husna yang dipasang di tebing pinggir jalan raya extol Raja mandalaHaurwangi, tepatnya di Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi, kondisinya tidak terawat.

S

elain terlihat kumuh, ornamen Asmaul husna juga sudah banyak yang rusak, bahkan hurufnya berjatuhan. Tentu saja hal tersebut, banyak disoal berbagai pihak, seperti halnya beberapa orang pemerhati pembangunan Cianjur Timur, juga pemuka agama yang berada di Kecamatan setempat. Salah seorang pemerhati pembangunan Erwin Winarko (50) mengatakan hiasan kaligrafi asmaul husna yang terpajang di kiri kanan tebing pinggir jalan raya Ex tol Haurwangi, sekarang ini sudah banyak yang

“Pembatasnya kurang baik dan tidak ada pengawasan. Malah sering kali dipanjanti para pengunjung yang tidak bertangung jawab, sekadar mau foto selfie.”

FOTO-FOTO: BERITA CIANJUR/APIP SAMLAWI

rusak tulisan hurufnya berjatuhan, hingga terlihat kumuh, memiliki kesan kurang terpelihara dengan baik. Padahal sambung Erwin, pembangunan hiasan kaligrafi Asmaul husna tersebut, usianya belum begitu lama, hanya baru selesai satu tahu yang lalu dan menghabiskan biaya cukup besar, kurang lebih sekitar Rp. 3,6 milyar lebih. “Saya harap pihak Pemkab Cianjur segera melakukan perbaikan juga mengurusnya dengan baik dan benar, karena kaligrafi tersebut erat kaitannya dengan simbol keagamaan, apalagi ini nama Allah SWT, “ucap Erwin dengan nada kecewa. Senada, tokoh masyarakat Kecamatan

Haurwangi, Ustad Dadan Sungkawa menambahkan, memang benar adanya bahwa hisan kaligrafi Asmaul husna, yang dipasang di pinggir jalan raya Haurwangi, sekarang ini sudah banyak yang rusak, hurufnya bejatuhan. Rusakanya huruf-huruf kaligrafi asmaul husna, itu kata Dadan disebabkan ban-

yak faktor, pihaknya menduga saat dibangun pihak rekanan mengedepankan keuntugan pri­badinya, hingga kualitas bangunannya terkesan asal-asalan, karena menempelkan hutuf kaligrafi hanya menggunakan lem kaca. “Pembatasnya kurang baik dan tidak ada pengawasan. Malah sering kali

dipanjanti para pengunjung yang tidak bertangung jawab, sekadar mau foto selfie,” ungkapnya. Padahal aku Dadan, saat pertamakali dibangun, pihaknya sempat mendatangi Bupati Cianjur H. Irvan Rivano Muchtar ke Pendopo menanyakan soal ini, saat itu Bupati menjawab kalau semua pembangunan yang ada di Rest area termasuk pembangunan kaligrafi asmaul husna itu, semuanya tanggung jawab pihaknya, karena natinya akan dibentuk pengamanan, penjaga, petugas pengawasan untuk menjaga Rest Area dan ornamen kaligrafi tersebut. “Tapi kenyatannya sekarang tidak terlaksana. Kaligrafi Asmaul husna sudah banyak yang rusak, hingga terkesan kumuh,“ ucapnya. (apip samlawi)

Sosial

Peringati May Day, APPBC Gelar Bakti Sosial PERINGATAN Hari Buruh Internasional atau May Day diperingati setiap tanggal 1 Mei. Kendati telah dua pekan berlalu, namun semangatnya hingga kini masih terus menggelora didalam setiap dada para buruh. Mengaktualisasikan semangat hari yang sakral itu, beragam kegiatan pun dilakukan para buruh. Tak hanya aksi unjukrasa, beberapa kelompok serikat buruh lebih memilih melakukan kegiatan sosial, berbagai kepada sesama. Sepertihalnya yang dilakukan Aliansi Perjuangan Peduli Buruh Cianjur (APPBC), dalam rangka memperingati hari buruh mereka menggelar kegiatan bakti sosial, memberikan santunan kepada anak yatim dan jompo. Kegiatan baksos di pusatkan

di Lapangan Huve, Desa Neglasari, Kecamatan Bojongpicung, Selasa (15/5). Puluhan jompo dan anak yatim di lingkungan sekitar tampak larut dalam kegembiraan saat mendapatkan santunan dari para buruh. Ketua APPBC, Hendra Malik mengatakan, kegiatan baksos santunan untuk jompo dan anak yatim ini dalam rangka memperingati hari buruh. Hendra menjelaskan pihaknya memilih kegiatan baksos sebagai upaya untuk mendekatkan keberadaan buruh dengan masyarakat. “Diantara bapa dan ibu yang hadir disini tentu

FOTO-FOTO: BERITA CIANJUR/NUKI NUGRAHA

ada yang anaknya bekerja sebagai buruh juga. Perlu diketahui bahwa keberadaan APPBC ini sebagai wadah bagi para buruh dalam memperjuangkan hak haknya,”kata Hendra dalam sambutannya. Hendra menjelaskan bahwa, dalam wadah APPBC yang dipimpinnya itu tak hanya sekadar

buruh yang bekerja di pabrik, tapi ada buruh tani dan buruh lainnya juga. “Anggota kita tidak hanya buruh pabrik, tapi mereka para buruh tani juga ikut bergabung. Intinya, APPBC adalah wadah untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh di Cianjur,”jelasnya. Sekjen APPBC, Muhammad Yusuf menambahkan melalui kegiatan baksos ini pihaknya beharap keberadaan para buruh bisa lebih dirasakan ditengah masyarakat. Intinya jelas Yusuf tak sekadar aksi tapi juga sebagai upaya meningkatkan toleransi sekaligus merekatkan tali silaturahmi. “Mudah mudahan apa yang kita berikan hari ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga di Desa Neglasari,”kata Yusuf seraya mengucapkan terima kasih ke-

pada berbagai pihak yang telah Kepedulian APPBC kepada warga Kampung Sumberharja dan Harjalaksana mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat. Mewakili warganya, ibu RW09 Kampung Harjalaksana, Ida Komala mengatakan pihaknya sangat berterimakasih pada jajaran aktivis buruh APPBC atas kepeduliannya terhadap anak yatim dan jompo yang ada dilingkungan RW 09. “Saya ucapkan terimakasih kepada jajaran APPBC atas bantuannya,”kata Ida. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dari lembaga pemerintah pusat yakni BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Bahkan mereka juga di daulat untuk menyerahkan bingkisan bantuan kepada para jompo. (nuki)

Drama Politik Sandera  

Memberi Nilai Lebih

Drama Politik Sandera  

Memberi Nilai Lebih

Advertisement