Page 1

ECERAN RP 3.000,LANGGANAN RP 60.000,- /BULAN

Info Iklan

EDISI 613 THN IV

Memberi Nilai Lebih twitter @berita_cianjur

RABU, 14 MARET 2018

facebook beritacianjurcom

email newsredaksibc@gmail.com

Klik! beritacianjur.com

08170024444

Berlangganan & Pengaduan

083113380560

Megaproyek Campaka Mirip dengan Kasus Korupsi Proyek Hambalang

Hasil Kajiannya, Daripada Pindah Ibu Kota Lebih Baik Penataan Sistem Komunikasi

Gubernur Harus Bongkar Kantor di Campaka

GUBERNUR Jawa Barat harus memerintahkan Satpol PP untuk membongkar kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka. Pasalnya, itu merupakan bangunan liar.

H

al tersebut dikata­ kan aktivis sekaligus pemerhati pemerin­ tahan dan kebijakan publik, Asto Nanggala. Tak hanya ilegal, berdasarkan peta BMKG, lokasi bangunan tersebut pun berada di zona merah rawan bencana alam. “Ini jelas liar atau ilegal. Apalagi di peta BMKG masuk pada zona merah, faktanya beberapa “Ini jelas liar bulan atau ilegal. kemarin Apalagi di peta pernah BMKG masuk terjadi longsor pada zona di Cam­ merah, faktanya paka. Ini beberapa bulan bukti ke bupati kemarin pernah bahwa ini rawan terjadi longsor di loh. Ja­ngan sam­ pai bupati di­ Campaka. tuduh genosida (Pembantaian be­ sar-besaran secara sistematis terhadap suatu kelompok, red),“ ujarnya kepada Berita Cian­ jur, Selasa (13/3/2018). KE HALAMAN BC7

Jadwal Salat

Wilayah Cianjur & Sekitarnya

KARIKATUR: NANDANG S/BC

Rumor Kedatangan Jonathan Bauman atau Jorge Pereyra Diaz Makin Menguat

Michael Essien Dicoret? MESKI hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari tim pelatih, namun wacana Persib Bandung mendatangkan striker asing masih terus ramai. Aki­ batnya, rumor Michael Essien bakal dilepas pun turut menguat jika perekrutan tersebut benar-be­ nar terjadi.

Ya, sesuai dengan regulasi, tiap peserta Liga 1 maksimal hanya boleh memiliki empat pemain pemain asing. Kom­ posisinya 3+1, yakni 3 pemain asing dari negara manapun plus satu pemain asing Asia. Alha­ sil, jika striker asing baru direkrut, konsekuensinya Persib wajib me­

lepas satu pemain asing yang di­ milikinya saat ini. Baik Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez  maupun manajemen Pangeran Biru masih

RABU, 14 MARET 2018 SUBUH ZUHUR ASAR MAGRIB ISYA 04:41

12:03 15:11 18:08 19:17

Kang BeCe

Setelah Ada Demo, Jalan Cigunungherang Rencananya Bakal Dibangun Senilai Rp8 M

Warga Sempat Ancam Pindah Jadi Warga Purwakarta

AKSI unjuk rasa yang di­ lakukan masyarakat Cigu­ nungherang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur ke Gedung DPRD Cianjur, Selasa (13/3/2018), akhirnya membuahkan hasil manis. Setelah didesak mas­ sa, pemerintah akhirnya bersedia mengalokasikan anggaran pembangunan jalan untuk wilayah yang berbatasan dengan Purwa­ karta itu, senilai Rp1 miliar tahun anggaran 2018, dan menambahnya lagi sebesar Rp7 miliar di tahun 2019 mendatang. Kepastian disetujuinya pembangunan ruas jalan Ci­ KARIKATUR: NANDANG S/BC

KE HALAMAN BC7

BERITACIANJUR/ANGGA PURWANDA

AKSI - Ratusan warga Cigunungherang, Kecamatan Cikalongkulon unjuk rasa di Halaman Kantor DPRD Kabupaten Cianjur, Selasa (13/3/2018) siang sekitar pukul 14.00 Wib.

gunungherang sebagaimana ditegaskan Wakil Bupati Cianjur, Herman Suher­ man di hadapan ratusan pe­

ngunjukrasa, sesaat sebelum massa bubar meninggal­ kan halaman kantor DPRD Cianjur.

Wabup mengaku pihaknya sudah mengomu­ nikasikannya dengan Bu­ pati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, terkait janji ke­ pada masyarakat Cigunung­ herang. Bupati, sambung Herman, akhirnya menyetu­ jui agar pembangunan jalan Cigunungherang masuk dalam alokasi perubahan anggaran 2018.

“Perubahan itu sekitar bulan Juni, Juli, besaran­ nya sih senilai Rp1 M. Tapi itu nanti ada tambahan juga, pastinya di tahun 2019 kisa­ ran nilainya sebesar Rp7 M. Totalnya jadi Rp 8 M,” kata Wabup seraya meminta maaf kepada massa dika­ renakan Senin (12/3/2018) lalu tidak bisa menemui ka­ rena harus ke luar kota. Sontak saja pernyataan yang disampaikan orang nomor dua di Cianjur itu di­ sambut antusias masyarakat Cigunungherang. Gemuruh tawa riang gembira terde­ ngar di seantero gedung wakil rakyat. Rasa letih pe­ KE HALAMAN BC7


HALAMAN

BC2

OpiniWarga

RABU, 14 MARET 2018

Diklat dan Pengembangan SDM Bermutu Tinggi CERITA tentang pegawai yang “menolak” dipanggil ikut Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan (Diklatpim) bukanlah kisah baru. Berbagai alasan diajukan agar tidak diikutkan Diklat.

tasi kerja bagi ASN. Dalam pengertian tersebut, jelas bahwa spirit kediklatan, apapun jenisnya, entah substantif maupun teknis, adalah bagian dari sistem pembinaan karier dan prestasi kerja yang secara implisit menyiratkan makna agar birokrasi di Indonesia tetap kompetitif. Sementara, pengelolaan birokrasi yang buruk akan Oleh: Thobib Al-Asyhar berdampak pada keper Kabag Ortala, Kepegawaian, dan Hukum Ditjen Bimas Islam cayaan masyarakat terhadap pemerintah. Pada level lebih besar, pemerintahan da kecenderun- miliki, tanpa didukung oleh sebuah negara tidak akan gan munculnya karyawan yang mumpuni, dipercaya oleh (mitra) neanggapan bah- maka di situlah sejarah gara lain untuk menjalin wa Diklatpim buruk perusahaan akan kerjasama atau investasi yang diseleng- ­dimulai. ekonomi karena terkait garakan oleh organ interFatsun dasar swasta dengan public trust (kepernal Kementerian/Lembaga tersebut seharusnya juga cayaan publik) yang rensebagai “beban” dan bukan berlaku bagi instansi dah. Sehingga pada giliran“kebutuhan”. pemerintah. Presiden nya, sebuah negara menjadi Lain lagi cerita tentang Jokowi dalam beberapa tidak bisa maju atau bahkan diklat (training) yang di- kesempatan menyampai- bangkrut karena kualitas adakan perusahaan swasta kan pentingnya instansi SDM nya yang buruk. untuk pegawainya. Di sana, pemerintah melakukan pePertanyaannya, kenapa training pegawai (SDM) rubahan mendasar dalam Diklatpim yang dilaksanaadalah kebutuhan primer. pengelolaan birokrasi, kan internal Kementerian/ SDM adalah aset termahal khususnya dalam mem- Lembaga kurang diminati perusahaan yang perlu dia- berikan pelayanan publik, pegawai (pejabat)? Busah dan dikembangkan un- seperti pelayanan bidang kankah Diklatpim itu dituk menunjang kinerjanya perizinan. Tentu, selain sis- maksudkan agar kualitas agar produknya tetap kom- tem yang harus ditata ulang, birokrasi semakin mempetitif di pasar. Perusahaan yang paling pokok adalah baik dan pelayanan publik yang tidak mampu meng- peningkatan kualitas ASN semakin berkualitas dan upgrade SDM-nya, maka yang profesional dan berin- akuntabel? hanya menunggu waktu ke- tegritas, sehingga mampu Bukan hal mudah unbangkrutannya. memberikan pelayanan ter- tuk menjawab pertanyaan Dalam banyak teori baik kepada masyarakat. tersebut. Banyak faktor pemanajemen, skill dan waPeraturan Kepala Lem- nyebab yang menjadikan wasan SDM menjadi penen- baga Administasi Negara fenomena itu muncul setu arah sebuah organisasi, (Perkalan) No. 13 Tahun hingga masalahnya menjadi sehingga keberadaannya 2011 tentang Pedoman kompleks dan rumit. Satu harus menjadi fokus utama. Umum Pembinaan Penye- masalah terhubung dengan Dalam bahasa agama, upaya lenggaraan Pendidikan dan masalah lainnya. Namun, peningkatan SDM meru- Pelatihan Teknis menga- berdasarkan pengalaman pakan salah satu “rukun” tur bahwa Pendidikan dan dan pengamatan penulis, kompetisi di dunia usaha, Latihan Teknis merupakan bisa dirumuskan beberapa sehingga perusahaan yang Diklat yang dilaksanakan faktor penyebab sebagai tidak mampu membangun untuk memenuhi persyara- berikut: kapasitas SDM, maka peru- tan kompetensi teknis yang Pertama, rendahnya sahaan itu tidak layak ikut diperlukan untuk pelak- budaya kompetisi berkualidalam dunia persaingan. sanaan tugas ASN sebagai tas di lingkungan birokrasi. Sehebat apapun sumber bagian integral dari sistem Kompetisi bermutu adadaya selain SDM yang di- pembinaan karier dan pres- lah cara paling masuk

A

akal untuk memunculkan SDM yang mumpuni dan berintegritas. Sebuah organisasi yang dikelola tanpa ada kompetisi sehat hanya akan menyisakan persoalan-persoalan klasik, seperti budaya korupsi dan n ­ epotisme, dan kedua­ nya hanya bisa dilakukan ­dengan negosiasi. Semua kita harus jujur, budaya nepotisme dan kolutif masih menjadi isu faktual di lingkungan birokrasi. Meski casing-nya sudah mulai berubah nama, semisal assesmen, uji kompetensi, tes seleksi, dan semacamnya, namun masih dirasakan bahwa budaya fairness belum berjalan ­optimal. Ketiadaan kompetisi berkualitas tersebut, membentuk sikap pegawai (ASN) menjadi tidak bersemangat untuk meng-upgrade diri. Lalu, muncul ungkapan: “buat apa ikut Diklat ini dan itu, toh semua itu tidak ada manfaatnya”. Itulah gambaran apatisme ASN yang sudah mencapai tahap mengkhawatirkan. Sementara di sektor swasta sebaliknya, siapa cakap dan memiliki kemampuan untuk memajukan perusahaan, dialah yang akan mendapatkan kesempatan untuk berkarier. Sedangkan bagi karyawan yang tidak berkualitas, lambat atau cepat, akan tersingkir oleh seleksi alam. Kedua, mindset pegawai yang cenderung pragmatis. Ini yang mungkin agak sulit dipahami oleh orang luar birokrasi (the others). Bagaimana bisa, Diklatpim yang diperuntukkan untuk menunjang karier pegawai justru dihindari akibat alasan kesibukan kerja di kantor masing-masing. Sering kita dengar, si A atau si B tidak mau ikut Diklatpim

karena ingin konsentrasi mengurus kegiatan yang telah dicanangkan, dan umumnya hal itu terkait juga dengan hal ihwal finansial. Mindset pragmatis tersebut memang menjadi persoalan serius di lingkungan birokrasi. Mental ingin mendapat uang secara instan jelas menutup spirit pengembangan SDM sebagaimana yang diinginkan dari hasil Diklat. Tujuan jangka panjang dari pelaksanaan Diklat adalah tercukupinya kapasitas SDM. Artinya, pegawai seharusnya merasa membutuhkan terhadap Diklat, bukan karena terpaksa memenuhi kewajiban. Ketiga, pengelolaan Diklatpim yang belum mengikuti trend kebutuhan kekinian. Diklatpim selama ini belum dikelola dan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan mendasar. Untuk diklat teknis pendidikan keagamaan yang meliputi guru, pengawas, penghulu, penyuluh, dan pelayan keagamaan lainnya, umumnya sangat dinanti pegawai. Apalagi Diklat Pra-jabatan yang ditunggu sebagai prasyarat, angka kredit, atau menjadi pengalaman langka. Diklat yang dihindari pegawai umumnya Diklatpim, selain masih harus ditungkatkan kualitasnya juga karena tidak ada efek bagi karier jabatan. Banyak yang menyampaikan bahwa Diklatpim belum ideal karena belum dikemas secara menarik, masih terlalu banyak sistem klasikal sehingga peserta tidak bisa keluar imajinasinya, tidak mampu menunjukkan kreatifitas dan inovasi terbaiknya. Belum lagi membincang kualitas rerata instrukaturnya yang masih belum memenuhi standar ideal.

Perlu diberikan catatan, bahwa Diklatpim harus ada rekonsepsi pelatihan yang lebih mendasar dari “teaching oriented” menjadi “training oriented”. Hal ini bertolak sebaliknya dengan training-training swasta yang dikelola secara menarik dan profesional, sehingga nampak gegap gempita dan banyak diminati oleh para calon peserta. Memang ada kecenderungan upaya perubahan paradigma, kurikulum, dan desain pembelajaran Diklat yang digerakkan oleh LAN dengan berbagai kebijakan baru, seperti munculnya ide proyek perubahan, standarisasi kualitas widyaiswara, dan lain-lain. Namun, hal itu nampaknya belum menyentuh akar permasalahan. Keempat, tidak adanya konsistensi penerapan kebijakan terhadap karier pegawai. Ini yang juga menjadi salah satu sebab pegawai kurang minat mengikuti Diklatpim. Kepemilikan sertifikat Diklatpim ternyata tidak selalu menjadi bahan pertimbangan yang bersangkutan “dijamin” kariernya dengan promosi jabatan, misalnya. Karena faktanya, banyak pegawai yang tidak ikut Diklat tetap saja bisa promosi jabatan. Sebagai misal, sertifikat kelulusan Diklat Pim IV ternyata tidak menjadi salah satu syarat wajib apabila seseorang akan promosi menjadi pejabat eselon III. Banyak ditemukan fakta bahwa seorang pejabat eselon IV bisa dilantik menjadi eselon III tanpa terlebih dahulu mengikuti Diklat Pim IV. Pada akhirnya seseorang akan mengatakan, buat apa Diklat, toh saat syarat golongan sudah mencukupi tetap saja bisa promosi jabatan ke jenjang

lebih tinggi. Inilah yang dimaksud tidak ada konsistensi dalam penerapan kebijakan untuk menunjang karier pegawai. Kelima, belum adanya grand-design pengembangan pegawai. Ini mungkin poin yang paling sulit. Khusus di Kementerian Agama yang memiliki Satker paling banyak dan tersebar di seluruh pelosok nusantara, menjadi PR besar untuk memastikan peta potensi dan rencana pengembangan pegawai yang akan datang agar seluruh sistemnya dapat terukur. Namun, keberadaan grand design adalah sebuah keniscayaan jika kita ingin membangun kekuatan SDM yang berkualitas, terencana, dan tepat sasaran. Dengan adanya grand desain pengembangan pegawai akan sangat membantu dalam pembuatan peta kompetensi, sistem, dan pola training (Diklat) dengan menyesuaikan dinamika zaman yang terus berubah. Kelima poin di atas, hemat penulis, perlu mendapat perhatian oleh semua pihak. Kualitas penyelenggaraan Diklat (khususnya Diklatpim) dengan output yang berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab unit pelaksana Diklat, dalam hal ini Badan Litbang dan Diklat, tetapi seluruh unsur unit pembina pegawai di semua jenjang. Sebab, antara satu unit dengan unit yang lain di Kementerian Agama saling terkait. Akan tetapi itu semua kembali kepada kita, apakah Diklatpim ini ingin benar-benar menjadi kebutuhan pegawai dan organisasi, atau kegiatan rutin yang akan menjadi beban pekerjaan pegawai. Wallahu A’lam. (*)

Pangeran Kampanye SEPERTI air infus yang merasuki pembuluh darah, begitulah kharisma pemimpin hebat menjalari pikiran pengikutnya. Pengaruh kehadirannya seperti dopamin yang menyihir pikiran, memunculkan takjub, dan menancapkan keabsahannya sebagai pemimpin yang berterima.

dan menyamar sebagai rakyat biasa sehingga dapat melihat sendiri apa yang menjadi penderitaan rakyatnya. Sultan melihat sendiri bagaimana seorang ibu “menggongseng” sebuah batu di wajan, Oleh: Karim Suryadi untuk menghibur anaknya Peneliti komunikasi politik, dosen FPIPS Universitas yang kelaparan dan terbaring Pendidikan Indonesia, kolumnis Pikiran Rakyat tidak jauh darinya. Bung Karno pun sering e b e r t e r i m a a n namun tak jarang mengin- keluar malam secara diampemimpin he- spirasi pemimpin lainnya. diam hanya ditemani Suparto, bat muncul atas Presiden Soekarno, mengaku ajudan dan sekaligus stafnya. pengakuan akan terinspirasi dan sering me- Mengendarai VW kodok, hankeunggulannya, niru kebiasaan Sultan Harun ya mengenakan t-shirt, sanbukan hasil rekaan kesan Al Rasyid dalam mendekati dal dan tidak berpeci seperti moral semata. rakyatnya. Seperti ditulis yang menjadi ciri khasnya, Pemimpin hebat bukan Eddi Elison dalam Ketawa Bung Karno menyantap sate hanya dikagumi rakyatnya, Bareng Bung Besar, ter- di Pancoran atau Pacenonbitan Imania gan. Bahkan tak jarang, Bung 2014, halaman Karno berjalan kaki di trotoar 151, yang men- dan berdialog dengan penggutip penu- guna jalan lainnya. turan Achadi, Suatu malam, Bung KarM e n t r a n s k o p no berdialog dengan Boim, IKLAN KOLOM DISPLAY / BANNER / X BANNER dalam Kabinet seorang penjual rumput. Dwikora, Bung Saking akrabnya, Boim (de- Halaman 1 Atas : Rp 55.000/mmk Karno suka mikian nama sang penjual - Halaman 1 Bawah : Rp 50.000/mmk menyaru (men- rumput itu) tidak menyadari - Halaman Back Cover : Rp 42.500/mmk yamar) seperti jika yang mengajaknya ber- Halaman Full Colour : Rp 35.000/mmk kebiasaan Sul- dialog adalah orang nomor - Halaman Black White : Rp 32.500/mmk tan Harun Al satu di Indonesia, yang diIKLAN ADVERTORIAL ­Rasyid. kagumi di dalam dan di luar - Halaman Full Colour : Rp 35.000/mmk Seperti ter- negeri. Bahkan Boim memgambar dalam inta Bung Karno membeli - Halaman Black White : Rp 30.000/mmk kisah “1.001 rumput yang hanya tinggal IKLAN LAYANAN MASYARAKAT/ SOSIAL/ DUKACITA (OBITUARI) malam”, Sang seikat, karena mengira yang - Halaman Full Colour Rp.25.000/mmk Sultan suka ke- mengajaknya ngobrol adalah - Halaman Black White Rp 20.000/mmk luar malam hari pemilik kuda.

K

Harga Iklan Resmi

Harian Umum Berita Cianjur

IKLAN SPREAD CENTER

- Halaman Full Colour

:

Rp 35.000/mmk

- Halaman Black White

:

Rp 35.000/mmk

IKLAN SUPER SPREAD CENTER - Halaman Full Colour

:

Rp 33.000/mmk

- Halaman Black White

:

Rp 29.000/mmk

Info kerjasama/diskon: 081563424444 PT. Jembatan Mediatama Cianjur (Media Cetak,Online & Event Planner)

Meski berbeda, Sultan Harun Al Rasyid dan Presiden Soekarno adalah dua pemimpin yang membangun kehormatannya bukan dengan kepura-puraan. Kepada mereka tersemat gelar pemimpin merakyat berkat keberpihakannya pada rakyat secara nyata. Mereka turun menemui rakyatnya karena merasa harus turun untuk menuntaskan persoalan, tanpa berharap beroleh sanjung atau liputan media. Integritas moral mereka terjaga berkat satunya kata dan perbuatan. Ketika Bung Karno menyerukan berdiri di atas kaki sendiri, Ia tak segan menolak investasi asing yang menggerogoti perekonomian nasional. Ketika Bung Karno berteriak Indonesia bukan bangsa tempe, Ia membuktikan bisa menjaga muruah bangsa sejajar dengan bangsa lain. Itu karena kepemimpinan mereka diakui. Sungguh, kompetensi sebuah bangsa tidak akan melampaui kecakapan pemimpinnya. Tontotan kemiskinan Kesan sebagai pemimpin merakyat, dekat dengan kaum duafa, dan tak canggung keluar masuk kampung terus direproduksi para pemimpin dan calon pemimpin hari ini, justru di saat ket-

eladanan kian langka. Imaji tentang pemimpin yang peduli, dekat dengan wong cilik terus diproduksi hingga nyaris overdosis. Memasuki masa kampanye, orang miskin tampak dimuliakan, dan orang-orang tidak beruntung disantuni. Kemiskinan dieksploitasi dan kesedihan jadi tontonan. Persis seperti lirik lagu “Bongkar” yang populer lewat suara emas Iwan Fals, “Kalau cinta sudah dibuang, Jangan harap keadilan akan datang, Kesedihan hanya tontonan, Bagi mereka yang diperbudak jabatan...” Para kandidat kepala daerah kerap tertegun menyaksikan getirnya kehidupan orang-orang pinggiran. Mereka pun tak segan memeluk penduduk berusia lanjut yang sebatang kara. Mereka hadir sebagai pembela kaum miskin dan berjanji membawa harapan. Mereka seperti sang pangeran yang seharihari terkurung di istana raja, lalu keluar dan terperangah menyaksikan kehidupan dunia lain yang kejam. Padahal, mereka bukanlah sang pangeran penghuni istana raja. Mereka adalah pejabat atau mantan pejabat yang bertugas mengurusi rakyat, yang terbiasa

mendengar keluhan si miskin, atau keluh kesah orangorang tidak beruntung. Mereka dengan sengaja memilih jalan sebagai pemimpin yang harus bertindak untuk dan atas nama rakyatnya. Takdir mereka membawanya menjadi pangeran dalam kampanye. Lalu, ke mana saja mereka selama ini sehingga mereka seakan baru menemukan realitas getir, padahal kemiskinan, pengangguran, dan ketakberdayaan sebagian warga terdedah tak jauh dari kantor mereka. Inilah ironi demokrasi yang terus berulang. Jargon jadilah pelayan untuk menjadi tuan dieksploitasi saat kampanye. Berlomba menampilkan diri sebagai “good boy” yang berharap pujian, persis seperti balita yang baru belajar meniru perilaku moral orang ­dewasa. Karena itu, alih-alih mudah terpedaya pesona kampanye, jadilah pemilih yang arif menilai kinerja calon pemimpin. Meski bukan satu-satunya, deposit politik (pengalaman dan keberhasilan seorang calon dalam menangani urusan publik) adalah kompas yang berguna dalam mengarahkan kepada siapa pilihan Anda harus dijatuhkan. (*)

Komisaris Utama: H Ishaq Robin. | Direktur Utama Anton Ramadhan. | Pemred: Gia Gusniar. | Dewan Redaksi: Anton Ramadhan, Fonda Lapod, Gia Gusniar, Nuki Nugraha, | Redaktur: Mustofa, | Asisten Redaktur: Angga Purwanda. | Reporter: Apip Samlawi. Memberi Nilai Lebih BERITA MEDIA GROUP |Perwajahan: Ahmad Sulaeman (Koordinator), Arie Yudistira, Ziad Zed Zubaidi. | Grafis: Nandang S | Manager HRD & Keuangan: T Jayanti Pardosi. | Manager Iklan & Markom: H Ahmad Rizky Alfaraby | Manager Sirkulasi & Umum: Tavip Supriatna | Kabiro Ciranjang: Nuki Nugraha | Divisi Iklan: H. Heryanto. | Divisi Sirkulasi: Solihin, Dede Suherlan. | Divisi Keuangan: Ebes. Emma Maryani. | Divisi Umum: Harun Kurniawan, Eded Kurniawan. ALAMAT KANTOR REDAKSI/SIRKULASI/IKLAN: Jl. Gatot Mangkupraja no. 15 ds. Nagrak Kec. Cianjur. No Tlp: 0263-2283130. | Email: newsredaksibc@gmail.com SELURUH WARTAWAN BERITA CIANJUR SELALU MENGENAKAN TANDA PENGENAL DAN DILENGKAPI SURAT TUGAS SERTA TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK MEMINTA ATAU MENERIMA APAPUN DARI NARASUMBER


HALAMAN

BC3

Jabar

Nasional

Ngaku Anak Angkat Kapolri, Debt Collector Tipu Warga

SEORANG warga Kota Kupang berinisial BNN yang berprofesi sebagai debt collector di Jakarta, ditangkap aparat Direktorat Kriminal Umum Polda NTT. Pelaku mengaku anak angkat Kapolri buat menipu warga puluhan juta rupiah. Pelaku ditangkap atas laporan seorang pen­ gacara atas nama Johanis Richard Riwoe, yang telah ditipu puluhan juta rupiah. Pelaku menjan­ jikan akan mempertemukannya dengan Kapolri untuk membahas beberapa kasus, yang semen­ tara ditangani oleh korban di Jakarta. Direktur Kriminal Umum Polda NTT, Kombes Pol Yudi Sinlaeloe mengatakan, kejadi­ an itu bermula pada 30 Desember 2016. Saat itu korban bertemu di rumah pelaku di Jalan Victoria, Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Korban dikenalkan pada pelaku yang men­ gaku sebagai anak angkat Kapolri oleh seorang warga Kupang, yang bernama Dominggus Mon­ dolang. Yudi menambahkan, sebelum memper­ temukan korban dengan Kapolri, syarat dari pelaku yakni harus menyerahkan sejumlah uang kepada pelaku, agar rencana pertemuan itu ber­ jalan lancer. Bermodalkan sebuah foto bersama pejabat Polri, pelaku kemudian berhasil menda­ pat uang sebesar Rp 50 juta. “Untuk mempertemukannya inilah, niat yang dilakukan oleh tersangka untuk pertemuan den­ gan Kapolri, ya siapkan uang, kalau tidak salah itu Rp 50 Juta dan itu disanggupi oleh korban,” ka­ tanya, Selasa (13/3/2018). Setelah uang itu ditransfer ke rekening pelaku, korban bersama pelaku ke Mabes Polri untuk ber­ temu Kapolri sesuai janji pelaku. Namun merasa ditipu, akhirnya korban memilih melaporkan hal itu di Mapolda NTT. “Mereka sama-sama ke Mabes Polri, setelah tiba di sana korban disuruh tunggu di kantin, ter­ sangka masuk kedalam dan entah kemana. Kemu­ dian beberapa saat keluar lagi dan menyampaikan bahwa Kapolri lagi sibuk tidak bisa ditemui. Di sinilah korban merasa wah saya sudah ditipu ini oleh tersangka,” jelas Yudi. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Masyarakat diimbau untuk mel­ apor jika pernah ditipu oleh pelaku karena menu­ rut pengakuannya, tidak hanya di Kupang, ada korban juga di daerah lain seperti, Manado dan Palembang. (net/bis)

KPK Tolak Harapan Wiranto Menunda Status Tersangka Calkada

NET

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan mengakomodir harapan Menteri Koordinator bi­ dang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto yang meminta menunda penetapan tersangka bagi calon kepala daerah. Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengritik harapan Wiranto itu. Menurut Saut, seharusnya pemerintah mengedepankan penerbitan regulasi daripada harus mengintervensi KPK. “Lebih elegan solusinya sebaiknya pemerintah membuat Perppu pergantian calon (kepala daerah) terdaftar bila dia tersangkut pidana, daripada harus menghentikan proses hukum yang sudah memiliki bukti cukup pada peristiwa pidananya,” kata Saut melalui pesan singkat, Selasa (13/3/2018). KPK tidak dapat menghentikan proses hukum jika pihaknya sudah mengantongi kecukupan alat bukti. Begitu juga terhadap para calon kepala dae­ rah yang terseret kasus dugaan korupsi. Sebab, sam­ bung Saut, hal tersebut dapat menjatuhkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia. “Yang begitu tak baik buat angka Indeks Persep­ si Korupsi Indonesia yang saat ini masih jalan di tempat. Ini namanya membangun peradaban yang baik dan benar,” kata Saut. Sebelumnya, Wiranto meminta KPK men­ unda pengumuman tersangka kasus korupsi yang melibatkan calon kepala daerah yang su­ dah ditetapkan sebagai peserta pemilihan kepala daerah serentak 2018. Hal tersebut disampaikan Wiranto setelah ber­ temu dengan Ketua Badan Pengawas Pemilu Abhan, Ketua KPU Arief Budiman, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Kepolisian Republik Indo­ nesia Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) May­ or Jenderal Djoko Setiadi, dan perwakilan Kemen­ terian Perdagangan di kantor Kemenko Polhukam. (net/bis)

+ Nasional RABU, 14 MARET 2018

Depok Deklarasikan Gerakan Antihoaks

PERANG terhadap hoaks benarbenar harus digaungkan. Seperti yang dilakukan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Depok yang mendeklarasikan gerakan antihoaks atau kabar bohong, Rabu (13/3/2018).

P

ada deklarasi yang berlang­ sung di Mapol­ resta Depok, Jalan Margonda Raya itu, tim khusus pe­ ngawasan dan patroli du­ nia cyber pun dibentuk. Deklarasi berlangsung di halaman Mapolresta Depok. Sejumlah pejabat Forkopimda seperti Ka­ polresta Depok Didik Su­ giarto, Kepala Kejaksaan Negeri Depok Sufari, Wak­ il Wali Kota Depok Pradi Supriatna dan pimpinan partai politik turut meng­ hadirinya. Mereka bersama-sama menyerukan jargon ‘Saya

Indonesia, Saya Anti­ hoaks’. Deklarasi juga di­ warnai pelepasan balon. “Ini kami ?lakukan untuk mengampanyekan kepada masyarakat untuk melawan dan memerangi serta melakukan pem­ berantasan berita-berita bohong atau hoaks,” kata Didik Sugiarto. Didik menegaskan, hoaks telah menjadi virus pemecah bangsa. “Ban­ yak informasi - informasi itu menjadi pemicu ter­ jadi tindak pidana keja­ hatan maupun terjadin­ ya ­ konflik-konflik baik konflik antarkomunitas ­maupun antarkelompok,”

NET

ujar Didik. Menurut dia, penye­ baran hoaks didukung oleh maraknya penggunaan gawai oleh masyarakat. Bahkan, lanjutnya, anakanak pun menjadi peng­ guna gawai. Tak pelak, informasi-informasi bo­ hong gampang menyebar ke masyarakat. “Kami semua men­ gajak kepada masyarakat untuk lebih arif dan bijak­ sana di dalam mengguna­ kan media sosial karena ini juga merupakan konstruk­ si suatu kejahatan atau tin­ dak pidana,” ucap Didik. Dia menegaskan, an­ caman pidana penjara mengintai para penye­ bar berita bohong. “Siapa saja yang menyebarluas­ kan berita hoaks ini se­ cara ­ hukum ada sanksi pdananya baik secara KUHP maupun UU ITE ­(Informasi dan Transaksi ­Elektronik),” ujarnya. Didik menambah­ kan, Polresta Depok telah membentuk tim cyber

“Informasiinformasi yang tidak valid, tidak akurat, tidak jelas sumbernya, tidak obyektif terkadang, bisa masuk ranah informasi yang pada ­akhirnya merugikan kita sebagai anak bangsa.” troops guna melacak dan mengidentifikasi akunakun media sosial penye­ bar berita bohong. “Untuk di Depok kita masih dalam rangka kita melakukan patroli cyber, kemudian kita terus me­ lakukan pengumpulan alat bukti berita yang beredar,” ujar Didik. Salah satu bentuk teror hoaks yang muncul di De­ pok adalah ancaman teror terhadap ulama melalui penyebaran surat.? “Saat

ini tim penyidik terus bekerja untuk melakukan langkah-langkah upaya pegungkapan,” katanya. Dia menegaskan, poli­ si berkomitmen para pe­ nyebar hoaks dan kampa­ nye hitam diproses secara hukum. Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengapresiasi deklarasi tersebut. Dia mengakui, penyebaran hoaks sangat merugikan masyarakat. “Informasi-informasi yang tidak valid, tidak aku­ rat, tidak jelas sumbernya, tidak obyektif terkadang, bisa masuk ranah informa­ si yang pada akhirnya mer­ ugikan kita sebagai anak bangsa,” ujar Pradi. Dia memastikan, Pem­ kot Depok sudah men­ gantisipasi peredaran kabar-kabar bohong di wilayahnya. “Ada tim yang memang mengamati in­ formasu yang terlempar di media sosial,” kata Pradi. (net/bis)

PT KAI Daop 2 Bandung Siap Layani Pemudik Lebaran 2018

SELAMA masa angku­ tan lebaran 2018, ada 61.764 seat perharinya yang akan disediakan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daop 2 Bandung un­ tuk melayani pemudik. Jumlah tersebut termas­ uk didalamnya seat untuk 4 KA tambahan dari Daop 2, yakni, KA Pasundan Lebaran, KA Kutojaya Lebaran, KA Lodaya Pagi Lebaran, dan KA Lodaya Malam Lebaran. Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus mengungkap­ kan, untuk total perjalanan kereta api dari Daop 2 sela­ ma masa angkutan lebaran 2018, adalah 86 KA yang terdiri dari 82 KA reguler dan 4 KA tambahan atau meningkat 5 persen dari

NET

tahun ­sebelumnya. PT KAI telah men­ etapkan masa angkutan lebaran 2018 selama 22 hari yakni mulai tanggal 5 Juni 2018 (H-10) hingga 26 Juni 2018 (H-22). Pihakn­ ya bahkan memprediksi peningkatan jumlah pe­ numpang selama masa an­ gkutan lebaran 2018 naik sekitar 3 persen dari tahun ­sebelumnya. “Puncak arus mudik tahun ini diprediksi pada Rabu, 13 Juni (H-2) dan puncak arus balik pada Minggu, 17 Juni 2018 (H+1),” katanya saat jumpa pers di Kantor PT KAI Daop 2 Bandung, Selasa (13/3/2018). Menurutnya, untuk pemesanan tiket KA regul­ er masa angkutan lebaran

sudah mulai dilayani H-90 atau sejak tanggal 7 hingga 24 Maret 2018, sedangkan KA tambahan akan mulai dioperasikan pada 4 Juni 2018 dengan pemesanan tiket mulai H-60. “Pemesanan tiket bisa dilakukan selama 24 jam melalui aplikasi KAI ­Acces, website kai.id, Contact Center 121, gerai minima­ rket, jaringan PPOB, web­ site fan mobile apps yang dikelola oleh mitra yang telah bekerjasama dengan PT KAI,” terangnya. Sementara untuk pemesanan di loket reservasi1 stasiun dibuka mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB. Khusus untuk peme­ sanan tiket melalui EKiosk (Vending Machine) di stasiun dilayani mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Sedangkan dalam pemesanan tiket mela­ lui KAI Access, menurut Joni, penumpang akan mendapatkan banyak ke­ untungan. Salah satunya fasilitas khusus E-Board­ ing yang tidak ada di Chanel lainnya. E-Board­

ing sendiri memudahkan penumpang untuk proses boarding di stasiun ka­ rena tidak perlu lagi men­ cetak tiket boarding pass. “Penumpang cukup menunjukkan E-Boarding pada layar smartphone ke­

pada petugas boarding yang kemudian akan di scan dan akan muncul di layar kom­ puter. Mereka cukup mem­ perlihatkan identitasnya tanpa harus mencetak lagi tiket boarding pass,” terangnya. (net/bis)


HALAMAN

BC4

Pilkada 2018

RABU, 14 MARET 2018

Pakar: Debat Pilgub Jabar Lebih Banyak Tampilkan Candaan KEEMPAT pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat dinilai lebih banyak menampilkan candaan pada Debat publik putaran pertama yang di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Kota Bandung, Senin (12/3/2018) malam kemarin. Dalam debat perdana tersebut, dinilai tak banyak gagasan yang bisa disorot oleh calon pemilih. “Tidak terlalu banyak bicara pada konteks pertarungan adu gagasan yang dimunculkan dalam debat itu. Namun, dalam debat kali ini kita lebih banyak mendapatkan joke (candaan, red) saja dari setiap kandidat,” kata Pengamat Komunikasi Politik sekaligus Direktur Lingkar Kajian Komunikasi Politik dari Universitas Komputer Indonesia, Adiyana Slamet. Menurut Adiyana bahwa debat untuk meyakinkan hati publik. Sehingga debat juga harus ada ikatan rasional dan psikologis untuk masyarakat. “Masyarakat harus bisa menangkap informasi dari program yang sudah ditawarkan oleh masing-masing kandidat. Saya harapkan debat selanjutnya adu gagasan harus terjadi,” katanya.

Meski demikian menurutnya, dalam debat kemarin hampir semua kandidat menguasai panggung. Adiyana pun mengupas bagaimana penampilan keempat pasangan calon yang tampil pada debat tersebut. Seperti pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum yang diusung PPP, PKB, NasDem, dan Hanura misalnya. Dimana keduanya hampir tidak mampu berbagi antara calon gubernur dan wakil gubernur ketika mengungkapkan visi misi. “Berbeda dengan no 2 (Hasanah,red), mereka bisa berbagi di saat memaparkan 7 programnya,” ujar Adiyana. Adapun duet Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang diusung Gerindra, PKS, dan PAN yang menurut Adiyana, mereka pun lebih banyak berbagi dalam menyampaikan misi dan visi. “Namun, sama untuk no 4 ini juga tidak berbagi vis dan misi,” katanya.(net/bis)

Review: Ini Visi dan Misi 4 Paslon Gubernur/Wagub Jabar DEBAT publik pertama Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat digelar di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Kota Bandung, Senin (12/3/2018) malam.

K

eempat paslon tersebut menyampaikan visi-misi untuk Jawa Barat dalam lima tahun ke depan. 1. Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum Pasangan no urut 1 Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) mengatakan, bahwa visi mereka kedepan akan mengedepankan Jabar Juara Lahir Batin. Tidak hanya soal pembangunan infrastruktur fisik akan tetapi juga pembangunan moral masyarakat yang berlandaskan agama dan kebudayaan. Rindu berjanji akan membawa Jawa Barat menjadi provinsi hebat dan terbaik di Indonesia. Menjadikan Jabar mengedepankan kebenaran menjauhi kebatilan. Menjadikan Jabar bertakwa, kebudayaan, inftrastruktur baik, dan me-

Terungkap, Anton Charliyan Ternyata Cucu Pendekar ADA pemandangan menarik saat debat perdana Pilgub Jawa Barat 2018 yang digelar KPU pada Senin (12/3/2018) malam. Empat pasang calon gubernur dan calon wakil gubernur Jabar diminta menunjukkan kreativitasnya di sela debat. Salah satu yang menarik perhatian adalah penampilan pasangan nomor urut dua Tb Hasanuddin dan Anton Charliyan. Pasangan yang diusung oleh PDIP ini menampilkan jurus Pencak Silat. Rupanya, di balik gerakan yang meliuk-meliuk itu, ada kisah tersendiri dari Anton Charliyan. Anton mengaku sudah belajar silat sejak kecil. Dia memiliki empat guru kala itu. Bahkan, saat masih SMP, Anton mengatakan, sudah menjadi pendekar yang bisa menciptakan jurus sendiri. “Dari kecil kita kan sudah belajar silat, saya punya empat guru,” kata Anton saat berbincang dengan merdeka. com, Selasa (13/3/2018). Empat jurus silat yang sudah dipelajari antara lain Pencak Silat Cianjur, Cikalong, Cimande dan Kung Fu. Anton mengaku lahir di lingkungan para pendekar. Dengan jago silat, kata Anton, dia bisa sangat cinta dan mengenal budaya

NET

sunda. Hal itu penting, apalagi dirinya ingin menjadi pemimpin Jabar yang mayoritas masyarakatnya berbudaya Sunda. “Saya terutama sangat cinta dengan budaya sunda. Ciri seorang yang istilahnya putra asli itukan dia minimal menguasai budaya-budaya daerah, walaupun sedikit ini menunjukan bahwa pasangan kami Hasanah betul-betul cinta dengan budaya Sunda,” tutur pensiunan jenderal bintang dua ini. Tak ada persiapan khusus melakukan silat ala Hasanah semalam. Apalagi, panitia menginformasikannya dadakan. Hanya saja setelah debat, dia merasa pegal-pegal. Maklum, sudah lama tidak melakukan silat. Jurus silat semalam, dinamakan Jurus Hasanah karena menonjolkan dua jari yang mana menjadi nomor pasangan Hasanah di Pilgub

Jabar. “Enggak ada latihan boro-boro, latihannya pegel, kalau ada persiapan kan enak, disusun dulu mana gerakan bagus, yang mana kan kita bisa rekayasa bisa bikin jurus,” tambahnya. “Sakit kaya olahraga, kan itu keras, pakai tenaga kan, cak.. cak.. cak.. Makanya enggak banyakbanyak (gerakannya). Istilahnya saya cukup satu gerakan, waktunya juga sebentar,” kata cawagub Jabar yang diusung PDIP itu. (net/bis)

Kehilangan STNK Nopol F-6140-YB an. JUMA BIN TARJI Nopol F-6608-XG an. ECE Nopol F-1502-WM an. DANNY SUNINGRAT Nopol F-2723-XM an. AGUS MUTAQIN Nopol F-6848-XV an. HENDRA BIN OMO Nopol F-5683-RY an. DEDE

ABDUL HAMID ROHAN

si dengan jaringan internet. Pesantren UMKM dan nelayan berdaya saing, maka kami akan mensupirt pertanian pesantren dan perikanan,” ucap Ahmad Syaikhu menambahkan.

nyelesaikan 1000 masalah 1000 inovasi,” kata Ridwan Kamil menyampaikan visimisi. 2. Hasanuddin-Anton Charliyan Sementara pasangan Nomor Urut 2, Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) mengawali paparan visi-misi bahwa ada 1.8 juta masyarakat di Jabar yang tidak mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu, Hasanah akan menghadirkan tujuh program unggulan, yakni menyediakan lapangan pekerjaan, semua

masyarakat mempunyai akses pangan, DP rumah 1%. “Kemudian sekolah gratis plus gratis perawatan kesehatan, melakukan pembangunan turkamling (Infrastruktur Keamanan dan Lingkungan) dan pengawasan melalui program molotot.com. Tidak lupa kita perlu pengawasan dari masyarakat melalui molototmcom,” kata TB Hasanuddin. 3. Sudrajat-Ahmad Syaikhu Pasangan Nomor Urut

3, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) mempunyai visi dan misi membangun Jawa Barat dengan cara memuliakan agama, sehat, dan unggul. Visi tersebut dirancang dalam program seperti meningkatkan kesejahteraan melalui penumbuhan dan pemerataan ekonomi yang berdaya saing berbasis kerakyaatan dan potensi lokal. “Mengembangkan infrastruktur modern humanis, berkelanjutan, dan membangun masyarakat yang bergotongroyong. Semua daerah akan terkonek-

4. Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi Sementara untuk pasangan nomor urut 4, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Deddy-Dedi) memaparkan visi yakni terwujudnya Jawa Barat yang adil sejahtera dan berkarakter. Untuk mencapai itu, maka perlu mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih melalui reformasi birokrasi, mewujudkan SDM berkualitasn produktif, unggul berkarakter. “Selain itu perlu mewujudkan tata kelola ruang infrastruktur, lingkungan dan SDA berkelanjutan dan berkeadilan, meningkatkan potensi daya saing daerah, mewujudkan menata kehidupan sosial yang berbudaya, demokratis, dan mandiri,” kata Deddy Mizwar. (net/bis)

Ini Catatan Pakar Soal Debat Publik Pilgub Jabar PENGAMAT Politik dan Pemerintahan Universitas Parahyangan, Dr. Asep Warlan Yusuf memberikan catatan terhadap penampilan empat pasangan cagub-cawagub Jawa Barat dalam Debat Publik Pertama Pilgub Jabar 2018 di Gedung Sabuga, Senin (12/3/2018) malam. “Catatan dari Debat Publik Pertama Pilgub Jabar tadi malah di antaranya adalah dominasi calon gubernur terhadap wakil­ nya, kurangnya kritik terhadap para petahana, dan pemaparan yang terlalu normatif,” kata Asep Warlan, Selasa (13/3/2018). Menurutnya, secara keseluruhan, keempat pasangan calon, yakni Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah), SudrajatAhmad Syaikhu (Asyik), dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (DM4Jabar), telah menyampaikan semua substansi yang dibutuhkan publik untuk mengenal masing-masing pasangan.

Namun, kata Asep, karena faktor keterbatasan waktu debat membuat persoalan yang diutarakan tidak terlalu dalam dibahas setiap pasangan. Dirinya memberikan kritiknya untuk pasangan nomor urut satu, yakni Pasangan Rindu. Menurutnya, Ridwan Kamil dalam banyak kesempatan terlalu mendominasi pemaparan programnya. Ridwan Kamil dinilai belum bisa berbagi peran dengan Uu dalam acara tersebut. “Untuk Ridwan Kamil terlihat sudah mempersiapkan semuanya dengan matang. Bahasa dan retorika yang digunakan sangat bagus dan dapat menarik perhatian masyarakat. Sayanganya,

persiapan dan peran ini tidak dibagi dengan wakilnya,” kata Asep. Seharusnya Ridwan Kamil mau berbagi porsi pembahasan dengan Uu Ruzhanul Ulum diberi kesempatan menangani hal-hal yang dikuasainya dalam debat selanjutnya. “Kang Uu harus lebih aktif dalam debat selanjutnya, untuk mengimbangi calon wakil gubernur dari pasangan lainnya yang lebih aktif dan berbagi peran dengan setiap calon gubernurnya,” tuturnya. Kritikan untuk pasangan nomor urut dua yakni Pasangan Hasanah ialah pasangan ini tidak memanfaatkan posisinya sebagai satu-satunya pasangan yang bukan berasal dari latar belakang kepala daerah. Pasangan Hasanah seharunys harus lebih mengangkat persoalan kekinian, membuat jembatan antara pasangan ini yang sudah bisa dibilang generasi senior dengan kalangan muda. Kritik untuk pasangan nomor urut tiga atau Pa-

sangan Asyik yang dinilai menjawab pertanyaan atau beradu argumen dengan pemaparan yang normatif dan tidak spesifik. Pemaparan yang diberikan terlalu memiliki arti yang luas. Asep menduga pasangan Asyik ini hanya melontarkan ujaran formal karena dalam posisi yang serba salah. Sedangkan kritikan untuk pasangan nomor urut empat atau Pasangan DM 4 Jabar pun mendapat kritikan karena Deddy Mizwar dianggap tidak terlalu gamblang membeberkan banyak hal penting dalam pemerintahan yang seandainya dalam posisi sebagai gubernur saat ini, dia bisa mengungkapkan upaya perbaikan banyak hal. “Sehingga jangan hanya membela diri, tapi ungkapkan juga banyak hal yang bisa diselesaikan selama ini. Ini juga kesempatan baik untuk Dedi Mulyadi untuk meluruskan kabarkabar miring tentang dirinya,” kata Asep dikutip Ant. (net/bis)


HALAMAN

BC5

Pendidikan

“Jangan Tuan terlalu percaya pada pendidikan sekolah. Seorang guru yang baik masih bisa melahirkan bandit-bandit yang sejahat-jahatnya, yang sama sekali tidak mengenal prinsip. Apalagi kalau guru itu sudah bandit pula pada dasarnya.” Pramoedya Ananta Toer - Penulis 1925-2006

RABU, 14 MARET 2018

Santri Siap-Siap Belajar ke Luar Negeri

Pemerintah Perketat Sertifikasi Guru

NET

WAKIL Presiden Jusuf Kalla berpendapat sertifikasi terhadap guru perlu diperketat. Langkah ini sebagai bagian dari komitmen pemerintah mendapatkan tenaga pendidik yang berkualitas secara merata di seluruh daerah di Tanah Air. “Ini menjadi perhatian pemerintah, pemberian sertifikat harus sesuai, jangan asal dikasih sertifikat. Itu salah satu proses yang harus diikuti,” kata Jusuf Kalla kantornya, Selasa (13/3/2018). Kalla mengatakan pemerintah sudah berkomitmen untuk menjaga jumlah guru agar seimbang dengan jumlah murid dan jumlah sekolah yang terus bertambah. Karena itu, Kalla menegaskan, pemerintah tidak akan melakukan moratorium pembukaan CPNS untuk tenaga pengajar. Kendati demikian, dia mengatakan penambahan jumlah guru harus tetap memperhatikan kualitas. Pengetatan sertifikasi guru merupakan salah satu cara untuk mendapatkan tenaga pendidik berkualitas di tanah air. “Harus dicek baik-baik tidak semua lulusan guru itu bisa menjadi guru, harus ada rangkaian tes dan pelatihan,” ujar Kalla. Selain pengetatan sertifikasi, Kalla juga menyinggung soal penambahan jumlah guru dengan cara mengangkat guru honorer kategori (K2). Ia mengatakan pengangkatan guru honorer ini tetap harus melalui tahapan-tahapan yang sesuai dengan aturan. Saat ini, dia menyebutkan, mekanisme pengangkatan guru honorer saat ini tengah dibahas oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur beserta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. “Itu harus dengan proses yang harus diikuti, harus melalui tahapan-tahapan sekarang sedang dipersiapkan oleh Menteri PAN-RB dan dengan Menteri Dikbud,” kata Jusuf Kalla. (net/bis)

DITJEN Pendidikan Islam Kementerian Agama sejak 2005 telah memberikan beasiswa kepada para santri beprestasi untuk kuliah di beberapa perguruan tinggi ternama di Indonesia.

P

ara santri terbukti mampu mengikuti perkuliahan diberbagai disiplin keilmuan, mulai dari kedokteran, farmasi, teknik industri, pertanian, dan lainnya. Dua belas tahun berjalan, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menilai, sudah saatnya akses pendidikan santri diperluas hingga perguruan tinggi di luar negeri. Karenanya, Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) perlu diperluas cakupannya tidak hanya untuk perguruan tinggi dalam negeri. “Kita berharap PBSB tidak hanya untuk program studi di dalam negeri. Ke depannya kita harus merumuskan langkah-langkah persiapan beasiswa bagi santri ke luar negeri,” terang Kamaruddin Amin saat memberikan sambutan pada Koordinasi PBSB dengan Kanwil Kemenag Provinsi di Bogor, kemarin. “Kita bisa memulainya dari universitas terbaik di Asia yaitu National University of Singapore

DerapTNI &Polri

NET

(NUS), dan mungkin selanjutnya beasiswa ke Universitas Al Azhar Cairo,” sambungnya. Menurut Kamaruddin Amin, program beasiswa santri ke luar negeri ini nantinya bukan semata untuk pengembangan PBSB. Lebih dari itu, program ini juga dalam rangka internasionalisasi lembaga pendidikan Islam yang menjadi salah satu visi Kemenag melalui Ditjen Pendidikan Islam. “PBSB sangat relevan dengan keinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban dunia Islam, juga sebagai destinasi studi Islam dunia,” tegasnya.

“Beasiswa ke luar negeri ini sangat memungkinkan untuk kita lakukan. Hal yang perlu dilakukan adalah terus meningkatkan tata kelolanya, mengingat PBSB saat ini sudah memasuki tahun ketiga belas, juga jumlah alumninya yang sudah mencapai tiga ribuan,” lanjutnya. Kamaruddin menilai, PBSB menjadi salah satu program strategis Ditjen Pendidikan Islam. PBSB bahkan termasuk program terbaik di Indonesia dalam pemberian beasiswa bagi jenjang pendidikan strata 1 (S1). “Program ini perlu dikawal dan

dijaga mutunya supaya dapat berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi untuk kemajuan Indonesia di masa yang akan datang,” ujarnya. Kamaruddin berharap, ekspos program ini ke depan dapat terus dioptimalkan. Selama ini, PBSB lebih banyak dikenal di kalangan santri dan pesantren. Ke depan, PBSB perlu juga dikenalkan di kalangan menengah ke atas. Demikian juga dengan profile alumni PBSB yang saat ini memiliki profesi dan prestasi membanggakan, bahkan tersebar hingga ke mancanegara. (net/bis)

“50 ton beras yang kita kirim ke Bulog merupakan hasil serapan gabah dari petani di Kabupaten Garut, Sebelum dikirimkan ke Bulog, kami melakukan pengolahan hingga kemudian menjadi beras yang layak dan dijual sesuai dengan harga pokok penjualan.”

Kodim 0611 Garut Serahkan 50 Ton Beras ke Bulog Garut Komando Distrik Militer (Kodim) 0611 Garut menyerahkan sebanyak 50 ton beras hasil serapan dari para petani yang sudah panen di seluruh wilayah Garut ke Badan Urusan Logistik (Bulog) Garut, Senin (12/3/2018) kemarin.

D

andim 0611 G a r u t , Letkol Inf Asyraf Aziz, mengatakan pengiriman tersebut merupakan bagian dari upaya Kodim 0611 Garut dalam membantu Bulog dalam proses penyerapan gabah agar cadangan beras secara nasional bisa mencukupi. “50 ton beras yang kita kirim ke Bulog merupakan hasil serapan gabah dari petani di Kabupaten Garut, Sebelum dikirimkan ke Bulog, kami melakukan pengolahan hingga kemudian menjadi beras yang layak dan dijual sesuai dengan harga pokok penjualan,” ujarnya usai menyerahkan beras secara simbolis kepada pihak Bulog Garut di Jalan Cima-

nuk, Kabupaten Garut. Menurut Asyraf, untuk beras yang dijual ke Bulog Tersebut merupakan jenis beras medium, dimana harganya sesuai HPP yakni sebesar Rp8.760 per kilogramnya. Beras yang dikirim tersebut merupakan hasil serapan dari petani di seluruh Kabupaten Garut yang sudah melaksanakan panen. Dituturkan, untuk target awal beras setelah dilakukan penyerapan gabah di tahun 2018 ini sekitar 100 ton. Namun menurutnya, bukan tidak mungkin pihaknya bisa melebihi dari jumlah tersebut. “Karena kita kan sekali kirim saja bisa mencapai 50 ton, jadi sangat mungkin lebih banyak, dan dalam beberapa hari kedepan kita bisa kirim lagi.

NET

Polda Ungkap Penjualan Senjata Ilegal Via Medsos

NET

Kalau sudah kita kirim 100 ton nanti akan membuat kontrak baru dengan Bulog,” ucapnya. Asyraf mengakui, untuk bisa menyerap gabah dari para petani pihaknya menerjunkan seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Kabupaten Garut. Selain itu pihaknya juga melakukan kerjasama dengan pemilik penggilingan padi agar proses serapan gabah bisa lebih baik

dan menghasilkan kualitas beras yang juga baik. “Intinya yang kita lakukan ini adalah sebagai upaya dalam membantu Bulog dalam hal penyerapan gabah dari para petani agar kemudian cadangan beras nasional cukup. Untuk mewujudkannya, TNI langsung ikut turun ke lapangan sebagaimana perintah dari komando atas setelah sebelumnya dilakukan nota kesepaha-

man (MoU) dengan sejumlah pihak,” tuturnya. Asyraf menambahkan, untuk Kabupaten Garut sendiri lumbung berasnya berada di kawasan Garut Selatan dan kebanyakan serapan gabah pun dilakukan disana. Melihat hal tersebut, tidak jarang program cetak sawah baru dilakukan disana, namun untuk tahun ini belum dilaksanakan lagi seperti tahun sebelumnya. (net/bis)

PEREDARAN senjata ilegal di kalangan warga sipil, berhasil diungkap jajaran Ditreskrimum Polda Jawa Barat, Kamis (1/3/2018) lalu. Pengungkapan penjualan senjata api Ilegal ini terungkap, berkat adanya laporan dari Polda Gorontalo yang menemukan adanya transaksi online pembelian senjata api yang mengarah ke wilayah Cipacing, Kabupaten Sumedang, selaku sentra kerajinan pembuatan senapan angin. Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto didampingi Dirkrimum Polda Jabar, Kombes Pol Umar Fana kepada wartawan, di Mapolda Jabar, Selasa (13/3/2018) menjelaskan, dari adanya laporan tersebut, Polda Jabar melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap adanya transaksi online penjualan senjata api Ilegal. “Laporan dari Polda lain tentang adanya transaksi penjualan online senjata api Ilegal, dan diungkap berasal dari Sumedang di Cipacing sana,” paparnya. Dari pengungkapan ini, didapat sebanyak 14 pucuk senpi rakitan yang sudah dimodifikasi, beserta 350 butir amunisi dari berbagai kaliber. “Pelaku yang ditangkap ini berjumlah empat orang, mereka berperan sebagai marketing dan juga penghubung ke pengrajin senpi. Pelaku yang diamankan yakni Yogi Gama, Ekosasih, Dian Daryansyah, Uzza Narashima,” paparnya. (net/bis)


HALAMAN

BC6

Lifestyle

+ Entertainment RABU, 14 MARET 2018

Pakai Niqab, Kartika Putri Diperlakukan Tak Enak di Bandara AKTRIS Kartika Putri sudah memilih berhijrah dengan mengenakan hijab syar’i dan meninggalkan imej seksi yang selama ini melekat pada dirinya. Bahkan, Kartika Putri dalam unggahan foto terbaru mulai mencoba menutup wajahnya menggunakan niqab. Kartika Putri pun merasa nyaman dengan niqabnya tersebut ditamb a h dirinya mera s a ter-

lindungi dari mata lakilaki saat perjalanan menuju bandara. Namun sayangnya, Kartika sempat mengalami perlakukan tak mengenakkan saat ­diperiksa petugas aviasi di bandara. “Pagi dapat kiriman endorse, langsung dicoba dan merasa nyaman. Kemudian lanjut ke bandara dengan memakai pakaian tersebut, sepanjang perjalanan naik taksi online merasa nyaman dan aman. Tapi sedih dan miris sekali karena sampai di bandara saya masuk di security check (Lolos karena tidak ada bunyi) tapi koper saya diperiksa secara random. ( FYI: saya selalu bawa koper kecil yang kosong untuk bawa buku saja) lalu saya bertanya kenapa random cuma saya padahal koper

saya kosong,” tulis Kartika Putri di Instagram, Selasa (13/3/2018). Tak hanya di pemeriksaan pertama, saat pemeriksaan kedua pun Kartika Putri mendapat perlakuan yang sama. Kali ini selain koper, dirinya diperiksa secara detail ­ oleh petugas aviasi wanita bandara. Kartika yang mendapat perlakuan tidak biasa itu langsung protes kepada petugas yang bersangkutan. Lantas yang tak habis pikir, usai komplen, justru petugas hanya mengatakan pemeriksaan itu dilakukan secara acak. “Mereka cuma bilang random aja. Dan saya buka tetapi pandangan mereka sangat tidak ‘nice’ dan tidak sampai di situ, di pemeriksaan ke dua terjadi

pass, padahal sudah diperiksa satu kali di depan,” sambung Kartika Putri. Kartika Putri merasa diperlakukan tidak adil oleh petugas bandara tersebut. Apalagi kejadian ini terjadi di Indonesia, yang mayoritas masyarakatnya muslim. Meski mendapat perlakuan tak adil tersebut, Kartika tak mengendurkan semangat. Justru dirinya semakin tertantang untuk tetap tampil muslimah yang syar’i. “Saya jadi makin tertantang tuk menggunakan niqab ditempat umum lainnya, tuk lebih tahu bagaimana reaksi sekeliling.. Hmm ingat ya, kami muslimah yang menggunakan niqab juga mempunyai hati dan perasaan, jadi perlalukan lah sebagaimana mestinya,” tuturnya. (net/bis)

NET

hal yang sama bahkan di diperiksa tubuhnya (oleh petugas wanita memang).

Padahal saya lolos sensor lagi dan lagi koper. Dan mereka meminta boarding

UnYUZUal Trip Film Festival

Ajak Milenial Kreasikan Petualangan

SALING berbagi kisah petualangan dalam menjelajahi kekayaan alam dan budaya Indonesia saat ini menjadi tren berkembang positif di kalangan netizen.

efektif dan digemari generasi muda saat ini untuk berbagi cerita tentang eksplorasi keindahan Indonesia. UnYUZUal Trip Film Festival diharapkan menjadi dorongan semangat generasi muda untuk terus menghasilkan karya yang mampu memberikan dampak kecintaan terhadap kekayaan alam dan budaya Indonesia. “UnYUZUal Film Festival ingin berbagi semangat dengan generasi muda yang ingin mengembangkan kreativitas mereka melalui film pendek. Melalui film pendek, mereka tidak hanya sekedar menuangkan cerita dan ide, tapi juga mengekspresikan kecintaan terhadap Tanah Air Indonesia,” ujar Yose Moriza. Menurut Yose, YUZU TEA

G

enerasi milenialpun berlomba mengekspresikan petualangan mereka dalam bentuk audio visual, dengan gaya yang tentunya kekinian. Platform media sosial pun menjadi sarana tanpa batas untuk saling berbagi kisah mengungkap beragam kekayaan alam dan budaya Indonesia. Fenomena positif ini menginspirasi digelarnya festival film pendek bertajuk “UnYUZUal Trip Film Festival”. Sebagai sebuah festival film, UnYUZUal Trip Film Festival bermaksud memberikan ruang berkarya sekaligus bentuk apresiasi terhadap kreativitas generasi muda dalam mendokumentasikan petualangannya menjelajahi indahnya Indonesia. Ita Sembiring, Produser UnYUZUal Trip Film Festival mengatakan festival ini merupakan

sebagai penyelenggara dari event ini berkomitmen mendukung insan-insan kreatif yang fokus dengan ide dan karya mereka serta mewujudkannya juga dengan cara-cara yang tak biasa (UnYUZUal). Dengan hadiah senilai total Rp 25 juta, UnYUZUal Trip Film Festival menjadi semakin bergengsi karena melibatkan sejumlah juri yang merupakan sineas dan aktor film kenamaan. Mereka yang duduk sebagai juri adalah Darius Sinathrya (aktor Indonesia), Leonard Anthony (travel blogger Indonesia) dan Kamila Andini (sutradara ­Indonesia). Untuk informasi lebih detail, peserta dapat mengakses ww.yuzu.co.id/UnYUZUalTrip dan kemudian mengisi formulir pendaftaran. (net/bis)

NET

wadah bagi para petualang berjiwa muda dalam menikmati alam Indonesia. Termasuk menantang kreativitas mereka untuk mentransformasikan petualangannya dalam film pendek. “UnYUZUal Trip Film Festival ini terinspirasi dari generasi muda saat ini yang punya semangat positif untuk saling berbagi cerita tentang berbagai tempat di pelosok-pelosok Indonesia yang punya keindahan alam yang luar biasa,” kata Ita Sembiring.

Menurut Ita, karya-karya mereka baru sebatas tersalurkan melalui ruang-ruang di media sosial. Belum banyak apresiasi yang diberikan sebagai bentuk penghargaan dan penyemangat kreator-kreator muda ini untuk terus berkarya lebih baik lagi. Padahal, tren positif yang dibangun lewat karya audio visual ini memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan sektor pariwisata Indonesia. “Lewat UnYUZUal Trip

Film Festival, kami ingin mengajak kaum muda untuk lebih ekspresif dalam menuangkan ide-ide mereka menjadi sebuah karya yang bermanfaat. Melalui sarana film, karya-karya mereka diharapkan juga mengangkat keindahan alam dan budaya Indonesia yang sangat luar biasa ini,” terang Ita Sembiring. Sementara itu Brand Manager YUZU Tea Yose Moriza mengatakan film pendek merupakan sarana yang sangat

Serba-serbi

NIK dan KK Simpan Informasi Sensitif! Bahaya Besar Jika Bocor KEBIJAKAN registrasi kartu SIM prabayar mengharuskan masyarakat untuk mengirimkan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK) ke operator seluler untuk divalidasi. Penggunaan NIK dan KK sebagai salah satu syarat melakukan registrasi bukanlah tanpa alasan. Pasalnya, kedua data tersebut menyimpan informasi penting terkait diri kita. Damar Juniarto, Koordinator Regional SoutheastAsia Freedom of Expression Network (SAFENet) memaparkan, NIK memuat berbagai informasi seperti, kode provinsi, kota kota, kode kecamatan, tanggal lahir, bulan lahir, tahun lahir, dan nomor komputerisasi. “Jadi, itu dapatnya banyak. Satu NIK itu dapat keeping informasinya enggak hanya satu, tapi banyak informasi,” kata Damar di

NET

Jakarta, Selasa (13/3/2018). Sementara itu, data di KK juga memuat informasi yang tak kalah penting. Dijelaskan oleh Damar, data di KK memuat informasi seperti nama ibu kandung, tempat dan tanggal lahir, pendidikan, pekerjaan, dan status perkawinan. Damar melanjutkan, informasi yang dikumpulkan pemerintah juga mencakup data ipv4/6 yang terdapat di kartu SIM. Data tersebut merupakan serangkaian no-

mor identitas di setiap perangkat semacam pengenal individual yang unik. “Cukup besar profil yang dikumpulkan oleh pemerintah,” lanjutnya. Dengan berbagai informasi sensitif yang dikirimkan, Damar menyarankan pemerintah untuk mencermati aspek keamanan data tersebut. Jika tidak, bisa saja peretasan atau breach dilakukan oleh peretas. “Pembuat kebijakan juga harus cermati aspek mitigasi

dan aspek perlindungan,” tutupnya Sementara Komisi I DPR RI akan memanggil perwakilan operator telekomunikasi dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara terkait dengan kebijakan registrasi ulang kartu prabayar. “Senin depan, kami mengundang Menkominfo dan operator seluler terkait evaluasi registrasi kartu SIM Prabayar,” ujar Meutya Hafid, salah satu anggota Komisi I DPR usai acara usai acara “Diskusi Publik Menanti UU Perlindungan Data Pribadi” di Jakarta, Selasa (13/3/2018). Pada kesempatan tersebut, jelas Meutya, DPR akan meminta kejelasan kepada operator dan Rudiantara terkait isu kebocoran data pelanggan, seperti nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK). (net/bis)

Orang Zaman Now Pilih Internet Bagaimana Nasib Perpustakaan? UNTUK mencari informasi secara cepat dan instan, masyarakat zaman now yang melek teknologi lebih memilih membuka mesin pencari Google atau yang sejenis. Bahkan, beberapa penelitian pun kini juga bersumber dari riset elektronik yang dapat diunduh melalui situs internet. Lalu kira-kira bagaiamana nasib perpustakaan? Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Perpustakaan Nasional, Dra Opong Sumiati menjawab dengan sangat yakin bahwa perpustakaan tak akan terpengaruh. Alasannya, para pelajar yang mengenyam pendidikan formal, informal dan non formal akan tetap merujuk pada buku yang tersimpan di perpustakaan. “Tidak ada negara yang berhasil kalau perpustakaannya nggak bagus. Di Paris perpustakaan

“Tidak ada negara yang berhasil kalau perpustakaannya nggak bagus. Di Paris perpustakaan jadi ikon wisata...” jadi ikon wisata. Kita kemana-mana yang dilihat masih museum nasional. Semoga nanti Perpustakaan Nasional bisa jadi ikon Indonesia,” ujar dia dalam temu media di Perpustakaan Nasional, Senin (12/3/2018) kemarin. Optimistis Opong cukup beralasan. Meski tak sepopuler profesi lain seperti dokter hingga pengacara, pustakawan juga merupakan profesi tanpa tanda jasa. Guru, bisa memiliki banyak ilmu jika memperluas wawasannya melalui buku-buku di perpustakaan. “Waktu saya masuk puluhan tahun lalu, dari

100 peminat pustakawan yang dipilih 30 orang. Beberapa tahun ke belakang peminatnya sampai ribuan. Jadi memang pustakawan ini pendukung keberhasilan pendidikan,” terangnya. Pustakawan sendiri berperan dalam menentukan informasi yang terpercaya bagi masyarakat. Di era globalisasi seperti ini, pustakawan juga dituntut melek teknologi dan melawan informasi hoax dengan memilah mana informasi berbasis riset mana informasi yang tak bisa dipertanggungjawabkan. “Pustakawan harus tahu situs mana yang valid yang terpercaya. Mana yang dari penelitian, ilmiah, dari perguruan tinggi, litbang mana yang dari blog. Pustakawan nanti nengarahkan ambilnya kesini. Itu hanya didapat pustakawan,” tandas Opong. (net/bis)


HALAMAN

BC7

Cianjur News+

RABU, 14 MARET 2018

... Gubernur Harus Bongkar Kantor di Campaka DARI HAL BC1

Saat ditanya soal kemiripan pembangunan kantor di Campaka yang terindikasi melabrak atu­ ran dengan kasus korupsi proyek Hambalang, ia menegaskan, bukan ha­ nya sekadar mirip namun sama persis. Asto mengatakan, judul besar pembangunan gedung pemerintahan di Campaka adalah pemin­ dahan ibu kota. Sementara dalam pemindahan ibu kota itu ada 10 tahap yang harus dilalui. “Nah, kesepuluh ta­ hapan tersebut tidak dilalui dengan baik. Tidak sesuai dengan prosedur dan ta­ hapan-tahapan yang sesuai dengan amanat undangundang. Itu baru wilayah prosesnya,“ ungkapnya. Menurutnya, proses pemindahan ibu kota ini seharusnya berlandaskan pada peraturan pemerin­ tah (PP) tentang peme­ karan daerah atau kabu­ paten. Pada PP tersebut disebutkan bahwa syarat untuk pemindahan ibu kota salah satunya kajian tata ruang. “Selain tata ruang, ada juga kajian lingkungan

ekonomi dan lain-lain. Nah, kajian ini kan su­ dah dilakukan PT Alocita Mandiri. Dalam hasil ka­ jian disarankan bahwa daripada pindah ibu kota lebih baik penataan sistem komunikasi,“ jelasnya. “Artinya, setelah ada kajian ini, seharusnya se­ lesai dan pembangunan­ nya jangan dilanjutkan. Kajian itu komprehensif termasuk di dalamnya kondisi alam dan lain se­ bagainya,“ sambungnya. Kalaupun Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar tetap memak­ sakan kehendak, lanjut Asto, seharusnya terle­ bih dulu disusun Kajian Lingkungan Hidup Strat­ egis (KLHS). Pasalnya, menurut Undang-Undang 23 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup, KLHS menjadi dasar perubahan Perda Tata Ruang. Asto menambahkan, Perda Tata Ruang harus terlebih dahulu karena Campaka bukan wilayah pengembangan perkotaan. Sementara prasyarat un­ tuk menjadi kota kabupa­ ten terlebih dahulu harus membuat rencana detail tata ruang (RDTR) perko­ taan.

“Nah, RDTR perko­ taan ini bisa dibuat ketika cantolan Perdanya juga perkotaan. Kan ga nyam­ bung, sehingga ada proyek RDTR. Ini yang ngerjain­ nya nyantolnya ke mana? Ke Perda Sukabumi atau Cianjur? Pertanyaan itu muncul karena Perda Cianjur kalau dibuat hasilnya gagal,” paparnya. Dari hasil kajian, Asto menyimpulkan terdapat banyak aspek yang me­ langgar aturan. Antara lain aspek prosesnya rancu, as­ pek penyalahgunaan we­ wenang, aspek kesalahan dalam pembuatan gedung negara, aspek legalitas bangunannya, serta se­ jumlah aspek lainnya. Menurutnya, kajian dari PT Alocita yang tidak menyarankan adanya pe­ mindahan ibu kota, karena melihat tujuan bupati pin­ dah tersebut untuk memu­ dahkan pelayanan, serta agar kantor-kantor dinas berkumpul dalam satu komplek. “Untuk sistem hari ini mah zaman milenial atuh, otakna ulah otak zaman tahun 60-an. Zaman now. Pertanyaan selanjutnya, kalau memang betul kan­ tor di Campaka itu untuk

mengumpulkan dinasdinas, kenapa hari ini ada pembangunan dinas-dinas yang lain di luar campaka,” pungkasnya seraya me­ ngaku sudah menyusun kajian soal Campaka se­ banyak 56 halaman, yang rencananya akan disam­ paikan ke sejumlah lem­ baga. Sementara itu, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan menilai, persoa­ lan pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Campaka sudah parah. Menurutnya, tak heran jika hal tersebut sudah se­ makin membuat sejumlah aktivis geram dan men­ duga ada sesuatu di balik sikap keukeuhnya bupati. Bahkan sejumlah anggota wakil rakyat pun merasa ‘dikerjain’ bupati karena tak diberikan kesempatan untuk melihat isi kajian. “Ada apa dengan megaproyek Campaka? Se­ mua prosesnya rancu dan terindikasi labrak banyak aturan. Jika tak kunjung ada kejelasan, bukan tidak mungkin warga Cian­ jur akan menggelar aksi besar-besaran mendemo bupati. Jangan seenaknya dong,“ tutupnya.(nuki)

... Michael Essien Dicoret? DARI HAL BC1

bungkam soal pemain asing bakal diputus kontrak. Meski begitu, ada dua nama yang rawan menjadi tumbal kedata­ ngan pemain baru. Selain Essien, Ezechiel Ndouas­ sel juga rawan dilepas Persib. Pasalnya, mereka ber­ dua berbeda dengan Bojan Malisic dan Oh In Kyun yang didatangkan sejak masa kepelatihan Mario Gomez. Bahkan, Bojan Malisic adalah rekrutan atas rekomendasi lang­ sung Mario Gomez.

Meski kemungkinan Ezechiel dilepas masih terbuka, namun sejak awal rencana menda­ tangkan pemain asing baru, nama Essien  yang paling kencang dirumorkan dicoret. Apalagi jika dikaitkan dengan pernyataan  Mario Gomez  yang mengkritik manajemen karena bukan mendatangkan striker tapi malah seorang gelandang. Mario Gomez me­ lontarkan pernyataan itu tidak lama setelah Michael Essien  tiba dari London. Selama ini, mantan bin­ tang Chelsea itu memang

belum pulih dari cedera. Pernyataan Fernando Soler  akhir pekan lalu juga menambah kuatnya spekulasi soal  Michael Essien. «Untuk Essien kami tunggu. Masih keli­ hatan kurang, belum sam­ pai 100 persen karena ia tidak banyak latihan. Dia masih sakit,» kata Fernan­ do Soler. Terkait striker asing baru bidikan Persib, se­ jauh ini hanya Jonathan Bauman dan Jorge Perey­ ra Diaz yang santer dikaitkaitkan dengan  Persib Bandung. Rumor itu menjadi

kuat karena nama Jona­ than Bauman pernah disebut pelatih Mario Gomez  sebagai incarannya. Lalu, Jorge Pereyra Diaz yang meru­ pakan anak didiknya di Johor Darul Takzim (JDT) sudah meninggalkan tim asal Malaysia itu. «Ada keputusan hari ini (12/3/2018), besok atau lusa, kalian sudah tahu, pokoknya dia pemain a­ sing,» ujar  Fernando So­ ler belum lama ini. Ya, pern­ yataan ini juga semakin memperkuat bahwa Persib benar-benar akan merekrut striker asing baru.(net)

Masa Jabatan Berakhir Bersamaan dengan Dimulainya Pilkada

Presiden Diminta Siapkan Pengganti Hakim MK KETUA MK Arief Hi­ dayat menilai, Presiden Joko Widodo perlu me­ ngantisipasi adanya hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang masa jabatan­ nya akan habis bersamaan dengan dimulainya Pilka­ da Serentak 2018, Agustus nanti. Menurutnya, keleng­ kapan hakim MK dinilai penting untuk menangani sengketa Pilkada yang mungkin akan muncul. Ia pun mengaku telah me­nyampaikan kepada presiden mengenai masa jabatan salah satu hakim MK, Maria Farida Indrati, yang akan habis pada 2018. Arif berharap agar presiden segera mengan­ tisipasi pengganti Maria. Terlebih, Maria Farida merupakan hakim yang diusulkan langsung oleh presiden. “Kami harapkan (po­ sisi yang akan ditinggal­

kan Maria) bisa terisi de­ ngan batas waktu yang pas dan tepat sehingga tidak ada kekosongan hakim,” katanya di Kompleks Istana Presiden, Selasa, (13/3/2018). Secara tata tertib, sam­ bung Arif, enam bulan se­ belum masa jabatan hakim habis, MK secara kelem­ bagaan perlu menyurati lembaga pengusulnya. Kedatangan Arief Hidayat beserta rombongan MK ke Istana Presiden pada saat itu merupakan upaya meme­ nuhi tata tertib penggantian hakim terse­ but. Ia menyerahkan surat pemberitahuan kepada pre­siden mengenai posisi salah satu hakim yang akan selesai pada tahun ini. Arif menilai, setelah pemberitahuan ini, men­ jadi kewenangan sepe­ nuhnya presiden untuk menentukan pengganti Maria. MK tidak memiliki

kewenangan untuk turut menentukan pengganti Maria. “Kami tidak bisa mendorong dan meng­ harapkan. Tidak bisa. Itu terserah kepada lembaga pengusulnya,” kata Arief. Namun demikian, Arief­mengatakan, kuali­ fikasi paling penting bagi hakim MK adalah penge­ tahuan dan pemahaman mendalam tentang kon­ stitusi. Pasalnya, MK tidak hanya mengurusi persoa­ lan politik saja. Namun menyentuh persoalan kenegaraan secara luas. Beberapa di antaranya mulai dari perkara peter­ nakan, pertanian, budaya sampai agama. “Perkara yang masuk pengujian UU di MK itu mulai dari A sampai Z ke­ hidupan bernegara sehing­ ga kehidupan bernegara itu bisa diarahkan di MK. Jadi, hakim MK memang

harus betul-betul hakim yang mempunyai kemam­ puan luar biasa,” tuturnya. Saat ini, MK menitik­ beratkan kepada Pilkada Serentak 2018 yang dalam hitungan bulan ke depan berlangsung. Antisipasi utamanya dalam mena­ ngani perselisihan. Meskipun akan ada hakim yang masa jabatannya habis, Arief mengatakan, MK telah menyiapkan instru­ men peraturan yang terkait dengan penanganan perkara pemilu. Dikatakannya, ada 3 Peraturan MK yang kini telah diterbitkan mengenai persoalan tersebut, yakni PMK nomor 5 sampai nomor 8 Tahun 2017. “Instrumen itu menjadi dasar hukum penyelesai­ an perkara di MK. Sampai hari ini, kami sudah melakukan sosiali­ sasi instrumen-instrumen itu kepada semua pihak,” katanya.(net)

... Warga Sempat Ancam Pindah Jadi Warga Purwakarta DARI HAL BC1

nantian berpuluh-puluh tahun memimpikan bisa menikmati jalan mulus seketika saja sirna. “Hatur nuhun Pak Wabup, mudah-mudahan tidak meleset lagi,” kata pendamping aksi, Hendra Malik yang diamini be­ berapa orang warga. Melihat masih ada keraguan di raut wajah rakyatnya, wabup seketika mengambil langkah cepat dengan membuat sebuah surat pernyataan terkait pembangunan jalan terse­ but. Wabup meminta agar perwakilan warga juga tu­ rut menandatanganinya. Setelah surat pernya­ taan selesai ditandata­ ngani, warga pun kembali bersorak. Tak ketinggalan Wabup pun larut dalam kebahagiaan itu. Berulang kali wabup dan kumpulan warga berfoto bersama. Hingga akhirnya, be­ berapa saat setelah wabup pergi, berangsur-angsur massa pun membubarkan

diri kembali ke Cigunung­ herang sambil membawa berita bahagia bagi sanak saudaranya. Sementara itu, se­ belum adanya kejelasan dari wabup, ratusan war­ ga Desa Cigunungherang, Kecamatan Cikalongku­ lon mengamuk di Hala­ man Kantor DPRD Ka­ bupaten Cianjur, Selasa (13/3/2018) siang sekitar pukul 14.00 Wib. Kedatangan massa ke kantor wakil rakyat itu untuk menagih janji bu­ pati saat kampanye dulu. Dengan menggunakan puluhan kendaraan roda empat, massa aksi tersebut langsung turun dan mela­ kukan orasi sambil mem­ bentangkan spanduk yang berisi tuntutan terhadap orang nomor satu di Kabu­ paten Cianjur itu. Ina (25), seorang to­ koh pemuda desa setem­ pat mengatakan, sekitar 25 tahun warga di desa tersebut harus hidup de­ ngan kondisi infrastruktur yang rusak. Jalan kabu­

paten sekitar 17 kilometer yang terbentang di desa itu tidak pernah tersentuh oleh pembangunan. “Padahal saat kam­ panye, bupati berjanji akan segera memperbai­ ki infrastruktur jalan di wilayah kami jika terpilih sebagai bupati. Tapi mana, hingga kini tetap saja kami hidup dengan jalan rusak,” kata Ina kepada wartawan, kemarin. Ina bersama dengan 3000-an jiwa warga di Desa Cigunungherang menegaskan, akan pin­ dah menjadi warga Ka­ bupaten Purwakarta, jika Bupati Cianjur tidak juga memenu­ hi janjinya saat kampanye lalu. “Kami sudah capek jika harus terus menunggu. Jangan biarkan kami men­ derita dengan kondisi ja­ lan yang rusak. Kami siap pindah menjadi warga Ka­ bupaten Purwakarta, jika Pemkab Cianjur tak me­ menuhi tuntutan kami,” pungkasnya.(nuki/angga purwanda)

Ini Keputusan Resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Awal Puasa 17 Mei, Idul Fitri 15 Juni dan Idul Adha 22 Agustus 2018 AWAL puasa atau 1 Rama­ dhan 1439 Hijriah jatuh pada 17 Mei 2018, semen­ tara 1 Syawal 1439 Hijriah atau Idul Fitri 2018 jatuh pada Jumat, 15 Juni 2018. Itulah keputusan dari Pimpinan Pusat Muham­ madiyah yang merujuk hasil perhitungan astrono­ mi atau hisab. “Ya, dengan sistem hisab, kita bisa mengeta­ hui secara jelas dan pasti awal bulan dan hitungan kalender bukan hanya se­

tahun dua tahun ke depan, bahkan puluhan tahun ke depan,” kata Ketua Umum PP Muhammadi­ yah Haedar Nashir, Selasa (13/3/2018). Tak hanya menetapkan awal puasa dan Idul Fitri, Muhammadiyah juga su­ dah menetapkan hari be­ sar lainnya. PP Muham­ madiyah menetapkan Idul Adha 10 Dzulhijah jatuh pada Rabu, 22 Agustus 2018. Haedar menegaskan,

penetapan hari-hari besar ini sudah diteken dalam maklumat Nomor 01/ MLM/I.0/E/2018 yang ditandatangani dirinya dan Sekjen Muhammadi­ yah Abdul Mu’ti. Ia berharap, maklumat tersebut bisa menjadi pan­ duan bagi warga Muham­ madiyah. “Masyarakat maju dan modern memerlukan kepastian tanggal untuk berbagai keperluan sehing­ ga jelas dan tidak menunggu H-1,” pungkasnya. (net)

Awas, Ada Serangan Siber Jelang Pilkada dan Pilpres KEMUNGKINAN adanya serangan siber yang di­ lakukan sekelompok orang untuk menyebarkan berita hoaks dan ujaran keben­ cian dalam Pilkada Seren­ tak 2018 dan Pilpres 2019, bisa saja terjadi. Hal tersebut disam­ paikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Ia mengklaim, TNI ber­ sama Polri bertanggung jawab untuk mengantisi­ pasi apabila ancaman-an­ caman tersebut terjadi. “Tahun ini akan dise­ lenggarakan Pilkada se­ rentak yang akan di­ lakukan di 171 daerah di seluruh Indonesia, serta tahapan Pilpres 2019. Ten­ tunya hal ini akan menen­ tukan stabilitas jalannya roda pemerintahan, baik di pusat maupun daerah,” ucap Hadi, di Universitas Pertahanan (Unhan), Sen­ tul, Bogor, Jawa Barat, Se­ lasa (13/3/2018). Untuk mengantisipasi munculnya serangan si­ ber, Hadi mengaku sudah mengontrol informasi-in­ formasi yang berisi ujaran kebencian maupun berita hoaks. Ia menegaskan,

bahwa soliditas antara TNI-Polri dalam menga­ wal Pilkada serentak saat ini tetap terjaga. “Kalau TNI dan Polri sudah solid, pasti keamanan terjaga. Pesta demokrasi ini akan berjalan dengan tenang,” tutur Hadi. Hadi menjelaskan, dalam militer, dunia siber sekarang sudah menjadi hal yang sangat vital dan merupakan salah satu do­ main dalam operasi mi­ liter (cyber space domain). Hal yang unik dari cyber space domain itu, sebut dia, bahwa peperangan moderen saat ini tergan­ tung dari kesuksesan men­ guasai teknologi. “Jika dulu penguasaan wilayah secara fisik se­ bagai yang utama, maka dalam nuansa kekinian, itu

lebih kepada virtual yaitu penguasaan dan pengelo­ laan terhadap wilayah du­ nia maya,” tutur dia. Sementara itu Rek­ tor Universitas Perta­ hanan Mayjen TNI Yoedhi Swastanto mengatakan, jajarannya akan bersin­ ergi untuk menghasilkan lulusan-lulusan mahasiswa yang ahli dalam dunia IT. Hal itu, untuk menunjang skill dan kemampuan ma­ hasiswa Unhan dalam pena­ nganan serangan siber. “Kedatangan Panglima TNI juga sekaligus kita i­ngin mengetahui kebijakan TNI di dalam rangka menja­ ga kedaulatan dan keutuhan wilayah. Beliau tadi juga menyampaikan dukungan strategisnya, khususnya ancaman di dunia maya,” pungkasnya.(net)


HOTLINE : 0263-2283130

HALAMAN

BC8

Klik! beritacianjur.com

RABU, 14 MARET 2018

Jabar Sumbang 186.822 Unit Program Sejuta Rumah

Lintas Perekonomian

UMKM Digital Janjikan Keuntungan Besar KEBERADAAN usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional sangat penting. Seiring dengan era digital, para pengusaha UMKM pun didorong untuk mampu menyesuaikan diri untuk bisa bertahan bahkan mampu meraih keuntungan lebih besar. Terkait hal itu, PT Tele Utama Nusantara (TUN), yang merupakan anak usaha dari PT Ti-Phone Mobile Indonesia Tbk, menawarkan TeleShop untuk level UMKM yang masih kesulitan mengakses ekonomi digital. Dengan TeleShop, pelaku UMKM siap beralih rupa menjadi UMKM elektronik (e-UMKM) sehingga bisa membantu mengembangkan usahanya secara cepat, efektif dan efisien. TeleShop adalah platform berbasis aplikasi Android yang sangat mudah dioperasikan. Sehingga memungkinkan pelaku UMKM menjadi Solusi Berbasis Teknologi (Sobate) TeleShop untuk mentransaksikan lebih banyak produk, termasuk produk digital karena fungsi TeleShop yang dapat berupa merchant aggregator. “TeleShop juga menawarkan platform online to offline (O2O) yang membuat 25.000 Sobate TeleShop bisa memberikan layanan transaksi digital kepada konsumennya,” kata Manager Area PT TUN, Thomas Aryo BS saat mendampingi CEO PT TUN Slamet Riyadi, di Jakarta. “Sejumlah kebutuhan konsumen dapat dilayani TeleShop, termasuk untuk pembayaran listrik (token listrik), PDAM, telepon, leasing, pay-tv, dan lainnya,” ujar Thomas Aryo. Dikatakan, TeleShop juga digunakan untuk pembayaran asuransi dan BPJS, pembelian pulsa, paket data, voucher game, tiket pesawat, kereta, kapal Pelni, dan kamar hotel. Semua layanan tersebut dapat dilakukan secara cepat, selama 24 jam dalam waktu tujuh hari. Sistem teknologi yang digunakan terbukti aman dan hackproof karena setiap transaksi akan dilindungi dengan sistem keamanan yang mutakhir dan menggunakan password. “Kami istilah sharing fee (keuntungan) antara 6-7 persen dengan simulasi semakin banyak transaksi maka semakin banyak margin yang diperoleh,” jelasnya. (net/bis)

NET

FOTO-FOTO: NET

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan berupaya mendorong para pengembang dan institusi keuangan untuk terus dapat melaksanakan pembangunan perumahan bersubsidi di wilayah Jawa Barat.

S

ekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan pemerintah telah mencanangkan progam satu juta rumah yang dicanangkan oleh presiden pada tanggal 29 April 2015 lalu sebagai bagian nawacita. “Hal Ini tentu harus menjadi perhatian kita semua dengan tetap menjaga konsep tata ruang yang telah disepakati bersama,” katanya usai Rakor Pemetaan Kebutuhan Ru-

mah Bersubsidi 2018 Jawa Barat di Aryaduta, Bandung, baru-baru ini. Menurutnya berdasarkan data yang ada hingga awal bulan Desember 201 7, capaian program satu juta rumah baru mencapai 765,120 unit di tingkat nasional. Capaian tersebut didominasi oleh pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebesar 70 persen dan rumah non MBR yang terbangun sebesar 30 persen. Dalam pencapaian target tersebut, sekitar 20 persen rumah dibangun oleh pemerintah, baik Pusat maupun Daerah yang berupa Rusunawa, Rumah Khusus, Rumah Swadaya dan Bantuan Stimulan Prasarana dan Sarana Util-

itas (PSU). Sedangkan 30 persen Iainnya dibangun oleh pengembang perumahan bersubsidi yang mendapatkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM). Selebihnya dipenuhi melalui pembangunan rumah non-subsidi oleh pengembang. Capaian program satu juta rumah di Provinsi Jawa Barat sendiri baru mencapai 186.822 unit dengan skema pembiayaan terdiri dari FLPP sebanyak 3.381 unit, SSB sebanyak 59.628 unit dan SBUM sebanyak 50804 unit. “Tidak dapat dipungkiri bahwa percepatan pembangunan satu ma rumah sangat dipen-

garuhi oleh kiprah para pengembang dan institusi keuangan yang bergerak di bidang property,” katanya. Menurutnya khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tantangan terbesar dalam pelaksanaan program satu juta rumah yaitu ketersediaan lahan, implementasi pembangunan hunian berimbang dan percepatan

perijinan pembangunan perumahan yang belum diterapkan secara merata di kabupaten/kota. “Sebagai salah satu langkah untuk mengatasi ketersediaan lahan yang sejalan dengan arah kebijakan nasional, saya berharap agar konsep bank tanah di Jawa Barat dapat segera terwujud,” ujarnya. (net/bis)


twitter @berita_cianjur

HALAMAN

facebook beritacianjurcom

HOTLINE : 0263-2283130

BC9

Klik! beritacianjur.com

RABU, 14 MARET 2018 Serba-serbi

Harga Kebutuhan Pokok di Pasaran Cianjur Masih Fluktuatif

BERITACIANJUR/ ANGGA PURWANDA

HARGA kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Kabupaten Cianjur dalam beberapa pekan terakhir terpantau fluktuatif. Hal itu, diungkapkan Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian Dan Perdagangan Cianjur, Yana M Kamaludin saat ditemui di kantornya, Selasa (13/3/2018). Yana menyebutkan, sejumlah komoditas yang mengalami fluktuatif, seperti harga beras, dan cabai rawit. “Untuk harga beras rata-rata Rp11 ribu per kilogram, dan cabai merah rawit berkisar Rp70 ribu per kilogram,” ungkap Yana. Dikatakan Yana, pihaknya terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan setiap komoditas bahan pokok di Upaya itu, “Secara keseluru- pasaran. lanjut dia, dilakuhan masih terpan- kan untuk mengantisipasi terjadinya tau normal dan lonjakan harga yang ketersediaan stok dapat terjadi secara komoditas pokok di ­tiba-tiba. “Secara ke­ pasaran pun aman. seluruhan masih terTentunya, kami pantau normal dan akan pastikan ketersediaan stok harga dan keterse- komoditas pokok di pun aman. diaan barang tetap pasaran Tentunya, kami akan tersedia.” pastikan harga dan ketersediaan barang tetap tersedia,” katanya. Seperti menghadapi momen hari besar, sambung Yana, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait, seperti Bulog. “Jadi saat terjadi persoalan seperti lonjakan harga, dan stok barang di pasaran kosong, kami akan menyelusurinya. Jika memang ada indikasi kecurangan, akan ditindaklanjuti oleh penegak hukum,” ucapnya. Sementara itu, Sulaeman (32), seorang pedang sayuran di Pasar Induk Pasirhayam, menuturkan, kondisi cuaca hujan yang terus mengguyur dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan harga komoditas sayuran tak m ­ enentu. “Untuk harga cabai rawit masih bertahan di kisaran Rp70 ribu hingga 75 ribu per kilogram. Kemarin, sempat menembus harga Rp100 ribu per kilogram, tapi tak bertahan lama,” tutur Sulaeman. Dengan kondisi cuaca hujan itu, jelas ­sulaeman, dirinya tak berani mengambil stok cabai dalam jumlah besar. “Rata-rata stok barang 5 sampai 10 kilogram.Musim hujan juga masih sering terjadi. Makanya beberapa s­ ayuran juga harganya naik turun,” jelasnya. (­ angga purwanda)

Akibat Bencana, Petani Tinggalkan Tanah Garapan

Hektaran Sawah di Desa Batulawang Rusak Akibat Bencana Pergerakan Tanah BENCANA pergerakan tanah yang melanda Kampung Sindanglangu RT 05/11, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas dalam tiga tahun terakhir tak hanya membuat warga setempat cemas.

T

api bencana yang sudah terjadi sejak tahun 2015 itu, membuat warga yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani itu sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehariharinya. Kondisi itu, karena puluhan sawah yang rusak dan tanah yang terus bergerak membuat warga takut untuk meng­ garapnya. Tanah yang terus bergerak menghancurkan berhektare-hektare sawah warga. Kondisi itu berlangsung terus menerus, sehingga kerusakan kecil akhirnya bertambah besar seiring dengan melebarnya retakan tanah. Salah satu warga, Ujang (36) mengaku, sebagian besar warga takut untuk tetap menggarap sawah mereka pasca pergerakan tanah tiga tahun lalu. Kondisi lebih parah sejak tiga bulan ke belakang, warga memutuskan untuk tidak menggarap lahan sama sekali. Saat ini, kondisi persawahan di kampung tersebut memang sangat memprihatinkan. Puluhan hektare sawah warga yang berada di dekat perbatasan dengan Kabupat-

BERITACIANJUR/ ANGGA PURWANDA

en Bogor itu, rusak dan permukaan tanah terus turun. Sekilas, lahan persawahan warga justru tidak terlihat seperti area sawah karena tanah sudah menjadi seperti gundukan tanah. “Warga sudah tidak berani untuk menggarap lahan sawah mereka. Kalaupun dipaksakan, kami takut tanah bergeser saat kami sedang bertani. Jika, tetap ditanami khawatir gagal panen,” kata Ujang, kepada wartawan, Selasa (13/3/2018). Penurunan permukaan tanah itu terjadi secara bertahap. Semula memang pergerakan tanah terasa pelan, tapi berangsur-angsur lebih kencang dengan getaran yang jauh lebih terasa. Padahal, dulu pergerakan tanah terjadi seperti siklus lima bahkan puluhan tahunan, tapi kini fenomena alam itu berlangsung hampir setiap waktu. ”Kondisi ini memak-

sa warga untuk bekerja serabutan. Bukan tanpa alasan, kebanyakan warga yang berladang tidak memiliki keterampilan lain untuk menunjang atau memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” jelas Ujang. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Horitultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano mengatakan, pihak dinas sudah melakukan pendataan dan pelaporan terkait lahan di lokasi bencana. Petugas dari balai penyuluh sudah dikoordinasikan dan ditugaskan, untuk terus memantau serta melaporkan segala hal terkait pertanian. ”Tapi, memang diperlukan waktu lebih banyak untuk penataan lokasi akibat bencana alam. Kalau dilakukan budidaya tanaman, dikhawatirkan bisa tertimbun atau terbawa pergerakan tanah lagi,” ujar Mamad. Oleh karena itu,

masih dibutuhkan waktu yang tepat untuk menunggu tanah lebih stabil. Soalnya, saat ini tanah di lokasi bencana tergolong labil dan membuat peluang ditanami kembali menjadi lebih kecil. ”Ekosistem alam kan ke depannya bisa berubah, cuma perlu waktu untuk menunggu perubahan itu. Jadi, kita benarbenar menunggu perubahan alam terjadi untuk kembali mengaktifkan lahan,” kata dia. Mamad mengatakan, tidak ada perkiraan waktu untuk kembali stabilnya lahan sawah. Menurut dia, kondisi seperti sekarang termasuk sulit disiasati. Terlebih, ­ bencana yang terjadi pun cukup besar dan ­ berdampak banyak. Selain itu, proses konservasi lahan juga akan memakan waktu lama. Terutama, untuk memastikan serapan air di kawasan tersebut kembali normal sehingga proses

pengairan bisa terjamin. ”Intinya, jangan khawatir. Selama memang lahan milik atau masih bisa digunakan, pasti tetap bisa diaktifkan lagi. Setahu saya, sejauh ini lahan terdampak bencana memang masih bisa digunakan. Tidak ada yang ditinggalkan,“ ucap Mamad. Sementara ini, jika lahan sudah siap ditanami kembali, Mamad meyakinkan tanaman yang sama, yakni padi bisa ditanam di lahan itu. Akan tetapi, jika pengairan tidak memungkinkan, maka petani bisa mengganti jenis tanaman ­menjadi palawija, jagung, atau kedelai. ”Kita sama-sama terus lihat dan pantau kondisi lahan setelah bencana. Pokoknya, jangan sampai ada lahan yang tidak terpakai. Kalau sudah memungkinkan untuk ditanami, petugas akan memberikan instruksi penanaman,” ujarnya. (angga purwanda)

Secara umum Hidayati tak mengetahui persis target penyerapan gabah dan beras di Kabupaten Cianjur. Dalihnya, leading sector penyerapan berada di bawah kendali Bulog Subdivre C ­ ianjur.

“Intinya sih ­ dengan adanya ­penyerapan gabah sebagai wujud menyukseskan program ketahanan pangan ini lebih ke arah stabilitasi harga,” ­ tandasnya. ­(angga ­purwanda)

Kodim 0608 Cianjur Bantu Penyerapan Gabah Petani

BERITACIANJUR/ ANGGA PURWANDA

KOMANDO Distrik Militer (Kodim) 0608 Kabupaten Cianjur, hingga bulan ini membantu ­penyerapan gabah petani hampir 230 ton. Upaya itu

dilakukan sebagai bagian dari mendukung program ketahanan ­pangan. Dandim 0608 Cianjur, Letkol CZI (K) Hidayati, mengatakan, upaya itu

juga sebagai stabilisasi harga selama periode Januari hingga Desember. “Lebih kurang 230 ton, di Kabupaten ­Cianjur untuk serapan gabah se-

jauh ini berjalan dengan maksimal,” kata Hidayati, kepada w ­ artawan, belum lama ini. Hidayati menyebutkan, untuk harga sendi-

ri, sejauh ini rata-rata di atas harga pembelian pemerintah. Untuk gabah kering panen harganya di kisaran Rp4 ribu per kilogram dan gabah kering giling (GKG) di kisaran Rp4.500 per kilogram. “Kalau untuk beras medium diterima Bulog di kisaran Rp8.760 per kilogram dan beras premium di kisaran Rp9 ribu per kilogram,” sebut ­Hidayati. Upaya penyerapan gabah dan beras dari para petani di Cianjur merupakan tindak lanjut kerja sama antara TNI ­ Angkatan Darat, Kementerian Pertanian, Bulog, dan perbankan. Kolaborasi kerja sama antarinstansi itu agar upaya ­penyerapan gabah dan beras petani bisa ­maksimal. “Untuk di Cianjur tindak lanjuti instruksi pimpinan. Keterlibatan pihak perbankan sendiri dalam hal ini yakni memberikan kucuran kredit agar bisa menyerap gabah petani,” jelasnya.


Klik! beritacianjur.com

RABU, 14 MARET 2018

twitter @berita_cianjur

facebook beritacianjurcom

email newsredaksibc@gmail.com

HALAMAN

BC10

Optimis dengan Komposisi Tim KIPER PERSIB, I Made Wirawan optimistis dengan komposisi tim Maung Bandung dalam menghadapi kompetisi Go-Jek Traveloka Liga 1 2018.

K

i c k - o f f kompetisi sendiri sudah diresmikan dengan menggulir laga pembuka pada 23 Maret 2018 mendatang. Pemain bernomor punggung 78 ini juga mengatakan skuat asuhan Mario Gomez ini bercermin dari turnamen Piala Presiden 2018 sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan penampilan di gelaran kompetisi nanti. “Di Piala Presiden kemarin, komposisi tim kita masih belum komplit. Tapi, kalau melihat sekarang dengan intensitas tinggi di dalam latihan dan sering ngumpul sama-sama buat kita lebih kompak,” katanya. “Mudah-mudahan dengan begitu, kita bisa meraih hasil yang maksimal di Liga nanti,” kata Made.

Meski kompetisi sudah dekat, hingga kini jadwal pertandingan masih dalam tahap draft pematangan. Keputusan final terkait hal itu akan diumumkan secara resmi melalui manager meeting seluruh tim peserta Liga 1. Made mengatakan, skuat Maung Bandung tak terlalu memperhatikan mana yang lebih baik antara partai kandang atau pun tandang. Pasalnya, perhatian utama tim saat ini adalah untuk meraih hasil maksimal di laga pertama, siapapun lawannya. “Mau kandang atau tandang, menurut saya sama saja, kita enggak pernah mikir untuk main di kandang atau tandang dulu karena yang penting itu kita bisa memperbaiki performa tim supaya bisa lebih baik lagi di setiap pertandingannya,” pungkasnya. (net/angga)

“Di Piala Presiden kemarin, komposisi tim kita masih belum komplit. Tapi, kalau melihat sekarang dengan intensitas tinggi di dalam latihan dan sering ngumpul sama-sama buat kita lebih kompak.”

GALERI PERSIB

Timnas Kembali Panggil Febri PENYERANG sayap PERSIB, Febri Hariyadi kembali mendapat panggilan dari Tim Nasional (Timnas) U-23 untuk menjalani agenda uji tanding menghadapi Timnas Singapura U-23, di Singapura, Rabu 21 Maret 2018. Hal tersebut tertuang dalam surat yang dirilis oleh PSSI bernomor 884/AGB/152/III-2018, tentang Pemanggilan Tim Nasional U-23, tertanggal 9 Maret 2018. “Sehubungan dengan program Tim Nasional U23 yang akan melakukan pertandingan persahabatan dengan Tim Nasional Singapura U23 pada tanggal 21 Maret 2018 di Singapura, maka dengan ini kami memohon bantuan Bapak untuk meneruskan pemanggilan ini kepada: Sdr. Febri Hariyadi,” begitu bunyi surat PSSI bertandatangan Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha. Oleh karenanya, pemain yang akrab disapa Bow itu akan mulai bergabung bersama Timnas U-23 pada 16 Maret untuk menjalani latihan di bawah pelatih Luis Milla. Agenda uji tanding tersebut merupakan serangkaian persiapan Timnas U-23 jelang Asian Games 2018 cabang olahraga sepakbola di Jakarta dan Palembang pada bulan Agustus nanti. (net/angga)

Ingin Tebus Kegagalan Musim Lalu REYNALDI Angga Surya bertekad untuk menebus kegagalan PERSIB U-17 musim lalu dengan meraih prestasi terbaik pada Piala Soeratin musim ini. Maung Ngora musim lalu hanya finis sebagai runner up zona Jawa Barat Dan gagal menembus babak nasional. Prestasi itu menurun jika dibandingkan musim sebelumnya, mereka meraih posisi tiga nasional. Pada babak semifinal Piala Soeratin putaran nasional 2016, mereka dikalahkan oleh Egi Maulana dkk. yang mewakili Brebes. Kapten PERSIB U-17 ini menegaskan bahwa memenangkan kompetisi merupakan kewajiban untuk timnya pada setiap musim. Dia pun bertekad memenuhi tar-

get tersebut pada musim 2018 ini. “Musim ini harus lebih baik dari musim sebelumnya. Saya dan teman-teman akan bermain maksimal untuk menembus kegagalan musim lalu, dan kami siap tampil habis - habisan pada setiap laga,” kata Reynaldi. Dia pun menyambut baik

adanya kepastian waktu Piala Suratin zona Jawa Barat. Rencananya, kick off akan berlangsung 1 April 2018. “Kita jadi lebih bersemangat dan fokus mempersiapkan diri,” tutup Reynaldi. (net/angga)


RABU, 14 MARET 2018

twitter @berita_cianjur

facebook beritacianjurcom

email newsredaksibc@gmail.com

HALAMAN

BC11

Dapat Libur, Ronaldo Ajak Georgina Main Salju Cristiano Ronaldo memanfaatkan waktu luang dan mengajak Georgina Rodriguez berlibur bersama di pegunungan bersalju. Ketika kebanyakan pemain berjuang di lapangan, Ronaldo mendapat waktu libur karena Real Madrid tidak bermain pertengahan pekan ini.

BARCELONA

VS CHELSEA

HINGGA TITIK DARAH TERAKHIR

Barcelona akan menjamu Chelsea di Camp Nou pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2017/18, Kamis (15/3/2018). Siapa yang bakal lolos ke perempat final masih cukup sulit ditebak.

B

SUSUNAN PEMAIN: Barcelona (4-4-2): Ter Stegen; Alba, Umtiti, Pique, Roberto; Iniesta, Busquets, Rakitic, Paulinho; Messi, Suarez. Info skuat: Philippe Coutinho (ineligible), Nelson Semedo (meragukan), Denis Suarez (meragukan), Sergi Samper (meragukan). Chelsea (3-4-2-1): Courtois; Rudiger, Christensen, Azpilicueta; Alonso, Fabregas, Kante, Moses; Pedro, Willian; Hazard. Info skuat: Tiemoue Bakayoko (meragukan), David Luiz (meragukan), Ross Barkley (meragukan).

HEAD TO HEAD 21-02-2018 Chelsea

arcelona sangat kuat di kandang sendiri. Namun Barcelona punya memori tak menyenangkan dengan lawan yang satu ini. Leg pertama di Stamford Bridge berkesudahan imbang 1-1. Waktu itu, Chelsea unggul terlebih dahulu melalui gol Willian, tapi bisa disamakan oleh pasukan Ernesto Valverde lewat Lionel Messi. Itu adalah gol perdana Messi ke gawang The Blues dalam sembilan pertemuan. Barcelona dan Chelsea sudah 13 kali berhadapan di kompetisi UEFA. Barcelona

menang tiga kali, Chelsea empat kali, sedangkan enam laga berkesudahan imbang. Sebelum ini, Barcelona berjumpa dengan Chelsea di semifinal musim 2011/12. Barcelona waktu itu tersingkir dengan agregat 2-3, kalah 0-1 tandang, imbang 2-2 di kandang. Kali ini, Barcelona diunggulkan lolos ke perempat final. Di La Liga akhir pekan kemarin, Barcelona mengalahkan Malaga 2-0 lewat gol-gol Luis Suarez dan Philippe Coutinho. Messi melewatkan laga tersebut seiring kelahiran

anaknya. Melawan Chelsea, Messi bakal kembali ke starting line-up. Chelsea baru saja mengalahkan Crystal Palace 2-1 melalui gol Willian dan bunuh diri Martin Kelly di Premier League. Kemenangan itu membuat pasukan Antonio Conte bisa sedikit bernapas lega, setelah dalam dua laga sebelumnya berturut-turut dipukul Manchester United dan Manchester City. Conte harus meramu timnya dengan sangat baik jika ingin meraih hasil positif di Camp Nou. Eden Hazard sepertinya bakal jadi tumpuan utama di lini serang. (net/ angga)

BESIKTAS VS BAYERN

Sepanjang sejarah kompetisi klub UEFA, belum pernah ada yang lolos usai kalah dengan margin lima gol di leg pertama. Akhir pekan kemarin, Besiktas menang tipis 1-0 ketika menjamu Genclerbirligi di liga. Gol tunggal dicetak oleh Anderson Talisca. Besiktas masih belum pernah kalah setiap kali Talisca mencetak gol (M21 S6). Bayern jauh lebih ganas. Mereka menghabisi Hamburg enam gol tanpa balas di Bundesliga. Kemenangan besar di Allianz

Barcelona Chelsea

19-04-2012 Chelsea

1-0

Barcelona

07-05-2009 Chelsea

1-1

Barcelona

29-04-2009 Barcelona 0-0

Chelsea

5 LAGA TERAKHIR BARCELONA 21-02-2018 Chelsea

1-1

Barcelona

25-02-2018 Barcelona 6-1

Girona

02-03-2018 Las Palmas 1-1

Barcelona

04-03-2018 Barcelona 1-0 11-03-2018 Malaga

0-2

Atletico Barcelona

5 LAGA TERAKHIR CHELSEA 17-02-2018 Chelsea

4-0

Hull

21-02-2018 Chelsea

1-1

Barcelona

25-02-2018 Man United 2-1

Chelsea

04-03-2018 Man City

1-0

Chelsea

11-03-2018 Chelsea

2-1

Palace

SUSUNAN PEMAIN:

Keajaiban Yang Bisa Gagalkan BAYERN Munchen akan bertandang ke Vodafone Park untuk menghadapi Besiktas pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2017/18, Kamis (15/3/2018). Hanya keajaiban yang bisa menggagalkan langkah Bayern ke perempat final. Pada leg pertama di Allianz Arena, Bayern membantai Besiktas 5-0. Pasukan Jupp Heynckes menang telak lewat gol-gol Thomas Muller (2), Kingsley Coman, dan Robert Lewandowski (2).

1-1

25-04-2012 Barcelona 2-2

Arena itu mereka dapatkan lewat hat-trick Lewandowski, brace Franck Ribery, dan satu gol Arjen Robben. Melawan Besiktas, Heynckes harus merotasi pasukannya. Pasalnya, Lewandowski, Joshua Kimmich, Corentin Tolisso dan Sebastian Rudy bisa absen di laga berikutnya jika mendapatkan kartu di laga ini. Namun itu diyakini takkan membuat kekuatan Bayern menurun terlalu drastis. (net/ angga)

Besiktas (4-2-3-1): Fabri; Adriano, Tosic, Medel, Gonul; Arslan, Hutchinson; Babel, Talisca, Quaresma; Negredo. Bayern (4-3-3): Ulreich; Alaba, Hummels, Sule, Rafinha; Vidal, Martinez, Thiago Alcantara; Ribery, Wagner, Robben.

HEAD TO HEAD 21-02-2018 Bayern

5-0

26-11-1997 Besiktas

0-2

Besiktas Bayern

17-09-1997 Bayern

2-0

Besiktas

5 LAGA TERAKHIR BESIKTAS 21-02-2018 Bayern

5-0

25-02-2018 Besiktas

3-1 Fenerbahce

02-03-2018 Besiktas

2-2 Fenerbahce

06-03-2018 Trabzonspor 0-2 10-03-2018 Besiktas

Besiktas

Besiktas

1-0 Genclerbirligi

5 LAGA TERAKHIR BAYERN 17-02-2018 Wolfsburg 1-2

Bayern

21-02-2018 Bayern

5-0

Besiktas

24-02-2018 Bayern

0-0

Hertha

05-03-2018 Freiburg

0-4

Bayern

10-03-2018 Bayern

6-0

Hamburg


HALAMAN

BC12

Klik! beritacianjur.com

RABU, 14 MARET 2018

Karyawan di PHK, SPSI Beserta Warga Unjukrasa

Lintas Timur

PT. QL Agrofood Haurwangi Digoyang Massa BERITA CIANJUR/NUKI NUGRAHA

Pengelolaan Dana CSR Harus Transparan ANGGOTA Komisi VI DPR RI, Eka Sastra menegaskan, pengelolaan maupun penyaluran dana corporate social responsibility (CSR) harus transparan. Hal tersebut ditegaskan Eka saat dimintai tanggapannya terkait pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Kecamatan Bojongpicung yang sumber dananya dikabarkan berasal dari dana CSR PT.PLN. Legislator asal Golkar itu menjelaskan, alasan mengapa pengelolaan dana CSR PT PLN perlu transparan, dikarenakan dana tersebut masih merupakan dana Negara. “Kalau iya itu dananya dari CSR PLN, pembangunan yang sedang berlangsung tentunya harus transparan, paling ga ada papan proyeknya lah di lokasi pekerjaan,”terang Eka saat ditemui di kediaman salah seorang tokoh Cianjur di komplek Gedong Asem, belum lama ini. Sementara itu Eka tampak terkejut saat diinformasikan jumlah nilai dana CSR yang diluncurkan mencapai kisaran ratusan miliyar. Sebeb, jelas Eka besaran dana yang harus dialokasikan untuk perusahaan itj hanya kisaran 2,5 dari keuntungan perusahaan. “Wah kalau nilainya sampai puluhan bahkan ratusan miliyar pastiny sih bukan dana CSR. Kalau sampai sebesar itu keuntungan PLN harus nyampai triliunan dong,”terang Eka. Eka menduga, pembangunan infrastruktur di Bojongpicung yang sekarang ini masib berlangsung kemungkinan masih termasuk dalam target project 35 ribu watt listrik. “Kayaknya bukan deh, kita kan sedang ada target project 35 ribu watt, kayaknya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Bojongpicung itu masih masuk bagian dari proyek itu. Jadi ga mungkinlah itu proyek didanai CSR,”kata Eka. “Biasanya kalau pembangunan yang dibiayi dana CSR itu suka ada plang Bakti Negeri PLN kalau tak salah biasanya. Kalau bener seperti itu, Terkecuali kalau memang PLN kerjasama dengan perusahaan swasta, “jelasnya. Informasi dihimoun, selain membangun pembangkit, PLN UIP JBT I juga memberikan bantuan Infrastruktur untuk mendukung pembangunan di wilayah sekitar proyek. Salah satunya di sekitar proyek PLTA Cisokan, PLN. Dari total anggaran sebesar Rp225 milyar rupiah di Kabupaten Cianjur dialokasikan sebesar Rp175 milyar. (nuki)

BERITA CIANJUR/APIP SAMLAWI

KEPUTUSAN managemen PT QL Agrofood melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap dua orang karyawan bagian ekspedisi berbuntut panjang.

S

elasa (13/3), sejumlah karyawan ekspedisi bersama warga dibantu Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Cianjur menggelar aksi unjukrasa di depan kantor PT QL Agrofood di Desa/Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur. Informasi dihimpun, dua orang karyawan ekspedisi yang di PHK yaitu Iwan Kustiawan (36) dan Ujang Didin (37). Surat PHK untuk keduanya dilayangkan perusahaan pada Jumat (9/3) lalu

dengan tanpa adanya uang tunjangan sepeserpun. Mengetahui itu karyawan lainnya yang didukung SPSI dan warga langsung berunjuk rasa. Langkah tersebut sebagai bentuk protes keras terhadap sikap perusahaan. Dalam aksinya massa menuntut PT. QL Agrofood memberikan hak kedua karyawan yang sudah di PHK perusahaan. Salah seorang karyawan PT. QL Agrofood yang di PHK, Ujang Didin (37) menjelaskan, alasan perusahaan memberhentikannya secara sepihak karena dinilai telah melakukan sebuah pelanggaran yang ditentukan PT QL. Sayang, pada saat itu lanjut Ujang, pihak perusahaan langsung mengambil keputusan PHK tanpa terlebih dahulu memberi surat peringatan (SP). “Tidak jadi soal sih kalau seperti itu, tapi ya berikan juga dong hak pesangònnya,” kata Ujang yang mengaku selama bekerja 4 tahun dì PT QL tak pernah mendapat kenaikan upah.

“Dengan adanya itu, pihaknya bersama warga setempat selain menuntut hak pesangon sekaligus menuntut kenaikan upah bagi karyawan ekspedisi yang masih bertugas,” tambahnya. Sementara itu, Humas PT. QL Agrofood, Rahmat Hasanudin (47) saat ditanya menjelaskan, pihaknya mengaku bahwa PT. QL Agrofood telah kedatangan puluhan warga setempat, karyawan Ekspedisi yang didampingi SPSI. l Kedatangan mereka jelas Rahmat terkait soal 2 orang karyawan bagian ekspedisi yang di PHK. Kendati itu, Rahmat mengaku masih belum mengetahui dengan jelas kesalahan yang diperbuat keduanya, karena itu ranah HRD PT. QL. Terkait persoalan ini sambung Rahmat, jika SPSi masih merasa belum puas dengan jawaban pihak Managemen PT. QL, maka pihak SPSI dipersilahkan untuk mengajukan keberatan ke Dinas tenaga kerja Kabupaten Cianjur.

“Nanti pihak Dinas Tenaga kerja akan memanggil pihak PT QL dan akan mengikuti keputusan Disnaker Kabupaten Cianjur. intinya perusahaan tetap akan mengikuti hukum yang berlaku, menetapkan mengeluarkan karyawan yang melanggar aturan.” “Nanti pihak Dinas Tenaga kerja akan memanggil pihak PT QL dan akan mengikuti keputusan Disnaker Kabupaten Cianjur. intinya perusahaan tetap akan mengikuti hukum yang berlaku, menetapkan mengeluarkan karyawan yang melanggar aturan,” ucap Rahmat pada wartawan. (apip samlawi)

Citarum Bagian 4

Sasakala Walungan Citarum Si badak nu ngawasa Cihea harita jaba ti karurat teh nogtrog teu beunang dihuit ku manusa. Matak jalmajalma harita ngalandi ka jalma nu nogtrog tur degig, sok disarebut Si Badak Cihea. Lampah si badak Cihea anu boga rasa pangkuatna tapi tara nolih ka nu lian, harita lamun datang ka Leuwi Dingding sok sabetahna tur sakarepna, manehna mah henteu ngan saukur guying jeung nginum, tapi ngubek leuwi nepi ka caina jadi lecek. Polah badak kitu peta ngahudang rasa tugenah ka bangsa sato cai sabab iwal ti kagirig the loba lauk nu paeh alatan kaidek jeung katurelengan ku cai anu lecek. Manahoreng geuning bangsa manusa oge sarua sabab iwal tempat mandi, nyeuseuh

jeung sajabana anu biasana di Leuwi Dinding, ayeuna kudu ka lebah hilir ngajauhan. Ku lantaran di girang caina dikubek ku si badak anu ngabalukarkeun ka lebah hilirna jadi kiruh anu ngajadikeun eta cai wahangan teu bisa dipake mandi jeung sajabana sok komo dipake keur nginum mah. Nu ngawasa cai nyaeta Kiai Layung, karepna mah hayang ngusir si badak tapi kudrat geus nangtukeun yen hirupna teh ngan ukur di cai. Kiai Layung ras inget ka manusa sakti teh rek diondang pikeun dipentaan tulung sangkan bisa ngusir si badak nu geus ngaganggu kahirupan bangsana. Kiai Padaratan ku elmu pamakena nu disebut Aji Panggentra. Layung kuning hibar dilangit, cahayana nembus sabudeureun Leuwi Dinding, cai leuwi malih warni

ILUSTRASI/NET

lir cahya emas sinangling. Di biwir gawir Leuwi Dinding di lebah batu ngampar, aya cahya ting gurilap taya lian iwal ti sisit lauk kancra nu ngajepat keur ngalayung. Teu kungsi lila aya saurang lalaki nyampeurkeun nu taya lian Kiai Padaratan anu ngahaja datang nedunan pangondang gaib ti Kiai Layung. Kiai Padara-

tan nyarita,”Sampurasun…” Kiai Layung nembalan,”Rampes…, aeh geuning andika Kiai Padaratan, kula bagja andika bisa nedunan pangondang kula.” Kiai Padaratan ngajawab,”Kiai Layung, kula atoh campur reuwas pedah tara-tara ti sasari andika ngondang kula, aya maksud naon kira-kirana?

Kiai Layung ngajawab,”Kiai Padaratan, maksud kula ngondang andika, salian ti sangkan andika leuwih miwanoh bangsa kula, oge kula teh rek nginjeum leungeun andika keur numpes bangsa badak anu ngagalaksak marijah di wahangan , Leuwi Dinding kagiridig, anu ngabalukarkeun loba rahayat kula nu perlaya lantaran kaidek atawa katurelengan alatan cai lecek diubek. Eta kalakuan badak teh gede hulu pisan boga rasa ieu aing jadi mahluk pilihtanding ,pedah awak bedas, cula teuas, laku lampah sakarepna, asal ngeunah ceuk sorangan teu nolih sato lian nu tunggara ku kalakuanana. Kiwari ngaganggu sato cai ngalindih tempat hirupna di leuwi nu ngondang pati. Tah kitu katugenah kula ka eta badak teh. Kiai Padaratan ngar-

egepkeun daria naker,terus nyarita,”Alakadala…kutan kitu pangna ngondang kula teh? Kiai Layung, satemenna bangsa kula nu aya di sabudeureun Cihea oge ngarasa dicampelak ku eta badak sabab teu laluasa lamun rek ka leuwi, antukna kiwari kudu nonggoh ka girang atawa kudu neangan seke. Naha ku naon andika bet taya hojah? Kiai Layung ngajawab,”Nya eta pisan pangna andika diondang ka ieu tempat. Kula jeung sakabeh sato cai estu henteu daya ngusir eta badak sabab iwal ti si badak dugal teh bangsa kula sakabeh diwates ku kudrat beda kahirupan. Kula teh kacaturkeun digjaya lamun di cai mah tapi, lamun di darat andika nu leuwih ti nu lian. Ku kituna kula mercayakeun ka andika, pikeun ngabuburak eta badak ti ieu tempat.” (nyambung)

Berita Cianjur - Gubernur Harus Bongkar Kantor di Campaka  

Memberi Nilai Lebih

Berita Cianjur - Gubernur Harus Bongkar Kantor di Campaka  

Memberi Nilai Lebih

Advertisement