Issuu on Google+

ECERAN ,RP.3.000 AN N A G LANG ,0 0 .0 8 RP.7 N A L U /B

EDISI 365 THN III

SABTU, 14 JANUARI 2017

Memberi Nilai Lebih twitter @berita_cianjur

facebook beritacianjur.com

Klik! beritacianjur.com

email newsredaksibc@gmail.com

Tiga Motor Tabrakan Satu Tewas Ditempat Kakak Korban Ikhlas dengan Kematian Adiknya

CUGENANG  – Instalasi jenazah di RSUD Cianjur, tampak sesak dengan keluarga Korban Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Raya Cugenang, Desa Cijedil, Cianjur, Jumat (13/1/2017) petang kemarin. Asep Hermawan (35) Kakak

Kandung Audi Setiadi (24), tampak syok saat melihat tubuh adiknya terbujur kaku tak bernyawa. Asep, tak menyangka, adiknya harus mengehembuskan nafas terakhirnya, saat hendak berangkat kerja sebagai pekerja di salah satu pom bensin yang berada di Cijedil.

Sesaat setelah Asep keluar dari ruang pemulasaraan jenazah, satu orang adik Korban langsung berteriak histeris, saat kabar kematian kakaknya terhembus ke telinganya. Asep mengaku, kabar kemaKE HALAMAN 7

BERITACIANJUR/HERI

Bupati Beberkan Soal Anggaran SKTM Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, akhirnya buka suara tentang kebijakannya memangkas anggaran pembiayaan kesehatan masyarakat melalui fasilitas Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Gatot Subroto

Sekjen Partai Demokrat Kabupaten Cianjur

Gatot Minta Dewan Jangan Riweuh Soal Dana Aspirasi GONJANG-GANJING seputar tidak meratanya dana aspirasi bagi 50 Anggota Dewan DPRD Cianjur, membuat Sekjen Partai Demokrat Kabupaten Cianjur, Gatot Subroto, angkat bicara. Mantan Ketua DPRD Cianjur priode sebelumnya itu, menilai se-

O

rang nomer satu di Cianjur ini, kembali menegaskan, pemerintah fokus membayar hutang sebesar Rp 60 miliar beban

SKTM tahun sebelumnya, secara bertahap. “Masyarakat juga harus tahu bahwa beban hutang atas biaya medis fasiltas STKM itu mencapai 60 miliar. Itu sekarang di-

usahakan pemerintah dibayar dengan cara dicicil setiap tahun anggaran. Makanya jelas, harus ada kebijkaan agar pelayanan masih tetap dilaksanakan, namun hutang juga terlunasi secara

80 PENDEKAR

KE HALAMAN 7

Deklarasikan Komunitas Maenpo Cikalong

KE HAL 7

Gatot Subroto

Sekjen Partai Demokrat Kabupaten Cianjur

Jadwal Salat

TAK SALAH kalau Cianjur mengangkat salah satu filosopi daerahnya dengan sebutan Maenpo. Daerah nyatri ini, ternyata memang dihuni para pendekar ahli silat dari berbagai paguron. Sebanyak 80 Pendekar, belum lama ini ngumpul mendeklarasikan Komunitas Maenpo Cikalong Pasarbaru di Lapangan Prawitasari Joglo Cianjur Ketua Penggagas Komunitas Maen­ po Cikalong Pasarbaru Cianjur Dany Ramdani menyampaikan, kegiatan merupakan upaya mempersatukan seluruh komponen keluarga besar maenpo Cikalong pasar baru untuk bersatu dan menyusun kembali strategi melestarikan maenpo di Cianjur.

Wilayah Cianjur & Sekitarnya

SAbtu, 14 Januari 2017 SUBUH ZUHUR ASAR MAGRIB ISYA 04:23

12:03 15:27 18:18 19:32

Kang BeCe

FOTO-FOTO: BERITACIANJUR/MUSTOFA

KE HALAMAN 7

ANNISA POHAN

Jaga Kebugaran dengan Cukup Tidur

KARIKATUR/NANDANG S

CIANJUR BERSILATURAHIM

PERAN Annisa Pohan sebagai istri seorang prajurit TNI harus berubah ketika sang suami, Agus Yudhoyono diutus menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta. Ia pun

mau tak mau harus siap mendampingi aktivitas sang suami, termasuk masa kampanye yang kini tengah dijalankan. Segudang kegiatan untuk menggapai du-

kungan masyarakat Jakarta dilakukan Agus Yudhoyono dengan didampingi sang istri, hampir setiap hari. Mereka

Back To Nature (Kembali Ke Alam) GAYA hidup back to nature dan tingginya kepercayaan masyarakat dunia pada obat tradisional Di negara-negara sedang berkembang, sebagian besar penduduknya masih terus menggunakan obat tradisional, terutama untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan dasarnya.

KE HALAMAN 7

KE HALAMAN 7

Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam. [HR Muslim]


BC2

Ngawangkong

+ Opini Warga SABTU, 14 JANUARI 2017

Kepala Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, Asep Yuliarso H, SE

Bersama

Membangun Desa SIAPA yang tak kenal sosok satu ini, dirinya begitu dikenal di Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, terutama di kalangan para pemuda. Bukan saja karena menjabat sebagai Kepala Desa, tapi juga karena pigurnya yang begitu perhatian terhadap berbagai kegiatan di kalangan pemuda terutama di bidang olahraga. Dan kemungkinan dari tingginya perhatian terhadap bidang sosial kepemudaan itulah salah satu alasan yang bisa mengantarkannya menjadi orang nomor satu di Desa Ciwalen saat ini. Sewaktu ditemui Berita Cianjur dalam salah satu kesempatan baru-baru ini, dirinya pun blak-blakan menceritakan sedikit kiprahnya menjalankan roda pemerintahan di tingkat desa.

Bagaimana cara Anda menjalankan pemerintahan di desa sejak terpilih hingga sekarang. Ya tentunya sesuai dengan visi dan misi saya dulu waktu mencalonkan sebagai Kepala Desa, tapi sebetulnya ada yang lebih bagus lagi di sini (Desa Ciwalen, red).

Apa itu? Motto.

Maksudnya motto seperti apa atau bagaimana! Di Desa Ciwalen itu ada motto, yaitu “Bersama Membangun Desa”, artinya kalau di sini kita membangun desa itu secara bersama-sama, kalau ingin berhasil. Seperti semua masyarakat diajak, dilibatkan dalam berbagai hal atau kegiatan, sehingga mereka jadi merasa diakui

maka timbul atau tumbuh rasa memilikinya. Jadi, kalau di kita melaksanakan berbagai kegiatan itu mereka (Masyarakat) selalu kompak dan selalu siap untuk diajak gotong royong dan betul-betul ikhlas tanpa ada rasa keterpaksaan.

Bisa dijelaskan lagi konkritnya, kalau hal itu kan sama di tiap desa juga seperti itu. Jadi begini, masyarakat di sini itu yang saya lihat dan rasakan, ada potensi Sumber Daya Manusia (SDM) Yang mau diajak bareng. Jadi ditumbuhkan dulu rasa memilikinya sehingga kedepannya jalan baik kegiatan keagamaan maupun yang lainnya, jadi kalau sudah tumbuh rasa kebersamaan itu segala sesuatunya jadi mudah.

Rincinya, lebih detil lagi. Ya, sehingga mau berbuat apapun tidak perlu lagi harus menunggu adanya bantuan dan karena mereka sudah siap. Sebab ada beberapa hal yang tak bisa diengkeken (dinantikan, red) pekerjaannya atau yang sipatnya urgent.

Ada Kesulitan tidak untuk mewujudkan itu semua. Sebenarnya yang sulit itu untuk menumbuhkan rasa memilikinya, kalau hal itu sudah melekat dalam dirinya masing-masing (Masyarakat), apapun asal diberitahu, tanpa diajak pun mereka selalu siap. Baik itu dalam kegiatan keagamaan, olahraga, sosial kemasyarakatan, maupun pembangunan di desa.

Motto apalagi itu! Yaitu, “Dunia Dibina Akherat Dijungjung”, maksudnya kegiatan dunianya dibangun, seperti pembangunan infrastruktur fisik baik jalan, jembatan, MCK, iirgasi, dan lainnya. Kalau akheratnya berupa pengajian rutin bulanan bahkan di sini khusus ada sekolah Hafidz Quran yang baru berjalan sekitar setahun ini, guru-gurunya juga langung dari Al Azhar semua. Dan saat ini baru hanya ada tiga, yaitu di Bandung ada 2, dan di Cianjur 1 yaitu di Desa Ciwalen ini.

Ada unggulan lainnya lagi selain sekolah tersebut. Oh ada, yaitu membuat SMK layanan khusus untuk anak-anak putus sekolah dari usia 17 hingga 21 tahun.

Kalau yang lainnya lagi! Sebetulnya masih banyak, tapi secara umumnya mungkin tidak jauh berbeda dengan desadesa seperti di daerah lain. Reporter: Rudi Rusmana

Selain motto tadi, ada hal lainnya tidak? Ada, masih motto juga.

OPINI WARGA Memberi Nilai Lebih

BERITA MEDIA GROUP

Komisaris Utama H Ishaq Robin. | Direktur Utama Anton Ramadhan. | General Manager Gia Gusniar. | Pemimpin Redaksi Cetak Nuki Nugraha. | Wakil Pemimpin Redaksi Cetak Mustofa | Dewan Redaksi: Anton Ramadhan, Fonda Lapod, Gia Gusniar, Nuki Nugraha, Imam Sumarsono (Ipung) | Asisten Redaktur: Angga Purwanda, Rikky Yusup, Rudi Rusmana, Rustandi Zaelani | Sekretaris Redaksi Asri Fatimah | Reporter Cetak: Herry Febriyanto, Apip Samlawi, Zenal Mustari, Suparjo. | Divisi Online Rifky (Admin/IT). | Perwajahan: Ahmad Sulaeman (Koordinator), Arie Yudistira, Ziad Zed Zubaedi, Rendy Rustandi, Muhammad Faisal. Grafis: Nandang S, M Yanuar Gunawan. | Manager Keuangan dan Umum Mastuti. | Manager Iklan dan Sirkulasi Budi Yahya. | Koordinator Iklan : Suparjo. | Divisi Iklan: Fajar Kurniawan (Iklan Bandung), Emma Maryani (admin). | HRD & UMUM: Iwan Setiawan | Koordinator Sirkulasi : Iwan kusmawansyah| Divisi Sirkulasi: Pupung Pangestu, Dede Herlan, Erlin Sri Hartati (admin). | Marketing Komunikasi : H Ahmad Rizky Alfaraby. | Divisi Keuangan: Dedi Sukmana (kolektor), Asep Ruhenda (kolektor), Siti Aisyah (admin). | Legal Officer Ebes | Divisi Umum: Ardian (IT), Jajang Solihin, Daud Yusuf, Eded, Iyus Rustandi. I Alamat Redaksi/ Iklan/Sirkulasi: Jl. KH. Hasyim Ashari No. 46B, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, 43214 l Telp. Kantor : (0263) 2283283 - 2283645 l Hotline Redaksi: 08562053088 l e-mail redaksi: newsredaksibc@gmail. com l website: www.beritacianjur.com l Info Layanan Pelanggan ; office: (0263) 2261814 CP: 08562053088 l Rekening: 183 097 9090 (BCA) an. Jembatan Mediatama Cianjur, PT, 006 257 498 4001 (BJB) an. Jembatan Mediatama Cianjur l Penerbit: PT Jembatan Mediatama Cianjur.

Mohandas Gandhi

Berangus Pecandu Duit Narkoba MEMBERANTAS peredaran narkoba di tanah air, harga mati yang tak bisa bergeming dengan apapun.

Oleh : Rustandi Zaelani SELURUH WARTAWAN BERITA CIANJUR SELALU SELURUH WARTAWAN BERITA CIANJUR SELALU MENGENAKAN TANDA PENGENAL DAN DILENGKAPI SURAT MENGENAKAN TANDA PENGENAL DAN DILENGKAPI SURAT TUGAS SERTA TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK MEMINTA TUGAS SERTA TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK MEMINTA ATAU MENERIMA APAPUN DARI NARASUMBER ATAU MENERIMA APAPUN DARI NARASUMBER

“Mereka yang berjiwa lemah tak akan mampu memberi maaf yang tulus. Pemaaf sejati hanya melekat bagi mereka yang berjiwa tangguh.”

P

eredaran narkoba yang semakin hari semakin jadi, tidak menutup kemungkinan terjadi bukan hanya karena ulah prilaku bandar, tapi adanya sokongan tidak langsung yang dilakukan oknum-oknum tertentu dalam menjamin hilir mudik barang haram ditanah air. Oknum ini bisa jadi dari aparat lembaga pelaku penindakan itu sendiri, aparat hukum tukang vonis para bandar, oknum pejabat pemerintahan dan bisa jadi oknum masyarakat itu sendiri. Sudah pasti, bekeng membekeng ini tidak lepas dari aliran dana harama yang ngucur bagaikan hujan duit dari para bandar narkoba. Fenomena ini mungkin tidak bisa tersangkalkan, ketika sejumlah pengakuan terus bergulir dari satu pelaku ke pelaku lainnya dan menjadi lembaran penting bang saini dalam me­ negakan tindakan hukum terhadap para bandar narkoba di Indonesia. Sayang, ini seperti debu yang bersembunyi dalam kristal sehingga ketika akan dibongkar semua orang berpura-pura diam dan acuh tak acuh.

... Penegakan hukum yang tidak pandang bulu ini, sudah sepantasnya segera dilaksanakan pemerintah agar pola kerja pemberantasan narkoba tidak ...

Betul memang selama ini banyak aparat yang membekingi pelaku bandar narkoba harus terseret ke masalah hukum, namun pertanyaannya mengapa mereka tidak ikut mati di tangan regu tembak. Padahal dari logika saja, para oknum ini sama saja menjadi pelaku karena sadar tidak sadar mereka merasakan nikmatnya duit narkoba hasil kerja keras para bandar bekerja. Kicauan fredi yang dikemukakan KontraS menampar begitu banyak muka aparat

ditanah air. Jika memang benar, apa yang dilansir salah satu situs berita dunia maya yang menyebutkan ada ratusan miliar dana masuk kekantong aparat saat dirinya menjalani bisnis haramnya, maka itu Pekerjaan Rumah (PR) yang harus segera dilakukan pemerintah dan jajaran elit aparat saat ini. jika tidak, maka panen cibiran akan terus menjadi bagian dari pemberantasan narkoba yang sudah mendapat pengakuan baik ditengah publik. Agar tidak terjadi kecemburuan dalam penegakan hukum, maka sebaiknya pemerintah juga segera mendeklarasikan hukuman mati bagi oknum siapa saja yang membekingi para bandar narkoba bekerja di tanah air. Memberangus pencandu duit narkoba dengan hukum mati, setidaknya akan mempercepat proses pemberantasan narkoba secara global hingga ke akar masalahnya sendiri. Publik yakin akan sependapat dengan hukuman mati untuk para pecandu duit narkoba ini, karena dianggap merupakan hukuman setimpal dan menandakan tindakan tidak pantang bulu pemerin-

tah dalam menegakan hukum di Indonesia. Ingat dalam amanah Undang-undang Dasar 1945 menyebutkan, semua warga negara sama kedudukannya di mata hukum. Memberangus pecandu duit narkoba, tidak hanya semata-mata untuk oknum aparat yang membekingi para bandar namun bagi oknum aparat yang juga bertugas melakukan penindakan. Jangan sampai pecandu narkoba kelas teri yang seharusnya diselamatkan dengan cara direhabilitasi, malah digerek ke mata hukum pidana umum atau selesai dengan dugaan adanya tindakan transaksi jual beli hukum alias 86. Penegakan hukum yang tidak pandang bulu ini, sudah sepantasnya segera dilaksanakan pemerintah agar pola kerja pemberantasan narkoba tidak terkontaminasi oknum-oknum pecandu duit narkoba itu sendiri. Pemberantasan berjalan sesuai dengan aturan berdasarkan Undang-undang yang sudah ada saat ini. mari kita berantras narkoba dengan niat murni tanpa prilaku jahat oknum itu sendiri. (tamat)


INFO SPESIAL GELIAT KOTA twitter @berita_cianjur

facebook beritacianjur.com

HOTLINE : 0263-2283283 SABTU, 14 JANUARI 2017

BC3

BICARA soal buah rambutan, orang akan berpikir langsung ke daerah yang dikenal sebagai penghasil rambutan berkualitas yakni Aceh. Maka tak salah, kalau ­ pedagang rambutan kerap berteriak menjual barang da­ gang me­ reka dengan kata-kata ­Rambutan Aceh. Namun siapa yang menyangka, Cianjur juga menghasilkan varietas

Ini Dia Rambutan Sindanglaka Asli Cianjur! rambutan yang tidak kalah ma­ nisnya dan kenyalnya dengan rambutan aceh. Warga menye­ butnya, dengan sebutan rambu­ tan Sindanglaka. Kekenyalanya dan rasa manisnya, sudah tidak perlu disangsikan lagi. Sayangnya, pembinaan pada petani yang tidak ber­ kesinambungan membuat persebaran rambutan Sindang­

laka ini terkesan mandeg dan sulit berkembang. Menurut Eman Sulaeman (75), pe­ nangkar benih rambutan Sin­ danglaka asal Desa Sindang­ laka, Kampung Sindanglaka, Kecamatan Karang Tengah, pengembangan varietas ini su­ dah dilakukan oleh dirinya sejak tahun 1972. Karena rasanya yang manis dan buahnya yang

Klik! beritacianjur.com lebat juga besar, rambutan Sindan­ glaka pun mulai dikenal oleh ma­ syarakat luas. Saat ini, hampir di setiap pekara­ ngan rumah warga di Desa Sindang­ laka, pohon rambutan yang tumbuh tidak terlalu tinggi ini menjadi peman­ dangan tersendiri. “Kalau di sini ada seratusan pohon lah. Indukannya ada sekitar 20 pohon,” kata Eman. (angga purwanda)

BERITACIANJU

R/ ANGGA PURW ANDA

SMA Negeri 2 Cianjur Resmi Direlokasi

MOJANG

Ribuan Pelajar Sambut Kang Irvan

Enjoy Jadi Penghuni dan Pekerja Gedung Koni

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, resmi merelokasi gedung sekolah SMA Negeri 2 Cianjur, dari Jalan Siliwangi ke Jalan Panggeran Hidayatulloh.

NAMA Feti Fatimah Al-Jufri, sudah tidak asing lagi bagi penggiat Olahraga terutama yang menjalankan aktivitasnya di Gedung Komite Olahraga Nasional (KONI) Kabupaten Cianjur. Perempuan yang berumur sekitar 27 tahunan ini, lebih akrab karena kerjaannya yang mentransformasikan semua agenda koni baik le­ wat SMS, Whataps dan BBM. “Memang sudah jadi tugas saya Kang Rus, mau gi­ mana lagi. Sekarang mah dibawa enjoy saja biar asyik dan tidak jadi beban,”kata Feti dengan senyuman lebar, saat brbincangan dengan Harian Berita Cianjur, Jumat (13/1/2017). Menurut Feti, bekerja mengurus dunia olahraga, lebih memberikan kenikmatan tersendiri ketimbang bekerja di bi­ dang lainnya. Sambil bekerja, bisa seka­ ligus memanfaat­ kan fasilitas untuk mempertahankan kecantikan dan kebugaran tubuh. “Jadi kalau se­ lama ada waktu setelah bekerja, kita bisa meman­ faatkan fasilitas yang ada untuk olahraga. Apapun itu, tetap tu­ juannya agar selalu tampik cantik dan bugar. Po­ koknya, jadi mojang terus lah,” katanya. (rustandi)

R

ibuan Pelajar SMA negeri 2 Cianjur, me­ nyambut ke­ datangan Bu­ pati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, meresmikan ge­ dung sekolah baru mereka. Kang irvan langsung disam­ but sejumlah tari kreasi plus dengan deretan mojang dan jajaka Cianjur, sebelum me­ masuki tenda kegiatan yang disiapkan panitia di lapang sekolah. Menurut Bupati, relokasi sekolah SMA 2 Negeri Cian­ jur, merupakan bagian perha­ tian pemerintah agar semua tempat pendidikan jauh dari ganguan aktivitas perkotaan. Siswa belajar bisa fokus, kare­ na kenyamanan lingkungan sekolahnya itu sendiri. “Ikhtiar ini, merupakan bagian dari upaya pemerin­ tah memperteguh pendidi­ kan dan kebudayaan yang berkarakter dengan prioritas program peningkatan sum­ ber daya manusia berkualitas. Yakni dengan meningkatkan

Feti Fatimah

ZOOM! Alih Fungsi Terminal

kualitas pendidikan tera­ pan berbasis keterampilan (lifeskill) dan sumber daya alam, sehingga mampu me­ ningkatkan kualitas pendi­ dikan berbasis kemandirian yang bertumpu pada kemam­ puan bersaing dalam dunia usaha yang semakin ketat,” paparnya. Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 2 Cianjur, Agam Supriyanta, M.Mpd secara terpisah kepada IN­ FOCIANJUR mengungkap­ kan, gedung SMA Negeri 2 Cianjur yang baru diresmi­ kan ini dibangun diatas ta­ nah seluas 1.4 hektare. Didu­ kung oleh 65 guru, 30 orang

“Ikhtiar ini, merupakan bagian dari upaya pemerintah memperteguh pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dengan prioritas program peningkatan sumber daya manusia berkualitas...”

ISTIMEWA

rombongan belajar dan tenaga kependidikan seba­ nyak 25 orang. “Alhamdulillah sekarang

kami memiliki 25 ruang kelas, 5 ruang laboratorium, 1 ruang perpustakaan 1 ruang guru, 1 ruang tata usaha, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang BK, 1 ruang ekskul, 1 ruang UKS, 1 ruang server, 1 ruang komite sekolah, 1 lapang serbaguna, 1 ruang rumah dinas, 1 rumah penjaga sekolah, 1 mesjid, 1 ruang gudang, 1 ruang aula, 5 ruang kantin, 2 ruang toilet guru dan 8 toilet siswa-siswi,” paparnya Seperti diketahui, SMA 2 Negeri Cianjur, merupakan sekolag favorit yang selama ini jadi rujukan siswa menim­ ba ilmu di Cianjur. Sebelum menjadi SMA 2 Negeri Cian­

jur, sekolah yang sebelumnya berlokasi di Jalan Siliwangi Cianjur, ada Sekolah Pendi­ dikan Guru (SPG) kemudian bertanformasi menjadi SMA Negeri 2 Cianjur, sejalan de­ ngan perubahan kurikulum pendidikan pada saat itu. Seiring perjalannya, SMA negeri 2 Cianjur mampu membuktikan menjadi seko­ lah incaran siswa SMP yang akan melanjutkan ke jenjang berikutnya. Sekolah ini, mam­ pu bersaing dengan sekolah favorit lainya yakni SMA ne­ geri 1 Cianjur, yang jauh sebe­ lumnya dikenal sebagai salah satu intitusi sekolah elit di Cianjur. (rustandi)

Pelanggan PLN Kecewa, Listrik Sering Mati Mendadak

NET

ALIH FUNGSI - Coba tebak? Kedepan terminal Rawa Bango yang dibangun dengan dana 21 Miliar ini akan jadi apa. Jadi sentra UMKM kah, atau jadi gedung penampung sementara haji Cianjur.

MASYRAKAT pelanggan PLN di wilayah Kecamatan Cianjur kecewa dengan pelayanan PT PLN (Perse­ ro) APJ Cianjur yang sering melakukan pemadaman lis­ trik tanpa adanya pemberi­ tahuan lebih dahulu. Seperti yang diungkap­ kan, Ricky (35), seorang war­ ga Kelurahan Sawahgede, Ke­ camatan Cianjur, mengaku, kesal dan kecewa dengan sering padamnya aliran listrik di wilayah tempat tinggalnya. “Kalau mau ada pema­

NET

daman listrik seharusnya ada pemberitahuan dulu, jadi masyarakat bisa bersiap-

CERITA PANTASI ALENGKA DIREJA 2016 | Yasana pun, Tatang Setiadi

Episode : Ngaberung Nafsu (bag. 19) CERUK Endang Berehil,” Hahahahah heuheuheuheuh hihihihih meunggeus siah Ceprot ,neneng getek.” Nu seuseurian beuki an­ got sabab ku si Cepot terus di keleketekna , meureun saking ku getekna jeung beuki gede seurina nepi ka teu kakemot calanana jemblong moal nyalahan deui pasti ngompol terus dituturkeun aya nu di sada meuni harus pisan , tuuuut! si Cepot ngadadak eureun ngeleketekna terus ngajau­ han tina asal eta sora bari ngutruk,” Koflok teh ! make jeug mere bobos sagala gembrot ? “ Endang Berehil nyeuleu­

keuteuk,” Hihihihih pedon­ ya di tembak ku bedil angin buatan Cipacing mah.” Gancang carita, para putra Lurah Semar Ku­ dapawana wasa me­ ruhkeun wadia balad rak­ sasa tapi sabadana wekasan

bitotamana,gurudag aya nudatang bari nyarita nya­ tana dua urang sinatria unu wujudna persis jiga Batara Rama sareng Laks­ mana pokna,”Hey para pu­ tra kakang Semar mangke sakeudeung tahan heula ­ ,kaula Batara Rama rek ­nepikeun beja.” Para putra Lurah Semar,kaget ningali anu datang teh cenah Bata­ ra Rama sareng Raden. Laksmana,pangna anu jadi helokeun kulantaran jarak antara Nagara Ayodiya ka Nadara Alengka Direja teh kawilang jauh naker malah kudu nyungsi meuntas Sa­ gara sagala. Pok si Cepot nanya kalawan pinuh ku rasa hurmat,” Haturan wilu­

jeng sumping sun,meuni asa rareuwas tiasa sumping ka ieu patempata?” Si Dawala oge si Gareng sarua nembrakeun ka reu­ wasna pedah Batara Rama jeung Raden Laksmana da­ tang ka tempat panyumpu­ tanna Raden Wibiksana pok si Dawala nalek,”Teuaya serat teuaya wartos teu aya ngimpen-ngimpen acan tianggalna,pangersa Gusti Rama sinareng Gusti Laks­ mana tiasa dumugi ka ieu patempatan,aya pikersaeun naon sun ?” Teu kaliwat si Gareng oge ngabageakeun,” Ento klangkung ,abdi Gareng ngereuwas ngededeg ate Agan ujug-ujug gedubrag heuheuheuh.” (Nyambung)

siap. Jangan seenaknya saja,” ung­ kap Ricky, kepada “BC”, (13/1/2017).

Akibat dari pemadaman listrik secara mendadak dan berulang-ulang itu, Ricky menyebutkan, menyebabkan rusaknya sejumlah alat elek­ tronik milik masyarakat. “Kalau sering seperti ini (padam mendadak), alat elek­tronik dapat cepat rusak. Selain itu, lampu bohlam di rumah juga menjadi cepat ­rusak,” ucapnya. Dia mengungkapkan, se­ harusnya PLN dapat mem­ berikan pelayanan yang baik kepada pelanggan. Sebab,

PLN juga menuntut pelang­ gan harus tepat waktu dalam membayar tagihan listrik. “Jangan hanya bisa menuntut pelanggan agar te­ pat waktu dalam membayar tagihan listrik,” ungkapnya. Senada, Erwin (28) warga lainnya, mengatakan, seha­ rusnya PLN dapat menyam­ paikan berbagai informasi ke pelanggan jika akan ada pemadaman listrik. Baik, aki­ bat adanya kerusakan atau sedang dilakukannya peme­ liharaan. (angga purwanda)


BC4

BeceMuda

+Pendidikan SABTU, 14 JANUARI 2017

Guys, Apa yang Biasa Kalian Lakuin Pas Weekend LUMAYAN juga abiz seminggu jalani rutinitas sekolah ya! Tentunya kalian punya dong, beberapa atau malahan sekian banyak aktivitas yang dilakuin pas weekend (akhir pekan).

A

khir pekan, waktunya untuk men­ jaga kebu­ garan tubuh Kalo menurut temen kita yang satu ini nih, biasanya saat akhir pekan itu guys, diman­ faatin buat jaga kesehatan ka­ tanya. Ya tentunya, kalo mau sehat memang harus mau olah­ raga, apalagi bila dilakuin den­ gan rutin guys. M Lutfi Fauzi, sedikit berba­ gi cerita soal kebiasaannya sela­ ma mengisi akhir pekan dengan kalian nih. “Setelah letih belajar se­ minggu lamanya, tu­ buh kita harus di olah agar kita tidak sakit, setiap minggu

saya selalu menyempatkan diri untuk berolahraga agar tubuh bugar, setidaknya satu jam,” ucap siswa Kelas XI TKJ 1 ini. “Dan olahraga yang sering dilakukan oleh saya adalah lari, mengapa lari? Karena menu­ rut saya, lari membuat semua anggota tubuh bergerak dan membakar kalori lebih daripada olahraga yang lainnya, dan yang paling penting adalah untuk melakukan olahraga ini tidak perlu mengeluarkan uang seper pun, ini sangat dibutuhkan un­ tuk seorang pelajar,” sambung siswa SMK Pluss Ashabulyamin tersebut. Selain lari, dirinya juga mengaku, sering mengolah tubuh de­

ngan renang. Olahraga ini yang membantu membuat badannya tinggi. “Selain itu pula, katanya olahraga ini juga bermanfaat buat kesehatan jantung. Menu­ rut American Heart Associa­ tion melaporkan, bahwa hanya 30 menit latihan per hari, se­ perti berenang, dapat mengu­ rangi penyakit jantung koroner pada wanita sebesar 30 sampai 40 persen, apalagi buat lakilaki,”imbuhnya. Jadi gitu guys, kegiatan buat ngisi akhir pekan yang biasa dilakuinnya, menurut remaja yang hobi maen catur ini. Jadi, intinya olahraga itu merupakan hal yang penting bagi tubuh agar bisa tetap terjaga kebugarannya. (Rudi Rusmana/”BC”)***

“Setelah letih belajar se­minggu lamanya, tubuh kita harus di olah agar kita tidak sakit, setiap minggu saya selalu menyempatkan diri untuk berolahraga agar tubuh bugar, setidaknya satu jam.” ILUSTRASI: BERITA CIANJUR/M. YANUAR GUNAWAN - FOTO: DOK. BERITA CIANJUR

Kepala SDN se-Kecamatan Cikalongkulon Ikuti Pembinaan

Bekas Bangunan Sekolah Dijadikan Tempat Parkir

PULUHAN Kepala SD Ne­ geri di Kecamatan Cikalong­ kulon, mengikuti pembi­ naan pendidikan di halaman Kantor Unit Pengelolaan Tekhnik Dinas (UPTD) Pen­ didikan, Desa Cinangsi. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka melaksanakan efektifitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di tingkat SD pada semester ke II. Kepala UPTD Pen­ didikan Kecamatan Cika­ longkulon, Dedi Rustandi mengatakan, dengan di­ laksanakannya pembinaan kepada seluruh Kepala SD Negeri yang ada di wilayahnya tiada lain un­ tuk mengefektifkan KBM di masing-masing SD pada se­ mester ke II. “Karena pendidikan di seluruh SD Negeri yang ada di Kecamatan Cikalong, kualitasnya supaya terurus, meningkat, dan tidak keting­ galan dengan ekolah-sekolah lainnya yang ada di Kabupa­ ten Cianjur,” kata Dedi, di sela-sela pisah sambut Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Cikalongkulon. Kedepan, pihaknya akan terus menghidupkan Kelompo Kerja Guru (KKG) yang ada di setiap gugus yang ada di Kecamatan Ci­ kalongkulon, dan akan me­ laksanakan pula berbagai pendidikan dan pelatihan (Diklat) tentang peningka­ tan kualitas pendidikan di sekolah dasar, seprti halnya melaksanaknya Diklat Kuri­ kulum 13 lanjutan. Selain itu, para Kepala SD Negeri pun beserta seluruh guru-gurunya harus menjadi ujung tombak dalam melak­ sanakan program Cianjur Maju dan Agamis, utamanya dalam menjalankan program sholat berjamaah subuh, ashar, dan berjamah waktu sholat lainnya.

EMPAT SD Negeri, ren­ cananya bakal direlokasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur ke lokasi yang lebih representatif. Yaitu SD Negeri Ibu Jenab II, IV, dan SD Negeri Sayang III akan direlokasi ke lokasi yang baru di dekat bangu­ nan SMA Negeri 2 di Jalan Pangeran Hidayatullah. Sedangkan, SD Negeri Ibu Jenab I rencananya bakal menempati lokasi baru di bekas areal perkantoran Distarkim Jalan Prof Moh Yamin. Bupati Cianjur, Irvan Ri­ vano Muchtar mengatakan, Pemkab sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp9 miliar dari total Rp30 miliar yang dialokasikan untuk pem­ bangunan gedung sekolah baru tersebut. “Kita targetkan dua ta­ hun ini sampai 2018, pem­ bangunan gedung baru sekolah itu bisa diselesai­ kan,” katanya, saat ditemui usai peresmian gedung baru SMA Negeri 2, Jumat (13/1/2017). Selain empat sekolah tersebut, sambung Irvan, di 2018 Pemkab juga akan merelokasi dua sekolah lainnya lagi, yakni SD Ne­ geri Lembur Tengah dan SD Negeri Selakopi. Tujuan dilakukannya relokasi, men­ urutnya, selain untuk me­ ngurai kemacetan juga buat kelayakan kegiatan belajar mengajar (KBM) para siswa. “Yang jelas, kami se­ dang menindaklanjuti ins­truksi Pak Bupati, me­ ngenai anggarannya su­ dah dialokasikan tahun ini (2017),” singkat Kepala Dinas Pendidikan dan Ke­ budayaan Kabupaten Cian­ jur, Cecep Sobandi, seraya menjelaskan, rencana re­ lokasi beberapa SD terse­ but saat ini masih dalam

FOTO-FOTO: BERITA CIANJUR/APIP SAMLAWI

”Kepala SD dan seluruh guru di kampungnya ma­ sing-masing harus menjadi contoh masyarakat lainnya melaksanakan sholat su­ buh dan ashar berjamaah,” ucapnya. Sementara itu, salah se­ orang Kepala SD Negeri di Kecamatan Cikalongkulon, Herman Suherman me­ ngaku, berangkat menjadi Kepala SD berlatar belakang sebagai Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan adanya itu, pihaknya pun res­ pon terhadap adanya program Bupati Cianjur, yaitu Cianjur yang lebih Maju dan Agamis, apalagi adanya program Sholat sub­ uh dan ashar berjamaah. “Hal itu, selain program Bupati Cianjur juga sudah

merupakan Kewajiban umat Islam, dan hal itu merupa­ kan suatu petunjuk Rasu­ lulloh SAW. Apalagi seka­ rang dijadikan salah satu programnya Kabupaten Cianjur,” ucapnya. Selain itu, pihaknya pun selaku Kepala SD berkewa­ jiban pula untuk mening­ katkan kualitas pendidikan di sekolahnya dan dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera melaksanaka rapat koordinasi (rakor) dengan seluruh elemen di lingkungan sekolahnya. “Supaya kompak men­ jalan program pendidikan yang berkualitas, dengan begitu semoga kualitas pen­ didikan di Kecamatan Cika­ longkulon terus meningkat,’ tutupnya. (apip)

Sejumlah SD di Cianjur Bakal Direlokasi

BERITA CIANJUR/HERI

proses persiapan. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Sapturo menegas­ kan, berapapun anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan gedung se­ kolah baru itu merupakan kewenangan Pemkab Cian­ jur. Dirinya berharap, ang­ garannya nanti tidak hanya mengandalkan dari APBD II saja tetapi ada bantuan dari Kementerian Pendidi­ kan termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pem­ prov Jabar). “Kalau tahun 2017, alokasi dana pembangunan gedung SD Negeri baru, be­ lum teranggarkan kecuali di perubahan nanti,” ujarnya. Menurutnya, dipin­ dahkannya sekolah lama ke lokasi yang baru dengan bangunan yang lebih repre­ sentatif ini diharapkan bisa menghindarkan para siswa dari kebisingan kendaraan

Kami ingin menciptakan sekolah sehat yang ramah lingkungan, bukan hanya untuk menimba ilmu pengetahuan saja tapi bisa menjadi rumah kedua sebagai pembelajaran.” dan kecelakaan lalulintas karena bangunan sekolah yang lama berada di kawasan jalan yang sangat padat. “Kami ingin mencip­ takan sekolah sehat yang ramah lingkungan, bukan hanya untuk menimba ilmu pengetahuan saja tapi bisa menjadi rumah kedua sebagai pembelajaran,” harap­nya.

Dirinya mengaku, hing­ ga kini anggaran pendidi­ kan di Kabupaten Cianjur masih menjadi prioritas dengan nilai 20 persen lebih dari total APBD. Bah­ kan pengelolaan SMA/ SMK yang mulai 2017 di­ ambil alih oleh Pemprov Jabar, memberikan dampak positif bagi daerah. “Dengan pengalihan pengelolaan SMA dan SMK ke provinsi, beban daerah tingkat II lebih berkurang. Sehingga kita bisa lebih fokus ke pendidikan dasar, khususnya menuntaskan program wajib belajar sem­ bilan tahun agar pendidi­ kan bisa dinikmati semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” tutupnya. Sedangkan, rencananya bangunan bekas sekolah yang lama tersebut bakal beralih fungsi menjadi zona parkir kendaraan roda dua dan empat. (heri)


BC5

GoCipanas

+Cianjur Selatan SABTU, 14 JANUARI 2017

Kawasan Simpang Raya Cipanas tak Lekang Waktu KETIKA Cipanas ditejang krisis ekonomi sesudah Tol Cipularang beroperasi, satu-satunya daerah yang masih bisa bertahan dan menghasilkan dolar di kawasan pariwisata Cianjur itu, hanya kawasan Simpang Raya Cipanas.

H

ilir mudik wisatawan masih tampak jelas terlihat. Geliat ekonomi pedagang kakian jalan masih terus mewarnai ruas jalan satu ini. maka wajar warga Cianjur menyebut, kawasan ini tak lekang oleh waktu. Jamuan wisawatan yang berjejer di kawasan itu, selalu hidup baik yang berhaya tradsional bahkan asing sekalipun. “Ya kalau dibanding dengan daerah lain di Cipanas ini, Simpang Raya memang belum pernah sepi dari pengunjung. Ini juga yang membuat kami sebagai pedagang kakian jalan bertahan hingga saat ini,” ungakap Mang Balu, salah seorang pedagang yang telah hidup di Simpang Raya selama 30 tahun terakhir ini. Menurut Balu, wisawatan yang datang ke Simpangraya, rata-rata bangsa keturunan yang memiliki vila di beberapa tempat seperti Grand Apple, Golden Spring dan banyak villa lainnya. Para wisatawan dari berbagai kota besar ini, ra-

ta-rata bermukim lebih dari satu bulan. Apalagi imbuh Balu, wisatawan yang datang ke Cipanas sekarang ini, lebih memilih menghabiskan waktu di Simpang Raya ketimbang daerah lainnya yang ada di Cipanas. Kemungkinan, karena banyaknya fasilitas yang mendukung masa liburan mereka. Sementara Saeful Rahma, salah seorang pengelola restoran sunda di kawasan Simpang Raya, mengakui meski ada penurunan setelah tol Cipularang beroperasi, namun tingkat penurunan tidak terlalu signifikan. “Mungkin karena pendatang yang ke kawasan ini merupakan pendatang musiman yang sudah betah menghabiskan masa libur di Simpangraya. Atau ada faktor lain, yang jelas tingkat kunjungan hingga saat ini masih tampak begitu ramai,” jelasnya. Hadi Laksono, salah seorang warga keturunan asal Surabaya mengakui, kedatangannya tiap tahun ke kawasan simpang raya, karena

FOTO-FOTO: NET

suasana yang cukup mendukung. Ada kebebasan yang dirasakan pengunjung, terlebih budaya antara warga

setempat dengan pendatang sangat harmonis. “Saya malah memilih membeli villa di sini, karena

saya sudah jatuh cinta dengan kawasan simpang raya ini,” kata Hadi singkat. (rustandi)

Kawasan Ekonomi Wisata, Waspada Tindak Kriminal Fasilitas Puskeswan di Kabupaten Cianjur Masih Kurang CIPANAS-Kawasan Cipanas seolah menjadi sasaran empuk bagi para pelaku kejahatan tak terke­ cuali bagi para pelaku pengedar uang palsu (upal). Hal tersebut melihat dari potensi ekonomi di kawasan wisata itu. Fungsional Umum Sat Pol PP Kecamatan Cipanas, Holis mengungkapkan, dengan kemajuan yang terjadi di kawasan cipanas baik dalam segi perekonomian maupun wisata menjadikan kawasan cipanas kerap dijadikan para pelaku pengedar uang palsu sebagai sasarannya. Kendati demikian pihaknya tak tinggal diam. Apalagi jelang pelaksanaan lebaran seperti sekarang ini. “Kita sudah mengimbau kepada masyarakat melalui Pemerintah Desa (Pemdes) yang ada di kawasan Cipanas ini agar senantiasa mewaspadai manakala ber-

NET

edarnya upal jelang lebaran ini,” ucap Holis. Menurutnya, selama ini ada beberapa objek yang rentan menjadi sasaran para pelaku pengedar upal. Selain Stasiun Pengisian Bahan Bakar Energi (SPBE) juga warung-warung kecil yang berada dipinggir-pinggir jalan. “Karenanya saya berha-

rap masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaanya. Apalagi belum lama ini saya lihat di pemberitaan media elektronik ada pengedar upal yang tertangkap dengan barang bukti upal yang mencapai nominal Rp 300 juta,” ujarnya. Sementara itu, salah seorang pemilik warung yang berada di Desa Ciloto,

Kecamatan Cipanas, Mulyadi (30) mengaku pada perayaan lebaran tahun sebelumnya, ia mendapatkan uang palsu yang dijadikan alat tukar oleh pengguna jalan yang melintas di depan warungnya. “Memang saya akui je­ lang pelaksanaan hari raya besar itu biasanya peredaran upal biasanya marak terjadi dan saya pun pernah manjadi korban,” katanya. Karenanya, ia menghendaki jelang pelaksanaan lebaran sekarang ini. Pemerintah bisa meningkatkan keamanan yang ada dilingkungan masyarakat agar perayaan lebaran nantinya tidak dikotori oleh perbua­ tan yangmelanggar hukum. “Seharusnya mulai dari sekarang ini, pemerintah melakukan pengawasan peredaran upal sebelum perayaan lebaran datang,” tandasnya. (heri)

15 Tahun Jalani Pekerjaan Sebagai Jagal Hewan Oleh : Angga Purwanda, BC SUDAH hampir 15 tahun, Burhan (40) menjalani pekerjaan sebagai jagal hewan di salah satu rumah pemotongan hewan (RPH) yang berlokasi di Jalan Dr Muwardi. Pada awalnya, pria dengan perawakan sedang itu sempat merasa tidak tega menyembelih sapi. Bahkan menyembelih ayam pun ia mengalami perasaan yang demikian. Tapi sekarang, pria asal Indramayu menjadi terbiasa. “Pada awalnya tidak tega, namun karena tuntutan kebutuhan dan memang ada bakat jadi sekarang sudah biasa,” kata Burhan. Menjadi seorang jagal hewan, berawal dari ajakan saudaranya yang telah lebih dahulu menekuni pekerjaan itu, dan selepas menyelesaikan

NET

pendidikan di bangku SMA, akhirnya dirinya mencoba pekerjaan sebagai jagal hewan. Ayah dari empat orang anak itu pun mengaku tidak bosan mengerjakan pekerjaan sebagai tukang jagal hewan. Hanya rasa letih yang dikeluhkannya, maklum saja, pekerjaan yang dilakukannya merupakan pekerjaan fisik. Dan,

waktu bekerjanya pun terbalik dari pekerjaan pada umumnya. Dirinya biasanya bekerja mulai sore hingga pagi hari. Dijelaskannya, pekerjaan itu tidak bisa dibilang mudah. Resikonya cukup tinggi dengan alat yang dipakainya, yakni pisau atau alat pemotong lainnya. Tidak hati-hati sedikit saja, organ tubuh bisa

tergores bahkan tertusuk. Selain itu, Burhan juga bersyukur semua pekerjaannya bisa dijalaninya dengan lancar. Setiap Lebaran Haji, mengerjakan pemotongan hewan kurban, baik sapi maupun kambing. Selain mendapatkan upah yang lumayan, ia pun senang dengan dijamu, seperti diberikan fasilitas makanan dan minuman, oleh panitia kurban setempat. Berapa besar upah yang ia dapat, tidak bisa dijelaskannya secara detail dan pasti. Dirinya, hanya menyebutkan, upah potong satu ekor sapi sekitar Rp 200.000, termasuk kulit. Dan, upah potong kambing sebesar Rp 30.000. Harga tersebut dikali jumlah ternak yang dipotong kemudian dibagi rata untuk semua karyawan RPH. “Ya hitung-hitung hiburan, setahun sekali,” ujarnya.(*)

DINAS Kelautan, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Cianjur mengakui dengan masih kurangnya fasilitas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang ada di wilayah itu. Persoalan itu, dikhawatirkan akan berdampak pada pengawasan penyebaran penyakit dan menjadi tak terdeteksi. “Saat ini, Cianjur memiliki tiga puskeswan, yang tersebar di Kecamatan Cipanas, Agrabinta dan Sukanagara. Tiga puskeswan ini, membawahi 10-11 kecamatan. Padahal idealnya, puskeswan ada di masing-masing kecamatan. Kondisi tersebut sangat tidak efektif dan menjadi kendala dalam pemgawasan kesehatan hewan, baik hewan ternak dan hewan peliharaan,” tutur Kasi Kesehatan Hewan dan Masya-

BC-IklaN KEHILANGAN STNK No.Pol F 5876 XE an. Yuyun Sulastri

KEHILANGAN SERTIFIKAT Tlh hilang Sertifikat pelaut (Ahli Nautika Tingkat II) no 6200390414N20115 an Taofiq Ilham

LOKER CV Cahaya simpati membutuhkan marketing dan kolektor. Min SMPSMA Sederajat.JK L/P, datang langsng komp. bumi mas blok B- 9 (bayubud) no 14 (085221906121 An.Taufik)

LOKER Lion Parcel Cianjur (member of LION GROUP) membutuhkan segera kurir dan marketing Syarat: Pria usia maksimal 30 tahun, Pendidikan minimal slta , Pengalaman di bidang expedisi , Mempunyai kendaraan pribadi dan sim c. Fasilitas: Gaji pokok, Bonus dan Tunjangan bensin. Lamaran langsung bawa ke jl Arif Rahman Hakim no 55. Ruko no 3 (depan bcny)

Saat ini, Cianjur memiliki tiga puskeswan, yang tersebar di Kecamatan Cipanas, Agrabinta dan Sukanagara. Tiga puskeswan ini, membawahi 10-11 kecamatan.” rakat Veteriner, M Agung Rianto, kepada wartawan. Selain minim sarana kesehatan, Cianjur juga minim Sumber Daya Manusia (SDM) ahli. Sejak tahun 2006, dokter hewan di Cianjur tercatat hanya enam yang ada. Pihaknya sendiri telah mengajukan tambahan, namun hingga saat ini belum ada realisasi.

“Walaupun puskeswan kami hanya tiga, tiap-tiap kecamatan punya kaki tangan. Masyarakat yang ikut menjadi petugas lapangan itu tanpa di gaji, mereka sukarelawan sehingga bisa mela­ yani kebutuhan masyarakat,” katanya. Tidak hanya itu, dalam upaya pencegahan penyeba­ ran penyakit, pihak dinas juga gencar melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan peliharaan. “Ini cukup dirasakan dampaknya, dengan tidak ditemukannya kasus-kasus penyakit hewan berbahaya, seperti H5N1 serta Anthrax di Cianjur. Masyarakat begitu responsif ketika menemukan hewannya terserang penyakit, ucapnya.(angga purwanda)

INFO IKLAN

0877 0841 3364 / 0857 9472 4178


BC6

SabaDesa! SABTU, 14 JANUARI 2017

Warga Desa Murnisari Hanya Andalkan Sawah Tadah Hujan

BAGI warga di Desa Murnisari, keterbatasan saluran irigasi, memaksa sektor pertanian hanya bisa dilaksanakan saat musim penghujan saja. Mau tidak mau, warga mengandalkan sawah tadah hujan sebagai sumber mata pencaharian mereka dalam satu tahun musim tanam.

S

aat musim kemarau, warga biasanya banting setir menjadi buruh penyadap karet, karena sawah yang mereka miliki, tidak memungkinkan untuk tetap dipakai sebagai areal pesawahan. Berdasarkan letak geografis desa, Desa Murnisari, Kecamatan Mande, berlokasi di bagian utara Kabupaten Cianjur, memiliki lahan sawah kering (tadah hujan) seluas 174 Ha dan lahan darat yang ditanami pohon karet sekitar kurang lebih 75 Ha Dikatakan Kades Murnisari, Maman Suparman, Kecamatan Mande, seluruh warga Desa Murnisari, mayoritas sebagai petani, kuli tani padi

dan karet, karena seluruh luas sawah hanya bisa digunakan saat musim penghujan saja. “Kalau sawah tidak bisa ditanami karena ketersedian air sangat terbatas, maka warga mau tidak mau beralih menjadi buruh sadap karet,” kata Kades saat dihubungi Harian Berita Cianjur, kemarin. Menurut Kades, sebenarnya sudah dipikrikan bagaimana caranya agar ada pembangunan yang dapat menopang ekonomi warga, namun dengan lahan yang tandus seperti sekarang, semua menjadi terbatas dan sulit melakukan terobosan. “Mungkin, kedepan akan dipikirkan bagaimanacara agar wilayah desa ini bisa dijadikan kawasan indus-

BERITA CIANJUR/APIP SAMLAWI

tri. Namun itu kembali ke pemerintah dalam menangani pembangunan zona industri,”sambungnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Murnisari H. Dayat (53) menambahkan, penghasilan warga Desa

Murnisari, mayoritas sebagai petani dan kuli tani padi dan karet. “Keterbatasan SDA yang

ada, memang membuat indeks ekonomi masyarakat sulit mengalamai peningkatan. Satu-satunya cara, peme-

rintah mau mempercepat pengembangan daerah ini sebagai zona industri,” harapnya. (pip)


BC 7

Cianjur News+

SABTU, 14 JANUARI 2017

... Bupati Beberkan Soal Anggaran SKTM DARI HAL 1...

bertahap,” ungkap Bupati, saat diwawancara Harian Berita Cianjur, sesaat setelah mengahadiri peresmian Gedung SMA 2 Cianjur. Bupati menyebut, Pemerintah sadar betul dengan kebutuhan anggaran layanan medis untuk masyarakat miskin, sehingga berbagai langkah akan diambil, agar layanan kesehatan tidak terganggu dan masyarakat miskin tetap bisa mendapatkan fasilitas kesehatan yang lebih baik. Sebagai Bupati, Imbuh Kang Irvan, dirinya telah mengintruksikan agar segera dilakukan proses pertanggungan beban SKT ke BPJS. Tindakan ini penting sekali, sehinga beban anggaran untuk layanan kesehatan orang miskin, bisa diminimalisir tanpa mengurangi layanan yang ada. “Tahun anggaran sekarang, kita juga memperhatikan pergerakan kebijkana pemerintah pusat, sehingga tidak terjadi double anggaran. Berdasarkan informasinya, tahun 2017 akan didistribusikan Kartu Indonesia

Sehat (KIS), jadi pertanggungan sebenarnya bisa dilaksanakan dengan menggunakan karrtu itu,” terangnya. Kalkulasi perhitungan anggaran sekarang, Rp. 1,2 miliar digunakan untuk membiayai 7.500 warga tidak mampu yang diintegrasikan ke BPJS dimana preminya dibayarkan oleh pemerintah daerah. Sedangkan Rp. 800 juta, menjaga untuk membiayai warag tidak mampu yang belum terfasilitasi oleh BPJS. “Sisanya Rp. 10 miliar digunakan untuk membayar hutan Pemkab ke rumah sakit yang totalnya mencapai Rp. 60 miliar,” terang Bupati gamblang menjelaskan orhan anggaran layanan kesehatan yang awal tahun ini dipergungjingkan banyak pihak. Masih kata Bupati, kedepan Pemkab akan membuat Cianjur satu data yang berisi informasi mengenai data warga tidak mampu. Nanti datanya akan update setiap tahun untuk melihat fluktuasi berapa yang meninggal dan lahir, sehingga bisa terlihat dari situ. Seperti diberitakan sebelumnya, Baban Suherman (41) bolak balik antara RSUD

Cianjur dan Dinas Keseha­ tan, hanya sekedar memastikan kalau tanggungan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diberikan kepadanya benar hanya sebesar 25 % dari jumlah beban biaya medis anaknya yang sedang dirawat di salah satu ruangan di RSUD Cianjur. Warga Gunungcalung, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur ini, bingung karena kemungkinan biaya medis yang dikeluarkan untuk kebutuhan rawat inap anaknya di RSUD Cianjur, bisa mencapai jutaan rupiah. Sementara, dengan penghasilannya sebagai buruh serabutan tidak memungkinkan untuk merogoh kocek jutaan rupiah. “Saya menerima surat SKTM yang diproses sejak Rabu (11/1/2017) kemarin, dengan hasil pemerintah hanya menanggung 25 persen dari jumlah tagihan biaya medis yang dibebankan RSUD Cianjur nanti,” kata Baban dengan nada lirih saat ditemui Harian Berita Cianjur, di lingkungan RSUD Cianjur, kemarin. Baban mengaku bingung, jika nanti pengobatan anak­ nya yang sedang rawat inap

bisa mencapai jutaan rupiah. Meski sekarang dirawat di Ruang kelas III RSUD Cianjur, namun Baban menyakini dana berobat anaknya yang menderita gangguan lambung bisa mencapai jutaan rupiah. Terkait masalah ini, Ujang Ridwan salah seorang aktivis di bidang Kesehatan, menilai kebingunan yang dialami Baban, sangat wajar karena saat ini pemerintah telah melakukan pemangkasan anggarabn SKTM. “Besarannya pemangkasan anggaran pasti sangat berpengaruh terhadap layanan kesehatan warga miskin di Kabupaten Cianjur. Seharusnya, kalau pemerintah berniat membenahi pengelolaan anggaran, tidak perlu secara langsung melakukan pemangkasan,” teranganya. Sebelumnya Serikat Perjuangan Rakyat Miskin (SPRI) Kabupaten Cianjur menuntut Pemkab Cianjur mencabut aturan baru terkait Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Tuntutan itu disampaikan SPRI saat menggelar aksi unjukrasa ke Gedung DPRD Cianjur, Jumat (6/1/2017). (heri/rustandi)

... 80 Pendekar Deklarasikan Komunitas Maenpo Cikalong DARI HAL 1...

“Hari ini kita berkumpul dari berbagai padepokan dan perwakilan pelestari maenpo dari Sukabumi dan Bandung, kita ingin menyatukan visi dan misi dalam melestarikan maenpo di Cianjur,” ujar Dany. Menurutnya, sangat aneh dan ironis banyak orang dari luar cianjur bahkan luar negeri ingin banyak belajar tentang Maenpo ke Cianjur tapi miris hari ini masyarakat cianjur sendiri sangat minim pengetahuannya tentang maenpo, indikatornya adalah minimnya perhatian Pemda terhadap olahraga asli Cianjur ini. ujar Dany. Sementara itu sesepuh Maenpo Cianjur Azis Asy’ari dalam sambutannya   menyampaikan kebanggaannya atas kegesitan para generasi muda maenpo yang memiliki keinginan untuk mengembangkan Maenpo asli Cianjur lebih dikenal oleh sleuruh lapisan masyarakat di Cianjur khususnya umumnya di seluruh dunia melalui sebuah Komunitas Maenpo Cikalong Pasarbaru. “Selaku orangtua saya sangat senang sekali generasi

BERITACIANJUR/MUSTOFA

muda maenpo Cianjur memiliki greget keinginan untuk mengangkat dan melastarikan maenpo  lebih bvaik lagi melalui komunitas” ungkap Azis. Azis menambahkan masih banyak masyarakat cianjur yang belum mengetahui apa itu maenpo, termasuk pupuhunya belum banyak tahu tentang maenpo. Menurutnya, maenpo tidak berarti hanya satu aliran silat, melainkan terdiri dari tiga, yakni aliran Sahbandar, Cimande, dan Cikalong. Ke-

tiganya memiliki karakter atau jurus yang berbeda satu sama lain. “Kalau untuk Sahbandar dikenal dengan kegesitan dan kelincahannya, Cimande dengan kekuatannya yang mematikan, sementara Cikalong dikenal dengan kelembutan gerakan tapi mampu melumpuhkan lawan tanpa melukainya,” terangnya. Maenpo Cikalong, lanjut Aziz, disebarkan pertama kalinya oleh Raden Ibrahim setelah belajar ilmu silat ke

berbagai perguruan di Indonesia. Awalnya, gerakan maen­ po Cikalong sama kerasnya, namun seiring waktu Raden Ibrahim mulai menuangkan konsep keislaman dalam aliran beladiri. Dulu sebelum maenpo bisa dipelajari setiap orang, maenpo hanya ditujukan bagi kaum elit atau orang pemerintahan Cianjur. Hal itu pun dikarenakan para sesepuh tidak ingin maenpo ini dijadikan alat untuk mencelakakan orang. Masih kata Aziz, setiap gerakan maenpo Cikalong, kaidah yang diajarkan adalah madi, sahbandar, dan kari. “Jika sudah paham ketiganya maka sudah bisa menguasai berbagai jurus.” Dia pun menjelaskan, para jawara maenpo Cikalong sebisa mungkin tidak melakukan tempelan atau menyentuh lawannya. Namun sekali kena, lawan sudah tak bisa melawan atau bergerak sedikitpun. Yang luar biasa, lawan takkan mengalami sedikit pun luka, bahkan terlihat tertawa. “Ini karena kaidahnya menyelamatkan dan menjalin silaturahmi. sesuai dengan karakter Cianjur yang lemah lembut,” kata dia. (bis)

... Gatot Minta Dewan Jangan Riweuh Soal Dana Aspirasi DARI HAL 1...

baiknya para legislator tidak riweh soal dana aspirasi. “Seharusnya dewan ngga usah ributin dana aspirasi, karena akan mengkerdilkan hak fungsi dan wewenang dprd dalam hal ini fungsi budgetingnya. Seharusnya, legislator itu memperjuangkan usulan masyarakat yang diusulkan melalui mereka pada waktu reses ke daerah masing masing,” kata Gatot saat dimintai komentarnya soal dana aspirasi belum lama ini. Dewan imbuh Gatot, harus berani bersikap kritis

terhadap kebijakan pembangunan yang dinilai tidak sinergi dengan kepentingan masyarakat Cianjur. Makanya, saat penyusunan anggaran sebelum menjadi Peraturan Daerah (Perda) APBD, dewan itu harus kuat mempertahankan argumen usulan pembangunan, ketimbang nurut begitu saja. “Dalam proses penyusunan, disitu pertarungan yang sebenarnya sebagai anggota dewan. Semua usulan masyarakat harus bisa masuk dalam program pembangunan yang akan dilaksanakan pemerintah baik itu berisfat rencana pembangunan tahunan mau-

pun lima tahunan,” cetus Gatot. Kalau terus menerus bekutik dalam perebutan dana aspirasi, tegasnya, dikawatirkan anggota dewan terjebak dalam kontalasi kepentingan pribadi. Ujungnya, bisa menimbulkan fitnah atau tudingan tidak sedap dari pihak masyarakat. “Mau tidak mau dana aspirasi akan bersingunan langsung dengan aroma pekerjaan fisik yang identik dengan borongan alias proyek. Ini yang harus dihindari, sehingga masyarakat tidak menilai negatif kinerja dewan,”tegasnya. Ketika disingung me-

ngenai aturan yang sebenarnya tentang dana aspiras, Gatot menjelaskan, dalam aturan manapun belum pernah ada yang secara tegas menjelaskan tentang kedudukan dan aspirasi. Sehingga tidak ada aturan yang bisa mengatakan itu dilarang atau tidak. “Cuma dalam sumpah jabatan, ada kata-kata memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kalau Anggota Dewan menerima dana aspirasi itu, jelas salah, karena yang dia dapat hanya angka atau dana. Meski begitu, itu menjadi sah karena tidak ada aturan yang melarang tadi,”pungkasnya. (rustandi)

Dinkes Klaim AKI dan AKB Turun Drastis DINAS Kesehatan disebut biasa Din­kes Kabupaten Cianjur, mengklaim angka kematian ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) tahun 2016 mengalami penurunan drastis dari tahun sebelumnya. Kepala Dinkes Tresna Gumilar menyebut, penurunan AKI dan AKB tahun 2016, berkat kerja keras semua pihak. Penurunan ini, memberikan angka harapan hidup dan peningkatan indeks kesehatan masyarakat Cianjur makin meningkat dengan baik. “Meski terjadi penurunan yang begitu signifikan, bukan berarti jajaran Dinkes kemudian merasa puas. Kita akan terus melakukan upaya peningkatakan lagi, agara keberhasilan ini bisa diakui di tingkat Provinisi,” katanya. Tresna mengkonfirmasikan, sepanjang tahun 2016 berdasarkan angka absolut kematian, terdapat 34 kasus kematian ibu dan 158 kematian bayi yang menurun dibandingkan tahun lalu. Wilayah utara Cianjur masih

menjadi lokasi dengan laporan kematian paling banyak. Masih kata Tresna, keberhasilan menurunkan angka AKI dan AKB, merupakan bagian program ‘Si Jagoan’, yakni Sistem Jejaring Rujukan Obstetri dan Neonatal. Berfungsi untuk membantu tenaga medis tingkat desa merujuk pasien ke wilayah kota. Pelaksana Kesehatan Ibu dan Anak Bidang Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan, Gita Nurlaili menuturkan, kasus AKI dan AKB merupkan data krusial sebagai tolak ukur keberhasilan program kesehatan. Seperti yang diketahui salah satu penyebab terjadinya kematian baik pada ibu atau anak, adalah responsibilitas yang rendah. Ibu dengan faktor risiko seharusnya menjadi prioritas utama untuk dirujuk dan ditangani di faskes yang memadai ”Dengan kewilayahan yang cukup luas, dan tidak sedikit yang terkendala akses, bekerja menurun-

kan AKI dan AKB, bukan lah hal yang mudah Tapi, diharapkan data yang sudah masuk sekarang, merupakan data akhir AKB dan AKI di Cianjur tahun 2016,” kata Gita Hingga saat ini, sambung Gita, Ibu dengan kehamilan pertama, masih cukup banyak menyumbang angka kematian. Akan tetapi, ibu dengan kehamilan kedua atau ketiga lebih sering mengalami komplikasi dan kematian. ”Maka dari itu, perlu diperhatikan, kehamilan pertama bukan berarti akan menjadi aman. Tapi, kehamilan terakhir menjadi juga tidak begitu saja membuat kita tenang,” tegasnya. Begitupun dengan kondisi bayi, tingkat keterlambatan penanganan terhadap bayi baru lahir memang berangsur-angsur menurun. Akan tetapi, faktor tersebut masih cukup mendominasi dan menjadi salah satu penyebab eksternal yang banyak terjadi. (rustandi)

... Tiga Motor Tabrakan Satu Tewas Ditempat DARI HAL 1...

tian adiknya, baru diketahui dari rekan kerjanya. Awalnya sempat tidak percaya, namun setelah dipastikan ternyata yang meninggal memang benar Audi Setiadi. “Kita hanya bisa iklhas dengan kejadian ini, dan akan segera membawa pulang jenazah agar bisa dikebumikan esok hari (hari ini..red),” kata Asep mengkonfirmasikan kemungkinan keluarganya ikhlas dengan kejadian yang menimpa adiknya. Keterangan yang berhasil dihimpun, kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan roda dua, terjadi di jalan  raya Cugenang, tepatnya di Kampung Maleber RT 02/11 Desa Ciherang, Kecamatan Pacet.

Adi Setiadi, harus meregang nyawa setelah sepeda motor Kawasaki F 2891 CJ yang dikendarainya terlibat tabrakan beruntun dengan dua sepeda motor lainnya tepat di depan SPBU Kampung/Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Jumat (13/1) petang.   Sementara pengendara sepeda motor lainnya Yamaha MX F 5817 XT yang dikemudikan Yogi Fauzi (17) mengalami luka berat dan rekannya yang dibonceng Helza Nugraha (17) luka ringan. Satu pengendara lainnya yang mengenndari sepeda motor Honda Beat F 6919 XE Ridwan Sobari mengalami luka ringan termasuk Adam yang di bonceng  Kanit Laka Satlantas Pol-

res Cianjur, Ipda Sunarta mengatakan, kronologis tabrakan berawal dari sepeda motor Kawasaki F 2891 CJ dikemudikan Audi melaju dari arah Bogor menuju Cianjur. Sewaktu menempuh jalan lurus, kendaraan terlalu kekanan hingga menabrak sepeda motor Yamaha MX F 5817 XT dikemudikan oleh Yogi dari arah berlawanan. Usai menabrak Yamaha MX, sepeda motor Kawasaki oleng ke kanan dan menghantam Honda Beat F 6919 XE yang dikemudikan Ridwan. “Saat ini kita masih melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian,” terangnya. (heri/rustandi)

... Jaga Kebugaran dengan Cukup Tidur DARI HAL 1...

pun membutuhkan stamina ekstra untuk menjalankan segalanya dengan lancar. Lalu, bagaimana Annisa Pohan tetap terlihat fit di tengah segudang aktivitas yang menguras otak dan tenaga? “Tentu kami juga selalu menjaga kebugaran dengan cukup tidur, itu yang paling penting. Khususnya untuk saya, karena saya memang kuncinya cukup tidur, terus minum air putih minimal

dua liter,” ujar Annisa Pohan, saat acara peluncuran produk Alleira, di Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan, Kamis (12/1/2017). Ia pun kerap mengingatkan sang suami untuk selalu mementingkan kesehatan di atas segalanya. “Dan suami saya juga selalu saya ingatkan karena kan kadang dengan kesibukan, suka lupa minum air putih,” tambah Annisa Pohan. Meskipun selalu menjaga kesehatan dengan pola

hidup sehat, ibu satu anak itu tetap menganggap bahwa stamina tubuh yang prima juga merupakan berkat dari Tuhan. “Mungkin kalau orang luar melihat dengan segala kegiatan kami ini, terheranheran bagaimana caranya bisa mengatasi aktivitas yang sangat sibuk tapi tetap bisa fit. Ya, saya bilang kuncinya sebenarnya Allah yang memberi stamina tambahan,” tutur Annisa Pohan. (net/rus­ tandi)

... Back To Nature (Kembali Ke Alam) DARI HAL 1... Menurut resolusi Promoting the Role of Traditional Medicine in Health System: Strategy for the African Region, sekitar 80% masyarakat di negara-negara anggota WHO (World Health Organization) di Afrika menggunakan obat tradisional untuk keperluan kesehatan. Beberapa negara Afrika melakukan pelatihan obat tradisional kepada farmasis, dokter dan para medik. Demikian pula penggunaan obat tradisional di Asia, terus meningkat meskipun banyak tersedia dan beredar obat-obat entitas kimia. Di RRC (Republik Rakyat China), penggunaan obat tradisional mencapai 90% penduduk di Jepang 60 sampai dengan 70% dokter meresep­ kan obat tradional ”kampo” untuk pasien mereka. Di Malaysia, obat tradisional Melayu, TCM dan obat tradisional India digunakan secara luas oleh masyarakatnya. Sementara itu, Kantor Regional WHO wilayah Amerika (AMOR/PAHO) melaporkan 71% penduduk Chile dan 40% penduduk Kolombia menggunakan obat tradisional. Di negara-negara maju, penggunaan obat tradisional tertentu sangat populer. Beberapa sumber menyebutkan penggunaan obat tradisional oleh penduduk di Perancis mencapai 49%, Kanada 70%, Inggris 40% dan Ame-

rika Serikat 42%. “Indonesia dianugerahi kekayaan hayati tanaman obat yang sangat berlimpah, bahkan terbesar keempat di dunia. “Sekadar catatan, beberapa tahun lalu kita masih pada urutan kedua setelah Brazil. Namun jika dilihat dalam kapasitas biodiversitas di darat dan di laut, Indonesia menjadi yang terbesar didunia,” papar peraih doktor bidang kesehatan masyarakat di Universitas Newcastle, Australia ini. yang juga Pakar Jamkesmas Ali Ghufron Mukti Ali Ghufron Mukti melihat ada pergeseran pola hidup masyarakat dunia termasuk Indonesia yang berkembang menuju paradigma back to nature, dengan menggunakan caracara tradisional untuk kesehatan. Dia mencontohkan, Republik Federal Jerman sudah mencapai 78 persen masyarakatnya back to nature dan mereka menetapkan umur harapan hidup menjadi 90 tahun. Sama hal dengan POTRE KONENG terbuat dari bahan alam asli Akar ilalang POTRE KONENG telah di padukan dengan Pinang muda, Kapulaga, Kunyit, Mahoni, Daun sirsak dan rempah lain yang tentunya memiliki kandungan yang sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Minuman Rempah POTRE KONENG sekarang telah berinovasi dengan datangnya produk baru yaitu POTRE

KONENG GOLD, POTRE KONENG GOLD terbuat dari Gula Aren,Akar ilalang, Pinang muda, Kapulaga, Kunyit, mahoni, daur sirsak dan rempah2 lain sehingga POTRE KONENG GOLD memiliki rasa yang lebih nikmat dan tentunya kaya akan manfaat, minuman sehat POTRE KONENG dan POTRE KONENG GOLD dapat meningkatkan daya tahan tubuh, bagus di konsumsi setiap hari dan sangat di anjurkan untuk anda yang mempunyai keluhan dengan kesehatan. POTRE KONENG dan POTRE KONENG GOLD bisa langsung di dapat di agent2 atau outlet/apotek terdekat dengan anda dan ini salah satunya: KOTA CIANJUR : Apt. Jaya farma, Cipanas : Apt. Makmur, Ciranjang : Apt.Aneka Farma, Cikalong : Apt.Arya Medika Warkon : Apt.Amanah, Cibeber : Apt.Sapta untuk info outlet / apotek : 082316874404 POTRE KONENG juga bisa didapat dengan cara online di www.potrekonenggold. com CALL CENTRE : 0263-290455 WA 081214938263. Bagi anda yang ingin berwirausaha menjadi stokis POTRE KONENG silahkan hubungi : 081285599063 Potre Koneng Gold DINKES PIRT NO : 210352901024920 Potre Koneng DINKES PIRT NO :2133203011178-20


twitter @berita_cianjur

facebook beritacianjur.com

HOTLINE : 0263-2283283 Klik! beritacianjur.com

BC8 SABTU, 14 JANUARI 2017

Alasan Gaji Bekerja di Pabrik Lebih Kecil

Warga Cianjur Masih Memilih Menjadi TKI

BANYAKNYA pabrik yang menjamur disejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur ternyata tidak banyak berdampak terhadap minat warga Cianjur untuk pergi bekerja keluar negeri menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

A

lasan pendapa­ tan yang lebih kecil diban­ dingkan menjadi TKI menjadi pe­ nyebab minat warga Cianjur bekerja keluar negeri. “Saya pernah bekerja di­ salah satu pabrik di Cianjur, tapi karena penghasilannya tidak mencukupi saya me­ milih keluar dan mau berang­ kat menjadi TKI. Karena ber­ dasarkan pengalaman saya, menjadi TKI gajinya lebih besar,” kata Siti Mintarsih mantan TKI asal Karangte­ ngah, Cianjur. Selama bekerja beberapa bulan di salah satu pabrik, ia mengaku menerima upah

NET

BERANGKAT - Ratusan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal berbagai daerah tengah menunggu keberangkatan ke sejumlah negara tujuan. Mereka lebih memilih menjadi TKI meski didaerahnya banyak peluang lapangan kerja, karena menganggap gaji menjadi TKI jauh lebih menjanjikan dibandingkan hanya menjadi buruh pabrik.

setiap bulannya sekitar Rp1,8 juta. Jumlah tersebut dirasakan tidak mencukupi untuk biaya keluargannya. “Masih jauh dari gaji saya saat menjadi TKI yang men­ capai dua kali lipat. Maka­nya setelah berembug dengan keluarga saya akan berang­

kat lagi menjadi TKI,” kata perempuan yang mengaku tengah mengurus keberang­ katannya ke Taiwan itu. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cianjur, Dwi Ambar Wahyuning­ tyas melalui Kepala Sek­ si Perlindungan Tenaga

Dinas Tenaga Kerja Tak Punya Data Perputaran Uang TKI

BERITACIANJUR/ MUSTOFA

CIANJUR-Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cianjur mengaku tidak memiliki data jumlah perputaran uang Tenaga Kerja Indone­ sia yang masuk ke Cianjur setiap tahunnya. Padahal data tersebut dibutuhkan untuk mengetahui sebera banyak TKI yang bekerja diluar negeri baik formal maupun non formal. “Sejauh ini kita belum memiliki data berapa ba­ nyak perputaran uang TKI yang masuk ke Cianjur. Itu biasanya ada di Kantor Pos dan bank. Mereka sejauh ini belum melaporkan ke dinas, sebenarnya kita juga sangat membutuhkan data itu,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cianjur, Dwi Ambar Wahyuning­

tyas melalui Kepala Seksi Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri, Ahmad Ubai­ dillah. Jum’at (13/1). Pihaknya berharap, pihak yang menerima kiri­ man dana TKI dari luar negeri bisa melaporkan ke Dinas Tenaga Kerja. “Me­ mang tidak ada kewajiban, tapi kalau melaporkan ke kita saya rasa juga tidak ada larangan. Toh kita bisa lebih bersinergi, terutama de­ ngan para TKI,” katanya. Dikatakan Ubadillah, sejak adanya moratorium pengiriman TKI informal ke Timur Tengah 2015 silam, jumlah warga Cianjur yang bekerja keluar negeri cen­ derung menurun. Kalaupun masih berangkat, kebanya­ kan dengan tujuan negara-

negara asean seperti Ma­ laysia, Brunai Darussalam, Singapura dan lainnya. “Memang dampak dari moratorium ke Timur Te­ ngah cukup besar juga. Tapi kalau minat menjadi TKI terbilang masih tinggi bila dibandingkan dengan pelu­ ang bekerja di daerah sendi­ ri. Terutama ke negara Asen dan negara diluar Timur Tengah seperti Hongkong dan Taewan,” ungkap Ubai­ dillah. Berdasarkan data per 29 Desember 2016, jum­ lah warga Cianjur yang menjadi TKI sebanyak 959 orang. Mereka merupakan TKI formal dan non formal yang tersebar di sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, Tai­ wan, Jepang dan sejumlah negara lainnya. “Hingga akhir tahun 2016 jumlah TKI yang ter­ daftar sebanyak 959 orang, itu yang resmi. Kalau yang tidak terdaftar, saya tidak tahu dan itu mungkin saja masih ada,” katanya. Seperti diberitakan, per­ putaran uang dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kabupaten Cianjur setiap bulannya terbilang cukup tinggi. Sekitar 16 ribu masyarakat Cianjur me­ lakukan transaksi mengam­ bil kiriman wesel dari TKI yang taksir mencapai Rp 68 miliar setiap bulannya. ( bis)

Kerja Luar Negeri Ahmad Ubaidillah, membenarkan jika menjamurnya pabrikpabrik yang ada di Cianjur tidak banyak berpengaruh terhadap tingginya minat warga Cianjur untuk men­ jadi TKI. “Tidak banyak berpe­

ngaruh, masih banyak warga Cianjur yang memilih bek­ erja ke luar negeri dari pada bekerja menjadi pabrik yang ada di Cianjur. Mereka tidak mempermasalahkan jauh dari keluarganya demi mengejar pendapatan yang lebih besar,” kata Ubaidillah

saat dihubungi terpisah. Penegasan Ubadillah tersebut bukan tanpa ala­ san, dari sejumlah calon TKI yang berhasil diwawan­ carai ternyata alasan me­ milih bekerja ke luar negeri karena pendapatannya jauh lebih besar dibandingkan

bekerja di pabrik. Mereka tidak mempertimbangkan jika bekerja di pabrik bisa lebih dekat dengan kelu­ arga. “Para calon TKI yang akan berangkat ini tidak mempermasalahkan jauh dari keluarga, mereka hanya mempermasalahkan gaji bekerja di pabrik jauh lebih kecil dibandingkan dengan menjadi TKI. Mereka tidak memperdulikan jauh dari keluarga, yang terpenting bisa mendapatkan peng­ hasilan yang lebih besar,” paparnya. Meski pihaknya selalu menasehati agar memper­ timbangkan resiko jika be­ kerja diluar negeri, namun para calon TKI tidak pernah mengindahkan. “Saya setiap wawancara selalu menekan­ kan agar para calon TKI itu mempertimbangkan ke­ luarga. Kalaupun gaji men­ jadi TKI lebih besar, tapi jauh dengan keluarga dan memiliki resiko yang jauh lebih besar. Ternyata tidak pernah digubris, tetap saja berangkat,” kata Ubaidillah. Dengan alasan pen­ dapatan lebih besar itu­ lah, banyak warga Cianjur yang memilih menjadi TKI daripada bekerja di pabrik. “Banyaknya pabrik tidak banyak berdampak terha­ dap para calon TKI, karena penghasilannya dibawah kalau menjadi TKI. Tetap saja minat menjadi TKI di Cianjur masih cukup ting­ gi,” ungkapnya. ( bis)

Kemenaker Cabut Izin 45 Perusahaan Penyalur TKI KEMENTERIAN Ketenagakerjaan mencabut izin operasional 45 pe­ rusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPT­ KIS), atau yang sebelumnya dike­ nal sebagai Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). Pencabu­ tan tersebut bagian dari hasil evaluasi dan pengawasan rutin yang dilakukan Kemnaker, baik pengawasan adminis­ tratif, inspeksi lapangan terkait sara­ na dan prasarana penampungan dan pelatihan, maupun investigasi atas pelanggaran. Dari jumlah tersebut, 14 diantara dicabut karena mengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tidak sesuai ketentuan (unprosedural), tiga PPT­ KIS dinyatakan tidak memenuhi syarat perpanjangan, satu PPTKIS terlibat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), 23 tidak melakukan perpanjangan izin, serta empat PPT­ KIS mengundurkan diri. “Surat pencabutan telah ditanda­ tangani Menaker. Pencabutan ini bagian dari upaya melindungi TKI dan calon TKI dari hal-hal yang me­ rugikan TKI,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Ker­ ja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kementrian Ketenagakerjaan, Hery Sudarmanto, Kamis, (12/1). Kasus pengiriman TKI unprose­ dural, jelas Hery, misalnya dilaku­ kan oleh PPTKIS yang mengirimkan tenaga kerja domestik (pembantu rumah tangga) ke negara-negara ka­ wasan Timur Tengah. Padahal, sejak Mei 2015 telah diterbitkan Keputu­ san Menteri Ketenagakerjaan Nomor 260/2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Ker­ ja Indonesia pada Pengguna Perse­ orangan di Negara-Negara Kawasan Timur Tengah. PPTKIS yang dicabut izinnya ka­ rena masalah sarana dan prasarana

NET

misalnya, tempat penampungan un­ tuk calon TKI tidak memenuhi syarat yang ditentukan. Atau, sarana pelati­ hannya tidak memenuhi standar untuk meningkatkan keterampilan calon TKI. “Sikap Kemnaker tegas. PPTKIS yang nakal harus dicabut ­izinya,” tegas Hery. Dengan pencabutan izin tersebut, Hery meminta kepada Badan Na­ sional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Atase Ketenagakerjaan RI di luar neg­ eri, serta Kedutaan Besar RI tidak me­ layani perizinan pengiriman TKI dari 45 PPTKIS tersebut. Apabila terlibat dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang, segera laporkan ke Polri. Selain mencabut izin terhadap 45 PPTKIS, Kemenaker juga memberi­ kan skorsing tiga bulan kepada 199 PPTKIS. Skorsing diberikan kepada PPTKIS yang ketahuan tidak mendaf­ tarkan TKI yang dikirim ke luar ne­ geri ke Sisko TKLN (Sistem Kom­

puterisasi Tenaga Kerja Luar Negeri) pada Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja In­ donesia (BNP2TKI). Tidak ma­suknya TKI ke Sisko TKLN me­ nyulitkan pemerintah melakukan pengawasan dan perlindungan kepada TKI. Se­ lama masa skorsing, PPTKIS tidak boleh berperasi. Terhadap PPTKIS yang terkena skorsing, diberi kesempatan melaku­ kan verifikasi dan penjelasan. Jika ternyata bisa menunjukkan bukti legal­ itas TKI yang dikirim, maka skorsing akan dicabut. Jika tidak bisa melaku­ kan pembuktian, maka skorsing diting­ katkan menjadi pencabutan izin. Hery menambahkan, di era Men­ teri Ketenagakerjaan Hanif Dha­ kiri, Kemnaker tidak pernah me­ nerbitkan izin baru bagi PPTKIS. Sebaliknya, ketat melakukan evaluasi dan pe­ngawasan. Sebelumnya Men­ teri Hanif telah mencabut izin ope­ rasi 19 PPTKIS. (net/bis)


ECERAN ,RP.3.000 AN N A G LANG ,0 0 .0 8 RP.7 N A L U /B

EDISI 010 THN I

SABTU, 14 JANUARI 2017

Memberi Nilai Lebih twitter @berita_sukabumi

facebook beritasukabumi

Klik! kliksaja.co

email redaksi.beritasukabumi@gmail.com

Petani Merugi, Harga Cabe di Pelabuhanratu Sudah Tembus Rp 120 Ribu HARGA cabe rawit di kawasan Kabupaten Sukabumi, mulai melejit. Juga sejumlah komoditas sayuran. Pantauan di Pasar Tradisional Pelabuhanratu, lonjakan tertinggi kenaikan harga cabe rawit merah sudah menembus harga 120 ribu per kilogram.

Padahal, belum lama ini, harga komoditas yang satu itu masih berada di kisaran Rp 30 Ribu per kilogram. Diduga, kenaikan harga cabai maupun komoditas sayuran lainnya itu dipicu akibat minimnya pasokan dari para

“Kalau disebut gagal panen sih tidak. Tapi, hasil panennya berkurang dan hal ini hampir dirasakan para petani lainnya.”

petani. Di beberapa tempat, petani cabe pada umumnya mengalami kegagalan panen lantaran di dera hujan deras sejak dua pekan terakhir. KE HALAMAN BS7

Polres Sukabumi Kota Kunjungi Markas FPI dan GMBI

Komplikasi Diabetes, Oon Project Pop Meninggal

Minta Masing-masing Pihak Menahan Diri

NET

MOCHAMAD Fachroni atau populer dipanggil Oon Project Pop, menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (13/1/2017), pukul 05.00 WIB di kediamannya di Bandung, Jawa Barat. Oon meninggal akibat

penyakit diabetes hingga komplikasi yang sudah lama diidapnya. Pria yang terkenal di dunia entertainment itu, sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

KEPOLISIAN Resor Sukabumi Kota, melakukan upaya persuasif menyusul terjadinya ketegangan antara dua ormas, FPI dan GMBI.

D

ipimpin Kabag Ops Polres Sukabumi Kota, Kompol Sulaeman Salim, beberapa personel Polres melakukan kunjungan ke markas masing-masing Or-

mas tersebut. Hal ini dilakukan untuk menciptakan situasi yang kondusif di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota. Dalam kunjungannya, Kabag Ops Polres Sukabumi Kota, Kompol Sulaeman Salim

meminta agar masing-masing anggota Ormas, untuk menahan diri pascakerusuhan yang terjadi pada Kamis, (12/1/2017). KE HALAMAN BS7

KE HALAMAN BS7

KICKOFF!

KEHEBATAN ROONEY DI MU KALAH DARI RONALDO EKS Manchester United (MU) yang kini main di West Bromwich Albion, Darren Fletcher menilai Wayne Rooney punya kehebatan yang sama dengan Cristiano Ronaldo. Namun, Rooney mengalah kepada Ronaldo untuk posisi penyerang depan.

BERITA SUKABUMI

Polsek Cireunghas Buru Pencuri Perumahan

BACA HAL BS6

CIANJUR LEAGUE

UNGGUL DI LAGA PENUTUP

KESEBELASAN PNB menutup laga terakhir kompetisi sepakbola Cianjur League U-19 dengan kemenangan telak 3-1 atas lawannya Bina Putra di Stadion Badak Putih, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Jumat (13/1) sore. BACA HAL BS5

Ki Bumi

BERITA SUKABUMI

SUKABUMI KOTA-Anggota Polsek Cireunghas Resor Sukabumi Kota, telah membentuk tim untuk memburu pelaku pembobol rumah warga perumahan. Ini menyusul setelah terjadinya kasus pencurian

di rumah warga bernama Yudi Firmansyah (28), warga Perumahan Lembah Asri di Kampung Lio Pamipiran, Desa/Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi.

PENGUMUMAN

Warga yang Merasa Motornya Diamankan Polres Sukabumi, Silakan Diambil PELABUHANRATU–Kepolisian Resor Sukabumi, mengimbau kepada warga masyarakat, yang merasa sepeda motornya ada di Mapolres Sukabumi, agar segera diambil. Hingga Jumat kemarin (13/1/2017), terlihat puluhan sepeda motor tak bertuan masih bertahan di

halaman Mapolres Sukabumi. Seluruh kendaraan roda dua tersebut, merupakan barang bukti hasil kejahatan maupun hasil sitaan dari kegiatan Operasi Cipta Kondisi Antisi C3 (Curat, Curas, Curanmor) yang dilaksanakan rutin setiap minggunya oleh Polres Sukabumi.

KE HALAMAN BS7

Ayu Ting Ting

Terus Digoda Raffi ISU hubungan spesial antara Raffi Ahmad dengan Ayu Ting Ting kembali ramai dibicarakan. Ini bukan tanpa sebab. Ayu mengunggah kalimat romantis Raffi pada dirinya melalui akun Instagram beberapa KARIKATUR/M YANUAR G

SUKABUMI BERSILATURAHMI

waktu lalu. “Nasi uduk kamu kurang enak. Ada yang lebih enak dan spesial dari uduk kamu,” kata Raffi dalam sebuah acara yang ditayangkan stasiun televisi. KE HALAMAN BS7

BERITA SUKABUMI

KE HALAMAN BS7

Rasulullah saw. bersabda: Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. [HR Muslim]


BS2

Lapsus

Apa yang telah dilakukan oleh dinas kesehatan maka tenaga medis bisa ikut andil dalam memotivasi dan menghapus stigma serta diskriminasi kepada ODHA di kota Sukabumi,”

SABTU, 14 JANUARI 2017

Waria di Kota Sukabumi, Masih Berjuang Sendiri Hadapi HIV/AIDS NAMA populernya: Salma Aisyah. Lahir di Sukabumi, 31 tahun yang lalu. Di kota ini, dia dikenal sebagai waria. Perjuangan berat dengan statusnya, dihadapi dalam waktu yang sangat lama.

S

aat ini, Salma Aisyah bekerja sebagai pendamping di Lembaga Penelitian Sosial dan Agama (Lensa) Kota Sukabumi. Salma adalah anak ke 2 dari 4 bersaudara. Di lingkungannya, bukan hal yang mudah menjadi waria. Isilahnya transgender. Selalu menjadi perdebatan. Terutama soal kategor perkelaminan. Di dunia ini, hanya ada dua jenis saja: laki-laki dan peremuan. Di luar itu, adalah penyimpangan. Sudah satu tahun ini Salma memperjuangkan ‘kesetaraan’ dan ‘pengakuan’ untuk status seorang waria. Misi Salma adalah membuka mata banyak orang, bahwa keberadaan dan eksistensi kaum waria, tidak harus dikucilkan. Malah, dapat dikatakan cukup berhasil. Lihat saja sekarang, waria mulai diperhitungkan di beberapa aspek kehidupan; dari industri hiburan olahraga  sampai pada aspek sosial, seperti menjadi pengampanye anti-AIDS,. Salma sendiri telah menca­ tatkan banyak prestasi. Sejak dirinya memutuskan menjadi wa­

ria, pada tahun 2003 dia terpilih menjadi Ratu Kebaya. Tahun 2009, menjadi Miss Waria dan Miss Barby. Selain itu juga, de­ ngan hobinya bermain bola volley, membawa dirinya bisa berbaur dan diterima di masyarakat. Saat ini Salma menduduki jabatan sebagai humas pada sebuah organisasi yang meng-

himpun para kaum waria, yakni Komunitas Sehati (KUAS). Melalui organisasinya itu pula, Salma maupun para waria lainnya berjuang untuk memerangi penyebaran HIV/AIDS. Ketua KUAS Kota Sukabumi, Riri Supratman mengatakan, pihaknya selalu memberikan pemahaman pada para anggota

Tiap bulan kami dapat sepuluh box, satu box isinya 148. Kalau tidak mau  tertular HIV,  ya pakai kondom.”

BERITASUKABUMI/ YANTI ROSDIANA PARTA

sih tidak ada,” ujar Riri. Pemeriksaan rutin itu dilakukan karena penderita HIV-AIDS di Kota Sukabumi terus mening­ kat. Sebanyak 1075 warga Kota Sukabumi sudah menjadi korban virus mematikan itu sepanjang 2000 - 2016. Transgender, dianggap sebagai salah satu komunitas paling ren­

untuk melalukan tes HIV. “Tiap tiga bulan kami diperiksa. Rutin kok, dari kalangan kami

tan terkena HIV. Sebagai langkah pengamanan, setiap bulan mereka mendapatkan bantuan kondom gratis dari Komisi Penanggula­ ngan AIDS dan Lensa. “Tiap bulan kami dapat sepuluh box, satu box isinya 148. Kalau tidak mau  tertular HIV,  ya pakai kondom,” tegas Riri. ­( yanti rosdiana parta)

Stigma Dan Diskriminasi, Penghambat Penanggulangan Epidemi HIV

BERITASUKABUMI/ YANTI ROSDIANA PARTA

Memberi Nilai Lebih

BERITA MEDIA GROUP

Komisaris Utama Anton Ramadhan | Direktur Utama Gia Gusniar | Dewan Redaksi: Imam Sumarsono (Ipung), Fonda Lapod | Penanggungjawab Redaksi Toni Kamajaya | Redaktur Mustofa, Angga P, Rikky Y, Rudi R, Rustandi | Sekretaris Redaksi Fatimah | Reporter AA Rohman, Yanti Rosdiana Pasma, Herry Febriyanto, Azmi Zahidah, Apip S, Zenal Mustari | Perwajahan: Sulaeman (Koordinator), Arie Y, Ziad Zed Zubaidi, Rendy R, Muhammad F | Grafis Nandang, Gunawan. | Manager Keuangan Mastuti | Manager Iklan H Asep Japar Ahmad Rizky Alfaraby | Manager Sirkulasi Ajo Suparjo | HRD & Umum Iwan Setiawan Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi: Jl. Ahmad Yani No. 3 Kelurahan Gunung Parang Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, 43111 l Telp. Kantor : (0266) 222 289 l Hotline Redaksi: 087741377622 l e-mail redaksi: redaksi. beritasukabumi@gmail.com l Info Layanan Pelanggan 081222227314/ 085603333805 l Rekening: 1320016213044 (Mandiri) an. Jembatan Mediatama Cianjur, PT l Penerbit: PT Jembatan Mediatama Cianjur. SELURUH WARTAWAN BERITA SUKABUMI SELALU MENGENAKAN TANDA PENGENAL DAN DILENGKAPI SURAT TUGAS SERTA TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK MEMINTA ATAU MENERIMA APAPUN DARI NARASUMBER

ZERO Discrimination Day, dikenal sebagai hari tanpa diskriminasi sedunia. Diperingati setiap tanggal 1 Maret setiap tahunnya. Diskriminasi, adalah menjadi hak setiap orang. Hingga kini masih diperjuangkan, dimana setiap orang harus mendapatkan kehidupan yang bebas dari stigma dan diskriminasi. Termasuk di Kota Sukabumi. Stigma dan diskriminasi yang terjadi, utamanya di layanan kesehatan, saat ini masih tinggi. Yang paling terlihat adalah, pelayanan HIV dan AIDS. Termasuk layanan lainnya yang terkait, seperti layanan IMS. Stigma dan diskriminasi di layanan kesehatan, secara umum masih menjadi hambatan yang cukup

besar dalam pencapaian target cakupan kesehatan secara menyeluruh (universal health coverage). Selain itu, secara khusus, beberapa hasil penelitian juga menunjukkan bahwa stigma dan diskriminasi ini juga menghambat penanggulangan epidemi HIV dan AIDS. Karena, diskriminasi ini bisa menghambat kelompok tertentu untuk diberikan layanan kesehatan. Terutama, pada populasi yang terpinggirkan (marginalized population) dan populasi kunci untuk mengakses layanan kesehatan. Persoalan mendasarnya, stigma dan diskriminasi yang terjadi pada layanan kesehatan, justru seringkali tidak disadari oleh petugas kesehatan itu sendiri. Masih

banyak tenaga medis di rumah sakit dan puskesmas yang belum optimal dalam mendeteksi pasien yang terinfeksi virus HIV, atau telah terserang penyakit penyerta (infeksi oportunistik/IO) di fase AIDS. Hal ini secara langsung berimbas pada pasien yang datang ke Rumah Sakit de­ ngan indikasi terkena IO di fase AIDS, tidak tertangani dengan maksimal. “Jika bisa memilih, masih banyak tenaga medis yang cenderung untuk tidak me­ rawat pasien HIV,” ujar Lulis Deliawati, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sukabumi saat Pelatihan Intervensi Penurunan Stigma dan Diskriminasi ( IPSD ) pada LSL dan Waria beberapa waktu.

Menurut Lulis, hal di atas bukan semata kesalahan tenaga medis. Fasilitas pelayanan kesehatan tempat tenaga medis bekerja juga ikut punya andil. Oleh karena itulah, sudah selayaknya RS atau Puskesmas memfasilitasi SDM-nya dengan pembekalan tentang HIV-AIDS secara lengkap. “Dinas Kesehatan kota Sukabumi mengirimkan 35 orang perwakilan dari puskesmas, rumah sakit, KPA dan komunitas untuk mengikuti pelatihan IPSD di Bapelkes Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat,” ungkapnya. Atas dasar inilah, maka pihak Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dirasa perlu untuk memberikan pendalaman materi kepada tenaga ke­sehatan, khususnya

mencegah ketidaktahuan tenaga medis akan HIVAIDS. Selain itu, hal ini juga ditujukan untuk mencegah stigma dan diskriminasi terhadap pasien HIV-AIDS yang melakukan layanan medis di Fasyankes. Pelatihan ini juga disambut gembira oleh Komisi Penanggulangan AIDS Kota Sukabumi. Berkurangnya stigma dan diskriminasi bagi ODHA di Kota Sukabumi diharapkan menjadi kenyataan. “Apa yang telah dilakukan oleh dinas kesehatan maka tenaga medis bisa ikut andil dalam memotivasi dan menghapus stigma serta diskriminasi kepada ODHA di kota Sukabumi,” ujar Sekretaris KPA Kota Sukabumi Fifi Kusumajaya. (­ yanti rosdiana parta)

Wajib Kondom Bagi Kelompok Berisiko KOMISI Penanggulangan AIDS Kota Sukabumi, telah mengeluarkan imbauan secara tegas. Bahwa, salah satu upaya pemerintah dalam mengendalikan penularan HIV/ AIDS adalah dengan mencanangkan penggunaan kondom sebagai alat pengaman, khususnya pada populasi kunci, yaitu mereka yang melakukan seks berisiko.    “Yang perlu diperhatikan di sini adalah penekanan pemerintah tentang kewajiban memakai kondom hanya pada populasi kunci, yaitu kelompok yang melakukan seks berisiko salah satunya kaum wa­ ria. Karena merekalah yang dapat memperluas epidemi HIV,”  ungkap Sekretaris KPA Kota Sukabumi Fifi Kusumajaya. Status epidemi HIV di Kota Sukabumi saat ini, kata Fifi, ada pada tingkat  concentrated epidemic,  dimana prevalensi HIV di kelompok populasi kunci sudah di atas 5 persen. Maka di sinilah pentingnya mencanangkan kewajiban pemakaian kondom pada populasi kunci.   “Penggunaan kondom di Kota

Yang perlu diperhatikan di sini adalah penekanan pemerintah tentang kewajiban memakai kondom hanya pada populasi kunci, yaitu kelompok yang melakukan seks berisiko salah satunya kaum waria...”

BERITASUKABUMI/ YANTI ROSDIANA PARTA

Sukabumi cukup meningkat di tahun ini. Terutama di kalangan po­ pulasi kunci, namun masih belum mencapai target yang ditetapkan

pemerintah,” katanya.  Berdasarkan data dari Kemenkes RI, penggunaan kondom pada hubungan seks berisiko yaitu se-

banyak 35 persen di tahun 2015, dan di tahun 2016 ditargetkan 65 persen. Oleh karena itu, dibutuhkan penyadaran bagi mereka akan bahaya berhubungan seks berisiko tanpa kondom.  Tahun 2016, distribusi kondom di Kota Sukabumi sudah mencapai sekitar  38.000 yang dibagikan gratis oleh KPA di tempat seks berisiko untuk mencegah HIV/ AIDS/IMS. (yanti rosdiana parta)


INFO SPESIAL GELIAT KOTA HOTLINE : 0266-222 289 Klik! Kliksaja.co

SABTU, 14 JANUARI 2017

Biopori Saja Tidak Cukup BS3

ANGGOTA DPRD Kota Sukabumi, Rozab Asyari mengungkapkan bahwa, kondisi topografi wilayah Kota Sukabumi yang berada pada tingkat kemiringan yang cukup tinggi, menjadi faktor penting yang memicu terjadinya banjir bandang.

Karena itu, dia melihat bahwa untuk mengatasi persolan ini, tidak cukup hanya membuat biopori saja. Tetapi juga harus diperkuat oleh jaringan drainase. “Solusinya adalah memperbanyak saluran pembuangan air di semua

titik kemiringan, baik di pemukiman maupun tepian jalan raya. Kami melihat permasdalahan banjir bandang ini sangat urgen, sebab luapan air tersebut bisa menimbulkan kerusakan pada infrastruktur,” ungkapnya. (toni kamajaya)

Solusinya adalah memperbanyak saluran pembuangan air di semua titik kemiringan, baik di pemukiman maupun tepian jalan raya ...”

Rozab Asyari

1 Juta Lubang Biopori

Cara Pemkot Antisipasi Banjir di Masa Depan PENGUKUR curah hujan yang terpasang di Stasiun Ciaul menunjukan, curah hujan di Kota Sukabumi mencapai 2.373 milimeter per tahun. Atau, jumlah hari hujan di kota ini sebanyak 241 kali.

S

ementara, di Stasiun Cimandiri, curah hujan di Kota Sukabumi mencapai 2.758 milimeter per tahun dengan perhitungan 2 0 5 kali hujan. S e mentara di Stasiun Situmekar, curah hujan 2.634 milimeter per tahun atau jumlah hari hujan sebanyak

158 kali. Ada hal lain yang juga harus dihitung. Kondisi geografis Kota Sukabumi,berada diantara pegunungan. Ini menjadikan Kota Sukabumi masuk dalam kategori daerah rawan terkena bencana banjir serta longsor. Ditambah lagi, topografi wilayah Kota Sukabumi berada pada tingkat kemiringan yang cukup curam. Ini juga menjadi potensi pemicu terjadinya banjir bandang. Kondisi ini bisa menjadi parah, karena daerah yang dijuluki Kota Mochi ini memiliki

tingkat curah hujan yang relatif tinggi setiap tahunnya. Sejak priode awal tahun lalu, alat pengukur curah hujan yang terpasang di tiga stasiun itu telah mendata, jumlah peristiwa turun hujan yang mengguyur seluruh wilayah Kota Sukabumi yang meliputi tujuh kecamatan, ratarata berada di angka 200 kali. Keselamatan Warga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi juga melansir, bahwa tingkat kerawanan akan terjadinya bencana longsor dan banjir, terus meningkat. Sepanjang musim penghujan pada tahun 2016 lalu, telah terjadi 23 peristiwa bencana yang umumnya adalah longsor serta banjir. Kondisi inilah yang kemudian memaksa Pemerintah Kota Sukabumi menetapkan status siaga darurat bencana banjr dan longsor. Dengan status tersebut, maka seluruh petugas tanggap bencana yang telah diterjunkan ke semua wilaya dalam posisi siaga penuh. Mereka akan mersepon cepat setiap ada tanda-tanda akan terjadinya bencana atau pada saat bencana melanda. Saat ini, BPBD Kota Sukabumi telah memetakan tiga dari tujuh kecamatan yang ada, merupakan daerah rawan kedua bencana tersebut. Daerah rawan tersebut meliputi Kecamatan Baros, Kecamatan Gunung Puyuh tepatnya di Kelurahan

Karangtengah dan Kecamatan Cikole. Tingginya ancaman bencana alam juga berimplikasi langsung pada keselamatan warga. Pemkot Sukabumi, tidak bisa hanya melakukan penanganan kasuistik, atau dilakukan hanya pada terjadi kasus. Ancaman longsor dan banjir, juga harus diantisipasi. Salah satunya adalah membuat lubang resapan air pada permukaan tanah atau dikenal dengan biopori. Ini merupakan lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air, yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Atas gagasan ini, mulai tahun 2015 lalu, Pemkot Sukabumi gencar membuat lubang biopori di sejumlah wilayah. Tidak tanggung-tanggung, Pemerintah Kota menargetkan membuat biopori sebanyak 1 juta lubang. “Kondisi ini terbilang darurat, apalagi saat menghadapi hujan. Beberapa pejabat wilayah seperti camat dan kelurahan sudah melakukan inisiatif pembuatan lubang biopori secara rutin setiap dua pekan sekali. Langkah ini perlu dilakukan di seluruh wilayah, sehingga dalam waktu beberapa tahun ke depan kita sudah memiliki 1 juta lubang biopori,” ujar Wakil Walikota Sukabumi Achmad Fahmi. (toni kamajaya)

“Targetnya Baru Terpenuhi 70 Persen”

ILUSTRASI/NET

DINAS Lingkungan Hidup Kota Sukabumi mengakui, ketersediaan lubang biopori yang berfungsi untuk mengurangi risiko bencana banjir relatif minim. Hingga pertengahan 2016 lalu, dari jumlah kebutuhan sebanyak 1 juta lubang biopori, baru terpenuhi sekitar 70%. Diperkirakan, secara teknis lubang biopori mampu menyerap air hujan antara 40%50%. Semakin banyak lubang biopori yang tersedia, maka ancaman bahaya banjir bisa terminimalisir. “Jumlah biopori yang ada saat ini masih belum sebanding dengan tingkat curah hujan. Terutama untuk memenuhi luas wilayah Kota Sukabumi yang meliputi tujuh kecamatan, serta kondisi geografis yang berada di antara daerah pegunungan.Targetnya adalah 1 juta lubang biopori, masih tersisa sedikit lagi untuk sampai mencapai target,” jelas Wakil Walikota Sukabumi Achmad Fahmi. Karena itulah, keberadaan lubanglubang tersebut be“ ... lum optimal berfungTargetnya si untuk menekan resiko potensi benadalah 1 cana banjir. Terutajuta lubang ma pada saat intensitas hujan mengalami biopori, kenaikan. masih tersisa Wakil Ketua DPRD Kota Sukasedikit bumi Tatan Kustanlagi untuk di mengutarakan pemenuhan sampai kekurangan target pembuatan lubang mencapai biopori itu harus target ...” segera terpenuhi. Hal ini sangat penting dilakukan mengingat setiap tahunnya Kota Sukabumi maupun daerah lainnya kerap dilanda musim penghujan untuk waktu yang cukup lama, seperti yang terjadi tahun lalu. “Perlu gerakan bersama untuk membuat lubang biopori. Ini adalah solusi yang sangat rasional, semakin banyak tersedia biopori maka resapan air semakin tinggi. Dengan begitu kita bisa terhindar dari ancaman banjir dan longsor. Bila perlu jumlahnya tidak hanya 1 juta saja, tetapi bisa mencapai angka yang benar-benar ideal untuk luas wilayah dan tingkat kerrapatan pemukiman penduduk,” katanya. Dia berharap, pemerintah kota dapat merespon cepat dalam menghadapi permasalahan hujan yang melanda setiap tahunnya. Sebab bencana alam yang ditimbulkan bisa memicu terjadinya permasalahan sosial, terutama kemiskinan. (toni kamajaya)

ILUSTRASI/NET

DRAINASE, Faktor Pemicu Terjadinya Banjir PEMBUATAN satu juta lubang biopori, menjadi solusi efektif bagi Pemkot Sukabumi untuk mengantisipasi bahaya banjir dan longsor di masa datang. Hanya saja, dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, ada masalah baru terkait bencana serupa. Yakni, fasilitas pembuangan massa air atau drainase. Di tengah ancaman banjir dan longsor, tiba-tiba saja baru tersadarkan bahwa Kota Sukabumi ternyata mengalami kelangkaan fasilitas dainase. Akibatnya,

daerah berpenduduk lebih dari 300 ribu jiwa ini kerap dilanda banjir bandang. Kelangkaan yang dimaksud, bukan semata-mata tidak memiliki cukup fasilitas drainase. Tetapi kelangkaan ini, terkait dengan adanya kualitas saluran drainase. Dari sekian banyak saluran drainase yang tersedia di wilayah perkotaan, hanya dalam jumlah kecil saluran drainase yang benar-benar berfungsi sebagai failitas resapan air. Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Hanafie Zain

mengakui, mayoritas drainase atau selokan yang ada di wilayahnya telah berubah fungsi. Ini akibat banyaknya bangunan baru, terutama di daerah sempadan sungai. Kondisi ini menyebabkan keberadaan drainase semakin berkurang sehingga berfungsi tidak secara optimal. “Drainase yang ada saat ini tidak bisa menampung volume air. Dampaknya sering terjadi banjir bandang karena luapan air dari berbagai penjuru. Masalah lainnya adalah terjadinya

degradasi struktur ruang terbuka dan lahan yang menjadi daerah resapan. Saat ini keberadaan areal persawahan sudah sangat jarang, karena habis digunakan untuk pembangunan,” tutur Hanafie. Disebutkan, saat ini pemerintah daerah te­ ngah membuat master plan untuk membuat jaringan drainase. Langkah ini ditujukan sebagai terobosan dalam upaya mengatasi masalah banjir bandang setiap kali diguyur hujan deras. (toni kamajaya)

PERDA KOTA SUKABUMI NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA SUKABUMI TAHUN 2011 - 2031 Pasal 34 Rencana pengembangan sistem drainase, meliputi: a. peningkatan kapasitas drainase makro di wilayah Kota Sukabumi yang terdiri atas: 1. Sungai Cimandiri; 2. Sungai Cipelang; 3. Sungai Cibeureum; 4. Sungai Sungai Cisuda; 5. Sungai Cisarua; 6. Sungai Cipanengah; 7. Sungai Citamiang; 8. Sungai Cigunung; dan 9. Sungai Cimeuncreung.

c. pembangunan drainase mikro di : 1. Jalan Lingkar Selatan; 2. Jalan Merbabu; 3. Jalan Amubawasasana; 4. Jalan Subangjaya; 5. Jalan Begeg; 6. Jalan Sudajaya Hilir; 7. Jalan Kapitan; 8. Jalan Balandongan; 9. Jalan Limus Nunggal; 10. Jalan Parahita; 11. Jalan Rancakadu; 12. Jalan Koleberes; dan 13. Jalan Caringin Ngumbang.

b. penataan drainase mikro di seluruh jalan yang telah dilengkapi sistem drainase perkotaan;

d. pemeliharaan sistem drainase makro dan mikro di seluruh wilayah Kota Sukabumi; e. peningkatan peran serta masyarakat dalam rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana drainase;


BS4

Sukabumian

Banyak situs yang belum termanfaatkan, seharusnya ini bisa menjadi ikon dan tempat pendidikan serta warisan kekayaan alam Kabupaten Sukabumi untuk anak cucu kita.”

SABTU, 14 JANUARI 2017

Masyarakat Harusnya Menghormati Mitos

Situs Purbakala di Kabupaten Sukabumi

Terkenal di Mancanegara, Merana di Daerah

BERITASUKABUMI/ROHMAN

KEBERADAAN situs purbakala, sangat terikat dengan mitos yang beredar di masyarakat. Dari informasi yang digali oleh Berita Sukabumi, baik melalui blog maupun cerita warga, ada beberapa mitos yang beredar di situs Batu Kujang I dan II. Menurut informasi dari masyarakat, di situs Batu Kujang terdapat batu jolang yang dikeramatkan untuk memandikan mayat yang meninggal tidak diterima oleh bumi. Konon, menurut cerita rakat mayat tersebut kembali kekeluarganya (dalam bahasa Sunda Paeh Ngopet) dan untuk disempurnakan, harus dimandikan pada batu jolang tersebut.  Setelah hal ini dilakukan, si mayat dihanyutkan di Sungai Cisaat yang biasanya akan diiringi hujan deras yang membuat sugai itu banjir. Kejadian-kejadian lain, yang dialami oleh masyarakat setempat adalah peristiwa aneh yang berhubungan dengan kepercayaan mereka. Banyak diantara warga yang mengelola tanah untuk bercocok tanam sering menemukan peninggalan sejarah yang berupa batuan menjadi masalah bagi mereka. Namun, hal ini kembali lagi kepada kepercayaan masing-masing. Tetapi, alangkah baiknya setiap mendatangi tempat yang sedikit sakral agar menghormati dan menjaga ke­ santunan. Serta tidak sompral atau asal-asalan dalam

berbicara. Walaupun, hanya kepercayaan turun temurun, tidak sedikit wisatawan yang terkena gangguan dari makhluk yang tidak kasat mata. Sudah semestinya, untuk menghormati nenek moyang yang sudah membangun sejarah, kesopanan dan kesantunan harus dijaga di lokasi-lokasi sakral. Apalagi, di situs-situs yang ada di Kabupaten Sukabumi kerap dijadikan tempat berdoa, pemujaan atau “ngaruwat diri”. Seperti di Situs Batu Cengkuk, Kecamatan Cikakak yang berada di bawah Gunung Halimun yang merupakan tapak tilas kebudayaan zaman Siliwangi. Di lokasi tersebut terdapat batu-batu punden berundak sebagai tempat untuk menyelenggarakan musyawarah, sekaligus lokasi pemujaan terhadap “Sanghiyang Widi”.  Suasana Gunung Halimun yang lebat, dengan pepohonan serta udara yang dingin, menjadikan nyaman bagi nenek mo­ yang menetap di sana. Sehingga, banyak yang percaya ada makhluk lain tak kasat mata yang menjaga tempat tersebut  “Setiap ke suatu tempat yang sakral harus bertanya terlebih dahulu dan yang terpenting menjaga kesantunan dan jangan melanggar pantangan yang sudah menjadi turun menurun,” kata Budayawan Sunda Sukabumi, Dick Riyadi Dimas. (rohman)

BERITASUKABUMI/ ROHMAN

DUNIA sudah mengenalnya. Namanya Cengkuk. Situs Cengkuk. Lokasinya di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.

T

entu, situs Cengkuk bukan satusatunya di Kabupaten Sukabumi. Kawasan ini, bisa disebut gudangnya situs purbakala. Namun sayangnya, keberadaan situs-situs yang mempunyai sejarah peradaban, dan bahkan diduga sudah ada jauh sebelum masehi, belum dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten setempat untuk dijadikan sebagai salah satu objek wisata andalan. Saat ini, baru beberapa situs saja yang dikenal secara luas oleh warga maupun wisatawan mancanegara.

Cengkuk, salah satunya. Situs ini menguatkan dugaan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat kebudayaan zaman megalitik yang ­terus berlanjut pada zaman logam. Yang mencengangkan lagi, tidak jauh dari situs tersebut, juga ditemukan beberapa benda peninggalan purbakala. Ada menhir, dolmen dan lain-lain. Bahkan, beberapa perhiasan pun pernah ditemukan di dekat Situs Cengkuk ini. Situs lainnya yang dimiliki kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali ini adalah Situs Batu Kujang   I dan II, yang terletak di Kampung

Langkah Awal Dinas Pariwisata: Pendataan

BERITASUKABUMI/ ROHMAN

DINAS Pariwisata Kabupaten Sukabumi mengakui, bahwa kawasan ini memiliki potensi wisata mumpuni. Tidak hanya objek alam saja. Tetapi juga memiliki sejumlah tempat wisata sejarah, seperti Goa Buniayu, Goa Lalay dan lain-lain. Juga terdapat situs yang mungkin jumlahnya cukup

banyak, namun belum terdata. Karenanya, salah satu upaya untuk melestarikan dan menjaga situs-situ purbakala tersebut, pemerintah kabupaten melalui Dinas Pariwisata mulai gencar melakukan pendataan. Terutama, untuk mendayagunakan potensi pariwisata. Apalagi keberadaan

situs purbakala banyak ditemukan di objek wisata lainnya, seperti di Geopark Ciletuh dan Palabuhanratu. Bahkan, di sekitar Geopark Citeletuh, tepatnya di Kampung Onclang, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas ditemukan situs purbakala yang terbuat dari batu dengan bentuk seperti

bidak catur. Ini juga menambah bukti bahwa Kabupaten Sukabumi kaya akan situs kepurbakalaan. Jika terkelola seluruhnya maka sudah pasti wisata baik dari dalam maupun luar negeri akan terus menggelontor datang ke daerah tersebut. “Unggulan Kabupaten Sukabumi adalah pariwisata. Semua potensi wisata akan kami angkat dan kelola salah satunya keberadaan situs purbakala bisa me­ ngangkat daerah ini menjadi objek wisata bertaraf dunia,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Dana Budiman.  Keberadaan situs ini tidak hanya sebatas pendukung ­objek wisata lainnya yang sudah lebih terkenal. Tetapi diharapkan menjadi destinasi baru wisatawan untuk datang ke Kabupaten Sukabumi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ahli kepur­ bakalaan, geologi dan arkeolog dari luar negeri akan datang untuk mempelajari setiap situs yang ada. Maka dari itu, Dana Budiman yang belum genap sebulan menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata, sudah memiliki banyak progam unggulan untuk mengangkat potensi-potensi wisata yang belum terkelola maksimal. (rohman)

Tenjolaya Girang, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, tepatnya di lereng Gunung Salak. Situs ini merupakan situs permukaan tanah. Di kawasan itu juga ada punden berundak. Pada Situs Batu Kujang ini terdapat beberapa menhir dengan ukuran 60 centimeter hingga 100 centimeter. Selain itu, terdapat batu datar dan tinggalan lainnya seperti batu jolang atau warga sering menyebutnya batu mayit (mayat,red). Sekali, persoalannya adalah, situs yang berada di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Sukabumi ini, hingga saat ini belum terkelola dengan baik. Padahal, ini merupakan aset wisata mumpuni yang bisa dijadikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Ini Potensi Menambah

Pendapatan Daerah” Tokoh Palabuhanratu, Asep Wahyu Nirwana Boestomi mengaku, saat ini banyak situs kepurbakalaan di Kabupaten Sukabumi, namun sayang belum bisa dijadikan sebagai objek untuk menambah kas daerah melalui PAD. Padahal, jika ditelusuri dan dikelola, baik langsung oleh pemerintah atau diswakelolakan kepada masyarakat, maka selain bisa menjadi tambahan pemasukan untuk kas daerah, juga keberadaan situs tersebut akan tetap terjaga. “Yang kami khawatirkan adalah ada aksi pencurian atau tangan jahil. Sehingga situs tersebut hilang atau rusak. Seharusnya, situs ini bisa dijadikan bahan penelitian dan wisata belajar tentang sejarah terbentuknya peradaban di wilayah Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Ditambahkan oleh budayawan Sunda Sukabumi yang juga pengasuh Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, Fajar Laksana, bahwa Kabupaten Sukabumi merupakan surganya situs purbakala. Namun disayangkan kepedulian terhadap benda-benda bersejarah ini belum maksimal. Bahkan, untuk menjaga warisan peninggalan sejarah seperti zaman Kerajaan Padjajaran, ia membangun Museum Sejarah Sunda Prabu Siliwangi. Dalam museum tersebut, banyak ditemukan benda-benda yang ada kaitannya dengan zaman terbentuknya peradaban Sunda. “Banyak situs yang belum termanfaatkan, seharusnya ini bisa menjadi ikon dan tempat pendidikan serta warisan kekayaan alam Kabupaten Sukabumi untuk anak cucu kita,” katanya. (rohman)

95 Persen Kecamatan Dipastikan Memiliki Situs Purbakala ADA data menarik yang pernah diungkapkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi. Bahwa, sekitar 95 persen kecamatan yang ada di wilayah ini, dipastikan memiliki situs purbakala. Ini bisa dibuktikan, hampir setiap kecamatan pernah ditemukan artefak dan benda-benda peninggalan zaman purbakala atau masa dimulainya peradaban. Dari beberapa pe­ nemuan tersebut ada yang ditemukan langsung oleh petugas dari dinas ini dan masyarakat seperti menhir, punden berundak, batu tulis, dolmen dan lain-lain. Namun, dari banyaknya situs tersebut baru empat situs yang teridentifikasi oleh para arkeolog. Salah satunya di Kecamatan Cicurug, dimana di tempat itu terdapat batu tulis atau lebih dikenal Batu Kujang I dan II dan Situs Batu Cengkuk di Kecamatan Cikakak. Untuk mengungkap keberadaan situs tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi sudah meminta para arkeolog, baik dari pemerintah pusat maupun Pemprov Jabar,

BERITASUKABUMI/ ROHMAN

untuk melakukan penelitian di tempat-tempat yang ditemukan benda diduga situs purbakala. “Kami yakin jika dilakukan penelitian, maka akan banyak ditemukan situs purbakala yang bisa mengungkap peradaban awal daerah ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dana Budiman. Dengan banyaknya situs yang ditemukan ini, ke depannya harus bisa menjadi daya tarik pariwisata baik wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Bahkan, keberadaan situs ini wisatawan tidak hanya bisa sebatas berwisata saja, tetapi bisa mendapatkan ilmu. Atau, dirancang sebuah wisata pendidikan.

Bahkan tidak menutup kemungkinan, situs-situ ini bisa menjadi daya tarik penelitian oleh para ilmuan dan arkaelog dari mancanegara. Maka dari itu, pihak Dinas Pariwisata juga mengimbau kepada masyarakat yang di dae­ rahnya ditemukan adanya situs purbakala agar bisa menjaganya dari tangantangan jahil atau seperti pencurian, pengrusakan dan lain-lain. “Situs ini merupakan salah satu warisan nenek moyang yang tidak ternilai harganya, bahkan merupakan sejarah awal dari terbentuknya peradaban di Kabupaten Sukabumi,” katanya. (rohman)


BS5 BS5

CIANJUR LEAGUE CIANJUR LEAGUE Klik! kliksaja.co

JUMAT, 13 JANUARI 2017

twitter @berita_cianjur

facebook beritacianjur.com

email newsredaksibc@gmail.com

SABTU, 14 JANUARI 2017

7

Vs

VIKING PNB

NHP CIPEUYEUM

VIKING PNB

03

VS

1 BINA PUTRA

MENANG TELAK UNGGUL DI LAGA PENUTUP

FOTO-FOTO: HERI

KEMENANGAN telak 7-0 diraih Mandala FC atas lawannya NHP Kesebelasan PNB menutup laga Cipeuyeum, dalam lanjutan kompetisi terakhir kompetisi sepakbola Cianjur sepakbola Cianjur League U-19 di League U-19 dengan kemenangan telak Stadion Badak Putih, Kelurahan 3-1 atas lawannya Bina Putra di Stadion Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Badak Putih, Kelurahan Pamoyanan, Kamis (12/1/2017) sore. Kecamatan Cianjur, Jumat (13/1) sore.

T T

ujuh gol yang ber- FC terlihat lebih mendomisarang di gawang nasi jalannya pertandingan, sedangkan para pemaiga NHP gol Cipeuyeum, keme- semen. dicetak olehdi-Uus in NHP Cipeuyeum nangan PNB Sejak peluit kick off hanya badi menit melakukan penyecetak Willy 17,53 di baksesekali pertama di tiup Wasit rangan namun mentah di badan 81. Sedangkan empat menit 20, 34 dangolTatan, permainan menyelainnyaAndra masing-masing dari risan pertahanan lawan. menit 70. rang langsung diperagakan kualitas pekaki Alif di satu-satunya menit 25, Supi-keduaKeunggulan Sedangkan tim. Umpan-umpan andi menit 58, Ceng Azis main dan skema gol Bina Putra disarangkan cepat satu dua pun permainan dipergamenitdi64 dan Ali 69. kanyang dengan umpan M.Iman menit 35.menit Raihan para rapi pemain. Pertandingan kedua andaltiga poin ini, membuat PNBke- satu Baru dua, di menjadi pertengahan sebelasan yang dipimpin an Mandala FC. Hasilnya naik ke peringkat empat kla- babak pertama di menit Wasit Tedi Firmansyah, se- di menit 17, Mandala memjak peluit kick off babak per- buka keunggulan menjadi tama terkesan tidak seim- 1-0 melalui gol yang dicetak bang. Para pemain Mandala Uus di menit ke 17. Berse-

lang delapan menit kemudian tepatnya di menit 25, aksi solo run yang dilakukan 20, membuka AlifPNB berbuah gol dankeungmerugulan 1-0 melaluimenjadi gol yang bah kedudukan 2-0 disarangkan Willy memanhingga pertandingan babak faatkan pertamaumpan usai. terobosan. Unggul gol,minum, membuat Usaisatu turun tiga permainan lebih hidup pergantianPNB dilakukan pelatihmengandalkan Mandala FC kecedengan untuk menambah patan kedua pemain sayapnya.daya gedor timnya. Terbukti, di menit menit 34, peAlhasil di 53 lagi-lagi Uus berhasil nyerang PNB Willy mencetak golkeunggulan menggandakan menjadi2-0 3-0. menjadi melalui sunduSeperti lan kepalati- memanfaatkan dak lambung puas umpan dari sektor d e n g a n sayap. k Berselang e u u n g - satu menit gulan yang kemudian, penyerang Bina ada, M. lima Putra Iman mencetak gol menit untuk ke- memperkebalasan giliran cilmudian ketinggalam menjadi 2-1. supandi yang men- skor Hingga turun minum, cetak namanya di papan skor dengan mencetak gol di menit 58 dan merubah skor 4-0.

Tidak ingin menjadi bulan-bulan, para pemain NHP Cipeuyeum mentidak keungcoba berubah bermain untuk lebih menyegulan rang PNB. dengan mengandalkan Usai balik turuncepat. minum, keserang Sayang, dua tim memperagakan perrapatnya barisan pertahanmainan terbuka diwarnai an Mandala FC membuat beberapa kali pelanggaran mereka kesulitan untuk menembus ke kotak keras yang hingga memaksa wasit penalti. harus mengeluarkan kartu para kuning.Keperkasaan Beberapa peluang pemain Mandala, tidak pun tercipta, namun kurang berhenti disitu saja. tenangnya penyelesaian akMereka menamhir membuat terbuang siabah pundi-pundi sia. gol di menit Tepat di menit 70, Andra 64 golmelalui berhasil mencetak ketiga Ceng Azis PNB melalui kaki sontekan medan Andiyang di manfaatkan kemelut menit 69, Bina terterjadi di depan gawang Uus Putra. Hinggamasuk pertandingan yang mencetak usai, skor 3-1 untuk kememenit nanganhatricknya PNB tidak di berubah. 81 menjadi 7-0. Hing(heri) ga pertandingan berakhir, skor telak 7-0 untuk kemenangan Mandala FC atas NHP Cipeuyeum. (heri)

KLASEMEN CIANJUR LEAGUE 2016/17 ( U-19 ) NO CLUB

P

W

D

L

A/G PTS

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

9 9 8 8 8 8 8 8 8 8

7 6 4 4 4 3 3 2 1 0

2 3 3 1 0 2 1 2 0 0

0 0 1 3 4 3 4 4 7 8

33 25 12 1 7 7 14 1 11 10

IMC VIKING SOCCER ATEP 7 PNB SUNDA RASA YUDHISTIRA MANDALA BINA PUTRA RAJAWALI FC NHP Cipeyeum

23 21 15 13 12 11 10 8 3 0 FOTO-FOTO: HERI FEBRIYANTO


SABTU, 14 JANUARI 2017

twitter @berita_sukabumi

facebook beritasukabumi.com

email redaksi.beritasukabumi@gmail.com

Bs6 Penyanyi Cantik Inggris Ungkap Asmara dengan Winger Arsenal KABAR mengenai hubungan asmara winger Arsenal, Alex Oxlade-Chamberlain dengan dengan penyanyi cantik Inggris, Perrie Edwards, akhirnya terjawab. Chamberlain dan Perrie benar-benar menjalin hubungan.

Kehebatan Rooney di MU Kalah dari Ronaldo

Arsenal Pinjamkan Jon Toral ke Klub Skotlandia

Eks Manchester United (MU) yang kini main di West Bromwich Albion, Darren Fletcher menilai Wayne Rooney punya kehebatan yang sama dengan Cristiano Ronaldo. Namun, Rooney mengalah kepada Ronaldo untuk posisi penyerang depan.

I

tu dilakukan Rooney demi kepentingan tim. Dia rela untuk main lebih ke belakang agar bisa memberi kesempatan Ronaldo cetak lebih banyak gol. Kini setelah Ronaldo hengkang ke Real Madrid pada 2009 lalu, Rooney bisa tajam dan kini samai rekor gol legenda MU, Bobby Charlton sebagai pencetak gol terbanyak. Itu sukses ditorehkan saat cetak satu gol lawan Reading di putaran tiga Piala FA. “Ronaldo dan Rooney sempat bersaing di lini depan, tapi setelah itu, Rooney biarkan Ronaldo main di depan. Rooney lebih pentingkan tim, itulah yang dibutuhkan MU kala itu,” ujar Fletcher seperti dikutip Daily Mail. “Orang dengan paham sepak bola akan sadari itu. Yang tidak paham mungkin tak akuinya.” Total, Rooney sudah cetak 249 gol untuk MU sejak debut di MU 2004 lalu. Ini menyamai torehan Sir Bobby Charlton di MU.

Ini menunjukkan jika Roo­ney sa­ngat berpengaruh di MU, sama seperti Ronaldo yang kini menjelma jadi superstar di dunia. Keran gol Rooney hanya tersendat di dua musim terakhir (14 dan 15 gol). Sebelumnya, Rooney selalu sukses cetak gol di atas 16 gol. “Semua pe­main ingin ­pengakuan. Anda pasti berpikir harusnya dapatkan lebih. Tapi dia patahkan rekor, kapten MU dan Inggris, memenangkan segalanya. Dia selalu ada dengan pemain terbaik, sama pengaruhnya dengan Ronaldo,” kata Fletcher. (net/ Angga Purwanda/”BC”)***

CRISTIANO RONALDO

Inter Milan Bidik Dua Target Baru

INTER MILAN menambah daftar target pemain buruan yang akan mereka rekrut pada bursa transfer musim panas nanti. Mereka adalah gelandang AS Roma, Kostas Manolas dan gelandang Paris SaintGermain, Marquinhos. Inter Milan mengincar dua pemain tersebut karena kemungkinan mereka tak akan bisa mendapatkan gelandang Lazio, Stefan de Vrij. Presiden Lazio Claudio Lotito menegaskan tak akan menjual pemainnya itu ke rival mereka di Serie A. Namun, seperti halnya dalam memburu De Vrij, I Nerazzuri tentu juga akan me­ ngalami kesulitan untuk mendapatkan dua pemain tersebut.

Untuk Kostas Manolas, Roma dikabarkan mematok harga sebesar 40 juta euro. Angka tersebut tentu tak akan dapat disanggupi Inter pada bursa transfer Januari ini. Manolas sendiri sepertinya tak akan memperpanjang kontraknya bersama Roma. Roma sepertinya akan menjualnya pada bursa transfer musim panas nanti. Dan di situ Inter mungkin dapat merekrut Manolas dengan harga yang lebih murah. Marquinjos juga begitu. PSG menyatakan tak akan menjual pemain berusia 22 tahun itu. Akan tetapi, pintu masih terbuka untuk Inter mengingat sang pemain juga sepertinya tak akan memperpanjang kontraknya bersama raksasa Perancis itu. Adapun sampai saat ini, Inter Milan masih belum leluasa untuk berbelanja pemain. Mereka masih menjalani hukuman dari UEFA terkait aturan Financial Fair Play yang mengharuskan klub menyeimbangkan neraca keuangannya. Namun mulai musim depan, Inter akan terbebas dari hukuman tersebut setelah Grup Suning, perusahaan Tiongkok pemilik Inter, memberikan dana sponsor sebesar 12 juta euro kepada klub.(net/pur)

WAYNE ROONEY

ASA Jon Toral memperkuat Arsenal kembali tertunda. Setelah masa peminjamannya bersama Granada berakhir, pemain kelahiran Spanyol 1995 itu belum juga mendapat kesempatan tampil bersama The Gunners. Sebaliknya, dia justru dipinjamkan ke klub lain. Kini giliran klub Liga Skotlandia, Rangers yang akan mendapat bantuan dari sang pemain. Tim yang bermarkas di Stadion Ibrox, Glasgow itu akan memanfaatkan jasa sang pemain hingga selesai musim ini. Pengumuman ini disampaikan Rangers lewat Twitter. “Jon Toral senang bisa bisa bergabung dengan Rangers dan gelandang Arsenal itu ingin menghabiskan sebagian besar waktunya di pentas sepak bola Skotlandia,” tulis Rangers dalam lewat akun Twitter resminya. Meski belum bisa kembali ke Inggris, keputusan Arsenal meminjamkan pemain mudanya itu, mendapat tangapan positif dari sang pemain. Bahkan, Jon Toral mengaku senang bisa bergabung bersama tim besutan Mark Warburton itu. “Saya sangat, sangat senang berada di sini. Dan stadion, menunjukkan seberapa besar klub ini. Saya benar-benar tidak sabar untuk memulai,” kata dia, dilansir situs resmi Ranger. Diakui Jon, selalam masa pemijaman di tim sebelumnya, dirinya tidak bisa menunjukan kemampuan terbaiknya. Oleh karena itu, bersama Ranger, dia berharap bisa memberikan kontribusi yang besar. Jon oftimistis, keberadaan Mark selaku juru taktik, akan bisa membantu mewujudkan ambisinya tersebut. “Saya ingin menemukan tingkat terbaik saya lagi. Dan saya pikir di bawah Mark dan dengan tim, saya benar-benar bisa melakukannya. Aku benar-benar melihat ke depan untuk memulai,” kata dia.(net/pur)

Juventus Resmi Dapatkan Caldara J U VENT U S secara resmi mendapatkan a m u nisi baru, Mattia Caldara, Kamis (12/1). Pemain 22 tahun itu diboyong dari Atalanta dengan nilai transfer 15 juta euro ditambah bonus mencapai 10 juta euro untuk kontrak empat tahun. Dikutip

dari Football Italia, Caldara baru akan tiba di Juventus Stadium pada tahun 2018. Caldara akan tetap berada di Atalanta hingga 30 Juni 2018 sebagai pemain pinjaman secara gratis. Juventus ingin Caldara dapat kesempatan bermain lebih banyak. Atalanta akan menerima bonus hingga 4 juta euro jika sang pemain mencapai prestasi tertentu selama periode tersebut. Caldara bangga direkrut Juventus. Ia mengaku akan terus mengembangkan dirinya bersama Atalanta sebelum bergabung dengan Juventus. “Tentu ini menjadi hari yang paling luar biasa

buat saya. Tujuan saya adalah bisa bergabung dengan klub besar. Saya tahu Juventus yakin terhadap saya. Mereka berinvestasi dengan merekrut saya. Itu membuat saya bangga,” ujarnya kepada JTV. Caldara, sendiri lahir dan besar di Kota Bergamo, dan masuk akademi sepakbola Atalanta sejak kecil. Selama kariernya, ia pernah dipinjamkan ke klub Serie B, Trapani dan Cesena. Bersama tim nasional U-21, dia telah bermain sebanyak sembilan kali. Musim ini bersama Atalanta, ia telah mencetak tiga gol dalam 11 pertandingan di Serie A.(net/ pur)


BS7

News+

Sukabumi

SABTU, 14 JANUARI 2017

... Polres Sukabumi Kota

Kunjungi Markas FPI dan GMBI DARI HAL BS1...

Selain itu, Kabag Ops juga mengajak pengurus Ormas untuk berkoordinasi guna menciptakan situasi yang kondusif. Sehingga bentrok yang melibatkan kedua ormas di wilayah lain tersebut tidak merembet hingga ke Sukabumi. Selain itu, berbagai langkah preventif Kepolisi-

an juga dilakukan, seperti menempatkan sejumlah personil di beberapa lokasi yang dekat dengan sekretariat milik kedua ormas tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Komunikasi dengan kedua pimpinan maupun pengurus ormas tersebut kita lakukan untuk berkoordinasi agar pengikut atau anggo-

tanya bisa menahan diri dan tidak main hakim sendiri,” kata Kompol Sulaeman. Selain itu, mantan Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota ini mengimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi. Terutama terhadap isu atau berita HOAX yang belum tentu kebenarannya. Kompol Sulaeman juga mengharapkan agar seluruh warga saling menjaga keaman-

an daerahnya masing-masing. Jika ada informasi atau hal-hal yang mencurigakan, agar segera melapor kepada petugas keamanan terdekat. Ini untuk antisipasi terjadinya aksi yang tidak diinginkan, seperti tawuran antarormas maupun peng­ rusakan terhadap seketariat ormas yang bersangkutan, seperti yang terjadi di da­ erah lain. (Rohman/SC)

... Polsek Cireunghas Buru Pencuri Perumahan DARI HAL BS1...

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian ini bermula pukul 23.00 WIB. Saat itu korban tengah tertidur lelap di rumahnya. Setelah melaksanakan ibadah sholat subuh, korban tersadar bahwa sejumlah barang yang ada di rumahnya hilang. 

Penasaran dengan hal itu, Yudi pun keluar rumah dan mendapati tas miliknya tergeletak persis di halaman rumah. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian pencurian ini. Adapun barang yang hilang berupa satu buah tas selempang, dua unit telepon seluler, satu unit tablet dan uang tunai sebe-

sar Rp4,5 juta. Anggota Polsek Ci­ reunghas yang mendapatkan laporan tersebut langsung melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP)  “Anggota sudah cek dan olah TKP. Bahkan kami pun telah berkoordinasi dengan jajaran Satuan Reskrim Polres Sukabumi Kota untuk

mengungkap kasus ini,” kata Kapolsek Cireunghas Iptu Eriyanto. Diduga, pelaku pencurian tersebut dilakukan lebih dari satu orang dan sudah mengetahui seluk beluk rumah korban. Namun, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. (Rohman/SC)

... Warga yang Merasa Motornya Diamankan Polres

Sukabumi, Silakan Diambil DARI HAL BS1...

Pihak kepolisian sendiri telah menghimbau warga, khususnya para pemilik motor untuk segera mengambilnya. Namun, hingga kini motormotor tersebut tetap menumpuk dalam waktu yang lama. Akibatnya, satu per satu dari puluhan kendaraan itu mengalami kerusakan, terutama pada fisiknya. Se­ perti mengalami kepudaran warna akibat kehujanan dan kepanasan. Bahkan mayoritas telah mengalami kerusakan parah, sehingga bentuknya tidak lagi terlihat sempurna. Seperti han-

“Kita mengimbau kepada pemilik kendaraan agar segera mendatangi kantor Mapolres dengan membawa surat kelengkapan kepemilikan untuk mengambil kendaraanya masing-masing.” ya tinggal rangkanya saja atau tidak lengkap seperti kendaraan motor pada umumnya. Dari sekian banyak motormotor tak bertuan ini, jumlah terbanyak didominasi oleh motor berstatus barang bukti hasil operasi C3.    Kasat Reskrim Polres Su­ kabumi, AKP Dhoni Erwanto mengatakan, pihaknya telah

berulangkali menghimbau kepada para pemilik kendaran tersebut untuk segera me­ ngambil kendaraannya yang tertahan di Mapolres. “Kita mengimbau kepada pemilik kendaraan agar segera mendatangi kantor Mapolres dengan membawa surat kelengkapan kepemilikan untuk mengambil kendaraanya

masing-masing,” ungkap  AKP Dhoni kepada Berita Sukabumi, Jumat (13/1/2017). Menumpuknya barang bukti motor ini, menurut AKP Dhoni, akibat mudahnya warga memperoleh kendaraan bermotor. Sehingga, ketika kedapatan oleh polisi pada saat razia, warga malas mengurus di kepolisian. Justru, mereka memilih membeli motor baru.  “Rata-rata warga itu mendapatkan motor sa­ ngat mudah, bahkan ada juga yang nekat membeli motor bodong. Sehingga ketika ditahan, motornya tidak memiliki surat-surat yang lengkap,” imbuhnya. (BS-01)

... Petani Merugi, Harga Cabe di Pelabuhanratu

Sudah Tembus Rp 120 Ribu DARI HAL BS1...

  Oding Suhendar (35), salah satu petani warga Cilengsing Kecamatan Cikakak mengaku, hasil pertaniannya tidak maksimal karena kondisi hujan yang terus menerus. “Kalau disebut gagal pa­ nen sih tidak. Tapi, hasil pa­ nennya berkurang dan hal ini hampir dirasakan para pe­ tani lainnya,” ujarnya, Jumat (13/1/2017).   Menurut Oding, komoditas cabe rawit ini memang sangat bergantung pada kondisi cuaca. Jika musim penghujan seperti sekarang, tanaman cabe akan rentan mengalami kerusakan pada

Asep Solihin (44), petani asal Buniwngi Palabuhanratu. Dia mengaku mengalami kerugian akibat biaya produksi tidak sebanding

dengan hasil panen pada ­areal perkebunannya. Tingkat kerugiannya pun mampu mencapai hampir 80%. Untuk menanam tanaman cabe di areal kebun seluas lebih dari 2000 meter persegi, dirinya harus mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp6 juta.   “Biaya produksi dimaksud adalah pembelian bibit, pupuk hingga obat-obatan untuk pemeliharaannya. Tapi ternyata saat memasuki panen, hasilnya sangat minim. Jika dinominalkan, uang modal yang sudah ditanam hanya kembali sebesar Rp2 juta,” ungkapnya. (BS-01)

raffinagita1717 gak usah tampil lagi di FB mbak sa­ yang daripada bawa fitnah kadang ucapan orang lain walaupun haters bisa merupakan doa... mending doa yang baik-baik kalau gak naudzubillah... semoga mbak Gigi dan mas Raffi selalu dalam lindungan ALLAH,” saran akun @siti_aksa. Godaan Raffi Ahmad kepada Ayu Ting Ting ini merupakan yang pertama

pada 2017 yang memunculkan reaksi dari netizen. Keduanya kerap diberitakan memiliki hubungan spesial. Berawal dari Raffi dan Ayu yang kedapatan oleh keluarga sang istri, Nagita Slavina lagi berduaan di sebuah apartemen. Dan Puncaknya ketika Raffi Ahmad dikabarkan dipukuli oleh adik istrinya karena kepergok selingkuh dengan Ayu. (SB)

 “Biaya produksi dimaksud adalah pembelian bibit, pupuk hingga obat-obatan untuk pemeliharaannya. Tapi ternyata saat memasuki panen, hasilnya sangat minim. Jika dinominalkan, uang modal yang sudah ditanam hanya kembali sebesar Rp2 juta.” batang hingga buahnya. “Beda lagi halnya saat kemarau, hasilnya bagus,” terangnya.  Hal senada diungkapkan

... Terus Digoda Raffi DARI HAL BS1...

Ayu pun langsung bertanya penasaran. “Uduk apaan sih bang?” “Uduk di pelaminan sama kamu,” jawab Raffi yang langsung membuat Ayu tersipu malu dan di­ sambut sorakan penonton. Percakapan yang diunggah pada akun ayutingting92 ini pun langsung direspon oleh netizen. Tak

tanggung-tanggung, lebih dari 5 ribu netizen yang mengomentari. Dan pro kontra pun tak dapat dihindarkan. “Memang gatal ntah cari sensasi, jangan salahin ha­ ters kalau panen hujatan, salah sendiri mancing,” tulis akun @emilia_dz. “Kasian sama mba Gigi,” jelas akun @adelineput. “Mbak @nagita_raffi1717 ku sayang mending mas @

Pemerintah Akan Bangun 256 Balai Nikah dan Manasik Haji JAKARTA- Sebanyak 256 gedung untuk Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama, akan dibangun oleh Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, pada tahun 2017 ini. Pembangunan ini merupakan bagian dari pro­ gram peningkatan kualitas sarana dan prasarana layanan Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh Indonesia. Sekretaris Ditjen Bimas Islam,  Muhammadiyah Amin mengatakan, 256 Balai Nikah dan Manasik Haji KUA yang akan dibangun oleh pemerintah pada tahun 2017. Sebelumnya, Kemenag juga telah menyelesaikan pembangunan 181 gedung layanan nikah dan manasik haji. Pembangunan 256 gedung tersebut tersebar di sejumlah provinsi, yaitu: Aceh (10), Sumatera Utara (5), Bengkulu (4), Riau (4), Bangka Belitung (2), Jambi (8), Sumatera Barat (6), Sumatera Selatan (27), Lampung (18), Banten (4), Jawa Barat (8), Jawa Tengah (32), Yogyakarta (10), dan Jawa timur (25). Selain itu proyek yang sama juga akan dilaksanakan di Kalimantan Barat (25), Kalimantan Tengah (9), Kalimantan Selatan

(10), Nusa Tenggara Barat (2), Nusa Tenggara Timur (7), Sulawesi Tengah (7), Sulawesi Tenggara (5), Sulawesi Barat (6), Sulawesi Selatan (27),  Gorontalo (3), Maluku Utara (3), Papua (2), dan Papua Barat (6). Seperti dilansir Kemenag.go.id hari Jumat (13/1/2017), distribusi lokasi dan anggaran ini mengacu pada kesiapan masing-masing lokasi terkait syarat yang harus dipenuhi. Dalam melaksanakan proyek tersebut, Kementerian Keuangan telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 315 milyar yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) “Beban semakin berat karena jumlah unit gedung balai nikah yang akan diba-

ngun bertambah jumlahnya. Selain itu juga perlu terus ditingkatkan akurasi terkait dengan data KUA nasional, untuk menetapkan lokasi-lokasi prioritas yang membutuhkan perbaikan gedung,” kata Muhammadiyah Amin. Amin optimis, proyek tersebut akan berjalan lancar sebagaimana yang dilakukan lembaganya tahun lalu. “Tahun 2016, Kementerian Agama dinilai sukses dan mendapatkan apresiasi dari Presiden Joko Widodo dan Kementerian Keuangan sebagai Kementerian/Lembaga pemrakarsa proyek infrakstruktur yang dibiayai SBSN,” kata  mantan Rektor IAIN Sultan Amai, Gorontalo tersebut.(*)

Minta Uang Rp 127 Juta ke Kepala Dinas

Polisi Tangkap Pria yang Ngaku Tim Saber Pungli

SUMEDANG-Seorang pria berinisial DP (37), ditangkap oleh Satuan Reskrim Polres Sumedang di rumahnya. Pria ini mengaku sebagai Tim Saber Pungli. Selain itu, DP yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka, juga melakukan penipuan dengan cara mengaku sebagai anggota Polri dan Tim 1 Saber Pungli Mabes Polri. Hasil pemeriksaan me­ ngungkapkan, dalam menjalankan aksinya, tersangka DP menyampaikan penipuan itu kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumedang. Bahwa, di kantor tersebut terdapat permasalahan dan Team II Saber Pungli yang akan datang ke Kabupaten

Sumedang untuk melakukan Operasi Tangkap Tangan ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumedang. Mendengar hal tersebut, Kepala Dinas dengan maksud ingin menyelamatkan institusinya dan pikirannya sedang tidak stabil, karena akan menghadapi anaknya yang sedang sakit dan akan segera dioperasi, kemudian meminta bantuan kepada tersangka DP. Intinya, agar Tim II Saber Pungli tersebut tidak jadi datang. Mendengar hal tersebut DP langsung memanfaatkan situasi dengan meminta uang seharga satu kendaraan mobil Avanza. Akan tetapi, Kepala Dinas hanya sanggup

memberikan uang sebesar Rp 127.000.000, yang kemudian diberikan kepada DP oleh stafnya. Mengetahui dirinya telah ditipu, Kepala Dinas tersebut melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib. Dalam rilis yang dilansir Subbag Humas Polres Sumedang, Waka Polres Sumedang Kompol Rendra Oktha Dinata, mengatakan bahwa tersangka DP dikenai Pasal 378 KUH Pidana de­ ngan ancaman hukuman 4 Tahun. Untuk dilakukan peme­ riksaan lebih lanjut, Sat Reskrim Polres Sumedang melakukan penahanan terhadap tersangka DP di Mako Polres Sumedang. Waka Polres mengimbau, agar msyaraka berhati–hati dan waspada terhadap pelaku penipuan berkedok me­ ngaku–ngaku sebagai anggota Polri dan Saber Pungli serta meminta sejumlah uang. Dan apabila mendapati ada kejadian seperti itu, agar segera melapor ke pihak Kepolisian Sektor atau Polres terdekat.(ims)

... Komplikasi Diabetes, Oon Project Pop Meninggal DARI HAL BS1...

Oon memang sudah diperbolehkan pulang. Meski demikian, Oon masih harus menjalani serangkaian perawatan intensif di kediamannya. Dengan fungsi ginjal yang sudah tidak baik, kata sahabat Oon, Udjo, Oon kini harus rutin melakukan cuci darah untuk mengeluarkan racun dari tubuhnya.

“Jadi fungsi ginjal Oon itu memang sudah menurun. Jadi Oon itu terkena gagal ginjal terminal, sudah lumayan parah, sehingga memerlukan cuci darah hingga 3x dalam seminggu untuk menghilangkan racun dalam tubuhnya. Fungsi ginjalnya sekarang diambil alih oleh mesin cuci darah,” ucap Udjo. Yosi, yang juga sahabat Oon menambahkan, sebe-

lum meninggal ia menyempatkan sholat Subuh di kediamannya. “Usai salat Oon sempat ngobrol bersama istrinya,” ungkap Yosi. “Setelah ngobrol, Oon kemudian tidur. Nah, Oon meninggal saat tidur,” jelasnya. Oon meninggal dalam usia 44 tahun dan meninggalkan seorang istri dan dua anak laki-laki.[kliksaja.co]


HOTLINE : 0266-222 289 Klik..! Kliksaja.com

BS8 SABTU, 14 JANUARI 2017

COMMENT Irjen Pol Anton Charliyan, MPKN

Sikapi Adanya Petisi Pencopotan Dirinya Sebagai Kapolda Jabar HUKUM akan ditegakkan. “Kalau ada dari kubu, misalkan FPI yang salah, kita tindak tegas. Begitu juga kalau dari LSM yang salah, juga kita tindak tegas. Jadi, kita akan adil dan kita tidak akan pilih kasih,” tandas Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan, usai Sholat Jumat di masjid Mapolda Jabar,

NET

Jumat (13/1). Menyikapi adanya petisi yang menginginkan dirinya dicopot dari jabatan Kapolda Jabar, Anton pun mempersilakan pihak-pihak yang menginginkan hal tersebut. “Silahkan kalau saya dianggap salah, dan saya mendapat jabatan itu amanah. Untuk Bangsa dan Negara, jangankan jabatan, jiwa saya siap diserahkan. Saya ke sini bukan untuk jabatan. Nih silahkan ( sambil menunjuk pangkat di pundaknya) sekarang kalau mau diambil, silahkan. Tapi tunjukkan, kalau saya salah. Tapi selama saya benar, saya akan maju terus,” tegasnya. (kliksaja.co/rus)

Pimpinan Kedua Ormas Diminta Tertibkan Massanya TERJADINYA bentrok antara Front Pembela Islam (FPI) dan Ormas GMBI di depan Mapolda Jabar, Bandung, pada Kamis (12/1) lalu, disesalkan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan.

A

tas nama Pemprov Jabar, pria yang akrab dengan sapaan Aher inipun menyesalkan kejadian bentrokan usai Imam Besar FPI, Habib Rizieq diperiksa. “Harusnya semua pihak menahan emosi dan bisa menahan diri,” sesalnya di Bandung, seperti dikutip Bisnis.com, Jumat (13/1). Menurutnya, tanpa melihat siapa yang lebih dulu memicu bentrokan, pihaknya menilai, kejadian tersebut harusnya tidak boleh terjadi. Pihak-

BANDUNG HARI INI ...

Sukmawati Soekarnoputri ke Mapolda Jabar

KLIKSAJA.CO

SALAH satu putri Presiden RI pertama, Sukmawati Soekarnoputri mengunjungi Mapolda Jabar, Jumat (13/1/2017). Kunjungannya tersebut, kata Sukmawati merupakan silaturahmi sekaligus mempertanyakan sejauh mana perkembangan kasus yang telah ia laporkan pada beberapa bulan lalu. “Ini adalah kunjungan silaturahmi kami kepada Kapolda Jawa Barat yang baru. Selain itu, maksud kedatangan saya juga adalah untuk mempertanyakan sejauh mana perkembangan kasus yang sudah saya laporkan di Mapolda ini. Karena sejak kemarin, pernyataan Rizieq Shihab yang ditayangkan di televisi sangat jauh berbeda dengan kenyataannya,” kata Sukmawati. Da pun menegaskan, bahwa barang bukti berupa video yang diberikannya kepada pihak Kepolisian adalah asli. “Video yang kami berikan sebagai barang bukti pada pihak Kepolisian itu adalah benar dan bukan direkayasa. Awalnya juga saya heran, setelah melihat video itu. Kami juga kan punya tim ahli IT, setelah kami bahas, apakah ini direkayasa atau tidak, ternyata video tersebut adalah benar dan

semua yang melihat akan percaya bahwa itu adalah kata-kata dia (Rizieq Shihab),” kata dirinya. Sebelumnya, yaitu Kamis (12/1) lalu, Habib Rizieq

Shihab mendatangi Mapolda Jabar guna menjalani pemeriksaan terkait pelaporan Sukmawati Soekarnoputri yang diduga menghina Pancasila. (kliksaja.co/rus)

“Cianjur Kota Padi” TOUR & TRAVEL

Mau Umrah? Pastikan...!

Pasti Travelnya Berizin Pasti Jadwalnya Pasti Terbangnya Pasti Hotelnya Pasti Visanya

PROMO

HARGA 19.000.000 BERANGKAT 19 FEBRUARI SEAT TERBATAS

IDER PROVSA VI

n

a deng ama ATI rja S Beke XISTA D’H E

Kantor Pusat : Jln. Siti Jenab No. 22 Cianjur Tlp. (0263) 263920 - 087888188244 - 081563345611 Email : hjuminelly@gmail.com

ILUSTRASI/NET

nya pun mengajak semua masyarkat untuk sama-sama menjaga kondisi Jabar yang kondusif dan damai. Mengingat buntut kejadian tersebut, ada tiga pos GMBI yang dirusak massa FPI, Aher meminta, agar kedua pimpinan Ormas tersebut bisa menertibkan massanya. “Saya minta pimpinan Ormas kendalikan massa masing-masing. Masing-masing punya versi soal kejadian tersebut, tapi kita tidak mau bicara benar salah, yang pasti

kondusifitas harus dijaga,” pintanya. Pihaknya kembali meminta, pimpinan Ormas bisa menunjukan komitmen menjaga ketertiban dan kondusifitas di Jabar. Jabar, menurutnya, harus dijaga seluruh elemen masyarakat. “Keragaman ini sudah ciptaan Allah, mari hadirkan keragaman ini dalam koridor toleransi, kebhinekaan, saya ingin anak bangsa ini mencintai kondusifitas,” bebernya. Aher sendiri mengaku,

enggan mengomentari siapa yang bersalah dan benar karena sensitif, pihaknya lebih fokus pada meminta seluruh pihak menjaga kedamaian. “Kita hadir sebagai sesama anak bangsa dan sesama muslimin,” tuturnya. Pihaknya menilai, proses hukum yang tengah dijalani Rizieq, lebih baik diserahkan pada aparat yang berwenang. Menurutnya, penyidik dan Rizieq, kemarin sudah sama-sama menunjukan patuh pada hukum.

“Itu semua dalam koridor kepatuhan hukum, baik yang diperiksa maupun yang memeriksa,” katanya. Saat ditanya, apakah akan memanggil pimpinan kedua Ormas yang berseteru tersebut, Aher pun menjawab secara diplomatis. “Kita coo­ ling down dulu, saya ingin bertemu berbagai Ormas. Tapi hari ini saya meminta pimpinan bisa mengendalikan massa dan cooling down, kita bersaudara,” pungkasnya. (net/rus)


Berita Cianjur - Bupati Beberkan Soal Anggaran SKTM