Issuu on Google+

ECERAN ,RP.3.000 AN N A G G N LA 0,RP.78.00 /BULAN

EDISI 392 THN III

Memberi Nilai Lebih twitter @berita_cianjur

JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

facebook beritacianjur.com

email newsredaksibc@gmail.com

Info Iklan 087779994088

Klik! beritacianjur.com

Ugal-ugalan Saat Mengendarai Motor

Turis Arab dan Teman Kencannya Tersungkur di Kolam Kering DIDUGA mabuk, seorang turis arab meng­ alami kecelakaan tunggal di kawasan Vila Kota Bunga, Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Kamis (16/2/2017) kemarin. Seorang wanita yang diduga teman kencan turis arab, terpaksa dibawa ke RSUD Cimacan, karena mengalami luka cukup serius. Informasi yang dihimpun Harian Berita Cianjur, kecelakaan terjadi turis arab yang menolak menyebutkan identitasnya, sedang mengendari motor besar bersama teman kencannya. Diduga tidak bisa meguasai ken­

“Sudah sering kecelakan seperti ini. Para turis Arab ini memang seenaknya dan ugal-ugalan kalau mengendarai motor rental di kawasan Kota Bunga.”

daraan yang dipacunya dengan kecepatan tinggi, motor sport yang ditunggagni kedua korban ini, terbang dan tersungkur di kolam kering yang ada di lokasi kejadian. Wawan (36), seorang saksi mata me­ nyebutkan, tak ada yang tahu persis bagai­ mana motor sport yang ditunggangi wisa­ tawan asal Timur Tengah bisa nyungsep ke kolam kering. Namun, ucap Wawan, diri­ nya hanya mendengar suara motor melaju KE HALAMAN BC7

BERITACIANJUR/ANGGA PURWANDA

Ratusan Massa Tolak Gugatan Wisma Karya Penggugat Didesak Minta Maaf Kepada Masyarakat Cianjur Tolak gugatan atas status kepemilikan Wisma Karya, ratusan massa Ormas gabungan dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di halaman Pengadilan Negeri (PN) Cianjur, Kamis (16/2/2017).

D

alam aksinya, massa yang berasal dari Karang Taruna, KNPI, KONI, Kosgoro, Pemuda Pancasila, Banser dan mahasiswa mende­ sak Haryadi Atmaja selaku pihak penggugat agar segera mencabut gugatannya dan meminta maaf kepada segenap rakyat Cian­ jur dalam kurunwaktu 1x 24 jam. KE HALAMAN BC7 BERITACIANJUR/WAWAN

Tersangka Kasus Korupsi Pajak Mayat Tanpa Identitas Siswa SMPN Kadupandak Tewas Handang Soekarno Akui Berkomunikasi Gegerkan Warga Mekarsari di Curug Ciastana dengan Adik Ipar Presiden Jokowi GUSTI Adam Gumelar siswa kelas tiga SMPN Kadupandak, warga Kampung Rawasedek, Desa Kadupandak, Kecamatan Kadupandak, Cian­ jur Selatan, tewas saat bermain bersama em­ pat orang temannya di Curug Ciastana, Rabu (15/2/2017) kemarin. Korban tewas setelah ter­ jun dari atas Curug dan diduga tenggelam. Keterangan yang dihimpun Harian Berita Cianjur, korban bersama empat orang temann­ ya yang lain, memanfaatkan waktu libur pilkada serentak, mendatangi Curug Ciastana, yang ma­ sih berada di Kecamatan Kadupandak, tepatnya di Desa Bojongkasih. Korban berangkat seki­ KE HALAMAN BC7

Kang BeCe

JAKARTA - Tersangka peneri­ ma suap Rp1,998 miliar Handang Soekarno selaku Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Ke­ uangan (Kemenkeu) mengakui pernah berkomunikasi dengan adik ipar Presi­ den Joko Widodo (Joko­ wi), Arif B u d i S u ­ listyo. Se­ perti d i ­ lan­

NET

sir di salah satu situs berita ha­ rian nasional terkemuka,Kamis (16/2/2017) kemarin, Handang Soekarno menjalani pemerik­

BERITACIANJUR/WAWAN

terperangah saat melihat tubuh manusia tertelung­ kup diantara bebatuan. KE HALAMAN BC7

saan sebagai tersangka peneri­ ma suap dari terdakwa pemberi

Jadwal Salat

KE HALAMAN BC7

ALICE NORIN

Jadi Orang Rumahan Setelah Melahirkan MEMILIKI anak ternyata mem­ bawa perubahan besar bagi Alice Norin. Perempuan berparas cantik ini, yang selama ini dikenal sebagai artis sibuk, setelah melahirkan Alita Naora Lawi pada 24 Januari lalu, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. “Aku keluar rumah ka­ lau mau kontrol ke dokter. Kalau enggak ada yang pen­

WARGA Kampung Mekar­ sari, RT. 02/06, Desa Mekar­ sari, Kecamatan Cianjur, men­ dadak geger, setelah seorang warganya Asep, mengabarkan penemuan mayat tanpa iden­ titas yang tertelungkup di Kali Cianjur, Kamis (16/02/2017). sekitar pukul 17.30 WIB sore kemarin. Keterangan yang dihim­ pun Berita Cianjur, Asep pertama kali menemukan mayat itu, saat sedang men­ cari kelaurganya yang sudah dua hari tidak kembali ke rumah. Namun ketika ber­ ada di Kali Cianjur, Asep

ting banget enggak keluar rumah,” kata Alice Norin, saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017). Alice yang biasanya hobi ke sa­ lon memanjakan diri, kini tak lagi dilakukan. Kalau pun memang sa­ ngat butuh ke salon, istri Alvin Yu­ dhapatria ini malah meminta jasa salon datang ke rumahnya.

Wilayah Cianjur & Sekitarnya

17 Februari 2017 SUBUH ZUHUR 04:38

12:08

ASAR 15:19

ISYA

18:17

19:28

SUMBER: KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

KE HALAMAN BC7

KARIKATUR/NANDANG S

CIANJUR BERSABAR

MAGRIB

“Tidak ada seorang muslim yang tertimpa cobaan berupa sakit maupun selainnya, melainkan dihapuskan oleh Allah Ta’ala dosa-dosanya, seperti sebatang pohon yang menggugurkan daunnya.” (HR. Muslim)


BC2

Ngawangkong

+ Opini Warga JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

H. Solahudin

Harus Muncul Kritikan, Jangan Timbul Pembiaran TOKOH masyarakat asal Desa Bunikasih Kecamatan Warungkondang mulai menyeruak ke ruang publik saat berlangsung pilkades serentak tahun lalu. H. Solahudin merupakan calon kades yang ikut berlaga namun merasa dirinya dicurangi karena pemenangnya disebut-sebut menggunakan ijazah palsu. Angin berlalu tapi rupanya Kades terpilih Memed tetap melaju belum dianulir juga hingga saat ini. Tapi itulah riak demokratisasi yang berada di lapisan bawah dan publik tentu berhak tahu alasan yang melatarbelakanginya.

Apakah ijazah Kepala Desa cukup penting dalam menjalankankan roda pemerintahan ? Terkait dengan kejujuran, apa jadi­ nya kalau Kades patut diduga menggu­ nakan ijazah palsu sekalipun dia cukup mampu menjalankan roda pemerintah­ an. Pentingnya ijazah bukan soal ke­ pintarannya tapi soal kehendak berkata jujur terhadap para pemilihnya apalagi wilayahnya desa itukan penduduknya berdekatan.

Lalu bagaimana jika kemudian akhirnya warga memilih pemimpinnya tanpa bisa diduga sebelumnya. Anggap saja ada yang menggunakan ijazah palsu tapi tetap dipilih juga ? Jadi kalau ada yang terpilih tentu orang yang lebih tahu harus melurus­ kan bahwa jangan sampai memilih pemimpin yang diperkirakan tidak memakai ijazah asli. Jangan sampai ada kesan membiarkan karena pendidik­ an demokrasi itu harus saling koreksi, kalau salah harus diluruskan. Bisa saja pilihan itukan salah maka ini penting untuk diluruskan.

perundang­undangan. Namun persoa­ lannya apakah sudah bisa dijalankan otonomi itu tentunya menyangkut proses, tidak bisa langsung tokcer. Tapi paling penting suara kritis untuk memperbaiki pemerintahan desa harus dijadikan masukan berharga sehingga Kades tidak abai menjalankan manda­ tarisnya.

Kang haji sudah dua kali mencalonkan Kepala Desa, kalau yang pertama saat di Pilkades Padaluyu Cugenang. Apa pengalaman berharga dari kejadian tersebut lalu lolos berlaga di pilkades Bunikasih Warungkondang ?

nyikan kebohongan, toh suatu saat nanti akan terungkap juga. Apalagi jabatan Kades, kondisisnya sangat ber­ dekatan penduduk satu dengan lainya sehingga dengan mudahnya kabar tersebar. Reporter : Rikky Yusup

Tentu kebenaran itu akan selalu ter­ ungkap tidak bisa ditutup begitu saja, saya berjuang habis­habisan untuk memperjuangkan hak demokrasi tapi saat itu tak diloloskan juga. Hingga ak­ hirnya keluar putusan pengadilan jika sah adanya ijazah yang saya miliki dan bisa dibuktikan dengan ditetapkannya saya sebagai kandidat kades. Intinya kejadian tersebut membuka mata dan hati saya tetap proses politik yang ha­ rus dilewati padahal ini baru dilapisan bawah belum sampai ditataran elite.

Lantas apakah dengan dua kali mencalonkan diri kemudian tidak akan mencalonkan diri untuk ketiga kalinya ? Politik ini acapkali tidak bisa diprediksi sehinga saya tidak mau berandai­andai dari sekarang apakah nanti akan maju lagi atau tidak dalam pilkades. Segala sesuatunya biarlah waktu yang akan menjawabnya, tak bisa disampaikan dari sekarang. Pela­ jaran paling penting dari semua ini ak­ hirnya saya bisa banyak tahu tentang perpolitikan di lingkup desa hingga kedaerahan.

Berbicara tentang pemerintahan desa yang saat ini diberlakukan otonomi desa, bagaimana menurut pendapat kang haji ?

Apakah makna yang paling berharga, saat orang diberikan kepercayaan untuk memimpin ?

Angin segar jika sekarang ini desa diberikan otonomi sehingga tidak bisa seenaknya diberhentikan penguasa tanpa berpedoman terhadap peraturan

Harus amanah dan tidak boleh bohong karena itulah hakikat sebagai pemimpin yang diharapkan rakyatnya. Lantaran sehebat apapun menyembu­

OPINI WARGA Memberi Nilai Lebih

BERITA MEDIA GROUP

Komisaris Utama H Ishaq Robin. | Direktur Utama Anton Ramadhan. | General Manager Gia Gusniar. | Pimpinan Perusahaan H Ahmad Rizky Alfaraby. | Pemimpin Redaksi Cetak Nuki Nugraha. | Wakil Pemimpin Redaksi Cetak Mustofa | Dewan Redaksi: Anton Ramadhan, Fonda Lapod, Gia Gusniar, Nuki Nugraha, Imam Sumarsono (Ipung) | Asisten Redaktur: Angga Purwanda, Rikky Yusup, Rudi Rusmana, Rustandi Zaelani | Sekretaris Redaksi Asri Fatimah | Reporter Cetak: Herry Febriyanto, Apip Samlawi, Zenal Mustari. | Divisi Online Rifky (Admin/IT). | Perwajahan: Ahmad Sulaeman (Koordinator), Arie Yudistira, Ziad Zed Zubaedi, Rendy Rustandi, Muhammad Faisal. Grais: Nandang S, M Yanuar Gunawan. | Manager Keuangan T. Jayanti Pardosi, Erlin Sri Hartati (admin keuangan) | Manager HRD Iwan Setiawan, Siti Aisyah (Staff HRD) | General Affair Budi Yahya. | Manager Iklan : Suparjo. | Divisi Iklan: Fajar Kurniawan (Bandung), Yuni Nurmilah (Cianjur-Sukabumi), Emma Maryani (admin Iklan & Sirkulasi). | Manager Sirkulasi : Iwan kusmawansyah| Divisi Sirkulasi: Pupung Pangestu, Dede Herlan. | Divisi Keuangan: Dedi Sukmana (kolektor), Asep Ruhenda (kolektor). | Legal Oficer Ebes | Divisi Umum: Ardian (IT), Jajang Solihin, Eded, Iyus Rustandi. I Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi: Jl. KH. Hasyim Ashari No. 46B, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, 43214 l Telp. Kantor : (0263) 2283283 - 2283645 l Hotline Redaksi: 08562053088 l e-mail redaksi: newsredaksibc@gmail.com l website: www.beritacianjur. com l Info Layanan Pelanggan ; ofice: (0263) 2261814 CP: 08562053088 l Rekening: 183 097 9090 (BCA) an. Jembatan Mediatama Cianjur, PT, 006 257 498 4001 (BJB) an. Jembatan Mediatama Cianjur l Penerbit: PT Jembatan Mediatama Cianjur. SELURUH WARTAWAN BERITA CIANJUR SELALU SELURUH WARTAWAN BERITA CIANJUR SELALU MENGENAKAN TANDA PENGENAL DAN DILENGKAPI SURAT MENGENAKAN TANDA PENGENAL DAN DILENGKAPI SURAT TUGAS SERTA TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK MEMINTA TUGAS SERTA TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK MEMINTA ATAU MENERIMA APAPUN DARI NARASUMBER ATAU MENERIMA APAPUN DARI NARASUMBER

“Mereka yang berjiwa lemah tak akan mampu memberi maaf yang tulus. Pemaaf sejati hanya melekat bagi mereka yang berjiwa tangguh.” Mohandas Gandhi

Hukum Dalam Pusaran Politik Dan Kekuasaan UNDANGUndang Dasar 1945 (UUD 45) sebagai Konstitusi negara dan landasan idiil bangsa Indonesia telah menetapkan bahwa negara Indonesia adalah negara hukum (rechtstaat), tidak didasarkan kepada kekuasaan (machtstaat).

D

alam konteks negara hu­ kum, tentunya hukumlah yang harus dijadikan panglima (supremasi hu­ kum), namun pada kenya­ taannya supremasi hukum direduksi dan dilemahkan oleh supremasi politik dan supremasi kekuasaan. Li­ hat saja secara “das sollen” harusnya aktifitas politik tunduk pada ketentuan hu­ kum, namun dari sudut “das sein” hukumlah yang dalam kenyataannya ditentukan oleh konfigurasi politik dan kekuasaan. Sebut saja UU Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, dalam UU tersebut pengelolaan air diserahkan kepada swasta sehingga pe­ ran negara untuk mengelola sumber daya air ditiadakan. Bukankah konstitusi meng­ atur bahwa sumber daya yang menguasai hajat hidup rakyat banyak harus dike­ lola oleh negara?.

Penulis memandang adanya indikasi deal­deal politik dalam pembahasan dan penetapan UU tersebut, sehingga UU tersebut le­ bih menguntungkan pihak swasta dan menegasikan peran negara. Karena UU tersebut dipandang berten­ tangan dengan UUD 1945, Mahkamah Konstitusi ak­ hirnya membatalkan secara keseluruhan UU Sumber Daya Air tersebut. Politisasi Penegakan Hukum Ketika berbicara pene­ gakan hukum (law enforce­ ment) maka tidak lepas dari diskursus bagaimana pene­ gakan hukum tersebut dapat menciptakan keadilan yang substansial (substansial justice). Jika diilustrasikan, keadilan yang substansial adalah bagaimana menghu­ kum seberat­beratnya para koruptor, bukan mempro­ ses secara hukum seorang nenek yang mencuri kakao.

Realitas empirik pene­ gakan hukum yang masih tumpul ke atas dan tajam ke bawah, juga adanya “jual beli perkara” nampaknya tak asing lagi dalam pene­ gakan hukum di Indonesia. Kerap kali masuknya ke­ pentingan­kepentingan po­ litik dalam penegakan hu­ kum menjadikan hukum tak berdaya dihadapan mereka para penguasa. Dapat disimplikasikan bahwa law enforcement di Indonesia lebih kental dominasi politisnya dari­ pada praktek hukumnya, sehingga benar adanya apa yang disampaikan oleh Ro­ nald Katz yang menyebut­ kan bahwa apa yang terjadi di Indonesia adalah law without law, ada hukum tapi seakan­akan tidak ada hu­ kum.

dan responsif, yaitu setidaknya pemerintah harus mereforma­ si tiga subsistem hukum, keti­ ga subsistem hukum tersebut sesuai dengan yang dikonsep­ sikan oleh Lawrence M. Fried­ man, yaitu substansi hukum (legal substance), struktur hukum (legal sturcture), dan budaya hukum (legal culture). (bersambung)

Upaya yang Dilakukan Upaya yang dapat dilaku­ kan untuk menciptakan kon­ struksi hukum yang populis

Oleh: Ispan Diar Fauzi Mahasiswa Pasca Sarjana ilmu Hukum UNSUR, dan Founder IDF Center Law Sharing


8

INFO SPESIAL GELIAT KOTA twitter @berita_cianjur

facebook beritacianjur.com

HOTLINE : 0263-2283283 Klik! beritacianjur.com

JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

BC3

KINI, setiap hari kamis di minggu tertentu Taspen Cabang Bogor membuka layanan nasabah di Gedung Korpri Cianjur. Sehingga para pensiunan yang tinggal di kota Cianjur dapat menyampaikan masalahnya langsung tanpa harus ke bogor. Hal tersebut disampaikan oleh wakil Taspen Cabang Bogor, Encep Salahudin, bahwa program ofice

Urus Pensiun Tidak Perlu Lagi ke Bogor channeling taspen cabang Bogor dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para pensiunan dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendekati masa pensiun di Kota Cianjur. Lebih rinci ia menjelaskan kegiatan yang sedang dilakukan disebut Service Point, dimana pihak Taspen Bogor bekerjasa­ ma dengan BKD Cianjur.

BERITACIANJU R/ CR8

“BKD menyediakan kami tem­ pat, sehingga pensiunan atau ASN yang mau mengurus pensiunnya tidak perlu datang ke Bogor, cukup di gedung Korpri ini bisa langsung diurus, dan jika memang harus bo­ lak balik dalam melengkapi dokumen maka tidak memberatkan yang me­ ngurus,” jelasnya. Sementara Agus Pipit (28), warga sekitar gedung Korpri yang mem­

bantu setiap kegiatan service point, menerangkan bahwa awalnya hanya dilaksanakan satu kali dalam sebulan namun karena melihat yang mengu­ rus terus meningkat akhirnya menjadi 3 kali dalam sebulan. “Sehingga jadwal service point di gedung Korpri saat ini dilaksanakan setiap hari Kamis minggu kedua, ke­ tiga dan keempat setiap bulannya,” ujarnya. (cr8)

GEULIS

Kadang Merasa Tidak Yakin Dengan Cita-cita HOBI gadis ABG, Adel Nabila Maharani adalah re­ nang namun cita­citanya kepengen menjadi polisi wanita. Walaupun kadang sempat tak percaya diri dalam menggapai cita­citanya tersebut. “Meski saya kurang percaya diri menjadi polwan, tetapi setidaknya saya mencoba dulu, kalau belum di­ jalani kan belum tahu hasilnya, yang penting jangan menyerah aja,” katanya. Dirinya mengaku mengi­ kuti berbagai kegiatan or­ ganisasi, dan mendapatkan berbagai pengalaman men­ genai meskipun akhirnya dirinya harus vakum se­ mentara, mengingat jad­ wal sekolah yang sema­ kin padat. “Sudah sering ikut organisasi, pernah jadi pengurus OSIS dan Pramuka tetapi karena jadwal ma­ kin padat, saya pri­ oritas­ k a n seko­ l a h dulu a j a dulu, bisa saja dipak­ sakan tetapi pasti mengor­ bankan salah satunya,” ujarnya. (cr8) Adel Nabila M

Pedagang Kuliner Merugi, Diguyur Hujan Sepi Pembeli

BERITACIANJUR/ CR3

ISTIRAHAT - Penumpang yang bepergian jauh dengan menggunakan kendaraan sangat memerlukan tempat istirahat yang representatif sehingga begitu ada lahan parkir yang luas langsung dijadikan rest area dadakan. Tidak hanya penumpang yang diuntungkan namun para pedagang kebanjiran pembeli yang datang di waktu istirahat perjalanan.

Rest Area Dadakan Bertebaran Tidak Hanya Pedagang Diuntungkan, Penumpang Juga Terbantu

BERITACIANJUR/ CR3

MELAMUN - Para pedagang yang jualan di musim penghujan kebanyakan melamun karena sepinya pembeli yang melintas di jalanan.

OMZET pedagang kaki lima (PKL) kian tergerus selama hujan berlangsung terus­ menerus saban harinya. Ke­ luhan itu terungkap karena sebagian besar pedagang mengandalkan pembeli yang lalu­lalang melintas. Deni (35), pedagang kuli­ ner di Jalan Siti Jenab menge­ luhkan omzet dagangannya yang turun drastis selama musim hujan di Cianjur. “Setiap hari hujan, daga­ ngan jadi tidak laku, karena aktiitas warga yang lalu la­ lang menjadi terhenti kalau hujan,” katanya. Menurutnya kalau cuaca normal, biasanya omzet yang diperolehnya berkisar antara Rp. 300 ribu hingga Rp. 500 ribu perharinya. Berban­ ding terbalik dengan kondisi saat ini, pedagang hanya mendapatkan Rp. 150 ribu. Bahkan dia juga akan mem­ buang barang dagangannya kalau sudah 2 hari tidak ter­ jual, karena sudah tak layak konsumsi. Di tempat lain, Waluyo (36), Pedagang Kuliner Sinar, Jalan Dewi Sartika, Cianjur mengalami hal yang serupa dan lebih memimilih tidak berdagang jika melihat cuaca mendung. Sebab jika dipak­ sakan hasilnya bukannya un­

tung malah merugi. “Kalau cuaca mendung biasanya saya mengurungkan niat saya untuk berdagang, ka­ lau dipaksakan rugi bahan dan operasional kang. Ini kan Mie Ayam, paling lama 2 hari mie­ nya sudah basi, karena seluruh bahan dibuat sendiri tidak beli jadi di pasar,” ujarnya. Ia menambahkan untuk ayamnya bisa saja dipanasi beberapa kali, hanya re­ siko rasa pasti berubah, dan pelanggan pasti merasakan perbedaan rasa tersebut. “Ya kalau dipaksakan sama saja saya melepas pelanggan secara tidak lang­ sung, saya sudah berdagang disini 7 tahun, rasa mie ayam saya jadi taruhannya, jadi ka­ lau hujan saya tidak berda­ gang, hitung­hitung istira­ hat,” ungkapnya. Ia menceritakan jarang yang pembeli meskipun hanya gerimis, mengingat rata­rata pelanggannya ber­ kendaraan roda dua. Ada juga pelanggan yang mengguna­ kan mobil hanya saja jumlah­ nya tak banyak. “Kalau dalam sebulan ini Omzet saya berkurang sete­ ngahnya, yang biasanya se­ malam sampai 400 mangkok, sekarang paling 200 mang­ kok,” terangnya. (cr8)

MINIMNYA keberadaan tempat peristirahatan di Cianjur mendorong sejumlah lokasi dijadikan rest area dadakan. Ternyata tidak hanya pedagang yang diuntungkan namun juga para penumpang merasa ikut terbantu.

D

eretan ruko pedagang mani­ san Cianjur yang berada di kawasan per­ lintasan Sadang, Kecamatan

Karangtengah, selalu men­ jadi rest area dadakan teru­ tama untuk angkutan bis. Diakui Dicky (42), petugas parkir bahwa areal parkiran­ nya menjadi tempat istira­

hat bagi para penumpang bis yang melintas dari dua arah berlawanan. “Tidak hanya bis umum, bis pariwisata juga kadang singgah disini untuk beristi­ rahat sejenak. Para penum­ pang juga turut istirahat dan berkeliling, sekedar melihat­lihat atau membeli oleh­oleh khas Cianjur, ter­ utama manisan,” terangnya. Dia menambahkan, pe­ milik toko manisan pada umumnya memberi hadiah kepada supir bis yang mem­ bawa penumpangnya un­ tuk beristirahat sebentar di

Segenap keluarga besar Harian Berita Cianjur Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Camat Cianjur

Bapak Ucup S Ditamihardja Pada Hari Kamis 16 Februari 2017 Pukul 15.00 WIB di RS Santosa Bandung Semoga Almarhum diampuni dan dihapuskan dosa-dosa dan kesalahan selama hidupnya serta mendapatkan tempat yang terbaik disisi ALLAH SWT. Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga kuat dan tabah atas cobaan ini. Aamiin

toko mereka. “Ya saling mengun­ tungkan, pedagang barang­ nya laku terjual, supir bis mendapatkan imbalan kare­ na membawakan pelanggan. Kalau hanya menunggu pem­ beli lokal, omzet pedagang ga bakal terkejar,” jelasnya. Sementara itu salah­ seorang penumpang bus asal Jakarta, Yuyun Lisnawati (35), mengaku jika dirinya merasa nyaman adanya rest area dadakan tersebut. Lan­ taran tidak perlu mencari­ cari tempat untuk membeli buah tangan khas Cianjur.

“Disini bisa beli oleh­ oleh khas Cianjur buat ke­ luarga di rumah, jadi tidak perlu keliling ke tempat lain, mengingat waktu yang mepet,” ujarnya. Ia berpendapat bahwa harga yang ditawarkan juga ti­ dak mahal, bahkan tergolong murah. Dirinya mengaku baru pertama kali mengun­ jungi Cianjur dan turun mem­ beli manisan Cianjur. “Kalau numpang lewat sudah sering tapi kalau tu­ run seperti ini dan membeli oleh­oleh baru pertama ka­ linya,” terangnya. (cr8)


BC4

BeceKampus

+Pendidikan JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

Fikom Fest 2k17

KAWAN KITA

Bukan Sekadar Seminar

Suka Coklat Seduh

HELLO Guys! Ada yang baru lho di Februari ini, salah satu universitas swasta di Cianjur ada yang lagi ngadain event. Apa ya guys kira-kira?

N

Dea Cucu Siti Suaidah GUYS! Kenalin nih, Dea Cucu Siti Suai­ dah, mahasiswi Skolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Cianjur. Biasa dipanggil Dea atau Ade, orangnya baik lho, dan menyenangkan, pokoknya goodlah. Dia lahir di Cianjur, pada 03 Maret 1995, merupakan putri dari pasangan Chaerudin Suherman dan Endeh Fuhairoh. Orangnya juga berprestasi guys, pertama dara berpa­ ras cantik ini pintar dan super aktif, maha­ siswi Semester 6 Jurusan Hukum Ekono­ mi Syariah inipun pernah mendapatkan beberapa gelar juara, di antaranya Juara Umum Murotal tingkat kabupaten dalam ajang Porseni tingkat MI, Juara 3 Lomba Puisi tingkat kecamatan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Gimana teman­teman, pasti tertarik kan, jadi seperti Dea yang punya hobi ber­ main musik, baca puisi, bernyayi, menga­ rang, dan segala hal yang behubungan de­ ngan Seni. Dea mempunyai cita­cita ingin men­ jadi orang sukses dan berguna bagi Nusa, Bangsa, juga Agama. Meskipun begitu, Dea sendiri gak ngotot mau jadi apa? Yang ter­ penting, Dea bisa sukses dalam bidang apa­ pun. Kalau soal warna, Dea menyukai semua Anak kedua dari lima bersaudara ini se­ lain berparas manis, cute, tidak sombong, dan suka berbaur, pokoknya kecelah guys, enak buat diajak berteman. Buat kalian yang ingin kenal lebih jauh dengan Dea, kalian add langsung Facebooknya: Hanin Dhea atau ada juga Instagramnya: HaninD­ hea. ( job tim)

amanya Fikom Fes­ tival 2k17, ada yang tau gak Fikom itu singkatan dari apa? Jadi gini lho! Fikom adalah singkatan dari salah satu Fakul­ tas yang ada di Univer­ sitas Putera Indone­ sia (UNPI), yaitu Ilmu Komunikasi. Fikom ini merupakan event tahun­ an yang baru dilaksana­ kan 1 tahun yang lalu, ini adalah kali ke­2 bagi se­ nat Fikom mengadakan kegiatan serupa. Dalam event ini, bu­ kan hanya seminar teta­ pi dikemas lebih kreatif, berupa bazar, festival dan lain­lain. Di sana kita akan lebih menge­ nal dunia broadcasting, jurnalistik, dan public speaking. Namun kita juga bisa mendapatkan motivasi dalam hal krea­ tivitas, apalagi bagi yang sudah mengenyam jen­ jang pendidikan, di sini pun bakal ada info karir dari salah satu media group. Tentunya sangat me­ narik untuk kita ikuti. Acara ini akan dilaksa­ nakan pada Sabtu, 25 Februari, pukul 09.00 WIB, mendatang. Na­ mun ada biaya buat HTM­nya, untuk kala­ ngan pelajar Rp 20k dan untuk kalangan umum serta mahasiswa Rp 30k

berupa tiket masuk. Adapun harapan dari Nandi Fathurrah­ man, salah satu Maha­ siswa Fikom Semester 6. “Buat semuanya hadir ke Fikom Fest, karena di sini kalian bukan hanya mendapatkan ilmu, na­ mun hiburan juga da­ pet, pokoknya event ini wajib banget buat kalian ikutin,”

ucapnya. Berbeda dengan tanggapan temen kita yang satu ini guys. ”Event ini sangat mem­ bantu untuk mengem­ bangkan kreativitas, selain itu, semuanya dapat mengetahui dunia broadcasting dan lain­ lain, khususnya yang berhubungan dengan Ilmu Ko­ munikasi, karena k e

depannya dunia broad­ casting akan sangat menarik. Maka, ayo ikuti event ini, segera daftarkan diri Anda menjadi peserta Fikom Fest 2k17,” ujar Fau­ zi DL, selaku Panitia Fikom Fest 2k17. Gimana nih guys, tertarik untuk mengi­ kuti event tersebut? Un­ tuk kalian y a n g ber­ mi­

nat langsung aja dateng ke tempatnya. Event ini tentunya sangat positif ya guys! Selain mengenal dunia informasi dan komu­ nikasi kita juga banyak mendapat berbagai ilmu dan tentunya pengala­ man ya guys! Tidak semua orang bisa mengetahui dan mengalami, dan khu­ susnya di event ini kita bisa share bareng ya, biar semuanya mengetahui dunia broadcasting dan lainnya. ( job tim)

”Event ini sangat membantu untuk mengembangkan kreativitas, selain itu, semuanya dapat mengetahui dunia broadcasting dan lain-lain, khususnya yang berhubungan dengan Ilmu Komunikasi ...”

ILUSTRASI: BERITA CIANJUR/M. YANUAR GUNAWAN - FOTO: JOB TIM

KOMUNITAS PELAKU USAHA DAN PENGRAJIN ANDALAN KABUPATEN CIANJUR JL KH HASYIM NO. 29 WARUJAJAR CIANJUR

Abon Ikan Daily Fish

Aneka Makanan & Manisan Jahra

Baby Fish Ikan Mas, Tersedia Ikan Nila, H Wildan

Bandeng Crispy Pak Kamil

Telor Asin HH Cianjur, Kang Adrian

Sandal Gunung Naratas Pak Asep

Batik Cianjur Beasan

Belut Manis Produk Pak Zenal Muttaqin

Cireng Kriux Produk Tihwa

Cookies Kevin’s Kitcen

Edamame Crispy Kedelai Jepang

Youghurt Haus Milk 100% Asli

Galery Lampu Gentur Berbagai Desain dan bentuk Unik

Sambal Ikan Tongkol Krilia

Jahe Merah Siap Seduh Alghifari Herbal, Sedia Kremes Ubi Ungu

Jelly Art Cianjur Jago

Kacang Crispy Dahlia

Sagon Bakar Mel’s Cookies

Sale Kopi pak Lali Tersedia Sale Pisang

Kue Ali Muruhmuy, Tiktuk Gaul dan BangketLina Echa

Kue Semprong Kasedep Abdi Gurih dan renyah

Oleh-oleh Khas Cianjur Brownies Taucho

Opak Sadulur Bu Yani

Paladang Produksi Bu Ziyah

Pangsit & Kripik Talas Ratna Pertiwi

Pepetek Sumpia Ikan dan Abon Ikan

Aneka Snack Tradisional, Ramadhan Kue

Produk Risoles dapur Meza

Produk Souvenir Digital Printing, Rivan

Ranginang Super Enak Gurih & Renyah


BC5

GoCipanas

+Cianjur Selatan JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

Lady Boy di Kota Villa Bunga Resahkan Masyarakat AKTIFITAS esekesek lady boy berkedok tukang pijat di kawasan Vila Kota Bunga, Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet yang menawarkan jasa ke sejumlah warga negara asing asal Timur Tengah meresahkan masyarakat setempat.

S

ekretaris Majelis Ula­ ma Indonesia (MUI), Kecamatan Pacet, Ade Mukhlis, mengungkap­ kan, kegiatan itu sudah sangat meresahkan masyarakat di sekitar lokasi Vila Kota Bunga. “Kendala kami menertibkan mereka, karena disinyalir ada ok­ num yang membekingi mereka,” ujar Ade, saat ditemui “BC” di ru­ ang kerjanya, Kamis (16/2/2017). Diakui Ade, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan ber­ bagai pihak seperti Dinas Sosial dan Satpol PP untuk melakukan penertiban serta meminta solusi untuk penangannya. Sebab, keba­ nyakan mereka (Lady Boy­red), beralasan masuk ke Kota Bunga berprofesi sebagai tukang pijat. “Sampai sekarang mereka ma­ sih sering berkeluyuran di Kota Bunga pada malam hari, apalagi status mereka tidak jelas disebut

SOSOK

ILUSTRASI/ NET

laki­laki tapi bergaya seperti pe­ rempuan,” katanya. Ade khawatir, jika keberadaan mereka terus dibiarkan, jumlah­ nya akan semakin bertambah dan menjamur. Makanya perlu diatur sebuah strategi, agar mereka se­

Aiptu Yayan Kurniawan-Bhabinkamtibmas Desa Ciloto

Wajib Kunjungi Warga (WKW)

SELAMA 12 tahun menjalani tu­ gas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, membuat Aiptu Yayan Kurniawan kenyang akan pengalaman yang terjadi di tengah masyarakat. Meski sibuk memantau dan menjaga situasi keamanan, diri­ nya juga tidak lupa untuk me­ nyerap setiap aspirasi serta ke­ luhan masyarakat ketika turun ke lapangan. Sikap bijak dalam me­

nyikapi setiap masalah dan me­ nyampaikan himbauan secara ha­ lus menjadi penting bagi dirinya. “Karakter dan Sumber Daya Manusia (SDM) setiap warga berbeda­beda, makanya harus di­ tangani dengan bijak,” ujarnya ke­ pada “BC”, Kamis (16/2/2017). Prinsip sekaligus moto wajib kunjungi warga (WKW), merupa­ kan cara yang sangat bermanfaat sekali dalam melaksanakan tugas. Selain bisa mendapatkan infor­ masi, juga menjali silaturahmi dengan warga serta keluhan yang ada di tengah masyarakat. “Ba­ nyak informasi yang saya serap, dari mulai masalah ekonomi hing­ ga kamtibmas,” katanya. Dirinya juga tidak lupa meng­ ajak masyarakat untuk mencip­ takan situasi kamtibmas, serta lebih peduli dalam menjaga ke­ bersihan lingkungan. Tidak lupa kegiatan siskamling lebih diak­ tifkan untuk menekan aksi kri­ minalitas. (heri)

mua bisa digiring dan ditertibkan. “Kami dengan masyarakat se­ lalu bergerak dan untuk sementara ini fokus melakukan pengawasan di lingkungan permukiman dulu. Tapi kalau memang pihak Kota Bu­ nga meminta bantuan, sesuai kewe­

nangan kami akan memberikan pe­ nyuluhan kepada mereka termasuk broker dan mucikari,” ucapnya. Dikatakannya, berkaca pada ta­ hun 2014 dan 2015, pihaknya turun langsung ke lapangan dan memberi­ kan penyuluhan bagi sekitar 78 orang

Sambut Kunjungan Bupati, Desa Ciloto Berbenah CIPANAS–Sepekan terakhir, ak­ tiitas masyarakat di Kampung Parabon, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas lebih ramai dibanding­ kan hari­hari sebelumnya. Bersa­ ma­sama dengan masyarakat lain, kegiatan kerja bhakti membersih­ kan lingkungan permukiman di­ lakukan hampir setiap hari. Meningkatnya aktiitas masyarakat sekitar, bertujuan untuk menyambut kedatang­ an Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar dalam program Cianjur Ngawangun Lembur (CNL) yang di laksanakan pada tanggal 24 Februari mendatang. Kepala Desa Ciloto, Tjutju Hidayat mengatakan, dipilihnya Kampung Parabon sebagai lokasi Cianjur Ngawangun Lembur se­ lain akses yang memudahkan, juga karena diwilayah tersebut in­ frastrukturnya masih kurang. “Akses jalan di kampung itu dalam kondisi kurang bagus, mes­ ki sudah diperbaiki tetapi selalu rusak. Makanya dengan adanya program CNL sekarang, rencana­ nya dibangun jalan dari beton,”

DPR RI Kritisi Kenaikan Biaya Ibadah Haji PACET–Rencana pemerin­ tah menaikkan biaya ibadah haji tahun 2017 sebesar Rp. 35,7 juta dari awalnya Rp. 34,6 juta atau naik sebesar Rp.1,1 juta, dikritisi Wa­ kil Ketua Komisi VIII DPR RI, Deding Ishak. Ditemui usai menghadiri kegiatan sosialisasi empat pilar ke­ bangsaan di Wisma Sinar Kasih, Kecamatan Pacet, be­ berapa waktu lalu. Deding mengkritisi usul­ an kenaikan biaya naik haji dari pemerintah tersebut. “Sepanjang kenaikan itu realistis, akan kita pertim­ bangkan. Namun pihaknya tetap akan mempertahan­ kan agar biaya ibadah haji tahun 2017 tidak naik,” ujarnya. Selain menyoroti ren­ cana kenaikan biaya haji, dirinya juga menekankan bahwa pemerintah tidak melarang masyarakat untuk

ILUSTRASI/NET

melaksanakan ibadah haji. Namun melakukan pem­ batasan, bagi yang sudah naik haji baru bisa berang­ kat kembali 10 tahun yang akan datang.

PSK yang berkeliaran di Kota Bunga. Jika mereka masih membandel dan tidak jera usai diberikan penyuluhan, langsung digiring ke aparat hukum untuk diproses lebih lanjut. Makanya, imbauan melalui su­ rat kepada para Ketua RT terus di­

lakukan karena disinyalir pelaku PSK sesudah aktif di Kota Bunga pulangnya ke kontrakan yang ber­ ada di tengah lingkungan permu­ kiman warga. “Kebanyakan pelaku PSK didominasi berasal dari Cian­ jur dan Sukabumi, namun sejak sering di tertibkan jumlah mereka berkurang,” tandasnya. Terpisah, Kepala Desa Batula­ wang, Kecamatan Cipanas, Nanang Rohaendi mengatakan, keberadaan warga negara asing asal Timur Te­ ngah yang bermukim diwilayahnya tidak sebanyak di kawasan Kota Bunga. Meski demikian upaya pengawasan terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kejadi­ an yang tidak diinginkan. “Babinsa dan Bhabinkamtibmas setiap malam selalu rutin patroli, sehingga saat ada kejadian langsung melapor ke desa,” kata Nanang. Hingga saat ini, Nanang me­ ngaku belum mendapatkan lapor­ an berupa kejadian bagi yang ting­ gal di areal Kota Bunga. Makanya, pengawasan lebih ditekankan ke para ketua RT di wilayah. “Ka­ lau laporan kejadian belum ada, ada juga WNA yang menikah de­ ngan warga sekitar dan statusnya dibawah tangan (siri) namun jum­ lahnya tidak banyak,” ungkapnya. Sementara itu, Kasat Pol PP Ka­ bupaten Cianjur, Arif Purnawan menegaskan, jika pengawasan war­ ga negara asing tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemerintah Kabupa­ ten Cianjur dan harus melibatkan berbagai pihak terkait seperti pihak Imigrasi. “Kita tidak bisa datang sendiri lalu menertibkan mereka, karena harus melibatkan Imigrasi. Apa­ lagi kita tidak punya kewenangan khusus, kalaupun ada lebih kepada regulasi penataan ke bawah,” tan­ dasnya singkat. (heri)

Bahkan dari hasil per­ temuan dengan negara­ne­ gara islam yang tergabung dalam OKI, kuota jemaah haji asal Indonesia tahun 2017 jumlah mencapai 211

ribu atau ada kenaikan se­ kitar 52 ribu dibandingkan tahun sebelumnya. “Sekarang tinggal bagai­ mana, kuota haji ini bisa di distribusikan oleh pemerin­ tah secara merata dan adil khususnya bagi daerah yang memiliki daftar antrian panjang,” katanya. Menurutnya, kenaikan kuota jemaah haji juga ha­ rus diantisipasi sejak dini oleh pemerintah dengan mempersiapkan jumlah pe­ tugas, akmodasi dan ang­ kutan bis. Namun persoalan lain yang perlu diselesaikan terkait area peristirahatan jemaah haji di Armina, di­ mana fasilitas berupa tenda sudah dalam keadaan lapuk dan rusak. “Makanya kita memin­ ta kepada pemerintah untuk menangani masalah fasili­ tas tersebut, agar bisa segera diperbaiki,” tandasnya. (heri)

BERITA CIANJUR/ HERI FEBRIYANTO

BC-IklaN KEHILANGAN STNK No Pol F 6059 YH an. KATANG No Pol F 7679 WB an. Ade Suherman Bin Ruba No Pol F-3061-YO an. Cacu Saripudin, Se.

LOKER CV Cahaya simpati membutuhkan marketing dan kolektor. Min SMP-SMA Sederajat.JK L/P, datang langsng komp. bumi mas blok B- 9 (bayubud) no 14 (085221906121 An.Tauik) Di cari manager rumah makan sunda yg berprngalaman untuk daerah tunturunan/ciranjang hub pa kim 0811179536/085692571283

Mari Beriklan di.. beritacianjur.com

Contact Person 5AAEB7F6

08971663866

ujarnya kepada “BC”, Kamis (16/2/2017). Sebagai bentuk keseriusan menyambut kunjungan orang no­ mor satu di Cianjur tersebut, pi­ hak desa bahkan menginstruksi­ kan seluruh Ketua RT untuk ikut turun tangan membantu mem­ bersihkan lingkungan di Kam­ pung Parabon. “Persiapan terus berjalan dan seluruh Ketua RT di instruksikan untuk kerja bhakti selama se­ pekan terakhir ini,” katanya. TjuTju mengaku, pihaknya sangat merespon baik kunjungan bupati beserta rombongan karena banyak pelayanan umum yang bisa diselesaikan secara instan dan cepat. “Hasil rapat koordinasi de­ ngan pihak kecamatan, sudah disiapkan bentuk pelayanan apa saja yang diperlukan masya­ rakat. Karena nantinya akan ada sekitar 15 instansi yang mem­ buka pelayanan umum, seperti KTP/KK, Akta Kelahiran hingga masalah perizinan serta kese­ hatan,” tandasnya. (heri)

INFO IKLAN

0877 0841 3364 / 0857 9472 4178


BC6

LIPSUS

Kita bisa saja nanti memangil semua pemilik villa di kawasan kota bunga, agar mereka tahu kalau villa miliknya, disewakan penunggu atau pihak lainnya. Langkah itu, tentu diambil melalui komunikasi dengan management kota bunga, sehingga mudah dilaksanakan.” Herman Suherman Wakil Bupati Cianjur

JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

Jadi Wisata Seks Turis Arab

Wakil Bupati Cianjur Acak-acak Kawasan Kota Bunga WAJAH Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman, tampak terlihat marah saat mengetahui kalau operasi khusus pengawasan WNA di Kawasan Kota Bunga Cianjur, sudah terlebih dahulu bocor. Oleh : Angga Purwanda / Rustandi Zaelani

I

ndikasi kalau kawasan villa elit Kota Bunga Jalan Hanjawar, Desa Sukana­ gilih, Kecamatan Pacet, Cianjur, jadi tempat wisa­ ta seks turis arab, terbukti sudah, setelah Wabup Herman Suher­ man menemukan dua kondom siap pakai, tergelatak di salah satu ruas jalan di dalam kawasan villa, Kamis(16/2/2017) kemarin. “Ini bukti kalau kawasan kota bunga sudah kotor dengan prilaku seks yang dilaku­ kan sejumlah pihak, seperti dituduh­ kan selama ini. Kita sangat prihatin dan akan me­ lakukan tindak­ an keras, a g a r lokasi ini tidak lagi jadi tempat maksiat. Apalagi se­ karang kita tengah gencar­ gencarnya men­ jalankan program Cianjur lebih maju dan agamis. Ini memalukan,” kata Wabup setengah berteriak usai menunjuk dengan tangan­ nya sendiri, dua kondom tanpa kemasan yang tergelak di tengah jalan. Langkah Wakil Bupati, ber­ sama rombongan yang terdiri dari Pejabat Imigrasi, Pihak Ke­ polisian dan Satu­ a n Polisi P a ­ mong Praja, kembali b e r ­ lanjut menyi­ sir be­ berapa lokasi di Kawasan K o t a Bunga, mencari keber­ adaan tu­ ris arab, terutama yang tidak memiliki dokumen resmi kunjungan wisata ke Indonesia. Diduga memang sudah bocor sebelum­ nya, rombongan yang melakukan penyisiran begitu sulit menemu­ kan keberadaan turis arab, terutama arab bodong yang diduga sering menjadikan lokasi kawasan kota bunga Cianjur, sebagai tempat persinggahan, sebelum mereka me­ lanjutkan perjalanan ke Pulau Christmas di Negara Australia.

Ini bukti kalau kawasan kota bunga sudah kotor dengan prilaku seks yang dilakukan sejumlah pihak, seperti dituduhkan selama ini. “

Wabup: Kita Akan Perketat Ijin Dan Pengawasan USAI melakukan giat Wabup menegaskan, pe­ merintah akan memper­ kertat ijin dan pengawasan terhadap turis arab yang berkeliaran di Kota Bu­ nga. Kenyataan yang me­ nguatkan dugaan berbagai indikasi pelanggaran dan penyimpangan moral, jadi acuan utama bagi pemerin­ tah untuk mengeluarkan berbagai regulasi baru, un­ tuk melakukan perbaikan. “Kita bisa saja nanti memangil semua pemilik villa di kawasan kota bu­ nga, agar mereka tahu ka­ lau villa miliknya, diswakan penunggu atau pihak lain­ nya. Langkah itu, tentu di­ ambil melalui komunikasi dengan management kota bunga, sehingga mudah di­ laksanakan,” kata Wabup, khusus kepada Harian Berita Cianjur. Wabup menerangkan, regulasi lainnya yang ke­ mungkinan bisa diambil, lebih ke pengetatan me­ kanisme sewa villa, yang jelas selama ini melanggar aturan. Pemerintah akan berpikir, bagaimana pe­ nyewaan villa, memiliki payung hukum yang jelas, sehingga tidak di manfaat­ kan pihak tertentu untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya. Sementara itu Kepala Kantor Imigrasi Kelas II

Sukabumi, Thinus Sidale, mengakui, kalau keberada­ an turis arab, diduga bebe­ rapa diantaranya bodong. Kedepan tim pengawasan orang asing akan lebih di­ maksimalkan lagi, sehingga bisa memperketat kebe­ radaan turis arab. “Kita sudah sepa­ kat dengan Wabup, akan menggelar giat yang sama secara rutin. Namun ke­ depan, kemungkinan akan tertutup sehingga tidak bocor seperti sekarang,” te­ gas Thinus saat ditemui di lokasi kawasan Kota Bunga Cianjur. Sebelumnya, Ke­ tua Lembaga Pengka­ jian, Pengembangan dan Pemberdayaan Ma­ syarakat (LP3M) Hibar Kabupaten Cianjur Harry M Sastrakusumah, mende­ sak agar Pemkab Cianjur, segera membuat regulasi yang bisa dipergunakan se­ bagai payung hukum, un­ tuk menerapkan pajak pro­ gresif, terhadap aktivitias penyewaan villa di kawasan Puncak Cianjur. “Saatnya sekarang Pemerintah melek dan bertindak, agar segera bisa merauk PAD ratusan juta dari kegiatan usaha penye­ waan Villa. Harus diakui, pembiaaran terhadap usa­ ha illegal itu, telah mem­ buat Cianjur kehilangan

PAD ratusan juta rupiah,” kata Harry menyikapi makin maraknya, usaha liar penyewaan villa di ka­ wasan wisata puncak Cian­ jur, belakangan ini. Harry mengaku bi­ ngung dengan sikap peme­ rintah yang berkutat dalam upaya mencari peluang PAD baru untuk menam­ bah pundi kas keuangan daerah. Sementara, potensi pendapatan yang begitu ka­ sat mata, dibiarkan bahkan jadi lumbung duit pihak tertentu, yang mengelola usaha penyewaan villa il­ legal di beberapa kawasan elit di Cipanas. Menurut Harry, satu­ nya­satunya jalan agar ke­ hilangan PAD bisa segera ditangulangi, Pemkab harus berani mene­ rapkan pajak progresif tadi. Kalau diam se­ perti ini terus, jangan harap Pemkab memi­ liki daya gedor kuat dalam membenahi carut marutnya masalah tata kelola peruma­ haan elit alias villa di Cipanas dan sekitarnya. (*)

NDA

BERITA CIANJUR/ ANGGA PURWA

Mendapati kalau giat yang di­ lakukan pertama kalinya orang nomer dua di Pemkab itu, bocor oleh pihak tertentu, makin mem­ buat Wabup marah dan tidak kepalang, langsung “mengacak­ ngacak” sejumlah lokasi di Kota Bunga. Satu persatu villa dida­ tangi, untuk mencari kebenaran informasi yang selama ini masuk ke meja kerjanya. Tepat di Villa Blok C4, Wabup menemukan bebeerapa turis arab yang kemungkinan besar akan berangkat meninggalkan villa. Saat itu juga, Wabup lang­ sung masuk dan mempertanya­ kan sejumlah dokumen keimi­ grasian yang dipegang para Turis Arab. Saat itu, kebetulan semua dokumen imigrasi lengkap. Na­ mun, Wabup mempertanyakan keabsahan villa yang disewakan begitu saja, dan melanggar atu­ ran tentang villa hunian yang dikeluarkan Pemkab. Maksum yang menjadi pen­ jaga Villa, gelagapan saat dita­ nya tentang mekanisme sewa villa. Penjaga itu, hanya diam dan mendengarkan wejangan dari Wakil Bupati. Bersamaan, Waka­ polsek Pacet, AKP M. Palahudin, ikut memberikan arahan, agar ti­ dak lagi ada sewa menyewa villa, karena berbagai pertimbangan resiko yang harus ditanggung Pemerintah dan Polisi. “Bapak tahu kalau ada kera­ cunan atau kejadian lain yang menimpa turis arab , maka yang direpotkan adalah Pemerintah Daerah dan Kepolisian. Jadi ja­ ngan asal memikirkan keun­ tungan saja, tapi tidak mem­ pertimbangkan efek lain yang ditimbulkan,” kata Palahudin yang ikut serta dengan rombong­ an pada saat giat khusus, kemarin. Sadar kalau giat menyisir vil­ la tidak akan berbuah hasil mak­ simal, Wabup bersama romobon­ gan kemudian memilih mencegat di pintu masuk ke kawasan kota bunga, sebagai tempat menja­ ring para turis arab. Hasilnya memang cukup mencengangkan, meski tidak berada di dalam villa sewaan, para turis arab itu, ma­ sih hilir mudik dan tampak ku­ cing­kucingan dengan petugas. Beberapa mobil yang diper­ gunakan turis arab, tampak diberhentikan tim pemeriksa dokumen dari bagian Imigrasi yang disaksikan Wabup dan be­ berapa pihak lainnya. Sayang, semua kendaraan yang terjaring dalam giat, membawa penum­ pang turis yang memiliki ke­ lengkapan dokumen, sehingga tidak ada satupun turis bodong yang terjaring. Sementara di Kantor Ma­ nagement Kota Bunga, Wabup mendapat laporan kalau villa yang disewakan pelaku bisnis haram itu, dalam satu malam sudah berjumlah lebih dari 250 orang. Namun diakui salah se­ orang management tak me­ nampik, kalau turis bodong yang sudah mengetahui kedatangan Wabup sebelumnya, sudah terle­ bih dahulu ngacir meninggalkan daerah Cipanas. (*)


BC 7

Cianjur News+

JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

... Ratusan Massa Tolak Gugatan Wisma Karya DARI HAL 1...

Angga salah seorang ora­ tor dari Karang Taruna Kabu­ patren Cianjur, dengan tegas meminta Haryadi Atmaja yang mengklaim sebagai pemilik atas lahan gedung Heritage di pusat kota Cianjur itu segera mencabut gugatannya. Selain itu, dia mengingatkan masya­ rakat akan kemungkinan ba­ haya laten komunis berkem­ bang di Cianjur. “Awas faham komunis su­ dah muncul saat ini dengan embel­embel kepemilikan Wisma Karya diduga ada ke­ terkaitan dengan komunis. Sejarah dan fakta membuk­ tikan bahwa Thionghoa ada keterkaitannya membantu ko­ munis dalam menjalankan ke­ giatannya,” tegas Angga yang mengaku tak takut dan siap mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan Wisma Kar­ ya sebegai aset daerah. Sementara Ketua KONI Kabupaten Cianjur melalui

Sekum, Andri Kartanegara menuturkan, sebelumnya upaya mediasi dengan pihak penggugat sudah dilakukan, namun sayang tidak ada titik temu. Dalam proses mediasi, penggugat mengajukan ke­ pada Pemkab Cianjur untuk menggunakan gedung Wisma Karya dijadikan sebagai se­ kolah Tionghoa. Tapi mediasi ini ditolak. Andri menambahkan, pi­ hak penggugat juga sebenar­ nya mengakui pada kisaran tahun 1966 saat terjadi ge­ jolak politik, telah dilarang berada di tempat tersebut (Gedung Wisma Karya) un­ tuk melakukan kegiatan se­ kolah dan perkumpulannya karna terindiaksi merupakan gerakan komunis. “Selain itu berdasarkan UU nomor 11 tahun 2010 ten­ tang Cagar Budaya, Gedung Wisma Karya Cianjur sudah tercatat sebagai bangunan Cagar Budaya. Maka dari itu kami akan mempertahan­ kannya karena itu asset milik

daerah, penggunaanya harus digunakan untuk kepenting­ an pemerintah dan warga masyarakat sehingga tidak bisa dikuasai kelompok atau golongan tertentu,” jelasnya. Disinggung soal sertiikat Wisma Karya, Andri hanya bisa menjelaskan keberada­ an sertiikat itu seharusnya ada di tangan pemerintah, mengingat Wisma Karya su­ dah termasuk dalam Cagar Budaya. “Seharusnya sertiikat itu ada di tangan pemerintah Ka­ bupaten Cianjur. Tapi sampai sekarang saya sendiri belum melihatnya, “aku Andri. Secara rinci Andri menje­ laskan, dasar gugatan yang di­ layangkan Haryadi Atmajaya berupa sertiikat tahun 1942 atas nama salah seorang peng­ urus Yayasan Perkumpulan Masyarakat Tionghoa Hwe Koan Tjiandjur. “Sepengetahuan saya pihak penggugat memiliki sertiikat tanah gedung ter­ sebut. Nah atas dasar itu

Reaksi Para Cagub DKI Tanggapi Hasil Quick Count penggugat merasa memiliki hak untuk mengambil alih gedung Wisma Karya,” ung­ kapnya. Andri menilai pihak penggugat sepertinya tidak mengetahui adanya Peratur­ an Menteri Keuangan Nomor 154/PMK.06/2011 tentang Perubahan Atas Peraturan meneteri Keuangan Nomor 188/PMK.06/2008 tentang Penyelesaian Aset Bekas Mi­ lik Asing/ Cina. “Itu yang namanya ram­ pasan perang, seluruhnya harus diambil oleh Negara, dan otomatis menjadi milik Negara kepemilikannya, dan tidak bisa dikelola oleh go­ longan apalagi perorangan,” terangnya. Dari pantauan Berita Cianjur, setelah selesai berorasi di halaman depan PN Cianjur, para pendemo langsung menuju ke Gedung Wisma Karya Cianjur, disana masa kembali melanjutkan orasinya hingga sekitar pukul 13.00. (cr8)

JAKARTA - Hasil quick count (hitung cepat) sejum­ lah lembaga survei dalam Pilgub DKI Jakarta menem­ patkan pasangan Basuki Tja­ haja Purnama (Ahok)­Djarot Saiful Hidayat di urutan per­ tama. Menyusul kemudian pasangan Anies Baswedan­ Sandiaga Uno, lalu urutan terakhir pasangan Agus Yud­ hoyono­Sylviana Murni. Meski demikian, per­ olehan suara Ahok­Djarot tidak mencapai 50 persen, sehingga kemungkinan be­ sar putaran kedua akan di­ lakukan. Putaran kedua itu ada kemungkinan akan men­ jadi ajang pertarungan bagi Ahok­Djarot dan Anies­San­ diaga, sedangkan Agus­Sylvi tersingkir dari kompetisi. Sejauh ini, penghitung­ an KPU dalam real count sementara juga memuncul­ kan nama Ahok­Djarot dan Anies­Sandiaga di urutan pertama dan kedua. Data ini tentunya bersifat sementa­ ra dan menunggu hasil reka­ pitulasi resmi dari KPU, yang biasanya tidak berbeda jauh. Menanggapi hasil ter­ sebut, 3 pasang cagub DKI

memiliki reaksi berbeda­be­ da. Ahok dan Anies hampir serupa menanggapinya, se­ dangkan Agus dengan lapang dada mengakui kekalahan­ nya. Ucapan Ahok pertama kali disampaikan di posko pemenangannya di Rumah Lembang. Ahok berterima kasih kepada pendukung, relawan, dan partai pendu­ kungnya. Dia lalu memin­ ta semuanya tetap berjuang mempertahankan suara un­ tuk putaran kedua. “Pertama, kita pantas bersyukur atas hasil yang kita capai. Kami sangat ber­ terima kasih kepada para pendukung, relawan, ter­ masuk partai politik, ter­ masuk semua pihak. Kami yakin perjuangan belum se­ lesai. Semangat Ahok­Djarot nggak pernah padam. Kami bersyukur banyak orang me­ lihat apa yang telah kami lakukan, banyak orang per­ caya kami mampu mengad­ ministrasi keadilan sosial un­ tuk warga DKI,” kata Ahok. “Terima kasih, Bapak­Ibu, untuk jaga ketertiban. Kami

ingin satu putaran, tapi apa pun yang terjadi, kami ma­ sih berterima kasih. Dari yang tadinya diperkirakan nggak mau milih, ternyata kami masih dipercaya. Ter­ ima kasih, Bapak­Ibu, kami sangat yakin Ahok­Djarot sangat solid,” imbuh Ahok, yang didampingi Djarot. Reaksi yang kurang­lebih sama ditunjukkan Anies­ Sandiaga. Keduanya merasa bersyukur atas pencapaian saat ini dan bersiap untuk putaran kedua. “Itu adalah kepercayaan. Kami jaga, dan kami rasa pro­ sesnya masih panjang dan ini kami ikuti dengan tertib,” ucap Anies. Anies didampingi Sandi­ aga saat menyampaikan kon­ ferensi pers itu. Pasangan ca­ lon gubernur dan calon wakil gubernur nomor urut 3 itu pun akan menyiapkan lang­ kah selanjutnya guna meng­ hadapi putaran kedua. “Proses berjalan baik hari ini dan akan bisa tun­ tas sesegera mungkin. Dan harapannya, kita bisa me­ nyiapkan langkah­langkah berikutnya,” kata Anies (net)

... Mayat Tanpa Identitas Gegerkan Warga Mekarsari DARI HAL 1...

Karena curamnya tebing, Asep tidak berani turun un­ tuk memastikan kondisi tubuh yang saat itu diduga sudah tidak bernyawa lagi. Penemuan itu, langsung di­ laporkan Asep, ke pihak RT. Informasi penemuan yang menyebar begitu cepat, lang­ sung membuat warga Kam­ pung Mekarsari geger dan mendatangi lokasi kejadian. Menurut keterangan Ketua RT, Endang Suherman, menga­ takan, mayat ditemukan per­ tama kali oleh warganya sekitar

pukul 18.30 WIB. Hingga akhir­ nya Ia dan dengan warga berini­ siatif untuk melapor ke Polsek Cianjur Kota.  “Namun saya dapat pasti­ kan bahwa mayat tanpa iden­ titas tersebut bukan warga RT saya, meskipun kondisi mayat sudah membengkak,” katanya.   Sementara, Wakil Ketua Bidang Kebencanaan dan Relawan PMI, Rudi Syahdiar menerangkan bahwa proses evakuasi mayat dilakukan atas kerjasama warga, kepo­ lisian dan dan PMI.   “Mayat berjenis kela­

min laki­laki, kondisinya sudah hampir membusuk diperkirakan telah mening­ gal 2 hari yang lalu, bagian ususnya sudah keluar, dan seluruh anggota tubuh masih lengkap, dengan perkiraan umurnya 50 tahunan, teta­ pi untuk lebih jelasnya nanti tim forensik yang menentu­ kan,” terangnya.   Lebih rinci, Rudi man­ gaku proses evakuasi sedikit terkendala mengingat medan yang terjal, tebing dan arus sungai yang deras megurangi kecepatan proses evakuasi. “Ketinggian tebing

dari permukaan sungai cu­ kup tinggi antara 40 hing­ ga 50 meter, sehingga da­ lam evakuasi menggunakan bambu dan tali. Dalam pro­ sesnya 1 kantong mayat ter­ bawa arus sungai, dan mayat dapat dievakuasi setelah PMI membawakan kantong mayat yang baru,” ujarnya.   Berdasarkan pantauan Berita Cianjur mayat dapat dievakuasi pada pukul 21.00 WIB dan diangkut dengan mobil ranger PMI dan lang­ sung dibawa ke RSUD Cian­ jur untuk pemeriksaan lebih lanjut. (wan)

... Siswa SMPN Kadupandak Tewas di Curug Ciastana DARI HAL 1...

tar pukul 10.00 WIB, setelah menyantap makan pagi, ber­ sama keluarganya. Sesampainya di lokasi kejadian, korban bersama temannya langsung mence­ burkan diri ke area curug yang biasa dipakai warga di Kecamatan Kadupandak, menghabiskan waktu ber­ libur. Korban sempat me­ lakukan aksi loncat dari atas curug, beberapa kali, hingga pada loncatan terakhir, kor­ ban tenggelam ke dasar cu­ rug. Setelah diketahui tenggelam, beberapa teman korban langsung melaku­ kan pencarian. Karena tidak berhasil, dua orang teman korban yakni Dio dan Geri meminta tolong ke sejumlah warga lain yang sedang ber­

ada di lokasi. Sontak saja, kabar tenggelam Gusti mem­ buat geger pengunjung cu­ rug. Bersama warga di lokasi kejadian, beberapa orang temannya melakukan penca­ rian. Berselang satu jam, kor­ ban berhasil ditemukan salah seorang pengunjung yang ti­ dak sengaja menginjak tubuh korban di dasar curug. Korban yang sudah tidak bernyawa langsung dievakuasi ke da­ rat. Saat ditemukan itu, tubuh koban yang mengenakan kaos hitam dan celana pendek, su­ dah terlihat gempal. Dio salah seorang teman sekolah korban yang ikut ke Ciastana, mengungkapkan, keberangkatannya dengan korban, sudah direncanakan sehari sebelumnya, setelah mendapat kabar kalau Hari Rabu menjadi hari libur na­

sional, karena adanya Pilkada serentak. Dio mengaku tidak men­ yangka, kalau teman se se­ kolahnya itu harus tewas sedang bermain bersama di Curug Ciastana. Sebelum kejadian, kata Dio, tidak ada gelagat apapun yang ditun­ jukkan korban terhadap te­ man­temanya. “Ya biasa aja pak, kita be­ rangkat dan mandi di curug. Namun Gusti kelelep saat lon­ cat dari atas curug. Kita juga sempat beberapa kali teriak memanggil Gusti tapi tidak menjawab, ya akhirnya dicari bersama orang lain yang ada di Curug,” kata Dio menjelas­ kan kondisi yang terjadi saat temannya tewas tenggelam. Sementara itu, ayah kor­ ban Ajam, yang datang ke lokasi kejadian setelah anakn­ ya berhasil ditemukan dan di­

evakuasi warga ke darat, hanya terdiam kaku melihat kondisi Gusti yang membujur sudah tak bernyawa lagi. Ajam mengaku masih ingat sekali, posisi dan gestur anaknya yang sedang makan pagi sekitar pukul 10.00 WIB, sebelum berangkat ke Curug dan ditemukan sudah me­ ninggal dunia. Saat itu, Gusti sama sekali tidak memberita­ hu akan berangkat ke curug bersama teman­temannya. “Sebelum pergi, dia ma­ kan tapi tidak mengatakan bakal berangkat ke Curug. Saya dapat kabar dari tetang­ ga, kalau Gusti tenggelam dan langsung berangkat ke lokasi. Ternyata saya melihat anak saya sudah meninggal dunia,” ucap Ajam merasa ke­ hilangan sekali dengan sosok anaknya yang dikenal peri­ ang itu. (rustandi)

... Turis Arab dan Teman Kencannya Tersungkur di Kolam Kering DARI HAL 1...

dengan kecepatan tinggi, dan tiba­tiba suara mesin motor hilang. “Persisnya kurang tahu, tapi kayanya si turis Arab itu tak dapat mengendalikan laju motornya. Sebab, motor yang ditungganginya jenis motor sport dengan kapasitas mesin besar,” jelas Wawan, saat di­ temui di lokasi kejadian. Wawan mengungkapkan, kejadian kecelakaan itu me­ rupakan yang kesekian kali­ nya. Bahkan, sambung dia, kejadian sebelumnya hingga

menimbulkan korban jiwa. Soalnya, dikatakan dia, para turis Arab itu, sering me­ ngendarai kendaraan dalam kondisi dibawah pengaruh minuman keras. “Sudah sering kecelakan seperti ini. Para turis Arab ini memang seenaknya dan ugal­ugalan kalau mengen­ darai motor rental di ka­ wasan Kota Bunga. Mereka tidak pernah memperhati­ kan keamnan berkendara atau lingkungan sekitar­ nya,” ungkapnya dengan nada kesal. Kecelakaan itu menarik

perhatian Wakil Bupati Cian­ jur, Herman Suherman yang saat itu sedang melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap wisatawan asal Ti­ mur Tengah di kawasan Vila Kota Bunga. Sempat terjadi aksi pukul antara turis Arab dengan se­ orang petugas dari Pemkab Cianjur. Kejadian itu terjadi, saat petugas yang tergabung dalam rombongan wabup mencoba menolong korban (turis Arab) untuk dibawa ke rumah sakit. Namun, ada penolakan dari pihak keluarga korban

dan salah seorang keluarga korban itu menendang pe­ tugas hingga membuat se­ jumlah petugas dan warga yang menyaksikan kejadian itu geram hingga mencoba untuk memukuli turis Arab itu. “Sudah jelas terlihat aro­ gansi para turis Arab yang datang berkunjung ke wila­ yah Cianjur. Mau kami tolong menolak, difoto sama rekan­ rekan media tidak terima, di­ tambah menendang petugas lagi. Ini sudah jelas tidak sopan,” ujar Wabup Cianjur, Herman Suherman.(angga)

... Handang Soekarno Akui Berkomunikasi dengan Adik Ipar Presiden Jokowi DARI HAL 1...

Ramapanicker Rajamo­ hanan Nair alias Rajesh Rajamohanan Nair selaku Country Director PT Eka Prima Ekspor (EKP) Indo­ nesia. Perkaranya yakni pe­ nyelesaian permasalahan pajak yang dihadapi oleh PT EKP dalam lima kepenti­ ngan. Pertama, pengajuan pengembalian kelebihan pembayaran pajak (restitusi) periode 2012­Desember 2014 sejumlah lebih dari Rp3,533 miliar. Kedua, Surat Tagihan Pajak Pajak Pertambahan Ni­ lai (STP PPN) atas pembelian kacang mede gelondongan pada 2014 sebesar lebih dari Rp36,876 miliar dan 2015 se­ besar lebih Rp22,406 miliar. Kemudian STP PPN ter­ tanggal 6 September 2016 untuk masa pajak Desember 2014 sebesar lebih Rp52,364 miliar dan untuk masa pa­ jak Desember 2015 lebih Rp26,44 miliar. Ketiga, penolakan pengampunan pajak (tax amnesty) setelah terkendala STP PPN Desember 2014 dan 2015. Keempat, Pencabut­ an Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP) PT EKP se­ telah diduga melakukan eks­ por tidak benar (ilegal) dan penyalahgunaan faktur ikti. Kelima, pemeriksaan Bukti Permulaan (Bukper). Kesemuanya itu diajukan dan ditangani Kantor Pela­ yanan Pajak Penanaman Mo­ dal Asing (KPP PMA Enam) Kalibata dan Kantor Kanwil Dirjen Pajak (DJP) Jakarta Khusus. Handang Soekarno me­ rampungkan pemeriksaan

sekitar pukul 16.20 WIB. Dia mengaku sudah mengenal lama Arif Budi Sulistyo yang menjabat sebagai Direktur Operasional PT Rakabu Se­ jahtera. Bahkan, memang ada komunikasi Handang dengan Arif dan pertemuan yang di­ lakukan Handang dengan Ra­ jamohanan dan Arif. “Sudah lama (kenal Arif Budi Sulistyo). Iya (pernah bertemu dengan Arif dan Rajamohanan). Itu terkait tax amnesty (PT EKP),” kata Handang di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (16/1/2017). JPU pada KPK yang me­ nangani perkara Rajamo­ hanan yang terdiri atas Ali Fikri selaku ketua dengan anggota Muh Asri Irwan, Moch Takdir Suhan, dan Zainal Abidin sudah mem­ bacakan surat dakwaan Ra­ jamohanan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipi­ kor) Jakarta, Senin 13 Febru­ ari 2017 lalu. Nama Arif Budi Sulistyo disebut 18 kali dalam surat dakwaan Rajamohanan yang disusun secara subsidiaritas dalam dakwaan primer, atau kedua, atau ketiga sebanyak 28 halaman. Dalam surat dakwaan Ra­ jamohanan, JPU menyebut­ kan sejumlah peran penting Arif Budi Sulistyo dalam membantu menyelesaikan permasalahan­permasalahan pajak dan tax amnesty PT EKP. Pertama, pada 22 Sep­ tember 2016, Muhammad Haniv bertemu dengan Handang kemudian Haniv menyampaikan keinginan Arif Budi Sulistyo supaya dipertemukan dengan Ken Dwijugiasteadi selaku Direk­ tur Jenderal Pajak. Pada 23

September 2016, Handang mempertemukan Arif Budi Sulistyo dengan Ken Dwiju­ giasteadi di lantai 5 Gedung Dirjen Pajak. Kedua, pada 3 Oktober 2016 Rajamohanan ditelepon Arif Budi Sulistyo. Arif me­ nanyakan perkembangan tax amnesty. Rajamohanan menuturkan masih menung­ gu perkembangan informasi dari Muhammad Haniv. Ketiga, Arif membantu mengirimkan berkas doku­ men­dokumen PT EKP ke Handang. Keempat, Arif me­ rupakan teman dekat dari Haniv dan beberapa pejabat pajak lainnya. Kedekatan ter­ sebut sedang diusut dalam dugaan membantu PT EKP atau Rajamohan dalam pe­ nyelesaian permasalahan pa­ jak dan tax amnesty. Komunikasi dan bukti komunikasi terkait peran Arif di antaranya percakap­ an telepon dan pesan singkat via WhatsApp (WA) seperti tertuang dalam dakwaan Ra­ jamohanan. Contohnya un­ tuk WA, setelah menelepon Arif kemudian Rajamohanan meminta bantuan kepada Arif Budi Sulystio terkait de­ ngan penyelesaian masalah pajak PT EKP dengan me­ ngirimkan dokumen­doku­ men permasalahan melalui WA ke Arif. Arif kemudian menerus­ kannya ke Handang Soekarno lewat WA, dengan kalimat, “Apapun Keputusan Dirjen. Mudah­mudanan terbaik buat Mohan pak. Suwun.” Atas per­ mintaan Arif tersebut, Han­ dang menyanggupinya dengan mengatakan, “Siap bpk, bsk pagi saya menghadap beliau bpk. Segera sy khabari bpk”. (net/rustandi)

... Jadi Orang Rumahan Setelah Melahirkan DARI HAL 1...

“Cuma kalau ada ke­ perluan, ya sekali­kali (ke­ luar rumah). Kata suami jangan sampai di rumah banget, nanti strees, boleh lah keluar rumah,” sambung bintang film Ketika Cinta

Bertasbih ini. Meski dibebaskan suami untuk keluar ru­ mah, namun rupanya Alice Norin malah merasa lebih asyik menghabiskan wak­ tu di rumah bersama Alita. “Kalau beberapa jam boleh keluar rumah, asal jangan

sering­sering,” ujar artis yang juga DJ ini. Alice Norin baru berani meninggalkan anaknya ke­ luar rumah asal sang ibu yang menjaga. “Kalau ada ibu ya aku berani. Jadi, walau ada babysitter ditemenin ibu juga,” kata Alice Norin. (net)


twitter @berita_cianjur

facebook beritacianjur.com

HOTLINE : 0263-2283283 Klik! beritacianjur.com

BC8 JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

Khawatir Buliran Padi Menjadi Busuk Akibat Curah Hujan Tinggi

Petani Memilih Panen Padi Lebih Awal TINGGINYA curah hujan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir membuat para petani disepanjang Jalan Raya Bandung, Sadang, Kecamatan Karangtengah lebih memilih memanen padi mereka lebih awal. Hal itu dilakukan untuk menghindari padi membusuk akibat banyak terendam air.

M

e n u r u t seorang petani Yoyo S u p i a n (45), tana­ man padi dilahan miliknya sebenarnya belum saatnya untuk dilakukan panen. Na­ mun karena pertimbangan cuaca dengan curah hujan masih cukup tinggi, ia me­ mutuskan untuk memilih panen lebih awal. “Sengaja di panen lebih awal, mengingat cuaca yang kurang mendukung. Dita­ kutkan nantinya malah ru­ sak semua, bisa busuk kalau terus­terusan terendam air hujan seperti saat ini,” kata Yodo saat ditemui “BC”, Ka­ mis (16/2/2017). Diakuinya, akibat pa­ nen lebih awal berdampak pada jumlah padi yang di­ hasilkan. Meski demikian pihaknya mengaku lebih yakin masih untung diban­ dingkan memanen hingga pada waktunya jika cuaca masih seperti saat ini yang

sering turun hujan. “Pasti akan terjadi pe­ nyusutan, karena buliran padi belum tua semuanya. Tapi saya rasa tidak akan banyak penyusutan diban­ dingkan menunggu sampai saatnya penen. Bisa­bisa padi semuanya akan mem­ busuk karena terendam air terus menerus. Paling ka­ lau biasanya panen 6,5 ton, karena lebih awal menjadi 5,5 ton,” paparnya. Selain memanen lebih awal, ia masih bersyukur karena tanaman padinya tidak ikut diserang hama wereng seperti sawah lain­ nya. Hanya saja masalah air yang terus menerus menggenang menjadi ma­ salah karena terus menerus diguyur hujan. “Serangan hama ti­ dak ada, tapi curah hujan tinggi yang jadi masalah, karena pada proses pema­ tangan padi kondisi air ha­ rus kering, bisa busuk nanti padinya kalau dibiarkan

BERITACIANJUR/ CR8

PANEN - Akibat hujan yang terus menerus terjadi dalam beberapa pekan terakhir, membuat para petani memilih panen lebih awal. Mereka kawatir jika tanaman padi dibiarkan sampai saatnya waktu panen, buliran padi akan membusuk. Meski mengalami penyusutan hasil panen, petani menganggap lebih beruntung.

terlalu lama,” jelasnya. Berbeda dengan, Yuyun (45) petani lainnya. Ia me­ ngaku sawahnya memang sudah waktunya masa pa­ nen, sehingga tidak khawat­ ir akan mengalami penyusu­ tan hasil panennya. “Sudah waktunya panen, jadi saya tidak khawatir masalah pe­

NET

(16/2/2017). Menurut Enggar, selama ini perusahaan yang sudah berdiri diharuskan untuk perpanjang izin. Seharus­ nya, perusahaan lama yang sudah kredibel tidak perlu lagi memperpanjang izin karena untuk mempermu­ dah kegiatan berusaha. Penghapusan perpan­ jangan izin bagi perusahaan eksisting rencananya akan mulai minggu depan. “Nanti dibuat surat edaran bahwa

itu tidak diperlukan per­ panjangan,” ungkap Enggar. Enggar menyebut peng­ hapusan perpanjangan SIUP TDP ini telah didiskusikan bersama Menko Perekono­ mian Darmin Nasution. “Minggu depan, perusa­ haan yang sudah jalan nama tidak berubah, segala macam ngapain lagi diperpanjang, tadi sudah disiapakan oleh Pak Menko (Menko Pereko­ nomian Darmin Nasution),” ujarnya. (net/bis)

Aher Yakin Laporan Keuangan Pemprov 2016 Akan Mendapatkan WTP GUBERNUR Jawa Barat Ahmad Heryawan menga­ takan sebelum diperiksa secara merinci, BPK akan melakukan pemeriksaan pendahuluan LPJ yang telah disiapkan pemprov dari lapo­ ran masing­masing organisa­ si perangkat daerah (OPD). “Laporan dari BPK Provinsi Jawa Barat bahwa pemeriksaan awal untuk anggaran tahun 2016 akan dimulai selama 35 hari ke depan,” kata Heryawan usai menerima perwakilan BPK Provinsi Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Ban­ dung, sebagaimana dilansir laman bisnis.com, Kamis (16/2/2017).

Laporan dari BPK Provinsi Jawa Barat bahwa pemeriksaan awal untuk anggaran tahun 2016 akan dimulai selama 35 hari ke depan.” Gubernur menuturkan BPK akan memeriksa awal secara umum kepada bebera­ pa hal penting dari laporan keuangan Pemprov. Di anta­ ranya pengelolaan aset, pe­ nyelenggaraan PON XIX dan

Selain kualitas hasil panen­ nya yang tidak bagus, para petani mengaku merugi, karena tidak berimbang dengan biaya tanam. “Hasil padinya jelek pa­ nen kali ini, mungkin kare­ na tadinya sempat terserang hama ditambah lagi cuaca yang kurang bersahabat,

buliran padinya tidak bisa berkembang maksimal. Bi­ asanya dapan satu ton, kali ini setengahnya saja sudah untung,” kata Enang (47) petani di Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang. Ia mengaku, panen kali ini dirasakan panen yang terburuk sepanjang

ia menanam padi. Karena padi yang dihasilkan tidak sebanding jika dijual de­ ngan biaya menanam dan merawat padi hingga pa­ nen. “Kalau dihitung sama biaya menanam, beli obat dan lainnya, panen kali ini pas­pasan, bahkan merugi,” katanya. ( bis/cr8)

HKTI Desak Pemerintah Agar Lebih Responsif Atasi Kenaikan Harga Cabai Merah

Pemerintah akan Hapus Aturan Perpanjangan SIUP dan TDP

PEMERINTAH akan meng­ hapus aturan perpanjangan Surat Izin Usaha Perdaga­ ngan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Penghapusan ini berlaku bagi perusahaan yang sudah ber­ jalan atau eksisting. “Perusahaan yang ada ngapain lagi dibikin perpan­ jang perpanjang lagi,” ujar Menteri Perdagangan, Eng­ gartiasto Lukita, di Kemen­ terian Koordinator Pere­ konomian, Jakarta, Kamis

nyusutan, mudah­mudahan hasilnya untuk musim pa­ nen sekarang lebih banyak dari yang lalu,” harapnya. Berbeda dengan petani yang ada diwilayah Keca­ matan Cugenang. Meski sudah panen pada saatnya, hasil panennya jauh menu­ run akibat terserang hama.

Peparnas XV, penerimaan pajak kendaraan bermotor dan bantuan partai politik. Pemeriksaan ini merupa­ kan bagian untuk mereview awal secara umum sebelum nantinya diperiksa secara lebih terinci setelah dise­ rahkan resmi. Sehingga bisa menjadi gambaran dan eva­ luasi awal penggunaan ang­ garan selama 2016 oleh Pem­ prov Jabar. Meski begitu, dirinya tetap meyakini laporan keuangan Pemprov kembali akan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Seperti pada lima tahun sebelumnya yang telah diraih Jabar. (net/bis)

KETUA Himpunan Kerukunan Tani Indo­ nesia (HKTI) Jabar, En­ tang Sastraatmadja me­ minta pemerintah harus lebih responsif menyikapi mahalnya harga komoditas cabai rawit merah. Sebab, meskipun bukan terkatego­ ri komoditas pangan pokok, kenaikan harga komoditas cabai rawit merah bisa ber­ dampak pada inflasi. Bila tidak segera dita­ ngani, kondisi bisa lebih buruk dari saat ini. “Peme­ rintah jangan sampai ter­ lena dengan komoditas padi, jagung, dan kedelai saja. Sebab, dengan menge­ sampingkan salah satu ko­ moditas hortikultura dalam hal ini cabai rawit merah, pemerintah secara tidak langsung memberi celah pada terjadinya inflasi. Oleh karena itu, kami sangat berharap pemerintah bisa lebih responsif. Kami me­ nilai selama ini perhatian pemerintah pada komodi­ tas hortikultura, terutama cabai rawit merah, masih minim,” ujar Entang seba­ gaimana dilansir pikiranrakyat.com Menurut Entang, tidak sulit untuk membuktikan­

NET

nya. Melonjaknya harga cabai rawit merah hingga Rp 170.000 per kg di pasar tradisional merupakan buk­ ti buruknya perhatian ter­ hadap komoditas tersebut. “Padahal, banyak poten­ si BUMN dan BUMD yang bisa digerakan untuk me­ nangani hal tersebut. Tidak sedikit lembaga yang bisa dimanfaatkan sebetulnya, tinggal secakap apa peme­ rintah dalam menggerakan berbagai lembaga tersebut. Apalagi lembaga itu juga memiliki CSR yang bisa di­ manfaatkan secara produk­ tif,” kata Entang. Berdasarkan pantauan

ke pasar tradisional, harga cabai rawit merah saat ini sudah mencapai kisaran Rp 170.000 per kg. Adapun har­ ga komoditas cabai rawit hi­ jau di kisaran Rp 80.000 per kg. Pada kondisi cuaca ek­ strim seperti saat ini, sulit untuk memprediksi apakah cuaca akan semakin bersa­ habat atau tidak. “Kalau bersahabat ya bagus, tapi kalau semakin buruk sementara respon pemerintah masih lamban­ lamban saja, tidak menu­ tup kemungkinan harga ko­ moditas cabai rawit merah akan semakin mahal,” kata Entang.

Salah satu pedagang sa­ yur H. Ece (43) mengaku harga cabai rawit merah yang melambung tidak ter­ lepas akibat minimnya paso­ kan. Selama ini cabai ke­ banyakan dipasok dari Jawa Tengah dan Jawa Timur ser­ ta dari luar pulau jawa. Saat ini disejumlah daerah terse­ but sedang dilanda bencana banjir yang mempengaruhi produksi cabai. “Saya rasa akibat paso­ kannya yang tersendat, se­ hingga harga cabai melam­ bung. Saya saja saat ini beli Rp 100 ribu per kilogram, apalagi kalau dipasaran. Bisa mencapai Rp 150 ribu lebih per kilonya,” kata H. Ece bandar asayuran asal Kampung Loji, Desa Cibeureum, Kecamatan Cu­ genang. Diakuinya, mahalnya harga cabai tidak banyak membawa untung bagi pe­ dagang. Sebab dengan cabai mahal, para pedagang kesu­ litan untuk menjual kepada konsumen. “Bagi pedagang yang berjualan ngecer, jelas mahalnya harga cabai tidak menguntungkan. Tidak hanya stok barang yang ter­ batas, cara menjualnya juga sulit,” paparnya. (net/bis)


ECERAN ,RP.3.000 AN N A G LANG ,0 0 .0 8 RP.7 N A L U /B

Memberi Nilai Lebih Klik! kliksaja.co

EDISI 037 THN I

JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

twitter @berita_sukabumi

facebook beritasukabumi

email redaksi.beritasukabumi@gmail.com

Terkait Pungutan Akta Kelahiran dan Kematian

3 PNS, 1 Honorer, 1 Kadus Kena OTT Saber Pungli JABAR­Tiga orang Pegawai Negeri Sipil (PNS), seorang honorer dan satu Kepala Dusun tertangkap da­ lam Operasi Tangkap Tangan Saber Pungli. Penangkapan di­ lakukan oleh perso­ nel Polres Cirebon yang tergabung dalam Pokja Penindakan UPP Saber Pungli Kabupa­

UTAK-ATIK PERSIB

Persib Unggul Segalanya, Waspadai Motivasi Sang Mantan

Oleh: Gia Gusniar FASE grup Piala Presiden 2017 sudah sampai ke tahap akhir. Di Grup C, malam ini (17/2/2017) Persib dan Persela Lamongan akan merebutkan tiket 8 besar. Siapakah yang akan menjadi pemilik tiket tersebut?

Persib hanya bu­ tuh imbang, sementara Persela wajib menang. Jelas, secara peluang Persib lebih enteng. Apa­ lagi, selain materi pung­ gawa Persib masih ber­ ada di atas Persela, Atep saparakanca pun bersta­ tus tuan rumah. Ya, lagi­lagi kita harus berbicara soal tuah Stadi­ on Si Jalak Harupat, Sore­ ang Kabupaten Bandung. Tak hanya di ajang berla­ bel Piala Presiden jilid II, namun terhitung sejak 2004 silam (2008 Persib bermarkas di Si Jalak), Persela selalu menelan kekalahan setiap Persib berstatus tuan rumah. KE HALAMAN BS7

SI MAUNG

TETAP DI PERSIB

ten Cirebon, yang dibackup Sa­ treskrim. Penangkapan dan pemeriksaan terhadap terduga pelaku pungli, dilakukan pada Selasa (14/2/2017). Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB sampai pukul 15.30 WIB di Kantor Pelayanan Disduk­ capil Kabupaten Cirebon. “Kita juga menyita barang bukti uang tunai Rp 900.000

dan berkas berkas pembuatan akta kelahiran dan akta kema­ tian,” kata Kapolres Cirebon AKBP Risto Samodra, didam­ pingi Waka Polres Cirebon Kom­ pol Bonifacius Surano, serta Ka­ sat Reskrim Polres Cirebon AKP Joni, dan Kasubbag Humas Pol­ res Cirebon AKP Acep Anda, saat memberikan keterangan pers. KE HALAMAN BS7

Mangkrak Sejak 2001 Nelayan Desak DKP Jabar Lanjutkan Pembangunan Dermaga Cisolok BEBERAPA perwakilan tokoh nelayan di wilayah Cisolok, Kabupaten Sukabumi berencana akan mendatangi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Barat dalam waktu dekat ini. KE HALAMAN BS7

Wanita Asal Indonesia Diduga Terlibat Operasi Intelijen Pembunuhan Kakak Pemimpin Korut PEMERINTAH Indonesia, secara resmj telah menerima laporan me­ ngenai adanya seorang WNI yang dikabarkan menjadi terduga pelaku pembunuhan kakak pemimpin ter­ tinggi Korea Utara Kim Jong­un, yaitu Kim Jong­nam. “KBRI Malayasia telah memin­ ta informasi dari otoritas keamanan Malaysia ter­

PELATIH Persib Bandung Djadjang Nurdjaman tak khawatir dengan pemanggilan Febri ‎ H ariyadi mengikuti seleksi Timnas SEA Games 2017.

kait berita ditangkapnya se­ orang perempuan peme­ gang paspor Indonesia yang diduga terlibat dalam pembunuhan seorang laki­laki asal Korea Utara,” ujar Direk­ tur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indone­ sia Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal, Kamis (16/2/2017).

BACA HAL BS5 KE HAL BS7

Jadwal Salat

Wilayah Sukabumi & Sekitarnya

17 Februari 2017 SUBUH ZUHUR 04:46

12:15

ASAR

MAGRIB

ISYA

15:27

18:25

19:36

UILUSTRASI: M YANUAR GUNAWAN

SUMBER: KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

Pemkot Sukabumi Kembangkan Teknologi Pengubah Air Hujan

Ki Bumi

SUKABUMI KOTA­Wa­ likota Sukabumi, Mohamad Muraz mengungkapkan bah­ wa Kota Sukabumi, saat ini mungkin sama seperti kota­ kota lainnya di Indonesia. Yaitu, dalam kondisi se­ karang ini kesulitan untuk

memperoleh air bersih. Ter­ masuk sumber air bakunya. Padahal, pada saat yang sama, curah hujan di Indo­ nesia saat ini dalam kondisi sangat tinggi. Bahkan Suka­

Andi Soraya

Perkara Aib Pria Ketiga PENGUSAHA Rudi Su­ topo, menantang mantan istrinya yang juga seorang aktris, Andi Soraya untuk membuka seluruh aib se­ lama keduanya menjalin hubungan suami istri ke­ pada masyarakat. Rudi geram dengan

pernyataan Andi Soraya dalam sebu­ ah wawancara di se­ buah media yang mengaku tidak pernah menda­ pat kehidupan KE HAL BS7

KE HALAMAN BS7

KARIKATUR/M YANUAR G

SUKABUMI BERSABAR

“Tidak ada satu pun musibah (cobaan) yang menimpa seorang muslim berupa duri atau yang semisalnya, melainkan dengannya Allah akan mengangkat derajatnya atau menghapus kesalahannya.” (HR. Muslim)


BS2

Ngawangkong

Jangan katakan ‘aku mencintaimu’. Kita hanya dua makhluk kesepian yang dipertautkan oleh keadaan. Dan keadaan akan selalu berubah.”

JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Sukabumi

Target Kami, Cukup Satu Jam Urus Perizinan TARGETNYA One Hours Service. Ini program Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten Sukabumi untuk memberikan pelayanan cepat dalam waktu hanya satu jam.

S

eperti apa kete­ rangan lengkapnya? Berikut wawancara wartawan koran ini, Ujang Herlan bersama dKepala Dinas Penana­ man Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Sukabumi, Dadang Eka, Kamis (16/2/2017). Dalam pelaksanaannya, apa yang menjadi pedoman dalam menargetkan One Hours Service ini? Program ini adalah mem­ berikan pelayanan administrasi dalam proses pembuatan peri­ zinan, baik dari sektor perusahaan ataupun lainnya. Diharapkan publik dapat dilayani dengan cepat, yang hanya memakan waktu satu jam. Salah satu landasan dibuatnya program ini, adalah lang­ kah yang diambil oleh kepemimpi­ nan baru di DPMPT Ka­ bupaten Sukabumi. Langkah apa yang akan diambil setelah perubahan nama dari Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu menjadi Dinas? Ya, dikare­ nakan instansi ini baru berganti nama, maka kinerja pun diupaya­ kan dapat berjalan secara efektif. Khususnya dalam pelayanan. Bahkan, optimis mampu mem­ berikan pelayanan dalam satu jam atau One hours service dapat berja­ lan dengan lancar.

Kira-kira saat ini sedang disibukan apa saja selain tugas pokok yang biasanya? Kali ini, DPMPT tengah disibukan dengan pembenahan internal dan mempertajam personilnya dengan keilmuan di bidang masing­masing. Ini dibuktikan juga, salah satunya mengirim dua staf ke Bandung un­ tuk melakukan study banding dengan menargetkan pelayanan publik de­ ngan baik, cepat, tepat dan murah. Kendala apa saja yang dirasakan saat ini di DPMPT Kabupaten Sukabumi? Adapun kendala dalam mening­ katkan kinerja tersebut, memang masih terhambat oleh minimnya sa­ rana prasaran yang ada di DPMPT. Seperti, perlengkapan kerja yang merupakan pendukung dalam proses percepatan pelayanan publik ini me­ mang perlu penambahan. Bagaimana paya dalam mengatasi kendala tersebut? Kita akan secepatnya melakukan penambahan berbagai sarana­prasa­ rana penunjang DPMPT. Sebab, dari Badan ke Dinas itu perlu ada perubahan yang signiikan. Seperti, komputer, kearsipan dan lain­lainya. Sekecil apapun yang me­ mang masuk dalam penunjang kiner­ ja ini akan kita konsep dan anggarkan, guna memenuhi kebutuhan kinerja lebih baik. Pengalaman kerja sebelum menjabat sebagai Kadis sekarang dimana dan pengaruhnya seperti apa? Sebelumnya, memang saya men­ jabat sebagai Kasat Pol PP Kabupaten Sukabumi dengan waktu yang luma­ yan lama, yaitu tiga tahun. Pengalaman kerja sebelumnya je­ las berpengaruh untuk posisi saat ini. Ya yang jelas harus lebih membawa perubahan yang positif. Di samping itu, semua target dan konsep saat ini mudah­mudahan tepat sasaran dan berjalan dengan sebaik­baiknya. (ujang herlan)

“Kali ini, DPMPT tengah disibukan dengan pembenahan internal dan mempertajam personilnya dengan keilmuan di bidang masingmasing...”

Memberi Nilai Lebih

BERITA MEDIA GROUP

Komisaris Utama Anton Ramadhan | Direktur Utama Gia Gusniar | Dewan Redaksi: Imam Sumarsono (Ipung), Fonda Lapod | Penanggungjawab Redaksi Toni Kamajaya | Redaktur Mustofa, Angga P, Rikky Y, Rudi R, Rustandi | Sekretaris Redaksi Fatimah | Reporter AA Rohman, Yanti Rosdiana Pasma, Herry Febriyanto, Apip S, Zenal Mustari | Perwajahan: Sulaeman Asep Japar (Koordinator), Arie Y, Ziad Zed Zubaidi, Rendy R, Muhammad F | Grais Nandang, Gunawan. | Manager Keuangan Mastuti | Manager Iklan H Ahmad Rizky Alfaraby | Manager Sirkulasi Ajo Suparjo | HRD & Umum Iwan Setiawan Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi: Jl. Ahmad Yani No. 3 Kelurahan Gunung Parang Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, 43111 l Telp. Kantor : (0266) 222 289 l Hotline Redaksi: 087741377622 l e-mail redaksi: redaksi.beritasukabumi@gmail. com l Info Layanan Pelanggan 081222227314/ 085603333805 l Rekening: 1320016213044 (Mandiri) an. Jembatan Mediatama Cianjur, PT l Penerbit: PT Jembatan Mediatama Cianjur.

SELURUH WARTAWAN BERITA SUKABUMI SELALU MENGENAKAN TANDA PENGENAL DAN DILENGKAPI SURAT TUGAS SERTA TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK MEMINTA ATAU MENERIMA APAPUN DARI NARASUMBER

Wakil Walikota Sukabumi Ingatkan Pengelola Santasea Waterpark Perluas Lahan Parkir KOTA SUKABUMI-Wakil Walikota Sukabumi, H Achmad Fahmi, me­ ngingatkan kembali pentingnya pe­ nataan parkir dalam pengembangan dan perluasan lahan untuk Ruko Santasea Waterpark Kota Sukabumi. Melalui rilis Humas Pemkot Su­ kabumi, Achmad Fahmi menandas­ kan bahwa lahan untuk area parkir kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, sangat penting. Karena jumlah pengunjung yang datang ke Santasea Waterpark Kota Sukabumi ini, pada hari­hari biasa mencapai 800 orang dan pada hari libur mencapai 1.000 orang lebih. Hal tersebut harus menjadi per­ hatian pihak pengembang dan Pe­ ngelola Santasea Waterpark Kota Sukabumi. “Jangan sampai kesulitan mencari lahan parkir. Sebab jumlah pengunjung yang datang ke Santasea Waterpark Kota Sukabumi ini, pada setiap waktunya akan bertambah banyak, baik pada hari­hari biasa maupun pada hari libur,” tegasnya. Penandasan Wakil Walikota Su­ kabumi tersebut, disampaikan saat menghadiri Ekspose Pengembangan Santasea Waterpark Kota Sukabumi, 14 Februari 2017, di Aula Santase Waterpark Sukabumi.

RLS

Hadir dalam acara itu, Sekre­ taris Daerah Kota Sukabumi, Dr MN Hanaie Zain, beserta para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan instansi terkait lainnya, serta jaja­ ran dari Pemerintah Kota Sukabumi. Ekspose tersebut digelar karena pihak pengelola Santasea Waterpark Kota Sukabumi, akan melakukan se­ jumlah pengembangan. Diantaranya pembangunan Ruko dan beberapa

fasilitas lainnya, di sekitar Santasea Waterpark Kota Sukabumi. Menyinggung pengembangan dan pembangunan Ruko di sekitar Santasea Waterpark Kota Sukabumi, Wakil Walikota Sukabumi mengharapkan, agar pengembangan dan pembangu­ nan tersebut dijadikan skala prioritas. Terutama untuk memenuhi ke­ butuhan para pengunjung dan warga masyarakat di sekitar Santasea Wa-

terpark Kota Sukabumi, baik berupa sandang dan pangan maupun mer­ chandise atau produk­produk lain­ nya yang dijual. Khususnya produk­produk icon dan ciri khas Kota Sukabumi, untuk oleh­oleh dan cindera mata para pengunjung yang datang ke Santasea Waterpark Kota Sukabumi, terutama para pengunjung dari luar wilayah Kota Sukabumi. (rls)


INFO SPESIAL GELIAT KOTA HOTLINE : 0266-222 289 Klik! Kliksaja.co

BS3

SEJAK duduk di bangku Sekolah Dasar, dia punya hobi menyanyi. Dan, nampaknya hobi itulah yang membuat mojang cantik asli Cisaat, Kabupaten Sukabumi ini, jadi dunianya sekarang. Mingming Viona Purnima, saat ini kian mendalami dunia intertainer. Gadis cantik, yang kini tercatat sebagai mahasiswi STKIP PGRI Sukabumi

Kamus Cinta Single Pertamanya itu, pernah melejitkan single religi yang berjudul “Ciptaan Allah” ciptaan Harry pada tahun 2009. Dan sekarang, dia mulai merambah musik dangdut. Dengan keluaran single pertamanya “Kamus Cinta” ciptaan Budie Pudja. Album ini layak diperhitungkan. Wanita kelahiran Sukabumi 11 September

1996, sudah berhasil meraih sederte prestasi. Termasuk juara nyanyi SMK Muhi (2013) dan class acting di Bogor Pilar Entertaiment (2005). Prestasi tersebut membuat dirinya kian fokus di dunianya saat ini. “Ya, intinya setiap hobi jika ditekuni, Insya Allah membuahkan hasil,” imbuhnya. (Ujang Herlan)

Intinya setiap hobi jika ditekuni, Insya Allah membuahkan hasil.”

Inilah Dasar Dibuatnya Raperda Kota Sukabumi

DPRD Kota Bentuk Pansus Lima Raperda Raperda Kontrakan, Penanggulangan Bencana, Pembangunan Keluarga, RPJMD, SOTK Baru DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah Kota Sukabumi akan membentuk Panitia Khusus (Pansus). Tugasnya, mendalamj Raperda yanh diusulkan Pemkot.

K

etua DPRD Kota Sukabumi Yu­ nus Suhendi menyampaikan, ada lima materi Rancangan Leraturan Daerah (Raperda) yang telah diusul­ kan Pemkot Sukabumi. Pembentukan Pansus, merupakan tahapan yang dipenuhi sebagai tindak lan­ jut atas jawaban Walikota Sukabumi Mohamad Muraz terhadap pandangan umum fraksi dalam sidang rapat paripurna yang digelar Kamis (16/2/2017). “Rangkaian untuk penge­ sahan raperda ini diantaranya penjelasan Walikota atas lima Raperda. Selanjutnya bertu­ rut­turut pandangan umum fraksi. Setelah itu tanggapan atau jawaban walikota terha­ dap pandangan umum fraksi DPRD. Seluruh rangkaian

tersebut sudah dilalui dalam rapat paripurna DPRD sejak pekan lalu. Dengan demikian kami siap memasuki tahapan selanjutnya, yakni pemben­ tukan panitia khusus,” kata Yunus. Pansus yang akan dibetuk tersebut, bertugas membahas dan mengkaji lima Raperda usulan Pemkot Sukabumi. Kelima raperda terse­ but antara lain lima Raperda yang harus segera disahkan menjadi Perda diinitif, yaitu Pencabutan Peraturan Dae­ rah Kota Sukabumi Nomor 2 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintah Kota Sukabumi, Penyelenggaraan Penang­ gulangan Bencana, Penataan Tempat Indekos dan/atau Rumah Kontrakan, Penye­ lenggaraan Perkembangan Kependudukan dan Pem­ bangunan Keluarga, serta Pe­

rubahan atas Peraturan Dae­ rah Kota Sukabumi Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Ren­ cana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sukabumi. Sementara itu, anggota DPRD dari fraksi Partai Ama­ nat Nasional (PAN), Faisal Bagindo mengatakan, lima Raperda itu sangat dibutuh­ kan. Yang pertama Pencabu­ tan Peraturan Daerah Kota Sukabumi Nomor 9 Tahun 2008 tentang Urusan Pena­ taan Kota. Selanjutnya, berbenturan dengan Undang­Undang No­ mor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, apalagi berkaitan dengan pember­ lakuan SOTK baru ini pasti akan berubah. “Empat raperda lainnya pun sangat krusial, misalkan Perda tentang penanganan penanggulangan bencana alam,karena wilayah Kota Sukabumi termasuk rawan bencana alam,” terang Faisal kepada Berita Sukabumi, ke­ marin. Selanjutnya, leading sek­ tornya dalam hal ini adalah Badan Penanggulangan Ben­ cana Daerah (BPBD). Tupok­ sinya dalam penanggulangan

dan menjadi organisatoris dari kegiatan penangan bencana termasuk pra bencana alam. Kemudian, Perda Pena­ taan Kos dan Rumah Kon­ trakan, bukan dibatasi. Tapi, nanti yang mempunyai lebih dari sepuluh pintu nanti akan dikenai pajak sesuai dengan perda yang baru. Juga untuk menata di titik­titk mana yang boleh dibangun kos­kosan sesuai Tata Rauang dan Tata Wilayah di Kota Sukabumi. “Untuk Peraturan Dae­ rah Kota Sukabumi Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Mene­ ngah Daerah (RPJMD) juga menjadi hal yang harus men­ jadi kegiatan DPRD dan harus tuntas di tahun 2018,” jelasnya Untuk selanjutnya, kelima Perda tersebut mendapat­ kan peretujuan DPRD un­ tuk dibahas di Pansus secara komprehensif. Tidak asal jadi dan ujung­ujungnya tidak ada manfaatnya, tidak eisiendan efektif. “Selain melampirkan dari sisi akademik, DPRD juga akan minta rujukan dari masyarakat yang memamahi mengenai perda tersebut,” singkatnya. (BS-03)

SEBELUMNYA Walikota Sukabumi Mohamad Muraz merinci, pengusulan kelima raperda ini adalah sebagai salah satu pelaksanaan Undang­undang nomor 23 tahun 2014 tentang peme­ rintahan daerah. Hal ini sebenarnya telah beberapa kali diubah, tera­ khir dengan Undang­undang nomor 9 tahun 2015, yaitu untuk menyelenggarakan otonomi daerah dalam melaksanakan peraturan perundang­undangan untuk menciptakan pembangunan daerah bagi kesejahteraan rakyat. “Penyusunan kelima Raperda ini sebagai pelaksa­ naan dari program pemben­ tukan perda tahun anggaran 2017 yang tertuang dalam keputusan DPRD nomor 30 tahun 2016 tentang pro­ gram pembentukan perda kota sukabumi tahun 2017,” ujar Muraz di sela­sela mem­ bacakan penjelasan menge­ nai lima raperda di DPRD Kota Sukabumi, Senin (13/2/2017). Kemudian, lanjut Muraz, Raperda tentang pencabu­ tan Peraturan Daerah Kota Sukabumi nomor 2 tahun 2008 tentang urusan peme­ rintahan Kota Sukabumi di­ dasarkan adanya Keputusan Menteri Dalam Negeri no­ mor 188.34­8763 tahun 2016, tentang pembatalan Per­ aturan Daerah Kota Suka­ bumi nomor 2 tahun 2008 tentang urusan pemerintah­ an Kota Sukabumi. Dimana, di seluruh In­ donesia dengan diberlaku­ kannya UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, telah diatur secara rinci yang menjadi urusan pemerintah, baik provinsi ataupun kab/kota. Sehingga, berdasarkan keputusan Mendagri terse­ but urusan pemerintahan kab/kota harus disesuaikan dengan undang­undang no­ mor 23 tahun 2014. “Sambil menunggu peraturan

Penyusunan kelima Raperda ini sebagai pelaksanaan dari program pembentukan perda tahun anggaran 2017 yang tertuang dalam keputusan DPRD nomor 30 tahun 2016 tentang program pembentukan perda kota sukabumi tahun 2017.” pemerintah yang mengatur mengenai urusan konkuren, maka peraturan Pemerintah Daerah nomor 2 thun 2008 itu perlu dicabut” jelas Mu­ raz. Kemudian, untuk Le­ rda yang mengatur tentang penyelenggaraan penang­ gulangan bencana. Muraz menjelaskan, Raperda ini disusun untuk mengantisi­ pasi dan pengaturan penye­ lenggaraan penanggulangan bencana di Kota Sukabumi. Karena secara geograis, geologis, hidrolis dan demo­ grais Kota Sukabumi memi­ liki kerawanan terjadinya bencana alam. Baik oleh faktor alam dan non alam, serta faktor manusia yang dapat menimbulkan kor­ ban jiwa, kerusakan ling­ kungan, kehilangan harta benda yang ber­ dampak psikologis. Adapun ruang ling­ kup yang diatur dalam Raperda ini adalah

pra bencana,tanggap daru­ rat, pasca bencana, hak dan kewajiban masyarakat, peran serta masyarakat, pendanaan dan pengelolaan bantuan bencana serta pe­ mantauan, evaluasi dan pen­ gawasan,” lanjut Muraz. Kemudian, lanjut .uraz, rancangan Lerda tentang penataan tempat indekos dan atau rumah kontrakan didasari dengan perkem­ bangan Kota Sukabumi yang meningkat seiring dengan tersedianya berbagai macam fasilitas di bidang perda­ gangan, pendidikan serta pemerintahan. Hal inj menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk se­ mentara, maupun dalam ku­ run waktu tertentu dengan menggunakan rumah kos atau kontrakan. Maka dari itu diperlukan pengaturan untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum untuk menjalankan fungsi penataan, pengawasan dan pengendalian terhadap usa­ ha indekos oleh pemerintah daerah. “Dalam hal pengawasan, Pol PP yang akan menga­ wasi tempat kos atau rumah kontrakan tersebut dengan tujuan untuk mewujudkan ketentraman dan ketertiban dengan melibatkan instansi lainnya, ketua RT dan RW serta tokoh masyara­ kat,” pung­ k a s ­ n y a . ( B S 03)

Mohamad Muraz Walikota Sukabumi

BERITA SUKABUMI

JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

Mingming Viona


BS4

Sukabumian

Kalau tidak sanggup melaksanakan visi misinya, ya baiknya mundur sebelum dimundurkan oleh masyarakat. Sebab, masyarakat sekarang sudah cerdas dan paham kok.”

JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

Tak Ada Capaian Target Dalam Setahun

Kepemimpinan Marwan - Adjo, Belum Ada Perubahan Secara Signifikan DUET Marwan Adjo menjelang satu tahun masa kepemimpinan di Pemerintahan Kabupaten Sukabumi. Ada yang menilai, belum ada perubahan signifikan.

P

enilaian ini, salah satunya diungkapkan oleh anggota DPRD Kabu­ paten Sukabumi dari Partai Gerindra, Ade Dasep Zainal Abidin. Kepada Berita Sukabumi, Ade Dasep menilai tidak ada capaian target dalam satu tahun ini. Terlebih visi­mi­ sinya kurang begitu dipaha­ mi, dan faktanya tidak ada hal yang dirasakan apa­apa oleh masyarakat Kabupaten Sukabumi ini. Karenanya, Ade Daseo mengharapkan, kepem­ impinan Marwan ­ Adjo harus bisa amanah. Karena visi dan misi adalah bagian dari sumpah jabatannya kepada masyarakat Kabu­ paten Sukabumi dan wajib hukumnya dilaksanakan. “Kalau tidak sanggup melaksanakan visi mi­ sinya, ya baiknya mundur sebelum dimundurkan oleh masyarakat. Sebab, masyarakat sekarang sudah cerdas dan paham kok,” te­ gas Ade, Kamis (16/2/2017). Sementara, tangga­ pan lainnya berasal dari Ketua Ketua DPC Partai Demokrat, Badri Suhendi. Badri menilai bahwa momentum satu tahun tersebut harus dijadi­ kan bahan evaluasi. Juga diperkuat dengan jalinan kebersamaan dari semua stakeholder untuk mampu mewujudkan kemitraan dengan Pemerintah Daerah (Pemda).

Menjalankan Pemerintahan Tidak Bisa Berjalan Single Fighter

Di samping itu, tepat pada satu tahun tersebut harus menjadi sebuah mak­ na berharga, apakah sudah mampu memberikan warna atau tidak? Sebab, hal ini tentunya akan menjadi pondasi gera­ kan program untuk empat tahun mendatang. Yang ter­ penting, masyarakat harus lebih meningkat ke hal positif. Dan ini tergantung kepada Pemda sendiri. “Saya rasa pasangan tersebut sudah mampu menciptakan Kabupaten

Sukabumi yang sudah ber­ bau religi sesuai visi mi­ sinya. Dibuktikan dengan mulainya penetapan Perda berjamaah, infaq dan ke­ bijakan lainnya. Termasuk pola pengembangan ekono­ mi yang kian meningkat,” katanya. Selain itu, menurutnya perubahan lebih baik dari Kabupaten Sukabumi yang dirasakan tersebut dianta­ ranya dari aspek perekono­ mian dan wisata. Program yang diren­ canakan seperti BUMDes

yang akan dilibatkan dalam peningkatan ekonomi ke­ rakyatan pun akan mem­ berikan penumbuhan ekonomi cukup baik. Termasuk, aspek wisata Geopark, ini juga menim­ bulkan pertanyaan apakah mampu menjawab terkait kepariwisataan tersebut. “Nah saat ini, kepem­ impinan Marwan ­ Adjo sudah mulai membukti­ kan dengan menggarap aspek­aspek tersebut se­ cara serius,” imbuh Badri. (ujang herlan)

Satlantas Polres Sukabumi Gelar Ops Gabungan Pengendalian Angkutan Barang

SUKABUMI­Satuan La­ lulintas Kepolisian Resor Su­ kabumi, menggelar Operasi Babungan Pengawasan dan Pengendalian Angkutan Ba­ rang sesuai Perda Kabupaten

Sukabumi nomor 17 tahun 2013, Kamis (16/2/2017). Pelaksanaan Kegiatan Ops Gabungan Pengawasan dan Pengendalian angkutan ba­ rang hari ke­7, dilaksanakan

di Jalan Cicurug, Parungkuda dan Cibadak. Operasi ini melibatkan personel gabungan, yang terdiri dari anggota Sat Lan­ tas Polres Sukabumi, KBO

Lantas, Panit Lantas Polsek Parung kuda, Panit Lantas Polsek Cicurug, Masi Dal Ops Dishub Kabupaten Suka­ bumi, Panit Reskrim Lolsek Cicurug Sukabumi, ang­ gota Polres dan Polsek serta anggota Dishub. Kasat Lantas Polres Su­ kabumi dalam arahannya me­ ngatakan bahwa penindakan dilakukan dengan mengguna­ kan Tilang lembar Biru dan e­Tilang terhadap kendaraan kontainer, angkutan mineral, dan tronton yang datang dari luar daerah Sukabumi. Dimana, kendaraan jenis tersebut dilarang melintas pada pukul 05.00 s/d 19.00 WIB. Seteah razia selesai, dilan­ jutkan sosialisasi melalui me­ dia, dengan menghimbau agar perusahaan yang mempunyai angkutan berat tidak menge­ luarkan kendaraannya pada pukul 05.00 s/d 10.00 wib dan 16.00 s/d 19.00 wib. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kemacetan. Ka­ rena pada jam tersebut ber­ barengan dengan masuk dan keluarnya anak sekolah, kar­ yawan perusahaan. Hasil yang dicapai dari kegiatan Ops Gabungan ini adalah: Tilang Polri 78 pelang­ garan dan Tilang Dishub 18 pelanggaran. (res sukabumi)

BERITASUKABUMI/ UJANG HERLAN

HAL lain yang menjadi penilaian penting dalam satu tahun kepemimpi­ nan Marwan­Adjo, ada­ lah: apakah Pemda sudah sejalan dengan komponen yang ada? Baik secara ver­ tikal maupun horizontal. Kemudian, bagaimana meningkatkan kebersa­ maan dengan baik pada setiap komponen? “Saya yakin akan mampu mendongrak Ka­ bupaten Sukabumi lebih baik. Beda halnya jika pemerintah dilakukan dengan single ighter atau hanya mengendalikan sendiri,” tegas Ketua Ke­ tua DPC Partai Demokrat Badri Suhendi. Adapun hambatan dalam menjalankan pemerintahan saat ini, kata dia, yaitu jika kepe­

merintahan tersebut di­ jalankan dengan sendiri. Maka, tidak akan meng­ hasilkan secara maksimal. Oleh karena itu, kon­ solidasi bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi hal yang utama agar bisa diikuti dan sejalan dengan program­program yang direncankan. “Ini harus dibangun dan jadi roda yang berpu­ tar dengan baik. Jika ada persepsi pun langsung bisa diclearkan secara bersama,” imbuh Badri. Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Sukabumi, Ahmad Riyadi menam­ bahakan, instansi yang ia pimpin merupakan wadah atau jembatan dalam me­

nampung aspirasi mau­ pun informasi kepeme­ rintahan dan masyarakat yang wajib dihimpun. Lalu disampaikan dan dicarikan solusinya sesuai kebutuhan aspirasi terse­ but. Agar kinerja Peme­ rintah Daerah diketahui masyarakat, seluruh Or­ ganisasi Perangkat Dae­ rah (OPD) di Kabupaten Sukabumi akan diarahkan untuk bersinergi juga un­ tuk membuka informasi terhadap publik. “Kebetulan Diskom­ info yang juga menjadi se­ bagai telinga masyarakat ini, sudah menyampaikan terhadap masing­masing OPD, untuk cepat tanggap dalam merespon aspirasi yang masuk,” tambahnya. (ujang herlan)

Longsor di Keluruhan Cibadak Tutup Akses Jalan ke MCK CIBADAK­Tanah longsor ter­ jadi di Kampung Bojong Setra, Kelurahan Cibadak, Sukabu­ mi, Kamis (16/2/2017). Tanah tebing setinggi 10 meter, mengalami long­ sor hingga 6 meter. Longsor ini akibat hujan yang turun terus­menerus. Longsor ini mengakibat­ kan tertutupnya akses jalan warga menuju tempat MCK. Dalam kejadian tersebut tidak kerugian jiwa maupun harta benda. Bhabinkamtibmas Polsek Cibadak Resor Sukabumi, wilayah Kelurahan Cibadak, Aiptu Ujang Supardi, bersa­

RES SUKABUMI

ma Lurah Cibadak, melaku­ kan pengefekan langsung ke lokasi terjadinya longsor. Selanjutnya, Bhabinkam­ tibmas mengajak kepada ketua

RT dan warga untuk melaksa­ nakan kerja bakti memper­ baiki jalan menuju ke MCK yang kondisinya mengalami kerusakan. (res sukabumi)


JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

BS5

TETAP DI PERSIB MESKIPUN IKUT SELEKSI TIMNAS Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman tak khawatir dengan pemanggilan Febri Hariyadi mengikuti seleksi Timnas SEA Games 2017.

F

ebri masuk dalam priori­ tas pelatih Timnas untuk mengikuti seleksi pada 22­ 24 Februari mendatang di Tanggerang. Galamedianews melaporkan, jad­ wal seleksi tersebut tidak berben­ turan dengan jadwal laga seandainya Persib maju ke babak perempatfinal Piala Presiden 2017. Persib berpe­ luang besar lolos ke fase tersebut de­ ngan memimpin klasemen Grup C. “Kalau seleksi 3 hari, tanggal 25 atau 26 Februari sudah bisa pulang untuk bermain di perempatfinal,”

NET

ujar Djadjang, Kamis (16/2/2017). Seandainya Febri lolos menem­ bus Timnas, pemain bernomor punggung 13 itu tetap bisa membela Persib. Pelatih Timnas saat ini, Luis Milla, tetap membolehkan pemain­ nya membela klub masing­masing karena tidak menggelar pemusatan latihan jangka panjang. “Para pemain tetap terjaga men­ tal bertandingnya di klub yang dibela. Dengan tetap mengikuti kompetisi, saya kira itu lebih bagus. Baru sebulan menjelang SEA Games, ada pemusatan latihan terpadu. Kabarnya pemusatan latihan akan berlangsung di Spanyol,” Kata Djadjang.

Sementara itu, jelang laga terak­ hir di fase grup, Persib siap meredam kejutan yang bakal dihadirkan Persela Lamongan di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat 17 Februari 2017. Bek Persib Tony Sucipto me­ yakinkan timnya dalam kondisi siap tempur. Persib bertekad un­ tuk menyapu bersih kemenangan di fase grup. “Kami ingin sapu bersih keme­ nangan. Apalagi sejak musim lalu, Persib tak pernah kalah di kan­ dang. Kami ingin menjaga keang­ keran di depanbobotoh,” kata Tony. (net/ree)

Bek Persib Berharap Tak Remehkan Lawan Main

NET

BEK Persib Bandung, Achmad Jufriyanto, berharap semua re­ kannya yang dipercaya main saat Persib meladeni Persela Lamongan, untuk tetap tidak memandang remeh tim asuh­ an pelatih Herry Kiswanto itu. Persib akan berhadapan dengan Persela di Stadion Si Jalak Haru­ pat, Soreang, Kabupaten Ban­ dung, Jumat (17/2/2017). Jupe, sapaan karib Achmad Jufriyanto, mengungkapkan bila absennya Ivan Carlos, salah pemain andalan Persela, tidak akan memengaruhi penampilan tim lawan. “Saya tahu Ivan Carlos ter­ kena akumulasi, tapi tidak mempengaruhi kekuatan mere­ ka. Masih ada beberapa pemain bagus di Persela, seperti Samsul Arif,” ucap Jupe di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung. Pemain bernomor punggung 16 ini berharap bisa memperta­ hankan gaya permainan Persib

saat melawan Perse­ la, dengan target tetap menang agar lolos ke fase selanjutnya. “Kami harus fokus dari satu pertandingan ke per­ tandingan. Jangan terlalu jauh dulu, yang penting fokus di setiap pertandingan,” ujar Jupe. Meski demikian, Jupe ber­ harap tim Maung Bandung bisa mempertahankan gelar juara Piala Presiden. “Yang penting fokus saja karena beberapa tim seperti Persipura, Madura Unit­ ed, Sriwijaya FC, Madura Unit­ ed, termasuk Bhayangkara FC yang berpeluang juara karena kualitas mereka juga bagus,” je­ las Jupe. Persib kini memimpin kla­ semen Grup 3 Piala Presiden de­ ngan poin enam, Persela di po­ sisi kedua disusul Persiba, dan PSM Makassar masing­ma­ sing di urutan ketiga dan ke­ empat. (net/ree)

Pemain Muda Tampil Belum Memuaskan PENAMPILAN para pemain muda Persib Bandung yang baru naik kelas ke timnas senior sejauh ini masih belum memuaskan pelatih Djadjang Nur­ djaman. Mereka yang diturunkan di Piala Presiden 2017 se­ perti Henhen Herdiana, Gian Zola Nasrul­ loh, dan A h m a d Subagja Baashit di­ sebut Dj­ a d ­ jang m a ­ sih ter­ lihat grogi saat di­ beri ke­ sempatan tampil selama 45 menit. “Memang tidak gampang bagi pemain muda ketika tampil di hadapan ribuan bobo­ toh Persib di stadion, bisa berujung hal positif atau ne­ gatif. Yang dirasakan oleh mereka cenderung nega­ tif,” ujar Djanur sapaan akrab sang pelatih di mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Ban­ dung. Djanur menegaskan untuk meningkatkan kepercayaan diri, hal itu tergantung kepada pemain itu sendiri dalam menguasai diri. Djanur menambahkan dalam pe­ nilaiannya, performa para pemain muda itu justru menurun. “Seperti Henhen Herdiana saat tampil laga perdana lebih bagus per­ mainannya, tapi laga kedua justru gugup. Tapi, dinamika sepak bola me­ mang seperti itu. Termasuk pemain muda lainnya. Mungkin butuh jam terbang. Asal punya kemauan keras, mereka pasti bisa,” jelas Djanur.

NET

Djanur memprediksi kemung­ kinan seusai Piala Presiden, kualitas para pemain muda itu baru lebih ter­ lihat. Tetapi, hal itu juga kembali ke­ pada regulasi kompetisi dan pemain itu sendiri. “Tapi yang pasti mereka sudah da­ lam kontrak, jadi akan ada dalam tim, tinggal dilihat dalam latihan. Jadi ka­ lau pun sudah tidak ada regulasi (pe­ main muda), dalam latihan kualitas mereka bisa terlihat,” ujarnya. Menurut Djanur, regulasi soal pe­ main muda di Piala Presiden memang bagus karena bisa jadi cara melihat kualitas dan kemampuan para pema­

in muda. Namun, jika regulasi pemain muda yang saat ini diterapkan di Piala Presiden 2017 tidak berubah hingga Liga 1, hal itu dianggap Djanur agak memberatkannya. “Artinya, boleh ada regulasi soal pemain muda tapi jangan terlalu ba­ nyak. Paling satu pemain, itu pun jangan dibatasi waktunya. Bukan karena Persib sudah punya Febri (Hariyadi). Tapi, menurut saya ideal­ nya begitu,” tutur Djanur. Sesuai regulasi di Piala Presiden 2017, setiap peserta wajib memainkan tiga pe­ main U­23 minimal selama 45 menit da­ lam satu pertandingan. (net/ree)


JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

twitter @berita_sukabumi

facebook beritasukabumi.com

email redaksi.beritasukabumi@gmail.com

BS6

Pemain Terbaik Dunia Wanita Siap Bawa Manchester City Juara Eropa CARLI LLOYD mengaku siap memberikan yang terbaik untuk Manchester City. Pemain Terbaik Dunia Wanita 2015 dan 2016 asal Amerika Serikat (AS) itu memang baru dikontrak Man City hingga Juni tahun depan.

BENZEMA UKIR REKOR DI LIGA CHAMPIONS

KLASEMEN LIGA INGGRIS No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11 12 13 14 15. 16. 17. 18. 19. 20.

Team Chelsea FC Man City Tottenham Arsenal FC Liverpool Man United Everton FC WBA Stok City West Ham Southampton Burnley Watford FC Bournemouth Swansea City Middlesbrough Leicester Hull City CRP Sunderland

M 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 24 25 24 25 25 25 25 25 25

M 19 16 14 15 14 13 11 10 8 9 8 9 8 7 7 4 5 5 5 5

I 3 4 8 5 7 9 8 7 8 5 6 3 6 5 3 10 6 5 4 4

K 3 5 3 5 4 3 6 8 9 11 11 13 11 11 15 11 14 15 16 16

Nilai 60 52 50 50 49 49 41 37 32 32 30 30 30 26 27 22 21 20 19 19

KARIM Benzema berhasil mengukir rekor pada laga Real Madrid kontra Napoli pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2016/2017 di Santiago Bernabeu, Kamis (16/2) dini hari WIB. Dalam laga itu Napoli harus menerima kenyataan dengan lapang dada, setelah kalah 1-3.

S

ebelum terbang ke Spanyol, pelatih dan pemain Napoli yakin bisa membuat ke­ jutan di depan pendukung Madrid. Klub Serie A, Italia, sama sekali tak takut dengan nama besar Los Blancos yang telah 11 kali memenangkan Liga Cham­ pions, terbanyak di antara tim besar mana pun termasuk Barcelona, musuh bebuyu­ tannya. Akan tetapi, pang­ gang masih jauh dari api. Turun dengan ke­ kuatan penuh, Pepe Reina dan kawan­kawan tak bisa berbuat banyak. Memang, Napoli sempat unggul 1­0 lebih dulu lewat gol cepat Lorenzo Insigne saat duel yang di­ pimpin wasit Damir Skomi­ na (Slovenia) masih bergulir delapan menit. Madrid tetap percaya diri dan kemudi­ an bisa menyama­ kan kedudukan lalu mengalahkan Napoli dengan skor telak 3­1. Gol­gol El Real masing­masing diceploskan oleh Ka­ rim Benzema pada menit 19, Toni Kroos menit 49, dan ditutup lewat aksi memukau Casemiro menit 54. Napoli belum habis. Masih ada kans guna melangkah ke babak selanjutnya, kendati untuk memenangkan leg kedua di kandang sendiri bukanlah per­

KLASEMEN LIGA SPANYOL No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

Team Real Madrid Barcelona Sevilla Atletico Madrid Real Sociedad Villarreal Eibar Athletic Bilbao Espanyol Celta Vigo Las Palmas Deportivo Alaves Real Betis Malaga Valencia Deportivo Leganes Sporting Gijon Granada Osasuna

M 20 22 22 22 22 22 22 22 22 21 22 22 21 22 21 21 22 22 21 22

M 15 14 14 12 13 9 10 10 8 9 7 6 6 5 5 4 4 4 1 1

I 4 6 4 6 2 9 5 5 8 3 7 9 6 8 5 7 6 4 7 7

K 1 2 4 4 7 4 7 7 6 9 8 7 9 9 11 10 12 14 12 14

Nilai 49 48 46 42 41 36 35 35 32 30 28 27 24 23 20 19 18 16 13 10

KLASEMEN LIGA ITALIA No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

Team Juventus AS Roma Napoli Inter Atalanta Lazio Fiorentina AC Milan Torino Sampdoria Chievo Verona Udinese Sassuolo Bologna FC Cagliari Calcio Genoa Empoli Palermo Crotone Pescara

M 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24

M 20 15 15 14 14 13 11 12 9 9 9 8 8 7 8 6 5 3 3 1

I 0 2 6 3 3 5 7 5 8 6 5 5 3 6 3 7 7 5 4 6

K 4 5 3 7 7 6 6 7 7 9 10 11 13 11 13 11 12 16 17 17

Nilai 60 53 51 45 45 44 40 41 35 33 31 29 27 27 27 25 22 14 13 9

TOP SKOR LIGA INGGRIS 1. 2. 3. 4.

Romelu Lukaku Alexis Sánchez Ibrahimovic Diego Costa

Everton Arsenal Man United Chelsea

16 16 15 15

LIGA SPANYOL 1. 2. 3. 4.

Luis Suarez Lionel Messi C Ronaldo Iago Aspas

Barcelona Barcelona Real Madrid Celta Vigo

1. 2. 3. 4.

Edin Dzeko Andrea Belotti Gonzalo Higuain Dries Mertens

18 16 14 11

LIGA ITALIA AS Roma Torino Juventus Napoli

18 17 17 16

kara mudah. Duel ini sekaligus meninggalkan catat­ an emas tersendiri bagi Benzema. Bagai­ mana tidak, sebiji golnya yang bersarang di gawang Pepe Reina membuat penyerang berkebangsaan Perancis itu kini masuk lima besar pencetak gol terbanyak Liga Champi­ ons. Total, Benzema mengemas 51 gol. Tak tanggung­tanggung, pemain ber­ usia 29 tahun menggusur seniornya yang juga legenda Perancis, Thierry Henry. Henry mengemas 50 gol di ajang antarklub paling bergengsi di Eropa. Benzema masih punya banyak kesempatan, karena Madrid masuk daftar tim yang difavoritkan bakal melangkah sampai partai puncak. Sejak bergabung pada 2009, Benzema mengalami pasang surut. Dia pernah dipuji setinggi langit, tak jarang pula digempur kritik oleh fans Madrid yang memang terke­ nal nyinyir. Di bawah asuhan pelatih Zine­ dine Zidane, Benzema masih mendapat ke­ percayaan penuh, kendati tanpa gol dalam beberapa laga di La Liga musim ini. Perhati­ an yang luar biasa itulah yang sepertinya membuat Benzema mengurungkan niat untuk angkat kaki dari Santiago Bernabeu. Bersama Madrid, setidaknya Benzema sudah memenangkan dua kali Liga Cham­ pions. Pertama musim 2013/2014 kemu­ dian musim 2015/2016. Dan musim ini, jika nasib baik masih berpihak, Benzema akan menambah koleksinya menjadi tiga kali mengangkat troi yang paling diingin­ kan klub Eropa manapun. (net/angga purwanda/”BC”)***

Tiga Hal Menarik Benzema 1. BALLBOY Karir Karim Benzema dimulai saat ia bermain untuk akademi sepakbola Lyon. Menariknya sebelum bergabung dengan akademi sepakbola Lyon, Benzema ternyata pernah jalani ‘pekerjaan’ sebagai ballboy untu tim Lyon. 2. TIM KEMENANGAN Terus bermain bagus di level akademi sepakbola, Benzema akhirnya dipanggil ke timnas Prancis. ia memulai menapaki karir dengan bermain untuk Prancis di

ajang Piala Dunia U-17 pada 2004 lalu. Ia bersama Nasri dan Ben Arfa jadi pemain di skuad tersebut yang raih titel juara. 3. PEMAIN PRANCIS PERTAMA Di musim 2012, Karim Benzema ciptakan rekor untuk negaranya di La Liga Spanyol. Ia mampu tampil sebagai top skor di akhir musim, prestasi ini ialah yang pertama kali dilakukan oleh pemain asal Prancis. Benzema jadi pria Prancis pertama yang sukses menjadi top skor di La Liga Spanyol

Kekuatan Barcelona Berkurang BARCELONA mengalami kekalahan yang menge­ jutkan dengan skor 0­4 atas PSG pada babak 16 besar Liga Champions di Paris. Namun mungkin, bagi sebagian orang, kekala­ han Barcelona ini sebenarnya sudah bisa mereka prediksi. Sejak awal musim ini, Barcelona sudah terlihat sangat rentan. Kejadian seperti ini sebenarnya sudah menunggu untuk ter­ jadi. Tim yang sudah memiliki 5 gelar Liga Champions ini memiliki keretakan pada beberapa bagian, dan hingga saat ini tidak ada perbaikan pada keretakan tersebut. Salah satu keretakan yang terlihat adalah mereka saat ini justru lemah saat mengha­ dapi tim yang tidak mem­ biarkan mereka leluasa memainkan bola dengan

melakukan tekanan, ketimbang tim yang bermain menunggu di barisan pertahanan sendiri. Tim yang bermain menunggu justru memberikan ruang bagi Barcelona untuk mengatur serangan dan mencari celah di area pertahanan lawan. Dengan adanya pemain sekelas Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar di depan, Barcelona akan tetap bisa mencetak gol meski ruang yang ada di area pertahanan lawan sangat kecil. Ancaman Barcelona tersebut tidak akan terjadi ketika Lionel Messi sama sekali tidak diberi kesempatan untuk menguasai bola. Dan inilah yang dilakukan oleh PSG kemarin. Messi hanya diberikan kesempatan 1 kali menyentuh bola di area kotak penalti PSG pada babak pertama. Dan ketika itu, PSG sudah unggul 2­0. Dua gol spektakuler lain­ nya berhasil dicetak pada babak kedua membuat PSG semakin menjauh dari Barcelona. Banyak yang mengatakan bahwa tidak pernah Messi bermain seburuk ini, dan saya setuju dengan per­ nyataan tersebut. (net/pur)

DUA pemain Manchester United (MU) Paul Pogba dan Jesse Lingard baru saja memamerkan tarian anyar mereka yang dirancang khusus untuk merayakan gol.

Rooney Disarankan Tinggalkan MU

NET

WAYNE ROONEY akan meninggalkan Manchester United (MU), kecuali dia mendapatkan kembali tem­ pat utamanya di tim Jose Mourinho. Demikian menu­ rut mantan rekan setimnya Paul Scholes. Kapten MU tersebut, se­ lama ini harus puas dengan keputusan rotasi yang di­ lakukan Mourinho. Rooney hanya main sebanyak 8 per­ tandingan di Liga Inggris. Scholes berpikir situasi ini akan “membunuh” karier

Rooney. Dia tidak memba­ yangkan pemain internasion­ al Inggris ini, akan mengakhiri kariernya di Old Traford kecuali ada perubahan situasi. “Jika itu akan dijalankan, saya tidak bisa melihatnya tinggal dua tahun lagi,” Scholes kepada The Daily Mail, mengacu pada waktu yang tersisa pada kontrak Rooney bersama MU. “Mungkin akan kembali dinilai pada akhir musim jika ia masuk dan keluar dari tim,” imbuhnya. (net/pur)


BS7

News+

Sukabumi JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

... Mangkrak Sejak 2001 DARI HAL BS1...

Hal ini terkait dengan rencana pembangunan Der­ maga Pelabuhan Perikanan Cisolok, Kabupaten Suka­ bumi yang tak kunjung dilan­ jutkan. Kunjungannya tersebut, terkait dengan tuntutan masyarakat nelayan, yaitu mendesak untuk segera me­ lanjutkan pembangunan der­ maga yang mangkrak dari ta­ hun 2001 lalu itu. Selain itu, desakan ter­ sebut mencuat akibat ne­ layan di wilayah tersebut harus memarkirkan perahu­ nya ke tempat yang lebih jauh

dari kawasan dermaga. “Untuk memarkirkan perahu, kami harus memu­ tar areal dermaga. Itu pun harus menggunakan sampan dan bahkan terkadang nekat untuk berenang dari perahu dengan membawa barang­ barang yang tidak sedikit,” ujar salah satu tokoh nelayan setempat, Ajit Roy kepada wartawan, Rabu (15/2/2017) kemarin. Menurut dia, pemba­ ngunan dermaga tersebut terhenti cukup lama terhi­ tung sejak tahun 2001 silam, hingga kini belum ada kelan­ jutan. Rencannya, Ajit bersama

tokoh nelayan lainya akan menemui Kepala Dinas Ke­ lautan dan Perikanan Jawa Barat untuk membahas keje­ lasan pembangunan dermaga tersebut. “Sebetulnya Kami semua sudah siap untuk memper­ tanyakan soal kelanjutan pembangunan dermaga itu, tetapi agar lebih memperkuat kami hanya membutuhkan surat rekomendasi dari Pak Bupati,” lanjutnya. Dihubungi terpisah, Ke­ pala Desa Cikahuripan, Heri Suryana, mengaku sempat mendapat tawaran dari DKP Jawa Barat untuk melanjut­ kan pembangunan dermaga

tersebut dengan anggaran mencapai Rp 50 miliar. Namun, tawaran tersebut ia tolak mentah­mentah lan­ taran hasil estimasi tidak akan cukup dengan rancang­ an pembangunan dermaga berkapasitas besar. “Anggaran itu tidak se­ banding dengan hasil re­ view design yang mencapai Rp 131 milyar. Makanya saya tolak. Jadi untuk melanjut­ kan pembangunan tersebut harus dengan perencanaan matang dengan dana yang seduai dan mudah­mudah­ an saja secepatnya dermaga tersebut kembali dibangun,” jelasnya. (BS - 1)

... Wanita Asal Indonesia Diduga Terlibat Operasi Intelijen Pembunuhan Kakak Pemimpin Korut DARI HAL BS1...

Lalu menjelaskan, KBRI Kuala Lumpur sudah me­ minta akses kekonsuleran agar WNI tersebut dapat di­ berikan pendampingan hu­ kum dalam rangka memas­ tikan hak­hak hukumnya terpenuhi. “KBRI terus berkoor­ dinasi dengan aparat ke­ amanan Malaysia terkait ka­ sus ini,” jelasnya. Pada Kamis 16 Februari pagi, Kepolisian Malaysia mengonirmasi penangkap­ an perempuan yang diduga terlibat dalam pembu­ nuhan Kim Jong Nam. Pe­ laku teridentiikasi sebagai Siti Aishah. Ia berasal dari Serang, Jawa Barat. “Dia teridentiikasi dari CCTV yang berada di ban­ dara dan ia sendirian saat ditangkap,” ucap Inspektur Jenderal Khalid Abu Bakar seperti dikutip dari Straits Times. Atas kasus ini, Siti akan ditahan selama tujuh hari sesuai hukum di Malaysia. Hukuman yang sama juga di­ jatuhkan kepada perempuan Vietnam yang ditahan atas kasus serupa. Sementara itu, Kasi In­ formasi dan Komunikasi Keimigrasian Imigrasi Kelas I Serang, Muhammad Sungeb menjelaskan bahwa nama Siti Aishah seperti identitas perempuan yang ditangkap di Malaysia tadi tidak pernah terdaftar di kantornya. “Siti Aishah sesuai tang­ gal lahir yang ditunjukkan ti­ dak membikin di kantor Imi­ grasi Kelas I Serang,” kata Sungeb kepada wartawan, kemarin. Sambim menunjukkan data pembuatan pasport dari tahun 2008­2017, Sungeb menjelaskan pihaknya be­ lum mendapatkan perintah maupun arahan dari peme­ rintah maupun kepolisian untuk menelusuri kebenaran

“Kemungkinan membuat (paspor) di daerah lain. Banyak nama tapi tanggal lahirnya tidak sesuai,” adanya paspor Siti Aishah. Menurut dia, jika nama yang diduga membunuh Kim Jong­nam itu mem­ buat paspor di Serang, maka Dirjen Imigrasi akan me­ lakukan penelusuran. Na­ mun, belum ada perintah penelusuran atas nama Siti Aishah. “Kemungkinan mem­ buat (paspor) di daerah lain. Banyak nama tapi tanggal lahirnya tidak sesuai,” tegas Sungeb. Isu Internasional Kim Jong­nam, dikabar­ kan meninggal pada Senin, (13/2/2017). Ia diduga dira­ cun sebelum naik pesawat di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia. Pihak Negeri Jiran secara resmi mengonirmasi bahwa pria tewas yang bepergian dengan nama Kim Chol ada­ lah Kim Jong­nam. Kepolisian Malaysia me­ ngatakan seorang wanita terkait kasus kematian Kim Jong­nam akan disidang di pengadilan pada Kamis. Se­ mentara wanita asal Vietnam sudah ditangkap. Dalam paspornya, tertera nama ‘Doan Thi Houng’, dan berusia 29 tahun. Demikian seperti dikutip dari The Star. Polisi juga mencari empat pria yang terlihat menemani dua perempuan itu di ban­ dara ketika Kim Jong­nam tewas terbunuh. Ada spekulasi bahwa Korea Utara berada di balik pembunuhan itu. Namun, beberapa analis memper­ tanyakan apa motif Kim Jong­un membunuh Jong­ nam karena ia bukan ancam­ an dalam kepemimpinannya.

Pembunuhan ini kemu­ dian menjadi isu internasio­ nal. Karena, posisi pemim­ pin Korea Utara yang terus mempertahankan kebijakan pemerintahannya. Yang mengejutkan, mun­ culnya nama Siti Aisyah, wa­ nita asal Indonesia dalam ka­ sus pembunuhan Kim Jong Nam, dikaitkan sebagai ope­ rasi intelijen Korea Utara. Aisyah, diduga merupa­ kan agen Korea Utara yang direkrut oleh pihak inteli­ jen negara komunis itu. Ba­ gaimana dia bisa direkrut? Hingga kini masih menjadi tanda tanya. Tragedi Korean Air Pembunuhan terbesar yang dilakukan wanita agen mata­mata Korea Utara, se­ benarnya pernah terjadi pada tahun 1987. Saat itu, agen intelijen Korut bernama Kim Hyon Hui meledakkan pesawat maskapai Korean Air nomor penerbangan 858 yang me­ newaskan 115 orang. Dalam melakukan misi itu, Hyon Hui, ditemani mata­mata legendaris Korut bernama Kim Seung Il. Hyon Hui meletakkan bom di baga­ si kabin saat pesawat tujuan Seoul dari Baghdad itu tran­ sit di Dubai. Pesawat Boeing 707 ter­ sebut meledak di atas Laut Andaman saat menuju nega­ ra transit kedua, Thailand. Seluruh penumpang dan kru tewas dalam peristiwa itu. Hyon Hui yang saat itu baru berusia 25 tahun dan­ berhasil ditangkap di Bah­ rain. Ketika hendak ditang­ kap, Hyong Hui dan Seung Il berusaha bunuh diri dengan

pil sianida. Seung Il tewas seketika, sedangkan Hyong Hui ber­ hasil diselamatkan di rumah sakit. Dia kemudian diterbang­ kan ke Seoul untuk diadili. Pengadilan Seoul lantas menjatuhinya hukuman seu­ mur hidup. Namun dia ke­ mudian diampuni oleh Presi­ den Korsel Roh Tae Woo. Alasannya, Lresiden Kor­ sel yakin Hyon Hui adalah korban cuci otak rezim Kim Jong Il di Korut. Sejak saat itu, dia hidup sebagai pembelot di Korsel. Dia dikelilingi pengawal ka­ rena hidupnya dalam bahaya. Setelah 26 tahun berselang, Hyon Hui angkat bicara. Dalam wawancara kepada ABC News di tahun 2013, dia mengatakan pengeboman itu untuk membuat takut atlet internasional yang akan da­ tang ke Olimpiade Seoul ta­ hun 1988. Dalam merencanakan aksi itu, wanita ini mengaku telah dilatih selama delapan tahun. Selain pelatihan ma­ ta­mata, dia dicuci otak. Pikirannya baru terbuka setelah melihat seberapa modernnya Seoul, berbeda dengan yang selama ini dice­ koki oleh rezim Pyongyang. Tidak semua agen wanita Korut digunakan untuk tuju­ an kekerasan. Pada tahun 2014 terbongkar tugas lain dari para agen wanita Korut, yaitu seba­ gai penggoda para pria. Dalam “program pe­ nanaman benih” yang di­ ungkap Telegraph tahun 2014 lalu, para wanita dalam skema ini diturunkan untuk “menemani” para pengusaha dan jurnalis asing yang da­ tang ke Pyongyang. Para wanita itu kemudian akan mengaku dihamili oleh target. Cara ini digunakan untuk memeras para korban­ nya.( boyon/dari berbagai sumber)

... 3 PNS, 1 Honorer, 1 Kadus Kena OTT Saber Pungli DARI HAL BS1...

Disebutkan Kapol­ res Cirebon, AKBP Risto Samodra, mereka yang di­ amankan antara lain, S se­ orang PNS Disdukcapil, NAR Seorang PNS Disduk­ capil, AS seorang PNS Dis­ dukcapil dan Ev tenaga hon­ orer Disdukcapil serta TD oknum Kadus Desa Tangkil, Kecamatan Susukan, Kabu­ paten Cirebon. “Kita masih lakukan pendalaman, dengan meme­

riksa para tersangka, juga melakukan penggeledahan kembali. Mereka diduga kuat melakukan pungli de­ ngan motif mempercepat pengurusan pembuatan akta kelahiran dan akta kematian,” ucap Kapolres Cirebon. Selain menyita barang bukti uang tunai, kata Ka­ polres pihaknya juga menyi­ ta sejumlah berkas dari kan­ tor Disdukcapil, Kabupaten Cirebon dan langsung di­ lakukan penggeledahan.(*)

... Persib Unggul Segalanya, Waspadai Motivasi Sang Mantan DARI HAL BS1...

Melihat fakta tersebut, sepertinya Persib tak akan menghadapi kesulitan ber­ arti. Namun jangan anggap enteng dulu, pelatih Persib, Djadjang Nurjaman tetap harus waspada dengan mo­ tivasi lebih dari tim berju­ luk Laskar Joko Tingkir. Ingat, melaju ke fase beri­ kutnya menjadi ambisi se­ mua tim. Mari kita lihat perjalan­ an Persela di fase grup ini. Meski di awal Eka Ram­ dhani cs menelan kekalahan tipis 0­1 di tangan Persiba, namun kekalahan tersebut lahir dari gol tunggal me­ lalui titik putih penalti. Se­ cara permainan, Persela dan Persiba saat itu cukup berimbang. Sementara di laga kedua yang cukup mengejutkan, Persela mampu memukul PSM Makassar. Meski sem­ pat tertinggal 0­1, namun akhirnya tim asuhan Herry

Kiswanto mampu memba­ likkan keadaan menjadi 2­1. Dua gol Laskar Joko Tingkir diborong oleh pemain U­23 Ahmad Nur Hardianto. Hasil tersebut mem­ buktikan bahwa anak­anak Lamongan memiliki men­ tal bertanding yang kuat. Kecolongan gol di awal tak membuat mereka terpuruk, namun bangkit dan akhir­ nya meraih kemenangan. Inilah yang harus diwaspa­ dai Persib. Meski Persela selalu sulit kala bermain di kan­ dang Maung Bandung, na­ mun secara head to head, Persib kontra Persela ma­ sih berimbang. Dari total pertemuannya sebanyak 15 kali, Persib dan Persela sama­sama meraup lima ke­ menangan, sisanya ber akhir imbang. Alhasil, Persela selalu menjadi lawan sulit bagi Persib. Hal lainnya yang perlu diingat adalah komposisi pemain Persela saat ini. Pria

yang karib disapa Djanur wajib mewaspadai ketajam­ an pemain muda Persela yang produktif, Ahmad Nur Hardianto dan sang penyu­ plai bolanya Sadil Ramdani. Tak hanya itu, Djanur pun harus bisa meredam ambisi para mantan pe­ main Persib. Mereka ada­ lah M Agung Pribadi, Aang Suparman, Eka Ramdhani dan Samsul Arif. Selain sedikitnya memahami pola permainan Persib di bawah asuhan Djanur, mereka pun tentu akan memiliki ambisi untuk membuat sang man­ tan menyesal karena telah mendepaknya. Jika malam ini Persib menganggap enteng Persela, bukan tidak mungkin trage­ di grogi dan kocar­kacirnya para pemain Persib saat me­ ladeni Persiba di babak ke­ dua, akan terulang lagi. Inti­ nya, jangan anggap enteng lawan dan tetap harus menu­ runkan formasi terbaiknya. Salam olahraga! (*)

... Pemkot Sukabumi Kembangkan

Teknologi Pengubah Air Hujan DARI HAL BS1...

bumi masuk dalam kategori kota dengan curah hujan ter­ tinggi di Jawa Barat. Ditegaskan bahwa, air me­ rupakan salah satu sumber kehidupan bagi manusia. Na­ mun ketersediaan sumber air bersih masih menjadi perma­ salahan klasik hingga di wila­ yah pedesaan. Begitu juga dengan air hujan, sampai saat ini belum dimanfaatkan secara baik. Bahkan, jadi bencana dima­ na­mana. Seperti banjir, long­ sor dan bencana lainnya. Karena itu, Pemerintah Kota Sukabumi memiliki program untuk mengubah air hujan menjadi air minum. Privatisasi air yang di­ kuatkan oleh Undang­Un­ dang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, se­ makin meminggirkan peran negara dalam penyediaan air bersih. Karena itu, ekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Interna­ tional Council for Local Envi­ ronmentInitiatives ( ICLEI), Pemkot Sukabumi akan me­ laksanakan program air ber­ sih. “Selama ini ada imej bah­

wa air hujan ini tidak bisa di­ gunakan untuk minum. Bah­ kan mencuci. Namun dengan adanya teknologi yang cukup murah, hanya dengan peng­ olahan sedikit dabn hanya dengan biaya Rp 2,5 juta, ini mampu mengubah air hujan menjadi air minum,” terang Muraz kepada Berita Suka­ bumi di sela­sela peresmian pembangunan pengolahan air sehat dan reservoir air hujan di Perumahan Nagge­ leng RT03/07 Kelurahan Nanggeleng Kecamatan Cita­ miang Kota Sukabumi, Kamis (16/2/2017). Muraz menambahkan, kualitas air hujan yang diolah menjadi air minum ini kuali­ tasnya jauh lebih baik dari pada air kemasan. Kemudian program ini akan dikembang­ kan di kelurahan­kelurahan lain yang ada di Kota Suka­ bumi. “Selain di Nanggeleng, program ini sudah di terap­ kan di Kelurah lan Cikundul. Hanya kalau di Cikundul ber­ beda. Kalau disana bukan air hujan, tetapi air dari sungai Cimandiri,” katanya. Sementara itu, menu­ rut koordinator Pelayanan Teknologi Tepat Guna Ke­ lompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kelurahan Nangge­

leng, Dasita Juju, pengolahan ini menggunakan teknologi Instalasi Pengolahan Seder­ hana (IPAS) yang diharapkan bisa menekan krisis air yang ada di Kota Sukabumi. Selain itu juga bisa dikem­ bangkan ke daerah­daerah lain yang sama kekurangan air. “Sistem pengolahan air hujan ini sangat sederhana. Hanya menggunakan Mem­ bran of Revearse (RO) dengan menggunakan ilter saringan biasa, hanya pori­porinya 1/10000 mikron, ditambah dengan tekanan yang tinggi dan paling sedikit 110 Psi dan motor nya harus mengguna­ kan pompa frekuensi seperti piston,” terangnya. Kemudian, Dasita me­ nambahkan, untuk mem­ buat sistem pengolahan se­ perti sistem Ipas ini, hanya menampung air hujan pada kolam yang berukuran 5x5 meter dan tingginya sekitar 2,5 meter. Dengan teknologi ini, mampu menampung 62 kubik air hujan. “Alham­ dulillah, sangat berguna bagi masyarakat di perumahan Naggeleng ini. Karena banyak warga yang mengganakan un­ tuk kebutuhan sehari­hari,” singkatnya. (BS-03)

... Perkara Aib Pria Ketiga DARI HAL BS1...

yang berkecukupan selama menjadi istrinya. “Suruh buka aja yang dia bilang aib itu apa. Kalau saya nggak akan pernah mau buka aib. Coba dia buka yang dibilang aib itu apa, biar orang bisa nilai aib itu. Biar orang tahu dia siapa dan aku siapa,” ujar Rudi Su­ topo saat dihubungi wartawan pada Selasa 14 Februari lalu. Menurut Rudi, apa yang dipersoalkan Andi Soraya sama sekali tidak ada man­ faatnya bagi kehidupannya saat ini. Meduanya juga sudah ber­ cerai sejak dua tahun lalu.? Oleh karena itu, Rudi Sutopo tak mau ambil pusing atas uca­ pan mantan istrinya tersebut. “Perempuan itu sudah ti­ dak ada dalam kehidupan saya sekarang. Jadi saya enggak

perlu dipolemikkan hanya un­ tuk semua ini. Saya pengusaha enggak perlu yang beginian (sensasi). Anak­anak pun melarang saya tanggapin dia,” ucapnya. Namun, jika Andi Soraya tetap berencana membongkar aibnya selama menjadi suami, Rudi mempersilakan. “Tapi kalau dia mau buka (aib), suruh buka aja kan eng­ gak ada yang melarang. Mau dibuka atau setengah buka, so what gitu loh,” pungkas Rudi Sutopo. Andi pernah menikah de­ ngan Ahmad Kurnia Wibawa. Namun pernikahan mereka berakhir dengan perceraian pada November 2001. Andi meminta cerai ka­ rena suaminya saat itu tidak suka Andi berkarier di du­ nia hiburan. Dari pernikahan pertamanya, Andi dikaruniai

seorang anak, Shawn Adrian Khulafa. Setelah bercerai, Andi men­ jalin hubungan dengan pema­ in sinetron Steve Emmanuel. Mereka pun tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan hing­ ga membuahkan seorang anak, Darren Sterling Emmanuel. Andi menolak menikah karena masih trauma dengan pernikahan sebelumnya. Pada tanggal 18 November 2011, Andi Soraya menikah dengan Rudi Sutopo duda be­ ranak 5, seorang pengusaha minyak yang berusia 17 tahun lebih tua. Setahun setelah perni­ kahan, suami Andi mengaju­ kan gugat cerai dengan salah satu alasannya, Andi meng­ gunakan pakaian yang ‘ter­ buka’ dan menari­nari ‘syur’, ketika menghadiri sebuah acara.(boyon)


HOTLINE : 0266-222 289 Klik..! Kliksaja.co

BS8 JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

COMMENT Pemda Dituntut Perhatikan Jafar Ismail

Nasib Guru Honorer

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan = Provinsi Jawa Barat

Asuransi Jiwa Nelayan Dijamin Pemerintah

GURU honorer di Kabupaten Bandung meminta Pemerintah Daerah (Pemda), memberikan perhatian terhadap kesejahteraan mereka (para guru) salah satunya dengan adanya insentif.

K

etua FKGHS Ka­ bupaten Bandung, Toto Ruhiat me­ ngatakan, saat ini pendapatan yang diterima para guru honorer di Kabupaten Bandung, setiap bu­ lannya tak lebih dari Rp500 ribu per bulan. “Jumlah sebesar itu, tentu saja jauh dari kata laik. Maka­ nya, tak sedikit guru honorer memilih mencari mata penca­ harian sampingan, seperti men­ gojek, berdagang, dan lainnya,” katanya, kepada wartawan, Ka­

mis (16/2/2017). Mayoritas guru tersebut, se­ perti dilansir laman bisnis.com, tidak mendapatkan uang ser­ tiikasi dan pihak sekolah pada umumnya membayar sesuai de­ ngan kemampuan mereka. Hal ini, diperparah lagi dengan tidak adanya insentif dari Pemda. Sebelumnya, meskipun pe­ nyalurannya tidak melalui or­ ganisasi, tapi Pemerintah Ka­

time malah tidak mendapatkan stimulan,” ujarnya. Jumlah guru honorer di Ka­ bupaten Bandung yang meng­ ajar dari SD hingga SMA, baik negeri maupun swasta men­ capai 17.000 orang. Sedang­ kan jumlah keseluruhan guru honorer di sekolah negeri dan swasta, dari mulai tingkatan SD/ MI hingga SMA/SMK sebanyak kurang lebih 27.000 orang.

“Mereka mengajar penuh waktu, baik sebagai guru ke­ las maupun guru bidang studi. Tapi sayangnya tidak menda­ pat perhatian dari Pemerin­ tah Daerah. Sehingga, kami meminta DPRD dan Pemkab Bandung untuk sedikit me­ merhatikan nasib kami yang sehari­hari berjuang mencer­ daskan anak­anak bangsa ini,” harapnya. (net/rudi)

Dijadikan Bahan Pembelajaran untuk Pilgub Jabar 2018 ASISTEN Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Kusmayadi mengatakan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di tiga wilayah Jawa Barat, yaitu Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Bekasi, dijadikan ajang persiapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat, pada 2018 mendatang.

JABARPROV.GO.ID

Jabar Hari Ini ...

Wabup Cirebon yang Buron Terus Diburu Kejaksaan Tinggi

NET

WAKIL Bupati Cirebon, Tasiya Soemadi alias Go­ tas yang masuk dalam daf­ tar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Negeri (Kejari) Cirebon, hingga kini masih terus diburu pihak Kejak­ saan Tinggi Jawa Barat (Ke­ jati Jabar). “Iya betul (masih me­ lakukan proses pencarian),” kata Kasi Penegakan Hu­ kum, Raymond Ali, seper­

bupaten (Pemkab) Bandung memberikan stimulan untuk ribuan guru honorer per tahun kurang lebih Rp7 miliar. Na­ mun, sejak 2015 hal itu tidak di­ lakukan lagi. “Alasannya, APBD Kabupa­ ten Bandung deisit, tapi kenapa untuk guru Diniyah ada bantuan sebesar kurang lebih Rp1 miliar. Lalu kenapa untuk guru ho­ norer sekolah yang bekerja full

Pilkada Serentak 2017

JABARPROV.GO.ID

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bakal memberikan asuransi jiwa bagi para nelayan dengan premi yang ditanggung oleh Pemerintah Pusat. Mereka akan memegang kartu nelayan, sebagai bukti bahwa pekerjaan mereka dijamin oleh pemerintah. Tujuan diberikan jaminan ini untuk melahirkan regenerasi para nelayan di Jabar. Sebab, selama ini dinilai, jumlah nelayan semakin menurun. Besaran santunannya, mencapai Rp200 juta bagi yang meninggal ketika sedang melaut, dan yang meninggal akibat sakit sebesar Rp160 juta. (*)

NET

ti dikutip galamedianews. com, Kamis (16/2/2017). Raymond mengaku, se­ jauh ini masih belum ada informasi terkait penang­ kapan terhadap terpidana korupsi dana bantuan sosial (Bansos) itu. “Sejauh ini masih belum ada informasi penangkapan,” ujarnya. Seperti diberitakan se­ belumnya, Gotas masuk dalam pencarian kejaksaan

karena menghilang sejak turunnya putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA). Gotas sendiri masuk DPO sudah tiga hari yang lalu. “Sejak MA meneri­ ma kasasi kami, kejaksaan membentuk tim untuk me­ nahan. Namun yang ber­ sangkutan tidak ada di tempat kerjanya dan meng­ hilang entah ke mana? Ka­

rena itu, kami masukan dia ke dalam DPO,” tutur Kepa­ la Kejari Cirebon, Bambang Marsana SH MH, Senin (13/2/2017) lalu. Dijelaskannya, Gotas diputus bersalah dalam kasasi MA atas korupsi dana Bansos, saat menjabat sebagai Ketua DPRD Ka­ bupaten Cirebon, periode 2009­2014. Sesuai petikan putusan Nomor 435 K/ KPID.SUS.2016, MA me­ ngabulkan permohonan kasasi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). MA menyatakan, Go­ tas terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) dan me­ nghukum pidana penjara selama lima tahun enam bulan. MA juga memberi­ kan denda sebesar Rp200 juta dengan subsider enam bulan penjara. Putusan MA membatalkan putusan Pengadilan Tipikor Ban­ dung Nomor 117/pid.sus/ TPK/2015/PN.Bdg tang­ gal 12 November 2015 yang membebaskan Gotas dari segala dakwaan. “Usai menerima putus­ an MA, kami melayangkan pemanggilan sebanyak tiga kali. Namun sampai pang­ gilan ketiga tidak juga da­ tang. Kabarnya kini dia menghilang, makanya kita masukan ke DPO,” tutur­ nya. (net/rudi)

“Kami sudah berkomit­ men, bahwa penyelenggaraan pilkada serentak di tiga wila­ yah ini dijadikan ajang pem­ belajaran pada Pilgub Jabar mendatang,” katanya kepada wartawan di Bandung, Rabu (15/2) lalu. Dia menilai, Pilgub Jabar 2018 sebagai ajang pesta de­ mokrasi yang cukup besar, yang diikuti 16 kabupaten/ kota Pilkada dan satu yang akan melakukan Pilgub dan

Pilwagub Jabar. Lebih lanjut, Kusmayadi menambahkan, pihaknya akan mencari kekurangan pelak­ sanaan Pilkada serentak 2017 yang dilakukan di tiga wilayah tersebut. Sebagai bahan evalu­ asi dan perbaikan penyeleng­ garaan Pilgub Jabar 2018. “Ini dilakukan untuk perbaikan di Pilgub 2018 nan­ ti,” pungkasnya, seperti di­ lansir laman jabarprov.go.id. (net/rudi)


Berita Cianjur - Ratusan Massa Tolak Gugatan Wisma Karya