Issuu on Google+

ECERAN ,RP.3.000 AN N A G G N LA 0,RP.78.00 /BULAN

Memberi Nilai Lebih EDISI 391 THN III

KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

twitter @berita_cianjur

facebook beritacianjur.com

email newsredaksibc@gmail.com

Info Iklan 087779994088

Klik! beritacianjur.com

Sempat Dikabarkan Batal Dilaksanakan di Jalan Magunsarkoro

Perayaan Cap Go Meh Berlangsung Meriah SUASANA keragaman, be­ gitu tampak indah tersaji di ruas Jalan Mangunsarkoro, saat sekitar 300 orang warga Tionghoa, melaksanakan perayaan Cap Go Meh pada Selasa (14/2/2017) malam kemarin. Perhelatan budaya Tionghoa, seperti atraksi liong dan barongsai, meliuk menyusuri jalan yang padat dengan ribuan orang Cianjur.

Padahal, sebelumya, beredar kabar kalau Cap Go Meh ta­ hun ini, hanya akan dilak­ sanakan di dalam Vihara Suara beberapa tabu­ han instrument musik etnik China, makin memeriahkan malam Cap Gomeh, yang sudah rutin dilaksanakan di Kota Santri. Masyarakat pribumi yang notabenenya beragama Islam, malam itu

menyatu dengan atmosir warga keturunan, yang meya­ kini perayaan hari ke 15 awal tahun baru China itu, ada­ lah prosesi untuk meminta berkah ke para Dewa. Ketua Panitia Cap Go Meh Vihara Bhumi Pharsjia, Lucas Lukman Santoso, me­ ngatakan perayaan Cap Go Meh, harusnya dirayakan pada tanggal 11 Februari ke­

marin, tetapi khusus di Cian­ jur, dirayakan pada hari ke delapan belas. Perayaan Lucas mengaku bahwa perayaan Cap Go Meh tahun ini merupakan tugas terak­ hirnya, karena untuk tahun berikutnya telah terpilih ketua yang baru, yaitu Ko We w e h . KE HALAMAN BC7

BERITA CIANJUR/WAWAN

Saatnya Pemerintah Melek dan Bertindak

Cianjur Kehilangan PAD Miliaran Rupiah SIKAP Pemerintah yang berkutat mencari tambahan dana Pendapatan Asli Daerah (PAD), dianggap banyak kalangan membingungkan.

K

etua Lembaga Pengkajian, Pengem­ bangan dan Pemberdayaan Masya­ rakat (LP3M) Hibar Kabupaten Cianjur Harry M Sastrakusumah, mendesak agar Pemkab Cianjur, se­ gera membuat regulasi yang bisa dipergunakan sebagai payung hukum, untuk menerapkan pajak progresif, terhadap aktivitias penyewaan villa di kawasan Puncak Cianjur.   “Saatnya sekarang pemerintah melek dan bertindak, agar segera bisa meraup PAD ratusan juta dari kegiatan usaha penyewaan Villa. KE HALAMAN BC7 NET

KPU Ajak Warga DKI Lagi, Bandar dan Pecandu Sabu Dibekuk BNNK Tunggu Hasil Resmi

PEREDARAN barang haram jenis sabu dan ganja di Kabupa­ ten Cianjur, semakin merajarela saja.    setelah sebelumnya, BNN Kabupaten Cianjur, menangkap Bandar yang diduga sindikat pe­ redaran barang haram di Cianjur, kali ini lembaga khusus membe­ rantas narkoba itu, kembali me­ nangkap tujuh orang yang diduga

MASYARAKAT diajak untuk cermat dalam menyikapi hasil hitung cepat (quick count) yang disajikan sejumlah lembaga survei usai pemu­ ngutan suara pemilihan kepala daerah (pilkada) 2017. Dibutuhkan kesabaran dari masyarakat untuk menunggu hasil penghitungan manual KE HALAMAN BC7

Jadwal Salat Wilayah Cianjur & Sekitarnya

Kamis, 16 Februari 2017 SUBUH 04:44

ZUHUR

ASAR

12:14

15:28

MAGRIB

ISYA

18:24

19:35

Kang BeCe

BERITACIANJUR/RUSTANDI ZAELANI

Bawa Cerulit dan Gir

Belasan Pelajar Diangkut Polisi ke Mapolres

KE HALAMAN BC7

Diguyur Hujan Seharian

BERITACIANJUR/PUPUNG PANGESTU

Jalan dan Jembatan Penghubung Cianjur-Bandung Ambrol HUJAN deras yang mengguyur wila­ yah Cianjur Selatan beberapa hari ter­ akhir ini, membuat jalan dan jembatan penghubung antara Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda, Cianjur dan Desa Cipelah, Kabupaten Bandung, ambrol

akibat tidak kuat menahan derasnya air sungai. Bahkan, sebagian badan jalan ikut tergerus, hingga mem­ bahayakan warga sekitar. KE HALAMAN BC7

PELAJAR dari salah satu SMK Kejuruan di Cianjur, tak berkutik setelah polisi mengamankan mereka di Ja­ lan Perintis Kemerdekaan, Jebrod, Selasa (14/2/2017) pagi kemarin. Tiga orang pelajar, ketahuan membawa cerulit dan gir yang diduga akan dipergunakan sebagai senjata saat tawuran. Kapolres Cianjur AKBP

Arif Budiman, melalui Kasat Lantas AKP Erick Bangun Prakarsa, menerangkan, be­ lasan pelajar yang diaman­ kan polisi, diduga kuat me­ mang akan melakukan aksi tawuran di sekitar ruas jalan Jebrod. Indikasi itu, setelah beberapa orang pelajar di­ ketahui membawa senjata

STEVIANNE AGNECYA

Kembali Dilamar Setelah Lama Menjada JAKARTA­Kabar bahagia datang dari janda Samuel Rizal, Stevianne Agnecya. Ibu satu anak itu dilamar oleh sang kekasih, Anggi Pratama, melalui sebuah makan malam ro­ mantis, Senin (13/2/2017). Kebahagiaan itu dibagikan Ste­ vianne Agnecya melalui Instagram pribadinya, @steviagnecya. Foto

yang menunjukkan cincin di jari manisnya menjadi bukti kesungguhan sang kekasih dalam menja­ lin hubungan. Aku tak sabar un­ tuk menghabiskan sisa KE HALAMAN BC7

KARIKATUR/NANDANG S

CIANJUR BERMULIA

“Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang Mukmin pada Hari Kiamat nanti selain akhlak mulia. Sesungguhnya Allah membenci orang yang berbuat keji dan berkata-keta keji.” (HR at-Tirmidzi)

KE HALAMAN BC7


BC2

Ngawangkong

+ Opini Warga KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

Restiawan

Pemkab Harus Pikirkan Soal Relokasi Pedagang Cingcau KURANG harmonisnya, hubungan antara pedagang rest area dengan pedagang Cingcau yang selama ini mangkal di ruas jalan Raya Citarum, menjadi pemikiran Restiawan, sebagai salah seorang tokoh di daerah Citarum, Kecamatan Haurwangi. Belum lama ini, tanpa sengaja, Berita Cianjur ngawangkong, dengan tokoh yang menjabat Ketua RW uitu

Kalau sekedar penataan kan gam­ pang, serta ini kan disebut darurat. Tindaka itu, bisa dilakukan oleh Pem­ kab, atau pedagang itu sendiri. Tinggal diratakan saja sama Pemkab menggunakan alat berat. Setelah itu, tinggal di kavling kan saja, sesuai dengan jumlah peda­ gang yang akan menempati lokasi itu

Kapan kiranya rekolasi bisa di laksanakan.. Selama ini terengar kalau dua pedagang yang bakal menghuni Kawasan Rest Area Pemkab, kerap tidak harmonis, langkah apa yang sebaiknya diambil. Jauh sebelumnya, seharusnya Pihak Pemerintah Desa, Kecamatan maupun Pemkab Cianjur, melakukan pembi­ naan atau mengasuh, mempersatukan seluruh para pedagang, baik para peda­ gang yang tergabung pada Hipra dan maupun PPC. Minimal ada satu pemim­ pin, yang dipilih berdasarkan keinginan pedagang Kalau soal relokasi, seluruh para pedagang sudah paham dan sadar, namun kuncinya kebijakan relokasi itu, tetap juga harus mengedepankan aspirasi dari pedagang, salah satunya tempat relokasi harus setrategis se­ hingga mudah terjangkau pembeli

Ada tidak lokasi untuk relokasi yang diinginkan para pedagang ? Sebenarnya Pemkab bisa memakai lahan kosong milik PU Bina Marga Pro­ vinsi, yang lokasinya berada di depan rest area sekarang. Kalau belum men­ cukupi, ada lahan milik warga yang bisa dibebaska. Tindakan ini, bisa dilakukan sela­ ma proses pembangunan rest area yang mewah seperti janji Bupati, terealisasi.

Hingga saat ini belum ada kejelasan dari Pemkab, bahkan tempat relokasi yang dijanjikan urung selesai di­ laksanakan. Sebenarnya, kapanpun Pemkab Cianjur mau merelokasi para pedagang sudah siap. Tapi yang harus dipikirkan Pemkab, sebelum relokasi harus ada penyatuan visi dari pedagang. Jangan sampai setelah direlokasi, terjadi si­ lang pendapat antar pedagang dan memincu masalah baru.

Kalau Pemkab mengambil kebijakan, merelokasi pedagang ke lokasi sementara yang bapak tadi omongkan, ada jaminan gak kalau para pedagang mau direlokasi Saya yakin mau, karena memang itu keinginan pedagang saat ini. ketimbang memakai lokasi yang ada di belakang pabrik makanan ringan yang jauh dari jangkauan keramai­ an. Pasti sepi lah kalau disana. Reporter : Apip Samlawi

Kalau saya melihat, lahannya sempat dan tidak memadai, karena harus ada penataan lagi

OPINI WARGA Memberi Nilai Lebih

BERITA MEDIA GROUP

Komisaris Utama H Ishaq Robin. | Direktur Utama Anton Ramadhan. | General Manager Gia Gusniar. | Pimpinan Perusahaan H Ahmad Rizky Alfaraby. | Pemimpin Redaksi Cetak Nuki Nugraha. | Wakil Pemimpin Redaksi Cetak Mustofa | Dewan Redaksi: Anton Ramadhan, Fonda Lapod, Gia Gusniar, Nuki Nugraha, Imam Sumarsono (Ipung) | Asisten Redaktur: Angga Purwanda, Rikky Yusup, Rudi Rusmana, Rustandi Zaelani | Sekretaris Redaksi Asri Fatimah | Reporter Cetak: Herry Febriyanto, Apip Samlawi, Zenal Mustari. | Divisi Online Rifky (Admin/IT). | Perwajahan: Ahmad Sulaeman (Koordinator), Arie Yudistira, Ziad Zed Zubaedi, Rendy Rustandi, Muhammad Faisal. Grais: Nandang S, M Yanuar Gunawan. | Manager Keuangan T. Jayanti Pardosi, Erlin Sri Hartati (admin keuangan) | Manager HRD Iwan Setiawan, Siti Aisyah (Staff HRD) | General Affair Budi Yahya. | Manager Iklan : Suparjo. | Divisi Iklan: Fajar Kurniawan (Bandung), Yuni Nurmilah (Cianjur-Sukabumi), Emma Maryani (admin Iklan & Sirkulasi). | Manager Sirkulasi : Iwan kusmawansyah| Divisi Sirkulasi: Pupung Pangestu, Dede Herlan. | Divisi Keuangan: Dedi Sukmana (kolektor), Asep Ruhenda (kolektor). | Legal Oficer Ebes | Divisi Umum: Ardian (IT), Jajang Solihin, Eded, Iyus Rustandi. I Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi: Jl. KH. Hasyim Ashari No. 46B, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, 43214 l Telp. Kantor : (0263) 2283283 - 2283645 l Hotline Redaksi: 08562053088 l e-mail redaksi: newsredaksibc@gmail.com l website: www.beritacianjur. com l Info Layanan Pelanggan ; ofice: (0263) 2261814 CP: 08562053088 l Rekening: 183 097 9090 (BCA) an. Jembatan Mediatama Cianjur, PT, 006 257 498 4001 (BJB) an. Jembatan Mediatama Cianjur l Penerbit: PT Jembatan Mediatama Cianjur. SELURUH WARTAWAN BERITA CIANJUR SELALU SELURUH WARTAWAN BERITA CIANJUR SELALU MENGENAKAN TANDA PENGENAL DAN DILENGKAPI SURAT MENGENAKAN TANDA PENGENAL DAN DILENGKAPI SURAT TUGAS SERTA TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK MEMINTA TUGAS SERTA TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK MEMINTA ATAU MENERIMA APAPUN DARI NARASUMBER ATAU MENERIMA APAPUN DARI NARASUMBER

“Berpikirlah sebelum menentukan suatu ketetapan, atur strategi sebelum menyerang, dan musyawarahkan terlebih dahulu sebelum melangkah maju kedepan.” Imam Syai’i

Hukum Dalam Pusaran Politik Dan Kekuasaan UNDANGUndang Dasar 1945 (UUD 45) sebagai Konstitusi negara dan landasan idiil bangsa Indonesia telah menetapkan bahwa negara Indonesia adalah negara hukum (rechtstaat), tidak didasarkan kepada kekuasaan (machtstaat). Oleh: Ispan Diar Fauzi Mahasiswa Pasca Sarjana ilmu Hukum UNSUR, dan Founder IDF Center Law Sharing

K

onsekuensi logis dari dijadikan­ nya hukum se­ bagai landasan negara, maka harus ada jaminan bahwa penyelenggaraan negara di­ dasarkan kepada hukum dan peraturan yang berlaku. Sebagai negara hukum yang banyak dipengaruhi oleh ajaran positivisme hu­ kum (legal positivism), te­ lah menjadikan hukum ter­ tulis sebagai produk utama pembentukan hukum di In­ donesia. Dengan dijadikan­ nya hukum tertulis sebagai produk utama pembentuk­ an hukum, dapat dipastikan bahwa tujuan utama yang hendak dicapai dalam tuju­ an hukum tersebut adalah kepastian hukum, dengan kepastian hukum sebagai tu­ juan utama, maka tak jarang dalam penegakan hukum menegasikan tujuan hukum yang lain yaitu keadilan dan kemanfaatan. Dalam prakteknya pem­

bentukan hukum tertulis atau undang­undang tidak lepas dari peranan legislatif yaitu DPR sebagai pemegang kewenangan legislasi, dan peranan eksekutif/presiden sebagai pelaksana utama pe­ merintahan. DPR yang mem­ punyai kewenangan legislasi tentunya mempunyai kuasa penuh dalam proses pemba­ hasan dan penetapan suatu undang­undang. Masyarakat yang telah mempercayakan kepada DPR sebagai refresentasin­ ya, tentunya menginginkan produk hukum/undang­un­ dang yang populis dan re­ sponsif terhadap aspirasi dan ekspektasi masyarakat, bukan undang­undang yang sifatnya elitis, ortodoks atau konservatif yang lebih menguntungkan mereka kaum pemodal daripada rak­ yat proletar. Dilematis memang, di­ satu sisi anggota DPR seba­ gai wakil rakyat yang harus memperjuangkan kepen­

tingan rakyat, tapi disisi lain anggota DPR tersebut juga berasal dari partai politik yang tentunya segala kebi­ jakan dan keputusan par­ tai harus dilaksakan, yang terkadang kebijakan ter­ sebut bertentangan dengan harapan dan kemauan ma­ syarakat. Stigma negatif terhadap anggota DPR yang lebih ta­ kut kepada partainya dari­ pada konstituennya ma­ sih melekat dikalangan masyarakat. Munculah per­ tanyaan ketika DPR lebih didominasi oleh kepenting­ an­kepentingan partai dan kepentingan kekuasaan se­ mata, lalu bagaimana dengan kepentingan­kepntingan rakyat sebagai konstituenn­ ya?, dan bagaimanakah kua­ litas produk legislasinya?. Dominasi Politik Ter­ hadap Hukum Untuk mengetahui domi­ nasi dan hegemoni politik dalam proses pembentukan hukum di Indonesia dapat

dilihat dari produk UU yang dihaslikan. Kentalnya domi­ nasi dan intervensi politik acap kali menjadikan UU yang dihasilkan tidak sesuai dengan ekspektasi masyara­ kat, hal tersebut di aminkan oleh pendapat Mahfud MD yang medasarkan pada reali­ tas yang terjadi di Indonesia dimana politik kerap meng­ intervensi proses hukum. Bahkan pandangan yang cukup ekstream disampaikan oleh Satjipto Rahardjo (1985 :71) beliau mengatakan bah­ wa kalau melihat hubungan antara subsistem politik dan subsistem hukum, tampak bahwa politik memiliki kon­ sentrasi energi yang lebih besar sehingga hukum se­ lalu berada pada posisi yang lemah. Artinya banyak seka­ li praktik politik yang secara substansif hal­hal diatas di­ maksudkan untuk menegas­ kan bahwa di dalam kenyat­ aan empirik politik sangat menentukan bekerjanya hu­ kum. (bersambung)


INFO SPESIAL GELIAT KOTA twitter @berita_cianjur

facebook beritacianjur.com

HOTLINE : 0263-2283283 Klik! beritacianjur.com

KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

BC3

SUASANA demokratis mewarnai pemilihan Ketua PWK Asosiasi RW/RT (ARWT) Desa Sindang­ laya Kecamatan Cipanas, kemarin (15/2/2017). Momennya bertepatan dengan pilkada serentak sehingga tidak ada aklamasi namun diber­ lakukan satu orang satu suara. Ketua PWK ARWT Desa Sindang­ laya Terpilih, Dadan Iskandar men­ gaku akan mewujudkan visi organ­

GEULIS

Merasa Percaya Diri, Tampil Selalu Fotogenik USIANYA baru menginjak 17 tahun namun Shalsa Nurfadillah hobi memfoto dirinya untuk di share di media sosial (medsos). Apalagi merasa percaya diri jika wajahnya cukup fotogenik dengan gaya dan penampilan apapun. “Memang hobi foto­foto gitu, terus di share aja ke media sosial (medsos), biar tambah banyak pengikutnya, Saya percaya diri untuk berpose karena menu­ rut saya dan teman­teman wa­ jah saya fotogenik,” katanya. Ia mengakui endors juga menjadi salah satu sumber penghasilannya dalam me­ nambah p u n d i ­ pundi ru­ piahnya. Selain itu ia juga menekuni bisnis online yang menurutnya digunakan sebagai salah satu mencari pengalaman dalam wirausaha. “Selain menam­ bah penghasilan, bisa dapat pengalaman juga, bagaimana cara ber­ bisnis, cara mengatur bisnis, serta bagaima­ na mempromosi­ kan sebuah produk,” ungkapnya. (cr8) Shalsa Nurfadillah

ZOOM! Sembako Harus Stabil

DOK/BERITACIANJUR

MAHAL - Belakangan ini warga mengeluhkan tingginya harga sembako di pasaran. Fenomena semacam ini akan terulang kembali di kemudian hari jika tidak dilakukan antisipasi untuk mengtaasi gejolak harga di pasaran.

Demokratisasi Pemilihan Ketua PWK ARWT isasi yang aktif, kreatif, berkarakter dan berdaya­guna. Dengan meng­ gali potensi yang ada disetiap ling­ kungan RT/RW baik dari budaya pembangunan, perekonomian, ke­ masyarakatan dan keagamaan. “Tentu saja saya akan beru­ paya optimal untuk mewujudkan visi dan misi tersebut dalam posisi yang diraih secara demokratis. Saya merasa berkewajiban untuk

BERITACIANJU

R/ RIKKY

menampilkan sisi terbaik dari organisasi ini agar berman­ faat banyak,” ucap pria berka­ camata ini. Hal yang sama dikatakan Ketua PAC ARWT Kecamatan Cipanas, Yoyoh Sutinah yang meyakini jika proses pemilihan terbuka tersebut baru dilakukan kali ini oleh posisi Ketua PWK ARWT. Tentu saja hal tersebut

Jalan Siti Jenab Ditutup Total Kedepannya Akan Dilakukan Perluasan Taman Sehingga Akses Jalan Ditutup TEKA-teki Jalan Siti Jenab kawasan alunalun Cianjur mau diapakan, kini terungkap dengan gamblang. Kedepan perlintasan tersebut akan ditutup permanen, dengan kata lain tidak bisa dilintasi kendaraan.

K

epastian itu disampaikan oleh Kasi Per­ lengkapan Ja­ lan, Dinas Per­ hubungan Cianjur, Prihadi Wahyu Santosa saat di wa­ wancarai di ruang kerjanya. “Sesuai informasi yang saya dapat sudah dipastikan bahwa ruas jalan Siti Jenab akan ditutup permanen un­ tuk pembangunan perlua­ san taman,” tegasnya, Senin (13/2/2017). Ia menambahkan, untuk alur lalu lintas tidak akan ada perubahan hingga batas

BERITACIANJUR/ HERI

waktu yang belum diten­ tukan. Kebijakan Pemkab Cianjur guna mengatasi ke­ macetan karena penutupan jalan Siti Jenab dan ren­ cananya akan dipergunakan jalur lalu lintas satu arah. “Saat ini masih pada ta­ hap kajian, jadi semua ter­ gantung hasil kajian terse­ but, apakah memungkinkan dilakukan jalur satu arah atau tidak,” ujarnya. Selain itu juga ia me­

nerangkan fokus lainnya adalah pola trayek angkutan kota (angkot) juga akan di­ rubah, sehingga perlu koor­ dinasi dengan pemilik ang­ kot. Jika kooperatif maka rencana jalur trayek angkot yang dapat dilakukan pada masih di tahun ini. “Memang harapan kami seluruh rencana dapat diim­ plementasikan pada tahun ini, baik itu jalur satu arah dan perubahan pola trayek

KENDATI banyak diten­ tang namun perayaan hari kasih sayang (valentine day) di Cianjur mendatangkan keuntungan bagi sebagian kalangan. Para pedagang aksesoris valentine diban­ jiri pembeli hingga omzetnya berlipat ganda. Hal ini dibenarkan oleh Samad Junaidi (32), pramu­ niaga di salah satu toko di Jalan Mangunsarkoro yang mengatakan omzet penjua­ lan bonekanya selama satu minggu ke belakang menga­ lami peningkatan. “Selama seminggu ini sepengetahuan saya sekitar 200 boneka terjual dengan mayoritas warna yang dibeli berwarna merah muda,” katanya. Namun dirinya memban­

BERITACIANJUR/ CR8

tah jika tokonya mendukung perayaan valentine day na­ mun sebatas jualan aksesoris saja. Menurutnya bisa saja itu sebagai hadiah untuk orang

mereka sayangi tanpa harus melakukan hal tersebut. “Kalau melihat pem­ beli yang usianya beragam, dari remaja hingga orang

nana bener peunteun saratus ,cing lamun enya apal kana kirata atawa singkatan naon hartina BC anu dipikaresep ku warga Desa ?Gareng nyarios,” Lah nya’o urang oge etamah ,singkatan nya? “Dawala nyar­ ios deui,” Heueuh tapi singka­ tan tina naon ? “ Kang Cepot pang nga­ waler keun,” Ah eta mah di tujukeun ka anak dewek si Unggeu, cindek jawabanna mah “Budak Cepot” wadhuuh heuheuheuheuh.” Dawala ngaeceskeun,” Hi­ hihihih ,hayang kasebut siga artis atawa pajabat bae lain eta tapi, salah sahiji media citak nu dipicinta ku pembacana nyaeta Berita Cianjur,cing hiji deui naon hartina Bikang ? “ Gareng enggal ngawaler ,”

Eta mah gampang keur ura­ ngah, kirata tina Berita Cianjur hohohoh ,siji enol.” Kang Cepot ngagumuje ngkeun,”Heuheuheuheuh.. ,lain eta belegug jawabanna tapi,dipancal salilana.” Dawala nyempad,” Bet eu­ weuh nu sahulueun jawaban teh, dipancal salilana mah tina kirata calana lamun bikang, siga surabi ti tukang heheheh.” Kang Cepot nambalang alim kawon,” Heueuh takdirna jadi hayam bikangmah kudu daek di pacok ditaekan ku si jago alias dipancal tea heuhue­ huehueuh tah ayeuna dewek nu nanya,naon kiratana ari kecap jago?”Gareng enggal di waler pokna,”Nya’o Udeng oge eta mah, Jiga surabi anu akang ! “ (Bersambung)

Episode : Sukma Rahwana (bag. 18)

Dawala nyambut kana pangajak kang Cepot,” Bener tah A Epot ,mending tataru­ cingan itung­itung ngalatih wanoh ka diri wanoh kana nu dipilampah jeung wanoh jaga nu geus dipilampah. Tah ayeuna tarucingna ti uwing heula, naon bedana jalan baheula jeung jalan ayeuna ? ” Gareng ngawaler,” Alah anu kitu mah urang oghe

nya’o, baheula mah lamun di sebhut alus teh jalanna idheung tah lamun nu ayeu­ na mah cenah bhodas jeung toas dheuih hohoho.” Kang Cepot ngiring ngawaler,” Heuheuy heuy deuh,salah deuleun Gareng da ceuk dewek mah, apan tarucing teh sarua jeung kirata nya eta dikira­kira tapi nyata atawa teu leupas ti silib siloka tur sasmita ,”Gareng motong kalimah,” Sasmita mah salaki nyi Oneng.” Kang Cepot ngelah,” Lain mak sudna ka mang Sas­ mita pemborong tapi Sas­ mita kecap purakeun jalma anu ngarti .Ceuk dewek mah Dawala, Jalan baheula mah nyatana jalan silib bajoang matak lolobana ngaranna oge

angkot, tetapi dalam kajian tersebut diperlukan pemba­ hasan lintas sektoral, baik dari kepolisian, satpol PP, kesbang dan pihak­pihak terkait lainnya,” terangnya. Terpisah, Ujang Suryadi (28), kampung Pataruman, Kelurahan Sayang, Cian­ jur, mengungkapkan belum mengetahui bahwa jalan Siti Jenab akan ditutup se­ lamanya. Namun dirinya tidak mau berspekulasi ter­

kait dengan adanya kepas­ tian tersebut karena be­ lum adanya sosialisasi dari Pemkab Cianjur. “Belum pernah dengar ada sosialisasi penutupan permanen Jalan Siti Jenab, memang sedikit meng­ ganggu, jadi jauh jaraknya, harus memutar, karena un­ tuk Jalan Mangunsarko itu satu arah jadi harus memu­ tar tidak bisa memotong,” keluhnya. (cr8)

Valentine Ditentang, Pedagang Aksesoris Raup Keuntungan Berlipat Ganda

CERITA PANTASI ALENGKA DIREJA 2017 | Yasana pun, Tatang Setiadi

KANG Cepot nghawaler,” Wajhuh…,ari geus sindir sampir sindang siloka teh sok dapon di engab abong geus di sebut jaman ka bebasan ber pendapat,meunggeus batan nyaritakeun batur mah anggur urang tatarucingan.

akan memotivasi yang lain dengan mengedepankan proses demokratis untuk memajukan demokrasi. “Bisa jadi hal ini sebagai contoh untuk yang lain sehingga kinerja para Ketua RT akan termotivasi lebih baik lagi kedepannya. Kalau semuanya bisa seperti ini saya lebih optimis dan harus bekerja yang optimal lagi para Ketua RT maupun Ketua RW,” ungkapnya. (ree)

ngaran pajoang anu tos tilar ,tah lamun nu ayeuna mah jalan “batan beten beton” hartina, batan teh kecap in­ dung tina alabatan jeung ti batan, beten teh ngaheujeun keur ngalahirkeun tah lamun beton perwatek,gancang tembong ,gancang garing je­ ung teuas pakarepan.” Dawala ngawaler,” Dua­

tua, kemungkinan itu untuk hadiah, bukan untuk mera­ yakan valentine day, sebagi simbolis dalam menyatakan kasih sayang saja, seperti

suami ke istrinya atau anak ke orang tuanya, bisa juga an­ tara kakak ke adik mereka,” ungkapnya. Terpisah, Novi (26), pra­ muniaga mini market me­ ngatakan penjualan coklat di tempatnya bekerja melebihi target yang ditentukan peru­ sahaan. “Bukan laris lagi, sampai beberapa kali stok ulang, sebagian besar pembeli­ nya remaja, tetapi ada juga orang dewasa yang mem­ beli coklat, karena coklat yang dibeli banyak banget jadi saya tanya buat apa, jawabannya untuk istrinya serta kedua anaknya yang perempuan minta dibelikan coklat,” terangnya sembari menyarankan untuk mem­ beli coklat. (cr8)


BC4

BeceMuda

+Pendidikan KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

Valentine Day

KAWAN KITA

Hobi Olahraga Futsal

Perayaan Hari Kasih Sayang GUYS! Kini tim Bece Muda bakal ngebahas soal ‘Valentine Day’ nih.

A

ama Moch. Rizal Suhar Ut HI guys! Kenalin nih kawan kita yang satu ini, pemilik nama lengkap Rizal Suhar Utama, biasa dipanggil Rizal. Lahir di Cianjur, pada 21 September 1999, anak kesatu dari tiga bersaudara ini putra dari pasangan Ardi Suhardi­ ansyah dan Rini Bogor Utami. Saat ini, ia duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Cianjur, guys. Cowok berzodiak Libra ini punya hobi yang macho lho guys! Yaitu ber­ olahraga. Dirinya sangat menggan­ drungi olahraga futsal. Dengan tim futsalnya, ia juga banyak mendapat award lho! Tentunya, karena ia sangat cekatan dalam mengocek bola dengan sangat lihai. Salah satunya seperti mendapat award dalam ajang futsal antar pelajar, pada 2015 silam tingkat Kabupaten Cianjur, dan meraih juara ke­2. Selain itu, cowok macho ini juga memiliki makanan favorit lho! Yaitu rendang dan minuman favoritnya greentea. Kalau kalian pengen ngepoin dia, bisa langsung chat lewat akun Sos­ mednya, instagram; @rizalsuharu­ tama, facebook; Rizal Suhar Utama, line; @rizalsuharutama. ( job tim)

pa sih Valentine itu guys? Kalian pastinya penasaran bukan?! Langsung aja nih kita bahas guys, Valentine Day yang jatuh atau dirayakan pada tanggal 14 Februari setiap tahun­ nya. Valentine sebenarnya berawal dari tragedi matinya seorang pahla­ wan Kristen, yaitu Santo Valentine, tepatnya pada tanggal 14 Februari 270 M. Valentine Day’s adalah dimana orang­orang yang sedang dilanda jatuh cinta, saling mengirimkan pesan cinta dan hadiah­hadiah antara satu sama lain, yaitu hari Santo Valentine mati sebagai seorang pahlawan yang teguh mempertahankan keyakinannya. Itulah makna dibalik nama Valen­ tine Days, hari raya ini adalah merupa­ kan salah satu hari raya Bangsa Romawi Paganis (yang menyembah berhala), jadi hari Valentine ini merupakan sebutan kepada kecintaan terhadap sesembahan mereka. Adapun versi berikutnya, Valen­ tine Day’s bertujuan untuk menghor­ mati Dewa yang bernama Lupercus, yaitu Dewa kesuburan. Yang dilam­ bangkan setengah telanjang dan ber­ pakaian kulit kambing. Acara ini se­ perti pengundian pernikahan dalam jangka 1 tahun kemudian ditinggalkan begitu saja. Dan apabila sudah sendiri, mereka menuliskan namanya untuk dimasukan ke kotak undian untuk ta­ hun berikutnya/pada upacara tahun berikutnya. Tetapi banyak versi yang menyebut­ kan, awal mula Valentine Day’s ini guys, namun tidak memiliki latar belakang yang jelas sama sekali. Intinya, hari Valentine Day’s ini guys, banyak sekali yang me­

nyebutkan dilarang dalam hal perayaan­ nya. Itu menurut pandangan Islam, karena bertentangan dengan penyem­ bahan Roh Kudus ”Agama Kristen”. Namun, berbeda pandangan tentunya di agama lain. So, kita mempunyai ke­ bebasan dalam segi beragama maka kita harus saling menghargai ya kan guys! Adapun

tanggapan dari Aidil Fatan, selaku Guru SMK Mandiri Bersemi. “Saya tidak setuju dengan perayaan Va­ lentine Day’s, dikarenakan hal itu me­ nyudutkan pada perzinahan yang tidak senonoh dengan ajaran Islam,” ucap­ nya. Berbeda dengan tanggapan kawan kita yang satu ini, menurut Gilang Tri Rizki Pra­ ja Gunawan, Siswa SMK 2 Pasundan sih

seorang muslim dilarang merayakan Valentine Day’s karena ada juga di dalam haditsnya, ‘barang siapa yang mengikut­ngikut suatu kaum maka dia termasuk ke dalam kaum tersebut’, ya buat apalah ikut­ikut yang kaya gitu, menurut Gilang kasih sayang itu kita kasih tiap hari kepada orang yang kita sayangi gitu. ( job tim)

ILUSTRASI: BERITA CIANJUR/M. YANUAR GUNAWAN - FOTO: JOB TIM

KOMUNITAS PELAKU USAHA DAN PENGRAJIN ANDALAN KABUPATEN CIANJUR JL KH HASYIM NO. 29 WARUJAJAR CIANJUR

Abon Ikan Daily Fish

Aneka Makanan & Manisan Jahra

Baby Fish Ikan Mas, Tersedia Ikan Nila, H Wildan

Bandeng Crispy Pak Kamil

Telor Asin HH Cianjur, Kang Adrian

Sandal Gunung Naratas Pak Asep

Batik Cianjur Beasan

Belut Manis Produk Pak Zenal Muttaqin

Cireng Kriux Produk Tihwa

Cookies Kevin’s Kitcen

Edamame Crispy Kedelai Jepang

Youghurt Haus Milk 100% Asli

Galery Lampu Gentur Berbagai Desain dan bentuk Unik

Sambal Ikan Tongkol Krilia

Jahe Merah Siap Seduh Alghifari Herbal, Sedia Kremes Ubi Ungu

Jelly Art Cianjur Jago

Kacang Crispy Dahlia

Sagon Bakar Mel’s Cookies

Sale Kopi pak Lali Tersedia Sale Pisang

Kue Ali Muruhmuy, Tiktuk Gaul dan BangketLina Echa

Kue Semprong Kasedep Abdi Gurih dan renyah

Oleh-oleh Khas Cianjur Brownies Taucho

Opak Sadulur Bu Yani

Paladang Produksi Bu Ziyah

Pangsit & Kripik Talas Ratna Pertiwi

Pepetek Sumpia Ikan dan Abon Ikan

Aneka Snack Tradisional, Ramadhan Kue

Produk Risoles dapur Meza

Produk Souvenir Digital Printing, Rivan

Ranginang Super Enak Gurih & Renyah


BC5

GoCipanas

+Cianjur Selatan KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

Pemerintah Harus Tetap Tingkatkan Pengawasan

Keberadaan WNA tak Dapat Dipisahkan Dari Geliat Sosial Masyarakat GELIAT sosial masyarakat Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet tak dapat dipisahkan dengan keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA) asal Timur Tengah di kawasan Kota Bunga.

S

elain menjadi sumber penopang perekonomian bagi masyarakat setempat, keberadaan WNA asal Ti­ mur Tengah juga berdam­ pak negatif , seperti dengan menjadi maraknya aktivitas para wanita pen­ jaja sek (WPS) yang menawarkan jasa esek­esek kepada WNA di daerah itu “Cianjur ini daerah santri, bisa diperhitungkan sebab mereka di ne­ gara sulit dengan urusan perempuan, namun saat datang ke sini gampang,” ujar Sekretaris Desa Sukanagalih, Wawan Buldan kepada “BC” saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/2/2017). Wawan mengaku tidak tahu keberadaan WPS yang datang ke Kota Bunga dari daerah mana, na­ mun yang jelas bukan berasal dari Desa Sukanagalih. “Kami juga terus swepping dengan MUI untuk men­ jaga hal itu, hasilnya setelah dipe­ riksa ternyata bukan orang sini,” katanya.

SOSOK

NET

BERITA CIANJUR/ HERI FEBRIYANTO

Pihak desa sendiri menanggapi budaya mereka tidak terlalu mere­ sahkan, sebab ada untung dan rugi­ nya tinggal bagaimana menyikapinya saja. Namun, terkadang warga negara Timur Tengah ketika tiba di Indone­ sia berperilaku seperti di kampung­ nya sendiri. “Seperti menggunakan sepeda motor rental tidak kira­kira, makanya perlu peran aktif dari pihak kepolisian untuk menegurnya,” kata­ nya. Terkait dengan masalah pengawasan, sambung Wawan, pi­ hak desa sama sekali tidak pernah menerima laporan berapa banyak

Wawan Buldan-Sekdes Sukanagalih

akan melaksanakan pengawasan ke­ tika ada koordinasi. Namun jika tidak ada buat apa, sebab mereka sudah merupakan tanggungjawab pihak imigrasi dan memiliki perwakilan di Indonesia. “Jika memang ingin memper­ ketat pengawasan, desa juga harus dilibatkan jangan sampai hanya imigrasi saja yang mengetahui me­ reka. Karena imigrasi hanya sebatas datang dari luar negeri ke Indoensia, namun kemana­kemananya tidak tahu,” katanya. Wawan menegaskan, keberadaan warga Timur Tengah di Kota Bunga

kepala desa. “Ini merupakan du­ nia baru dan tidak semua orang tentunya akan senang dengan saya,” ujarnya, kepada “BC”, Rabu (15/2/2017). Meski begitu, dirinya te­ tap berprinsip sebagai pelayan masyarakat harus memberikan perhatian yang maksimal. Bahkan kalau perlu 24 jam dirinya siap melayani warga, bukan hanya di hari kerja tapi juga waktu libur. “Berjalan melayani masya­ rakat, karena yang namanya desa bukan seperti organisasi me­ lainkan sebuah pemerintahan yang menangani seluruh aspek pelayanan di masyarakat,” kata­ nya. Baginya, memberikan pela­ yanan kepada masyarakat tidak perlu dibeda­bedakan dan se­ mua sama rata karena memiliki hak. Tinggal kembali lagi, sebagai aparatur pemerintahan siap ti­ dak untuk berkerja maksimal bagi masyarakat. (heri)

CIPANAS­ Karang Taruna Be­ ringin Jaya, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas berencana membentuk desa wisata dengan menampilkan sejumlah poten­ si yang ada di desa itu, seperti wisata alam, kripik, dodol, dan berbagai minuman dan makan­ an berbahan dasar wortel yang banyak terdapat di wilayah itu. Ketua Karang Taruna Beri­ ngin Jaya, Dasep mengatakan, beberapa program sudah diran­ cang sebagai upaya menuju desa wisata. Seperti, pembukaan pendidikan dan pelatihan Baha­ sa Inggris, Arab serta pengena­ lan informasi teknologi kepada masyarakat. “Kenapa Bahasa Inggris, sebab Desa Sindangjaya memi­ liki potensi wisata untuk dijual. Sehingga butuh SDM yang su­ dah disiapkan untuk melayani wisatawan domestik dan man­ canegara,” kata Dasep, kepada “BC”, Rabu (15/2/2017). Selain objek wisata, bebera­ pa produk olahan berupa ma­ kanan khas Desa Sindangjaya

BERITA CIANJUR/ HERI FEBRIYANTO

juga akan dipromosikan kepada wisatawan yang berkunjung. Seperti, keripik wortel, dodol wortel dan jus wortel serta keripik lobak berikut kerajinan tangannya.

Karang Taruna Wajib Tangani Persoalaan Sosial CIPANAS­Penanganan ma­ salah sosial, menjadi salah satu fokus Karang Taruna Mandala Putra, Desa Cima­ can, Kecamatan Cipanas un­ tuk menunjukkan eksisten­ sinya di tengah masyarakat. Sehingga nantinya, karang taruna bisa menjadi wadah untuk menampung serta menangani permasalahan yang ada di masyarakat. Hal tersebut ditekan­ kan Ketua Karang Taruna Mandala Putra, NR. Anton usai kegiatan pengukuhan 57 orang anggota sub unit karang taruna di tingkat Rukun Tengga di Aula Desa Cimacan oleh Kepala Desa Cimacan, Dadan Supriatna, Rabu (15/2/2017). Menurut Anton, seba­ gai anggota karang taruna kepekaan dan kepedulian terhadap setiap permasa­ lahan yang ada ditengah masyarakat menjadi sangat

BERITA CIANJUR/ HERI FEBRIYANTO

penting. Terlebih, karang taruna dibentuk untuk membantu pemerintahan desa dan masyarakat dalam membangun wilayahnya masing­masing. “Mereka harus lebih aktif dan mem­ berdayakan masyarakat, bekerjasama dengan pihak desa serta lembaga lainnya,” katanya. Selain masalah sosial, keberadaan karang taruna

sebenarnya kebanyakan bermukim di wilayah yang masuk dalam ka­ wasan Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas. “Bukan Sukanagalih semua, karena ada juga masuk ke wilayah Batulawang. Khususnya bagi mereka yang menginap di sekitar danau, jadi harusnya antara dua desa juga ikut mengawasi kalau memang ada tu­ gasnya dan diberikan kewenangan,” tegasnya. Menanggapi fenomena dugaan banyak WPS di kawasan Kota Bu­ nga, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Deding Ishak mengatakan, tidak ada regulasi yang mengatur hal seperti

Usung Desa Wisata, Kenalkan Kuliner Khas Sindangjaya

Siap Layani Warga 24 Jam

MESKI baru enam bulan men­ jabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Sukanagalih, Kecamatan Pacet. Ternyata, Wawan Buldan sudah cukup lama mengabdikan dirinya untuk kemajuan desa dan masyarakat dengan pernah men­ jalankan tugas sebagai Ketua BPD. Bagi dirinya, banyak tantang­ an yang didapat ketika dari Ketua BPD beralih mengembang tu­ gas sebagai seorang Sekdes yang nota bene orang kedua sesudah

WNA asal Timur Tengah yang masuk ke Kota Bunga. Terlebih siapa yang berwenang untuk melaporkannya, makanya ketika ada masalah baru tahu saat sudah kejadian. “Kecamatan dan desa memang sudah membentuk tim pengawas­ an keluar masuk orang asing di daerah Puncak Pass, tapi tidak semua yang melapor hanya be­ berapa saja. Seharusnya, dari pi­ hak imigrasi dan instansi terkait lainnnya alangkah baiknya juga melaporkan orang asing yang da­ tang ke desa,” katanya. Dikatakannya, pihak desa hanya

itu namun harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Cian­ jur dan Kantor Kementerian Agama beserta dinas terkait. “Saya kira hal ini harus dibicarakan dengan kepala dingin, tetapi jangan sampai menim­ bulkan masalah hingga mengarah ke arah adanya praktek prostitusi,” ujar Deding. Namun, ucap Deding yang ha­ rus diwaspadai, jangan sampai me­ ngundang para pihak khususnya mucikari untuk berbisnis menjual wanita dengan bayaran tinggi dan sebagainya. “Hal ini harus dicegah, jangan sampai muncul praktek pros­ titusi jenis baru. Apalagi Cianjur dikenal sebagai kota santri. Kami ti­ dak bisa melarang mereka untuk da­ tang, sepanjang tidak mengganggu,” ucapnya. Ditegaskannya, pemerintah daerah beserta dinas terkait harus berembug untuk mencari solusi terbaik dalam menangani permasa­ lahan itu. Tegakkan aturan dan jika ada pelacuran jenis baru harus se­ gera ditangani oleh pihak kepolisi­ an sebagai langkah antisipasinya,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas So­ sial Kabupaten Cianjur, Sumitra me­ ngaku, pihaknya sudah beberapa kali melakukan operasi di wilayah kota Bunga dan hasilnya memang ditemu­ kan keberadaan WPS yang melaku­ kan aktivitas esek­esek di kawasan itu. “Waktu itu saya lupa bulan apa, kami dapat sampai dua mobil dan langsung dibawa ke Polda untuk di­ tangani. Ada juga warga kami (Cian­ jur­red) dan lainnya dari luar daerah, makanya kami tertibkan bagi yang terlihat melenceng dari hal­hal nor­ matif,” jelas Sumitra. (heri)

di tingkat RT juga harus menjadi solusi dalam hal penanganan masalah per­ sampahan dan keamanan lingkungan. Sehingga secara tidak langsung, kepercayaan masyarakat terhadap lem­ baga karang taruna akan se­ makin muncul. “Kita harus buktikan jika karang taruna itu ada dan berperan aktif bagi masyarakat,” katanya. Sementara itu, Ketua

Karang Taruna Cipanas, Dikdik Sadikin menjelas­ kan, jika organisasi karang taruna terbentuk karena memiliki dasar hukum yang jelas dari pemerintah. Ke­ hadirannya bisa lebih meng­ isi ruang­ruang kehidupan kemasyarakatan yang ada di desa. “Karang taruna harus menjadi wadah dan sumber untuk menempa kader kepemimpinan, seka­ ligus bisa mengidentifikasi permasalahan yang ada di­ masyarakat seperti sosial dan lainnya,” jelas Dikdik. Dirinya berharap, seluruh pengurus dan anggota ka­ rang taruna bisa lebih peduli dan peka terhadap permasa­ lahan yang muncul di tengah masyarakat. Dari mulai soal persampahan, sosial hingga keamanan. “Tunjukan kon­ sistensi dan menjadi pelopor sebagai agen perubahan di desa,” harapnya. (heri)

“Nantinya pengelolaan desa wisata berada di bawah BUMDes dan pelaksananya adalah karang taruna, makanya tamu­tamu yang menginap di hotel di wila­ yah Cipanas akan diperkenalkan

BC-IklaN KEHILANGAN STNK No Pol F 4647 WW an. Drs. H. Yeyen No Pol F 5413 ZF an. AGUS ZATNIKA No Pol F 2411 XH an. Panggih No Pol F 4137 ZK an. Anggun Gunawan No Pol F 2166 WL an. Frans Woibiri No Pol F 5997 ZK an. Supiyandi

LOKER CV Cahaya simpati membutuhkan marketing dan kolektor. Min SMP-SMA Sederajat.JK L/P, datang langsng komp. bumi mas blok B- 9 (bayubud) no 14 (085221906121 An.Tauik) Di cari manager rumah makan sunda yg berprngalaman untuk daerah tunturunan/ciranjang hub pa kim 0811179536/085692571283

Mari Beriklan di.. beritacianjur.com

Contact Person 5AAEB7F6

08971663866

selain ke Cibodas dan Gunung Gede Pangrango,” katanya. Sementara itu, Seksi Ling­ kungan Hidup Karang Taruna Beringin Jaya, Adnan ZA men­ jelaskan, konsep desa wisata yang diusung pihaknya bertu­ juan untuk mengenalkan po­ tensi alam yang ada di Desa Sindangjaya. “Intinya potensi yang ada harus dimanfaatkan dan digarap dengan maksimal, nantinya karang taruna akan bekerjasama dengan desa serta BUMDes,” jelas Adnan. Ditegaskannya, pihaknya bukan hanya sekedar mem­ berikan program namun ingin memperkenalkan kalau di Desa Sindnagjaya ada daerah tuju­ an wisata yang selama ini belum tergali. “Bukan hanya desa wisata saja yang kita promosikan, tetapi ada ikon kuliner khasnya. Maka­ nya, sosialisasi menyeluruh hing­ ga ke tingkat RT dan masyarakat menjadi sangat penting untuk te­ rus dilakukan, karena untuk me­ ningkatkan roda perekonomian,” tandasnya. (heri)

INFO IKLAN

0877 0841 3364 / 0857 9472 4178


BC6

SabaDesa! KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

Akses Jalan Wisata Alam Calingcing Rusak

BERITA CIANJUR/APIP SAMLAWI

AKSES jalan menuju lokasi wisata alam Calingcing, Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang mengalami rusak berat. Hilir mudiknya kendaraan truk bermuatan melebihi kapasitas dituding sebagai penyebab rusaknya jalan kelas III milik pemerintah Kabupaten Cianjur itu. Berdasarkan pantuan, ruas jalan kelas III milik Pemkab Cianjur, sepanjang 4,5 Km yang dimulai dari pertigaan Kampung Sipon sampai tempat wisata Cali-ngcing banyak yang berlubang mirip kubangan air disaat musim hujan, sehingga menyulitkan para pemilik kendaraan yang melintasi ruas jalan itu. Kondisi ini disesalkan warga setempat dan pengguna jalan. Bahkan Pemerintahan Desa Sindangjaya sempat menjadi sasaran kekecewaan warga. Dikatakan Undang Muhidin (56) warga Desa Sindangjaya, ruas jalan menuju lokasi wisata Calingcing sekarang kondisinya rusak berat. Banyak kubangan air ditengah jalan, apalagi disaat musim hujan seperti sekarang. Padahal ruas jalan itu sekitar dua tahun lalu sempat diperbaiki. “Ini sudah merugikan warga dan pengguna jalan. Selain kendaraanya cepat rusak juga selalu sering kesiangan masuk kerja. Kita

minta ini jadi perhatian pemerintah desa, kalau bisa segera ditanggulangi memanfaatkan alokasi dana yang ada di desa. Soalnya ini sangat pentingnya untuk diperbaiki, tegas Undang Muhidin Pada Berita Cianjur, Rabu (15/02/2017). Sementara itu, Kepala Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang Sajaroh Napi (62) tidak menampik jika ruas jalan menuju lokasi wisata Calingcing sepanjang 4,5 Km saat ini kondisinya mengalami rusak berat. Kades mengaku terkait kondisi itu pihaknya sudah berupaya melayangkan surat ke Pemkab Cianjur, meminta OPD terkait untuk segera melakukan perbaikan. “Ruas jalan itu kewenangannya ada di Pemkab Cianjur. Sebenarnya ruas jalan tersebut, 2 tahun yang lalu pernah diaspal yang dilaksanakan pihak ketiga (Rekanan ). Selain melayangkan surat ke Pemkab, upaya yang sudah kita lakukan dilapangan melakukan pengurugan jalan, memanfaatkan dana Pendapatan Asli Desa (PADes) maupun gotong royong bersama warga setempat,”beber Sajaroh. Sajaroh menduga, rusaknya ruas jalan tersebut akibat padatnya arus lalulintas, khususnya kendaraan besar sejenis truk dengan muatan tonasenya melebihi kapasitas. (apip)

SSL Ajang Mempromosikan Produk Lokal PROGRAM Syiar Saba Lembur (SSL) tak hanya mendorong percepatan pembangunan di wilayah desa. Melalui kegiatan kunjungan Bupati Cianjur itu, pemerintah desa bisa memanfaatkannya sebagai ajang promosi produk lokal masyarakat setempat.

D

ikatakan Ketua Forum Pecinta Wisata Cianjur, Devi Maulana, kunjungan Bup­ ati ke desa seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah desa. Mela­ lui kunjungan itu, setiap desa bisa menunjukan potensi lo­ kal yang dinilai pantas untuk dikembangkan dan menjadi komoditas unggulan desa se­ tempat. “Potensi lokal itu tidak hanya tempat­tempat wisata saja, tapi kerajinan ataupun hasil karya masyarakat setem­ pat yang menjadi andalan juga bisa dipromosikan,”ujar Devi kepada Berita Cianjur, Selasa (14/2/2017). Apalagi dalam kunjungan­ nya ke desa­desa, kata Devi, Bupati selalu menyertakan beberapa Organisasi Perang­ kat Daerah (OPD) yang me­ nyangkut langsung dengan

pelayanan masyarakat. Menu­ rutnya, andaikata pemerintah desa bisa jeli, kunjungan itu bisa menjadi momentum yang bagus untuk berkomunikasi secara langsung dengan OPD terkait soal potensi lokal yang menjadi andalan. “Kepala desa atau ma­ syarakat kan bisa berkonsul­ tasi langsung dengan OPD terkait. Misalkan untuk soal produk lokal itu bisa langsung dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Sedangkan potensi wisata dengan Dinas Pariwsata, ”jelasnya. Devi menambahkan, se­ lain memanfaatkan momen­ tum itu, pemerintah desa juga bisa memanfaatkan jalur Dinas Pemberdayan

Masyarakat dan Desa. “Pemerintah desa bisa melapor­ kan potensi desa yang ada di daerahnya ke DPMD langsung atau melalui kecamatan. Sehing­ ga potensi desa bisa didata dan dikaji oleh Pemerin­ tah Daerah melalui OPD terkait,”terangnya. Ditemui terpisah, Kepa­ la Dinas PMD, Tedy Artiawan mengatakan, untuk pengem­ bangan potensi lokal yang ada di desa, pemerintah desa se­ tempat bisa melaporkannya ke masing­masing kecamatan untuk didata dan selanjutnya akan ditampung di DPMD. “Setelah terdata di

IST

DPMD, nantinya akan kita salur­ kan ke OPD terkait yang membidangi potensi lokal itu. Kalau soal wisata itu ke Dinas Pariwisata, untuk produk lokal itu bisa ke Dis­ perindag dan Koperasi,”ujar Tedy. Menurutnya, dengan ber­ basiskan data, tentunya ini akan memudahkan pemerin­ tah daerah untuk menindak­ lanjuti. Paling tidak berdasar­

kan data itu pemerintah bisa memprioritaskan potensi mana yang akan digarap terle­ bih dahulu. “Tidak menutup kemung­ kinan, setelah dikaji dan dini­ lai tim dari pemerintah kalau memang potensinya bagus dan bisa mendorongpereko­ nomian masyarakat bisa se­ gera ditindaklanjuti,”ucapnya. (nuki)

CIDADAP KECAMATAN CAMPAKA DIMASA DEPAN

Bupati Dekatkan Pelayanan Publik FENOMENA atas layanan terhadap masyarakat di Kabupaten Cianjur saat ini masih mengalami hambatan mau­ pun kendala disebabkan antara lain : Layanan akan akses perhubungan dan komunikasi ; Pertumbuhan eko­ nomi, Kehidupan sosial, Kehidupan budaya, Sarana dan Prasarana infra­ struktur ( jalan, Jembatan, Irigasi), Layanan akan akses kesehatan, Layan­ an akan akses pendidikan, Layanan akan akses kelistrikkan, Layanan akan akses telekomunikasi, Layanan akan akses pengolahan hasil bumi maupun pemasaran produk hasil bumi belum memadai, belum berlangsung optimal, memudahkan interaksi dan belum seimbang. Karenanya harus ada suatu lang­ kah­langkah yang strategis dalam pe­ nanganannya dengan suatu terobosan program konkrit agar penataan layan­ an yang bertahap, berimbang, merata serta terpadu di setiap wilayah dapat terwujud, bahkan laju pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahtera­ an masyarakat dapat untuk semakin dirasakan manfaatnya. Maka menurut Kepala Desa Cida­ dap H.Bunyamin bahwa hal itu, sesuai sebagaimana yang telah diatur dalam Undang­Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Dae­ rah, Pemerintahan Kabupaten Cianjur kepemimpina Bapak Bupati Cianjur Dr.H Irvan Rivano Muchtar, S.IP., M.Si atas berbagai fenomena kesenjangan tersebut diatas, dengan melalui pro­ gram Sapta Cita yang dilaksanakan melalui kegiatan Saba Lembur telah kami rasakan secara bertahap, langkah strategis ini, tampak untuk mengatur dan mengurus daripada urusan peme­ rintahannya dengan mengedepan­ kan akan kepentingan masyarakat dengan mengapresiasi atas prakarsa masyarakatnya serta melaksanakan pelayanan dasar untuk memenuhi ke­ butuhan dasar warga masyarakatnya de­ ngan mempertimbangkankarakteristik, potensi, dan kebutuhan daerah, secara

rasional,realistis, efektif dan efisien. Sehingga dalam melaksanakan perwujudan daripada penyelarasan dalam penyelenggaraan pelayanan pemerintahan tersebut, dikatakan Dr.H Irvan Rivano Muchtar, S.IP., M.Si secara administrasi yang terbagi ke dalam tiga (3) wilayah bagian yakni Wilayah Cianjur Bagian Utara, Wilayah Cianjur Bagian Tengah dan Wilayah Cianjur Bagian Selatan perlu mendapatkan penanganan, perhatian dan penataan dengan sistematik, komprehensif, di dukung alokasi penganggaran yang memadai serta tergradualkan agar berbagai program prioritas yang akan di realisasikan atau digulirkan ke depan semakin bisa menggali dan meng-

optimalisasikan akan berbagai potensi sumber daya yang berada, dimiliki serta tersimpan di wilayah Cianjur Bagian Tengah dan Cianjur Bagian Selatan. Upaya pemenuhan perwujudan harapan masyarakat di Wilayah Cianjur Bagian Selatan dan Wilayah Cianjur Bagian Tengah, ujara Dr.H Irvan Rivano Muchtar, S.IP., M.Si bahwa untuk dapat menikmati juga berbagai pelayanan secara lebih dekat dan menumbuh kembangkan akses keterjangkauan akan hasil pembangunan yang seimbang. Karenanya kebijaksanaan langkah strategis yang harus diambil untuk menyelesaikan fenomena yang komplektebel tersebut, perlu melakukan terobosan yang komprehensif atas

pemindahan penyelenggaraan pelayanana pemerintahan dari yang saat di berada di Kecamatan Cianjur akan direlokasikan ke wilayah Cianjur Bagian Tengah, tepatnya di Desa Cidadap Kecamatan Campaka. Maka intensitas dinamika perubahan sosial, pertumbuhan penduduk, perkembangan budaya, budaya usaha serta percepatan laju pertumbuhan ekonomi bisa semakin terurai dan tersebar, tidak terfokus di Kecamatan Cianjur saja. Sehingga percepatan pemindahan penyelenggaraan pelayanan pemerintahan tersebut, berdasarkan dari kondisi data eksisting peneylenggaraan adminstratif pemerintahan tersebut, tentunya pelaksnaannya harus atas

dasar pendekatan “Model Kebijaksanaan Klaster” kewilayahan di Desa Cidadap Kecamatan Campaka, baik secara georafis, demografis, topografi, ekologi maupun tata struktur ruang wilayah sangat mendukung dan signifikan atas hipotesis analogi penunjukkan dan pemilihan lokasi daripada pusat penyelenggaraan pelayanan pemerintahan Kabupaten Cianjur tersebut untuk berada diwilayah Cianjur Bagian Tengah tadi. Dari upaya langkah strategi penerapanitulah, ujar Dr.H Irvan Rivano Muchtar, S.IP., M.Si pendekatan model kebijaksanaan klaster seperti ini, seluruh potensi daerah di Desa Cidadap Kecamatan Campaka dan Kecamatan yang menjadi penyangga di sekitarnya dalam wilayah Pemerintahan Kabupaten Cianjur dapat teridentifikasi datanya secara akuntabel, tampak baik yang berhubungan dengan akses jarak tempuh Desa, Kecamatan serta Kabupaten yang semakin dekat. Juga potensi sumber daya alam yang berada di masing-masing wilayah kecamatan yang asri dan tersimpan bisa tergali ataupun termanfaatkan secara optimal. Bahkan keterwujudan keselarasan berbagai fasilitas infrastruktur, pemberdayaan masyarakat atas berbagai potensi keterampilan yang dikuasai dan dimilikinya sangat besar serta pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa saling menopang atau memperkuat dalam mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat yang hendak dikembangkan dan dicapai secara kontinyu merata, terintegrasi, serta terpadu, sejak dari mulai membuat rencana program pembangunannya hingga memperoleh hasil manfaat daripada pembangunan tersebut. Begitu juga ujar Dr.H Irvan Rivano Muchtar, S.IP., M.Si bahwa anggaran yang dikelola pemerintah Kabupaten Cianjur dalam APBD Cianjur akan semakin dapat tepat sasaran dan dihemat terutama dalam pengalokasian pada pembayaran beban pembayaran listrik yang digunakan pemerintahharus secara lebih efektif dan efisien.(adv/diskominfo)


BC 7

Cianjur News+

KAMIS, 15 FEBRUARI 2017

... Cianjur Kehilangan PAD Miliaran Rupiah

... Lagi, Bandar dan Pecandu Sabu Dibekuk DARI HAL 1...

DARI HAL 1...

Harus diakui, pembiaran terhadap usaha illegal itu, tekah membuat Cianjur ke­ hilangan PAD ratusan juta rupiah,” kata Harry me­ nyikapi makin maraknya, usaha liar penyewaan villa di kawasan wisata puncak Cianjur, belakangan ini.  Harry mengaku bingung dengan sikap pemerintah yang berkutat dalam upaya mencari peluang PAD baru untuk menambah pundi kas keuangan daerah. Sementa­ ra, potensi pendapatan yang begitu kasat mata, dibiarkan bahkan jadi lumbung duit pihak tertentu, yang menge­ lola usaha penyewaan villa illegal di beberapa kawasan elit di Cipanas. Menurut Harry, satu­satunya jalan agar ke­ hilangan PAD bisa segera ditangulangi, Pemkab ha­ rus berani menerapkan pa­ jak progresif tadi. Kalau diam seperti ini terus, ja­ ngan harap Pemkab memi­ liki daya gedor kuat dalam membenahi carut marutnya masalah tata kelola peru­ mahaan elit alias villa di Cipanas dan sekitarnya.

Harry menegaskan, Pemkab juga harus berpikir keras tentang kelangsungan Hotel yang selama ini ber­ operasi dengan ijin resmi dan menjadi penyetor pa­ jak yang taat. Saat villa jadi hunian yang bisa disewa, apalagi dengan harga ren­ dah, sudah bisa dipastikan mengancam kelangsungan Hotel di Puncak Cianjur. Lebih jauhnya dikatakan Harry, kalau pemerintah ha­ nya menagih PBB saja untuk Villa, nilai tidak seberapa dengan pendapatan sewa yang diperoleh broker dan pemilik villa itu sendiri. Apa­ lagi, perputaran uang hasil sewa villa, lebih banyak di luar Cianjur, karena hampir 100 persen pemilik villa di Cipanas, warga ibu kota.   Masih kata Harry, tak perlu menutup mata, seba­ gian hasil dari penyewaan villa sekarang masuk ke kantong­kantong pihak ter­ tentu yang membekingi ke­ giatan ini. Kondisi seperti itu, lanjutnya, sudah sepan­ tasnya dihentikan, tidak peduli siapa yang berada di belakang permainan sewa villa liar ini. Berdasarkan hasil pe­

nelusuran Harian Berita Cianjur, usaha sewa villa liar semakin terbuka dilaku­ kan banyak pihak di Puncak Cianjur.    Bahkan dengan leluasa, pihak yang me­ ngambil keuntungan dalam bisnis illegal ini, memasang website yang menawarkan jasa penyewaan villa murah di Kawasan Puncak Cianjur.    Salah satunya situs de­ ngan alamat url  https:// www.airbnb.co.id,  dengan trang­trangan menawarkan jasa haram ini, terutama bagi wisatawan Arab yang hendak berlibur di Puncak Ciannjur.    Dalam situs itu dilansir untuk ukuran villa dengan kafasitas delapan orang dan fasilitas cukup lengkap di Kawasan Kota Bunga, Cianjur, dibandrol dengan harga Rp, 1.998.650/ malam.   Sementara untuk be­ berapa villa dengan kafasi­ tas kecil, dibandrol dengan harga minimal 500 ribu/ malam. Hingga saat ini, bi­ nis penyewaan villa menjadi salah satu usaha paling mu­ dah dilakukan warga dan pi­ hak lainnya.   Berdasarkan data dari berbagai sumber, disebutkan

ada sekitar belasan ribu Villa di Kawasan Puncak Cian­ jur.    dalam satu hari villa yang disewakan bisa menca­ pai ratusan villa, bahkan da­ lam momentum tertentu, se­ perti Hari Libur keagamaan dan Tahun Baru, semua villa di Kawasan Puncak bisa pe­ nuh terisi dengan harga dua kali lipat bahkan lebih. Jika dihitung sederhana saja, kalau ada sekitar 10 ribu villa yang ada di Kawasan Puncak Cianjur, dan diwa­ jibkan membayar pajak pro­ gresif sebesar 500 ribu/bu­ lan,  maka Kabupaten Cianjur akan mendapatkan tambahan PAD sebesar  5 miliar/bulan Terpisah, Manager Kota Bunga Cianjur, Franky membantah keterlibatan management dalam usaha sewa menyewa villa. Ke­ giatan itu, tandas Frangky, dilakukan oknum warga dan penjaga serta pihak lain di­ luar management.   “Jadi kami tidak tahu soal sewa villa di kawasan kota bunga ini. selama ini, management tidak pernah sama sekali terlibat dalam usaha itu,” bantahnya saat dikonfirmasi beberapa wak­ tu lalu. (rustandi)

... KPU Ajak Warga DKI Tunggu Hasil Resmi DARI HAL 1...

yang dilakukan Komisi Pe­ milihan Umum (KPU) sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah me­ ngingatkan hitung cepat bu­ kan hasil penghitungan resmi penyelenggara. Menurut Ferry, lembaga pelaksana hitung ce­ pat juga harus menyampaikan hal tersebut ke publik sebagai bentuk pertanggung jawaban.  “Mereka harus menyata­ kan bahwa hitung cepat hanya bersifat perkiraan dan bukan hasil resmi KPU,” ujar Ferry di Jakarta pada Selasa, 14 Febru­ ari 2017 kemarin. Ferry menuturkan, lemba­ ga penyelenggara hitung cepat juga berkewajiban menyam­

paikan informasi kepada pub­ lik tentang sumber dana dan metodologi yang digunakan. Selain itu yang terpenting lem­ baga survei hanya diperbole­ hkan menyiarkan hasil hitung cepatnya dua jam setelah TPS ditutup dimasing­masing dae­ rah penyelenggara pilkada.  “Mereka juga harus berizin serta berbentuk lembaga pe­ nyiaran dan lembaga sur­ vei yang telah memperoleh izin dari KPU,” tutur Ferry. Sebagaimana diketahui KPU bersama Badan Pengawas Pe­ milu (Bawaslu) dan Komisi Penyiaran Indonesia (KIP) te­ lah membuat pedoman gugus tugas pengawasan dan peman­ tauan pemberitaan penyiaran dan kampanye pilkada.  Dalam pengaturannya di­

sebutkan tentang tata cara hi­ tung cepat yang harus ditaati oleh lembaga survei maupun lembaga penyiaran. “Dan yang perlu diingat bahwa hi­ tung cepat bagian dari aktivi­ tas partisipasi masyarakat da­ lam pilkada,“ tambah Ferry. Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPRR) Masyku­ rudin Haidz mengatakan, hi­ tung cepat pada dasarnya me­ rupakan ruang kontrol dari masyarakat untuk mengetahui hasil objektif yang nanti disam­ paikan penyelenggara pemilih­ an. Hitung cepat juga bisa men­ jadi pertimbangan bagi publik dalam mengetahui calon pe­ mimpin yang terpilih nanti.  “Tapi catatannya kalau hasilnya sama, kalau bedanya

tidak jauh,” ujar Masykurudin. Namun yang menjadi persoal­ an, lanjut dia,  ketika banyaknya lembaga survei yang melaksana­ kan hitung cepat memunculkan hasil pilkada yang berbeda.  Apalagi jika perbedaan itu cukup signiikan dan me­ munculkan juara yang ber­ beda. “Kalau bedanya jauh bahkan kemenangan beda­ beda maka itu akan memicu ketegangan baru,” ucap Masykurudin. Berbeda ketika banyaknya lembaga survei yang melak­ sanakan hitung cepat namun menampilkan hasil yang beda tipis. Maka menurut Masyku­ rudin ada saling korektif antara lembaga yang melaksanakan aktivitas ilmiah tersebut. (net/ rustandi)

... Jalan dan Jembatan Penghubung Cianjur-Bandung Ambrol DARI HAL 1...

Rukman, salah seorang warga yang berhasil dihubungi Berita Cianjur menjelaskan, ambrolnya Jembatan yang menjadi satu­satunya akses warga, terjadi sekitar pukul 2,00 WIB, Selasa (14/2/2017) kemarin. Saat itu, hujan cukup deras mengguyur sebagian be­ sar daerah di Pasirkuda, hingga membuat arus sungai meng­ alami peningkatan. “Kalau pas ambrolnya, me­ mang tidak ada warga yang mengetahui. Namun diper­ kirakan, memang terjadi seki­ tar pukul 02.00 WIB, karena sebelumnya masih ada bebera­ pa warga melintasi jembatan,” jelas Rukman yang dihubungi

melalui saluran telepon pri­ badinya, selasa kemarin. Rukman menggambarkan, saat ini kondisi jembatan su­ dah tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, terlebih sebagian badan jalan ikut ambrol disaat bersamaan. Agar warga Karang­ jaya dan Cipelah masih tetap bisa berkomunikasi, jembatan yang sudah hancur dipasang pa­ pan untuk melintas. Menurut Rukman, ketim­ bang kondisi jembatan, keru­ sakan justru lebih parah terjadi pada badan jalan. Kondisinya, hampir habis tergerus ke su­ ngai, hingga menyulitkan warga untuk beraktivitas. Padahal, se­ bagian warga di Karangjaya, do­ minan menjual hasil bumi per­ tanian ke wilayah Kabupaten

Bandung, melalui akses jalan yang sekarang terputus. Warga lainnya Mukmin mengaku, putusnya akses jalan yang menghubungkan Kabu­ paten Cianjur dan Bandung, membuat warga kerepotan un­ tuk menjalankan rutinitas se­ hari­hari. Selama ini, aktivitas harian warga di Karangjaya, le­ bih banyak dilakukan di daerah Kabupaten Bandung, karena jarak tempuh dengan pusat ke­ ramaian termasuk pasar tradi­ sional, lebih dekat. “Daerah terdekat di Kabu­ paten Cianjur hanya Kecama­ tan Pagelaran, dengan waktu tempuh perjalanan membutuh­ kan kurang lebih tiga jam. Se­ mentara ke daerah Kabupaten Bandung, hanya butuh 20 meni­

tan saja,” terangnya. Masih kata Mukmin, am­ brolnya jembatan dan jalan sekarang, juga menyulitkan anak­anak sekolah yang ber­ sekolah di Desa tetangga yang sudah masuk ke daerah admi­ nistrasi Kabupaten Bandung. Sebelum ada papan untuk melintas, anak sekolah ter­ paksa meliburkan diri. Mukmin juga berharap, Pemkab Cianjur segera mem­ perbaiki kondisi jalan dan jem­ batan, sehingga kembali bisa dipergunakan warga untuk beraktivitas. “Sementara ini, mungkin kami sebagai warga akan berusaha, membuat per­ lintasan sementara yang aman untuk dilintasi kendaraan,” aku­ nya. (rustandi)

... Kembali Dilamar Setelah Lama Menjada DARI HAL 1...

hidupku bersamamu, @ang­ gipratama142,” ujar Stevianne Agnecya melalui keterangan foto. Tampak senyum semri­ ngah menghiasi wajahnya. Tak hanya itu, Stevianne Agnecya juga mengunggah se­ buah video yang menunjukkan momen manis tersebut. “Ya, sayang. Kamu tak pernah ga­ gal membuatku kagum,” tulis Stevianne Agnecya melalui ke­ terangan video.

Mendadak sontak berbagai ungkapan bahagia dan ucapan selamat membanjiri kolom ko­ mentar media sosial pribadi­ nya itu. “Omg congratsssss stevvvvv happy terus yaaa,” tu­ lis @agnes_sukianto. “yeay!!! Finally! Congrats stevieeee! Makin hepi yaaaa,” sahut @ aelke Stevianne Agnecya dan sang kekasih berpacaran be­ berapa waktu setelah dirinya resmi bercerai dari  Samuel Rizal, Februari 2016 lalu.

Kabar pernikahan mereka pun telah berembus lama se­ telah munculnya berbagai foto pre­wedding di halaman Instagram pribadi Stevianne Agnecya. Sebelumnya sempat he­ boh baru 3 bulan berstatus janda, Stevie kembali heboh­ kan jagad hiburan. Kali ini ia terlibat perseteruan dengan artis cantik Angel Lelga. Ti­ dak hanya itu, tak lama sete­ lah bercerai, lagi­lagi Stevie membuat gemas para peng­

gemarnya. Bagaimana tidak, ia sering mengunggah foto­ foto mesranya bareng Anggi. Banyak yang iri dengan ker­ omantisan kedua pasangan ini. Apalagi ketika mereka melakukan foto prewedding yang katanya menghabiskan waktu dua hari dua malam. Melihat potret mesra ter­ sebut, netter pun berangga­ pan jika Stevie sudah bisa move on dari Sammy dan se­ rius pacari pilot ganteng ini. (net/rustandi)

Bandar dan Pecandu Sabu serta Ganja.   Kepala BNN Kabupaten Cianjur, Hendrik, kepada awak media mengkonir­ masikan, para tersangka di­ tangkap di lokasi dan waktu yang berbeda.    Tersangka berinisial  EL (40) dan JN (21) berikut tiga orang pe­ rempuan    SL (17), AI (30) dan IM (28),  ditangkap hari Senin (13/2/2017) di Kam­ pung Ciajag, Desa SIrnagalih, Kecamatan Cilaku.   Setelah dilakukan test urine, SL yang ikut dibawa ke kantor BNN Kabupaten Cianjur di Jalan KH. Abullah Bin Nuh, dipulangkan sete­ lah hasil test urine dinyata­

kan negative mengkonsumsi Narkoba baik jenis sabu mau­ pun ganja. Sementara empat orang lainnya, tetap ditahan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Jumlah BB Narkotika yang berhasil diamankan, Sabu siap edar bruto seberat 46,16 gram serta Ganja se­ berat (bruto) 2,32 gram,” kata Hendrik saat melakukan gelar perkara di Kantor BNN Cianjur, sekaligus memper­ lihatkan barang bukti yang berhasil diamankan.   Hendrik menambahkan, setelah dilakukan pengem­ bangan dari keterangan ter­ sangka EL, tim cepat BNN Cianjur, kembali menangkap dua orang tersangka bernisial DN (21) dan DD (25) yang se­ dang menempel Shabu, di ja­

lan Raya Sukabumi , tepatnya di Kampung Rancagoong, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku. “Kedua tersangka, kita tanggkap tidak lama setelah penangkapan pertama. Ke­ dua tersangka ini, jelas di­ tangkap saat sedang menge­ darkan sabu di Kabupaten Cianjur, dengan cara ditem­ pel. Keduanya, langsung di­ giring ke Markas BNN Cian­ jur,” bebernya   “Total BB yang berhasil diungkap BNNK Cianjur se­ berat 56,22 gram Sabu siap edar) dan 2.32 gram ganja. Ddengan gagal edarnya ba­ rang bukti itu, BNNK Cianjur telah menyelamatkan 500 orang dari bahaya penyalah gunaan Narkoba,” pungkas­ nya. (rustandi)

... Perayaan Cap Go Meh Berlangsung Meriah DARI HAL 1...

Berdasarkan ritual yang menggunakan Sio Pieh, Ko Weweh mendapat restu un­ tuk menjabat Ketua Kegiatan yang dilaksanakan di Vihara.  Terkait soal rencana awal kegiatan yang hanya dilak­ sanakan di lingkungan Vihara, Lucas membenarkan masalah itu. Namun dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Cap Go Meh bisa dilaksanakan di Mangunsarkoro, meski jarak terbatas hanya 200 meter. Termasuk mempertimbang­ kan animo masyarakat yang membludak. “Memang sebelumnya, Perayaan Cap Go Meh hanya dilakukan di dalam Vihara. Kami juga awalnya tidak in­ gin, perayaan ini merusak ta­ man yang baru saja di bangun Pemerintah Kabupaten Cian­ jur. Tapi karena begitu besar harapan masyarakat terlibat dan ingin menyaksikan acara, akhirnya kita mendapat ijin untuk keluar,” katanya   Menurutnya, jumlah umat Vihara hanya seratusan tetapi melihat yang hadir un­ tuk keturunan Tionghoa se­ kitar 300 orang yang berasal dari Sukabumi dan Bogor. Sebagian besar hanya berkun­ jung dan turut merayakan Cap go Meh di Cianjur, saling mengunjungi, begitu pula yang dari Cianjur juga kema­ rin berkunjung ke perayaan Cap Go Meh Bogor dan Suka­ bumi.   Ia Menjelaskan acara di­ mulai dengan Barongsai dan peragaan Liong dan dilanjut­ kan dengan menggotong Joli. Joli pada Cap Go Meh simbo­ lis Dewa­dewa, atau bisa juga

disebut Nenek Moyang, pah­ lawan atau orang bijaksana yang disucikan. Joli pada pe­ rayaan Cap Go Meh di Vihara ada tiga yaitu, Dewi Kwan Im, Ho Tek Bio atau Hok Tek Cen Sin dan Co Su Kong.   “Ho Tek Bio adalah tuan rumah Cap Go Meh ini, dan Co Su Kong adalah Dewa yang berwajah Hitam. Sebenar­ nya ada sebelas altar dewa tetapi hanya tiga dewa yang digotong menggunakan Joli karena sudah tradisi dari du­ lunya,” ujarnya.   Mendetail, Lucas men­ jelaskan selain 3 dewa ter­ sebut, adapula Ketuhanan Yang Maha Esa, Altar Tiga dewa, Kwan Kong, Dewa Uang atau Dewa Rezeki, Sien In Kupoh dan Seng Buninio. Seluruh dewa memiliki se­ jarah historis yang melatar belakangi. Sebagai contoh Kwan Kong merupakan se­ orang Jendral perang yang sangat disegani, baik hati dan bijaksana.   “Sien In Kupoh merupa­ kan tuan rumah Vihara yang di Karawang, disini juga ada, tetapi bukan tuan rumahnya, Disini tuan rumahnya Ho Tek Bio, Bio itu artinya VIhara dan saat ini sudah diganti nama­ nya menjadi Vihara Bhumi Pharsjia,” jelasnya.   Tiga Joli pada perayaan Cap Go Meh, seluruhnya di­ hiasi dengan bermacam jenis bunga, Mawar, Tulip, Crisan, Orchid yang nati pada akhir acara akan menjadi rebutan warga Tiong Hoa yang hadir, untuk mengharapkan rejeki, terutama bagi yang usahanya serdagang.   “Joli dapat digotong oleh siapa pun baik wanita atau

pria, kecuali Joli Dewi Kwan Im harus digotong oleh wa­ nita saja, tidak dibenarkan laki­laki mengangkatnya. Itu yang menjadi tradisinya dari dulu hingga sekarang,” kata­ nya.   Pukul 21.00 WIB karena semakin membludaknya pe­ nonton hingga pergerakan di dalam Vihara sudah sangat terbatas akhirnya perayaan Cap Go Meh mendapatkan ijin melangsungkan aca­ ra hanya di ruas jalan depan Vihara. Barongsai dan Liong (naga Emas) juga di hadirkan kembali yang sebelumnya di­ tiadakan mengingat ruangan Vihara yang tidak cukup un­ tuk menampilkannya.   Penonton semakin an­ tusias, Tuti (42), warga jalan Arif Rahman Hakim, yang se­ dang menggendong anaknya, sengaja datang untuk melihat atraksi yang bisanya menyer­ tai perayaan Cap Go Meh.   “Saya dengan keluarga awalnya tidak mengetahui ada Cap Go Meh malam ini, tetapi karena ada suara ramai genderang akhirnya saya ke­ sini sekeluarga, tadi susah se­ kali masuk ke dalam Vihara, penuh banget, kalau di luar seperti ini jadi lebih mudah nontonnya,” ungkapnya. Tak Pelak diakhir acara bunga yang menghiasi Joli jadi rebutan warga keturunan Tiong Hoa. Meskipun panitia sudah memperingati warga akan bahaya listrik yang di­ gunakan sebagai sumber daya lampu hias pada setiap Joli, namun warga yang berebut tidak mengindahkannya. Pa­ nitia hanya bisa pasrah me­ nunggu kerumunan ber­ henti.  (wawan)

... Belasan Pelajar Diangkut Polisi ke Mapolres DARI HAL 1...

tajam berupa cerulit. Sebelum dimanakan, terang Erick, para pelajar sempat melarikan diri dari kejaran polisi. Beruntung, berkat kesigapan petugas di lapangan, belasan pelajar bisa diamankan. Paling penting­ nya, penangkapan ini telah mengagalkan aksi tawuran yang mungkin telah mereka rencanakan sebelumnya. “Sempat terjadi kejar­ke­ jaran juga antar petugas polisi dan para pelajar yang diaman­ kan. Malah saat digeledah, kita dapati tiga pelajar mem­ bawa senjata tajam dan lang­ sung diamankan polisi,” kata Erick saat dihubungi awak media, kemarin. Erick mengungkap, pe­ nangkapan terhadap belasan pelajar dari salah satu SMK di Cianjur itu, bermula saat pe­ tugas kepolisian yang sedang

patrol, melihat seorang sopir angkutan kota yang seperti mencoba menghindari dari aksi jago­jagoan para pelajar. “Ternyata benar saja, saat didekati petugas para pelajar sedang menyisir semua ang­ kutan kota yang lewat. Ke­ mungkinan, mereka sedang mengincar pelajar lainnya dari beda sekolah yang berada di atas angkutan kota,” jelas Erick. Sementara itu, Jajang sa­ lah seorang pemilik warung di Jalan Jebrod, mengaku melihat langsung para pela­ jar yang sedang menyisir ang­ kutan kota. Bahkan, beberapa pelajar sempat mengacung­ ngacungkan cerulit yang di­ bawanya. Menurut Jajang, gerom­ bolon pelajar SMK yang ter­ tangkap kemarin, bukan kali pertamanya melakukan aksi serupa di Jalan Jebrod. Bahkan, aksinya kerap membuat warga yang melintas menjadi takut.

“Meski sering dilakukan, tapi aneh sepertinya dibiar­ kan begitu saja sama pihak sekolah. Saya yakin, tinda­ kan pelajar ini diketahui guru mereka. Kalau sekolah mau peduli, sepertinya aksi se­ perti kemarin itu, tidak perlu terjadi,” cetus Jajang. Jajang bahkan meminta, pelajar yang membawa ce­ rulit diberi sanski berat, ter­ masuk kalau tidak mungkin lagi bisa didik, segera dike­ luarkan pihak sekolah. Selain hanya membuat onar saja, siswa yang berprilaku seperti itu, hanya akan membahaya­ kan pelajar lainnya. “Sebagai antisifasi ke­ jadian yang tidak diinginkan, mening sekolah memberhen­ tikan pelajar yang ketahuan suka tawuran, apalagi dengan membawa senjata tajam yang bisa mengancam keselama­ tan nyawa orangh lain,”usul Jajang. (rustandi/angga)  


twitter @berita_cianjur

facebook beritacianjur.com

HOTLINE : 0263-2283283 Klik! beritacianjur.com

BC8 KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

Potensi Andalan Masyarakat

Buah Melon Desa Kubang, Kecamatan Pasirkuda Tembus Pasar Asia SIAPA yang bisa menyangka, kalau hasil pertanian masyarakat di Desa Kubang, Kecamatan Pasirkuda, Cianjur Selatan, sanggup menembus pangsa pasar asia.

P

adahal, selama ini masyarakat kota beranggapan, daerah yang bera­ da jauh menjolak dari kawasan kota, hanya bisa menghasilkan produk pertanian alakadarnya un­ tuk memenuhi kebutuhan dapur sehari­hari Melon, ya varietas buah melon yang dikembangkan masyarakat di Desa Kubang, sudah diakui kualitasnya oleh masyarakat Asia. Ke­ berhasilan mengembang­ kan buah melon, terbukti menjadi bantalan ekonomi petani di sana. Setidaknya, dengan harga yang lebih sedikit mahal, ketimbang dijual ke pasar lokal, Petani Desa Kubang, bisa menik­ mati hasil lebih layak. Kades Kubang Misbah, mengungkapkan, selama ini melon yang dihasilkan dari pertanian rakyat di Kubang, terdistribusi ke Malaysia, Singapura bahkan Jepang. Terkait pengiriman, ma­

syarakat biasanya menjual ke penampung yang telah dipercaya sejumlah perusa­ haan pemesan dari luar ne­ geri. Melon yang dipanen, spesifikasinya telah diten­ tukan, agar tidak ada buah yang dikembalikan akibat tidak memenuhi standar. “Tentu ini menjadi ke­ banggaan tersendiri bagi desa kami yang berada be­ gitu jauh dari Kota Cianjur. Bahkan, kedepan ada hara­ pan agar pertanian melon yang selama ini dikelola petani, jadi bagian Bumdes,” kata Misbah saat dihubungi wartawan belum lama ini. Meski begitu, Misbah mengakui, kondisi cuaca yang tidak bisa ditebak se­ perti sekarang, jadi kendala dalam mempertahankan pertanian buah melon di Kubang. Tingginya intensitas hujan yang turun beberapa bulan terakhir ini, berimbas pada kualitas buah melon yang dihasilkan petani. Tak jarang, petani mengelus

BERITACIANJUR/ RUSTANDI

dada, karena hasil panennya tidak bisa begitu maksimal. Misbah mengakui, perta­ nian melon memang sedikit lebih ekslusif karena buah

LPDB Syariah Lebih Cocok Dibandingkan Kredit Usaha Rakyat

NET

PERHIMPUNAN Baitul Mal wat Tamwil menilai skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) tidak cocok untuk diterapkan bagi koperasi sya­ riah atau BMT. Skema yang lebih cocok diterapkan untuk mendorong bisnis BMT yak­ ni pembentukan unit syariah Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Ketua Umum Perhimpu­ nan Baitul Mal wat Tamwil Indonesia (PBMTI) Joelarso menilai, subsidi bunga KUR atau margin imbal hasil yang diberikan pemerintah hanya cocok diterapkan kepada per­ bankan. “Kalau masih dengan skema seperti yang sekarang ini, koperasi belum bisa ikut menyalurkan KUR,” ujar Joelarso pada Republika, Rabu (15/2/2017). Joelarso menuturkan, bisnis koperasi mengandal­ kan dana yang disimpan dari anggota, dan memiliki biaya dana (cost of fund) yang tinggi. Oleh karena itu, akan sulit bagi koperasi menyalurkan kredit dengan bunga murah seperti melalui skema KUR. “Di koperasi nggak mung­ kin karena cost of fund di koperasi tinggi. Melemparnya kalau bunga rendah, koperasi malah menghancurkan pasar sendiri. Padahal tidak semua anggota bisa dikasih KUR. Jadi pasar mikro malah hancur,” tutur Joelarso. Namun menurut Joelarso hal tersebut dapat terlaksana apabila skema pembiayaan yang dilakukan mengguna­ kan dana bergulir yang di­ berikan pemerintah, bukan sekadar subsidi bunga. Un­ tuk itu, ia meminta pemer­ intah agar menambah modal LPDB serta segera memben­

tuk unit syariahnya. “Koperasi dengan LPDB sudah oke secara sistem, tapi masih campur dengan kon­ vensional. Kami minta berilah modal tambahan pada LPDB dan dipisahkan untuk syari­ ah,” kata Joelarso. Rencana tersebut akan segera terwujud dalam waktu dekat. Pada tahun ini LPDB berencana membentuk direk­ torat syariah yang nantinya khusus menangani pengajuan pinjaman atau pembiayaan dengan pola syariah. Direktur Utama LPDB Kemas Danial mengatakan, sejalan dengan rencana pem­ bentukan direktorat syariah, pihaknya sudah mempre­ sentasikan ke Menpan RB. Diharapkan akhir bulan ini

Menpan RB sudah mengeluar­ kan keputusan sehingga ope­ rasionalnya segera dilakukan. Dia menjelaskan, pem­ bentukan direktorat syariah ini sesuai saran dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Lembaga audit keuangan pemerintah itu menyarankan agar penyaluran dana dengan pola syariah dan konvensional dipisahkan. “Menpan mengatakan ini tidak ada hal­hal yang meng­ ganggu sehingga akhir bulan ini mereka sudah membuat surat balasan kepada Menkop untuk segera direktorat syari­ ah itu dibentuk, kemudian di­ posisikan SDM­nya sehingga direktorat syariah ini bisa kita pisahkan dengan konvensio­ nal,” kata Kemas dalam siaran pers, Selasa (14/2/2017). Menurut Kemas, pem­ biayaan dengan pola syariah akan mampu menekan ting­ kat kredit macet (non per­ forming loan/NPL). Tahun 2016 NPL sudah turun men­ jadi 0,44 persen dari sebel­ umnya 0,47 persen. “Syariah itu lebih bisa meminimalisir risiko, kare­ na sistemnya bagi hasil, jika dibandingkan dengan pola konvensional simpan­pin­ jam,” tutur Kemas. (net/pur)

ini sangat rentan dengan berbagai penyakit tanaman, terutama saat musim peng­ hujan. Kalau tidak benar­ benar merawatnya, maka

buah yang dihasilkan tidak akan menembus pangsa pasar seperti sekarang. “Meski pertanian melon di sini maju, namun saya

berharap kedepan, peme­ rintah daerah bisa iklut membantu dalam mengem­ bangkan pangsa pasar baru. Semakin berkembang per­

tanian melon dengan me­ luasnya pesanan pasar, jelas berdampak terhadap pendapatan petani,” harap Misbah. (rustandi)


ECERAN ,­ RP.3.000 AN N A G LANG ,­ 0 0 .0 8 RP.7 N A L U /B

Memberi Nilai Lebih Klik! kliksaja.co

EDISI 035 THN I

KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

Ahok-Djarot Unggul di TPS Tempat FPI, Agus-Sylvi Menang di Rutan Pondok Bambu

Kemenangan Maung Bandung di Depan Mata mongan yang akan di­ gelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Ka­ bupaten Bandung, Ju­ mat (17/2/2017). Meskipun kini Maung Bandung bertengger sebagai pemuncak di klase­ men sementara Grup C. Namun, laga kon­ tra Laskar Joko Ting­ kir mendatang harus tetap menjadi fokus para penggawa Maung Bandung.

PERSIB Bandung akan menghadapi laga pa­ mungkas penyisihan Grup C Piala Presiden 2017 kontra Persela La­

email redaksi.beritasukabumi@gmail.com

Pilkada DKI

UTAK-ATIK PERSIB

Oleh: Angga P

facebook beritasukabumi

twitter @berita_sukabumi

KE HALAMAN BS7

JAKARTA­Sejumlah lem­ baga survei, ternyata ber­ beda saat melaksanakan hi­ tung cepat atau quick count Pilkada DKI Jakarta 2017. Namun demikian, masing­ masing telah menyelesaikan proses penghitungan pada Rabu (15/2/2017) petang. Hasilnya, dari tiga lem­ baga survei yakni Cyrus Network, Lingkaran Survei

Indonesia (LSI), dan Saiful Mujani Research and Con­ sulting (SMRC) menunjuk­ kan hasil pasangan Basuki Tjahaja Purnama­Djarot Saiful Hidayat unggul atas dua pasangan calon lainnya, Agus Harimurti Yudhoyono­ Sylviana Murni dan Anies Baswedan­Sandiaga Uno. Pada hitung cepat yang dilakukan Cyrus Network

TEKADNYA MENANG ATAU IMBANG! PERSIB Bandung akan menjalani laga pamungkas penyisihan Grup C Piala Presiden 2017 menghadapi Persela Lamongan. Laga penentuan ini akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat 17 Februari 2017 mendatang. Jelang laga, gelandang Persib, Dedi Kusnandar, menegaskan bahwa timnya ingin menutup fase grup Piala Presiden 2017 dengan sempurna. Maung Bandung pada laga kontra Persela L a m o n g a n ,

KE HALAMAN BS7

Ada Gaji PNS Siluman di Pemkab Sukabumi? ALOKASI anggaran untuk gaji fungsional bagi lima orang Pegawai Negri Sipil (PNS) dengan status non-aktif, diduga masih dikeluarkan.

SI MAUNG

pasangan Agus­Sylvi mem­ peroleh 17 persen, Ahok­ Djarot sebesar 43,9 persen, danAnies­Sandi 39,2 persen. Sedangkan pada survei yang dilakukan LSI, Agus­Sylvi memperoleh 16,9 persen, Ahok­Djarot 43,2 persen, dan Anies­San­ di sebesar 39,9 persen.

P

adahal, sesuai hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) tahun 2015 lalu, kelima PNS tersebut su­ dah tidak tercatat di dalam struktur Pemerintah Dae­ rah (Pemda) Kabupaten Su­ kabumi. Kelima PNS siluman tersebut yakni, berinisial ZS, AR, RC, EH, dan RDN.

GNPF-MUI Kota Sukabumi Gelar Istighosah

Antasari - SBY Mulai Perang Terbuka bunuhan bos Putra Ra­ jawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen yang terjadi pada 15 Maret 2009 silam. Antasari mengatakan hal tersebut usai melapor­ kan perkembangan kasus pembunuhan beren­ cana Nasrudin ke Kantor Bareskrim Mabes Polri. KE HALAMAN BS7

Jadwal Salat

Wilayah Sukabumi & Sekitarnya

16 Februari 2017 SUBUH ZUHUR 04:46

12:15

KE HALAMAN BS7

BERITA SUKABUMI/ NET

BACA HAL BS5

JAKARTA-Apa yang diprediksi, terjadi juga. Mantan Ketua Komisi Pem­ berantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, yang baru mendapatkan grasi, mulai membuka kasusnya. Secara tegas, Antasari menyebut bahwa Presiden ke­6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat mengetahui kasus pem­

“Kita harus tanyakan soal temuan itu, karena beredar informasi mereka masing masing masih men­ dapat tunjangan bulanan. Sedangkan, kelima PNS tersebut sudah dipecat se­ jak tahun 2015 lalu,” tegas Sekjen Gerakan Anak Indo­ nesia Bersatu (GAIB) Ka­ bupaten Sukabumi, Noer Khalifah kepada wartawan, Rabu (15/2/2017).

ASAR

MAGRIB

ISYA

15:28

18:25

19:36

SUMBER: KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

Ki Bumi

Pemilukada Serentak 2017

Polres Sukabumi Kota Gelar Apel Siaga 1 SUASANA Pilkada seren­ tak 2017 di Indonesia, di­ respon berbeda di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Kepolisian Resor Suka­ bumi Kota, menggelar apel siaga 1 di halaman Mapol­ res Sukabumi Kota, Rabu (15/2/2017) pukul 08.00 Wib. Dipimpin oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor Sukabumi Kota, Kompol H

KE HAL BS7

KE HALAMAN BS7 KE HALAMAN BS7

Aura Kasih PENYANYI Aura Kasih mengaku belum akan men­ cari pacar baru usai kisah cintanya dengan Glenn Fredly kandas beberapa waktu lalu. Pelantun lagu “Mari Bercinta” ini beralasan masih ingin sendiri saja dan berkonsentrasi un­ tuk berkarya. “Belum kepikiran (cari pacar baru),” ujar Aura Kasih di Gedung Trans, Mampang, Jakar­ ta Selatan, Senin (13/2/2017).

SUKABUMI BERMULIA

kemasyarakatan yang ada di Kota Sukabumi, diantaranya Front Pembela Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesi (HTI), persatuan Islam, Mu­ hammadiyah serta Forum Umat Islam dan lain­lain. Menurut Ketua GNPF MUI Kota Sukabumi, yang juga ketua FPI Kota Suka­ bumi, Ustad Fathurrohman, kegiatan ini sebagai bentuk keprihatinan umat Islam ter­ hadap kondisi bangsa Indo­ nesia sekarang ini.

Ricardo Condrat Yusuf, ra­ tusan personil Polres Suka­ bumi Kota melaksanakan apel siaga 1 dalam rangka mendukung pengamanan Pemilukada serentak yang dilaksanakan di 101 wilayah kota dan ka­ bupaten di seluruh Indonesia.

Tanpa Kekasih

KARIKATUR/M YANUAR G

SUKABUMI-Ratusan masyarakat yang tergabung dalam organisasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesi (GNPF­MUI) Kota Suka­ bumi menghadiri istighosah dan doa bersama di mesjid agung ( Rabu, 15/2/2017). Kegiatan ishtigosah dan doa bersama tersebut ber­ tujuan untuk keselamatan bangsa dan menjaga Keutu­ han Negara Kesatuan repub­ lik Indonesia (NKRI). Kegiatan tersebut diha­ diri oleh berbagai organisasi

KE HALAMAN BS7

Warga Kota Pilih Liburan ke Pemandian SUKABUMI­Warga Kota Su­ kabumi, memanfaatkan wak­ tu liburan, setelah pemerin­ tah menetapkan tanggal 15 Februari 2017 sebagai libur nasional, kemarin. Pantauan Berita Suka­ bumi, Rabu (15/2/2017), se­ jumlah tempat wisata dipa­ dati oleh pengunjung. Salah satu yang menjadi primadona adalah tempat pemandian air

panas Cikundul, yang terle­ tak di Kelurahan Cikundul Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi. Pengunjung yang datang ke tempat wisata tersebut tak hanya berasal dari Kota Sukabumi, melainkan dari luar daerah kota Sukabumi yang ingin menikmati masa KE HALAMAN BS7

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada sesuatu yang diletakkan pada timbangan hari kiamat yang lebih berat daripada akhlak yang mulia, dan sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat.” (Sunan Tirmidzi: Sahih)


BS2

Ngawangkong

Jangan terlalu sering mencari kesalahan seseorang, lebih baik kita mencari kesalahan diri kita sendiri.”

KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Sukabumi

Kita Dorong OPD Laksanakan Keterbukaan Publik PENGAWASAN terhadap aktivitas masyarakat, menjadi hal penting. Terutama, kaitannya dengan menampung aspirasi demi kemajuan Kabupaten Sukabumi.

S

eperti apa institusi peme­ rintahan kabupaten ini bekerja? Berikut petikan wawancara wartawan ko­ ran ini Ujang Herlan ber­ sama Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Sukabumi, Ahmad Riyadi, kemarin. Dinas Kominfo Kabupaten Sukabumi merupakan SKPD baru, langkah apa yang pertama digarap? Duduk menjadi pimpinan di salah satu dinas yang baru berdiri di Kabupaten Sukabumi, tentu­ nya memerlukan modal dan usaha keras. Sebab, beban yang ditanggung tersebut berdampak terhadap perkembangan kinerja kedepan­ nya. Kerja ekstra dan terus men­ jalin hubungan antara masyarakat dengan pemerintah, maupun seba­ liknya dijadikan modal kuat. Bisa diceritakan, gambaran seperti apa kedepannya Dinas Kominfo tersebut?

Dinas Kominfo merupakan wadah atau jebatan dalam menampung aspirasi mau­ pun informasi kepemerintahan dan masyarakat yang wajib dihimpun. Lalu, disampaikan dan dicarikan solusinya sesuai kebutuhan aspirasi tersebut. Upaya apa yang akan diambil dalam teknis kerja di Dinas Kominfo? Agar kinerja Pemerintah Dae­ rah diketahui masyarakat, seluruh

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sukabumi akan bersi­ nergi juga untuk membuka infor­ masi terhadap publik. Selain itu, Diskominfo yang juga menjadi sebagai telinga masyarakat ini, akan disampaikam kembali ter­ hadap masing­masing OPD, jika ada aspirasi yang perlu disampaikan. Target awal dalam kerja Dinas Kominfo apa saja? Menjadi dinas yang wajib mendengar aspirasi masyarakat, kami akan segera merealisasikan dengan mewujudkan pembuatan aplikasi publik. Tujuannya untuk bisa diakses oleh seluruh masyatakat maupun pemerintah. Kami akan buat secara rutin aplikasi publik seperti halnya website resmi, yang mana program tersebut mampu menjadi wadah dalam menampung aspirasi. Agar terjalin sinergitas seluruh OPD untuk transfaransi publik, langkah apa yang akan diambil? Tentunya kami akan mendorong untuk OPD juga dalam keterbukaan informasi publik. Dengan catatan, ditentukan betul mana yang dapat dikonsumsi publik, dan mana infor­ masi yang sifatnya pribadi. Dan ini akan segera digarap sece­ patnya. Informasi mana yang harus dikasihkan dan mana yang berben­ tuk dokumen. Artinya ini tidak bisa dibuka seluruhnya. Ada informasi, Dinas Kominfo akan memakai aplikasi yang akan ditiru dari Negara Korea Selatan. Aplikasi itu apa sih? Aplikasi seperti di Negara Korea Selatan itu, yakni dimana pemerin­ tah dapat memantau seluruh aktivi­ tas masyarakatnya sehari­hari. Dan aplikasi ini akan kami ran­ cang untuk menampung, menyer­ ahkan dan memberikan kembali jawaban aspirasi. Initinya sebagai wadah dan jembatan masyarakat kepada pemerintah, maupun seba­ liknya.(ujang suherlan)

“Dan aplikasi ini akan kami rancang untuk menampung, menyerahkan dan memberikan kembali jawaban aspirasi. Initinya sebagai wadah dan jembatan masyarakat kepada pemerintah, maupun sebaliknya.”

Memberi Nilai Lebih

BERITA MEDIA GROUP

Komisaris Utama Anton Ramadhan | Direktur Utama Gia Gusniar | Dewan Redaksi: Imam Sumarsono (Ipung), Fonda Lapod | Penanggungjawab Redaksi Toni Kamajaya | Redaktur Mustofa, Angga P, Rikky Y, Rudi R, Rustandi | Sekretaris Redaksi Fatimah | Reporter AA Rohman, Yanti Rosdiana Pasma, Herry Febriyanto, Apip S, Zenal Mustari | Perwajahan: Sulaeman Asep Japar (Koordinator), Arie Y, Ziad Zed Zubaidi, Rendy R, Muhammad F | Grais Nandang, Gunawan. | Manager Keuangan Mastuti | Manager Iklan H Ahmad Rizky Alfaraby | Manager Sirkulasi Ajo Suparjo | HRD & Umum Iwan Setiawan Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi: Jl. Ahmad Yani No. 3 Kelurahan Gunung Parang Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, 43111 l Telp. Kantor : (0266) 222 289 l Hotline Redaksi: 087741377622 l e-mail redaksi: redaksi.beritasukabumi@gmail. com l Info Layanan Pelanggan 081222227314/ 085603333805 l Rekening: 1320016213044 (Mandiri) an. Jembatan Mediatama Cianjur, PT l Penerbit: PT Jembatan Mediatama Cianjur.

SELURUH WARTAWAN BERITA SUKABUMI SELALU MENGENAKAN TANDA PENGENAL DAN DILENGKAPI SURAT TUGAS SERTA TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK MEMINTA ATAU MENERIMA APAPUN DARI NARASUMBER

Penuhi Janji Politik, Walikota Sukabumi Tinjau RSUD Gratis Al Mulk KOTA SUKABUMI-Walikota Suka­ bumi, Mohamad Muraz, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Suka­ bumi, dr Ritanenny Edlien Silyena Mirah, meninjau perluasan bangunan baru UPT (Unit Pelaksana Teknis) RSUD Tipe D Pratama Gratis Al­Mulk Kota Sukabumi, akhir pekan lalu. Lokasi RSUD ini, tepatnya di wilayah Kecamatan Lembursitu Kota Sukabu­ mi. Selain bangunan, RSUD juga mulai dilengkapi dengan alat­alat kesehatan yang memadai dan fasilitas alat bedah. Usai melakukan peninjauan, Wa­ likota Sukabumi menjelaskan, bagi warga masyarakat Kota Sukabumi yang berobat ke RSUD AL­Mulk Kota Sukabumi, semuanya gratis. “Cukup dengan menunjukan KTP atau KK (Kartu Keluarga). Di samp­ ing itu juga dijelaskan, RSUD Gratis ini sebelumnya merupakan sebuah Puskesmas, yakni Puskesmas Lem­ bursitu Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi,” kata Walikota. Sedangkan perubahan Puskesmas tersebut menjadi RSUD Gratis ini, merupakan gagasan dan janji politik pasangan Walikota Sukabumi, Mo­ hamad Muraz dan Wakil Walikota Su­ kabumi, Achmad Fahmi.

NET

Dijelaskan pula, selain mem­ bangun RSUD Gratis, Pemkot Su­ kabumi juga memberikan Kartu Se­ hat dan Kartu Cerdas kepada warga

masyarakat miskin. Serta, memberi­ kan bantuan operasional kepada para Ketua RW sebesar Rp 150 ribu dan para Ketua RT sebesar Rp 100

ribu per bulan. Termasuk, memberikan bantuan untuk pembangunan di setiap wilayah RW melalui P2RW (Program Pember­ dayaan Rukun Warga), yang semula nilainya masing­masing sebesar Rp 15 juta per tahun, saat ini nilainya sudah dinaikan menjadi Rp 17 juta per tahun. Disamping itu, juga memberikan reward sebagai tambahan untuk biaya pembangunan, kepada setiap RW yang berhasil meraih juara dalam pelaksan­ aan P2RW di setiap kelurahan. Gagasan dan janji politik Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi terse­ but, sejak awal tahun 2014 hingga awal tahun 2015, sudah berhasil direalisasi­ kan secara keseluruhan. Menyinggung pertimbangan diru­ bahnya Puskesmas Lembursitu men­ jadi RSUD Gratis ini, menurut Wa­ likota Sukabumi, karena Puskesmas tersebut sudah lama ditunjuk sebagai Puskesmas Rawat Inap dan Puskes­ mas Rujukan. Selain itu, juga dari segi lahan dan sarananya sudah memadai. Sedangkan untuk Puskesmas Lembursitu, lokas­ inya dipindahkan ke tempat lain, kare­ na keberadaannya masih dibutuhkan oleh warga masyarakat. (rls)


INFO SPESIAL GELIAT KOTA HOTLINE : 0266-222 289 Klik! Kliksaja.co

KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

BS3

Neng Fatimah

Belajar Menjadi Ibu

MENJADI seorang ibu, bukan hal mudah seperti membalikan telapak tangan. Perlu belajar. Inilah yang diungkapan oleh seorang pengurus di tingkat Pendidikan Usia Dini (PAUD) Bhani Al-Ghoni, tepatnya di Kampung Citiis, Desa Bojongasih, Kecamatan Parakansalak. Neng Fatimah. Wanita cantik berusia 24 tahun, lulusan UIN Bandung itu mengaku, perlu kesabaran

ekstra demi menggapai cita. Khususnya menghadapi peserta didik yang memang masih polos. “Kesabaran dan niat tulus sangat dibutuhkan dalam posisi ini. Sebab, penyampaian materi terhadap anak seusia mereka (siswa PAUD, red) perlu diselangi kegiatan yang menggembirakan,” tutur wanita kelahiran 07

Februari 1992 itu. Hal tersebut, jika memang sukses, bisa dijalankan. Tentunya, perlu membiasakan diri dalam menyongsong masa depan kelak. “Jika diniatan ibadah dan ikhlas, Insyallah ini akan menjadi berkah untuk masa yang akan datang, yaitu menjadi sosok ibu buat anak hati kita,” imbuhnnya. (BS-2)

“Kesabaran dan niat tulus sangat dibutuhkan dalam posisi ini. Sebab, penyampaian materi terhadap anak seusia mereka siswa PAUD.”

Rawan, 17 Balita di Kota Sukabumi Alami Gizi Buruk

Dewan Sayangkan Masih Ada Kasus Gizi Buruk KETUA Komisi III DPRD mendaptkan PMT,” tam­ Kota Sukabumi Gagan bah dia. Rahman, mengaku kecewa Hal tersebut perlu akan kinerja pihak Dinas dijadikan bahan evaluasi Kesehatan, khususunya. khususnya pihak terkait Hal ini terkait dengan dalam menyisir kebena­ masih adanya kasus gizi ran informasi tersebut. buruk Jangan sam­ pada pai, anggara warga. untuk PMT Bahkan, ia dialokasikan sangat me­ akan tetapi nyayang­ peman­ kan masih faat tidak banyaknya mendapat­ laporan kannya. dari mas­ “PMT ini yarakat kan diang­ terkait garkan dan di­ PMT, sep­ berikan secara Gagan Rahman erti biskuit gratis bagi Ketua Komisi III DPRD dan serbuk masyarakat Kota Sukabumi MP ASI yang memang yang tidak kekuranga diberikan. gizi,” terang­ Pada­ nya. hal PMT Ia tersebut berharap, seha­ Pemerintah rusnya Kota Suka­ diberikan bumi segera secara ru­ turun tangan tin kepada dalam masyara­ langkah kat baik penurunan melalui angka gizi pusk­ buruk ini. esmas Sebab, jika maupun dibiarkan posyandu. yang dikh­ “Kami watirkan masih bukannya mendapt­ berkurang, kan malah ada laporan penambahan terkait kedepannya. PMT yang tidak disalur­ “Ya coba tanggapi kan secara tepat sasaran. secara serius, dan evalu­ Bahkan, mirisnya lagi asi ulang dinas bersang­ ada beberapa warga yang kutan,” harap Gagan. mengaku tidak pernah (ujang)

“Kami masih mendaptkan laporan terkait PMT yang tidak disalurkan secara tepat sasaran. Bahkan, mirisnya lagi ada beberapa warga yang mengaku tidak pernah mendaptkan PMT.”

DATA Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Jawa Barat menunjukkan bahwa, sepanjang 2016, tercatat ada 17 balita dari 23.238 balita di daerah tersebut mengalami gizi buruk.

K

ondisi ini perlu di­ jadikan barometer dalam peningkatan pelayanan kesehat­ an lebih baik. “Mayoritas balita yang me­ nyandang gizi buruk disebabkan penyakit penyerta seperti TBC, seperti kelainan jantung maupun jiwa serta mayoritas dari kala­ ngan warga berekonomi lemah,” kata Kepala Seksi Kesehatan

Keluarga dan Gizi Dinkes Kota Sukabumi Wiwi Yulavani di Su­ kabumi, belum lama ini. Menurutnya, penyebab ma­ sih adanya balita yang menga­ lami gizi buruk ini karena faktor lingkungan dan ekonomi serta kurangnya pengetahan orangtua untuk memberikan asupan gizi baik dan seimbang yang dibutuh­ kan untuk pertumbuhan. Harus diketahui, untuk pe­

nyembu­ han atau pemulihan gizi buruk ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit, apalagi pola makan makanan bergizi untuk si balita harus terjaga dan kesehatannya pun terjamin. Balita yang menderita gizi bu­ ruk tersebut tersebar di seluruh kecamatan dan sudah mendapat­ kan penanganan dan pengawasan dari petugas Dinkes melalui puskesmas. Ia pun mengimbau, kepada ibu yang mempunyai anak agar secara rutin datang ke posyandu. “Agar mendapatkan pemberian makanan tambahan (PMT) dan vitamin agar pertumbuhannya terpantau,” tambahnya. Di tempat terpisah, Ketua Ger­ akan Mahasiswa Nasional Indo­ nesia (GMNI) Cabang Sukabumi, Dewek Sapta Anugrah meminta pihak terkait perlu lebih serius

ILUSTRASI/NET

BERITA SUKABUMI

Penanganan Kasus Gizi Buruk Menjadi Persoalan Serius Bagi Pemerintah Kota Sukabumi

dalam penan­ ganan permasalahan tersebut. Di samping itu, jumlah kasus yamg dialami tahun sebelumnya harus lebih diperkicil untuk tahun 2017 khususnya. “Sangat miris lah, ketika ma­ sih ada jumlah gizi buruk di Su­ kabumi. Apalagi, jumlahnya ma­ sih cukup tinggi,” tegas dia. Ia mengharapkan, Dinas Ke­ sehatan lebih pro aktif dalam melakukan langkah preventif dan jangan ragu memprogram­ kan dalam peningkatan pelayan­ an kedepannya. Sebab, permasalahan tersebut sangat rentan kaitannya dengan masyarakat dan perlu ada peruba­ han lebih baik. “Ya mudah­mudah­ an lebih cepat tanggap kedepannya dan menjadikan program unggu­ lan dalam penanganan kasus ini,” terang Dewek. (ujang)

Nunggu Pelanggan, Pengedar Narkoba Ditangkap di Gang Madrid GUNUNGPUYUH ­ Sat­ uan Resnarkoba Polres Sukabumi Kota, berha­ sil mengungkap jaringan peredaran narkoba jenis daun ganja. Dari pengungkapan ini, petugas berhasil di­ tangkap seorang tersang­ ka, berinisial YS (33) di Gang Madrid, Karamat Gunungpuyuh, Kota Suka­ bumi, Senin (13/2/2017) pukul 22.00 Wib. Tersangka YS alias Kokon, diketahui warga Kampung Delima, Ciba­ dak, Sukabumi. Tersangka

BERITA SUKABUMI

berhasil ditangkap petu­ gas satuan Narkoba Resor Sukabumi saat menunggu pelanggan dan hendak melakukan transaksi nar­ kotika di Gang Madrid. Saat dilakukan pe­ nangkapan, petugas berha­ sil mengamankan sejum­ lah barang bukti narkotika berupa satu paket sedang dan kecil daun ganja ker­ ing yang tersimpan rapi dalam plastik krip bening, serta dibungkus dengan kertas warna coklat dan kertas warna hitam. Selain itu juga dia­

mankan satu paket kecil plastik krip bening nar­ kotika jenis sabu, lima linting ganja siap isap dan satu unit telepon seluler milik pelaku. Hingga saat ini, ter­ sangka selaku beserta barang bukti lainnya ma­ sih diamankan di Polres Su­kabumi Kota guna kepen­tingan penyidikan selanjutnya. Kepada ter­ sangka, dikenakan anca­ man pasal 114 (1), 112 (1) dan 111 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.(SC)


BS4

Sukabumian

Kadang kita banyak order yang tidak sanggupi, karena keterbatasan mesin dan tenaga kerja. Sebenarnya kita mampu memenuhi pesanan tersebut jika kedua poin tadi ada penambahan.”

KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

UPK Bojonggenteng, Kisah Sukses Mengelola Program PMK UNIT Pengelola Kegiatan (UPK) Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, sukses membangun ekonomi berbasis usaha kecil menengah.

S

ukses usaha ini, tidak lepas dari program yang te­ lah dikelola oleb kelompok ini. Satu dari dua program itu, adalah program anggaran Pening­ katan Kapasitas Masyarakat (PKM) 2014 untuk Kelom­ pok Simpan Pinjam Perem­ puan (SPP) Bojonggenteng. Kelompok ini, dengan program ini kemudian me­ nekuni dunia usaha produk­ si makanan ringan, yaitu Family Snak. Untuk alokasi anggaran PKM, dianggarkan tahun 2014 sebesar Rp 21 juta itu, diperuntukan pembelian mesin jahit 6 unit, mesin obras satu dan bahan kon­ veksi lainnya. Sedangkan untuk Family Snack dibantu melalui pro­ gram SPP dengan nilai Rp 15 juta. Saat itu, anggara diguna­ kan untuk pengadaan perala­ tan produksi, dimanfaatkan juga untuk pembelian bahan baku dan proses produksi. “Alhmadulilah, UPK kini memiliki kelompok yang memang benar­benar me­ manfaatkan program ini hingga berkembang,” ujar Ketua UPK Bojonggen­ teng, Asep Saepuloh ke­ pada wartawan, kemarin (15/2/2017). Menurut dia, dari ke­ dua kelompok tersebut kini mampu menciptakan penghasilan sendiri. Dan, sesuai program UPK mela­ lui Program Nasional Pem­

BERITASUKABUMI/ ROHMAN BS1

berdayaan Masyarakat (PNPM), kelompok ink seka­ rang mempunyai tantangan tersendiri untuk tetap mem­ pertahankan eksistensinya di tengah­tengah masyarakat sebagai pemanfaat dari dana bergulir tersebut. Dengan kata lain, bagaimana UPK dalam mengembangkan modal atau menambah surplus dilembaganya itu.

“Ini salah satu bukti UPK dalam mengembang­ kan program yang telah ber­ gulir. Dan hingga saat ini, memang masih eksis bah­ kan memgalami peningka­ tan,” terang Asep. Di tempat terpisah, salah satu program UPK yang masih berjalan dan merupa­ kan kelompok usaha, diberi­ nama Karya Mandiri. Dengan program ini,

Diguncang Gempa 4.0 SR, Warga Sukabumi Sempat Cemas

“Gempanya terasa sekali. Saya langsung turun karena waktu itu saya sedang di lantai dua,” kata Dede kepada Berita Sukabumi, Rabu pagi. Saat gempa sudah tidak terasa, Dede kembali lagi untuk melaksanakan sholat subuh. Hal yang sama juga dirasakan Wulan Sari, warga Kelurahan Nanggeleng. Saat itu, dirinya akan siapsiap berangkat kerja sempat merasakan getaran gempa tersebut. “Gempanya terasa sekali,lumayan lama lagi,saya langsung lari keluar rumah bersama anak saya,” katanya. Sementara itu, Kepala Seksi (Kasie) Pencegahan

Bahkan, pemasaran pun selain di wilayah sekitar, su­ dah merambah ke luar dae­ rah seperti Jakarta. Produk yang dihasilkan yaitu, kaos, gamis, jaket dan macam­macam jenis pakaian. Biasanya, dalam satu minggu mampu menghasilkan 500 pis kaos, jaket 200 pis dan pakaian perempuan seperti blazer hanya 300 pis saja. “Itu pun tergantung

dari tingkat kesulitan dati produk yang dikerjakan,” tambahnya. Adapun keuntungan adanya kelompok ini, lanjut dia, selain menambah peng­ hasilan bagi para anggota dan menambah kebutuhan sehari­hari khusus bagi para anggota kelompok, juga mampu meningkat­ kan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dalam

dunia konveksi. Adapun hambatan dalam proses menjalankan usaha ini yaitu, minimnya sarana prasarana dan akses wilayah. “Kadang kita banyak order yang tidak sanggupi, karena keterbatasan mesin dan tenaga kerja. Sebenar­ nya kita mampu memenuhi pesanan tersebut jika kedua poin tadi ada penambahan,” imbuh Ema. (BS-02)

Pasar yang Merambah Luar Daerah

ILUSTRASI/ NET

SUKABUMI­Gempa dengan kekuatan 4.0 Skala Ritcher (SR), kembali menggun­ cang Kota Sukabumi, Rabu (15/2/2017). Berdasarkan has­ il analisis dari Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 04.47 WIB. Posisi gempa terletak pada koordinat 6.90 LS dan 106.82 BT. Tepatnya pada jarak 12 KM arah barat laut Kota Sukabumi dengan kedalaman 10 Kilometer. Dede, seorang warga Lembursitu mengatakan, pada saat gempa dirinya sedang melaksanakn sholat subuh.

usaha ini menggeluti dunia konveksi itu kian mengala­ mi peningkatan. Menurut Ketua Karya Mandiri, Ema Siti Fatimah mengatakan, dengan ada­ nya program tersebut san­ gat membantu masyarakat. Selain itu, angka peng­ gangguran di wilayah seki­ tar kian berkurang. Sebab, kelompok tersebut pun dibantu oleh enam anggota.

dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami mengatakan, sampai saat ini tidak ada laporan kerusakan dari masyarakat akibat gempa tersebut. “Kami belum menerima laporan adanya kerusakan, masih koordinasi dengan instansi lainnya,” katanya saat dihubungi Berita Sukabumi, Rabu (15/2/2017). Zulkarnaen menambahkan untuk di Kota Sukabumi selama tahun 2017 terjadi tiga kali gempa. “Sudah tiga kali terjadi gempa, namun Alhamdulillah tidak ada laporan kerusakan,” tambahnya. (BS-03)

MASIH dibantu program UPK, hasil produksi makan cemilan Kelompok Usaha Family Snak Bojonggenteng sudah masuk pasaran luar daerah. Bahkan, sudah nangkring di 27 toko pusat oleholeh seperti, Bogor, Cianjur dan Jakarta dan direncanakan siap dikembangkan ke Bandung. Kelompok usaha yang baru berdiri Bulan Juni 2016 dengan modal awal dari BAZNAS Kabupaten Sukabumi dan UPK Bojongenteng itu, hingga saat kini jadi buruan pecinta kuliner. Dibantu modal awal BAZNAS, Rp 2 juta dan mendapat tambahan Rp. 25 juta. Sedangkan dari UPK melalui Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) Rp 15 juta. Modal awal tersebut, selain digunakan untuk pengadaan peralatan produksi, dimanfaatkan juga untuk pembelian bahan baku dan proses produksi. Ketua Kelompok Usaha Family Snak Bojonggenteng, Agus Setiawan mengatakan, kelompok usaha ini bergerak dibidang makanan ringan yaitu jenis opak singkong dan enye singkong, pada awalnya. Dikarenakan disesuaikan perkembangan yang signifikan, Family Snack sudah mampu menciptkan 16 jenis hasil produksi. Rinciannya yaitu opak, enye, keripik singkong, keripik pisang, keripik talas, moci, peuyeum ketan, sale pisang, gula aren, rengginang, minyak kelapa murni, serundeng, keripik ikan, dodol, peye tempe dan pangsit. Adapun tujuan dari

BERITASUKABUMI/ SC

kelompok ini yaitu untuk meningkatkan pendapatan ibu-ibu rumah tangga di Desa Bojonggenteng serta melestarikan kuliner tradisional nusantara. “Alhamdulilah, jenis produk kita kian bertambah. Bahkan, dari masing-masing jenis produk memiliki beberapa farian. Opak contohny, rasa original, pedes manis dan keju. Termasuk jenis produk lainnya yang memiliki pilihan rasa yang menggiurkan lidah,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Kampung Bojonggenteng RT 4/2, kemarin (15/2/2017). Menurut Agus, yang baru masuk Islam bulan Mei 2016 itu, pengiriman dilakukan dalam satu minggu sekali dengan omset Rp 15 juta sekali kirim dengan jumlah 1500 bungkus dari berbagai item produk.

Pengiriman disesuaikan dengan stock barang yang cukup. “Satu kali kirim tiap satu minggu itu ke Caringin, Bogor lalu ke Cianjur. Sedangkan pasaran Sukabumi sulit,” imbuhnya. Sementara, kemasan dibungkus rapih dan menarik. Bahkan, ada juga produk seperti sarondeng itu diberi wadah toples. Sedangkan untuk harga perbungkus dengan berat rata-rata 3 ons dari semua produk tersebut Rp 10 ribu. “Kita cari inovasi unik untuk lebih memikat daya minat konsumen,” tambahnya. Camat Bojonggenteng, Sendi Apriandi menambahkan, dengan adanya kelompok usaha family snack tersebut direncanakan akan dijadikan sentra industri. Bahkan, jenis usaha tersebut masuk dalam ka-

tegori ekonomi kerakyatan. Pihaknya berupaya akan mendorong berbagai aspek untuk peningkatan usaha tersebut. “Kita akan coba up dengan berbagai bantuan dalam segi permodalan khususnya yang digiring dari Pemda. Sebab, saat ini memang bantuan seperti dari BAZNAS dan Dinas Koperasi, Perdagangan dan UKM Kabuaten Sukabumi pun sudah berjalan,” tambahnya. Termasuk, dikarenakan pihaknya merencanakan akan membangun desa wisata, maka dari itu kelompok usaha ini pun salah satunya didorong juga sebagai sentra makanan. “Kedepannya para pelancong akan lebih mengenang Bojonggenteng dengan berbagai cirik khasnya,” imbuh Sendi. (BS-02)


KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

BS5

DJADJANG NURDJAMAN

PEMAIN ASING DARI KROASIA BAKAL DIUJI PEMAIN asal Kroasia, Mirko Livaja, kemungkinan akan tiba di Bandung pada pekan ini.

Mirko Livaja

“Kita tidak boleh cari hasil imbang, tetap harus berjuang untuk menang. Kita tetap waspada dan kerja keras untuk sapu bersih fase grup.”

Dedi Kusnandar

pada dan kerja keras un­ tuk sapu bersih fase grup,” kata Dedi, seperti dilan­ sir situs resmi klub. Dedi menjelaskan, kemenangan dari Persiba Balikpapan kemarin diharap­ kan menjadi modal kemenangan pada laga penutup nan­ ti. “Alhamdulil­ lah, kemarin laga kedua bisa menang lagi. Mudah­mu­ dahan menambah motivasi ke depan­ nya dan bisa kembali meraih kemenangan laga terakhir,” kata pemain Persib bernomor punggung 11 ini. (net/ree)

Persib, Selasa (14/2/2017) di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung. Sebelumnya, pemain asal Kamerun, Willie Overtoom, dijadwalkan tiba di Bandung pekan kemarin. Namun pe­ main yang lama berkiprah di Belanda itu batal datang lan­ taran ibu kandungnya men­ dapat musibah kecelakaan sehingga Persib lebih fokus menunggu Livaja. Bila Livaja benar tiba di Bandung pada pekan ini, Dja­ nur tidak menutup kemung­ kinan akan memboyong pemain 23 tahun itu ke Ta­ sikmalaya dalam laga uji coba kontra Persikotas di Stadion Dadaha, Tasikmalaya, Ming­ gu (19/2/2017). “Kami akan ke Tasikma­ laya karena banyak pemain kami yang belum tampil (di Piala Presiden 2017). Luma­ yan, dalam uji coba nanti bisa

digunakan untuk menguji pemain, terus siapa tahu ada pemain baru yang datang. Jadi kami uji coba di sana, sekalian melihat kemam­ puan pemain asing baru ka­ lau memang ada,” ucap Dja­ nur. Djanur mengaku akan memboyong semua pe­ mainnya ke Tasikmalaya dan akan menurunkan pe­ main yang jarang tampil dibabak penyisihan Grup 3 Piala Presiden 2017. “Kami akan full team ke sana, yang main lihat saja nanti. Tapi, yang jelas akan menurun­ kan pemain yang jarang tampil,” ucapnya. Selama Piala Presiden ada beberapa pemain Persib yang jarang tampil, semisal Tantan, Wildansyah, Jajang Sukmara, Imam Fadillah, dan beberapa pemain lain. (net/ree)

Persib Tidak Mau Berleha-leha

Tekadnya Menang atau Imbang !

PERSIB Bandung akan men­ jalani laga pamungkas penyi­ sihan Grup C Piala Presiden 2017 menghadapi Persela La­ mongan. Laga penentuan ini akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat 17 Februari 2017 mendatang. Jelang laga, gelandang Persib, Dedi Kusnandar, mene­ gaskan bahwa timnya ingin me­ nutup fase grup Piala Presiden 2017 dengan sempurna. Maung Bandung pada laga kontra Persela Lamongan, sebenarnya hanya perlu imbang. Hasil tersebut sudah cukup mengantarkan Persib sebagai juara grup. Dan, keberhasilan itu, sekaligus meloloskan Pers­ ib ke babak berikutnya, turna­ men pra musim ini. Meski hanya butuh hasil seri, Dedi mengatakan bahwa Persib tidak boleh terlalu per­ caya diri. Dia tidak mau timnya terpeleset pada pertandingan penentuan tersebut. “Kita tidak boleh cari hasil imbang, tetap harus berjuang untuk menang. Kita tetap was­

N

amun, se­ jauh ini belum ada informasi meng enai kepastian hari, kapan pe­ main yang sudah dinanti tim pelatih Persib Ban­ dung itu datang. Hingga saat ini, Mirko Livaja masih berada di ne­ garanya. “Mirko kemung­ kinan datang du­ luan ke sini, tapi memang belum ada kepastian. Ha­ nya, kalau tidak Rabu (15/2/2017), ya Kamis (16/2/2017). Ka­ bar ke saya dari manajemen seperti itu,” ujar Djadjang Nurdjaman, pelatih

LAGA pamungkas penyisihan Grup C Piala Presiden 2017 bakal dijalani Persib Bandung menghadapi Persela Lamongan di Stadion Si Jalak Haru­ pat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (17/2/2017). Pelatih Persib Bandung, Dja­ djang Nurdjaman mengatakan jika kemenangan menjadi tar­ get mutlak untuk anak asu­ hnya pasalnya sang lawan, Laskar Joko Tingkir masih memiliki peluang untuk lolos kebabak selan­ jutnya bahkan me­ nyalip posisi skuat Persib Bandung. “Kita ha­ rus jadi juara grup kami harus me­ nang ka­ rena kalau kalah ada ha­ rus head to head dengan Persela, sama­sama da­ pat poin enam jadi gak bisa berleha­ leha.” “Pastinya kita antisipasi motivasi lawan karena siapapun yang lawan Persib bakal bermain habis­habisan apalagi Persela masih ada peluang lolos,” kata dia saat ditemui di Mess

NET

Persib Bandung, Selasa (14/2/2017). Djanur, sapaan akrabnya mengaku meski mengetahui kualitas beberapa pemain Persela namun dirinya ma­ sih buta taktik sang pelatih, Herry Kiswanto. “Memang saya sahabatan tapi be­ lum pernah ketemu sebagai pelatih.

Kalau pemain sudah tahu beberapa dan cara main seperti apa.” “Masih ada beberapa hari untuk mematangkan taktik. Mungkin ada ro­ tasi tapi itu karena bukan main jelek tapi ingin lebih memberikan kesempat­ an kepada pemain lain namun dengan target menang,” ucap dia. (net/ree)

Tak Menyangka Diajak Berlatih DIAJAK untuk berla­ tih bersama PERSIB tak pernah dibayangkan se­ belumnya oleh kiper PERSIB U­17, M. Aqil Sa­ vik. Karenanya ia tak mau berharap muluk­muluk dan memfokuskan diri­ nya untuk mendapatkan ilmu dari para seniornya. “Rasanya kaget, ti­ dak percaya, senang, gugup, bangga, campur aduk semuanya. Berlatih

bersama tim impian dan idola­idola saya, senang sekali, gugup,” ujar Aqil. Di bawah arahan pelatih Anwar Sanusi, Aqil sudah sepekan ter­ akhir menemani tiga pen­ jaga gawang Maung Ban­ dung; I Made Wirawan, M. Natshir dan Imam Arief Fadillah. Dan, rasa gugup itu perlahan­lahan mulai luntur. Aqil mengaku berun­

tung mendapatkan ke­ sempatan ini dan tidak akan disia­siakannya. “Target saya sekarang hanya ingin mendapat­ kan banyak ilmu ber­ sama senior. Saya ingin berlatih lebih baik, se­ tiap harinya. Saat ini, fokus mendapatkan ilmu dan pengalaman saja dan ingin selalu te­ rus lebih baik,” tutupn­ ya. (net/ree)

M. AQIL SAVIK


KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

twitter @berita_sukabumi

facebook beritasukabumi.com

email redaksi.beritasukabumi@gmail.com

BS6

Diet Seksi ala WAGs Mantan Bintang Arsenal SEBAGAI istri pesepak bola ternama, Alice Goodwin ingin selalu terlihat cantik dan seksi. Apalagi, dia juga berprofesi sebagai seorang model profesional. Tak pelak, menjaga kemolekan tubuh menjadi wajib bagi istri eks bintang Arsenal, Jermaine Pennant ini.

KLASEMEN LIGA INGGRIS M 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 24 25 24 25 25 25 25 25 25

M 19 16 14 15 14 13 11 10 8 9 8 9 8 7 7 4 5 5 5 5

I 3 4 8 5 7 9 8 7 8 5 6 3 6 5 3 10 6 5 4 4

K 3 5 3 5 4 3 6 8 9 11 11 13 11 11 15 11 14 15 16 16

KODE KERAS

Nilai 60 52 50 50 49 49 41 37 32 32 30 30 30 26 27 22 21 20 19 19

UNTUK LIVERPOOL BERBAGAI spekulasi terus menerpa Sergio Aguero, hal itu menyusul belum jelasnya nasib bomber asal Argentina itu di Manchester City. Aguero santer diberitakan tak betah lagi berlama-lama di Emirates Stadium setelah kehilangan tempat utama di skuat racikan Pep Guardiola.

D

KLASEMEN LIGA SPANYOL No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

Team Real Madrid Barcelona Sevilla Atletico Madrid Real Sociedad Villarreal Eibar Athletic Bilbao Espanyol Celta Vigo Las Palmas Deportivo Alaves Real Betis Malaga Valencia Deportivo Leganes Sporting Gijon Granada Osasuna

M 20 22 22 22 22 22 22 22 22 21 22 22 21 22 21 21 22 22 21 22

M 15 14 14 12 13 9 10 10 8 9 7 6 6 5 5 4 4 4 1 1

I 4 6 4 6 2 9 5 5 8 3 7 9 6 8 5 7 6 4 7 7

K 1 2 4 4 7 4 7 7 6 9 8 7 9 9 11 10 12 14 12 14

Nilai 49 48 46 42 41 36 35 35 32 30 28 27 24 23 20 19 18 16 13 10

KLASEMEN LIGA ITALIA No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

Team Juventus AS Roma Napoli Inter Atalanta Lazio Fiorentina AC Milan Torino Sampdoria Chievo Verona Udinese Sassuolo Bologna FC Cagliari Calcio Genoa Empoli Palermo Crotone Pescara

M 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24

M 20 15 15 14 14 13 11 12 9 9 9 8 8 7 8 6 5 3 3 1

I 0 2 6 3 3 5 7 5 8 6 5 5 3 6 3 7 7 5 4 6

K 4 5 3 7 7 6 6 7 7 9 10 11 13 11 13 11 12 16 17 17

Nilai 60 53 51 45 45 44 40 41 35 33 31 29 27 27 27 25 22 14 13 9

TOP SKOR LIGA INGGRIS 1. 2. 3. 4.

Romelu Lukaku Alexis Sánchez Ibrahimovic Diego Costa

Everton Arsenal Man United Chelsea

16 16 15 15

LIGA SPANYOL 1. 2. 3. 4.

Luis Suarez Lionel Messi C Ronaldo Iago Aspas

Barcelona Barcelona Real Madrid Celta Vigo

1. 2. 3. 4.

Edin Dzeko Andrea Belotti Gonzalo Higuain Dries Mertens

18 16 14 11

LIGA ITALIA AS Roma Torino Juventus Napoli

18 17 17 16

inafikan City, Aguero tak kehilangan pasar. Sejumlah klub siap menampung, dua di antaranya raksasa Eropa yang bersaing di La Liga, seperti Real Madrid dan Barcelona. Entahlah, bagaimana nasib Aguero selanjutnya. Apakah benar-benar hengkang atau tetap bertahan seperti yang diinginkan Guardiola. Guardiola blak-blakan menyatakan bahwa dirinya masih membutuhkan Aguero. Eks pembesut Bayern Munich dan Barcelona menyebut Aguero sebagai sosok penyerang yang hebat. Hanya saja, tak sedikit yang menganggap Guardiola hanya basa-basi. Keputusannya yang lebih memilih Gabriel Jesus di lini depan dalam sejumlah laga terakhir mengindikasikan jika masa-masa keemasan Aguero sepertinya telah berakhir. Liverpool masuk nominasi. Meski tak menyebutnya secara eksplesit, The Reds merupakan tim yang spesial bagi Aguero. Bahkan dia, seperti dikutip dari Daily Star, pernah bermimpi berseragam Si Merah. “Adalah sebuah mimpi untuk bermain di sana (Anfield),” kata Aguero. Pemilik nama lengkap Sergio Leonel Aguero mengaku fans setia Liverpool. “Dan itu sudah sejak lama,” kata kelahiran Buenos Aires, 2 Juni 1988. Premier League sangat memesona Aguero. Itulah kenapa, dia belum memikirkan untuk hengkang dari Inggris. “Premier League adalah jawaban masa depan saya,” katanya. Aguero bermain untuk City sejak 2011 setelah memutuskan hengkang dari Atletico Madrid. Dia menjadi mesin gol The Citizens selama beberapa musim dan telah memenangkan ini. Premier

League 2011/2012, 2013/2014, Football League Cup 2013/2014, 2015/2016, FA Community Shield 2012.(net/angga purwanda/”BC”)***

Adalah sebuah mimpi untuk bermain di sana (Anield).”

SERGIO AGUERO

Team Chelsea FC Man City Tottenham Arsenal FC Liverpool Man United Everton FC WBA Stok City West Ham Southampton Burnley Watford FC Bournemouth Swansea City Middlesbrough Leicester Hull City CRP Sunderland

Kado Istimewa di Hari Ulang Tahun DI MARIA adalah orang yang paling berhagia. Dia tak hanya menjadi bintang utama di balik kemenangan Paris Saint Germain (PSG), tapi sekaligus menggoreskan momen indah dalam sejarah hidupnya. Dua dari empat gol yang bersarang di gawang Barcelona adalah sumbangan Di Maria. Pemain asal Argentina itu mencatatkan namanya di papan skor pada menit 18 dan 55. Julian Draxle serta Edinson Cavani masing-masing menyumbang sebiji gol, menit 40 dan 72. Terasa istimewa, karena kemenangan serta dua gol yang dia lesakkan ke gawang Marc-Andre Ter Stegen bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang kedua puluh sembilan, 14 Februari. Jadi bisa dibayangkan betapa bahagianya Di Maria. Di Maria tampil hebat. Dua golnya di leg pertama babak 16 Besar Liga Champions 2016/2017 sungguh berkelas. Gol pertama dia cetak via tendangan bebas terukur dari jarak jauh, lalu gol kedua dengan tendangan yang tak kalah spektakuler setelah terlebih dulu mendapat umpan dari Layvin Kurzawa. Harapan Di Maria jelas, yakni membawa PSG

melangkah sampai final. PSG sama sekali belum pernah juara di kompetisi antar klub paling bergengsi di Eropa. Bandingkan dengan Barcelona yang sudah memenangkannya sebanyak lima kali. “Saya senang dengan hasil ini dan berharap bisa menyingkirkan Barcelona,” kata Di Maria. Tak mudah, tentu saja. Soalnya pada leg kedua yang rencananya akan dilangsungkan pada 8 Maret mendatang, Di Maria dan kawan-kawan akan bertandang ke Camp Nou. Kekalahan menyakitkan, juga memalukan ini, pastilah sangat memukul The Catalans. Bakal ada balas dendam pastinya! Sebelum membela Les Parisiens, Di Maria berseragam Manchester United (2014–2015). MU membuangnya karena sang winger gagal bersinar, padahal dibeli dengan harga tinggi dari Real Madrid (2010–2014). Di PSG Di Maria tak kehilangan tempat utama. Kelahiran tahun 1988 tetap salah satu pilar penting dalam skema permainan Unai Emery, juru racik PSG. (net/ pur)

DUA pemain Manchester United (MU) Paul Pogba dan Jesse Lingard baru saja memamerkan tarian anyar mereka yang dirancang khusus untuk merayakan gol.

ANGEL DI MARIA

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11 12 13 14 15. 16. 17. 18. 19. 20.

Roma Kembali Duduki Peringkat Kedua

DIHIASI dengan kegagalan penalti oleh Edin Dzeko, AS Roma berhasil mendapatkan tiga poin dari Crotone pada giornata akhir pekan lalu. Kemenangan inipun membuat Giallorossi kembali ke peringkat kedua, setelah pada hari sebelumnya posisi tersebut dihuni oleh Napoli yang mengalahkan Genoa. Kemenangan yang diraih Roma inipun membuat Juventus kini berada dalam tekanan untuk juga meraih tiga poin pada giornata kali ini. Kembalinya Mohamed Salah pasca berakhirnya Piala Afrika membuat lini depan Roma kian berbahaya. Salah pun menjadi ak-

tor utama keberhasilan Roma mendapat penalti setelah ia dilanggar oleh Gian Marco Ferrari. Sayang, eksekusi Dzeko tersebut melebar dari sasaran. Ini merupakan kegagalan kedua Dzeko dalam menghadapi penalti musim ini--yang membuatnya tidak akan lagi mengeksekusi penalti. “Di Serie A tidak pernah ada pertandingan mudah, namun Crotone tidak membuat banyak peluang. Kami melakukan yang kami bisa,” ujar Dzeko. “Untuk berikutnya, mungkin aku akan membiarkan yang lain mengambil penalti. Aku mencetak banyak gol dan itulah yang terpenting. Penalti bisa saja tidak tepat sasaran.” (net/pur)


BS7

News+

Sukabumi KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

... Ada Gaji PNS Siluman di Pemkab Sukabumi? DARI HAL BS1...

Menurutnya, setelah di keluarkannya Surat Kepu­ tusan (SK) pemecatan oleh Bupati Sukabumi pada ta­ hun 2015 lalu, para PNS tersebut sudah tidak lagi berkepentingan apalagi sampai menerima gaji terus menerus. “Kalau dilihat dari surat temuan BPK disitu dinya­ takan Pemkab Sukabumi

telah mencairkan gajih dan tunjangan untuk lima orang PNS siluman tersebut sebe­ sar Rp 24 juta lebih, ini jelas sangat membebani keuan­ gan daerah,” ungkapnya. Ia menambahkan, sesuai surat temuan tersebut PNS berinisial ZS pada bulan November 2015 lalu, masih menerima gaji dan tunjan­ gan sebesar RP 3,8 juta. Sementara EH, menerima gaji sebesar Rp 3,3 juta, ke­ mudian untuk AR, menerima

gaji Rp 9,4 juta selanjutnya PNS berinisial RC selama dua bulan masih menerima Rp 5,3 juta sedangkan RDN menerima gaji Rp 2,3 juta . “Kalau dilihat dari su­ rat tersebut sempat ada pengembalian pada tanggal 27 juli 2015 oleh PNS non­ aktif EH sebesar Rp 3,351 ribu. Sehingga total kelebi­ han pembayaran yang harus di kembalikan ke kas daerah sebesar Rp 20,8 juta,” tam­ bahnya.

Sementara itu, Kepa­ la Bidang Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sukabumi, Pra­ mana mengatakan, dirinya belum bisa memberikan kejelasan terkait temuan tersebut. Hanya saja, pihaknya meminta untuk diberikan waktu supaya bisa menje­ laskan secara rinci. “Beri saya waktu untuk mengecek besok biar jelas,” sing­ katnya. (BS-1)

... Kemenangan Maung Bandung di Depan Mata DARI HAL BS1...

Dalam laga pamungkas itu, tim besutan Djadjang Nurdjaman hanya perlu mendapatkan hasil imbang saja. Tetapi, untuk dapat me­ muluskan jalan ke putaran selanjutnya Maung Bandug dituntut untuk dapat meraih tiga poin. Jika melihat formasi pemain Maung Bandung, sepertinya untuk dapat me­ raih hasil maksimal dalam laga pamungkas itu bukan hal yang sulit. Sebab, dilihat dari komposisi pemain tim

Maung Bandung masih ung­ gul dibandingkan, Persela La­ mongan. Total, Persib sudah berte­ mu dengan Persela sebanyak 15 kali terhitung sejak kom­ petisi Divisi Utama. Persib berhasil menang lima kali, lima hasil imbang, dan lima kalah. Namun begitu, Maung Bandung tak pernah merasa­ kan kekalahan dari Persela di kandang sendiri, terhitung se­ jak 2004 silam. Hingga kini, anak asu­ han Djadjang Nurdjaman itu sudah melakoni tujuh laga kandang melawan tim

Laskar Joko Tingkir. Dari tujuh laga, empat berakhir dengan kemenangan, dan tiga hasil imbang. Statistik juga berpihak pada Persib di empat perte­ muan terakhirnya, di mana Maung Bandung mampu mer­ aih tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Artinya, pada empat pertemuan terakhir Persib tak mampu dikalah­ kan tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut. Empat pertemuan terse­ but, yakni pada 29 Juli 2016 di Bandung, Persib menang 1­0 atas Persela. Pada 15 Novem­

ber 2015 Maung Bandung me­ nang 2­3 atas Persela Lamon­ gan di ajang Bali Island Cup. Kemudian pada 12 Mei 2013 Persib menang besar 3­1 atas Persela Lamongan di Bandung. Lalu 2 Mei 2013 Persib mampu menahan im­ bang 1­1 Persela Lamongan di kandang mereka. Semoga saja skuad asu­ han Djadjang Nurdjaman itu mampu menjaga tren positif atas Persela Lamongan. Den­ gan begitu, Persib Bandung bisa membawa tiga poin ke­ menangan pada laga pamung­ kas nanti. (angga purwanda)

... Antasari - SBY Mulai Perang Terbuka DARI HAL BS1...

“Untuk itu saya mohon kepada Bapak SBY jujur, beliau tahu perkara saya ini. Cerita, apa yang beliau alami dan beliau perbuat,” ujar Antasari Azhar di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (14/2/2017). Pada kesempatan itu, Antasari juga mengatakan, bahwa SBY harus terbuka soal rekayasa kasus yang dituduhkan kepadanya. Antasari menuturkan, sekitar Maret 2009 atau beberapa hari sebelum terjadi penembakan Nasrudin tersebut, ia didatangi CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo yang mengaku diperintah oleh SBY untuk menemuinya agar besannya, Aulia Pohan yang terbukti korupsi tidak ditahan. “(Hary Tanoesoedibjo) Datang minta supaya saya jangan menahan Aulia Pohan karena katanya ‘Saya bawa misi, saya diminta temui Bapak’,” kata Antasari menirukan pernyataan Hary saat itu. Mendengar hal tersebut, Antasari menolak. Menurutnya, tidak mungkin Aulia Pohan tidak ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi aliran dana Bank Indonesia sebesar Rp 100 miliar kepada para mantan pejabat BI dan anggota DPR RI. “Waduh Pak, saya mohon betul-lah. Saya bisa ditendang dari Cikeas, karena bagaimanapun nanti masa depan Bapak bagaimana’,” tutur Antasari kembali menirukan ucapan Hary saat itu.

“Saya bilang, saya sudah memilih profesi penegak hukum kok, risiko apa pun saya terima,” kata Antasari. Dan mendengar jawaban itu, Hary mengingatkan Antasari untuk berhati-hati. Benar saja, dua bulan kemudian Antasari ditangkap polisi. Salah satu bukti yang memberatkan adalah SMS bernada ancaman yang seolah dikirim Antasari kepada Nasrudin. Antasari menegaskan bahwa SMS itu palsu. Ia tak pernah mengirimkan SMS itu kepada Nasrudin. Ia mengatakan, SBY mungkin tidak berkaitan langsung dengan SMS palsu itu. Namun, ia menduga, SMS itu bagian dari skenario kriminalisasi. “Bilang perintah segera, Antasari ini segera diproses. Perintah segeranya bisa saja diproses, perintah segeranya bisa saja ditindaklanjuti dengan cara membuat SMS itu. Bukan SBY yang buat SMS, bukan, melainkan inisiator untuk saya dikriminalisasi itu dari situ,” lanjut dia. Ketika ditanya apakah pernyataannya ini menunjukkan bahwa ia menduga dikriminalisasi oleh SBY, Antasari menjawab singkat, “Iya”. Antasari menyerahkan kasus ini kepada polisi. Ia mendaftarkan laporan atas dugaan tindak pidana persangkaan palsu dan pejabat yang sengaja menggelapkan atau membuat tidak dapat dipakainya barang-barang yang diperuntukkan guna meyakinkan dan atau membuktikan di muka penguasa yang berwenang sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 318 KUHP juncto Pasal 417 KUHP juncto Pasal 55 KUHP. Laporan Antasari terdaftar dengan nomor LP/167/ II/2017/Bareskrim tertanggal 14 Februari 2017. Waktu dan tempat kejadian yang dilaporkan sekitar Mei 2009 di Jakarta dan sekitarnya. Namun, nama terlapor tidak dicantumkan. Dalam surat itu, di kolom terlapor hanya tertulis “masih lidik”. Antasari menyerahkan kepada kepolisian untuk memeriksa siapa saja pihak yang dianggap mengetahui kejadian tersebut sebagai saksi. “Saya minta segera ditindaklanjuti siapa pembuat rekayasa itu,” tandas Antasari. SBY Meradang SBY langsung menanggapi pernyataan Antasari. Ia membantah semua tuduhan yang ditujukan kepada dirinya. “Antasari menuduh saya sebagai inisiator dari kasus hukumnya. Dengan tegas saya katakan tuduhan itu sangat tidak benar, tanpa dasar, dan liar,” ujar SBY saat memberikan keterangan pers di kediamannya, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2017). SBY menegaskan bahwa tindak pidana yang dilakukan Antasari tidak ada hubungannya dengan jabatan Presiden RI yang diembannya saat itu. Dia mengaku tidak pernah menggunakan kekuasaan untuk mencampuri urusan penegakan hukum demi melanggengkan kepentingan politiknya. “Tidak ada tindakan saya

yang mengorbankan Antasari. Kejahatan Antasari tidak ada hubungannya dengan posisi saya saat itu,” ucapnya. SBY pun berharap kasus Antasari bisa dibuka kembali dan aparat penegak hukum yang menangani kasusnya mampu mengungkap fakta secara gamblang. “Tolong bapak-bapak para pendekar kebenaran, paparkan kebenaran apa adanya agar semua rakyat tahu apa yang terjadi terhadap almarhum Nasrudin,” tuturnya. Tak hanya itu, SBY bahkan menuding adanya campur tangan penguasa di balik manuver yang dilakukan Antasari Azhar hari ini. “Saya meyakini apa yang dilakukan Antasari ini tidak mungkin tanpa blessing atau restu kekuasaan,” ucapnya. SBY merasa manuver Antasari itu tidak lepas dari runtutan peristiwa di mana Presiden Jokowi mengeluarkan grasi. Grasi tersebut, kata SBY, bermuatan politis. Semenjak dua bulan lalu, SBY pun telah menerima informasi bahwa Antasari itu akan digunakan untuk menyerangnya. Serangan itu disebutkan SBY adalah bagian dari upaya menggerus suara untuk Agus Harimurti Yudhoyono “Para penguasa hatihatilah dalam menggunakan kekuasan, jangan bermain api, terbakar nanti, ingatlah rakyat, takutlah kepada Allah. Kalau penguasa sewenang-wenang maka keadilan Allah yang akan datang,” pungkas SBY. (boyon)

... Ahok-Djarot Unggul di TPS Tempat FPI, Agus-Sylvi Menang di Rutan Pondok Bambu DARI HAL BS1...

Sementara itu hasil survei yang dilakukan SMRC, juga tidak jauh berbeda. Agus-Sylvi memperoleh 16,7 persen, Ahok-Djarot sebesar 43,1 persen, dan Anies-Sandi 40,2 persen. Hasil quick count bukanlah hasil tetap penghitungan perolehan suara Pilkada DKI Jakarta. KPUD DKI baru melakukan proses rekapitulasi suara Pilkada DKI Jakarta pada 16 hingga 27 Februari 2017, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan pihak KPUD. Metode dan sebaran sampel masing-masing lembaga survei berbeda. Begitu pula dengan teknik pengolahan data hingga memunculkan hasil akhir seperti yang tertera di atas. Ahok-Djarot Kuasai Markaz FPI Keunggulan sementara Ahok-Djarot ini sesuai dengan yang sudah diprediksi banyak kalangan. Meski didera kasus dugaan penistaan agama, namun diyakini pemilih ibukota sudah lebih rasional dalam menentukan calon kepala daerah. Buktinya, perolehan suara Ahok-Djarot mendominasi dengan 278 suara di TPS 17 Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Wilayah ini merupakan tempat pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq

DARI HAL BS1...

Dalam arahannya, Kompol Ricardo menyampaikan bahwa status siaga 1 merupakan perintah langsung dari pimpinan tertinggi Polri.

Meskipun tidak ada Pemilukada di wilayah Kota Sukabumi, seluruh personil di jajaran Polres Sukabumi Kota tetap siaga 1. Hal ini guna memelihara situasi kamtibmas yang kondusif,

khususnya di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota. Kegiatan apel siaga 1 yang dilaksanakan kemarin pagi tersebut diikuti oleh sedikitnya 426 personil dari berbagai satuan fungsi yang

ada di Polres Sukabumi Kota. Selain itu, kegiatan apel siaga 1 pun turut dilaksanakan pula oleh personil Polri lainnya yang ada di lima belas Polsek di jajaran Polres Sukabumi Kota. (sc)

Agus-Sylvi Unggul di Penjara Pondok Bambu Kejutan lain dalam Pilkada kali ini juga terjadi di di TPS 45 Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Di lokasi itu pasangan AhokDjarot menang telak dengan total 215 suara. Sementara pasangan calon Agus-Sylvi sama sekali tidak mendapat suara alias nol. Sedangkan pasangan Anies-Sandi hanya mendapatkan tiga suara. Total suara sebanyak 218 dan tidak mengoleksi suara tak sah. Meski dapat dipastikan tidak pernah beranjak dari urutan buncit dalam hasil hitung cepat, Agus-Sylvi ternyata berjaya di TPS yang

ada di salah satu penjara di Jakarta. Di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, putera sulung mantan Presiden SBY ini menjadi primadona meski hanya unggul tipis atas dua calon gubernur lainnya. Di TPS 95 ini, Agus-Sylvi memperoleh 55 suara, AhokDjarot mendapat 51 suara, sedangkan Anies-Sandi hanya 44 suara. Berbeda halnya dengan TPS yang ada di Gedung KPK. Di tempat khusus tahanan korupsi ini, Ahok-Djarot kalah telak atau sama sekali tidak memperoleh suara. Meski hanya tujuh pemilik suara yang mencoblos di bagian TPS 19 ini, namun semua tahanan korupsi tersebut tidak ada yang mau memilih Ahok-Djarot. Bahkan di antara tujuh tahanan tersebut yakni mantan Anggota DPRD DKI dari Partai Gerindra, M Sanusi dan adik mantan Menpora Adni Mallarangeng, Choel Mallarangeng berseloroh bahwa para tahanan KPK tidak akan memilih Ahok-Djarot. “Asal bukan nomor 2,” kata Sanusi dan Choel Mallarangeng sambil mengacungkan telunjuknya. Di TPS KPK ini, AniesSandi yang didukung partai Gerindra dan PKS mendapat 4 suara. Sedangkan AgusSylvi yang diusung Partai Demokrat, PAN, dan PKB memperoleh 3 suara dan Ahok-Djarot nol. ( boyon)

... Warga Kota Pilih Liburan ke Pemandian DARI HAL BS1...

liburan sebelum kembali beraktifitas pada keesokan harinya. Bahkan ada pula warga negara asing yang bekerja di Sukabumi, sengaja berkunjung ke tempat wisata yang berdiri sejak tahun 2009 ini. Menurut Kepala Penanggung Jawab Tempat Wisata Cikundul, Indra Gunawan, jumlah pengunjug pada libur kali ini mencapai sekitar 150 orang. “Untuk tiket masuknya cuma Rp 8 ribu per orang, sudah termasuk berendam di kolam panas. Kemudian untuk berendam di kamar rendam hanya Rp 30 ribu/jam,” kata Indra kepada Berita Sukabumi.

Murahnya tiket masuk ke pemandian air panas tersebut, menjadi salah satu alasan warga untuk menghabiskan waktu berlama-lama berendam di pemandian yang dikelola oleh Pemerintah Kota Sukabumi tersebut. Selain fasilitas kamar rendam dan kolam air panas, pemandian air panas Cikundul ini juga terdapat fasilitas olahraga arung jeram atau rafting. Yaitu, menyusuri derasnya arus sungai Cimandiri sepanjang 12 kilometer, dari titik berangkat di dekat terminal Jubleg Baros hingga Cikundul atau dari Vikundul ke Kibitay. “Dibukanya fasilitas olahraga tersebut, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke

obyek wisata pemandian air panas ini,” terang Indra. Selain untuk berwisata, kolam pemandian air panas ini konon mempunyai khasiat untuk menyembuhkan penyakit kulit seperti gatalgatal,panu, kudis dan penyakit kulit lainnya. Sementara itu, salah seorang pengunjung, Rina (36) mengatakan, dengan harga yang terbilang murah dan memiliki manfaat yang baik, tentunya membuat pemandian air panas ini tetap akan menjadi tujuan wisata di kota Sukabumi. “Saya dan keluarga sengaja liburan ini berkunjung ke cikundul untuk berenang dan berendam di pemandian ini, apalagi tiket masuknya sangat murah,” katanya. (BS-3)

... Tanpa Kekasih DARI HAL BS1...

“Sebenarnya aku memang belum kepikiran kayak, ‘Aku harus cepet-cepet cari pengganti.’ Enggak. Sebelumnya aja kan sempat dikabarin putus juga. Aku mau sendiri dulu, aku tipikal santai gitu kok,” imbuhnya. Kisah asmara antara Glenn

dan Aura Kasih memang tidak begitu santer terdengar. Keduanya jarang sekali muncul berdua dalam setiap acara yang mereka hadiri. Tanpa terasa, ternyata hubungan itu sudah berlangsung lebih dari dua tahun. Tapi baik Glenn maupun Aura Kasih akhirnya memilih berpisah secara

baik-baik. Namun, Aura menuturkan bahwa rajut asmaranya dengan Glenn mungkin saja akan kembali terulang di masa yang akan datang. “Aku enggak menutup kemungkinan. Ya, itu tunggu waktunya aja. Tunggu suatu saat kami mau gimana,” tandasnya. ( boyon)

... GNPF-MUI Kota Sukabumi Gelar Istighosah DARI HAL BS1...

... Polres Sukabumi Kota Gelar Apel Siaga 1

Syihab, mencoblos. Pasangan calon nomor urut 2 ini unggul atas AniesSandi yang memperoleh 212 suara. Adapun pasangan nomor urut 1, Agus-Sylvi hanya mendapat 38 suara. Sedangkan jumlah surat suara yang tidak sah sebanyak 5 suara. TPS ini terletak sekitar 100 meter dari rumah Rizieq dan markas FPI. Jumlah daftar pemilih tetap di TPS ini sebanyak 724 orang. Adapun jumlah kertas surat suara sebanyak 743 lembar. Jumlah ini mengacu pada penambahan 2,5 persen, yaitu 19 surat suara cadangan. Jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya sebanyak 533 orang. Sedangkan sisa kertas suara sebanyak 210 lembar.

“Maka dari itu, kita mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersamasama untuk menjaga keutuhan bangsa dalam berbagai persoalan serta demi keselamatan bangsa Indonesia ini,” katanya. “Kita doakan supaya

negara ini aman, tentram, damai, masyarakat hidup rukun dan tidak mudah dipecah belah,” ungkapnya. Fathurrohman menambahkan dengan digelarnya pilkada langsung serentak di berbagai kota di Indonesia, mudah-mudahan lahir pemimpin yang sidik, amanah, tabligh dan

Fathonah. Kegiatan dimulai pada pukul 10.00 WIB ini akan dilanjutkan sholat dzuhur berjamaah yang diikuti oleh seluruh peserat istighosah. “Mudah-mudahan pilkada yang sedang berlangsung di jakarta sesuai dengan harapan umat Islam,” harapnya. (BS-3)


HOTLINE : 0266-222 289 Klik..! Kliksaja.co

BS8 KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

COMMENT

Gubernur Aher: Pilkada Serentak di Jabar Lancar

Dedi Mulyadi Bupati Purwakarta =

Minta Resep Pernikahan Pada Pasangan Renta

PELAKSANAAN Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Barat (Jabar), aman dan lancar. NET

BANYAK orang yang salah kaprah dalam memaknai momentum 14 Februari, dalam setiap tahunnya. Di hari yang oleh sebagian kalangan dikenal sebagai ‘Hari Valentine’ ini, selalu banyak orang yang mendadak romantis. Pemaknaan keliru Hari Kasih Sayang ini pun berdampak pada kehidupan sosial terutama anak-anak remaja, eksploitasi seksualitas seringkali menjadi akibat negatif, dibandingkan dengan pemaknaan kasih sayang itu sendiri. Menghindari pemahaman keliru yang terus berulang, sengaja mengunjungi sepasang suami istri, Abah Ma’i (70) dan Mak Kasih (80), warga Kelurahan Munjul Jaya RT 17 RW 09, Kecamatan Purwakarta, Selasa (15/2/2017) kemarin. Bahwa kasih sayang sudah seharusnya melahirkan suasana saling melengkapi di antara pasangan. Boleh dilihat kondisi rumahnya, semi permanen, mereka sudah 27 tahun menikah, meski belum dikaruniai keturunan, mereka tetap saling mengasihi dan saling menyayangi, tidak sok romantis, tapi ini romantis beneran. Selain itu, bahwa tidak perlu sikap ekspresionis dalam menunjukan kecintaan terhadap pasangan. Agar para pasangan muda meneladani Abah Ma’i dan Mak Kasih yang santai dan kalem dalam menjalani pernikahan, tetapi berlangsung awet. Abah dan Emak ini, meski tanpa merayakan hari valentine, pernikahan mereka rukun dan awet. Abah Ma’i sendiri, sehari-hari berprofesi sebagai tukang pijat keliling, berbekal sebilah tongkat, ia menyusuri jalan dan gang kecil di wilayah Kecamatan Kota Purwakarta, untuk mencari pelanggan. Dalam sehari, kakek yang penglihatannya terganggu sejak lahir itu memperoleh uang rata-rata Rp20 ribu-Rp50 ribu. (*)

H

al tersebut, dikemuka­ kan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, se­ perti dilansir laman jabar­ prov.go.id, Rabu (15/2/2017). “Pantauan terakhir, Al­ hamdulillah Pilkada di Jabar di tiga tempat, yaitu di Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya, dan di Kabupaten Bekasi ber­ jalan lancar,” ucap pria yang akrab dengan sapaan Aher ini. Menurut orang nomor satu di Jabar inipun, partisi­ pasi masyarakat Jabar di tiga tempat tersebut untuk da­ tang ke Tempat Pemungutan

JABARPROV.GO.ID

Suara (TPS) menggunakan hak pilihnya cukup baik. “Hingga siang tadi (kema­ rin siang, red), laporan ke­ pada kami dari KPU tempat Pilkada berlangsung berjalan lancar dan antusiasme ma­

hingga berakhirnya pelaksa­ naan Pilkada serentak. “Kita harus jaga bersama pelaksanaan Pilkada ini agar tetap aman dan lancar hing­ ga selesai,” ujarnya, kepada wartawan saat memantau pe­

laksanaan Pilkada di TPS 04 dan 05 di Perumahan Pondok Mas Indah, Jalan Pondok Mas Raya, RW 01, Kelurahan Leu­ wigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Rabu (15/2/2017). (net/rudi)

Diresmikan Jokowi

Proyek Bandung Creative Hub Terus Dikebut PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus berbenah dalam hal segi infrastruktur. Kini, Pemkot Bandung pun tengah membangun pusat kreatif anak muda, bernama Bandung Creative Hub (BCH) di Jalan Laswi, Kota Bandung, yang nantinya bakal ditempati berbagai komunitas dan kelompok kreatif. NET

Wali Kota Bandung, Ridwan kamil mengatakan, dirinya ingin menjadikan BCH tempat anak­ anak muda kreatif berkumpul

menciptakan gagasan dengan berkreasi menghasilkan karya yang difasilitasi pemerintah. “Sesuai dengan nama ge­

Kota Cimahi Hari Ini ...

Di Kota Cimahi, Jumlah Tenaga Medis Masih Kurang Ideal

BELUM idealnya jumlah te­ naga apoteker, bidan, dan perawat di Kota Cimahi, ber­ imbas terhadap tenaga medis yang siaga di level Puskesmas harus bekerja ekstra tanpa shift. Menurut staf Kepegaw­ aian dan Umum Dinas Kese­ hatan (Dinkes) Kota Cimahi, Deti Komalasari, jumlah apoteker saat ini hanya 3 orang, perawat berjumlah 44 orang, dan bidan sebanyak 49 orang. Idealnya, seperti dilan­ sir laman galamedianews.

syarakat untuk datang sangat baik, sudah lebih dari 75 per­ sen, cukup bagus kan,” kata gubernur dua periode ini. Aher mengharapkan, si­ tuasi aman, nyaman, dan damai ini bisa berlangsung

com, Rabu (15/2/2017) setiap Puskesmas harus ada seorang apoteker, perawat minimal 5 orang, dan bidan 4 orang un­ tuk setiap Puskesmas yang ada di Kota Cimahi. Sementara, jumlah Puskesmas yang ada saat ini berjumlah 13 dan tersebar di 3 kecamatan. “Idealnya satu Puskesmas ada satu apoteker, maka se­ tidaknya ada 10 apoteker siaga di setiap Puskesmas,” ujarnya di Kompleks Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusu­ ma, Senin (13/2/2017).

Idealnya satu Puskesmas ada satu apoteker, maka setidaknya ada 10 apoteker siaga di setiap Puskesmas.”

NET/ILUSTRASI

Untuk bidan, setiap Puskesmas membutuhkan tiga, mereka harus ada yang standby di setiap Puskesmas secara bergantian. Sedangkan untuk perawat, Puskesmas yang ada di Cimahi memerlu­ kan setidaknya 21 orang. “Saat ini, tenaga perawat yang ada digenjot kerja ek­ stra tanpa pembagian shift,” terangnya. “Kami sedang menung­ gu BKD (Badan Kepagawaian Daerah) Cimahi untuk me­ nutupi kekurangan tersebut,” imbuhnya. (net/rudi)

dungnya, kreatif, isinya pun ha­ rus dengan orang­orang kreatif, sehingga masyarakat tau, bahwa Kota Bandung memiliki tempat

dan di isi oleh orang­orang kre­ atif,” katanya, seperti dilansir la­ man bisnis.com, usai meninjau gedung tersebut, di Jalan Laswi, Bandung, Selasa (14/2/2017) lalu. Fasilitas yang tersedia pun beragam dan terbaik se­Indone­ sia, Emil mengatakan, nantinya gedung ini akan terdapat ruang­ ruang khusus, seperti Design Store, Library, Co­Working Space, Design Museum, Bioskop, Stu­ dio Musik, Keramik, ICT/Games, Senirupa, Studio Fashion, Cafe/ Resto, Kelas/Workshop, dan In­ novation room (3D printer, laser cutting dan lain­lain).

“Jadi, ruangan dan alat di pi­ sah agar terbenah dengan baik. Intinya alat­alat yang akan digu­ nakan tinggal ambil di ruangan yang sudah disiapkan,” jelasnya. Pria yang akrab disapa Emil inipun mengharapkan, penyele­ saiannya dapat diselesaikan se­ cara cepat dengan target di bulan Mei, sebab peresmiannya akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. “Berarti sisa waktunya dua bulan lagi, nah di sisa waktu ini kita terus bekerja agar pemba­ ngunan cepat selesai,” harap Emil. (net/rudi)


Berita Cianjur - Cianjur Kehilangan PAD Miliaran Rupiah