Page 1

ECERAN RP 3.000,LANGGANAN RP 60.000,- /BULAN

Info Iklan & Berlangganan

Memberi Nilai Lebih twitter @berita_cianjur

JUMAT, 13 JULI 2018

0856-5944-7345

Klik! beritacianjur.com

EDISI 677 THN IV facebook beritacianjurcom

email newsredaksibc@gmail.com

Aktivis: Masalah Ini Sudah Viral di Media Sosial, Aparat Penegak Hukum Harus Segera Bertindak

PAN: Megaproyek Campaka Langgar Hukum dan Diindikasikan Terdapat Kerugian Negara

Masyarakat Muak dengan Kebijakan Bupati DUGAAN kuat pelanggaran Megaproyek Campaka tak hanya ramai diberitakan di media massa, namun ternyata isu kebijakan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar terkait pemindahan ibu kota juga viral di media sosial.

S

alah satunya di grup publik Facebook bernama ‘Rumah Bersama Urang Cianjur’. Beragam kalangan dan profesi ada di dalam grup tersebut. Mulai dari politikus, wakil rakyat, pakar hukum, jurnalis, aktivis, ulama, budayawan, hingga orang-orang yang dikenal dekat dengan bupati. Mayoritas menilai dan meduga bahwa Megaproyek Campaka benar-benar sudah melanggar aturan, termasuk Undang-Undang. Mereka juga berharap agar aparat penegak hukum segera bertindak. Seperti halnya apa yang disampaikan Sekretaris DPD PAN Kabupaten Cianjur, Hendi Mulyana. Mewakili partainya, ia menegaskan, pembangunan Megaproyek Campaka melanggar hukum dan diKE HALAMAN BC7

Jadwal Salat Wilayah Cianjur & Sekitarnya

KARIKATUR: NANDANG S/BC

Didemo Warga, Pengusaha Balik Ancam Akan Tutup Perusahaan RATUSAN warga Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, mendemo PT Three Six World (PT. TSW), Kamis (12/7/2018) Aksi demo warga ke pabrik yang beralamat di Kampung Andir, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang itu menyusul sejumlah dugaan pelanggaran yang telah dilakukan perusahaan. Saat aksi, warga

12 JULI 2018 SUBUH 04:44

ZUHUR

ASAR

11:59

15:21

MAGRIB

ISYA

17:52

19:06

Kang BeCe

KE HALAMAN BC7

Final Piala Dunia 2018, Perancis Kontra Kroasia

Aroma Balas Dendam

KARIKATUR: NANDANG S/BC

PERANCIS dan Kroasia bakal bertarung merebut gelar jawara Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Rusia, Minggu (15/7/2018) malam pukul 22.00 Wib. Prancis melaju setelah mengandaskan Belgia 1-0 di semiinal. Sedangkan Kroasia melangkah usai mengandaskan perlawanan Inggris 2-1.

Pertemuan Prancis dengan Kroasia ini langsung mengingatkan publik kepada duel panas keduanya di 1998. Mereka bertemu pada semiinal. Kala itu Prancis menang 2-1 di kandangnya sendiri. Lilian Thuram menjadi pahlawan kemenangan dengan dua

golnya di menit 47 serta 69, padahal Kroasia lebih dulu unggul lewan aksi Davor Suker. Pada pehelatan itu, Prancis akhirnya keluar sebagai juara mengalahkan Brasil di inal. Sementara Kroasia merebut peringkat ketiga, menumbangkan Belanda lewat adu penalti. KE HALAMAN BC7

LIHAT

Apresiasi Kerja Keras Pemain

HALAMAN

BC4

Pelatih Persib Mario Gomez mensyukuri hasil imbang yang diraih tim asuhannya saat menghadapi Perseru Serui di Stadion Marora, Kamis (12/7/2018). Gomez juga sangat mengapresiasi beberapa pemain muda Maung Bandung yang telah berjuang sehingga mampu membawa pulang satu poin penting.

Anies Baswedan-Ahmad Heryawan Terus Digodok

Golkar-PKB Ancam Tinggalkan Jokowi KETIKA di kubu Jokowi hanya tinggal pasangan cawapres saja yang dicari, sementara di poros lain, pasangan capres dan cawapres terus digodok. Ya, isu pasangan capres dan cawapres di Pilpres 2019 ini memang terus menghangat. Terbaru, PKS tengah melobi partai lain agar bisa memberikan dukungan terhadap rencananya, yakni

menggodok pasangan Anies Baswedan dan Ahmad Heryawan atau Anies - Aher. “Dalam pekan ini kemungkinan kami akan jajaki komunikasi lanjutan dengan Demokrat dan kemungkinan dengan PKB,” kata Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin dalam keteranganKE HALAMAN BC7


Opini Warga

HALAMAN

BC2

JUMAT, 13 JULI 2018

Polemik SKTM Palsu HARI-hari terakhir ini di berbagai media ramai diberitakan tentang surat keterangan tidak mampu (SKTM) palsu yang digunakan para wali murid untuk mendaftarkan putra-putrinya di lembaga pendidikan, terutama jenjang menengah. Oleh: Muchammad Tholchah Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta, Sedang Menempuh Studi Doktoral di University of Tampere Finlandia dengan Beasiswa LPDP

M

enariknya, fenomena ini ditemukan di berbagai daerah, termasuk sekitar Ibu Kota. Padahal secara desain, penerimaan peserta didik baru melalui jalur SKTM dimaksudkan untuk merekrut calon peserta didik yang secara ekonomi dikategorikan benar-benar tidak mampu sejumlah 20% dari daya tampung. Dengan demikian melalui skema ini nilai akademik calon peserta didik tidak menjadi pertimbangan utama. Sayangnya banyak calon wali murid yang disinyalir menggunakan SKTM palsu agar putraputrinya diprioritaskan atau diterima di sekolah pilihan.   Apa Maknanya? Fenomena penggunaan SKTM palsu oleh masyarakat dapat dimaknai dari berbagai perspektif. Pertama, masyarakat kita, terutama pengguna SKTM palsu, seolah tidak peduli dengan tata nilai dan norma sehingga menghalalkan segala cara agar putra-putri atau kerabatnya diterima di lembaga pendidikan tertentu, yang biasanya dianggap favorit, tanpa malu mengaku miskin agar niatnya tercapai.

Hal ini terjadi karena sebagian masyarakat kita masih berasumsi bahwa lembaga pendidikan merupakan bagian tak terpisahkan dari status sosial mereka. Jika mereka diterima di lembaga pendidikan favorit, mereka merasa memiliki status sosial dan gengsi yang tinggi. Sebagian masyarakat kita juga beranggapan bahwa lembaga pendidikan berkorelasi dengan masa depan putra-putri mereka. Lembaga pendidikan favorit sangat berpengaruh dalam menentukan masa depan yang cerah, terutama dalam hal karier. Selain itu diperolehnya SKTM palsu oleh masyarakat yang diindikasikan mampu (atau kaya) menunjukkan adanya problem di lembaga pemerintahan tingkat desa/ kelurahan atau RT selaku pihak yang berwenang menerbitkan surat keterangan tersebut. Berbagai alasan yang biasanya muncul atas penerbitan surat keterangan tersebut, antara lain, surat keterangan dianggap sebatas syarat formalitas yang tidak bermakna apa-apa sehingga dapat diberikan dengan mudah kepada siapa saja, aparat tidak mengenal secara detail

UPK Kecamatan Bojongpicung Mengucapkan

Selamat Hari Jadi Kabupaten Cianjur yang ke 341 Cianjur Lebih Maju dan Agamis Ketua Asep Supardan D Hariri, S.Ag Bendahara Rani Sumarni, A.Md

Sekretaris Hotman Salis

Harga Iklan Resmi Harian Umum Berita Cianjur IKLAN KOLOM DISPLAY / BANNER / X BANNER - Halaman 1 Atas

:

Rp 55.000/mmk

- Halaman 1 Bawah

:

Rp 50.000/mmk

- Halaman Back Cover

:

Rp 42.500/mmk

- Halaman Full Colour

:

Rp 35.000/mmk

:

Rp 32.500/mmk

- Halaman Black White

IKLAN ADVERTORIAL - Halaman Full Colour

:

Rp 35.000/mmk

- Halaman Black White

:

Rp 30.000/mmk

IKLAN LAYANAN MASYARAKAT/ SOSIAL/ DUKACITA (OBITUARI) - Halaman Full Colour

Rp.25.000/mmk

- Halaman Black White

Rp 20.000/mmk

warga yang mengajukan permohonan SKTM, atau ada hal lain sehingga warga yang tergolong mampu dapat memperoleh SKTM. Atau dapat juga fenomena ini menunjukkan ironi mengenai problem mental yang secara tidak sadar diderita sebagian masyarakat kita: ketika berkaitan dengan hak, akses, dan fasilitas, masyarakat cenderung merasa miskin. Potret sejenis dapat kita saksikan dalam program Bantuan Langsung Tunai (BLT) di mana warga berbondong-bondong ikut antre untuk mencairkan BLT sambil naik taksi atau menggunakan perhiasan serbamewah. Alternatif Solusi Praktik penggunaan SKTM palsu ini tentu tidak boleh dibiarkan karena selain membuat masyarakat terbiasa menganggap remeh persoalan administrasi surat-menyurat, juga menyebabkan warga miskin kehilangan hak akses pendidikan dalam konteks penerimaan peserta didik baru. Karenanya pihak-pihak terkait perlu mengambil langkah taktis dan strategis karena PPDB adalah agenda tahunan sehingga tanpa strategi efektif masalah serupa akan selalu berulang dari tahun ke tahun. Pertama, panitia penerimaan peserta didik baru perlu bekerja sama dengan unit teknis terkait di pemerintah daerah untuk integrasi data kependudukan. Unit teknis yang dapat dijadikan mitra antara lain kantor pajak. Jika Dukcapil hanya berhubungan dengan data kependudukan semata, kantor pajak sudah memiliki data mengenai status ekonomi dan aset warga. Dalam pengisian form surat pajak pribadi (SPT) tahunan, warga mencantumkan penghasilan serta aset yang dimiliki baik berupa benda bergerak maupun tidak bergerak. Kasus SKTM palsu dapat dijadikan momentum bagi pemerintah untuk mengintegrasikan data kependudukan dengan menyinergikan kinerja dinas catatan sipil dan kantor pajak. Ini memang bukan pekerjaan mudah karena mengandung berbagai tantangan, misalnya problem teknologi, penguasaan teknis dan prosedur oleh warga, serta yang paling berbahaya adalah ancaman penyalahgunaan data. Tentu upaya integrasi data ini membutuhkan program-program pendamping agar data penduduk tersistematisasi dengan baik dan hanya digunakan untuk keperluan yang relevan. Kedua, penertiban tata kelola administrasi di lembaga pemerintah tingkat desa atau kelurahan, terutama penerbitan surat keterangan tidak mampu ini. Perlu diidentiikasi apakah pokok permasalahan selama ini terjadi pada tingkat desain atau eksekusi sehingga warga mampu dapat memperoleh SKTM. Asumsinya dari sisi desain tentu sudah diatur tentang kriteria, jenis, dan

prosedur pemberian surat keterangan oleh aparat. Pertanyaannya: apakah aparat desa/kelurahan melaksanakan prosedur tersebut? Ketiga, dikotomi sekolah favorit-nonfavorit pada hakikatnya mencederai hak warga negara untuk mengakses pendidikan yang layak. Sekolah favorit menerima peserta didik potensial (atau pandai), difasilitasi dengan media pembelajaran yang lengkap dan mutakhir, serta didampingi oleh guru yang kompeten sehingga tidak mengherankan jika hasil belajarnya maksimal. Konkretnya, nilai UN selalu tinggi. Di sisi lain, calon peserta didik yang nilainya pas-pasan diterima di sekolah bukan favorit, minim sarana prasarana, dan didampingi oleh guru yang mismatch. Maka menjadi tidak fair ketika peserta didik dari dua lembaga dengan kualitas dan situasi berbeda (bahkan bisa jadi bertolak belakang) harus “bertanding” mengerjakan ujian dan soal yang sama.   Karenanya pemerintah daerah, selaku pemegang

otoritas lembaga pendidikan, secara bertahap mulai meminimalisasi (atau bahkan menghilangkan) penggunaan label sekolah favorit-nonfavorit yang beredar di kalangan masyarakat. Pemda harus mengampanyekan bahwa semua sekolah adalah favorit sehingga tidak ada preferensi ke sekolah tertentu. Artinya pemerintah daerah memiliki regulasi dan sumber daya agar sarana-prasarana yang dibutuhkan sekolah dapat dipenuhi, pendidik dan tenaga kependidikannya diberi pembekalan dan pelatihan yang bermutu, serta kurikulumnya disusun sesuai dengan konsep ideal. Dengan demikian di mana pun peserta didik menimba ilmu, layanan pendidikan yang diterima peserta didik akan sama. Kalaupun berbeda mungkin bukan pada aspek substansial semisal kurikulum muatan lokal. Di sisi lain masyarakat juga perlu menyadari bahwa tugas mereka tidak selesai begitu saja saat putra-putrinya sudah diserahkan kepada pendidik di lembaga pendidikan, termas-

uk sekolah yang mereka anggap favorit. Secara umum durasi belajar di sekolah, di mana pengawasannya menjadi tanggung jawab pendidik, hanya berkisar antara tujuh sampai delapan jam, selebihnya siswa berada di luar pendampingan dan pengawasan pendidik. Berbagai perilaku menyimpang sering kali terjadi di luar jam sekolah. Di sinilah peran orang tua tetap dibutuhkan untuk mendampingi putra-putrinya. Berbagai penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa interaksi intensif orang tua dan anak pada usia sekolah menengah berperan sangat besar bukan hanya dalam mendukung perkembangan akademik putra-putrinya, tetapi juga aspek psikologis mereka. Misalnya anak menjadi lebih bersemangat menyelesaikan tugas sekolah (Stevenson and Baker, 1987), lebih berprestasi secara akademik (Driessen, Smith, & Sleegers, 2013), meningkatnya kepercayaan diri anak (Oyserman, Brickman, & Rhodes, 2007),

anak lebih tenang mengelola emosinya (Wentzel, 1998), serta anak memiliki kesiapan psikologis yang lebih matang saat dewasa (Sriyasak et.al., 2018). Hal ini menunjukkan bahwa kesuksesan belajar peserta didik tidak sematamata hanya ditentukan melalui interaksi peserta didik di sekolah semata. Penutup Fenomena SKTM palsu bukan semata-mata satu persoalan yang dihadapi lembaga pendidikan, terutama panitia penerimaan peserta didik baru, tetapi perlu dilihat sebagai sebuah entitas yang memiliki keterkaitan dengan persoalan yang lebih luas. Misalnya perpajakan, mental dan jati diri bangsa, pengelolaan lembaga pendidikan, dan bahkan good governance. Karenanya ini seharusnya dijadikan momentum bagi seluruh pihak terkait untuk bekerja dan berkontribusi menyelesaikan permasalahan yang dihadapi bangsa ini. (*)

IKLAN SPREAD CENTER - Halaman Full Colour

:

Rp 35.000/mmk

- Halaman Black White

:

Rp 35.000/mmk

IKLAN SUPER SPREAD CENTER - Halaman Full Colour

:

Rp 33.000/mmk

- Halaman Black White

:

Rp 29.000/mmk

Info kerjasama/diskon: 085659447345 PT. Jembatan Mediatama Cianjur (Media Cetak,Online & Event Planner)

Komisaris Utama: H Ishaq Robin. | Direktur Utama Anton Ramadhan. | Pemred: Gia Gusniar. | Dewan Redaksi: Anton Ramadhan, Fonda Lapod, Gia Gusniar, Nuki Nugraha, T. Budiyanto | Redaktur: Mustofa, | Asisten Redaktur: Angga Purwanda. | Reporter: Apip Memberi Nilai Lebih BERITA MEDIA GROUP Samlawi. |Perwajahan: Ahmad Sulaeman (Koordinator), Arie Yudistira, Ziad Zed Zubaidi. | Grais: Nandang S | Manager Sirkulasi & Umum: Tavip Supriatna | Kabiro Ciranjang: Nuki Nugraha | Divisi Sirkulasi & Iklan: H. Heryanto. | Adm. Keuangan: Emma Maryani. | Divisi Umum: Eded Kurniawan. ALAMAT KANTOR REDAKSI/SIRKULASI/IKLAN: Jl KH Abdullah Bin Nuh No 6 Pamoyanan, Kec. Cianjur, Kabupaten Cianjur 43211. No Tlp: 0263-2914902. | Email: newsredaksibc@gmail.com SELURUH WARTAWAN BERITA CIANJUR SELALU MENGENAKAN TANDA PENGENAL DAN DILENGKAPI SURAT TUGAS SERTA TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK MEMINTA ATAU MENERIMA APAPUN DARI NARASUMBER


twitter @berita_cianjur HALAMAN

facebook beritacianjurcom

HOTLINE : 0263-2283130

BC3

Klik! beritacianjur.com

JUMAT, 13 JULI 2018

Dinilai Efektif untuk Mengembalikan Warga Binaan ke Jalan yang Benar

Lapas Cianjur Utamakan Pembinaan Keagamaan LATAR belakang pondok pesantren (Pontren) yang diterapkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Cianjur menjadi sesuatu yang unik. Dimana, para warga binaan diberikan pendekataan keagamaan untuk dapat mempertebal iman mereka.

L

ayaknya di pesantren lainnya, para warga binaan di lapas itu dari Senin hingga Kamis terus diberikan kegiatan keagamaa. Tiada hari tanpa mengaji dan melaksanakan salat dhuha. Tidak heran, jika akhirnya Lapas Kelas IIB Cianjur memiliki jam kunjungan yang tergolong siang dibandingkan lapas lainnya. “Untuk jadwal kunjungan di lapas (Cianjur, red) kami memang paling siang, jam kunjungan baru kami buka pada pukul 10.00 WIB. Sebab, kami laksanakan dulu kegiatan keagamaan seperti tadarus dan solat dhuha,” kata Kalapas Kelas IIB Cianjur, Yunianto, kepada wartawan, Kamis (12/7/2018).

Menurutnya, mendekatkan warga binaan dengan agama menjadi salah satu upaya untuk ‘mengembalikan’ mereka ke jalan yang benar. Supaya di dalam lapas, ada sesuatu yang mereka pelajari sehingga membuahkan hasil selepas masa hukuman usai. Selain itu, warga binaan juga dianggap perlu tetap teguh iman dan pendiriannya selama berada di dalam lapas. Bukan tanpa alasan, saat ini maraknya persoalan narkoba di dalam lapas menjadi perhatian banyak pihak. Begitu banyak faktor yang memungkinkan peredaran narkoba, terjadi di lembaga pemasyarakatan. ”Dengan kata lain, kemungkinan masuknya narkoba ke lingkungan lapas itu pasti ada,

BERITACIANJUR/ ANGGA PURWANDA

tapi di Cianjur saya rasa kecil. Makanya, para warga binaan juga harus terus memerangi narkoba meskipun sedang dalam proses pembinaan di sini,” ujar dia. Di Cianjur, kasus narkoba memang masih tergolong tinggi, karena kondisi wilayah yang termasuk daerah perlintasan sehingga menjadi salah satu titik peredaran narkoba. Hingga saat ini, tercatat terdapat 242 orang yang dibina akibat tersandung masalah narkoba dari

total 765 warga binaan. Akan tetapi, bukan tidak mungkin terjadi peredaran narkoba di lapas. Pada 2017 lalu, rupanya Lapas Cianjur itu sempat kecolongan peredaran narkoba di dalam lapas. Yuniarto mengatakan, saat itu ada warga binaan yang mendapatkan kiriman makanan ringan berupa cokelat dari kerabatnya. Tidak ada kecurigaan saat itu, meskipun akhirnya modus penyelundupan itu terungkap dan akhirnya digagalkan.

Ia menjelaskan, ketika itu setelah salah satu petugas ditawari untuk mengonsumsi cokelat itu. Namun, tekstur makanan ringan yang sangat populer itu dirasa sedikit berbeda. Setelah bungkusan dibuka dan diperiksa lebih teliti, barulah terungkap jika ada narkoba yang disisipkan di dalam kudapan tersebut. ”Mencegah hal-hal serupa terjadi lagi, makanya sekarang antisipasi peredaran dimulai dari pengunjung bahkan petugas lapas itu sendiri. Untuk pengunjung, mereka diimbau untuk mematuhi persyaratan sebelum bisa masuk ke dalam,” ucap Yuniarto. Ia menjelaskan, saat pengunjung memasuki pintu untuk masuk ke ruang kunjungan, petugas pasti akan melakukan penggeledahan. Jika lolos, mereka yang akan membesuk keluarganya dengan memakai sepatu, akan diminta untuk berganti alas kaki menjadi sandal jepit. Hal itu, bertujuan untuk menghindari adanya disembunyikannya benda-benda terlarang yang disimpan di dalam alas kaki berupa sepatu. Kemudian, petugas pun akan men-

dapat perlakuan yang sama ketatnya. Ponsel milik para petugas akan diperiksa satgas khusus, harus dipastikan nomor imei dari setiap telepon genggam petugas tidak berubah. Apabila petugas yang diketahui berganti-ganti ponsel, dipastikan akan menjadi perhatian dan disarankan agar tidak menggantinya untuk keamanan. ”Bisa dikatakan, atensi kami juga terfokus pada pengunjung dan petugas. Supaya kami bisa meminimalkan keikutsertaan oknum dalam peredaran narkoba di dalam (lapas),” kata dia. Akan tetapi, terlepas dari segala upaya yang diberikan kepada para warga binaan terutama yang tersandung masalah narkoba. Yuniarto masih mengharapkan, adanya kesempatan agar para warga binaan narkoba untuk menjalani rahabilitasi. Menurut dia, terlepas dari niatan apapun, pengguna narkoba juga merupakan korban maia yang mencari uang. ”Mereka juga korban pihak lain. Makanya, dengan rehabilitasi Insya Allah bisa mengurangi (ketergantungan) dan perilaku negatif lainnya,” ujarnya. (angga purwanda)

DOK/ BERITACIANJUR


Klik! beritacianjur.com

JUMAT, 13 JULI 2018

twitter @berita_cianjur

facebook beritacianjurcom

email newsredaksibc@gmail.com

HALAMAN

BC 4

BOJAN MALISIC

Apresiasi Kerja Keras Pemain Akademi PERSIB Cimahi Sowan ke Menpora

PELATIH Persib, Mario Gomez mensyukuri hasil imbang yang diraih tim asuhannya saat menghadapi Perseru Serui di Stadion Marora, Kamis (12/7/2018).

PERSIB Akademi Cimahi U-12 sudah bersiap untuk terbang ke China guna menghadapi turnamen internasional Dream Come True (DCT) 2018. Sebelum berangkat, mereka akan bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Pelatih Akademi Persib, Sendi Oktavian mengatakan, timnya mendapat undangan dari kementerian sebelum mengarungi turnamen tersebut. Menurut rencana, acara itu diselenggarakan untuk melepas keberangkatan tim Akademi Persib ke Negeri Tirai Bambu. “Acara pelepasan tim besok di Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olagara). Kita berangkat ke Jakarta besok subuh dari Cimahi,” kata Sendi, Kamis (12/7/2018). Setelah acara tersebut, tim binaan Diklat Persib itu akan kembali ke Cimahi untuk mempersiapkan tim dalam tahap akhir. Sebab, sesuai jadwal, mereka akan berangkat 16 Juli 2018. Sendi optimistis semuanya bisa berjalan lancar dan mendapat hasil maksimal. “Persiapan sejauh ini lancar. Kami akan kerja keras, semoga hasilnya pun maksimal di sana,” ucapnya.(net)

G

omez juga sangat mengapresiasi beberapa pemain muda Maung Bandung yang telah berjuang sehingga mampu membawa pulang satu poin penting. Menurut Gomez, ia pantas bersyukur atas hasil imbang ini karena tak mudah untuk bermain di kandang Perseru. “Kita telah memainkan laga yang cukup bagus. Karena tak mudah untuk bermain di sini. Tapi saya mengapresiasi para pemain saya. Karena hari ini kami memainkan sejumlah pemain muda. Mungkin ini pertama kalinya bagi mereka bermain di sini, dan mereka

“Acara pelepasan tim besok di Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olagara). Kita berangkat ke Jakarta besok subuh dari Cimahi.”

Indra Sangat Puas HASIL imbang di laga tandang menghadapi tuan rumah Perseru Serui disambut antusias beberapa pemain Persib. Salah satu yang mengaku pas dengan skor draw adalah bek muda Persib Indra Mustafa. Ia mengaku tetap bersyukur karena skuat Maung Bandung pulang dari Serui membawa satu poin. “Saya sangat puas. Apalagi kita bisa mencuri satu poin di sini,” ungkap Indra dalam jumpa pers usai laga, Kamis (12/7/2018). Tak diperkuat tiga pilar, Ezechiel N’Douassel, Jonathan Bauman dan Oh InKyun, Persib tampil cukup impresif melawan Cend-

erawasih Jingga di Stadion Marora. Dipercaya sebagai starter oleh pelatih Mario Gomez, Indra bermain gemilang mengamankan lini pertahanan Muaung Bandung. Sebagai salah satu pemain muda di Maung Bandung, Indra mengaku senang karena dirinya kembali diturunkan oleh Mario Gomez di laga pekan ke-15 Go-Jek Liga 1 2018 itu. Ia pun mengatakan siap mengambil pelajaran dari pengalaman yang ia dapatkan dari laga tandang ini. “Pertandingan hari ini sangat luar biasa bagi saya pribadi. Ini saya akan jadi-

kan pengalaman,“ pungkas pemain jebolan Diklat Persib U-19 tersebut.(net)

memainkan laga yang bagus,” tutur Gomez, seperti dilansir Persib.co.id. “Saya tahu kita tak menang. Tapi satu poin adalah hasil yang cukup bagus,” tambahnya. Menurut pelatih asal Argentina itu, laga tandang ini adalah salah satu laga penting bagi para pemain muda Maung Bandung. Sejumlah nama seperti Agung Mulyadi, Indra Mustafa, Febri Hariyadi dan M. Al Amin Syukur Fisabillah turut merasakan kerasnya laga pekan ke-15 Go-Jek Liga 1 2018 tersebut. Menurut Gomez, jam terbang dan menit bermain para penggawa

muda di laga tadi akan sangat membantu perkembangan tim Maung Bandung ke depannya. “Kita memainkan para pemain muda daan memberi mereka pengalaman. Ini adalah momen yang tepat untuk memberikan pengalaman kepada mereka,” ujar pelatih berusia 61 tahun itu.(net)


HALAMAN

BC5

Pesta Rusia JUMAT, 13 JULI 2018

Cemoohan untuk Domagoj Vida di Luzhniki BEK Kroasia, Domagoj Vida, patut diacungi jempol atas performanya di semifinal Piala Dunia 2018. Sepanjang laga, Vida harus bermain di bawah tekanan publik yang mencemoohnya. Ada apa?

V

ida berpasangan dengan Dejan Lovren sebagai duet di jantung pertahanan Kroasia selama turnamen ini, termasuk saat menghadapi Inggris di Luzhniki Stadium, Kamis (12/7/2018) dinihari WIB, dalam perebutan tiket ke final. Setelah melewati 120 menit, Kroasia akhirnya mampu melaju ke final dan menantang Prancis akhir pekan ini. Skor akhir adalah 2-1 untuk kemenangan Kroasia. Vida sepanjang pertandingan memang cuma membuat sekali aerial duel dan dua tekel sukses, kalah jauh dibanding Lovren. Tapi, Vida bisa dikatakan bermain tenang selama pertandingan dan jarang terprovokasi lawan. Padahal melihat catatannya musim lalu bersama Besiktas, Vida mengoleksi delapan kartu kuning dan satu kartu merah. Belum lagi soal tekanan yang dilancarkan penonton kepadanya sepanjang lagi, di mana

Vida selalu di-boo setiap menguasai bola. Boleh jadi cemoohan itu dilancarkan oleh suporter lokal yang ikut menonton pertandingan. Hal ini terkait selebrasi Vida usai Kroasia menyingkirkan tuan rumah Rusia di perempatfinal dalam drama adu penalti. Pada video yang viral itu, Vida berteriak ‘Glory to Ukraine’ atau “Jayalah Ukraina”, sebelum staf pelatih Kroasia yang juga mantan rekan setimnya, Ognej Vukojevic, menambahi “kemenangan ini untuk Dynamo dan Ukraina... maju Kroasia.” Keduanya memang pernah main bareng di Dynamo Kiev dan video itu dianggap sebagian orang sebagai bentuk penghinaan kepada Rusia, mengingat Ukraina dulunya jadi bagian Uni Soviet. A t a s k e j a d i a n itu, Vida sudah diberi peringatan oleh FIFA sementara Vukojevic dipulangkan ke kampung halaman. Sementara, Vida sudah mengklarifikasi lewat surat kabar Rusia, Sport Express, bahwa video itu hanyalah pesan pribadi kepada temannya di Kiev. Namun, saat beberapa media internasional termasuk detikSport coba mengonfirmasi dengan bahasa Inggris di mixed zone usai pertandingan kontra Inggris, Vida berlalu begitu saja. Padahal Vida sebelumnya sempat melayani wawancara namun dalam bahasa Kroasia. (net/bis)

Mandzukic: Kroasia Adalah Kawanan Singa

‘Si Raja Bangkit’ di Piala Dunia 2018

PENYERANG Kroasia, Mario Mandzukic menyebut tmnya bermain seperti kawanan singa untuk mengalahkan Inggris dan mencapai final Piala Dunia, Kamis (12/7/2018). Sedangkan pelatih Zlatko Dalic menyebut penampilan timnya sebagai fantasi. “Ini merupakan keajaiban. Hanya tim-tim hebat yang dapat seberani kami dan bangkit melawan dari tertinggal satu gol melawan tim-tim seperti Inggris,” kata Mandzukic. “Kami bermain dengan hati sepanjang turnamen. Saya senang dengan penampilan saya sejauh ini. Namun saya berada di sini untuk tim. Kami seperti kawanan singa yang dilepas pada malam ini. Kami akan sama seperti itu di final,” lanjutnya.

NET

TIMNAS Kroasia lolos ke final Piala Dunia 2018 dengan catatan yang fantastis, yaitu sebagai tim pertama yang mampu menang setelah tertinggal lebih dulu dalam tiga laga di fase knock-out. Kroasia melaju ke babak final dengan perjuangan yang sangat berat. Setelah meraih hasil sempurna di babak penyisihan grup yang berisi negara-negara kuat macam Argentina, Nigeria, dan Islandia, Kroasia justru harus mengalami perjalanan lebih terjal di fase knock-out. Untuk bisa melangkah ke final, Kroasia melewati adangan Denmark, Rusia, dan Inggris. Ketiga duel itu selalu melalui babak perpanjangan waktu, dan dua di antaranya berujung adu penalti (Denmark dan Rusia). Hal yang sama dari ketiga laga tersebut adalah Kroasia selalu jadi tim yang selalu tertinggal lebih dulu dari lawan-lawannya sebelum akhirnya mendapatkan gol penyama kedudukan. Menurut catatan ESPN, Kroasia jadi tim pertama yang mampu bangkit dari ketinggalan dalam tiga laga di fase gugur secara beruntun. Kemampuan Kroasia untuk

Pada video yang viral itu, Vida berteriak ‘Glory to Ukraine’ atau “Jayalah Ukraina”, sebelum staf pelatih Kroasia yang juga mantan rekan setimnya, Ognej Vukojevic, menambahi “kemenangan ini untuk Dynamo dan Ukraina... maju Kroasia.”

memenangkan pertandingan setelah lebih dulu tertinggal menunjukkan kuatnya mental pemain asuhan Zlatko Dalic. Kehebatan pemain-pemain Kroasia juga tak lepas dari tingginya jam terbang yang dimiliki oleh Luka Modric dan kawan-kawan. Dengan pemain-pemain bintang mereka sudah ada di usia matang, maka mereka bisa mengendalikan tekanan ketika mereka lebih dulu tertinggal pada tiga laga di fase knock out. “Ini adalah sebuah laga yang sangat sulit namun kami tahu betapa pentingnya laga semifinal Piala Dunia bagi negara kecil macam Kroasia.” “Kami memulai laga dengan lambat namun kemudian menunjukkan karakter kami, seperti halnya di dua laga knock out sebelumnya ketika kami juga tertinggal lebih dulu,” tutur bintang Kroasia, Ivan Perisic. Setelah menang dari Inggris, Kroasia akan menghadapi Prancis di babak final. Laga ini sendiri merupakan ulangan semifinal Piala Dunia 1998. Saat itu Kroasia kalah 1-2 di tangan Prancis pada babak semifinal. (net/bis)

NET

Dalic, yang ditunjuk untuk mengarsiteki tim pada Oktober, beberapa hari sebelum pertandingan terakhir mereka di grup kualifikasi melawan Ukraina, mengatakan masih banyak hal

yang akan datang. “Kami layak berada di final. Apa yang para pemain mainkan malam ini adalah fantasi, mereka telah mengukir sejarah,” tuturnya. (net/bis)

Prancis Takkan Ulangi Lagi Kesalahan di Final Piala Eropa 2016

NET

DI atas kertas, Prancis diunggulkan ketimbang Kroasia di final Piala Dunia 2018. Prancis tidak akan overpede karena belajar dari kesalahan di final Euro 2016. Partai puncak itu akan digelar di Stadion Luzhniki, Minggu (15/7/2018) malam WIB. Pertandingan ini menandai pertemuan

kedua tim di ajang Piala Dunia sejak Prancis mengalahkan Kroasia 2-1 di semifinal 1998. Les Bleus mendekati pertandingan dengan bayang-bayang kegagalan di Piala Eropa lalu. Prancis dipaksa merelakan trofi juara jatuh ke tangan Portugal usai kalah 1-0 di final. Hasil yang

memalukan karena turnamen digelar di kandang sendiri. Gelandang Prancis Paul Pogba tidak memungkiri bahwa kekalahan itu disebabkan karena Praancis kepedean. Menyusul suksesi menyingkirkan Jerman -- juara bertahan Piala Dunia -- di semifinal. Tim Ayam Jantan kini mencari penebusan. “Kami sadar dengan situasinya, kami tidak ingin membuat kesalahan yang sama seperti dua tahun lalu,” ucap Pogba di Reuters. “Kami ingin berhasil, memberi segalanya yang kami punya untuk membawa pulang piala ini ke rumah.” “Kurasa di Piala Eropa, kami berpikir kami pasti juara, mentalitasnya tidak sama seperti sekarang. Terus terang, ketika kami mengalahkan Jerman kami berpikir bahwa itu inalnya. Aku tahu betul rasanya kalah di inal. Aku tidak mau hal itu terjadi lagi.” “Melawan Portugal, kami berpikir kami sudah memenanginya sebelum pertandingan dimulai. Itu tidak akan terjadi lagi,” simpul gelandang Manchester United itu. (net/bis)


HALAMAN

BC6

Berita Jabar JUMAT, 13 JULI 2018

Terkait BLBI

Dua Menteri Era Megawati akan Dikonfrontasi PEMERIKSAAN saksi mantan Menteri Koordinator Bidang Prekonomian Dorojatun Kunjtoro Jakti dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang sediannya akan dilaksanakan, Kamis (12/7/2018) ditunda. Dorojatun akan dimintakan kesaksian dalam persidangan kasus Surat Keterangan Lunas (SKL) terhadap obligor penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Pemeriksaan Dorojatun sebagai saksi akan dilanjutkan pekan depan. Tim kuasa hukum terdakwa Syafruddin Arsyad Temenggung, meminta jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi dan majelis hakim agar dapat turut menghadirkan mantan Menteri BUMN Laksamana Sukardi. “Agar efektif pemeriksaan karena ada kesamaan juga, supaya tak bolak-balik, nanti digabungkan saja bersama dengan Pak Lukita dan Pak Laksamana Sukardi,” kata Ahmad Yani selaku tim kuasa hukum Syafruddin. Menurut Yani, dalam berita acara pemeriksaan, keterangan Dorojatun merujuk pada beberapa orang seperti mantan Sekretaris Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) pada 2002- 2005, Lukita Dinarsyah Tuwo. Jaksa KPK menyetujui permintaan tersebut, dan akan memanggil dua saksi lainnya bersama Dorojatun yakni Laksamana Sukardi dan Lukita Dinarsyah Tuwo. “Baik, kami menyetujui penundaanya melalui majelis hakim,” kata jaksa. Ketua majelis hakim Yanto lantas mengagendakan kesaksian Dorjatun, Lukita Dinarsyah Tuwo dan Laksamana Sukardi pada Senin (16/7/2018) pekan depan. “Maka untuk saudara (Dorojatun) kesaksiannya ditunda Senin depan,” kata Hakim Yanto. Dalam perkara ini, Syafruddin didakwa telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri dan orang lain yang merugikan keuangan negara hingga Rp 4,5 triliun. Syafruddin diduga terlibat dengan kasus penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) dalam Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) bersama Dorojatun Kuntjoro Jakti, mantan Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK), kepada Sjamsul Nursalim dan Itjih S Nuraslim selaku pemegang saham pengendali Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) pada 2004. Syafruddin didakwa melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP. (net/bis)

Koperasi Bukan Bank Keliling dan Lintah Darat PERINGATAN hari Koperasi ke 71 yang jatuh pada Kamis, 12 Juli diwarnai aksi unjuk rasa damai.

A

ksi kali ini dilakukan puluhan mahasiswa Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) Jatinangor di halaman depan Gedung Graha Bustanil Ariin Jalan Raya Soekarno, Kecamatan Jatinangor, Sumedang. Para pengunjuk rasa mahasiswa Ikopin tersebut mengusung sejumlah spanduk dan poster. Dalam spanduk itu di antaranya bertuliskan ‘koperasi amanat konstitusi, koperasi penyelamat ekonomi bangsa, apa kabar koperasi?, koperasi bukan bank keliling, selamat hari koperasi dari kami mahasiswa Ikopin. Selain itu poster bertuliskan revolusi mental versus ekonomi kerakyatan’. Dalam spanduk tersebut bertuliskan sejumlah tuntutan yang ditulis oleh para mahasiswa Ikopin. Di antaranya, mereka menuntut rehabilitaai koperasi yang dijalankan Kementerian Koperasi RI, perbaikan sumber daya manusia koperasi. Para mahasiswa pun menuntut pemerintah harus mengawal pendidikan koperasi dan perjuangan pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 tentang Koperasi. Para mahasiswa juga menuntut re-branding, sosialisasi, kampanye

NET

koperasi yang masif di seluruh Indonesia untuk kesejahteraan atau ekonomi masyarakat. Untuk memperjuangkan ruh koperasi di Indonesia, sejumlah mahasiswa melakukan orasi secara bergantian dengan menenteng toa di hadapan para pengunjuk rasa lainnya. Mereka pun menyatakan cinta koperasi. Setelah berorasi di depan Graha Bustanul Ariin, para mahasiswa pun longmach menuju Jalan Raya Soekarno Jatinangor yang ada di depan Kampus Ikopin Jatinangor. Para pengunjuk rasa melakukan orasi di jalan nasional tersebut sambil membagikan selembaran kertas yang berisi tentang koperasi. Karena para mahasiswa berbaris di ruas jalan, laju kendaraan yang melintasi Jalan Soekarno Jatinangor dari arah Ci-

leunyi tujuan Sumedang sempat tersendat. Jajaran kepolisian, pengamanan Kampus Ikopin dan sebagian mahasiswa membantu memperlancar arus lalulintas. Aksi damai para mahasiswa itu berlangsung kondusif dan lancar. Widi Rizaldi di antara pengunjuk rasa yang juga Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Ikopin dalam orasinya mengatakan, terbentuknya koperasi itu, sebelumnya karena ada kesenjangan ekonomi masyarakat. “Adanya koperasi itu untuk memperbaiki ekonomi masyarakat. Koperasi merupakan sebuah organisasi masyarakat untuk memperbaiki ekonomi masyarakat. Yang dilakukan kami targetnya untuk masyarakat,” kata Widi kepada galamedianewslcom di sela-sela aksi damai. Menurutnya, kope-

rasi memiliki peranan yang sangat strategis dan koperasi bukan lintah darat. Ia pun menyuarakan kepada masyarakat jangan sampai terjerat bank keliling atau bentuk pinjaman lainnya yang berkedok koperasi. “Jika masyarakat mengerti tentang koperasi, tidak akan terbuai dengan pinjaman. Masyarakat juga harus melihat dan patut mencurigai jika ada penawaran pinjaman dengan bunga yang besar,” kata Widi. Untuk mengetahui koperasi yang benar, kata Widi masyarakat bisa melihat struktur kepengurusan lembaga atau organisasi tersebut. Selain mengetahui anggaran dasar dan sejarah terbentuknya. “Memang saat ini masih banyak masyarakat yabg belum tahu tentang koperasi. Karena itu, kewajiban

mahasiswa untuk mensosialisasikannya,” katanya. Tetapi sejauh ini, lanjut Widi, yang menjadi permasalahan dalam pembentukan koperasi itu ada pada sumber daya manusia. “Masyarakat yang tak mengerti atau mengetahui koperasi bisa dibodohi bank keliling dan lintah darat. Jika masyarakat mengerti tentang koperasi akan sadar apa itu koperasi yang sebenarnya,” ungkapnya. Widi juga melihat perkembangan koperasi saat ini sangat memprihatinkan karena tidak sesuai dengan ruhnya atau jatidirinya. “Kami menginginkan ada rehabilitasi koperasi yang disesuaikan peraturan Undang-Undang. Tujuan koperasi itu untuk mensejahterakan anggota dan masyarakat. Sebab, permasalahan ekonomi, solusinya ada di koperasi,” ungkapnya. Ditambahkan pengunjuk rasa lainnya Muhammad Andi Riansyah, koperasi penyelamat ekonomi bangsa, koperasi bukan bank keliling. “Koperasi di Indonesia belum berkembang baik,” katanya. Menurut Andi, koperasi urat nadi perekonomian bangsa Indonesia. “Koperasi didirikan atas dasar keinginan masyarakat, bukan kehendak pemerintah,” ucapnya. (net/bis)

Kehilangan STNK F-2744-ZJ an. IYAD RIDWAN F-3576-XQ an. DANDI F-6648-YD an. YUSUP HARIRI F-5302-XH an. ANTONIUS SANTOSO F-2722-YL an. FARID SANJAYA F-6337-XO an. ELLA NURLELA


HALAMAN

BC7

Cianjur News+

JUMAT, 13 JULI 2018

... Didemo Warga, Pengusaha Balik Ancam DARI HAL BC1

didampinggi sejumlah aktivis asal Cianjur yang tergabung dalam Cianjur Aktivis Independen (CAI). Pantauan di lapangan, ratusan masa tampak bergerumul di depan pintu masuk pabrik yang saat itu dijaga ketat aparat kepolisian. Bergantian, warga bersama aktivis CAI berorasi menyampaikan keluhan dan kecaman yang ditujukan pada pihak perusahaan.  Pernyataan sikap yang dibacakan pentolan CAI langsung disambut sorak sorai para demonstran.  Disebutkan dalam pernyatan sikapnya, pendirian pabrik diduga melanggar aturan dan Undang-Undang. Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan sejumlah hal lainnya, antara lain terkait pembuangan limbah industri yang dinilai sangat merugikan, perusahaan tak mengeluarkan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), serta warga setempat tidak diberi ruang untuk bisa bekerja di perusahaan. Setelah hampir satu jam berorasi, pihak perusahaan akhirnya membuka ruang para demonstran untuk beraudiensi. Saat itu beberapa perwakilan warga dan aktivis dipersilahkan masuk ke dalam pabrik. Sayang, saat itu pihak perusahaan tidak

memperkenankan awak media ikut masuk ke dalam menyaksikan audiensi yang digelar di kantor HRD. Ditemui seusai audiensi, koordinator aksi yang juga Ketua CAI Parid Sandi menjelaskan, unjuk rasa dilakukan tiada lain ingin menuntut pihak pemilik PT. Three Six World Ciranjang, karena telah melanggar aturan dan ingkar janji pada warga. “Pihak perusahaan janji akan mempekerjakan warga setempat tapi kenyataannya tidak. Kita menuntut perusahan supaya keinginan warga direalisasikan,” kata Farid. Namun, ungkap Farid, saat audiensi dengan pihak pemilik yaitu Mr Sanjamin, pengusaha berkewarganegaraan asal Korea itu dengan tegas menolak untuk merealisasikan apa yang menjadi tuntutan warga. “Ketimbang merealisasikan tuntutan warga, saat itu Mr Sanjamin berkata justru dalam waktu dekat akan menutup usahanya (PT Three Six World),” ucapnya. Dengan adanya pernyataan pemilik PT. Three Six World tersebut, pihaknya berucap terimakasih, bahkan masyarakat setempat tiap hari akan terus memonitor perusahaan. “Kalau besok hari ternyata masih beroperasi, maka masyarakat akan datang lagi dengan membawa massa yang lebih banyak,” tegasnya.

Pernyataan dari pemilik PT Three Six World, Mr Sanjamin yang mengancam akan menutup perusahaan saat audiensi berlangsung, dibenarkan Kepala Desa Cibiuk Yandhi Ruhyandi. Z, yang saat itu ikut masuk bersama perwakilan warga beraudiensi dengan pihak perusahaan. Yandi menuturkan, pernyataan dari Mr Sanjanim itu disampaikan saat koordinator aksi membacakan pernyataan sikap yang berisikan tuntutan dari warga. “Belum juga tuntutan selesai dibacakan, Mr. Sanjanim langsung angkat bicara bahwa pihaknya langsung akan menutup PT. Three Six beroperasi dengan total, karena dianggap bahwa PT. Three Six World tidak aman,” kata Yandi menirukan apa yang disampaikan Mr Sanjanim. Yandi mengaku, malam sebelum dilaksanakan aksi, HRD perusahaan sempat menemui dan menyampaikan jika aksi demo besok hari jadi, maka pemilik PT. Three Six  akan langsung menutup dan pindah ke kabupaten lain di luar Kabupaten Cainjur. “Pak Kades mohon maaf bila besok unjuk rasa jadi, maka pihaknya akan menutup PT. Three Six World dan pindah ke Kabupaten lain,”  pungkas Yandi menirukan ucapan Hoerudin, HRD PT Three Six World. (apip samlawi)

taan Airlangga. Pada Pilpres 2019 ini, PKB mengejar kursi cawapres untuk Cak Imin. PKB belum mendeklarasikan secara resmi, tapi mereka menyatakan siap kembali mengusung Jokowi. Partai ini pun membuat skema JOIN (JokowiCak Imin) dan hingga saat ini masih terus disosialisasikan. Bukan hanya PKB, Golkar juga menginginkan agar sang ketum menjadi pendamping Jokowi pada Pilpres 2019. Namun hingga saat ini, Airlangga selalu menyampaikan tetap akan mendukung Jokowi meski tak mendapat jatah cawapres. Kemarin Cak Imin mengungkap soal adanya peluang Golkar-PKB mengusung calon lagi apabila kedua tokoh ini tak menjadi cawapres Jokowi. Dia mengatakan akan ada pertemuan lanjutan GolkarPKB guna evaluasi.(bbs/ net)

indikasikan terdapat kerugian negara. “Untuk itu, sikap kita mendorong penegakan hukum agar segera dilakukan penyelidikan atau penyidikan kepada pihak terkait,“ ujarnya di grup, Kamis (12/7/2018). Menurutnya, ketika ada pihak yang tidak sepakat dengan penegakan hukum, kemungkinan mereka telah lupa dengan pasal-pasalnya atau aturan yang berlaku. “Penegakan hukum di Cianjur mandul dan penuh dengan kebohongan. Saya tidak takut dimusuhi keroncongkeroncong yang takut kelaparan,“ ucapnya. Pernyataan Hendi mendapat banyak dukungan. Tuntutan penegakan hukum dan kritik pedas untuk bupati pun terlontar dari para ‘penghuni’ grup publik Facebook bernama ‘Rumah Bersama Urang Cianjur’ lainnya. Menanggapi hal tersebut, Ketua Cianjur People Movement, Ahmad Anwar menegaskan, viralnya Megaproyek Campaka di jejaring sosial menunjukkan bahwa masyarakat sudah resah dan muak dengan kebijakan Bupati Cianjur yang sudah jelas-jelas melanggar hukum. Ketika ada pihak yang menyebutkan tak ada masalah pada Megaproyek Campaka, sambung dia, pihak tersebut dipastikan orang dekatnya bupati. Pasalnya, sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang, Megaproyek Campaka jelas-jelas melanggar karena dibangun tanpa mengubah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Cianjur terlebih dahulu. “Biasa lah, walaupun bosnya salah, penjilat itu pasti mati-matian membelanya. Soalnya kalau tidak seperti itu, dia gak bisa makan. Sudah jelas kok pelanggarannya, pembangunan Megaproyek Campaka itu melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Cianjur No. 17 Tahun 2012,“ ungkapnya. Ebes menegaskan, Bupati Cianjur seharusnya tak hanya diam melihat keresahan masyarakat. Jika memang tidak merasa salah, sambung dia, seharusnya bupati menjelaskan secara rinci kepada masyarakat terkait kebijakan pemindahan ibu kota. “Kalau merasa tidak salah, bupati seharusnya ngomong dong, kalau diam kan aneh. Kalau masih mengklaim sudah meme-

Diberitakan sebelumnya, PENGAKUAN dan penjelasan dugaan kuat pelanggaran pada Megaproyek Campaka terus bermunculan. Mulai dari masyarakat, aktivis, wakil rakyat hingga pakar hukum. Lalu, mengapa aparat penegak hukum belum bertindak? Itulah yang diungkapkan Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan. Menurutnya, seharusnya aparat penegak hukum bisa langsung bertindak dengan menyelidiki tanpa harus menunggu laporan terlebih dahulu. “Saya kira soal pelanggaran pada proses pemindahan ibu kota dari Kecamatan Cianjur ke Kecamatan Campaka ini bukan delik aduan. Jadi aparat seharusnya proaktif untuk menindaklanjuti tindak pidana dan dugaan pelanggaran lainnya, tanpa memandang apa dan siapa. Apalagi dugaan kuat pelanggaran pada Megaproyek Campaka ini sudah viral di media massa dan media sosial. Harusnya ini jadi bukti kuat buat aparat untuk bertindak,“ ujar Rudi kepada Berita Cianjur, Rabu (11/7/2018). Ia menegaskan, pelanggaran dan fenomena Megaproyek Campaka akan menjadi contoh buruk bagi masyarakat Cianjur. Betapa tidak, aturan yang seharusnya ditegakkan pemerintah agar masyarakatnya pun tertib dan menaati aturan yang berlaku, malah dilanggar oleh pemerintah sendiri. “RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Cianjur ini belum diubah, lalu mengapa Megaproyek Campaka tetap dikerjakan? Jelas ini melanggar aturan. Jangan sampai hukum di Cianjur

ini tajam ke bawah tumpul ke atas,“ tegasnya. “Masih ingat dalam benak kita soal pembongkaran pedagang kaki lima di jalur Cipanas hingga Puncak. Lapak mereka dibongkar pemerintah tanpa ampun karena dianggap melanggar aturan. Nah sekarang giliran pemerintah yang melanggar kenapa dibiarkan?” sambung Rudi. Sementara itu, Ketua Cianjur People Movement, Ahmad Anwar kembali menegaskan bahwa pihaknya akan segera melaporkan dugaan kuat pelanggaran kebijakan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar terkait Megaproyek Campaka. Senada dengan Ketua SPRI, pria yang karib disapa Ebes ini pun menilai, seharusnya aparat penegak hukum sudah bisa langsung bertindak tanpa harus menunggu laporan. Pasalnya, informasi atau pemberitaan Megaproyek Campaka sudah viral. “Harusnya tanpa ada laporan pun Megaproyek Campaka sudah bisa diselidiki oleh aparat penegak hukum. Jangan diam saja. Makanya dalam waktu dekat ini kami akan berupaya untuk melaporkannya, agar segera diusut tuntas,“ katanya kepada Berita Cianjur kemarin. Ebes mengatakan, dugaan pelanggaran pada proses pemindahan ibu kota sudah sangat kuat. Bukan hanya dari aktivis dan wakil rakyat, Ebes menegaskan, pakar hukum pun mengatakan hal yang sama, bahwa Megaproyek Campaka melanggar aturan termasuk Undang-Undang. Ebes mengungkapkan, dalam prioritas penyusunan rencana rinci tata ruang yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Cianjur No. 17 Tahun 2012, tak ada disebutkan rencana tata ruang untuk Kecamatan Campaka. Lalu, kenapa ada Megaproyek Campaka? “Pemkab Cianjur harusnya mengacu kepada Perda RTRW No 17. Jadi, jika tetap ada Megaproyek Campaka, itu artinya dipaksakan dan melanggar aturan yang ada, karena tidak tercantum dalam perda,“ terangnya. Ebes menjelaskan, dalam Undang-Undang RI Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang, tepatnya pada pasal 61 disebutkan, dalam pemanfaatan ruang setiap orang wajib menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan; memanfaatkan ruang sesuai dengan izin peman-

mungkin punya kesempatan untuk membalaskan dendam di inal menghadapi Prancis, dendam yang sudah bertahan 20 tahun lalu,” ucap Plenkovic dilansir dari sportskeeda.com. Pada laga inal nanti, Timnas Kroasia bakal tetap menjadi underdog. Selama ini, Kroasia juga tak pernah masuk hitungan sebagai juara Piala Dunia. Meski begitu, banyak yang lupa kalau Kroasia diisi oleh pemain berpengalaman dan berkelas du-

nia. Ivan Rakitic dan Luka Modric contoh dua pemain berkelas yang punya prestasi segudang dengan klub masing-masing. Ada juga Dejan Lovren yang tampil memukau bersama Liverpool musim ini. Jangan dilupakan pula bek tangguh Sime Vrsaljko yang sukses menjadi palang pintu yang tangguh untuk Atletico Madrid musim ini. Mereka merupakan pemain-pemain yang sudah matang secara permainan. Bisa dikatakan, Kroasia

punya pemain yang selevel dengan Timnas Prancis. Antoine Griezmann dan kawan-kawan patut mewaspadai semangat juang yang dimiliki pemain Kroasia. Selain itu, jangan pernah pula menganggap enteng Kroasia seperti yang terjadi dengan Inggris. “Mereka sudah meremehkan kami dan itu terbukti salah,” ucap kapten Kroasia, Luka Modric seperti dikutip Marca. Modric juga menyalahkan media di Inggris yang juga meremehkan mereka.

“Saya pikir media di Inggris tak mengenal kami dan itu kesalahan. Kami sudah baca apa yang mereka tulis. Hebat! siapa yang terhenti di sini. Harusnya mereka lebih rendah hati dan menghormati lawan.” Sambungnya. Dalam 5 pertemuan terakhir, Kroasia tak pernah mengalahkan Prancis. Apakah sejarah itu bakal ditulis pada 15 Juli nanti di Stadion Luzhniki? Di kubu Perancis, sang pelatih Didier Deschamps berambisi untuk meme-

... Golkar-PKB Ancam Tinggalkan Jokowi DARI HAL BC1

nya, Kamis (12/7/2018). Menurutnya, Anies memiliki peluang dan kans menghadapi Jokowi dan pasangannya di pilpres mendatang. Karena itu PKS yakin mengusungnya. “Kami melihat masih ada peluang besar pasangan Anies-Aher menjadi alternatif poros di luar Jokowi dan Prabowo,” tutur dia. Berbeda dengan PKS, saat ini, PKB-Golkar mempertimbangkan untuk mengusung capres selain Joko Widodo bila tak bertemu kata sepakat terkait koalisi Pilpres 2019. Kedua partai ini juga sempat pamer memiliki tiket VIP. Dalam pertemuan Ketum Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), keduanya menyinggung tiket VIP Pilpres 2019. Tiket VIP yang dimaksud adalah gabungan kekuatan Golkar dengan PKB.

Berdasarkan UU Pemilu, partai atau gabungan partai baru bisa mengusung pasangan calon di Pilpres 2019 bila telah memenuhi ambang batas capres (presidential threshold). Syaratnya adalah 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara nasional hasil Pemilu 2014. Bila Golkar-PKB bergabung, kedua partai sudah cukup mengusung pasangan calon karena kekuatannya cukup. “Ya, tentu tadi dengan Pak Imin mengatakan yang punya karcis terusan adalah PKB dan Golkar,” kata Airlangga di kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat. Sementara itu, Cak Imin mengatakan, jika Golkar dan PKB bersatu, ada tiket VIP menuju pilpres. Sayangnya, Cak Imin tak menjelaskan tiket apa yang dimaksud. “Golkar dan PKB bersatu, satu tiket menuju pilpres, tiket VIP,” ujar Cak Imin melanjutkan pernya-

...Masyarakat Muak dengan DARI HAL BC1

gang izin dan lagi pembahasan, ini sangat aneh. Selama RTRW belum diubah, mana bisa izinnya turun. Belum lagi bakal terkendala dengan hasil kajian dari geologi yang menyatakan bahwa Kecamatan Campaka itu zona merah rawan bencana,“ tegasnya. Ebes menambahkan, ketika dugaan kuat pelanggaran Megaproyek Campaka sudah viral di media sosial, hal tersebut sudah bisa menjadi alasan kuat bagi aparat penegak hukum untuk bertindak langsung tanpa harus menunggu laporan. “Tunggu apa lagi? Aparat harus segera bertindak. Masyarakat akan terus mengawasi, usut tuntas Megaproyek Campaka,“ pungkasnya.

faatan ruang dari pejabat yang berwenang; mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruang; dan memberikan akses terhadap kawasan yang oleh ketentuan peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum. Sementara terkait ketentuan pidananya, sambung Ebes, pasal 69 (1) menyebutkan, setiap orang yang tidak menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 yang mengakibatkan perubahan fungsi ruang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp. 500.000.000,00. (2) Jika tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan kerugian terhadap harta benda atau kerusakan barang, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,00. “Pada pasal 73 (1) juga disebutkan, setiap pejabat pemerintah yang berwenang yang menerbitkan izin tidak sesuai dengan rencana tata ruang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 500.000.000,00,“ bebernya. “Lalu di ayat 2 disebutkan, selain sanksi pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pelaku dapat dikenai pidana tambahan berupa pemberhentian secara tidak dengan hormat dari jabatannya,“ sambung Ebes. Selain soal pidana, Ebes juga mengatakan, pada pasal 37, izin pemanfaatan ruang yang dikeluarkan dan/atau diperoleh dengan tidak melalui prosedur yang benar, batal demi hukum. “Ini sudah jelas kok. Megaproyek Campaka itu dipaksakan dan melanggar aturan. Aparat penegak hukum harus segera bertindak,“ ungkapnya. Analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) perkantoran Campaka yang baru dibuat tahun ini, kata Ebes, menjadi bukti tambahan bahwa Megaproyek Campaka dipaksakan dan melabrak aturan. “Logikanya sederhana, masa pekerjaan pembangunan dan sejumlah proyek isik di Campaka sudah dilakukan, tapi amdalnya baru dikerjakan. Ini (Megaproyek Campaka) dipaksakan dan jelas-jelas langgar aturan. Harus segera ditindak,“ pungkasnya.(gie)

nangi partai inal Piala Dunia 2018. Dia ingin menuntaskan misi yang gagal diwujudkan pada Piala Eropa 2016. “Partai inal (Piala Dunia 2018) harus dimenangi karena kami belum melakukannya saat kami kalah dua tahun lalu,” ujar Deschamps. Perancis berambisi menuntaskan misi yang sempat gagal, sementara Kroasia berambisi membalaskan dendamnya. Lalu siapakah yang bakal menjadi kampiun?(bbs/net)

... Aroma Balas Dendam DARI HAL BC1

Tepat 20 tahun berlalu, kini kesempatan bagi Kroasia menebus kegagalan atas Prancis. Dengan skuat yang mumpuni, misi balas dendam sangat mungkin diwujudkan. Namun itu tetap bukan perkara mudah. Prancis yang punya gaya sama seperti Kroasia, mengandalkan serangan balik cepat dari sayap, juga memiliki skuat serta permainan solid. Apalagi mereka juga

sudah cukup memiliki pengalaman tampil di inal, karena dua tahun lalu hampir dengan komposisi pemain serupa, pelatih Didier Deschamps mampu mengantarkan Les Bleus mencapai laga pamungkas Piala Eropa, meski harus kalah dari Portugal. Soal misi balas dendam, Perdana Menteri Kroasia, Andrej Plenkovic mengunjungi hotel tempat tim menginap dan mengajak semua pemain untuk balas dendam ke Prancis. “Kita


ADV.

JUMAT, 13 JULI 2018

HALAMAN

BC8

KEPALA BULOG SUBDIVRE CIANJUR, UJU KOMARIAH BESERTA STAF MENGUCAPKAN Dedi Rustandi

Mengucapkan

Selamat Hari Jadi Cianjur ke 341

Selamat Hari Jadi Cianjur ke Semoga Cianjur Lebih Maju dan Agamis.

Semoga Cianjur Lebih Maju dan Agamis.

PT. BERKAH NIAGA ARSINDA AGEM RESMI GAS LPG NPSO PERTAMINA

Mengucapkan

SELAMAT HARI JADI CIANJUR KE 341

Mengucapkan

Selamat Hari Jadi Cianjur ke 341 “Dengan Semangat Hari Jadi Cianjur, Kita Jaga Semangat Persatuan dan Kesatuan” Danginpuri, S.H, M.H Ketua Komite

Semoga Cianjur Lebih Maju dan Agamis.

Berita Cianjur - Masyarakat Muak dengan Kebijakan Bupati  

Memberi Nilai Lebih

Berita Cianjur - Masyarakat Muak dengan Kebijakan Bupati  

Memberi Nilai Lebih

Advertisement