Page 1

ECERAN ,RP.3.000 AN N A G LANG ,0 0 .0 8 RP.7 N A L U /B

EDISI 364 THN III

Memberi Nilai Lebih

JUMAT, 13 JANUARI 2017

facebook beritacianjur.com

twitter @berita_cianjur

Klik! beritacianjur.com email newsredaksibc@gmail.com

Warga: Tindak Tegas Sopir Angkot Ugal-ugalan! CIANJUR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur dan Kepolisian Resor (Polres) Cianjur di desak agar menindak tegas sopir angkotan kota (angkot, red) yang sering mengendari angkotanya dengan ugalanugalan. Supardjo (34), seorang warga Solokpandan, mengatakan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabu-

“Tentunya harus sering-sering dilakukan penertiban, terutama sopir angkot yang masih dibawah umur. Sebab, mereka sering kedapatan membawa kendaraan dalam kondisi mabuk minuman keras (miras),”

paten Cianjur, dan Satlantas Polres Cianjur harus bertindak tegas terhadap para sopir yang dinilai melanggar aturan lalulintas. Sebab, diungkapkan Supardjo, masih terdapat sopir angkot yang masih dibawah umur dan tak memiliki surat izin mengemudi. Selain itu, sering ditemukan juga sopir angkot yang mengendarai kendaraannya dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol (mabuk minuman

keras, red). “Tentunya harus sering-sering dilakukan penertiban, terutama sopir angkot yang masih dibawah umur. Sebab, mereka sering kedapatan membawa kendaraan dalam kondisi mabuk minuman keras (miras),” kata Supardjo, kepada “BC”, Kamis (12/1/2017). Supardjo menyebutkan, seperti KE HALAMAN 7

BERITACIANJUR/ANGGAPURWANDA

Masyarakat Siap Kawal Anggaran Betonisasi 600 M CIANJUR – Ketua Lembaga Kajian Visi Selaras Komunika dan Politik Kabupaten Cianjur, Irvan Ridwansyah, mengklaim telah menerima sejumlah surat terbuka kepada lembaganya, untuk mengawal penggunaan anggaran 600 miliar yang disiapkan Pemkab Cianjur guna membiayai proyek isik betonisasi jalan tahun anggaran 2017. Menurut Irvan anggaran 600 miliar yang disiapkan pemerintah untuk betonisiasi jalan, memang harus dikawal. Pasalnya, banyak dugaan indikasi kecurangan yang dilakukan pihak ketiga daKE HAL 7

SKTM Dipangkas, Rakyat Miskin Meradang MASYARAKAT miskin Cianjur, kini mulai merasakan kebijakan pemangkasan anggaran SKTM yang diberlakukan pemerintah.

B

aban Suherman (41) bolak balik antara RSUD Cianjur dan Dinas Kesehatan, hanya sekedar memastikan kalau tanggungan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diberikan kepadanya benar hanya sebesar 25 % dari jumlah beban biaya medis anaknya yang sedang dirawat di salah satu ruangan di RSUD Cianjur. KARIKATUR/NANDANG S

Irvan Ridwansyah

KE HALAMAN 7

Ketua Lembaga Kajian Visi Selaras Komunika dan Politik Kabupaten Cianjur

Jadwal Salat Wilayah Cianjur & Sekitarnya

Wabup Pastikan Pemkab Berperan Tingkatkan Kualitas Pendidikan SMA dan SMK

Jumat, 13 Januari 2017 SUBUH 04:23

ZUHUR

ASAR

12:03

15:27

MAGRIB 18:18

CIANJUR - Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman, merasa yakin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) masih berperan besar dalam menentukan kualitas pendidikan setingkat SMA dan SMK, meski pengelolaanya sudah di-

ISYA 19:32

Kang BeCe

BNN Siap Telusuri Morfin Pilot Susi Air JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) akan menelusuri asal morfin yang dikonsumsi dua pilot maskapai Susi Air, berinisial BA dan DA. Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso menjelaskan, BNN akan mengusut dari mana

dua pilot tersebut mendapatkan narkoba. “Sekarang kita sedang dalami dapatnya dari mana. Sudah berapa lama, kita akan menelusuri semua,” KE HALAMAN 7

KE HALAMAN 7

NAFA URBACH

“Hubungan saya baik-baik saja” CUKUP lama memang kita tidak melihat atau mendengar kabar dari Nafa Urbach dan Zack Lee. Sempat diterpa isu tak sedap mengenai situasi dan kondisi rumah tangganya, kini Nafa Urbach pun menegaskan

kalau ia dan Zack Lee sudah kembali membaik. “Hubungan saya baik-baik saja. Saya terlalu percaya bahKE HALAMAN 7

Back To Nature (Kembali Ke Alam) GAYA hidup back to nature dan tingginya kepercayaan masyarakat dunia pada obat tradisional Di negara-negara sedang berkembang, sebagian besar penduduknya masih terus menggunakan obat tradisional, terutama untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan dasarnya.

KE HALAMAN 7

KARIKATUR/NANDANG S

CIANJUR BERJAMAAH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “pada setiap hari Jumat para malaikat berdiri di depan pintu masjid menuliskan nama-nama orang secara berurutan. Ketika Imam telah duduk (diatas mimbarnya) mereka menutup buku catatannya dan duduk mendengarkan khutbahnya”. [HR Bukhari]


BC2

Ngawangkong

+ Opini Warga JUMAT, 13 JANUARI 2017

Kades Dihermawan

Menuju Kursi DPRD 2019 BERBICARA pembangunan Desa mungkin sudah bukan hal yang aneh lagi bagi sosok Kepala Desa Bojongpicung, Dihermawan. Setelah dua kali menjabat sebagai orang nomer satu di Daerahnya, kini Dihermawan merancang jalan menuju Anggota DPRD Cianjur tahun 2019.

membuka harapan bagi diri saya untuk ikut bertarung dalam merebut simpati rakyat di Pemilihan Legeslatif mendatang. Mudahan-mudahan, dengan semua pengalaman saya menjadi kades, akan bermanfaat nanti ketika jadi legislator

Terus, bagaimana persiapan dan cara pandang Dihermawan menuju gedung wakikl rakyatnya nanti, berikut tim ngawangkong Harian Berita Cianjur saat meyambangi Kantor Desanya.

Biarpun niatan sudah bulat, hingga kini saya belum menentukan partai yang akan jadi perahu politik saya jadi Anggota Dewan.

Apa yang mendorong anda ingin menjadi seorang politikus dengan menjajal jadi Anggota Dewan nanti Saya melihat ada ruang bagi diri saya setelah menjabat dua priode Kepala Desa, untuk jadi Anggota Dewan. Kedepan, jadi Kepala Desa membutuhkan banyak sekali perjuangan, seiirngin dengan banyaknya kucuran dana dari berbagai pos anggaran bantun. Biarkan yang lebih muda mendapat gilirian mengelola desa dengan anggaran yang lebih banyak.

Saya akan berjuang menjadi wakil rakyat jika terpilih nanti. Jadi Anggota Dewan, memberikan ruang yang cukup luas untuk mengembangkan Kabupaten Cianjur, terutama wilayah saya sendiri. Jadi intinya, Bapak tidak akan lagi mencalonkan Kepala Desa masa yang akan datang.

Mungkin menjadi Kades, cukup dua priode saja. Awalnya saya ingin istirahat dengan menjadi petani di desa ini. Namun setelah dipikir panjang ada peluang bagi saya untuk menjadi Anggota Dewan. Ketika peluang itu ada, tentu

Partai apa Kiranya yang menjadi kendaraan Bapak

Namun, hingga waktu ini sudah banyak partai yang meminang saya, agar mau jadi Calobn legislatif. Nanti lah, semua saya pilirkan dulu dengan matang dan tidak terburu-buru. Intinya, saya ingin mencoba pertaruhan politik yang sebenarnya, dengan pengalaman yang sudah saya miliki dalam proses demokrasi Pilkades dua priode sekarang.

Sejauh mana kekuatan warga yang akan mendukung ? Mengenai kekuatan warga yang akan mendukung, tentu belum bisa dikatakan saat ini. Tapi saya yakin, minimal semua hak pilih warga di Desa Bojongpicung akan memberikan suaranya untuk saya.

Dengan bekal pengalaman dan jaringan yang saya miliki sekarang, rasanya kebutuhan suara untuk melenggang ke Gedung Wakil Rakyat, tidak sesulit yang dilakukang orang biasa. Saya yakin warga saya mendukung penuh, karena maju saya menjadi Caleg, tentu untuk menunjang pembangunan yang ada di Desa Bojongpicung ini sendiri.

Apa saja yang sudah anda lakukan untuk memuluskan keinginan anda menjadi wakil raktyat. Saya kira, tidak perlu ada banyak sosialiasi yang harus saya lakukan, karena masyarakat tahu persis siapa saya, bagaiamana saya bekerja dan untuk apa saya menjadi wakil rakyat.

Yang paling penting bagi diri saya, tetap peduli terhadap sesama, seluruh warga desa sendiri, pada orang lain dan menggalang silaturahmi kesetiap tokoh masyarakat di setiap tetangga desa. Memberikan contoh yang terbaik, diberbagai bidang, seperti halnya, sikap, tuturkata dan saat melaksanakan penterapan dana bantuan pemerintah pada berbagai pembangunan fasilitas umum, itu

harus benat diterima seluruh warga desa setempat.

Tujuan menjadi anggota Dewan itu apa saja.? Niatan menjadi anggota legis latif tiada lain untuk membangun masyarakat perdesaan, karena membangun desa tersebut, tidak selamanya harus menjadi Kepala desa, tapi masih banyak cara lain, diataranya menjadi anggota legislatif, hingga nantinya tidak hanya membangun satu desa saja, melainkan membangun desa yang ada di Daerah pemilihan (Dapil), impian tersebut semoga tercapai karena itu merupakan niatan yang ikhlas, Reporter: Apip Samlawi

“Nalar hanya akan membawa anda dari A menuju B, namun imajinasi mampu membawa anda dari A ke manapun.�

OPINI WARGA Memberi Nilai Lebih

BERITA MEDIA GROUP

Komisaris Utama H Ishaq Robin. | Direktur Utama Anton Ramadhan. | General Manager Gia Gusniar. | Pemimpin Redaksi Cetak Nuki Nugraha. | Wakil Pemimpin Redaksi Cetak Mustofa | Dewan Redaksi: Anton Ramadhan, Fonda Lapod, Gia Gusniar, Nuki Nugraha, Imam Sumarsono (Ipung) | Asisten Redaktur: Angga Purwanda, Rikky Yusup, Rudi Rusmana, Rustandi Zaelani | Sekretaris Redaksi Asri Fatimah | Reporter Cetak: Herry Febriyanto, Apip Samlawi, Zenal Mustari, Suparjo. | Divisi Online Rifky (Admin/IT). | Perwajahan: Ahmad Sulaeman (Koordinator), Arie Yudistira, Ziad Zed Zubaedi, Rendy Rustandi, Muhammad Faisal. Grais: Nandang S, M Yanuar Gunawan. | Manager Keuangan dan Umum Mastuti. | Manager Iklan dan Sirkulasi Budi Yahya. | Koordinator Iklan : Suparjo. | Divisi Iklan: Fajar Kurniawan (Iklan Bandung), Emma Maryani (admin). | HRD & UMUM: Iwan Setiawan | Koordinator Sirkulasi : Iwan kusmawansyah| Divisi Sirkulasi: Pupung Pangestu, Dede Herlan, Erlin Sri Hartati (admin). | Marketing Komunikasi : H Ahmad Rizky Alfaraby. | Divisi Keuangan: Dedi Sukmana (kolektor), Asep Ruhenda (kolektor), Siti Aisyah (admin). | Legal Oficer Ebes | Divisi Umum: Ardian (IT), Jajang Solihin, Daud Yusuf, Eded, Iyus Rustandi. I Alamat Redaksi/ Iklan/Sirkulasi: Jl. KH. Hasyim Ashari No. 46B, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, 43214 l Telp. Kantor : (0263) 2283283 - 2283645 l Hotline Redaksi: 08562053088 l e-mail redaksi: newsredaksibc@gmail. com l website: www.beritacianjur.com l Info Layanan Pelanggan ; ofice: (0263) 2261814 CP: 08562053088 l Rekening: 183 097 9090 (BCA) an. Jembatan Mediatama Cianjur, PT, 006 257 498 4001 (BJB) an. Jembatan Mediatama Cianjur l Penerbit: PT Jembatan Mediatama Cianjur.

Berangus Pecandu Duit Narkoba MEMBERANTAS peredaran narkoba di tanah air, harga mati yang tak bisa bergeming dengan apapun.

Oleh : Rustandi Zaelani SELURUH WARTAWAN BERITA CIANJUR SELALU SELURUH WARTAWAN BERITA CIANJUR SELALU MENGENAKAN TANDA PENGENAL DAN DILENGKAPI SURAT MENGENAKAN TANDA PENGENAL DAN DILENGKAPI SURAT TUGAS SERTA TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK MEMINTA TUGAS SERTA TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK MEMINTA ATAU MENERIMA APAPUN DARI NARASUMBER ATAU MENERIMA APAPUN DARI NARASUMBER

Albert Einstein

P

emerintah bahkan menetapkan hukuman mati, tak peduli ditentang sekelompok orang karena dianggap melanggar Hak Azasi Manusia (HAM) atau melanggar ketentuan dasar hak manusia sebagai pemilik lisensi hidup a hakiki dari Tuhan Yang Maha Esa. Bandarbandar besar berjatuhan di tangan regu tembak, termasuk yang terbaru ini gembong mafia narkoba Fredi. Pujian terus menggelinding dengan keberanian pemerintah menetapkan sanksi mati bagi pelaku peredaran narkoba di tanah air. Keprokan tangan ibarat bagian tidak terpisahkan untuk mengapresiasi tindakan pemerintah itu. Semua sepakat, narkoba memang salah satu barang haram yang wajib diperengani semua pihak. Bahkan, lembaga besutan pemerintah yang menangani masalah ini telah memproklamirkan kalau jutaan rakyat indonesia terjatuh dalam jurang narkoba, dan jutaan rakyat indonesia meregang nyawa

karena overdosis barang haram narkoba. Tapi pantaskah pemerintah mendapat pujian dan keprokan dua tangan itu, tidak ada yang menampik pemerintah memang pantas mendapatkannya. Hanya saja dibalik agenda penting yang sudah dilaksanakan pemerintah itu, masih ada agenda serupa yang patut dilakukan pemerintah agar keprokan tangan itu tidak berubah menjadi cibiran. Tindakan tegas membunuh para bandar, seharusnya diikuti juga keberanian untuk memberantas bahkan membunuh para pecandu duit hasil Narkoba, tidak peduli datanganya dari kalangan pejabat, bahkan setingkat jendral sekalipun. Peredaran narkoba yang semakin hari semakin jadi, tidak menutup kemungkinan terjadi bukan hanya karena ulah prilaku bandar, tapi adanya sokongan tidak langsung yang dilakukan oknum-oknum tertentu dalam menjamin hilir mudik barang haram ditanah air. Oknum ini bisa jadi dari aparat lembaga pelaku penindakan itu sendiri, aparat hukum

tukang vonis para bandar, oknum pejabat pemerintahan dan bisa jadi oknum masyarakat itu sendiri. Sudah pasti, bekeng membekeng ini tidak lepas dari aliran dana harama yang ngucur bagaikan hujan duit dari para bandar narkoba. Fenomena ini mungkin tidak bisa tersangkalkan, ketika sejumlah pengakuan terus bergulir dari satu pelaku ke pelaku lainnya dan menjadi lembaran penting bang saini dalam menegakan tindakan hukum terhadap para bandar narkoba di Indonesia. Sayang, ini seperti debu yang bersembunyi dalam kristal sehingga ketika akan dibongkar semua orang berpura-pura diam dan acuh tak acuh. Betul memang selama ini banyak aparat yang membekingi pelaku bandar narkoba harus terseret ke masalah hukum, namun pertanyaannya mengapa mereka tidak ikut mati di tangan regu tembak. Padahal dari logika saja, para oknum ini sama saja menjadi pelaku karena sadar tidak sadar mereka merasakan nikmatnya duit nar-

koba hasil kerja keras para bandar bekerja. Kicauan fredi yang dikemukakan KontraS menampar begitu banyak muka aparat ditanah air. Jika memang benar, apa yang dilansir salah satu situs berita dunia maya yang menyebutkan ada ratusan miliar dana masuk kekantong aparat saat dirinya menjalani bisnis haramnya, maka itu Pekerjaan Rumah (PR) yang harus segera dilakukan pemerintah dan jajaran elit aparat saat ini. jika tidak, maka panen cibiran akan terus menjadi bagian dari pemberantasan narkoba yang sudah mendapat pengakuan baik ditengah publik. Agar tidak terjadi kecemburuan dalam penegakan hukum, maka sebaiknya pemerintah juga segera mendeklarasikan hukuman mati bagi oknum siapa saja yang membekingi para bandar narkoba bekerja di tanah air. Memberangus pencandu duit narkoba dengan hukum mati, setidaknya akan mempercepat proses pemberantasan narkoba secara global hingga ke akar masalahnya sendiri. ( bersambung)


INFO SPESIAL GELIAT KOTA twitter @berita_cianjur

facebook beritacianjur.com

HOTLINE : 0263-2283283 Klik! beritacianjur.com

JUMAT, 13 JANUARI 2017

BC3

BOCAH berusia delapan yang tahun tanpa identitas, membuat warga Kampung Mareleng RT 03/05, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Rabu (11/1/2017) geger karena prliaku anak yang bukan dari warga sempat, seperti mengalami ganguan jiwa. Anak yang pertama kali ditemukan sedang bermain sendiri di halaman Rumah Ate Wahyusin (55),

Warga Mareleng Geger Temukan Anak kan seperti aneh dan tanpa takut bermain di halaman rumah bukan kampungnya. “Saya sendiri kaget saat sore mendapati ada anak yang bermain depan rumah. Ketika ditanya, malah berulang kali menyebutkan kalimat mamah pulang,” kata Ate. Aparat kepolisian yang datang ke lokasi, akhirnya me-

hanya bisa menyebut kalimat mamah pulang. Saat ditanya identitas, anak yang mengenakan setelah kaos putih dan celana putih, hanya bisa menggelengkan kepala. Penemuan anak laki-laki tidak jelas ini, langsung mengundang kedatangan warga ke rumah Ate. Warga penasaran, karena anak yang ditemu-

mutuskan untuk menitipkan sementara anak yang belum diketahui Identitasnya di rumah Atte. Aparat Kepoliasan, Ipda A Mukhit (50) mengungkapkan, anak yang diperkirakan beumur delapan tahun itu, kemungkinan nyasar saat bermain. “Karena ada kekuarangan dalam dirinya, anak itu tidak bisa mengingat jalan pulang. Akhirnya kita putuskan menitipkan sementara,” katanya. (pip)

BERITACIANJU R/ APIP SAMLAW

I

RUANG TERBUKA HIJAU

Taman Prawatasari Butuh Agenda Kegiatan PEMERINTAH boleh saja mengkalim telah menyulap taman prawatasari di Jalan Panggeran Hidayatulloh, Keluarahan Sawahgede, Cianjur Kota, menjadi taman terbuka hijau yang ramah lingkungan. Namun tanpa agenda kegiatan tetap, pelaku usaha di sekitar areal taman, mengeluh berkurangnya omset pemasukan. “Kala taman sudah yahud lah dibangun pemerintah, tapi tanpa pengunjung, kami yang berusaha di sekitar lokasi ini merasa pendapatan jauh menurun, dibanding taman sebelum direhab pemerintah seperti s e k a r a n g ,” k a t a Agus Kansas, salah seorang pedagang kios, sekaligus warga sekitar areal taman partawasari. Agus berharap, pemerintah bisa ILUSTRASI / NET melaksanakan agenda kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap pekananya. Kalau bisa acara mini seven yang selama ini dilaksanakan di Taman Joglo dipindah ke Taman Prawatasari. “Sekarang kang taman prawatasari sudah lebih bagus lagi, jadi sayang kalau hanya dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan yang pasti. Selain akan menambah jumlah kunjungan, juga akan membantu pedagang mendapatkan omset usaha yang lumayan,” terangnya. Pedagang lainnya, Dayat juga mengharapkan hal yang sama. Menurutnya, kalau sekedar mengandalkan kegiatan warga pada Hari Minggu saja, jelas tidak akan menutupi kebutuhan hidup harian pedagang yang selama ini berjualan di Taman Prawatasari. “Saya berharap dalam satu minggu ada dua atau tiga kali kegiatan yang digelar di taman ini. setidaknya itu sangat membantu pendapatan pedagang yang berjualan di kios yang telah disiapkan pemerintah,”pungkasnya. (rustandi)

ZOOM! Jadi Apa Komplek Pembkab Kabupaten Kedepan?

Awas! Semua Wilayah Kabupaten Cianjur Berpotensi Bencana BERDASARKAN hasil pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, 90 persen wilayah Kabupaten Cianjur merupakan daerah rawan bencana, seperti bencana banjir, tanah longsor, dan puting beliung.

K

epala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, untuk bencana angin puting beliung berpotensi di semua wilayah kecamatan. Sedangkan untuk banjir dan longsor paling menonjol terjadi di beberapa kecamatan, meski masih banyak kecamatan yang juga berpotensi rawan. Beberapa daerah yang sangat berpotensi banjir bandang, diantaranya Kecamatan Warungkondang, Gekbrong, Karangtengah dan Cianjur.

BERITACIANJUR/ ANGGA PURWANDA

Sementara untuk longsor di seluruh wilayah Cianjur Selatan dan beberapa wilayah di Cianjur utara. “Hampir 90 persen wilayah di Kabupaten Cianjur berpotensi bencana, dan ini tentunya membutuhkan kesiapan dari semua elemen yang ada di Kabupaten Cianjur,” kata Asep, kepada wartawan, belum lama ini. Asep menuturkan, guna mengantisipasi dan menekan terjadinya korban jiwa dan materi, BPBD Kabupaten Cianjur telah mengirimkan

surat edaran ke tiap kecamatan. Selain diimbau untuk waspada, masyarakat dan pihak kecamatan hingga desa diminta untuk mengaktikan kembali posko bencana. “Pihak kecamatan diminta untuk melakukan pemetaan daerah rawan bencana, dan agar tiap daerah segera melaporkan bila ada kejadian bencana,” ucapnya. Dia mengungkapkan, dari 32 kecamatan di wilayah Cianjur, hampir semua rawan bencana. Hal ini dikarenakan kondisi geograis

Cianjur banyak berbukit dan pegunungan. “Selain banjir, longsor dan angin puting beliung, Cianjur juga rawan gempa, kebakaran, tsunami, dan kekeringan.” Jelasnya. Sementara itu, Wakil ketua bidang Relawan dan Kebencanaan PMI Kabupaten Cianjur H Rudi Syahdiar Hidajath mengimbau, masyarakat, khususnya di daerah rawan bencana untuk tetap waspada di saat cuaca yang selalu berubah-ubah. ‘’Saat ini cuaca agak ekstrim jadi masyarakat di-

minta untuk tetap waspada menghadapi kondisi tersebut. Hal tersebut untuk menghindari jangan sampai ada jatuh korban,” jelas Rudi. Rudi menyebutkan, saat ini cuaca tidak bisa diprediksi. Siang hari bisa saja panas dan sore harinya datang hujan disertai petir serta angin kencang. “Cuaca ini perlu diantisipasi dengan kewaspadaan masyarakat, untuk mengantisipasi adanya korban akibat cuaca buruk yang terjadi,” ucapnya. (angga purwanda)

Lalu Lintas Semraut, Kota Butuh Tambahan Marka Jalan

CIANJURKABGO.ID

KOMPLEK PEMKAB - Ayo setelah sekarang hampir semua area di Komplek pemkab Cianjur ditutupi tuliasn Cianjur Jago, kedepan komplek yang sudah tidak tinggal pegawainya karena pindah ke Areal Sekolah SMA 2 Cianjur, akan jadi apa?

MASYARAKAT dan pengguna jalan mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur untuk menambah rambu-rambu lalulintas di sejumlah ruas jalan di dalam kota Cianjur. Hal itu, untuk menunjang kebijakan Pemkab Cianjur yang telah memberlakukan rekayasa dan perubahan lalulintas. Taufik Permana (38), seorang pengguna jalan menyebutkan, Dishub Kabupaten Cianjur seharusnya telah menyiapkan segala

BERITACIANJUR/ ANGGA PURWANDA

sarana dan fasilitas penunjang, seperti rambu-rambu lalulintas saat memberlaku-

CERITA PANTASI ALENGKA DIREJA 2016 | Yasana pun, Tatang Setiadi

Episode : Ngaberung Nafsu (bag. 18) KIWARI urang teang si Cepot anu keur di hurup ku duaan nyaeta ku Kala Comblang jeung ku Endang Berehil , si Cepot nangtang deui ka si Kala Comblang pokna,” Heuheuheuh sok siah maju deui ari enya ngarasa jadi preman propesional mah !” Kala Comblang babalongkengan ngajawab,” Weeeer huwah maneh mah licik maen bhukok , ke lanan bit heula ah urangna rieur keneh .” Endang Berehil maju kahareupeun si Cepot terus nyarita,”Eeeeey amit-amit. com , neneng mah teu resep kapameget nu sok ngumbar bekok teh narah deuleun neneng mah lamun kudu

mikeun cinta kalalaki nu jorok bekok ,matak harita basa jadian jeung tukang goong,sarua kalakuanna jorok bekok teu di pikir dua kali langsung ku neneng mah di putuskeun najan manehna memelas dengan rayuan gombalnyah pajar, bunda sayang ,jangan sologoto sebab cinta akang sudah meraksuk pada sanubari. Ku neneng di jawab, sory lah yau

! aku muak dengan lelaki gede puak” Si Cepot nyeungseurikeun bangun anu ngeunah naker,”Wajuh heuheuheuheuh pirelohalazim eta neneng buheukeu atawa bundayut,meuni jual mahal kawas awak jiga pragawati sakitu langseng teh ,heuheuheuh.” Endang Berehil ngambek pedah di jejeleh ku si cepot ,kecrot nyiduhan bari nyarekan,”Keeeeer cuah ! Gustiiii tobat ,teu sudi abrigabrigan teu suka abrag –abragan neneng di hina ku si Cemrot, iyeuh dengekeun neneng teh goreng-goreng oge kungsi jagi sampul majalah Playgirl getoh .” Si Cepot ongkek sabab,

waktu keur calawak seuri gede di ciduhan,atuh sabatae asup sagemblengna ceuk si Cepot,” Whuduh bedhul ! meuni asup kobeh ngan, untung henteu kana baju lamun kana baju geleuh heuheuheuh.” Si Cepot ngaburakeun geugeuleuh anu asup kana bahamna terus nyerek awakna Endang Berehil ngan,si Cepot heraneun sabab eta nu di cerek teh kadon seuseurian jiga anu ngeunah saprak si Cepot engeuh,mana horeng eta buta awewena teh getekan atuh geus apal getekan mah,angot dihajakeun dikeleketek ceuk si Cepot,”Sok siah buruhal berehil ,ku dewek moal di leupaskeun sa ecan nyebut ampun ka agan epot mah,heuheuehu.” (Nyambung)

kan kebijakan rekayasa dan perubahan arus lalulintas di dalam kota Cianjur.

Selain itu, jelas Tauik,   pemerintah juga harus memberlakukan larangan parkir di sejumlah ruas jalan yang dinilai padat dengan arus kendaraan. Seperti, di ruas Jalan Ir H Djuanda (Selakopi), Jalan Suroso, dan Jalan Mangunsarkoro. “Segera tambah ramburambu lalulintas, dan tempatkan petugas di setiap ruas jalan yang berpotensi kemacetan. Sebab, untuk ruas Jalan Selakopi sudah seharusnya ada larangan parkir,

apalagi kondisi jalan dipersempit,” jelas Tauik, kepada “BC”, kemarin (12/1/2017). “Banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan oleh pemkab, sebab semua menyangkut kepentingan masyarakat (publik). Tidak sedikit lampu PJU di dalam kota Cianjur yang tak berfungsi,” tuturnya. Sementara itu, R Gariany, warga lainnya, meminta para pelaksana proyek agar segera menyelesaikan sisa pekerjaan proyek. (angga purwanda)


BC4

BeceMuda

+Pendidikan JUMAT, 13 JANUARI 2017

Jalur Berubah, Tetep Naik Angkot atau Ganti Kendaraan Lain

Gimana Nih, Aktivitas Pagi Kalian Saat Berangkat Sekolah MUNGKIN, bagi kalian yang belom tau soal adanya perubahan beberapa jalur angkot pastinya kaget ya guys, So gimana berangkat sekolah dong? Pada bingung ato gimana... Mana harus buru-buru lagi sampe ke sekolah lagi biar gak telat.

S

eperti apa pendapat temen-temen kalian ya. “Beberapa hari yang lalu, perubahan jalur angkutan kota di Cianjur membuat saya bingung nih, akan jalur yang dilalui oleh angkot. Semenjak itu, saya mengubah kendaraan untuk pergi sekolah, yang tadinya biasa naik angkot sekarang ganti jadi naik sepeda,” ujar M Lutfi Fauzi, Siswa Kelas XI TKJ 1 SMK Pluss Ashabulyamin Cianjur. Memang sih, kata Lutfi, kalo naik angkot yang tadinya tinggal duduk manis dan membayar saat turun di tujuan dengan hanya 2.000 rupiah itu lebih mudah dan effisien, tapi naik sepeda mempunyai kelebihanya tersendiri, yaitu membuat badan lebih bugar dan hemat biaya ongkos. Katanya sih, lumayan untuk jajan di sekolah. “Saya sendiri sebenarnya lebih ingin naik angkot, tapi jalur angkot yang berubah membuat saya masih bingung akan lajur angkot. Apa boleh buat, saya harus

naik sepeda untuk pergi ke sekolah dan meninggalkan angkot sebagai alat transportasi,”. Beda lagi guys, dengan Muhamad Ridwan Arasyid, yang masih satu sekolahan sama Lutfi, remaja yang biasa dipanggil Ridwan inipun pergi ke sekolahnya naik angkot, walaupun angkot sekarang berbeda jalur dikarenakan jarak yang cukup jauh dari sekolahnya. “Memang bingung ke sekolah naik angkot, tetapi harus gimana lagi, terpaksa saya naik angkot karena tidak ada kendaraan lain yang bisa saya naiki,” ujarnya. Kalo Muhammad Syahril Rahman, Siswa Kelas XI Bahasa MAN Cianjur, lebih memilih alternatif lain, yaitu naik motor. Karena menurutnya, naik motor itu lebih tepat waktu dan hemat ongkos. “Mengapa saya memilih naik motor, karena menurut saya naik motor lebih tepat

waktu daripada naik kendaraan yang lainya dan uang jajan saya pun jadi bertambah,“ ucap Rahman yang punya hobi design ini. B e gitulah guys, cerita-temen-temen soal adanya perubahan jalur angkot di Kota Cianjur saat ini. Semoga aja tak sampai mengganggu semangat kalian buat terus menuntut ilmu di sekolah ya. (Rudi Rusmana/”BC”)***

ILUSTRASI: BERITA CIANJUR/M. YANUAR GUNAWAN - FOTO: DOK. BERITA CIANJUR

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Para Kepala SD Ikut Pembinaan MENGAWALI dilaksanakannya kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) Semester II di semua TK/SD di Kecamatan Haurwangi, seluruh Kepala SD se-wilayah itu mengikuti pembinaan pendidikan yang digelar di Aula Gedung Guru Haurwangi (GGH) tepatnya belakang Kantor Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) Desa/ Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur. Kegiatan yang diadakan pada Rabu (11/1/2017) lalu itu, bertujuan salah satunya

guna mengefektifkan waktu pelaksnaan KBM sekaligus buat meningkatkan kualitas pendidikan TK/SD di Kecamatan Haurwangi. Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Haurwangi, H Iva Vaiz mengatakan, dilaksanakannya pembinaan kepada para Kepala SD yang ada di kecamatan tersebut tiada lain untuk mengefektifkan waktu pelaksanaan KBM di setiap SD. Mengingat kata dirinya, seluruh siswa SD telah mengalami libur panjang semes-

BERITA CIANJUR/APIP SAMLAWI

Kondisi Bangunan Memprihatinkan, Jumlah Murid SD Pasirkelewih Minim KETUA Komite SD Negeri Pasirkelewih, H Jaelani mengatakan, sekolah yang berada di daerah terisolir jauh dari keramaian penduduk sehingga jumlah siswanya tiap tahun selalu sedikit karena hanya menampung siswa dari Kampung Pasirkelewih dan Kampung Bakom paling ujung dengan jarak dari permukiman warga menuju SD Negeri Pasirkelewih, sejauh 500 meter. “Kondisi bangunan sudah reyot, tidak memiliki sarana air bersih, sumur, hingga untuk mengisi bak toilet pun harus rela tiap hari menimba air bersih pada sumur milik warga sejauh 500 meter, tidak memiliki jaringan listrik, hingga pembagian sarana IT dari pemerintah, seperti Komputer, laptop, dan lainnya tidak pernah mendapatkannya karena mungkin tidak adanya jaringan listrik,” ucapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, terdapat sebanyak 50 orang siswa di SD Negeri Pasirkelewih di Desa Murnisari, Kecamatan Mande, terdiri dari Kelas I sembilan orang, Kelas II sepuluh 10 orang, Kelas III empat orang, Kelas IV delapan orang, Kelas V tiga belas orang, dan Kelas VI sebanyak enam Orang.

H. Dayat, Guru PAI sedang mengajar di Kelas III SD Negeri Pasirkelewih, siswanya hanya terdapat dua orang karena dua orang siswa lainnya tidak masuk sekolah.

Jumlah siswa sebanyak itu, diasuh tenaga pengajar sebanyak 4 orang berstatus PNS dan tenaga Sukwan sebanyak 4 orang dengan 1 bangunan sebanyak 3 kelas. “Suasananya saat dilaksanakannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di ruangan kelas SD Negeri Pasirkelewih terkesan sangat memprihatinkan, karena selain siswanya sedikit juga minimnya sarana dan prasarana pendidikan, seperti halnya kondisi bangunan sekolah sudah reyot, tidak memiliki Komputer, laptop, IT lainnya. Tidak memiliki

sarana air bersih dan tidak adanya jaringan listrik,” ujar Suharni, selaku Kepala SD Negeri Pasirkelewih. Suharni mengatakan, bahwa SD Negeri Pasirkelewih berada di pinggir jalan raya anternatif, antara Tungturunan-Cikalong, tapi lokasi bangunan berada di tempat terpencil jauh dari permukiman warga, hingga tiap tahun selalu kekurangan siswa baru, seperti halnya saat ini dengan mayoritas berasal dari warga Kampung Pasir Kelewih dan sebagian kecil siswa dari Kampung Bakom, desa setempat. (apip)

ter pertama dikhawatirkan terjadi kebablasan atau jadi malas melaksanakan KBM sekaligus mengingatkan kembali para Kepala Sekolah untuk segera memberikan motivasi kepada semua tenaga pengajarnya di setiap SD, supaya segera melaksanakan KBM di setiap kelasnya. “Karena waktu satu semester itu tidak akan lama, malahan bila terlena nantinya akan keteter melaksanakan program KBM, yang nantinya tidak akan sesuai dengan Rencana Pelaksa-

naan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat sebelumnya. Dengan dilaksanakannya pembinaan tersebut semoga seluruh program pembelajaran di SD tercapai sesuai target yang telah ditentukan sebelumnya dan semoga kualitas pendidikan SD di Kecamatan Haurwangi meningkat tajam,” bebernya. Sementara itu, Kepala SD Negeri Cipetir 2 Kecamatan Harwangi, Dadang Subur menambahkan, dengan dilaksanakannya pembinaan kepada seluruh Kepala Se-

kolah, pihaknya merasa bersyukur karena semua itu dilakukan tiada lain untuk memotivasi seluruh para tenaga pengajar yang ada di setiap SD dan sekaligus memberikan arahan berbagai program yang telah direncanakan sebelumnya. “Supaya pendidikan di SD kedepannya lebih berkualitas, bermutu. Semoga seluruh hasil pembinaan tersebut bisa diterapkan pada peserta didik sesuai harapan semua pihak,” ucapnya. (apip)

Mahasiswa FH Unsur Sosialisasi Hukum BUAT meningkatkan kesadaran hukum kepada anak-anak SMA/ SMK, Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur, menggelar sosialisasi kesadaran hukum pada semua siswa SMK Negeri 1 Bojongpicung dan Siswa SMA PGRI Ciranjang, selama dua hari berturut-turut. Sosialisasi para mahasiswa tersebut pun disambut antusias pimpinan di dua sekolah termasuk seluruh siswanya, karena sosialisasi pembinaan hukum itu merupakan kegiatan yang positif. Selain itu, diharapkan para siswa dijauhkan dari perilaku yang melanggar hukum. Asep Komarudin Ardianyah, selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsur sekaligus juga sebagai Ketua Koordinator sosialisasi pembinaan hukum mengatakan, kegiatan sosialisasi pembinaan hukum terhadap seluruh siswa SMA/ SMK itu merupakan program kerja tahunan Mahasiswa Unsur FH. “Pembinaan sosialiasi sadar hukum tidak hanya di SMKN 1 Bojongpicung saja, tapi dilaksanakan hampir di seluruh SMA/SMK yang ada di Kabupaten Cianjur, dengan waktu yang berbeda dan mahasiswa yang berbeda pula,” terangnya. Hal tersebut, menurutnya, dilakukan tiada lain untuk menekan

BERITA CIANJUR/APIP SAMLAWI

angka terjadinya kenakalan remaja di setiap sekolah maupun di masyarakat, karena tidak sedikit siswa SMA/SMK di Kabupaten Cianjur yang terdengar terjadinya tindakan kriminal dengan cara kekerasan yang dilakukan anakanak SMA/SMK. “Dengan adanya pembinaan sadar hukum, semoga mampu menekan angka terjadinya kenakalan remaja seusia SMA/SMK,” jelasnya. Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Bojongpicung, Unang Setiawan menyambut baik dilaksanakannya sosialisasi sadar hukum pada siswa di sekolahnya dengan an-

tusias karena semua itu merupakan hal yang positif dan sosialisasi tersebut sama sekali tidak mengganggu aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) seluruh siswa. “Dengan adanya itu, semoga seluruh siswa SMK Negeri 1 Bojongpicung akan paham tentang kesadaran hukun yang berlaku di Indonesia, juga semoga dijauhkan dari hal yang tidak dinginkan semua pihak,” ucapnya. Pihaknya pun mengucapkan terima kasih pada pihak Unsur dan seluruh mahasiswa yang telah peduli dengan melaksanakan sosialisasi kesadaran hukum. (apip)


BC5

GoCipanas

+Cianjur Selatan JUMAT, 13 JANUARI 2017

Pemerintah Desa Agar Ikut Membangun Rutilahu! PEMERINTAH Kecamatan Pacet meminta setiap pemerintahan desa di wilayah itu yang memiliki APBDes cukup besar agar mengalokasikan anggaran untuk perbaikan ratusan rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang banyak berdiri di wilayah Pacet.

CIPANAS-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Kecamatan Cipanas, akan melakukan penertiban anak Punk yang sering berkeliaran di sekitar pasar dan jalan raya. Langkah itu diambil karena banyaknya keluhan dari masyarakat yang merasa khawatir dan resah dengan keberadaan mereka. “Kami dari kecamatan akan melayangkan surat ke Dinas Sosial untuk bersama-sama ikut melakukan penertiban,” ujar Fungsional Pol PP Kecamatan

Kecamatan Pacet, Yanto Sufiyanto mengatakan, pihaknya terus mendorong masing-masing desa yang memiliki ABPDes besar untuk bisa mengalokasikan anggaran perbaikan rutilahu. “Apalagi sekarang bantuan anggaran dari pemerintah untuk desa cukup

Cipanas, Holis kepada “BC”, Kamis (12/1). Dilibatkannya Dinsos, sambung Holis, agar anak-anak Punk yang ditertibkan bisa ditindaklanjuti dengan pembinaan. “Jangan hanya di tangkap tapi selesai begitu saja, kami ingin dinas bisa memberikan soluai berupa pembinaan,” katanya. Menurutnya, keluhan yang muncul dari masyarakat karena merasa terganggu dan khawatir memberikan contoh tidak baik bagi anak-anak. “Apalagi ada laporan mereka suka ngelem di sekitaran pasar, jadi masyarakat takut dilihat anak-anak dan ikut-ikutan seperti itu,” katanya. Dikatakannya, anak Punk yang ada di Cipanas jumlahnya lumayan banyak. Mereka tinggal dan tidur dimana saja, kadang-kadang di pertokoan. (heri)

CIPANAS–Berdirinya rumah sampah milik Desa Cipanas masih menyisakan masalah, yaitu hingga kini pihak pengelola belum memiliki kendaraan khusus pengangkut sampah yang memadai. Berbagai cara telah ditempuh pihak desa dan kecamatan agar ada kendaraan angkutan khusus pengangkut sampah, salah satunya dengan mengajukan ke Pemerintah Kabupaten Cianjur. Namun hingga saat ini, pemkab belum bisa memenuhi permintaan tersebut dengan alasan keterbatasan armada. “Sekarang kami bekerja dulu, kalau misalnya armada ini masih menjadi masalah tinggal koordinasi dengan pihak kabupaten. Bupati pasti akan memperhatikan jika kami benarbenar memerlukannya,” ujar Camat Cipanas, Helly Kuswandi, saat ditemui usai peresmian rumah sampah, kemarin (12/1). Helly mengaku, akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait dan pihak Istana Cipanas, terkait masalah kendaraan itu. Namun, intinya saat ini dengan keberadaan rumah sampah

Oleh : Angga Purwanda, BC Banyak cara yang dilakukan untuk bisa bertahan hidup dan menakahi anggota keluarga. Salah satunya menjadi pengumpul botol bekas, seperti yang dijalani Caca (35) warga Kampung Bojong, Kecamatan Karangtengah. DOK

dan memilah botol plastik bekas dan memasukannya ke dalam karung plastik yang dibawanya. Mungkin untuk sebagian orang, pekerjaan sebagai pemungut botol plastik bekas adalah pekerjaan yang memalukan bahkan hina. Apalagi untuk mendapatkan barang yang dicari harus rela bersentuhan dengan tumpukan sampah yang dianggap menjijikan.

das dan Gadog. “Melihat dari kepadatan penduduknya, mereka memiliki APBDes yang cukup besar. Makanya, coba di alokasikan untuk perbaikan rutilahu,” katanya. Yanto meminta agar pembangunan di desa bisa seimbang dengan memperhatikan sektor lain-

BERITA CIANJUR/ HERI FEBRIYANTO

minimal tidak ada lagi sampah hasil rumah tangga berserakan dan menumpuk di pinggir jalan. “Begitu saya masuk kesini, pekerjaan rumah pertama saya bagaimana menyelesaikan masalah sampah. Apalagi syarat untuk membangun suatu daerah, salah satunya terkait pengelolaan sampah,” katanya. Menurutnya, penanganan masalah sampah merupakan salah satu upaya membangun daerah yang lebih maju dan agamis. Sebab, kebersih-

Caca Nafkahi Keluarga Dari Tumpukan Sampah

Waktu itu jam menunjukan pukul 05.00 Wib. Setelah menjalankan ibadah sholat Subuh, Ayah dua orang anak ini memulai aktiitasnya dengan mendatangi tempattempat penampung sampah. Dengan bermodalkan karung plastik, dirinya mulai menyisir tempat-tempat penampungan sampah yang ada di sepanjang Jalan Raya Bandung. Dalam menjalani pekerjaannya, dia terlihat semangat mengorek tempat sampah

besar, seperti dana desa dan bantuan provinsi,” ujar Yanto, kepada “BC”, kemarin (12/1). Menurutnya, dari tujuh desa yang ada di Kecamatan Pacet, enam di antaranya memiliki APBDes yang cukup besar. Seperti Desa Sukatani, Sukanagalih, Cipendawa, Ciherang, Cibo-

nya, sehingga tidak selalu terfokus infrastruktur seperti pembuatan jalan dan talud. “Tinggal menunggu perubahan juklak dan juknis terkait Dana Desa tahun 2017, karena akan ada tambahan terkait program sanitasi dan rutilahu,” tandasnya. (heri)

Pengelola Rumah Sampah, Terkendala Minimnya Armada

Pol PP Cipanas Segera Tertibkan Anak Punk Kami dari kecamatan akan melayangkan surat ke Dinas Sosial untuk bersama-sama ikut melakukan penertiban,”

S

esuai dengan hasil pendataan sementara, terdapat sekitar 212 unit rutilahu di Kecamatan Pacet yang menunggu untuk segera diperbaiki. Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat

NET

“Ya dinikmati saja mas, yang penting bisa menakahi keluarga tanpa harus mengemis atau mencuri,” kata Caca. Tidak hanya botol plastik bekas yang dikumpulkan, namun ada beberapa sampah yang ikut dipilah, seperti dusdus bekas yang sama bisa dijual ke para juragan rongsok. Kegiatan memungut botol plastik bekas ini sudah dilakukannya sejak empat tahun

lalu. Dirinya mengakui kondisi ekonomi keluarganya yang tidak mampu, mengharuskan dirinya menjalani pekerjaan sebagai pemungut botol plastik bekas untuk menakahi keluarganya. “Anak saya dua orang, yang besar duduk di bangku SMP dan yang kecil berusia lima tahun. Demi mereka (keluarga) saya rela menjadi tukang pemungut botol plastik bekas ini, agar mereka bisa terus sekolah dan menjadi orang sukses,” harapnya, sambil terus memilah sampah. Tidak terlihat rasa lelah atau malu dari raut muka Caca, justru hanya raut wajah penuh harap yang terpancar dari wajahnya. “Sudah ga malu lagi, yang penting anak dan istri dirumah bisa makan. Dan anak yang besar bisa terus melanjutkan pendidikan,” tuturnya. (*)

an itu sebagian dari iman, jadi jangan dikira tidak agamis. “Makanya saya koordinasi dengan pihak desa, instansi dan Istana, agar sampah yang ada sekarang harus segera ditangani. Karena biar bagaimanapun Cipanas merupakan salah satu daerah tujuan wisata, jadi harus kelihatan bersih dan indah,” ujarnya. Bahkan bau yang ditimbulkan dari tumpukan sampah selama ini, sangat mengganggu masyarakat dan para pedagang kaki lima yang berjualan

BC-IklaN KEHILANGAN STNK No Pol F 4045 ZF an. Dadan Zaenal Ariin No Pol F 5023 YP an. Dede Mastur No Pol F 6171 YH an. Abin Bin Sukria No Pol F 2643 ZT an. Heri Kurniawan No Pol F 2176 XF an. Iis Sariningsih

KEHILANGAN SERTIFIKAT Tlh hilang Sertiikat pelaut (Ahli Nautika Tingkat II) no 6200390414N20115 an Taoiq Ilham

LOKER CV Cahaya simpati membutuhkan marketing dan kolektor. Min SMP-SMA Sederajat.JK L/P, datang langsng komp. bumi mas blok B- 9 (bayubud) no 14 (085221906121 An.Tauik)

LOKER Lion Parcel Cianjur (member of LION GROUP) membutuhkan segera kurir dan marketing Syarat: Pria usia maksimal 30 tahun, Pendidikan minimal slta , Pengalaman di bidang expedisi , Mempunyai kendaraan pribadi dan sim c. Fasilitas: Gaji pokok, Bonus dan Tunjangan bensin. Lamaran langsung bawa ke jl Arif Rahman Hakim no 55. Ruko no 3 (depan bcny)

makanan di sekelilingnya. Jika pengelolaan sampah di Cipanas sudah bagus, secara tidak langsung kunjungan wisata juga akan meningkat. “Saya punya tujuan ingin mengembalikan kembali citra Cipanas yang dulunya daerah tujuan wisata penting, bukan hanya nasional tapi internasional. Namun kenyataannya sekarang Cipanas ada kesan seperti kurang menarik, makanya saya mengajak seluruh unsur dan elemen masyarakat untuk bersama-sama mengembalikan citra Cipanas menjadi tujuan wisata,” tandasnya. Sementara itu, Kepala Desa Cipanas, Dadan Busyrol Karim mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Pengelola Pasar Cipanas untuk sementara ini bisa menggunakan truk pengangkut sampah sampai memiliki kendaraan sendiri. “Kami sudah koordinasi dan berbicara dengan Pengelola Pasar Cipanas yang untuk sementara bisa meminjamkan armadanya untuk mengangkut sampah,” kata Dadan. (heri)

INFO IKLAN

0877 0841 3364 / 0857 9472 4178


BC6

SabaDesa! JUMAT, 13 JANUARI 2017

Agropolitan dan Curug Ciputri, Andalan BUMDes Sugih Jaya HAMPARAN lahan pertanian yang luas, ditambah indahnya alam dan udara sejuk menjadi potensi yang akan dikembangkan Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas. Alasan ini pula yang mendasari terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sugih Jaya, Kamis (12/1/2017).

B

agi Pemerintahan Desa Sindangjaya, berdirinya BUMDes sudah lama dinantikan. Tujuannya tidak lain untuk memajukan perekonomian masyarakat yang bergerak di sektor perdagangan dan pariwisata. Kepala Desa Sindangjaya, Eddy Efendi menegaskan, kawasan agropolitan dan objek wisata Curug Ciputri menjadi salah satu andalan yang akan dikelola oleh BUMDes. Rencana pengembangan bahkan sudah disusun agar bisa lebih memberikan manfaat bagi masyarakat. “Makanya sebelum dibentuk, kami minta petun-

juk dan arahan dari BPMPD. Bagaimana aturannya kemudian susunan pengurus termausk jenis usahanya,” ujarnya kepada “BC”, Kamis (12/1/2017). Setelah dibentuk, rencananya kedepan akan ada pelatihan bagi para pengurus termasuk kepada masyarakat sendiri. Sedangkan mengenai sumber daya manusia (SDM), sebetulnya cukup banyak hanya saja selama ini tidak tergali dengan maksimal. “Kalau memang ada SDM yang potensial, kami akan rekrut,” katanya. Menurutnya, jika melihat sumber daya manusia dan potensi yang ada sebenarnya semua sudah

tersedia. Tinggal, pihak desa akan meminta petunjuk ke Dinas Pariwisata terkait langkah kedepan

“Target pemasukan pendapatan dari BUMDes ke desa sesuai aturan 20 persen, kita harapkan kedepannya bisa berjalan sesuai rencana.”

IST

ILUSTRASI/ NET

termasuk apakah ada bantuan di tahun 2017. “Target pemasukan pendapatan dari BUMDes ke desa se-

suai aturan 20 persen, kita harapkan kedepannya bisa berjalan sesuai rencana,” harapnya. (heri)


BC 7

Cianjur News+

JUMAT, 13 JANUARI 2017

... SKTM Dipangkas, Rakyat Miskin Meradang DARI HAL 1...

Warga Gunungcalung, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur ini, bingung karena kemungkinan biaya medis yang dikeluarkan untuk kebutuhan rawat inap anaknya di RSUD Cianjur, bisa mencapai jutaan rupiah. Sementara, dengan penghasilannya sebagai buruh serabutan tidak memungkinkan untuk merogoh kocek jutaan rupiah. “Saya menerima surat SKTM yang diproses sejak Rabu (11/1/2017) kemarin, dengan hasil pemerintah hanya menanggung 25 persen dari jumlah tagihan biaya medis yang dibebankan RSUD Cianjur nanti,” kata Baban dengan nada lirih saat ditemui Harian Berita Cianjur, di lingkungan RSUD Cianjur, kemarin. Baban mengaku bingung, jika nanti pengobatan anaknya yang sedang rawat inap bisa mencapai jutaan rupiah. Meski sekarang dirawat di Ruang kelas III RSUD Cianjur, namun Baban menyakini dana

berobat anaknya yang menderita gangguan lambung bisa mencapai jutaan rupiah. Terkait masalah ini, Ujang Ridwan salah seorang aktivis di bidang Kesehatan, menilai kebingunan yang dialami Baban, sangat wajar karena saat ini pemerintah telah melakukan pemangkasan anggarabn SKTM. “Besarannya pemangkasan anggaran pasti sangat berpengaruh terhadap layanan kesehatan warga miskin di Kabupaten Cianjur. Seharusnya, kalau pemerintah berniat membenahi pengelolaan anggaran, tidak perlu secara langsung melakukan pemangkasan,” teranganya. Sebelumnya Serikat Perjuangan Rakyat Miskin (SPRI) Kabupaten Cianjur menuntut Pemkab Cianjur mencabut aturan baru terkait Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Tuntutan itu disampaikan SPRI saat menggelar aksi unjukrasa ke Gedung DPRD Cianjur, Jumat (6/1/2017). “Miskin adalah orang yang mempunyai penghasilan, tapi tak mencukupi pengeluaran

kebutuhan mereka. Mereka masih mempunyai keluarga yang sekiranya masih mampu membantu mereka yang miskin. Jadi fakir miskin dapat dikatakan orang yang harus kita bantu kehidupannya dan pemerintah yang seharusnya lebih peka akan keberadaan mereka,” kata koordinator aksi, Rudi Agan. Tapi, faktanya, kata dia, di Kabupaten Cianjur tidak seperti itu, yang ada akses rakyat Cianjur khususnya Kesehatan di tutup dengan dikeluarkannya peraturan baru terkait SKTM kesehatan. “Penghapusan SKTM kesehatan itu sangat memberatkan masyarakat. Karena dalam penghapusan itu, nanti masyarakat miskin diberikan lapon per orang per hari hanya Rp250 ribu. Sedangkan diperkirakan berobat di Rumah Sakit lebihb dari itu nilainya, bahkan bisa sekitar Rp10 juta. Bahkan sekarang ini faktanya banyak pasien yang di tahan di RS karena kurang biaya,” tegasnya. Ketua Komisi IV DPRD

Cianjur, Sapturo mengungkapkan, aksi demo intinya mengeluhkan terkait terbitnya aturan baru soal SKTM. Jadi sekarang ini untuk SKTM di konfersi ke BPJS, ada sebanyak 7.572 warga miskin yang di konfersi ke BPJS. Itu sudah dibayar oleh Pemda ke BPJS, sekarang ini sedang dalam proses. “Kurang lebih untuk satu bulan, pemda mengalokasikan sebesar Rp174 juta. Jadi untuk satu tahun disediakan anggaran sebesar Rp2 M,”ujar Sapturo. Sementara Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar berdalih, pemangkasan anggaran dilakukan karena Pemkab terlebih dahulu ingin melunasi hutan beban SKTM sebelumnya yang berjumlah mencapai belasan miliar rupiah. Menurut Bupati, pihaknya juga ingin membenahi tata kelola pemberian SKTM, sehingga tidak salah sasaran. “Kami bukan mengurangi beban itu, melainkan melunasi beban yang sebelumnya terlebih dahulu,”tegasnya. (rustandi)

... Wabup Pastikan Pemkab Berperan Tingkatkan Kualitas Pendidikan SMA dan SMK DARI HAL 1...

ambil Pemerintah Provinsi (Pemprov). “Kedepan komunikasi pendidikan antara Kabupaten dengan Provinsi bisa dilakukan melalui Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) yang dibentuk langsung Pemrov. Melalui badan ini, semua koordinasi terkait jalannya pendidikan bisa dilakukan,” kata Herman saat ditemui Harian Berita Cianjur, saat pembagian SK Guru SMK dan SMA di Gedung PGRI Cianjur, Kamis (12/1/2017), kemarin. Herman menambahkan, bagi daerah penarikan kewenangan SMA dan SMK sangat meringkan beban belanja gaji guru, terutama guru honorer yang jumlahnya bisa mencapai ratusan orang. Meski beban anggaran berkurang, bukan berarti tidak ikut serta dalam meningkatkan kualitas pendidikan SMA dan SMK. “Kita akan tetap ikut andil agar Pendidikan setingkat SMA dan SMK di Kabupaten Cianjur, terus mengalami peningkatahn kualitasnya,” terang Wabup seraya menegaskan, kedepan Guru SMK dan SMA juga harus terus

melakukan koordinasinya dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten. Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cecep Sobandi menegaskan, saat ini dinas terus melakukan komunikasi dengan Provinsi, terkait perubahan status SMA dan SMK. Beberapa komunikasi yang dilakukan antara lain mencakup, pemindahan aset gedung SMA dan SMK dari Daerah ke Provinsi. “Sekarang semua sedang dalam proses, dan dalam waktu dekat ini akan rampung. Meski ada kegiatan itu, namun proses KBM dipastikan tidak terganggu, sehingga proses belajar siswa tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ungkap Cecep Seperti diberitakan sebelumnya, Pemindahan kewenangan pengelolaan pendidikan setingkat   SMA  danSMK  ke Provinsi, membawa berkah bagi ribuan guru honorer. Terhitung tahun anggaran 2017, gaji guru honorer SMA dan SMK akan naik beberapa kali lipat, atau sejajar dengan gaji buruh berdasarkan Upah Minumum Regional (UMR). Kabar   kenaikan gaji,

langsung disambut para guru honorer di Kabupaten Cianjur. Para guru berharap  dan  mendesak, agar kebijakan yang sudah matang itu, tidak lagi berubah apalagi hanya untuk kepentingan politik. “Memang sudah saatnya gaji kami sebanding dengan kebutuhan hidup saat ini. Meski perubahan sejajar dengan nilai UMR, itu sudah sangat berarti bagi kehidupan para guru. Selama ini kami selalu menyuarakan itu,  dan  alhamdulillah akan segera terealisasi,” kata Mumun, salah seorang guru honorer  SMK  di Kecamatan Pagelaran. Sementara   Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Chumaedi Dimiati, saat di temui wartawan usai Harlah PPP Kabupaten Cianjur, menyebut Pemerintah Provinsidan  Dewan telah membahas anggaran untuk pendidikan dan kesejahtraan guru. “Penyerahan aset dari 27 kabupten/kota yang ada di Jawa Barat, sudah di serahkan sejak bulan Oktober 2016 lalu. Jadi untuk pendidikan dalam pembahasan anggaran tahun 2017 di DPRD provinsi sudah tercover,” katanya.

Chumaedi menegaskan, besaran angka kesejahteraan yang diterima guru honorer, disetiap daerah akan berbeda. Besaran itu, disesuaikan dengan nilai UMR yang berlaku di masing-masing daerah. “Kami hanya mempersiapkan anggaran untuk kebutuhan kesejahteraan guru honorer sebanyak 21 ribu orang se Jawa Barat. Angka menyesuaikan nomenclature yang ada, termasuk penyesuaian dengan nilai UMR daerah,” terangnya Chumaedi berharap, dalam tahun anggaran berjalan, pemerintah bisa menyerap anggaran pendidikan sebesar 9 persen. Penyerapan sangat penting, agar pembangunan dalam bidang pendidikan bisa berjalan dengan cepat. “Sementara, masalah teknis lainnya, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, membentuk UPTD di setiap kabupaten/ kota, agar dapat mengefektikan program danmengepesiensi anggaran. Kami selaku dewan hanya mengetahui perencanaan anggaran, adapun masalah teknis, semua urusan eksekutif,”pungkasnya. (rustandi)

... BNN Siap Telusuri Morfin Pilot Susi Air DARI HAL 1...

kata Waseso di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (12/1/2017). Dua pilot Susi Air, BA dan DA, warga negara Belanda dan Brasil dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis morfin. Keduanya dinyatakan positif berdasarkan atas hasil pemeriksaan urine yang dilakukan BNN Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah di Bandara Tunggul Wulung. Pemeriksaan urien tersebut dilakukan terhadap parapilot dan pegawai di lingkungan bandara itu. Menerima laporan tersebut, BNN segera membawa BA dan DA ke Jakarta untuk memeriksa tingkat kecanduan mereka terhadap narkotika. BNN juga akan melakukan serangkaian uji laboratorium terhadap BA dan DA, dua pilot maskapai Susi Air. Kedua pilot itu dibawa

DARI HAL 1...

lam menerapkan kualitas beton untuk jalan. Sementara, Bupati sepertinya tidak tahu dengan masalah ini, sehingga harus mendapatkan laporan yang sesuai fakta dilapangan. Irvan menyebut, kualitas beton yang seharusnya memakai K 350, acap kali diakali pengusaha dengan menggunakan K 300. Ini jelas sebuah pelanggaran dan tindakan yang bisa dianggap merugikan keuangan negara. Harus ada upaya agara, kondisi serupa tidak terjadi dalam pelaksanaan proyek betonisasi tahun anggaran 2017. “Lembaga kami juga akan mendatangi penyedia bahan cor yang melakukan usaha

di Cianjur dan bekerjasama dengan pihak ketiga yang mendapat pekerjaan di Cianjur. Kita akan meminta komitmen mereka untuk tidak curang,” katanya Terkait kelakuan pihak ketiga, Irvan menyebut, pihaknya akan mendatangi Dinas PU Bina Marga Kabupaten, agar tidak asal pilih rekanan yang mengerjakan pekerjaan pemerintah. Dinas jangan terbuai harga penawaran rendah, namun tidak bisa dipertanggungjawabkan rekanan secara kulitas hasil di lapangan. Dinas harus berkaca pada proyek tahun anggaran 2016, lanjur Irvan, dimana beberapa proyek terancam man-

gkrak, termasuk adanya indikasi rekanan yang memakai kualitas cor tidak sesuai dengan kontrak kerja. “Tahun ini, pemerintah harus lebih selektif memilih rekanan. Kalau bisa pemerintah mening memakai Jasa BUMN sehingga bisa lebih bisa dipertanggungjawabkan, terutama untuk nilai kontrak kerja diatas 20 miliar,”katanya. Sebelumnya Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, memastikan kalau masyarakat bisa ikut mengawasi proyek kegiatan pembangunan jalan yang dilaksanakan Dinas PU Bina Marga. Menuurut Bupati, peran serta masyarakat dibutuhkan agar pro-

ses pekerjaan sesuai dengan harapan dan jadwal yang telah ditetapkan pemerintah. Bupati menambahkan, proyek betonisasi akan dilaksanakan seluruhnya pada tahap awal penggunaan anggaran. Pasalnya, pada perubahan anggaran tidak memungkinkan melaksanakan proyek yang nilainya cukup besar. “Proyek kecil baru dilaksanakan di Perubahan Anggaran tahun 2017, sehingga pada tahap awal semua pekerjaan terfokus pada betonisasi jalan. Kita fokuskan, pembangunan betonisasi jalan ini di kawasan Cianjur Selatan,”ungkap Bupati. (rustandi)

Kantor BNN Jakarta. Dia mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama antara BNN Kabupaten Cilacap dan pengelola Bandara Tunggul Wulung. “Memang (mereka berdua) kena pada saat operasi, dan hasil tes urine positif pada saat mendarat di Cilacap. Tes ini dilakukan rutin,” ucap Slamet. Sebelumnya, BNN Kabupaten Cilacap bersama pengelola Bandara Tunggul Wulung melakukan tes urine terhadap para pilot dan pegawai di lingkungan bandara. Pemeriksaan untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan narkotika dilingkungan bandara. Adapun dua pilot yang kedapatan positif mengonsumsi narkotika rencananya akan menerbangkan pesawat tujuan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. (net/ rustandi)

... Warga: Tindak Tegas Sopir Angkot Ugal-ugalan! DARI HAL 1...

kejadian kecelakaan yang menimpa seorang pencari barang bekas yang tertabrak angkot di ruas Jalan Raya Bandung (Bojong). Kejadian itu, diakibatkan sopir angkot dalam pengaruh minuman keras dan masih dibawah umur. “Kaya tadi (kemarin, red), seorang pemulung harus mendapatkan perawatan medis akibat tertabrak angkot. Setelah sopir angkot berhasil di tangkap warga, ternyata kondisinya dalam keadaan mabuk dan tidak memiliki SIM,” jelas-

nya. Senada Euis Aisyah, warga lainnya, menuturkan, terdapat sejumlah sopir angkot yang sering berlaku tidak sopan terutama terhadap penumpang perempuan. Selain itu, ucap Euis, pihaknya juga sangat terganggu dengan angkot yang sering mengumandangkan musik dengan suara keras. “Ya, sopir angkot yang masih muda. Mereka sering berbuat tidak sopan terhadap para penumpang perempuan, ditambah lagi kendaraan (angkot) mereka sering memasang musik dengan suara keras dan tak

jelas,” tutur Euis. Sementara itu, KBO Lantas Polres Cianjur, Iptu Muhaimin, menjelaskan, jajarannya secara rutin menggelar razia terhadap kendaraan, tak terkecuali angkot yang beroperasi di wilayah Cianjur. “Untuk razia kendaraan kami rutin lakukan, tetapi razia ini hanya untuk kendaraan yang melanggar lalulintas saja. Untuk kebijakan pencabutan izin trayek atau lainnya itu ada di dinas perhubungan,” jelas Muhaimin.(angga purwanda)

... “Hubungan saya baik-baik saja” DARI HAL 1...

wa Tuhan yang punya kendali atas rumah tangga saya. Jadi semuanya sudah diatur. Nggak terganggu sih. Pengalaman itu ngelatih. Itu hikmah. Aku nggak lihat masalah itu jadi boomerang atau neraka. Puji Tuhan sih sudah baik-baik,” ujarnya saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (11/1/2017). Lebih jauh, Nafa Urbach mengaku ia sama sekali tidak peduli dengan rumor yang menyebutkan kalau ia dan Zack telah pisah ran-

jang. Namun, momen serta segala isu yang menerpa rumah tangganya digunakan Nafa untuk terus mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. “Ya nggak apa-apalah, biarin saja. Digosipin apa biarin. Saya berdoa sama Tuhan supaya dikasih kekuatan. Rumah tangga kan nggak gampang. Selalu ada badai. Badai kan bagus, pengalaman itu membentuk kita. Itu ujian buat kita,” lanjutnya Aktris dan penyanyi cantik berusia 36 tahun itu juga mengungkapkan bagaimana

masalah yang menerpa bahtera rumah tangganya bersama Zack Lee menjadi pelajaran yang sangat berharga. Bukan cuma itu saja, masalah yang ada pun membuat Nafa dan Zack saling menguatkan satu sama lain. “Perangko kali lengket. Cuma kita saling belajar dan kita saling menopang. Kayak kemarin dia jatuh, aku angkat dia. Rumah tangga nggak selalu happy, pasti ada duri tajam, nggak apa-apa namanya juga manusia, nggak lepas salah. Kalau nggak ada ujian nggak bisa praktek kan,” pungkasnya.(net/rustandi)

... Back To Nature (Kembali Ke Alam) DARI HAL 1...

... Masyarakat Siap Kawal Anggaran Betonisasi 600 M

BNN ke Jakarta karena diketahui positif menggunakan narkotika jenis morfin. Hal itu didasarkan atas tes urine yang dilakukan Badan BNN Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah terhadap keduanya. Pemeriksaan keduanya oleh BNN untuk mengetahui tingkat adiktivis narkotika di dalam tubuh mereka. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BNN Komisaris Besar Polisi Slamet Pribadi menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap keduanya akan diketahui pada tiga hari ke depan. Menurut dia hasil tes dari rambut, darah dan urine nanti akan membuktikan tingkat kecanduan mereka terhadap obat-obatan terlarang. “Tiga hari paling hasilnya keluar. Nanti kita lihat,” ujar Slamet Rabu (11/1/2017). Menurut Slamet keduanya untuk saat ini masih menjalani pemeriksaan di

Menurut resolusi Promoting the Role of Traditional Medicine in Health System: Strategy for the African Region, sekitar 80% masyarakat di negara-negara anggota WHO (World Health Organization) di Afrika menggunakan obat tradisional untuk keperluan kesehatan. Beberapa negara Afrika melakukan pelatihan obat tradisional kepada farmasis, dokter dan para medik. Demikian pula penggunaan obat tradisional di Asia, terus meningkat meskipun banyak tersedia dan beredar obat-obat entitas kimia. Di RRC (Republik Rakyat China), penggunaan obat tradisional mencapai 90% penduduk di Jepang 60 sampai dengan 70% dokter meresepkan obat tradional ”kampo” untuk pasien mereka. Di Malaysia, obat tradisional Melayu, TCM dan obat tradisional India digunakan secara luas oleh masyarakatnya. Sementara itu, Kantor Regional WHO wilayah Amerika (AMOR/PAHO) melaporkan 71% penduduk Chile dan 40% penduduk Kolombia menggunakan obat tradisional. Di negara-negara maju, penggunaan obat tradisional tertentu sangat populer. Beberapa sumber menyebutkan penggunaan obat tradisional oleh penduduk di Perancis mencapai 49%, Kanada 70%, Inggris 40% dan Ame-

rika Serikat 42%. “Indonesia dianugerahi kekayaan hayati tanaman obat yang sangat berlimpah, bahkan terbesar keempat di dunia. “Sekadar catatan, beberapa tahun lalu kita masih pada urutan kedua setelah Brazil. Namun jika dilihat dalam kapasitas biodiversitas di darat dan di laut, Indonesia menjadi yang terbesar didunia,” papar peraih doktor bidang kesehatan masyarakat di Universitas Newcastle, Australia ini. yang juga Pakar Jamkesmas Ali Ghufron Mukti Ali Ghufron Mukti melihat ada pergeseran pola hidup masyarakat dunia termasuk Indonesia yang berkembang menuju paradigma back to nature, dengan menggunakan caracara tradisional untuk kesehatan. Dia mencontohkan, Republik Federal Jerman sudah mencapai 78 persen masyarakatnya back to nature dan mereka menetapkan umur harapan hidup menjadi 90 tahun. Sama hal dengan POTRE KONENG terbuat dari bahan alam asli Akar ilalang POTRE KONENG telah di padukan dengan Pinang muda, Kapulaga, Kunyit, Mahoni, Daun sirsak dan rempah lain yang tentunya memiliki kandungan yang sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Minuman Rempah POTRE KONENG sekarang telah berinovasi dengan datangnya produk baru yaitu POTRE

KONENG GOLD, POTRE KONENG GOLD terbuat dari Gula Aren,Akar ilalang, Pinang muda, Kapulaga, Kunyit, mahoni, daur sirsak dan rempah2 lain sehingga POTRE KONENG GOLD memiliki rasa yang lebih nikmat dan tentunya kaya akan manfaat, minuman sehat POTRE KONENG dan POTRE KONENG GOLD dapat meningkatkan daya tahan tubuh, bagus di konsumsi setiap hari dan sangat di anjurkan untuk anda yang mempunyai keluhan dengan kesehatan. POTRE KONENG dan POTRE KONENG GOLD bisa langsung di dapat di agent2 atau outlet/apotek terdekat dengan anda dan ini salah satunya: KOTA CIANJUR : Apt. Jaya farma, Cipanas : Apt. Makmur, Ciranjang : Apt.Aneka Farma, Cikalong : Apt.Arya Medika Warkon : Apt.Amanah, Cibeber : Apt.Sapta untuk info outlet / apotek : 082316874404 POTRE KONENG juga bisa didapat dengan cara online di www.potrekonenggold. com CALL CENTRE : 0263-290455 WA 081214938263. Bagi anda yang ingin berwirausaha menjadi stokis POTRE KONENG silahkan hubungi : 081285599063 Potre Koneng Gold DINKES PIRT NO : 210352901024920 Potre Koneng DINKES PIRT NO :2133203011178-20


twitter @berita_cianjur

facebook beritacianjur.com

HOTLINE : 0263-2283283 Klik! beritacianjur.com

BC8 JUMAT, 13 JANUARI 2017

Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian PUPR

Bantuan Rp 6 Miliar untuk 600 Unit Rutilahu PROGRAM Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2016 senilai Rp6 miliar berhasil dilaksanakan di Kabupaten Cianjur.

B

antuan sebesar itu diperuntukkan buat pembangunan rumah tidak layak huni yang berada diwilayah Kecamatan Gekbrong. Sebanyak 600 unit rutilahu di empat desa di Kecamatan Gekbrong saat ini sudah berubah kondisinya berkat bantuan program BSPS Kemen PUPR. “Semuanya berhasil diselesaiakan pelaksanaan pembangunannya seduai dengan waktu yang ditentukan. Sebanyak 600 unit sudah berubah menjadi rumah layak huni,” Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Cianjur Doddy

BERITACIANJUR/ MUSTOFA

RUTILAHU - Seorang warga penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tengah berada di teras rumahnya yang tidak layak huni sebelum dibangun Ia merupakan satu dari 600 penerima bantuan program BSPS Kementerian Pekerjaan Umum danPerumahan Rakyat (Kemen PUPR) yang merasa beruntung bisa mendapatkan bantuan.

Permadi melalui pelaksana tim teknis BSPS Kabupaten Cianjur, Aloe Sugilar, Kamis (12/1/2017). Sugilar menyebut, pembangunan rutilahu tersebut dilaksanakan melalui

proses yang cukup panjang. Pelaksanaannya dibawah pengawasan dan bimbingan dari tim fasilitator yang sebelumnya sudah mendapatkan pembekalan dari Kemen PUPR.

BRI Distribusikan Kartu Tani

ILUSTRASI

PARA petani di 21 kabupaten/ kota di Jawa Tengah mendapatkan pendistribusian kartu tani dari PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kartu Tani sendiri merupakan kartu identitas bagi petani yang sekaligus berfungsi sebagai kartu debit (ATM) yang diterbitkan oleh bank-bank milik negara, yaitu BRI, Bank Mandiri, dan BNI. Kartu ini berisi database para petani, yang bersumber dari pemerintah daerah setempat dan terdiri dari data petani dengan system by name by address, data lahan, dan data komoditas. Launching kartu tani BRI bertempat di Lapangan Olahraga Drh. Supardi, Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (12/1/2017). Turut hadir dalam acara launching dan distribusi serentak Kartu Tani di 21 Kabupatan / Kota

di Provinsi Jateng diantaranya Menteri BUMN RI Rini M. Soemarno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Magelang Zaenal Ariin dan Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam. Corporate Secretary BRI Hari Siaga Amijarso mengatakan perseroan turut mendorong mewujudkan program pemerintah Nawacita dalam bidang ketahanan, kemandirian dan kedaulatan pangan di Indonesia melalui Program Kartu Tani ini. “Dengan Kartu Tani, petani akan mudah untuk mengakses jasa layanan perbankan baik simpanan maupun pinjaman, terutama KUR dan transaksi pembelian sarana produksi pertanian serta penjualan hasil panen yang cashless dan terintegrasi dalam satu sistem,” ujar Hari sebagaimana

“Ini yag membedakan dengan bantuan rutilahu dari program lainya. Prosesnya cukup panjang program BSPS ini. Semuanya bertujuan agar bantuan bisa lebih tepat sasaran. Penerima bantuan tidak

lagi menerima uang, tapi dalam bentuk barang sesuai dengan jumlah bantuan yang diterima,” katanya. Dijelaskan Sugilar, setiap penerima bantuan rutilahu program BSPS di Kabupaten

Cianjur tahun 2016, masingmasing mendapatkan senilai Rp10 juta. “Untuk di Cianjur besarannya memang ratam, seluruh penerima bantuan masing-masing mendapatkan senilai Rp10 juta,” pa-

Meningkatkan Perekonomian, Swadaya Program BSPS Bisa Capai Rp3 Miliar Lebih

Dengan Kartu Tani, petani akan mudah untuk mengakses jasa layanan perbankan baik simpanan maupun pinjaman, terutama KUR dan transaksi pembelian sarana produksi pertanian...” dilasir bisnis.com, Kamis (12/1/2017). Kartu Tani dinilai bisa menjadi solusi dalam pendistribusian pupuk bersubsidi di Jawa Tengah. BRI juga berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem ini bagi para petani tidak hanya di Jawa Tengah tapi juga di seluruh Indonesia. Penyerahan Kartu Tani di Jawa Tengah tersebut ditargetkan akan selesai pada Februari 2017. Adapun, sampai dengan medio Januari 2017, BRI telah mendistribusikan Kartu Tani kepada 446.934 petani di wilayah Jateng. Dalam rangkaian acara tersebut, BRI juga melakukan pemberian bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa 3 hand tractor kepada 3 gabungan kelompok tani. (net/bis)

parnya. Bagi penerima bantuan program BSPS ini, diwajibkan untuk berswadaya. Karena jika melihat besaran bantuan, tidak akan mencukupi jika dilaksanakan untuk pembangunan ukuran satu unit rumah layak huni. “Persyaratannya memang wajib ada swadaya, ini bantuan stimulan. Artinya bantuan program BSPS ini hanya sebagai perangsang saja. Harus ada swadaya dari penerima bantuan berapapun besarannya,” ungkapnya. Fasilitator BSPS Kabupaten Cianjur Verry Supriatman mengungkapkan, bantuan rutilahu program BSPS tahun 2016 diterima Kabupaten Cianjur berdasarkan dua tahap. Untuk tahap pertama sebanyak 380 unit. “Untuk tahap pertama diperuntukkan bagi masyarakat penerima di Desa Gekbrong sebanyak 100 unit, Desa Kebon Peuteuy sebanyak 100 unit, Desa Cikahuripan sebanyak 80 unit dan Desa Sukaratu sebanyak 90 unit,” jelas Verry. Sedangkan untuk tahap kedua kata Verry dengan jumlah yang masih sama sebanyak 380 unit. Dengan rincian untuk Desa Gekbrong sebanyak 50 unit, Desa Kebon Peuteut sebanyak 50 unit, Desa Cikahuripan sebanyak 70 unit, dan Desa Sukaratu sebanyak 60 unit. (bis)

PROGRAM Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) berhasil mendorong penerima bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) untuk melakukan swadaya. Dari 600 unit rutilahu yang kinis udah terbangun di wilayah Kecamatan Gekbrong, semua penerima menyumbang swadaya yang cukup besar. Fasilitator program

Dengan Kartu Tani, petani akan mudah untuk mengakses jasa layanan perbankan baik simpanan maupun pinjaman,..” BSPS, Verry Supriatman mengungkapkan, nilai swadaya yang diberikan penerima bantuan minimal 50 persen dari jumlah besaran bantuan. Bahkan ada yang mencapai 200 persen lebih. “Kalau dinilai rupiahkan

ISTIMEWA

paling sedikit para penerima bantuan program BSPS itu menyumbang sebesar Rp 5 juta. Ada diantaranya yang berkali lipat dari nominal besaran bantuan mencapai puluhan juta,” kata Verry, Kamis (12/1/2017). Verry menyebut, antusiasme masyarakat penerima bantuan mendorong tingginya berswadaya. Sehingga bantuan untuk pembangunan rutilahu ini bisa terlaksana melebihi keten-

tua batas minimal. “Kalau standar minimal membangun rutilahu ini seluas 36 meter persegi. Itupun dalam bentuk seperti kotak. Berkat swadaya penerima bantuan itu, kondisinya tidak hanya kotak tapi jauh dari lebih baik dan sangat layak untuk dihuni,” paparnya. Kalau dirata-rata masing-masing penerima bantuan berswadaya senilai Rp 5 juta, dalam pelaksanaan perogram BSPS di Kecamatan Gekbrong bisa mendulang swadaya sebesar Rp3 miliar. “Saya rasa bisa lebih dari Rp6 miliar swadayanya. Karana banyak diantara penerima bantuan yang mampu bersawadaya hingga 200 persen,” ungkapnya. Pelaksana tekhnis program BSPS Kabupaten Cianjur, Aloe Sugilar mengungkapkan, tingginya swadaya masyarakat penerima bantuan tidak terlepas dari peran banyak pihak yang mendorong masyarakat penerima bantuan untuk mampu bersawadaya. “Ini patut diapresiasi, dengan banyaknya swadaya dari penerima bantuan, sasaran program BSPS sangat tepat. Berarti program ini sangat dinantikan oleh masyarakat rumahnya tidak layak huni,” tegasnya. (bis)

Menteri Rini Dorong UMKM Jual Produk Online untuk Perluas Pasar UNTUK menjangkau pasar yang lebih luas, para pelaku usaha mikro kecil dan menengah agar memasarkan produk kerajinannya melalui internet. Menurut Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, era tekhnologi mengharuskan para pelaku UMKM untuk memanfaatkannya. “Itu yang paling utama karena sekarang apa-apa sudah digitalisasi, dan sekarang masyarakat sudah sangat menggemari untuk berbelanja melalui internet,” kata Rini sebagaimana dilansir merdeka. com, Kamis (12/1/2017). Para pelaku UMKM itu harus bisa berjualan, atau produk mereka dijual di e-commerce. “Dan ini yang

sudah kita lakukan dengan BUMN dari Telkom (Telekomunikasi Indonesia),” katanya. Menurut Menteri Rini, masyarakat Indonesia terutama UMKM harus menyadari bahwa sekarang dunia sudah berubah menjadi dunia digital, yang mana semua orang mempunyai ponsel dan didukung dengan aplikasi untuk mengakses jaringan internet. Dengan demikian, lanjutnya, proses kerja UMKM harus bisa diterapkan melalui telepon pintar yang akses internetnya bisa dibuka kapan saja sambil jalan-jalan maupun di manapun berada tanpa harus berada di tempat produksi. “Dan di Rumah Kreatif yang

BERITACIANJUR/ MUSTOFA

dikelola BUMN ini kita berikan pembinaan untuk UMKM agar kualitas produk bisa lulus yang kemudian kita masukkan ke belanja. com. Sehingga ketika ada warga Jakarta ingin beli kerajinan Bantul misalnya, bisa pesan untuk dikirim,” katanya. Menteri Rini mengatakan, melalui Rumah Kreatif BUMN ini pula yang sekarang sudah terbangun di 100 kabupaten/kota di Indonesia bisa mendorong bagaimana pelaku UMKM setempat mampu menaikkan kemampuan produksi serta hasil produk yang lebih berkualitas. “Sehingga UMKM itu dari pengusaha mikro kita naikkan jadi pengusaha kecil, yang kecil jadi pe-

ngusaha menengah yang menengah jadi besar. Dan tentunya kualitas dari produk mereka harus berkualitas tinggi sehingga diterima pasar hingga internasional,” katanya. Sementara itu, menurut dia, Rumah Kreatif BUMN di Bantul ini termasuk 100 pertama sejak program itu dijalankan dari 2,5 bulan lalu. Dan ditargetkan sampai akhir tahun 2017 dapat terbangun Rumah Kreatif di sebanyak 514 kabupaten/kota. “Dan memang tiap daerah suka ada beda-beda, seperti di Bantul ini kreativitas sangat tinggi. Jadi saya berharap betul kalau Rumah Kreatif ini bisa sangat bermanfaat dan mendorong pengusaha di Bantul bisa naik kelas,” katanya. (net/bis)


ECERAN ,RP.3.000 AN N A G LANG ,0 0 .0 8 RP.7 N A L U /B

EDISI 009 THN I

Memberi Nilai Lebih facebook beritasukabumi

twitter @berita_sukabumi

JUMAT, 13 JANUARI 2017

Klik! kliksaja.co email redaksi.beritasukabumi@gmail.com

Ajak Gadis Kenalan di Facebook Berhubungan Badan di Peternakan Ayam

Pemuda Dilaporkan ke Polsek Nagrak SEORANG pemuda berusia 25 tahun, berinisial SD alias Awek dilaporkan ke polisi. Warga Kampung Nagrog, Desa Lembursawah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan atas tuduhan melakukan perbuatan cabul pada anak di bawah umur, pacarnya.

Kisah ini bermula saat Awek berkenalan di jejaring sosial Facebook, dua pekan lalu. Sebut saja, nama gadis itu Bunga. Usianya baru 15 tahun, masih sekolah di sebuah SMA. Perbincangan di sosial media, membuat keduanya saling tertarik. Akhirnya,

mereka sepakat untuk berpacaran. Yang menjadi masalah, mereka sudah berani melakukan hubungan intim, layaknya suami-istri. Perbuatan itu dilakukan di tempat Awek, yang bekerja di peter-

nakan ayam di Kampung Cipayung, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak. Bunga sendiri, tercatat tinggal di salah satu desa di Kecamatan Cibadak. Orangtua gadis ini,

pada akhirnya mengetahui bahwa anaknya sering melakukan hubungan dengan Awek. Karena tidak terima, orangtua korban langsung membuat laporan polisi ke Polsek Nagrak. KE HALAMAN BS7

ILUSTRASI: M YANUAR GUNAWAN

MENGERIKAN Narkoba Dimasukkan ke Jajanan Anak TK

Ditemukan di 5 Tempat Dibagikan Tanpa Bayar

PEREDARAN narkoba makin mengerikan. Saat ini, sudah ada upaya untuk memasukkan zat terlarang itu pada makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh anak-anak TK.

K

epala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso di Denpasar, Kamis (12/1/2017) mengungkapkan, belum lama ini, BNN

telah menemukan lima kasus makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh anak-anak TK telah dicampur atau terkontaminasi narkoba.

Komjen Pol Budi Waseso Kepala Badan Narkotika Nasional

KE HALAMAN BS7

AKIBAT HOAX Guru Ngaji Mati Dibunuh

KICKOFF!

KLOPP

KECEWA BERAT MANAJER Liverpool Jurgen Klopp marah besar kepada tim asuhannya setelah kalah 0-1 dari Southampton di leg pertama Piala Liga Inggris. Klopp menilai The Reds memang tampil buruk di laga tandang tersebut.

KURANG dari 1x24 jam, personel gabungan Polres Sukabumi dan Polsek Ciemas berhasil menangkap lima orang. Kelimanya menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan. Korbannya seorang guru ngaji. Kejadian pembunuhan ini berlangsung dua malam kemarin. Korban bernama Mumuh. Pria berusia 60 tahun itu, warga Kampung Cilangkop RT 02/04, Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Tubuhnya ditemukan oleh keluarga di perkebunan deBerita Lengkap kat rumahnya, hari Selasa, di Halaman BS 4 (10/1/2017) lalu. Sehari-hari,

BACA HAL BS6

CIANJUR LEAGUE

FOTO-FOTO: BERITA SUKABUMI

MENANG TELAK KEMENANGAN telak 7-0 diraih Mandala FC atas lawannya NHP Cipeuyeum, dalam lanjutan kompetisi sepakbola Cianjur League U-19 di Stadion Badak Putih, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, kemarin (12/1/2017) sore. BACA HAL BS5

Ki Bumi

Kapolda Jabar Jenguk Anggota LSM yang Dianiaya B ANDUNG-Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Chrliyan, mengunjungi seorang anggota LSM yang menjadi korban pengeroyokan, dalam aksi yang digelar di depan Polda Jabar, Kamis (12/1/2017). Anggota LSM yang diketahui bernamaYahya

Ruhiyat (39), adalah warga Jalan Haruman, kelurahan Cigending, kecamatan Ujung Berung, kota Bandung. Sebelumnya, Yahya terpaksa mengadu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Jawa Barat

KE HALAMAN BS7

Tak Bayar Transaksi Kontrakan Rp 90 Juta IRT Diamankan Polsek Sukalarang

KE HAL BS7

Zaskia Gotik Versi 3D YA, tampilan gambar 3D ini adalah animasi artis Zaskia Gotik. Saat ini, manajemen artis Nagaswara tengah merilis artis-artisnya versi animasi 3D. Ini bagian dari menjawab tantangan baru yang akan dihadapi oleh para manajemen artis, untuk menyambut era sinema 3D. KE HALAMAN BS7

SUKABUMI KOTA-Seorang ibu rumah tangga diamankan petugas dari Kepolisian Sektor Sukalarang Resor Sukabumi Kota. Ibu berinisial PS (36), dilaporkan atas kasus penipuan. Informasi yang dirilis

Subbag Humas Polres Sukabumi Kota menyebutkan, PS diketahui tinggal di Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi. KE HALAMAN BS7

KARIKATUR/M YANUAR G

SUKABUMI BERINFAK

Rasulullah Saw pernah bersabda, “Allah berkata, ‘Keluarkanlah (infaq) dan akan akan kukeluarkan untukmu’” Nabi Saw juga berkata, “tangan Allah adalah penuh, dan tidak akan berkurang meskipun dikeluarkan sepanjang siang dan sepanjang malam”. [HR Bukhari]


BS2

Lapsus

Sejumlah pengamat politik daerah, bahkan kalangan masyarakat mulai memprediksi, pada pilkada nanti akan terjadi pecah kongsi antara pasangan petahanan: Mohamad Muraz dan Achmad Fahmi yang kini masih menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi..”

JUMAT, 13 JANUARI 2017

Petahana Jelang Pekong (Pecah Kongsi) Pilkada Kota Sukabumi PETA politik Kota Sukabumi mulai bergeliat. Kontestasi Pilkada 2018, memunculkan spekulasi politik. Ada indikasi kuat, petahana pecah kongsi?

P

emilihan Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi untuk periode 2018 – 2023, dijadwalak akan digelar pada April 2018 mendatang. Agenda ini akan dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur Jawa Barat. Suhu politik di Kota Sukabumi mulai menghangat. Berbagai spekulasi tentang siapa yang akan berlaga pada pesta demokrasi tersebut sudah bermunculan. Sejumlah pengamat politik daerah, bahkan kalangan masyarakat mulai memprediksi, pada pilkada nanti akan terjadi pecah kongsi antara pasangan petahanan: Mohamad Muraz dan Achmad Fahmi yang kini masih menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi. Kedua incumbent tersebut, diprediksi akan berlaga memperebutkan kursi F1 bersama dengan masing-masing pasangannya yang baru. Sementara, prediksi lainnya turut mewarnai konstalasi politik Sukabumi. Para bakal calon kepala daerah yang akan tampil pada perhelatan politik lima tahunan itu bakal didominasi oleh kalangan tokoh politisi muda. Untuk prediksi yang satu ini, masih realistis. Mengingat, sejumlah partai politik yang berkuasa di lembaga legislatif saat ini, dipimpin oleh kalangan

politisi muda. Sebut saja Partai Golkar yang berada dibawah kepemimpinan Jona Ariozona. Bagi warga Kota Sukabumi, nama Jona Arizona sudah tidak asing lagi. Pasalnya pada pilkada 2014 silam, nama pria yang masih berusia di bawah 50 tahun tersebut pernah turut tampil sebagai calon Wakil Walikota mendampingi calon Walikota incumbent Mulyono, saat itu. “Saya siap untuk maju di

Pilkada Kota Sukabumi mendatang dipastikan akan berlangsung panas. Hal ini akan terjadi jika masing-masing partai politik mengusung kader internal...” Pilkada nanti. Ini merupakan tekad saya untuk bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat Kota Sukabumi. Termasuk jug kepada partai politik

ILUSTRASI/ NET

yang telah membesarkan nama saya,” ungkap Jona dalam sebuah acara Partai Golkar di Kecamatan Citamiang. Dari kubu PDI Perjuangan juga muncul nama Tatan Kustandi. Usianya pun masih jauh di bawah 50 tahun, namun karir politiknya telah menunjukan kematangannya sebagai seorang pemimpin. Tatan kini menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan skaligus Wakil Ketua DPRD Kota

Sukabumi. Sama halnya Golkar dan PDIP, Partai Amanat Nasional (PAN) dikomandoi tokoh muda, yakni Faizal Bagindo. Namanya saat ini berada dalam bursa calon kepala daerah yang tengah menjalani proses survey di internal partainya. Politisi muda lainnya tak lain adalah Achmad Fahmi. Politisi PKS tersebut saat ini tengah berada dalam puncak popularitasnya karena jabatannya sebagai Wakil Walikota Sukabumi

hingga tahun 2018 mendatang. “Pilkada Kota Sukabumi mendatang dipastikan akan berlangsung panas. Hal ini akan terjadi jika masing-masing partai politik mengusung kader internal. Bakal banyak politisi muda yang akan memperebutkan kursi kepala daerah, terlebih lagi mereka berasal dari partai politik besar,” ungkap Ketua Divisi Humas Jaringan Masyarakat Bersatu Dede WH. (toni kamajaya)

Ada Rp 20 Miliar Untuk Pergantian Kepemimpinan Kota Sukabumi

ILUSTRASI/ NET

Memberi Nilai Lebih

DPRD Kota Sukabumi memperkirakan, besaran dana untuk penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada tahun 2018 mendatang mencapai Rp20 Miliar. Kebutuhan yang banyak menyedot anggaran adalah belanja rutin, berupa gaji para petugas penyelenggara pemilu tingkat kelurahan hingga kecamatan. Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Tatan Kustandi menjelaskan, dana pilkada yang sudah dialokasikan sebesar Rp20 Miliar itu, tidak hanya diperuntukan kepada lembaga Komisi Pemilihan Umum Daerah

PDIP Belum Bermanuver

BERITA MEDIA GROUP

Komisaris Utama Anton Ramadhan | Direktur Utama Gia Gusniar | Dewan Redaksi: Imam Sumarsono (Ipung), Fonda Lapod | Penanggungjawab Redaksi Toni Kamajaya | Redaktur Mustofa, Angga P, Rikky Y, Rudi R, Rustandi | Sekretaris Redaksi Fatimah | Reporter AA Rohman, Yanti Rosdiana Pasma, Herry Febriyanto, Azmi Zahidah, Apip S, Zenal Mustari | Perwajahan: Sulaeman (Koordinator), Arie Y, Ziad Zed Zubaidi, Rendy R, Muhammad F | Grais Nandang, Gunawan. | Manager Keuangan Mastuti | Manager Iklan H Asep Japar Ahmad Rizky Alfaraby | Manager Sirkulasi Ajo Suparjo | HRD & Umum Iwan Setiawan Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi: Jl. Ahmad Yani No. 3 Kelurahan Gunung Parang Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, 43111 l Telp. Kantor : (0266) 222 289 l Hotline Redaksi: 087741377622 l e-mail redaksi: redaksi. beritasukabumi@gmail.com l Info Layanan Pelanggan 081222227314/ 085603333805 l Rekening: 1320016213044 (Mandiri) an. Jembatan Mediatama Cianjur, PT l Penerbit: PT Jembatan Mediatama Cianjur. SELURUH WARTAWAN BERITA SUKABUMI SELALU MENGENAKAN TANDA PENGENAL DAN DILENGKAPI SURAT TUGAS SERTA TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK MEMINTA ATAU MENERIMA APAPUN DARI NARASUMBER

ILUSTRASI/ NET

ANGGOTA DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDIP, Rozab Asyari mengaku, sejauh ini partai politiknya belum melakukan manuver apapun dalam menghadapi pilkada yang rencanannya akan digelar pada Juni 2018 mendatang. Mengenai adanya isu pertemuan tertutup antara Golkar dengan PDIP, Rozab mengaku tidak mengetahui adanya agenda tersebut.

“Saya juga sempat mendengar kabar mengenai pertemuan tertutup Golkar dengan PDIP. Mungkin saja agenda itu benar adanya, terlebih lagi jika pertemuan tersebut hanya sebatas penjajakan saja. Tapi perlu diketahui sejauh ini PDI Perjuangan belum melakukan langkah politik apapun terkait pilkada,” ungkap Rozab. (toni kamajaya)

(KPUD) saja. Tetapi ditujukan untuk beberapa lembaga lainnya yang terkait dengan penyelenggaraan pilkada, satu diantaranya badan pengawas pemilu atau bawaslu Disebutkan, seluruh pembiayaan pemilihan walikota dan wakil walikota untuk priode 2018 -2025 tersebut tidak hanya berasal dari APBD kota saja, tetapi telah meliputi dana sharing dari Pemda Provinsi Jawa Barat. Pasalnya di tahun 2018 nanti, penyelenggaraan pilkada Kota Sukabumi berbarengan dengan Pemilihan Gubernur. “Dana pilkada tersebut

akan digunakan oleh KPUD untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi, pendataan pemilih hingga gaji untuk petugas penyelenggara pemilu di semua tingkatan wilayah, termasuk pengadaan alat peraga kampanye setiap pasangan calon kepala daerah,” jelas Tatan. Sementara itu Komisioner KPUD Kota Sukabumi Dedi Setiadi menerangkan jika berdasarkan pada pelaksanaan tahapan awal, maka penyelenggaraan pilkada ini tinggal beberapa bulan lagi. Pasalnya mulai pertengahan tahun nanti, KPUD sudah mulai memasuki tahapan

pendataan calon pemilih serta sosialisasi pelaksanaan pilkada. “Termasuk tahapan dimana KPUD harus memberitahukan kepada DPRD mengenai akan berakhirnya masa jabatan kepala daerah priode saat ini. Pemberitahuan melalui surat tersebut dilakukan enam bulan sebelum masa jabatan kepala daerah berakhir,” ungkap Dedi. Dia berharap pada penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan ini, tingkat partisipasi warga lebih tinggi dibandingkan pilkada lalu. (toni kamajaya)

Golkar - PDIP Kota Mulai Bermanuver KENDATI pemilihan kepala daerah (Pilkada) dah melakukan penjajakan dengan menggelar Kota Sukabumi baru akan digelar satu tahun pertemuan tertutup untuk membahas masalah lagi, namun konstelasi politik sudah menun- kesiapan menghadapi penyelenggaraan pilkajukan geliatnya. da,” beber Ketua DPD Partai Amanat Nasional Sejumlah partai politik atau parpol yang (PAN) Kota Sukabumi, Faizal Bagindo. akan berlaga di pesta demokrasi tersebut muDikatakannya, langkah yang telah ditemlai melancarkan manuvernya. puh masing-masing parpol itu merupakan hal Hanya saja aksi politik yang tepat dan lazim bagi setersebut masih cenderung buah partai politik, terutama bergerak secara terselubung dalam menghadapi pilkada. sehingga lebih terkesan maMeski masih tersisa waktu selu-malu. Seperti yang dilakukurang lebih satu tahun Untuk agenda politik, lama kan dua parpol besar yakni lagi, tetapi pergerakan politik waktu satu tahun Partai Golkar dan PDI Perharus dilakukan sedini mungjuangan (PDIP). kin. Terutama dalam menenitu sangat singkat Dikabarkan kedua parpol tukan calon kepala daerah dan tidak terasa, itu tengah melakukan penyang akan diusung maupun bahkan waktu yang menentukan partai koalisi. jajakan melalui pertemuan tertutup yang berlangsung “Untuk agenda politik, sangat ideal untuk belum lama ini. waktu satu tahun itu sangat menghadapi agenda singkat dan tidak terasa, bahMenurut sumber Berita besar seperti ini..” Sukabumi, dalam agenda kan waktu yang sangat ideal pertemuan tertutup itu, untuk menghadapi agenda baik Golkar maupun PDIP membahas me- besar seperti ini, paling tidak dibutuhkan ngenai rencana strategis yang akan dijalan- dua tahun sebelum berlangsunya pilkada. kan oleh keduanya dalam menghadapi pe- Oleh karena itu sangat wajar jika partai milihan walikota dan wakil walikota untuk politik saat ini sudah mulai bergerilya mepriode 2018 -2025. nentukan arah politiknya,” beber Faizal. “Ya, menurut kabar Golkar dan PDIP su- (toni kamajaya)


INFO SPESIAL GELIAT KOTA HOTLINE : 0266-222 289 Klik! Kliksaja.co

JUMAT, 13 JANUARI 2017

Gandeng IPB Untuk Persiapan Buka Universitas Negeri

BS3

PROGRAM Multi Kampus Institut Pertanian Bogor, merupakan salah satu upaya untuk menjadikan Kota Sukabumi sebagai pusat dan tujuan pendidikan. Ini merupakan salah satu upaya, yang untuk sementara kampusnya masih bergabung di Kampus Politeknik Universitas Sukabumi di Jalan Babakan Sirna no 27, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong.

Saat ini, manajemen IPB juga sudah membuka dan menerima pendaftaran penerimaan mahasiswa baru tahun Akademik 2016-2017. Dengan demikian, pendirian Program Multi Kampus IPB ini, semakin jelas menyusul Program Multi Kampus yang dilakukan ITB di Cirebon dan Bekasi, serta Unpad di Pangandaran. Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Hanaie Zain se-

laku Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Kusumah Bangsa Politeknik Unsi mengatakan, hal ini sesuai dengan harapan Pemkot Sukabumi untuk mewujudukan kota pusat dan tujuan pendidikan. Melalui Program Multi Kampus IPB ini, diharapkan kelak bisa digabung dengan Politeknik Unsi dan Sekolah Tinggi Kesehatan Kota Sukabumi menjadi satu

universitas negeri. Dengan semakin tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang semakin mumpuni tidak menutup kemungkinan cita-cita tersebut bisa segera terwujud. Apalagi IPB merupakan salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia. “Mimpi kami juga didukung oleh Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan yang

menginginkan Politeknik Unsi menjadi universitas negeri di 2017. Untuk itu, pengadaan lahan seluas 30 hektar untuk universitas tersebut, hingga saat ini masih terus dilakukan,” kata Hanaie. (rohman)

Hanaie Zain

Target Mewujudkan Kota Pendidikan

“Tahun 2016, Jumlah Warga Buta Huruf Hanya 28 Orang”

20 Persen APBD Kota Sukabumi Dialokasikan Untuk Pendidikan

ILUSTRASI/NET

SALAH satu syarat daerah agar bisa menyandang predikat Kota Pusat dan Tujuan Pendidikan adalah adanya progam pengentasan angka buta huruf. Sesuai data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DPK) Kota Sukabumi, angka buta huruf untuk warga Kota Sukabumi saat ini hanya tersisa 0,01 persen dari jumlah warga yang sudah layak mendapatkan pendidikan. “Dari data 2016 ini, jumlah warga yang buta huruf hanya 28 orang. Itu pun usianya sudah lanjut usia,” kata Kepala Dinas P dan K Kota Sukabumi, Dudy Fathul Jawad. Sementara untuk usia remaja maupun pelajar warga yang buta huruf sudah tidak ada. Selain itu, pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) pun sudah mampu baca dan tulis. Ia menambahkan, belajar tidak ada batasan umur. Karena di era globalisasi dan pasar bebas ini salah satu syarat untuk bisa bersaing adalah, minimalnya bisa membaca dan menulis agar tidak mudah dibohongi atau ditipu orang lain. Untuk mengentaskan buta huruf, ... Untuk masyarakat juga bisa memanfaatkan pro- mengentaskan buta huruf, gam pendidikan luas sekolah atau Pusat masyarakat Kegiatan Belajar Majuga bisa syarakat (PKBM). Melalui sarana pen- memanfaatkan didikan ini warga progam bisa memilih progam pendidikan paket A, B maupun C, sehingga usia buluas sekolah kanlah menjadi hamatau Pusat batan untuk terus Kegiatan belajar. Sementara, unBelajar tuk lama belajar, Masyarakat warga Kota Sukabu(PKBM) ... mi saat ini rata-rata sudah 11,7 tahun. Sehingga, program wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas) 12 tahun sedikit lagi bisa diraih. Angka 11,7 tahun tersebut, bukan berarti warga Kota Sukabumi belajar hanya sampai SMA kelas II atau XI tetapi. Tapi angka ini merupakan akumulatif dari jumlah warga yang sudah mengenyam pendidikan. Mulai dari lulusan SD hingga pendidikan tertingi baik S1 hingga S3. Untuk mendongkrak angka lama belajar warga ini, progam unggulan juga disiapkan Pemerintah Kota Sukubumi. Termasuk, beasiswa untuk 0 (nol) persen anak putus sekolah yang disebabkan oleh kekurangan biaya. Bahkan, Pemkot pun sudah menyiapkan anggaran yang cukup besar agar seluruh anak yang ingin melanjutkan pendidikan, tetapi tidak memiliki biaya, akan ditanggung oleh pemerintah. Bantuan untuk anak putus sekolah pun cukup besar, baik dari APBD I dan II maupun APBN. Sehingga tidak alasan biaya setiap anak tidak bisa melanjutkan pendidikannya, bahkan jika berprestasi pemerintah akan memberikan beasiswa hingga perguruan tinggi, karena ke depannya anak tersebut bisa menjadi aset daerah maupun negara. “Sehingga biaya jangan jadi alasan, karena jika anak ingin sekolah maka pemerintah siap memberikan bantuan. Terkecuali si anak tersebut sudah tidak mau belajar lagi, tapi memilih untuk bekerja,” tambah Dudy. (rohman)

DUA puluh persen dari total Anggaran APBD Kota Sukabumi akan digunakan untuk sektor pendidikan. Targetnya, Kota Sukabumi menjadi Kota Pendidikan.

P

eningkatan anggaran untuk pendidikan ini, bagian dari realisasi Pemerintah Kota Sukabumi untuk mewujudkan daerah ini menjadi pusat dan tujuan pendidikan di Jawa Barat. Ini juga sesuai dengan visi dan misi pembangunan 20052025, yakni terwujudnya Kota Sukabumi sebagai pusat pelayanan berkualitas bidang pendidikan, kesehatan dan perdagangan di Jabar yang berlandaskan iman dan taqwa. Target untuk mewujudkan Kota Pendidikan ini, sudah dituangkan dalam besarnya dana yang disediakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

(APBD) Kota Sukabumi yang angkanya di atas 20 persen total anggaran. Untuk saat ini, target prioritas yang tengah dan sudah dilakukan adalah memperbaiki dan menambah sarana serta prasarana sekolah. Mulai dari tingkat SD hingga SMA. Selain itu, kualitas guru pun terus diperbaiki agar pelajar mudah menerima pembelajaran. Selain itu, program beasiswa bagi anak putus sekolah, khususnya bagi yang tidak mampu dan masih ingin belajar, juga disiapkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi. Upaya tersebut memang sudah ada hasilnya. Namun belum maksimal. Indikasinya, Kota

Sukabumi masih minim mencetak lulusan yang memiliki kompetensi, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Saat ini kualitas pendidikan Kota Sukabumi merupakan yang terbaik di Jabar. Namun kami belum puas dengan capaian tersebut, karena ingin menjadikan daerah ini sebagai pusat dan tujuan pendidikan,” kata Wali Kota Sukabumi, M Muraz. Salah satu progam utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Sukabumi adalah mengentaskan anak putus sekolah. Sesuai data 2016, kerawanan siswa drop out di Kota Sukabumi hanya sekitar 7,14 persen. Sementara Angka Partisi-

pasi Murni (APM) tingkat sekolah dasar sederajat sebesar 76,07 persen, atau sebanyak 28.543 siswa dari potensi penduduk usia 6-12 tahun sebanyak 37.522 orang. Selanjutnya APM sekolah menengah pertama (SMP) sederajat sebesar 71 persen atau sebanyak 12.958 siswa dari jumlah potensi penduduk usia 13-15 tahun, atau sebanyak 18.347 orang. Dan, APM sekolah menengah atas sederajat sebesar 62% atau sebanyak 11.204 dari jumlah potensi penduduk usia 16-18 tahun sebanyak 17.973 orang. Dari data ini, indeks pendidikan di Kota Sukabumi sudah sangat tinggi, yaitu mencapai 87 poin. Namun demikian, pihak

Pemkot terus berupaya, khususnya untuk menekan angka kerawanan Drop Out (DO) agar di bawah lima persen. Tapi, kendala yang dihadapi untuk menekan DO tersebut adalah keinginan siswa belajar, karena masih ada pelajar yang memilih bekerja dibandingkan sekolah dengan alasan ingin membantu orangtua atau sudah tidak ingin sekolah lagi. Dengan demikian, pihak Pemkot tidak bisa memaksa si anak untuk kembali ke sekolah, terkecuali anak tersebut putus sekolah karena tidak ada biaya. Tetapi masih ingin melanjutkan jenjang pendidikan yang pastinya pemerintah akan membantu cita-cita setiap anak yang ingin belajar.(rohman)

Sertiikasi Akreditasi, Syarat Penting Peningkatan Kualitas Sekolah PENINGKATAN kualitas pendidikan, faktornya tidak hanya mengacu kepada guru dan pelajarnya saja. Sarana dana prasarana penunjang, harus ditingkatkan. Selain itu, setiap sekolah diharuskan mengikuti progam sertiikasi dan akreditasi sehingga akan terlihat kualitas sekolah tersebut. Pada 2017 ini, sebanyak 63 sekolah di Kota Sukabumi sudah mendapat sertiikasi akreditasi. Rinciannya: 48 SD, 12 SMP dan tiga Madrasah Tsanawiyah. Adapun untuk SD, terdiri dari 44 SD mendapatkan sertiikasi akreditasi A dan empat SD terakreditasi B. Selanjutnya untuk SMP, terdiri dari 10 SMP terakreditasi A dan dan SMP

terakreditasi B sementara dua MTs terakreditasi A dan satu MTs terakreditasi B. Sebanyak 63 sekolah yang mendapat sertiikasi akreditasi tersebut, bisa meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan bagi setiap sekolah. Hal ini sesuai dengan visi pembangunan Kota Sukabumi 2005-2025 dengan terwujudnya Kota Sukabumi sebagai pusat pelayanan berkualitas bidang pendidikan di Jawa Barat. Akreditas ini juga untuk meningkatkan pencapaian indeks pembangunan manusia (IPM) yang menjadi parameter globalnya ditetapkan oleh UNDP diantaranya dipengaruhi oleh faktor pendidikan,

... Sebanyak 63 sekolah yang mendapat sertiikasi akreditasi tersebut, bisa meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan bagi setiap sekolah ... kesehatan dan ekonomi. Ketua Unit Pelaksana Akreditasi Kota Sukabumi, Sanusi Hardjadireja mengatakan, manfaat sertiikasi akreditasi bagi setiap sekolah adalah sebagai penjamin mutu. Serta, dapat

melaksanakan Ujian Nasional secara mandiri. Apabila jumlah siswa sekolah yang mengikuti UN kurang dari 20 siswa, pelaksanaan UNnya digabung dengan sekolah lain. Namun untuk penandatanganan ijazahnya tetap ditandatangani oleh kepala sekolah yang bersangkutan. Progam akreditasi ini merupakan salah satu bentuk penilaian kualitas pendidikan di sekolah yang harus menempuh beberapa persyaratan seperti ketersediaan guru, murid, sarana dan lain-lain. Untuk itu, Sanusi juga meminta kepada seluruh sekolah yang sudah mendapat sertiikasi akreditasi agar segera menyu-

sun dan membuat program untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Dikatakan, untuk mendapat sertiikasi akreditasi tersebut, ada beberapa standar yang harus senantiasa diperhatikan oleh setiap sekolah, antara lain standar sarana, standar ketenagaan, dan standar pengelolaan keuangan. Selain itu, juga ada standar yang menjadi tanggungjawab guru, diantaranya standar isi dan standar penilaian secara umum. Untuk standar tanggungjawab guru ini bisa berubah kapan saja, sehingga harus selalu diperhatikan oleh para guru. (rohman)


BS4

Sukabumian

Serahkan kasus ini kepada pihak kepolisian, dan jika ada isu dukun santet lagi segera laporkan biar kami yang mengungkapnya.”

JUMAT, 13 JANUARI 2017

Ada Surat Pernyataan Pembasmian Ilmu Hitam

Miris, Pembunuhan Karena Isu Santet Terjadi Lagi

BERITASUKABUMI/01

ADA yang membuat miris di balik pembunuhan guru ngaji Mumuh (65) warga Kampung Cilangkop RT 04/02, Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Diduga, dia tewas akibat itnah karena dituduh dukun santet. Informasi yang dihimpun BeritaSukabumi dari pihak kepolisian mengungkapkan, pembantaian terhadap lansia ini akibat adanya provokator yang menyebarkan isu dukun santet kepada warga. Bahkan, warga sempat disuruh untuk membuat surat pernyataan tentang pembasmian orang yang memiliki ilmu hitam. Kasus ini terungkap setelah salah seorang tersangka bernisial SP warga kampung Cilangkop, Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas, yang juga tetangga korban, diduga menjadi provokator dan menebar isu dukun santet tersebut kepada warga.  Informasi menyebutkan, para pelaku berusaha memprovokasi masyarakat setempat untuk menandatangani surat pernyataan pembasmian terhadap korban yang dituduh memiliki ilmu hitam. “Warga dipaksa untuk menandatangani surat kesepakan tersebut, karena dihasut oleh pelaku. Akhirnya sebagian warga ikut menandatangani kertas persetujuan ini,” demikian diungkapkan Kapolres Sukabumi AKBP M Ngajib. Dari tangan tersebut, polisi juga menyita barang

bukti lembar surat pernyataan yang sudah ditandatangani warga yang isinya yang menjadi salah satu pemicu pembantaian guru ngaji ini. Bahkan, untuk memperkuat aksinya, tersangka seperti mendapat restu dari warga padahal masyarakat secara terpaksa membubuhi tanda tangan yang dilakukan oleh 89 orang warga. Namun demikian, AKBP M Ngajib telah memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait isu santet tersebut, karena dikhawatirkan konlik serta itnah tentang ilmu hitam makin berkepanjangan dan meluas. “Serahkan kasus ini kepada pihak kepolisian, dan jika ada isu dukun santet lagi segera laporkan biar kami yang mengungkapnya,” tegasnya. Sementara, anak kandung korban, Darus (30) mengatakan, beberapa hari sebelum ayahnya jadi korban pembantaian dengan dalih isu dukun santet, beberapa kali menerima ancaman bakal dibunuh oleh orang tak dikenal melalui layanan SMS atau pesan pendek handphonenya. Ancaman itu dikaitkan karena Mumuh dianggap sebagai dukun santet. “Memang bapak sempat diancam  mau dibunuh yang katanya dukun santet. Itu semua itnah, bapak saya adalah petani, guru ngaji dan pernah mengajar di sekolah madrasah,” katanya. (bs-01)

KEMATIAN Mumuh, 60 tahun itu, warga Kampung Cilangkap RT 02/04, Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas, menambah lagi daftar kasus pembunuhan di balik beredarnya isu dukun santet di Kabupaten Sukabumi.

J

asad Mumuh ditemukan oleh keluarga di perkebunan tak jauh dari rumahnya, hari Selasa, (10/1/2017) lalu. Sehari-hari, korban diketahui mengajar sebagai guru ngaji. Kasus pembantaian yang

berasal dari isu dukun santet di Kabupaten Sukabumi yang menimpa Mumuh, bukan untuk pertama kali di Sukabumi. Justru, kasus ini seperti membuka luka lama kejadian kelam di daerah terluas di Pulau Jawa dan Bali ini. Dari catatan yang dihim-

Pembunuhan Awal Tahun di Kebun Sebelah MUMUH, petani yang juga guru ngaji, menjadi korban pertama di awal 2017 ini. Mumuh dibunuh di kebun milik Gunawan, di Kampung Leuweung Talaga, Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas,juga karena dituduh dukun santet. Petugas Polres Sukabumi dan Polsek Ciemas sangat cepat mengungkap kasus ini. Lima tersangka ditangkap. Mereka adalah R (32) dan S (46) serta HD (42). Ketiganya diketahui adalah warga Kampung Cilangkop, Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas. Tersangka keempat adalah JH (25) warga Kampung Bojongsawah RT 04/07, Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap, dan tersangka keempat adalah YD warga Kampung Pasirbaru, RT 05/09, Desa Mekarsari kecamatan Ciracap. Saat dilakukan penangkapan, petugas terpaksa mengeluarkan tembakan. Karena, para tersangka melakukan perlawanan. Akibatnya, tiga dari lima tersangka ditembak di bagian betisnya oleh petugas yang hendak menangkapnya. Kapolres Sukabumi AKBP Mokhamad Ngajib mengungkapkan, diduga kuat motif pembunuhan tersebut diawali karena balas dendam terhadap korban. Hasil pemeriksaan mengungkapkan, para pelaku menyangka bahwa korban

merupakan dukun santet yang membunuh salah satu anggota keluarga tersangka berinisial SP, yang juga diduga menjadi otak di balik pembunuhan tersebut. “Pada tahun 2015 -2016 ada anggota keluarga dari salah satu tersangka yang diobati oleh korban, namun setelah diobati menurut mereka keluarganya tersebut meninggal akibat disantet,” ungkapnya. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga bilah golok dan tiga potong kayu serta satu bongkah batu, sepasang sendal, kaos warna merah muda, celana panjang hitam, sepeda motor merk Yamaha Vixion D 6368 UBN dan Honda Revo hitam F 5611 LJ. “Kami jerat mereka dengan pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun kurungan penjara dan maksimal hukuman mati,” kata Kapolres. AKBP Ngajib mengatakan, pihaknya masih mengembangkann kasus isu santet ini. Terutama untuk membongkar siapa yang awalnya menebarkan berita HOAX

tersebut kepada warga. Bahkan, pihaknya juga menemukan adanya surat pernyataan untuk membasmi dukun berilmu hitam yang ditanda tangani oleh 89 orang. “Kasus ini masih terus dikembang-

!

kan, agar tidak ada lagi korban yang tidak bersalah karena dituduh sebagai dukun santet padahal belum tentu kebenarannya,” kata AKBP Ngajib. (bs-01/rohman)

pun, terungkap bahwa pada 2000 lalu, terjadi pembantaian tujuh orang terduga dukun santet yang terjadi di Desa Bangabayang, Kecamatan Tegala Buleud, Kabupaten Sukabumi. Saat itu, ratusan warga Bangabayang dengan menumpang 14 truk bahkan menyerang Mapolres Sukabumi. Pada tahun itu, isu dukun santet begitu santer beredar di masyarakat. Bahkan, para pelakunya pembantaiannya menggunakan penutup wajah yang kemudian dikenal dengan sebutan Ninja. Dari catatan, kasus pembantaian dengan dalih dukun santet terjadi di beberapa

Pada tahun itu, isu dukun santet begitu santer beredar di masyarakat. Bahkan, para pelakunya pembantaiannya menggunakan penutup wajah yang kemudian dikenal dengan sebutan Ninja...” lokasi. Seorang warga kampung Citangkil, Desa Limus Nunggal, Kecamatan Warungkiara tewas dibunuh karena dituduh dukun santet. Kemudian seorang lelaki warga Desa Sukamaju, Kecamatan Jampangkulon tewas akibat tebasan benda tajam di leher dan kepalanya, korban diketahui bernama Herman alias Khoer.

BERITASUKABUMI/ ROHMAN

Tiga hari berselang, seorang warga Desa Purwosedar, Kecamatan Ciracap yang merupakan seorang Polisi Pamong Praja bernama Baedi. Korban ditemukan meninggal setelah salat Jumat di masjid dekat rumahnya. Aksi pembantaian dijalankan ketika Baedi sedang menunaikan salat muadah. Isu dukun santet di Kabupaten Sukabumi juga tidak berhenti. Pada 2013 lalu, seorang pria yang diketahui bernama warga Kecamatan Tegalbuleud tewas dibantai tetangganya karena diduga menjadi dukun santet. (rohman)

Hasil Rapat Dengan Sesepuh dan Muspika, Situasi Aman Terkendali KEPOLISIAN Resor Sukabumi langsung turun ke lapangan untuk mengantisipasi semakin meluasnya isu dukun santet. Petugas dari Polres Sukabumi diturunkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, karena dikhawatirkan konlik serta itnah tentang ilmu hitam makin berkepanjangan dan bisa saja terjadi aksi balas dendam. Kapolres Sukabumi, AKBP M Ngajib mengimbau kepada kepada warga untuk tidak mudah terprovokasi terkait isu ilmu hitam atau santet. Karena akibatnya fatal, bahkan bisa membuat orang yang teritnah bisa terbunuh. Hingga saat ini, setelah melakukan rapat dan berkoordinasi dengan sesepuh desa, tokoh pemuda dan masyarajat serta unsur

Alhamdulilah ,setelah kita berikan pencerahan kepada masyarakat kondisi saat ini sudah kembali kondusif...” Muspika Ciemas kondisi keamanan sudah terkendali dan kondusif. “Alhamdulilah ,setelah kita berikan pencerahan kepada masyarakat kondisi saat ini sudah kembali kondusif dan masyarakat pun menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada kami,” kata AKBP M Ngajib. Kasus itnah isu santet di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi memang menjadi hal yang fatal. Karena tidak hanya sekali saja isu tersebut membuat nyawa orang tidak bersalah melayang. Dari catatan kepolisian, sejak 2000 kasus serupa pernah terjadi beberapa kali. Bahkan di awal tahun 2000, tujuh warga di selatan tewas

karena dibantai dengan tuduhan dukun santet. Maka dari itu, pihaknya mengimbau kepada warga agar di era globalisasi ini jangan terlalu percaya terhadap hal-hal yang berbau mistis, jika ada isu seperti segera laporkan kepada pihak keamanan untuk ditindak lanjuti. “Kasus mistis memang sulit diungkap, namun warga kami imbau agar tidak main hakim sendiri dan serahkan sepenuhnya kepada kami jika ada warga yang diduga terkena santet,” tambahnya. Sementara, Kepala Desa Sidamulya, Yusup Supiani mengajak warganya untuk tetap tenang terkait isu dukun santet yang telah menewaskan seorang petani yang juga guru ngaji. Karena kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Selain itu, warga juga agar tidak main hakim sendiri jika ada infomasi yang belum tentu kebenarannya. Pihaknya juga sudah memanggil beberapa tokoh pemuda dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan daerahnya. (bs-01/rohman)


BS5

CIANJUR LEAGUE Klik! kliksaja.co

JUMAT, 13 JANUARI 2017

7

VS

VIKING PNB

twitter @berita_cianjur

facebook beritacianjur.com

email newsredaksibc@gmail.com

0

NHP CIPEUYEUM

MENANG TELAK KEMENANGAN telak 7-0 diraih Mandala FC atas lawannya NHP Cipeuyeum, dalam lanjutan kompetisi sepakbola Cianjur League U-19 di Stadion Badak Putih, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kamis (12/1/2017) sore.

T

ujuh gol yang bersarang di gawang NHP Cipeuyeum, dicetak oleh Uus di menit 17,53 dan 81. Sedangkan empat gol lainnya masing-masing dari kaki Alif di menit 25, Supiandi menit 58, Ceng Azis menit 64 dan Ali menit 69. Pertandingan kedua kesebelasan yang dipimpin Wasit Tedi Firmansyah, sejak peluit kick off babak pertama terkesan tidak seimbang. Para pemain Mandala

FC terlihat lebih mendominasi jalannya pertandingan, sedangkan para pemain NHP Cipeuyeum hanya sesekali melakukan penyerangan namun mentah di barisan pertahanan lawan. Keunggulan kualitas pemain dan skema permainan yang rapi dengan umpan satu dua, menjadi andalan Mandala FC. Hasilnya di menit 17, Mandala membuka keunggulan menjadi 1-0 melalui gol yang dicetak Uus di menit ke 17. Berse-

lang delapan menit kemudian tepatnya di menit 25, aksi solo run yang dilakukan Alif berbuah gol dan merubah kedudukan menjadi 2-0 hingga pertandingan babak pertama usai. Usai turun minum, tiga pergantian dilakukan pelatih Mandala FC untuk menambah daya gedor timnya. Terbukti, di menit 53 lagi-lagi Uus mencetak gol menjadi 3-0. Seperti tidak puas d e n g a n keuunggulan yang ada, lima menit kemudian giliran supandi yang mencetak namanya di papan skor dengan mencetak gol di menit 58 dan merubah skor 4-0.

Tidak ingin menjadi bulan-bulan, para pemain NHP Cipeuyeum mencoba bermain lebih menyerang dengan mengandalkan serang balik cepat. Sayang, rapatnya barisan pertahanan Mandala FC membuat mereka kesulitan untuk menembus hingga ke kotak penalti. Keperkasaan para pemain Mandala, tidak berhenti disitu saja. Mereka menambah pundi-pundi gol di menit 64 melalui kaki Ceng Azis dan Andi di menit 69, termasuk Uus yang mencetak hatricknya di menit 81 menjadi 7-0. Hingga pertandingan berakhir, skor telak 7-0 untuk kemenangan Mandala FC atas NHP Cipeuyeum. (heri)

KLASEMEN CIANJUR LEAGUE 2016/17 ( U-19 ) NO CLUB

P

W

D

L

A/G PTS

1

IMC

9

7

2

0

33

23

2 3 4

VIKING SOCCER ATEP 7 PNB

9 8 8

6 4 4

3 3 1

0 1 3

25 12 1

21 15 13

5 6

SUNDA RASA YUDHISTIRA

8 8

4 3

0 2

4 3

7 7

12 11

7 8 9

MANDALA BINA PUTRA RAJAWALI FC

8 8 8

3 2 1

1 2 0

4 4 7

14 1 11

10 8 3

10

NHP Cipeyeum

8

0

0

8

10

0 FOTO-FOTO: HERI FEBRIYANTO


JUMAT,13 JANUARI 2017

twitter @berita_sukabumi

facebook beritasukabumi.com

email redaksi.beritasukabumi@gmail.com

BS6

Mengenal Dokter Cantik yang Bikin Cemburu Pacar Nasri BEBERAPA hari terakhir Samir Nasri menjadi buah bibir karena kicauan di Twitter tentang skandal seks dengan dokter cantik, Jamila Sozahdah. Bintang Sevilla yang dipinjam dari Manchester City itu menulis kalau dia mendapat layanan plus-plus ketika menjalani terapi di klinik Drip Doctors.

KLOPP KECEWA BERAT

Tak Puas Bobol Gawang Liverpool

MANAJER Liverpool Jurgen Klopp marah besar kepada tim asuhannya setelah kalah 0-1 dari Southampton di leg pertama Piala Liga Inggris. Klopp menilai The Reds memang tampil buruk di laga tandang tersebut.

B

ertandang ke St Mary’s Stadium, Liverpool harus mengakui keunggulan Southampton berkat gol tunggal Nathan Redmond. Bahkan Liverpool nyaris kalah lebih telak jika Redmond tidak menyianyiakan tiga peluang emas lainnya. Menanggapi kekalahan tersebut, Klopp menilai Liverpool memang tampil buruk. The Reds tidak mampu bereaksi setelah kebobolan di menit 20. “Setelah kemasukkan reaksi kami tidak bagus. Kami kehilangan waktu,

kami tidak cukup kompak, segalanya berubah dan reaksi ini tidak bagus. Kami membuat keputusan yang salah,” tutur Klopp. “Mereka memiliki peluang emas karena kami tidak cukup kompak. Loris Karius telah menyelamatkan nyawa kami. Kemenangan yang pantas untuk Southampton tapi hanya di babak pertama,” tegas Klopp. Meski kalah pelaung Liverpool ke inal masih terbuka lebar. Mereka akan lolos jika menang dengan selisih dua gol di leg kedua di Anield.(net/Angga Purwanda/”BC”)***

NET

GELANDANG Southampton, Nathan Redmond mengaku tidak puas hanya bisa bobol gawang Liverpool satu kali. Satu golnya itu membuat Southampton unggul 1-0 atas Liverpool di leg pertama semifinal Piala Liga pada Kamis (12/1/2017). Gelandang muda ini mengaku bisa mencetak hattrick atau bahkan 4 gol ke gawang Liverpool. Sayang, beberapa peluangnya terbuang percuma.

Sepanjang pertandingan, Redmond memang pantas kecewa karena tembakannya banyak dimentahkan Loris Karius. Padahal, dia mampu menceploskan bola manfaatkan umpan Jay Rodridguez di menit ke-20. “Seharusnya saya cetak empat gol. Di hari lain, itu bisa saja jadi gol. Kami dapatkan kemenangan dan kami akan bawa ini ke leg kedua,” ujarnya seperti dikutip Metro. (net/pur)

Demi Kessie, Liverpool Siapkan Dana Setengah Triliun

T NE

The Sky Blues Bidik Bek Tangguh Benfica MANCHESTER CITY masih terus berburu full back. Tetapi, dengan cederanya bek kiri Benica, Alex Grimaldo yang absen sampai bulan Maret, rencana City untuk mendatangkannya menjadi tidak mungkin. Kubu The Citizens pun kini coba mengalihkan perhatian ke pemain FC Schalke, Sead Kolasinac. Pemain Bosnia kelahiran Jerman itu merupakan andalan klub asal Gelsenkirchen tersebut. Dengan kontraknya yang berakhir pada Juni nanti, pemain 23 tahun itu bisa menjadi salah satu penawaran terbesar dalam bursa transfer musim panas nanti. Menurut laporan Tuttosport di Italia, pihak Kolasinac telah menolak uang muka sebagai tanda

NET

pinangan City. Sementara, Juventus dikabarkan men-

jadi yang berpeluang besar untuk mendatangkannya.

Meski di sisi lain, klub seperti Liverpool dan AC Milan

juga intensif memantau perkembangan Kolasinac dalam beberapa hari terakhir. Hanya, meskipun Liga Inggris memiliki daya tarik yang menarik, tetapi pihak Kolasinac lebih senang mempertimbangjan Juventus setelah diyakini dengan proyek mereka. Arsenal juga dikaitkan dengan kepindahan mantan pemain muda VfB Stuttgart itu. Tetapi sekali lagi, Juventus bisa memiliki daya tawar sendiri untuk sang pemain. Sekaligus menjadikan mereka sebagai “raja” bebas transfer jika meresmikan Kolasinac ke Turin. Seperti ketika mereka merekrut pemain-pemain ternama lainnya, semisal Paul Pogba, Patrice Evra, Sami Khedira, dan Dani Alves dengan sedikit atau tanpa biaya dalam beberapa tahun terakhir. (net/pur)

KETIKA anak baru tiba di sebuah klub dan tampil memesona, sangat mudah untuk membawanya pergi. Sehingga, rumor mengenai transfer pemain itu tidak terelakan. Setidaknya itu yang terjadi kepada gelandang klub Serie A Atalanta, Franck Kessie terkait minat dari Liverpool. Pemain 20 tahun itu menghabiskan musim lalu sebagai pinjaman di AC Cesena. Namun di musim ini, Kessie membuat penampilan mengesankan di tim utama Atalanta. Dia mencetak tujuh gol dan memberikan dua assist dalam 17 pertandingan sejauh ini. Rapor yang menarik mengingat posisinya adalah sebagai gelandang bertahan. Atalanta sudah menolak tawaran 25 juta euro dari Chelsea sebelum transfer musim dingin dimulai. Dan menurut laporan Corriere dello Sport, Liverpool yang paling terdepan membidik pemain

timnas Pantai Gading ini. Corriere mengungkapkan, Klopp siap meminta dewan klub The Reds untuk merogoh kocek sebesar 40 juta euro atau sekitar 562 miliar untuk pemain muda itu. Melihat potensi besar di dalam dirinya, Kessie bisa menjadi pelapis sekaligus penerus kapten Jordan Henderson. Dengan situasi ini, Atalanta menjadi pihak yang paling senang. Karena akan mendapat banyak keuntungan dari keberadaan Kessie. Pasalnya, La Dea hanya membutuhkan dana 300 ribu euro untuk memboyongnya dari klub Pantai Gading, Stella Club pada musim panas lalu. Namun, ketergantungan Atalanta terhadap Kessie tidak akan membuatnya dilepas pada Januari ini. Melainkan lebih ideal pada musim panas nanti.(net/pur)

NET


BS7

News+

Sukabumi JUMAT, 13 JANUARI 2017

... Mengerikan Narkoba

Jokowi Minta Pergelaran Merata

Dimasukkan ke Jajanan Anak TK DARI HAL BS1...

“Dari hasil penemuan dan juga laporan dari masyarakat, anak-anak TK terkontaminasi melalui makanan dan minuman. Dan ternyata, mereka tidak perlu membayar,” ujar Komjen Pol Budi Waseso. Diungkapkan, ternyata warung-warung di sekitar sekolah TK tersebut dibiayai oleh sindikat jaringan narkoba untuk memberikan campuran pada berbagai makanan dan minuman yang dijual. “Harapannya tentu agar anak-anak itu akan addict (kecanduan), begitu addict maka akan menjadi pangsa pasar berikutnya,” katanya. Komjen Buwas, begitu

akrab dipanggil, enggan menjelaskan secara detil tempat-tempat yang oleh BNN ditemukan kasus tersebut. Hal ini agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. “Di Bali belum ditemukan, tetapi di beberapa daerah sudah, karena ada laporan dan kami dalami,” katanya di sela acara pengukuhan relawan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Dalam kesempatan itu, Komjen Buwas juga mengatakan, peredaran uang dalam bisnis narkoba di Indonesia sangat besar. Dalam satu tahun, belanja narkotika itu bahkan mencapai Rp 72 triliun.

Dan berdasarkan penyelidikan lembaganya terhadap salah satu jaringan narkoba, ada yang dalam waktu tiga bulan bisa menghasilkan Rp 1,3 triliun. Untuk itu, Komjen Pol Buwas mengajak semua pihak untuk bersatu menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. “Jika bisa dilakukan secara menyeluruh di Indonesia, maka akan cepat Indonesia terbebas dari penyalahgunaan narkoba,” tandas mantan Kabareskrim tersebut. KPAI Tuntut Tindakan Tegas Terkait dengan temuan ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) me-

minta aparat untuk menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam kejahatan ini. Selain itu, KPAI juga meminta seluruh satuan pendidikan di Indonesia untuk memastikan semua jajanan dan mainan yang dikonsumsi anak-anak didik aman dan sehat. “Kita berusaha keras melindungi anak sejak di dalam kandungan, tetapi malah dijadikan sasaran sindikat narkoba pada usia yang sangat dini,” kata Wakil Ketua KPAI, Susanto saat dikonfirmasi. “Sekolah harus memiliki standar untuk memastikan kualitas dan mutu jajanan yang dikonsumsi anak-anak didiknya,” tandasnya.(Boyon/Kliksaja.co)

... Akibat Hoax Guru Ngaji Mati Dibunuh DARI HAL BS1...

korban diketahui mengajar sebagai guru ngaji. Dalam gerakan cepat, petugas Polres Sukabumi dan Polsek Ciemas untuk mengungkap kasus ini. Lima tersangka ditangkap. Mereka adalah R (32) dan S (46) serta HD (42). Ketiganya diketahui adalah warga Kampung Cilangkop, Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas. Tersangka keempat adalah JH (25) warga Kampung Bojongsawah RT 04/07, Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap, dan tersangka keempat adalah YD warga Kampung Pasirbaru, RT 05/09, Desa Mekarsari kecamatan Ciracap.

Saat dilakukan penangkapan, petugas terpaksa mengeluarkan tembakan. Karena, para tersangka melakukan perlawanan. Akibatnya, tiga dari lima tersangka ditembak di bagian betisnya oleh petugas yang hendak menangkapnya. Kapolres Sukabumi AKBP Mokhamad Ngajib mengungkapkan, diduga kuat motif pembunuhan tersebut diawali karena balas dendam terhadap korban. Hasil pemeriksaan mengungkapkan, para pelaku menyangka bahwa korban merupakan dukun santet yang membunuh salah satu anggota keluarga tersangka berinisial SP, yang juga diduga menjadi otak di balik

pembunuhan tersebut. “Pada tahun 2015 -2016 ada anggota keluarga dari salah satu tersangka yang diobati oleh korban, namun setelah diobati menurut mereka keluarganya tersebut meninggal akibat disantet,” ungkapnya. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga bilah golok dan tiga potong kayu serta satu bongkah batu, sepasang sendal, kaos warna merah muda, celana panjang hitam, sepeda motor merk Yamaha Vixion D 6368 UBN dan Honda Revo hitam F 5611 LJ. “Kami jerat mereka dengan pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman

minimal 20 tahun kurungan penjara dan maksimal hukuman mati,” kata Kapolres. AKBP Ngajib mengatakan, pihaknya masih mengembangkan kasus isu santet ini. Terutama untuk membongkar siapa yang awalnya menebarkan berita HOAX tersebut kepada warga. Bahkan, pihaknya juga menemukan adanya surat pernyataan untuk membasmi dukun berilmu hitam yang ditanda tangani oleh 89 orang. “Kasus ini masih terus dikembangkan, agar tidak ada lagi korban yang tidak bersalah karena dituduh sebagai dukun santet padahal belum tentu kebenarannya,” kata AKBP Ngajib.(BS-01)

... Kapolda Jabar Jenguk Anggota LSM yang Dianiaya DARI HAL BS1...

setelah diduga dianiaya oleh salah seorang oknum anggota Ormas Keagaamaan. Kepada petugas, Yahya mengaku dianiaya oleh salah seorang anggota laskar saat dirinya berjalan pulang sesaat setelah melakukan aksi unjuk rasa mengawal pemeriksaan perdana Habib Rizieq di Mapolda Jawa Barat. Akibat penganiayaan tersebut Yahya Ruhiyat menderita luka terbuka pada bagian tangan sebelah kanannya. Dalam pengakuannya, korban mengaku bahwa setelah unjuk rasa mengawal pemeriksaan Habib Rizieq, dia berjalan pulang meninggalkan temantemannya. Setelah berjarak sekitar 300 meter dari teman-temannya, tiba-tiba beberapa orang dari Ormas keagamaan menyerangnya. Ada yang memukul dengan menggunakan balok kayu, ada juga yang menggunakan samurai. “Beruntung samurainya

hanya kena helm saya. Tapi teman saya yang satunya kena samurai di bagian tangannya juga pak” kata Yahya. Selain menganiaya, para pelaku juga diduga merusak motor milik anggota LSM yang melakukan aksi unjuk rasa. Direktorat Kriminal Khusus Polda Jabar, kemarin melakukan pemeriksaan terhadap Habib Rizieq selama sekitar empat jam. Dalam pemeriksaan, Habib

Rizieq didampingi oleh lima kuasa hukumnya. Empat Jam Diperiksa Habib Rizieq memasuki ruang gelar perkara Dit Krimum Polda Jawa Barat pada pukul 09:45 pagi. Habib Rizieq diperiksa sebagai saksi terkait ceramahnya di lapangan Gasibu Bandung pada tahun 2015 silam, yang diduga telah mempelesetkan dan melecehkan budaya Sunda yakni ucapan Sam-

purasun diubah menjadi Campu Racun. Selain itu, Habib Rizieq juga diduga telah melecehkan simbol negara yakni Pancasila. Bersamaan dengan pemeriksaan itu, beberapa ormas dan LSM menggelar aksi unjuk rasa di depan markas Polda Jabar. Mereka menuntut agar Habib Rizieq mempertanggungjawabkan perbuatannya. Aksi diamankan oleh anggota Polrestabes Bandung dengan membentuk pagar betis hidup di depan Markas Polda Jabar. Pagar betis hidup itu melintang jalan di depan Markas Polda Jabar, untuk membatasi dua kelompok massa yang datang ke Markas Polda Jabar. Kelompok massa pertama berkumpul di gerbang sebelah barat Markas Polda Jabar. Mereka terlihat berpakaian dan berjubah putih. Sedangkan kelompok massa kedua berkumpul di gerbang sebelah timur. Mereka terlihat berpakaian hitam.(ims/ dihimpun dari tbnews)

KLIKSAJA.CO

PRESIDEN Joko Widodo meminta agar pergelaran pasukan TNI bisa lebih merata dari Sabang sampai Merauke. Presiden melihat penempatan pasukan TNI, khususnya di titik paling utara sebelah timur, di titik utara sebelah barat, di titik selatan bagian timur, di titik selatan barat, masih kurang. Padahal titik-titik tersebut bukan hanya merupakan wilayah terluar dan terdepan dari NKRI, tapi juga wilayahwilayah yang sangat potensial untuk tumbuh menjadi pusat-pusat penggerak ekonomi nasional, menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, Presiden meminta agar gelar pasukan TNI

DARI HAL BS1...

“Menjawab tantangan dari keinginan masyarakat, kami sedang mempersiapkan Sinema 3D. Judulnya kemungkinan Nagamusic Land

dan mengangkat para artis Nagaswara terpanas dan terpopuler,” kata Agi, Head Divisi Naganime. Meskipun diakui oleh Agi, membuat sinema 3 D membutuhkan proses lebih lama

dan tenaga lebih. Tahap pembuatan karakter dimulai dari artis Nagaswara, antara lain Faank Wali, Zaskia Gotik, Fitri Carlina hingga Sherly May.   “Aku sih penasaran dan menunggu wujud baru dari

artis Nagaswara. Akan jadi kejutan jika melihat artisartis ini jadi tokoh animasi 3D, apalagi dengan cerita yang luar dari biasanya,” jelas Sherly May saat ditemui di D’Box Indosiar.(*)

setkab.go.id. Presiden meyakini, dengan pemerataan pembangunan antar wilayah maka daerah-daerah di wilayah pinggiran, seperti Kepulauan Natuna di bagian barat, Kepulauan Miangas di utara, Biak-Merauke di sebelah timur, sampai Pulau Rote dan sekitarnya di sebelah selatan, akan tumbuh menjadi sentra-sentra ekonomi baru, sentra-sentra pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Presiden Jokowi menekankan agar TNI lebih siap dalam menghadapi corak peperangan masa depan di tengah kondisi geografis khas Indonesia, yaitu sebagai negara kepulauan.[kliksaja.co]

24 Ribu Ekstasi Siap Edar ke Tempat Hiburan, Diamankan Polisi METRO-Kepolisian Daerah Metro Jaya, berhasil membongkar jaringan sindikat narkotika internasional di apartemen GB di Jakarta Barat, Rabu dini hari (11/01/2017). Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muchammad Iriawan, melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono memberikan apresiasi dan perhatian langsung atas keberhasilan membongkar jaringan ekstasi di apartemen GB Jakarta Barat ini. Dalam aksi penggerebekan yang berlangsung dini hari, petugas terpaksa menembak NN, bandar narkoba jaringan internasional. Dari TKP, petugas berhasil menyita 24.000 butir pil ekstasi kualitas tinggi senilai sekitar Rp 12 miliar. Ekstasi itu, akan dipasar-

kan di tempat hiburan malam di Jakarta dan kota-kota besar lainnya dengan harga jual sekitar Rp 500.000 per butir. “Mereka akan dipasarkan di tempat hiburan malam di Jakarta dan kota-kota besar lainnya dengan harga jual sekitar Rp 500.000 per butir,” ungkap Kabid Humas Kombes Pol Argo. Keberhasilan menyita 24.000 butur pil ekstasi serta penangkapan pelaku di lapangan dalam kondisi hidup atau mati itu merupakan target operasi Polda Metro Jaya dalam memberantas jaringan Narkoba. “Ini adalah hasil pengembangan kasus narkoba yang melibatkan NN,” katanya. “Sebelumnya, sudah kami lakukan pengintaian dan buru jaringan ini, hingga terpaksa kami lumpuhkan salah satu

pelaku karena melawan saat akan ditangkap,” imbuh Kabid Humas Kombes Pol Argo. Kapolda Metro Jaya menginstruksikan kepada Polres jajaran Polda Metro Jaya untuk meningkatkan operasi terutama pada wilayah yang disinyalir rawan peredaran narkoba. “Kami sudah instruksikan kepada jajaran, agar meningkatkan operasi khususnya pada wilayah rawan peredaran narkoba,” imbuh Kabid Humas Kombes Pol Argo. Kapolda juga menekankan pada Polres jajaran Polda Metro Jaya harus mengembangkan utang kasus narkoba yang belum terungkap, mengingat dalam penggerebegan di apartemen GB Jakarta Barat itu, barang buktinya berjumlah besar.(*)

... Pemuda Dilaporkan ke Polsek Nagrak DARI HAL BS1...

Tanpa menunggu lama, polisi langsung menjemput Awek di rumahnya dan digiring ke Mapolsek Nagrak. “Saya menyesal. Tapi saya melakukannya suka

sama suka, nikah pun saya siap,” kata Awek saat di Mapolsek Nagrak. Kapolsek Nagrak AKP Suparlan menuturkan, dugaan pencabulan ini masih dalam penyidikan. Terungkapnya kasus ini setelah orangtua

korban melaporkannya. “Tersangka dijerat pasal 81 junto 82, Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2015, tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman kurungan penjara 5 sampai 15 tahun,” katanya. (Rohman)

... IRT Diamankan Polsek Sukalarang DARI HAL BS1...

... Zaskia Gotik Versi 3D

juga memperhatikan perubahan paradigma pembangunan nasional yang tidak lagi bersifat Jawasentris, tapi harus Indonesiasentris. “Dalam dua tahun terakhir kita fokus untuk mempercepat pembangunan pinggiran, membangun kawasan timur, kawasan perbatasan dan pulau-pulau terdepan Indonesia. Kita juga ingin pembangunan dilakukan lebih merata sehingga mengatasi kesenjangan antar wilayah, terutama kawasan barat dengan kawasan timur Indonesia,” kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas tentang Sinkronisasi Gelar TNI dengan Pembangunan, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/1/2017), dikutip

Terlapor diamankan pada Selasa (10/01/2017) sekira pukul 21.00 Wib di Kampung Langensari, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Penangkapan terhadap PS tersebut dilakukan setelah sebelumnya, Polsek Sukalarang sempat menerima

laporan dari Nia Kurniati pada bulan September 2016 silam. Dalam laporannya, pelapor mengungkapkan bahwa dirinya telah ditipu oleh PS. Yaitu, tidak mau mengembalikan uang sebesar Rp 90 juta yang dijanjikan PS. Sebelumnya, PS melakukan transaksi gadai atas satu unit rumah kontrakan yang

terletak di Blok Cieundeur, Sukalarang, Sukabumi. Janjinya, utangan itu akan dibayarkan dalam kurun waktu satu tahun. Namun, sampai saat ini belum dibayarkan. “Saat ini terduga masih diamankan di Polsek guna dilakukan pemeriksaan”, tegas Kapolsek Sukalarang AKP Bambang Kristiono SH.(tbnews)


HOTLINE : 0266-222 289 Klik..! Kliksaja.com

BS8 JUMAT, 13 JANUARI 2017

COMMENT H. Irvan Rivano Muchtar BAHWA pembangunan tugu Lapadz di pertigaan Jalan Siti Jenab dan Jl Siliwangi Cianjur tersebut diawali dengan tujuan dan niat yang baik, yaitu sebagai wujud dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur untuk lebih menanamkan nilai–nilai agama, sejalan dengan cita–cita Pemkab Cianjur, yaitu mewujudkan Cianjur lebih maju dan agamis. Sedangkan, pembiayaan pembangunan tugu tersebut menurut Bupati Cianjur, H Irvan Rivano Muchtar, tidak berasal dari Pemkab akan tetapi seluruhnya ditanggung oleh donator yang peduli. Bupati juga menyampaikan terima kasih atas semua masukan, koreksi, dan aspirasi yang disampaikan, menurutnya, hal tersebut menunjukan bahwa masyarakat Cianjur sangat peka terhadap kinerja Pemkab. Dengan komunikasi yang terjalin antara masyarakat dan Pemkab, khususnya bupati sebagai pimpinan daerah, maka seluruh program pembangunan kesejehtaraan masyarakat akan berjalan dengan baik. Bupati menjelaskan dan berharap kepada seluruh masyarakat, apabila ada ide/gagasan atau ada hal–hal yang kurang berkenan kaitan dengan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Cianjur, siap diundang untuk melakukan koordinasi dengan baik. (rls/rus)

Peran Saber Pungli Terus Digenjot untuk Tekan Korupsi PERAN tim sapu bersih pungli (Saber Pungli) Jawa Barat (Jabar) untuk menekan perilaku dan tindakan korupsi atau pungli di lingkungan pemerintahan bakal terus digenjot Gubernur Ahmad Heryawan.

P

ria yang akrab dengan sapaan Aher inipun mengatakan, upaya pemberantasan korupsi dan pungli merupakan pekerjaan yang tidak mudah dan butuh dukungan penuh dari seluruh masyarakat. “Selain itu, kita terus dukung upaya tim Saber Pungli agar bisa bekerja sesuai fungsi, yakni intelejen, pencegahan, penindakan, dan yustisi,” katanya, seperti dikutip Bisnis. com di Bandung, Kamis (12/1/2017). Aher sendiri percaya, keberadaan Satgas yang dibentuk 2016 lalu ini mampu semakin mendorong komitmen dalam memberantas pungli, khususnya di lingkungan aparatur negara. “Sehingga prinsip good governance, clean governance, benar-

KAB. BANDUNG HARI INI ...

Pajak Sebesar Rp601,9 Miliar Dihasilkan Samsat Soreang

ILUSTRASI/ NET

SEPANJANG 2016 realisasi penerimaan pajak dari lima sektor pajak yang dikelola Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Cabang Pelayanan Provinsi Wilayah Bandung II mencapai Rp601,9 miliar. Raihan tersebut melebihi target yang ditetapkan sekitar Rp582 miliar. Kepala Cabang Pelayanan Pendapatan Provinsi Wilayah Bandung II, Dedi Jubaedi mengungkapkan, sekalipun kondisi perekonomian dunia sepanjang 2016 sedang lesu, tapi pihaknya mengaku senang karena bisa over target. “Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai Rp176,4 miliar dari target awal sebesar Rp169,2 miliar atau sekitar 4,7 persen atau Rp7 miliar,” katanya kepada wartawan, Kamis (12/1). Sedangkan, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai Rp128,7 miliar atau 107,8 persen dari target Rp119,3 miliar. Untuk penerimaan pajak air permukaan tercapai Rp2,5 miliar atau 101,2 persen dari target Rp2,3 miliar. Adapun pajak rokok Kabupaten Bandung mencapai Rp184,7 miliar atau 101,2 persen dari target Rp182,5 miliar. Sedangkan, pajak yang tidak tercapai target adalah pajak bahan bakar

hanya tercapai Rp106,5 miliar atau 99,8 persen dari target Rp 106,7 miliar. “Kenapa tidak tercapai, karena kami sendiri tidak bisa memaksa masyarakat untuk mengisi bensin di Ka-

bupaten Bandung. Banyak yang mengisi BBM di Kota Bandung,” ungkapnya. Lantaran setiap tahun target yang dibebankan mengalami kenaikan, pihaknya akan memaksimalkan pelayanan dengan memperbanyak outlet-outlet pelayanan. Bahkan samsat keliling dengan menggunakan mobil dan samsat gendong dengan motor didesain untuk menjemput bola dengan mendatangi langsung masyarakat. Dia pun menyebutkan, setidaknya ada empat outlet yang berada di bawah cabang pelayanan Soreang, antara lain di Pangalengan, Ciwidey, Taman Kopo Indah (TKI) 3, dan Bojongsoang yang akan dipindahkan ke salah satu tempat di Baleendah dan mulai digunakan Februari. (net/rus)

“Cianjur Kota Padi” TOUR & TRAVEL

Mau Umrah? Pastikan...!

Pasti Travelnya Berizin Pasti Jadwalnya Pasti Terbangnya Pasti Hotelnya Pasti Visanya

PROMO HARGA 19.000.000 BERANGKAT 19 FEBRUARI SEAT TERBATAS

IDER PROVSA VI

n

a deng ama ATI rja S Beke XISTA D’H E

Kantor Pusat : Jln. Siti Jenab No. 22 Cianjur Tlp. (0263) 263920 - 087888188244 - 081563345611 Email : hjuminelly@gmail.com

NET

benar dapat diwujudkan bersama– sama,” katanya. Menurutnya, dia bertekad secara bersama-sama menghadirkan komitmen untuk memberantas pungli tersebut sampai ke akar– akarnya. Ini agar nanti dampak kemudian menjadi budaya baru, budaya anti pungli hadir di Jabar khususnya. Aher menyatakan, bahwa pada praktik pungli tidaklah dipandang besar kecilnya (pungutan), tetapi yang Ia harapkan adalah hadirnya sebuah layanan publik yang betulbetul bebas dari pungli, bebas dari kerusakan, bebas dari moral yang

buruk, yang secara akumulatif merupakan sebuah tindakan yang merugikan orang banyak. Dirinya juga mengajak masyarakat luas untuk turut mengawasi kinerja pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah Provinsi Jabar, dan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Jabar. “Silakan laporkan bila terdapat tindakan di luar aturan yang berlaku baik secara langsung ataupun tidak langsung melalui media elektronik ataupun non-elektronik dalam bentuk pemberian informasi, pengaduan, pelaporan, dan atau bentuk lain sesuai ketentuan per-

undang-undangan,” ungkapnya. Menurut Aher, peran serta masyarakat sekecil apapun akan turut berpengaruh terhadap kinerja pemerintah dan pembangunan secara menyeluruh. Khusus dalam soal alih kelola SMA/SMK yang mulai berjalan pun dirinya menekankan agar para guru tidak terjebak dalam perilaku korupsi. “Disdik ke depan harus bersih, tidak boleh ada penyimpangan, pungli dan Korupsi di Disdik di daerah-daerah. Kita ingin membuat sekolah itu betul-betul kawasan bersih pungli dan korupsi,” tandasnya. (net/rus)

Berita Cianjur - SKTM Dipangkas, Rakyat Miskin Meradang  

Memberi Nilai Lebih

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you