Page 1

Harga Rp 6.000,- (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

No.716 Tahun XIII/ 10 - 17 DESEMBER 2012 email: mingguan_azam@yahoo.com

No. Keanggotaan: 469/06/1998/B/2010

Zaini Ismail

Ramli Walid

Ilustrasi: roy

Syamsurizal

Zulher

Zulkarnain Kadir

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012 CMYK


2 Anak Zaman

Bilik Pembaca Banjir Salah Siapa?

Bilik Redaksi

Bersama AZAM Sejak Jadi Bupati

P

ERISTIWA penting berlangsung belum lama ini, sempena HUT orang nomor satu di Riau, HM Rusli Zainal yang ke-55, Pemred AZAM Ir Yanto Budiman berkesempatan memberi kado spesial di hari jadi Gubernur spektakuler yang dirayakan di SMEA Kenangan Jalan Semeru Pekanbaru. Gubri menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas pemberian sederhana itu yang mewakili seluruh awak redaksi dan perusahaan Tabloid AZAM. Kepada Pemred AZAM Rusli Zainal mengakui bahwa dia sudah bersama AZAM semenjak berkarir sebagai Bupati di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). AZAM, kata Rusli Zainal menjadi barometer dan selalu siap mengawali tugas-tugasnya selama mengabdi sebagai Bupati hingga mengantarkannya menjadi Gubernur Riau selama dua periode ini. Demikian pula dengan perjalanan politik yang telah dilewati, tak satupun yang luput dari pemberitaan AZAM. Karena itu, Gubri merasa sudah sangat dekat dengan beberapa rekan redaksi AZAM yang

Angkatan Zuriat Anak Melayu SIUPP Nomor 698/SK/Menpen/SIUP/1998 Tanggal 10 Nopember 1998 No. Keanggotaan SPS (Serikat Penerbit Suratkabar) 469/06/1998/B/2010

PENERBIT

Yayasan Pena Putra Riau Press

Pemred AZAM menyerahkan kado ulang tahun kepada Gubri

selama ini intens bertemu dan menjadikannya sebagai sumber berita atau nara sumber. AZAM bisa melambungkan seseorang, sebaliknya, dapat pula membuat orang seolah-olah berada di tempat yang tidak diinginkan-

nya, demikian Rusli Zainal menyebut AZAM suatu ketika. Penyerahan cover AZAM bergambar Gubernur Riau tersebut diserahkan langsung oleh Pemred AZAM Yanto Budiman dalam suasana santai dan bersa-

haja. Penyerahan cover tersebut selain menjadi kado ulang tahun RZ, bagi kami juga sebagai edisi ulang tahun AZAM ke 14. Menginjak usia 14 ini, kami memang tidak membuat acara peringatan. Di usia yang sudah tidak lagi muda ini, kami hanya melakukan rapat gabungan antara redaksi dan jajaran usaha demi keberlangsungan AZAM dimasa-masa selanjutnya. Pembaca setia AZAM. Kami ingin selalu tampil, dan terbit setiap minggunya tanpa ada keterlambatan, tanpa cacat serta tanpa cela. Tekad ini selalu kami pegang dan menjadi cita-cita pendiri AZAM yang sudah tiada. Yaitu mendiang Ediruslan P Amanriza dan beberapa temannya. Seperti biasa, Laporan Utama menjadi rubrik andalan AZAM. Kali ini seputar nama-nama calon Sekdaprov Riau yang berpeluang menggantikan Wan Syamsir Yus yang akan memasuki usia pensiun. Selain itu, masih banyak rubrik-rubrik yang tak kalah menarik untuk dibaca. Selamat menikmati, semoga Baca AZAM lebih Paham dan menjadi inspirasi masyarakat. *

KOTA Pekanbaru dulu, berbeda dengan Kota Pekanbaru sekarang. Kota Pekanbaru yang sekarang semakin menggeliat dan terus mengalami kemajuan infrastruktur yang cepat perkembangannya. Itu bisa dilihat dari pembangunan sarana dan prasarana yang dilakukan pemerintah saat ini. Kiri dan kanan jalan sudah banyak berdiri toko atau ruko megah, komplek perkantoran, pertokoan dan Mall. Pembangunan ini, bahkan sudah merabah ke pelosokpelosok pinggiran kota. Bisa terjual atau di kontrak, tidak peduli bagi pemiliknya, terpenting ruko tersebut terus dibangun.Tak jarang terlihat, banyak ruko yang dibiarkan begitu saja, tidak ada yang mendiami. Ini mengakibatkan pembangunan tampa perencanaan penataan lingkungan sekitar yang sesuai, menjadikan banyak bangunan tidak termamfaatkan dengan baik. Pembangunan tersebut, juga tidak diiringi oleh kesiapan lingkungan kota Pekanbaru. Kehadiran banjir di tengah-tengah maraknya pembangunan di segala lini, telah memunculkan keyakinan adanya keterkaitan yang erat antara keduanya. Pembangunan fisik terutama menyangkut infrastruktur yang ditujukan untuk mendukung aktivitas sosialekonomi mendapat sorotan yang tajam karena dianggap sebagai pemicu utama terjadinya banjir. Ketidaksesuaian pembangunan dapat dianalisis dari banyaknya pelanggaran terhadap peraturan tata ruang yang kita buat sendiri. Sehingga frekuensi banjir menjadi semakin meningkat. Masih teringat beberapa jalan di kota ini, dulunya tidak tersentuh sama sekali oleh banjir. Sekarang, jalanjalan seperti Arifin Ahmad, Soebrantas, KH Nasution bahkan jalan Simpang mengarah ke bandara, saat musim hujan tiba sulit dilalui kendaraan, lantaran badan jalan digenangi air setinggi betis. selain itu, kawasan rawa yang ada disekitaran kota ini, sekarang sudah diperuntukkan untuk berbagai pembangunan seperti komplek perumahan dan rukoruko. Akibatnya, mengubah fungsi utama kawasan rawa sebagai penampung air alami. Sehingga aliran air menjadi tidak normal dan tak terkendali. Dan akhirnya banjirpun tak dapat dihindari. Penyebab lainnya, juga

PENDIRI: EDIRUSLAN PE AMANRIZA (ALM), WAN MOHD. DAUD (ALM), SUGIAT TJUATJA (ALM), TAMIN CANDRA, SYAFRIADI. PEMIMPIN UMUM/PENANGGUNG JAWAB: SYAFRIADI. WAKIL PEMIMPIN UMUM/WAKIL PENANGGUNGJAWAB/PEMIMPIN REDAKSI: YANTO BUDIMAN S. PEMIMPIN PERUSAHAAN: ZULKARNAIN. WAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN : ENDRIZAL YUSTEN. WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : BAMBANG IRAWAN SYAHPUTRA. REDAKTUR PELAKSANA-1: ENDRIZAL YUSTEN. REDAKTUR PELAKSANA-2: ZAINUL AZIZ. KOORDINATOR LIPUTAN: M YASIR. REDAKTUR SENIOR: ENDRIZAL YUSTEN. SEKRETARIS REDAKSI: NUR AINUN. STAF REDAKSI: LIZAWATI, IRDAWATI, HESTI. MANAGER PRACETAK: ROY YULIANTO. MANAGER KEUANGAN: NUR ASIAH. KABAG PEMASARAN/IKLAN: BENNY HENDRA, DISTRIBUSI: ARI KURNIAWAN BIRO DAERAH: TATANG HARTONO, TAUFIK BASIRUN (BAGANSIAPIAPI). ROBIN SIMANUNGKALIT, MARHUSOR PARDEDE (TANJUNGPINANG, KEPRI). JHONI (SIAK). SYAFRIZAL (DUMAI). SALFIAN DALIANDI, DAKESLIM (BENGKALIS). SUHANDI, IMRAN RIO (INHU). JABARULLAH, JANUAR JAYA (INHIL). ACHMAD FIKRI, ARIEF (KAMPAR). JON HENDRI HASAN, ASNOL MUBARACK (PELALAWAN). AFRIZAL (KUANSING). ALAMAT REDAKSI: JL PARIT INDAH KOMPLEK PERKANTORAN GRAND SUDIRMAN BLOK B 10 PEKANBARU, TELP/FAX (0761) 32308 TARIF IKLAN: FULL COLOURRP. 6.000/MM/KOLOM, HITAM PUTIH RP. 4.000/ MM/KOLOM (BELUM TERMASUK PPN 10%) NOMOR REKENING: BANK RIAU NO REK 201.030.690.95 PERCETAKAN: PT RIAU POS GRAINDO (ISI DI LUAR TANGGUNGJAWAB PERCETAKAN)

Redaksi menerima sumbangan tulisan atau artikel, puisi dan ilustrasi. Tulisan diketik rapi dua kertas kuarto dan dilengkapi identitas pengirim. Redaksi berhak menyunting isi tulisan tanpa mengubah maknanya.

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012


Budaya Kalam

3 tersadar akan kelalain tugas mereka terdahulu. Dalam menangani masalah pembangunan dan lingkungan yang menyebabkan banjir, konsistensi penerapan kebijakan pemerintah menjadi sangat penting dan utama. Sesungguhnya sudah banyak perangkat hukum yang ditujukan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mencegah dan menanggulangi banjir ini. Namun, semua peraturan tersebut hanya dianggap sebelah mata.Masyarakat kota pekanbaru tetap, membangun tampa prosedur sesuai peraturan yang sudah ada. Begitu juga dengan pemerintah tidak tegas dan sengaja membiarkan masyarakat membangun tampa jelas atau bisa saja pemerintah sendiri yang kurang memberikan sosialisasi kepada masyarakatnya. Sanksi bagi yang melanggar alokasi tata ruang yang telah ditetapkan segera diterapkan. Jika sekarang, efektifitas dalam pelaksanaannya belum berfungsi sesuai tujuannya. Untuk itu, Pemko harus benar-benar mengatasi masalah ini mulai dari akar-akarnya. terutama di mulai dari kebijakan yang tepat terlebih dahulu.

banyak praktek-praktek keseharian masyarakat yang dapat memicu semakin besarnya peluang dan terjadinya banjir. Sebagai gambaran, masih minimnya kesadaran kita dalam memberikan perhatian terhadap daerah resapan air di sekitarnya. Ambil contoh, seberapa banyak dari kita yang telah memperhitungkan dan membandingkan luasan bangunan rumah terhadap luasan daerah resapan air di halaman depan dan belakang rumah. Apalagi bila lebih mendalam kita mendata seberapa banyak rumah tangga di lingkungan kita yang telah menerapkan teknik-teknik memperbesar fungsi resapan air. Begitu dengan minimnya pengetahuan developer tentang hal yang demikian. Selain itu, masih banyak kita jumpai adanya kebiasaan atau budaya membuang sampah pada badan air dan saluran pembuangan air turut pula memperparah banjir yang terjadi. Sampah-sampah yang tidak dibuang pada tempatnya tersebut berperan sebagai penghambat dan penyumbat kelancaran aliran air. Jika ini dibiarkan terus menerus, jangan sampai banjir dikemudian hari akan sampai ke perkantoran pemerintahan. Disaat itu, pemerintah kita baru

Siti Nahawa Mahasiswa UIN Riau

Turut Berdukacita yang Sedalam-dalamnya Atas Berpulangnya ke Rahmatullah

Hj. YARNALIS (78 Tahun)

Mertua dari Ridar Hendri Pada Hari Minggu, 16 Desember 2012 Pukul 2.30 Wib di Medan Semoga Arwah Almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan Ttd

H SYAFRIADI, SH, MH Pemimpin Umum/Penjab

Ir. YANTO BUDIMAN S

ZULKARNAIN, SE MSi

Pemimpin Redaksi

Pemimpin Perusahaan

Oleh: M Yasir

Mananti Gubernur Pilihan

S

UASANA jelang Syamsurizal nantinya. Dan Pemilihan Guber(Kepala Inspekitu mesti nur (Pilgubri) 2013, torat Provinsi terpatri dalam terasa beda dengan pemil- Riau), Achmad kalbu rakyat ihan gubernur lima tahun (Bupati Rohul), sejak dini. lalu. Dentumannya terasa Mambang Mit Kedua, karena lebih keras kedengaran (Wakil Gubernur kursi gubernur dibanding yang sudahRiau), Herman (jabatan sudah. Paling tidak dalam Abdullah (manpolitis) adalah setahun kebelakang, tan Wali Kota milik rakyat, banyak tokoh yang berPekanbaru) dan dan kita bermunculan dan menyataTengku harap semua kan diri siap maju menca- Mukhtaruddin pihak bisa ikut lonkan diri menjadi (Bupati Anamberpartisipasi. gubernur. bas). PertimbanHampir disepanjang Dari kelompok politisi gan lainnya, jabatan jalan, simpang, dan berhembus pula figur H gubernur dan wakil tempat-tempat strategis Annas Maamun (Bupati gubernur adalah jabatan lainnya kita melihat Rohil), Jon Erizal (Bendahayang mempertaruhkan gambar-gambar para ra Umum DPP PAN), Indra masa depan rakyat, yang kandidat terpampang. Mukhlis Adnan (Bupati bisa menghitam dan Mulai dari ukuran kecil Inhil), Wan Abu Bakar memutihkan negeri ini sampai dengan ukuran (Anggota DPR RI), Aziz mau di bawa ke arah raksasa. Semua berlomba Zainal (Ketua PPP Riau), mana. Karenanya figur ‘tebar pesona’ lewat Suryadi Khusaini (Ketua yang dipercayakan memedia baliho, stiker, PDIP Riau), Lukman Edy mangku jabatan itu mesti spanduk dan iklan di (Anggota DPR RI), dan lainorang-orang yang kapakoran atau layar kaca. lain. bel, yang dicintai rakyat, Pesan yang dekat dengan rakyat, disampaikan pun dan populis di mata nyaris sama. Semua rakyat. Bukan figur Jabatan gubernur dan untuk kemajuan yang berdiri di atas negeri dan kesekelompok atau wakil gubernur adalah jahteraan golongan untuk jabatan yang mempertaruh- kepentingan sesaat. masyarakat Riau. Kesuksesan Jokowi Itulah sebabnya kan masa depan rakyat, yang di Pilkada Jakarta kursi gubernur dan bisa menghitam dan memuti- wakil gubernur menjadi acuan banyak kandidat hkan negeri ini mau di bawa dipandang perlu untuk bisa mendapdiwacanakan jauhke arah mana. Karenanya at simpati rakyat. jauh hari, dielusfigur yang dipercayakan me- elus lalu dimunculSemua berlomba mendekati dan kan ke publik. mangku jabatan itu mesti menyambangi Memang terasa sulit orang-orang yang kapabel, rakyat. mencari sosok figur Biasa dan meyang ideal apalagi yang dicintai rakyat, dekat mang lazim terjadi sampai ke tahap dengan rakyat, dan populis di kesempurnaan. Tapi pada setiap helat politik di negeri ini. bagaimanapun mata rakyat. Bukan figur Semua pada menkita harus yang berdiri di atas kelompok sulitnya berusaha menempatjual ‘kecap’ yang atau golongan untuk kan pemimpin kalau dimilikinya. Kecap pun tak dikategorimana yang akan kepentingan sesaat. kan sempurna, dipilih rakyat, paling tidak mendesemua tergantung kati. usaha para kandidat Ada yang merasa dalam merayu pemilih. Dari sederet nama yang mampu, layak dan cakap Yah, hanya hitungan muncul tersebut, baru menjadi gubernur dan beberapa bulan lagi, Rusli beberapa saja yang sudah atau wakil gubernur, Zainal memang akan jelas mendapatkan tiket silakan mengelus-elus mengakhiri masa tugasnuntuk maju. Jon Erizal SE badan dan mengukur ya sebagai Gubernur Riau. merupakan figur pertama bayang-bayang. Masuk Dua periode jabatan itu ia yang memastikan diri bisa dan bertarunglah ke rengkuh, kini saatnya ikut maju bertarung. Denkancah suksesi. Rebut dan untuk melepas dan memgan dukungan PAN dan ambil jabatan itu dengan berikan peluang kepada PKS, JE sudah memenuhi 15 maksud mensejahterakan siapa tongkat estapet itu persen persyaratan dari diberikan. KPU untuk bisa ikut menca- rakyat. Bukan untuk memperkaya diri. Tak berlebihan kalau lonkan diri. Selebihnya, Kita perlu mengingatkemudian muncul beragmasih belum jelas. kan ini karena masih am pendapat dari peramal Setidaknya ada dua banyak rakyat Riau yang politik di negeri ini yang alasan kenapa kita perlu mulai menghitung-hitung membuka wacana demokra- hidup dibawah garis kemiskinan, yang membudi atas kertas, siapa kirasi di seputar pemilihan tuhkan pekerjaan, yang kira Gubernur Riau Gubernur Riau. Pertama, membutuhkan pengganti HM Rusli supaya rakyat merasa kepemimpinan politik Zainal nantinya. memiliki (Sense of belongyang mampu mengawal Untuk kalangan ing) jabatan politik yang keutuhan negeri.* birokrat bertiup nama diemban figur publik

PEMBERITAHUAN Seluruh wartawan Tabloid Berita AZAM dibekali dengan kartu pengenal diri, atau kartu pers. Bagi yang tidak memilikinya, diminta supaya tidak dilayani.

Pojok

 Calon Sekdaprov Riau Menunggu Nasib, Ngah...!! - Sabar ya, Pak Cik..?

ttd Redaksi

Ongah

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012


Budaya

4  30 Pemuda Riau Ikut Program Kampung Angkat

Empat Malam di Malaysia Sebanyak 30 orang pemuda dari Biro Pemuda DMDI Provinsi Riau berkesempatan mengikuti Program Kampung Angkat yang ditaja Menteri Melaka kerjasama dengan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI). Kegiatan organisasi yang beranggotakan 16 negara ini berlangsung 23- 26 Nopember 2012 silam di Bukit Pulau dan Paya Ikan Melaka Malaysia.

K

ETUA Biro Pemuda Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Provinsi Riau, Ajis SP menyambut baik terselenggaranya kegiatan selama empat hari itu. Kegiatan ini, kata dia, sekaligus semakin mempererat tali silaturahim antar Biro Pemuda DMDI 16 negara. Selama kegiatan, peserta dari Riau berkesempatan menampilkan budaya melayu Riau yakni tari Zapin yang dipersembahkan oleh Sanggar Puti Bunga Tanjung Pemuda DMDI Provinsi Riau. “Sambutannya luar biasa, spontanitas suasana jadi hiruk pikuk dan meriah dari peserta yang hadir. Bisa kita bayangkan, 10 tahun Pemuda DMDI Riau telah bergabung dan telah 18 kali mengikuti Perkampungan yang di pusatkan di berbagai Negara, seperti Malaisia, Indonesia, Singapura,

Biro Belia (Pemuda) Biro Wanita, Biro Sosial Budaya, Biro IT, Biro Dakwah, dan Biro Pariwisata. “Kali ini hanya 4 hari dan kegiatannya juga tidak banyak, seperti Sholat berjamaah, senam pagi, gotong royong, seminar, dan mengunjungi Industri Kecil serta tempat objek wisata, setelah itu selesai,” ungkap Ajis. Puncak acara kegiatan selama empat hari tersebut, Ajis menambahkan yaitu Pengukuhan Bukit Pulau dan paya ikan sebagai Kampung Angkat DMDI, di tandai dengan di resmikannya Tugu Kampung Angkat DMDI. Pada kesempatan itu Drs. H. Emrizal Pakis, memberikan apresiasinya kepada Biro Pemuda DMDI Riau yang selama ini selaku aktif dan berpartisipasi di kampung Angkat DMDI. Emrizal pun

Rombongan Biro Pemuda DMDI Riau bersama Menteri Melaka Melaka yang juga Presiden DMDI DR H Ali Rustam

Tailand, Pilipina, Kamboja, Afrika Selatan, Cina. DLL, namun belum pernah di kunjungi petinggi Riau, bahkan keberangkatan peserta pun harus patungan masing – masing walaupun membawa nama Riau bahkan nama Indonesia, tapi bagi kami tak ada masaalah yang penting semua kegiatan tetap kami laksanakan sampai selesai,” ungkap Ajis penuh semangat. Ajis melanjutkan, untuk kegiatan kali ini memang luar biasa. Selama kegiatan berlangsung sempat di kunjungi para pejabat Riau dan Ketua DMDI Provinsi Riau. Turut hadir dalam kegiatan tersebut beberapa pejabat Riau mewakili Gubernur Provinsi yakni, Drs. H. Emrizal Pakis, Asisten II merangkap ketua DMDI Provinsi Riau, Edi Satria, Kepala Biro Kesra Pemrov Riau dan beberapa pejabat Riau lainnya. Ajis mengatakan biasanya perkampungan akan dilaksanakan berbagai kegiatan, selama 8 hari, di lanjutkan dengan Konfrensi DMDI, seminar, pelatihan, terdapat juga beberapa Biro seperti,

berpesan, kepada peserta dari Riau dapat menjaga nama baik DMDI Riau di negeri orang. Carilah ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin, eratkan silaturahim dengan peserta dari negara lain,” ingatnya. Menurut Ajis, Biro Pemuda DMDI Riau berencana untuk menggelar program yang sama dan bisa di laksanakan di Riau. Seperti juga yang diharapkan oleh pemerintah. Sebaliknya,

Rombongan DMDI Riau di Tugu Kampung Angkat Melaka

selama 10 tahun aktif di Biro Pemuda DMDI selama ini dalam melaksanakan beberapa kegiatan, Biro Pemuda DMDI Riau masih terkendala belum memiliki ke Sekretariatan permanen. Segala administrasi dan urusan dilaksanakan di tempat seadanya. Karena itu, Ajis berharap kepada pemerintah Provinsi untuk dapat membantu mewujudkan keinginan tersebut. Apalagi kedepannya, program DMDI bertambah padat, sesuai dengan jadwal yang disampaikan oleh Menteri Melaka. Bulan Desember akan ada Program Lomba Seni Bela diri DMDI kemudian bulan Februari 2013, Perkampungan di Philipina, bulan Juni di Tailand, bulan Oktober di Melaka dan Desember di Afrika Selatan Madagaskar itu khusus perkampungan saja sementara Program yang lain juga masih banyak . “Pastinya kita akan sangat sibuk dengan program mereka belum lagi program kita ini membutuhkan keseriusan dalam menjalankan program. Saya berharap kepada anggota mulai merapatkan barisan untuk menjalankan Program Pemuda DMDI,” ungkap Ajis. Untuk program kedepan, mempersiapkan diri sebagai Tuan Rumah Perkampongan dan Konvensyen 2014. Perlu persiapan yang matang agar tidak memalukan bangsa dan negara serta daerah. Karena yang akan hadir dalam

Ketua Biro Pemuda DMDI Riau Ajis SP (paling kiri) bersama Ketua DMDI Riau Emrizal Pakis

perkampungan tersebut sebanyak 16 negara, acara akan berlangsung selama 10 hari, yakni 6 hari di perkampungan dan 4 hari Konfrensi. Untuk 2013 ini Ajis mengatakan akan mengadakan perkampungan Mahasiswa DMDI yang akan di pusatkan di Kecamatan Mempura kabupaten Siak. “Kita akan mengundang 16 Negara DMDI, namun tidak dengan Konvensyen hanya Perkampungan saja, kemudian di bulan pebruari dan maret 2013 kita juga akan mengirim pelajar sebanyak 35 Orang untuk mengikuti aktifitas DMDI di Kampung Tehel dan kampong Paya Ikan Melaka selama 15 Hari, kemudian di lanjutkan dengan pertukaran Pemuda dengan Negara Malaysia, Thailand Singapura dan Philipina pada bulan Juni

Peserta DMDI Biro Pemuda bersama Wakil Presiden DMDI Datuk DR H Jamil Mukmin di Melaka Malaysia

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012

2013 pada saat libur sekolah. “Untuk perkampungan di philipina bulan Pebruari ini kita telah menyiapkan peserta dari sekarang sebanyak 20 orang termasuk Grup Kesenian Zapin Tradisional, dari Sanggar Putri Bunga Tanjung Pemuda DMDI Provinsi Riau,” jelas Ajis. Menurutnya, Perkampungan dan Konvensyen ini juga memberi peluang bagi pemuda Riau untuk mencari kawan dan pengalaman dengan pemuda dari negara lain, sehingga semakin terbuka wawasan. “Setiap pelaksanaan perkampungan kita di ajak keliling perusahaan baik industri besar maupun kecil, baik grop maupun perorangan, juga di latih untuk membuat industry rumah tangga, kerajinan tangan dan lain sebagainya, hal ini tentu memberi peluang dan ransangan untuk berusaha kepada generasi muda kita,” harap Ajis. Ke depannya, rencana menggelar perkampungan di Kabupaten Siak, akan mengajak untuk melihat Kawasan Industri Buton, Tasik atas dan bawah yang di kenal dengan Zamrud, pembangkit listrik tenaga Gas di Penyengat, Kawasan Industri Indah Kiat, Kebun Arara Abadi, hutan Lindung Rindu Sempada dan lain sebagainya. “Agar mereka melihat langsung kekayaan daerah sekaligus kita mempromosikan daerah Siak ke dunia luar, dan tertarik untuk berinvestasi di daerah kita,” jelas Ajis.

 ird


5 Suara AZAM

Rian Lupakan Cita-cita Lalu Turun ke Jalan Hari masih pagi. Bocah kecil itu berlari-lari kecil ke arah perempatan Jalan Sukarno Hatta Pekanbaru. Telapak mungil beralaskan sendal jepit itu seolah menirukan alunan melodi alat musik yang tengah dibawanya berlari. Alat musik terbuat dari tutup botol yang digepengkan, karyanya sendiri.

menyukai suaranya tapi ia mengharapkan belas kasihan dari orangorang yang baik hati. Berjalan dari satu mobil ke mobil lainnya. Bersyukur ada yang memberikan ia uang, sekedar kasihan tapi tetap ia ucapkan terimakasih meskipun ia tidak berpendidikan sekalipun. “Aku tidak tahu apa yang dinamakan sarjana, aku tidak peduli akan suku bunga. Yang aku tahu hanya bernyanyi, mencari uang, mendapatkan uang untuk makan saja sudah cukup membuatku senangdan sangat berterima kasih. Aku juga tidak peduli siapa calon presiden, karena siapapun presidenya nasib ku akan tetap sama, menjadi seorang pengamen jalanan,” akunya. Memang, bila kita melihat seorang pengamen, yang selalu ada dibenak kita adalah, mereka yang kotor, dekil dan nakal. Dibalik itu mereka punya kehebatan yang tidak bisa di miliki oleh kebanyakan orang. Mereka punya keistimewaan yang tidak kita miliki. Dimana setiap harinnya mereka mampu melawan kekejaman kehidupan hanya untuk satu tujuan yakni mencari uang untuk hidup satu hari. Walaupun yang didapat sedikit namun mereka tetap bersyukur dan tak mengenal kata “putus asa” untuk kembali berjuang pada hari-hari selanjutnya. Namun bagaimana dengan kita? Kita tidak tiap hari merasakan kekejaman dunia, hanya pada waktu tertentu saja namun lebih parahnya kita selalu gampang berputus asa bila mengalami kegagalan dan yang lebih parahnya lagi kita tidak pernah mensyukuri apa yang kita punyai saat ini. Inilah hidup, yang kita pun menyadari bahwa tak selamanya bisa memilih. Suka maupun duka, harus kita terima dengan lapang dada. Bagiaimanapun ribuan anak-anak jalanan lainnya adalah potret buram kehidupan negeri ini. Entah mereka jadi pengamen entah sebagai penjual koran, pengemis, preman, pemulung, dan beragam “pekerjaan ” yang muncul akibat kebutuhan hidup yang makin mendesak dan mencekik leher. Mereka adalah sebagian dari kita yang kesulitan mencari sesuap nasi dengan cara normal sudah tak terkendalikan. Inilah mereka, yang hadir ditengah kita. Berharap uluran tangan dan belas kasihan para dermawan.*

H

UP! Ia mulai turun ke bawah trotoar jalan. Ia terihat begitu jeli mengamati lampu ramburambu lalu lintas itu. Dan kala ia turun dibawah trotoar, lampu merah lagi menyala. Kendaraan mulai berdatangan lalu berhenti membentuk antrian cukup panjang. Maklum, pagi itu aktifitas penguna jalan meningkat tajam., mau pergi kerja, antar anak sekolah, dan semacamnya. Kondisi demikian digunakan Rian untuk mencari uang dengan mengamen. Disaat mobil antrian menunggu lampu hijau menyala. Era memainkan alat musiknya menyenandungkan lagu untuk menarik simpati orang lain. “Bapak-bapak…ibuk-ibuk…. Kami hadir disini untuk mencari sesuap nasi. Kami mengamen lebih baik dari pada mencuri uang ibu-ibu lalu saya kena gebukkan. Kami mengamen lebih baik dari pada maling ayam lalu saya kena kurungan. Lebih baik saya mengamen seperti ini.” Demikian beberapa penggal bait syair lagu yang mereka nyanyikan. Meskipun alat music yang mereka mainkan itu berlawanan bunyi dengan syair lagu yang ia lantunkan. Tidak enak didengar. Tapi lihatlah. Mereka punya semangat tinggi untuk berjuang melawan kekejaman kehidupan ini. Umurnya baru menginjak 15 tahun. Ia selalu melangkahkan kaki dari satu mobil kemobil lainnya. Dengan pakaiannya yang kumal dan kusam yang selalu diterpa oleh sengatan matahari. Ia tidak gentar dengan panas. Dan tidak peduli dengan yang namannya hujan. Ketika ia melangkahkan kaki dari rumah, ia hanya membayangkan dapat uang untuk biaya makan hari ini. bukan untuk hari esok maupun lusa. Bagaikan nasip burung yang terbang keluar dari sarangnnya. Namun kembali kesarang pada malam

Akhirnya saya terpaksi jadi pengamen dan milih berhenti sekolah,” Rian berkisah. Menjadi seorang pengamen bukanlah cita-cita dia. Ketika ditanya ingin menjadi apa? Jawabannya tetap sama seperti orang lain entah itu dokter, bidan perawat dan lain-lain. Tapi kekurangan ekonomi membuatnya mengubur semua mimpi-mimpi, mimpi yang mungkin tidak akan pernah terwujud sampai kapan pun. “Saya sering dulu bilang sama emak keinginan saya untuk menjadi dokter. Tapi emak hanya senyum-senyum. Dan mengatakan agar saya harus selalu juara bila ingin jadi dokter. Tapi nampaknya cita-cita saya itu hanya sebuah mimpi. Tidak hadir dialam nyata,” ungkapnya dengan nada datar. Karena kekurangan ekonomi membuat Rian melupakan cita-cita dan menyadari kenyataan bahwa dirinya hanyalah seorang anak miskin yang terpaksa menjalani getirnya kehidupan di dunia jalanan. Orang tuanya hanya seorang pemulung yang mempunyai pendapatan seadanya, yang hanya cukup untuk makan sehari, dan keesokan hari pergi mencari uang untuk makan esok. Dengan kemampuan seadanya, Rian percaya diri membawakan lagu-lagu dangdut yang ia tahu, memang ia tahu kalau para pendengar terkadang tidak

hari dengan perut kenyang asalkan ia tetap mau berusaha. Soal rezki itu sudah diatur oleh yang Maha Kuasa. Dengan cara bernyanyi dijalanan, itu suatu upaya dia untuk memperoleh uang untuk menganjal perut di hari itu. Ia tidak mau pedulikan berbagai macam respon orang terhadap dirinnya. Ada orang orang yang memandang dia dengan senyum merendahkan. Ada yang memandang dia dengan tatapan kasihan. Juga ada yang memandang dia dengan sinis lalu berucap “pemalas”. Namun semua itu tidak ia pedulikan. Ia terus mengasah percaya diri untuk tampil sebaik mungkin menghibur orang lain. “Terserah mereka berkata apa terhadap saya. Beginilah saya apa adannya. Mengamen Mengarungi kehidupan dengan debu jalanan” ujarnya sedih. Ya dialah pengamen yang selalu hadir di pinggir – pinggir jalan lampu merah dan menginjak panasnya aspal jalanan. Dengan sendal seadannya ia menelusuri kerikil-kerikil tajam di pinggir-pinggir jalan demi mencari uang untuk makan bukan untuk biaya sekolah dan hiburan, hanya untuk makan. “Saya sudah tidak sekolah lagi. Dulu pernah duduk di kelas dua SD, karena keluarga saya sulit untuk memperoleh makanan, apa lagi untuk biaya sekolah.

 iza

Te r l e n g k a p & Te r a k r e d i t a s i P E R S A D A B U N D A M

E

N

E

R

I

M

A

M

A S M

A B A

STISIP

AKADEMI SEKRETARIS & MANAJEMEN SK. MENDIKBUD RI. NO. 252/DIKTI/Kep/1992 Teragreditasi SK NO:017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002

AKADEMI BAHASA ASING SK. MENDIKBUD RI. NO. 62/D/1998 Teragreditasi SK NO:017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002

SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK SK. MENDIKNAS RI NO. 173/D/0/2000

J

U

1. Sekretaris Eksekutif D3 2. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern D3

1. Bahasa Inggris D3)

Sekretaris Pefesional, Manager Administratif, Supervisor Perkantoran, Manager Pelayanan Kantor, yang dewasa ini sangat dibutuhkan baik oleh perusahaan maupun instansi Ketua : H. Hazmil Zaianal, SE.MM

Pubic Office Manager, Public Relation, Translator, Secretary, Master of Ceremony, Guide, Kepariwisataan, Export-Import, Insurance Company, Instructor for English Course yang profesional. Ketua: Kernedy, SS

P

A

H

A

S

I

S

W

A

B

A

PROGRAM DIPLOMA : DI, DII, DIII, DAN STRATA SATU (S1)

R

S T I E SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SK. MENDIKNAS RI NO. 191/D/0/2000 Teragreditasi SK NO:014/BAH-PT/AK-IV/S1/VIII/2002

R 1 Ilmu Komunikasi (S1)

O

S

P

E

Administrator, Ahli dalam membuat kebijakan, Public Relation Manager, Ahli dalam bidang administrasi negara dan administrasi niaga, handal dalam bidang komunikasi, menguasai tata pemerintahan dan Dunia Bisnis Ketua: Drs M Iqbal Ali MM

K

S T I BA

S T I H

S T A I

SEKOLAH TINGGI ILMU HUKUM SK MENDIKNAS RI NOMOR 151/D/02006 Teragreditasi SK NO:027/BAH-PT/AK-XII/S1/XI/2009

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SK DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM NOMOR : DJ.I/495/2007

S

1. Manajemen (S1) 2. Akuntansi (D3)

A I. II. III. IV.

1. Bahasa dan Sastra Inggris (S1) 2. Bahasa Inggris (D3)

L

U

Menjadi Manager handal untuk menghadapi peluang bisnis, manjadi pakar dan pengelola strategi bisnis untuk usaha kecil, menengah dan besar, menjadi manajer pemasaran, menjadi akuntan handal yang mampu mengelola dan membukukan keuangan. Ketua: Haznil Zainal SE MM

U

SEKOLAH TINGGI ILMU BAHASA ASING SK MENDIKNAS RI NOMOR 61/D/02004

U

R

L

U

S

Pubic Office Manager, Public Relation, Translator, Secretary, Master of Ceremony, Guide, Kepariwisataan, Export-Import, Insurance Company, Instructor for English Course yang profesional., Dosen dan Ahli B.Inggris Ketua : Kernedi, SS

N PRAKTISI HUKUM (S1) HUKUM BISNIS (S1) HUKUM UDARA (S1) ILMU HUKUM (S1)

A

I. PEMIKIRAN ISLAM (S1) II. EKONOMI ISLAM (S1) III. PERBANKAN SYARIAH (S1)

N

Pengadilan, Kejaksaan, Kepolisian, Akreditasi, Advokasi Notarsi, Penyidik, Panitera, Biro Hukum Perusahaan, Perbankan Dan lain lain Ketua: Prof Hj Aswarni Adam, SH

Pemikiran Islam Filosof Dai. Ahli Ekonomi Islam, Perencanaan Ekonomi, Ahli Perbankan Syariah, Karyawan di Bank dll Ketua: Drs H Iskandar Arnel, MA

M E N G A PA A N DA H A R U S M E M I L I H P E R S A DA B U N DA ? Karena didukung oleh Dosen-dosen yang ahli dan berpengalaman lulusan dalam dan luar negeri dengan jenjang pendidikan S1, S2, S3 dan Guru Besar/Profesor, Praktisi yang terampil yang siap mendidik dan membina anda menjadi tenaga terampil dan profesional. Lama pendidikan satu Tahun untuk DI dengan Gelar Ahli Pertama (AP), dua tahun untuk DII dengan gelar Ahli Muda (A.Ma), tiga tahun untuk DIII dengan gelar Ahli Madya (A. Md), dan empat tahun untuk program S1 dengan gelar Sarjana Lengkap (S.Sos dan SE). Bagi mahasiswa yang berprestasi diberikan beasiswa. Kerjasama dengan dunia usaha, Case Study dan Job Training. Fasilitas antara lain: Lab. Komputer, Lab. Bahasa, Lab. Perkantoran, Perpustakaan, Telepon Umum (Beken & Wartel), Klinik Kesehatan, Mushola, Cafetaria, Asuransi, Foto Copy, dan lokasi kampus di tengah kota. SYARAT PENDAFTARAN 1. Berijazah SLTA atau sederajat (MAN, SMK) 2. Pria/Wanita yang sehat jasmani dan rohani 3. Mengisi Formulir Pendaftaran 4. Foto Copy Ijazah/STTB atau sederajat, Dilegalisir (3 Lbr) 5. Foto Copy NEM/Nilai Dilegalisir (3 lembar) 6. Pas Foto 3x4 (4 lembar) 7. Membayar Uang Pendaftaran Rp. 250.000 8. Mengikuti Ujian Saringan Masuk

WAKTU PERKULIAHAN Pagi Siang Malam Sabtu Minggu

= = = = =

08.00 s/d 12.00 WIB 13.00 s/d 17.00 WIB 19.00 s/d 22.00 WIB 15.30 s/d 22.00 WIB 07.30 s/d 15.00 WIB

(Khusus Karyawan) (Khusus Karyawan) (Khusus Karyawan)

Dengan Mengikuti Pendidikan Tinggi di Persada Bunda, Karyawan/ti dengan sendirinya ilmu bertambah, ketempilan makin mantap. Karier otomatis akan meningkat dan percaya diri akan lebih besar.

Jl. Diponegoro No. 42 Pekanbaru 28116 Telp. (0761) 23181 - HP: 0813 652 89999 - Fax. (0761) 40218

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012


6 Mimbar Debat Pusat Mesti Lebih Besar

Jumlah Itu Fantastis

SEJAK awal Zukri Misran minta agar Pemrov Riau tidak lagi memberatkan APBD Riau untuk mendanai pelaksanaan ISG. Mengingat even tersebut bertaraf internasional maka seharusnya pemerintah pusat yang memiliki kepentingan lebih besar untuk mensukseskan penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 tersebut. Meski begitu, sebagai anggota Banggar di DPRD Riau, dia menyetujui hasil dari penandatanganan KUA-PPAS APBD Murni tahun 2013 yang menganggarkan untuk penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) sebesar Rp45 Miliar. Persetujuan itu berdasarkan pertimbangan ISG tidak lagi membebani APBD Murni 2013 karena Riau sudah habis-habisan membiayai PON lalu. Dana Rp45 miliar yang disepakati itu merupakan permintaan dari panitia ISG baik panitian lokal maupun nasional. Menurut politisi asal Pelalawan ini, jumlah Rp45 Miliar itu sudah bisa dikatakan 22,5 persen dari keperluan penyelenggaraan ISG yang mencapai Rp404 Miliar. Dengan begitu, Riau turut berkontribusi menganggarkan keuangannya hingga 30 persen untuk penyelenggaraan ISG. Zukri Misran Anggota Banggar DPRD Riau

JABARULLAH menilai, Rp80 miliar untuk meningkatkan veneu renang standar internasional tak pantas ditanggung Riau. Menurut dia, tidak semestinya lagi APBD Murni Riau tahun 2013 diperuntukkan untuk peningkatan venue menjadi standar internasional yang akan dipergunakan untuk penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) tahun 2013. Dana sebesar itu diajukan oleh Dispora Riau untuk membiayai pembangunan peningkatan standar renang menjadi berstandar internasional yang ada di GOR Renang Rumbai. Politisi PPP ini mengatakan, sudah saatnya pusat peka terhadap persoalan ini, termasuk menggunakan APBN untuk membiayai keseluruhan peningkatan venue menjadi standar internasional. Riau jangan lagi dibebani untuk even yang menjadi tanggung jawab pusat. Perbaikan itu, katanya, menggunakan APBN saja karena even itu gawenya pusat. Nama negara Indonesia yang dipertaruhkan, sedangkan Riau hanya sebagai tempat penyelenggara atau tuan rumah saja. Sebagai salah seorang Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau, dia berupaya dan selalu mengawal peningkatan venue menjadi standar internasional. Jabarullah Anggota Komisi D DPRD Riau

Anggaran Harus Wajar PEMPROV jangan mudah percaya begitu saja kepada pemerintah pusat yang menjanjikan dana untuk ISG mencapai Rp200 miliar. Seperti janji sebelumnya yang juga akan membantu Riau sebagai tuan rumah PON dengan dana mencapai Rp460 miliar, nyatanya dana tersebut tidak kunjung diperoleh Riau dan masih tersangkut di APBN 2012. Untuk penganggaran ISG kali ini, dewan justru lebih kritis lagi melalui Banggar mereka akan tegas memangkas anggaran tersebut jika dinilai terlalu memberatkan APBD. Usulan penganggaran ISG yang diposkan di sekretariatan provinsi melalui pos Dana Hibah sebesar Rp63 miliar, dengan tegas menolak anggaran sebesar itu. Karena selain dana hibah, sesungguhnya masih terdapat lagi anggaran untuk ISG di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau (Dispora), nilainya bahkan lebih besar mencapai Rp80 miliar. Secara pribadi dirinya tidak menolak ISG digelar di Provinsi Riau. Asalkan tidak memberatkan APBD Riau kembali. Karena ini iven bertaraf internasional semestinya pemerintah pusat yang harus lebih pro aktif soal anggaran. Supriati Anggota Komisi C/Banggar DPRD Riau

ISG, Antara Gengsi dan Terkurasnya Uang Rakyat Penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) VIII di Riau bakal menelan puluhan miliar dana daerah. Di KUA-PPAS APBD Murni tahun 2013, disepakati Rp45 miliar untuk acara yang katanya menaikkan gengsi Riau itu.

P

EMERINTAH Provinsi (Pemrov) Riau melalui Sekretariat Daerah semula mengajukan anggaran untuk penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) sebesar Rp63 Miliar. Dana itu termasuk dalam dana hibah Rp 1 triliun lebih di APBD Murni 2013 yang dialokasikan untuk keperluan sekretariat provinsi, salah satu bagiannya diperuntukkan untuk ISG sebesar Rp63 Miliar. Melalui pembahasan alot antara eksekutif dan legislatif di DPRD Riau, kesepakatan anggaran untuk ISG disetujui sebesar Rp 45 miliar. Karena selain dana hibah di Sekretariat Provinsi ini bahwa masih ada lagi anggaran untuk ISG yang terdapat di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau senilai Rp80 Miliar. Dana tersebut diperuntukkan untuk peningkatan venue renang menjadi berstandar internasional yang akan dipergunakan untuk penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) tahun 2013 nanti. ISG merupakan even internasional yang semuanya berada pada kebijakan pusat, mulai dari kepanitian sampai penganggarannya. Namun, sebagai tuan rumah, Riau dibebankan untuk membiayai suksesnya even tersebut termasuk menyediakan venue-venue yang berstandar internasional. Bukan hanya sekedar fasilitator,

kesiapan sarana dan prasarana ISG menjadi kewajiban Riau melalui anggaran daerahnya sendiri. Janji segala kebutuhan penyelengaraan ISG akan dibantu pemerintah pusat masih belum ada kejelasan meskipun Keputusan Presiden (Kepres) yang menetapkan Riau sebagai tuan rumah sudah ditetapkan. Lalu bagaimana sikap Pemrov Riau? Sebagai tuan rumah, Riau tentu tak lagi bisa mengelak. Demi gengsi dan harapan adanya multi dampak bagi Riau, maka puluhan miliar dana daerah harus dianggarkan untuk memperbaiki venue pelaksanaan even olah raga negaranegara Islam tersebut. Sementara, pelaksanaan ISG ini telah diatur pusat, mulia dari Panitia nasional hingga daerah yang akan di putuskan melaui Keputusan Presiden (Kepres). Sedangkan wakil rakyat di DPRD semula sudah mengingatkan agar Islamic Solidarity Game (ISG) tidak lagi menguras APBD Riau 2013. Pasalnya, sebagai event internasional, pendanaan ISG mestinya ditanggung oleh pemerintah pusat, jangan lagi menguras APBD Riau, sebagaimana yang terjadi pada pelaksanaan PON XVIII lalu. Berkaca dari pelaksanana PON XVIII 2012, banyak pihak pesimis pelaksanaan ISG bakal memberikan manfaat untuk masyarakat Riau. Bahkan, jika terlalu membebani APBD, sebaiknya ditolak. Sejauh ini, pelaksanaan PON VIII 2012 yang lalu tidak memberikan manfaat bagi masyarakat Riau secara keseluruhan. Yang ada justru hanya membebani APBD Riau saja. Seyogyanya, penggunaan APBD Riau haruslah memberikan manfaat bagi masyarakat Riau. Bukan justru untuk segelintir oknum dan pejabat semata.

 ird

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012

Hanya Pertahankan Gengsi SEMESTINYA, Pemrov berkaca dari pengalaman sebelumnya sebagai tuan rumah PON XVIII yang baru saja berlalu. Sebuah even nasional, namun telah menguras APBD Riau. Ditambah lagi menjadi tuan rumah Islamic Solidarity Games (ISG), semakin banyak lagi anggaran Riau membiayai program-program seremonial. Sementara, pelaksanaan itu hanya sepersekian persen saja yang dirasakan manfaatnya oleh rakyat Riau. Yang terlihat, penduduk masih banyak yang miskin dan gedung sekolah juga banyak yang sudah rusak dan tidak layak lagi untuk digunakan. Meskipun ada selentingan, menjadi tuan rumah sebuah even besar tidak semua propinsi mendapat kesempatan itu. Hal tersebut pastinya karena daerah lain mengetahui bahwa mereka akan terbebani dan APBD nya bakal terkuras untuk membiayai suksesnya even tersebut. Namun Pemrov Riau justru tetap memaksakan diri untuk menjadi tuan rumah, dan terlihat bahwa pilihan itu seperti sebuah program mercusuar saja, yang tampak mewah dan megah dari jauh namun didalamnya masyarakat Riau tetap saja menderita dalam hal perekonomian mereka. Ini hanya untuk gengsi. Erniyanti Ibu Rumah Tangga


Cakap Lepas 7 Pendidikan  Dari Dialog Budaya Melayu

Melayu di Patani Semakin Mundur

Sejak wilayah Thailand Selatan dikuasai pemerintah Siam, terjadilah Siamisasi terhadap penduduk Melayu oleh pemerintah Thailand. Ini pula yang menyebabkan lunturnya budaya Melayu di daerah itu.

H

AL itu dikatakan budayawan Melayu asal negeri Gajah Putih Nik Abdul Rakib Bin Nik Hassan dalam Dialog Budaya Melayu yang diselenggarakan pada tanggal 3-5 Desember di Hotel Primier Pekanbaru belum lama ini. Nik Abdul Rakib Bin Nik Hassan, membawakan makalah dengan judul “Kebudayaan Melayu dan Perubahan Identitas Melayu di Thailand Selatan”. “Thailand bagian Selatan merupakan basis bertumbuhnya masyarakat Melayu jauh sebelum negara ini terbentuk. Namun, negeri Melayu Patani jatuh ke tangan Siam yang berkuasa hingga sekarang, menyebabkan masyarakat Melayu didaerah tersebut mulai luntur keidentikkan Melayunya,” jelas pria ini. Selain Nik Abdul Rakib Bin Nik Hassan, tampil beberapa pemakalah budayawan Melayu dari negara-negara serumpun seperti Malaysia, Brunei, Thailand dan lainnya. Dari paparan ke-15 pemakalah baik dari Indonesia maupun dari Negara tetangga tersebut, terlihatlah dinamika perkembangan budaya Melayu itu di negara mereka masing-masing. Nik Abdul Rakib menceritakan, dulunya di wilayah Thailand bagian Selatan, terdapat 2 kawasan penduduk masyarakat Melayu yang menjadi penduduk mayoritas disana. Pertama kawasan bekas negeri Melayu Patani lama yang sekarang terbentuk menjadi provinsi Pattani, Narathiwas, Yala dan beberapa dearah yang terletak dalam provinsi Singgora. Satu kawasan lagi ialah kawasan

bekas jajahan negeri Kedah yang sekarang terbentuk menjadi provinsi Setul dan daerah Sadao provinsi Songkhla. “Walaupun penduduk masyarakat Melayu dikeduadua kawasan tersebut menjadi penduduk mayoritas, tetapi mereka menjadi penduduk minoritas di Thailand secara keseluruhan. Karena penduduk Melayu mempunyai latarbelakang sejarah, adat resam, budaya, bahasa dan agama yang berlainan dari penduduk keturunan Thai yang menjadi penduduk mayoritas di Thailand,” jelasnya. Pihak pemerintah Thailand, katanya telah menjalankan dasar Siamisasi terhadap penduduk Melayu untuk mengurangkan jarak perbedaan di antara kedua-dua penduduk tersebut. Dasar Siamisasi ini dijadikan secara langsung dan tidak langsung. Walaupun pemerintah Thailand belum Berjaya secara menyeluruh terhadap dasar Siamisasi ini, tetapi berlaku perubahan secara tolak-ansur dari dasar Siamisasi sehingga terdapat beberapa kesan perubahan dari segi sosiobudaya Melayu. Di bidang pentadbiran misalnya, pemerintahan itu setelah negeri Melayu Patani jatuh ke tangan Siam pada zaman Raja Rama 1. Pihak Siam telah menjalankan Dasar “Pecah dan Perintah “atau “Divide and Rule “ sehingga negeri Melayu Patani dipecahkan kepada 7 negeri kecil pada zaman Raja Rama II. Negerinegeri kecil Melayu Patani itu berada di bawah pemerintahan tribulari. Walaupun pihak Siam hanya mewajibkan negeri-negeri tersebut menghantar ufti atau bunga emas sebanyak 3 tahun sekali, tetapi mereka tidak mengganggu urusan pentadbiran raja-raja Melayu itu. Kemudian dalam tahun 1902 Raja Rama V telah menghapuskan kekuasaan raja-raja Melayu dan mengubah struktur pentadbiran di mana jawatan “Dato’-Dato’ “dimansuhkan dan digantikan

dengan jawatan “Nai Amphoe” sebagai pegawai daerah dan jawatan “PenghuluPenghulu” dimansuhkan dan digantikan dengan jawatan “ Phu Yai Ban “ sebagai ketua kampung. Dari segi social lanjutnya, setelah kerajaan menjalankan dasar Siamisasi melalui pemindahan penduduk. Dengan jumlah penduduk Melayu pada tahun 1906 sebanyak 85.98 % berbanding dengan penduduk keturunan Thai sebanyak 14.02 %. Beberapa dekad kemudian kesan dari dasar tersebut menyebabkan jumlah penduduk Melayu merosot kepada 75.52 % berbanding dengan jumlah penduduk keturunan Thai yang melambung peratusnya menjadi 24.48 %. Berdasarkan hubungan di antara keduadua keturunan ini telah melahirkan perkawinan campur di antara mereka sehingga wujudnya satu ras baru yang dinamakan “Malayo-Siamese “. Terdapat setengah dari mereka berbangsa dengan perkahwinan campur itu. Dasar Siamisasi terhadap pendidikan menurut Nik Abdul Rakib, pihak kerajaan Thailand telah menumbuhkan sekolah-sekolah kurikulum Thai untuk mendidik anakanak penduduk Melayu supaya menerima budaya pendidikan Thailand. Pemerintah juga telah berjaya mengubah status sebuah institusi pendidikan agama dari sebuah institusi yang dapat melahirkan elit-elit agama dalam masyarakat kepada sebuah sekolah agama swasta yang menjalankan pengajian mengikut kurikulum yang disusunkan oleh pemerintah. Peranan media massa, pemerintah Thailand juga telah berjaya mengubah pertuturan bahasa Melayu tempatan dengan pertuturan mereka telah diselipkan dengan kata-kata dalam bahasa Thai. Dari kesan pendidikan tersebut menyebabkan mereka telah menerima panggilan dari “ Melayu” kepada “ThaiMuslim”. “ Hanya setelah

berlaku konflik di Thailand Selatan semenjak 2004 sebutan “Melayu” dikembalikan kepada masyarakat Melayu di Thailand Selatan,” kata Nik Abdul Rakib. Penggunaan bahasa Melayu ini tambahnya, dalam pembacaan dan penulisan baik tulisan dengan aksara Jawi maupun aksara Rumi adalah amat merosot. Bagi penggunaan bahasa Melayu itu penduduk Melayu lebih minat dalam tulisan Jawi, secara langsung menjayakan dasar Siamisasi itu dengan terasingnya penduduk Melayu dari berkomunikasi dan berhubung dengan penduduk-penduduk ras Melayu di negara -negera rumpun Melayu. Kemudian ia mengatakan kesan dari dasar Siamisasi terhadap kesenian budaya dan makanan. Pihak kerajaan juga telah berjaya menerapkan beberapa keseniaan budaya Thai ke dalam masyarakat Melayu seperti persembahan Menora, Bahasa Thai dalam wayang kulit Melayu, permainan kanak-kanak dan tinju Siam. Mereka juga berjaya

melemahkan masyarakat Melayu dari menjaga dan menghidupkan kesenian budaya yang semakin cenderung kepada kepupusan seperti sandiwara, pantun, syair, sajak, penulisan bukubuku dalam bahasa Melayu. Kesenian budaya tersebut tidak lagi mendapat tempat dikalangan berpendidikan kurikulum pemerintah Thailand. Beberapa makanan Thai juga telah mendapat tempat dikalangan masyarakat Melayu seperti tom yam, som tam dan lain-lain lagi. “ Dasar Siamisasi yang amat berkesan itu kemungkinan suatu hari nanti akan menyebabkan penduduk Melayu di Selatan Thailand akan terputus dari Dunia Melayu. Jika tiada usaha-usaha untuk mengembalikan penduduk Melayu dibekas negeri Melayu Patani itu kepada Dunia Melayunya,” ajak Nik Abdul Rakib kepada semua peserta agar turut mencari solusi atas keberadaan orang Melayu Pattani dari intimidasi pemerintahan Thailand itu sendiri.*

 hes

10 Rumusan Dialog Melayu 1. Terbentuknya masyarakat dan budaya Melayu, dari cerita perseorangan yang berkembang berabad-abad yang lampau berdasarkan bukti-bukti arkeologi, geologi, naskah lama, dan sumber naskah lainnya. 2. Telah terdapat cukup banyak penulisan budaya Melayu, tetapi belum dipahami secara konprehensif oleh segenap bangsa Melayu. 3. Berdasarkan kajian mutakhir, antropologi dapat dikenali ciri-ciri penyusutan orang-orang Melayu. 4. Budaya Melayu yang berbataskan alam maritim, memiliki sifat terbuka dalam kemajemukan, nilai senasib dan sepenanggungan, relegius dan patuh terhadap nilai-nilai budaya lokal. 5. Bahasa Melayu, tidak hanya menjadi bahasa pengantar dalam perdagangan tetapi beliau menjadi bahasa intelektual khususnya sejak kemunculan kesultanan Islam di bumi nusantara dan menjadi bahasa resmi di tiga Negara yakni Indonesia, Malaysia dan Brunai Darussalam. 6. Kesamaan akan budaya diantara masyarakat Melayu, meski berbeda Negara dapat membangun keharmonisan dalam pergaulan bersama. 7. Nilai budaya Melayu yang menjadi pedoman hidup masyarakat tempatan dewasa ini, menghadapi tantangan globalisasi serta kepentingan politik lokal dan nasional. 8. Akibatnya ekspresi kekayaan budaya dan kesenian Melayu seperti musik, sastra, dan seni pertunjukkan tradisional menjadi terabaikan 9. Tidak semua masyarakat Melayu di Asia Tenggara mendapatkan kebebasan untuk mengaprisiasikan budayanya. 10. Disiamisasi budaya Melayu masih terbatas ditempattempat tertentu, yang mengakibatkan kurang tersebar luas diantara masyarakat Melayu.

6 Rekomendasi Budaya Melayu 1. Perlu dilakukan direvelitasasi nilai budaya Melayu agar dapat selaras dengan perkembangan zaman. 2. Dalam rangka pelestrian dan pewarisan nilai-nilai budaya Melayu perlu diadakan langkah-langkah penyebarluasan, pendampingan dan pengembangan. 3. Perlu ada penulisan bersama sejarah Melayu diwilayah Asia Tenggara. 4. Dalam rangka menjaga keharmonisan masyarakat Melayu, perlu dilakukan dialog secara berkesinambungan. 5. Menurut pemerintah daerah dan pemerintah untuk lebih mengoptimalkan pelindungan, pengembangan dan pemamfaatan budaya Melayu didaerah. 6. Sebagai rekomendasi khusus untuk lebih meninjaklanjuti dialog budaya Melayu, hendaknya di Propinsi Riau dibentuk lembaga pelestarian cagar budaya tersendiri.

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012


8

2013, Dibangun Gedung DPRD Senilai Rp50 M Untuk meningkatkan kinerja anggota dewan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat, tahun depan akan dibangun gedung DPRD senilai Rp50 miliar.

U

NTUK menunjang kinerja anggota dewan, tahun 2013 nanti, Pemerintah Kabupaten

(Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) akan membangun gedung DPRD dengan besar anggaran Rp50 miliar. Gedung

wakil rakyat yang berlokasi di kawasan Batu Enam, Bagansiapiapi ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kerja, dan diklaim sebagai gedung termegah di Riau. Ketua DPRD Rohil, Nasruddin Hasan menyebutkan keberadaan gedung ini

Wabup Rohil H Suyatno mengecek e-KTP di Kantor Camat Bangko

Pengalihan Cap, Aktivitas Kapal tak Terganggu

S

ETIAP ABK kini harus ke Kantor Imigrasi Bagansiapiapi untuk mengecap dokumen. Kebijakan tersebut sejauh ini tak mengganggu keberangkatan dan ke datangan kapal di Panipahan. Menurut Kepala Seksi Informasi dan Sarana Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas II Bagansiapiapi, Syaiful Bahtiar, sejak digulirkan pengalihan cap dokumen bagi anak buah kapal (ABK) dari Panipahan ke Kantor Imigasi Kelas II Bagansiapiapi berdasarkan salah satu peraturan Menkum HAM, ternyata tak mengganggu proses pemberangkatan dan kedatangan kapal. Pasalnya, yang mengurus dokumen itu cukup agen saja. Sebelumnya, kata Syaiful, cap dokumen memang bisa dilakukan di Panipahan, namun sejak keluarnya salah satu peraturan Menteri, cap dokumen harus dilakukan di kantor Imigasi Kelas II Bagansiapiapi. “Kebijakan itu diambil karena sudah ada peraturan Menteri,” tegasnya.

Ketika ditanya apakah ada kebijakan-kebijakan khusus untuk mempermudah masyarakat, dia menyatakan tidak ada tawar menawar. “Itu kan peraturan Menteri. Makanya kita melihat dari peraturan itu, sebelum ada peraturan berikutnya,” jelasnya. Meski sudah dilakukan pengalihan cap dokumen dari Panipahan ke Kantor Imigasi Bagansiapiapi, Syaiful memastikan tidak ada pengurangan ABK datang dan pergi dari luar negeri. Karena, kata Syaiful, pihak Imigrasi langsung mengecek disana. “Itu kan kita cek kedatangannya, nantikan ada. Karena disana ada petugas disana untuk mengecek keberangkatan dan kedatangan,” ujat Syaiful. Dan ia memastikan pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi terhadap agen. “Kita sudah mengadakan sosialisasisosialisasi terhadap agen, kapal-kapal itu kan bukan kaptennya yang turunkan, agennya yang melayani,” tambah Syaiful lagi.*

: : : :

Sekdakab Kapolres Kajari Jumlah Penduduk Jumlah Kecamatan Jumlah Desa Potensi Alam Nopol

: : : : : : : :

H Annas Maamun H Suyatno, AMp Nasruddin Hasan Drs Jamiludin Ridwan SIp Drs.H. Wan Amir Firdaus, M.Si AKBP Auliansyah Lubis Zulbakar 440.894 jiwa 14 103 Migas, Kelapa Sawit, Karet, Ikan BM....P

G

UNA memaksimalkan hasil pendapatan daerah dan untuk meningkat pembangunan yang tengah digalakan pemerintah, Pemerintah Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, meminta kepada masyarakat yang memiliki lahan diatas 10 hektar, agar mengurus Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Hal itu ditegaskan Sekcam Tanjung Melawan, Mursal SH. Menurut Mursal, segala

fasilitas pembangunan yang ada disetiap daerah, seperti jalan, kantor, masjid, jembatan dan bangunan lainnya bisa dinikmati tidak terlepas dari hasil pajak. “Untuk itu, kita himbau kepada Datuk Penghulu, Kadus, RT/RW dan masyarakat di Tanjung Melawan yang memiliki lahan diatas 10 haktar, agar segera mengurus NPWP,” kata Mursal. Ia menjelaskan jika NPWP diurus oleh masyarakat yang

 mtr/ttg

memiliki lahan diatas 10 hektar, maka akan sangat membantu sekali pemerintah menyediakan anggaran untuk segala bentuk pembangunan. “Sejauh ini, tingkat kesadaran kita mengurus serta membayar pajak masih rendah. Maka, kedepanya kita minta dapat ditingkatkan lagi, sebab, tujuan daripada NPWP ini tidak terlepas untuk kepentingan kita bersama,” ujarnya.*

 mtr/ttg

 rtc/ttg

Bupati Rohil H Annas Maamun memimpin pawai taaruf kafilah Rohil pada MTQ Provinsi Riau

TELEPON PENTING

Sekretariat Pemkab Rohil Sekretariat DPRD Ambulance Pemadam Kebakaran Polsek Bangko Kantor kecamatan Bangko Dinas Kesehatan Dinas Kehutanan Dinas PMD Dinas Pendidikan

0767-24287 0767-24567 0767-21040 0767-21130 0767-21110 0767-21010 0767-24381 0767-21710 0767-24284 0767-23277

Dinas Kimpraswil Dispenda Bawasda Bappeda Bapedalda KPDE Dinastan Tanaman Pangan Dinas Perhubungan PLN Bagansiapi-api

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012 CMYK

difungsikan. Mengingat diakhir tahun itu kita masih memiliki masa tugas selama sembilan bulan lagi. Karena, pembangunannya sempat tertunda, meskipun diawal 2012 sudah pernah dilakukan pelelangan, tetapi tak satupun rekanan yang bersedia mengerjakannya. Saya sendiri tidak tahu apa alasan para kontraktor enggan mengerjakan proyek ini,” ulasnya. Mengenai maket gedung dewan tersebut, Nasruddin mengatakan bahwa tempat kerja anggota dewan itu memiliki 3,5 lantai. “Jika kantor bupati yang sedang dikerjakan saat ini menelan dana Rp86 miliar, bisa dibayangkan seperti apa gedung DPRD yang dianggarkan Rp50 miliar itu. Kalau maketnya tak jauh beda dengan kantor bupati.” terang Nasruddin.*

Lahan 10 Ha Lebih Wajib NPWP

INFO PENTING Bupati Wakil Bupati Ketua DPRD Wakil Ketua DPRD

diharapkan dapat meningkatkan kinerja para anggota legislatif dalam menyuarakan aspirasi rakyat. Karena nanti digedung baru itu, setiap anggota dewan memiliki ruang kerja masing-masing berukuran 3 meter persegi. “Fasilitasnya memiliki ruang rapat setiap komisi, fraksi, ruang setiap anggota DPRD, ruang sidang biasa dan paripurna. Gedung ini bisa dikatakan termegah di Riau, karena dianggarkan sebesar Rp50 miliar,” jelas Nasruddin Hasan. Ia menjelaskan gedung yang akan dibangun itu, semula pada awal tahun 2012 lalu sudah dilakukan pelelangan. Namun, diantara para kontraktor tak satupun yang berminat untuk mengerjakan proyek tersebut. “Kita minta akhir tahun 2013 gedung ini sudah bisa

0767-24385 0767-22061 0767-24960 0767-24918 0767-24928 0767-24998 0767-24814 0767-24330 0767-21280


9

BNK Janji Beri Imbalan Pemberi Informasi Sebagai upaya memerangi narkoba, BNK Rohil janjikan imbalan kepada informan terkait peredaran dan pemakai narkoba.

K

ETUA Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Rokan Hilir (Rohil), H Suyatno, AMp, berjanji akan memberi imbalan bagi para pemberi informasi, terkait keberadaan bandar hingga pemakai narkoba kepada BNK. Langkah ini, kata Wakil Bupati Rohil ini untuk menekan angka peredaran serta pengguna narkoba di daerah ini. “Hingga saat ini dan ke depan, kita tetap komit memberikan hadiah kepada informan yang menyampaikan tentang keberadaan

bandar hingga pemakai narkoba. Ini kita lakukan dengan tujuan menekan angka peredaran narkoba,” tegasnya. Dan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba, kata Suyatno, pihaknya telah merekrut masyarakat hingga para pelajar sebagai matamata. “Saat ini kita telah merekrut mata-mata sebagai informan dari kalangan masyarakat hingga pelajar,” jelas Suyatno. Ia meyakini untuk memerangi narkoba memang tidaklah mudah dan membutuhkan biaya yang cukup besar. “Baik itu di sekolah hingga ditengah masyarakat sekalipun akan kita berikan imbalan kepada informan yang bersedia manyampaikan informasi akurat. Informasi ini sudah lama kita dengungkan, tetapi hingga saat ini belum ada yang melaporkan kepada kita dari seluruh kecamatan,” ujarnya.

Sosialisai bahaya penggunaan narkoba serta penularan HIV/AIDS dikalangan generari muda

Untuk itu, Suyatno mengharapkan kerjasama yang baik dari seluruh elemen masyarakat yang ada di daerah. “Tanpa peran dan dukungan seluruh elemen masyarakat, BNK dan kepolisian tidaklah ada apa-apanya dalam memerangi narkoba dan sejenisnya. Hal yang sama

PKS Dongkrak Perekonomian Pujud

tentunya sangat dibutuhkan dari pihak kepolisian, agar tidak cepat puas dan lelah menangani narkoba,” harapnya. Untuk itu, Suyatno tak lupa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memupuk tali persaudaraan demi membangun daerah tanpa

B

menjelaskan warganya kini tidak lagi kesulitan dalam menjual hasil buminya. “Sampai saat ini di wilayah kita telah memiliki tujuh unit PKS yang dibangun oleh pengusaha. Tertariknya pengusaha untuk mendirikan PKS, karena potensi daerah yang sangat menggiurkan dibidang perkebunan,” jelasnya. Mengenai tujuh PKS tersebut, Hasyim memsatikan sudah memenuhi kebutuhan penampungan TBS di daerahnya. “Hanya saja untuk meningkatkan produksi panen kelapa sawit, masyarakat masih menemukan sedikit

kesulitan seperti mendapatkan pupuk,” ujar Hasyim. Selain kelapa sawit, kata Hasyim, warga kecamatan Pujud memiliki mata pencaharian lain, diantaranya sebagai nelayan. Namun, tak jarang pula warga bercocok tanam pohon karet, karena sejak dulu sebelum warga mengenal tanaman yang haus akan air itu lebih mengenal sejak awal tanaman karet. “Yang menanam karet masih banyak. Untuk itu kita minta petani dapat mempertahankan lahannya agar tidak dijual kepada pengusaha luar,” pinta Hasyim.*

 mtr/ttg

 mtr/ttg

Hermawan Jabat Kapolres Rohil

K

EBERAPA tahun belakangan ini, ekonomi masyarakat Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) terus meningkat. Hal ini didongkrak dengan makin banyaknya warga yang bercocok tanam kelapa sawit dan menyalurkannya ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Dan saat ini keberadaan PKS di Pujud semakin menjamur. Selain keuntungan yang di dapat dari tandan buah segar kelapa sawit, meningkatnya ekonomi masyarakat juga didukung fasilitas insfrastruktur yang memadai. Camat Pujud, Hasyim

narkoba. “Jalan masih panjang dan gerbang senantiasa terbuka untuk menerima warga yang berdatangan di Rohil. Namun dengan catatan, ikuti adat istiadat di Rohil dan pastikan diri terbebas dari yang namanya narkoba,” tegas Suyatno.*

EPALA Kepolisian resort (Kapolres) Rohil yang semula dijabat AKBP Auliansyah Lubis, S.Ik, MH, terhitung Jumat (14/12) sudah berpindah tongkat komandonya ketangan AKBP Toni Hermawan R, S.Ik. Serah terima jabatan (sertijab) dilakukan di halaman Mapolres Rohil. Sertijab diiringi tepuk tepung tawar guna mengantar AKBP Aulianysah Lubis, S.Ik, MH ketempat tugas baru menjadi Kapolres Kampar, termasuk tepuk tepung tawar itu menyambut kedatangan AKBP Toni Hermawan R, S.Ik yang sebelumnya menjadi Kabag Binkar Biro Polda Riau. Dalam sambutannya, AKBP Auliansyah Lubis S.Ik, MH mengatakan telah menjadi Kapolres rohil lebih dari setahun. “Lebih kurang 1 tahun 2 minggu saya menjabat sebagai kapolres di Rohil, banyak suka duka yang dilalui,” katanya. Terciptanya suasana Kamtibmas tersebut, ujar Auliansyah, berimbas kepada tetap diberikan kepercayaan kepadanya untuk menjabat Kapolres

ditempat lain, setelah ditinggal, dia meyakini Kapolres yang baru mampu menyelesaikan berbagai tugas yang belum selesai. “Alhamdulillah, berkat dukungan seluruh rekanrekan, saya masih diberikan kepercayaan menjabat sebagai Kapolres untuk kedua kalinya. Dan saya percaya Kapolres yang baru ini bisa mengatasi tugastugas yang masih belum sempat kita selesaikan,” ujar Auliansyah. Sementara itu, Kapolres Rohil yang baru, AKBP Tonny Hermawan R, SIk mengatakan dirinya memiliki misi yang sama dengan Kapolres lama, walaupun berbeda orang, sehingga sinergisitas bersama sangat diharapkan pula. “Marilah kita samasama bersinergi menciptakan Kamtibmas di Rohil ini, semoga dengan kebersamaan kita nanti segala tugas yang kita emban, dapat berjalan sesuai dengan harapan kita bersama. Dan saya mengucapkan, kepada Bapak Auliansyah beserta ibu, agar lebih sukses menjalani tugas ditempat yang baru,” kata Hermawan.*

 rtc/ttg

Jembatan Pedamaran Obyek Wisata Alternatif

P

ROGRES pengerjaan jembatan Pedamaran I sudah memasuki tahapan “finishing”. Sedangkan jembatan Pedamaran II sudah mencapai 70 persen. Kedua jembatan yang menghubungkan lintas wilayah pesisir di Kecamatan Pekaitan,

Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) rencananya akan diresmikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, pada Februari-Maret 2013 mendatang. Menurut Bupati Rohil, H Annas Maamun, secara garis lintasan, jembatan kembar ini akan menghubungkan Keca-

matan Bangko, Pekaitan, Kubu, Palika, Bangan Sinembah, Simpang Kanan hingga Kabupaten tetangga, Labuhan Batu Selatan (Sumut). “Di areal mulut jembatan kedua sisi akan dibangun taman agar pengendara yang melintas dapat meluangkan

waktunya untuk istiharat sejenak melepas lelah,” jelas Bupati. Tidak hanya bisa mendongkrak perekonomian di Rohil, Bupati berharap, jembatan ini bisa menjadi obyek wisata alternatif. “Ini jelas mendongkrak perekono-

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012 CMYK

mian masyarakat. Dimana nantinya diharapkan tidak lagi ada daerah yang terisolir di Rohil pada akhir 2013 mendatang. Sebab, peningkatan insfrastruktur pembangunan menjadi target utama kita,” ujarnya.*

 mtr/ttg


10 Tata

Calon Sekdaprov Riau

Tiga Yang Dikirim dan Dua Menunggu Nasib Maret 2013 kursi Sekdaprov Riau sudah harus diisi orang baru. Di tahun yang baru itu Drs Wan Syamsir Yus memasuki masa pensiun. Siapa yang layak dan kompeten menggantikannya?

SEKRETARIS Daerah Provinsi Riau, H Wan Syamsir Yus tidak akan menunda masa pensiunnya. Menurutnya, masa pengabdiannya sebagai aparatur pemerintah sudah sangat maksimal. Dengan demikian, jabatan Sekdaprov Riau segera kosong dan beberapa nama pengganti mulai mencuat sebagai bakal calon (Balon) Sekdaprov Riau. Mereka adalah Kepala Bappeda Riau Ramli Walid, Kepala Itwilprov Syamsurizal, Kepala BKD Riau Zaini Ismail, Setwan Riau Zulkarnain Kadir dan Kepala Dinas Perkebunan Riau Zulher. “Untuk penggantian kan bisa kapan saja. Itu kan kewenangannya kepala daerah. Kalau saya siap saja, apalagi sudah akan memasuki masa pensiun,” ujar Sekdaprov Riau, Wan Syamsir Yus kepada AZAM beberapa waktu lalu. Saat ditanyakan mengenai masa berakhirnya jabatan sebagai Sekdaprov Riau, mantan Walikota Dumai itu mengatakan masa berakhir tugas pada bulan Maret 2013. Kendati demikian, tidak tertutup kemungkinan sebelum masa pensiunnya habis, tugasnya sebagai Sekdaprov diganti kan oleh pejabat lainnya. WSY mengaku tidak berniat menambah masa kerjanya. Mengingat faktor usia yang sudah tergolong maksimal untuk terus melanjutkan posisi strategis di lingkungan Pemprov Riau itu. Namun, WSY tidak berani memastikan, jika dalam waktu dekat ini, posisinya akan digantikan. “Oh tidak. Saya tidak bisa menjawab, kalau pasti itu. Semua tergantung Pak Gubernur,” ulas Wan Syamsir. Disinggung mengenai figur yang akan menggantikan posisinya, lagi-lagi dia mengatakan hal tersebut merupakan kewenangan pimpinan. Tapi, dia tidak mempermasalahkan siapa pun yang bakal kelak menggantikan kedudukannya saat ini. Menurutnya, peng-

gantian Sekdaprov Riau itu sepenuhnya menjadi hak prerogatif Gubernur Riau HM Rusli Zainal. “Saya terserah sajalah. Yang penting terbaik bagi daerah,” imbuhnya. Ya pengganti WSY tampaknya memang sudah dipersiapkan oleh gubri. Kabarnya gubri sudah menyiapkan lima nama—seperti disebutkan diatas—yang bila ditinjau dari segi kepangkatan dan golongan sudah memenuhi kriteria. Namun cuma tiga nama yang diusulkan gubri ke Kemendagri yakni Syamsurizal, Zaini Ismail dan Ramli Walid. Sedangkan Zulkarnain Kadir dan Zulher dipersiapkan sebagai “pemain pengganti”. Keberadaan Zulkarnain

mulus menduduki kursi Sekda. Sementara itu, meskipun Ramli Walid tidak punya rekam jejak jelek dan menjadi bulan-bulanan awak media, namun dia pernah beberapakali dipanggil penyidik Komisi Penanggulangan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus revisi Perda venues Pekan Olahraga Nasional (PON). Seperti diketahui kasus ini sudah melibatkan kalangan anggota DPRD Riau dan sudah memakan korban. Mantan Kepala Dispora Riau Lukman Abbas sudah jadi tersangka dan ditahan. Dari DPRD, M Dunir, Faisal Aswan dan Taufan Andoso Yakin ditahan. Sementara beberapa anggota dewan

yang akan diusulkan. Atau selain benar-benar ditolak, bisa saja ketiga nama itu belum diusulkan namun dipublis telah diusulkan.Jika skenarionya seperti ini, maka ada kemungkinan Zulher yang jadi pilihan. Zulher sebenarnya, sudah lama “dijanjikan” gubri untuk menempati pos tersebut. Ini bermula dari pemilukada Kampar. Mantan Sekda Kampar ini dikenal cukup dekat dengan gubri. Perkawanan mereka dimulai sejak dari bangku kuliah di Universitas Riau. Setamat kuliah, jalan keduanya berlainan arah. Zulher jadi PNS sedangkan gubri memilih profesi pengusaha dan politi-

Kadir atau ZK dan Zulher ini sebagai “pemain pengganti” disebabkan bila ketiga nama yang sudah diusulkan tersebut ditolak oleh Kemendagri. Penolakan bisa terjadi karena birokrat senior itu terindikasi masalah hukum atau track recordnya pernah tersangkut hukum. Syamsurizal, mantan bupati Bengkalis dua periode dan kenyang pengalaman itu kini tengah berhadapan dengan hukum. Mantan Plh Walikota Pekanbaru ini sudah beberapa kali dipanggil Kejaksaan Tinggi Riau dalam dugaan korupsi pembangunan Pabrik Kepala Sawit (PKS) mini semasa dirinya menjadi bupati dengan nilai Rp 10 miliar. Ini belum lagi kasus Al Zaitun di Pulau Rupat juga terus diangkat kepermukaan. Pembangunan Pesantren Al Zaitun kerjasama dengan Pesantren Al Zaitun Indramayu pimpinan Panji Gumilang yang menggunakan dana APBD itu sampai sekarang masih ditangani Mabes Polri. Meskipun Syamsurizal disebut-sebut merupakan “anak emas” gubri,namun hal itu tampaknya tidak menjanjikan bahwa dirinya bakal

lainnya telah pula menjadi tersangka. Bahkan gubri sudah beberapa kali juga dihadapkan kepersidangan sebagai saksi. Nah, bola panas korupsi PON ini tampaknya terus bergulir dan mencari tersangkatersangka lainnya. Sedangkan Zaini Ismail, dirinya pernah dilaporkan sebuah LSM ke KPK soal dugaan “jual beli” jabatan di Pemprov Riau. Meskipun laporan tersebut tidak cukup bukti, namun adanya “jual beli” jabatan itu sudah menjadi rahasia umum. Bahkan nilainya cukup lumayan sampai ratusan juta rupiah. Tapi menurut info lingkaran gubri, Zaini termasuk calon kuat. Dia loyal dan pintar melakukan lobi kepada atasan. Itu dari sisi kekurangannya. Dari sisi kelebihannya, Syam, Ramli dan Zaini memang layak menjadi PNS tertinggi di jajaran Pemprov Riau. Golongan, eselon dan pengalaman di pemerintahan sudah memenuhi syarat. Lalu bagaimana dengan ZK dan Zulher? Nah, bila ketiga nama diatas ternyata benar-benar ditolak Mendagri dengan berbagai pertimbangan, maka ZK dan Zulher lah

si. Walau demikian, Zulher juga ada “cacatnya”. Soal kalah pada pemilukada sebenarnya tak jadi soal. Tapi dia merupakan mantan napi. Zulher pernah ditahan selama beberapa tahun dalam kasus korupsi dana bansos. Bila track record ini tidak diabaikan Mendagri, maka peluang Zulher pun bisa tipis. Akan halnya ZK, anak almarhum tokoh PPP Riau dan tokoh masyarakat Riau Kadir Abbas ini termasuk “orang dekat” dan loyalis gubri. Karirnya cukup cepat. Pergaulannya juga luas, apalagi dengan wartawan. Namun, eselon dan golongannya memenuhi syarat untuk menjadi sekda. Bahkan sejumlah pendidikan kepamongan pun sudah diikutinya. Tetapi siapa nantinya yang dipilih menjadi Sekda? Dosen Fisipol UR, Drs Ishak, MSi, juga tak bisa mereka-reka siapa pengganti Wan Syamsir Yus. Karena itu hak prerogatif gubernur dan tidak lagi melalui persetujuan dewan. Sehingga sulit untuk ditebak. Tapi, Ishak melihat dalam menetapkan Sekdaprov, RZ akan memilih rute yang resikonya paling rendah, dan

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012

melihat rekam jejak R-1, memilih karena “orang sekampung” atau primodial tidak begitu dominan, terutama untuk jabatan Sekdaprov. “Saya lihat untuk Sekdaprov “orang sekampung” tidak dominan. Buktinya, dua periode jadi gubernur, dua orang Sekdaprov Mambang Mit berasal dari Indragiri Hulu dan Wan Syamsir Yus dari Rokan Hilir,” kata Ishak kepada AZAM, pekan silam. Soal rute yang resikonya paling rendah, kata Ishak, RZ tidak akan memilih pejabat yang resistensi tinggi karena track record selama menjalankan tugas. Dan lebih cenderung memilih pejabat yang dinilai mampu membenahi aparatur yang ada di provinsi ini. “Saya kira rute ini yang akan dilalui pak gubernur,” ujarnya. Misalnya, kata Ishak, jika memilih Syamsurizal, karena proses hukumnya telah muncul kepermukaan, tentu resikonya lebih tinggi. Tapi sebaliknya pak gubernur juga akan melihat pejabat lain, apakah kapabelitasnya mampu menunjang pemerintahan, sementara Syamsurizal sudah teruji dua periode menjadi bupati. “Saya kira ini juga jadi pertimbangan,” sebut Ishak. Dan jalan itu juga berlaku dengan pejabat lainnya. Seperti Zaini Ismail yang kini menjabat Kepada BKD Riau dan Kepala Bappeda Riau, Ramli Walid. Tapi sedikit berbedanya dengan Ramli walid, Ishak melihat pak gubernur bisa pasang “coki dua nukang”. Maksudnya, jelas Ishak, Ramli walid tetap diizinkan bertarung di Pilkada Inhil, kalau kalah maka tetap bisa menjabat Sekdaprov, tapi kalau menang maka sudah disiapkan pejabat lain untuk menggantikan posisi tersebut. Ishak berpandangan, bagi masyarakat awam siapa pun Sekdaprov Riau tak membawa pengaruh besar. Karena itulah kalau ditanyakan siapa yang diinginkan masyarakat untuk menjadi Sekdaprov Riau, hampir pasti masyarakat menyerahkan sepenuhkan kepada gubernur. Dari pandangan itulah, Ishak memprediksi siapa Sekdaprov yang diinginkan gubernur akan sangat dipengaruhi oleh situasi politik dan hukum. Politik terkait dengan Pilgubri, dan hukum terkait dengan beberapa kasus hukum yang kini jadi perbincangan di masyarakat. Kini kita menunggu saja. Karena tiga nama sudah diusulkan dan dua lagi menunggu nasib.*

 bis


11

Angin Bertiup ke Zaini Syamsurizal Menunggu Nasib? Dari tiga nama yang dikabarkan telah dikirim Gubernur ke Mendagri, dua diantaranya Zaini Ismail dan Ramli Walid disebut-sebut calon kuat Sekdaprov Riau. Tapi nama Zaini lebih mengemuka.Bagaimana nasib Syamsurizal? JELANG pergantian Sekdaprov Riau, para birokrat dijajaran Setdaprov Riau mulai kasak-kusuk. Spekulasi beragam menjelang berakhirnya masa tugas Drs Wan Syamsir Yus yang pada Maret 2013 mendatang memasuki usia pensiun. WSY——panggilan akrab Wan Syamsir—genap memangku jabatan bergengsi nan strategis itu 4 tahun. Ditangannya, sikon pemerintahan khususnya di lingkungan Setdaprov Riau cukup kondusif, bahkan dalam kinerja anggaran dia sukses memainkan perannya, yang berujung dengan diraihnya predikat WTP dari BPK. Pertanyannya, siapa yang mampu, atau paling tidak menyamai kinerja WSY kedepan? Inilah yang belakangan menjadi perbincangan khususnya dikalangan birokrasi serta dikalangan para tokoh dan DPRD Riau. Kabar terhangat tiga nama calon sudah disiapkan Gubernur bahkan konon kabarnya sudah dikirim ke Mendagri untuk diproses. “Saya memang ada dengar 3 nama yang disiapkan pak Gubernur tapi apakah sudah dikirim atau belum saya tidak tahu,” kata Kepala Biro Humas Setdaprov Riau. Siapa saja mereka? “He..he..he.. mana lah saya tahu, itu bukan. Tanya ke pak Gubernur saja,” Rizky menambahkan sembari melempar senyum khas nya di sebuah acara di Hotel Pangeran, Sabtu siang pekan lalu. Meski Rizky tidak mau menyebut nama, namun kabar 3 nama yang telah dikirim Gubernur ke Mendagri sudah menyebar luas. Mereka adalah Zaini Ismail, Ramli Walid dan Syamsurizal. Zaini yang sekarang menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKP) Provinsi Riau disebut-sebut calon kuat. Birokrat tulen yang menapak karir dari bawah ini dari sisi kualifikasi dan administra-

Viator Butarbutar

si serta kepangkatan telah memenuhi syarat. Demikian juga dengan Ramli Walid yang sudah cukup senior di birokrasi. Pria berkacamata yang masih memiliki garis keluarga dengan Gubernur ini telah banyak makan asam garam di pemerintahan. Karirnya terbilang cepat menanjak dan saat ini menjabat kepala Bappeda Riau. Namun sayang, Ramli yang belakangan ikut mencalonkan diri sebagai Bupati di Indragiri Hilir pernah beberapa kali dipanggil KPK sebagai saksi dalam kasus PON. Bagaimana dengan Syamsurizal? Inilah yang menjadi buah bibir diberbagai kalangan. Dari sisi pengalaman, Syamsurizal mungkin tidak diragukan lagi. Sayangnya, belakangan ini mantan Bupati Bengkalis itu sudah beberapa kali dipanggil Kejaksaan Tinggi dalam kasus dugaan korupsi PKS mini senilai Rp 10 Miliar. Meski masih dalam tahap penyelidikan namun banyak pihak meragukan jabatan Sekda jatuh ke tangan dia. “Kita berharap Mendagri mampu memilih figur yang tidak banyak masalah, apalagi terkait dengan kasus-kasus hukum,” ujar Syamsul Rakan Chaniago SH ketika dimintai tanggapannya terhadap ketiga calon Sekdaprov itu. Hakim Tipikor (ad hoc) tingkat Mahkamah Agung itu menilai ketiga calon sama-sama memenuhi syarat dari sisi eselonisasi. Hanya saja, semua terpulang kepada Mendagri. “Sekali lagi kita berharap pilihan Mendagri yang terbaiklah buat Riau, terbaik buat user yakni Gubernur sehingga jalannya pemerintahan bisa lancar dan tidak menghambat pelaksanaan program pembangunan yang sudah dirancang Gubernur kedepan terutama disisa masa jabatan Gubernur yang kurang setahun lagi,” kata Syamsur Rakan. Pengamat ekonomi DR Viator Butar-butar juga melontar pendapat yang sama. Kata dia ketiga calon memenuhi syarat kualifikasi. Persoalannya pada integritas mereka dan itu bisa dilihat dari track record masing-masing. “Karena jabatan Sekda sangat strategis seyogianya calon-calon yang punya rekam jejak bermasalah jangan diajukan karena bisa menganggu kinerja kedepan. Saya yakin Mendagri akan mempertimbangkan hal itu,” ulasiator.*

Syamsul Rakan Chaniago

 ybs

Simpai

Yanto Budiman

Antara Tupoksi dan Politisasi MASA tugas Sekretaris evaluasi pelaksanaan Daerah Provinsi Riau kebijakan pemerintahan berakhir pada Maret 2013 daerah; pembinaan mendatang. Sesuai administrasi dan aparatur ketentuan tiga bulan pemerintahan daerah; dan sebelum nya Gubernur pelaksanaan tugas lain sudah harus mengirim yang diberikan oleh maksimal tiga calon gubernur sesuai dengan kepada Mendagri untuk tugas dan fungsinya. diproses sesuai aturan Nah, “tugas lain” ini main yang berlaku. Dalam lah yang selama ini catatan Tabloid ini, Wan cenderung disalahgunakan Syamsir Yus yang sekarang masih atau di politisasi. Ini telah menjadi menjabat Sekdaprov sudah dua kali fenomena di hampir semua Pemerindiperpanjang masa jabatannya. tahan di daerah, termasuk di Riau. Selain memang dimungkinkan oleh Situasi dan kondisi seperti itu ketentuan yang ada, mantan Waliko- memunculkan kegamangan dan ta Dumai itu dinilai memiliki kompe- dilematis bagi kinerja Sekdaprov. Bak tensi dan cakap di bidangnya. buah simalakama, dilaksanakan Terbukti selama kurang lebih 5 perintah atasan resiko besar tidak tahun, Wan Syamsir telah menundilaksanakan dianggap tidak loyal. jukkan kinerja serta perannya Itulah sebabnya Pemerintah sebagai man ajer handal di birokrasi dalam hal ini Kementerian Dalam daerah yang diimplementasikan Negeri ingin meninjau dan mendalam tupoksi (tugas pokok dan dudukkan kembali tugas-tugas fungsi). seorang Namun Gubernur Dalam beberapa hal, dalam beberasebagai kepala seorang Sekdaprov dalam pa hal, seorang daerah dan kesehariannya seringkali berSekdaprov pemerintahan dalam kesehardan tugasjalan diluar koridor. Ini terjadi iannya tugas bukan atas kehendak sang seringkali Sekdaprov Sekda tapi lebih karena adanya berjalan diluar selaku top intervensi dari “user” yang koridor. Ini manajer di terjadi bukan Sekretariat sarat muatan politis. Dengan atas kehendak Daerah. “RUU kata lain dalam lingkaran tugas sang Sekda tapi nya telah kita seorang Sekdaprov sudah lebih karena ajukan ke DPR. terjadi fenomena politisasi. Ini adanya interKita harapkan vensi dari dengan sudah barang tentu bertentan“user ” yang keluarnya gan dengan aturan dan ketentusarat muatan Undangan yang berlaku. Parahnya, politis. Dengan undang baru tidak hanya berlaku pada Sekda kata lain dalam akan lahir lingkaran tugas seorang saja, namun secara umum seorang Sekdaprov gerbong kekuasaan lainnya Sekdaprov yang profeyang menjelma dalam Satker sudah terjadi sional,” kata (Dinas, Badan dan Biro) diajarfenomena Humas Deparpolitisasi. Ini temen Dalam kan ikut berpolitik. sudah barang Negeri. tentu bertenMudahtangan dengan aturan dan ketentuan mudahan dari tiga nama calon yang berlaku. Parahnya, tidak hanya Sekdaprov Riau (Zaini Ismail, Ramli berlaku pada Sekda saja, namun Walid dan Syamsurizal) yang telah secara umum gerbong kekuasaan dikirim Gubernur ke Mendagri untuk lainnya yang menjelma dalam Satker diproses, diangkat dan diberhentikan (Dinas, Badan dan Biro) diajarkan oleh Presiden, diperoleh satu figur ikut berpolitik. Sekdaprov yang merakyat dan Padahal dalam Peraturan Pemermampu serta profesional menjalanintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang kan tugas pokok dan fungsinya. pengaturan perangkat daerah sangat Melaksanakan tugas-tugas pemerinjelas bahwa Sekretariat Daerah tahan Provinsi dengan baik dan Provinsi (Setdaprov) merupakan sungguh-sungguh. Jangan ada lagi unsur pembantu pimpinan Pemerin- intervensi bernuansa politik dari tah Provinsi yang dipimpin oleh pengguna (user). Jangan pula dalam Sekretaris Daerah, berada di bawah memilih atau menunjuk Sekda dan bertanggung jawab kepada berdasarkan pertimbangan kedekaGubernur. Sekretariat Daerah tan, orang sekampung atau keluarga. Propinsi bertugas membantu Guber- Riau hari ini telah berkembang pesat nur dalam melaksanakan tugas dan harus diimbangi dengan Sumber penyelenggaraan pemerintahan, Daya Manusia (SDM) yang profesionadministrasi, organisasi dan tata al mumpuni. laksana Itulah harapan masyarakat Riau, Sekretariat daerah memiliki tugas yang belum tentu seratus persen bisa dan kewajiban membantu gubernur terwujud. Bisa saja dalam proses dalam menyusun kebijakan dan pergantian Sekdaprov muncul mengoordinasikan dinas daerah dan skenario-skenario baru, misalnya lembaga teknis daerah. Dalam ketiga calon yang telah dikirim melaksanan penyusunan kebijakan Gubernur ditolak oleh Mendagri pemerintahan daerah, Sekretaris dengan alasan serta pertimbanganDaerah mengordinasikan pelaksanpertimbangan tertentu. Kalau ini aan tugas dinas daerah dan lembaga terjadi tentu harus dipersiapkan figur teknis daerah; pemantauan dan (calon) lain sebagai pengganti. ***

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012


12

Loyal Kepada Pimpinan NAMA Zaini Ismail mencuat kepermukaan sebagai kandidat kuat untuk menggantikan posisi Wan Syamsir Yus sebagai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau. Pasalnya, dari tiga nama yang direkomendasikan Gubernur ke Mendagri, pria kelahiran Kuala Gaung (Inhil), 21 Januari 1960 ini merupakan yang senior. Karir Zaini sebagai PNS dimulai dari bawah. Dimana ia

menjadi staf di kantor Camat Rumbai pada tahun 1981. Bahkan ia pernah menadi pegawai keluarahan Jadirejo, Kecamatan Sukajadi. Karirnya terus merangkak naik dengan beberapa kali menjadi camat di Kabupaten Inhu dan Kampar. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Dispenda Kabupaten Pelalawan, Kepala Badan Kesbangpolinmas Kabupaten Pelalawan, Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Riau, Kepala Biro Kesra Provinsi Riau, Wakadis Kesehatan Prov Riau, Kepala BKD Provinsi Riau (2009-2010), Kadissos Prov Riau dan kembali menjabat Kepala BKD Provinsi Riau (2012-

Zaini Ismail

sekarang). Pria berperawakan sedang ini memang tak banyak cakap. Bahkan ia terkesan low profil. Meski namanya disebut yang paling berpeluang untuk menduduki kursi Sekdaprov Riau, namun ia enggan untuk berkomentar banyak. Kendati begitu, kalau dirinya nanti yang ditunjuk menjadi Sekda, dirinya siap untuk mengemban amanah tersebut. Yang paling penting menurutnya, bagaimana dua lembaga negara (eksekutif dan legislatif) bisa seiring sejalan dalam menjalankan roda pemerintahan. “Saya kira komunikasi dan koordi-

nasi menjadi kunci semuanya. Kalaupun nanti saya yang dipilih menjadi Sekda, maka sudah menjadi tugas kita untuk membangun komunikasi itu. Kita harus bisa menjadi talang antara legislatif dengan eksekutif. Yang jelas, mari sama-sama kita melaksanakan tugas negara ini dalam rangka meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan rakyat,� ucap Zaini yang sudah mengantongi penghargaan Satya Lencana Karya ini. Tiga puluh dua tahun mengabdi untuk negara ini, sepertinya sudah sangat pantas baginya menduduki kursi tertinggi di jajaran PNS tersebut.*

 sir

Calon Bupati yang Ikut Mengadu Nasib

KEPALA Bappeda Provinsi Riau Ramli Walid disebut-sebut salah satu calon Sekdaprov Riau. Ini diperkuat setelah namanya masuk dalam tiga orang calon Sekdapov yang dikirim Gubernur Riau Rusli Zainal ke Kemendagri baru-baru ini. Sebelumnya, kiprah Ramli Walid dipemerintahan Provinsi Riau sebenarnya tak banyak diketahui orang. Ramli yang berasal dari Indragiri Hilir ini lebih banyak merintis karir birokrasinya di Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir. Namun setelah Rusli Zainal (RZ) kembali menjabat gubernur untuk periode kedua, Ramli ditarik RZ ke provinsi. Sebelum menjadi Kepala Bappeda, Ramli pernah menjadi asisten Pemprov Riau dan kepala Badan Kepe-

gawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau. Sewaktu mutasi terakhir kali di tahun 2012, Ramli ditempatkan di Bappeda menggantikan posisi Emrizal Pakis. Dari segi golongan dan pangkat, Ramli sudah layak menjabat orang nomor satu di karir PNS. Dia bereselon II a dan berpangkat IV d. Ditinjau dari segi gaya, ia kalem, birokrat tulen. Salah satu tugas utama seorang sekda yaitu bersifat kebijakan, terutama berkaitan dengan keuangan. Dan sebagai Kepala Bappeda, Ramli dinilai sudah memenuhi persyaratan tersebut. Nama Ramli di bulan Oktober memang lagi santer-santernya disebut masuk bursa sekda. Kabarnya dibulan tersebut, gubri juga sudah mengusulkan dirinya ke Mendagri bersama

Syamsurizal dan Emrizal Pakis. Namun, dibulan itu, penggantian sekda tidak jadi. Entah apa sebabnya. Ramli saat ini juga digadanggadang meramaikan bursa pencalonan bupati Inhil. Pria berkacamata ini sudah ikut penjaringan di PKB. Sejumlah baliho dirinya sudah terpampang di seantero kabupaten berjuluk negeri seribu parit tersebut. Lalu bagaimana sikap Ramli yang dirinya juga masuk bursa Sekda? Itulah masalahnya. Ramli dalam posisi dilematis. Maju jadi Sekda belum tentu jadi. Sementara di Inhil dia sudah berambisi jadi Bupati dan dia juga harus mengundurkan diri sebelum bertarung di Inhil. Tapi, jika Ramli tidak terpilih menjadi sekda maka langkahnya menuju Inhil satu tetap jalan. Tapi bila sebaliknya, tentu kursi yang bakal ditinggalkan Indra Mukhlis Adnan itu menjadi milik rivalrivalnya. Menurut Ramli beberapa waktu

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012

lalu ke AZAM, yang paling utama adalah keinginannya memajukan Kabupaten Inhil kearah yang lebih baik. Ramli berharap pendidikan dapat lebih maju lagi, begitu juga dengan perekonomian masyarakat dan infrstruktur yang memang sangat dibutuhkan Inhil. Soal siapa yang nantinya bakal terpilih sebagai sekda, Ramli tampaknya menyerahkan sepenuhnya kepada gubri. Mana yang terbaik maka dialah yang terpilih.*

 bis

Ramli Walid


13

Muda dan Merakyat SOSOK yang satu ini sangat familiar dikalangan pejabat, politisi dan wartawan di Riau. H Zulkarnain Kadir SH MH, yang dilahirkan di Pekanbaru, 2 November 1962 ini disebut-sebut masuk dalam nama-nama yang direkomendasikan Rusli Zainal ke Mendagri untuk mengisi jabatan Sekdaprov Riau. Namun, pria berperawakan tinggi besar ini justru mengelak ketika ditanya soal namanya yang disebutsebut masuk dalam daftar orang yang akan mengikuti fit and profer test untuk jabatan eselon I tersebut. Bahkan, dengan gayanya yang khas (bercanda), pria yang akrab disapa ZK ini justru menyebutkan kalau dirinya tidak masuk dalam daftar nama yang dikirim ke Jakarta. “Soal itu saya no comment lah. Yang jelas, saya siap mendukung siapa yang akan ditunjuk negara dan guber-

nur nantinya,” katanya beberapa waktu lalu sembari menyebutkan kalau dirinya tidak masuk dalam daftar nama yang direkomendasikan ke Mendagri. Dilihat dari sisi kepangkatan, sesungguhnya ZK sudah sangat memenuhi syarat. Saat ini dirinya sudah ada di level pangkat/golongan IV C. Pengalamannya di birokrasi juga sudah sangat teruji. Untuk jabatan eselon II B, ZK pernah menjabat sebagai Karo Umum, Karo Humas dan Wakadispora Provinsi Riau. Untuk jabatan eselon II A, ia juga pernah menjadi Kepala Badan Kesbangpolinmas Provinsi Riau dan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Riau. Meski namanya tak masuk dalam daftar, akan tetapi peluang untuk bisa menduduki kursi Sekdaprov Riau itu masih terbuka. Bisa

jadi tiga nama yang diusulkan tersebut gugur untuk kemudian diusulkan nama baru oleh gubernur. “Yang punya amanah itu gubernur, Kami ini hanya penerima amanah.

Zulkarnain Kadir

Kalau amanah itu diberikan, kita siap menjalankan sesuai dengan ketentuan dan aturan,” ucap alumni UII Jogya ini.*

 sir

Birokrat Tulen yang Beruntung

SELAMA 10 tahun menjabat bupati di Negeri Junjungan tersebut, gaya kepemimpinan Syamsurizal dikenal cukup religius dan dekat dengan masyarakat luas. Walaupun sosoknya dikenal cukup kontroversial, namun tegas dalam mengambil sikap serta keputusan yang terkait dengan arah pembangunan daerah. Walaupun demikian, beberapa kali ia membuat program yang kontroversial. Diantaranya, membangun istana megah sebagai rumah dinasnya. Pembangunan rumah dinas tersebut boleh dibilang kontras dengan kehidupan masyarakatnya. Meskipun Kabupaten Bengkalis termasuk pemilik APBD terbesar di Riau, namun kesenjangan hidup masyarakatnya termasuk tinggi. Termasuk soal pembangunan. APBD triliunan seperti tak mampu di-

gunakan Syamsurizal membuat program-program pro rakyat dan mempercantik daerahnya. Alhasil, Kecamatan Mandau dan Kepulauan Meranti “mengamuk” minta pemisahan diri. Mandau masih kandas, sedangkan Kepulauan Meranti disetujui untuk jadi kabupaten tersendiri. Setelah habis masa jabatannya, Syamsurizal ditarik ke Pemprov oleh Gubernur Riau Rusli Zainal. Dia diberi jabatan sebagai Kepala Inspektorat Wilayah Riau sampai sekarang. Kekisruhan pemilihan kepala daerah Pekanbaru ternyata membuat berkah bagi putra kelahiran Selatpanjang ini. Dikarenakan kesengkarutan Pilkada sedang disidangkan oleh Mahkamah Konsitusi dan untuk mengisi kekosongan jabatan walikota Pekanbaru, maka Gubernur Riau

Rusli Zainal menetapkan Syamsurizal sebagai Plh Walikota Pekanbaru. Setelah itu, Syam ditunjuk pula oleh RZ menjadi Ketua Harian PB PON. Ditangan Syam, roda kepanitaan PB PON berjalan dengan baik dan terstruktur. Dan selama perhelatan PON di Riau acaranya terselenggara dengan meriah dan sukses. Buah kesuksesan ini tak terlepas dari hasil kerja Syamsurizal. Menjelang pilgubri 2013,nama Syamsurizal juga disebut-sebut bakal maju. Dan Syam pun telah membuktikannya dengan mendeklarasikan dirinya ikut di Hotel Furaya Pekanbaru beberapa waktu lalu. Di acara itu, Syam menyebutkan bahwa dirinya layak untuk menjadi gubernur. Bahkan Syam mengatakan

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012

dirinya sudah mendapat restu dari Gubernur Rusli Zainal. Kini, ditengah masa tugasnya Sekdaprov Riau Wan Syamsir Yus habis di Maret tahun depan, rupanya Syam juga masuk bursa. Meskipun dirinya saat ini sedang dihadapkan dengan persoalan hukum dalam kasus dugaan korupsi pembangunan PKS mini senilai Rp 10 M, namanya tetap masuk dalam tiga calon yang diusulkan Gubernur ke Mendagri.*

 bis

Syamsurizal


14 KITA berharap calon sekda Provinsi Riau harus orang yang paham dengan tugas pokok serta fungsinya sebagai seorang pembantu kepala daerah dalam hal ini guburnur Riau.Sekda juga diharapkan dapat bersinergi dengan gubernur guna menjalankan segala programprogram yang sudah digariskan.Tidak hanya dapat bekerja sama dengan kepala daerah, seorang sekda juga harus mampu memenej serta menjadi motor bagi seluruh stake holder di pemerintahan.Sebab kalau ini tidak bisa diujudkan maka saya khawatir segala kibijakan ataupun keputusan yang sudah ditetapkan oleh seorang kepala daerah tidak akan bisa berjalan efektif jika sekdanya tidak mampu mengkoordinasikannya kepada seluruh pegawai yang ada di lingkungan pemerintah. Peran seorang sekda amatlah sangat staregis yakni sebagai seorang pembantu kepala daerah dan juga sebagai perwakilan dari seluruh pegawai yang ada dilingkungan pemerintahan. Diharapkan didalam menetapkan ataupun memilih seorang sekda hendaknya berdasarkan jenjang kepangkatan, kompetensi, serta integritas bukan berdasarkan faktor kedekatan.* Tennas Efendi Tokoh Masyarakat Riau

SAYA berharap Sekdaprov Riau mendatang diisi oleh orang yang tepat. Sebab jabatan sekda merupakan sebuah jabatan yang tertinggi di pemerintahan. Seorang sekda harus mampu bekerja sama dengan seluruh satker untuk menjalankan program-program pembangunan. Sekda harus mampu menjadi pengayom dan pemimpin bagi seluruh pegawai dilingkungan pemerintahan. Selain itu seorang sekda harus mampu menerjemahkan dan bekerjasama dengan seorang kepala daerah. Peran dan fungsi seorang sekda sangat vital dan sangat stretegis. Mudah-mudahan saja pengganti Wan Syamsir Yus merupakan orang yang betul-betul mampu mengkombinasikan antara tugas sebagai seorang Pembantu gubernur dan tugas sebagai seorang pegawai negeri sipil. Pilihlah orang yang tepat menduduki jabatan tersebut jangan lantaran faktor kedekatan semata yang diutamakan akan tetapi kualitas dan serta kedibilitas yang bersangkutan mutlak menjadi syarat utama selain dari jenjang kepangkatan.* Azaly Djohan Tokoh Masyarakat Riau

DIDALAM memilih atau menetapkan seorang Pegawai Negeri Sipil untuk menjadi sekretaris daerah tentu ada mekanisme serta aturanaturan yang sudah diatur didalam undang-undang pemerintahan negara kita. Persayaratan yang paling utama adalah jenjang kepangkatan seseorang. Pada prinsipnya jabatan sekda adalah jabatan yaang paling tinggi di instansi pemerintahan.Kalau golongan atau pangkat seseorang sudah mencukupi maka yang bersangkutan sah-sah saja dicalonkan untuk menjadi sekda, namun selain syarat kepangkatan atau golongan tadi tentunya masih ada beberapa syarat lain yang harus dimiliki oleh yang bersangkutan seperti faktor intelegensi, integritas, kualitas, agar yang bersangkutan didalam menjalankan tugas betul-betul mampu menjalin kominikasi dua arah yakni komunikasi dengan kepala daerah dan komunikasi dengan para pegawai diinstansi pemerintahan.Jadi intinya fungsi dan peran seorang sekda didalam roda pemerintahan amatlah sangat stretegis. Sekda jugalah yang akan mengkoordinasikan segala kebijakan gubernur dengan seluruh stake holder di pemerintahan.* A Kirjauhari Politisi

Disebut Calon Alternatif NAMA mantan Sekda Kampar yang kini menjabat sebagai Kadis Perkebunan Riau ini, sudah sejak lama digadang-gadang bakal menempati kursi Sekdaprov Riau. Itu lantaran kedekatannya dengan Gubernur Riau Rusli Zainal (RZ). Zulher MS memang sudah berteman sejak lama dengan RZ. Pertemanan itu, berlangsung ketika keduanya sama-sama menimba ilmu di Universitas Riau. Tamat dari UR, Zulher meniti karir di birokrasi, sedangkan RZ menjadi pengusaha dan politisi di Provinsi Riau. Ya, Zulher memang bukan kali ini saja disebut-sebut bakal ditempatkan sebagai Sekdaprov Riau. Pada tahun 2009 lalu, ketika Mambang Mit meninggalkan kursi Sekda karena maju di Pilgubri, nama Zulher berhembus kencang disebut-sebut sebagai penggantinya. Namun dewi fortuna belum berpihak ke Zulher. Sekdaprov Riau akhirnya berada di tangan PENUNJUKAN dan pengangkatan sekda adalah kewenangan kepala daerah melalui berbagai proses ataupun tahapan. Tiga bulan sebelum berakhir masa jabatan sekda yang lama maka gubernur harus mengajukan paling sedikit 3 nama ke DPRD untuk dilakukan fit an proper test, setelah menjalani seleksi fit and proper test maka dihasilkanlah satu nama yang akan dibawa ke mendagri untuk meminta pertimbagan dan persetujuan. Tentunya persyaratan yang saya sebutkan tadi sudah diatur dalam undang-undang tentang sistem pemerintahan. Namun selain syarat tadi masih ada yang harus dijadikan sebagai bahan pertimbangan, misalnya ia harus mempunyai integritas yang tinggi, kemampuan serta pangkat dan golongannya juga sudah cukup. Fungsi dan peran seorang sekda amatlah sangat menentukan bagi kelancaran jalannnya roda pemerintahan daerah. Sekda harus ditempati oleh orang yang mempunyai kemampuan untuk lebih mengoptimalkan kinerja para pegawai di lingkungan instansi pemerintah. Saya berharap sekda mendatang diisi atau ditempati oleh orang yang tepat sebab jika tidak maka dikhawatirkan akan sangat berdampak bagi kelancaran jalannya roda pemerintahan.* Nasrun Effendi Mantan Birokrat

mantan Walikota Dumai, Wan Syamsir Yus. Kini, Wan Syamsir Yus segera memasuki usia pensiun. Maka nama Zulher pun kembali disebut-sebut sebagai pengganti Wan Syamsir Yus. Lalu, apakah kali ini kursi Sekdaprov Riau akan diduduki adik kandung senator asal Riau Gafar Usman itu? Atau hanya sekedar meramaikan bursa. Semuanya tergantung Rusli Zainal. Jika ukurannya loyalitas, Zulher sudah tidak bisa diragukan lagi. Sejarah pun pernah mencatat. Rusli Zainal sempat menjadi atasan Zulher. Yaitu ketika Rusli Zainal ditunjuk Mendagri sebagai Plt Bupati Kampar menggantikan Jefry Noer yang dinonaktifkan sementara. Sedangkan Zulher adalah Sekdanya. Saat ini pun, Zulher dipercaya RZ sebagai salah seorang pimpinan SKPD, yaitu Kepala Dinas Perkebunan. Jabatan itu diberikan RZ kepada Zulher, segera setelah

CALON Sekdaprov Riau mendatang hendaknya orang yang sarat pengalaman di bidang pemerintahan, selain jenjang kepangkatan maka pengalaman serta pemahaman tentang sistem kerja pada pemerintahan juga mutlak dimiliki oleh seorang sekda. Selain itu ia juga harus bisa bekerja sama dengan kepala daerah dan ia harus mampu menjalin kooridinasi dengan baik kepada seluruh kepala dinas/badan yang ada di lingkungan pemerintahan termasuk ke legislatif. Diharapkan Sekda mampu menjadi motivasi bagi seluruh pegawai yang ada dilingkungan instansi pemerintah. Kalau ini sudah terujud maka saya yakin akan tercipta suasana kerja yang baik, terstruktur, dan transparan. Harapan saya, kiranya Gubernur selaku kepala daerah didalam menetukan dan memilih calon sekda berpegang pada aturan yang sudah ada. Mudah-mudahan saja sekda mendatang akan mampu menciptakan dan menjadi motivasi baru bagi para pegawai untuk bekerja dan memberikan pelayanan yang lebih baik agar tercipta pelayanan maksimal dan optimal.* Syafrudin Saan Politisi

Zulher kalah dalam pemilihan Bupati Kampar 2011 lalu. Zulher yang berpasangan dengan Burhanuddin harus mengakui keunggulan Jefry Noer-Ibrahim Ali. Untuk menyelamatkan karir Zulher di Kampar, Rusli Zainal meletakkan suami anggota DPRD Riau Rosvanilda itu di Dinas Perkebunan. Sebagai PNS, Zulher mengaku siap ditempatkan dimana saja. Demikian pula soal jabatan. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada atasannya, yaitu Rusli Zainal. Boleh dikata, Zulher adalah sosok pejabat yang loyal, selalu menjaga hubungan baik dan tak ingin mendahului atasannya. Lihatlah di Pemilukada Kampar 2011 lalu. Zulher lebih memilih menjadi calon wakil bupati mendampingi Burhanuddin Husin ketimbang maju sendiri menjadi bupati. Padahal masyarakat Kampar banyak menginginkannya maju sebagai bupati, bukan sebagai wakil.

 ziz

SAYA sangat setuju kalau Zulkarnain Kadir yang diusulkan gubernur menjadi Sekdaprov Riau. Bukan untuk memuji atau menyanjung, akan tetapi kinerjanya memang sudah terbukti. Selama beberapa bulan saja menjadi Sekwan di DPRD Riau, beliau mampu mengakomodir keinginan dewan. Ia mampu menjadi penghubung yang baik dengan eksekutif. Kalaulah kami di dewan diminta untuk memilih, maka kita akan dukung Zulkarnain Kadir. Apakah nama ZK masuk dalam daftar pejabat yang diusulkan ke Mendagri, saya tidak tau. Kita berharap nama beliau dimasukkan dalam rekomendasi gubernur tersebut. Tapi kalaupun tidak, kami tentu hanya bisa menerima. Harapan kita Sekda kedepan bisa lebih baik dari sekarang. Tentunya mampu menjadi penghubung dengan pemerintah daerah. Karena eksekutif dan legislatif itu bagian dari pemerintahan daerah. Saya yakin Mendagri akan memilih yang terbaik sesuai keinginan daerah untuk menjalankan roda birokrasi dan pemerintahan di Riau. Siapapun dia yang pasti jangan lantaran suka atau tidak suka tapi berdasarkan kuaalifikasi dan kompetensi di bidangnya* Riky Hariansyah Anggota DPRD Riau

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012


15

“Harus Mampu Menjadi ‘Talang’ yang Baik” Siapa yang diusulkan dan ditunjuk mengisi jabatan Sekda menjadi hak prerogatif Gubernur. DPRD tak lagi dilibatkan.

Syamsurizal MM (Kepala Inspektorat), dan Ramli Walid (Kepala Bappeda). Satu diantara mereka inilah nantinya yang akan menduduki kursi empuk Sekdaprov Riau. Terlepas dari siapa yang akan ditunjuk, Ketua DPRD Riau Drs H Johar Firdaus mengaku menerima siapa saja SIAPA yang akan nanti yang ditunjuk menjadi menggantikan Wan Sekdaprov Riau. Karena kata Johar, Syamsir Yus sebagai dalam aturan sekarang, dewan tak lagi Sekretaris Daerah dilibatkan dalam hal menentukan Provinsi (Sekdaprov) Sekda. Riau hingga kini belum “Aturan baru sekarang, kita tidak jelas. Tapi, dari informa- lagi dilibatkan. Beda dulu, dimana kita si yang diterima, tiga ikut dilibatkan. Sekarang semuanya nama sudah diusulkan ke Menteri menjadi kewenanDalam Negeri (Mendagri) untuk gan penuh gubermengikuti fit and profer test. nur,” ucap Johar Sebagaimana diatur dalam Keputukepada AZAM san Meteri Dalam Negeri Nomor 16 yang dihubungi, Tahun 2003, tentang tata cara konsulSabtu (15/12) tasi pengangkatan dan pemberhenpekan lalu. tian Sekretaris Daerah Provinsi, Disinggung soal Gubernur mengkonsultasikan siapa diantara tiga secara tertulis sekurang-kurangnya nama itu yang 3 calon Sekdaprov kepada Menteri layak untuk Dalam Negeri setelah mendapat ditempatkan menjapertimbangan Baperjakat di di Sekdaprov Riau, Provinsi. Johar enggan mengoMereka yang mentari. Ia mengaku dikabarkan sudah tidak dalam kapasidirekomendasikan tasnya untuk gubernur Riau menilai kecakaHM Rusli pan seseorang. Zainal tersebut “Soal siapa diantaranya, yang terbaik H Zaini Ismail diantara Johar Firdaus (Kepala BKD), nama-nama Drs H yang diusul-

kan tersebut, saya tidak bisa mengomentarinya. Tentu gubernur dalam hal ini punya pertimbangan-pertimbangan sendiri mengusulkan mereka. Siapa yang pas diantara tiga orang itu, gubernurlah yang tahu. Yang jelas tidak mungkin tiga nama ini yang akan jadi Sekda,” katanya. Diakui Johar kalau peran Sekda sangat urgen dengan kerja-kerja dewan. Karena lembaga legislatif dan eksekutif merupakan penyelenggara pemerintah. Tersebab itu, dirinya berharap Sekda kedepan bisa menjadi talang (penghubung) antara legislatif dengan eksekutif. Setidaknya, ada tihal yang menjadi harapan Johar terhadap Sekdaprov kedepan. Pertama harus mampu membangun hubungan yang lebih fungsional (harmonis) antara Pemprov dengan DPRD. Kedua, cepat melakukan komunikasi dan koordinasi dengan

dewan kalau ada masalah-masalah yang muncul dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. “Ketiga, yang tak kalah pentingnya, Sekdaprov harus selalu siap diminta oleh dewan kapan saja untuk membicarajkan sesuatu hal yang timbul untuk dibicarakan bersama. Artinya, Sekda dengan dewan itu harus bisa bersinergi. Siapa nanti yang akan dipilih menjadi Sekda, itu tidak Soal. Yang penting mereka ini bisa memenuhi harapan yang kita sampaikan tadi,” pungkas Johar. Belum jelas memang siapa nanti yang akan menduduki kursi Sekdaprov Riau yang akan ditinggal Wan Syamsir Yus pada Maret 2013 mendatang. Yang jelas kalangan dewan berharap mereka yang diplot mampu menjadi penghubung yang baik antara kepentingan legislatif dengan eksekutif.*

 sir

Akan Dipengaruhi Sikon Politik dan Hukum Siapa Sekdaprov yang diinginkan Gubri akan dipengaruhi situasi politik dan hukum.

MARET tahun depan Wan Syamsir Yus akan mengakhiri tugasnya sebagai abdi negara, dan harus rela melepaskan jabatan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau. Jabatan itu, merupakan sebuah jabatan sangat bergengsi dan karir tertinggi bagi pegawai negeri sipil (PNS) dilingkungan Pemprov Riau. Dikarenakan menjadi jabatan yang diincar seluruh PNS di Riau, maka kabar Sekdaprov Riau, Wan Syamsir Yus pensiun menjadi menarik dan jadi pusat perbincangan. Tak hanya dikalangan wartawan, tapi juga diantara pejabat dan para PNS. Lantaran itulah, nama-nama pejabat yang akan menggantikan posisi yang ditinggalkan Wan Syamsir Yus itu, begitu cepat muncul kepermukaan. Jumlahnya lumayan banyak. Ini disebabkan karena banyak pejabat yang “dikarbit” untuk menduduki jabatan eselon II, sehingga agak sulit menilai mana pejabat senior yang punya pengalaman dan kinerja yang mumpuni. Dan sesuai aturan, tiga bulan jelang pensiunnya Wan Syamsir Yus, Gubernur Riau (Gubri) harus sudah men-

gusulkan tiga nama ke Mendagri. Dengan aturan yang ada sekarang, prosesnya sedikit mudah, karena tidak lagi melalui persetujuan DPRD Riau. Dari sekian banyak nama itu, terendus kabar, tiga nama yang diusulkan Gubri ke Mendagri adalah Syamsurizal, Zaini Ismail dan Ramli Walid. Tapi pihak lainnya juga menyebutkan, dua pejabat lainnya, Zulkarnain Kadir dan Zulher, juga masuk bursa calon kuat Sekdaprov Riau. Selain lima diatas, beberapa nama lainnya juga disebut-sebut. Sebut misalnya Joni Irwan dan Emrizal Pakis. Lantas siapa Sekdaprov pilihan RZ? Rute mana dan faktor apa yang mempengaruhi RZ dalam menjatuhkan pilihan pengganti Wan Syamsir Yus? Kiranya pertanyaan diatas layak dicari jawabannya. Dosen Fisipol UR, Drs Ishak, MSi, juga tak bisa merekareka siapa Sekdaprov pengganti Wan Syamsir Yus. Karena itu hak prerogatif gubernur dan tidak lagi melalui persetujuan dewan. Sehingga sulit untuk ditebak. Tapi, Ishak melihat dalam menetapkan Sekdaprov, RZ akan memilih rute yang resikonya paling rendah, dan melihat rekam jejak R-1, memilih karena “orang sekampung” atau primodial tidak begitu dominan, terutama untuk jabatan Sekdaprov. “Saya lihat untuk Sekdaprov “orang sekampung” tidak dominan. Buktinya, dua periode jadi gubernur, dua orang Sekdaprov Mambang Mit berasal dari Indragiri Hulu dan Wan Syamsir Yus dari Rokan Hilir,” kata Ishak kepada AZAM, pekan silam.

Soal rute yang resikonya paling rendah, kata Ishak, RZ tidak akan memilih pejabat yang resistensi tinggi karena track record selama menjalankan tugas. Dan lebih cenderung memilih pejabat yang dinilai mampu membenahi aparatur yang ada di provinsi ini. “Saya kira rute ini yang akan dilalui pak gubernur,” ujarnya. Misalnya, kata Ishak, jika memilih Syamsurizal, karena proses hukumnya telah muncul kepermukaan, tentu resikonya lebih tinggi. Tapi sebaliknya pak gubernur juga akan melihat pejabat lain, apakah kapabelitasnya mampu menunjang pemerintahan, sementara Syamsurizal sudah teruji dua periode menjadi bupati. “Saya kira ini juga jadi pertimbangan,” sebut Ishak. Dan jalan itu juga berlaku dengan pejabat lainnya. Seperti Zaini Ismail yang kini menjabat Kepada BKD Riau dan Kepala Bappeda Riau, Ramli Walid. Tapi sedikit berbedanya dengan Ramli walid, Ishak melihat pak gubernur bisa pasang “coki dua nukang”. Maksudnya, jelas Ishak, Ramli walid tetap diizinkan bertarung di Pilkada Inhil, kalau kalah maka tetap bisa menjabat Sekdaprov, tapi kalau menang maka sudah disiapkan pejabat lain untuk menggantikan posisi tersebut. Ishak berpandangan, bagi

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012

masyarakat awam siapa pun Sekdaprov Riau tak membawa pengaruh besar. Karena itulah kalau ditanyakan siapa yang diinginkan masyarakat untuk menjadi Sekdaprov Riau, hampir pasti masyarakat menyerahkan sepenuhkan kepada gubernur. Dari pandangan itulah, Ishak memprediksi siapa Sekdaprov yang diinginkan gubernur akan sangat dipengaruhi oleh situasi politik dan hukum. Politik terkait dengan Pilgubri, dan hukum terkait dengan beberapa kasus hukum yang kini jadi perbincangan di masyarakat.*

 dri

Ishak


16

Jembatan Teluk Masjid Berdampak Ganda D

IRESMIKANNYA Jembatan Sultan Abdul Djalil Rachman Syah atau Jembatan Teluk masjid di Kecamatan Sungai Apit dan Kecamatan Sabaauh, Kabupaten Siak diharapkan dapat berdampak ganda (multiplayer effect) bagi ekonomi masyarakat, serta dapat membantu permasalahan kemiskinan. Harapan itu diungkapkan Bupati Siak Syamsuar saat acara peresmian pemakaian jembatan. Jembatan Teluk

Masjid itu sendiri diresmikan Gubernur Riau M Rusli Zainal. Menurut Syamsuar, infrastruktur juga merupakan salah satu motor pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui kebijakan dan komitmen pembangunan infrastruktur yang tepat, akan dapat membantu mengurangi masalah kemiskinan, mengatasi persoalan kesenjangan antar kawasan maupun antar wilayah. “Secara tidak langsung

pembangunan infrastruktur mempunyai manfaat untuk peningkatan taraf hidup masyarakat, karena semenjak tahap konstruksi telah dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekaligus menggerakkan sektor riil, serta membangkitkan ekonomi masyarakat,” terangnya. Bupati Syamsuar menuturkan, ketersediaan infrastruktur merupakan salah satu faktor penentu daya saing bagi setiap daerah.

Semakin banyak ketersediaan infrastruktur yang berkualitas maka semakin tinggi pula nilai daya saing suatu daerah. Sehingga semakin besar pula peluang untuk menarik investasi ke daerah tersebut. Selain itu, imbuhnya, semenjak berdiri menjadi kabupaten baru pada tahun 1999, Kabupaten Siak yang wilayah administrasinya merupakan bekas Kerajaan Siak tersebut sangat membutuhkan infrastruktur jalan

dan jembatan, mengingat saat itu infrastrukturnya masih tertinggal dari kabupaten lainnya. Kendala akibat minimnya infrastruktur tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi masyarakat kurang berkembang. Rentang kendali waktu akibat minimnya infrastruktur jalan dan jembatan, sangat mempengaruhi mobilitas masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonominya.

 rtc

BAZ Siak Serahkan Zakat Konsumtif dan Produktif Bupati Imbau Aktifkan Gotong-royong

B

W

AKIL Bupati Alfedri selaku Ketua BAZ Siak, menyalurkan zakat konsumtif dan produktif kepada warga di Kecamatan Siak. Bentuknya uang tunai dan sapi untuk diternakkan. Ketua Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Siak Alfedri yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati (Wabup) Siak, Rabu silam menyalurkan zakat produktif dan konsumtif di Kecamatan Siak. Penyerahan Zakat konsumtif kepada 10 orang mustahik sebesar 750 ribu rupiah per orang dan Zakat produktif berupa 10 ekor Sapi perkelompok yang merupakan binaan BAZ Siak, acara berlangsung di Masjid Nurul Iman desa Merempan Hulu. Selain itu di Musholla Ar Rahman Kelurahan Kampung Dalam kecamatan Siak, sebanyak 12 ekor sapi yang terdiri dari 2 kelompok, dan zakat konsumtif sebanyak 40

orang sebesar Rp. 750 ribu per orang. Dalam sambutannya Ketua BAZ Siak Alfedri mengatakan, untuk wilayah Kecamatan Siak dana yang akan disalurkan berjumlah Rp. 152 Juta. Sementara itu BAZ Kabupaten Siak pada tahun 2013 mendatang akan membagikan dana sebesar Rp. 200 ribu per orang untuk setiap bulan kepada para fakir miskin dan kaum dhuafa. Selain itu juga untuk membantu pada guru-guru ngaji, mualaf dan memberikan bantuan berupa pinjaman lunak tanpa anggunan serta bunga yang cukup kecil guna menghindari dari rentenir dan riba. “Penyaluran zakat produktif ini, diharapkan dapat mendorong masyarakat Siak untuk mandiri dan mengurangi ketergantungan dengan orang lain. Hal itu tentunya dapat mengurangi jumlah keluarga miskin,”

terang Alfedri. Selain itu Alfedri juga menambahkan bahwa, dana zakat sebaiknya dipakai dalam kegiatan produktif, bukan konsumtif. Karena zakat produktif akan menghasilkan manfaat jangka panjang yang lebih baik bagi kaum dhuafa, dibanding pemenuhan kebutuhan sesaat. Sementara untuk bantuan dana pinjaman akan diambil dari dana Amil, karena para pengurus amil atau zakat tidak mengambil sedikitpun untuk dana operasional karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak telah memberikan bantuan ke BAZ. “Kami telah sepakat bahwa hak dana para pengurus zakat atau amil tidak kami ambil sepersen pun untuk dana operasional kami, Pemkab Siak telah memberikan bantuan kepada BAZ Kabupaten Siak,” tegas Alfedri juga menjabat Wabup Siak.

UPATI Siak Drs H Syamsuar Msi mengatakan musim hujan yang cukup tinggi ditambah lagi dengan pasang keling mengakibatkan penambahan debit air sehingga kerapkali mendatangkan banjir. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan aktif melakukan gotong-royong di selokan, parit dan drainase. Dijelaskan Syamsuar, untuk menjaga agar kondisi saat ini curah hujan meningkat akan memudahkan daerah daerah yang rawa akan mudah untuk digenangi oleh air. Dan supaya air tidak tergenang guna untuk mengantisipasi masyarakat juga diminta untuk dapat bergotong-royong. Terutama yang berada di sekitar perumahan, jika tidak bisa dilaksanakan oleh masyarakat terutama bagi aliran-aliran air yang besar maka bisa dibantu oleh pemerintah melalui alat

berat. Akan tetapi, kata Bupati, supaya tidak terjadi banjir langkah yang harus disiapkan adalah dengan melakukan pembersiahan selokan yang ada disekitar. Selain itu juga, bagi masyarakat yang bertempat tinggal didaerah dataran rendah untuk tetap menjaga kodisi lingkungan terutama anakanaknya supaya tetap dijaga agar terhindar dari bahawa banjir. “Sebab saat ini ada beberapa daerah yang daerahnya dataran rendah telah terendam banjir, dan pihak PU Pemkab Siak juga telah melakukan adanya pembersihan parit terutama di Desa Buantan Besar Kecamatan Siak dan Kecamatan Mempura. Tujuannya jelas untuk membantu masyarakat yang terkena banjir akibat genangan air yang tinggi,” tukas Bupati.

 dpc

 rtc

Dewan Minta Segera Bangun Akses Lingkar Naga

D

USUN Lingkar Naga, Desa Buatan II sampai saat ini belum memiliki akses jalan. Untuk itu, wakil rakyat meminta Pemkab Siak membangunnya. Kabupaten Siak memasuki usianya yang ke 13 tahun pada 12 Oktober lalu, pembangunan infrastruktur jalan dinilai kalangan wakil rakyat masih belum merata ke-

seluruh Kabupaten berjuluk Negeri Istana ini, terbukti masih banyak Dusun bahkan Desa yang belum memiliki akses jalan utama sehingga menghambat tumbuh kembangnya perekonomian masyarakat. Hal ini disampaikan anggota komisi II DPRD Siak Robi Cahyadi kepada wartawan, Rabu silam Siak. Salah satunya Dusun

Lingkar Naga Desa Buatan II yang hingga kini masih terisolasi karena tidak memiliki akses jalan menuju desa tetangga, padahal dusun tersebut dihuni 70 kepala keluarga (KK) yang bermata pencaharian sebagai petani sawit dan getah yang sangat membutuhkan akses jalan layak untuk memasarkan hasil pertaniannya. “Kita berharap Pemkab

membangun jalan di Dusun Lingkar Naga, Desa Buatan II, Kecamatan Kotogasib, karena rata-rata penduduk disana bertani dan berladang. Untuk itu apabila ada jalan yang di aspal akan memudahkan masyarakat menjual hasil panennya “ terang Robi. Saat ini program Pemkab hanya penerangan yang sudah terealisasi sebagian

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012 CMYK

yakni 30 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). “Di Dusun itu baru masuk untuk penerangan dengan sistem PLTS, dan hal itu cukup membantu masyarakat disana yang selama ini hanya menggunakan lanpu togok atau mesin gensed,” ungkap anggota DPRD Siak dapil setempat ini.

 rtc


Takah

17

Inhu Bertekad Peratahankan Juara Umum MTQ Riau di Bengkalis

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012 CMYK


18

RAPP Dituding tak Peduli Korban Banjir M

ENDEKATI dua bulan korban banjir di Kabupaten Pelalawan, khususnya Kecamatan Langgam yang menjadi daerah terparah bencana air besar belum juga tau kapan musibah akan berakhir, debit air yang tak kunjung menyurut menghambat aktifitas warga dan tentunya berdampak pada melemah ekonomi masyarakat korban banjir. Bantuan dari berbagai pihak yang diharapkan dapat meringankan derita para korban banjir sudah mulai berdatangan, diantaranya datang dari Pemda Pelalawan, baru baru ini pihak perusahaan juga mulai mengulurkan tangannya mengatasi kekurangan logistik akibat bencana yang berkepanjangan. Hal ini diungkapkan oleh

Camat Langgam Faisal S.STP kepada Azam, Kamis (13/12) kemarin mengatakan bahwa selain Pemda Pelalawan yang membantu korban banjir di Langgam, bantuan juga datang dari PT Kalila. “PT Kalila baru baru ini memberi bantuan sebanyak 280 paket kepada korban banjir di Langgam, masyarakat sangat terbantu dengan adanya kepedulian perusahaan,” katanya. Selain itu, Faisal memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pt Bumi Siak Pusako (BSP) yang telah menyalurkan bantuan ke masyarakat Langgam yang menjadi korban banjir, padahal menurutnya PT BSP tidak memiliki wilayah operasi di Langgam namun bantuan dari mereka melewati kepedulian

dari perusahaan yang beroperasi di wilayah itu. “Kita memberi apresiasi kepada BSP, mereka yang tidak beroperasi di Langgam saja malah cepat memberikan bantuan wujud dari kepedulian mereka,” ujarnya. Dan dalam waktu dekat ini, lanjut faisal pihak perusahaan Arara Abadi akan memberikan bantuan ke korban banjir di Langgam. “Pihak Arara Abadi sudah mengontek kita, Senin depan mereka akan memberikan bantuan kepada korban banjir di Langgam,” lanjutnya. Mengalirnya dukungan moril dan bantuan berupa paket logistik kepada korban banjir tentunya menjadi semangat bagi korban banjir yang dari hari ke hari harus berhadapan dengan genangan

Didemo LSM, Kejari Komit Berantas Korupsi

Ketua LSM Peduli Negeri menyerahkan tuntutan dan aspirasinya kepada Kepala Kejaksaan Negeri Pangkalan Kerinci

K

EJAKSAAN Negeri Pangkalan Kerinci diminta menunjukkan komitmen pro pemberantasan korupsi dengan menyelesaikan berbagai persoalan korupsi yang ada di Kabupaten Pelalawan. Pasalnya, saat ini banyak permasalahan di Kabupaten Pelalawan yang menyangkut tindak pidana korupsi namun belum diselesaikan secara tuntas. Pernyataan ini terungkap saat sejumlah massa yang mengatasnamakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Negeri yang melakukan aksi demo di Kantor Kejari Pangkalan Kerinci dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi yang jatuh pada tanggal 9 Desember lalu, Kamis (13/12). Kedatangan massa LSM Peduli Negeri di halaman Kejari Pangkalan Kerinci langsung disambut oleh Kepala Kejari Pangkalan Kerinci Edi Gusmar SH MH, Kasie Intel Kejari Pangkalan Kerinci Denny AP, Kasie Pidsus Robi Regar, Kasat Intel AKP Prihatin, Kasat Narkoba AKP Edi Yusman, serta jajaran perwira lainnya. Dalam orasinya, T Efriansyah Putra S.Sos mengatakan bahwa LSM Peduli Negeri adalah sebuah lembaga sosial kontrol dalam hal penegakan korupsi, khususnya yang terjadi di Kabupaten Pelalawan. Dan lembaga ini sebagai salah satu wadah penjalin

hubungan komunikiasi timbal balik antara masyarakat, organisasi dan pemerintah. “Tak hanya itu, kami juga berperan aktif membantu dan mendukung program pemerintah eksekutif, legislatif dan yudikatif, sesuai dengan fungsi dan bersifat konstruktif,” tandasnya. Dilanjutkannya, dalam momentum peringatan Hari Anti Korupsi yang jatuh tanggal 9 Desember lalu, pihaknya menginginkan agar Kejari Pangkalan Kerinci dapat lebih pro aktif dalam menangani kasus-kasus korupsi yang terjadi di daerah ini seperti kasus Islamic Center, kasus lahan Bhakti Praja dan berbagai kasus lainnya. “Saat ini, masih banyak persoalan-persoalan korupsi yang terjadi di Kabupaten Pelalawan belumditangani secara maksimal oleh Kejari Pangkalan Kerinci. Karena itu, kami mengharapkan agar Kejati Riau, Kapolda Riau, Kejari Pangkalan Kerinci dan Polres Pelalawan dapat menuntaskan kasus-kasus korupsi yang terjadi di daerah ini,” ungkapnya. LSM Peduli Negeri juga mengharapkan agar para aparat penegak hukum khususnya Kejari Pangkalan Kerinci dan Polres Pelalawan jangan pandang bulu dalam menuntaskan kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Pelalawan. “Penuntasan kasus korupsi yang terjadi di

daerah ini jangan tebang pilih, siapapun yang terlibat meski pejabat, pihak Kejari harus mampu menegakkan hukum seadil-adilnya,” tandas Putra. Menanggapi tuntutan para pendemo itu, Kepala Kejari Pangkalankerinci, Edi Gusmar SH MH mengatakan bahwa pihaknya selama ini terus berkomitmen dengan penuntasan kasus-kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Pelalawan. “Untuk kasus Islamic Center, misalnya, saat ini pihaknya tengah menunggu penyampaian tahap kedua kasus Islamic Center yang disidik oleh Kejati Riau. Tak lama lagi, hal itu akan disampaikan ke Kejari Pangkalan Kerinci,” ujar Edi Gusmar seraya mengatakan bahwa pihaknya tepat di Hari Anti Korupsi juga mengadakan berbagai kegiatan dan upacara. Selain itu, kata Edi Gusmar, pihaknya tengah menyidangkan perkara korupsi yang terjadi Di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Pelalawan yang menjerat mantan KPUD Pelalawan, Said Ihsan. Dan bila tak ada aral melintang, putusannya akan dilaksanakan minggu depan. “Dan saat ini, kami juga tengah melakukan penyidikan diantaranya kasus lapangan sepakbola mini. Untuk kasus itu, kita tengah menunggu penghitungan kerugian negaranya,” katanya. Sementara untuk kasus lahan Bhakti Praja yang ditangani oleh Kepolisian Daerah Riau, pihaknya kini telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polda Riau dan Kejati serta P16 dalam hal penegasan berkas perkaranya. “Sedangkan untuk kasus Puskesmas Bunut, kini dalam upaya hukum kasasi dimana terdakwanya telah ditetapkan yakni M Yanis dan mantan Kadiskes Pelalawan, Bakhtiar Ismail,” tegasnya. *

 nol

air, namun sangat disayangkan Faisal, perusahaan kertas terbesar di Asia Tenggara PT RAPP belum juga menampakkan kepeduliannya, padahal perusahaan milik Sukanto Tanoto itu memiliki areal perkebunan Akasia yang sangat besar di Langgam, namun berlarutnya penderitaan tetangga kebun mereka belum menggugah rasa kepedulian para petinggi RAPP. “Saya sangat kecewa kepada RAPP, sampai saat ini belum juga memberikan bantuan kepada korban banjir di Langgam, padahal mereka punya kebun Akasia di sana, Alhamdulillah sejauh ini belum terdengar niat itu,” ujar Faisal dengan nada menyindir. Ketika Hal ini akan dikonfirmasi ke Direktur RAPP, Kamis

(13/12) via seluler, Cuma nada dering yang terdengar, dan ketika konfirmasi dilayangkan lewat pesan pendek, Mulya Nauli kemudian membalas bahwa RAPP ada memberi bantuan. “Ada pak,” jawab Mulya singkat. Kemudian konfirmasi dilanjutkan ke Humas RAPP Salomo Sihotang via seluler mengatakan bahwa RAPP sudah ada rencana untuk memberikan bantuan kepada korban banjir namun barang yang akan dijadikan paket bantuan itu belum sampai di kantor RAPP. “Ada niat kita untuk memberi bantuan, namun barang itu masih di dalam perjalanan, hari ini kami mau turun untuk menghitung jumlah korban banjir di Kabupaten Pelalawan,” singkat Salomo.*

 nol

Tingkatkan Kompetensi, Tagana Gelar Pelatihan

D

ENGAN tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta keahlian Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang bertugas di setiap kecamatan di Kabupaten Pelalawan, maka diadakan pelatihan selama tiga hari bagi anggota Tagana Kabupaten Pelalawan untuk meningkatkan kompentensi dan profesionalitas bagi setiap anggota dalam mengemban serta menjalankan perannya ditengahtengah masyarakat. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahin, Selasa (11/ 12) mengatakan dirinya menyambut baik pelaksanaan pelatihan bagi Tagana di Kabupaten Pelalawan. “Dengan demikian, Tagana diharapkan dapat menjadi pioner bagi penanggulangan bencana yang sangat dibutuhkan untuk melakukan penyelamatan, jika sewaktuwaktu terjadi bancana,” terang Wabup. Diungkapkan Marwan, menurut undang-undang No 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana bahwa bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan menggangu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam, non alam maupun faktor manusia sehingga menyebabkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis. “Untuk itu, semestinya kita senantiasa meningkatkan kewaspadaan akan terjadinya bencana dengan segala dampaknya. Karena bencana tidak akan pernah diketahui kapan mulai dan berakhirnya,” bebernya. Dijelaskannya, saat ini fakta telah menunjukkan bahwa Indonesia pada umumnya rawan bencana. Walaupun hingga saat ini di

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012

provinsi Riau khususnya kabupaten Pelalawan belum terjadi bencana yang berdampak besar. Namun demikian, seluruh komponen tidak boleh lengah dan selalu waspada serta siap sedia atas kemungkinan terburuk yang mungkin akan terjadi. “Disinilah arti pentingnya peran yang dilakukan oleh anggota Tagana sebagai suatu kekuatan yang ada dalam masyarakat dari unsur yang ada dalam generasi muda dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat untuk mengahadapi bencana yang akan terjadi. Dan dengan pelatihan ini, diharapkan akan semakin memberikan pemahaman bagi setiap anggota Tagana untuk dapat sigap mengatasi masalah secara terampil, terlatih, cerdas dan tanggap serta siap pakai saat dibutuhkan,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan Tagana Drs Fakhrizal MSi menyebutkan bahwa pelaksanaan pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan semangat kesetiakawanan sosial antara pemuda dan anggota masyarakat lainnya dalam membantu bila terjadi bencana alam. “Dan juga terselenggaranya kesamaan persepsi dalam memberikan bantuan penyelamatan kemanusiaan dikabupaten Pelalawan ini,” tegasnya. Adapun peserta dalam pelatihan ini, lanjutnya, adalah generasi muda yang berlatar belakang anggota karang taruna, Orsos, Ormas, dan organisasi lainnya yang berjumlah 80 orang seKabupaten Pelalawan. “Di akhir pelaksanaan pelatihan itu, akan dialksanakan kegiatan penghijauan dibeberapa titik seperti kawasan masjid M Yunus, perkantoran Bhakti Praja, Islamic Center dan kawasan lainnya,” tutupnya.*

 nol


19

Pemkab Raih Penghargaan Mendagri J

ERIH Payah Bupati Indragiri Hulu dan jajarannya dalam menggesa pelaksanaan Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP), akhirnya berbuah manis. Kabupaten Inhu meraih penghargaan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yakni mendapatkan penghargaan atas komitmen dan keberhasilan dalam penyelenggaraan dan pelayanan penerapan eKTP. Sehingga Kabupaten Inhu, target perekaman e-KTP, lebih cepat dari batas waktu yang

ditentukan. Bupati Inhu Yopi Arianto SE mengatakan, pelaksanaan rekam data e-KTP sampai batas akhir 31 Oktober 2012 yang berhasil dicapai sebesar 80.29 persen. “Dari hasil pencapaian itu, kita mendapatkan penghargaan dari Mendagri,” sebut bupati baru-baru ini.. Ini semua sebut bupati, adalah hasil kerja keras bersama antara pemerintah dan juga kesadaran yang besar dari seluruh masyarakat, untuk bersama-sama mewujudkan terciptanya administrasi yang

baik. Untuk itu bupati mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajarannya dan juga masyarakat Inhu pada umumnya. Bupati mengatakan, pemanfaatan lain dari e-KTP adalah untuk mencegah pemilih ganda dalam Pemilu, Pilkada, maupun Pilpres; juga bisa untuk mencegah tenaga kerja ilegal, atau jual beli properti/tanah dengan KTP yang berlainan padahal satu subyek hukum yang sama, dan kejahatankejahatan lain sejenisnya. Ia menyebutkan, mengapa ada penduduk yang sengaja

Bidik Adipura Perindah Pinggiran Sungai Kota Rengat

Kota Rengat

G

UNA mendukung keindahan Rengat sebagai ibu kota Kabupaten Inhu, Dinas PU Inhu sudah memprogramkan penataan pinggiran sungai kota Rengat, melalui dana APBN. Kadis PU Inhu Dr Ir H Asmara HK MM menyebutkan, penataan pinggiran sungai akan sangat mendukung keberadaan lingkungan di sekitar jembatan Trio Indragiri Rengat, sehingga akan menciptakan keindahan kota. Dalam melakukan penataan pinggiran sungai ini, dibantu dengan dana dari APBN melalui Kementerian PU. Pada 2012 ini dialokasikan dana sejumlah Rp1,3 miliar. Sedangkan untuk 2013 dari APBN dialokasikan dana Rp1,7 miliar untuk penataan tersebut. Selain itu, penataan tata bangunan untuk kawasan di sekitar bekas Tugu Kedondong dalam kota Rengat. Untuk tahap pertama pada 2012 akan dilakukan penataan lingkungan, selain itu 2013 akan dibantu untuk pembangunan fisik di sekitar bekas tugu tersebut. ”Kegiatan ini dalam rangka penataan kota Rengat,” ucapnya. Dalam penataan ini akan didukung dengan Ranperda yang tengah disusun, sehingga bisa dilaksanakan secara maksimal. Kota Rengat masih perlu penataan yang lebih baik lagi, dalam jangka panjang untuk mendapatkan penilaian tentang kota bersih di daerah Riau. Berbagai program penataan lingkungan ini sebutnya, juga sudah disampaikan ke DPRD Inhu dalam pertemuan dengan pembahasan APBD. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan rencana tersebut bisa berjalan dengan baik, sehingga bangunan fisik kota Rengat akan semakin tertata.

Programkan Sarana Air Bersih Sejumlah warga desa di Kecamatan Batang Cenaku, terkait dengan krisis air bersih di musim kemarau ditanggapi Dinas PU Inhu. Dimana Dinas ini akan mengupayakan program yang diperlukan masyarakat tersebut. Hal itu diungkapkan Kadis PU Inhu Dr Ir H Asmara HK MM kepada wartawan, Senin (10/12) pekan lalu. Dikatakan Asmara, biasanya untuk program air bersih atau sarana umum desa ada program Pamsimas. Selain itu juga ada PNPM Mandiri dan program lain yang berkaitan dengan infrastruktur. Tapi karena ada beberapa desa yang memerlukan ini, maka desa diminta untuk menyampaikan usulan. Usulan itu disampaikan ke Bappeda Inhu, selanjutnya ditembuskan ke Dinas PU dan pengelola PDAM di Rengat. Sehingga usulan ini bisa diketahui oleh beberapa SKPD terkait. “Usulkan saja dulu, nanti kita anggarkan secara bertahap,” ucapnya. Memang kata Asmara, ke depan, keperluan air bersih akan meningkat. Sebab, dengan berkurangnya hutan dan pembukaan lahan, membuat sumber air bersih semakin berkurang. Padahal di daerah itu ada sumber air dari Batang Cenaku. Namun kini hanya sebagian warga saja yang memanfaatkan. Sementara anak-anak sungai ada yang sudah mengering. Anggota DPRD Inhu Suharto SH membenarkan adanya usulan warga ini. Di antaranya adalah warga Desa Bukit Lipai. Dimana warga mengeluhkan kekurangan air bersih ketika musim kemarau datang. Oleh sebab itu perlu ada program air bersih seperti yang sudah ada di desa dan kecamatan lain di Inhu.

 suh/rpg

menduplikasikan KTP-nya? Banyak alasan untuk itu, antara lain menghindari pajak, membuat dokumen lain seperti paspor, mengamankan hasil korupsi, atau untuk menyembunyikan identitas yang sebenarnya, misalnya oleh para teroris atau anggota organisasi bawah tanah. Penduplikasian KTP pun seperti “difasilitasi” oleh mata rantai birokrasi, sejak RT, RW, kelurahan hingga ke kecamatan, dengan imbalan materi/ uang. Bukan rahasia lagi, di negeri kita, KTP pun bisa dibeli dengan uang.

“Apa yang telah dilakukan oleh kita bersama, berarti sudah bagian dari upaya pemberantasan dan pencegahan, tindak-tindak kriminal yang dapat terjadi, akibat tidak tertibnya administrasi,” sebutnya. Guna memaksimalkan lagi pelayanan kependudukan, Pemkab Inhu pada 2013 mendatang juga sudah merencanakan untuk menambah bangunan kantor Disdukcapil menjadi dua lantai dengan juga menambah luas bangunan yang ada saat ini.

 suh/rtc

Inhu Siap Tuan Rumah Porprov VIII

B

UPATI Inhu Yopi Arianto SE, optimis seluruh sarana penunjang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau pada 2014 mendatang, dapat selesai pada 2013. Dengan demikian, pihak Provinsi Riau tidak perlu khawatir tidak selesainya pembangunan sejumlah venue. “Namun petunjuk dan dukungan tetap kami perlukan dari KONI Riau,” sebut bupati baru-baru ini. Menurut bupati, setelah semua rancangan selesai, akan segera dilaporkan ke KONI Riau. Sehingga nantinya akan dapat diputuskan berapa cabang olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan pada Porprov Riau VIII di Kabupaten Inhu. Demi suksesnya pelaksanaan Porpov Riau, Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Inhu akan mengusulkan anggaran senilai Rp34,6 miliar untuk pembangunan dan peningkatan sejumlah sarana olahraga, terutama venue pertandingan. Anggaran itu diusulkan pada RAPBD Inhu 2013. Jika disetujui, Disporabudpar Inhu yakin, seluruh venue dapat selesai 2013, sehingga pada 2014 mendatang, tidak ada lagi venue yang dikhawatirkan tidak selesai dikerjakan. “Anggaran sejumlah Rp34,6 miliar itu merupakan usulan yang kami sampaikan pada ekspose di hadapan bupati,” kata Kadisporabudpar Inhu Ir Selamat MM kepada beberapa waktu lalu di ruang kerjannya. Menurut Selamat, anggaran itu akan diperuntukkan bagi peningkatan sarana di kompleks Stadion Narasinga Rengat senilai Rp13,1 miliar. Sebab stadion ini akan digunakan sebagai lokasi pembukaan Porprov Riau dan pertandingan sepakbola babak final. Kemudian pembangunan stadion mini di Jalan Batu Canai Pematangreba senilai Rp13,1 miliar. Stadion ini akan digunakan untuk pelaksanaan pertandingan Cabor atletik. Sebab panjang lintasan di Stadion Narasinga tidak memenuhi standar untuk pelaksanaan Cabor atletik. Selanjutnya pembangunan venue panjat tebing atau wall climbing senilai Rp1,5 miliar di areal ruang terbuka hijau (RTH) Pematangreba, tepatnya di belakang Kantor Bupati Inhu. Rehab Gedung Olahraga (GOR) Danau Raja Rengat senilai Rp2 miliar yang akan digunakan untuk pertandingan Cabor badminton. Rehab

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012

gedung Dewan Kesenian Indragiri (DKI) yang akan digunakan sebagai tempat pertandingan kempo dan karate. Rehab dan pembangunan lapangan tenis di Jalan Ahmad Yani Rengat senilai Rp1,1 miliar. Rehab lapangan basket di Jalan Ahmad Yani senilai Rp1,5 miliar, serta peningkatan sarana di lapangan sepakbola Titian Resak, Kecamatan Seberida senilai Rp400 juta, dan rehab lapangan sepakbola Garuda Airmolek dan lapangan sepakbola Lirik masingmasing Rp500 juta. Tiga lapangan sepakbola ini akan digunakan sebagai lokasi pertandingan sepakbola babak penyisihan grup. “Sedangkan untuk pembangunan Gelanggang Remaja di kompleks Danau Raja Rengat merupakan tanggungjawab Dinas PU. Gelanggang Remaja ini rencanannya akan digunakan sebagai tempat pertandingan Cabor voli,” ungkapnya. Selamat menambahkan, terdapat 18 Cabor yang dipersiapkan dan akan diusulkan untuk dipertandingkan pada Porprov Riau VIII. Di antaranya, sepakbola, futsal, basket, badminton, tinju, tenis meja, pencak silat, tenis lapangan, voli, sepak takraw, taekwondo, kempo, karate, panjat tebing, atletik, catur, aeromodeling dan Tarung Drajat. Sejauh ini hanya venue atletik, panjat tebing dan tinju yang belum tersedia. Sedangkan untuk Cabor lain sudah ada dan tinggal melakukan renovasi dan perbaikan saja.“18 Cabor ini akan dipertandingakan pada lima kecamatan di Inhu, yakni Rengat, Rengat Barat, Seberida, Pasir Penyu dan Lirik. Lima kecamatan ini dinilai telah memiliki sarana dan prasarana yang cukup memadai,” ungkapnya. Sedangkan untuk akomodasi, pihaknya sejauh ini sedang melakukan pendataan mengacu pada pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Inhu dan PON XVIII Riau lalu. Diperkirakan, jumlah atlet yang akan terlibat pada Porprov Riau VIII lebih dari 4.000 orang. Sementara Sekeretaris Disporabudsata Inhu Drs Arjuna Ak MM mengatakan, persiapan yang dilakukan Disporabudsata Inhu sudah diekpose di hadapan Bupati Inhu dan Sekda beberapa hari lalu. Hal ini mendapat apresiasi dari pejabat Inhu yang hadir dalam ekpose tersebut. Arjuna mengatakan persiapan Porprov merupakan pekerjaan rumah yang harus diprioritaskan Disporabudsata jelang 2014 mendatang.

 suh/rpg


20 Indragiri Hilir Ibadah

Indah, Bersih, Aman, Damai dan Harmonis

RAPBD Inhil 2013 Capai Rp1,5 Triliun P

EMKAB Inhil menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Inhil 2013 sebesar Rp1.582.383.863.201. Nota keuangan tersebut disampaikan Asisten I Setdakab Inhil, H Said Ismail saat sidang paripurna, Selasa (11/ 12) pekan lalu. Dikatakan mantan Kepala BPMPD Inhil ini, ditetapkan Kebijakan Umum APBD Inhil tahun anggaran 2013 sudah merupakan hasil kesepakatan bersama dengan DPRD Inhil yang sudah mempertimbangkan beberapa hal yaitu terciptanya sasaran utama dan prioritas pembangunan nasional sesuai dengan potensi dan kondisi daerah.

“Semua itu mengingat keberhasilan pencapaian sasaran utama dan prioritas pembangunan nasional. Karena sangat tergantung pada singkronisasi kebijakan antara pemerintah provinsi dengan kabupaten yang dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD),” katanya. Pada dasarnya kebijakan yang telah diambil oleh Pemkab Inhil, lanjutnya, sebagai mana yang tertuang di dalam KUA dan PPAS APBD 2013, sudah dijelaskan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menekankan kepada keterpaduan dan singkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Terutama untuk singkro-

nisasi dalam upaya peningkatan kesejahteraan rakyat melalui pertumbuhan ekonomi. “Kita akui beberapa permasalahan mendasar yang mempengaruhi RAPBD tahun 2013 meliputi adanya kenaikan belanja pegawai akibat adanya tambahan gaji dan tunjangan PNS yang diperkirakan berkisar 7 persen,” jelasnya. Kemudian permasalahan lainnya, program prioritas Pilkada, multiyears, pendampingan dana APBN yang meliputi RPIJM, RIS-PNPM, PNPM-MP, P2KP, Pamsimas, program nasional pengentasan kemiskinan, pencapaian target Milenium Develoment Goals (MGDs) dan beberapa program

lainnya. “Selanjutnya juga untuk meningkatkan beberapa fasiltas umum seperti jalan dan jembatan, drainase, sanitasi air bersih, sarana penghubung dan angkutan umum masyarakat serta peningkatan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat miskin melalui Jamkesda,” tuturnya. Pengadaan obat-obatan, ungkap Said Ismail, juga menjadi program skala prioritas. Dimana meliputi rehabilitasi Puskesmas, Pustu serta operasional RSUD Raja Musa Guntung dan RSUD Tengku Sulung Pulau Kijang dan optimalisasi pelayanan RSUD Puri Husada melalui perubahan status menjadi

BLUD. Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2012 pada APBD-P sebesar Rp57.777.971.850. Sedangkan untuk Rancangan APBD 2013 menjadi Rp51.675.888.048. Terjadi penurunan sebesar Rp6.102.083.802. Penurunan PAD disebabkan karena berkurangnya retribusi daerah dan penerimaan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang disampaikan sementara. “Sedangkan kenaikan dana perimbangan disebabkan adanya kenaikkan dana bagi hasil pajak bagi hasil bukan pajak dan kenaikkan perhitungan DAU walapun dana DAK mengalami penurunan,” imbuhnya.

 jan/rpg

BP2KP Taja Lomba Cipta Menu B2SA Inspektorat Harus Tingkatkan Pengawasan

B

D

IGELAR lomba cipta menu beragam bergizi, seimbang dan aman atau B2SA. Kegiatan tersebut ditaja BP2KP Inhil. Kaum ibu diharapkan mampu menciptakan menu beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) dari hasil alam. Pernyataan ini dikemukakan Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan diwakili Sekdakab Inhil, H

Alimuddin RM saat membuka Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) berbasis sumber daya alam, Senin (10/12) pekan lalu. Kegiatan ini ditaja Badan Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Inhil bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Inhil yang dilaksanakan di gedung Wanita Jalan Baharuddin Yusuf Tembilahan. “Kita harapkan kegiatan

ini bermanfaat bagi kaum ibu dalam upaya menciptakan menu yang beragam, bergizi seimbang dan aman bagi kalangan keluarganya,” ungkap Sekda. Lanjutnya, cukup banyak menu yang dapat diciptakan dari sumber daya alam lokal seperti di Inhil. Tinggal bagaimana kaum ibu dapat mengolahnya menjadi menu yang sehat dan aman dikonsumsi.

 jan/rtc

Bupati Ingatkan Warga Minum Obat Filariasis

W

ARGA Indragiri Hilir diminta mengonsumsi obat pencegahan penyakit filariasis secara berkesinambungan. Tidak hanya sekali saja sepanjang hidup seperti dugaan banyak orang. Kendati sudah dilakukan sosialisasi diyakini masih ada warga yang belum memahami bagaimana proses penularan penyakit kaki gajah itu. Sesuai dengan harapan Pemkab Inhil, tidak ada lagi warga yang mengidap penyakit ini. “Kalau istilah kita di Inhil, penyakit ini dikenal dengan sebutan huntut (kaki gajah). Begitu sudah terkena ya bakal

selamanya. Karena itu sebelum hal itu menimpa, lebih baik kita mencegahnya,” sebut Bupati. Bupati Inhil, H Indra Mukhlis Adnan menambahkan, kenyataan di lapangan, penyakit itu tidak hanya menyerang warga yang tinggal di pedesaan tetapi juga diperkotaan. Hal itu sebabkan karena nyamuk yang menjadi media penularan penyakit bisa berkembang biak di daerah mana saja. Di lapangan, kebanyakan penderita kaki gajah berasal dari kalangan tidak mampu. Selain itu umumnya tidak mengetahui tata cara pencega-

han penyakit ini. Bahkan ada pula warga yang beranggapan penyakit tersebut karena kutukan. “Penyakit tersebut disebabkan karena cacing. Oleh sebab itu kita semua dapat mencegah jangan sampai sudah terjangkit baru berusaha mencegahnya,” ujar Indra. Selain mengonsumsi obat pencegahan filariasis, Bupati juga mengajak warga Inhil menerapkan pola hidup sehat. Apatah lagi saat musim hujan seperti saat ini, dinyatakannya sangat rentan dengan berjangkitnya berbagai penyakit musiman.

 jan/rpg

UPATI Inhil Indra Muchlis Adnan menegaskan larangan pungutan liar dalam bentuk apapun di seluruh jajarannya. Inspektorat pun diminta meningkatkan pengawasan. Seluruh instansi pemerintah di Inhil diperingatkan untuk tidak melakukan lagi pungutan ‘sukarela’, khususnya di lembaga yang langsung berhubungan dengan pelayanan publik. Peringatan ini disampaikan Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan, menurutnya tidak ingin lagi mendengar atau mendapati adanya pungutan ‘tak jelas’ alias ‘terserah’ di institusi melayani kepentingan publik, karena ini bagian praktek korupsi. “Mulai saat ini (sejak dicanangkan Zona Anti Korupsi di Inhil,red) tidak ada lagi pungutan yang tidak jelas, semua pungutan yang dilakukan harus transparan dan jelas mengacu kepada ketentuan yang berlaku,” ungkap Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan baru-baru ini.

Tegasnya, bagi mengawasi terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan dan pungutan tak jelas di lembaga pelayanan publik, maka ia meminta Badan Inspektorat Inhil melakukan pengawasan ketat, sehingga memperkecil dan menekan potensi terjadinya penyimpangan di lapangan. “Saya minta Inspektorat melakukan pengawasan, kalau perlu turunkan tim ke lembaga pelayanan publik untuk memantau sejauhmana pelayanan publik berjalan sesuai ketentuan berlaku,” tegasnya. Beliau berpesan, kepada siapa saja yang melihat praktek menyimpang dan pungutan tak jelas dalam pelayanan publik, maka segera laporkan kepadanya. Ia berjanji akan memberikan sanksi kepada oknum yang melakukannya. Pengamatan di beberapa kantor/ instansi Pemkab Inhil terpasang baleho bertuliskan Zona Anti Korupsi dan Anda memasuki Zona Anti Korupsi.

 jan/rpg

Bupati Tegaskan Desa Bisa Kelola Dana Mandiri

B

UPATI Indragiri Hilir, H Indra Mukhlis Adnan menegaskan selama dia menjabat sebagai Bupati tetap memberi kewenangan bagi seluruh desa dalam mengelola alokasi dana desa. Hal itu demi mempertahankan agar program desa mandiri terus berjalan sesuai dengan tujuan awal, memberdayakan masyarakat. Kendati terdapat penambahan jumlah desa, karena pemekaran. Program unggulan senantiasa terus dilanjutkan. Apalagi setiap kunjungannya ke berbagai daerah, Indra Mukhlis Adnan senantiasa menerima masukan dari semua warga perihal dampak positif program ini. “Barangkali kalau di daerah lain meskipun desa diberi dana ADD, tetapi proses lelang dan

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012

lainnya tetap diatur pemerintah. Kalau kita, sebaliknya, dipersilahkan kepada desa untuk mengalokasikan dana tersebut sesuai kebutuhannya,” ujar Indra Mukhlis Adnan, beberapa waktu lalu di Tembilahan. Hanya saja, dalam proses perjalanannya diakui ada pembenahan dan pembaharuan. Seperti alokasi dana disesuaikan secara proporsional sesuai dengan karakteristik desa. Hal itu dimaksudkan supaya dana yang diterima desa sesuai dengan kebutuhan. Indra Mukhlis Adnan pun secara tegas meminta kepada semua desa menggunakan dana yang dialokasikan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dana untuk rakyat itu menurut dia harus dapat dinikmati oleh masyarakat.

 jan/rpg


21 Kepulauan Riau

Kota Gurindam Negeri Pantun

Bersama Wali Kota Menyusuri Ekowisata Bukit Kucing Seakan tak pernah lelah, Wali Kota Tanjungpinang Dra Hj Suryatati A Manan bersama stafnya mengitari objek wisata yang ada.

P

ENGALAMAN Suryatati A Manan yang tertuang dalam buku berjudul “Perempuan Melayu Yang Tak Pernah Layu” dengan sub judul “Yang Tua Sampai Ke Finish, Yang Muda Meringis”, tampaknya kini terulang kembali. Bagaimana tidak meringis, dalam waktu 3 jam rombongan mengikuti langkah sang Walikota mengitari taman buah Senggarang sepanjang 450 meter, Ekowisata Bukit Kucing 1,6 km dan Agrowisata Bukit manuk sepanjang 1.4 km dengan kemiringan 45 derajat. Jalan licin dan terjal juga harus ditempuh untuk sampai kepucak. Namun penulusuran yang cukup menantang ini sangat berkesan bagi rombongan. Pada awalnya, di pagi Kamis (13/12) Suryatati melakukan peninjauan lapangan ke Taman Buah Senggarang milik Pemerintah Kota Tanjungpinang yang terletak tidak jauh dari gedung 5 lantai. Di tempat ini banyak didominasi pohon cempedak, Kelengkeng dan durian. Untuk mengitari taman buah tersebut tidak sulit karena sudah ada jalan lingkar yang terbuat dari Pavling block dan sudah selesai pengerjaannya. Usai dari taman buah, Suryatati yang didampingi Kadis KPPKE, Kabid dari PU, Staf Humas dan protokol serta Staf Dinas KPPKE melanjutkan perjalanan

menuju hutan agrowisata Bukit Manuk. Ketika sampai di lokasi tersebut tampak beberapa tanaman buah sedang berbunga dan ada kolam ikan hias merah jambu berbentuk bunga pula. Tidak jauh dari tempat tersebut pada tempat yang agak menajak terdapat 2 pasang sapi perah jenis Frisien Holstein dengan warna belang hitam putih. Sapi perah ini dijadikan sapi percontohon, dan apabila berhasil dinas terkait akan mencoba mengembangkannya di daerah ini. Disini juga sudah tersedia rumput gajah sebagai hijauan makanan ternak. Surayatati pun melanjutkan pendakian menelusuri jalan dengan lebar 2 meter. Sebagian jalan sudah ada yang dipasang pavling block, sebagian lagi belum. Rombongan hampir saja terpeleset

karena curah hujan cukup tinggi dibulan ini, tanah basah, jalan menanjak. Dengan sekuat tenaga penelusuran tersebut dilanjutkan meskipun nafas tersengalsengal. “Hitung-hitung untuk membakar lemak tubuh,” ucap Suryatati sambil tertawa melihat tingkah rombongan yang meringis. Setelah sampai di puncak rombaongan baru merasa lega. Udara sejuk dan segar terasa lantara banyak pohonpohon rindang sebagai pelindung. Pemandangan alam yang sangat menakjubkan juga tanpak dari puncak Bukit manuk. Suryatati mengungkapkan kekagumannya akan ciptaan Tuhan itu. Ia pun istirahat sejenak, kemudian melanjutkan langkah kaki menuruni anak tangga satu-persatu. Ia juga menyampaikan harapannya agar penataan

objek wisata ini dapat diselesaikan, dan kegiatan yang sudah ada dalam masterpaln untuk dapat dilanjutkan pada tahun depan. Sehingga masyarakat luas benar-benar bisa menfaatkannya. “Ternyata menurun lebih enak daripada mendaki. Tapi ketika sampai di puncak lebih terasa nikmatnya mendaki,“ celetuk salah seorang rombangan dari Humas. “Memang enak menurun kalau di alam, tapi kalau berkarir lebih enak mendaki,” tukas tatik disambut gelak tawa rombongan. Setelah puas mengelilingi taman agrowisata, perjalanan dilanjutkan dengan menelusuri objek ekowisata Hutan lindung Bukit Kucing. Areal ini sudah dipersiapkan untuk dijadikan tempat juggle track dan wisata pendidikan. Hutan ini sudah dilakukan penelitian oleh LIPI

sehingga pengerjaan pun sudah mulai dilaksanakan. Pada tahun ini menurut Kadis KPPKE Irianto sedang dikerjakan 1,4 km pavling block dan ditahun 2013 sudah dianggarkan untuk jalan sepanjang 2,6 km. Dengan demikian para wisatawan dapat menikmati sejuknya hutan Bukit Kucing dengan keanekaragaman flora dan fauna. Suryatati menelusuri jalan pavling block yang sudah rampung, kemudian menyeberangi sungai waterpark yang diapit kanan kiri pipa PAM yang cukup besar. Untunglah air sungai mengalir tidak deras, tetapi perlu perjuangan juga untuk menempuh hingga ke seberang. Meskipun cukup melelahkan, namun suasana hangat dan akrab tanpak terjalin sepanjang perjalanan.*

 rls

Patar Gantikan Suhendri Jadi Kapolres

K

APOLRES Tanjungpinang AKBP Suhendri SH SIk mengaku sangat terkesan dengan masyarakat Tanjungpinang yang hidup penuh toleransi

dan kekeluargaan. Hal tersebut disampaikannya pada acara malam pisah sambut Kapolres Tanjungpinang antara dirinya dengan AKBP Patar Gunawan SIk di

Ballroom hotel Bintan Bech Resort, Tanjungpinang, Selasa (12/12). “Tidak terasa sudah 2 tahun 25 hari saya mengabdi di kota ini. Banyak sudah lika-liku peristiwa yang saya alami. Namun yang terkesan bagi saya, kebersamaan dan kekeluargaan cukup terjalin dengan baik antar masyarakat, FKPD maupun Pemko Tanjungpinang,” ucap Suhendri. Suhendri juga mengucapkan terima kasih Kepada Wali Kota Tanjungpinang dan masyarakat yang sudah memberikan dukungan dan jalinan kerjasama yang baik selama ini. Ia juga merasa berat meninggalkan Tanjungpinang, namun ia harus pergi untuk melaksanakan tugas baru ditempat yang baru di Surabaya sebagai Waka Brimob.

Sementara itu Wali Kiota Tanjungpinang Dra Hj Suryatati A Manan dalam sambutanya mengatakan, setiap Kapolres atau pejabat yang akan meninggalkan Tanjungpinang selalu terkesan dengan masyarakat Tanjungpinang yang selalu rukun, penuh kekeluargaan dan punya rasa toleransi yang tinggi. Hal tersebut harus terus dipertahankan. “Dengan rasa kekeluargaan akan terjalin persaudaraan. Bila kita sudah bersaudara tidak ada masalah yang tidak terselesaikan,” kata Suryatati. Menurut Suryatati, Suhendri seorang yang tegas sesuai bodi languagenya. Di bawah pengawasannya, Kota Tanjungpinang bisa kondusif dan selalu dalam suasana kedamaian dan ketenangan. “Ia tegas terhadap peraturan dan tegas pula dengan

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012

hal-hal yang memang secepat mungkin diantisipasi agar tidak berkembang menjadi hal-hal yang tidak baik,” ucap Tatik. Dalam kesempatan itu, Suryatati tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Suhendri dan seluruh jajarannya yang sudah menjaga Kota Tanjungpinang dengan baik. “Mudahmudahan hal tersebut dapat dipertahankan sampai selesai pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih nanti,” ujarnya. Kepada Kapores yang baru Suryatati berharap agar hubungan kerja sama yang sudah terjalin dapat dilanjutkan. “Dengan lapang dada dan tangan terbuka kami menerima siapa pun yang datang dan menyusuaikan dengan adat –istiadat daerah ini,” tambahnya.*

 rls


22 Kuantan Singingi

Kota Jalu Negeri Budaya

 Terkait Perubahan Perda

Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Enam fraksi di DPRD Kuantan Singingi sampaikan pandangan akhir. Revisi Perda No 10 tahun 2011 mesti dilakukan.

B

ERTEMPAT di ruang sidang paripurna DPRD Kuantan Singingi, rapat paripurna dewan tentang perubahan Perda No 10 tahun 2011, digelar Senin (19/12). Agenda dewan itu langsung dihadiri Bupati Kuantan Singingi H Sukarmis. Berbagai pendapat dan usulan dari juru bicara fraksi-fraksi terlontar dalam sidang yang dimulai sejak pagi itu. Partai Golongan Karya (Golkar) dalam pandangannya menyorot soal pasal 6 tentang tarif. Kemudian, PBB-P2 yang ditetapkan sebesar 0,3%, tingginya pajak yang terhitung naik sebesar 200% dari sebelumnya, dan lainnya, akan menjadi suatu hambatan penerimaan pajak PBB-P2 tersebut. Tersebab itu, fraksi Golkar merasa perlu dilakukan perubahan Perda No. 10 tahun 2011. “Kedepan kita akan berhadapan pada kondisi kemampuan keuangan Negara yang berdampak pada kondisi kemampuan daerah yang secara realita

cenderung semakin menurun. Hal inilah yang menuntut kita untuk bekerja keras dan, berupaya menggali sumber-sumber pendapatan daerah dengan tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat,” ucap juru bicara fraksi Golkar.

Ketua DPRD Lantik PAW Erdison

K

ETUA DPRD Kuantan Singingi, Muslim melantik Erdison Anggota DPRD Pengganti Antar Waktu (PAW) periode 2009– 2014. Hal ii dilaksanakan dalam ruang sidang paripurna 10 Desember 2012 dihadapan Bupati Kuantan Singingi H Sukarmis, Muspida, Muspika se-Kabupaten Kuantan Singingi. Erdison PAW dari Partai Golongan Karya menggantikan Muslim SSos yang sebelumnya mengundurkan diri dari anggota DPRD karena sesuatu hal beberapa bulan yang lalu. Ketua DPRD dalam kata pengantarnya mengatakan, Anggora DPRD yang baru dilantik supaya dapat menyesuaikan diri, dapat bekerjasama dalam memutuskan dan mengambil kebijakan terhadap pemerintah daerah sebagai mitra. H Sukarmis selaku Bupati juga Ketua DPD Golkar Kabupaten Kuantan Singingi dalam kata sambutannya menyebutkan, Pergantian Antar Waktu bagi anggota DPRD sudah sesuai UU nomor 32 tahun 2004. Menurutnya, DPRD adalah mitra kerja bagi Kepala Daerah. Yang mana kerja pokok lembaga perwakilan rakyat berjalan dengan baik. Pertama, di bidang legislasi diwujudkan dalam bentuk kerjasama antara pemerintah daerah. Kedua, DPRD pembahasan anggaran yang diwujudkan dalam memutuskan dan menetapkan yang diusulkan kepala daerah. Ketiga, Pengawas yang diwujudkan dalam menggiring APBD. “DPRD selain mitra kerja juga sejajar dengan kepala daerah dalam sifat membangun, memajukan daerah, perlu dukungan seluruh anggota DPRD. Tanpa dukungan DPRD dan pengawasan, Pemerintah Daerah tidak dapat berbuat apaapa,” kata Sukarmis.*

 zal

Fraksi berlambang beringin ini juga menyoal mengenai ketentuan tarif di dalam Peraturan Daerah. Menurut mereka, harus benar-benar kita perhatikan secara seksama hingga tidak merugikan masyarakat banyak dan ridak menghambat dalam kelancaran

penerimaan pajak daerah. Sementara itu, Sariham dari fraksi PPP tidak banyak berkomentar. Fraksi PPP sepakat, selagi tidak ada yang merasa dirugikan dan memberatkan pada masyarakat, sah-sah saja pemerintah menemukan cara yang lebih tepat. Kemudian Fraksi Bulan Bintang Plus, melihat Peraturan Daerah No. 10 tahun 2011 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan berlakunya pada 1 Januari 2013 yang akan datang belum terlaksana diundangkan Perintah Daerah. Sementara sudah mengusulkan perubahan Perda pengganti. “Untuk tidak membuat masyarakat bingung, Tahun-tahun yang akan datang hal ini tidak terulang lagi, Pemerintah Daerah harus bijak dan kona’ah atas keputusan yang diambil,” kata Sariham. Sementara juru bicara dari fraksi Demokrat, Erson berpendapat pemerintah harus jeli mencari peluang dan menggali potensi yang ada. Sementara Dari fraksi Partai Amanat Nasional, pemerintah daerah harus berinisiatif menggali potensi baru demi pendapatan daerah.*

 zal

MUI-BKMT Taja Seminar Perilaku Remaja

K

ETUA MUI Kabupaten Kuantan Singingi Drs H Sarpeli MAg dalam Seminar “Etika Pergaulan Remaja” di Aula SMKN 2, pekan lalu mengatakan, perilaku remaja belakangan ini, khususnya remaja, sudah menjadi bahan bisnis dikalangan tertentu. Sampaisampai norma dan tata cara berpakaian diluar norma-norma kepatutan (Islam). “Begitu juga soal pergaulan yang sudah kebablasan, bebas tanpa berpikir tempat dan waktu. Melalui seminar ini kita berharap para remaja kembali mengenal moral dan etika,” kata Sarpeli yang juga Dosen STAI Kuantan Singingi ini. Sarpeli menambahkan, sebagai orang timur, orang beragama dan punya budaya sendiri, harus menjunjung tinggi nilai-niai keagamaan. “Mungkin bagi orang barat hal itu baik. Tapi belum tentu baik buat kita,” katanya dihadapan ratusan siswi SMKN 2. Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 2 Drs Arman Yulis MM dalam sambutannya tak menapik kalau pergaulan remaja saat itu sudah sangat kebablasan. Untuk itu ia berharap melalui seminar ini membuat tingkat kesadaran remaja meningkat,” ucapnya. Hal yang sama juga disampaikan Ketua bidang da’wah BKMT Provinsi Riau, Dr Hj Daharmi

Astuti Lc MAg sebagai narasumber pada kesempatan itu menyebutkan, bahwa faktor-faktor penyebab pembentukan kepribadian remaja banyak diantaranya, faktor lingkungan (orang-orang terdekat seperti keluarga, temat dekat, teman sekolah dan juga pendidik di sekolah}. Kedua, kelabilan remaja yang cenderung mengalami kesulitan dalam penyeimbangan dan mengarahkan berbagai dorongan kejiwaan pada dirinya. Ketiga, faktor eksternal yang sekarang serba boleh atau permisif seperti berubahnya nilainilai dalam masyarakat, tayangan dan informasi yang tidak mendi-

dik, gaya hidup hedonism atau materialism. kata dosen UIR Riau ini. “Sebagai remaja harus ada tanggung jawab terhadap dirinya dan mengedepankan kejujuran. remaja harus punya filosofi dalam era globalisasi ini, seperti ikan di laut, walaupun berenang di air garam namun ikannya tidak pernah asin. Disamping pakaian, remaja muslim harus menjaga dan menghindari pertemuan-pertemuan di tempat sepi, berbicara saling pandang apalagi bersinggungan. Kata Alumni Universitas Al-Azhar Cairo ini mengakhiri.*

 zal

Mahasiswa STAI Sumbang Rp20 Juta untuk Palestina

S

EBAGAI wujud kepedulian pada kondisi rakyat Palestina, Mahasiswa STAI Kuantan Singingi menggalang dana dari pedagang pasar dan pejalan kaki serta jema’ah masjid, sekolahsekolah, BKMT Kuantan

Tengah dan Sentajo Raya. Dana yang terkumpul sebesar Rp 20.350.000,tersebut telah diserahkan melalui Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Provinsi Riau pada tanggal 9 Desember 2012 lalu pada kegiatan konser amal di

Hotel Pangeran Pekanbaru. Hal itu disampaikan koordinator penggalangan dana bersama Ormas Islam Kuantan Singingi, Drs H Sarpeli MAg di Teluk Kuantan. Menurut Sarpeli, tujuan kegiatan tersebut adalah

untuk menambah kepedulian peserta didik dan orang tua agar memiliki kepedulian sosial terutama dengan kondisi di Palestina. “Kita Umat Islam terbesar di Dunia, tingkat kepedulian kita juga harus besar untuk meringankan korban para

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012

ibu dan anak yang tidak berdosa. Setidaknya meringankan beban mental mereka, kata sarpeli yang juga PNS dilingkungan Kementerian Agama Kuantan Singingi ini,” ucap Sarpeli, Kamis (13/12).*

 zal


23 Dumai Bersemai

Bersih, Sejahtera & Damai

Buang Sampah Sembarangan Ditindak Tegas

D

ALAM rangka menjaga dan memelihara kebersihan kota, Pemko Dumai akan menegakkan Perda tentang

buang sampah sembarangan. Pelaku bakal dihukum. Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Tatakota, Kebersiahan dan Pertamanan

(DTKP) setempat memberlakukan aturan tentang larangan membuang sampah sembarangan. Aturan itu sendiri sudah masuk dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 21 tahun 2000 lalu. Apabila masyarakat ditemukan atau kedapatan membuang sampah sembarangan, maka pemerintah setempat memberikan sanksi tegas kepada masyarakat seperti yang ada di dalam aturan tersebut. “Akan kami tindak tegas apabila masyarakat membuang sampah sembarangan,” kata Zulfa Indra, Kepala DTKP Dumai, Kamis silam. Maksud dan tujuan dalam menegakkan Perda Nomor 21

Tahun 2000 itu, kata mantan Kepala Kantor Lingkungan Hidup ini, semua itu tentunya untuk mewujudkan visi Walikota Dumai sebagai Kota “Berseri” (Bersih, Semarak, Rukun dan Indah). “Dengan tertibnya masyarakat membuang sampah pada tempatnya tentunya sudah membantu mewujudkan visi tersebut,” cetusnya. Dikatakan Zulfa Indra, bukan itu saja manfaat dan keuntungan dari tertib buang sampah pada tempatnya. Kota Dumai sendiri juga akan terhidar dari dampak banjir apa bila drainase pembuangan kelaut tidak tersumbat dengan sampah. “Banjir yang melanda Dumai banyak diakibatkan

karena tersumbatnya saluran air pembuangan. Untuk itulah kita perlu penegasan dengan menegak aturan itu sendiri,” katanya. Selain terhindar dari banjir, akhir Zulfa Indra, tentunya kehidupan masyarakat Dumai akan sehat. Karena kondisi lingkungan selalu bersih dan sampah-sampahpun bisa tersusun dengan rapi pada tampatnya. “Buka berserakan dan menimbulkan keluhan. Kalau tertib buang sampah pada tempatnya juga membuat nyaman hidup kita semua. Bauk busuk tidak ada dan lingkungan juga bersih serta hiduppun menjadi sehat,” pungkasnya.

 rtc

Disdik Dumai Gandeng UR dan UT Pemko Diminta Tindak Pelindo

S

EJUMLAH upaya dilakukan Dinas Pendidikan Dumai untuk menngkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan Universitas Riau dan Universitas Terbuka. Guna meningkatkan kualitas pendidikan agar menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang handal dan professional, Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Pendidikan setempat bakal menjalin kerjasama dengan Universitas Riau (UR) dan Universitas Terbuka (UT) di Kota Pekanbaru dalam rangkamensukseskan program kualifikasi akademik jenjang pendidikan sarjana S1 bagi guru. Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai, Sya’ari kepada riauterkinicom diruang kerjanya, Selasa silam mengatakan, kualifikasi akademik yang diperoleh melalui jenjang pendidikan S1 perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Hal itu sendiri menurutnya mengacu pada Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen dalam memberikan pola pembelajara yang profesional. “Sesuai amanat UUD 1945 yang menyatakan bahwa harus ada peningkatan mutu pendidikan agar kita dapat bersaing dengan daerah dan Negara lain. Bila kita ukur dengan kualitas pendidikan kita dengan

negara tetangga. Maka dari itulah kita bakal melakukan kerjasa dengan universitas yang ada di Pekanbaru itu untuk meningkatkan kualifikasi akademik jenjang pendidikan sarjana S1 guru tersebut,” kata mantan Kadisdik Bengkalis. Sektor pendidikan di Kota Dumai, dikatakan Kadisdik, masih jauh ketinggalan. Oleh sebab itu, muncullah kebijakan sertifikasi untuk meningkatkan ilmu pengetahuan tenaga guru melalui peningkatan pendidikan guru minimal akademik S1. Dijelaskan Syaari, di Dumai belum semua guru menyandang predikat S1. Namun pada 2014 mendatang semua guru harus menyandang gelar tersebut. Tenaga guru SD berpredikat S1 baru 40 persen, SMP 80 persen dan SMU 80 persen. “Sedangkan untuk guru pendidikan anak usia dini (PAUD) jumlahnya masih sedikit karena memang program kualifikasi akademik S1 untuk guru PAUD baru akan dimulai pada tahun ini. Agar menjadi tenaga pendidik yang profesional, saya himbau semua guru untuk bisa mengikuti jenjang pendidikan S1 di Universitas Riau atau UT. Hal ini sejalan dengan visi Dumai di bidang sehat pendidikan dalam upaya melahirkan generasi menerus bangsa yang handal dan siap bersaing,” pungkasnya.

 rtc

P

T PELINDO dinilai mengabaikan kelestarian lingkungan dalam menjalankan operasioan, karena itu Pemko Dumai diminta bertindak tegas. Pemerintah Kota (Pemko) Dumai diminta tegas kepada PT Pelindo I Cabang Dumai karena tidak memperhatikan keselamatan lingkungan sekitar dengan tidak mengabaikan sistem pengelolaan lingkungan yang baik. Ini disampaikan Ketua Forum Rukun Tetangga (RT) se-kota Dumai, Kimlan Antoni dalam menyikapi buruknya pengelolaan lingkungan perusahaan semi plat merah tersebut, Kamis silam. Menurutnya, sejak Pelindo beroperasi di kota Dumai hingga kini tidak memiliki sistem pengelolaan limbah hasil aktivitas usaha yang ramah lingkungan, sehingga mengakibatkan pencemaran dan pemukiman masyarakat kebanjiran. Sejauh ini Pemko melalui Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Dumai hanya mampu menegur dan memperingati tanpa ada tindaklanjut tegas dan menimbulkan efek jera. “Pemko selama ini tidak tegas kepada pencemar lingkungan dan hanya bersikap yang sifatnya menegur saja tanpa ada action nyata. Kalau nyata-nyata tidak ada perhatian

dengan pengelolaan lingkungan, Pemko mestinya mengambil sikap tegas dan tidak perlu menunggu petunjuk dari perusahaan,” kata Kimlan. Salah satu dampak buruk yang paling dirasakan masyarakat umum dan sekital lingkungan perusahaan ialah banjir sebagai akibat diduga penyumbatan jalan air langsung ke laut yang tertutup tangki timbun sejumlah perusahaan industri yang beroperasi di Pelindo. Ia menilai, Walikota Khairul Anwar dan KLH hanya berbahasa seremonial kepada masyarakat untuk menindak perusahaan perusak lingkungan, karena kenyataannya tidak ada realisasi dan saat ini masih berlangsung pencemaran lingkungan dan banjir. Sebagai perusahaan milik negara, Pelindo harus mendukung pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan lingkungan dengan bersama-sama mencarikan solusi agar musibah banjir dan pencemaran dapat diminimalisir. “Di perairan Dumai selalu terjadi tumpahan minyak, ampas kelapa sawit beterbangan ke rumah warga dan bau asap, namun ketegasan pemerintah tidak pernah ada dan hanya berbahasa seremonial,” tegasnya.

 rtc

Jalan Dumai-Sungaipakning Rawan Kecelakaan

J

ALAN yang masih pengerasan itu beberapa waktu yang lalu tergenang banjir, akibatnya saat ini jalan menjadi rusak. Sebagian jalan itu belum tersentuh pembangunan. Saat ini masih ada sekitar 10 kilo meter jalan di Kecamatan Medang Kampai itu yang mengubungkan Dumai dengan

Bengkalis masih belum tersentuh pembangunan jalan. Kondisi itu lebih parah jika musim penghujan menjadi becek dan musim panas mejadi berdebu karena hanya jalan tanah. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Dumai H Marwan SSos Kamis silam menjelaskan, pihaknya bersama-

sama dengan Pemko Dumai sudah pernah membicarakan hal tersebut bersama intansi terkait, yakni Dinas PU, serta perusahaan. Dari hasil pertemuan itu, Kadishub mengatakan hasilnya adalah meminta kepada perusahaan-perusahaan yang sering menggunakan jalan itu dengan kendaraan melebihi tonase harus ikut membangun

jalan tersebut. Hal itu dilakukan untuk membantu agar kondisi jalan tidak semakin parah. ‘’Pemerintah juga sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi, dalam hal ini Dinas PU Riau, dan jalan itu statusnya adalah jalan provinsi,” kata Kadishub Dumai Marwan. Kadis PU Dumai Joni

Amdani menyerahkan sepenuhnya jalan tersebut kepada pihak provinsi. ‘’PU Dumai akan konsentrasi dengan jalan-jalan di dalam kota saja, sedangkan jalan yang statusnya jalan provinsi dan nasional tentu itu perbaikannya dibiayai oleh APBD provinsi dan APBN,” paparnya.

PO. MUS TRANSPORT WISATA

Angkutan Sewa Eksekutif

TRANSPORT ANGKUTAN UMUM EXECUTIF

PEKANBARU

L 300 FULL AC - MITSUBISHI KUDA

- DUMAI - DURI - PADANG

: Jl. H Imam Munandar/Harapan Raya No. 29B Telp. 0761 885153 Pekanbaru DUMAI : Jl. Jend. Sudirman No. 134 Telp. (0765 )32910 - 38567 DURI : Telp. (0765) 7037258 PADANG : Jl. Ir H Juanda No 59 Telp. (0751) 38567

PEKANBARU

PUSAT

KANTOR PUSAT: Jl. Jati (Harapan Raya) No. 23

Mengutamakan Pelayanan Terbaik

Telp. (0761) 7003400 Pekanbaru

RENGAT AIR MOLEK TEMBILAHAN

RENGAT: Depan Terminal Jl. Diponegoro

Telp. (0769) 323451

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012

Antar Jemput Alamat Berangkat Tepat Waktu

 rpc


24

Wabup Terima Penghargaan The Best Excutive Citra Awards W

AKIL Bupati Kampar H Ibrahim Ali SH menerima Penghargaan tertinggi The Best Excutive Citra Awards 2012-2013 dari Asean Program Consultant (APC) Indonesia atas berbagai kinerjanya selama ini dalam memberikan motivasi baik materi maupun non materi dalam membangkitkan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat guna mengisi pembangunan di daerah melalui pemberdayaan manusia (SDM) yang ada dan menjadikan prestasi nyata sumber manusia tingkat nasional. Penilaian tersebut menjadi tolak ukur bagi APC karena hasil survey yang dilakukan terbukti ketika sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati Kampar dan hingga sampai saat ini pun Ibrahim Ali terus mengayomi dan membina masyarakat dalam upaya meningkatkan ekonomi di daerah dengan memberikan peluang-peluang pekerjaan yang tentunya mampu merubah taraf hidup masyarakat ke yang lebih baik dan sejahtera. Hal tersebut dikatakan ketua pelaksana APC Dra.Indriani disela-sela acara

yang dihadiri oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI deputi bidang bidang jaringan dan pemasaran, perwakilan Gubernur DKI Jakarta, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, duta besar Negara berkembang serta para pelaku ekonomi dan pembangunan nasional yang berprestasi dan berdedikasi tinggi seluruh Indonesia baik dari pemerintah, pengusaha, pelaku ekonomi yang di laksanakan di Shangrila Hotel Jakarta, Senin (10/12). Ibrahim Ali mengatakan disela-sela acara tersebut bahwa sebesar apapun yang kita lakukan untuk merubah dan meningkatkan ekonomi masyarakat ataupun orang banyak jika tidak dibarengi dengan niat baik kesungguhan serta tidak dirasajan oleh masyarakat maka tidak akan berarti apa-apa namun sekecil apapun yang kita lakukan dan langsung dapat dirasakan oleh masyarakat maka itu yang dinamakan keberhasilan. “Mudah-mudahan penghargaan ini menjadikan saya lebih baik lagi dalam membangun negeri ini sehingga nantinya dapat pula saya implementasikan di daerah yaitu Kabupaten Kampar karena tujuan saya membangun masyarakat

Kampar yang lebih baik,” ucap Ibrahim Ali. Dikatanya bahwa menjadikan daerah yang maju, baik ekonomi mapun sektor lainnya harus bersama-sama serta dibutuhkan sinergisitas antara masyarakat, pemerintah dan pihak swasta untuk salin

Infrastruktur Koto Kampar Hulu Minim

S

EMENJAK Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar dimekarkan menjadi kecamatan, sampai saat ini daerah itu masih minim infrastruktur. Sebut saja ketika warga ingin masuk ke Desa mereka, terpaksa memutar jalan melintasi Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Ini dikeluhkan tokoh masyarakat Kecamatan Koto Kampar Hulu Lazardi, Senin (10/11). Menurutnya, banyak warga desa di kacamatan ini mengeluhkan biaya ongkos tranportasi dan kebutuhan sehari-hari yang melambung tinggi. “Warga terpaksa melewati jalan mengarah ke Rohul. Akibatnya, biaya transportasi tinggi dan harga kebutuhan pokok juga naik. Tapi pemerintah tampaknya tak mau mendengar jeritan hati warga kampung di desa ini,”

keluhnya. Lazardi menyebutkan, ada pembangunan jalan dan perbaikan gorong-gorong di sejumlah titik di desa. Namun pekerjaan pembangunan jalan tersebut sangat lamban sekali, seolah tidak tahu kapan selesainya. “Apakah karena kecamatan ini baru, tempatnya agak terpencil. Sehingga tidak perlu di perhatikan sama pemerintah. Kepada siapa lagi yang mau mendengar keluhan kami ini. Lihatlah kondisi jalan desa kami ini,” katanya. Suhaili Chan juga menyebutkan, kita telah meminta berapa bulan lalu agar jalan poros tersebut dilakukan perbaikan, akibat rusak berat. Tetapi, sayangnya sampai saat ini belum ada kejelasan. ?Jadi kita heran, mengapa aspirasi kita sangat lamban untuk diterima, padahal kita sangat membutuhkannya,? ujarnya, yang

juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Bandur Picak. Adanya keluhan masyarakat ini, Anggota DPRD Kampar Triska Felly meminta agar Pemerintah Daerah tanggap dalam masalah ini, karena ini masalah yang berhubungan dengan masalah ekonomi masyarakat. ?Jika tidak akan banyak masyarakat yang tergolong ekonomi ke bawah, terkena dampaknya dari akibat masala infrastruktur jalan ini,? tuturnya. Lebih jauh Triska juga menjelaskan mengenai masalah infrastruktur jalan bukan sajak terjadi Kecamatan Koto Kampar Hulu, namun juga terjadi di Kecamatan XIII Koto Kampar. Dan kerusakan jalan di dua kecamatan itu, bukan barubaru lagi. ?Tapi sudah dari dulu kejadiannya, dan hal ini harus menjadi pemikiran dari Pemerintah,” pintanya.*

 hrc

bahu-membahu mewujudkan kesejahteraan ataupun kestabilan ekonomi suatu daerah. Acara tersebut dibuka oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI deputi bidang bidang jaringan dan pemasaran dan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso ditandai dengan

pemukulan gong. Pada acara tersebut Bupati Indragiri Hulu Yopie Arianto,SE juga menerima penghargaan The Best Excutive Citra Awards 20122013 serta duta besar dan perwakilan asing dan Indonesia lainya.*

 rif

Ciptakan Keasrian, RSUD Perbanyak Tanaman

U

NTUK memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada para pasien pihak Rumah Sakit Umum Bangkinang terus berbenah diri. Diantaranya memperbanyak tanaman asri dan melakukan penghijaun sehingga menghilangkan rumah sakit yang terkesan “menakutkan”. “Kita mencoba memberikan pelayanan yang terbaik agar para pasien, keluarga maupun pengunjung merasa nyaman disaat berada di RSUD Bangkinang diantaranya dengan memperbanyak taman-taman yang asri,”ungkap Dirut RSUD Bangkinang Wira Darma melalui Ka TU Nurkholis, Selasa (12/12). Dikatakannya disamping itu RSUD juga melakukan keterbukaan tentang pelayanan kesehatan. “Bahkan kita sudah memasang alat Nurse Caal dimana pasien tidak perlu

lagi memanggil perawat cukup menekan tombol nurse call dan perawatpun akan tiba ke ruangan,” terangnya. Dijelaskannya, program yang dilakukan RSUD Bangkinang ini menindak lanjuti dan seiring dengan program Bupati Kampar Jefri Noer dalam Lima Pilar Pembangunan yang salah satunya pelayanan terhadap kesehatan masyarakat.”Program pelayanan kesehatan ini sesuai instruksi Bupati Kampar Jefri Noer yang tertuang dalam Lima Pilar Pembangunan,” tuturnya. Diungkapkannya, saat ini RSUD Bangkinang telah menerapkan sistim absensi elektrik. “Ini dilakukan untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan melihat tingkat kedisiplinan para pegawai dilingkungan RSUD Bangkinang,” jelasnya.*

 rtc

Jabatan Kapolres Kampar Diserahterimakan

M

ANTAN Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kampar AKBP Trio Santoso memohon maaf kepala seluruh pihak di Kabupaten Kampar sehubungan dengan berakhir masa tugasnya. Senin (10/12) jabatan Kapolres Kampar resmi diserahteri-

makan dari AKBP Trio Santoso ke AKBP Auliansyah Lubis SH MH (mantan Kapolres Rohil red)di Mapolda Riau Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru. “Saya telah resmi tidak menjabat lagi Kapolres Kampar, setelah resmi melaksanakan sertijab, pagi

tadi, di Mapolda Riau,” ungkap Trio saat di hubungi wartawan, Senin Sore, 10 Desember 2012, di Bangkinang. Berkenaan dengan berakhirnya masa tugasnya tersebut Kapolres Kampar menyampaikan mengaturkan ucapan terima kasih yang

tidak terhingga atas atensi seluruh masyarakat Kabupaten Kampar yang telah mendukung kinerja Polri sehingga terciptanya suasana yang kondusif, aman dan lancar selama bertugas di Kabupaten Kampar. “Kerjasama dan budi baik yang diberikan selama kami

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012 CMYK

bertugas di Polres Kampar dan dengan ini izinkan kami mengucapkan beribu maaf atas segala kekurangan, kekhilafan kami selama ini dalam memberikan pelayanan kepada seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Kampar,” ujarnya.*

 rif


25

Bupati Lepas Kafilah MTQ Ke Bengkalis

B

UPATI Kampar, H. Jefry Noer secara resmi melepas keberangkatan kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Kampar untuk mengikuti MTQ keXXXI tingkat Provinsi Riau

tahun 2012 di Bengkalis yang acaranya dipusatkan di aula pertemuan Mona Plaza Hotel Pekanbaru pada Ahad malam (9/12). Bupati Kampar, H. Jefry Noer dalam arahannya pada acara tersebut mengharapkan

agar seluruh anggota kafilah dapat menjaga nama baik daerah. Selanjutnya, H. Jefry Noer juga mengungkapkan bahwa kita atau kafilah MTQ Kabupaten Kampar tidak membeli qori dan qoriah dari luar.

Dalam mengikuti MTQ tingkat Provinsi Riau tahun 2012 ini kita semua berniat secara tulus dan ikhlas dengan tujuan pokok untuk meningkatkan syiar agama Islam dan sekaligus membumikan al-qur ’an. Jadi intinya keikutsertaan kafilah MTQ Kampar bertujuan bukan untuk menjadi juara yang menjadi tujuan utama, namun apabila kita menang atau menjadi juara sepantasnya kita mengucapkan syukur Alhamdulillah dan kemenangan tersebut akan menjadi jati diri kita karena memiliki makna tersendiri, papar H Jefry Noer. “Insya Allah kedepan, kita akan melakukan pembinaan berkelanjutan untuk qori dan qoriah. Pada tahun 2013 Pemkab Kampar akan membuka pondok-pondok tahfiz qur’an di Kabupaten Kampar. Keberadaan pondok-pondok tahfiz qur’an tersebut secara bertahap akan menyebar diseluruh kecamatan di Kabupaten Kampar,” ucapnya.

Selanjutnya pada bulan Februari 2013 akan didirikan pula Pondok Pesantren Dharul Qur’an Antar Bangsa di Palas. Penerimaan santri baru di pondok pesantren tersebut akan dilakukan pada bulan Mei dan Juni 2013. Keberadaan Ponpes Dahrul Qur’an antar bangsa tersebut bertujuan untuk memperpendek jalur distribusi pendidikan agama, dimana para pelatih, Pembina atau pun guru-guru akan sekaligus mendatangi pondok-pondok atau rumah-rumah tahfiz. Diakhir arahannya, H. Jefry Noer juga berharap agar Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Kampar lebih diberdayakan dan sangat diperlukan peningkatan kesejahteraan pengurus LPTQ, guru-guru agama terutama guru yang mengajarkan membaca al-qur’an secara baik dan benar serta sekaligus mampu melahirkan hafiz dan hafizoh yang qur’ani.*

 hms

Dari 50 Penelitian Baru 27 Persen Diaplikasikan

S

EMENJAK tahun 2002 sampai sekarang Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupetan Kampar telah melakukan 50 macam kajian, akan tetapi sampai saat ini baru 27 persen kajian yang sudah diaplikasikan ditengah masyarakat. Untuk itu Balitbang mengekspose enam hasil penelitian pada tahun 2012. Acara ekspose atau seminar kegiatan tersebut dibuka Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupetan Kampar H Jalinus di Aula Wisma Nirvana Bangkinang, Selasa (11/12). Dalam pembukaan tersebut Jalinus mengatakan bahwa ekspose ini dilakukansetiap tahunnya sesuai dengan hasil kajian pada tahun tersebut, kemudian pada tahun ini pengkajian terpokus pada program Pusat Pelatihan Prtanian Pedesaan Swadaya (P4S) untuk menzerokan kemiskinan, pengangguran dan Ruma-ruma kumuh. Untuk itu program ini telah dilakukan pengkajian mulai dari perekrutan anggota P4S sampai dengan peminjaaman modal usaha kepada Bank BPR Sarimadu dan usaha yang akan dikembangkan. Sejauh ini respon masyarakat terhadap program P4S ini yang sangat setuju sekitar 79%, yang setuju sebanyak 26%, tidak setuju 5% dan yang tidak setuju 0%. Lebih jelas Jalinus menjelaskan bahwa hasil kajian program P4S ini diperlukan lanjutan dengan perbaikan terhadap pelaksana program zero kemiskinan, kemudian sector usaha yang disediakan harus diperluas dan tidak kaku dikarenakan masyarakat memiliki usaha yang beragam. Selanjutnya, Melakukan maping yang dilakukan Pemerintah Kecamatan berkoordinasi dengan pemerintah Desa untuk mendukung keakuratan datamasyrakat miskin

untuk mengikuti program P4S. kemudian perluknya kajian lebih konprehensif tentang perlu atau tidaknya memberikan uang saku kepada peserta P4S dan Perlunya pendamping kegiatan P4S disetiap Kecamatan. Penelitian lain juga dipaparkan pada Ekspose tersebut diantaranya, kajian Mamfaat Tapal Batas Kab. Kampar Oleh Dr Achmad Khidir dari Lembaga Penelitian Unipersitas Riau, Kajian Hak-hak Adat Dalam perspektif Ekonomi Masyarakat Kab. Kampar Oleh H Erman Gani, MA, dari UIN Suska Riau, kemudian Kajian Potensi tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (CRS dan PKBL) di Kampar oleh Dr Caska,M.Si dari lemit Unipersitas Riau. Selanjutnya Kajian Evaluasi Program Pemda dalam pelaksanaan Penaggulangan Kemiskinan Sebagai Upaya Mewujudkan Zero Kemiskinan di Kampar oleh Dr Syafhendry,M.Si dari, Kajian Pengembangan Plasma Nutfah Buah-buahan/ Tanaman Langkah oleh Dari BPT Pertanian Riau oleh Ir Ika Purwani dan Kajian Master Plan Pusat Pembenihan Ikan Air Tawar di Kab. Kampar oleh Wisnu Sujatmiko, M.Si dari Balitbang Kampar. Sementara itu Ketua Panitia pelaksana Ekspose Minda,SH melaporkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk menyampaikan hasil penelitia yang telah dilaksanakan oleh Balitbang tahun 2012, kemudian untuk menyampaikan rekomendasi hasil penelitian kepada SKPD yang brsangkutan agar perencanaan dari hasil kajian yang dilakukan oleh setiap SKPD dalapt aptimal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya untuk mendapatkan masukan dari SKPD dalam paparan maupun permasalahan cktual yang dilakukan penelitian selanjutnya.*

 hms

Kamenag Berikan Materi Tertib Administrasi

U

NTUK peningkatan tertib administrasi kedinasan dan kelancaran arus komunikasi serta informasi antar unit kerja di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Maka, Ketua Tim Auditor Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) langsung turun ke daerah-daerah untuk melakukan pembinaan dan review atas pendampingan laporan keuangan dan BMN Maman Saepulloh, di Kantor Kementerian Agama (Kamenag) Kabupaten Kampar, Jalan DI Panjaitan, Bangkinang, Kamis, 13 Desember 2012. Maman dalam kesempatan itu memberikan pencerahan kepada seluruh satker yang ada dilingkungan Kantor Kementerian Agama (Kamenag) Kabupaten Kampar, bertempat di Aula Pertemuan, Sedangkan acara itu langsung dibuka oleh Kepala Kamenag Kabupaten Kampar H Fairus diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) H Muhammad Hakam SAg MAg yang dihadiri oleh Kasi Pekapontren Holip SAg dan seluruh Kasi serta Kepala Madrasah se Kabupaten Kampar

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012 CMYK

Muhammad Hakam dalam kesempatan itu menghimbau kepada seluruh peserta yang hadir untuk dapat mengikuti acara ini dengan sebaik-baiknya, agar segala apa yang disampaikan Tim Auditor dapat dengan mudah di serap dan di cerna. “Sehingga nantinya, dalam membuat laporan-laporan tidak terdapat lagi kesalahan,” ujarnya. Sementara itu Maman Saepulloh dengan lugas memberikan penjelasan-penjelasan yang menyangkut tentang administrasi kedinasan baik itu cara membuat kwitansi, kegunaan atau peruntukan anggaran maupun cara membuat laporan keuangan. “Hal ini nantinya akan memudahkan arus komunikasi dan informasi antar unit kerja sehingga penyusunan laporan yang efektif dapat dicapai dengan mudah,” tukasnya. Dalam penjelasananya, Kemenag RI telah berupaya semaksimal mungkin untuk meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada tahun 2013 mendatang. “Hal ini sangat ditentukan oleh Akuntabilitas laporan keuangan dan BMN pada setiap Satker Kemenag di setiap tingkatan,” tuturnya.*  rif


26 Peristiwa  Abdi Harroh, Pejuang Kabupaten Meranti

Tetap Bangga Meski “Tercuai” di Negeri Sendiri pada akhirnya pemerintah pusat merestui terbentuknya Kabupaten Kepulauan Meranti. Tepat tanggal 26 Mei 2009, Menteri Dalam Negeri, Mardiyanto melantik Drs H Syamsuar sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Meranti untuk menjalankan roda pemerintahan untuk seterusnya mempersiapkan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) di daerah penghasil sagu tersebut. Sebagaimana diketahui, hasil Pilkada yang dilaksanakan 3 Juni 2010 itu, terpilih pasangan Drs Irwan Nasir dan Drs Masrul Kasmy sebagai bupati dan wakil bupati pertama di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Abdi H bersama Meneg BUMN Dahlan Iskan

Bukan hendak untuk mendapat nama, tapi setidaknya perjuangan yang dilakukan dihargai dan dicatat dalam sejarah.

J

UMAT, 19 Desember 2008, tentu tak akan dilupakan oleh masyarakat Kabupaten Meranti. DPR RI melalui Undang-Undang No 12 tahun 2009 pada hari itu menggelar sidang paripurna tentang pembentukan kabupaten Meranti. Hasil perjuangan panjang yang memang sudah muncul sejak tahun 1957 itu tentu disambut suka cita oleh masyarakat Meranti. Apalagi cita-cita utama untuk menjadi daerah otonom adalah untuk lepas dari belenggu kesengsaraan menuju kemajuan yang gemilang. “Cita-cita luhur itulah yang memicu semangat para pejuang Kepulauan Meranti untuk lepas dari Kabupaten Bengkalis,” ucap Ir Abdi H, salah seorang pejuang Kabupaten Kepulauan Meranti kepada AZAM, Sabtu (15/12). Dikisahkan Abdi, jalan berliku untuk bisa menjadi kabupaten, mesti dilalui untuk mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Sebagai orang yang bergerak di pemerintahan, Abdi bersama lima orang rekan seperjuangan (Jauhari Dagang (Alm), Burhanuddin, Jahlelawati, Syofyan Zainal dan Zul Khairi) bertolak ke Jakarta untuk menghadap Komisi II DPR guna membahas pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti. Banyak yang meragukan terkait masa depan Meranti jika lepas dari Kabupaten Bengkalis. Hal ini pula yang

dipertanyakan anggota dewan di pusat. Apa yang akan menjadi sumber pendapatan asli daerah? Karena jika hanya mengandalkan Sagu, perikanan dan perkebunan, maka akan sulit bagi Meranti untuk maju dan berkembang. Namun, keraguan tersebut dijawab Abdi dengan tenang. Dihadapan anggota Komisi II DPR ia menerangkan, sumber daya alam di Meranti sesungguhnya sangat besar. Selain sektor perikanan dan perkebunan, Meranti juga memiliki potensi minyak dan gas. Bahkan disana juga terdapat potensi Timah. Migas yang terletak di Pulau Padang yang saat ini dikelola PT Kondur Petroleum mencakupi wilayah operasi di Kecamatan Merbau, Rangsang dan Tebingtinggi. Sedangkan Timah yang tersebar di tiga kecamatan tersebut sangat berpotensi untuk dikembangkan. Dari hitungan-hitungan tersebut, jelas PAD Meranti jauh lebih baik dibanding beberapa daerah kabupaten lainnya di Riau. Selain itu, secara geografis, Pulau Rangsang bersepadan langsung dengan perairan internasional Selat Malaka yang berpotensi dikembangkan sektor pariwisata dan jasa. Begitu juga dengan Pulau Padang yang berhadapan langsung dengan Kawasan Industri Buton, Kabupaten Siak. “Jadi, Sangat besar peluang yang dimiliki Meranti untuk mengembangkan kawasan industri dengan letaknya yang sangat strategis tersebut,” jelas Abdi kala itu. Meski anggota Komisi II DPR mengaku puas dengan penjelasan tersebut, namun bukan serta merta keinginan masyarakat Meranti terkabulkan. Perjuangan demi perjungan terus dilakukan, sampai

Tersisih Ditengah Pahlawan Kesiangan Menjadi tamu di negeri sendiri tentu bukan sesuatu yang diinginkan. Tapi, itulah kenyataan yang dihadapi sebahagian besar para pelaku sejarah di Meranti yang berjuang sejak awal untuk membentuk kabupaten. Jangankan untuk diberi reward (penghargaan), selembar undangan pun tak pernah sampai ke tangan mereka hanya sekadar untuk

belakangan yang saya rasa kurang pro rakyat,” ucap Abdi datar. Menurutnya, banyak pembangunan yang sebenarnya perlu dievaluasi ulang. Misalnya keberadaan Roro di Mengkikip. Pemprov telah membantu untuk membuatkan itu, namun Pemerintah Kabupaten terlambat menangkapnya. Mestinya tahun lalu diselesaikan dulu infrastruktur agar lebih memudahkan akses. Kemudian soal pemanfaatan Gas alam yang sebenarnya bisa untuk menambah pundi-pundi PAD. Yang terjadi, potensi sumber daya alam (SDA) itu dikelola oleh BUMN (PT PLN), bukan BUMD. Benar kalau PLN membangun infrastruktur, tapi ia tidak memberikan kontribusi ke daerah. Nah, hari ini Meranti kehilangan kesempatan itu, karena tidak mau menonjolkan peran BUMD. “Sejak awal perjuangan pembentukan kabupaten, saya yakin Meranti ini akan maju, karena gas di Kondur itu bisa dibuat Elpiji. Jika ini bisa disinergikan dengan apa yang dibuat oleh Pemprov Riau, maka kilang Elpiji pertama di Riau itu ada di

pernah berbuat, justru sekarang mengaku-ngaku sebagai pahlawan. “Harapan kita pemkab jangan melupakan sejarah, jasa-jasa para pejuang harus dibukukan. Yang kita sayangkan, kenapa Pemkab tidak pernah mendengungkan bagaimana sejarah terbentuknya kabupaten Meranti ini. Justru saya melihat sudah banyak pahlawan kesiangan yang muncul dan mendapat perhatian dari pemerintah,” sebutnya. Menurutnya, tak pernah Pemkab mengundang para pejuang daerah ini pada setiap acara-acara seremonial. Kalaupun ada, itu yang diundang versi mereka saja. Semestinya Pemkab tidak memilah-milah soal ini. Karena perjuangan ini juga dilakukan secara bersama. “Secara pribadi, saya tidak merasa berkecil hati dicuaikan seperti ini. Kalau saya berkecil hati, tentu setiap gerak laju pembangunan saya tidak mau tau. Kita ingin Kabupaten Meranti itu menjadi daerah yang mandiri,” pungkasnya. Abdi yang pernah mempresentasikan Meranti itu bisa maju kalau lepas dari Bengkalis, justru menadi

Menyampaikan aspirasi Meranti ke Komisi III DPR

menyaksikan pelantikan bupati atau acara HUT kabupaten. Siapa yang tidak sedih menghadapi kondisi tersebut. Orang yang berjasa dilupakan, sementara ‘pahlawan kesiangan’ bermunculan dan mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Kondisi yang tak satu orangpun menginginkannya. Abdi Harroh dan teman seperjuangan bukan bermaksud mengungkit pahit-getir perjuangan pembentukan Kabupaten Meranti. Tapi pria yang kini menjabat Kabiro Perlengkapan Setdaprov Riau kecewa dengan gaya ‘penguasa’ Kabupaten termuda di Riau itu. Padahal, munculnya keinginan membentuk kabupaten tak lebih untuk kemajuan dan kemakmuran masyarakat. “Yang kita harapkan adalah komitmen untuk memajukan daerah itu tetap konsisten, tidak seperti yang kita lihat dua tahun

Meranti. Tapi karena Pemkab tidak bisa menangkap peluang itu, maka sampai sekarang tidak bisa membangun kilang Elpiji,” ungkapnya. Meski tercuai di negeri sendiri, namun tak terlihat rasa kecewa dari pria yang murah senyum itu. Bahkan dengan optimis ia berkata Meranti akan bisa maju mengejar ketertinggalannya sekarang. Meski tak kecewa, namun setitik harap masih ia gantungkan kepada pemimpin di Meranti sekarang. Ia tak ingin muncul nama-nama yang dulu sesungguhnya tak

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012

orang pertama yang tidak diundang pada saat pelantikan bupati Meranti. Meski sempat menangis, namun dirinya senang. Sesuai dengan namanya, Abdi Harroh, ia bangga bisa mengabdi untuk bangsa dan negara. Karenanya yang penting baginya Meranti itu bisa maju dan berkembang. Persoalannya, pantaskan jasa para pejuang dilupakan? Sementara mantan Presiden RI Soekarno pernah berujar, bangsa yang besar adalah bangsa yang pandai menghargai jasa-jasa pahlawannya.*

 sir


27 Ekonomi Jangan Cepat Percaya Investasi Instan Untuk bisa mengumpulkan uang banyak, kita harus berinvestasi dalam jangka panjang, bukan dengan cara instan yang langsung untung besar.

D

 Menilik Saham Potensial Tahun 2013

Tak Perlu Agresif di Tahun Ular Pemain bursa saham, menyebut tahun 2013 ini dengan tahun ular. Sebab pergerakkannya akan mengendap-endap dan berjalan perlahan. Untuk itu, para pemain harus cermat dan tak perlu agresif.

P

ERGERAKAN saham dibursa efek Indonesia, diperkirakan berjalan seperti ular. Mengendap-endap dan berjalan perlahan. Untuk menaklukkan tahun ular, para pemain tak perlu agresif tetapi harus tetap cemat agar tidak dipatoknya. Hal itu dikatakan Joss, dari perwakilan IPOT Cabang Pekanbaru, pada acara workshop bagi wartawan tentang bursa saham di Hotel Pangeran Pekanbaru belum lama ini. Dia juga mengatakan beberapa sektor investasi, masih ada yang stabil dan ada pula yang tidak stabil, begerak perlahan namun menunjukkan peningkatan yang lumayan konstan. Sektor-sektor tersebut seperti saham sektor keuangan, perdagangan dan jasa, industri dasar dan barang konsumsi. Sektor ini, masih menarik untuk dikoleksi investor di sepanjang 2013. Untuk saham sektoral perdagangan secara keseluruhan, secara teknikal sektor masih dalam posisi cenderung menguat sehingga kemungkinan performa dari emiten sektor perdagangan cenderung positif. Untuk saham sektor pertambangan dan energi, tingkat kepercayaan investor terhadap saham ini sudah sangat jauh berkurang jika dilihat dari minimnya volume pembelian dan penjualan. Dan sektor Telekomunikasi masih normal dengan adanya program-program yang menjual dari pihak perusahaan seperti Telkomsel, Vitel, Frends, XL, dan Indosat. Di 2013 ini, lanjut Joss, investor juga tetap dapat mengoleksi saham emiten sektor agribisnis namun cenderung berhati-hati karena saat ini aset dasar di saham agribisnis yakni harga CPO tengah melemah yang dipengaruhi oleh harga minyak sawit mentah yang saat ini masih fluktuatif. Sedangkan untuk saham sektor properti, meski secara grafik mengarah naik, namun volume pembelian dan penjualan terhadap saham-saham di sektor ini sudah

menipis sehingga potensi koreksi dapat terjadi di tahun depan. Joss mengatakan, dengan perguliran saham tahun ini dan permasalahanpermasalahan yang harus dihadapi di tahun yang akan datang, sangatlah sulit memprediksi arah bursa saham di tahun depan. Meskipun begitu para analis pasar modal memperkirakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dapat meningkat di tahun yang akan datang. Selain Prospek ekonomi Indonesia kedepannya masih sangat cerah dan likuiditas pasar melimpah bakal menjadi penguat indeks. “ Prediksi pasar modal memang masih positif namun tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di tahun mendatang. Beberapa ganjalan yang akan dihadapi pasar modal Indonesia adalah krisis global yang sampai saat ini masih menjadi momok dunia, fical cliff di Amerika Serikat, krisis utang di wilayah Eropa dan melemahnya ekonomi China dan Jepang,” jelas Joss. Oleh karena itu, Joss menyarankan memang situasi ini membuat investor harus pandai-pandai memilih saham di tahun 2013. Yang harus dilakukan adalah cermat dan tidak agresif dalam memilih emiten. Emiten juga harus memiliki fundamental yang kuat, berkinerja bagus, dan valuasi sahamnya masih cukup murah. Selain saham, investor juga lebih baik bermain dalam reksadana yang dapat memberikan return yang menjanjikan. Menjadikan saham sebagai investasi jangka panjang juga merupakan poin penting dalam permainan di 2013. Pada kesempatan tersebut, Emon Sulaimon Perwakilan IDX Pekanbaru juga mensosilisasikan program “Gemilang Investa Bursa” yakni suatu program undian berhadiah yang ditujukan bagi investor perseorangan khusus saham dan sales yang ada di Anggota Bursa (AB). Terdapat tiga kategori undian berhadiah dalam gemilang investa bursa yaitu ‘new investor’, investor gets investor (IGI) dan Sales. Sasaran program itu juga untuk meningkatkan jumlah investor ritel domestik khusus kepada investor saham di pasar modal Indonesia. “ Melalui program ini, Bursa Efek menurut Emon diharapkan dapat menambah jumlah investor di pasar modal domestic,” ujar dia.*

 hes

I ACARA workshop wartawan yang diadakan oleh IPOT bekerjasama dengan IDX cabang Pekanbaru ini, tidak hanya membahas saham-saham apa saja yang potensial di tahun 2013, tetapi juga menjadi ajang curh segenap wartawan mengenai investasi. Melihat fenomenal maraknya, investasi instan dan menjanjikan keuntungan yang banyak secara singkat. Emon Sulaimon mencoba menjelaskan situasi seperti ini. Menurut dia, hal ini lantaran masyarakat tidak pernah meneliti lebih jauh tentang investasi tersebut. Jika tidak terdaftar di bursa efek Indonesia, masyarakat lebih baik berhatihati. “Sebenarnya, ketika seseorang ditawari suatu skema investasi yang terdengar tidak masuk akal, hati kecilnya sudah menolak. Tapi orang-orang yang bekerja di balik skema investasi ini juga menggunakan trik, yaitu memberikan contoh orang atau nasabah yang

berhasil dengan bukti, mereka sudah mendapatkan keuntungan dengan menunjukkan bukti transfer ke rekening,” jelasnya. Emon mengatakan jangan cepat percaya pada janji-janji kaya mendadak. Untuk bisa mengumpulkan uang banyak, kita harus berinvestasi dalam jangka panjang, bukan dengan cara instan dan jangka pendek. Kalaupun kita berbisnis atau berdagang, tetap ada proses untuk bisa mengumpulkan uang sedemikian banyak dan tidak bisa dalam waktu singkat. “Semakin tinggi janji-janji pengembalian investasi kita, maka semakin tinggi risiko akan kehilangan uang kita. Logika berpikirnya adalah, bila seseorang bisa menjanjikan 300% per bulan dalam skema investasinya, kenapa dia capek-capek cari investor atau berbagi keuntungan dengan kita. Ingat, berbagi keuntungan berarti juga berbagi risiko. Sebaiknya,

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012

pelajari dulu skema investasi yang ditawarkan ,” katanya. Dalam investasi, menurut Emon tidak ada yang instan. Ibarat perahu, kita ingin menumpang diperahu yang besar atau yang kecil. Artinya perahu yang kecil merupakan perusahaan yang jelas-jelas sudah diakui dan ternilai untuk investasi. Perahu kecil, merupakan harga saham yang dimainkan. Jika kita ambil pilihan di perahu besar ini investasi dalam jangka panjang, namun kita harus memiliki modal yang lumayan besar. Misalkan kita memiliki uang sebanyak 100 juta, sebaiknya kita menumpang ke perahu yang besar yaitu menginvestasikan uang langsung keperusahaan yang terbukti menjual seperti Indofood yang memiliki emitem saham yang stabil. Jika kita memiliki dana terbatas, kita bisa menumpang diperahu kecil. Caranya untuk melipatgandakan uang kita harus trading dipasar modal. Namun harus siap-siap dengan resiko dan kemungkinan terjadi uang berlipat ganda atau uang kita hilang sama sekali. “Dengan kemudahan berinvestasi sekarang ini, trading bisa dilakukan dengan hanya investasi 100 ribu saja,” kata Emon.

Menurut Emon memang bursa saham termasuk investasi yang berisiko paling tinggi, selain valas atau indeks. Reksadana atau unit link berbentuk saham juga sangat berisiko tinggi. Maka investasi jenis ini sangat tidak disarankan bagi orang-orang yang memiliki dana yang terbatas. Investasi ini cocoknya buat orang yang memiliki dana lebih karena bermainmain di pasar saham jika rugi maka uangnya tidak berbekas. Jika ikut trading harus memiliki pengetahuan yang luas terhadap permainan saham dan memilih perusahaan yang memiliki fokus bisnis kuat sehingga dapat menjaga kesinambungan pertumbuhan laba dalam jangka panjang. Serta tidak terlalu sensitif terhadap perubahan kondisi global sehingga masih mampu meningkatkan kinerja usaha perusahaan tempat kita berinvestasi.*

 hes


28 Peristiwa

Siapkan Kader Hadapi Pilgubri dan Pemilu 2014 Menghadapi kerasnya persaingan politik jelang Pilgubri 2013 dan pemilu 2014, DPC PPP kota Pekanbaru gelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang pertama dan melakukan pelatihan bagi para kadernya.

D

EWAN Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan Kota Pekanbaru merapatkan barisan guna menghadapi dua agenda penting, Pulgubri 2013 dan Pemilu Legislatif dan Presiden di 2014. Belum lama ini, partai berlambang kabah ini melaksanakan Rapat Kerja Wilayah I (rakrwil) dan Pelatihan bagi kader. Dari cari ini, diharapkan menghasilkan suatu kesepaham diantara sesama kader PPP untuk kemajuan dan keberhasilan partai. Tampak hadir dalam acara tersebut Ketua DPW PPP Riau Aziz Zainal, para anggota dewan dari PPP baik Kota Pekanbaru maupun Provinsi Riau. Mereka antara lain, Rusli Effendi, Roem Zein, Said Usman, Zulkarnain, SE, M.Si, dan ratusan kader DPC PPP Kota pekanbaru. Dalam kesempatan itu pula

juga dilaksanakan pelatihan kader yang bertujuan memberikan pemahaman kepada seluruh kader tentang arah dan kebijakan partai serta pemahaman para kader tentang poltik. Said Usman selaku ketua DPC PPP Kota Pekanbaru dihadapan ratusan kader PPP mengatakan, saat ini DPC PPP Kota Pekanbaru terus berupaya berperan aktif didalam mensukseskan programprogram pembangunan di Kota Pekanbaru. Terutama yang bersentuhan langusung dengan kemaslahatan umat. Di internal partai DPC PPP juga terus meraptkan barisan, melakukan konsolidasi guna mensukeskan dua agenda penting yang sudah ada didepan mata yakni Pilgubri 201 dan Pemilu Legislatif 2014 mendatang. “Dalam menjalankan fungsinya DPC PPP Kota Pekanbaru selalu berupaya untuk ambil bagian didalam mensukseskan berbagai program-program pembangunan dikota Pekanbaru ini, DPC PPP selalu bersinerji bersama pemerintah Kota Pekanbaru untuk menjalankan program-program pemerintah terutama yang menyangkut kemaslahatan umat. Tidak hanya itu saja DPC PPP saat ini terus menjalin komunikasi dan konsolidasi di internal partai guna keberhasilan dan

kesuksesan partai dalam menghadapi pilgub 2013 dan pemilu legislatif 2014 mendatang,” ujarnya. Dalam kesempatan itu jaga Said Usman yang juga mengajak kepada seluruh kader untuk terus sama-sama membesarkan partai ini sebab Said menilai bahwa PPP adalah wadah perjuangan politik umat islam yang terus berjuang membawa aspirasi dan kepentingan umat. “Saya mengajak dan menghimbau kepada seluruh kader PPP untuk terus sentiasa peduli dan berusaha membesarkan PPP ini, sebab PPP

merupakan salah satu wadah perjuangan poltik bagi umat islam yang berjuang membawakan aspirasi dan kepentingan umat.PPP juga berpegang teguh pada pemahaman islam yang santun, anti radikalisme,” tegasnya. Senada dengan Said Usman, sekretaris DPC PPP kota Pekanbaru Zulkarnain, SE, M.Si ketika ditanya tentang tujuan Rakerwil dan pelatihan kader mengatakan, Rakerwil yang baru dilaksanakann pertama kali ini bertujuan guna menyelaraskan dan menyamakan persepsi diantara sesama kader PPP salah

satunya guna persiapan menghadapi pilgubri 2013 dan pemilu legislatif 2014 mendatang, dan ini adalah sebagai salah satu bentuk upaya membangun komunikasi dan konsolidasi di internal partai. “Rakerwil I ini adalah sebagai salah satu bentuk konsolidasi partai, tujuannya adalah menyelaraskan dan menyamakan persepsi diantara sesama kader PPP agar kedepannya DPC PPP semakin sloid terutama didalam menghadapi pilgubri 2013 dan pemilu 2014 mendatang,” ujar pria berkumis ini.*

 ben

11 Seniman Raih Tropi dan Uang Tunai

Sebanyak 11 orang pemangku seni tradisional di Riau mendapat tropi dan piagam penghargaan serta uang senilai Rp16 juta. Mereka terpilih dari hasil pertimbangan dan kajian tim pengamat dan budayawan di Riau.

U

NTUK keenam kalinya, pada minggu lalu di Hotel Pangeran Pekanbaru, terpilih 11 seniman dan budayawan Riau penerima Anugrah Pemangku Seni Tradisional. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan

Pariwisata Riau itu, berlangsung meriah disertai berbagai pertunjukkan buah karya seni dari penerima anugrah malam itu. Ke-11 seniman dan budayawan yang dinobatkan sebagai Pemangku Seni Tradisional itu ditetapkan berdasarkan mempertimbangkan hasil kajian dari tim pengamat yang terdiri dari H Tenas Effendy (budayawan), H Said Syarifuddin SE MP (Kepala Dinas Budpar Riau), Drs Al Azhar (budayawan), H OK Nizami Jamil (seniman) dan H Kazzaini KS (Dewan Kesenian Riau). Hasil pengamatan tim diatas, maka terpilihlah para penerima anugerah sebagai berikut H Amrun Salmon

(penggiat seni rupa batik) meraih anugerah tertinggi yakni Anugerah Pemangku Pengabdian Seni. Selanjutnya kategori Anugerah Pemangku Setia Seni Musik diterima Syahbirien Syah (Siak), Anugerah Pemangku Setia Seni Sastra diraih A Munir (Pelalawan), Anugerah Pemangku Setia Seni Teater diberikan kepada Musa Hitam (Inhil), Anugerah Pemangku Setia Seni Tari diraih Wasnury M (Pekanbaru) dan Anugerah Pemangku Setia Seni Rupa diraih Dantje S Moeis (Pekanbaru). Untuk kategori Pemangku Prestasi Seni, kategori Musik diraih Rino Deza Paty (Pekanbaru), kategori Sastra diraih Musa Ismail (Bengkalis), Seni

Teater diraih Rina NE SS (Pekanbaru), kategori Seni Tari diraih Erjison (Pekanbaru) dan kategori Seni Rupa diraih Subiyanto (Indragiri Hilir). Semua penerima anugrah mendapat tropi penghargaan, piagam penghargaan dan uang sebanyak Rp16 juta perorang. Pada kesempatan itu, Said Syarifuddin Kepala Dinas Budpar Riau menjelaskan, penganugerahan Pemangku Seni Tradisional Riau ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2005 lalu. Kedepannya penganugerahan pada kalangan seniman seni tradisional di Riau akan dilaksanakan dua tahun sekali. Karena dulunya dilaksanakan sekali saja dalam setahun. Penganugerahan ini menurut dia dimaksudkan untuk memberikan semangat dan motivasi pada seniman agar bisa lebih berkarya dan berkreatifitas. Selama ini, mereka memang kurang mendapatkan perhatian dan pembinaan hasil karya yang sudah mereka hasilkan. “Dengan penganugerahan ini, semakin meningkatkan kreatifitas kalangan seniman tradisional di Riau yang begitu banyak untuk diangkat kepublik, sehingga lebih dikenal lagi. Seni tradisional, merupakan sebuah kesenian

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012

yang memuat nilai-nilai tradisional, maka harus dilestarikan dan diangkat terutama dukungan dan binaan dari pemerintah daerah,” ujar Said Syarifuddin. Sebelum ditetapkan sebagai pemenang, kata Said Syarifuddin, penerima anugrah sudah dilakukan pengkajian dan, pengamatan terhadap dedikasi dan hasil karya yang mereka lakukan terhadap kesenian tradisional di Riau selama mereka berkarya. “ Dari hasil pengamatan dan pengkajian yang dilakukan oleh tim khusus yang terdiri dari budayawanbudayan Riau, maka mereka yang dianugerahi, layak dinobatkan sebagai seniman Pemangku Seni Tradisional Riau 2012,” katanya. Kadis Budpar Riau juga mengharapkan dengan berubahnya nomenklatur di Kementerian Pariwisata yang sekarang menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, maka semua kategori seni tradisional dan seni kreatif masuk dalam bagian pembinaan kementerian hingga ketingkat pemerintah provinsi, kabupaten/kota. Juga kegiatan ini sebagai bentuk mendukung Visi Riau 2020.*

 hes


Galeri

29

Wartawan Tribun Pekanbaru saat mengajukan pertanyaan

Wiwik Gemiwati dari Diskes Riau saat membeikan materi

Ainun dan Silvi bertugas di registrasi peserta

 Pelatihan Jurnalastik Tentang HIV/AIDS

Yayasan Putra Riau Ajak Jurnalis Berempati S

Adnan Buyung menerima door prize yang diserahkan Ismail Nasution

Hampir seluruh media massa di Riau mengirimkan utusannya

ELASA (11/12) pekan silam, Yayasan Putra Riau mengadakan pelatihan bagi wartawan dalam meliput dan menulis tentang HIV/AIDS. Hampir semua media massa di Riau, cetak, elektronik dan on line mengirimkan utusannya di acara tersebut. Informasi dasar tentang virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia ini disampaikan oleh Ibu Wiwik dari Dinas Kesehatan Riau dan Ismail Nasution dari Yayasan Utama. Sedangkan bagaimana menulis dan meliput HIV/AIDS dengan baik, Yayasan Putra Riau mendatangkan Syaiful W Harahap dari Info Kespro Jakarta. Acara yang digelar selama satu hari di Hotel Pangeran Pekanbaru ini dibuka oleh pendiri Yayasan Putra Riau Ir Yanto Situmeang. Dalam pemaparannya, dipilihnya tema tentang HIV/AIDS bagi wartawan karena masih banyak wartawan yang belum memahami secara mendalam tentang HIV/ AIDS tersebut. Terutama bagaimana etika dalam melakukan peliputan dan penulisannya. *

Aksi Syaiful W Harahap dari Info Kespro Jakarta saat memberikan materi

Yanto Budiman, Ismail Nasution dan Wiwik Gemiwati

Wanita pun bisa pakai kondom...

Wartawan media nasional yang ada di Riau pun ikut nimbrung

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012 CMYK


30 Kesehatan

Deteksi Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini Anak, buah kasih keluarga yang paling berharga. Perhatian lebih senantiasa tercurah kepadanya. Begitu pun dengan tumbuh kembang mereka. Namun tidak semua orang tua dapat mengenali terganggunya tumbuh kembang anak. Perlu deteksi secara dini tumbuh kembang anak sesuai usianya.

T

IDAK banyak orangtua yang menyadari, bahwa periode paling penting dalam tumbuh kembang anak adalah pada masa balita. Pada masa ini, semua pertumbuhan dasar akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak Anda ke depannya. Selain itu, pada masa ini juga sang anak akan mengalami perkembangan dalam hal kesadaran sosial, kemampuan berbahasa, emosional, kecerdasan serta kreativitas, yang juga akan menjadi dasar bagi perkembangan selanjutnya.

Tumbuh kembang anak berlangsung secara teratur, saling berkaitan dan berkesinambungan dimulai sejak pembuahan di dalam rahim hingga dewasa. Bukan hanya fisik yang bertumbuh, kepandaian sang anak pun akan meningkat seiring dengan bertambahnya umur. Pertumbuhan tersebut ditandai oleh bertambahnya ukuran fisik dan struktur fisik seorang anak. Sedangkan perkembangan terkait dengan perkembangan fungsi yang meliputi kemampuan motorik, kognisi, bahasa dan sosial. “Jika dibagi-bagi, kebutuhan dasar seorang anak dapat dibagi menjadi 3. Yaitu, Asuh, Asih dan Asah. Kebutuhan Asuh yaitu segala sesuatu kebutuhan yang menyangkut biomedis seperti asupan gizi selama dalam kandungan, pakaian, perawatan kesehatan berupa imunisasi serta pencegahan terhadap timbulnya gejala penyakit dan kebutuhan akan tempat tinggal,” ujar dr Ismet, SpA dalam sebuah seminar di RS Awal Bros Pekanbaru. Dokter Ismet mengatakan, kebutuhan Asih merupakan

segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan emosional sang anak seperti kasih sayang, penghargaan, pujian,

Gizi Faktor Penting Tumbuh Kembang Anak

T

UMBUH kembang anak, sangat erat kaitanya dengan gizi. Asupan gizi memiliki peranan yang tidak diragukan lagi pada tumbuh kembang anak terutama dalam kaitannya dengan lingkungan anak sejak dalam kandungan hingga remaja. Pola makan dan kualitas makanan anak di negaranegara tropik merupakan tantangan yang sangat perlu dikaji lebih mendalam untuk menjawab masalah gizi pada tumbuh kembang anak di Indonesia. “Sejak lama telah diketahui bahwa gizi sangat penting peranannya dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak sejak konsepsi dalam rahim dan berakhir pada masa pubertas sesuai tahab demi tahab,” tutur dokter spesialis anak RS Awal Bros dr Ismet, SpA.

Tahap yang perlu jadi perhatian itu pada yakni tahab prenatal (dalam rahim). tahab ini merupakan bagian dari suatu proses perkembangan genetik yang dimodifikasi oleh variabel ibu (maternal), apabila ibu hamil mendapatkan makanan yang cukup, maka bayi yang dikandungnya akan lahir secara normal. Sebaliknya Pada ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi akan melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Selanjutnya pada tahap Postnatal (pasca lahir) dimana bayi dalam proses tumbuh kembang hingga dewasa dipengaruhi oleh lingkungan hidup keluarganya, sosial, ekonomi dan faktor lingkungan lainnya. Gizi yang tepat merupakan promosi utama untuk pertumbuhan dan perkembangan normal pada tahap-tahap perkembangan anak. Oleh karena itu anak membutuhkan Makro Nutrien

(protein, lemak, karbohidrat dan cairan). juga membutuhkan Mikro Nutrien (vitamin dan mineral) Dalam era globalisasi ini perkembangan teknologi pangan dan gizi tampak sangat menonjol sehingga produk yang ditawarkan pada masyarakat semakin banyak dan bervariasi. Kebutuhan gizi pada usia balita perlu diperhatikan tentang kualitas ASI dan kemampuan memberikan ASI ekslusif pada ibu bekerja di Indonesia hingga 6 bulan. Perubahan pemberian makanan dan kesukarannya menjelang 2 tahun merupakan akhir kritis yang sangat menentukan. Untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi bagi balita diperlukan makanan pendamping ASI yang bergizi yang kaya akan kandungan protein, vitamin dan mineral. Untuk menghindari masalah yang serius karena kekurangan gizi, dokter ini menyarankan perlunya perhatian terhadap gizi sesuai taha-tahabnya. “Pada tahap Prenatal perlu tambahan nutrisi dengan tujuan untuk meningkatkan status gizi para ibu hamil dengan cara menerapkan pola makan yang baik, mengkonsumsi makanan dan buahbuahan yang bergizi. Begitupun pada tahap Postnatal Perlu makanan pendamping ASI (MPASI) yang bermutu dan bergizi tinggi setelah bayi diberikan ASI Ekslusif selama 6 bulan,” tukasnya.*

 iza

tanggung jawab serta perhatian. Kebutuhan asih juga salah satunya memberikan rasa aman pada sang anak dengan adanya kontak fisik dan psikis dengan sang ibu sedini mungkin. Untuk itu, dalam memberikan hukuman sebaiknya tidak memarahi sang anak tetapi berikanlah contoh-contoh yang penuh dengan kasih sayang. Sedangkan kebutuhan Asah merupakan kebutuhan tentang stimulasi mental dini. Disini merupakan awal mula terjadinya proses pembelajaran, pendidikan dan pelatihan yang diberikan sejak dini, disesuaikan dengan tingkat perkembangan sang anak. Jika dididik sejak dini, pada saat umur anak menginjak 4-5 tahun akan terbentuk kepribadian dan etika yang baik, cerdas, terampil serta mandiri. Selain kebutuhan-kebutuhan demikian, yang tak kalah penting dalam tumbuh kembang anak adalah nutrisi yang didapatkannya. Nutrisi sangat penting peranannya dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak sejak berada di dalam kandungan sampai lahir hingga masa pubertas. “Sejak sang anak lahir sampai berumur 24 bulan, orangtua wajib memperhatikan asupan gizi yang lengkap serta pemberian stimulasi atau rangsangan, karena nutrisi dan stimulasi tersebut sudah merupakan satu kesatuan yang harus dipenuhi. Sang anak membutuhkan nutrisi untuk menunjang kemampuan otak serta daya tahan tubuhnya, sementara stimulasi selain berfungsi sebagai pengalaman dini sang anak juga sebagai bagian dari proses tumbuh kembangnya,” sebut Ismet lagi. Ismet melanjutkan, Nutrisi sangat penting untuk meningkatkan dan memelihara kecerdasan otak, maka dari itu nutrisi bagi anak harus

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012

dicukupi dari makanan yang di berikan pada sang buah hati sehari-hari. Bagi yang masih bayi, usia 0-6 bulan kebutuhan nutrisinya cukup terpenuhi dengan diberikan ASI. Tetapi bila sang bayi telah memperoleh makanan tambahan, maka makanan yang diberikan harus mengandung karbohidrat, mineral, lemak, protein dan vitamin yang cukup. Mmengetahui tumbuh kembang anak secara normal, dapat dilihat berdasarkan umurnya. “Anak pada usian 4-6 minggu, sudah mulai tersenyum secara spontan, diikuti dengan mengeluarkan suara 1-2 minggu kemudian. Lalu pada anak usia 12-16 minggu, ia mulai dapat menegakkan kepalanya, dapat tengkurap sendiri, dan dapat menoleh ke arah datangnya suara, serta mampu menggenggam benda yang diletakkan di tangannya. selanjutnya pada anak usia 20 minggu sudah memiliki kemampuan untuk meraih benda-benda yang didekatkan padanya. Seterusnya pada usia 26 minggu anak sudah dapat duduk dibantu oleh kedua tangannya, begitu juga ia dapat memindahkan benda dari tangan yang satu ke tangan yang lain dan bisa makan biskuit sendiri,” katanya. Lalu pada usia 9-10 bulan, anak sudah mampu memegang benda dengan ibu jari dan telunjuk. ia mampu merangkak, bersuara, serta menunjuk dengan jarinya. Begitupun pada usia seterusnya 13-15 bulan, anak dapat mengucapkan kata-kata tunggal, bila dikasih mainan, ia sudah dapat memasukkan mainan ke dalam wadah, ia juga mampu minum dari gelas, bermain dengan orang lain, begitu pula ia berjalan tanpa dibantu serta mencoratcoret.*

 iza


31 Olahraga

Berharap Atlet Riau Perkuat RI di ISG Sebagai tempat pelaksanaan, KONI Riau berharap atlet Riau yang berprestasi di PON XVIII bisa memperkuat Indonesia di ISG.

S

ETELAH sukses menggelar dua event olahraga nasional, PON XVIII dan Peparnas XIV 2012, tahun depan tepatnya Juni, Riau kembali dipercaya sebagai tuan rumah event olahraga. Kali ini berkelas internasional, yakni Islamic Solidarity Games (ISG) 2013. Event olahraga yang akan diikuti 57 negara yang tergabung dalam organisasi negara-negara Islam ini, mempertandingkan 17 cabang olahraga (Cabor). Diantaranya sepakbola, bolavoli, senam, atletik, taekwondo, angkat besi, karate, bulutangkis, pencak silat, panahan, renang, panjat tebing, perahu naga, tenis lapangan, basket dan sepaktakraw. Karena ini event internasional, maka ini menjadi gawenya pemerintah pusat melalui KOI, dan Riau hanya sebagai tempat pelaksanaan. Meski demikian, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau tetap memiliki harapan terhadap pergelaran

ISG ketiga ini. Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum KONI Riau, Drs H Yuherman Yusuf, memastikan kalau KONI Riau tidak terlibat langsung dalam ISG ini, termasuk dalam urusan persiapan atlet. Karena itu menjadi tugasnya KONI Pusat dan KOI. KONI Pusat mengurus persiapan atlet, dan KOI bertugas pada pelaksanaan. Namun demikian, Yuherman juga memastikan karena Riau menjadi tempat pelaksanaan ISG, maka kalau KONI Riau berharap atlet Riau bisa tampil memperkuat Indonesia di ISG ini. Terutama atletatlet yang berprestasi pada PON XVIII lalu. “Meski kita tuan rumah, tapi KONI Riau mengurus persiapan atlet. Karena itu menjadi tugas KONI Pusat dan PB cabor. Untuk itu kita berharap dalam kontingen Indonesia terdapat atlet-atlet Riau, terutama mereka yang berprestasi di PON Riau September lalu,” kata Yuherman kepada AZAM, pekan silam. Sebagaimana diketahui, sebut Yuherman, pada PON lalu sangat banyak atlet Riau yang berhasil menjadi jawara. Banyak diantara mereka yang PB cabor untuk masuk pelatnas, malah beberapa diantaranya sudah memperkuat Indonesia di

event internasional. “Karena yang melaksanaan TC adalah KONI Pusat bersama PB cabor, maka atlet kita yang berada di pelatnas Prima diharapkan bisa masuk tim ISG Indonesia, tapi tetap melalui seleksi. Sebab ini akan membawa nama bangsa,” tutur Yuherman lagi. Selain itu, kata Yuherman, KONI juga berharap pengurus cabor yang dipertandingkan di ISG, untuk tetap berkoordinasi dengan PB masing-masing terutama menyangkut tentang teknis pelaksanaan pertandingan di ISG, sehingga jika ada kekurangan saat PON lalu, bisa diperbaiki. Dan terkait dengan pelaksanaan pertandingan, karena para pengurus cabor di Riau juga dilibatkan, maka diminta untuk serius dalam menjalankan tugas sebagai panitia pelaksana. “Kawankawan di cabor yang terlibat langsung di PON lalu benar-benar serius di ISG nanti,” sebut Yuherman. Sebagaimana diketahui, saat menjadi panpel di PON lalu banyak pelajaran berharga yang didapat, walaupun peran lebih besar masih TD cabor, maka itu bisa menjadi modal untuk bekerja lebih baik lagi saat di ISG.

“Memang saat PON TD cabor lebih dominan, tapi keterlibatan langsung para pengurus Pengprov cabor di Riau, maka itu menjadi pengalaman menggelar multi event olahraga, maka itu menjadi modal untuk bekerja lebih baik,” ujarnya. Walau belum ada keputusan atlet yang akan memperkuat RI di ISG nanti, Yuherman juga mengharapkan kepada atlet yang cabornya

dipertandingkan di ISG, dan masuk dalam pelatnas untuk tetap berlatih dengan tekun dan serius. “Atlet kita yang berhasil di PON lalu, tentulah punya peluang untuk bisa tampil di ISG, karena itulah walau belum ada kepastian dari KONI Pusat maka tetap latihan serius dan disesuaikan dengan program yang ada,” tambah Yuherman lagi.*

 dri

Yuherman Yusuf

Iptek

Menjajal Ponsel “Full Touch” BlackBerry 10 Perangkat BlackBerry 10 yang akan diluncurkan akhir Januari tahun depan adalah tumpuan harapan Research in Motion (RIM) selaku pembuatnya untuk bangkit kembali di tengah-tengah industri mobile yang kini didominasi perangkat iOS dan Android.

S

ALAH satu perangkat BlackBerry 10 yang menggunakan interface full-touch screen diposisikan langsung melawan iPhone 5 dan Galaxy S III. Untuk melawan duo smartphone terpopuler sejagat tersebut, RIM pun melengkapi BlackBerry 10 dengan sejumlah fitur unggulan. Apa saja? Ikuti hasil penelusuran Kompas Tekno dengan perangkat BlackBerry 10 DevAlpha Rev B di arena BlackBerry Jam Asia 2012 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, 29-30 November lalu. Sebelum itu, perlu dicatat

bahwa perangkat BlackBerry 10 DevAlpha Rev B bukanlah perangkat BlackBerry 10 versi final sehingga bentuk fisik serta software miliknya belum tentu menggambarkan keadaan sebenarnya dari BlackBerry 10 nanti. Dilihat sekilas, perangkat BlackBerry DevAlpha Rev. B ini memiliki bentuk khas smartphone touch screen dengan layar lebar dan sedikit tombol fisik yang diletakkan di sisi atas dan pinggiran perangkat. Body perangkat berbentuk kotak dengan sudut-sudut tegas. Tulisan “Dev Alpha B” yang menandakan bahwa perangkat uni bukan produk final tertera di sisi bawah. Untuk unit kamera, ada dua buah masing-masing di bagian muka dan bagian sisi belakang yang dilengkapi dengan LED flash. Sistem operasi BlackBerry 10 pada perangkat BlackBerry DevAlpha Rev. B ini masih dipoles terus menerus oleh RIM. Perangkat yang dicoba oleh KompasTekno di Bangkok pun belum menerapkan update terbaru yang

memasukkan tampilan icon berbeda. Tam-

pilan icon pada perangkat ini masih berbentuk frame kotak-kotak yang terlihat kaku, membingkai gambar dan keterangan icon. Salah satu fitur unik dari interface BlackBerry 10

adalah fungsi “peek” di mana tiap aplikasi menyediakan serangkaian menu yang bisa diakses dengan menggeser (swiping) jari dari arah tepian layar. Untuk meminimize aplikasi, pengguna cukup menggeser jendela apikasi ke sisi atas, sementara kalender bisa ditampilkan dengan “menarik” jari dari atas ke bawah. Oleh pihak RIM, cara ini diklaim lebih intuitif daripada yang terdapat pada sistem operasi saingan sekaligus meniadakan kebutuhan untuk tombol “back” atau “home”. Layar multi-tasking pun bisa diakses hanya dengan menggunakan sapuan jari, dan menampilkan serangkaian jendela program yang terbuka yang bisa diakses dengan mudah. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat dua video di bawah ini. Salah satu fitur unggulan dari OS BlackBerry 10 adalah BlackBerry Hub yang mengintegrasikan koneksi ke berbagai jaringan sosial seperti FaceBook, Twitter, dan LinkedIn dalam satu tempat.

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012

Sayangnya, pada perangkat yang KompasTekno coba, fitur yang satu ini belum tersedia. Meski begitu, pihak RIM sempat menunjukkan cara kerja BlackBerry Hub dalam keynote pembukaan BlackBerry Jam Asia 2012. Gambar-gambarnya bisa dilihat di bawah. Melalui BlackBerry Hub, pengguna bisa mengakses berbagai pemberitahuan pesan BBM, SMS, e-mail, berikut akun jejaring sosial yang dimiliki dalam satu tempat, tanpa harus berpindah aplikasi. BlackBerry Hub pun menyediakan filter yang bisa dimanfaatkan untuk menyaring kontak-kontak tertentu, misalnya temanteman pada FaceBook saja, untuk ditampilkan. Untuk menampilkannya, pengguna cukup menyapukan jari dari pinggiran layar sebelah kiri ke sisi tengah. Karena terintegrasi pada daftar kontak, pengguna bisa melihat siapa saja dalam daftar kontaknya yang memiliki koneksi di jejaring sosial tertentu. Aksi “invite” (misalnya ke BBM atau LinkedIn) bisa langsung dikirim dari BlackBerry Hub.

 kps


32

Penyertaan Modal ke PT BLJ Dipertanyakan K

OMISI III DPRD Bengkalis mempertanyakan progres serta kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ) terkait penyertaan modal sebesar Rp 300 miliar. Penyertaan modal itu disahkan DPRD Bengkalis melalui Perda khusus dan anggarannya tercantum di APBD tahun 2012. “Sejauh ini progres dari penyertaan modal ke PT BLJ belum kelihatan sama sekali, bahkan tidak ada ekspose dari perusahaan semi plat merah tersebut soal sejauh mana kinerja mereka menggunakan dana Rp 300 miliar itu. Lantas, apakah dana tersebut sudah dicairkan atau belum juga tidak ada kejelasan dari jajaran manajemen,” tanya Anom Suroto, ketua Komisi III DPRD Bengkalis, kepada wartawan. Disampaikan Anom, planning awal PT BLJ adalah

membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Bukit Batu dan kecamatan Mandau. Hanya saja sejauh ini dimana titik lokasi pembangunan PLTU dan PLTG itu juga belum ada kejelasan, sehingga kinerja jajaran manajemen PT BLJ patut dipertanyakan. Diutarakannya juga, PT BLJ harus mengekspose ke publik serta ke dewan perusahaan mana yang menjadi mitra kerja mereka dalam membangun PLTU dan PLTG. Apabila dalam tahun 2012 ini program pembangunan PLTU dan PLTG tidak berjalan, dewan akan meninjau ulang kembali penyertaan modal tersebut. “Kalau memang belum ada langkah-langkah kearah tersebut, penyertaan modal itu dapat kita tinjau ulang kembali pada tahun 2013. Penyertaan modal itu sendiri sudah disahkan DPRD lewat

Perda setelah dibahas ditingkat panitia khusus, tapi hingga sekarang kami dari komisi III belum tahu sejauh mana realsiasinya,” kata Anom dari Fraksi Partai Demokrat itu menambahkan. Sementara manajemen PT BLJ melalui Manajer Humas dan CSR Haspian Tehe menungkapkan, soal dana penyertaan modal Rp 300 miliar itu, untuk membangun dua pembangkit listrik PLTU Buruk Bakul Bukit Batu dan PLTG Duri, keduanya 120 MW yang nilai investasinya Rp1,6 triliun. PT BLJ sudah memiliki progresnya, dimana PT BLJ sudah menandatangani MOU dengan konsorsium PT ZUG Industry Indonesia dan perusahaan lainnya. “Kita juga sudah melakukan kerjasama dengan pihak perbankan sebagai bank penjamin di Jakarta dan PT PLN pusat. Kami juga sudah mensurvei lahan yang cocok di Buruk Bakul Bukit Batu,

sedangkan di Pinggir sudah ada lahannya. Pengerjaan dua pembangkit ini sejak mulai dibangun lamanya 3 tahun. Namun masih ada beberapa proses administrasi yang harus diselesaikan,” terang Haspian. Diijelaskannya, untuk membangun dua pembangkit listrik 120 MW tersebut tidak semudah membalik telapak tangan. Banyak proses administrasi dan perizinan yang harus diselesaikan hingga ke PT PLN pusat. Pembangunannya kemungkinan awal tahun 2013, setelah proses perizinan dan administrasi di PT PLN Pusat selesai. “Sekarang ini PT BLJ bersama konsorsium juga sedang merekrut 40 orang putra daerah Kabupaten Bengkalis minimal lulusan D3 diutamakan Politeknik Negeri Bengkalis untuk ditraining (Diklat) di PT ZUG dengan sistem ikatan dinas

untuk menjadi tenaga operator PLTU dan PLTG. Semua sedang kita persiapkan untuk mengantisipasinya, termasuk soal SDM di bidang teknik dan kelistrikan,” papar Haspian yang juga mantan wartawan tersebut. Ditambahkannya, penyertaan modal ini bukan harus diselesaikan tahun 2012 ini juga seperti proyek biasa di SKPD yang harus habis tahun ini. Tetapi uangnya sudah kita masukkan ke Konsorsium. Modal PT BLJ adalah Rp300 miliar, pihak konsorsium Rp400 miliar, sisanya Rp900 miliar dari bank penjamin melalui kontrak PT PLN. “Jadi uangnya kita masukkan bersama dana konsorsium. Membangun pembangkitnya selama 3 tahun. Setelah itu listriknya kita jual ke PT PLN melalui kontrak yang ada sekarang,” tutup Haspian.*

 dks

Stand Kecamatan Bantan Ramai Dikunjungi Pejabat

S

EJAK dibukanya stand bazar dan pameran di Pasir Andam Dewi, Stand Bazar Kecamatan Bantan termasuk banyak yang dikunjungi, dan hampir secara bergantian warga Bengkalis dan sejumlah pejabat memilih untuk singgah di stand tersebut. Camat Bantan Nazli saat ditemui dilokasi bazar yang didampingi istrinya mengutarakan, stand bazar Kecamatan Bantan memang salah satu stand yang ramai dikunjungi. Pasalnya, stand tersebut diisi dengan penyajian makanan khas Bengkalis, mulai dari Lempuk Durian buatan home industri warga Desa Selatbaru, dan kerupuk Ikan. “Satu-satunya stand dari tiga kecamatan. Stand kita yang ramai dikunjungi, memang stand kita kewalahan melayani permintaan lempuk Durian, kita siapkan hampir 2 ton, namun habis semuanya terjual, dan diminati para pengunjung stand,” kata Nazli kepada wartawan Nazli juga mengutarakan, memang semua yang ditampilkan baik distand bazar dan pameran, hasil kerajinan masyarakat Kecamatan Bantan. Boleh dikatakan, hasil

kerajinan diseluruh stand yang ada itu berasal dari Bantan. “Stand kita memiliki ciri khas tersendiri, memang jika ke Bengkalis kalau belum merasakan Lempuk Durian Bantan, maka belum bisa dikatakan sampai ke Bengkalis. Begitu juga kalau pendatang yang memijakkan kaki ke Bengkalis, tapi belum merasakan buah naga atau durian Bantan ya belum sampai rasanya ke Kabupaten Bengkalis,” papar Nazli. Dikatakan Nazli, dengan ikut sertanya Kecamatan Bantan dalam ajang stand bazar dan pemeran ini, diharapkan bisa memperkenalkan lebih dekat lagi bagaimana Kecamatan Bantan yang sebenarnya. Artinya, Bantan itu wilayahnya cukup luas, dan memiliki potensi pariwisata seperti pantai wisata Selatbaru. Menurut Nazli stand bazar dan pameran ini dilaksanakan tidak lain dalam upaya promosi dan perkenalan ciri khas masing-masing daerah. “Kita tidak mau ketinggalan, memang untuk Kecamatan yang ambil bagian hanya tiga Kecamatan termasuk kita dari Kecamatan Bantan,” tandasnya.

 dks

Hj Septina Rusli yang didampingi Hj Romaini Herliyan melihat hasil kerajinan tikar di stand pameran PKK Kabupaten Bengkalis

Guri HM Rusli Zainal bersama Bupati Bengkalis Herliyan Saleh bersama-sama menekan tombol tanda dibukanya MTQ XXXI Riau

Spektakuler, Pembukaan MTQ XXI Riau di Bengkalis

G

UBERNUR Riau HM Rusli Zainal memberikan apresiasi yang luar biasa dengan pelaksanaan MTQ ke-31 tingkat Propinsi Riau di Bengkalis. Pada acara pembukaan yang digelar di astaka utama, Rusli menyebut MTQ ke-31 di Bengkalis benar-benar luar biasa. Apresiasi tersebut disampaikan orang nomor satu di Riau ini bukan saja dari kesiapan yang dilaksanakan tuan rumah, melainkan juga partisipasi dari kafilah seluruh kabupaten/kota yang lebih semarak dan benar-benar diluar dugaan. Kesan MTQ kali ini lebih semarak menurut Rusli Zainal setidaknya bisa dilihat pada saat pawai taaruf, dimana tidak satupun kabupaten/ kota yang melibatkan peserta pawai di bawah 500 orang. ‘’Seperti disampaikan Pak Bupati, kita dengarkan hampir semua kabupaten/kota melibatkan peserta pawai dengan jumlah di

NO: 717 TAHUN XIII/ EDISI 18 - 24 DESEMBER 2012 CMYK

atas 500 orang. Tidak ada yang di bawah 500 orang,’’ ujarnya. Seluruh kabupaten/kota peserta pawai menurut Rusli Zainal menampilkan atraksi yang luar biasa. Seperti Rokan Hilir, sambung Rusli, sampai ikan segar pun dibawa saat pawai. Begitupun kabupaten/kota lain, menurut Rusli semuanya luar biasa dan diharapkan semangat tersebut merupakan gambaran keseriusan dari seluruh pemerintah kabupaten/kota di Riau dalam meningkatkan Islam di bumi melayu. Semangat untuk meningkatkan dan mengembangkan Islam di bumi melayu, menurut Rusli sejalan dengan visi Riau 2020 yaitu ‘’Terwujudnya Provinsi Riau Sebagai Pusat Perekonomian Dan Kebudayaan Melayu Dalam Lingkungan Masyarakat Yang Agamis, Sejahtera, Lahir dan Bathin Di Asia Tenggara Tahun 2020”.

 dks

Berita Azam  

Berita Azam