Page 1

No.716 Tahun XIII/ 10 - 17 DESEMBER 2012 email: mingguan_azam@yahoo.com

Harga Rp 6.000,- (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

Ilustrasi: roy

No. Keanggotaan: 469/06/1998/B/2010

HR Mambang Mit

H Achmad

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012 CMYK


2 Anak Zaman

Bilik Pembaca Jangan Stress Hadapi Ujian

Bilik Redaksi

Awak Redaksi Jadi Panitia

P

EKAN kemarin, kami di jajaran redaksi terlibat aktif menjadi panitia Orientasi bagi Wartawan Peliput HIV/ AIDS. Maklum, acara ini ditaja Yayasan Putra Riau bekerja sama dengan Tabloid AZAM. Praktis, kami di redaksi ikut menjadi seksi sibuk demi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ada yang sibuk mengurus undangan, pembicara, peserta, tempat, akomodasi, ada pula yang hanya bertugas pada hari H pelaksanaan acara dimaksud. Pendek kata, tak satu pun awak redaksi yang tak dapat tugas dalam pelaksanaan acara yang menghadirkan pembicara dari Jakarta itu. Syaiful W Harahap, sengaja dihadirkan dari Info Kespro Jakarta untuk menjadi nara sumber di acara yang dilaksanakan selama satu hari Selasa (11 Desember) di Hotel Pangeran Pekanbaru tersebut. Syaiful W Harahap adalah mantan wartawan yang kini menjadi aktivis LSM yang bergerak di bidang pencegahan HIV/AIDS. Selain Syaiful W Harahap, Yayasan Putra Riau juga menghadirkan Dinas Kesehatan dan Ismail Nasution dari Yayasan Utama Riau. Yang disebutkan terakhir ini, juga pegiat sosial bidang pencega-

Angkatan Zuriat Anak Melayu SIUPP Nomor 698/SK/Menpen/SIUP/1998 Tanggal 10 Nopember 1998 No. Keanggotaan SPS (Serikat Penerbit Suratkabar) 469/06/1998/B/2010

PENERBIT

Yayasan Pena Putra Riau Press

Bambang Irawan, Lizawati dan Hesti Diana

han HIV/AIDS. Menurut Bambang Irawan Syahputra yang menjadi panitia acara ini, kegiatan Orientasi ini bukan bermaksud latah. Dimana setiap hari Aids sedunia, banyak yang membuat acara seputar HIV/ AIDS. Menurut Wakil Pimpinan Redaksi AZAM yang juga pernah aktif di Aliansi Jurnalis Peduli HIV/AIDS Riau (AJPHAR) ini, kegiatan tidak hanya ikut-ikutan. Tetapi merupakan bentuk kepedulian wartawan terhadap penyebaran dan penanggulangan HIV/ AIDS. Bambang menegaskan,

media punya peran penting terutama sebagai critical partner terhadap penanggulan HIV/AIDS. Untuk itu, kata dia lagi, wartawan lah yang terlebih dahulu mesti memahami HIV/AIDS tersebut. “Bukan hanya soal apa itu HIV/AIDS, tetapi bagaimana mencari sudut pandang atau enggle berita dalam rangka penanggulannya,” ujar Bambang lagi. Selama ini berita tentang HIV/AIDS, kata Bambang, banyak muncul hanya ketika memperingati hari AIDS. Lalu disebutkan daerah mana yang paling banyak atau menjadi juara sebagai penderitanya.

Padahal, jika wartawan punya perhatian terahadap penanggulangan HIV/AIDS banyak yang perlu digali dan dipelajari. Untuk itulah, kata Bambang, nara sumber seperti Syaiful W Harahap sangat pas untuk memberikan bekal kepada wartawan dalam menulis tentang HIV/ AIDS. Demikianlah, selain melaksanakan tugas jurnalistik untuk mengisi rubrik demi raubrik di AZAM, pekan kemarin juga terlibat di acara yang pesertanya juga para wartawan. Semoga bermanfaat. Baca AZAM lebih faham.***

SISWA-SISWI sekolah sebentar lagi memasuki masa Ujian. Beberapa diantara mereka mulai kepikiran menyebabkan mereka sudah stres duluan sebelum ujian. Untuk itu, sebaiknya siswasiswi ini tidak cemas. Hadapilah ujian dengan tenang dan santai. Dengan sikap yang tenang dan santai, kita akan mudah menjalaninya. Kita akan lebih mudah menyusun strategi yang tepat, lebih mudah konsentrasi dalam membaca dan menjawab soal sehingga hasilnya pun memuaskan. Oleh karena itu janganlah menganggap ujian nasional tersebut sebagai suatu beban melainkan sebuah tantangan. Percaya pada diri sendiri adalah salah satu kunci sukses menghadapi kecemasan saat ujian nasional. Hal ini penting karena kita sendiri yang menjalani ujian tersebut. Meskipun terkadang banyak godaan seperti menyontek, meminta jawaban, hal itu belum menjadi menjamin kita untuk bisa menyelesaikan soal. Bisa saja jawaban yang kita terima belum tentu benar. Atau mungkin kita ketahuan menyontek oleh pengawas sehingga lembar jawaban kita diambil. Oleh karena itu percayalah pada diri sendiri karena kita sendirilah yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam ujian tersebut. Yakinlah bahwa setiap kerja keras yang kita lakukan akan membuahkan hasil yang memuaskan. Buatlah sebuah rencana dan strategi yang tepat. Perbanyaklah baca dan latihan soal. Seperti kata pepatah bisa karena biasa. Sama halnya ketika menghadapi soal-soal ujian. Dengan kita sering berlatih mengerjakan soal-soal maka kita semakin terbiasa sehingga kita tidak perlu cemas dalam menghadapinya. Oleh karena itu perbanyaklah baca dan latihan soal secara terus menerus agar kita mengetahui perkembangan soal apa saja yang sering diujikan. Selain itu juga dengan sering berlatih mengerjakan soal-soal maka kita akan semakin cepat mengerjakan soal-soal yang ada. Belajar kelompok. Belajar kelompok merupakan salah satu cara yang bisa dipakai para siswa untuk berbagi dengan teman yang lain. Belajar kelompok ini penting mengingat kemampuan seseorang yang berbedabeda. Ada yang pintar matematika, pintar meng-

PENDIRI: EDIRUSLAN PE AMANRIZA (ALM), WAN MOHD. DAUD (ALM), SUGIAT TJUATJA (ALM), TAMIN CANDRA, SYAFRIADI. PEMIMPIN UMUM/PENANGGUNG JAWAB: SYAFRIADI. WAKIL PEMIMPIN UMUM/WAKIL PENANGGUNGJAWAB/PEMIMPIN REDAKSI: YANTO BUDIMAN S. PEMIMPIN PERUSAHAAN: ZULKARNAIN. WAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN : ENDRIZAL YUSTEN. WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : BAMBANG IRAWAN SYAHPUTRA. REDAKTUR PELAKSANA-1: ENDRIZAL YUSTEN. REDAKTUR PELAKSANA-2: ZAINUL AZIZ. KOORDINATOR LIPUTAN: M YASIR. REDAKTUR SENIOR: ENDRIZAL YUSTEN. SEKRETARIS REDAKSI: NUR AINUN. STAF REDAKSI: LIZAWATI, IRDAWATI, HESTI. MANAGER PRACETAK: ROY YULIANTO. MANAGER KEUANGAN: NUR ASIAH. KABAG PEMASARAN/IKLAN: BENNY HENDRA, DISTRIBUSI: ARI KURNIAWAN BIRO DAERAH: TATANG HARTONO, TAUFIK BASIRUN (BAGANSIAPIAPI). ROBIN SIMANUNGKALIT, MARHUSOR PARDEDE (TANJUNGPINANG, KEPRI). JHONI (SIAK). SYAFRIZAL (DUMAI). SALFIAN DALIANDI, DAKESLIM (BENGKALIS). SUHANDI, IMRAN RIO (INHU). JABARULLAH, JANUAR JAYA (INHIL). ACHMAD FIKRI, ARIEF (KAMPAR). JON HENDRI HASAN, ASNOL MUBARACK (PELALAWAN). AFRIZAL (KUANSING). ALAMAT REDAKSI: JL PARIT INDAH KOMPLEK PERKANTORAN GRAND SUDIRMAN BLOK B 10 PEKANBARU, TELP/FAX (0761) 32308 TARIF IKLAN: FULL COLOURRP. 6.000/MM/KOLOM, HITAM PUTIH RP. 4.000/ MM/KOLOM (BELUM TERMASUK PPN 10%) NOMOR REKENING: BANK RIAU NO REK 201.030.690.95 PERCETAKAN: PT RIAU POS GRAINDO (ISI DI LUAR TANGGUNGJAWAB PERCETAKAN)

Redaksi menerima sumbangan tulisan atau artikel, puisi dan ilustrasi. Tulisan diketik rapi dua kertas kuarto dan dilengkapi identitas pengirim. Redaksi berhak menyunting isi tulisan tanpa mengubah maknanya.

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012


Budaya Kalam

3 hapal dan lain sebagainya. Misalnya kita tidak mengerti pada satu topik. Sewaktu belajar kelompok, kita bisa minta bantuan teman yang lain. Selain juga kita bisa sama-sama memecahkan soal-soal yang sulit, saling berbagi informasi mengenai ujian, bahkan memotivasi teman untuk belajar. Oleh karena itu perlu adanya kerja sama satu sama lain. Mohon doa dari orang tua. Apapun bentuk perjuangan yang kita lakukan mohon restulah pada orang tua agar kita diberi kemudahan dan kelancaran dalam menghadapi ujian nasional. Karena orang tualah yang telah mendukung dan membiayai pendidikan kita selama ini. Tanpa mereka kita tidak mungkin sampai pada tahap ini. Oleh karena itu sepantasnyalah kita dapat memberikan persembahan yang terbaik pada mereka. Dengan kita lulus ujian dengan nilai yang bagus maka orang tua kita akan merasa senang dan bangga. Emil siswa SMUN 2 Siak Hulu

Kapan Perubahan itu Bisa Dirasakan? SEBAGAI warga kota Pekanbaru, saya perhatikan sejauh ini belum banyak yang diperbuat oleh pemerintah kita didaerah ini. Setiap tahun tidak ada perubahan yang signifikan. Belum lagi, tuduhan-tuduhan masalah suap dan korupsi semakin merajalela. Bahkan sudah terbukti dan dinyatakan bersalah. Belum lagi dana yang diperuntukkan bagi masyarakat sengaja gunakan untuk keperluan pribadi. Maka semakin baguslah citra mereka di tengah masyarakat kita saat ini. Melihat kenyataan ini, tiba-tiba saya membayangkan seandainya para pejabat kita ini tidak silau dengan uang dan bekerja sesuai tuntutannya sebagai mengemban amanah masyarakat. Mungkin hal yang pertama, yang harus mereka perhatikan adalah kesejahteraan masyarakat, khususnya tempat tinggal. Masih banyak rumah tidak layak huni diwilayah ini. Terutama dekat-dekat lingkungan pasar yang didiami pendatang atau warga setempat. Bahkan tempat tinggal mereka, berbaur dengan tempat sampah, sehingga kesehatannya sangat tidak ter-

jamin. Itupun di Kota Pekanbaru sendiri masih banyak kita temukan. Hal ini lah yang sebaiknya diperhatikan pertama kali, alokasikan dana untuk membuat rumah sederhana ditempat yang lebih layak untuk mereka tinggal. Selanjutnya yang wajib diperhatikan adalah infrastruktur dan fasilitas umum di daerah-daerah, perbaikan jalan-jalan utama akan menjadi fokus utama. Masih banyak jalan-jalan utama yang kondisinya rusak parah, dimana jalanjalan yang biasa dilintasi truk-truk pengangkut kebutuhan pokok rusak parah, hal ini pasti berakibat terhadap kurangnya pasokan kebutuhan pokok, dan kebutuhan pokok yang sudah ada pasti harganya akan melambung, ini menjadi salah satu tugas pemerintah, dimana kesejahteraan masyarakat didaerah menjadi tujuan utamanya. Jadi, mereka sebaiknya membetulkan jalan-jalan yang rusak parah, khususnya jalan utama yang menjadi pintu masuk ke daerah tertentu. Fasilitas umum juga akan menjadi salah satu fokus untuk mereka, khususnya fasilitas umum yang bersifat vital dan sangat diperlukan oleh masyarakat, fasilitas umum yang membantu mereka dalam menjalani keseharian mereka. Pendidikan, hal yang satu ini pastinya akan sangat diperhatikan, yang harus diutamakan adalah pendidikan di daerahdaerah yang mungkin warganya masih sangat sulit untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Adakan program yang menjaring para relawanrelawan yang bersedia menjadi tenaga pengajar bagi mereka yang bertempat tinggal di daerahdaerah , saya akan mengalokasikan dana khusus untuk menjamin hidup si relawan selama mengajar, juga dana untuk fasilitasfasilitas yang mendukung kegiatan belajar mengajar. Masih banyak lagi PR pemerintah ini. Mungkin, kalau saya cerita lagi, tidak akan cukup satu halaman saja. Satu hal yang pasti, menjadi pejabat bukanlah sesuatu pekerjaan yang mudah. Jadi, kalau ingin jagi pemimpin daerah fikirfikir dulu baru mendaftar. Perlu ilmu dan ide intelektual agar tugas itu, bisa langsung ada perubahan di masyarakat. Suyatno Mahasiswa UIR

Oleh: Hesti Diana

Kurikulum dari Masa ke Masa

S

EMENJAK Negara RI patan bagi siswa dan PPKN berdiri, kurikulum untuk dapat dianggap pelajapendidikan terus menerima materi ran yang tidak mengalami perubah- pelajaran cukup bisa ditonjolkan an dalam beberapa dekade. banyak. pada olimpiadeAwal kemerdekaan pada Berlanjut olimpiade dalam tahun 1947, kurikulum Kurikulum tahun negeri maupun pendidikan di Indonesia 2006 KTSP yang luar negeri. diberi nama Rentjana. merupakan Wajar saja, jika Kurikulum ini meneruskan perkembangan siswa-siswi kurikulum yang sudah dari kurikulum disatu sekolah digunakan Belanda dengan 2004 KBK. Kurikumemiliki nilai ciri utama kurikulum ini lum 2006 yang yang sangat adalah lebih menekankan digunakan bagus dan pada pembentukan karakter merupakan berprestasi, manusia yang berdaulat dan kurikulum yang memberikan maka sekolah terangkat sejajar dengan bangsa lain. otonomi kepada sekolah untuk derajatnya dan terbilang Tahun 1952 kurikulum menyelenggarakan pendidikan suskses dalam ukuran Indonesia mengalami yang puncaknya tugas itu pendidikan kita sekarang ini. penyempurnaan berganti akan diemban oleh masing Tolak ukur yang salah, nama menjadi Rentjana masing pengampu mata pemerintah belum bisa Pelajaran Terurai menitikpelajaran yaitu guru. Terakhir, belajar dari gejolak yang beratkan bahwa setiap terkait perubahan kurikulum setiap hari dihadapi siswapelajaran harus memperhatahun 2013 adalah penguransiswi dizaman sekarang ini. tikan isi pelajaran yang gan mata pelajaran dan Nilai 8 sampai 10 tidak bisa dihubungkan dengan kepenambahan jam belajar. menghambat mereka hidupan sehari-hari. Secara mendasar, ada empat melakukan perbuatan Selanjutnya, menjelang elemen perubahan dalam asusila yang langsung tahun 1964 pemerintah Kurikulum ini, yakni Standar mereka terima tanpa pertimkembali menyempurnakan Kompetensi Lulusan, Standar bangan dari pola fikir yang sistem kurikulum berdasarkan nilai yang diberi nama moral dan agama. Perubahan kurikulum dengan Rentjana Perubahan kurikulum pendidikan. Pembeladari awal kemerdekaan sampai ini, juga tidak akan jaran dipusatkan mampu mengubah sekarang, jika dilihat lebih pada program pannegara ini menjadi cawardhana yaitu bermoral, bilamana seksama lagi, sama sekali pengembangan moral, pendidikannya sedari belum bisa menyentuh pada kecerdasan, emosionawal tidak diajari pembentukkan perubahan al, kerigelan dan moral yang benar. jasmani. Dan tahun Setidaknya, pelajaakhlak siswa. Beberapa de1968 dilakukan ran nilai-nilai moral kade tersebut, perubahan pembaharuan yaitu dan agama lebih perubahan struktur diimbangi dengan nilai kurikulum hanya didasarkan pendidikan dari pelajaran lainnya. pada peningkatan nilai siswa pancawardhana Jangan berfikir, nilai dalam memahami setiap mata moral dan agama menjadi pembinaan jiwa pancasila, tersebut diurusi oleh pelajaran, bukan terjadinya pengetahuan dasar, satu institusi yang perubahan tingkah laku siswa bertugas memberikan dan kecakapan khusus. Pemabelajapencerahan dakwah yang lebih baik dari tahun ran diarahkan pada dan tanggung jawab ketahun. kegiatan mempertingkeluarga agar anak gi kecerdasan dan sesuai harapan Isi (kompetensi inti dan keterampilan serta pengemmereka. Terus, apa fungsi kompetensi dasar), Standar bangan fisik yang sehat dan dunia pendidikan sebetulnProses, dan Standar Penilaian. kuat ya. Apakah untuk mencari Perubahan kurikulum dari Tahun 1975 terjadi lagi angka tertinggi atau menceawal kemerdekaan sampai perubahan menekankan tak penerus bangsa yang sekarang, jika dilihat lebih pada tujuan, agar pendidimemiliki akhlak mulia. seksama lagi, sama sekali kan lebih efisien dan efektif. Jika pemerintah kita mau belum bisa menyentuh pada Metode materi dirinci pada belajar dan mendengar, pembentukkan perubahan Prosedur Pengembangan mereka pasti bisa merumusakhlak siswa. Beberapa dekade kan kurikulum yang mengSistem Instruksi (PPSI). tersebut, perubahan kurikuBerlanjut kurikulum tahun gabungkan nilai moral dan lum hanya didasarkan pada 1984 mengusung proses skill pelajaran umum lainnya. peningkatan nilai siswa dalam Kenyataannya, beberapa approach. Model ini disebut memahami setiap mata dengan model Cara Belajar sekolah swasta khususnya pelajaran, bukan terjadinya Siswa Aktif (CBSA). Berganti sekolah berbasis agama bisa perubahan tingkah laku siswa ke kurikulum tahun 1994 melakukan tersebut. Tidak disesuaikan dengan Undang- yang lebih baik dari tahun merujuk kesalahsatu agama, ketahun. Wacana yang sudah Undang no.2 tahun 1989 karena Negara kita mengalama diketahui semua orang, tentang Sistem Pendidikan nut demokrasi. Tapi merujuk Nasional. Hal ini berdampak tapi tidak pernah diperbaiki kepada seluruh ajaran atau tanpa diketahui sebabnya. pada sistem pembagian nilai-nilai moral yang sesuai Realitanya dizaman waktu pelajaran, yaitu adat-istiadat daerah dan sekarang pendidikan sekolah dengan mengubah dari semua agama secara umum tidak mampu menangkis sistem semester ke sistem karena diyakini semua perubahan aktivitas siswa caturwulan. Dengan sistem agama pada dasarnya dalam kehidupannya seharicaturwulan yang pembagimengajarkan kebaikkan hari. Pelajaran akhlak terlihat annya dalam satu tahun terhadap sesama. Semoga sekali dinomor duakan. menjadi tiga tahap diharapmenjadi pertimbangan dimasa yang akan datang.* Pelajaran seperti agama Islam kan dapat memberi kesem-

“

�

PEMBERITAHUAN Seluruh wartawan Tabloid Berita AZAM dibekali dengan kartu pengenal diri, atau kartu pers. Bagi yang tidak memilikinya, diminta supaya tidak dilayani.

 Achmad Menggangu, Mambang Menunggu, Ngah...!! - Harus kuat Benteng, Pak Cik..?

ttd Redaksi

Ongah

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012

Pojok


4  Forkominda

Pengamanan Terhadap Ancaman Teroris Gerakan separatisme, radikal kanan dan kiri juga terorisme merupakan kejahatan bersifat lintas negara, terorganisir dan memiliki jaringan luas. Keberadaannya menjadi ancaman perdamaian, keamanan daerah, nasional maupun internasional.

U

NTUK menanggulangi dan melakukan upaya pencegahan dini terhadap kejahatan terorganisir tersebut pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota selalu mengadakan penyuluhan tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya terorisme di Provinsi Riau. “Kondisi yang sangat nyata dan serius membahayakan keamanan bangsa

dan negara. Penanganan serius secara terpusat, terpadu dan terkoordinasi dengan semua elemen masyarakat di semua lini harus dimulai sejak dini,� ungkap Gubernur Riau Rusli Zainal, saat memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOMINDA) beberapa waktu lalu. Untuk pencegahan, diperlukan usaha penyuluhan kepada seluruh komponen bangsa agar memiliki pemahaman dan sikap serta kemampuan untuk mengantisipasi dan mencegah terorisme tersebut. Apalagi radikalisme dan terorisme merupakan isu aktual yang menjadi problematika bangsa. Secara arif dan bijaksana Pemprov mengkaji, merumuskan dan memecahkan masalah ini. Dengan komitmen yang kuat, baik secara pribadi, organisasi serta institusi, maka semuanya mampu mencegah radikalisme dan menangkal isu terorisme tersebut. Negara yang kuat memerlukan pertahanan yang kuat pula dalam menangkal dan menghadapi setiap ancaman. Segala bentuk ancaman yang mengancam, dihadapi dengan cara apapun. Pasalnya, terorisme juga merupakan kejahatan yang tidak dapat ditolerir. Selain itu, terorisme juga dapat menghambat peningkatan dan pembangunan di bidang ekonomi di samping keamanan dan ketertiban hidup bernegara serta bermasyarakat. Provinsi Riau merupakan provinsi yang memiliki letak wilayah strategis dan didukung Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah serta berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga. Hal ini membuat Riau menjadi pusat perhatian dan daya tarik tersendiri untuk berkunjung serta mencari nafkah di samping juga cenderung mempunyai potensi konflik yang lebih tinggi. Karena dengan kondisi yang demikian menjadikan Riau daerah stratgeis, menjadi jalur masuknya terorisme dan menjadi tempat transit serta tak menutup kemungkinan dijadikan lokus bagi aksi pelaku terorisme. Jalur yang menghubungkan Riau dengan Malaysia, baik laut maupun udara, cukup lancar di samping jalur utara yaitu Aceh dan Sumat-

era Utara. Kondisi seperti ini sudah semestinya harus membuat semua elemen masyarakat lebih waspada akan timbulnya dampakdampak negatif yang nyatanyata akan merugikan bangsa ini khususnya Riau. Dan tingkat urbanisasi yang tinggi, rendahnya komunikasi sosial serta kegiatan masyarakat yang sangat kompleks menjadi hal yang kondusif bagi tumbuhkembangnya gerakan-gerakan yang mengusik keamanan dan ketertiban negara. Semua komponen Pemer-

intah Daerah dan masyarakat diharapkan saling bahumembahu secara sinergis dan berkesinambungan. Sehingga hal-hal negatif yang berpotensi muncul dapat dieliminasi. Pencerahan pada masyarakat perihal ideologi negara harus dilakukan secara terusmenerus. Sehingga pemahaman dan penghayatan yang kuat mengenai ideologi negara akan mampu menangkal segala macam potensi perpecahan. Harus dipastikan masyarakat di daerah ini jangan sampai mudah untuk

disusupi. Masyarakat yang heterogen, baik etnis, agama, ras dan golongan juga menjadi salah satu sasaran menyusupnya ajaran terorisme. Kunci yang dilakukan pemprov bersama Polri dan TNI adalah kolaborasi sinergis, baik dalam internal organisasi maupun sesama masyarakat. Dan itu dapat dibangun dengan peningkatan rasa kebersamaan dan kolaborasi lintas sektoral, agama, etnis, suku dan ras seperi yang selama ini sudah dilaksanakan.*

 adv

Lewat Forkominda Minimalisir Konflik Lahan dan Tapal Batas Konflik lahan dan tapal batas yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Riau di kupas habis oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkomimda).

D

ALAM rapat-rapat Forkominda, pemprov juga mengundang pemerintah daerah yang bersengketa soal lahan dan tapal batas. Diantara contoh konflik lahan dan tapal batas yang selalu dibahas melalui rapat Forkominda adalah percepatan penyelesaian tapal batas antara Kabupaten Siak dengan Kabupaten Kampar. Di negeri “SUltan� ini juga adanya areal PT Arara Abadi persisnya di antara Desa Rantau Bertuah Kecamatan Minas dengan Dusun Koto Garo Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar yang cendrung menimbulkan konflik. Kemudian tapal batas Inhil dengan Inhu,Dumai dengan Rohil, Kampar dengan Rokan Hulu, dan Provinsi Riau dengan Sumut. Terhadap persoalan

seperti ini, Forkominda yang terdiri dari unsur TNI, Polri, MUI, Pengadilan, Kejaksaan dan lain-lain ini, meminta camat dan pihak terkait untuk bersama-sama mengantisipasi terhadap penyalah gunaan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Tertib administrasi kependudukan harus jadi prioritas. Karena data yang tidak sesuai dengan jumlah penduduk akan menimbulkan persoalan baru terutama terhadap penyelesaian sengketa lahan. Selain itu, pada pertemuanpertemuan Forkominda juga menyoroti masalah ketentraman dan ketertiban di tengahtengah masyarakat, kenaikan harga sembako, hukum dan kriminal, sosial ekonomi kemasyarakatan serta budaya dan lainnya. Dari berbagai isu di atas, permasalahan pertanahan dan

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012

perkebunan, seperti tapal batas, pembebasan lahan, status kepemilikan lahan, program replanting, penyerobotan dan pendudukan lahan oleh pihak perusahaan, masyarakat secara pribadi maupun kelompok jadi perhatian khusus dan dikupas habis. Pemprov selalu menginginkan hal ini cepat diatasi. Dan melalui koordinasi bersama hal ini dapat diwujudkan di mana masing-masing stake holder menjalankan tugas dan fungsi masing-masing. Dan alhamdulillah, berkat kesigapan Pemprov Riau bersama unsur Forkominda lainnya, benih-benih konflik yang akan dapat menimbulkan ancaman perpecahan dan kerusuhan dapat diminimalisir dan dituntaskan dengan baik.*

 adv


Galeri

5

Gubri beserta isteri hadiri Pengukuhan Pengurus DPD Golkar Provinsi Riau hasil Musdalub Masa Khidmat 2012-2015

Gubri Hadiri Pelantikan Pengurus PG Riau P

Gubri terima audiensi investor Jerman yang didampingi Ilham Habibi yang berminat berinvestasi dibidang agribisnis

ELANTIKAN pengurus DPD I Partai Golkar Riau di Hotel Pangeran,Jumat (7/12) malam lalu, dihadiri oleh Ketua DPP Partai Golkar yang juga menjabat Gubernur Riau, HM Rusli Zainal. Pengukuhan yang dilakukan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Abu Rizal Bakri itu berlangsung semarak. Sejumlah kader dari seluruh Provinsi Riau tampak memenuhi ruangan pelantikan. Di acara pelantikan itu, Gubernur Riau Rusli Zainal berkesempatan memberikan kata sambutan. Dan memberikan ucapan selamat kepada semua pengurus. Dan beberapa hari sebelumnya, Gubri bersama Sekdaprov Wan Syamsir Yus menghadiri sekaligus menyematkan PIN Riau Accounting & Fraud Awareness Weeks kepada perwakilan peserta acara Pencegahan Perilaku Koruptif dari Agama dan Budaya Melayu. Kemudian, Gubri menerima Audiensi Investor Jerman yang didampingi Ilham Habibi yang berminat berinvestasi dibidang Agribisnis di ruang kerjanya kantor Gubernur Riau.*

Gubri didampingi Sekda hadir sekaligus menyematkan PIN Riau Accounting & Fraud Awareness Weeks (Pencegahan Perilaku Koruptif ditinjau dari Agama & Budaya Melayu)

Gubri hadiri peresmian Kantor Wilayah III Sumatera PT BTN Persero

Wagubri HR Mambang Mit buka Rapat Pleno Pengurus Pusat yang diperluas

Ketua TP PKK Riau Hj Septina Primawati Rusli hadiri pasar murah dalam rangka menyonsong hari besar keagamaan di Perumahan Jatayu

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012


6 Mimbar Debat Masih Belum Ideal

Banyak yang Berkeliaran

JUMLAH staf atau PNS di lingkungan Setwan DPRD Riau yang terlalu banyak, diakui Setwan DPRD Riau, Zulkarnain Kadir. Dengan jumlah pegawai 183 orang saat ini, memang sudah berlebihan jika hanya melayani anggota DPRD Riau berjumlah 55 orang. Menurut dia, jumlah ideal untuk melayani keperluan anggota dewan saat ini hanya butuh 75-80 orang saja. Jumlah yang terlalu banyak Tupoksi kerja staf menjadi berlebih juga. Setwan menjelaskan, kondisi yang ada saat ini pernah dilaporkan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) namun belum ada tindak lanjutnya. Karena yang berhak melakukan perampingan itu adalah BKD. Dia pun memberikan kesempatan bagi staf atau pegawai yang berniat ke Satker lain yang lebih membutuhkan. “Idealnya kita butuh 75-80 saja, jumlah sekarang memang terlalu gemuk,” ungkap Zulkarnain Kadir. Setwan menilai, dengan terlalu banyaknya pegawai di sekretariatan justru menimbulkan ritme pekerjaan tidak optimal. Satu pekerjaan bisa dilakukan oleh satu pegawai terkadang justru diperebutkan oleh empat sampai lima pegawai. “Fungsional kerja justru tidak sehat karena sesama pegawai saling berebut, efeknya muncul persaingan tidak baik antar pegawai,” jelasnya. Zulkarnain Kadir Setwan DPRD Provinsi Riau

BANYAKNYA jumlah tenaga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Sekretariat DPRD Riau tidaklah sebanding dengan jumlah Anggota DPRD Riau yang akan dilayaninya. Sehingga sebagian dari pegawai tersebut, terkesan tidak bekerja dan hanya menghabiskan APBD Riau saja. Pendapat ini dilontarkan Anggota Komisi C DPRD Riau, Rosvanilda Zulher menanggapi jumlah pegawai yang ada di lingkungan kerjanya tersebut. “Sangat tidak seimbang sekali, dimana jumlah pegawainya 300 lebih, kemudian melayani 55 Anggota DPRD Riau. Semestinya, satu pegawai untuk satu Anggota Dewan,” kata Rosvanilda Zulher. Anggota Komisi C DPRD Riau menilai dengan terlalu banyaknya jumlah pegawai, akibatnya, banyak pegawai di Sekretariat DPRD Riau yang berkeliaran saat jam kerja, sehingga terkesan seperti orang yang tidak bekerja dan hanya menghabiskan APBD Riau saja. “Tidak sama seperti di DPRD Semarang. Di mana, dari hasil observasi kami beberapa waktu yang lalu ke sana, menjelaskan bahwa di situ jumlah pegawainya sama banyak dengan jumlah Anggota DPRD, sehingga membuat efektivitas kerjanya tampak dan keteraturan dalam bekerja lebih jelas,” kata Politisi Golkar asal Kampar ini. Hj Rosvanilda Zulher Anggota Komisi C DPRD Riau

Kaji Ulang Pegawai ANGGOTA Komisi C DPRD Riau, Hj Supriati melihat adanya pemborosan tenaga sekretariat pada lingkup Sekwan DPRD Riau, dimana pihaknya menilai perbandingan tenaga PNS sudah tidak sebanding dengan jumlah anggota DPRD yang hanya beranggotakan 55 orang. Sebagai pembanding Supriati mengatakan pihaknya melihat di Provinsi Jawa Tengah tenaga kerja Sekwan hanya berjumlah 100 orang untuk melayani aktifitas anggota dewan yang berjumlah 100 orang. Kondisi ini jauh berbeda dengan yang ada di Riau, dimana jumlah pegawai Sekwan sekarang diperkirakan mencapai lebih dari 200 orang untuk melayani aktifitas dewan yang hanya berjumlah 55 orang, belum lagi segala aktifitas sekretariat telah dilakukan oleh sejumlah tenaga kerja pihak ketiga dari cleaning service dan aktifitas percetakan. “Jadi hal ini jelas merupakan pemborosan anggaran,” ungkap politisi Golkar ini. Supriati menilai, jumlah pegawai setwan dan jumlah anggota DPRD yang akan dilayani sudah tidak rasional lagi. Menurutnya, ada baiknya Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau mengkaji ulang setiap pegawainya yang bekerja di Sekretariat DPRD Riau. Hj Supriati Anggota Komisi C DPRD Riau

 Mendesak Rasionalisasi Staf di DPRD Riau

Rugi Bayar Orang tak Bekerja Banyak pegawai di kementerian dan lembaga negara maupun daerah yang direkrut tidak sesuai kebutuhan. Akibatnya, negara rugi karena membayar orang tidak bekerja.

D

EMIKIAN pula bagi PNS di Sekretariat DPRD Provinsi Riau. Terlihat adanya pemborosan tenaga sekretariat pada lingkup Sekwan DPRD Riau, dimana perbandingan tenaga PNS sudah tidak sebanding dengan jumlah anggota DPRD yang hanya beranggotakan 55 orang. Jumlah pegawai terlalu banyak. Tapi yang dibutuhkan kurang. Yang tidak dibutuhkan lebih banyak. Kalau pemerintah harus membayar orang tidak bekerja justru hanya menghabiskan uang negara dengan sia-sia. Ambil contoh struktur organisasi Setwan DPRD Riau yang terlalu gemuk yakni dengan jumlah pegawai negeri sipil sebanyak 183 orang belum termasuk honorer yang masih ditempatkan di rumah rakyat tersebut. Sebagai pembanding, dewan bisa melihat di provinsi lain seperti di Provinsi Jawa Tengah dengan tenaga kerja Sekwan hanya berjumlah 150 orang. Mereka melayani aktifitas anggota dewan yang berjumlah 100 orang. Kondisi ini jauh berbeda dengan yang ada di Riau, dimana jumlah tenaga kerja Sekwan sekarang berjumlah lebih dari 200 orang untuk melayani aktifitas dewan yang hanya berjumlah 55 orang, belum lagi segala aktifitas sekretariat telah dilakukan oleh sejumlah tenaga kerja pihak ketiga dari cleaning service dan aktifitas percetakan. Jadi hal ini jelas merupakan pemborosan anggaran. Kondisi semakin parah manakala

jumlah PNS yang terlalu gemuk sementara keamanan di sekitar gedung sangat lemah dan itu terlihat dari sangat mudahnya para pendemo memasuki ruang paripurna dan rapat tertutup DPRD Riau. Keberadaan PNS saat ini sudah tidak terkendali mengingat banyak pegawai yang tidak memiliki kemampuan tapi dipekerjakan. Ada instansi yang memiliki kelebihan pegawai tapi tidak dibutuhkan tapi ada instansi yang kekurangan pegawai tapi dibutuhkan. Karena itu, seleksi penerimaan pegawai baru harus sesuai kebutuhan. Setiap satker meminta pegawai baru harus dilengkapi analisis jabatan. Jumlah PNS berlebihan di sejumlah bidang, sehingga tak merata di daerah. Kedepan pemerintah mesti mengkaji ulang kebutuhan PNS dan melakukan cara rekrutmen yang tepat dan efisien sehingga PNS yang diterima benar-benar dibutuhkan tenaga dan keterampilannya. Bahkan, selama ini masih menemukan ada instansi di pusat dan daerah yang melakukan rekrutmen CPNS sebagai tempat ajang ‘jual-beli’. Hal ini mesti ditindak tegas oleh pemerintah. Ketetapan pusat melakukan penghentian sementara (moratorium) penerimaan CPNS dinilai tepat untuk mengurangi jumlah pegawai yang berlimpah. Karena banyak pegawai di kementerian dan lembaga negara maupun daerah yang direkrut tidak sesuai kebutuhan. Akibatnya, negara rugi karena membayar orang tidak bekerja. Disamping itu, Badan Kepegawaian Daerah mesti selektif memberikan rekomendasi pindah atau menerima kepindahan satu pegawai. Baik dari satu daerah ke daerah lain, maupun dari satu instansi ke instansi lain. Setidaknya, ini bisa meminimalisir menumpuknya pegawai di satu daerah ataau di satu instansi.

 ird

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012

Pemborosan Uang Negara BANYAKNYA jumlah PNS yang tidak bekerja atau ‘nganggur ’ di tempat kerja mereka bukan lagi rahasia umum. Persoalan itu juga terlihat di beberapa lembaga lain yang kelebihan pegawainya. Akibatnya negara harus mengeluarkan uang sia-sia untuk pegawainya yang tidak bekerja. Menurutnya, awal persoalan ini akibat perekrutan pegawai yang tidak mengacu kepada kebutuhan yang ada. Termasuk juga menempatkan tenaga honorer sementara pegawai yang ada tidak diberdayakan dengan maksimal. Sehingga pegawai justru bertambah namun yang dikerjakan tidak terlalu banyak. Tidak heran jika kemudian, banyak PNS justru santai tanpa ada pekerjaan, lebih lama berada di kantin atau kedai kopi yang justru semakin memperburuk citra PNS saja. Ketetapan pusat melakukan penghentian sementara (moratorium) penerimaan CPNS dinilai tepat untuk mengurangi jumlah pegawai yang berlimpah. Karena banyak pegawai di kementerian dan lembaga negara maupun daerah yang direkrut tidak sesuai kebutuhan. Akibatnya, negara rugi karena membayar orang tidak bekerja. Putra Mahasiswa


Cakap Lepas 7 Hukum

Kekerasan Fisik Timbulkan Masalah Baru Tidak seharusnya tindakan kekerasan fisik diambil untuk menyelesaikan masalah. Sebab bukan akan menyelesaikan masalah, tapi justru menambah masalah baru.

ta.

K

EJADIAN yang dialami Hj. Nurbaiti guru SDN 81 Marpoyan Damai beberapa waktu lalu itu, merupakan tindak kekerasan yang tidak mewujudkan penyelesain dengan cara terdidik. Padahal, kedua belah pihak merupakan orang yang memiliki pendidikan tinggi dan berstatus terpandang di masyarakat. Berkaca dari kejadian, antara guru dan pihak siswa terjadi dua argumen yang berbeda. Keduanya merasa tidak ada yang mau disalahkan. Kronologis peristiwa dari kedua belah pihak kejadiannya seperti ini, sang guru Hj.Nurbaiti yang sedang asik menerangkan mata pelajaran, merasa terganggu oleh tindakan Rizky yang ribut dengan temannya. Sekali ditegur, Rizky tidak menggubris. Dengan rasa kesal, Hj.Nurbaiti mencoba mendekati Rizky sambil memegang kepalanya. Kemudian, dari keterangan Rizky saat mengadu ke ayahnya yang merupakan pengawai pemerintahan selaku Kabid Perlindungan Hutan Dishut Riau mengatakan bahwa ia ditampar oleh gurunya tersebut. Tidak senang dengan pengaduan sang anak, ayah mendatangi sekolah dan menemui sang guru di dalam kelas. Singkat cerita terjadilah penamparan dan penodongan senjata kepada sang guru di kelas dengan disaksikan oleh semua muridnya. Akhirnya, kasus ini dibawa kejalur hukum. Setelah korban, Hj Nurbaiti sang guru membuat laporan pengaduan ke Polda. Giliran muridnya, Said Muhammaf Risky yang melaporkan balik gurunya itu. Saat melapor ke Sentra Pelayanan Kemasyarakatan (SPK) Polda Riau, Risky didampingi keluarganya. Dari laporannya itu, Risky mengaku ditampar gurunya, Hj Nurbaiti sebanyak empat kali. Timbul pertanyaan, apakah penyelesain masalah harus dilakukan dengan kekerasan. Apalagi kejadian ini, terjadi dilingkungan pendidikan yang tidak pantas dilakukan. Untuk itu, pengamat pendidikan Riau Jakiman turut mengomentari. Ia sangat menyanyangkan, kenapa kejadian seperti ini bisa terjadi. Baik guru maupun orangtua, tidak pantas melakukan tindakan yang demikian. “Baik guru maupun orangtua murid tidaklah pantas mengambil tindakan kekerasan seperti ini. Sebuah tindakan tidak terpuji yang

diambil dalam menyelesaikan sebuah masalah. Guru sebagai pendidik juga tidak pantas melakukan tindakan kekerasan fisik kepada murid dan orangtua murid juga tidak seharusnya mengambil jalan kekerasan fisik juga untuk membalas,” kata Ketua PGRI Kota Pekanbaru ini. Ia juga mengatakan, dihari dimana guru-guru sedang merayakan hari jadinya yaitu hari ulang tahun PGRI. Terdengarlah kabar yang membuat semua guru-guru berduka. Karena salah seorang pahlawan tampa tanda jasa ini, sudah dianiaya baik secara fisik maupun fsikisnya. “ Secara fisik, kita tahu sudah terjadi penamparan oleh orangtua murid. Sedangkan secara fsikis itu sangat membekas dijiwa guru tersebut,” kata Jakiman. Ditambah lagi, lanjutnya peristiwa penamparan dilakukan didepan murid-murid yang sedang diajarinya. Sebuah tindakan yang tidak layak ditonton oleh siswa. Mereka menjadi saksi dalam peristiwa tersebut. Secara tidak langsung, kejadian ini juga akan membekas dijiwa mereka semua. Dengan melapor kepihak kepolisian, Jakiman merasa ini sudah merupakan tindakan

yang tepat yang dilakukan. “ Biarlah, pihak kepolisian yang mengambil alih. Ini sudah masuk kedalam tindakan kekerasan atau penganiayaan kepada seseorang. Kita tunggu saja, bagaimana berjalannya kasus ini. Namun, jika masih ada penyelesain secara kekeluargaan. Alangkah baiknya segera dilakukan,” katanya. Kedepan, ia mengharapkan agar langkah penting sudah seharusnya diambil oleh Dinas Pendidikan Kota dan Propinsi, untuk sesegera mungkin melakukan pengawasan terhadap pelaku pendidikan,

khususnya perilaku kekerasan oleh guru di dalam ruang kelas maupun perlindungan terhadap guru dari sikap penganiayaan dari pihak lain. Dan tidak lupa meningkatkan kualitas guru serta kapasitas guru, terutama dalam hal metodologi pembelajaran yang sangan mendidik. Psikolog Anak seperti Violetta menjelaskan kejadian seperti ini memang membuat kedua belah pihak sama-sama terganggu fsikisnya. Kekerasan guru terhadap siswa sangat berdampak pada perkembangan psikologis anak. Sebaliknya, guru juga akan terganggu psikisnya akibat perlakuan dari orangtua siswa tersebut. Repotasinya sebagai sang pendidik yang seharusnya dihormati, tidak dihargai oleh orangtua muridnya sendiri. “Kejadian tersebut juga terjadi didepan murid-muridnya. Guru pasti merasa kehilangan wibawa dihadapan siswa dan semua masyarakat. Belum lagi, cercaan dari orangtua murid menambah kegusaran dalam jiwanya. Terhindar dari bersalah atau tidak guru tersebut tetap merasa mengganggu jiwanya,” kata Violet-

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012

Memang terkadang hukuman fisik diberikan guru sebagai pilihan terakhir untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan terhadap muridmuridnya. Guru berhak menentukan metode yang mana yang mesti digunakan untuk mendidik muridmuridnya karena mereka pasti memahami kondisi murid mereka masing-masing. Kalau tidak ada cara lain, lanjutnya untuk membuat murid-murid berubah ke arah yang lebih baik, jikalau hukuman fisik dipandang sebagai satu-satunya cara yang paling ampuh untuk menyadarkan murid, apa salahnya metode ini digunakan, dengan catatan untuk tujuan pendidikan, bukan untuk menyakiti semata. Menurutnya kekerasan yang terjadi pada siswa di sekolah dapat mengakibatkan berbagai dampak fisik dan psikis. Dampak fisik, sudah jelas mengakibatkan organorgan tubuh siswa mengalami kerusakan seperti memar dan luka-luka. Dampak psikologisnya, siswa akan trauma, ada rasa takut, tidak aman, juga dendam, menurunnya semangat belajar, serta menurunnya rasa percaya diri. Dalam jangka panjang, dampak ini bisa terlihat dari penurunan prestasi dan perubahan perilaku. Apalagi dampak sosial, kata Violetta siswa yang mengalami tindakan kekerasan tanpa ada penanggulangan, bisa saja menarik diri dari lingkungan pergaulan, karena takut merasa terancam dan merasa tidak bahagia berada diantara temantemannya. “ Anak-anak juga menjadi pendiam, sulit berkomunikasi baik dengan guru maupun dengan sesama teman. Bisa jadi mereka jadi sulit mempercayai orang lain, dan semakin menutup diri dari pergaulan,” katanya. Kedepannya dia menyarankan agar guru maupun orangtua siswa hendaknya tidak mengambil jalan kekerasan fisik. Karena ini, bukan menyelesaikan masalah, namun akan menambah masalah baru lagi.*

 hes


8

Akhir Desember, Penyerahan SK PNS Wilayah II Setelah penyerahan SK PNS di wilayah I, BKD rencanakan penyerahan SK PNS di wilayah II akhir Desember nanti.

B

ADAN Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) merencanakan penyerahan SK PNS untuk wilayah II dilaksanakan minggu ketiga Desember ini. “Sebagaimana yang sudah dimaklumi bersama, penyerahan SK PNS untuk wilayah I, sudah dilaksanakan di Bagansiapiapi. Malahan, para pegawai yang menerima SK PNS penuh itu sudah menjalani pengambilan sumpah,” jelas Kepala BKD Rohil, Roy Azlan. Ia menjelaskan untuk rencana itu, pihaknya sedang berkonsentrasi untuk melakukan penyerahan SK PNS di wilayah II. Dan untuk wilayah II tersebut meliputi Tanahputih, Tanahputih Tanjungmelawan, Rantaukopar, Bagansinembah, Pujud, Simpangkanan dan Kubu. “’Kita merencanakan penyerahan SK itu nanti dilaksanakan minggu ketiga bulan Desember ini. Ini baru rencana kita,” sebut Roy Azlan. Selain itu, kata Roy Azlan, penyerahan SK tersebut dipusatkan di daerah Kecamatan Tanahputih. Pertimbangannya, daerah Kecamatan Tanahputih berada di tengah sehingga mudah dan cepat dijangkau. “Hanya saja, sebelum SK itu dibagikan, kita dari BKD Rohil minta petunjuk dulu dengan pimpinan. Terutama menyangkut soal waktu dan tempat penyerahan yang mana cocok oleh pimpinan,” tambahnya.*

 rp/ttg

Bupati Rohil H Annas Maamun menyaksikan penandatangan SK PNS

Masyarakat Terbantu Dapat Layanan SIM Keliling

U

NTUK mempermudahkan masyarakat dalam memperpanjang masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM), Kepolisian Resort (Polres) Rokan Hilir (Rohil) memberikan pelayanan melalui mobil SIM keliling. Keberadaan mobil layanan

SIM Keliling mendapat respon antusias masyarakat. Karena merasa sangat terbantu, mobil pelayanan SIM keliling diserbu warga Bagansiapiapi, walau hanya untuk perpanjangan saja. Karena jika ingin membuat SIM baru, tetap harus ke Mapolres di Ujung Tanjung.

Kadispenda Rohil H Wan Achmad Syaiful melakukan pencabutan undian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Tingginya antusias warga itu setidaknya bisa ditengok di Jalan Mawar Bagansiapiapi, mobil pelayanan SIM keliling diserbu warga, mereka berdesak-desakan untuk bisa mendapatkan pelayanan. Kasat Lantas Polres Rohil, AKP Daud Sianturi, S.Sos, menjelaskan kalau mobil pelayanan SIM keliling hanya untuk melayani perpanjangan SIM saja, tapi kalau untuk pembuatan SIM baru, memang harus ke Mapolres. “Untuk mobil SIM keliling kita melayani untuk perpanjangan saja, kalau pembuatan baru, ada di Polres,” kata Kasat Lantas melalui pesan singkatnya. Ia juga menjelaskan pelayanan di mobil SIM keliling, tidak pula bisa melayani seluruh jenis SIM, yang bisa hanya SIM A dan SIM C. “Hanya SIM A dan C, kalau SIM B harus ke Mapolres Rohil di Ujung Tanjung,” ujarnya.*

 rtc/ttg

INFO PENTING Bupati Wakil Bupati Ketua DPRD Wakil Ketua DPRD

: : : :

Sekdakab Kapolres Kajari Jumlah Penduduk Jumlah Kecamatan Jumlah Desa Potensi Alam Nopol

: : : : : : : :

H Annas Maamun H Suyatno, AMp Nasruddin Hasan Drs Jamiludin Ridwan SIp Drs.H. Wan Amir Firdaus, M.Si AKBP Auliansyah Lubis Zulbakar 440.894 jiwa 14 103 Migas, Kelapa Sawit, Karet, Ikan BM....P

Pemkab Tindak Tegas Perambah Hutan

P

EMRINTAH Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil), tetap berkomitmen melakukan tindakan tegas terhadap pelaku perambahan hutan. Tindakan itu akan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Penegasan itu diungkapkan Wakil Bupati Rohil, H Suyatno, menanggapi kembali maraknya perambahan hutan di Rohil. Menurut Suyatno tindakan tegas ini untuk mengantisipasi jangan sampai aksi ini terulang kembali. Artinya, sanksi tegas yang diberikan sebagai langkah untuk memberikan efek jera kepada para pelaku perambah hutan. “Pastinya tindakan tegas ini kita berlakukan. Ini harga mati dan tidak bisa diubah lagi. Memang jauhjauh hari kita telah menekankan kepada para Datuk Penghulu atau Kepala Desa

 mtr/ttg

TELEPON PENTING

Sekretariat Pemkab Rohil Sekretariat DPRD Ambulance Pemadam Kebakaran Polsek Bangko Kantor kecamatan Bangko Dinas Kesehatan Dinas Kehutanan Dinas PMD Dinas Pendidikan

0767-24287 0767-24567 0767-21040 0767-21130 0767-21110 0767-21010 0767-24381 0767-21710 0767-24284 0767-23277

Dinas Kimpraswil Dispenda Bawasda Bappeda Bapedalda KPDE Dinastan Tanaman Pangan Dinas Perhubungan PLN Bagansiapi-api

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012 CMYK

untuk menjaga kondisi hutan seutuhnya,” tegas Wabup. Wabup memastikan bukan hanya satu, dua atau tiga kali hal-hal seperti ini diingatkan. Justru setiap ada kegiatan, Pemkab terus menghimbau dan mengajak kades beserta masyarakat untuk bersama-sama melestarikan hutan. Tapi, himbauan atau ajakan yang telah disampaikan berulangulang kali belum juga direspon,” urainya. Dan sudah selayaknya, kata Wabup, kades turut peduli dalam menjaga kawasan hutan. Karena itulah jangan sampai kades tak peduli terhadap kelestarian hutan. Karena jika kepedulian ditingkatkan oleh pemimpin desa, kawasan hutan tidak akan terusik oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab.*

0767-24385 0767-22061 0767-24960 0767-24918 0767-24928 0767-24998 0767-24814 0767-24330 0767-21280


9

3 Dokter Spesialis di Puskesmas Rawat Inap Selain membangun Puskesmas disetiap kecamatan, Pemkab Rohil juga akan menyiapkan tiga orang dokter spesialis disetiap Puskesmas.

P

EMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) terus mengupayakan peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Beberapa program coba diluncurkan dan dijalankan, Satu diantaranya walau secara nasional belum dicanangkan, tapi Pemkab Rohil telah mencanangkan membangun pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) rawat inap disetiap kecamatan, dan ditargetkan tiga dokter spesialis bertugas disana. Kabar itu diungkapkan Bupati Rohil, H Annas Maamun. Menurut Bupati untuk mensukseskan program itu, ia telah meminta kerjasama Kementrian Kesehatan untuk mengirim dokter spesialis ke Rohil. Kebutuhan dokter spesialis yang cukup banyak yang disertai dengan Puskesmas rawat inap, kata Bupati, maka akan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama yang

berada disejumlah kecamatan yang jauh dari ibu kota. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Rohil, Junaidi Saleh, secara teknis menjabarkan rencana program itu di Gedung Multi Marga Bagansiapiapi, serta membenarkan Rohil membangun sejumlah puskesmas rawat inap. Hanya saja, kata Junaidi, saat ini dari 15 kecamatan yang ada di Rohil, belum semua kecamatan selesai dibangun, melainkan baru pada kecamatan yang letaknya jauh dari ibu kota atau tempat pelayanan medis yang baik. Menyangkut tiga orang dokter spesialis per puskesmas rawat inap, Junaidi memastikan akan dipenuhi secara bertahap. “Yang pasti akan dipenuhi, tapi secara bertahap. Saat ini baru bisa memberdayakan dokter spesialis yang ada, dengan membuat jadwal kunjungan keberbagai puskesmas rawat inap,” ujarnya. Dan yang telah rutin, sebut Junaidi, baru jadwal kunjungan dokter spesialis paru, karena dibeberapa kawasan Rohil masih tinggi tingkat penderita penyakit paru. Junaidi mengakui program bupati ini melampaui program pemerintah pusat, sehingga percepatan pelayanan kesehatan di Rohil dimasa datang diklaimnya akan lebih

maju dibandingkan beberapa kawasan di Indonesia. “Pe-

J

Firdaus, MSi, di Bagansiapiapi belum lama ini. Menurutnya jika jembatan Pedamaran I telah diresmikan nanti, maka bisa menjadi ikon tersendiri bagi Kota Bagansiapiapi. Artinya, keberadaan jembatan Pedamaran I ini akan menjadi salah satu objek wisata di Rohil. “Maka, pengerjaan pembangunan jembatan Pedama-

ran I dan II terus dilaksanakan secara kontinue. Sehingga dengan keberadaan jembatan ini akan dapat membuka suatu keterisoliran daerah. Selain membuka keterisoliran daerah, juga mampu mendongkrak pertumbuhan perekonomian masyarakat setempat,” ujarnya.*

 int/ttg

Kadiskes Rohil dr Junaidi Saleh memberikan materi seputar HIV/AIDS pada peringatan Hari AIDS sedunia

 rtc/ttg

Abrasi Gerogoti Penyokong Jembatan Jumrah

A

BRASI yang terjadi di sepanjang pinggir Sungai Rokan terutama di Kepenghuluan Jumrah, Kecamatan Rimbamelintang, sudah semakin mengkhawatirkan. Karena abrasi tersebut sudah menyentuh turap yang berfungsi sebagai penyokong Jembatan Jumrah. Hal itu diungkapkan Penghulu Jumrah, Sukardi Ahmad. Melihat kondisi itu, selaku penghulu, ia berharap kondisi itu segera disikapi secara serius dan cepat. “Harapan kita selaku penghulu maupun masyarakat, agar segera disikapi secara serius dan cepat. Kalau terlambat, apalagi terkesan dibiarkan, maka jembatan Jumrah itu bisa ambruk, bila tidak segera ditindaklanjuti, dikhawatirkan jembatan Jumrah itu bisa ambruk. Soalnya, abrasi itu sudah menerpa turap penyokong jembatan,” katanya. Menurut Sukardi, desakan abrasi di Sungai Rokan yang terjadi belakangan ini, dinilai begitu kencang. Dalam rentang hampir sekitar dua tahun,

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012 CMYK

Junaidi.*

Wakil Bupati Rokan Hilir menghibur warga dengan bernyanyi saat melakukan kunjungan

Januari, Jembatan Pedamaran I Diresmikan IKA tak ada aral melintang, awal Januari 2013 mendatang, Jembatan Pedamaran I akan diresmikan oleh Bupati Rokan Hilir, H Annas Maamun. Pasalnya, pembangunan jembatan Pedamaran I ini selesai tahun 2012 ini. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Rohil, Drs H Wan Amir

merintah pusat belum, Rohil sudah memulainya,” jelas

bibir pantai Sungai Rokan sudah hilang. “Dua tahun lalu, jarak turap jembatan dengan bibir pantai sungai Rokan sekitar 10 meter. Sekarang, tinggal turap yang diterpa abrasi. Ini sangat mengkhawatirkan sekali,” ujar Sukardi. Dan abrasi yang mengarah ke turap penyokong jembatan Jumrah, terang Sukardi, disebabkan oleh faktor alam yang ditandai dengan perpindahan alur di Sungai Rokan. “Sebelumnya, alur Sungai Rokan itu kan berada di tengah. Tapi sekarang ini, alur berpindah ke pinggir yang mengarah ke turap itu. Makanya tanah itu terus terkikis dan hilang,” ungkapnya lagi. Abrasi lainnya, jelas Sukardi, juga turut terjadi pada saluran menuju ke pompanisasi yang ada di Jumrah. Malahan, sekitar empat hektare tanah tersebut sudah hilang. “Intinya bencana abrasi di sungai Rokan, hingga saat ini masih terus terjadi. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, abrasi itu dipengaruhi oleh gelombang bono,” katanya.*

 rp/ttg


10 Tata

Achmad Mengganggu, Mambang Menunggu Hingga kini siapa jagoan Partai Demokrat pada pilgubri 2013 belum bertitik terang. PD seperti dipersimpangan jalan. Meskipun berulangkali para petinggi PD bahkan sampai Ketua Umum nya Anas Urbaningrum menyampaikan dukungannya ke Mambang Mit, namun dukungan tersebut masih sebatas dibibir saja. Buktinya, sampai sekarang belum ada bukti secara tertulis. DPP PD juga dinilai sedang bermain dua kaki. Satu kaki ke Mambang atau MM dan sebelahnya lagi ke Achmad. Sikap sepeti ini tentu membuat bingung para kader. Sebab, ini membuktikan bahwa Anas tak bisa berbuat apa-apa. Padahal selaku ketua DPD Partai Demokrat Riau, Mambang selayaknya bisa lebih mulus melenggang ke tangga kursi Riau Satu. Hanya tinggal beberapa langkah lagi. Parahnya lagi, DPP PD belum juga menentukan siapa bakal calon yang mereka usung. DPP terkesan “plin-plan”. Sikap ini membuat “perang pengaruh” antara dua kader terbaik partai berlambang mercy itu. Kedua kader ini saling berebut simpati dan empati masyarakat. Mereka terus mencari dukungan terutama dukungan dari DPCDPC. Tapi jika dilihat dari arus dukungan, MM terus mendapat simpati berbagai lapisan masyarakat termasukDPC-DPC. Agaknya ayah MM (jargon Mambang) sulit disalip Achmad. Diantara DPC PD yang memberikan dukungan kepada MM adalah DPC PD Pelalawan. Menurut ketuanya H Abdul Anas Badrun, DPC PD Pelalawan komit mendukung MM untuk bertarung di pilgubri. “Kami telah menetapkan pilihan kepada HR Mambang Mit untuk diusung dan dimenangkan pada Pilgubri 2013 mendatang. Dukungan kami itu telah diserahkan langsung ke Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum saat acara pengukuhan Kepengurusan DPC Partai Demokrat se Riau di Pekanbaru beberapa waktu lalu,” terang Anas. Menurut Anas, DPC PD Pelalawan bersama sembilan DPC lainnya yang ada di Riau telah menyatakan sikap mendukung Ketua DPD Partai Demokrat Riau Mambang Mit

untuk melaju ke bursa pertarungan kursi orang nomor satu Riau. “Dengan beberapa kawan DPC PD se Riau telah menyerahkan dukungan tertulis ke Ketua DPP pak Anas Urbaningrum untuk mendukung pak Mambang. Namun apapun yang diputuskan DPP kita siap memenangkannya,” ucapnya. Munculnya dua kandidat cagub dari PD yakni Mambang Mit dan Ahmad, menurut Anas itu tak lain karena keinginan dua tokoh Demokrat untuk membangun Riau agar lebih baik kedepannya. “Kita bangga PD punya kader seperti mereka, mudahmudahan mereka berdua bisa bersatu,” kata mantan Wakil Bupati Pelalawan ini. Partai Demokrat mempunyai indikator dalam menentukan calon yang diusung pada setiap pilkada. Diantaranya, ketua DPD, incumbent, berpengalaman dan teruji, loyal dan tidak tercela, berdasar hasil survei serta didukung oleh masyarakat. “Dari sejumlah indikator itu tentu arahnya kepada pak Mambang Mit. Namun indikator diatas tidak musti mutlak karena keputusan final ada ditangan DPP dan Majelis Tinggi Partai. Kita tentu berharap DPP dan Majelis Tinggi membuat keputusan terbaik, sehingga kader Demokrat bisa memenangi dan duduk dikursi Riau Satu,” tegas Anas seraya menyebutkan alangkah indahnya kalau mereka berdua bersatu. Kans MM Lebih Besar Pengamat politik Andi Yusran mengatakan MM sangat berpeluang besar untuk diusung oleh partai Demokrat. Sebab MM punya kriteria lebih dibanding Achmad. Setidakya ada dua hal mengapa peluang MM lebih besar. Pertama, secara

struktural MM diatas Achmad, dengan jabatan sebagai ketua DPD maka MM akan mendatapkan prioritas utama untuk diusung oleh partainya. Kedua MM merupakan incumben. “Peluang MM lebih besar ketimbang Achmad. MM ketua DPD PD yang mempunyai prioritas utama untuk diusung partainya. Selaku ketua DPD tentunya para petinggi di PD akan mempertimbangkan hal ini. Selain itu kepemimpinan MM di partai juga cukup berhasil, ini dapat dibuktikan dari kemenangan beberapa pemilukada kabupaten/kota di Riau. Kemudian secara struktural partai, MM berada satu level diatas Achmad. Mambang saat ini masih menjabat Wakil Gubernur. Selaku incumbent, MM memiliki segalanya baik power maupun popularitas. Ini juga menjadi pertimbangan bagi petinggi Demokrat. Dengan jabatan sebagai wakil Gubernur hampir dipastikan popularitas MM masih diatas Achmad. “Nah, beberapa hal inilah yang membuat saya yakin MM akan mampu mendapatkan perahu PD untuk bisa maju pada pemilihan Gubernur Riau tahun 2013 mendatang,” ujar Andi. Senada dengan Andi, pengamat poltik Universitas Riau Saiman Pakpahan juga mengatakan MM memiliki kans lebih besar ketimbang Achmad. Dari berbagai sisi MM lebih unggul, baik dalam struktural partai maupun popularitas. Sebab itu, Saiman sangat yakin perahu PD bakal berpihak kepada MM. “Jika DPP PD objektif memberikan penilaian, saya optimis MM akan mendapatkan perahu Demokrat. Sebab saya menilai MM jauh lebih unggul dari Achmad. Dari sisi manapun Achmad tidak akan mampu menyainginya,” terang Saiman.

Kewenangan Majlis Tinggi Lalu apa kata DPP? Soal lambatnya Partai Demokrat dalam menentukan figur calon Gubernur Riau, disebut sebagai sesuatu yang biasa. Hal ini disampaikan Ketua Divisi Kaderisasi dan Diklat Partai Demokrat, H Gondo Radityo Gambiro MBA kepada AZAM, Sabtu (8/12) saat dihubungi via telepon genggamnya. Menurut pria yang akrab disapa Dudy Gambiro ini, yang memutuskan siapa diusung Partai Demokrat untuk maju di Pemilihan Gubernur Riau adalah Majelis Tinggi Partai Demokrat.Ini sesuai dengan sistim top down yang dianut PD. Biasanya, kata Dudy, enam bulan sebelum proses di KPU, Partai Demokrat sudah mengumumkan siapa yang diusung menjadi calon Gubernur dari Demokrat. “Sudah barang tentu Majelis Tinggi akan menimbang beberapa aspek atau faktor terhadap mereka yang berniat maju. Seperti tingkat elektabilitas dan hasil survey, ini menjadi suatu keharusan,” ucap Dudy. Dia juga mengatakan, soal figur yang diusung, Demokrat tak pernah terburu-buru memutuskan. Karena hasil survey itu akan dipantau terus. Bahkan menurut Dudy, dibeberapa daerah, tiga bulan menjelang proses di KPU baru diputuskan. Namun demikian, hal itu tidak akan mengurangi daripada kegiatan si bakal calon. Dipersilakan kepada mereka-mereka yang berniat maju untuk melakukan sosialisasi dalam rangka meningkatkan hasil survey. Maka dari itu, munculnya beberapa kader yang menyatakan ikut maju di pemilihan kepala daerah, itu dinilai sahsah saja. Bagi Demokrat itu bukan sesuatu yang tabu.

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012

Bahkan di daerah lain terkadang bisa muncul enam orang kader yang berkeinginan untuk maju. “Yang jelas, Partai Demokrat tetap melihat kepada hasil survey dan kriteria lainnya. Jadi, tak ada masalah saya kira kalau ada dua balon dari demokrat yang ingin maju di pemilihan gubernur Riau. Selama mereka memakai etika-etika politik yang baik, tak ada masalah,” tegasnya. Disinggung soal dukungan yang telah diberikan DPP kepada Mambang Mit pada saat datang ke Jakarta beberapa waktu lalu, Dudy menegaskan kalau soal itu sudah menjadi kewajiban DPP. Menurutnya sangat tidak lucu DPP tidak memberikan pertimbangan kepada majelis tinggi. “Memang secara organisasi, ketua umum sudah merestui Mambang Mit, dan ini sahsah saja. Hanya keputusan finalnya tetap berada di tangan majelis tinggi. Seperti tadi yang saya sebutkan, Partai Demokrat memakai sistim top down. Artinya, DPC, DPD dan DPP itu sifatnya mengusulkan, sementara yang merekomendasikan adalah majelis tinggi,” tukas Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini. Untuk itu, dirinya sangat berharap kepada seluruh kader dan pengurus di daerah —khususnya mereka yang maju— jangan sampai merusak tatanan organisasi. Karena siapapun nantinya yang mendapat rekomendasi majelis tinggi, otomatis mesin politik akan mendukung. “Yang bahaya itu jika masing-masing berambisi maju tapi merusak tatanan organisasi partai. Sekali lagi saya katakan, silakan saja bersosialisasi, tapi jangan sampai merusak tatanan organisasi partai,” pungkasnya.*

 bis


11

Simpai

H Syafriadi

Bagai Buah Simalakama

Yang Pantas Mambang Yang Jago Lobi Achmad Dari berbagai sisi MM lebih unggul, baik dari struktural partai, apatah lagi dari segi popularitas. Bila DPP objektif maka Mambang lah yang pantas memakai perahu Demokrat. MESKI gong suksesi pemilihan Gubernur Riau baru ditabuh pertengahan tahun depan, namun sejumlah balon yang digadanggadang maju ke arena perebutan kursi Riau 1 sudah mulai memasang kuda-kuda. Termasuk, Wakil Gubernur Riau incumben Mambang Mit. Selaku ketua DPD partai Demokrat Riau, sebetulnya Mambang punya peluang sangat besar. Tetapi, sayang, saat ini, langkah Mambang mendapat sandungan dari kader partai sendiri. Achmad yang juga Bupati Rohul juga berambisi. Gara-gara itu Mambang terpaksa kerja keras tuk mendapatkan perahu Demokrat. Parahnya lagi, hingga kini DPP Partai Demokrat belum juga menentukan siapa bakal calon yang mereka usung. DPP terkesan “plin-plan”. Sikap ini membuat “perang pengaruh” antara dua kader terbaik partai berlambang mercy itu. Kedua kader ini saling berebut simpati dan empati masyarakat. Mereka terus mencari dukungan terutama dukungan dari DPC-DPC. Tapi jika dilihat dari arus dukungan, MM terus mendapat simpati berbagai lapisan masyarakat. Agaknya ayah MM (jargon Mambang) sulit disalip Achmad. Pengamat poltik Andi Yusran mengatakan MM sangat berpeluang besar untuk diusung oleh partai Demokrat. Sebab MM punya kriteria lebih dibanding

Achmad. Setidakya ada dua hal mengapa peluang MM lebih besar. Pertama, secara struktural MM diatas Achmad, dengan jabatan sebagai ketua DPD maka MM akan mendatapkan prioritas utama untuk diusung oleh partainya. Kedua MM merupakan incumben. “Peluang MM lebih besar ketimbang Achmad. MM ketua DPD PD yang mempunyai prioritas utama untuk diusung partainya. Selaku ketua DPD tentunya para petinggi di PD akan mempertimbangkan hal ini. Selain itu kepemimpinan MM di partai juga cukup berhasil, ini dapat dibuktikan dari kemenangan beberapa pemilukada kabupaten/kota di Riau. Kemudian secara struktural partai, MM berada satu level diatas Achmad. Mambang saat ini masih menjabat Wakil Gubernur. Selaku incumbent, MM memiliki segalanya baik power maupun popularitas. Ini juga menjadi pertimbangan bagi petinggi Demokrat. Dengan jabatan sebagai wakil Gubernur hampir dipastikan popularitas MM masih diatas Achmad. “Nah, beberapa hal inilah yang membuat saya yakin MM akan mampu mendapatkan perahu PD untuk bisa maju pada pemilihan Gubernur Riau tahun 2013 mendatang,” ujar Andi. Senada dengan Andi, pengamat poltik Universitas Riau Saiman Pakpahan juga mengatakan MM memiliki kans lebih besar ketimbang Achmad. Dari berbagai sisi MM lebih unggul, baik dalam struktural partai maupun popularitas. Sebab itu, Saiman sangat yakin perahu PD bakal berpihak kepada MM. “Jika DPP PD objektif memberikan penilaian, saya optimis MM akan mendapatkan perahu Demokrat. Sebab saya menilai MM jauh lebih unggul dari Achmad. Dari sisi manapun Achmad tidak akan mampu menyainginya,” terang Saiman.*  ben

Saiman Pakpahan Andi Yusran

PEMILIHAN Gubernur masing DPD kabupaten/ Riau 2013 bagai buah kota menyakinkan DPP simalakama bagi Partai bahwa “Ayah MM” meruDemokrat. Kenapa tidak? pakan kader yang pantas Pasalnya, dua kader dan layak dijagokan terbaik partai berlambang Demokrat dengan berbagai mercy itu sama-sama alasan dan pertimbangan. ngotot ingin menjadi Sementara Achmad gubernur, yakni Mambang dengan mesin politiknya, Mit (MM) dan Achmad. terus bergerak. Ia semakin Mambang adalah Ketua kencang mensosialisasikan DPD Partai Demokrat diri ke masyarakat untuk Provinsi Riau yang seharimeningkatkan popularihari menjabat sebagai tasnya. Di luar itu, banyak wakil gubernur. Karier pemerintahan pihak menyakini kalau Achmad tidak lelaki kelahiran Indragiri Hulu itu akan berani bertarung bilamana boleh dibilang sudah teruji. Ia merintis tidak mendapat peluang pencalonan menjadi pegawai negeri sipil dari dari orang-orang DPP. Achmad tangga paling bawah, dan kini mendengan gayanya menyerang dalam empati kursi nomor dua setelah politik seakan terus mengayunkan sebelumnya menjabat sebagai sekrelangkah kepastian bahwa ia merupataris daerah. Sementara Achmad, kan kader Demokrat yang layak Ketua DPC Partai Demokrat Kabupatdiunggulkan oleh partai besukan en Rokan Hulu yang sekaligus bupati. Presiden SBY itu. Sama dengan MM, Achmad juga Politik tak ada yang pasti, semuancemerlang di birokrasi. Sebelum ya masih abu-abu. Begitulah anekdot dipilih rakyat menjabat bupati yang sering kita dengar dari mulut beberapa politisi. Begitujabatan pernah pun dengan diembannya. keputusan DPP Politik tak ada yang pasti, Selain sekretaris Demokrat. semuanya masih abu-abu. Begitulah kota Pekanbaru, Semakin anekdot yang sering kita dengar dari putera Rohul ini kencang mulut politisi. Begitupun dengan keputudipercaya HM pertarungan san DPP Demokrat. Semakin kencang Rusli Zainal Mambang pertarungan Mambang dengan Achmad kepala dinas dengan Achberebut Demokrat maka semakin lama pendapatan mad berebut wilayah abu-abu itu dipelihara. Dan, daerah. Demokrat semakin panjang pula kedua kader Kini, di maka semakin menunggu ketidak-pastian. Tinggal penghujung lama wilayah seberapa panjang nafas politik digas, kariernya di abu-abu itu makin kencang digas semakin terlihat pemerintahan, dipelihara. warna keabu-abuan itu. Sebaliknya, kedua kader Dan, semakin makin mengendur gas kian tak tampak terbaik panjang pula wilayah abu-abu. Bagai buah simalaka. Demokrat itu kedua kader Tak dikencangkan gas, kita seakan sudah terbelit “permenunggu sampai ke ujung perjalanan, dikendurkan kelahian” untuk ketidakgas perasaan seolah kita akan ditelikung berebut kursi pastian. oleh rival sendiri. gubernur pasca Tinggal seberahabisnya masa pa panjang jabatan Gubernafas politik nur HM Rusli Zainal. Seakan tiada digas, makin kencang digas semakin hari, masing-masing saling unjuk terlihat warna keabu-abuan itu. kekuatan bahwa ialah yang terbaik Sebaliknya, makin mengendur gas kian yang diusung oleh Partai Demokrat. tak tampak wilayah abu-abu. Bagai Unjuk kekuatan kedua pihak buah simalaka. Tak dikencangkan gas, kadang berlangsung secara terbuka kita seakan sudah sampai ke ujung baik di media massa maupun di perjalanan, dikendurkan gas perasaan baliho apalagi pada saat Ketua seolah kita akan ditelikung oleh rival Umum DPP Partai Demokrat, Anas sendiri. Urbaningrum, berkunjung ke Rokan Itulah yang membedakan warna Hulu dan ke Pekanbaru belum lama politik suksesi di tubuh Demokrat ini. “Perang” merebut empati sang dengan di partai lain, sebutlah ketua umum partai dipertontonton misalnya di Partai Golkar, PDIP, PAN, secara “telanjang” kepada PKS atau PPP. Di Golkar kendati kader masyarakat bahwa “ini loh saya….”. beringin banyak yang berebut Dari perspektif politik “pertengka- sampan, tapi pertarungan antar ran” keduanya tidak ada yang aneh, kader tidak semeriah MM dengan ganjil apalagi menyalahi aturan Achmad. Begitupun di PDIP yang berdemokrasi. Yang mereka lakukan diketuai Suryadi Kusaini. “Sang sesuatu yang wajar, dan sah-sah saja, Jokowi” seperti bebas melenggang sebab Partai Demokrat sendiri kangkung mengusulkan ke DPP siapa sampai kini juga belum menerbitkan yang bakal diusung si moncong putih. keputusan, siapa yang akan diusung Sikon serupa juga terjadi di PPP yang untuk pilgubri, apakah Mambang sejak awal memputihkan Aziz Zainal. atau Achmad atau tidak keduaPAN apalagi, jauh-jauh hari telah duanya. Dan, disebabkan belum ada menetapkan Jon Erizal sebagai calon hitam dan putih atas keputusan itu, gubernur bersama koalisinya Partai boleh-boleh saja sang kader menemKeadilan Sejahtera. puh jalan menurut pilihan masingBelum diketahui bagaimana ending masing. Toh pada akhirnya, setelah pertarungan Mambang dan Achmad. DPP menerbitkan keputusan, keduan- Selain waktu pemilukada yang masih ya akan lebur dalam satu kekuatan, terbilang lama, petinggi Demokrat kekuatan Partai Demokrat. juga disibukkan menyelesaikan Problemnya publik dibuat asiik sejumlah masalah hukum terkait menonton pertarungan MM dengan dengan pemeriksaan proyek HambalAchmad. Mambang dengan jiwa ang yang telah menyeret Kemenpora, kebapaan berusaha tampil low profile Andi Mallarangeng. Boleh jadi, belum walau dengan sikap harap-harap stabilnya kondisi politik di Jakarta, cemas (H2C) menghadapi kekuatan menyebabkan gerakan politik MamAchmad yang terbilang jago berpoli- bang dan Achmad masih akan tik, dan terkesan siap tempur. Sikap menghadapi jalan panjang, dan H2C MM terasa ketika “Sang Ayah” berliku. Achmad mengganggu, menggerakkan kekuatan masingMambang menunggu.*

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012


12

“DPD dan DPC Solid Dukung Mambang” Belum jelas siapa yang akan diusung Partai Demokrat di Pilgubri 2013 mendatang. Mambang Mit dan Achmad saling berebut perahu biru.

MUNCULNYA dua kader Demokrat yang sama-sama punya ambisi untuk maju di pemilihan gubernur Riau, memunculkan beragam persepsi di tengah-tengah masyarakat. Ada yang mengatakan kalau Partai Demokrat rapuh, ada pula yang menyebutkan kalau PD Riau tak tegas. Apalagi mengingat waktu pelaksanaan Pilgubri yang semakin kasip. Tapi, persepsi seperti itu dibantah keras oleh Sekretaris Jenderal DPD Partai Demokrat Riau, Koko Iskandar. Menurutnya,

tidak benar PD Riau rapuh terkait dengan munculnya dua kader yang sama-sama maju di Pilgubri. “Rekomendasi itu hanya menunggu DPP. Kalau DPD dan DPC sudah jelas mendukung Mambang Mit sebagai figur yang akan diusung di Pilgubri,” ucapnya menjawab AZAM, akhir pekan lalu. Soal kapan rekomendasi itu disampaikan, Koko mengatakan sebelum dilakukan tahapan pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Biasanya, sebut anggota DPRD Provinsi Riau ini, hal itu disampaikan pada saat injury time. Meski mekaniseme PD tetap mengacu kepada keputusan Dewan Pembina PD, namun dirinya tetap yakin kalau Partai Demokrat akan mengusung Mambang Mit nantinya untuk maju di pemilihan gubernur. Hal itu merujuk kepada hasil konsultasi yang dilakukan DPD dan beberapa DPC ke DPP beberapa waktu lalu. Sebagaimana diketahui, selain Rokan Hulu dan Kuantan Singingi, 10 DPC Demokrat se Riau terbang ke Jakarta khusus menemui Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum untuk mempertanyakan soal siapa yang akan mengendarai ‘perahu’ Demokrat nantinya Dalam pertemunan tersebut keraguan DPC terjawab setelah Ketua Umum Anas menyatakan bahwa dirinya dari dulu sudah mendorong MM untuk maju jadi calon Gubernur Riau. “Dari dulu saya mendorong Mambang Mit untuk maju. Untuk itu saya minta semua DPC solid dan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat. Kita memakai skenario menang bukan

Koko Iskandar

HR Mambang Mit termasuk salah seorang pejabat yang sukses di birokrasi dan kemudian terjun ke politik. Karir birokrasinya sudah sampai ke puncak, dengan jabatan terakhir Sekdaprov Riau. Sedangkan di politik, setelah pensiun dari PNS, dia menjadi Ketua Partai Demokrat Riau.

“KITA tidak bisa hidup senang kalau tidak ada orang lain. Misalnya istri, anak-anak, tetangga, kerabat atau sejawat dan teman sekerja. Sesungguhnya merekalah yang membuat hidup kita senang. Karena itu saya selalu berprinsip, kalau ingin senang, buat orang lain senang terlebih dahulu. Ukur sikap kita dengan perasaan orang lain,” ujar pria kelahiran Air Molek, 13 April 1949 ini. Berangkat dari prinsip itulah Mambang Mit kerap berpesan kepada

wartawan yang mewawancarainya,” buat berita yang bisa membuat orang lain tertawa”. Pesan itu selalu ia sampaikan dengan senyum lebar. Terkesan bercanda memang, tetapi itulah sejatinya falsafah hidup Mambang Mit. Selalu berusaha membuat orang lain senang dan mengajak orang lain sama-sama membuat orang senang. “Kalau semua orang suka membuat orang senang, damailah hidup. Tak ada lagi persoalan yang membuat susah,” ujar putra Almarhum Raja Mit Niat dan Raja Nuraidah ini. Mengenang masa lalu, bagi Mambang Mit adalah saat-saat belajar pada pengalaman. Dia akan terus merasa perlu untuk melakukannya. “Situasi apapun akan kita hadapi masa sekarang, sesungguhnya ada kaitannya dengan pengalaman masa lalu. Kita harus selalu merujuk pada masa silam agar terhindar dari salah langkah dan salah sikap,” petuah suami Raja Maulida Mambang Mit itu. Tidak ada pohon yang langsung rindang dan menjulang. Begitu jugalah Mambang Mit. Karirnya bermula dari

kalah,” ujar Koko menirukan pernyataan Anas Urbaningrum. “Jadi sudah sangat jelas,” Koko menambahkan. Saat itu Koko juga menyebutkan, bahwa Ketua Umum DPP Demokrat, meminta kepada seluruh DPC untuk membentuk tim pemenangan dan sosialisasi MM. “Jadi mari kita serahkan saja ke mekanisme partai. Yang jelas pak Mambang makin yakin setelah pertemuan dengan Anas,” kata Koko kepada AZAM beberapa waktu lalu. Lantas, bagaimana dengan Achmad yang terkesan ‘ngotot’ memaksakan diri untuk mendapatkan restu DPP? Soal ini Koko tidak mau berkomentar. Menurutnya, semua orang punya hak untuk itu. Jadi silakan saja. Dan dia

meminta kepada seluruh kader solid dan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat. “Saya kira teman-teman di DPC sampai kebawah harus solid. Kita serahkan mekanismenya ke DPP. Yang pasti sudah jelas arahnya dari DPP setelah pertemuan dengan 10 DPC kemarin,” ujar Koko. Cukup jelas dengan apa yang disampaikan Koko. Hanya saja, masyarakat, khususnya kader PD di daerah tetap was-was soal siapa yang nantinya akan diusung. Pasalnya, Achmad terus dengan gencar melakukan sosialisasi. Bahkan komunikasi politik yang dilakukan Bupati Rohul itu tidak hanya dilakukan didaerah, tapi juga ditingkat pusat.*

 sir

Cemerlang di Birokrasi

proses awal sebuah jenjang. Ia menghabiskan masa kanak-kanaknya di Rengat, Indragiri Hulu, bersama kedua orangtuanya yang bekas pejuang kemerdekaan RI. Putra daerah ini memulai jenjang pendidikan dari Sekolah Rakyat (SR) hingga Sekolah

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012

Menengah Ekonomi Atas (SMEA) di Rengat, Indragiri Hulu. Ia pindah ke Pekanbaru pada usianya yang ke 22 tahun dengan melanjutkan ke Universitas Riau pada Fakultas Ekonomi tahun 1972. Pada tahun 1977, sambil menyele-


13

“Keputusan Ada di Majelis Tinggi” Silakan saling klaim mendapat dukungan DPP. Tapi, yang menentukan itu tetap Majelis Tinggi. SOAL lambatnya Partai Demokrat dalam menentukan figur calon Gubernur Riau, disebut sebagai sesuatu yang biasa. Hal ini disampaikan Ketua Divisi Kaderisasi dan Diklat Partai Demokrat, H Gondo Radityo Gambiro MBA kepada AZAM, Sabtu (8/12) saat dihubungi via telepon genggamnya. Menurut pria yang akrab disapa Dudy Gambiro ini, yang memutuskan siapa diusung Partai Demokrat untuk maju di Pemilihan Gubernur Riau adalah Majelis Tinggi Partai Demokrat.Ini sesuai

dengan sistim top down yang dianut PD. Biasanya, kata Dudy, enam bulan sebelum proses di KPU, Partai Demokrat sudah mengumumkan siapa yang diusung menjadi calon Gubernur dari Demokrat. “Sudah barang tentu Majelis Tinggi akan menimbang beberapa aspek atau faktor terhadap mereka yang berniat maju. Seperti tingkat elektabilitas dan hasil survey, ini menjadi suatu keharusan,” ucap Dudy. Dia juga mengatakan, soal figur yang diusung, Demokrat tak pernah terburu-buru memutuskan. Karena hasil survey itu akan dipantau terus. Bahkan menurut Dudy, dibeberapa daerah, tiga bulan menjelang proses di KPU baru diputuskan. Namun demikian, hal itu tidak akan mengurangi daripada kegiatan si bakal calon. Dipersilakan kepada merekamereka yang berniat maju untuk melakukan sosialisasi dalam rangka meningkatkan hasil survey. Maka dari itu, munculnya beberapa kader yang menyatakan ikut maju di pemilihan kepala daerah, itu dinilai sah-sah saja. Bagi Demokrat itu bukan sesuatu yang tabu. Bahkan di daerah lain terkadang bisa muncul enam orang kader yang berkeinginan untuk maju. “Yang jelas, Partai Demokrat tetap melihat kepada hasil survey dan kriteria lainnya. Jadi, tak ada masalah saya kira kalau ada dua balon dari demokrat yang ingin maju di pemilihan gubernur Riau. Selama mereka memakai etikaetika politik

Dudy Gambiro

Mambang Mengincar Kursi saikan pendidikan di bangku perkuliahan, ia mendapatkan pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Kantor Wilayah Departemen Perdagangan di Pekanbaru. Sungguh anugrah yang luar biasa dari Allah, karena pada masa itu PNS adalah profesi yang sangat jarang peminatnya karena gaji yang kecil, tapi bagi Mambang itu bukanlah masalah, karena ia tidak ingin merepotkan kedua orangtuanya. Beragam pendidikan dan pelatihan diikuti Mambang. Diantaranya Pelatihan Statistik tingkat menengah dan tingkat lanjut. Penguasaannya pada bidang statistik ini menjadikan ia salah seorang yang diperhitungkan di lingkungan pekerjaannya. “Waktu ditawarkan ikut pelatihan statistik, teman-teman seangkatan saya tidak ada yang mau. Saya sendiri yang bersedia. Ternyata pilihan saya membawa berkah dikemudian hari. Karena hanya saya yang mengerti

statistik, maka setiap kali atasan bertugas memberikan pemaparan, saya selalu diminta mendampingi,” kenang ayah dari Raja Dewi Kusumaria (lulusan S2 Australia), Raja Bathami Lily Marlina dan Raja M Putra K (menempuh pendidikan di Inggris dan Australia) ini. Seperti halnya banyak orang yang berpikiran kreatif, Mambang tidak puas dalam menjalani kehidupan sebagai staf dilingkungan ia bekerja. Tahun 1979, dia berhasil menyelesaikan pendidikannya di FE UR dengan meraih gelar sarjana. Setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, karir Mambang terus meningkat hingga ia dipercaya sebagai Kepala Seksi Barang Penting dilingkungan Kanwil Departeman Perdagangan. “Jabatan ini juga merupakan salah satu berkah keahlian statistik saya,” ujar pria yang menikahi wanita cantik asal Tarempa, Natuna bernama Raja Maulida, putri pasangan dari Raja

yang baik, tak ada masalah,” tegasnya. Disinggung soal dukungan yang telah diberikan DPP kepada Mambang Mit pada saat datang ke Jakarta beberapa waktu lalu, Dudy menegaskan kalau soal itu sudah menjadi kewajiban DPP. Menurutnya sangat tidak lucu DPP tidak memberikan pertimbangan kepada majelis tinggi. “Memang secara organisasi, ketua umum sudah merestui Mambang Mit, dan ini sah-sah saja. Hanya keputusan finalnya tetap berada di tangan majelis tinggi. Seperti tadi yang saya sebutkan, Partai Demokrat memakai sistim top down. Artinya, DPC, DPD dan DPP itu sifatnya mengusulkan, sementara yang merekomendasikan adalah majelis tinggi,” tukas Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI

Baharuddin dan Hasnah kelahiran 23 September 1958 pada 6 November 1980 tersebut. Keberkahan dari keahlian bidang statistik terus berlanjut. Hanya sebelas hari usai pernikahan, Mambang Mit dipormosikan menjadi Kepala Kantor Departemen (Kakandep) Perdagangan di Bengkalis. “Saat itu saya menjadi Kakandep paling muda di Riau. Baru berumur 31 tahun,” kenang pria yang menyikapi hidup seperti air mengalir ini. Setelah itu berturut-turut Mambang Mit diberi kepercayaan, seperti menjadi Kakandep Perdagangan di Inhil, Kepala Perwakilan Departeman Perdagangan di Otorita Batam, Ka Subdit Hasil Aneka Industri di Departemen Perdagangan Jakarta, Kepala Kantor Departemen Perdagangan Kodya Batam, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kodya Batam, Sekretaris Kota Batam, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Inhu, Pejabat Sementera (Pjs) Bupati Pelalawan, Pjs Bupati Siak dan kini menyandang orang nomor dua di Provinsi Riau yakni, sebagai Wakil Gubernur Riau masa bhakti

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012

ini. Untuk itu, dirinya sangat berharap kepada seluruh kader dan pengurus di daerah —khususnya mereka yang maju— jangan sampai merusak tatanan organisasi. Karena siapapun nantinya yang mendapat rekomendasi majelis tinggi, otomatis mesin politik akan mendukung. “Yang bahaya itu jika masingmasing berambisi maju tapi merusak tatanan organisasi partai. Sekali lagi saya katakan, silakan saja bersosialisasi, tapi jangan sampai merusak tatanan organisasi partai,” pungkasnya.*

 sir

20082013. Setelah dipercaya menjadi Wagubri, Mambang saat ini juga diberi amanah sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Riau periode 20102015.*

HR Mambang Mit


14 DALAM menyongsong pemilihan Gubernur Riau tahun 2013 mendatang, Partai Demokrat saat ini sedang melakukan proses survei kepada beberapa orang calon yang dianggap mempunyai kemampunan. Termasuk pak Mambang Mit.Namun, selaku ketua DPD Partai Demokrat Riau pak Mambang memiliki prioritas utama untuk disurvey, dan kalau mamang pada akhirnya beliau memperoleh survey tertinggi tentu saja DPP akan merekomendasikannya. Dan selaku kader tentunya kita akan selalu siap dengan segala keputusan yang telah dikeluarkan oleh partai. Untuk saat ini partai Demokrat Riau konsen melakukan konsolidasi internal ditubuh partai untuk merapatkan barisan guna menghadapi pilgubri 2013 mendatang dan pemilu 2014. Yang pasti Partai Demokrat akan tetap mengutamakan kader terbaik mereka untuk diusung pada pilgubri 2013.Partai Demokrat Riau memiliki kekuatan yang signifikan saat ini, namun partai Demokrat Riau tidak lantas merasa jumawa, dan lantas membusungkan dada. Kami sadar negeri ini tidak bisa dibangun oleh partai Demokrat sendiri akan tetapi perlu adanya kerjasama dengan berbagai unsur kekuatan yang ada. Kamaruzzaman Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari FPD

SEBAIKNYA kita samasama menunggu keputusan dari DPP Parta Demokrat, sebab saat ini proses penentuan tengah berjalan. Mambang Mit merupakan kader partai Demokrat yang potensial dan saya yakin Mambang Mit akan mampu menjalankan amanah tersebut jika diberikan kepercayaan oleh partai Demokrat untuk maju pada pilgubri 2013 mendatang. Sementara Achmad juga merupakan kader partai Demokrat yang memiliki kemampuan didalam memimpin. Oleh sebab itulah saya katakan sebaiknya kita sama-sama menunggu saja apa yang menjadi keputusan DPP nantinya. Ada beberapa proses serta makanisme untuk mengusung seseorang maju pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah.Salah satunya survey, nah saat ini survey sedang berjalan dan kepada kader yang merasa memiliki kemampuan dan siap untuk maju silahkan terus melakukan sosialisasi agar tingkat elektabilitasnya terus naik.Siapa kader yang memiliki rating tertinggi didalam survey itulah yang akan diusung oleh partai. Saya tidak mau berspekulasi dulu, biar proses ini berjalan dulu, dan apa yang menjadi keputusan DPP nantinya berarti itulah yang terbaik . Firdaus Basyir Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari FPD

SANGAT pantas rasanya jika Mambang maju dan menjadi Gubernur Riau untuk periode 2013-2018 mendatang. Ini, mengingat kemampuan, kekuatan serta pengalaman yang ia miliki merupakan suatu modal yang sangat luar biasa. Bermula dari seorang birokrat, mulai dari jenjang paling bawah sampai pada akhirnya menduduki jabatan sekda. Pengalaman ini nantinya tentu akan berguna baginya didalam menjalankan roda pemerintahan. Selain itu jiwa kepamongan dan jiwa seorang pemimpin sudah jelas terlihat ketika ia masih menjabat sebagai sekdaprov ketika itu. Sifat yang selalu mengayomi terlihat jelas disetiap tutur bahasanya. Oleh karena itulah, saya sangat yakin bahwa pada pemilihan Gubernur Riau tahun 2013 mendatang Mambang bakal diusung oleh partai Demokrat. Selain itu tingkat kepopuleran Mambang lebih tinggi ketimbang Achmad. Achmad hanya populer di daerah Rohul dan sebagian kecil masyarakat di Riau lainnya. Sementara Mambang dikenal hampir diseluruh pelosok di di Riau. Jadi tidak ada alasan bagi Demokrat untuk tidak mengusung Mambang . Abbas Jamil Tokoh Masyarakat Riau

SEBAIKNYA Partai Demokrat dalam menentukan siapa bakal calon yang akan mereka usung pada pilgubri 2013 mendatang betul-betul mengacu kepada aturan yang sudah ditetapkan di Partai. Artinya, aturan dan prosedur yang sudah ditetapkan harus dijalani dengan baik. Jangan hanya lantaran sebuah kepentingan sesaat, lantas aturan dan prosedur diabaikan. Untuk itulah kiranya Partai Demokrat dapat memberikan penilaian yang objektif kepada para kader yang berkeinginan untuk maju pada pilgubri 2013 mendatang. Mambang dan Achmad menurut saya adalah kader-kader terbaik yang dimiliki oleh partai Demokrat. Keduanya mempunyai plus minus yang sama pula. Namun kembali lagi bagaimana partai memilih yang terbaik nantinya tentu saja dengan aturan dan prosedur yang benar. Dan kalau dapat jangan menggunakan politik uang dalam mengusung bakal calon tersebut. Sebaiknya masukan dari masyarakt sangat diperlukan karena pada akhirnya masyarakatlah yang menjadi penentu siapa yang akan menjadi Gubernur Riau tahun 2013 mendatang. Alaidin Koto Akademisi

SAYA sangat yakin kalau Mambang Mit bakal diusung oleh partai Demokrat pada pemilihan Gubernur Riau mendatang. Sebagai ketua DPD Partai Demokrat Riau seharusnya ia mendapatkan prioritas yang paling utama untuk maju dan menggunakan perahu partai Demokrat.Selain itu juga jika Mambang Mit nantinya bisa maju pada pilgubri 2013 mendatang maka peluang Mambang sangat besar, melihat dari sisi kemampuan yang dimilki Mambang dan pengalaman menjabat sebagai wakil Gubernur tentu saja ini sangat berguna dan menjadi sebuah kekuatan yang sangat luar biasa yang tidak dimilki oleh bakal calon lainnya.Oleh sebab itulah saya berharap kiranya Achmad lebih baik mengalah dan memberikan kesempatan ini kepada Mambang Mit.Peluang Menang Mambang lebih besar ketimbang peluang Achmad.Mudah-mudahan saja ketua umum partai Demokrat dapat berfikir dan memberipenilaian yang rasional dan objektif nantinya.Selaku masyarakat saya sangat berharap kiranya Mambang Mit bisa maju pada pemilihan Gubernur Riau mendatang. sebab saya dan masyarakat lainnnya Rawa El Amady Pengamat Sosial politik

PELUANG Mambang Mit untuk maju pada pilgubri 2013 mendatang sangat terbuka lebar. Dengan menakhodai sebuah partai besar Partai Demokrat tentu saja ini akan menjadi sebuah modal awal yang cukup berarti baginya agar dapat melanggeng dibursa pencalonan tersebut. Ia sudah punya perahu yang cukup.Kemudian semenjak menjabat sekda dan sekarang menjabat wakil gubernur Riau, saya yakin sudah semakin banyak masyarakat Riau yang mengenalinya. Artinya, dari segi popularitas Mambang tidak perlu diragukan lagi. Pada pilgubri 2013 nanti rival terberat beliau yakni Gubernur Rusli Zainal dipastikan tidak bisa maju lagi. Dan saya juga melihat lawan-lawan politik Mambang yang muncul tidaklah sepopuler dirinya. Menurut saya Mambang haruslah pintar-pintar untuk nencari calon pendamping. Pasalnya ini juga akan mempengaruhi nilai jual. Saya berkesimpulan Mambang nantinya akan berduat dengan mantan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah, karena sejak moment pemilukda Pekanbaru, komunikasi politik diantara mereka sudah sering terjalin. Ini sesuatu yang wajar.* Sapta Julandri Karyawan Swasta

MAMBANG pantas menjadi pemimpin di Provinsi Riau. Mambang punya kemamapuan dengan bermodalkan pengalamannya sebagai birokrat, ditambah saat ini ia menjabat wakil gubernur Riau. Tentu saja pengalaman jabatan itu menjadi modal yang sangat berguna bagi dirinya. Mambang menurut saya seorang pemimpin yang selalu bersikap tenang dan tidak mudah tepancing emosi. Nah sifat-sifat seperti itulah yang dibutuhkan oleh pemimpin Riau. Selain itu, langkah politik Mambang patut diancungi jempol karena saat ini menjabat sebuah partai cukup besar yakni Partai Demokrat sebagai partai pemenang pada pemilu lalu. Jadi saya rasa modal beliau untuk maju dan menjadi pemimpin Riau sudah lebih dari cukup, tinggal lagi bagaimana ia dan partainya membangun koalisi untuk menambah kekuatan politiknya ketika menghadapi lawan-lawannya. Saya yakin Mambang akan mendapat dukungan dari masayarakat karena selama menjabat wakil gubernur saya rasa belum ada kesalahaan yang dibuatnya terlebih menyakiti perasaan masyarakat.* Rini Suhendar Mahasiswi

TALENTA sebagai seorang pemimpin sudah jelas terlihat disaat Mambang Mit masih menjabat sekda Riau. Kala itu, kinerja yang ia tunjukan sebagai abdi negara betul-betul mendapat pujian, ia mampu bekerja sama dengan siapapun baik itu pegawai biasa, pejabat hingga gubernur saat itu. Sosok Mambang yang selalu mengayomi diyakini pula akan mampu manarik simpati masyarakat.Selain itu, modal sebagai ketua partai akan sangat membantu langkah-langkahnya menuju pilgubri. Pasalnya Partai Demokrat merupakan sebuah partai yang cukup besar. Semenjak menjabat wakil gubernur banyak masyarakat yang mengenalinya, sehingga kepopulerannya semakin bertambah. Oleh karena itu, saya menilai peluang Mambang Mit menuju kursi Gubenur pada tahun 2013 mendatang sangat terbuka lebar, mengingat modal dan peluang yang ia milki cukup besar kalau dibandingkan dengan beberapa calon pesaing beliau yang saat ini tengah gencar melakukan sosialiasi .Dan sebaiknya mulai saat ini Mambang harus mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Umar Said Tokoh Masyarakat

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012


15

Demokrat Ingin Calon yang Berkualitas Secara struktural partai, MM atasan Achmad. Jadi pantas MM menjadi prioritas utama untuk diusung PD. Selain itu, tingkat elektabiltas, track record, kecakapan dan integritasnya pun cukup tinggi. JIKA tidak berubah, maka dipastikan pemilihan Gubernur Riau tahun 2013 dilangsungkan sekitar bulan Sepetmber. Itu artinya, pesta demokrasi lima tahunan tersebut hanya menyisakan hitungan bulan saja. Namun hinggi kini ada beberapa balon yang belum mendapatkan perahu. Salah satunya Partai Demokrat. Mambang Mit (MM) selaku ketua DPD Partai Demokrat Riau jauh-jauh hari sudah menyatakan maju, namun ditengah perjalanan langkah Wakil Gubenur Riau itu mulai mendapat hambatan, lantaran Achmad yang juga ketua DPC Partai Demokrat Rohul berminat pula untuk maju merebut kursi Riau 1. Jadilah, kedua

kader Demokrat ini saling rebutan perahu. Namun yang lebih membingungkan lagi yakni sikap DPP yang terkesan abu-abu. Disatu sisi terus menyatakan mendukung MM tapi dipihak lain, DPP membiarkan Achmad bersosialisasi. Lantas kesiapa dukungan DPP? Kader partai Demokrat Rohul Janewar Efendi menilai lambatnya keputusan yang dikeluarkan oleh DPP Partai Demokrat bukanlah sebagai bentuk kebingungan dari DPP didalam memilih antara MM dan Achmad. Janewar melihat ini sebagai bentuk proses serta kehatihatian DPP dalam menentukan bakal calon yang akan

Jenewar Efendi

diusung. Janewar mengatakan, selama ini, setiap menentukan dan menetapkan bakal calon yang diusung biasanya butuh waktu lama dan hampir mendekati hari pelaksanaan. Sebab banyak rangkaian serta proses yang mesti dilalui guna menghasilkan calon berkualitas. “Ini bukan sebagai bentuk “plin-plannya” DPP didalam menentukan bakal calon yang diusung oleh partai Demokrat pada pilgubri 2013 mendatang. Ini sebuah proses serta kehati-hatian partai didalam memilih dan menentukan bakal calon yang akan disung. Dalam menentukan dan memutuskan balon selalu memakan waktu lama, dan biasaya keputusan baru akan diambil mendekati hari pelaksanaan. Ini dilakukan supaya calon yang diusung oleh Demokrat merupakan calon berkualitas, bukan calon asal jadi,” ungkap Janewar sedikit membela. Ketika ditanya siapa yang memi-

liki kans lebih besar untuk diusung oleh partai Demokrat? Janewar mengatakan bahwa secara struktural MM lebih tinggi ketimbang Achmad yang hanya seorang ketua DPC. Hanya saja, jabatan struktural tidak bisa menjadi jaminan, sebab masih ada penilaian lainnya seperti tingkat elektabilitas, trade record, serta kecakapan dan integritas yang dimilikinya. “Secara struktural pak Mambang lebih tinggi ketimbang Achmad yang hanya seorang ketua DPC. Ini keuntungan pak Mambang. Dan pak Mambang akan dijadikan prioritas utama.Kendati demikian, tingkat jabatan dikepartaian tidak pula mutlak dijadikan acuan sebab masih ada beberapa kreteria lainnya yang menjadi penilaian seperti tingkat elekta-

biltas, trede record, serta kecakapan dan integritas yang dimikili oleh bakal calon tersebut. Harus saya akui, Pak Mambang punya kepopuleran yang tinggi dibandingkan Achmad. Sebab selaku wakil Gubernur sudah dipastikan tidak ada masyarakat Riau yang tidak mengenalnya. Sementara Achmad hanyalah seorang bupati yang ruang lingkupnya disebuah kabupaten. Selain itu trade record Mambang tidak usah diragukan lagi, cukup lama menjadi pejabat di pemerintahan dan lima tahun mendampingi Rusli Zainal sebagai wakil Gubernur Riau, hampir tidak ada kabar miring yang menyangkut dirinya. Mudahmudahan saja DPP PD dapat menilai secara objektif dan jeli,” sebut Janewar.*

 ben

Walau Tersandung Genset, Achmad Ngotot Maju

Sejujurnya Achmad taklah sehebat yang dibayangkan. Mantan birokrat yang dua periode memimpin Rohul ini sontak melejit namanya. Dia disebutsebut dekat dengan para petinggi DPP Demokrat lantaran royal ‘menyetor’ upeti. Benarkah begitu dan sejauhmana kedekatannya dengan DPP demokrat?

“SEGALANYA Untuk Rakyat”. Inilah kalimat yang terpampang besarbesar di baliho Achmad di hampir setiap sudut kota Pekanbaru. Yang

paling mencolok dapat dilihat di Jalan Tuanku Tambusai di bando jalan dengan ukuran puluhan meter. Sepintas baliho tersebut sangat menyentuh bagi para pengendara yang lalu lalang di jalan. Tapi, bagi kalangan terpelajar yang sudah bosan melihat ‘permainan’ spanduk atau baliho, mereka hanya tersenyum sembari berucap: Wow, rakyat yang mane”. Tapi itulah cara Achmad merebut simpati masyarakat. Dan patut dimaklumi sebab itu merupakan hak asasi seseorang. Namun di era sekarang ini, cara-cara bermain di baliho tidak lagi jitu untuk mencuri hati rakyat. Hari ini rakyat ingin bukti bukan janji-janji manis apalagi hanya tertulis di spanduk atau baliho. “Saya tertawa dalam hati melihat spanduk seperti itu. Segalanya untuk rakyat yang mana nih, ngurus Rokan Hulu saja tak

becus, boro-boro mau jadi Gubernur,” ujar Zulkifli S Sos. Mahasiswa S2 Fisip Unri itu menambahkan, di Rokan Hulu Achmad memang sudah cukup dikenal masyarakat lantaran sudah dua periode menakhodai kabupaten itu. Namun sejauh ini belum terdengar mahakarya monumental yang dibuatnya disana. Dia bergerak bagai garis datar saja tanpa ada hambatan berarti membangun wilayah nya itu. Padahal banyak sumber daya alam yang bisa digarap. Tapi yang nampak ke permukaan hanyalah program rutinitas biasa yang siapapun Bupati nya bisa berjalan setiap tahunnya dengan ketersediaaan dana APBD. Kini Achmad mencoba mengadu nasib di Pilgubri 2013. Dengan modal ketua DPC Demokrat Rohul, Achmad mencoba bermain langsung ke DPP untuk mendapatkan perahu. Disebut-sebut, sejumlah petinggi DPP cukup dekat dengan dirinya, termasuk anggota dewan majelis tinggi Demokrat. Achmad tahu betul, bahwa dewan pembina dan majelis tinggi Demokrat lah yang menentukan siapa yang bakal menaiki perahu Demokrat pada Pilgubri 2013. Finalnya memang ditangan SBY sebagai Ketua Dewan Pembina. Nah, inilah yang membuat Achmad merasa

yakin akan mendapatkan perahu Demokrat. Benarkah Achmad masuk ke lingkaran DPP? lewat jalur mana dan efektifkah cara yang dimainkannya itu? Sekretaris DPD Demokrat Riau Koko Iskandar hanya tersenyum menanggapi isu tersebut. Menurut dia, isu itu sah-sah saja, dan siapapun kader bisa dekat dengan orang-orang di DPP. Namun itu bukan jaminan bagi yang bersangkutan tuk memuluskan langkahnya menaiki perahu Demokrat pada Pilgubri mendatang. “Banyak syarat yang mesti dilalui, termasuk survey. Selain itu, DPP juga telah memberi lampu hijau dan prioritas bagi Ketua DPD,” kata Koko Iskandar. Soal royal nya Achmad ‘menyetor’ upeti ke DPP, itu diluar pengetahuannya. Yang pasti kata dia, DPP dalam waktu tidak lama lagi akan menurunkan SK tentang siapa cagub yang bakal diusung nanti. “Kita tunggu saja. Kita tak

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012

mau berspekulasi, yang penting saat ini kita terus melakukan sosialisasi ke masyarakat. Dan Alhamdulillah sambutan masyarakat terhadap pak Mambang sangat luar biasa,” tambah Koko. Achmad bisa saja percaya diri lantaran merasa dekat dengan DPP. Namun di lapisan bawah namanya taklah dikenal luas masyarakat. “Jangankan di Riau keseluruhan, di Rokan Hulu saja belum tentu seluruh masyarakat disana senang dengan dia. Apalagi belum lama ini namanya disebutsebut terlibat dalam skandal korupsi pengadaan genset miliaran rupiah. Bagaimana mau jadi pemimpin di Riau?,” kata Zulkifli S Sos.*

 bis

Zulkifli


16

BKPM RI Promosikan KITB ke Investor

K

EPALA Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Dr M Chatib Basri menyambut baik usulan Bupati Siak untuk mempromosikan KITB ke investor. Usulan itu segera dikoordinasikan bersama Kementerian PU dan para investor yang ada di ibu kota untuk mempromosikan Siak sebagai destinasi kawasan berinvestasi. Selain itu, modal yang dimiliki Pemkab berupa ketersediaan lahan dinilai sangat mendukung ditambah lagi suasana kondusif masyarakatnya.

Siak telah menyiapkan kawasan industri bagi investor untuk memanamkan investasinya. Lahan seluas 5 ribu hektare ini berada di kawasan strategis berdekatan dengan dermaga. Untuk pengembangannya Pemkab meminta bantuan pusat dalam pembenahan infrastruktur penunjang. Bupati Siak Drs Syamsuar MSi menyampaikan progres pengembangan kawasan industri tersebut kepada Kepala BKPM RI. Menurut dia, Pemkab Siak semakin termotivasi untuk terus memberikan segala bentuk kemudahan

bagi calon investor dalam berinvestasi. Bahkan Pemkab juga bertekad untuk terus memberikan berbagai kemudahan dalam berinvestasi. Iklim investasi yang kondusif dan kemudahan dalam perijinan merupakan beberapa daya tarik bagi calon investor. ‘’Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) jadi andalan kami,” kata Syamsuar, Rabu silam di Pekanbaru. Menurut dia, dukungan pusat sangat diharapkan apalagi kawasan indutri tersebut masuk ke dalam Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) serta menjadi kawasan strategis nasional. Di Riau ini, ada tiga kawasan industri yaitu Dumai, Siak dan Inhil. Karenanya, pengembangan kawasan ini merupakan denyut perekonomian Riau dan unggulan dalam koridor Sumatera. Adanya BKPM ini sebut dia, dapat menjadi wadah promosi untuk membawa investor menamankan investasinya, karena pada kenyataan kawasan ini sangat strategis dengan ketersediaan lahan, sehingga investor tak perlu lagi repot-repot mencari lahan. Selain itu, daya dukung lainnya adalah, di Siak ini termasuk kondusif,

jauh dari hiruk-pikuk konflik vertikal dan horizontal, hingga memberi jaminan keamanan untuk berinvestasi. Investment Award Bersamaam dengan itu, Kabupaten Siak meraih pernghargaan Riau Invesment Award 2012 untuk kategori Percepatan Infrastruktur Investasi 2012. Penghargaan tersebut diserahkan langsung pada Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit di Pangeran Hotel Pekanbaru. Itu menjadi penghargaan yang kedua diterima Kabupaten Siak sejak iven ini digelar. Sebelumnya penghargaan yang sama pernah diberikan Pemprov Riau dan Kadin Riau kepada Kabupaten Siak pada tahun 2009. Aspek penilaian untuk penghargaan tersebut meliputi kelembagaan perizinan, kepastian hukum, infrastruktur, komitmen kebijakan, regulasi, promosi serta sistem informasi yang diterapkan. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan dialog interaktif dan pameran hasil produk daerah.

 rpc

Bupati Sampaikan Nota Keuangan RAPBD 2013 ke Dewan Jaringan PLTG Siak Segera Tersambung pemerintah daerah yang terdiri dari ENDAPATAN daerah Kabu-

P

paten Siak tahun 2013 ditargetkan mengalami kenaikan dari tahun 2012 sebesar Rp36.798 miliar (2,12 persen). Target pendapatan Rp1.774 triliun dari sebelumnya Rp1.737 triliun. Kenaikan ini bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp187.181 miliar lebih, dana perimbangan Rp1.488 triliun lebih serta pendapatan daerah yang sah Rp98.767 miliar lebih. Sementara pada belanja daerah direncanakan Rp2.233 triliun lebih mengalami penurunan sebesar Rp139.131 milair lebih bila dibandingkan tahun pada APBD perubahan tahun anggaran 2012 sebesar Rp2.372 triliun lebih atau terjadi penurunan sebesar 5,86 persen, dengan komposisi Belanja Tak Langsung (BTL) sebesar Rp855.522 miliar lebih atau 38.31 persen. Dalam pengantar nota keuangan Rencana Angaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2013, Selasa silam di Gedung DPRD Siak, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi di hadapan anggota DPRD Siak menjelaskan, rincian dari belanja daerah itu terdiri dari, Belanja Tak Langsung (BTL) dan belanja langsung. Untuk BTL tahun 2013 direncanakan Rp855.522 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp44.095 miliar lebih, bila dibandingkan dengan APBD Perubahan tahun anggaran 2012 sebesar Rp811.427 miliar atau terjadi kenaikan sebesar 5,43 persen. Adapun biaya langsung yang terdiri dari belanja pegawai, barang dan jasa serta modal yang jumlahnya direncanakan sebesar Rp1.377 trilun. ‘’Belanja ini untuk membiayai prioritas pembangunan daerah bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ketenagakerjaan, reformasi birokrasi, pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat dan lainnya dalam mendukung misi dan visi Pemkab,” kata Syamsuar. Selain itu, belanja langsung ini juga diarahkan untuk membiayai 34 urusan yang menjadi kewenangan

26 urusan wajib dan delapan urusan pilihan sesuai dengan skala prioritas. Menyangkut dengan pembiayaan daerah merupakan semua penerimaan perlu dibayarkan kembali atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik itu pada tahun anggaran berikutnya. ‘’Memperhatikan komponen pendapatan daerah, dapat disimpulkan RAPBD 2013 ini mengalami defisit sebesar Rp459.242 miliar,” tambah dia. Defisit ini sebut dia, dibiayai melalui pembiayaan daerah sebesar Rp573 miliar yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya, sehingga nantinya terdapat sisa lebih pembiayaan tahun anggaran berkenaan sebesar Rp113 miliar. Kebijakan yang dituangkan dalam RAPBD 2013 ini lebih mengarah pada upaya penyempurnaan, dan kesesuaian antara kebijakan pembangunan dengan kemampuan sumber daya yang tersedia serta pertimbangan yang menyertai urgensi dalam percepatan pembangunan yang diagendakan dalam RPJMD Siak tahun 2011-2016, agar terwujud sesuai target yang telah ditentukan dalam kurun waktu perencanaan. ‘’Kami berharap pembahasan rancangan peraturan RAPBD ini dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan, sehingga dapat segera ditetapkan jadi Perda yang jadi dasar dan acuan dalam menjalankan aktivitas pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Siak,” ujar dia. Rapat penyampaian nota keuangan RAPBD 2013 ini dipimpin oleh Ketua DPRD Siak Zulfi Mursal SH, dihadiri Wakil Bupati Drs H Alfedri MSi, Sekda Drs H Amzar, Kapolres Siak AKBP Sugeng Putut Wicaksono SIK, Kejari Zainul Arifin SH MH, Wakil Ketua DPRD H Syahrul, Azwar dan anggota DPRD serta kepala dinas, badan dan kantor di lingkungan Pemkab Siak.

 rpc

P

EMBANGUNAN jaringan listrik berada pada enam kecamatan di Kabupaten Siak segera tersambung. Diantaranya Kecamatan Sungai Apit, Pusako, Sabak Auh, Bungaraya, Siak dan Mempura. Saat ini, kalau dihitung secara keseluruhan listrik yang masuk di Kabupaten Siak baru mencapai 37 persen. Oleh karena itu, pada Maret 2013 mendatang jaringan listrik Pembangkit Tenaga Gas (PLTG) sudah bisa tersambung pada enam kecamatan. Hal ini disampaikan Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi. ‘’Untuk saat ini kebutuhan listrik yang ada di Kabupaten Siak

 dpc

Konsul Malaysia Pekanbaru Kunjungi Siak

K

ONSUL Malaysia Pekanbaru-Riau H Azizan Bin H Ismail mengunjungi Kota Istana Siak Sri Indrapura, Kamis silam. Dalam kunjungannya bersama Istri tersebut bermaksud menjalin silaturrahim dengan kabupaten Siak. Selain memiliki sejarah kesultanan dari negeri seberang, kerajaan Siak yang sekarang sudah menjadi Kabupaten Siak dan Malaysia merupakan daerah kerajaan melayu dahulunya, juga dikenal memiliki latar belakang budaya

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012 CMYK

baru mencapai 37 persen. Oleh karena itu, untuk memenuhui kebutuhan listrik di Kabupaten Siak maka pemerintah telah berusaha melalui PLN Pusat. Dan pemerintah pusat telah menyetujui yang akhirnya mendapatkan persetujuan, dimana pemerintah pusat telah memberikan janjinya untuk membantu listrik dengan tenaga gas. Insya Allah, pada Maret 2013 akan dialiri listrik dari PLTG. Hal ini diharapkan kedepan jaringan listrik tersebut dapat dialiri langsung hingga ke tingkat desa yang ada di Kabupaten Siak,” tukasnya.

serta kebudayaan yang hampir sama. Dalam lawatan tersebut, Konsul Malaysia menyempatkan diri mengunjungi Istana Siak serta sholat di Majdi Syahabudin atau Masjid peninggalan Kerajaan Siak. Usai temu ramah dengan Bupati Siak, beliau juga mendatangi Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Siak (Dekranasda) untuk melihat hasil kerajinan unggulan masyarakat Siak dibawah asuhan Dekranasda Siak.  rls


Takah

17  Susilowadi SE. SH. MH, Ketua Umum Forum Masyarakat Riau Bersatu (FRMB)

Konsep Dasar Bagaimana Strategi Menghadapi Pemilukada Riau Gaung Pemilihan Gubernur di Provinsi Riau sudah lama terdengar, meskipun proses ini baru akan di selenggarakan 2013 mendatang. Beberapa nama mulai mengapung muncul ke permukaan, mulai dari baliho dan spanduk yang terpacak di setiap pelosok negeri hingga foto profil yang hadir di koran dengan jargon politik dan tagline yang berbeda.

S

EJAUH ini yang menyemarakkan perhelatan akbar lima tahunan menuju kursi Riau satu ini masih didominasi wajah-wajah lama, mulai dari incumbent wakil gubernur, mantan wakil gubernur, mantan menteri, Ketua DPD Partai Politik, mantan Wali Kota, Bupati, politikus lokal hingga pengusaha. Namun yang pasti, siapa yang pas dan betul-betul yang mampu menjadi Gubernur Riau lima tahun kedepan semuanya ada di ujung jari masyarakat Riau. Menurut Ketua Umum Forum Masyarakat Riau Bersatu (FRMB) Susilowadi SE.SH.MH, pada tataran idealnya, Pemilukada Gubernur Riau ini bertujuan melakukan pergantian kekuasaan dan Pemilukada ini dilakukan dengan cara yang demokratis serta mengikutsertakan rakyat secara langsung untuk memilih calon pemimpinnya. Sehingga diharapkan akan terpilih sosok penguasa terbaik pilihan rakyat, berkualitas dan ikhlas mengabdi untuk daerahnya. Namun kendati demikian, fakta dan realitasnya masih banyak muncul distorsi, sehingga Pemilukada tidak lagi bisa diandalkan untuk memunculkan pimpinan daerah yang berkualitas. Tetapi cenderung hanya untuk menjadi raja-raja kecil di daerah kekuasaanya. Terlepas dari semua motif itu, kata Susilowadi, menjadi seorang kepala daerah tentunya hampir menjadi dambaan semua pihak, termasuk diri saya sendiri. Tetapi karena keterbatasan dengan kemampuan, yang ada hanya pada sebatas angan-angan saja cukup disimpan di dalam hati, belajar dari pengalaman saat duduk di bangku kuliah Magister Hukum Bidang Study Tata Negara, “saya mencoba meramu sebuah konsep strategi di lapangan MENGAMBIL PENGALAMAN LANGSUNG tahun 2003 – 2008, saat untuk kepentingan HM. Rusli Zainal.SE, dan dengan dicampur aduk dengan literatur buku yang berkaitan dengan pemenangan kepala daerah. Sebelum perang dimulai, langkah yang harus dilakukan Tim Sukses dengan melakukan pemetaan kekuatan parpol. Karena jangan sampai menumpangi perahu yang tidak jelas dan tidak memiliki

kekuatan di masyarakat. Langkah ini bertujuan agar pencalonan tidak hanya menghabiskan uang tanpa hasil yang diharapkan. Selanjutnya, sudah bukan rahasia umum lagi, di dunia ini tidak ada yang gratis. Apalagi hidup di kota-kota besar, mau buang air kecil saja ada tarifnya. Apalagi mau mencalonkan diri menjadi kepala daerah. Untuk itu, bagi calon kandadit, iming-imingi parpol dengan uang. Mainkan opini itu, bahwa calon memiliki simpanan dana yang besar, atau paling tidak ada sponsor (terkait dengan dana dari sponsor, secara tidak langsung sang calon sudah menggadaikan Kekayaan Masyarakat atau wilayahnya, dan kalau ini terjadi, kedepan akan mengkebiri Kebijakkan itu sendiri), walaupun sponsor yang menyiapkan dana besar untuk modal Pemilukada, pasti ada tujuannya. Tak hanya itu, kenyataan di lapangan bahwa kekuatan uang juga sangat dominan. Itu fakta yang tidak bisa dihindari. Calon Harus Figur Harapan Rakyat Berdasarkan pemantauan, yang di prediksi ikut Cagubri 2013-2018, antara lain HM. Lukman Eddy, H. Mambang Mit, H. Syamsurizal, H.Anas Makmun, H. Achmad, H. Herman Abdullah, H. Zulkifli, H. Idris Laena dan H.Suryadi Khusaini. Dari seluruh calon ini merupakan sosok yang sudah tidak asing lagi di publik Masyarakat Riau, namun semua figur kunci untuk keberhasilan adalah sebagai berikut. Yang pertama, Figur tersebut harus mampu menjadi perekat bagi semua kelompok dan golongan baik yang berada di internal Partai atau perahu dan atau Calon Independent maupun tim relawan “Menjadi penting menjadikan mesin partai bisa bersinergi dengan mesin relawan dan masyarakat,” Yang kedua, pemilihan kandidat calon kepala daerah harus memiliki portofolio jelas. Artinya memiliki latar belakang kinerja yang baik di mata masyarakat. Yang ketiga, bahwa politik itu tidak

selalu linier, karena strategi yang digunakan tidak akan selalu sama dengan strategi di daerah yang lain. Menurutnya, keberhasilan adalah kemampuan menyerap kehendak masyarakat RiauI termasuk kebutuhan akan perubahan menjadi jawaban tepat di masyarakat Riau. “Tim pemenangan kepala daerah harus mampu menghadirkan strategi yang tepat di wilayah masing-masing, disesuaikan dengan karakteristik penduduk setempat dan basic issue yang tepat,” Yang keempat, lakukanlah pola kampanye terbuka lakukan gerakan door to door, telah melahirkan kedekatan figur calon kepala daerah dengan para pemilihnya. Dalam pemilihan kepala daerah secara langsung strategi kampanye terbuka mendekatkan diri dengan pemilihnya itu sangatlah penting. Membentuk Citra Positif Langkah selanjutnya, memetakan kecenderungan politik di masyarakat. Masyarakat atau pemilih pada umumnya belum mengetahui track record calon, sehingga perlu dibentuk opini yang baik tentang kandidat yang diusung. Caranya dengan memberikan jawaban dan solusi atas permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. Itu dilakukan baik oleh tim sukses, relawan maupun oleh kandidat tersebut. Misalnya, permasalahan di Kabupaten A, yang paling menonjol adalah kurangnya perhatian di dalam bidang Perkebunan, kesehatan dan pendidikan. Sebagai calon kepala daerah, harus mampu memberikan jalan keluar untuk agar keluar dari cengkreman masalah yang membelit masyarakat setempat. Singkatnya, bentuk tim yang mengatur manajemen isu baik untuk calon mau-

pun untuk lawan. Pantau terus perkembangan isu tersebut baik dalam opini masyarakat maupun pemberitaan di media. Bentuk Tim Sukses Tak hanya itu, untuk mempromosikan calon, tidak mungkin bisa berjalan sendiri atau menejemen asal-asalan. Sehingga perlu dibentuk tim yang profesional, solid, bisa dipercaya, cerdas, komunikatif dan menguasai lapangan serta menguasi bidangbidang yang dibutuhkan. Tim Pemenangan bisa dibentuk baik dari partai pengusung maupun Tim Khusus sendiri.Pasanglah orang yang tepat untuk menjadi anggota tim berdasarkan pengaruh kewilayahan dan mobilitasnya di masyarakat. Manfaatkan Media Sosial Dan juga untuk media komunikasi-sosialisasi jangan bukan hanya mengandalkan media televisi, iklan di koran, spanduk, baligo, dan media alat peraga lainnya. kemajuan teknologi dewasa ini. Seperti media jejaring sosil, twitter, facebook, blogspot, BBM, websate dan juga peranan penting ala Tradisonal, Gotong Royong, mengunjungi tempattempat Ibadah apabila ada kegiatan dari seluruh agama apapun. Tujuan semua ini untuk memberi akses informasi kepada masyarakat melalui dunia maya maupun langsung. Bangun image yang baik tentang calon dalam setiap kesempatan yang ada, baik saat bertatap muka dengan masyarakat maupun

Susilowadi

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012 CMYK

melalui berbagai media. Lihat Jokowi saat berkampanye sekedar contoh. Ia mampu memikat media massa hingga gerak-geriknya selalu menjadi bahan berita (kampanye gratis melalui berita). Bahkan gurauannya juga menilai bobot berita. Di samping bermain di media. Calon juga harus banyak berinteraksi dan melakukan pertemuan langsung dengan masyarakat secara langsung. Tujuan semua ini agar mampu mendongkrak popularitas calon di masyarakat. Karena salah satu kunci kemenangan juga terukur dari popularitas dan elektabilitas (keterpilihan) calon. Jangan pernah lupa membaca karakteristik pemilih. Strategi Lawan Petahana (incumbent) Bila lawan incumbent, maka perlu tenaga ekstra dan kecerdikan luar biasa. Masalahnya berkaca pada pengalaman data menunjukkan hampir 75 persen pemilukada dimenangkan oleh incumbent. Ini terjadi karena kekuatan finansial dan pengaruh ke urat nadi masyarakat lebih memadai. Karena itu, gunakan semua peluang untuk mengurangi pengaruh itu. Lalu setelah itu, buat isu yang mampu menjatuhkan dan image buruk di tengah masyarakat, sehingga masyarakat merasa antipati. Lalu selanjutnya sebelum peperangan di lakukan jangan lupa juga untuk melakukan analisis SWOT. Untuk membaca kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan dari masing-masing kandidat yang akan berlaga. Setelah itu terpetakan, akan mudah bagi pasangan calon untuk melakukan penyerangan. Dari beberapa calon tersebut, sudah barang pasti yang tampil menjadi pemenang itu hanya satu.Jadilah pemimpin sesuai dengan harapan rakyat. Dan kepada masyarakat jangan memilih pemimpin seperti kucing dalam karung. Karena hal ini hanya akan menyengsarakan rakyat selama lima tahun mendatang.*

 bis


18  Banjir Kian Parah

RAPP Tidak Tunjukkan Sikap Peduli D

ALAM satu bulan belakangan ini, curah hujan yang sangat tinggi, alam Pelalawan yang sudah tidak mampu lagi menampung debet air yang setiap hari semakin bertambah jumlahnya dipermukaan tanah, sungai Kampar yang selama ini diharapkan sebagai media yang mengalirkan air ke laut malah meluapkannya di pemukiman warga. Bencana banjir tak terelakkan lagi oleh masyarakat Kabupaten Pelalawan, ribuan rumah saat ini masih dalam kondisi digenangi air. Aktifitas ekonomi sosial masyarakat yang tinggal di daerah itu tentunya terganggu, ditambah akses transportasi yang lumpuh, untuk bisa mencapai Ibukota Pangkalan Kerinci masyarakat harus merogeh kocek lebih dalam karena mahalnya sarana angkutan sungai yang manjadi satu satunya sarana transportasi. Bencana banjir yang melanda Kecamatan Pelalawan yang sudah lebih dari satu bulan ini membuat masyarakat mengeluh, kepedulian dan bantuan dari berbagai pihak sangat diharapkan ribuan korban banjir di daerah itu saat ini. Di Desa Sering Kecamatan Pelalawan, 459 rumah tergenang banjir, itu berarti semua rumah yang ada di desa yang bersebelahan dengan kawasan industri Pulp milik Sukanto Tanoto ini terkena dampak banjir. Seperti di Akui oleh Plt Kades Sering, Bakri Yulis kepada wartawan, Kamis (5/12) mengatakan semua rumah di wilayahnya terkena banjir. “Jumlah KK di Desa Sering sekitar 459 KK, semuanya menjadi korban banjir. Banjir yang sudah berlangsung cukup lama ini membuat aktifitas warga terganggu,” katanya. Dikatakan Bakri, saat ini korban banjir di Desa Sering berharap adanya kepedulian dari berbagai pihak untuk

Bupati Pelalawan HM Harris menyerahkan bantuan pada korban banjir

meringankan beban mereka yang menjadi korban banjir. “Bantuan dari Pemda ada, namun itu belum cukup, karena belum semua warga yang mendapatkannya, kabarnya dalam waktu dekat ini akan ada bantuan lagi dari Pemda Pelalawan,” jelasnya. Disamping bantuan dari pemda Pelalawan, sebagai tetangganya RAPP, masyarakat desa Sering sangat menantikan ada bentuk kepedulian dari perusahaan kertas terbesar di Asia Tenggara ini, namun sampai saat ini bantuan yang diharapkan tidak juga sampai di tangan warga. “Sampai saat ini, belum ada bantuan dari RAPP,” singkatnya. Ketika hal ini dikonfirmasi ke Direktur RAPP Mulya Nauli, Rabu (5/12) via selulernya mengatakan bahwa perusahaan RAPP telah memberikan bantuan kepada masyarakat Pelalawan. “Ada, kita ada memberikan bantuan ke beberapa desa di Pelalawan,” ujar Mulya seraya mengatakan dirinya lupa desa desa mana saja yang telah diberikan bantuan oleh RAPP. Sementara itu, Camat Pelalawan Kiki Syamputra, Rabu (5/12) menegaskan sejauhnya ini korban banjir di Kecamatan Pelalawan belum ada yang menerima bantuan dari RAPP, padahal, menurutnya sudah menjadi tanggung jawab moral bagi perusahaan pulp itu untuk menyalurkan bantuan ke Kecamatan Pelala-

wan karena berbatasan langsung dengan kawasan RAPP. “Setahu saya sampai saat ini belum ada bantuan dari RAPP untuk korban banjir di Kecamatan Pelalawan, seharusnya korban korban banjir di Kecamatan ini menjadi prioritas RAPP memberikan bantuan,” jelasnya. Dilanjutkan Kiki, kepedulian RAPP kepada korban banjir seharus diutamakan ke Desa Sering dan Kelurahan Pelalawan, karena desa itulah menjadi daerah banjir terparah di Kecamatan Pelalawan. “Selain itu, Desa Sering dan Kelurahan Pelalawan berbatasan langsung dengan RAPP, seharusnya RAPP memberikan bantuan segera kesana, kalau Desa Tolam dan Ransang tentunya menjadi prioritas PT SAW anak perusahaan RAPP karena beroperasi di wilayah itu,” jelasnya. Masih menurut Kiki, korban banjir di Kecamatan Pelalawan telah menerima bantuan dari Pemda Pelalawan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan dan dari Karang Tarunan Kabupaten Pelalawan, bantuan tersebut sangat berarti sebagai simpati dari bebrbagai pihak terhadap korban banjir. “Korban banjir di Pelalawan baru baru ini menerima bantuan dari Badan Ketahan Pangan sebanyak 200 paket bantuan, ada juga dari Karang

Camat Pelalawan Kiki Syamputra meninjau ke lokasi banjir

Taruna Kabupaten Pelalawan melalui Bapak zukri, dan Pemda Pelalawan berupa beras sebanyak lima ton,” beber Camat Pelalawan. Hal yang sama dialami oleh korban banjir di Teluk Meranti, sejauh ini, belum ada bentuk kepedulian dari perusahaan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Teluk Meranti. Sebagaimana diketahui pabrik kertas milik Sukanto Tanoto yang menguasai lebih dari 40 ribu hekatr lahan di Teluk Meranti yang dijadikan kawasan perkebunan Akasia malah tidak menunjukkan kepeduliannya. “Belum ada bantuan dari RAPP, kalau permohonan sudah kita sampaikan kepada RAPP namun sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut dari mereka,” ungkap Camat Teluk Meranti, Husnizal Msi kepada Azam. Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pelalawan H zardewan kepada Azam, Kamis (6/12) mengharapkan peran serta pihak perusahaan dalam meringankan beban korban banjir di Kabupaten Pelalawan, namun sejauh ini hanya sebagian kecil saja yang mewujudkan kepedulian itu. “Dalam meringankan beban para korban banjir, semua pihak harus terlibat mengatasi masalah ini. Tidak terkecuali perusahaan-perusahaan yang selama ini mengeksploitasi sumber daya alam di daerah

ini,” ujarnya. Ditegaskan Zardewan, kepeduliaan perusahaan untuk mau berbagi kepada para korban banjir semestinya tanpa menunggu himbauan dari pemerintah daerah. Kepedulian itu dapat diwujudkan sendiri oleh perusahaan. Apalagi sudahnya komitmen kepedulian perusahaan terhadap masyarakat lokal, terutama dalam menjalankan program Community Social Responsibility (CSR). “Sudah kita beri tau perusahaan yang ada di Kabupaten Pelalawan ini untuk bisa ikut pedulidengan para korban banjir yang tengah melanda dibeberapa tempat di Kabupaten Pelalawan ini. Dan bahkan itu sudah kita sampaikan kepada para perusahaan melalui surat resmi. Perusahaan kan ada program CRS mereka, banjir hebat yang melanda sejumlah desa di daerah ini harus mendapat perhatian serius dari mereka juga, “ujar Zardewan. Harapan yang sama juga disampaikan anggota DPRD Pelalawan, Nazaruddin Arnazh S.Ip menilai, bahwa kepeduliaan perusahaan terhadap masyarakat sangat minim. Apalagi dengan kondisi sosial yang dialami masyarakat saat ini, terutama banjir yang kerap kali melanda melanda pemukiman sangat diharapkannya bantuan dari perusahaan. *

 nol

Pemkab Bagikan Buku Nikah Gratis Kepada 480 Pasutri

B

ERTEMPAT di Gedung Daerah Laksamana Mangkudiaraja, Kamis (6/12). Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pelalawan Kabupaten Pelalawan membagikan buku nikah secara gratis-gratis kepada 480 pasangan nikah di seluruh Kabupaten Pelalawan. Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan Drs H Zardewan MM dalam sambutannya mengatakan bahwa buku akte nikah meruapakn dokumenresmi dari pemerintah yang menyatakan keabsahan sebuah pernikahan berdasarkan aturan negara. Buku nikah ini menjadi persyaratan wajib

bagi para orang tua untuk mengurus berbagai dokumen lainnya yang dikeluarkan oleh lembaga negara seperti akte kelahiran anak. “Jadi pengurusan buku nikah fasilitasi oleh Pemda Pelalawan karena ini merupakan kewjiban dari Diisdukcapil, untuk melegalitaskan akta nikah,” jelasnya. Dikatakan Zardewan, Salah satu persoalan administrasi kependudukan di daerah ini karena banyaknya masyarakat yang belum memiliki buku nikah. “Itu yang menjadi kendala karena semua syarat administrasi kepengurusan surat menyurat harus melampirkan buku nikah,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil Drs Syafruddin MSi ketika dikonfirmasi melalui Kasubag Program Riky D usai penyerahan buku nikah gratis tersebut mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan yang ketiga kalinya. Tahun lalu, sebanyak 480 pasangan juga menerima nikah. “Para penerima buku nikah ini diambil dari 12 kecamatan, dimana masingmasing kecamatan sebanyak 40 pasangan,” ujarnya seraya mengatakan bahwa penerima buku nikah ini sasarannya adalah untuk keluarga yang tak mampu. Sedangkan data pasangan itu sendiri, dijelaskan Ricky

diambil dari setiap desa yang kemudian melaporkannya ke kecamatan. Dari kecamatan, data tersebut diserahkan ke Kantor Urusan Agama (KUA) di masing-masing kecamatan untuk kembali di data ulang. “Memang mungkin belum semua terdata, tapi yang jelas Pemkab melalui Disdukcapil akan melakukan program ini secara rutin tiap tahunnya. Karena ini terkait dengan sistim administrasi kependudukan di daerah kita, dimana tahun depan kita akan menerapkan e-KTP,” ungkapnya. Dijelaskan Ricky, penyerahan buku nikah secara gratis

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012

ini merupakan upaya pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti prosedur pernikahan yang sah menurut hukum negara. Selain itu sebagai upaya perlindungan pemerintah daerah pada terwujudnya hak-hak sipil warga, terutama anak-anak kandung dari pasangan nikah. “Dalam masalah ini, pemda ikut melindungi hak masyarakat dalam hubungannya dengan pernikahan,” terangnya. Pada acara tersebut, Sekda berkesempatan menyerahkan akte nikah secara simbolis kepada pasangan suami istri kurang mampu.*

 nol


19

Pemkab Gulirkan Dana Rp1,3 M untuk Pedagang P

EMERINTAH Kabupaten Indragiri Hulu mengucurkan dana bantuan sejumlah 1,359 miliar untuk 1.510 orang pedagang lontong. Bahkan pada 2013 mendatang, kembali akan dianggarkan bantuan untuk pedagang gorengan dan pedagang bakso. “Bantuan itu diharapkan dapat menambah dan memperkuat modal pedagang usaha kecil menengah (UMK)

khususnya untuk pedagang lontong,” ujar Kabag Kesra Setda Kab Inhu Hj Asmalia SSos, Selasa (4/12) pekan lalu. Dikatakannya, sebelum bantuan disalurkan kepada pedagang lontong, pihaknya terlebih dahulu melakukan pendataan. Namun untuk lebih akuratnya data tentang pedagang lontong, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan. Data pedagang lontong mencapai 1.510 orang itu,

merupakan data yang dikirim dari kecamatan. Bagian Kesra hanya sifatnya menyalurkan bantuan yang akan dijadwalkan dalam pekan ini. “Sedangkan data pedagang lontong berdasarkan laporan masing-masing camat,” ungkapnya. Mengenai besaran bantuan modal untuk pedagang lontong itu sebutnya, sesuai SK Nomor 344 tahun 2012 tentang standarisasi peneri-

 Siap Rebut Blok Kampar

ma bantuan sosial untuk pedagang lontong sejumlah Rp900 ribu per pedagang. Dikatakan, jumlah pedagang lontong terbanyak itu berada di Kecamatan Rengat yang mencapai 204 orang. Kemudian di Kecamatan Rengat Barat 148 orang, Kecamatan Seberida 145 orang. Lebih jauh disampaikannya, untuk menindak lanjuti program Bupati Inhu, pada 2013 kembali akan dipro-

gramkan bantuan untuk pedagang gorengan dan pedagang bakso. Namun sejauh ini belum bisa dipastikan berapa jumlah bantuan yang dapat disalurkan untuk dua jenis UMK tersebut. “Bantuan itu tergantung kepada anggaran yang tersedia. Saat ini keuangan Pemkab masih terbatas, tetapi setidaknya secara bertahap dapat mensejahterakan masyarakat,” terangnya.

 suh/rpo

Masa Dinas Sekda Diperpanjang

Pemkab Reposisi PD Indragiri

K

EPASTIAN sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) untuk 2013 terjawab sudah, Raja Erisman yang saat ini masih menjabat Sekda Inhu kembali di perpanjang hingga 2015. Penegasan perpanjangan batas usia pensiun yang otomatis memperpanjang masa jabatan Sekda Inhu hingga 2015 ini disampaikan Asisten Administrasi Umum Agusrianto kepada wartawan di Pematang Reba. “Perpanjangan masa dinas Sekda Inhu Raja Erisman sebelumnya sudah melalui proses di Baperjakat Inhu,” ujarnya. Diungkapkan Agusrianto, perpanjangan masa dinas Raja Erisman sebagai Sekda Inhu merupakan kebutuhan dalam menjalankan roda

pemerintahan di Pemkab Inhu. “Selain arahan pimpinan, ini juga merupakan kebutuhan bagi Pemkab Inhu. Mengingat untuk saat ini hanya figur Raja Erisman yang pas untuk mengisi posisi Sekda Inhu. Untuk itu masa pensiun dan dinasnya diperpanjang dua tahun hingga 2015,” ungkapnya. Posisi Sekda merupakan jabatan prestisius dan puncak karir bagi pegawai negeri sipil (PNS) di daerah. Dimana pangkat minimal IV b bagi PNS yang akan menjabat Sekda. “Namun tidak tetutup kemungkinan ditengah jalan nantinya, siapa saja dapat mengisi jabatan Sekda ini sesuai dengan aturan yang berlaku sesuai arahan pimpinan,” jelasnya.

 suh/roc

KPUD Verifikasi Faktual Partai Nasrep

L

ANGKAH demi langkah tengah dipersiapkan Pemkab Indragiri Hulu (Inhu), Riau untuk merebut Blok Kampar yang akan berakhir 5 Juli 2013 mendatang. Salah satunya dengan melakukan pembenahan terhadap Perusahaan Daerah (PD) Indragiri yang merupakan badan usaha milik Pemkab. Jika pengambilalihan Blok Kampar berhasil, maka PD Indragiri akan melanjutkan pengelolaan ladang minyak tersebut. Menjawab wartawan di ruang kerjanya, Kamis (6/12/ 2012) Wakil Bupati Inhu Harman Harmaini mengata-

kan, saat ini, PD Indragiri sedang melakukan pembenahan. BUMD ini akan terjun ke bisnis profesional dan diharapkan mampu tampil sebagai salah satu kekuatan Inhu mendatang dengan dukungan terhadap peningkatan pendapatan daerah. “Untuk melaksanakan agenda tersebut, Bupati Inhu selaku Komisaris PD Indragiri telah menunjuk Kepala Bagian Pembangunan H Suhardi untuk menjabat sebagai pelaksana tugas Direktur Utama PD Indragiri. Suhardi diharapkan dapat menuntaskan agenda tersebut hingga akhir Desember 2012 ini. Selain melakukan pembenahan aset,

Suhardi juga diharapkan secepatnya mengembangkan usaha perusahaan dengan penambahan usaha pertambangan,” ujar wabup. Selain itu, restrukturisasi organisasi di PD Indragiri juga akan dilakukan agar mampu mengantisipasi perkembangan zaman khususnya perkembangan perekonomian di Indragiri Hulu. “Setelah itu, maka PD Indragiri juga akan mencari personal yang akan menjalankan roda usaha PD Indragiri mulai dari Direktur Utama hingga perangkat organisasi lainnya,” demikian ucap Wabup Harman.

 suh/pnc

Debu Perbaikan Jalintim Ganggu Mesjid dan Sekolah

P

ERBAIKAN ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) di Pematang Reba Kec. Rengat Barat Inhu tidak kunjung tuntas. Sehingga kalau hujan, akan becek seperti kubangan kerbau dan kalau panas satu hari menimbulkan debu yang sangat mengganggu warga. Ruas Jalintim Pematang Reba yang menimbulkan debu terebut berada di depan masjid Raya Nurul Iman

Pematangreba, serta juga dekat sekolah yang selalu ramai anak-anak bermain dan sangat dikeluhkan warga. Aktivitas beribadah dan belajar jadi terganggu karena debu yang berterbangan. Pihak kontraktor pelaksana juga tidak melakukan penyiraman lagi, sehingga menimbulkan debu jalan yang cukup tebal. “Harapan warga sangat realiastis, bagaimana kerusa-

kan jalan itu diperbaiki, sehingga debu jalan bisa berkurang,” ujar Sekretaris Komisi C DPRD Inhu Raja Irwantoni SE kepada wartawan, Jumat (7/12) lalu. Dikatakan, keluhan warga Pematangreba dan sekitarnya terkait kondisi Jalintim sudah lama. Proses perbaikan yang dilakukan dengan dana APBN tersebut tak kunjung tuntas. Awalnya warga sudah merasa lega, karena aspal jalan ini

S

EBAGAI tindak lanjut dari penyampaian berkas administrasi Pertai Politik (Parpol) yang disampaikan ke Komisi Pemilihan umum (KPU) baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional beberapa waktu lalu, kini KPUD kabupaten Inhu melakukan kunjungan sekaligus memverifikasi faktual partai Nasional Republik (Nasrep) kabupaten Inhu. Kehadiran anggota KPUD Inhu beserta rombongan Kamis (6/12) di sekertariat partai Nasrep Kabupaten Inhu di jalan Borobudur Titian Tinggi Desa Sungai Banug Kecamatan Rengat Barat, pukul 10:00 WIB yang dikomandoi anggota KPUD Inhu Fauzi SH yang disambut baik oleh pengurus kabupaten partai Nasrep Emi Rosyadi SP dan sejumlah pengurus kabupaten lainnya. Kunjungan dalam rangka verifikasi faktual ini, anggota sudah diperbaki. Namun belakangan rusak kembali, sehingga menimbulkan debu jalan. Oleh sebab itu kata Irwantoni, jalan ini harus dituntaskan. Komisi C minta pihak pelaksana memperbaiki titik jalan yang masih rusak.

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012

KPUD Fauzi SH mempertanyakan sejumlah item diantaranya yang paling prinsip adalah faktualisasi kepengurusan inti untuk tingkat cabang (Kabupaten,red). Selain itu melihat perangkat perlengkapan kantor, atribut partai dan menyesuaikan nomor kartu anggota dengan identitas kependudukan (KTP) dan menyesuaikan SK DPC partai Nasrep Inhu dengan SK yang diperoleh KPUD dari KPU pusat di Jakarta yang dibawanya. Ketua DPC partai Nasrep kabupaten Inhu Emi Rostadi SP dalam kesempatan itu mengatakan Partai Nasrep kabupaten Inhu berupaya melengkapi ketentuan yang telah ditetapkan pihak KPU pusat maupun KPUD. “Alhamdulilah kunjungan KPUD dalam rangka verifikasi faktual tahap pertama di sekretriat Partai Nasrep berjalan lancar ”, sebutnya.

 suh/mtc

“Kita heran sudah beberapa tahun ini kerusakan Jalan Lintas Timut di Pematangreba belum juga tuntas, padahal sudah dianggarkan dalam APBN. Kalaupun diperbaiki hanya sebentar saja, setelah itu rusak kembali,” ujarnya

 suh/mrc


20 Indragiri Hilir Ibadah

Indah, Bersih, Aman, Damai dan Harmonis

Empat Tahun Pemkab Bangun 10 Unit Pasar S

EPANJANG empat tahun terakhir hingga 2012, Pemkab Inhil telah melakukan pembangunan 10 unit pasar yang tersebar di wilayah kecamatan se-Kabupaten Inhil. Hal ini bertujuan guna peningkatkan ekonomi kerakyatan melalui capaian terlaksananya pengembangan pasar dan distribusi barang di Kabupaten Inhil. Seperti diungkapkan

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Inhil, H Rudiansyah kepada wartawan, Selasa (4/12) lalu di ruang kerjanya. Menurutnya, pembangunan pasar tersebut sebagian besar dibangun dengan konsep pasar tradisional modern. “Terhitung sampai tahun 2012 ini, ada sebanyak 10 unit pasar tradisional modern

yang telah dibangun pemerintah daerah di wilayah kecamatan di Kabupaten Inhil di antaranya Kecamatan Batang Tuaka, Kateman, Tempuling, Tanah Merah, Keritang, GAS, Tembilahan dan Kemuning,” kata Rudiansyah. Ia menjelaskan, di tahun 2009, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil telah melakukan pembangunan pasar tradisional modern bertingkat di Guntung, Kecamatan

PU Perlu Rp48 M untuk Perbaikan Jalan

Kota Tembilahan

P

EMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas PU memerlukan sedikitnya Rp48 miliar untuk memperbaiki seluruh ruas jalan-jalan protokol di kota Tembilahan. Dikatakan Kepala Dinas PU Inhil, H Tengku Edy, dana itu sudah dihitung secara profesional, sebab sebelum badan jalan terlebih dahulu dihotmix, konstruksinya dicor hingga mencapai ketebalan 20 cm. “Berdasarkan estimasi, dana sebesar itu mampu menghitamkan seluruh jalan protokol di seputaran kota,” ungkap Edy. Jenis perbaikan yang bisa dilakukan dengan alokasi dana sebesar itu menurut mantan Kepala BLH Inhil itu, adalah pemeliharaan rutin dan pemeliharaan periodik. Untuk pemeliharaan rutin tingkat kerusakannya mencapai 10 persen. Sedangkan pemeliharaan periodik 10 hingga 35 persen.

“Kalau tingkat kerusakan jalan di atas 35 persen sudah masuk terhadap jenis peningkatan badan jalan,” jelasnya. Tapi untuk melakukan itu semua bisa dilihat dari lalu lintas harian rata-rata (LHR). Frekuensi kendaraan dihitung dengan frekuensi waktu,” jelas Kadis. Lanjut Kadis, tingginya biaya untuk perbaikan dan peningkatan jalan di Kabupaten Inhil dikarenakan struktur tanah di Inhil terdiri dari daratan rendah dan rawarawa. Karena daratannya berada di bawah permukaan air laut. Bahkan, banyaknya kendaraan berat juga bisa mengakibatkan aspal lebih mudah rusak dibanding beton. Beberapa titik jalan yang memerlukan perbaikan maupun peningkatan antara lain Jalan Prof M Yamin, Parit 15, Jalan Pendidikan, Baharuddin Yusuf, Saptamarga, Jalan Jendral Sudirman seputaran Parit 11, Abdul Manaf, Kartini, Kapten Muktar dan Palembang serta

beberapa ruas jalan lainnya. Sebelumnya warga Jalan Prof M Yamin Parit 15 Tembilahan Hilir, meminta perbaikan jalan di lingkungan mereka. Sebab saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan terutama sekali diperempatan Lorong Prigi Raja dan Lorong Waspada. Tingkat kerusakannya bervariasi mulai dari aspal mengelupas hingga berlubang. Menanggapi permintaan warga tersebut, saat itu Tengku Edy menyatakan semua perbaikan dan peningkatan badan jalan dalam kota maupun luar kota, menjadi komitmen Pemkab Inhil. Namun, semuanya harus bertahap dan melihat dari kemampuan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). “Secara pribadi kita sangat menginginkan kondisi jalan di Tembilahan secara umum Inhil dalam keadaan baik namun semua itu jiga harus disesuaikan dengan anggaran yang ada,” tuturnya.

 jan/rpo

Kateman, pasar tradisional modern Sungai Salak, Kecamatan Tempuling dan pasar tradisional modern Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah. Kemudian, di tahun 2010 pembangunan pasar pedesaan di Desa Junjungan, Kecamatan Batang Tuaka dan di Desa Seberang Pabenaan, Kecamatan Keritang. Selain itu, lanjutnya, di tahun 2011 juga telah dibangun pasar pedesaan di Desa

Sungai Empat dan Teluk Pantaian, Kecamatahn Kemuning dan pembangunan los pasar di Kelurahan Tempuling, Kecamatan Tempuling. “Untuk tahun 2012, kita juga telah melakukan pembangunan lanjutan pasar tradisional modern Pasar Pagi Tembilahan dan Pasar Selensen di Desa Selensen, Kecamatan Kemuning,” katanya.

 jan/rpo

Dewan Sarankan Penerapan Pola CWC

B

ANYAK areal perkebunan masyarakat yang rusak dan perlu dilakukan perbaikan. Oleh karena pola coconut working center (CWC) lebih tepat untuk meningkatkan produktivitas buah kelapa rakyat. Demikian dikatakan anggota Komisi I DPRD Inhil, Yusuf Said kepada wartawan, Senin (3/12) lalu di Tembilahan. Menurut politis Partai Golkar ini, kelapa merupakan usaha tani rakyat dan hampir dimiliki oleh semua rumah tangga tani pada agro ekosistem dataran rendah sampai sedang di Inhil. Apalagi sejak tahun 80-an perkebunan kelapa kurang mendapat perhatian dari pemerintah. “Dengan menerapkan pola ini saya rasa tujuannya lebih terencana, sehingga tiaptiap tahunnya kita dapat menentukan apa yang akan dilakukan,” ujar Yusuf Said. Intinya dia menilai segala tujuan program lebih terencana dengan baik. Lalu tahapan-tahapannya bisa disesuaikan dengan kondisi daerah. “Tidak bisa tidak, kata Yusuf, sebuah perencanaan juga harus dilakukan secara struktur. Sehingga pekerjaannya tetap akan berbasiskan dengan program,”

jelasnya. Contoh programnya jika dimulai dari tahun pertama seperti pemetaan lokasi perkebunan, pembibitan dan perbaikan infrastrukturnya. Salah satu penyebab gagalnya produksi perkebunan kelapa rakyat ratarata lemah dalam manajemen usaha dan teknologi budidaya. Banyak pihak yang tidak menguasai hal itu dengan baik. Kemudian masalah lainnya adalah harga hasil yang relatif rendah, ditambah dengan informasi harga dan prospek pasar belum jelas bagi petani itu sendiri. “Makanya kita sangat menyarankan agar pola CWC kembali bisa diterapkan. Karena pola itu sukses pada beberapa tahun kebelakang,” ujarnya, menyarankan. Anjloknya harga kelapa disebabkan terjadinya perubahan iklim ekonomi dunia yang berdampak pada peningkatan nilai ekspor komoditas perkebunan terutama buah kelapa rakyat. Padahal satu buah kelapa bisa menjadi beberapa turunan lain seperti air, tempurung dan lainnya. Lebih jauh dijelaskannya, kelapa sebagai salah satu sektor komoditi terbesar di Inhil mesti perlu mendapat perhatian oleh pengambil kebijakan.

 jan/rpo

Target APBD Inhil 2013 Rp1,5 T

A

NGGARAN Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tahun 2013 diestimasikan mencapai hingga Rp1,5 triliun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sekitar 20 persen dibandingkan APBD tahun 2012 yang nilainya Rp1,2 triliun. Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil, H Alimuddin RM kepada wartawan, usai menghadiri peringatan HUT ke-13 Dharma Wanita Persatu-

an (DWP) di Gedung Engku Kelana Jalan Baharuddin Yusuf Tembilahan, Kamis (6/12) lalu. “Ya prediksi kita sekitar Rp1,5 triliun untuk tahun 2013,” ujarnya. Menurut mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Inhil itu, sejauh ini tahapan telah menyelesaikan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD tinggal melakukan pembahasan APBD sehingga

muncul perkiraan sekitar Rp1,5 triliun. “Kita berharap secepatnya bisa disahkan. Sehingga pelaksanaanya juga dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan,” tuturnya. Dengan segera dirampungkannya pembahasan APBD, antara pihak legislatif dan eksekutif maka secara otomatis pula pelaksanaanya pada tahun anggaran 2013 mendatang berjalan dengan cepat. Karena keterlambatan dalam

penyelesaian pembahasan APBD bisa berpengaruh terhadap pelaksanaanya. Terpisah, Wakil Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam, menargetkan pengesahaan APBD Inhil tahun 2013, sebelum tanggal 31 Desember mendatang. Sehingga setelah verifikasi ke tingkat provinsi dilakukan, pada Januari 2013 dapat APBD sudah bisa digunakan dalam berbagai bentuk. “Seperti kita ketahui bersama penandatanganan

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012

KUA-PPAS telah dilakukan dan dilanjutkan dengan pengusulan APBD 2013,” sebut Dani. Maka dia berharap, jika sesuai dengan surat edaran Kemenntrian Dalam Negeri (Kemendagri) pada tanggal 31 Desember mendatang semua tahapan APBD sudah tuntas dan bisa dilaksanakan. “Untuk mengejar itu semua, kami sangat inten membahasnya di tingkat komisi apalagi dengan didampingi TAPD,” ungkap politisi PKB ini.

 jan/rpo


21 Kepulauan Riau

Kota Gurindam Negeri Pantun

Pemkab Gesa Pembangunan Kantor Bupati

Rencana pemerintah menjadikan Pulau Dompak sebagai pusat perkantoran bukanlah sekedar mimpi. Pembangunan Kantor Gubernur dan Gedung DPRD di pulau itu sudah tahap finishing.

S

EJAK tiga tahun belakangan, Pemprov Kepri terus menggesa pembangunan kantor gubernur. Bangunan mewah di atas lahan puluhan hektar tersebut merupakan proyek Multi years dan menyedot dana APBD triliyunan rupiah. Mengapa tidak, untuk menuju kawasan perkantoran itu, Pemprov Kepri harus

membangun tiga titik jembatan. Dua diantara tiga jembatan penghubung itu pembangunannya telah rampung, tinggal satu jembatan yang masih dalam tahap perencanaan. Meski berbagai sorotan dan tantangan bermunculan, namun tak menghambat jalannya pembangunan. Kini bangunan kantor Gubernur dan kantor DPRD sudah masuk tahap Finishing dan sebahagian Dinas Instansi (SKPD) sudah ada yang berkantor di gedung baru tersebut. Sesuai dengan program kerja Pemerintah Provinsi Kepri maupun DPRD Kepri, pada bulan Februari 2013 dua gedung tersebut akan diresmikan pemakaiannya. Kendala pindah kantor ke Pulau Dompak tentu diren-

canakan pembangunan belum siap 100%. Dari bangunan fisik hampir sudah rampung, namun sarana dan prasarana lain seperti bangunan jalan, air, termasuk listrik sangat minim. Hal inilah yang menjadi kendala sehingga secara menyeluruh perkantoran belum berpindah dari kantor lama di Tanjungpinang. Kalau dicermati pembangunan pusat perkantoran di Pulau Dompak sarat dengan persoalan, termasuk masalah anggaran yang semakin membengkak sehingga bangunan sampai saat ini tidak kunjung selesai. Dengan tidak rampungnya bangunan di Pulau Dompak, Pemerintah Provinsi Kepri tentu belum dapat menghemat masalah dana. Dan kalau dihitung anggaran setiap tahun

untuk sewa kantor DPRD Provinsi Kepri termasuk kantor SKPD yang mengontrak beberapa unit Ruko mencapai raturan milyar, bukanlah ini suatu pemborosan? Mengomentasi asumsi yang kurang sedap didengar tentang proyek raksasa di Pulau Dompak ini, Kabiro Administrasi Pembangunan Provinsi Kepri, Sardison di ruang kerjanya kepada Azam menegaskan, masalah ini jangan terlalu mempolemikkan. “Sebagai salah satu Provinsi yang baru dimekarkan sangat wajar kalaupun sedikit mengalami kendala, apalagi persoalan proyek tentu akan mengalami tantangan. Dengan adanya tantangan ini kita justru berusaha untuk melakukan perbaikan menuju kesuksesan. Sekarang pembangunan kantor Gubernur di Pulau Dompak sudah bisa ditempati untuk pelayanan dan tenaga SKPD sudah ada yang mengantor di sana, termasuk saya sendiri minggu ini akan pindah juga ke kantor baru,” ungkap Sardison. Dikatakannya, Meskipun perpindahan ini tidak secara menyeluruh paling tidak sebahagian ruang gedung sudah terisi. Ditanya apakah gedung baru itu dapat menampung semua dinas, Sardison mengatakan tidak. Namun bagi dinas yang masih ngontrak, itu bisa memanfaatkan kantor Gubernur lama di Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang. “Jadi kantor yang baru dan

yang lama tetap dipakai. Terlepas SKPD yang mana nanti tinggal di kantor Gubernur lama akan kita atur sesuai dengan tupoksinya. Diharapkan dengan berpindahnya kantor SKPD sebahagian ke Dompak tentu masing-masing kantor dapat membenahi kekurangan sarana prasarana kantor. Ibarat rumah yang sudah siap dibangun kalau tidak ditempati tentu tidak akan terurus,” ucapnya. Terkait dengan sarana jalan yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri, Kasi Bina Marga, Purwanta menyatakan sudah tidak ada masalah. Menurutnya semua sudah dibenahi, kalaupun ada yang belum rampung, sesuai dengan batas waktu yang ditentukan bahwa proyek yang ditangani Bina Marga paling lambat tanggal 20 Desember 2012 sudah selesai. “Bila ada rekanan kontraktor yang tidak selesai bekerja sesuai dengan batas waktu yang ditentukan, akan diberikan sanksi. Termasuk pemotongan sesuai dengan hasil kerja. Artinya berapa persen yang sudah siap dikerjakan itulah yang dibayar, kalau dilanjutkan tahun 2013 tentu perlu dibahas lagi,” kata Purwanta. Sementara menyangkut bangunan salah satu jembatan yang belum siap atau dalam tahap perencanaan, Purwanta mengatakan, tetap dibangun sesuai dengan yang diprogramkan.*

 bin

Yusmadi: Proyek Jalan Sudah Sesuai Ketentuan Suryatati Serahkan Data DAK2

K

EPALA Dinas Pekerjaan Umum Kota Tanjungpinang, Yuswandi mengklarifikasi pemberitaan Harian Umum Sijori Mandiri yang terbit hari Kamis (6/12) dan Jumat (7/12). Harian ini memberikan proyek jalan yang berjudul “Diduga ada KKN di 12 Proyek Pengaspalan Jalan” di daerah perumahan yang ada di Kota Tanjungpinang termasuk juga jalan di Bintan Plasa. Yuswandi mengatakan, tidak ada unsur KKN pada semua pekerjaan tersebut karena sudah mengikuti ketentuan yang berlaku. Menurutnya, seluruh proyek yang dilaksanakan pada tahun 2012 yang sudah dianggarkan dalam APBD Kota Tanjungpinang merupakan usulan masyarakat melalui reses dewan dan hasil musrenbang. Adapun mekanisme penyerapan aspirasi masyarakat

tersebut menurut dimulai dari musrenbang tingkat Kelurahan, kemudian dibawa ke musrenbang tingkat Kecamatan, lalu dibahas lagi dalam Musrenbang tingkat kota. “Kegiatan yang sudah disepakati dalam musrenbang tingkat Kota ini semua dibahas lagi di DPRD Kota Tanjungpinang. Setelah disetujui DPRD dengan segala pertimbangan, barulah disyahkan dan keluar di DPA yang sudah dianggarkan dalam APBD Kota Tanjungpinang tahun 2012 dalam bentuk kegiatan,” terangnya. Adapun 12 proyek jalan yang dimaksud adalah JL. Taman Harapan Indah, Jl. Bunga Raya cs, Jl. Lembah Asri, Jl. Puskesmas Mekar Baru, Jl. PKPSBBM, Jl. Simpang Senggarang-Tg. Sebauk, Jl. Sei Papah, Jl. Kesatria Bukit Galang Permai, Jl. Sei Serai dan jalan lingkungan Bintan Plaza.*

 rls

Sarana pembangunan jalan dikebut untuk mengejar target waktu

W

ALIKOTA Tanjungpinang Suryatati A Manan menyerahkan Data Agregat Kependudukan per-Kecamatan (DAK2) kepada KPU Kota di aula Kantor Walikota Tanjungpinang. Dalam sambutannya, Suryatati membacakan amanat Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, bahwa penyerahan DAK2 yang dilaksanakan serentak di 33 provinsi dan 491 kabupaten/kota se-Indonesia. DAK2 sudah harus tersedia dan diserahkan paling lambat 16 bulan sebelum pemungutan suara. Akurasi data kependudukan dalam bentuk DAK2 yang diserahkan oleh pemerintah kepada KPU merupakan aspek yang sangat penting. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka pemerintah dalam rangka meningkatkan akurasi data kependudukan telah memprogramkan dan melaksanakan program strategis di bidang kepen-

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012

dudukan dan pencatatan sipil yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan akurasi database kependudukan di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan pusat yang satu sama lainnya tersambung secara langsung (on-line), mengefektifkan nomor induk kependudukan (NIK), menertibkan penertiban dokumen kependudukan (KK, e-KTP, dan akta pencatatan sipil). “Dengan program strategis nasional itu, maka data kependudukan termasuk di dalamnya adalah DAK2 terjamin akurasinya, terutama data penduduk yang telah melaksanakan perekaman eKTP,” kata Suryatati. Perekaman e-KTP mempergunakan sistem informasi adminitrasi kependudukan (SIAK) yang online dari kecamatan langsung ke data center pusat telah dapat mengindetifikasi data ganda penduduk, oleh karena itu tidak mungkin lagi adanya data ganda.*

 bin/int


22 Kuantan Singingi

Kota Jalu Negeri Budaya

Studi Kelayakan Pasar Modern Kuansing Dimatangkan P

EMERINTAH Kabupaten Kuantan Singingi terus mematangkan study kelayakan rencana pembangun pasar modern. Untuk menentukan layak atau tidak layaknya pembangunan pasar modern, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi terus melakukan study kelayakan pembangunan. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) Kuansing, Jafrinaldi AP kepada wartawan, Rabu (5/ 12) lalu. “Studi kelayakan tetap jalan tahun kini, sekarang sedang

kita matangkan,” ujar Jafrinaldi. Dirinya mengaku optimis kalau studi kelayakan tersebut tuntas dilakukan apabila dilakukan dengan swakelola. Untuk itu ia berharap tahun depan rencana pembangunan pasar modern ini dibuat analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan sekaligus pembuatan detail engineering design (DED). Keinginan untuk melaksanakan kegiatan fisik pada tahun depan tidak bisa terwujud, karena terlebih dahulu harus dilakukan kajian yang mendalam terhadap rencana ini.

“Tahun depan kita belum bisa mengerjakan kegiatan fisiknya, karena terlebih dahulu harus membuat Amdal dan DED-nya,” jelasnya. Mantan Kabag Umum Setda ini juga mengatakan, setelah pihaknya mempelajari Perpres 54/2010 dan juga konsultasi dengan pihak lain, maka pelaksanaan studi kelayakan ini memungkinkan dilaksanakan secara swakelola. Begitu juga dengan studi kelayakan Uniks dan hotel yang juga memungkinkan dilaksanakan studi kelayakannya secara swakelola. Sementara itu Badan

Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kuansing mengundang para tenaga ahli untuk melakukan kajian atau studi kelayakan terhadap rencana pendirian Universitas Islam Kuantan Singingi (Uniks), Selasa (4/12), di aula Bappeda. Di antara tenaga ahli yang dihadirkan Ir Mardianto Manan MT. Usai acara, Mardianto Manan mengatakan, pertama pihaknya mendukung pendirian Uniks, hotel dan pasar modern dan menilainya sudah layak dibangun. Kedua, agar tidak menimbulkan persoalan, memang diharuskan dilakukan

studi kelayakan. “Kalau Uniks dengan segala potensi dan latar belakang sebagai daerah yang banyak melahirkan tokoh pendidikan, memang sudah sangat layak, apalagi didukung oleh kebijakan bupati, dan ini harus kita dukung,” kata Mardianto. Bagaimana dengan rencana pembangunan hotel dan pasar modern? Mardianto menjawab, bila melihat perkembangan masyarakat yang cukup pesat, memang sudah selayaknya ada hotel dan pasar tradisional yang dikelolah secara modern.*

 rpg

Kakankemenag Lantik Pejabat Eselon IV ERTEMPAT di Aula Kankemenag kabupaten Kuantan Singingi, Kepala Kantor Pemerintahan Agama (Kakankemenag) Kabupaten Kuantan Singingi, H Yulisman Ya’kub SAg melantik pejabat eselon IV dilingkungannya, Selasa (4/12). Yulisman dalam amanatnya, menyebutkan bahwa jabatan bukanlah hak pegawai, namun adalah kepercayaan dari pimpinan dan Allah SWT. “Masalah mutasi jabatan adalah hal biasa dalam satu kesatuan instansi. Karena jabatan bukanlah warisan nenek moyang, namun sebuah amanat yang tidak abadi,” ucap Yulisman dalam sambutannya. Dikatakannya, mutasi menuntut kinerja seeorang untuk bisa bekerja lebih baik lagi sesuai aturan. “Jika seseorang itu bekerja dengan baik, maka ia akan bertahan. Untuk itu, berusahalah semaksimal mungkin untuk meraih impian menduduki jabatan yang lebih tinggi dengan menunjukkan kinerja yang baik,” katanya. Dalam kesempatan itu, Yulisman berharap kepada pejabat yang baru

dilantik untuk tidak melakukan perbuatan melawan hukum seperti korupsi. “Saya tegaskan sekali lagi, jabatan bukanlah hak milik. Untuk itu, tunjukkanlah kinerja yang baik dalam upaya meningkatkanlah pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. Adapun pejabat baru yang dilantik terdapat lima wajah lama dan dua wajah baru. H Armedis SAg menjabat sebagai Kasubag TU, Drs Alfiani sebagai Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, H Bahtiar Saleh SAg MH sebagai Kasi URAIS, Masrul Hakim SAg MPd sebagai Kasi pendidikan agama dan keagamaan, serta H Erion Efendi SAg menjabat Kasi Penyelenggaran Haji dan Umrah. Sementara Wajah baru terdiri dari Jefri Eriadi SAg yang mengisi jabatan Penyelenggara Syaria’ah Kemenag Kuansing dan Rendra Febrian SFil menmpati posisi sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunung Toar.*

 zal

Bupati Hadiri Syukuran

B

UPATI Kuantan Singingi, H Sukarmis disambut warga dengan ribuan gunung kue dan makanan ringan. Hal tersebut terlihat saat Sukarmis menghadiri acara syukuran Kecamatan pemekaran Kuantan Hilir Seberang yang dipusatkan di Koto Rajo baru-baru ini. Syukuran tersebut sebagai tanda terima kasih masyarakat pada bupati yang telah mengabulkan terbentuknya Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, yang peremiannya oleh bupati Sukarmis pada tanggal 10 Oktober 2012 lalu. Turut hadir dalam rombongan bupati, wakil bupati Zulkifli, anggota DPRD Provinsi Riau, Abu Bakar Sidik, serta Muspida kabupaten kuantan singing. Datuk Bosau Hamsi Koto Rajo dalam sambutannya memuji kepemimpinan Sukarmis selama menjadi Bupati Kuantan Singingi. “Semua aspirasi masyarakat Kuan-

tan Hilir terutama Koto Rajo Seberang Basrah telah menjadi kenyataan. Kami sangat berterimaksih kepada bupati yang telah merealisasikan semua aspirasi masyarakat,” ucapnya. Dalam kesempatan itu juga Camat Kuantan Hilir Seberang, Jon Hendri LS Sos memohon kepada bupati agar membantu pembangunan infrastuktur seperti kantor camat, Puskesmas rawat inap, termasuk kantor kepala desa pemekaran Rawang Oguang, untuk dimasukkan dalam anggaran APBD tahun 2013. Menyikapi itu, Sukarmis menyebutkan, keberhasilan sebuah kecamatan atau desa, tidak selalu berharap kepada bupati. “Coba berdayakan semua elemen masyarakat, pemerintah, camat harap bekerja sama dengan pemangku adat dan swasta dalam menata, membangun negeri ini,” tukasnya.*

 zal

PPP Laksanakan Verifikasi Faktual

U

NTUK memenuhi tuntutan KPUD, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kuantan Singingi, melaksanakan verifikasi faktual jilid II di KPUD Kuansing, Kamis (6/12). Dalam hal ini, KPUD menguji kembali kebenaran berkas yang telah diserahkan PPP ke KPU beberapa waktu yang lalu. Diantara kelengkapan administrasi yang diminta diantaranya, Kartu Tanda Anggota, kedudukan kantor dan keterwakilan perempuan 30 persen di kepengurusan. Ketua DPC PPP Kabupaten Kuan-

tan Singingi, SardiyonoAMd kepada AZAM mengatakan, semua persyaratan PPP yang diminta KPU sudah terpenuhi. Namun begitu, kembali pada penilaian KPU menyangkut lolos atau tidaknya. “Semua persyaratan adimistrasi yang diminta sudah cukup. Tapi soal lulus atau tidanya, tungguhasil verifikasinya,” ucap anggota DPRD Kabupaten Kuantan Singingi ini. Hadir dalam verifikasi itu Dedi Erianto SSos selaku ketua rombongan dengan pengurus harian DPC PPP se Kabupaten Kuantan Singingi.*

 zal

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012


23 Dumai Bersemai

Bersih, Sejahtera & Damai

 Dikerjakan Lalu Dibongkar

Median Dibangun Tanpa Perencanaan B

ONGKAR pasang dalam proses pembangunan pulau (median) jalan di persimpangan Bundaran, atau di ruas Jalan Jenderal Sudirman, dinilai sebagai kegiatan yang tak terencana dengan baik. Padahal pembangunan median jalan, sebelum direalisasikan di lapangan, harus ada analisa terhadap dampak lalulintasnya (Lalin) agar tidak menimbulkan komplain dari masyarakat pengguna jalan. Menyikapi hal itu Wakil Ketua DPRD, Eko Suharjo SE, meminta kepada pihak Dinas Perhubungan (Dishub) untuk bertanggungjawab terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan, yang ditemukan mengalami bongkar-pasang. “Manajemen rekayasa lalulintasnya tidak jelas, pembangunan pulau (median, red) jalan itu dilakukan tanpa perencanaan. Mestinya itu ada perencanaan yang jelas, sehingga tidak dibongkarpasang

begitu,” sebut koordinator Komisi III ini Rabu silam. Kata dia, harus dilakukan evaluasi dan Kepala Dishub harus bertanggungjawab terhadap keadaan yang ditemui di lapangan menandakan kesan pemborosan APBD yang tidak lain adalah uang rakyat. “Jadi harus dievaluasi. Angka lalulintas tinggi, sehinggadiperlukan analisa dampak lalulintas. Masyarakat banyak pula komplain,” imbuh Eko seraya menambahkan estetika yang tidak pas. Sementara pantauan Dumai Pos dilapangan pembangunan median jalan di U-Turn Jalan Jendral Sudirman terlihat asal jadi dan tak sesuai prosedur. Sebab dibangun petak sementara itu merupakan perputaran kendaraan. Hal ini, apabila dilanjutkan berakibat fatal bagi kendaraan roda empat, yang akan memutar karena terancam nyangkut.

 dpc

KANTOR DISTRIK NAVIGASI KELAS I TANJUNGPINANG

HARI NATAL 25 Desember 2012

& TAHUN BARU 1 Januari 2013 Ttd

DARMALIS SYAM, B.Sc, SH, MM Kepala Kantor

Puskesmas Mekar Sari Empat Tahun tak Difungsikan

M

ESKI sudah berusia 4 tahun, namu gedung Puskesmas Mekar Sari Dumai tak kunjung dioperasikan. Pemko didesak mengambil kebijakan. Keberadaan Pusat Kesehatan Masyarakat (Pukesmas) Mekar Sari yang dibangun sejak empat tahun lalu di Kecamatan Dumai Selatan diminta oleh masyarakat untuk segera dioperasional sebagai pusat pelayanan kesehatan. Toni Simamora (50) Rabu silam mengaku miris jika hendak mendapatkan pelayanan kesehatan harus menempuh jarak sangat jauh ke pusat kota. Maka dari itu, dirinya mendesak keberadaan Pukesmas Makar Sari untuk segera di operasionalkan sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat setempat. “Pukesmas Mekar Sari sudah lama selesai dibangun, namun hingga kini Pukesmas tersebut belum juga dioperasikan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kecamatan Dumai Selatan. Untuk itu kita minta pemerintah setempat segera mengoperasikan Pukesmas ini, sehingga masyarakat yang ingin berobat semakin dekat,” katanya sembari berharap. Atas keluhan ini, Anggota DPRD Dumai Amris langsung memberikan dukungan dengan cara mendesak pemerintah setempat mengoperasionlkan keberadaan Pukesmas Mekar Sari tersebut sebagai pusat kesehatan masyarakat setempat. Pukesmas yang

dimaksud warga setempat itu berada berdekatan dengan Kantor Kelurahan Mekar Sari dan cukup dekat dengan pemukiman penduduk. “Bangunan puskesmas itu pun layak pakai. Apalagi timbul keluhan yang konon katanya masyarakat harus menempuh jarak yang sangat jauh untuk menuju ke puskesmas rujukan. Padahal, ditengah-tengah mereka, berdekatan dengan pemukiman mereka, sudah berdiri puskesmas yang sangat representatif dan layak. Tetapi sayang, hingga empat tahun ini tidak difungsikan,” ujar Amris. Dikatakan Amris lagi, dengan keberadaan Pukesmas yang pembangunannya sudah mencapai empat tahun lamanya itu sangat disayangkan jikan dibiarkan begitu saja. Lebih bagusnya, kata dia, secepatnya pemerintah untuk dioperasionalkan sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat setempat dan tidak harus jauh jika berobat. “Saya berada dengan warga yang mengeluh dengan kondisi ini. Masyarakat saja bingung dan berkalikali bertanya mengapa puskesmas tersebut tidak difungsikan sebagai pelayanan kesehatan. Maka dari itu, saya mendesak Pemko Dumai untuk segera memfungsikan puskesmas tersebut, paling tidak sebagai pelayanan puskesmas pembantu. Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan lebih cepat,” pungkasnya.

 rtc

PO. MUS TRANSPORT WISATA

Angkutan Sewa Eksekutif

TRANSPORT ANGKUTAN UMUM EXECUTIF

PEKANBARU

L 300 FULL AC - MITSUBISHI KUDA

- DUMAI - DURI - PADANG

: Jl. H Imam Munandar/Harapan Raya No. 29B Telp. 0761 885153 Pekanbaru DUMAI : Jl. Jend. Sudirman No. 134 Telp. (0765 )32910 - 38567 DURI : Telp. (0765) 7037258 PADANG : Jl. Ir H Juanda No 59 Telp. (0751) 38567

PEKANBARU

PUSAT

KANTOR PUSAT: Jl. Jati (Harapan Raya) No. 23

Mengutamakan Pelayanan Terbaik

Telp. (0761) 7003400 Pekanbaru

RENGAT AIR MOLEK TEMBILAHAN

RENGAT: Depan Terminal Jl. Diponegoro

Telp. (0769) 323451

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012

Antar Jemput Alamat Berangkat Tepat Waktu


24

Petani Bengkalis Terkesan dengan Program P4S B

UPATI Kampar H Jefry Noer memberikan arahan serta memberikan materi tentang kiat-kiat agar sukses dalam usaha yang bergerak pada bidang pertanian dan holtikultura, pada peserta pelatiahn Pertanian Terpadu yang berasal dari Kabupaten Bengkalis dan para peserta dari Kabupaten Kampar sendiri yang tergabung dalam angkatan XVII dan Angkatan XVIII di Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaaan Swadaya (P4S) Karya Nyata Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu pada selasa, 4/12. Usai pemberian materi tersebut Bupati Kampar H Jefry Noer mendapat pertanyaan dan apresiasi dari Marbet salah seorang Perwakilan peserta magang dari Kabupaten Bengkalis. “Sayadan kawan-kawan sangat terkesan dengan apa yang dilakukan Pak Bupati Kampar H Jefry Noer dengan membuat pelatihan Pertanian terpadu P4S dan mudah-mudahan dapat di contoh oleh Bupati kami di Kabupaten Bengkalis,” ujarnya. Marbet bersama 18 orang utusan dari petani Kabupaten Bengkalis tersebut juga menanyakan kepada H.Jefry Noer persoalan kenapa memilih bidang pertanian untuk jadi unggulan dan prioritas dalam pembangunan. Menjawab hal tersebut Jefry Noer menjelaskan Maju mundurnya suatu daerah ditentukan oleh makmurnya pertanian karena yang jadi

dasar dan pertahanan utama ekonomi masyarakat adalah di bidang pertanian, terpenuhi Bidang pertanian akan membuat masyarakat sejahtera karena seperti di Indonesia yang juga merupakan negara agraris, maka kebutuhan utama untuk makan masyarakat adalah nasi dan kebutuhan pokok lainnya tentu akan membuat masyarakat gairah dan jadi semangat karena perut mereka sudah kenyang sehingga dapat melakukan aktifitas yang lain dalam memenuhi kebutuhannya. Lebih jauh Jefry Noer menjelaskan untuk dapat mengetahui berapa banyak masyarakat miskin di suatu daerah caranya adalah dengan mapping (Pemetaan) kondisi penduduk, hal ini dilakukan oleh pimpinan wilayah seperti di Kecamatan malalui Camat, dan kondisi penduduk di Desa melalui Kepala Desanya, sehingga di dapat data berapa jumlah penduduk miskin pada suatau desa maupun suatu kecamatan, setelah itu baru dapat dibuat perencanaan apa yang harus dilakukan oleh Pemerintah daerah seperti Di Kabupaten Kampar digulirkan program Ekonomi Kerakyatan yang tertuang dalam pilar kedua yaitu meningkatkan Ekonomi Mayarakat. Bagaimana untuk dapat meningkatkan Ekonomi masyarakat tentu harus didukung Sumber Daya Masyarakat (SDM), ini tertuang dalam pilar ke 3 yaitu meningkatkan SDM Masyarakat,ujar Jefry Noer

menerangkan lebih jauh, disini tempatnya untuk menempah semua itu yaitu ikut program pelatihan pertanian perdesaan Swadaya (P4S) pertanian terpadu. Nantinya setelah selesai ikut pelatihan petani juga akan dibantu Pemda memperoleh pinjaman modal usaha agar ada modal dalam mengembangkan ilmu sehingga nanti diharapkan petani dapat berhasil disamping itu jangan lupa untuk menurunkan ilmu kepada 10 orang masyarakat binaan karena Bapak-bapak yang ikut pelatihan pertanian terpadu merupakan

duta masyarakat Kampar artinya perwakilan masyarakat Kampar untuk wilayah masing-masing yang diharapkan dapat membantu Pemda dalam pengentasan Kemiskinan dan pengangguran, Masyarakat Kampar menunggu uluran tangan Bapak-bapak untuk menurunkan ilmu kepada 10 orang, ujar Jefry Noer memberi semangat. Kepada para peserta pelatihan yang berasal dari Kampar dapat mununjukkan jati diri warga Kampar dan tidak mengecewakan masyarakat Kampar,terhadapat tamu dari Kabupaten Bengkalis yang

sedang ikut magang selama 1 minggu di P4S sebanyak 18 orang khusus untuk tanaman holtikultura dan kepada para Instruktur agar dapat diberikan juga ilmu bagaimana cara membikin pupuk kompos dan organik,ujar Jefry mengingatkan. Jika nanti sudah selesai mengikuti magang, maupun bagi petani yang ikut pelatihan asal Kampar Jefry Noer menghimbau, untuk serius dan jangan sia-siakan waktu dan kesempatan serta dapat menurunkan ilmu kepada 10 orang peserta binaannya juga segera lakukan aksion lapangan.*

 hms

Sekda Lantik Lima Kecamatan Pengurus Korpri Pencaplokkan Lahan Tanpa Izin Marak

S

ESUAI dengan keputusan dewan pengurus Korpri Kabupaten Kampar No : 236/ Korps-DP/139 tgl 3 Desember 2012 tentang pelantikan dewan pengurus korpri, Sekretaris Derah Kabupaten Kampar Drs Azwan, M.Si selaku Ketua Korpri Kampar melantik pengurus unit korpri Kecamatan Tambang, Kecamatan Kampar Timur, Kecamatan Kampar, Kecamatan Rumbio Jaya dan Kecamatan Kampar Utara periode 20122017. Pelantikan dewan pengurus korpri unit Kecamatan

Tambang, Kecamatan Kampar Timur, Kecamatan Kampar, Kecamatan Rumbio Jaya dan Kecamatan Kampar Utara tersebut dilaksnakan di Aula Kantor Camat Kampar, senin (3/12). Pada acara pelantikan tersebut Azwan lansung menkankan kepada seluruh anggota korpri untuk selalu meningkatkan selalu sikap dan prilaku yang baik, karena kita lihat saat ini Kabupaten Kamparanggota korpri sudah mencapai sekitar 15 orang. Misal saja, apabila kita tidak tepat masuk kerja maka masyarakat akan menilai dan

membiacarakan prilaku kita sebagai aparatur pemrintah tidak memiliki kedisiplinan diri sebagai contoh oleh masyarakat, akan tetapi prilaku dan sikap tersebut tidak bisa dirobah oleh orang lain melainkan oleh diri kita sendiri. Azwan berharap kepada seluruh anggota korpri untuk bisa bisa menjaga sikap dan prilaku mesti dijaga setiap hari dan bekerjalah sesuai dengan tupoksi dan aturan. Sekretaris Korpri Kabupaten Kampar Musnaini mengatakan bahwa pengurus korpri unit Kecamatan Tambang Penasehat Rahmat S.sos Ketua Khuzairi,S.IP,M.Si, Kecamatan Kampar Timur Penasehat Jamaris,SP,M.Si Ketua Syafrilis, Kecamatan Kampar Penasehat Adnan,S.Sos Drs Ketua Amirudin, Kecamatan Rumbio Jaya Penasehat Drs Darusmar,M.Si Ketua Abizal Ghaffari dan Kecamatan Kampar Penasehat Utara Sharin, S.Sos, Ketua Zulfahmi.*

 rif

I

LLEGAL logging bukan saja penebangan pohon tanpa izin, namun juga pengambilan lahan tanpa izin, marak terjadi di Kabupaten Kampar, akhirakhir ini. Alasan ini pula Dinas Kehutanan Kabupaten Kampar menaja sosialisasi yang diharapkan mampu memberikan masukan-masukan kepada masyarakat terkait hukum dan peraturannya. Hal ini disampaikan Kabid Penataan dan Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Kabupaten Kampar H Sawir SP MSi mewakili Kadis Kehutanan Kampar, pada sosialisasi kegiatan tim pemberantasan illegal logging selain dari sidak atau razia-razia di lokasi yang sudah di identifikasi. “Perlu diingat, bahwa illegal logging bukan saja penebangan pohon tanpa izin namun juga pengambilan lahan tanpa izin yang

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012 CMYK

akhir-akhir ini marak di Kampar. Diharapkan melalui sosialisasi ini mampu memberikan masukan-masukan kepada masyarakat sehingga dapat dimengerti baik secara hukum maupun pelaksanaannya,” sebutnya. Sejalan dengan itu, Camat Tapung, Hambali SE MBA MH juga mengatakan kesadaran dalam menjaga, melestarikan serta merawat hutan sangat diharapkan khususnya masyarakat karena dampaknya juga kemasyarakat, banjir, longsor dan lainnya. “Pembalakan liar atau penebangan liar adalah kegiatan penebangan, pengangkutan dan penjualan kayu yang tidak sah atau tidak memiliki izin dari otoritas setempat. Sehingga dampaknya yang paling dirasakan adalah masyarakat, terutama banjir, longsor dan lainnya,” sebutnya.*

 hrc


25

Pemkab Teken Mou Dengan Perusahaan Korea B

UPATI Kampar sambut baik Mou dengan pihak Korea masalah pengembangan olahraga dan prasarana lain yang mendukung kemajuan olahraga Taekwondo dan ini satu-satunya Kabupaten yang di bantu pihak Korea untuk wilayah Sumatera baik untuk bangunan, Tehnikalnya dan sarana pendukung lain,untuk itu Bupati Kampar H.Jefry Noer juga menyampaikan ucapan terima kasih atas support dan dukungan dari Korea karena mau mengembangkan taekwondo di Kabupaten Kampar. Hal tersebut disampaikan Jefry Noer ketika acara Mou antara Pemerintah Kabupaten Kampar dengan The World Teakwondo University Korea dalam rangka pembinaan,pengembangan dan pemasyarakatan olahraga Taekwondo dan juga dilaksanakan Mou antara Pemkab Kampar dengan PT.Arjuna Perdana Mahkota Plywood (PT.APMP) dalam rangka pengembangan, pembinaan, pemberdayaan,pengawasan dan pemasaran tanaman Jabon di kabupaten Kampar yang dilaksanakan di ruang rapat Kantor Bupati pada

senin (3/12) yang juga dihadiri oleh Pimpinan lain dari pihak Korea dan PT.Arjuna Perdana Mahkota Plywood, Pimpinan Satker Pemda Kampar dan perwakilan pengurus Koni bidang olahraga Taekwindo beserta perwakilan Koperasi Kampar Mitra mandiri. Selaku Kepala Daerah memandang apa yang dilakukan PT.APMP yang bergerak di bidang Plywood merupakan suatu peluang karena yang diuntungkan adalah masyarakat Kampar karena Masyarakat hanya menyediakan lahan saja dan untuk menanam serta pemupukan akan dilaksanakan oleh PT.APMP. Penanaman pohon Jabon sangat bermanfaatdisamping akan memberikan keuntungan bagi mayarakat yang hasilnya tidak kalah dengan perkebunan sawit maupun karet,ini merupakan peluang bagi masyarakat,ujar Jefry Noer apalagi bagi patani yang telah mengikuti pelatihan pertanian terpadu yang telah memiliki ilmu dan tehnik pemeliharaan dan cara perawatan perkebunan. Kedepan jika sudah menghasilkan Jabon ini dapat menciptakan peluang usaha

bagi petani dengan pengolahan sendiri pohon Jabon menjadi Plywood dan ini dapat dilakukan sendiri di rumah-rumah masyarakat dengan sendiri nanti di Kampar terdapat banyak Home Industri Plywood sehingga usaha Plywood bukan lagi menjadi usaha skala besar saja akan tetapi dapat dilakukan di rumah (Skala kecil), Nantinya pihak

PT.APMP hanya menampung hasil industry rumahan saja. Dengan MoU merupakan salah satu penjabaran dari pilar ke 2 dan ke 3, karena ada peningkatan SDM terhadap pengolahan lahan sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat, Semoga MoU dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi semua khususnya bagi masyarakat Kampar,ujar jefry Noer

menambahkan. Usai acara Mou Bupati bersama rombongan melakukan peninjauan ke gedung Bangkinang Sport Center sekaligus dilaksanakan penyematan kehormatan sabuk hitam kepada Bupati Kampar H.Jefry Noer yang dilakukan oleh Chairman The World Teakwondo University Korea Mr.lee Chun jae.*

 rif

216 Tim Yustitusi Diturunkan Kedaerah PETI Bupati Komit Berantas Narkoba

S

D

ENGAN maraknya Penambangan Emas Tampa Izin (PETI) di daerah Kabupaten Kampar terutama di daerah serantau kasih, maka sebanyak 216 Tim Yustisi Kabupaten Kampar yang tergabung dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan BLH langsung diturunkan ke kelokasi. Tim yustisi razia Peti tersebut dilepas oleh Asisiten I Bidang Pemerintahan Sekda Kampar H Nukman Hakim,SH di Lapangan Kantor Bupati Bangkinang kamis 6/ 12. Pada pelepasan tersebut Nukman selaku ketua Tim Yustisi menekankan agar kegiatan ini benar-benar dilaksanakan dengan sebaik mungkin, karena ini merupakan juga hajat hidup masyarakat didaerah tersebut. Dengan demikian, kegiatan ini hendaknya dilakukan dengan melihat dan menpelajari situasi dilapangan karena kadang kala dilapangan kita mendapat rintangan atau tantangan dengan masyarakat akan tetapi itu mesti kita hadapi dengan berbagai cara.

“Razia ini dilakukan bukan untuk menggangu mata pencarian masyarakat akan tetapi kita lakukan ini Cuma untuk mentertipkan tambang emas yang tidak memiliki izin yang mengakibatkan pencemaran lingkungan,� ungkap Nukman. Selanjutnya Nukman berharap kepada seluruh personil untuk menjaga keamanan dan komunikasi baik dengan masyarakat karena kegitan ini dilakukan sbeberapa hari, jangan sampai hendaknya kita pula nantinya yang membuat masalah dengan masyarakat setempat. Sementara itu Ketua Operasi Santoso melaporkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan selama eman hari mulai tanggal 6-12 Desember di serantau kasih Kampar Kiri. Adapun personil yang diturunkan dari TNI AD 132 BS sebanyak 40 orang, Kodim 0313 Kpr sebanyak 40 orang, Polri Sebanyak 50 orang, Satpol PP Kampar sebanyak 80 orang, Badan Lingkungan Hidup sebanyak 2 orang dan dari Dinas Perhubungan sebanyak 2 orang dengan total sebanyak 216 orang.*

 rif

ALAH satu bentuk penjabaran dan pelaksanaan lima Pilar Pembangunan khususnya pilar pertama yaitu peningkatan Akhlak dan Moral, kita berkumpul di Aula Kantor Bupati, Senin (3/12), guna melaksanakan tes urine yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kampar kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Propinsi Riau yang melaksanakan acara bertajuk “Pembentukan Kader Penyuluh Anti Narkoba BNNP Riau tahun 2012�. Maraknya peredaran narkoba yang sekarang sudah sampai ke Dusun dan Desa di tiap Kecamatan Kabupaten Kampar yang membuat kita selaku orang tua maupun Pemerintah sangat prihatin untuk itu agar narkoba betul-betul dapat hilang di Kampar perlu komitmen bersama untuk pemberantasannya. Komitmen bersama di mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Para Kepala Dinas, Kantor, Badan sampai ke Camat dan jajarannya serta ke tingkat Desa kebawahnya harus menunjukkan komitmen dan upaya tidak sebatas bicara saja yang kemudian meminta komitmen masyarakat. Karena itu Jefry Noer mengatakan selaku Bupati akan mengawali pelaksanaan tes urine sebagai bentuk komitmen, kemudian Jefry menegaskan kepada BNN Kabupaten dan Propinsi terhadap Wakil Bupati yang tidak hadir pada acara yang tanpa keterangan ketidak hadirannya juga harus diperiksa, untuk menunjukkan komitmen dan keriusan Pemda dalam memberantas narkoba, begitu juga terhadap Sekdakab Kampar, Para Kepala Dinas, Badan, Kantor serta Para Camat dan Kepala Desa beserta

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012 CMYK

jajaran yang jumlahnya sebanyak 200 orang yang hadir pada acara tersebut untuk mengikuti pelaksanaan tes urine yang ditaja BNN Kabupaten Kampar dan jika ada yang menolak di tes urine agar segera dilaporkan kepada Bupati dan umumkan di koran,Ujar Jefry Noer dengan tegas kepada Kalahar BNN Kabupaten Kampar serta berikan sanksi. Menanggapi ketidak hadiran Wakil Bupati Kampar Ibrahim Ali,melalui Ketua dan Kalahar BNN Kampar yang dikonfirmasi mengatakan bahwa sudah dikirimkan undangan dan dicek di bagian umum Setda Kampar mengatakan undangan sudah sampai ke ajudan Wabup dan undangan sudah sampai begitu juga pada hari acara dilaksanakan sudah dikirim SMS oleh ketua BNN Kabupaten Kampar H.Zulpan Hamid tetapi tidak ada balasan termasuk kepada Bupati Kampar tidak ada keterangan ketidakhadirannya Jefry Noer menambahkan, Kampar tidak akan dapat menyelesaikan dan menghilangkan Narkoba jika para Pemimpinnya tidak mau menunjukkan komitmennya setelah itu baru dapat dibersihkan peredaran narkoba dikalangan masyarakat dan Tes dilakukan untuk mengetahui pengguna narkoba jenis shabu,ganja dan ekstasi. Tidak usah takut terhadap Sanksi yang diberikan dalam tes urine kalau nanti ternyata terbukti sebagai pemakai, karena pemeriksaan tes urine dilakukan untuk perbaikan dan menyelamatkan kecuali setelahnya kedapatan dan berulang-ulang memakai narkoba dan tidak mau berubah maka akan dikenakan sanksi tegas.*

 rif


26 Pendidikan

DPD RI Dukung Kerja Sama AKEPT Malaysia-Riau Asosiasi perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Propinsi Riau, dengan Akademi Kepemimpinan Pengkajian Tinggi (AKEPT) Malaysia bekerjasama dalam meningkatkan institusi pendidikan masingmasing agar bisa bersaing di tingkat internasional.

K

ERJA sama ini dimulai dari seminar internasional yang bertemakan Pemantapan Kerjasama AKEPT Malaysia dengan Riau, dengan agenda High Level Forum for High Education. Acara yang diadakan di Hotel Primier Pekanbaru pada Sabtu akhir pekan kemarin itu menghadirkan beberapa pembicara dari kalangan Akademisi AKEPT, APTISI, Kemendikbud, dan anggota DPD RI Abdul Gafar Usman. Tampak pula hadir Ketua APTISI Riau Prof.Dr.ir.Irwan Effendy,MSc dan utusan AKEPT Malaysia Prof.Dr.Mohd Fadzil Bin Muhd Idris. Di sela-sela seminar, anggota DPD Ri Asal Riau Drs.H.Abdul Gafar Usman.MM kepada AZAM mengatakan bahwa dia menyambut baik

kerjasama kedua negara dalam bidang pendidikan ini. Karena pendidikan memiliki peranan penting dalam kemajuan suatu bangsa. Menurut dia, kerja sama ini sesuai juga dengan visi Riau 2020. Dengan target, menjadikan pendidikan Riau terdepan di Asia. “Upaya APTISI ini selaras dengan visi Riau 2020. Kita ingin meningkatkan dan mendorong semua aspek dimulai dari aspek ekonomi, aspek budaya, aspek kesejahteraan dan aspek pendidikan serta teknologi agar bisa bersaing dengan negeranegara di Asian,” katanya. Oleh karena itu, tambah Gafar, kerjasama yang dilakukan oleh lembaga-lembaga swasta yang ada di Riau ini, perlu didongkrak percepatannya karena kesempatan kita secara efektif hanya tinggal 7 tahun lagi. “ Kita Ingin mendongkrak kemajuan agar tercapainya visi Riau dalam persaingan di Asia,” katanya. Dia juga mengatakan pendidikan itu terbagi atas tiga hal, pendidikan formal, informal dan non formal. Secara struktural, potensi dan secara fasilitas pendidikan formal lebih dominan daripada pendidikan informal dan non formal. “Pendidikan formal itu terbagi dua, dari pemerintah dan swasta. Karena dalam undang-undang tidak membe-

dakan sekolah swasta dan negeri. Jadi sasarannya, menurut negara kita secara konstitusi sasaran atau tujuan kita sama untuk kepentingan rakyat. Khususnya, Riau yang sudah punya visi 2020,” jelas Gafar Usman. Dengan adanya kerjasama ini, Gafar Usman juga berharap mendapat dukungan penuh dari semua lapisan termasuk pemerintah pusat dan daerah agar visi Riau bisa bersaing dengan negeranegera Asian dapat terwujud. Persaingan ini, juga diimbangi dengan kualitas yang semakin bagus, baik kualitas kecerdasan, kualitas keterampilan, kualitas kesenian dan kualitas ekonomi. Gafar usman mengatakan ada tiga dimensi yang perlu diperhatikan dalam menindaklanjuti kerja sama ini. Pertama secara teknis, itu harus diimplementasikan. Kedua tentang kebijakan, kita juga akan melakukan koordinasi melakukan kebijakan yang memang sangat diperlukan dalam mendukung rencana ini. Ketiga, dimensi struktural dan personalnya yaitu Perlu mempersiapkan secara internal dari bangsa Indonesia sendiri agar melakukan komunikasi yang intens. “Apabila ketiga dimensi ini bisa kita lakukan, mudahmudahan visi Riau bisa terwujud. Jadi tidak ada

alasan bisa terjalin kerjasam yang saling memberikan dan saling menguntungkan. Tentunya, kita ingin keuntungan lebih untuk daerah dan juga tidak merugikan orang lain. Itu yang perlu kita lakukan kedepannya,” kata Gafar Usman lagi. Dia menambahkan, jika sekarang kita berbicara tingkat nasional dan internasional, itu sudah berorientasikan kepada produk. Kita tidak lagi terbentur pada halhal yang bersifat teknis yang akan

mempengaruhi pada produk. Jadi kualitas produk menjadi orintasi yang utama. “Seperti negera Malaysia, mereka sudah memiliki orintasi produk kedepannya, bahkan tahun 2020 indikator kemajuan pendidikan adalah Internasional. Khusus Riau, kita Asian terlebih dulu,” katanya. Riau sebagai komponen negara Indonesia, pada tahapan Asian juga akan bertujuan go internasional. “Semua itu akan ditentukan dari tiga dimensi tadi, sehingga tidak ada alasan lagi secara internal,” kata Gafar.*

 hes

Abdul Gafar Usman

Media

Tugas Jurnalistik Dilindungi Undang-undang Intimidasi dan kekerasan bahkan resiko pembunuhan bagi para jurnalis kembali terjadi. UU Pokok Pers No. 40 Tahun 1999 belum tersosialisasi dengan baik dikalangan birokrat, aparat perintah dan TNI.

H

terhadap sejumlah wartawan, baik media cetak, online, radio dan televisi yang sedang bertugas mendapatkan informasi dan gambar di sekitar lokasi kejadian beberapa waktu lalu, bertentangan dengan UU No 40 Tahun 1999 tentang kebebasan pers di Indonesia, dan UU No.18 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Untuk itu, Aliansi Jurnalistik Independent (AJI) Pekanbaru mengutuk kasus pemukulan wartawan di Pekanbaru oleh anggota TNI AU. Menyangkut konteks kasus Letkol Robert Simanjuntak bersa-

AL itu dikatakan Ketua Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) Kota Pekanbaru, Ilham Yasir. Dia berpendapat, UU Pokok Pers No. 40 Tahun 1999 mengandung dua dimensi untuk jurnalistik, yakni Keamanan dan Perlindungan. Dari sisi keamanan untuk melindungi jurnalistik bila terjadi kriminalisasi, sedangkan dari perlindungan saat melaksanakan tugas jurnalistik mendapatkan berita dan lain sebagainya. Makanya, upaya menghalanghalangi yang dilakukan anggota Ilham Yasir TNI AU di lapangan

ma oknum TNI AU lainnya yang melakukan penganiayaan terhadap para wartawan yang sedang meliput peristiwa jatuhnya pesawat tempur Hawk 200 milik TNI AU, sebulan lalu, dikategorikan telah menghalang-halangi kerja jurnalistik dalam peliputan. Pasal yang dilanggar dalam UU Pokok Pers yakni ayat 18 pasal 1 dan pasal 4 ayat 1 ada ancaman hukuman maksimal 2 tahun penjara. Rekan pers tetap mendorong UU ini bisa diterapkan, meskipun dibandingan dengan UU KUHP dianggap sudah masuk unsur penganiayaan bisa dikenakan hukuman penjara maksimal 5 tahun penjara. Berkaca dari hal itu, UU Pokok Pers justru memberikan sanksi lebih ringan dibandingkan dengan UU KUHP. “Kita berharap penerapan hukuman terhadap pelaku penganiayaan lebih berat lagi, tidak terpaku dengan UU Pers namun juga dikenakan berdasarkan KUHP,” jelas Ilham Yasir. Menurut dia, lewat kasus yang menimpa beberapa wartawan Riau, tuntutan keadilan yang

sedang diperjuangkan turut mempopulerkan bahwa wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya juga memiliki UU sendiri yakni UU Pokok Pers. Seperti juga profesi lain yang dilindung UU yaitu Kejaksaan, Kepolisian, Kehakiman dan profesi lainnya. “Namun kita selalu mendorong, walaupun terkena pasal kelalaian terhadap aparat minta dijuntokan dengan KUHP yakni pasal 18 ayat 1 UU No 40 tahun 2009 yang nanti hakim atau jaksa bisa mengakumulasikan hukumannya,” harap Ilham Yasir. Ilham menilai, kejadian penganiayaan oleh perwira TNI AU dianggap melakukan pola militerisme terhadap masyarakat umum. Padahal lokasi kejadian bukan berada pada wilayah militer namun ruang publik (umum). Rekan jurnalistik melaksanakan profesinya dan dilengkapi kartu identitas yang jelas. Sebagai organisasi pers, AJI siap untuk mendampingi wartawan dalam mendapatkan perlindungan hukum. Secara pribadi, Ilham mengungkapkan dirinya selain sebagai Ketua AJI juga mendalami kasus sebagai lawyer

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012 CMYK

untuk rekan wartawan. Bahkan beberapa kali turut mendampingi dalam melengkapi BAP. “Syukurlah, sudah ada perkembangan signifikan dari kasus ini, Robert yang sudah dicopot jabatannya dan pindah ke Jakarta akan diajukan ke pengadilan militer di Medan,” ungkap Ilham. Demikian pula, dengan munculnya kasus Lanud Pekanbaru otomatis hubungan pers sedikit terganggu, namun hal ini tidak boleh dibiarkan berlarur-larut. Ilham menilai, semestinya diperbaiki lagi melalui perundingan ataupun negosiasi. Inilah yang harus dibicarakan ke depan dengan PWI, AJI, IJTI dan lainnya, agar kasus pemukulan tidak terjadi lagi disaat wartawan melakukan tugas jurnalistiknya. Mereka punya SOP, wartawan juga ada SOP nya. “Ada hikmah yang kita dapatkan, komunikasi yang selama ini terputus dan jalan masing-masing antara organisasi pers justru mempererat dan solid satu suara demi membela hak wartawan,” jelas Ilham.*

 ird


27 Suara AZAM

Anak Terlantar atau Andre Suka Bohong? iang itu, seorang bocah kecil berdiri di samping teras sebuah masjid di Jalan Paus Pekanbaru. Jendela kaca masjid yang terlihat cukup tinggi, membuat ia harus berusaha mengangkat kepalanya tinggi-tinggi. Dari dalam mesjid, hanya hidung dan matanya saja yang terlihat. Matanya yang tajam selaras dengan hidungnya yang bulat. Dia sepertinya mencari sesuatu.

Si ibu tertegun, lantas menyusul dengan pertanyaan berikutnya. Andre sendiri tampak tidak keberatan menjawab pertanyaan dari si ibu ini. Dari cerita Andre, ia merupakan anak tunggal dikeluarganya. Ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar kelas II. Sepulang sekolah pukul 10.00 pagi, ia ganti baju dirumah lantas pergi jalan. Kali ini ia sampai di jalan Paus Pekanbaru, yang katanya dengan jalan kaki. Cukup jauh dan melelahkan tentunya. Terlebih ditengah teriknya mentari siang di Kota Pekanbaru. Dari cerita Andre lagi, sepulang sekolah, ia makan siang terkadang dikasih tetangga. Tidak ditinggalin makan siang oleh orang tuanya, dan malam hari orang tuanya pulang baru membawa nasi. Jadi siang itu ia sengaja meminta-minta sama orang untuk makan siang dan uang jajan esok hari yang tidak ditinggalkan oleh orang tua. Apakah bocah kecil ini sengaja bohong untuk menarik simpati orang? Entahlah. Ibu mana yang tega membiarkan anaknya untuk berbohong. Ibu mana yang tega membiarkan anaknya untuk terlunta-lunta. Dilihat dari fisik Andre saat itu, ia berpakaian cukup layak untuk pakaian sehari-hari. Dari pakaianya tidak menandakan ia anak kaum dhuafa. Untuk kebersihan, memang pakaianya terlihat berdebu. Dan kulitnya juga terlihat gelap dan kotor. Sehingga kotoranya nampak luntur oleh keringat yang mengucur di kening dan di telapak tanganya yang basah. Dari segi phisik, badanya cukup berisi dan tinggi. Untuk seusia dia yang masih duduk di bangku kelas II SD. Tidak menandakan ia anak kurang gizi. Terlebih ia anak tunggal dari orang tuanya. Apakah ia anak yang kurang mendapat perhatian? Entahlah, kita berfikir fositif saja, mungkin orang tuanya lagi sibuk. Usai mendapat nasihat dari si ibu ini, Andre lalu dikasih uang dan kembali diingatkan untuk tidak membiasakan diri meminta-minta. Ibu ini menyebutkan, bahwa tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah, artinya memberi itu lebih baik dari menerima. Setelah menerima uang pemberian dari siibu ini, kaki kecil Andre lalu melangkah keluar, sekilas diliriknya kedalam lewat jendela, lalu melempar senyum, dan berlalu.*

B

ERSELANG beberapa menit, jemaah sholat zhuhur satu persatu berangsur pulang meninggalkan masjid. Namun dibagian shaf wanita masih terlihat tiga orang ibu-ibu yang silih berganti melaksanakan sholat. Dua orang diantaranya terlihat masih belum beranjak meninggalkan masjid. Wanita ini terlihat sibuk melipat mukenanya. Sembari berbincang ringan dengan seorang temannya yang sedang membetulkan pasang jilbabnya. Tak lama berselang, bocah kecil berkaos oblong hijau tadi muncul secara tiba-tiba. Dia berdiri di pintu masuk sembari memeluk dinding. Telapak kaki kecilnya tidak menapak utuh. Sering kali ia mengangkat satu kakinya dan menggosok-gosokkan ke ke punggung kaki kiri, dan seballiknya. Sehingga kakinya tidak berdiri dengan tenang. Dengan malu-malu ia berujar “Buk... Boleh minta duit untuk jajan sekolah besok,” katanya mengiba. Ibu yang didalam masjid seperti tidak mendengar jelas ucapan yang keluar dari bibir bocah itu. Lalu ibu itu bertanya lagi “apa nak?”. “Boleh minta uang jajan untuk sekolah besok,” bocah itu mengulangi kalimatnya. Kali ini sedikit lebih keras. Ini ucapan yang keempat kali ia ulangi. Ibu itu lalu tertegun dan terdiam sesaat. Ia pandangi bocah itu dengan seksama. Matanya seolah menelusuri menampilan bocah yang berkulit gelap, mengenakan celana panjang berwarna coklat. Ia Terlihat malu-malu, bocah itu membuang pandanganya. Sesekali ia menundukkan kepala, dan selintas ia kembali memandangi ibuk tersebut

menutupi mulut dan dagunya. Ibu itu lalu bertanya. Awalnya menayai nama. Berlanjut kesekolah dan berkembang pertanyaan itu seputar keluarga dari bocah itu. “Saya Andre, tinggal di jalan Amilin. “ ujar bocah itu memperkenalkan diri. “Amilin? Bukankah jaraknya cukup jauh dari Jalan Paus? Apakah kamu naik kendaraan,” ibu ini penuh tanya. “Jalan kaki bu,” Andre menjawab. Sembari tanganya memegang hidung, berselang memegang jempol kakinya kembali dan kepalanya tertunduk. Si ibu sekilas mengedarkan pandangan ke isi ruangan. Kali ini terlihat tinggal empat orang diruangan itu, termasuk anak kecil itu yang mengenalkan namanya dengan sebutan Andre. Diam sejenak, si ibu kembali memulai percakapan dengan Andre yang terlihat tidak berani menatap wajah ibu itu. Wajahnya lebih sering tertunduk. Si ibu dengan bahasanya yang diatur dan lembut kembali bertanya pada bocah kecil itu. “Orang tuanya kerja dimana nak,“ tanya si ibu lagi. “Bapak dan ibu kerja di rumah majikannya, bapak kerja tukang kebun, dan ibu kerja masak dan nyuci disana. Malam hari mereka baru pulang dan bawa nasi,” kata Andre berkisah.

penuh harap. “Jangan berdiri disitu ngomongnya, masuklah nak biar ngomongnya ibu dengar lebih jelas” pinta ibu paruh baya itu lagi. Tapi bocah itu tidak bersedia masuk. Ia tetap setia berdiri dipintu mesjid dengan sikapnya yang malumalu. Namun sang ibu itu terlihat membujuk. Ia mengeluarkan dompetnya dari dalam tas. Sembari kembali ia menyuruh bocah itu untuk masuk dan mendekat di posisi ia duduk. “Ayolah nak, duduk disini dekat ibuk,” pinta wanita ini mengulangi. Lantas dengan langkah memelas bocah ini melangkah selangkah maju kedepan. Lalu berdiri lagi tidak meneruskan langkahnya. Tapi ibu ini terus memintanya untuk masuk dan duduk didepanya. Dengan sikap ragu-ragu, bocah ini mengikuti permintaan wanita tersebut. Namun ia duduk berjarak jauh, ada sekitar dua meter. Tidak seperti harapan siibu ini. Namun ia mencoba untuk mengalah. Ditatapinya wajah bocah itu dengan serius. Hingga bocah itu tersipu malu dan salah tingkah. Kakinya yang tadi duduk bersila, kini ia tekuk. Sembari tanganya memainkan jempol kaki dengan kepalanya yang tertunduk malu. Dan juga gerakkan tangannya dengan liar menyentuh hidung hingga

 iza

Te r l e n g k a p & Te r a k r e d i t a s i P E R S A D A B U N D A M

E

N

E

R

I

M

A

M

A S M

A B A

STISIP

AKADEMI SEKRETARIS & MANAJEMEN SK. MENDIKBUD RI. NO. 252/DIKTI/Kep/1992 Teragreditasi SK NO:017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002

AKADEMI BAHASA ASING SK. MENDIKBUD RI. NO. 62/D/1998 Teragreditasi SK NO:017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002

SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK SK. MENDIKNAS RI NO. 173/D/0/2000

J

U

1. Sekretaris Eksekutif D3 2. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern D3

1. Bahasa Inggris D3)

Sekretaris Pefesional, Manager Administratif, Supervisor Perkantoran, Manager Pelayanan Kantor, yang dewasa ini sangat dibutuhkan baik oleh perusahaan maupun instansi Ketua : H. Hazmil Zaianal, SE.MM

Pubic Office Manager, Public Relation, Translator, Secretary, Master of Ceremony, Guide, Kepariwisataan, Export-Import, Insurance Company, Instructor for English Course yang profesional. Ketua: Kernedy, SS

P

A

H

A

S

I

S

W

A

B

A

PROGRAM DIPLOMA : DI, DII, DIII, DAN STRATA SATU (S1)

R

S T I E SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SK. MENDIKNAS RI NO. 191/D/0/2000 Teragreditasi SK NO:014/BAH-PT/AK-IV/S1/VIII/2002

R 1 Ilmu Komunikasi (S1)

O

S

P

E

Administrator, Ahli dalam membuat kebijakan, Public Relation Manager, Ahli dalam bidang administrasi negara dan administrasi niaga, handal dalam bidang komunikasi, menguasai tata pemerintahan dan Dunia Bisnis Ketua: Drs M Iqbal Ali MM

K

S T I BA

S T I H

S T A I

SEKOLAH TINGGI ILMU HUKUM SK MENDIKNAS RI NOMOR 151/D/02006 Teragreditasi SK NO:027/BAH-PT/AK-XII/S1/XI/2009

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SK DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM NOMOR : DJ.I/495/2007

S

1. Manajemen (S1) 2. Akuntansi (D3)

A I. II. III. IV.

1. Bahasa dan Sastra Inggris (S1) 2. Bahasa Inggris (D3)

L

U

Menjadi Manager handal untuk menghadapi peluang bisnis, manjadi pakar dan pengelola strategi bisnis untuk usaha kecil, menengah dan besar, menjadi manajer pemasaran, menjadi akuntan handal yang mampu mengelola dan membukukan keuangan. Ketua: Haznil Zainal SE MM

U

SEKOLAH TINGGI ILMU BAHASA ASING SK MENDIKNAS RI NOMOR 61/D/02004

U

R

L

U

S

Pubic Office Manager, Public Relation, Translator, Secretary, Master of Ceremony, Guide, Kepariwisataan, Export-Import, Insurance Company, Instructor for English Course yang profesional., Dosen dan Ahli B.Inggris Ketua : Kernedi, SS

N PRAKTISI HUKUM (S1) HUKUM BISNIS (S1) HUKUM UDARA (S1) ILMU HUKUM (S1)

A

I. PEMIKIRAN ISLAM (S1) II. EKONOMI ISLAM (S1) III. PERBANKAN SYARIAH (S1)

N

Pengadilan, Kejaksaan, Kepolisian, Akreditasi, Advokasi Notarsi, Penyidik, Panitera, Biro Hukum Perusahaan, Perbankan Dan lain lain Ketua: Prof Hj Aswarni Adam, SH

Pemikiran Islam Filosof Dai. Ahli Ekonomi Islam, Perencanaan Ekonomi, Ahli Perbankan Syariah, Karyawan di Bank dll Ketua: Drs H Iskandar Arnel, MA

M E N G A PA A N DA H A R U S M E M I L I H P E R S A DA B U N DA ? Karena didukung oleh Dosen-dosen yang ahli dan berpengalaman lulusan dalam dan luar negeri dengan jenjang pendidikan S1, S2, S3 dan Guru Besar/Profesor, Praktisi yang terampil yang siap mendidik dan membina anda menjadi tenaga terampil dan profesional. Lama pendidikan satu Tahun untuk DI dengan Gelar Ahli Pertama (AP), dua tahun untuk DII dengan gelar Ahli Muda (A.Ma), tiga tahun untuk DIII dengan gelar Ahli Madya (A. Md), dan empat tahun untuk program S1 dengan gelar Sarjana Lengkap (S.Sos dan SE). Bagi mahasiswa yang berprestasi diberikan beasiswa. Kerjasama dengan dunia usaha, Case Study dan Job Training. Fasilitas antara lain: Lab. Komputer, Lab. Bahasa, Lab. Perkantoran, Perpustakaan, Telepon Umum (Beken & Wartel), Klinik Kesehatan, Mushola, Cafetaria, Asuransi, Foto Copy, dan lokasi kampus di tengah kota. SYARAT PENDAFTARAN 1. Berijazah SLTA atau sederajat (MAN, SMK) 2. Pria/Wanita yang sehat jasmani dan rohani 3. Mengisi Formulir Pendaftaran 4. Foto Copy Ijazah/STTB atau sederajat, Dilegalisir (3 Lbr) 5. Foto Copy NEM/Nilai Dilegalisir (3 lembar) 6. Pas Foto 3x4 (4 lembar) 7. Membayar Uang Pendaftaran Rp. 250.000 8. Mengikuti Ujian Saringan Masuk

WAKTU PERKULIAHAN Pagi Siang Malam Sabtu Minggu

= = = = =

08.00 s/d 12.00 WIB 13.00 s/d 17.00 WIB 19.00 s/d 22.00 WIB 15.30 s/d 22.00 WIB 07.30 s/d 15.00 WIB

(Khusus Karyawan) (Khusus Karyawan) (Khusus Karyawan)

Dengan Mengikuti Pendidikan Tinggi di Persada Bunda, Karyawan/ti dengan sendirinya ilmu bertambah, ketempilan makin mantap. Karier otomatis akan meningkat dan percaya diri akan lebih besar.

Jl. Diponegoro No. 42 Pekanbaru 28116 Telp. (0761) 23181 - HP: 0813 652 89999 - Fax. (0761) 40218

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012


28

Advertorial

 Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pelalawan

Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan Sinergikan Program Pusat dan Daerah

Bupati Pelalawan HM Harris saat menyerahkan pengahrgaan koperasi berprestasi

D

ENGAN semangat untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya, sekelompok orang yang tergabung di dalam sebuah wadah yang berbadan hukum yang selanjutnya disebut Koperasi ini diharapkan dapat mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar tahun 1945. Berbagai program dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk mewujudkan koperasi mandiri yang dapat mensejahterakan anggotanya sebagai mana yang tertuang didalam tujuan pendiriannya. Dinas Koperasi dan Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (Diskop dan UMKM) Kabupaten Pelalawan terus melakukan berbagai terobosan dan inovasi, agar 233 koperasi dengan 40.000 anggotanya maupun unit usaha kecil menengah dan mikro dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri dalam rangka mencapai tujuan kesejahteraan. Salah satu terobosan dan inovasi yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pelalawan untuk menumbuhkembangkan usaha koperasi dan UMKM di Kabupaten Pelalawan dengan

berbagai langkah penguatan dan UMKM Kabupaten internal koperasi Pelalawan Drs H Milymaupun mensinergiono MKes kepada kan dengan Azam, Kamis (6/12). program pemerinSelain pentah pusat. damping yang Langkah berasal dari Dinas penguatan Koperasi dan internal terUMKM Kabupathadap koperasi en Pelalawan, dan UMKM di instansi pemerinKabupaten tah daerah ini Pelalawan dengan juga merekrut berbagai langkah tenaga pendampstrategis diantaraning dari kecamatan ya dengan pembiyang ada di kabupatH Milyono naan dan pendampinen Pelalawan, petugas gan yang dilakukan pendamping ini dinamasecara berkesinambungan kan Petugas Penyuluh Koperakepada 233 Koperasi yang ada si Lapangan (PPKL), yang di Kabupaten Pelalawan. berada di bawah koordinasi “Pegawai Dinas Koperasi camat setempat. dan UMKM Kabupaten Pelala“Rekrutmen terhadap PPKL wan diharuskan memahami ini sudah kita lakukan pada 26 tugas teknis pendampingan Nopember silam, namun proses koperasi, caranya mereka rekrutmen sepenuhnya dilakuharus belajar dari pegawai kan oleh Camat, kita hanya teknis yang sangat memahami meminta camat mengirimkan tugas itu, setiap kali petugas satu nama dengan persyaratan teknis melakukan tugas penminimal diploma ekonomi, dampingan ke koperasi, setelah 12 orang dikirim oleh petugas teknis itu juga mencamat se Kabupaten Pelalawan transfer knowledge nya ke pada 29 Nopember lalu, pada pegawai Diskop dan UMKM Januari nanti akan ikut Diklat di lain, setelah setiap pegawai Diskop dan UMKM Riau,” beber faham teknik pendampingan, Milyono. maka mereka akan diberi tugas Menurut Milyono, tiga dari mendampingi 7-8 koperasi,” 12 peserta diklat terbaik jelas Kepala Dinas Koperasi nantinya akan mengikuti diklat

pusat pustaka enterprelanjutan di Jakarta, neur, mobil klinik, IT sekembalinya PPKL enterpreneur dan TV dari diklat mereka UMKM,” tambahakan bekerja di nya. kantor camat, Sedangkan dengan tugas untuk lantai membina dan duanya, untuk mendampingi aula koperasi yang pertemuan,pelatihan ada di kecamauntuk pembinaan tan itu. pedagang kaki “Dengan lima, home berbagai upaya industri dan penguatan koperakoperasi koperasi si, diharapkan pada yang ada di Kabupattahun 2013 nanti, HM Harris en Pelalawan. Pembiakan ada minimal 100 naan dan pelatihan yang Koperasi di Kabupaten dilakukan tentang bagaimana Pelalawan yang dinyatakan menghasilkan produk yang sehat. Artinya, manajemennya berkualitas dan bagaimana sudah baik dan mampu memcara pengemasannya agar buat Rapat Anggota Tahunan lebih higienis dan dapat di ISO (RAT),” kata Milyono seraya kan. mengatakan saat ini hanya ada “Disamping itu aula itu juga 59 Koperasi yang mampu dapat dipakai untuk Rapat membuat RAT. Anggota Tahunan (RAT) koperaLangkah berikutnya adalah si yang ada di Kabupaten dengan memprogramkan Pelalawan,” imbuh Milyono. pembangunan gedung Pusat Sementara itu Bupati Layanan Usaha Terpadu Usaha Pelalawan HM Harris menyamMenengah, Kecil dan Mikro but positif program pemban(PLUT UMKM) Kabupaten gunan gedung PLUT dari Pelalawan Program tersebut kementarian koperasi dan merupakan program dari UMKM RI itu, untuk menyuksesKementerian Koperasi dan kan program tersebut, Pemda UMKM Pusat untuk meningkaPelalawan sudah menyatakan takan kesejahteraan kesanggupannya menyediakan masyarakat melalui pengelolahan seluas 2000 meter persegi. laan koperasi terpadu dan “Kalau untuk penyediaan pembinaan UMKM di daerah. lahan, kita telah merekomenPembangunan gedung PLUT dasikan kesiapan menyediakan UMKM dari Pemerintah Pusat lahan ke Diskop dan UMKM dengan persyaratan PemerinPropinsi Riau untuk diteruskan tah Daerah (Pemda) harus

Dinas Koperasi dan UKM Pelalawan melakukan pelatihan pengembangan usaha ekonomi dalam pemantapan sentra UKM

menyediakan lahan seluas 2000 meter persegi untuk lokasi pembangunan gedung PLUT UMKM itu. Katakan Milyono, Gedung PLUT UMKM itu nantinya dibangun dua lantai, pada lantai pertama terdapat Klinik Koperasi UMKM Kabupaten Pelalawan yangterdiri dari 12 Galeri dari masing masing kecamatan di Kabupaten Pelalawan. “Galeri galeri itu nantinya diisi kerajinan khas kecamatan masing masing, disamping itu ada juga Klinik Koperasi Kabupaten Pelalawan yang menyediakan layanan konsultasi Bisnis, informasi bisnis, advokasi dan pendampingan, pelatihan singkat, akses pembiayaan, akses pemasaran,

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012 CMYK

kementerian Koperasi dan UMKM di Jakarta,” terang Harris. Kesiapan menyediakan lahan diperkuat dengan Surat Bupati Pelalawan bernomor :001/UM/2012/313 yang menyatakan bahwa Pemda Pelalawan bersedia menyediakan lahan seluas 2000 meter persegi di komplek Perkantoran Bhakti Praja. “Disamping itu, kita juga bersedia menerima tugas perbantuan dari Kemenkop dan UMKM Republik Indonesia untuk program peningkatan ekonomi kerakyatan, intinya program apapun yang tujuannya untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat akan menjadi prioritas kita,” tegasnya.*

 nol


Galeri

29

Sekda Inhu H Erisman menyapaikan sambutan

Pengurus Pusat PPI Asmungi menyematkan PIN emas kepada Sekda Inhu

Penyematan tanda jabatan

Pelantikan Purna Paskibraka Indonesia Inhu

Sekda melantik anggota PPI Indragiri Hulu

Penyerahan petaka kepada ketua PPI Inhu Reza Judwindra Dhani

Foto bersama

Sekda di dampingi Wakapolres, ketua PPI RIAU dan Kadispora budsata

Sekda memberikan ucapan selamat

Penandatanganan berita acara pelantikan

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012 CMYK


30 Siasat

Zulkarnain Kadir disebut paling pas mengisi kursi Sekdaprov Riau. Mengapa?

S

IAPA yang akan menggantikan Wan Syamsir Yus sebagai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau hingga kini masih samar. Padahal, Maret 2013, masa tugas Wan Syamsir sudah akan berakhir. Sebagaimana diatur dalam Keputusan Meteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2003, tentang tata cara konsultasi pengangkatan dan pemberhentian Sekretaris Daerah Provinsi, Gubernur mengkonsultasikan secara tertulis sekurang-kurangnya 3 calon Sekdaprov kepada Menteri Dalam Negeri setelah mendapat pertimbangan Baperjakat di Provinsi. Persoalannya, hingga kini belum ada muncul pemberitaan tentang siapa nama-nama yang akan diusung ke Jakarta untuk mengikuti fit and profer test. Ada beberapa nama yang kini disebut-sebut berpeluang untuk mengisi jabatan Sekdaprov Riau. Sebut saja, Drs H Zulher MS (Kadisbun Riau), Drs Emrizal Pakis MM, Zulkarnain SH MH (Sekwan DPRD Riau), Ramli Walid (Kepala Bappeda), Drs H Syamsurizal MM (Kepala Inspektorat), dan Zaini Ismail (Kepala BKD). Dari nama-nama yang muncul tersebut, mantan Sekdaprov Riau H T Lukman Jaafar menilai semua memenuhi kriteria. Tapi, dia juga menyebutkan kalau hampir semuanya bermasalah. “Berdasarkan aturan dan mekanisme di pemerintahan, mereka yang menduduki jabatan Sekda itu adalah mereka yang benar-benar sudah memiliki persyaratan. Baik itu dari sisi kepangkatan, jabatan, dan lain sebagainya. Dan beberapa nama yang muncul, semuanya sudah memenuhi syarat untuk itu. Tapi saya melihat nyaris semuanya bermasalah,” ucapnya kepada AZAM, akhir pekan lalu. Tak hendak untuk membuka ‘borok’ seseorang, T Lukman memilih untuk menilai figur mana yang dirasa lebih pas untuk menduduki kursi Sekdaprov tersebut. Untuk itu, dia melihat peluang Zulkarnain Kadir dan Emrizal Pakis lebih bagus ketimbang yang lain. Katanya, ZK dan Emrizal relatif lebih bersih dan jauh dari isu-isu miring. Selain itu, keduanya memiliki kedekatan dengan gubernur. Karena, kata Pak TL, jabatan Sekda tak lepas dari seberapa dekat seseorang itu dengan kepala daerah (Gubernur,red). Siapa yang diingininya, maka itulah yang akan jadi. Nah, dari dua nama ini, ia cendrung mendukung ZK. “Saya kira sangat pantas ZK untuk duduk sebagai Sekda. Ia terkenal loyal dengan pimpinan dan memiliki kinerja yang bagus,” tukasnya. Zulkarnain Kadir yang dikonfirmasikan enggan untuk berkomentar seputar isu pergantian Sekdaprov yang memunculkan namanya. “Soal itu saya no comment lah. Yang jelas, saya siap mendukung siapa yang akan ditunjuk negara dan gubernur nantinya,” katanya yang dihubungi, Sabtu (8/12) lalu. Namun begitu, ZK mengaku siap kalau seandainya amanah itu diberikan kepadanya. Karena menurutnya, sebagai abdi negara harus siap ditempatkan dimana saja. “Yang punya amanah itu gubernur, Kami ini hanya penerima amanah. Kalau itu perintah, kita siap menjalankan sesuai dengan ketentuan dan aturan,” pungkasnya. Belum jelas memang siapa yang akan dipilih gubernur menjadi orang kepercayaannya untuk mengisi posisi Sekda, semua hingga kini masih samar. Semua masih sebatas isu yang deras berembus. Namun demikian, siapapun yang terpilih, tentu tak lepas dari keinginan Gubernur sebagai user. Siapa dia? Kita tunggu perkembangannya!*

Zul Kadir

Emrizal Pakis

Tengku Lukman

 sir

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012


31 Peristiwa  Profesor Aidir Sani

Pelaku Sejarah Riau yang Terlupakan Hasilnya, Riau akhirnya berhasil memisahkan diri dari Provinsi Sumbagteng dan menjadi Provinsi Riau. Sejak itulah, tepatnya 3 Maret 1958, Gubernur Pertama MR SM Amin dilantik.

Lima puluh dua tahun di negeri “Paman Sam” Amerika Serika, namun yang namanya Riau tetap dikenang.

H

ARI itu, Rabu (5/12) langit Kota Pekanbaru sedikit mendung. Tapi, siapa sangka kalau hari itu penulis mendapat kesempatan emas bersua langsung dengan satu-satunya pelaku sejarah terbentuknya Provinsi Riau yang masih hidup, Profesor Aidir Sani. Membahagiakan lagi, ternyata tokoh yang sangat dihormati di negara Adikuasa, Amerika Serikat ini sangat santun dan hormat kepada siapa saja. Tak memandang usia, pangkat atau golongan, sang profesor dengan rendah hati mau berbagi ilmu dan pengalaman. Sangat kontras dengan kebanyakan tokoh di negeri ini yang selalu menunjukkan ‘keakuannya’. “Saya ni Doktor, saya dosen, saya matan bupati, saya guru, tolong hargai saya”. Ucapan yang kerap terdengar disebahagian besar masyarakat Indonesia. Aidir yang ditemui di kediaman keponakannya Drs Hermansyah di Pekanbaru, kepada AZAM menceritakan sepenggal kisah terkait sejarah terbentuknya Provinsi Riau. Pembawaan yang tenang dengan tutur katanya lembut, seakan menutupi jati diri yang sesungguhnya. Padahal, jauh sebelum negeri ini (Riau,red) ‘pisah’ ranjang dari induknya

Provinsi Sumatera Bagian Tengah (Sumbar, Riau, Jambi), pemilik nama Aidir Sani ini dikenal garang dalam menyuarakan aspirasi. Bersama teman-teman seperjuangan (Tengku Arief, Abdul Manaf Hadi, Hasan Ahmad, Abdul Jalil M, Kamaruddin, DM Yanur, Wan Ghalib, dan Azhar Husni) yang diberi amanah untuk berjuang di Jakarta, ia dengan gigih melakukan lobi ke Departemen Dalam Negeri (Depdagri) agar Riau menjadi daerah provinsi sendiri. Sebagaimana yang dituturkan pria kelahiran Tembilahan 22 Juni 1934 ini, kondisi Riau sebelum pisah dari Provinsi Sumbagteng sangat menyedihkan. Pembangunan hanya terfokus di pusat ibukota — waktu itu di Sumatera barat. Pemerintahan yang sentralistik menyebabkan Riau tak terperhatikan. Tersebab itulah muncul gejolak dari pemuda Riau untuk pisah membentuk provinsi sendiri. H Wan Gahlib (alm) bersama tokohtokoh lainnya menjadi tokoh sentral dalam perjuangan pembentukan Provinsi Riau. “Awalnya, keinginan untuk menjadikan Riau sebagai sebuah provinsi dilatarbelakangi untuk sebuah keadilan bagi masyarakat Riau,” kenang Aidir yang didampingi isteri tercintanya Noeryati Oemar Sani. Namun, kata Aidir, karena karakteristik daerah yang berbeda, pemahaman visi dari masing-masing residen tidak bisa bersatu. Ditambah lagi

adanya tekanan pihak pemegang kekuasaan di Sumatera Tengah yang selalu memaksakan diri setiap kebijakan yang diambil. Karena adanya tekanan itulah perjuangan Riau untuk menjadi provinsi semakin kuat. Bahkan masyarakat empat kabupaten (Bengkalis, Kepri, Indragiri dan Kampar) telah membulatkan tekad untuk sama-sama berjuang membentuk Provinsi Riau. Pemuda-pemuda Riau mulai membentuk gerakan dibawah Panitia Persiapan Provinsi Riau (PPPR) yang dipimpin H Abdul Hamid Yahya dan HM Amin sebagai wakil ketua, serta T Kamarulzaman sebagai sekretaris. PPPR yang beranggotakan 60 orang itu dalam beberapa kali rapat berkesimpulan, untuk mewujudkan terbentuknya Provinsi Riau diperlukan adanya Kongres Rakyat Riau (KRR). Hal ini merujuk pada pelaksanaan azas demokrasi sebagai dasar pemerintahan desentralisasi. Makanya, pada tanggal 31 Januari-2 Februari 1956 dilaksanakan Kongres Rakyat Riau I yang berlangsung di Pekanbaru. Kongres ini dihadiri 277 perwakilan dari empat kabupaten (Indragiri, Kampar, Bengkalis dan Kepri). Selain itu, kongres ini juga dihadiri peninjau yang jumlahnya 700 orang. Dari kongres inilah kebulatan tekad untuk membentuk Provinsi Riau terlahirkan.

Hijrah ke USA Belum lagi puas menikmati hasil perjuangan, pada tahun 1960 Aidir hijrah ke Amerika Serikat. Di negeri adidaya inilah Aidir meniti karir menjadi seorang tenaga pendidik. Tak tangung-tangung, Aidir penguasaan beberapa bahasa menempatkan ia menjadi dosen di Defense Languange Institute. Sebuah sekolah khusus pertahanan. Di Amerika inilah karirnya terus merangkak naik hingga dinobatkan sebagai Guru Besar di sekolah tersebut dengan membawahi sebanyak 52 orang profesor. Tak terhitung lagi berapa banyak Jenderal yang terlahir dari didikannya. Jarang pulang ke Indonesia bukan berarti Aidir lupa dengan kampung halamannya. Di Amerika ia selalu menanamkan budaya-budaya melayu, khususnya dilingkungan keluarga. Tak lah mengherankan kalau Aidir yang kini menginjak usia 78 tahun itu sangat fasih berbahasa melayu. Bahkan, bahasa Minang pun ia kuasai dengan baik. Tak cukup dengan itu, dalam berbagai kesempatan, ia berupaya untuk datang ke Riau, setidaknya menziarahi kubu-

ran ayahnya Abdullah Sani — tokoh pendidik masa penjajahan belanda dan jepang. Dan juga menyempatkan diri menziarahi makam temanteman seperjuangannya. “Saya bangga melihat Riau hari ini. Saya bangga menjadi anak jati Riau. Meski saya tinggal 3.000 mil jaraknya dari Indonesia, saya dengar nama gubernur Riau Rusli zainal. Ini menunjukkan interest kita masih tetap ada terhadap Riau,” ucapnya. Baginya, bukan keakuan yang diharap, akan tetapi bakti sebagai anak negeri. Ia pun tak hendak untuk disebut sebagai pahlawan. Cukup bisa melihat perkembangan daerahnya, itu sudah menjadi kebanggaan yang luarbiasa. Aidir juga mengaku tidak merasa kecil hati karena “dilupakan” oleh pemerintah Riau. Katanya, ia berjuang bukan untuk mencari nama, akan tetapi berjuang untuk kemaslahatan masyarakat Riau secara keseluruhan. “Tolong sampaikan salam saya kepada beliau (Gubernur Riau HM Rusli Zainal,red). Alhamdulillah, ia telah diberi kesempatan untuk memimpin bagian dari Indonesia untuk membawa kemajuan negeri ini. Pesan saya, tidak ada limit (batas) untuk mencapai apa yang harus dicapai oleh kita disini. Yang kita harapkan itu saja,” harap Aidir. Sikap pejuang sejati yang dengan tulus ikhlas berjuang untuk negerinya. Tapi apa yang telah kita berikan kepadanya? Padahal, Presiden Soekarno pernah berkata, Bangsa yang besar adalah bangsa yang pandai menghargai jasa pahlawannya. Waktu dua jam terasa begitu cepat. Banyak cerita yang patut digali dari pelaku sejarah Riau ini. Hal inipun dirasakan oleh Aidir. “See you to california,” ucapnya memberi semangat sambil menjabat erat tangan penulis saat berpamitan.*

 sir

Profesor Aidir Sani

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012


32

Bupati Serahkan Bantuan 30 Siswa Berprestasi S

EBANYAK 30 pelajar Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Bengkalis yang berasal dari kalangan keluarga kurang mampu, menerima bantuan pendidikan dan bantuan peralatan belajar dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Bumi Laksamana Jaya (BLJ) Group Bengkalis. Penyerahan bantuan pendidikan ini langsung dilakukan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh, didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis Herman Sani dan Direktur Utama (Dirut) PT. BLJ Bengkalis Yuslizar Andayani, di Aula Rapat Lantai II Kantor Bupati Kamis pekan silam. Bantuan pendidikan dari PT. BLJ Bengkalis ini merupakan realisasi program Coorporate Social Responsibility (CSR). Sebanyak 30 siswa berprestasi yang diberikan bantuan pendidikan ini adalah 10 siswa dari SD, 10 siswa dari SMP dan 10 siswa SMA.

Kesempatan ini Dirut PT. BLJ Yuslizar Andayani menyatakan, bahwa bantuan pendidikan ini merupakan realisasi dari program CSR yang telah dicanangkan. Program ini sendiri dapat direalisasikan pada 2012 merupakan sebagian hasil dari keuntungan perusahaan. “Mudah-mudahan langkah untuk memajukan dan meningkatkan sumber daya manusia di daerah ini, menjadi inspirasi perusahaan yang lain untuk melakukan hal yang sama. Dan di tahuntahun mendatang bantuan pendidikan bagi pelajar berprestasi kurang mampu ini dapat kita tingkatkan,” harapnya. Sementara itu, Bupati Bengkalis Herliyan Saleh memberikan apreasi kepada PT. BLJ Bengkalis, karena melalui program CSR peduli terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Bengkalis. “Kita patut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BLJ. Adanya program CSR ini langsung menyentuh anak-anak berprestasi dari golongan keluarga kurang

mampu secara ekonomi, mulai dari SD, SMP dan SMA di Kabupaten Bengkalis. Mudahan-mudahan upaya ini juga bisa dilakukan perusahaan yang lain,” ujar Herliyan Saleh. Kepada para penerima bantuan pendidikan siswa berprestasi ini, Herliyan juga berpesan agar memiliki tekad yang kuat, dan rasa sebagai pejuang yang pantang menyerah untuk mencapai prestasi

Pengurus MPC Pemuda Pancasila Bengkalis Dikukuhkan

yang terbaik. Penyerahan bantuan pendidikan ini, juga hadir Brigjen Purn. Teguh Santoso dari Perguruan Tinggi (PT) Universitas Veteran Jakarta (UVM), Toto Priyatna dari PT YKPP Jakarta, serta masingmasing orang tua atau wali murid dan sejumlah guru pembimbing penerima bantuan pendidikan. Program CSR PT. BLJ Group untuk bantuan pendid-

K

dan kekuatan untuk membuktikan, bahwa salah satu ormas yang ada di masyarakat mampu memberikan kontribusi positif demi pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Bengkalis. “Kita harus saling konsolidasi dan koordinasi. Pemuda Pancasila siap mendukung program pemerintah yang sifatnya memakmurkan dan menyejahterakan masyarakat. Kita siap mendukung program Pemerintah Kabupaten Bengkalis,” ujarnya di hadapan ratusan kader PP. Sementara itu Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah, ketika memberikan kata sambutan mengharapkan, keberadaan PP sebagai salah satu elemen masyarakat hendaknya merupakan organisasi yang memiliki daya intelektual dan berwawasan. Serta memberikan kontribusi untuk pembangunan daerah Kabupaten Bengkalis. Mampu mengayomi dan melindungi masyarakat. “PP juga punya wawasan dan berpikir intelektual dan

tentunya diharapkan keberadaan elemen masyarakat ini memberikan kontribusi dan peduli dengan pembangunan khususnya Kabupaten Bengkalis,” harapnya. Wakil Bupati Bengkalis Suayatno dalam pidatonya mengatakan, peran PP ini juga turut serta menyukseskan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang beberapa hari lagi akan digelar di Kota Bengkalis. Keberadaan PP sebagai salah satu ormas diharapkan menjadi pelopor dan pioner keberhasilan pembangunan Kabupaten Bengkalis kedepan ke arah yang lebih baik. “Keberadaan PP diharapkan, menjadi ruh baru terhadap proses pembangunan di Kabupaten Bengkalis. Dan tetap menjunjung tinggi netralitas sebagai mitra pemerintah. Memiliki disiplin dan tegas memerangi penyakit-penyakit masyarakat seperti peredaran narkoba serta kejahatan-kejahatan lain yang meresahkan masyarakat, tentunya demi dasar negara kita Pancasila,” pintanya.

 dks

ENGERJAAN pembangunan Astaka utama Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Riau 2012 yang berlokasi di Lapangan Tugu Bengkalis masih terus digesa. Ditargetkan minggu kedepan rampung dikerjakan 100 persen. Hal demikian diungkapkan Setdakab Bengkalis, Asmaran Hasan kepada sejumlah wartawan di Bengkalis. “Hingga saat ini mencapai 85 persen dan pekerja masih menggesa 15 persen lagi sekaligus finishing dan pembersihan lokasi,” katanya. Ketua Panitia Pelaksana MTQ XXXI Riau, Asmaran Hasan memperkirakan, seluruhnya tuntas dalam satu atau dua hari kedepan termasuk tribun utama dan penonton. Sementara itu, untuk panggung Pawai Ta’aruf dilokasikan di Jalan Antara, atau tepatnya di depan Kantor Bappeda Bengkalis, saat ini pekerjaannya sudah mencapai 70 persen, Asmaran menyebutkan, tidak menjadi persoalan pada saat hari H. “Khusus Pawai Ta’ruf dijadwalkan Rabu (12/12) silam rencananya dilepas langsung Gubernur Riau Rusli Zainal, Bupati dan Walikota Kota se-Riau, Forkompinda, DPRD, para kepala dinas dan badan, tokoh masyarakat akan hadir,” ungkap Asmaran Hasan. Ditambahkan Sekda, untuk Pawai Takruf ini akan dikerahkan 170 aparat

NO: 716 TAHUN XIII/ EDISI 10 - 17 DESEMBER 2012 CMYK

 dks

Astaka Utama MTQ XXXI Riau Rampung Dikerjakan

P

ETUA Majelis Pimpinan Wilayah (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Riau, Arsadianto Rachman mengukuhkan secara resmi sekitar 120 pengurus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Bengkalis periode 2011-2015. Acara pengukuhan berlangsung di Gedung Cikpuan Bengkalis. Organisasi kemasyarakatan (Ormas) ini dipimpin Hasanuddin Affan, Sekretaris Iskandar Zulkarnaen. Prosesi pengukuhan juga disaksikan langsung Wakil Bupati Bengkalis Suayatno,Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) PP Bengkalis, Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah, Wakil Ketua DPRD Bengkalis Hidayat Tagor Nst jajaran pengurus MPW Riau, dan ratusan kader MPC PP Kabupaten Bengkalis serta sejumlah pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda). Pada kesempatan ini Ketua MPW PP Riau Arsadianto Rachman berpesan, agar para kader PP menyatukan barisan

ikan pada tahun ini mencapai Rp 78,6 juta. Untuk siswa SMA menerima bantuan berupa uang sebesar Rp 3 juta perorang, siswa SMP menerima Rp 2,5 juta perorang dan siswa SD menerima Rp 2 juta perorang. Sebanyak 30 siswa penerima bantuan ini, merupakan hasil seleksi dari 569 berkas pemohon. Terdiri dari SLTA 172 siswa, SLTP 268 dan SD 129.

keamanan untuk pengamanan. Terdiri dari personil Polres Bengkalis, TNI dan Satpol PP. Usai Pawai Ta’ruf yang dijadwalkan selesai pukul 16.00 WIB, akan dilanjutkan dengan pembukaan Bazar MTQ oleh Isteri Gubernur Riau Septina Primawati Rusli yang dipusatkan di Lapangan Pasir Andam Dewi. Kemudian, pada malamnya akan dilakukan pembukaan MTQ oleh Gubernur Riau Rusli Zainal di Lapangan Tugu. Untuk acara pembukaan, papar Sekda Bengkalis ini, panitia telah menyiapkan serangkaian acara, seperti Gubri akan diarak dengan daun sirih ukuran besar saat akan naik panggung menyampaikan pidato sekaligus membuka MTQ. Kemudian tarian massal yang melibatkan 150 penari dari siswa SMP dan SMA dan penampilan Orkes Gambus Al-Nasyidariah dari Semarang. Dibagian lain, para kafilah MTQ Riau dijadwal sudah tiba di Bengkalis dijadwalkan 9 Desember. Adapun pintu masuk kafilah dibagi dua, untuk Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Inhu, Kabupaten Inhil, Kabupaten Siak , Kabupaten Rohil dan Kabupaten Rohul melalui pelabuhan Roro Air. Dari sini mereka akan diarak dengan kompang menuju Kantor Camat Bengkalis untuk acara penyambutan sekaligus pendaftaran peserta MTQ.

 dks

Berita Azam  

Berita Azam

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you