Issuu on Google+

No.703 Tahun XIII/ 11 - 17 SEPTEMBER 2012 email: mingguan_azam@yahoo.com

Harga Rp 6.000,- (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

Ilustrasi: roy

No. Keanggotaan: 469/06/1998/B/2010

Jony Irwan

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012 CMYK


2 Anak Zaman foto: internet

Bilik Pembaca Tiket PON Terlalu Mahal

Bilik Redaksi

Ikut Sukseskan PON XVIII

P

ERHELATAN akbar insan olah raga tingkat nasional (PON ke XVIII) berlangsung di Provinsi Riau. Bumi Melayu menjadi tempat bertarungnya sang juara. Gemuruh PON makin terasa. Banyak spanduk, umbul-umbul, baliho PON terpajang di sepanjang jalanjalan yang ada di Riau. Masyarakat Riau menyambut PON dengan antusias. Api PON yang diarak ke sejumlah daerah di Riau disambut meriah dengan lambaian tangan masyarakat di sepanjang jalan. Riau bertekad menjadi tuan rumah yang baik dan Pekan Olah Raga Nasional harus sukses. Untuk itu, warga Riau diharapkan ikut mensukseskan pelaksanaannya. PON boleh dikatakan sebuah even yang massif, kolosal, atau bisa juga disebut dengan perhelatan akbar. Sehingga harus dimenej dengan baik. Untuk itu, banyak warga Riau yang dilibatkan untuk membantu kepanitaan. Mulai dari pelajar, mahasiswa, pegawai negeri hingga pejabat pemerintah. Kami di AZAM pun ikut berpartisipasi. Selain ikut mengulas dan mengupas tuntas soal PON di Riau

Angkatan Zuriat Anak Melayu SIUPP Nomor 698/SK/Menpen/SIUP/1998 Tanggal 10 Nopember 1998 No. Keanggotaan SPS (Serikat Penerbit Suratkabar) 469/06/1998/B/2010

PENERBIT

Yayasan Pena Putra Riau Press

Rapat readaksi

dalam setiap kali terbit, diatara awak redaksi AZAM ada pula yang terlibat dalam kepanitiaan, terutama di Media Centre PB PON Riau. Bahkan ada juga yang terlibat menjadi panitia pertandingan. Endrizal misalnya menjadi panitia di cabang olah raga biliar. Sedangkan Yanto Budiman menjadi panitia di kejuaraan bowling. “Bagi yang sudah ditunjuk oleh PB PON silahkan saja membantu, tapi ingat kewajiban utama jangan terlewatkan,” pesan Pemred AZAM, H Syafriadi saat memberikan izin keikutsertaaan M Yasir di media center PB PON. Selama dua pekan pelaksanaan PON di Riau, beberapa

rekan redaksi turut terlibat langsung dalam Media Centre PB PON. Meskipun memiliki tanggung jawab untuk mensukseskan PON, namun kewajiban lain juga harus terselesaikan. Seperti pepatah,’Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampau’. Barangkali itulah pepatah yang tepat jika rekanrekan yang terlibat di PON bisa melaksanakan kewajiban sekaligus di dua tempat berbeda. Tetapi masih dalam menjalankan tugas jurnaslitiknya. Dalam rangka menuntaskan kewajiban di keredaksian, pada Edisi 703 ini redaksi telah mempersiapkan sejumlah tulisan dan naskah untuk

dapat terbit pada minggu ini. Masih seputar pelaksanaan PON XVIII di Provinsi Riau, redaksi pun mengangkat liputan Utama tentang komersialisasi penjualan tiket PON oleh panitia. Tim Laput pun telah bekerja guna melengkapi bahanbahan yang dapat diangkat dalam liputan kali ini. Seperti biasa, liputan utama digawangi oleh Redpel M Yasir dibantu beberapa rekan redaksi lainnya. Selain liputan tentang PON di Riau, masih ada liputan lain yang dapat menambah informasi untuk masyarakat Riau dan sekitarnya. Baca AZAM lebih Paham!

PELAKSANAAN Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau saat ini, merupakan prestasi terbesar Propinsi Riau dalam menyelenggarakan ivent skala nasional, untuk pertama kalinya. Juga menjadi suatu kebanggan bagi masyarakat Riau sendiri, untuk ikut berpartisipasi dalam meramaikan ivent tersebut. Untuk itu, kehadiran warga menonton setiap pertandingan merupakan bagian dari keikutsertaan masyarakat menyemangati peserta lomba. Tidak hanya peserta dari tuan rumah sendiri, juga peserta dari daerah lain. Banyaknya warga yang menonton juga, menjadi cerminan kondisi rakyat Riau yang menyukai olahraga dan meninggalkan kesan tersendiri bagi peserta daerah lain bahwa masyarakat Riau sangat antusias mendukung PON ini. Apalagi pada saat pembukaan dan penutupan PON, merupakan moment yang paling ditunggu-tunggu segenap masyarakat Riau. Mereka juga akan bangga, jika pembukaan PON begitu meriah, menampilkan budaya asli Riau, dan ditonton seluruh Indonesia. Riau juga memiliki keistimewaan yang berbeda dari daerah lainnya. Untuk itu, ivent PON menjadi ajang untuk menunjukkan hal tersebut. Namun, kelihatannya pemerintah daerah kita tidak menyadari hal itu. Mereka lebih mengejar keuntungan, dari pada membaurkan masyarakatnya sendiri dengan suasana PON ini. Banyak yang kecewa mengenai penetapan harga tiket yang ditawarkan Pemda. Harga tiket sekitar Rp100 ribu hingga Rp2 juta hanya untuk menonton pembukaannya saja, belum lagi untuk menonton perlombaannya. Bisa jadi, ini akan mengurungkan niat sebagian masyarakat yang ingin menonton. Seharusnya, Pemda jangan terlalu mengejar untung, seperti saat pertandingan piala Asia beberapa waktu lalu, harga tiket memang masih sangat terjangkau terutama bagi kalangan mahasiswa. Tapi, coba lihat saat pertandingan kursi yang harga tiketnya sekitar Rp25 ribu yang penuh sesak penonton. Kursi seharga ratusan ribu rupiah, nihil penonton, bahkan ada yang kosong samasekali. Pemda juga bisa melihat taraf perekonomian masyarakat itu sendiri. Apalagi saat PON, jika semua pertandingan pakai tiket, dijamin tidak ada yang menonton. Kita jangan menyesuaikan dengan standar tiket seperti di Jakarta. Disana potensi masyarakatnya

PENDIRI: EDIRUSLAN PE AMANRIZA (ALM), WAN MOHD. DAUD (ALM), SUGIAT TJUATJA (ALM), TAMIN CANDRA, SYAFRIADI. PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB: SYAFRIADI. WAKIL PEMIMPIN UMUM/WAKIL PENANGGUNGJAWAB: YANTO BUDIMAN S. PEMIMPIN PERUSAHAAN: ZULKARNAIN. WAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN : ENDRIZAL YUSTEN. WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : BAMBANG IRAWAN SYAHPUTRA. REDAKTUR PELAKSANA: M YASIR. KOORDINATOR LIPUTAN: ZAINUL AZIZ. REDAKTUR SENIOR: ENDRIZAL YUSTEN. SEKRETARIS REDAKSI: NUR AINUN. STAF REDAKSI: LIZAWATI, IRDAWATI, HESTI. MANAGER PRACETAK: ROY YULIANTO. MANAGER KEUANGAN: NUR ASIAH. KABAG PEMASARAN/IKLAN: BENNY HENDRA, DISTRIBUSI: ARI KURNIAWAN BIRO DAERAH: TATANG HARTONO, TAUFIK BASIRUN (BAGANSIAPIAPI). ROBIN SIMANUNGKALIT, MARHUSOR PARDEDE (TANJUNGPINANG, KEPRI). JHONI (SIAK). SYAFRIZAL (DUMAI). SALFIAN DALIANDI, DAKESLIM (BENGKALIS). SUHANDI, IMRAN RIO (INHU). JABARULLAH, JANUAR JAYA (INHIL). ACHMAD FIKRI, ARIEF (KAMPAR). JON HENDRI HASAN, ASNOL MUBARACK (PELALAWAN). ALAMAT REDAKSI: JL PARIT INDAH KOMPLEK PERKANTORAN GRAND SUDIRMAN BLOK B 10 PEKANBARU, TELP/ FAX (0761) 32308 TARIF IKLAN: FULL COLOURRP. 6.000/MM/KOLOM, HITAM PUTIH RP. 4.000/MM/KOLOM (BELUM TERMASUK PPN 10%) NOMOR REKENING: BANK RIAU NO REK 201.030.690.95 PERCETAKAN: PT RIAU POS GRAINDO (ISI DI LUAR TANGGUNGJAWAB PERCETAKAN)

Redaksi menerima sumbangan tulisan atau artikel, puisi dan ilustrasi. Tulisan diketik rapi dua kertas kuarto dan dilengkapi identitas pengirim. Redaksi berhak menyunting isi tulisan tanpa mengubah maknanya.

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012


Budaya Kalam

3 lebih besar untuk menonton, ketimbang didaerah kita yang masih perlu penyesuain untuk menonton ivent olahraga sebesar ini. Memang sah-sah saja, jika menonton dikenai tiket. Tapi tidak semahal ini. Harga yang cocok dengan kondisi perekonomian masyarakat di daerah ini. Belum lagi, harga tiket saat pembukaan PON tersebut, menurut banyak warga sangat tidak wajar hingga jutaan. Kekecewaan ini, tentunya mematahkan semangat mereka untuk menonton. Sekali dalam seumur hidup mereka juga ingin melihat pertandingan olahraga skala nasional yang belum tentu bisa mereka lihat lagi kedepannya. Fauzi Mahasiswa UIR

Apa Cendera Mata dari Riau? PRODUK yang bisa diandalkan menjelang PON nanti, menurut saya hanya ada Batik Riau saja. Mungkin salah satu produk andalan Riau yang pada saat ini paling diagung-agungkan. Batik Riau merupakan warisan budaya yang tak lekang oleh jaman. Pelestarian budaya tradisional, berarti kita telah juga melestarikan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Hal budaya semacam ini harus senantiasa di tumbuh kembangkan, pelaku seni Batik Riau kita telah memberikan bimbingan kepada generasi berikutnya agar terus melestarikan budaya kita ini. Saya dan masyarakat Riau

sangat berharap agar dalam menyambut PON XVIII di Riau nantinya Pemerintah Daerah berupaya membuka dan menumbuhkan semacam kerajinan asli daerah Riau untuk ditampilkan kepada pengunjung. Produk-produk andalan kita saat ini bisa berupa Batik Riau, Anyaman Tikar Riau, Ukiran Riau, Acecories Riau dan kerajinan lainnya. Tujuannya untuk memperkenalkan produk-produk andalan Riau kepada tamutamu kita maupun para peserta PON 2012. Sehingga sasaran untuk memperkenalkan produk-produk tersebut tepat sasaran dan tercapai pada tujuannya. Dalam artian omset penjualan juga akan meningkat dibandingkan harihari sebelumnya. Sebaiknya seluruh panitia penyelenggara PON 2012 di Riau, dari sekarang berupaya mensosialisasikan pakain seperti Batik Riau, baik itu instansi pemerintah, BUMN, maupun Swasta dan pengusaha di Riau. Untuk memperlihatkan kepada khalayak ramai akan keindahan Batik Riau pada tamu-tamu lokal maupun internasional. Promosi produk-produk andalan dan kerajinankerajinan yang lainnya, haruslah dipakai dan digunakan terlebih dahulu oleh instansi pemerintah, BUMN, pengusaha Riau dan Swasta agar terlebih dahulu memiliki dan mencintai produk-produk yang di produksi oleh Riau. Hendy Mahasiswa UIR

Turut Berduka Cita Atas Berpulangnya ke Rahmatullah

Bapak H. THAMRIN NASUTION (Tokoh Masyarakat Riau) Kamis, 6 Septembr 2012 di Pekanbaru Semoga Almarhum diterima di Sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini, amin Ttd

H SYAFRIADI, SH, MH Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi/Penjab

Ir. YANTO BUDIMAN S

ZULKARNAIN, SE

Wakil Pemimpin Umum

Pemimpin Perusahaan

Oleh: Bambang Irawan Syahputra

Menulis Itu Seru!

B

ANYAK yang bilang satunya adalah Saya tidak bahwa menulis itu selalu tahu ingin memberipanggilan hati. informasi yang kan kesan Menulis merupakan passedang menjadi bahwa semansion seseorang yang akan trend di gat untuk membuat hidup ini menjadi masyarakat, juga menulis itu lebih berimbang. Memang, mengetahui tergantung semangat untuk menulis informasi yang mood. Kawan, berbeda bagi setiap orang. bahkan orang mood itu bisa Ini disebabkan oleh keterse- lain belum dipaksakan diaannya waktu, suasana mengetahuinya. dengan niat hati, buah pemikiran, Sehingga ketika yang sangat wawasan, dan mood sekali-kali kuat. Percayseseorang. Beberapa factor mengobrol alah, dalam itu juga yang membuat dengan kolega, keterpaksaan konten tulisan seseorang saya bukan hanya menjadi dan dalam tekanan, keberbeda dengan orang lain. pendengar yang baik, memampuan kita akan menSaya sedang belajar lainkan menjadi orang yang jelma menjadi kemampuan untuk terbiasa menulis. memberikan informasi. Saya yang optimal. Pada saat Saya memaksa diri saya juga lebih berani untuk demikianlah kemampuan untuk selalu membuahkan mengajukan pertanyaan asli kita muncul. Kemamtulisan di hari-hari yang yang mendasar kepada orang puan untuk bisa seperti ini dijalani. Tahap ini merupa- yang memberikan informasi mestilah kita latih, sehingkan tahap awal bagi saya pada saya. ga pada akhirnya dalam untuk selalu memantapkan Menurut saya, disinilah tekanan sekecil apapun kita dan mengkongkritkan kuncinya. Membaca dan bisa mengeluarkan kemamargumentasi, penpuan optimal kita. galaman hidup, atau Saya menjadi jeritan hati saya teringat pada diskusi Mereka yang sering lewat saya dengan sepupu tulisan.Pokonya, saya yang berprofesi membaca kebanyakan saya sedang menjadi jurnalis merasa lebih percaya diri majalah yang cukup bertekad untuk membuat aktivitas representatif. Saya dalam mengutarakan menulis menjadi bertanya kepada pendapatnya. Sebalikn- beliau, bagaimana suatu kebutuhan dalam hidup. Patutkita untuk tetap ya, mereka yang jarang cara lah disyukuri, bisa menulis kapankehadiran media membaca seringkali ter- pun, tidak berganmenurut saya cocok tung kepada suasana lihat malu bahkan takut hati. Beliau menuntuk mengembangkan hasrat untuk jawab, “Biar semanuntuk mengutarakan menulis bagi kita gat, nulis itu mesti yang ingin belajar. pendapat atau tangga- ada duitnya, kalo Mungkin para ada duitnya sih pan mereka. Dari hal ini engga pembaca beranggasekarang udah males pan bahwa, “kok nulis. Nulis juga saja sudah terlihat, ribet amat, pengen mesti sering dilakubagaimana keberanian kan secara kontinyu, nulis aja mesti dipaksa-paksa biar kemampuan untuk mengutarakan sampai segitunya”. untuk menulis tetap Namun realita yang ada dan tidak terkikis pendapat bisa dimanisaya alami memang oleh hal laninnya”. festasikan dalam bentuk Dari pernyataan begitu. Saya tumbuh beliau, saya melakudi lingkungan yang tulisan. kan interpretasi apatis terhadap hal positif bahwa untuk yang lain dan jarang menulis diperlukan sekali menuangkan sebuah motivasi. Motivasi ide atau kritik dalam menambah wawasan kita itu bermacam-macam tulisan. Saya tidak terlatih merupakan hal yang sangat bentuknya, bisa nilai untuk mencurahkan penting bagi kita untuk bisa materil maupun nilai perasaan saya dalam diary, menulis. Terlihat perbedaan moril. Itu semua kembali atau semacamnya sehingga yang sangat kentara antara kepada diri kita masingkeinginan untuk menulis orang yang suka membaca sangatlah minim. Beranjak dan jarang membaca. Mereka masing. Jadi, langkah yang saya dewasa, wawasan saya yang sering membaca kebantempuh selanjutnya mulai berkembang dan yakan merasa lebih percaya adalah, menemukan motimempunyai semangat yang diri dalam mengutarakan vasi, selalu menumbuhkan cukup tinggi dalam kegiapendapatnya. Sebaliknya, minat membaca, melatih tan membaca. Melalui mereka yang jarang memkemampuan untuk menulis kegiatan membaca inilah, baca seringkali terlihat malu dalam tekanan -mulai dari saya mulai tergugah. bahkan takut untuk menguttekanan yang berat dan Kala dewasa, buku arakan pendapat atau tangterus bertahap hingga bacaan saya mulai bertam- gapan mereka. Dari hal ini bah. Mulai dari fiksi, hingga saja sudah terlihat, bagaima- tekanan terendah-, dan teruslah menulis. Tetapkan berita remeh temeh saya na keberanian untuk mengubahwa semangat menulis lahap semua. Saya merasatarakan pendapat bisa selalu ada dalam diri kita. kan manfaat yang besar dimanifestasikan dalam Semoga bermanfaat.* dari membaca. Salah bentuk tulisan.

PEMBERITAHUAN

Pojok

Seluruh wartawan Tabloid Berita AZAM dibekali dengan kartu pengenal diri, atau kartu pers. Bagi yang tidak memilikinya, diminta supaya tidak dilayani.

 Penjualan Tiket PON untuk Keamanan Penonton, Ngah...!! - Yang penting tujuannye jelas, Pak Cik..?

ttd Redaksi

Ongah

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012


Mimbar Debat

4 Target Kembali Tertunda

ISG Bisa Digunakan

ANGGOTA DPRD Riau dari Partai Persatuan Pembangunan Aziz Zainal mengakui bahwa tertundanya perbaikan jembatan Siak IV karena molornya pengesahan anggaran. Padahal rencana awal dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jembatan Siak IV akan diselesaikan pada akhir Agustus lalu. Kenyataannya, karena sesuatu hal sehingga diundur sampai Maret 2013 dan terakhir terpaksa ditunda lagi sampai pertengahan 2013. “Masalahnya bahwa kita terlambat ketok Palu untuk biaya tambahan dari Siak IV, jadi itu salah satu kendalanya sehingga kesiapan Siak IV ini kembali menjadi molor,” kata Aziz Zaenal, Ketua Komisi C DPRD Riau di Ruang Komisi C. Karena adanya penundaan tersebut, maka DPRD pesimis Jembatan Siak IV ini akan siap pada pertengahan tahun depan, ditambah lagi dari pernyataan Kontraktor Jembatan Siak IV tersebut. “Kita sudah melihat langsung pengerjaannya dan juga berdasarkan Informasi Konsorsium, bobot pelaksanaan pengerjaannya sudah mencapai 40 persen dan mudah-mudahan pertengahan 2013 mendatang Jembatan Siak IV selesai dan sudah dapat digunakan,” kata Aziz Zainal. Aziz Zainal Ketua Komisi C DPRD Riau

AWALNYA dipersiapkan sebagai penunjang pelaksanaan PON XVIII tahun 2012, namun Dinas PU justru Riau menargetkan Jembatan Siak IV sudah bisa difungsikan saat Islamic Solidarity Games (ISG) digelar 2013 mendatang. Kepala Dinas PU Riau, SF Harianto mengatakan saat ini progres pengerjaan di jembatan tersebut sudah mencapai 40 %. Sedangkan dana yang terserap sebesar Rp 160 Miliar dari APBD Riau. "Kita bisa lihat dilapangan, pengerjaan jembatan sudah 40 %, mudahmudahan saat ISG berlangsung sudah bisa dilewati," ungkap Harianto. Menurut SF Hariyanto, dari pelaksanaan dilapangan dapat terlihat progress pengerjaan Jembatan Siak IV sekarang dengan ereksennya sudah 4 bentang dan 4 span. " Kita bisa lihat di jembatan itu sekarangkan Ereksennya sudah 4 Bentang, 4 Span, mudah-mudahan bisa selesai dengan cepat,” ujar SF. Hariyanto. SF. Hariyanto pun menambahkan bahwa kendala dari kesiapan Jembatan Siak IV ini yang masih menunggu pengiriman besi dari luar. "Juga masalah besi yang belum lengkap sehingga menganggu pengerjaan untuk Jembatan Siak IV itu,” ujarnya. SF Hariyanto Kepala Dinas PU Provinsi Riau

Dewan Lakukan Pengawasan MESKI ditargetkan penyelesaian Jembatan Siak IV tuntas pada pertengahan 2013, Anggota DPRD Riau dari Komisi C, A Kirjuhari, mengatakan, Komisinya akan terus melakukan pengawasan secara intensif terhadap pembangunan Jembatan Siak IV agar tidak jadi cacat seperti Jembatan Siak III. Mengingat yang saat ini masih menjadi pembicaraan dewan, unsur kelayakan dari Jembatan Siak III yang belum terselesaikan. Karena itu, Kir menekankan kepada pihak kontraktor, untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Akan tetapi, dengan molornya jadwal penyelesaian jembatan,kembali Kir mengingatkan kepada pihak kontraktor pun tidak lagi dikejar waktu untuk menyelesaikan jembatan yang awalnya bisa dipergunakan untuk PON saat ini. Sehingga mereka dapat bekerja lebih cermat dan hati-hati agar hasil finishing jembatan dapat memuaskan semua pihak. “Pekerja jadi memiliki waktu lebih panjang lagi untuk menuntaskan jembatan itu, kita tetap melakukan pengawasan agar hasil yang dicapai terpenuhi sesuai teknisnya,” ujar politis dari PAN ini. Kirjuhari menambahkan, dari progres dilapangan pekerjaan masih terus berlansung, meskipun pemerintah belum menuntaskan kewajibannya kepada KSO sesuai dengan besaran nilai pekerjaannya. A Kirjuhari Anggota Komisi C DPRD Riau

Jembatan Siak IV Molor dari PON ke ISG Gagal difungsikan saat PON XVIII September 2012, masyarakat kembali bersabar karena Jembatan Siak IV ditargetkan dapat dipergunakan paling lambat sebelum Islamic Solidarity Games (ISG) tahun 2013.

P

ROGRES pembangunan Jembatan Siak IV tak berjalan sesuai rencana. Untuk kesekian kalinya, Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Riau memundurkan jadwal penuntasannya. Gembar-gembor pembangunan Jembatan Siak IV melenceng dari target awal. Sampai saat ini, pengerjaan Jembatan Siak IV masih dilakukan dan baru mencapai 40 persen. Sehingga diperkirakan selesai atau bisa digunakan pada pertengahan tahun 2013 mendatang. Pembangunan Jembatan Siak IV dimulai secara bertahap sejak tahun 2009. Dengan nilai kontrak sebesar Rp. 437 Miliar lebih melalui program Multiyears 2010-2012 dari APBD Riau yang dilaksanakan oleh kontraktor nasional melalui Kerjasama operasi (KSO) antara PT PP (persero) Tbk, PT Waskita Karya dan PT Hutama Karya. Meskipun Pemrov Riau gencar menyatakan pembangunan Jembatan Siak IV menggunakan dana sharing APBD Riau dengan APBN. Namun dana APBN belum satu senpun ada dikucurkan pusat. Anehnya usulan Pemrov Riau untuk mendapatkan bantuan anggaran Jembatan Siak IV sudah dianggarkan di APBN tahun 2012 sebesar Rp245 miliar namun dana tersebut tak kunjung dicairkan. Dana tersebut menyatu dengan dana infrastruktur penunjang PON XVIII Riau sebesar Rp 460 Miliar yang masih nyangkut di APBN di pos

Kementrian PU. Sementara PON Riau telah berlangsung, dana pusat belum juga mengucur ke Provinsi Riau. Kapan kepastian pencairan dana tersebut, pemrov belum bisa menjamin sehingga pembiayaan pelaksanaan Jembatan masih bertumpu dari APBD Riau. Untuk diketahui, pembangunan fisik Jembatan Siak IV saat ini sudah mencapai 40 persen. Sementara dana yang sudah terserap untuk pengerjaan ini sebesar Rp 160 Miliar. Sebesar Rp60 miliar dari APBD Riau tahun 2010 dilanjutkan Rp90 miliar. Sehingga total dana APBD yang sudah dicairkan Rp150 miliar. Pembebasan lahan untuk lokasi jembatan dan jalan akses sepanjang 1,20 km didanai oleh Pemerintah Kota Pekanbaru mulai Tahun Anggaran 2005 dan baru selesai pada akhir tahun 2009. Keterlambatan pembebasan lahan turut mempengaruhi proses pelaksanaan pembangunan yang justru mulai dikerjakan sejak tahun 2009 silam. Project Manager KSO Pembangunan Jembatan Siak IV Satya mengatakan, sistem Jembatan Siak IV ini merupakan jembatan rangka baja atau Composite Cable Stayed Single Pylon dengan Ground Anchor. Dengan jumlah kabel 14 (pada sisi kanan dan sisi kiri jembatan. Bahkan jembatan ini juga didesain anti gempa, sehingga masyarakat sekitar tidak perlu khawatir dengan goncangan gempa yang beberapa kali juga terasa sampai ke Pekanbaru ini. Satya menjelaskan, sedari awal KSO juga mengantisipasi ketika pengerjaan Jembatan Siak IV ini selesai maka tidak akan ada permasalahan seperti halnya jembatan Siak III yang sudah diserah terimakan justru menyisakan polemik tentang ketidaklayakkan jembatan. “Karena dalam setiap pengerjaannya langsung diuji dan kontruksinya berbeda dengan Jembatan Siak III,” jelasnya.

 ird

Kejar Dana APBN PELAKSANAAN PON XVIII Riau sudah didepan mata. Untuk mensukseskan iven tersebut, Riau sebagai tuan rumah menggunakan dana APBD untuk membiayai sarana dan prasarana PON. Termasuk melaksanakan pembangunan Jembatan Siak IV yang menjadi salah satu sarana penunjang PON. Kenyataan, belum satu sen pun dana dari Pusat yang ikut membiayai pembangunan Jembatan Siak IV. Meskipun Riau sudah mengajukan usulan agar anggaran tersebut diakomodir dalam APBN namun belum juga ada pencairan. Kemudian muncul persoalan, dana untuk jembatan Siak IV sudah disetujui dan berada di Kementrian PU namun tidak bisa digunakan. Menurutnya, Riau harus mengejar terus anggaran yang dijanjikan oleh Pusat. Karena dana itu menjadi hak pemerintah provinsi Riau dan dipergunakan untuk membiayai pembangunan jembatan Siak IV. “Kita harus kejar terus dana pusat itu,” jelasnya. Sejak awal pusat menjanjikan akan membantu dana untuk membiayai sejumlah infrastruktur penunjang PON. Nyatanya hal itu hanya omong kosong. Karena pusat tidak sepenuhnya membantu PON di Riau, dan akhirnya daerah juga yang mesti menanggung semua dana yang jumlahnya triliunan rupiah itu. Nur Hasanah Swasta

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012


5 Suara AZAM

Jalani Hari Dengan Semangat dan Ikhlas Di pagi yang cerah, sinar matahari terasa lembut menerpa kulit. Suara kicauan burung terdengar sayup mengiringi suasana kampus yang masih sepi dari hingar bingar mahasiswa.

P

AGI itu kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Pekanbaru tidak terlalu ramai. Belum banyak mahasiswa yang datang untuk melaksanakan aktivitasnya. Tepat pukul 06.00 WIB, Ita, demikian sapaan akrab wanita separuh baya ini datang dengan menggunakan sepeda dayung yang dimilikinya. Ia menyusuri pagi dari rumahnya yang berada tidak jauh dari kampus UIN untuk bekerja. Ia sudah cukup lama bekerja disana. Sudah masuk hitungan dua tahun. Waktu yang lumayan lama. Terlebih bagi mereka yang tidak menjalani aktifitas sama sakali. Bagi Ita, bekerja sebagai Clearning Service (CS) bukan sekedar mengisi kekosongan waktu, namun guna memenuhi kebutuhan keluargannya. Karena penghasilan suaminya boleh dikata tidak memadai. Dulunya, Ita adalah termasuk salah seorang anggota pasukan kuning, petugas kebersihan Kota Pekanbaru Kota. Baru dua tahun belakangan ini, Ita bekerja sebagai CS di UIN Suska Pekanbaru. Bekerja sebagai CS menurutnya tidak jauh beda dengan petugas kebersihan. Hanya saja, sebagai CS, pekerjaannya bisa sedikit ringan dibanding petugas kebersihan kota. Sebagai CS ia bekerja di tempat yang terlindung. Ita berkerja tiap hari dengan hati yang ikhlas. Padahal, diusianya sekarang, mestinya Ita tak lagi bekerja. Selain faktor umur, dan tenaga yang tak lagi sekuat dulu, Ita mestin-

agar anak-anaknya kelak menjadi orang yang sukses serta membuat bangga orang tuanya. “Saya mau kerja apa saja namun anak-anak harus patuh pada perintah saya serta tidak membuat malu orang tua,” katanya dengan wajah sendu. Di waktu istirahat, Bu Ita sering terlihat duduk di ruang khusus Cleaning Servis(CS). Dia menggunakan waktu istirahat dengan makan siang yang dibawanya dari rumah. “Sepeda tua inilah yang selalu setia menemania saya untuk kerja. Kalau gak ada sepeda saya jalan kaki sambil menghirup udara pagi yang sejuk dan damai sebelum mahasiswa datang,” ujar Bu Ita sambil menunjuk ke sepeda tuanya. Seperti pekerja kantoran lainnya, hari libur adalah waktu yang sangat di tunggutunggu Bu Ita. Sebab, di hari itu dia dapat berkumpul dengan keluarganya. “Waktu libur saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan melakukan kegiatan seperti membersihkan rumah dan pergi ke pasar untuk

ya cukup mengurus anak dan rumah tangganya. Tetapi, Bu Ita tidak mau berhenti dari kerjanya karena harus memenuhi kewajiban untuk membantu suaminya. Biaya hidup yang harus dikeluarkan tidak bisa menutupi kebutuhan keluarga yang makin lama makin tinggi. Di balik senyum yang tersungging di wajah ibu Ita terlihat kerut-kerutan yang jelas sudah tampak karena umur yang sudah menua. Seharusnya di masa-masa sekarang adalah waktu di mana ibu ita harus istirahat di rumah. Bu Ita adalah sosok yang ramah sehingga dia mudah akrab dengan siapa saja. Para mahasiswa yang ada di sekitar Fakultas dakwah dan ilmu komunikasi mungkin tak ada yang tak kenal dengan wanita ini. Mahasiswa di kampus itu, bisa belajar dari semangat yang ada pada ibu CS ini, walaupun umur sudah tua serta tenaganya yang mulai pudar namun tidak pernah mengeluh mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Wanita ini juga berharap

membeli kebutuhan rumah tangga serta memasak untuk keluarga. Apalagi ketika menerima gaji dari pekerjaan yang diterima setiap awal bulan, dengan itu saya bisa membeli kebutuhan rumah tangga. Kalau dihari lain tidak bisa. karena pagi-pagi sekali harus star bekerja membersihkan kampus,” ujar Bu Ita. Bu Ita memiliki tiga orang anak yang masih bersekolah. Ita tergolong wanita yang tegar dengan semangat yang tinggi. Namun, dia tetap ingin berusaha keras dan bersemangat agar kelak bisa melihat anakanaknya sukses. “Saya kerja untuk membiayai sekolah anak-anak saya. Saya ingin anak-anak saya sukses tidak seperti saya sekarang. Yang hanya bekerja sebagai tukang kebersihan atau CS. Habis mau kerja apalagi. Zaman sekarang susah cari kerja,” ungkap wanita yang hanya sekolah sampai bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini. Demi sibuah hati, Bu Ita tetap bekerja dan terus memberikan motivasi kepada anakanaknya untuk dapat bersekolah dengan baik dan setinggi-tingginya. Bukan hal yang mudah bagi ibu Ita untuk membiayai ketiga anaknya. Karena suami ibu Ita pun hanya seorang loper koran. Karena tuntutan kebutuhan yang tinggi memaksa ia pun ikut barusaha mencari nafkah demi kelangsungan hidupnya dan keluarga. Tiap hari, ketika adzan subuh berkumandang, Bu Ita pun bersiap pergi ke mushalla yang berada tak jauh dari rumahnya untuk melaksanakan shalat berjamaah. Setelah itu, ia mempersiapkan sarapan dan keperluan sekolah anakanaknya. Pukul 06.00 pagi, ia mulai beranjak dari rumah untuk mulai bekerja. Tepat pukul 06.00 pagi, ia mulai melaksanakan pekerjaannya. “Setiap pagi sebelum pergi kerja, saya selesaikan dulu

pekerjaan di rumah,” jelas Bu Ita. Bu Ita tinggal di rumah yang sederhana bersama seluruh keluarganya. Di rumah itulah dia dan keluarganya berteduh dari hujan dan berlindung dari panas. walaupun hidup di bawah garis kemiskinan, tak banyak keluhan yang keluar dari ibu berusia 60 tahun itu. Hanya ucapan syukur tiada henti. Dia berusaha untuk tegar menghadapi semuanya. Dengan segala keteguhan hati dan semangat yang tinggi, Ita dan keluarganya tetap berjuang untuk melanjutkan hidup. Ibu Ita memiliki anak-anak yang tak mau berpangku tangan saja. Sebab, anak-anak nya ikut membantu dengan berjualan es di sekolah mereka masing-masing. Sungguh kerja keras dan kerja sama yang sangat patut di contoh dari keluarga Ita. Mereka sungguh gigih. Dengan kegigihan itulah mereka tetap bertahan tanpa keluhan. “Tak ada gunanya mengeluh. Tak ada yang akan berubah jadi jalani saja”, ungkap ibu Ita tegar. Semangat ibu Ita ini memang sangat mengagumkan. Tanpa sedikitpun ada rasa lelah ibu Ita berangkat dari rumah setiap pagi dan melaksanakan kewajibannya. Ibu Ita berharap suatu saat nanti ia bisa melihat anakanaknya sukses. “Saya ingin melihat anak-anak saya kuliah lalu kerja yang bagus, jangan seperti saya”, harapan ibu Ita. Dengan usaha yang gigih dan doa yang tulus, ibu Ita berharap agar hidupnya suatu saat nanti bisa lebih baik dari saat ini. Ibu ini juga berharap, perusahaan yang bekerjasama dengan pihak UIN yang mengelola kebersihan hendaknya bisa memperhatikan kesejahteraan pegawainya serta menaikkan gajinya.*

 iza

Te r l e n g k a p & Te r a k r e d i t a s i P E R S A D A B U N D A M

E

N

E

R

I

M

A

M

A S M

A B A

STISIP

AKADEMI SEKRETARIS & MANAJEMEN SK. MENDIKBUD RI. NO. 252/DIKTI/Kep/1992 Teragreditasi SK NO:017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002

AKADEMI BAHASA ASING SK. MENDIKBUD RI. NO. 62/D/1998 Teragreditasi SK NO:017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002

SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK SK. MENDIKNAS RI NO. 173/D/0/2000

J

U

1. Sekretaris Eksekutif D3 2. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern D3

1. Bahasa Inggris D3)

Sekretaris Pefesional, Manager Administratif, Supervisor Perkantoran, Manager Pelayanan Kantor, yang dewasa ini sangat dibutuhkan baik oleh perusahaan maupun instansi Ketua : H. Hazmil Zaianal, SE.MM

Pubic Office Manager, Public Relation, Translator, Secretary, Master of Ceremony, Guide, Kepariwisataan, Export-Import, Insurance Company, Instructor for English Course yang profesional. Ketua: Kernedy, SS

P

A

H

A

S

I

S

W

A

B

A

PROGRAM DIPLOMA : DI, DII, DIII, DAN STRATA SATU (S1)

R

S T I E SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SK. MENDIKNAS RI NO. 191/D/0/2000 Teragreditasi SK NO:014/BAH-PT/AK-IV/S1/VIII/2002

R 1 Ilmu Komunikasi (S1)

O

S

P

E

Administrator, Ahli dalam membuat kebijakan, Public Relation Manager, Ahli dalam bidang administrasi negara dan administrasi niaga, handal dalam bidang komunikasi, menguasai tata pemerintahan dan Dunia Bisnis Ketua: Drs M Iqbal Ali MM

K

S T I BA

S T I H

S T A I

SEKOLAH TINGGI ILMU HUKUM SK MENDIKNAS RI NOMOR 151/D/02006 Teragreditasi SK NO:027/BAH-PT/AK-XII/S1/XI/2009

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SK DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM NOMOR : DJ.I/495/2007

S

1. Manajemen (S1) 2. Akuntansi (D3)

A I. II. III. IV.

1. Bahasa dan Sastra Inggris (S1) 2. Bahasa Inggris (D3)

L

U

Menjadi Manager handal untuk menghadapi peluang bisnis, manjadi pakar dan pengelola strategi bisnis untuk usaha kecil, menengah dan besar, menjadi manajer pemasaran, menjadi akuntan handal yang mampu mengelola dan membukukan keuangan. Ketua: Haznil Zainal SE MM

U

SEKOLAH TINGGI ILMU BAHASA ASING SK MENDIKNAS RI NOMOR 61/D/02004

U

R

L

U

S

Pubic Office Manager, Public Relation, Translator, Secretary, Master of Ceremony, Guide, Kepariwisataan, Export-Import, Insurance Company, Instructor for English Course yang profesional., Dosen dan Ahli B.Inggris Ketua : Kernedi, SS

N PRAKTISI HUKUM (S1) HUKUM BISNIS (S1) HUKUM UDARA (S1) ILMU HUKUM (S1)

A

I. PEMIKIRAN ISLAM (S1) II. EKONOMI ISLAM (S1) III. PERBANKAN SYARIAH (S1)

N

Pengadilan, Kejaksaan, Kepolisian, Akreditasi, Advokasi Notarsi, Penyidik, Panitera, Biro Hukum Perusahaan, Perbankan Dan lain lain Ketua: Prof Hj Aswarni Adam, SH

Pemikiran Islam Filosof Dai. Ahli Ekonomi Islam, Perencanaan Ekonomi, Ahli Perbankan Syariah, Karyawan di Bank dll Ketua: Drs H Iskandar Arnel, MA

M E N G A PA A N DA H A R U S M E M I L I H P E R S A DA B U N DA ? Karena didukung oleh Dosen-dosen yang ahli dan berpengalaman lulusan dalam dan luar negeri dengan jenjang pendidikan S1, S2, S3 dan Guru Besar/Profesor, Praktisi yang terampil yang siap mendidik dan membina anda menjadi tenaga terampil dan profesional. Lama pendidikan satu Tahun untuk DI dengan Gelar Ahli Pertama (AP), dua tahun untuk DII dengan gelar Ahli Muda (A.Ma), tiga tahun untuk DIII dengan gelar Ahli Madya (A. Md), dan empat tahun untuk program S1 dengan gelar Sarjana Lengkap (S.Sos dan SE). Bagi mahasiswa yang berprestasi diberikan beasiswa. Kerjasama dengan dunia usaha, Case Study dan Job Training. Fasilitas antara lain: Lab. Komputer, Lab. Bahasa, Lab. Perkantoran, Perpustakaan, Telepon Umum (Beken & Wartel), Klinik Kesehatan, Mushola, Cafetaria, Asuransi, Foto Copy, dan lokasi kampus di tengah kota. SYARAT PENDAFTARAN 1. Berijazah SLTA atau sederajat (MAN, SMK) 2. Pria/Wanita yang sehat jasmani dan rohani 3. Mengisi Formulir Pendaftaran 4. Foto Copy Ijazah/STTB atau sederajat, Dilegalisir (3 Lbr) 5. Foto Copy NEM/Nilai Dilegalisir (3 lembar) 6. Pas Foto 3x4 (4 lembar) 7. Membayar Uang Pendaftaran Rp. 250.000 8. Mengikuti Ujian Saringan Masuk

WAKTU PERKULIAHAN Pagi Siang Malam Sabtu Minggu

= = = = =

08.00 s/d 12.00 WIB 13.00 s/d 17.00 WIB 19.00 s/d 22.00 WIB 15.30 s/d 22.00 WIB 07.30 s/d 15.00 WIB

(Khusus Karyawan) (Khusus Karyawan) (Khusus Karyawan)

Dengan Mengikuti Pendidikan Tinggi di Persada Bunda, Karyawan/ti dengan sendirinya ilmu bertambah, ketempilan makin mantap. Karier otomatis akan meningkat dan percaya diri akan lebih besar.

Jl. Diponegoro No. 42 Pekanbaru 28116 Telp. (0761) 23181 - HP: 0813 652 89999 - Fax. (0761) 40218

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012


6 Galeri

Jenazah diberangkatkan ke Mejid untuk disholatkan

Hj Septina Primawati melayat ke rumah duka

Anak, saudara, kerabat menggotong jenazah untuk dibawa ke peristirahatan terakhir

 H Thamrin Nasution

Pejuang Demokrasi Itu Telah Tiada R

Ketua SPS Raiau H Syafriadi bersama Gubernur Riau HM Rusli Zainal

IAU kehilangan tokoh yang dikenal kritis. Politisi kawakan Partai Golkar Riau, H Thamrin Nasution meninggal dunia setelah berkutat dengan penyakitnya sejak 2008 silam, Kamis (6/9) di kediamannya Tangkerang Selatan. Tokoh berjuluk ‘Singa Politik’ Riau tersebut meninggalkan tiga putra dan satu putri. Thamrin Nasution, putra asli Desa Tangun, Kecamatan Bangunpurba, Kabupaten Rokan Hulu itu dilahirkan pada tahun 1942. Semasa hidupnya, Thamrin mengabdikan dirinya dipanggung politik. Karir politik yang dilakoninya sejak tahun 60-an itu, telah menghantarkan dirinya beberapa kali menjadi anggota parlemen Riau. Sikapnya yang tegas dan keras, banyak mewarnai perkembangan politik di Riau. Tak berlebihan jika ia menjadi salah satu tokoh yang disegani banyak orang. Baik itu oleh teman atau lawan politiknya. Selain bergelar Singa politik, Thamrin juga dijuluki Sutan Silindung (pelindung) oleh Suku Man-

Gubernur Riau HM Rusli Zainal saat melepas keberangkatan jenazah

dailing, Bangunpurba. Singa politik itu kini sudah tiada. Duka tak hanya dirasakan oleh pihak keluarga, namun masyarakat Riau juga merasakan kehilangan sosok yang dikenal keras dalam bersikap, santun dalam bercakap. “Hari ini kita kehilangan orang yang banyak mewarnai perkembangan politik di negeri ini. Tak bisa kita baca satu persatu apa yang telah dilakukannya buat negeri ini. Yah, semoga amal beliau

semasa hidup diterima disisi Allah SWT,” ucap Gubernur Riau HM Rusli Zainal saat melepas kepergian jenazah untuk di Sholatkan di Mesjid untuk kemudian dibawa keperistirahatannya terakhir di TPU Taman Labuay Pekanbaru. Walau sudah tiada, nama Thamrin Nasution tentu akan tetap terukir indah sebagai pejuang demokrasi di Bumi Lancang Kuning ini. Selamat jalan Bang Thamrin!*

Gubri bersama masyarakat datang melayat ke rumah duka

Bupati Siak H Syamsuar bersama Ketua SPS Riau H Syafriadi

Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit datang melayat

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012

 sir


Cakap Lepas 7 Peristiwa

Stikes Hangtuah Wisuda 662 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Hang Tuah Pekanbaru, Rabu (5/9) di hotel Labersa mewisuda sebanyak 662 sarjana dari berbagai program studi.

K

EMBALI pada 2012 ini, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Hang Tuah Pekanbaru mewisuda sarjananya sebanyak 662 Sarjana.Sarjana yang diwisuda terdiri dari dari Sarjana Kesehatan Masyarakat 342 orang, Ahli Madya Perekaman Medis dan Informatika Kesehatan 58 orang, Ahli Madya Kebidanan 98 orang, Ahli Madya Tekhnik Gigi 20 orang, Profesi Ners sebanyak 49 orang, dan Sarjana Keperawatan 42 orang. Kemudian ditambah Magister Kesehatan Masyarakat sebanyak 53 orang. Dalam sambutannya, Ketua Stikes Hang Tuah Peknbaru, dr H Zainal Abidin, MPH mengatakan bahwa wisuda ini merupakan tindak lanjut dari yudisium setiap program bidang studi yang ada di Stikes Hang Tuah yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu. “Wisuda ini merupakan rangkaian dari acara yudisium yang sudah dilaksanakan oleh setiap program studi di Stikes

Sarjana Kebidanan, PSIK dan PIKES HTP

Ketua STIKES HTP dr. H. Zainal Abidin, MPH

Hang Tuah Pekanbaru beberapa waktu lalu. Dan pada tahun ini, Stikes Hang Tuah Pekanbaru telah berhasil menamatkan sebanyak 662 Sarjana dari berbagai program dan disiplin ilmu yang terdapat di Stikes Hang Tuah Pekanbaru,” ujar Zainal. Dalam kesempatan tersebut, dr H Zainal Abdin mengatakan hingga saat ini jumlah

Ketua Yayasan Hang Tuah Pekanbaru

lulusan Stikes Hang Tuah Pekanbaru telah berjumlah 2.398 orang yang sudah bekerja dan tersebar diberbagai instansi pemerintah, dan diberbagai rumah sakit. “Sampai saat ini jumlah alumni atau lulusan Stikes Hang Tuah Pekanbaru 2.398 lulusan yang telah bekerja diberbagai instansi baik swasta maupun pemerintah

(PNS), dan juga sudah tersebar diberbagai rumah sakit,” ucapnya. Ditempat yang sama, Ketua Yayasan Hang Tuah Pekanbaru HM. Sukri, SH menyebutkan, bahwa ide awal pendirian Seklolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru bagian dari kemauan pemerintah Provinsi Riau dan beberapa stakeholder di pemerintah Provinsi Riau. Untuk Fakultas Kedokteran diserahkan ke Universitas Riau, untuk prodi kesehatan masyarakat dan rekam medis diserahkan kepada Yayasan Hang Tuah Pekanbaru. “Ide awal dari pendirian Stikes Hang Tuah ini berawal dari keinganan pemerintah Provinsi Riau ketika masih dipimpin oleh Gubernur Riau Saleh Djasit supaya Riau punya sekolah atau universitas yang berlatar belakang

pendidikan kesehatan, maka berdirilah Stikes Hangtuah. Sementara untuk fakultas kedokteran diserahkan ke Universitas Riau,” ujar HM Sukri. Bahkan kedepan, untuk mempermudah lulusan Stikes Hang Tuah Pekanbaru dalam mencari pekerjaan, maka akan dibuka Rumah Sakit Hang Tuah. Yayasan Hang Tuah juga bertekad menjadikan Stikes menjadi sebuah universitas. Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau menyampaikan harapannya agar seluruh lulusan Stikes Hang Tuah Pekanbaru dapat menerapkan ilmu yang sudah dimilikinya. Dan lulusan Stikes Hangtuah dapat menciptakan lulusan bermutu, mandiri, akuntabilitas, bermoral tinggi dan mampu berkompetisi, trampil dalam bidangnya, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, penuh pengabdian dan berpegang teguh pada etika profesi, menghadapi tantangan dalam pembangunan kesehatan, serta menjaga kehormatan almamater dan dapat berkomunikasi dengan para civitas akademika dan sesama alumni. “Karena dengan jalinan komunikasi tersebutlah nantinya diharapkan akan membuka peluang dan akses informasi,” sebutnya.*

DPRD KABUPATEN SIAK Mengucapkan Dirgahayu

HUT KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

Ke- 67 “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Berkerja Keras untuk Kemajuan Bersama, Kita tingkatkan Permeratan Hasil-hasil Pembagunan untuk Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” Tertanda

Zulfi Mursal, SH H. Syahrul, SIP, MSi

Ketua

Wakil Ketua

H. Azwar Wakil Ketua

Drs. H. Amzar, MSi Sekwan

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012

 ben


8

APBD-P Rohil Rp2,378 Triliun Sekdakab sampaikan RAPBD Perubahan ke DPRD Rohil. Terjadi peningkatan sebesar Rp109 miliar lebih, sehingga APBD Rohil 2012 menjadi Rp2,378 triliun.

D

ALAM Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil mengalokasikan dana belanja daerah tahun 2012 sebesar Rp2,269 triliun lebih. Tapi dalam RAPBD Perubahan, Pemkab mengalokasi anggaran sebesar Rp2,378 triliun lebih, atau terjadi peningkatan sebesar Rp109 miliar lebih. Hal itu terungkap dalam paripurna penyampaian RAPBD-P Kabupaten Rohil, tahun anggaran 2012, yang berlangsung Selasa (4/9)

lalu di ruang sidang DPRD Rohil. Paripurna tersebut dibuka Ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan, didampingi Wakil Ketua DPRD Rohil Riduan. Sementara dari Pemkab Rohil dihadiri Sekdakab Rohil, H Wan Amir Firdaus, tampak pula Ketua Pengadilan Negeri Ujung Tanjung, Wuryanta SH, Kepala Kejaksaan Negeri Bagansiapiapi, Moh Zaenudin, Wakapolres Rohil Kompol Indra Kurniawan Mangunsong bersama unsur muspida lingkup kabupaten Rohil lainnya. Dalam paripurna tersebut Sekdakab Rohil H Wan Amir Firdaus menyampaikan perubahan belanja daerah APBD tahun 2012 yang diajukan Pemkab lebih disebabkan karena perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum anggaran akibat bergesernya perkiraan pendapatan daerah. “Perubahan belanja daerah

Petani Perlukan PKS Umum

M

ELIHAT perkembangan dan kemajuan yang dialami sejumlah daerah di wilayah Kabupaten Rohil, terutama di sektor pengolahan dan perkebunan kelapa sawit, tampaknya bisa menjadi salah satu daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya. Salah satu diantaranya mendirikan dan mengoperasikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) umum. Dengan kehadiran PKS umum tersebut keberadaannya dapat menampung hasilhasil perkebunan milik masyarakat dengan harga jual yang bersaing. Menurut Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Rohil, H Mukhtar Luthvie daerah yang sedang memerlukan hadirnya PKS umum tersebut yakni Kecamatan Bangko, Kecamatan Sinaboi dan Kecamatan Batuhampar serta sekitarnya. “Kita melihat sektor pengolahan dan perkebunan kelapa sawit di Rohil sangat menjanjikan. Sehingga tidak jarang masyarakat di Rohil

banyak yang melaksanakan usaha di sektor perkebunan. Salah satu contoh kecil saja, adanya kegiatan alihfungsi lahan dari pertanian menjadi sektor perkebunan. Ini menunjukan sektor perkebunan di Kabupaten Rohil sangat primadona sekali,” ujarnya. Hanya saja, kata Mukhtar, permasalahan di lapangan di sektor perkebunan kerap kali ditemukan. Salah satu di antaranya terjadi saat masyarakat mau memasarkan hasil perkebunannya. Dimana harga kelapa sawit di Rohil masih ada yang rendah yakni mencapai dari level Rp800 hingga Rp 1.000 perkilogram. Fenomena seperti ini, Mukhtar memastikan pihaknya akan coba mengusut kenapa hasil jualnya sangat rendah. Salah satu faktor adalah sebagian besar PKS yang beroperasi di Rohil umumnya adalah milik perusahaan. Sedangkan perusahaan itu, masing-masing memiliki lahan perkebunan yang luas.*

 rp/ttg

Sekdakab Rohil H Wan Amir Firdaus menyerahkan nota RAPBD-P 2012 kepada Ketua DPRD Nasrudin Hasan

lebih dikarenakan adanya Silpa pembiayaan rencana sebelumnya, serta masih terdapat kegiatan-kegiatan penting yang belum terakomodir pada APBD tahun anggaran 2012,” jelasnya. Dari semula target pendapatan daerah pada APBD tahun 2012 sebesar Rp1,778 triliun lebih mengalami perubahan sebesar Rp207 miliar lebih atau menjadi sebesar Rp1.986

: : : :

Sekdakab Kapolres Kajari Jumlah Penduduk Jumlah Kecamatan Jumlah Desa Potensi Alam Nopol

: : : : : : : :

H Annas Maamun H Suyatno, AMp Nasruddin Hasan Drs Jamiludin Ridwan SIp Drs.H. Wan Amir Firdaus, M.Si AKBP Auliansyah Lubis Zulbakar 440.894 jiwa 14 103 Migas, Kelapa Sawit, Karet, Ikan BM....P

P

EMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) terus berupaya menjadikan Kecamatan Sinaboi sebagai daerah sentra produksi di sektor pertanian tanaman pangan. Selain telah mengoptimalkan potensi di sektor pertanian di Kepenghuluan Sungainyamuk dan Kepenghuluan Rajabejamu, juga akan membuka lahan cadangan pertanian yang baru seluas 100 hektare yang dipusatkan di Kepenghuluan Darussalam. Rencana membuka lahan cadangan itu diungkapkan Camat Sinaboi, Basri. Menurutnya rencana itu juga telah disampaikan ke Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Rohil di Bagansiapiapi. “Ada beberapa alasan Pemkab mencanangkan untuk membuka lahan cadangan pertanian tanaman pangan di daerah Darussalam itu,” katanya. Pertimbangan yang pertama, ujar Basri, adalah untuk mengimbangi lajunya sektor perkebunan. Agar terjadi kesimbangan, maka perlu dilakukan pembukaan lahan pertanian itu. Sehingga, masyarakat tidak semata-

mata menanam sawit, tapi juga padi. “Jadi selain memproduksi sawit, juga daerah kita bisa menghasilkan padi. Dan kami tetap berupaya semaksimal mungkin, agar Kecamatan Sinaboi ini termasuk daerah sentra produksi tanaman pangan,” ujarnya. Seiring dengan adanya membuka lahan cadangan pertanian khususnya padi, berbagai persiapan terus dilakukan oleh pihak Kecamatan Sinaboi. Salah satu di antaranya segera membentuk kelompok tani yang berasal dari masyarakat di daerah Darussalam. “Kelompok tani yang bakal kita bentuk ini nantinya berasal dai 4 RT yang ada di sana. Tujuan dibentuknya kelompok ini, untuk mempertanggungjawabkan bantuan yang bakal diterima. Apalagi, kita sudah menyampaikan rencana ini kepada pihak Dinas Pertanian dan Peternakan Rohil. Bantuan yang kita inginkan untuk merealisasikan pembukaan lahan cadangan pertanian itu adalah benih, ternak itik dan buahbuahan,” kata Basri. Dengan terealisasinya

 dp/ttg

pembukaan lahan cabangan pertanian yang baru ini, diharapkan sektor tanaman pagi di wilayah Kecamatan Sinaboi bisa meningkat di masa-masa mendatang. Dan dengan adanya peningkatan pertanian tersebut, diharapkan mampu mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat. Sehingga, pendapatan ekonomi masyarakat terus membaik dan mampu menekan atau mengurangi angka kemiskinan yang ada di wilayah Kecamatan Sinaboi. “Kita coba membangkitkan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian tanaman pangan ini, selain juga mengembangkan potensi yang lainnya,” ujarnya. Basri juga menjelaskan salah satu fasilitas sarana dan prasarana yang perlu untuk segera dibenahi dan ditingkatkan jelang direalisasikannya lahan cadangan pertanian yang baru tersebut yakni menyangkut soal pembangunan irigasi. Karena, kegiatan di sektor pertanian tanaman pangan khususnya padi sangat memerlukan air yang cukup.*

 rp/ttg

TELEPON PENTING

Sekretariat Pemkab Rohil Sekretariat DPRD Ambulance Pemadam Kebakaran Polsek Bangko Kantor kecamatan Bangko Dinas Kesehatan Dinas Kehutanan Dinas PMD Dinas Pendidikan

0767-24287 0767-24567 0767-21040 0767-21130 0767-21110 0767-21010 0767-24381 0767-21710 0767-24284 0767-23277

Dinas Kimpraswil Dispenda Bawasda Bappeda Bapedalda KPDE Dinastan Tanaman Pangan Dinas Perhubungan PLN Bagansiapi-api

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012 CMYK

belanja daerah, pada APBD tahun 2012 semula dialokasikan sebesar Rp2,269 triliun lebih mengalami perubahan dari rencana awal sebesar Rp3,378 triliun lebih atau meningkat sebesar Rp109 miliar lebih. Seperti belanja tidak langsung semua dialokasikan sebesar Rp638 miliar lebih, naik menjadi Rp669 miliar lebih.*

Pemkab Buka Lahan Cadangan Pertanian 100 Ha

INFO PENTING Bupati Wakil Bupati Ketua DPRD Wakil Ketua DPRD

triliun lebih. Perubahan pendapatan tersebut diperoleh dari perubahan target pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp2.146 miliar lebih beserta penambahan alokasi dana perimbangan dari pemerintah pusat sebesar Rp142 miliar lebih serta dana perubahan alokasi lain penerimaan yang sah sebesar Rp62 miliar lebih. Sementara itu, untuk

0767-24385 0767-22061 0767-24960 0767-24918 0767-24928 0767-24998 0767-24814 0767-24330 0767-21280


9

Rohil Akan Miliki 19 Kecamatan Beberapa kecamatan di Rohil akan dimekarkan. Kalau saat ini hanya 15 kecamatan, ke depan kecamatan di Rohil menjadi 19 kecamatan.

B

UPATI Rokan Hilir (Rohil), H Annas Maamun menegaskan jika saat ini Rohil memiliki 15 kecamatan, dalam waktu dekat akan bertambah menjadi 19 kecamatan. Artinya, akan ada pemekaran kecamatan dan pemekaran ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan yang lebih mudah bagi masyarakat. Dan tak hanya itu, kata Bupati, pemekaran juga bertujuan untuk mempercepat perkembangan dan kemajuan daerah. Sehingga, daerah-daerah yang bakal

dimekarkan itu bisa sejajar dengan kecamatan-kecamatan yang sudah ada di Rohil. Penegasan itu diungkapkan Bupati usai meresmikan dan pelantik sejumlah pejabat lurah dan penghulu yang baru dimekarkan di wilayah Kecamatan Pujud. Diantaranya Kelurahan Pujud Utara, Kepenghuluan Tanjungmedan Utara, Kepenghuluan Tanjungmedan Barat, Kepenghuluan Tanggabatu, Kepenghuluan Seimeranti, Kepenghuluan Seimeranti Darussalam, Kepenghuluan Akar Belingkar, Kepenghuluan Babussalam Rokan dan Kepenghuluan Perkebunan Siarangarang. “Kita sudah rencanakan melakukan pemekaran kecamatan lagi dan sudah kita koordinasikan dengan DPRD Rohil. Sedikitnya ada tiga kecamatan yang bakal kita mekarkan menjadi empat

kecamatan yang baru. Yakni Kecamatan Bangko dan Pujud, masing-masing dimekarkan menjadi satu kecamatan. Sedangkan Kecamatan Bagansinembah, dimekarkan menjadi dua kecamatan lagi,” kata Annas Maamun. Bupati memastikan pemekaran kecamatan maupun daerah serta pembentukan status menjadi kelurahan dan kepenghuluan di semua wilayah termasuk di Pujud, dimaksudkan untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Karena dengan terbentuknya daerah pemekaran tersebut, masyarakat menjadi mudah dan cepat dalam mendapatkan pelayanan. Selain itu, kata Bupati, pemekaran tersebut juga dimaksudkan untuk mempercepat perkembangan dan kemajuan daerah. Sehingga ke

depan, masyarakat yang ada di Rohil bisa mengarah ke taraf hidup yang lebih baik lagi di masa mendatang. Dan dengan adanya rencana pemekaran serta telah dibentuknya daerahdaerah yang baru di wilayah Kecamatan Pujud, ujar Bupati, diharapkan para lurah dan penghulu untuk dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya dengan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat sehingga semua pengurusan administrasi maupun lainnya berjalan cepat. “Bagi lurah dan penghulu yang tidak bisa bekerja, lebih baik mundur. Karena, tantangan yang kita hadapi sekarang ini cukup berat. Yang penting, tanamkan niat untuk menata dan membenahi kampung halaman agar lebih cepat maju dan berkembang,” katanya.

Adapun pejabat dan penghulu yang dilantik Bupati di antaranya Lurah Pujud Utara, Syafaruddin SE, pejabat Penghulu Sukajadi, Sagiman Eko, pejabat Penghulu Pujud, Fasril Sasmita, pejabat Penghulu Tanjungmedan, H Dahner Muktar, pejabat Penghulu Akar Belingkar, Timbul Jaya, pejabat Penghulu Tanggabatu, Mukijan, pejabat Penghulu Seimeranti Darussalam, Syafruddin. Kemudian pejabat Penghulu Perkebunan Siarangarang, Rusman, pejabat Penghulu Babussalam Rokan, Robianto, pejabat Penghulu Tanjungmedan Utara, Ali Amran M, pejabat Penghulu Seimeranti, Johan Alas Jailani, pejabat Penghulu Pujud Utara, Asyari dan pejabat Penghulu Tanjungmedan Barat, Ponilan.*

 rp/ttg

Pemkab Tunggu Anjab Penerimaan PNS

H

Bupati Rohil H Annas Maamun dan ketua Program Studi S2 Universitas Riau saling bertukar cendranata

Jembatan Jumrah Perlu Perhatian Pemprov

K

EBERADAAN Jembatan Jumrah sangat penting bagi kelancaran arus transportasi masyarakat Rokan Hilir (Rohil), karena merupakan salah satu jembatan penghubung utama dari Jalan Lintas UjungtanjungBagansiapiapi. Lantaran itulah, Jembatan Jumrah yang berada di Kepenghuluan Jumrah, Kecamatan Rimbamelintang, Kabupaten Rohil, tampaknya harus perlu disikapi serius oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Hal itu diungkapkkan Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Rohil, Drs Nasri S saat ditemui di Bagansiapiapi, pekan silam. Menurut Nasri jembatan Jumrah merupakan kewenangan dari pihak Pemprov Riau. Karena menjadi kewenangan pihak Provinsi Riau, maka apapun bentuk gangguan yang dapat mengancam kondisi Jembatan Jumrah, harus segera disikapi dan ditindaklanjuti secara serius. Karena, Jembatan Jumrah itu merupakan satu-satunya

jembatan terpenting yang ada di wilayah Rohil. Perlunya menyikapi secara serius terhadap kondisi Jembatan Jumrah ini, kata Nasri, tidak terlepas dari munculnya musibah abrasi yang terjadi di sepanjang sungai Rokan, termasuk di wilayah Kecamatan Rimbamelintang. Dan abrasi yang terjadi di daerah Kepenghuluan Jumrah, kondisinya sudah sangat memprihatikan. Dimana, tanah yang diperuntukan untuk menahan turap Jembatan Jumrah sudah hilang terkikis abrasi. “Kalau tanahnya sudah habis terkikis, maka abrasi itu bisa menghantam jembatan. Makanya, selama abrasi di sungai Rokan berlangsung, kondisi Jembatan Jumrah sudah memprihatinkan,” ujarnya. Terkait dengan abrasi yang masih terjadi di Sungai Rokan terlebih menerpa turap Jembatan Jumrah, Nasri memastikan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Rohil telah menurunkan tim. Setiap hasil tim yang turun tersebut segera membuat

laporan untuk disampaikan ke Pemprov Riau. “Untuk diketahui, kita sudah dua kali menurunkan tim ke sana guna melakukan pemantauan secara langsung di lapangan. Hasil pantauan tim itu, juga kita kirimkan ke Pemprov Riau. Hanya saja, laporan kedua telah kirimkan kita minta adanya sedikit penegasan agar Pemprov mengambil langkah-langkah,” sebut Nasri. Sementara itu, Ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan mengaku khawatir jika tidak diupayakan perbaikan, maka jembatan dapat runtuh. Terlebih lagi memasuki bulan September merupakan musim penghujan di mana debit air Sungai Rokan mengalami peningkatan dibandingkan biasanya. “Kita semua harus waspada dengan keadaan cuaca atau iklim yang terjadi. Dan DPRD Rohil siap mendukung dan bersama-sama dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang mengemuka tersebut,” ujarnya.*

 rp/ttg

INGGA saat ini masih menjadi tanya tanya bagi sebagian masyarakat Rohil, terutama mereka yang berminat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dan tampaknya dalam waktu dekat tanda tanya akan terjawab, karena sudah mulai ada sinyal. Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Rohil, H Wan Amir Firdaus, memastikan penerimaan belum dipastikan batal, melainkan menunggu hasil Analisa Jabatan (Anjab) yang sedang dalam proses pengerjaan. Namun, Sekdakab juga memastikan hingga pekan lalu, belum ada kepastian pembukaan CPNS tersebut, dan ternyata yang menjadi kendala masih terkait Anjab yang belum diselesaikan, sehingga Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) belum memprosesnya. Belum ada kepastian tersebut, kata Wan Amir Firdaus, ternyata bukan berarti Rohil tidak menerima CPNS tahun ini, karena kemungkinan dibuka untuk kebutuhan yang mendesak

 rtc/ttg

34,6 gram sabu dan 1.380 butir ekstasi diblender aparat Rohil

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012 CMYK

tetap ada peluang. “Kalaupun ada yang mendesak, seperti guru, tapi sampai hari ini belum. Kalau sudah ada, baru disampaikan ke MenPAN, mereka akan pelajari, kalau kebutuhan sudah mendesak,” ujarnya. Apabila Anjab tersebut selesai, Pemkab Rohil bisa melakukan pembukaan penerimaan CPNS, karena tidak harus serentak melainkan berdasarkan kebutuhan, dikonfirmasikan kepada MenPAN-RB, apabila direstui segera diproses. “Kapan siap kita bisa berikan (Anjab, red), pembukaan sekarang kan bukan harus serentak, kapan kita butuh, kita konfirmasi, direstui, kita proses,” jelas mantan Kepala Bappeda Rohil ini. Mengenai kebutuhan CPNS di Rohil, Sekdakab memastikan tidak terlalu banyak lagi, melainkan hanya butuh guru, karena saat ini jumlah guru masih kurang, dan untuk sementara kekurangan tersebut ditutupi guru honor. “Tidak banyak, tapi kebutuhan riil memang kurang, tertama guru,” tambahnya.*


10

Pro dan Kontra Tiket PON Tiket masuk itu berbentuk kartu kredit yang mewah untuk memberikan kesan mewah dan ekslusif serta pertama di Indonesia. KELOMPOK mahasiswa Riau yang tergabung dalam DPP Jaringan Mahasiswa Tuntut Mafia (DPP JARUM) dan Lembaga Swadaya Masyarakat Melayu Untuk Negeri (LSM MURI) Riau melancarkan aksi demo di depan gerbang Kantor Gubernur Riau di Jalan Sudirman Pekanbaru, Kamis (6/9) LALU sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka memprotes keras Gubernur Riau, DPRD Riau, KONI Riau, PB PON yang menjual tiket PON kepada masyarakat dengan alasan apapun. Mengingat perhelatan akbar ini telah banyak menghabiskan uang rakyat, penjualan tiket dengan harga Rp100 ribu sampai Rp2 juta berarti penyelenggaraan PON ini hanya untuk masyarakat menengah ke atas, bukan untuk masyarakat kecil/miskin karena biaya tersebut dianggap terlalu besar bagi masyarakat kecil. Bukan hanya itu, bila rencana penjualan tiket dilaksanakan, maka akan berdampak pada tindakan korupsi, dan sangat mustahil hasil penjualan tiket akan masuk ke kas daerah. Demonstran juga mendesak Gubri, DPRD Riau, KONI, PB PON memperhatikan UMKM lokal agar mereka mendapatkan kesempatan untuk ikut serta dalam memeriahkan penyelenggaraan PON XVIII di bumi Lancang Kuning ini. Karena selama ini, Gubri Rusli Zainal terkesan tidak peduli terhadap usaha masyarakat lokal. Para pengunjukrasa juga mendesak Gubri, DPRD Riau, KONI, PB PON membuat payung hukum yang kuat terhadap penggunaan dana pelaksanaan kegiatan PON yang dianggarkan pada APBD Perubahan 2012. Agar dikemudian hari tak ada lagi pejabat tersandung masalah hukum pasca penyelenggaraan PON. Demonstran juga meminta pelaksanaan PON XVIII diundur hingga semua fasilitas gedung/venue benar-benar selesai 100 persen demi menjaga marwah Riau di kancah Nasional. Mengingat kondisi gedung yang infrastruktur gedungnya masih memprihatinkan setelah dilakukan uji kelayakan gedung. Dalam aksi demo ini,

pengunjukrasa membawa dan mengelu-elukan spanduk bertuliskan antara lain: “PON Riau Ajang Mencari Duit bagi Penguasa. Batalkan Penjualan Tiket Sudah Banyak Uang Rakyat Habis untuk PON. PON Terkesan hanya untuk Kalangan Berduit.” Selain demo di Kantor Gubri, masyarakat kalangaan bawah di Pekanbaru juga mengeluh masalah rencana penjualan tiket pembukaan PON yang sudah dijual hari Kamis (6/9) silam. Masyarakat kalangan bawah menilai penjualan tiket itu membingungkan entah dimana loket penjualannya. Masyarakat menilai panitia kurang sosialisasi kepada masyarakat. Sementara pengusaha Basrizal Koto yang dikonfirmasi wartawan masalah pencetakan tiket PON ini menegaskan bahwa pihaknya bukan yang menjual tiket, tapi hanya pencetak tiket. Tiket itu menurut Basko pihak ketiga yang akan menjualnya, bukan jajarannya. Anggota Dewan tak Setuju “Jangan mencari duit pada ajang PON. Ini tidak menghargai rakyat, padahal PON adalah pesta olahraga rakyat. Kenapa pula harus berpikir

untung rugi dalam momen ini,” ungkap anggota Komisi C, Kirjuhari dengan nada tinggi. Menurutnya, sukses ekonomi dalam event terakbar tersebut bukanlah menyempitkan masyarakat Riau. Penjualan tiket dalam acara pembukaan, meski dengan alasan apapun tetap mencoreng marwah Riau. Soalnya, pelaksanaan PON dari APBD dan APBN. Dia menanyakan, apakah PB PON tidak tahu kalau APBD dan APBN itu sesungguhnya uang rakyat. Dia menilai, kalau rencana PB PON menjual tiket tersebut adalah tindakan yang aneh dan sangat lucu. Selain itu, dia juga menampik kalau alasan PB PON untuk menekan jumlah massa. Pasalnya, PON tidak direncanakan dalam waktu yang relatif singkat. Segala sesuatunya apalagi menyangkut hal teknis sudah diatur dari dulu. “Rencana Pelaksanaan PON bukan dalam waktu sebulan atau dua bulan belakangan. Justru beberapa tahun lalu. Kenapa panitia tidak siap dengan berbagai kemungkinan,” tanyanya. Selain itu, kritik pedas untuk PB PON juga datang dari Sekretaris Komisi A,

DPRD Riau, Syafrudin Saan. Dikatakannya, tak ada alasan PB PON mengkomersialkan acara yang disuguhkan untuk rakyat. Dia meminta agar PB PON menyadari event tersebut bagian dari agenda untuk mencerdaskan rakyat. Bahkan, Syafrudin saan yang akrab di sapa pak ustadz itu mengungkapkan, ketakutan PB PON dengan membludaknya massa adalah alasan yang dibuat-buat. Penjualan tiket dengan alasan PB PON tersebut, menurutnya tidak relevan. “Kalau itu alasan PB PON, namanya melemahkan kinerja aparat. Sebanyak apapun massa, kalau aparat disiplin kemungkinan membludak tidak terjadi. Apabila sudah penuh tempat, tutup dan bikin layar di luar venue,” katanya. Bahkan menurutnya, apresiasi yang bakal datang ke lokasi PON belum tentu banyak. Pasalnya, pelaksanaan PON tersebar di seluruh daerah Riau. “Pasti fokus masa terpecah-pecah. Jangan jadikan pertandingan AFC kemarin patokan. Hal tersebut sangat berbeda konteksnya,” tambah politisi PKS itu. Tetap Dijual Meskipun mendapat

kecaman, panitia tetap pada pendiriannya. Beralas demi keamanan penonton, maka pemberlakukan tiketing tersebut tetap dijalankan. Ketua IV PB PON Bidang Promosi Joni Irwan tidak membantah memang ada pemberlakuan tiket masuk saat pembukaan PON yang bakal dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sekaligus membukanya. Tiket masuk itu berbentuk kartu kredit yang mewah untuk memberikan kesan mewah dan ekslusif dan pertama di Indonesia. Menurut Joni, ini menunjukan Riau sebagai tuan Rumah PON XVIII bergengsi dan berkelas.Adapun Tiket termahal yang dijual sekitar Rp2 juta. Tiket ini kategori Platinum dan berdekatan dengan Presiden Republik Indonesia pada acara pembukaan nantinya. Tiket termurah dijual seharga Rp100 ribu. Pembukaan PON akan dimeriahkan oleh pesta kembang api yang sengaja didatangkan dari China. “Penjualan tiket masuk itu dilakukan oleh pihak ketiga atau pihak sponspor. Itu pun sifatnya hanya reguler untuk pengaturan agar pada saat pembukaan nanti warga yang ingin menyaksikan tidak membeludak,” ujarnya. Joni menyebutkan, jika pembukaan itu bersifat gratis, tidak dapat dibayangkan animo masyarakat untuk menyaksikannya. Dikhawatirkan ini akan menimbulkan kekisruhan karena massa berupaya menerobos masuk. “Nah, jika ada tiket, masyarakat tidak semenamena masuk. Memang ada tim pengamanan namun itu tidak bisa dijadikan jaminan,” tuturnya. Pemberlakukan sistem tiket juga dikenakan pada sembilan cabor yang dianggap cukup populer. Mengenai harga bervariasi. Tidak sama antara satu lokasi dengan lokasi lain. Menurut Joni, untuk pertandingan tujuh cabang olahraga, tiket dibandrol mulai Rp 25.000 sampai Rp 50 ribu. Cabor tersebut adalah sepakbola, karate, wushu, badminton, basket, renang, judo, takraw dan voli. Joni berkilah penjualan tiket masuk itu hanya bersifat reguler dan lebih dimaksudkan agar warga tidak membludak menyaksikan acara pembukaan secara langsung. Tiket yang dicetak pihak ketiga dan didistribusikan oleh event organizer ini jumlahnya sebanyak 30 ribu tiket. Sebanyak 15 ribu tiket untuk pembukaan PON telah dijual Kamis silam. Sisanya diperuntukan buat acara penutupan. Jadi bagi yang pengen nonton, ya siap-siaplah merogoh kocek.*

 bis

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012


11

Simpai

H. Syafriadi

Kecemasan Open Ceremony PON

Pertama Dalam Kejuaraan PON Kebijakan PB PON soal pemberlakukan tiket masuk pada open clouse ceremony dan cabar populer dinilai ganjil. Ini baru pertama kali terjadi. PENJUALAN tiket masuk pada pembukaan, penutupan dan beberapa cabor populer pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII oleh panitia menimbulkan kontrovesi di tengah masyarakat Riau. Sejumlah kalangan menilai kebijakan Pengurus Besar (PB) PON tersebut sudah keterlaluan, karena baik APBD Riau maupun APBN sudah banyak tersedot untuk helat olahraga akbar empat tahunan itu, tetapi mengapa rakyat masih dibebani biaya masuk. “PON ini kan namanya pesta rakyat. Rakyat Riau sudah membayar dengan merelakan alokasi dana pembangunan dialihkan untuk penyelenggaraan PON. Nah kini mengapa pihak panitia mengutip lagi uang tiket masuk untuk pembukaan PON. Ini sudah keterlaluan,” ujar Hang Temong, Ketua Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dalam perbincangan dengan SH, Rabu (5/9) sore. Salah seorang wartawan senior Harian Kompas yang kerap meliput penyelenggaraan PON dan helat olahraga internasional ini,

Syahnan

Syahnan Rangkuti, juga heran dengan adanya penjualan tiket masuk seremoni pembukaan PON oleh pihak panitia. Ia menilai kebijakan itu merupakan hal yang tak lazim. “Penjualan tiket memang pernah dilakukan pada SEA Games yang lalu di Palembang. Tetapi kalau untuk nasional seperti PON, ini barang kali baru pertama kali dilakukan dan tak lazim dibuat orang,” ujarnya. Apalagi, imbuh mantan Pengurus SIWO PWI ini, di dalam penyelenggaraan PON itu ada dana dari APBD Riau maupun APBN. “Nah, kalau dana juga berasal dari uang rakyat, mengapa harus ada lagi tiket yang harus dibayar lagi oleh rakyat. Ini lah yang saya katakan, hal yang tak lazim dalam penyelenggaraan iven yang dibiayai oleh uang rakyat,” cetusnya. Menurut Hang Temong keputusan pemberlakukan biaya tiket itu sangat memberatkan masyarakat. Sebab, tidak semua masyarakat punya dana lebih untuk itu. Semestinya, PB PON lebih bersikap bijak dan penuh pertimbangan. “Masyarakat yang akan menonton acara pembukaan tentu akan protes. Apalagi APBD Riau sudah banyak tersedot untuk PON. Kini kok ada lagi biaya masuk untuk menonton acara pembukaan. Sebaiknya ini dipertimbangkan lagi. Kalau tak bisa dibatalkan, paling tidak turunkan harga tiketnya menjadi 5 ribu rupiah saja,” katanya menyarankan. Menurut Syahnan dan Temong, sukses ekonomi dalam event terakbar tersebut bukanlah menyempitkan masyarakat Riau. Penjualan tiket dalam acara pembukaan, meski dengan alasan apapun tetap mencoreng marwah Riau. Soalnya, pelaksanaan PON dari APBD dan APBN. Dia menanyakan, apakah PB PON tidak tahu kalau APBD dan APBN itu sesungguhnya uang rakyat. Dia menilai, kalau rencana PB PON menjual tiket tersebut adalah tindakan yang aneh dan sangat lucu. Selain itu, dia juga menampik kalau alasan PB PON untuk menekan jumlah massa. Pasalnya, PON tidak direncanakan dalam waktu yang relatif singkat. Segala sesuatunya apalagi menyangkut hal teknis sudah diatur dari dulu. “Rencana Pelaksanaan PON bukan dalam waktu sebulan atau dua bulan belakangan. Justru beberapa tahun lalu. Kenapa panitia tidak siap dengan berbagai kemungkinan,” tanyanya.*

 bis

RIAU riuh. Pesta Olahraga Masyarakat merasa tidak Nasional atau biasa disingkat puas menyaksikan kilau dengan PON (Pekan Olahragemilaunya acara pembuga Nasional) baru akan kaan live melalui televisi. Dan dibuka Presiden SBY Selasa kondisi demikian, telah kita (11/9) depan. Baliho, spanduk rasakan dalam beberapa kali dan umbul-umbul yang pembukaan PON termasuk mengajak masyarakat pembukaan Seagame di mensukseskan PON bertabuPalembang. Khusus PON ran di sepanjang jalan-jalan XVIII Gubernur Rusli Zainal protokol di dalam kota memang menjanjikan Pekanbaru. Demam PON pun pembukaan yang berkualitas saban hari diwartawakan yang melebihi pembukaan media cetak dan elektronik, dan setiap kegiatan serupa di provinsi lain. Rasa waktu diberitakan media online. takjub ini pula agaknya yang mengunAgaknya demam PON ini lah yang dang masyarakat ingin berada dalam diinginkan Gubernur Rusli Zainal. lingkaran hingar bingarnya pembukaan Sepanjang tahun, RZ memang berkePON sehingga mereka ingin memadati mauan politik supaya seluruh main stadiun berkapasitas 44 ribu masyarakat di Riau berpartisipasi penonton itu. mensukseskan pelaksanaan PON karena Pihak PB PON sudah barang tentu pesta olahraga ini, selain kehormatan dibalut kecemasan kalau-kalau daya juga ajang mengukir prestasi dan alat tampung stadiun utama tidak cukup untuk pemersatu bangsa. Karenanya, tiada menampung antusias masyarakat. henti Rusli Zainal berkampanye untuk Perasaan cemas ini belajar dari pengalakesuksesan PON yang pertama kali Riau man AFC yang memakai stadiun utama ditunjuk sebagai untuk pertandintuan rumah. gan sepak bola. Kita menilai, gagasan Tapi seperti PSSI sukses komersialisasi bisa diterima kata pepatah, tak menyedot ada sungai yang penonton dan secara rasional. Namun demikitak bersampah, menjadikan an, patut ditelaah apakah pentak ada tebu warga Pekanbajualan tiket tidak menimbulkan yang tak beruas, ru sebagai masalah, khususnya aspek dan tak ada maniak bola. legalitas dan transparansi anggading yang tak Stadiun dipenuhi retak. Kerja penonton, kita garan karena pembiayaan PON maksimal PB pun bangga. telah ditanggung APBD dan PON yang Begitu pun APBN. Kalau asas ini telah berbulan-bulan dengan PON. terpenuhi, pertanyaan berikut(bahkan berAntusias nya adalah untuk apa dana tahun) mempermsyarakat siapkan penyemenyaksikan penjualan tiket itu? Masuk ke lenggaraan PON open ceremony kas daerah kah atau buat kepertetap mengundapat dipastikan luan lain. Mudah-mudahan dang kritik akan melebihi komersialisasi tiket tidak berbagai pihak, AFC, dan membuka celah hukum baru di utamanya para karenanya pihak kontingen yang PB PON berangkemudian hari. sudah berdatangapan, penjuagan dan memulai lan tiket salah pertandingan sejak di beberapa cabor. satu solusi supaya stadiun tidak melebihi Kritik itu bermula dari ketidak-puasan kapasitas. mereka atas persiapan penyelenggara Dari perpektif ini, kita menilai gagasan baik menyangkut transportasi, penginakomersialisasi bisa diterima secara pan, konsumsi maupun urusan tehnis rasional. Namun demikian, patut juga pertandingan di beberapa cabang ditelaah apakah penjualan tiket ini tidak olahraga. Miris juga kita mendengar dan menimbulkan masalah, khususnya aspek membacanya. legalitas dan transparansi penggunaan Di lapisan masyarakat tak kalah anggaran. Ini mengingat penyelenggaheboh. Mereka protes karena PB PON raan PON disamping gawe nya Pemerinmemberlakukan sistem tiket untuk masuk tah yang didelegasikan pelaksanaannya ke main stadiun menyaksikan pembukepada Pemerintah Daerah juga semua kaan PON oleh Prsiden SBY, dan penutupembiayaan ditanggung oleh APBD dan pan oleh Wapres Budiono. Tak sampai di APBN. Kalau sekiranya asas legalitas situ, sistem tiket juga berlaku terhadap terpenuhi, pertanyaan berikutnya adalah beberapa cabang olahraga yang digeuntuk apa dana penjualan tiket itu? Masuk mari masyakat. Sistem tiket ini oleh ke kas daerah kah atau untuk keperluan masyarakat dianggap bertentangan lain. Mudah-mudahan kedua aspek dengan ajakan Gubernur Rusli Zainal tersebut sudah dipertimbangkan secara yang meminta masyarakat mensuksesbijak sehingga komersialisasi tiket tidak kan PON dan berpartisipasi di dalamnya. menimbulkan celah hukum baru di Sudah barang tentu komersialisasi tiket kemudian hari. ini membuat langkah masyarakat Maklumlah, sejak good goverment and menonton pertandingan menjadi terbatas clean governance dicanangkan Pemerintah kalau tidak boleh disebut terhenti. dengan menerbitkan berbagai aturan Akan tetapi pihak PB PON memiliki perundang-undangan yang terkait, kita pertimbangan lain. Komersialisasi itu patut berhitung dan menghitung setiap bertujuan untuk keamanan dan kesalakebijakan yang diambil supaya kebijakan matan penonton terutama saat menghatersebut tidak berpotensi mengundang diri pembukaan PON yang diasumsikan masalah. Apalagi untuk kegiatan selevel padat penonton. Ada kekuatiran, PON yang menghabiskan anggaran masyarakat akan berbondong-bondong penyelenggaraan mencapai ratusan memadati stadion utama lantaran ingin miliar rupiah. Pihak PB PON bagai berada menyaksikan langsung gegap gempitandi rumah kaca yang dari sudut pandang ya open ceremony yang pertama dalam mana pun disenter oleh publik gerak sejarah negeri ini. geriknya. Open ceremony memang selalu menjadi Akhirul kalam, syabas. Dan selamat daya pukau setiap event berstandar bertanding sang juara. Riau negeri yang nasional apalagi internasional. layak bagi Anda mengukir prestasi.*

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012


12

“Ini Dilakukan Untuk Keamanan Penonton”

Meskipun mendapat kecaman, panitia tetap pada pendiriannya. Beralas demi keamanan penonton, maka pemberlakukan tiketing tersebut tetap dijalankan. KONTROVERSI Kebijakan Pengurus Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) yang mengutip tiket masuk untuk acara pembukaan dan penutupan iven olahraga empat tahunan itu terus bergulir. Sejumlah wartawan yang sering meliput iven-iven olahraga berstandar nasional dan internasional menganggap hal itu tidak lumrah dilakukan. Meskipun mendapat kecaman, panitia tetap pada pendiriannya. Beralas demi keamanan penonton, maka pemberlakukan tiketing tersebut

tetap dijalankan. Ketua IV PB PON Bidang Promosi Joni Irwan tidak membantah memang ada pemberlakuan tiket masuk saat pembukaan PON yang bakal dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sekaligus membukanya. Tiket masuk itu berbentuk kartu kredit yang mewah untuk memberikan kesan mewah dan ekslusif dan pertama di Indonesia. Menurut Joni, ini menunjukan Riau sebagai tuan Rumah PON XVIII bergengsi dan berkelas.Adapun Tiket termahal yang dijual sekitar Rp2 juta. Tiket ini kategori Platinum dan berdekatan dengan Presiden Republik Indonesia pada acara pembukaan nantinya. Tiket termurah dijual seharga Rp100 ribu. Pembukaan PON akan dimeriahkan oleh pesta kembang

api yang sengaja didatangkan dari China. “Penjualan tiket masuk itu dilakukan oleh pihak ketiga atau pihak sponspor. Itu pun sifatnya hanya reguler untuk pengaturan agar pada saat pembukaan nanti warga yang ingin menyaksikan tidak membeludak,” ujarnya. Joni menyebutkan, jika pembukaan itu bersifat gratis, tidak dapat dibayangkan animo masyarakat untuk menyaksikannya. Dikhawatirkan ini akan menimbulkan kekisruhan karena massa berupaya menerobos masuk. “Nah, jika ada tiket, masyarakat tidak semena-mena masuk. Memang ada tim pengamanan namun itu tidak bisa dijadikan jaminan,” tuturnya. Pemberlakukan sistem tiket juga dikenakan pada sembilan cabor yang dianggap cukup populer. Mengenai harga bervariasi. Tidak sama antara satu lokasi dengan lokasi lain. Menurut Joni, untuk pertandingan tujuh cabang olahraga, tiket dibandrol mulai Rp 25.000 sampai Rp 50 ribu. Cabor tersebut adalah sepakbola, karate, wushu, badminton, basket, renang,

judo, takraw dan voli. Joni berkilah penjualan tiket masuk itu hanya bersifat reguler dan lebih dimaksudkan agar warga tidak membludak menyaksikan acara pembukaan secara langsung. Informasi yang dihimpun AZAM, tiket untuk pembukaan PON itu terdiri lima kategori. Kategori pertama, tiket Platinum dengan warna Hitam dijual seharga Rp 2 juta. Kategori kedua Gold dengan warna Kuning dijual Rp 1 juta. Kategori ketiga, Silver harga Rp 500 ribu dan kategori keempat, Bronze harga 250 ribu. Terakhir kategori Hijau dijual seharga Rp100 ribu.*

 bis

Jony Irwan

Peruntukan Anggarannya kegiatan itu. Sayangnya, masyarakat yang ingin menyaksikan pembukaan dan beberapa cabang pertandingan di sejumlah venue harus merongoh kocek alias bayar. Untuk pembukaan PON saja, harga tiket mencapai Rp2 juta. Tokoh masyarakat Riau HT Lukman Jaafar yang dikonfirmasikan soal itu, mengaku tidak setuju dengan pemberlakukan tiket terse- but. Tapi, kata mantan Sekdaprov Riau ini, kalau mau dipungut biaya masuk juga, itu harus jelas dulu uangnya untuk apa. Jika uang hasil penjualan tiket itu

Pemberlakukan tiket masuk Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII menuai pro dan kontra. Selain memberatkan masyarakat, peruntukkan uang tiket juga belum jelas kemana masuknya.

TAK ada yang ragu kalau Riau selaku tuan rumah PON terbilang spektakuler dalam mempersiapkan iven olahraga empat tahunan tersebut. Ratusan miliar uang APBD Riau tersedot untuk bisa digelarnya

HT Lukman Jaafar

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012

masuknya ke kas daerah, maka mesti ada Peraturan daerah (Perda) yang mengaturnya. Kalau tidak ada Perdanya, itu menyalahi aturan. Jadi, silakan panitia mau menjual tiket, tapi mesti ada payung hukumnya. Kalau tidak, ini akan menjadi masalah dikemudian hari. “Sebenarnya saya tidak sependapat kalau iven sebesar PON itu dipungut biaya masuk. Pasalnya, kegiatan ini semuanya memakai uang daerah yang notabene uang rakyat. Lah, kenapa rakyat dikenai biaya lagi. Harusnya, kegiatan yang menggunakan uang APBD tidak lagi memberatkan rakyat,” ucap Tengku Lukman. Selain memberatkan rakyat, kemungkinan sepi penonton dengan pemberlakukan tiket itu sangat besar. “Pengalaman saya waktu di PSPS dulu, pemberlakuan tiket menyebabkan kurangnya minat orang untuk menonton. Kalau ini terjadi, maka yang rugi juga panitia,” ucapnya. Lain lagi dengan apa yang disampaikan Wakil Ketua Bidang Pemasaran PB PON XVIII, H Fadlah Sulaiman. Menurutnya, pemberlakukan tiket PON tersebut tak lain dan tak bukan untuk menjaga


13

Kalau Ada Aturannya tak Jadi Soal Kebijakan Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) yang mengutip tiket masuk untuk acara pembukaan dan beberapa pertandingan Cabor, menuai kecaman kalangan dewan. MESKI menuai kritik dari berbagai kalangan seperti anggota DPRD Riau rencana penjualan tiket pembukaan, penutupan serta beberapa pertandingan cabang olahraga, tetap akan dijual. Malah panitia membandrol harga tiket pembukaan PON Rp2 juta. Sebelumnya sempat berhembus informasi, masyarakat yang ingin menyaksikan PON tidak

Masnur

dipungut biaya. Namun, H-8 jelang pembukaan PON yang rencananya dihadiri Presiden SBY, Ketua IV PB PON Bidang Promosi, Joni Irwan melansir tiket PON yang dijual seperti kartu kredit dan memberikan kesan mewah dan eksklusif dan pertama di Indonesia. Menurut Joni, ini menunjukan Riau sebagai tuan Rumah PON XVIII bergengsi dan berkelas. Adapun Tiket termahal yang dijual sekitar dua juta. Tiket tersebut termasuk kategori Platinum dan berdekatan dengan Presiden Republik Indonesia pada acara pembukaan nantinya. Yang menjadi soal, apakah kebijakan memungut tiket masuk itu sudah ssuai dengan aturan? Lantas, uang hasil penjualan tiket itu untuk siapa? Masuk ke kas daerah kah, atau untuk yang mengelola tiket? Lantas, kalau uang itu masuk ke kas daerah apakah sudah ada payung hukumnya? Terkait itulah, Komisi A DPRD Riau usai meninjau infrastruktur penunjang PON, Selasa (4/9), menggelar hearing dengan PB PON. Dalam kesempatan tersebut kalangan dewan mempertanyakan pemberlakukan tiket masuk. Karena, tidak sepantasnya pesta olahraga nasional yang dibiayai dari APBD dan APBN itu memungut dana lagi dari masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan PON nanti. “Saya menolak dan menyayangkan ada penjualan tiket bagi masyarakat yang ingin menonton pertandingan saat PON berlangsung nanti,” tegas Sekretaris Komisi A DPRD Riau, Syafruddin Sa’an.

Karena, kata politisi PKS itu, biaya dan segala fasilitas penunjang PON tersebut sudah dianggarkan dari APBD dan APBN. Bahkan, Syafruddin menambahkan, tim-tim atau panitia PON juga mendapatkan upah dari jerih payah kerja mereka demi mensukseskan PON Riau ini. Sehingga tidak perlu ada kekuatiran soal dana dan sebagainya yang kemudian menjadi alasan pihak panitia membuat kebijakan memungut pembayaran bagi masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan di PON Riau ini. Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi A DPRD Riau H Masnur. Dirinya mengaku tidak setuju dengan penjualan tiket PON tersebut. Apalagi kebijakan yang dibuat PB PON itu tidak ada Peraturan daerah (Perda) yang mengikatnya. Kalau ada aturannya tak jadi soal. “Setahu saya tidak ada Perda yang mengatur tentang itu. Dan saya tidak tahu, apakah ada aturan yang mengatur. Kalau membayar juga amat disayangkan, ini bukan liga, hanya

iven nasional. Jadi, tak perlu ada tiket. Saya sangat setuju dengan Pemkab Kampar yang memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat,” ucap Ketua Komisi A DPRD Riau, H Masnur. Dikatakan Masnur sangat disayangkan jika masyarakat harus membayar. Penerapan tiket dengan tujuan agar tidak membludaknya penonton sangatlah tidak wajar. Pasalnya banyak ragam cara untuk meminimalisir membludaknya penonton, seperti menuntup stadion saat kursi sudah penuh dan menyediakan televisi layar lebar di luar stadion. “Inikan pesta rakyat, ini APBD sudah dipakai, jadi tidak perlu bayar lagi untuk menonton,” sergahnya. Adanya penjualan tiket masuk dirasa sangat tidak lazim terjadi pada PON yang sudah pernah digelar di sejumlah provinsi di Indonesia. Apalagi penyelenggaraan PON tersebut berasal dari APBD dan APBN. Nah, kalau dana juga berasal dari uang rakyat, mengapa harus ada lagi tiket yang harus dibayar rakyat?.*

 sir

Harus Jelas untuk Apa keamanan, ketertiban dan kenyamanan. Khusunya pada saat pembukaan, penutupan dan 7 cabang olahraga yang mengundang massa. Sebab, kata mantan Bupati Bengkalis ini, jika nanti diberikan kebebasan secara umum, dikhawatirkan memunculkan kericuhan. Maka, dengan diberlakukannya tiket ini, penonton yang akan hadir sebanyak tiket yang dikeluarkan. Dan kebijakan ini bukan hanya Riau saja yang melakukannya, di PON XVII Kaltim

Fadlah Sulaiman

juga memberlakukan hal yang sama. Memang, ucap Fadlah, ada kekhawatiran banyak orang yang menilai PON akan sepi penonton dengan diberlakukannya tiket masuk. Bahkan ada yang bilang, tidakpun pakai tiket, PON akan sepi. Ini baru bisa diketahui setelah H -1. Dari sini bisa diketahui sudah berapa banyak tiket yang terjual. Kalau nanti banyak yang tak laku, membuktikan kalau orang memang tidak berminat untuk melihat. “Tapi saya yakin, berdasarkan pengalaman kita menggelar AFC U 22, itu luar biasa minat orang untuk melihatnya. Berdasarkan inilah panitia memberlakukan tiket masuk untuk acara pembukaan ditambah dengan 7 cabor yang mendatangkan banyak orang,” yakin Fadlah. Diakui Fadlah, helat ini sepenuhnya menggunakan uang rakyat. Pertanyaannya, kenapa rakyat mesti bayar lagi untuk menyaksikan kegiatan yang menggunakan uangnya. “Harusnya kan rakyat gratis untuk menyaksikan pesta yang memakai uangnya. Tapi pertimbangan diberlakukannya tiket masuk itu tak lain untuk

keamananan dan kenyamanan, itu saja,” tukasnya. Soal apakah ini nanti bertentangan dengan hukum, Fadlah mengatakan kalau pihak panitia tentu telah menga-

ntisipasinya sebelum mengeluarkan keputusan. “Saya yakin, pungutan tersebut ada payung hukum yang mengaturnya,” pungkas Fadlah.*

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012

 sir


14 TERUS terang saja sebagai masyarakat saya merasa keberatan jika pada pertandingan dan acara pembukaan PON nanti masyarakat harus mengeluarkan dana untuk membeli tiket. Padahal masyarakat Riau sudah lama menantikan dan ingin menyaksikan secara langsung pertandingan PON tersebut. Seharusnya panitia bersikap bijak dengan tidak memungut bayaran kepada masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan. Kalau memang panitia tetap bersikeras memberlakukan tiket masuk untuk meyaksikan acara pembukaan dan beberapa pertandingan lainnya pada PON tersebut, maka saya yakin tidak akan ada masyarakat yang mau datang untuk meyaksikan pertandingan. Sebab tingkat ekonomi masyrakat di Riau tidak sama, barangkali orang yang mempunyai keuangan lebih yang mau menonton langsung. Sementara masyarakat yang hidup pas-pasan tentu saja berpikir panjang untuk mengeluarkan biaya. Kalau Pemerintah Provinsi Riau berkeinginan masyarakat Riau memberikan dukungan bagi atlit PON Riau, maka sebaiknya dibebaskan saja tanpa harus dipungut biaya masuk, supaya masyarakat Riau lebih banyak datang dan memberikan semangat dan suport kepada atlit Riau.* Sudarwati Masyarakat

SANGAT tidak masuk diakal jika Panitia Besar PON harus memberlakukan tiket masuk untuk menyaksikan open close ceremony dan beberapa pertandingan pada PON ke XVIII. Pasalnya biaya pelaksanaan PON tersebut diambil dari APBD yang notabene dari uangnya masyarakat. Namun ketika masyarakat ingin menikmati hasil jerih payahnya masa harus dibebeni lagi. Berilah kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati pertandingan itu tanpa harus membayar tiket masuk. Terus terang sebagai masyarakat saya sangat kecewa dan merasa keberatan jika harus membayar tiket untuk menyaksikan pertandingan. Bukankah pelaksanaan PON sudah ada anggaran yang diambil dari APBD dan APBN lantas untuk apa hasil penjualan dari tiket tersebut. Saya berharap panitia mengurungkan niatnya untuk menjual tiket pertandingan. Biarkan masyarakat Riau ikut merasakan meriah dan hiruk pikuknya suasana PON yang dilaksanakan di Riau ini. Selaku tuan rumah tentu saja masyarakat di Riau juga ingin merasakan dampak dari PON tersebut, salah satunya dapat menyaksikan pertandingan bermacam cabang olahraga tanpa harus mengeluarkan biaya.Sebab selama ini masyarakat Riau hanya bisa menyaksikannya di layar televisi saja.* Angga Irawan Masyarakat

SAYA sangat tidak setuju jika pada pertandingan PON XVIII panitia PON memberlakukan tiket masuk bagi para penonton atau masyarakat yang akan menyaksikan beberapa pertandingan. Alasannya Riau yang bertindak sebagai tuan rumah kali ini seharusnya memberikan segala kemudahan bagi masyrakatnya untuk menyaksikan pertandingan agar masyarakat Riau dapat beramai- ramai memberikan dukungan dan dorongan semangat bagi para atlit Riau yang bertanding. Namun jika masyarakat harus dibebani lagi dengan membayar tiket masuk untuk menyaksikan pertandingan guna memberikan dukungan semangat bagi para atlit Riau tentunya ini sangat tidak masuk diakal.Lagi pula dana untuk pelaksanaan PON sudah disediakan, semua yang terlibat dalam kegiatan dan pelaksanaan PON tersebut mendapatkan honor, sementara masyarakat Riau yang ingin memberikan semangat dan dukungan malah harus membayar. Ini sangat tidak adil. Kalau panitia tetap memberlakukan tiket masuk, saya secara pribadi tidak akan ikut menonton lebih baik lihat di telivisi atau membaca suratkabar saja. PON XVIII ternyata tidak bisa dinikmati langsung oleh masyarakat Riau. Bisa dikatakan, faedah atau manfaat PON ternyata tidak dinikmati dan dirasakan oleh masyarakat.* Abdul Rahman Swasta

MENURUT saya pemberlakuan tiket masuk bagi masyarakat atau penonton yang ingin meyaksikan pertandingan dan acara pembukaan sekaligus penutupan PON wajar-wajar saja. Sebab pada PON-PON sebelumnya didaerah lain panitia juga memberlakukan tiket masuk bagi para penonton, dan ini tentu saja akan memberikan income bagi Riau selaku tuan rumah. Namun, ini perlu pengawasan yang ketat kemana, dan untuk apa dana dari hasil penjualan tiket tersebut. Artinya harus ada ketransparanan didalam mengelola dana penjualaan tiket itu. Jangan sampai ini dijadikan ladang untuk mengeruk keuntungan pribadi atau kelompokkelompok tertentu. Pihak-pihak pengawas dan yang berwewenang sebaiknya melakukan pengawasan yang ketat soal aliran dana dari penjualan tiket masuk tersebut.Kalau memang uang dari penjualan tiket masuk ke pendapatan daerah ini sangat menguntungkan bagi daerah. Panitia sebaiknya menjelaskan secara lebih terbuka supaya tidak terjadi fitnah ataau kecurigaan di tengah-tengah masyarakat.* Sri Hartati, SE Masyarakat

SEBAIKNYA panitia PON Riau XVIII membatalkan rencana pemberlakuan tiket masuk bagi para penonton atau masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan dan acara pembukaan sekaligus penutupan PON. Pasalnya momen akbar yang sangat jarang terjadi di Riau ini seharusnya dapat dinikmati secara leluasa oleh masyarakat Riau. Tapi kalau masyrakatnya harus dikenakan biaya untuk meyaksikan pertandingan tentu saja masyarakat akan merasa malas atau keberatan. Dan imbasnya atlit Riau yang akan bertanding tidak akan banyak mendapat dukungan dari masyarakat Riau sendiri Makanya panitia mesti menggratiskan tiket masuk bagi masyarakat Riau namun kepada masyarakat yang berasal dari luar provinsi Riau silahkan saja dipungut biaya. Kapan lagi masyarakat Riau bisa menyaksikan secara langsung iven akbar empat tahunan ini di bumi melayu lancang kuning dan inilah kesempatan bagi masyarakat Riau untuk memberikan langsung dukungan dan dorongan semangat bagi para atlit Riau yang akan bertanding.Saya harap panitia PON dan pemerintah Provinsi Riau paham akan hal ini* Yantiana Mahasiswi

RENCANA panitia PON XVIII memberlakukan tiket masuk bagi masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan PON menurut saya sah-sah saja, sepanjang harga tiket yang di jual sangat terjangkau. Ini tentu saja akan mendatangkan pemasukan bagi Riau. Kan tidak semua cabang olahraga yang dikenakan biaya, hanya beberapa pertandingan yang dianggap akan banyak mendatangkan penonton. Sebab kalau pertandingan digratiskan maka dikhawatirkan akan terjadi membludaknya penonton dan venue ataupun tempat pertandingan mempunyai kapasitas atau daya tampung yang terbatas. Untuk itulah sebaiknya kita sama-sama mengerti dengan kondisi dan keadaan tersebut. Selaku masyarakat Riau sudah menjadi kewajiban kita untuk mendukung para atlit Riau yang akan bertanding pada PON XVIII tersebut, baik diminta ataupun tidak diminta. Semoga Riau terus mendulang prestasi pada PON kali ini. Untuk itulah sebaiknya kita semua tetap memberikan dukungan semangat walaupun ada beberapa cabor kita harus dikenakan biaya untuk menyaksikannya.* M. Fadli Masyarakat

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012


15

PB PON Harus Transparan Disatu sisi masyarakat diminta ikut berperan memberikan dukungan kepada atlit Riau yang akan bertanding. Tapi mereka malah dikenai biaya pula. Aneh. MESKIPUN banyak menuai kritikan, ternyata tidak membuat Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XVIII bergeming untuk tetap menjual tiket pertandingan di tujuh cabang olahraga (cabor) yang dianggap menjadi favorit penonton. PB PON beralasan bahwa pemberlakuan tiket masuk bagi masyarakat yang ingin menyaksikan acara pembukaan/penutupan (open/close ceremoni) dan beberapa pertandingan pada PON semata-mata hanya membatasi jumlah para penonton. Ketujuh cabor yang bakal dikenai tiket masuk tersebut adalah cabor sepakbola, voli, karate, renang, takraw, basket dan bulu tangkis. Penjualan tiket ini mendapat kritikan tajam dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Fitra. Menurut aktivis Fitra Riau, Rahre-

za, apapun alasannya, tidak semestinya PB PON mengeluarkan kebijakan pemberlakuan tiket menonton. Reza—begitu dia disapa—menilai ada kesan seolah-olah telah tejadi pembodohan terhadap masyarakat Riau. Pasalnya, masyarakat disuruh turut aktif dalam mensukseskan PON XVIII dengan cara memberikan dukungan dan semangat untuk atlit Riau yang akan bertanding. Namun disatu sisi, masyarakat malah dikenakan biaya pula. “Sangat disayangkan jika masyarakat harus membayar tiket masuk untuk menyaksikan acara pembukaan dan beberapa pertandingan pada PON. Seharusnya PB PON berfikir sebelum mengeluarkan suatu keputusan, sebab pemberlakuan ticketing jelas-jelas sangat memberatkan masyarakat

Fahreza

Riau. Bukankah selama ini Pemerintah Provinsi Riau dalam berbagai kesempatan selalu meminta masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mensukseskannya dengan cara memberikan dukungan kepada para atlit Riau yang akan bertandingan. Tetapi jika masyarakat dibebankan membeli tiket ini sangat tidak masuk akal,” ucap Reza. Menurut Reza, kebijakan PB PON menjual tiket masuk ke dalam beberapa pertandingan patut dipertanyakan, kemana dan untuk apa dana hasil penjualan tiket tersebut nantinya. Sebab Reza menilai pelaksanaan PON sudah ada anggarannya di APBD dan APBN. Seperti untuk membangun venue pertandingan, transportasi, akomodasi, dan yang berkaitan dengan PON lainnya. Lantas

dana dari hasil penjualan tiket tersebut buat apa dan mau dikemanakan. “Pelaksanaan PON kan sudah dibiayai APBD dan APBN. Jumlahnya tidak pula sedikit. Namun kenapa lagi ada penjualan tiket masuk bagi para penonton, ini sangat aneh menurut saya. Bukankah semua yang berkaitan dengan PON sudah ada anggarannya, mulai dari pembangunan venue, transportasi, akomodasi, bahkan honor para panitia yang terlibat didalam pelaksanaan PON tersebut juga sudah diangggarkan.Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah untuk apa dan mau dikemanakan dana dari hasil penjualan tiket itu nantinya. Jika memang masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) tentu tidak masalah. Panitia harus transparans,” tanyanya.*

 ben

Panitia Bermaksud Baik

Tennas mengharapkan seluruh masyarakat terus bahu membahu menyukseskan PON. Tentang persoalan tiket sebaiknya dibicarakan dan dicarikan jalan keluarnya.

KETUA Dewan Kerapatan Adat LAM Riau H Tenas Effendi menilai pro-kontra soal pemberlakuan tiket menonton pertandingan merupakan hal wajar. Yang lebih penting adalah jangan sampai persoalan tersebut

menjadi duri dalam daging. Adanya sebahagian masyarakat yang merasa keberatan jika harus membayar tiket masuk pada beberapa pertandingan dan acara pembukaan PON XVIII, Tennas mengaku dapat memahaminya. Panitia mustinya menyampaikan hal tersebut secara transparan, menjelaskan maksud dan tujuannya termasuk kegunaan uang hasil penjualan tiket tersebut. Barangkali maksud dari panitia memberlakukan tiket supaya pada pertandingan nanti dapat berjalan dengan tertib. Sebab jika digratiskan semua, tentu siapapun akan bisa masuk dengan leluasa, sehinggga dikhawatirkan dapat mengganggu jalannya acara pembukaan/penutupan

dan pertandingan. “Kalau ada masyarakat yang merasa keberatan jika harus membayar untuk menyaksikan acara pembukaan dan beberapa pertandingan pada PON mendatang sebaiknya disampaikan dengan cara-cara yang sopan dan bijak, junjung tinggi budaya melayu yang kita miliki yang selalu mengedepankan cara-cara santun didalam menyelesaikan masalah. Barangkali maksud panitia untuk meminimalisir segala bentuk gangguan dan mengantisipasi membludaknya penonton,” ingatnya. Jika penonton tidak dipungut biaya tiket, barangkali orang akan dengan leluasa masuk dengan jumlah sangat banyak, sehingga dapat menggangu acara ataupun pertandingan. Namun Tennas juga berharap panitia PON dapat menerima dan mendengar segala masukan kalangan masyarakat demi kesempernaan Riau sebagai tuan rumah. “Mari kita sama-sama duduk satu meja, lakukan musyawarah untuk mencari kata mufakat, karena inilah yang selalu diajarkan dalam budaya melayu,” ujar Tennas. Tennas mengharapkan seluruh masyarakat terus bahu membahu menyukseskan pelaksanaan PON di Riau. Tentang persoalan tiket sebaiknya dibicarakan dan dicarikan jalan keluarnya yang terbaik.

“Mudah-mudahan ada solusi dan jalan keluarnya, sehingga pelaksanaan PON tidak jadi terganggu. Kepada seluruh masyarakat sebaiknya terus memberikan dukungan. Riau yang terkenal dengan negeri melayunya harus juga diiringi dengan tingkah laku masyarakatnya.Tunjukan perilaku sopan santun kepada para tamutamu,” ucap Tenas meminta. Semua orang tidak ada yang menginginkan dan mengharapkan pelaksanaan PON tidak berhasil atau gagal. PON tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan panitia saja tetapi seluruh masyarakat Riau.*

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012

 ben

Tenas Effendi


16

Kemenhut Beri Izin Pinjam Pakai Lahan K

EMENTRIAN Kehutanan RI kembali mengeluarkan izin pinjam pakai lahan Pada pemkab Siak di areal HPH dan HTI. Izin pinjam pakai yang diberikan ini untuk mencegah keterisolasiran daerah yang berada di wilayah Kabupaten Siak. Sebelumnya, izin pinjam pakai lahan di Siak juga diberikan, untuk wilayah Sungai Rawa-Teluk Lanus yang berada di Kecamatan Sungai Apit, dan lagi izin tersebut dikeluarkan untuk

wilayah, Siak-Tumang-Muara Kelantan-Bunut yang berada di Kecamatan Sungai Mandau. “Alhamdulillah, akhirnya izin ini diberikan Kemenhut,” kata Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi di Siak belum lama ini. Menurut dia, izin pinjam pakai yang diajukan oleh Pemkab Siak ini semata-mata untuk membuka akses bagi masyarakat yang tinggal di wilayah areal konsesi. Selain itu merupakan wujud nyata pemerataan pembangunan agar jangan timpang dan

terkesan pilih kasih. Dua wilayah itu lanjut dia, merupakan kawasan terisolir dan terpencil. Adanya pemberian izin ini, tentu Pemkab akan membangun akses bagi masyarakat di sana. Dalam tahun ini, dua pengajuan izin pinjam pakai lahan telah disetujui, dan Pemkab tinggal mengalokasikan anggaran untuk pembangunan terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik. Melihat letak geogravis Siak sendiri, terdapat ribuan hektare areal hutan

Bupati Sampaikan Tiga Ranperda ke DPRD

yang dikelola oleh perusahaaan. Masyarakat yang tinggal di sana mengalami keterbatasan akses perhubungan dan fasilitas pendukung lainnya dalam berurusan, sehingga dampaknya kemajuan daerah tersebut lambat. “Kita tak diperkenankan membuka akses di areal konsesi,” sebut dia. Maka dari itu, untuk melakukannya Pemkab mengajukan izin pinjam pakai lahan, dengan terlebih dahulu mendapat rekomendasi perusahaan

yang mengantongi izin konsesi. Setiap kali melakukan kunjungan kerja daerah di wilayah tersebut, masyarakat kerap kali menanyakan, tentu ini jadi pekerjaan Pemkab untuk menyelesaikan. Alhamudillah, pasca dikeluarkannya izin tersebut, Siak bebas dari keterisolasian kawasan. Semua akses segera dibuka terutama di wilayah izin pinjam pakai itu, untuk memudahkan masyarakat.

 rpc

 Tarik Minat Investor

KITB Tahun Ini Dioprasionalkan

U

NTUK mengembangkan KITB sebagai daerah sentral ekonomi baru bagi Kabupaten Siak berbagai trobosan terus dilakukan oleh Pemkab Siak. Demikian dikatakan oleh Bupati Siak Drs Syamsuar MSi saat Ekpos Persentasi KITB di kediamannya belum lama ini. “Untuk membangun KITB ini kita mengunakan dana APBD Kabupaten Siak pemerintah Pusat juga ikut membantu dana untuk mempercepat pembangunan KITB itu,” katanya. Hal tersebut terbukti, dana yang dikuncurkan oleh pemerintah pusat ke kawasan KITB itu sudah dua tahun berturut turut. Pemerintah pusat saat ini juga telah mengeluarkan Izin operasional KITB dan tahun

2013 ini pelabuhan ini sudah mulai di operasikan untuk bongkar muat barang. Izin operasional ini dikeluarkan, agar KITB tersebut ada kegiatan sebagai mana layaknya sebagai pelabuhan lainnya.Dan ini merupakan salah satu usaha untuk memancing Investor untuk menanamkan modalnya di KITB itu. Syamsuar melanjutkan, mengelola KITB ini, untuk sementara Pemkab Siak akan berkerja sama dengan pihak Apel. “Sebenarnya KITB ini sudah banyak Investor mau menanamkan investasinya dan beberapa waktu lalu investor Jepang sempat datang menjumpai Pemkab Siak dan mereka sangat tertarik untuk membuka usaha di KITB,” paparnya.

 dpc

Petani Dianjurkan Buat Tanaman Terpadu

D

PRD Siak menggelar sidang paripurna penyampaian tiga Rencana Peraturan Daerah (Ranperda) dari Bupati Syamsuar di gedung Panglima Jimbam atau kantor DPRD, Selasa pekan silam. Sidang paripurna yang di pimpin langsung Ketua DPRD Siak Zulfi Mursal,SH itu dihadiri 27 dari 35 anggota DPRD Siak serta unsur Muspida dan Pejabat Pemerintah kabupaten (Pemkab) Siak. Ketiga Ranperda tersebut yakni Ranperda organisasi dan tata kerja Sekretariat Daerah Dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Siak, Ranperda tentang Organisasi Dan Tata Kerja inspektorat, Bappeda dan lembaga Teknis Daerah Kabupaten Siak, dan Ranperda tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Siak. Penyampaian tiga Ranperda yang di bacakan Bupati Syamsuar, dalam sidang tersebut sebanyak tiga Ranperda yang di

ajukan Pemkab Siak kepada Lembaga Legislatif adalah untuk memperoleh gambaran terhadap Ranperda yang di sampaikan tersebut. Ranperda tentang Organisasi Dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Siak telah mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang pembagian urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/kota, Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007tentang organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Satuan Polisi Pamong Praja. Peraturan Mendagri No 57 Tahun 2007 dan Peraturan Mendagri No 64 Tahun 2007 tentang pedoman teknis organisasi dan tata kerja Inspektorat Provinsi dan Kabupaten. Sehingga organisasi perangkat daerah Kabupaten Siak perlu di lakukan penyempurnaan kembali sesaui dengan peraturan

Perundang-Undangan yang berlaku. “Dalam setiap penataan organisasi, pemerintah Kabupaten Siak sebagaimana di muat dalam Rancangan Peraturan Daerah, telah mempertimbangkan berbagai faktor, diantaranya faktor keuangan, kebutuhan daerah, cakupan tugas yang meliputi sasaran tugas yang diwujudkan, jenis dan banyaknya tugas, luas wilayah kerja dan kondisi geografis, jumlah dan pendataan penduduk, potensi daerah yang bertalian dengan urusan yang akan di tangani serta sasaran dan prasarana penunjang tugas,” terang Bupati Syamsuar. Selain itu menurut Ketua DPRD Siak Zulfi, pengajuan dan penyampaian tiga Ranperda yang diajukan Bupati Siak pada tanggal 10 Mei lalu telah ditindalanjuti pihak legislatif darah ini. Dan kini masuk pada tingkat pembahasan sesuai dengan ketentuan perundangan undangan yang berlaku.

 rtc

P

ETANI dianjurkan tidak hanya menanam satu jenis komiditi saja, namun membuat sistem tanaman terpadu yang tujuannya menunjang kesejahteraan bagi petani sendiri. Selain itu, dengan sistem tanaman terpadu juga untuk mengantisipasi jika terjadi anjlok harga pada tanaman tertentu seperti karet. Sehingga petani masih bisa memenuhi keperluan hidupnya sehari-hari, dengan masih ada komoditi lainnya. “Tanaman terpadu memiliki fungsi yang banyak, karena tidak hanya menanam pada satu jenis komoditi saja. Tanaman terpadu yakni sayuran, kolam ikan dan peternak sapi,” ujar Kepala Badan Penyuluhan Kecamatan (BPK) Tualang Suwandi, belum lama ini. Menurut Suwandi, dengan membuat tanaman terpadu, petani tidak perlu khawatir jika ada salah satu jenis komoditi harganya anjlok. Karena masih ada

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012 CMYK

komoditi lainnya yang menutupi, seperti harga sawit atau karet jatuh, namun karena masih ada tanaman sayuran dan ternak ikan maupun sapi, sehingga petani masih tetap bisa menutupi keperluan kehidupannya sehari-hari. Lebih lanjut Suwandi mengatakan, pihaknya melalui Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL) pertanian, selalu menganjurkan kepada petani untuk menerapkan pola tanaman terpadu. Karena ditanaman terpadu tersebut semuanya sudah tersedia, tidak harus mencari ataupun membelinya lagi. Apalagi dengan kondisi saat ini tambah Suwandi, harga sawit dan karet dipasaran anjlok. Petani yang hanya mengandalkan tanaman tersebut tentu mengeluhkan harga saat ini. Namun bagi petani yang telah menerapkan tanaman terpadu, tidak ada masalah. Karena masih ada yang dapat diandalkan.

 rpc


17

Wako: Jangan Ada Sampah Menumpuk Diprediksi sebulan ke depan volume sampah akan meningkat. Wako ingatkan petugas jangan sampai ada sampah yang menumpuk.

S

EHUBUNGAN dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII, diprediksi hingga sebulan ke

depan, volume sampah Pekanbaru akan meningkat. Dan untuk antisipasi kondisi tersebut, Pemko mendapatkan bantuan 8 unit kendaraan dari Pemprov serta satu unit alat berat pinjaman di TPA Muara Fajar. Namun begitu, sampah masih terlihat menumpuk di beberapa lokasi seperti di pinggir jalan, karena tidak diangkat oleh petugas. Melihat kondisi itulah, Wali Kota Pekanbaru, H Firdaus ST MT

Wako Motivasi Atlet Pekanbaru

B

ERTEMPAT di kediamannya, Rabu (5/9) siang, Wali Kota Pekanbaru H Firdaus,ST, MT memberikan suntikan motivasi kepada 168 atlet asal Pekanbaru yang akan turun berlaga untuk mengharumkan nama Riau di PON XVIII tahun 2012. Selain motivasi, atlet diberikan uang saku sebesar Rp1,5 juta per orang. Selain itu, pelatih juga mendapatkan uang pembinaan, tapi lebih besar yakni Rp2 juta per orang. Dan tidak hanya itu, wako juga berjanji akan memberikan bonus jika atlet Pekanbaru meraih medali emas pada PON akan datang. “Semua bergembira menyambut PON, apalagi ada 168 atlet Pekanbaru yang tergabung pada kontingen Riau. Pemberian ini semacam tali kasih dan untuk memotivasi mereka lebih baik lagi agar bisa berprestasi di event empat tahunan ini,” ujar Wako. Wako mengatakan semoga

D

Wako menjelaskan menumpuknya sampah tersebut terjadi karena memang petugas kebersihan kecamatan belum maksimal bekerja. Pasalnya, untuk wewenang dan tugas pembersihan sampah tersebut menjadi tanggung jawab pihak kecamatan. Selain itu, Wako juga mengimbau masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi lagi,

 rp/dri

Blue Bird Resmi Beroperasi di Pekanbaru

 pde/dri

kedepannya. Bayangkan saja jika Rp4 miliar tersebut tidak diberikan untuk pasar sudah berapa sekolah terbangun,” terangnya. Wako memastikan kalau dia sudah mempelajari kondisi pasar yang dikelola pemerintah. Pasar yang dibangun dengan anggaran APBD tersebut diperuntukkan kepada pedagang Pekanbaru. Sebagai contoh Pasar Rumbai yang hingga saat ini kondisinya tidak terurus. Masih banyak lapak dan kios yang kosong. Bahkan untuk listrik juga harus disubsidi Pemko Pekanbaru. Agar tidak terjadi kesalahan yang sama, Wako beberapakali menyatakan tidak akan membangun Pasar Cik Puan tersebut karena anggaran yang diperlukan sangat besar. “Kita sudah cukup dengan pengalaman kelola pasar, makanya kedepan kita tidak ingin itu terjadi lagi. Banyak yang terbebani, baik APBD, pedagang maupun pengelolanya,” ungkap Wako.*

 rp/dri

B

ERTEMPAT di halaman Kantor Wali Kota Pekanbaru, awal pekan silam, Wali kota Pekanbaru, H Firdaus, ST, MT, meresmikan beroperasinya taksi Blue Bird di Pekanbaru. Peresmian operasional itu ditandai dengan dilakukannya pemecahan kendi dan pemasangan stiker PON XVIII pada armada taksi oleh Wako, kemudian, Wako unsur Muspida serta tamu undangan dipersilahkan naik taksi dan menikmati city tour. Pada kesempatan itu, Wako menjelaskan penduduk Pekanbaru yang tercatat lebih 900 ribu, namun pada siang hari penduduk Pekanbaru sudah lebih 1 juta jiwa. “Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya sangat membutuhkan taksi sebagai moda transportasi. Baik transportasi dalam kota, maupun ke luar kota untuk menjalankan tugas dan bisnis,” ungkapnya. Wako juga berpesan kepada supir taksi Blue Bird menjadi duta dan pembimbing bagi tamu, untuk itu cermati dan diamalkan peraturan yang ada di Blue Bird, serta berlakulah

sopan dan bisa dipecaya dengan berlaku jujur. “Supir adalah ujung tombak dalam melayani tamu Pekanbaru. Kenalilah Kota Pekanbaru dengan baik, sehingga tamu yang datang untuk melihat-lihat bisa terlayani dengan baik dan mereka merasa puas akan pelayanan kita dan mereka tentunya ingun berkunjung kesini lagi,” sebut Wako. Sementara itu, Direktur Blue Bird Group, Handang Agusni menyebutkan untuk tahap awal armada yang akan dihadirkan sebanyak 100 unit. dan berharap kehadiran taksi Blue Bird bisa bermanfaat terutama dalam mendukung suksesnya PON XVIII “Kehadiran kami di Pekanbaru diharapkan bisa bermanfaat, terutama dalam mendukung suksesnya PON XVIII. Sejalan dengan itu, karena kami baru di Pekanbaru, maka kami juga harus banyak berlajar tentang sosial budaya Kota Bertuah ini,” katanya. Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika Pekanbaru, Dedy Gusriadi mengatakan bahwa Saat ini quota taksi di banding jumlah penduduk di

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012 CMYK

diinstruksikan kepada camat agar mengawasi wilayah mereka bebas dari sampah yang menumpuk. “Itu tugas camat dan lurah untuk melihat wilayah mereka. Kita semua tentu tidak ingin melihat sampah berserakan di mana saja, apalagi sampai menumpuk di pinggir jalan. Jika merasa warga Pekanbaru jangan buang sampah sembarangan,” ungkapnya.*

bantuan yang jumlahnya tidak seberapa ini bisa menjadi motivasi dan semangat atlet Pekanbaru untuk mengharumkan nama Riau. Dan Wako juga mengaku bangga dengan banyaknya atlet Pekanbaru yang masuk kontingen Riau. Dan diakhir sambutannya, Wako juga memastikan akan terus mendukung atlet Pekanbaru agar bisa berbicara banyak dan mempersembahkan medali untuk Riau. Sementara itu ke depannya, Pekanbaru akan fokus pada pembinaan atlet muda yang kelak menjadi atlet kebanggaan Pekanbaru, Riau bahkan Indonesia. “Pembinaan sejak dini itu penting, makanya di Pekanbaru sudah ada sekolah olahraga dan pusat pembinaan-pembinaan lainnya. Saat ini atlet yang ada kita maksimalkan. Ke depan diharapkan tumbuh banyak atlet yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama Indonesia,” tuturnya.*

Pemko Rencanakan Serahkan Pasar ke Swasta ARI enam pasar yang dikelola Pemko Pekanbaru, belum ada satupun yang memberikan keuntungan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Yang terjadi malah setiap tahun Pemko mensubsidi dari APBD untuk operasional enam pasar tersebut. Yakni Pasar Cik Puan, Pagi Simpang Baru Panam, Rumbai, Limapuluh, Agussalim dan Pasar Palapa. Dan jumlahnya juga cukup besar mencapai angka Rp4 miliar dan selalu masuk dalam APBD Pekanbaru setiap tahunnya. Melihat kondisi tersebut dan menilai Pemko Pekanbaru gagal mengelola pasar, Wali Kota Pekanbaru, H Firdaus, ST MT menegaskan ke depan tidak lagi mengelola pasar tersebut. “Dari enam pasar yang kita kelola semuanya tidak menghasilkan. Kondisi tersebut sangat memberatkan APBD Pekanbaru yang jumlahnya kecil pula. Belajar dari pengalaman dan jelas kita gagal harus ada solusi

mengatakan hal itu harus segera diatasi. Karena, menurut Wako jika sampah menumpuk di pinggir jalan akan membuat citra Pekanbaru menjadi buruk. “Saya tidak mau melihat ada sampah yang menumpuk lebih dari satu hari. Bahkan tidak ada sampah yang bertumpuk di pinggir jalan khususnya jalan protokol dan jalan menuju venue. Semuanya harus bisa bersih sebelum pagi hari,” tegas Wako.

kota Pekanbaru masih kurang. Dari 1 juta penduduk Pekanbaru sesuai hasil penelitian Dinas Perhubungan di butuhkan layanan taksi sebanyak 900-1.000. Sementara yang ada kini dari tiga operator yang ada hanya 600 unit. “Dari tiga operator taksi yang ada sekarang baru menyediakan 600 unit, berarti kita masih punya quota sekitar 300-400 unit lagi,” jelas Dedi. Menurut mantan Kadis PU Pekanbaru ini dengan masuknya operator baru Blue Bird, diharapkan dapat mengisi layanan taksi. Terutama menyambut tamu PON XVIII. “Ini di harapkan untuk melayani tamu PON. Jangan kita terulang lagi pengalaman di waktu lalu saat kegiatan Apeksi dimana layanan taksi saat itu kurang bagus,” ujarnya. Ia juga menyebutkan untuk operator yang kini sudah ada agar memperbaiki diri sehingga dapat bersaing dengan operator baru. “Untuk Riau taksi memang kini sudah bagus, akan tetapi masih perlu pembenahan baik layanan maupun supirnya,” tambah Dedi.*

 rnc/dri


18

10 Stand Tersedia di GOR Tengku Pangeran B

ADAN Penanaman Modal Daerah (BPMD) Kabupaten Pelalawan telah membuka sepuluh stand yang berada di GOR Tengku Pangeran, Pangkalan Kerinci. Kesepuluh stand ini dimaksudkan untuk menyemarakkan gelaran pertandingan tinju yang dilaksanakan di Kabupaten

Pelalawan. Demikian disampaikan Kepala Badan Penanaman Modal Daerah Pelalawan, Ir Zuhelmi, di Pangkalan Kerinci, Jum’at (7/9). Zuhelmi menjelaskan bahwa kesepuluh stand itu diisi oleh dinas-dinas serta para pelaku Usaha Kegiatan Makro dan Mikro yang ada di daerah ini.

“Dan ini juga adalah sebagai bentuk partisipasi kita khususnya Kabupaten Pelalawan untuk meramaikan salah satu pertandingan PON yakni tinju yang digelar di sini,” ungkapnya. Lanjut Zuhelmi, pihaknya hanya menyediakan sepuluh stand, maka ada juga stand yang berisikan dua dinas.

Ketua Harian Sub PB PON Pelalawan adakan rapat

Pemkab Segera Resmikan AKNP

P

ADA akhir September mendatang, Akademi Komunitas Negeri Pelalawan (AKNP) akan segera diresmikan oleh Pemerintah Daerah Pelalawan. Dalam peresmian AKNP itu nanti, sekaligus juga akan diberikan kuliah umum yang disampaikan langsung oleh Head of Diagnostics Research Group UTM Prof Ir Ing Eko Suproyanto dari Badan Pengkajian dan Penerapan Tehnologi (BPPT) serta Dikti. Hal ini disampaikan Direktur AKNP Pelalawan, Syafi’i M.Si, Jum’at (7/9). Syafi’i menjelaskan bahwa dalam acara launching nanti juga pihaknya akan mengadakan kuliah umum bagi para mahasiswa baru. “Ya, jika tak ada halangan, insya Allah, akhir September mendatang tepatnya tanggal 29 September, kita akan me-launching AKNP ini,” ungkapnya. Lanjut Syafi’I, kuliah umum ini akan disampaikan langsung oleh Prof Ir Ing Eko Suproyanto tentang Akademi dan Teknopolitan. Tak hanya itu, kuliah umum ini juga akan diisi paparan dari Dikti dan BPPT. “Akademi Komunitas (AK) ini memang program langsung pemerintah pusat yang didukung oleh pemerintah daerah. Tanggal 9 September nanti, AK yang berada di Pacitan diresmikan langsung

oleh Presiden SBY yang merupakan simbolisasi peresmian AK di daerah-daeah lain,” terangnya. Syafi’i mengatakan bahwa keberadaan AK ini sendiri terutama AKNP memang sudah sangat diperlukan bagi daerah ini. Hal ini dibuktikan dengan membludaknya masyarakat lulusan SMA/SMK yang mendaftar di AKNP. Apalagi untuk tahun pertama ini, AKNP hanya menerima 75 mahasiswa saja dengan tiga jurusan yang dibuka. “Ya, tahun awal ini, AKNP hanya membuka tiga jurusan saja yakni Agro Tehnologi, Elektro Industri dan Tehnik Informatika dengan jenjang Diploma 2. Dan masingmasing jurusan hanya diisi oleh 25 mahasiswa saja, sehingga totalnya hanya 75 mahasiswa saja untuk tahun pertama ini,” katanya. Dan nantinya, sambungnya, dari 75 mahasiswa ini maka 15 orang mahasiswa-mahasiswa terbaik akan diarahkan untuk melanjutkan ke Sekolah Tinggi Tehnologi Pelalawan. Sementara sisanya yang lain yakni sebanyak 65 orang akan langsung disalurkan ke perusahaan-perusahaan. “Jadi jebolan AKNP nanti, 15 mahasiswa terbaik akan mendapat beasiswa melanjutkan ke Sekolah Tinggi Tehnologi Pelalawan sementara sisanya sebanyak 65 akan langsung

disalurkan ke perusahaanperusahaan yang telah memiliki MoU dengan AKNP,” terangnya. Karena itu, lanjutnya, bagi masyarakat yang berminat untuk mendaftarkan ke AKNP agar secepatnya mendatangi tempat pendaftaran di Sekretariatn AKNP yang untuk sementara ini berada di belakang Kantor Cipta Karya yang ada di Jalan Lintas Timur, samping SPBU. “Ini momentum yang bagus bagi masyarakat yang ingin kuliah dan langsung mendapatkan kerja,” tandasnya. Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pelalawan, MD Rizal M.Pd, saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan memang peresmian AKNP akan dilangsungkan bersamaan dengan kuliah umum yang diberikan oleh Prof Eko Suproyanto. Menurutnya, keberadaan AKNP di daerah ini patus diapresiasi oleh masyarakat Kabupaten Pelalawan. “Soalnya, AKNP ini telah bekerjasama dengan 18 perusahaan yang ada di daerah ini. Jadi jebolan dari AKNP ini akan langsung disalurkan ke perusahaanperusahaan yang telah MoU dengan AKNP. Karena itulah, seleksi masuk AKNP ini pun sangat ketat karena ooutput yang dihasilkannya pun harus berkualitas,” pungkasnya.*

 nol

Meski begitu, pihaknya akan memaksimalkan agar pameran yang digelar selama PON berlangsung ini dapat berjalan lancar. “Pada stand-stand itu, maka hampir semuanya diisi oleh produk-produk dari Kabupaten Pelalawan serta potensi-potensi yang ada di daerah ini,” ujarnya. Beberapa contoh diantaranya seperti miniatur Istana Sayap, tugu Equator, kue-kue hasil dari Kabupaten Pelalawan serta potensi-potensi lainnya yang sekiranya mampu menjual potensi daerah ini. Pasalnya, meski pameran ini hanya digelar selama PON saja namun event akbar yang dilaksanakan selama empat tahun sekali ini merupakan momentum yang bagus dalam mempromosikan kelebihan daerah ini. “Ya, memang pameran ini skalanya tak sebesar seperti Pelalawan Expo yang rutin diselenggarakan tiap tahun, tapi PON ini merupakan momentum yang bagus dalam memperkenalkan potensipotensi yang ada di daerah ini. Baik itu potensi wisata, Sumber Daya Alam (SDA) dan potensi ekonominya. “Karena itu, kita akan maksimalkan pameran yang diselenggarakan selama PON berlangsung ini dengan menampilkan semua potensi yang kita miliki,” bebernya.

Selain pameran itu juga, lanjutnya, pihaknya juga menyelenggarakan hiburan tradisional yang selenggarakan di Lapangan Sepakbola Pangkalan Kerinci. Hiburan ini juga dimaksudkan untuk memeriahkan pelaksanaan PON di daerah ini, karena api PON di Kabupaten Pelalawan akan disemayamkan di lapangan tersebut sebelum diarak menuju GOR Tengku Pangeran pada tanggal 11 September nanti. “Jadi untuk menyemarakkan api PON yang disimpan di lapangan sepakbola Pangkalan Kerinci, setiap malamnya selama lima hari, kita akan menggelar hiburan tradisional untuk menyemarakkan event ini,” ujarnya. Ditambahkannya, dirinya menghimbau agar masyarakat Kabupaten Pelalawan khususnya Pangkalan Kerinci dapat turut serta juga meramaikan pelaksanaan PON yang diselenggarakan di Riau utamanya di Kabupaten Pelalawan. Soalnya, event ini ke depannya belum tentu lagi akan dilaksanakan di Riau dan Kabupaten Pelalawan. “Jadi mumpung kegiatan ini dilaksanakan di Riau dan Kabupaten Pelalawan juga kebagian, maka kita samasama memeriahkan pelaksanaan PON di daerah ini,” pungkasnya.*

 nol

Kecelakaan Kerja, Disnaker Bentuk Tim

M

ENINDAKLANJUTI kasus kecelakaan kerja yang terjadi di PT Adei beberapa waktu lalu, yang menyebabkan seorang karyawannya mengalami luka parah, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pelalawan telah mendapat laporan resmi dari pihak perusahaan. Demikian hal ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Drs Nasri Fiesda Fe, Juma’at (6/9). Nasri mengatakan, dalam laporan tersebut, kecelakan yang terjadi murni akibat dari kelalaian pekerja perusahaan ini. “Ya, Salasa (4/9) lalu, kita telah menerima laporan resmi dari PT Adei terkait adanya kejadian kecelakaan kerja yang menyebabkan salah seorang karyawannya mengalami luka parah dan harus dirawat di rumah sakit,” terangnya. Lanjutnya, untuk membuktikan kebenaran atas kejadian tersebut, pihaknya telah membentuk tim pengawas yang dalam waktu dekat akan turun langsung untuk meninjau ke PT Adei. “Kita telah membentuk tim untuk melakukan peninjauan. Dan insya allah,

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012

jika tidak ada aral melintang, Senin (10/9) depan, tim yang dipimpin Kabid pengawasan Disnakertrans akan turun langsung keperusahan untuk membuktikan kebenaran atas kejadian tersebut,” beber Nasri. Ditambahkannya, dari hasil peninjauan nantinya, pihaknya akan segera mengambil keputusan. “Jika kejadian kecelakaan ini murni akibat kelalaian manusia dalam hal ini karyawan, maka kami minta perusahaan bertanggung jawab membiayai pengobatan karyawan tersebut. Namun apabila terbukti bahwa kecelakaan ini akibat kesengajaan oleh pihak perusahaan, maka kami akan memberikan sanksi dengan menyita mesin tersebut,” tegas Nasri. Nasri menjelaskan, untuk menghindari terjadinya kecelakaan dalam melakukan pekerjaan, maka semua perusahaan yang beroperasi di Pelalawan dihimbau untuk memprioritaskan savety ataupun pengamanan. “Dengan kejadian ini, kita minta perusahaan lain untuk lebih meningkatkan savety keselamatan kerja. Salah satunya dengan memberikan brifing kepada karyawan sebelum memulai pekerjaan,” tegasnya.*

 nol


19

Rekam E-KTP Beredar KTP dan KK Palsu P

ROSES pembuatan eKTP di Inhu memunculkan masalah baru. Petugas mendapati sejumlah warga menggunakan KTP dan KK palsu. Puluhan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diduga palsu ditemukan pada sejumlah kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) saat proses perekaman Elektronik Kartu Tanda Penduduk (EKTP). Senin (3/9) pekan lalu. Sebagaimana diungkapkan Camat Seberida Suhadi mengatakan, penemuan KTP palsu tersebut diketahui saat warga yang memegangnya akan melakukan perekaman EKTP. Saat akan dilakukan entri data, ternyata NIK nya tidak sama dengan nama warga yang bersangkutan. “Di Kecamatan Seberida ditemukan 9 KTP dan 1 KK palsu selama proses perekaman E-KTP. Kita sudah laporkan persoalan ini kepada Disdukcapil Inhu dan saat ini dalam penelusuran Tim Pokja E-KTP yang didalamnya juga ada pihak kepolisian,” ujarnya. Agar KTP palsu tersebut

tidak digunakan warga untuk berbagai keperluan, pihak Kecamatan Seberida langsung menarik dan mengamankannya. Saat ini Pokja E-KTP tengah melakukan penelusuran untuk mengungkap siapa pembuatnya. “Kita belum bisa menyebutkan dari mana warga itu memperoleh KTP palsu tersebut. Sebab masih dalam proses penyelidikan dari Pokja yang didalamnya juga terdapat anggota kepolisian,” tandasnya. Ditambahkanya, bahwa oknum yang memalsukan KTP dan KK tersebut selalu mengiming-imingi korbannya dengan cara waktu pembuatan KTP yang singkat dan syarat-syarat yang mudah. Sedangkan biaya yang dipungut bervariasi mulai dari Rp 80 ribu. “Perekaman E-KTP di Kecamatan Seberida sudah mencapai 40 persen. Mudahmudahan kedepannya tidak ditemukan lagi adanya KTP dan KK palsu,” tegasnya. Akibatnya, warga pemegang KTP yang diduga palsu tersebut tidak bisa melakukan

perekaman E-KTP, dan diminta untuk kembali membuat KTP SIAK sehingga mereka memiliki NIK atas namanya sendiri sebagai acuan untuk perekaman E-KTP. Hal senada juga diungkapkan Camat Lirik, Amrina. Saat dilakukan perekaman E-KTP, petugas menemukan 8 KTP palsu yang seluruhnya berasal dari Desa Gudang Batu. Pihak kecamatan melalui Pokja EKTP telah menyerahkan persolan ini kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Sementara itu Kepala Disdukcapil Inhu, HM Sadar membenarkan ditemukanya KTP palsu di Kecamatan Seberida seperti yang dilaporkan camat dalam rapat evaluasi E-KTP yang dilaksanakan, Senin (3/9) di Pematangreba. “Sejauh ini berapa jumlah yang ditemukan se Inhu belum diketahui, sebab yang sudah melaporkan hanya Camat Seberida. Kebetulan pada rapat tadi Kapolres langsung merespon untuk melakukan penyelidikan karena hal

Akbid Indragiri Wisuda 82 Bidan

S

AMPAI saat ini, Kabupaten Indragiri Hulu masih kekurangan tenaga Bidan, sehingga wisuda 82 orang mahasiswi Akademi Kebidananan (Akbid) Indragiri angkatan VII Rabu (5/9) lalumenjadi momen penting bagi perkembangan kesehatan masyarakat Inhu. Bahkan Bupati Inhu Yopi Ariyanto menyebutkan bahwa dengan wisuda bidan ini diharapkan jumlah kelahiran yang tinggi di Inhu akan sebanding dengan jumlah bidan yang ada. Wisuda kali ini dipusatkan di Kampus Akbid Indragiri di Desa Rantau Mapesai Kecamatan Rengat. Sebelumnya wisuda mahasiswa Akbid dilaksanakan

di Gedung Dang Purnama Rengat. Namun, “untuk tahun ini Pemkab masih belum melakukan penerimaan CPNS sehingga diharapkan wisudawan bidan ini bisa mandiri di desa dan Puskesmas yang ada,” ucap Bupati Indragiri Hulu dalam sambutaannya pada wisuda mahasisiwi Akademi Kebidanan (Akbid) Indragiri Rengat angkatan ke-VII tahun 2012 Rabu (5/9), di halaman Kampus AKBID Dayang Suri Rengat di Kelurahan Seberang Kota Rengat. Puskesmas yang ada saat ini sangat minim dengan tenaga bidan kata Bupati, karenanya, sementara tingkat kelahiran anak di Inhu setiap tahunnya meningkat. Untuk itu diharap-

kan agar seluruh mahasiswa yang diwisuda ini untuk bisa menjadi tenaga medis di tiap Puskesmas. “Saya ucapkan selamat kepada yang diwisuda. Semoga usai dilantik ini bisa membantu pemerintah di dalam menjalankan program mensejahterakan masyarakat khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya. Sementara itu, Direktur Akbid Indragiri Rengat, Venny Riswanti SST dalam sambutan singkatnya mengucapkan rasa terima kasih pada Pemkab Inhu khususnya kepada Bupati Yopi Arianto yang telah membantu dan mendukung Program Study (Prodi) mahasiswi Akbid selama ini.

 suh/rpo

Petani Keluhkan Harga Sawit Anjlok

M

EROSOTNYA harga Tandan Buah Segar (TBS ) Kelapa Sawit Pasca Lebaran Idul Fitri membuat petani menjerit , harga TBS yang tersisa hanya Rp800 per Kg yang diterima petani tak mampu mencukupi kebutuhan sehari hari padahal harga ditingkat PKS tidak mengalami penurunan berarti. Penurunan harga diduga pada level pengumpul . Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kab Inhu, Emi Rosyadi Sp

memebenarkan tentang terjadinya penurunan harga TBS dilevel petani pada saat ini, di duga penurunan harga TBS di level pengumpul disebabkan 2 faktor yang selalu setiap tahun mempengaruhi harga TBS dilevel petani yakni saat diperayaan HUT RI (17 Agustus ) dan hari raya Idul Fitri. Dikatakannya, selama ini perusahaan selalu membebankan petani atas sumbangan atau perayaan yang dilakukan perusahaan, pembebanan dalam bentuk penekanan atau

penurunan harga TBS demikian halnya pada Idul Fitri untuk pemberian THR karyawan, selalu di barengi penurunan harga. “Apa lagi pada tahun Ini HUT RI ke 67 dan Lebaran Idul Fitri 1433 H hampir berbarengan sehingga berdampak penurunan harga yang signifikan ditambah memang ada penurunan harga CPO di pasaran dunia,namun penurunan Harga CPO di pasaran dunia tidak lah terlalu besar,” ungkapnya. Apkasindo Kabupaten Inhu berharap agar Dinas Perkebunan Kabupaten dapat memperhatikan dan memantau perkembangan harga di level petani maupun harga di level PKS, dan dinas terkait diharap berani memberikan sanksi bila ada yang melanggar.

 suh/rtc

tersebut sudah merupakan tindak pidana,” ungkapnya. Sadar mengungkapkan, pemalsuan KTP tersebut dilakukan dengan mencetak sendiri blangko dan men-scan tanda tangan kepala dinas, sehingga blangko tersebut tidak berasal dari Disdukcapil Inhu. “Pemegang KTP palsu tidak bisa melakukan perekaman EKTP, sebab ketika di entri, NIK yang tidak terdaftar atau palsu tidak akan akan muncul. Karena bagi warga yang memegang KTP palsu disaran-

kan untuk menyerahkan pada kecamatan setempat dan membuat KTP SIAK terlebih dahulu,” ucapnya. Meski demikian, untuk mengantisipasi hal ini tidak terjadi lagi, Disdukcapil Inhu akan melakukan pengetatan pengeluaran blangko KTP dan kartu keluarga. “Jika tidak ada pengantar dari pihak kecamatan yang ditanda tangani camat, Disdukcapil tidak akan melayani dan memproses pembuatan KTP dan KK,” jelasnya.

 suh/rtc

PD Inhu Akan Bangun Penggilingan Padi

P

ERUSAHAAN Daerah (PD) Inhu berencana membangun penggilingan padi di Desa Kuala Mulya Kecamatan Kuala Cenaku. Dengan pembangunan penggilingan padi tersebut diharapkan bisa membantu petani padi didaerah tersebut. Demikian diungkapkan Direktur Umum PD Inhu Amiruddin SE kepada wartawan di Pematangreba. Dikatakan, penggilingan padi yang akan dibangun tersebut dengan kafasitas 1,2 ton per jam. “Ini bisa membantu masyarakat untuk penggilingan padi,” ujarnya. Dengan adanya penggilingan padi ini bisa menampung gabah warga di daerah ini. Jika sebelumnya gabah langsung dijual kepada pedagang pengumpul dari daerah lain, maka setelah adanya penggilingan padi ini diharapkan bisa digiling menjadi beras ditempat tersebut. Ke depan diharapkan dari proses penggilingan ini akan ada satu pruduk beras Inhu dengan merek produksi sendiri seperti yang sudah dilakukan oleh Kabupaten Siak dan Bengkalis. “Inhu juga akan memiliki padi produksi sendiri, terutama di Kecamatan Kuala Cenaku,” ucapnya. Rencana pembangunan penggilingan padi ini akan bekerja sama dengan PT Riau Multi Trade (RMT). Dirinya yakin ini bisa diwujudkan, karena perusahaan dimaksud sudah berpengalaman. Hasil prastudi yang sudah dilaku-

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012

kan ini akan diekpose dihadapan pejabat Pemda Inhu terkait dengan rencana pembangunan penggilingan padi dimaksud. Selain itu PD Inhu juga menjalin kerja sama dengan Riau Petrolium, yaitu BUMD milik Provinsi Riau dalam penggelolaan lapangan minyak di Kecamatan Lirik. Menurutnya ada sekitar 100 titik sumur tua di daerah itu yang akan difungsikan kembali bekerja sama Riau Petrolium dan salah satu investor yang bergerak di bidang perminyakan. Peran PD Inhu sendiri lebih kepada Sospol, sedangkan perizinan akan diurus oleh Riau Petrolium dan pekerjaan di lapangan akan dikelola oleh investor bidang perminyakan. “Inilah dua agenda kerja PD Inhu yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” ujar Amiruddin. Selanjutnya, bupati menghimbau warga Inhu untuk bersama-sama mensukseskan pelaksanaan PON di Riau. “Apalagi di Inhu ada tiga cabor yang dilombakan, yaitu terjun payung, aero modeling, dan sepak bola,” ujar Bupati kepada wartawan, Senin (26/8) lalu di Rengat. Dikatakan bupati, partisipasi masyarakat dan seluruh elemen yang ada di Inhu dalam pelaksanaan PON sangat penting. Karena ini menyangkut nama baik Provinsi Riau secara keseluruhan. Maka Kabupaten Inhu sebagai tuan rumah tiga cabor dimaksud harus bisa mensukseskannya.

 suh/rpo


20 Indragiri Hilir Ibadah

Indah, Bersih, Aman, Damai dan Harmonis

Inhil Tunggu Perda Kawasan Industri Kuala Enok P

EMERINTAH Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih menanti rampungnya penggodokan peraturan daerah (Perda) tentang kawasan industri Kuala Enok dan Dumai yang hingga kini masih dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau. Keberadaan Perda itu akan menjadi dasar hukum pembangunan kawasan industri di dua kabupaten/kota di Riau saat ini. Khusus untuk Inhil, memiliki sebuah kawasan industri ini merupakan misi untuk meningkatkan iklim investasi di daerah itu. Sesuai rencana awal, Perda kawasan itu sudah harus diselesaikan pada bulan Agustus 2012 lalu. Sehingga setelah hari raya nanti masih akan adanya rapat-rapat

intensif antara Pemprov Riau dengan Pemkab Inhil dan Kota Dumai. “Rencana efektif disiapkan bulan ini Perdanya, makanya untuk meminta masukan daerah akan ada rapat intensif setelah Idul Fitri,” kata Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Inhil, H Syafrinal Heddy. Dia menjelaskan, koordinasi antara Pemprov Riau dengan Pemda Inhil dan Dumai untuk penggodokan Perda kawasan ini masih terus berjalan. Karena berdasarkan Perda itu nantinya akan membuat sebuah badan pengelola. “Klaster industri ini masih dibuatkan Perda kawasan Kuala dan Dumai. Nanti dengan Perda itu akan dibentuk sebuah badan pengelola

yang dibentuk oleh provinsi dan daerah yang akan mengelola kawasan industri tersebut,” jelas Syafrinal Heddy. Saat disinggung mengenai anggaran pembebasan lahan untuk kawasan industri itu, menurut Syafrinal Heddy, sebenarnya sudah dianggarkan melalui APBD provinsi dan kabupaten tahun 2012. Namun mengingat Perda kawasan belum ada, anggaran tersebut akan dianggarkan kembali untuk tahun 2013. “Saat ini pembebasan lahan belum jalan. Nanti yang akan membebaskan lahan itu kan pengelola, bukan daerah lagi. Jadi nanti ada semacam penyertaan modal dari pemerintah daerah kepada badan pengelolanya,” jelasnya. Sebagai gambaran guna

Petani Keluhkan Harga Kopra Turun

mempersiapkan kawasan klaster industri Kuala Enok, ditambahkan Asisten II Setdakab Inhil, pemerintah daerah dan provinsi sudah membuka akses jalan menuju Kuala Enok, tapi masih harus ditingkatkan, sebab masih ada sekitar 35 kilometer badan jalan yang belum di-hotmix. Nantinya, lanjut Syafrinal, kawasan Klaster Industri Kuala Enok akan berdiri di lahan seluas 5.439 hektare dan pemerintah telah menyelesaikan fasibility study tahun 2010 lalu sehingga tinggal menyiapkan master plan kawasan agar bisa dilanjutkan ke tahap pembangunan. “Klaster industri Kuala Enok nantinya tidak hanya untuk menampung produksi kelapa sawit, melainkan seluruh hasil pertanian yang

M

bisa melakukan sebuah tindakan guna mengangkat harga kopra agar bisa memberikan peningkatan ekonomi para petani,” ujar salah soerang warga Desa Sungai Batang, Eki. Usai Idul Fitri ini, ditambahkannya, belum ada tandatanda harga kopra akan mengalami kenaikan. Sehingga permasalahan anjloknya harga kopra saat ini menjadi keluhan utama masyarakat petani kelapa dan kopra di Kecamatan Kuindra. Menurut pengakuannya, kopra kering 60 persen hanya dibeli dengan kisaran harga Rp1.600 hingga Rp1.800 per kilo di pabrik. Sementara di tingkat pengumpul harga penjualan

petani tentunya akan jauh berada di bawah angka tersebut. “Apa lagi yang bisa diharapkan petani kelapa. Buah jerih payah dari tetes demi tetes keringat mereka semakin hari semakin tidak mampu lagi memberikan kesejahteraan. Perawatan yang dilakukan selama tiga bulan ditambah proses pengolahan buah menjadi kopra seakan tiada dihargai. Lembaran rupiah yang diterima, jangankan untuk meraih impian, hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan perutpun petani terpaksa harus mengorbankan perawatan kebun,” ungkap Eki sekaligus tokoh masyarakat desa tersebut.

 jan/rpo

 jan/rpo

Dermaga Kuala Pelangi Perlu Perhatian Pemkab

K

ASYARAKAT di Kecamatan Kuindra khususnya di Desa Sungai Batang mengeluh. Pasalnya harga produk perkebunan kelapa dan kopra sebagai penghasilan kehidupan mereka tidak kunjung mengalami perubahan yang mengarah keluar dari keterpurukan. Kini harga patokan hanya dibandrol Rp1.600-1.800 per kilogram oleh penampung. “Kemarin, sebelum Idul Fitri 1433 Hijriyah, harga kopra yang hanya dihargai Rp1.600 per kilogramnya. Itu cukup berat kami rasakan, apalagi menjelang Idul Adha yang tinggal beberapa pekan lagi. Kini setelah hari raya kita sangat berharap pemerintah

ada di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kuansing, hingga provinsi tetangga, Jambi. Keseriusan pusat untuk membangun kawasan itu juga sudah dibuktikan dengan sosialisasi oleh Kementrian Perindustrian dan Kementrian PU di Tembilahan,” paparnya. Perkembangan terakhir juga, dikatakannya lebih lanjut, sudah ada beberapa perusahaan yang siap masuk ke kawasan klaster dan membangun sarana di dalamnya seperti PT Holcim, PT Riau Baraharum dan PT Ivo Mas yang bergerak di bidang perkebunan sawit. “Namun karena beberapa kendala, calon investor itu masih menunggu kepastian pemerintah,” tuturnya.

ONDISI dermaga kayu di Dusun Tiga Kuala Pelangi, Desa Pelanduk, Kecamatan Mandah saat ini dalam kondisi rusak berat. Padahal keberadaan dermaga tersebut sangat vital dalam kelancaran arus transportasi orang dan barang. Selain itu, dermaga tersebut setiap harinya dilintasi oleh puluhan anak sekolah yang berada di desa tersebut. Akibat kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut, dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan warga dan anak sekolah yang melintasinya, bahkan tak jarang terjadinya peristiwa anak yang terjatuh ke sungai dikarenakan persoalan tersebut. Salah seorang warga Desa Pelanduk, Masud mengatakan, kerusakan dermaga sudah berlangsung cukup lama. Kerusakan parah terletak di lantai yang terbuat dari papan, dimana sudah banyak papan yang lapuk karena termakan usia. “Kerusakan yang terjadi sudah cukup lama. Padahal

keberadaan dermaga tersebut sangat penting bagi warga terutama anak sekolah. Akibat kerusakan yang terjadi beberapa waktu lalu, ada anak yang terjatuh ke sungai. Beruntung karena bisa berenang anak tersebut terselamatkan,” kata Masud. Untuk itu, dia berharap Pemkab Inhil dapat memperbaiki kerusakan dermaga yang ada. Sebab kalau tidak warga sangat takut jika sesuatu yang tidak diinginkan menimpa putraputri mereka yang pergi dan pulang dari sekolah. Sebab tidak menutup kemungkinan, karena terus termakan usia jembatan tersebut bisa saja ambruk ketika tidak sanggup menahan beban nantinya. Sementara itu, anggota DPRD Inhil, H Awandi yang sedang melakukan reses di Kecamatan Mandah membenarkan kerusakan yang terjadi. Dia mengakui, warga sangat mengharapkan perbaikan dermaga kayu tersebut demi kemudahan dan kelancaran warga dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

 jan/rpo

BPPD Wacanakan Bangun Sumur Bor di Pemukiman Padat

S

ERINGNYA terjadi musibah kebakaran dalam beberapa waktu belakangan ini, memunculkan wacana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) untuk membangun sumur bor di setiap permukiman padat penduduk. Langkah tersebut diambil, sebagai sebuah antisipasi karena seringnya terjadi kebakaran sehingga para petugas pemadam juga kesulitan mendapatkan sumber air saat pemadaman

api berlangsung. Menurut Kepala BPBD Inhil, Anwar Nawang, usulan tersebut sudah diajukan pihaknya kepada Sekdakab Inhil. “Kita berharap keinginan ini bisa terpenuhi sehingga memudahkan proses pemadaman api saat terjadi musibah kebakaran,” ungkapnya, Senin (3/9) lalu di Tembilahan. Hambatan lainnya, selain kesulitan mendapat sumber air, petugas juga sulit menjangkau titik api, karena akses jalan yang cukup sempit. Kondisi itu dipersulit dengan

ramainya masyarakat yang ingin menyaksikan peristiwa kebakaran. “Ada beberapa hambatan yang sering kita hadapi saat melakukan pemadaman ketika peristiwa kebakaran terjadi. Apalagi bahan banguan masyarakat banyak terbuat dari kayu yang mudah dimakan api,”jelasnya. Untuk mengagendakan hal itu, pihaknya dalam waktu dekat ini akan mengadakan rapat koordinasi dengan beberapa pihak terkait seperti kepolisian, Dishub dan Satpol PP.

“Di sana kita dapat mengetahui apa saja faktor-faktor yang menjadi penghambat petugas dalam menjalankan

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012

tugasnya. Lalu hasilnya terdapat beberapa solusi yang tepat dan nyata,” imbuhnya.

 jan/rpo


21 Kepulauan Riau

Kota Gurindam Negeri Pantun

Suryatati Gelar Halal bi Halal dengan Masyarakat Menggelar halal bi halal, kediaman walikota justru ramai dikunjungi massa pendukung MayaDahlan.

S

EMINGGU setelah merayakan Idul Fitri, acara Halal bihalal pun berlangsung diberbagai instansi pemerintahan khusus dijajaran Pemko Tanjungpinang. Acara Halal bihalal ini bagi kaum muslim bukanlah merupakan hal yang istimewa maupun berlebihan namun bertujuan untuk menjalin hubungan persaudaraan dan tali silaturahmi. Saat hari raya Idul Fitri antara sesama ummat muslim mungkin saja tidak dapat berjabat tangan atau saling mengunjungi dikarenakan keterbatasan waktu, maka dengan penyelenggaraan acara Halal bi halal merupakan acara yang cukup berarti dan bilamana ada yang tertinggal disinilah momen yang tepat untuk saling bermaafan kemudian secara bersama memanjatkan rasa syukur dan terima kasih kepada Sang Pencipta.

Walikota Tanjungpinang, Dra. Hj. Suryatati A Manan serasa tidak mau ketinggalan untuk menyelenggarakan acara Halal bi halal dirumah kediamannya pekan lalu yang dihadiri massa pendukung balon Walikota dr Maya – Dahlan. Pada kesempatan itu tampak beberapa Tokoh masyarakat menyampaikan beberapa point tertentu jurus untuk memenangkan Maya – Dahlan. Langkah yang pertama menurut Zarnizar, politisi Golkar yang juga salah satu Parpol besar pengusung Putri sulung Walikota ini,” hendaknya masyarakat pendukung khususnya yang menghadiri acara Halal bi halal malam ini harus menghindari istilah aji mumpung, artinya datang berpura-pura namun hatinya tidak sepakat mendukung Maya - Dahlan,” tuturnya. Masih penegasan Zahnizar, kehadiran massa pendukung balon Walikota dr Maya Suryanti - Tengku Dahlan adalah diluar dugaan, sebelumnya diperkirakan massa pendukung paling hadir sekitar 500 orang ternyata justru membludak yang

diperkirakan 3000 orang. “Bilamana setiap orang mencari calon pendukung Maya – Dahlan sebanyak 100 orang tentu jumlahnya semakin besar dan betapa mudahnya kita mengantarkan pasangan ini kekursi Walikota nanti, untuk itu saya tekankan diantara ribuan massa yang hadir, jangan lagi ada yang membelot atau jangan ada dusta diantara kita, sekali layar terkembang pantang bersurut ke belakang, sekali kita sudah sepakat mendukung Maya - Dahlan marilah sama-sama berjuang pungkasnya,” tegas Zarnizar. Sementara Walikota Suryatati yang didampingi putrinya Maya dan juga mantunya Taufik, menyambut antusias kehadiran warga yang berkenan mau membagi waktu serta meringankan langkah kerumahnya dalam sebuah acara Halal bi halal ini. ”Saya sangat terharu dan bangga dengan kehadiran warga malam ini yang sangat diluar dugaan. Sekaligus mengingatkan warga agar seiring dan sejalan memperjuangkan putrinya itu,” harap

Tatik. Jumlah pemilih sesuai dengan pendataan dari KPU kota Tanjungpinang adalah 153.000 dan dibagi empat pasangan Walikota, andai kata setiap orang dari jumlah warga yang hadir malam ini mencari tambahan pendukung masing-masing 100 orang berarti kita begitu mudah untuk meraih kemenangan dr Maya – Dahlan pada tanggal, 31 Oktober 2012 mendatang. Dikatakan Suryatati, pada tanggal, 08 Oktober 2012 akan dilangsungkan dengan pencabutan nomor balon, sayangnya Tengku Dahlan diperkirakan tanggal 21 September bersama Istri akan berangkat menunaikan ibadah Haji ke-tanah suci Mekkah lebih kurang 40 hari termasuk diperjalanan, kemudian pada tanggal, 30 Oktober 2012 beliau tiba di Tanjungpinang dan esok harinya

pemilihan atau pencoblosan disetiap TPS akan dilangsungkan. “Meskipun demikian kita tidak perlu gentar atau patah semangat, jadi Suryatati menepis agar tidak ada prasangka buruk terkait dengan keberangkatan Pak Dahlan ke-tanah suci Mekkah, semuanya kita serahkan kepada Tuhan yang Maha besar, selain dari kekuatan jasmaniah tentu kekuatan spiritual juga penting untuk meyakinkan perjuangan kita bersama,” tutur Tatik.

 bin

Suryatati A Manan

David Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Kepri 3

I

NDIKASI dugaan korupsi pengadaan kapal Kepri 3 sangatlah tinggi, mantan peserta lelang kapal David melapor ke Kajari dan KPK Selain melibatkan Rahminuddin sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan juga pada saat itu menjabat Kabiro Perlengkapan Pemrov Kepri, terkait dengan dugaan kasus korupsi Lelang pengadaan Kapal Kepri 3 senilai Rp.2,3 milyar tahun 2008, Ayub sebagai panitia lelang dan Nanang yang berperan penyusun dokumen lelang pada paket proyek dimaksud, namun Gubernur Kepri Mohammad Sani diduga keras terlibat dalam lingkaran ‘setan’ ini. Dugaan itu didasari dengan usulan pengadaan Kapal Kepri 3 sebagai sarana transportasi laut untuk kelancaran tugas Pemrov Kepri dan dimana pada saat itu Pak Sani menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepri periode 2005-2010. Kemudian juga timbul dugaan hasil dari dugaan

korupsi dimaksud terpakai untuk menanggulangi biaya Pemilukada Gurbernur tahun 2010-2015. Salah satu bukti nyata lagi yang tidak masuk akal, Rahminuddin boleh dikatakan salah seorang pejabat yang bermasalah kala itu menyoal lelang pengadaan Kapal Kepri 3 namun serasa tidak mendapatkan sanksi atau tindakan tegas dari Gubernur terbukti sampai sekarang jabatan empuk sebagai Kepala Badan Ketahanan Pangan di Pemrov Kepri masih dijabat Rahminuddin. Atas dugaan KKN yang mencoreng beberapa oknum pejabat berkompeten dikantor Gubernur Kepri, David S salah seorang peserta lelang pengadaan Kapal Kepri 3 yang merasa benar-benar dirugikan secara resmi melaporkan dugaan KKN ini kepada Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang pada hari Kamis, (2/8) yang langsung diterima oleh Kajari, Saidul Rasli Nasution, SH. Dalam laporan resminya, David

menyerahkan bukti-bukti yang menyakinkan Kajari termasuk dokumen lelang, Surat penyanggahan terkait dengan hasil lelang yang sarat dengan KKN. Seusai menyerahkan laporan kepada Kajari, kepada awak media David mengatakan bahwa laporan ini diserahkan kepada Kajari Tanjungpinang adalah merupakan bentuk dukungannya kepada penegak hukum dimana selama ini proses penyelidikan terkait dengan Kapal Kepri 3 tidak jelas dan kesannya ditutupi. Lebih jauh David memaparkan, sebenarnya indikasi praktek KKN dimaksud tentang lelang pengadaan Kepri 3 dari awal sudah terlihat dengan jelas oleh panitia lelang. Dari persyaratan administasi, hingga spesifikasi secara terang-terangan pihak panitia lelang memaksa PT. Satu Arya Pratama sebagai pemenang, padahal secara administrasi perusahaan dimaksud gagal total dan hal itu dapat dipastikan sebagaimana yang tertuang pada Kepres 80 tahun 2003 yang menyatakan spesifikasi tehnis dan metode pelaksanaan time schedule wajib ditanda tangani pada surat penawaran. “Bukan itu saja kejanggalan yang saya temui dalam proyek Kapal Kepri 3 salah satunya kapal tersebut adalah kapal bekas dan itu dapat dibuktikan bahwa bagian bawah kapal sudah ditumbuhi lumut tebal. Pokoknya saya berbicara didasari bukti yang autentik bukan sembarang ngomong, dari sejak proses lelang hingga Kapal Kepri 3 terbakar pada tanggal,10 September 2009 lalu semuanya sudah bermasalah,” ungkap David. Ditanya mengapa David baru buka mulut terkait Kapal Kepri 3 sebab sudah makan waktu lama? Menurutnya kasus yang berapa tahunpun tetap bisa diangkat kepermukaan terlepas pihak penegak hukum mau bekerja dengan maksimal, “namun alasan yang pasti baru saat inilah

saya menemukan seluruh dokumen pelelangan Kapal Kepri 3, setelah di pelajari dengan cermat serta mencari referensi dari lembaga yang kredibel serta di selaraskan dengan bukti-bukti yang ada ternyata jelas menemui segudang kejanggalan,” pungkas David. Yang menjadi tanda tanya besar lagi papar David, mengapa Kapal Kepri 3 ini tidak dilengkapi dengan asuransi kapal, padahal sewaktu pengadaan kapal sebelumya yakni Kepri 1 dan 2 milik Pemrov itu semua dilengkapi dengan asuransi kapal sehingga apbila terjadi hal-hal yang tidak terduga kapal sudah dilengkapi dengan asuransi yang lengkap. “Jadi saya menduga bahwa Kapal Kepri 3 sengaja dibakar untuk menghilangkan kejanggalan maupun kecurangan panitia lelang, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sehingga siapa saja yang melakukan kecurangan dimaksud apakah sebagai otak pelaku, starring dapat menikmati hasil kejahatan itu. Kini laporan sudah diserahkan kepada Pak Kajari Tanjungpinang dengan bukti-bukti yang akurat, tinggal bagaimana beliau mempelajari, memeriksa serta menggiring. Kemudian selain laporan kepada Kajari, saya akan terus menindaklanjuti ke KPK didaerah maupun tingkat pusat, kita tetap mengupayakan penegakan supermasi hukum agar jelas seperti apa lelang pengadaan Kapal Kepri 3 dan siapa antek-antek yang bermain didalam lingkaran setan itu,” celotehan nya lagi. Kuasa Pengguna Anggaran yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Kepri, Drs. Rahminuddin yang sudah berulang kali dihubungi Azam baik secara langsung kekantornya maupun lewat HP selulernya tidak mendapatkan hasil. Kabarnya beliau sudah mendapatkan kabar berita diberbagai media sehingga sulit dihubungi.

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012

 bin


22 Galeri

K

Detik-detik Proklamasi Berlangsung Khitmad U

PACARA memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-67 di Kabupaten Siak, Jumat (17/8) sekitar 10.15 WIB berlangsung khikmad. Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Bupati Siak Syamsuar. Sebelumnya, tengah malam tepat pukul 00.00 WIB, digelar renungan suci di Makam Pahlawan Nasional Sultan Syarif Kasim. Renungan suci dipimpin Kapolres Siak AKBP Sugeng Putut Wicaksono. Selain itu diikuti Bupati Siak Syamsuar dan Wakilnya Alfedri serta unsur Muspida dan seluruh anggota TNI-AD, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan anggota Pramuka. Dalam upacara pengibaran bendera sangsaka merah putih di mulai sekitar 10.15 WIB

yang dilaksanakan tim paskibra Kabupaten Siak, dan dilanjutkan dengan pembacaan detik-detik proklamasi yang dibacakan Ketua DPRD Kabaputen Siak Zulfi Mursal. Sementara yang betindak sebagai komandan upacara AKP Melly Bharata, dan perwira upacara Kompol Nyolat Pulungan. Adapun untuk untuk tema HUT RI yang ke-67 adalah “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Bekerja Keras untuk Kemajuan Bersama, Kita Tingkatkan Pemerataan Hasil-hasil. Pembangunan untuk Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia�. Di sekitar lapangan upacara terlihat ratusan masyarakat ikut menyaksikan jalannya detik-detik proklamasi tersebut.*

PO. MUS TRANSPORT WISATA

Angkutan Sewa Eksekutif

TRANSPORT ANGKUTAN UMUM EXECUTIF

PEKANBARU

L 300 FULL AC - MITSUBISHI KUDA

- DUMAI - DURI - PADANG

: Jl. H Imam Munandar/Harapan Raya No. 29B Telp. 0761 885153 Pekanbaru DUMAI : Jl. Jend. Sudirman No. 134 Telp. (0765 )32910 - 38567 DURI : Telp. (0765) 7037258 PADANG : Jl. Ir H Juanda No 59 Telp. (0751) 38567

PEKANBARU

PUSAT

KANTOR PUSAT: Jl. Jati (Harapan Raya) No. 23

Mengutamakan Pelayanan Terbaik

Telp. (0761) 7003400 Pekanbaru

RENGAT AIR MOLEK TEMBILAHAN

RENGAT: Depan Terminal Jl. Diponegoro

Telp. (0769) 323451

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012

Antar Jemput Alamat Berangkat Tepat Waktu

 jhi


23 Pendidikan

UIR Terus Ukir Prestasi Mimpi Universitas Islam Riau (UIR) adalah jadi World Class University, Good University Governance dan menjadi Great University Governance dan terkemuka di Asia Tenggara.

UNCAK peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Universitas Islam Riau (UIR), diperingati 4 September lalu. Untuk memeriahkan puncak peringatan HUT Emas ini, UIR melaksanakan beberapa kegiatan seperti tabligh akbar, Muhasabah di Masjid Al Munawarah, mengadakan seminar nasional dan peresmian UIR Expo yang melibatkan dunia usaha, termasuk ke dalamnya pameran perusahaan perminyakan oleh Rektor UIR Prof Dr H Detri Karya SE DEA. Dalam hal ini, Universitas Islam Riau (UIR) bersama Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB), Lembaga Pengembangan Minyak dan Gas (Lemigas) sepakat untuk melakukan kerja sama dalam studi pengembangan perminyakan. Dan melakukan penandatanganan MoA langsung di

la dan futsal bagi SMA se-kota Pekanbaru. Panitia Milad emas UIR, juga bekerja sama dengan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Wilayah Sumatera, menggelar Olimpiade Akuntansi yang dipusatkan di gedung Pasca Sarjana UIR. Olimpiade akuntansi yang dilaksanakan ini merupakan yang keempat kalinya dilaksanakan UIR bersama dengan IAI Wilayah Sumatera. Hajatan ini setiap tahun dilaksanakan untuk memeriahkan Milad UIR. Di tahun 2012 ini, olimpiade akuntansi tingkat universitas diikuti UIR, PCR dan Universitas Lancang Kuning yang terdiri dari tujuh tim atau sebanyak 21 orang peserta. Milad Emas UIR juga menaja debat bahasa Inggris yang dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal 29-30 Agustus 2012 lalu, untuk tingkatan SMA dan Universitas. Untuk tingkatan SMA diikuti SMA Santamaria, MAN Teluk Kuantan, SMA Darmaloka, SMA YLPI yang terdiri dari enam tim. Sementara untuk tingkat universitas diikuti masing-masing UIR, UIN Suska, PCR sebanyak delapan tim. Selain itu, kegiatan karya ilmiah dan seminar internasional seperti lomba autocad

University. “ UIR telah mampu menjadi universitas terbesar di Kopertis Wilayah X meliputi Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Kepri. Dengan jumlah mahasiswa terbesar dan guru besar terbanyak. UIR memiliki jumlah mahasiswa aktif

gedung Lemigas dan ini salah satu momen yang dilakukan UIR dalam menyambut HUT Emas 50 Tahun UIR menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Tidak itu saja, berbagai kegiatan sudah dilaksanakan sejak diresmikan pelaksanaannya tanggal 25 Februari lalu. Seperti aksi sosial yang meliputi donor darah, pasar murah, pembersihan lingkungan, santunan anak yatim, penanaman pohon hingga pelatihan kerterampilan bagi warga sekitar UIR khususnya ibu-ibu rumah tangga. Kemudian, ziarah ke makam pendiri UIR, temu alumni dan berkunjung ke media-media besar seperti ke Riau Pos dan Tribune Pekanbaru. Dibidang olahraga, UIR juga mengadakan kegiatan berupa bersepeda sehat, jalan santai, pertandingan sepakbo-

dan berbagai kompetensi bagi para siswa SMA/SMK/MA. Tidak meninggalkan nuansa islami, panitia Milad UIR juga mengadakan kegiatan dakwah dan kesenian budaya berupa rangkaian kegiatan yang bernuansa Islam dan Melayu, seperti lomba MTQ, nasyid, fashion show busana muslim dan yang lainnya. Rektor UIR, Prof Dr H Detri Karya SE MA, saat pelaksanaan puncak peringatan Milad Emas ke-50 tahun di Auditorium UIR, minggu lalu mengungkapkan bahwa. Universitas Islam Riau (UIR) tepat berusia 50 tahun. Di usianya yang ke 50 tahun ini telah banyak dilakukan dan prestasi yang dicapai UIR. Salah satunya, UIR meraih peringkat pertama di wilayah Sumatera untuk tingkat Perguruan Tinggi Swasta berdasarkan data dari Webrangking

sampai saat ini berjumlah 25.000 orang,” jelasnya. Dengan usia UIR yang memasuki ke-50 tahun ini, dijadikan sebagai momen untuk mengenang semangat pejuang para pendiri UIR 50 tahun silam dengan nilai-nilai ke-Islam-an, membesarkan dan membangun UIR. Selanjutnya dijadikan sebagai wadah untuk memupuk kebersamaan keluarga besar UIR agar semakin erat lagi. Namun yang lebih penting adalah membangun keunggulan UIR sebagai perguruan tinggi yang berbasis islami. Menurutnya, ini adalah potensi yang dimiliki untuk terus dikembangkan dan ditingkatkan agar kualitas potensi ini dapat diberdayakan secara maksimal dengan segenap upaya yang dilakukan bersama untuk mengelola dengan baik. Hal ini juga

P

menjadi peluang yang besar menuju visi UIR tahun 2020 menjadi Universitas Islam Riau yang unggul dan terkemuka di Asia Tenggara. Dengan usia itu, UIR meraih banyak prestasi yang tidak terlepas dari peran semua civitas academika UIR, serta kerja sama dengan berbagai pihak. UIR yang didirikan tahun 1962 dengan dua jurusan yang diasuh Fakultas Agama, yakni jurusan Hukum dan Jurusan Tarbiyah. “ Apa yang diraih UIR saat ini, tidak hanya berhenti sampai di sini. Apalagi dengan visi UIR 2020 itu. Ke depan, UIR bermimpi menjadi World Class University dari Good University Governance menjadi Great University Governance,” ujar Detri Karya. Dalam tahun-tahun ke depan, UIR diharapkan mampu menempatkan dirinya sebagai bagian dari kelompok “ Universitas Islam terkemuka di Indonesia yang memainkan peran sebagai kekuatan intektual bagi lahirnya masyarakat baru yang berbasis pengetahuan (Knowledge Society). Diharapkan pada tahun 2020 UIR sebagai flag carrier di Asia Tenggara, dan menjadi tolok ukur pengem-

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012

bangan tradisi akademik yang madani di tingkat nasional, dan regional menuju taraf unggul di Asia Tenggara. Oleh karena itu, lanjutnya berdirinya Universitas Islam Riau tidak terlepas atas keinginan untuk berperan dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas, berilmu, beriman dan bertaqwa, professional. Keberadaan UIR sekaligus membantu pemerintah mensukseskan pembangunan nasional, khususnya dalam bidang pendidikan. UIR diharapkan memberikan andil dalam membantu mencerdaskan kehidupan bangsa dan terwujudnya manusia seutuhnya yang berakhlak, taat kepada Allah SWT. Karena itu, secara bersama Detri Karya mengajak termasuk dirinya sendiri, pembantu rektor, dekan, dosen, karyawan, mahasiswa, keluarga besar pendiri mestilah bekerja sama dan bertanggung jawab memelihara, menjaga, mengembangkan dan memajukan UIR agar visi UIR dan mimpi untuk melanjutkan UIR dengan cira-cita itu bisa dicapai di masa kedepan tampa melupakan jasa perjuangan pendiri UIR.*

 hes


24

Dishub Sediakan 4 Lokasi Heliped Guna mengantisipasi hal-hal yang bersifat mendadak dan bencana, Dinas Perhubungan menyiapkan lokasi heliped dalam mensukseskan pelaksanaan PON Riau di Kabupaten Kampar.

K

EPALA Dinas Perhubungan dan Infokom, Amin Filda didampingi Kepala Bidang Transportasi Darat, Dasril dan Kabid Pengawasan dan Pengendalian H Mahadi mengatakan keempat lokasi heliped itu berada di

lapangan pelajar, lapangan merdeka Bangkinang, Batu Belah dan eks Panca di Simpang Siabu Kecamatan Salo. ”Ini untuk antisipasi jika terjadi tanggap darurat selama pelaksanaan PON baik itu kepada atlit, wasit, offisial dan tamu lainya,”

katanya. Jadi jika ada tamu khusus yang datang ke Bangkinang selama PON maka keempat lokasi heliped itu sudah siap digunakan dan telah ditentukan koordinatnya sehingga siap dipakai kapan saja. Dinas Perhubungan selaku penanggung jawab transportasi, telah menyiapkan 101 kendaraan yang siap dioperasikan guna melayani para tamu dan selaku tuan rumah tentunya akan mem-

berikan kesan yang baik kepada yang menggunakan transportasi. Selain itu, pihaknya juga mengutamakan keselamatan baik para atlit, wasit, offisial, masyarakat dan lainya yang bekerjasama dengan Lantas Polres Kampar dan Sat Pol PP. Untuk itu pihaknya mengharapkan agar para pengemudi melengkapi segala kelangkapan surat kendaraan sehingga tidak ada masalah di jalan raya

DPRD Sidak RSUD Bangkinang

dan untuk mengatasi kemacetan, Dishub Kampar telah membuat skenario arus lalu lintas. Dishub lanjutnya juga telah memasang running text di perbatasan Pekanbaru Bangkinang, penambahan rambu-rambu lalu lintas, krip jalan, rambu penunjuk arah venue, traffict con sehingga diharapkan kelancaran transportasi selama PON bisa terwujud, tambahnya.*

 hms

Selama PON Truk Hanya Beroperasi Malam Hari

B

U

NTUK memantau pelaksanaan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang, Komisi II DPRD Kabupaten Kampar melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar tersebut. Sidak dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kampar Indra Gamal dan diikuti oleh anggota Zulhendri Zainur SPd, Repol SAg dan Ramadhan SSos, serta didampingi pula oleh Wakil Ketua DPRD Kampar H Syahrul Aidi Lc MA. Rombongan komisi II diterima oleh Direktur RSUD Bangkinang dr Wira Dharma didampingi Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Nurkholis MSi. Komisi II memulai Sidak di ruang pelayanan terdepan RSUD Bangkinang yaitu ruang pendaft-

aran pasien dan seluruh poli yang ada di gedung utama RSUD Bangkinang. Kemudian, sidak dilanjutkan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang operasi, ruang pengarsipan RSUD Bangkinang. Dari hasil Sidak tersebut, Ketua Komisi II Indra Gamal mengharapkan agar dokter yang bertugas di poli untuk lebih cepat dari jadwal yang dilakukan selama ini, yang mana para dokter masuk pada pukul 10.00 WIB. Untuk percepatan pelayanan masyarakat, diharapkan pelayanan dapat dimulai pukul 08.30 WIB, sehingga jumlah masyarakat yang terlayani lebih banyak. Anggota Komisi II DPRD Kampar Zulhendri kepada wartawan mengungkapkan, ke depan harus ada solusi yang

terbaik untuk meningkatkan pelayanan di RSUD Bangkinang, sehingga masyarakat memperoleh pelayanan terbaik pula. Sebab, RSUD Bangkinang merupakan induk atau sentral dari pelayanan masyarakat di bidang kesehatan. Menyikapi hal tersebut, Direktur RSUD Bangkinang dr Wira Dharma didampingi KTU RSUD Nurkholis menyampaikan bahwa kondisi yang ditemui oleh para anggota DPRD Kampar tersebut memang merupakan persoalan yang harus segera dibenahi. Salah satu langkah ke depan yang akan diterapkan yakni sistem absensi menggunakan sidik jari, yang segera diberlakukan untuk penertiban jadwal kerja di RSUD Bangkinang.*

UPATI Kampar, H Jefry Noer mengeluarkan surat edaran dengan nomor 551/Dishub-II/704 tertanggal 30 Agustus 2012 perihal pengoperasian kendaraan pengangkut barang yang ditujukan kepada 40 perusahaan angkutan. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, Arizon didampingi Kepala Dishub dan Infokom, Amin Fiilda mengatakan sehubungan dengan diselenggarakanya Pekan Olahraga Nasional (PON)XVII Riau tahun 2012 di Kabupaten Kampar dari 4-20 September, kepada setiap pemilik perusahaan, pengusaha CPO/TBS dan pemilik galian C serta truk pengangkut barang lainya yang berada dalam wilayah Kabupaten Kampar agar tidak mengoperasikan kendaraan angkutan batu/kerikil, pasir, CPO dan TBS pada siang hari. Untuk kelancaran arus lalu lintas, pengoperasian kendaraan dapat dilakukan pada malam hari mulai pukul 22.00 Wib sampai pukul 06.00 Wib selama pelaksanaan PON dan pengoperasional kendaraan agar disesuaikan dengan ketentuan angkutan barang yang berlaku dan khusus angkutan galian C dan TBS agar menutup bak kendaraan dengan terpal. Arizon menjelaskan jika ada kendaraan truk galian C dan TBS ditemukan beroperasi pada siang hari maka akan langsung dihentikan di tempat dan baru bisa beroperasi mulai pukul 22.00 Wib dan jika masih ditemukan membandel maka tetap dihentikan.”Jika suratedaran Bupati itu tidak diindahkan dan telah dilanggar selama 3 kali maka pihak terkait akan menilangnya,” katanya. Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom, Amin Filda menambahkan agar pengusaha angkutan mentaati surat edaran Bupati karena pelaksanaan PON harus didukung oleh seluruh pihak sehingga arus lalu lintas bisa lancar mengingat tingginya arus lalu lintas belakangan ini dari dan ke Bangkinang.

 rp/rif

 hms

Sekda Bahas Kisruh Koperasi Sahabat Lestari

S

EKDA Kampar, Aswan meminta kepada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menegah kabupaten Kampar untuk kembali menyurati Koperasi Sahabat Lestari agar segera melakukan RAT Luar Biasa. Demikian kesimpulan hasil rapat upaya penyelesaian kisruh koperasi sahabat lestari, Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, di ruang Sekretaris Daerah Kampar, Selasa (3/9).

“Dinas Koperasi diharapkan kembali menyurati koperasi sahabat lestari dan diminta koperasi tersebut untuk melakukan RAT dalam waktu 3 x 24 jam”, ungkapnya. Pantauan wartawan, Acara rapat tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kampar Azwan dan dihadiri oleh Fahrurrizal Camat Tapung Hilir, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah kabupaten Kampar Dahlan , M. Syukur Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Kam-

par , Ahmad Yuzar Kepala Bagian Pemerintahan Sekda Kampar, dan perwakilan anggota koperasi sahabat Lestari, Datuk Jufrizal dan Sukri. Sukri dalam aspirasinya mengatakan Mendesak pemerintah Kampar untuk memberhentikan Ilyas Sayang sebagai Ketua Koperasi Sahabat Lestari karena jabatannya sudah berakhir pada Tahun 2010. Dia juga mendesak Dinas Koperasi Kampar agar

Koperasi Sahabat Lestari melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Luar Biasa karena selama kepengurusan Ilyas Sayang tidak pernah melakukan RAT. “Ilyas Sayang tidak transparan terhadap anggota, pembagian hasil sawit tidak wajar hanya 100 ribu/bulan”, ucapnya. M. Syukur dalam keterangannya, mengatakan status lahan KKPA PT. SBAL masih dalam proses perizinan pelepasan namun belum mendapatkan izin dari

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012 CMYK

Menteri Kehutanan RI. Semestinya dilahan tersebut belum diboleh dibangun kebun kelapa sawit. “Biarkan proses legalitas tetap berjalan karena kebun tersebut sudah terlanjur dilakukan pembangunan sejak 2002”, jelanya. Kepala Dinas Koperasi Kampar Dahlan dalam keterangannya, mengatakan pada dasarnya dinas koperasi setuju terhadap dilakukannya RAT luar biasa.*

 utc/rif


25

Ratusan Aparat Dilibatkan Jadi PAM PON P

ADA pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau di Kabupaten Kampar dalam hal pengamanan untuk kelancaran pesta akbar itu, ratusan personil gabungan yang terdiri dari anggota Kepolisian Resor Kampar, Tentara Nasional Indonesia (TNI dari KODIM 0313/KPR, Batalyon Infranteri 132 Bima Sakti Salo) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kampar saat Operasi Serindit Siak 2012 berlangsung selama 24 hari. Pantauan wartawan, saat Apel Gelar Pasukan Operasi Serindit Siak 2012, Rabu (5/9) pagi, bertempat di Lapangan Upacara, Markas Besar Kepolisian Resor Kampar, di Jalan Prof H M Yamin SH, di Bangkinang berjalan dengan lancar dengan Inpektur Upacara Kapolres Kampar AKBP Trio Santoso SH Sik, dan Komandan Upacara dipercayakan kepada Kapolsek Bangkinang Iptu Nurman SH, yang juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar Drs H Azwan MSi, Wakil Kepala Batalyon 132 Bima Sakti Salo, Pasi Ops KODIM 0313/KPR, Pengurus KONI Kabupaten Kampar Ir H Zamhir Basem, Panitia Sub PB PON Kabupaten Kampar H Hisbun Nasar dan seluruh perwira di jajaran Polres Kampar serta para Kapolsek se Kabupaten Kampar. Kapolres Kampar AKBP Trio Santoso SH Sik dalam sambutannya pada gelar pasukan ditemui sejumlah

wartawan di ruang kerjanya mengungkapkan bahwa apel gelar pasukan yang baru saja dilaksanakan dinamakan Operasi Serindit Siak 2012. Operasi gelar pasukan pengamanan yang saat ini dilaksanakan juga secara serentak di Polres-Polres jajaran Polda Riau, bertujuan untuk mengetahui dan menunjukkan kesiapan anggota pengamanan berserta unsur terkait lainnya. “ Dalam mengamankan penyelenggaraan PON XVIII 2012 yang dilaksanakan di Provinsi Riau sebagai tuan rumah,”

ujarnya. Kata Trio, melalui pelaksanann operasi “ Serindit Siak 2012 “ ini, ia mengharapkan seluruh kontingen yang akan mengikuti pertandingan dari berbagai jenis cabang olahraga dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar. “Kita patut berbangga bahwa atas kepercayaan Pemerintah menunjuk dan menugaskan Privinsi Riau sebagai tuan rumah perhelatan akbar PON XVIII 2012,” katanya. Untuk itu, Kapolres mengajak marilah secara bersama-

sama, bahu membahu untuk menciptakan keamanan, kenyamanan dan ketertiban pelaksanaan PON ini. Sehingga Provinsi Riau memang pantas menjadi tuan rumah yang baik dan berhasil. “Polres Kampar bersama dengan jajarannya bekerja sama dengan instansi terkait dan mitra masyarakat lainnya melaksanakan pengamanan pada pelaksanaan PON XVIII 2012 diwilayah hukum Polres Kampar selama 24 hari,” jelasnya lagi. Dalam pengamanan PON XVIII 2012 di Kabupaten

Pusat Diminta Serius Entaskan Kemiskinan

W

AKIL Bupati Kampar H Ibrahim Ali SH mengatakan, pemerintah pusat harus betulbetul serius dalam mengentaskan kemiskinan di daerah, karena selama ini di Kabupaten Kampar adalah sektor tata ruang yang masih menjadi kendala. Di mana lingkup tempat tinggal warga sebahagian besar adalah di kelilingi hutan yang perizinannya untuk dikelolan masyarakat berbenturan dengan undang-undang. Maka untuk percepatan pembangunan di desa-desa tidak bisa dilakukan secara maksimal. Demikian dikatakannya saat memberikan pengarahan dalam diskusi kelompok terarah kajian kesiapan pemerintah daerah untuk desentralisasi PNPM Mandiri. Diskusi dihadiri oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Sekretariat Wakil Presiden RI yang diketuai oleh Ibnu Taufan, di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Kampar,

Jumat (7/9). Selain itu di sektor perkebunan telah diduduki oleh para pengusah-pengusaha perkebunan sawit yang sebahagian besar belum mampu memberdayakan masyarakat tempatan. Jika ini tidak diatasi dengan secepat mungkin, maka program percepatan pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh pemerintah pusat, provinsi ataupun kabupaten akan sia-sia. Berkaitan dengan itu pula, Ibrahim Ali menjelaskan saat ini di Kabupaten Kampar diperkirakan 80 persen masyarakat tidak mempunyai lahan untuk dikelola sebagai sumber atau modal kehidupan mereka. Hal ini disebabkan oleh pertambahan penduduk terus meningkat, lahan yang ada tidak bisa dikelola oleh masyarakat karena terbentur oleh aturan perundangundangan, serta tata ruang yang belum jelas. Ibrahim Ali menegaskan, jika pemerintah pusat dan

daerah saling berkoordinasi dalam mengambil kebijakankebijakan untuk mensejahterakan masyarakat, maka program percepatan pengentasan kemiskinan yang dilakukan akan berjalan dengan baik. ‘’Apapun program yang dilakukan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa ada dukungan pusat, maka hasilnya akan tidak maksimal,” kata Ibrahim Ali. Kepada Tim TNP2K, Ibrahim berharap hal ini dapat menjadi perhatian semua dan nantinya juga akan menjadi perhatian pemerintah pusat untuk mencari berbagai solusi tentang kendala yang dihadapi pemerintah daerah, dalam hal ini Kabupaten Kampar sehingga angka kemiskinan dapat diminilisasi. Seiring dengan itu pula Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kampar Suhermi mengatakan, selain itu juga anggaran yang tersedia pada setiap program itu sangat sekecil.*

 rif

Ratusan Guru Belum Terima Gaji

R

ATUSAN guru di Kabupaten Kampar sampai saat ini masih belum terima gaji. Hal ini dikarenakan banyak rekening guru tersebut sudah tidak berlaku atau tidak aktif lagi. Kadisdikpora Kampar H. Jawahir mengakui jika sampai saat ini guru di Kampar beleum terima gaji. “Hal itu disebabkan rekening yang diberikan para guru tersebut, sudah tidak aktif lagi. Makanyanya gaji mereka tidak bisa masuk. Hal itu berdasarkan laporan pihak Bank Riau, yang telah berkerjasama kepada pihak Disdikpora Kampar, yang melakukan transfer gaji kepada rekening guru yang ada di Kampar,” ujarnya. Tetapi dalam hal ini, kita juga tidak merasa salah. Karena yang salah itu adalah pihak guru yang belum membuat rekening baru mereka. Padahal dari bulan Juni 2012, yang lalu kita sudah menyampaikan agar para guru secepatnya membuat rekening baru mereka ke Bank Riau. Namun mereka belum juga melakukannya. “Padahal rencana pemberlakuan pembayaran gaji melalui rekening ini, sudah kita dari bulan Agustus 2012. Tetapi, disebabkan dekatnya lebaran, kita memundurkannya menjadi bulan September ini,” ungkapnya. Selain itu, Jawahir juga menjelaskan bahwa untuk saat ini, gaji guru yang sudah dibayarkan melalui rekening guru masing-masing ada 13 sekolah dan itu gaji guru SMP dan SMA. Sedangkan untuk gaji Guru SD di baru melalui 1 UPTD yang ada di Tapung Hilir dan Kampar.*

 rp/rif

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012 CMYK

Kampar telah dimulai sejak tanggal 02-25 September 2012 dengan mengedepankan kegiatan preventif didukung dengan kegiatan pre-emtif, intelijen dan penegakan hukum dalam rangka memelihara kondusifitas kamtibmas agar pelaksanaan PON XVIII 2012 berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Pada Operasi Serindit Siak 2012, ratusan personil dilibatkan untuk pengamanan PON disetiap arena pertandingan olahraga dan pemondokan para atlet, pelatih, Ofisial di wilayah Kabupaten Kampar dari Polisi 135, TNI dari KODIM 0313/KPR 5, Batalyon 132 Bima Sakti Salo 30, Satpol PP 10 personil untuk ditempatkan di Stadiun Tuanku Tambusai Bangkinang. Serkuit Road Race Bangkinang ditempat anggota Polisi 35, TNI 5 dan Satpol PP 10. Arena pertandingan Silat GOR Hall Sport Centre Bangkinang ditempatkan anggota Polisi 25, TNI 5 dan Satpol PP 10. Pertandingan Golf di Hotel Labersa Siak Hulu ditempatkan anggota untuk pengamanan sebanyak 14 Polisi, 5 TNI dan 10 Satpol PP. “Jadi jumlah personil gabungan yang turut mengamankan sebanyak 478 anggota dari Polisi, TNI dan Satpol PP. Dan untuk juga dalam pengamanan itu ada 112 personil akan ditempatkan untuk pengamanan di setiap Hotel, Wisma dan rumah masyarakat bagi pemondokan atlet, pelatih dan ofisial,” ujarnya.*

 hrc/rif


26 Peristwa

NTP Riau Bulan Agustus Capai 103,73 Bulan Agustus 2012, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau sebesar 103,73 atau turun 0,42 persen dibanding NTP Juli 2012 yang mencapai 104,17. Penurunan ini disebabkan indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen relatif lebih kecil dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani yang mencapai 0,55 persen.

N

ILAI Tukar Petani pok pengeluaran konsumsi Tanaman Pangan rumah tangga yaitu kelompok (NTPP) tercatat sandang sebesar 1,01 persen, sebesar 112,91, Nilai Tukar kelompok bahan makanan Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 0,88 persen, kelompok 117,25, Nilai Tukar Petani makanan jadi, rokok dan Tanaman Perkebunan Rakyat tembakau sebesar 0,79 persen, (NTPR) 98,78, Nilai Tukar kelompok perumahan sebesar Petani Peternakan (NTPPT) 0,16 persen, kelompok trans101,10, dan Nilai Tukar Petani portasi dan komunikasi Nelayan (NTPN) 90,73. sebesar 0,14 persen, serta “Komoditas yang memberi- kelompok pendidikan, rekreasi kan andil terbesar kenaikan dan olahraga dan kelompok indeks harga yang diterima kesehatan masing-masing petani (It) terjadi pada subsek- sebesar 0,04 persen,” ungkap tor perikanan,” ungkap Kepala Mawardi. BPS Riau, Mawardi Arsyad Senin (3/9) lalu di Pekanbaru. Ekspor Riau Bulan Juni Menurutnya kenaikan Turun 6,06 Persen indeks harga yang dibayar Nilai ekspor Riau bulan petani tertinggi terjadi pada Juni 2012 mencapai US$ subsektor tanaman perke1.358,98 juta atau mengalami bunan rakyat sebesar 0,61 penurunan sebesar 6,06 persen persen yang disebabkan oleh dibanding ekspor bulan Mei naiknya harga barang-barang 2012 yang mencapai US$ konsumsi rumah tangga 1.446,70 juta. seperti gula pasir dengan andil “Secara kumulatif nilai sebesar 0,10 persen, ikan ekor ekspor Januari-Juni 2012 kuning sebesar 0,09 persen, sebesar US$ 9.340,81 juta atau daging sapi dan ikan asin turun sebesar 6,74 persen kering masing-masing sebesar dibanding periode yang sama 0,07 persen, tahu mentah tahun 2011 yang besarnya US$ sebesar 0,05 persen, ikan gabus 10.015,53 juta. dan jeruk masing-masing Kontribusi sebesar 0,04 persen, hati sapi, nilai mie instant dan rokok kretek ekspor masing-masing sebesar 0,03 Riau persen, serta sewa rumah, daging ayam, kacang panjang, teh (hitam), ikan tongkol, dan emas perhiasan masingmasing sebesar 0,02 persen. “Pada bulan Agustus 2012, terjadi inflasi di daerah perdesaan Provinsi Riau sebesar 0,68 persen. Inflasi perdesaan terjadi karena kenaikan indeks harga pada Mawardi Arsyad kelom-

terhadap Nasional bulan Juni 2012 sebesar 8,84 persen dan pada Januari-Juni 2012 sebesar 9,64 persen,” ungkap Kepala BPS Riau, Mawardi Arsyad. Untuk Ekspor migas bulan Juni 2012 mencapai US$ 497,67 juta atau turun 14,21 persen dibanding ekspor migas bulan Mei 2012. Sedangkan selama Januari-Juni 2012 ekspor migas mencapai US$ 3.387,28 juta atau mengalami penurunan sebesar 2,85 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Demikian pula, Ekspor non migas bulan Juni 2012 mencapai US$ 861,31 juta atau turun 0,61 persen dibanding ekspor non migas bulan Mei 2012, kumulatif ekspor non migas selama Januari-Juni 2012 mencapai US$ 5.953,53 juta atau turun 8,81 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurutnya, selama Januari-Juni 2012 ekspor non migas didominir oleh lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) sebesar US$ 3.936,76 juta (66,12 persen), diikuti oleh kertas dan karton (HS 48) sebesar US$ 642,31 juta (10,79 persen), serta bubur kayu/pulp (HS 47) US$ 572,35 juta (9,61 persen). Kontribusi ketiganya mencapai 86,53 persen dari total ekspor non migas Riau. “Ekspor non migas selama Januari-Juni 2012 paling tinggi ke China dengan nilai US$ 1.015,09 juta (17,05 persen), diikuti India US$ 929,52 juta (15,61 persen), Belanda US$ 552,56 juta (9,28 persen), Malaysia US$ 550,39 juta (9,24 persen) dan Pakistan US$ 248,47 juta (4,17 persen) dengan kontribusi kelimanya mencapai 55,36 persen terhadap keseluruhan ekspor non migas,” katanya. Mawardi menambahkan, menurut sektor, ekspor hasil pertanian, hasil industri dan hasil pertambangan dan lainnya selama Januari-Juni 2012 mengalami penurunan masingmasing sebesar 11,69 persen, 8,30

persen dan 39,45 persen dibanding periode yang sama tahun 2011. Pekanbaru Inflasi 0,80 Persen Agustus 2012, Kota Pekanbaru mengalami inflasi sebesar 0,80 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 132,86 (Tahun Dasar 2007=100). Hal yang sama terjadi di Kota Dumai dengan inflasi sebesar 1,05 persen dan IHK sebesar 137,15. Inflasi Kota Pekanbaru disebabkan oleh peningkatan indeks pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 3,73 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 1,67 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,94 persen, transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,35 persen, dan kelompok sandang 0,16 persen. Inflasi Kota Dumai disebabkan oleh peningkatan indeks pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,95 persen, bahan makanan 1,70 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,82 persen, sandang 0,68 persen, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,21 persen. “Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap inflasi Kota Pekanbaru yakni, kontrak rumah, sewa rumah, biaya pendidikan

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012

SLTA, ketupat/lontong sayur, nasi, biaya pendidikan SD, tempe, daging sapi, mie, ikan serai, biaya pendidikan SLTP, ikan baung, biaya pendidikan perguruan tinggi, kacang panjang, bahan pelumas dan sebagainya,” ungkap Mawardi. Mawardi menambahkan, Inflasi Kota Pekanbaru menduduki peringkat ke 7 dan Dumai peringkat 6 se- Sumatera dari 16 kota yang menghitung IHK. Semua kota di Sumatera mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pinang sebesar 1,98 persen dan terendah di Kota Medan sebesar 0,04 persen. Dari 66 kota yang menghitung IHK di Indonesia, Pekanbaru berada pada urutan ke 41 dan Dumai urutan ke 33. “Semua kota IHK di Indonesia juga mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi di Kota Palu sebesar 2,81 persen dan terendah di Kota Medan,” jelasnya. Adapun laju inflasi tahun kalender 2012 di Kota Pekanbaru (Agustus 2012 terhadap Desember 2011) sebesar 2,71 persen, dan inflasi “year on year” (Agustus 2012 terhadap Agustus 2011) sebesar 4,69 persen. Di Kota Dumai, laju inflasi tahun kalender 2012 sebesar 2,35 persen dan inflasi “year on year” 4,29 persen.

 ird


27 Ekonomi

Kaos PON Cantik Menarik Hati

Kaos bertema PON, sepertinya menjadi salah satu sauvenir menarik di ajang olah raga terbesar se-Indonesia ini. Para pedagang kaos pun memanfaatkan momen ini untuk mencari rezki.

P

ENYELENGGARAAN Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau yang dibuka pada tanggal 11 September menjadi momen penting bagi pelaku usaha di Riau untuk meraup keuntungan selama pertandingan berlangsung. Sejumlah pelaku bisnis dari usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Riau mulai gencar menawarkan souvenir bertema PON XVIII dengan harapan mendapat keuntungan lebih banyak dari event olahraga tersebut. Pelaksanaan PON ini, ternyata punya dampak positif bagi masyarakat kota Pekanbaru. Buktinya, para pedagang barang-barang souvenir maupun makanan, mengaku dengan adanya event olahraga ini dipastikan hasil penjualan mereka akan meningkat. Bahkan, beberapa hari sebelum pelaksanaan PON berlangsung, para pedagang sudah mendapatkan rejeki yang lumayan dari biasanya. Pelaku bisnis di Pekanbaru ini, mengatakan harus kreatif mengambil peluang pada ivent ini. Berbagai cara mereka lakukan untuk mempromosikan barang dagangannya khususnya yang bertemakan PON Riau. Seperti yang dilakukan sejumlah pedangang dibeberapa tempat di kota

Pekanbaru mulai berjualan baju bertemakan PON. Para pedagang terlihat menggunakan mobil mereka untuk membuka lapak dadakan dan memamfaatkan lahan warga di pinggir jalan dengan membuat tenda untuk mengantung semua baju dagangan mereka. Hal itu, terlihat di sekitar Jl Sudirman kawasan MTQ yang merupakan lokasi arena biliar, boling dan sepak takraw hingga ke jalan Kaharudin Nasution menuju Universitas Islam Riau yang juga menjadi arena untuk beberapa pertandingan olahraga pada ivent PON saat ini. Juga beberapa kawasan lainnya seperti Harapan Raya dan kisaran Panam menuju main stadium utama untuk pembukaan PON di Universitas Riau. Pedagang pakaian khusus Pekan Olahraga Nasional (PON) yang sekitar satu minggu menjelang pelaksanaan PON mulai bermunculan ini, mengatakan mereka sudah lama mempersiapkan barang dangangannya. “ Kami sudah lama mempersiapkan bajubaju ini. Sekitar satu minggu, sebelum pelaksanaan PON, saya sudah mulai berjualan,” kata Akbar, pedagang yang membuka lapak di pinggir Jl Kaharudin Nasution. Mengenai persediaan barang dangangannya, menurut dia tidak menjadi masalah karena baju-baju itu stoknya masih banyak. Berbagai jenis baju mulai dari anak-anak hingga dewasa sudah tersedia stok yang mencukupi selama pertandingan dan langkah mengantisipasi bila pengunjung membeli dengan jumlah yang banyak. Bahkan, ia memberikan diskon bila pengunjung pembeli dengan jumlah banyak. “

Barangkali para peserta dari daerah lain membeli dalam jumlah banyak, bekal oleholeh untuk keluarga, saya kasi potongan harga,” ujarnya. Mengenai keuntungan, menurut dia, pihaknya hanya menarik sedikit kelebihan dari harga beli, artinya tidak perlu mematok harga tinggi, terpenting bisa laku banyak. Seperti kaos untuk anak-anak, ia harganya diperkirakan sekitar Rp40 ribu dan untuk dewasa sekitar Rp60 ribu. Harga setiap kaos juga bisa berbeda-beda tergantung modelnya seperti jaket yang dihargai bisa mencapai seratus lebih. Namun, terkadang pembeli juga menawar dan ia memberikan potongan harga yang sesuai. Berselang beberapa hari sebelum pembukaan PON, hasil penjualannya lumayan banyak terjual. Lantaran menurutnya, pada perhelatan PON mereka sudah memakai baju ini dan juga sebagai koleksi bahwa mereka sudah memiliki baju PON. Apalagi baju untuk anak, orangtua kebanyakan membeli baju PON untuk anak-anak mereka. Mengenai keuntungan ia hanya mengatakan lumayan, cukuplah untuk pedagang musiman seperti dirinya yang kebetulan memamfaatkan moment PON mencari tambahan rezeki. “ Alhamdulillah PON ternyata memberikan rejeki kepada kami. Kami berharap saat Riau nanti jadi tuan rumah ivent olahraga selanjutnya, rejeki tersebut berulang lagi. Bahkan kalau bisa lebih banyak dari PON sekarang,” ungkap Akbar. Kebanyakan pakaian yang dipajang para pedagang itu merupakan kaos berkerah yang bergambar lambang PON XVIII/2012 serta maskot event itu yaitu burung selindit. Pedagang lainnya, Nuar menjelaskan, kualitas pakaian yang dipajangnya juga beragam sehingga harganya pun bervariasi. “ Ada yang murah dan ada juga yang mahal.

Tergantung bahan dasar dan modelnya juga,” katanya. Kebetulan Nuar kesehariannya juga membuka toko pakain khusus pria di jalan Kaharudin Nasution, mumpung adanya ivent PON ini, ia sengaja memperbanyak dagangannya dengan bajubaju khusus bertemakan PON. Tidak itu saja, banyak juga baju dengan disain ciri khas kota Pekanbaru. “ PON Riau merupakan peluang bisnis untuk menawarkan aneka souvenir bertemakan olahraga dan cinderamata khas Riau. Tidak hanya menawarkan kaos dengan tema PON, tapi juga bermacam-macam kaos yang bertema khas Riau saya jual. Untuk menambah variasi baju yang dijual,”ujarnya. Dia juga mematok harga hampir sama dengan Akbar, namun kaos-kaos yang berciri khas kota Pekanbaru ataupun Riau lebih murah lagi. Dikarenakan jenis bahannya berbeda dari kaos bertemakan PON. “ Kaos berciri khas Riau bahannya kaos biasa, palingan bedanya terletak pada tulisan atau gambar di kaos. Jadi, harganya berbeda dari kaos PON yang kebanyakan saat ini dijual kaos berkerah, sehingga harganya lebih mahal,” ujar Nuar. Menurut Nuar penjualan kaos-kaos ini masih bersifat relatife. Berbeda dengan kaos bertema ciri khas Riau yang

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012

sudah lama diproduksi, kaos PON ini masih beberapa minggu lalu dipesannya. Ia mendapatkan kaos-kaos ini dari pedagang grosiran. Sebagai percobaan, ia membeli 2 lusin untuk satu disain saja. Kemudian untuk stok kaos bertema ciri khas Riau, memang sudah menjadi salah satu koleksi jualannya dari dulu yang selalu tersedia di tokonya. Dia menambahkan, penjualan kaos-kaos pada moment PON ini, memang menjadi daya tarik konsumen. Makanya, ia sengaja memajang semua disain kaos PON di etelase tokonya. Sehingga menarik para pengguna jalan. “ Beberapa orang pembeli yang datang, tidak jarang yang langsung tertarik dengan pajangan kaos PON-nya. Terutama baju kaos untuk anak-anak, lebih menarik perhatian orangtua untuk segera membelikan anak mereka,” ungkap Nuar. Karena berdekatan dengan kampus UIR sebagai salah satu tempat arena pertandingan PON, Nuar sangat berharap sekali tokonya banyak disinggahi para peserta dari daerah lain untuk mencari oleh-oleh kaos PON ini. Apalagi tempatnya yang strategis tersebut sangat besar sekali harapannya kaos-kaosnya banyak yang laku.*

 hes


28 Serba-serbi PON XVIII

Papua Tekuk Jambi 2-1 Tim sepakbola Papua berhasil mengalahkan Jambi dengan skor 2-1. Dua gol tim mutiara hitam dicetak oleh Nelson Alom masingmasing pada menit 3 dan menit 50.

P

ERTANDINGAN yang digelar Sabtu (8/ 9) sempat molor hingga 45 menit. namun, tim kesebelasan Papua berhasil mengalahkan Jambi dengan skor 2-1. Dua gol tim mutiara hitam dicetak oleh Nelson Alom masing-masing pada menit 3 dan menit 50. Sedangkan gol balasan dari Jambi dicetak Iman Nudin dari titik penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah pemain belakang Papua melakukan pelanggaran terhadap penyerang Papua. Dengan kemenangan ini, Papua untuk sementara memuncaki grup A cabor sepakbola PON XVIII Riau dengan nilai 6 dari dua kali pertandingan. Pada pertandingan pertama yang digelar,

Kamis (6/9) di Stadion Narasinga Rengat, Papua berhasil mengalahkan NTB dengan skor telak 5-1. Dan pada pertandingan terakhir, Senin (10/9) besok, Papua akan menghadapi Sutra. Sedangkan Jambi, Sutra dan NTB belum mengantongi nilai, sebab pertandingan antara Sultra berhadapan dengan Jambi, Kamis (6/9) kemarin gagal dilaksanakan karena wasit menolak memimpin pertandingan atas instruksi PSSI pimpinan Djohar Arifin. Sejak kick-off babak pertama, Papua langsung menekan ke jantung pertahanan Jambi. Hasilnya, pada menit 3, sebuah tendangan bebas dari luar kotak penalty gagal diantisipasi dengan baik oleh penjaga gawang Jambi Safrizal, bola muntah langsung disambar pemain tengah Papua Nelson Alom. Jambi sebenarnya lebih banyak bermain bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik. Namun Jambi berhasil memanfaatkan peluang melalui titik putih setelah pemain belakang

Papua melakukan pelanggaran terhadap pemain depan Jambi yang tinggal berhadapan dengan penjaga gawang. Iman Nudin yang menjadi algojo berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga kedudukan imbang 1-1. Melihat situasi tersebut, arsitek Papua, Ferdinand Fairyo melakukan sejumlah pergantian pemain. Hasilnya, Nelson Alom berhasil memanfaatkan bola mati dari kiri gawang Jambi melalui kepalanya. Papua pun kembali memimpin. Hingga berakhir, kedudukan tetap 2-1 untuk keunggulan Papua. Pelatih Jambi, M Jon mengaku anak asuhnya tidak memiliki fisik yang baik untuk mengimbangi para pemain Papua, sehingga strategi serangan balik yang direncanakan lebih banyak gagal. “Kami hanya memiliki waktu persiapan satu minggu untuk bertanding di PON ini, sehingga fisik mereka tidak maksimal,” ungkapnya. Meski demikian, M Jon bangga para pemain Jambi mampu meredam permainan yang dikembangkan Papua,

Bupati Inhu Kalungkan Medali Pertama PON

bahkan tidak sedikit yang mengacam ke gawang Papua. “Meski persiapan kami sangat minim, tapi kami punya harapan besar untuk lolos dari babak penyisihan ini,” jelasnya. Sementara Manajer Papua Mesakh M mengaku hasil 2-1 menghadapi Jambi merupakan yang terbaik. Meskipun dia merasa bahwa Papua sedikit dirugikan karena pada pertandingan pertama Jambi tidak bermain dan Papua sudah bermain dengan NTB. “Mereka bisa recovery cukup karena tidak jadi main, sementara kita sudah bermain. Makanya anak-anak sedikit kelelahan dan tidak mampu mengembangkan permainan dengan baik,” jelasnya. Mesakh juga mengakui bahwa Papua awalnya tidak ingin bermain jika wasit yang memimpin pertandingan adalah wasit yang tidak berasal dari PSSI. Tetapi setelah ada komunikasi dengan salah satu perwakilan PSSI, Papua bersedia main, namun pada pertandingan berikutnya, wasit tetap berasal dari PSSI. “Lembaga sepakbola di negera ini hanya PSSI, dan belum ada keputusan yang merubah dan menganulirnya. Jadi kita tetap minta

wasit berasal dari PSSI. Apalagi tadi saat memimpin pertandingan, wasit non PSSI banyak merugikan kita,” tambahnya. Bupati Kabupaten Sarmi Papua ini juga meminta ketegasan PB PON XVIII Riau. Jika Jambi bermasalah lebih baik di diskualifikasi, sehingga tidak menganggu jadwal yang sudah ditetapkan serta konsentrasi pemain dan manajeman tim menghadapi pertandingan. Sementara itu, pertandingan kedua antara NTB berhadapan Sutra kembali akan dilanjutkan Minggu (9/9) pagi pukul 08.00 Wib. Penundaan pertandingan disebabkan karena keterlambatan pertandingan pertama antara Papua berhadapan dengan Jambi. Sehingga waktu tidak memungkinkan lagi untuk dilanjutkan pertandingan, sebab Stadion Narasinga Rengat tidak memiliki lampu. Penundaan ini sudah disepakati sebelumnya oleh kedua manajer tim dan akan kembali digelar rapat anatara kedua manajer tim untuk pertandingan lanjutan. Saat penundaan babak pertama belum usai dan skor 1-0 untuk keunggulan NTB.*

 sir.m

Tim Dayung Riau Raih Emas

T

B

UPATI Inhu Yopi Arianto dan wakil bupati Inhu Harman Harmaini, melakukan pengalungan medali pertama PON XVIII di bandara Japura, Sabtu (8/9). Seperti diketahui sebelumnya medali pertama pada PON ini didapat dari cabang Aeromodeling. Bupati mendapatkan giliran untuk mengalungkan medali emas baian putra, sementara Wabup pada bagian putri, sementara Kapolres Inhu juga mendapatkan kehormatan untuk memberikan boneka syimbol PON XVIII Riau sebagai cendramata. Medali emas pertama PON XVIII Riau menjadi milik kontingen Banten dan Jawa Tengah (Jateng). Medali emas

tersebut di raih dari cabang olahraga aeromodeling nomor Tri Lomba Free Flight putra dan putri. Atlet Banten yang berhasil meraih emas pada nomor paling bergengsi cabor aeromodeling tersebut adalah Novandri Sebastian yang meraih nilai akhir 263,40. Sedangkan atlet putri Jateng yang meraih medali emas atasnama Nanik Nofianti yang meraih nilai akhir 295,98. Untuk medali perak putra diraih Gunawan Prasetya dari Kalimantan Tengah dengan nilai akhir 262,95 dan mendali perunggu menjadi milik Suharisman dari Kalimantan Barat dengan nilai 258,96. Medali perak putri diraih Alfindita Anggriasa dari Jawa Tengah dengan nilai 242,36

dan Fitriana Puspa Hidasari dari Kalimantan Barat dengan nilai 227,77. Bupati mengucakan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepadanya untuk melakukan pengalungan medali kepada para atlet-atlet terbaik Indonesia yang lahir pada PON di Riau ini. Bupati berharap, agar olahraga ini juga bisa berkembang di Inhu dan pada Pora VIII di Inhu tahun 2014, cabang ini akan dapat menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. “Selamat atas peraih medali emas dan perak serta perunggu, tentunya ini akan menjadi kebanggan yang besar karena telah berbuat banyak untuk daerah, tambahnya.*

IM dayung menjadi penyumbang emas pertama bagi kontingen Riau pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012. Tak tanggungtanggung, dari lima emas yang diperebutkan di hari pertama pertandingan cabor ini, Sabtu (8/9), Riau berhasil meraih dua emas. Dua emas tersebut masing-masing disumbangkan Okta Octarorianus di nomor kano I 1000 putra dan nomor kayak 4 1000 meter putra. Selain emas, Riau juga merebut perunggu dinom0r kayak dua. Sementara tiga emas lagi disabet kontingen DKI, Jabar dan Sulsel. Ketua Harian PODSI Riau Sanusi Anwar mengatakan, pada hari pertama pertandingan, tim dayung Riau berhasil menyumbang dua emas dan satu perak. Riau masih berpeluang untuk menambah pundi-pundi medali karena cabor ini

 sir.mc

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012

memperlombangkan 37 nomor. “Kita bersyukur anakanak berhasil menyumbang emas pertama bagi Riau. Bahkan anak-anak langsung menyumbang dua emas pada hari pertama. Kita masih berpeluang menambah pundi-pundi emas sekaligus mengejar target meraih 12 emas,” ujar Sanusi. Minggu (9/9), sejumlah nomor akan dipertandingan dihari kedua pertandingan cabor dayung di Danau Kebun Nopi, Taluk Kuantan. Eka Octarorianus kembali menjadi andalannya. Peraih emas SEA Games lalu ini diharapkan bisa menambah medali emas. “Besok sejumlah nomor akan diperlombakan. Peluang kita untuk meraih emas cukup, terutama di nomor kano 200 meter putra dimana kita akan menurunkan Eka,” ucap Sanusi lagi.*

 sir.src


29 Galeri

Tari persembahan dari salah satu sanggar di Pekanbaru

Bupati Annas mengambil sirih

Tembang islami yang ditampilkan salah satu grup kasidah

Halal bi Halal IKM Rohil

Ketua IKM Rohil Prof DR H Syafrani MSI

Ketua panitia pelaksana menyampaikan kata sambutan

Bupati Rohil H Annas Maamun disambut para pengurus IKM Rohil

Bupati Rohil bersama Ketua DPRD Rohil H Nasrudin Hasan

Ketua IKM Rohil Syafrani dengan Ketua DPP PPP H Rusli Effendi

Ketua IKM Rohil Syafrani dengan Ketua DPP PPP H Rusli Effendi

Tokoh masyarakat Inhu, HR Marjohan Yusuf ikut hadir

Kaum ibu-ibu memenuhi Ballroom Hotel Pangeran

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012


30 Kesehatan

Hati-hati Memakai Lensa Kontak Memiliki mata yang bersih dan sehat adalah impian semua orang. Untuk itu, lindungi mata dari pelbagai gangguan.

M

ESKI peran mata penting dalam kehidupan, terkadang kita lupa untuk menjaga kesehatan indera yang satu ini. Sementara gangguan mata begitu banyak didepan kita. Belum lagi mata terus terpapar oleh debu, terkadang mata juga sengaja di perindah dengan memasangkan lensa kontak. Dan jelas pasti benda dari luar belum tentu aman dan hiegenis untuk mata. Yang dapat menyebabkan mata infeksi oleh kuman dari luar dan sebagainya. Spesialis mata, dr Dr. H. Efhandi Nukman Sp.M. dari RSUD Arifin Achmad mengungkapkan 3 hal yang bisa mengganggu kesehatan mata yakni health, habit, dan hormones. “Gangguan mata bisa terjadi akibat adanya masalah health (kesehatan), seperti kekurangan nutrisi, alopesia, trauma, infeksi, atau penyakit berat. Ini bisa pula terjadi karena masalah habit (kebiasaan), misalnya mengucek mata, higienitas yang kurang, atau malas membersihkan mata. Bisa pula terjadi akibat perubahan hormonal,” urai Dr H. Efhandi di ruanganya kepada AZAM. Menurut Dr.H.Efhandi, salah satu masalah mata yang paling umum terjadi adalah akibat lensa kontak. “Lensa kontak nomor satu penyebab masalah pada mata yang berkaitan dengan kecantikan. Utamanya masalah iritasi. Bagaimanapun juga, lensa kontak adalah benda asing. Lensa kontak bisa mengakibatkan kontak kronis dengan kelopak dan conjunctiva (bagian putih mata), juga kornea. Hal ini bisa menyebabkan risiko infeksi kornea, conjunctiva, dan iritasi ringan. Biasanya, pada pengguna lensa kontak, bila kelopak mata dibalik, maka kita akan melihat bintil-bintil di dalamnya. Itu disebabkan oleh iritasi. Hal-hal seperti itu perlu diwaspadai saat menggunakan lensa kontak,” tambahnya lagi. Selanjutnya bagi pengguna lensa kontak, kuncinya ada di perawatan dan penggunaan yang tepat sesuai saran pemakaian yang tertera pada pembungkus kontak lensa. Jangan sampai salah penggunaan karena beda tipe beda rekomendasi penggunaan. Idealnya, saat malam, kontak lensa dilepas. Pemakaiannya juga perlu disesuaikan dengan lingkungan kerja, apalagi saat dekat dengan wilayah berdebu. Jika demikian, bisa timbul lebih banyak masalah ketimbang pengguna lensa kontak di kantoran. Kalaupun terkena, begitu sampai di rumah, langsung rendam lensa kontak dengan cairan pembersih

khususnya. Keluhan umum lain yang ditemukan oleh para praktisi kesehatan mata menurutnya adalah masalah dry eyes syndrome. “Dry eyes syndrome juga merupakan keluhan yang sering dikeluhkan. Ini adalah kondisi mata yang mengalami kekeringan kronis, iritasi mata, bukan penyakit infeksi. Mata merah juga bukan (penyakit infeksi). Namun, ada rasa tidak nyaman. Ada yang bilang rasanya perih, berair, sepat, kelilipan, dan keluhan-keluhan tak spesifik lainnya. Namun kalau kita lihat secara langsung ke bola mata, tidak ada masalah. Biasanya itu terjadi karena polusi, paparan sinar matahari, iritasi karena lensa kontak, usia lanjut, terkena paparan AC terlalu lama,

jarang berkedip akibat beraktivitas terlalu konsentrasi di depan monitor sehingga memperlama periode refleks antarkedip yang seharusnya 6-7 detik sekali,” ujarnya menyarankan. Guna menjaga kondisi kesehatan mata, dokter ini menyarankan agar melakukan pengecekan kesehatan mata kepada pihak yang terpercaya, setidaknya 1-2 tahun sekali. Ini diperlukan karena banyak penyakit mata yang terjadi tanpa gejala. Jangan sampai datang ke dokter dengan keadaan yang sudah sangat bermasalah. Kalau untuk yang di atas 40 tahun, lebih bagus

setiap tahunnya mengecek kesehatan mata. Kemudian menjaga kebersihan mata, selalu menghapus make up mata sebelum tidur, hindari menggosok mata dengan tangan atau benda kasar dan berbahaya lainnya. Dan juga perlu selektif dalam memilih produk mata. Selalu pilih produk dari merek tepercaya dan sudah melalui uji klinis. Seterusnya dokter ini menyarankan agar lebih hatihati dalam mengaplikasikan make up, hindari kontak dengan bola mata secara langsung. Hindari pinjammeminjam alat-alat kosmetik mata dengan siapa pun. Dan sebagusnya selalu perbaharui kosmetik mata setiap 6 bulan sejak pertama dibuka. Tak kalah penting di

diketahui yakni agar dikurangi paparan berbahaya terhadap mata, seperti uap panas, tempat berdebu, sinar UV, dan benda-benda yang berbahaya. Sangat disarankan untuk menggunakan kacamata hitam dengan kemampuan melindungi diri dari sinar UV saat ada di luar ruangan. Negara tropis, seperti negara Indonesia, memiliki angka katarak sangat tinggi yang bisa diakibatkan oleh sinar matahari. Selalu mengenakan kacamata pelindung setiap bekerja dengan benda tajam atau benda kecil yang bisa terselip dan terpental mengenai mata.

Hindari stres berlebih, rokok, dan konsumsi obatobatan berlebihan. Dan perhatikan juga keseimbangkan asupan sehari-hari, seperti vitamin A, B, C, E, beta karoten, dan antioksidan. Jangan lupa banyak minum supaya bisa menjaga keseimbangan air pada mata. Dan terakir pastikan istirahat dengan cukup serta membatasi tatapan mata terhadap monitor. Tips menjaga kesehatan mata Pertama hindari merokok, karena rokok dapat merugikan kesehatan. Rokok, berpeluang mengembangkan sejumlah penyakit mata seperti katarak, degenerasi macula, sindrom mata kering dan kerusakan saraf optic.

Kedua, kendalikan tekanan darah dan gula darah. Hipertensi yang tidak diobati dapat memengaruhi penglihatan dan bahkan menyebabkan retinopati hipertensif yakni kerusakan retina karena tekanan darah yang terlalu kuat. Retina merupakan lapisan jaringan di bagian belakang mata. Kerusakan retina menyebabkan penglihatan jadi terganggu. Begitu juga dengan penyakit Diabetes. Selalulah waspada, dimana diabetes salah satu penyebab utama kebutaan pada orang dewasa. Glukosa darah yang tinggi berkepanjangan dapat menyebabkan retinopati diabetik dan komplikasi mata lain seperti glaukoma dan katarak. Bila seseorang memiliki diabetes, sangat dianjurkan untuk makan makanan yang sehat, memeriksa gula darah secara berkala dan meminum obat atau mengambil suntikan insulin sesuai instruksi dokter. Ketiga, dapatkan nutrisi terbaik untuk mata. Lindungi mata dengan nutrisi yang lengkap.. Makanlah makanan yang kaya akan antioksidan. Karena dapat melindungi dan memperbaiki sel-sel mata dan sel-sel tubuh secara keseluruhan dari kerusakan oleh radikal bebas Buah dan sayuran berwarna-warni

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012

cenderung kaya akan antioksidan. Selain antioksidan, vitamin A secara khusus sangat diperlukan untuk pemeliharaan kesehatan mata. Vitamin A mendukung produksi rhodopsin yang merupakan pigmen mata yang sangat sensitif terhadap cahaya dan digunakan untuk melihat dalam kondisi pencahayaan yang buruk. Kekurangan vitamin A akan menyebabkan penyakit yang disebut rabun senja. Yakni seseorang tidak bisa melihat di cahaya remangremang. Wortel merupaka sumber utama pro-vitamin A. Keempat, lindungi mata dari sinar matahari. Paparan sinar matahari terus-menerus dapat menyebabkan katarak dan degenerasi makula. Hal ini karena sinar ultraviolet (UV) dari matahari menembus retina sehingga menyebabkan kerusakan mata. Untuk mencegah sinar UV yang berbahaya, pakailah kaca mata hitam yang dirancang khusus untuk melindungi mata jika berada di bawah sinar matahari dalam waktu lama. Kacamata tersebut umumnya memberikan perlindungan UV hingga 99 persen. Kelima, lakukan kebiasaan yang baik untuk mata. Meskipun masalah mata umumnya berhubungan dengan kerusakan atau penuaan, masalah mata juga dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk. Berfokus pada jarak yang tetap dalam waktu lama, seperti menatap layar komputer atau membaca selama berjam-jam, adalah salah satunya. Otot-otot mata akan terkunci pada posisi yang tetap sehingga kehilangan fleksibilitas, benda-benda yang sangat dekat atau sangat jauh menjadi terlihat kabur. Ambillah jeda istirahat dan alihkan pandangan pada benda-benda yang jauh untuk membantu mencegah masalah ini. Latihan mata secara teratur juga dapat membantu memulihkan dan mencegah masalah penglihatan di masa depan. Contoh latihan mata ini adalah berselang-seling berfokus pada objek yang jauh dan dekat, serta berfokus pada objek yang sama dengan sudut berbeda-beda. Terakhir, kunjungi dokter mata untuk memantau kesehatan mata sebelum masalahnya timbul. Kunjungan ke dokter mata untuk pemeriksaan rutin bisa dilakukan setiap satu atau dua tahun sekali, keculai bagi penguna lensa kontak. Ia harus mengunjungi doter mata lebih sering. Atau kunjungi dokter bila mata mengalami infeksi atau gejala seperti penglihatan berkurang, penglihatan kabur, mata nyeri/ kemerahan dan gatal-gatal di sekitar mata atau kelopak mata karena infeksi atau penyakit mata kronis yang dapat mengakibatkan kerusakan permanen atau kebutaan.*

 iza


31 Menuju PON 1212

PABBSI Riau Diminta Maksimalkan Aset Susunan Pengurus PABBSI Riau Periode 2012-2016 Ketua Umum : Drs H Sanusi Anwar Wakil Ketua Umum I : Rifai Yasin Wakil Ketua Umum II : Akhyar, SPd, MPd Sekretaris Umum : Ikhsan Fitra MW Wakil Sekretaris Umum : Didi Yuni Aji, SH Bendahara Umum : Niken Yusandri, SH Wakil Bendahara Umum : Dones Aprinaldi

Penyerahkan bendera PABBSI kepada Ketua Pengprov PABBSI Riau

PABBSI Riau dinilai punya banyak aset, mulai dari atlet, pelatih hingga peralatan. PB PABBSI minta aset itu dimaksimalkan.

W

AKIL Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Angkat Besi, Binaraga dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI), Joko Pramono melantik Pengurus Provinsi (Pengprov) PABBSI Riau periode 2012-2016, Kamis (6/9) lalu di Ballroom Hotel New Hollywood. Dalam sambutannya, Joko meminta pengurus yang baru dilantik dapat memaksimalkan aset yang ada di Riau. Menurut Joko PABBSI Riau punya banyak aset, mulai dari atlet yang berprestasi, pelatih hingga peralatan yang lebih baik dibanding daerah lain. “PABBSI Riau punya banyak aset. Ini harus dimaksimalkan dalam melakukan pembinaan sehingga bisa melahirkan atlet berprestasi, tidak saja

Pengurus PABBSI Riau periode 2012-2016

untuk tingkat nasional, tapi juga internasional,” kata Joko. Tampak hadir pada acara tersebut, Wasekum PB PABBSI, Jhoni Kasiran, dan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Riau, Sudarto. Sebelum acara pelantikan, terlebih dahulu digelar simulasi binaraga, karena kebetulan tempat pelantikan itu adalah venue pertandingan binaraga PON XVIII. Terkait dengan pelaksanaan PON XVIII, Joko berharap para pengurus yang baru dilantik untuk bekerja maksimal secara bersama-sama, sehingga selain bisa menyumbangkan medali buat kontingen Riau, juga PABBSI Riau sukses menggelar event olahraga empat tahunan ini. Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PABBSI Riau, Drs H Sanusi Anwar dalam sambutannya mengaku bahwa kepercayaan menahkodai PABBSI Riau adalah amanah yang cukup berat, dan dipastikan dia tak bisa memikul beban berat itu sendiri. Demi terus lahirnya prestasi dari PABBSI Riau, ia minta

seluruh pengurus untuk serius membantu. “Ini anamah yang cukup berat, dan tak bisa saya pikul sendiri, tapi harus bersama-sama dan bahu membahu dengan pengurus lainnya. Tapi, saya mencoba memberikan yang terbaik buat Riau, termasuk di PON XVIII ini,” ujar Sanusi. Ia menerangkan pada PON XVIII ini PABSSI Riau menargetkan lima medali emas. Lima emas itu berasal dari binaraga dua emas, angkat berat dua medali emas dan satu dari angkat besi. Binaraga dari Asrelawandi yang turun dikelas 60kg dan I Gede dikelas 90 kg plus. Sedangkan dari angkat berat ditargetkan diraih Sri Rahayu dan Rizki Aprinando, sementara dari angkat besi ditarget dari beberapa orang atlet, seperti Fatmawati. “Target kita lima emas, tapi mudah-mudahan bisa dapat lebih dari itu. Yang pasti kita siap berikan yang terbaik buat Riau,” tambah Sanusi.*

 dri

Bidang Humas Ketua : H Basrial, S.Sos Wakil Ketua : Robi Bidang Angkat Besi Ketua : Irwandi Wakil Ketua : Oyong Bidang Binaraga Ketua : Zarmi Bakhtiar Wakil Ketua : Yafdalas Bidang Angkat Berat Ketua : Apriman Wakil Ketua I : Deriswan Wakil Ketua II : Junidel Amri Bidang Perlengkapan Ketua : Heneldi Indra Wakil Ketua : Yusaldi Bidang Perwasitan Bidang Angkat Besi : Yuli Plawi, SH Bidang Angkat Berat : Dewi Noralisa, SE Bidang Binaraga Ketua : H Irfan Wakil Ketua : Yusfetri Yeti Bidang Organisasi Ketua : Kusworo Mahardi Wakil Ketua I : Syahril M Noor Wakil Ketua II : Andi Yusten Bidang Pembinaan Prestasi Ketua : Joni Raranta Wakil Ketua : Ir Syamsu

DPRD KABUPATEN SIAK Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Berpulangnya ke Rahmatullah

Bpk. H. Said Muhammad (Tutup Usia 42 Tahun)

MANTAN ANGGOTA DPRD SIAK Periode 2000-2004 Meninggal Pada Hari Sabtu, 1 September 2012 Pukul 13.30 Wib di Gleneagles Hospital Singapura Dimakamkan Ahad, 2 September 2012 di Pekanbaru

“Semoga amal ibadah Almarhum diterima disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi cobaan ini, Amin” Tertanda

Zulfi Mursal, SH H. Syahrul, SIP, MSi Wakil Ketua

Ketua

Drs. H. Amzar, MSi Sekwan

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012

H. Azwar Wakil Ketua


32

Bengkalis Jamin Venues Siap Tepat Waktu P

ANITIA Sub PB PON XVIII Riau Kabupaten Bengkalis, menjamin seluruh venue (lapangan pertandingan) tiga Cabang Olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan di Kabupaten Bengkalis, selesai dikerjakan tepat waktu. Sejauh ini seluruh venus PON di Bengkalis hanya tinggal finishing dan perbaikan. “Setelah dievaluasi, seluruh venue untuk tiga Cabor yang dipertandingkan pada PON tahun ini, tinggal finishing,” ujar Ketua Bidang Sarana dan Prasarana Sub PB PON Riau Kabupaten Bengkalis M Nasir, saat ditemui disela-sela peninjauan kesiapan dan penyelesaian venue Cabor voli pantai, yang

berlokasi di depan pelabuhan Bandar Sri Laksamana Bengkalis. Dikatakan, khusus untuk venue voli pantai yang terdiri dari lima venue (3 venue untuk pertandingan dan 2 untuk pemanasan), finishing yang sedang digesa menjelang pembukaan PON adalah menyangkut faktor pendukung kebersihan lingkungan, kerapian, pemasangan baleho-baleho di sekitar venue. Termasuk pemasangan dan perapian net. Namun sedikit yang memerlukan waktu pada perbaikan venue, kata M Nasir, adalah perlu dilakukan langkah untuk menaikan elevasi pasir (ketebalan pasir pada venue, red), dan ini

sesuai permintaan PB PON. “Upaya ini mulai kemarin telah kita lakukan dan dengan persyaratan tertentu yang harus dilewati ketika melakukan penghamparan pasir,” ujar M Nasir sembari mengatakan jika pasir yang akan dihamparkan pada venue, sebelumnya diayak, dan hanya pasir bersih saja yang dihamparkan. Begitu juga menyangkut venue untuk Cabor tarung drajat dan layar, semuanya juga telah dilakukan persiapan dan memenuhi standar yang diminta. Bahkan seperti venue tarung drajat yang akan dipusatkan di GOR Perkasa Alam Sport Hall, panitia juga turut melakukan perbaikan, sehingga standar yang dimin-

ta PB PON terpenuhi. “Untuk atap-atap yang bocor, sudah dilakukan perbaikan dengan melakukan pelapisan pada atap dan sambungannya. Termasuk sarana penunjang lainnya, seperti WC dan ruang-ruang yang diperlukan pada saat kegiatan,” imbuh M Nasir lagi seraya menyebut, sampai saat ini yang belum bisa diatasi pada GOR, adalah mengenai gema suara gedung, dan memang memerlukan suatu konstruksi yang bersistim, sehingga gema bisa diredam. Khusus untuk Cabor layar, kendati venue sudah selesai dipersiapkan di Selatbaru, sejauh ini hanya tinggal menyelesaikan pemasangan lampu sorot. Dipasangnya

lampu sorot pada venue tersebut, karena peralatan layar distandby-kan disana, dan sudah semestinya memerlukan penerangan yang cukup bagi keamanan dan pemeliharaan setelah dilaksanakan pertandingan. Di bagian lain M Nasir juga menambahkan, pasca pelaksanaan PON nanti, semua pihak harus mempunyai pemikiran untuk melanjutkan program yang dilakukan, sehingga seperti venue voli pantai yang sudah dibangun untuk mendukung terselenggaranya PON ini, nantinya dapat bermanfaat bagi pengembangan olahraga di voli pantai di Kabupaten Bengkalis.

 dks

Pengesahan APBD P Ditargetkan Oktober

M

Gubernur Riau Rusli Zainal, menyulutkan api PON kepada Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh sempena kirap Api PON XVIII Riau tahun 2012, di lapangan Minas, Kabupaten Bengkalis.

 Selama Pelaksanaan PON XVIII

LPKSM Usulkan Makanan Bersertifikat Sehat

S

ELAIN kebersihan lingkungan di Bengkalis yang perlu digaungkan, kebersihan makanan dan minuman sehat perlu dijaga. Khusus dalam pelaksanaan tiga Cabang Olahraga (Cabor) Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau di Bengkalis. Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat LPKSM Kabupaten Bengkalis mengusulkan agar seluruh pedagang diberi sertifikat makanan sehat. Demikian diutarakan langsung Ketua LPKSM Kabupaten Bengkalis Fadly Sarifuddin, belum lama ini. Untuk sertifikat makanan

sehat ini, perlu dukungan dari Disperindag, dan Dinas Kesehatan (Diskes). “Kita usulkan sepanjang pelaksanaan PON, ya sekitar 10 hari pelaksanaan nantinya. Pedagang makanan dan minuman di Bengkalis memiliki sertifikat makanan sehat, sehingga tamu-tamu atau peserta dari Propinsi lainya yang bertanding di Bengkalis, bisa menikmati makanan dan minuman khas Bengkalis yang punya label kesehatan, dan ini sudah kita sampaikan ke dinas terkait,”papar Fadly. Fadly juga berharap, peran serta dan pengawasan dari dinas terkait, soal makanan para atlet yang akan bertand-

ing nantinya benar-benar dijaga. Jangan sampai masalah makanan menjadi problema yang membuat Riau, khususnya Bengkalis sebagai tuan rumah tiga Cabor jelek dimata para tamu dan atlet Nasional yang bertanding nantinya. “Kita siap membantu dan mendukung suksesnya pelaksanaan PON XVII Riau. Selain Bengkalis bersih dan sehat, tentunya makanan dan hasil UKM juga sehat. Sehingga usai pelaksanaan PON nantinya, ada kesan dihati para tamu-tamu, kalau Bengkalis sangat baik pelayanannya,”papar Fadly.

 dks

ESKI sempat diwarnai ancaman oleh wakil ketua DPRD Bengkalis Hidayat Tagor Nasution yang tidak akan membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah-Perubahan (RAPBDP) tahun 2012, akhir sikap dewan mulai melunak.Ditargetkan RAPBD.P sudah disahkan pada pertengahan Oktober. Bahkan saat hearing antara komisi-komisi di DPRD dengan sejumlah SKPD terkait yang menjadi mitra kerja sudah mulai dilaksanakan di gedung DPRD Bengkalis. Ketua DPRD Jamal Abdillah sendiri membenarkan bahwa hearing antara komisi dengan SKPD sudah mulai berjalan menjelang ditandatanganinya Kebijakan Umum AnggaranPlatfon Pengajuan Anggaran Sementara (KUA-PPAS) RAPBDP tahun 2012. “Dewan tetap komit untuk membahas RAPBD.P selagi usulan yang disampaikan seluruh SKPD layak untuk dituangkan APBD P nantinya. Setelah mulai dilakukannya hearing antara komisi dengan SKPD, tentu akan dilanjutkan dengan penandatangan KUA-PPAS RAPBD P kemudian pembahasan di badan anggaran (Banggar) dan direncanakan ketok palu RAPBD P sudah dilakukan pada pertengahan Oktober,” ungkap Jamal Abdillah. Dikatakan politisi muda PKS ini, setelah hearing antara komisi dengan SKPD tuntas, penandatangan KUA-PPAS RAPBD P selambatnya akan dilakukan pada akhir September antara bupati dengan ketua DPRD Bengkalis.Dewan memandang APBD.P adalah sesuatu yang harus dibahas serta disahkan perubahan anggarannya, yang dinilai layak

NO: 703 TAHUN XIII/ EDISI 11 - 17 SEPTEMBER 2012 CMYK

dan urgen sesuai dengan usulan SKPD-SKPD. Menurut Jamal, dewan tidak mau lagi ada kesan main-main dalam pengusulan RAPBD.P nantinya, termasuk usulan yang tidak bermanfaat ataupun terjadinya kesalahan nomor rekening serta dokumen pelaksanaan anggaran (DPA).Sebab, pada APBD murni tahun ini banyak ditemukan kesalahan dalam pencatuman nama kegiatan di DPA serta kesalahan fatal pada nomor rekening, salah satunya adalah program Jamkesmasda. “Selagi usulan kegiatan pada RAPBD.P dinilai masih layak, dewan tentu akan mengakomodir usulan dari SKPD-SKPD. Tentunya usulan tersebut yang menyentuh langsung masyarakat pada program pembangunan daerah yang dituangkan dalam APBD P dan betul-betul dapat dilaksanakan pada sisa tahun anggaran,” ujar Jamal menjelaskan. Dirinya selaku pimpinan lembaga wakil rakyat sendiri sudah memberitahukan kepada seluruh komisi di DPRD untuk segera melakukan hearing dengan SKPD mitra kerja komisi agar penandatanganan KUA-PPAS dapat dilakukan sesuai schedulle.Minimal tambah Jamal, APBD.P dapat dilaksanakan realisasi-nya selama dua bulan disisa tahun anggaran, dan SKPD dapat menggesa kegiatan-kegiatan yang sudah tertuang dalam APBD.P itu nantinya. “Perlu dicatat juga bahwa tercapainya schedulle pembahasan hingga pengesahan RAPBD.P juga tergantung sepenuhnya dari kesiapan SKPD-SKPD.Kalau memang nantinya mereka tidak siap, alamat pengesahan RAPBD.P ini bisa saja tertunda.*

 dks


beritaazam.com - Portal Anak Zaman - Referensi Politik Anak Negeri