Issuu on Google+

No.705 Tahun XIII/ 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012 email: mingguan_azam@yahoo.com

Harga Rp 6.000,- (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

Ilustrasi: roy

No. Keanggotaan: 469/06/1998/B/2010

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012 CMYK


2 Anak Zaman foto: internet

Bilik Pembaca Awas! Anak Bisa Kategihan Game Online

Bilik Redaksi

Wartawan Harus Kuasai TI

K

EMAJUAN teknologi dan informasi seakan berpacu setiap detiknya. Siapa yang tidak menguasainya, bersiaplah untuk tertinggal. Demikian pula dalam dunia jurnalistrik. Wartawan dituntut untuk mengetahui dan memanfaatkan TI guna melancarkan pekerjaanya. Dalam kesehariannya wartawan telah akrab dengan komputerisasi dan sistem yang digunakan. Menyelesaikan pekerjaan tidak lagi harus berada di kantor 24 jam, dengan kemajuan teknologi pemberitaan dapat di selesaikan dimana saja. Warung internet hingga Hot Spot yang menyediakan layanan internet sudah menjamur di Kota Pekanbaru dan sekitarnya. Tidak salah jika wartawan dituntut pula untuk menguasai teknologi ini. Siap tempur bagi reporter berarti mempersiapkan semua peralatan menunjang pekerjaan selama hunting dilapangan. Mulai dari alat perekam, kamera hingga peralatan penunjang lainnya. Sebagai pekerja lapangan tentu saja dituntut untuk efisien, hingga peralatan pun lebih diminimalisir. Kecanggihan alat telekomunikasi seperti telepon selular turut

Angkatan Zuriat Anak Melayu SIUPP Nomor 698/SK/Menpen/SIUP/1998 Tanggal 10 Nopember 1998 No. Keanggotaan SPS (Serikat Penerbit Suratkabar) 469/06/1998/B/2010

PENERBIT

Yayasan Pena Putra Riau Press

B Irawan dan Syamsir Suryana memanfaatkan fasilitas TI di Media Center Utama PON

membantu pekerjaan wartawan dilapangan. Tak heran dengan satu ponsel dapat membantu tugas dilapangan mulai dari merekam, tulis berita hingga mengirimkannya lewat fasilitas internet. Hal itu pula yang ingin kami lakukan buat wartawan dan reporter azam. Paham teknologi dan menguasainya. Jangan sampai dianggap sebagai orang yang gagap teknologi atau biasa di kenal dengan istilah Gaptek. Ditambah lagi banyak bermunculannya media online, wartawan dituntut untuk siap dimana saja menyampaikan beritanya. Ataupun memperoleh informasi guna membantu tugas dilapangan. Ditambah lagi,

selain edisi cetak setiap minggunya, redaksi juga menerbitkan edisi portal yakni beritaazam.com. yang mesti update beritanya setiap detik dan menitnya. Beberapa rekan wartawan memang mesti lebih dipersiapkan lagi pengetahuan teknologi baik komputer maupun peralatan lainnya. Semua dilakukan secara bertahap hingga benar-benar menguasai. Seperti yang pernah disampaikan Pemred Azam H Syafriadi dalam rapat beberapa kali rapat yang dipimpinnya beberapa waktu lalu. Butuh waktu dan keinginan setiap orang untuk paham teknologi. Mau tidak mau berkecimpung dalam dunia

pers dan media massa ini dituntut sadar teknologi. Selain melancarkan tugas dan pekerjaan juga menjadi manusia yang siap menghadapi eranya globalisasi dan teknologi ini. Pembaca budiman, kami berusaha terus hadir ke hadapan anda tiap minggunya. Berusaha memenuhi kebutuhan informasi lebih dalam tentang Riau dengan segudang permasalahannya. Kami berharap, semoga liputan kami tiap minggunya dapat menjadi refrensi dan menambah khazanah yang lebih luas tentang Riau. Karena tekad kami dengan membaca AZAM lebih faham. *

ANAK zaman sekarang, lebih memilih bermain di warnet ketimbang bermain petak umpet. Sangat disayangkan, game online sudah mengalihkan perhatian mereka dari semua permainan anak-anak zaman dulu. Kemajuan teknologi, tidak semuanya mampu meninggalkan kesan yang positif terhadap penggunanya. Terutama anak-anak yang belum bisa mencerna dengan baik semua hasil teknologi yang terima secara mentahmentah oleh mereka. Berbicara tentang game online, hal yang wajib bagi anak-anak usia sekolah sangat tidak pantas main games online tersebut, karena dapat mengganggu mental pelajar serta mengganggu konsentrasi belajar mereka. Apalagi dampak yang ditimbulkan, bisa mengakibatkan tindakan kriminal. Sebagai contoh adalah tindakan orangtua di negara cina, rela menjual anak mereka berkalikali hanya demi bermain games online ini. Dampak terhadap orang dewasa saja, sangat buruk sekali. Apalagi dampaknya terhadap anakanak, bisa-bisa mereka melakukan tindakan kriminal melebihi umurnya. Bahkan baru-baru ini, para peniliti menyimpulkan bahwa games online sama hal dengan narkoba bisa membuat orang Memang tidak mudah memperingatkan anak dan menghapus ingatan mereka terhadap game online ini. Namun, usaha memang harus dilakukan segera oleh pihak sekolah dan orang tua. Ini juga untuk menjaga ketertiban di sekolah. Karena, pada saat jam sekolah banyak juga anak yang memamfaatkan waktunya pergi ke warnet terdekat. Apalagi sepulang dari sekolah, mereka bertambah bebas melakukan apa saja. Jika ini tidak dikontrol oleh sekolah, sama saja membiarkan anak didik mereka terjerumus lebih jauh. Masalah ini harus diperingatkan seja dini. Selain memberi sanksi kepada siswa yang kedapatan melanggar aturan sekolah, sekolah juga harus memberikan penyuluhan moral kepada siswa yang bersangkutan. Seperti pendekatan psikologi kepada siswa agar mereka tahu dampak buruk dari game online ini. Meskipun tidak bisa dipaksakan, secara bertahap itu yang harus dilakukan sekolah. Memberi ilmu kepada siswa dengan cara memberikan pengertian yang mudah dipahami oleh siswa. Tentun-

PENDIRI: EDIRUSLAN PE AMANRIZA (ALM), WAN MOHD. DAUD (ALM), SUGIAT TJUATJA (ALM), TAMIN CANDRA, SYAFRIADI. PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB: SYAFRIADI. WAKIL PEMIMPIN UMUM/WAKIL PENANGGUNGJAWAB: YANTO BUDIMAN S. PEMIMPIN PERUSAHAAN: ZULKARNAIN. WAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN : ENDRIZAL YUSTEN. WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : BAMBANG IRAWAN SYAHPUTRA. REDAKTUR PELAKSANA: M YASIR. KOORDINATOR LIPUTAN: ZAINUL AZIZ. REDAKTUR SENIOR: ENDRIZAL YUSTEN. SEKRETARIS REDAKSI: NUR AINUN. STAF REDAKSI: LIZAWATI, IRDAWATI, HESTI. MANAGER PRACETAK: ROY YULIANTO. MANAGER KEUANGAN: NUR ASIAH. KABAG PEMASARAN/IKLAN: BENNY HENDRA, DISTRIBUSI: ARI KURNIAWAN BIRO DAERAH: TATANG HARTONO, TAUFIK BASIRUN (BAGANSIAPIAPI). ROBIN SIMANUNGKALIT, MARHUSOR PARDEDE (TANJUNGPINANG, KEPRI). JHONI (SIAK). SYAFRIZAL (DUMAI). SALFIAN DALIANDI, DAKESLIM (BENGKALIS). SUHANDI, IMRAN RIO (INHU). JABARULLAH, JANUAR JAYA (INHIL). ACHMAD FIKRI, ARIEF (KAMPAR). JON HENDRI HASAN, ASNOL MUBARACK (PELALAWAN). ALAMAT REDAKSI: JL PARIT INDAH KOMPLEK PERKANTORAN GRAND SUDIRMAN BLOK B 10 PEKANBARU, TELP/ FAX (0761) 32308 TARIF IKLAN: FULL COLOURRP. 6.000/MM/KOLOM, HITAM PUTIH RP. 4.000/MM/KOLOM (BELUM TERMASUK PPN 10%) NOMOR REKENING: BANK RIAU NO REK 201.030.690.95 PERCETAKAN: PT RIAU POS GRAINDO (ISI DI LUAR TANGGUNGJAWAB PERCETAKAN)

Redaksi menerima sumbangan tulisan atau artikel, puisi dan ilustrasi. Tulisan diketik rapi dua kertas kuarto dan dilengkapi identitas pengirim. Redaksi berhak menyunting isi tulisan tanpa mengubah maknanya.

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012


Budaya Kalam

3 ya, sekolah lebih tahu strategi mana yang bagus dilakukan menghadapi siswa seperti Apalagi orang tua, yang memiliki anak seutuhnya. Pihak tunggal yang menentukan dan mengarahkan anakanak mereka ke jalan yang lebih lurus. Sebaiknya orangtua, perlu menambah ilmunya mencari cara mengatur anak yang sudah sangat ketagihan dengan game online ini. Dan kita sebagai orangtua siswa juga melakukan pengawasan terhadap anak-anak kita sewaktu mereka tidak di sekolah. Selain itu, penggunaan internet disekolah oleh siswa juga perlu diawasi ketat oleh guru. Begitu pula tempattempat warnet disekitar lingkungan, juga perlu diwaspadai oleh pihak sekolah. Masriadi warga jl. Terubuk, Marpoyan Damai

Pembagian e-KTP Kurang Terkoordinasi PROSES pengambilan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang berada di tiap kecamatan di kota Pekanbaru kini menjadi persoalan. Pasalnya, meskipun himbauan jika eKTP tersebut telah selesai dan dapat diambil, namun warga mengaku kesulitan karena belum menerima kepastian apakah kartu mereka tersebut ada atau belum di UPTD tiap Kecamatan. Banyak warga yang mendatangi kantor camat masing-masing, merasa kecewa karena belum mendapat e-KTP. Seperti yang dialami salah seorang teman, ia sengaja meluangkan waktunya ke Pekanbaru hanya untuk mengambil eKTP saja. Pada saat, pembuatan kemaren ia masih di Pekanbaru, karena ditugaskan di luar kota. Ia dan keluarga terpaksa pindah. Mendengar himbaun eKTP di kota Pekanbaru sudah bisa diambil, ia sengaja meluangkan waktu dan mengajak semua keluarga karena tidak boleh diwakilkan. Sampai disini, ternyata eKTP mereka belum selesai. Ia cukup emosi mendengar jawaban petugas di Kecamatan. Wajar saja, ia sudah menghabiskan banyak biaya dan waktu terbuang sia-sia tampa hasil. Herannya lagi, pembagian e-KTP ini juga tidak menyeluruh. Di satu RW, terkadang hanya beberapa warganya saja yang sudah mendapat eKTP, sebagian lagi menurut petugas kecamatan setempat

ada yang belum siap. Bahkan dalam satu kepala keluarga, hanya ada satu atau 2 orang saja yang baru mendapat eKTP. Juga ada istrinya sudah dapat, suaminya terpaksa menunggu. Padahal waktu membuatnya antrian barengan. Belum lagi, warga yang KTP nya sudah mati juga memerlukan kartu identitas ini untuk berbagai keperluan yang mendesak. Kalau membuat KTP sudah tidak mungkin, kalau menunggu e-KTP, ntah kapan selesainya. Kita butuhnya sekarang. Ungkap warga-warga yang merasa pembuatan e-KTP ini berteletele saja. Mereka juga tidak tahu solusinya selain menunggu e-KTP ini selesai. Kebanyakan mereka harus bolak balik menanyakan keberadaan e-KTP nya apakah sudah selesai atau belum. Ini terjadi, karena tidak adanya koordinasi petugas kecamatan dengan warga setempat. Bahkan, warga inisiatif sendiri menanyakan langsung. Ketidaktahuan warga ini, juga tidak adanya himbaun dari RT atau RW setempat seperti waktu pembuatan dulu. Beberapa warga merasa keheranan saja, jika tetangganya sudah dapat e-KTP. Dari mulut-kemulut inilah kebanyakan warga mulai berbondong-bondong mendatangi kecamatan setempat. Namun, banyak juga warga yang tidak membawa hasil sepulangnya dari kantor kecamatan. Banyak warga yang menyalahkan, tidak sama ratanya pembagian e-KTP ini. Warga juga mulai mempertanyakan kinerja sebagian besar pejabat yang bersangkutan mulai dari tingkat RT atau RW dan seterusnya yang tidak maksimal menginformasikan daftar nama warga yang telah selesai eKTP nya. Sehingga kinerja aparat ditingkat itu harus ditingkatkan lagi. Warga saat ini tidak menerima informasi e-KTP miliknya telah selesai. Sehingga nama-nama warga yang tercamtum bisa mengambil tidak tahu siapa saja. Seharusnya, daftar nama warga yang telah selesai eKTPnya dicetak, setelah Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru yang tersebar di setiap kecamatan menyebarkannya kepada kecamatan, maka pihak kelurahan menindaklanjuti lagi kepada kepala RT dan RW untuk selanjutnya tugas RT dan RW mengumumkannya kepada warga. Begitu seharusnya, semoga ada tindaklanjut yang tidak menyusahkan warga nantinya. Sharifah Ain Warga Marpoyan Damai

Oleh: Bambang Irawan Syahputra

Kekuatan Atlet Masih Tersentral

P

Gubernur ELAKSANAAN Meski empat Jawa Barat Pekan Olahraga tahun lalu Ahmad Nasional (PON) menempati Heryawan XVIII Riau 2012 telah usia. urutan tiga membuka Tidak seperti hasil di PON besar, prestasi rahasia di balik XVII Kalimantan Timur itu bukan meroketnya (Kaltim) 2008. Kali ini terbilang buruk prestasi daerahkontingen DKI Jakarta bagi Kaltim. nya. Ia menmerebut posisi juara Apalagi mereka jelaskan, dalam umum dari Jawa Timur menyabet dua tahun (Jatim). DKI mengoleksi medali emas terakhir sangat 105 emas, 101 perak, dan dua cabor concern untuk memper110 perunggu. Jawa Barat bergengsi, sepak bola dan hatikan pembinaan atlet. (Jabar) mengumpulkan bola basket putri. 99 emas, 79 perak, dan Ketua KONI DKI Winny Aher, sapaan akrabnya, mengakui, waktu dua 101 perunggu. Erwindia menilai posisi DKI perlu kerja keras akhir klasemen PON, tidak tahun terbilang terlalu mepet. Namun ternyata untuk bisa memuncaki terlalu mengejutkan. Ia hasilnya terbilang bagus klasemen. Itu lantaran mengapresiasi kontingen sejak hari pertama, Jabar DKI yang akhirnya menjadi dan bisa berkompetisi dengan DKI. sepertinya nyaman di juara umum setelah gelar “Jawa Barat tidak segan posisi pertama. Namun itu direbut Jatim empat mengirim atletnya mendekati akhir ke luar negeri untuk PON, banyak atlet menimba ilmu dan tampil ciamik yang DKI masih menjadi dilatih pelatih kelas menyumbang magnet bagi atlet dunia di cabor medali emas bagi DKI. Perlahan yang ingin berkarier tertentu,” katanya. “Ini bukti keseriusan posisi Jabar tergeser, dan mencetak presta- kita yang banyak dan dipastikan DKI menjadi juara si. Belum lagi keung- membina dan melahirkan bibit umum PON Riau. gulan perhatian atlet.” Kredit khusus Aher optimis, layak diberikan terhadap atlet, Jabar makin kepada kontingen ketersediaan venue, berkibar saat menjaJabar. Kalau di PON tuan rumah PON Kaltim, mereka hingga akses ujitan- di 2016. Analoginya, hanya menempati ding ke luar negeri jika hanya dua tahun urutan empat besar, pembinaan mengkali ini menjadi membuat bibit daehasilkan prestasi runner-up. Jatim rah lebih memilih bagus, maka dengan paling apes. Menpersiapan jangka yandang juara memperkuat DKI. panjang sekitar bertahan malah empat tahun pasti mereka terlempar Jabar lebih meroket. ke posisi tiga besar. Banyak cabang olahraga tahun lalu. Winny mengata- Untuk saat ini, APBD Jabar untuk olahraga baru (cabor) terukur yang kan, sudah selayaknya selama ini menjadi lumkontingen Ibu Kota unggul 100 miliar. Aher menjanjibung medali emas tidak sebab memiliki keunggulan kan jumlahnya meningkat di tahun mendamampu memenuhi target. fasilitas dan kualitas atlet. tang demi bisa mencetak Jawa Tengah (Jateng) Namun dia sedikit terkejut atlet yang mampu bersamengunci posisi keempat dengan pencapaian Jabar ing di tingkat nasional setelah di hari terakhir yang bisa menyodok posisi menambah beberapa kedua, mengalahkan Jatim. dan internasional. Makin banyak sarana medali emas. Mereka Ia tidak menampik, DKI meninggalkan tuan masih menjadi magnet bagi berlatih maka akan memompa atlet untuk rumah yang selama ini atlet yang ingin berkarier bisa menunjukkan kemenduduki posisi empat. dan mencetak prestasi. mampuan terbaiknya. Bahkan, Riau akhirnya Belum lagi keunggulan “Pembinaan jangka harus rela menerima perhatian terhadap atlet, kenyataan terlempar dari ketersediaan venue, hingga panjang dan memperbesar anggaran untuk lima besar. Itu lantaran akses uji tanding ke luar olahraga sudah seharusnKaltim menyodok dengan negeri membuat bibit ya disiapkan dari mengumpulkan 44 emas, daerah lebih memilih sekarang.” unggul satu emas atas memperkuat DKI. tuan rumah.

PEMBERITAHUAN Seluruh wartawan Tabloid Berita AZAM dibekali dengan kartu pengenal diri, atau kartu pers. Bagi yang tidak memilikinya, diminta supaya tidak dilayani.

Pojok

 Clossing Ceremoni, Wapres Puji RZ, Ngah...!! - Jangan besa kepale, Pak Cik..?

ttd Redaksi

Ongah

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012


Mimbar Debat

4 Tak Tahu Total Aset

Jadi Cambuk Pemerintah

DPRD Riau tidak pernah mengetahui berapa total nilai aset PT Riau Air. Pasalnya, selama ini meski dewan sudah berupaya meminta hasil audit kepada Pemprov, hal itu belum pernah diberikan. Anggota Komisi B DPRD Riau, Noviwaldy Jusman misalnya mengetahui adanya asset Riau Air berupa empat buah ruko di Jalan Arifin Achmad yang disita oleh Pengadilan Niaga Medan atas gugatan Bank Muamalat dari wartawan. “Saya baru mengetahui hal itu dari media, termasuk soal aset Riau Air di Jalan Arifin Achamad,” ungkap politisi Demokrat ini. Untuk itu Noviwaldy berharap dengan penyitaan ini, maka aset-aset RAL yang lainnya bisa ditemukan juga. Sebab, dewan selama ini tidak pernah mengetahui berapa jumlah keseluruhan aset RAL yang sebenarnya. Meski dewan telah beberapa kali meminta kepada dewan direksi dan Pepmrov Riau, tapi jawabannya selalu nanti dan ya. Sehingga, dewan menjadi gerah dengan janji-janji tersebut. Setelah adanya kasus penyitaan aset RAL ini tambah Dedet panggilan akrab Noviwaldy, dengan begitu sudah ada petunjuk bagi komisi untuk mengundang dewan direksi dan pemerintah daerah untuk membicarakannya dalam rapat komisi.* Noviwaldy Jusman Anggota Komisi B DPRD Riau

BANYAK persoalan yang melilit perusahaan daerah. Umumnya soal keuangan. Karena dibentuk sebagai perusahaan daerah, sumber dana pun berasal dari APBD. Dana APBD pula yang digunakan untuk membayar gaji karyawan, operasional dan lain sebagainya. Demikian pula yang dialami oleh perusahaan maskapai Riau Air (RA) yang sempat menjadi kebanggaan dan didengung-dengungkan sebagai satusatunya provinsi yang memiliki maskapai penerbangan. Kebanggaan itu telah sirna, seiring dengan banyak persoalan yang melilit RA. Kucuran dana dari APBD tidak mampu menanggung semua pengeluaran sebuah perusahaan penerbangan seperti RAL. Yang berujung tidak beroperasinya lagi penerbangan dan diberhentikannya karyawan RAL. Persoalan yang beruntun dialami RA hendaknya menjadi pelajaran bagi pemda untuk tidak membangun sebuah BUMD yang padat modal. Karena harus membutuhkan dana sangat besar untuk bisa menjalankan perusahaan penerbangan. Hingga akhirnya justru membebani daerah yang harus menyediakan dana tiap tahun dalam APBD untuk menopang tetap beroperasinya perusahaan tersebut. Wagiman Swasta

Pemrov tak Paksakan Diri KRISIS keuangan di tubuh maskapai penerbangan milik pemerintah Provinsi Riau, Riau Air, tak kunjung berakhir. Padahal, perusahaan ini telah mendapat kucuran miliar rupiah. Berjuang dengan icon Riau Air sebagai marwah orang Riau dan layak untuk dipertahankan. Nyatanya, persoalan keuangan di perusahaan tersebut sangatlah besar dan menguras APBD Riau bahkan kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Tak kunjung dilirik investor, sementara hutang belum terbayarkan, lebih baik jika pemrov tidak memaksakan diri untuk Riau Air dengan menanggung masalah itu. Terutama menyelesaikan hutang dan kewajiban yang menjadi tugas direksi. Meskipun Pemrov Riau sebagai pemegang saham terbesar tetap memiliki tanggung jawab untuk bisa menyelesaikan permasalahan itu, hanya sebagai penghubung antara Riau Air dengan pihak pengutang dan pihak-pihak lainnya. Masalah Riau Air lebih baik dibuka saja dihadapan publik dan tidak ada yang ditutupi. Sementara yang terkuak tentang keberadaan aset saja baru diketahui setelah pengadilan memenuhi tuntutan bank dan menyita aset yang dimilik Riau Air.* Efayanti Swasta

Aset Riau Air Diincar Kreditur Ruko empat petak di Jalan Arifin Ahmad milik Riau Air disegel karena tak mampu membayar hutang ke Bank Muamalat. Masih ada 127 kreditur lagi yang mesti dibayar. Masih adakah aset yang akan disegel, sementara dana di APBDP Riau tak bisa dicairkan?

P

ENGADILAN Niaga Medan telah menetapkan PT Riau Air (RA) pailit pada tanggal 12 Juli 2012 silam karena tidak bisa membayar hutang ke Bank Muamalat. Pengadilan juga menetapkan penyitaan aset berupa 4 buah ruko di Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru. Keputusan ini merupakan lanjutan sidang perkara pailit di Pengadilan Niaga Medan yang diajukan oleh Bank Muamalat karena Riau Air sudah tidak mampu membayar utang atas fasilitas kredit yang telah diberikan dengan sisa utang Rp80 miliar diluar bunga yang totalnya mencapai Rp104 miliar. Meskipun sebelumnya Riau Air, telah mengangsur pinjamannya sebesar Rp3 miliar pada Desember 2010 dan Rp25 miliar pada Desember 2011. Penetapan penyegelan atas aset milik PT Riau Air (RA) tersebut dikeluarkan pada 12 Juli 2012 silam. Empat petak ruko di Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru milik PT RA tersebut disegel. Menurut Kurator Tommy S Bhail, SH, hingga kini pihaknya masih menunggu proses damai yang diusulkan PT RA untuk membayar 127 kreditur. Namun sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak PT RA prihal persoalan ini. Selain itu masalah yang menggayut maskapai yang pernah jadi kebanggaan Riau ini makin bertambah saja. Dari informasi yang diberitakan pihak perpajakan, maskapai yang sudah tidak terbang lagi sejak 2009 ini, menyisakan persoalan baru bagi Riau Air, yakni tunggakkan pajak sebesar Rp79 miliar. Pajak menjadi perdebatan. Karena ditagihan, pajak tertulis Rp79 miliar yang belum dibayarkan, sedangkan dikeuangan RAL, Rp35,5 miliar. Sementara dalam ifikasi pajak, diberikan dua opsi, yang pertama apakah RAL selaku debitur mengakui Rp79 miliar akan menggunakan

upaya penghapusan bunga/penalti pada Kanwil pajak, dan opsi yang kedua tidak mengakui Rp79 miliar yang kemudian menggunakan upaya penghapusan utang atau renvoi. Masalah tunggakan pajak RAL, terungkap dalam rapat verifikasi besaran utang piutang dari seluruh kreditur yang telah mendaftar kepada kurator di Pengadilan Niaga Medan. Tim penyelamat Riau Airlines (RAL) menawarkan beberapa formula khusus kepada kreditur RAL dalam memberikan solusi konkrit sebagai upaya perdamaian yang dilakukan. Kepala Biro Administrasi dan Ekonomi Setdaprov Riau Irhas Irfan mengatakan, pihaknya sedang menyusun formula baru yang akan ditawarkan kepada empat kreditur RAL untuk menyelesaikan kewajiban yang tertunda. Dikatakannya, salah satu formulanya adalah mekanisme pembayaran kepada 4 kreditur yaitu otel Ibis, Kota Piring Kencana, Bina Mitra Wibawa dan AA Catering, setelah RAL beroperasi kembali. Sebelumnya, dalam rapat kreditur belum lama ini terungkap bahwa ternyata RAL sebagai perusahaan tidak dianggap lagi karena sudah lumpuh. Dalam rapat itu, baik hakim pengawas, kurator dan kreditur tidak memandang RAL karena sudah tidak ada apa-apanya lagi. Mereka hanya memandang investor yang menjadi tolak ukur sukses atau tidaknya, berhasil atau tidaknya upaya perdamaian. Atas dasar itu hakim pengawas memberi kesempatan kepada kreditur seperti Hotel Ibis, Kota Piring Kencana, Bina Mitra Wibawa dan AA Catering dalam rapat voting menanyakan bagaimana tanggapan usulan perdamaian, dan dari salah satu kreditur ingin tahu siapa investor RAL. Hakim Pengawas memberikan jangka waktu untuk merampungkan upaya perdamaian RAL selama 21 hari terhitung sejak tanggal 5 September 2012 di Pengadilan Niaga Medan. Sementara, dana sebesar Rp2,5 miliar yang telah dianggarkan dalam APBD- P 2012 tidak dapat dicairkan. Pasalnya, banyak fraksi yang menolak saat penyampaian pandangan fraksi dalam paripurna pengesahan APBD-P 2012.

 ird

Berdampak Bagi Daerah JIKA terus saja digelayuti persoalan, Riau Air justru bisa memberikan dampak buruk bagi Provinsi Riau. Memiliki tunggakan terhadap sejumlah pihak, bahkan kabarnya masih menyisakan pembayaran gaji terhadap eks karyawannya. Riau Air tidak lagi membawa marwah bagi negeri ini. Dan tidak layak untuk dipertahankan, apalagi harus dibela. Karena yang terjadi saat ini akibat dari kelalaian manajemen yang tidak bekerja secara profesional. “Silahkan jajaran direksi menyelesaikan itu,” ujar Rudi S salah seorang karyawan swasta di Pekanbaru yang diajak AZAM bicara soal perusahaan penerbangan milik Riau itu. Menjalankan bisnis penerbangan, katanya, membutuhkan biaya tinggi. Dan ini, mestinya menjadi pembelajaran, ketika pemerintah ingin mendirikan sebuaha maskapai penerbangan. Pihak swasta saja yang didukung dengan finansial tinggi, meski kalang kabut menjalankan bisnis ini. Kenyataannya banyak maskapai yang kolaps dan bangkrut karena tidak mampu membiayai operasional dan biaya lainnya. Justru Pemerintah Riau masih saja terus berjibaku dengan Riau Air. “Berikan saja perusahaan ini kepada swasta, biarkan mereka mengelola dan pemerintah tunggu deviden saja,” ujarnya ketus.* Rudi S Swasta

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012


5 Suara AZAM

Berharap Rupiah dari Botol Kosong Karung itu terlihat kumal warnanya. Bergayut di punggung wanita lansia. Di pinggir jalan di daerah Kubang Pekanbaru, dimana orang membuang sampah, disana wanita 85 ini memunggut sesuatu yang dapat ia jadikan uang nantinya. Dimanakah anak dan keluarganya?

S

EBUAH mobil pribadi dengan cat silver mengkilat, parkir di pinggir jalan dalam kondisi mesin menyala. Sekitar sepuluh meter dari onggokan sampah. Wanita tua ini seolah tidak terganggu dengan kehadiran mobil itu. Ia tetap saja menjalani aktifitasnya memunggut barang-barang bekas. Meskipun bising suara kendaraan mencoba untuk mengusiknya. Ia seolah tidak memperdulikan. Dia terlihat menggapai di selokan sesuatu yang menjadi targetnya. Tangganya yang keriput itu berusaha menjangkau sebuah botol minuman kosong. Biasanya pemulung akan mengunakan alat berupa besi kecil buat menjangkau sasaran, namun nenek ini tidak melakukanya. Ia menjangkau sendiri dengan tangan telanjang barang-barang bekas yang telah menjadi sampah itu. Ia memungut sampah yang masih bernilai jual. Badannya kurus kering, muka keriputan yang udah nampak lelah menapaki getirnya kehidupan. “Dimanakah keluarga nenek ini”? Demikian pikiranku mencoba mengusik keingintahuan tetang dia. “Dimanakah keluarga nenek ini? apakah tega keluarganya menelantarkan ia demikian? Apakah dia punya anak? Dan mengapa mau menyia-nyiakan orang tua

“Biasanya kesekolah mereka diantar bapaknya, dan di kasih uang buat jajan, namun sekarang ia harus kesekolah jalan kaki sekitar satu kilo tanpa dikasih uang jajan” ujar wanita ini, menunduk menahan air matanya agar tidak jatuh. Dia juga sedih melihat kehidupan menantunya. Dulunya ia seorang ibu rumah tangga yang telaten mengurus keluarganya, kini ia harus pergi jadi tukang cuci kerumah orang. Meskipun ia dalam kondisi sakit-sakitan. “Nenek tidak tega melihat mereka, untuk itu nenek coba untuk bekerja apa yang bisa nenek lakukan. Memulung, itu pekerjaan yang menurut nenek tidak mengeluarkan biaya, cukup mengeluarkan tenaga saja,” akunya. Tanpa ia mampu menyembunyikan rasa sedihnya. Dan kini kristal bening itu terjun bebas mengaliri parit-parit yang tercipta di pipinya. Rasa kasihanya yang tinggi, akhirnya membuat nenk ini turun kejalan untuk memungut sampah dibeberapa titik disepanjang jalan

seperti itu? Bukankah orang tua kita adalah ladang amal untuk mengantarkan anak kesorga”? Pikiran itu berkelebat, tapi tidak ada salahnya untuk mengetahui alasan dia menjadi seperti demikian. Pertanyaan ku dibibir meluncur bebas ku ajukan ke wanita berkulit gelab ini. Menanyakan keberadaan keluarganya. “Nenek punya anak satu orang laki-laki. Sebelumnya Nenek tinggal di rumah dia dengan dua orang cucu nenek disana. Sewaktu anak nenek bawa mobil majikanya, ia menabrak orang lalu meningal. Dan anak nenek ditahan. Untuk mengeluarkanya dari tahanan harus dengan uang tebusan, dan nenek tidak punya uang untuk tebusan itu”. tutur nenek ini dengan mata berkaca-kaca. Nenek ini menyebutkan, dua orang cucunya itu masih duduk di bangku kelas tiga dan kelas lima Sekolah Dasar (SD). Ia sedih melihat kondisi keluarga ini setelah ditinggal pergi kepenjara oleh bapaknya. Kini kedua cucunya hidup dengan apa adanya.

Kubang. Dengan sendirinya tanpa ada teman yang menemani nenek yang mulai bertubuh bongkok ini. Dan ia mengaku, uang hasil ia mulung hari itu, juga buat bantu biaya hidup kedua cucunya. “Kalau nenek tak kerja, nenek tak bisa bantu cucu nenek untuk biaya sekolahnya, bapaknya dipenjara sudah enam bulan, sementara istrinya hanya jadi tukang cuci dan setrika dirumahrumah orang. Dan nenek tidak mau membebani menantu, dengan hasil mulung itu nenek bisa bantu mereka,” keluhnya. Rasa ingin membahagiakan cucu sangat kuat didalam hatinya. Hal itu terlihat begitu nenek renta ini menemukan mainan bekas di onggokan sampah itu, ia tidak malu untuk memungutnya. Saat itu ia menemuin mainan robot-robotan. Meskipun mainan itu sudah tidak terlihat utuh lagi, namun sorotan matanya terlihat senang mendapati mainan anak-anak itu. Ia mencoba untuk mengelapnya dengan tangan telan-

jang. Mainan yang dilumuri tanah dimana-mana. Tapi ia berusaha untuk membersihkanya. Dan akhirnya mainan itu ia masukkan ke karung yang setia bergayut dipunggung yang ringkih itu, lalu ia pindah beberapa meter dari sana, wanita tua ini lalu membuka sebuah kantong plastik putih yang masih bersih. Sepertinya kantong berisikan sampah itu baru di buang oleh pemiliknya. Lantas nenek ini membuka ikatan kantong itu. Satu persatu, ia terlihat mengeluarkan botol kosong minuman dari plastik itu. Terakir ia mengeluarkan boneka kecil yang tidak utuh lagi. Lama ia memandang boneka itu. Seolah ia berfikir, seandainya boneka itu utuh, alangkah bagusnya dan alangkah senangnya cucu perempuanya nanti menerima. Tapi boneka itu tidak dilengkapi oleh tangan yang utuh. Lama menimang, terakhir, ia memasukkan juga boneka mungil itu ke karung sampah yang tergeletak bebas di atas tanah disampingnya. Kemudian ia maju beberapa langkah, ia tarik lagi bungkusan kantong plastik hitam. Lalu dia buka juga, dan kali ini ia telihat tidak mengeluarkan apa-apa dari kantong itu, selain satu buah bekas minuman galas air mineral. Beberapa saat kemudian botol itu telah berpindah tempat ke karung sampah pilihan nenek itu. Kini karungnya terlihat hampir penuh. Sembari menoleh ke azam dari kejauhan, mulutnya terlihat berguman dengan suara nyaris tidak terdengar meminta pamit. “Mungkin nenek itu harus kembali pulang,” pikirku dalam hati. Dan sembari jalan, matanya menunduk dan masih celingak-celinguk kanan kiri. Ia berlalu pergi, semoga hari ini dia menemukan rezkinya.*

 iza

Te r l e n g k a p & Te r a k r e d i t a s i P E R S A D A B U N D A M

E

N

E

R

I

M

A

M

A S M

A B A

STISIP

AKADEMI SEKRETARIS & MANAJEMEN SK. MENDIKBUD RI. NO. 252/DIKTI/Kep/1992 Teragreditasi SK NO:017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002

AKADEMI BAHASA ASING SK. MENDIKBUD RI. NO. 62/D/1998 Teragreditasi SK NO:017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002

SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK SK. MENDIKNAS RI NO. 173/D/0/2000

J

U

1. Sekretaris Eksekutif D3 2. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern D3

1. Bahasa Inggris D3)

Sekretaris Pefesional, Manager Administratif, Supervisor Perkantoran, Manager Pelayanan Kantor, yang dewasa ini sangat dibutuhkan baik oleh perusahaan maupun instansi Ketua : H. Hazmil Zaianal, SE.MM

Pubic Office Manager, Public Relation, Translator, Secretary, Master of Ceremony, Guide, Kepariwisataan, Export-Import, Insurance Company, Instructor for English Course yang profesional. Ketua: Kernedy, SS

P

A

H

A

S

I

S

W

A

B

A

PROGRAM DIPLOMA : DI, DII, DIII, DAN STRATA SATU (S1)

R

S T I E SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SK. MENDIKNAS RI NO. 191/D/0/2000 Teragreditasi SK NO:014/BAH-PT/AK-IV/S1/VIII/2002

R 1 Ilmu Komunikasi (S1)

O

S

P

E

Administrator, Ahli dalam membuat kebijakan, Public Relation Manager, Ahli dalam bidang administrasi negara dan administrasi niaga, handal dalam bidang komunikasi, menguasai tata pemerintahan dan Dunia Bisnis Ketua: Drs M Iqbal Ali MM

K

S T I BA

S T I H

S T A I

SEKOLAH TINGGI ILMU HUKUM SK MENDIKNAS RI NOMOR 151/D/02006 Teragreditasi SK NO:027/BAH-PT/AK-XII/S1/XI/2009

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SK DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM NOMOR : DJ.I/495/2007

S

1. Manajemen (S1) 2. Akuntansi (D3)

A I. II. III. IV.

1. Bahasa dan Sastra Inggris (S1) 2. Bahasa Inggris (D3)

L

U

Menjadi Manager handal untuk menghadapi peluang bisnis, manjadi pakar dan pengelola strategi bisnis untuk usaha kecil, menengah dan besar, menjadi manajer pemasaran, menjadi akuntan handal yang mampu mengelola dan membukukan keuangan. Ketua: Haznil Zainal SE MM

U

SEKOLAH TINGGI ILMU BAHASA ASING SK MENDIKNAS RI NOMOR 61/D/02004

U

R

L

U

S

Pubic Office Manager, Public Relation, Translator, Secretary, Master of Ceremony, Guide, Kepariwisataan, Export-Import, Insurance Company, Instructor for English Course yang profesional., Dosen dan Ahli B.Inggris Ketua : Kernedi, SS

N PRAKTISI HUKUM (S1) HUKUM BISNIS (S1) HUKUM UDARA (S1) ILMU HUKUM (S1)

A

I. PEMIKIRAN ISLAM (S1) II. EKONOMI ISLAM (S1) III. PERBANKAN SYARIAH (S1)

N

Pengadilan, Kejaksaan, Kepolisian, Akreditasi, Advokasi Notarsi, Penyidik, Panitera, Biro Hukum Perusahaan, Perbankan Dan lain lain Ketua: Prof Hj Aswarni Adam, SH

Pemikiran Islam Filosof Dai. Ahli Ekonomi Islam, Perencanaan Ekonomi, Ahli Perbankan Syariah, Karyawan di Bank dll Ketua: Drs H Iskandar Arnel, MA

M E N G A PA A N DA H A R U S M E M I L I H P E R S A DA B U N DA ? Karena didukung oleh Dosen-dosen yang ahli dan berpengalaman lulusan dalam dan luar negeri dengan jenjang pendidikan S1, S2, S3 dan Guru Besar/Profesor, Praktisi yang terampil yang siap mendidik dan membina anda menjadi tenaga terampil dan profesional. Lama pendidikan satu Tahun untuk DI dengan Gelar Ahli Pertama (AP), dua tahun untuk DII dengan gelar Ahli Muda (A.Ma), tiga tahun untuk DIII dengan gelar Ahli Madya (A. Md), dan empat tahun untuk program S1 dengan gelar Sarjana Lengkap (S.Sos dan SE). Bagi mahasiswa yang berprestasi diberikan beasiswa. Kerjasama dengan dunia usaha, Case Study dan Job Training. Fasilitas antara lain: Lab. Komputer, Lab. Bahasa, Lab. Perkantoran, Perpustakaan, Telepon Umum (Beken & Wartel), Klinik Kesehatan, Mushola, Cafetaria, Asuransi, Foto Copy, dan lokasi kampus di tengah kota. SYARAT PENDAFTARAN 1. Berijazah SLTA atau sederajat (MAN, SMK) 2. Pria/Wanita yang sehat jasmani dan rohani 3. Mengisi Formulir Pendaftaran 4. Foto Copy Ijazah/STTB atau sederajat, Dilegalisir (3 Lbr) 5. Foto Copy NEM/Nilai Dilegalisir (3 lembar) 6. Pas Foto 3x4 (4 lembar) 7. Membayar Uang Pendaftaran Rp. 250.000 8. Mengikuti Ujian Saringan Masuk

WAKTU PERKULIAHAN Pagi Siang Malam Sabtu Minggu

= = = = =

08.00 s/d 12.00 WIB 13.00 s/d 17.00 WIB 19.00 s/d 22.00 WIB 15.30 s/d 22.00 WIB 07.30 s/d 15.00 WIB

(Khusus Karyawan) (Khusus Karyawan) (Khusus Karyawan)

Dengan Mengikuti Pendidikan Tinggi di Persada Bunda, Karyawan/ti dengan sendirinya ilmu bertambah, ketempilan makin mantap. Karier otomatis akan meningkat dan percaya diri akan lebih besar.

Jl. Diponegoro No. 42 Pekanbaru 28116 Telp. (0761) 23181 - HP: 0813 652 89999 - Fax. (0761) 40218

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012


6 Lingkungan  Senama Nenek VS PTPNV

Berharap DPD RI Tuntaskan Sengketa Warga Senama Nenek Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar berharap kepada Panitia Akuntabilitas Publik (PAP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI untuk dapat mendorong penyelesaian sengketa tanah yang terjadi antara mereka dengan PTPN V.

H

AL itu disampaikan H Alwi Arifin, salah seorang tokoh masyarakat Senama Nenek kepada AZAM belum lama ini di Kampar terkait informasi kedatangan anggota PAP DPD RI ke Senama Nenek untuk melihat secara langsung konflik yang terjadi. Kedatangan anggota PAP DPD RI ke Riau menurut mantan Kades Senama Nenek itu, khusus untuk melihat secara langsung konflik yang terjadi. Sebab beberapa waktu lalu, warga Senama Nenek melaporkan kasus yang terjadi di daerah mereka ke DPD

di Jakarta. “Berarti DPD RI merespon pengadua warga Senama Nenek. Kami berharap anggota DPD yang hadir dapat menyelesaikan sengketa lahan yang terjadi dengan PTPNV,” ujar mantan anggota DPRD Kampar ini dengan penuh harap. Menurut pria yang juga yang biasa disapa dengan Buya Alwi ini, anggota PAP DPD RI akan berada di Riau selama tiga hari, yaitu dari tanggal 27 sampai 29 September ini. Pada kesempatan itu, H Alwi akan membawa anggota DPD RI ke daerah yang dipersengketakan seluas 2.800 hektare di Desa Senama

Nenek. Kehadiran anggota PAP DPD RI ke Riau seperti disampaikan H Alwi dibenarkan oleh Wakil Ketua PAP DPD RI H Abdul Gafar Usman. Kepada AZAM melalui telepon selulernya, mantan Kanwil Agama Riau itu menegaskan bahwa dia dan anggota serta Ketua PAP Jendral (Purn) Farouk Alwi akan berada di Riau selama tiga hari untuk melihat secara dekat masalah yang terjadi antara warga Senama Nenek dengan PTPNV. GafarUsman juga mengatakan aspirasi masyarakat Senama Nenek pernah disampaikan ke DPD di Jakarta. Aspirasi tersebut ditindaklanjuti oleh salah satu alat kelengkapan di DPD yaitu PAP. “Saya kebetulan menjadi Wakil Ketua di PAP. Jadi ketika aspirasi itu sampai ke kita, saya langsung mengagendakan untuk turun bersama kawan-kawan ke Riau,” ujar senator asal Riau ini. Gafar Usman mengakui bahwa dirinya memang pernah mendengar bahwa warga Senama Nenek sedang H Alwi Arifin bermasalah

dengan PTPNV. Dia juga mendengar bahwa perjuangan warga sudah berlangsung sejak lama dan sampai pula ke Jakarta. Untuk itu, menurut dia, tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan. “Kita turun akan lihat dulu seperti apa masalahnya. Ibarat dokter, kita akan diagnosa dulu. Lalu akan kita carikan jalan keluarnya. Jika perlu kita akan lakukan rapat kordinasi dengan Kementrian BUMN di Jakarta nanti,” ujar Gafar Usman lagi. Seperti diketahui, PTPNV sudah menguasai tanah di Desa Senama Nenek sejak tahun 1993. Lahan tersebut, menurut warga Senama Nenek adalah tanah ulayat. Maka sejak tahun 2006, warga Senama Nenek berjuang agar tanah tersebut dikembalikan ke masyarakat. Usaha warga Senama Nenek, menurut keterngan H Alwi sudah

hampir membuahkan hasil. Dimana pada tahun 2007 sudah disepakati antara tim yang dibentuk Gubernur Riau dengan pihak-pihak terkait bahwa lahan tersebut diserahkan kepada masyarakat. Namun sampai saat ini PTPNV masih menguasai lahan tersebut. Bahkan menurut H Alwi, KOMNAS HAM pun telah mengeluarkan rekomendasi agar presiden melalui Kementrian BUMN agar menyerahkan lahan tersebut kepada masyarakat. Namun rekomendasi tersebut hingga kini belum juga dilaksanakan. Untuk itu, dia berharap, kedatangan PAP DPD RI dapat mendorong agar rekomendasi KOMNAS HAM tersebut segera dilaksanakan.*

 ziz

Gafar Usman

H uk u m

Pungutan Parkir PON Dilaporkan ke KPK Pungutan uang parkir penyelenggaraan PON dilaporkan LIRA ke KPK. LIRA menduga ada kejanggalan.

P

ELAKSANAAN Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 di Riau telah berakhir 20 September 2012 lalu. Namun masyarakat terus penasaran dan mempertanyakan masalah pengutipan uang parkir yang dilakukan di berbagai venue-venue PON baik yang dikoordinir Dishub Riau maupun masyarakat dan organisasi tanpa cap porporasi Dispenda Riau. Aktivis Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Riau, Desmaniar kepada wartawan menegaskan pihaknya telah melaporkan berbagai kejanggalan-kejanggalan pengutipan uang masyarakat selama PON berlangsung di Riau kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Ini antara lain masalah pengutipan uang parkir di sejumlah venue PON yang dianggap liar karena tidak ada tanda cap porporasi Dispenda Riau. Sesuai aturan, kata Desmaniar, parkir baru

sah dipungut uangnya kepada masyarakat jika ada tanda cap porporasi Dispenda daerah ini. Jika tidak ada tanda porporasi Dispenda, maka dianggap pungutan liar. Karena dari setiap dana parkir yang dikutip dari masyarakat, maka 7 persen harus disetor ke Negara dalam hal ini Dispenda. Lira juga menyoroti masalah hak siar Siaran langsung Pembukaan dan Penutupan PON XVIII yang tidak dilakukan pelelangan. Sehingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di PB PON tak mengetahui masalah ini tapi tiba-tiba kepada PPK disodorkan dokumen yang harus ditandatangani dengan nilai siaran langsung itu sekitar Rp2,9 miliar. PPK PB PON Ir Ridar Hendri menyampaikan kepada wartawan bahwa pihaknya tak bersedia meneken dokumen itu, dan sempat terjadi keributan di gedung lantai 9. Di tempat terpisah Kadishub Riau Surya Maulana melalui staf yang bertanggung jawab mengutip dana parkir di venue PON, Aji kepada wartawan di ruang kerjanya Jumat (21/9) menjelaskan bahwa benar pihak

Contoh karcis parkir yang dipungut terhadap masyarakat di lokasi MTQ (kiri) dan venue PON (kanan). Karcis kanan dicetak oleh Dishub Riau tapi tanpa cap porporasi Dispenda Riau.

Dishub Riau yang mengkoordinir sebagian parkir di venue PON. Dan benar pula hasil uang parkir itu tak disetor ke Dispenda. Menurut Aji, tak disetornya sekitar 7 persen ke Dispenda uang hasil parkir itu disebabkan, pihak PB PON tak menganggarkan honor untuk petugas parkir yang jumlahnya ratusan orang. Maka Dishub Riau sebagai koordinator perparkiran di venuevenue PON mengambil

inisiatif meminjam uang koperasi Dishub Riau Rp50 juta untuk mencetak karcis parkir, membuat ramburambu dan sebagainya. Menurut Aji, kutipan yang diberlakukan Dishub Riau itu untuk sepeda motor Rp1.500 dan untuk roda empat Rp2.500. Lokasi yang dikutip Dishub Riau yakni di Stadion Rumbai, Main Stadium sisi timur saat penutupan PON. Sedangkan di purna MTQ hanya tiga hari jelang penutu-

pan yang dikutip Dishub Riau. Kalau di Kampus Unri Panam ada yang mengutip Rp10.000 per kendaraan menurut Aji hal itu bukan kebijakan Dishub tapi kebijakan Unri sendiri. Demikian juga di Kampus UIR Marpoyan Pekanbaru Rp3.000 tidak ada tanda porporasi Dispenda Riau. Koordinator parkir di Stadion Rumbai adalah Yanto dan Gatot.*

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012

 iza


Cakap Lepas 7 Peristiwa

Dirjen PHU Minta JCH Dilayani Maksimal Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI, Dr H Anggito Abimanyu minta Kementerian Agama Riau memberikan pelayanan yang maksimal kepada jamaah yang akan melaksanakan ibadah haji.

K

EMENTERIAN Agama sebagai pelaksana haji di Indonesia harus dapat memberikan layanan yang terbaik bagi jemaah calon haji sebab Kementerian Agama sudah berpuluh tahun berkecimpung mengurus haji di Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimanyu di hadapan pegawai Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Rabu pekan silam di Kantor Kemenag Riau, Pekanbaru. “Untuk musim haji tahun 2012 ini Kementerian Agama dituntut untuk memberikan layanan terbaik bagi jamaah, mengingat pada tahun ini jumlah jamaah haji berusia lanjut mencapai 25% di mana 20% di antaranya berpendidikan SD ke bawah. Kita adalah orang yang ditunjuk menjadi petugas, artinya orang yang melayani kebutuhan jamaah. Mereka yang akan berhaji harus dilayani sebaik-baiknya, memberikan informasi dan

jawaban atas segala pertanyaan. Siapa saja pegawai Kemenag harus bisa melayani segala pertanyaan berkaitan haji ini. Kalau kita yang tidak tahu, berusaha untuk bertanya”, jelasnya. Dalam pengarahannya Dirjen PHU memfokuskan penyelenggaraan haji kepada tiga hal penting yaitu pertama menghilangkan citra Kementerian Agama dari Korupsi dengan membuat perrencanaan sebaik-baiknya khususnya di bidang haji. Kedua, meningkatkan transparansi dan kepercayaan masyarakat serta mengurangi unsur ketidakpastian. Ketiga, melengkapi berbagai tambahan jasa layanan seperti bank, telepon, dan sebagainya. “Untuk itu kita sudah menyedikan Media Center Informasi Haji dengan nomor bebas pulsa 021 500 425 untuk menampung pertanyaan apa saja berkaitan haji. Ini dilakukan dalam rangka menegakkan transparansi dan kepercayaan masyarakat serta mengurangi unsur ketidakpastian. Juga terdapat berbagai tambahan jasa layanan seperti penyimpanan uang tunai melalui bank tanpa harus membawanya bersama jamaah. Ada penggunaan teknologi layanan penemuan jamaah hilang melalui lacakan pesawat telepon yang mereka bawa. Dan diupayakan layanan tarif telepon lokal meskipun berada di Arab Saudi”, tambahnya. Dia menambahkan, hampir 220.000 orang berhaji dan

500.000 berumrah setiap tahunnya. Kalau PHU mampu melayani dengan baik, berarti sudah memberi jalan orang beribadah secara sempurna. Pada gilirannya itu menjadi amal pahala di sisiNya. “Hal ini sesuai sekali dengan motto kerja Kementerian Agama yaitu ikhlas beramal”, tegasnya. Kedatangan Dirjen PHU Anggito Abimanyu diterima langsung Kepala Kantor Kemenag Riau, Drs H Tarmizi Tohor MA, Kabid Haji Aziz, para kasi dan pegawai di lingkungan Kemenag Riau. Dirjen berpesan, pelayanan yang baik dan maksimal sudah selayaknya diberikan pada JCH yang akan berangkat menunaikan ibadah haji. Kemenag RI memang berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan pada jamaah setiap tahunnya.

Selain itu, soal anggaran harus dikelola dengan transparan. Jamaah yang sudah menabung sekian waktu yang lama, Kemenag harus menjelaskan anggaran itu untuk apa. Adapun jumlah calon jemaah haji Riau, pada tahun ini tidak ada tambahan kuota haji bagi Riau maupun yang lainnya. Demikian pula tentang kegiatan manasik, Anggito meminta betul-betul ilmu manasik haji yang diberikan ke jamaah betul-betul mendalam. Sehingga menjadi pedoman bagi jamaah dalam melaksanakan ibadah haji. Kedatangan Dirjen PHU Anggito ke Kemenag Riau berkaitan juga dengan pelaksanaan PON di Riau. Anggito Abimanyu merupakan Ketua Persatuan Basket Seluruh Indonesia. Kasi Penyelenggara Haji

dan Umrah Kemenag Riau, Drs H Elwizar mengungkapkan , soal pelaksanaan haji di Riau, menyangkut nomor porsi pendaftaran haji di Riau yang sudah mencapai 94.000 lebih dengan daftar tunggu 48 ribu lebih. Pihak Kemenag Riau berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi jamaah. “Sejauh ini tidak ada kendala yang dialami jamaah kita,” ujarnya. Begitu juga soal anggaran tabungan haji jamaah, dikelola secara transparan. Kemenag Riau sudah membuat jadwal keberangkatan sesuai rencana keberangkatan JCH Riau dari Pekanbaru ke Embarkasi Batam yang direncanakan tanggal 24 September dan dilanjutkan ke tanah suci tanggal 25 September 2012.

 ird

Aziz Zainal Mantap Melangkah ke Pilgub 2013 Setelah mengantongi Surat Keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Aziz Zainal mengaku lebih intens jalin komunikasi dengan partai dan kandidat lainnya menuju Pilgubri 2013.

K

ENDERANG Pilgubri 2013 semakin kencang. Beberapa kandidat yang muncul dan menyatakan diri maju mulai gencar melakukan komunikasi intensif dengan pihak lain, tak terkecuali Aziz Zainal yang diusung PPP untuk maju sebagai Calon Gubernur Riau pada tahun 2013 mendatang. Aziz Zainal kepada AZAM Senin silam mengatakan, setelah DPP PPP mengeluarkan SK yang menegaskan dirinya untuk bertarung di Pilgubri, secara otomatis menugaskannya untuk membangun koalisi dan berkomunikasi dengan kandidat lain yang pas untuk

sung lama. Namun itu belum bersama-sama menuju 2013. bisa diputuskan, karena Ketua DPW PPP Provinsi kandidat cagubri yang Riau ini mengatakan, sampai setakat ini belum ada finalisa- muncul ada yang belum mengantongi Surat Keputusi komunikasi itu antara PPP san (SK) dari partai. dengan pihak lain. Yang “Jadi partai kita secara mendekati banyak namun yuridis formil belum bisa belum menuju finalisasi melakukan MoU,” karena PPP sudah punya SK ungkap Aziz secara legalitas menunjuk Zainal yang juga dirinya, tapi dari pihak menjabat lain ada yang sudah sebagai Ketua punya SK dari Komisi C DPP ada yang DPRD belum. Provinsi “Meskipun Riau ini. pergunjingan Dia ataupun isu berharap diluaran santer hendakndengan siapa ya sudah saya berkoaliada si, tapi belum putusan bisa menangsebelum gapi karena proses tidak ada SK nya,” tutur Aziz Zainal. Secara pribadi Aziz Zainal berharap, putusan politis soal maju di Pilgubri termasuk PPP akan berkoalAziz Zainal isi dengan partai lain tidak berlang-

tahapan pilgubri dimulai. Meskipun sudah ada pembicaraan ke arah sana, namun belum ada finalisasi. Seperti dengan Golkar, PAN, PKB atau Demokrat. “Namun lebih cepat tentu saja lebih baik,” urainya. Aziz mengakui, komunikasi tentang pilgubri cukup intens belakangan ini dengan Demokrat. Sementara dengan Golkar belum ada karena sampai setakat ini belum melihat siapa calon yang ditunjuk sebagai kandidat bakal calon gubernur dari Golkar. Seperti diketahui beberapa kandidat Pilgubri yang telah mengantongi SK yakni, Lukman Edi (PKB), Jon Erizal (PAN) dan Aziz Zainal (PPP). Selain itu sebutnya, saat ini, yang bisa dilakukan hanya sebatas membangun dan menjalin komunikasi politik dengan berbagai kalangan. “Sementara kita sudah punya SK, kandidat lain belum punya. Inilah yang kita rumuskan dengan berbagai kalangan, mana saja partai sudah mengeluarkan SK.

Bagi yang sudah punya SK, tentunya kita akan mengkaji lagi ditingkat wilayah, tingkat fraksi untuk memutuskan dengan figur mana akan bergabung,” jelas Aziz. Aziz menegaskan, setelah proses itu dilalui, untuk selanjutnya partai akan mengkaji lagi posisi mana yang harus kami dapatkan apakah gubernur atau wakil gubernur. “Nah, inilah yang bakal dikaji lagi oleh tim kita,” jelasnya. Karena dari hasil pengkajian oleh DPW, akan dilaporkan kepada DPP yang nanti akan melihat hasil itu dari beberapa kriteria yang telah ditetapkan, seperti hasil survei, tingkat elektabilitas, populer, dan segi logsitiknya. Selanjutnya, dari semua hasil kajian itu DPP akan memutuskan bahwa sebaiknya untuk bergabung dengan A atau B. Dari DPP secara lisan akan menginformasikan hal itu. “Mudah-mudah putusan itu tidak lama lagi karena memang sudah harus final secepatnya,” tandas anggota dewan Dapil Kampar ini.

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012

 ird


8

Bupati Tinjau Pembangunan di “New City” Bupati menjelaskan bentuk dan susunan yang bagus, membuat tampak lebih rapi. Dan karena bangunan sekolah itu jauh dari jalan raya, sehingga siswa lebih nyaman untuk mengikuti proses belajar mengajar. Ia juga memastikan kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil terhadap dunia pendidikan dengan membangun gedung sekolah baru, agar tidak terjadi “over capacity” di satu sekolah negeri. Sekolah baru itu dibangun jauh dari jalan

Pemkab akan bangun sekolah di lokasi “New City”. Untuk mengetahui lokasi pembangunannya, bupati meninjau kawasan Batu Enam.

B

UPATI Rokan Hilir (Rohil), H Annas Maamun meninjau sejumlah proyek pembangunan yang berada di “New city”, tepatnya di kawasan Batu Enam Bagansiapiapi.

raya. “Jadi pembangunan gedung sekolah baru itu agar tidak terjadi “over capacity” di sekolah negeri, dan lokasi bangunannya sengaja jauh dari jalan raya, agar siswa lebih nyaman belajar,” jelas Bupati. Sementara itu, Kadisdik Rohil, Drs Surya Arfan MSi menjelaskan Bupati sangat apresiasi dengan dunia pendidikan, Karena itu, Bupati langsung turun untuk meninjau gedung sekolah di Batu Enam ini.

Dia juga menjelaskan pembangunan gedung sekolah di Batu Enam ini, bangunannya memiliki halaman sekolah yang luas sehingga penataannya lebih bagus dan menjadikan proses belajar dan mengajar lebih nyaman. Sedangkan jumlah lokal yang dibangun sebanyak 12 lokal dengan yang dihabiskan sekitar Rp5 miliar. “Gedung sekolah 12 lokal dibangun pada tahun ini dengan anggaran sebesar Rp5 miliar,” ungkap Surya Arfan.*

 mtr/ttg

Pada kunjungan Rabu (19/9) lalu itu, Bupati fokus meninjau lokasi bakal dibangunnya gedung sekolah yang berada di jalan kecamatan. Dalam peninjauan itu, Bupati didampingi Asisten Tata Pemerintahan Setdakab Rohil, Wan Rusli Syarief, Kadisdik Rohil, Drs Surya Arfan MSi, Kadiscikataru (Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang), Syafruddin Yunan, Kakan Satpol PP, Suryadi, SE dan Kadis Parbudpora, Tarmizi Madjied, SH. Pada kesempatan itu,

DPRD Usul Bangun Terminal di Bagan Batu

K

ARENA dinilai akan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), sejumlah anggota DPRD Rohil, mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil), untuk membangun terminal di Bagan Batu, Kecamatan Bagansinembah, tahun 2013 mendatang. “Usulan pembangunan terminal di daerah perbatasan, seperti di Bagan Batu perlu dipikirkan dampak positifnya. Hal ini dikarenakan melihat intensitas kendaraan keluar masuk sudah banyak. Untuk itulah, kita hanya mengusulkan pembangunan terminal tipe B,” tutur Anggota DPRD Rohil, Suyadi SP. Suyadi menjelaskan bahwa dengan banyaknya intensitas kendaraan keluar masuk didaerah perbatasan, maka sudah layak dibangun sebuah terminal. Apalagi saat ini memang belum ada

satu pun terminal di daerah perbatasan. “Memang, pembangunan terminal kewenangan provinsi Riau. Akan tetapi, informasi yang kita terima Provinsi Riau sangat mendukung dibangunnya terminal tipe B di daerah perbatasan Rohil dengan Provinsi Sumatra Utara. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan usulan yang diminta hendaknya terealisasi,” harapnya. Untuk itu, ia menyarankan jika usulan ini jadi, terlebih dahulu harus dilaksanakan pematangan lahan dan baru mengarah pembangunan fisik terminal. “Dengan adanya terminal nanti, secara otomatis akan menambah PAD. Potensi PAD dari terminal tersebut sangat menjanjikan. Coba bayangkan berapa banyak mobil dari Sumut ke Riau, dan singgah di Bagan Batu,” ujarnya lagi.*

 mtr/ttg

Bupati Rohil H Annas Maamun meninjau proyek pembangunan di wilayah “New City” Batu Enam Bagansiapiapi

Diskanlut Bangun 42 Kolam di Sinaboi

B

ERKAITAN dengan program Pangan Lestari yang dicanangkan Pemerintah Pusat, Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) meluncurkan program bantuan pembuatan kolam ikan sebanyak 42 unit yang diperuntukan bagi setiap rumah layak huni (RLH) di Kecamatan Sinaboi. Menurut Kadiskanlut Rohil, Ir H Amrizal, dengan adanya program Pangan Lestari yang dicanangkan pemerintah pusat itu, maka pihaknya meneruskan dengan program pembuatan kolam dan pembibitan ikan gratis kepada 42 kepala keluarga di Kecamatan Sinaboi. “Kita disini juga punya

INFO PENTING Bupati Wakil Bupati Ketua DPRD Wakil Ketua DPRD

: : : :

Sekdakab Kapolres Kajari Jumlah Penduduk Jumlah Kecamatan Jumlah Desa Potensi Alam Nopol

: : : : : : : :

H Annas Maamun H Suyatno, AMp Nasruddin Hasan Drs Jamiludin Ridwan SIp Drs.H. Wan Amir Firdaus, M.Si AKBP Auliansyah Lubis Zulbakar 440.894 jiwa 14 103 Migas, Kelapa Sawit, Karet, Ikan BM....P

program yakni berupa bantuan pembuatan kolam dan pemberian bibit ikan secara gratis, dan program ini dilaksanakan dalam rangka membantu warga miskin agar mereka memiliki penghasilan tambahan dengan membudidaya ikan kolam,” tuturnya. Amrizal memastikan jenis ikan bantuan pun akan disesuaikan nantinya. “Jenis ikan akan disesuaikan, dan bisa saja seperti patin atau lainnya. Program ini telah dianggarkan melalui dana APBD 2012 dan sekarang ini sudah dilelang setelah sebelumnya terlebih dahulu dilakukan survei. Sekarang ini hanya tinggal pelaksanaan saja,” kata Amrizal. Selain di Kecamatan

Sinaboi, ujar Amrizal, kecamatan lain juga diprogramkan hal yang sama, hanya saja di kecamatan lainnya tidak untuk tiap rumah layak huni, tapi kolamnya dibuat di satu hamparan. Sedangkan program ini dilaksanakan di tiga lokasi yang berbeda, diantaranya kecamatan pujud, Tanah Putih dan Bagansinembah dengan kolam bersifat budidaya. “Semoga program ini terlaksana dengan baik dan kepada pihak pelaksana yang memenangi dapat melaksanakan program ini dengan baik. Sehingga, masyarakat dapat memelihara dan menjaga ikan yang dibantu dengan baik pula,” harap Amrizal.*

TELEPON PENTING

Sekretariat Pemkab Rohil Sekretariat DPRD Ambulance Pemadam Kebakaran Polsek Bangko Kantor kecamatan Bangko Dinas Kesehatan Dinas Kehutanan Dinas PMD Dinas Pendidikan

0767-24287 0767-24567 0767-21040 0767-21130 0767-21110 0767-21010 0767-24381 0767-21710 0767-24284 0767-23277

Dinas Kimpraswil Dispenda Bawasda Bappeda Bapedalda KPDE Dinastan Tanaman Pangan Dinas Perhubungan PLN Bagansiapi-api

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012 CMYK

 mtr/ttg

0767-24385 0767-22061 0767-24960 0767-24918 0767-24928 0767-24998 0767-24814 0767-24330 0767-21280


9

Wabup: Usulan DPRD Jadi Program Pemkab Usulan yang disampaikan anggota DPRD, ditanggapi serius Pemkab Rohil dengan menjadikannya sebagai program kerja.

W

AKIL Bupati (Wabup) Rokan Hilir (Rohil), H Suyatno, AMp, memastikan saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil tengah melakukan finishing

sejumlah program yang menjadi usulan sejumlah fraksi DPRD. Salah satunya, kata Wabup, rencana pembangunan dan penyusunan DED

pabrik kelapa sawit umum di empat kecamatan Sinaboi, Bangko, Batu Hampar dan Rimba Melintang dengan mengandeng investor. Hal itu diungkapkan Wabup dalam sidang paripurna DPRD tentang jawaban pemerintah atas sejumlah fraksi memasuki tahap baru. Menurutnya rencana itu perlu dilakukan pertimbangan

kelayakan, baik aspek teknis, sosial, finansial maupun ekonomi dan lingkungan akibat dampak dari pembangunan industri pengolahan minyak kelapa sawit tersebut. “Namun yang pasti, usulan DPRD Rohil sudah menjadi program kita sejak awal. Bahkan, investor sudah ada yang datang dan bersedia melakukan MoU,” jelas

Rohil Pertahankan Bangunan Lama di Bagansiapiapi

Suyatno, awal pekan silam di Bagansiapiapi. Sementara itu, kata Suyatno, mengenai padangan umum fraksi Persatuan Bintang Kebangsaan yang telah dijawab pemerintah menyimpulkan bahwa upaya pembangunan terus dilakukan sebagai program pemerataan pembangunan di daerah. “Rencana itu kita tuangkan dalam setiap penyusunan program dan kegiatan dengan misi membuka keterisolasian daerah di Rohil. Meski dilakukan secara bertahap, akan tetapi pelaksanaanya dilakukan secara berkesinambungan. Mengingat besarnya anggaran yang akan terserap dalam membangun seluruh infrastruktur yang dibutuhkan, seperti sedang dilakukan di Kecamatan Pasir Limau Kapas,” ungkapnya. Suyatno juga menambahkan bahwa dalam anggaran perubahan dalam APBD 2012, Pemkab Rohil telah menganggarkan kegiatan penyusunan DED pembangunan jalan poros Bagan Sinembah menuju Simpang Kanan. Sedangkan untuk pembangunan fisiknya akan dianggarkan dalam APBD 2013 mendatang, kegiatan itu disusul dengan pembangunan infrastruktur daerah lain yang masih terisolasi.*

 mtr/ttg

Pemberangkatan JCH Berdasarkan Rayon

S

EKRETARIS Daerah Kabupaten (Sekdakab) Rokan Hilir (Rohil), Drs H Wan Amir Firdaus, MSi, menjelaskan pemberangkatan 322 orang Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Rohil masing-masing dipusatkan di setiap rayon. Menurut Amir Firdaus pemberangkatan JCH Rohil tersebut direncanakan Sabtu (29/9) mendatang dengan tujuan kota Pekanbaru. “Perjalanan direncanakan mulai Sabtu (29/9) dengan tujuan Pekanbaru,” jelas Amir Firdaus didampingi Asisten Administrasi Bidang Kesra, Drs H Jon Syafrindow, usai menggelar rapat koordinasi tentang pemberangkatan JCH di lantai IV gedung sekretariat di Jalan Mardeka Bagansiapiapi. Setiba di Pekanbaru, kata Amir Firdaus, Minggu (30/9), rombongan JCH diterbangkan dengan menggunakan pesawat Lion menuju Batam. Selanjutnya, Senin (1/10), dari embarkasi Batam JCH diterbangkan menuju tanah suci sekitar pukul 22.30 WIB. “Ini rencana perjalanan JCH kita menuju ke tanah suci,” ujarnya. Sedangkan prosesi pemberangkatan JCH Rohil

menuju Pekanbaru, Amir Firdaus memastikan akan dipusatkan di setiap rayon. Yakni Rayon A meliputi Kecamatan Bangko, Kecamatan Batu Hampar, Kecamatan Sinaboi, Kecamatan Pasir Limau Kapas dan Kecamatan Pekaitan pemberangkatannya dipusatkan di Bangko. Untuk Rayon B meliputi Kecamatan Rimba Melintang dan Kecamatan Bangko Pusako dipusat Rimba Melintang. Sedangkan Rayon C, meliputi Kecamatan Tanah Putih, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan dan Rantau Kopar pemberangkatannya dipusatkan di Tanah Putih. Selanjutnya, Rayon D meliputi Kecamatan Bagan Sinembah dan Kecamatan Simpang Kanan, pemberangkatannya dipusatkan di Bagan Sinembah. Khusus untuk Rayon E yakni hanya satu kecamatan saja yakni Kecamatan Pujud pemberangkatannya dipusatkan di Pujud. Terakhir adalah Rayon F meliputi Kecamatan Kubu dan Kecamatan Kubu Babussalam, pemberangkatannya dipusatkan di Kubu.*

 mtr/ttg

Bupati Rohil meninjau langsung lokasi pembangunan gedung sekolah Kecamatan Bagansiapiapi

Pemkab Kuliahkan 278 Guru

M

ELALUI Dinas Pendidikan (Disdik), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) tahun ini kembali menguliahkan sebanyak 278 orang guru menuju jenjang pendidikan S1. Ini dilakukan guna memacu peningkatan SDM kalangan guru serta sebagai syarat untuk sertifikasi guru. “Atas biaya Pemkab, tahun ajaran 2012 ini sebanyak 278 orang guru kita kuliahkan untuk mencapai jenjang pendidikan S1. Pada awal Oktober nanti mereka kemungkinan sudah mulai

kuliah,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Rohil, Drs H Surya Arfan MSi melalui Kabid Pendidik dan Kependidikan, Sulbani, Kamis (20/9) lalu. Menurut Sulbani, mereka yang diberi kesempatan kuliah di Universitas Riau guna mencapai jenjang pendidikan S1 tersebut terdiri dari berbagai jurusan, baik jurusan pendidikan eksakta maupun non-eksakta. Para guru yang dikuliahkan ke S1 tersebut, ungkap Sulbani, sudah dilakukan Pemkab sejak beberapa tahun lalu, yakni terhitung sejak

tahun 2007 lalu. “Sedianya yang kita kuliahkan tahun ini 280 guru, tapi karena dua orang lagi kita nilai tidak memenuhi persyaratan, terpaksa dibatalkan,” tuturnya. Dan guru yang kuliah S1 di Universitas Riau ini apabila dinyatakan lulus setelah kuliah 4 tahun akan kembali ke sekolahnya masing-masing untuk mengajar seperti biasa. Sedangkan penyesuaian penempatannya apakah mengajar di SD, SMP atau SMA, tetap tergantung pada dinas,” sebut Sulbani lagi.*

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012 CMYK

 mtr/ttg


10

Wapres Resmi Tutup PON Sampai Jumpa di Jabar Wakil Presiden Boediono secara resmi menutup Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Stadion Utama Pekanbaru, Kamis (20/ 9) lalu. Dia memberikan apresiasi kepada gubernur dan masyarakat Riau.

KEMBANG Api Closing ceremony PON XVIII 2012 Riau, Stadion Utama Riau, Dengan segala kelebihan dan kekurangan, Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 resmi berakhir, Kamis (20/9) malam. Pesta olahraga terbesar di tanah air itu ditutup Wakil Presiden (Wapres) Boediono dalam acara closing ceremony yang mewah di Stadion Utama Riau, Pekanbaru. Kontingen DKI Jakarta menjadi juara umum dengan koleksi 110 emas, 101 perak, dan 112 perunggu. Tempat kedua diduduki Jabar dengan raihan 99 emas, 79 perak, serta 101 perunggu. Sedangkan Jatim yang mengikuti PON dengan status juara bertahan harus puas di posisi ketiga dengan perolehan 86 emas, 86 perak, serta 84 perunggu. Berbeda dengan upacara pembukaan pada 11 September lalu, kali ini masyarakat Riau terlihat sangat antusias menyaksikan closing ceremony. Itu terlihat dari penuhnya bangku-bangku di tribun. Bahkan, di luar stadion, masih banyak warga yang berjubel untuk menyaksikan upacara penutupan. Bisa jadi hal itu buah dari kebijakan PB PON yang membanting harga tiket masuk. Untuk closing ceremony, tiket termahal dibanderol Rp 200 ribu. Sedangkan tiket termurah dihargai Rp 50 ribu. Saat pembukaan, tiket dipatok Rp 100 ribu sampai Rp 2 juta. Closing ceremony PON 2012 bisa dikatakan lebih hebat daripada acara pembukaan. Perpaduan budaya dan kemajuan teknologi menjadi suguhan yang memikat. Kesan mewah begitu terasa. Helmy Yahya, bos Emporium Indonesia selaku event organizer upacara pembukaan dan penutupan PON 2012, mengatakan bahwa pihaknya mempersiapkan kemasan yang tak terlupakan. Salah satunya ialah permainan cahaya laser. Bintang tamu

yang tampil pun lebih beragam. Antara lain, Triad, Ari Lasso, Cici Paramida, Geisha, Titi Dwijayati, dan Ruth Sahanaya. “Dari segi cahaya, upacara penutupan ini jauh lebih spektakuler jika dibandingkan event-event yang pernah ada sebelumnya. Kami memang lebih mengedepankan selebrasi karena ini upacara penutupan. Semuanya ingin happyhappy setelah lelah bertanding,” ucap Helmy. Gubernur Riau Rusli Zainal mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah menyukseskan PON 2012. Dia berharap Riau memberikan kesan positif yang tak terlupakan bagi semua kontingen. “Sudah banyak terjadi pemecahan rekor. Baik rekor nasional, rekor PON, atau bahkan rekor Asia. Mereka adalah atlet muda yang kelak akan menjadi andalan Indonesia di level internasional,” ucap Rusli. Total ada 137 rekor baru PON yang tercipta, juga 9 rekor nasional dan 1 rekor Asia. Wakil Presiden Boediono menilai, meski banyak kendala sebelum ataupun saat event berjalan, PON 2012 berakhir dengan manis. “Semangat di api PON ini akan tetap menyala di dada semua atlet. Sampai jumpa di Jabar 2016,” ucap Boediono. Ya, Jabar memang akan mendapat kehormatan menggelar PON 2016. Malam itu, seremoni penyerahan tampuk tuan rumah dilakukan oleh Rusli kepada Ketua Umum KONI Tono Suratman dan dilanjutkan kepada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Resmi Ditutup Berakhirnya pesta empat tahunan yang dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo

Bambang Yudhoyono pada 11 September lalu itu ditandai dengan matinya secara perlahan api kaldron yang dinyalakan oleh legenda olahraga Riau Zarmi Bachtiar. Boediono dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh segenap panitia PON atas suksesnya pesta olahraga terbesar di Tanah Air tersebut. “Saya juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada segenap masyarakat Riau atas keramah tamahan dan sudah antusias memberikan dukungan saat menyaksikan pertandingan,” kata Boediono yang didampingi Gubernur Riau Rusli Zainal dan Menpora Andi Mallarangeng. Boediono secara khusus juga menyampaikan selamat kepada kontingen DKI Jakarta yang berhasil merebut kembali gelar juara umum. “Kepada kontingen yang belum meraih medali, jangan patah semangat dan teruslah berlatih,” katanya. Kontingen Sulawesi Barat adalah satu-satunya dari total 33 daerah yang gagal

merebut satu medali pun. Sementara itu tuan rumah Riau menempati peringkat keenam dengan perolehan 43 emas, 39 perak dan 51 perunggu. Lifter putri Lilis Idaningsih dari Jabar berhasil memecahkan rekor Asia untuk nomor angkat berat di kelas 84kg dengan total angkatan 637kg, mengalahkan rekor Asia sebelumnya yang dipegang oleh lifter China, Chang Yawen dengan total angkatan 625 kilogram. Sementara rekor SEA Games dipecahkan oleh pelari Eddy Zakaria dari Jatim di nomor lari 110m gawang dengan waktu 13,7 detik, mengungguli pelari Thailand DKI Juara Umum Kontingen DKI Jakarta resmi menjadi juara umum PON XVIII tahun 2012. Hingga hari terakhir pelaksanaan, kontingen ibukota sukses mengumpulkan 110 emas, 101 perak dan 112 perunggu. Raihan ini tak bisa dikejar lagi oleh dua kompetitor terdekatnya, Jawa Barat dan Jawa Timur. Perolehan medali yang

dikumpulkan DKI itu memang tak terkejar lagi rival-rival DKI. Jabar yang sempat mengancam determinasi kontingen Ibu Kota ternyata hanya bisa mengumpulkan 102 emas, 76 perak, 101 perunggu. Sementara Jatim gagal mempertahankan statusnya sebagai juara bertahan karena hanya mendapatkan 87 emas, 88 perak, 83 perunggu. Ya, hingga hari terakhir pelaksanaan PON 2012, DKI memang masih terlihat perkasa. Skuad ibukota masih saja sukses mendulang medali dari cabor golf, akuatik dan balap sepeda. Golf, ikut menyumbang 1 emas dan 1 perunggu. Akuatik, lewat tim polo air putra juga sukses mendulang 1 emas. Sementara balap sepeda, ikut menyumbang perunggu. ”Kami sudah hitunghitungan. DKI sudah pasti juara umum,” tutur Edy Widodo, ketua kontingen DKI Jakarta. Pria berkacamata itu mengaku agak kaget dengan hasil ciamik ini. Maklum, sepanjang PON Riau 2012 ini, DKI start sangat lambat. Di awal penampilannya, kontingen ibukota sempat tercecer di posisi 5 besar. Kalaupun ada perbaikan, slotnya tidak bisa melebihi 3 besar klasemen. Selalu saja, DKI ada di bawah bayang-bayang Jawa Barat dan Jawa Timur. ”Saat kami tertinggal, semua petinggi selalu rapat tiap jam. Hasil evaluasinya DKI butuh jasa psikolog. Ini yang kami mainkan. Alhamdulillah berhasil,” ungkapnya. Penggunaan jasa psikolog ini ternyata mampu mendongkrak raihan medali DKI. Utamanya, pada cabor-cabor andalan yang bukan nomor terukur seperti biliar, tenis, boling, golf, basket, voli, softball, dan bisbol. Hasilnya, sebagian besar cabor tadi bisa mendulang banyak emas. Yang terbanyak, datang dari senam (13 emas), atletik (6), terbang layang (8), boling (6), golf (7) dan selam (6). Meski begitu, total medali yang diraih DKI di PON 2012 ini masih kalah bila dibandingkan dengan hasil PON 2008. Kala itu, DKI ada di peringkat dua besar dengan 119 emas, 117 perak, 122 perunggu. Kalah dari Jawa Timur yang sukses mendulang 139 emas, 113 perak, 111 perunggu. ”Yang terpenting gelar juara umum bisa kami ambil. Sekarang kan peta persaingannya lebih merata. Jadi memang sulit menembus raihan 120 emas,” paparnya.*

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012

 bis


11

Simpai

H. Syafriadi

Selamat Jalan Sang Juara

Gubernur Jabar H Ahmad Heryawan, Ketua Umum KONI Tono Suratman dan Gubri HM Rusli Zainal

Dewan Memuji, KONI Puas Sukses Penyelenggaraan PON XVIII Dipuji Wakil Rakyat. Sejumlah anggota DPRD Riau memberi apresiasi positif pada penyelenggaraan PON XVIII. Target catur sukses dinilai sudah tercapai. KONI pun menyatakan puas.

TERLEPAS dari semua permasalahan yang berkenaan dengan PON XVIII Riau, sejumlah anggota DPRD Riau memberikan apresiasi luar biasa selama penyelenggaraan PON XVIII. “Terlepas dari sisi kekurangannya, menurut saya, penyelenggaraan PON kemarin itu merupakan sebuah hal yang luar biasai” kata Turoechan Asy’ari, anggota Komisi D DPRD Riau di Ruang Komisi D. Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, catur sukses yakni sukses pelaksanaan, sukses prestasi, sukses promosi daerah dan peningkatan ekonomi masyarakat itu, sudah tercapai. Ditambah lagi rasa antusiasme mesyarakat yang membludak ketika penutupan PON. “Meskipun ada semacam kesalahan dalam penerapan sistemnya,” terang Ketua BK DPRD Riau ini. Selain itu, masalah penyelenggaraan PON kali ini tidak sama dengan masalah penyelenggaraan Popnas kemarin. “Kalau Popnas, belum selesai acaranya, orang sudah melapor ke kami terkait permasalahan di lapangan. Tapi di PON, hal itu tidak sampai terjadi,” terangnya. Dengan adanya PON ini, kata Turoechan Asy’ari berdampak positif terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Contohnya, penjualan beberapa souvenir yang luar biasa larisnya,” ujar Turoechan Asy’ari. Turoechan Asy’ari juga memberikan apresiasi kepada Gubri. “Saya atas nama anggota Komisi D, anggota DPRD Riau, masyarakat biasa memberikan apresiasi kepada Gubri yang telah membuat terobosan dan terobosan itu menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Riau,” ucapnya. Penilaian serupa juga dikatakan Rusli Ahmad, Ketua Komisi B DPRD Riau. “PON sangat sukses, baik penyelenggaraan maupun yang lainnya. Kalau ada

fasilitas seperti air yg kurang dan lainnya, itu menurut saya merupakan bagian yang biasa saja, setiap penyelenggaraan pasti ada kendala-kendala seperti itu,” terang Rusli Ahmad. Setelah dihujani kritik, pelaksanaan PON XVIII lantas menuai pujian dari berbagai pihak, termasuk Komite Olahraga Nasional Indonesia. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Umum KONI, Tono Suratman saat berkunjung ke media center utama. “Kami sangat puas dengan (pelaksanaan) PON. Bahkan lebih baik daripada yang sebelumnya,” ujar Tono. Kesuksesan pelaksanaan PON merupakan jawaban atas pahit getir yang dirasakan penyelenggara dalam mempersiapkan pesta olahraga nasional empat tahunan ini. “Menjadi tuan rumah PON bukanlah sesuatu yang ringan. Persiapannya luar biasa di berbagai aspek, baik venue maupun infrastruktur penunjang. Membangun dari yang tak ada menjadi ada bukanlah sesuatu hal mudah. Karena ada standar, target dan taste yang harus dipenuhi,” jelas Tono. Menurut Tono, persiapan PON bukannya tanpa hambatan. Kasus korupsi yang melibatkan sejumlah anggota DPRD dirasa sangat mengganggu persiapan yang ada. Seiring berjalannya PON, Tono mengaku senang pada akhirnya pelaksanaan PON menuai pujian setelah sebelumnya mendapat kritik dari sana-sini. Meski demikian, banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan, terutama dalam menghadapi Islamic Solidarity Games III, dimana Riau dipercaya menjadi tuan rumahnya. Syabas Riau.*  bis

Turoechan Asy’ari

PENYELENGGARAAN kekurangan-kekurangan PON XVIII tahun 2012 di tadi. Riau usai sudah. Dan, Seperti kata sebuah Kamis (20/9) kemaren, ungkapan, tak ada sungai pesta akbar empat yang tak bersampah, tak tahunan itu ditutup resmi ada tebu yang tak beruas, oleh Wakil Presiden, dan tak ada gading yang Boediono. PB PON sukses tak retak. Penyelenggaraan merancang dan memperPON memang mengandsiapkan closing ceremony ung banyak kelemahan, yang tak kalah meriah akan tetapi perbaikan ke dibanding open ceremony. arah mendekati sempurna Attraksi laser dipadu selalu dilakukan panitia. dengan lighting bertekhDan, hasilnya banyak juga nologi tinggi seakan langit stadium kontingen melontar pujian bahwa utama berwarna-warni. Sederetan mereka puas atas pelaksanaan PON di artis ibukota juga turut menghibur Riau. Pujian utama mereka alamatkan semua undangan yang memadati kepada venues-venues PON yang stadium, dan puluhan juta pasang berkelas internasional, dan venuesmata rakyat Indonesia yang menyak- venues itu tidak banyak terdapat di sikan live closing melalui televisi. Indonesia. Riau benar-benar spektakuler. Kini, pesta bernama PON itu Kita patut bersyukur. Riau untuk sudah usai. Ibarat berjalan PON pertama dalam sejarah Republik ini sudah sampai ke batas, ibarat berladiberi kepercayaan menjadi tuan yar PON sudah sampai ke pulau. rumah PON, sebuah pesta akbar Suara-suara yang tadinya sumbang bergengsi dan selalu menjadi incaran tak perlu lagi ditabuh dan digendang banyak provinulang karena si untuk menyedamage has lenggarakanbeen gone. Pelaksanaan PON mulai dari nya. Kita juga Akan ada pesta pembangunan venues sampai ke penyeberterima kasih baru yang lenggaraan, telah menguras anggaran bahwa efek harus dipertriliun-an rupiah, dan dana tersebut sudah PON selain siapkan, yakni memotong mata rantai jatah pembangunan rakyat yang seharusnya bisa telah melahirPeparnas dan mereka nikmati, baik pembangunan jalan, kan prestasi ISG yang gedung sekolah, jembatan maupun bbesar agi Sang diikuti 57 peningkatan kualitas pendidikan. Adapun Juara, sekaligus negara-negara efek PON yang salah satu pilarnya, meninggalkan Islam, dan ini ekonomi kerakyatan, hanya dinikmati rekam jejak adalah olimpioleh para pedagang yang berusaha pembangunan ade pertama memanfaatkan momen PON untuk yang tak yang berlangberjualan. Sementara masyarakat di pedesaan yang hidup di bawah garis pernah di sung di luar kemiskinan, hanya menonton kebolehan lupakan jazirah Arab. Sang Juara mendapat emas, perak dan masyarakat Terhadap perunggu melalui televisi atau memkhususnya kedua vent bacanya dari media cetak. Dan, kini warga Pekantersebut, kalungan medali itu telah berakhir. Sang baru. pemerintah Juara yang selama 10 hari dielu-elukan Gubernur provinsi kedatangannya di bumi Lancang Kuning Riau HM Rusli diharapkan sudah akan bersiap meninggalkan Riau Zainal sebagai dapat belajar kembali ke provinsi masing-masing. Sementara, jejak PON masih akan pionir dari dari suaramenjadi bincangan pro dan kontro di pelaksanaan suara sumtengah masyarakat. PON memang bang telah membanmasyarakat, gun venues dan yakni bagaimfasilitas penana mengdukung. Tak kurang 54 arena connet-kan supaya kegiatan itu pertandingan bertaraf nasional dan berkorelasi positif terhadap rakyat. internasional berdiri megah di kota Harus dibangun image bahwa ini. Begitu pun dengan fly over yang Peparnas dan ISG tidak saja sebuah disiagakan mengatasi kemacetan, kehormatan namun juga penting bagi membentang dengan ornamen rakyat dan Riau. Melayu yang khas dan, agaknya ini Sebab, bagaimana pun pelaksanmerupakan jembatan layang pertama aan PON mulai dari pembangunan di dunia berciri khas kedaerahan. venues sampai ke penyelenggaraan, Stadiun Utama Riau yang berdiri telah menguras anggaran triliun-an megah di komplek Universitas Riau rupiah, dan dana tersebut sudah menjadi bangunan monumental yang memotong mata rantai jatah pembandipuji sebagai lapangan berkelas gunan rakyat yang seharusnya bisa nasional, bahkan termegah setelah mereka nikmati, baik pembangunan Gelora Bung Karno. Pasca PON jalan, gedung sekolah, jembatan diyakini, Stadiun Utama Riau (STR) maupun peningkatan kualitas penini akan sering dipakai PSSI untuk didikan. Adapun efek PON yang salah pertandingan sepak bola antarnegara satu pilarnya, ekonomi kerakyatan, karena selain kredibel, provinsi lain hanya dinikmati oleh para pedagang juga tidak memiliki stadium se taraf yang berusaha memanfaatkan STR. momen PON untuk berjualan. SemenPenyelenggaraan PON memang tara masyarakat di pedesaan yang banyak menuai kritik. Mulai dari hidup di bawah garis kemiskinan, manajemen keorganisasian panitia hanya menonton kebolehan Sang yang dinilai tidak siap sampai kepada Juara mendapat emas, perak dan masalah venues, penginapan, transperunggu melalui televisi atau portasi dan konsumsi. Nyaris setiap membacanya dari media cetak. hari di awal PON berlangsung, media Dan, kini kalungan medali itu telah nasional seakan tiada henti memberi- berakhir. Sang Juara yang selama 10 takan ketidak-siapan PON Riau. hari dielu-elukan kedatangannya di Untungnya PB PON mempersiapkan bumi Lancang Kuning sudah akan sebuah ruangan bernama Pusat bersiap meninggalkan Riau kembali Pelayanan Terpadu PON XVIII di ke provinsi masing-masing. Sementasalah satu hotel, dan di sanalah kritik ra, jejak PON masih akan menjadi serta masukan dari kontingen diakobincangan pro dan kontro di tengah modir, dievaluasi dan dibenahi. Al masyarakat. Seperti sebuah pesta, kisah, penyelenggaraan PON berjalan pesta usai, piring (tak) pecah. Selamat normal, dan mampu mengeleminir jalan Sang Juara.*

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012


12

“Terima Kasih Masyarakat Riau” Sukses penyelenggaraan PON XVIII di Riau mendapat apresiasi dari Wapres Boediono. Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh masyarakat Riau.

kalangan olahragawan itu sudah selesai. Riau selaku tuan rumah dinilai sukses menyelenggarakan iven empat tahunan tersebut. Tak tanggung-tanggung, pujian kepada tuan rumah diberikan oleh orang nomor dua di negara ini. Wakil Presiden Boediono mengakui kalau Pekan Olahraga Nasional di Riau telah berjalan dengan sukses, aman dan lancar. Tak berlebihan pada acara closing ceremony (penutupan) PON XVIII, Boediono mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara maupun masyarakat Riau yang telah menggelar even olahraga terbesar di tanah air ini dengan sebaik-baiknya. “Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Riau yang telah ikut menyukseskan penyelenggaraan PON XVIII,” ucap Boediono saat memberikan sambutan pada acara Penutupan PON

BERTEMPAT di Stadion Utama Riau, Kamis (20/ 9) malam, pesta akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII resmi ditutup oleh wakil Presiden RI, Boediono. Iven akbar yang tentunya menjadi sejarah bagi Riau ini meninggalkan beragam cerita yang akan dikenang. Entah kapan lagi Riau akan menjadi tuan rumah PON. Jika itu digilir ke masing-masing provinsi, maka kemungkinan peluang itu akan hanya didapat satu abad lagi. Sejak ditetapkannya Riau sebagai tuan rumah PON, sejak itu pula berbagai peristiwa mewarnai bumi Lancang kuning ini. Baik itu kisah yang tak sedap didengar, seperti kasus suap yang hingga kini banyak membelenggu pejabat di negeri ini, sampai pada cerita yang membuat masyarakat Riau tersanjung. Terlepas dari semua peristiwa yang membalut Boediono tersebut, pesta bagi

XVIII di Stadion Utama Riau. Sanjungan dan pujian juga disampaikan Boediono atas kerja keras Pemerintah Provinsi Riau demi terselenggaranya acara tersebut. Berbagai pembangunan penunjang lancarnya PON sebagai bukti kalau Riau memang sungguh-sungguh menjadi tuan rumah yang baik. Keberadaan main Stadium (Stadion Utama Riau), venue-venue lainnya, serta infrastruktur seperti fly over (jembatan layang), dan lain sebagainya, merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam upaya menyukseskan PON. Ibarat Api PON yang menyala, begitu juga semangat Riau selaku tuan rumah. “Meski api PON kini sudah dipadamkan, namun semangat juang masyarakat Riau tetap menyala. Begitulah seharusnya, semangat juang kita harus tetap membara dan memberikan prestasi gemilang kepada negara ini, mulai dari Sabang sampai Merauke,” ungkapnya. Wapres juga mengucapkan selamat kepada para atlet, baik yang berhasil

menjadi juara, maupun yang telah memecahkan rekor. Keberhasilan ini hendaknya bisa menjadi cambuk bagi para atlet untuk tetap mempertahankan prestasi tersebut. “Kepada atlet yang belum berhasil mendapatkan medali, saya berpesan hendaknya dapat terus meningkatkan prestasi. Sehingga pada iven-iven olahraga nasional lainnya nantinya bisa menjadi juara,” pungkasnya. Apa yang disampaikan Wapres tentu menjadi harapan kita semua masyarakat Riau. Riau selaku tuan rumah telah berhasil mewujudkan empat (catur) sukses yang dipancang. Sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi kerakyatan, dan sukses promosi daerah. Meski Riau hanya mampu menempati posisi enam besar perolehan medali, bukan berarti Riau gagal dalam prestasi. Setidaknya, apa yang disampaikan Wapres bisa menjadi cemeti untuk Riau lebih intens lagi membina atlet agar bisa memberikan prestasi yang diharapkan.*

 sir

Pencapaian Riau Sudah Maksimal Tak mampu masuk dalam jajaran lima besar perolehan medali, bukan berarti Riau gagal soal prestasi. Pencapaian prestasi itu memang sudah maksimal diukur dari kekuatan yang dimiliki. JAUH sebelum sejak ditetapkannya Riau selaku tuan rumah PON XVIII, KONI Riau telah mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Bahkan persiapan yang dilakukan untuk mencapai catur sukses yang dikumandangkan pemerintah Provinsi Riau dilakukan seoptimal mungkin. Satu diantaranya sukses prestasi. KONI Riau sebagai lembaga yang diamanahkan untuk mencapai target prestasi tersebut melakukan berbagai

upaya agar semuanya bisa terwujud. Misalnya, dengan memperhatikan fasilitas, kesehatan, dan kesejahteraan atlet. Berdasarkan persiapan itulah KONI menargetkan Riau akan bisa masuk dalam lima besar. Ketua KONI Riau H Yuherman Yusuf kepada AZAM beberapa waktu lalu mengatakan, persiapan tuan rumah menghadapi pesta olahraga terbesar di Indonesia ini sudah optimal. Kalau kemudian Riau hanya mampu pada urutan keenam, tapi bukan berarti

pembinaan kepada atlet gagal. “Sebelumnya kita sudah sampaikan, berdasarkan kekuatan atlet kita yang ada, prestasi kita ada pada range 48. Dan itu sudah terjawab sekarang, dimana kita mampu masuk enam besar. jadi, bukan berarti tak tercapai target lantas kita disebut gagal,” kata Yuherman. Yuherman juga menyebutkan, apa yang dilakukan kontingen Riau yang berjumlah 691 atlet serta 143 pelatih dan mekanik itu, sudah lama mempersiapkan diri secara

terorganisir sejak 2010. tepatnya sejak Riau menerima tongkat estapet dari Kaltim untuk menjadi tuan Rumah. “Dari 39 cabang olahraga yang dipertandingkan, Riau mengikuti seluruhnya. Dan seluruh atlet juga telah diikutkan ke berbagai iven. baik tingkat nasional, SEA Games, maupun Asian Games,” tegasnya. Jika pada PON XVII Kaltim 2008 lalu Riau hanya mendapat 16 medali emas, kini pencapaian itu meningkat tajam. sebanyak 43 medali emas berhasil didulang pada PON XVIII. “Awalnya kita memang menargetkan 70 medali emas. dan hitungan diatas kertas rasanya semua bisa terpenuhi. Tapi ternyata kekuatan masingmasing provinsi itu sekarang sudah merata. bahkan ada

beberapa cabor andalan kita yang tak dapat emas sama sekali. Tentunya ini menjadi pembelajaran kita ke depan untuk terus berbenah,” ungkapnya.*  sir

Yuherman Yusuf

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012


13

“Jika Ada Kekurangan, Kami Minta Maaf” Pepatah mengatakan, tak ada gading yang tak retak. Gubernur Riau HM Rusli Zainal atas nama masyarakat Riau meminta maaf atas segala kekuarangan dalam menyelenggarakan PON 2012. UCAPAN tulus itu disampaikan Rusli zainal dihadapan Wakil Presiden RI Boediono dan seluruh kontingen 32 provinsi yang mengikuti helat olahraga terbesar di Nusantara, saat memberikan kata sambutan seiring penutupan Pekan Olahraga Nasional XVIII 2012 di Stadion Utama Riau. Rangkaian acara closing ceremony yang dibalut berbagai kegiatan seperti defile, teaterikal, hiburan artis ibukota, serta pesta kembang api yang dinilai cukup spektakuler, dirasakan Rusli masih banyak kekuarangan disana sini terkait dengan penyelenggaraaan. Rusli yang juga Ketua PB PON Riau ini disambutannya mengatakan, adanya PON di Riau merupakan tonggak dan titik sejarah bagi masyarakat Riau. Dari PON ini Riau belajar dan bangkit mengejar ketertinggalan dari daerah lain di Indonesia. “Dengan adanya PON di Riau ini, kita

telah mempunyai sarana infrastruktur, jalan, jembatan dan gedung tinggi yang menjulang. Dan membuat masyarakat Riau berbondong-bondong dan bersorak sorai menyaksikan PON,” kata Rusli. Dengan ditutupnya PON ini, kata Rusli, usai sudah tanggung jawab Riau selaku penyelenggara untuk menggelar event olahraga terbesar nasional ini. Dia mengatakan sejak ditunjuk sebagai tuan rumah, Riau memang telah bertekad untuk menggelar iven ini sebaik-baiknya. Untuk itulah segenap tenaga dan fikiran dicurahkan serta didukung segenap masyarakat Riau, sehingga PON dapat berjalan dengan sukses. Disebutkannya, PON sebagai sarana mengejar prestasi dengan rasa persaudaraan. Sejak dibuka 11 September 2012 lalu, seluruh kontingen dari 33 provinsi telah menunjukkan tinggi sikap sprortivitas dari para atlet. “Malam ini telah selesai juga tanggung jawab yang diberikan oleh negara. Kami sudah bekerja

keras dengan sekuat tenaga untuk menyelengaran PON ke XVIII di Riau. Jika ada kekurangan, kami sebagai tuan rumah mohon maaf,” ujar Gubri. Diakuinya, Riau dalam menyelenggarakan iven akbar ini masih ada beberapa kekurangan-kekurangan. Tersebab itu, dengan lapang dada Rusli mewakili seluruh masyarakat Riau minta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh tamu yang datang di Bumi Lancang Kuning. “Atas nama masyarakat Riau, saya minta maaf atas kekurangan yang ada. Harapan kami, kemilau Riau selaku tuan rumah tidak akan pernah terlupakan oleh seluruh kontingen,” ungkapnya. Luar pada itu, Rusli juga menyebutkan bahwa berkat PON ini banyak manfaat yang dapat diperoleh Riau. Diantaranya masyarakat seluruh Indonesia bisa melihat bagaimana perkembangan Riau saat ini. Selain itu, Riau juga memiliki sarana dan

prasarana olahraga yang tidak hanya berstandar nasional, tapi juga internasional. Yah, PON XVIII 2012 memang telah berakhir dan ditutup secara resmi oleh wakil Presiden RI Boediono. Namun kemilau Riau akan menjadi sejarah yang kan dikenang oleh masyarakat Indonesia umumnya dan khususnya Riau. Bagaimana tidak, ditengah krisis ekonomi yang melanda, Riau berhasil menjadi tuan rumah multi iven olahraga yang menelan triliunan rupiah Anggaraan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau. Namun dengan semangat yang luarbiasa untuk menjadi tuan rumah yang aik, meski berbagai kendala datang menghadang, Bumi Lancang Kuning Riau berhasil membentang sejarah menggelar iven akbar sebagai puncak prestasi para atlet di negeri ini.*

 sir

Dimata Saya, Riau Sangat Sukses Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan yang datang bersama istrinya ke Pekanbaru, memuji pelaksanaan PON Riau 2012. Menurutnya, pelaksanaan PON di Riau cukup berhasil baik dari segi penyelenggaraan maupun dari segi melayani tamu-tamu yang datang dari provinsi se Indonesia. “SAYA melihat Riau cukup berhasil dan sukses menyelenggarakan PON ini,” ujarnya sehari sebelum acara penutupan PON saat menyaksikan final basket di venue bakset sport center Rumbai. Ahmad Heryawan mengatakan, meski hanya beberapa hari datang berkunjung ke

Riau khususnya Pekanbaru, dirinya menilai pelaksanaan PON dan penataan ibukota Provinsi Riau sangat baik dan cukup memuaskan. Ditambahkannya, masyarakat Riau sangat

ramah menjamu para tamu yang datang ke Riau. “Saya pun tak pernah kesulitan. Semua ramah dan bersahabat. Masyarakatnya sangat antusias menyaksikan PON. Ini patut dicontoh, namun sebagai

tuan rumah pon XIX tahun 2016, Jawa Barat akan membuat lebih spektakuler dari Riau,” ucapnya sambil tertawa seraya mengatakan sebagai Riau provinsi yang baru petama kali menyelenggarakan PON, Riau mengagumkan banyak orang. Gubjabar ini mengatakan, pembangunan venue yang banyak bertaraf internasional dapat menjadikan pemacu bagi Provinsi Riau untuk membina para atlet-atletnya ke kancah nasional dan internasional. Riau harus juga bersiap-siap akan kebagian sebagai tempat iven-iven pertandingan olahraga nasional dan internasional. “Masyarakat Riau harus bangga dengan semua ini,” terangnya menghimbau. Kedatangannya ke Riau memang bertujuan untuk memberikan semangat pada atlet Gubernur Jawa Barat yang kali ini menjadi runner up PON ke XVIII tahun 2012. Soal pencapaian hasil Jawa Barat yang cuma jadi juara II, Ahmad Heryawan yakin

seluruh atlet-atlet Jawa Barat sudah berusaha semaksimal mungkin. “Hasil yang diperoleh ini sebagai orang yang beragama, kita harus bersyukur. Dan ini sebagai evaluasi kita untuk pelaksanaan PON dimasa mendatang. Di Riau saja kita mampu jadi juara II. Kami mampu meninggalkan Jatim yang pada PON XVII keluar sebagai juara umum. Di PON Jabar nanti, tentu kami akan menjadi yang terbaik,” ucapnya. Selama di Riau, Ahmad Heryawan mengapresiasi penataan gedung-gedung pemerintah di Riau yang kental dengan nuansa kebudayaan Melayu. Begitu juga dengan makanannya yang banyak dengan masakan khas Melayu. Menurutnya, kebudayaan adalah suatu peninggalan yang tak ternilai dan ini harus samasama dipelihara agar tetap terjaga hingga masa akan datang oleh generasi mudanya.*

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012

 bis


14 PASCA PON ini, Riau akan semakin maju terutama dalam bidang olahraga. Saat penutupan saya terpaksa duduk dilantai karna tempat duduk sudah penuh. Tapi tak mengapa, yang penting saya bisa nonton. Daripada nontonnya di televisi rumah, lagian belum tentu PON akan ada di Riau lagi, mungkin hanya sekali ini saja. Jadi saya tidak mau melewatkan kesempatan ini. Sebagai masyarakt Riau, kami turut berbangga, negeri Melayu ini terbilang sukses sebagai tuan rumah. Banyak punjian datang dari kontingen lain. Mereka yang belum pernah ke Pekanbaru, jadi takjub melihat perkembangan kota dan venue-venue olahraga yang bertaraf internasional. Bagi yang sudah pernah datang dan kembali lagi, mereka juga terpana perubahan yang cukup fantastis di Riau. Mendengar pujian itu, saya sangat senang. Kemudian, prestasi yang ditorehkan Riau di PON juga cukup bagus.Mampu berada di urutan ke enam, sudah luar biasa peningkatannya. Kedepan Riau tidak boleh berjaya.* Sunardi, S.Sos Swasta

SAYA merasa acara penutupan PON ke XVIII sangat berkesan.Dari penampilan penari,koreografi, musikdan sebagainya sangatlah memukau. Namun kemeriahan itu tetap tidak meninggalkan unsur sakral dari upacara ini. Saya merasa merinding ketika bendera PON diturunkan dan api PON secara perlahan-perlahan padam. Permainan laser menjelang api PON padam sangat indah. Tak ada kata yang dapat diutarakan selain kata spektakuler. Riau ternyata mampu. Gubernur benar-benar memanjakan dan menghibur rakyatnya. Buah karyanya bakal diingatdan dibicarakan orang. Tanpa keberanian dan sungguh-sungguh mustahil semua ini terwujud. Sebagai masyarakat bumi Melayu Lancang Kuning, saya tak pernah menyangka, even sebesar ini bakal digelar di Riau. Apalagi ditahun mendatang, katanya Riau juga menjadi tuan rumah pesta olahraga terakbar negara-negara anggota OKI. Wah pasti akan lebih meriah lagi. Sebanyak 57 negara-negara Islam akan bertarung di 19 cabang olahraga untuk menjadi yang terbaik. Tahniah buat pak gubri Rusli Zainal.* Wahyuni Masyarakat

PON juga berperan positif sebagai sarana meraih prestasi dan merekat persatuan dan kesatuan. Sehinga dapat mengangkat harkat dan martabat Indonesia dikancah internasional. Kita harus bangga karena apresiasi besar sudah diberikan. Ini terlihat dari dukungan masyarakat yang datang dari kota sampai kepelosok kampung. Mereka datang memberikan dukungan tanpa membedakan asal daerahnya. Inilah bagian dari semangat persatuan dan kesatuan yang harus terus dipupuk. PON menjadi sejarah bagi Bumi Melayu Lancang Kuning. Ini akan menjadi semangat bagi Riau untuk tetap bangkit mengejar ketertinggalan sehingga dapat mencapai Visi Riau 2020 sebagai pusat ekonomi dan kebudayaan di Asia Tenggara..Kebanggaan yang besar tentu sangat besar dirasakan oleh masyarakat Riau. Karena dengan PON, Riau menjadi memiliki sarana dan prasarana serta infrastruktur yang berskala internasional. Komitmen itu tampaknya dipersembahkan untuk generasi hari ini dan masa yang akan datang.* Helen Hartati Masyarakat

DENGAN dilaksanakanya PON di Riau, secara langsung berdampak pada peningkatan PAD. Orang luar yang datang ke Riau tidak hanya sekadar melihat pertandingan olahraga semata, akan tetapi juga berbelanja. Dan kita, Riau memiliki 33 iven Meetting Intensive Exebition (MICe) yang mendatangkan banyak orang ke Riau. Multiflier effectnya sangat terasa oleh

BANYAK yang bisa kita ambil dari helat PON yang menghabiskan uang triliunan rupian tersebut. Dari sisi positifnya, Riau sekarang memiliki gedung-gedung olahraga yang hebat. Ini juga akan mendatangkan banyak orang ke sini. Entah itu hanya sebatas singgah atau memanfaatkan hari liburnya. Riau tak akan lagi menjadi daerah transit, tapi sudah menjadi daerah tujuan

masyarakat Riau. Saya melihat, pelaksanaan PON yang baru saja usai memberikan dampak yang sangat positif terhadap perbaikan ekonomi daerah ini. Apalagi dengan ditunjuknya Riau sebagai tuan rumah Islamic Solidarity Games (ISG) pada tahun 2013 mendatang. Sebanyak 57 negara Islam akan datang kesini untuk mengikuti iven tersebut. Bisa dibayangkan, berapa banyak orang yang berbelanja di Riau nantinya. Saya perkirakan, pada pergelaran iven itu nantinya, maka tingkat kunjungan di negeri ini bisa naik mencapai 10 persen. Wajar saja kalau dalam pelaksanaannya terdapat kekurangan-kekurangan, namun bukan berarti tidak mendatangkan manfaat buat daerah ini.* Fadlah Sulaiman Ketua RTB

wisatawan. Hanya saja, apakah benar masyarakat sudah menikamati itu semua? saya kira pemerintah provinsi juga harus melakukan evaluasi. Misalnya terkait pesta olahraga nasional yang memakai uang rakyat. Mestinya, rakyat bisa dengan enjoy menikmati semua iven yang digelar. Kita baca di media ternyata banyak kebijakan yang dibuat panitia tidak pro rakyat. Rakyat harus beli tiketlah untuk bisa masuk menyaksikan pembukaan dan penutupan, bahkan ada di beberapa cabor yang dipungut uang masuk. Mestinya rakyat jangan lagi dibebankan pada acara-acara dilaksanakan dengan uang rakyat. Yang jelas pesta itu kini sudah usai. Tinggal lagi bagaimana kedepannya kita bisa lebih profesional lagi dalam mengorganisir suatu kegiatan dengan baik.* Erizal Warga Kulim

SAYA melihat pesta PON berjalan dengan baik dan lancar. Mulai dari pembukaan sampai penutupan, semuanya berlangsung bagus. Kalaupun dalam persiapan Riau selaku tuan rumah mendapat banyak rintangan yang berujung tersangkutnya beberapa orang pejabat di pengadilan, namun bukan berarti helat ini tidak berjalan baik. Sebagai warga Kota Pekanbaru saya menilai Riau sukses melaksanakan penyelenggaraan PON. Dampaknya kepada masyarakat sangat terasa. Bagi pedagang, pelaku saha, jasa dan lain sebagainya, momentum PON mendatangkan berkah tersendiri bagi mereka. imbasnya tentu kepada peningkatan ekonomi masyarakat. Dan yang sangat terasa sekali adalah dampak terhadap pembangunan daerah. Infrastruktur jalan bagus, banyak gedung mercusuar tegak berdiri, jembatan juga dibuat baru, tak ada lagi macet dengan dibangunnya fly over, dan lain sebagainya. ini semua berkah dari ditunjuknya Riau selaku tuan rumah. Saya percaya, kalau tidak ada PON di Riau, semua pembangunan itu hanya sebatas mimpi.* Desi Ananda Mahasiswa

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012


15

Buah Tangan RZ Dikenang Sepanjang Masa Kata Erisman Yahya, Gubernur Riau HM Rusli zainal SE MP akan dikenang sebagai Gubernur spektakuler. USAI sudah helat Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Tahun 2012 di Bumi Melayu Lancang Kuning. Keraguan sejumlah pihak, yang sempat diekspos beberapa media nasional tentang kesiapan Riau sebagai tuan rumah, sama sekali tidak terbukti. Meski tidak sempurna seratus persen, namun Riau mampu menjadi tuan rumah yang baik. Pernyataan Gubernur Riau HM Rusli Zainal dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam pidatonya saat opening ceremony, bahwa tidak akan gagal PON di Bumi Melayu, bukanlah sekedar isapan jempol atau pemanis bibir belaka. RZ, sapaan akrab Gubernur Riau yang flamboyan itu, bersama seluruh panitia PON dan pihak-pihak terkait, bahu-membahu siang dan malam bekerja keras menyukseskan PON XVIII. “Helat yang dibuka langsung oleh Presiden SBY, dan ditutup oleh Wapres Boediono, sungguh luar biasa. Semua sepakat bahwa acara clossing ceremony sungguhlah meriah dan spektakuler,” ucap Erisman Yahya, Kepala Sub Hubungan Pusat dan Daerah Badan Penghubung Provinsi Riau. Hal ini juga diakui oleh hampir seluruh media baik cetak maupun elektronik. “Bila kita sepakat menyatakan bahwa opening ceremony dan closing ceremony berlangsung dengan sukses, maka variabel terpenting lainnya yang bisa kita lihat adalah, dari 39 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, sejauh ini semuanya dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan,” imbuhnya. Beralasan memang, karena tidak ada satu caborpun yang gagal dipertandingkan. Meski sebelumnya ada kekhawatiran dua cabor, yakni menembak dan futsal tidak bisa dipertandingkan karena kondisi venue yang tak kunjung selesai. Namun terbukti, walau dengan kondisi venue yang minimalis tapi fungsional, kedua cabor tersebut dapat dipertandingkan dengan baik. “Saya kira lengkaplah sudah kesuksesan penyelenggaraan PON XVIII 2012 di Bumi Melayu Lancang Kuning. baik itu pada saat pembukaan maupun penutupan,” ucapnya. Kedua, kata Erisman, soal sukses prestasi. Terkait hal ini,

memang Gubernur Riau menyebut Riau sebagai tuan rumah punya mimpi besar menjadi juara umum. Mimpi tentu boleh-boleh saja. Kendati begitu, pencapaian Riau yang hanya berhasil masuk enam besar dalam perolehan medali, sesungguhnya ini sudah sebuah prestasi. “Mari kita bandingkan prestasi Riau dari PON-PON sebelumnya. Ketika PON XV berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, Riau hanya duduk di peringkat ke-18. Lalu pada PON XVI di Palembang, Sumatera Selatan, Riau duduk di urutan ke-11. Ketika

makanan, penginapan, transportasi, dan bahkan mungkin ada yang mencari kesenangan dengan melakukan rekreasi ke beberapa tempat wisata, termasuk pastinya memburu makanan atau cenderamata khas Riau. Miliaran rupiah pasti mengalir dan berputar di tengah masyarakat Riau. Bukan sebatas bualan, selama pelaksanaan PON di Kota Pekanbaru saja, sangatlah sulit mencari satu kamar yang kosong di hotel-hotel, baik hotel berbintang maupun yang kelas melati. Bahkan beberapa kontingen terpaksa menyewa rumah penduduk

XVIII,” ujarnya. Lantas, terkait dengan sukses promosi daerah. kata Erisman, berkat PON XVIII ini, semua media baik cetak maupun elektronik di seluruh penjuru negeri, tidak putusputus memberitakan tentang Riau. Apalagi, Riau juga sudah resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Islamic Solidarity Games (ISG) III pada Juni 2013 mendatang. “Kini, Riau pun tidak hanya dikenal oleh masyarakat Indonesia, tapi juga oleh dunia, karena ada 57 negara yang akan ikut ambil bagian pada ISG III menda-

PON XVII di Kalimantan Timur, Riau berhasil masuk 10 besar. Tentu saja suatu lompatan yang cukup lumayan, bila pada PON XVIII ini, kontingen Riau berhasil masuk dijajaran enam besar,” ulas Erisman. Kemudian, terkait sukses pemberdayaan ekonomi rakyat. Meski belum ada satu institusi pun yang mengkaji dan menghitung secara mendalam dan mendetil sejauh mana masyarakat Riau berhasil meraup keuntungan ekonomis dari penyelenggaraan PON XVIII ini, namun secara kasat mata kehadiran puluhan ribu orang dari seluruh provinsi di tanah air ke Riau, banyak berbelanja. Baik itu untuk keperluan

untuk penginapan. Pengusaha rumah makan, tour & travel, supir taksi hingga petugas porter di Bandara Sultan Syarif Kasim, banyak menangguk penghasilan yang lebih selama pesta PON XVIII berlangsung. Seorang pengusaha baliho/ banner yang biasa menjadi rekanan Biro Humas Pemprov Riau bahkan mengaku sampai harus menolak order saking banyaknya pekerjaan. “Sungguh PON XVIII ini membawa berkah. Multiflier effects ini tentunya juga dirasakan oleh sebagian masyarakat di Inhil, Inhu, Kuansing, Kampar, Dumai, Bengkalis, Siak, Rohul dan Pelalawan yang juga menjadi tempat digelarnya pesta PON

tang,” imbuh Erisman. Tidak ada yang bisa memungkiri, kini nama Riau sudah mendunia. Dengan sendirinya, orang juga akan mencari tahu, apa saja potensi yang ada di tanah Melayu, dan pada gilirannya nanti, pasti akan semakin banyak investor yang masuk ke Provinsi Riau, sehingga perekonomian Riau semakin bertumbuh dan berkembang. “Bila kita sepakat dengan logika sederhana di atas, maka sepantasnyalah tidak ada lagi suara-suara sumbang tentang pelaksanaan PON XVIII. Pernyataan-pernyataan miris, seperti menyebut penyelenggaraan PON XVIII ini hanyalah pesta para pejabat, atau hanya buang-

buang uang belaka, sungguh tidaklah patut diucapkan,” tegasnya. Riau memang merogoh kocek hingga triliunan rupiah untuk bisa menjadi tuan rumah PON. Namun hasilnya jelas dipandang mata. Ada 54 venues olahraga yang dibangun bertaraf internasional dengan tidak meninggalkan nuansa Melayu. Wisma atlit dan enam rusunawa yang berada di sekitar kampus di Pekanbaru. Bandar udara berkelas internasional, jalanjalan, jembatan hingga fly over yang berukiran khas Melayu (satu-satunya fly over yang ada ukirannya di Indonesia) tuntas dibangun. Yang paling spektakuler adalah Stadion Utama Riau yang memakan biaya hingga Rp1,2 triliun. Meski kapasitasnya kalah oleh Stadion Utama GBK di Jakarta, karena hanya berkapasitas sekitar 43 ribu penonton, namun secara kualitas, hampir semua sepakat bahwa Stadion Utama Riau kini menjadi yang terbaik dan termegah di Indonesia. Semua itu adalah asset jangka panjang, yang akan diwariskan oleh Pemerintahan Gubernur Riau HM Rusli Zainal kepada seluruh masyarakat Riau. Hari ini mungkin belum seluruh masyarakat Riau dapat merasakan manfaat dari semua asset di atas. Namun sekian tahun ke depan, bila asset-asset tersebut terus dirawat dan difungsikan dengan baik, maka semua itu akan menjadi kebanggaan masyarakat Riau. Sama seperti saat Presiden Soekarno dulu membangun Monas dan beberapa proyek mercusuar di Jakarta. Ketika itu kritik dan fitnah datang silih berganti. Tapi kini, Monas menjadi kebanggaan kita sebagai bangsa. Sejak menjabat sebagai Gubernur, RZ memang sudah membangun begitu banyak infrastruktur di Riau, karena ia yakin, hanya dengan membangun infrastruktur, Provinsi Riau dapat memacu pembangunan. Jalan dan jembatan dibangun untuk memutus isoloasi. Hampir semua wilayah di Riau kini sudah bisa dilalui kendaraan roda empat. Gedung-gedung pencakar langit juga tidak lupa dibangun. Ada Kantor Gubernur sembilan lantai, Gedung Pustaka Soeman HS dan Menara Bank Riau-Kepri yang kini menjadi icon Provinsi Riau. Namun barangkali, proyek untuk PON XVIII ini adalah yang paling spektakuler. Mendagri Gamawan Fauzi saja kepada pers menjelang pembukaan PON XVIII menyatakan bahwa tidaklah mudah menyiapkan hingga 54 venues hanya dalam beberapa tahun saja.*

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012

 sir


16

Tim Kepresidenan Tinjau Pembangunan Siak

T

IM Ahli Kepresidenan RI Kol Caj S Kriswasana Bidang Komunikasi Sosial, belum lama ini melakukan monitoring pembangunan yang ada di Kabupaten Siak. Dalam hal ini

berkaitan dengan pembangunan sosial kemasyarakatan, baik yang berkaitan dengan anggaran APBN, dan APBD, yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Siak, dari beberapa monitoring

Siak Siap Tuan Rumah even Olahraga

K

ABUPATEN siak menyatakan kesiapaannya dalam penyelenggaraan iven kejuaraan baik berlevel nasional dan internasional. Kesiapan ini disampaikan oleh Bupati Siak Drs H.Syamsuar MSi disela-sela penutupan cabang olahraga balap sepeda, belum lama ini di Siak Setelah berakhir cabang yang dipertandingkan diajang PON ini, Tentunya pemkab melalui induk olahraga KONI akan mempersiapkan pembinaan terhadap para atlit, baik pemula maupun yang telah jadi, untuk terus memantapkan dan mengesah skil kemampuan diri dalam bidang olah raga. Siak sendiri telah memilikai 2 venue olah raga yang berstandar internasional yaitu kempo dan sepatu roda. Tentu ini harus dimanfaatkan secara maksimal. Namun begitu, Syamsuar juga mengatakan, Pemkab tetap membuka diri dalam setiap kejuaraan yang akan digelar di Siak. Pertemuan ini bukan akhir dari segalanya, Melainkan pertemuan perdana yang nantinya dilanjutkan dengan pertemuan lain nya dalam ifen kejuaraan. Kata dia, Selama perhe-

latan iven pertandingan berlangsung di Siak, Pemkab dalam mewanti-wanti segala persiapan melalui panitia sub PB PON yang dibentuk dengan berbagai bidang, dari awal sampai akhir penyelenggaraan semuanya berjalan sesuai harapan. “Terimakasih pada semua pihak yang menyukseskan penyelenggraan iven pertandingan ini, “kata dia. Selama even berlangsung, informasi yang disampaikan lewat media tersaji secara baik, Apakah itu informasi pertandingan, Kejuaraan dan Siak sendiri. Semuanya dikemas secara baik oleh rekan –rekan media yang melakukan peliputan baik media lokal maupun nasional “Informasi yang disampaikan tak ada terlewatkan sedikit pun, semuanya tak luput dari pantauan, “kata dia. Ketua IV bidang penyiaran dan media Drs Yan Pramana menambahkan, Dari awal dirinya sudah mempersiapkan perangkat jaringan internet untuk media centre dengan kecepatan tinggi, tujuan nya agar rekan-rekan media bisa menyampaikan informasinyaq secara cepat, akurat dan akuntabel.

 psc

yang dilakukan diantaranya sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Tim ahli kepresidenan RI terlihat melakukan monitoring diantaranya Sekolah SD 010 yang ada di Desa Buantan

Lestari Kecamatan Bungaraya, SD 04 Bungaraya, SMPN Bungaraya, Dan SMAN Negeri Bungaraya, didampingi Kadis Pendidikan Drs H Kadri Yafis MPd, serta melakukan monitoring ke Puskesmas Kecamatan Bungaraya. Menurut Ketua Bappeda Kabupaten Siak Drs H Yan Parana Jaya MSi, monitoring pembangunan yang dilakukan oleh Staf Ahli Kepresidenan RI adalah dalam upaya untuk melakukan pemantauan di beragai sektor pembangunan sosial yang dilakukan oleh pemerintah, dan mereka ingin melihat langsung terhadap pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Siak. “Kita melihat bahwa pantauan dari hasil monitoring yang dilakukan tentunya mereka mempunyai penilaian

tersendiri terhadap pembangunan yang dilakukan, apalagi berbagai sektor pembangunan yang berkaitan langsung dengan pembangunan kemasyarakatan juga ingin diketahui seperti apa pelaksanaan yang dilaksanakan. Oleh karena itu kita tentunya Kabupaten Siak sangat menyambut baik terhadap monitoring pembangunan yang dilakukan sehingga apa yang terlihat oleh mereka berkaitan dengan bantuan sosial dari pusat akan adanya peningkatan dan bantuan anggaran, dan pemerintah Kabupaten Siak tentunya melaksanakan kegiatan ini berdasarkan perencanaan pembangunan yang telah dirancang,” paparnya.

 hrc

Syamsuar Minta JCH Perbanyak Doa

D

ALAM hitungan hari, 320 jama’ah calon haji (JCH) siak berangkat menuju madinah. Rabu(26/9) malam, JCH siak yang tergabung dalam kolter VII berangkat dari embarkasi batam menuju mekah. “Dalam beberapa hari jelang keberangkatan, jaga fisik, “ kata syamsuar di sela-sela pelepasan keberangkatan JCH, kamis (20/ 9) di komplek Islamic Center Sultan Syarif Hasim Siak Sri Indrapura. Hadir dalam kesempatan itu, Kapolres siak AKBP Sugeng Putut wicak Sono SIK, Ketua Pengadilan Negeri Irfanud-

din, SH MH, Kabag Kesra Drs H Darusalim dan unsur muspida. Menurut Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi, ibadah haji adalah ibadah fisik, di mana para jama’ah harus mempersiapkan secara baik, apakah itu pola makan, aktifitas sehari-hari dan fola fikir. Karena dalam menjalankan ibadah ini, jama’ah di anjurkan perbanyak ibadah sunat dan wajib serta melafalkan kalimat toyyibah dalam berbagai kesempatan. Kakan Kementerian Agama Siak Muklismenambahkan, dari 320 JCH siak usia termuda 23 tahun dan

tertua 94 tahun. Mereka semua telah melakukan cek kesehatan fisik dan mental sebelum keberangkatan. Namun akan di cek kembali saat keberangkatan. Kabeg Kesra Setdakab Siak Darusalim menambahkan, JCH ini diinapkan semalam di Batam, baru di berangkatkan. saat ini persiapan keberangkatan tersebut sudah di sampaikan pada JCH melalui jalur laut menuju Batam. “kita berdoa, semoga mereka jadi haji mabrur selamat pulang dan pergi dalam menunaikan rukun islam kelima ini.”kata dia.

 rls

Pemkab Siak Lakukan Mutasi Besar-Besaran

B

ERTEMPAT di lantai II Kantor Bupati Siak, jumat 21 /9 silam ratusan pejabatan eselon II,III dan IV dilantik oleh wakil Bupati Siak Drs Alfedri MSi. Pada pelantikan itu tiga Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Siak yang menjadi sataf ahli, yaitu Kepala Dinas Pertanian Drs Syahrin Rasbi, Kepala Dinas

Tarcip Edi Irwan, Kepala Kantor Satu Atap Apibudin, sedangkan Asisten I Sekdakab Siak Sadikin di angkat menjadi Kepala Dinas Tercip. Kabag Tampem Drs Fauzi Asni naik pangkat menjadi asisten 1 Sekda Siak. Wakil Bupati Siak Drs Alfedri MSi pada pelantikan itu mengatakan, bahwa pelantikan ini merupakan hal

yang biasa terjadi dilingkungan Pemkab Siak sebagai ajang Promosi jabatan bagi PNS. Pelantikan ini juga merupakan salah satu penyegaran bagi kalangan PNS yang ada di lingkungan Pemkab Siak. Sehingga dengan dengan adanya penyegaran ini, para pejabat dan PNS tidak merasa jemu berkerja bertahun tahun

pada SKPD tersebut. Maka dengan adanya pelantikan ini, pejabat dan PNS yang ada di lingkungan Pemkab Siak ini bisa menambah pengalaman kerjanya tidak hanya terfukus di ilmunya yang meraka milik. Oleh sebab itu, pejabat yang dilantik di harap bisa menjalankan amanah yang diemban kepada dirinya. Lebih Lanjut Wakil menga-

takan, bahwa diharapkan kepada pejabat yang dilantik nantinya tidak membawa aset SKPD ke Kantor SKPD Lain dan harus dilakukan serah terima dengan pejabat yang bersangkutan. Pantauan pada pelantikan itu, seluruh PNS yang di lantik wajibka untuk meneken pernyataan yang telah di sediaka oleh pemkab Siak.

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012 CMYK

 dpc


17

Pemko Akan Tertibkan Industri Bata Agar tidak berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan, Pemko akan melakukan penertiban terhadap industri batu bata.

W

ALI Kota Pekanbaru, H Firdaus ST MT kembali mengambil kebijakan tegas. Setelah menyelesaikan masalah pedagang kaki lima (PKL), kini Wakomenyoroti masalah industri pembuatan batu bata yang disebutkannya tidak memiliki izin usaha. Wako menjelaskan, akan menertibkan keberadaan perajin bata yang beroperasi di Pekanbaru. Pasalnya, selain tidak memiliki izin usaha, pembuatan batu bata juga dinilai merusak lingkungan. Ini terjadi karena banyak perajin yang mengambil tanah merah sehingga membuat

lingkungan jadi tercemar. Dan tidak hanya itu, beberapa di antaranya ada juga yang merusak fasilitas jalan seperti mencangkul tanah di pinggir jalan sehingga jalan rawan longsor. “Umumnya mereka perajin batu bata liar, makanya industri batu harus kita tertibkan. Kebanyakan tidak ada yang memiliki izin. Lagi pula tindak tanduk mereka di lapangan sudah banyak dapat keluhan dari sekitarnya. Karena mempertimbangkan dampak di lingkungan tersebut, kita akan tutup dan evaluasi,” tegasnya. Saat ditanyakan apakah hal tersebut tidak menghalangi industri rakyat yang sedang berkembang, Firdaus menegaskan setiap industri juga harus memiliki pedoman dan salah satunya terkait dampak lingkungannya. Namun begitu, Firdaus memastikan penertiban tersebut dijamin tidak akan mengakibatkan perekonomian

masyarakat karena Pemko selain menertibkan juga akan membina. Lantaran itulah, kata Firdaus, Pemko akan melakukan pendataan persil tanah yang dieksplor, berapa jumlah dapur, siapa pengelola dan apakah ada potensi ke depannya masih ada. “Namun jika

tidak ada potensi, Pemko akan melakukan tindakan menutupnya,” tutur Wako. Selain itu, Wako juga menyatakan akan melakukan pendekatan dan memberikan pembinaan bagaimana cara industri tersebut bisa tetap jalan dan tidak merusak lingkungan.

“Industri tersebut tetap menjadi andalan, namun lingkungan juga harus diperhatikan. Setelah kita data dan dibina, kita yang akan menentukan di mana titik yang boleh dieksplor sehingga tidak terpengaruh pada lingkungannya,” tambah Firdaus lagi.*

 int/dri

95 Ribu Kartu Kendali LPG Sudah Dibagikan

S

Pekanbaru Kekurangan 400 Guru SD

K

EPALA Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, Zulfadil mengakui, problem pendidikan di ibukota Provinsi Riau ini adalah masih kurangnya tenaga pengajar dari SD hingga SMU sederajat. Dan kekurangan yang cukup besar di tingkat SD yang mencapai sekira 400 orang. “Kalau guru SLTP dan SMU atau SMK, jumlahnya tidak terlalu banyak. Yang banyak itu kita kekurangan guru SD, jumlahnya diperkirakan mencapai 400 tenaga pengajar,” jelasnya. Zulfadil menyebutkan kekurangan tenaga guru SD itu disebabkan karena sebagian besar dari mereka telah memasuki masa pensiun. Kondisi ini ditambah lagi tidak adanya penambahan PNS khusus dari tenaga guru honor sejak 2012

lalu. Untuk mengisi kekurangan guru saat ini, Zulfadil mengakui pihaknya telah melakukan pemerataan guru dari sekolah-sekolah yang dianggap berlebih. Namun langkah tersebut juga belum dapat memenuhi kebutuhan guru. “Walau bagaimanapun tetap kurang. Orang memang jumlah guru tersebut yang kurang. Hanya saja kita ambilkan dari sekolah yang sedikit kecukupan guru, yang sebenarnya juga kurang guru,” ujarnya. Ia menambahkan penambahan guru SD saat ini dapat dilakukan jika ada guru dari sekolah tingkat menengah dan atas yang mau pindah mengajar SD. Walaupun hingga saat ini belum ada yang berkenan untuk pindah.*

EJAK diberlakukannya kartu kendali untuk pelaksanaan distribusi LPG tertutup di Pekanbaru, hingga kini sudah 95 ribu kartu kendali yang sudah dibagikan kepada warga Pekanbaru. Menurut Koordinator Wilayah Pekanbaru Distribusi Tertutup Gas LPG 3 Kilogram, PT Hesa Laras Cemerlang, Agus Salim, kepada wartawan Rabu (19/9) lalu, dari 122 ribu kuota kartu kendali yang akan disebar di Pekanbaru, sebanyak 95 ribu lembar sudah dibagikan kepada masyarakat di Kota Bertuah ini. “Awalnya dibagikan sebanyak 75 ribu, ditambah 15 ribu, dan ditambah lagi 32 ribu yang saat ini sedang disalurkan. Saat kami terus melakukan pembagian, namun ada kendala yakni kurangnya masyarakat penerima paket gas LPG 3 Kilogram yang menggunakan LPG. Kurangnya penggunaan ini karena mereka masih takut menggunakan

LPG,” sebut Agus. Untuk mengatasi ketakutan masyarakat dalam penggunaan gas dalam memasak, Agus mengaku pihaknya terus melakukan sosialisasi di acara komunitas masyarakat. “Kami juga sosialisasikan cara penggunaan LPG dan penggunaan kartu kendali,” tuturnya. Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Disperindag Kota Pekanbaru El Sabrina, menyebutkan bagi warga Pekanbaru yang hingga kini belum mendapatkan kompor gas 3 kg, masih ada peluang, dengan cara pendataan susulan melalui RT/RW masing-masing. “Kita akan meminta RT/RW untuk melakukan pendataan susulan bagi keluarga yang kurang mampu, tetapi belum mendapatkan kompor gas 3 kg. Datanya akan kita kirim ke pusat untuk mendapatkan bantuan kompor gas,” terangnya.*

 urc/dri

 rtc/dri

2013, Pemko Anggarkan Beasiswa

K

ABAR gembira dihembuskan Wali Kota Pekanbaru, H Firdaus, ST, MT, bagi para mahasiswa terutama yang ingin meringankan biaya pendidikannya melalui beasiswa. Pada APBD Pekan-

baru 2013 bakal disediakan anggaran untuk bantuan pendidikan. Menurut Wako dalam APBD 2013 nanti, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru komitmen akan mengalokasikan bantuan pendidikan dan

beasiswa. Untuk jumlah besaran anggaranya, Pembko Pekanbaru belum dapat menyebutkan berapa nilainya. “Nanti, sekarang belum diketahui totalnya,” ujarnya. Wako menjelaskan pengalokasian anggaran beasiswa

diberikan sebagai komitmen Kota Pekanbaru untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Pastinya iya, 2013 nanti kita akan berikan beasiswa. Sesuai program kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkap Wako.

Firdaus juga menambahkan, beasiswa dari Pemko Pekanbaru nantinya diberikan kepada siswa-siswa berprestasi, juga kepada siswasiswa miskin atau kurang mampu.*

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012 CMYK

 rtc/dri


18

Disdik Segera Lakukan UKG Tahap II U

SAI pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) online tahap I di Kabupaten Pelalawan beberapa waktu lalu, Dinas Pendidikan (Disdik) Pelalawan kembali akan melaksanakan UKG gelombang kedua. Pelaksanaan yang dijadwalkan mulai 2 Oktober sampai 5 Oktober 2012 ini diikuti 192 tenaga pendidik sebagai peserta yang telah didaftarkan Disdik Pelalawan. Demikian disampaikan Kepala Bagian Sertifikasi Guru Disdik Pelalawan Aang Abdul Ghofar, Rabu (19/9) via ponselnya di Pangkalankerinci.

‘’Ya, pada 2 Oktober sampai dengan 5 Oktober 2012 nanti, kita akan melaksanakan UKG tahap ke II dengan jumlah peserta yang telah didaftarkan sebanyak 192 orang peserta,” imbuhnya. Diungkapkannya, para peserta yang mengikuti pelaksanaan UKG tahap kedua tersebut merupakan para guru SMK dan guru lainnya yang gagal di tahap I secara teknis. Namun, Disdik Pelalawan merasa sangat kecewa atas hasil pelaksanaan UKG tahap pertama yang mana pada pelaksaan tersebut diikuti 1.027 guru, hanya 12 orang yang dinyata-

kan lulus. ‘’Ini artinya,kompetensi guru khususnya di daerah ini memang benar-benar harus ditingkatkan. Soalnya, UKG ini digelar oleh pemerintah untuk mengetahui peta kompetensi guru bersertifikat. Arahnya adalah sebagai data awal untuk melakukan pembinaan lanjutan,” terangnya seraya mengatakan bahwa tahun 2013 nanti semua guru, baik yang PNS dan Non PNS wajib mengikuti UKG ini dan harus bersertifikasi semua. Lebih lanjut dijelaskannya, untuk memperoleh hasil yang memuaskan pada pelaksanaan

UKG tahap ke Dua nantinya, pihak Disdik Pelalawan telah membentuk tim untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan terkait soal dan kisi-kisi kepada para peserta pada pelaksanaan kegiatan tersebut. ‘’Saat ini tim kita telah turun ke sorek untuk membantu para peserta dengan memberikan try out uji coba soal. Karena pada pelaksanaan UKG ini, para peserta akan diberikan soal yang berbeda yang diacak melalui bank soal dari pusat. Sehingga untuk itu lah kami berikan pelatihan dan try out, agar para peserta kita ini dapat memahami pelaksanaan UKG tahap ke dua

Pelalawan Terima Bantuan Empat Unit Mobil Internet

K

ABUPATEN Pelalawan dapat bantuan empat unit mobil internet dari Kementerian Komunikasi dan Informasi. Direncanakan, ke empat mobil itu akan diserahterima pemakaiannya ke Kabupaten Pelalawan tepat pada HUT Kabupaten Pelalawan ke 13 pada bulan Oktober mendatang. Kabag Pengolahan Data dan Elektronik (PDE) Kabupaten Pelalawan, Yusmardi, Selasa (18/9) menjelaskan pemberian keempat mobil ini memang adalah program dari pusat yakni Kemkominfo yang ditujukan untuk ke kecamatankecamatan. “Pemberian mobil internet pada kecamatan-kecamatan ini untuk dipergunakan ke desa-desa yang terisolasi. Diharapkan dengan adanya mobil pelayanan internet ini, maka masyarakat desa yang tinggal di daerah-daerah terpencil dapat juga memanfaatkan tehnologi sehingga mereka takkan ketinggalan,” katanya. Yusmardi menjelaskan bahwa Mobile Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) merupakan program pemerintah untuk mengedukasi masyarakat. Pasalnya, sampai saat ini penetrasi Internet di Indonesia masih sekitar 20 persen dari total penduduk. Artinya, saat ini masyarakat yang aware terhadap internet baru mencapai 40 juta pengakses. “Dan jumlah tersebut harus terus ditingkatkan. Karena itu, salah satu upaya dari Kemkominfo adalah dengan menyediakan akses di setiap kecamatan melalui program MPLIK ini,” ujarnya seraya mengatakan bahwa MPLIK ini merupakan Pusat Layanan Internet Kecamatan yang bersifat bergerak untuk akses internet yang sehat, aman, cepat dan murah.

MPLIK ini, akan diisi perangkat enam buah laptop, jaringan internet juga genset-nya. “Dan karena ini proyek pemerintah, maka untuk masalah bensin atau solarnya serta kerusakankerusakan alat, masih akan ditanggung oleh pemerintah selama empat (4) tahun. Setelah empat tahun, baru kemudian MPLIK ini dihibahkan sepenuhnya ke Pemkab Pelalawan,” katanya. Ditambahkannya, dirinya mengharapkan dengan adanya MPLIK ini yang akan beroperasi di desa-desa terpencil di empat kecamatan maka akan benarbenar menjangkau dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih terisolasi akan dunia tehnologi. Dengan begitu, ke depannya tak hanya masyarakat perkotaan saja yang mengenal pengetahuan berbasis tehnologi tapi masyarakat di desa-desa terpencil pun tak ketinggalan.*

 rp/nol

Tim Ganti Rugi Lahan Teknopolitan Libatkan Pemprov

U

Dan dengan adanya MPLIK ini, sambungnya, maka masyarakat yang berada di desa-desa terpencil bisa memanfaatkannya untuk promosi produk-produk UKM binaan maupun pengembangan produk. Tak hanya itu, MPLIK ini juga operasionalnya akan menjangkau ke sekolah-sekolah yang berada di desa-desa terpencil sehingga sedikit banyak akan mampu memenuhi kebutuhan semua golongan strata. “Tiap harinya, MPLIK ini akan beroperasi selama 4 jam. Dan dalam setiap mobil akan diisi oleh supir dan satu operator yang bertugas sebagai petugas pelayanan internet itu sendiri,” ujarnya. Disinggung soal kecamatan mana saja yang akan diberikan MPLIK ini, Yusmardi menjelaskan bahwa empat kecamatan yang mendapatkan fasilitas MPLIK ini adalah Kecamatan Pangkalan Kerinci, Langgam, Pelalawan dan Pangkalan Kuras. Dalam setiap

ini nantinya,” bebernya. Dengan adanya UKG ini nanti, maka ke depannya para guru akan mengajar sesuai dengan bidang yang dikuasainya masing-masing. Sehingga dengan begitu, tujuannya dari pelaksanaan UKG selain pemetaan penguasaan kompetensi guru atau kompetensi pedagogic dan profesional, sebagai entry point Penilaian Kinerja Guru (PK-G) serta alat kontrol pelaksanaan PK Guru dan juga menjadi acuan dalam pengembangan keprofesian secara berkelanjutan.*

NTUK melakukan biaya ganti rugi Teknopolitan, Pemkab Pelalawan akan membentuk tim pembebasan lahan dengan melibat dari Provinsi

Riau. Karena berdasarkan ketentuan Perpres 71 tahun 2012 itu tentang pengadaan lahan untuk kepentingan publik itu SK-nya pembentukan tim pembebasan lahan di kabupaten/ kota dikeluarkan Pemerintah Provinsi. ‘’Untuk membentuk tim pembebasan lahan seluas ribuan hektare untuk pembangunan Teknopolitan itu kita masih menunggu disahkannya anggaran dana untuk baiya ganti rugi pembebasan lahan yang diajukan di APBD Perubahan tahun ini oleh dewan nantinya. Setelah disetujui dan disahkan biaya ganti rugi lahan itu oleh dewan, baru Pemkab bentuk Tim Independen pembebasan lahan tersebut yang melibatkan BPN, Dishut, kejaksanaan, polisi, dan Pemkab Pelalawan sendiri untuk mengurusnya ke Kemenhut,” terang Kepala Bappeda Pelalawan Ir H Syahril MSi. Syahril menambahkan, untuk menentukan harga biaya ganti rugi pembebasan semua tanaman warga yang ada di lahan itu, tim independent atau disebut tim apresial akan turun untuk menentukan harga ganti rugi tanaman atau tumbuhan tersebut yang dinilai harganya disesuai dengan masa tahun tanamnya. Seperti pohon sawit yang dilihat dari umur pohon sawit warga itu. ‘’Jadi yang akan kita ganti rugi tanaman warga di lahan itu sesuai dengan usia pohon sawit tersebut,” tegasnya. Ganti rugi lahan tersebut berdasarkan Peta Tata Guna Hutan Kesepakatan kawasan lahan untuk Teknopiltan itu masuk dalam kawasan hutan produksi yang perlu dikoversi Pemkab ke Kemenhut menjadi kawasan APL nantinya. Lahan kawasan Teknopolitan tersebut tidak perlu diganti rugi karena lahan ini milik negara. ‘’Jadi yang kita ganti dalam pembebasan lahan Teknopolitan ini bukan lahannya, tapi tumbuhan,” ujarnya.*

 rp/nol

 rtc/nol

Tak Selesai Oktober, Camat Angkat Kaki

S

ETIAP dalam berbagai kesempatan, Bupati Pelalawan HM Harris tak bosanbosannya menyampaikan dan menegaskan agar pelaksanaan program elektronik Kartu Tanda Penduduk (eKTP) rampung pada bulan Oktober mendatang. Namun sampai saat ini, masih ada

Kecamatan yang diragukan bisa mencapai target bisa menyelesaikan sampai batas waktu yang telah ditentukan. “Kenapa sampai saat ini baru capai 45 persen. Saya minta kepada Kadisdukcapil merekomendasikan Camat untuk diganti kalau memang mereka tidak bisa bekerja menyelesaikan rekam data e-

KTP sampai batas waktu yang sudah ditentukan yakni bulan Oktober 2012 ini,” tegas Bupati Pelalawan HM Harris usai Cofee Morning di ruang rapat lantai II Kator Bupati Pelalawan, Senin (17/ 9). Untuk merealisasikan pelayanan perekaman data e KTP tersebut maka diinstruk-

sikan kantor camat yang ada di daerah Kabupaten Pelalawan harus bisa rampung dan tercapai targetnya pada bulan Oktober. Apapun permasalahan yang ada dan kendala yang terjadi, Harris mengajak cari jalan keluarnya agar program e-KTP rampung Oktober mendatang. Di pemberitaan sebelumn-

ya, Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kabupaten Pelalawan, Drs Syafruddin M.Si mengungkapkan bahwa Kecamatan Teluk Meranti merupakan kecamatan yang paling lamban melaksanakan perekaman data e KTP di kabupaten Pelalawan.*

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012

 hrc/nol


19

334 KK Warga Miskin Dibantu Rp6 Juta S

EBANYAK 334 Kepala Keluarga (KK) Inhu yang tergolong waga miskin di Indragiri Hulu bakal mendapatkan bantuan perumahan. Bantuan berupa dana bantuan stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Republik Indonesia nilainya Rp6 juta. Awalnya, kata Kepala Bidang Cipta Karya, Theresia Anomsari, pemerintah Inhu mengusulkan sebanyak 1.579 KK. Sayangnya, yang disetujui

Kemenpora hanya 334 Kepala Keluarga (KK). Mereka berasal dari 11 desa dan telah direkomendasi dilakukan verifikasi lapangan. “Setelah dilakukan verifikasi maka yang berhak mendapatkan bantuan ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) Kemenpera RI,” ungkap Asmara HK dan Kabid Cipta Karya, Theresia Anomsari. Berdasarkan data Cipta Karya, ke sebelas desa yang direkomendasikan itu berada di Desa Pekan Heran (34 KK),

Rantau Bakung (27 KK) dan Desa Talang Jerinjing (56 KK). Selanjutnya di Kecamatan Kelayang desa yang mendapatkan bantuan, diantaranya Desa Kelayang (40 KK), Talang Pring Jaya (21 KK), dan Kecamatan Rakit Kulim meliputi desa Petonggan (28 KK) dan Desa Lubuk Setarak (30 KK). “Selain itu juga di Kecamatan Pasir Penyu Yakni Desa Petalongan (23 KK) dan Desa Air Molek I (20 KK). Untuk Kecamatan Rengat hanya dibangun di satu desa yaitu Desa Pulau

Gajah Kecamatan Rengat (32 KK),” ungkap Asmara. Theresia Anomsari menambahkan, masing-masing KK akan mendapatkan dana sebesar Rp6 juta. Pencairan dananya langsung ke masingmasing rekening yang sudah disiapkan Kemenpera bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dia menambahkan, Bupati Indragiri Hulu, Yopi Arianto telah menandatangani Surat Perjanjian Kerjasama antara Deputi Bidang Perumahan

Swadaya dengan sejumlah bupati tentang Percepatan Pembangunan Perumahan Swadaya Bagi Masyarakat Miskin Tahun 2012. “ MoU ditandatangani dalam Rapat Koordinasi percepatan pelaksanaan Bantuan Stimulant Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2012 dihadapan Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kemenpera Djamil Ansari di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (13/9),” tuturnya.

 suh/hrc

Truk Batubara Masih Pakai BBM Subsidi

S

Bupati Inhu Yopi Arianto memberikan tepuk tepung tawar dan ucapan selamat kepada 43 orang PNS calon jemaah haji di lingkungan Pemkab Inhu

Pengukuran Ulang HGU Genjot PAD

K

ETUA Koperasi Citra Usaha Mandiri (KCUM) mendukung rencana Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menganggarkan biaya pengukuran ulang luas Hak Guna Usaha (HGU) PT. Tunggla Perkasa Plantation (TPP) di APBD Perubahan 2012 ini. Wismey Indra Ketua Koperasi Citra Usaha Mandiri (KCUM) Kecamatan Pasir Penyu Kamis (20/9) mengatakan, “Kami mendukung pernyataan Bupati Inhu yang

menyetujui dilakukannya pengukuran ulang lahan HGU PT.TPP. Karena dengan adanya pengukuran ulang luas HGU tersebut akan menimbulkan dampak fositif kepada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor PBB,” katanya. Karena pada tahun 2013 mendatang, pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sudah dikelola oleh Daerah, dengan demikian PAD daerah dengan sendirinya akan meningkat secara siknifi-

kan, ujarnya menambah kan. Dilanjutkannya, jika nanti terbukti ada kelebihan lahan dari jumlah luas HGU yang selama ini mereka kelola, tentu kelebihan lahan tersebut akan kembali kepada Negara, dalam hal ini kabupaten Inhu, begitu juga dengan pajak lahan tersebut yang selama ini mereka kelola (perusahaanred) tentu akan bisa ditarik, karena hasil yang selama ini telah dinikmati mereka, pungkas Wismey Indra.

 suh/ric

Penderita HIV-AIDS Meningkat

M

ASYRAKAT Inhu dihimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan virus AIDS. Mengingat, jumlah penderita di daerah tersebut terus meningkat. Jumlah penderita HIV/ AIDS di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) semakin hari menujukkan trend peningkatan. Hingga April 2012, Dinas Kesehatan Inhu mencatat terdapat 11 orang pengindap HIV dan 14 penderita AIDS. Kamis (20/9) lalu. Sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Inhu, Zainal Arifin didampingi Kabid P2LP, Evy Irma Junita di Pematang Reba mengatakan, dari jumlah

tersebut, tiga penderita AIDS meninggal dunia. Bahkan saat ini satu pengidap HIV adalah anak berusia 3 tahun, 2 bulan. Diduga anak tersebut terinfeksi HIV sejak dalam kandungan ibunya yang saat ini sudah meninggal dunia. “Yang paling memprihatinkan, latar belakang penderita HIV/AIDS tersebut sudah menyentuh semua kalangan, mulai dari pegawai negeri sipil, TNIPolri, ibu rumah tangga, mahasiswa, tenaga profesional non medis, wiraswasta hingga sopir. Bahkan ibu rumah tangga menduduki peringkat ketiga,” ujarnya. Menurut Zainal, penderi-

ta HIV/AIDS yang terdata tersebut diketahui setelah mereka berobat ke rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan darah. Namun Zainal meyakini masih banyak pengidap HIV/AIDS diluaran yang tidak menyadari dirinya sudah terinfeksi HIV. Sehingga sangat rentan untuk menularkan terhadap orang lain. “Semua orang beresiko terinfeksi HIV dan terserang AIDS. Namun banyak yang tidak menyadarinya. Secara teori, seseorang yang terinfeksi HIV, daya tahan tubuh akan menurun setelah tiga bulan hingga satu tahun. Namun bisa juga diatas satu tahun, tergantung kekebalan tubuh masing-

EJAK keluarnya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri 1 September 2012 tentang larangan mobil perusahaan bidang pertambangan dan perkebunan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, hingga saat ini masih banyak perusahaan yang belum memiliki full pengisian BBM sendiri. Menurut Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setdakab Inhu Dahjoni dikonfirmasi, Selasa (18/9) lalu tidak ada alasan lagi bagi perusahaan untuk memiliki full pengisian BBM sendiri. “Karena sejak beberapa waktu lalu Surat Edaran Mendagri sudah disampaikan kepada sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, perkebunan dan lainnya,” ujarnya. Di samping itu sebutnya, kepada pihak SPBU diminta untuk tidak melayani armada atau angkutan sejumlah perusahaan yang akan mengisi BBM. Sehingga instruksi pemerintah yang melarang perusahaan memakai BBM bersubsidi dapat tercapai. Hal itu dapat dilakukan pihak SPBU dengan cara mengenali setiap mobil milik perusahaan. masing,” urainya. Ditambahkan Zainal, penyebaran HIV/AIDS sangat rentan bagi pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik secara bergantian serta pelaku seks bebas. “Namun seks bebas dengan menggunakan pengaman seperti kondom juga tidak menjamin seseorang terhindar dari HIV/ AIDS,” ungkapnya. Untuk menekan angka penularan HIV/AIDS di Kabupaten Inhu, Dinas Kesehatan akan menggelar kegiatan kampanye dan talk show HIV/AIDS dengan melibatkan berbagai kalangan. Selain itu, akan dilaksanakan pelantikan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Inhu dalam waktu dekat.

“Boleh saja mengisi BBM di SPBU tetapi harus membeli BBM yang tidak bersubsidi,” tegasnya. Sementara itu, sebagai tindak lanjut dari surat edaran tersebut, Pemkab Inhu saat ini tengah melakukan pendataan armada di sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan perkebunan hingga truk CPO. Ke depan, setiap perusahaan akan dapat diketahui jumlah armada hingga keperluan BBM-nya. Ia mengakui sejumlah perusahaan masih banyak yang belum memiliki full pengisian BBM. “Untuk perusahaan yang bergerak di pertambangan batubara belum ada yang memilik full pengisian BBM sendiri,” ungkapnya. Sementara itu salah seorang manajemen perusahaan batubara yang tidak mau namanya ditulis mengatakan, pihaknya belum menerima ketentuan pasti dari pemerintah tentang larangan penggunaan BBM bersubsidi di SPBU. “Angkutan yang ada saat ini dengan sistem kontrak dengan pihak ketiga. Ke depan akan diakomidir di suatu tempat pengisian BBM tersendiri,” ujarnya.

 suh/rpo

“Selain sosialisasi dampak dan cara penularan HIV/ AIDS, juga akan melakukan pengambilan darah bagi masyarakat yang bersedia dilakukan pengujian, tetapi sifatnya hanya tahap awal saja, sebab untuk lengkapnya harus ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru,” ungkapnya. Zainal juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif terhadap orang dengan HIV/ AIDS (ODHA). Hal itu akan menyebabkan ODHA kehilangan kepercayaan diri dan menganggap hidup mereka tidak berarti. “Yang dibutuhkan adalah dorongan serta spirit agar mereka bisa tetap menjalani hidup dengan normal,” jelasnya.

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012

 suh/rtc


20 Indragiri Hilir Ibadah

Indah, Bersih, Aman, Damai dan Harmonis

Program Jampersal Sentuh Pedesaan

D

INAS Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akan berupaya agar program Jaminan Persalinan (Jampersal) di Kabupaten Inhil menyentuh hingga ke wilayah

pedesaan. Pasalnya, selama ini program khusus kaum ibu ini hanya terfokus di Kota Tembilahan yang merupakan ibukota Kabupaten Inhil. Kondisi ini, dinilai tentun-

RSUD Guntung Kekurangan Dokter Spesialis

T

ERKAIT dengan kondisi RSUD Raja Musa Sungai Guntung yang hingga kini masih kekurangan dokter spesialis, membuat anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Surya Lesmana SE mendesak Kepala Dinas Kesehatan untuk segera memenuhi kekurangan tenaga medis tersebut. Penegasan Surya Lesmana karena tenaga dokter merupakan persoalan yang sangat penting dan menyangkut dengan status RSUD sesuai dengan persaratan yang berlaku selama ini. “Yang jelas kita meminta Dinkes Inhil untuk sesegera mungkin memenuhi kekurangan tenaga dokter spesialis. Sebab kalau tidak kita khawatir nantinya status RSUD akan dicabut otoritas kesehatan dan nantinya hanya menjadi Puskesmas biasa,” kata Surya kepada wartawan, Senin (17/9) pekan lalu. Surya Lesmana juga menambahkan bahwa, “tentunya dewan sangat tidak ingin karena ketidakmampuan dalam menyediakan tenaga kesehatan yang dibutuhkan sampai memberikan dampak seperti itu. Sebab selama ini sudah berapa banyak anggaran yang sudah kita sediakan dalam pembangunan RSUD di kecamatan tersebut,”

ujarnya. Ketika disinggung tenaga dokter spesialis apa yang sangat dibutuhkan di RSUD tersebut menurut Surya adalah dokter spesialis kandungan dan juga penyakit dalam. Bahkan mungkin juga untuk spesialis bedah. “Sekali lagi kita berharap Diskes dapat memenuhi kebutuhan tersebut,” ulangnya. Sebelumnya Direktur RSUD Raja Musa Sungai Guntung Kecamatan Kateman, dr H Afrizal belum lama ini mengaku hingga kini pihaknya masih membutuhkan tenaga dokter spesialis untuk penyakit dalam dan kebidanan serta penyakit kandungan. “Kebutuhan akan adanya dokter spesialis di RSUD ini sangat penting, karena di samping untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada pasien, juga menjadi persyaratan penting di sebuah rumah sakit,” tutur dr H Afrizal Darmawan. Ditambahkannya, alasan yang paling utama karena selama ini, jumlah pasien untuk penyakit dalam dan penyakit kandungan di Sungai Guntung cukup tinggi tetapi RSUD masih belum ada dokter spesialis tersebut sehingga jika ada pasien terpaksa harus dilarikan ke Tembilahan.

 jan/rpc

ya cukup menyulitkan warga Inhil lainnya, baik yang tinggal di kecamatan maupun di pedesaan. “Ke depan, Diskes Inhil akan mengupayakan program Jampersal yang awalnya hanya di Kota Tembilahan saja, juga bisa sampai kepedesaan, agar pelayanan persalinan bagi ibu melahirkan dapat dimaksimalkan di daerah pedesaan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Rasul Alim, Kamis (20/9) di Tembilahan. Guna merealisasikan wacana tersebut, dikatakan Rasul Alim, Dinas Kesehatan telah memanggil Bidan Desa dalam rangka mempersiapkan perizinan praktik para bidan. “Kita berharap paling lambat akhir tahun ini,

program Jampersal tersebut sudah bisa berjalan hingga ke tingkat desa. Makanya kita sudah melakukan upaya yang dianggap penting dalam mempersiapkan realisasi program tersebut,” katanya. Diketahui, pada tanggal 27 Desember 2011, Menteri Kesehatan telah menandatangani Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2562/Menkes/Per/XII/2011 tentang Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan. Dengan demikian secara resmi Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan (Juknis Jampersal) tahun 2012 telah diterbitkan dan kegiatan Jampersal telah siap dilaksanakan per 1 Januari 2012. Secara umum, ketentuan dan skema Jampersal pada

tahun 2012 tidak jauh berbeda dengan tahun 2011. Beberapa hal yang menjadi catatan pada pelaksanaan Jampersal tahun 2011 menjadi perhatian dan telah diupayakan untuk dilakukan pembenahan di antaranya perluasan pelayanan kesehatan yang dijamin, peningkatan besaran tarif pelayanan yang ditanggung, pembenahan pada pengorganisasian di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota, mekanisme pengelolaan keuangan baik di tingkat dasar maupun tingkat lanjutan. Namun, ada hal yang tidak boleh dilupakan, bahwa Jampersal merupakan paket pelayanan termasuk di dalamnya pelayanan KB pasca persalinan.

 jan/rpc

Wabup Kukuhkan Panitia RANHAM

A

KAN digelar Rencana Aksi Hak Asasi Manusia (RANHAN) tingkat Kabupaten Inhil. Sebagai langkah awal, kepanitiannya dikukuhkan Wabup Rosman Malomo. Wakil Bupati Indragiri Hilir, Kamis (20/9) mengukuhkan Panitia Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Kabupaten Inhil. Pengukuhan sebanyak 30 Panitia RANHAM periode 2011-2014 yang dilakukan di aula Kantor Bupati Inhil ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Riau dan para pejabat Pemkab Inhil. Pengukuhan ini dilakukan setelah pembentukan Panitia RAN-HAM yang mengacu pada Keputusan Bupati Indragiri Hilir Nomor : Kpts. 347/X/ HK-2011 tentang Pembentukan Panitia Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 20112014.

Pembentukan Panitia RANHAM ini juga mengacu kepada Paraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2011 tertanggal 11 April 2011. “Dengan dikukuhkannya Panitia RANHAM Inhil ini, maka hendaknya terciptanya suatu gerakan penghormatan, pemajuan, pemenuhan dan perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia secara nasional. Dan ini telah menjadi komitmen bangsa Indonesia,” ungkap Rosman Malomo dalam sambutannya pada pengukuhan Panitia RANHAM tersebut. Rosman menambahkan, diantara perwujudan perlindungan dan penghormatan HAM dengan dibuatnya data tahun diterapkannya berbagai peraturan dan kebijakan yang khusus mengatur tentang HAM. Khususnya, penambahan sejumlah pasal yang mengatur tentang HAM dalam UUD 1945. Secara nasional, lanjutnya telah terbentuk berbagai

organisasi yang melindungi HAM, yakni Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM), Komisi Anti Kekerasan terhadap Perempuan (KOMNAS Perempuan), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dan dicanangkannya kegiatan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Indonesia sejak Tahun 1998 melalui Keputusan Presiden nomor 129 Tahun 1998 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia Indonesia. “Ditengah keterbatasan anggaran, namun kita berusaha agar setiap daerah, khususnya bagi Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang menjadi anggota Panitia RANHAM minimal memiliki satu kegiatan yang berorientasi pada penghormatan, pemajuan, pemenuhan dan perlindungan terhadap HAM, khususnya bagi masyarakat di daerah,” sebut Wabup.

 jan/rtc

Jembatan Rusak Warga Desa Bente Minta Perbaikan

W

ARGA Desa Bente, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengharapkan Pemerintah Kabupaten Inhil, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum untuk segera melakukan perbaikan kerusakan jembatan yang menghubungkan desa tersebut dengan ibukota Kecamatan Mandah. Sebab keberadaan jem-

batan tersebut sangat penting sebagai akses arus orang dan barang. Ungkapan tersebut disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Bente, Suhaimi SAg, Selasa (18/9) di Tembilahan. Dia mengungkapkan, kerusakan yang ada memang belum begitu parah, tapi bukan berarti meski dibiarkan. Sebab tinggi arus orang dan barang tentunya akan berdampak pada ketahanan

jembatan tersebut. “Saat ini kendaraan roda dua masih bisa melintas di atas jembatan tersebut dengan hati-hati. Kita berharap, adanya perbaikan atas kerusakan di sana-sini. Kalau terus dibiarkan, tentunya kerusakan akan terus bertambah,” ujar Kades Bente, Suhaimi. Dikatakan Suhaimi, perbaikan pada Jembatan Bente

yang merupakan satu-satunya jalur darat yang menghubungkan antara Desa Bente dan ibukota Kecamatan Mandah tersebut bertujuan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti jatuhnya penyeberang dan terputusnya jalur transportasi darat antara Desa Bente dan ibukota kecamatan. Kondisi itu tentunya sangat tidak diinginkan,

karena akan berdampak dan merugikan masyarakat. “Kita tentunya tidak ingin kalau sampai jembatan tidak bisa dilewati lagi. Karena itu nantinya akan mengisolir Desa Bente dari ibu kota kecamatan. Makanya kita sangat berharap kepada Pemkab Inhil untuk dapat segera melakukan perbaikan,” imbuhnya.

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012

 jan/rpc


21 Kepulauan Riau

Kota Gurindam Negeri Pantun

TD Berangkat Haji, Maya Berjuang Sendiri Tanpa didampingi Tengku Dahlan yang berangkat ke Mekkah, Maya Suryanti bersama tim target raih 60 persen suara.

T

ANGGAL 31 Oktober 2012 adalah hari yang dinantikan empat pasangan balon Wako dan Wawako Tanjungpinang, hari bersejarah ini akan menggelar pesta demokrasi sekaligus memastikan siapa sosok yang pantas terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang periode 2013 – 2018. Bagi yang terpilih nantinya tentu saja harus mampu melanjutkan pembangunan yang telah dirintis oleh Walikota sebelumnya yakni Dra. Hj. Suryatati A Manan bahkan harus siap menentukan masa depan kota Gurindam Negeri pantun ini kearah yang lebih lagi. Sesuai dengan tugas dan kewenangan KPU Kota Tanjungpinang, Tahapan – tahapan Pemilukada telah diatur sedemikian rupa dan para balon juga telah mempersiapkan diri. Sebagai contoh pasangan Lisdarmansyah – Syahrul dari awal memang benar – benar telah siap bertarung, dari strategi politik, sosialisasi kepada masyarakat, merekrut beberapa tokoh masyarakat sebagai pendukung ataupun tim sukses tampak sudah siap tempur. Selain hubungan internal (kedalam) hubungan eksternal adalah menjadi prioritas pasangan ini, berbagai kegiatan untuk menarik perhatian telah dilakukan kepada rakyat yang bertujuan merekrut maupun penggalangan massa. Program dimaksud tentu akan dilakukan tiga pasangan lainnya seperti Husnizar Hood – Rudy Chua, kemudian Hendy Frankim dan Yusrizal, sementara dr Maya Suryanti menjelang detik – detik perjuangan Pemilukada akan bergerak sendiri dimana pendampingnya Bung Tengku Dahlan

(TD) akan berangkat ketanah suci Mekkah menunaikan ibadah Haji. Keberangkatan Tengku Dahlan ketanah suci yang bertolak dari Tanjungpinang pada hari Kamis (20/9) diterpa issu tidak sedap didengar telinga, berbagai komentar kian datang dari lapisan masyarakat yang menyatakan bahwa Pak Dahlan tidak serius mendampingi Maya Suryanti. “Bagaimana bisa bertepuk sebelah tangan sedangkan bertepuk kedua tangan saja belum tentu dapat menghasilkan suara keras. Nah… demikian juga keberadaan Maya saat ini, beliau akan berkampanye dan berjuang tanpa pendamping tentu akan mempengaruhi semangat berjuang. Sekalipun Ibu kandung Maya yakni Suryatati turut memperjuangkan putrinya dengan jelas akan berpengaruh jika Dahlan tidak ada di Tanjungpinang,” tutur Zalil simpatisan Maya. Rasa kecewa juga muncul dari tim relawan sebut saja Tim Madah, beberapa anggota relawan ini berkomentar bahwa keberangkatan Pak Dahlan pasti akan mempengaruhi rasa percaya diri Maya termasuk pendukungnya. Bila

dikaji ulang tampak pak Dahlan tidak ada beban, apakah dirinya terlalu disanjung karena tidak terambisi duduk sebagai Wakil Walikota atau sama sekali tidak berniat. “Biasanya orang bersungguh – sungguh berjuang harus rela berkorban baik waktu, tenaga, pikiran terutama finansial, bagaimana bisa perang tanpa peluru, jadi Tengku Dahlan tampak tidak terbebani dan tidak serius dan mau terima bersih saja, ada pola pikiran seperti ini. Kalau berhasil duduk nanti syukur Alhamdulillah dan kalaupun tidak berhasil No problem,” ungkapnya. Apa tidak lucu pak Dahlan tidak ikut berjuang dan beliau hanya dapat menyisakan waktunya satu hari setelah pemilihan tanggal, 31 Oktober 2012 agar lebih difahami beliau tiba ditanah suci tanggal 30 Oktober dan esok harinya berlangsung pemilihan dimasing – masing TPS. Biasanya orang yang serius berjuang harus rela berkorban kemudian memiliki modal. Kalau hanya modal dengkul untuk apa, jadi seolah – olah perjuangan dan kepentingan Maya sendiri dan Dahlan ikut terbonceng saja. Masih segar

dalam ingatan pada saat pencalonan Maya lama tidak terungkap siapa sosok yang mendampingi, tiga pasangan lain sudah lengkap pendamping saat itu dr Maya tetap single. Beberapa bulan kemudian tiba – tiba nama Tengku Dahlan muncul kepermukaan dan dipastikan bahwa dr Maya akan berpasangan dengan Dahlan, tidak lama kemudian pasangan ini dideklarasikan oleh beberapa Parpol pengusung diantaranya, Parpol PKB, PKS, NKU dan Golkar, artinya nama Dahlan diluar dugaan dan sangat kaget setelah namanya dipastikan mendampingi Maya, sekarang timbul pertanyaan dikalangan masyarakat, apakah karena Dahlan dibutuhkan oleh Maya sehingga tampak kurang serius ? sebab pak Dahlan turut mencalonkan sebagai Wako dapat dipastikan tidak ada perencanaan yang matang sebelumnya, bahkan beliau tidak terpikir karena masih melekat dengan jabatan Sekda Kota Tanjungpinang, kini jabatan Sekda telah dilepas Dahlan pada tanggal, 8 September 2012 dan digantikan oleh Plt Suyatno sesuai dengan penunjukan Suryatati

A Manan, bilamana Dahlan gagal sebagai Wawako tentu jabatan strategis akan sulit diraih kembali sebab jabatan Walikota telah berpindah ketangan orang lain sebagai penguasa daerah. Dari investigasi Azam, Ibu Suryatati bersama putrinya Maya seolah dapat memastikan kemenangan 60% sudah ditangan Maya sesuai dengan usaha, perjuangan dan jurusjurus baru yang dilakoni mereka. Dalam percaturan politik dalam waktu hitungan detik dapat berubah seperti arah jarum jam, artinya harus mewaspadai segala kemungkinan diluar dugaan. Jangan salah keberadaan pak Tengku Dahlan di Mekkah justru berpengaruh besar dengan pelaksanaan Pemilukada, kini saatnya merapatkan barisan dan bersosialisasi lebih giat kepada masyarakat, jangan karena nila setitik rusak Susu sebelanga kalau dr Maya lengah haluan politik otomatis akan berubah dan menjadi peluang besar bagi ketiga pasangan balon lain. Untuk itu waspadalah karena setiap kejahatan muncul tentu karena ada kesempatan,

 bin

2013, Pemkab Tidak Anggarkan Pembangunan Jalan Lintas Barat

P

EMERINTAH Kabupaten Bintan, di tahun 2013 tidak menganggarkan dana untuk pembangunan box culvert (gorong-gorong) dan pematangan lahan jalur lanjutan Lintas Barat. Hal tersebut disampaikan Bupati Bintan, Ansar Ahmad, beberapa waktu lalu. “Tapi dalam APBD Perubahan Kabupaten Bintan tahun 2012, Pemkab Bintan akan menganggarkan dana untuk pembangunan,” kata Ansar. Belum lama ini, Bupati Bintan bersama Dandim 0315/Bintan dan Kepala Dinas PU Bintan sempat meninjau pembangunan jalur

yang menghubungkan Kota Kijang dengan jalur Lintas Barat yang memperpendek akses menuju Pusat Ibu Kota Kabupaten Bintan (Bandar Seri Bintan) dan Tanjunguban. Peninjauan mengajak serta Dandim 0315/Bintan ini dikeranakan proyek tersebut melibatkan TNI AD (dalam hal ini Kodim 0315/Bintan) dalam proses pembukaan lahan melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 89 sepanjang 9,8 km. Sebagaimana dijelaskan Ansar, proyek pembukaan lahan jalur lanjutan Lintas Barat ini dikerjakan melalui 2

cara, yakni kontrak melalui Pekerjaan Umum dan TMMD. “Pengerjaan melalui kontrak di Dinas PU sudah selesai,” terang Ansar. Untuk jalur lanjutan Lintas Barat sepanjang 12,8 km ini, Ansar menyebut masih perlu dilakukan penyempurnaan, berupa pemasangan gorong-gorong dan pematangan lahan perbukitan yang perlu dilakukan penganggaran. Mengenai proses pengaspalannya, Ansar menyebut hal ini baru akan dilaksanakan pada 2014 mendatang. Pihaknya akan mengupayakan dana di anggaran pemerintah pusat (APBN).

“Besarannya belum tahu karena perlu dilakukan pengukuran dan sebagainya,” jelas Ansar. Untuk tahun 2013 ini, Pemkab Bintan dikatakan Ansar tidak menganggarkan dana untuk jalur lanjutan Lintas Barat tersebut. Kendati demikian, di tahun 2014 mendatang Ansar berharap jalan tersebut sudah bisa digunakan oleh masyarakat. Baik dari Lintas Barat menuju Kijang atau sebaliknya. “Selama tahun 2013 ini jalan sengaja dibiarkan untuk memperpadat struktur tanahnya,” tegas Ansar. Diberitakan sebelumnya, dibuatnya jalur lanjutan

Lintas Barat ini dilakukan Pemkab Bintan untuk memperpendek akses, baik dari Kijang menuju tempattempat yang berada di sekitar jalur Lintas Barat, terlebih ke Bandar Seri Bintan atau Tanjung Uban. Hingga saat ini, warga Bintan Timur yang akan menuju ke Bandar Seri Bintan atau Tanjunguban harus menggunakan jalur yang cukup jauh, yakni memutar melewati Tanjungpinang atau melalui jalan Galang Batang. Adanya jalur lanjutan Lintas Barat ini diperkirakan memperpendek jalur tempuh sekitar 30 km.

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012

 bin/bpc


22 Dumai Bersemai

Bersih, Sejahtera & Damai

Butuh 16 M Bangun Terminal Penumpang T

OTAL anggaran yang diperlukan untuk pembangunan pelabuhan penumpang Purnama Dumai Rp16 miliar lebih, namun pada tahun 2012 ini baru dianggarkan Rp2,9 miliar. Dana Rp2,9 miliar itu akan digunakan dan habis untuk pembangunan pondasi pelabuhan penumpang saja. Anggaran sebesar Rp2,9 miliar telah dialokasikan dari APBD Kota Dumai untuk

pembangunan proyek terminal penumpang tersebut. Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai H Marwan, belum lama ini menjelaskan, pembangunan terminal penumpang yang rencananya bakal dioperasikan sebagai pusat pelayanan dan pengawasan angkutan penumpang antar pulau dan luar negeri itu pembangunannya akan berjalan secara bertahap. “Tahun ini, anggaran yang

tersedia tidak cukup untuk menuntaskan seluruh sisi bangunan yang diperkirakan akan menelan biaya sedikitnya Rp16,5 miliar, namun pembangunan itu harus dilakukan hanya saja dilakukan bertahap karena besarnya biaya secara keseluruhan,” kata H Marwan. Pembangunan terminal penumpang bulan ini telah dimulai, lelang sudah dilakukan dan pemenangnya telah

didapat, namun demikian tahap pertama ini berupa pekerjaan penyiapan pondasi, tiang dan dinding, sebab anggaran Rp2,9 miliar yang dialokasikan melalui APBD Kota Dumai tahun ini tidak mencukupi untuk menuntaskan seluruh bangunan sisi darat pelabuhan tersebut. Sedangkan untuk sisi lautnya, saat ini sudah pun diselesaikan pembangunannya menggunakan APBN,

Tiga Investor Tertarik Lanjutkan PAM

K

EPALA Dinas Pekerjaan Umum, Joni Amdani menyatakan Proyek Air Minum (PAM) yang terbengkalai tetap menjadi agenda prioritas Pemko Dumai. Menurutnya, sejauh ini telah ada tiga investor yang tertarik untuk melanjutkan mega proyek yang telah menelan anggaran APBD Kota Dumai sebesar Rp 117 miliar tersebut. Namun Joni belum mau membeberkan para investor yang berminat tersebut. Dikatakannya, rencana kerjasama dengan pihak ketiga sebatas pembangunan lanjutan, belum masuk pembicaraan pengelolaan air minum ke rumah warga di kawasan perkotaan. “Sejauh ini sudah ada tiga investor yang menyatakan tertarik untuk melanjutkan pembangunan air minum,

baru-baru ini kita melakukan pertemuan dan dua diantaranya telah menyatakan keseriusan dan siap membantu Pemko Dumai melanjutkan proyek tersebut,” kata Joni kepada wartawan di Dumai belum lama ini. Dia menyebutkan, setakat ini pihaknya tengah fokus melakukan inventarisasi dan penghitungan aset atas pipa serta instalansi pengolahan air yang sudah terpasang sebelumnya. Ditargetkan pendataan aset tersebut rampung pada tahun ini. “Sehingga di tahun 2013 mendatang bisa lebih fokus pada rencana tindak lanjut pembangunan proyek air minum tersebut,” katanya. Menurutnya pendataan aset tersebut sangat penting, karena pada dasarnya proyek air bersih merupakan satu kesatu-

hanya saja sampai saat ini masih dalam tahap pemeliharaan rekanan karena kondisi tiang pelabuhan tersebut lentur dan berayun kalau diterjang ombak dan angin. Menurutnya, lambannya pembangunan sisi darat yang harus dikerjakan oleh Pemko Dumai membuat lambat pengoperasian pelabuhan penumpang.

 rpc

Dua Tahun, Penduduk Bertambah 297 Ribu

W

ALIKOTA Dumai Khairul Anwar mengevaluasi hasil kerja selama dua tahun. Ia menyebut selama kepemimpinannya terjadi penambahan penduduk 297 jiwa. Selama dua tahun belakangan ini jumlah penduduk Kota Dumai, kini mengalami penambahan sebanyak 47 ribu orang dari jumlah 297 ribu orang, sedangkan untuk dua tahun sebelumnya hanya 250 ribu orang. Demikian disampaikan Wakil Walikota Dumai, H Agus Widayat kepada wartawan belum lama ini. Kemudian dengan pertambahan jumlah penduduk ini, ungkap Wawako Dumai, hendaknya menjadi perhatian semua pihak agar kesejahteraan dan pembangunan daerah berjalan dengan baik dan selaras. Maka dari itu, pemerintah dan dunia usaha tentunya harus menyikapi dengan bijak peningkatan jumlah penduduk saat ini dengan cara saling singkronisasi dalam upaya pemerataan kesejahteran dan pembangunan. “Bertambah penduduk ini selain dikarenakan Dumai dianggap daerah potensi pelabuhan dan industri dan banyak dilirik dunia usaha, juga akibat dimungkinkannya program Keluarga Berencana (KB)

an sistem yang tidak terpisah mulai dari instalasi pengolahan air hingga pemasangan pipa. “Selain inventarisasi pendataan juga untuk mengetahui kualitas dan kondisinya, sehingga ke depan kelanjutan pembangunan bisa berjalan baik,” terang Joni. Terkait sumber bahan baku air, Joni menjelaskan, akan diselaraskan dengan penggunaan air bersih sistem regional yang dicanangkan Pemerintah Provinsi diatas wilayah Kota Dumai, Kabupaten Rohil dan Bengkalis. “Pembangunan proyek air minum ini sebenarnya juga telah masuk dalam agenda Provinsi, namun jika menggunakan air sungai rokan kita harus masuk dalam sistem regional bersama Rohil dan Bengkalis,” ujar Joni.

 dpc

tidak berjalan. Jumlah ini sesuai dengan sejak saya menjabat sebagai pimpinan di Pemko Dumai. Pertambahan penduduk sangat signifikan dan bahkan melebihi pertumbuhan penduduk secara nasional yang hanya 2 persen saja,” jelas Agus Widayat. Orang nomor dua di Kota Dumai ini juga berharap kepada semua komponen pemerintahan dan dunia usaha saling mendukung dalam rangka percepatan visi pembangunan daerah dan meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat. Di samping itu juga, mengharapkan dunia perbankan dan perusahaan swasta lebih menggerakkan sektor perekonomian daerah dengan pembukaan lapangan kerja baru dan menciptakan perputaran uang yang lebih bergerak ke Dumai. “Pertumbuhan ekonomi Dumai saat ini hanya 8 persen dan tidak seimbang dengan pertambahan jumlah penduduk yang semakin meningkat setiap tahun. Dampak buruk yang bisa timbul harus diupayakan antisipasinya bersama semua pihak terkait, dengan demikian program pengentasan kemiskinan bisa ditekan,” harap Agus Widayat, Wawako Dumai menyudahi.

 rtc

DTKKP Dumai Akan Buat TPS Semetara

D

INAS Tata Kota, Kebersihan dan Pertamanan (DTKKP) Kota Dumai akan membuat tempat penampungan sampah (TPS) sementara. Tahap awal, TPS sementara akan dibangun dikawasan perkotaan, tujuannya untuk menjaga kebersihan dan

keindahan kota. Demikian disampaikan kepala DTKKP Kota Dumai, Zulfa Indra kepada Wartawan, Jumat silam diruang kerjanya. Dikatakannya pembuatan TPS sementara akan difokuskan di setiap Kelurahan yang ada diperkotaan. TPS sementara akan

berfungsi sebagai tempat enampungan sementara sebelum dibuang ke TPS. Dilanjutkannya bahwa pembuatan TPS sementara di sejumlah kawasan ini sebagai upaya penyebaran lokasi penampungan sampah di sekitar lingkungan pemukiman masyarakat di setiap

kelurahan yang ada diperkotaan, tujuannya untuyk menjaga kebersihan dan keindahan kota. Tambahnya Dijelaskannya bahwa TPS sementara yang akan dibuat disetiap kelurahan adalah TPS sementara dengan kontruksi beton permanen, setelah selesai dibuat di-

harapkan TPS sementara dapat menjadi kantong pengumpulan sampah masyarakat, sehingga masyarakat tidak lagi membuang sampah disembarang tempat yang akan berdampak buruk bagi diri sendiri, seperti terjadinya banjir.

PO. MUS TRANSPORT WISATA

Angkutan Sewa Eksekutif

TRANSPORT ANGKUTAN UMUM EXECUTIF

PEKANBARU

L 300 FULL AC - MITSUBISHI KUDA

- DUMAI - DURI - PADANG

: Jl. H Imam Munandar/Harapan Raya No. 29B Telp. 0761 885153 Pekanbaru DUMAI : Jl. Jend. Sudirman No. 134 Telp. (0765 )32910 - 38567 DURI : Telp. (0765) 7037258 PADANG : Jl. Ir H Juanda No 59 Telp. (0751) 38567

PEKANBARU

PUSAT

KANTOR PUSAT: Jl. Jati (Harapan Raya) No. 23

Mengutamakan Pelayanan Terbaik

Telp. (0761) 7003400 Pekanbaru

RENGAT AIR MOLEK TEMBILAHAN

RENGAT: Depan Terminal Jl. Diponegoro

Telp. (0769) 323451

Antar Jemput Alamat Berangkat Tepat Waktu

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012

 hrc


23 Pendidikan

Meransang Anak Berkreativitas Sejak Dini Tumbuh kembang kreatifitas anak, dipengaruhi oleh lingkungan pendukung seperti orang tua. Jika keluarga mampu memancing dan memicu kreativitas anakanaknya sejak masih kecil, ini akan menjadi luar biasa.

U

SIA prasekolah, adalah usia paling efektif dalam kehidupan manusia untuk pengembangan kreativitas. Potensi anak seusia itu, berada pada masa penting untuk dirangsang perkembangannya. Untuk mendukung tumbuhnya kreativitas, perlu diciptakan suasana yang menjamin terpeliharanya kebebasan psikologis. Kebebasan psikologis itu dapat dipelihara dan diciptakan dengan membangun suasanan bermain yang dapat melatih dan memberikan kesempatan pada anak untuk menampilkan gagasangagasan baru secara Anak usia prasekolah memiliki kreativitas alamiah yang tampak dari perilaku mereka yang sering bertanya, senang menjajaki lingkungan, tertarik untuk mencoba segala sesuatu, dan memiliki daya khayal yang tinggi. Potensi kreativitas itu menurut sebagian ahli mulai meningkat pada usia tiga tahun dan mencapai puncaknya pada usia 4,5 tahun. Kemudian, potensi itu akan segera menurun pada saat anak meninggalkan masa prasekolah dan mulai memasuki sekolah dasar. Oleh karena itu, upaya perangsangan kreativitas pada usia prasekolah sangat penting. Artinya setelah melewati masa tersebut, perangsangan berbagai aspek perkembangan dan kreativitas akan lebih sulit. Bahkan, sesudah anak memasuki pendidikan formal, potensi berpikir kreatif akan cenderung terhambat karena umumnya pendidikan formal kurang memberikan tempat bagi anak-anak Kreativitas anak usia prasekolah tak bisa dilepaskan dari faktor bermain. Kehidupan bermain adalah kehidupan anak-anak, dan melalui bermain mereka meniru aktivitas yang dilakukan orang dewasa. Bermain adalah awal dari timbulnya kreativitas. Bermain memberikan kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan dorongan-dorongan kreatifnya, juga kesempatan untuk merasakan obyek-obyek dan tantangan untuk menemukan sesuatu dengan cara-cara Dengan demikian, suasana bermain memungkinkan individu berpikir dan bertindak imajinatif dan penuh daya khayal. Itu memungkinkan anak menguasai keterampilan-keterampilan motor-

ik dan mengenali nilai-nilai sosial yang dianut oleh lingkungannya. Oleh karena itu, kreativitas anak usia prasekolah dapat ditingkatkan dengan mengembangkan berbagai kegiatan dan suasana bermain. Dalam dunia psikologi, tumbuh kembang kreatifitas anak ini menurut Violetta Hasan Noor,M.Clin.Psych juga dipengaruhi oleh lingkungan pendukung seperti orangtua. “ Jika keluarga mampu memancing dan memicu kreativitas anak-anaknya sejak masih kecil, ini akan menjadi luar biasa. Stimulasi dari orang tua dapat membuat anak berpikir. Hal-hal yang membuat seorang anak berpikir dikedua otak kanan dan kirinya, itulah yang menghasilkan kreativitas,” terangnya. Dia mencontohkan, seorang anak menyatakan gambaran awan sebagai kelinci. Tapi orang tua menggambarkan awan dengan bagaimana proses awan tersebut terjadi. Dimana gambaran yang diberikan oleh orang tua merupakan gambaran dari dunia orang dewasa, sedangkan anak akan menjawab dengan imajinasinya. Sehingga kita perlu menjawab dengan dunia si anak-anak. Karena dapat memancing kreativitas anak, kita perlu dunianya dan sesuai dengan zamannya. Aktivitas untuk meningkatkan kreatifitas anak usia dini, menurutnya selain lingkungan kreatif, anak juga membutuhkan stimulusstimulus lewat aktivitas yang bisa meningkatkan kreativitasnya. Aktivitas ini bisa dilakukan dengan peralatan sederhana yang ada di rumah atau pelatihan khusus untuk anak. “Aktivitas-aktivitas yang bisa dilakukan anak-anak, seperti menggambar dan

melukis. Melukis dan menggambar membuat anak belajar koordinasi tanganmata, mengembangkan imajinasinya, dan menyalurkan emosinya. Selain itu, juga merupakan latihan yang baik dalam menghasilkan tanda di kertas, sesuatu yang diperlukan anak ketika belajar menulis. Untuk mendukung aktivitas anak dalam melukis dan menggambar, orang tua menyiapkan peralatan yang dibutuhkan seperti kuas, pensil, krayon, kertas untuk mereka,” jelas Violetta. Dikatakannya juga, biarkan anak menggambar yang mereka mau, jangan contohkan gambar pada anak. Beri ruang untuk menggambar dan melukis. Jangan marahi anak jika ruangan menjadi berantakan. Beri pujian untuk semua gambarnya. Ajak anak untuk bercerita tentang gambarnya. Setelah melakukan aktivitas, ajak anak merapikan kembali peralatannya. Aktivitas lainnya, menurut Violetta adalah melakukan kerajinan tangan dengan melibatkan aktifitas yang lebih rumit dari melukis Karena melibatkan beberapa aktifitas seperti merencanakan, merangkai, merobek, memotong, dan merekat. Dari aktifitas ini anak belajar

merancang sesuatu, merangkaikan sesuatu, mengembangkan imajinasinya, konsentrasi, dan menjalani proses. Kegiatan ini juga akan membantu anak belajar mengelola “Temani mereka dalam melakukan aktivitas ini. Diawal, kita harus memberikan contoh dalam beberapa aktivitas. Misal bagaimana menggunting yang benar, merekatkan dan lainnya. Setelah itu, kita bisa melepas mereka melakukannya sendiri. Biasanya anak akan menggunakan hasil kerajinan yang dibuat, puji hasilnya. Jika ia memberikan hadiah itu ke kita, segera gunakan. Berikan ucapan terima kasih dan pujian,” Musik dan lagu juga aktifitas yang ditunggu anakanak kata Violetta. Anak menyenangi musik dengan mendengarkannya, bergerak mengikuti alunan musik, mengikuti lagu dan memainkan alat musik sederhana. Aktivitas ini termasuk ketika anak melakukan ketukan pada benda-benda di sekitarnya. Dari musik anak belajar untuk menikmati musik sederhana dan mendengarkan, menyesuaikan pola bernapas dengan suatu aktivitas, mengekspresikan emosi atau perasaan dengan musik, memahami bahwa musik

adalah aktivitas sosial yang membuat kita merasa dekat dan masuk kedalam kelompok social. “Untuk mendukung pengembangan kreativitas anak lewat musik, orang tua dapat memperdengarkan musik pada anak-anak sejak dini. Biarkan mereka tahu jika anda juga suka musik. Mengetuk jari di meja atau bertepuk tangan mengikuti irama lagu. Jika kita bisa bermain musik, ajak anak bermain bersama kita. Ajak anak bernyanyi lagu-lagu dengan dengan irama sederhana, gerakan akan membantu anak mengingat lagunya. Ajak anak membuat alat musik sederhana dari daun,gelas, toples dan bendabenda lain di rumah,” kata violetta. Kemudian aktivitas menari, perdengarkan lagu pada anak, maka ia akan bergerak mengikuti irama lagu. Anggukkan kepala, badan yang meliuk ke kanan dan ke kiri atau melompat merupakan ekspresi yang biasa muncul ketika anak mendengarkan musik. Dengan menari, anak akan belajar menggunakan badannya untuk mengintrepretasikan musik dan mengekspresikan dirinya, memikirkan berbagai jenis musik berbeda, mendengarkan dengan seksama dan memperhatikan rincian, mengenali irama, dan bergerak serta bernapas seiring dengan irama. “Orang tua dapat melakukan beberapa hal untuk mendorong kreativitas anak dalam menari. Ajak anak menari bersama. Biarkan anak mengekspresikan tariannya, jangan komentari dengan komentar negatif. Ajak anak menari dengan lagu-lagu yang berbeda-beda, beri alat musik untuk anak mainkan sambil menari,” kata violetta. Untuk itu, violetta mengisyaratkan kepada orangtua agar dapat berperan aktif menciptakan suasana bermain melalui sikap menghargai dan menghormati keberadaan anak sebagai individu, menerima anak sebagaimana adanya, memberikan kebebasan kepada anak, dan menjauhi sikap otoriter dalam memupuk bakat dan minat anak untuk berprestasi dan berkreasi secara aktual. Terakhir, ia mengatakan kreativitas merupakan potensi alamiah dalam diri anak-anak yang harus dikembangkan secara optimal. Seperti perkembangan kepribadian, perkembangan kreativitas terkait erat dengan pola asuh hubungan orangtua dan orang terdekat lainnya yang memberikan dasar bagi pengembangan kreativitas anak. Pengasuhan yang dilandasi dengan hubungan yang hangat akan menghasilkan keleluasaan pada anak untuk mengembangkan kreativitasnya.*

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012

 hes


24

Usai Pelatihan, Petani Dapat Kredit Lunak

B

UPATI Kampar H Jefry Noer mengatakan kepada peserta yang telah lulus, bahwa Pelatihan Pertanian Terpadu P4S adalah tempat bagi petani untuk menimbah ilmu dan

mengikuti pelatihan. Makanya P4S dibuat sedemikian rupa. Hal itu disampaikan Bupati Kampar H Jefry Noer pada acara penutupan pelatihan petani dan pelaku agribisnis Angkatan X di P4S Kubang

Dinas BM Fokus Pengaspalan di Kawasan Pinggiran

D

ALAM tahun 2012 ini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kampar, akan memprioritaskan pengaspalan di jalan-jalan penunjang keramaian yang sering dilalui masyarakat. Terutama sekali daerah pinggiran Kabupaten Kampar. ‘’Mengapa hal ini kita utamakan sekali dalam mengaspal jalan di lokasi pinggiran. Semua itu dikarenakan, telah banyak masyarakat mengeluhkan jalan yang menuju tempat rumah mereka mengalami rusak, dan terkadang susah dilalui kalau hujan lebat,” ujar Kepala Dinas PU Bina Marga Kampar Khairunsyah. Disebutkanya, sesuai komitmen pemerintah agar pembangunan segera digesa secepatnya. Masyarakat dapat menikmati arti pembangunan yang ada. ‘’Sebab, telah lama kita merdeka, masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran belum bisa menikmati pengaspalan jalan di tempat mereka. Maka dari itu kita prioritaskan agar jalan-jalan yang ada di daearah pinggi-

ran itu diaspal,” ungkapnya. Meskipun begitu, setiap pekerjaan yang dilakukan ini, tergantung dari anggaran yang ada di Kabupaten Kampar. Kalau anggaran itu besar, proyek pekerjaan akan bisa dijalankan dengan cepat. ‘’Namun terlepas dari semua itu, kita juga meminta agar setiap kontraktor yang mendapatkan poyek, jangan pernah bermainmain. Karena kita tidak segan-segan dalam memberikan sanksi bagi mereka,” tegasnya. Namun di lain hal, Khairunsyah juga menuturkan, kerusakan jalan ini, semuanya disebabkan banyak mobil besar pengangkut sawit serta lainnya yang selalu membawa barang muatan melebihi apa yang sudah ditetapkan tersebut. ‘’Untuk itu kita berharap Dinas Perhubungan Kampar dapat cepat menanggulangi masalah ini. Karena kalau mereka tetap tidak melakukan prosedur sesuai muatan, maka kerusakan jalan ini, akan selalu terjadi,” jelasnya.*

 rp/rif

Jaya, sekaligus membuka pelatihan Angkatan XI, Senin (17/9). ‘’Jadikan semua program apapun untuk mengajak kita beribadah seperti yang dilakukan di Kubang Jaya.

Kita mengajak semua petani meningkatkan taraf hidup guna mensejahterakan keluarga agar terlepas dari kemiskinan, di mana nantinya keluarga pun akan senang dengan apa yang kita lakukan dan semua itu diniatkan untuk ibadah,” ujar Jefry. Di samping itu nantinya setelah selesai mengikuti pelatihan, petani harus dapat menurunkan ilmunya kepada 10 orang petani di desanya, sehingga nanti akan dapat mengajak 10 orang untuk dapat bersama-sama maju ekonominya. Kepada yang baru ikut pelatihan, Jefry mengimbau agar serius dan jadikan P4S Kubang Jaya sebagai sarana untuk merubah hidup agar lebih maju. Untuk itu harus serius dari awal, disiplin dan tidak tinggal menjalankan ibadah. Bagi yang tidak serius/ hanya untuk main-main saja, maka lebih baik dari awal

agar pulang saja. Jefry juga mengingatkan kepada petani yang telah tamat/selesai mengikuti program pelatihan pertanian terpadu, agar segera melengkapi syarat administrasi untuk mendapat pinjaman modal usaha dan melalui pinjaman kredit. Untuk itu Pemkab akan membantu petani mendapatkan dan memberi kemudahan dalam pencairannya kredit. Kepada para camat, Jefry mengistruksikan agar segera merealisasikan program Pemkab untuk men-zero-kan kemiskinan dan harus nampak apa yang diupayakan dalam percepatan pencapaiannya. Kepada dinas terkait dalam upaya menzero-kan kemiskinan harus nampak pilot project rencana yang dilaksanakan serta turun langsung ke lapangan dalam memantau perkembangan.*

 rp/rif

Budaya Asli Kampar Terus Digali

W

AKIL Bupati Kampar H Ibrahim Ali SH mengatakan, Pekan Budaya Kampar bukan sekadar untuk menampilkan berbagai kebudayaan, kesenian dan karya serta produk masyarakat Kabupaten Kampar saja tetapi untuk menggali kembali budaya asli Kampar. Hal tersebut dikatakannya saat memberikan pengarahan sekaligus menutup Pekan Budaya Kampar tahun 2012 di Lapangan Pelajar Bangkinang, Ahad (16/9). ‘’Saat ini budaya Kampar sudah berangsur-angsur ditinggalkan masyarakat. Jangan sampai budaya kita diklaim oleh pihak lain sebagai budaya mereka,” kata Ibrahim Ali. Sesungguhnya lanjut Ibrahim Ali, budaya yang ada di Kampar ini sudah sangat tua. Ini dibuktikan dengan keberadaan Candi Muara Takus di Kecamatan XIII Koto Kampar yang diperkirakan sudah sejak abad ketiga Masehi. Ibrahim Ali mengajak seluruh masyarakat Kampar melalui momentum ini secara bersama-sama untuk terus

menggali dan melestarikan kebudayaan asli Kampar demi menggali jati diri sebagai masyarakat Kampar dan selalu bangga serta terus mempertahankan kebudayaan aslinya. Ibrahim Ali berharap dengan penampilan dan pagelaran berbagai kebudayaan, kesenian dan karya masyarakat pada pekan budaya ini, dapat kembali menggugah, membangkitkan rasa cinta dan membakar semangat generasi muda agar bersama-sama menggali dan melestarikan berbagai

budaya, kesenian dan karya masyarakat daerah. Kepada para orang tua, guru, alim ulama, dan ninik mamak, Ibrahim Ali mengimbau agar dapat membekali anak-anak menjadi generasi penerus yang tangguh yang tidak lupa dengan budaya dan harkatnya sebagai orang Kampar. Juga kepada panitia pelaksana dan dewan juri, Ibrahim Ali mengucapkan terima kasih yang telah memberikan sumbang fikiran, waktu dan tenaga untuk suksesnya pekan budaya.*

 rp/rif

Puskesmas Tapung, Belum Selesai Juga

S

UDAH dua kali dianggarkan, pekerjaan proyek Puskemas Plus, yang berada di Desa Petapahan Jaya, Kecamatan Tapung, belum juga selesai sampai sekarang. Dengan hal kejadian itu membuat Wakil Bupati Kampar H. Ibrahim Ali, kecewa dan langsung melakukan peninjauan pada hari Kamis (20/9) mengenai ban-

gunan tersebut. Ibrahim Ali meminta agar perkerjaan Puskemas Tapung Plus ini, bias terselesaikan dengan cepat, sebab sudah dua kali anggaran mulai tahun 2011 dan tahun 2012 ini, masih juga belum terselesaikan. “Jadi saya minta untuk itu, proyek ini bisa terselesaikan dengan baik. Dan jangan ada lagi perkerjaan yang tidak becus, “ ungkapnya

Jumat (21/9). Menurutnya, mengenai masalah yang terjadi dalam perkerjaan proyek ini, berjalan tidak sesuai dan banyak kejanggalan lainnya, dirinya sudah tahu. Namun dalam hal ini, dirinya tidak mau untuk melihat kebelakang dan juga mencari siapa yang salah dalam perkerjaan ini. “Yang jelas saya meminta, agar

Puskemas ini dikerjakan dengan baik dan jangan lagi membuang -buang anggaran. Tetapi tidak pernah selesai, “ jelasnya Ibrahim juga menegaskan, setiap pembangunan yang di lakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat sehingga dampak timbal balik yang dilakukan sangat dirasakan oleh seluruh lapisan

masyarakat. “Kalau Pembangunan tersebut berdasarkan kebutuhan dan kepentingan masyarakat maka berbagai pengiritan anggaran dana APBD dapat kita lakukan dan dapat kita alihkan kepada peningkatan kesejahteraan lainnya , yang langsung bersentuhan pada kebutuhan masyarakat sendiri,” tuturnya.*

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012 CMYK

 hrc/rif


25

Pencak Silat Raih Dua Emas Satu Perunggu

P

ERTANDINGAN terakhir final olahraga Pencak Silat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Tahun 2012 di Provinsi Riau, bertempat di Hall Sport Centre Bangkinang, Komplek Kantor Bupati Kampar, Jalan Lingkar, di Bangkinang, Selasa (18/9) pagi hingga sore, tuan rumah berhasil mengumpulkan medali emas dan perunggu. Dua pesilat Riau asal Kabupaten Siak Dicky Amanda disudut biru gelanggang II turun di kelas C (55-60 Kg)/ Putra berhasil melenggang mulus ke final dan mengalahkan pesilat Sulawesi \Selatan disudut merah Hamuddin dengan skor 0-5. Gedung Hall Sport Centre Bangkinang siang kemarin bergemuruh dan sontak tumpuan ribuan perhatian ke Dicky. Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Riau Drs H Zulher MS turun langsung dari atas panggung kehormatan VIP untuk menyaksikan jalannya pertandingan

karena Dicky merupakan pesilat pertama Riau yang bertanding. Dengan didukung suporter dari masyarakat Riau yang menonton, Dicky berhasil tampil memukau hingga akhir pertandingan. Usai pertandingan Dicky langsung disambut oleh Zulher dan merangkul sembari menyampaikan ucapan terima kasih. Kesuksesan Dicky, juga didukung dengan kehadiran orang tuannya langsung menyaksikan pertandingannya, apalagi Ketua Pengurus Daerah (Pengda) IPSI Kabupaten Siak Irwan Prayitna juga turut hadir memberikan support siang itu. Dan pada pertandingan kedua, sore kemarin. Giliran Almad Siregar disudut biru gelanggang II turun pada kelas F (65-70 Kg)/Putra berhasil juga menambah perolehan medali emas kedua bagi Riau yang bertanding dengan sudut merah dari pesilat Jawa Tenggah Rahmat Fitroh R. Pertandingan itu lagi-lagi,

Ketua IPSI Riau turun langsung menyaksikan secara dekat saat Almad bertanding. Ketika Almad bertanding, Gedung Hall Sport Centre Bangkinang juga dipenuhi penonton dan para pesilat serta ofisial. Zulher sebelum Almad bertanding terlebih dahulu memberikan wejangan kepada Almad. Almad yang mendapatkan support yang luar biasa dari pengurus IPSI Riau dan Kabupaten Siak ini bermain dengan lincah dan gesit. Pantang diberikan kesempatan untuk memukul dan bahkan pesilat Rahmat beberapa kali dijatuhkannya. Hingga akhir pertandingan Almad mendapatkan point penuh dengan skor berakhir 0-5. Almad begitu usai pertandingan juga didatangi langsung oleh Zulher. Lama juga Zulher merangkul Almad dan melepaskan rangkulannya. Almad tampil dengan penampilan terbaiknya, meskipun mendapatkan perlawan sengit, tapi berkat ketenangan dan strategi dalam bertanding. Ia mampu menjawab semuanya dengan mempersembahkan medali emas kedua bagi Riau. Dan M Parmadi yang turun disudur biru gelanggang II pada kelas D (60-65 Kg)/Putra, saat pertandingan sebelumnya, Ahad (16/9) sore, kemarin hanya mampu bertanding hingga ke semi final dan takluk oleh pesilat Jawa Timur M Amrullah Khumaini disudut merah dengan skor 3-2 untuk kemenangan pesilat Jawa Timur pada detik-detik terakhir menjelang pertandingan berakhir.

Ketua Pengprov IPSI Riau Drs H Zulher MS yang juga Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, di Bangkinang, saat dikonfirmasi mengaku sangat bahagia dan senang sekali atas apa yang telah diraih oleh para pesilat terbaik Riau. “ Kita sangat bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjawab doa masyarakat Riau sehingga dua pesilat Riau Dicky dan Almad berhasil meraih prestasi dengan menyabet dua medali emas,” ungkapnya. Dikatakannya, selain pesilat Riau meraih medali emas, juga pesilat kita dapat meraih satu medali perunggu yang dipersembahkan oleh M Parmadi kelas D/Putra. “ Mereka bertiga telah berhasil mengharumkan nama tuan rumah dalam olahraga pencak silat. Ini merupakan prestasi yang sudah sangat luar biasa di raih oleh pesilat-pesilat kita,” katanya. “ Tentu kepada para peraih medali emas sudah jelas akan diberikan bonus dari KONI Riau sebesar Rp 200 juta dan hadiah dari pribadi Ketua IPSI Riau. Mereka adalah pesilat Riau yang mampu mengukir prestasi pada PON XVIII Tahun 2012 di Provinsi Riau,” paparnya. Kepada para para pelatih, pesilat dan offisial kontingen IPSI Riau yang telah bekerja dengan penuh semangat dan kebersamaan sehingga Riau bisa meraih medali emas dan perunggu, ia tidak lupa mengucapkan terima kasih. Kepala Panitia dan dewan juri serta yang telah menjalankan tugas dan fungsinya

masing-masing secara penuh tanggungjawab, sehingga pelaksanaan olahraga cabang pencak silat di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau pada PON XVIII Tahun 2012 mulai dari awal hingga akhir pertandingan berjalan aman dan lancar. Kepala Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kampar dan panitia Sub Pengurus Besar (PB) PON Kabupaten Kampar XVIII Tahun 2012 di Provinsi Riau. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Zulher ini tidak lupa juga memberikan penghargaan yang setinggitingginya atas dukungannya dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada para kontigen pencak silat dari 29 Provinsi di yang ada diseluruh Indonesia. Kepada pihak keamanan yang terdiri dari Satpol PP, TNI dan Polri yang bekerja tanpa kenal lelah menjaga keamanan dan ketertiban sehingga selama pertandingan tidak ada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Serta tidak lupa pula kepada masyarakat Riau umumnya, dan masyarakat Kabupaten Kampar khususnya yang ikut menyukseskan PON XVIII Tahun 2012 di Provinsi Riau. “ Berkat dukungan, support dari masyarakat bebagai elemen masyarakat Riau dan Kabupaten Kampar sehingga pelaksanaan pertandingan olahraga pencak silat di Hall Sport Centre Bangkinang berjalan dengan aman dan lancar,” ucap Zulher yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kampar.*

 rif

16 Syarat Mendirikan Koperasi Berbadan Hukum

O

PERASI adalah asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip-prinsip koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya. Sedangkan tujuan koperasi yaitu menjadikan kondisi sosial dan ekonomi anggotanya lebih baik, dibandingkan sebelum bergabung dengan koperasi. Sedikitnya ada 16 syarat yang harus dilengkapi dalam mendirikan koperasi untuk berbadan hokum. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kampar, Ir. Dahlan yang didampingi Kabid Koperasi, Mardiansyah dan Kasi Kelembagaan Koperasi pada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kampar, Mukhsin ketika ditemui diruang kerjanya di kantor

Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kampar di Bangkinang pada Senin (17/9). Dijelaskan Ir Dahlan, Mardiansyah dan Mukhsin bahwa persyaratan dan tata cara mendirikan koperasi untuk berbadan hokum sebenarnya pada intinya ada empat yang masing-masing dapat diuraikan sebagai berikut. Pertama, berkumpulnya sekurang-kurangnya 20 orang masyarakat sebagai pendiri koperasi. Adapun agenda yang dibicarakan dalam rapat yakni membahas tentang Anggaran Dasar Koperasi yang memuat sekurang-kurangnya ; a). daftar nama pendiri. b). Nama Koperasi dan Tempat Kedudukan. c). Maksud dan Tujuan serta Bidang Usaha. d). Ketentuan mengenai Keanggotaan. e). Ketentuan mengenai Rapat Anggota. f).Ketentuan mengenai Pengelolaan Koperasi dan

Usaha. g). Ketentuan mengenai Permodalan Koperasi (Simpanan Pokok atau Simpok, Simpanan Wajib atau Simwa, dan lainnya). h). Ketentuan mengenai Jangka Waktu Berdirinya Koperasi. i). Ketentuan mengenai Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dan j). Ketentuan mengenai Sanksi. Kedua, syarat-syarat yang harus dilengkapi dalam mendirikan koperasi untuk berbadan hokum ada 16 persyaratan yakni; 1). Photocopy KTP masing-masing pendiri sebanyak 20 orang. 2). Photocopy Kartu Keluarga Pengurus dan Pengawas yang dipilih. 3). Daftar hadir yang ditanda tangani saat rapat yang diketahui pejabat Dinas Koperasi dan UKM. 4). Notulen rapat tertulis hasil keputusan rapat yang juga diketahui pejabat Dinas Koperasi dan UKM. 5). Berita Acara Rapat Pembentukan yang diketahui pejabat Dinas

Koperasi dan UKM. 6). Surat Kuasa dari Anggota kepada Pengurus. 7). Bukti Penyetoran Modal Awal dari Bank. 8). Rencana Kerja Awal dalam bentuk usaha yang akan dijalankan. 9). Membuat Neraca Awal Koperasi. 10).Daftar Pengurus dan Pengawas terpilih. 11). Mengisi riwayat hidup Pengurus dan Pengawas. 12). Pasphoto berwarna ukuran 3 x 4 Cm Pengurus dan Pengawas. 13). Surat rekomendasi dari Desa/Lurah setempat. 14). Surat rekomendasi dari Camat setempat. 15. Surat Pernyataan dari Pengurus. 16. Surat Keterangan dari Pengawas. Ketiga, melanjutkan ke Notaris dalam Membuat Akta Pendirian Koperasi dan Anggaran Dasar (AD) serta Anggaran Rumah Tangga (ART). Keempat, masing-masing syarat di atas dibuat dalam rangka 2 (dua) untuk diserah-

kan dan di seleksi ke Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kampar untuk diterbitkan Surat Keputusan Pejabat atas Pendirian Koperasi dimaksud. Ditambahkan Dahlan, Mardiansyah dan Mukhsin bahwa sebelum menggelar rapat atau dalam rangka mendirikan koperasi dalam rangka pembentukan koperasi baru hendaknya pengurus koperasi membuat surat permohonan penyuluhan pembentukan koperasi kepada Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kampar. Selanjutnya oleh pihak Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kampar akan diturunkan petugas yang akan melakukan kegiatan penyuluhan dan bimbingan pembentukan koperasi. Dan yang terpenting permohonan untuk memberikan penyuluhan dan bimbingan tersebut tidak terkesan secara dadakan, ujar Dahlan, Mardiansyah dan Mukhsin.*

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012 CMYK

 hms


26 Puan

Suryatati Dalam Barisan Perempuan Berprestasi Sungguh tidak beralasan, kalau perempuan Indonesia khususnya Kepri dan Tanjungpinang tidak beranjak menuju ranah prestasi dan kemajuan. Seorang Suryatati A. Manan, sudah membuktikan bahwa takdir menjadi seorang perempuan melayu, sama sekali tidak bisa dijadikan penghalang untuk meraih keberhasilan.

S

EBUAH pengakuan akan eksistensi sosok Suryatati, kembali dipermaklumkan. Kali ini, pengakuan itu datang dari Majalah Gatra, sebuah majalah nasional ternama, dalam edisi khusus yang terbit sempena hari Kartini tahun ini, tepatnya pada terbitan edisi ke 25 tahun 2012, mensejajarkan Walikota Tanjungpinang itu dalam barisan perempuan berprestasi. Tidak main-main, Suryatati disejajarkan dengan tokoh perempuan lain yang beberapa diantaranya tidak saja yang memang terbilang di tingkat Nasional, namun juga dunia. Sederetan perempuan gemilang Indonesia seperti Sri Mulyani Indrawati mantan Menteri Keuangan yang dipandang sukses di bidang Ekonomi bersama 8 tokoh wanita lainnya. Selain itu

Suryatati A Manan

juga terdapat 6 tokoh wanita sukses dibidang Sosial seperti Khofifah Indar Parawansa bersama 5 tokoh wanita lainnya. 6 tokoh di bidang seni budaya, 3 tokoh di bidang Hukum, 3 tokoh dibidang kesehatan, 6 tokoh dibidang Teknologi dan 4 tokoh dibidang Olah Raga yang semuanya adalah wanita. Suryatati merupakan 1 dari 9 tokoh politik perempuan Indonesia yang dianggap berhasil, baik dalam kancah politik lokal maupun nasional. Selain Suryatati ada dua Kepala

Daerah perempuan di Indonesia yang diapresiasi kiprahnya, yakni Walikota Surabaya Tri Rismaharani dan Bupati Karang Anyar Rina Iriani. 6 wanita lainnya di bidang politik ini adalah Rieke Diah Pitaloka, Nurul Arifin, Retno L.P Marsudi, Eva Kusuma Sundari, Nova Rianti Yusuf, serta Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati. Perempuan berpolitik yang mencintai sastra Tidak semua orang mampu berpolitik dan tidak semua wanita tertarik dengan dunia politik. Namun berbeda dengan Walikota Tanjungpinang Dra. Hj. Suryatati A Manan, justru ia cukup sukses bermain di dunia politik sejak Tanjungpinang sebagai Kota Administratif hingga Tanjungpinang menjadi kota Otonom. Lika-liku kehidupannya tergolong unik. Ia merupakan Walikota empat versi. Pembaca tentu bertanya-tanya bagaimana pula walikota empat versi itu? Versi pertama Suryatati dinobatkan sebagai Walikota Administratip yang diangkat melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri sejak 22 April 1996 sampai 23 Oktober 2001, Jabatan tersebut diembannya. Ia merupakan Walikota Administratip Tanjungpinang yang

ke-4. Versi kedua, ia merupakan karateker Walikota Tanjungpinang. Ketika status Kotip Tanjungpinang berubah menjadi Kota Otonom yang terbentuk berdasarkan Undang-undang No. 5 Tahun 2001 tanggal 21 Juni 2001, ia diangkat sebagai Pejabat Walikota Tanjungpinang semenjak 23 Oktober 2001 sampai dengan 31 Desember 2002. Versi ketiga, Ia merupakan Walikota pilihan DPRD Kota

Tanjungpinang. Saat itu berlangsung pada tanggal 21 Desember 2002, ia berpasangan dengan Wan Izhar Abdullah. Pada tanggal 16 Januari 2003 sampai dengan 16 Januari 2008 jabatan tersebut diembannya. Versi keempat, Ia merupakan Walikota pilihan rakyat. Menjelang berakhirnya masa jabatan walikota dan wakil walikota periode pertama, diadakan Pemilihan Kepala Daerah langsung oleh rakyat pada tanggal 05 Desember 2007. Ia kembali mencalonkan diri berpasangan dengan Drs. H. Edward Mushalli. Ia berhasil menarik simpati masyarakat dengan perolehan suara 84,25 persen. Tanggal 16 Januari 2008 Suryatati dan Edward dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang. Menang talak

tersebut membuat dirinya tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) atas Kepala Daerah Wanita yang memperoleh suara tertinggi Pilkada langsung. Penghargaan MURI langsung diberikan oleh Jaya Suprana pada 14 April 2008 kepadanya. Ditengah-tengah kesibukannya mengurus masyarakat dengan segala macam persoalannya, ia masih menyempatkan diri untuk menekuni dunia sastra. Sudah 4 buku kumpulan puisi yang diterbitka sejak tahun 2006 hingga sekarang. Selain itu juga sudah terbit dua buah buku kumpulan puisi karangannya bersama penulis nasional Martha Sinaga. Tidak banyak Kepala Daerah yang serius berkecimpung di dunia sastra, namun dengan serius digeluti Suryatati. Kiprahnya mendorong perkembangan sastra melayu, termasuk pantun yang menjadi icon budaya Tanjungpinang, diakui tidak saja di tingkat nasional, tetapi hingga negara tetangga. Inilah yang menjadi daya tarik tersendiri media tersebut meletakkannya sederet dengan tokoh lainnya. Kesantunan Politik Perempuan Walikota yang selalu tersenyum, menyapa dan menyalami siapa saja yang ditemuinya, dengan kerudung melayu yang jadi ciri khasnya. Ia boleh dikatakan seorang politisi yang

santun, birokrat yang menuntun dan penyair yang ulung. Ia menginginkan Tanjungpinang diwarnai kesantunan melayu dengan dunia seni, budaya dan sastra yang terus tumbuh. Tampilnya Suryatati dengan sederatan tokoh-tokoh perempuan pengikut jejak Kartini ini, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Kota Tanjungpinang. Mudahmudahan masih banyak lagi Kartini-Kartini muda yang akan muncul membangun bumi Kota Gurindam Negeri Pantun tercinta ini baik dibidang politik maupun bidang lainnya. Tetaplah bersemangat kaum perempuan, songsonglah hari esok dengan kejernihan hati dan hari ini dengan kebulatan tekad. Maju terus perempuan Tanjungpinang!*

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012

 bis


27 Ekonomi

Pedagang Terpaksa Cari Lokasi Lain

Pedagang memilih cari tempat lain, dari pada berurusan berlama-lama dengan pihak Pemko. Mereka harus tetap berjualan untuk mencari nafkah.

S

EBELUM PON XVII 2012 Riau, Pemko Pekanbaru sudah melakukan penertiban kepada seluruh penjual di pasar malam Panam. Karena lokasi yang dijadikan pedagang untuk menggelar barang dagangannya sudah menyalahi peraturan. Tempat pedagang kaki lima itu adalah trotoar dan fasilitas umum sehingga tidak bisa digunakan tempat berjualan. Tidak ada lagi pedagang yang berjualan atau membuka lapaknya di tempat itu sekarang ini. Mau tidak mau pedagang harus bersedia dipindahkan menjelang dilaksanakannya PON Riau lalu. Lokasi yang ditunjuk Pemko adalah di sebuah tanah kosong di dekat Giant Supermarket Panam. Namun,menjelang kepindahan tersebut, banyak pedagang yang mulai mencari kawasan lain yang lebih potensial. Banyak pedagang menyadari betul, tindakan mereka berjualan di kawasan terlarang tersebut akan diprotes suatu saat. Sekarang terbukti, keberadaan mereka sudah

menganggu ketertiban pengguna jalan Soebrantas. Harapan mendapatkan tempat permanen untuk berjualan, masih menjadi jadi tanda tanya apakah kepindahan pasar ke kawasan Gaint bisa terlealisasi lebih cepat. Buktinya sampai sekarang banyak pedagang tersebut yang berusaha sendiri mencari lahan tempat berjualan. Seperti yang dilakukan oleh Vino, saat ditemui pada perhelatan Riau Expo beberapa waktu lalu, ia ikut berdagang disana. Dalam kondisi ketidak pastian tempat berdagang, Vino tidak mau melewatkan keberuntungannya pada acara tersebut. “ Semenjak tidak diperbolehkan berjualan di depan perumahan Putri Tujuh, banyak pedagang mencari lahan baru. Mumpung ada Riau Expo, saya dan beberapa orang teman ikut berjualan disini,” katanya. Vino yang berjualan pakain anak-anak ini menuturkan, sempat tersendat pendapatannya semenjak pedagang tidak boleh berjualan. Cukup lama mereka tidak berjualan tidak ada pemasukan sama sekali. Hanya, sisasisa keuntungan penjualan kemaren yang dijadikan modal untuk membiayai istri dan dua orang anaknya. Jauhjauh hari, ia mulai menyisihkan pendapatan jika rehat berjualan nanti. “Waktu mulai terdengar desas-desus kami di larang

berjualan, keuntungan harus bisa di sisihkan sedikit. Takutnya, menjelang dapat tempat baru, kami tidak ada pemasukan,” ujarnya. Untungnya, ada perhelatan Riau Expo. Disana, dia bisa menjual barang dagangan yang belum terjual saat dipasar malam Panam. Masih banyak barang dagangannya yang belum terjual waktu itu. Sempat mengeluhkan, mau di kemanakan barang dangangannya ini. Selama perhelatan expo, ia sedikit merasa lega karena ada tempat untuk berjualan dan hasilnya juga memuaskan. Namun, ia merisaukan seusai Riau Expo ini, hendak kemana menjajakan dagangannya lagi. Sebab masalah kepindahan belum ada dengar kelanjutannya lagi. Sementara itu, ia harus tetap berjualan dan memperoleh pendapatan seperti biasanya. “ Walaupun kami dipastikan akan dipindahkan, menjelang proses tersebut perlu waktu juga. Kami tidak akan bisa berlama-lama, tidak berjualan,” katanya. Menurutnya, banyak juga pedagang memilih cari tempat lain, dari pada berurusan berlama-lama dengan pihak Pemko. Seperti yang dialami, salah seorang temannya yang sama-sama berjualan di ivent Riau Expo, Sukir lebih memilih pulang kampung nantinya. Pada perhelatan Riau Expo, ia tetap berjualan. Namun, setelah itu ia memutuskan lebih baik mengadu nasib di tanah kelahirannya saja. “Peluang saya berjualan disini, sepertinya tidak memungkinkan lagi. Saya coba dengar nasehat orangtua dikampung, lebih baik mencari nafkah di tempat lain saja,” kata Sukir. Dia berencana akan pulang kampung dulu ke Padang, menyusul istri dan anaknya yang sudah pergi duluan. Kemudian, ia akan berjualan di Bukit Tinggi yang menurutnya lebih potensial untuk kelangsungan mata pencariannya yang hanya berjualan mainan anak-anak ini. Disana, ia sudah mendapat tempat dari sanak familiy untuk lahan berjualan yang baru. Padahal, di Pekanbaru, Sukir sudah memiliki rumah permanen. Demi, mencari kehidupan yang lebih pasti, ia harus menyewakan rumah-

nya kepada orang lain dan memilih serumah dengan orangtuanya disana. “ Saya sudah puluhan tahun tinggal di Pekanbaru. Banyak pekerjaan sudah saya lakukan. Kebetulan pasar malam Panam tidak jauh dari rumah. Saya coba berjualan disana. Ternyata hasilnya lumayan. Selama berjualan, saya tidak berpindah-pindah pekerjaan lagi,” katanya. Sekarang, dia sudah merasa mantap berprofesi menjadi pedagang. Sayangnya, lahan yang ditempati melanggar ketertipan kota. Sehingga, ia harus mencari cara lain agar tetap berjualan. Untuk itu, ia tidak akan meninggalkan pekerjaan ini. Meskipun, melakukan hal yang sama ditempat lain. Nabil melakukan hal yang sama dengan Sukir. Meskipun masih tetap di Pekanbaru, ia lebih memilih menjual sepatu dan sandal dagangannya kembali di tepi jalan tidak jauh dari Purwodadi. Meski penuh dengan resiko berjualan di pinggir jalan, baginya lebih memilih hal itu, karena ia tidak mempunyai pekerjaan yang rutin. Berjualan sepatu dipinggir jalan ia dapatkan ide setelah tidak diperbolehkan lagi berjualan di pasar Panam tersebut, setelah mencobanya ternyata juga menjanjikan, meski pendapatnya tidak tetap kadang ramai kadang sepi. “ Ya, dari pada tidak ada mata pencarian meski penuh dengan resiko saya jalani saja, seandainya saya mempunyai modal untuk berjualan tentunya akan membeli kios ataupun mengontraknya,” Alasannya, karena berdagang dengan menggunakan lokasi dipinggir jalan biayanya boleh dikatakan nyaris

tidak ada, berbeda dengan di pusat-pusat perbelanjaan yang marak saat ini harus melalui prosedur yang ada dan pastinya biayanya juga mahal karena harus membayar biaya sewa pada pemilik tempat. “Dengan saya menjajakkan dangangannya di pinggir jalan, saya bisalah meraup untung yang cukup lumayan karena tidak ada yang mesti dibayar, dari hasil menjual sepatu ini, penghasilan saya bahkan sangat jauh menguntungkan sama seperti berjualan di pasar malam Panam kemaren,” ujarnya. Kebanyakan pembelinya adalah mahasiswa. Apalagi jalan di Panam tempat ia berjualan ramai oleh pedagang. “ Pembelinya tidak menentu, juga tidak ada pelanggan. Hanya berharap dari orang-orang yang tertarik, lalu turun dari kendaraanya atau pejalan kaki. Kebanyakan banyak mahasiswa yang ada di daerah ini,” ujarnya. Selama PON, ia juga tidak berjualan didekat Purwodadi tersebut, lantaran mematuhi peraturan Pemko dan juga memilih berjualan di Riau Expo. Ia juga akan kembali berdagang di sana, sebelum kepindahannya di kawasan Gaint atau ia akan tetap berjualan disana seterusnya. Namun, menurut Nabil pedagang terancam dipindahkan oleh Pemko akibat masalah kemacetan tersebut. Ia dan pedagang lainnya, juga sudah lama mendengar kabar ini. Tapi sebelum ada keputusan dan turunnya surat resmi dari Pemko, mereka ada yang tetap berjualan disana untuk beberapa waktu. Setelah pelaksanaan PON, baru mereka berhenti berdagang secara total. “Tidak mudah kalau kami harus pindah ke tempat lain. Kalau tempat itu sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh Pemko, tapi kalau tidak, kami pasti rugi. Tidak semua tempat berdagang, bisa menguntungkan,” katanya. Mereka berharap ini merupakan keputusan yang tepat diambil oleh pihak Pemko Pekanbaru. Dan mereka juga berharap terhadap Pemko, jika kondisi pasar yang baru bisa teratur seperti di Riau Expo.*

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012

 hes


28 Siasat

Wan Abu Bakar

Nyatakan diri maju di Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) 2013, Wan Abu Bakar pilih Ketua PGRI Riau H Isjoni sebagai tandem.

P

ETA politik jelang Pilgubri terus berubah. Setelah Jon Erizal (JE) memastikan diri satu-satunya kandidat bakal calon gubernur yang memiliki perahu untuk berlayar, kini muncul pasangan Wan Abu Bakar (WAB)-Isjoni yang siap maju melalui jalur independen. Kepastian berpaketnya WAB dengan Isjoni ini setelah keduanya melakukan kesepahaman politik untuk siap menggalang dukungan dari masyarakat beberapa waktu lalu. “Kita sudah bulat maju mencalonkan diri. Dan itu sudah ada kesepahaman yang kita buat,” ucap Wan Abu Bakar kepada AZAM, Jumat (21/9) pekan lalu. Tokoh masyarakat Kepulauan Meranti ini memilih untuk maju sendiri alias independen dengan berbagai pertimbangan. Bukan berarti sosok yang dikenal tegas

Isjoni

dalam bersikap ini tidak memiliki kemampuan finansial untuk mendapatkan perahu, akan tetapi tak lain karena orientasi partai kebanyakan cenderung meraup keuntungan yang dinilai berlebihan. Selain itu, Wan berpendapat, kekuatan partai politik sekarang tidak bisa menjadi jaminan seseorang untuk bisa melenggang mendapatkan kursi kekuasaan kepala daerah. Partai tak lebih hanya sebatas bisa menghantarkan seseorang untuk bisa maju, untuk menang nanti dulu. Pengalaman Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta menjadi barometer Wan untuk mantap melangkah di jalur independen. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengatakan, kekuatan mayoritas itu bukan lagi ada di partai, melainkan figur. Hal ini terbukti ketika pasangan Jokowi-Ahok mampu menumbangkan koalisi besar yang dibangun pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi di Pilgub DKI Jakarta. “Banyak yang bilang saya tak punya finansial untuk bisa mendapatkan perahu. Bukan itu sebenarnya, tetapi saya melihat kekuatan parpol tak lagi menjamin seseorang untuk bisa meraih jabatan gubernur.

Semua ditentukan ketokohan seseorang. Dari sini rakyat yang nantinya menentukan pilihan mana yang terbaik,” ungkap Wan. Ia pun yakin dukungan 5 persen masyarakat pemilih sebagaimana yang disyaratkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bisa maju sebagai calon perseorangan akan didapatnya. Bersama tandemnya Isjoni, Wan kini terlihat gencar mengumpulkan dukungan. Lantas apa yang meotivasi Wan yang pernah menjadi Gubernur Riau 4 bulan ini kembali maju? Katanya, semua tak lain sebagai wujud rasa tanggung jawab moral kepada perbaikan daerah yang lebih baik. “Saya maju mengusung perubahan. Perubahan kearah yang lebih baik tentunya. Alhamdulillah, sambutan masyarakat sungguh luar biasa. Insya Allah, bentuk dukungan yang mesti melampirkan KTP dan tanda tangan itu akan bisa kita penuhi untuk kemudian kita serahkan ke KPU,” kata Wan bersemangat. Menurut Wan, berbagai persoalan di negeri ini membuat rakyat sengsara jauh dari sejahtera. Semua itu tak lepas dari krisisnya akhlak para pemimpin yang imbasnya kepada

masyarakat. Riau katanya kaya dengan sumber daya alam, tapi kekayaan itu tak pernah bisa dirasakan masyarakat. Kekayaan itu hanya dinikmati kalangan kapitalis yang memiliki banyak modal. Para pejabat hanya berpihak kepada atasan, sementara rakyat tercuaikan. “Saya maju untuk berpihak kepada masyarakat, bukan untuk golongan yang diatas. Ini menjadi tekad saya jika nanti terpilih menjadi gubernur Riau. Tidak akan ada lagi konflik masyarakat dengan perusahaan di Riau yang selama ini kerap terjadi. Semua Hak Guna Usaha (HGU) yang sudah hampir habis tidak akan kita perpanjang. Yang kita kedepankan kepentingan masyarakat,” ungkap anggota Komisi IV DPR RI tegas. Kini dengan munculnya bakal calon dari jalur independen, membuat hawa panas persaingan memperebutkan kursi Riau 1 kian terasa. Akankah WAB-Isjoni bisa melenggang ke atas ring untuk bertarung? Semua baru bisa ketahuan setelah KPU mengumumkan siapa saja yang akan menjadi peserta nantinya.*

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012

 sir


29 Budaya

Peninggalan Sejarah Abdul Wahab Rokan Perlu Perhatian Masyarakat Desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan, berharap kepada Pemerintah Kabupaten Rohul, agar menjadikan Rantau Binuang Sakti sebagai daerah strategis dalam pengembangan syiar Islam dan wisata religi.

P

ERMINTAAN masyarakat tersebut, dikuatkan masih ditemui keberadaan situs peninggalan sejarah dari jaman suluk dan sebagai desa tempat kelahiran Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan, salah seorang yang mengembangkan ajaran suluk di Rohul. Ketua Majelis Ulama Indonesia Kepenuhan Drs Effendi R berharap, agar permintaan masyarakat direalisasikan dalam pembahasan Rencana Tata Ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Rohul yang akan dilakukan dalam waktu dekat, antara pihak legislatif dan eksekutif. Mantan anggota DPRD Rohul ini menyebutkan, masyarakat Kepenuhan telah mengajukan usulan agar Desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan, menjadi bagian dari daerah strategis dalam pengembangan syiar Islam di Negeri Seribu Suluk.

“Upaya silaturahmi nasional sudah pernah dilakukan masyarakat Kepenuhan dan melibatkan berbagai elemen pada tahun 2002, 2003, dan 2006. Bahkan sudah dipaparkan kepada dua Gubernur dan Bupati agar diadakan, tapi sampai saat ini belum terealisasi,” ungkap Effendi kepada wartawan, Kamis (20/9). Dijelaskannya, sesuai hasil musyawarah bersama antara tokoh masyarakat, agama, adat, dan masyarakat Kepenuhan dan masyarakat Kepenuhan Hulu beberapa waktu lalu, pada 2013 mendatang, direncanakan akan dihelat acara menyambut Haul kelahiran Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan tingkat Asia Tenggara di Desa Rantau Binuang Sakti. Sementara itu, Koordinator

Jamaah Suluk Tariqat Naqsabandiyah Luhak Kepenuhan Mustafa Kamal, mengaku helatan Haul kelahiran Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan tahun depan menjadi acara awal. “Bila ada dukungan, rencananya kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan masyarakat Kepenuhan dan Kepenuhan Hulu, khususnya Rokan Hulu,” tambahnya. Penegasan yang sama disampaikan Ketua Lembaga Kerapatan Adat Luhak Kepenuhan Datuk Bondoauo Sakti. Datuk berharap situs peninggalan Syekh Abdul Wahab Rokan di Desa Rantau Binuang Sakti ada pembangunan fisik dan penyelenggaraan suluk perdana. Dikatakannya, sudah selayaknya peninggalan

sejarah ini mendapatkan tempat yang patut dan didahulukan, mengingat lokasi ini merupakan tempat kelahiran Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan. “Di sana kita temui beberapa situs lain, seperti batu tempat berwudhu, bekas madrasah suluk, makam tujuh tingkat ayah dari Sultan Zainal Abidin, pilar peninggalan jaman Belanda, dan banyak lagi,” katanya. Datuk Bondoauo menyebutkan slogan, Negeri Seribu Suluk serta kegiatan tahunan di Desa Rantau Binuang Sakti, animo masyarakat terhadap rencana pembangunan dan perencanaan kawasan ini cukup tinggi. Mereka berharap situs peninggalan sejarah ini menjadi pusat kajian religius, sebab keberadaannya sebagai pening-

galan sejarah. “Ini tidak bisa kita pungkiri dan sudah sepantasnya segera menjadi pemantapan ikon Rokan Hulu sebagai daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk,” pintanya. Tokoh muda Luhak Kepenuhan Zulkifli Mansur SH MH mengatakan, dengan adanya keterbukaan serta berkembangnya akses dan informasi bagi masyarakat, akan bermuara terhadap kesejahteraan dan tumbuhnya perekonomian. “Bila hal ini tidak disikapi bijak pemangku kepentingan, yakni Pemkab Rohul dan DPRD Rohul dalam menetapkan kawasan ini sebagai prioritas atau kawasan strategis daerah, sudah sepatutnya muncul pertanyaan di kalangan masyarakat,” katanya.*

 rls

Siak-Jogjakarta Kerja Sama Pariwisata Pemerintah Kabupaten Siak bersama Pemko Jogjakarta sepakat untuk melakukan kerja sama promosi pariwisata di dua daerah.

K

ERJA sama ini dalam waktu dekat akan dilakukan kesepakatan terhadap pengembangan promosi pariwisata yang ada di dua daerah. Dalam kunjungannya ke Siak, Wali Kota Jogjakarta Haryadi Suyuti mengatakan, gagasan kerja sama ini merupakan realisasi komunikasi, tak kala dirinya berbincang dengan Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi, saat mengukuti pelatihan di Jakarta beberapa waktu lalu. Dalam perbincaraan itu terdapat kesamaan dan beberapa agenda pengembangan pariwisata. “Apalagi Siak konsen dan serius dalam hal itu,” kata Haryadi, Rabu pekan lalu di kediaman Bupati Siak usai melakukan perbincangan singkat dengan Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi. Menurut Haryadi, kerja sama ini tak sebatas sektor pariwisata semata, melainkan sektor lainnya. Sektor pariwi-

Istana Siak

sata ini mencakup ke dalam kebudayaan, ekonomi kreatif dan lainnya. Semua ini turunan dalam pengembangan sektor pariwisata. Selain itu, dia juga menyebut, sektor pariwisata ini sangat luas yang kaitan eratnya dengas pelayanan jasa. Oleh karenanya dalam pengembangan ini bagaimana semua produk bisa dikemas jadi daya tarik wisatawan. “Saat ini pengembangan pariwisata itu adalah kemasannya,” sebut dia. Dari kemasan yang disiap-

kan ini tentu harus jadi daya tarik bagi wisatawan. Ie mencontohkan, jarak dari Pekanbaru menuju Siak sebaiknya tak ditulis, dibunyikan atau disampaikan dalam bentuk hitungan jarak, melainkan waktu, yaitu satu jam setengah atau dua jam, sehingga keinginan wisatawan untuk ke sana jauh lebih besar dari pada menyampaikan dengan jarak ratusan kilometer, karena menimbulkan keengganan untuk ke sana. Kemudian apa yang jadi

unggulan obyek wisata itu harus terpadu dan diunggulkan, karena keunikan dan memiliki nilai histori dan budaya yang tak ada di daerah lain. “Kami lihat Siak potensi, dan kami siapkan etalasi di Jogjakarta untuk mempromosikan Siak, namun sebaliknya juga Siak ikut mempromosikan juga kami di sini,” jelas dia yang merasa surprise saat berada di Siak. Di samping itu, pemerintah daerah, swasta dan masyarakat kata dia harus

membangun networking pada semua agency, ini di nilai penting karena akan terakumulasi segala informasi dan promosi yang disampaikan oleh agency pada wisatawan. Senada, Wabup Alfedri mengucapkan terima kasih pada Pemko Jogjakarta yang turut membantu mempromosikan Siak, karena menurutnya ini bagian terpenting. Tentunya dalam hal ini Pemkab Siak masih harus belajar dari Jogjakarta dalam pengembangan dan pengemasan sektor pariwiwsata. “Dalam waktu dekat beberapa SKDP melakukan studi ke Jogjakarta untuk belajar pengembagan pariwisata,” kata Alfedri. Melihat Jogjakarta dan Siak diakui dia ada beberapa kesamaan, terutama dalam obyek wisata sejarah dan budaya. Jogja miliki keraton, sementara di Siak ada istana. Di Jogja ada peninggalan candi yang masuk tujuh keajabaian dunia yaitu Borobudur, sementara di Siak ada peninggalan kerajaan yang satu-satunya peninggalan warisan dunia. Adanya kesamaan ini, tentu tinggal mengemasnya saja lagi, oleh karenanya perlu belajar banyak dari Jogjakarta.*

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012

 jny


30 Kesehatan

Kenali Gejala Diabet Sejak Dini Pola makan yang kurang baik dan kurang olahraga, dapat menjadi pemicu dibetes. Penyakit yang diakibatkan oleh gangguan pada hormon insulin yang mengatur metabolisme glukosa dalam darah. Bila hormon ini terganggu, kadar gula dalam darah bisa meningkat. Kenali tujuh gejala awal diabetes sedari dini.

H

IDUP sehat, memang tidak dapat dinilai dengan bentuk apapun. Selagi sehat, terkadang kita lalai untuk mempertahankan kesehatan tersebut dengan menjaganya. Tentunya menjaga dari penyebab yang jadi pemicu serangan pelbagai macam jenis penyakit. Pola makanan biasanya menjadi hal utama munculnya beragam jenis penyakit. Pola makanan sehat dan teratur memang tidak bisa di dipandang sebelah mata. Erat kaitanya dengan kesehatan yang diperoleh. Lain halnya dengan seseorang yang kurang menjaga pola makanan yang tidak baik, kondisi ini selalu jadi pemicu munculnya pelbagai penyakit. Menurut dokter spesialis penyakit dalam RSUD Arifin Achmad Dr. Juwanto Wakimin,Sp.PD,KKV.AKP menyebutkan penyakit Diabetes merupakan diantara penyakit yang kerab muncul akibat pola makanyang tidak baik. Dan saat ini menjadi topik menarik untuk kita bahas. Diabetes atau yang juga dikenal dengan istiah kencing manis adalah salah satu jenis penyakit yang cukup berbahaya jika tidak segera diobati. Diabetes termasuk penyakit kronis yang disebabkan oleh perubahan gaya hidup yang kurang sehat. Seorang penderita diabetes dapat mengalami komplikasi penyakit seperti jantung, stroke, hipertensi dan gagal ginjal jika tidak segera diobati dan penderita tidak mengikuti pantangan-pantangannya. Salah satu pantangannya adalah harus menjaga pola makan. Selain pola makan yang tidak baik, dokter murah senyum ini menyebutkan penyakit diabetes ini juga dikarenakan oleh faktor riwayat keluarga atau keturunan. Mereka ini akan memiliki resiko lebih besar dalam penyakit diabetes. Dan ditambah lagi jika pola makan sehari-harinya tidak baik. Bagi orang yang tidak memiliki keturunan diabetes namun memiliki pola makan yang tidak baik, mereka juga bisa terkena diabetes.Karena itu sebaiknya, siapapun orangnya, bentuk pencegahan itu lebih baik dengan mengatur pola makan dengan baik. Tapi bila seseorang merasa

memiliki resiko tinggi akan penyakit ini, ada baiknya ia mengetahui gejalanya , karena mengetahui secara gejalanya sedari dini lebih baik agar dapat diatasi secepatnya sebelum terlanjur berbahaya. Disini diketahui tujuh gejala awal yang umum terjadi dari penyakit diabetes. Pertama, dapat dirasakan kesemutan pada jari tangan dan kaki. Dikarenakan diabetes menyebabkan kondisi darah menjadi pekat dan kental sehingga darah sulit mengalir ke seluruh bagian tubuh. Karena aliran darah yang tidak lancar inilah, maka bagian tubuh yang paling jauh dari jantung seperti pada jari tangan dan kaki mengalami kesemutan. Kedua, penderita sering mengalami mudah lemas. Ini dikarenakan kadar gula dalam darah yang mestinya diolah menjadi energi dibuang ke ginjal melalui urine sehingga cadangan energi di dalam tubuh tidak ada. Rendahnya cadangan energi ini secara otomatis akan mempengaruhi kebugaran tubuh. Ketiga, penglihatan menjadi kabur. Disini penderita dibetes rata-rata mengeluhkan kaburnya penglihatan. Gangguan penglihatan ini muncul disebabkan oleh gangguan aliran darah pada mata. Jika dibiarkan terus-menerus, maka dapat menyebabkan katarak yaitu mengendapnya kadar gula dalam darah pada lensa mata hingga terbentuk lapisan putih keruh. Lapisan inilah yang menghalangi lensa mata ketika menangkap sinar sehingga pandangan menjadi kabur. Gejala keempat, jika terjadi luka akan sulit untuk sembuh. Ini sebabkan karena darah yang keluar mengandung gula, kotoran, atau racun. Jadi luka sekecil apapun akan sulit mengering. Biasanya dibutuhkan waktu berbulan-bulan agar luka tersebut dapat sembuh. Kelima, pada kaum ada dapat terjadi inpotensi yang merupakan gangguan kemampuan penis untuk ereksi secara maksimal. Ini disebabkan oleh adanya gangguan suplai darah pada pembuluh

darah di sekitar penis sehingga tidak dapat mengambang dengan sempurna. Darah pada penderita diabetes bersifat kental dan pekat. Padahal pembuluh darah pada penis sangat kecil sehingga darah sulit untuk mengalir. Keenam, munculnya rasa gatal, sebagai akibat dari darah yang kental dan pekat pada penderita diabetes, menyebabkan proses pencucian darah di ginjal menjadi tidak sempurna sehingga mengakibatkan timbulnya rasa gatal. Ketujuh, atau gejala terakir, bisa munculnya bisul. Hampir sama dengan gatal, munculnya bisul juga merupakan sebagai akibat dari kotornya cairan darah. Darah kotor yang mengandung racun tersebut akan berkumpul dan mengendap hingga terbentuk bisul di tubuh. Biasanya bisul yang

muncul lebih dari satu. Demikian gejala yang muncul menurut dokter ini. Dan ia sarankan bila dijumpai gejala demikian, yang merupakan gejala yang umum terjadi. “Waspada! Besar kemungkinan anda mengalami gejala awal diabetes. Untuk itu, segeralah periksa kadar gula darah Anda dan konsultasikan dengan dokter. Semakin cepat maka Anda akan terhindar dari diabetes. Selain itu, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk mencegah datangnya diabetes, yakni kurangi pemakaian gula sederhana dengan tidak mengkonsumsi makanan/ minuman yang terlalu manis. Misal donat, kue tart, es krim, soft drink, permen, dan lain sebagainya. Perbaiki pola makan yang sehat dan teratur

dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya akan serat,” saran dokter ini lagi. Dia tambahkan , yang perlu diwaspadai juga jika terdapat berat badan yang berlebih, sebaiknya lakukan diet dari sekarang, usahakan berat badan diturunkan sampai pada berat badan ideal. Bisa dengan rajin berolahraga secar teratur untuk membakar gula darah yang ada di sel otot sehingga tidak terjadi penumpukan kadar gula didalam darah. Makanan yang tidak sehat akan menimbulkan penyakit, salah satunya adalah diabetes. Terlalu sering memakan makanan yang berlemak, berkadar gula tinggi dan berkarbohidrat tinggi bisa meningkatkan resiko diabetes. Makanan yang

berlemak seperti gorengan, jeroan dan makanan bersantan. Pada makanan manis seperti sirup, teh manis dan semua makanan yang mengandung gula. Untuk makanan yang berkarbohidrat tinggi, bisa berupa nasi dan roti. “Bagi anda yang belum mengetahui resiko diabetes pada diri anda, sebaiknya anda memeriksakannya, sehingga anda bisa lebih berhati-hati dalam memilih makanan dan tidak membuat kadar gula darah dalam tubuh anda semakin meningkat.Jika anda telah mengetahui apa itu diabetes dan makanan yang memicunya, sebaiknya segera anda tinggalkan dan beralihlah ke makanan yang sehat dan baik untuk tubuh anda” Juwanto menyarankan. Dia lenjutkan, bagi Penderita Diabetes Melitus terutama Diabetes tipe ke 2

harus benar-benar menjaga pola makannya jika tidak ingin kadar gulanya tinggi. Penjagaan pola makan ini salah satunya adalah dengan mengkonsumsi makananmakanan maupun minumanminuman yang tidak mengandung kadar glukosa yang tinggi. Dan untuk makananmakanan seperti masakan dan camilan juga minumanminuman bisa diakali dengan tidak menambahkan terlalu banyak gula. “Tapi bagaimana dengan buah-buahan yang alaminya mengandung kadar gula atau glukosa alami? Untuk mengetahui buah-buah mana saja yang aman dan baik dikonsumsi oleh penderita Diabetes Melitus ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang Indeks Glikemik atau yg lebih dikenal dengan GI,” katanya. Dia jelaskan lebih jauh, Indeks Glikemik merupakan tingkatan atau rangking pangan menurut efeknya terhadap kadar glukosa darah . Ada 3 tingkatan GI, Rendah (55 atau kurang), Sedang (5669), Tinggi (70 atau lebih). Bagi penderita Diabetes diharuskan mengkonsumsi makanan yang Rendah GI-nya. Berikut adalah daftar buah-buahan yang memiliki kadar GI rendah sehingga aman dikonsumsi oleh para penderita Diabetes. Diantaranya yakni buah Apel. Buah ini memiliki rasa yang manis namun memiliki kadar GI yang rendah, berkisar antara 38-40, sehingga cocok sekali dan aman untuk dikonsumsi oleh penderita Diabetes. Begitu juga dengan berriberrian, hampir semua jenis berri-berrian memiliki kadar GI yang rendah yaitu sekitar 20-an. Selain memiliki kadar GI yang rendah, berryberrian ini juga mengandung banyak serat, nutrisi dan antioxidant. Berri-berrian ini antara lain strawberry, blueberry, dan raspberry.. Selain bagus untuk penderita Diabetes, rutin mengkonsumsi strawberry juga bagus untuk mengurangi resiko penyakit jantung.*

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012

 iza


31 Olahraga

Boobie: Atlet Sudah Berjuang Maksimal Walau gagal menyumbang emas buat Riau, tapi 16 atlet biliar Riau sudah berjuang maksimal.

B

ILIAR merupakan satu dari 39 cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII yang baru saja usai digelar di Bumi Lancang Kuning ini. Menurunkan 16 atlet, biliar hanya mampu menyumbang satu medali perak buat kontingen tuan rumah Riau. Satu medali perak itu disumbangkan atlet Chandra dari nomor pertandingan bola 9 single putra. Chandra gagal meraih emas setelah di partai

final harus mengakui keunggulan atlet asal Kalimantan Barat (Kalbar), Rico Herman, dengan skor akhir 9-6 untuk Rico. Lantas bagaimana hasil yang diraih tersebut, apakah sesuai target? Soal target memang sedikit menarik untuk dibahas. Pasalnya, KONI Riau tidak menargetkan medali emas dari cabor biliar. Tapi, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Riau, punya target meraih dua medali emas di PON XVIII. Nah, berarti biliar tak ada masalah dengan target KONI Riau, karena memang tidak meraih emas. Tapi, dilihat dari target yang dipatok POBSI Riau, 16 atlet biliar bisa dinilai gagal. “Kita memang sedikit

Chandra bersama Ketua Pengprov POBSI Riau, Boobie Purbowo

berbeda dengan KONI Riau, target kita dua medali emas, tapi ini tak terwujud,” ujar Ketua Pengprov POBSI Riau, Boobie Purbowo. Ia menjelaskan keberanian POBSI Riau memancang target dua medali emas, memang terlalu berani, tapi itu dilontarkan untuk memotivasi atlet untuk tampil bagus dan bertanding dengan mengeluarkan seluruh kemampuan. “Kita tahu target itu terlalu berani, tapi itu untuk memotivasi atlet untuk tampil semangat,” ujarnya. Meski gagal menyumbang medali emas buat Riau, dan gagal mewujudkan target, tapi Boobie mengakui senang dengan torehan satu medali perak. Pasalnya, itu adalah medali pertama bagi cabor biliar sepanjang sejarah keikutsertaan Riau di event olahraga empat tahunan ini. “Walau hanya perak, dan gagal meraih emas, tapi kita senang bisa menyumbangkan medali buat Riau. Dan ini merupakan medali pertama biliar selama keikutsertaan Riau di PON,” ungkap Boobie kepada AZAM, pekan silam. Apalagi, kata Bbobie, seluruh atlet yang diturunkan telah berjuang maksimal, dengan mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimiliki. “Kalau dilihat dari atlet biliar yang tampil di PON XVIII ini, secara teknis kemampuan

Chandra saat berlaga dibabak 16 besar bola 9 menghadapi atlet asal DKI

mereka hampir sama, yang berbeda hanya soal mental dan kematangan dalam bertanding. Tapi seluruh atlet telah berjuang maksimal,” aku Boobie. Sedangkan hasil yang diraih atlet Riau memang kurang bagus. Dari 16 atlet, hanya Chandra yang menembus partai final dinomor bola 9 single putra. Dan Chandra hanya mampu bertahan hingga babak delapan besar di nomor bola 10 single putra, dan harus mengakui kematangan atlet asal Jateng, Ricky Yang dengan skor akhir 4-9. Selain itu, Chandra yang berpasangan dengan Rina Mukhtar di nomor bola 10 mix double, juga mampu menembus babak 8 besar, dan gagal melaju ke semifinal setelah dikalahkan pasangan asal Yogjakarta, M Junarto K/Maya Anggraini dengan skor akhir 6-8. Sedangkan pasangan lainnya, Suci Antini/Winoto sudah gugur di babak penyisi-

han. Atlet lain yang bertahan hingga babak 8 besar adalah M Faizal yang bertanding di nomor English Billiard Single Putra. M Faizal gagal ke semifinal setelah dikalahkan atlet asal Sumut, Jaka Kurniawan dengan skor 0-3. Di nomor bola 9 double putri, pasangan Rina Mukhtar/Pipit Noviani juga hanya bertahan hingga babak 8 besar, setelah kalah dari atlet Bali, Desak Raka/Eva Septianti. Sedangkan atlet yang bertanding di nomor lainnya ada yang gugur di babak 32 besar, dan banyak pula yang sudah tersungkur dibabak penyisihan. Sementara itu, kontingen DKI Jakarta sukses menjadi juara umum di cabor biliar setelah sukses mengoleksi 5 medali emas, disusul Jateng dengan 3 emas, berikutnya Sumatera Selatan 2 emas, ditambah Jambi dan Kalbar dengan 1 medali emas.*

 dri

Sepak Takraw Diminta Berbenah Karna tak mampu mempertahankan tradisi emas disetiap PON membuat takraw harus berbenah diri.

S

EPAK takraw adalah satu olahraga primadona yang rutin menyumbang medali emas bagi Riau di setiap ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Namun justru saat menjadi tuan rumah, sepak takraw gagal memberikan emas. Emas yang selalu akrab dengan petakraw-petakraw Riau, kini hanya berbuah satu perak. Padahal Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Riau menargetkan minimal tiga medali emas di kandang sendiri. Hasil miris ini membuat Ketua Harian KONI Riau, Yuherman Yusuf buka suara. Menurutnya takraw Riau harus benar-benar berbenah karena persaingan dan kekuatan tim-tim dari Pulau Jawa sekarang sudah merata. Menurutnya usaha untuk meningkatkan kualitas para atlet dan pelatih harus dilakukan sebaik mungkin. “Mulai mendatangkan lawan tanding, atau uji coba. Namun

hasil yang diperoleh minim sekali, memang evaluasi benar-benar harus dilakukan oleh Pengprov PSTI, jika ingin merebut medali tertinggi di cabang ini,” ungkapnya. Yuherman sebenarnya tidak fokus terhadap sepak takraw saja, dia juga menekankan kepada beberapa cabor lain yang belum memberikan hasil terbaiknya di PON, terutama olahraga permainan. Terkait hal itu Sekretaris Umum PSTI Riau, Yusmedi mengakui benar bahwa perubahan kekuatan daerah lain saat ini sudah merata. Terbukti dari total medali yang diperebutkan, Jawa Tengah, Jawa Timur (Jatim), dan Gorontalo sebagai kekuatan baru. “Kita akui daerah lain sudah jauh lebih baik dari kita. Namun usaha keras telah ditunjukkan Florencia dkk demi mengejar target. Namun inilah hasil yang kita raih saat ini,” ungkapnya. Dijelaskannya PSTI Riau pasti akan melakukan pembenahan demi meningkatkan prestasi menghadapi PON selanjutnya. Ditambah sekarang sudah ditunjang dengan fasilitas yang memadai seperti ketersediaan venue dan peralatan pertandingan. Pada PON 2012, Jatim

berhasil mengawinkan medali emas tim beregu. Lalu tiga emas lainnya dari nomor lain yang membuat Jatim menjadi juara umum dengan lima medali emas. Dirombak Pasca pelaksanaan PON, KONI Riau mulai melakukan evaluasi menyeluruh. Salah satunya terhadap penerima dana pembinaan khusus yang diberikan kepada atlet dan pelatih yang berprestasi. “Pembinaan khusus pasti dipengaruhi dengan perolehan medali PON ini. Dan kami masih dalam tahap evaluasi untuk melihat bagaimana

besaran dan data valid atlet yang akan menerima kedepannya untuk persiapan PON selanjutnya,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Prestasi KONI Riau, Sudarto. Memang, Sudarto belum berani mengatakan berapa jumlah yang akan diterima para atlet di cabang olahraga yang berprestasi menyumbang medali pada PON kemarin. Tapi dengan evaluasi yang akan dilakukan akan segera diketahui berapa besaran dan jumlah penerimanya. KONI Riau juga berharap dana itu bisa lebih besar dari sebelum-

nya. “Namun bukan saya yang menentukan, tergantung anggaran. Kalau bisa tentu besar dari yang diterima atlet sebelumnya,” tambahnya. Untuk diketahui atlet Riau yang berhasil meraih medali setiap bulannya menerima dana pembinaan khusus. Peraih emas menerima Rp3,5 juta, perak Rp2 juta, perunggu Rp1,5 juta. Tidak itu saja, KONI Riau juga memberikan pembinaan kepada atlet pelapis mulai dari lapis satu hingga lapis empat bagi cabang olahraga yang berprestasi tersebut.*

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012

 bis


32

Dewan Minta Pembangunan Lebih Terencana P

IMPINAN komisi II DPRD Bengkalis yang membidangi pembangunan mengingatkan kalangan eksekutif agar lebih selektif dan terukur dalam membuat perencanaan proyek setiap tahunnya. Pasalnya dari tahun ke tahun perencanaan proyek yang dibuat dinilai tidak realistis, khususnya proyek fisik. Ketua Komisi II Suhendri Asnan dan Wakil Ketua Muhammad Tarmizi, kepada sejumlah wartawan mengakui kalau sampai dengan akhir September ini realisasi proyek masih sangat minim, termasuk realisasi APBD yang baru dibawah 30 persen. Menurut Suhendri Asnan, perencanaan proyek yang dikerjakan Bappeda tidak matang, demikian juga dengan realisasi pelelangan yang amburadul di Unit Layanan Pengadaan (ULP). “Akibat tidak terukurnya schedulle proyek mulai dari perencanaan sampai dengan proses lelang dan pengerjaan dilapangan diprediksi tahun 2012 ini bakal banyak proyek fisik yang bermsalah. Perencanaan proyek sangat tidak realistis, semua amburadul tidak tepat sasaran dan proses lelang banyak bermasalah,” tegas Suhendri, yang juga ketua Fraksi PDI Perjuangan ini. Dikatakannya lagi, peran seluruh stake holder di Bengkalis masih lemah, seperti Bappeda, SKPD terkait termasuk ULP sebagai sarana pelelangan umum proyek yang dimulai tahun 2012 ini. Dia juga meminta agar perencanaan proyek untuk tahun 2013 mendatang harus segera dilakukan pelelangan tahun 2012, dimana anggarannya bisa dimasukan ke APBD Perubahan.

Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh dan Ketua DPRD Jamal Abdilah foto bersama Ikatan Keluarga Kabupaten Bengkalis di Tanjung Pinang (IKKB) pada Acara Halal Bi Halal

Disisi lain ujar Suhendri, akibat perencanaan serta schedulle proyek yang tidak matang tersebut, dampaknya sangat besar sekali. Mulai dari penyerapan APBD, banyaknya proyek bermasalah diakhir tahun anggaran serta kualitas pekerjaan yang asal-asalan. Hal ini mengingat keterlambatan proses lelang. “Harapan kita jangan sampai ada lagi lelang untuk perencanaan dan kegiatan fisik dilakukan pada tahun yang sama. Sebab proses lelang perencanaan sampai lelang fisik dan pekerjaan dilapangan membutuhkan

waktu lama. Kondisi tersebut diperburuk lagi dengan lambatnya pelaksanaan tender proyek di ULP,” jelas Suhendri. Senada dengan itu, Wakil ketua Komisi II Muhammad Tarmizi juga menyorot soal pernyataan Kadis Bina Marga dan Pengairan (BMP) M.Nasir soal pekerjaan peningkatan jalan poros di kecamatan Bantan. Ia mengaku pesimis tahun 2012 ini pekerjaan akan selesai 100 persen mengingat sempitnya waktu pelaksanaan proyek ditambah dengan kondisi cuaca yang tidak menentu. “Rasanya mustahil,

Pansus Pemekaran Tinjau Kecamatan Bantan

S

ETELAH dilakukan pendataan secara rinci terkait pemekaran desa, Panitia Khusus (Pansus) pemekaran desa melakukan peninjauan ke sejumlah Kecamatan di Kabupaten Bengkalis. Diawali dengan Kecamatan Bantan, dua anggota Pansus masingmasing H. Heru Wahyudi dan Puboyo hadi ditengah-tengah masyarakat dan kepala desa se-Kecamatan Bantan. Demikian dikatakan Camat Bantan H. Jamaluddin, SH, belum lama ini di Kecamatan Bantan. Dia menjelaskan, Kecamatan Bantan ada sekitar 14 desa yang layak dimekarkan. Kendati sebelumnya diusulkan 12 desa, namun ada dua desa lagi yakni Desa Jangkang dan Desa Bantan Air yang memiliki wilayah layak untuk dipecah menjadi 2 desa baru. “Kemarin yang sempat diusulkan 12 desa, namun setelah Pansus turun melaku-

H. Jamaluddin

kan peninjauan dan pemuktahiran data, ada dua desa tambahan yang layak dimekarkan. Masing-masing desa Jangkang, dan Desa Bantan Air. Khusus Jangkang itu satu desa baru yakni Desa Duluk meliputi dusun Deluk, dan Desa Bantan Air, satu desa yakni Desa Teluk Papal meliputi dusun Sidomulyo dan dusun Papal, ini usulan

dari masyarakat, dan nantinya diteruskan ke desa,” terangnya. Dikatakan H. Jamaluddin, desa Deluk sesuai arahan Pansus nantinya bisa dimekarkan menjadi dua desa, dengan mengambil titik koordinat sisi tengah dan posisi yang dialiri sungai. Ia menambahkan, desa lainnya yang nantinya ikut dimekarkan masing-masing DesaSelatbaru Selatan dan Desa Selatbaru Timur yang merupkan pemekaran dari Desa Selatbaru), Desa Bantan Tengah Selatan dan Desa Bantan Tengah Pesisir (Bantang Tengah), Desa Pambang Pesisir, Desa Sukajadi, dan Desa Pambang Rukun (Telukpambang), Desa Kembung Baru (Kembungluar), Desa Bantan Tua Timur (Bantan Tua), Desa Bantan Sari dan Desa Bantan Pesisir (Bantan Air), serta Desa Muntai Barat (Muntai).

 dks

pekerjaan proyek fisik diatas Rp 1 milyar tahun ini dapat selesai 100 persen. Terlebih lagi peningkatan jalan poros disejumlah desa di kecamatan Bantan yang selalu menuai protes dari masyarakat.Semua orang tahu, sampai sekarang pekerjaan peningkatan jalan Bantan yang rusak parah itu belum lagi dimulai,” ungkap Tarmizi. Politisi dari PPP ini juga

menambahkan, sebaiknya kepala daerah harus melakukan evaluasi total terhadap kinerja perangkat daerah yang terbukti tidak mampu, termasuk ULP. “Sebaiknya pejabat di SKPD atau ULP yang sudah terbukti tidak mampu diganti saja. Tahun 2012 ini adalah tahun terburuk realisasi proyek serta rendahnya penyerapan anggaran,” tutup Tarmizi.

 dks

Bupati: Laksanakan Inbun Sesuai Aturan

P

ROGRAM Intruksi Bupati (Inbup) dianggarkan dalam APBD Perubahan Bengkalis tahun 2012. Program ini akan terlaksana dengan baik jika para kepala desa menjalankannya sesuai aturan. Hal itu diutarakan Bupati Bengkalis Ir. H. Herliyan Saleh disela-sela penyerahan dana UED-SP Tahap II Tahun 2012, dilantai IV, Kantor Bupati Bengkalis. Dikatakan H. Herliyan, untuk program Inbup, alokasi anggarannya akan ditransfer langsung ke rekening khusus yang terpisah dengan rekening Alokasi Dana Desa (ADD) di masing-masing desa dan kelurahan. “Saya tekankan setelah menerima dana Inbup ini, seluruh kepala desa agar segera melaksanakan program ini sesuai aturan dan petunjuk teknis (Juklis). Bagi desa yang belum melaksanakan musyawarah desa tahap kedua, agar segera melaksanakan,” papar H. Herliy-

an Saleh. H. Herliyan yang juga Ketua DPW PAN Riau ini mengutarakan, melalui musyawarah desa tahap kedua, maka dapat didapati hasil musyawarah dan inventarisir, serta kesepakatan prioritas pembangunan setiap dusun, untuk selanjutnya disahkan secara bersama oleh kepala desa, BPD, OMS dan pendamping desa. Dibagian lainya, Bupati Herliyan mengutarakan, sepanjang pelaksanaan Inbup OMS wajib diketahui pendamping desa bidang pembangunan, untuk selanjutnya mengajukan pencairan dana kepada Kepala Desa. Proses pencairan dana Inbup dilakukan Kepala Desa melalui tiga tahapan. Tahap pertama sebesar 40 persen, kedua sebesar 30 persen, setelah realisasi fisik mencapai minimal 40 persen, baru dilakukan pencairan tahap ketiga sebesar 30 persen setelah realisasi fisik mencapai minimal 70 persen.

NO: 705 TAHUN XIII/ EDISI 25 SEPTEMBER - 1 OKTOBER 2012 CMYK

 dks


beritaazam.com