Page 1

Harga Rp 6.000,- (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

No.693 Tahun XIII/ 3 - 9 JULI 2012 email: mingguan_azam@yahoo.com

I LUSTRASI :

ROY

No. Keanggotaan: 469/06/1998/B/2010

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012 CMYK


2 Anak Zaman

Bilik Pembaca Semua Sekolah Harus Setara

Bilik Redaksi

Ikut Menentukan Nahkoda PWI Riau

T

AK seperti biasa, akhir pekan kemarin, ruang redaksi tampak sepi. Padahal, saat-saat deadline seperti itu, lantai dua kantor AZAM di Jalan Parit Indah Komplek Grand Sudirman Pekanbaru, ramai oleh awak redaksi. Maklum, di saat yang sama, tengah berlangsung Konfercab XIV PWI Cabang Riau di salah satu hotel di Pekanbaru. Kantor AZAM jadi sepi lantaran mayoritas awak redaksi merupakan anggota dan sebagian menjadi pengurus di PWI Riau. Mereka terpaksa meninggalkan kantor untuk berpartisipasi di acara tersebut. Pimpinan Umum dan Pemimpin Redaksi AZAM H Syafriadi SH MH menjadi pemimpin sidang di acara tersebut. Sedangkan Wakil Pimpinan Umum AZAM Yanto Budiman S, juga memegang peranan penting di acara yang juga memilih ketua dan pengurus baru PWI Riau. Bang Yanto, begitu kami biasa menyapanya, merupakan tim sukses salah seorang kandidat Ketua PWI Riau. Awak redaksi lainnya, seperti Bambang Irawan Syahputra, Endrizal, M Yasir, Zainul Aziz dan

Angkatan Zuriat Anak Melayu SIUPP Nomor 698/SK/Menpen/SIUP/1998 Tanggal 10 Nopember 1998 No. Keanggotaan SPS (Serikat Penerbit Suratkabar) 469/06/1998/B/2010

PENERBIT

Yayasan Pena Putra Riau Press

H Syafriadi memberikan ucapan selamat kepada Dheni Kurnia

Irdawati juga terlihat aktif menjadi peserta di acara tersebut. Mereka diberi kebebasan untuk memilih Ketua PWI Riau untuk periode selanjutnya. Meski Konfercab PWI

menyita perhatian, awak redaksi tetap bisa menyelesaikan tugas mereka masing-masing. Laporan Utama serta rubrik di setiap halaman AZAM tetap terselesaikan tepat waktu.

Bahkan H Syafriadi SH MH ditengah kesibukannya memimpin sidang, masih sempat menulis Simpai AZAM. Demikian juga proses editing beberapa naskah, dilakukan disela-sela kesibukan awak AZAM di Konfercab PWI Riau tersebut. Hasilnya, AZAM terbit tepat waktu menjumpai pembaca. Sedangkan Konfercab PWI Riau berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia. H Dheni Kurnia yang kembali maju menjadi ketua, terpilih kembali untuk memimpin PWI periode barikutnya. Pemimpin Redaksi Haluan Riau itu berhasil meraih suara lebih banyak dari pesaingnya, Heriyanto. Konfercab PWI Riau berlangsung tertib dan demokratis. Begitu pula kami di AZAM yang selalu menerapkan sistem demokratis. Masingmasing punya pilihan. Awak AZAM diberi kebebasan untuk memilih jagoannya masing-masing. “Gunakan hak pilih sebaik-baiknya. Pilih Ketua PWI yang bisa membawa kemajuan bagi organisasi kedepan,” ujar Syafriadi SH MH menjelang Konfercab.*

NEGARA sudah menjamin di dalam Undang-Undang bahwa rakyat berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Sekarang ini, untuk mendapatkan pendidikan yang layak bagi semua lapisan masyarakat saja semakin sulit. Hal ini banyak dikarenakan dengan kompetensi pendidik yang teramat sangat tidak merata. Setiap sekolah berlomba-lomba mencari prediket terbaik, tanpa memikirkan kualitas pendidikan itu sendiri. Bahkan siswa yang berprestasi yang tidak memiliki biaya, sedikit peluangnya bisa masuk ke sekolah terbaik tersebut. Hal itu juga yang akan menjadikan suatu sekolah itu favorite atau non favorite. Semakin favorite sekolah itu, artinya bisa “diperjual belikan” atau mempunyai nilai jual. Ujung-ujungnya adalah penarikan duit tinggi dari para orang tua murid, yang saat ini semakin tercekik oleh situasi ekonomi. Sehingga menimbulkan asumsi-asumsi bahwa guru sebenarnya adalah mafia pendidikan. Berdalih meningkatkan kecerdasan bangsa, guru bahkan menjadi makelar atau mafia pendidikan. Hal ini harus diberantas. Guru dipersilahkan minggat dari sekolah bila hanya untuk memupuk kekayaan, silakan menjadi wirausahawan kalau ingin kaya. Selain itu, perlu semakin digalakkannya standarisasi kompetensi sekolah, ini mesti sangat dilaksanakan. Ratakan standar pendidikan, sehingga seperti halnya di negara maju, maka sekolah-sekolah atau universitas sampai ke daerah terpencil pun mempunyai standar yang setara. Sehingga istilah sekolah favorite bisa ditekan seminimal mungkin. Setiap masyarakat bisa mendapatkan pendidikan layak yang setara. Jangan mengedepankan biaya dalam proses pendidikan. Karena hal itu bisa mengeyampingkan hak masyarakat miskin untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Untuk itu, kita harus mencontoh ke negara yang sudah lebih maju pendidikannya. Bukan membuat aturan sendiri, tapi tambah merengangkan dunia pendidikan kita. Antara sekolah yang satu dengan yang lain saling berkompetisi menjadi yang terbaik. Begitupun dengan gurunya. Sehingga terjadi tingkatan-tingkatan yang membedakan sekolah satu dengan yang lain. Arum mahasiswa Tarbiyah UIN

PENDIRI: EDIRUSLAN PE AMANRIZA (ALM), WAN MOHD. DAUD (ALM), SUGIAT TJUATJA (ALM), TAMIN CANDRA, SYAFRIADI. PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB: SYAFRIADI. WAKIL PEMIMPIN UMUM/WAKIL PENANGGUNGJAWAB: YANTO BUDIMAN S. PEMIMPIN PERUSAHAAN: ZULKARNAIN. WAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN : ENDRIZAL YUSTEN. WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : BAMBANG IRAWAN SYAHPUTRA. REDAKTUR PELAKSANA: M YASIR. KOORDINATOR LIPUTAN: ZAINUL AZIZ. REDAKTUR SENIOR: ENDRIZAL YUSTEN. SEKRETARIS REDAKSI: NUR AINUN. STAF REDAKSI: LIZAWATI, IRDAWATI, HESTI. MANAGER PRACETAK: ROY YULIANTO. MANAGER KEUANGAN: NUR ASIAH. KABAG PEMASARAN/IKLAN: BENNY HENDRA, DISTRIBUSI: ARI KURNIAWAN BIRO DAERAH: TATANG HARTONO, TAUFIK BASIRUN (BAGANSIAPIAPI). ROBIN SIMANUNGKALIT, MARHUSOR PARDEDE (TANJUNGPINANG, KEPRI). JHONI (SIAK). SYAFRIZAL (DUMAI). SALFIAN DALIANDI, DAKESLIM (BENGKALIS). SUHANDI, IMRAN RIO (INHU). JABARULLAH, JANUAR JAYA (INHIL). ACHMAD FIKRI, ARIEF (KAMPAR). JON HENDRI HASAN, ASNOL MUBARACK (PELALAWAN). ALAMAT REDAKSI: JL PARIT INDAH KOMPLEK PERKANTORAN GRAND SUDIRMAN BLOK B 10 PEKANBARU, TELP/ FAX (0761) 32308 TARIF IKLAN: FULL COLOURRP. 6.000/MM/KOLOM, HITAM PUTIH RP. 4.000/MM/KOLOM (BELUM TERMASUK PPN 10%) NOMOR REKENING: BANK RIAU NO REK 201.030.690.95 PERCETAKAN: PT RIAU POS GRAINDO (ISI DI LUAR TANGGUNGJAWAB PERCETAKAN)

Redaksi menerima sumbangan tulisan atau artikel, puisi dan ilustrasi. Tulisan diketik rapi dua kertas kuarto dan dilengkapi identitas pengirim. Redaksi berhak menyunting isi tulisan tanpa mengubah maknanya.

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012


Budaya Kalam

3 Oleh: Bambang Irawan Syahputra

Ada Wani Piro Di Konfercab PWI Riau

I

Mengucapkan Selamat Atas Terpilihnya

H Dheni Kurnia SEBAGAI KETUA PWI CABANG RIAU Periode 2012-2017 Pada Konfrensi Cabang Tanggal 29-30 Juni 2012 di Hotel Furaya Pekanbaru Ttd

STILAH wani piro saja, karena ia merupakan hasil melejit setelah memang dikenal kemenangan beberepa artis sebagai sosok wani piro, penjenaka ibu kota melaneksentrik bin arahnya sudah tunkannya diberbagai nyentrik. jelas tidak dapat panggung komedi yang Memaknai disetir penumpdiputar sejumlah stasiun kalimat pendek ang, namun televisi nasional. Sebut saja Edi, bisa saja tergantung Sule dan Andre Taulani tidak sekedar kehendak tuan sering menyebut-nyebut lelang diri, tetapi Wani Piro itu kalimat tersebut dalam penuh dengan sendiri. Jangan lawakan mereka. Bahkan makna bersayap. berharap terlalu salah satu iklan komersial Ibarat main bola banyak dengan juga menggunakannya. sodok, tembak musyawarah Wani piro berasal dari bola tujuh, yang untuk mufakat, bahasa Jawa yang berarti kena justru bola satu, mukarena sudah dikubur tuan “berani berapa”. Kalimat ini ngkin ini yang menjadi pesan Wani Piro di pusat inti biasanya ditujukan dalam wani piro Edi. bumi dan dibutuhkan lima bentuk tanya saat melakuDari kabar burung, untuk ribu tahun cahaya untuk kan tawar menawar dalam mencalonkan diri menjadi membawanya kembali ke perdagangan. Biasanya, bila ketua, seorang anggota PWI permukaan. penjual mematok harga bisa menghabiskan ratusan Seperti itu sajakah nasib terlalu tinggi, sementara juta, bahkan mendekati demokrasi dalam organisapembeli ingin memperoleh angka satu miliar guna si pasca wani piro? Itu harga lebih rendah, kalimat mengarahkan peserta pemilih belum seberapa. Ibarat tersebut akan meluncur dari untuk membulatkan suara berdagang, setelah modal mulut penjual untuk menkepada calon tersebut. Kalau terkuras habis, tentu saja gukur finansial pembeli. Jika didunia politik namanya harus ada upaya pengemsepakat, mereka baliannya berikut kemudian melanjutmargin keuntungan kan dengan transaksi. serta rentetetan Kalau sudah demikian, Saat ini, wani piro reward dan bonus prinsip simbiosis mutualisme yang menyertainya. sudah tidak lagi bermain diranah Kalau sudah antara ketua Wani Piro denperdagangan saja. demikian, prinsip gan organisasi yang akan Mulai dari tawar simbiosis mutualisme menawar di arena antara ketua Wani menjadi traktor pengeruk, judi bola hingga Piro dengan organisasemakin lekat bagaikan kuku si yang akan menjadi lelang proyek, bahkan di kancah politik, traktor pengeruk, dan daging. Targetnya? wani piro telah semakin lekat bagaiSudah jelas adalah lahahmenjadi selebriti dan kan kuku dan daging. lahan basah yang membentolak ukur penentu Targetnya? Sudah keputusan. jelas adalah lahahtang luas dari Barat hingga Berbeda dengan lahan basah yang Timur. Fenomena kepentinwani piro pada membentang luas Konfercab XIV PWI gan pribadi dominan terlihat dari Barat hingga Cabang Riau. Tulisan Timur. Fenomena dipermukaan secara kasat tersebut justru kepentingan pribadi muncul pada dominan terlihat mata. Tidak ada lagi kata spanduk dengan latar dipermukaan secara kebersamaan terukir indah. belakang merah putih kasat mata. Tidak ada Semuanya pupus bersama dari salah seorang lagi kata kebersamaan terukir indah. Secalon ketua PWI Edi senyum tuan Wani Piro muanya pupus Akhmad RM. “Pilih yang duduk disinggasana bersama senyum tuan EDI RM Wani Piro,” Wani Piro yang demikian bunyi kekuasaan. duduk disinggasana tulisan itu. kekuasaan. Makna wani piro Bila wani piro tidak Edi RM dipandang tidak money politik, tetapi karena muncul sebagai selebriti, lazim bila ia berkeinginan PWI bukan organisasi sudah pasti organisasi akan mencalonkan diri sebagai politik, mungkin wani piro berjalan dinamis. Masingketua PWI Riau, karena , Edi lebih cocok untuk sebutan masing anggota masih justru menawarkan diri tersebut. punya suara. Tidak akan untuk “dibeli” para pemilih, Tentu saja, aturan wani menjadi boneka yang bukan membeli suara piro sebagai varian dari hanya bisa mengangguk pemilih. money politik tidak dibenardengan berucap “NGGEH” Tidak tahu apa alasan kan untuk menjaring suara saja. Edi sehingga nekad melepemilih karena jelas-jelas Seperti kata bijak orang lang dirinya dalam bursa menghilangkan prinsip dasar Melayu, “Raja Adil Raja calon ketua PWI. Apakah demokrasi. Suara yang Disembah, Raja Lalim Raja karena ia merasa memiliki diperoleh tidak lagi dari hati Disanggah” tetap akan kredibilitas serta kapabilinurani, tetapi lebih kepada tas luar biasa yang mampu money dan akan menghilang- menjadi ciri khas sehingga kontrol sosial organisasi membawa organisasi kan objektifitas dalam memdapat terus dilakukan. profesi kewartawanan berikan penilain terhadap Bukan sebaliknya, “Raja tertua di Indonesia tersebut calon yang dipilih. Adil Wani Piro, Raja Lalim menjadi lebih baik, atau Bila lokomotif yang hanya sekedar berkelekar membawa PWI Riau kedepan Wani Piro?”

H SYAFRIADI, SH, MH Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi/Penjab

Ir. YANTO BUDIMAN S

ZULKARNAIN, SE

Wakil Pemimpin Umum

Pemimpin Perusahaan

Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya

Rudolp Simanungkalit (Op Doli Gunaria)

Tutup Usia 85 Tahun

Ayahanda dari Dungo Simanungkalit Pemred Info Nusantara - Batam Meninggal Rabu, 13 Juni 2012 Dikebumikan Senin, 18 Juni 2012 di Sipoholon Tarutung Tapanuli Utara Ttd

H SYAFRIADI, SH, MH Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi/Penjab

Ir. YANTO BUDIMAN S

ZULKARNAIN, SE

Wakil Pemimpin Umum

Pemimpin Perusahaan

PEMBERITAHUAN Seluruh wartawan Tabloid Berita AZAM dibekali dengan kartu pengenal diri, atau kartu pers. Bagi yang tidak memilikinya, diminta supaya tidak dilayani.

Pojok

 Mambang Makin Diminati, Ngah...!! - Dah banyak yang minang ageknye, Pak Cik..!!

ttd Redaksi

Ongah

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012


Mimbar Debat

4 Anggaran tak Cair

Mesti Disikapi Serius

KETUA DPRD Riau, Johar Firdaus mengungkapkan, tindakan subkontraktor yang melakukan pengrusakan atau pembongkaran, itu sudah menjadi masalah hukum. “Sebagai pimpinan dewan, saya merasa kesal juga bila itu diganggu. Apalagi tanggal 7 Juli mendatang, sudah ada Kualifikasi AFC,” ungkapnya. Adanya pembongkaran tersebut, kata Johar, jelas tidak dapat dibenarkan karena masalah hutang piutang termasuk masalah perdata dan adanya pembongkaran sudah termasuk maslah hukum bukan lagi perdata. “Kalau masalah hutang piutang kan masalah perdata, kalau sampai pengrusakan atau pembongkaran itu betul terjadi, itu patut Kita sayangkan karena merusak fasitas daerah dan bukan merupakan penyelesaian maslah,” tambahnya. Johar mengimbau, seharusnya Pemprov merespon cepat dan jangan dibiarkan saja dengan melakukan musyawarah “Pemprov harus membuat langkah secepat mungkin, jika dananya tidak ada dan menunggu APBD-P berikan penjelasan kepada mereka,” kata Johar. M Johar Firdaus Ketua DPRD Riau

KETUA Komisi D DPRD Provinsi Riau, Adrian Ali mengatakan aksi pembongkaran peralatan di main stadium mesti ada penyelesaian segera, dan disikapi secara serius. Mengingat persoalan penunggakan pembayaran yang dituntut oleh subkontraktor sudah pernah diinformasikan dan bukan hal yang baru. Dan itu sudah berlangsung beberapa bulan sebelumnya. Pemerintah, kata dia, mesti lebih serius menyelesaikan masalah ini. “Kita di dewan ini hanya sebagai kontroling dan pengawasan. Kita juga mengingatkan kepada pemerintah sebagai penanggung jawab penuh kegiatan itu kiranya dapat diselesaikan secara baik,” jelas politisi dari PAN ini. Dia juga menegaskan, selama ini pemerintah terkesan tidak maksimal menyikapinya. Padahal, itu bisa menganggu even yang akan berlangsung sebelum PON dilaksanakan. Yakni pelaksanaan kualifikasi Piala Asia U-22 yang dijadwalkan berlangsung pada 5-8 Juli 2012 ini. Pemprov Riau, katanya, harus menyelesaikan permaslahan tersebut, sehingga tidak menggagalkan eveneven besar yang akan digelar di main stadium tersebut. Adrian Ali Ketua Komisi D DPRD Riau

Masuk ke Hukum Pidana KETUA Komisi A DPRD Riau, Masnur SH berpendapat, aksi pembongkaran ataupun pengrusakan peralatan main stadium dianggap sudap masuk ke ranah hukum pidana. Apalagi properti di main stadium itu sudah menjadi aset negara. “Saya memang prihatin dengan pembongkaran tersebut. Subkontraktor memang punya hak di situ. Tetapi aksi itu tidak diperbolehkan oleh peraturan yang ada,” ungkap Masnur. Dia menegaskan, Komisi A akan mengundang pihak-pihak terkait dalam masalah main stadium tersebut. Dan akan melihat azas kesepakatan antara pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan main stadium. Menurut Masnur, jika antara kontraktor dengan subkontraktor belum melakukan pelunasan, semestinya melakukan one prestasi. Subkontraktor bisa menuntut lewat jalur pengadilan. Demikian pula antara Pemrov sebagai pemilik proyek dengan kontraktor, bisa melakukan one prestasi kepada Pemrov karena tidak membayar pekerjaan mereka. Ini adalah masalah perdata. Jika kemudian ada pembongkaran dan pengrusakan, Masnur berpendapat, hal itu sudah masuk ke tindak pidana dan perbuatan melawan hukum. Masnur Ketua Komisi A DPRD Riau

 Pembangunan Main Stadium PON

Tak Kunjung Lepas dari Masalah Kursi penonton, papan panel score board, pagar pembatas, sound system dan lampu sorot yang sudah dipasang di stadion utama PON dibongkar oleh forum subkontraktor. Aksi ini mereka lakukan karena pekerjaan mereka belum dibayar kontraktor.

P

EMBANGUNAN stadium utama yang bakal digunakan sebagai tempat penyelenggaraan babak kualifikasi Konfederasi Sepak Bola Asia atau Asian Football Confederation (AFC) serta tempat penyelenggaraan PON XVIII Riau di komplek Universitas Riau, Panam Pekanbaru, tak kunjung lepas dari masalah. Diawal-awal pembangunannya, konstruksi main stadium sempat rubuh. Selain itu, lahan main stadium juga sempat bersengketa. Kini, setelah hampir selesai pengerjaannya, beberapa properti main stadium dibongkar pula. Aksi pembongkaran kursi penonton, papan panel scoreboard, pagar pembatas penonton, soundsystem hingga lampu sorot tersebut karena kekecewaan para subkontraktor. Mereka sudah beberapa kali menyampaikan keluhan atas tunggakan pembayaran dari kontrak kerja yang sudah mereka teken. Untuk 12 subkontraktor saja, hutang KSO mencapai Rp25 miliar. Belum lagi hutang kepada subkontraktor yang tak tergabung dalam 12 subkontraktor tadi. Dan barangbarang yang belum dibayar itu, sampai sekarang belum diserahterimakan dari subkontraktor ke KSO. Jika barang-barang itu rusak siapa yang akan bertanggung jawab sementara pekerjaan mereka sudah selesai. Dalam perjanjian kerja antara KSO dan subkontraktor, mestinya serah terima pekerjaan sudah dilakukan pada Desember 2011. Tapi sampai sekarang perjanjian itu tak kunjung dilakukan. Seperti yang pernah diungkapkan juru bicara Forum Subkontraktor Main Stadium PIN XVIII, Ari Setiawan, tindakan pembongkaran tersebut untuk mengambil barangbarang milik mereka yang belum dibayar. Namun kemudian, mereka dinilai telah merusak fasilitas negara. Meski begitu, mereka mengaku siap diseret ke jalur hukum atas tudingan

pelanggaran tersebut dengan lawyer yang sudah dipersiapkan masingmasing perusahaan. “Pembongkaran fasilitas itu multi tafsir. Kalau misalnya akan dibawa ke jalur hukum, kami siap saja. Masing-masing perusahaan sudah ready dengan lawyer masingmasing,” kata juru bicara Forum Subkontraktor Main Stadium PON XVIII Riau, Ari Setiawan. Wawan justru heran pengambilan barang-barang milik mereka disebut merusak fasilitas negara. “Ini kan aneh. Kenapa kalau uang kami yang sudah menahun tak kunjung dibayar tak disebut melanggar hukum negara. Tolong dong dicerna lebih jernih. Yang kami minta itu hak kami. Hak atas pekerjaan yang sudah kami tuntaskan sejak tahun lalu,” ujar Ari Setiawan. Menurut dia, uang subkontraktor tertunggak bukan sebulan dua bulan. Tapi sudah bertahun-tahun. Bahkan ada yang sudah tiga tahun. Sementara menurut Perda nomor 5 tahun 2008 tentang pembangunan main stadium yang menghabiskan anggaran di APBD Riau sebesar Rp 900 miliar itu, pembangunan Main Stadium sudah mesti kelar Desember 2011. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau memastikan bahwa jadwal pertandingan kualifikasi Asian Football Champion (AFC) usia dibawah 22 tahun tetap dilaksanakan pada tanggal 7 Juli mendatang di stadiun utama tersebut. Padahal, saat ini permasalahan antara subkontraktor dengan Kontraktor belum bisa dituntaskan. Asisten II Setdaprov Riau Emrizal Pakis kepada subkontrator berharap mestinya jika ada masalah, sebaiknya didudukan bersama untuk mencari penyelesaian. Dia menyebutkan, ini adalah kegiatan yang bersifat internasional, untuk itu semua pihak harus mendukung. “Kalau memang subkontraktor ada masalah, sebaiknya kita duduk bersama. Untuk mencari solusinya, karena ini adalah event Internasional mari kita sama-sama mendukung suksesnya pelaksanaan AFC ini,” ungkapnya. Emrizal Pakis mengakui saat ini pihaknya mengalami kendala administratif terkait dana anggaran main stadium. Untuk itu, KSO dan subkontraktor hendaknya dapat memahaminya.*

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012

 ird

Mesti Menahan Diri ANGGOTA Komisi C DPRD Riau Zukri menyayangkan jika benar telah terjadi pembongkaran properti main stadium oleh subkontraktor. “Kita minta subkontraktor untuk dapat bersabar dan menahan dirilah jangan ada pembongkaran,” ungkap Zukri. Sebab saat ini antara pemerintah dan DPRD tengah menyusun dan mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan pembayaran. Anggaran untuk pembayaran itu sudah ada, namun Pemrov dan DPRD Riau tidak ingin uang pembayaran nanti menjadi permasalahan hukum dikemudian hari. “Kita juga mesti hati-hati untuk menyikapi hal ini,” jelas Politisi dari PDIP ini. Zukri menambahkan, dalam APBD murni 2012 sudah dianggarkan dana sebesar Rp71 miliar untuk main stadium PON. Namun dana tersebut tidak dapat dibayarkan karena Perdanya sudah habis masa berlakunya. “Walaupun uangnya sudah ada Rp71 miliar, Pemprov dan DPRD juga takut membayarkan. Kalau nantinya uang yang dibayarkan jadi masalah hukum di kemudian hari,” jelasnya. Zukri berharap aksi pembongkaran tersebut hendaknya tidak sampai menggagalkan Kualifikasi Piala AFC. Dia juga meminta agar kontraktor dan subkontraktor agar bersabar, sebab DPRD tengah mencarikan solusi yang tepat. Zukri Anggota Komisi C DPRD Riau


5 Suara AZAM

Pemulung Tua itu Batuk Berdarah Siang yang menyengat. Gerobak roda tiga tengah melewati Jalan Sudirman, Kota Bertuah. Melaju pelan didorong tangan tua keriput dimakan usia dan getirnya kehidupan.

L

ANGKAH berat beriring mengukur jalan. Telapak beralaskan sendal jepit itu diseret mengikuti langkah. Tapakkan kaki keatas aspal panas yang terlusut matahari siang. Terbalut pakaian lusuh tinggal kulit pembalut tulang. Letih, dan gemetar ia kembali menuju pulang. Seonggokan barang bekas telah menggunung dalam gerobak tua hasil usahanya sedari fajar menyinsing. Suratno, demikian pria 78 tahun itu mengenalkan dirinya, setelah ia menepikan gerobaknya ke pinggir jalan. Dia juga punya rasa lelah, keringat mengucur keseluruh tubuh terlihat membasahi dahi dan baju hitam yang dia kenakan. Nafasnya naik turun tak beraturan, sesak, mungkin akibat kelelahan. Sorot matanya yang redup, sekilas memandangi jalanan yang berdebu. Dilalui sejumlah mobil-mobil mewah, ber AC yang membawa kesejukan didalamnya. Adakah bapak tua ini membayangkan kesejukan berada di dalam mobil mewah tersebut? Mungkin hanya khayalan yang membawa dirinya kesana. Tak lama kemudian, dia bangkit dari dari duduknya. Dia menjangkau bungkusan kecil yang ia cantolkan di dinding gerobak bagian kanan. Lalu dari dalam bungkusan itu dia keluarkan botol air mineral bekas yang sudah lusuh dan kusam. Berisi air yang masih bersisa. Dia meneguknya. Hingga tegukan ke tiga, air itu tidak lagi bersisa. Terlihat dari

wajahnya yang masih menyisakan dahaga. Maklum, perjalanan disiang bolong menyisakan haus dan lelah. Dari kejauhan, dia melihat botol minuman bekas, bergegas bapak tua itu menuju kesana lalu memungutnya. Tak lama botol itu sudah berpindah ke dalam gerobak. Dia terlihat terbatuk kecil dan diiringi batuk yang agak kuat. Penyakit lamanya kambuh menghantam dadanya dengan perlahan tapi pasti. Segumpal darah menyembur keluar dari mulutnya. Dia kembali duduk istirahat sejenak dan berujar: “Bapak tidak apa-apa, batuk-batuk ini memang sudah tidak mau hilang. Sudah seperti menjadi pakaian,” ujarnya dengan nafas sedikit sesak. Istirahat sejenak, bisa meredakan nafasnya yang sesak. Sepertinya, pekerjaan jadi pemulung tidak bisa lepas

dari kehidupanya. Meski kurang enak badan, tak dapat ia tinggalkan pekerjaan tersebut. Memungut barang bekas hanya dapat untuk menafkahi kebutuhanya dihari itu. Jika dia sakit tentu tak ada biaya kesehatannya. “Bapak pergi pagi pulang siang, lalu hasilnya langsung dijual untuk biaya satu hari. Kalau bapak sakit, terpaksa ngutang sama tetangga buat kebutuhan sehari-hari,” katanya dengan nada lirih. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pria tergolong lansia ini tidak bisa lepas dari pekerjaanya sebagai pemulung. Pergi pagi pulang siang, untuk memenuhi kebutuhannya dihari itu. Setelah dijual, dia hanya mengantongi uang sekitar Rp30 ribu rupiah. Uang yang dia peroleh dari proses yang panjang. Bergelut dengan debu jalanan, panasnya matahari, lelah, dahaga

menyatu jadi satu. Betapa pun dirinya dalam kondisi sakit, tiada tempat ia begantung untuk menampung kehidupanyan di usia renta itu. Di usia yang sudah senja, mestinya dia bisa bermanja dan bergembira bersama anak dan cucu. Bukan lagi usia yang berkelahi dengan waktu dan getirnya kehidupan. Bagi Pak Suratno, dirinya masih memilih nasib di antara tumpukkan sampah mengumpul barang-barang bekas. Semua itu dia jalani untuk diri dan keluarganya yang menunggunya dirumah dengan setia disertai senyum manisnya. Istrinya berumur tidak berselang jauh dengan umur Pak Suratno. Dari pernikahanya dikarunia satu orang putra. Sudah berkeluarga yang kini hidupnya juga miskin. Pak Suratno tidak ada tempat bergantung dan mengadukan nasibnya selain

sang Khalik yang Maha luas limpahan rahmatNya. Kondisi sakit, tak menghalanginya untuk memijakkan kaki dan melangkah. Dia terus mencari rezki dari bekas-bekas sampah yang dapat didaur ulang. Suratno memilih pekerjaan ini karena himpitan ekonomi. Jadi pemulung untuk menyambung hidup agar dapat berputar sebagaimana mestinya. Kebanyakan orang memandang buruk para pemulung. Masyarakat cenderung apatis dengan kehadiran pemulung. Banyak di antara warga masyarakat beranggapan bahwa pemulung adalah kelompok pekerja yang kurang mengerti dan tidak menanamkan budi pekerti dalam dirinya. Masyarakat beranggapan bahwa pemulung itu ‘panjang tangan’, pemulung sangat kumuh, dan sebagainya. Namun, benarkah seperti itu? Mereka sebenarnya punya peran penting dalam menyelamatkan lingkungan. Pemulung juga merupakan orang-orang yang punya andil dalam proses pengolahan sampah. Karena peran pemulung pula, sampah-sampah organik dan nonorganik dipisahkan yang kemudian bisa menjadi pupuk. Benda-benda yang terbuang dan dianggap sampah dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang sampah. Dengan demikian, volume sampah yang menggunung di lingkungan kita yang menjadi permasalahan yang tak kunjung berakhir dapat diminimalkan oleh pemulung. Melihat kenyataan itu, kita sudah sepatutnya menjadikan pemulung sebagai orang yang patut diperhatikan kesejahteraanya. Untuk menghindari stigma yang jelek pada pemulung, bisa saja mereka dibekali dengan pengetahuan budi pekerti yang nantinya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.*

 nur

Te r l e n g k a p & Te r a k r e d i t a s i P E R S A D A B U N D A M

E

N

E

R

I

M

A

M

A S M

A B A

STISIP

AKADEMI SEKRETARIS & MANAJEMEN SK. MENDIKBUD RI. NO. 252/DIKTI/Kep/1992 Teragreditasi SK NO:017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002

AKADEMI BAHASA ASING SK. MENDIKBUD RI. NO. 62/D/1998 Teragreditasi SK NO:017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002

SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK SK. MENDIKNAS RI NO. 173/D/0/2000

J

U

1. Sekretaris Eksekutif D3 2. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern D3

1. Bahasa Inggris D3)

Sekretaris Pefesional, Manager Administratif, Supervisor Perkantoran, Manager Pelayanan Kantor, yang dewasa ini sangat dibutuhkan baik oleh perusahaan maupun instansi Ketua : H. Hazmil Zaianal, SE.MM

Pubic Office Manager, Public Relation, Translator, Secretary, Master of Ceremony, Guide, Kepariwisataan, Export-Import, Insurance Company, Instructor for English Course yang profesional. Ketua: Kernedy, SS

P

A

H

A

S

I

S

W

A

B

A

PROGRAM DIPLOMA : DI, DII, DIII, DAN STRATA SATU (S1)

R

S T I E SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SK. MENDIKNAS RI NO. 191/D/0/2000 Teragreditasi SK NO:014/BAH-PT/AK-IV/S1/VIII/2002

R 1 Ilmu Komunikasi (S1)

O

S

P

E

Administrator, Ahli dalam membuat kebijakan, Public Relation Manager, Ahli dalam bidang administrasi negara dan administrasi niaga, handal dalam bidang komunikasi, menguasai tata pemerintahan dan Dunia Bisnis Ketua: Drs M Iqbal Ali MM

K

S T I BA

S T I H

S T A I

SEKOLAH TINGGI ILMU HUKUM SK MENDIKNAS RI NOMOR 151/D/02006 Teragreditasi SK NO:027/BAH-PT/AK-XII/S1/XI/2009

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SK DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM NOMOR : DJ.I/495/2007

S

1. Manajemen (S1) 2. Akuntansi (D3)

A I. II. III. IV.

1. Bahasa dan Sastra Inggris (S1) 2. Bahasa Inggris (D3)

L

U

Menjadi Manager handal untuk menghadapi peluang bisnis, manjadi pakar dan pengelola strategi bisnis untuk usaha kecil, menengah dan besar, menjadi manajer pemasaran, menjadi akuntan handal yang mampu mengelola dan membukukan keuangan. Ketua: Haznil Zainal SE MM

U

SEKOLAH TINGGI ILMU BAHASA ASING SK MENDIKNAS RI NOMOR 61/D/02004

U

R

L

U

S

Pubic Office Manager, Public Relation, Translator, Secretary, Master of Ceremony, Guide, Kepariwisataan, Export-Import, Insurance Company, Instructor for English Course yang profesional., Dosen dan Ahli B.Inggris Ketua : Kernedi, SS

N PRAKTISI HUKUM (S1) HUKUM BISNIS (S1) HUKUM UDARA (S1) ILMU HUKUM (S1)

A

I. PEMIKIRAN ISLAM (S1) II. EKONOMI ISLAM (S1) III. PERBANKAN SYARIAH (S1)

N

Pengadilan, Kejaksaan, Kepolisian, Akreditasi, Advokasi Notarsi, Penyidik, Panitera, Biro Hukum Perusahaan, Perbankan Dan lain lain Ketua: Prof Hj Aswarni Adam, SH

Pemikiran Islam Filosof Dai. Ahli Ekonomi Islam, Perencanaan Ekonomi, Ahli Perbankan Syariah, Karyawan di Bank dll Ketua: Drs H Iskandar Arnel, MA

M E N G A PA A N DA H A R U S M E M I L I H P E R S A DA B U N DA ? Karena didukung oleh Dosen-dosen yang ahli dan berpengalaman lulusan dalam dan luar negeri dengan jenjang pendidikan S1, S2, S3 dan Guru Besar/Profesor, Praktisi yang terampil yang siap mendidik dan membina anda menjadi tenaga terampil dan profesional. Lama pendidikan satu Tahun untuk DI dengan Gelar Ahli Pertama (AP), dua tahun untuk DII dengan gelar Ahli Muda (A.Ma), tiga tahun untuk DIII dengan gelar Ahli Madya (A. Md), dan empat tahun untuk program S1 dengan gelar Sarjana Lengkap (S.Sos dan SE). Bagi mahasiswa yang berprestasi diberikan beasiswa. Kerjasama dengan dunia usaha, Case Study dan Job Training. Fasilitas antara lain: Lab. Komputer, Lab. Bahasa, Lab. Perkantoran, Perpustakaan, Telepon Umum (Beken & Wartel), Klinik Kesehatan, Mushola, Cafetaria, Asuransi, Foto Copy, dan lokasi kampus di tengah kota. SYARAT PENDAFTARAN 1. Berijazah SLTA atau sederajat (MAN, SMK) 2. Pria/Wanita yang sehat jasmani dan rohani 3. Mengisi Formulir Pendaftaran 4. Foto Copy Ijazah/STTB atau sederajat, Dilegalisir (3 Lbr) 5. Foto Copy NEM/Nilai Dilegalisir (3 lembar) 6. Pas Foto 3x4 (4 lembar) 7. Membayar Uang Pendaftaran Rp. 250.000 8. Mengikuti Ujian Saringan Masuk

WAKTU PERKULIAHAN Pagi Siang Malam Sabtu Minggu

= = = = =

08.00 s/d 12.00 WIB 13.00 s/d 17.00 WIB 19.00 s/d 22.00 WIB 15.30 s/d 22.00 WIB 07.30 s/d 15.00 WIB

(Khusus Karyawan) (Khusus Karyawan) (Khusus Karyawan)

Dengan Mengikuti Pendidikan Tinggi di Persada Bunda, Karyawan/ti dengan sendirinya ilmu bertambah, ketempilan makin mantap. Karier otomatis akan meningkat dan percaya diri akan lebih besar.

Jl. Diponegoro No. 42 Pekanbaru 28116 Telp. (0761) 23181 - HP: 0813 652 89999 - Fax. (0761) 40218

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012


6 Budaya  Sosialisasi UU Tentang Cagar Budaya

Tiap Orang Wajib Menjaga Cagar Budaya Peninggalan bersejarah atau cagar budaya banyak yang tidak dijaga dengan baik. Untuk itu, semua elemen hendaknya proaktif melindungi dan melestarikan cagar budaya ditempat masing-masing.

D

INAS Pariwisata, Seni dan Kebudayaan Provinsi Riau, belum lama ini mengadakan acara sosialisasi undangundang cagar budaya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melestarikan cagar budaya yang sudah kurang diperhatikan. Disamping itu, juga untuk mengetahui peninggalan sejarah yang tergolong ke dalam cagar budaya. Acara yang diadakan selama dua hari tersebut, mengetengahkan tentang penggantian Undang-undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Cagar Budaya ke UndangUndang Nomor 11 Tahun 2010. Undang-undang ini memberikan perlindungan dan mendorong dilakukannya pelestarian aktif cagar budaya oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan semua lapisan masyarakat. Kasi Pengkajian Dinas Pariwisata Propinsi Riau, Achmad Al Azhari pada kesempatan itu mengatakan, penggantian UU Nomor 5 Tahun 1992 menjadi UU Nomor 11 Tahun 2010 dilatarbelakangi banyaknya pelanggaran terhadap cagar budaya yang dirusak, dicuri atau pun tindakan lainnya yang tidak melestarikan cagar budaya. “Banyak peninggalan purbakala yang perlu dibedakan, mana yang termasuk cagar budaya dan bukan cagar budaya. Untuk itu, semua benda yang sudah berusia 50 tahun lebih dan memiliki nilai-nilai penting perlu didaftarkan,� jelasnya. Setelah diketahui sebagai cagar budaya, pemerintah harus mengeluarkan pernyataan sebagai bukti status. “Peninggalan purbakala yang sudah dinyatakan sebagai cagar budaya, harus dilestarikan dan dikelola sebagai kekayaan bangsa, supaya bermanfaat bagi generasi mendatang,� ujarnya mengimbau. Selain itu, kita juga harus mendorong masyarakat agar proaktif melindungi cagar budaya di daerah mereka masing-masing. Sementara pemerintah daerah, hendaknya perlu menegaskan aturan untuk melestarikan cagar budaya. Dia menyebutkan, aturan hukum tentang Cagar Budaya sesuai UU No 11 tahun 2010, meliputi ketentuan umum tentang Cagar Budaya, warisan budaya bersifat

kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. Kriteria cagar budaya berupa benda, bangunan, atau struktur. Sesuai pasal 5, benda, bangunan, atau struktur dapat diusulkan sebagai Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, atau Struktur Cagar Budaya apabila memenuhi kriteria: berusia 50 tahun atau lebih, mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/ataukebudayaan dan memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa. Pendaftaran Dalam pasa pasal 28, pemerintah daerah bekerja sama dengan setiap orang dalam melakukan Pendaftaran. Selanjutnya, setiap orang yang memiliki atau menguasai Cagar Budaya wajib mendaftarkannya kepada pemerintah kabupaten/kota tanpa dipungut biaya. Setiap orang dapat berpartisipasi dalam melakukan pendaftaran terhadap benda, bangunan, struktur, dan lokasi yang diduga sebagai Cagar Budaya meskipun tidak memiliki atau menguasainya. Pemerintah kabupaten/kota melaksanakan pendaftaran Cagar Budaya yang dikuasai oleh Negara atau yang tidak diketahui pemiliknya sesuai dengan tingkat kewenangannya. Pendaftaran Cagar Budaya di luar negeri dilaksanakan oleh perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Hasil pendaftaran harus dilengkapi dengan deskripsi dan dokumentasinya. Cagar Budaya yang tidak didaftarkan oleh pemiliknya dapat diambil alih oleh pemerintah atau Pemerintah Daerah. Pengkajian Sedangkan hasil pendaftaran diserahkan kepada Tim Ahli Cagar Budaya untuk dikaji kelayakannya sebagai Cagar Budaya atau bukan Cagar Budaya. Pengkajian bertujuan melakukan identifikasi dan klasifikasi terhadap benda, bangunan, struktur, lokasi, dan satuan ruang geografis yang diusulkan untuk ditetapkan sebagai Cagar Budaya. Tim Ahli Cagar Budaya ditetapkan dengan keputusan Menteri untuk tingkat nasional, keputusan Gubernur untuk tingkat provinsi dan keputusan Bupati/Wali Kota untuk tingkat kabupaten/kota. Dalam

melakukan kajian, Tim Ahli Cagar Budaya dapat dibantu oleh unit pelaksana teknis atau satuan kerja perangkat daerah yang bertanggung jawab di bidang Cagar Budaya. Selama proses pengkajian, benda, bangunan, struktur, atau lokasi hasil penemuan atau yang didaftarkan, dilindungi dan diperlakukan sebagai Cagar Budaya. Penetapan Sementara Bupati/walikota mengeluarkan penetapan status Cagar Budaya paling lama 30 (tiga puluh) hari setelah rekomendasi diterima dari Tim Ahli Cagar Budaya yang menyatakan benda, bangunan, struktur, lokasi, dan/atau satuan ruang

geografis yang didaftarkan layak sebagai Cagar Budaya. Setelah tercatat dalam Register Nasional Cagar Budaya, pemilik Cagar Budaya berhak memperoleh jaminan hukum berupa: surat keterangan status Cagar Budaya dan surat keterangan kepemilikan berdasarkan bukti yang sah. Penemu benda, bangunan, dan/atau struktur yang telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, dan/atau Struktur Cagar Budaya berhak mendapat kompensasi. Situs Cagar Budaya atau Kawasan Cagar Budaya yang berada di 2 (dua) kabupaten/ kota atau lebih ditetapkan sebagai Cagar Budaya provinsi. Situs Cagar Budaya atau Kawasan Cagar Budaya yang berada di 2 (dua) provinsi atau lebih ditetapkan sebagai Cagar Budaya nasional. Pemerintah kabupaten/kota menyampaikan hasil penetapan kepada pemerintah provinsi dan selanjutnya diteruskan kepada Pemerintah pusat. Pencatatan Sedangkan untuk pencatatan, pemerintah membentuk sistem Register Nasional Cagar Budaya untuk mencatat data Cagar Budaya. Benda, bangunan, struktur, lokasi, dan satuan ruang geografis yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya harus dicatat di dalam Register Nasional Cagar Budaya.

Pengelolaan Register Nasional Cagar Budaya yang datanya berasal dari instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan luar negeri menjadi tanggung jawab Menteri. Pengelolaan Register Nasional Cagar Budaya di daerah sesuai dengan tingkatannya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/ kota. Pemerintah melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap Register Nasional Cagar Budaya yang dikelola oleh pemerintah provinsi. Pemerintah provinsi melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap Register Nasional Cagar Budaya yang dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota.

Pemeringkatan Pemerintah dan Pemerintah Daerah dapat melakukan pemeringkatan Cagar Budaya berdasarkan kepentingannya menjadi peringkat nasional, peringkat provinsi, dan peringkat kabupaten/kota berdasarkan rekomendasi Tim Ahli CagarBudaya. Cagar Budaya dapat ditetapkan menjadi Cagar Budaya peringkat nasional apabila memenuhi syarat sebagai: wujud kesatuan dan persatuan bangsa, karya adiluhung yang mencerminkan kekhasan kebudayaan bangsa Indonesia. Cagar Budaya yang sangat langka jenisnya, unik rancangannya, dan sedikit jumlahnya di Indonesia. Bukti evolusi peradaban bangsa serta pertukaran budaya lintas negara dan lintas daerah, baik yang telah punah maupun yang masih hidup di masyarakat. Dan contoh penting kawasan permukiman tradisional, lanskap budaya, dan/atau pemanfaatan ruang bersifat khas yang terancam punah. Cagar Budaya dapat ditetapkan menjadi Cagar Budaya peringkat provinsi apabila memenuhi syarat: mewakili kepentingan pelestarian Kawasan Cagar Budaya lintas kabupaten/ kota, mewakili karya kreatif yang khas dalam wilayah provinsi, langka jenisnya, unik rancangannya, dan sedikit jumlahnya di provin-

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012

si, sebagai bukti evolusi peradaban bangsa dan pertukaran budaya lintas wilayah kabupaten/kota, baik yang telah punah maupun yang masih hidup di masyarakat, dan berasosiasi dengan tradisi yang masih berlangsung. Cagar Budaya dapat ditetapkan menjadi Cagar Budaya peringkat kabupaten/ kota apabila memenuhi syarat: sebagai Cagar Budaya yang diutamakan untuk dilestarikan dalam wilayah kabupaten/kota, mewakili masa gaya yang khas, tingkat keterancamannya tinggi, jenisnya sedikit, dan jumlahnya terbatas. Pemeringkatan Cagar Budaya untuk tingkat nasional ditetapkan dengan Keputusan Menteri, tingkat provinsi dengan Keputusan Gubernur, atau tingkat kabupaten/kota dengan Keputusan Bupati/ Wali Kota. Cagar Budaya peringkat nasional yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional dapat diusulkan oleh Pemerintah menjadi warisan budaya dunia. Cagar Budaya yang tidak lagi memenuhi syarat untuk ditetapkansebagai peringkat nasional, peringkat provinsi, atau peringkat kabupaten/ kota dapat dikoreksi peringkatnya berdasarkan rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya disetiap tingkatan. Peringkat Cagar Budaya dapat dicabut apabila Cagar Budaya: musnah, kehilangan wujud dan bentuk aslinya, kehilangan sebagian besar unsurnya atau tidak lagi sesuai dengan persyaratannya. Penghapusan Cagar Budaya yang sudah tercatat dalam Register Nasional hanya dapat dihapus dengan Keputusan Menteri atas rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya di tingkat Pemerintah. Keputusan penghapusan harus ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah. Penghapusan Cagar Budaya dari Register Nasional Cagar Budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal50 dilakukan apabila Cagar Budaya: musnah, hilang dan dalam jangka waktu 6 (enam) tahuntidak ditemukan, mengalami perubahan wujud dan gaya sehingga kehilangan keasliannya atau dikemudian hari diketahui statusnya bukan Cagar Budaya. Penghapusan Cagar Budaya dilakukan dengan tidak menghilangkan data dalam Register Nasional Cagar Budaya dan dokumen yang menyertainya. Dalam hal Cagar Budaya yang hilang ditemukan kembali, Cagar Budaya wajib dicatat ulang ke dalam Register Nasional Cagar Budaya.*

 hes


Cakap Lepas 7 Lingkungan

Riau Menuju Sinergitas Green Ekonomi Provinsi Riau memiliki potensi untuk menjadi salah satu pionir dan model penerapan konsep ekonomi hijau (green economy). Program inovatif ini dinilai dapat mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

K

OMITMEN itu diungkapkan Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP diselasela seminar terbuka pembangunan berkelanjutan berbasis ekonomi hijau, sosial dan budaya di Gedung Daerah, Kamis pekan silam. Diharapkan dengan konsep itu, peran pemerataan ekonomi dan pembangunan bisa saling bersinergi seiring tumbuh pembangunan di Riau ke depan. “Tentu saja, pelaksanaan konsep ekonomi hijau bersama pembangunan berkelanjutan terutama di Provinsi Riau bukanlah tugas yang ringan. Namun, saya yakin, dengan semangat kebersamaan dan kerjasama dari berbagai stakeholder, tugas mulia ini dapat kita realisasikan,” terangnya. Menurutnya, konsep ekonomi hijau sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan memiliki empat

elemen. Yakni pengentasan kemiskinan, pekerjaan yang layak, pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan internalisasi lingkungan dalam pembangunan. “Dengan begitu, ekonomi hijau yang dimaksud diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, kesetaraan sosial dan mengurangi resiko kerusakan lingkungan,” papar Gubri. Lebih lanjut, konsep ekonomi hijau memiliki keterkaitan erat dengan tujuan konferensi pembangunan berkelanjutan. Atau dikenal dengan nama KTT Rio+20 yang berlangsung di Rio de Jeneiro Brazil. “Dalam kesempatan ini, perlu juga saya sampaikan bahwa Pemprov Riau memiliki komitmen yang kuat (strong commitment) terhadap pelaksanaan prinsip-prinsip ekonomi hijau. Dengan me-

madukan kepentingan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, segala bentuk pengelolaan sumberdaya alam, baik hutan, minyak bumi, sumberdaya perairan di bumi Lancang Kuning harus mengadopsi prinsip ekonomi hijau,” jelas Gubri yang juga tampil sebagai pemateri dalam acara yang bernuansa lingkungan itu. Lebih jauh dia menjelaskan, konsep green ekonomy kerap menjadi perhatian, baik ditingkat nasional hingga internasional. Ini tercermin dalam tema hari lingkungan hidup se dunia 2012 yakni green economy does it include you. “Mari kita terapkan konsep green economy menuju pembangunan berkelanjutan di Riau,” jelasnya. Seperti diketahui konferensi United Nations Conference on Environment and Develop-

ment (UNCED) di 1992 juga di Rio de Janeiro menghasilkan Deklarasi Rio yang berisi 3 komitmen utama. Pertama, negara maju diwajibkan untuk memperhatikan lingkungan dalam pembangunannya. Kedua, negara berkembang diizinkan melanjutkan pembangunannya seperti biasa, sambil mulai menerapkan model pembangunan hijau. Ketiga, negara maju juga diwajibkan membantu negara berkembang untuk menerapkan pembangunan yang ramah lingkungan baik melalui dukungan pendanaan maupun alih teknologi. Blue Economy Selain itu, Pemerintah Indonesia pada Forum Rio+20 mengusung prinsip “Ekonomi Biru” guna mendorong kesadaran global terhadap pengelolaan laut dan sumber daya pesisir. Prinsip ekonomi biru dinilai tepat dalam membantu dunia untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, ekosistem laut yang kian rentan terhadap dampak perubahan iklim dan pengasaman laut. Hal ini penting dilakukan guna mengendalikan ancaman pemanasan global seperti energi gas buang dan karbon sehingga dapat terwujudnya pembangunan berkelanjutan secara terpadu dan upaya pengentasan kemiskinan.

Saat ini perubahan iklim kian semakin nyata mengancam kehidupan dunia, seperti kenaikan permukaan laut, peningkatan suhu permukaan laut, aktivitas badai meningkat, dengan diikuti efek berbahaya dari pengasaman laut yang dapat menjadi ancaman terbesar bagi kesehatan laut. Atas dasar itu, dalam menangani ekosistem terumbu karang dibutuhkan sebuah tindakan adaptasi dan mitigasi secara cepat dan tepat. Mungkin ekosistem laut adalah yang pertama kali runtuh tanpa adanya adaptasi dan tindakan mitigasi. Karena itu, Ekonomi Biru dinilai memiliki potensi dalam paradigma pembangunan baru dengan menerapkan model pengembangan bisnis baru yang mensinergikan antara pertumbuhan, pembangunan dan lingkungan . Pemerintah Indonesia bertekad secepatnya bisa mengadopsi konsep ‘blue economy’, terkait tren ke depan pasca-keberhasilan implementasi konsep green economy menuju blue economy. Negara seperti Indonesia, ekonomi hijau mutlak diperlukan, namun sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, menerapkan ekonomi hijau saja tidak cukup perlu dibarengi dengan konsep ekonomi biru.

SERIKAT PERUSAHAAN PERS CABANG RIAU

Mengucapkan Selamat Atas Terpilihnya

H DHENI KURNIA SEBAGAI KETUA PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA (PWI) CABANG RIAU Periode 2012-2017 Pada Konfrensi Cabang Tanggal 29-30 Juni 2012 di Hotel Furaya Pekanbaru Ttd

H SYAHRIADI SH MH

H MAKMUR SE Ak

Ketua

Sekretaris

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012

 ird


8

Infrastruktur Memadai Bisa Kurangi Kemiskinan Pemkab Rohil masih berkomitmen meningkatkan insfrastruktur, karena itu bisa menurunkan angka kemiskinan.

H

INGGA saat ini, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), masih diduduki warga yang hidup digaris kemiskinan. Sebagian besarnya bermukim di pingiran pantai dan tepian Sungai Rokan.

Salah satu solusi untuk mengentaskan kemiskinan mereka dengan dibangunnya infrastruktur jalan yang menghubungkan berbagai daerah. Pasalnya, selama ini daerah yang menjadi kantong kemiskinan tersebut sangat terisolir karena tidak

memiliki sarana jalan yang memadai sehingga kekayaan alam berupa hasil bumi dan laut sulit untuk dipasarkan. Contohnya hasil pertanian, akibat tidak adanya jalan tembus menuju tempat penjualan yang layak, maka harga jual padi di daerah ini sangat rendah. Akibatnya, para petani tidak dapat mensejahterakan hidup mereka dari hasil tersebut. Termasuk diantaranya hasil palawija dan hasil laut

Ketua TP PKK Rohil Hj Latifah Hanum Annas melepas balon tanda dimulainya Kejurda Motoprix Bupati Cup I

308 Koperasi Terancam Dibubarkan

B

ERDASARKAN monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Rohil menemukan sejumlah koperasi yang tidak aktif selanjutnya akan dilaksanakan proses pembubaran. Menurut Kadiskop dan UKM Rohil melalui Kasi Pengendalian Diskop UKM Rohil, Kuswadi, dari total 514 koperasi di Rohil, sekitar 308 di antaranya terancam dibubarkan sebagaimana mengacu pada ketentuan UndangUndang Koperasi. Dan keberadaan koperasi tersebut tersebar di 13 kecamatan yang ada. Namun ada beberapa diantaranya terutama yang berada di dua Kecamatan Kubu Babussalam dan Rantau Kopar, pada saat pendirian koperasi tersebut pemekaran dua kecamatan ini. Perlu juga diketahui, kata Kuswandi, secara legal formal hingga tingkat nasional, maka kode-kode koperasinya berada di 13 kecamatan selain Rantau Kopar dan Kubu Babussalam itu.

Hal itu ditegaskan dengan dirilisnya pengumuman bernomor 518/KUKM/ 2012/174 dari Dinkop UKM. “Hanya saja begitu menyusul dikeluarkannya pengumuman ini bukan berarti lantas koperasi langsung bubar, tidak bisa langsung. Ada proses-prosesnya,” jelas Kuswandi. Mengenai ketentuan untuk proses pembubaran itu meliputi, apabila pengurus atau badan pengawas atau pihak ketiga keberatan akan proses pembubaran maka dapat mengajukan atau melaporkan keberatan secara tertulis ke Diskop UKM Rohil di Bagansiapiapi. Sementara waktu pengajuan keberatan paling lambat dua bulan sejak pengumuman dikeluarkan dan apabila dalam jangka waktu yang sudah ditentukan tidak mengajukan keberatan maka dapat dianggap menyetujui proses pembubaran koperasi. “Kita harap hal ini dapat diperhatikan oleh semua pihak terkait,” ujarnya*

 rp/ttg

: : : :

Sekdakab Kapolres Kajari Jumlah Penduduk Jumlah Kecamatan Jumlah Desa Potensi Alam Nopol

: : : : : : : :

H Annas Maamun H Suyatno, AMp Nasruddin Hasan Drs Jamiludin Ridwan SIp Drs.H. Wan Amir Firdaus, M.Si AKBP Auliansyah Lubis Zulbakar 440.894 jiwa 14 103 Migas, Kelapa Sawit, Karet, Ikan BM....P

 mtr/ttg

Bapemas Rekrut 32 Tenaga Pendamping

B

ADAN Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) merektur 32 tenaga pendamping dari unsur masyarakat untuk membantu pengawasan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH). Menurut Kepala Bapemas Rohil, Ferry H Parya, 32 tenaga pendamping itu direkrut karena dalam proses pembangunan rumah layak huni mengharuskan adanya pendamping. “Dari hasil seleksi yang telah kita lakukan terpilih 32 orang tenaga pendamping untuk pembangunan RLH tahun 2012,” ujarnya. Ferry juga memastikan proses perekrutan tenaga pendamping telah dilakukan pihaknya secara terbuka dan fair, ditambah pula pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan penghulu setempat di mana RLH dibangun. Sedangkan tugas dan kewajiban

tenaga pendamping, jelas Ferry, yang pasti akan dilibatkan dalam perencanaan awal, proses pembiayaan hingga selesainya pembangunan RLH. “Dengan itu maka dalam pengawasan pembangunan RLH, mereka turut dilibatkan. Sehingga bangunan RLH betulbetul sesuai dengan yang diharapkan,” jelas Ferry. Setelah pembangunan RLH selesai, kata Ferry, selanjutnya Bapemas akan menyeleksi calon penerima apakah memenuhi kriteria atau tidak. Siapa saja nanti warga yang akan menerima, hal itu tergantung sepenuhnya kepada Bupati Rokan Hilir. “Kita hanya menyeleksi calon penerima RLH yang kita nilai layak atau tidak, memenuhi kriteria yang ditetapkan apa tidak. Namun siapa yang berhak menempati RLH itu sepenuhnya kita serahkan kepada Pak Bupati,” tegas Ferry lagi.*

 rp/ttg

TELEPON PENTING

Sekretariat Pemkab Rohil Sekretariat DPRD Ambulance Pemadam Kebakaran Polsek Bangko Kantor kecamatan Bangko Dinas Kesehatan Dinas Kehutanan Dinas PMD Dinas Pendidikan

0767-24287 0767-24567 0767-21040 0767-21130 0767-21110 0767-21010 0767-24381 0767-21710 0767-24284 0767-23277

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012 CMYK

daerah serta kemiskinan yang dialami masyarakat akan mampu diatasi. “Makanya saat ini kita tengah membangunkan jalan tembus dari Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas mengarah ke Kecamatan Kubu hingga Pedamaran. Kemudian, dua jembatan mengarah kota Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko serta diteruskan ke Kecamatan Sinaboi,” jelas Bupati.*

Wabup Rohil H Suyatno menyerahkan hadiah kepada pemenang Kejurda Motoprix Bupati Cup I di Bagansiapiapi

INFO PENTING Bupati Wakil Bupati Ketua DPRD Wakil Ketua DPRD

berupa ikan. Bupati Rohil, H Annas Maamun mengakui hal itu. Untuk itu, ia masih komitmen meningkatkan infrastruktur jalan pada program kerja tahun ini. Karena, hal itu dinilai salah satu solusi mengatasi masalah kemiskinan. Bupati yakin kalau di kantong-kantong kemiskinan itu dibangun jalan tembus yang memudahkan segala sektor, maka keterisoliran

Dinas Kimpraswil Dispenda Bawasda Bappeda Bapedalda KPDE Dinastan Tanaman Pangan Dinas Perhubungan PLN Bagansiapi-api

0767-24385 0767-22061 0767-24960 0767-24918 0767-24928 0767-24998 0767-24814 0767-24330 0767-21280


9

Ramadhan, Sekolah Perbanyak Kegiatan Agama Untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, selama Ramadhan Disdik arahkan siswa memperbanyak kegiatan keagamaan.

S

ELAMA bulan Ramadhan mendatang para pelajar di seluruh sekolah yang ada di Rokan Hilir (Rohil) akan diarahkan memperbanyak kegiatan keagamaan Islam. Aturan ini diberlakukan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk membentengi siswa berprilaku sopan santun dan mendekatkan diri kepada

Wabup Rohil H Suyatno saat mengunjungi sebuah sekolah

Allah SWT. Untuk itu, Disdik Rohil meminta seluruh sekolah untuk mengisi berbagai

kegiatan baik intrakurikuler dan ekstrakulikuler selama bulan suci Ramadhan tahun ini. Sehingga, untuk melaku-

 Kelompok Seni dan Budaya

S

catatan seperti pelaksanaan ibadah sholat fardhu dan tarawih serta kegiatan keagamaan lainnya. “Namanya buku Amaliah Ramadhan. Dan akan dibagikan kepada siswa mulai SD hingga SMA,” jelasnya. Dan untuk dapat mengontrol kegiatan, Surya Arfan meminta pihak masjid dan mushola dapat membantu pihaknya terutama para murid dan siswa dengan bantuan pendidikan keagamaan semisal, memberikan pembubuhan tanda tangan dan paraf tanda resmi kegiatan yang dilakukan para murid dan siswa pada buku tersebut.*

 mtr/ttg

Pemkab Optimis Draft RTRW Dikabulkan Pusat

Bisa Jadi Filter Pengaruh Budaya Asing EBANYAK 40 peserta dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) telah mengikuti kelompok seni budaya yang dipusatkan di Bagansiapiapi. Keberadaan kelompok seni dan budaya tersebut setidaknya harus mampu memfilter masuknya pengaruh budaya asing di tengah-tengah masyarakat. Hal itu ditegaskan Asisten Administrasi Bidang Kesra Pemkab Rohil, Drs H Jon Syafrindow, Kamis (28/6) lalu, usai membuka pelatihan kelompok seni dan budaya tersebut. “Kita melihat bahwa budaya asing yang telah masuk itu, setidaknya ada yang negatif. Budaya negatif

kan pengawasan, Disdik meminta seluruh siswa untuk mengisi buku kegiatan Ramadhan yang akan diberikan dalam waktu dekat ini. Hal itu diungkapkan Kepala Disdik Rohil, Drs H Surya Arfan MSi. “Kita akan memberikan buku kegiatan Ramadhan untuk siswa agar diisi tentang apa saja yang dilakukan selama bulan puasa itu berlangsung. Ini kita lakukan agar seluruh sekolah dan siswa lebih memperbanyak kegiatan keagamaan Islam,” ujar Surya Arfan didampingi Kabid Kurikulum Disdik Rohil, Drs Khairul Azam. Surya Arfan menjelaskan buku kegiatan tersebut mengharuskan siswa mengisi

itu, sudah ada yang memberikan dampak di tengah-tengah masyarakat,” katanya. Bila kondisi budaya asing yang negatif tersebut tidak segera dicegah, tegas Jon, bisa berdampak kepada prilaku generasi muda. “Kita tidak pungkiri bahwa budaya asing yang dinilai tidak sesuai dengan kultur daerah sudah terlihat. Untuk itu, keberadaan kelompok seni dan budaya ini sangat penting lantaran memiliki kemampuan untuk meredam masuknya pengaruh budaya asing itu,” sebut Jon. Selain itu, kata Jon, keberadaan kelompok seni dan budaya tersebut merupakan salah satu wadah untuk mengembangkan kreativitas

terhadap bakal yang dimiliki oleh generasi muda. Dan disamping itu, keberadaan kelompok seni dan budaya tersebut juga merupakan wadah untuk mensosialisasikan budaya daerah di tengah-tengah masyarakat. “Dengan semakin di sosialisasikan budaya daerah, setidaknya bisa menumbuhkembangkan keberadaan budaya kita. Sehingga, masyarakat bisa mengerti dan memahami tentang ada saja seni dan budaya yang dimiliki di daerah. Kemudian keberadaannya terus dapat dipertahankan hingga masa mendatang,:” urai Jon lagi.*

 mtr/ttg

P

EMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) telah mengusulkan dan mengantarkan draf rencana tata ruang wilayah (RTRW) Rohil ke pemerintahan pusat. Dari usulan tersebut, Pemkab Rohil meminta agar kawasan eksis yang telah menjadi perumahan penduduk dialih fungsikan agar tidak seperti keinginan ketetapan RTRW dari selama ini dalam Rencana Tata pusat yang menyatakan sejumlah daerah padat penduduk masuk dalam kawasan hutan. Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Rohil, Drs H Wan Amir Firdaus MSi yang termasuk salah satu dari anggota Tim

penyusunan draf RTRW, awal pekan lalu, di Bagansiapiapi. “Kita berharap dan optimis pemerintah pusat akan mengabulkan usulan kita. Mengapa kita merasa yakin? Saya katakan, sebab usulan kita masuk akal. RTRW pusat yang menyatakan sejumlah wilayah padat penduduk di Rohil masuk kawasan hutan, kemungkinan belum dikaji dengan baik oleh pemerintah pusat,” ujarnya. Ia mengakui, Rohil banyak kawasan yang menurut pemerintah pusat merupakan kawasan hutan. Salah satunya di Kecamatan Rimba Melintang dan Bagan Sinembah. Akan tetapi itu hanya yang diketahui saja.*

 mtr/ttg

Rohil Perda Pengawasan Hasil Perikanan

M

ARAKNYA aksi Iilegal fishing yang terjadi di perairan Kabupaten Rohil yang ditandai dengan terus tertangkapnya kapal dari luar yang menangkap ikan di laut Sinaboi, Bagansiapiapi dan Pasir Limau Kapas membuat pihak DPRD menilai komitmen pemberantasan “illegal fishing” harus dilakukan oleh pemerintah. Anggota DPRD Rohil, Widi Murtono berpendapat perlunya segera diusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) mengenai Pengawasan Hasil Perikanan. Widi menjelaskan sebaiknya draf Ranperda itu dapat segera dijadikan usulan sehingga nantinya dapat menjadi payung hukum yang secara tegas meningkatkan pengawasan di wilayah teritorial perairan kabupaten Rohil sehingga kegiatan “illegal fishing” dapat diminimalisir. Dia menyebutkan berkaca

pada kerap tertangkapnya pelaku “illegal fishing” yang terbaru penangkapan dua unit kapal berbendera Malaysia dengan Anak Buah Kapal (ABK) Myanmar menjadi bukti betapa besarnya potensi kejahatan pencurian ikan selama ini. Dia menilai, dengan adanya Perda, maka dapat memberikan manfaat khusus bagi daerah, di sisi lain ada upaya terstruktur agar ikan dan biota laut dapat lebih terjaga. Di sisi lain, dia menilai penegakan hukum selama ini hanya bersifat penangkapan saja, namun hal itu terbukti tidak mampu secara efektif menghentikan aksi “illegal fishing’ sama sekali. “Jadi kalau Perda-nya sudah ada dan disosialisasikan, secara otomatis ada sanksi hukum yang lebih tegas, sehingga dapat memberikan rasa aman bagi nelayan tradisional juga,” kata Widi. Dan pandangan serupa

disampaikan Wakil Ketua Komisi A, H M Bachid Madjid dalam suatu kesempatan. “Sudah banyak laporan pencurian hasil laut terjadi, akibatnya tangkapan nelay-

an kita semakin sedikit. Ini perlu diambil kebijakan untuk menyelamatkan besarnya potensi kekayaan hasil laut,” ujarnya. Menurut Bachid penga-

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012 CMYK

wasan hasil laut menjadi kewajiban dan prioritas bagi pemerintah daerah untuk mengangkat kembali nama Rohil yang pernah jaya.*

 rp/ttg


10

Mambang Makin Solid Meskipun ada kader Partai Demokrat lain menyatakan dirinya maju pada Pilgubri 2013, namun langkah Ketua Partai Demokrat Riau Mambang Mit menuju kursi Riau 1 kian tak terhalang. Malah dukungan terhadap dirinya makin solid. DENGAN senyum yang terus menghiasi bibir, Wakil Gubernur Riau Mambang Mit terus saja menyalami masyarakat yang memenuhi tempat lokasi acara. Jabatan wagub yang melekat pada dirinya memang menjadi sebuah daya pikat. Namun bukan itu sebenarnya yang membuat MM disenangi, tapi dia memang seorang tokoh berkharisma dan kebapakan. Maka tak heran bila masyarakat selalu mengerubunginya. Ayah Mambang—begitu kebanyakan orang memanggil Mambang Mit—lebih familiar ditengah masyarakat Riau. Dengan jabatan wagub tadi, tentu membuat dirinya lebih leluasa dan mudah saat melakukan komunikasi politik dengan masyarakat terutama dari kalangan bawah. Sosoknya sederhana, mudah disapa dan ditemui. Dia tak memandang kasta. Selagi ada waktu dan kesempatan Ayah Mambang selalu ingin menyapa dan bertanya tentang apa yang dibutuhkan rakyatnya saat ini. “Dalam membangun dan memenuhi kebutuhan rakyat, kita mesti memulainya dengan niat tulus. Lalu berdasarkan keinginan rakyat, bukan menonjolkan keinginan kita. Sebab, belum tentu apa yang mau kita buat sangat sesuai dengan yanag dibutuhkan rakyat. Berbeda hasilnya bila kita berbuat setelah kita tau apa yang dinginkan rakyat. Ini sangat penting,” jelas Ayah Mambang kepada AZAM dikediamannya beberapa waktu silam. Sifat kebapakan, memberi contoh dan lebih banyak bekerja daripada beretorika, memerintah dan umbar keberhasilan adalah sikap dirinya yang paling disukai. Maka wajar rasanya bila masyarakat Riau begitu mendambakan dirinya maju di pilgubri 2013. Soal peluang. Ayah Mambang punya kans besar. Itu diamini oleh Andi Yusran. Menurut pengajar di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) ini, dibanding dengan

Indra dan Lukman Edi, kans Mambang untuk dipilih rakyat lebih besar. Modal dia punya. Baik pengalaman di pemerintahan, massa, “gizi” dan partai. Dari segi kepartaian, di Riau, hingga kini, telah ada empat daerah yang dimenangkan oleh kader Demokrat. Rohul (Ahmad), Kampar (Jefri Noer), Kuansing (Zulkifli) dan terakhir Pekanbaru (Firdaus MT). Jika keempat orang ini maksimal mensosialisasikan Mambang, tentu jalannya bakal lempang. Ditambah lagi tidak ada hambatan psikologi terhadap kepala daerah-kepala daerah lainnya di Riau. “Pada piligubri 2013 mendatang saya melihat peluang Mambang Mit lebih besar ketimbang beberapa nama yang sudah muncul saat ini. Mambang punya beberapa variabel keunggulan yang tidak dimiliki oleh beberapa nama lain itu. Misalkan saja dari popularitas, Mambang hampir dikenal diseluruh kabupaten kota di Riau ini. Modal lain yakni, dia ketua Partai Demokrat Riau. Ini akan menambah power. Pengalaman dipemerintahan apalagi. Jabatan sekda pernah dipegangnya. Sekarang wakil gubernur Riau. Ini modal yang cukup baginya untuk menciutkan nyali lawanlawannya,” sebut Andi. Apa yang disebutkan Andi banyak benarnya. Sebagai orang yang syarat pengalaman di pemerintahan, pemimpin partai besar dan tetap menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh kepala daerah, apalagi dengan masyarakat bawah—seperti niatnya yang ingin tahu apa yang sebenarnya dibutuh

rakyat dengan konsep dari bawah keatas—MM bakal lebih mudah mencapai tangga Riau Satu. Namun belum mencapai tujuan, MM sudah mulai mendapat batu sandungan. Dia mendapat saiangan dari internal, yakni dari Achmad. KetuaDPC PD Rohul yang juga bupati Rohul ini menyatakan niatnya untuk maju. Padahal, seluruh DPC, DPD dan DPP sewaktu pengukuhan pengurus di hotel Pangeran beberapa waktu lalu sudah memutuskan mendukung MM jadi Gubernur Riau. Tetapi itu belum ada keputusan pasti dari DPP secara tertulis, makanya Achmad terus bergerak. Dia gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat. Kegiatan ini sudah dia lakukan keluar dari Rohul. Dia

mengunjungi kawasan Riau pesisir seperti Dumai dan Meranti. Di Kabupaten Meranti dia sambut Bupati Meranti Irwan dan Achamd ditemani Wabup Meranti untuk menemui warga Selatpanjang. Di daerahnya sendiri, Achmad terus mengumumkan dirinya maju pada Pilgubri tahun depan. Seperti saat menghadiri pengajian rutin bulanan Tarekat Naksabandiyah di Tampang Muara Katongan, Desa Bangunpurba Barat, Kecamatan Bangun Purba. Di depan ratusan jemaah, Achmad berjanji akan serius mengembangkan Syiar Islam di Provinsi Riau. Besar harapannya mayarakat Riau mendukungnya untuk menggunakan plat merah BM 1, menggantikan Rusli Zainal.

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012

Didasari niat kuat, Achmad berharap besar seluruh umat Islam Rohul, khususnya di provinsi Riau mendukung penuh dan merestuinya maju pada Pilgubri tahun depan. “Saya maju karena didasari niat untuk mengembangkan Syiar Islam di Riau. Provinsi kita membutuhkan figur yang benar-benar komitmen dalam pengembangan syiar dan syariat Islam, demi menjaga eksistensi nilai-nilai Islam yang mulai luntur tergilas zaman,” paparnya. Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat telah mendukungnya maju pada Pilgubri tahun depan, mulai jemaah Tarekat Naksabandiyah, sejumlah koperasi, sampai masyarakat di sejumlah kecamatan di Rohul dan diberbagai daerah di Riau. Lalu bagaimana tanggapan dari MM? Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Riau, HR Mambang Mit, tidak mempermasalahkan majunya Ketua Partai Demokrat Rohul Achmad di Pilgubri. Malah Mambang menganggapnya merupakan hal yang biasa bagi dinamika berdemokrasi dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena setiap orang mempunyai hak dan tanggung jawab sesuai dengan pranata yang ada. “Saya rasa itu hal yang biasa, dan merupakan suatu dinamika dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena setiap orang mempunyai hak dan tanggung jawab sesuai dengan pranata yang ada, dan ini merupakan hal yang biasa dalam dinamika politik dan bukan merupakan suatu masalah,” kata HR Mambang Mit kepada wartawan di kantor gubernur Riau. Saat ditanya, apakah dengan adanya kader partai yang mencalonkan, misalnya, Achmad mengindikasikan di dalam tubuh partai berlambang bintang Mercy ini tidak solid dan loyalitasnya kurang. Dengan tegas Mambang Mit (MM) mengatakan, bahwa pencalonan diri Achmad sampai saat ini belum bisa dipastikan. “Pencalonan itukan masih katanya, bisa benar bisa tidak,” ujar HR Mambang Mit. Lebih lanjut ketua DPD partai Demokrat ini, mengatakan, kalau pencalonan tersebut bersifat personal orang perorang. Tapi dalam sistem kelembagaan partai Demokrat, lanjut wagub partainya tetap satu suara dan solid. “Percalonan inikan bersifat personal dari orang perorang saja, dan kebenaranya belum pasti, masih katanya. Dari segi kelembagaan kita tetap satu suara dan tim yang solid,” ungkapnya.*

 tim


11

Simpai

H. Syafriadi

Antara Mambang dan Achmad

Achmad Siap Menyalip Mambang? Bupati Rohul yang juga ketua PD Rohul Achmad menyatakan diri maju di Pilgubri 2013. Padahal Partai Demokrat sudah membulatkan suara ke Mambang Mit. Upaya menghadang MM? MENJELANG bursa Pemilihan Calon Gubernur Riau (Pilgubri) 2013 mendatang, bakal calon mulai suarakan visimisi. Hal serupa juga dilakukan Achmad yang notabene masih menjabat Bupati Rokan Hulu (Rohul). Secara terang-terangan dia mengumumkan sebagai salah seorang calon maju Riau Satu (R-1) dengan misi menegakkan Syiar Islam di Bumi Lancang Kuning. Padahal Partai Demokrat Riau sudah memberi dukungan kepada Mambang Mit. Achmad kembali mengumumkan dirinya maju pada Pilgubri tahun depan saat menghadiri pengajian rutin bulanan Tarekat Naksabandiyah di Tampang Muara Katongan, Desa Bangunpurba Barat, Kecamatan Bangun Purba, beberapa waktu lalu. Di depan ratusan jemaah, Achmad berjanji akan serius mengembangkan Syiar Islam di Provinsi Riau. Besar harapannya mayarakat Riau mendukungnya untuk menggunakan plat merah BM 1, menggantikan Rusli Zainal. Didasari niat kuat, Achmad berharap besar seluruh umat Islam Rohul, khususnya di provinsi Riau mendukung penuh dan merestuinya maju pada Pilgubri tahun depan. “Saya maju karena didasari niat untuk mengembangkan Syiar Islam di Riau. Provinsi kita membutuhkan figur yang benar-benar komitmen dalam pengembangan syiar dan syariat Islam, demi menjaga eksistensi nilai-nilai Islam yang mulai luntur tergilas zaman,” paparnya. Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat telah mendukungnya maju pada Pilgubri tahun depan, mulai jemaah Tarekat Naksabandiyah, sejumlah koperasi, sampai masyarakat di sejumlah kecamatan di Rohul dan diberbagai daerah di Riau. Walau pengembangan Syiar Islam penuh tantangan, menurutnya dia tak gentar sedikit pun untuk terus mengembangkan syariat Islam. “Jika benar-benar menjadi Gubenur Riau, saya komit untuk terus mengembangkan syiar Islam di Bumi Lancang Kuning, sesuai niat hati saya yang paling dalam,” mantapnya lagi. Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Riau, HR Mambang Mit,

tidak mempermasalahkan majunya Ketua Partai Demokrat Rohul Achmad di Pilgubri. Malah Mambang menganggapnya merupakan hal yang biasa bagi dinamika berdemokrasi dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Bagi siapa saja kader yang ingin mencalonkan diri menjadi gubernur, termasuk Achmad. Karena setiap orang mempunyai hak dan tanggung jawab sesuai dengan pranata yang ada. “Saya rasa itu hal yang biasa, dan merupakan suatu dinamika dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena setiap orang mempunyai hak dan tanggung jawab sesuai dengan pranata yang ada, dan ini merupakan hal yang biasa dalam dinamika politik dan bukan merupakan suatu masalah,” kata HR Mambang Mit kepada wartawan di kantor gubernur Riau. Saat ditanya, apakah dengan adanya kader partai yang mencalonkan, misalnya, Achmad mengindikasikan, di dalam tubuh partai berlambang bintang Mercy ini tidak solid dan loyalitasnya kurang. Dengan tegas Mambang Mit (MM) mengatakan, bahwa pencalonan diri Achmad sampai saat ini belum bisa dipastikan. “Pencalonan itukan masih katanya, bisa benar bisa tidak,” ujar HR Mambang Mit. Lebih lanjut ketua DPD partai Demokrat ini, mengatakan, kalau pencalonan tersebut bersifat personal orang perorang. Tapi dalam sistem kelembagaan partai Demokrat, lanjut wagub partainya tetap satu suara dan solid. “Percalonan inikan bersifat personal dari orang perorang saja, dan kebenaranya belum pasti, masih katanya. Dari segi kelembagaan kita tetap satu suara dan tim yang solid,” ungkapnya. MM juga mengatakan, hal ini akan dibahas lebih lanjut nantinya. Dimana hal-hal yang positif akan tetap dibina untuk lebih baik lagi. “Sedangkan hal yang negatif kita akan berusaha untuk menimalisir,” katanya.*  bis

Achmad

MAMBANG Mit dan partai yang menetapkan Achmad, adalah dua kader satu di antara kedua tokoh Partai Demokrat Riau, dan Demokrat itu. keduanya sama-sama Setakat ini kita mensedang menjalankan gamati, dari perspektif amanah rakyat. Mambang jabatan kepartaian, Mamsebagai wakil gubernur, bang sedang berada di atas dan Achmad Bupati Rokan angin. Pengalaman pemerHulu. Persamaan lain, intahan, karier birokrasi keduanya sama-sama dan posisi MM sebagai ingin menjadi Gubernur wakil gubernur, tentu Riau 2013, dan sekarang menjadi pertimbangan lain rutin melakukan sosialisasi ke dari DPP untuk menjatuhkan pilihan masyarakat untuk mendapat dukunkepada putera kelahiran Indragiri gan rakyat. Hulu itu. Apalagi hubungannya Mambang dan Achmad merupakan dengan Ketua Umum DPP Partai dua bakal calon yang sudah “mendek- Demokrat, Anas Urbaningrum yang larasikan” diri maju ke bursa pemiliterbilang harmonis. Bukan tak muhan bersama beberapa balon lain. ngkin posisi MM aman di mata DPP. Baliho, kalender dan atribut keduanya Masalah kemudian adalah goncansudah terpasang di banyak sudut gan di internal DPP yang semakin kuat jalan, juga bertaburan di rumahmenerpa Anas dalam kasus proyek rumah penduduk. Pemasangan dan Wisma Atlit Hambalang, dan kini penyebaran atribut itu mengindikasisedang disidik KPK. Banyak pihak kan kalau kedua tokoh itu serius menduga nyanyian Nazaruddin mengikuti bursa membuat pertarungan posisi Anas Setakat ini kita mengamati, dari tahun depan. terjepit apalagi perspektif jabatan kepartaian, Mambang Siapa yang belakangan sedang berada di atas angin. Pengalaman akan diusung hubungan AU pemerintahan, karier birokrasi dan posisi Partai dengan Ketua MM sebagai wakil gubernur, tentu Demokrat? Dewan Pembimenjadi pertimbangan lain dari DPP untuk Inilah sebuah na Partai menjatuhkan pilihan kepada putera pertanyaan Demokrat, SBY kelahiran Indragiri Hulu itu. Apalagi yang sulit tidak begitu hubungannya dengan Ketua Umum DPP dijawab. harmonis. Partai Demokrat, Anas Urbaningrum yang Demokrat, Dan, kalau memang partai prasangka ini terbilang harmonis. Bukan tak mungkin besar dan menjadi posisi MM aman di mata DPP. Masalah pemenang kenyataan, kemudian adalah goncangan di internal pemilu kedua di sudah barang DPP yang semakin kuat menerpa Anas Riau setelah tentu kebijakan dalam kasus proyek Wisma Atlit Partai Golkar. DPP pasca Hambalang, dan kini sedang Dari catatan, selesainya disidik KPK. partai yang penyidikan dibidani kasus HambalPresiden Soesilo Bambang Yudhoyono ang berimplikasi kepada struktur ini, memiliki 9 kursi di DPRD Riau. Itu partai di daerah, termasuk di Riau berarti, melampaui ambang batas yang dinakhodai Mambang Mit. pengusungan calon gubenur yang Agaknya disinilah celah dan peluang ditetapkan undang-undang. Jumlah bagi Achmad tampil sebagai calon anggota DPRD Riau saat ini tercatat 55 Gubernur Riau 2013 dari Partai kursi, kalau undang-undang mengDemokrat seperti disinyalir di awal, syaratkan pengajuan calon oleh partai bahwa mana mungkin Achmad tampil politik sebesar 15% atau 7 kursi menjadi rival MM kalau tidak ada dewan, maka 9 kursi yang dimiliki harapan. Demokrat sudah lebih dari cukup. Pemilukada memang selalu penuh Usungan Partai Demokrat sangat teka teki, termasuk pencalonan gubri, bergantung kepada sejauhmana kedua siapa diusung oleh siapa. Setakat ini, kader menyakinkan Demokrat Pusat dari dua bakal calon yang menyatakan dalam popularitas dan elektabilitas di diri maju, hanya Jon Erizal yang sudah samping intensitas lobi. Mambang mengantongi keputusan dari DPP nya. adalah ketua partai di tingkat provinsi Diluar itu masih menunggu, menungyang notabene nya akan mendapat gu, menunggu dan berjuang memperprioritas rekomendasi pencalonan. oleh keputusan politik. Partai Akan tetapi, Achmad yang belakangan Demokrat, kendati sudah cukup syarat gencar melakukan sosialisasi, tidak mengusung pasangan calon, tetap mungkin berani secara transparan membutuhkan partai lain membanmenyatakan maju kalau tidak memgun koalisi. peroleh sinyal politik dari kekuatan Koalisi diperlukan tidak sekedar tertentu di Demokrat. membangun kekuatan partai dan Dalam masa sosialisasi, karena konstituen/rakyat di pemilukada, Mambang dan Achmad sama-sama sekaligus kekuatan di legislative datang dari satu partai, sudah barang setelah calon kepala daerah terpilih tentu keduanya menjadi rival untuk dan dilanntik menjadi gubernur dan merebut keputusan DPP Partai wakil gubernur. Terkait dengan Demokrat, siapa diantara keduanya masalah ini, kita pun berkeyakinan yang diusung partai berlambang Partai Demokrat akan berhitung mercedes itu. Diluar itu, kita pun secara cerdas, kemana koalisi dibanberkeyakinan, Mambang dan Achmad gun. Dan, biasanya calon koalisi sudah juga melakukan komunikasi politik berbagi komitmen politik jauh sebedengan partai-partai lain diluar lum pemilukada berlangsung dengan Demokrat, baik untuk keperluan share jabatan, apakah untuk posisi membangun koalisi maupun meorang nomor dua, atau jabatan masang jerat baru atas keputusan sekretaris daerah.*

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012


12

Demokrat Solid Jauh sebelum ‘gendang’ politik Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur (Pilgubri) dimainkan, nama Mambang Mit (MM) sudah duluan mencuat ke permukaan. Sebagai Wakil Gubernur Riau, MM dielus-elus maju untuk merebut kursi yang akan ditinggalkan Rusli Zainal. KINI, disaat helat politik itu mendekati pelaksanaannya, MM secara gamblang sudah menyatakan diri untuk maju. Intensitas kunjungan ke daerah-daerah kian ditingkatkan dalam rangka sosialisasi diri. Hal ini yang membuat soliditas dari jejaring yang sudah dibangun kian mantap. Tapi, bukan berarti jalan yang ditempuh tanpa halang rintang. Munculnya nama Achmad yang nota bene selaku Ketua DPC Partai Demokrat Rokan Hulu yang juga ingin maju di Pilgubri, disebut kalau MM bakal tergelincir di tengah jalan. Apalagi, soal siapa yang akan diusung oleh Partai Demokrat berdasarkan keputusan Dewan pimpinan Pusat (DPP). Dan sejauh ini, belum ada kepastian dari DPP terkait siapa yang akan diusung, semua masih punya peluang dan kesempatan. Tekad bulat sudah dipancang MM. Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang. Filosofi itu agaknya yang dipakai MM untuk meraih keinginannya mendapatkan perahu Demokrat untuk bisa berlayar menuju kursi gubernur. “Apapun yang terjadi, saya tetap maju,” tegas mambang dihadapan Ketum DPP Partai Demokrat H Annas Urbaninggrum dan Sekjen DPP PD Edhie Baskoro Yudhoyono saat kunjungannya ke Riau bebrapa waktu lalu. Semangat yang dikobarkan MM ini mendapat respon positif dari seluruh pengurus DPC PD se-Riau. Dukungan terus mengalir ke MM untuk maju di Pilgubri. Gerakan-gerakan yang dilakukan Tim Sukses (secara formal belum dikukuhkan) kian gencar untuk melakukan sosialisasi. Lantas, apa saja yang dilakukan tim MM untuk memenangkan dirinya di Pilgubri mendatang? Kendala seperti apa yang dihadapi? Berikut penjelasan drh Chaidir MM yang kini menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai DPD Demokrat Riau.

Pemilihan gubernur kian dekat. Sepertinya tim sukses MM kian sibuk bersosialisasi? Hee...he..(Chaidir tertawa). Secara formal belum ada di bentuk tim sukses. Mungkin lebih tepatnya tim pemenangan. Apa saja yang sudah dilakukan tim pememangan MM selama ini? Kita hanya mengikuti alur saja. Jadi, pak Mambang biar aja jalan dulu dalam mensosialisasikan diri. Apalagi beliau kan Wakil Gubernur Riau, yang bisa saja bergerak kemana saja. Begitu juga dengan para simpatisan, mereka juga jalan sendiri-sendiri. Jadi, belum ada dikoordinasikan terkait dengan majunya pak Mambang di Pilgubri 2013.

disampaikan masyarakat kepada beliau? Aspirasi yang disampaikan itu secara bulat mereka mendukung MM maju di Pilgubri. Seperti yang ditunjukkan masyarakat Kuntu, Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu, saat kita menggelar sepakbola Toroba Cup yang dihadiri tak kurang 10 ribu orang, menyatakan dukungannya kepada beliau. Kita disana diterima oleh tokohtokoh adat dan masyarakat yang menyatakan siap mendukung MM. Dalam kunjungan

ke daerah (sosialiasi,red) itu apakah ada kendala yang dihadapi? Sejauh ini tidak ada saya kira. Semua berjalan dengan aman dan lancar. Diinternal partai sendiri, khususnya di tingkat kabupaten/kota bagaimana? Ya, seluruh pengurus DPC Partai Demokrat yang ada di Riau sudah bulat mendukung MM. Itu kan bisa kita lihat saat pelantikan pengurus DPC PD se-Riau yang dihadiri Ketum PD Annas Urbaninggrum beberapa waktu lalu. Bagaimana dengan munculnya figur lain dari internal partai, seperti Achmad yang juga menyatakan diri maju di Pilgubri? Secara organisatoris sebetulnya setiap partai itu mesti bersuara bulat. Begitu juga dengan di Demokrat. Kalau partai sudah bulat mendukung MM, maka seluruh jajaran di Partai Demokrat harus satu suara mendukungnya. Kalau nanti ada kader lain yang ingin maju, maka ia tidak boleh membawa atau

Apa saja yang disampaikan dalam bersosialisasi itu? Dalam setiap kesempatan saya bersama pak Mambang, beliau belum ada mengajak masyarakat untuk memilihnya. Yang ada itu mengajak masyarakat untuk menyukseskan agenda politik di Riau seperti Pilgubri, Pilpres dan Pemilu. Ajakan seperti itu yang selalu disampaikan MM. Beliau mengatakan, demokarasi ini kan salah satu agenda reformasi. Oleh karena itu mari kita sukseskan dan kita jaga agar Pemilukada di Riau tetap berkualitas dan berjalan dengan baik. Yang kedua, karena MM akan maju, maka dia minta doa restu kepada masyarakat. Baru itu saja yang disampaikan MM dalam kunjungannya ke daerahdaerah. Tapi intinya adalah, bahwa beliau mengajak masyarakat untuk menyukseskan agenda politik itu.

Chaidir

Aspirasi seperti apa yang

“Kalau Diminta, Saya

Akhir-akhir ini ‘kemesraan’ Mambang Mit-Ansyari Nur (MM-AN) kian terlihat nyata. Hampir disetiap kesempatan dua tokoh yang memiliki basis massa ini selalu bersama, terutama dalam kegiatankegiatan sosial kemasyarakat di Riau. Menariknya, kemesraan itu tidak hanya terjadi saat Ansyari masih menjabat Kakanwil Kemenag Riau saja, akan tetapi setelah pensiun pun mereka tetap terlihat selalu bersama.

TAK berlebihan jika kemudian orang mengasumsikan kalau mereka ini telah membuat kesepakatan atau ‘deal’ politik untuk bersatu di pemilihan Gubernur Riau 2013 mendatang. Asumsi tersebut tidak dibantah oleh Ansyari Nur. Katanya, kemesraan itu sebenarnya sudah berlangsung sejak dirinya menjabat Kakanwil Kemenag Riau. Apalagi dalam setiap kegiatan turun ke daerahdaerah, yang selalu hadir dan punya kesempatan itu hanya wakil Gubernur Riau H R Mambang Mit. “Meski kita sifatnya vertikal, namun koordinasi dengan pemerintah daerah tetap dilakukan. Jarang

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012

saya bersama gubernur lantaran kesibukannya. Dan yang selalu punya waktu itu wakil gubernur. Makanya saya sering bersama Wagub ketimbang gubernur. Tapi, selama itu kita tak pernah bicara soal Pilgubri. Baik dari pak Mambang atau saya sendiri. Kita bersama sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” ungkap mantan Kakawil Kemenag Riau, H Ansyari Nur kepada AZAM, akhir pekan lalu. Disinggung soal kemungkinan dirinya berpaket dengan MM, ketua tarekat Naqsabandiyah Riau ini mengaku siap menjadi pendamping jika diminta. Apalagi saat ini banyak pemuka agama, tokoh masyarakat, paguyuban, yang meminta dirinya untuk ikut maju mencalonkan diri. Berdasarkan itu, Ansyari men-


13

Dukung Mambang muncul. Apa target tim dalam hal ini? Yang pasti target tersebut tentu harus menang. Upaya ke arah itu sudah kita lakukan dengan mengkaji apa yang menjadi potensi dan kekuatan kita, apa yang menjadi kelemahan, apa yang menjadi penghalang, dan lain sebagainya. Untuk tahap awal ini baru itu yang kita lakukan. Sebagai orang yang pernah menjadi pelaku sejarah di pemilihan gubernur, apa harapan Anda, baik itu kepada calon maupun masyarakat? Saya menghimbau kepada semua bakal calon untuk bermain secara sportif, menjunjung tinggi etika, moral, saling hormat menghormati, dan saling segan menyegani. Kepada kalangan politik kita harapkan jangan sampai mengeksploitir keterbatasan pengetahuan masyarakat untuk kepentingan-kepentingan sempit. Bisa dijelaskan maksudnya? Saya kira semua kita tahu kalau masyarakat kita masih rendah pendapatannya, masih rendah pengetahuan-

memakai label Partai Demokrat. Itu aturannya. Hal ini dinilai banyak orang kalau Partai Demokrat Riau saat ini telah terjadi perpecahan. Apa komentar Anda? Tak ada perpecagan. Kalau kemudian ada orang-orang yang punya keinginan untuk maju, menurut saya itu sah-sah saja. Buktinya, seluruh kader dan pengurus DPC sudah menyatakan bulat mendukung pak Mambang Mit. Partai Demokrat sampai saat ini tetap solid mendukung beliau. Kesolidan tersebut seperti apa? Komunikasi dan koordinasi terus kita lakukan dengan seluruh pengurus DPC yang ada di kabupaten/kota berikut dengan pengurus di tingkat ranting. Begitu juga dengan yang di pusat. Koordinasi itu selalu kita lakukan. Insya Allah, perpecahan itu tidak akan terjadi.

nya. Jadi, jangan sampai ketidaktahuan masyarakat itu dieksploitir, dimanfaatkan secara tidak baik oleh partai poitik. Kekurangan mereka dibidang finansial, jangan sampai dimafaatkan dengan mencoba melakukan jual beli suara. Menurut saya hal-hal seperti itu sangat tidak bagus. Para kader ini kan orangorang terdidik yang bisa membangun demokrasi kita ini bisa lebih berkualitas dengan cara memberikan pendidikan politik yang cerdas kepada masyarakat. Dan kepada masyarakat apa himbauan Anda? Masyarakat kita himbau jangan mau terpengaruh dengan janji-janji atau iming-iming uang. Jangan sampai memikirkan keuntungan sesaat, untuk kemudian melarat berkepanjangan. Pilihlah berdasarkan hati nurani mana yang dianggap terbaik untuk membawa perubahan daerah ini kearah yang lebih baik lagi. saya yakin, masyarakat kita sekarang sudah cerdas pola berpikirnya.*

 sir

Komunikasi dengan partai-partai lain bagaimana? Pendekatan dan komunikasi itu sudah ada dilakukan oleh pak Mambang langsung. Ini tentu sangat penting dalam rangka menguatkan posisi Partai Demokrat dan MM sendiri selaku figur yang diusung maju di Pilgubri. Lantas, bagaimana dengan soal figur pendamping. Beberapa nama kini bermunculan dan diyakini akan berpasangan dengan MM. Soal ini apakah sudah pernah dibahas di internal PD sendiri? Kalau itu saya kira belum. Prosesnya kan masih panjang. Nanti akan disurvey dari sejumlah nama untuk mengetahui mana yang paling pas mendampingi beliau. Jadi, masih terbuka peluang bagi siapa saja yang ingin berpasangan dengan beliau. Banyak yang menilai, peta kekuatan berimbang seiring banyaknya figur yang

Siap Dampingi MM” gaku tak ingin mengecewakan banyak orang. Makanya, dirinya siap saja kalau memang ada kesempatan dan peluang untuk ikut maju mencalonkan diri. Sebagai ulama, dirinya tetap mengukur bayang-bayang untuk ikut bertarung di Pilgubri. “Ya, saya tidak ingin mengecewakan masyarakat Riau yang menginginkan saya maju di Pilgubri, insya Allah kalau ada peluang saya maju. Motivasi saya diantaranya ingin mempersatukan kerukunan, kesejahteraan ummat, dan lainnya,” ucapnya. Sebagai tokoh ulama yang menggeluti berbagai organisasi Islam, nama Ansyari Nur saat ini cukup diperhitungkan. Terbukti sudah banyak yang datang ke tokoh low profil ini untuk meminang.

Selama menjabat sebagai Kemenag Riau, Ansyari selalu banyak melakukan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan. Sayangnya, unsur politis tercium saat dirinya “dipensiunkan”. Apalagi masa perpanjangan yang ia usulkan ditolak oleh Kementerian Agama. Isu yang berhembus, ada yang sengaja mengganjal dirinya untuk bisa bertahan di Kemenag Riau. “Saya merasakan itu. makanya sejak awal saya tak hendak menonjolkan diri apalagi menyatakan diri maju di Pilgubri,” katanya. Meski dirinya tak lagi menjabat sebagai Kakanwil Kemenag, Ansyari masih memiliki dukungan massa yang kuat. Dan banyak yang memprediksi, jika duet MM-AN jadi maju di Pilgubri 2013, maka peluang

menangnya sangat besar. Apalagi dilihat dari sisi keterwakilan wilayah, keduanya sudah menenuhinya. MM mewakili wilayah Riau daratan, dan Ansyari dari Riau Pesisir. Akankah dua tokoh kharismatik ini bersatu di Pilgubri? Meski secara kasat mata keduanya terlihat mesra, namun semua baru akan diketahui setelah nanti terdaftar di KPU. Wait and see!*  sir/bis

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012

H Ansyari Nur


14 Mereka Berkomentar SAYA melihat peluang Mambang Mit untuk maju pada pilgubri 2013 mendatang cukup terbuka lebar apalagi kalau ia akan berpasangan dengan mantan Kepala Kanwil Kemenag Riau Ansyari Noer. Ini merupakan pasangan yang saling mengisi. Trade record Ansyari ketika di Kemenag Riau cukup berhasil. Ini dapat kita lihat dengan semakin membaiknya kualitas pendidikan keagamaan di Riau. Selain itu dalam menjalankan roda pemerintahaan perlu adan sosok pendamping religius seperti Ansyari Noer . Sehingga jalannya roda pemerintaahan betul-betul berpijak dengan norma-norma agama yang kuat.Oleh karena itulah saya sangat mendukung dan sangat setuju jika Mambang Mit berpasangan dengan Ansyari Noer pada pemilihan Gubernur Riau tahun 2013 mendatang. Keduanya sama-sama berasal dari seorang birokrasi, sehingga didalam menjalankan roda pemerintahan nanti akan sangat solid dan betulbetul paham dengan fungsi dan tugas masingmasing, sehingga akan dapat menciptakan pemerintahan yang kuat. Sekali lagi saya berharap mudahmudahan saja Mambang Mit dan Ansyari Noer akan berpasangan pada pilgubri 2013 mendatang, karena masyarakat Riau menginginkan pemimpin agamis dan ini sangat sesuai dengan budaya masyarakat melayu yang menjunjung tinggi nilai-nilai religi tersebut.* Rudi Siswanto, AMD Masyarakat

SIAPAUN wakil Mambang Mit pada pemilihan Gubernur Riau tahun 2013 mendatang, sebaiknya orang yang dapat bekerjasama dengannya untuk lima tahun kedepan. Artinya jangan lagi ada perselihan antara Gubernur dan wakil Gubernur Riau. Sebab kalau ini terjadi lagi tentunya jalannya roda pemerintahan tidak akan efektif. Oleh sebab itu sebaiknya antara calon Gubernur dan Wakil Gubernur sebelum melangkah, lakukan semacam pembagian tugas dan kewenangan antara Gubernur dan Wakil Gubernur sehingga ketika sudah menjalankan roda pemerintahan tidak lagi terjadi gesekan-gesekan yang dapat membuat hubungan keduanya akan terganggu. Dan oleh sebab itu saya menyarankan kepada Mambang Mit hendaknya dapat lebih selektif dan berfikir jauh kedepan didalam mencari dan menentukan wakilnya dalam pilgubri mendatang. Mudah-mudahan saja Mambang Mit dapat sesegera mungkin menentukan wakilnya sehingga masyarakat akan dapat memberi penilaian. Yang paling penting pilih wakil yang dapat bekerja sama dengan baik, jujur dan mampu mengemban amanah yang diberikan masyarakat Riau. Dan saya yakin Mambang sudah tahu siapa yaang pantas menjadi pendampingnya pada pilgubri 2013 mendatang. Mudah-mudahan saja pilihan Mambang Mit tidak salah.* Angga Irawan Masyarakat

MENURUT saya sebaiknya pasangan Mambang Mit nanti adalah orang yang betul-betul dapat bekerja sama dengan beliau didalam menjalankan roda pemerintahan. Dan Ansyari Noer sangat pantas saya rasa, karena selain seorang birokrat yang paham akan tugas-tugas pemerintahan, Ansyari Noer adalah sosok yang religius yang dapat memberikan ketenangan dan kesejukan didalam pemerintahan di Provinsi Riau. Selain itu, antara Gubernur dan wakil Gubernur sebaiknya dapat bekerjasama dan seiring sejalan sampai habis masa jabatannya. Sehingga jangan ada lagi perpecahan antara kedua pemimpin tersebut. Selain itu, Mambang Mit sudah dikenal oleh masyarakat hampir di seluruh kabupaten kota di Riau. Artinya Mambang Mit lebih populer ketimbang beberapa calon yang sudah muncul saat ini. Sosok Mambang Mit yang bersahaja penuh dengan jiwa kebapakan akan membuat masyarakat merasa terlindungi. Dan ini merupakan pasangan yang sangat cocok dan sangat serasi, dan saya yakin peluang pasangaan ini nantinya cukup besar. Dan kalau memang pada akhirnya Mambang Mit dan Ansyari Noer jadi berpasangan pada pilgubri 2013 mendatang, saya yakin peluang pasangan ini sangat terbuka lebar. Dan mudah-mudahan saja masyarakat Riau memberikan kepercayaan kepada mereka. Dan saya harap pasangan ini dapat menjalankan amanah tersebut.* M Azmi, SH Swasta

SEBAIKNYA didalam menentukan wakil yang akan mendampinginya pada pemilihan Gubernur Riau yahun 2013 sebaiknya figur wakil yang betul-betul sepaham dan mampu bekerjasama dengan Gubernur. Sebab kalau wakil tidak sejalan dengan Gubernur maka dikhawatirkan akan terjadi gejolak didalam tubuh pemerintahan. Dan ini akan dapat menggangu jalannya pemerinttahan. Tentang kedekatannya dengan Ansyari Noer, sebetulnya tidak ada masalah hanya saja polpularitas Ansyari masih sangat kurang di Riau. Kalau dapat antara calon Gubernur dan Wakil Gubernur sama-sama dikenal oleh masyarakat, sehingga pasangan ini akan mampu memenangkan pertarungan tersebut. Ya, saya berharap mudah-mudahan saja Mambang akan segera mendapatkan calon pendamping yang akan berpasangan dengannya, dan mudah-mudan juga wakilnya nanti betul-betul pasangan yang serasi yang diinginkan oleh Mambang. Harapan saya kiranya Gubernur dan Wakil Gubernur Riau yang tepilih nanti mampu mengakomodir segala kepentigan masyarakat Riau dan jadilah pemimpin amanah dan bekerja dari hati nurani untuk mambangun Riau menjadi lebih baik.* Gusmiyeti, S.Ag Dosen

KALAU memang pada akhirnya Mambang Mit berpaket dengan Ansyari Noer, menurut saya ini merupakan pasangan yang cukup ideal. Pasalnya Ansyari merupakan seorang religius. Artinya pasangan ini akan mampu menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Peluang Mambang Mit untuk memenangkan pilgubri 2013 mendatang sangat terbuka lebar dengan menakhodai sebuah partai besar yakni Partai Demokrat tentu saja ini akan menjadi sebuah modal awal yang cukup berarti baginya agar dapat melanggang dibursa pencalonan tersebut, karena ia sudah punya perahu yang cukup. Kemudian semenjak menjabat sebagai sekdaprov dan sekarang masih menjabat sebagai wakil gubernur Riau, saya yakin sudah semakin banyak masayarakat Riau yang mengenalinya. Dari segi popularitas Mambang pun tidak perlu diragukan lagi. Mambang pantas menjadi pemimpin Provinsi Riau. Mambang punya kemamapuan untuk itu. Tidak hanya itu, Mambang Mit menurut saya seorang pemimpin yang selalu bersikap tenang, dan tidak mudah tepancing emosi. Nah sifat-sifat seperti itulah yang dibutuhkan oleh pemimpin Riau dimasa mendatang. Jadi saya rasa modal beliau untuk maju dan menjadi pemimpin bagi Riau sudah lebih dari cukup, tinggal lagi bagaimana ia dan Partai Demokrat menyusun strategi guna memenangkan beliau.* Abdi Satria Masyarakat

SAYA yakin siapapun yang berpasangan dengan Mambang Mit tentu orang orang pilihan. Maksudnya, didalam menetapkan dan menentukan wakilnya tentu saja Mambang mendalami dan mempelajari siapa calon wakil yang akan mendampinginya pada pilgubri 2013 mendatang. Hanya saja sebaiknya sebelum menetapkan calon pendampingnya pada pilgubri tersebut sebaiknya Mambang harus betul-betul mencari seorang wakil yang betul-betul bisa diajak bekerjasama untuk membangun Provinsi Riau. Kemudian Mambang sebaiknya juga mempertimbangkan masukan-masukan dari masyarakat tentang siapa calon wakil yang pantas untuk mendampinginya pada pilgubri mendatang. Kalau memang Ansyari Noer terpilih menjadi wakil Mambang pada pilgubri 2013 mendatang, saya rasa sah-sah saja, karena selama ini tidak ada kabar miring yang menerpanya. Jadi pantas saja rasanya jika pada akhirnya Mambang memilih Ansyari Noer sebagai wakilnya pada pilgubri mendatang. Namun saya yakin siapapun wakilnya, yang akan mendampingi Mambang Mit nantinya, masyarakat Riau pasti akan mendukung, karena Mambang sangat pantas untuk memimpin Riau kedepan. Mudah-mudahan saja Mambang dan pasangannya nanti dibei kepercayaan oleh masyarakat untuk merubah Riau menjadi lebih baik lagi.* Sunardi, S.Sos Swasta

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012


15

Siapapun Wakil MM Dia Akan Match Jadi siapapun wakil yang akan mendampingi MM pada pilgubri mendatang, itu tidak ada masalah. Karena tetap akan match. KABAR majunya HR Mambang Mit pada pemilihan Gubernur Riau tahun 2013 mendatang bukanlah berita baru. Dukungan demi dukungan terus saja mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Walau demikian, sampai hari ini belum juga dapat gambaran siapa pendampingnya. Dari beberapa nama pendamping yang sesuai untuk MM, tampaknya nama mantan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Riau KH Ansyari Nur mulai nyaring terdengar. Salah satu indikasinya, karena dibeberapa kesempatan, Ansyari kerap terlihat bersama MM. Kemesraan ke dua tokoh ini menimbulkan berbagai persepsi dan spekulasi beragam. Mungkinkah Mambang Mit dan Ansyari Nur akan berpasangan pada Pilgubri 2013 mendatang? Pertanyaan inilah yang menggelayut dibenak banyak kalangan tatkala kemesraan yang mereka tunjukan ketika melakukan kunjungan

kedaerah-daerah. Sebab Ansyari pun pernah berniat untuk maju pada pilgubri 2013 mendatang. Pengamat politik Andi Yusran juga membenarkan perihal kedekatan kedua tokoh tersebut. Bahkan menurut dia, diberbagai acara dan kesempatan keduanya sering melontarkan pujian. Walaupun ini merupakan hal lumrah, tapi ini bisa disebut suatu bentuk komunikasi politik yang sedang mereka bangun. Apabila komu-

nikasi tersebut berjalan lancar dan efektif bukan tidak mungkin kedua tokoh ini akan bersatu. Namun menurut Andi, ini hanyalah salah satu indikasi politik karena keputusan politiknya sendiri belum ada. Dan menurut Andi, saat ini semua calon belum ada. Yang ada cuma bakal calon. “Memang beberapa waktu belakangan ini, antara Mambang dan Ansyari selalu tampil bersama dalam berbagai kegiatan. Ini sepertinya sebagai salah satu bentuk jalinan komunikasi yang sedang dibangun kedua tokoh itu. Akan tetapi ini hanyalah baru indikasi politik. Namun apabila komunikasi yang sedang mereka bangun berjalan lancar, maka akan ada kesepakatan politik diantara kedua tokoh itu. Dan jika keduanya sudah punya kesepakatan dan kesepahaman bukan tidak mungkin kedua tokoh ini akan berrpaket pada Pilgubri 2013 mendatang,” terang Andi.

Andi Yusran

Selain itu menurut Andi , sosok Mambang Mit merupakan figur yang sangat lengkap. Sebab, Mambang berasal dari seorang birokrat dan juga berasal dari seorang politisi. Selain itu, meskipun wakilnya orang non partisan namun kursi Demokrat sudah mencukupi untuk mengusung pasangan ini. Menurut pengajar di Universitas Muhammdiyah Riau ini, untuk lebih mengamankan segala kebijakan pemerintahan dikemudian hari, alangkah baiknya Mambang menggandeng wakil yang berasal dari partai politik. Sebab dengan dukungan dari partai politik lain, akan lebih menguatkan posisi pemerintahan di parlemen. “Mambang Mit adalah figur yang dikatakan lengkap. Selain berpengalaman di birokrat, MM juga seorang ketua partai. Jadi siapapun wakil yang akan mendampinginya pada pilgubri mendatang, itu tidak ada masalah. Karena tetap akan match,” sebutnya. Hanya saja, jika pemerintahan nanti ingin kuat dan mendapatkan legitimasi optimal, maka sebaiknya MM memilih seorang wakil yang mempunyai dukungan dari partai politik lain supaya segala keluaran kebijakan mendapatkan dukungan kuat di parlemen. “Usahakan jangan sampai partai oposisi jumlahnya seimbang dengan partai pro pemerintah supaya daya tawar pemerintah lebih kuat,” Andi menyarankan.*

 ben

Wakil Harus Memberi Nilai Tambah Sosok Mambang adalah sosok politisi santun dan sangat pantas diberikan kesempatan untuk memimpin Riau lima tahun kedepan.

PROSES pemilhan Gubernur Riau baru akan dilaksanakan sekitar bulan September tahun 2013 mendatang. Nama-nama yang kemungkinan akan berlaga pada perebutan kursi Riau 1 sudah bermunculan. Hampir semua bakal calon saat ini tengah disibukan dengan sosialisasi ke tengah-tengah masyarakat untuk mencari dukungan. Begitu juga dengan Mambang Mit yang telah menyatakan kesiapannya untuk maju pada Pilgubri 2013 mendatang. Meskipun dukungan demi dukungan terus saja mengalir ke wakil Gubernur Riau ini, Mambang masih merahasiakan siapa yang menjadi pendampingnya kelak. Beberapa nama juga pernah disebut akan berpaket dengan beliau, seperti Herman Abdullah. Tetapi belum ada kepastian jelas siapa yang akan mendampinginya. Banyak kalangan memprediksi Mambang Mit merupakan calon yang cukup kuat pada Pilgubri 2013 mendatang. Sejak menakhodai Partai Demokrat, popularitas Mambang makin melejit. Meski namanya sudah tenar, tapi MM tidak berhenti berusaha

menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh. Satu diantaranya, mantan Kepala Kementerian Agama Provinsi Riau Ansyari Nur. Kemesraan kedua tokoh ini sangat jelas terlihat ketika Ansyari Nur selalu setia mendampingi Mambang dalam setiap acara. Mungkinkah keduanya akan berpasangan dalam pilgubri 2013 mendatang? Tokoh masyarakat Riau Abbas Jamil mengatakan, siapapun nantinya yang menjadi pendamping atau wakil Mambang tidaklah menjadi persoalan asal dia dapat bekerja sama dalam menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Dan yang paling penting tugas seorang wakil adalah membantu meringankan tugas-tugas seorang gubernur. Menurut Abbas, sosok Mambang adalah sosok politisi santun dan sangat pantas diberikan kesempatan untuk memimpin Riau lima tahun kedepan. Sebab, menurut Abbas, Mambang merupakan sosok pemimpin yang bisa diberi kepercayaan, kerena selama ini hampir tidak ada kabar miring yang menimpanya, baik sebagai birokrat maupun sebagai seorang politisi. Namun kesemua itu jangan sampai dirusak lantaran salah dalam memilih wakil. “Menurut saya, siapapun yang akan dipilih oleh Pak Mambang sebagai wakilnya dalam Pilgubri 2013 mendatang, pasangan ini tetap kuat. Selain itu Mambang merupakan salah seorang calon yang pantas diperhitungkan. Pasalnya selain sudah berpengalaman

sebagai pemimpin. Mambang sosok seorang pemimpin yang santun tutur bahasanya dan selalu menyejukan hati serta tidak bersikap provokatif. Nah figur seperti inilah yang pantas diberi kesempatan untuk memimpin Riau lima tahun kedepan,” ucap Abbas. Abbas berharap agar Mambang lebih selektif mencari wakil. Jika tidak tentunya akan terjadi lagi perpecahan dan perselisihan antara kedua pemimpin tersebut. Karena ini akan dapat menghambat jalannya roda pemerintahan dan pelayanaan kepada masyarakat menjadi tidak maksi-

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012

mal. Jika dijalankan dengan benar, kata Abbas, potensi konfilk dapat dicegah sedini mungkin hanya dengan cara jangan sampai keliru dalam memilih dan menentukan wakil. Jangan lantaran karena deal-deal politik kepentingan masyarakat terabaikan. Mudah-mudahan saja didalam menentukan wakil yang akan mendampinginya nanti, Mambang mendasarinya atas pertimbangan matang dan mampu memberikan nilai tambah bagi pasangan ini. Sehingga kekuatan dan kemampuan yang dia miliki tidak terbuang sia-sia akibat lantaran salah memilih wakil.*

 ben

Abbas Jamil


16

Sosialisasi UU Pemilu tak Hanya Tugas KPU M

EMBERIKAN pemahaman atau sosialisasi ke masyarakat terkait UndangUndang dan aturan Pemilu, sebenarnya tidak hanya tugas Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tugas sosialisasi tersebut memerlukan peran serta seluruh elemen masyarakat, sehingga nantinya akan memberikan hasil Pemilu yang berkualitas. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Siak, Drs. H. Amzar pada pembukaan sosialisasi Undang-Undang Pemilu dalam rangka menyongsong Pilgubri 2013 dan Pemilu 2014. Sosialisasi ditaja KPUD

Siak, Kamis pekan silam di mess Pemda Jalan Raja Kecik, Siak. Menurut Amzar, elemen masyarakat seperti Parpol, Ormas, Lembaga ataupun pribadi, bisa lebih luas jangkauannya untuk sosialisasi. Namun, hal tersebut tentunya harus didahului pembekalan pengetahuan oleh KPU. “Jadi gelaran sosialisasi ini merupakan suatu jalan menuju sosialisasi yang lebih luas,” katanya. Dijelaskan, dari seluruh tahapan Pemilu/Pileg, yang perlu mendapat perhatian khusus adalah terkait penetapan Daftar Pemilih Tetap

(DPT). Apalagi dengan adanya perubahan jumlah penduduk yang sangat dinamis dan berubah-rubah seiring waktu, sehingga seringkali menimbulkan permasalahan, karena banyak masyarakat pemilik hak suara yang mengaku tidak terdaftar di DPT. Dia melanjutkan, untuk tahapan ini, KPUD dihimbau betul-betul memberi perhatian lebih, karena menyangkut hak asasi warga dalam memberikan hak politiknya. Amzar meminta agar dalam sosialisasi yang digelar, betul-betul dipastikan bahwa masyarakat telah

Bupati Siak Beri Pembekalan Praja IPDN

B

UPATI Siak, Drs. Syamsuar, M.Si Senin pekan silam memberi pembekalan bagi kalangan Praja IPDN di Kampus Rokan Hilir. Menurut Syamsuar, bahwa dalam menjalankan pemerintahan suatu daerah, tidak semudah dengan apa yang bayangkan, karena pemerintahan itu sudah diatur dan sudah terbentuk sistem yang mengaturnya. “Sudah ada rambu-rambu yang harus dipatuhi dan dijalankan. Jadi jangan heran jika nanti teori yang didapat di sini (kampus IPDN, red) tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan,” kata Syamsuar disela pembekalan praktek lapangan II bagi satuan Madya Praja Kampus IPDN Rohil, Riau. Acara pembekalan dihadiri Kabag Akademis Suripto, Kasubag kerjasama akademik, Dadang Supriatna, pendamping Praja, Endang Supian, dan Ajib. Sekretaris Bappeda Siak, Ir. Wan Yunus, Kabag Humas Juarman Siak, dan para Praja IPDN. Syam menyampaikan, pembekalan tersebut merupakan informasi awal untuk diketahui para Praja. Ia pun lantas mencontohkan Kabupaten Siak yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis, sama dengan Kabupaten Rokan Hilir. “Setelah pemekaran, dan menapaki usia 13 tahun, Kabupaten Siak telah melakukan pelaksanaan pemban-

gunan di berbagai bidang. Dan alhasil semuanya sudah berjalan, dengan baik,” ujarnya. Syam melanjutkan, dalam perencanaan yang dilakukan Pemkab, disiapkan program unggulan dalam berbagai bidang. Program unggulan ini merupakan bentuk komitmen dalam memajukan daerah di era otonomi, mengingat keberhasilan otonomi ini, ada dua, yakni kesejahteraan dan pelayanan. Mengingat peningkatan kesejahteraan merupakan tugas pemerintah, maka dalam hal tersebut, berbagai pola dan rancangan telah dilakukan Pemkab dengan mengajak masyarakat dalam meningkatkan perekonomiannya, melalui bantuan modal, usaha simpan pinjam dan lainnya. Sedangkan menyangkut pelayanan, Pemkab Siak telah menerapkan Pelayanan Administrasi Terpadu (PATEN), yang merupakan komitmen Pemkab dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, dengan memberi pelimpahan kewenangan kepada pihak Kecamatan. Menjawab pertanyaan, apakah PATEN ini efektif, sebagaimana yang disampaikan Ramadhan Sigit, Praja IPDN asal Tarnate, Syamsuar menjawab, bahwa PATEN merupakan Peraturan Kemendagri yang harus dilaksanakan kabupaten/kota. Dan Kabupaten Siak sudah lebih

dulu menerapkannya, sehingga menjadi percontohan. Kata Syam, banyak hal mendasar kenapa Pemkab Siak menerapkan PATEN, karena dalam memberi pelayanan semuanya tentu memiliki standarisasi, lama pengurusan, termasuk biaya yang dibebankan, yang tentunya dengan mengedepankan transparansi. Dan apa yang dilakukan Pemkab Siak, khususnya soal PATEN, dapat dilihat Praja secara langsung saat melakukan praktek lapangan. Selain itu, Praja juga dapat melihat potensi keunggulan dan berbagai program unggulan yang Pemkab Siak lakukan. “Saya sangat mendukung Praja melakukan praktek lapangan supaya melihat fakta yang sebenarnya,” lanjutnya. Syam juga mengharapkan agar selama melaksanakan praktek lapangan, bisa membantu aparatur Desa dan Kelurahan dalam membenahi administrasi pemerintahan. Sementara itu, Sekretaris Bappeda Siak, Ir. Wan Muhammad Yunus, MT menambahkan, inti keberhasilan program pembangunan adalah perencanaan. Di Kabupaten Siak semua perencanaan pembangunan telah disusun ke dalam Renstra untuk kemudian dibawa ke dalam Musrenbang. Selain itu, dalam penyusunan program tentu ada indikator tujuan dan pencapaian, sehingga program tersebut dapat benarbenar dirasakan manfaatnya. Sedangkan Kabag Akademik IPDN Rohil, Suripto menjelaskan bahwa ada lebih kurang 200 Praja IPDN yang mengikuti praktek lapangan di tiga kabupaten di Riau yaitu di Kepulauan Meranti, 70 Praja, di Kabupaten Siak, 70 Praja dan di Kabupaten Bengkalis, 60 Praja. Praktek lapangan ini, merupakan aplikasi ilmu di lapangan, dengan harapan para Praja bisa mendapatkan ilmu baru di lapangan.

 drn

memahami hak dan kewajibannya, sehingga tidak memunculkan salah persepsi yang bisa menjurus tudingan tidak baik, terutama kepada penyelenggara ataupun peserta Pemilu. Amzar juga mengaku, selaku pemerintah, Pemkab Siak juga berkomitmen untuk mensukseskan setiap pesta demokrasi yang digelar, dan berharap agar masyarakat tidak dalam posisi Golput. Sementara, ketua KPUD Siak, H. Agus Salim mengatakan, sosialisasi yang digelar sebagai wujud sedang berjalannya tahapan awal Pilgubri 2013 yakni tahapan persiapan sesuai yang

 drn

Disdik Peringatkan Sekolah tak Berizin

K

EPALA Dinas Pendidikan Drs Kadri Yafis MPd menegaskan bagi sekolah yang tidak memiliki izin operasional untuk segera mengurus izinnya dan tidak dibenarkan menerima siswa baru tahun ajaran 2012/ 2013. Pernyataan tegas ini disampaikan Kadisdik Siak terkait ada sekolah di Siak yang belum mempunyai izin operasional. “Sebelum izin operasionalnya keluar, kita meminta pihak SMK YPPI untuk tidak menerima siswa baru. Karena sudah memasuki tahun kedua, lanjutnya, sekolah tersebut belum juga mengurus izin. Setakat ini

sekolah baru memiliki izin pripsip,” ujar Kadisdik Kadri Yafis, Selasa pekan silam. Menurut Kadri Yafis, sebelum menerima siswa seharusnya sekolah harus mengurus surat-surat termasuk izin operasional. Namun ternyata masih ada sekolah yang belum mengurus padahal izin tersebut sangat penting sekali agar dapat terdaftar. Dikatakan Kadri pihak Disdik Siak sudah meminta dan memanggil pihak yang bersangkutan untuk segera mengurus, namun sampai saat ini belum juga dilakukan, bahkan kini menerima siswa baru.

 rpc

Warga Mesti Selektif Beli Pupuk

S

UPAYA tak tertipu, UPTD Disnaktan Siak menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan selektif dalam membeli pupuk. Rumor maraknya peredaran pupuk palsu untuk tanaman, masyarakat dihimbau untuk berhati dan selektif sebelum membeli pupuk dari agen atau distributor yang ada. Himbuau itu disampaikan Kepala UPTD Dinas Peternakan an Pertanian (Disnaktan) Kecamatan Kotogasib, Siak, Badari kepada riauterkini.com, Rabu pekan silam. Dikatakan, dugaan maraknya beredara pupuk palsu di Kabupaten Siak sudah meresahkan masyarakat petani. “Untuk dihimbau apabila akan membeli pupuk harus selektif dan dan membeli pada agen dan distributor. Agar masyarakat yang akan membeli pupuk terhindar dari pembelian pupuk palsu yang sangat merugikan masyarakat pada saat memetik hasil pertaniannya .” katanya.

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012 CMYK

diamanahkan dalam UU Pemilu. “Jadi saat ini kita telah berada pada tahap persiapan di mana salah satu langkah adalah sosialisasi, baik tentang Undang Undang Pemilu maupun proses penyelenggaraannya,” ungkap Agus. Agus berharap, upaya sosialisasi ini diimbangi seluruh stakeholder yang menjadi peserta sosialisasi dengan mencermati dan mengikuti sabaik-baiknya sehingga dapat menularkan pengetahuan yang didapat kepada masyarakat luas di lingkup masing-masing.

Lebih lanjut Badari menghimbau, untuk terhindar ari pembelian pupuk palsu, masyarakat membeli pupuk di agen-agen dan distributor yang telah ditunjuk. Biasanya pupuk palsu tersebut harganya lebih murah dari pupuk asli. “Jangan tergiur oleh harga yang murah. Seharusnya masyarakat bisa menilai dengan baik dan juga jangan terpancing dengan harga murah dikarenakan masih diragukan keasliannya,” terangnya lagi.

 rtc


17 BLH Uji Emisi Kendaraan Bermotor

2013, Pemko Bangun Gedung BLK Untuk meningkatkan keterampilan calon tenaga kerja di Pekanbaru, tahun depan Pemko bangun gedung BLK.

U

NTUK menyikapi semakin tingginya tingkat pengangguran di Kota Pekanbaru, Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru sedang merencanakan pembangunan gedung Balai Latihan Kerja (BLK). Diperkirakan pada tahun depan, proses pembangunan gedung BLK bisa terlaksana. Keberadaan gedung BLK ini sendiri setidaknya bisa meningkatkan keterampilan atau skill yang dimiliki pencari kerja di Kota Bertuah ini. Soal skill ini masih menjadi masalah sehingga banyak

peluang kerja yang ada terlewat sia-sia. Rencana pembangunan gedung BLK ini diungkapkan langsung Wali Kota Pekanbaru, H Firdaus, ST, MT setelah melihat pergelaran Job Expo Pekanbaru yang menyediakan 10.098 lowongan kerja, tapi yang terserap tidak sampai setengahnya. Dan salah satu penyebab rendahnya daya serap pada Job Expo itu karena tidak adanya keahlian tenaga lokal sesuai lowongan kerja yang ditawarkan. “Tingkat pengangguran di Pekanbaru cukup tinggi, dan setiap tahunnya terus meningkat. Data yang kita peroleh tahun ini ada 28.064 pencari kerja, sementara lowongan kerja hanya 4.522. Dan lowongan yang sudah ditempatkan hanya 1.005 orang, sisanya 3.517 lowongan kerja tidak dapat diisi dikarenakan minimnya skill pencari kerja lokal,” ujar Wako.

Menyingkapi persoalan diatas, Wako memastikan Pemko Pekanbaru akan merencanakan pembangunan gedung BLK. Dimana fungsi gedung BLK ini nantinya akan memberikan penyuluhan sekaligus keterampilan dari berbagai bidang pekerjaan. “Hingga saat ini kita belum mempunyai gedung BLK sendiri, selama ini masih menumpang dengan Pemprov Riau. Untuk itu kita akan rencanakan pembangunan gedung BLK sendiri, semoga perencanaan pembangunan BLK bisa terlaksana secepatnya,” harap Wako. Dan selain akan membangun gedung BLK, Firdaus juga memastikan Pemko akan berupaya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pencari kerja. Salah satunya dengan cara menambah jumlah sekolah kejuruan, hingga mencapai 70:30. “Diharapkan langkah-

Kantor Wali Kota Pekanbaru

langkah tersebut dapat memberikan solusi bagi setiap pencari kerja, dalam meraih

K

EPALA Sub Bagian (Kasubag) Otonomi Daerah Bagian Administrasi Pemerintahan Pemko Pekanbaru, Hadi Yanto menjelaskan dan insentif untuk triwulan ke II RT dan RW Kota Pekanbaru sudah bisa dicairkan. Untuk proses pencairan insentif RT dan RW untuk triwulan II tahun anggaran 2012 sudah bisa dilakukan. Untuk menghindari lamanya proses penyelesaian adminstrasi pra pencairan ke bagian

keuangan Pemko Pekanbaru.” ujarnya. Ia menjelaskan pihaknya sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada seluruh kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru untuk segera mengirimkan surat kelengkapan pencairan insentif RT dan RW. “Kita ingin pencairan insentif RT dan RW ini bisa dilakukan sesuai jadwal, tidak seperti triwulan I yang sedikit terlambat, makanya kita minta agar kecamatan secepatnya

menyerahkan dokumen pencairan ketua RT dan RW di daerahnya sehingga akhir Juni sudah dapat dibagikan,” jelasnya. Sementara itu, data BKD diketahui jumlah RT/RW dan LPM di seluruh Kota Pekanbaru yang akan mendapatkan insentif mencapai 950 orang. Sementara jumlah insentif yang akan diterima setiap bulannya oleh ketua RT adalah Rp250 ribu per bulan dan Ketua RW Rp350 ribu per bulan.*

 rnc/dri

 rtc/dri

Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi menyerahkan piala bergilir kepada Camat Tenayan Raya

Pemko Bantu PKL Rp7,5 Juta AK hanya sekedar ingin menertibkan pedagang kali lima (PKL), tapi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru juga berencana akan memberi bantuan dengan masing-masing PKL mendapatkan Rp7,5 juta. Rencana Pemko tersebut dilontarkan Asisten II Setko Pekanbaru, Zulfikar. Ia menjelaskan tujuannya untuk memfokuskan pada pertumbuhan ekonomi kerakyatan, tapi rencana itu tidak direalisasikan tahun ini, melainkan tahun anggaran 2013 nanti. “PKL akan kita berikan bantuan seperti subsidi. Tapi tidak sekarang, nanti baru akan diajukan melalui Dinas Koperasi. Besarannya sekitar Rp7,5 juta per orang sebagai modal berdagang,” ujarnya. Menurut Zulfikar untuk mendapatkan bantuan tersebut, PKL harus terdaftar dalam sebuah koperasi. Tak hanya itu, koperasi juga harus memiliki

T

Insentif RT/RW Bisa Dicairkan

lowongan pekerjaan yang tersedia,” tambah Wako lagi.*

anggota paling sedikit 50 PKL dan koperasi tersebut juga memiliki badan hukum yang sah dan terdaftar pada Dinas Koperasi Pekanbaru. Selain untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan, Zulfikar juga meemastikan dengan adanya bantuan ini PKL dapat terkoordinir dengan baik dan berdagang ditempat yang disiapkan Pemko khusus untuk pedagang. Hanya saja, Zulfikar mengingatkan rencana ini bisa terlaksana masih tergantung keopada persetujuan DPRD Pekanbaru, karena usulan ini dimasukkan dalam APBD Pekanbaru ke depan. “Yang pasti, bantuan ini bukan untuk perorangan, melainkan kelompok yang tergabung dalam koperasi. Harapan kita dengan ini ekonomi kemasyarakatan bisa berjalan lancar dan tetap memperhatikan ketertiban dan keindahan kota Pekanbaru,” katanya.*

 rp/dri

BLH Uji Emisi Kendaraan Bermotor UNA mengetahui tingkat pencemaran udara yang berasal dari asap kendaraan bermotor di Pekanbaru, apakah sesuai dengan kesehatan lingkungan atau sebaliknya, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Pekanbaru, mengadakan uji emisi gas buang kendaraan bermotor. Kegiatan tersebut dilakukan di Jalan Diponegoro, dan 367 mobil dilakukan uji emisi. Sehingga dengan adanya kegiatan diatas dapat menyadarkan pengguna kendaraan, untuk selalu menjaga kesehatan lingkungan dari polusi udara

G

yang dikeluarkan. Kepala Bidang (Kabid) pengendalian Pencemaran Udara BLH Kota Pekanbaru, Jasmiyati, pada umumnya setiap tahun diadakan uji emisi kendaraan bermotor, hasilnya cukup bagus rata-rata kendaraan mengeluarkan asap normal. Menurut Jasmiyati hanya sedikit kendaraan yang mengeluarkan asap yang berakibat polusi udara, katagori ini hanya terdapat pada angkutan umum. “Hasil uji emisi gas kendaraan bermotor yang kita lakukan setiap tahunnya, menunjukkan hasil yang cukup positif. Hal itu

terlihat terus menurunnya jumlah mobil yang tidak lulus uji emisi,” ujarnya. Meskipun demikian, pada kesempatan ini, Jasmiyati menghimbau kepada masyarakat yang memiliki kendaraan, agar memperhatikan kebersihan mesin kendaraanNya, sebab hal itu sangat berpengaruh terhadap asap kendaraan. “Upaya meminimalisasi gas buang kendaraan agar tidak menimbulkan polusi udara, salah satunya pemilik kendaraan mesti merawat dengan melakukan service secara teratur. Sebab jika tidak gas

buang kendaraan mereka bisa mencemari udara, sehingga berbahaya untuk kesehatan lingkungan,” kata Jasmiyati. Sementara itu, dari 367 kendaraan yang telah diuji, masing-masing untuk kendaraan konsumsi bensin 202,

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012 CMYK

yang tidak lulus hanya 24 kendaraan. Sedangkan mobil yang menggunakan solar 165, tidak lulus uji emisi 79, sehingga total yang lulus 264 kendaraan dan yang tidak lulus 103 kendaraan.*

 rtc/dri


18

Pusat Alokasikan Rp47 T untuk Teknopolitan P

EMERINTAH pusat dalam APBN 2012 mengalokasikan anggaran Rp47 triliun untuk pembangunan Teknopolitan di Kecamatan Langgam. Proyek ini dimulai 2012 hingga 2025 mendatang. “Seluruh, biaya pembangunan Teknopolitan sebesar Rp47 triliun ditanggung APBN bukan dari APBD Pelalawan. Dan itu dimulai dari tahun 2012 sampai tahun 2025 mendatang,” kata Bupati Pelalawam, Harris, beberapa waktu lalu. Dikatakan, alokasi APBN ini merupakan kelanjutan dari program pemerintah nasional menjadikan Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan Teknopolitan di Kabupaten Pelalawan. Program MP3EI dan Teknopolitan di Kabupaten Pelalawan telah ditandatangani Menko, Hatta Rajasa dan Menristek Gusti M Hatta di hamparan lahan 2000 hektar. Harris menyatakan untuk merealisasikan program pembangunan teknopolitan

di daerah ini, maka saat ini pemerintah pusat telah membuat desainnya termasuk disain pembangunan kawasan objek wisata Bono di Teluk Meranti tersebut. Untuk hal itu, maka akan dipersiapkan segala sarana dan prasarana penunjang. “Jadi untuk Bono, misalnya, akan ada perbaikan sarana dan prasarananya termasuk infrasturktur jalannya. Itu semua dananya berasal dari APBN, termasuk jalan nasional di lintas Bono sepanjang 53 Km yang akan dibangun dari APBN,” katanya. Sedangkan khusus untuk biaya pembangunan program MP3EI untuk koridor Sumatera dipusatkan di Kabupaten Pelalawan melalui pembangunan kawasan teknopolitan seperti pembangunan Industri Hilir Kebun Kelapa Sawit, pembangunan Perguruan Tinggi Teknologi dan pembangunan kawasan Riset di daerah ini. “Sedangkan Pemkab Pelalawan sendiri hanya berperan sebagai penyedia

lahan untuk lokasi pembangunan kawasan Teknopolitan tersebut seluas 2.000 hektare.

Sementara untuk pengembangan kawasan Bono sendiri, kita sudah menyiap-

kan lahan sleuas 600 hektare,” ujarnya.*

 urc/nol

Industri Perlu SDM Berkualitas

P

Setoran Rp100 Juta RPH ke Disnak Memberatkan

S

IKAP Dinas Peternakan Pelalawan yang minta setoran Rp100.000.000 kepada Rumah Potong Hewan (RPH) Desa Kemang dikeluhkan oleh pihak pengelola. Tuntutan itu dinilai memberatkan. “Dengan keadaan ini Dinas Peternakan terkesan tidak berbuat apa-apa, bahkan mereka meminta kami untuk menyetorkan PAD,” ujar Zainuddin Pengelola RPH, Kamis (28/ 6). Zainuddin mengungkapkan kondisi tersebut berakibat pihaknya tidak sanggup untuk memenuhi kewajibanya untuk menyetor PAD kepada Pemda. Pasalnya, RPH belum berfungsi secara maksimal. Jadi sangat mustahil tuntutan setoran itu bis dipenuhi. Zainuddin, menerangkan isi surat teguran tersebut, surat teguran yang berisi bahwa sehubungan telah ditetapkanya target PAD dari RPH dalam DPA SKPD Dinas Peternakan

Tahun Anggaran 2012 sebanyak Rp100 juta oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan. “Dalam surat tersebut juga ditegaskan kepada saya untuk menyetorkan dana tersebut sebagai kewajiban. Dalam surat itu juga ditegaskan hal tersebut sudah diatur di Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2001 tentang retribusi RPH,” jelasnya. Namun demikian, Zainuddin mengatakan, kondisi saat ini belum memungkinkan pihaknya untuk bisa menyetor dana tersebut, pasalnya menurut Zainuddin, kondisi RPH Kemang saat ini belum sepenuhnya berjalan sesuai yang diharapkan. “Dengan kondisi saat ini Dinas Peternakan tidak perduli, bahkan melalui dana pribadi saya sudah saya lakukan untuk membuat terobosan agar RPH tersebut bisa berfungsi secara maksimal,” ujarnya.*

 urc/nol

EMERINTAH berusaha mendorong perkembangan sektor industri untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi di daerah. Oleh karena itu kemajuan industri juga harus diiring dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas serta penyediaan sarana maupun sarana untuk membentuk SDM berkualitas itu. Hal ini disampaikan Bupati Pelalawan HM Harris kepada wartawan, Selasa (26/6). Menurut Bupati, diharapkan program pemerintah yang ada bisa mendorong segala aspek ekonomi dan sumberdaya dalam rangka menciptakan majunya pembangunan di daerah ini. “Tidak lain untuk meningkatkan pembangunan ekonomi serta demi meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Untuk itu, lanjut Bupati, penyediaan lapangan pekerjaan juga harus diiringi dengan kemampuan SDM yang ada. Apabila permasalahan yang mendasar tersebut sudah bisa diatasi kesempatan untuk bekerja bagi pencari pekerjaan baru akan semakin luas. “Oleh karena itu, maka rencana akan diadakannya suatu lembaga pendidikan Perguruan Tinggi (PT) di Pelalawan perlu secepatnya direalisasikan guna menelurkan SDM yang berkualitas,” katanya. Masih kata Bupati, saat ini, banyaknya perusahaan-perusahaan di Kabupaten Pelalawan baik yang berskala nasional maupun internasional. Menurutnya dengan berdirinya perguruan tinggi maka setidaknya bisa menjawab tantangan akan SDM yang sedang dibutuhkan untuk membangun Kabupaten Pelalawan. “Saatnya Pemkab Pelalawan menggesa pendirian Politeknik karena hal ini memang sudah menjadi harapan masyarakat daerah ini,” katanya. Kalau melihat potensi yang ada, memang sebaiknya disesuaikan untuk menjawab tantangan yang ada. Karena

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012

keperluan akan tenaga kerja terdidik untuk memenuhi keperluan industri yang tersedia. “Kita tahu sendiri kalau di daerah ini banyak memiliki industri skala nasional dan internasional, yang belum bisa dipenuhi oleh tenaga kerja lokal,” ungkapnya. Menurutnya dengan berdirinya perguruan tinggi maka setidaknya bisa menjawab tantangan akan kurangnya kualitas dan kuantitas SDM khususnya pemenuhan kebutuhan angkatan kerja di Kabupaten Pelalawan. “Tidak tertutup kemungkinan para pengusaha perkebunan akan melebarkan usahanya di satu daerah saja, dengan seperti itu masyarakat di sekitar perkebunan juga bisa ikut menikmati hasilnya,” katanya. Bupati menambahkan, dengan berdiriya perguruan tinggi maka diharapkan dapat menjawab semua keperluan perusahaan sehingga bisa mengurangi angka pengangguran SDM di usia produktif. Dengan dibangunnya perguruan tinggi, maka hal ini juga dapat menjadi pusat pertumbuhan baru. Oleh karena itu Bupati mengatakan, negara melalui pemerintah daerah harus terus menerus meningkatkan akses, kualitas, dan keterjaminan pendidikan bagi rakyat. Bupati melanjutkan, sumberdaya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor kunci dalam persaingan global, yakni bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global. “Globalisasi yang sudah pasti dihadapi bangsa ini dan menuntut adanya efisiensi dan daya saing dalam dunia usaha,” katanya. Untuk itu, sambung Bupati, pemerintah akan memberikan perhatian lebih dalam dunia pendidikan, termasuk meningkatkan sarana maupun prasarananya. Hal ini dilakukan demi untuk semakin meningkatnya SDM di negeri ini.*

 rp/nol


19

Inhu Siap Menjadi Sentra Coklat Sejumlah wilayah desa dan kecamatan di Kabupaten Inhu, dinilai sangat cocok untuk perkebunan kakao (Theobroma Cacao/kopi coklat).

K

E DEPAN Dinas Perkebunan Inhu dan Disbun Provinsi Riau akan menjadikan daerah ini sebagai sentra tanaman coklat di Riau. Hal ini diungkapkan Kadisbun Inhu Ir Manaf Tambunan MT dalam acara pencanangan penanaman kakao di Desa Sungai Guntung, Kecamatan Rengat, Selasa (26/ 6) lalu. Hadir dalam acara ini Kadisbun Riau Drs Zulher, serta staf Dirjenbun Kementerian Perkebunan RI. Dikatakan, dalam acara promosi daerah beberapa bulan lalu, ada investor dari negera Korea Selatan berminat menanamkan modal di Inhu untuk pendirian pabprik kakao. Jika pabrik ini berhasil, maka akan membawa kese-

jahteraan bagi kelompok tani di daerah ini. Untuk menjamin bahan baku pabrik kopi coklat ini, perlu sekitar 40 ton per bulan. Sementara hasil petani budidaya kakao di Inhu baru menghasilkan sekitar 30 ton per bulan. Oleh sebab itu perlu usaha yang lebih serius dalam membudidayakan tanaman yang jadi bahan baku coklat tersebut. “Disbun Inhu pada 2012 ini menyiapkan 10 ribu bibit kakao untuk masyarakat,” ucapnya. Disbun Inhu juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab Kuansing dan Inhil terkait rencana pendirian pabrik kakao. Dimana, setelah pabrik berdiri petani kakao di dua kabupaten bertetangga ini siap untuk memasok ke pabrik di Inhu. Selama ini warga menjual hasil kebun ini ke pedagang di pasar atau menjual ke Provinsi Sumbar. Dengan berdirinya pabrik ini, maka harga kakao pun bertambah naik. Dengan budi daya tanaman tersebut, maka lahan tidur di daerah Inhu bisa berkurang.

Infrastruktur jalan juga akan lebih baik dan kemajuan desa akan meningkat setelah adanya pabrik dan sentral kakao. “Kami di Kabupaten Inhu siap sharing dengan Provinsi Riau untuk mewujudkan Inhu sebagai centra tanaman kakao,” tegas Manaf. Usai acara ini, Manaf Tambunan mengatakan, untuk wilayah Desa Sungai Guntung saja ada lahan sekitar 450 ha yang bisa jadi lahan kakao. Belum lagi di wilayah desadesa lain di Kecamatan Rengat juga memiliki lahan yang potensial. Secara umum hampir semua kecamatan di Inhu cocok untuk tanaman ini, seperti di Kecamatan Rengat, Kelayang dan Rengat Barat, serta sejumlah kecamatan lain. Kadisbun Riau Drs Zulher mendukung keinginan Kabupaten Inhu menjadi sentra tanaman kakao. Karena setiap kabupaten di Riau diharapkan memiliki sentra perkebunan yang berbeda, sehingga mimiliki produksi perkebunan unggulan sendiri. Dikatakan, sekitar 80 persen masyarakat Riau hidup pada sektor perkebunan. Mulai dari karet, sawit, sagu, gambir,

Polres Gandeng PT BRH Tanam 10 Ribu Pohon

B

ERBAGAI kegiatan digelar Polres Inhu sempena HUT Bhayangkara ke-66. Salah satunya menggandeng PT RBH untuk menanam 10 ribu bibit pohon. Memperingati HUT Bhayangkara ke-66 dan sempena hari lingkungan hidup sedunia, polisi resort (Polres) Indragiri Hulu (Inhu) bersama PT.Riau Bara Harum (RBH). Melakukan penghijauan dengan menanam sejumlah pohon. Jumat (29/6/) pekan lalu. Penanaman 100.000 batang pohon di area pertambangan batu bara desa Siambul Kecamatan Batang Gansal tersebut, dilakukan untuk menghijaukan lahan kritis pasca penambangan. Sebagaimana disampaikan humas PT.RBH Bambang Dian Wahyudi kepada wartawan. “Kegiatan yang dilakukan bersama Polres Inhu ini, dengan menanam 100.000 pohon sebagai bentuk wujud kepedulian PT RBH Terhadap Lingkungan,” ujarnya. Sementara itu Kapolres Inhu AKBP.Hermansyah mengatakan, kegiatan penanaman pohon ini merupakan rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT Bhay-

angkara ke-66. “Ini merupakan wujud kepedulian dan bhakti Polri khususnya terhadap lingkungan, untuk itu kami berharap pencanangan penanaman 100.000 pohon ini. Dapat menjadi pemicu bagi kepedulian kita semua akan pentinganya lingkungan yang hijau dan

asri,” tandasnya. Dalam pencanangan penanaman 100.000 pohon ini, selain dihadiri Kapolres Inhu AKBP.Hermansyah juga dihadiri personil Polres Inhu, Area Manager PT.RBH Pribadi dan seluruh karyawan PT.RBH serta undangan lainya.

 suh/rtc

J

Oleh sebab itu kedepan jembatan tersebut perlu diganti dengan jembatan permanen. Hal ini disebutkan Kades Redang M Hasbi, Jumat (29/6) sambil menyebutkan

umur jembatan yang sudah tua. Menurutnya, kontruksi jembatan yang terdiri dari besi sudah cukup lama. Bahkan besi-besi penyangga

Oleh sebab itu kata Zulher, masyarakat Inhu harus mengambil peluang ini untuk kemajuan ekonomi dimasa yang akan datang. Jika dibandingkan karet yang dikelola orang lain, menurutnya kakau jauh lebih menguntungkan. “Coklat bisa usaha industri rumah tangga, sementara karet tidak bisa,” ujarnya.

 suh/rpo

Enam Desa Dapat PPIP

E

Jembatan Redang Diminta Permanen EMBATAN di Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat sampai kini masih berlantai papan, sehingga ketahanan jembatan masih diragukan.

kelapa dan lainya. Untuk harga karet dan sawit harganya sering turun naik dan sering tak menentu, sehingga menyulitkan petani ketika harga dua komoditi tersebut anjlok. Seperti harga karet yang turun dalam beberapa bulan terakhir ini. Namun untuk harga kakao di pasaran relatif stabil dan memiliki prosfek yang cerah ke depan.

NAM desa di Kabupaten Indragiri Hulu, ditetapkan menjadi desa sasaran Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) 2012. Penetapan itu berdasarkan SK Menteri PU RI nomor 131/KPTS/M/ 2012 tertanggal 26 Juni 2012. Desa-desa tersebut di antaranya, Desa Siberida Kecamatan Batang Gansal, Desa Kuantan Tenang Kecamatan Rakit Kulim, Desa Lambang Sari Kecamatan Lirik, Desa Kuala Cenaku, Desa Rawa Sekip dan Desa Rawa Asri sama-sama di Kecamatan Kuala Cenaku. “Melalui penetapan itu, masing-masing desa akan menerima bantuan dana langsung dari Pemerintah Pusat senilai Rp250 juta. Bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur desa,” ujar Kepala Dinas PU Inhu, DR Ir H Asmara HK MM. Dijelaskannya, salah satu tujuan dari PPIP itu yakni dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan akses proyek desa. yang ada dibangun sejak penjajahan Jepang dulu. Kerena besi pengganti tidak ada, maka tetap masih dipakai sampai saat ini. Tapi papan lantai jembatan sudah sering diganti oleh masyarakat secara begotong royong. Hanya saja dalam beberapa waktu belakangan ini, kayu

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012

Hal itu bisa saja untuk pembangunan infrastruktur jalan desa, irigasi desa atau drainase maupun dan lainnya yang sesuai dengan keperluan desa. Namun demikian penetapan pembangunan insfrastruktur desa harus melalui kesepakatan masyarakat secara bersama. “Apa yang diperlukan di desa dan harus melalui kesepakatan bersama melalui musyawarah di tingkat desa,”ucapnya. Begitu juga halnya terhadap pelaksanaan pembangunan tersebut, harus dilaksanakan oleh masyarakat. Bahkan pengawasan pelaksanaan pembangunan infrastruktur tersebut juga diawasi oleh masyarakat. Artinya program tersebut dilakukan dengan pendekatan pemberdayaan melalui partisipasi masyarakat sambil menumbuhkan kembali budaya gotong royong. “Gunakan dana bantuan itu sesuai dengan hasil kesepatan bersama yang betul-betul menyentuh masyarakat,” harapnya.

 suh/rpo

dengan kualitas baik makin sulit ditemukan, sehingga akan menyulitkan untuk mengganti lantai jembatan tersebut. Berdasarkan kondisi itu, maka diharapkan jembatan ini ke depan diganti dengan jembatan permanen saja, supaya bisa bertahan lama.

 suh/rpo


20 Indragiri Hilir Ibadah

Indah, Bersih, Aman, Damai dan Harmonis

Pemkab Diminta Serius Tanggapi Sengketa Lahan ETUA Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Selamat, Ahmad Rizal Zuhdi menyampaikan, saat ini seluruh anggota kelompok tani yang dipimpinnya merasa semakin resah akibat aksi para pekerja PT Palma I yang merusak tanaman sawit yang telah ditanam anggotanya. Zia meminta agar Pemerintah Kabupaten Inhil dapat lebih serius lagi dalam menyikapi persoalan ini. Pasalnya, sampai hari ini para pekerja PT Palma I terus melakukan perusakan terhadap tanaman milik petani Desa Pancur.

K

“Baru saja saya di telepon oleh anggota di lapangan, tanaman sawit mereka dicabut oleh para pekerja PT Palma I, kita minta Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, untuk lebih serius lagi dalam menyikapi masalah ini,” ungkap Ahmad Rizal Zuhdi, Kamis (28/6) di Tembilahan. Ahmad mengungkapkan, dikhawatirkan aksi provokasi para pekerja PT Palma I ini akan memancing kemarahan dan terjadinya tindakan yang tidak diinginkan di lapangan. “Kita terus memberikan pemahaman kepada anggota, agar dapat menahan diri dan tidak terpancing dengan

melakukan tindakan yang tidak diinginkan,” sebutnya. Sementara itu, Kuasa Hukum Gapoktan Selamat, Zainuddin Acang SH mengharapkan, permasalahan konflik di lapangan ini dapat disikapi serius pihak Pemkab Inhil, jangan sampai permasalahan ini menjadi bom waktu sehingga terjadi konflik yang lebih luas. “Kita minta Pemkab Inhil dapat serius menyikapi permasalahan ini, jangan sampai kejadian di lapangan memicu konflik lebih luas,”tegasnya. Lahan petani yang diduga diserobot tersebut menganton-

Potensi Beras Lokal Mesti Dikembangkan

gi Surat Keterangan Tanah (SKT) yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Pancur dan Camat Keritang, dengan mengacu kepada Peraturan Gubri Nomor 28 Tahun 2005 tentang Penetapan dan Penegaasan Batas Daerah antara Kabupaten Inhu dan Inhil dan diperkuat dengan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 10/P.PTS/V/2008/10/HUM/2007 yang menegaskan bahwa Desa Pancur, Kecamatan Keritang, masuk wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Menanggapi keluhan masyarakat petani Desa Pancur ini, Staf Lapangan Humas PT Palma I, Purba

U

Dikatakan Wiriyadi, sebab selain jenis beras di Inhil yang sudah jauh berubah, beras Karan Duku dan Lantik Bamban yang pernah menjadi idola di tengah masyarakat Inhil ini seperti hilang dari peredaran. Bahkan beras yang banyak dan diminati oleh masyarakat malah berasal dari Sumbar seperti beras Solok dan lainnya. Sebelumnya, diceritkan Wiriyadi, di bawah dekade tahun 1990-an, wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sangat dikenal sebagai salah satu daerah penghasil padi yang berkualitas seperti beras Karan Duku dan Lantik Bamban dan ini tidak tidak hanya untuk skala Riau saja bahkan Sumatera. Saat itu, lanjutnya, Kecamatan Reteh dikenal sebagai pusat penghasil beras. “Kita berencana untuk mengembangkan beras lokal seperti Lantik Bamban dan

Karan Duku. Melalui usaha yang sedikit berliku, kita berhasil mendapatkan bibit padi tersebut di tengah masyarakat, meski jumlahnya sedikit. Kita berkeinginan ke depan beras lokal tersebut bisa berkembang seperti dahulu dan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Wiryadi. Ditambahkannya, kualitas beras yang dihasilkan tersebut tidak kalah dengan beras dari Sumbar yang membanjiri pasaran beras di Inhil. Dengan kembali mengembangkan beras lokal yang ada sudah barang tentu akan mengangkat nama Inhil hingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani. “Yang paling penting saat ini adalah kemauan dari semua pihak untuk mengembangkan beras lokal yang kita miliki. Terus terang masalah kualitas kita tidak kalah,” katanya.

 jan/rpo

Petani Ancam Lakukan Langkah Hukum

T

ERKAIT permasalahan dugaan penyerobotan lahan masyarakat dan petani dari 12 parit di Desa Pancur, Kecamatan Keritang yang diduga dilakukan salah satu perusahaan perkebunan, Kuasa Hukum/pensehat hukum (PH) Petani Desa Pancur, Zainuddin Acang SH menyatakan, akan melakukan langkah-langkah hukum. “Kita akan lakukan langkah-langkah hukum atas

tindakan orang-orang perusahaan perkebunan yang telah diduga menyerobot dan merusak lahan milik petani di 12 parit di Desa Pancur,” ungkap Zainuddin. Sementara itu, Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Pancur, H Adam Muhammad, saat bertemu dengan kuasa hukum petani Desa Pancur, Zainuddin Acang SH, menilai bukan hanya lahan masyarakat petani Desa Pancur saja yang diserobot

perusahaan, namun masyarakat dari 12 parit di Desa Pancur juga mengalami tindakan yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Hal ini disampaikan H Adam Muhammad, saat pertemuan yang di gelar dikediamannya, Ahad (24/6) yang dihadiri Kepala Desa Pancur H Hayuddin Rauf, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Selamat, Ahmad Rizal Zuhdi, pihak kepolisian dan para Kepala

 jan/rpo

Masjid Islamic Center Tembilahan Mulai Dibangun

M

NTUK mengangkat kembali potensi beras Inhil terutama beras lokal, Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultural dan Peternakan (DTPHP) sudah mulai merancang program pengembangan beras lokal. Meski saat ini Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih sebagai salah satu penghasil beras di Riau tapi hanya mampu untuk konsumsi pribadi. Kondisi ini sudah cukup jauh berbeda. Sebelumnya di mana wilayah Inhil merupakan salah satu sebagai daerah berpotensi penghasil beras. Kepala DTHTP Kabupaten Inhil, H Wiriyadi SSos MSi mengungkapkan melalui balai khusus yang dimiliki saat ini sudah dikembangkan bibit padi lokal seperti beras Karan Duku dan Lantik Bamban yang rencananya akan mulai dilaksanakan pada 2013 mendatang.

berdalih PT Palma I tidak pernah melakukan penyerobotan lahan milik petani Kabupaten Indragiri Hilir. Ia bersikukuh bahwa perusahaannya bekerja dalam wilayah Inhu. “Kalau memang ada persoalan tapal batas, itu bukan urusan perusahaan. Silahkan saja Pemkab Inhil duduk dengan Inhu. Kemarin kami hanya mendapat perintah untuk sekadar menghadiri undangan hearing, karena izin kami di Kabupaten Inhu, kami merasa Kabupaten Inhil kurang tepat memanggil perusahaan kami,” ujarnya singkat.

ASJID Islamic Center yang dirancang mampu menampung 6.000 jamaah mulai dibangun ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Inhil H Indra Muchlis Adnan. Bupati menjelaskan, pembangunan Masjid Islamic Centre ini dikarenakan Masjid Agung Al-Huda dirasakan sudah semakin tidak representatif lagi guna mendukung berbagai kegiatan umat Islam dikarenakan adanya desakan kemajuan kawasan perekonomian perkotaan. “Sebenarnya sudah lama ada pemikiran para ulama dan para pemimpin di Kabupaten Indragiri Hilir untuk memindahkan Masjid Agung Al-Huda ke kawasan yang lebih representatif. Tapi untuk memindahkan itu selalu mendapati tantangan, karena memang harus diakui Masjid Al Huda memiliki nilai sejarah,” ujar Bupati. Dengan memindahkan Masjid Agung Al-Huda, ditambahkan Bupati, tentunya akan menyebabkan hilangnya nilai sejarah. Akhirnya pemerintah mengambil sebuah kebijakan untuk kembali membangunkan sebuah masjid yang sengaja dirancang agar ke depannya mampu menjadi pusat berbagai kegiatan keislaman dan dapat menjadi sebuah masjid kebanggan masyarakat Inhil. “Masjid itulah yang kita namai Masjid Islamic Centre Parit yang lahannya diserobot perusahaan. Tak hanya itu, hal yang dirasakan H Adam Muhammad ini juga diamini oleh seluruh Kepala Parit yang lahannya diserobot saat itu. Awalnya, saat kedatangan pihak perusahaan sekitar tahun 2008, lahan mereka tersebut dikuasai pihak perusahaan tanpa ada basabasi dan bibit kelapa hybrid dan kelapa sawit yang mereka tanam dirusak dengan alat berat milik pihak perusahaan. “Ada rumah warga kami yang dibakar,”

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012

yang pada hari ini kita telah lakukan pemancangan tiang pertamanya,” ujar Bupati lagi. Di samping kawasan masjid tersebut, kata Bupati, juga akan dibangun sebuh fasilitas pendidikan mulai dari tingkat usia dini sampai sekolah lanjutan atas. Masjid nantinya akan menjadi pusat dari kawasan Islamic Centre. Bupati menjelaskan, Masjid Islamic Centre ini lebih jauh dibangun untuk mampu menampung sebanyak 6.000 jamaah dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti aula yang nantinya dapat dipergunakan untuk berbagai kegiatan seperti seminar dan diskusi-diskusi ilmiah keislaman. “Masjid Islamic Centre juga dibangun dengan 6 buah bangunan pelengkap yang salah satunya adalah perpustakaan 6 lantai,” paparnya. Selain itu, Bupati juga menyatakan, apabila gedung perpustakaan Islmic Centre ini selesai dibangun maka akan mampu mengalahkan gedung perpustakaan di Pekanbaru. “Ke depan kita berharap Inhil juga akan mampu menjelma menjadi miniaturnya Indonesia untuk mendukung semua itu tentunya harus ditopang dengan berbagai fasilitas termasuk dukungan ketersediaan informasi dan teknologi (IT),” tuturnya.

 jan/rpo

ujar Akib. Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Inhil M Arfah kepada wartawan, Ahad (24/6) meminta agar Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) serius menangani persoalan yang tengah terjadi antara kelompok tani Desa Pancur Kecamatan Keritang dengan perusahaan tersebut. Dia khawatir, jika terlambat melakukan antisipasi bukan mustahil persoalan seperti Mesuji juga akan meledak di Kabupaten Inhil.

 jan/rpo


21 Kepulauan Riau

Kota Gurindam Negeri Pantun

 Jelang Pilwako Tanjungpinang

Maya-Tengku Diprediksi Menang

Pasangan Wako-Wawako Tanjungpinang Maya Suryanti-Tengku Dahlan

P

ENCALONAN dr Maya Suryanti sebagai Walikota Tanjungpinang masa bhakti 2013-2018 ternyata bukanlah

atas kemauan dirinya. Semua tersebab banyaknya tokoh masyarakat yang meminta dirinya ikut bertarung di Pemilukada Kota Tanjungpi-

Anggaran Wali Kota Batam Naik Rp1,2 Miliar

P

EMKO Batam memangkas anggaran pembangunan jalan dan drainase sampai Rp5,1 miliar tahun ini. Namun, di sisi lain malah menambah anggaran rumah tangga Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam dari Rp3,2 miliar menjadi Rp4,5 miliar atau naik sekitar Rp1,2 miliar lebih. Menanggapi hal ini, anggota badan anggaran DPRD Batam dari PDI Perjuangan Nuryanto menyatakan usulan plaform anggaran ini sangat tidak masuk akal karena seharusnya belanja publik itu harus lebih besar dari belanja pegawai. “Ini belum dibahas tim banggar. Tapi saya akan tarung dalam pembahasan untuk masalah ini,” ujar Nuryanto. Menurutnya, Dewan akan mengedepankan azas kepatutan dan logika untuk menetapkan usulan anggaran yang disampaikan pemko. Senada dengan Nuryanto, anggota banggar DPRD Batam Helmy Hemilton mengatakan, plaform anggaran harusnya berorientasi pada penghematan untuk kebutuhan-kebutuhan pejabat di pemko termasuk dewan. ”Duit rakyat itu harus dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat. Kalau proyek yang langsung ke masyarakat kita pangkas, artinya kita telah menyakiti mereka,” ujar Helmy. Penghematan anggaran untuk pejabat menurut

politisi Partai Demokrat ini sejalan dengan program penghematan nasional yang digencarkan Presiden SBY.Helmy mengatakan, pejabat daerah harusnya menahan diri untuk berhemat dengan tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak penting dan memboroskan anggaran. Anggaran itu termaktub dalam kebijakan umum anggaran dan Perhitungan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APDB Perubahan Kota Batam 2012. Anggaran untuk Dinas Pekerjaan Umum Kota Batam dalam APBD murni tahun ini sebesar Rp92,4 miliar tapi dalam APBD P, terjadi pengurangan hingga Rp5,1 miliar atau hanya sekitar Rp87,3 miliar. Akibatnya, sejumlah proyek fisik yang berhubungan langsung dengan infrastruktur jalan dan drainase Kota Batam dipangkas. Berdasarkan APBD murni ada enam wilayah peningkatan jalan dengan anggaran bervariatif yang rata-rata dipangkas direncana APBD P hingga Rp1 miliar. Di wilayah I misalnya. Dalam APBD murni telah dianggarkan sebesar Rp9,1 miliar tapi dipangkas di APBD P hingga Rp1,3 miliar sehingga anggarannya tersisa Rp7,8 miliar. Peningkatan jalan wilayah II sebesar Rp5,0 miliar juga dipangkas hingga Rp60 juta dan tersisa Rp4,9 miliar.

 bin/rpo

nang. Pertimbangan yang cukup matang ini mendapatkan respon dari berbagai lapisan masyarakat dengan dasar pertimbangan bahwa ‘Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya’. Di tengah pendeklarasian Maya-Tengku Dahlan beberapa bulan lalu dihotel Comfort yang diusung dua partai besar, PKS dan PPP, dukunganpun mengalir begitu deras. Pasangan calon yang telah mendaftarkan ke KPU Kota Tanjungpinang, senin (25/6) lalu itu, diantar langsung oleh sang ibunda tercinta Suryatati A Manan dan Bupati Bintan Ansar Ahmad. Selain diusung PPP dan PKS, pasangan Maya - Tengku juga diusung beberapa partai besar lainnya seperti PKNU, dan Golkar. Partai pengusung ini memiliki 9 kursi di DPRD atau 25,13 persen suara. Jalau dilihat dari sisi perolehan kursi, pasangan Maya- Tengku sangat berpeluang besar untuk memenangkan Pilwako nantinya. Dari informasi yang diperoleh di KPU Kota tanjungpinang, tercatat ada 4 pasangan calon akan ber-

tarung di Pilwako mendatang. masing-masing, dr Maya Tengku Dahlan, Lis Darmasnyah - Syharul, Husnizar Hood - Rudy Chua, Hendry Frankim - Yusrizal. Sementara pasangan Bobby Jayanto - Azhar gagal mendaftarkan diri setelah resmi mengundurkan diri pada batas pendaftaran, Senin (25/6) pekan lalu. Bobby dalam siaran Persnya minta maaf kepada semua simpatisannya atas pengunduran dirinya sebagai calon Wako. “Kepada semua peserta calon Wako dan Wawako selamat berjuang dengan jujur, adil, dan bersaing sehat untuk memajukan pembangunan kota Tanjungpinang. Siapapun pasangan yang terpilih nanti bahwa itulah yang terbaik sebagai pilihan rakyat,” ucap Bobby dalam keterangan Persnya. Banyak yang memprediksi, Pemilukada Kota Tanjungpinang kali ini akan berlangsung seru dan sengit. Karena 4 pasangan ini memiliki kekuatan, kemampuan dan mempunyai nama besar di kota Gurindam Tanjungpinang. Namun, dari analisa pengamat politik Tanjungpi-

nang, Robin Simanungkalit, setidaknya ada tiga pasangan yang menonjol. Diantaranya, Maya - Tengku Dahlan, Lis Darmansyah - Syahrul dan Husniar Hood - Rudy Chua. Sementara pasangan Hendry Frankim - Yusrizal akan membayang-bayangi pasangan Husnizar - Rudy Chua. Dengan munculnya dua pasangan yang membawa etnis Tionghoa yakni Hendry Frankim dan Rudy Chua, suara akan terpecah dan banyak mengarah kepada Husnizar Rudy. Jika ini yang terjadi, otomatis akan menguntungkan dua pasangan lain, Maya Suryanti - Tengku Dahlan dan Lis Darmansyah - Syahrul. “Ini hanya sebatas prediksi. bagaimanapun peta politik dalam waktu sedetik bisa berubah. Namun, sesuai dengan hasil investigasi di lapangan, Pemilukada Kota Tanjungpinang kali ini akan didominasi dua pasangan dr Maya - Tengku Dahlan dan Lis Darmansyah - Syahrul. Untuk pembuktiannya kita tunggu pada hari ‘H’ pesta demokrasi kota Tanjungpinang,” terang Robin*

 bin/ded

Jalan ke Dompak Selesai Oktober

D

INAS Pekerjaan Umum Kepri menargetkan jalan penghubung antara jembatan III dan II Pulau Dompak yang belum diaspal akan selesai pada Oktober mendatang. Saat ini pekerjaan jalan sudah dimulai dimana kontraktor pemenang lelang sudah bekerja. “Biayanya sekitar Rp5-6 miliar, dan kita targetkan jalan tersebut sudah selesai pada bulan Oktober mendatang,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepri, Heru Sukmoro, Kamis (28/6)lalu. Ia menyatakan, Pemprov Kepri memang menfokuskan akan pindah ke Dompak secepatnya. Namun belum selesainya jalan bukanlah suatu alasan untuk menunda kepindahan tersebut. “Jika kepindahan dilakukan pada bulan Agustus maka saat itu sebenarnya jalan sudah bisa dilewati. Walaupun diperkirakan pengaspalan akan belum selesai tapi kondisi jalan sudah keras sehingga bisa dilewati dengan mudah,” ujarnya. Sementara disisi lain, kantor Gubernur dan DPRD ini paling lambat akhir tahun 2012 sudah bisa ditempati, hanya saja, persoalan air dan listrik belum tuntas 100 persen untuk keduanya. Dan segala kekurangan tengah diupayakan agar benar-benar bisa dan layak ditempati sebagai perkantoran. “Untuk masalah air di Kantor Gubernur Kepri, sudah diantisipasi dengan empat

titik sumur bor. Tapi yang di kantor DPRD Kepri, air baku belum bisa terpenuhi karena di lokasi kantor DPRD air sumur bor tidak maksimal. Sedangkan untuk kebutuhan listrik, kedua kantor ini siap dialiri listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), dengan kebutuhan mencapai 5 mega watt (mw). Instalasinya pun sudah siap,” ungkap Heru. Kepala Bappeda Kepri, Robert Iwan Loriux, mengatakan, saat ini pemerintah tengah fokus mencari payung hukum yang kuat, dalam rangka menyelesaikan dua proyek multiyears Pemprov Kepri yang tidak selesai. Kedua proyek itu yakni, pembagunan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) dan lanjutan Jembatan I Dompak. “Sebenarnya multiyears dan Dompak ini tidak ada masalah sama sekali, bahkan temuan dari BPK dan BPKP saja tidak ada. Makanya kami

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012

coba menjelasakan hal ini seterbuka mungkin. Kecuali jembatan I dan LAM itu tadi, kami memang minta di-stop karena tidak mungkin diselesaikan tepat waktu pada 2010 lalu,” tegasnya. Sementara Gubernur Kepri, HM Sani dalam setiap kesempatan juga mengatakan hal yang sama, bahwa mega proyek multiyears ini tetap akan dilanjutkan, demi membangun sebuah nilai gengsi dan kebanggan rakyat Kepri atas pusat pemerintahannya. Bahkan HM Sani berjanji akan melakukan upacara 17 Agustus 2012 di halaman kantor Gubernur Kepri, Dompak. Niat gubernur untuk menuntaskan beberapa proyek yang terbengkalai ini sangat terlihat jelas, apalagi Wakil Gubernur (Wagub) Kepri, Soerya Respationo ikut ditunjuk sebagai ketua tim untuk penyelesaian Dompak.

 bin/hkc


22 Dumai Bersemai

Bersih, Sejahtera & Damai

Pembangunan Pelabuhan Peti Kemas Diusulkan Keberadaan pelabuhan peti kemas di Kota Dumai mendesak untuk dibangun. Karena itu, Dinas Perhubungan setempat mengusulkan pembangunannya.

U

NTUK meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor kepelabuhan, Dinas Perhubungan Kota Dumai saat ini tengah mengusulkan pembangunan peti kemas tahun anggaran 2012. Demikian disampaikan, Marwan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai, kepada sejumlah awak media, Jumat pekan silam di ruang kerjanya. “Usul itu dilatarbelakangi keinginan agar perusahaan daerah (Perusda) bisa menggali lebih banyak potensi penerimaan keuangan daerah. Pengadaan dermaga peti kemas ini sudah sejak jauh hari kami gagas guna mengoptimalkan pendapatan daerah dan membuka peluang baru bagi perusahaan daerah untuk melayani jasa di sektor kepelabuhanan,” ungkap Marwan. Dia menjelaskan, Pemkot juga sudah menyiapkan lahan di Kecamatan Medang

Kampai, Kota Dumai. Untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED), Pemkot setempat juga mengalokasikan dana pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan membentuk tim persiapan pembentukan pelabuhan tersebut. “Penyusunan DED dan survei lapangan akan dilakukan tim yang sudah dibentuk. Sejauh ini mereka yang akan mempersiapkan perencanaan dan pengkajian mengenai rencana pembangunan dermaga peti kemas ini, Mudah-mudahan program ini segera terealiasasikan dan berdampak pada pembangunan Dumai menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya. Sedangkan mengenai masalah ini, Kepala Bidang Lalu Lintas Laut pada Kantor Adpel Dumai Safaruddin menyebutkan, pembangunan dermaga peti kemas membutuhkan perencanaan yang matang dan biaya yang tidak sedikit. Bahkan sejauh ini, kata dia, pihak Adpel belum pernah diajak berkoordinasi oleh Pemkot terkait rencana pengadaan pelabuhan peti kemas. Namun, kendati begitu Adpel tetap tidak berwenang dalam hal pengawasan pelayaran diluar kawasan pelabuhan PT Pelindo. “Kami belum mengetahui

PSB Prioritaskan Keluarga Miskin

P

ENERIMAAN Siswa Baru (PSB) tahun ajaran 2012 - 2013 di Kota Dumai lebih diprioritaskan bagi masyarakat tidak mampu, atau yang hidup dibawah garis kemiskinan. Terlihat dari jumah kuota penerimaan siswa baru, 10-20 persen diberikan kepada calon peserta didik yang bersal dari keluarga miskin. Kuota PSB bagi keluarga miskin tertuang pada surat Peraturtan Walikota (Perwako) yang telah ditanda tangani Walikota Dumai, H. Khairul Anwar tentang penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2012 2013. Dimana dalam Perwako, disebutkan bagi calon siswa baru diprioritaskan 10 - 20 persen untuk keluarga tidak mampu dari daya

tampung sekolah yang ada. Demikian disampaikan kepala Dinas Pendidikan Kota dumai, Sya’ari melalui Kabid manajement pendidikan dasar dan menengah koordinator disdik Kota Dumai. “Selain memberikan kuota bagi keluarga miskin, dalam perwako juga disebutkan bahwa PSB tahun ini juga diprioritaskan bagi calon peserta didik baru yang berada di sekitar lingkungan sekolah, anak berprestasi, serta anak tenaga pendidik di sekolah bersangkutan dengan porsi sepuluh persen. Dan Prioritas tersebut berlaku bagi semua satuan pendidikan di semua tingkatan dengan tetap melakukan koordinasi pada Dinas Pendidikan kota Dumai,” katanya.

 hrc

rencana pemerintah daerah untuk membangun pelabuhan peti kemas sendiri. Kami juga tidak memiliki kewenangan di luar lingkungan kerja

areal pelabuhan Pelindo. Namun untuk memastikan program tersebut mari bersama-sama merembukan dalam mensukseskan pro-

gram yang digaungkan oleh pemerintah setempat demi mensukseskan pembangunan,” pungkasnya.

 had

Dumai Tuan Rumah Cabor Gantole PON

P

ANITIA Sub PB PON Pemko Dumai menyambut baik pemindahan tempat penyelenggaran Cabor Gantole dari Kabupaten Rohul ke daerahnya. Dumai juga menyatakan siap menjadi tuan rumah Cabor tersebut. Pemindahan tempat pertandingan atau venue cabang olahraga (cabor) Gantole dari Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ke Bandara Pinang Kampai Kota Dumai, disambut baik oleh panitia Sub PB PON Pemerintah Kota Dumai. Demikian disampaikan, Sekretaris Sub PB PON Dumai Dwi Oristyawan, kepada sejumlah awak media, Kamis pekan silam. “Rencana penempatan venues Gantole ini sudah diberitahukan resmi oleh PB PON Provinsi Riau dalam pertemuan bersama di Kota Pekanbaru. Dan menjadikan Bandara Pinang Kampai sebagai venue Gantole. Jadi sejauh ini tidak jadi persoalan oleh panitia persiapan di Dumai. Namun, tentu saja

membutuhkan kesiapan dan kepastian Bandara layak dan memenuhi standar menjadi venue cabor,” ungkapnya. Kendati sudah mendekati hari H beberapa bulan lagi, namun untuk kelancaran pelaksanaan PON diperlukan juga sumber daya manusia dan tenaga pelaksana yang bisa bekerja dan memahami aturan pertandingan. Jadi kata Dwi, pada prinsipnya Dumai siap menjadi tuan rumah pelaksana cabang olahraga Gantole dan sejauh ini pihaknya telah meminta kepada panitia provinsi untuk menurunkan tim delegate untuk memastikan kelayakan bandara Pinang Kampai jadi venue PON. “Sejauh ini kita sudah meminta panitia provinsi agar secepatnya menyampaikan informasi data terkait jumlah atlit, official dan kebutuhan akomodasi. Karena demi kepentingan nasional, Pemko Dumai juga bertekad ingin menyukseskan pelaksanaan PON ke XVIII di Provinsi Riau

pada bulan September 2012 mendatang,” ujar Kepala Inspektorat Dumai. Kemudian mengenai hal ini, kata dia, sejauh ini Sub PB PON telah mengkondisikan hampir fit seratus persen 2 venue cabang olahraga 3 nomor pertandingan PON di kota Dumai, yaitu, Tenis Meja, Selam dan Renang. Penempatan venue ini menggandeng partisipasi 3 perusahaan nasional, yakni, PT Pertamina RU II untuk venue renang, PT Pelindo I untuk venue Selam laut dan PT CPI Dumai cabang olahraga Tenis Meja. “Panitia sejauh ini sudah mempersiapkan tiga venue pertandingan hampir tuntas, termasuk kesiapan akomodasi penginapan atlit, official dan tamu undangan VIP di sejumlah kamar hotel dan penginapan yang ada. Namun demikian, saya mengharapkan peran serta masyarakat Dumai untuk ikut bersama-sama mensukseskan acara tersebut hingga tuntas,” pungkasnya.

PO. MUS TRANSPORT WISATA

Angkutan Sewa Eksekutif

TRANSPORT ANGKUTAN UMUM EXECUTIF

PEKANBARU

L 300 FULL AC - MITSUBISHI KUDA

- DUMAI - DURI - PADANG

: Jl. H Imam Munandar/Harapan Raya No. 29B Telp. 0761 885153 Pekanbaru DUMAI : Jl. Jend. Sudirman No. 134 Telp. (0765 )32910 - 38567 DURI : Telp. (0765) 7037258 PADANG : Jl. Ir H Juanda No 59 Telp. (0751) 38567

PEKANBARU

PUSAT

KANTOR PUSAT: Jl. Jati (Harapan Raya) No. 23

Mengutamakan Pelayanan Terbaik

Telp. (0761) 7003400 Pekanbaru

RENGAT AIR MOLEK TEMBILAHAN

RENGAT: Depan Terminal Jl. Diponegoro

Telp. (0769) 323451

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012

Antar Jemput Alamat Berangkat Tepat Waktu

 had


23 Pendidikan

Bentuk Kepribadian Anak Sejak Dini Lingkungan, sekolah dan keluarga berpotensi menguatkan atau melemahkan karakter anak. Kenali sifat dasar anak anda agar mudah membentuk karakter mereka.

S

ETIAP anak memiliki dasar sifat atau watak yang berbeda-beda. Jika tidak diarahkan secara tepat, bisa saja bibit yang mendasar itu berubah menjadi sifat negatif, seperti pemalas, nakal, cegeng, egois, atau pendendam. Mengenali lebih dini bibit sifat itu, akan memudahkan orang tua dan pendidik dalam mengarahkan anak untuk mengembangkan diri ke arah yang lebih positif. Apalagi menjelang usia masuk sekolah yang sebentar lagi. Anak-anak seusia ini, akan masuk kelingkungan yang lebih besar lagi. Selain lingkungan keluarga, lingkungan sekolah lebih berpengaruh lagi membentuk karakter anak, apakah lebih positif atau bertambah negatif. Untuk itu, siapakah yang berperan dalam keadaaan seperti ini, tentu saja kerjasama guru dan orangtua untuk mengenali karakter masing-masing anak agar diarahkan kearah yang positif. Dapatkah karakter anak diubah? Menurut psikolog Violetta M.Clin.Psych, pengaruh lingkungan seperti sekolah dan keluarga berpotensi menguatkan atau melemahkan karakter tersebut. Ia mengatakan, dengan mengenali karakter anak, orangtua dapat memahami dan menemukan cara-cara tepat untuk mengasuh anak. Misalnya jika anak tergolong tertutup, jangan terlalu memaksa anak akan bercerita tentang perasaan atau kebutuhannya. Namun, mungkin saja orang tua perlu usaha lebih untuk mendekatkan diri dan mengajak anak bicara. Sementara pada anak yang lebih terbuka dan selalu bercerita

tanpa diminta, maka orangtua bisa mengarahkan anak untuk melihat kondisi dan waktu yang tepat bercerita. Dia menegaskan, tidak ada karakter anak yang negatif. Misalnya, anak pendiam dinilai lebih baik dibandingkan dengan anak yang lebih sering bertanya. Jika penilaian semacam ini mewarnai lingkungannya, maka kepribadian anak tidak bisa tumbuh optimal. Bisa jadi anak tidak percaya diri dan mandiri setiap bertanya. Namun,

berdasarkan karakter yang dimiliki anak. Oleh sebab itu, meski karakter anak bisa saja sama, namun kepribadian yang muncul akan berbedabeda,” jelasnya. Orang tua lah yang bertugas mengarahkan kepribadian anak, tambah Violetta. Pembentukan kepribadian anak juga melibatkan pembiasaanpembiasaan yang diterapkan orang tua. Jika ingin menciptakan anak berkepribadian baik maka ciptakan lingkungan yang baik pula, sekali lagi

anak. Selain itu, anak juga dipengaruhi oleh lingkungan sekolah atau teman sepermainannya. Orangtua juga bisa melihat bagaimana respon anak ketika menghadapi suatu permasalahan untuk melihat kepribadiannya yang unik. Perlu diingat, sikap dan tingkah laku anak merupakan cerminan dari kepribadiannya. “Diharapkan dengan pembiasaan-pembiasaan positif yang ditanamkan

ketika anak keluar dari lingkungan tersebut, karakter aslinya akan muncul kembali. “Orang tua bisa mengenali kepribadian anak berdasarkan pengamatan perilaku anak sehari-hari. Seperti cara anak berkomunikasi, gaya hidup, atau ketika anak tengah menganalisa suatu persoalan dan membuat keputusan sendiri. Bisa didefinisikan kepribadian sebagai kesiapan bertingkah laku ini merupakan reaksi atau respon terhadap stimulasi dari lingkungan luar

orang tua sebagai acuannya. “Untuk itu, orang tua harus dibekali pengetahuan mengenai perkembangan anak dengan melihat harapan sosial pada usia tertentu. Pada usia 3 tahun, anak sebaiknya mulai mandiri pada hal-hal yang berkaitan dengan kepentingannya seperti makan, minum, dan berpakaian sendiri. Kepercayaan diri mulai dikembangkan optimal ketika anak berusia 5 tahun. Sedangkan di usia 7 tahun anak mulai produktif dalam arti anak sudah mulai menunjukkan minatnya dan tidak tergantung pada keputusan orangtua. Perlu disadari juga laju perkembangan tiap anak berbeda-beda, yang merupakan hasil dari kematangan anak dan latihan atau pembelajarannya selama masih dalam rentang perkembangannya,” jelasnya. Dia jelaskan lagi, bahwa masa prasekolah adalah saat orang tua membentuk pondasi kepribadian anak. Dengan menanamkan pembiasaan yang positif seperti membiasakan bilang minta tolong, terima kasih dan maaf, izin jika ingin bermain keluar, atau bersikap sopan. Di usia sekolah, anak juga mulai berani mencoba hal-hal di luar kebiasaan. Tujuannya hanya sekedar untuk melihat respon orangtuanya. Oleh sebab itu, sebaiknya orangtua bersikap konsisten dalam mengasuh

orangtua pada anak dapat membentuk kecerdasan emosinya. Seringkali anak terlihat menjadi pemberontak ketika menghadapi suatu masalah. Hal ini disebabkan anak tidak menemukan jalan keluar dari permasalahannya, maka anak berpotensi mengekspresikan emosinya dengan cara yang negative,” jelasnya. Jika sudah demikian, orang tua harus peka dengan tidak menuduh atau memberikan komentar negatif. Umumnya sikap negatif anak disebabkan

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012

oleh faktor eksternal seperti mencari perhatian, atau berada dalam kondisi tertekan. Dan bertambahnya usia, pemahaman anak juga perlu ditambah, misalnya ada anak yang sangat sensitif yang peka dan mudah sekali menangis. Berikan pelajaran bersikap bijaksana dalam menanggapi suatu permasalahan. Seperti tidak semua permasalahan harus ditangisi. Jangan langsung memarahi anak, beritahu bahwa sikapnya tidak baik dan berikan contoh sikap yang terpuji. “Hati-hati, jika pola komunikasi dan pengasuhan anak ditekankan pada metode kepatuhan, itu yang harus diperhatikan orangtua dalam pembentukan karakter anak. Memperlakukan anak sesuai dengan karakteristik anak, pahami bahwa setiap anak itu unik. Memenuhi kebutuhan dasar anak antara lain kebutuhan kasih sayang, pemberian makanan bernutrisi, juga rasa aman dan nyaman,” jelas Violetta. Biasanya orangtua selalu memaksakan ambisi-ambisi pada anak, apalagi jika bertentangan dengan karakter dasar anak atau mengasari anak. Berpotensi menimbulkan ketaatan sesaat dan berpotensi menimbulkan kepribadian pemberontak. Jangan membanding-bandingkan anak. Jangan terlalu sering bergantiganti pola asuh karena cenderung mempengaruhi kepribadian anak kedepannya. Memperhatikan pola pendidikan yang diajarkan oleh guru di sekolah anak. Sebaiknya, saran Violetta pola pengajaran guru juga senada dengan orangtua. Berikan dukungan dan penghargaan ketika anak menampilkan tingkah laku yang terpuji. Berikan fasilitas lingkungan yang sesuai dengan usia perkembangannya. Jika lingkungan sosial kurang baik, sebaiknya orangtua memindahkan anak dari lingkungan tersebut. Orangtua harus bersikap tegas dan konsisten.

 hes


24

Rakor Camat se-Kabupaten Kampar di Kubang Jaya M

EMBANGUN Wilayah tidak mudah, harus disesuaikan dengan banyak aturan dan dengan kerja keras serta diiringi doa untuk itu. Kata-kata itu sangat ditekankan Bupati Kampar H Jefry Noer kepada para Camat. “Pesan saya, yakni banyak bekerjalah dan gunakan pola kerja dengan istilah “ kaca mata kuda “ yang artinya jangan banyak pertimbangan karena omongan sana dan sini tapi sesuaikan dengan aturan dan kebaikan masyarakat,” ujarnya kepada para Camat Se-Kabupaten Kampar dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipusatkan, di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten, Jum’at (29/6). Dikatakannya, bahwa camat harus pro aktif dan lebih banyak dilapangan serta banyak action terutamanya, di desa dan kelurahan yaitu dengan lebih banyak kerja (action) di lapangan tentu akan banyak hasil

sekaligus dapat memantau perkembangan wilayah desa dan kelurahan masingmasing. “Pihak kecamatan harus bisa menggali juga terhadap potensi desa yang ada, jika terdapat permasalahan dapat

mem follow-up kendala yang terjadi,” tambah mantan anggota DPRD Provinsi Riau itu. Sementara itu, Camat Kampar Kiri Hulu Yasnimar mengungkapkan berkenaan dengan musibah banjir,

Menkop Puji Jefry Noer

M

ENTERI Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarif Hasan memuji komitmen Bupati Kampar H Jefry Noer yang memiliki semangat entrepeneurship, kreativitas dan inovasi dalam memotivasi masyarakatnya untuk menjadi masyarakat makmur dan sejahtera. “Saya yakin daerah ini mampu terus berbenah menjadi kabupaten yang maju, mandiri dan sejahtera. Dengan program ini petani mendapatkan harga yang bagus dan sejahtera, Kampar bisa terus berkembang,” ujar Menkop UKM Syarif Hasan dalam kunjungan ke lokasi P4S Kubang Jaya Kecamatan Siakhulu Kabupaten Kampar, Rabu (27/6). Turut hadir anggota DPR RI Inggriet Kancil, Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit, Bupati Kampar H Jefry Noer, Deputi Pengembangan Koperasi dan UKM Nedi Refinaldi, Bupati Rokan Hulu Achmad, Mayjen Yudi dari Kemenpolhukam, Danrem Wirabima Brigjen TNI Teguh Rahardjo, Kapolda Riau Brigjen Pol Suedi Husein, Ketua DPRD Kampar Syafrizal, Wakil Bupati Kampar Ibrahim Ali dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Kampar, sejumlah Direksi Perbankan dan pengusaha. Menkop mengungkapkan rasa kagum yang semakin kuat terhadap masyarakat Kampar yang memiliki kewirausahaan yang agresif dan progresif. “Strategi dan visi oleh Pemerintah Kabupaten Kampar merupakan salah

satu strategi dalam mengembangkan semangat kewirausahaan. Lima pilar yang dicanangkan oleh Bupati apabila mampu diimplementasikan saya yakin tidak sampai dua tahun tujuan yang akan dicapai dapat menjadi lebih cepat,” ungkapnya. Dia menyatakan merasa terilhami dan terinspirasi apa yang telah dilakukan oleh Bupati Kampar. Politisi demokrat tersebut percaya dan meyakini melalui pemberdayaan koperasi dan UKM akan mengantarkan masyarakat Kabupaten Kampar ini menjadi masyarakat yang semakin makmur dan sejahtera. Menkop berpesan kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan seluruh bantuan dan program yang ada dengan mengembangkan secara baik dan benar, karena pemerintah selalu bersama masyarakat dalam hal meningkatkan kesejahteraan. Dijelaskannya, perkembangan koperasi dan semangat kewirausahaan yang dimiliki masyarakat semakin membaik. Menkop yakin masyarakat Kampar akan menjadi masyarakat yang maju, mandiri dan sejahtera. Negara dan daerah yang maju adalah masyarakat yang memiliki jiwa kewirausahaan diatas dua persen. Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit menyampaikan produk-produk UKM masyarakat perlu didukung karena terbukti mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan

perekonomian dan yang lebih penting lagi mampu bertahan di tengah krisis. “Kami memberikan dukungan terhadap tekad Bupati Kampar yang sangat serius mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran. Tingkat pertumbuhan koperasi 8 persen diatas nasional yang hanya berkisar 6,5 persen,” ungkapnya. Bupati Kampar H Jefry Noer dihadapan Menkop UKM menyampaikan membangun Kabupaten Kampar dengan lima pilar, dan bertekat menzerokan kemiskinan, zero pengangguran serta zero rumah kumuh. “Kami bekerja lebih banyak di lapangan, bahkan rapat juga sering di lapangan. Banyak orang menyebutkan ini adalah mimpi. Benar ini mimpi tapi mimpi yang akan menjadi nyata. ABT ini atau pada APBD murni akan kita tambah 100 miliar, inilah wujud nyata keinginan kita membawa masyarakat lebih sejahtera,” tukasnya. Untuk menunjang program ini, Bupati menyebutkan bahwa Pemkab bekerja sama dengan LIPI, sejumlah perguruan tinggi dan petani andal. Saat ini Pemkab juga menyiapkan perkampungan teknologi yakni Desa Telo yang terletak di Kecamatan Bangkinang Seberang yang juga dipersiapkan Kecamatan Mandiri Energi. “Oleh karena itu perlu bantuan dari Pemerintah Pusat maupun Propinsi,” tambahnya.*

 rp/rif

persoalan pembuatan E-KTP yang masih terkendala dengan permasalahan transportasi. Oleh karena itu, untuk sampai dari desa satu ke desa lainnya sangat jauh. “Kita harapkan agar dapat terlaksana, maka petugas

 rif

Jambore PAUD Tingkatkan Prestasi

K

ETUA Forum Pengembangan Anak Usia Dini Indonesia (PAUDI) Kabupaten Kampar Hj Eva Yuliana Jefry bangga dengan Kehadiran Ibu-ibu tenaga pendidik anak usia dini dari seluruh kecamatan Se Kabupaten Kampar, dalam rangka mengikuti kegiatan Jambore PAUD dan Himpaudi tahun 2012 yang diselenggarakan di Lapangan Pelajar Bangkinang, Selasa (26/6). ‘’Ini merupakan tanda semakin majunya pengembangan anak usia dini dengan banyaknya lembaga-lembaga PAUD di seluruh kecamatan dan desa Kabupaten Kampar, baik

yang didirikan oleh yayasan maupun swadaya masyarakat mengikuti Jambore,’’ ucap Eva Yuliana. Menurut Eva, saat ini jumlah lembaga PAUD terdiri dari pos PAUD sebanyak 28 lembaga, Taman Penitipan Anak (TPA) 19 lembaga, Kelompok Bermaim (KB) 206 lembaga, Taman Kanakkanak 352 lembaga dengan jumlah tenaga pendidik dari 605 berjumlah sebanyak 2.982 orang. Dan dari jumlah tersebut Eva menjelaskan, lebih jauh, baru 10 persen yang berstatus PN selebihnya adalah guru Komite dengan gaji minim.*

 rif

Perizinan SDA Untuk Kesejahteraan

W

AKIL Bupati Kampar H Ibrahim Ali SH mengatakan pada dasarnya Sumber Daya Alam (SDA) yang kita miliki saat ini adalah untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat sedangkan tugas pemerintah mengayomi, membimbing, mengasah dan mengasuh serta mengarahkan setiap kegiatan yang dilaksanakan berkenaan dengan pengolahan SDA tersebut sesuai dengan peraturan yang ada. Namun perlu diperhatikan dan dipertimbangkan masalah perizinan pengelolaan lahan khususnya sawit yang kebanyakan tidak pro masyarakat ataupun daerah. Hal tersebut dikatakannya saat menerima kun-

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012 CMYK

turun ke desa dalam melayani pembuatan E-KTP gratis. Tapi realisasinya belum berjalan maksimal,” bebernya, yang juga telah mengajukan permohonan pembangunan jalan desanya.*

jungan kerja Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau dalam rangka studi banding mengenai perizinan perkebunan sawit dan karet di lantai III ruang rapat Kantor Bupati Kampar, Kamis, (28/6). ‘’Di Kabupaten Kampar, masyarakat tempatan hanya sebagai penonton sedangkan hasil dan keuntungannya diambil oleh perusahaan dan pajak diserahkan ke pusat, daerah dapat apa?, ‘’ tanya Ibrahim Ali tegas. Kebanyakan pemerintah tidak tahu sejauh mana peruntukan izin pengolahan lahan tersebut dikeluarkan sehingga efek dari semua itu berimbas ke masyarakat dan pemerintah daerah sendiri.*

 rif


25

Pemkab Siap Sukseskan Penyelenggaraan PON Riau K

ABUPATEN Kampar secara umum siap menyukseskan penyelenggaraan Pekan Olahrga Nasional (PON) XVIII tahun 2012 dan sekaligus juga siap untuk menggelar empat pertandingan Cabang Olahraga (Cabor) PON yakni Cabor Pencak Silat, sepak bola babak penyisihan Pool C, Golf dan balap motor atau road race. Informasi itu diungkapkan H Emil Budiono yang ditemui wartawan, di Bangkinang, Senin (25/6). “Pada tanggal 22 Juni 2012 kemarin, Panitia Sub PB PON telah menyampaikan paparan mengenai informasi Sub PB PON di

Kabupaten Kampar pada rapat koordinasi tersebut yang mana disampaikan langsung oleh Sekdakab Kampar H Azwan yang mewakili Bupati Kampar di salah satu Hotel di Pekanbaru bersama PB PON Riau,” ujarnya. Menurut Emil, Sekdakab telah menjelaskan bahwa dua arena pertandingan yakni Cabor pencak silat yang dipusatkan di GOR Sport Center Bangkinang dan Cabor Golf di lapangan golf Hotel Labersa, Kecamatan Siak Hulu telah siap 100 persen untuk dijadikan arena pertandingan. Khusus untuk Cabor pencak silat arenanya telah diujicoba

pada pelaksanaan Kejurnas Pencak Silat Dewasa belum lama ini. Sementara itu, arena pertandingan sepakbola yang dipusatkan di Stadion Tuanku Tambusai Bangkinang yang mampu menampung 8000 orang penonton. Hingga setakat ini, kondisinya telah siap dengan persentase 90 persen. Lapangan hijau telah selesai dan telah dapat digunakan. “Dan dalam waktu dekat dilanjutkan dengan kegiatan pembangunan landscap dan lapangan parkir yang mana pengerjaannya menunggu kepastian lelang dan kepastian bantuan secara tertulis dari

325 Anak Kurang Mampu Khitanan Massal

Pemprov Riau,” ujarnya. Sedangkan kegiatan pembangunan arena pertandingan balap motor atau road race yang lokasinya berada dibagian depan Gor Sport Center Bangkinang pengerjaannya sudah pada tahap finishing. Disamping itu, beliau, kata Emil juga menjelaskan bahwa berdasarkan data-data diprediksi jumlah totalitas tamu PON di Kabupaten Kampar sebanyak 913 orang dan memerlukan sedikitnya 660 tempat tidur. Untuk itu telah dipersiapkan pelayanan di hotel yang telah menyediakan 200 kamar atau tepatnya 400 tempat tidur. Masih

S

Koto Kampar Hulu pada Rabu (27/6/). Sekretaris KKKS Kabupaten Kampar H Asri kepada wartawan, Rabu (27/6), saat ditemuai di sela-sela kegiatan sunatan massal di kantor Lurah Pasir Sialang Kecamatan Bangkinang Seberang, mengatakan bahwa kegiatan sunatan massal ini merupakan program kerja KKKS tahun 2012. “Program sunatan massal ini digelar setiap tahun, KKKS memprogramkan kegiatan sunatan massal, dan pelaksanaannya sengaja digelar bulan Juni dan Juli dengan pertimbangan masa liburan siswa SD,” ungkapnya. “Setiap Kecamatan menda-

pat jatah sunatan massal antara 25-30 anak disesuaikan dengan usulan pihak kecamatan bahkan ada kecamatan dengan jumlah penduduk yang cukup banyak dan mengusulkan jumlah anak yang lebih besar dan ada juga sebaliknya, makanya disesuaikan dengan usulan dan kemampuan keuangan KKKS,” terangnya. Ada delapan kecamatan yang akan digelar sunatan massal yakni, Kecamatan XIII Koto Kampar, Tambang, Tapung, Tapung Hulu, Kampar, Siak Hulu, Kampar Kiri, dan Kampar Kiri Hulu. Kegiatan akan berakhir 4 Juli nanti.*

 rif

 rif

SOP Lindungi Pegawai dari Tuntutan Hukum

P

EBANYAK 325 anak kurang mampu dari 12 kecamatan seKabupaten Kampar mengikuti sunatan massal yang digelar Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Kampar. Kegiatan sunatan massal ini kerjasama KKKS dengan TPPKK Kabupaten dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar. Kegiatan sunatan massal ini digelar serentak di tiga kecamatan, yakni kecamatan Bangkinang, Kecamatan Bangkinang Seberang dan Kecamatan Salo. Beberapa waktu lalu juga telah digelar sunatan massal di Kecamatan

kurang sekitar 200 kamar dan untuk kekurangan tersebut akan memanfaatkan rumahrumah penduduk untuk para tamu PON yang kondisi rumahnya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan PB PON XVIII. “Kita juga menyampaikan kepada pihak Sub PB PON Kampar juga mempertanyakan perihal bidang keamanan, khususnya pembagian wewenang antara tim pengamanan dari Polda Riau dan tim pengamanan dari Polres Kampar. Dalam hal ini persoalannya adalah penganggaran pembiayaan bidang pengamanan,” sebutnya.*

ENERAPAN standar operasional prosedur (SOP) dalam sebuah organisasi pemerintahan bermanfaat sebagai instrumen yang dapat melindungi pegawai dari kemungkinan tuntutan hukum karena tuduhan melakukan penyimpangan. SOP juga bermanfaat dalam membantu penelusuran terhadap kesalahan-kesalahan prosedural dalam memberikan pelayanan. Demikian disampaikan narasumber pendidikan dan latihan (diklat) penyusunan SOP, Dedy Yudistira dari Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau Pekanbaru, di wisma Nirvana Bangkinang, Rabu (27/6). Diklat ini digelar Bagian Organisasi dan Tatalaksana Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar. Dipaparkan Dedy, disamping dua point manfaat dari penerapan SOP itu, masih ada 13 point lagi manfaat dari penerapan SOP ini. Diantaranya SOP sebagai standarisasi pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya. SOP dapat mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas.

Kemudian SOP dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggungjawab individual pegawai. SOP juga dapat membantu pegawai menjadi lebih mandiiri dan tidak tergantung pada intervensi manajemen, sehingga akan mengurangi keterlibatan pimpinan dalam pelaksanaan proses sehari-hari. SOP menciptakan ukuran standar kinerja yang akann memberikan pegawai cara konkrit untuk memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi usaha yang telah dilakukan. SOP memastikan pelaksanaan tugas penyelenggaraan pemerintahan dapat berlangsung dalam berbagai situasi. Dikatakan Dedy peran SOP sangat penting karena SOP merupakan dokumen tertulis yang memuat prosedur kerja secara rinci, tahap demi tahap dan sistematis. SOP memuat serangkaian instruksi secara tertulis tentang kegiatan rutin atau berulang-ulang yang dilakukan oleh sebuah organisasi.”Untuk itu SOP juga dilengkapi dengan referensi, lampiran, formulir, diagram dan alur kerja (flow chart),” jelas Dedy.*

 rif

Kadisbun Himbau Masyarakat Awasi Distribusi Pupuk

K

EPALA Dinas Perkebunan (Kadisbun) Provinsi Riau H Zulher mengungkapkan bahwa pemerintah pusat melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan), pada prinsipnya sudah menyetujui penambahan kuota pupuk bersubsidi untuk sektor perkebunan. “Tentu sangat diharapkan para petani sektor perkebunan dapat memanfaatkan kebijakan tersebut dengan

baik. Semoga persoalan pupuk oleh pekebun sudah tidak jadi masalah lagi mulai tahun ini,” ujarnya saat dihubungi wartawan dari Bangkinang, Senin (25/6) pagi. Menurut Zulher, pihak produsen dan distributor juga menyanggupi untuk menutupi kekurangan kebutuhan pupuk bersubsidi tersebut. “Bila pemupukan tanaman dilakukan dengan pola dan cara yang baik dan masanya tepat. Insyaallah, hasil panen

juga akan membaik,” sebutnya. Untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, kata Zulher, petani diharuskan menyusun Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diajukan ke penyalur. RDKK kelompok tani tersebut diketahui oleh penyuluh atau kepala desa. “Polanya aspirasi itu dari bawah. Datang dari petani sendiri. Petani yang tahu persis kebutuhannya. Untuk itu, ajukan RDKK sesuai

kebutuhan,” katanya. Di lain pihak, pengawasan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi, sebut Zulher, terus ditingkatkan. Bila ada masyarakat yang menemukan penyimpangan, segera informasikan ke Disbun Riau. “Bekerjasaa dengan Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), penyaluran pupuk bersubsidi tentu dilakukan dengan maksimal,” katanya. Sesuai dengan Permendagri Nomor 17\M-

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012 CMYK

DAG\PER\6\2011, tanggung jawab KP3 antara lain, melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pengadaan, penyaluran dan penggunaan pupuk bersubsidi dari Lini I-IV. Pemantauan dan pengawasan tersebut dilaporkan setiap bulan. Selain itu, KP3 juga bertanggungjawab untuk melakukan klarifikasi terhadap adanya indikasi penyimpangan oleh holding, produsen, distributor, dan kios.*

 rif


26 Galeri POPDA Siak

Kontingen Kecamatan Sungai Apit

Kontingen Kecamatan Mempura Full team

Pelepasan balon ke udara sebagai tanda Popda resmi dimulai

Dari kiri: Ketua Haria KONI Siak, Kepala Dinas Parsenibudpora Siak, Sekda Siak dan Ketua DPRD

Penyerahan piala bergilir oleh Camat Siak sebagai juara umum Popda sebelumnya kepada Sekdakab Siak untuk diperubutkan lagi

susunan medali kemenangan yang di incar oleh para peserta lomba

Sekdakab Siak Amsar menyampaikan pidato sambutan pembukaan Popda Siak

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012

Lomba lempar lembing puteri


27 Galeri POPDA Siak

Pertandingan seru merebutkan set demi set pada pertandingan vollyball putra

Ekspresi menyemangati dan memberikan dukungan

Berfoto sejenak untuk melepaskan ketegangan sebelum memulai lomba Volly ball

Lari-lari dan lari untuk menuju kemenangan pada lomba lari

Pukulan keras yang menjatuhkan dan menghasilkan point

Raut kegembiraan para atlit setelah berhasil meraih medali atletik

berbaris dulu untuk mendengarkan penjelasan sebelum pelombaan

Service tajam dan penuh tenaga dalam lomba takraw puteri

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012


28 Galeri POPDA Siak

Pendekar sesepuh silat Kabupaten Siak yang akrab di sapa Ngah Arun berkesempatan mengalungkan medali kepada pemenang silat

Pengalungan medali oleh wakil bupati siak kepada atlit bola kaki saat penutupan Popda

Kapala Dinas Pariwisata Seni Budaya Pemuda dan Olah Raga Wan Abd Razak, SH M.Hum

Kabid Pemuda dan Olahraga Kabupaten Siak Johari, S.Pd bersama panitia lomba

Ketua IPSI Siak Iwan Priyantna erfoto bersama dengan atlit dan panitia lomba silat

Panitia lomba takraw foto bersama tim setelah pengalungan medali

Rasa bangga dan bahagia terlihat dari wajah atlit yang berhasil meraih medali

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012


29 Galeri POPDA Siak

Sambutan Wakil Bupati Siak dalam rangka penutupan Popda Kabupaten Siak tahun 2012

Mumpung latar belakang Istana Siak, berfoto dulu sebelum bertanding

Foto bersama setelah penanugerahaan medali kemenangan bersama dengan Kabid Pemuda dan Olahraga Kabupaten Siak Johari, S.Pd

Kabid Pemuda Yoni Farman ST mengalungkan medali kepada pemenang lomba bulu tangkis

We are the champion

Raut kegembiraan para atlit setelah berhasil meraih medali atletik

Akhirnya kami juara

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012


30 Galeri

Dheni Kurnia memberikan hak suaranya

Ketua SPS Cabang Riau H Syafriadi memasukan kertas suara

Proses penghitungan suara

Dheni Kurnia ‘Kembali’ Pimpin PWI Riau Konferensi Konkercab dan Konfercab PWI Cabang Riau ke XIV yang digelar, Jumat (29/6), usai dengan terpilihnya Ketua PWI Cabang Riau H Dheni Kurnia dan Ketua DKD PWI Riau H Helmi Burman masa bakti 2012-2017.

H Dheni Kurnia dan Herianto

S

EPERTI yang diprediksi kalangan wartawan sebelumnya, bahwa pemilihan Ketua PWI akan berlangsung seru dan sengit terbukti. Dua kandidat yang sebelumnya sudah digadang maju saling kejar mengejar perolehan suara dari 254 pemilik suara yang diperebutkan. dalam Konfercab tersebut, Herianto harus mengakui keunggulan Dheni Kurnia yang mampu meraup suara terbanyak. Melihat jalannya Konfercab yang dipimpin H Syafriadi SH MH dan didampingi Sekretaris Eddy Ahmad RM, pemilihan dilakukan dalam dua putaran. Diputaran pertama, H Dheni berhasil mengungguli calon-calon lain dengan raihan 135 suara. Sementara rivalnya Herianto Marhamin hanya mampu meraih 106 suara. Disusul Edi Ahmad RM dengan meraih 8 suara, yang kemudian mengundurkan diri saat penyampaian visi misi. Diputaran kedua, para peserta tak hanya memilih ketua PWI akan tetapi sekaligus memilih ketua Dewan kehormatan daerah (DKD). Pada penghitungan suara untuk calon Ketua DKD, H Helmi Burman berhasil meraup suara terbanyak. mantan ketua PWI Riau ini kemudian ditetapkan sebagai Ketua DKD PWI Cabang Riau masa bakti 2012-2017. Situasi menjadi tegang saat penghitungan suara untuk calon ketua PWI. Susul

Wartawan senior H Mulyadi saat pemilihan

Wakil Ketua PWI Pusat Atal S Depari memberikan selamat kepada Dheni

menyusul suara antara dua kandidat yang bertarung H Dheni Kurnia dan Herianto terjadi. masing-masing pendukung bersorak ketika nama jagonya disebutkan. Hasilnya, tak jauh meleset dari putaran pertma. H Dheni Kurnia berhasil meraup suara lebih banyak, yakni 151 sekaligus mengungguli perolehan suara Herianto yang hanya mengantongi 103 suara. Dua kandidat yang bertarung ini sempat berpelukan saling memberi selamat. hanya saja, secara spontan Herianto menyerahkan kartu tanda anggotanya kepada Dheni yang kemudian diletakkannya diatas meja. Dengan suara agak bergetar, Herianto menyatakan diri mundur dari anggota PWI. “Saya sudah bergabung di PWI ini sejak tahun 1993. Waktu 19 tahun ini bagi saya bukanlah waktu yang pendek. Dan sudah yang keempat kalinya saya mencalonkan diri, namun tak berhasil. Sesuai dengan komitmen saya kepada rekan-rekan, jika saya kalah saya akan mundur dari anggota,” katanya sambil meletakkan KTA-nya diatas meja panitia dan berlalu meninggalkan ruangan. Sikap Herianto merupakan warna dari sebuah demokrasi. Ketua terpilih H Dheni Kurnia dalam sambutannya menyampaikan terimakasihnya kepada semua peserta Konfercab yang kembali memberikan amanah kepada dirinya untuk memimpin PWI

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012

Riau lima tahun kedepan. “ini adalah amanah yang mesti saya jalankan dengan sebaikbaiknya. Untuk itu saya minta kepada semua anggota PWI bahu membahu membangun organisasi ini menjadi lebih baik lagi,” katanya. Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, H Tarman AZAm dalam sambutannya mengatakan kalau Konkercab dan Konfercab PWI cabang Riau adalah yang paling baik diantara konfercab di Indonesia. Menurutnya, pemilihan berlangsung sangat demokratis dan tidak ada gejolak yang membuat jalannya acara terganggu. “Ini adalah Konfercab terbaik yang saya ikuti. Semuanya berjalan dengan aman, lancar, tanpa ada keributan. Mudah-mudahan, dalam setiap program kerja PWI Riau ke depan akan lebih baik lagi. Saya minta ketua terpilih untuk merangkul semua anggota, termasuk saudara Herianto yang menyatakan mundur dari anggota,” ucap Tarman. Dalam suatu pertarungan memang ada kalah dan menang. dan itu sudah menjadi sesuatu yang biasa terjadi. kini, bendera PWI kembali digenggam H Dheni Kurnia, semua pihak mesti menerima keputusan yang sudah diambil bersama dalam konfercab. tak ada lagi pengkotak-kotakan, yang akan membuat organisasi profesi ini turun kredibilitasnya.*

 sir


31 Menuju PON 1212  Nuansa Open Tournament Tenis Meja Pekanbaru 228

Tuan Rumah Berjaya

Pasangan ganda Nuansa A, Yossi-Andri vs Dispora Medan A HusniHelmi, saat partai final beregu putra umum dimenangkan Nuansa A

PTM Nuansa berjaya dikandang sendiri dengan sukses meraih tiga gelar dari empat kategori yang dipertandingkan.

NUANSA Open Tournament Tenis Meja Pekanbaru 228” berjalan lancar dan sukses. Perkumpulan Tenis Meja (PTM) Nuansa selaku tuan rumah berjaya setelah sukses meraih tiga dari empat kategori yang dipertandingkan. “Kejayaan” Nuansa bermula di nomor tunggal putri junior. Atlet tenis meja putri Nuansa, Nina Sofyani sukses menjadi juara setelah difinal mengalahkan Novrianti Wenti dari SMA Olahraga Riau dengan skor 4-2. Nina maju ke final setelah di babak semifinal mengalahkan Jumana Aini

dengan skor 4-2. Hasil itu Nina berhak atas hadiah uang tunai sebesar Rp1,250.000. Dan Wenti mengantongi hadiah uang tunai Rp750.000. Sedangkan juara tiga bersama Jumana Aini dan Wilda keduanya dari SMA Olahraga Riau berhak atas uang tunai sebesar Rp200.000. Gelar kedua Nuansa diraih pasangan ganda putra umum, Yossi berpasangan dengan Andri. Ganda andalan Nuansa ini menjadi juara setelah di final menumbangkan ganda asal Dispora Medan, Asep/ Helmi dengan skor 3-1. Sedangkan juara tiga bersama diraih pasangan Nuansa B, Hariyanto/Zainal dan pasangan ganda dari PTM BON Rohil, Hakim/ Hermadi. Dan gelar juara ketiga Nuansa didapat dari nomor bergengsi beregu putra umum.

PTM Nuansa A yang diperkuat Yossi, Andri dan Andi Ilham ini menjadi juara setelah dibabak final mengalahkan PTM Dispora Medan A dengan skor 2-0. Dua angka kemenangan Nuansa A disumbangkan Andri yang turun ditunggal pertama. Andri yang tak salah seorang atlet yang dipersiapkan Riau menuju PON XVIII ini sukses mengalahkan tunggal pertama Dispora Medan A, Husni dengan skor 3-2. Angka kedua Nuansa A diraih pasangan ganda Yossi/ Andri setelah mengalahkan ganda PTM Dispora Medan A, Husni/Helmi dengan skor 3-1. Atas hasil ini, PTM Nuansa A berhak atas uang tunai sebesar Rp6 juta, Dispora Medan A Rp3 juta dan juara tiga bersama yang diraih PTM Lonsum Medan dan PTM BON Rohil dan berhak atas uang tunai masing-masing Rp1 juta. Sementara itu satu kategori lainnya, tunggal putra junior dimenangkan Hafiz Wandi dari PTM Mandiri setelah difinal mengalahkan Rojikin dari SMA Olahraga Riau dengan skor 4-2. Juara tiga bersama diraih Rezky Ridha Ilahi dari SMA Olahraga Riau dan Wan Alfis dari PTM Mandiri. Sukses PTM Nuansa ini tak terlepas dari penampilan gemilang Andri. Atlet PON Riau ini tampil sempurna

Ketua Panpel, Bhusman menyerahkan hadiah pemenang kepada Andri yang berpasangan dengan Yossi di kategori ganda putra umum

dengan tak pernah kalah sekali pun. Baik saat turun dinomor ganda putra umum, maupun nomor beregu. Sebagai pemain tunggal pertama, ia selalu menyumbang angka bagi PTM Nuansa. Sukses PTM Nuansa ini disambut gembira pengurus PTM yang bermarkas di Jalan Tanjung Datuk ini. “Yang pasti kita senang. Hasil ini menambah semangat kita dalam membina atlet tenis meja di Pekanbaru. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet Nuansa yang telah berjuang sekuat tenaga,” ujar Steven, Ketua PTM Nuansa. Dan suksesnya pelaksanaan kejuaraan ini, Steven mengaku bangga, karena ini merupakan kejuaraan pertama yang digelar PTM Nuansa. Apalagi peserta yang datang cukup berkualitas yang datang dari empat provinsi di Sumatera dengan membawa atlet-atlet berkualitas. “Saya mengucapkan terima

kepada seluruh peserta yang telah memenuhi undangan dan bertanding dengan menjunjung tinggi sportifitas. Dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras untuk menyukseskan kejuaraan ini,” katanya. Sementara itu, dalam pidatonya saat menutup kejuaraan, Ketua Panitia Pelaksana, M Bhusman mengaku bersyukur dengan suksesnya Nuansa Open pertama yang terselenggara atas kerjasama dengan PTMSI Pekanbaru ini. “Ini kan baru pertama kalinya PTM Nuansa menggelar kejuaraan tenis meja terbuka. Pasti masih terdapat kekurangan disana-sini, tapi ini menjadi pelajaran untuk melaksanakan event serupa ditahun-tahun mendatang. Kepada seluruh peserta dan panitia saya mengucapkan terima kasih,” kata Bhusman lagi.*

 dri

Peristiwa

Ayat Cahyadi Bekali Mahasiswa PCR Benarkah politik itu kotor? Menurut Wakil Walikota Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi, politik bersih dan sehat masih, tergantung pelaku atau politisinya.

H

AL itu dikatakan Ayat Cahyadi saat memberikan kuliah umum dihadapan mahasiswa semester akhir Politeknik Caltex Riau (PCR) belum lama ini. Kegiatan ini, sudah menjadi agenda tahunan terutama untuk mahasiswa tingkat akhir. Mereka dibekali kuliah umum yang dapat dijadikan bekal bagi mahasiwa selepas dari kampus memasuki dunia kerja. Bagaimana pun selepas dari kampus, alumni tentu akan dihadapkan dengan tantangan dunia kerja nyata. Dengan dibekali kuliah umum, diharapkan dapat menjadi tolok ukur mereka dalam melakukan suatu tindakan dan terlepas dari hal-hal yang berprilaku negatif.

“Sebelum turun ke dunia kerja nyata, terlebih dahulu mahasiswa dibekali dengan pengarahan atau kuliah Umum. Sebab, setelah keluar dari universitas tantangan kerja nyata pasti dirasakan. Untuk itu, PCR kembali memberikan kuliah umum dengan tema berpolitik sehat yang disampaikan oleh Wakil Walikota Pekanbaru,” ujar panitia penyelenggara, Desi Handayani SE,AK. Kuliah umum yang berlangsung di Aula PCR itu diikuti sekitar 230 mahasiswa. Dalam penyampaian materi, Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi S.Si, menuturkan setiap orang memiliki hak yang sama dalam berkecimpung di dunia politik, dan setiap orang juga memiliki kesempatan untuk berpolitik. Hanya saja, berpolitik tersebut mesti memenuhi peraturan dan ketentuan dalam menjalankan roda politik. Dengan demikian, mesti menghindari politik busuk, yang sering populer disebut politik hitam. Seperti banyak orang beranggapan, dunia politik itu kotor, namun dikatakan Ayat

tidak semua demikian. Berrpolitik itu tergantung pelakukan membawakan politik sehat atau politik kotor. Namun itu semua pasti ada konsekuensinya yang berpulang pada diri masingmasing. Ayat menyampaikan, dalam berpolitik itu haruslah dilakukan secara sehat. Karena memang, banyak orang menyebutkan politik itu kotor, busuk dan berbagai pandangan negatif lainnya. Itu tidak di pungkiri, tapi tidaklah semua pelaku politik berpolitik secara kotor, Politik kotor biasanya dilakukan oleh oknum, jadi tidak bisa disebut seluruh pelaku politik itu kotor. Ayat menyebutkan,

mahasiswa memasuki dunia kerja, tidak dapat dipungkiri diantara mereka ada dihadapkan pada dunia politik. Untuk itu, Ayat menyarankan bila menginginkan perubahan kearah yang lebih baik, maka perlu mengenali sistim politik yang akan dimasuki. “Tanpa mengenal sistem yang akan dimasuki, bagaimana kita melakukan perubahan politik ke arah yang lebih baik,” ujar Ayat dengan nada tanya. Ia lanjutkan, apapun partai yang akan kita masuki, perlu diketahui sistim yang akan menjalankan politik tersebut. Sistim yang dinilai sehat, memiliki idealisme dan niat yang bersih. Maka masukilah sistim yang

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012

demikian untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Tema berpolitik sehat, cukup menjadi perhatian dan minat yang tinggi oleh Mahasiswa dalam mengikutinya. Kondisi demikian tergambar dari antusias para mashasiswa dalam mengajukan pertanyaan. Ia melontarkan pelbagai pertanyaan terkait fenomena politik yang terjadi khususnya di kota bertuah ini. Tidak dapat dipungkiri pertanyaan mahasiswa yang mempertanyakan tentang ciri-ciri dan permainan politik kotor yang mengatasnamakan kepentingan publik. Dengan santai dan tenang Ayat menjawab pertanyaan yang tertuju pada dirinya itu. Dan memang tidak semua pertanyaan mahasiswa yang tertampung, karena terbatas oleh waktu. Adapun tema yang diusung cukup memunculkan pertanyaan yang seru dan kritis. Karena mungkin dunia politik masih hangat untuk dibicarakan, dan memiliki peminat yang tinggi.*

 iza


32

Praja IPDN Riau Praktek di Bengkalis Sebanyak 56 Praja Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Riau Rokan Hilir (Rohil) akan melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kabupaten Bengkalis.

K

EGIATAN PKL Praja IPDN Riau 2012 ini, langsung diterima Wakil Bupati Bengkalis Suayatno, di Halaman Kantor Bupati Bengkalis, Kamis (28/ 6). Penyerahan para Praja IPDN yang PKL ini, juga disaksikan Wakil Bupati Rohil Suyatno dan Direktur Praja IPDN Kampus Riau Rohil. pekan silam kesempatan ini Wabup Bengkalis Suayatno mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pihak kampus IPDN Riau Rohil yang telah

mempercayakan kepada Pemkab Bengkalis dalam pelaksanaan kegiatan PKL bagi Praja IPDN. “Kegiatan praktek ini, merupakan kesempatan dan peluang untuk mengaplikasi ilmu yang telah didapat. Saya juga mengingatkan agar benar benar memanfaatkan seoptimal mungkin kesempatan yang telah diberikan ini,” pintanya. “Penyelenggaraan Praktek Kerja Lapangan ini saya pandang sangat penting sebagai langkah awal untuk berkarya secara inovatif dan kreatif di kalangan praja untuk bekal pengabdian di dunia tugas nantinya manakala telah selesai,” imbuhnya. Adapun seluruh Praja IPDN Kampus Riau Rohil yang akan melaksanakan PKL berjumlah 56 orang ini, terdiri dari 36 putra dan 20 putri. Mereka akan di tempatkan di 8 Kecamatan, diantaranya, 7 orang di Kecamatan Bantan, 7 di

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Bengkalis, 7 di Bukitbatu, 7 di Mandau, 7 di Rupat, 7 di Rupat Utara, 7 di

 Polemik Jamkesmasda

PT Askes Diminta Harus Bertanggung Jawab

K

ESALAHAN rekening dan nama dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) terkait program jaminan kesehatan masyarakat daerah (Jamkesmasda) tahun 2012 disikapi secara serius oleh Pemkab Bengklis selaku penanggungjawab program tersebut. Melalui Dinas Kesehatan Pemkba minta secara langsung kepada PT.Askes untuk menanggulangi pembiyaan obat-obatan. Hal tersebut dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bengkalis Hermanto Baran menjawab pertanyaan wartawan terkait kelanjutan masalah Jamkesmasda yang macet sejak awal Juni lalu. Pihak Diskes sudah melakukan beberapa kali pertemuan dengan manajemen PT.Askes soal kelanjutan program Jamkesmasda tahun 2012. “Dari hasil pertemuan kita dengan manajemen PT.Askes, mereka menyanggupi untuk menalangi pembiayaan obatobatan dari warga yang berobat. Akan tetapi PT.Askes meminta adanya jaminan dari kita soal kepastian pembayaran, karena secara kongkrit kesalahan rekening dan DPA harus dilakukan terlebih

dahulu revisi anggaran,”ungkap Hermanto, Rabu pekan silam. Sementara itu revisi anggaran Jamkesmasda baru dapat dilaksanakan pada APBD Perubahan atau dengan Peraturan Bupati (Perbup). Sementara itu pihak PT.Askes sendiri juga mempertanyakan penunjukan mereka sebagai pelaksana program Jamkesmasda, karena tidak melalui proses lelang. Tetapi, dasar penunjukan PT.Askes mempunyai dasar yang sangat kuat, terutama setelah adanya surat dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah (LKPP) untuk barang dan jasa. Intinya tukas Hermanto, LKPP tidak mempermasalahkan penunjukan langsung (PL) terhadap PT.Askes sebagai pelaksana program Jamkesmasda di kabupaten Bengkalis. Kemudian, pihak Diskes sendiri mem-follow up hal tersebut dengan mengadakan pertemuan langsung dengan manajemen PT.Askes agar mereka mau menalangi dahulu pembiayaan obat-obatan pasien. “Mereka (PT.Askes) meminta jaminan dari kita, soal penunjukan PT.Askes sebagai pelaksana program jamkes-

masda tahun 2012, melanjutkan kerjasama tahun 2011 lalu. Hal itu tertuang dalam agreement atau perjanjian yang dibuat pada bulan Januari tahun 2012 yang menyatakan bahwa PT.Askes tetap dipercaya Pemkab Bengkalis sebagai pelaksana Jamkesmasda tahun ini,” pungkas Hermanto. Mantan kepala BKD ini menambahkan, persoalan Jamkesmasda sudah hampir tuntas, hanya tinggal menunggu realisasi dari PT.Askes. Diakui, bahwa program Jamkesmasda merupakan salah satu program unggulan Bengkalis untuk memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat di Negeri Junjungan. “Agreement yang dibuat pada bulan Januari 2012 itu merupakan acuan bagi PT.Askes untuk kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mereka juga sudah memberikan respon positif terhadap perjanjian tersebut dan akan menindaklanjutinya, sambil menunggu realisasi anggaran yang kemungkinan baru akan dituangkan dalam APBD Perubahan,” akhir Hermanto.

 dks

Bupati Dukung Pemekaran Mandau

W

ACANA pemekaran Kecamatan Mandau menjadi tiga kecamatan sepertinya sulit diwujudkan, sebab terganjal aturan yang berlaku. Hal itu diungkapkan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh ditengah tengah coffe

morning dengan puluhan wartawan di Duri, Kamis pekan silam. “Kita tetap mendukung pemekaran, akan tetapi ikuti aturan main yang berlaku. Perlu diketahui, tidak hanya Mandau saja yang akan dimekarkan,”ujarnya.

Saat ditanya terkait Kontrak Politik yang digembar gemborkan Bupati Herliyan Saleh pada kampanye terdahulu, secara tegas mengatakan bahwasannya dirinya tidak pernah berjanji terkait pemekaran tersebut.

Kecamatan Pinggir dan 7 orang di Kecamatan Siakkecil. Sedangkan untuk kegiatannya meliputi, bidang pembangunan, bidang

 dks

Honor Dokter Belum Dibayar

S

EJUMLAH dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bengkalis harus berbesar hati. Pasalnya sejak bulan Januari sampai April 2012 untuk honor tenaga medis dokter tak kunjung dibayarkan. Merasa tidak diperhatikan oleh intansi terkait beberapa dokter mengurus surat pindah bertugas kedaerah lain. “Ya benar, dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bengkalis, mengeluhkan gajinya belum dibayar,” tegas Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bengkalis, Hassannudin Afan kepada sejumlah wartawan. Afan mengatakan, seharusnya Pemkab Bengkalis tanggap soal honor dokter karena menyangkut kepentingan masyarakat untuk berobat. “Mengapa Pemkab memperlambat bayar honor doktor, ini akibat uang APBD kita didepositokan oleh Pemda karna mengejar PAD sementara hak orang lain ada,” kata Afan kesal. Salah seorang Dokter “Dalam Kontrak Politik, saya tidak pernah berjanji melakukan pemekaran,”ucapnya mengakhiri. Seperti diketahui, dalam menyongsong pemekaran Kecamatan Mandau menjadi tiga dan sesuai keinginan serta mimpi masyarakat Mandau, tak jarang masyarakat melalui sebahagian tokohnya sudah

NO: 693 TAHUN XIII/ EDISI 3 - 9 JULI 2012 CMYK

pemerintahan, kemasyarakatan dan program khusus, dengan waktu pelaksanaan hingga 18 Juli mendatang.

yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dirinya tidak lagi bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis tersebut. Dijelaskannya, selain masalah minimnya masyarakat yang berobat di RSUD Bengkalis juga terkait mengenai masalah honor. “Honor kita, sejak Januari sampai April bulan juga dibayarkan ke kita. Apa masalahnya kita tidak mengetahui persis. Bagaimana kita hendak bekerja sementara hak kita tidak bisa dikeluarkan oleh intansi terkait,” keluhnya. Secara terpisah Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bengkalis, Mustafa Kamal saat dikonfirmasikan kepada wartawan Selasa pekan silam lewat telepon selulernya enggan memberikan keterangan. Dan mencoba ditanyakan melalui pesan singkatnya. “Nanti saya cek ke bagian Bendahara, dokter yang mana honornya belum dibayarkan, saya berada di dalam kendaraan,” kilahnya singkat lewat sms ponsel.

 dks

mantap menatap kedepan akan Mandau terpecah menjadi tiga dengan alasan selain mempermudah pelayanan publik, juga satu Kecamatan saat ini dinilai sama sekali tidak efisien terkait jumlah penduduk yang mencapai 300 ribu jiwa dilayani hanya dengan seorang camat.

 rtc

beritaazam.com - Portal Anak Zaman - Referensi Politik Anak Negeri  

beritaazam.com - Portal Anak Zaman - Referensi Politik Anak Negeri