Page 1

Harga Rp 6.000,- (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

No.691 Tahun XIII/ 19 - 25 JUNI 2012 email: mingguan_azam@yahoo.com

No. Keanggotaan: 469/06/1998/B/2010

Heman Abdullah Wan Abubakar

Lukman Edy Annas Maamun

Syamsurizal

I LUSTRASI :

ROY

Mambang Mit

Jon Erizal

Indra M Adnan

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012


2 Anak Zaman

Bilik Pembaca Semua Sekolah Harus Setara

Bilik Redaksi

Tepati Jadwal Penerbitan

K

ISU seputar politik menjelang pilgubri 2013 tampaknya masih terus menjadi bahasan hangat untuk didedahkan. Kali ini di laporan utama AZAM, kami mengangkat soal peluang masing-masing kandidat yang berasal dari dua keterwilayahan. Pertama,wilayah Riau pesisir dan Riau daratan. Faktor kedaerah ini tak dapat terelakan di ajang pemilihan kepala daerah. Mulai dari pemilihan bupati, walikota, gubernur maupun presiden. Untuk pilgubri, dari masing-masing wilayah itu sudah memunculkan beberapa figur. Nah, topik inilah yang kami coba uraika kepada pembaca Azam. Liputan lain juga tetap kami hadirkan. Ini mengangkat isu-isu berbeda yang terjadi di seputar Riau dan kabupaten/kotanya. Seperti biasa beberapa rubrik seputar budaya, ekonomi, pendidikan, kesehatan, olahraga dan lainnya. Kami berharap informasi yang disajikan itu menambah pengetahuan dan sumber referensi perkembangan pembangunan di Negeri Lancang Kuning tercinta ini. Sabtu Siang, saat pelaksanaan rapat redaksi, pembahasan untuk laporan edisi

Angkatan Zuriat Anak Melayu SIUPP Nomor 698/SK/Menpen/SIUP/1998 Tanggal 10 Nopember 1998 No. Keanggotaan SPS (Serikat Penerbit Suratkabar) 469/06/1998/B/2010

PENERBIT

Yayasan Pena Putra Riau Press

Rapat Redaksi

selanjutnya telah dipersiapkan. Terutama sekali untuk liputan di Laporan Utama. Pemred pun mengusulkan untuk redaksi kembali mengulas seputar pilgubri. Liputan perkembangan politik yang memang menarik dan terus saja berubah setiap detiknya. “Pilihan itu masih menjadi daya tarik kuat bagi

masyarakat pembaca untuk memilih Azam sebagai salah satu sumber referensi bacaan setiap pekannya,” jelas Wapemred Bambang kepada seluruh awak redaksi. Akhirnya, rapat siang itu pun berlangsung dengan baik dan masing-masing wartawan mendapatkan tugas dan liputan seperti biasa. Terma-

suk redaktur yang mendapat tugas liputan mengulas tulisan di Laporan Utama. Zainul selaku Korlip pun mengingatkan kepada rekanrekan redaksi agar dapat menyelesaikan tugasnya lebih baik dan lebih cepat lagi sesuai jadwal yang telah ditetapkan redaksi.Tahniah Pembaca Azam.*

NEGARA sudah menjamin di dalam Undang-Undang bahwa rakyat berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Sekarang ini, untuk mendapatkan pendidikan yang layak bagi semua lapisan masyarakat saja semakin sulit. Hal ini banyak dikarenakan dengan kompetensi pendidik yang teramat sangat tidak merata. Setiap sekolah berlomba-lomba mencari prediket terbaik, tanpa memikirkan kualitas pendidikan itu sendiri. Bahkan siswa yang berprestasi yang tidak memiliki biaya, sedikit peluangnya bisa masuk ke sekolah terbaik tersebut. Hal itu juga yang akan menjadikan suatu sekolah itu favorite atau non favorite. Semakin favorite sekolah itu, artinya bisa “diperjual belikan” atau mempunyai nilai jual. Ujung-ujungnya adalah penarikan duit tinggi dari para orang tua murid, yang saat ini semakin tercekik oleh situasi ekonomi. Sehingga menimbulkan asumsi-asumsi bahwa guru sebenarnya adalah mafia pendidikan. Berdalih meningkatkan kecerdasan bangsa, guru bahkan menjadi makelar atau mafia pendidikan. Hal ini harus diberantas. Guru dipersilahkan minggat dari sekolah bila hanya untuk memupuk kekayaan, silakan menjadi wirausahawan kalau ingin kaya. Selain itu, perlu semakin digalakkannya standarisasi kompetensi sekolah, ini mesti sangat dilaksanakan. Ratakan standar pendidikan, sehingga seperti halnya di negara maju, maka sekolah-sekolah atau universitas sampai ke daerah terpencil pun mempunyai standar yang setara. Sehingga istilah sekolah favorite bisa ditekan seminimal mungkin. Setiap masyarakat bisa mendapatkan pendidikan layak yang setara. Jangan mengedepankan biaya dalam proses pendidikan. Karena hal itu bisa mengeyampingkan hak masyarakat miskin untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Untuk itu, kita harus mencontoh ke negara yang sudah lebih maju pendidikannya. Bukan membuat aturan sendiri, tapi tambah merengangkan dunia pendidikan kita. Antara sekolah yang satu dengan yang lain saling berkompetisi menjadi yang terbaik. Begitupun dengan gurunya. Sehingga terjadi tingkatan-tingkatan yang membedakan sekolah satu dengan yang lain. Arum mahasiswa Tarbiyah UIN

PENDIRI: EDIRUSLAN PE AMANRIZA (ALM), WAN MOHD. DAUD (ALM), SUGIAT TJUATJA (ALM), TAMIN CANDRA, SYAFRIADI. PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB: SYAFRIADI. WAKIL PEMIMPIN UMUM/WAKIL PENANGGUNGJAWAB: YANTO BUDIMAN S. PEMIMPIN PERUSAHAAN: ZULKARNAIN. WAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN : ENDRIZAL YUSTEN. WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : BAMBANG IRAWAN SYAHPUTRA. REDAKTUR PELAKSANA: M YASIR. KOORDINATOR LIPUTAN: ZAINUL AZIZ. REDAKTUR SENIOR: ENDRIZAL YUSTEN. SEKRETARIS REDAKSI: NUR AINUN. STAF REDAKSI: LIZAWATI, IRDAWATI, HESTI. MANAGER PRACETAK: ROY YULIANTO. MANAGER KEUANGAN: NUR ASIAH. KABAG PEMASARAN/IKLAN: BENNY HENDRA, DISTRIBUSI: ARI KURNIAWAN BIRO DAERAH: TATANG HARTONO, TAUFIK BASIRUN (BAGANSIAPIAPI). ROBIN SIMANUNGKALIT, MARHUSOR PARDEDE (TANJUNGPINANG, KEPRI). JHONI (SIAK). SYAFRIZAL (DUMAI). SALFIAN DALIANDI, DAKESLIM (BENGKALIS). SUHANDI, IMRAN RIO (INHU). JABARULLAH, JANUAR JAYA (INHIL). ACHMAD FIKRI, ARIEF (KAMPAR). JON HENDRI HASAN, ASNOL MUBARACK (PELALAWAN). ALAMAT REDAKSI: JL PARIT INDAH KOMPLEK PERKANTORAN GRAND SUDIRMAN BLOK B 10 PEKANBARU, TELP/ FAX (0761) 32308 TARIF IKLAN: FULL COLOURRP. 6.000/MM/KOLOM, HITAM PUTIH RP. 4.000/MM/KOLOM (BELUM TERMASUK PPN 10%) NOMOR REKENING: BANK RIAU NO REK 201.030.690.95 PERCETAKAN: PT RIAU POS GRAINDO (ISI DI LUAR TANGGUNGJAWAB PERCETAKAN)

Redaksi menerima sumbangan tulisan atau artikel, puisi dan ilustrasi. Tulisan diketik rapi dua kertas kuarto dan dilengkapi identitas pengirim. Redaksi berhak menyunting isi tulisan tanpa mengubah maknanya.

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012


Budaya Kalam

3 Mengapa Pohon Cepat Ditebang? BIASANYA, Jalan Sudirman Pekanbaru yang ramai dilewati oleh kendaraan roda empat maupun roda dua teduh oleh pepohonanan yang rimbun serta nyaman dilewati oleh siapapun. Namun semuanya berbalik, jalanan yang dulu rimbun kini menjadi panas apalagi ketika sinar matahari yang mulai menyengat meyentuh kulit, tidak ada tempat untuk pejalan kaki. Pepohonan ditebang, karena adanya pembangunan jalan layang. Jalan bertiang ini dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan di Kota Pekanbaru. Tapi, kemacetan justru semakin parah sementara jalan layangnya tak kunjung selesai. Celakanya, pepohonan yang belum tentu mengganggu pembuatan jalan layang, sejak awal sudah ditebang. Menebang pepohonan yang ada di sekitar jalan Sudirman saya kira terlalu cepat dilakukan. Lihatlah, saat ini jalanan terasa gersang dan panas. Saya juga mengingatkan jangan sampai pembuatan jalan layang ini dilakukan tergesa-gesa. Untuk menyambut PON 2012 misalnya. Bisa-bisa nanti kejadian jembatan Kukar di Kalimantan, terjadi di Pekanbaru. Sampai sekarang jembatan layang ini, belum jelas bentuk fisiknya. Setiap kali lewat, saya lihat hanya pondasinya saja yang berdiri tegak. Dan pihak Dinas Pertamanan Pekanbaru nantinya, harus menanami kembali pepohonan baru. Sehingga jalanan kembali menjadi dingin, asri dan nyaman bagi yang berkendaraan pribadi maupun umum bahkan untuk pejalan kaki. Nilasari Warga Marpoyan

Hentikan Kekerasan pada Siswa DUA kasus tindakan semena-mena yang dilakukan oknum guru belum lama ini di Pekanbaru semakin menambah buruknya pencitraan sosok pahlawan tanpa tanda jasa ini di mata publik. Sudah sering kiranya, kasus-kasus pemukulan terhadap siswa ini diangkat ketengah publik, guna memberi efek kapada guru-guru lainnya agar tidak berlaku kasar terhadap siswanya sendiri. Dengan pemberitaan seperti ini, diharapkan guru-guru mulai waspada akan tindakannya terhadap siswa dan bisa dijadikan pelajaran yang berharga jika mereka mau melihat dan mendengar dampak dari semua itu. Perbuatan ini merugikan reputasi mereka sendiri. Tidak baik terhadap siswa, terhadap sekolah bahkan pandangan publik begitu buruk terhadap oknum guru seperti ini.

Namun, efek dari semua ini masih diabaikan oleh guru. Slogan pahlawan tanpa tanda jasa senantiasa melekat pada profesi guru mulai luntur akibat ulah beberapa orang saja. Jika memaknai slogan tersebut, ini didasarkan pada pengabdian guru yang begitu tinggi dan tulus dalam dunia pendidikan. Tidak hanya itu, sikap kearifan, kedisplinan, kejujuran, ketulusan, kesopanan serta sebagai sosok panutan menjadikan profesi satu ini berbeda dengan yang lain. Hal ini membuat citra seorang guru di mata masyarakat selalu berada di tempat yang lebih baik dan mulia. Siapa sangka, jika predikat mulia profesi guru perlahan menurun dan memudar. Hal ini dipicu oleh beberapa peran dari sebuah adegan yang menjadikan siswanya sebagai pelampiasan emosi sesaat. Dalam cerita tersebut cenderung guru diibaratkan bersikap bengis, killer terhadap muridnya, kasar dan berbuat sewenang-wenang. Kesalahan yang sepele diberi sanksi fisik diluar batas kemampuan seorang murid. Dengan kata lain, hukuman yang diberikan tidak bersifat mendidik malah menjerumuskan di luar batas kelaziman. Memberi efek hukuman secara moral tidak bisa dicerna oleh guru-guru ini. Padahal sudah banyak contoh guru yang terkena kasus seperti ini. Dengan hukuman jeruji besi, barangkali bisa jadi cara yang efektif memutus mata rantai tindakan kasar guru ini. Karena perbuatannya sudah melanggar hukum, dan juga bertentangan dengan Undang-undang Perlindungan Anak. Orangtua yang merasa anaknya diberlakukan anarkis, tentu saja mengharapkan perlakuan yang adil. Selain itu, kepada pihak sekolah agar mengambil tindakan tegas dengan memberikan hukuman sepatutnya. Sebab seorang pengajar seharusnya berupaya membentuk dan mendidik anak-anak kepada jalan yang baik. Perbuatan penganiayaan itu berarti memberikan contoh tidak baik kepada peserta didik. Bisa saja, siswa merasa menyimpan rasa demdam. Itu sangat tidak baik bagi dirinya. Bisa jadi, guru tersebut sudah mengajarkan tindak kriminal kepada siswanya. Selama ini, kasus seperti ini hanya diselesaikan secara kekeluargaan saja, tapi tidak memberi efek jera kepada yang lainnya. Barangkali guru juga perlu mengetahui hukumhukum perlindungan anak ini. Agar mereka memiliki ketakutan untuk berbuat kasar kepada siswanya. Masyithah Mahasiswi UIR

Oleh: Bambang Irawan Syahputra

Tawuran, Alienasi dan Hegemoni

D

ALAM studinya dalam solidaritas Pertama, tentang kekerasan, masal bertabrakan pelajar (dan Foucault, seorang dengan symbolkeluarganya) psikolog sosial, simbol yang lain. yang terlibat menyatakan bahwa kekerasan Maka menggelikan perkelahian adalah buah dari simbolisasi apabila menyelesendiri jelas perlawanan akan bentukan saikan permasalamengalami hegemoni yang menekan han tawuran dampak negatif manusia secara eksistensial. hanya dengan bila mengalami Disisi yang lain lagi, Eric penyuluhan tanpa cedera atau Fromm menyatakan bahwa mempertimbangbahkan tewas. kekerasan adalah wujud dari kan negosiasiKedua, rusaknya ketakutan dan keterancaman. negosiasi sosial fasilitas umum Dari dua teori diatas, kita diantara kelomseperti bus, halte tentu memahami mengapa pok-kelompok dan fasilitas pelajar melakukan kekerasan. tersebut. lainnya, serta fasilitas pribadi Sebagai manusia remaja, Menjadi guru lebih mudah seperti kaca toko dan kenpelajar, dalam pengalaman ketimbang menjadi sahabat daraan. Kerugian semacam keseharian mereka, merasamereka. Pelajar membutuhkan ini sangat terasa di Jakarta. kan bentukan hegemoni dari perasaan diterima dan diakui Banyak tawuran pelajar orang yang lebih dewasa sebagai manusia yang terjadi di tempat-tempat (orang tua, guru dan sekolah berkedudukan setara dengan umum, seperti jalan raya, bus, itu sendiri) melalui aturan siapapun juga. Mereka muak dan halte. normative yang membelit untuk dipaksa memahami Ketiga, terganggunya kebebasan mereka. Mereka tanpa memiliki kesempatan proses belajar di sekolah. lebih sering dituntut untuk untuk dipahami. Perilaku Tawuran pelajar membuat memahami segala bentuk mereka adalah sebuah kompen- terganggunya kegiatantatanan yang sifatnya baru sasi atas perasaan teralienasi kegiatan di sekolah yang bagi mereka daripada diberidalam dunia belajar mengajar. selalu was-was jika diserang kan kebebasan untuk berpikir Satu satu solusi jangka panjang sekolah lain, akibatnya kritis atas tatanankegiatan-kegiatan tatanan tersebut. ekstrakulikuler ditiadaMereka merasakan kan untuk menghindari Dua hal yang mendasari sebuah keterancaman tawuran. dan menjiwai usaha-usaha eksistensial dimana Keempat, terganggukeberadaan mereka mengarahkan jiwa-jiwa yang nya secara psikologis di tidak terlalu diakui pelajar. gelisah ini menuju cerahnya kalangan sebagai selayaknya Mereka menjadi tidak manusia yang setara. masa depan adalah cinta dan bisa menerima pelajaMereka adalah gudang ran dengan baik. Selalu persaudaraan. Pendekatan kesalahan yang setiap khwatir, cemas, dan hari selalu diposisikan berujung kepada represif, apalagi militeristik, sebagai sosok yang ketakutan. hanya akan memperkeruh tidak pernah benar di Terakhir, mungkin mata orang dewasa. adalah yang paling jiwa yang gelisah itu. Arah Mereka berkelompara solusi ini adalah membentuk dikhawatirkan pok karena mereka pendidik, adalah merasakan sebuah pribadi yang sehat, integral, berkurangnya pengharperasaan senasib. siswa terhadap purnawan, utuh karena den- gaan Perasaan senasib toleransi, perdamaian tersebut menimbulkan gan modal ini tidak mungkin dan nilai-nilai hidup sebuah solidaritas orang lain. Para pelajar ada tawuran. masal yang sifatnya tersebut belajar bahwa fanatis dan simbolik. kekerasan adalah cara Mereka yang tidak bisa yang paling efektif yang mungkin dilakukan memenuhi tuntutan solidariuntuk memecahkan masalah adalah merubah paradigma tas tidak akan terekrut dalam mereka, dan karenanya kelompok-kelompok yang ada. guru. Guru sebaiknya memaha- memilih untuk melakukan mi mereka sebagai remaja yang Disinilah mereka harus apa saja agar tujuannya menunjukan jati diri eksisten- lahir dari kultur keluarga, tercapai. Akibat yang terakhir masyarakat dan pribadi yang si mereka. Minuman keras, ini jelas memiliki konsekuensi berbeda. narkoba, dan perkelahian jangka panjang terhadap Kultur remaja memiliki bukan sekedar eksperimentasi kelangsungan hidup berbelief dan values sendiri yang mereka sebagai remaja masyarakat di Indonesia. tidak bisa ditekan untuk melainkan juga menjadi Para pelajar secara diammenerima kultur dewasa yang semacam metode simbolik diam telah menyusun universal. Menekan mereka untuk bisa diterima oleh “kurikulum� kekerasan dalam kelompok-kelompok yang ada. hanya akan membentuk diri mereka. bangunan hegemoni kepada Tanpa kelompok-kelompok Lalu apa solusinya? Dua mereka yang terkompensasi itu, mereka akan mengalami hal yang mendasari dan dalam perilaku destruktif perasaan kesepian yang menjiwai usaha-usaha mereka sebagai sebuah simbol mendalam karena teralienasi mengarahkan jiwa-jiwa yang perlawanan eksistensial demi baik oleh kelompok manusia gelisah ini menuju cerahnya mendapatkan pengakuan. dewasa maupun seusia masa depan adalah cinta dan Dilihat dari dampak yang mereka. persaudaraan. Pendekatan dimunculkan jelas bahwa Tawuran pelajar biasanya represif, apalagi militeristik, kekerasan remaja entah dalam merupakan konflik masal hanya akan memperkeruh bentuk tawuran, pemalakan, yang terjadi diantara para jiwa yang gelisah itu. Arah dan perploncoan, selalu merugi- solusi ini adalah membentuk kelompok remaja yang kan banyak pihak. Paling tidak berangkat dari sekolah yang pribadi yang sehat, integral, berbeda. Sekali lagi persoalan- ada lima kategori dampak purnawan, utuh karena negatif dari tindak kekerasan nya adalah karena symboldengan modal ini tidak pelajar. simbol eksistensi yang dijaga mungkin ada tawuran.*

“

�

PEMBERITAHUAN Seluruh wartawan Tabloid Berita AZAM dibekali dengan kartu pengenal diri, atau kartu pers. Bagi yang tidak memilikinya, diminta supaya tidak dilayani.

Pojok

 Tarung Gubri 2013, Pesisir vs Daratan, Ngah...!! - Kalau menang wajib jadi pemimpin dua wilayah, Pak Cik..!!

ttd Redaksi

Ongah

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012


Mimbar Debat

4 Boleh dibangun Setelah Ada IMB

Stop Pembangunan Ritos

A N G G O TA DPRD Riau dari Fraksi PKS, Mansyur menyatakan pembangunan Ritos silahkan saja dilanjutkan namun setelah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Sinyalemen untuk menolak dulu pembangunan RITOS itu diungkapkan Mansyur karena dinilainya banyak pelanggaran hukum dan kelengkapan surat yang belum dipenuhi oleh pemerintah. Dikatakannya, fraksinya telah ada kesepakatan bersama terkait Ritos ini. Menurutnya, sikap itu tidak jauh beda dari Fraksi Demokrat. Kita dari PKS menyatakan bahwa untuk sementara pembangunan Ritos tersebut harap dihentikan karena banyak pelanggaran hukum didalamnya termasuk IMB yang belum dikantongi dan izin lainnya,” terang M a n s y u r. Penghentian sementara ini, menurut Anggota Komisi B DPRD Riau ini, bukan berarti Fraksi PKS tidak setuju dengan pembangunan Ritos. “Bukan menolak tapi minta dihentikan sementara sampai ada kejelasan hukum dalam pembangunan Ritos itu,” ujar anggota dewan dapil Kota Pekanbaru ini.* H Mansyur HS Anggota Fraksi PKS DPRD Riau

POLEMIK Ritos terus bergulir di DPRD Riau. Kali ini Fraksi Gabungan turut mendukung penghentian sementara pembangunan R i a u To w n Square (Ritos) karena terdapat permasalahan dalam pembangunannya. Pendapat ini disampaikan Anggota Fraksi Gabungan, Ramli Fe meskipun secara formal penyataan sikap itu belum dilakukan dalam sebuah surat namun diantara anggota fraksi sudah pernah membicarakan hal tersebut. Ramli pun mengakui bahwa belum ada pertemuan fraksi karena menunggu Ketua Fraksi G a b u n g a n A b d u l Wa h i d t e n g a h melaksanakan Umroh dan rencananya sekembalinya beliau akan membicarakan hal itu. “Meskipun begitu, dari pertemuan secara informal seluruh anggota Fraksi telah menyepakati untuk sementara ditunda saja pembangunan Ritos ini,” ungkap Wakil Ketua Komisi B DPRD Riau ini. Menurut Ramli bahwa Fraksi Gabungan meminta pembangunan di Ritos untuk sementara dihentikan. “Karena legalitas pembangunan Ritos ini belum jelas sama sekali,” ujar politisi dari PBR ini.* H Ramli FE Sekretaris FG DPRD Riau

Silahkan Lanjutkan MENYIKAPI bergulirnya sikap anggota dewan yang menginginkan dihentikannya pembangunan Riau To w n S u a r e (Ritos) di lokasi Purna MTQ Jalan Sudirman, Pekanbaru, justru bertolak belakang dengan A n g g o t a F r a k s i G o l k a r, A b u Bakar Sidik. Beliau berpendapat, silahkan saja proses pembangunan Ritos berjalan seperti biasa, sementara kelengkapan izin yang sedang dalam pengurusan juga dilanjutkan. Seperti pengurusan IMB yang memang sedang dikerjakan termasuk juga masalah surat rekomendasi Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) yang harus dari Dirjen Perhubungan. Menurut yang diketahui, izin KKOP itu sudah diperoleh dan dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Riau. Setelah batas 16 lantai yang ingin dibangun PT BMMP kemudian disetujui untuk dipangkas satu lantai menjadi 15 lantai. “Semua proses sedang dikerjakan termasuk surat rekomendasi sebagai persyaratan pembangunan di Ritos,” ungkap anggota Komisi DPRD Riau ini.* Abu Bakar Sidik Anggota Fraksi Golkar

Dewan Minta Tunda Pembangunan Ritos Belum kelarnya payung hukum atas pembangunan kawasan bisnis Riau Town Square (Ritos) di lokasi purna MTQ Jalan Sudirman, Pekanbaru, membuat kalangan anggota DPRD Riau mendesak Pemprov Riau untuk menghentikan proyek tersebut.

J

DALAH Fraksi Demokrat DPRD Riau yang pertama mendengungkannya. Kepada wartawan, Ketua Fraksi, Noviwaldy Jusman, mengatakan fraksinya telah menyepakati dan mengambil sikap meminta pemerintah provinsi agar menghentikan sementara pembangunan Ritos hingga beberapa permasalahan terselesaikan. Ada beberapa permasalahan menurut Noviwaldy yakni Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Amdal, Hak Guna Usaha (HGU), surat rekomendasi Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP). Kalau ini sudah selesai pengurusannya, maka pemerintah baru boleh melanjutkannya. “Fraksi Demokrat menginventarisir terdapat tujuh item yang mesti diselesaikan dulu barulah Ritos bisa dilanjutkan. Jika belum terselesaikan, hentikan dulu,” terang anggota Komisi B DPRD Riau ini. Secara tegas Noviwaldy mengatakan bahwa fraksi Demokrat tidak menolak masuknya investor ke Riau. Fraksi bahkan sangat mendukung hadirnya investor tersebut. “Se-

harusnya investor itu yang mengikuti aturan bukan aturan yang mengikuti pelaku usaha,” jelas Dedet, begitu ia sering disapa. Kejanggalan tersebut seperti penilaian atas pengalihan aset. Saat hearing DPRD Riau dengan Pemrov dan pihak pengembang PT Bangun Megah Mandiri Propertindo bahwasanya Biro Perlengkapan Pemprov Riau melakukan penghitungan aset setelah aset itu dirubuhkan dan bukan justru dinilai dulu baru dirubuhkan. Pernyataan sikap atas nama fraksi tersebut, tambah Novilwady telah dilayangkan dalam bentuk surat rekomendasi yang dikirimkan kepada Pemprov Riau, ketua DPRD Riau dan setiap fraksi. “Kita mengajak seluruh fraksi yang tergabung kedalam koalisi untuk sama-sama mencermati aturan perundangan yang berlaku terkait pembangunan Ritos,” harap Dedet. Sejak awal pembangunan Ritos diatas lahan Purna MTQ telah menimbulkan polemik dan beda pendapat antara DPRD dan Pemprov Riau. DPRD Riau dalam melaksanakan fungsinya mengawasi pelaksanaan pembangunan oleh pemerintah tidak ingin nantinya jika pembangunan Ritos ini tetap dilanjutkan dan dikemudian hari terdapat permasalahan hukum didalamnya dapat melibatkan anggota DPRD Riau. Karena terdapat unsur pembiaran dalam kasus tersebut. Hal inilah yang sedari awal ingin dihindari oleh anggota dewan khususnya dari Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Riau.*

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012

 ird

Penuhi Kelengkapan Izin BERLANGSUNGNYA pembangunan dan pengembangan kawasan Bandar serai menjadi pusat bisnis di Pekanbaru dianggap sebagai imbas dari pertumbuhan kota menuju metropolitan. Riau selama ini telah menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Tak heran jika ramai investor yang ingin menanamkan modalnya di Bumi Lancang Kuning ini. Sebagai bagian dari masyarakat Riau, secara pribadi menyambut baik rencana pemerintah yang akan membangun kawasan bisnis dan sekaligus juga pusat budaya dan olahraga di kawasan sentral tersebut. Karena yang terlihat selama ini, disekitar kawasan bandar serai terutama beberapa bangunan sisa pelaksanaan MTQ di Riau terbengkalai dan tidak terurus. “Jangan hanya dibangun untuk bisnis semua, aktivitas di bidang lain seperti budaya tetap terjaga,” harapnya. Tentang adanya perbedaan pendapat antara DPRD dengan Pemrov, semestinya dua lembaga ini kembali duduk semeja dan menyelesaikan persoalan. Perizinan dan surat-surat lainnya juga mesti dilengkapi agar tidak menimbulkan permasalahan hukum kelak di kemudian hari. “Jangan sampai setelah Ritos berdiri, justru menjadi target pemeriksaan oleh KPK,” ujarnya.* Siswisni Mahasiswi


5 Suara AZAM

Dari Bandung Bersama Boneka Goyang Penjual asongan boneka goyang ini ingin merubah nasib. Di bawah pohon, di pinggir jalan, dia ditemani oleh puluhan boneka goyang yang berharab dibawa pulang oleh pembeli.

Pekanbaru. Menurut Yuda, boneka itu diimpor dari Cina ke Bandung. Sekali dua minggu Yuda mendapat kiriman dari Bandung berupa paket boneka untuk dijual. Boneka ini jarang dijumpai di toko-toko. Ketika ditanya kesulitan menjadi penjual asongan, Yuda lagi-lagi menjawab dengan senyum. “Susahnya bila hari hujan, di pinggir jalan susah untuk mencari tempat berteduh. Kita sering berteduh di bawah pohon ini. Kita juga buruburu untuk memasukkan satu-persatu boneka ini biar tidak basah. Lalu kita bungkus dengan plastik,” kata Yuda. Lain ceritanya kalau hari panas, Yuda dapat berlindung di bawah rindangnya pohon jalan dari teriknya panas, rasa haus yang menyerang terkadang sulit di atasi karena jauh dari warung. Jadi untuk antisipasi Yuda bawa bekal dari rumah di daerah Panam Pekanbaru. Suka duka berdagang asongan ini dikatakan Yuda sudah menjadi resiko. Karena semua pekerjaan itu pasti ada resikonya. Cuma bagaimana ia bisa dengan bijak mengatasinya. Seperti hujan, Yuda dengan segenap tenaga buru-buru mengemas dagangannya agar terselamatkan dari guyuran hujan. Meski dia digaji perbulan, namun tetap saja dirinya merasa tidak enak bila tidak berhasil menjualkan dagangnya. “Kkalau terjual banyak ya senang, namun bila terjual sedikit kita merasa gagal berjualan dihari itu. Meski kita digaji perbulan, namun kita tetap saja merasa kurang enak hati sama bos,” ujar Yuda. Yuda mengaku berjualan mulai dari pukul 9 pagi hingga pukul lima sore. Hanya malam hari ia beristirahat dan bermain untuk mengenal daerah Pekanbaru yang baru satu bulan ini dia datangi. Pria asal Bandung ini mengaku sudah cukup berjualan asongan yaitu sejak tahun 2007 hingga sekarang. Ia berjualan dipinggir jalan hanya sendiri. Dia hanya ditemani dan diramaikan oleh boneka-boneka. Terpencil dari pedagang lainnya. Karena memang target pembelinya adalah orang-orang yang lewat di jalan itu. Mereka yang lewat berkendaraan dan berhenti untuk membeli.*

M

ENGENAKAN sepatu hitam, berpakaian hitam dan putih, boneka berkepala sapi itu dengan riangnya berjoget dihadapan tuannya. Duduk di bawah pohon menunggu pembeli. Boneka ini tampak menghibur tuannya. Dia berjoget tiada henti. Mungkin dia akan berhenti bergoyang sampai energinya habis atau dipaksa berhenti oleh tuannya dengan memencet salah satu tombol. Ya, boneka ini dikendalikan oleh energi batrai. Atas perintah tuannya ia akan menghibur dengan bergoyang. Waktu itu, Yuda, (21) demikian pria muda itu disapa, sedang mengawasi puluhan boneka goyang yang berdiri dan berjejer rapi di pinggir jalan Soekarno Hatta. Dua unit boneka goyangnya berdiri istimewa dari yang lain yang hanya berdiri di atas tanah. Sementara dua boneka goyang yang letaknya spesial ini berdiri di atas kadus. Lebih tinggi posisinya dari kawan-kawanya yang lain. Perlakuan yang eklusif dari tuanya itu rupanya sebagai penarik bagi calon pembeli bagi calon pembeli yang lewat. “Dua boneka goyang di atas kardus ini sebagai contoh, dia disuruh terus bergoyang untuk menarik perhatian calon pembelinya. Kalau berdiri tanpa bergoyang, itu kan tidak terlihat istimewa, jadi kalau kita contohkan satu yang bergoyang, itu berarti sudah mewakili semua boneka ini bisa bergoyang,” tutur Yuda memaparkan kelebihan yang ada pada boneka itu. Benar apa yang dikatakan Yuda. Satu boneka diperintahkan untuk terus bergoyang. Ia meninggikan letaknya diatas kardus. Bila boneka itu bergoyang, seluruh tubuhnya juga ikut bergoyang. Saking lincahnya bergoyang Yuda mengikat kedua kaki boneka itu dengan seutas kabel ke kardus tempat boneka itu berdiri. “Jika tidak diikat kakinya saat bergoyang, bonekanya bisa jalan-jalan dan bisa jatuh. Kalau ditaruh dilantai bisa bebas ia bergoyang, tapi ini diatas

Goyang. Lalu bila terjual banyak apakah Yuda dapat untung banyak juga? Dengan ketawa kecil Yuda menyebutkan tidak demikian halnya. Karena berapapun banyak boneka itu terjual, penghasilanya tetap, tidak bertambah dan tidak berkurang. “Penghasilan kita bersumber dari gaji. Jadi banyak atau sedikit boneka ini terjual kita tetap digaji segitu oleh bos kita di Bandung.” jelas Yuda. Berjualan boneka goyang di pinggir jalan, bukan ide dari Yuda, dia hanya diperintahkan untuk menjualnya di pinggir-pinggir jalan. Dia berkantor di Bandung dan ditugaskan di daerah Pekanbaru ini. Ada beberapa orang kawanya yang juga berprofesi sama dengan dirinya. Sewaktu-waktu Yuda juga bisa dipindahkan didaerah lainnya. Seperti sebelumnya Yuda diperintahkan berjualan di Jambi. Dan baru satu bulan ia diperintahkan ke

kardus arealnya untuk bergoyang terbatas,” tutur Yuda lagi. Selain begoyang kelebihan boneka itu, kata Yuda juga bisa bernyanyi diiringi musik berdurasi 10 menit. Tentu dengan cara memencet tombol yang ada pada ujung tangan boneka itu. Desain boneka itu terlihat beragam. Ada kepala berbentuk kepala sapi, kepala singa, dan berbagai macam lainnya. Untuk satu boneka dihargai Yuda Rp100 ribu. Bagi pembeli yang terus menawar dia menjualnya minimal 90 ribu. Dan rata-rata pembelinya mereka yang lewat bermobil dan berkendaraan sepeda motor. Namun kata Yuda lagi, mereka yang naik mobil pribadi lebih sering membeli. Terkadang mereka beli dua dan tiga dalam sekali beli. Dalam satu hari Yuda berhasil menjualnya sampai 9-10 unit boneka

 nur

Te r l e n g k a p & Te r a k r e d i t a s i P E R S A D A B U N D A M

E

N

E

R

I

M

A

M

A S M

A B A

STISIP

AKADEMI SEKRETARIS & MANAJEMEN SK. MENDIKBUD RI. NO. 252/DIKTI/Kep/1992 Teragreditasi SK NO:017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002

AKADEMI BAHASA ASING SK. MENDIKBUD RI. NO. 62/D/1998 Teragreditasi SK NO:017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002

SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK SK. MENDIKNAS RI NO. 173/D/0/2000

J

U

1. Sekretaris Eksekutif D3 2. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern D3

1. Bahasa Inggris D3)

Sekretaris Pefesional, Manager Administratif, Supervisor Perkantoran, Manager Pelayanan Kantor, yang dewasa ini sangat dibutuhkan baik oleh perusahaan maupun instansi Ketua : H. Hazmil Zaianal, SE.MM

Pubic Office Manager, Public Relation, Translator, Secretary, Master of Ceremony, Guide, Kepariwisataan, Export-Import, Insurance Company, Instructor for English Course yang profesional. Ketua: Kernedy, SS

P

A

H

A

S

I

S

W

A

B

A

PROGRAM DIPLOMA : DI, DII, DIII, DAN STRATA SATU (S1)

R

S T I E SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SK. MENDIKNAS RI NO. 191/D/0/2000 Teragreditasi SK NO:014/BAH-PT/AK-IV/S1/VIII/2002

R 1 Ilmu Komunikasi (S1)

O

S

P

E

Administrator, Ahli dalam membuat kebijakan, Public Relation Manager, Ahli dalam bidang administrasi negara dan administrasi niaga, handal dalam bidang komunikasi, menguasai tata pemerintahan dan Dunia Bisnis Ketua: Drs M Iqbal Ali MM

K

S T I BA

S T I H

S T A I

SEKOLAH TINGGI ILMU HUKUM SK MENDIKNAS RI NOMOR 151/D/02006 Teragreditasi SK NO:027/BAH-PT/AK-XII/S1/XI/2009

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SK DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM NOMOR : DJ.I/495/2007

S

1. Manajemen (S1) 2. Akuntansi (D3)

A I. II. III. IV.

1. Bahasa dan Sastra Inggris (S1) 2. Bahasa Inggris (D3)

L

U

Menjadi Manager handal untuk menghadapi peluang bisnis, manjadi pakar dan pengelola strategi bisnis untuk usaha kecil, menengah dan besar, menjadi manajer pemasaran, menjadi akuntan handal yang mampu mengelola dan membukukan keuangan. Ketua: Haznil Zainal SE MM

U

SEKOLAH TINGGI ILMU BAHASA ASING SK MENDIKNAS RI NOMOR 61/D/02004

U

R

L

U

S

Pubic Office Manager, Public Relation, Translator, Secretary, Master of Ceremony, Guide, Kepariwisataan, Export-Import, Insurance Company, Instructor for English Course yang profesional., Dosen dan Ahli B.Inggris Ketua : Kernedi, SS

N PRAKTISI HUKUM (S1) HUKUM BISNIS (S1) HUKUM UDARA (S1) ILMU HUKUM (S1)

A

I. PEMIKIRAN ISLAM (S1) II. EKONOMI ISLAM (S1) III. PERBANKAN SYARIAH (S1)

N

Pengadilan, Kejaksaan, Kepolisian, Akreditasi, Advokasi Notarsi, Penyidik, Panitera, Biro Hukum Perusahaan, Perbankan Dan lain lain Ketua: Prof Hj Aswarni Adam, SH

Pemikiran Islam Filosof Dai. Ahli Ekonomi Islam, Perencanaan Ekonomi, Ahli Perbankan Syariah, Karyawan di Bank dll Ketua: Drs H Iskandar Arnel, MA

M E N G A PA A N DA H A R U S M E M I L I H P E R S A DA B U N DA ? Karena didukung oleh Dosen-dosen yang ahli dan berpengalaman lulusan dalam dan luar negeri dengan jenjang pendidikan S1, S2, S3 dan Guru Besar/Profesor, Praktisi yang terampil yang siap mendidik dan membina anda menjadi tenaga terampil dan profesional. Lama pendidikan satu Tahun untuk DI dengan Gelar Ahli Pertama (AP), dua tahun untuk DII dengan gelar Ahli Muda (A.Ma), tiga tahun untuk DIII dengan gelar Ahli Madya (A. Md), dan empat tahun untuk program S1 dengan gelar Sarjana Lengkap (S.Sos dan SE). Bagi mahasiswa yang berprestasi diberikan beasiswa. Kerjasama dengan dunia usaha, Case Study dan Job Training. Fasilitas antara lain: Lab. Komputer, Lab. Bahasa, Lab. Perkantoran, Perpustakaan, Telepon Umum (Beken & Wartel), Klinik Kesehatan, Mushola, Cafetaria, Asuransi, Foto Copy, dan lokasi kampus di tengah kota. SYARAT PENDAFTARAN 1. Berijazah SLTA atau sederajat (MAN, SMK) 2. Pria/Wanita yang sehat jasmani dan rohani 3. Mengisi Formulir Pendaftaran 4. Foto Copy Ijazah/STTB atau sederajat, Dilegalisir (3 Lbr) 5. Foto Copy NEM/Nilai Dilegalisir (3 lembar) 6. Pas Foto 3x4 (4 lembar) 7. Membayar Uang Pendaftaran Rp. 250.000 8. Mengikuti Ujian Saringan Masuk

WAKTU PERKULIAHAN Pagi Siang Malam Sabtu Minggu

= = = = =

08.00 s/d 12.00 WIB 13.00 s/d 17.00 WIB 19.00 s/d 22.00 WIB 15.30 s/d 22.00 WIB 07.30 s/d 15.00 WIB

(Khusus Karyawan) (Khusus Karyawan) (Khusus Karyawan)

Dengan Mengikuti Pendidikan Tinggi di Persada Bunda, Karyawan/ti dengan sendirinya ilmu bertambah, ketempilan makin mantap. Karier otomatis akan meningkat dan percaya diri akan lebih besar.

Jl. Diponegoro No. 42 Pekanbaru 28116 Telp. (0761) 23181 - HP: 0813 652 89999 - Fax. (0761) 40218

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012


6 Legislatif

Dewan Keluhkan Fasilitas di Kantor Baru Selain kondisi gedung yang dianggap belum sempurna, fasilitas pun tak memadai. Untuk itu, Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru secepatnya memanggil PPTK, kontraktor dan PLN.

A

NGGOTA DPRD Kota Pekanbaru, Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Roni Amreil mengatakan, fasilitas gedung baru untuk wakil rakyat itu belum siap untuk mendukung kinerja anggota DPRD Kota Pekanbaru. Menurut dia, banyak anggota DPR Kota Pekanbaru yang sering mengeluhkan masalah listrik yang dayanya tidak bisa menerangi semua ruangan DPRD Kota Pekanbaru. Listriknya juga sering mati dan genset tidak hidup, bahkan keterbatasan air di setiap kamar mandi mereka rasakan. “Daya listrik yang lemah sering membuat mati lampu secara tiba-tiba. Gawatnya kalau lagi rapat bersama tamu dan masyarakat yang menyampaikan aspirasi ke wakil rakyatnya, tentu kondisi tersebut sangat mengganggu kinerja anggota dewan,” katanya. Dia juga mengatakan gedung baru yang mereka tempati, sepertinya belum siap

untuk ditempati. Karena sudah beberapa minggu ditempati, namun kondisi gedung ini masih memprihatinkan. “Bagaimana penyerahan gedung ini dilakukan kita tidak paham. Harusnya kita harapkan bukan dalam kondisi seperti ini. Kalau memang gedung ini telah siap, artinya gedung ini layak ditempati oleh anggota DPRD Kota Pekanbaru beraktifitas seperti biasa tanpa ada gangguan dari fasilitas semacamnya,” kata Roni.

Untuk itu, terkait masalah fasilitas gedung DPRD Kota Pkanbaru, berdasarkan hasil hasil rapat komisi IV beberapa waktu lalu, maka dalam waktu dekat mereka akan memanggil PPTK, kontraktor dan PLN. Dijelaskannya, gedung ini sudah diserahkan sementara atau nama lainnya Faial Hand Over (FHO) dan kepada PPTK nanti, DPRD akan meminta keterangan, mengenai banyak masalah gedung ini yang belum terselesaikan dengan baik, seperti, masalah listrik,

AC, WC, lantai yang pecahpecah dan lain-lainnya. “Memang sekarang ini, gedung DPRD Kota Pekanbaru baru bersifat FHO, tetapi bagaimanapun banyak yang harus dibenahi, seperti lampu yang tidak beres dan sering mati, AC yang rusak sehingga kita kepanasan melaksanakan rapat, sistem air yang yang tidak beres, catnya yang masih berserakan dan banyak lagi. Contohnya, kita melaksanakan rapat dalam kondisi gelap gulita dan kepanasan,” jelasnya. Sedangkan kontraktor

Waskita, DPRD akan menanyakan apakah memang seperti ini gedung yang diserahkannya. Ini masih dalam masa FHO dan masih ada jaminan 5 persen lagi yang menjadi tanggung jwab kontraktor untuk melakukan pembenahan gedung ini. Sekarang kondisinya kurang memuaskan, kecuali kalau sudah diserahkan secara utuh atau disebut Profesional Hand Over(PHO) itu jelas tidak menjadi tanggung jawab kontraktor lagi. “Kita minta kontraktor menjelaskan hal ini nantinya,” kata Roni Amreil. Sedangkan PLN, tambah Roni Amreil, persoalan litrik akan kita pertanyakan dimana letak masalahnya. Dari informasi yang kita dapat dari PPTK, pengajuan sudah masuk Bulan Desember untuk pengajuan penambahan daya, dari daya kecil hingga kedaya menenggah dalam pemasangan traponya. “Inikan gedung rakyat, tempat masyarakat menyampaikan aspirasinya. Bagaimana memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat sedangkan fasilitas dan pendukung kita yang tidak beres. Kalau terkendala masalah anggaran, saya rasa tidak ada masalah, yang penting selagi ada alasan yang jelas. Ini kita harap segera di perbaiki,” tegasnya.*

GELAR KEHORMATAN

KANJENG PANGERAN H. R. MAMBANG MIT NOTO HADININGRAT WAKIL GUBERNUR

Keluarga Bangsawan Kerajaan Indragiri Dalam rangka memperingati Tingalandalem Jumenengan SJSKS Pakubuwono, yang ke Tujuh Keraton Surakarta Hadiningrat Diserahkan Oleh Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Puger BA Pengageng Kusmo Wandowo Jum’at 15 Juni 2012

Tertanda DATUK SERI DR. H. M. RUSLI ZAINAL, SE, MP

H. WAN SYAMSIR YUS

Gubernur

Sekteraris Daerah

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012

 hes


Cakap Lepas 7 Budaya

Wajib Bahasa Melayu Satu Hari dalam Seminggu

Gedung Lembaga Adat Melayu Riau

Setiap sekolah di seluruh propinsi Riau, akan menggunakan bahasa melayu disetiap aktivitasnya. Penggunaan bahasa melayu cukup satu hari dalam satu minggu.

K

ETUA Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau AL-Azhar menuturkan bahwa LAM segera mencanangkan program LAM masuk sekolah. “LAM berusaha membangun interaksi yang terusmenerus dengan segala aktifitas kebudayaan anakanak dan cucu kita mulai dari

PAUD, sekolah SD, SMP dan SMA, sampai keperguruan tinggi,” tuturnya. Untuk itu, salah satu kegiatan LAM yang berkaitan dengan LAM masuk sekolah adalah pencanangan, penghimbaun atau permintaan kepada dunia pendidikan di Riau agar bahasa melayu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa. “Bahasa melayu sebagai mahkota dari kebudayaan melayu akan menjadi kenyataan bisa hidup dalam aktifitas sehari-hari kita di bumi lancang kuning ini,” ungkap Al-Azhar. Nanti di sekolah-sekolah jelas Al-Azhar, mulai tingkat kanak-kanak sampai perguruan tinggi diharapkan akan

mengambil satu hari saja dalam satu minggu untuk menggunakan bahasa melayu. Bahasa melayu ini, akan digunakan pada semua aktifitas yang dilakukan siswa di sekolah. Bahasa melayu manakah yang akan digunakan? Menurut Al-Azhar banyak orang yang mempertanyakan hal ini. Karena bahasa melayu di Riau tidak hanya terdiri dari satu dialeg saja, tapi memiliki bermacam-macam dialeg tergantung dimana orang tersebut tinggal. “Kita akui, bahasa melayu memiliki banyak dialeg. Dan pada penerapan bahasa melayu di sekolah ini, sekolah akan menggunakan dialeg bahasa melayu dimana sekolah tersebut berada. Misalkan sekolah itu berada di daerah Kabupaten Sengingi, maka semua sekolah akan mengikuti dialeg bahasa melayu daerah tersebut. Begitu seterusnya, berlaku disemua sekolah di wilayah masing-masing seluruh propinsi Riau,” jelasnya. Al-Azhar juga mengatakan dengan ditandatanganinya pengistiharakan atau pengukuhan bahasa melayu Riau untuk percakapan resmi sehari-hari di bumi lancang kuning ini, menandakan bahwa perseolan adat dan kepedulian terhadap budaya bukanlah perseolan orangtua

belaka tetapi seharusnya menjadi kepedulian semua anak negeri ini. Menanggapi hal ini, Gubernur Riau H,M Rusli Zainal mengatakan akan menyanggupi permintaan dari LAM ini. Hari berbahasa melayu dirasa sangat penting di daerah ini, supaya bisa merakyat di negeri sendiri. Untuk itu, pemerintah Riau juga akan segera membangun monumen Bahasa Melayu dalam waktu dekat. “Kita juga akan mencanangkan hari berbahasa melayu ini kepada seluruh masyarakat terutama instansi pemerintahan. Seminggu dalam satu hari, kita akan menggunakan bahasa melayu,” katanya. Kepala Dinas pendidikan Propinsi Riau Riau Wardan juga mengatakan akan segera

menindaklanjuti rencana LAM tersebut. Sebelumnya Disdik juga sudah meluncurkan buku muatan lokal budaya melayu, dengan adanya pembahasan berbahasa melayu ini juga akan segera diterapkan di sekolah-sekolah. “Pencanangan berbahasa melayu ini kan masih baru, jadi kita akan masukkan kedalam program disdik berikutnya. Kita akan buat tim untuk membuat dan merencanakan program ini bisa diterapkan disekolah-sekolah seluruh Riau nantinya,“ jelas Wardan.*

 hes

AL-Azhar

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) KABUPATEN SIAK

Mengucapkan Terimaksih Kepada Seluruh Jajaran Disatuan Kerja Pemerintah Daerah Atas Capaian OPINI WAJAR TANPA PENGECUALIAN DENGAN PARAGRAF PENJELSAN (WTP-DPP) ATAS LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN (LHP) Diserahkan oleh Kepala BPK RI Perwakilan Riau Bpk Drs. Widiyatmantoro Kepada Bupati Siak Bapak Drs H Syamsuar M.Si Jumat, 8 Juni 2012 Dikantor Perwakilan BPL Provinsi Riau Tertanda

Zulfi Mursal, SH H Syahrul SIP, MSi

Ketua

Wakil Ketua

Masri SE, SH Wakil Ketua

Drs H Rudinal M, Si Ketua

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012


8

Pemkab Bakal Kelola Dua Sumur Migas P

EMERINTAH Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) akan mengelola dua sumur minyak dan gas (Migas) dalam waktu dekat ini. Hal ini membuktikan bahwa Rohil merupakan salah satu daerah di Riau yang kaya akan sumber daya alam (SDA) khususnya migas. Maka tidak heran banyak pengeboran minyak dilakukan di wilayah Kabupaten yang berjuluk “Negeri Seribu Kubah” ini oleh pihak PT Cevron Pasifik Indonesia (CPI). Dan dari sekian banyak sumur migas yang dikelola PT CPI terse-

but, terdapat dua sumur akan habis masa kontraknya pada 2013 mendatang. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Rohil berencana bakal akan mengelola sumur migas itu sendiri demi keuntungan yang mendatangkan untuk masyarakat setempat dalam memacu roda pembangunan daerah. Jika ini terjadi, dipastikan akan lebih besar manfaatnya serta tentunya untuk menggaet investor luar. Hal ini disampaikan Sekda Rohil, Drs H Wan Amir Firdaus Msi, Senin (11/6) di Bagansiapiapi ketika akan menghadiri rapat sosialisasi

Bangko Sentra Buah Rambutan

Taufik Basjiroen Ls

W

ACANA untuk menjadikan Kepenghuluan Bagan Jawa Pesisir, Kecamatan Bangko sebagai sentra tanaman buah Rambutan oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mendapat apresiasi dari masyarakat. Untuk mewujudkan itu, melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Rohil menggelar pelatihan budidaya tanaman rambutanuntuk wilayah Kecamatan Bangko yang dipusatkan di Kepenghuluan Bagan Jawa Pesisir. Kegiatan inipun diikuti dengan antusias oleh warga setempat yang ingin menjadi petani rambutan. Kepala Distanak Rohil, Ir Muslim yang ditemui usai membuka pelatihan yang digelar selama empat hari itu, Selasa (12/6) mengata-

kan, pihaknya berkeinginan menjadikan wilayah kepenghuluan Bagan Jawa Pesisir sebagai wilayah penghasil komoditi rambutan. “Makanya, agar program ini dapat berjalan, kita gelarlah pelatihan tersebut. Ternyata, masyarakat antusias selama menjalakan kegiatan,” sebut Muslim kepada MRNetwork. Dijelaskannya, melihat geografis Kepenghuluan Bagan Jawa Pesisir, Muslim optimis kegiatan menjadikan wilayah tersebut sebagai sentra tanaman rambutan dapat berjalan dengan baik. “Bagan Jawa Pesisir sangat berpotensi besar untuk ditanami rambutan. Makanya program kita fokuskan di kepeghuluan tersebut,” kata Muslim. Sementara itu, Penghulu Bagan Jawa Pesisir, Taufik Basjiroen Ls mengutarakan, dirinya sangat menyambut baik program tersebut sembari berharap program ini dapat dijalankan dengan baik. “Saya akan memantau terus pelaksanaan program ini di lapangan. Artinya, saya memiliki tangung jawab untuk membuat program ini terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, kita sudah mengusulkan agar selain bibit rambutan, juga mengusulkan pembuatan pagar pada bibit yang ditanam agar dapat terjaga dari hama, dan alhamdulilah telah disetujui pihak Distanak,” aku Taufik*

 mrn/ttg

tugas, fungsi dan wewenang kejaksaan dibidang perdata dan tata usaha negara di lantai IV kantor Bupati Rohil jalan Merdeka. Diakui Sekda, akhir pekan lalu pihaknya membahas potensi sumber daya alam dengan mengelar rapat bersama PT CPI di lantai II kantor Bappeda. Berkaitan dengan akan habisnya masa kontrak PT CPI terhadap dua sumur migas di Rohil. Sekda mengaku, jika dua sumur ini dimanfaatkan dan dikelola dengan benar oleh Pemkab Rohil, dipasti akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

: : : :

Sekdakab Kapolres Kajari Jumlah Penduduk Jumlah Kecamatan Jumlah Desa Potensi Alam Nopol

: : : : : : : :

H Annas Maamun H Suyatno, AMp Nasruddin Hasan Drs Jamiludin Ridwan SIp Drs.H. Wan Amir Firdaus, M.Si AKBP Auliansyah Lubis Zulbakar 440.894 jiwa 14 103 Migas, Kelapa Sawit, Karet, Ikan BM....P

Sekda. Diakui Sekda, saat ini Pemkab Rohil sedang menginventarisir dan menyiapkan perangkat berkaitan pengolahaan sumur tersebut. “Kita akan menyiapkan kelembagaan terlebih dahulu dan akan menyurati menteri terkait. Kenapa kita tertarik ingin mengelola sumur ini? Selain keuntunganya yang sangat besar, undangundang membuka peluang bagi daerah untuk mengelola SDA-nya terutama UUD Migas kepada daerah untuk mengelola sumber daya energi,” jelasnya.*

 mrn/ttg

Tenaga Medis Harus Berada di Tempat

P

KESERIUSAN Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) pada bidang kesehatan semakin ditingkatkan. Bahkan Bupati H Annas Maamun menyatakan dengan tegas, bahwa seluruh tenaga medis, dokter hingga perawat harus berada di tempat untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Pasalnya, masyarakat senantiasa membutuhkan pelayanan kesehatan setiap harinya, baik pelayanan kesehatan rawat jalan maupun rawat inap. Himbauan ini menurut Bupati H Annas Maamun disampaikan seiring dirinya kerab menerima keluhan dari masyarakat terkait kurang maksimalnya tenaga medis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Saya sering menerima keluhan masyarakat bahwa tenaga medis kita kurang maksimal dalam memberikan pelayanan. Laporan yang saya terima dari masyarakat pada umumnya menyangkut kurang maksimalnya pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga medis baik itu di RSUD DR Pratomo Bagansiapiapi maupun di puskesmaspuskemas yang ada di kecamatan,” sebut Bupati, Selasa (12/6). Melemahnya pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga medis tersebut. Bupati Rohil menegaskan, bahwa dirinya meminta kepada seluruh tenaga medis yang ada agar tidak meninggalkan tugasnya pada jam kantor.

INFO PENTING Bupati Wakil Bupati Ketua DPRD Wakil Ketua DPRD

“Ada 2 sumur migas yang akan habis masa kontraknya pada 2013 mendatang oleh PT CPI. Potensinya dari 2 sumur migas itu mencapai 3 ribu barel per hari dan paling sedikitnya menghasilkan Rp100 milyar per tahun jika diuangkan. Yang jelas, jika kita mengelolanya sendiri, pertama tentu akan mendapatkan peluang pekerjaan bagi masyarakat. Kedua, mendapatkan pengalaman teknologi yang tinggi dan yang pasti tentu kita akan mendapatkan keuntungan dari daerah kita sendiri. Sebab, selama ini kita hanya mendapatkan dana migas dari pusat saja,” kata

Bupati Rohil H Annas Maamun saat meninjau di RSUD DR Pratomo

“Pihak RSUD harus lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Begitu juga dengan tenaga medis lainnya di seluruh Rohil agar tidak meninggalkan kantor dijam kerja. Terutama dokter, harus tetap siaga 24 jam dan tetap berada ditempat,” tegasnya. Selain petugas RSUD DR Pratomo, Bupati juga menghimbau kepada petugas medis baik puskesmas maupun puskesmas rawat inap untuk mematuhi aturan tersebut. “Sebagai tenaga medis, harus tetap berada di tempat selama 24 jam setiap harinya. Ini dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat. Oleh karena itu, saya tekankan kepada seluruh tenaga medis yang ada di RSUD hingga

puskesmas dan puskesmas rawat inap diminta mematuhi aturan dan tidak meninggalkan jam dinasnya saat bertugas. Karena, masyarakat pasti membutuhkan tenaga medis setiap harinya,” pinta Bupati. Dirinya mengatakan, dari seluruh puskesmas hingga puskesmas rawat inap dan RSUD yang ada di Rohil, dimintanya tetap siaga untuk buka selama 24 jam dan tetap melayani pasien. Meskipun, loket umum dalam keadaan tutup di luar jam dinas. “Semuanya harus tetap siaga dan RSUD harus ada dokter umum setiap harinya. Begitu juga di puskesmas, dokternya paling pantang meninggalkan tempat. Ini untuk mengantisipasi adanya pasien yang butuh perawatan,” terangnya.*

 mrn/ttg

TELEPON PENTING

Sekretariat Pemkab Rohil Sekretariat DPRD Ambulance Pemadam Kebakaran Polsek Bangko Kantor kecamatan Bangko Dinas Kesehatan Dinas Kehutanan Dinas PMD Dinas Pendidikan

0767-24287 0767-24567 0767-21040 0767-21130 0767-21110 0767-21010 0767-24381 0767-21710 0767-24284 0767-23277

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012

Dinas Kimpraswil Dispenda Bawasda Bappeda Bapedalda KPDE Dinastan Tanaman Pangan Dinas Perhubungan PLN Bagansiapi-api

0767-24385 0767-22061 0767-24960 0767-24918 0767-24928 0767-24998 0767-24814 0767-24330 0767-21280


9

Bupati Minta Ritual Bakar Tongkang Lebih Baik P

UNCAK pelaksanaan ritual bakar tongkang yang dilaksanakan warga Tionghoa Bagansiapiapi direncanakan Kamis (5/7) mendatang. Mengingat ritual bakar tongkang sudah menjadi agenda wisata budaya Rohil, maka Pemkab minta warga tionghoa Bagansiapiapi untuk dapat menggelar rapat khusus berkaitan pelaksanaan iven tahunan ini. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Rohil, H Annas Maamun, Rabu (13/6) di lantai IV gedung sekretariat ketika memimpin jalannya rapat koordinasi yang membahas sepuluh agenda penting yang

salah satunya yakni soal ritual bakar tongkang. Dalam rapat koordinasi tersebut, Annas Maamun didampingi Wakil Bupati H Suyatno, Sekda Rohil Drs H Wan Amir Firdaus MSi, Ketua DPRD, Nasruddin dan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Ir H Tarmizi Madjid. Selain itu, rapat koordinasi tersebut dihadiri sejumlah kepala dinas maupun badan dan kantor serta beberapa tokoh tionghoa di Bagansiapiapi. Disamping itu, turut dihadiri oleh sejumlah utusan tempat penginapan, unsur perbankkan, BUMD, unsur

dialer sepedar motor serta para camat termasuk unsur pimpinan kecamatan. “Yang jelas, mulai Juni hingga Agustus ini, kita memiliki kegiatan yang cukup padat. Dan semuanya harus dipersiapkan dari sekarang,” kata Annas Maamun. Sementara, kegiatan yang bakal dilaksanakan dari Juni hingga Agustus tersebut diantaranya seperti Popda, Road rice, Suratin cup, ritual bakar tongkang dan HUT RI. Termasuk peringatan hari-hari besar Islam. “Saya minta, bentuk panitia pelaksana dan dimana kegiatan itu dilakasnakan. Harus dimulai dari

SK 1000 CPNS Segera Dibagikan Sebelum Puasa

sekarang. Agar tidak saling tumpang tindih,” kata Annas Maamun mengintruksikan kepada Suyatno untuk membentuk panitia pelaksana. Berkaitan ritual bakar tongkang, diminta warga Tionghoa Bagansiapiapi untuk dapat membuat rapat khusus.

P

tang Insyah Allah dalam waktu dekat ini akan dilakukan penyerahan SK CPNS baik yang diangkat melalui database maupun melalu pelamar umum. Untuk penyerahan SK tersebut telah kita susun,” ujar Roy. Ditambahkannya, setakat ini pihaknya sedang merekap data seluruh nama-nama CPNS yang akan mendapatkan SK. Untuk penyerahannya masih dikaji, lanjut Roy, apakah dilakukan serentak yang dipusatkan di purna lapangan MTQ komplek pusat perkantoran Pemkab Rohil di batu enam seperti yang dilakukan sebelumnya, masih sebatas wacana tapi yang jelas

SK CPNS tersebut akan diserahkan sebelum bulan puasa. SK CPNS tersebut akan diserahkan diantaranya kepada tenaga teknis, guru, kesehatan dan tenaga lainnya. Saat ini SK tersebut sudah ditanda tangani Bupati hanya tinggal penyerahannya saja. “SK sudah ditandatangani Bapak Bupati, hanya tinggal penyerahannya saja. Saat ini kita sedang merekap namanama seluruh Calon PNS tersebut, Agar pada saat penyerahannya nanti tidak ada yang tertinggal karena sistim penyerahannya akan diserahkan secara serentak,” ujar Roy.*

 mrn/ttg

 mrn/ttg

Pemungutan PBB-P2 Mulai Januari 2013

M

EMERINTAH Kabupaten Rokan Hilir melalui Badan Kepegawaian Daearah (BKD) Rohil berencana dalam waktu ini akan membagikan Surat Keputusan (SK) bagi 1000 Pegawai Calon Negeri Sipil (CPNS) yang saat ini masih menunggu pengakatan menjadi PNS dilingkup Pemkab Rohil. SK tersebut akan di bagikan kepada PNS baik yang diangkat melalui database 2009 maupun pelamar umum. Demikian disampaikan Kepala BKD Rohil Roy Azlan AP saat dikonfirmasi Kamis.(14/6) di Bagansiapiapi. “Jika tak ada areal melin-

Karena, pelaksanaan ritual bakar tongkang tersebut bakal dihadiri sejumlah tamu-tamu penting mulai dari tingkat pusat hinggga provinsi. Termasuk turut dihadiri warga tionghoa dari dalam maupun dari luar daerah dan negara.*

ENINDAKLANJUTI surat dari Kementrian Keuangan Nomor: S-240/ MK.7/2012 tentang pelaksanaan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2013, pihak Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Rohil terus melakukan persiapan. Di antaranya seperti melaksanakan pendataan PBB-P2 di semua kecamatan serta membenahi dan melengkapi fasilitas sarana dan prasarana pendukung berkaitan dengan kegiatan pemungutan nantinya. “Berdasarkan surat dari kementrian keuangan itu, kita di Kabupaten Rohil dapat melaksanakan pemungutan PBB-P2 terhitung dari 1 Januari 2013. Artinya, berdasarkan surat itu, kegiatan pemungutan PBB-P2 tidak lagi dilakukan oleh pusat tapi Pemkab Rohil, “kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Rohil, Drs H Wan Achmad Syaiful MSi yang ditemui Selasa (12/6) di Kawasan Batuenam. Berkaitan dengan itu, Dispenda Rohil sudah melakukan berbagai persiapan. Salah satu diantaranya melakukan pendataan objek PBB-P2 di beberapa Kecamatan. Pendataan tersebut dilakukan untuk mendapat-

kan data terbaru yang otentik berdasarkan hasil di lapangan. “Kalau mengacu data lama, jelas sering menimbulkan komplin. Karena, data yang dipergunakan itu sudah tidak sesuai lagi di lapangan. Misalnya, dulu tanah yang masih itu, kemudian dipecahkan sehingga pemiliknya tidak satu lagi. Belum lagi, ada lahan yang telah terjual sementara belum melakukan balik nama. Kita harapkan, pendataan ini dapat segera diselesaikan,” kata Achmad Syaiful. Persiapan lainnya, tambah Achmad Syaiful, melakukan pembenahan dan penataan untuk melengkapi fasilitas sarana dan prasarana di UPTD yang tersebar di empat titik. Yakni di Kecamatan Bangko, Kecamatan Tanahputih, Kecamatan Rimbamelintang dan Bagansinembah. “Direncanakan keempat titik itu diberikan perangkat lunak sehingga pembayarannya bisa dilakukan secara online. Artinya, kegiatan pembayaran itu dapat dilakukan di empat titik tadi. Yang penting, kita harus serius dan berkerja keras dalam menindak lanjuti surat dari kementrian keuangan itu,” kata Achmad Syaiful.*

 mrn/ttg

Popda Ajang Bibit Atlet

K

EGIATAN Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Rohil yang diikuti 14 kecamatan bakal segera digelar di Kota Bagansiapiapi. Popda Kabupaten Rohil tersebut mempertandingkan sembilan cabang olahraga diantaranya sepakbola, bola volly, bulutangkis, tenis meja, tenis lapangan, atletik, sepak takrau, basket dan silat. Kegitan Popda yang dilaksanakan tersebut disisi lainnya

merupakan salah satu ajang mencari bibit atlet yang berprestasi diwilayah Kabupaten Rohil. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rohil, Ir H Tarmizi Madjid yang ditemui Kamis (14/6) usai rapat persiapan Popda yang dipusatkan di Kawasan Batuenam. “Sebenarnya, kegiatan Popda yang dilaksanakan ini adalah untuk mencari

bibit-bibit atlet berprestasi di Kabupaten Rohil. Dengan demikian bibit-bibit atlet ini diharapkan Kabupaten Rohil dapat tampil baik di ajang provinsi maupun nasional. Ini harapan yang bakal didapat melalui Popda ini,” kata Tirmizi. Sementara, pelaksanaan Popda Kabupaten Rohil direncanakan dilaksanakan Kamis (21/6) mendatang yang dipusatkan di Kota Bagansiapiapi, Kecamatan Bangk.

Direncanakan, sejumlah kegiatan itu di laksanakan di lapangan KONI maupun beberapa tempat lainya.

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012 CMYK

“Bulan ini, memang banyak kegiatan yang harus dilaksankan,” ujarnya.*

 mrn/ttg


10  Pilgubri 2013

Tokoh Riau Pesisir dan Daratan Bertarung Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) tahun 2013 mendatang diprediksi merupakan pertarungan antara tokoh Riau dari kawasan pesisir dengan tokoh dari Riau daratan. Hal itu mulai terbukti dengan bermunculannya sejumlah tokoh dari kedua kawasan tersebut.

DARI kawasan pesisir Riau yang sudah mencuat kepermukaan adalah Syamsurizal, Anas Makmun, Jon Erizal dan Wan Abubakar. Sedangkan dari Riau daratan ada figur Herman Abdullah, Mambang Mit, Lukman Edi, Indra Mukhlis Adnan dan Achmad. Tidak tertutup kemungkinan akan muncul lagi sejumlah nama yang memproklamirkan diri sebagai bakal calon gubernur, meskipun mayoritas dari kandidat tersebut perahu mereka masih kabur setakat ini. Sejumlah pendapat-pun bermunculan, terutama dari kalangan masyarakat Riau pesisir yang mendukung sepenuhnya kemunculan tokoh-tokoh dari kawasan tersebut untuk bertarung menuju kursi Riau 1. Seperti diutarakan Rusdi Ispandi, ketua Depot Kreasi Anak Melayu (Dekam) Bukit Batu yang menyebut bahwa pada pilgubri tahun depan adalah pertarungan antara tokoh Riau pesisir dengan Riau daratan. “Harapan kita pada pilgubri mendatang, tokoh dari kawasan pesisir mampu merebut kursi Riau 1. Hal itu tentunya tidak terlepas dari komitmen seluruh masyarakat di kawasan pesisir, setelah 15 tahun lebih kepemimpinan di Bumi Lancang Kuning ini tidak lagi diduduki tokoh pesisir,”kata Rusdi beberapa waktu silam. Menurutnya, nama seperti Syamsurizal, Wan Abubakar, Anas Makmun dan Jon Erizal layak dikedepankan, meski dari keempat nama tersebut baru Jon Erizal yang sudah memastikan menggunakan perahu Partai Amanat Nasional (PAN). Namun disayangkannya juga apabila kesemua tokoh dari pesisir tersebut maju, tentunya suara akan terpecah belah, sehingga peluang memenangkan pilgubri akan menipis. “Seharusnya dari kawasan pesisir ini cukup satu atau dua

orang saja yang maju. Apalagi jumlah pemilih di pesisir cukup signifikan, sehingga figur yang muncul tidak usah terlalu ramai,” saran Rusdi, pria asli Bukit Batu ini. Disisi lain, dukungan oleh warga Bengkalis tidak hanya diberikan kepada tokoh dari kawasan pesisir tetapi juga kepada sosok Herman Abdullah mantan Walikota Pekanbaru dua periode, Wakil Gubernur Riau Mambang Mit dan anggota DPR RI Lukman Edy. “Selaku kader Partai Demokrat sudah menjadi kewajiban bagi kami di Bengkalis ini untuk memenangkan pak Mambang

calon dari dua wilayah bakal diuntungkan. “Pasangan yang paling diuntungkan pada pilgubri 2013 adalah kolaborasi pasangan wilayah daratan dan pesisir. Gubernurnya dari Riau daratan dan wakilnya dari Riau pesisir. Namun ini tidak semudah yang dibayangkan kebanyakan orang. Sebab didalam menentukan pasangan akan ada deal-deal tertentu yang harus disepakati oleh kedua belah pihak, belum lagi soal dukungan perahu,” Tyas menerangkan. Selain itu, kalau sistem pemilihan masih menggunakan sistem pemilihan

proses tersebut masih berjalan. Artinya belum ada dari partai yang menetapkan siapa yang diusung. Saeri mengaku hanya bisa menganalisa dari asumsi politik dan kejadian-kejadian dilapangan jelang pilgubri tersebut. Memang saat ini sudah banyak yang muncul atau sengaja dimunculkan dari keleompok-kelompok tertentu.Termasuk juga isu kedaerahan kian santer terdengar saat ini. Dimana calon-calon yang berasal dari wilayah pesisir bagian Riau juga ikut ambil bagian dalam pertarungan kali ini. Seperti diantaranya Annas

han Gubernur Riau mendatang. Kalau melihat figur dan basis kekuatan masingmasing calon yang berada diantara dua kutub berbeda, agaknya calon yang berasal dari Riau Daratan masih cukup tangguh. Figur pesisir masih lemah,” sebut Saeri. Banyak indikator yang menyebabkan kekuatan pada pilgubri 2013 mendatang dikuasai oleh calon yang berasal dari Riau bagian daratan, seperti perbandingan jumlah pemilih dari dua wilayah ini, Riau daratan memiliki jumlah pemilih cukup besar. Untuk Riau daratan penyumbang suara

Mit. Pada Pilgubri mendatang dari kawasan pesisir ini, boleh dikatakan tidak ada tokoh yang layak jual, karena secara popularitas mereka terkenal tetapi itu bukan ukuran keberhasilan serta kepedulian mereka selama ini terhadap kawasan pesisir,” tegas Dodi Alvin yang mengaku mendukung penuh Mambang Mit.

langsung maka calon yang berasal dari Riau daratan masih diunggulkan. Sebab para calon dari Riau daratan hampir rata-rata merupakan figur yang hampir dikenal oleh seluruh bagian wilayah daerah ini. Sedangkan calon atau figur dari Riau pesisir hanya populer diwilayah mereka sendiri. Sedangkan pengamat politik Universitas Riau lainnya, M.Saeri, M.Si, sebetulnya dia masih sulit untuk memetakan kekuatan masingmaing bakal calon yang akan bartarung di pilgubri 2013 mendatang. Pasalnya, sejauh ini masing-masing balon belum punya perahu untuk membawa mereka pada pertarungan sesungguhnya.Walaupun sejauh ini sudah ada partai politik yang membuka pendaftaran dan beberapa calon sudah ada yang ikut mendaftarkan diri, namun

Maamun, Jon Erizal, Syamsurizal, Wan Abubakar, yang saat ini tengah memperisapkan diri dan mengggalang kekuatan untuk bisa melenggang maju pada pertarungan tersebut. Dan tidak ketinngggalan pula para bakal calon yang bermazhab di Riau daratan, seperti Pekanbaru, Kampar, Inhil, Inhu dan Rohul yang juga telah mempersiapkan para jagoannya untuk siap mengarungi ketatnya persaingan. “Untuk mengukur kekuatan masing-masing balon kita cuma bisa melihat dari asumsi politik dan kejadian dilapangan..Saat ini banyak calon yang sudah muncul bahkan juga dimunculkan oleh sekelompok orang ataupun beberapa organisasi ataupun dari masing-masing kabupaten kota yang ada di Riau, mereka berusaha memunculkan wakilnya untuk bertarung pada pemili-

terbesar berasal dari Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Kemudian, juga kecendurungan yang terjadi biasanya pada setiap pemilihan kepala daerah mesin partai kurang bekerja optimal di daerah-daerah, karena kekurang lancaran koordinasi antara pusat dengan daerah (provinsi dengan kabupaten). Sementara untuk wilayah Riau daratan lebih diuntungkan dengan Pekanbaru yang merupakan ibukota provinsi yang juga sebagai basisnya parpol di tingkat Provinsi. “Koordinasi yang dibangun lebih cepat,” ujarnya. Indikator lain adalah faktor figur, rata-rata figur yang muncul untuk wilayah bagian pesisir hanya populer didaerahnya saja. Sementara figur dari Riau daratan cukup populer hampir diseluruh wilayah Riau.*

Tokoh Daratan Masih Dominan Lalu bagaimana tanggapan pengamat politik melihat tarung tokoh dua wilayah ini? Ketika ditanya wilayah mana yang lebih dominan antara daratan dengan pesisir, pengamat politik Universitas Riau Tyas Tinov mengatakan bahwa yang paling diuntungkan nantinya adalah calon yang berasal dari kedua wilayah Riau tersebut. Menurut Tyas, bila isu daerah dimunculkan maka pasangan

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012

 bis


11

Dikotomi Daerah Simpai Riau Pesisir vs Riau Daratan = Riau! di Pilgubri 2013 H. Syafriadi

Pertarungan dua kutub (pesisir dan daratan,red) tak terelakan di Pilgubri 2013. Siapa kuat?

DARI nama-nama yang muncul sekarang, persaingan memperebutkan kursi Riau 1 tak lepas dari kekuatan wilayah di Riau. Praktis masing-masing kabupaten/kota yang ada memunculkan figur-figurnya. Namun, tentu ini akan mengerucut seiring pendaftaran di KPU nanti. Karena berdasarkan kekuatan partai politik, tak mungkin bisa mengusung semua bakal calon untuk bisa ikut maju. Namun begitu, siapapun nanti yang dinyatakan maju dan ikut di Pilgubri mendatang, banyak yang menilai itu tak akan lepas dari persaingan kekuatan dua kutub berbeda, yakni Riau daratan dan Riau Pesisir. Duta dari pesisir sebut saja Jon Erizal (Bengkalis), Syamsurizal (Bengkalis), Wan Abu Bakar (Meranti), dan Annas Maamun (Rokan Hilir). Sementara dari Riau daratan, kemungkinan nama-nama seperti Mambang Mit (Inhu), Herman Abdullah (Kampar), Lukman Edy (Inhil), dan Indra Mukhlis Adnan (Inhil) akan ikut meramaikan bursa pencalonan. Ini baru sebatas penilaian banyak orang. Pastinya, tentu setelah mereka lolos verifikasi KPU Riau. Munculnya isu dikotomi daerah ini dinilai tokoh masyarakat Riau pesisir sebagai sesuatu yang tak baik. Menurutnya, dalam pemilihan kepala daerah sebaiknya soal keadaerahan jangan didikotomikan. Karena ini sangat tidak baik terhadap perkembangan dan kemajuan tanah melayu ini. “Saya tidak setuju kalau masalah kederahan didikotomikan. Bukan masalah ia dari pesisir atau daratan, yang terpenting komitmen untuk pemberdayaan masyarakat dan perjuangan rakyat,” kata mantan Wakapolda Riau ini kepada AZAM, akhir pekan lalu. Diakui Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Riau Pesisir ini, persaingan Pilgubri 2013 bakal berlangsung ramai dan seru. Banyak tokohtokoh yang bermunculan,

baik yang berasal dari Riau pesisir atau daratan. Dan semua figur yang namanya kini munul kepermukaan, dinilai Fachruddin baik dan mampu untuk memimpin Riau kedepan. “Terserah kepada masyarakat siapa yang dianggapnya paling baik dari yang baik ini. Saya berharap, Gubri kedepan punya karakteristik kepemimpinan, tegas, karismatik, dan menyatu dengan rakyat. Yang penting lagi ia sosok bersih, teruji, terpercaya, jujur dan berprestasi. Ini kita harapkan supaya Riau kedepan jauh lebih baik lagi,” ungkapnya. Menurutnya, Riau yang kaya akan sumber daya alamnya mesti menjadi daerah yang rakyatnya sejahtera. Untuk itu, pemimpin kedepan mesti bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Artinya, fokus pembangunan itu tidak lagi terhadap kegiatan fisik, namun lebih mengarah kepada sosial kemasyarakatan. “Idealnya, kalau gubernur dari daratan, wakilnya dari pesisir. Begitu juga sebaliknya. Dengan demikian, keterwakilan wilayah itu ada. Dan dalam menjalankan tugas-tugas kepala daerah nantinya, mereka tidak terpatok pada satu wilayah saja,” tukasnya. Lain lagi dengan apa yang dikatakan mantan Bupati Bengkalis H Fadlah Sulaiman. Menurutnya, tak dapat dipungkiri pertarungan dua kutub antara pesisir dan daratan akan terjadi di Pilgubri 2013. Yang namanya semangat kedaerahan pasti akan muncul setiap dilaksanakannya pemilihan pemimpin. Entah itu Pilkades, Pilwako, Pilbup, Pilgub, bahkan pemilihan presiden. “Masyarakat suatu daerah akan merasa bangga jika ada calon pemimpin dari daerahnya yang muncul, meski dia sendiri tidak begitu mengenal sosok tersebut. Begitu juga di Pilgubri ini, saya melihat ada semacam semangat kedaerahan dari masyarakat. Namun semangat kedaerahan ini bukan dalam arti sempit,” ucap Fadlah, Jumat kemarin. Lantas, apa yang harus dilakukan bakal calon yang berasal dari daerah berbeda untuk mendapatkan simpati masyarakat? Fadlah mengatakan, mereka harus merangkul semua elemen masyarakat. Dalam menyampaikan visi dan misi, dia harus bicara global. Kalau nanti mereka hanya bicara soal pesisir saja atau daratan saja, jangan harap akan mendapat dukungan masyarakat. “Tidak mesti pasangan calon kepala daerah ini mewakili masing-masing wilayah. Belajar dari negara-negara maju, selalu melihat pemimpin dari tiga pertimbangan. Kredibilitas, kompoten dan berpengalaman dalam memimpin,” pungkasnya.*

 sir

Fahruddin Bakar

Fadlah Sulaiman

GONG Pemilukada Gubri menjadi Bupati Inhil 2013 memang belum karena maju ke pilkada ditabuh KPU Riau. Tapi gubri, berhasil mengalahsuasana pertarungan kan Saleh Djasit yang sudah mulai terasa incumbent. menyusul “deklarasi” Bagaimana tahun 2013? bakal calon. Dan deklarasi Boleh jadi case itu terulang. itu bersahut-sahutan Tapi lepas dari soal itu, dengan terpasangnya satu hal yang menarik, baliho dan spanduk balon yakni munculnya issu di dalam kota, di kecamapembenturan wilayah. tan dan di desa, bahkan Provinsi Riau secara iklan di media massa. Mereka tampil yuridis memang tak pernah dibagi dengan beragam jargon politik. Ada antara Riau Daratan dengan Riau yang menyebut dirinya, “ muda dan Pesisir. Akan tetapi secara geografis berprestasi”, ada yang “jujur, berpen- pengkotakan wilayah itu muncul galaman dan berprestasi”, ada juga dalam beberapa periode pilkada. jargon, “Riau Bersatu Masyarakat Kursi gubernur selalu direbut calon Maju”, atau “tunaikan amanah untuk dari Riau Daratan: Saleh Djasit dari Riau yang Lebih Bermarwah”. Kampar dan Rusli Zainal dari IndraJargon dan tema ‘kampanye’ itu giri Hilir. Pertarungan tak sampai terpampang jelas dan terang di setiap disitu, yang menang dan yang baliho balon, dan ditanggapi rakyat berkuasa seakan menaikkan marwah secara beragam pula. Ada yang salut, daerah masing-masing dengan ada yang heran, bahkan banyak juga memposisikan eselonisasi yang yang berpendaberasal dari pat, kalau daerahnya. Di Dari sudut demokrasi, jelas semuanya kabupaten dan ada ruang yang dihalalkan untuk sedang menjual kota, konsisinberbeda pendapat, termasuk membakecap. Begitulah ya sama. ngun emosional kedaerahan mesuasana politik Dari perspemenangkan pemilukada. Akan tetapi, setahun menjektif kedaerahdari aspek kepentingan daerah, lang pemilukaan, semua pembenturan itu sangat tidak menda digelar. Para balon yang figur yang tampil guntungkan karena dapat mengunsedang berebut sekarang kalau dang konflik politik, dan membuat jabatan politik dipilah medaerah terkotak-kotak. Calon yang itu seolah mang berasal dipilih lebih bersandar pada pendekaberkampanye dari dua tan emosional yang mengabaikan menyakinkan wilayah itu. objektifitas. Kita berharap, siapapun rakyat bahwa Riau Daratan, yang menjadi gubernur, apakah dari dirinya yang misalnya, ada Riau Pesisir atau Riau Daratan, dia pas, layak, Mambang Mit adalah pasangan terbaik pilihan terbaik dan (Inhu), Indra M rakyat. Sudah bukan zamannya lagi capable Adnan (Inhil), mengkotak-kota Riau ke dalam Riau memimpin Riau Achmad Pesisir atau Riau Daratan. Mari sama2013. (Rohul) dan sama kita bangun kesadaran politik Seperti Herman rakyat bahwa Riau saat ini membutuhsudah tersebar Abdullah kan pemimpin yang amanah, fatonah, luas, para tokoh (Kampar). Riau tabliq dan shiddiq, sifat kepemimpinan yang sekarang Pesisir, muncul yang bertitik pangkal dari sifat-sifat lagi mempernama Jon Baginda Rasulullah SAW. siapkan diri Erizal (Bengkabertarung di lis), Annas 2013 adalah Maamun Mambang Mit (Wakil Gubernur Riau), (Rokan Hilir), Syamsurizal (BengkaIndra M Adnan (Bupati Indragiri lis), dan Asnur Affandi (Rokan Hilir). Hilir), Jon Erizal (Bendahara Umum Tapi elagankah kita membenturkan DPP PAN), Herman Abdullah (mankedua wilayah itu? tan Walikota Pekanbaru), Achmad Dari sudut demokrasi, jelas ada (Bupati Rokan Hulu), Annas Maamun ruang yang dihalalkan untuk berbeda (Bupati Rokan Hilir), Asnur Affandi pendapat, termasuk membangun (Pengusaha), Tengku Mukhtaruddin emosional kedaerahan memenangkan (Bupati Anambalas), dan Syamsurizal pemilukada. Akan tetapi, dari aspek (mantan Bupati Bengkalis). kepentingan daerah, pembenturan itu Mereka, selain sudah punya nama sangat tidak menguntungkan karena dan dikenal luas masyarakat juga dapat mengundang konflik politik, memiliki reputasi berbeda di bidang dan membuat daerah terkotak-kotak. masing-masing baik di bidang tata Calon yang dipilih lebih bersandar kelola pemerintahan, kewirausahaan pada pendekatan emosional yang maupun bidang politik praktis. Ada mengabaikan objektifitas. yang sedang menjabat kepala daerah Kita berharap, siapapun yang di kabupaten, ada pula yang telah menjadi gubernur, apakah dari Riau menjabat dalam dua kali masa Pesisir atau Riau Daratan, dia adalah jabatan. Ada mantan menteri, terdap- pasangan terbaik pilihan rakyat. at pula politisi mapan. Sudah bukan zamannya lagi mengkoMengacu kepada dua kali pelaktak-kota Riau ke dalam Riau Pesisir sanaan pilkada di Riau, rebutan kursi atau Riau Daratan. Mari sama-sama gubernur selalu dimenangkan oleh kita bangun kesadaran politik rakyat figur dari kabupaten. Tahun 1998, bahwa Riau saat ini membutuhkan misalnya, pertarungan antara Saleh pemimpin yang amanah, fatonah, Djasit vs Firdaus Malik, dimenangkan tabliq dan shiddiq, sifat kepemimpiSaleh yang notabene mantan Bupati nan yang bertitik pangkal dari sifatKampar. Begitu pun tahun 2003, Saleh sifat Baginda Rasulullah SAW. vs Rusli Zainal. Rusli yang berhenti Semoga.*

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012


12  HR Mambang Mit

 Lukman Edy

Dari Birokrasi ke Politisi Menjadi Harapan dan Kebanggaan DIKANCAH perpolitikan, sosok Mambang kini memang diperhitungkan. Keberhasilan dalam meniti karir di birokrasi dan juga merintis kesuksesan di jalur politik, menjadi indikator banyak orang melirik sosok yang low profile ini. Dan Partai Demokrat lah yang berhasil menggaetnya untuk bisa masuk di jajaran pengurus DPD PD Riau untuk kemudian memimpin partai besutan Presiden SBY itu. Siapa Mambang? Bermula dari pegawai rendahan di

lingkungan Kantor Wilayah Departemen Perdagangan di Pekanbaru. Karir birokrasinya terus merangkak naik. Pernah duduk di KAKANDEP Perdagangan Bengkalis, KAKANDEP perdagangan Inhil, Kepala Perwakilan Departemen Perdagangan di Otorita Batam, Ka. Subdit Hasil Aneka Industri di Departemen Perdagangan Jakarta, Kepala Kantor Dept. Perdagangan Kodya Batam, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kodya Batam, Sekretaris Kota Batam, Plt. Bupati Inhu, Pjs. Bupati Pelalawan, Pjs. Bupati Siak dan Sekretaris Daerah Propinsi Riau. Dikancah politik, MM kini sudah merasakan empuknya kursi Wakil Gubernur Riau. Kini, menatap Pilgubri 2013, Mambang sudah mempersiapkan diri untuk mantap maju merebut kursi R-1.*

SEBAGAI anak jati Riau yang lahir dan dibesarkan di Riau, Lukman Edy sangat memahami adat dan budaya kampung halamannya, sehingga kemanapun dia pergi adat dan budaya Melayu yang agamis tak pernah lepas dari kehidupannya. Sesibuk apapun, sholat lima waktu tak pernah terabaikan. Oleh karena itu, ketika berada di keluarga besar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dihuni para kiai dan ulama, LE tak menemui kesulitan untuk menyesuaikan diri dan bahkan menjadi harapan dan kebanggaan. Saat menjadi tokoh nasional yang

 dri/sir

populer, kecintaannya terhadap Riau semakin besar. Sangat berbeda dengan kebanyakan tokoh lainnya yang cenderung lupa pada daerahnya ketika berada di puncak kepopuleran karirnya. Hal ini dibuktikan ketika beliau menjabat sebagai Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT). Perhatiannya terhadap Riau sangat besar dengan membantu pembangunan daerah tertinggal di Riau, bahkan sewaktu dipunca kepopulerannya, masih sempat meluangkan waktu memberikan sumbangan pikiran serta dana untuk gerakan pemuda dan mahasiswa Riau Jakarta. Sekaligus bersedia pula diangkat menjadi Ketua Umum Persatuan Masyarakat Riau Jakarta (PMRJ).*

 bis

 Indra M Adnan

 Herman Abdullah

Punya Modal Partai Besar Konsisten Membela Rakyat INDRA Mukhlis Adnan. Ya, begitulah nama yang diberikan orangtuanya kepada dirinya. Retak tangan pria berbadan gempal ini selalu membawa keberhasilan bagi dirinya. Dia pernah menjadi pengusaha, menjadi anggota DPRD Riau dan kini menjabat Bupati Indragiri Hilir dua periode. Selain itu, dia juga Ketua DPD I Partai Golkar Riau. Dengan modal besar di DPRD Riau—Golkar mampu memenangkan pemilu legislatif dan menempatkan wakilnya sebanyak 13 kursi di DPRD Riau—membuat Indra Adnan menatap kursi gubernur Riau. Apalagi jabatannya sebagai bupati juga habis ditahun yang sama. Sebagai ketua

partai besar, tentulah kesempatan untuk melenggang bersama partainya takkan disia-siakan olehnya. Meskipun Partai Golkan banyak memiliki kaderkader potensial, namun sebagai nakhoda, Indra akan didahulukan selangkah. Abang kandung Lukman Edy ini, sudah punya modal besar untuk merebut singgasana yang bakal ditinggalkan kerabatnya Rusli Zainal. Pengalamanya memimpin Inhil selama 10 tahun menjadi modal besar baginya untuk membangun Riau kedepan. Apakah nanti sistim pemilihan dilakukan secara langsung, atau pemilihan melalui anggota DPRD, Indra Mukhlis sudah siap tuk bertarung.*

PUBLIK di Pekanbaru mengenal Herman Abdullah sebagai figur yang tegas dan konsisten membela rakyat. Mantan Wali Kota Pekanbaru ini memang menerapkan kedisiplinan yang tinggi terhadap bawahannya. Karena itu, tak mengherankan jika sejak dia menjadi orang nomor satu di Pemko Pekanbaru banyak kemajuan yang bisa dirasakan. Herman juga dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap warganya yang terkena musibah. Misalnya, saat sebagian wilayahnya dilanda bencana banjir besar belum lama ini, alumnus S2 Universitas Padjajaran Bandung itu tak segan-segan mengarungi banjir menemui warganya yang terkena musibah. Dalam kesempatan itu, pria kelahiran 18 Juli 1950 ini berusaha membesarkan hati

 bis

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012

warganya. Suami Evy Mairoza ini menyebut banjir di Pekanbaru bukan musibah yang sangat menakutkan. Sebab, sudah berkali-kali kota Pekanbaru dilanda banjir, bahkan hampir setiap tahun. Prihatin dengan kondisi rakyat, serta terpicu untuk memajukan Riau secara keseluruhan, Herman Abdullah pun bersiap melangkah maju di Pilgubri 2013. Tak tanggungtanggung, dirinya tak ingin maju untuk menjadi orang nomor dua. Kursi gubernur menjadi bidikannya di Pilgubri mendatang.*

 bis


13  Jon Erizal

 Syamsurizal

Berpengalaman dan Piawai Sarat Pengalaman Memimpin TERNYATA, Riau bukan cuma punya Lukman Edy yang berkiprah ditngkat nasional. Di partai berlambang matahari terbit, ada sesosok anak muda Riau yang menjadi pengurus teras. Namanya, Jon Erizal. Saat ini anak jati Riau itu menjabat Bendahara Umum DPP PAN. Jabatan itu bukan sembarang orang yang bisa mengembannya. Selain sebagai politikus, Jhon juga dikenal sebagai pengusaha. Di Jakarta Jhon sudah terbiasa bergaul dengan pengusaha-pengusahan nasional. Dibawah kepemimpinan Hatta Radjasa, pria pemurah senyum ini. telah membuktikan dirinya mampu menjalankan amanah sebagai bendahara umum. Sebagai sosok muda, dia punya potensi, pengalaman dan kepiawaian. Meskipun kiprahnya di kampung halaman belum diketahui banyak orang, namun dengan masuk ke jajaran pengurus inti partai

ditingkat pusat, setidaknya nama Jhon lama-lama mulai diperbincangkan. Berbekal dukungan PAN, JE siap menantang para bakal calon lainnya di Pilgubri. Upaya untuk menggapai asa tersebut sudah dilakukan JE dengan rajin menyambangi masyarakat seluruh kabupaten/ kota. Hasilnya, berdasarkan polling tabloid ini, JE menempati rating teratas. Bukti masyarakat Riau sudah mengenal sosok yang low profil ini.*

 sir

 Wan Abubakar

SAAT ini, siapa yang tak kenal dengan Syamsurizal. Selama proses perjalanan panjang Pemilukada hingga PSU Pekanbaru, nama Syamsurizal makin dikenal masyarakat. Sebelum akhirnya Pekanbaru di pimpin Firdaus MT, Syamsurizal menjabat penjabat walikota Pekanbaru. Selama menjabat itu, Syamsurizal banyak menghiasi pemberitaan baik positif maupun negatif. Tapi yang jelas, Syamsurizal bukan orang sembarangan. Dia pernah memimpin kabupaten kaya di Riau dan pemilik APBD kabupaten nomor 2 terbesar di Indonesia yakni Bengkalis selama dua periode. Selama kepemimpinannya, Syamsurizal banyak membuat programprogram pro rakyat. Bengkalis saat ini makin maju. Banyak bangunanbangunan fenomenal. Ada rumah sakit, pelabuhan, rumah jabatan dan lain sebagain-

ya. Dengan pengalamannya itu, Syamsurizal juga dinilai layak untuk maju menjadi gubernur. Meski belum jelas perahu apa yang akan dipakainya untuk berlayar, yang jelas Syam adalah tokoh pertama yang sudah mendeklarasikan dirinya maju di Pilgubri. Kehadirannya kini mulai diperhitungkan rival-rival politiknya.*

 sir

 H Annas Maamun

Konsisten dan Berpengalaman Tegas, Cepat, dan Merakyat MANTAN Gubernur Riau, Drs H Wan Abu Bakar MSi memang tidak pernah berubah. Ia masih tegas dalam berucap, pedas kalau mengkritik namun sanggup menerima jika dikritik. Jiwa sebagai legislator memang kental dalam setiap sikap dan pemikiran yang disampaikannya. Baginya, kekuasaan yang diberikan adalah amanah yang mesti dipertanggungjawabkan dunia akhirat. Makanya, ia sangat tidak sependapat dalam merengkuh jabatan politis segala macam cara dihalalkan. Menurutnya, pemimpin yang baik adalah mereka yang memang tidak mengedepankan kepentingan-kepentingan pribadi dan kelompok. Ini dikatakan Wan seiring telah dilaksanakannya Pemilukada empat kabupaten/kota di Riau. Tumbangnya para “incumbent� merupakan bukti nyata kalau masyarakat sekarang memang butuh pemimpin yang benar-benar pro rakyat. Artinya, lima tahun kepemimpinan kepala

daerah sudah bisa dinilai oleh masyarakat. Sudah sejauh mana mereka-mereka ini berjuang untuk kepentingan masyarakat banyak. Tersebab ingin memberikan pengabdian kepada Riau, anggota DPR RI ini kembali turun gunung untuk meramaikan bursa persaingan di Pilgubri 2013. Bermodal pengalaman dan niat yang tulus, diyakini Wan akan mendapat dukungan banyak dari rakyat Riau.*

 sir

BAGI masyarakat Riau, tentu nama Bupati Rohil, H Annas Maamun tidak asing lagi. Tokoh tua namun enerjik ini begitu populis dan dekat dengan rakyat. Gebrakan-gebrakan yang dibuatnya selama menjabat Ketua DPRD Rohil dua periode sedikit banyak ikut mewarnai geliat pembangunan di kabupaten yang kesohor dengan ikannya tersebut. Dengan gaya kepemimpinan yang sedikit keras dan tegas, lelaki kelahiran Bagansiapiapi, 17 April 1940 ini boleh dikatakan berhasil dalam menata pemerintahan. Tidak berlebihan jika pada Pilgubri 2013, Annas yang saat ini masih menjabat Ketua DPD II Partai Golkar Rokan Hilir ikut digadanggadang. Meskipun usia sudah tidak muda lagi, tapi kalau bicara inteligensia, kekuatan fisik, kesehatan dan mengerti kemauan rakyat, itu semua jangan diragukan lagi. Tokohtokoh muda belum tentu bisa menandinginya, terutama

soal energisitas, kelincahan, wawasan berfikir, pengalaman dan kecepatannya dalam bertindak. Berbekal pengalaman yang dimiliki, ditambah dengan banyaknya dukungan dari masyarakat, menjadi alasan kuat kalau Annas Maamun memang pantas untuk bertarung memperbutkan tahta Riau Satu. Yang pasti, banyak kalangan masyarakat Riau terutama Rohil yang multi etnis memberikan acungan jempol atas prestasi yang telah dibuatnya.*  sir

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012


14 Mereka Berkomentar SAYA berharap Gubernur Riau yang terpilih nanti merupakan sosok pemimpin yang dapat mengakomodir semua golongan masyarakat yang ada di Riau ini. Jadi tidak hanya kepentingan daerah asalnya saja yang diperjuangkan akan tetapi 12 kabupaten kota yang ada di Riau ini harus mendapatkan porsi sama. Jadi menurut saya, dengan adanya dua kutub yang bertarung pada pemilhan Gubernur Riau mendatang adalah suatu bentuk isu kedaerahan yang terlampau dilebih-lebihkan. Memang pada saat ini, ada beberapa orang calon yang berasal dari Riau bagian Pesisir dan ada juga beberapa calon lainnya yang berasal dari Riau daratan. Namun sebaiknya kita tidak perlu terlampau melebih-lebihkan hal tersebut, walau bagaimanapun pesisir dan daratan adalah dua wilayah bagian Riau yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Sebaiknya didalam memberikan penilaian kita bersikap objektif. Jatuhkanlah pilihan kepada sosok calon yang dianggap mampu menjadi pemimpin dan bisa membawa perubahan. Jangan hanya menilai calon lantaran kita berasal dari daerah yang sama, namun penilaian yang kita lakukan benar-benar merujuk pada kapasitas dan kapabelitasnya.* Soemardi Taher Tokoh Riau

PEMILHAN Gubernur Riau tahun 2013 mendatang adalah pesta demokrasi bagi seluruh rakyat Riau, yang tujuan akhirnya adalah mencari pemimpin baru negeri ini untuk lima tahun kedepan. Jadi sipapun yang terpilih nantinya baik yang berasal dari Riau Pesisir maupun dari Riau daratan harus sama-sama kita dukung, karena ini adalah amanat konstitusi. Namun tentu saja dibalik itu masyarakat Riau mengharapkan pemimpin ataupun Gubernur Riau yang terpilih nantinya harus mampu menjadi pemimpin dan pemersatu. Jadi tidak ada istilah Gubernur Riau yang bersal dari bagian pesisir ataupun Gubnur Riau yang bersal dari Riau daratan. Yang ada hanya satu, yakni Gubernur Provinsi Riau. Kemudian, pada pertarungan ataupun persaingan dalam memperebutkan kursi Gubernur Riau, sebaiknya jangan pernah mengangkat isu-isu kedaerahan karena ini akan berujung pada perpecahan. Kita menginginkan adanya perubahan yang berarti bagi Riau kedepan. Oleh karena itu, pemilukada kali ini hendaknya betul-betul dapat berjalan dengan baik, jujur, dan adil sehingga dapat pula menghasilkan pemimpin yang lebih berkualitas dan mampu menjadi pengayom bagi seluruh anak negeri ini.* Alaidin Koto Akademisi

MUNCULNYA dua kekuatan antara Riau bagian pesisir dengan Riau bagian daratan pada pilgubri mendatang, menurut saya sesuatu yang sangat positif. Karena nantinya masyarakat pemilih di Riau akan dihadapkan oleh banyaknya pilihan. Dengan banyaknya balon, ini akan membuat leluasa para pemilih untuk menentukan pemimpinnya sesuai hati nurani. Munculnya beberapa calon yang berasal dari Riau bagian pesisir dan Riau daratan pada pilgubri mendatang menandakan didaerah ini banyak figurfigur berkualitas. Cuma saja, yang menjadi persoalannya sekarang adalah calon mana yang mampu mengemban amanah yang diberikan masyarakat Riau. Masyarakat juga harus jeli melihat balon mana yang memang dari hari nuraninya untuk memperjuangkan nasib rakyat tanah melayu ini. Saya setuju dengan banyak balon yang muncul, karna semakin membuat banyak pilihan buat masyarakat. Tidak peduli dari mana asal mereka. Yang penting dia orang Riau. Setelah menjadi gubernur, dia merupakan gubernur semua wilayah Riau. Tidak gubernur Riau bagian pesisir dan Riau bagian daratan. Sebagai masyarakat Riau saya tidak ingin negeri ini terkotakkotak oleh asal muasal. Kita harus tetap bersatu.* Afriadi Masyarakat

Kota Pekanbaru

ADANYA pertarungan dua kekuatan antara Riau pesisir dan Riau daratan pada pemilihan Gubernur 2013 mendatang adalah sebagai bentuk demokrasi. Jadi intinya siapapun yang merasa mampu dan mempunyai kekuatan untuk maju silahkan saja. Dan inilah sebagai salah satu bentuk bahwasanya yang berhak menjadi Gubernur Riau tidak mesti yang berasal dari Riau daratan saja, sebab Riau bagian pesisir juga mempunyai banyak calon-calon pemimpin yang berwawasan luas dan bertalenta tinggi, yang telah mereka buktikan dengan keberhasilannya membangun daerahnya. Seperti Bupati Rokan Hilir, H. Annas Maamun. Keberhasilan Annas membangun Kabupaten Rohil dua periode berturut turut adalah bukti nyata bahwa Riau bagian pesisr juga mempunyai calon berkualitas. Saya sangat mendukung majunya Annas Maamun untuk mewakili daerah Riau bagian Pesisir. Dan saya berharap masyarakat Riau pesisir hendaknya sama-sama mendukung hal ini, mari kita berikan kesempatan bagi Annas Maamun untuk menunjukan dan membuktikannya. Masyarakat Riau pesisir siap mendukung Annas Maamun untuk menjadi Gubenur Riau tahun 213 mendatang. Dan mudah-mudahan saja niat tulus Annas Maamun untuk memajukan provinsi ini dapat terwujud.* H. Syukri Masyarakat

Kota Bengkalis

PERSAINGAN antarpara calon pada pemilihan Gubernur Riau tahun 2013 mendatang dipastikan sangat seru. Lantaran masing-masing bakal calon yang sudah muncul saat ini mempunyai basis masa yang cukup kuat terutama didaerah asal para bakal calon tersebut. Menurut saya caloncalon yang berasal dari wilayah bagian pesisir Riau seperti Annas Maamun, Jon Erizal, Syamsurizal dan juga Wan Abubakar mempunyai dukungan yang cukup kuat. Saran saya sebaiknya para calon yang berasal dari Riau pesisir satu suara sehingga dukungan tidak terpecah. Artinya dari beberapa nama yang saat ini muncul dari bagian ini semestinya dipilih satu orang saja untuk maju pada pilgubri mendatang sehingga suara dari Riau pesisir akan signifikan. Saya yakin Riau bagian pesisir yang selama ini termarginalkan, akan tumbuh dan berkembang dengan pesat kalau gubernurnya berasal dari sini. Jadi saya sangat mendukung penuh calon-calon yang berasal dari bagian pesisir Riau. Saya menghimbau kapada seluruh masyarakat Riau pesisir untuk tetap komt bersama-sama mendukung calon yang berasal dari Riau pesisir, sehingga Riau pesisir tidak lagi menjadi daerah yang terabaikan.* Sapta Julandri Mahasiswa

MESKIPUN proes pemilihan Guernur Riau mendatang masih sekitar satu tahun lagi, namun saat ini beberapa nama sudah muncul. Mereka diprediksi bakal ikut bersaing. Ada dari wilayah Riau bagian Pesisir dan ada pula dari wilayah Riau daratan. Namun kalau menurut prediksi saya, calon yang berasal dari wilayah daratan masih mendominasi pada pertarungan tersebut. Kalau boleh menyebut nama, maka saya yakin peluang Mambang Mit cukup besar, kalau memang sistem pemilihan masih menggunakan sistem pemilihan langsung, maka popularitas Mamabang Mit masih diatas angin kalau dibandingkan dengan calon-calon lainnnya yang saat ini sudah muncul. Apalagi jika Mambang menggandeng wakil dari pesisir, maka suara bagian pesisir akan mendongkrak pundi-pundi suaranya. Saya yakin Mambang Mit akan mampu mengungguli rivalnya pada pemilihan Gubernur Riau tahun 2013 mendatang. Sebab masyarakat Riau rata-rata sudah mengetahui trade record Mambang selama ini, hampir tidak ada kabar miring yang menyangkut dirinya. Mudahmudahan saja masyarakat di Riau jeli melihat itu semua. Karena jika masyarakat menilai dan salah memilih maka alamat bumi lancang kuning kan tenggelam untuk lima tahun kedepan.* Bambang Wahyudi Swasta

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012


15

Figur Riau Daratan Lebih Populer Bila sistem pemilihan masih menggunakan sistem pemilihan langsung maka tokoh yang berasal dari Riau daratan masih diunggulkan.

PEMINAT kursi Riau Satu yang bakal ditinggalkan HM Rusli Zainal tampaknya cukup banyak. Mereka berasal dari ragam latar belakang. Birokrat, politisi dan pengusaha. Ada yang sudah deklarasi sebagai tanda keseriusannya untuk maju di pilgubri 2013, ada pula yang mendaftar diberbagai partai politik. Baliho-baliho sebagai sosialisasi diri bagi para balon ini pun telah terpasang dihampir sudut kota Pekanbaru dan sejumlah kabupaten kota. Ukurannya juga bermacam-macam. Ada berukuran besar dan berdimensi kecil. Beberapa nama yang diprediksi bakal berusaha mengambil posisi jabatan gubernur itu seperti Wakil Gubernur Riau Mambang Mit, Sekdaprov Wan Syamsir Yus, Bupati Indragiri Hilir Indra M Adnan, Bupati Rokan Hilir Annas Maamun, Bupati Rokan Hulu Achmad, Anggota DPR Lukman Edi, Anggota DPR Wan Abu Bakar, Anggota DPD RI Gafar Usman, Bendahara Umum DPP PAN Jon Erizal, Kepala Inspektorat Riau Syamsurizal, mantan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah dan sejumlah nama lain.

Namun yang menjadi perbicangan hangat banyak kalangan belakangan ini adalah munculnnya beberapa nama yang dikelompokan kepada dua wilayah di Riau, yakni wilayah pesisir dan wilayah daratan.Nah, dua wilayah inilah nantinya diprediksi bakal adu kuat pada pilgubri mendatang. Untuk wilayah Riau bagian pesisir muncul Annas Maamun, Jon Erizal, Syamsurizal, Wan Abubakar dan Wan Syamsir Yus. Mereka disebut representatif tokoh pesisir. Sementara untuk wilayah Riau daratan sudah ada nama Mambang Mit, Indra M Adnan, Lukman Edy, Herman Abdullah, Gaffar Usman dan Achmad. Pertanyaannya apakah sejumlah nama itu dapat maju semua? Jawabannya tidak, kata pengamat politik Universitas Riau Tyas Tinov. Kepada AZAM, Direktur pasca sarjana UR ini menyebutkan, mendekati hari H, jumlah calon akan semakin mengerucut seiring ditetapkannya perahu bagi para bakal calon. Bagi yang tidak dapat perahu otomatis langsung tersingkir. Jika melalui jalur perseorangan rasanya cukup sulit mereka mendapatkan dukungan. Ketika ditanya wilayah mana yang lebih dominan antara daratan dengan pesisir, Tyas mengatakan bahwa yang paling diuntungkan nantinya adalah calon yang berasal dari kedua wilayah Riau tersebut. Menurut Tyas, bila isu daerah dimunculkan maka pasangan calon dari dua wilayah bakal diuntungkan. “Meskipun disaat ini banyak tokoh-

tokoh muncul untuk ikut mencalonkan diri maju di pilgubri 2013, tapi pada akhirnya akan mengerucut jua. Saya hakul yakin tidak semua bakal calon mampu memperoleh perahu untuk menghantarkannya ke kursi gubernur. Mereka akan tersaring dan terseleksi dengan sendirinya. Menurut saya paling banyak akan bertarung tiga pasang saja,” sebut lelaki berkulit putih ini. Tentang adanya sejumlah balon dari dua wilayah Riau, kata Tyas, semuanya punya peluang dan kans sama untuk mendapatkan perahu dan pasangan. Namun yang paling menguntungkan pada pilgubri tahun depan adalah kolaborasi pasangan Riau daratan dan Riau pesisir. Karena situasi politiknya berbeda dengan pilgubri tahun 2008 lalu. Saat itu duo indragiri (Rusli ZainalMambang Mit) tidak punya lawan kuat. Saleh Djasit yang waktu itu diprediksi bakal jadi lawan berat RZMM ternyata tidak ikut pesta demokrasi lima tahun tersebut. “Pasangan yang paling diuntungkan pada pilgubri 2013 adalah kolaborasi pasangan wilayah daratan dan pesisir. Gubernurnya dari Riau daratan dan wakilnya dari Riau pesisir. Namun ini tidak semudah yang dibayangkan kebanyakan orang. Sebab didalam menentukan pasangan akan ada deal-

deal tertentu yang harus disepakati oleh kedua belah pihak, belum lagi soal dukungan perahu,” Tyas menerangkan. Selain itu, kalau sistem pemilihan masih menggunakan sistem pemilihan langsung maka calon yang berasal dari Riau daratan masih diunggulkan. Sebab para calon dari Riau daratan hampir rata-rata merupakan figur yang hampir dikenal oleh seluruh bagian wilayah daerah ini. Sedangkan calon atau figur dari Riau pesisir hanya populer diwilayah mereka sendiri.*

 ben

Tyas Tinov

Figur Riau Pesisir Cuma Dikenal di Daerahnya Rata-rata figur yang muncul dari wilayah bagian pesisir untuk pilgubri hanya populer didaerahnya saja. Sementara figur dari Riau daratan dikenal hampir diseluruh wilayah negeri ini.

LUMRAH rasanya, pada setiap pemilukda isu kedaerahan (primordial) muncul. Karena ini tak akan bisa dipisahkan begitu saja. Masing-masing daerah ingin menampilkan dan memunculkan para bakal calonnya, tentu dengan harapan jika menang kelak akan lebih memperhatikan daerah asal sang calon. Menurut pengamat politik Universitas Riau lainnya, M.Saeri, M.Si, sebetulnya masih sulit untuk memetakan kekuatan masing-maing bakal calon yang akan bartarung di pilgubri 2013 mendatang. Pasalnya, sejauh ini masing-masing balon belum punya perahu untuk membawa mereka pada pertarungan sesungguhnya.Walaupun sejauh ini sudah ada partai politik yang membuka pendaftaran dan beberapa calon sudah ada yang ikut mendaftarkan diri, namun proes tersebut masih berjalan. Artinya belum ada dari partai yang menetapkan siapa yang diusung. Saeri mengaku hanya bisa menga-

nalisa dari asumsi politik dan kejadiankejadian dilapangan jelang pilgubri tersebut. Memang saat ini sudah banyak yang muncul atau sengaja dimunculkan dari keleompokkelompok tertentu.Termasuk juga isu kedaerahan kian santer terdengar saat ini. Dimana calon-calon yang berasal dari wilayah pesisir bagian Riau juga ikut ambil bagian dalam per-

tarungan kali ini. Seperti diantaranya Annas Maamun , Jon Erizal, Syamsurizal, Wan Abubakar, yang saat ini tengah memperisapkan diri dan mengggalang kekuatan untuk bisa melenggang maju pada pertarungan tersebut. Dan tidak ketinngggalan pula para bakal calon yang bermazhab di Riau daratan, seperti Pekanbaru, Kampar, Inhil, Inhu dan Rohul yang juga telah mempersiapkan para jagoannya untuk siap mengarungi ketatnya persaingan. “Untuk mengukur kekuatan masing-masing balon kita cuma bisa melihat dari asumsi politik dan kejadian dilapangan..Saat ini banyak calon yang sudah muncul bahkan juga dimunculkan oleh sekelompok orang ataupun beberapa organisasi ataupun dari

M Saeri

masing-masing kabupaten kota yang ada di Riau, mereka berusaha memunculkan wakilnya untuk bertarung pada pemilihan Gubernur Riau mendatang. Kalau melihat figur dan basis kekuatan masing-masing calon yang berada diantara dua kutub berbeda, agaknya calon yang berasal dari Riau Daratan masih cukup tangguh. Figur pesisir masih lemah,” sebut Saeri. Banyak indikator yang menyebabkan kekuatan pada pilgubri 2013 mendatang dikuasai oleh calon yang berasal dari Riau bagian daratan, seperti perbandingan jumlah pemilih dari dua wilayah ini, Riau daratan memiliki jumlah pemilih cukup besar. Untuk Riau daratan penyumbang suara terbesar berasal dari Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Kemudian, juga kecendurungan yang terjadi biasanya pada setiap pemilihan kepala daerah mesin partai kurang bekerja optimal di daerahdaerah, karena kekurang lancaran koordinasi antara pusat dengan daerah (provinsi dengan kabupaten). Sementara untuk wilayah Riau daratan lebih diuntungkan dengan Pekanbaru yang merupakan ibukota provinsi yang juga sebagai basisnya parpol di tingkat Provinsi. “Koordinasi yang dibangun lebih cepat,” ujarnya. Indikator lain adalah faktor figur, rata-rata figur yang muncul untuk wilayah bagian pesisir hanya populer didaerahnya saja. Sementara figur dari Riau daratan cukup populer hampir diseluruh wilayah Riau.*

 ben

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012


16

Bupati Tutup TNI Manunggal Bangun Desa K

EGIATAN TNI manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 88 di Desa Libo jaya Kecamatan Kandis, Siak, Selasa pekan silam secara resmi ditutup Bupati Siak Syamsuar. Pada acara penututpan dihadiri Kasrem Letkol Inf Handoko Nurseta,Kapolres Siak AKBP Sugeng Putut Wicaksono, Assiten I Sadikin,Mupida,Upika Kandis,intansi/dinas,Kepala desa,tokoh masyarakat serta masyarakat. Bupati beserta rombongan meninjau lima sasaran yaitu pembukaan jalan sepanjang 3,5 Km,menanda tangani Prasasti TMMD dilakukan Bupati Siak didampingi Kasrem Letkol Inf Handoko Nurseta .Pada kesempatan ini dilaksanakan penyerahan bantuan dari Kementrian agama RI 28 eksp Alquran,bantuan sarana Paud dari Dinas Pendidikan RI.Penyerahan piala turnamen bola Voly. Bupati Siak membacakan sambutan Kasad menyatakan keseluruhan program TMMD Reguler ke-88 ini sudah selesai dilaksanakan, tentunya berkat kerja keras dan ke-

sungguhan dari segenap unsur Komando dan pelaku TMMD Reguler ke- 88 serta keikut sertaan seluruh elemen masyarakat, sehingga kegiatan ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Untuk itu, selaku Penanggung Jawab Keberhasilan Operasional TMMD Reguler ke 88 bupati mengucapkan terima kasih dan memberi penghargaan kepada instansi yang terkait dan warga masyarakat, serta semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung membantu kelancaran dalam kegiatan ini, sehingga program TMMD reguler ke-88 dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Lebih lanjut, bupati mengatakan, apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini ada yang tidak sesuai dengan rencana atau terdapat beberapa kekurangan akan menjadi catatan dan bahan evaluasi untuk perbaikan di masa mendatang. “Saya menyadari bahwa semua itu terjadi karena keterbatasan sarana pendukung belum sepenuhnya atasi, namun berkat kerja keras dan kesungguhan

reguler ke 88, dalam melaksanakan program dan jadwal yang ditentukan, semua kekurangan sudah dapat diatasi,bahkan hasilnya dapat memuaskan kita seluruh peserta,” ujar Bupati. Lebih kurang tiga minggu lamanya para prajurit dan instansi terkait serta segenap komponen bangsa telah berbaur dan bekerjasama guna menyelesaikan program TMMD ke 88. Kegiatan ini merupakan wadah dari perwujudan peran TNI bersama instansi terkait lainnya dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Sekaligus merupakan upaya men-sinergikan pembangunan fisik dan non fisik agar setara dengan daerahdaerah lain yang lebih maju. Manfaat lain yang dapat dipetik dari kegiatan ini adalah untuk menekan timbulnya kerawanan sosial,serta untuk menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan dikalangan masyarakat. Selanjutnya, apabila selama pe-laksanaan TMMD Reguler ke-88 ini ada tutur kata dan tingkah laku para

prajurit yang tidak berkenan dihati masyarakat, baik yang disengaja maupun tidak di sengaja, atas nama pribadi maupun sebagai penanggung jawab Keberhasilan Operasional menyampaikan permohon-an maaf yang sebesarbesarnya. Ditambahkannya, beberapa atensi dan harapan sebagai tindak lanjut dari program TMMD Reguler ke-88 sebagai berikut Pertama, pelihara rasa kebersamaan diantara kita sehingga tercipta hubungan emosional yang harmonis dan hidup gotong royong atas dasar kesetiakawanan,

kekeluargaan dan toleransi yang tinggi. Kedua, hasil yang telah dicapai hendaknya terus dipelihara sehingga diharapkan usia pakai dan manfaatnya dapat dinikmati oleh warga masyarakat dalam kurun waktu yang cukup panjang. Ketiga, mantapkan kemanunggalan TNI- Rakyat agar tercipta kesadaran bela negara dan cinta tanah air sehingga terwujud ketahanan wilayah yang tangguh dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan.

 rtc

Wabup Panen Cabe di Desa Rawa Mekarjaya DPRD Dukung Pemantau Kualitas Udara

R

K

EBERHASILAN para petani di Desa Rawa Mekarjaya, Kecamatan Sungai Apit patut dapat acungan jempol. Meski hanya menanam cabe pada lahan seluas 0,5 hektar, namun tetapi menghasilkan panen sebanyak kurang lebih 4 ton. Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi, Kamis pekan silam melakukan panen cabe di Desa Rawa Mekarjaya, Kecamatan Sungai Apit. Hadir dalam acara tersebut, Kadis Distanakkan Siak Ir H Syahrin Rasbi, Kadis PU Irving Kahar, Kadis Kesehatan Toni Candra, Camat Sungai Apit Mursal SSos, Kapolsek Sungai Apit AKP Ali Azar SSos, Danramil 10 Sungai Apit Kapten Inf Syahnan, Kepala UPTD Distanakkan Nasrun SP, Kepala UPTD PU Sungai Apit Syahrul, Kepala Desa Rawa Mekar Jaya Suwito, Kepala Desa Sungai Rawa H Jakfar, perangkat desa, PPL, BPD dan masyarakat. Wakil Bupati Siak dalam sambutan memberikan apresiasi kepada Kelompok Tani Rawa Bakti, Desa Rawa Mekarjaya, yang berhasil memperoleh hasil optimal. Meski hanya memiliki lahan 0,5 hektar, namun mampu menghasillkan 4 ton cabe. “Keberhasilan Kelompok Tani Desa Rawa Mekar Jaya dalam menanam cabe

tidak lepas dari peran serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Untuk itu ke depan saya sangat mengharapkan peran dari PPL untuk membina kelompok tani di Desa agar lebih ditingkatkan,” ujar Alfedri. Selanjutnya Alfedri juga mengharapkan kepada kelompok tani yang ada di desa agar kedepan lebih meningkatkan hasil pertaniannya dan tidak hanya tanaman cabe. “Kepada kelompok tani yang ada di desa, saya sangat mengharapkan agar kedepan program pertanian di desa untuk terus ditingkatkan dan tidak hanya pada tanaman cabe akan tetapi juga tanaman palawija lainnya. Dengan adanya program pertanian di Desa diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa,” harap Alfedri. Camat Sungai Apit Mursal SSos mengatakan bahwa tanaman cabe kelompok tani Rawa Bakti dananya bersumber dari dana APBN tahun 2012. Ke depan kita sudah melakukan koordinasi dengan Kepala UPTD Distanakkan Sungai Apit berencana akan melakukan penanaman jahe, jagung dan juga akan memperluas tanaman cabe. Untuk itu dia mengharapkan dukungan dari semua masyarakat,” ujar Mursal.

 dpc

ENCANA Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak memasang pemantau kualitas udara di Perawang mendapat tanggapan positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Siak. Dewan sangat mendukung dan menyarakan alat pemantau udara yang akan dipasang nanti kualitas terbaik, dengan harapan agar hasil pemantauan udara dan air yang akurat. “Melihat kondisi yang ada, sangat layak alat pemantau udara dan sungai Siak dipasang di Perawang. Kita sangat mendukung hal ini apalagi ini tujuan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Siak, Zulvi Mursal kepada wartawan saat dihubungi, Rabu pekan silam. Sebelumnya Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi menyampaikan itikadnya untuk segera memasang alat pemantau udara dan air sungai Siak di Kecamatan Tualang diselasela menghadiri acara Pembukaan Harganas Siak 2012 di Perawang kemarin. Dikatakan bupati, mengingat bau yang terus tercium di udara Kota Perawang dan sekitarnya memang sudah sangat menyengat hidup. Demikian juga dengan kondisi air sungai Siak di wilayah Kecamatan Tualang dan sekitarnya terlihat tidak bersih dan layak dibunakan mandi dan sebagainya. Tentunya upaya ini sangatlah perlu diberikan dukungan oleh semua komponen masyarakat sehingga amsyarakat Perawang tidak waswas untuk menghirup udara yang menimbulkan bau tersebut apakah berbaaya bagi kesehatan atau tidak. Ketua DPRD menilai, sangat mendesak dan tepat jika Pemkab Siak memasang alat itu di Per-

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012 CMYK

awang. Karena selama ini kondisi udara perawang sudah kerap dikeluhkan masyarakat. Dewan sendiri siap mendukung anggaran jika pemerintah mengusulkannya untuk itu, sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. “Sudah sangat mendesak diadakan di Perawang dan pemda sangat tepat mengadakan itu. Kalau bisa tidak hanya di Kecamatan Tualag tetapi juga di daerah yang memiliki potensi pencemaran udara seperti daerah terdapat pabrik,” tambahnya. Dikatakannya, pemasangan alat pengukur udara di Kota Perawang bertujuan untuk diketahui sejauh mana kualitas udara dihirup masyarakat Perawang setiap hari. Kemudian jika kualitas udara kurang baik, bisa dilakukan tindakan antisipasi.Tidak hanya itu, pihaknya juga juga akan memasang alat pengukur air sungai Siak untuk mengetahui sejauh mana kadar air Sungai Siak saat ini dan kedepannya. Anggota DPRD Siak asal Kecamatan Tualang, Marudut Pakpahan, menyarankan alat pemantau kualitas udara yang dipasang harus yang berkualitas sesuai dengan standar nasional. Sehingga data yang dihasilkan akurat tidak menimbulkan penilaian berbeda tentang kualitas udara. ”Jangan sampai nanti alat atau apa namanya pemantau kualitas udara berbeda paramaternya antara Jakarta dan Riau,” terangnya. Lebih Lanjut Marudut, menilai pemasangat alat yang memenuhi standar nasional guna mendapatkan akurasi data tentang kondisi udara sebenarnya.

 dpc


17

Perwako Untuk Atur PPDB Dikeluarkan P

EMERINTAH Kota (Pemko) Pekanbaru mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwako) Pekanbaru Nomor 33 tahun 2012 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA. Hal ini disampaikan melalui Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Yuzamri Yakkub. “Dalam Perwako tentang PPDB ini juga mengatur kapasitas calon murid lokal yang akan diterima oleh

masing-masing sekolah, mulai dari TK hingga SMA. Untuk TK maksimal muridnya 20 orang perlokal, TKLB 5 orang, SD 40 orang, SD Binaan khusus 36 orang, SD bertaraf Standar Internasional 32 orang dan RSDBI 28 orang, RSBB 32 orang,” ungkap Yuzamri kepada wartawan, Rabu (13/ 6). Dikatakannya, selain jumlah murid, dalam Perwako tersebut juga diatur tentang usia peserta didik. Untuk usia masuk sekolah, TK 4-6 tahun,

SD 7-12 tahun. Sebab, aturan usia tersebut memang penting untuk memenuhi standar daya tampung sekolah, sehigga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif. “Ada juga aturan jadwal guru yang mengajar di sekolah yang diberikan prioritas, sementara guru yang mengajar di luar sekolah diberi jatah maksimal 5 persen dari daya tampung murid,” kata Yuzamri. Ditambahkannya, dalam proses penerimaan anak didik, guru juga harus mempriori-

Disdukcapil Janji Tertib

taskan murid yang memiliki rangking, sementara untuk peserta didik SD yang berada dalam lingkungan sekolah, diberi jatah 50 persen tempatnya di sekolah yang ada di dekat rumahnya itu, untuk murid SMP 25 persen siswa tempatan dan SMA 20 persen. Bagi yang di luar lingkungan SD hingga SMA jatahnya hanya 10 persen. “Untuk sistem PPDB online bagi SMP dan SMA sistemnya sama dengan tahun lalu, dimana peserta didik dapat

S

menjadi prioritas. Saat ini yang menjadi fokus Pemko bagaimana pendistribusian e-KTP bisa dituntaskan tanpa menimbullkan polemik. “Warga cukup tunggu di rumah apakah undangan sudah diterima atau belum. Jika sudah, segera datangi kantor UPTD Disdukcapil di kecamatan untuk mengambilnya. Untuk yang belum menerima undangan diharapkan bersabar agar tidak ada penumpukan nantinya. Kedepan, sistem ini akan diterapkan agar tidak terjadi miskomunikasi lagi,” terangnya. Chip Diaktifkan Sebelum Diserahkan Sementara sebelum e-KTP diserahkan kepada warga, chip e-KTP akan diaktifkan oleh petugas terlebih dahulu. Dan saat ini di seluruh kantor UPTD Disdukcapil yang ada di setiap kecamatan sudah memiliki alat yang disebut card reader. Alat tersebut yang membantu petugas untuk mengecek data yang ada di chip e-KTP yang akan diaktifkan. “Jadi sebelum dibagikan e-KTP harus diaktifkan terlebih dulu dan ini juga agar aktif secara online e-KTP itu,” ujar Dela salah satu petugas sukarela di UPTD Disdukcapil Marpoyan Damai. Kepala UPTD Disdukcapil Kecamatan Rumbai Pesisir Harmadi Setiawan menyebutkan persyaratan setiap warga yang akan mengambil e-KTP harus membawa KTP yang lama. “Persyaratannya hanya dengan KTP lama yang biru itu kalau hilang harus ada surat keterangan hilang dari polisi,” tutur dia. Di UPTD Rumbai Pesisir ini sudah ada sebanyak 300 e-KTP yang telah dibagikan kepada warganya yang terdiri dari 30 ribu lebih. “Sebanyak 300 e-KTP sudah kita bagikan ke warga sisanya akan segera menyusul,” ungkapnya.*

 rp/sir

NTUK kedua kalinya Walikota Pekanbaru Firdaus, melakukan perombakan kabinet yang dipimpinanya. Namun begitu dalam pelantikkan kali ini, walikota tidak hadir karena sedang berada keluar kota. Sehingga tugasnya digantikan oleh Wakil Walikota Ayat Cahyadi, yang melantik 220 pebajabat eselon III dan IV. Pelantikan pejabat diatas dilaksanakan di aula kantor walikota, dengan didampingi Plt Setko Pekanbaru Yuzamri Yakub. Adapun mutasi terhadap pejabat eselon III dan IV, terdiri dari eselon IIIA sebanyak 14 orang, eslon IIIB ada 36 orang. Sedangkan untuk golongan eselon IVA yang paling banyak mendominasi yakni 104 orang, dan eselon IVB sebanyak 66 orang, sehingga totalnya 220 orang. “Hari ini kita akan melakukan mutasi pada pejabat eselon III dan IV. Mutasi ini antara 70-80

persen bersifat mengisi kekosongan jabatan, dikelurahan maupun dikecamatan. Selebihnya bersifat penyegaran atau rolling, yang kita nilai berdasarkan kinerja mereka,” tutur walikota Jumat (15/6) sebelum meninggalkan Pekanbaru. Sementara itu Wakil Walikota Ayat Cahyadi, berharap pelantikkan lebih meningkatkan lagi loyalitas dan kinerja pegawai, sehingga pelayanan publik bisa berjalan sesuai harapan masyarakat. Selain itu Ayat juga menegaskan jika mutasi yang dilakukan, tidak berkaitan dengan hal-hal yang bersifat politik. “Harapan kita terhadap semua pejabat yang dilantik hari ini, mampu memberikan pengabdianya yang terbaik untuk masyarakat. Sebab mutasi dilakukan tentunya untuk memberikan efek perubahan yang lebih baik lagi,” tuturnya.*

 rp/sir

Pemko Siap Bagi Hasil Pasar Cik Puan

DANYA keinginan Pemprov Riau untuk meminta bagian dari hasil Pengelolaan Pasar Cik Puan disambut positif Pemko Pekanbaru. Hanya saja, legalitas pengelolaan pasar tersebut tetap berada di bawah Pemko sebagai pemilik wilayah. Meski belum ada kesepakatan dan pembahasan, namun Wali Kota Pekanbaru, H Firdaus ST MT menilai langkah tersebut adalah keputusan yang mampu menyelamatkan pasar tradisional modern yang hingga saat ini belum juga bisa dikerjakan. “Pemko siap bagi hasil dengan Pemprov jika itu permintaannya. Tapi hingga

A

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012 CMYK

 pex/sir

Wawako Lantik 220 Pejabat Eselon III dan IV

U

EMPAT kisruh saat pembagian kartu e-KTP yang sudah dicetak, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pekanbaru mengubah sistem pembagian agar lebih tertib. Jika sebelumnya masyarakat mendatangi langsung UPTD, ke depan hanya masyarakat yang menerima undangan yang bisa mendapatkan e-KTP tersebut. “Memang pada awalnya ada sedikit permasalahan. Tapi kedepan akan kita perbaiki sistem pendistribusiannya agar tetap tertib. Untuk warga yang sudah rekam akan dipanggil dengan undangan melalui RT dan RW. Jadi tidak perlu lagi warga datang ke UPTD untuk melihat pengumuman di dinding,” terang Kepala Disdukcapil Pekanbaru HM Noer MBS kepada wartawan, Jumat (15/6) di Kantor Wali Kota Pekanbaru. Dijelaskan mantan Kabag Perlengkapan Pekanbaru ini, saat ini e-KTP yang sudah selesai dicetak mencapai 308.000 unit. Sementara yang sudah dibagikan ke masyarakat baru 5.981 kartu. Kegiatan pendistribusian sebelumnya memang tidak efektif karena masyarakat datang berbondong-bondong ke kantor camat untuk mendapatkan kartu mereka. Sementara itu, kemampuan petugas hanya bisa mendistribusikan 300-450 kartu perharinya yang mengakibatkan desakan terjadi. Maka itu, dengan pendistribusian melalui undangan lebih efektif. Untuk kecamatan Sukajadi merupakan pendistribusi terbanyak yaitu 1.382 kartu, sementara Tampan paling kecil. Akibat konsentrasi petugas mendistribusikan e-KTP, perekaman sementara ditunda. Alat-alat yang dipinjam juga sudah mulai dikembalikan. Meski masih banyak wajib KTP yang belum melaksanakan perekaman, namun M Noer menyatakan hal tersebut tidak lagi

mengikuti pendaftaran untuk tiga sekolah sekaligus melalui internet untuk pendaftaran peserta didik baru itu tanggal 25-28 Juni. Pengumuman hasil kelulusan seleksi PPDB 2 Juli 2012. Sementara daftar ulang bagi yang lulus pada 2-3 Juli. MOS dimulai 6-7 Juli, dan mulai belajarnya pada 9 Juli 2012. Ini semua juga telah tercantum dalam Perwako yang telah kita sebar ke sekolah yang ada di Kota Pekanbaru ini,” terangnya.*

saat ini belum ada pembicaraan antara Pemko dan Pemprov. Yang pasti pengelolaan pasar tersebut tetap dibawah Pemko. Harapan kita bagaimana baiknya saja,”jelasnya kepada wartawan, Kamis (14/6) di lapangan Marsan Pekanbaru usai melaksanakan penanaman pohon bersama warga. Sebelumnya, Firdaus menyatakan sempat melaksanakan pertemuan dengan beberapa pedagang eks Cik Puan yang saat ini membuka lapak di eks terminal mayang terurai. Pedagang diminta bersabar agar bisa kembali berjualan didalam pasar yang segera dituntaskan pembangunannya.*

 rp/sir


18

Kasus Telayap Diserahkan Pada Proses Hukum T

ERKAIT tuntutan ratusan masyarakat Desa Telayap Kecamatan Pelalawan menuntut penyelesaian masalah Koperasi Unit Desa (KUD) Harapan Maju, yang telah lama bergulir sejak Agustus tahun lalu, tapi karena belum ada perkembangan, hal ini membuat masyarakat seakan digantung dan tidak memiliki kepastian. Pada akhirnya proses penyelesaian permasalahan tersebut berujung pada hukum. “Tim Verifikasi yang dibentuk oleh pemerintah daerah dengan pihak Koperasi Unit Desa (KUD) Harapan Maju telah mengadakan pertemuan. Dan persoalan ini sudah dicoba diselesaikan melalui tim yang dibentuk Pemda, tetapi tidak membuahkan hasil,” ungkapnya. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Tim Zardewan baru-baru ini. Zardewan mengatakan bahwa pihaknya sudah mengadakan pertemuan dengan pengurus Koperasi Harapan Maju. “Hasil pertemuan antara Tim dengan pihak Koperasi Harapan Maju dan anggotanya terungkap kalau pengurus koperasi tidak mengakui data-data yang sudah ada,” ungkapnya. Zardewan menjelaskan, bahwasanya mereka (pengurus Koperasi, red) minta dimasukkan data baru, pasalnya mereka tidak mengakui data-data yang sudah ada. Tentunya hal itu, kata Zardewan, ini membuat keadaan sangat menyulitkan tim untuk melakukan verifikasi. “Jadi dengan kondisi seperti ini kita tidak bisa menverifikasi data-data yang ada untuk bisa diteliti kebena-

ran data-data yang sudah ada. Dan pada akhirnya tim membuat kesimpulan kalau tim tidak bisa melanjutkan dan selanjutnya permasalahan tersebut kami serahkan melalui jalur hukum, biarlah hukum yang menyelesaikanya,” jelas Zardewan. Kata Zardewan, tentunya melalui jalur hukum akan ditelusuri semuanya melalui pemeriksaan dari awal sampai akhir termasuk mulai dari pemanenan, kepemilikan tanah, surat dasar, hingga aktivitas jual beli lahan tersebut. “Karena jalur yang sekarang ini sudah tidak bisa lagi, makanya kita serahkan sepenuhnya melalui jalur hukum dan biar hukumlah yang menyelesaikanya. Dalam ketentuannya pola KKPA tidak boleh dijual kalau sudah dalam bentuk sertifikat sampai hutang-hutangnya selesai. Jual beli terjadi muncul ketika masih surat tersebut masih SKT atau SKGR dan kemudian disertifikatkan kepada atas nama orang yang baru, setelah dijualbelikan sertifikat tentunya atas nama yang baru dan inilah yang terjadi selama ini,” terangnya. Dan saat ini, lanjut Zardewan lagi, Bupati Pelalawan HM Harris sudah mengizinkan pemanggilan oleh pihak kepolisian kepada sejumlah pengurus Koperasi Harapan Maju untuk dilakukan pemeriksaan guna peneyelesaian permasalahan tersebut. “Pak Bupati sudah memberikan izin kepada pihak kepolisian untuk pemeriksaan Kepala Desa Telayap dan pengurus Koperasi lainya untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian guna peneyelesaian per-

masalahan tadi,” pungkasnya. Sementara itu, Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo yang disampaikan melalui Kabag Ops Andi Salomon, Rabu (14/6). Andi Salomon mengatakan, sampai saat ini kasus permasalahan KUD Harapan Maju Desa Telayap Kecamatan Telayap tersebut terus dilakukan proses dan pihak kepolisian telah memanggil beberapa pengurus Koperasi dan Kepaka Desa Telayap, dan sampai saat ini Kepala Desa Telayap yang dipanggil oleh pihak kepolisian tidak pernah datang. “Sampai saat ini yang kita panggil tidak pernah datang, dan ini justru menghambat proses penyelesaian permasalahan tersebut,” ujar Andi . Lanjut Andi, menjelaskan, degan dibentuknya Tim Verifikasi olehPemda Kabuaten tersebut bertujuan agar bisa terselesaiakan permasla-

han yang telah lama bergulir tersebut degan cara kekeluargaan dan maayarakat tidak dirugikan. Sejak dibentuknya Tim Verifikasi pertama dan Tim Verifikasi kedua tidak pernah menghasilkan jalan penyelesaian. Karna bukti material antara MoU PT Ade dengan KUD Harapan Maju para pengurus tidak mengakui Mou tersebut, adaan ini yang membuat permaslahan semakin berlarut. “Dari masing-masing pihak baik dari pengurus yang lama dan kepala desa tidak adanya saling keterbukan, tidak adanya saling kejujuran . Dan itu sulit semuanya bisa tercapai kata sepakat kalau sudah tidak ada kejujuran di masing-masing pihak,” ungkapnya. Andi Salomon menambahkan, permaslahan KUD Harapan Maju selanjutnya tentunya akan diselesaikan dengan proses hukum, dan sampai saat ini proses hukum

terus berlanjut. “Sampai saat ini proses hukum terus berlanjut dan kita akan terus lakukan proses tersebut karna ini permintaan dari masingmasing pihak untuk dituntaskan dengan proses hukum,” pungkasnya. Sebagai data tambahan, menurut inormasi yang digali dari masyarakat, awalnya lahan seluas kurang lebih 900 hektar itu diolah dengan pola Kredit Kepada Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA) oleh KUD Harapan Maju dengan mitra sebagai bapak angkat yakni PT ADEI Plantation. Namun setelah kebun sawit terbangun dan menghasilkan, hampir separuh dari lahan merupakan milik orang lain yang bukan warga Telayap. Bahkan, disinyalir ada petinggi Pemerintah dan kepolisian yang mempunyai lahan di sana, tanpa mau menyebutkan namanya.*

 nol

Kepala Bappeda ir Syahril, Bupati Pelalawan HM Harris, Kadisbun HT Mukhtaruddin saat silaturahmi dan diskusi dengan perusahaan-perusahaan.

Harga dan Kualitas Baju Seragam tak Sebanding

S

EJUMLAH siswa SMKN 1 Pangkalan Kerinci mengeluhkan soal kualitas baju seragam yang dimilikinya. Pasalnya, jelas terlihat perbedaan kualitas baju seragam saat dirinya masuk ke sekolah itu dengan kualitas baju seragam para siswa yang akan diterima pada tahun ini. “Jauh sekali bedanya, bang, kualitas baju seragam yang kami miliki dengan kualitas baju seragam siswa baru yang akan masuk tahun ini,” terangnya. Hal ini diugkapkan salah seorang siswa yang tak mau disebutkan namanya, Kamis (14/6). Siswa yang enggan disebut namanya tesebut mengatakan, padahal jumlah biaya yang tertera untuk pengadaan baju seragam itu sama nominalnya dengan saat mereka masuk ke sekolah yang sudah berstatus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) itu. Lanjut siswa yang nama-

nya mewanti-wanti minta dirahasiakan itu menjelaskan bahwa kualitas perbedaan itu bisa ditilik dari kualitas bahan dan coraknya untuk tahun ini. Kualitas baju seragam untuk tahun 2010 dan 2011, dari jenis bahan dan coraknya terlihat sekli bukan dari bahan yang berkualitas. “Waktu saya, kualitas bahan baju seragam dari bahan panas dan training olahraga juga bahannya panas. Tapi kalau untuk siswa yang masuk pada tahun ini, kualitas bajunya selain dari bahan yang halus juga trainingnya adalah kualitas training PON 2012,” keluhnya yang diamini oleh rekan-rekan siswa yang lain. Dan yang bikin heran, sambungnya, meski pengadaan baju seragam dua tahun lalu dengan tahun ini berbeda dari segi kualitas namun budget yang ditetapkan untuk pengadaan baju seragam itu sama nominalnya. Logikanya, jika budgetnya sama maka

kualitas bahan yang diperolehnya pada saat dirinya masuk menjadi siswa baru di sekolah ini, kualitasnya juga sama. “Tapi yang terjadi tidak seperti itu, kami tak mendapati bahan kualitas yang bagus seperti para siswa yang akan masuk di tahun ini,” ujarnya. Terlepas dari apapun yang terjadi, lanjutnya, dirinya bersama rekan-rekan siswa yang lain hanya ingin mempertanyakan saja soal kualitas bahan yang berbeda ini sementara jumlah nominal yang dianggarkan dalam pembiayaan baju di sekolah ini sama. Jika kondisinya seperti ini, tak menutup kemungkinan adanya indikasi ‘penilepan’ uang oleh Ketua Panitia Penerimaan Siswa Baru tahun 2010 dan 2011 lalu yang dipegang oleh Jhon Maireva. Menanggapi hal ini, Ketua Penerimaan Siswa Baru (PSB) selama dua tahun berturutturut yakni 2010 dan 2011, Jhon Maireva, mengakui bahwa

dirinya memang menjadi Ketua Panitia PSB di dua tahun tersebut. Namun saat ditanya soal keluhan sejumlah siswa terkait kualitas seragam sekolah yang berbeda dengan tahun ini namun dengan anggaran yang sama, Jhon langsung mengelaknya. “Saya memang menjadi Ketua PSB di dua tahun itu, namun pertanggungjawaban saya hanya sebagai tekhnis pelaksanaan saja sementara untuk urusan kontrak dan MoU segala masacam itu urusan Kepala Sekolah dan Bendahara,” terangnya. Menurutnya, selama dirinya menjabat sebagai Ketua PSB maka dari mulai tekhnis pelaksanaan sampai segala sesuatunya sudah diatur dan pihaknya bertanggungjawab pada Kepala Sekolah. Dengan kata lain, selama dirinya menjabat sebagai Ketua PSB tahun 2010 dan 2011 maka dirinya tidak terlibat dalam pembuatan seragam beserta MoU-MoU yang

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012

lainnya. “Urusan saya hanya tekhnis saja, mulai dari pengelolaan pendaftaran siswa, seleksi sampai pada pengumuman siswa diterima di sekolah ini,” katanya. Sementara itu, saat media ini bersama sejumlah rekanrekan wartawan lain mendatangi sekolah tersebut untuk berjumpa dengan pihak Kepala Sekolah SMKN 1 Pangkalan Kerinci, salah seorang guru mengatakan bahwa kepala sekolah sedang ada di tempat. Namun beberapa saat kemudian, setelah guru tersebut terlihat usai menelpon, baru dikatakan bahwa Kepala Sekolah ternyata sedari pagi tak berada di tempat. Bahkan saat beberapa wartawan menanyakan wakil-wakil sekolah yang bisa menemui untuk bisa dikonfirmasi soal berita ini, ternyata tak ada satu pun dari pihak berkompeten di sekolah tersebut yang mau menjumpai wartawan.*

 nol


19

Pemkab Tiadakan Penerimaan CPNS dari Jalur Umum P

EMERINTAH Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun 2012 ini memastikan tidak melakukan penerimaan Pegawai Negri Sipil (PNS) sebab, berdasarkan analisasi kebutuhan beban kerja jumlah PNS masih memadai. Sedangkan untuk kuota pengangkatan tenaga honorer kategori dua sudah disampaikan kepemerintah pusat dan akan diperjuangkan. Demikian disampaikan Sekda Inhu Drs H Raja Erisman MSi kepada wartawan (13/6) di Pematangreba.

“Berdasarkan analisasi beban kerja tenaga PNS Inhu masih memadai sehingga dikeluarkan kebijakan tidak ada penerimaan PNS tahun 2012 ini. Selain itu kebijakan Pemkab Inhu juga disesuaikan dengan moratorium PNS tahun 2012 yang dilakukan pusat,” kata Erisman. Menurut Erisman, dirinya mengetahui kalau ada sejumlah kabupaten/kota se-Indonesia mengusulkan penerimaan PNS. Namun Inhu setelah melakukan pengkajian maka tidak melakukan penerimaan

PNS. “Tahun 2012 tetap mengacu pada kebutuhan untuk penerimaan PNS jalur umum serta kebijakan Bupati,” tambah Erisman. Menurutnya, hasil analisa kebutuhan kerja PNS diseluruh SKPD tahun 2012 telah disampaikan kepada Bupati. Karena itu, Pemkab Inhu tidak mengusulkan penerimaan PNS kepada pemerintah pusat namun untuk tenaga honorer kategori dua tetap diperjuangkan dan sudah dibahas di pemerintah pusat. Sedangan

untuk tahun 2013 mendatang pemkab akan melakukan pengkajian lagi tentang kebutuhan pegawainya. “Karena di tahun 2012 dan tahun 2013 ada sejumlah PNS di Inhu yang memasuki masa pensiun. Kalau memang dinilai akan dibutuhkan, maka tahun depan Inhu baru akan mengajukan,” jelas Sekda. Berdasarkan hasil pantauan, pemerintah pusat kembali akan membuka seleksi CPNS untuk pelamar umum. Karena izin prinsip kuota formasi CPNS baru yang

diusulkan Pusat dan Daerah sudah disahkan. Pendaftaran dilakukan bulan Juli dan tes dilaksanakan Agustus 2012 disejumlah daerah di Indonesia. Menurut Wamen PAN-RB Eko Prasojo, pihaknya telah menyetujui izin prinsip kuota formasi untuk 17 kabupaten/ kota, tiga instansi Pemrov, dan 22 instansi Pusat. Namun saat dikonfirmasi wartawan kepada Sekda Inhu, Kabupaten Inhu tidak termasuk dalam 17 kabupaten/kota dimaksud.

 suh

Satpol PP Tertibkan Pedagang di Trotoar Kuala Cinaku Layak Miliki Jembatan Gantung

J

Kota Rengat

S

ATUAN Polisi Pamongpraja (Satpol PP) Kabupaten Inhu melakukan penertiban pedagang yang berjualan di badan jalan serta trotoar wilayah Kota Rengat. Penertiban pedagang tersebut dilakukan dalam rangka menciptakan kenyamanan lingkungan serta keindahan kota. Dalam opdrasi penertiban tersebut tiga pedagang serta tiga grobak dagangan diamankan Satpol PP. Plt Kasatpol PP Inhu Tukiyat SSos dikonfirmasi wartawan ,Selasa (12/6) mengatakan, kalau operasi penertiban pedagang yang berjualan dilokasi badan jalan serta trotoar Kota Rengat sekitar lapangan hijau dilakukan pekan sebelumnya.

Dimana dalam operasi tersebut Satpol PP menurunkan satu peleton personil serta menenpatkan empat orang anggota Satpol dilokasi Kota Rengat untuk melakukan patroli. “Saat ini kita masih melakukan teguran namun jika teguran petugas dilapangan tidak diindahkan maka gerobak dan jualanya diamankan di kantor Satpol PP untuk diproses. Sedangkan pedagang yang gerobaknya disita kemarin sudah dikembalikan dan membuat surat perjanjian,” tuturnya. Tukiyat menjelaskan, Satpol PP sejauh ini belum melakukan pemindahan pedagang yang berjualan di lokasi badan jalan dan trotoar dekat lapangan hijau kota Rengat. Pedagang yang

merasa keberatan atas tindakan Satpol PP bisa mengajukan permohonan lokasi tempat berjualan ke Dinas Pasar. “Pemerintah sudah menyediakan lokasi berjualan bukan di jalan,” katanya. Menurutnya, agar lokasi badan jalan dan trotoar tidak dijadikan lokasi berjualan oleh pedagang memang perlu dicarikan solusi oleh instansi terkait. Berbagai masukan dari pedagang juga diterima saat melakukan penertiban dan hal itu akan dikoordinasikan kepada dinas pasar. “Ada beberapa lokasi badan jalan dan trotoar sering dijadikan tempat berjualan selain disamping lapangan hijau di jalan bupati tulus juga ada,”sebutnya.

 suh/roc

EMBATAN gantung dinilai masih coocok untuk dibangun guna kelancaran transportasi masyarakat pada desa-desa yang berada diseberang Kecamatan Kuala Cinaku Inhu. Sebab saat ini masyarakat masih menggunakan sampan sebagai alat transportasi menyeberangi sungai Indragiri. Karena keterbatasan transportasi selama ini, berbagai potensi desa belum bisa dikelola secara maksimal. Untuk itu akan dilakukan pengkajian oleh pihak terkait guna membangun jembatan gantung tersebut. Kepala Dinas PU Inhu Ir H Asmara HK MM kepada sejumlah wartawan mengatakan, membuka isolasi desa memang harus dengan tersedianya sarana jalan dan jembatan. Apalagi desa-desa diseberang Kuala Cenaku seperti Desa Tanjung Sari cukup potensi dari sektor pertanian. “Kita menganggap jembatan gantung yang cocok untuk Kuala Cenaku dengan desa-desa diseberang sungai,”ucapnya. Selanjutnya Asmara mengatakan, sebelum dilaksanakan pembangunan jembatan gantung harus melalui kajian yang

lebih matang lagi. Yaitu dengan melengkapi perencanaan yang dilengkapi dengan kebutuhan dana yang diperlukan. Selain itu juga dibutuhkan pemilihan lokasi yang tepat. Sehingga keberadaan jembatan gantung itu benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat. Memang sebutnya, desadesa sekitar seberang Kuala Cinaku memiliki potensi persawahan. Seperti di Tanjung Sari sendiri memiliki lahan persawahan yang cukup luas. “Bahkan hampir setiap tahun warga melakukan panen raya padi. Untuk mewujudkan jembatan gantung ini, akan dibicarakan dengan pimpinan daerah. Jika memang dinilai cukup penting, bisa saja dianggarkan secara bertahap,” jelas Asmara. Informasi yang berhasil dihimpun dari beberapa warga, sebagai sarana transportasi warga masih menggunakan sampan sebagai alat penyeberangan. Sementara kendaraan roda empat belum bisa menembus beberapa desa, sehingga gerak pembangunan masih relatif lambat. Oleh sebab itu warga mengharapkan ada jembatan permanen di desa mereka.

 suh/hrc

Perbaikan PLTMG Tuntas, Krisis Listrik Teratasi

K

ELUHAN pelanggan PLN di Inhu teratasi. Pasokan listrik kembali normal setelah perbaikan PLTMG Tanah Merah selesai. Perbaikan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 20 MW di Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Pasir Penyu sudah selesai dilakukan tepat pada pukul 01.30 Wib Rabu (13/6/ 12). PLTMG sudah beroperasi seperti biasa dan pasokan listrik kembali normal serta tidak ada lagi pemadaman. Manajer PLN Rayon

Rengat Arif Supriadi kepada wartawan, Rabu (13/6) mengatakan, mulai Rabu sekitar pukul 01.30 Wib sistem PLTMG sudah beroperasi seperti biasanya, sehingga tidak ada lagi pemadaman. Dijelaskan Arif, pemadaman listrik yang dilakukan sebelumnya disebabkan adanya gangguan pada sistem regulator gas di instalasi meter turbin PLTMG yang terjadi berulang pada 7 hingga 11 Juni 2012. Hal ini disebabkan tekanan gas yang rendah pada sistem regulator tersebut.

Atas hasil analisis kerusakan tersebut, pada 12 Juni 2012, pihak konsorsium PT Wijaya Karya selaku pengelola PLTMG langsung mendatangkan teknisi dari Jakarta dan melakukan pergantian regulator. Hasilnya, Rabu dini hari proses perbaikan sudah selesai dilaksanakan. “Regulatornya juga didatangkan dari Jakarta, karena itu pihak konsorsium butuh waktu,” jelasnya. Diakuinya pada 11 dan 12 Juni, pemadaman berlangsung cukup lama dan terjadi di saat umat muslim akan melaksana-

kan Shalat Magrib. Hal itu disebabkan karena pada saat magrib tersebut, beban puncak meningkat sehingga daya yang ada tidak mampu menutupi. “PLN mohon maaf kepada seluruh masyarakat dan pelanggan atas ketidaknyamanan ini,” ujarnya. Menurutnya, karena PLTMG mengalami gangguan, maka terjadi defisit pada sistem kelistrikan di Inhu mencapai 10 MW. “Memang ada PLTD Kota Lama, Pangkalan Kasai dan Danau Raja yang stand by.

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012

Tetapi tetap saja tidak mampu menutupi defisit tersebut, karena saat ini mesin sewa yang sebelumnya memasok kebutuhan listrik di Inhu sudah tidak ada lagi,” ungkapnya. Akibat adanya gangguan pada PLTMG tersebut, Arif menegaskan bahwa pihak konsorsium PLTMG terkena finalti dan harus membayar denda kepada PLN. “Tetapi bukan berarti PLN untung atas denda itu, sebab citra PLN rusak dimata masyarakat dan pelanggan,” jelasnya.

 suh/rtc


20 Indragiri Hilir Ibadah

Indah, Bersih, Aman, Damai dan Harmonis

 Paripurna HUT Inhil ke-47

Pemkab Klaim Berhasil Jalankan Tugas D

PRD Inhil menggelar sidang paripurna khusus sempena HUT ke-47 kabupaten tersebut. Dalam paparannya, Wabup Rusman Malomo mengklaim Pemkab berhasil melaksanakan tugas pemerintahan dengan baik. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menyatakan kinerja dan program pembangunan selama tahun 2011 berhasil. Klaim ini disampaikan Wakil Bupati Inhil, Rosman Malomo saat Rapat Paripurna Milad Inhil ke-47, Kamis (14/6)

di Gedung DPRD Inhil Jalan Soebrantas Tembilahan. Rapat Paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Inhil, Raus Walid dan dihadiri lengkap unsur pimpinan DPRD Inhil. Tampak hadir juga unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Inhil, tokoh masyarakat, tokoh agama dan para pejuang Inhil. “Dari 37 sasaran strategis pembangunan yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir pada tahun 2011, sebanyak 27 sasaran dikategorikan sangat berhasil, 5 sasaran di kategorikan berha-

sil, 4 sasaran dikategorikan cukup berhasil dan 1 sasaran tidak berhasil,” ungkap Wabup Rosman Malomo. Tambahnya, berdasarkan pencapaian tersebut, secara umum kinerja Pemkab Inhil di tahun 2011 dapat dikelompokkan dan dikatakan berhasil. Bahkan pembangunan di Kabupaten Inhil sepanjang tahun 2011 ditinjau dari berbagai aspek dapat dikategorikan berjalan dengan kondusif dan positif. Adapun berbagai aspek tersebut, yaitu aspek ekonomi yang terus tumbuh, sehingga dapat sejajar dengan kabupaten/kota di Provinsi Riau. Aspek kesehatan, juga berhasil menyediakan sarana dan prasana kesehatan yang lebih memadai melalui pelaksanaan Jaminan Kesehatan Daerah atau Asuransi Kesehatan, pemutusan rentang kesehatan, pembangunan Pos Kesehatan Desa dan penambahan Puskesmas Pembantu.

“Aspek pendidikan telah berhasil menekan angka putus sekolah, baik untuk tingkat SD/ MI, SMP/MTs, maupun SMA/ SMK/MA. Aspek potensi perikanan dan kelautan berhasil mendorong laju produksi perikanan dan pencegahan illegal fishing,” tambah Rosman. Rosman juga menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan di Inhil, yakni keterbatasan sumber daya, baik Sumber Daya Manusia (SDM) maupun Sumber Dana, keterbatasan sarana dan prasarana di berbagai bidang pembinaan masyarakat, terutama sektor perikanan, peternakan, perdagangan, usaha kecil dan koperasi. “Fasilitas pembinaan terhadap petani, peternak, nelayan, usaha kecil dan koperasi yang belum memadai, serta mekanisme yang masih memerlukan banyak perbaikan juga menjadi kendala dalam

pencapaian tersebut,” imbuhnya. Maka, untuk mengatasi kendala tersebut, Pemkab Inhil terus melakukan upaya perbaikan, baik secara internal maupun upaya eksternal, antara lain melanjutkan program pembinaan sehat birokrasi aparatur Pemda, mengalokasikan pendanaan yang meliputi indeks pembangunan manusia seperti kesehatan, pendidikan dan sandang pangan, merancang mekanisme pendanaan yang lebih berpihak kepada usaha kecil dan koperasi. Termasuk mengeksplorasi potensi produk unggulan daerah yang belum dikelola secara optimal, menerapkan kemudahan-kemudahan investasi di Inhil, mengembangkan sistem akuntabilitas kinerja yang lebih berintegrasi mulai dari perencanaan kinerja, pelaksanaan kinerja dan peraturan kinerja.

 jan/rtc

Disnakertrans Bangun 16 Unit Rumah Ambruk Dua Tahun, Jembatan Enok Dibiarkan Rusak

D

IKETAHUI pada tahun ini, Disnakertrans kembali membangun 16 unit rumah transmigrasi. Lokasi itu diprioritaskan untuk masyarakat transmigrasi lokal. “UPT itu untuk masyarakat transmigrasi lokal bagi masyarakat yang berminat untuk menjadi peserta bisa mendaftar kepada kepala desa dan camat setempat,” tutur Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Hafitsyah. Dikatakannya, membangun permukiman baru ataupun yang sudah lama sangat diperlukan kerja sama lintas instasi dan satuan kerja. Sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik dan tidak ada ketimpangan. Dia berharap, dalam aselerasi pembangunan pemukiman melalui Unit Perumahan Transmigrasi (UPT) di Desa Tanjung Melayu, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) adanya kerja sama lintas dan masing-masing stake holder terkait. Pasalnya, melalui sinerginitas aselerasi pembangunan akan cepat terwujud.

Apalagi di daerah Tanjung Melayu yang saat ini sedang berjalan program pemerintah melalu program transmigrasi. Sebab, lanjutnya, selain membuka lapangan pekerjaan, di daerah itu juga memerlukan berbagai fasilitas umum seperti pendidikan dan kesehatan serta fasilitas umum lainnya. Terutama untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Dalam program ini kita sangat mengharapkan adanya sinergi dari stake holder yang ada sehingga jalan pembangunan tidak menjadi timpang dan tidak seimbang,” ungkap Hafitsyah, Ahad (10/6) di Tembilahan. Dalam hal pengentasan kemiskinan, ditambahkannya, memang perlu koordinasi, dukungan dan kerja sama dalam mensukseskan program tersebut. Maka dari itu, dia mengharapkan, kawasan tersebut dapat dijadikan kawasan transmigrasi berdasarkan permintaan masyarakat Desa Tanjung Melayu sendiri. Di mana salah satu permintaanya adalah menjadikan daerah itu sebagai hunian yang representatif.

 jan

M

ASYARAKAT Enok kecewa pada Pemkab Inhil. Jembatan penghubung ke wilayah mereka sudah dua tahun ambruk dan terus dibiarkan rusak. Warga Kecamatan Enok mengeluhkan tak kunjung diperbaikinya Jembatan H Lukman di Kecamatan Enok yang ambruk sekitar dua tahun lalu. Warga mengaku kesulitan melintas saat air pasang naik. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun sampai saat ini ambruknya badan jembatan penghubung ke akses menuju Pelabuhan

Wabup Ambil Sumpah 568 CPNS

S

EBANYAK 568 CPNS diambil sumpahnya. Mereka bertugas di Pemkab Inhil dan diminta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Wakil Bupati Indragiri Hilir, mengambil sumpah 568 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2009. Mereka

diminta menjadi aparatur pemerintah yang baik dan siap melayani masyarakat. Dalam kegiatan yang digelar di Gedung Daerah Engku Kelana Tembilahan tersebut, Jum’at (15/6) selain diambil sumpah para calon abdi negara ini juga dilakukan penyerahan SK. Mereka yang

diambil sumpah ini terdiri dari tenaga guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis lainnya. Tampak kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, Alimuddin RM, para Asisten Sekdakab Inhil dan para Staf Ahli Bupati Inhil, serta para pejabat

Samudera Kuala Enok tak kunjung diperbaiki. “Memang sampai sekarang jembatan ini tetap belum diperbaiki, kita juga heran kenapa dibiarkan begitu saja. Kita kesulitan melintas kalau air pasang dalam yang merendam badan jembatan yang ambruk ini,” jelas M Syaifullah, warga Pengalehan Enok. Lanjutnya, sebelumnya kalau air pasang dalam warga tidak kesulitan melintas, karena masih ada jembatan darurat dari kayu yang dibangun warga. Namun saat ini jembatan kayu ini sudah rusak dan tak ada lagi. Yang ada jembatan darurat yang lingkup Pemkab Inhil. “Kita harapkan saudarasaudara yang diambil sumpah ini dapat menjadi aparatur pemerintah yang baik dan siap melayani masyarakat, jangan sampai minta dilayani,” pesan Wabup. Menurutnya, hendaknya dengan makin bertambahnya jumlah PNS, maka juga diikuti dengan semakin meningkatnya pelayanan kepada masyarakat. Sedangkan Kepala Badan

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012

dibangun di badan jembatan, tapi kalau mobil melintas, maka kendaraan lain terpaksa mengalah. Kalangan anggota DPRD Inhil kerap mengingatkan kalangan Pemerintah Provinsi Riau, agar segera memperbaiki jembatan ini. Karena selain sebagai akses transportasi penting warga membawa hasil perkebunan dan pertaniannya, jembatan ini juga akses penghubung ke Pelabuhan Samudera Kuala Enok yang ditetapkan sebagai kluster sawit di Riau. Menurut Dinas Pekerjaan Umum Inhil mereka telah menyampaikan mengenai kondisi ambruknya jembatan ini kepada Pemerintah Provinsi Riau. Namun disebutkan, bahwa jembatan ini merupakan kewenangan pemeliharaan dan perbaikannya menjadi wewenang pusat, karena kawasan ini merupakan jalan negara. Jembatan Parit H Lukman tersebut merupakan jembatan beton yang dibangun sekitar tahun 2003-2004 dengan panjang 60 meter. Diduga, ambruknya bagian jembatan ini, karena pada bagian yang ambruk tidak memiliki tiang penyangga. Akibatnya, ketika terjadi tekanan berat di atasnya, terjadi patahan.

 jan/rtc

Kepegawaian Daerah (BKD) Inhil, Afrizal menyatakan bahwa pengambilan sumpah ini bertujuan menyiapkan dan membina PNS yang jujur, bersih dan sadar akan tanggungjawabnya. “Dengan demikian mereka dapat komitmen menjalankan tanggungjawabnya sebagai abdi negara, dengan memberikan pelayanan profesional, jujur dan adil,” tegasnya.

 jan/rtc


21 Kepulauan Riau

Kota Gurindam Negeri Pantun

FKB Desak Walikota Percepat Reklamasi Bekas Penambangan Paska ditutupnya pertambangan bouksit menyisakan kerusakan lingkungan serta mengancam keselamatan warga karena banyak lubang besar galian dibiarkan terbengkalai.

T

EPAT memperingati Hari Lingkungan Sedunia pada tanggal, 5 Juni tahun 2012 Pemerintah Kota Tanjungpinang kembali lagi mendapatkan penghargaan Adipura yang ke-9 yang secara langsung diserahkan oleh Bapak Presiden SBY kepada Walikota Tanjungpinang, Dra. Hj. Suryatati Abdul Manan bertempat di Istana Negara dalam skala kota terbersih ukuran sedang seluruh tanah air. Penghargaan Adipura ini diterima Walikota dimasa akhir jabatannya disambut antusias masyarakat Tanjungpinang sekaligus arak-arakan keliling kota. Diraihnya Adipura tentu saja tidak terlepas dari upaya Walikota dalam menata Tanjungpinang agar benar-benar bersih, asri, hijau dan berbunga, berbagai kegiatan dalam melestarikan lingkungan seperti gerakan penanaman seribu pohon giat dilakukan yang bertujuan pelestarian alam sekitar. Bersempena dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pada tanggal, 7 Juni 2012 yang dilakukan Kantor Dinas Badan Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang akan digelar kerja bhakti dengan penanaman sekitar 200 tanaman langka jenis buah-buahan berlokasi diwilayah perkebunan Bukit Manok Senggarang diatas lahan sekitar 4 hektar milik Dinas Kelautan Perikanan Pertanian Kehutanan dan Energi (KP2KE) Kota Tanjungpinang yang bertemakan “Lingkungan asri dan teduh adalah idaman kita semua” oleh karena itu ekonomipun hijau untuk dapat mengubah prilaku lingkungan maupun kualitas lingkungan. Dan pada kesempatan itu dilakukan pula penyerahan hadiah atau penghargaan kepada beberapa daerah tingkat kelurahan

dalam kategori hijau dan berbunga. Kelurahan Air Raja terpilih sebagai pemenang nomor satu dan disusul Kelurahan Tanjungpinang Timur pemenang kedua, kemudian Kelurahan Bukit Bestari sebagai pemenang ketiga. Pada kesempatan itu Suryatati berpesan kepada semua tingkat kelurahan dan masyarakat agar senantiasa dapat meningkatkan kinerjanya secara khusus menyangkut kebersihan maupun kelestarian alam. Jadikanlah Adipura ini untuk memacu semangat kerja dan tolong dipertahankan supaya penghargaan dari Bapak Presiden SBY ini tidak berpindah kedaerah lain, dikatakan Suryatati “kawasan Perkebunan Bukit Manok Senggarang ini akan kita jadikan untuk tempat wisata buah-buahan karena berbagai jenis tanaman langka yang bibit kita datangkan dari daerah Jawa akan ditanami disini, untuk itu marilah kita bersama-sama memerangi sampah kemudian daerah perhutanan harus diusahakan agar tampak hijau, tidak dapat menanam paling tidak jangan pepohonan itu ditebang dan kalau ada yang merusak lingkungan tentu akan siap menerima sanksi,” kata wako. Sayangnya saat tambang bouksit masih aktif beroperasi sedikitnya ada

enam perusahaan telah mendapat izin kuasa penambangan dari Walikota yang membuat lingkungan rusak dan hutan dikawasan kota sudah pada gundul, aktivitas pembangunan bouksit selama enam tahun beroperasi memang benar-benar merusak lingkungan, untung tak seberapa dari hasil royalti namun hutan yang selama ini tampak hijau terancam punah. Kini tambang bouksit telah ditutup sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini oleh Menteri Sumber Daya Mineral, yang secara serempak pada bulan Mei tahun 2012 aktivitas tambang bouksit resmi ditutup diseluruh Indonesia secara khusus yang mengandung kadar bouksit bentuk bijih (Raw Material), namun setelah aktivitas penambangan ditutup apa yang terjadi ? tentu saja “HABIS MANIS SEPAH DIBUANG” artinya pengusaha bebas melenggang sambil menikmati hasilnya dan bekas galian ditelantarkan. Bukankah bekas galian yang belum direklamasi itu akan mengancam hidup manusia khususnya masyarakat yang bermukim atau berdekatan dengan eks penambangan, selain debu bouksit yang merusak kesehatan manusia tentu jalan yang dibangun

pemerintah pada banyak yang rusak karena selalu dilintasi truk pengangkut bouksit, selanjutnya bekas galian itu mirip dengan danau buatan yang mengancam nyawa anak-anak. Seharusnya Walikota secara tegas akan memerintahkan pihak pengusaha untuk melakukan reklamasi untuk pengembalian fungsi lahan. Sebab dari awal tentu ada komitmen Walikota dengan sejumlah pengusaha dimaksud agar reklamasi tetap dilakukan setelah kegiatan tambang ditutup artinya pencanangan Walikota terhadap ekonomi hijau, lingkungan nyaman adalah idaman kita bersama dapat sepaham dan tidak bertolak belakang dengan thema saat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati belum lama ini dikawasan perkebunan Bukit Manok Senggarang. Akibat belum dilaksanakannya reklamasi unjuk rasa juga getol dilakukan oleh pemerhati lingkungan seperti ormas kepemudaan yang menamakan mereka dari FKB (Forum Kepri Bangkit) yang meminta agar Suryatati sebagai Walikota Tanjungpinang memprioritaskan reklamasi. Forum ini pada hari selasa (12/6) meminta agar Walikota dapat mengembalikan fungsi lahan yang sudah rusak akibat penambangan bouksit. Selain itu pengembalian fungsi lahan yang sudah rusak akibat penambangan bouksit. Selain pengembalian fungsi lahan FKB juga meminta pemerintah kota harus transparan dalam penerimaan jumlah royalti selama ini, kemudian kemana pengalokasian dana yang diterima “Jadi semua harus dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Oktavia ketua FKB Provinsi Kepri itu dalam orasi dihalaman kantor Walikota Senggarang. Sekali lagi Vio (sapaan akrab) menegaskan setelah aktivitas penambangan ditutup sejauhmana keseriusan Pemko menindak-lanjuti masalah reklamasi dan sudah sejauh mana pula upaya yang telah dilakukan, kita pengen pembuktian jangan sebatas janji doang cetusnya lagi.

 bin

Paripurna DPRD Kota Sahkan Enam Perda

S

EBANYAK enam Ranperda disahkan menjadi Perda dalam rapat paripurna istimewa DPRD Kota Tanjungpinang, Rabu (13/6) di Gedung DPRD Kota Tanjungpinang. Perda tersebut yakni Perda Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Satpol PP, RSUD, PPNS dan Korpri. Walikota Tanjungpinang, Suryatati A Manan mengatakan pengesahan ini mudahmudahan dapat memberikan motivasi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Tanjungpinang. Soalnya, beberapa SOTK sudah menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang dirasakan serta disesuaikan pula dengan perkembangan dan situasi daerah. “Dinas pemuda dan olah raga, tupoksinya selama ini bergabung dengan dinas pendidikan, setelah berdiri sendiri maka bidang kepemudaan dan ke-olahragaan dapat dilakukan secara lebih maksimal lagi dengan sasaran pembinaan sejak dini hingga

pencapaian prestasi,” kata Tatik Tatik mengatakan, struktural organisasi dinas telah mengalami penambahan. Awalnya sebanyak 11 kini menjadi 12 dinas di daerah. Dari penyusuaian ini terdapat penggabungan dari dua tupoksi dinas yang selama ini berbentuk sendiri, seperti Dinas Perindustrian perdagangan, Koperasi dan UKM. Adapula yang bersifat menyesuaikan dengan nomenklatur Departemen (kementrian) pusat untuk memberikan perimbangan kepada dinas baik sebagai pelaksana otonomi maupun dalam rangka tugas pembantuan. Komposisi organisasi dinas daerah yang baru berdasarkan hasil pembahasan terhadap perda perubahan adalah sebagai berikut: Dinas pendapatan, pengelolaan keuangan, dan aset daerah, dinas kesehatan, dinas pendidikan dan kebudayaan, Dinas pariwisata dan ekonomi kreatif, dinas perhubungan, komunikasi dan

informasi, dinas kependudukan dan pencatatan sipil, dinas sosial dan tenaga kerja, dinas kelautan, perikanan, pertanian, kehutanan dan energi, dinas perindustrian, perdagangan, koperasi dan UMKM, dinas pekerjaan umum, dinas tata kota kebersihan, pertamanan dan pemakaman, serta dinas pemuda dan olah raga. Sementara tupoksi kebudayaan dikembalikan ke dinas pendidikan sehingga menjadi dinas pendidikan dan kebudayaan. Tupoksi kepariwisataan ditambah unsur pengembangan ekonomi kreatif, sehingga menjadi dinas pariwisata dan ekonomi kreatif. Tupoksi per-koperasian dan usaha mikro kecil dan menengah digabungkan dengan perindustrian dan perdagangan sehingga menjadi dinas perindustrian, perdagangan koperasi dan UMKM. Tupoksi penataan ruang digabungkan dengan tupoksi kebersihan, pertamanan dan pemakaman sehingga menjadi dinas tata

kota kebersihan dan pertamanan. Begitu pula dengan lembaga teknis daerah mengalami perubahan komposisi baik secara jumlah maupun nomenklatur. Dari segi jumlah mengalami pengurangan sebanyak satu lembaga teknis yaitu kantor kebersihan pertamanan dan pemakaman menjadi organisasi berbentuk dinas, sehingga total lembaga teknis daerah yang semula 9 menjadi 8. Selain itu, terjadi pula perubahan berupa penyesuaian tupoksi maupun nomenklatur yang semula berada pada organisasi lembaga teknis tertentu seperti Nomenklatur Badan perencanaan pembangunan daerah dan penanaman modal berubah menjadi Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah. Badan kesatuan bangsa, politik, perlindungan dan pemberdayaan masyarakat berubah menjadi badan kesatuan bangsa, politik dan pemberdayaan masyarakat. Badan pember-

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012

dayaan perempuan dan keluarga berencana menjadi badan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan keluarga berencana. Badan pelayanan perizinan terpadu, disepakati berubah menjadi badan pelayanan perizinan terpadu dan penanaman modal. Pada komposisi lembaga teknis daerah yang lain, diantaranya seperti inspektur kota, badan lingkungan hidup, badan kepegawaian daerah dan kantor perpustakaan arsip dan daerah tidak mengalami perubahan signifikan, melainkan penyesuaian nomenklatur pada hirarki dibawah kepala badan/kantor seperti bidang/ sub bidang maupun seksiseksi. Selain itu terjadi penambahan jumlah inspektur pembantu wilayah dari semula 3 menjadi 4 pada inspektorat Kota Tanjungpinang.‘Satpol PP yang sebelumnya merupakan eselon III A sekarang menjadi esselon II b.

 bin/hkc


22 Dumai Bersemai

Bersih, Sejahtera & Damai

Pemetaan Tanah Konsesi Selesai 90 Persen P

EMKO Dumai tengah melakukan penertiban kawasan lahan konsesi. Proses pemetaannya saat ini sudah mencapai 90 persen. Pemetaan tanah konsesi di Kota Dumai saat ini kondisinya sudah 90 persen, semua kawasan sudah ditetapkan terkecuali kawasan hutan. Dengan demikian yang menjadi kendala dalam pemetaan

tanah ini di kawasan hutan, pasalnya masih terhambat di status lahan tersebut. Wakil Walikota Dumai H Agus Widayat mengatakan, bahwa proses pemetaan tanah konsesi sudah hampir selesai dilakukan. Semua kawasan sudah dipetakan terkecuali kawasan hutan, sehingga menjadi hambatan untuk menyelesaikan pemetaan hingga 100 persen.

Warga Ancam Blokir Jalan Purnama-Lubuk Gaung

K

IAN rusaknya Jalan Purnama- Lubuk Gaung membuat kesabaran waraga Purnama hampir habis. Sebab, debu jalanan semakin tebal dan mengancam kesehatan mereka. Oleh rarena itu, masyarakat memberi deadline Pemko Dumai hingga Agustus 2012. Meski Pemko Dumai memberi isyarat bahwa perbaikan Jalan Raya Puyrnama- Lubuk Gaung akan dimulai Juli mendatang, namun warga menganggap sebatas angin segar. “Kali ini kami tidak akan tinggal diam, jika kerusakan jalan yang terjadi tidak kunjung diperbaiki hingga akhir Agustus mendatang, nantinya masyarakat akan melakukan aksi pemblokiran jalan kembali,” tegas Ketua RT 03 Purnama, Agus Toni kepada wartawan Kamis pekan silam. Disinggung tentang pemasangan baleho di drum bentuk protes masyarakat akibat kerusakan jalan ini, Ketua RT ini mengaku tidak mengetahui siapa yang memasang baleho tersebut. “Saya juga tidak tahu siapa yang memasangnya, sebelumnya yang menulis

aksi protes yang ditulis di triplek memang saya, kalau yang baleho ini saya tidak tahu,” tukasnya. Sementara salah seorang warga yang melintas, Rahmat kepada Dumai Pos mengeluhkan tebalnya debu setiap dirinya melintas di Jalan Cut Nyak Dien ini. “Semakin hari debunya semakin tebal, belum lagi jalannya semakin rusak, jika memang masyarakat akan melakukan aksi pemblokiran jalan lagi, jelas saya mendukung karena dampak kerusakan jalan ini memang masyarakat Purnama lah yang merasakannya,” ujar Rahmat. Kata dia, masyarakat Purnama masih berlapang dada dengan memberikan deadline hingga Agustus kepada Pemko dalam perbaikan jalan tersebut. “Sebelumnya saat jebolnya jembatan tak jauh dari Kantor Camat di Jalan Cut Nyak Dien ini terjadi, anggota Komisi III DPRD Kota Dumai turun dan berjanji akan memperjuangkan tuntutan masyarakat Purnama, kami berikan apresiasi atas usaha mereka,” ujarnya.

 dpc

“Tim pemetaan tanah konsesi sudah melaksanakan tugas dengan baik, sedikitnya 90 persen tanah konsesi di Dumai sudah selesai dipetakan, sisanya terkendala pada status hutan yang hingga saat ini belum jelas statusnya,” ujar Wawako Dumai. Dijelaskan Agus, syarat untuk menyelesaikan masalah tanah konsesi, pemerintah daerah harus memetakan

tanah konsesi hingga tuntas, lalu diajukan ke Pemerintah pusat untuk dihibahkan ke Pememerintah Daerah Dumai. “Namun sangat disayangkan masalah status hutan menjadi kendala bagi Pemerintah untuk menyelesaikan persoalan tanah konsesi,” keluhnya. Dengan demikian, Pemerintah terpaksa menunggu Perda Rencana Tata Ruang Wilayah

(RTRW) Kota Dumai yang saat ini sedang digodok di Pemerintah Pusat. Diharapkan, setelah RTRW selesai, barulah menggesa masalah penyelesaian tanah konsesi di Dumai. “Kalau sudah selesai RTRW Dumai, kita akan menggesa agar proses penyelesaian tanah konsesi selesai secepatnya,” pungkas Wawako Dumai.

 rtc

e-KTP Segera Dibagikan ke Warga

P

ROGRAM e-KTP di Kota Dumai sudah sampai tahap akhir. Sebanyak 100.200 keping eKTP siap dibagikan kepada para pemiliknya. Pemerintah Kota Dumai melalaui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Dumai nampaknya telah sukses menjalankan program pemerintah Pusat tentang penerapan program kartu tanda penduduk elektronik atau sering disebut dengan eKTP. Pasalnya sebanyak 100.200 ribu e-KTP sudah siap dicetak dan saat ini tengah mempersiapkan pembangian ke masing-masing kecamatan dan diserahkan langsung kepada masyarakat. Kepala Disdukcapil Kota Dumai, Nizam ketika dikonfirmasi wartawan Rabu pekan lalu membenarkan bahwa saat ini pihaknya telah berhasil mencetak sebanyak 100.200 ribu e-KTP untuk masyarakat Dumai. Bahkan saat ini juga, pihaknya tengah mempersiapkan pembagian ke masingmasing kecamatan lalu diserahkan kepada masyarakat. Namun terlepas itu, dalam

pembagian e-KTP ini nantinya akan dibuka secara resmi oleh Walikota Dumai H Khairul Anwar SH. “Sebanyak 100.200 ribu eKTP warga Kota Dumai sudah selesai di cetak, dalam waktu dekat e-KTP akan segera dibagikan melalui msingmasing kecamatan di Kota Dumai yang nantinya akan dibuka oleh Walikota Dumai. Dengan adanya pembagian ini, saya menilai program pemerintah pusat di Kota Dumai terbilang sukses dan tidak menimbulkan kesulitan dalam memproses penerapan e-KTP itu sendiri,” akunya sukses menerapkan e-KTP. Dijelaskan Nizam, pelaksanaan perekaman data e-KTP berjalan dengan baik dan sukses dilaksanakan, sampai tanggal 5 Juni 2012 kemarin perekaman yang dilakukan sudah mencapai 138.992 jiwa atau 98 persen dari jumlah alokasi wajib e-KTP sebanyak 142.701, dan sisanya hanya tinggal 2 persen lagi. Angka tersebut menggambarkan bahwa partisipasi masyarakat di kota Dumai dalam mensukseskan Program e-KTP sangat

tinggi. “Sehingga program e-KTP dapat terlaksana dengan baik dan sukses. Dari total 138.992 yang sudah siap tercetak sebanyak 100.200 keping eKTP atau 78,07 persen sementara sisanya tingal 33.894 keping. Dan dalam waktu dekat akan segera dibagikan melalui kecamatannya masing-masing, sehingga masyarakat Dumai sudah bisa atau memiliki yang namanya e-KTP program pemerintah Pusat,” jelas Kadisdukcapil. Menurut Nizam, untuk proses pembagian e-KTP, pihaknya tinggal menunggu waktu luang Walikota Dumai, H. Khairul Anwar, yang belakangan ini terlihat cukup sibuk menjalankan aktifitas. Terakhir Nizam menghimbau, sisa 3 persen penduduk yang belum merekam data e-KTP diharapkan segera melakukan perekaman data sesegera mungkin. Sebab dengan jumlah 3 persen wajib e-KTP yang belum merekam data kebanyakan warga yang sudah pindah alamat, bekerja dan sekolah diluar kota.

PO. MUS TRANSPORT WISATA

Angkutan Sewa Eksekutif

TRANSPORT ANGKUTAN UMUM EXECUTIF

PEKANBARU

L 300 FULL AC - MITSUBISHI KUDA

- DUMAI - DURI - PADANG

: Jl. H Imam Munandar/Harapan Raya No. 29B Telp. 0761 885153 Pekanbaru DUMAI : Jl. Jend. Sudirman No. 134 Telp. (0765 )32910 - 38567 DURI : Telp. (0765) 7037258 PADANG : Jl. Ir H Juanda No 59 Telp. (0751) 38567

PEKANBARU

PUSAT

KANTOR PUSAT: Jl. Jati (Harapan Raya) No. 23

Mengutamakan Pelayanan Terbaik

Telp. (0761) 7003400 Pekanbaru

RENGAT AIR MOLEK TEMBILAHAN

RENGAT: Depan Terminal Jl. Diponegoro

Telp. (0769) 323451

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012

Antar Jemput Alamat Berangkat Tepat Waktu

 rtc


23 Pendidikan

Upaya Mewujudkan Pendidikan Islami Benarkah pendidikan kita telah gagal memanusiakan manusia? Pendidikan bukan hanya teaching atau transfer ilmu. Tetapi juga to educate yaitu transfer prilaku.

P

ENDIDIKAN adalah sebuah media untuk mentransformasi nilai dan ilmu. Pendidikan juga berupaya melakukan pengembangan dan pembinaan bagi seluruh potensi manusia baik ruhaniah dan jasadiyah tanpa memprioritaskan sejumlah potensi yang dimiliki seseorang. Pendidikan memberikan pengertian bahwa pendidikan harus memandang manusia sebagai subyek pendidikan, bukan sebagai obyek yang memilah-milah potensi atau fitrah manusia. Artinya, pendidikan adalah suatu upaya memperkenalkan manusia akan eksistensi dirinya, baik sebagai diri pribadi yang hidup bersama hamba Tuhan yang terikat oleh hukum normatif atau syariat dan sekaligus sebagai khalifah di bumi. Akibat konsep pendidikan yang mengenyampingkan dasar-dasar tersebut, adalah pendidikan yang akan mencetak manusia-manusia tanpa kesadaran etik, yang pada akhirnya melahirkan cara pandang dan cara hidup yang tidak lagi konstruktif bagi tegaknya nilai-nilai kemanusiaan. Untuk itu perlu adanya konseptualisasi ilmu dalam pendekatan agama yang merupakan kerangka dasar dalam upaya memperjelas dan meluruskan cara pandang manusia, baik mengenai dirinya, alam lingkungan, maupun terhadap campur tangan Allah SWT. Pada dasarnya, Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan pijakan yang jelas tentang tujuan dan hakikat pendidikan, yakni memberdayakan potensi fitrah manusia yang condong kepada nilai-nilai kebenaran dan kebajikan agar ia dapat memfungsikan dirinya sebagai hamba. Oleh karena itu, pendidikan berarti suatu proses membina seluruh potensi manusia sebagai makhluk yang beriman dan bertakwa, berfikir dan berkarya, untuk kemaslahatan diri dan lingkungannya. Cara pandang seperti inilah, yang dikemukan oleh Dr.Ir.M.Rahmad Kurnia.M.Si pada seminar nasional bertemakan “Refleksi Kebangkitan Tenaga Pendidik Dan Pelajar Muslim” di Universitas Islam Riau yang diadakan beberapa waktu lalu. Dihadapan puluhan mahasiwa Fakultas FKIP UIR, dia menginginkan seluruh tenaga pendidik dan pelajar mengedepankan konsep pendidikan secara Islami. Sebagai negara yang ayoritas berpenduduk Muslim, kata dia, pendidikan tidak

hanya berbicara mengenai peringkat ataupun nilai saja, tapi harus ada perubahan tingkah laku pribadi. Kenyataannya, sekarang pendidikan di Indonesia bersifat sekuler. Menyebabkan manusia itu matrealistis. Pendidikan kita gagal memanusiakan manusia. Terus, apa solusinya, tidak lain adalah kembali kepada pendidikan Islam. “Kebalikan dari sekuler yang memisahkan agama dengan kehidupan, maka lawannya adalah menyatukan agama dengan kehidupan. Berarti kita menerapkan Islam agama yang kita yakini secara total dalam kehidupan kita termasuk dalam pendidikan dengan solusi menerapkan pendidikan Islam. Ibaratnya, kita harus menjadi pohon tomat. Dari akar sampai buah tetap dibilang tomat. Kalau sekarang, kita ini akarnya tomat, batangnya pisang, daunnya salak dan buahnya durian. Kita harus berkomitmen, sekali disebut Islam, semuanya harus Islam,” terang Rahmad Kurnia. Berbicara pendidikan Islam, lanjut salah satu pimpinan tertinggi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai salah satu ketua di DPP HTI ini mengatakan, tentu kita akan berbicara mengenai pemantapan akidah Islamiyah yang arahnya pembentukan kepribadian. Kalau sekarang ini, cara pelaksanaan pendidikan kita dilakukan secara teaching yaitu transfer ilmu dan ujiannya bisa lisan, bisa tertulis. Rubahlah menjadi to educate yaitu transfer prilaku yang faktor keberhasilannya bukan hasil ujian, tapi perubahan prilaku. “Inilah mengapa saya tidak pernah setuju dengan UN. Mengapa hanya diuji satu kali ujian saja dan ujian

hanya ilmu saja. Hanya bersifat teaching saja, mana to educate yang mampu merubah tingkah laku kehidupan kita sehari-hari. Paradigma ini yang segera kita rubah,” terangnya. Hidup ini untuk akhirat, tanpa melupakan dunia, lanjutnya. Penentuan arah dan tujuan, kurikulum, proses belajar mengajar, kualitas guru dan dosen harus dirubah total dalam pendidikan kita sekarang ini. Dimulai dari arah dan tujuan manusia itu menuntut ilmu. Guru maupun pelajar tidak akan pernah mengerutkan dahinya saat berangkat dari rumah berjalan ke sekolah dengan tujuan mencari ilmu semata, dimana kalau mereka mengetahui bahwa dalam firman Allah SWT menjelaskan apa yang mereka lakukan tersebut merupakan sebuah ibadah teramat besar. “Seseorang yang keluar rumah tujuannya pergi menuntut ilmu, maka malaikat akan melimpahkan segala rahmatnya dan pahala mereka sama halnya dengan melaksanakan haji satu kali. Bayangkan orangorang menunggu 10 tahun bisa naik haji, sedangkan guru dan pelajar setiap hari bisa naik haji jikalau mereka meluruskan niatnya dalam menuntut ilmu,” ujar Ustadz Rahmat

biasa ia dipanggil. Secara akhirat, kata dia, kita sudah tahu tujuannya, bagaimana dengan perubahan kurikulum yang Islami itu. Rahmat Kurnia yang juga mendirikan sekolah Islam terpadu Insantama ini, mengatakan kurikulum yang sekarang kita pakai dipadukan antara ilmu dunia dan ilmu Islam. Sayangnya makna kurikulum saat ini, telah salah kaprah untuk dipahami oleh sebagian besar lembaga pendidikan kita. Kurikulum hanya dipahami sebagai kumpulan pedoman, materi ajar, perencanaan dan evaluasi pembelajaran. Mulai dari pedoman umum, standar isi, silabus sampai sistim evaluasi belajar. Dia menegaskan. amat jarang kita memahami bahwa berbicara, berpakaian, berprilaku dan kebijakan sivitas lembaga adalah sebuah kurikulum. Inilah yang disebut kurikulum tersembunyi. Kalau kita mau jujur bahwa saat ini yang terjadi adalah bahwa kurikulum yang terjilid seringkali kontra dengan kurikulum tersembunyi. Misalnya kita mengajarkan materi kejujuran dan kemandirian, namun dalam pelaksanaannya justru sivitas lembaga

M Rahmad Kurnia

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012

melakukan sikap sebaliknya, bahkan dengan sengaja dilakukan pada lingkungan lembaga pendidikan yang sedang berjalan. Begitu juga dalam proses pembelajaran di sekolah seringkali kita melakukan proses pembelajaran penyajian materi yang hampa makna. lebih mengutamakan penerusan materi, maka pesan pendidikan yang disampaikan menjadi kering dari nilai-nilai. Bahkan pelajaran tentang sikap dan nilai, seperti Agama dan Pendidikan Moral Pancasila berubah menjadi materi hafalan yang hampa makna. Kita telah melupakan bahwa hakikatnya semua mata pelajaran memiliki pesan nilainilai yang berguna bagi kehidupan. Bahkan pelajaran matematika pun sarat dengan nilai-nilai. Bagaimana seharusnya kurikulum Islam? Rahmat Kurnia menjelaskan, dalam pengembangan kurikulum Islam semua mata pelajaran dalam kurikulum adalah mata pelajaran yang membawa peserta didik untuk lebih mengenal Alloh SWT. Misalnya, mata pelajaran matematika yang mengajarkan tentang berhitung, siswa bisa diajarkan jumlah nabi dan banyak lagi. “Kolaborasi terhadap konsep ketuhanan dengan keilmuan sangat perlu diterapkan sekarang ini,” tegasnya. Bersamaan dengan perubahan kurikulum ini, akan terjadi perubahan pada proses belajar mengajar dan kualitas guru maupun dosen juga semakin bertambah karena mereka akan terus menggali nila-nilai keIslaman yang terkandung dalam setiap materi pembelajaran yang diajarkannya sekaligus menambah keilmuan ruhaniyahnya. Begitu juga yang diterapkan Rahmat Kurnia disekolah SD, SMP dan SMA IT yang dibangunnya di daerah Bogor saat ini. Ini murni dari pengalamannya, melakukan observasi dan mencari cara terbaru mengubah sebuah sistem pendidikan sekarang menjadi pendidikan yang lebih Islami. “Selama bertahun-tahun, saya dan kawan-kawan merancang kurikulum Islami yang mengedepankan nilainilai Islami didalam setiap mata pelajaran. Segala aspek pendukung dalam pendidikan juga kita rancang menjadi sosok yang Islami. Seperti orangtua, pengawai dan lingkungan sekolah bahkan satpam dan OB. Sehingga kerjasama semuanya, bisa mewujudkan pendidikan Islam tersebut,” ungkapnya. Untuk itu, mengakhiri acara, Rahmat Kurnia mengajak semua calon guru yang hadir menyamakan tujuan dan misi demi terciptanya pendidikan Islami saat mereka mulai mengajar nantinya.*

 hes


24

KB Dapat Sejahterakan Masyarakat

W

AKIL Bupati Kampar mengatakan upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB) sangat berperan dalam mendukung pencapaian tujuan Nasional, karena melalui program KB pertambahan dan pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. “ Dapat dihindari sehingga setiap keluar dapat merencanakan kehidupan menjadi berkualitas dan sejahtera,” ujar H Ibrahim Ali mengatakan itu saat memberikan pengarahan sekaligus membuka Pencanangan Bhakti Sosial TNI KB Kesehatan tingkat Kabupaten Kampar

tahun 2012, di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Kamis (14/6) pagi. Dikatakan Wabup, bahwa keberhasilan pembangunan di segala bidang sangat ditentukan dari pembangunan kependudukan karena penduduk adalah obyek dan sekaligus subyek dari pembangunan itu sendiri. “Oleh karena itu, pembangunan harus berpusat kepada penduduk (people centered development). Dan kita harus memperhatikan fakta kependudukan di Indonesia saat ini,” katanya. Menurut Ibrahim, dampak dari kondisi ini akan meningkatkan beban pemerintah, baik pusat maupun daerah

PBK Sajikan Kerajinan dan Masakan Khas Kampar

K

EPALA Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Kampar mengatakan bahwa Pekan Budaya Kampar tahun 2012 ini, juga sebagai ajang promosi dimana nantinya akan disajikan berbagai produkproduk hasil dari kerajinan dan masakan khas Kampar serta berbagai daerahdaerah yang berpotensi yang kita tawarkan kepada investor. “Namun yang pasti, berbagai kegiatan kesenian dan budaya dari 21 kecamatan akan menyemarakkan Pesta Budaya Kampar ini. Dimana masing-masing kecamatan akan menampilkan berbagai ragam dan corak budaya yang mereka tampilkan, mulai darai pawai budaya, teater, dan kesenian lainnya,” ujar H Syamsul Bahri. Kadisparbud menyampaikan hal ini sesuai dengan dua tujuan pelaksanaan PON ke-XVIII yang pelaksanaannya bersamaan dengan Pekan Budaya Kampar diantaranya sukses ekonomi kerakyatan dan promosi daerah. “Agenda ini sangat cocok sekali dengan PON ke-XVIII dan moment ini akan kita sesuaikan waktunya dengan PON keXVIII, sehingga nantinya akan tercapai apa yang menjadi tujuan Pekan

Budaya ini,” kata Syamsul Bahri. Disebutnya, rapat tersebut membahas tentang thema, maksud dan tujuan, pelaksanaan, tempat pelaksanaan dan materi yang akan di tampilkan pada pekan budaya tahun ini, yang selanjutnya akan kita laporkan kepada Bupati untuk disetujui. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kampar Hj Eliberty menambahkan bahwa Pekan Budaya Kampar tahun ini merupakan tindak lanjut dari program nasional, yang telah dikuti yaitu Otonomi Ekspo yang diselenggarakan di JCC Jakarta pada tanggal 24-27 Mei lalu. “Yang mana Kampar mengikutsertakan tiga dinas yaitu Disperindag Kabupaten Kampar selaku koordinator, Dinas Parawisata dan Budaya, serta BSPPM,” ujarnya. Menurut Eli, Otonomi Ekspo bertujuan untuk memperkenalkan produkproduk daerah, objek wisata yang berpotensi di daerah dalam rangka menarik para investor di Indonesia. “Untuk melakukan atau menanamkan modal di daerah yang nantinya akan mampu mengembangkan pembangunan di sektor ekonomi kerakyatan, wisata dan lainnya,” paparnya.*

 rif

terutama dalam penyediaan pemenuhan kebutuhan dasar penduduk seperti penyediaan pangan, kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, energi dan lainlain. “Jumlah penduduk berdasarkan Indonesia berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010 berjumlah 237,6 juta jiwa, dan laju pertumbuhan penduduk 1,49 persen pertahunnya,” sebut Ibrahim. Untuk tingkat Kabupaten Kampar dengan jumlah penduduk 686.030 jiwa, dan laju pertumbuhan penduduk 3,99 persen. Dengan jumlah yang besar ini, tentu kualitasnya relatid rendah. Terjadi hampir di semua tingkat wilayah baik di daerah padat maupun di daerah jarang penduduknya. Jika kelahiran penduduk tidak dikelola maka akan semakin banyak lahir penduduk-penduduk baru dengan kualitas yang rendah. Daerah yang sangat jarang penduduknya akan semakin di isi oleh penduduk yang baru yang rendah pula kualitasnya. Hal ini berdampak semakin sulitnya bagi pemerintah baik pusat maupun daerah untuk mengelolanya. Dalam konteks kualitaspenduduk yang rendah, penting untuk digaris bawahi bahwa ada kaitan erat antara angka kelahiran dengan kemiskinan. Berbagai survey menunjukan bahwa Total Fertilitu Rate (TFR) perempuan dengan indeks kesejahteraan rendah lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan dengan indeks

 rif

DPRD Sijunjung Cari Reperensi ke Kampar

A

NGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (13/6) siang, di Aula Ruang Rapat, Lantai III, Kantor Bupati Kampar Bangkinang, bertemu dan berbincang dengan Asisten III Bidang Administrasi Kepegawaian Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar H Bustami HY. Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sijunjung yang tergabung dalam Komisi I melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kampar bertujuan untuk memperoleh pengetahuan dan wawasan sebagai referensi penanganan di bidang pemerintahan serta berbagi informasi tentang analisa jabatan, beban kerja dan proses penyelesaian aset serta informasi tentang kepegawaian di Kabupaten Kampar.

Kedatangan rombongan dari Komisi I DPRD Kabupaten Sijunjung yang diketuai oleh H. Mukhlis R beserta anggota DPRD lainnya, serta staf sekretariat dewan, disambut oleh Asisten III dan didampingi Staf Ahli Bupati Kampar Bidang Sumber Daya Manusia H Mawardes, serta perwakilan dari beberapa satuan kerja yang ada di lingkungan Pemda Kabupaten Kampar. Pada kesempatan tersebut, anggota DPRD sijunjung saling bertukar informasi dan lainnya dengan pemda Kampar tentang kendala yang dihadapi tentang analisa jabatan, beban kerja dan proses penyelesaian aset pemda yang dilakukan oleh Pemda Kampar. Dengan berbabagi informasi tersebut, diharapkan bisa mendapatkan solusi dari kendala yang dihadapi di Pemda Sijunjung tersebut. “Tentang analisa jabatan di

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012 CMYK

kesejahteraan tinggi. Fenomena ini mempunyai implikasi yang mendasar bagi leberhasilan pembangunan. Disampaikannya, masalah kependudukan tetap menjadi isu yang sangat penting dan mendesak, terutama yang berkaitan dengan aspek pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk dan pengarahan mobilitas penduduk. “Upaya mengatasi berbagai persoalan kependudukan yang mengemuka saat ini, tidak ada selain melaksanakan dan mensukseskan program kependudukan dan KB Nasional secara konsisten,” tegas Wabup. Dimana program KB harus didukung oleh berbagai pihak termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang memberi peran strategis dalam pembangunan sosial karenA TNI mempunyai garis komando cukup kuat sampai kejajarannya di lini lapangan untuk menggerakkan program KB. Ibrahim Ali juga menjelaskan bahwa penurunan kualitas SDM akan mengakibatkan kekhawatiran terhadap Los Generation akan terjadi seperti angka kematian ibu melahirkan dan kematian bayi yang sangat sulit diturunkan akibat sering ibu melahirkan jumlah anak yang dimiliki semakin banyak. “Apalagi bila kehamilan terjadi pada usia remaja, atau usia tua serta akibat kehamilan yang tidak diinginkan,” ucapnya.*

Pemda Kampar, berkaitan dengan keterbatasan waktu dan meningkatnya volume kerja serta membutuhkan banyak dana, analisis jabatan belum bisa dilaksanakan. Namun, pemda Kampar akan berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan analisa jabatan tersebut pada tahun 2013,” ujar Asisten III Bidang Administrasi Umum Kepegawaian H Bustami HY. Disampaikan Bustamy, analisis jabatan tersebut bisa dilakukan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah yang mendesak artinya tidak harus dilakukan secara serentak. “Kemudian mengenai penyelesaian aset pemda seperti masalah pertanahan, kabupaten Kampar tidak jauh berbeda dengan Kabupaten Sijunjung, yakni seluruh tanah dibumi dikuasai oleh ulayat,” ucapnya. Untuk itu, upaya penyelesaian yang dilakukan oleh pemda Kampar adalah dengan membentuk tim penanganan komplik pertanahan yang diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Kampar. Namun, terkadang aturan yang dibuat tersebut berbenturan dengan aturan yang berlaku dan kenyataan yang ada dilapangan. “Untuk itu, harus disikapi dengan baik. Terutama dengan membuat surat ganti rugi dengan pemilik tanah,” tuturnya lagi.*

 rif


25

Disnak, Dinas Terbesar Serap Dana Bergulir K

EGIATAN usaha peternakan sapi paling diminati oleh para Alumni Diklat pertanian Terpadu Kubang Jaya Siak Hulu (P4S). Hal itu dibuktikan dengan jumlah proposal pengajuan pinjaman dana bergulir program ekonomi kerakyatan yang masuk sampai minggu pertama di bulan Juni 2012 berjumlah sebanyak 638 buah proposal. “Usaha peternakan sapi yang dikelola para alumni yang telah mencairkan kredit dana bergulir berupa usaha penggemukan sapi dan usaha pengembangan budidaya sapi Bali,” ungkap Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kampar H Cokroaminoto melalui Kabid Produksi dan Pengembangan H Nugroho Budiono saat dikonfirmasi wartawan, di Bangkinang. Ahad (10/6). Menurut Kabid, dari pantauan para petugas

peternakan di lapangan kegiatan usaha peternakan sapi yang dikelola para alumni Diklat P4S Kubang Jaya Sak Hulu ternyata satu ekor sapi betina dibeli dengan harga rata-rata sekitar Rp 5 juta dan satu ekor sapi jantan dibeli dengan harga rata-rata sekitar Rp 6 juta. “Setelah para alumni Diklat P4S Karya Nyata mencairkan kreditnya di Bank PD BPR Sarimadu, maka para alumnilah yang langsung membeli sapi yang akan mereka pelihara dan para petugas Dinas Peternakan hanya memberikan bimbingan tehnis tentang ciri-ciri bakalan sapi yang baik untuk usaha penggemukan sapi dan usaha pembudidayaan ternak sapi,” terangnya. Kisaran jumlah pencairan kredit oleh para alumni P4S Karya Nyata Pertanian Terpadu Kubang Jaya Siak Hulu adalah pada besaran

Bangunan Baru RSUD tak Kunjung Dioperasikan

K

ENDATI fisik bangunan sudah tuntas dikerjakan, namun hingga kini bangunan baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang tak kunjung dioperasikan. Tim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar berdalih masih melakukan pengkajian tentang pemanfaatan bangunan yang terletak di Jalan Lingkar tersebut. Pengkajian dilakukan dari berbagai aspek sehingga pemanfaatan gedung tersebut benar-benar tepat. “Sesuai arahan bupati, kami masih mengkaji lebih lanjut, terutama terkait lokasi pelayanan dan keamanan serta kenyamanan masyarakat. Jika digunakan untuk RSUD, maka perlu dilengkapi lagi dengan sarana pendukung, dan jika tidak digunakan untuk RSUD, maka harus jelas pula peruntukkan gedung itu,” ungkap Kepala Dinas Kimpraswil Kampar Ir Fauzi Nurta MT kepada wartawan, Rabu (13/6). Disebutkannya, untuk kelengkapan fasilitas peralatan rumah sakit, dalam waktu dekat memang akan ada bantuan

dari pemerintah pusat. “Mudah-mudahan setelah dilakulan pengkajian, ada keputusan yang jelas tentang bangunan tersebut,” ujarnya. Pada kesempatan terpisah, Direktur RSUD Bangkinang dr Wira Dharma ketika dikonfirmasikan mengatakan, secara fisik bangunan yang direncanakan untuk RSUD tersebut terlihat memang sudah selesai. Akan tetapi, masih memerlukan berbagai fasilitas jika akan dioperasionalkan sebagai RSUD, seperti pasokan listrik, air, genset, generator penghancur sampah medis, lokasi dan sistem pembuangan limbah serta fasilitas lainnya, dengan anggaran minimal lebih kurang Rp17 Miliar. Apabila harus dilengkapi lagi dengan berbagai yang lebih lengkap termasuk bangunan-bangunan pendukung, maka diperlukan biaya lebih kurang Rp47,7 miliar. “Tentunya, penambahan fasilitas tersebut disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” tukasnya.*

 rif

mulai dari Rp 25 juta, Rp 30 Juta, Rp 35 Juta, Rp 40 Juta, Rp 45 Juta, Rp 50 Juta, Rp 55 Juta, Rp 60 Juta, Rp 70 juta dan beberapa orang saja yang mencairkan pinjaman senilai Rp 80 juta. “Hingga minggu pertama Juni 2012 jumlah proposal usaha peternakan yang diajukan para alumni dan berkas proposalnya masuk ke Dinas Peternakan Kabupaten Kampar sebanyak 638 buah proposal,” sebutnya. Begitu proposal masuk, maka Dinas Peternakan melakukan seleksi dan penilaian terhadap aspek kelengkapan administrasi dan nelakukan survey lapangan dan dilanjutkan dengan melakukan analisa kredit dengan menggunakan lima princip atau populer disebut 5C yaitu character, capasity, capital, collateral dan condition serta berakhir dengan dikeluarkannya rekomendasi.

Hingga minggu pertama Juni 2012 pihak Dinas Peternakan Kabupaten Kampar telah merekomendasikan sebanyak 363 buah proposal dan sekaligus telah mengirimkannya kepada tim verifikasi Kabupaten Kampar. Selanjutnya tim telah melakukan survey lapangan atas proposal yang masuk dan hingga setakat ini telah dilakukan survey lapangan untuk 141 proposal. “Dan hingga minggu pertama Juni 2012 ternyata ada sebanyak 134 buah proposal yang belum lengkap dan diharapkan agar segera dilengkapi oleh masingmasing pemilik proposal,” bebernya. Sementara itu Direktur Utama Bank PD BPR Sarimadu H M Safri menegaskan bahwa Dinas Peternakan hingga akhir bulan Mei 2012 merupakan dinas yang terbesar menyedot dana bergulir program

ekonomi kerakyatan Kabupaten Kampar tahun 2012. “ Tercatat sudah dicairkan tujuh tahap pencairan dana bergulir. Dari tujuh tahapan tersebut tercatat jumlah rekom persetujuan tim Kabupaten sebanyak 181 buah proposal atau 181 orang dengan jumlah pengajuan kredit sebesar Rp 8.210.000.000,” katanya. Safri menyebutkan, kredit yang telah dicairkan melalui rekening masing-masing pemohon pada 150 rekening dengan jumlah pencairan sebesar Rp 7.025.000.000,-. Dan jumlah yang belum dicairkan sebanyak 31 rekening atau tepatnya nasabah belum datang atau belum mencairkan pinjaman senilai Rp 1.185.000.000. “Dinas peternakan merupakan dinas terbesar menyerap dana bergulir di Kabupaten Kampar,” ungkap Safri.*

 rif

Dispora Kesulitan Mendistribusikan Guru PNS

K

ADISPORA Kabupaten Kampar Jawahir mengaku kesulitan untuk melakukan pemerataan para guru yang berstatus PNS. Salah satu alasan kesulitan tersebut adalah para guru ini ada yang yang ikut suami diwilayahnya bertugas. “Kita akui untuk pemerataan guru yang berstatus PNS agak sulit sebab salah satu contoh ada guru yang bertugas ditempat suaminya bekerja, artinya ada guru PNS yang bertugas di Bangkinang dan suaminya juga bertugas di Bangkinang inikan tentu nya agak sulit juga kita memindahkan ke daerah lain yang membutuhkan seperti daerah Tapung. Namun ke depan kita akan mencoba membenahi hal ini dan saat ini Dispora Kampar tengah melakukan pendataan para guru yang ada di 21 Kecamatan di Kabupaten Kampar,” ungkap Kadispora Kampar Jawahir saat hearing dengan Komisi II DPRD Kampar Senin (11/6). Hearing yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kampar Indra Gama ini untuk membahas Pemerataan guru yang berstatus PNS dan juga dana BOS dan Bantuan Keluarga Miskin.

Dalam hearing tersebut anggota Komisi II lebih banyak menyorot dan mempertanyakan pemerataan para guru PNS. “Setiap kali kami turun kelapangan kami menemukan dan mendapat informasi dibeberapa sekolah kekurangan guru PNS, contoh nya saja di wilayah Tapung Hulu masih kekurangan guru PNS sementara di wilayah Bangkinang dan Tambang guru menumpuk,” ungkap Sekretaris Komisi II Rhamadan. Untuk itu diminta kepada Dispora Kampar mengambil langkah2 agar dilakukan pemerataan guru PNS ini. Rhamadan juga menyorot para guru-guru yang pindah namun tidak diketahui. “Ada

guru yang pindah namun Kacab nya sendiri tidak tahu dan ini harus dibenahi juga,” tegas Rhamadan. Anggota Komisi II Sunardi menyatakan bahwa di Tapung Hulu dan Gunung Sahilan tidak ada guru agama yang PNS dan hal ini harus diprioritaskan. “Bahkan di Danau Lancang Kecamatan Tapung Hulu hanya satu orang guru PNS sementara muridnya mencapai 400 orang jadi ini menjadi PR bagi Dispora Kampar untuk mencarikan solusinya dan kedepan jangan ada lagi penumpukan guru PNS di satu daerah sementara didaerah lain membutuhkannya,” harapnya.*

 rif

Disbun Gagas Pondok Informasi Bibit Perkebunan

D

INAS Perkebunan Kabupaten Kampar segera dirikan ‘’Pondok Informasi Bibit Perkebunan”. Pondok ini bertujuan sebagai pusat informasi sehingga para petani bisa mendapatkan informasi berbagai macam bibit unggul maupun cara

penanaman yang baik. “Pondok ini kita namakan Pondok Informasi Bibit Perkebunan yang bertujuan sebagai pusat informasi bagi para petani. Dengan didirikannya pondok ini kita berharap para petani yang bergerak dibidang perkebunan dapat mendapatkan informasi

berbagai macam bibit unggul dan cara menanam yang baik sehingga kedepan para petani ini tidak salah memilih,” ungkap Sekretaris Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar Hamdani kepada wartawan, Rabu (13/6). Dijelaskannya, Pondok Informasi Bibit Perkebunan ini

nantinya akan dipusatkan di eks Kantor Perkebunan Jalan Prof M Yamin SH Bangkinang. “Mudah-mudahan pondok ini nantinya dapat bermanfaat bagi para petani sehingga hasil perkebunan para petani ini menghasilkan tanaman yang baik dan bermutu,” tuturnya. Program ini dilaksanakan

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012 CMYK

disamping sebagai pusat informasi bagi para petani juga untuk menjalankan program pemerintah daerah sehingga para petani ini mudah mendapat informasi apa-apa saja bibit unggul dan bagaimana menghasilkan tanaman yang berkualitas.*

 rtc/rif


26 Ekonomi

Pekanbaru Expo, Ajang Promosi Produk Lokal UKM sangat menantikan ajang Pekanbaru Expo. Selain ajang promosi, produk UKM juga bisa langsung diperjualbelikan.

P

EKANBARU Expo merupakan Event tahunan yang rutin dilaksanakan oleh pemerintah kota pekanbaru. Pameran Pekanbaru Expo tahun ini, dilaksanakan juga dalam rangka Hari Jadi Pekanbaru ke-228 dan juga dalam rangka menyongsong PON XVII 2012 Riau. Pekanbaru Expo 2012 ini akan diselanggarakan selama 5 hari yang dimulai dari tanggal 23 Juni 2012. Lokasi pelaksanaan di Kota Pekanbaru, yang akan diikuti oleh Pemerintah Daerah dari berbagai Kabupaten/Kota, pelaku bisnis yang tergabung di IndonesiaMalaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), pelaku usaha Nasional dan local BUMN, BUMD, Lembaga Keuangan dan Perbankan, Otomotif serta kalangan industry kecil, besar dan menengah, serta pelaku UKM. Pameran ini merupakan event tahunan yang menampilkan berbagai produk meliputi sektor pelayanan publik, produk pariwisata daerah, Natural Resource dan peluang investasi, jasa-jasa handycraft and gift dan produk kreatif unggulan khas daerah maupun dari kabupaten/kota. Dengan harapan pada kegiatan ini dapat meningkatkan investasi dan pemasaran yang dihadapi oleh pengusaha, koperasi dan UKM baik tingkat domestik. Melalui ajang promosi ini juga diharapkan terjadinya interaksi bisnis langsung yang efektif antara investor dan pembeli potensial dengan pelaku usaha dalam kontak dagang dan kerjasama investasi yang saling menguntungkan. Selain itu terjadinya kerjasama antara Pemerintah Daerah Propinsi, Kabupaten/

Kota untuk mendorong pertumbuhan aspek Ekonomi serta potensi sumberdaya dalam rangka upaya penciptaan iklim investasi yang konduktif di daerah. Dari setiap stand yang tampil akan banyak ragam yang diekspose terutama produk kerajinan khas daerah sebagai daya tarik, contoh saja beberapa stand berasal dari Usaha Kecil Menengah maupun produk-produk home industri yang coba diangkat kepermukaan dengan produkproduk hasil karya seperti kain khas melayu, kerajinan rotan, kerajinan keramik, makanan khas Pekanbaru dan lainnya. Bagi Usaha Kecil Mengah (UKM), ajang berskala Pekanbaru Expo ini, sangat dinantinantikan untuk memasarkan produk mereka lebih luas lagi. Seperti yang dialami oleh Buyung merupakan salah seorang pengrajin rotan Rumbai. Saat ditanya mengenai acara Pekanbaru Expo nanti, ia bersemangat ingin berperan pada acara tersebut. Ia tidak mau melewatkan momen yang akan menghadirkan para pendatang dari seluruh pelosok Pekanbaru ini bahkan pengunjung dari luar daerah. “Saya berencana ingin ikut serta lagi kalau tidak aral melintang. Saya tidak akan melewatkan moment ini, untuk berperan menyemarakkan iven tersebut. Saya akan memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya. Memang produk kerajinan rotan tidak asing lagi sekarang ini, namun minimal saya bisa memperkenalkan kerajinan-kerajinan terbaru saya seperti kursi dan meja dengan model terbaru kepada pengunjung yang datang ,” katanya. Bermacam bentuk kerajinan yang diproduksinya mulai dari kursi, meja, fas bunga, tudung saji, mainan kudakudaan anak dan lainnya direncanakan akan dibawanya. “ Saya sering kali mengikuti pameran seperti Expo ini. Saya melihat kerajinan rotan

buatan saya tidak kalah saing dari yang lain dan biasanya pengunjung banyak yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang kerajinan seperti rotan ini,” katanya. Kualitas produknya juga menjadi dasar munculnya keyakinan, ia dan teman seprofesi lainnya berpeluang juga mendapat untung di even tersebut. Ia sendiri tidak melakukan persiapan khusus pada Expo nanti. Yang dilakukannya adalah meningkatkan jumlah produksi. Ia berkeyakinan yang tinggi, bahwa kerajinan produknya pasti banyak peminatnya seperti tahun-tahun sebelumnya. “Mungkin sekarang, saya hanya membuat beberapa produk saja, nanti harus ditambah menjadi banyak lagi atau pengunjung bisa memesan, nanti saya buatkan seperti kursi dan meja palingan saya hanya bawa gambarnya saja sebagai contoh. Pokoknya lebih banyak dari hari-hari biasa. Tidak perlu lah memaksakan membuat macam-macam produk baru yang akhirnya menurunkan kualitas. Terpenting

saya`percaya dengan kualitas hasil kerajinan yang saya buat,” katanya. Jamaliah yang belum genap satu tahun memulai usaha bordir bersama-sama teman satu kelompoknya ini juga ingin ambil bagian dari acara Pekanbaru Expo tersebut. Ia dan teman-temannya yakin usaha bordir dan penjualan produk pakain dan sejenisnya yang dijual di toko miliknya pasti akan laku di pada acara itu. “ Penjualannya pasti akan semakin meningkat saat Expo nanti dan juga sebagai ajang promosi toko kami yang masih kecil-kecilan,” katanya. Pakain hasil bordiran menurutnya merupakan komoditi yang sangat potensial dijual di even tersebut untuk oleh-oleh para pengunjung. Seperti berbagai model jilbab yang dibordir, mukenah, bahan pakain yang sudah dibordir akan lebih menarik minat pengunjung. Apalagi, kalau ada model bordir atau produk terbaru lainnya, pengunjung pasti sangat berminat sekali. Katanya, pameran juga bisa mendekatkan UKM degan konsumen yg lebih besar, terutama di Pekanbaru. Apalagi, UKM seperti mereka yang baru memulai usaha ini, memang sangat membutuh-

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012

kan promosi yang cukup gencar. “ Kita sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah dalam mempromosikan produk-produk kita ketengah masyarakat. Dengan ikut di expo ini, pasti sangat membantu,” kata Jamaliah. Jamaliah dan kawankawannya juga pernah mengikuti pameran-pameran, namun tidak sebesar expo kali ini. Biasanya, mereka juga membawa contoh produk di pameran. Setelah itu, kerjasama bisa dilanjutkan seusai pameran dngan cara dipesan. Intinya mereka, hanya mengharapkan pengenalan saja kepada pengunjung disana. “ Pemasaran selama ini kami lakukan hanya dari mulutkemulut dari lingkup keluarga atau orang-orang terdekat dan masyarakat sekitar. Kami juga ingin orang lebih mengenal produk kami secara luas lagi,” katanya. Dia berharap dengan adanya program pemerintah untuk mempromosikan semua produk lokal Riau, ia juga ingin dibantu baik pada iven expo kali ini maupun pada iven besar lainnya. Dia yakin produknya akan semakin diminati pengunjung saat penyelenggaraan Pekanbaru Expo nanti.* n hes


27 Hukum

PWI Minta Rektor UR Bertanggungjawab

laan wartawan, Heriyanto Marhamin saat menjamu perwakilan mahasiswa UR

Kedatangan empat mahasiswa UR pro kongres ke PWI menyampaikan kronologis versi mereka. Selain diberi kesempatan menjelaskan, mereka juga menerima kecaman atas penyerangan terhadap wartawan.

J

UMAT (15/6) siang tadi, empat orang perwakilan mahasiswa Universitas Riau (UR) hadir ke PWI. Kedatangan mereka untuk meluruskan permasalahan yang terjadi saat bentrok mahasiswa dini hari kemarin.

Dimana akibat bentrokan tersebut, tiga orang wartawan menjadi korban. Perwakilan mahasiswa ini merupakan Presma UR 20112012 Novri Andri Yulan, mantan Wapresma UR 20102011 Age Pranata, Wapresma Fakultas Hukum UR Qoyyum

dan Anto, mahasiswa. Pertemuan dihadiri Wakil Ketua PWI Riau bidang pembelaan wartawan, Heriyanto Marhamin, Ketua Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia (IJTI), Yusril Ardanis, Perwakilan Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI), Achmad Dison dan sekretaris Solidaritas Wartawan untuk Transparansi (Sowat), Bagus Himawan serta puluhan wartawan dari berbagai media massa baik cetak maupun elektronik, nasional maupun lokal.

Herianto dalam pertemuan tersebut mengatakan permintaan maaf itu tidak cukup hanya diwakili mahasiswa saja. Karena ini menyangkut institusi, Rektor UR, Ashaluddin Jalil harus datang ke PWI untuk meminta maaf secara terbuka kepada wartawan. Tidak itu saja, anggota DPRD Pekanbaru yang hadir pada saat itu juga diminta kedatangannya ke PWI. “Kita minta kepada pihak UR untuk bertanggungjawab kepada empat wartawan

korban pemukulan, intimidasi dan ancaman pembunuhan,” terang Heriyanto Marhamin. Terkait dengan permintaan PWI, IJTI, PJI dan Sowat tersebut, Presma UR 2011-2012, Nofri Andri Yulan menyatakan akan menyampaikan kepada rektor. Sementara untuk anggota DPRD Pekanbaru, ia menyatakan belum bisa menjanjikan apa-apa. Pasalnya, kedatangan anggota DPRD Pekanbaru tersebut adalah personal sifatnya. Sementara itu, Ketua PWI Riau H Dheni Kurnia yang dijumpai di kantor PWI siang tadi mengecam tindakan anarkis mahasiswa yang telah membuat wartawan jadi korban. Terkait itu, dirinya meminta kepada media untuk kedepan lebih selektif dalam memberitakan kegiatan di kampus. “Selama ini kegiatan mahasiswa selalu mendapat porsi pemberitaan wartawan. Mereka demo kita liput, mereka buat acara kita liput, mereka ditangkap polisi kita bela. Kedepan jangan harap, kita akan selektif,” ucapnya sembari menyebutkan akan mencabut dukungan dan pembelaan yang telah diberikan terhadap mahasiswa yang kini ditangkap aparat keamanan terkait pengrusakan tugu PON.*

PEMERINTAH KABUPATEN SIAK Mengucapkan Selamat Kepada Drs. H. Syamsuar M.Si BUPATI SIAK Yang Menerima Penghargaan Piagam Adipura Tahun 2012 Kategori Kota Kecil Bersih

Dari Menteri Negara Lingkungan Hidup Bpk. Prof. DR. Balthasar Kambuaya, MBA Selasa, 5 Juni 2012 di Hotel Grand Said Jakarta

dan Selamat

Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2012 5 Juni 2012

“Jadikan setiap aktifitas kehidupan kita berbentuk kepedulian kepada lingkungan hidup” tanam dan pelihara pohon untuk mencegah pemanasan global yang mengancam kehidupan di bumi. Tertanda

Drs H Alfedri M.SI

Drs H Amzar M,Si

Wakil Bupati

Sekdakab

H Sadikin S.Sos, M.Si

Drs H Syafrilenti M.Si

Drs H Jamaludin M.Si

Asisten I

Asisten II

Asisten III

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012

 sir


28 Siasat

Entah tersebab belum jelasnya hasil RUPS yang digelar Februari 2012 lalu, entah karena ada faktor lain, para pemegang saham sepakat memecat 4 direksi dan 3 komisaris.

J

UMAT (15/6) malam, barangkali hari yang tak mengenakkan bagi Erson Cs. Pasalnya, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Riaukepri telah memberhentikan dirinya dan tiga orang rekannya dari jajaran direksi. Praktis untuk jajaran Direksi ini hanya menyisakan Wan Marwan yang masa perpanjangan jabatannya belum habis. Tapi, bukan hanya Erson dan kawan-kawannya dijajaran direksi saja yang diberhentikan. Dijajaran Komisaris juga mengalami hal yang

sama. Dari 5 orang komisaris yang ada, kini tinggal dua saja, yakni Rivaie Rachman dan Kharisman Siahaan. Informasi yang diterima AZAM, Sabtu (16/6), mereka-mereka yang diberhentikan tersebut lantaran sudah habis masa jabatannya di Bank Riaukepri. “Bukan dipecat, tapi diberhentikan karena sudah habis masa jabatannya,” ungkap Ketua Panitia RUPS, H Ilyas SH yang dihubungi via telepon genggamnya. Lantas, siapa yang menakhodai Bank milik daerah tersebut? Dikatakan Ilyas, sekarang dijabat oleh Wan Marwan buat sementara, karena hanya dia yang tersisa. Nanti setelah RUPS dilaksanakan di Pekanbaru, baru disitu ditentukan siapa-siapa nanti yang akan duduk dijajaran direksi atau komisaris. Keputusan RUPS malam itu memang mengejutkan banyak kalangan. Ada apa dengan Bank Riaukepri? Kenapa jajaran direksi dan komisaris banyak yang diberhentikan? Sementara, persoalan pengajuan calon Dirut Bank Riaukepri dari hasil RUPS

sebelumnya hingga kini belum tahu ujung pangkalnya. Sebagaimana yang diberitakan media ini sebelumnya, setelah RUPS di Hotel Labersa sekira empat bulan lalu, hingga kini belum ada kejelasan. Padahal, beberapa nama sudah diajukan Pemprov Riau sebagai pemilik saham mayoritas ke pihak Bank Indonesia untuk dilakukan fit and proper test. Adanya sinyalemen yang mengatakan bahwa masih terjadi tarik ulur kepentingan di elit pejabat tinggi Riau adalah satu penyebab tak terangnya masalah tersebut. Ada yang mengatakan, Gubernur Rusli Zainal menginginkan orangnya untuk menempati jabatan tersebut —meskipun secara pengalaman masih minim di perbankan. Ketua Komisi B DPRD Riau, T Rusli Ahmad yang dihubungi AZAM beberapa waktu lalu, meminta semua pihak untuk berpositif thinking terkait keputusan RUPS yang menonaktifkan beberapa direksi dan komisaris tersebut.

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012

“Kita jangan berprasangka jelek dulu. Mungkin saja ada pertimbangan-pertimbangan lain dari pihak pemegang saham untuk melakukan itu,” katanya. Disaat kondisi Bank Riaukepri sudah mulai membaik dan menunjukan gejala perubahan yang cukup berarti, disaat itu pula muncul beragam persoalan di internal Bank Riau. Beragam spekulasi muncul kepermukaan. Ada yang menyebutkan ini tak lepas dari kepentingan pihak tertentu untuk tetap mempertahankan orang-orangnya, ada pula yang mengatakan direksi sekarang belum solid —banyak benturanbenturan yang terjadi di internal manajemen. Persoalannya, sampai kapan Bank ‘plat merah’ ini berjalan tanpa komando yang defenitif? Siapa nanti yang akan berkantor di Gedung 15 lantai bank Riaukepri? Kita tunggu kelanjutan ceritanya. Dalam waktu dekat ini pemegang saham akan melaksanakan RUPS lanjutan.*

 sir/bis


29 Peristiwa

204 Pengelola dan Tutor Keaksaraan Dibekali Untuk mempersiapkan pengelola dan tutor keaksaraan yang berkompeten, Dinas Pendidikan Riau menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi 204 pengelola dan tutor dari 12 kabupaten dan kota se Provinsi Riau.

K

EGIATAN yang dilaksanakan dua tahap ini dengan masing-masing peserta berjumlah 102 pengelola untuk tahap I (13-15 Juni) dan 102 tutor tahap II (18-20 Juni) ini berguna untuk mempersiapkan pengelola dan tutor keaksaraan yang berkompeten sehingga mampu menambah pengetahuan mereka akan fungsi dan tugasnya masingmasing. “Tujuan umum Bimtek ini menyiapkan pengelola dan tutut keaksaraan yang berkompeten dalam mendesain, merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan serta mengevaluasi proses pembelajaran pendidikan keaksaraan,” ujar Kepala UPT PPTK Disdik Riau, Mursal Effendi mewakili Kepala Dinas Pendidikan Riau saat membuka Bimtek Rabu pekan silam di Hotel Furaya, Pekanbaru. Drs Murshal menjelaskan,

tutor mempunyai peranan penting dalam memajukan kualitas pendidikan di bidang Pendidikan Non Formal (PNF). Untuk itu, sudah seharusnya seluruh tutor baik keaksaraan atau PAUD diberi pelatihan. Dijelaskan, ada beberapa hal yang perlu ditekankan kepada setiappeserta melalui bimtek ini. Diantaranya pemahaman tentang kebijakan pendidikan nonformal dan informal. “Lalu mereka juga akan mendapat penjelasan tentang konsep dasar pendidikan keaksaraan, memahami pembelajaran orang dewasa, menjelaskan Standar Komptensi Dasar (SKD) dan Standar Kompetensi Keaksaraan Usaha Mandiri (SKKUM),” paparnya. Karena itu menurutnya, mereka juga dibimbing agar mengidentifikasi kebutuhan belajar, membuat metode pembelajaran pendidikan keaksaraan dan menyusun rencana pembelajaran pendidikan keaksaraan. Kemampuankemampuan ini akan menunjang pelaksanaan tugas mereka selama ada dilapangan. “Saat ini, masih banyak tenaga tutor kita yang belum bisa ikut pelatihan. Oleh karena itu, bagi peserta yang terpilih dari daerahnya untuk mengikuti bimtek keaksaraan ini dengan serius,” harap

Murshal. Sementara itu, Ketua Penyelenggara Bimtek Edi Salim, mengharapkan nantinya setelah bimtek berakhir diperoleh hasil secara kuantitatif bagi terisolasinya 102 pengelola dan 102 tutur keaksaraan ditingkat provinsi dan kabupaten/kota se Riau. Sedangkan materi yang diberikan merupakan materi Bimtek yang telah disusun berdasarkan kompetensi yang dimiliki pengelola dan tutur

pendidikan keaksaraan dan analisis kebutuhan yang dilakukan bersama-sama. “Kita harapkan dari pelatihan ini, para tutur akan lebih mampu berkreatif, inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi peserta didik di kelompok belajarnya masing-masing,” ucap Salim. Ditambahkannya, peserta tahap I pengelola terdiri dari Pekanbaru 9 peserta, Kampar 7 peserta, Kuansing 9 peserta,

Siak 7 peserta, Pelalawan 7, Bengkalis 9, Rohil 9, Rohul 9, Inhil 9, Inhu 9 peserta, Dumai 9 dan Meranti 9 dengan jumlah seluruhnya 102 orang. Sedangkan untuk tahap II tutor pendidikan keaksaraan meliputi pekanbaru 8 peserta, Kampar 8, Kuansing 8, Siak 8, Pelalawan 8, Bengkalis8, Rohil 10, Rohul11, Inhil11, Inhu 7, Dumai 7 dan Meranti 8 peserta, dengan total peserta 102 tutor.*

PEMERINTAH KABUPATEN SIAK Mengucapkan Terimaksih Kepada Seluruh Jajaran di Satuan Kerja Pemerintah Daerah Atas Capaian OPINI WAJAR TANPA PENGECUALIAN DENGAN PARAGRAF PENJELSAN (WTP-DPP) ATAS LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN (LHP) Diserahkan oleh Kepala BPK RI Perwakilan Riau Bpk Drs. Widiyatmantoro Kepada Bupati Siak Bapak Drs H Syamsuar M.Si Jumat, 8 Juni 2012 Dikantor Perwakilan BPL Provinsi Riau Tertanda

Drs H Alfedri M.SI

Drs H Amzar M,Si

Wakil Bupati

Sekdakab

H Sadikin S.Sos, M.Si

Drs H Syafrilenti M.Si

Drs H Jamaludin M.Si

Asisten I

Asisten II

Asisten III

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012

 ird


30 Kesehatan

Mengatur Gizi Ibu Saat Hamil Setiap ibu hamil pasti menginginkan bayinya sehat dan proses persalinannya lancar. Untuk itu, peranan gizi sangat penting untuk kesehatan ibu beserta bayinya.

S

HANTI, terlihat manggut-manggut bertanda mengerti. Sudah hampir satu jam duduk denganantusias memandangi pemateri seorang dokter ahli gizi yang menjelaskan seputar gizi ibu hamil dan bayinya. Shanti nampak senang mendapat ilmu baru yang berkaitan dengan gizi ibu hamil. Ilmu yang dia rasa sangat relevan dengan kondisi yang ia alami saat ini, hamil tiga bulan. Mengetahui pentingnya gizi

bagi ibu hamil, Shanti tidak melewatkan seminar yang ditaja RS Eka Hospital di gedung lantai delapan jalan Soekarno Hatta. Magister ilmu gizi dr Erwin Cristianto M.Gizi, SpGK menjadi pemeteri di seminar itu. Dokter dari dokter Rumah Sakit setempat mencoba berbagi ilmu di seminar pada 13 Juni yang lalu Bila ibu hamil ingin aman selama kehamilan, jelas dia, berat badanya mesti naik secara normal. Ini dapat diatasi dengan cara makan makanan yang bervariasi. “Tak masalah memakan berbagai macam makanan. Dan ada beberapa hal yang perlu dihindari ibu hamil yakni alkohol. Kalau bisa menjauhilah asap rokok apalagi merokok,” kata dokter kelahiran 1970 ini. Dia menegaskan, jika suami seorang perokok, suruh

jauh-jauh dulu selama merokok atau disuruh keluar dulu untuk merokok. Lalu yang perlu ditambahkan selama kehamilan adalah vitamin atau mineral agar kenaikan berat badan selama hamil berjalan normal. “Berat badan yang normal naiknya hanya perlu 11,5 sampai 16 kilo gram. Pada tri semester pertama cukup naik 1,5 - 2kg. Kemudian tri semester kedua dan ketiga atau bulan keempat sampi bulan kesembilan naiknya cukup 1,5kg saja perminggu. Namun kalau naiknya diatas 16 kg, berarti ada kemungkinan besar ibunya yang bertambah berat dengan banyak lemaknya atau anak akan bertambah besar. Jika anak yang bertambah besar, hal itu bisa mempersulit persalinan secara normal karena bayinya lebih besar. Jika yang bertambah besar itu sang ibu, tidak

masalah, berarti banyak lemak yang menumpuk,” jelasnya. Sementara bila berat bayi kurang dibawah 1,5kg per minggu pada semester pertama, maka bisa terjadi pertumbuhan janin yang dikandung itu tidak sesuai. Akibatnya bisa terjadi kecacatan mental. Dan bila sampai semester ke dua yakni bulan keenam berat badan siibu tidak juga bertambah, maka sibayi bisa lahir prematur. Karena itu, ia sarankan pada ibu hamil untuk selalu memperhatikan makananya. Yakni memenuhi kebutuhan makanan untuk dua orang. Tapi bukan porsi orang dewasa, dimana kebutuhan bayi itu seperempat dari kebutuhan ibu hamil. “Jadi penambahan kirakira satu hari itu ibu perlu penambahan 300 kalori perhari. Untuk bisa memenuhi kebutuhan selama kehamilan,” tegasnya lagi.

Dokter ini menyarankan yang tak kalah penting diperhatikan oleh ibu hamil (BUMIL) yakni asam folat. Yang sumbernya bisa diperoleh dari makanan sehari-hari kita. Seperti Hati ayam, roti gandum, kacang-kacangan dan lainya. Zat besi juga penting karena diantara fungsinya untuk mengantarkan oksigen keseluruh tubuh kita. Kemudian membantu sistem kekebalan tubuh baik bagi sang ibu maupun janin didalam kandungannya. Batasan kebutuhan zat besi ini adalah kalau ibu sebelum hamil kebutuhanya 15 mg, dan kebutuhan sewaktu ibu hamil dua kali lipatnya. Sama seperti kebutuhan akan Asam Folat. Sementara untuk memenuhi zat besi ini juga tidak sulit sebetulnya. Banyak makanan orang Indonesia bersumber zat besi. Seperti zat besi terdapat pada Tahu, Tempe, Bayam, hati ayam, ikan, kedelai dan banyak lainya. Demikian paparan dokter ini seputar gizi pada ibu hamil. Ketika sesi tanya jawab, salah seorang peserta seminar bernama Nurmala mengacungkan tangan bertanda ingin bertanya. “Dok, saya hamil saat ini sangat sensitif terhadap bau-bauan apalagi bau nasi. Nasi membuat saya mual dan pingin muntah. Saya hanya mau makan mie saja, apakah dengan makan mie sudah tercukupi kebutuhan gizi selama kehamilan saya,” tanya Nurmala antusias. Dengan senyum bertanda paham, dokter berkulit sawo matang ini menyebutkan tidak masalah makan mie sebagai karbohidrat penganti nasi, namun jangan makan mie semata, baiknya mie diolah dengan sayur, dan perlu juga ada lauknya. Olahan mie lainya, mie bisa diolah menjadi bakmie misalnya. Atau makanan variatif lainya bisa makan salad dengan sedikit nasi. Namun pada dasarnya sang ibu jangan berfikiran dengan apa yang dia tidak suka dengan bau-bauan itu yang memicu dirinya untuk mual, namun fokuskan pikiran kepada hal-hal yang berguna seperti sibukkan diri untuk memikirkan menu selama

Dr Erwin

Dr Erwin

kehamilan misalnya. Sebab, jika siibu kurang mendapat asupan gizi, ditakutkan akan berpengaruh pada perkembangan janin yang ada di rahim. Karena untuk menambah berat badan, bayi perlu protein seperti terdapat pada telor dan susu. Sumber protein itu sebenarnya bukan hanya pada telor dan susu. Lalu untuk mendapatkan protein pada telor, dokter ini menyarankan agar jangan memakan telor mentah, karena telor mentah tidak dapat diserab oleh tubuh, jadi buang-buang uang saja. Minimal dimasak setengah matang bila ingin mengkonsumsi telor. “Kebiasaan banyak orang beranggapan makan telor mentah itu tinggi gizinya, itu anggapan yang keliru. Sebagaimana telor mentah dikocok dengan madu lalu diminum oleh sebagian orang. Cara beginian tidak benar. Makan telor mentah sama saja buang-buang uang. Karena Telor mentah tidak dapat diserab oleh tubuh manusia,” ujar alumni UI ini lagi. Sebagian peserta manggutmanggut seolah mereka mendapat ilmu baru. Dimana selama ini banyak beranggapan telor mentah itu bernilai gizi tinggi bagi tubuh, ternyata anggapan itu salah. Tidak beranjak seputar telor, Nurmala kembali bertanya. “Dok, orang mengatakan makan kuning telor itu tinggi kolesterolnya, apa itu benar dok?” interupsi

Nurmala. “Mengkonsumsi satu telor satu hari itu tidak masalah, tidak meningkatkan kolesterol selagi telor itu tidak diorakarik masaknya pakek minyak. Cukup telor itu direbus dan bisa dengan mengunakan bumbu dan sayuran. Itu tidak masalah,” tutur dokter ini lagi. “Dok, katanya tidak baik masak pakek penyedap rasa seperti Royko, Ajinomoto dan semacamnya, apakah itu benar,” cerocos salah seorang peserta lainya. “Kalau ibu masak tanpa penyedap namun tetap enak, itu bagus, namun kebanyakan orang ingin masakanya enak dengan mengunakan penyedap. Dan tidak masalah mengunakan penyedap asal tidak berlebihan. Bila masak mengunakan penyedap disarankan jangan mengunakan banyak penyedap, seperti sudah mengunakan Royko lalu ditambah garam pula. Ini kurang bagus. Tapi pakeklah satu penyedap saja pada satu menu masakan. Bila sudah pakek Royko, jagan lagi masakanya dibubuhi garam atau penyedap lainya. Cukup satu penyedap saja dalam satu menu masakan,” dokter ini menyarankan. Seminar yang ditaja oleh Mom’s Club Rumah Sakit Eka Hospital itu digandrungi oleh kaum ibu-ibu. Terkhusus bagi anggota Mom’sclub. Yang turut merasakan manfaat tentang informasi seputar gizi ibu hamil.

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012

 iza


31 Menuju PON 1212

KONI Bantu Cabor Sesuai Ketentuan KONI dukung cabor TC di luar negeri, tapi hanya membantu sesuai dengan ketentuan.

A

ENGAN kian dekatnya pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII, 9-20 September nanti, membuat 39 Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga (Cabor) kian serius pula menyiapkan atlet. Salah satu agenda yang coba diusung adalah menggelar “training camp” (TC) diluar negeri. Menanggapi hal itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau yang memang mendapat tugas mempersiapkan atlet Riau menuju PON, mendukung keinginan cabor tersebut. Ketua Harian KONI Riau, Drs H Yuherman Yusuf, berpendapat keinginan itu juga tergantung kepada cabor bersangkutan terutama menyangkut pendanaan. Menurut Yuherman KONI Riau sifatnya hanya membantu sesuai dengan dana yang ada.”TC di luar negeri memang cukup baik. Tapi harus dipertimbangkan dengan matang, terutama menyangkut pendanaan. Karena KONI hanya membantu sesuai dengan biaya TC atlet di Pekanbaru. Jadi kalau cabor itu sanggup silakan saja,” ujar Yuherman seperti dilansir

riausports.com. Ia menegaskan KONI Riau sudah mengagendakan akan melakukan TC penuh yang di pusatkan di Pekanbaru. Tapi, ia mendapat informasi sejumlah cabor berlomba-lomba untuk melakukan TC ke luar negeri. Bahkan, cabang sepak takraw sudah melakukan pematangan untuk latihan di Thailand selama satu bulan penuh. “Kita sudah jelaskan, kalau mereka melakukan pemusatan latihan ke luar negeri akan kita dukung. Tapi, untuk biaya seluruh persiapan mereka tidak bisa kita bantu. Kita hanya membantu sesuai dengan ketentuan yang sudah ada,” jelasnya. Sebagaimana diketahui cabang sepaktakraw akan melakukan pemusatan latihan di Thailand dan akan memboy-

ong seluruh atletnya yang berjumlah 24 orang, terdiri dari 12 putra dan putri. Para atlet akan didampingi empat pelatih. Ketua Harian Persatuan Sepaktakraw Indonesia (PSTI) Riau, H U Amiruddinmengatakan dipilihnya Thailand sebagai tempat latihan karena negara ini memiliki kekuatan sangat baik di Asia. “Thailand saat ini masih menjadi yang terbaik di Asia,” ujarnya. Hanya saja, untuk latihan di sana butuh dana yang tidak sedikit. PSTI Riau mengkakulasi latihan selama satu bulan bisa menghabiskan sekitar Rp350 juta. “Untuk lawan tanding dengan tim kuat sana kita harus bayar. Satu tanding saja kita harus mengeluarkan dana Rp3-4 juta,” jelas lelaki yang akrab disapa Om Amir ini.*

 dri

Yuherman Yusuf

PB PON Terus Kawal Persiapan

A

KHIR-AKHIR ini persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang digalang Panitia Besar (PB) PON sering menjadi sorotan. Belakangan tersiar kabar, anggaran menjadi salah satu kendala. Terbukti beberapa waktu lalu, Ketua Harian PB PON, H Syamsurizal memastikan Rp500 miliar dana cadangan PON hingga saat ini belum bisa digunakan, karena masih dalam proses administrasi, seperti penunjukkan pengguna anggaran, kuasa pengguna anggaran (KPA) dan yang lainnya. Namun demikian, PB PON XVIII terus melakukan progres persiapan. Menurut Ketua I PB PON Riau, Emrizal Pakis salah satunya dengan terus mengawal persiapan di seluruh bidang agar bisa fungsional pada penggunaan nantinya. “Meskipun ada beberapa kendala tapi tidak sampai menghentikan persiapan, artinya persiapan terus berjalan. Begitu juga dengan seluruh venue yang ada di kabupaten/ kota juga tetap kita kawal pembangunannya dan dilakukan evaluasi secara berkesinambungan,” ujarnya.

Selain itu, Emrizal, memastikan PB PON juga meminta laporan rutin dari pihak kontraktor selaku pelaksana pembangunan yang masih tersisa agar dapat digesa. “Kontraktor juga harus memastikan terkait bahanbahan dan peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk memfungsikan segera venue yang dibangun tersebut dan melaporkan secara rutin sehingga apa-apa yang menjadi kendala bisa diatasi,” kata Emrizal. Dengan pengawalan yang dilakukan PB PON bersama pihak pelaksana, tukas Emrizal, maka pemasangannya dapat segera rampung. Hal ini yang dilakukan PB PON terhadap seluruh venue yang sedang dalam proses pembangunan dan ia juga berharap terus digesa. Hal yang nyaris sama juga dilontarkan Ketua Harian PB PON, Syamsurizal. Menurutnya dengan adanya pengawalan dan evaluasi menyeluruh yang dilakukan, tidak hanya terhadap venue, namun seluruh bidang termasuk akomodasi, transportasi, konsumsi, bidang Upacara Penutupan dan Pembukaan (UPP) serta bidang lainnya.*

PEMERINTAH KABUPATEN SIAK Mengucapkan Selamat atas Pelantikan Bapak MULYANA SEBAGAI KEPALA BADAN PENGAWAS KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN (BPKP) PROVINSI RIAU

Menggantikan Bapak Lucky Agus Janapria Dan

Ibu ENDANG NOERRNIATI SH SEBAGAI KEPALA BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL (BKKBN) PROVINSI RIAU

Menggantikan Bapak Ary Goeday Oleh Gubernur Riau H M Rusli Zainal Jumat, 1 Juni 2012 di Gedung Daerah Provinsi Riau

Drs H Syamsuar M.Si

Tertanda

Drs H Alfedri M.SI

Bupati

Wakil Bupati

Drs H Amzar M,Si Sekdakab

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012

 dri


32

Praja IPDN Praktek Lapangan di Pemkab Bengkalis D

IREKTUR Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Riau Ir H Dwi Agus Sumarno MM bersama jajarannya, melakukan ekspose terkait rencana penempatan peraktek lapangan II Madya Praja IPDN program Diploma IV di Kabupaten Bengkalis tahun 2012. Peraktek lapangan ini direncanakan dilaksanakan mulai 28 Juni hingga 22 Juli mendatang. Ekspose terkait rencana penempatan Madya Praja IPDN dalam melaksanakan peraktek lapangan yang digelar di lantai II kantor bupati Bengkalis itu, dihadiri langsung Sekda Bengkalis H Asmaran Hasan, Asisten I H Burhanuddin, Kepala BPM-PD H Eduar, para Camat se Kabupaten Bengkalis, serta sejumlah pejabat di lingkup Sekretariat Daerah Bengkalis. Direktur IPDN Kampus

Riau Ir H Dwi Agus Sumarno MM dalam eksposenya menyebutkan, untuk pelaksanaan peraktek lapangan para praja IPDN kampus Riau yang berkedudukan di Rokan Hilir di Kabupaten Bengkalis, akan diikuti sekitar 56 praja. Mereka ini akan ditempatkan di delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkalis. Masing-masing kecamatan akan ditempatkan sekitar 6 atau 7 orang praja IPDN. “Mereka yang akan dikirim dalam peraktek lapangan di Kabupaten Bengkalis, berasal dari 30 provinsi di Indonesia. Praja IPDN dari Riau hanya 3 orang. Kemudian penempatan bagi praja khusus, yakni yang memiliki permasalahan dengan kesehatan, akan ditempatkan di Kecamatan Mandau dan Pinggir,” sebut Dwi Agus Sumarno dihadapan hadirin undangan. Dalam perakteknya nanti, para praja IPDN yang ditem-

patkan di masing-masing kecamatan di Bengkalis, akan melaksanakan beberapa program yang telah disusun, diantaranya berupa program umum yang meliputi peraktek lapangan bidang pemerintahan, yakni para praja IPDN dapat melakukan inventarisir kewenangan di kecamatan, sosialisasi e-KTP, analisis PATEN, tata naskah dinas, tata kearsipan, pedoman administrasi kecamatan, kelembagaan pemerintahan kecamatan. Kemudian di bidang pembangunan, meliputi kegiatan lingkungan hidup, membentuk peningkatan produksi pertanian, industri, kerajinan dan lain-lain, menggalakkan apotik hidup dan warung hidup, proses penyusunan RKP dan RKA kecamatan. Sementara di bidang kemasyarakatan selama menjalani peraktek, praja IPDN dilibatkan dalam

kegiatan kerohanian, keagamaan, pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan kepemudaan, olahraga, gerakan K3 (jumat bersih), kelembagaan Ormas, dan promosi. Begitu juga untuk kegiatan khusus, telah disusun bagi memberi nilai tambah bagi para praja. Sementara itu Sekda Bengkalis H Asmaran Hasan dalam sambutannya, menyambut baik dilaksanakannya peraktek lapangan Praja IPDN Kampus Riau di kecamatan-

kecamatan di Kabupaten Bengkalis. Menurutnya, alumni IPDN saat ini sudah banyak mengabdikan dirinya di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Bengkalis. Bahkan terkait rencana penempatan peraktek lapangan II Praja IPDN ini, Asmaran meminta agar masing-masing Camat untuk dapat melayani mahasiswa serta memfasilitasi mereka dalam melaksanakan peraktek.

 dks

Pengoperasian Waterboom Setengah Hati

P

Penyerahan Bantuan Alat tangkap(Gill Net) oleh anggota DPRD Bengkalis Ir. H. Salfian Daliandi dan M.Nasir kepada masyarakat dusun Pasir Putih Kador Kec.Rupat Utara dan dihadiri Dinas Prikanan Ir. Misri Hasyim.

Jembatan Roro Perlu Pererbaikan

W

AKIL Bupati Bengkalis H. Suayatno menegaskan kepada setiap petugas perhubungan di pelabuhan roro untuk bersikap tegas terhadap batas tonase yang diperbolehkan. Berat 8 ton ke bawah sudah menjadi ketentuan mengingat kondisi jembatan penyeberangan di pelabuhan air putih Bengkalis sudah mengkawatirkan dan perlu perbaikan. “Batas tonase 8 ton sudah menjadi ketentuan dan siapapun jangan mencuri muatan melebihi tonase yang telah ditetapkan mengingat beberpa titik di jembatan tersebut sudah mengalami kerusakan,” tegas Wabup saat melihat langsung kondisi pelabuhan Roro Air - Putih Bengkalis. Dikatakannya lagi dari beberapa pengecekan di pelabuhan tersebut, ada sejumlah titik yang perlu dibenahi, walaupun dalam tahun ini perencanaan terhadap pelabuhan ini sudah dilaksanakan, tetapi pengerjaannya belum dilakukan dan untuk itu untuk menjaga jembatan penyeberangan ini perlu dijaga agar tidak terjadi hal-

hal yang tidak diinginkan nanti. “Perencanaan sudah dilakukan, tetapi untuk pelaksanaan pembangun dermaga ini masih dalam proses dan menjelang dikerjakan jembatan penyeberangan ini harus kita jaga dan beberapa titik yang mengalami kerusakan harus segera dilakukan perbaikan,” tegas Wabup. Ditambahkan juga bahwa jembatan penyeberangan air putih ini merupakan sarana transportasi fital, apa bila terjadi kerusakan tentu semua pihak akan merasa rugi, untuk itu wabup berharap kepada instansi terkait maupun masyarakat untuk dapat memahami kondisi dermaga yang sudah mencapai umur puluhan tahun tersebut. “Sekali lagi saya tegaskan bahwa tonase 8 ton tersebut sudah ketetapan dan ini harus dipahamai oleh semua lapisan masyarakat mengingat kondisi jembatan roro yang sudah berumur dan harus segera dilakukan perbaikan,” kata wabup mengakhiri.

 dks

EMERINTAH Kabupaten Bengkalis terkesan setengah hati untuk mengoperasikan wahana Waterboom dan Kolam Renang terletak di Desa Wonosari kecamatan Bengkalis. Padahal dua fasilitas itu dibangun dengan menggelontorkan anggaran APBD Bengkalis puluhan milyar. Beberapa kali pejabat yang berwenang maupun kepala daerah menyatakan segera mengoperasikannya, namun sampai Juni 2012 ini hal itu tak kunjung direalisasikan. “Dari hasil tinjauan, kita temukan dua fasilitas bangunan yakni Waterboom dan Kolam Renang yang berada dikecamatan Bengkalis tersebut ditemukan banyak mengalami rusak yang amat serius,” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Jamal Abdillah kepada wartawan di Bengkalis. Politis PKS ini juga menyayangkan terhadap lambannya Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam menangani dua fasilitas yang telah rampung dikerjakan oleh rekanan tahun 2011 lalu. Dampaknya terhadap belum dioperasikan tempat hiburan permainan yang sangat dinantikan oleh seluruh masyarakat Wilayah kabupaten Bengkalis secara langsung merugikan Pemkab Bengkalis sendiri. “Jika fasilitas Waterboom dan Kolam Renang Bengkalis tersebut cepat dioperasikan, tentunya akan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bengkalis. Artinya PAD kita dapat terbantu dan meningkat. Justru sebaliknya, karena didua fasilitas tersebut mengalami kerusakan tentunya fasilitas tersebut perlu adanya perbaikan dan

menghabiskan anggaran yang demikian besar. Kerugian inilah yang menjadi kekecewaan dikalangan dewan,” kata Jamal yang mengaku melihat langsung kondisi Waterboom dan Kolam Renang bersama Pimpinan Komisi II DPRD Bengkalis. Dikatakan Jamal lagi, Pemkab Bengkalis dinilai tidak serius mengoperasikan wahana permainan air Waterboom ataupun Kolam Renang itu. “Bupati ataupun pejabat lainnya mengatakan, akan meresmikan tempat

Jamal dengan nada kecewa. Ditambahkan Jamal, sebenarnya seluruh fasilitas sudah oke, tinggal diserahkan ke pihak ketiga untuk pengelolaan. “Untuk itu, kita desak Pemkab Bengkalis untuk segera meresmikan Waterboom dan Kolam Renang ini sebelum seluruh masyarakat muslim menghadapi bulan Suci Ramadhan atau puasa. Dan di hari Raya Idul Fitri tahun 2012 ini dua fasilitas tersebut sudah bisa dinikmati oleh masyarakat Bengkalis,” katanya. Kepala Dinas CKTR Kabupaten Bengkalis, Mu-

permainan tersebut, nyatanya sampai hari ini janji tersebut tidak pernah ditepati,” kesal Ketua DPRD termuda di Indonesia ini. Lebih lanjut disampaikan pria yang aktif diberbagai Organisasi tersebut, dirinya mengaku banyak menerima masukan dan keluhan dan masyarakat tentang tidak jelasnya kebijakan yang dilakukan Pemkab Bengkalis terkait keberadaan dua fasilitas yang dibangun Pemkab tersebut. Awalnya, direncanakan diresmikan sebelum hari raya tahun lalu, atau selambat-lambatnya setelah hari raya, akan tetapi belum. “Bahkan, baru-baru ini awal April 2012 juga demikian, tetapi sampai Juni ini sama sekali juga belum,” ucap

hammad Amin dihubungi secara terpisah menyebutkan, tempat hiburan permainan Waterboom dan Kolam Renang yang terletak didesa Wonosari kecamatan Bengkalis itu belum bisa dioperasikan bulan awal April, bahkan Juni tahun 2012 ini dikarenakan didua fasilitas yang sebelumnya telah rampung dibangun. “Saat ini kondisi didua fasilitas tersebut, ditemukan banyak mengalami kerusakan. CKTR sedang mengupayakan untuk memperbaiki fasilitas Waterboom dan Kolam Renang yang telah rusak. Kita targetkan sebelum lebaran tahun 2012 ini sudah bisa dioperasikan,” kata M Amin yang baru menjabat Kadis CKTR.

NO: 691 TAHUN XIII/ EDISI 19 - 25 JUNI 2012 CMYK

 dks

beritaazam.com - Portal Anak Zaman - Referensi Politik Anak Negeri  

beritaazam.com - Portal Anak Zaman - Referensi Politik Anak Negeri