Issuu on Google+

Harga Rp 6.000,- (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

No.708 Tahun XIII/ 16 - 22 OKTOBER 2012 email: mingguan_azam@yahoo.com

No. Keanggotaan: 469/06/1998/B/2010

Herman Abdullah

Annas Maamun

Ilustrasi: roy

Indra M Adnan

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012 CMYK


2 Anak Zaman foto: internet

Bilik Pembaca Geng Motor, Gunakan Pendekatan Komunikatif

Bilik Redaksi

Berpartisipasi dalam Peliputan Peparnas

P

ERHELATAN akbar insan olahraga tingkat nasional kembali berlangsung di Provinsi Riau. Kali ini Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) ke-XIV 2012 yang berlangsung dari 8-12 Oktober. Beberapa wartawan dari seluruh media massa baik cetak dan elektronik di Riau turut dilibatkan untuk meliput kegiatan ini. Sesuai dengan profesi jurnalistik, rekan pers mendapatkan porsi dibidang pemberitaan dan informasi untuk menggemakan Peparnas setelah sebulan sebelumnya PON sukses digelar di Riau ke seluruh pelosok negeri di Indonesia. Tak ketinggalan, redaksi AZAM turut menempatkan sejumlah wartawan untuk ditempatkan di Media Centre Peparnas Riau ataupun yang bertugas dilapangan. Penugasan tersebut tentunya setelah melalui persetujuan dari Pimpinan Redaksi. Sehingga pekerjaan tersebut tidak menganggu rutinitas keredaksian yang memiliki tanggung jawab mempersiapkan penerbitan setiap minggunya. “Bagi yang sudah ditunjuk oleh PB PON silahkan saja membantu, tapi ingat kewajiban utama jangan

Angkatan Zuriat Anak Melayu SIUPP Nomor 698/SK/Menpen/SIUP/1998 Tanggal 10 Nopember 1998 No. Keanggotaan SPS (Serikat Penerbit Suratkabar) 469/06/1998/B/2010

PENERBIT

Yayasan Pena Putra Riau Press

Rapat Redaksi

terlewatkan,” pesan Pemred AZAM, H Syafriadi saat memberikan izin peliputan kepada Yasir. Selama satu pekan pelaksanaan Peparnas di Riau, beberapa rekan redaksi turut terlibat langsung dalam Media Centre Peparnas. Meskipun memiliki tanggung jawab untuk mensukseskan helat nasional ini, namun kewajiban lain juga harus terselesaikan. Seperti pepatah,’Sekali merengkuh

dayung, dua tiga pulau terlampau’. Barangkali itulah pepatah yang tepat jika rekan-rekan yang terlibat di PON bisa melaksanakan kewajiban sekaligus di dua tempat berbeda. Tetapi masih dalam menjalankan tugas jurnaslitiknya. Dalam rangka menuntaskan kewajiban di keredaksian, pada Edisi 708 ini redaksi telah mempersiapkan sejumlah tulisan dan naskah untuk dapat terbit pada minggu ini.

Selain liputan utama, masih ada liputan lain yang dapat menambah informasi untuk masyarakat Riau dan sekitarnya. AZAM memang untuk pembaca. Kami berusaha terus hadir untuk memberikan informasi dan sumber referensi bacaan politik terdepan. Seperti yang selalu ingin kami berikan kepada pembaca setia. Baca AZAM lebih Paham!

AKHIR-AKHIR ini, masyarakat kota Pekanbaru, dihebohkan dengan berita penganiayaan dan perampokan yang dilakukan oleh geng motor. Beberapa tindakan yang dilakukan oleh geng motor ini seperti mengambil paksa sepeda motor, HP, dompet dan uang. Bahkan korban dicegat dan dipukul oleh kelompok geng motor ini. Seperti yang terjadi didaerah sepeRti di Terminal AKAP Pekanbaru, sudah mengambil 2 unit sepeda motor, korban terkena sabetan samurai di bagian punggung. Juga di Stadion Utama Riau, mereka mengambil 2 sepeda motor, korban mengalami luka di bagian kepala dikeroyok oleh geng motor ini. Selanjutnya, juga yang terjadi di Jl SM Amin, uang senilai 4 jutaan beserta HP milik korban berhasil dijarah kawanan geng motor, korban diancam dengan cerulit, kapak, dan pisau. Dan geng motor ini, juga melakukan aksinya di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Purna MTQ sebanyak dua kali, 2 unit sepeda motor beserta STNK dirampas, korban mengalami pendarahan di kepala sebelah kiri dan pelipis dan dada sebelah kiri memar, luka tusuk bagian tangan dan dua orang luka bacok pada kepala dan jari tangan putus. Hal di atas, seharusnya menjadi perhatian serius aparat untuk mengawasi dan memantau kawanan geng motor yang sudah sangat meresahkan dan menganggu ketentraman, dan sudah mengancam nyawa orang lain. Aktivitas kebut-kebutan atau penjarahan mereka lakukan menjelang dini hari itu, terjadi antara pukul 01.00-04.00 WIB. Pada jam itu, aktivitas patroli polisi cenderung menurun sehingga menjadi celah bagi mereka untuk keluar dari sarangnya. Pihak kepolisian, seharusnya dari awal sudah bisa membaca gerak gerik mereka. Jangan dianggap, karena mereka masih anak ingusan tidak akan berbuat kejam seperti itu. Tindakan ini, melebihi tindakan perampok kelas kakap. Kebrutalan mereka, sudah termasuk tindakan kriminal tingkat tinggi. Polisi jangan terlalu lengah dan meganggap ini cuma kejahatan biasa. Aktivitas geng motor sebenarnya tidaklah menjadi ancaman kalau bisa di sikapi dengan bijak, karena yang berada di dalam geng motor tersebut biasanya adalah usia remaja. Dimana usia remaja adalah masa yang paling labil dari seseorang. Orang tua

PENDIRI: EDIRUSLAN PE AMANRIZA (ALM), WAN MOHD. DAUD (ALM), SUGIAT TJUATJA (ALM), TAMIN CANDRA, SYAFRIADI. PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB: SYAFRIADI. WAKIL PEMIMPIN UMUM/WAKIL PENANGGUNGJAWAB: YANTO BUDIMAN S. PEMIMPIN PERUSAHAAN: ZULKARNAIN. WAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN : ENDRIZAL YUSTEN. WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : BAMBANG IRAWAN SYAHPUTRA. REDAKTUR PELAKSANA: M YASIR. KOORDINATOR LIPUTAN: ZAINUL AZIZ. REDAKTUR SENIOR: ENDRIZAL YUSTEN. SEKRETARIS REDAKSI: NUR AINUN. STAF REDAKSI: LIZAWATI, IRDAWATI, HESTI. MANAGER PRACETAK: ROY YULIANTO. MANAGER KEUANGAN: NUR ASIAH. KABAG PEMASARAN/IKLAN: BENNY HENDRA, DISTRIBUSI: ARI KURNIAWAN BIRO DAERAH: TATANG HARTONO, TAUFIK BASIRUN (BAGANSIAPIAPI). ROBIN SIMANUNGKALIT, MARHUSOR PARDEDE (TANJUNGPINANG, KEPRI). JHONI (SIAK). SYAFRIZAL (DUMAI). SALFIAN DALIANDI, DAKESLIM (BENGKALIS). SUHANDI, IMRAN RIO (INHU). JABARULLAH, JANUAR JAYA (INHIL). ACHMAD FIKRI, ARIEF (KAMPAR). JON HENDRI HASAN, ASNOL MUBARACK (PELALAWAN). ALAMAT REDAKSI: JL PARIT INDAH KOMPLEK PERKANTORAN GRAND SUDIRMAN BLOK B 10 PEKANBARU, TELP/ FAX (0761) 32308 TARIF IKLAN: FULL COLOURRP. 6.000/MM/KOLOM, HITAM PUTIH RP. 4.000/MM/KOLOM (BELUM TERMASUK PPN 10%) NOMOR REKENING: BANK RIAU NO REK 201.030.690.95 PERCETAKAN: PT RIAU POS GRAINDO (ISI DI LUAR TANGGUNGJAWAB PERCETAKAN)

Redaksi menerima sumbangan tulisan atau artikel, puisi dan ilustrasi. Tulisan diketik rapi dua kertas kuarto dan dilengkapi identitas pengirim. Redaksi berhak menyunting isi tulisan tanpa mengubah maknanya.

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012


Budaya Kalam

3 harusnya paham akan hal ini, terlebih lagi pemerintah atau pihak kepolisian. Sebaiknya, memikirkan pula dari sisi mereka tanpa mengambil tindakan tegas yang tidak memberikan ruang gerak bagi mereka. Seperti halnya jiwa muda, semakin di larang justru semakin di terjang, rasa penasaran itu semakin timbul dan terkadang mengindahkan apapun yang ada di hadapannya. Gunakan cara pendekatan yang lebih komunikatif. Keberadaan geng motor ini tidak serta merta bisa di atasi dengan kekerasan, banyak hal kompeks yang terjadi di dalamnya yang membuatnya semakin tumbuh subur. Alangkah lebih baiknya kita mengarahkan daripada memberantasnya, sebab pada dasaranya mereka bukan musuh kita. Mereka penerus bangsa ini yang sedang salah dalam memilih jalan. Di sinilah peran orang tua, warga sekitar, teman dekat atau bahkan aparat pemerintah dapat membantu mengatasi mereka keluar dari lembah hitam pengunaan kendaraan bermotor. Bukankah pemuda adalah harapan bangsa, yang kalau rusak pemudanya maka rusak pula bangsa ini. Sebaiknya kita mulai berpikir bijak mengenai aktifitas geng motor ini. Yang terbukti bersalah, wajib dintindak sesuai hukum yang berlaku dan yang tidak bersalah jangan didiamkan. Beri pengarahan dan bimbing mereka jangan ikut-ikutan lagi hal seamcam ini. Sukri Munaf Mahasiswa UIN

Pembagian e-KTP Kurang Terkoordinasi PROSES pengambilan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang berada di tiap kecamatan di kota Pekanbaru kini menjadi persoalan. Pasalnya, meskipun himbauan jika eKTP tersebut telah selesai dan dapat diambil, namun warga mengaku kesulitan karena belum menerima kepastian apakah kartu mereka tersebut ada atau belum di UPTD tiap Kecamatan. Banyak warga yang mendatangi kantor camat masing-masing, merasa kecewa karena belum mendapat e-KTP. Seperti yang dialami salah seorang teman, ia sengaja meluangkan waktunya ke Pekanbaru hanya untuk mengambil eKTP saja. Pada saat, pembuatan kemaren ia masih di Pekanbaru, karena ditugaskan di luar kota. Ia dan keluarga terpaksa pindah. Mendengar himbaun eKTP di kota Pekanbaru sudah bisa diambil, ia sengaja

meluangkan waktu dan mengajak semua keluarga karena tidak boleh diwakilkan. Sampai disini, ternyata eKTP mereka belum selesai. Ia cukup emosi mendengar jawaban petugas di Kecamatan. Wajar saja, ia sudah menghabiskan banyak biaya dan waktu terbuang sia-sia tampa hasil. Herannya lagi, pembagian e-KTP ini juga tidak menyeluruh. Di satu RW, terkadang hanya beberapa warganya saja yang sudah mendapat eKTP, sebagian lagi menurut petugas kecamatan setempat ada yang belum siap. Bahkan dalam satu kepala keluarga, hanya ada satu atau 2 orang saja yang baru mendapat eKTP. Juga ada istrinya sudah dapat, suaminya terpaksa menunggu. Padahal waktu membuatnya antrian barengan. Belum lagi, warga yang KTP nya sudah mati juga memerlukan kartu identitas ini untuk berbagai keperluan yang mendesak. Kalau membuat KTP sudah tidak mungkin, kalau menunggu e-KTP, ntah kapan selesainya. Kita butuhnya sekarang. Ungkap warga-warga yang merasa pembuatan e-KTP ini berteletele saja. Mereka juga tidak tahu solusinya selain menunggu e-KTP ini selesai. Kebanyakan mereka harus bolak balik menanyakan keberadaan e-KTP nya apakah sudah selesai atau belum. Ini terjadi, karena tidak adanya koordinasi petugas kecamatan dengan warga setempat. Bahkan, warga inisiatif sendiri menanyakan langsung. Ketidaktahuan warga ini, juga tidak adanya himbaun dari RT atau RW setempat seperti waktu pembuatan dulu. Beberapa warga merasa keheranan saja, jika tetangganya sudah dapat e-KTP. Dari mulut-kemulut inilah kebanyakan warga mulai berbondong-bondong mendatangi kecamatan setempat. Namun, banyak juga warga yang tidak membawa hasil sepulangnya dari kantor kecamatan. Banyak warga yang menyalahkan, tidak sama ratanya pembagian e-KTP ini. Warga juga mulai mempertanyakan kinerja sebagian besar pejabat yang bersangkutan mulai dari tingkat RT atau RW dan seterusnya yang tidak maksimal menginformasikan daftar nama warga yang telah selesai eKTP nya. Sehingga kinerja aparat ditingkat itu harus ditingkatkan lagi. Warga saat ini tidak menerima informasi e-KTP miliknya telah selesai. Sehingga nama-nama warga yang tercamtum bisa mengambil tidak tahu siapa saja. Sharifah Ain Warga Marpoyan Damai

Oleh: Bambang Irawan Syahputra

Geng Remaja dan Kegagalan Pendidikan

B

ELAKANGAN ini Mereka lebih cukup hanya diajari muncul fenomena suka memikirkan mata pelajaran geng motor di kalangan hal-hal yang dekat, tertentu, atau anak muda, khususnya terjangkau dan hanya didorong remaja kita. Meskipun sama berbau senanghanya untuk lulus sekali bukan hal baru, namun senang atau fun. ujian. Pelajar dan geng motor mencuat ke publik Hal itu masih wajar remaja membutuhberkenaan dengan isu dan bila mereka tidak kan sesuatu yang praktek kekerasan yang lekat terjerembab pada lebih dari itu: moral dengannya. pilihan-pilihan yang dan etika secara Sebenarnya bila remaja jelas-jelas negatif. practical. berkumpul dan berkelompok, Remaja memang Karenanya, itu merupakan hal yang lumrah. memiliki dunianya pendidikan harus Masalahnya adalah ketika sendiri yang kembali benarberkumpulnya mereka itu berbeda dengan benar diarahkan mengarah pada hal yang dunia dewasa dan orang untuk tidak sekadar menggenjot destruktif. Sebagaimana tua.Yang diperlukan adalah capaian-capaian pada aspek lazimnya manusia, kalangan kontrol dan pengarahan mereka kognitif semata, namun harus remaja juga membutuhkan untuk selalu berada pada ?jalan diseimbangkan dengan aspek komunitas untuk berkomunikasi yang benar’. Pun kebenaran itu afeksi dan psikomotorik. Nilai dan bersosialisasi. Mereka akan tidak harus diperspektifkan bagus memang penting, namun merasa nyaman untuk berkosebagai hal yang kaku dan tidak tentu tidak hanya itu. Pengajamunikasi dengan sesama, berwarna. Biarlah remaja tetap ran dan pemantauan terhadap dalam artian usia yang sama berada dalam dunia keremajaan budipekerti pelajar juga tidak lebih-lebih dengan kecenderundan keceriannya, sepanjang kalah penting untuk dilakukan gan dan hobi yang sama pula. dalam batasan yang tidak secara intensif. Bagaimana Interest yang sepadan akan kebablasan (musrif). Toh, remaja dengan Ujian Nasional (UN). UN menguatkan jalinan serta ikatan pada dasarnya juga mempunyai dalam satu sisi memang emosional antarsesama mampu memicu siswa anggota yang berada untuk belajar. Namun Maraknya geng motor yang dalam satu grup. pertanyannya, apakah itu bersifat destruktif dilihat dari sudut Geng motor dan terjadi karena terpaksa pandang lain juga merupakan wujud geng-geng remaja lain atau memang kerelaan. kekagalan dari pendidikan kita. Betapa pada awalnya merupaAnalisa sementara, para pelajar kita tidak cukup hanya kan jawaban nyata dari pelajar kita cenderung diajari mata pelajaran tertentu, atau kebutuhan kaum remaja terpaksa. Karena itu hanya didorong hanya untuk lulus atas wadah komunikasi mereka merasa stress antarsesama tadi. ujian. Pelajar dan remaja membutuhkan dan tertekan. Kondisi Remaja-remaja yang stress inilah yang sesuatu yang lebih dari itu: moral punya back ground kemudian mengarahkan dan etika secara practical. sama: memiliki sepeda para pelajar dan remaja motor dan suka bermountuk mencari pelampiasnaluri sehatnya sendiri versi tor ria’. Pada perkembanganan dan ruang untuk refreshing. nya, setelah mereka berkumpul mereka, sungguhpun bagi Informasi soal kenaikan nilai UN kalangan tua (yang kolot) kadang dari mnimal 5 menjadi 5,25 mau dalam sebuah geng, mereka banyak hal yang dilakukan akan mengisi perkumpulan itu tidak mau akan semakin remaja hari ini tampak asing, dengan aktivitas. Di sinilah menambah rasa stress itu. aneh, dan dianggap melanggar. masalah mulai muncul. PemiliDan semakin mereka stress, Remaja adalah pribadihan terhadap aktivitas apa yang tuntutan dari dalam diri untuk akan dijadikan materi kelompok pribadi yang gelisah. Posisi mencari tempat pelarian akan organisasi remaja seharusnya akan menentukan bagaimana semakin besar. Termasuk mampu menjadi ‘pelarian’ warna geng itu ke depan. Tidak penambahan mata pelajaran semua geng motor mempunyai (dalam artian positif) bagi yang diujikan dari hanya tiga kegelisahan mereka. Para tujuan baik, atau bahkan pelajaran menjadi enam remaja banyak yang merasa jangan-jangan ada geng motor pelajaran. Pada sebuah kesemkesepian dan membutuhkan yang memang mempunyai patan auidensi dengan Wapres pendamping, di luar orangtua tujuan tidak baik semenjak Jusuf Kalla, kepada penulis dan guru mereka. Apalagi dalam awalnya. beliau menyatakan kegembisatu kasus ketika orangtua tidak Lebih parah lagi, bila tujuan raannya akan keberhasilan UN cukup waktu untuk berkomunikayang kurang atau tidak baik itu memacu siswa untuk belajar si dengan anak-anak,dan guru memang telah ditetapkan dan dan terpaksa belajar sehingga hanya bisa mengajarkan mata disepakati bersama anggota tidak punya waktu untuk geng untuk dilaksanakan. Patut pelajaran secara teks book tawuran dan sebagainya. diduga, remaja-remaja memilih semata. Organisasi remaja Tidak pas kalau sekolah semisal Ikatan Pelajar Nahdlatul geng motor sebagai saluran hanya menuntut siswanya untuk Ulama (IPNU), Ikatan Remaja organisasinya karena organbelajar dan belajar untuk Muhammadiyah (IRM), Pelajar isasi-organisasi remaja yang memenuhi targetan angkaIslam Indonesia (PII), Remaja sudah establish barangkali angka. Karena para pelajar Masjid, Karang Taruna, dan tidak mampu untuk mewadahi harus dikenalkan untuk mempelsebagainya harus mampu mereka. Atau lebih dari itu, ajari kehidupan yang sesungguhnya. Dus, kondisi terpaksa dan melakukan reorientasi program organisasi bersegmen remaja tertekan pelajar tetap berlangdan kegiatan yang mempunyai tidak bisa menjangkau dan sung, maka ini jelas tidak akan sense kuat terhadap kebutuhan melayani kebutuhan mereka. menyehatkan. Bagaimana remaja. Kalau ini terpenuhi, Remaja adalah masa di mana mungkin kondisi tertekan akan maka remaja-remaja kita akan mereka membutuhkan wadah melahirkan generasi yang merasa memiliki teman yang untuk berapresiasi dan berekcerdas dan tanggap lingkungan? mengasikkan namun sekaligus spresi. Sepanjang organisasi Kalau hal semacam ini akan remaja tidak mampu memenu- mampu memberikan guidance. tetap dipertahankan, maka kita Maraknya geng motor yang hi itu, maka ia akan ditinggalbersifat destruktif dilihat dari sudut patut khawatir bila geng motor kan. Menurut psikologi dengan aura kekerasannya pandang lain juga merupakan perkembangan, kebanyakan akan semakin marak. Semoga wujud kekagalan dari pendidikan anak remaja belum punya tidak.* kita. Betapa para pelajar kita tidak pikiran jauh dan panjang.

PEMBERITAHUAN Seluruh wartawan Tabloid Berita AZAM dibekali dengan kartu pengenal diri, atau kartu pers. Bagi yang tidak memilikinya, diminta supaya tidak dilayani.

Pojok

 Tiga Poros Mendongkel Indra, Ngah...!! - Tradisi jelang Pilkada, Pak Cik..?

ttd Redaksi

Ongah

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012


Mimbar Debat

4 Anggaran Sudah Tersedia

Pesimis Bisa Terlaksana

ADANYA anggaran di APBD Riau 2012 bagi anggota DPRD Riau dan staf Sekretaris Dewan (Setwan) mengikuti kegiatan out bound training, diakui Anggota Badan Anggaran (banggar) DPRD Riau,

KESEMPATAN bagi anggota dewan melaksanakan out bound training hanya menyisakan beberapa bulan saja sebelum masa anggaran 2012 berakhir. Sedangkan dibulan Oktober ini dewan mesti disibukkan dengan jadwal membahas APBD Murni 2013. Seperti yang diungkapkan Anggota Komisi B DPRD Riau, Noviwaldy Jusman, yang merasa pesimis kegiatan out bound training tersebut bakal terlaksana, apalagi melihat padatnya kegiatan seluruh anggota DPRD Riau sampai akhir tahun 2012 ini. “Secara tekhnis, saya tidak yakin kegiatan out bound training itu bakal terlaksana karena masih banyak agenda kegiatan yang mesti kami laksanakan menjelang akhir tahun 2012 ini, termasuk membahas pengesahan APBD Murni tahun 2013,” tegas Ketua Fraksi Demokrat ini. Meskipun anggaran untuk melaksanakan kegiatan itu sudah tersedia di APBD Perubahan 2012 ini, namun belum tersentuh sama sekali. Terkait program kegiatan yang sudah dianggarkan namun tidak digunakan, ketika hal itu disinggung, lebih konkrit Noviwaldy Jusman menegaskan bahwa besar kemungkinan, anggaran Rp1,4 Miliar lebih itu dikembalikan lagi ke kas daerah. Noviwaldy Jusman Anggota Komisi B DPRD Riau

Zukri Misran. Menurut dia, memang telah dianggarkan dana untuk out bound itu. “Saya yakin ada anggaran untuk itu dalam APBD Perubahan 2012 kemarin dan bisa jadi jumlahnya sekitar Rp 1,4 Miliar,” kata Zukri. Bagi Zukri, out bound training yang dilakukan oleh anggota DPRD Riau dengan para pegawai Sekretariat DPRD Riau, termasuk dengan para stafnya merupakan hal yang mungkin saja dilaksanakan. Tapi, hal ini tidak usah terlalu diperdebatkan, apalagi minimnya waktu yang dimiliki oleh anggota DPRD Riau untuk melaksanakan Out Bound training tersebut. Mengingat jajaran dewan mesti disibukkan dengan pembahasan APBD murni 2013 yang mesti segera disahkan sebelum akhir tahun 2012 ini. “Jangan diperdebatkanlah tentang ini, mengingat padatnya jadwal yang tersedia bagi dewan untuk pergi out bond,” kata Politisi PDI Perjuangan ini. Zukri Misran Anggota DPRD Riau

Bukan Prioritas ANGGOTA komisi D DPRD Riau Ilyas Labay mengatakan, kegiatan out bond bukanlah prioritas dewan saat ini. Karena dewan terlebih dahulu harus menyelesaikan tugas kerjanya sebagai mitra pemerintah dalam membahas anggaran untuk 2013 mendatang. “Saat ini bukan itu prioritas kita,” ungkap politisi Golkar ini. Ketika disinggung soal kegiatan out bound yang belum pernah dilakukan oleh DPRD Riau periode sekarang (2009-2014), menurut dia, hal itu tergantung oleh masing-masing anggota. Sedangkan dirinya mengakui saat menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Dumai, pernah mengikuti out bound training yang digelar oleh Lemhanas memberikan nilai positif dan banyak manfaatnya. Selain menjaga kekompakan seluruh anggotanya, kegiatan itu dapat meningkatkan kerjasama antar sesama anggota dewan. “Jangan negatif dulu, ini diagendakan karena dirasa banyak manfaat positifnya,” ucap mantan Ketua Komisi C DPRD Riau ini. Seperti diketahui, dana out bond training anggota dewan dan pegawai sekretariat DPRD Riau tahun 2012 ini mencapai angka Rp1,4 miliar dan dana sebesar itu dianggarkan Banggar DPRD Riau dalam APBD Perubahan Riau tahun 2012. Ilyas Labay Anggota Komisi D DPRD Riau

 DPRD Riau Anggarkan Rp 1,4 Miliar

Out Bond Bisa Lukai Hati Rakyat Sepertinya, anggota DPRD Provinsi Riau kembali lukai hati rakyat. Setelah ramai diberitakan menjadi tersangka KPK, kini muncul berita mengejutkan. Di APBD Perubahan 2012 mereka anggarkan untuk out bound sekitar Rp1,4 miliar.

K

UNJUNGAN Kerja (Kunker) ke luar Riau, atau pun reses ke daerah pemilihan rupanya masih belum cukup bagi 55 anggota DPRD Provinsi Riau. Di dalam APBD Perubahan Riau tahun 2012 ini, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau menganggarkan sebesar Rp1,4 Miliar lebih untuk out bound training (pelatihan kekompakan tim di alam terbuka, Red). Dalam menetapkan anggaran, anggota DPRD Provinsi Riau tampaknya belum berpihak kepada rakyat. Buktinya, banyak mata anggaran di APBD di tahun 2012 ini diperuntukan untuk hal-hal yang dinilai tidak penting, bahkan cenderung mubadzir. Salah satunya, alokasi anggaran untuk outbound sebesar Rp1,4 miliar tersebut. Masyarakat pantas mempertanyakan, biaya untuk outbound saja sampai menghabiskan anggaran sebanyak itu. Meski kegiatan ini belum pernah dilakukan DPRD Riau periode 2009-2014, seharusnya para anggota dewan lebih peka dalam merumuskan APBD Perubahan 2012 yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Dana sebesar itu, bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain yang lebih penting dan mendesak. Terlebih, manfaat outbound untuk masyarakat juga tidak ada sama sekali. Langkah DPRD Riau menetapkan anggaran Rp1,4 miliar untuk outbound adalah tindakan yang secara

terang-terangan melukai hati masyarakat. Sikap para anggota DPRD Riau tersebut menjadi bukti bahwa selama ini keberadaan para wakil rakyat memang tidak untuk membela kepentingan rakyat, melainkan untuk memuaskan kesenangan pribadi dan golongan. Program outbound DPRD Riau itu jauh dari urgensi tugas mereka sebagai wakil rakyat. Padahal masih banyak lagi masalah yang lebih penting yang semestinya menjadi perhatian para wakil rakyat. Bukan malah pergi jalan-jalan dengan dalih outbound. Secara bijak publik pun mesti mengetahui dan mendapatkan informasi sejelas-jelasnya urgensi dan efek balik dari kegiatan wakil mereka di Gedung Lancang Kuning. Menilai kegiatan outbond harus dilihat dulu apa tujuannya. Apakah cocok menjadi agenda kedinasan atau tidak. Apalagi sampai ke luar Riau dan hal itu harusnya menjadi pertimbangan manfaatnya bagi masyarakat. Sebenarnya, outbound itu sahsah saja untuk para anggota dewan, tapi kebijakan ini soal kepatutan dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat yang hari ini sedang dirundung berbagai persoalan. Outbound training sendiri adalah program yang dirancang untuk meningkatkan atau membangun sikap kepemimpinan dan kerjasama kelompok dalam tim. Secara umum banyak perusahaan dan swasta yang juga melakukan kegiatan outbound karena tujuan outbond tersebut sebenarnya cukup bagus, yaitu menjaga kekompakan seluruh karyawannya termasuk juga diantara anggota dewan di Provinsi Riau, selain juga meningkatkan kerjasama antar sesama anggota dewan.*

 ird

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012

Tak Berpihak Rakyat LOLOSNYA mata anggaran out bond menurut Suwandri, salah seorang pegawai swasta di Pekanbaru mencerminkan sikap DPRD Riau yang jelas tak perpihak pada kepentingan masyarakat dan selalu mengabaikan suara dan kritikan rakyat. Semestinya, menurut kalangan dewan semakin cerdas dalam menyetujui setiap program ataupun anggaran yang menggunakan APBD Riau. Bukan saatnya lagi mengambil tindakan yang kurang populis di mata masyarakat, sementara rakyat terang-terangan bisa menilai prilaku wakil mereka yang justru menghabiskan dana APBD untuk kepentingan dewan semata. “Masyarakat semakin cerdas dan bisa menilai prilaku wakilnya. Tidak bisa diperdaya lagi,” ungkapnya. Prilaku yang tampak dicerminkan oleh anggota dewan apalagi sampai melukai hati rakyat, kelak memberikan konsekuensi dan bumerang bahwa para wakil rakyat yang tidak peduli lagi pada kritik rakyatnya. “Mereka sudah diberikan kepercayaan untuk lima tahun menjadi wakil kita. Jika kemudian selama keanggotaannya tak jua memberi pengadian nyata bagi rakyat, maka rakyat pun berhak untuk mengganti wakilnya. tegasnya. Suwandri Swasta


5 Suara AZAM

Hidup tak Seempuk Kasur Pak Sukiman Dari kejauhan terlihat seorang pria tengah memikul beban berat dengan kayu rotan. Meniti tepian jalan melangkah pasti penuh pengharapan. Berjalan ribuan langkah berpacu dengan sang mentari menyengat kulitnya yang gelap.

D

IA sosok ayah dengan langkah yang mulai melemah menelusuri hampir setiap sudut kota Pekanbaru. Lelah menapaki seluk beluk kota bertuah itu. Menghentakkan langkah dengan pasti, meskipun ia kini telah lunglai oleh waktu. Semua itu dilakukannya demi menyambung hidup bersama keluarga di hari-harinya yang telah dijemput senja. “Clepak...clepak,” dentuman sandal jepit itu telah terdengar jelas begitu pria lansia itu kian mendekat. Juga kian nyata terlihat jelas kalau dia seorang ayah dengan raut wajah lelah menapaki aspal membawa daganganya ia pikul dibahu yang bidang itu. Berupa bantal, guling, kasur yang bergelayutan dipikulnya. Andaikan ia bapak kita. Orang tua kita yang berjuang mempertahankan hidup demi menafkahi diri dan keluarga. Sungguh miris hati melihat bapak ini seorang diri berjalan dari sudut Pekanbaru ke ujung Pekanbaru dengan membawa bantal, guling dan kasur itu. Ditengah sengatan matahari siang. Sebagai pelindung, bapak ini menggunakan topi biru yang bertengger indah dikepalanya. Seolah mengerti dan peduli akan nasib tuannya. Kristal bening, bercucuran meniti sudut pipinya yang keriput itu. Pertanda ia telah lelah berjalan puluhan kilo. Namun itu semua tak akan mematahkan semangatnya

Lalu si bungsu yang perempuan kini masih duduk di bangku kelas dua sekolah tingkat atas (SLTA). Mereka kini tinggal bersama keluarganya di sebuah rumah kontrakan berdindingkan papan dengan sewa Rp. 300.000,perbulanya. Cukup tinggi menurutnya sewa rumah demikian. “Kami milih tinggal di rumah papan saja biar irit dengan sewa tiga ratus ribu sebulan. Dan harga itupun rasanya cukup menguras kantong,” kata pria paruh baya ini. Sukiman, begitu nama pria ini. Dia tengah merasakan beratnya sewa rumah yang ia bayar perbulan. Kondisi tersebut terasa berat tentunya karena tidak sebanding dengan pemasukan dalam sehari dari hasil penjualan kasur dan bantal yang ia dagangkan dengan keliling. Terkadang terjual satu kasur, atau satu bantal. Dan itu ia dapat 20 ribu keuntungan dari satu kasur, dan lima ribu keuntungan dari satu bantal. Juga sering kosong tanpa

berjuang melawan badai kehidupan di kota bertuah ini. Baju kaos panjang berwarna hitam yang telah luntur menggambarkan betapa sulitnya hidup yang kini tengah dijalaninya. Namun apa daya semua itu tak dapat ia sesali inilah takdir hidup yang harus dijalinya sebagai perantauan. Beginilah caranya hidup tidak semua sesuai denngan keinginan karena Mahakuasa telah jadi penentu hidup sebagai scenario nasib yang harus diterima dan tidak selalu sama satu sama yang lainya. Sebagaimana halnya pri yang akrab disapa dengan Sukimin ini, meskipun di usianya yang terbilang bukan muda lagi, ia masih menafkahi tiga orang anak dan satu istrinya. Tiga orang anaknya lagi sudah bekeluarga dan sudah lepas dari tanggungan orang tua. Kini tinggal bersama dia di gubuk papan bersama tiga anak dan istrinya dengan makan apa adanya. Walaupun dua anak lelakinya sudah bisa bekerja seperti jadi buruh bangunan dan tukang parkir.

pembeli. Sudahlah lelah, ditambah tiada pembeli. Kondisi itu sudah biasa bagi sukimin. Meskipun demikian ia tidak patah arang dan tetap terus berusaha. Sebagai penambah, sukur saja istrinya mengerti keadaan, sang istri rela bekerja menjadi tukang cuci dari rumah kerumah lainya. Menerima upah cuci sebesar 150 ribu sebulan untuk satu keluarga. Dan istrinya lalu bekerja pada tiga keluarga untuk mendapatkan penghasilan yang maksimal. Terkadang ia bisa mengantongi 500 ribu sebulan. Dan itulah sebagai penambah biaya dan kebutuhan rumah tangganya. Ketika suami tidak mampu memberikan yang lebih dari segi materi. Disanalah peran istrinya bekerja sebagai buruh cuci pakaian agar bisa membayar uang kontrakan, menyekolahkan anak dan kebutuhan sehari-harinya. Ini semua tak membuat dia patah semangat untuk tetap bekerja keras. Meskipun tidak ada modal sama sekali, Sukimin tetap teguh memegang keper-

cayaan bos dimana ia mengambil daganganya. Kasur dan bantal yang ia jualkan secara keliling itu baru ia setor uangnya setelah ada yang laku terjual. Bila tidak, Sukimin tidak dianjurkan untuk bayar dimuka barang yang ia bawa. “Barang-barang yang saya jualkan ini milik pak Zaidir tetangga saya. Dan tidak diminta bayaran sebelum barangnya laku saya jualkan. Dia suruh bawa saja berapa saya suka,” katanya. Dengan harinya mengarungi hidup sebagai penjual keliling perlengkapan rumah tangga, yang ia ambil dari orang lain, seperti bantal guling, kasur lipat, di jual dari gang ke gang, dari pintu ke pintu. Di bawah teriknya sang surya membakar kulitnya yang mulai berkerut, dengan berbekal sebotol air putih, yang selalu menemani perjalannya terkadang juga ia pernah mengalami kehabisan bekal minuman saat di pertengahan perjalananya. Disaat dahaga menyerang, saat itu air minum tidak tersedia. Mau beli minuman tapi dagangan belum ada yang laku. Itulah masa sulit yang sering ia rasakan. Rasa haus dan dahaga yang tak tertahankan itu, hingga membuat tubuhnya yang lemah semakin lemah tak berdaya, sebab tak ada yang di tukarnya. Sehingga ia merasa dimana terasa tenggorokanya yang mulai kering seperti tanaman tak tersiram air selama seminggu di bawah teriknya sang surya. Begitulah apa yang dirasai oleh bapak enam orang anak ini. Dengan penjualannya yang tak menentu inilah membuat dia tak yakin menanggung beban, sebagai tulang punggung keluarga, dalam benak laki-laki berusia 69 tahun. Sebagai orang rantauan tak mudah baginya hidup di kota, dengan pendidikanan yang tak sampai mengenyam sekolah dasar.*

 iza/uni/une

Te r l e n g k a p & Te r a k r e d i t a s i P E R S A D A B U N D A M

E

N

E

R

I

M

A

M

A S M

A B A

STISIP

AKADEMI SEKRETARIS & MANAJEMEN SK. MENDIKBUD RI. NO. 252/DIKTI/Kep/1992 Teragreditasi SK NO:017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002

AKADEMI BAHASA ASING SK. MENDIKBUD RI. NO. 62/D/1998 Teragreditasi SK NO:017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002

SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK SK. MENDIKNAS RI NO. 173/D/0/2000

J

U

1. Sekretaris Eksekutif D3 2. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern D3

1. Bahasa Inggris D3)

Sekretaris Pefesional, Manager Administratif, Supervisor Perkantoran, Manager Pelayanan Kantor, yang dewasa ini sangat dibutuhkan baik oleh perusahaan maupun instansi Ketua : H. Hazmil Zaianal, SE.MM

Pubic Office Manager, Public Relation, Translator, Secretary, Master of Ceremony, Guide, Kepariwisataan, Export-Import, Insurance Company, Instructor for English Course yang profesional. Ketua: Kernedy, SS

P

A

H

A

S

I

S

W

A

B

A

PROGRAM DIPLOMA : DI, DII, DIII, DAN STRATA SATU (S1)

R

S T I E SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SK. MENDIKNAS RI NO. 191/D/0/2000 Teragreditasi SK NO:014/BAH-PT/AK-IV/S1/VIII/2002

R 1 Ilmu Komunikasi (S1)

O

S

P

E

Administrator, Ahli dalam membuat kebijakan, Public Relation Manager, Ahli dalam bidang administrasi negara dan administrasi niaga, handal dalam bidang komunikasi, menguasai tata pemerintahan dan Dunia Bisnis Ketua: Drs M Iqbal Ali MM

K

S T I BA

S T I H

S T A I

SEKOLAH TINGGI ILMU HUKUM SK MENDIKNAS RI NOMOR 151/D/02006 Teragreditasi SK NO:027/BAH-PT/AK-XII/S1/XI/2009

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SK DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM NOMOR : DJ.I/495/2007

S

1. Manajemen (S1) 2. Akuntansi (D3)

A I. II. III. IV.

1. Bahasa dan Sastra Inggris (S1) 2. Bahasa Inggris (D3)

L

U

Menjadi Manager handal untuk menghadapi peluang bisnis, manjadi pakar dan pengelola strategi bisnis untuk usaha kecil, menengah dan besar, menjadi manajer pemasaran, menjadi akuntan handal yang mampu mengelola dan membukukan keuangan. Ketua: Haznil Zainal SE MM

U

SEKOLAH TINGGI ILMU BAHASA ASING SK MENDIKNAS RI NOMOR 61/D/02004

U

R

L

U

S

Pubic Office Manager, Public Relation, Translator, Secretary, Master of Ceremony, Guide, Kepariwisataan, Export-Import, Insurance Company, Instructor for English Course yang profesional., Dosen dan Ahli B.Inggris Ketua : Kernedi, SS

N PRAKTISI HUKUM (S1) HUKUM BISNIS (S1) HUKUM UDARA (S1) ILMU HUKUM (S1)

A

I. PEMIKIRAN ISLAM (S1) II. EKONOMI ISLAM (S1) III. PERBANKAN SYARIAH (S1)

N

Pengadilan, Kejaksaan, Kepolisian, Akreditasi, Advokasi Notarsi, Penyidik, Panitera, Biro Hukum Perusahaan, Perbankan Dan lain lain Ketua: Prof Hj Aswarni Adam, SH

Pemikiran Islam Filosof Dai. Ahli Ekonomi Islam, Perencanaan Ekonomi, Ahli Perbankan Syariah, Karyawan di Bank dll Ketua: Drs H Iskandar Arnel, MA

M E N G A PA A N DA H A R U S M E M I L I H P E R S A DA B U N DA ? Karena didukung oleh Dosen-dosen yang ahli dan berpengalaman lulusan dalam dan luar negeri dengan jenjang pendidikan S1, S2, S3 dan Guru Besar/Profesor, Praktisi yang terampil yang siap mendidik dan membina anda menjadi tenaga terampil dan profesional. Lama pendidikan satu Tahun untuk DI dengan Gelar Ahli Pertama (AP), dua tahun untuk DII dengan gelar Ahli Muda (A.Ma), tiga tahun untuk DIII dengan gelar Ahli Madya (A. Md), dan empat tahun untuk program S1 dengan gelar Sarjana Lengkap (S.Sos dan SE). Bagi mahasiswa yang berprestasi diberikan beasiswa. Kerjasama dengan dunia usaha, Case Study dan Job Training. Fasilitas antara lain: Lab. Komputer, Lab. Bahasa, Lab. Perkantoran, Perpustakaan, Telepon Umum (Beken & Wartel), Klinik Kesehatan, Mushola, Cafetaria, Asuransi, Foto Copy, dan lokasi kampus di tengah kota. SYARAT PENDAFTARAN 1. Berijazah SLTA atau sederajat (MAN, SMK) 2. Pria/Wanita yang sehat jasmani dan rohani 3. Mengisi Formulir Pendaftaran 4. Foto Copy Ijazah/STTB atau sederajat, Dilegalisir (3 Lbr) 5. Foto Copy NEM/Nilai Dilegalisir (3 lembar) 6. Pas Foto 3x4 (4 lembar) 7. Membayar Uang Pendaftaran Rp. 250.000 8. Mengikuti Ujian Saringan Masuk

WAKTU PERKULIAHAN Pagi Siang Malam Sabtu Minggu

= = = = =

08.00 s/d 12.00 WIB 13.00 s/d 17.00 WIB 19.00 s/d 22.00 WIB 15.30 s/d 22.00 WIB 07.30 s/d 15.00 WIB

(Khusus Karyawan) (Khusus Karyawan) (Khusus Karyawan)

Dengan Mengikuti Pendidikan Tinggi di Persada Bunda, Karyawan/ti dengan sendirinya ilmu bertambah, ketempilan makin mantap. Karier otomatis akan meningkat dan percaya diri akan lebih besar.

Jl. Diponegoro No. 42 Pekanbaru 28116 Telp. (0761) 23181 - HP: 0813 652 89999 - Fax. (0761) 40218

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012


6 Budaya

Peri Bunian Hadir di IKJ dan Medan memang ditulis dan diceritakan dengan banyak versi. Kita tidak melihat versi yang mana, tapi sebagai sutradara, saya ingin mewujudkan gumpalan kata-kata dalam naskah itu menjadi sesuatu yang asyik dan menarik untuk ditonton, selain di dalamnya memanglah penuh dengan sejarah daerah yang layak dikonsumsi oleh semua pihak,” kata Kunni.

Sejarah tentang kesultanan Raja KeciL Raja Diraja Kerajaan Siak Sri Indrapuraditulis dan diceritakan dalam berbagai versi. Sejarah itu juga telah ditulis dalam bentuk naskah drama, salah satunya ditulis oleh SPN GP Ade Dharmawi yang dikemas dalam delapan episode yang diberi judul ‘Petarakna’.

S

ALAH satu episode berjudul ‘Peri Bunian’ telah ditampilkan di Anjung Seni Idrus Tintin (ASIT), Jumat dan Sabtu (13 & 14 Juli) 2012 silam. Pagelaran selama dua malam berturut-turut itu diproduksi oleh Komunitas Seni Rumah Sunting (KRS) yang Sutradarai Kunni Masrohanti. Naskah ini menceritakan keterlibatan Bangsa Bunian yakni Raja Bunian bernama Gorda Bioanglala dan putrinya Dewi Menohra (Peri Bunian) yang terlibat panjang dalam sejarah hidup Sultan Mahmud Syah, yakni ayahnda Raja Kecil. Bahkan Dewi Menohra terlibat dalam hubungan sumbang; sebuah cinta terlarang dengan Sultan. Karena percintaan yang tak lazim, Dewi Menohra memilih meninggalkan Sultan Mahmud dengan sebuah perjanjian diri

bahwa Sultan tidak akan pernah mangkat (meninggal) kecuali tertusuk oleh skinnya (keris) sendiri. Dewi Menohra juga berjanji akan melindungi keturunan Sultan Mahmud serta memastikan bahwa perjanjian tentang mangkatnya Sultan yang tertusuk dengan skinnya sendiri tidak akan berlaku untuk keturunanya kelak. Sebelum Pergi, Dewi Menohra juga berpesan kepada Sultan agar dirinya menggunakan Cik Apong untuk bersalin badan dengan dirinya. Kisah Sultan dan Cik Apong menjadi cikal bakal pembenihan Raja Kecik. Enam pemain yang terlibat tersebut yakni Hari Zardi (Sultan Mahmud), Yussafat Rose Lidya (Dewi Menohra), Wahyu Mualli Bone (Gorda Bianglala), Reza Yulia (Cik Apong), M Syahril (Bujang) dan Siti Salmah (Inang). Lakon Peri Bunian yang melibatkan enam pemain dan beberapa orang penari ini digarap secara khas, imajinatif dan mistik. Semuanya ditampilkan dalam sebuah permainan warna, pencahayaan serta kesetaraan dan keserasian antara isi cerita, pagelaran dengan setting panggung yang dikemas saling bersentuhan. “Naskah ini sudah pernah ditampilkan beberapa kali, termasuk di Yogyakarta. Pastilah kita ingin memberikan sentuhan yang berbeda. Kisah dan sejarah Raja Kecil

Serba Pedalaman Banyak tawaran dan kisahkisah yang mengusik perasaan dalam lakon ‘Peri Bunian ‘ini. Mulai dari lucu, tegang sedih dan haru. “Naskah yang ditulis oleh SPN GP Ade Dharmawi ini memang fleksi bel dan serba rasa. Ada rasa lucu, tegang dan haru serta rasa yang tak lazim. Naskah ini ditulis oleh penulisnya berdasarkan imajinatif fiktif berdasarkan fakta historikal,” kata Kunni lagi. Alur kata, alur gerak, alur musik dan berbagai alur mengalir begitu saja dalam naskah ‘Peri Bunian’ yang ditampilkan dengan azaz pedalaman; serba pedalaman ini. Cara ucap dan cara gerak yang tak lazim juga akan kental terlihat ketika Gorda Bianglala dan anaknya Dewi Menohra (Peri Bunian) sedang memperbincangkan kondisi dan kedudukan Sultan Mahmud Syah yang merupakan ayahnda Raja Kecil. Penata Gerak, Syafmanefi Alamanda, mengatakan, ada enam gerak tari di Riau, salah satunya gerak yang muncul dengan konsep pedalaman. Akar inilah yang dituangkan Nanda (panggilannya, red) dalam setiap gerak yang mengemuka dari orang-orang bunian dalam naskah tersebut.

“Gerak yang muncul adalah eksplorasi gerak terhadap tubuh sesuai dengan penokohan. Artinya, gerak itu disesuaikan dengan isi cerita. Gerak itu adalah simbol dari eksplorasi tubuh sesuai tuntutan peran. Konsep geraknya adalah konsep gerak pedalaman,” ungkap Nanda. Begitu juga dengan denting alur musik yang disajikan oleh sang penata musik Taufik Yendra Pratama. Dikatakan Taufik, konsep musik yang disajikan juga sesuai dengan alur cerita, konsep pedalaman dan kerajaan. Konsep pedalaman selain mengacuk kepada kaedah juga mengacu kepada cerita-cerita masyarakat tempatan.

“Konsep musik yang kita sajikan juga musik pedalaman juga dari cerita-cerita masyarakat tempatan. Misalnya, kalau musik terdengar jauh, itu berarti makhluk bunian dekat dengan kita. Kalau musiknya kuat, berarti mereka jauh dari kita. Ada simbol-simbol yang kita tawarkan. Selain itu, pastilah musik kerajaan yang kita sajikan, seperti suara gong dan gambus,” kata Taufik. Tampil di IKJ dan Medan Setelah sukses tampil di Anjung Seni Idrus Tintin (ASIT) pertengan tahun lalu yang berhasil menghadirkan ratusan penonton, ‘Peri Bunian’ juga akan tampil di Gedung Pertunjukan Luwes Intitut Kesenian Jakarta (IKJ) tanggal 20 Oktober ini. Kehadiran ‘PeriBunian’ ke IKJ memang diundang khusus oleh Fakultas Seni Pertunjukan (FSP-IKJ). Kepala Program Studi Seni Teater FSP-IKJ, Bejo Sulaktono, S.Sm, menyebutkan, diundangnya Rumah Sunting ke IKJ tersebut setelah pementasan ‘Peri Bunian’ di Anjung Seni

Idrus Tintin (ASIT) pertengahan Juli lalu, dinilai sukses. Sebelum mengirimkan undangan, FSP-IKJ telah meminta Rumah Sunting untuk mengirimkan dokumentasi selama proses pementasan berlangsung di ASIT. “Kita sudah kirimkan undangan resmi untuk Rumah Sunting supaya menampilkan naskah ‘Peri Bunian’. Naskah ini sebelumnya dipentaskan di Riau. Kita mendapatkan informasi cukup sukses. Selain itu, ‘Peri Bunian’ itu menceritakan kerajaan Siak Sri Indrapura atau naskah bangsawan. Makanya kita undang Rumah Sunting untuk tampil di IKJ,” sebut Bejo. Disebutkan Bejo lebih

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012

lanjut, diundangnya ‘Peri Bunian’ juga dalam rangka membuat keseimbangan berteater para mahasiswa di IKJ. Menurutnya, IKJ, khususnya untuk FSP lebih banyak menggarap teater dengan konsep Barat. “Selama ini mahasiswa kita lebih banyak menggarap teater dengan konsep Barat. Perlu sekali keseimbangan dengan teater lokal, termasuk teater bangsawan. Kami berharap ‘Peri Bunian’ membuat kami di IKJ tetap bisa menjaga jati diri teater Indonesia dan semoga bermanfaat bagi perkembangan teater Indonesia. Memang kita sangat jarang mengundang teater lokal, begitu kita mendengar lakon ‘Peri Bunian’, kita langsung undang,” kata Bejo lagi. Terpisah, pembina Rumah Sunting, Kunni Masrohanti sekaligus sutradara ‘Peri Bunian’ mengaku telah menerima undangan tersebut awal September silam. “Undangan dari IKJ sudah kita terima. Saat ini kita sedang melakukan berbagai persiapan. Kami sangat bersyukur karena telah diundang IKJ. Ini juga akan menjadi pengalaman baru bagi kami,” sebut Kunni. Usai dari IKJ, Peri Bunian akan menuju Taman Budaya Sumatera Utara, Medan. Penampilan di Medan tanggal 25 Oktober tersebut bukan penampilan atau undangan biasa, melainkan mengikuti seleksi festifal teater Indonesia untuk wilayah Sumatera. Di Medan, Peri Bunian akan bersaing dengan tiga provinsi lainnya yakni Aceh, Kepulauan Riau (Kepri) dan Medan sendiri. Jika Peri Bunian lolos dalam seleksi ini, selanjutnya akan dikirim untuk mengikuti festifal teater Indonesia di Jakarta yang akan dilaksanakan akhir November mendatang. “Usai penampilan di IKJ tanggal 20 Oktober, kita akan langsung ke Medan. Kita berangkat dari Jakarta ke Medan tanggal 22 Oktober. Untuk di Medan kita tampil tanggal 25 Oktober. Semoga semuanya berjalan lancar. Pastinya berbagai hal telah kami persiapkan sedemikian rupa, termasuk peran pengganti untuk pemain,” kata Kunni.*

 ird


Cakap Lepas 7 Hiburan  Lebih Populer Ketimbang Asli

RCTI Tayangkan Lagu Bangkit Budak Melayu Lagu Bangkit Budak Melayu yang dibuat di Kota Bogor, Selasa, 14 Juni 2011 lalu, itu kini sudah terdengar ke seantero negeri.

L

AGU yang awalnya dinilai cocok untuk theme song Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau, September lalu oleh kalangan musisi Riau dan tetua adat melayu Riau, ternyata juga diminati televisi swasta pertama di Indonesia. Inilah kutipan dalam syair Lagu ‘Bangkit Budak Melayu’ ini: Hei, Budak Melayu Mari Bersatu Menjulang Zaman Tak Baik Kita Berpangku Tangan Mari Bersatu Bangunkan Negeri Marwah Zuriat Hilang Berganti Hei, hei... Budak Melayu Mari Bersatu Menjulang Zaman Kita Menuju Masa Hadapan Mari Bersatu Bangunkan Negeri Siapa lagi yang kan Peduli

ki ciri khas dendang musik melayu di dunia ini. Mudah akrab dengan hentakkan perkusi ala musik modern. Makanya, jika lagu melayu mudah dikenal diseluruh dunia, tentunya musik melayu itu harus diubah dengan aransemen musik melayu modern. Ini sudah dibuktikan pada lagu Bangkit Budak Melayu ciptaan Theja Fathasena, musisi Riau yang lama diperantauan. Ini juga diamini tokoh muda asal Malaysia, Faeran dalam komentarnya di youtube video, ketika mendengar lagu Bangkit Budak Melayu. Katanya, lagu Bangkit Budak Melayu memberikan semangat bagi budakbudak melayu di dunia. “Hidup budak melayu, ayo bangkit. Melayu tak hilang di dunia,” sebutnya. Ketika dikonfirmasi kepada pencipta dan arransemen lagu Bangkit Budak Melayu, Theja Fathasena, mengatakan bahwa lagu Bangkit Budak Melayu, sebenarnya diciptakan untuk memberikan semangat para pemuda-pemudi melayu di

Para kru berfose usai membuat video klip lagu Bangkit Budak Melayu, hasil keroyokan di Pulau Seribu, dua pekan lalu. (ist)

Nah, televisi swasta pertama di Indonesia itu, sejak berlangungnya PON Riau, selalu mempublikasikan lagu Bangkit Budak Melayu ini. Padahal,lagu asli Theme song PON alias lagu tema PON, yakni Selamat Datang Sang Juara, yang dibawa oleh artis Indonesia Idol, Judika, tidak dipublikasikan secara maksimal. Tak tanggung-tanggung, lagu Bangkit Budak Melayu itu selalu diputar RCTI selama PON XVIII Riau, pada jam tayang yang mahal. Durasi penayangan bisa mencapai satu lagu, atau sekira 3-5 menit. Mengapa Lagu Bangkit Budak Melayu lebih populer ketimbang lagu asli PON Riau? Nah, ada yang menilai, lagu PON Riau itu lebih konsumtif (akrab) di telinga masyarakat melayu di seantero negeri. Baik dalam penulisan syair (lirik) maupun musik yang didendangkan oleh pencipta lagu. “Lagu Bangkit Budak Melayu itu, bukan saja disukai kalangan anak-anak dari usia 3 tahun, tetapi juga disukai remaja bahkan orangtua. Karena lagu tersebut memiliki soul (roh) musik melayu yang tepat sasaran,” sebut HT Saeran, tokok adat melayu Riau, yang juga penikmat seni lagu melayu. Saeran menilai lagi, lagu Bangkit Budak Melayu memili-

seantero negeri. “Lagu tersebut sebagai cikal bakal semangat para pemudapemudi di dunia. Siapapun sukunya, bangsanya, yang jelas dia termasuk orang melayu yang merupakan satu-kesatuan di semenanjung negeri ini. Kita adalah bangsa melayu yang dulu pernah berjaya, dan kini sudah dilupakan,” terang Theja. Alasan itu pula, Theja menyebut, jika banyak yang menilai bahwa lagu Bangkit Budak Melayu juga cocok untuk PON XVIII Riau, itu sebenarnya sebuah penilaian setiap orang. Tapi, yang jelas lagu yang diciptakan itu untuk memberikan semangat kepada pemudapemudi untuk bangkit dan berkreasi. Berjuang dan berprestasi. Nah, alasan itu pula, lagu Bangkit Budak Melayu, pernah disiarkan berulang-ulang oleh RCTI, sebagai lagu yang mengusung semangat berkreasi, berjuang mencapai prestasi. “Lagu itu memang memberikan semangat untuk berjuang, berkreasi mencapai prestasi. Jadi kami nilai lagu Bangkit Budak Melayu ini, juga sangat cocok untuk memotivasi para atlet yang bertanding di PON XVIII Riau. Inilah kontribusikan kami untuk mendukung suksesnya PON Riau,” sebut salah seorang tim penayangan penyiaran RCTI.*

kalangan kawula muda,” kata Roberto, yang juga alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Theja Fathasena pencipta dan penyanyi lagu Bangkit Budak Melayu, saat diwawancarai oleh RCTI di studio Jakarta, sebelum acara penutupan PON XVIII 2012. (int)

Video Klip Segera Diluncurkan Banyak yang menunggu, melihat hasil akhir video klip lagu Bangkit Budak Melayu yang diciptakan oleh Theja Fathasena. Dan, tak sedikit pula, para penikmat seni ingin mengenal para kru dibalik proses pembuatan video klip hasil keroyokan di Pulau Seribu tersebut. Ada kabar, video klip lagu itu dibuat atas partisipasi khalangan pekerja seni. Wah..? Setelah sukses mendulang nama, baik di dunia maya maupun ditayangkan televisi swasta,dan juga didendangkan di stasiun televisi milik pemerintah, ternyata lagu Bangkit Budak Melayu sudah menuntaskan proses pembuatan video klip. Tak tanggung-tanggung, video yang dibuat di Kepulauan Seribu itu, dikemas secara keroyokan oleh pencinta dan penikmat seni nusantara. Inilah sebuah penghargaan tertinggi sesama pekerja seni untuk saling bersatupadu membangkitkan seni dan budaya nusantara yang mulai memudar. “Ya, ini bentuk kepedulian sesama pekerja seni, terutama membangkitkan khasanah lagu daerah yang kini mulai dilupakan. Lagu Bangkit Budak Melayu ini sebagai bukti, bahwa bila dikemas dengan serius, maka ia akan menjadi sebuah bumerang yang tidak lekang ditelan waktu,” sebut Andika, penikmat seni, lulusan Institut Kesenian Jakarta ini, kepada AZAM di Jakarta. Andika pun membocorkan hasil video klip itu lewat situs website cekau.com, bahwa lakon yang diperankan Theja Fathasena, pencipta dan penyanyi lagu Bangkit Budak Melayu, dalam proses pembuatan video klip, tampil dengan pakaian cukup sederhana. Menggenakan atribut ikat kepala berbentuk tanjak dari bahan tenun Siak (ciri khas pakaian adat Melayu), juga memakai kain tenun Siak diikat di pinggang dengan warna merah, bercorak kotakkotak kombinasi kuning dan merah jambu. Selain itu, tambahnya, Theja juga memakai celana

panjang berbahan kain kasual biasa berwana coklat muda, dan baju berkerah putih yang dikeluarkan dengan menutupi ikan kain tenun Siak. Semua ini dipadukan sesuai gaya penampilan anak muda. Sebuah ide kombinasi yang unik dan tetap mengedepankan khasanah melayu. Aksesoris yang melekat ditubuh pun tidaklah banyak. Hanya gelang ditangan kanan dan mengenakan kaca mata, sebagai ciri penyanyi yang pernah diwawancarai oleh RCTI, Sindo TV, Global TV, terkait kesuksasan lagu Bangkit Budak Melayu, saat mengiringi pesta akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII di Riau, Sepetember lalu. Ketika proses pembuatan video klip ini berlangsung, tak banyak kata “cut” alias penghentian adegan dari sang Sutradara, Roberto Tamba, ketika memulai produksi di Pulau Seribu, dua pekan lalu. “Haa... haa..., ya, Theja memang serius menggarap video klip ini. Makanya, tak banyak yang harus kami ubah. Semua berjalan sesuai skedul. Begitu pula dengan Mestakum (Semesta Alam Sangat Mendukung-istilah Roberto),” dengan gelak tawanya, menunjukkan ia juga berdarah Medan kepada AZAM melalui telepon seluler, Jumat (12/10). Video Klip Kroyokan Seperti dituturkan Roberto pula, bahwa proses pembuatan video klip Lagu Bangkit Budak Melayu dilakukan secara keroyokan alias beramairamai. Jumlahnya sampai belasan, mulai dari tahap praproduksi, produksi hingga pascaproduksi. Semua sepakat memberikan hasil yang unik dan memuaskan. Alasannya, inilah bentuk kontribusi yang bisa diberikan sesama insan seni, dalam mendukung sebuah kreativitas dari anak bangsa. “Kita tetap saling mendukung atas proses pembuatan lagu Bangkit Budak Melayu itu. Karena dalam lagu tersebut, sudah tertanam semangat kreativitas, dan kepedulian sesama insan seni untuk menumbuhkembangkan keragaman lagu nusantara yang mulai memudar di

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012

Editing Akhir Selesainya proses produksi di lapangan, kini video klip tersebut sudah dalam tahap pascaproduksi alias hasil akhir editing di salah satu studio produksi di Jakarta. Bahkan, keterlibatan pascaproduksi ini juga melibatkan anak Melayu Riau, bernama Fikri, yang juga alumni IKJ. Pengakuan Roberto, Fikri dilibatkan dalam proses pascaproduksi, khususnya dalam editing visual dan audio. “Diharapkan, partisipasi Fikri dalam pembuatan video klip Bangkit Budak Melayu ini, memberikan sentuhan khusus, karena dia juga berasal dari Riau,” kata Roberto. Sumbangan pemikiran dan tenaga juga diberikan Ari Tribuono menuju lokasi Pulau Seribu dan online grading Fathi Utama, serta penata kamera Yudha Pratama dalam proses pembuatan video klip yang dibuat selama dua hari. “Wah, kita tidak menyangka, jika selama pembuatan video klip Bangkit Budak Melayu itu memberikan kita semangat dalam berkarya dan berkreativitas. Apalagi, lagu ini memiliki ciri khas yang mudah dicerna dan diingat,” kata Yudha Pratama, Penata Kamera. Dalam proses pembuatan video klip lagu Bangkit Budak Melayu di Pulau Seribu, selama di lapangan, diakui Yudha, tim justru diikat rasa kebersamaan untuk membangun dan mengangkat para pekerja seni untuk saling tumbuh dan berkarya demi kemajuan seni dan budaya Indonesia yang beragam ini. “Ini harus kita pertahankan sesama para pekerja seni dengan saling bersatu padu dan menjaga keharmonisan untuk membangkitkan semangat berkreativitas. Intinya kita memulai dengan niat,” kata lelaki yang juga alumni IKJ melalui telepon seluler. Sementara ketika ditanya kondisi di lapangan, Yudha mengatakan, bahwa mulai pagi, siang hingga sore dan malam hari, kondisi alam sangat membantu. Pasalnya, kondisi di Pulau Seribu, sangat mendukung dengan lagu yang diusung, bahkan kondisi pencahayaan alam pun sangat memberikan banyak pilihan. Nah, ketika ditanya kapan video klip lagu Bangkit Budak Melayu ini ditayangkan? Baik Roberto maupun Yudha, dan tim lainnya mengatakan akan diselesaikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. “Tunggu saja kabarnya. Kita akan bekerja maksimal, karena sekarang tinggal proses perpaduan cahaya dan format output yang diinginkan. Dalam waktu singkat ini,” kata mereka.*  bis


8

DPRD Sahkan APBD-P Rp2,4 T

DPRD menuntaskan pembahasan RAPBD-P Rohil 2012, dan sekaligus menyetujui APBD-P Rohil menjadi Rp2,4 triliun.

M

ELALUI sidang paripurna, DPRD Rokan Hilir (Rohil) akhirnya menyetujui sekaligus mensahkan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Rohil 2012 sebesar Rp2,4 triliun. Proses selanjutkan menunggu hasil verifikasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan kemudian ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda).

Dalam sidang paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Rohil, Djamiluddin, Rabu (10/10) itu, draf persetujuan dibacakan Wakil Ketua DPRD Rohil, Muhammad Ridwan, S.Ip. Pada kesempatan itu diungkapkan proses pembahasan RAPBD-P ini hingga akhirnya disahkan memakan waktu 35 hari. Dan sebelum disahkan, terlebih dahulu mendengarkan laporan hasil pembahasan Badan Anggaran yang dibacakan Darwis Syam. Sebagaimana diketahui, APBD murni Rohil 2012 berjumlah Rp2.269.077.415.618 yang kemudian bertambah sebesar Rp134.701.100.067 sehingga totalnya menjadi

Rp2.403.771.516.685, terdiri dari pendapatan setelah perubahan Rp1.989.131.486.762, belanja setelah perubahan Rp2.403.771.516.685. Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Rohil, H Suyatno AMp mengajak semua pihak memaklumi bersama bahwa APBD Perubahan yang telah disampaikan lebih disebabkan karena perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi Kebijakan Umum Anggaran (KUA), dan itu akibat bergesernya pendapatan daerah, perubahan terhadap pos belanja serta adanya selisih silfa tahun 2011. Ia coba menguraikan pada pos belanja tidak langsung terjadi pergeseran belanja gaji

dan tunjangan PNS. Untuk belanja langsung juga terjadi pergeseran belanja yang lebih diprioritaskan pada kegiatankegiatan penting yang belum terakomodir, serta kegiatankegiatan yang mendukung pelaksnaaan kegiatan-kegiatan APBD murni tahun anggaran 2012. Dengan kondisi itu, Wabup mengingatkan tahun anggaran 2012 hanya tinggal beberapa bulan lagi, maka dimintanya terutama kepada kepala satuan kerja (Satker) agar dapat bekerja lebih keras lagi dalam merelalisasikan kegiatan-kegiatan tahun 2012, dan secepatnya melaksanakan kegiatan-kegiatan yang ada dalam perubahan anggaran yang baru saja disetujui DPRD. sehingga capaian kinerja yang diharapkan dapat terealisasi tepat pada waktunya.

Selain itu, Wabup juga mengatakan APBD Perubahan yang baru disetujui ini, masih akan dievaluasi oleh Pemprov Riau, untuk itu diharapkan kepada satuan kerja untuk segera melengkapi dokumendokumen yang harus dipersiapkan, dalam rangka evaluasi APBD Perubahan APBD ini. “Kami minta kepada seluruh satuan kerja, untuk tidak meninggalkan tempat, sehingga apa yang kita harapkan secara keseluruhan bisa mencapai target. Dan diminta kepada satuan kerja untuk melengkapi dokumen RKA SKPD dan DPPA SKPD, dalam waktu dua hari ini dan untuk selanjutnya berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah melalui Bappeda dan Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Rohil,” ungkapnya.*

 rtc/ttg

Pembangunan Gedung DPRD Ditunda Diskanlut Cari Investor Kerambah Apung

P

EMBANGUNAN Kantor DPRD Rokan Hilir yang semula direncanakan tahun dan telah pula dianggarkan dalam APBD Rohil tahun 2012, akhirnya batal dilaksanakan dan diputuskan ditunda pelaksanaannya tahun anggaran 2013 mendatang. Hal itu terungkapkan saat dilangsungkannya sidang paripurna DPRD Rohil dengan agenda mendengarkan laporan hasil pembahasan badan anggaran DPRD terhadap Rancangan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Rohil 2012, dan akhirnya disahkan DPRD menjadi APBD Perubahan 2012. “Untuk struktur belanja APBD Perubahan ini mengalami beberapa perubahan, sehingga terjadi pergeseran dan penundaan beberapa kegiatan. Pergeseran penundaan kegiatan ini setelah mempertimbangkan waktu yang efektif tersisa tahun anggaran 2012 ini untuk pelaksanaan kegiatan tersebut,”

ungkap Ketua Badan Anggaran DPRD Rohil Darwis Syam, dalam laporannya pada sidang paripurna Rohil, Rabu (10/ 10) lalu. Kegiatan mengalami penundaan tersebut antara lain pembangunan kantor DPRD Rohil, dimana berdasarkan laporan SKPD yang melaksanakan kegiatan tersebut, tidak mungkin lagi dilaksanakan setelah proses pelelangan gagal. “Dalam proses lelang tidak ada perusahaan penyedia jasa yang ikut lelang tersebut yang memenuhi peraturan perundang-undangan tentang pelelangan,” ujarnya. Dan setelah DPRD mengkonfirmasi kepada pengguna anggaran dan sejumlah panitia lelang, dan memperhitungkan waktu pelaksanaan, maka disepakati kegiatan pembangunan gedung DPRD Rohil yang semula dianggarkan pada APBD tahun 2012, dilakukan perubahan dan ditunda untuk dimasukkan dalam APBD tahun 2013.*

 rtc/ttg

K

EPALA Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Ir H Amrizal, memastikan pihaknya memberi kesempatan kepada investor dalam mengelola kerambah apung di kawasan perairan Pulau Jemur. Dan jika ini terlaksana, maka diharapkan ekspor ikan dari Rohil akan mengalami peningkatan. “Lokasi areal perairan untuk kerambah apung yang akan dikelola investor yang berminat nanti, berada di kawasan Pulau Jemur dengan luas sekitar dua puluhan hektar,” jelas Amrizal. Menurut Amrizal rencana menarik minat dan mencari investor dalam pengelolaan kerambah apung di Pulau Jemur, setelah pihaknya ikut sebagai peserta expo di Pelalawan. “Selain kita memamerkan hasil

INFO PENTING Bupati Wakil Bupati Ketua DPRD Wakil Ketua DPRD

: : : :

Sekdakab Kapolres Kajari Jumlah Penduduk Jumlah Kecamatan Jumlah Desa Potensi Alam Nopol

: : : : : : : :

H Annas Maamun H Suyatno, AMp Nasruddin Hasan Drs Jamiludin Ridwan SIp Drs.H. Wan Amir Firdaus, M.Si AKBP Auliansyah Lubis Zulbakar 440.894 jiwa 14 103 Migas, Kelapa Sawit, Karet, Ikan BM....P

 mtr/ttg

TELEPON PENTING

Sekretariat Pemkab Rohil Sekretariat DPRD Ambulance Pemadam Kebakaran Polsek Bangko Kantor kecamatan Bangko Dinas Kesehatan Dinas Kehutanan Dinas PMD Dinas Pendidikan

0767-24287 0767-24567 0767-21040 0767-21130 0767-21110 0767-21010 0767-24381 0767-21710 0767-24284 0767-23277

Dinas Kimpraswil Dispenda Bawasda Bappeda Bapedalda KPDE Dinastan Tanaman Pangan Dinas Perhubungan PLN Bagansiapi-api

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012 CMYK

laut seperti berbagai jenis ikan dan penyu, dalam kesempatan expo tersebut kita juga menawarkan pengelolaan kerambah apung di Pulau Jemur kepada calon-calon investor,” ujarnya. Adapun penawaran kerambah apung di perairan Pulau Jemur memiliki luas sekitar 20 hektar. Jika investor sudah beroperasi nantinya, maka kerambah apung ini akan menghasilkan berbagai jenis ikan yang berkualitas ekspor seperti ikan kerapu dan lainnya. Dan sebagaimana diketahui, tambah Amrizal, perairan Pulau Jemur letaknya sangat strategis dan merupakan pulau terluar dari wilayah Indonesia yang berbatasan dengan negara Malaysia.*

0767-24385 0767-22061 0767-24960 0767-24918 0767-24928 0767-24998 0767-24814 0767-24330 0767-21280


9

Ketua BNK Ajak Perangi Narkoba

Hukuman mati tidak menyurutkan peredaran narkoba, untuk itu Ketua BNK Rohil mengajak semua pihak untuk bersama-sama memerangi narkoba.

W

ALAUPUN bandarnya ditangkap, namun itu takkan membuat pelaku peredaran narkoba jera. Dan meskipun ancamannya dihukum mati, namun ancaman tersebut tidak menyurutkan peredaran

narkoba saat ini. Hal itu ditegaskan Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Rokan Hilir (Rohil), H Suyatno, AMP saat memberi penyuluhan tentang HIV/ AIDS dan Narkoba yang digelar di Aula SMA 1 Panipa-

Pusat Bantu Jalan Rohil Rp360 M

B

UPATI Rokan Hilir (Rohil), H Annas Maamun memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian PU sebesar Rp360 miliar untuk pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan di Rohil. Dan bupati memastikan bantuan dana sebesar itu, diyakini mampu menekan keterisoliran serta meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. “Bantuan Rp360 miliar ini untuk pembangunan dan peningkatan kualitas jalan yang ada di Rohil dari Kementerian PU tahun ini. Tentunya bantuan ini sangat tepat disaat Pemkab Rohil tengah berupaya membuka keterisoliran daerah walaupun di Rohil tinggal satu daerah lagi yang masih terisolir yakni Kepenghuluan Air Hitam,” ujarnya. Bupati mengaku belum dapat memastikan dana tersebut bakal diarahkan ke ruas jalan yang mana. “Kita belum tahu ruas

jalan mana yang akan dibangun dan ditingkatkan kualitasnya. Besar kemungkinan adalah jalan lintas,” sebut Bupati. Namun demikian, Bupati mengharapkan bantuan ini tepat sasaran sehingga bisa membuka keterisoliran daerah. Sebab, masyarakat yang pada umumnya petani selama ini susah menjual hasil buminya akibat terkendala jalan yang belum memuaskan. Disamping itu, kata Bupati, Pemkab Rohil tetap punya komitmen yang tinggi untuk mengatasi keterisoliran satu lagi daerahnya yakni, Air Hitam. Untuk itulah, Pemkab akan mengucurkan dana sebesar Rp8 miliar untuk pembangunan Desa Air Hitam. “Tahun ini kita akan kucurkan dana pembangunan wilayah Air Hitam untuk membantu peningkatan infrastruktur sebesar Rp8 miliar, tujuannya agar daerah ini tidak terisolir lagi tahun depan,” ungkap Bupati.*

 mtr/ttg

han, Kamis (11/10) lalu, dan dihadiri para pelajar, dan masyarakat Panipahan. Dalam arahannya Suyatno yang juga Wakil Bupati Rohil ini menegaskan bahwa narkoba ibarat “gunung es” bagi bandar narkoba. Apalagi

walaupun bandarnya ditangkap namun takkan membuat mereka jera. Dan meskipun ancamannya dihukum mati, namun ancaman tersebut tidak menyurutkan peredaran narkoba saat ini. Menurut Suyatno berbagai faktor menyebabkan jumlah pengedar maupun pengguna narkoba terus bertambah jumlah. Dan salah satu faktor adalah ekonomi yang mengiurkan karena untung yang luar biasa. Disebutkannya tidak tertutup kemungkinan masuknya narkoba juga dari Panipahan. Khusus remaja diharapkan dan diingatkan agar jangan memasuki dan terpengaruh terhadap narkoba, karena masa remaja merupakan usia yang rentan terpengaruh oleh “benda haram” tersebut. Pada kesempatan itu, Suyatno juga mengungkapkan terkait maraknya geng motor juga harus diantisipasi oleh para remaja. Diharapkan jangan ada remaja yang berkelompok-kelompok yang melakukan aktifitas sehingga dapat merugikan dan melanggar ketertiban masyarakat Panipahan. “Geng motor bisa disalah gunakan sehingga dapat mempengaruhi pergaulan bebas yang akhirnya terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. “Di Bagansiapiapi saat ini geng motor maupun balap liar di jalan raya selalu ditertibkan,”

 krc/ttg

Kapolres Letakkan Batu Pertama Pembangunan Aula

K

EPALA Kepolisian Resort (Kapolres) Rokan Hilir (Rohil), AKBP Auliansyah Lubis Sik MH melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung aula Polres Rohil, Selasa (9/10) di Mapolres, Ujung Tanjung, Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih. Kegiatan yang digelar sekira pukul 10.00 WIB itu, tampak hadir Sekretaris Dinas Bina Marga dan Pengairan Rohil Budiman dan Kepala Detasemen B Pelopor Brimob Kompol Budi Satria Wiguna Sik, para Kabag, Kasat dan Kapolsek di lingkungan Polres Rohil. Dalam sambutan Kapolres mengharapkan, setelah gedung siap nantinya agar dapat dipergunakan semaksimal mungkin untuk menunjang pelaksanaan tugas Polri khususnya Polres Rohil. Gedung yang bakal dibangun dengan anggaran APBD Rohil tahun 2012 itu, diberi nama Tunggal Panaluan, yang diambil dari nama senjata pamungkas raja Sisingamangaraja. Senjata yang disebut juga tungkot Tunggal Panaluan

adalah salah satu seni dari Suku Batak yang sudah terkenal, yang diukir menurut kejadian sebenarnya dari kayu tertentu yang juga memiliki kesaktian. Pada kesempatan itu, Kapolres juga mengucapkan terimakasih pada Bupati Rohil

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012 CMYK

tegasnya. Terkait dengan kian maraknya peredaran lem cap kambing yang disalah gunakan oleh sekelompok orang, menurut Suyatno juga sangat mengkhawatirkan. Karena menghirup lem cap kambing sangat berpengaruh terhadap jaringan otak manusia. Kemudian, Suyatno juga menjelaskan agar generasi muda belajar untuk memperdalam ilmu pendidikan sekolah. Dan saat ini ada anak Panipahan yang sekolah ke Kairo. “Adanya anak Panipahan belajar ke Kairo, patut di contoh. Sebagai anak bangsa kita harus berfikir masa depan dimana susahnya orang tua menyekolahkan kita agar menjadi anak yang baik,” ujarnya. Ia mencoba mengingatkan bahwa Panipahan sebagai wilayah pesisir yang dekat dengan negara tetangga, provinsi Sumatera Utara dan Dumai merupakan letak wilayah strategis terhadap peredaran narkoba. Kemudian yang perlu diingat, kata Suyatno, dampak pengaruh prostitusi, membawa pengaruh besar terhadap penyakit HIV/AIDS. Dalam penyuluhan ini diharapkan bersama-sama mendukung untuk menghentikan jalan peredaran narkoba di wilayah lingkungan masing-masing. “Diharapkan dan saya mengajak semua pihak memerangi peredaran narkoba,” harapnya.*

H Annas Maamun yang menurutnya memiliki kepedulian dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada kepolisian, salah satunya diwujudkan dalam bentuk pendirian pembangunan gedung aula tersebut.*

 rp/ttg


10

Golkar Mengulang Sejarah Sejarah berulang. Ditahun 2003 menjelang suksesi gubernur, Darwis Rida didepak dari ketua Golkar. Kini, mendekati pemilu kada gubri, Indra Mukhlis Adnan mendapat perlakuan sama. Dipecat. TAHUN 2003. Partai Golkar Riau ketika itu dipimpin oleh Darwsi Rida. Selama kepemimpinnya sebenarnya roda organisasi Partai Golkar Riau itu berjalan dengan baik. Di masa nya Golkar keluar sebagai pemenang Pemilu. Hubungan dengan DPD II juga lancar. Namun karena ada kepentingan lain, dia digusur. Adalah Ramlan Zas. Demi memuluskan langkah Saleh Djasit memakai Golkar pada suksesi gubernur pada 2003, Ramlan yang kala itu menjabat anggota DPRD Riau bersama kolega-koleganya membuat skenario untuk mengkudeta kepemimpinan Darwis Rida. Padahal ketika itu kader murni Golkar juga ada yang ikut suksesi. Dia adalah Rusli Zainal. Tapi karena berbeda mazhab, Ramlan tak rela memberinya. Maka diaturlah skenario itu. Ramlan yang dikenal punya kedekatan dengan Saleh Djasit memaksa Darwis Rida untuk menyetujui musdalub. Mendapat tekanan seperti itu, akhirnya Darwis Rida membubuhkan tanda tangannya. Dan saat digelar musdalub, Ramlan Zas terpilih menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Riau. Setelah resmi menjadi ketua, maka muluslah langkah Saleh untuk menumpang perahu golkar. Sedangkan Rusli Zainal, tetap melangkah dengan menggunakan perahu lain. PPP jadi pilihan. Pada saat pemilihan gubernur lewat DPRD, jagoan Ramlan kandas. Kader golkar yang “dibuangnya” jadi pemenang. Dan tak lama setelah dilantik jadi gubernur, Rusli pun mengambil alih Golkar. Ramlan “ditendang”. Kini, menjelang pilgubri tahun 2013, sejarah itu kembali diulang. Golkar jadi rebutan. Banyak kader PG yang menginginkan “partai berlambang pohon beringin itu” sebagai perahu. Selagi Indra Mukhlis Adnan menjadi ketua golkar Riau, maka ada hambatan untuk menggunakannya. Sebenarnya, kepemimpinan Indra di golkar “rapuh”. Sebab, hubungannya dengan beberapa ketua DPD II tidak berjalan baik. Hubungan yang tak harmonis ini sebenarnya berawal saat musda PG Riau

di Tembilahan, Inhil beberapa tahun silam. Waktu itu, ada dua calon yang maju yakni Indra sendiri dan Herman Abdullah. Herman didukung PG Rohul, Pekanbaru, Rohil, Kuansing, dan Pelalawan. Namun, Rusli Zainal tak mau memberikan estapet kepimpinannya di Golkar itu kepada Herman yang merupakan seterunya. Maka dibuatlah skenario untuk memenangkan Indra. Meskipun Indra menang, tapi Indra tak berhasil membuat kekompakan. Hubungan nya dengan beberapa DPD II tersebut bagai api dalam sekam. Riak-riak ke arah itu terus bermunculan. Puncaknya jelang pilgubri ini. Di golkar Riau saat ini terjadi beberapa faksi. Dan faksi-faksi tersebut yang selama ini berjalan masingmasing kini menyatu dengan satu gerakan yakni menggulingkan Indra. Menurut beberapa sumber yang dirangkum AZAM, di golkar ada tiga poros atau faksi. Yakni poros Ketua DPD II PG Pelalawan Harris, poros Herman Abdullah dan poros Annas Maamun. Nah, Herman dan Annas saat ini tengah gencar juga memproklamirkan diri ikut maju di pilgubri. Intinya, poros siapa yang mampu mengambil posisi Indra, maka dialah pemakai perahu beringin. “Sekarang ini mereka saling melengkapi. Andi Rahman

perannya lobi DPP, sementara RZ menjamin musdalub Golkar didukung DPD II. Annas operatornya keliling ke DPDDPD dengan dapat angin syurga dari RZ maupun Andi,” kata sumber AZAM itu lagi. Disinggung pemicu tuk menyingkirkan Indra itu lantaran kajian personal brand dan political brand Indra yang tidak terukur, itu kata sumber tidak hanya sekedar itu, karena kalau soal personal yang kurang mendapat ekspektasi publik tak perlu sampai digusur. Banyak di daerah lain Ketua DPD tidak direkom tapi tak digusur. Kepentingan politik nya lanjut sumber AZAM beragam dan pelangi. Sebahagian DPP juga mau balas dendam juga dengan Indra, karena pernah dipermalukan Indra didepan rakernas. Ini juga dikordinir Andi Rahman, Firman dan Musfihin Dahlan. Lalu seperti apa nanti endingnya? “Menurut saya ini tidak akan ada ending nya, karena Indra akan melawan..., long set,” ulas sumber AZAM. Benarkah Andi Rahman dan Rusli Zainal terlibat? Ketika dikonfirmasi Andi menepis. “Untuk apa saya bermain,” katanya singkat. Dia menambahkan semuanya sudah ada dalam mekanisme partai. “Soal desakan Musdalub itu bukan ranah saya, silakan tanya ke masing-

masing DPD yang mengusung dan mengirim surat ke DPP,” tegas Andi Rahman. Rusli Zainal juga menampik tudingan terhadap dirinya. “Tau menau pun tidak. Ngurus PON dan pembangunan sudah tidak cukup waktu,” katanya singkat melalui pesan BBM. Jadi siapa yang bermain? Entahlah. Politik memang susah membuktikan. Ibarat angin bisa dirasa tapi wujudnya tak kelihatan. begitu juga dengan isu Musdalub ini. Lalu apa tanggapan Indra tentang tudingan 9 DPD II Golkar yang berujung pemecatan dirinya? Menurut dia apa yang dituduhkan itu tidak semuanya benar, apalagi dalam hal menjalankan organisasi partai. “Kalau kita evaluasi cuma ada dua kabupaten yakni Rokan Hilir dan Rokan Hulu yang tidak menjalankan roda partai, tapi kok saya yang disalahkan,” katanya. Awalnya sebut Indra, dia tidak menyalahkan DPP namun setelah DPP memecat dirinya, muncul kekecewaan mendalam, sebab sebelumnya masalah-masalah yang disampaikan DPD II ke DPP tersebut tidak pernah dikomunikasikan kepada dirinya. “Sampai hari ini saya tidak pernah dipanggil DPP,” ujarnya dengan nada kesal. Namun dibalik semua itu,

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012

kata Indra ada beberaspa orang yang bermain dengan DPP, mereka itu sangat dekat dengan Ketum DPP Golkar Aburizal Bakri. Muaranya, apalagi kalau bukan pilgubri. Mereka menginginkan Golkar sebagai perahu dengan cara yang tidak elegan. “Hasil survey saya makin baik, walau tidak mutlak untuk diusung jadi calon gubernur. Nah, mereka ingin menggusur saya dengan cara-cara yang sebenarnya tidak sesuai dengan aturan main partai,” terang Indra. Selain itu Indra juga mensinyalir ada tiga poros yang mendongkel dirinya dan bersama-sama dan saling melengkapi untuk melengserkan nya dari ketua DPD Golkar Riau. Di proses awal bisa saja mereka berdiri sendiri, namun diakhir pergerakan mereka bersatu: yang penting Indra dipecat dulu, baru kemudian disusun lagi strategi untuk menentukan siapa nanti yang dipilih dalam Musdalub. Ditanya apakah setelah dipecat dari Ketua Golkar Riau karirnya tamat? “Oh tidak, saya kan masih wakil ketua MKGR pusat. Jadi masih ada kekuatan untuk melanjutkan perjuangan. Namun, kata Indra, dibalik semua itu ada hikmahnya dan bisa saja membuat langkah saya lebih baik lagi kedepan,” ujarnya.*

 bis


11

Simpai

Yanto Budiman

Musdalub dan “Perahu Retak” Golkar

Tiga Poros Mendongkel Indra Disinyalir tiga poros kekuatan yang mendongkel Indra. Ketiga poros ini sama-sama ingin merebut perahu Golkar. Namun Andi Rahman dan RZ membantah ikut bermain. Lalu siapa? PASCA disetujuinya Musdalub Golkar dan dipecatnya Indra dari ketua DPD Golkar Riau, muncul persepsi beragam di berbagai kalangan, utamanya kalangan politisi yang rajin mengamati percaturan politik di bumi Melayu ini. Tapi yang menarik disimak dari ragam persepsi itu adalah tiga poros kekuatan disebutsebut yang mendongkel Indra Adnan. Sumber AZAM menyebut 3 poros tersebut berkepentingan sama dalam menggusur IMA, yakni 1. poros RZ sebagai upaya untuk mempersiapkan Syam-Tina untuk dapat perahu Golkar. 2. poros Andi Rahman yang berkepentingan menyiapkan HA. Dan poros 3 Annas Maamun karena syur juga mau dapat perahu Golkar. kepentingan menggusur Indra nya sama, tapi kepentingan calon gub nya nanti berantam lagi. “Sekarang ini mereka saling melengkapi. Andi Rahman perannya lobi DPP, sementara RZ menjamin musdalub Golkar didukung DPD II. Annas operatornya keliling ke DPD-DPD dengan dapat angin syurga dari RZ maupun Andi,” kata sumber

AZAM itu lagi. Disinggung pemicu tuk menyingkirkan Indra itu lantaran kajian personal brand dan political brand Indra yang tidak terukur, itu kata sumber tidak hanya sekedar itu, karena kalau soal personal yang kurang mendapat ekspektasi publik tak perlu sampai digusur. Banyak di daerah lain Ketua DPD tidak direkom tapi tak digusur. Kepentingan politik nya lanjut sumber AZAM beragam dan pelangi. Sebahagian DPP juga mau balas dendam juga dengan Indra, karena pernah dipermalukan Indra didepan rakernas. Ini juga dikordinir Andi Rahman, Firman dan Musfihin Dahlan. Lalu seperti apa nanti endingnya? “Menurut saya ini tidak akan ada ending nya, karena Indra akan melawan..., long set,” ulas sumber AZAM. Benarkah Andi Rahman dan Rusli Zainal terlibat? Ketika dikonfirmasi Andi menepis. “Untuk apa saya bermain,” katanya singkat. Dia menambahkan semuanya sudah ada dalam mekanisme partai. “Soal desakan Musdalub itu bukan ranah saya, silakan tanya ke masing-masing DPD yang mengusung dan mengirim surat ke DPP,” tegas Andi Rahman. Rusli Zainal juga menampik tudingan terhadap dirinya. “Tau menau pun tidak. Ngurus PON dan pembangunan sudah tidak cukup waktu,” katanya singkat melalui pesan BBM. Jadi siapa yang bermain? Entahlah. Politik memang susah membuktikan. Ibarat angin bisa dirasa tapi wujudnya tak kelihatan. begitu juga dengan isu Musdalub ini.*

 ybs

HM Rusli Zainal

Andi Rahman

EMHA Ainun Najib dan untuk mencalonkan Franky Sahilatua pernah dirinya, tak bisa dihindari merilis lagu ‘Perahu lagi. Bahkan, kesan publik, Retak’. Lagu fenomenal wacana yang muncul ke yang melukis potret permukaan secara terangpolitik Indonesia yang terangan memperlihatkan kacau-balau cukup jadi ‘perang terbuka. hafalin banyak orang. Setidak-tidaknya ada Bahkan dalam setiap tiga kader yang menunjukpertistiwa politik sekecil kan sikap dan komitmen apa pun, tamsil ‘Perahu untuk tampil sebagai Retak’ selalu muncul ke kandidat untuk menjadi permukaan. Lihat saja suksesi nakhoda baru Golkar Riau: Septina Gubernur Riau periode 20013-1018 Primawati Rusli (isteri HM. Rusli yang sudah di ambang pintu. Partai Zainal, Gubernur Riau yang juga Golkar yang pernah memenangkan aktifis organisasi), Herman Abdullah Pemilu 2009 di Provinsi Riau tentu (Ketua DPD Kosgoro Riau -sebuah saja menjadi sebuah ‘perahu politik’ organisasi sayap Golkar) dan Anas yang sangat diperebutkan dan Maamuun (Ketua DPD Golkar Rokan diperhitungkan oleh para kandidat Hilir yang kini menjabat Bupati yang akan maju dalam suksesi orang Rohil untuk periode yang kedua). nomor satu di Riau. Siapa yang nanti terpilih memimpin Benar juga. Kasak-kusuk para Golkar Riau dipastikan akan melaputra terbaik Golkar yang ingin pangkan jalan untuk mewakili partai mempertaruhkan nasib dalam beringin dalam suksesi Gubri suksesi Gubermendatang. nur Riau, telah Lebih jauh menaikkan ke depan, Lantas, kemana Indra? suhu politik di suksesi di Sesuai mekanisme partai, tubuh Golkar. tubuh Golkar tentu Indra harus meningBerita paling terus galkan tugas dan tanggunganyar, Indra menggelinding Mukhlis ke suksesi jawab kepemimpinan tertAdnan, Ketua Gubri. Laziminggi di DPD Golkar. Tentu DPD Golkar nya sebuah saja, politisi senior yang kini setelah diomsuksesi, menjabat Bupati Indragiri bang-ombang persaingan isu mosi tak para kandidat Hilir dua periode ini masih percaya sejumpun mengedimungkinkan untuk kembali lah DPD II laborasi diri memimpin tampuk kekuaGolkar se Riau, menjadi saan DPD Golkar Riau. Tapi akhirnya harus ‘kubu-kubu’ lengser. Secara tipis kemungkinan Indra dengan resmi, Ketua sejumlah bakal masuk dalam bursa Umum DPP nama besar suksesi. Selain ‘dosa-dosa” Golkar, Aburyang berperan nya dah tercatat di DPP, sisi izal Bakri telah sebagai KTU persnolisasi juga tidak menmenerbitkan alias ‘Kepala SK Musdalub Tukang’. Simak dukung walau penghobi dengan penunsaja, tampilnmusik itu memiliki pendidijukan Dahrul ya Septina kan yang sangat memadai Sihka yang digadabahkan belum lama ini telah (Wasekjen DPP ng-gadang Golkar) selaku akan berlulus dari Lemhanas. pelaksana pasangan tugas Ketua dengan DPD Golkar Syamsurizal Riau yang mempersiapkan Mus(Kepala Itwilprov Riau, mantan dalub itu.Dalam dua bulan ke depan Bupati Bengkalis ini tentu tak akan Musdalub tersaebut harus sudah lepas dari ‘peran’ RZ sendiri dalam digelar. strategi politik dinasti. Herman Lantas, kemana Indra? Sesuai Abdullah, konon diperjuanghkan mekanisme partai, tentu Indra harus Arsyajuliandi Rachman yang memilmeninggalkan tugas dan tanggungiki ‘kedekatan batin’ dengan Aburjawab kepemimpinan tertinggi di izal. Sedangkan Annas dengan penuh DPD Golkar. Tentu saja, politisi keyakinan “old soldier never die” senior yang kini menjabat Bupati menampilkan dirinya sendiri dalam Indragiri Hilir dua periode ini masih kancah pertarungan yang sama. dimungkinkan untuk kembali Musdalub partai Golkar kali ini sama memimpin tampuk kekuasaan DPD peristiwanya dengan Musdalub Golkar Riau. Tapi tipis kemungkinan 2003, dimana ketika itu Darwis Rida Indra bakal masuk dalam bursa “digulingkan” oleh kekuatan RZ. suksesi. Selain ‘dosa-dosa” nya dah Lepas dari siapa nanti nakhoda tercatat di DPP, sisi persnolisasi juga Golkar produk Musdalub, dipasatitidak mendukung walau penghobi kan masih ada satu episode “perang” musik itu memiliki pendidikan yang lagi antara sesama kandidat balon sangat memadai bahkan belum lama gubri. Sebab setting awal tiga poros ini telah lulus dari Lemhanas. (poros RZ, poros Andi dan poros Meneroka anatomi politik Golkar Annas) yang mendongkel Indra akhir-akhir ini yang memberikan targetnya: Indra harus disingkirkan indikasi ‘perahu retak’ di kalangan dulu urusan siapa nanti yang elit partai, tentu menjadi hal mememakai perahu Golkar masih harus narik. Persaingan di kalangan kader- ‘berkelahi’ ladi. Yah begitulah kader terbaik partai untuk tampil adagium politik: tak ada kawan yang memperebutkan ‘perahu partai’ abadi, yang ada kepentingan.*

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012


12

“Tanpa Golkar pun Saya Tetap Jalan”

Indra Adnan dipecat dari Ketua Golkar Riau dan digantikan Wasekjen DPP Golkar Darul Siska. IMA dituduh tak becus ngurus partai. Benarkah? TAK seperti biasanya bicara dengan nada tinggi, kali ini Indra Mukhlis Adnan nampak lebih tenang dan menunjukkan gaya seorang pemimpin

yang intelek. Mungkin belakangan ini Indra sedang membangun image sebagaimana seorang pemimpin yang berjiwa negarawan yang dibarengi dengan intelektual tinggi. Boleh jadi, juga lantaran Bupati Indragiri Hilir itu baru saja menyelesaikan pendidikan Lemhanas nya. Dan memang sebelumnya Indra juga telah menyelesaikan pendidikan S3 nya, semakin memperkaya dirinya untuk menapak ke kursi pemimpin rakyat di Riau. Perubahan gaya bicara politisi Golkar itu tercermin saat AZAM melakukan

wawancara per telepon seluler terkait “tsunami” politik yang menimpa dirinya baru-baru ini. Isu Musdalub Golkar yang sudah lama berhembus akhirnya menjadi kenyataan, menyusul keluarnya SK DPP Golkar tentang Musdalub sekaligus memecat Indra sebagai Ketua DPD Golkar Riau. Peristiwa politik ini jelas memukul Indra yang selama ini telah berikhtiar menjalankan roda organisasi sebagaimana yang diamanatkan aturan partai. Lalu apa tanggapan Indra tentang tudingan 9 DPD II Golkar yang berujung pemecatan dirinya? Menurut dia apa yang dituduhkan itu tidak semuanya benar, apalagi dalam hal menjalankan organisasi partai. “Kalau kita evaluasi cuma ada dua kabupaten yakni Rokan Hilir dan Rokan Hulu yang tidak menjalankan roda partai, tapi kok saya yang disalahkan,” katanya. Awalnya sebut Indra, dia tidak menyalahkan DPP namun setelah DPP memecat dirinya, muncul kekecewaan mendalam, sebab sebelumnya masalah-masalah yang disampaikan DPD II ke DPP tersebut tidak pernah dikomunikasikan kepada dirinya. “Sampai hari ini saya tidak pernah dipanggil DPP,” ujarnya dengan nada kesal. Namun dibalik semua itu, kata Indra ada beberaspa orang yang bermain dengan DPP, mereka itu sangat dekat dengan Ketum DPP Golkar Aburizal Bakri. Muaranya, apalagi kalau bukan pilgubri. Mereka menginginkan Golkar sebagai perahu dengan cara yang tidak elegan. “Hasil survey saya makin baik, walau tidak

mutlak untuk diusung jadi calon gubernur. Nah, mereka ingin menggusur saya dengan cara-cara yang sebenarnya tidak sesuai dengan aturan main partai,” terang Indra. Selain itu Indra juga mensinyalir ada tiga poros yang mendongkel dirinya dan bersama-sama dan saling melengkapi untuk melengserkan nya dari ketua DPD Golkar Riau. Di proses awal bisa saja mereka berdiri sendiri, namun diakhir pergerakan mereka bersatu: yang penting Indra dipecat dulu, baru kemudian disusun lagi strategi untuk menentukan siapa nanti yang dipilih dalam Musdalub. Ditanya apakah setelah dipecat dari Ketua Golkar Riau karirnya tamat? “Oh tidak, saya kan masih wakil ketua MKGR pusat. Jadi masih ada kekuatan untuk melanjutkan perjuangan. Namun, kata Indra dibalik semua itu ada hikmah-

nya dan bisa saja membuat langkah saya lebihbaik lagi kedepan,” ujarnya. Lalu apakah tidak melakukan perlawanan? Menurut Indra perlawanan tetap dilakukan namun dengan cara terhormat dan elegan. “Saat ini saya dan teman-teman sedang menyiapkan gugatan baik itu pidana, perdata ke PTUN. Insya Allah Senin (15/ 10) gugatan sudah kita masukkan,” ungkap Indra. Menyinggung soal persoalan pribadi dan masalah hukum yang sempat ramai dipublikasikan media beberapa waktu lalu, itu katanya bukan soal pribadi namun antara bank Riau dengan pihak yang berperkara. “Kalau memang nanti pengadilan nanti memutuskan saya tidak bisa lagi jadi ketua DPD Golkar, yah apa boleh buat, akan saya terima asal tidak ada rekayasa hukum disana,” terang Indra. “Tanpa Golkar pun saya tetap maju dan sosialisasi,” tegas Indra.*

 ybs/bis

Indra Mukhlis Adnan

Mengapa Indra

Mosi tak percaya yang disampaikan ke DPP, berbuah dengan dipecatnya Indra Mukhlis Adnan dari jabatan Ketua Golkar Riau. Apa pasal?

SEPERTINYA sejarah 2003 lalu kembali berulang. Jelang dilaksanakannya pemilihan gubernur Riau, Darwis Rida yang menjabat Ketua DPD I Golkar Riau dipaksa lengser dari kursi empuknya oleh Ramlan Zas. Lewat Musyawarah daerah Luarbiasa (Musdalub), Ramlan menduduki kursi ketua DPD I Partai Golkar untuk kemudian memberikan garansi kepada Saleh Djasit untuk memakai perahu kuning berlayar maju di suksesi gubernur Riau 2003. Persis sama, dengan kejadian yang dialami Indra Mukhlis Adnan sekarang. Dimana pemecatan dirinya berdekatan dengan pelaksanaan Gubernur Riau 2013. Belum lagi habis masa jabatannya di Golkar, Indra dipaksa mundur. Harapan tuk bisa berlayar dengan Golkarpun kandas ditengah jalan dengan gerakan yang dilakukan oleh gabungan kekuatan tiga poros. Tiga

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012

poros yang diduga berasal dari poros Haris, Annas dan Herman ini mencari alasan yang tepat untuk melengserkan Indra agar tidak menabrak AD/ART Partai Golkar. Banyak alasan yang melandasi kenapa Indra M Adnan mesti digulingkan. Pertama, selama menjabat sebagai ketua, Indra dinilai tidak mampu menjalankan organisasi partai secara maksimal. Praktis tak terlihat gerakan yang dilakukan Golkar Riau selaku partai pemenang Pemilu di bumi lancang kuning. Kedua, Indra juga dinilai tidak mampu berkoordinasi dengan kepengurusan di tingkat dua. Miscomunication antara kepengurusan DPD I dengan DPD II kerap terjadi. Hal ini pula yang memunculkan ketidakharmonisan di internal PG. Sebahagian besar kepengurusan PG di daerah melayangkan mosi tidak percaya


13

Musdalub tak Terkait Pilgubri Musdalub Partai Golkar Riau ternyata bukan sekedar rumor. DPP mengeluarkan SK menyetujuinya untuk digelar dalam dua bulan dan menunjuk Dahrul Siska sebagai pelaksana tugas atau Plt. Katanya ini tidak terkait pilgubri.

SEPERTI yang telah diduga banyak kalangan sebelumnya, Indra bakal digusur. Dan itu terbukti. Beberapa hari lalu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar mengeluarkan Surat Keputusan (SK) menyetujui digelarnya Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD I Partai Golkar Riau. Keputusan tersebut merespon masuknya surat mosi tidak percaya dari 9 DPD II. Selain menyetujui Musdalub, DPP juga menunjuk Wakil Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP Dahrul Siska sebagai pelaksana tugas, mengambil alih

peran Indra Muchlis Adnan. Kepastian adanya SK yang diteken Ketua Umum Aburizal Bakrie dan Sekjen Idurs Marham tersebut disampaikan Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan (OKK) DPP Partai Golkar Mahyudin kepada AZAM, Sabtu (13/10) via telepon seluler. Dia mengakui bahwa SK nya memang sudah keluar dan langsung diteken oleh Ketua Umum Aburizal Bakri dan Sekum Idrus Marham. Mahuidn mengatakan, DPP memandang masalah kempimpinan Golkar Riau dibawah Indra tidak berjalan sesuai harapan. Indra dinilai tidak menjalankan tugas dengan baik dan sulit diajak berkomunikasi oleh DPD II. Keberadaan surat dari 9 DPD II dianggap sesuatu yang luar biasa dan perlu disikapi cepat DPP. “DPP menilai keberadaan surat dari 9 DPD merupakan sesuatu yang luar biasa, karena itu perlu diambil langkah cepat untuk memulihkan keadaan,” tuturnya. Ketika ditanya mengenai klarifikasi dari Indra Muchlis, Mahyudin mengatakan tidak diperlukan,

Mahyudin

karena dalam Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar aturan untuk meminta klarifikasi tidak diharuskan. Dikatakan Mahyudin, dalam SK tersebut, DPP memberikan waktu selambat-lambatnya dua bulan kepada Plt untuk menggelar Musdalub. “Diharapkan paling lambat Musdalub Riau sudah digelar,” demikian penjelasannya. Mahyudin juga menyangkal ketika ditanya bahwa pemecatan Indra ini berkaitan dengan pilgubri. Menurut Mahyudin hal ini tidak berkaitan dengan pilgubri. Ini murni suara aspirasi DPD II. Dalam AD/ART bila 2/3 DPD II melakukan mosi tidak percaya, maka Musdalub bisa digelar. “Pemecatan Indra tak berhubungan dengan pilgubri. Ini murni ketidakharmonisan DPD I dengan DPD II. Berdasarkan laporan dari DPD-DPD II yang masuk ke DPP, selama Indra menakhodai Golkar Riau, organisasi tidak berjalan maksimal. Dikabarkan, Indra juga

jarang ditempat. Jadi pemecatan ini murni karena kami ingin menyelamatkan partai. Sebagai partai pemenang pemilu 2009, Golkar tidak bisa main-main. Pemilu 2014 sudah didepan mata. Maka kami ingin menguatkan kembali roda partai agar prediket juara tetap pada kami,” jelasnya. Saat didesak terus dengan pertanyaan kenapa pemecatan Indra berdekatan dengan pelaksanaan pilgubri, Mahyudin sekali mengatakan hal yang sama. “Ini tidak ada kaitannya dengan itu. Ini demi kebaikan Golkar kedepan. Soal siapa nanti yang memakai perahu golkar itukan ditentukan oleh survei. Dan Golkar terbuka buat siapa saja. Baik dia pengurus golkar, kader maupun tokoh-tokoh diluar partai. Indra kan termasuk yang disurvei juga,” ucapnya. Namun apapun yang dikemukakan Mahyudin, pelengseran Indra tetap berkaitan dengan pilgubri. Siapa pengganti Indra nanti di musdalub, maka dia atau orangnyalah sang pengguna perahu golkar.*

 bis

Dimusdalubkan? terhadap kepemimpinan Indra. Alasan ketiga, Indra gagal membawa kejayaan terhadap partai Golkar di Riau. beberapa agenda politik dalam perebutan jabatan kepala daerah di Riau, Golkar yang dinakhodai Indra sejak tahun 2009 itu tak mampu berbuat banyak. Tokoh-tokoh yang diusung PG bertumbangan di Pemilukada yang digelar. Pada Pilkada Kabupaten Kampar 2011 lalu, pasangan incumbent Burhanuddin Husin - Zulher yang diusung Golkar gagal mempertahankan jabatannya. Padahal hitung-hitungan diatas kertas pasangan ini bisa memenangkan pemilihan Bupati Kampar untuk periode kedua kalinya. Nyatanya pasangan incumbent ini kalah telak dari Kader partai boyongan Demokrat, Jefri Noor - Ibrahim. Di Kabupaten Bengkalis, Golkar juga tak mampu menggolkan kadernya

duduk di kursi bupati. Meski didukung koalisi besar, pasangan Sulaiman Zakaria - Arwan Mahidin yang diusung Golkar ini tak mampu mengalahkan keperkasaan pasangan Herliyan Saleh - Suayatno yang diusung PKS. Di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Partai Golkar yang mengfusung Suparman (Ketua Golkar Rohul) Hamulian, juga tak mampu mengalahkan keperkasaan pasangan Achmad Hafith Syukri yang diusung oleh PPP. Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten “baru” Kepulauan Meranti. Pasangan Rosfian - Muhammad Adil yang didukung Golkar dan PKB, kalah telak dari pasangan Irwan Nasir Masrul Kasmy yang diusung oleh PKS, PBB, PPP dan PPIB. Klimaknya Pilkada Kota Pekanbaru. Calon Wali Kota Pekanbaru Septina Primawati Rusli yang berpasangan

dengan Erizal Muluk (Ketua DPD II Partai Golkar Pekanbaru), tumbang oleh keperkasaan Firdaus - Ayat Cahyadi. Padahal, jika ditilik dari dukungan partai politik, pasangan BERSERI ini terbilang besar. Dari berbagai problem itulah, Indra disebut gagal menjalankan roda organisasi. Dan sudah sepantasnya

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012

pula Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie meninjau kembali kepemimpinan Indra Muklis Adnan. Apalagi beberapa agenda politik Pilgubri 2013 sudah diambang pintu, kemudian menyusul agenda yang lebih besar lagi Pilpres dan Pemilu Legislatif 2014.*

 sir/bis


14 SELAKU kader, saya merasa prihatin dengan apa yang menimpa Ketua DPD Partai Golkar Riau. Untuk saat ini saya belum bisa berkomentar banyak terkait permasalahan tersebut. Dan kita akan terus menunggu keputusan perkembangan lebih lanjut dari DPP. Sekali lagi saya Mohon maaf, saat ini saya belum bisa memberikan informasi apa-apa terkait persoalan ini. Untuk saat sekarang ini partai Golkar Riau lebih fokus kepada konsolidasi di internal partai. Namun kalau ditanya soal siapa kader yang bakal menggantikan posisi Indra M Adnan, saya tak bisa komentar. Golkar Riau memiliki banyak sekali kader yang memiliki kualitas yang cukup baik. Namun, tentunya saja ada aturan-aturan atau mekanisme yang harus dilalui dalam penentuan calon ketua DPD Golkar Riau nantinya. Terkait bakal calon gubernur riau yang akan diusung oleh Golkar, siapapun yang akan diusung oleh partai, kita semua akan patuh dan mentaatinya. Karena memang inilah keputusan yang tebaik bagi partai golkar. Tentunya partai tahu siapa kader yang patut diusung nantinya. yang jelas saat ini Partai Golkar Riau tengah konsen untuk melakukan konsolidasi internal guna menghadapi pemilihan Gubernur nantinya.* Iwa Sirwani Bibra Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau

PERIHAL penonaktifan Indra M Adnan dari jabatannya selaku ketua DPD Partai Golkar Riau, saya tak bisa mengomentarinya. Jika saya komentari nanti, takutnya tambah memperkeruh suasana. Yang jelas, kita masih menunggu keputusan dan perkembangan lebih lanjut dari DPP. jadi, mohon maaf tidak mau mengeluarkan statemen. Sebaiknya langusung konfirmasi aja ke yang bersangkutan. Namun saya beerpesan kepada seluruh kader Golkar untuk selalu senantiasa menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik. Terutama sekali berkaitan dengan persiapan Pilgubri 2013. Bagi kita, apapun yang menjadi keputusan partai nantinya, kita wajib mendukung. Sebaiknya kita semua sama-sama merapatkan barisan dan terus melakukan konsolidasi, sehingga nantinya apa yang menjadi target kita semua dapat tercapai. Saya berharap mudah-mudahan saja permasalah ini akan ada solusi serta jalan keluar yang terbaik bagi partai. yang pasti, apapun keputusan partai selaku kader, saya akan mendukung.* Roni Amriel Anggota DPRD Kota Pekanbaru Fraksi Golkar

SAYA melihat ada kejanggalan dari mosi tidak percaya yang disampaikan beberapa pengurus di DPD II Partai Golkar, sehingga DPP memutuskan untuk menonaktifkan Indra Mukhlis Adnan dari jabatan ketua. Harusnya para poltikus di negeri ini menyuguhkan perilaku poltik yang tidak bagus kepada masyarakat. Tentunya dengan tidak menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan kekuasaan. Karena hal tersebut sangat bertentangan dengan keinginan masyarakat itu sendiri. Ada baiknya para pemimpin di negeri ini memberikan contoh berpoltik yang baik dan santun kepada masyarakat. Kalau hal ini terus saja dilakukan, masyarakat akan dapat menilai mana calon pemimpin yang betul-betul dikehendaki rakyat dan mana pula calon pemimpin yang lahir atau tumbuh dari sebuah konspirasi politik. Kalau memang Indra selaku ketua DPD Golkar Riau mempunyai kesalahan tentu ada mekanisme atau aturan yang harus dilalui. Bukan langsung main pecat seperti ini. Cobalah beri contoh atau pertontonkan cara berpolitik yang santun, agar masyarakat dapat mengambil pelajaran yang berharga nantinya.* M Yusuf Daeng Pengacara

MENURUT saya, ini adalah bentuk dari dinamika politik jelang pemilihan Gubernur Riau 2013 mendatang. Sebab Indra dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai ketua Partai dengan baik. Selain itu, komunikasi Indra dengan para kader juga tidak berjalan dengan baik. Ini terbukti dari ditanda tanganinya surat pernyataan Musdalub dari hampir sebagian DPD tingkat II partai Golkar.Jadi keputusan DPP menonkatifkan Indra saya nilai lebih kepada menyelamatkan partai Golkar untuk menghadapi agenda politik seperti pilgubri, Pilpres dan Pemilu Legislatif. Menurut saya hal itu sah-saja saja dilakukan. Apalagi sosok Indra dianggap tidak menjual di Pilgubri. Sebaiknya Indra harus legowo menerima kenyataan ini. Selaku kader yang baik tentunya harus selalu mengikuti apa yang telah digariskan dan diputuskan oleh partai. Oleh sebab itulah sebaiknya Partai Golkar sesegera mungkin melaksanakan Musdalub tersebut guna mencari Ketua baru, sehingga persiapan untuk menghadapi pilgubri 2013 mendatang tidak jadi terhambat lantaran konflik diinternal Golkar.* Angga Irawan Masyarakat

SELAKU masyarakat saya menilai Indra M Adnan sebaiknya mengalah saja dan menghormati keputusan partai. Kalau Indra tetap bersikeras mempertahankan jabatannya dan berniat untuk maju pada pilgubri mendatang, maka akan sangat sulit rasanya bagi Indra untuk bersaing dengan para bakal calon lainnya. Sebab saya menilai para bakal calon yang mencul saat ini rata-rata memiliki populariatas diatas Indra. Dalam kontks pilkada langsung faktor figur sangat menentukan sekali. Sementara Indra masih kurang populer di Riau. Indra hanya populer di Inhil dan sebagian Riau saja. sementara bakal calon lainnya memiliki tingkat kepopuleraran yang sangat bagus. Untuk itulah sebaiknya Indra Legowo dan menerima keputusan Partai, biarlah kader Golkar yang memiliki potensi lebih untuk maju mewakili dari partai Golkar. Berilah kesempatan kepada para kader lainnya untuk maju membawa bendera Golkar. Selaku kader partai, sebaiknya Indra mematuhi apa yang menjadi keputusan partai sehingga konflik yang lebih besar akan dapat dihindari.* Sunardi SSos Wiraswasta

KALAU Indra tidak berkeinginan untuk maju pada pilgubri 2013 mendatang, mungkin saja jabatan Ketua DPD Partai Golkar Riau tidak akan melayang dari tangannya. Sebab saya melihat penonkatifan Indra sebagai ketua DPD Golakr Riau lebih dikarenakan faktor perebutan perahu diantara sesama para kader Golkar itu sendiri. Kita juga tahu bahwa Herman Abdullah, Syamsurizal, dan Annas Maamun juga berkeingnan maju pada pilgubri 2013 mendatang. oleh sebab itulah banyak yang menjegal langkah Indra menuju kursi Riau 1. Caranya dengan Musdalub. Lagi pula peluang Indra untuk memenangkaan pilguburi 2013 mendatang tidaklah terlalu besar, sebab popularitas Indra sendiri masih terlalu rendah. Mungkin Syamsurizal lebih pas menggantikan posisi Indra nantinya. Kedekatan dengan Rusli Zainal yang juga merupakan petinggi di DPP Partai Golkar, menjadi alasan saya kenapa mantan bupati Bengkalis itu memiliki peluang besar untuk menduduki kursi ketua Golkar Riau dan memakai perahu Golkar untuk berlayar di kancah Pilgubri.* Sapta Julandri Mahasiswa

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012


15

Tersebab Ketidakmampuan Indra Memenej Golkar Selain tidak punya nilai tawar tinggi, kredibilitas dan ketidakmampuan Indra Mukhlis Adnan memenej Golkar menjadi sebab dirinya terdepak dari kursi ketua. TIUPAN angin badai yang menerpa ‘beringin’ membuat kursi ketua yang diduduki Indra Mukhlis Adnan terbang entah kemana. Bupati Inderagiri Hilir ini terdempak setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar melengserkannya dari kursi ketua DPD I Golkar Riau yang kini dijabat oleh Darul Siska sebagai pelaksana tugas (Plt). Dipecatnya Indra dari jabatan Ketua Golkar Riau jelas membuat peta politik jelang Pilgubri 2013 berubah. Karena, sudah bisa dipastikan, Indra akan sulit untuk mendapatkan perahu Golkar untuk bisa maju di Pilgubri 2013 mendatang. Lantas, apa yang menjadi alasan DPP mengambil kebijakan ‘ekstrim’ tersebut? Kepada siapa nantinya tongkat estapet

itu diberikan? Pengamat politik UIR, Drs H Azam Awang MSi menelaah, Musdalub tersebut sebetulnya tidak perlu dilakukan kalau Indra mampu menjalankan peran dan fungsinya selaku ketua partai. Ini membuktikan kalau Indra memang tidak mampu menjalin komunikasi politik diantara sesama kader. “Saya kira ada hal-hal yang sangat mendasar mengapa DPP Partai Golkar mengambil keputusan menonaktifan Indra. Mungkin saja Indra dinilai tidak mampu menjalankan roda organisasi dengan tidak menjalin komunikasi dengan pimpinan golkar di

Azam Awang

kabupaten/kota yang membuat hubungan kurang harmonis. Faktor ini mungkin yang menyebabkan Indra mendapat penolakan dari kepengurusan yang ada dibawah naungannya,” kata Azam Awang. Dikatakan Azam, peluang Indra untuk maju di Pilgubri 2013 dengan mengendarai perahu Golkar jelas tertutup. Apalagi kalau dipecatnya Indra karena kepentingan Pilgubri. Yang jelas kata Azam, semua tentu karena ketidakmampuan Indra dalam memenej partai. Selain itu, nilai jual Indra pada Pilgubri 2013 mendatang telalu lemah, tingkat elektabilitasnya dengan beberapa figur lain yang berasal dari Golkar sangat jauh tertinggal. “Pengamatan saya, posisi Indra Mukhlis selaku ketua tidak punya nilai tawar yang tinggi, kredibilitas dan ketidakmampuan Indra dalam memenej partai menjadi dalang dari semua ini. Selain itu, popularitas dan tingkat elektabilitas Indra masih rendah jika dibandingkan dengan para ketua-ketua partai yang ada di Riau. Maka dari itulah para petinggi partai Golkar ditingkat DPP tidak mau mengambil risiko dengan cara menonaktifkan Indra dan menyetujui pelaksanaan Musdalub,” terang Azam. Banyaknya kader Partai Golkar yang berkeinginan maju, juga menjadi biang lengsernya Indra dari tampuk pimpinan Partai Golkar Riau. Banyak sekali kader yang potensial yang layak jual, kata Azam, akan menjadi pertimbangan DPP. Selain itu juga daya

tolak Indra dari kader Golakr Riau cukup kuat. Artinya, banyak kader yang tidak seiring sejalan dengan Indra selaku ketua Partai. “Sebagai partai besar, Golkar tentu tidak akan gegabah dalam mengusung bakal calon yang bertarung pada Pilgubri mendatang. Karena ortientasi dari agenda politik itu adalah memenangkan perebutan kursi kepala daerah. Banyak kader Golkar yang punya nilai jual tinggi untuk bisa diusung. Dan Indra tak masuk dalam hitungan tersebut,” tukasnya. Disinggung siapa yang akan menduduki kursi Ketua DPD I Partai Golkar kedepan, Azam mengatakan banyak kemungkinan karena banyak tokoh yang bisa dikedepankan untuk itu. Bisa jadi Herman Abdullah, Annas Maamun, dan HM Harris, atau kader lainnya. “Saya kira akan banyak pilihan. Namun semua itu akan terjawab pada pelaksanaan Musdalub mendatang. Soal siapa yang dipilih, itu kewenangan mereka (Golkar,red) untuk menentukan pemimpinnya. Yang jelas, dengan dilengsernya Indra, peta politik jelang Pilgubri mengalami perubahan. Dalam politik apa saja bisa terjadi, jadi bukan tidak mungkin setelah ini akan ada kejutan-kejutan baru yang muncul,” pungkasnya. Beralasan memang dengan apa yang disampai Azam Awang. Bisa jadi dalam hal ini DPP tidak mau mengambil resiko dengan tetap mempertahankan Indra sebagai Ketua PG, untuk kemudian memunculkan figur lainnya yang diyakini akan mampu mengibarkan bendera kuning dan berjaya dalam memperebutkan kursi Gubernur Riau.*

 ben

Musdalub Jadi Ajang Rebutan Perahu PG Selain soal siapa mereka yang akan menduduki tahta di ‘Beringin’ Riau, mereka yang akan mendapat tiket untuk berlayar memakai perahu kuning di Pilgubri juga menjadi perbincangan. MUSYAWARAH Daerah Luarbiasa (Musdalub) Partai Golkar Riau yang sebelumnya ramai diperbincangkan, kini menjadi kenyataan. DPP Partai Golkar merespon keinginan beberapa pengurus di tingkat dua yang melancarkan mosi tidak percaya kepada Ketua PG Riau Indra Mukhlis Adnan. Kata peramal politik di negeri ini, lengsernya Indra M Adnan dari kursi Ketua DPD I Golkar Riau lebih dikarenakan faktor perebutan perahu diantara sesama kader Golkar sendiri. Hal ini bisa dimaklumi dengan munculnya beberapa nama yang maju di Pilgubri mendatang kebanyakan kader partai golkar. Oleh karena itu, banyak yang menilai perebutan kursi ketua Golkar Riau akan berlangsung panas dan seru. Bahkan, beberapa nama seperti Herman Abdullah, Andi Rahman, HM Haris (Bupati Pelalawan) dan Annas Maamun (Bupati Rohil), disebut-sebut bakal bersaing ketat.

Seperti yang disampaikan pengamat Politik UR, M Saeri kepada AZAM beberapa waktu lalu, penon-aktifan Indra sebagai Ketua Golkar Riau tidak terlepas dari perebutan perahu Golkar diantara sesama kader Golkar sendiri. Dan hal seperti ini sangat lumrah terjadi menjelang saat-saat Pemilukada dilangsungkan. Apalagi saat ini Partai Golkar belum memutuskan siapa kadernya yang berhak diusung pada Pilgubri 2013 mendatang. “Saya melihat, lengsernya Indra M Adnan selaku Ketua Golkar Riau lebih dikarenakan faktor perebutan perahu diantara sesama kader Golkar. Kita juga tahu bahwa selain Indra masih ada beberapa orang kader Golkar yang juga berkeinginan untuk maju dan menggunakan perahu Golkar pada pilgubri mendatang,” ucap Saeri. Disebutkan dosen Fisipol UR ini lagi, banyak figur yang berpotensi untuk menakhodai partai Golkar Riau. Dan semuanya dikatakan Saeri memiliki peluang yang sama untuk dipilih. Sebut saja, Herman Abdullah, Syamsurizal, Annas Maamun, HM Haris, dan lainnya. “Mereka ini saya kira bakal bersaing ketat memperebutkan kursi ketua Golkar Riau. Apalagi ini tersangkut dengan kepentingan politik jelang Pilgubri. Jelas dengan direngkuhnya jabatan ketua partai akan memuluskan jalan mereka memakai perahu Golkar,” kata Saeri.

Disinggung siapa yang lebih berpeluang untuk menggantikan Indra, Saeri menilai semuanya berpeluang. Herman Abdullah misalnya, Selain ketua Kosgoro Riau, Herman masih memiliki kader dan basis massa di kabupaten/kota. Begitu juga dengan Bupati Rohil Annas Maamun. Sebagai Ketua DPD II Golkar Rohil, Annas juga berniat untuk maju dan mencalonkan diri memakai perahu Golkar di Pilgubri mendatang. “Sebagai kader partai tentu saja keinginan untuk mendapatkan perahu dari partainya sangat kuat. Saya mem-

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012

prediksi, tiga nama antara Syamsurizal, Herman dan Annas Mamun akan bersaing ketat untuk mendapatkan kursi ketua DPD Golkar Riau,” tutupnya. Soal siapa yang akan memimpin perahu kuning Golkar, semua akan ditentukan dalam dua bulan ini melalui Musdalub. Bisa jadi, Musdalub akan jadi ajang rebutan para kader untuk melangkah mulus menuju kursi gubernur.*

 ben

M Saeri


16 Raih Banyak Prestasi di 13 Tahun Kabupaten Siak

J

UM,AT (12/10) silam Kabupaten Siak genap berusia 13 tahun. Walau terbilang masih muda, dan tidak menafikan berbagai kendala yang dihadapinya, Kabupaten Siak telah berhasil menorehkan prestasi dan keberhasilan di berbagai sector yang telah diprogramkan. Sesuai data yang dilansir bagian Humas Setda Siak, rangkaian prestasi tersebut terlihat bertabur hampir disemua sector, yang ada. baik yang sifatnya program pembangunan ProRakyat, pengembangan ekonomi, infrastruktur, pertanian, kesehatan, pendidikan, perkebunan, peternakan, hingga sektor perhubungan dan pariwisata. Berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan tersebut, dijelaskannya mencakup realisasi Pengobatan Gratis Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bagi masyarakat Kabupaten Siak yang tidak tercover Jaskesmas, PKMM, Askes dan Asabri di Rumah Sakit Pemerintah Daerah, dimana erhitung sejak 1 Januari 2012, lebih kurang 250.000 jiwa penduduk Kabupaten Siak yang memiliki KK dan KTP Kabupaten Siak, mendapatkan jaminan pembiayaan pengobatan melalui APBD . Kemudiaan realisasi pendidikan gratis yang telah dimulai sejak 13 Januari 2012 dimana Pemerintah Kabupaten Siak melalui Perbup No 12 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Gratis telah membebaskan seluruh biaya penyelenggaraan pendidikan yang mencakup biaya investasi, biaya operasional, dan biaya siswa pada jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA diseluruh wilayah Kabupaten Siak. Program Pendidikan Gratis ini kini dinikmati oleh 9.542 Siswa SMA sederajat, 3.289 siswa SMK sederajat, 18.733 siswa SMP sederajat, serta 60.372 siswa SD sederajat, dengan pesebaran sekolah antara lain sejumlah 210 Sekolah Dasar Negeri dan Swasta sederajat, 82 Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Swasta sederajat, 23 Sekolah Menengah Atas, serta 17 Sekolah Menengah Kejuruan. Selanjutnya, penyaluran Raskin (Beras Miskin) bagi 13.130 RTS-PM (Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat). Adapun penerima raskin tersebut tidak dikenakan biaya tebus (gratis) karena telah disubsidi oleh Pemerintah Kabupaten Siak melalui APBD Kab. Siak tahun 2012 dengan total nilai subsidi mencapai Rp.3.323.232.000,- ditambah bantuan sembako murah yang di mulai pelaksanaannya pada tahun 2011 yang lalu. Tercapainya kesepakatan kerjasama Pemprov Riau dan Pemkab Siak dalam hal pengembangan Pola Integrasi Perkebunan Kelapa Sawit dan Ternak Sapi yang dikenal dengan Sistem Integrasi Ternak Tanaman (SITT), baik dengan kelapa sawit maupun padi, dikatakannya juga turut menambah daftar keberhasilan pencapaian Pemkab Siak. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkekuatan 130 WP (Watt Peak) per unit per rumah tangga, dengan jumlah 385 unit PLTS pada tahun 2011 yang tersebar di Kecamatan Sungai Mandau, Kecamatan Sungai Apit, dan Kecamatan Kandis. Tahun 2012 direncanakan 365 unit PLTS untuk 5 Kecamatan. Pelayanan publik melalui pelaksanaan PATEN di 14 Kecamatan yang ada,

menjadi andalan dalam terwujudnya pelayanan public terbaik, juga diakuinya telah mendulang sukses, dimana program yang telah dijalankan. berdasarkan Peraturan Bupati Siak Nomor 42 tahun 2011 tentang pelimpahan sebagian kewenangan bupati kepada camat untuk melaksanakan urusan pemerintah daerah tersebut, berhasil memperpendek birokrasi pengurusan adminduk dan perijinan sehingga mempermudah masyarakat karena kewenangan yang di limpahkan kepada camat mencapai 74 aspek perizinan, 22 aspek rekomendasi, 16 aspek pembinaan, 29 aspek fasilitasi, 5 aspek penetapan, dan 25 aspek penyelenggaraan. Dengan Keberhasilan lain terkait pengelolaan zakat melalui Badan Amil Zakat (BAZ) Siak dimana melalui Instruksi Bupati Siak Nomor 14 Tahun 2012 tentang Pengumpulan Zakat Penghasilan (Profesi), Infaq dan Shadaqah Pegawai Negeri Sipil dan BUMD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Siak telah memaksimalkan penerimaan Zakat, yang distribusinya dikoordinir oleh (BAZ Siak yang hingga periode 30 September 2012, telah mencapai Rp.3.700.000,000,-dengan total penyaluran hingga bulan Agustus Tahun 2012 mencapai Rp.2.451.348.700,-.dalam bentuk, zakat konsumtif dan produktif di 14 Kecamatan di Kabupaten Siak, Pengembangan Kawasan Industri Tanjung Buton sebagai Koridor Pengembangan Industri masa depan Kabupaten Siak dan Provinsi Riau, pengoperasian terminal penumpang Pelabuhan LLASDP sebagai Pelabuhan Internasional yang melayani Rute antar negara Siak Sri Indrapura, Perolehan penghargaan opini WTP kepada Pemerintah Kabupaten Siak dari Wakil Presiden RI Dr.H.Boediono, Penghargaan Kecamatan Siak menjadi yang terbaik pertama di Propinsi Riau, penghargaan atas Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2012 atas nama KUD. Karya Tani Desa seminai Kecamatan Kerinci Kanan yang diberikan oleh Wakil Presiden RI Dr. H. Boediono. penghargaan atas komitmen dan keberhasilan dalam penyelenggaraan pelayanan penerapan e-KTP yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia pada tanggal 22 Juni 2012, penghargaan K3 pada peringatan Bulan K3 dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI pada tanggal 26 April 2012., penghargaan atas keberhasilan program PATEN dari Kemendagri) RI melalui Direktorat Jenderal Pemerintah Umum (PUM) Tanggal 28 Pebruari 2012, dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, keberhasilan lain juga tercatat dalam pelaksanaan PON XVIII Riau beberapa waktu lalu yang telah menempatkan Kabupaten Siak sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaran 3 cabor yang dilombakan yakni balap sepeda, kempo dan sepatu roda, dimana Kabupaten Siak berhasil menoreh prestasi dengan menurunkan 42 atlit dimana 7 orang diantaranya memperoleh medali yakni 2 medali emas cabang silat atas nama. dicky amanda dan Almad S, 1 medali perak cabang dayung atas nama. T.Said Fauzi, 3 Medali perunggu cabang sepak takraw atas nma.Desi, wushu atas nama .Jajak Sukarja, dan atletik atas nama. Hernius, 1 medali perak pada cabor catur dan 1 perunggu pada catur cepat atas nama Gerhana.

 hrc

 Pelajari PATEN

Pemprov Bali dan Kalsel Kunker ke Pemkab Siak

P

EMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Siak, Jum’at silam menerima Kunjungan Kerja (Kunker) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan Pemerintah Kabupten (Pemkab) Banjar Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Kunker tersebut diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Siak Amzar yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Fauzi Azni di ruang Raja Indra Pahlawan kantor Bupati Siak. Kunker mereka tersebut untuk mempelajari Pelaksanaan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 tahun 2008 tentang kecamatan yang menyebutkan akselerasi pelimpahan kewenangan perizinan dan non perizinan kepada kecamatan. Sekda Siak Amzar dalam sambutannya sekaligus memaparkan kondisi Kabupaten Siak mengatakan bahwa Siak merupakan sebuah Pemerintah Kabupaten yang terbentuk pada tanggal 16 September 1999, berdasarkan Undang-undang No. 53 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Siak, yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis. Selain itu mengungkap beberapa hasil perkebunan yang menunjang perekonomian masyarakat, serta penanganan pelayanan kesehatan. “Kondisi geografis di Siak mengakibatkan jarak tempuh antara kecamatan ke kabupaten relatif jauh, misaln-

 rtc

DPRD Siak Sahkan 4 Ranperda

D

EWAN Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Siak mengesahkan empat (4) dari lima (5) ranperda yang diajukan Pemkab Siak 6 Juni lalu. Satu ranperda yang berkenaan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) masih dalam pembahasan di tingkat Pansus. Pengesahan ranperda yang dilakukan dalam sidang Paripurna DPRD Siak Rabu silam di ruang sidang utama Gedung Panglima Ghimbam Siak, dipimpin Ketua DPRD Zulfi Mursal didampingi wakil Ketua H Azwar diiukti 28 anggota DPRD. Hadir Bupati Siak H Syamsuar, unsur Forkom Muspida, Kajari Siak Zainul Arifin dan Waka Polres Siak serta sejumlah pejabat dari Kepala Badan, Dinas, Kantor dan bagian di lingkup Pemkab Siak serta tamu undangan lainnya. Paripurna yang diawali dengan penyampaian Laporan hasil Reses II anggota DPRD Siak, dilanjutkan dengan agenda laporan kerja Pansus A terhadap ranperda penanggulangan Kemiskinan. Sedangkan tiga ranperda lainnya merupakan hasil kerja Pansus B, yang membahas Ranperda Pedoman Pengelo-

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012 CMYK

ya untuk kecamatan yang paling jauh memakan waktu kurang lebih 4 jam, oleh karena itu dengan dlimpahkannya wewenang perizinan dan non perizinan ke kecamatan dapat mempercepat proses pembangunan di daerah,” lanjut Amzar. Menanggapi hal tersebut Kepala Biro Pemprov Bali I Wayan Sudana, merasa kagum atas keberhasilan Pemkab Siak dalam mengelola pemerintahan dan pembangunan meski baru menginjak usia 13 Tahun. “Kami berharap kunjungan kami ini dapat terjalin tali silaturahmi diantara sesama aparatur pemerintah,” ujarnya. Selain itu dalam ekspos disampaikan Fauzi Azni bahwa pelaksanaan PATEN ini beranjak dari komitmen dan kemauan bersama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, yang tertuang dalam visi dan misi Kabupaten Siak. Di mana pada tahun 2016 Siak menjadi percontohan sebagai pelayanan publik terbaik di Provinsi Riau, di samping dalam konsep otonomi daerah yang menjadi indikator keberhasilan terdapat pada pelayanan publik dan kesejahteraan. Hadir pada kesempaten itu ketua rombongan pemerintah kabupten Banjar yang diwakili oleh Asisten I DR Nurus Syamsi, Asisten III kab Banjar Wildan Amin beserta jajarannya dan sejumlah camat, dan Sejumlah pejabat pemprov Bali dan beberapa utusan dari pemerintah kabupaten provinsi Bali.

laan Sampah, Ranperda Rencana Induk pengembangan pariwisata, dan Ranperda penyelenggaraan Kepariwisataan. Pada prinsipinya, hasil pembahasan pansus yang telah dilaporkan merupakan hasil kerja intensip pansus bekerjasama dnegan sejumlah satker terkait. Ranperda penanggulangan kemiskinan misalnya, dijelaskan bahwa pengertian miskin lebih dispesifikkan tidak abstark dan multi intepretasi. Sehingga defenisi miskin disebutkan bahwa kondisi dimana seseorang sama sekali tidak mempunyai sumber mata pencarian dan atau mempunyai sumber mata pencarian tetapi tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan dasar yang layak bagi kehidupan dirinya dan atau keluarganya. Sedangkan terkait hasil kerja pansus B dengan ketua Mester H Hamzah, disampaikan juru bicara Suyud bahwa hasil pembahasan Ranperda Pedoman Pengelolaan Sampah, Ranperda Rencana Induk pengembangan pariwisata, dan Ranperda penyelenggaraan Kepariwisataan dilakukan dnegan cukup alot dan butuh waktu yang lama.

 hrc


17

DPRD Sahkan APBD-P Pekanbaru Rp1,7 Triliun Dan DPRD Pekanbaru mensahkan APBD-P Pekanbaru sebesar Rp1,7 triliun yang mengalami kenaikkan 10,42 persen dari APBD murni 2012.

S

ETELAH melakukan pembahasan dan mendengarkan laporan panitia khusus (Pansus) RAPBD-P, Selasa (9/1o) malam, DPRD Pekanbaru mensahkan Rancangan Anggaran Pembangunan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Pekanbaru 2012 sebesar Rp1,7 triliun atau naik sebesar Rp166 miliar dari APBD murni 2012 Rp1,5 triliun. Dalam laporan Pansus yang disampaikan juru bicara Banggar, Kamaruzaman

dijelaskan kenaikan perubahan APBD Pekanbaru disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, kenaikan penerimaan daerah sebesar 5,14 persen dari target penerimaan pendapatan murni tahun anggaran 2012 sebesar Rp1,578 triliun menjadi Rp1,659 triliun. Dia juga kenaikan pembiayaan sebesar Rp85 miliar atau 433,17 persen dari target penerimaan APBD murni 2012 sebesar 19 miliar lebih. Setelah Banggar DPRD melakukan pembahasan, mulai dari rapat interen dan rapat kerja bersama TAPD maka rancangan perubahan anggaran Kota Pekanbaru 2012 ini diputuskan Rp1,7 triliun. Dan jika dibandingkan dengan APBD murni 2012 sebesar Rp1,5 Triliun, maka mengalami kenaikan Rp166 miliar atau 10,42 persen.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Pekanbaru, Desmianto yang juga pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pekanbaru. Tampak Hadir pada kesempatan itu, Wali Kota Pekanbaru, H Firdaus MT didampingi Plt Sekko Pekanbaru Yuzamri Yakub, serta kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Pekanbaru serta unsur Muspida Pekanbaru. Sementara itu, dalam sambutannya Wali Kota Pekanbaru, H Firdaus, ST, MT, menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Banggar DPRD Kota Pekanbaru dan TAPD Kota Pekanbaru yang telah bekerja keras menyempurnakan penyusunan Ranperda APBD Perubahan Pekanbaru tahun anggaran 2012, sehingga Ranperda yang disampaikan

Pemko Pekanbaru pada 17 September lalu telah disepakati bersama. “Menurut Peraturan Pemerintah RI nomor 58/2005, pengelolaan keuangan daerah ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan, yaitu penyusunan rancangan APBD, pelaksanaan dan penataan usahaan keuangan daerah, serta pertanggungjawaban keuangan daerah. Ini harus dilaksanakan dengan konsisten dan terintegrasi bila kita ingin melakukan pengelolaan keuangan dengan baik,” jelas Wako. Dan Wako memastikan tiga hal itu akan diperiksa oleh BPK. Untuk itu pengelolaan keuangan daerah harus dikelola dengan baik dan transparan, lakukan selalu perbaikan, sehingga hasil penilaian BPK bisa lebih baik lagi. Pada kesempatan itu, Firdaus juga menyampaikan

PD Disuntik Modal Rp22 M

M

ESKI belum memberikan hasil dan deviden, tapi Pemerintah Kota (Pemko) tetap menyuntikkan modal sebesar Rp22 miliar kepada Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan. Keputusan ini diambil karena terjadinya kevakuman akibat PD pembangunan tidak memiliki yang kuat. Wali Kota Pekanbaru, H Firdaus, ST, MT membenarkan hal itu. Menurut Wako Pemko menambahkan modal Rp2 miliar kepada PD dan tahun 2013 akan datang akan disertakan modal Rp20 miliar. Untuk penyertaan modal ini juga sudah dimasukkan dalam APBD 2013 dan disetujui pada APBD Perubahan 2012. “PD Pembangunan memang sulit menjalankan kegiatannya karena tidak memiliki modal yang kuat. Tapi karena ini aset kita, maka Pemko akan menambahkan modal PD Pembangunan pada APBD-P sebesar Rp2 miliar dan tahun 2013 nanti sebesar Rp20 miliar. Kita berharap dengan penyertaan modal ini bisa dimaksimalkannya meningkatkan kinerja,” ujar Wako. Wako menjelaskan seluruh uang tersebut akan digunakan untuk pembelian kendaraan yang baru. Diantaranya pengadaan bus untuk TMP yang memang sudah diwacanakan akan dioperasikan seluruh koridor tahun 2013 akan datang, dengan enam koridor dan dikelola oleh PD. Dimana Rp15 miliar disertakan untuk dijadikan down payment (DP) pembelian bus, sementara Rp5 miliar diperuntukkan sebagai biaya operasional selama dua bulan. Sementara Rp2 miliar pada APBD-P

agar TAPD Pekanbaru segera menyampaikan Ranperda APBD Perubahan tahun 2012 yang telah disetujui bersama ke Gubernur Riau untuk dievaluasi paling lambat tiga hari kerja setelah persetujuan bersama ini ditanda tangani. “Semakin cepat APBD Perubahan kita dapatkan, semakin cepat pula terbukanya lapangan pekerjaan dan lapangan usaha bagi masyarakat, sehingga masyarakat dapat pula merasakan hasil pembangunan,” ujarnya. Dan kepada seluruh SKPD dan pejabat pelaksana teknis kegiatan, kata Wako, diharapkan segera menggesahkan pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2012 mengingat waktu efektif untuk pelaksanaan kegiatan ini tinggal kurang lebih dua bulan lagi.*

 rp/dri

Lokasi Kantor Disdik Dipindah

P

ini digunakan untuk menyiapkan administrasi dan perbaikan kondisi PD saat ini. “Penyertaan modal ini bukan untuk memanjakan mereka, tapi ini pekerjaan rumah yang harus mereka balas dengan prestasi. Memang diakui banyak yang harus diperbaiki tapi ini tantangan buat mereka. Jika tidak mampu, maka harus mundur dari amanat ini,” tegas Wako. PD Jadi PT Sementara itu, Direktur Utama PD Pembangunan Kota Pekanbaru, Heri Susanto mengungkapkan ke depan PD Pembangunan akan dilakukan perubahan menjadi PT, saat ini penyusunan drafnya dikerjakan di bagian hukum. “Sekarang draf perubahan status PD menjadi PT sudah rampung disusun dan tinggal mencari nama yang cocok untuk PT tersebut serta struktur organisasinya. Yang

terpenting itu adalah menghitung besaran saham yang diperlukan,” jelas Heri Susanto. Ia juga memastikan saat ini sudah ada beberapa nama yang diwacanakan untuk pengganti PD Pembangunan tersebut, seperti PT Sarana Pembangunan Pekanbaru, namun nama tersebut masih belum final dan masih mungkin mengalami perubahan. “Untuk komposisi saham-nya sekarang masih dalam kajian kita, karena saat ini tengah dibuat “bisnisplan” dan studi kelayakan perubahan PD menjadi PT. Kita memperkirakan dana yang diperlukan untuk modal Rp20 miliar dengan asumsi Rp15 miliar untuk modal dibidang transportasi dan Rp5 miliar untuk operasional PT. Kita berharap dalam tahun ini perubahan status PD menjadi PT itu sudah bisa disetujui dewan,” ungkapnya.*

EMBANGUNAN baru kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru dipastikan dialihkan ke lokasi baru. Artinya tidak lagi di kantor yang sekarang berlokasi di jalan Pattimura. Informasi ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Zulfadil. Menurutnya, lokasi kantor Disdik Pekanbaru yang baru akan terletak satu komplek dengan semua kantor pemerintahan milik Pemko Pekanbaru. Namun dimana tepatnya, Zulfadil tidak menjelaskan lebih lanjut. “Lebih bagus Wali kota saja yang menyebutkannya,” ungkap Zulfadil. Tapi, ZulFadil sempat mengungkapkan ada tiga alternatif bagi lokasi baru kantor Disdik tersebut, antara lain di Kecamatan Tenayan Raya, Tampan atau di Kecamatan Bukit Raya. Dengan tertundanya realisasi pembangunan kantor baru bagi Dinas Pendidikan ditahun 2012 ini, ditegaskannya tidak akan menjadi masalah bagi kinerja pegawai di kantor Disdik yang memberikan pelayanan dibidang administrasi. “Ya kita tetap akan memaksimal apa yang ada, meski kondisi fisik bangunan kantor Disdik sudah cukup tua,” ungkapnya. Ia menjelaskan dalam APBD murni tahun 2012 ini, Pemko Pekanbaru sudah mengalokasikan dana awal pembangunan kantor Disdik sebesar Rp4 miliar. Namun disebut-sebut karena status kepemilikan lahan kantor Disdik yang sampai saat ini masih belum jelas, akhirnya pembangunan baru batal direalisasikan. Disamping itu, Pemko juga masih perlu melalui tahapan administrasi untuk menjadikan pembangunan kantor Disdik Pekanbaru sebagai proyek “multiyears” bersama kantor Dinas Kesehatan.*

 rp/dri

 pde/dri

2013, Pasar Ikan Higienis Dioperasikan

T

ARGET pengoperasian pasar ikan higienis milik Provinsi Riau, yang dibangun di lahan milik Pemko Pekanbaru berdekatan dengan kantor Dinas Pertanian (Distan), tepatnya rumah potong hewan lama, diperkirakan tahun 2013. Tetapi hingga tersisa dua

bulan lagi, sarana dan prasarana akses jalannya belum rampung dan sekarang ini masih dalam pengerjaan. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Pekanbaru, H Sentot D Prayetno MM memastikan tahun 2013 mendatang pasar ikan higienis tersebut telah dioperasikan. Sehingga masyarakat yang mengingin-

kan ikan segar sudah bisa mencari ke pasar tersebut. Dan selain sarana jalan yang masih dalam tahap pengerjaan, pengerjaan bangunan pasar ikan higienis tersebut saat ini tinggal finishing atau sudah mencapai 90 persen. Pembangunan pasar ikan yeng menelan anggaran Rp200

juta lebih tersebut ditujukan agar masyarakat bisa mendapatkan ikan bebas formalin dan bahan pengawet lainnya. Karena itulah, seharusnya pembangunan pasar ikan higienis tersebut ditargetkan sudah akan rampung sebelum awal tahun 2013 yang diperuntukan bagi masyarakat Pekanbaru.

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012 CMYK

Keberadaan pasar ikan higienis tersebut tidak serta merta mendapatkan dukungan semua pihak. Misalnya seperti para pedagang pasar ikan di pasar-pasar tradisional. Karena menurut mereka keberadaan pasar ikan higienis tersebut dapat mempengaruhi bisnis ikan mereka.*

 rp/dri


18

Mobil Dinas Banyak Belum Kembali S

AMPAI saat ini masih banyak mobil dinas mantan pejabat Pelalawan yang belum dikembalikan ke Pemda. Pada paripurna istimewa Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pelalawan yang ke-13 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Jumat (12/10) di Gedung Daerah Mangku Diraja, Bupati Pelalawan, HM Harris menyindir mantan pejabat Pemerintah Kabupaten untuk segera mengembalikan mobil dinas secepatnya. “Kami berharap kepada mantan pejabat Pemkab yang belum mengembalikan mobil dinas atau aset lainnya, untuk segera mengembalikannya ke pemerintah. Karena itu masuk dalam aset negara atau pemerintah,” kata Bupati dari atas podium, disambut tawa

dan tepuk tangan para tamu undangan yang hadir. Bupati menuding banyaknya pejabat yang tak kunjung memulangkan kendaraan dinas itu, menghambat pengelolaan aset pemerintah. Kondisi itu menyebabkan buruknya pengaturan aset dan harta Pemkab. “Sehingga dalam penilaian penggunaan anggaran dan pengelolaan aset, Pelalawan tidak mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari pemerintah pusat dalam dua tahun terakhir,” ungkapnya seraya menambahkan hal itu merupakan salah satu presentasi bupati dalam perayaan HUT kabupaten pelalawan. Bupati juga menerangkan, angka kemiskinan di Pelalawan turun tahun ini pada

angka 11,40 persen dari tahun lalu sebesar 12,50 persen. Demikian juga dengan tingkat pengangguran yang berada pada 4,2 persen dari 4,69 tahun sebelumnya. Sementara pertumbuhan perekomian diklaim meningkat dititik 7,2 persen dari 6,5 persen. Kondisi itu didukung oleh banyaknya masyarakkat pendatang dari luar daerah yang tinggal, dan hidup menetap di Pelalawan. “Disamping itu Pendapatan Asli Daerah (PAD) turut meningkat yakni sebesar 4,11 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang saat ini sebesar Rp 1,5 triliun. Berarti sekitar Rp 150 miliar dan kita belum puas dengan hasil itu, musti ditingkatkan lagi dimasa mendatang. Demikian juga dengan pro-

Khosni Mubarak, Raih Juara Lagu Melayu

Wabub Pelalawan Marwan Ibrahim saat membuka Pelalawan Expo diawali dengan memukul bedug

K

HOSNI Mubarak, pria muda kelahiran Desa Angkasa, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, yang sukses menjuarai Festival Lagu Melayu dalam memeriahkan Hari Jadi Pelalawan dalam kegiatan Pelalawan Ekspo. Pria lajang yang masih duduk di bangku kuliah ini, Kamis (11/10), menyebutkan, bahwa dirinya tak menyangka akan menjadi juara pada

festival lagu melayu tersebut. Lagu melayu kategori lagu wajib, yakni berjudul Seroja, dan kategori lagu pilihan yang berjudul Kau Pergi Tanpa Relaku, berhasil memukau pengunjung Pelalawan Ekspo. “Dari awal saya tidak menduga bisa menjadi juara pada festival ini. Namun saya hanya berusaha untuk tampil prima dan memberikan yang terbaik untuk negeri seiya sekata ini, gelar juara ini adalah anugerah dan saya

persembahkan untuk kado Hari Jadi Pelalawan ke-13 dan untuk Kecamatan Bandar Petalangan,” ujar Khosni Mubarak. Tutur Khosni Mubarak , Ia mengaku menggemari dunia tarik suara sejak kecil, Khusni talenta nya mendapat dukungan. Khosni, yang juga menyebutkan bahwa para pemenang di ajang Pelalawan Ekspo akan menikmati jalan-jalan ke Turki.*

 nol

gram pembanguan PLTG yang akhir tahun ini akan selesai dan Kawasan Metropolitan. Saya ucappkan selamat ulang tahun Pelalawan ke-13, semoga semakin jaya,” pungkasnya. Sementara pelaksana tugas (Plt) ketua DPRD Pelalawan, H Zakri menerangkan sejak kabupaten Pelalawan didirikan pada tahun 1999 hingga 2012 ini, ada sekitar 216 Peraturan Daerah (Perda) yang telah dihasilkan. Pelalawan dinilai cukup produktif, dalam usia 13 tahun sudah melahirkan ratusan Perda yang mengatur kehidupan pemerintahan, masyarakat, dan bidang-bidang lainnya. Perdaperda itu kebanyaakan berlaku surut dan diterapkan sejak disahkan oleh wakil rakyat dan hanya beberapa

yang perlu dikaji kembali. “Termasuk Peraturan daerah (Perda) yang mengatur tentang wallet, dimana yang lama butuh direvisi atau diperbaiki lagi. Pasalnya, penerapan dilapangan sejak perda itu disahkan tiga tahun lalu, tidak cocok dengan kondisi dilapangan. Itu yang akan kita evaluasi nantinya,” ujar zakri. Dalam Paripurna istimewa itu, beberapa tokoh masyarakat sekaligus yang berperan dalam pembentukan Kabupaten Pelalawan hadir. Seperti Tengku Dahril, Tengku Edy Sabli, danpemuka adat lainnya. Tamu undangan dari daerah lain serta para pejabat Pemkab Pelalawan juga tampak datang, memeriahkan ulang tahun itu.*

 nol

Incumbent, Calonkan Kembali Jadi Kades

S

AAT ini untuk memenangkan pemilihan kepala desa masing-masing calom mempunyai cara tersendiri. Berbagai program siap diusung untuk memenangkan pemilihan yang tujuan akhirnya juga untuk kemajuan desa lima tahun kedepan. “Sebagai putra daerah, saya berkeinginan sekali, memajukan desa Palas. Kedepan desa Palas bisa sejajar dengan desa-desa yang lain,” terang Muhklis usai melakukan pendaftaran diri sebagai calon Kades, di Kantor Kades Palas, Kamis pagi (11/10). Lanjut Mukhlis, keinginan dirinya untuk mencalonkan diri sebagai Kades adalah untuk memajukan Desa Palas. Muklis pun berjanji siap memenangkan Pemilihan Kepala Desa Palas Kecamatan Pangkalan Kuras, apalagi dirinya pernah menjabat Kades Palas satu periode yakni, periode 2001-2005. “Pada waktu itu, sudah ada kerangka desa Palas, dan jika saya diberi amanat oleh masyarakat tentu kerangka ini, tinnggal dilanjutkan saja. Insyaallah, masyarakat menginginkan saya maju

pada Pilkades ini, masyarakat yang menginginkan saya maju “ ujarnya seraya mengatakan maju Ia kembali pada Pilkades desa Palas adalah karena dukungan dari masyarakat. Muklis pun berjanji akan memperbaiki pelayanan pemerintahan desa, menurutnya memaksimalkan pelayanan adalah mutlak dilakukan. “Ini mutlak, agar gairah pemerintahan desa itu berjalan sebagaimana mestinya, memajukan suatu desa tentu harus diawali dengan aparatur Pemerintahan desa,” ujarnya. Sementara itu, dibidang kesejahteraan masyarakat, Muhklis berjanji akan berusahaan perusahaan yang beroperasi di kawasan desa Palas menggelontorkan program CSR nya. Terlebih di desa Palas terdapat, sejumlah perusahaan kebun kelapa sawit beroperasi termasuk perusahaan HTI. “Kita berupaya semaksimal mungkin, melalui pendekatan-pendekatan agar perusahaan yang beroperasi, di Palas betul-betul serius menggelontorkan CSR mereka,”ungkapnya.*

 nol

Harga Sawit Berangsur Naik, Petani Lega

P

ARA petani kebun kelapa sawit disejumlah kecamatan di Kabupaten Pelalawan mulai bisa tersenyum kembali. Pasalnya, harga jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit milik para petani sepekan terakhir mulai berangsur merangkak naik. Sebelumnya, harga jual petani sawit mengalami anjlok, harga kelapa sawit milik warga hanya dihargai berkisar Rp 600 hingga Rp 800 saja untuk per kilo gramnya. Untuk sepekan terakhir, harga mulai merangkak naik menjadi Rp 950 hingga Rp 1.050 per

kilo gramnya. Salah seorang petani sawit, Abu Hanifa warga Sorek Satu, Kamis (11/10), menyebutkan, sebelum harga sawit merangkak naik, para petani sawit bisa dikatakan sangat terpuruk. “Sebelumnya, kita semua merasa menjerit dengan harga jual sawit yang dibawah normal. Dibandingkan penghasilan kebun sawit dengan biaya perawatan, sangat tidak seimbang, bahkan bisa dikatakan lebih tinggi angka perawatan dibanding penghasilannya, otomatis kami menderita kerugian,” ujar Abu , yang

menyebutkan memiliki 10 kaplingan sawit, namun hanya 3 kaplingan untuk hasil sawit, sedangkan sisanya adalah untuk biaya perawatan kebun, sewaktu harga sawit anjlok. Sementara itu, petani sawit lainya di Lubuk Terap, Bandar Petalangan, Azwandi dan Tampaludin, mengatakan, secara perlahan harga mengalami kenaikan, dan itu berimbas semakin membaiknya perekonomian para petani sawit. “Meskipun harga belum begitu stabil, tapi setidaknya masih berimbang antara

penghasilan dengan biaya perawatan kebun. Harga normal sawit dulunya mencapai angka Rp 1.500 hingga Rp 2.00 per kilo gramnya, saat ini baru mengalami kenaikan secara perlahan. Setidaknya dengan harga sawit Rp 950 hingga Rp 1.050 per kilo gram

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012

nya ini, masih sanggup memenuhi kebutuhan hidup yang semakin tinggi ini, masih bisa di kalkulasikan untuk setoran kredit Bank, kredit sepeda motor, biaya anak sekolah dan biaya hidup sehari-hari,”jelasnya.*

 nol


19

DPD Tetapkan UMK Capai Rp1.548.888,R

APAT pleno Dewan Pengupahan Daerah (DPD) Kabupaten Inhu Kamis (11/10) memutuskan dan menetapkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2013 mendatang di Inhu menjadi Rp 1.548.888. Sebelum diputuskan, UMK Kabupaten Inhu hanya Rp1.389.200 dengan demikian UKM Kabupaten Inhu naik

Rp159.688. Atas keputusan UMK setiap pelanggaran yang ditimbulkan diancam dengan UU No 13 tahun 2003 dengan acmanan kurungan 4 tahun dan dendamaksimal Rp.400 juta. Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Disnakertran) Kabupaten Inhu Drs Kuwat Widiyanto usai memimpin rapat pleno kepada

7 Perusahaan Tambang Andesit Gabung ke Koperasi

U

NTUK mempermudah izin penambangan batu Andesit ke Menhut, 7 perusahaan di Inhu bergabung dalam sebuah wadah koperasi. Guna memudahkan pengurusan izin pinjam pakai kawasan kepada Menteri Kehutanan (Menhut) sebagai salah satu syarat agar tetap bisa berproduksi, tujuh pengusaha penambangan batu andesit yang telah mengantongi izin usaha pertambangan (IUP) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu), akhirnya sepakat untuk bergabung dalam Koperasi. Hal itu terungkap setelah Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Inhu menggelar pertemuan dengan perusahaan pertambangan batu andesit di kantornya, Kamis (11/10) lalu. Turut hadir dalam pertemuan itu, perwakilan dari Dinas Kehutanan Inhu, Badan Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMD-PPT) serta Badan Lingkungan Hidup (BLH) Inhu. Kepada wartawan Kepala Bidang Pertambangan Umum, Isran, yang memimpin pertemuan tersebut mengatakan, “Ada tujuh perusahaan yang akan bergabung dalam koperasi Bentarang Jaya. Karena kalau sendiri-sendiri mereka kesulitan untuk mengurus izin pinjam pakai kawasan kepada Menteri Kehutanan,” katanya. Menurut Isran, dengan bergabungnya pengusaha penambangan batu andesit yang selama ini beroperasi dalam kawasan hutan pen-

yangga TNBT, maka pihaknya akan mudah untuk melakukan pembinaan dan pengawasan. Selain itu, proses reklamasi terhadap bekas tambang juga mudah dilakukan karena hanya ada satu wadah yakni Koperasi Bentarang Jaya. Lebih lanjut diungkapkannya, berdasarkan pengakuan dari pengusaha pertambangan yang tergabung dalam Koperasi Bentarang Jaya, saat ini proses pengurusan izin pinjam pakai kawasan sudah sampai ke gubernur. “Yang jelas, selama izin pinjam pakai kawasan hutan tersebut belum dikantongi, pemerintah tetap melarang untuk melakukan penambangan meskipun sebelumnya sudah mengantongi IUP,” tegasnya. Sedangkan terkait pajak galian C yang sudah dipungut dari para pengusaha pertambangan batu andesit tersebut, Isran menegaskan berdasarkan pasal 1 ayat 29 Undangundang No 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah mengatakan, seluruh kegiatan penambangan yang memiliki izin atau tidak wajib membayar pajak kepada negara. Sementara itu, Kepala BPMD-PPT Inhu, Adri Respen mengaku belum menerima laporan terkait hasil pertemuan yang dilakukan Distamben Inhu dengan pengusaha batu andesit tersebut. Namun demikian, jika memang para pengusaha sudah bergabung dalam koperasi, pihaknya akan menarik IUP yang sudah diterbitkan.

 suh/rtc

wartawan, Kamis (11/10) di Pematangreba mengatakan, kalau rapat pleno DPD Kabupaten Inhu dihadiri oleh Asosiasi pengusaha indonesia (Apindo) Kabupaten Inhu, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Inhu, Perguruan tinggi dan Instansi terkait pemerintahan. Keputusan menaikan UMK Kabupaten Inhu menjadi Rp

1.548.888 untuk tahun 2013 dalam rapat pleno kata Kuwat sangat alot namun dengan pertimbangan-pertimbangan dan masukan dari semua pihak yang tergabung dalam DPD akhirnya mendapatkan kesepakatan yang intinya bisa diterima semua pihak. Kuwat menjelaskan, penetapan UMK Kabupaten Inhu nantinya akan ditetapkan

Provinsi dan dilaksanakan tahun 2013 mendatang. DPD dalam melakukan penetapan UKM dengan acuan Keputusan presiden (Kepres) No 107 Tahun 2004 dan dilanjutkan Surat Keputusan (SK) Bupati Kabupaten Inhu No 289 tahun 2011 tentang penetapan dewan pengupahan daerah dan SK Gubernur Riau.

 suh/hrc

Disbun Bangun Rumah Timbangan dan Uji Labor

A

NJLOKNYA akomoditi harga Tandan Buah Sawit (TBS) milik petani di Inhu membuat Dinas Perkebunan (Disbun) Inhu melakukan evaluasi hasil TBS perkebunan milik masyarakat. Untuk mengatisipasi turunnya harga TBS milik petani maka Disbun Inhu tahun 2012 ini akan membangun rumah timbangan untuk TBS petani maka rendemennya akan diuji labor. Kepala Disbun Inhu Ir Hendrizal Msi kepada wartawan, Selasa (9/10) pekan lalu di Pematangreba mengatakan, kalau sejauh ini harga TBS milik petani di Inhu

anjlok, untuk mempertahankan harga TBS petani maka Disbun Inhu akan membangun rumah timbangan dan menguji rendemen TBS milik petani. “Pihak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) selalu mengatakan kalau kwalitas minyak atau rendemen TBS milik petani kurang sehingga harga anjlok, selain itu timbangan TBS petani selalu dipermainkan oleh pihak perpanjangan tangan PKS. Jika rumah timbangan sudah dibangun maka seluruh komoditi pertanian dan perkebunan milik petani akan ditimbang oleh pemerintah sebelum masuk ke pabrik,” ujar

Hendrizal. Disbun Inhu kata Hendrizal, selain melakukan pengawasan terhadap perubahan harga komoditi perkebunan dan pertanian khususnya karet dan sawit, diharapkan juga pihak petani melakukan pembentukan wadahnya seperti kelompok tani atau Koperasi. Saat ini katanya, harga TBS perkilogramnya ditetapkan oleh Disbun Provinsi Riau 10 hari sekali atas perubahan harga. Perbuhan harga dilapangan masih banyak yang tidak sama dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah.

 suh/hrc

Rapi Himbau Tiap Desa Miliki Radio

R

ADIO Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Indragiri Hulu terus gencar mensosialisasikan informasi. Setelah melakukan roadshow ke sejumlah kecamatan di Inhu, baru Kecamatan Sungai Lala dan Lubuk Batu Jaya yang komit membangun 2 radio setiap desa. Ke depanya instansi pemerintahan juga dinilai penting memiliki radio untuk menyampaikan informasinya kepada masyarakat, terkait program pemerintah. Demikian disampaikan Ketua RAPI Inhu Drs Kuwat

Widiyanto, didampingi Sekretarisnya Ahmadi, Kamis (11/10) di Pematangreba. “Sangat besar manfaatnya memiliki radio, selain bisa sebagai alat kemunikasi, pemilik radio bisa mengetahui informasi penting secara cepat,” ujar Kuwat. Pendirian dua radio di setiap desa di Kecamatan Lubuk Batujaya merupakan bentuk antisipasi terputusnya informasi penting. “Di sana sering mati lampu, jika lampu mati maka jaringan seluler sinyalnya hilang. Guna memantapkan komunikasi di

daerah yang tidak ada jaringan telepon kita menerapkan agar warga memiliki radio orari,” jelasnya. Berdasarkan Rapat RAPI, ada usul kalau instansi pemerintah ke depan membangun jaringan orari di setiap kantornya. Selain digunakan untuk kepentingan instansi itu sendiri informasi penting bisa disampaikan melalui radio orari untuk diketahui masyarakat. “Saat ini ada 4 instansi yang memiliki radio orari, yaitu Humas Setda Inhu, Kehutanan, Disporabutsata dan Dinsos-

tran,” tutur Kuwat. Lebih jauh disampaikannya, berkomunikasi melalui radio orari banyak manfaat dan untungnya, salah satunya memiliki hubungan persaudaraan sesama pemilik radio orari, jika jangkauan antena yang dipasang tinggi, maka bisa berkomunikasi dengan pemilik radio orari di kabupaten/ kota tetangga. “RAPI pada prinsipnya akan memudahkan pengeluaran izin untuk mengoperasikan radio orari,” tutur Kuwat. Untuk memiliki radio

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012

standar dan antena standar, hanya perlu biaya Rp2,5 juta. Alat-alat tersebut mudah ditemukan di kota Rengat, Airmolek dan Seberida, sedangkan untuk pemasangan Rapi menyediakan teknisi tanpa memungut imbalan. “Saat ini anggota RAPI Inhu ada di 14 kecamatan dan setiap kecamatan memiliki lebih dari 10 radio. Ke depan anggota Rapi dan simpatisan akan didata ulang untuk memastikan jumlah anggota,” tandasnya.

 suh/roc


20 Indragiri Hilir Ibadah

Indah, Bersih, Aman, Damai dan Harmonis

Lapas Tembilahan Over Kapasitas D

I BULAN September dan Oktober 2012 ini, penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali bertambah 30 orang narapidana (Napi). Saat ini penghuni Lapas Klas II A Tembilahan terdata telah melebihi kapasitas hunian hingga dua kali lipat lebih dari yang seharusnya. Kepala Lapas Klas II A Tembilahan, Tommy K Bc IP SH MH kepada wartawan, Kamis (11/10) di ruang

kerjanya mengatakan, ruangan Lapas yang seharusnya hanya dihuni 360 orang, hingga Oktober 2012 ini telah dihuni sebanyak 530 orang. Sehingga para Napi terpaksa berdesak-desakkan di ruang tahanan. “Dalam dua bulan ini, penghuni Lapas kembali bertambah sebanyak 30 orang. Artinya, saat ini sudah over kapasitas 170 orang,” sebut Tommy. Tommy menjelaskan, 30 tahanan baru tersebut diantaranya tahanan kasus

Narkoba sebanyak 15 orang, pencurian 5 orang, pelanggaran lalu-lintas 2 orang, penganiayaan 2 orang, pencurian dengan tindak kekerasan (Curas) 5 orang dan ilegal logging 2 orang. “Setelah didata secara keseluruhan, saat ini jumlah warga binaan sebanyak 530 orang yang mana diantaranya 489 laki dewasa, 23 wanita dewasa, 15 anak-anak pria dan 2 anak-anak wanita, dengan jumlah kasus di antaranya Narkoba 174 orang, ilegal logging 8 orang,

trafficking 2 orang, korupsi 4 orang dan fishing 2 orang,” papar Tommy. Dia menambahkan, ruang tahanan Lapas Klas II Tembilahan memang sudah sangat penuh sehingga harus segera mendapatkan solusi yang tepat. “Saat ini, ruang tahanan yang ada hanya memiliki kapasitas sekitar 360 orang saja. Oleh karena itu, saya berharap persoalan ini mendapat solusi dan perhatian pihak-pihak terkait termasuk perhatian Pemerintah Daerah,” katanya.

Menurut Tommy, memang kelebihan kapasitas Lapas ini tidak hanya terjadi di Tembilahan saja, melainkan terjadi hampir di seluruh Indonesia sehingga saat ini perlu ditingkatkan langkah-langkah pencegahan terhadap aksi kejahatan di masyarakat. “Memang ini terjadi tidak hanya di sini saja, namun tetap saja perhatian dari berbagai pihak diantaranya pemerintah pusat dan daerah sangat diharapkan,”tuturnya.

 jan/rpo

Balon Bupati Adu Visi Danrem 032 WB Buka

TMMD ke-89 Bengteng

T

T

EJUMLAH bakal calon Bupati Inhil menghadiri dialog tajaan IKA STAI Auliaurrasyidin Tembilahan. Mereka memparkan visi jika dipercaya memimpin ‘Negeri Seribu Parit’. Demi peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Inhil, maka sektor pendidikan dan pemuda harus menjadi prioritas pembangunan di daerah ini. Demikian diantara kesimpulan Dialog Interaktif Bersama Balon Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013-2018, Senin (8/10/12) yang ditaja Ikatan Alumni STAI Auliaurrasyidin Tembilahan di aula Hotel Arrahman II Tembilahan. Kegiatan yang mengusung tema ‘Menatap Masa Depan Pendidikan dan Pemuda (Satukan visi dan misi dalam mewujudkan Kabupaten Inhil Berjaya dan Gemilang 2025) ini dibuka Asisten I Sekdakab Inhil, Said Ismail tersebut dihadiri para Balon Bupati Inhil, yakni HM Ramli

Walid (Kepala Bappeda Riau), HM Aziz (Kanwil Kemenag Riau), Kemas Yuzferi (Direktur PDAM Tirta Indragiri) dan Marhalim (pengusaha). Dan tampak beberapa pejabat Pemkab Inhil, pengurus Ormas/ LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa dan para pelajar di kota Tembilahan. Asisten I Setdakab Inhil menyebutkan bahwa kegiatan semacam ini sangat positif bagi mengetahui sejauh mana kemampuan para kandidat Balon Bupati dan Wakil Bupati Inhil yang akan datang. “Pemimpin mendatang harus benar-benar mereka yang memiliki kemampuan dan kriteria yang telah ditentukan, sehingga masyarakat dapat memilih berdasarkan kemampuan dan kapasitas yang bersangkutan,” sebut Said Ismail dalam sambutannya. Sekretaris IKA STAI, Firmansyah mengungkapkan bahwa kegiatan yang diadakan ini tidak memiliki ten-

densi politik bagi pihakpihak tertentu, namun hanya sebagai sarana bagi merangkum pemikiran dan pandangan para Balon Bupati dan Wakil Bupati Inhil mendatang mengenai pendidikan dan pemuda. Dalam sesi tanya jawab saat dialog ini, para Balon Bupati dan Wakil Bupati Inhil menjawab dan memaparkan pandangan mereka mengenai pentingnya pembangunan bidang kependidikan dan kepemudaan bagi peningkata SDM di Negeri Seribu Jembatan ini. Mereka menyatakan komitmen terhadap pembangunan bidang pendidikan dan kepemudaan seandainya diberikan kepercayaan dan amanah menjadi nakhoda Inhil. Sayangnya, dua kandidat Balon Gubri, yakni Herman Abdullah dan Syamsurizal yang sempat dinyatakan bersedia hadir dalam kegiatan ini, sampai kegiatan ini berakhir tidak tampak hadir.

NI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-89 Kabupaten Inhil dimulai. Kegiatan yang dibuka Danrem 032 WB Brigjen TNI Teguh Raharjo tersebut dipusatkan di Desa Benteng. Pembukaan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke89 di Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (10/10/12) dihadiri dan dibuka langsung Komandan Korem 031 Wirabima, Brigadir Jenderal TNI Teguh Rahardjo. Kegiatan TMMD ke-89 di Inhil pada tahun ini dipusatkan di Kelurahan Benteng, Kecamatan Sungai Batang tersebut dihadiri Dandim 0314/ Inhil, Letkol Inf Rudolf TS Manoppo, jajaran Kodim 0314/ Inhil, Sekdakab Inhil dan para pejabat Pemkab Inhil. Dalam pembukaan ini juga hadir unsur Upika Kecamatan Sungai Batang, tokoh masyarakat dan agama serta para pelajar. Danrem 031 Wirabima, Brigadir Jenderal TNI Teguh Rahardjo menyebutkan,

bahwa sasaran TMMD merupakan pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kegiatan tersebut juga mampu menunjang perekonomian masyarakat, sehingga pada gilirannya mampu memberantas kemiskinan. “Kegiatan TMMD tidak hanya melibatkan aparat TNI akan tetapi juga instansi terkait termasuk segenap lapisan masyarakat. Interaksi langsung dengan segenap lapisan masyarakat merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kemanunggalan antara TNI dengan rakyat,” sebutnya. Sedangkan Komandan Kodim 0314/ Inhil, Letnan Kolonel Inf Rudolf TS Manoppo mengatakan kegiatan TMMD di Kelurahan Benteng, Kecamatan Sungai Batang ini diprioritaskan bagi pembangunan dan peningkatan fasilitas publik, seperti jalan, MCK dan lain-lain.

 jan/rtc

 jan/rtc

Polres Serahkan Kasus Dugaan Korupsi BOS ke Polda Riau

P

OLISI Resort (Polres) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), akhirnya melimpahkan kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSda Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil tahun 2012 yang merugikan negara sebesar Rp1,9 miliar ke Polisi Daerah (Polda) Riau. Hal ini dikatakan Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, melalui Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Kurnia di

ruang kerjanya Selasa (9/10) pekan lalu. Ditegaskan Kurnia, pelimpahan kasus tersebut ke Polda Riau lebih dikarenakan target. Dimana dalam satu tahun seluruh Polres di Indonesia harus bisa menangani kasus korupsi minimal dua laporan polisi (LP). “Setahun target yang diberikan kepada kita untuk kasus-kasus korupsi dua LP. Semua itu mengingat keterbatasan anggaran,” tegas

Kurnia. Dia menjelaskan sepanjang penanganan kasus BOSda oleh Polres Inhil, terdapat beberapa saksi yang dan pejabat di dinas terkait yang dilakukan pemeriksaan. Namun tidak menutup kemungkinan, Polres Inhil akan membantu Polda Riau dalam melakukan pengembangan kasus itu. Sebab, dibutuhkan keterangan para saksi yang berdomisili di Inhil.

“Pelimpahannya sudah kita lakukan sekitar satu bulan silam. Silahkan saja, kalau untuk menanyakan progresnya langsung menghubungi petugas yang melakukan penyidikan di Polda Riau,” ungkapnya. Adapun para saksi yang sudah diperiksa, lanjut Kurnia, masing-masing sekolah, dinas terkait, pemegang kas dan pihak Dekranasda Inhil. “Temasuk rekanan yang

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012

berada di Bandung, Jawa Barat (Jabar) mereka juga sudah kita periksa,” katanya lagi. Sekadar mengingatkan kasus adanya dugaan tindak pidana korupsi ini mencuat pertama kalinya akhir Desember 2011 silam. Dana BOSda tersebut diperuntukan membantu pembelian seragam bagi murid-murid setingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menegah Pertama (SMP).

 jan/rpo


21 Kepulauan Riau

Kota Gurindam Negeri Pantun

Azirwan, Kadis Kelautan dan Perikanan ‘Saya ini diminta Gubernur untuk membantu Kabinetnya bukan karena gila jabatan atau kedudukan’.

T

UJUH bulan setelah pengangkatan Azirwan sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau oleh Gubernur Mohammad Sani betapa banyaknya perubahan untuk mendongkrak Dinas Kelautan ini agar dapat meningkatkan kualitas kerja baik dari sisi pelayanan terhadap masyarakat. Pembenahan administrasi yang merupakan konsep dasar dalam mencapai suatu program kerja yang maksimal dan tidak terlepas pula pembenahan kepada semua staf pegawai dijajaran Dinas Kelautan Perikanan. Pola pemikiran yang tajam dan konseptor yang handal dan suatu kelebihan bagaimana dinas yang ditangani dapat berkembang dan lebih dewasa menyikapi bidang pekerjaan sesuai dengan bidang masing-masing yang nantinya dapat mencitrakan hal-hal yang lebih positif pada masa yang akan datang. “Sedikit bicara namun banyak bekerja,” tekad yang bulat ini selalu melekat dihati sanubari Azirwan mantan Sekda Bintan ini. Berpuluh tahun bertungkus lumus di birokrasi pemerintahan mengukir prestasi, pengalaman dan pengetahuan tentu saja akan diterapkannya jika dirinya dipercaya sebagai pemimpin, sayangnya ke-

beruntungan dan nasib muzur tidak selalu berpihak kepada orang yang melakukan kebaikan, terkadang sudah berbuat baik dan bekerja sungguhsungguh sesuai dengan aturan bahkan arahan dari atasan justru kebalikan yang datang membelenggu diri Azirwan. Mungkinkah itu sudah suratan tangan, nasib sial atau kadang sedang apes ? jawabnya terpulang kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa artinya Untung tidak dapat diraih dan suratan tangan tidak dapat juga ditolak. Masih segar dalam ingatan, semasa Drs. Azirwan menjabat sebagai Sekda Pemkab Bintan enam tahun silam, karir dan prestasinya sempat ditelan badai karena dirinya terjerat persoalan pembebasan lahan yang masih tergolong Chairment area dikawasan Bintan Buyuh, karena kurang berhati-hati beliaupun terjerat dalam pasal 5 ayat 1 tentang Undang-undang Tipikor semacam pemberian gratifikasi kepada DPR-RI di Jakarta sehingga Azirwan terpaksa berhadapan dengan hukum lantas menanggung resiko tahanan pihak KPK tentang Tipikor bukan berarti korupsi menghabiskan uang negara dan rakyat. Setelah hukuman jatuh tempo kemudian beliau mulai menghirup udara segar dan kembali kedaerah asal Tanjungpinang berkumpul dengan keluarga dan tidak lama kemudian ternyata keberuntungan maupun kesempatan datang lagi dimana Gubernur Provinsi Kepulauan Riau meminta untuk masuk bergabung dikabinetnya. Tawaran itupun diaminkan

Azirwan, yang kemudian dipercaya untuk membenahi Kantor Dinas Kelautan Perikanan Kepri untuk menggantikan Ir.Amir Faisal yang kini menjabat Kadis Koperasi UKM Kepri. Namun sejak pelantikan dan pengangkatan Azirwan sebagai Kadis DKP Provinsi Kepri oleh Bapak Gubernur Kepri, berbagai hujatan dan tantangan datang bagaikan air Bah yang mengklaim bahwa Azirwan tidak pantas lagi diberikan jabatan sebab mantan Narapidana. “Masa seorang koruptor terangkat lagi yang memangku jabatan Kadis DKP hal ini telah melakukan unsur KKN,” semestinya orang yang sudah cacat hukum tidak pantas diangkat lagi karena telah melanggar aturan yang berlaku. Demikian aroma tidak sedap ini datang sembari menghujat dari lawan politik Gubernur. Ternyata Pro dan kontra ini bukan saja timbul pada masa pelantikan dan sampai saat ini masih ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab berusaha untuk melengserkan Azirwan dari jabatannya. Pada hari Rabu (10/10) sekelompok massa dari kalangan Mahasiswa yang mengatas-namakan mereka dari Pergerakan Mahasiswa Peduli Kota Tanjungpinang (PMPKT) mendatangi kantor Gubernur jalan Basuki Rahmat dan menuntut Gubernur Kepri, Moh Sani agar segera mencopot jabatan Azirwan karena mantan Narapidana, ternyata dibalik aksi ini ada kepentingan orang tertentu sehingga sekelompok mahasiswa dimaksud secara sengaja secara diperalat untuk

Azirwan

melakukan aksi demo. Dari hasil penggalian informasi, aksi demo itu dilakukan atas kepentingan oknum pejabat yang duduk dilembaga Legislatif Provinsi Kepri karena Azirwan tidak mengakomodir beberapa paket proyek dikantor Dinas Perikanan sesuai dengan permintaan oknum anggota Legislatif itu. Menurut Yudi Carsana Ketua fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kepri, demo yang dialamatkan kepada pak Azirwan salah alamat, jangan karena kepentingan pribadi sehingga berupaya menghujat orang maupun pejabat, kalau dengan alasan lain misalkan Azirwan tidak dapat bekerja dengan maksimal sesuai dengan harapan Gubernur baru boleh diusulkan supaya Azirwan dicopot dari jabatannya. “Saya kira alasan pengajuan mencopot beliau kepada Gubernur harus mempunyai dasar dan bukti-bukti yang kuat sesuai dengan hasil temuan oknum Legislatif itu,” tegasnya. Dikatakan Yudi, oknum Legislatif itu perlu dicari serta bertanggung jawab atas

kelakuannya, bila terbukti memperalat sekelompok Mahasiswa untuk kepentingan pribadi proses hukum harus dijalankan.”Enak aja dia menari-nari tertawa besar diatas penderitaan orang lain,” tandasnya. Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Drs. Azirwan yang didampingi Sekretaris DKP Kepri, Relawan kepada Azam diruang kerjanya menegaskan, jabatan, harta dan kekayaan bukanlah segalanya buatnya. Namun apabila disiplin ilmu dan pengalaman yang saya peroleh dapat diterapkan kepada orang kemudian dapat berubah dengan baik hal itu akan menimbulkan rasa kepuasan yang tidak terhingga. “Terus terang saya tidak ada minta jabatan justru Pak Gubernur yang mengajak bergabung dikabinetnya, jujur saja dan kapanpun mau dicopot misalkan karena tidak mampu bekerja atau tidak siap membantu Gubernur didalam tugas pemerintahan silahkan saja dicopot. Kita menghargai tugas, amanah dan kepercayaan tetap dijunjung tinggi agar Gubernur tidak kecewa,” ungkap Azirwan. Pak Gubernur berpesan kepada dirinya, apapun permasalahan seperti hujatan, fitnah dari orang yang tidak simpati dengan dirinya tidak perlu diambil pusing maupun dikomentari.”Pokoknya kita diam-diam saja lebih bagus sebab Gubernur yang mengangkat berarti harus loyal terhadap pimpinan, mau dipakai atau dicopot itu urusan Pak Gubernur,” cetusnya santai.

 bin

Jelang Pilkada Balon Walikota Tebar Pesona

M

PEMILIHAN Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Tanjungpinang tinggal menghitung hari. Pemilu yang direncanakan dilaksanakan tanggal 30 Oktober ini jadi ajang pertarungan sengit bagi empat pasangan calon Walikota Tanjungpinang untuk mendapat simpati rakyat. Berbagai cara dan upaya dilakukan ke-empat pasangan calon Walikota dalam menarik simpati masyarakat. Dari pantauan Azam dilapangan berbagai kegiatan dilakukan para calon Walikota, mulai dari penyebaran dan pemasangan kartu nama dan spanduk hingga kegiatan sosial. Dalam upaya menarik simpati masyarakat para calon Walikota rajin turun ketengah masyarakat untuk memaparkan visi dan misi yang diemban dan rencana kedepan dalam membangun kota Tanjungpinang kearah yang lebih baik. Selain itu pasangan Calon Walikota juga senantiasa mencoba menarik simpati warga melalui ucapan sela-

mat kepada warga yang merayakan pesta perkawinan serta turut berduka cita melalui papan bunga. Hal ini dianggap warga wajar mengingat para calon harus bersaing ketat untuk menarik simpati warga agar bisa menjadi orang nomor satu di kota Tanjungpinang. Calon yang getol dan rajin memberi ucapan selamat dan duka kepada warga kota Tanjungpinang adalah pasangan Lisdarmansyah – Syahrul serta dr. Maya – Tengku Dahlan. Selain itu pasangan Hendry Frankim – Yusrizal rajin melakukan kunjungan-kunjungan ketengah warga serta organisasi-organisasi. Perbedaan cara dan upaya yang dilakukan setiap pasangan calon Walikota merupakan taktik dari tim masingmasing agar simpati warga bisa mereka raih dengan harapan menjadi pemenang dalam Pemilukada yang akan segera dilaksanakan. Mengenai peluang keempat pasangan ini diperkirakan akan sengit mengingat kapasitas dan pendukung

masing-masing cukup merata. Pasangan Husnizar – Rudy, Lisdarmansyah – Syahrul serta Hendry Frankim – Yusrizal di perkirakan memiliki basis dari simpatisan partai politik serta masyarakat. Dari ketiga pasangan ini pasangan Lisdarmansyah – Syahrul dan Husnizar – Rudy Chua diperkirakan lebih memiliki masa pendukung dibanding Hendry – Yusrizal. Sedangkan pasangan Maya – Tengku diperkirakan akan memiliki basis masa dari kalangan PNS mengingat status Tengku Dahlan yang masih aktif sebagai PNS dengan jabatan terakhir Sekretaris Daerah ( Setda ) kota Tanjungpinang.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat Junaidi, pasangan yang ingin memenangkan Pilkada sebaiknya memberikan bakti kepada masyarakat dan bukan janji. Pemilu sekarang kata Junaidi hanya sekedar pesta untuk tebar pesona dan simpati dan janji-janji tetapi pada akhirnya bila sudah duduk lupa diri dan lupa pada apa yang pernah disampaikan sewaktu kampanye. Sebaiknya calon sekarang jangan lagi hanya obral janji agar kedepan bisa duduk kembali menjadi Walikota. Junaidi memberi contoh Pemilukada DKI yang dimenangkan pasangan dari daerah lain. Hal ini bukti dari pemimpin lama tidak komit-

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012

men terhadap janjinya dahulu hingga membuat rasa simpati warga berkurang untuk memilihnya kembali. Menurutnya keempat pasangan calon Walikota saat ini merupakan figur terbaik yang dimiliki Tanjungpinang untuk memimpin Tanjungpinang lima tahun kedepan. Untuk itu jangan Tanjungpinang jalan ditempat tetapi harus lebih maju dan berkembang kedepan, sehingga warga tidak kecewa atas pilihannya. Selain itu keempat pasangan ini memiliki latar belakang yang berbeda sehingga akan menambah daya saing perkembangan Tanjungpinang bila dipimpin salah satu pasangan. Bagaimana persaingan keempat pasangan ini dan siapa yang bakal keluar sebagai pemenang akan ditentukan sikap dan cara setiap calon untuk menarik warga pada Pemilukada akhir bulan ini. Pemenang dan yang kalah diharapkan bisa saling menerima agar keadaan kota Tanjungpinang bisa tetap kondusif.

 bin/ded


22 Dumai Bersemai

Bersih, Sejahtera & Damai

Kejari Janji Terbuka Soal Pelayanan Publik K

EPALA Kejaksaan Negeri Dumai Eko Siwi Iriyani membantah dirinya tertutup. Informasi terkait pelayanan publik akan selalu dibukanya. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dumai Eko Siwi Iriyani SH membantah kalau dirinya selama ini terkesan menutupi akses informasi publik. Ia mengatakan, bahwa pihaknya selalu meningkatkan kinerja dan tugas serta terus berupaya melakukan terbaik dalam hal pelayanan publik. Sebagaimana yang selalu diintruksikan Kejagung pada hari HBA. Dan hal ini sejelan dengan Undang-Undang No 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) mewajibkan seluruh

badan publik untuk dapat mengelola informasi publik. Pengelolaan informasi publik tersebut dimaksudkan agar mudah diakses oleh masyarakat. Dengan prinsip keterbukaan informasi terhadap masyarakat itu, diharapkan dapat mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, transparan, efektif dan efisien, akuntabel serta dapat dipertanggung jawabkan. Kejari DumaI sebagai salah satu institusi penegakan hukum menyadari sepenuhnya pentingnya pengelolaan yang baik terhadap dokumentasi dan sistem informasi. “Kejaksaan selalu berusaha memenuhi salah satu amanat dalam UU KIP, yaitu memberikan akses kepada

masyarakat untuk mendapatkan informasi. Jadi apa yang disampaikan oleh publik bahwa Kejari Dumai selalu tertutup untuk mendapatkan informasi itu sangatlah tidak benar,” sebut pimpinan Kejari Dumai, Eko Siwi Iriyani SH kepada sejumlah awak media, Senin silam. Sejalan dengan itu, lanjut mantan Kajari Wonosari ini, pihaknya merancang rangkaian rencana kerja, peraturan serta SOP yang berkaitan dengan pelayanan informasi publik serta sumber daya manusia pelaksana dan infrastruktur pendukung. Sebab menurut, keterbukaan informasi, bukan berarti semuanya kasusnya secara detail boleh diminta, ada pengecualiannya juga. Seperti

kasus asusila dan korupsi. “Sesuai dengan penerbitan SOP Pelayanan Informasi Publik ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan Inpres No 1 Tahun 2010. Sebelumnya, pada 25 Agustus 2010, Jaksa Agung RI telah mengesahkan Peraturan Jaksa Agung RI No PER-032/A/JA/ 08/2010 tentang Pelayanan Informasi Publik di Kejaksaan RI,” jelas Kejari Dumai. Dikatakan Eko Siwi, di Kejari Dumai, warga yang ingin memperoleh informasi ataupun sebaliknya, harus melalui Meja Informasi yang terletak pintu masuk kantornya. Meja Informasi merupakan sarana yang akan mempermudah masyarakat untuk memperoleh informasi. Sebab kata dia, semuanya harus ada

peraturannya, warga yang meminta informasi harus melalui meja informasi dan kemudian akan diproses, lantas disampaikan kepada pimpinan Kejari. “Tapi yang jelas, kita selalu berupaya meningkatkan pelayanan informasi kepada masyarakat. Sekarang merupakan era informasi terbuka dan tidak ada yang harus ditutup-tutupi. Namun terlepas itu semua masyarakat yang ingin mendapatkan informasi di Kejari juga harus mengikuti aturan yang berlaku. Sebab negara kita negara hukum, semuanya harus menggunakan peraturan,” Kejari Dumai yang baru sebulan menjadi Kajari Dumai ini.

 rtc

8 Pegawai Dishub Positif Kosumsi Narkoba

 Paripurna DPRD

H

12 Ranperda Disahkan Jadi Perda

ASIL tes urine di lingkungan Dishub Dumai cukup mengangetkan. Sebanyak 8 tenaga harian lepas dan PNS positif mengonsumsi narkoba. Hasil tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Kota (BNK) Dumai di lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat cukup mengagetkan. Betapa tidak, sedikitnya 5 tenaga harian lepas (THL) dan 3 pegawai negeri sipil (PNS) Dishub Dumai positif mengonsumsi nakroba. “Delapan nama THL dan PNS di Dishub yang diketahui mengkonsumsi narkoba berdasarkan hasil pemeriksaan urine dilaporkan ke Walikota Dumai melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Surat pemberitahuan tersebut juga ditebuskan ke Inspektorat Dumai,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai, Marwan ketika dikonfirmasi sejumlah awak media, Jumat silam diruang kerjanya. Dikatakan Kadishub, untuk tenaga THL sebanyak 5 akan dilakukan pemberhentian. Sedangkan PNS sebanyak 5 akan dibina. Untuk PNS, dua di antaranya berasal dari golongan duadan satu dari golongan tiga. Sanksi tersebut menurutnya sudah lebih dulu diminta untuk membuat pernyataan kepada seluruh PNS dan THL. Sedangkan untuk kalangan PNS mungkin dilakukan penundaan kenaikan pangkatnya.

“Sanksi-sanksi diberikan tersebut itu menurut saya bisa memberikan efek jera. Harapa saya adalah seluruh pegawai yang diperkejakan tersebut dapat melaksanakan tugas dengan baik. Apalagi mereka adalah PNS yangdituntut prima dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Kadishub Dumai. Berkaitan dengan pelasksanaan tes urin tersebut, kata Marwan, untuk mengecek dan mengetahui kebenaran informasi yang sering didapatnyatentang PNS dan THL sebagai pemakai narkoba. Dengan tes tersebut akandiketahui kebenarannya dan jika diketahui akan dilakukan pembinaan. “Kegiatan ini juga sebagai upaya kita untuk menciptakan layanan kepadamasyarakat dengan baik. Sebab pekerjaan jika dipengaruhi oleh zat-zat aditif tersebut tidak akan maksimal. Sehingga layanan kepada masyarakat juga tidak akan maksimal,” pungkasnya. Sebagai data tambahan, bahwa jumlah tersebut diketahui setelah hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai dikirim kepadanya, Kamis(11/11/12) kemarin. Sedangkan pengambilan urine yang juga diukuti oleh BadanNarkoba Kota (BNK) Dumai untuk diperiksa dan dilakukan 24 September lalu di Gedung Serba Guna.

 rtc

D

PRD Kota Dumai, Rabu pekan silam akhirnya mengesahkan 12 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) yang pernah diajukan pemerintah Kota Dumai belum lama ini. Pengesahan tersebut dilaksanakan dalam Rapat Paripurna di lantai II gedung DPRD Dumai jalan perwira kelurahan Bagan Besar setelah melewati proses pembahasan yang cukup alot di DPRD. Rapat paripurna pengsahan Ranperda menjadi perda dipimpin langsung oleh ketua DPRD Dumai, Zainal Effendi didampingi Wakil DPRD Dumai, H. Zainal Abidin dan Eko Suharjo serta dihadiri anggota DPRD Dumai lainnya.

Wakil Walikota Dumai, H, Agus Widayat juga hadir didampingi Sekdako Dumai, H. Said Mustafa dan Kepala SKPD Dilingkungan Pemnko Dumai. Zainal Effendi mengatakan, dengan disahkannya 12 Ranperda menjadi Perda, pemerintah diharapkan mampu menjalankan roda pemerintahan dengan baik yang tergambar dari hasil proses pembangunan itu sendiri. ‘’Selain itu pengesahan 12 Ranperda menjadi Perda juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan Asli daerah (PAD) kota Dumai,’’ harapnya. 12 Ranperda yang disahkan menjadi Perda diantaranya Perda Parkir, Perda Pajak Sarang Burung Walet, perda

Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Perda Retribusi izin gangguan, Perda restribusi pelayanan pemakaman, Perda retribusi pelayanan persampahan atau kebersihan, Perda retribusi rumah potong hewan. Wakil Walikota Dumai H. Agus Widayat mengawali sambutannya mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada DPRD Dumai yang telah bekerja keras membahas Ranperda yang sebelumnya diajukan pemerintah untuk dijadikan Perda. ‘’Alhamdulilllah setelah melewati proses pembahasan di DPRD Dumai akhirnya 12 Ranperda yang kami ajukan dapat disahkan menjadi Perda,’’ kata Wawako.

PO. MUS TRANSPORT WISATA

Angkutan Sewa Eksekutif

TRANSPORT ANGKUTAN UMUM EXECUTIF

PEKANBARU

L 300 FULL AC - MITSUBISHI KUDA

- DUMAI - DURI - PADANG

: Jl. H Imam Munandar/Harapan Raya No. 29B Telp. 0761 885153 Pekanbaru DUMAI : Jl. Jend. Sudirman No. 134 Telp. (0765 )32910 - 38567 DURI : Telp. (0765) 7037258 PADANG : Jl. Ir H Juanda No 59 Telp. (0751) 38567

PEKANBARU

PUSAT

KANTOR PUSAT: Jl. Jati (Harapan Raya) No. 23

Mengutamakan Pelayanan Terbaik

Telp. (0761) 7003400 Pekanbaru

RENGAT AIR MOLEK TEMBILAHAN

RENGAT: Depan Terminal Jl. Diponegoro

Telp. (0769) 323451

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012

Antar Jemput Alamat Berangkat Tepat Waktu

 hrc


23 Pendidikan

Bicara Lembut, Membuat Anak Patuh Jika ingin bicara pada anak, sebaiknya orangtua turunkan tubuh setinggi anak. Duduk atau berlutut dan tatap matanya. Biarkan ia mengutarakan apa yang ada di benaknya, setelah itu baru kita yang berbicara.

B

ERBICARA kepada anak, bukan perkara mudah. Bahkan bagi orangtua anak sekalipun ada kalanya merasa kesulitan berbicara dengan anak. Orangtua juga, banyak yang salah kaprah tentang ini. Ketidaktahuan orangtua inilah, menyebabkan anakanak sulit diatur dan tidak mau mengikuti perintah orangtuanya. Bahkan kebanyakan dari mereka, membantah dan mengelak segala sesuatu yang diperintahkan kepadanya. Ini semua, penyebabnya menurut para ahli psikologi anak adalah kecendrungan orangtua yang sering bernada keras saat berbicara kepada anaknya. Tidak disadari, nada keras tersebut begitu membekas dan menyanyat di hati anaknya. Kita mungkin salah satu dari sekian banyak orang tua yang telah melakukan berbagai macam cara untuk mengarahkan anak menjadi anak yang baik dan berguna, dan ternyata hasilnya masih jauh dari harapan. Sebagai orang tua, memang tidak memiliki pilihan lain, apapun kondisinya tetap diwajibkan untuk bersabar dan terus berusaha membimbing anak ke landasan yang benar. Mungkin faktor utama yang diperhatikan, cara berbicara kepada anak. Dengan nada yang normal dan lembut ternyata sangat epektif karena akan mendorong anak untuk mematuhi serta mendengarkan perkataan orangtuanya. Juga untuk menyampaikan maksud dan tujuan kita pada anak, bila memungkinkan dengan kata serta cara yang menyenangkan. Usahakan berbicara pada buah hati dengan nada biasa atau tidak membentak. Psikolog anak, seperti Violetta pada sebuah seminar beberapa waktu lalu menilai,

dengan nada bicara yang biasa akan membuat anak merasa santai dan tidak terbebani. Dengan demikian, secara langsung otak anak langsung menerima perkataan kata tersebut. “ Berbicara lah dengan anak selayaknya berbicara dengan sahabat. Karena peran kita sebagai wali, bukan hanya sebagai orangtua, tetapi juga teman atau sahabat bagi buah hati kita,”ujarnya. Ia mengatakan, terkadang orangtua terutama para ibu menyepelekan masalah berbicara dengan buah hatinya. Malah terkadang tidak mau repot, sehingga membiarkan anak melakukan apapun yang disukainya. “ Itu tidak baik, untuk mendidik anak harus dengan cara yang tepat. Bagaimana anak mau mendengarkan dan mengikuti perintah orangtua, bila kita sebagai orangtua tidak memperhatikan anaknya,” jelas Violetta. Selain berbicara dengan nada lembut, untuk membuat anak lebih respek dengan perkataan kita, cukup dengan memuji anak. Seperti mengatakan anak pintar, cantik, ganteng, baik budi, dan lainnya. Hingga usia 6 tahun, kemampuan otak anak dalam merekam sesuatu sangat tinggi. Nah, bila kita mengata-

kan perkataan buruk, anak akan langsung merekamnya, dan sangat besar kemungkinan mengimplikasikannya dalam pergaulan sehari-hari anak. Kekeliruan yang selalu tidak kita sadari, lanjutnya adalah kita sangat sering mengatakan anak bodoh, bandel, dan lainnya. Padahal seharusnya perkataan itu sangat dihindari untuk didengar anak-anak. “ Sentuh anak dengan perkataan yang dapat menyentuh perasaannya. Kata-kata pujian, akan sangat membuat anak bahagia. Sebaliknya, kata-kata kasar akan membuat anak berontak dan menjadi kasar,” tambahnya. Dikatakannya juga, untuk membuat anak lebih percaya pada orangtua, berikan anak pemahaman tentang berbagai pertanyaan yang muncul dari mulut mereka. Saat memberikan pemahaman ini, orangtua terutama ibu dapat memasukkan berbagai hal positif pada

anak. “ Dan sabar, itu kata kunci bila kita sedang menghadapi anak. Selain itu, berikan penjelasan yang sesuai dengan jangkauan otaknya,” ujarnya. Ada beberapa tips untuk mendidik anak agar yang bersangkutan menjadi patuh dan tidak suka melawan. Pertama orangtua harus memperhatikan anak dalam kesehariannya, apa yang dilakukannya, apa yang membuatnya bahagia, apa yang tidak disukainya. Beri perhatian yang cukup kepada anak, jaga kedekatan kita dengannya dan bangun komunikasi yang baik. Buat dia mau menceritakan apa yang sedang dipikirkannya. Dengan demikian dia akan merasa lebih dekat dengan kita. Jika anak melakukan kesalahan, jangan lantas memarahinya. Dekati dia secara perlahan. Tanyai dia secara baik-baik. Mengapa dan kenapa serta apa yang

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012

seharusnya dilakukannya dihari berikutnya usai kesalahan tersebut dia lakukan. Buat anak menjadi merasa memiliki tanggung jawab dengan bahasa kita yang baik. Jangan terbiasa menyalahkan anak meski yang bersangkutan sering kali berbuat kesalahan. Tugas orang tua adalah membimbing dia dan bukan untuk memperkeruh keadaan. Ingat, apapun yang dilakukan sang anak sebagai orang tua akan selalu menjadi bagian darinya dan ikut bertanggung jawab. Baik untuk anak baik untuk orang tua, jelek untuk anak jelek untuk orang tua juga. Kemudian, jika ingin berbicara kepada anak sebaiknya, orangtua turunkan tubuh setinggi anak. Duduk atau berlutut dan tatap matanya. Jika perlu, dengan lembut palingkan wajahnya agar ia menatap langsung kepada kita. Jika si anak sangat marah, usap punggung atau perutnya. Ini adalah bentuk usapan pengakuan. Tak perlu menarik atau memeluknya dengan paksa agar berdekatan dengannya, kecuali si anak benar-benar histeris dan perlu ditenangkan. Jika anak histeris, biarkan ia tenang dulu sebelum diajak bicara. Suruh ia mengatur napasnya. Ubah nada suara kita, agar menjadi tegas tetapi lembut. Suara kita secara alami naik turun ketika sedang bahagia atau sedang bersenangsenang. Beri kata-kata kepada anak untuk membantu mengalirnya percakapan. Bantu anak yang masih sangat kecil dengan suruhan mengikuti kata-kata kita dan dorong ia mencoba. Untuk anak-anak yang sudah besar, kita bisa membuka percakapan dengan ide, seperti kamu sepertinya sedang kesal. Ulangi kembali apa yang dikatakan anak. Ini menunjukkan bahwa kita benarbenar mendengarkan. Ini juga memberi kita waktu untuk mengatur ulang pikiran. Jangan menyela si anak saat sedang bercerita. Biarkan ia mengutarakan apa yang ada di benaknya. Katakan padanya bahwa kita mengerti. Ketika giliran kita tiba, mereka akan berhenti berbicara dan mendengarkan kita. Kalau mereka menyela, katakan, Mama mengerti, tetapi biarkan Mama selesai bicara dulu, setelah itu kamu bisa bicara. Biarpun hati sedang penuh gejolak, upayakan selalu tetap tenang. Di sini, berarti seorang anak haruslah diperlakukan sesuai dengan derajat kekanak-kanakannya. Ia harus diajak bicara dengan lemah lembut. Diperlakukan dengan rasa penuh cinta kasih. Lalu, diusahakan agar hatinya gembira, didekati, diajak bermain dan bersenda gurau. Kemudian, isilah akal dan hatinya dengan harapan serta keceriaan hidup.*

 hes


24

Jadikan Tudung Saji Ikon Kerajinan K

ABUPATEN Kampar mempunyai banyak industri kerajinan yang perlu dibina, dikembangkan dan dipromosikan. Salah satunya adalah kerajinan tudung saji, dengan berbagai motif dan coraknya, diharapkan dapat dijadikan ikon kerajinan Kabupaten Kampar yang mencerminkan ciri khas daerah . Demikian dikatakan Ketua Dekranasda Kabupaten Kampar Hj Eva Yuliana Jefry saat menutup acara pelatihan peningkatan kerajinan tudung saji yang telah dilaksankan selama 10 hari.

Acara tersebut dipusatkan di Balai Pertemuan Kecamatan Tapung, kemarin. Eva mengungkapkan, pelatihan peningkatan tudung saji bertujuan untuk membuat inovasi baru, memunculkan motif-motif baru pada kerajinan tudung saji, yang secara langsung dapat memcerminkan Kabupaten Kampar, seperti motif Candi Muara Takus, motif Masjid Jamik serta berbagai motif lainnya yang telah menjadi ikon Kabupaten Kampar. ‘’Setelah terciptanya motif-motif yang melambangkan Kabupaten Kampar,

diharapkan kerajinan tudung saji ini dapat dipatenkan hak ciptanya, tentunya dengan bantuan dari dinas-dinas terkait. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari adanya pengakuan dari pihak-pihak lain atas karya kerajinan tudung saji Kabupaten Kampar,” ucap Eva. Selain memberikan pelatihan kepada masyarakat, Eva juga mengharapkan kepada pengurus Dekranasda selalu berpartisipasi aktif dalam pengembangan industri kerajinan di Kabupaten Kampar, khususnya kerajinan tudung saji, baik di kecamatan maupun di pedesaan.

Petani Diimbau Tidak Alih Fungsikan Lahan

Disebutkannya, industri kerajinan adalah bagian khasanah seni budaya bangsa yang bisa dikembangkan menjadi usaha industri kecil, dan tidak tertutup kemungkinan menjadi industri besar yang bisa merambah dunia internasional. Nantinya dapat mengharumkan nama Kabupaten Kampar dan juga akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. ‘’Untuk itu, kepada seluruh dinas terkait, dapat membantu dan bekerja sama dengan Dekranasda membina kerajinan yang ada di daerah, baik di bidang teknis,

U

alih fungsi lahan, maka akan sangat memberikan dampak negatif untuk pencapaian swasembada beras di Kabupaten Kampar. Sedangkan bila dijadikan untuk lahan perkebunan, belum tentu akan mendapatkan hasil yang maksimal, karena akan ada pasang surut harga dan tidak akan selalu menguntungkan terhadap masyarakat. ‘’Kepada dinas terkait, diharapkan memberikan bimbingan dan perhatian dan menampung aspirasi para petani, dan memberikan solusi tentang kendalakendala yang dihadapi di lapangan, agar dapat terselesaikan dengan baik,” ungkapnya. Sementara itu Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Holtikultura Provinsi Riau Ir Hendri Hasan menambahkan, jika para petani melakukan alih fungsi lahan, maka akan

dijerat dengan Undangundang Nomor 41/2009 yang isinya melarang para warga yang punya sawah untuk mengalih fungsikan kepada karet, sawit dan lainnya. Bagi yang malanggar peraturan tersebut akan dipidanakan. ‘’Peraturan tersebut semata-mata bertujuan untuk mengamankan pangan di Indonesia, agar tidak ada lagi masyarakat yang berada di situasi rawan pangan,” ungkap Hendri. Pada kesempatan tersebut, turut hadir Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Azwan. Dia menyerahkan bantuan berupa handtraktor kepada Ketua Kelompok Petani Pulau Payung. Bantuan ini bertujuan untuk percepatan hasil produksi dan pada tahuntahun selanjutnya bantuan tersebut akan ditingkatkan.*

 rpo

ADAN Narkotika Nasional yang berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) RI, Nomor 83 Tahun 2007 tidak berlaku lagi secara otomatis setelah diberlakukannya aturan baru yaitu dengan Peraturan Presiden (Perpres) RI, Nomor 23 Tahun 2010. Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) saat ini yang vertikal dengan BNN Pusat baru ada sekitar 75 Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) dari 500 Kabupaten/Kota dan 33 Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) di Indonesia. Data itu diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (Ka BNN) Komisaris Jendral Polisi Gories Mere melalui Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Komisaris Besar Polisi Sumirat Dwiyanto yang dikonfirmasi wartawan, kemarin. “Untuk masa transisi, masih ada BNNK yang langsung dibawahi BNN dan BNK yang diketuai oleh Wabup atau Walikota. Saat ini yang vertikal dengan BNN Pusat baru ada 75 BNNK Kota dari 500 an Kabupaten atau Kota dan 33 BNN Provinsi,” ungkapnya dalam pesan singkat yang diterima. Ketika ditanya tentang status BNK Kampar, apakah termasuk dalam intansi vertikal BNN. Ia mengatakan akan mengecek terlebih dahulu. “Maaf saya cek dulu, soalnya saya masih di Bandung dan tidak hafal kota mana yang sudah vertikal dengan BNN, tks,” ujarnya. Setelah dikembali ditanya bagaimana statusnya, lalu dijawab. “Kampar belum masuk dalam 75 BNNK Kota instansi vertikal BNN, kalau ada

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012 CMYK

 rpo

BNK Kampar Belum Masuk Instansi Vertikal BNN

B

NTUK memenuhi keperluan beras masyarakat Kabupaten Kampar, maka Pemkab Kampar melakukan program percepatan turun ke sawah bagi para petani, agar ketersediaan beras dapat terpenuhi dan mencukupi keperluan masyarakat tanpa mendatangkan lagi dari daerah lain. Untuk mendukung terwujudnya hal itu, para petani diimbau tidak melakukan alih fungsi lahan pertanian sawah kepada lahan perkebunan lainnya. Demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar Hj Eva Yuliana Jefry dalam sambutannya saat membuka acara pertemuan petani untuk percepatan turun ke sawah musim tanam 2012-2013 tingkat Rumbio Jaya, di Desa Pulau Payung Senin (8/10). Menurut Eva, jika para petani mudah melakukan

permodalan, informasi peluang pasar, maupun pemasaran sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Wakil Ketua DPRD Kampar ini. Pada kesempatan tersebut, Eva Yuliana berpesan kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan, tetap melestarikan kerajinan tudung saji dan hendaklah dikembangkan terus kreasikreasi yang baru. Ilmu yang telah didapat, hendaklah disebarluaskan kepada generasi muda agar seni budaya dapat terus terjaga dan dilestarikan.*

pelantikan baru sedang dikonfirmasi kebagian organisasi, mudah-mudahan segera dapat datanya terima kasih,” ucapnya. Sebelumnya Bupati Kampar H Jefry Noer berpedoman dengan berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) No 83 Tahun 2007 yang telah digantikan dengan Peraturan Presiden No 23 Tahun 2010. Maka Bupati Kampar mengeluarkan Surat Keputusan (SK) No 02/SK/BNKKPR/IX/2012, Tanggal 10 September 2012 tentang kepengurusan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar dari Jabatan Ketua yang dijabat oleh Wakil Bupati Kampar H Ibrahim Ali SH kepada Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kampar Drs H Zulfan Hamid, pada hari Rabu, 03 Oktober 2012, siang, sekitar pukul 13:30 WIB, bertempat di Aula Pertemuan, Komplek Kantor Bupati Kampar, Jalan Lingkar, di Bangkinang Bupati Kampar H.Jefry Noer menjelaskan bahwa SK tentang kepengurusan BNK Kampar sudah lama ditandatangani dan dikeluarkan. Namun tidak berjalan, menurut Jefry bahwa peredaran narkoba di Kampar luar biasa bahkan sampai ke desa-desa. Dan ini perlu perhatian dari Pemda Kampar dan BNNK Kampar. Oleh karena itu dengan pelantikan ini dan di keluarkannya SK Bupati termasuk masalah anggaran sudah dikeluarkan. Kepada ketua yang baru dilantik, bupati mengharapkan segera membuat MoU, supaya pengurus dapat menjalankan tugas sesuai yang diamanatkan dalam rencana kerja dan anggaran.*

 rif


25

Jefry Sebut Akan Lindungi Seluruh Pegawai B

UPATI Kampar, H. Jefry Noer meminta seluruh pegawai yang bekerja diseluruh instansi dijajaran Pemkab Kampar untuk bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing dan jangan sampai ada pekerjaan yang tumpang tindih. “Jangan takut dalam bekerja, jangan takut dengan kesalahan dalam bekerja asalkan pekerjaan tersebut untuk kepentingan rakyat dan bukan untuk kepentingan pribadi. Salah dalam bekerja itu hal biasa, yang parah itu tak mau bekerja dan bila ada kesalahan teruslah berusaha untuk memperbaiki kesalahan. Selaku Bupati Kampar saya akan melindungi dan membela seluruh pegawai, dan Insya Allah akan saya lindungi seluruh pegawai bila pegawai bekerja telah sesuai dengan aturan,” tegas Bupati Kampar H Jefry Noer.

Pernyataan lugas penuh motivasi untuk pegawai dijajaran Pemkab Kampar tersebut disampaikan Bupati Kampar, H. Jefry Noer dalam arahannya selaku pembina upacara pada pelaksanaan apel pagi Senin (8/10) yang diikuti seluruh pegawai yang berkantor di kompleks kantor Bupati Kampar di Bangkinang. Jefry mengharapkan agar seluruh pimpinan SKPD dilingkungan Pemkab Kampar untuk tidak menakut-nakuti pegawai. Sebab dalam realita kehidupan manusia itu adalah makhluk lemah dan pasti ada berbuat salah dalam kehidupannya karena pada hakikatnya manusia itu bukan malaikat. Pada tingkat awal bila ada kesalahan dalam bekerja ada instansi yang akan menilai sebuah kesalahan yakni pada tingkat Kabupaten instansinya bernama inspektorat dan pada tingkat provinsi in-

stansinya bernama BPKP dan instansi berkompeten lainnya. “Justru karenanya seluruh instansi dan seluruh pegawai saya harapkan untuk tidak takut dalam bekerja, sebab saya akan tetap melindungi pegawai yang telah bekerja secara baik dan benar,” katanya. Dibagian lain, Jefry juga mengingatkan seluruh pihak yang berkompeten dalam penyusunan RAPBD tahun 2013 yang selanjutnya akan dibahas secara mendalam guna lahirnya APBD Kabupaten Kampar tahun 2013 untuk memberikan skala prioritas pada program pro rakyat dan sekaligus dapat secara perlahan merealitakan janji-janjinya kepada segenap lapisan masyarakat Kampar. Selanjutnya diharapkan tim penyusun APBD agar memberikan prioritas bagi peningkatan kesejahteraan pegawai agar seluruh pegawai

Lebih Setengah Kg Ganja Dimusnahkan Polres Kampar

lebih termotivasi untuk bekerja lebih baik dan bekerja dengan penuh disiplin serta mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Seluruh pegawai dijajaran Pemkab Kampar juga diminta untuk bekerja terus dan pantang mundur. Dalam bekerja hendaknya memakai sistem kaca mata kuda, jangan menatap ke kiri atau ke kanan, pandangan tetap lurus kedepan dan fokus dengan lima pilar pembangunan Kabupaten Kampar dan kemudian kerucutkan menjadi tiga zero yakni zero kemiskinan, zero pengangguran dan zero rumah-rumah kumuh dengan motto membangun desa menata kota. “Dan Insya Allah pada akhir tahun 2014 Kabupaten Kampar akan menjadi kabupaten termaju di Provinsi Riau,” tegas H Jefry Noer yang disambut tepuk tangan dari seluruh pegawai yang

P

Ramorah, Jaksa Kyky afriyanto dan Kasat Narkoba Polres Kampar AKP Andi Aria. Usai Pemusnahan Kasat Narkoba Polres Kampar AKP Andi Aria kepada wartawan mengatakan bahwa Barang bukti (BB) ini merupakan hasil tangkapan pihaknya dari kawasan kota Bangkinang pada bulan Septemberlaludengan 4 orang tersangka dari Aceh,” Sesuai ketentuan, Barang Bukti (BB) ini harus dimusnahkan terlebih dahulu kemudian barulah perkara bisa dinyatakan P-21, dan siap diserahkan

ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkinang,” terangnya. Diungkapkannya atas nama Bapak Kapolres Kampar dirinya menyampaikan apresiasi kepada anggotanya yang telah bekerja keras memberantas peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Kampar,” Namun kita juga mengharapkan kepada seluruh elemen masyarakat turut serta dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Kampar ini ,” pungkasnya.*

 rtc

ATUAN polisi Pamong Praja (Satpol PP) diminta untuk mengintensifkan pelaksanaan razia terhadap pelajar yang berkeliaran di luar sekolah pada jam belajar. Sebab, akhir-akhir ini terlihat masih banyak pelajar yang berkeliaran di luar sekolah pada saat di mana seharusnya para pelajar itu berada di sekolah untuk belajar. Demikian disampaikan oleh tokoh masyarakat Kampar Ir Abdul Gafar MM yang juga mantan anggota DPRD Kampar kepada wartawan, Jumat (12/10). Gafar menyatakan prihatin dengan tingkah sebagian generasi muda yang masih mementingkan bermain di warung internet dari pada belajar. ‘’Saya lihat, masih banyak pelajar yang berkeliaran di luar sekolah pada jam belajar, bahkan mereka banyak yang bermain di warnet. Ini sungguh memperihatinkan dan perlu disikapi serius,” ujar Gafar. Gafar berpendapat operasi penertiban pelajar dan operasi penyakit masyarakat harus dilaksan-

Warga Batu Gajah Dambakan Listrik

W

ARGA Desa Batu Gajah Kecamatan Tapung, mengharapkan adanya fasilitas listrik PLN. Pasalnya saat ini warga masih mengantungkan penerangan dan kebutuhan listrik dari mesin diesel pribadi. Demikian diungkapkan Sekretaris BPD Desa Batu Gajah Manto kepada MRNet-

work, Senin (1/10) kemarin. ‘’Kebutuhan kami yang paling mendasar saat ini memang fasilitas listrik karena sampai saat ini, kami menggunakan mesin diesel untuk penerangan pada malam hari,’’ ujarnya yang didampingi warga desa lainnya. Menurut Manto jika mereka menggunakan mesin

diesel jelas akan memerlukan biaya yang lebih besar jika mereka mendapatkan fasilitas listrik PLN. Dengan menggunakan mesin diesel, minimal biaya yang dibutuhkan untuk minyak solar sebulan sebesar Rp. 600.000/ satu mesin diesel, dengan harga beli solar di desa sebesar Rp. 6.500/liter. ‘’Itu baru biaya minyak belum

biaya pemeliharaan dan perbaikan kerusakan serta

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012 CMYK

 hms

Satpol PP Diminta Intensifkan Razia Pelajar

S

OLRES Kampar musnahkan barang bukti ganja kering seberat 521.95 gram. Barang bukti (BB) ini merupakan hasil tangkapan dari kawasan kota Bangkinang pada bulan September lalu dengan 4 orang tersangka dari Aceh. Pemusnahan ini dilakukan di Mapolres Kampar pada Kamis (11/10/12) disaksikan langsung Kapolres Kampar AKBP Trio Santoso, Ketua BNK Kampar Januarel, Kadis Kesehatan Kampar H Herlyn

mengikuti apel Senin. Dibagian akhir arahannya, Bupati Kampar, H. Jefry Noer menghimbau agar seluruh jajaran SKPD dilingkungan Pemkab Kampar plus seluruh pegawai untuk bekerja secara kompak dan tidak saling salah menyalahkan dalam bekerja. “Saya tidak ingin mendengar adanya saling menyalahkan sesama pegawai” tegasnya seraya mengucapkan terima kasih kepada seluruh instansi plus pegawai yang terlibat langsung dalam tim pertanian terpadu yang hasil kerjanya sudah mulai terlihat, geliatnya sudah semakin bagus dan jangan puas sampai disitu saja, lanjutkan terus dan yakinlah bahwa pada akhir tahun 2014 Kabupaten Kampar akan menjadi kabupaten termaju di Provinsi Riau,” ujar H Jefry Noer yang kembali mendapat aplus dari peserta apel.*

akan secara kontinyu, sehingga tidak terkesan insidental saja. Sebab, jika hanya dilakukan insidental, maka persoalan serupa akan berulang-ulang akan terjadi. ‘’Razia harus rutin tiap hari, kalau tidak begitu, para pelajar sulit ditertibkan,” sebutnya. Pada kesempatan terpisah, Kepala Kantor Satpol PP Santoso MPd ketika dikonfirmasi Riau Pos mengatakan, pelaksanaan operasi terhadap pelajar memang sudah rutin dilaksanakan, dan bahkan barubaru ini ada juga operasi yang dilaksanakan di Warnet-warnet. Ke depan, Santoso mengungkapkan pihaknya sudah menjadwalkan jam operasi untuk melaksanakan razia terhadap pelajar yang berkeliaran di luar sekolah pada jam belajar. Tidak hanya itu, dalam waktu dekat juga segera dilaksanakan pelaksanaan penertiban dan penindakan terhadap warung remangremang yang disinyalir sebagai salah satu tempat berkembangnya penyakit masyarakat.*

 rpo

untuk modal awal membeli mesin diesel yang harganya mencapai lima juta rupiah,’’ sebutnya. Selain biaya besar fasilitas mesin diesel hanya bisa digunakan pada malam hari. ‘’Dengan biaya Rp 600.000/bulan itu mesin diesel hanya bisa digunakan pada malam hari tidak seperti fasilitas PLN yang bisa digunakan 24 jam sehari,’’ ujarnya.*

 hrc


26 Peristiwa

Biro Pengelolaan Aset Bakal Dibentuk Aset Pemerintah Provinsi Riau ternyata ada di luar provinsi, bahkan ada pula di luar negeri. Untuk penertibannya, dewan usulkan membentuk biro khusus pengelolaan aset.

K

ETUA Pansus Pembahasan Ranperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah Provinsi Riau, Ilyas Labay kepada AZAM, Jumat (12/10) di Gedung DPRD Riau mengungkapkan, saat ini pansus sedang menyusun data dan mengumpulkan informasi terkait beberapa aset milik Pemrov Riau. Aset yang menjadi milik Riau tersebut tersebar di beberapa provinsi seperti di Jakarta dan Yogyakarta bahkan hingga luar negeri seperti di Mesir. “Kita saat ini bersama biro perlengkapan sedang menyusun sebuah ranperda untuk memudahkan dalam menginventaris aset pemrov agar berguna dan

memberi income bagi daerah,” ungkap politisi Golkar ini. Menurutnya, aset yang dimiliki Pemrov Riau berupa aset bergerak dan tidak bergerak yang sepenuhnya dibiayai oleh APBD Riau. Sedari awal proses pendataan dan pengumpulan aset selalu menjadi kendala bagi pemerintah. Terutama saat pemerintah akan melibatkan pihak ketiga dalam pengelolaan aset, seperti saat ini belum ada badan atau biro khusus untuk

melaksanakan hal tersebut. Melalui Pansus Pembahasan Ranperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah Provinsi Riau, pengelolaan aset lebih optimal bahkan bisa menambah income daerah. Termasuk tentang aset eks venues milik pemrov usai menyelenggarakan PON XVIII lalu. Banyak aset Pemrov yang mesti dikelola dengan baik. Sementara untuk biaya pemeliharaan venues tersebut membutuhkan dana yang sangat besar. Berdasarkan hasil studi banding

Ilyas Labay

pansus ke beberapa propinsi, menurut Ilyas Labay, di Indonesia hanya dua provinsi saja yang sudah memiliki Perda tentang pengelolaan aset yakni Bali dan Yogyakarta. Dari hasil kunjungan tersebut, pansus mendapatkan bahwa pengelolaan aset oleh pemda akan lebih optimal jika membentuk Biro Khusus dan bukan badan untuk menangani pengelolaan aset tersebut. “Kita usulkan lewat pansus ada biro khusus untuk pengelolaan aset itu,” katanya. Dengan terbentuknya biro khusus yang menangani pengelolaan aset, maka aset pemrov bisa terkosentrasi di satu tempat dan terkelola secara baik. “Yang kita inginkan agar sepenuhnya dapat mengelola aset itu,” jelas anggota komisi D DPRD Riau ini. Tujuan utama dari pembentukan Biro Khusus ini, Ilyas menambahkan agar aset yang ada dapat memberikan income dan menambah PAD bagi Riau. Selama ini beberapa aset belum terkaver sehingga aset yang berpotensi memberikan PAD justru terbengkalai.

Dalam waktu dekat, pansus juga merencanakan untuk meninjau beberapa aset Pemrov Riau yang ada di Provinsi Kepulauan Riau. Seperti diketahui, setelah Kepri lepas dari Riau, beberapa aset Riau masih ada di tempat itu. “Pansus berencana untuk meninjau aset pemrov yang ada di Kepri,” ungkap Ilyas Labay. Untuk melancarkan Ranperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah Provinsi Riau ini, Pansus menargetkan November ini telah kerja sudah tuntas agar dalam pembahasan APBD Murni 2013, tentang Biro Khusus Pengelolaan Aset juga tercakup ke dalam anggaran murni 2013. Harus ada aturan untuk mengatur aset itu. “Kita ingin membentuk biro yang betul-betul bisa mengelola. Di biro ini akan terkaver semua data sehingga kita bisa tahu dalam waktu yang singkat siapa yang mengelolanya. Dan kelak betul-betul bermanfaat dan memberi pad kepada daerah,” harapnya.

 ird

Wisata

Bukit Naang Bisa Jadi Pilihan Nama Bukit Naang makin dikenal sebagai tempat wisata alam di Riau. Lokasi outbond yang terletak di Kabupaten Kampar ini seakan mengubah pendapat bahwa Riau adalah daerah gersang dan miskin hiburan alam.

J

IKA dibandingkan dengan kondisi alam di Sumatera Barat, Riau tentu tak sebanding untuk tujuan wisata. Namun, ditengah kondisi alam yang seadanya, beberapa tempat hiburan alam, selalu dipenuhi wisatawan lokal di harihari libur. Sebut saja misalnya Alam Mayang di Pekanbau, Kebun Binatang Kasang Kulim di Kubang, Danau Buatan di Rumbai dan beberapa tempat wisata alam lainnya. Objek wisata alam ini selalu menjadi pilihan keluarga di Riau bila musim liburan tiba. Objek wisata alam tersebut tentu tidak lah memadai jumlahnya jika dibandingkan dengan keinginan masyarakat untuk berwisata. Disaat seperti itulah muncul pilihan baru Objek Wisata Bukit Naang namanya. Sebuah wisata alam outbond pertama di Kabupaten Kampar yang bisa menjadi tempat rekreasi keluarga. Kondisi alamnya masih

sangat asri dengan panorama bukit serta lembah. Lokasinya sekitar 8 km dari pusat Ibu Kota Kabupaten Kampar, Bangkinang. Tempat ini makin dikenal. Buktinya, di hari lebaran tahun lalu, objek wisata ini dibanjiri oleh wisatawan. Untuk menuju lokasi ini, wisatawan dianjurkan memiliki kendaraan sendiri. Jika tidak, puluhan pangkalan ojek dapat ditemui dengan mudah di jantung Kota Bangkinang. Dengan modal Rp 30.000, kita akan dibawa menyebrangi jembatan Sungai Kampar yang berada di sisi kanan kota. Tiket masuk cuma Rp 5.000 per orang. Disitu anda sudah bisa menikmati eksotisnya alam Bukit Naang. Diawali dengan turunan jalan yang cukup curam, para wisatawan bakal langsung dihadapkan dengan arena waterboom yang disertai kolam pancing di sisi kirinya. Pengelola tempat ini adalah mantan anggota DPRD Riau Djuharman Arifin. Tempat itu mulai disulapnya menjadi arena wisata alam sejak tahun 2008. Dan mulai kesohor namanya hingga saat ini. Sebagai wahana hiburan utama, arena outbond telah dikemas semenarik mungkin oleh pihak pengelola. Terlihat secara jelas saat memasuki arena ini puluhan tali melintang bebas dari satu pohon ke pohon lainnya dengan panjang mencapai 500 meter.

Kabarnya, konsep ini yang menjadikan arena flying fox Bukit Naang menjadi yang terpanjang di Sumatera. Di beberapa poin pemanjatan juga terlihat beberapa ayunan yang dinamai monkey track, tarzan jump, dan dead railway. Bagi yang tertarik menaklukkan arena ini, tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan tangan dan kaki tetapi nyali juga sangat berperan penting. Untuk mengikuti aksi uji nyali tersebut, para pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 50.000 selama kurun waktu 1,5 jam. Dalam durasi waktu ini, para peserta bakal ditantang menaklukan 17 jenis rintangan yang telah dibuat. Selain arena flying fox dengan konsep treetop, pengelola juga menyediakan beberapa paket bagi pengunjung yang datang dalam skala besar. Biasanya yang seperti ini banyak diikuti oleh perusahaan-perusahaan swasta, sekolah dan mahasiswa. Kalau sudah akhir pekan, ratusan orang dari satu instansi biasa datang ke sini untuk menjalin keakraban. Dengan panduan beberapa orang instruktur profesional, para peserta outbond biasanya disajikan berbagai games menarik, seperti ice breaking, lomba rakit, fun game, pain ball, dan kegiatan lainnya yang bisa mengasah kerja sama tim. Para peserta dapat me-

manfaatkan luas tanah sebesar 80 hektar ini untuk melakukan berbagai kegiatan serta games bersama rekan kerjanya. Bagi mahasiswa dan pelajar juga disediakan arena khusus untuk berkemah, seperti tenda, MCK, dan sumber aliran sungai. Tidak hanya itu, tantangan yang lebih seru juga disediakan pihak pengelola melalui arena paintball-nya. Games yang satu ini cocok bagi tim yang gemar olah strategi. Cukup dengan biaya Rp 50.000 pengunjung bisa menikmati aksi perangperangan dengan batasan tembakan sebanyak 30 peluru. Rencananya, dalam waktu dekat lokasi ini juga bakal dibangun beberapa homestay bagi tamu yang ingin menginap. Selain itu, arena pacuan kuda juga akan dibuka untuk pengunjung yang ingin berlatih kuda.

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012

Sekilas Tentang Treetop Objek Wisata Bukit Naang juga dikenal dengan Naang Treetop. Berasal dari dua kata “Tree” yang artinya pohon dan “Top” yang berarti atas atau puncak sehingga lebih lengkapnya wahana ini disebut sebagai petualangan di atas pohon. Treetop asal mulanya dari Prancis dan saat ini baru terdapat lima Treetop di Indonesia yaitu di Bali, Banyuwangi, Riau, Jakarta (Ancol), dan Semarang. Naang Treetop telah menggunakan standar international sehingga aman untuk digunakan oleh semua kalangan dan usia. Sensasi luar biasa yang bisa dirasakan adalah wahana Flying Fox yang saat ini menjadi Flying Fox terpanjang di Indonesia yaitu + 540 meter dan bisa dirasakan pada ketinggian 22 meter di atas puncak pohon.*  rbc/ziz


27 Ekonomi  HUT Bank Mandiri

Ajak Mahasiswa Mengenal Perbankan

Mahasiswa diajak untuk berkarier di dunia perbankan yang semakin berkembang

Dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri, sebanyak 13 Universitas se-Indonesia serentak diadakan program Bina Lingkungan Mandiri Peduli Pendidikan. Di Riau, Bank Mandiri Cabang Pekanbaru menunjuk Universitas Riau (UR) sebagai tempat pelaksana.

P

ADA acara tersebut, Bank Mandiri Cabang Pekanbaru, memberikan bantuan dana beasiswa sebanyak Rp900 juta lebih, kepada mahasiswa berprestasi di UR. Sekaligus, mengadakan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa, dengan tujuan memberikan keilmuan seputar perbankkan dan prospek perbankkan dalam berperan aktif memajukan perekonomian di Indonesia sejauh ini. Selain itu, Bank Mandiri cabang pekanbaru juga, mengajak para mahasiswa untuk lebih mengenal tentang sektor perbankkan, khususnya Bank Mandiri sebagai Bank nomor satu di Indonesia. Dan tidak lupa, mengajak mahasiswa untuk memilih sektor perbankkan sebagai salahsatu opsi berkarier setelah lulus nanti. Memang tidak dipungkiri, mahasiswa merupakan generasi penerus yang bisa diajak untuk memajukan perekonomian bangsa dan dengan adanya industri perbankkan yang tumbuh subur di Indonesia membuat peluang berkarier di sektor ini sangat bagus sekali, terutama secara financial. Dalam kesempatan ini, Bank Mandiri Pekanbaru mendatangkan Senior Vice President Bank Mandiri Aguarius Rudianto. Ia berbagi pengalaman kepada seluruh

mahasiswa, bahwa memilih karier dibidang perbankkan berlaku untuk semua jurusan, seperti dirinya yang lulusan jurusan komunikasi. Terpenting skill, kualitas dan kemampuan seseorang bisa bermain peran dalam setiap perubahan globalisasi yang setiap tahun terus berubah. “Masa kuliah adalah fase yang sangat penting dalam perjalanan hidup, namun ada perbedaan antara dunia kampus dengan dunia diluarnya. Kedepannya, kita juga akan dihadapkan pada tantangan globalisasi yang semakin kencang. Untuk dapat survive, dibutuhkan berbagai penguasaan skill yang baik. Dengan menguasai skill tersebut, kita akan lebih leluasa dalam memilih karier kedepannya. Salahsatu opsi karier menarik adalah sektor keuangan yaitu perbankkan,” terangnya. Ia mengatakan, kenapa sektor perbankkan manarik. Ada beberapa alasan yang dikemukakannya. Dimulai dari fungsi industri perbankkan itu sendiri sebagai sumber pembiayaan disemua sektor. “ Fungsi Bank sebagai penyalur atau pemberi kredit, dalam kegiatannya tidak hanya menyimpan dana yang diperoleh, akan tetapi untuk pemanfaatannya. Bank menyalurkan kembali dalam bentuk kredit kepada masyarakat yang memerlukan dana segar untuk berbagai usaha,” jelas Rudianto. Jelas saja, sektor perekonomian didiami oleh usahausaha yang bergerak disegala bidang yang memacu tumbuhnya usaha baru yang dapat memajukan perekonomian bangsa. Bahkan tidak dibidang usaha saja, sektor pembiayaan inipun, berlaku juga pada pembiayaan seperti pemenuhan kebutuhan akan tempat tinggal, harta benda, dan keperluan pribadi lainnya. Semuanya, bergantung

pada industri perbankkan yang diberikan melalui kredit. Kemudian kata dia, beberapa tahun belakangan ini, Indonesia semakin dilirik oleh investor asing. Kenapa mereka lebih tertarik berinvestasi di Indonesia dibandingkan di negara lain. Hal itu, dikarenakan oleh beberapa faktor. Saat ini, kepemilikan

pertengahan tahun 2011 ini, demikian juga tren penurunan harga barang-barang komoditas dunia merupakan sinyal negatif terhadap kondisi perekonomian dunia. Kedepannya, perekonomian dunia diindikasikan akan terus melambat, ditandai dengan semakin menurunnya tandatanda kepercayaan konsumen. “Investor asing menyukai investasi di pasar keuangan Indonesia karena Debt to GDP ratio Indonesia hanya sebesar 25%-26%, sementara di Eropa di atas 100%. Credit Rating Indonesia cenderung akan naik menjadi Investment Grade, sementara negaranegara di Eropa cenderung akan di downgrade,” jelas Rudianto. Kabar gembira, datang dari prediksi dari lembaga perekonomian luar negeri mengenai Indonesia 25 Tahun kedepan. Rudianto menjelaskan kabar baik tersebut adalah media-media internasional sangat optimis tentang masa depan Indonesia, bahkan lembaga-lembaga ekonomi seperti PriceWater House & Coopers, Standart Chartered Bank, Goldman Sachs, the Economist, dan lain-lainnya. Percaya bahwa dalam 25 tahun ke depan, ekonomi Indonesia akan masuk dalam 7 besar ekonomi

sebuah laporan baru oleh McKinsey Global Institute. Menurut laporan tersebut juga, ekonomi Indonesia akan didukung oleh 90 juta konsumen yang diperkirakan menjadi tambahan dengan daya beli yang cukup pada tahun 2030, membuatnya menjadi kelas konsumsi ekonomi menyaingi China dan India. Dan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selalu di atas 6% per tahun, sementara banyak negara yang hanya tumbuh 3-4%. Rasanya wajar kita meyakini bahwa Indonesia akan masuk dalam jajaran top 10 ekonomi terbesar di dunia di masa yang akan datang. “Penyebab krisis hutang negara yang masih dominan di Eropa membuat lemahnya tingkat kepercayaan dunia. Mata uang Euro saja yang tidak stabil, juga memberikan sinyal dimana Eropa menjadi tempat yang paling riskan untuk urusan perdagangan dan investasi. Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi untuk kawasan Asia. Fundamental Indonesia yang sangat sehat seperti pertumbuhan ekonomi tinggi, inflasi terkendali dan mata uang yang stabil,” jelas

Kepdulian Bank Mandiri Mandiri memberikan beasiswa kepada mahasiswa

investor asing di Surat Utang Negara (SUN) adalah 30%, sehingga dapat dikatakan pasar Obligasi Indonesia tidak gampang bergejolak apabila investor asing menjual kepemilikan mereka (BI juga bisa menjadi stand by buyer apabila ada yang ingin menjual obligasi di secondary market). Dibandingkan dengan pertumbuhan dunia telah terlihat melemah, sejak

dunia, bersama dengan Amerika Serikat, China, Jepang, India, Brazil, Mexico. Ekonomi Indonesia, bahkan diramalkan akan melampaui Jerman pada tahun 2030. Negara Asia Tenggara yang paling padat penduduknya menjadi jalur ekonomi terbesar ke 7 di dunia tahun 2030, meletakkannya di depan negara-negara maju dari Jerman dan Inggris. Ini, kata Rudianto, berdasarkan

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012

Rudianto. Dan sumber-sumber pendanaan seperti perbankkan, menurut Rudianto akan menjadi penggerak pertumbuhan yang penting pada situasi ekonomi yang semakin bagus tersebut. Mengingat tingginya kebutuhan investasi, khususnya di bidang infrastruktur dan makin banyaknya jumlah orang yang bekerja dan berbelanja, dan juga kreativitas yang makin besar atas inovasi dan teknologi. Karena negara-negara yang akan berhasil adalah negara yang paling banyak memiliki uang tunai, komoditas dan kreativitas. “Perekonomian Indonesia, diramalkan akan menuju masa-masa tersebut. Untuk itu, dunia perbankkan juga akan memiliki prospek yang bagus seiring dengan kemajuan ekonomi negera tersebut,” Rudianto mengakhiri.*

 hes


28 Kesehatan

Akupuntur Juga Bisa untuk Perawatan Kulit Memiliki kulit yang cantik nan indah sudah menjadi impian tiap wanita. Banyak cara dilakukan agar kulit tetap sehat dan terawat. Terapi kuno seperti akupuntur mampu memberikan peremajaan kulit tanpa operasi, dan obat-obatan kimia.

A

KUPUNTUR dikenal sebagai pengobatan alternatif yang efektif dan aman bagi pasien ketika berobat untuk menghilangkan penyakit di tubuhnya. Dengan tusukan jarum yang begitu kecil menancap di kulit, bagi yang baru melihat tentu akan penuh tanya. Apakah ditusuk jarum akupuntur sakit? Ternyata Misranengsih, salah seorang pasien yang datang ke akupuntur mengaku tidak menyadari jika jarum akupuntur telah menancap dikulit wajahnya yang halus. “Tak begitu terasa, awalnya memang ngeri melihat jarumnya yang panjang. Ternyata begitu ditusukkan kekulit, serasa digigit semut” Misra bertutur pengalamanya. Memang benar. Menurut ahli akupuntur Tajuddin, banyak pasien yang baru pertama kali melakukan pengobatan ini tak menyadari jika jarum sudah ditusukkan ke kulitnya. ”Sudah masuk jarumnya,” begitu mereka bertanya. Jarang mereka yang berteriak ”aduh” atau ”sakit” atau keluhan lainnya. Jarum akupuntur berbeda dengan jarum suntik. Pada jarum suntik, bentuknya berupa tabung kecil yang di dalamnya bisa menampung cairan obat yang akan disuntikkan. Lalu ujungnya setajam pisau cukur agar bisa mengiris jaringan kulit. Sehingga jenis jarum seperti ini akan menimbulkan rasa sakit. Sebaliknya, jarum akupuntur bentuknya lebih tipis, padat dan tidak bertabung serta ujungnya tajam. Karena bentuknya ini, maka jarum akupuntur dapat dengan mudah masuk ke dalam kulit dan jauh dari rasa tidak nyaman. Tajuddin menjelaskan, secara sederhana, akupuntur adalah pengobatan yang sangat efektif. Apalagi jika dilakukan dengan benar oleh orang yang berwenang, benarbenar akan manjur dan bekerja secara maksimal. Untuk pertanyaan tentang “apakah akupunktur sakit?”, orang harus tahu bahwa memang sakit sedikit. Tetapi kabar baiknya adalah bahwa rasa sakit yang ditimbulkan bukanlah sesuatu yang tidak bisa ditolerir. Selain itu, masyarakat juga harus tahu bahwa ketika jarum memasuki kulit, pasti akan menyakitkan, tapi hanya akan berlangsung selama beberapa detik. Terkadang sebagian

orang justru ada yang tidak merasakan sakit sama sekali ketika mereka menjalani pengobatan jenis akupuntur. Dengan akupuntur, tidak saja mengobati penyakit dalam seperti stroke, darah tinggi dan lainya. Akupuntur juga sering dimanfaatkan untuk kesehatan kulit dan kecantikan. Sebagian orang mengunakan akupuntur untuk pengobatan jerawat. Dan tidak sedikit pula orang memanfaatkan akupuntur untuk kosmetik. Yang dirancang untuk meremajakan kulit supaya terlihat bercahaya bahkan tampak muda dan kulit menjadi sehat. “Akupuntur dapat menghapus bintik-bintik jerawat, rosacea, atau bintik-bintik hitam karena usia. Selain jerawat, pengobatan dengan akupuntur ini juga dapat memperkuat otot-otot wajah untuk face lift instan. Hal ini dapat meningkatkan produksi kolagen, meningkatkan elastisitas kulit, menghilangkan kerutan dan meningkatkan kulit,” tutur Tajuddin yang buka pratek di jalan Harapan Raya Pekanbaru ini. Bagi beberapa orang, ada saatnya ketika mereka beralih ke akupuntur untuk kesehatan kulit seperti untuk pengobatan jerawat. Keuntungan memiliki kulit bersih tanpa harus menggunakankan banyak bahan kimia pada kulit adalah lebih baik. Dengan demikian, kemungkinan kulit yang dirugikan oleh bahan kimia secara drastis berkurang. Dengan campur tangan akupuntur, pasien menggunakan tubuhnya sendiri untuk menyembuhkan jerawat. “Jadi, jika sudah bosan dan bingung dengan bahan kimia atau obat yang biasa digunakan pada kulit dan mengkhawatirkan efek sampingnya, maka mungkin bisa dicoba obat alami yaitu menemui ahli akupuntur,” ujar Tajuddin. Untuk diketahui, kata Tajuddin, seni akupuntur untuk kosmetik, yakni bagaimana memanfaatkan aliran Qi (energi vital) untuk membuat wajah lebih bersinar dan lebih muda.

Teori pengobatan tradisional Cina ini sangat kompleks dan sederhana pada saat yang sama. Qi diyakini mengalir secara teratur dan tertata melalui dua jalur bebas yang disebut meridian. Ada lebih dari delapan meridian luar biasa yang berperan sebagai reservoir bagi Qi dari dua belas meridian biasa. Jika kondisi Qi optimal sepanjang dua puluh saluran, tubuh memiliki kesehatan 100 persen. Kondisi Qi tercermin terlihat dalam manifestasi lahiriah, termasuk kilau pada kulit, mata yang bersinar, dan rambut yang bersinar. Meningkatkan Qi lokal di wajah memiliki efek menguntungkan dapat diamati secara lahiriah. Selain itu, karena beberapa saluran melintasi wajah, membentuk matriks Qi yang rumit pada seluruh tubuh juga memberikan manfaat. Pada perut, kandung kemih, empedu, san jiao dan meridian usus kecil. Ditambah semua meridian yang dangkal di wajah, serta meridian lain yang memiliki jalur yang lebih dalam di wajah, dipengaruhi saluran Qi yang mungkin akan menguntungkan. Setiap meridian memiliki ‘pasangan’ yang akan dipasangkan. Akhirnya semua meridian reguler interkoneksi

baik satu sama lain dengan meridian saluran luar biasa. Hal ini menjelaskan mengapa akupuntur kadangkadang memilih lokasi titik jarum yang ‘aneh’, jauh dari tubuh yang terkena area tersebut. Karena memang walaupun jauh masih mampu mempengaruhi energi matriks yang rumit dibawahnya serta memilih titik lokalnya. Akupuntur Dapat Mengobati Stroke Stroke, termasuk penyakit yang ditakuti oleh banyak orang. Ditandai dengan kematian jaringan otak akibat berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Akupunktur berguna untuk menyeimbangkan atau membuka sumbatan aliran chi (energi vital) di dalam tubuh. Selain itu akupunktur dapat mengaktifkan syaraf dan merangsang otot. Berkurangnya oksigen ke otak, menurut ahli akupuntur Tajuddin, disebabkan sumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah. Gejala awalnya diketahui pada bagian sistem syaraf pusat terjadi kelemahan otot (hemiplegia), kaku dan menurunnya fungsi sensorik. Selain itu, gejala lainnya juga terjadi di batang otak, dimana terdap-

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012

at 12 syaraf kranial yang menurunkan kemampuan membau, mengecap, mendengar dan melihat baik itu secara pasrsial atau keseluruhan. Refleks menurun, ekspresi wajah terganggu, pernafasan dan detak jantung terganggu, lidah lemah. Daya ingat menurun, hemineglect, serta kebingungan. Berdasarkan hal ini, stroke dapat dikategorikan sebagai penyakit pada sistem peredaran darah dimana berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak yang menyebabkan terganggunya komunikasi otak dengan anggota tubuh yang lain. Stroke dapat disembuhkan dengan memperbaiki sistem peredaran darah dengan cara mengkonsumsi makanan sehat yang membantu kelancaran sistem peredaran darah, pemijatan dan yang terakhir adalah akupunktur. Menurut Tajuddin, pengobatan dengan akupuntur merupakan tradisional Cina. Jarum-jarum yang sangat tajam digunakan untuk menstimulasi titik-titik tertentu pada tubuh. Titik-titik ini terdapat pada jalur energi yang disebut “meridian”. Pengobatan akupunktur dirancang untuk memperbaiki aliran dan keseimbangan energi pada titik-titik meridian ini. Akupunktur telah menunjukkan peningkatan asam nitrat dalam wilayah perawatan dan menyebabkan peningkatan sirkulasi darah dalam daerah tersebut. Titik akupunktur yang diberikan pada pasien stroke ada dua, yakni pada daerah pinggang dan sekitar mata kaki. Seperti dituturkan Evi, kondisi ibunya saat ini sudah mulai membaik. Pertama ia mengalami stroke ibunya ia bawa ke rumah sakit. Satu hari menginab disana, ada temannya menceritakan pengalamanya mendatapi penyakit yang sama, berhasil di sembuhkan lewat terapi akupntur. Tidak buang waktu, hari itu juga Evi memutuskan untuk membawa ibunya berobat dengan terapi akupuntur. Baru dua minggu disana, orang tua Evi sudah mulai bisa berjalan, dari kondisi sebelumnya ia tidak bisa apa-apa, hanya tergeletak diatas tempat tidur tak berdaya. Kini perkembanganya ia sudah bisa berjalan meskipun masih di dalam rumah. “Karena saya yakin akupuntur dapat menjadi terapi penyembuhan, akhirnya ibu saya dapat berjalan lagi setelah diserang oleh penyakt troke yang datangnya seketika. Pertama kena, ibu saya tidak bisa apa-apa, hanya berbaring ditempat tidur, setelah dua minggu dirawat dengan terapi akupuntur, Nampak jauh perkembanganya” ujar Evi. Tajuddin juga mengakui, akupuntur dapat menjadi terapi penyembuhan penyakit stroke. Serta penyakit dalam lainnya.*

 iza


29 Hukum

Geng Motor Jadi Momok Menakutkan Aksi brutal anak belia dengan sepeda motor yang dulu ada di Jakarta, kini meneror Kota Pekanbaru. Warga berharap pihak keamanan dapat membersihkan Kota Bertuah dari aksi brutal mereka.

P

ENGEROYOKAN, perampasan sepeda motor dengan kekerasan, perusakan fasilitas umum, merampok dengan kekerasan, saling bacok antar geng motor serta aksi sadis lainnya menjadi aksi teror ala geng motor. Jika dahulunya geng motor hanya ada di Jakarta dan Bandung, kini sudah membuat geger Kota Pekanbaru. Dari data yang dihimpun Polresta Pekanbaru, aksi terkait kebrutalan geng motor ternyata sudah sering terjadi dan meningkat sejak Juli hingga Oktober 2012. Dalam periode ini, sudah 19 kali aksi brutal geng motor terjadi, dan 16 diantaranya terjadi dari pukul 21.30 WIB hingga 04.00 WIB. Ke-19 aksi brutal ini diantaranya merampas delapan sepeda motor, hilangnya uang Rp12.950.000, dan tiga unit handphone, kerusakan satu unit mobil, 15 orang luka dan dua kritis, serta kerusakan senilai Rp11 juta. Dari keseluruhan aksi brutal itu, Minute alias si Wen, bos geng motor Ghost ight dan Asteq yang diamankan Polresta Pekanbaru, Senin (1/10) silam terlibat di tujuh TKP. Menurut catatan Polresta Pekanbaru, Wen terlibat aksi brutal dengan merusak di Jalan Kartini, SMP Kemala Bhayangkari. Di sana, Wen, masuk ke ruangan OSIS SMP itu secara paksa, Rabu (26/9). Ia merusak laci dan melarikan uang Rp3,6 juta di sana. Berselang sehari, Wen kembali beraksi di lokasi yang sama, SMP Kemala Bhayangkari. Kali ini, ia datang sekitar pukul 02.00 WIB bersama seorang temannya. Dengan menodongkan pisau pada penjaga sekolah, Wen mengaku anak salah seorang mantan guru dan masuk ke ruang bendahara sekolah mengambil uang Rp5 juta di sana. Pada Rabu (26/9) pukul 23.00 WIB, ia juga melakukan perampasan sepeda motor dengan melukai korban di bagian kepala dengan pisau menggunakan samurai. Sementara Kamis (27/9) pada pukul 23.45 WIB, Wen juga melakukan penganiayaan di Jalan Diponegoro hingga menyebabkan korban menderita luka lebam. Selain empat aksi di atas, menurut pihak berwajib, Wen juga berulah di Jalan Kereta Api, Jumat (28/9) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Disini, Wen membacok seorang mantan anggota geng motor Asteq yang sudah bergabung ke dalam XTC. Sepeda motor korban Yamaha Mio berwarna biru BM 3251 NH dibawa lari. Terakhir, dia melakukan penganiayaan dua kali di depan Jalan Sudirman Ahad (30/9) dini hari. Disini, tiga orang menjadi korban penganiayaan dengan kondisi semuanya mengalami luka bacok pada bagian kepala dan dua orang putus pada jari tangannya. Dari belasan aksi kekerasan yang dilakukan geng motor ini, Polresta Pekanbaru dapat memastikan mayoritas merupakan tindakan yang dilakukan deng motor XTC dan Ghost Night. “Tindakan mereka ini bukan lagi kenakalan remaja, tapi sudah merupakan perilaku menyimpang. Karena apa yang diperbuat sudah seperti kejahatan orang dewasa,” ujar Kasat Reskrim AKP Arif Fajar Satria, SIK kepada wartawan. Geng motor ini, kata Arief lagi, merupakan kelompok yang terorganisir. Mereka memiliki bos, ketua I, ketua II, sekretaris dan bahkan bendahara. Untuk Wen, ia mempunyai lima orang kordinator di bawahnya. “Ada dana iurannya juga. Aksi curas (pencurian dengan kekerasan) dan curat (pencurian dengan pemberatan) yang dilakukan untuk membiayai kegiatan kelompok mereka,” papar Arief. Dikatakannya lagi, di Pekanbaru ada lima geng motor, yakni Ghost Night, XTC, Asteq, Bridgez dan Kansas. Sebagian dari mereka adalah anak sekolah. “Anak-anak ini disusupi oleh residivis dan orang dewasa yang sudah putus sekolah untuk bergabung dengan geng motor,” lanjutnya sambil mengatakan pihaknya sudah menyerahkan data 350 orang yang diduga menjadi anggota geng motor pada sekolah-sekolah yang ada di Pekanbaru. Sementara itu, di tengah masyarakat beredar kabar akan adanya aksi untuk memberantas geng motor Sabtu (6/10) akhir pekan

silam. Pesan singkat berantai melalui telepon seluler seolaholah mengajak warga untuk turun menumpas geng motor tersebut. Terhadap adanya isu tersebut, Kasat Reskrim menghimbau agar masyarakat tetap mempercayakan penanganan ini kepada polisi. “Geng motor ini sudah menjadi momok bagi masyarakat. Kami imbau masyarakat agar dapat menahan diri. Serahkan pada kami penanganan ini,” ujarnya. Geng Motor Paling Ditakuti Geng motor muncul pertama kali di Jakarta dan kemudian ke Kota Bandung. Dari sekian banyak geng motor Jakarta dan Bandung, menurut tempo.com ada beberapa kelompok yang paling ditakuti. Diantara geng motor tersebut, kini muncul di Pekanbaru. Y-GEN atau Young Generation Geng ini memiliki slogan “Don’t Make Us Angry”. Geng ini berdiri sejak tahun 1990an di Jakarta. Para pengguna motor bercerita di milis-milis bahwa Y-Gen tidak ubahnya kelompok begal motor. Biasanya mereka konvoi sebanyak puluhan hingga ratusan motor setelah lewat jam 12 malam. Konvoi dimulai dari sekitar markas Y-Gen di daerah Tanjung Priok, dilanjutkan ke Sunter Mall, Kemayoran, Yos Sudarso, Senayan, Sudirman, Kuningan, Menteng, Senen, Pramuka, kemudian kembali ke Priok. Konvoi YGen biasanya juga masuk Tol

Plumpang. Banyak cerita, jika Y-Gen konvoi lebih baik menghindar. Ketika iringiringan Y-Gen berpapasan dengan motor lain, motor langsung diambil paksa. Geng motor Y-Gen punya beberapa ciri yang khas. Mereka biasanya konvoi tidak safety riding alias konvoi tanpa pakai helm dan spion serta mematikan lampu. Usia anggota Y-Gen rata-rata ABG, sekitar SMP-SMA. Motor anggota geng beda dengan klub motor. Y-Gen mengendarai bermacam merek. Namun, mesin sudah ditrondol dengan suara knalpot racing. Jika sedang konvoi, kelompok ini tidak takut pada polisi. Beberapa komunitas biker mempunyai pengalaman melihat kawanan geng Y-Gen merampok pengendara mobil yang sedang parkir. Namun, polisi tidak bisa mencegahnya. PACINKO Pacinko tenar dengan sebutan Pasukan Cina Kota. Kebanyakan anggota geng ini adalah anak keturunan Tionghoa. Pacinko didirikan oleh Johny Indo. Pada era 7080-an, Pacinko ditakuti genggeng motor. Anggota Pacinko sekarang sudah uzur. Namun, Pacinko telah melahirkan geng-geng motor lain. Sebut saja Gamshi atau Gabungan Anak Muda Berprestasi yang jago ngetrek, MGZT (Mangga Besar Anak Ibliz), Hanoman, Aligator, dan Green Eagle. Dari sejumlah geng bentukan Pacinko, hanya Wild Boys yang berbeda. Sebagian besar anggotanya bukan keturunan Tionghoa. Geng bentukan Pacinko biasanya bermusuhan dengan Y-GEN. Ada juga NSR (Night Sons Racing) yang berkawan dengan Y-GEN. NSR sering konvoi dengan Y-GEN keliling Jakarta. Satu saran bila berpapasan dengan Pacinko: menghindar. XTC (Exalt to Coitus) Exalt to Coitus artinya kurang lebih ‘’menyenangi segala sesuatu tentang seks’’. Namun, sekarang berganti menjadi Exalt to Creativity. XTC dibentuk pada 1987 oleh tujuh orang siswa SMA swasta Bandung. Lambang XTC, lebah membawa samurai. Semboyan XTC: “Loe asik gw santai, loe usik gw bantai.” Anggota XTC sekitar 5 ribu di Jawa Barat dengan pusat di Bandung.

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012

Untuk menjadi anggota XTC, calon anggota harus mengikuti penggojlogan di Lembang. Biasanya calon akan diuji ketahanan fisik seperti ditendang, diinjak, dan dipukul. Selanjutnya diadakan tes mengendarai motor ke rumah tanpa rem. Kegiatan lainnya konvoi, adu balap, dan kriminal, seperti penodongan. Brigezz Dibentuk pada 1980-an oleh siswa SMA 7 Bandung dengan singkatan Brigadir Seven. Lama-kelamaan, anggota dan kekuasaan daerah Brigezz semakin luas. Pada 1999, nama geng berubah menjadi Brigadir Gestapu. Awal mula Brigess hanya adu balap liar, tetapi berubah menjadi tindakan kriminal. Brigezz menguasai Jalan Lengkong Besar dan Kecil, lalu Sudirman. Untuk menjadi anggota, calon wajib memiliki ketrampilan bermotor. Calon juga diuji dengan aksi mengundang bahaya dan meminum darah. Polisi pernah menemukan dokumen tentang doktrin angota Brigezz. Ada tiga doktrin, yaitu musuhi polisi, lawan orang tua, dan berlaku jahat di tengah malam. GBR (Grab on Road) GBR juga lahir pada tahun 1989 di SMPN 2 Bandung. Kelompok yang anggotanya mayoritas anak SMP ini mengidentifikasikan diri dengan segala sesuatu yang berbau Jerman. Mereka mengusung bendera berwarna merah-kuning-hitam. Graber, begitu mereka menyebut dirinya, menguasai sepanjang Jalan Sunda, Sumatera dan sekitarnya. Anggotanya tidak sebanyak XTC dan Brigezz, tetapi ditakuti dan sulit ditaklukkan. Tahun 2005 pernah salah satu markas GBR di Margahayu akan diserang XTC, ditunggutunggu XTC tidak kunjung datang, anak-anak GBR langsung yang menyerang markas XTC. M2R (Moonraker) Geng ini didirikan pada 1978 oleh siswa SMA di Jalan Dago. Moonraker berasal dari film James Bond kala itu. Lambang Moonraker berupa bendera merah putih biru dan gambar kelelawar. Dari segi jumlah, Moonraker ada di bawah Brigezz.*  ziz/kci


30 Olahraga

Peringkat Tercapai, Medali Gagal

Target masuk lima tercapai, tapi paralimpian Riau gagal mewujudkan target 50 medali emas.

H

ASIL berbeda diraih dua kontingen Riau dalam mengikuti event olahraga nasional yang baru saja berlalu di Bumi Lancang Kuning ini. Jika kontingen Peparnas Riau sukses mewujudkan target masuk lima besar, kontingen PON gagal mewujudkan ambisi karena hanya berada diposisi keenam dari target masuk lima besar. Sebagaimana diketahui, sebelum Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XIV dimulai, NPC Riau melontarkan target masuk lima besar pengumpul medali terbanyak, dengan asumsi meraih 50 medali emas. Dan hingga hari tertakhir pelaksanaan Peparnas, kontingen NPC Riau berada diposisi tiga besar dengan perolehan 26 medali emas, 39 perak dan 41 perunggu.

Dan hasil itu, berarti dari target peringkat tercapai, tapi kontingen Peparnas Riau gagal dalam mewujudkan target medali emas. Sementara itu, kontingen Jawa Tengah (Jateng) berhasil mempertahankan juara umum dengan jumlah medali terpaut jauh dari kontingen lainnya. Jateng keluar sebagai juara umum dengan mengoleksi 90 medali emas, 55 perak dan 42 perunggu. Sedangkan kontingen Jawa Barat (Jabar) harus puas posisi kedua dengan 54 medali emas, 55 perak dan 34 perunggu. Menyangkut hasil itu, kepada wartawan, Ketua NPC Riau, Jaya Kusuma mengaku puas. Karena dari segi peringkat terjadi peningkatan yang sangat tajam, pada Peparnas sebelumnya yang masih bernama Porcanas di Kalimantan Timur (Kaltim) empat tahun silam, Riau hanya berada diposisi 16

dengan empat medali emas. “Kalau dari peringkat, target kita tercapai,” jelasnya. Jika dari sisi peringkat Jaya mengaku puas, tapi ia kurang gembira dari sisi perolehan medali emas yang memang jauh dari target yang dilontarkan sebelumnya. Namun demikian ia tetap merasa senang, karena ada beberapa atlet baru yang muncul dan membuat kejutan. “Ya memang perolehan medali emas jauh dari target kita. Itu karena beberapa nomor yang sebelumnya masuk dalam target justru lepas, seperti dari atlet Martin Losu, tiga medali emas lepas dan hanya meraih tiga medali perak, serta beberapa nomor lainnya,” ungkap Jaya. Hanya saja, kata Jaya, ada atlet yang sebelumnya ditargetkan tapi gagal, justru banyak pula yang tidak ditargetkan, malah mengukir prestasi hebat. Tak hanya

Target Panahan Riau Meleset Jateng Jadi Penguasa

K

ONTINGEN Jawa Tengah menasbihkan diri sebahgai juara umum cabang panahan pada pekan paralimpik nasional (Peparnas) XIV, 8-11 Oktober 2012 yang digelar di lapangan Panahan Komplek Universitas Islam Riau (UIR), Marpoyan. Total Jawa Tengah sudah mengoleksi tujuh medali emas, tiga medali perak lima perunggu, diikuti DI Yogyakarta dengan raihan enam medali emas tiga perak dan lima perunggu. Sementara diperingkat ketiga disabet Kalimantan Timur dengan dua emas, empat perak tiga perunggu. Tuan rumah Riau sendiri apes. Pasalnya, anak asuh Mulyo pulang tanpa emas. Dari 5 atlet paralimpian yang diturunkan, tidak satu pun yang berhasil memper sembahkan emas. Padahal cabang yang mempertandingkan 16 nomor ini Riau bisa hanya mampu merebut dua perak, empat perunggu. Dua perak dipersembahkan Musahari nomor nomor aduan perseorangan Coumpond dan Nanan Wijanarko nomor recurve male wilchal. Empat perunggu Riau disumbangkan Teguh Sutrisno nomor Recurve Standing putra, Lusia Kismiaty nomor recurve standing putri, Musahari individual Nasional putra dan Joko Wiyono, Nanang Wijanarko, Musahari Nomor tim Nasional putra. Pada pertandingan terakhir yang

diharapkan bisa mempersembahkan Emas kahirnya pupus, setelah Trio Teguh Sutrisno, Musahari dan Lusia Kismiati di Divisi Nasional Mix Team tidak mampu melaju ke babak semifinal setelah dikalahkan tim Kalimantan Tengah yang diperkuat Suhana, Susanto Livudi dan Deasy Olivia Christy. Mulyo, Pelatih Panahan Riau usai pertandingan terakhir, Jumat (12/10) mengaku sedikit kecewa dengan hasil ini. Pasalnya, cabang panahan sudah diproyeksikan untuk menyumbang dua emas. Namun fakta di lapangan berbanding terbalik, mental bertanding atlet Riau dikalahkan kepercayaan diri atlet Jawa Tengah dan DIY yang selalu berjumpa di babak semifinal dan final. ‘’Memang ini diluar target kita, sebelumnya kita optimis itu bisa merebut emas di nomor compound dan dari double mix. Tetapi kenyataannya gagal meraih emas. Padahal peluang dan kualitas atlet kita sama dengan Jateng, tetapi faktor mental memang sangat menentukan,’’jelasnya. Namun demikian, Mulyo tetap memberikan apresiasi atas perjuangan anak asuhnya sejak hari pertama bertanding. ‘’Mereka (atlet,red) sudah berjuang maksimal dan berupaya merebut emas. Mereka sudah mempersembahkan yang terbaik bagi negeri kita,’’ucapnya.

Perenang putri Riau, Melani Putri, mencetak prestasi sensasional di kolam renang Pekan Olah Raga Paralimpik (Peparnas) 2012

menyumbang medali buat Riau, tapi juga sukses memecahkan rekor nasional maupun Asean Paralimpik Games (APG). Terkait dengan kesuksesan paralimpian Riau dalam mewujudkan target peringkat ini, Jaya berharap juga mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. “Kita juga berharap atlet yang meraih prestasi di Peparnas ini mendapat perhatian dari Pemprov Riau,” ungkap Jaya. Ia menjelaskan bila baik atlet PON dan atlet Peparnas diperlakukan sama, maka kalau atlet PON yang meraih medali dapat bonus dari Pemprov Riau, atlet Peparnas juga dapat bonus, besarnya saja yang mungkin yang tidak

sama. Sepertinya, Peparnas XIV ini tidak saja sukses dari pelaksanaan, tapi juga sukses dari sisi prestasi. Ini dibuktikan banyaknya rekor baru yang tercipta. Di renang lahir 72 rekor baru. 23 rekor baru dicabor renang merupakan rekor Asia Tenggara. Dan setelah menuntaskan seluruh pertandingan, Menpora RI, Andi Malarangeng menutup Peparnas XIV ini di Gelanggang Remaja, Pekanbaru, Sabtu (13/10) malam. Dan acara penutupan diisi dengan pergelaran budaya. Selamat jalan paralimpian dari seluruh Indonesia, dan ketemu lagi empat tahun mendatang di Jawa Barat.*

 dri

Riau Juara Umum Boling

T

IM boling Riau berhasil menjadi juara umum dalam perolehan medali. Pertandingan boling sudah berakhir, Jumat (12/10) di Arena Boling Purna MTQ. Riau berhasil mengumpulkan sebanyak 3 emas, 5 perak dan 2 perunggu. Perolehan Riau ini mengungguli Jawa Tengah yang berada di posisi kedua yang raihan

 int

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012

medali sebanyak 3 emas dan 2 perak. Di posisi ketiga dalam perolehan medali sendiri ditempati Provinsi DKI Jakarta. Jakarta mengumpulkan sebanyak 1 emas dan 2 perunggu. Keempat ditempati Kalimantan Timur dengan satu emas dan satu perunggu. Jabar menempati posisi kelima dengan raihan satu emas.

 prc


31 Olahraga  Menpora Tutup Peparnas XIV 2012

Riau Sangat Sukses, Sampai Jumpa di Jateng

B

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Andi Malarangeng, secara resmi menutup Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XIV Riau, Sabtu (13/10) malam, di Gelanggang Remaja. Menpora mengakui penyelenggaraan Peparnas Riau, sangat sukses. “Alhamdulillah, ternyata sangat luar biasa sukses. Dan bukan hanya sukses penyelenggaraannya yang semuan-

ya berjalan dengan baik, tetapi juga prestasinya yang luar bisa,”ujar Andi Malarangeng. Menurut Andi, banyak para atlet paralimpik yang berhasil memecahkan beberapa rekor Peparnas, Asia Tenggara dan tingkat Asia.”Dan karena itu, kita optimistis pada Myanmar nanti, Insya Allah Indonesia bisa berjaya,”harap Andi. Sementara Gubernur Riau HM Rusli Zainal mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Peparnas Riau ini. Gubri meminta kepada para atlet dan official, agar kenangan baik selama berada di Riau, dapat disampaikan kepada sanak saudara di daerahnya masing-masing. “Kalau kenangan yang jelek, tinggalkanlah di Riau, untuk diperbaiki di masa yang

Gubri Dampingi Menpora saat penutupan Peparnas XIV 2012 di Gelanggang Remaja

akan datang. Kami juga memohon maaf, jika ada kekurangan-kekurangan yang ditemukan selama

penyelenggaraan,”sebut Gubri. Dalam acara penutupan ini juga dilaksanakan defille para

atlei paralimpik dari setiap cabang olahraga. Selain itu, juga diserahkan Piala Bergilir kepada kontingen Jawa Timur sebagai juara umum perolehan medali terbanyak di Peparnas XIV Riau. Kemudian, acara juga dilanjutkan dengan penyerahan bendera tuan rumah Peparnas, dari Gubernur Riau HM Rusli Zainal kepada Ketua NPC Pusat Senny Marbun. Selanjutnya, diserahkan kepada Gubernur Jawa Barat yang akan menjadi tuan rumah Peparnas XV Tahun 2016 mendatang. M. Nur Zein.*

 rls

Atlet Peparnas Berharap Bonus dari Gubri R

ANGKAIAN pertandingan 11 cabor Peparnas XIV yang dipusatkan di Pekanbaru, secara bersamaan selesai Jumat (12/10) silam. Dari 32 provinsi yang tampil di event empat tahunan kaum paralimpian ini, Jateng memastikan keluar sebagai juara umum. Jateng mengumpulkan medali terbanyak sejak hari pertama pertandingan hingga terakhir, dengan koleksi 60 emas, 37 perak dan 24 perunggu. Sementara di posisi runner up, milik tim Jabar dengan koleksi medali 42 emas, 41 perak dan 22 perunggu. Tim Papua sukses duduk di peringkat ketiga, dengan raihan 26 emas, 14 perak dan 10 perunggu. Tuan rumah Riau sendiri harus puas finis di peringkat ke empat dengan koleksi medali terakhir 20 emas, 32 perak dan 26 perunggu. Sumut yang hanya selisih satu emas dari Riau, harus puas di posisi ke lima, dengan medali 19 emas, 13 perak dan 7 perunggu. Prestasi yang diraih tim Riau ini merupakan prestasi luar biasa. Ketua Sub I

Peparnas Riau Emrizal Pakis mengatakan, prestasi ini meningkat tajam dari hasil yang diperoleh tim Lancang Kuning pada Peparnas (dulu bernama Porcanas) saat di Kaltim tahun 2008 lalu. Saat itu, Riau finis di peringkat 16. “Ini prestasi yang luar biasa. Artinya, atlet Riau mampu bersaing dengan atlet lain sehingga bisa meraih banyak medali. Dengan prestasi ini akan memotivasi atlet lainnya,” tutur Emrizal Pakis kepada Tribun, usai menutup pertandingan cabor boling di Bandar Serai Pekanbaru. Tidak hanya sukses

prestasi, Riau juga sukses sebagai tuan rumah. Hal ini dibuktikan selama penyelenggaraan, tidak ada hal-hal yang negatif. Semuanya, berjalan seperti air mengalir. “Kita berterima kasih kepada semua panitia yang sudah bekerja siang malam. Panitia juga ikut mengharumkan nama Riau dari segi penyelenggaraan,” tambahnya. Atlet Riau sudah berhasil mewujudkan target yang diapungkan sejak awal. Bahkan masuk empat besar nasional. Tentunya keberhasilan mereka dalam meraih medali, punya motivasi untuk mengharum-

kan nama Lancang Kuning di level nasional. Karena itu, para atlet berharap perjuangan mereka dalam mengharumkan nama Riau juga disamakan dengan apresiasi yang diberikan Pemerintah Provinsi Riau kepada atlet PON XVIII kemarin. Termasuk dalam hal bonus alias jasa prestasi. “Kami tak ada bedanya dengan mereka (atlet PON). Begitu halnya dengan bonus. Kami sangat berharap pemerintah juga memberikan,” harap Budi Sutego, peraih emas cabor boling saat berbincang dengan Tribun. Permintaan yang sama juga diharapkan Mulyadi. Peraih emas cabor boling ini mengharapkan, pemerintah tak pilih kasih. “Kami berharap pemerintah bersikap arif. Kami juga membawa nama Riau di Peparnas ini,” sebutnya. Beberapa atlet dari cabor atletik, tenis meja, bulutangkis dan semua atlet Peparnas Riau yang berhasil meraih medali juga dipastikan berharap yang sama. “Sudah pasti, kalau atlet PON berharap bonus, kami juga,” tambah peraih emas

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012

bulutangkis, Leani Ratri. Menanggapi hal ini, Emrizal Pakis mengaku mendukung apa yang menjadi harapan para atlet tersebut. Namun Plt Kadispora Riau ini lebih melihat kepada kondisi rilnya saja. “Kalau dari saya, secara matematika, seperti itu (atlet Peparnas dapat bonus juga). Artinya, atlet PON dengan atlet Peparnas, harus sama. Kalau ada bonus atlet PON, harus ada pula untuk Peparnas,” katanya. Emrizal Pakis mengaku dirinya belum melihat secara kongkrit itu, apakah anggaran untuk bonus atlet Riau peraih medali di Peparnas, dianggarkan di Pemprov Riau.”Menurut saya, NPC harus berjuang untuk bonus ini. Saya secara akademis saja, secara matematika, memang harus ada. Saya mendukung,” tegasnya. Sesuai jadwal, acara penutupan Peparnas XIV ini akan digelar Sabtu (13/10) malam ini di GOR Remaja Pekanbaru. Acara penutupan ini langsung dipimpin Menpora Andi Malaranggeng.*

 tnc/bis


32

Bupati Teken MoU APBDP Tahun 2012 M

EMORANDUM of Understanding (MoU) Kebijakan Umum AnggaranPrioritas Platfon Anggaran Sementara (Kua-PPAS) APBD Perubahan tahun 2012, ditandatangani langsung bupati dan ketua DPRD Bengkalis.Dari MoU KUAPPAS tersebut total APBD Bengkalis untuk tahun 2012 menembus angka Rp 5,1 trilyun. Penandatangan MoU KUA-PPAS dilaksanakan di lantai dua kantor Bupati Bengkalis, Bupati Herliyan Saleh dengan ketua DPRD Jamal Abdillah disaksikan wakil bupati Suayatno dan wakil ketua DPRD Hidayat Tagore Nasution serta sejumlah kepala SKPD Pemkab Bengkalis dan anggota dewan.Terjadi peningkatan pembelanjaan pada tahun 2012, yang mencapai Rp 1 trilyun lebih dari APBD murni sebesar Rp 4,1 trilyun. Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah dalam sambutannya mengatakan, terjadinya peningkatan APBD tahun ini merupakan suatu berkah. Namun disisi lain ia menyebut dengan kenaikan tersebut merupakan ujian

bagi seluruh stake holder yang akan menjalankan APBD tersebut,sehingga harus dilakukan pengawasan secara ketat. “Untuk menuju clean and good governance, realisasi APBD tahun ini harus dilakukan pengawasan ketat,TAPD harus berhati-hati dalam pembahasan APBD Perubahan. Tujuannya agar semua pembiayaan terkait kepentingan masyarakat dapat terakomodir dalam APBD perubahan ini,” jelas Jamal. Kemudian sambungnya, DPRD Bengkalis sendiri menjadwalkan pengesahan APBD Perubahan atau ketok palu sudah dapat dilakukan tanggal 17 Oktober ini.Sedangkan badan anggaran (Banggar) DPRD tidak terpengaruh dalam situasi politik dan dinamika yang berkembang ditengah masyarakat saat ini dan konsen menyelesaikan pembahasan RAPBD.P. Bupati Bengkalis Herliyan Saleh dalam penjelasannya mengatakan, tingginya dinamika yang terjadi ditengah masyarakat Bengkalis saat ini membuat seluruh pihak meningkatkan kesiapan dan kearifan selaku penyelenggara pemerintahan

dan pembangunan daerah. “Besarnya tuntutan masyarakat akan pelayanan yang baik serta infrastruktur yang memadai menjadikan kita harus bergerak lebih cepat lagi memberikan rangsangan terhadap pertumbuhan ekonomi.Percepatan pembahasan APBD Perubahan tahun 2012 akan dapat memberikan kontribusi bagi upaya-upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat,” terang Herliyan. Secara umum kata bupati, posisi rancangan perubahan pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan

AMUK Dinilai Provokasi Masyarakat

K

ONGRES atau rapat umum yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Utusan Kecamatan (AMUK) yang mengaklaim dirinya perwakilan masyarakat enam kecamatan pada Senin (8/10) lalu di Sungai Pakning dituding merupakan ajang memprovokasi masyarakat diseluruh Negeri Junjungan. “Kongres AMUK yang dilaksanakan dengan mengaklaim diri mereka sebagai perwakilan masyarakat enam kecamatan itu sangat tidak profesional. Orasinya berlebih-lebihan, memprovokasi masyarakat serta menawarkan konflik ke tengah masyarakat yang berujung pada perpecahan,” tandas Rusdi Ispandi, ketua Depot Kreasi Anak Melayu (Dekam) Bukit Batu. Selanjutnya tukas Rusdi, aksi balasan oleh AMUK yang dinilai memprovokasi masyarakat di enam kecamatan yaitu Bukit Batu, Siak Kecil, Rupat, Rupat Utara, Mandau dan Pinggir untuk memusuhi masyarakat di kecamatan Bengkalis dan Bantan.Sedangkan demo GRBB tidak pernah mengajak masyarakat untuk saling bermusuhan dan terpecah, tetapi sebagai koreksi. “Aksi balasan AMUK itu ditengarai karena ada kepentingan sekelompok orang.Seharusnya dalam kondisi sekarang, DPRD dan Lembaga Adat Melayu (LAM) turun tangan menyelesaikan persoalan ditengah masyarakat,”harap Rusdi menawarkan solusi. Akan tetapi sambung pria asli Bukit Batu ini, DPRD dan LAM Bengkalis seperti tidak mau tahu dan lebih memilih menjadi penonton.Situasi seperti inilah yang bakal memicu perpecahan bahkan bisa menjurus pada konflik antar masyarakat. Tidak hanya antara

masyarakat dienam kecamatan dengan dua kecamatan diatas, tetapi juga sesama masyarakat di kecamatan Mandau,Bukit Batu atau Rupat. Kawal Hak Interpelasi Terpisah, anggota presidium GRBB Akramudin Noer kemarin menegaskan bahwa komitmen DPRD untuk menjalankan hak interpelasi diragukan. Untuk itu katanya GRBB akan selalu mengawal proses penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Bengkalis, supaya penggunaan hak interpelasi tidak mengelabui masyarakat terkait tuntutan GRBB saat aksi demonstrasi beberapa waktu lalu. “Pada rapat paripurna Selasa (9/ 10) dewan memang telah memutuskan penggunaan hak interpelasi terhadap bupati dan wakil bupati.Kita berharap, proses tersebut berjalan dengan benar sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam perundang-undangan serta konstitusi negara, bukan akal-akalan dewan,” ucap Akramudin. Dikemukakannya, banyak persoalan yang terjadi di Bengkalis dan harus dituntaskan.Misalnya masalah program jamkesmasda yang macet total, gaji guru honor yang sampai sekarang tidak dicairkan,lambannya gerak pembangunan,menurunnya indeks kesejahteraan masyarakat, program ADD,UED-SP, Inbup-PPIP yang selalu molor direalisasikan serta pembangunan infrastruktur yang diabaikan. “Yang lebih parah lagi dalam pemerintahan di Bengkalis sekarang ini diduga akibat campur tangan pihak luar.Hal itu terindikasi dari penempatan pejabat yang tidak melibatkan baperjakat,” tukas Akramudin mencontohkan.  dks

daerah dalam nota kesepakatan perubahan KUA-PPAS tahun 2012 meliputi tiga hal.Pertama, pendapatan daerah mengalami peningkatan sebesar Rp 1.012 trilyun, dari sebelumnya Rp 2.456 trilyun.Kedua, belanja daerah mengalami perubahan dari sebelumnya Rp 3,7 trilyun menjadi Rp 4,2 trilyun.Sedangkan ketiga soal pembiayaan daerah mengalami perubahan signifikan. Perubahan tersebut terkait dengan seslisih penerimaan pembiayaan daerah yang bersumber dari SILPA yang sebelumnya Rp1,6 trilyun atau bertam-

 dks

Kinerja Pansus LPJ Keuangan Daerah Dipertanyakan

D

PRD Bengkalis dinilai tidak memberikan ruang kepada publik, terkait dengan laporan penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD) yang tertuang dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) bupati tentang pengelolaan keuangan daerah tahun 2011. Pengamat hukum dan pembangunan Bengkalis Syafril Naldi SH, kepada media menyebutkan, kinerja panitia khusus (Pansus) DPRD Bengkalis untuk LPJ keuangan daerah tahun 2011 patut dipertanyakan.Seharusnya informasi LPPD tersebut disampaikan ke masyarakat, sesuai dengan aturan waktunya paling lambat 3 bulan setelah tahun anggaran 2011 berakhir. “DPRD memang memiliki tanggungjawab membahas LPJ keuangan daerah tersebut,tetapi keterlambatan yang diduga disengaja menutup ruang publik untuk memberikan pendapatnya atas pelaksanaan pemerintah daerah dalam penggunaan keuangan daerah.Hal itu diatur dalam peraturan pemerintah (PP) nomor 03 tahun 2002 tentang laporan penyelenggaraan pemerintah daerah kepada pemerintah (LPPD) dan informasi laporan penyelenggaraan pemerintah daerah kepada masyarakat,” papar Syafril Naldi. Seharusnya ujar Syafril, masyarakat dapat memberikan tanggapan atas informasi laporan penyelenggaraan pemerintah daerah paling lambat enam bulan setelah informasi LPPD disampaikan.Tujuan harus adanya partisipasi masyarakat adalah untuk bahan masukan perbaikan penyelenggaraan pemerintah

NO: 708 TAHUN XIII/ EDISI 16 - 22 OKTOBER 2012 CMYK

bah sebesar Rp 29 milyar dan pengeluran pembiayaan daerah yang berubah dari sebelumnya Rp 324 milyar menjdi Rp 880 milyar.Terdapat penambahan pada sektor tersebut sebesar Rp 555 milyar. “Dapat saya sampaikan juga bahwa peruntukan belanja pada APBD Perubahan tahun 2012 ditekankan pada empat kebijakan utama,” jelas bupati. Kebijakan pertama, meliputi penambahan kegiatan yang belum terakomodir dalam APBD murni tahun 2012 yang mencakup 29 item.Kedua, kebijakan melengkapi kebutuhan dana dalam rangka memenuhi target yang harus dipenuhi pada tahun anggaran 2012 sebanyak 20 item kegiatan. Kebijakan ketiga, adalah penyiapan perencanaan dalam bentuk kajian maupun perencanaan bagi kegiatan-kegiatan untuk tahun 2013 mencakup 17 item.Sedangkan yang keempat adalah kebijakan pengurangan anggaran pada kegiatan-kegiatan yang kemungkinan besar tidak dapat dilaksanakan baik secara keseluruhan maupun sebahagian, mencakup 14 item.

daerah. “LPJ akhir tahun anggaran itu disusun berdasarkan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) yang merupakan penjabaran tahunan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).Hal itu menyangkut dengan arah kebijakan umum pemerintah daerah yang memuat visi, misi dan strategi serta prioritas kebiajkan daerah,” jabar Syafril. Atas dasar itulah dia dan bersama elemen masyarakat Bengkalis lainnya menilai bahwa laporan Pansus DPRD Bengkalis tentang LKPJ bupati, tidak memberikan ruang kepada publik untuk membahasnya.Kelemehan tersebut, membuat peran serta masyarakat dalam mengawasi serta memberikan masukan terhadap penyelenggaraan pembangunan daerah tidak berjalan. Sebelumnya, pada Selasa (9/10) DPRD Bengkalis melaksanakan rapat paripurna laporan akhir pansus LKPJ Bupati tentang pengelolaan keuangan daerah.Seluruh fraksi di DPRD Bengkalis menerima laporan pansus, meskipun awalnya Fraksi Gabungan Laksamana menolak, tetapi setelah melalui lobi-lobi akhirnya menerima laporan pansus. Kalangan masyarakat bereaksi bahwa LKPJ keuangan daerah tahun 2011, seharusnya tidak diterima DPRD Bengkalis.Hal itu didasarkan pada asumsi hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tentang pengelolaan APBD Bengkalis tahun 2011 yang dinyatakan disclaimer (tidak wajar dan tanpa pendapat,red).

 dks


beritaazam.com