Issuu on Google+

#5

Android Wear Smartwatch Informasi Bergerak Bersama Manusia Google semakin giat meluncurkan berbagai varian produk weareable atau produk dengan sentuhan teknologi yang dapat dipakai oleh manusia se ap saat. Pada awalnya Google meluncurkan kaca mata pintar, yaitu Google Glass yang berhasil membuat penggunanya nyaman hidup bersama teknologi. Google Glass telah diluncurkan secara resmi untuk pengguna di tahun 2014. Pada tahun yang sama, Google membuat wearable Android Wear Smartwatch. Seper yang dilansir dari portal www.macrumors.com, Google resmi meluncurkan produk jam tangan pintar ini pada pertengahan bulan Maret dengan menggandeng perusahaan penyedia perangkat yaitu Motorola, LG, HTC, Asus, dan Samsung. Selain itu, Google bekerjasama dengan Broadcom, Imagina on, Intel, Mediatek, dan Qualcomm untuk memproduksi chip. Tak lupa Google mengajak produk‐produk fashion seper The Fossil Group untuk memperkenalkan jam tangan pintarnya pada dunia. Melalui fitur touch dan perintah berbasis suara dengan awalan “Ok, Google”, produk ini dapat mempermudah pengguna dalam menggunakan fitur Google Now, mengirim pesan, update dari aplikasi social media favorit, hingga memantau kesehatan dan kebugaran tubuh pengguna. Yang tak kalah menarik, fitur “Ok, Google” dapat digunakan sebagai pengontrol perangkat lainnya. Sebuah perangkat smartphone pribadi dapat dihubungkan dengan jam tangan pintar ini untuk menjalankan music player pada smartphone bahkan memindahkan film favorit ke televisi. Semua fitur yang diberikan itu, tentu akan membuat Android Wear Smartwatch dak kalah menakjubkan dibandingkan dengan Google Glass. (bil/trz)

100

Susunan Redaksi Pelindung : Dr. Agus Zainal Arifin, S.Kom., M.Kom. Penasehat : Radityo P. Wibowo, S.Kom, M.Kom Penanggung Jawab : Ardhiansyah Baskara Pimpinan Umum : Nabilla Sabbaha A. P Pimpinan Redaksi : Zainul Alim Sekretaris : Annisa Zaskia Putri Reporter : Tri Sutrisno Nusantara Brantas Pranata Nusa Esti Widyapraba Ahmad Fauzan Mufid Editor : Ariesty Rafika Desiner : Claudio Denta Irawan Layouter : Ardian Adi Nugraha Distributor : Muh. Aunorafiq Musa

Apr ‘14

FTIf Journey - “A Happy Journey”

Logo “Botol” Hasil dari kekompakan peserta FTIF Journey 2014

Mengusung tema Collabora on, Care and Ac on, FTIf Journey tahun 2014 diadakan pada tanggal 8 – 9 Maret lalu. Selama dua hari mahasiswa baru dari jurusan Teknik Informa ka dan Sistem Informasi berbaur dalam menimba ilmu dan berbagi pengalaman. Didasari dengan ga dasar ilmu yaitu kefakultasan, Sosial Masyarakat, dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, FTIf Journey dibuka di Jurusan Teknik Informa ka oleh Wakil Dekan, Bu Mahendrawathi Erawan, Ardiansyah Baskara, selaku Ketua BEM FTIf, dan kedua ketua himpunan dari Teknik Informa ka dan Sistem Informasi, yaitu Hawari Rahman dan Vilat Sasax. Peserta dibagi ke dalam empat kelompok besar yang disebut Distro dan di‐

#SpreadTheKindness

bagi lagi ke dalam lima kelompok kecil yang disebut dengan deriva ve. Kegiatan selama dua hari ini terdiri dari talkshow, materi, simulasi, outbound, dan simulasi total. Pada hari kedua, pelaksanaan FTIf Journey berpindah ke Jurusan Sistem Informasi. Kegiatan di hari kedua didominasi dengan outbound yang dilaksanakan di ap deriva ve. Tidak hanya outbound, peserta dipancing kekri sannya dalam merancang grand design kegiatan pengabdian masyarakat sesuai dengan tema yang ditentukan di ap deriva ve. `Setelah melaksanakan kegiatan selama dua hari, mahasiswa baru F T If mendapatkan kesempatan bekerja sama secara komunal dengan menyusun botol bekas. Nan nya botol bekas tersebut diwarnai dengan cat supaya menjadi berbentuk logo FTIf. Kegiatan ini tentu merupakan kesempatan yang langka bagi mahasiswa FTIf untuk berkumpul sebab jarak yang cukup jauh antar dua jurusan ini. Hal tersebut diamini oleh dua peserta dari FTIf Journey yaitu Provani dan Naufal yang menyatakan kebermanfaatan dari kegiatan ini dengan materi‐materi baru yang didapatkan di kegiatan ini. Selain itu, mereka menyatakan senang kare‐

001


karena diberikan kesempatan berkenalan harapkan dapat beraksi bersama. Seluruh dan belajar bersama dengan mahasiswa warga dan civitas yang ada di FTIf pun dari satu fakultas,FTIf. Semua kebersamaan harus dapat melakukan yang terbaik Keakraban dan demi terciptanya FTIf yang kebermanfaatan mampu berkolaborasi, dalam satu fakultas peduli dengan sesama dan ini diharapkan dak melakukan aksi nyata dan hanya berhen konkrit. Maka dari itulah sampai selesainya Pela han ini menjadi ajang pela han dan KPP silaturahmi dan berjumpa dari FTIf Journey. kembali bagi pani a dan Sesuai dengan semua yang terlibat di‐ temanya yaitu kola‐ kekompakan peserta sedang diuji dalam sebuah game dalamnya. bagi pesertapun borasi, peduli dan aksi.diharapkan ke demikian, ini merupakan moment yang depannya mahasiswa baru FTIf dapat saling baik bagi mereka untuk mengenal saudara berkolaborasi, peduli dan beraksi bersama. baru yang menjadi bagian dalam keluarga Tidak hanya mahasiswa baru saja yang di‐ FTIf. (ar/trz)

Nokia X: Handphone Android rasa Windows Phone Awal tahun 2014 ini, Nokia mengguncang dunia smartphone dengan meluncurkan Nokia X. Nokia X merupakan smartphone Nokia pertama yang menggunakan sistem operasi Android. Nokia yang akhir‐akhir ini lekat dengan Windows Phone seke ka “ban ng se r” dengan meluncurkan Nokia X. Sebelum Nokia X diluncurkan, seper yang kami ku p dalam website tech.fistpost.com, Nokia pernah mengeluarkan statemen bahwa mereka dak akan memproduksi handphone dengan sistem operasi Android. Sekilas dari pernyataan tersebut, Nokia seper melakukan blunder. Namun

010

disisi lain, sebenarnya Nokia punya strategi lain melalui peluncuran Nokia X ini. Seper yang diberitakan di media, Nokia X ini rencananya akan dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Nokia X ini dibanderol pada angka antara 1 juta hingga 2 juta rupiah. Dengan harga yang terjangkau itu, Nokia akan menyasar pada kelas low end. Pasar kelas low end saat ini memang sangat dominan di dunia smartphone. Selain harga yang menarik, fitur yang ditawarkan juga cukup ciamik. Melalui sistem operasi berbasis Android 4.1 Jelly Bean, Nokia merombak stereo p ma‐

syarakat mengenai Android. Tampilan utama menu Nokia X ini tampak seper tampilan sistem operasi Windows Phone yang biasa diproduksi oleh Nokia. Bisa dibilang, Nokia X ini dak “murni” Android. Bahkan, aplikasi‐aplikasi yang biasa ditemui umumnya pada Android yaitu Google Apps sama sekali dak berbekas di Nokia X. Semua aplikasi‐ aplikasi Google digan kan oleh aplikasi‐ aplikasi Windows Phone, termasuk Play

buat aplikasi berbasis Android, khususnya Nokia X. Hal ter‐ sebut tentunya sangat menguntungkan Nokia dalam melakukan ekspansi di dunia smartphone. Seper yang kami ku p dalam wpcentral.com, saat ini,Windows Phone terletak di posisi ke ga sebagai pla orm paling populer, setelah Android dan iOS. Dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan, kita dak boleh menganggap remeh kekuatan Nokia dalam eksistensinya di dunia smartphone saat ini. Masih nokianesiablog.com/2014/03/selamat-datang-nokia-x-di-indonesia.html banyak lagi spekulasi yang mun‐ Store yang biasa menjadi pengelola cul setelah diluncurkannya Nokia X. aplikasi Android. Nan nya, pengelola M e s k i p u n s u d a h b a n y a k y a n g aplikasi akan digan kan oleh Nokia melakukan review, mulai dari user Apps. Tampaknya, Nokia berusaha tes ng, majalah, tablid maupun untuk membuat pengguna asli Android melalui video youtube Namun, kita “move on” menuju Windows Phone. Hal harus menunggu hingga Nokia X benar‐ ini sering digembor‐gemborkan oleh benar resmi diluncurkan ke publik Nokia dalam akun sosial medianya supaya bisa menilai ketangguhan dengan hashtag #switchtolumia. perangkat baru ini. Dan kita semua Pada segmen pengembang, pas berharap semoga produk nokia Nokia juga tampaknya punya strategi kali ini dapat memuaskan usernya dan jitu. Beberapa saat setelah Nokia X dapat menyamai bahkan menyaingi diluncurkan, Nokia langsung membuka produk produk saingan yang sudah peluang para pengembang untuk mem‐ beredar di pasar. (trz)

#SpreadTheKindness

011


Buletin Reload #4 Spread the Kindness