Issuu on Google+

FKIK Newsletter

2nd edition September 2013

Orienta si P en

en

kademik dan A n Ke a l a b

BEM FKIK UIN Jakarta

a an sa ng

g

OPAK 2013

@bemfkik

BEM FKIK UIN JKT


FKIK Newsletter

September 2013

2nd edition

Editorial Bismillahirrohmanirrohim, Puji syukur kita sampaikan kepada Allah Swt. Semata-mata karena rahmat dan nikmat dari Allah Swt kita masih diberikan nikmat hidup. Sholawat dan salam selalu kita sanjungkan kepada Nabi Muhammad Saw. Melalui risalah kenabian Beliaulah kita mampu meneladani kepemimpinan yang unggul. Orientasi Pengenalan Akademik dan Kebangsaan (OPAK) tahun 2013 tingkat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan merupakan rangkaian yang terintegrasi dan sistemik. Dalam rangkaiannya, terdapat beberapa perbedaan dan persamaan dengan proses pengembangan leadershipkaderisasi pada OPAK tahun 2012. Semua proses tersebut dilakukan secara transparan, terukur (berbasis kebutuhan) dan telah disepakati bersama dengan pihak dekanat. Secara konseptual, proses pengembangan leadership-kaderisasi dapat dipelajari secara keseluruhan melalui alur kaderisasi dan buku panduan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) tingkat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan tahun 2013. Selain itu, untuk memastikan semua grand design tersebut dapat berjalan secara efektif dan unggul, kami pun melakukan Ketua BEM FKIK 2013 proses seleksi yang terbuka terhadap mahasiswa angkatan FKIK tahun 2011 yang berminat untuk menjadi mentor (kakak pembimbing). Mahasiswa terpilih tersebut selanjutnya mengikuti pelatihan mentor sebanyak tiga kali dan langsung dilakukan monitoring melalui buku evaluasi mentor. Mentor bertanggungjawab untuk melakukan pembimbingan dan penanaman nilai-nilai kepada mahasiswa baru selama kurang lebih satu semester. Pendampingan tersebut mudah-mudahan dapat membentuk para mahasiswa baru untuk bisa menerapkan nilai-nilai revitalisasi peran mahasiswa sebagai solusi terhadap kondisi bangsa. Selain itu, kami pun mengintegrasikan alur kaderisasi tersebut dengan BEM setiap Prodi. Hal ini kami maksudkan supaya proses kaderisasi tersebut dapat berimbang dan berbasis pada kebutuhan masing-masing program studi. Demikian sambutan yang dapat saya sampaikan. Kami sangat menunggu sumbang saran dan kritik dari semua mahasiswa dan stakeholders. Mudah-mudahan kita dapat menjadi hamba-Nya yang selalu memperbaiki diri.

Zaki Ismatullah

Content FKIK Newsletter No. 02/NL/09/2013

Newsletter Team Fikry Awaluddin Randy Septiansyah Eko Wahyudi Siti Khotijah Sri Esti Wulandari

Prakata Ka. Pelaksana Serba - Serbi OPAK Apa Kata Mereka Dokumentasi

Hal. 12

OPAK 2013

Hal. 4 - 11

Mentor Ujung Tombak Kaderisasi MABA

Alur Kaderisasi Hal. Mahasiswa Baru 13 - 14 Facebook : BEM FKIK UIN Jakarta Twitter : @bemfkik

Hal. 15

Penerapan SJSN 2014

2


bemfkik 2013 Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Collaboration in Excellence BEM FKIK UIN Jakarta @bemfkik

BEM FKIK UIN JKT


FKIK Newsletter

2nd edition

September 2013

Prakata

subhan Asfari Ketua Pelaksana OPAK FKIK 2013

Alhamdulillah, segala puji bagi ALLAH tuhan semesta alam. Semoga rahmat dan nikmatnya selalu tercurah, dan keridhoan-NYA selalu menyertai setiap langkah kaki dan hembus nafas kita. Shalawat serta salam kita haturkan kepada makhluk paling mulia, yang setiap perkataanya adalah kebenaran, dan setiap perbuatannya adalah kebaikan, dialah Muhammad SAW. Semoga kita menjadi salah satu umat beruntung yang mendapatkan syafaatnya di hari akhir nanti. Tak terasa sudah lebih dari tiga bulan semenjak gagasan serta konsep utama OPAK FKIK 2013 tercetus. Sebagai tindak lanjut dari ide cerdas tersebut, dibuatlah musyawarah internal BEM FKIK sehingga melahirkan rancangan OPAK FKIK 2013 yang menjadi bagian dari kaderisasi mahasiswa FKIK yang terstruktur serta sistematis. Kali ini OPAK FKIK dilandasi oleh 3 nilai dasar, diantaranya akademik, kebangsaan, budi pekerti dan ke-Islaman. Ketiga nilai fundamental tersebut dikombinasi dalam bentuk yang proporsional sehingga diharapkan mahasiswa baru FKIK akan memiliki karakter ideal mahasiswa setelah mengikuti OPAK. Diantara berbagai unsur yang dibutuhkan untuk mensukseskan OPAK FKIK, terbentuknya panitia pelaksana yang kompeten dan solid merupakan elemen yang penting. Open recruitment panitia pelaksana dilakukan dengan cukup ketat karena peserta harus memenuhi berbagai kualifikasi khusus. Walau terkendala dalam hal publikasi, namun pada akhirnya open recruitment berhasil menjaring mahasiswa terbaik FKIK yang akan menjadi eksekutor salah satu dari alur kaderisasi mahasiswa FKIK ini. Panitia pelaksana tidak serta merta diberikan tugas langsung untuk melakukan persiapan dan pelaksanaan OPAK, tetapi harus melalui berbagai pelatihan dan pembentukan karakter mahasiswa yang ideal. Seperti tema yang diangkat pada OPAK FKIK tahun ini yaitu “excellence”, untuk membentuk mahasiswa baru yang excellence, maka panitia pelaksananya harus excellence terlebih dahulu. Sebagai contoh , mentor harus melalui tahap pelatihan dan pembentukan karakter yang disebut TOM (Training of Mentor) yang dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Setelah melalui tahapan ini, mentor akan siap untuk terjun langsung membimbing mahasiswa baru. Selain itu, penanaman nilai-nilai mahasiswa ideal diberikan dengan dua arah yang saling terintegrasi, yaitu dengan penyampaian materi dan praktek dalam bentuk debriefing, evaluasi dan mentoring. Sehingga dalam OPAK FKIK ini, akan tercapai harmonisasi konsep penanaman nilai. OPAK FKIK dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Setiap langkah harus terencana dan terkordinasi dengan jelas. Tidak boleh ada sedikit pun berada diluar konsep yang direncanakan. Selain itu, harus dipersiapkan tindakan dari berbagai kemungkinan yang terjadi, sehingga jika terjadi hal-hal diluar dugaan, tidak berakibat fatal terhadap alur acara dan jalannya OPAK FKIK. Namun demikian, tetap saja terdapat kelemahan dalam eksekusinya, terutama dari segi ketepatan waktu pelaksanaan tiap alur acara. Akan tetapi, antusiasme peserta OPAK FKIK telah memberikan supply semangat kepada panitia pelaksana untuk tetap melaksanakan OPAK FKIK dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya secara professional menganggap kekurangan yang ada sebagai bahan evaluasi untuk OPAK FKIK yang akan datang. Akhir kata, terima kasih kepada semua pihak yang membantu dan mendukung OPAK FKIK 2013. Terima kasih kepada jajaran Rektorat UIN Syarif Hidayatullah dan Dekanat FKIK atas arahan konsep dan birokrasi. Terima kasih kepada seluruh panitia OPAK FKIK dan jajaran BEM FKIK, suatu kehormatan bagi saya untuk berjuang bersama kalian. Terima kasih kepada USMR (UIN Syahid Medical Rescue) atas kerjasamanya sebagai tim medis dalam OPAK FKIK. Semoga tiap peluh yang kita rasakan, menjadi saksi terhadap niat baik kita di hari akhir nanti.

4


Apa Kata Mereka ??? OPAK FKIK 2013 telah dilaksanakan tanggal 28 Agustus sampai 1 September 2013. Kegiatan ini terdiri atas, OPAK Universitas, OPAK Fakultas dan OPAK Jurusan.Bagaimana sih kesan yang didapat mahasiswa baru tentang acara OPAK FKIK 2013 khususnya OPAK Fakultas? Yuk, kita lihat tanggapan mereka!

7 4


Mentor Ujung Tombak Kaderisasi Mahasiswa Baru

Mahasiswa baru merupakan status yang disandang oleh orang-orang yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu Perguruan Tinggi, selepas sekolah menengah atas (SMA). Dengan adanya perubahan status tersebut, maka para mahasiswa baru harus bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Tentu saja dalam proses adaptasi tersebut, mereka tidak dibiarkan meraba jalan mereka sendiri, melainkan diberi pembekalan terkait dengan skill dan pengetahuan seputar kehidupan perkuliahan maupun lembaga kemahasiswaan di tingkat Perguruan Tinggi. Pembekalan terhadap mahasiswa baru tersebut berlangsung sejak satu minggu sebelum kegiatan OPAK, saat OPAK, bahkan setelah selesai OPAK tahun 2013. Adapun orang-orang yang cukup intens dalam melakukan pembekalan tersebut kepada mahasiswa baru adalah para mentor, seorang yang memiliki komitmen kuat untuk membimbing dan membantu adik-adiknya (mentee) dalam beradaptasi dengan lingkungan baru selepas SMA dan ketika berada jauh dari orang tua mereka. “Menjadi mentor itu berkah� Hal tersebut merupakan ungkapan dari salah seorang mentor, Irham PSF 2012, yang menjadi bagian dari kepanitiaan OPAK 2013. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mentor adalah pembimbing /pengasuh. Dalam proses pemilihan seorang mentor, dipilih seorang yang memiliki komitmen kuat untuk menjadi mentor. Selain itu, tulus dan istiqomah merupakan karakteristik yang

tidak kalah pentingnya untuk menjadi seorang mentor. Menjadi seorang mentor merupakan hal yang tidak mudah, karena dengan menjadi seorang mentor berarti kita sudah memikul amanah untuk mendidik, membimbing, dan menjadikan diri kita sebagai role model maupun contoh yang baik dalam setiap perkatakan maupun tindakan yang kita lakukan. Dengan adanya tanggung jawab yang diemban oleh mentor, hal tersebut bertujuan untuk membentuk mahasiswa yang excellence. Untuk memenuhi hal ter sebut, maka mentor pun harus melewati serangkaian proses pelatihan agar mampu melahirkan mentor yang memiliki kompetensi mumpuni dalam mentoring/membimbing mahasiswa baru untuk menghadapi dunia perkuliahan maupun berbagi pengalaman ketika menjadi mahasiswa baru dan senior. Dengan adanya para mentor ini diharapkan dapat membantu mahasiswa baru dalam mengenal kampus maupun perkuliahan berdarasarkan dari pengalaman maupun informasi yang diberikan oleh mentornya, tidak hanya pada saat OPAK saja, melainkan berkelanjutan secara terus-menerus setelah selesai kegiatan OPAK hingga periode kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) 2013 berakhir. Akan tetapi secara tersirat, hubungan yang sudah terjalin antara mentor dengan menteenya diharapkan tidak akan berakhir hingga waktu yang tidak terbatas pula. Dengan demikian, diharapkan para mentor tersebut mampu menciptakan mahasiswa baru yang kompak dan solid secara lintas program studi sehingga mampu berkolaborasi membentuk suatu kesatuan dalam membangun FKIK ini dan kesehatan di Indonesia kea arah yang lebih baik. Dengan demikian, mentoring merupakan salah satu aspek penting dan ujung tombak dalam proses kaderisasi mahasiswa, dimana dalam proses ini para mentor harus mampu merangkul para menteenya dan menanamkan nilai-nilai yang membentuk karakter dari seorang mahasiswa excellence dengan cara yang santai tanpa adanya pemaksaan. Proses kaderisasi sendiri menjadi suatu hal yang urgent, terkait dengan regenerasi kepemimpinan suatu organisasi, yang berusaha membentuk maupun memunculkan karekterisktik mahasiswa baru excellence yang diharapkan akan melahirkan calon-calon pemimpin baru yang kompeten. (Rini)

12


Alur kaderisasi Mahasiswa Baru 2013 Selamat datang Mahasiswa Baru FKIK 2013! Selamat kepada kalian yang telah melewati rangkaian acara OPAK (Orientasi Pengenalan Akademik dan Kebangsaan) 2013 selama 5 hari berturut-turut Agustus lalu. OPAK merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan dalam rangka menyambut kedatangan Mahasiswa Baru (Maba). Suatu awal transformasi dari siswa menjadi MAHASISWA. Setiap tahunnya, OPAK ini mengalami perbaikan sistem yang semakin lama semakin membaik, dari segi materi-materi yang diberikan, penanaman nilai-nilai, dan juga rangkaian kegiatannya. Tentunya perbaikan itu ditujukan agar setiap tahunnya, kader maba yang dihasilkan pun semakin baik. Jika kita kembali ke tahun – tahun sebelumnya, OPAK ini sudah beberapa kali berganti nama. Mulai dari tahun 2010, yaitu PROPESA (Program Pengenalan Studi dan Almamater). Kemudian ditahun 2011 berubah menjadi OAK (Orientasi Akademik dan Kebangsaan). Kemudian barulah di tahun 2012 berubah menjadi OPAK. Dan tentunya tidak hanya nama saja yang mengalami perubahan, tapi juga dari konsep dan sistemnya juga sedikit berubah s e m a k i n m e m ba i k . S e c a r a u m u m , O PA K diharapkan mampu memberikan pencerahan kepada maba terkait segala hal tentang dunia kampus. Tidak hanya sampai OPAK saja proses yang harus dilalui oleh maba, tapi ada beberapa alur kaderisasi yang harus diikuti. Setelah OPAK, maba harus mengikuti Latihan Kepemimpinan Dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) I dan II. Di sini, maba diberikan materi-materi seputar kepemimpinan dan manajemen oleh pemateri – pemateri berpengalaman yang luar biasa dan ahli dibidangnya. Selain itu, ada juga Kampung Aktifis, dimana maba akan diperkenalkan dengan BEM dan juga LSO (Lembaga Semi Otonom) yang ada di FKIK. Insyaallah apa yang diberikan dalam LKMM ini akan bermanfaat, baik itu di perkuliahan atau organisasi.

Selanjutnya, maba diajak untuk lebih mengakrabkan lagi satu sama lain pada Malam Keakraban yang diadakan selama 2 hari 1 malam. Kegiatan ini bertajuk kebersamaan dan ikatan hati dalam naungan persaudaraan antar sesama maba dan juga kakak-kakaknya. Di malam inilah akan terasa dimana hubungan persahabatan yang semakin erat antar Prodi se - FKIK. Diharapkan dari malam ini, maba angkatan 2013 menjadi semakin kompak dan solid. Di akhir proses kaderisasi, maba akan diberi tugas untuk mengkonsep sebuah acara dan merealisasikannya yang dinamakan FINAL PROJECT – 'DARI ANDA UNTUK FKIK TERCINTA.' Pada waktu inilah saatnya maba menerapkan apa yang didapatkan mulai dari hari per tama OPAK, LKMM, dan juga Makrab. Menuangkannya dalam suatu proyek sosial yang ditujukan untuk memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat. Itulah alur kaderisasi yang harus dilalui oleh maba FKIK. Dikarenakan panjangnya alur yang dilalui, maka waktu yang diperlukan pun selama satu semester penuh, bahkan lebih. Tahun lalu pun alur kaderisasi berjalan seperti itu dan sukses menghasilkan mahasiswa yang berkualitas dan aktif, tidak hanya diperkuliahan, tapi juga di organisasi, baik itu internal ataupun eksternal kampus. So, buat kamu Maba FKIK 2013, jangan lewatkan satu pun rangkaian alur kaderisasi yang akan dilaksanakan! Karena itu semua dibuat untuk kalian semua, agar kalian menjadi mahasiswa unggul dan berkualitas. Siap menempuh lika-liku kehidupan mahasiswa yang akan dihadapi kedepannya. FKIK 2013! EXCELLENCE (Refi)

13


Alur kaderisasi Mahasiswa Baru 2013

01

OPAK Orientasi Pengenalan Akademik dan Kebangsaan

LKMM

Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa

03

02

Makrab Malam Keakraban

Final Project

04 14


Pencerdasan:

Penerapan SJSN Tahun 2014 Apa itu SJSN? SJSN adalah Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) merupakan amanat UUD 1945 yang mewajibkan negara mengembangkan sistem j a m i n a n s o s i a l ba g i s e l u r u h r a k y a t d a n memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu, sesuai dengan mar tabat kemanusiaan. SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional) bidang Kesehatan sudah akan dimulai pada 1 januari 2014. SJSN Kesehatan atau disebut juga JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) mencakup pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif termasuk pelayanan obat dan bahan medis habis pakai. Direncanakan akan dijalankan secara bertahap hingga mencakup seluruh penduduk Indonesia. Hal ini sesuai dengan ko n s t i t u s i U U D 1 9 4 5 , pa s a l 3 4 a y a t 2 mengamanatkan negara untuk mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat, kemudian pada ayat 3 dinyatakan negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Dengan SJSN Kesehatan diharapkan dapat memeratakan ketersediaan dan jangkauan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu. Namun kenyataannya hingga kini persiapannya tidak jua memadai. Masih terjadi silang pendapat dan ketidakjelasan mengenai implementasi SJSN Kesehatan yang menyangkut pembiayaan, maupun penyiapan sarana serta tenaga kesehatan yang diperlukan. SJSN Kesehatan dijalankan berdasarkan prinsip asuransi sosial hingga seluruh masyarakat dapat memperoleh jaminan pelayanan kesehatan yang bermutu tanpa mengalami risiko ďŹ nansial yang membebani. Sesuai dengan prinsip asuransi sosial, pembiayaan berasal dari premi yang dibayarkan dan besarnya sesuai dengan tingkat sosial ekonomi masyarakat.

Dalam APBN 2013, Pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk persiapan pelaksanaan SJSN, antara lain berupa penyertaan modal negara, peningkatan kapasitas puskemas dan rumah sakit milik Pemerintah. Selain itu, Pemerintah juga menyediakan anggaran untuk peningkatan kesadaran masyarakat akan manfaat pelayanan kesehatan, serta anggaran sosialisasi, edukasi dan advokasi kepada masyarakat tentang SJSN dan BPJS. Sumpah Pemuda dengan SJSN Tanggal 28 Oktober 2011 kemarin adalah hari penting bagi seluruh 'pejuang' SJSN yang tersebar di seluruh Indonesia. Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, RUU BPJS (Rancangan Undang-undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) akhirnya disahkan menjadi undangundang. Dengan disahkannya RUU BPJS ini, semangat rakyat akan penggapaian keadilan sosial di Indonesia semakin membara. Sebelumnya, mari kita ingat-ingat lagi bagaimana panjangnya proses pengesahan RUU BPJS ini. Pada tanggal 19 Oktober 2004, UU No. 40 tahun 2004 tentang SJSN disahkan. Pada pasal 52 ayat 2 disebutkan bahwa UU BPJS semestinya sudah disahkan selambat-lambatnya 5 tahun setelah UU SJSN disahkan (red: 2009). Namun pada praktiknya, RUU BPJS baru dapat disahkan pada tahun 2011 setelah pembahasan selama 1 tahun dengan desakan dari berbagai pihak yang menganggap pemerintah terlalu lama menundanunda pengesahan RUU BPJS ini. Mulai 2014, Pemerintah menanggung iuran bagi masyarakat miskin dan kurang mampu (yang disebut sebagai Penerima Bantuan Iuran atau PBI) untuk menjamin keikutsertaan mereka dalam program ini. Dengan berbagai kebijakan tersebut, alokasi belanja negara akan meningkat secara signiďŹ kan. ď‚&#x; Program Jaminan Kesehatan Nasional Program jaminan kesehatan digelar berdasarkan prinsip asuransi sosial dan ekuitas, yaitu kesamaan dalam memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan medis yang tak terkait dengan besaran iuran yang dibayarkan. Besar iuran ditetapkan sebagai prosentase tertentu dari upah, bagi mereka yang memiliki penghasilan. Pemerintah akan membayarkan iuran bagi mereka yang tidak mampu (fakir miskin).

15


ď‚&#x; Program Jaminan Ketenagakerjaan Nasional

Program jaminan ketenagakerjaan nasional digelar paling lambat mulai pertengahan 2015 oleh BPJS Ketenagakerjaan. Program ini meliputi empat jaminan, yaitu (a) kecelakaan kerja, (b) hari tua, (c) pensiun, dan (d) kematian. (a) Jaminan Kecelakaan Kerja Program ini bertujuan untuk memberikan kepastian jaminan pelayanan dan santunan jika tenaga kerja mengalami kecelakaan saat menuju, menunaikan dan selesai menunaikan pekerjaan. Jaminan ini juga memberikan pelayanan medis untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan. Program ini diberikan pada peserta yang membayar iuran, yang besarnya ditetapkan secara proporsional terhadap upah, dan seluruhnya ditanggung pemberi kerja. Bentuknya berupa pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis, dan uang tunai bagi pekerja yang mengalami cacat tetap total atau meninggal. (b) Jaminan Hari Tua Program ini merupakan program jangka panjang yang diberikan dalam bentuk uang tunai secara sekaligus saat peserta memasuki masa pensiun. Jika peserta meninggal, program ini bisa diterimakan kepada ahli waris yang sah. Program Jaminan Hari Tua digelar berdasarkan prinsip asuransi sosial (asuransi dengan pembayaran iuran antara pekerja dan pemberi kerja) atau tabungan wajib. Besar manfaat dihitung berdasarkan akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya. Program ini diberikan kepada peserta yang membayar iuran, yang besarnya ditetapkan secara proporsional terhadap upah, dan ditanggung bersama oleh pemberi kerja dan pekerja. Bagi pekerja tidak menerima upah, besar iuran dalam jumlah nominal, dan ditetapkan oleh Pemerintah. (c) Jaminan Pensiun Program ini dibayarkan secara berkala dalam jangka panjang sebagai substitusi dari penurunan atau hilangnya penghasilan karena p e s e r t a m e n c a pa i u s i a t u a ( p e n s i u n ) , mengalami cacat total permanen, atau meninggal. Pada dasarnya mekanisme jaminan pensiun digelar berdasarkan asuransi sosial. Namun bagi pekerja yang tidak memenuhi batas minimal jangka waktu pembayaran iuran, diberi kesempatan melalui mekanisme tabungan

wajib. Pekerja ini mendapatkan uang tunai sebesar akumulasi iuran dan hasil pengembangannya saat berhenti bekerja. Sama seperti program Jaminan Hari Tua, peserta jaminan pensiun adalah pekerja yang telah membayar iuran, yang dihitung secara proporsional terhadap upah, dan ditanggung bersama oleh pemberi kerja dan pekerja. Bagi pekerja yang tak menerima upah, besar iuran dalam jumlah nominal dan ditetapkan oleh Pemerintah. (d) Jaminan Kematian Program Jaminan Kematian merupakan program jangka pendek sebagai pelengkap progam jaminan hari tua, yang dibiayai dari iuran dan hasil pengelolaan dana santunan kematian. Manfaat jaminan kematian diberikan kepada ahli waris yang sah pada saat peserta meninggal dunia. Program ini diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran. Bagi pekerja penerima upah, iuran dihitung proporsional terhadap upah, dan sepenuhnya dibayar oleh pemberi kerja. Bagi pekerja yang tidak menerima upah, besar iuran dalam jumlah nominal, dibayar oleh peserta dan ditetapkan oleh Pemerintah. Disahkannya RUU BPJS menjadi undangundang, jangan menjadikan perjuangan kita ikut surut bahkan berhenti dalam memperjuangkan keadilan sosial. Justru, disini lah awal mula perjuangan yang sesungguhnya. Banyak hal-hal yang harus selalu diperhatikan. Jangan sampai pelaksanaan UU BPJS ini molor seperti UU SJSN, mengingat transformasi BPJS sendiri tidak lah mudah. Dibutuhkan keseriusan dari pemerintah, BPJS itu sendiri, serta keaktifan masyarakat dalam mengikuti proses berjalannya SJSN ini. “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia� tidak diciptakan oleh pemerintah melainkan oleh rakyat itu sendiri! (Esti)

16


17


18


Coming soon...

19


Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Collaboration in Excellence

bemfkik 2013


FKIK Newsletter 2nd Edition