Issuu on Google+

Majalah Online DEPARTEMEN KAJIAN STRATEGIS

Follow us: @birok3p INFO: www.tamanhukum.com

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PADJADJARAN


Daftar Isi: Artikel 1: ______________________________ Alat Persatuan (Refleksi 17 Agustus) Artikel 2: ______________________________ Kajian Bidik Misi Artikel 3: ______________________________ Kajian Registrasi Semester Baru Artikel 4: ______________________________ Kajian Fasilitas Internet di Kelas Artikel 5: ______________________________ Sengketa Stasiun Barat Bandung

INFO Kegiatan: 2 September 2013: Sosialisasi Program Kerja Bakal Calon Dekan FH Unpad di Auditorium Lantai 4 Perpustakaan MK 2-3 September 2013: Open Recruitment Panitia Next Generation 2013 4 September 2013: Public Hearing Delegasi NMCC Soedarto, 15.00 WIB @Auditorium Lantai 4 Perpus MK 4-5 September 2013: Open Recruitment Legal Expo 5 September 2013: FORSI Unpad di Jatinangor, kumpul jam 13.00 WIB di Sekre BEM 5-6 September 2013: Open Recruitment Panitia Padjadjaran Law Fair 2014 7 September 2013: Library Tour angkatan 2013 9-10 September 2013: Open Recruitment Panitia (IAS) Indonesia Agent Summit 2014 10 September 2013: Padjadjaran Healthy Day, “FUN FUTSAL” at 20.00 WIB @YPKP 10-11 September 2013: Open Recruitment Panitia Piala Dekan


11-12 September 2013: Open Recruitment PORANG 12-13 September 2013: Open Recruitment Panitia (SAT) Seminar Akhir Tahun 14 September 2013: Gathering MAPAK 2013 16-17 September 2013: Open Recruitment Ubah Kampung 17-18 September 2013: Open Recruitment (CPS) Club of Public Speaking 18 September 2013: Nutrifood Job Seeker 18-19 September 2013: Open Recruitment SEMNAS HAKI 19 September 2013: Padjadjaran Healthy Day, “FUN BASKET” & GEBYAR FH Unpad part I 23-24 September 2013: Open Recruitment FH Unpad Mengabdi


TIM PENYUSUN: DEPARTEMEN KAJIAN STRATEGIS BEM FH UNPAD

Kepala Departemen: Alfonsius JP Siringoringo

Kepala Biro (KAIL) Kajian Ilmiah: Afif Aliimul Hakim Staff: - Gemma - Zia - Ricky - Hanief - Vio

Kepala Biro (K3P) Kajian Kebijakan Kampus & Publik: Kama Sukarno Staff: - Fatha - Radius - Ais - Gita

FOLLOW

@PLF_2014 @IASunpad2014

Contact Person BEM FH Unpad Pos Kesejahteraan dan Advokasi Mahasiswa: 233EC92A (Pin BB) E-mail: bem@fh.unpad.ac.id Twitter: @BEMFHUNPAD


ALAT PERSATUAN Corgito Ergo Sum

17 Agustus 1945, bangsa Indonesia melakukan proklamasi kemerdekaan yang menandakan awal dari lahirnya sebuah bangsa merdeka, bangsa yang memiliki kebebasan dan kedaulatan untuk menentukan nasibnya sendiri, tidak lagi berada dalam naungan bangsa asing. Tidak oleh bangsa Spanyol, tidak oleh bangsa Portugis, tidak oleh bangsa Belanda, tidak oleh bangsa Inggris, tidak oleh bangsa Jepang, tidak oleh bangsa manapun, TIDAK! Bangsa Indonesia adalah tuan di negri nya sendiri, bangsa Indonesia adalah bangsa merdeka yang bebas menentukan nasib nya, sama seperti bangsa manapun di muka bumi. 68 tahun sudah berlalu semenjak proklamasi kemerdekaan telah dikumandangkan. 68 tahun sudah roda sejarah bergulir semenjak proklamasi kemerdekaan di kumandangkan. Namun pada hari ini 17 Agustus 2013, marilah kita masing-masing bertanya pada diri sendiri „apakah betul

bangsa Indonesia sudah membuka dan melewati pintu

kemerdekaan, yakni sebuah pintu yang mengantarkan bangsa Indonesia ke sebuah ruangan yang bernama kesejahteraan umat manusia?â€&#x;. Hari ini, penulis akan mengajak para pembaca, khususnya mahasiswa, untuk kembali mengingat mengenai alat persatuan bangsa, sebuah alat, yang dapat pula disebut kunci dari pintu kemerdekaan, yakni nasionalisme. Menurut penulis, siapapun yang memiliki kekuatan, memiliki tanggung jawab. Semakin besar kekuatan tersebut, maka akan semakin besar tanggung jawabnya. Mahasiswa, memiliki kekuatan besar, yaitu pengetahuan yang didapatnya di bangku perkuliahan. Tidak banyak yang dapat berkuliah. Kekuatan tersebut tidak semua orang dapat menikmati. Kekuatan yang dapat mengubah masa depan, ya, kekuatan yang teramat besar. Lalu kepada siapa kekuatan ini harus dipertanggungjawabkan? Rakyat.

1


Tulisan ini ditujukan terutama kepada mahasiswa. Tulisan ini bertujuan untuk mengingatkan pentingnya persatuan bangsa, sebab, mahasiswa memiliki andil yang sangat besar dalam persatuan bangsa. Mengapa? Ya itu tadi, mahasiswa memiliki kekuatan yang berupa pengetahuan; juga memiliki tanggung jawab, kepada rakyat. Semoga tulisan ini dapat membangkitkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya nasionalisme, sehingga terpancing ide-ide dalam sanubari mereka untuk menumbuhkan rasa nasionalisme disekitarnya. “Engkau hei pemuda pemudi, kerjakan lah pekerjaanmu sebaik-baiknya. Kerjakan lah sebaik-baiknya, oleh karena apa yang kau kejar saat ini ialah ilmu. Dan ilmu itu BUKANLAH untuk mu sendiri, tetapi untuk anak-cucumu, untuk Rakyat Indonesia, untuk Tanah Air Indonesia, untuk Negara Republik Indonesia. Maka saudara-saudara dan anak-anak ku sekalian, kenangkan lah akan hal ini, pengorbanan-pengorbanan kita telah berat sekali. Sebab seluruh orang-orang Indonesia yang telah terkubur didalam taman makam pahlawan, menunggu-nunggu kehadiran mu, agar engkau dapat memberikan sumbangan mu terhadap tanah air dan bangsa� -Bung Karno

Nasionalisme! Nasionalisme bukan suatu hal yang muncul begitu saja. Nasionalisme itu lahir dari sepasang faham yang dikawinkan, yakni kesadaran dan sejarah. Pasangan ini, yakni kesadaran dan sejarah, adalah sepasang orang tua yang melahirkan anaknya, yakni nasionalisme, serta merawat anak tersebut dari kecil hingga matinya anak tersebut. Pasangan yang unik ini, tidak saja melahirkan anak tersebut tapi juga selalu berdiri berdampingan bersama anaknya. Hingga akhir hayat anak tersebut, kedua orang tua akan selalu ada, selalu menjadi satu kesatuan dengan si anak, tidak dapat dipisahkan. Sehingga bila si anak mati, maka si orang tua akan mati. Bila orang tua mati, mati pula si anak!

2


Ya memang, saya tahu, keluaga yang satu ini agak aneh, tapi itulah adanya. Tanpa keluarga ini, mungkin jepang, China, Iran, India tidak akan menjadi sebuah bangsa seperti saat ini Ah ya, perumpamaan saya yang berbentuk personifikasi mengenai nasionalisme di paragraph atas sebenarnya adalah hasil penelitian saya terhadap pemahaman bangsa yang di cetuskan oleh Ernest Renan dan Otto Bauer. Ernest Renan mengatakan bahwa bangsa lahir dari dua hal : pertama, sekumpulan manusia yang memiliki sejarah yang sama; kedua, adanya kemauan untuk hidup bersama. Begitu pula Otto Bauer yang mengatakan hal serupa bahwa suatu bangsa dapat lahir ketika ada kemauan untuk hidup bersama. Lalu apakah hubungan bangsa dan nasionalisme? Mari kita masuk ke pemahaman tentang Nasionalisme menurut Hans Kohn dalam bukunya Nationalism. Menurut Hans Kohn, nasionalisme pada dasarnya ialah satu perasaan yang tidak dapat dipisahan dari geopolitik, yakni sebuah perasaan dasar yang dimiliki setiap manusia sejak zaman dahulu kala, yang merupakan sebuah nalar alamiah manusia akan kecintaannya pada kampung halaman. Dalam perkembangannya nasionalisme itu melekat pada suatu bangsa terhadap wilayah tanah airnya, namun menurut Hans Kohn, nasionalisme adalah suatu hal yang asbtrak, karena dua hal: -

pertama, suatu perasaan yang sama, dirasakan oleh jutaan orang di suatu wilayah, padahal tidak mungkin dari jutaan manusia setiap orang mengenal satu sama lain;

-

kedua, dirasakan jutaan orang di sebuah wilayah yang luas, padahal belum tentu setiap orang pernah mendatangi setiap daerah yang ada di wilayah tersebut (katakanlah provinsi-provinsi yang ada di sebuah Negara).

Nasionalisme, yang abstrak itu, membentuk suatu bangsa. Nasionalisme itu dapat dikatakan pula adalah bentuk perasaan yang muncul oleh karena sekelompok orang,

3


dalam sebuah wilayah geo-politik yang sama, mengalami nasib yang sama, sehingga sama-sama muncul sebuah kesadaran untuk berjuang bersama. Dari paragraph diatas, dalam satu paragraph disebutkan 4 kata kunci, yakni nasionalisme, sejarah, (nasib yang sama), kesadaran, lalu bangsa. Ke empatnya adalah hal yang mirip tapi berbeda, saling berkaitan dan saling membentuk. Bila tadi dikatakan bahwa nasionalisme adalah anak dari pasangan sejarah dan kesadaran, maka, bangsa adalah sebuah ladang yang digarap dan dirawat oleh si anak yakni nasionalisme. Ladang

tersebut digarap, dirawat, diberi pupuk, bila dihinggapi hama maka sang

pemilik ladang akan dengan sigap memberantasnya. Tanpa si pemilik ladang, ladang tidak akan menghasilkan apapun, tak akan berbeda dari suatu bidang tanah liar. Jika si pemilik ladang hilang, dan hama dating menyerang ladang, maka akan habis ladang tersebut dimakan hama! Tanpa nasionalisme, tidak akan ada persatuan, tidak akan ada kesejahteraan suatu bangsa! Tanpa nasionalisme, akan habis kita diperbudak bangsa asing! Nasionalisme adalah modal persatuan, modal kesejahteraan di masa depan!

Nasionalisme Bangsa Indonesia Dalam berbagai tulisan nya dalam Dibawah Bendera Revolusi (sebuah buku yang berisi kumpulan tulisan-tulisan Bung Karno) , Bung Karno menjelaskan tentang Nasionalisme bangsa Indonesia. Menurut beliau, nasionalisme kita bukanlah nasionalisme ke-baratan, yang muncul dari kesombongan bangsa, bukanlah nasionalisme yang agresif yang sifatnya “menyerang� bangsa-bangsa lain, bukanlah nasionalisme yang lahir karena sebuah keinginan untuk merajai dunia, bukanlah suatu nasionalisme yang berorientasi pada perdanganan yang untung atau rugi. Nasionalisme kita tidak diarahkan keluar, tapi ke dalam.

4


Nasionalisme kita adalah nasionalisme yang ke-timur-an. Nasionalisme kita adalah nasionalisme yang berupa kesadaran dalam diri manusia akan sebuah cinta pada kemanusiaan, sebuah kesadaran untuk berbakti pada tanah air, kesadaran bahwa adanya pekerjaan bersama antara kita dan bangsa-bangsa lain, kesadaran bersama bahwa kita adalah “perkakasnya Tuhan”, serta kesadaran bahwa kita adalah abdi dari kaum yang sengsara. Nasionalisme kita haruslah nasionalisme yang mencari keselamatan umat manusia! Nasionalisme kita haruslah nasionalisme yang berorientasi pada masyarakat, yaitu Sosio-Nasionalisme. Sosio-nasionalisme, atau nasionalisme masyarakat, lahir dari keadaan-keadaan yang nyata di dalam masyarakat. Sosio-Nasionalisme bukanlah nasionalisme “ngelamun” atau “mengkhayal” tetapi ialah nasionalisme yang penganutnya berdiri di dalam masyarakat! Sosio-Nasionalisme ini betujuan untuk memperbaiki keadaan-keadaan masyarakat, bertujuan untuk menolong seluruh kaum tertindas, tidak ada lagi kaum sengsara. Sosionasionalisme menolak tiap tindakan borjuisme, yang mana merupakan penyebab utama dari masalah masyarakat itu. Sosio-nasionalisme itu adalah nasionalisme politik DAN ekonomi, yang bertujuan untuk mencari keberesan negeri DAN rezeki. Sosio Nasionalisme ini menuntut penganutnya untuk terus revolusioner, terus bekerja, untuk terus berusaha menumpas kemelaratan, penindasan, dan kemiskinan.

Ayo mahasiswa! Pembaca, terutama mahasiswa. Sadarilah bahwa bila kita perluas definisi dari „merdeka‟ itu, maka kita belum merdeka. Apakah merdeka itu dimana jutaan anak masih menangis kelaparan didalam rumahrumah tak berlampu? Apakah merdeka itu dimana jutaan laki-laki dan perempuan yang sosoknya tidak begitu berbeda dari ayah dan ibu kita tiap hari mengais tempat sampah untuk makan?

5


Kita ke starbucks ingin membeli segelas kopi, yang padahal kopi Toraja atau kopi Sumatra, harus merogoh kocek sebesar Rp. 50.000. Kita ingin berlibur misalnya ke Bali, harus merogoh kocek hingga belasan bahkan puluhan juta Rupiah. Bahkan ingin main di Dufan saja paling tidak untuk tiket masuknya harus mengeluarkan ratusan ribu rupiah! Sadarkah kita bahwa kita seperti tamu di Republik kita sendiri? Merdeka kah keadaan yang demikian? Maka, teman-teman, kemerdekaan yang diprokalmirkan pada 17 Agustus 1945 hanyalah sebuah pembuka. Revolusi kita belum selesai, masih begitu banyak yang harus diperjuangkan. Sadarilah bahwa kita dililit oleh apa yang disebut neo-kapitalisme. Sadarkah berapa banyak hutang Negara? Setiap tahun mau tidak mau kita selalu menambah hutang. Mau bayar hutang? Bagaimana caranya jika seluruh hasil kekayaan tanah air kita di korupsi pejabat sendiri? Semenjak turunnya UU no.1 tahun 1967 tentang penanaman modal oleh bangsa asing hingga sekarang, kita di lilit, di cengkram oleh bangsa barat. Kekayaan Tanah Air Indonesia tidak dinikmati oleh Bangsa Indonesia. Di masa sekarang, tidak perlu lagi pedang maupun meriam untuk menjajah sebuah bangsa, saat ini penjajahan dilakukan dengan ekonomi. Mereka menertawakan kita, sesekali bergumam “hahaha Indonesia is such a beautiful doll, easy to play but a beautiful one”. Pembaca, sebagian dari kalian akan menganggap “halah ngapain ngomongin hal-hal besar, ayo kerjain hal-hal kecil dulu. Hal-hal kecil aja belum becus dikerjakan”. Saat membicarakan nasionalisme, sebagian dari kalian akan menganggap bahwa nasionalisme adalah satu “hal yang besar” yang sulit untuk didapat. Saya katakan, nasionalisme itu mudah didapat! Sadarilah bahwa betapa indahnya negri Indonesia! Gunung-gunung nya yang berjejer membentang dan mengancam langit, samudra nya yang membentang berisikan segala macam kekayaan laut, tanahnya yang luar biasa kaya, hewan dan tumbuhannya, aku lupa manusia-manusia nya.

6


Jika engkau menyadari betapa luar biasanya negrimu, jika engkau menyadari betapa Tuhan telah mengkaruniai bangsa Indonesia sebuah tanah air yang luar biasa, maka akan muncul nasionalisme itu! Tentunya ada banyak cara untuk mendapatkan nasionalisme itu. Tidak harus menjadi seorang kutu buku untuk menjadi seorang nasionalis, bahkan olahraga bisa mengantarkan kita pada nasionalisme! Yang penting adalah kesadaran! Hilangkanlah segala perasaan skeptis, buang jauh-jauh! Hilangkanlah pikiran tentang “ah Indonesia, ngapain lah, percuma koruptor nya kebanyakan” atau “ah Indonesia, apa lagi yang bisa diolah, udah habis semua kekayaan alam kita” atau “ah Indonesia, buat apa sih mikirin orang-orang yang bahkan ga peduli sama saya” atau “ah Indonesia, mau kayak Inggris atau Amerika? Mimpi!” jangan, mohon jangan! Mereka yang tidak mendapatkan pendidikan tinggi, wajar merasa seperti itu. Tapi, kita mahasiswa? TIDAK! Kalau kita generasi penerus bangsa ini sudah putus asa, lalu siapa lagi yang akan melakukan perjuangan? Kalau kita putus asa dan berjuang, lalu bagaimana nasib anak-cucu dan saudara-saudara kita nanti? Kalau mau hidup harus makan; makanan didapat dari hasil pekerjaan; tidak bekerja maka tidak makan; bila tidak makan, pasti mati! Itulah undang-undangnya dunia! Bilamana suatu waktu keadaan dunia berubah menjadi lebih kejam, dengan keadaan hutang negara kita yang tidak berubah misalnya, maka seluruh rakyat Indonesia, seluruhnya, ya Anda dan Saya, akan merasakan dampak yang bahkan tidak mau saya bayangkan. Maka mahasiswa, kita sebagai agent of change, harus membawa perubahan. Kita harus membawa persatuan. Tanpa persatuan, pasti kita akan binasa! Nasionalisme adalah salah satu cara untuk mendapatkan persatuan. Janganlah kita sampai terjangkit penyakit individualisme. Janganlah kita menerima begitu saja mentah-mentah politik pembodohan yang dilakukan „mereka. Mari kita mulai. Mari kita mulai revolusi kita.

7


Sebab kita tidak bernegara untuk satu windu saja, tapi beribu-ribu windu lamanya! Nasib Indonesia ada pada kita, Mahasiswa! Demi anda, demi saya, demi orang tua kita, demi mereka yang mengenal kita, demi mereka yang tidak mengenal kita namun membutuhkan kita, demi Bangsa dan Tanah Air Indonesia Merdeka! Kama Sukarno Kepala Biro K3P (Kajian Kebijakan Kampus & Publik) Departemen Kajian Strategis

8


HARUSKAH KAMI MENGGALI LOBANG MENUTUP LOBANG UNTUK MENIKMATI PENDIDIKAN YANG LAYAK? (Beasiswa Bidik Misi sering terlambat, apakah harus kami berhenti menggapai cita-cita kami?) Corgito Ergo Sum

Pendahuluan Pendidikan

adalah

perubahan

dari

menjadi

tahu,

suatu

proses

ketidaktahuan pendidikan

juga

merupakan suatu proses perubahan seseorang

menuju

kedewasaan.

Pendidikan sangat dibutuhkan oleh semua orang, tidak peduli kaya atau miskin, pendidikan harus dinikmati oleh semua kalangan masyarakat. Dalam pasal 31 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 telah dijamin mengenai hak untuk mendapat pendidikan : “Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”. Pada ayat (2) UUD 1945 adalah penjaminan setiap warga negara untuk mengenyam pendidikan dasar dar pemerintah berhak membiayainya. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa pendidikan mampu merubah garis kemiskinan, merubah status sosial seseorang. Namun apakah hanya pendidikan dasar saja yang menjadi kewajiban pemerintah untuk membiayainya? Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 pasal 5 ayat (5) telah dijamin: “Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat.” Namun persoalannya adalah mampukah warga miskin seorang anak penjual koran mengenyam pendidikan tinggi? Mampukan seorang anak penjual gadogado menjadi dokter atau sarjana hukum? Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun 2010 meluncurkan program Bidik Misi untuk memberikan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dan bantuan biaya hidup

9


kepada 20.000 mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi di 104 perguruan tinggi penyelenggara. Program ini merupakan program seratus hari kerja Menteri Pendidikan Nasional yang dicanangkan pada tahun 2010 yang pada tahun 2011 ini dilanjutkan dengan kembali menerima 20.000 calon mahasiswa yang diselenggarakan di 117 perguruan tinggi penyelenggara selain melanjutkan angkatan 2010. Agar program Bidik Misi dapat dilaksanakan sesuai dengan prinsip 3T, yaitu: Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, dan Tepat Waktu, maka diharapkan para pimpinan dan atau pengelola perguruan tinggi dalam melakukan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi mengacu pada pedoman ini. Selain itu pedoman ini diharapkan juga dapat mempermudahcalon mahasiswa atau mahasiswa penerima terkait dengan implementasi program Bidik Misi. Sementara tujuan dari Bidik Misi tersebut adalah : 1. Meningkatkan motivasi belajar dan prestasi calon mahasiswa, khususnya mereka yang menghadapi kendala ekonomi; 2. Meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi peserta didik yang berpotensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi; 3. Menjamin keberlangsungan studi mahasiswa sampai selesai dan tepat waktu; 4. Meningkatkan prestasi mahasiswa, baik pada bidang akademik/kurikuler, kokurikuler maupun ekstra kurikuler; 5. Menimbulkan dampak iring bagi mahasiswa dan calon mahasiswa lain untuk selalu meningkatkan prestasi; 6. Melahirkan lulusan yang mandiri, produktif dan memiliki kepedulian sosial, sehingga mampu berperan dalam upaya pemutusan mata rantai kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat

Pembahasan Program Bidik Misi ini tidak dipungkiri memiliki beberapa kendala, salah satunya yang paling fatal adalah keterlambatan pencairan dana untuk buku dan kehidupan sehari-hari mahasiswa. Mahasiswa haruslah meminjam atau tetap meminta kepada orang tuanya untuk biaya sehari-hari kehidupan selama kuliah ataupun biaya buku. Padahal beasiswa

10


tersebut diperuntukan bagi masyarakat miskin yang sudah tidak dipungkiri bahwa orang tua dari masing-masing penerima beasiswa tersebut tidak mampu. Salah satu contoh adalah, sebagaimana dilansir dari Kompas 18 Juni 2013, terhentinya penyaluran beasiswa pendidikan Bidikmisi bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu selama enam bulan terakhir. Penyaluran yang terhenti tersebut hanyaterjadi pada program Bidikmisi di perguruan tinggi agama Islam negeri. Padahal, beasiswa sebesar Rp 600.000 per bulan itu sangat berarti bagi mahasiswa penerima, khususnya untuk biaya hidup dan kos.

Apabila hal ini terjadi pada mahasiswa di Universitas Negeri lainnya maka hal ini akan berakibat fatal, mahasiswa dapat melakukan berbagai aksi untuk unjuk rasa dimana aksi-aksi tersebut mungkin akan merugikan diri mereka sendiri atau orang lain. Padahal, penerima bidik misi bukan hanya pada 5 atau 6 Universitas Negeri saja di Indonesia, namun mahasiswa penerima Bidik Misi ini terdapat di seluruh Universitas Negeri di Indonesia. Masalah lainnya adalah jumlah uang yang diberikan kepada mahasiswa Bidik Misi sangatlah terbatas. Jumlah uang yang diberikan kepada mahasiswa Bidik Misi perbulan adalah Rp 600.000,- sedangkan biaya kos perbulan adalah Rp 300.000-400.000,- (Kota Bandung). Semua mahasiswa Bidik Misi di Indonesia mendapatkan dana yang sama, padahal kondisi ekonomi di setiap lingkungan berbeda. Di Bandung (Unpad) biaya kos telah disebutkan tadi Rp 300.000-400.000 per bulan, maka jika pertahun sekitar Rp 3.600.000-4.800.000,- sedangkan di daerah Jawa (Unsoed) biaya kos bisa didapat dengan harga Rp 1.750.000,- pertahun. Sangatlah jauh perbandingannya, mahasiswa Bidik Misis tidak bisa protes ataupun memberontak, karena “apalah arti kami untuk mereka� mereka bisa saja dianggap tidak bersyukur atas apa yang diberikan oleh pemerintah terhadapnya. Semuanya akan terasa serba salah.

Kesimpulan dan Saran Untuk memperkecil garis kemiskinan serta menaikan taraf kesejahteraan rakyat, salah satu caranya adalah dengan memperbaiki sistem pendidikan. Bidik misi, merupakan

11


sebuah bagian dari sistem pendidikan tersebut. Dengan diperbaikinya sistem bidik misi, maka pendidikan pastinya akan lebih baik. Pembahasan diatas seharusnya dapat menjadi bahan evaluasi dari pihak Pemerintah untuk lebih cepat dalam memproses pencairan dana Bidik Misi agar cita-cita bangsa yang tertuang dalam konstitusi pada akhirnya dapat terwujud. Sumber : -

UUD 1945 Amandemen UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas UU No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi http://www.kopertis12.or.id www.okezone.com http://edukasi.kompas.com/read/2013/05/15/10234719/

Fatha Sayyidah Staff Biro K3P (Kajian Kebijakan Kampus dan Publik) Departemen Kajian Strategis

12


KAJIAN KEBIJAKAN KAMPUS MENGENAI REGITRASI SEMESTER BARU TAHUN AJARAN 2013/2014 Pendahuluan 1. Masa her-registrasi yang telah diumumkan oleh fakultas adalah sebagai berikut : a) Pembayaran semester baru 2013-2014 dilakukan mulai tanggal 5 Agustus 2013 – 16 Agustus 2014 b) Pengisian KRS dapat dilakukan tanggal 12 Agustus 2013 – 20 Agustus 2013 2. Mahasiswa dengan IPK dibawah 2.0 tidak dapat melakukan pembayaran, sebab tidak keluarnya nomor tagihan di web students mereka. Kebijakan ini telah lama ada (terdapat dalam buku kuning) namun baru dipertegas oleh pihak kampus dengan tidak dikeluarkannya nomor tagihan secara online.

Permasalahan 1. Mahasiswa angkatan 2011 dan 2012 dengan IPK dibawah 2, diwajibkan membuat surat pernyataan yang berisikan pernyataan bahwa mereka akan menaikan IPK mereka di semester depan, bila dilanggar akan dikeluarkan. Setelah surat tersebut diberikan baru dapat melakukan pembayaran dan registrasi semester baru. 2. Angkatan 2010 dengan IPK dibawah 2.0, harus memberikan surat pengunduran diri. 3. Kebijakan mengenai poin 1 dan 2 diatas, baru duberitahukan pada senin 19 Agustus 2013 pukul 09.00. surat pernyataan angkatan 2011 dan 2012 maupun surat pengunduran diri 2010 harus diberikan pada hari itu juga, mungkin alasannya karena tanggal 20 Agustus 2013 merupakan kebijakan mengenai hari terakhir KRS yang telah terlebih dahulu diberikan. 4. Diantara daftar nama-nama mahasiswa/I yang bersangkutan, ada banyak yang IPK nya berkisar antara 1.90-1.99, dimana nilai SAT mereka belum keluar. Sedangkan, batas keluarnya nilai SAT tanggal 26 Agustus 2013. Ada kemungkinan, mereka yang IPK nya 1.90-1.99 bisa naik menjadi diatas 2.00 dari nilai SAT yang akan keluar.

13


5. Anehnya angkatan 2010 yang IPK nya dibawah 2.0 harus menyerahkan surat pengunduran diri, mengapa bukan kampus yang melakukan drop out secara langsung.

Kesimpulan dan Saran 1. Pemberitahuan mengenai angkatan 2010, 2011, 2012 harus mengajukan surat pengunduran ataupun surat pernyataan diberikan pada 19 Agustus 2013 pukul 09.00 pagi, dan deadline nya adalah hari itu juga, dinilai terlalu pendek. Sebab ada sebagian mahasiswa yang nilai SAT belum keluar, dimana kebijakan mengenai deadline keluarnya nilai SAT adalah tanggal 26 Agustus 2013 (masih ada rentang 8 hari untuk keluarnya nilai SAT). Sebaiknya kebijakan mengenai jadwal, diantara nya jadwal mengenai deadline keluarnya nilai SAT, deadline pembayaran, deadline KRS, serta deadline untuk kewajiban yang harus dilakukan bagi mereka yang memiliki IPK dibawah 2.0, harus disesuaikan. Sehingga mereka yang memiliki IPK ‘tanggung’ yakni 1.90-an tidak begitu saja harus membuat surat pernyataan maupun surat pengunduran diri, sehingga adil bagi seluruh pihak. Dalam hal ini juga, koordinasi antara rektorat dan dekanat harus diperbaiki. 2. Kepedulian, kesadaran, kesigapan, dan tanggapan mahasiswa itu sendiri harus lebih ditingkatkan pada masalah akademisnya. Menyadari bahwa masalah akademis adalah prioritasnya sebagai mahasiswa, sehingga mahasiswa harus lebih tekun belajar serta sigap ketika ada masalah-masalah akademiknya. Sehingga tebentuk hubungan antara fakultas/kampus dan mahasiswa yang saling peduli, saling membutuhkan, dan tidak saling menyalahkan

Biro K3P (Kajian Kebijakan Kampus dan Publik) Departemen Kajian Strategis

14


Kajian tentang Internet di Kelas Corgito Ergo Sum

Pendahuluan Keberadaan internet pada masa kini sudah menjadi kebutuhan bagi hampir seluruh kalangan masyarakat, termasuk diantara kalangan akademisi. Keadaan zaman

saat

ini

menuntut

seluruh

akademisi, terutama mahasiswa untuk selalu terjaga dengan hal-hal maupun informasi apapun yang terjadi. Internet menyediakan sumber informasi yang lengkap dan dapat dieksplor oleh mahasiswa untuk dijadikan sebagai bahan rujukan atau sekadar untuk menambah pengetahuan di sela-sela akivitasnya sebagai mahasiswa, tidak terkecuali aktivitas-aktivitas mahasiswa di dalam kelas ketika perkuliahan. Pembahasan Kurikulum dengan model baru yakni student center learning menuntut mahasiswa untuk menjadi pusat pembelajaran, dimana mahasiswa didalam kelas harus lebih aktif dan sebaliknya dosen menjadi lebih pasif. Perkuliahan tidak hanya terjadi satu arah yang bersumber dari dosen, tapi perkuliahan terjadi dengan diskusi-diskusi yang dlakukan antara mahasiswa dengan mahasiswa ataupun antara mahasiswa dengan dosen. Keberadaan internet di kelas memungkinkan mengalirnya informasi-informasi baru dari seluruh dunia saat berlangsungnya diskusi. Mahasiswa mendapatkan teori dan pengetahuan yang mendukung materi yang diberikan dosen saat itu juga. Mahasiswa secara cepat dapat mengembangkan teori lalu memberikan tanggapan yang baik mengenai materi-materi perkuliahan yang disampaikan oleh dosen. Dengan demikian, seharusnya, keberadaan internet di kelas justru dapat menciptakan kegiatan perkuliahan student center learning yang lebih efektif.

15


Namun ternyata, internet tidak terdapat di kelas-kelas Fakultas Hukum UNPAD. Padahal, seperti telah dipaparkan diatas, FH unpad yang berbasis kurikulum SCL memerlukan internet di kelas. Biro Kajian Kebijakan Kampus dan Publik BEM FH UNPAD melakukan beberapa upaya untuk mengkaji mengenai keberadaan internet di kelas, yakni : 1. Mencari data mengenai keberadaan internet di kelas dari beberapa fakultas di Universitas Padjadjaran dan keberadaan internet di Universitas-unversitas lain : No Fakultas di Unpad

Internet di Kelas

1

Fakultas Ilmu Budaya

Tidak Ada

2

Fakultas Keperawatan

Tidak Ada

3

Fakultas Ilmu Komunikasi

Tidak Ada

4

Fakultas Matematika dan IPA

Ada

5

Fakultas Kedokteran Gigi

Ada

6

Fakultas Kedokteran Umum

Ada

7

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Tidak ada

8

Fakultas Ilmu Ekonomi

Sebagian kelas ada

2. Melakukan kuisioner praktis berisikan 3 peryataan kepada mahasiswa FH UNPAD untuk menguji seberapa setuju-nya mahasiswa FH UNPAD dengan keberadaan internet di kelas. No

Universitas

Internet di Kelas

1

Universitas Indonesia

Ada

2

Universitas Diponegoro

Ada

3

Universitas Jendral Soedirman

Ada

4

Universitas Lampung

Ada

5

Institut Teknologi Bandung

Ada

6

Universitas Gadjah Mada

Ada

7

Universitas Negeri Semarang

Ada

16


Hasilnya sebagai berikut :  Pernyataan pertama  „Internet adalah salah selain buku‟ Hasil jawaban : a. Sangat setuju : b. Setuju : c. Biasa saja : d. Tidak setuju : e. Tidak peduli :

satu penunjang utama kegiatan perkuliahan saya

79 suara 28 suara 0 suara 2 suara 5 suara

Pernyataan kedua „Internet menjadi penunjang keaktifan mahasiswa di kelas dalam berdiskusi baik dengan dosen maupun dengan mahasiswa lain sesuai dengan kurikulum Students Center Learning » Hasil jawaban : a. Sangat setuju : 46 suara b. Setuju : 35 suara c. Biasa saja : 25 suara d. Tidak setuju : 7 suara e. Tidak peduli : 1 suara

Pernyataan ketiga „Keberadaan akses internet memberikan lebih banyak dampak positif daripada dampak negatif untuk mahasiswa‟ Hasil jawaban : a. Sangat setuju : 42 suara b. Setuju : 41 suara c. Biasa saja : 23 suara d. Tidak setuju : 5 suara e. Tidak peduli : 3 suara

Total pengisi kuisioner : 114 mahasiswa

Kesimpulan 1. Bukan hanya di Fakultas Hukum, namun ternyata fakultas-fakultas lain di UNPAD belum seluruhnya memiliki akses internet di kelas. Seharusnya ada kesamarataan antar tiap fakultas mengenai hal ini.

17


2. Bila yang jadi bahan pertimbangan adalah pemikiran konservatif pengajar mengenai kecurigaan terhadap mahasiswa akan cenderung membuka situssitus yang tidak berkaitan dengan pelajaran sehingga mengganggu konsentrasi, universitas-universitas negri lain memiliki akses internet di kelas mereka. Prestasi mahasiswa-mahasiswa di universitas yang memiliki akses internet di kelas juga tetap berada di papan atas.

3. Dilihat dari aspirasi mahasiswadari kuisioner yang ada, maka mahasiswa dalam hal ini tidak saja menginginkan, tapi juga membutuhkan adanya akses internet di kelas

Kama Sukarno Kepala Biro K3P (Kajian Kebijakan Kampus dan Publik) Departemen Kajian Strategis

18


KRONOLOGI KASUS “REVITALISASI STASIUN BARAT OLEH PT KAI DAOP 2 BANDUNG” Corgito Ergo Sum

PT

KAI

Daerah

Operasional

(Daop) 2 Bandung berencana untuk melakukan

pengosongan

terhadap

gedung/bangunan yang ditempati oleh warga yang bermukim di Stasiun Barat 2 RT 03/RW 02 Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir. Melalui surat tanggal 21 Juni 2013, PT KAI Daop 2 Bandung memerintahkan warga Stasiun Barat 2 untuk mengosongkan bangunan/gedung yang mereka tempati sekarang. Rencana pengosongan tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada Senin, 19 Agustus 2013. Tetapi, pada saat akan dilaksanakannya pengosongan, warga Stasiun Barat 2 RT 03/RW 02 Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir dengan tegas menolak rencana pengosongan tersebut. PT KAI Daerah Operasional 2 Bandung berdalih bahwa rencana pengosongan gedung/bangunan tersebut dilakukan dengan alasan untuk “program penataan” di daerah Stasiun Barat 2 Kota Bandung. PT KAI Daop 2 Bandung menegaskan bahwa apabila pengosongan tersebut tidak dilaksanakan oleh warga Stasiun Barat 2 RT 03/RW 02 Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir maka pihaknya akan membongkar secara paksa tempat tersebut. PT KAI Daerah Operasional 2 Bandung “mengklaim” bahwa merekalah yang mempunyai hak pakai atas tanah yang ditempati oleh warga Stasiun Barat 2 RT 03/RW 02 Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir pada saat ini. Dan hal tersebut pernah disampaikan oleh Wakil Kepala Daop 2 Bandung kepada warga Stasiun Barat 2 RT 03/RW 02 Kel. Kebon Jeruk, Kec. Andir. Dalam pertemuan tersebut, pihak PT KAI Daop 2 Bandung menunjukkan Sertifikat Hak Pakai atas tanah tersebut kepada warga yang menempati lahan yang oleh pihak PT KAI Daop 2 Bandung diklaim sebagai pemilik hak pakai atas tanah tersebut. Namun, dalam pertemuan tersebut ada keanehan

19


yang membuat warga Stasiun Barat 2 RT 03/RW 02 Kel. Kebon Jeruk, Kec. Andir merasa dibohongi oleh pihak PT KAI Daop 2 Bandung. Berdasarkan keterangan dari warga yang menghadiri pertemuan tersebut, objek tanah yang tertulis dalam Sertifikat Hak Pakai yang ditunjukkan oleh pihak PT KAI Daop 2 Bandung tersebut berbeda dengan objek yang menjadi sengketa, dalam hal ini tanah yang ditempati oleh warga Stasiun Barat 2 RT 03/RW 02 Kel. Kebon Jeruk, Kec. Andir. Berdasarkan keterangan warga, objek dari sertifikat hak pakai atas tanah yang ditunjukkan tersebut beralamatkan Cicendo, akan tetapi objek dari rencana pengosongan yang akan dilakukan oleh pihak PT KAI Daop 2 Bandung, dalam hal ini tanah yang ditempati oleh warga Stasiun Barat adalah berada di Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir. Jika sertifikat tersebut yang menjadi dasar PT KAI Daop 2 Bandung melakukan pengosongan terhadap tanah yang ditempati waga Stasiun Barat, dimana objek yang ditunjukkan dalam sertifikat hak pakai atas tanah tersebut berada di Cicendo maka sangat jelas bahwa pengosongan tersebut mengundang tanda tanya dari berbagai pihak khususnya warga Stasiun Barat karena objeknya berbeda. Dalam pertemuan berikutnya, PT KAI Daop 2 Bandung mengundang kembali warga Stasiun Barat 2 untuk membicarakan rencana pengosongan tersebut. Dalam pertemuan tersebut, pihak PT KAI Daop 2 Bandung kembali menunjukkan Sertifikat Hak Pakai atas tanah kepada warga. Akan tetapi, keanehan terjadi untuk yang kedua kalinya. Ketika pihak PT KAI Daop 2 Bandung menunjukkan kembali Sertifikat Hak Pakai atas tanah kepada warga, pihak PT KAI Daop 2 Bandung hanya menunjukkan bagian kepala sertifikat yang bertuliskan “Sertifikat Hak Pakai” tanpa memperlihatkan apa dari isi dari sertifikat tersebut. Hal ini kembali membuat warga merasa dibohongi untuk kedua kalinya. Kemudian, beberapa kali warga mendesak pihak PT KAI Daop 2 Bandung agar menunjukkan alas hak yang mereka miliki. Akan tetapi, sampai saat ini PT KAI Daop 2 Bandung tidak bisa menunjukkan apa yang menjadi alas hak PT KAI. Berdasarkan keterangan dari pihak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, menurut “Komentar Umum 7 (1997) Hak atas Tempat Tinggal yang Layak: Pengusiran Paksa Pasal 11 (1) Perjanjian Internasional atas Hak-hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya”, prosedural pengosongan tersebut harus melalui tahapan “mediasi” terlebih dahulu. Tetapi, sampai saat ini pihak PT KAI Daop 2 Bandung belum pernah melakukan

20


mediasi dengan warga Stasiun Barat 2 RT 03/RW 02 Kel. Kebon Jeruk, Kec. Andir. Oleh karena itu, rencana pengosongan yang akan dilakukan oleh pihak PT KAI Daop 2 Bandung mengada-ada karena sampai saat ini PT KAI belum melakukan mediasi dengan warga Stasiun Barat dan sampai saat ini PT KAI Daop 2 Bandung tidak berani untuk menunjukkan alas hak mereka kepada warga. Jadi, pihak LBH Bandung menyimpulkan bahwa PT KAI Daop 2 Bandung tidak mempunyai kewenangan dan dasar legitimasi untuk melakukan pengosongan terhadap gedung/bangunan yang ditempati warga Stasiun Barat. Jika PT KAI Daop 2 Bandung tetap bersikeras melakukan penggusuran terhadap warga Stasiun Barat, tentunya hal ini melampaui kewenangannya. Pihak LBH Bandung juga menambahkan bahwa rencana pergosongan lahan tersebut juga berpotensi besar melanggar Hak Asasi Manusia warga Stasiun Barat 2 RT 03/RW 02 Kel. Kebon Jeruk, Kec. Andir karena jika rencana pengosongan tersebut dilaksanakan maka akibat nyata dari tindakan tersebut adalah hilangnya hak atas pekerjaan dan hilangnya hak atas tempat tinggal warga Stasiun Barat. Dan hal tersebut bertentangan dengan Pasal 27 ayat (2), Pasal 28E ayat (1) Undang Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 6 Konvenan Internasional Ekonomi, Sosial, Budaya, Pasal 36, Pasal 37 ayat (1), Pasal 38 ayat (1) Undang-undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Sumber: LBH Bandung

Radius Emerson Sitanggang Staff Biro K3P (Kajian Kebijakan Kampus dan Publik) Departemen Kajian Strategis

21


BEM FH UNPAD