Issuu on Google+

Edsi 181 – 12 April 2012

Bejana Advent Indonesia Timur

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012

Penasihat: - Pdt. Moldy Mambu - Pdt. Noldy Sakul - Pdt. Sammy Lee Pemred: Handry Sigar Wapemred: Willy Wuisan Bendahara: Yoshen Danun Sekretaris: Meilien Langi-M General Controller: Yance Pua HRD: Osvald Taroreh

Koordinator Produksi Pdtm. Dale Sompotan Harold Somba

BAIT MINISTRY Visi: Menyebarkan pekabaran tiga malaikat khususnya di Indonesia Kawasan Timur dan untuk mempersiapkan umat pada kedatangan Kristus yang kedua kali Misi: BAIT Ministry sebagai suatu wadah perpanjangan tangan GMAHK di Indonesia Kawasan Timur mengusahakan mendorong berkembangnya pekerjaan Tuhan secara maksimal melalui berbagai bidang pelayanan

Editor Alfa Tumbuan , Royke Sundalangi Handry Suwu, Pdtm. Davy Politon, Yoshen Danun, Wayne Rumambi, Jufrie Wantah, John Taebenu, Rubrik Opini Lucky Mangkey, Mickael Mangowal, Bruce Sumendap, Pdt. Bayu Kaumpungan, Jack Kusoy Kolom Renungan Pdtm. Davy Politon Pdt. Stenly Karwur, Pdt. Ronie Panambunan, Pdt. Raymond Lohonauman Rubrik Kesehatan Jeiner Rawung, dr. Harold Manueke, dr. Alvin Rantung, dr. Grace Rantung, dr. Marthin Walean, dr. E Tomarere, dr. Ruben Supit Rubrik Keluarga Repsta Moal, James Manurip, Pdt. Jacky Runtu, Pdt. H. Suawah Rubrik Roh Nubuat Pdt. Kalvein Mongkau Pdt. Allan Pasuhuk, Pdtm. Roy Pitoy, Pdt. Douglas Sepang, Pdt. Robert Walean, Pdtm. Glen Rumalag Rubrik Pathfinder Frankie Sumarauw, Green Manueke, Fransisca Muntu Rubrik Profil Irma Pakasi, Janice Losung, Green Mandias Rubrik Pionir Pdt E. Takasanakeng Rubrik Ragam Tommy Manawan, Debby Langitan, Jimi Pinangkaan, Ellen Mangkey Rubrik Kesaksian Fredy Losung, Agustine Lureke Rubrik Biblical & Theological Pdt. Blasius Abin, Pdt. Swineys Tandidio Motivational Words Peggy Iskandar-Wowor Inspirational Story Bredly Sampouw Tanya Jawab Pdt. Bryan Sumendap, Pdt. Larry Windewani, Pdt. Ronell Mamarimbing Catatan Kami Denny Kalangi Tim Layout Caddy Malonda, Herold Somba, Belly Wungkana, Marchel Tombeng, Samuel Rorimpandey, Dale Sompotan, Herchel Najoan Brayn Mamanua, Stanly Keles, Pdtm. Ressa Liwe Web Master Nielson Assa Distribution Janette Sepang, Herschel Najoan

-

Berubah

Apa Artinya Mesias Itu Bagimu

Raja Yang Kehilangan Kelingking Roh Nubuat

Palakat Berita & Kegiatan Jemaat

Biro: Philipina David Bindosano Manado Jeiner Rawung Mikael Terok, Janet Ngantung, Hengki Kambey Papua Govert Waramori, Noldy Abraham, Maluku Utara Erwin Wuisan Sulawesi Tengah Christian Siwy, SulSelBar & Tenggara Pdt. Davi Politon Jawa Timur Pdtm. Fabyo Rumagit Sangir Talaud Pdt. Edison Takasanakeng Ambon Mario Lekatompessy Ratahan Refli Ompi, Kotamobagu Maikel Makarewa

Bejana Advent Indonesia Timur

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012

Perlunya Berubah Semua tahu bahwa ada banyak hal yang diperlukan untuk seseorang survive dan bertahan dalam kehidupan. Hal ini berlaku umum kepada semua mahkluk hidup, tidak terkecuali dalam dunia usaha. Bisnis dan karir perlu selalu dicermati dalam menghadapi banyak pesaing.. Bertambahnya tenaga baru fresh graduate menjadi warning untuk meningkatkan kemampuan diri agar jangan kalah bersaing. Menambah pengetahuan melalui pendidikan formal maupun non formal di samping semangat juang untuk yang berbuat melebihi panggian tugas (Matius 5 : 41). Bertambahnya biaya produksi mengancam margin keuntungn di samping masuknya pemain-pemain baru dari Cina dan Korea menambah sesaknya pangsa pasar. Untuk mendapatkan laba yang sama, jalan yang banyak ditempuh adalah menaikkan volume penjualan. Menghadapi kejenuhan pasar. Berbagai solusi dilakukan seperti mengadakn perubahan dari single brands kepada multi brands, dari bank kcredit kepada trade credit, mulanya single product kepada multi product dan seterusnya. Persaingan ketat yang tampak sekarang ini adalah pertarungan do pasar seluler. Indonesia masuk di empat besr dunia untuk layanan seluler. Pengguna call-phone misalnya berlipat ganda disbanding tahun kemarin. Dementara Blsvberry Berjaya dengan BBM nya, iphone/ipad muncul dengan fitur yang lebih hebat sementara raksasa lainnya Samsung langsung menggebrak dengan berbagai produk galaxy yang memikat. Dunia lagi menunggu product excellent apa yang akan diluncurkan oleh Nokia yang merajai pasar seluler (dulu). Setelah mencermati tingkah laku pasar dan keinginan konsumen maka “perubahan” ada;ah suatu yang mutlak diperlukan. Hal ini pernah diungkap oleh Darwin (1809-1882) ketika menyampaikan statement-nya yang terkenal “adaptability – it is not the strongest or the smartest that survive but the one who is most adaptable to change”. Darwin, evolusionis yang lulusan sarjana teologi Kristen, 1831, Jesus Collegde, Cabridge-Wikipedi, terpinspirasi tulisan ini dari Firman Tuhan Roma 12 : 2 bahwa untuk menjadi sempurna aadalah berubah. Perubahan mutlak diperlukan. Berubah kepada kemajuan dalam usaha kehidupan dan kepada kesempurnaan di dalam Tuhan. Minggu ini majalah BAIT menurunkan siraman rohani dengan tajuk “Berubah” bersama artikel penting dan berita kemajuan dari berbagai tempat. Selamat mendapatkan berkat/ Pdt. Moldy Ruddy Mambu Redaksi

Bejana Advent Indonesia Timur

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012

Oleh : Pdt. David R. Siby, M.Min

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” Roma 12:2

B

erubah adalah sesuatu hal yang enak di bicarakan dan didengar tetapi sulit untuk dilakukan. Hal ini dapat kita perhatikan dari kehidupan seorang anak. Pada umumnya anak-anak senang sekali dengan “Berubah”. Mereka ingin menjadi seperti Supermen atau seperti dalam filem-filem tanpa memahami “Proses” itu terjadi. Pada hakekatnya mereka menginginkan hasil akhir dari “Berubah” tanpa memikirkan proses itu sendiri. Dalam hal ini, konsep kehidupan anak-anak dekat dan erat dengan sesuatu yang “Baru”. Dalam kehidupan Kerohanian kita menjelang Kedatangan Yesus Yang Kedua Kali, saya dan saudara dihadapkan juga dengan hal-hal yang baru bermunculan melalui berbagai “Tafsiran” dalam hal pemahaman ayat Firman Tuhan maupun Pergerakan Organisasi Gereja. Semua sedang dihadapkan dengan pola berpikir “Berubah” dengan memakai konsep yang “Baru”. Pada hal yang “Baru” itu belum tentu “Benar” bukan? Itu sebabnya Paulus mengingatkan kita untuk bertumbuh dalam kehidupan Rohani melalui Belajar Firman Tuhan setiap hari. Sama seperti saudara-saudara kita di Berea. Berapa banyak dari kita yang mencintai Alkitab kita? Berapa banyak yang rindu terlibat dalam program Pendalaman Alkitab? Berapa banyak waktu kita lebih senang datang pada jam-jam ibadah? Sama seperti umat-umat Tuhan di Berea. Kisah 17:10,11. “Pikiran dari orang-orang di Berea tidak disempitkan oleh prasangka. Kerinduan mereka untuk mencari tahu kebenaran dari doktrine yang rasul-rasul khotbahkan. Mereka belajar Alkitab, bukan untuk mencari kesalahan/kelemahan, tetapi untuk melihat apakah benar dengan Mesias yang telah janjikan itu. Setiap hari mereka menyelidiki, membandingkan ayat dengan ayat, malaikat sorga disamping mereka, menerangi pikiran mereka dan mengesankan mereka.” AA 231.2 Kita perlu menjadi seperti mereka (orang-orang Berea) suka menyelidiki sesuatu yang baru. Namun tidak begitu cepat melepaskan apa yang sudah kita pelajari sebelum menemukan yang baru, melainkan kita perlu “Meneliti” memperhatikan “Proses” bukan langsung mau menerima hasil. Meluangkan waktu untuk bersama, berdiskusi, belajar, berdoa dan berpuasa, bukan untuk mencela sesama kita. Saya dan saudara sedang dipersiapkan untuk memasuki Kerajaan Allah dan sudah pasti sedang di persiapkan menjadi seperti Kehendak Allah. Itu berarti kita harus bertumbuh, “BERUBAH” menjadi seorang dewasa dalam kerohanian seperti Paulus katakan: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” Roma 12:2 Amin, Immanuel...

Bejana Advent Indonesia Timur

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012

Bejana Advent Indonesia Timur

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012

Oleh : Pdt. Bayu Kaumpungan

S

aya baru saja menyelesaikan sebuah penelitian tentang orang orang muda di Singapura dan pandangan mereka tentang Gereja. Ada banyak pengetahuan yang kami dapatkan, tetapi satu hal menarik yang bersangkutan disini adalah hampir 50 persen dari respondent mengatakan mereka tidak memahami apa artinya datang ke gereja. Sesuatu yang menarik tapi juga memprihatinkan, karena sepertinya banyak dari orang orang muda kita (paling tidak di Negara ini) tidak mengenal apa tujuan mereka ada di dalam gereja. Tetapi pertanyaan yang sama mungkin perlu kita tanyakan kepada diri kita sendiri. Apakah tujuan kita datang ke dalam gereja? Banyak yang mengatakan bahwa mereka ingin bertemu dengan Yesus. Tetapi pertanyaan selanjutnya datang, apakah kita benar benar mengenal sang Mesias tersebut? Sebuah kisah kecil di dalam buku Yoh 1: 35-42 memberikan kita sebuah renungan tentang apa arti Mesias bagi 2 orang yang tertulis di dalam cerita ini. Saya berdoa sementara kita mendalami kisah mereka semoga hati kita akan diperbaharui dengan semangat baru dalam mengenal Mesias kita. 1. Yohanes Pembabtis: Di dalam Yoh 1 kita menemukan akan sepupu Yesus ini yang telah menjadi pengkhotbah terkenal di seantero Palestina. Dia sangat terkenal, sampai sampai sebagian orang berpikir dialah Mesias yang dijanjikan tersebut. Akan tetapi Yohanes dengan rendah hati mengatakan bahwa dia hanyalah pengabar berita biasa dan bukanlah sang Mesias. Bahkan dia katakan, “melepas kasutnyapun aku tak layak� Ketika Yesus muncul, segeralah Yohanes berseru “inilah sang Anak Domba!� Ini bukanlah kali pertama Yohanes menyerukan statement ini, tetapi mengapa dia mengatakannya sekarang? Ayat 35 secara gamblang mengatakan kalau saat itu ada 2 orang muridnya bersama sama dengan dia dan segera mereka mengikuti Yesus setelah mendengar ucapan dari guru mereka. Bagi Yohanes, Yesus adalah Sang Bintang, dan dia hanyalah penunjuk Jalan. Ada banyak kisah sedih yang saya dengarkan bagaimana seringkali kita menempatkan diri kita sebagai sang Bintang dan bukan sebagai penunjuk Jalan. Yohanes telah mencapai puncak kesuksesannya dalam waktu cerita ini disampaikan. Orang berduyun duyun datang untuk mendengarkan khotbah dari Yohanes. Yohanes bisa saja mulai merasa dirinya lebih pantas untuk mendapatkan popularitas, dan inilah kesempatan bagi dia untuk mendeklarasikan kalau dialah sang mesias itu sendiri. Tetapi Yohanes tetap setia pada panggilan hidupnya, dan bahkan dia tidak mengatakan apa apa saat muridnya meninggalkannya dan mengikuti sang Bintang yang sebenarnya. Sangat disayangkan banyak orang Kristen saat sekarang ini merasa merekalah Bintang dan bukan sang penunjuk Bintang. Banyak dari kita yang merasa cemburu dan sakit hati saat kepopuleran kita mulai sirna dan seringkali mimbar, acara gereja, perkumpulan Alkitab, KKR, dan seminar menjadi ajang persaingan gantinya kita bekerja sama dalam menuntun semua orang melihat sang Bintang, sang Anak Domba yang sebenarnya. Kita bersaing sebagai pembicara yang lebih baik, lebih popular, lebih terkenal. Kita ingin selalu ada di dalam perhatian orang banyak gantinya menunjukkan mereka kepada sang Domba yang telah datang. Karakter Yohanes mengingatkan kita kembali pada tugas kita, sebagai penunjuk Jalan dan bukanlah sebagai sang Bintang. Sebab Kristuslah sang bintang itu, dan bukan kita. Yesuslah yang harus ditinggikan dan bukanlah kita. 2. Andreas: Kita Yohanes menuliskan akan kehadiran seorang karakter yang lain dan orang itu adalah Andreas. Sangat menarik untuk melihat bahwa Andreas adalah karakter yang sedikit bicara dan banyak bekerja. Saat dia mengetahui bahwa

Bejana Advent Indonesia Timur

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012 Yesuslah mesias yang dijanjikan itu, maka segera dia mengikuti sang guru dan belajar padanya. Saat Andreas yakin bahwa dia telah menemukan sang Mesias yang sebenarnya, maka segeralah dia memangil saudaranya Petrus untuk menemui Yesus. Andreas adalah karakter yang unik, sebab tidak banyak cerita yang kita tahu tentang rasul ini. Tetapi setiap kali dia muncul, Andreas selalu membawa orang yang tepat untuk saat yang tepat. Kali kedua kita menemukan Andreas adalah saat dia membawa bocah kecil dengan 5 roti dan 2 ikan, sementara murid2 Yesus yang lain masih kebingungan dan berdebat tentang bagaimana memberi makan 5000 orang. Bagi Andreas, Mesias adalah segala galanya. Mesias inilah yang menjadi pusat hidupnya dan tidak ada bagian hidupnya yang lain yang terpenting selain berjalan dan hidup dengan sang Rabi. Sebagaimana yang kita bisa amati, Andreas bukanlah murid yang banyak mendapat cerita di dalam Injil. Sebaliknya saudaranya Petrus, merupakan sosok yang sangat dikenal bahkan di luar dunia Kekristenan. Petrus selalu ada di dalam kisah2 Yesus, Petrus adalah Rasul kedua yang paling terkenal setelah Paulus. Petrus bahkan masuk dalam lingkaran murid2 Yesus yang paling Dia cintai. Andreas sepertinya hilang kepopularitasnya segera setelah dia memperkenalkan Petrus kepada Yesus. Tetapi satu hal yang kita tahu (Sekalipun Alkitab tidak menjelaskan secara gamblang) Andreas hadir di dalam setiap langkah pelayanan Kristus bersama sama dengan saudaranya Petrus. Andreas ada di sana saat Yesus mengubah air menjadi anggur. Andreas ada di sana saat Yesus membangkitkan orang Mati, Andreas ada di sana saat Kristus mengalahkan Roh Setan di dalam orang orang yang dirasuk, Andreas ada di sana saat Yesus memecahkan roti dan memberikan pesanNya sebelum Dia disalibkan. Bagi Andreas Yesus adalah segala galanya dan Tradisi menuliskan bahwa Andreas mati dengan cara disalibkan pada salib yang berbentuk “X” dan sampai sekarang orang mengenalnya sebagai “St.Andrew’s Cross” atau “Salib Andreas” Saya diingatkan kembali akan arti mesias melalui dua karakter ini yang dituliskan oleh Yohanes. Di satu sisi, kita melihat Yohanes Pembabtis, sang pengkhotbah terkenal yang tidak termakan oleh kesombongan diri bahkan dengan rendah hati mengabarkan kabar keselamatan bagi semua orang tanpa berpikir banyak tentang popularitas dan peninggian diri kita sendiri. Bagi Yohanes Pembaptis, dirinya bukanlah sang Mesias dan dia hanyalah penunjuk jalan kepada sang mesias tersebut. Ini mengingatkan kita lagi bahwa kita juga adalah sang penunjuk Jalan. Kita bukanlah jalan itu. Ada satu amaran berharga buat kita yang telah popular dan dikenal luas oleh banyak orang, tunjukannlah Mesias itu dan bukan kita. Di sisi yang lain kita melihat Andreas, sang Rasul yang tidak banyak kita ketahui selain seorang yang sedikit bicara dan banyak bekerja. Tetapi pekerjaannya sangat efektif dan menjadi berkat buat semua orang di sekitarnya. Saya mengingat statement seorang pendeta yang mengatakan “ Terlalu banyak Petrus di gereja, sementara yang kita butuhkan adalah Andreas!” Statement ini mungkin ada bumbu sarkasmenya, tetapi ada kebenaran di dalamnya. Terlalu banyak dan terlalu sering kita dihadapkan pada pencobaan untuk ingin penampilan kita, pertunjukan kita, yang menjadi sarana bagi orang untuk datang kepada Kristus. Tetapi tidak banyak yang tertarik bekerja secara tenang seperti Andreas tanpa semua popularitas tetapi selalu membawa orang kepada Yesus. Pertama adalah saudaranya sendiri, Petrus dan kemudian bocah yang menyediakan makanan bagi 5000 orang laki laki. Semuanya dia lakukan bukan demi popularitas, atau penghargaan diri tetapi oleh karena baginya Kristus adalah segala galanya. Kristus adalah mesias, dan bagi Andreas; sebagaimana juga bagi Yohanes Pembabtis, kepopuleran, penghargaan, apresiasi, dan semuanya itu bukanlah lagi menjadi hal yang paling penting untuk diraih. Saya yakin ada banyak Andreas2 modern di luar sana yang dengan rendah hati dan konsisten terus membawa orang kepada Yesus. Mereka mungkin tidak pernah mendapatkan penghargaan, atau diliput oleh berita. Mereka mungkin bukanlah pembicara terkenal, atau penyanyi terkenal, wajah mereka mungkin tidak pernah muncul di majalah, atau berita gereja. Mereka mungkin tidak pernah diliput secara akbar, tetapi mereka terus bekerja dan membawa orang kepada Kristus. Bilamana anda kebetulan membaca renungan ini, saya percaya Tuhan menghargai pekerjaan anda lebih daripada kemampuan manusia dalam menghargai siapapun di dalam dunia ini. Pada akhirnya, entah apapun posisi anda di dalam pelayanan, entah anda Yohanes ataupun Andreas; satu hal yang selalu perlu kita tanyakan adalah : apa arti mesias itu bagi diri saya? Sebab entah apapun yang kita lakukan motivasi kita melakukannya adalah yang terpenting. Saat kita melakukannya karena besarnya arti pengorbanan Kristus bagi kita, maka segala hal yang lainnya akan kecil artinya buat kita. ***

Bejana Advent Indonesia Timur

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012

Oleh : Bredly Sampouw Alkisah, di sebuah kerajaan, sang raja memiliki kegemaran berburu. Suatu hari, ditemani penasihat dan pengawalnya, raja pergi berburu ke hutan. Karena kurang hati-hati, terjadilah kecelakaan. Jari kelingking raja terpotong oleh pisau yang sangat tajam. Raja bersedih dan meminta pendapat dari penasihatnya. Sang penasihat mencoba menghibur dengan kata-kata manis, tetapi raja tetap sedih. Karena tidak tahu lagi apa yang mesti diucapkan untuk menghibur raja, akhirnya penasihat itu berkata, “Baginda, apa pun yang terjadi patut disyukuri. “Mendengar ucapan penasihatnya, sang raja langsung marah besar. “Kurang ajar! Kenapa musibah bukan dihibur, tapi malah disuruh bersyukur!” lalu raja memerintahkan pengawalnya untuk menghukum penasihat tadi dengan hukuman tiga tahun penjara. Hari terus berganti. Hilangnya jari kelingking ternyata tidak membuat raja menghentikan hobinya berburu. Suatu hari, raja bersama penasihatnya yang baru dan rombongan, berburu ke hutan yang jauh dari istana. Tidak terduga, saat berada di tengah hutan, raja dan penasihatnya tersesat dan terpisah dari rombongan. Tibatiba, mereka dihadang oleh orang-orang suku primitif. Keduanya lalu ditangkap dan diarak untuk dijadikan kurban persembahan kepada para dewa. Sebelum dijadikan persembahan kepada para dewa, raja dan penasihatnya dimandikan. Saat giliran raja yang dimandikan, ketahuan kalau salah satu jari kelingkingnya tidak layak untuk

Bejana Advent Indonesia Timur

dijadikan persembahan kepada para dewa. Akhirnya, raja ditendang dan dibebaskan begitu saja oleh orang-orang primitif itu. Penasihat barulah yang dijadikan persembahan kepada para dewa. Dengan susah paya akhirnya raja berhasil keluar dari hutan dan kembnali ke istana. Setibanya di istana, raja langsung memerintahkan supaya penasihat yang dulu dijatuhinya hukuman penjara segera dibebaskan. Raja berkata kepada penasihat yang lama : “Penasihatku, aku berterimakasih kepadamu. Nasihatmu ternyata benar. Apa pun yang terjadi kita patut bersyukur. Karena jari kelingkingku yang terpotong waktu itu, hari ini aku bisa pulang dengan selamat.” Kemudian, raja menceritakan kisah perburuannya waktu itu secara lengkap. Setelah mendengar cerita sang raja, buru-buru penasihat berlutut sambil berkata, “Terima kasih baginda. Saya juga bersyukur baginda telah memenjarakan saya waktu itu. Karena jika tidak, mungkin sekarang ini, sayalah yang menjadi kurban untuk dipersembahkan kepada dewa orangorang primitif.”

Inspirasi Untuk Direnungkan : Pernahkah Anda melihat sulaman atau strimin? Coba balik sulaman yang indah itu. Anda akan menemukan benang yang simpang siur tidak

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012 karuan. Hidup sering kali juga demikian. Dibalik sesuatu yang kelabu sering tampak pelangi yang indah. Untuk Dilakukan : “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Roma 8 : 28 Dibalik awan yang paling kelabu sekalipun, pasti ada matahari yang bersinar terang. Dengan melihat halo di sekeliling awan, kita seharusnya percaya bahwa Tuhan ada dalam setiap suka duka hidup kita. Sering kita cepat-cepat mengambil kesimpulan atas setiap masalah yang dihadapi, dan menyalahkan, orang lain gara-gara dia aku susah, menderita dll. Hey, jangan begitu! Karena dibalik semua

yang kita alami, ada maksud Tuhan. Rasul Paulus memberikan nasihat : “ Mengucap syukurlah dalam segala hal” (2 Tes 5 : 18a). Pengertian dalam segala hal itu, bisa senang bisa juga susah bukan! Sudah menjadi sifat manusia selalu cepat mempersalahkan orang lain, tetapi tidak melihat apa dibaliknya. Anda tidak bisa membuat awan gelap diatas kepala anda, dan setiap awan gelap diatas kepala kita hanya Tuhan yang bisa menghilangkannya, berapa lama diatas kepala, cepat atau lambat, pasti itu akan hilang, karena dibalik awan gelap pasti ada mentari yang bercaya indah dan cemerlang. Oleh karena itu mari, kita memandang dengan iman atas setiap pergumulan hidup ini, dan memiliki keyakinan bahwa setiap pergumulan pasti ada akhirnya yang gemilang asal kita sabar. “God know the best”

Ajakan & Amaran Bagi Para Penginjil Diterjemahkan Oleh Pdt. Stenly Karwur

Bejana Advent Indonesia Timur

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012

M

enyelamatkan Jiwa-jiwa harus menjadi pekerjaan hidup dari setiap orang yang mengakui Kristus. (4T 53). Dalam tiap periode sejarah dunia, Allah memiliki orang-orang istimewa-Nya yang melalui mana Dia sebutkan mereka sebagai “Saksi-Ku”. Dalam tiap abad, ada orang-orang yang berserah, yaitu mereka yang telah mengumpulkan sinar-sinar kebenaran seiring mereka menjejakkan kaki mereka di atas jalan kebenaran tersebut, dan mereka yang menyampaikan Firman Allah kepada orang banyak. Henok, Nuh, Musa, Daniel, pemerintahan para Bapa dan para Nabi, - merekalah para pelayan kebenaran tersebut. Mereka bukan orang-orang yang tidak dapat salah, mereka lemah dan sering berbuat kekeliruan, namun Allah menempa mereka tatkala mereka memberi diri mereka dalam pelayanan-Nya. (GW 13) Pekerjaan yang terbesar, usaha yang paling berharga, di mana tiap orang dapat terlibat ialah mengarahkan jiwa-jiwa pada anak domba Allah. (GW 18) Para pelayan Allah haruslah memiliki hubungan yang erat dengan Kristus dan menuruti teldan-Nya dalam segala hal,- dalam kehidupan yang bersih, penyangkalan diri, dalam kebajikan dan dalam ketekunan. Memenangkan jiwa untuk kerajaan Allah haruslah menjadi kepedulian mereka yang terutama. (GW 31) Pekerjaan penginjilan untuk membukakan kitabkitab suci pda orang lain, mengaarkan pria & wanita tentang apa yang akan segera terjadiatas dunia, haruslah menghabiskan seluruh waktu dari para pelayan Allah tersebut. (RH, 2 Agustus 1906). Waktunya sangat singkat,Kristus membutuhkan para pekerja-Nya di manamana. Haruslah ada ratusan orang yang sungguh-sungguh dan menjadi pekerja-pekerja yang setia di rumah dan di lading-ladang yang jauh di mana sekarang ini hanya ada satu saja. Jalan-jalan besar dan jalan-jalan kecil belum lagi terjamah, pengaruh yang mendesak haruslah di pikul oleh mereka yang terlibat dalam pekerjaan Misionari bagi Tuhan (FCE, p488) Allah Memanggil Semua Orang Untuk Terlibat. Tiap murid yang benar yang di lahirkan dalam kerajaan Allah adalah seorang misionaris. (DA 195). Engkau janganlah menunggu kesempatan yang besar tiba, atau setelah menerima kemampuan yang melebih orang-orang lain sebelum engkau mau bekerja bagi Allah. Engkau tidak perlu memusingkan apa yang akan dunia pikirkan tentang dirimu. Jika saja kehidupan sehari-harimu adalah kesaksian atas kemurnian dan kesungguh-sungguhan imanmu, dan orangorang yang lain di yakinkan bahwa engkau berkerinduan untuk menguntungkan mereka, maka usahamu tidaklah siasia…” (ST. 82-83). Manusia yang kurang berpendidikan sering di panggil untuk memberitakan kebenaran, bukan karena mereka tidak terpelajar, tetapi karena mereka merasa perlu di ajar oleh Allah. Mereka belajar di sekolah-sekolah Kristus, dan kerendahan hati serta penurutan mereka menjadikan mereka besar. (Kemenangan Akhir 428)

Bejana Advent Indonesia Timur

Para Pekerja Harus Dilatih Mereka yang rindu menyerahkan diri mereka sendiri kepada pekerjaan Allah harus menerima pendidikan dan latihan untuk pekerjaan ini, supaya mereka dapat di persiapkan untuk terlibat di dalamnya dengan bijaksana. Mereka tidak boleh merasa bahwa mereka dapat melangkah sekaligus ke atas jenjang yang lebih tinggi; mereka yang mau berhasil harus mulai pada jenjang pertama lalu naik ke atas langkah demi langkah. Kesempatan dan peluang di karuniakan kepada mereka guna peningkatan, dan mereka harus membuat setiap usaha dalam kekuatan mereka untuk belajar bagaimana melakukan pekerjaan yang berkenan kepada Allah. Sebagaimana para serdadu di latih dengan berbagai latihan dan disiplin hidup sehari-hari, sebagaimana seorang perawat di latih, seorang guru berdisiplin sebelum siap dalam peperangan mereka maka bagi kita para pekerja Allah: Dengarkanlah! “Mereka yang terlibat dalam pekerjaan besar ini harus ikut mengambil bagian dalam latihan yang di perlukan. Mereka harus belajar menurut sebelum mereka layak memerintah…” (Pelayan Injil 63-64) Pekabaran Yang Membangun dan Tentang Kesukaran Harus Dilakukan Suatu pekabaran yang akan membangunkan gerejagereja harus di beritakan. Setiap usaha harus di kerahkan untuk memberitahan terang itu, bukan saja kepada orangorang kita tetapi juga kepada dunia. (Maranatha 30) Penghakiman Allah terjadi di dalam negri, peperangan dan berita-berita perang, kebinasaan yang di timbulkan oleh api dan banjir, menyatakan dengan jelas bahwa masa kesukaran yang akan bertambah-tambah sampai akhirnya, kini telah di ambang pintu. Kita tidak boleh membuang-buang waktu. Dunia sedang di gerakkan oleh Roh peperangan. Nubuatan-nubuatan dalam Daniel 7 hampir semuanya di genapi. (Welfare Ministry, 136, 137) Waspada terhadap segala Penghalang. Para malaikat Allah siap membagikan karunia dan kuasa kepada mereka yang merasakan kebutuhan mereka akan kekuatan ilahi, namun para jurukabar surga ini tidak akan mencurahkan berkat-berkat tersebut kecuali di minta, seringkali mereka menunggu dengansia-sia (EGW our High Calling, p. 129). “Bukanlah kehendak Allah kedatangan Yesus di tangguhkan. Untuk 40 tahun lamanya ketidakpercayaan, persungutan dan pemberontakan menyebabkan terlambatnya Israel modern masuk ke dalam surga. Tidak satupun dari kedua kasus ini menunjukkan bahwa janji Allah itu tidak benar, itu adalah ketidak percayaan, persungutan, pemberontakan, keduniawian, tidak ada penyerahan yang sungguh-sungguh dan perbantahan.

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012 (Ministry 4, 1883). Mereka yang sudah mendapat kesempatan untuk mendengar dan menerima kebenaran dan telah bergabung dengan GMAHK, menyebut diri mereka umat Allah yang memelihara hokum, namun tidak lagi

mempunyai kekuatan hidup serta pengabdian kepada Allah lebih dari gereja-gereja lainnya, akan mendapat malapetakamalapetaka dari Allah sebagaimana halnya gereja-gereja yang menolak hukum Allah (1 Manuscript Release 176)***

Artikel Rohani Apakah Tulisan-Tulisan Roh Nubuat Menjauhkan Gereja Advent Dari Prinsip Sola Scriptura? Oleh : Pdt. Kalvein Mongkau Gembala Jemaat Nanasi & Nanasi Timur

Lanjutan …. Memang kleim para Paus selama ribuan tahun ini benar-benar menggenapi nubuatan sebab ia dilambangkan oleh binatang yang rupanya dahsyat dalam Daniel 7 memiliki tanduk kecil yang tumbuh secara progresif makin lama makin membesar di antara 10 tanduk yang lainnya dan tanduk itu memiliki mulut yang menyombong. Sama seperti ke sepuluh tanduk yang lain, tanduk kecil ini tumbuh di atas kepala dari binatang dahsayat yang mana binatang itu melambangkan kekaisaran Roma kafir. Sebagaimana yang diakui oleh para penafsir historis pada umumnya termasuk dari para Reformator Protestan bahwa 10 tanduk itu melambangkan 10 kerajaan Eropa Barat (Heruli, Vandals, Ostrogoths, Visigoths, Suevi, Lombards, Anglo Saxon, Alemani, Burgundians, Franks), sedangkan tanduk kecil itu melambangkan Roma Kepausan. Itu berarti tanduk kecil yang melambangkan Roma Kepausan itu juga mewarisi kekuasaan dari kekaisaran Roma kafir sama seperti kesepuluh kerajaan lainnya. Tanduk kecil itu memiliki mulut yang menyombong, dalam arti bahwa kepausan sudah menyombongkan kekuasaannya dan itu dilakukannya selama berabad-abad sejak ia menerima kekuasaannya dari Roma kafir. Dan di dalam menyombongkan kekuasaannya, ia menjadi agen Setan yang efektif sebagaimana yang digambarkan oleh raja Tirus dalam Yehezkiel 28:2, 5, 6 untuk menyamai Allah. Kesombongannya itu dibangun secara perlahan-lahan dan progresif tetapi diselingi dengan penipuan (Yohanes 8:44). Dan Ellen White menulis bahwa “Satu nubuatan adalah sebuah pelengkap terhadap yang lain. Hanya oleh merobah hukum Allah yang dapat menjadikan kepausan mengagungkan dirinya sendiri di atas Allah.” {Ellen G. White, The Great Controversy (1888), hlm. 446, parag. 1}. Demikianlah tanduk kecil itu menyombongkan kekuasaannya padahal itu diperoleh karena hasil penipuan dan kekerasan. Kekuasaan yang diperoleh tanduk kecil itu atas ambisi dengan menggunakan kekerasan telah ditafsirkan malaikat itu kepada Daniel bagaimana tanduk itu merendahkan tiga raja (Daniel 7:24) yang lainnya yakni Heruli, Vandals dan Osthrogoths. Karena menganut paham Arian yang mana dianggap sesat oleh gereja Roma Katholik sebab mempertentangkan keTritunggalan Allah (Trinitas keAllahan) maka ketiga raja ini ditaklukannya. Padahal beberapa tahun kemudian setelah kejatuhan bangsa Ostrogoths tahun 538 TM, maka kepausan benar-benar memproklamirkan dirinya melawan pemerintahan Allah Trinitas di sorga dengan cara merobah “masa dan hukum” dan berkuasa “menganiaya orang-orang kudus selama satu masa, dua masa dan setengah masa masa” (Daniel 7:25) dimana 3 ½ masa sama dengan 1260 hari nubuatan, berdasarkan prinsip 1 hari nubuatan sama dengan 1 tahun maka itu berarti 3 ½ masa sama dengan 3 ½ tahun nubuatan = 1260 tahun). Tindakan Kepausan melawan Allah Trinitas di sorga yang mengkleim dirinya sebagai wakil Allah di bumi dan memiliki otoritas menghukum para bidat dapat dilaksanakannya oleh karena ia terlebih dahulu telah mengokohkan tahta kekuasaannya. Ia memperalat kaisar Yustinian untuk mendapatkan kekuasaan duniawinya.

Bejana Advent Indonesia Timur

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012 setelah raja Ostrogoths dikalahkan pada tahun 538 TM. Dan setelah itu kaisar ini mengeluarkan dokumen sipil yang terkenal dengan sebutan Codex Justinian. Kaisar Yustinian pernah mengeluarkan satu Dekrit terkenal yang disebut “Code Yustinian”. Dekrit ini dikeluarkan pada tahun 537 M dan diberlakukan mulai tahun 538 M, di mana memberikan wewenang penuh kepada Gereja pada waktu itu untuk mengawasi kekuasaan kerajaan-kerajaan di Eropa Barat dan sekitarnya. Dekrit ini pula dipegang teguh oleh para paus sebagai dasar hukum untuk memerintah sebagai penguasa duniawi dan mengepalai kerajaan-kerajaan Eropa dengan leluasa tanpa batas. Adapun bunyi penggalan Codex Justinian itu adalah sebagai berikut: “Oleh karena itu kita sudah rajin sekali tunduk dan menyatukan semua imam di Timur yang ada di seluruh pelosok yang membentang sampai ke keuskupanMu yang Suci. Apa saja pertanyaan yang dijadikan perdebatan saat ini, mengharuskan kami memikirkannya untuk dibawa kepada pengetahuanMu yang Suci, betapapun jelas dan mungkin tak dapat dipertanyakan, dan walaupun dengan kokoh dipegang dan diajarkan oleh seluruh rahib berkenaan dengan doktrin Keuskupan rasuliMu, oleh karena kita tidak menderita apapun yang diperdebatkan, betapapun jelas dan tak dapat dipertanyakan, sedang menyinggung negara-negara bagian gereja, harus gagal untuk diperkenalkan kepada KesucianMu, sebagai kepala semua gereja. Karena seperti yang kita sudah katakan sebelumnya, kita sangat rajin demi peningkatan kehortmatan dan wewenang keuskupanmu di dalam segala hormat.” [Codex Justinian, library. 1, title 1; Baronii Annales Ecclesiasitici, tom. 7, ann. 533, section 12; terjemahan sudah diberikan as di dalam The Petrine Calims, oleh R. F. Littledale, hlm. 293] Kekuasaan Roma Kristen ini menggunakan dokumen sipil yang asli bercampur palsu yakni Codex Justinian dan Codex Latin 2777 (disebut dokumen ‘Hadiah Konstantin’) yang sudah dibuktikan kepalsuannya oleh Lorenzo Valla tahun 1450. Tetapi selama berabad-abad dokumen ‘Hadiah Konstantin itu sudah menjadi dokumen acuan kekuasaannya. Padahal setelah diteliti ternyata dokumen itu dibuat pada abad kedelapan pada masa pemerintahan raja Pepin dari kerajaan Franks yang sudah berada di bawah taktis Paus dan sejak saat itu kekuasaan Roma Kepausan telah dikokohkan tanpa ada lagi gangguan berarti dari para raja di Eropa sampai timbulnya revolusi Prancis tahun 1798 dan kaisar Napoleon Bonaparte memenjarakan Paus Pius VI di penjara Valencia. Lamanya kekuasaan dari supremasi Kepausan selama 1260 tahun ini diakui oleh gereja Roma Katholik sendiri sebagaimana pernyataan dari kardinal Henry Edward Manning: “Saya katakan, kemudian bahwa adalah tindakan Allah sendiri yang membebaskan Wakil-Nya ke atas bumi dari sejak membawahi kuasa duniawi; dan bahwa selama 1200 tahun Uskup Roma sudah memerintah sebagai raja-raja duniawi. Mereka sudah memilikinya sendiri. Tiada seorang pun yang sudah memberikan kepada mereka hak-hak kedaulatan mereka.” Lihat dalam ulasannya berjudul The Temporal Power of the Vicar of Jesus Christ (ia pernah ditetapkan sebagai Uskup Agung di Westminster pada tahun 1865 dan Cardinal pada tahun 1875), dan edisi kedua dari ulasan ini dengan kata pengantarnya, telah diterbitkan pada tahun1862 di London oleh Burns & Lambert, 17 &18 Portman Street., hlm. 16, 17, 182]. Hanny Christian menulis artikel berjudul “Mengapa Paus Dituduh Antikris” telah menyatakan bahwa alasan lain yang cukup kuat untuk menuduh para Paus sebagai Antikris adalah kekuasaannya yang luar biasa besar. Sebagai contoh tentang adanya pengakuan kekuasaan sangat besar dari para Paus adalah catatan yang merujuk pada apa yang pernah dikatakan Paus Bonifacia VIII tentang dirinya. Bonifacia pernah berkata, “Uskup Agung Roma menghakimi semua manusia, namun dia tidak dihakimi oleh siapapun…….Seperti yang diucapkan\ Kristus: ‘Engkau harus meletakkan segala sesuatu di bawah kaki Allah,’ nampaknya dapat terbukti dialamku. Aku memiliki otoritas Raja di atas segala raja. Aku adalah segala dan di atas segalanya, demikianlah Allah, diriNya sendiri dan aku, wakil Allah, mempunyai satu dewan gereja, dan aku dapat melakukan hampir semua yang Allah dapat lakukan. Karena, selain dari Allah, dapatkah kamu lari dari padaku ” (The Bull Sanctum, 18 Nopember 1302, ditemukan dalam catatan mengenai Bonifacia VIII dalam arsip Vatican, “Reg. Vatic.,” L. Vol. 387, The Catholic Encyclopedia, Encyclopedia Press, Inc.,).1 Lebih lanjut, Christian berkata bahwa soal kekuasaan yang sangat besar yang dimiliki Paus pada masa lalu seperti inilah yang membuat para penulis Kristen setelah angkatan Reformasi ini masih tetap mengarahkan tudingan Antikris kepada Paus. Misalnya, dalam bukunya The Papacy is the Antichrist, rev. J.A. Wylie yang juga pengarang buku the History of Protestantism menulis: “Banyak orang mempunyai konsep yang salah mengenai antikris dan arti dari antikris tersebut. Mungkin, pernyataan berikut ini dapat membantu menjelaskan: ‘Antikris, Wakil Allah: Rasul Yohanes…..berbicara mengenai kerasulan, kedatang tentang seseorang yang sudah diperkirakan, menggambarkannya sebagai ‘Antikris.’ Dan kami juga telah berbicara mengenai kepausan, berbicara melalui wakil dan pimpinannya, menyebutnya sebagai ‘Wakil Kristus.’ Pertama, kata antikris berasal dari bahasa Yunani; kedua, kata ‘Vicar’ berasal dari bahasa Inggris, tetapi keduanya mempunyai arti sama. Antikris jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, berarti vice-Christ (Wakil Kristus); dan vicar of Christ jika dialihkan ke dalam bahasa Yunani berarti antikris/antikristus. Jika kita dapat mengembangkan hal ini –dan penggunaan kata-kata yang digunakan secara umum oleh bangsa Yunani, adlah poin yang penting- kita seharusnya tidak menemui kesulitan dalam menunjukkan bahwa ini adalah arti darikata ‘antikris,’ yakni wakil 1

Hanny Christian, “Mengapa Paus Dituduh Antikris?,” Warning: Face The Great Future Shock, edisi no. 02, tahun 1, tahun 2001, halaman 43, 44

Bejana Advent Indonesia Timur

Bersambung ke Majalah BAITPage 10 bagian II


Edsi 181 – 12 April 2012 Kristus. Dan jika terjadi, maka semua Paus akan menyatakan diri sebagai wakil Kristus dan menyatakan diri sebagai antikris yang dimaksud.”2

Ultah Kadnet ke-14 Berlangsung Sederhana dan Ceria Oleh : Ellen Manueke

D

i tengah keheningan kampus Universitas Nusantara (UN) di jalan Lengkong Wuaya Paaldua Manado, peringatan hari jadi Kawanua Advent Network (Kadnet) Ministry keempat belas berlangsung sederhana dan khidmat, Selasa (3/4).

Acara yang mulai digelar pukul 18.35 Wita di pendopo kampus UN dan menampilkan MC Herschel Najoan itu diawali dengan doa pembukaan yang dibawakan pendeta Ronald Mailangkay, selaku pendeta jemaat UN. Selanjutnya, vokal grup terkemuka di Sulawesi Utara, The Serve Him menyanyikan dua lagu pujian berturut. Hadirin yang terdiri atas simpatisan Kadnet, anggota jemaat UN serta para mahasiswa dibuat terkesima dengan lagu awal The Serve Him, “Bapa yang kekal”. 2

Ibid, 43, 44.

Bejana Advent Indonesia Timur

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012

Dalam renungannya, Pendeta Cheppy Yusuf memaparkan bahwa semakin tua Kadnet Ministry tentu akan memiliki personil yang semakin bijak dalam melakukan pelayanannya. "Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian," ungkap pendeta Cheppy, mengutip ayat Alkitab. Dirinya juga menekankan pentingnya memiliki roh kerendahan hati dalam menjalankan tugas dan pelayanan sehingga benar benar pelayanan kita didasari atas kasihNya.

Berbekal pengetahuan dan visi bahwa kedepan penginjilan melalui dunia cyber akan menjadi penentu di akhir zaman, para pendiri bertekad mewujdukan penginjilan ini dengan peluncuran buletin perdana di Karombasan setelah didoakan secara bersama-sama. “Ini suatu komitmen kami dan bertekad bahwa kadnet ini open source (tidak ada yang mengaku sebagi pemilik) selain milik semua anggota GMAHK/SDA sedunia khususnya orang-orang Indonesia,” ungkapnya.

Di akhir khotbahnya, pendeta Cheppy mengingatkan agar Kadnet tidak jemu jemu memberitakan kedatangan Yesus yang kedua kali. "Jangan jemu jemu mengabarkan Yesus akan datang segera." Usai khotbah, kembali acara disegarkan dengan puji-pujian The Serve Him vokal grup yang datang dengan personil lengkapnya, yakni Ellen Rattu, Debby Pondaag, Recky Rumambi, Caddy Malonda, Corry Salindeho, Jaqcualine Rumagit, Sepri Sangari dan Robby Surentu dan kru teknis, Andre Tompunu, penata musiknya, Ois. Hingga akhir acara, The Serve Him melagukan delapan pujian dengan tembang pamungkas “Halleluyah” yang membuat hadiri terkesima. Salah satu dari tiga Pendiri Kadnet, Lucky Mangkey dalam sambutannya menyinggung ihwal dan tujuan pendirian Kadnet Ministry. Diungkapkannya, Kadnet terbit dari Timur Indonesia tepatnya di Karombasan Kota Manado pada detik-detik pembukaan Sabat. Peluncuran Media Internet dilakukan pertama kali oleh tiga orang yakni Henry Waworundeng, Nielson Asaa dan Lucky Mangkey. “Saat dimulai pada 14 tahun yang lalu, penginjilan ini masih sangat langka karena masyarakat belum mengenal dunia Teknologi Informasi,” ungkap Mangkey.

Bejana Advent Indonesia Timur

Adapun kata KAWANUA dalam KADNET adalah untuk menghormati dan mengingat tempat pendirian atau tempat terbitnya cyber media ministry ini, demikian papar Lucky Mangkey. Mewakili pembaca Kadnet sedunia, Victor Mailangkay yang juga legislator di Sulawesi Utara, mengapresiasi kemampuan pendiri yang disebutnya sebagai kemampuan forecast untuk melihat peluang ke depan dan maju. "Dua sisi selalu ada dalam perkembangan teknologi, yaitu positif dan negatif. Kita perlu memanfaatkan sisi positif dan mengeliminir sisi negatifnya. Kehadiran Kadnet untuk memanfaatkan sisi positif dan mengeliminir sisi negatif itu," ujar Mailangkay.

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012 Mailangkay mengingatkan untuk memanfaatkan teknologi guna menyebarluaskan kedatangan Yesus kedua kali. "Tahun keempat belas sebagai tahun yang cukup panjang bagi pelayanan Kadnet dan dalam penantian Yesus yang kedua kali," pungkasnya. Acara dilanjutkan dengan peniupan lilin HUT ke-14 yang dipandu Caddy Malonda, lay out designer Kadnet Buletin. Jimmy Pinangkaan (tim Kadnet Minahasa), Victor Mailangkay (unsur pembaca), Lucky Mangkey (unsur pendiri) beserta isteri Ellen Manueke, Herschel Najoan (kontributor) dan Caddy Malonda meniupkan lilin ulang tahun secara bersama-sama diiringi lagu legendaris “Selamat Ulang tahun� oleh seluruh yang hadir. Panjang Umur, Kadnet Ministry. ***

Perjamuan Kudus Tebu Ireng Oleh : Pdtm. S Rusdiantho Gembala Kab. Karanganyar dan Kab. Sragen

Kec. Jumantono yang menjaga ibadah kami mengira kami sedang ibadah merayakan Hari Raya PASKH, sayang tidak sempat foto bersama.

Sahabat-sahabat doakanlah kami jemaat Tebu Ireng yang masih muda ini dalam pergumulan. Salam sahabat dalam pelayanan dari timur jawa tengah.

Kerukunan Keluarga Maesa Bersyukur Oleh : Pdt. Moldy Mambu

Suasana haru Perjamuan Kudus Jemaat Tebu Ireng yang sangat dirindu-rindukan oleh anggota sejak lama, pelawatan selalu dilakukan oleh gembala sejak penggembalaan barunya pada bulan Pebruari 2012 untuk menyatukan perbedaan yang telah meruncing terjadi dijemaat yang masih sangat muda secara kerohanian itu, puncaknya terjadi pada malam Jumat Kliwon tepatnya malam Jumat Kliwon jam 20:30 WIB setelah usai mengadakan Ibadah Rumah Tangga setiap malam Jumat, gembala mengajak para anggota majelis Jemaat Tebu Ireng untuk ke rumah Bp. Bekti dan di Rumah Bp. Bekti kami berkumpul sebagian majelis dan saudara2 yang ibadah di Dawung-Matesih-Karanganyar, Puji Tuhan Roh Kudus bekerja maka terjadi REKONSILIASI antara kedua kelompok yang bersilang pendapat selama ini.

Bertempat di Resto Balinsasayauw, Sabat malam 31 Maret 2012 telah diadakan ucapan syukur atas Kemurahan Tuhan kepada Keluarga Besar Maesa yang berada di Silang Cavite, Philippines.

Oh.... Roh Kudus menyatukan kami kembali dalam kasihNya pada hari Sabat 07 April 2012 kami bersama perjamuan kudus dalam suasana haru tak terkatakan tangis permohonan maaf dan pemberian maaf yang tulusan keluar dari hati diantara sesama, selain digereja kamipun melayanani perjamuan kudus dirumahrumah anggota yang tidak hadir digereja.

Kel. Dr. Max Langi yang datang dari Afrika mensyukuri cucu mereka dari Ronald dan Yana (Kel.Langi Rotintulus) yang diserahkan pada Tuhan di AIIAS Church pada pagi hari Sabat.

GMAHK Tebu Ireng hari Sabat yang biasanya sedikit hari Sabat itu kursi penuh terisi oleh anak-anak Tuhan yang merasa butuh pengampunan Tuhan dan sesama, bahkan diantara kamipun ada hadir simpatisan yang dari mayoritas, bahkan ada 4 orang Polisi dan TNI pada hari Jumat dan hari Sabatnya dari

Bejana Advent Indonesia Timur

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012 Calon Pemimpin Utama, guru-guru SS anak-anak Jemaat dan guru-guru wali kelas SD klas 1 sampai SD klas 4.

Selanjutnya pada malam yang dihadiri oleh seluruh anggota Kerukunan Maesa Philippines syukuran disampaikan pula kepada Tuhan atas berhasilnya Ian Ruddy Mambu BSN putra dari Kel. Mambu Basri menamatkan satu jenjang pendidikan di Adventist University of the Philippines. Ian selanjutnya akan meneruskan kuliah program Masteral di Baguio, Philippines.

Kamis 22 Maret, Acara ABSTC telah dibuka dengan resmi pelatihannya oleh Dir. PA dan Pathfinder UKIKT, MG. Pdt. Stephen Salainti, PLA. Dalam sambutanya Pdt. S. Salainti sangat salut kepada Dir. PA dan Pathfinder Daerah Konferens MU-MU, melalui panitia yang sudah terbentuk untuk membuat pelatihan bagi para instruktur dan pemimpin anak-anak dalam menyiapkan anak-anak kita untuk tetap mencintai Yesus dan menjadi alat Tuhan dalam menyampaikan kabar keselamatan itu, dan inilah yang pertama kali diselenggarakan di Uni Timur, selesai meberi sambutan MG. Pdt. S. Salainti langsung membawakan materinya yang pertama yaitu memperkenalkan Petualang Klub yang ada di seluruh dunia dengan berbagaibagai kegiatan untuk mempersiapkan anak-anak sejak usia dini untuk mencintai Yesus, mengasihi dan bergantung hanya kepada Yesus sendiri, sesuai dengan Janji Petualang “Karena Yesus mengasihiku, aku akan melakukan yang terbaik bagi Dia.” Dilanjutkan dengan materi yang kedua dengan intinya : Pemimpin kristen sejati akan menghasilkan anak-anak kristen sejati.

ADVENTURER BASIC STAFF TRAINING COURSE (ABSTC) PERTAMA DI UNI KONFRENS INDONESIA KAWASAN TIMUR Oleh : MG.Tommy J. Pantouw (Dir. Manguni Pathfinder Club Tikala Manado) Puji dan syukur kepada Tuhan atas Kasih Karunianya sehingga acara ABSTC boleh terlaksana dengan baik demi kemuliaan Nama-NYA. Acara ABSTC diselenggarakan oleh Daerah Konferens Manado, Minahasa Utara, Maluku Utara dan Bitung (DKMU-MU) tanggal 22-25 Maret 2012 di Lembah Doa Elshyadai, Desa Suwaan, Kab. Minahasa Utara. Dalam kegiatan ini yang telah mengikutinya yaitu para Direktur Adventurer Jemaat, Pembina Adventurer, Pemimpin Utama,

Bejana Advent Indonesia Timur

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012 Ia harus menjadi teladan dalam tabiat sehingga dapat dihormati oleh anak-anak petualang. Pemimpin yang semangat akan menjangkitkan rasa optimis pada anak-anak. Pemimpin yang sukses adalah mengerti karakteristik umum dari anak-anak. Dia harus terus belajara tentang tabiat anak. Dan mengetahui kecendrungan anak sekarang ini. Seorang pemimpin akan memiliki pengaruh dengan kehadirannya bukan sebagai seorang yang dominan tetapi pemipin yang dihormati anakanak. Pemimpin yang memiliki kehangatan dan pendekatan kepada anak-anak. Pemimpin memiliki kepekaan akan humor teristimewa ketika menghadapi masalah. Ini sangat penting ketika anak-anak menghadapi masalah. Para panitia dan peserta berterima kasih atas materi yang telah diberikan sehingga ini akan di praktekkan ketika kita akan melayani anak-anak di jemaat, sekolah dan dimanapun kita mengajar. Para peserta yang ikut di bagi menjadi empat kelompok yang dikoordinator oleh para mereka yang mendapat penghargaan APLA, Kelompok 1 Lebah Rajin (Koordinator MG. Nova Tompunu, APLA); Kelompok 2 Sinar Matahari (Koord. MG. Tommy Luas, APLA); Kelompok 3 Pembangun (Koord. MG. Janjte Lotulung, APLA); dan Kelompok 4 Tangan Menolong (Koord. MG.Tommy Pantouw, APLA). Acara ditutup dengan renungan malam yang dibawakan oleh kelompok Bussy Bee.

Jumat, 23 Maret, setelah selesai melakukan ibadah pagi yang dipimpin oleh kelompok sunbeam, para peserta melakukan MCK dan mengikuti pembahasan materi hingga malam hari yang dibawakan masing-masing oleh : MG. Hilda Pandeirot, APLA (Sejarah Adventurer); MG. Pdt. Jeffry Bakulu, APLA (Falsafah dan Programing Petualang, Seragam dan Tanda Kepahaman petualang); MG. Ventje Raranta, PLA, Auditor DKMU-MU (Organisasi dan Keuangan Petualang); MG. Femmy Togas, Dir. Pendidikan DKMU-MU (Sikap dan Kwalitas Kepemimpinan Kristen), sesi demi sesi dapat dilaui para peserta ABSTC dengan rasa tanggung jawab sehingga tak terasa hingga tibalah ibadah buka sabat yang di pimpin oleh kelompok Helping Hands. Acara dilanjutkan dengan materi

Bejana Advent Indonesia Timur

yang dibawakan oleh MG. Osbert Miojo (Karakteristik Tingkat Umur dari 0-9 Tahun) acara ditutup dengan renungan malam yang dipimpin oleh kelompok Builders. Sabat, 24 Maret, Ibadah pagi di pimpin oleh kelompok bussy bee dan perbaktian sabat dimulai pada jam 8:00 dan selama kegiatan berlangsung para peserta dan panitia setiap jam 7 pagi dan malam melakukan doa secara pribadi. Pada ibadah sabat pagi diisi dengan pembahasan materi ABSTC yang dibawakan oleh MG. Deetje Mononutu Dir. SS anak-anak DKMU-MU (Memperdayakan Pelayanan Kepemimpinan kepada Anakanak) dan dilanjutkan dengan diskusi panel pelajaran SS oleh MG. Femmy Runturambi, APLA; MG. Ventje Sakul, PLA; MG. Susanti Tular, PLA; MG. Tommy Luas; MG. Corneles Tumampas,PLA; dan MG. Tommy Pantouw. Ibadah Khotbah sabat oleh semua panitia dan pembawa Firman Tuhan MG. Pdt. Ritus Keni, PLA Dir. PA dan Pathfinder DKMU-MU. Dalam khotbahnya MG. Pdt. R. Keni mengangkat Firmannya dari Kitab Kidung Agung 5:2-7, dimana seorang perempuan yang menantikan seorang kekasih untuk datang kerumahnya, ketika kekasihnya sudah datang pintu diketuk dan tak pernah dibuka sehigga kepala sangkekasih basah dengan embun, ini menggambarkan bahwa kita sebagai pengantin wanita kadang kala tidak mau buka hati kita untuk Yesus tetap masuk, masih terbawa dengan kesenangan dunia, sehingga kita tidak tau bahwa Yesus sudah lama mengetuk pintu hati kita, diingatkan kepada kita untuk tetap membuka hati kita kepada Yesus dan ketika dia datang sebagai pengantin Pria maka kita akan sambut dia dan duduk bersamanya dalam pesta pernikahan Anak Domba Allah, yaitu masuk kedalam kerajaan surga. Begitu juga kita sebagai Pembina dan Instruktur untuk Petualang mari kita buka hati dan sambut para anak-anak kita untuk dididik dan dilatih dalam kelas adventurer.

Selesai makan siang seminar dilanjutkan dengan materi yang dibawakan oleh MG. Silvian Lontoh, PLA (Adventurer Family Network) dan MG. Lanny Manaroinsong (Importance Of Belonging To A Peer Group), serta MG. Hilda Pandeirot

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012 (Menyusun Kurikulum Petualang dari Domba Kecil sampan Tangan Menolong), acara dilanjutkan dengan ibadah penutupan hari sabat yang dipimpin oleh MG. Susanti Tular; Doa MG. Tommy Pantouw, dan Renungan tutup Sabat oleh MG. Winda Hidupan, PLA doa tutup sabat oleh MG. Pdt. Ritus Keni. Setelah istirahat untuk MCK maka pada jam 20:00 Materi penyusunan kurikulum petualang di lanjutkan hingga selesai pada jam 22:00, kemudian para peserta istirahat untuk tidur. Minggu, 25 Maret selesai makan pagi para peserta pelatihan melanjutkan pelatihan yang dibawakan oleh MG. Tommy Luas dengan pembahasannya mengenai Tata Upacara Pengukuhan Adventure Club. Selesai pemberian materi maka keempat kolompok diberi kesempatan untuk masing-masing kelompok dapat mempraktekkannya. Akhinya acarapun selesai dan tidak ketinggalan juga lagu-lagu yang dinyanyikan dengan menggunakan gerakan diajarkan selama pelatihan untuk dapat diajarkan kepada anak-anak kita di jemaat atau sekolah. Pada jam 11:30 acara penutupan dilaksanakan yang dipimpin langsung oleh Dir. PA dan Pathfinder Daerah Konferens MUMU, MG. Pdt. Ritus Keni. Sebelum pulang meninggalkan lokasi pelatihan ABSTC para panitia dan peserta mendapatka Sertifikat Pelatihan ABSTC oleh MG. Pdt. Ritus Keni. Dan pesan terakhinya semoga semua pembahasan materi yang telah diikuti untuk dapat ditransferkan kepada anak-anak kita di jemaat dan sekolah-sekolah. Jam 13:00 semua peserta meninggalkan lokasi dan pulang kerumah dengan penuh sukacita. Terima Kasih Tuhan atas segala berkat yang telah diberikan selama kegiatan ABSTC ini boleh dapat berlansung dengan tidak kurang suatu apapun. Puji dan syukur hanya kepada DIA………..MARANATHA…….Amin….

Global Rain Power of Prayer di Jemaat Gritma Berlangsung Khidmat Oleh: Ellen Manueke – BAIT Manado Sungguh beruntung jemaat Tuhan di Gritma. Disaat menjalani doa sepuluh hari program gereja sedunia, jemaat yang hampir tiga tahun diorganisir ini mendapat pencerahan dan arahan langsung dari Pendeta dan peneliti doa, Doktor Tumalun, yang juga teolog dan pemikir gereja Advent di Indonesia. Bersama isteri tercinta, pendeta yang bermukim di perumahan Gritma ini dari malam ke malam setia mengikuti doa bersama di gedung gereja Gritma setiap jam 7 hingga 8 malam. Rabu malam (4/4), jemaat terlihat khusuk menjalani satu jam di gereja, bernyanyi dan berdoa merasakan kuasa Roh Kudus mengendalikan hati di tengah

Bejana Advent Indonesia Timur

gelapnya ruangan gereja yang sengaja dikondisikan tanpa cahaya lampu. Di bawah panduan pendeta Tumalun, waktu satu jam berdoa dan menyanyi terasa singkat. Tanpa terasa acara telah selesai dan disarankan untuk melanjutkan doa tersebut di rumah masing masing. Jemaat yang masih rindu mendengar kata-kata penguatan dan pemikiran pendeta Tumalun meminta agar diberikan pengarahan menyangkut bagaimana menjalani puasa yang tepat dan efektif, sehubungan dengan akan ditutupnya Power of Prayer dengan puasa bersama pada hari Sabat, 7 April mendatang (lihat di berita selanjutnya).

Tumalun: Puasa adalah pikiran kepada Tuhan

pemusatan

Menurut Alkitab yang dikomentari nubuatan Wahyu 12, puasa intinya mengkonsentrasikan pikiran (hati maupun kehendak) kepada Tuhan. Ketika berpuasa Yesus tinggalkan rumah supaya tidak terganggu puasanya, demikian pula Elia ke sungai Tigrit. Menurut Tumalun, aneh kalau saat berpuasa kita masih melakukan hal hal rutin namun tidak makan, itu namanya menyiksa diri (Yesaya 58). "Saat berpuasa harus konsentrasi pa Tuhan, jangan berjalan-jalan ataupun tidur. Jika tidur, pikiran kita mati," ungkap Tumalun dalam pemaparan singkat tentang metode berpuasa usai melakukan doa global rain di jemaat Gritma, Rabu malam (4/4). Diingatkannya, jika kita berpuasa dalam satu kali dua puluh empat jam, sebaiknya dipotong dengan jam tidur sekitar tujuh jam. Alasannya, jika kita tidak tidur, kita melanggar hukum kesehatan. Menurutnya, dalam Alkitan diuraikan tentang puasa yang berlangsung selama dua belas jam saja. Dirinya juga mengingatkan untuk melakukan 'kontrak puasa' dengan Tuhan. ' Tumalun juga menjelaskan, berpuasa akan efektif jika kita menyesuaikannya dengan kemampuan fisik kita. Bahkan Tumalun menyarankan untuk mengisi perut dengan makanan paling sedikit dan sederhana untuk membantu pikiran kita tetap fokus. "Bilang semua kemampuan kita kepada Tuhan (kontrak),"

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012

ungkapnya. Yang mau dicapai adalah konsentrasi pikiran kita kepada Tuhan, tambahnya lagi. "Bukan lamanya yang menentukan kualitas puasa tetapi antaran lain torang pe pikiran betul betul melekat dengan Tuhan selama jangka waktu puasa yang torang so kontrak dengan Tuhan," ingat Tumalun lagi. Tumalunpun mengutip contoh dalam Alkitab tentang berpuasa satu kali dua belas jam.

Manado, bahasa Tondano, bahasa Jawa dan lain lain. Contoh cara Yesus curhat kepada Bapa, Ia menyampaikan permohonannya kepada Allah dengan tangisan dan airmata dan keluhan dan karena kesalehannya, doanya puasanya didengar (lihat Ibrani 5 ayat 20).

Kabar Baik di Zaman Kesusahan Oleh : Denny Kalangi

"Jangan melakukan puasa yang mementingkan diri (selfish fasting), yaitu waktu memulainya kita langsung meminta ini dan itu. "Sepuluh jam pertama dalam puasa torang periksa diri, cari pa Tuhan, akui dosa dosa dulu. Nanti depe ujung ujung barulah kita meminta keinginan." Tahapan puasa sebagaimana dipaparkan Tumalun dalam penyampaian singkatnya, mencakup: 1. Meditasi yaitu tahap di mana kita mengarahkan pikiran kepada Tuhan. Paksakan mata pikiran kita supaya fokus kepada wajah Yesus di sebelah kanan. Dalam Daniel 9:3, Daniel mengarahkan muka kepada Tuhan, memandang dengan mata pikiran. Meditasi merupakan ciptaan Tuhan untuk mendapatkan kekuatan supranatural dari Tuhan. 2. Audiensi yaitu tahapan untuk merenungkan, mendengar Firman Tuhan. Unsur audiensi dalam puasa yang paling berkualitas adalah mendengarkan ucapan ucapan Yesus yang sedang berhadapan dengan kita lewat 'mata' pikiran. Ayat ayat Alkitab yang sudah kita hapalkan, ayat kesayangan kita, itulah yang diucapkan Yesus lewat mulutnya yang terlihat komat kamit dan amalkan ayat ayat yamgbkita dengarkan itu. Matius 11:28 menjadinjaminan bagi mereka yang datang kepada Yesus, "Marilah kepada-Ku 5 , s semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan t kepadamu. 3. Suplikasi yaitu tahapan untuk mencurahkan isi hati pada Yesus. Kutipan dari roh nubuat mengatakan bahwa berbicara kepada Allah seperti kita berbicara kepada sahabat akrab (Steps to Christ p 11). Ini berarti bahasa akrab, boleh bahasa

Bejana Advent Indonesia Timur

Sabat 31 maret 2012 merupakan sabat yang berbeda bagi jemaat se cimahi. Pada sabat ini diadakan gabungan untuk beberapa jemaat. Gabungan yang dilaksanakana di gereja pusdikpassus [pusat pendidikan pasukan khusus] ini berlangsung dengan penuh sukacita. Jemaat yang berpartisipasi kali ini adalah: Jemaat Kebun kembang Jemaat Pakusarakan Jemaat Pondok Mas Jemaat Cibeber Jemaat Bukit Zaitun Jemaat Batujajar sebagai tuan rumah Sedangkan jemaat Padasuka kali ini belum turut serta bergabung Pada acara SS diadakan panel diskusi dari perwakilan jemaat Pakusarakan, Jemaat Pondok mas, Jemaat Kebun kembang, dengan moderator gembala jemaat Cibeber. Pada acara khotbah yang diisi dengan lagu lagu dari beberapa jemaat, Pdt J. Havellar mengajak para hadirin untuk melihat akan buku II Raja Raja 6:24-30. Dalam buku tersebut terkandung 3 babak yaitu: 1. Krisis kelaparan di Samaria 2. Sikap yang Diambil 3. Bagikan makanan

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012

Diingatkan bagi kita bahwa orang yang lapar akan Firman Tuhan akan berusaha mencarinya untuk mendapatkannya. Jadi kita perlu ambil waktu untuk Firman Tuhan karena itu akan menjadi makanan kita, menjadi kebenaran tabiat kita & menjadi kesehatan rohani kita. Demikian intisari khotbah tsb. Sedikit berbeda dengan gereja lainnya. Karena gereja ini merupakan gereja Oikumene, maka tentunya ada waktu yang telah terjadwal bagi beberapa gereja. Karena hari Sabat hanya gereja Advent yang mengunakan, maka tidak seperti hari minggu yang harus dibagi jam dengan gereja lainnya. Hal lainnya yaitu, jika anda melihat akan foto yang ditampilkan ini, diatas pembicara, maka ada sesuatu yang ditutup dengan kain. Itu adalah patung dari Tuhan Yesus. Tentunya anda akan bertanya kenapa ini harus ditutup? Di awal penggunaan gereja ini oleh jemaat Advent, ornament / patung Yesus yang di gantung masih jelas terlihat. Hanya ketika itu ada jemaat yang merasa terganggu dengan pandangan tsb. Apalagi posisinya di depan, sehingga semua mata pasti akan memandang gambar/patung tsb. Tentunya jemaat tidak boleh memindahkan barang tsb. Karena jemaatpun hanya meminjam tempat tersebut. Kebijakan yang diambil inilah yang dianggap terbaik untuk dilakukan yaitu dengan menutup patung tsb dengan kain.

KECAMATAN WAWO DEKLARASI ODF 5 APRIL 2012 Oleh : Dr Ruben Supit Bima – Rapat Persiapan menyambut 3 event yaitu Deklarasi bebas buang air besar sembarangan/Open Defecation Free (ODF) yang dirangkai dengan Pertemuan Sosialisasi PERDA AMPL-BM Kabupaten Bima dan Evaluasi Program Buang Air Besar Sembarangan Menuju Nol (Basno) Provinsi NTB berlangsung Kamis (22/3) di Ruang Rapat Bupati Bima. Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Drs. H.M. Taufik,. HAK, M.Si (saat ini sedang bicara kepada kami di Bima)yang memimpin rapat menyatakan, kegiatan Evaluasi program BASNO (BuangAir Sembarangan Menuju Nol)provinsi NTB akan dihelat tanggal 3 April 2012, Sosialisasi Perda Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) tanggal 4 April 2012 dan Deklarasi ODF tanggal 5 April 2012 dengan Kecamatan Wawo sebagai kunjungan merupakan event berskala nasional yang memerlukan persiapan matang. Untuk ini, maka pembagian tugas, mobilisasi dan pengaturan acara amat penting”. Perwakilan Unicef Bima Buyung Nasution S.S menyatakan, sebanyak 70 peserta, narasumber dan Fasilitator yang merupakan delegasiBappeda, Dinas Kesehatan, Dinas PU, BPMD kabupaten/kota se-NTB, Kemenkes RI , Bappenas ,

Bejana Advent Indonesia Timur

Kabid BP2PL Dinas Kesehatan Prop. NTB, Unicef Surabaya, PO Unicef NTB, Waspola , PLAN dan beberapa yayasan di Pulau Lombok akan mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung 3-5 April tersebut. (Termasuk ADRA) Pada rapat yang juga dihadiri SKPD terkait seperti Bappeda, Dinas Kesehatan, BPMDes, Pokja AMPL, Camat dan Kepala Puskesmas Wawo, ”Kabupaten Bima merupakan pelopor penyusunan Perda tentang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) di tingkat nasional. Terbentuknya Peraturan Daerah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam pembangunan AMPL di daerah. Dengan adanya Perda AMPL-BM kabupaten Bima telah mampu membuat satu kecamatan bebas buang air besar sembarangan (ODF). Program yang dimulai sejak tahun 2010 ini adalah salah satu program unggulan provinsi. Sampai dengan tahun 2010 jumlah desa yang telah bebas buang air besar sembarangan adalah sebanyak 60 desa dari 913 jumlah desa di Nusa Tenggara Barat. (ADRA sedang mengusahakan beberapa Dusun ODF di Desa Tumpak, Kec Lombok Tengah) Kegiatan ini lanjut Buyung, bertujuan untuk mensosialisasikan PERDA AMPL-BM Kabupaten Bima dan evaluasi (memotret progress) program BASNO disetiap kabupaten/kota. Latar belakang dirangkaikannya kegiatan ini dengan deklarasi ODF Kecamatan Wawo kabupaten Bima adalah untuk mengapresiasikan kepada kabupaten Bima atas prestasi ODF kecamatan Wawo dan untuk lebih meningkatkan motivasi kabupaten/kota lain di provinsi NTB untuk lebih terpicu dalam mengarusutamakan isu AMPL di daerah masing-masing. Terang Buyung. (Humas 01) Kabupaten Bima, Pelopor Perda AMPL di Indonesia Pada saat ini di seluruh Indonesia baru terdapat 2 Perda AMPL,secara berturut turut adalah PERDA AMPL Kabupaten Aceh Besar yang merupakan PERDA AMPL pertama, dan PERDA AMPL Kabupaten Bima yang menyusul kemudian. Ini merupakan prestasi luar biasa yang perlu dihargai, mengingat di seluruh Indonesia sejak dimulainya fasilitasi intensif operasionalisasi kebijakan nasional AMPL pada tahun 2004, terdapat 72 Kabupaten yang diharapkan bisa menindak lanjuti menyusun rencana strategis AMPL, memasukkan lebih lanjut kedalam RPJM daerah, dan yang paling prestisius melakukan legislasi sampai terwujud menjadi sebuah Perda AMPL.

Week of Prayer (WOP) UNKLAB Oleh : Freddy Kalangi The Righteous will live by faith (Orang benar akan hidup oleh Iman). Begitulah tema Week of Prayer (WOP) yang telah dipilih oleh pembicara, Pdt. Jones T. L. Woy, M.Min, M.Div.. Selama satu minggu, 26 – 31 Maret 2012, segenap warga

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012 Universitas Klabat telah disegarkan dengan siraman rohani yang dibawakan setiap pagi dan malamnya. Sebagaimana diketahui bahwa setiap semester UNKLAB mengadakan acara WOP dan puji syukur kepada Tuhan acara WOP semester ini sudah berjalan dengan baik. Penyelenggaraan WOP semester ini tidak berbeda dengan semester sebelumnya, yaitu dengan cara membagi para mahasiswa ke 3 venue. Yang pertama di Pioneer Chapel, kedua di UNKLAB International Church (UIC), lantai 4 Gedung Kuliah I, dan ketiga di Fern Wallace Hall. Khusus di UIC dan Fern Wallace Hall, para mahasiswa dapat mengikutinya melalui 2 layar LCD.

Sejak hari pertama, pembicara telah mengisahkan beberapa pahlawan iman di dalam Alkitab, antara lain, Abraham, Yusuf dan Musa dimana mereka berhasil mempertahankan Imannya walaupun banyak cobaan serta permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari.

Bejana Advent Indonesia Timur

Abraham, dengan iman ia meninggalkan tempat tinggalnya, Haran, dan dengan iman ia pergi ke tanah Moria untuk menyerahkan Isaak. Begitu pula dengan Yusuf, walaupun dibuang oleh saudara-saudaranya, dijual ke Mesir, difitnah sampai masuk penjara, namun Yusuf tetap pada imannya. Adapun Musa, dibesarkan dengan kemawahan namun ia memilih untuk menjadi hamba Tuhan dan akhirnya memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. “Mereka semua ini adalah pahlawan Iman di Alkitab, mengapa? Mereka semua hidup oleh Iman,” terang Pdt. Woy. Dijelaskan jika ingin memiliki iman seperti mereka maka kita harus menjadikan Tuhan yang terutama dalam segala hal. Dipastikan keberhasilan, kemakmuan akan mengikuti kita. “Jangan tunggu ada musibah atau menderita sakit penyakit barulah kita berpaling kepada Tuhan,” tambah Pdt. Woy.

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012 Selain membahas firman Tuhan, Pdt. Woy mengambil waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masuk selama acara WOP. Khusus bagi mahasiswa yang ingin berkonsultasi dengan pembicara, maka pihak sekolah telah menyediakan ruang konsultas di Conference Room, lantai 2, Gedung Administrasi.

1994 Fakultas Filsafat. Tahun 2003, Pdt. Woy menyelesaikan program Master in Ministry di AIIAS, Filipina, dan pada tahun 2006, di AIIAS, telah menyelesaikan program Master in Divinity. Sampai ketemu pada acara WOP semester depan.

Tuhan memberkati.

PA JAKASAMPURNA DI TMII Oleh: Yoshen Danun Untuk memberikan nuansa lain dari acara PA, maka Sabat 31 Maret 2012, PA Jakasampurna mengadakan acara di alam. Acara dilakukan di TMII, memilih anjungan Sulawesi Utara, dipilih karena di kolong rumah adat Minahasa ada tempat duduk yang panjang, dan baik untuk acara PA.

Setiap malam, usai pembahasan firman Tuhan, para dosen berkumpul untuk mendoakan orang tua Pdt. Woy, juga para mahasiswa yang sedang bergumul untuk mengambil keputusan. Menurut Dr. Joppi Rondonuwu, Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, seluruh dosen dan staf diharapkan untuk menghadiri dan mendoakan acara WOP, baik pada pagi dan malam harinya. Tentu selain member contoh yang baik kepada para mahasiswa, tetapi sudah pasti akan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan kerohanian masing-masing dosen dan staf. Hari Sabtu, 31 Maret 2012 merupakan puncak selebrasi acara WOP, dimana ada 6 jiwa yang menyerahkan diri untuk dibaptis. “Puji Tuhan, Puji Tuhan ada 6 jiwa yang sudah dibaptis, mari kita doakan mereka agar boleh menjadi penjala manusia serta setia hingga kedatangan Yesus yang kedua kali,��� ungkap Pdt. Woy usai membaptketika ia keluar dari kolam baptisan. WOP kali ini, memiliki makna khusus bagi pembicara. Pasalnya, beberapa hari sebelum acara WOP, Ibu dari Pdt. Woy harus dilarikan ke rumah sakit. “Kami cukup shock melihat kondisi Ibu kami, namun saya percaya Tuhan akan menjaga dan memberikan kesembuhan,” jelas Pdt. Woy. Pdt. Woy, atau lebih dikenal dengan Pdt. Lauda, adalah seorang dosen di fakultas Filsafat lahir di Airmadidi tahun 1971. Saat ini sudah menikah dengan Joice Sepang dan dikarunai dengan dua orang anak. Pendeta adalah alumnus UNKLAB, angkatan

Bejana Advent Indonesia Timur

Acara dimulai pada jam 16.00, walaupun didahului hujan deras, namun tidak menyurutkan anak muda dan orang tua datang ke acara tersebut. Pemimpinan PA Jakasampurna, Miss Debby Rumayar yang merupakan jebolah 1000 Missionary, membuka acara dengan selamat datang dan diserahkan kepada Antonio Hutabarat dan Green Silaen memandu acara dengan mempersilahkan persembahan lagu istimewa dari Gerald Panjaitan cs.

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012 Acara Kuis Alkitab dibawakan oleh Ibu Juwita Pardosi, dengan membuat 4 kelompok berisi 6 orang. Acar kuis berupa mengingat buku dalam Alkitab. Misalkan buku sesudah Ibrani, apa. Kelompok yang ditunjuk akan melopat satu persatu mulai dari depan menyebut 1 huruf, dan kalau salah menyebut dipindahkan ke kelopok lain. Acara menghapal buku dalam Alkitab perlu digalakan lagi di PA, karena tidak sedikit anakanak sudah tidak menghapal nama-nama buku di Alkitab, akibat anak-anak sudah sangat tergantung ke gaget untuk membaca, mencari ayat dan melihat daftar nama buku di Alkitab. Setelah acara ini selesai, diteruskan oleh Damus Silaen masih seputar kuis Alkitab. Setiap kelompok diminta mencari ayat, yang ada kata “bilangan dan nama orang/tokoh”.

terlambat, si burung sudah meninggal karena kehabisan darah. Yesus telah mencurahkan darah-Nya dan mati karena cintanya kepada manusia, hanya terkadang manusia tidak mencintai Tuhan. Tepat jam 18.00 doa tutup dilayangkan oleh Pdt. Milton Pardosi, setelah terlebih dahulu menyanyikan “Hampirlah Malam” L.S. 253. Acara selesai, ibu-ibu membagikan snack berupa roti dan pastel dengan air mineral botol. Tidak lupa dibagi-bagikan juga kepada Bapak Boy Wauran (yang dulunya katanya Ibunya Advent dan dia juga pernah jadi Advent) dan juga kepada beberapa penjaga rumah tersebut. Saya hanya nenitipkan pesan kepada Pak Boy, agar apa yang pernah diimani Ibunya dan dia sendiri, supaya direnungkan kembali. Sekarang ini Pak Boy sudah menikah dengan orang Kampung Sawah (Betawi Kristen) dan mengikut istrinya jadi anggota GKP (Gereja Kristen Pasundan). Kita doakan Pak Boy, agar menerima kembali bisikan Roh Kudus.

Workshop Tim Komunikasi GMAHK Taman Harapan Oleh : Jurian Kaunang

Penutupan acara dengan mendengarkan renungan tutup Sabat oleh Pdt. Milton Pardosi. Menceritrakan sebuah hikayat, di mana, ada seekor burung bertemu dengan mawar putih (walaupun dongeng tapi ada pelajaran rohaninya). Si burung berkata, bahwa aku mencintai engkau mawar. Mawar lalu menolak cinta si burung itu, kecuali dapat membuat mawar itu menjadi merah. Dengan semangat cintanya, burung itu merobek sayapnya dan meneteskan darahnya di atas mawar itu dan membuatnya jadi merah. Saat sudah menjadi merah, mawarpun berkata, aku juga mencintaimu, tetapi sudah

Bejana Advent Indonesia Timur

Departemen komunikasi gereja Taman Harapan dibawah pimpinan Sdr. Alfrets Bimbangnaung menyelenggarakan workshop untuk tim komunikasi yang berlangsung pada 7 dan 8 April 2012 bertempat di Villa Istana Bunga Lembang, Jawa Barat. Acara dihadiri oleh 12 orang anggota tim komunikasi, narasumber, ketua jemaat membawahi departemen komunikasi beserta gembala jemaat Taman Harapan. Kegiatan workshop berlangsung 2 hari dibagi menjadi sesi pertama pada hari sabtu malam, dan sesi kedua pada keesokan hari di minggu pagi. Adapun tujuan dari diadakannya workshop ini adalah : 1. Mendapatkan berkat rohani secara pribadi 2. Aktif mengabarkan Injil lewat wadah komunikasi 3. Menjaga kekompakan tim agar tetap solid 4. Mencari solusi untuk masalah yang dihadapi tim komunikasi, mencari ide-ide kreatif para anggota terhadap pelayanan komunikasi yang akan dilakukan 5. Lebih aktif mengirimkan berita ke konfrens DKI mengenai kegiatan Taman Harapan 6. Melalui diadakannya workshop rencana menerbitkan bulletin jemaat Taman Harapan dapat terlaksana. Workshop dibuka dengan doa oleh Sdri. Kernida Sipayung, sambutan oleh pemimpin departemen komunikasi gereja Taman Harapan Sdr. Alfrets Bimbangnaung serta motivasi

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012 pelayanan yang diberikan oleh ketua jemaat membawahi departeman komunikasi Sdr. Billy Sekeon. Dalam motivasinya ketua Billy Sekeon menjelaskan kutipan dari buku Peraturan Gereja: “Kita harus menggunakan setiap cara yang memungkinkan untuk membawa terang kepada banyak orang. Biarlah media massa digunakan dan biarlah setiap agen periklanan digunakan untuk membawa perhatian pada pekerjaan itu.” – Testimonies, jld. 6, hlm. 36. Juga kepada tim komunikasi diberikan ayat renungan dalam 1 Kor. 15:58 “Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

Dalam sesi pertama workshop, materi yang diberikan berjudul “Web Writing” dibawakan oleh Sdr. Osvald Taroreh. Salah satu media yang popular saat ini untuk dikunjungi orang adalah website. Jutaan halaman website diciptakan setiap hari dan jumlahnya jika ditotal akan melebihi penduduk dunia yang ada sekarang. Tantangan bagi kita adalah untuk dapat berpartisipasi dalam pelayanan lewat media website di internet. Pertama kita harus mengenali karakter pembaca dan tulisan yang ada di internet. Dengan makin maraknya gadget elektronik yang bisa diakses dimana saja (remote device) selain desktop dan laptop yaitu blackberry, iPhone, tablet computer, hal ini memungkinkan orang membaca tulisan di internet dimana saja, asalkan terhubung dengan internet.Oleh sebab itu, penulisan yang baik di website adalah pendek, terarah, dan menyeluruh. Hal ini agar pembaca remoted bisa membaca dengan lebih ringkas dan padat. Perlu juga dipikirkan content, contribution, continuity. Bagaimana caranya kita bisa melanggengkan pelayanan internet ini hingga tahun-tahun ke depan. Pembahasan materi selanjutnya berjudul “Dasar-dasar Videografi” dibawakan oleh Sdr. Willy Tangkilisan. Dijelaskan sekilas perihal proses pembuatan video, script-writing, sinematografi hingga broadcasting yang lebih dikhususkan pada persiapan-persiapan yang harus kita miliki serta rencanarencana tim departemen komunikasi ke depan berkaitan dengan

Bejana Advent Indonesia Timur

sumbangsih gereja Taman Harapan dalam membantu pekerjaan Tuhan melalui Hope Channel Indonesia.

Materi ketiga kemudian dilanjutkan dengan pembahasan tentang “Psikologi Warna Dalam Design” oleh Sdr. Ivan Kembuan. Warna adalah substansi yang penting dan mendasar dalam design. Tujuan utama dari design yang baik adalah agar dapat menarik perhatian orang untuk membacanya dan hal ini sangat berkaitan dengan penggunaan warna-warna yang sesuai dalam design yang kita buat. Yang menarik adalah pengalaman dari Sdr. Ivan Kembuan maupun narasumber lainnya dalam melayani di bidang komunikasi selama belasan tahun meskipun sebenarnya mereka tidak menempuh pendidikan formal yang sesuai. Dapat kita jadikan contoh betapa talenta yang Tuhan berikan seberapapun yang kita punya dapat kita gunakan untuk membantu pekerjaan Tuhan dan talenta tersebut akan Tuhan lipat gandakan dan diberkati-Nya. Pada keesokan harinya sebelum memulai sesi kedua, gembala jemaat Pdt. David Siby membawakan renungan pagi dan secara khusus memimpin seluruh tim komunikasi dalam doa bersama, memohon berkat dan pimpinan Tuhan atas segala hal, khususnya kepada tim komunikasi agar dapat bekerja dengan komitmen yang sungguh penginjilan dan bentuk pelayanan kepada Tuhan. Sesi kedua dihari minggu pagi diisi dengan materi terakhir dan merupakan pelatihan lanjutan dari Sdr. Ivan Kembuan berjudul “Bagaimana Membuat Buletin yang Menarik” Pelatihan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta workshop dengan menggunakan komputer dan perangkat lunak yang menunjang. Tim komunikasi mendapat tutorial dan juga berlatih membuat design serta membuat buletin yang baik.

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012 Akhir dari acara workshop dan sebelum para partisipan kembali ke Jakarta, doa tutup seluruh kegiatan workshop dilayangkan oleh Pdt. David Siby. Semoga workshop ini dapat menjadi berkat bagi masing-masing partisipan, bagi departemen komunikasi jemaat Taman Harapan dan terlebih lagi bagi pelayanan global pekerjaan Tuhan di akhir zaman ini. Mari menginjil agar Yesus Kristus segera datang!

orang utan (lebih detail bisa dilihat di (http://redapes.org/nyarumenteng ) dan juga sempat mengunjungi Gereja Palangka Raya yang akan menjadi salah satu base camp peserta perkemahan yang akan tiba sebelum acara dimulai.

Kunjungan DIrektur-Direktur PA Uni Indonesia Kawasan Timur ke Bumi Perkemahan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah Oleh : Franky Sumarauw

Minggu yang lalu adalah minggu berkat bagi Daerah Kalimantan Kawasan Timur yang berkesempatan dikunjungi oleh para direktur PA dari Uni Konfrens Indonesia Kawasan Timur yang dipimpin langsung oleh Pdt. Steven Salainti yang didampingi oleh Pdt. Ritus Keni, Pdt. John Umbora dan Pdt. Didi Muntu. Tujuan utama dalam perjalanan ini adalah meninjau, mengamati dan menilai apakah Bumi Perkemahan Nyaru Menteng yang sedianya akan digunakan sebagai lokasi acara Pathfinder Camporee 2012 cukup layak bagi peserta.

Rekomendasi dari Pdt. Steven Salainti dan tim adalah bahwa Bumi Perkemahan Nyaru Menteng sangat layak untuk digunakan menjadi tempat acara Pathfinder Camporee 2012 nanti.

Perjalanan yang ditempuh dari Balikpapan adalah melalui darat, yang bertindak sebagai pengemudi adalah Pdt. Dwie Juniarto (Direktur PA Daerah Kalimantan Kawasan Timur) bergerak untuk menjelajahi sekitar setengah dari luas bumi Kalimantan untuk ke Palangkaraya dan kembali ke Balikpapan. Perjalanan yang ditempuh kurang lebih empat hari tersebut menyajikan pemandangan Kalimantan yang indah dan exotic. Para direktur PA kita juga berkesempatan meninjau dari dekat fasilitas-fasilitas standard yang telah tersedia di Bumi Perkemahan Nyaru Menteng, termasuk wilayah wisata rohani yang bisa dimanfaatkan para peserta dan juga penangkaran

Bejana Advent Indonesia Timur

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012 Beliau menginformasikan bahwa potensi peserta Pathfinder Camporee dari Uni Konfrens Indonesia Kawasan Timur adalah lebih dari 1,000 (seribu) pathfinder beserta pembinanya.

terbesar dan paling bergengsi di kalangan orang Advent Indonesia di AS. New Jersey dipilihnya sebagai tempat berlibur, karena negara bagian ini merupakan home basenya di Pantai Timur AS. Selain berkesan, New Jersey adalah tempat pertama beliau bertugas selaku pendeta di AS di bawah naungan Allegheny East Conference, salah satu konferens/daerah yang terkaya (dari segi keuangan) di North American Division. Tidak heran kedatangan beliau disambut hangat oleh anggota jemaat First Indonesian Seventh-Day Adventist Church (FISDAC), New Jersey.

Pdt. John Umbora menyatakan kesiapan lebih dari 700 (tujuh ratus) pathfinder akan datang dari Daerah Misi Papua dan beliau juga mengingatkan panitia untuk bersiap dengan fasilitas pendukung termasuk transportasi seperti yang diinformasikan bisa disiapkan oleh Panitia.

Pada Sabat (31/3) Dr. Hendrik Sumendap selain berkhotbah dengan topik “The Road Less Travelled, juga memimpin Perjamuan Kudus di FISDAC. Pada Minggu (1/4) beliau bersama rombongan 50 Plus FISDAC yang dipimpin oleh Robin Assa (50 Plus Director) dengan mengendarai church van mengunjungi World Quarters of Seventh-Day Adventist Church di Maryland dan bertemu dengan besan Dr. Hiskia Missah.

DR HENDRIK SUMENDAP LIBURAN DI EAST COAST Oleh: Jufrie Wantah, BAIT USA

Dr. Hendrik Sumendap yang kini bertugas sebagai Senior Pastor of Loma Linda Seventh-Day Adventist Church (LLISDAC), California belum lama ini sempat berlibur sepekan di East Coast, USA. Ini merupakan liburan pertama baginya semenjak beliau menggembalakan jemaat yang

Bejana Advent Indonesia Timur

Sebelum kembali ke New Jersey rombongan sempat mengunjungi ibukota AS, Washington, DC antara lain dapat melihat obyek wisata seperti antara lain Washington Monument, White House dan Capitol Building. Pada Selasa (4/3) Dr. Hendrik Sumendap setelah sepekan berlibur kembali ke posnya, California. Sayangnya liburannya kali ini tidak ditemani sang isteri Dr. Octofien Sumendap, yang kini sedang berlibur ke Indonesia dan Philippines.

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012 Sombah, Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa Akan memberikan penghiburan yang sejati bagi keluarga yang ditinggalkan, Kami yang berduka, Keluarga besar Jemaat Limau Asri Oleh : Jonston Sasarari

Berita Duka Pagi ini (4/11) kami mendapat sms dari Pdt. Sadondang yang isinya : Telah meninggal sdr kita Frian Somba pagi ini di RSUD Timika. Sungguh hati ini berduka sekali. Baru saja sekolah ini kehilangan seorang siswi.... hari ini TUHAN ijinkan teman kerja, teman pelayan Sdr. Frian Somba, Guru Agama Ass. Chaplain dan Wakil Kepala Sekolah Advent Timika.

Hari Selasa pagi, 10 April 2012, Tuhan telah berkenan memanggil saudara dan teman kami Bpk. Chris Ririhena di LLU Hospital, Loma Linda. Istrinya Rine dan anak-anak yaitu Pamela, dan Ronald serta istri Sylvie dan kedua anak mereka dari San Francisco, juga keponakan Willem Aronggear dari Denver, Colorado hadir melepas keberangkatan. Acara-acara penghiburan dan kedukaan sedang disusun, akan kami beritakan kemudian. Jack Kussoy

Selamat malam teman..... Sampai jumpa besok pagi di hari Maranatha. Terima kasih untuk dedikasimu untuk pelayanan di Sekolah TUHAN ini. Kami akan merindukanmu, Dengan duka, Kel. Oijaitou – Yunus SLA Doyo Baru

Keluarga besar Jemaat Karang Senang ( SP 3 ), Majelis Sekolah, guru dan staff YPAT ~ turut merasakan DUKA yang sangat dalam untuk dijinkan~Nya sdr. Terkasih FRIAN SOMBA untuk beristirahat sementara. Kekuatan, Penghiburan serta Perlindungan Tuhan dari Sorga kiranya menjadi bagian Keluarga Besar Somba terlebih Istri dan Anak yang ditinggalkan, Selamat beristirahan SIR FRIAN..... Sampai jumpa di pagi yang cerah di hari Maranatha. Terima kasih untuk seluruh dedikasi serta pelayanan yang sungguh-sungguh di Sekolah TUHAN ini. Kami yang sangat berduka, Keluarga Besar Jemaat Karang Senang, Majelis Sekolah, Guru & Staff YPAT Oleh : Kristifanus Nuryanto (Endro)

Keluarga Sombah - Mantiri, Kami Keluarga Besar Jemaat Limau Asri turut merasakan duka yang sangat dalam atas terpanggilnya saudara kekasih Frian

Bejana Advent Indonesia Timur

Baru-baru ini ditempat saya dikunjungi seseorang yang mengaku dari kelurahan. Beliau memberitahukan bahwa 2 hari lagi akan diadakan penyemprotan di RT tempat saya berada. Dan diakhir pembicaraan dia meminta biaya untuk kegiatan ini. Tetapi orang yang dirumah tidak memberikan apa yang diminta. Karena tidak menyertakan surat pengantar dari RT/RW. Dan memang biasanya jika ada kegiatan seperti ini, maka surat edaran resmi akan dibuat oleh pengurus RT, minimal jika dalam keadaan mendadak, aka nada pemberitahuan secara lisan oleh pengurus. Memanfaatkan kesempatan yang ada untuk kepentingan sendiri mungkin sering kita dengar, bahkan mengalaminya sendiri, ada kalanya karena berbagai kepentingan yang ada, membuat seseorang tidak mengatakan yang sebenarnya, sehingga harus berbohong. tetapi jangan sampai kita sendiri yang melakukannya. Karena di dalam Firman Tuhan dalam Yakobus 5:12 ‌. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman. Kiranya kita bisa mengatakan yang sebenarnya walaupun ada akibat yang harus diambil, tetapi yang lebih utama kita bisa berkata benar dihadapan Tuhan. Denny Kalangi Redaksi

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012

Bejana Advent Indonesia Timur

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012

Bejana Advent Indonesia Timur

Page 10


Edsi 181 – 12 April 2012

Bejana Advent Indonesia Timur

Page 10


BAIT EDISI 181