Page 1


Earthernity Fest 2013 -Earth, Pray, LoveBengkel Kesenian Geografi (BEKAGE) Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Geografi UGM

Bengkel Kesenian Geografi atau BEKAGE adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berkecimpung dalam bidang seni, dan secara resmi dibentuk menjadi UKM oleh Fakultas Geografi pada 14 Desember 2007. Terdapat 5 divisi yang menampung mahasiswa Fakultas Geografi dalam menyalurkan dan mengembangkan minatnya dalam bidang kesenian, antara lain : Musik, Desain Grafis, Paduan Suara, Teater, dan Fotografi. Kelima divisi tersebut secara rutin memiliki program kerja yang mencakup lingkup fakultas, universitas dan juga masyarakat. BEKAGE selain melakukan kegiatan dalam bidang seni juga tidak melupakan jati diri sebagai generasi muda yang peduli terhadap bumi dan lingkungan serta ditambah dengan latar belakang bidang keilmuan Geografi yang merupakan salah satu ilmu yang mengkaji tentang bumi terutama terhadap aspek-aspek yang berkaitan dengan fenomena-fenomena yang ada didalamnya mencakup aspek perkembangan, kondisi, serta proses-proses yang

terjadi dan akan terjadi

terhadapnya. Apresiasi BEKAGE ditunjukan dalam serangkaian acara yang dilakukan secara maraton mulai tanggal 22 April yaitu sebagai hari bumi Internasional, yang dicanangkan oleh Gaylord Nelson, hingga 5 Juni yang diperingati sebagai hari lingkungan hidup. Program bertajuk “EARTHERNITY FEST” ini merupakan suatu aksi seni dalam rangka menyerukan pesan-pesan pengenalan dan kecintaan terhadap bumi dan lingkungan bagi generasi muda yang ada di Indonesia. Rangkaian aksi ini ditujukan untuk bumi dan lingkungan dan dikemas melalui kegiatan seni, sesuai dengan landasan BEKAGE sebagai UKM di bidang seni. Rangkaian Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan serta mengajak masyarakat luas terutama para pelajar dan mahasiswa untuk lebih peduli terhadap kondisi sekitarnya sehingga acara ini tidak hanya mencakup lingkup Universitas Gadjah Mada tetapi juga masyarakat umum. Earthernity Fest 2013 ini merupakan rangkaian kegiatan Earthernity Fest yang kelima sejak tahun 2009 dengan tema yang diusung pada tahun ini adalah “Earth Pray Love”.


Kecintaan terhadap seni dan bumi menjadi dasar dari dibentuknya tema “Earth Pray Love� ini. Seperti yang kita tahu bahwa bumi saat ini sedang dalam kondisi yang mengkhawatirkan terutama dalam hal degradasi lingkungan yang sebagian besar diakibatkan oleh manusia. Oleh karena itu, perlu ditumbuhkan rasa cinta terhadap bumi yang salah satunya dapat dikemas dalam aksi berbalut seni. Segala kegiatan berbalut seni dan kecintaan terhadap bumi dan lingkungan ini diwujudkan melalui beberapa aksi meliputi Kampanye Hari Bumi, Aksi Tanam 1000 Pohon, Lomba Fotografi, Pameran Grafis dan Fotografi, Pementasan Teater, dan diakhiri dengan acara Malam Puncak berupa konser musik dengan yang menghadirkan musisi-musisi papan atas Indonesia untuk menarik masa yang besar sehingga rangkaian kegiatan dapat diketahui khalayak ramai. Kampanye lingkungan merupakan pembukaan dari seluruh rangkaian acara Earthernity Fest 2013 yang dilaksanakan pada Minggu 21 April 2013 di Sunday Morning UGM. Kegiatan ini bertujuan untuk memperingati Hari Bumi (yang jatuh pada 22 April) dengan secara langsung turun ke jalan mengajak warga untuk berpartisipasi. Aksi yang dijalankan diantaranya adalah aksi tweetearth, penampilan musik, foto untuk lingkungan, dan penjualan tempat pensil ramah lingkungan. Aksi tweet-earth mengajak para pengunjung sunmor untuk menyampaikan pesan kecintaannya pada bumi dan rencana untuk menjaga bumi yang ditulis di secarik kertas kecil serta ditulis ulang lewat twitter @ukm_bekage yang merupakan akun twitter resmi BEKAGE sehingga pesan-pesan tersebut dapat dibaca dan disampaikan ke seluruh masyarakat. Aksi penjualan tempat pensil ramah lingkungan dilakukan dengan tempat pensil buatan BEKAGE dan dilukis bertemakan lingkungan. Penampilan musik semakin memeriahkan acara kampanye ini. Terdapat satu aksi menarik yaitu penjualan 1 stiker untuk 1 bibit pohon. Setiap warga mempunyai peluang untuk ikut berpartisipasi pada acara penanaman pohon walaupun tidak dapat hadir dengan cara membeli 1 stiker tanam pohon yang berarti menyumbangkan 1 bibit pohon untuk ditanam. Aksi ini mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari masyarakat dengan jumlah 1000 bibit pohon terkumpul untuk ditanam. Kampanye ini juga dimeriahkan oleh maskot yang mendukung tema Earthernity fest 2013 yaitu Manusia Bumi (Earth), Gathot Kaca (Pray), dan Cupid (Love) agar masyarakat dapat lebih tertarik untuk ikut berpartisipasi. Lebih dari 200 warga ikut berpartisipasi dalam acara ini yang ditandai dengan masuknya sekitar 200 tweet earth dan foto pada kampanye lingkungan ini.


Foto 3. Aksi Kampanye Hari Bumi

Foto 4. Peserta Kampanye

Foto 1. Maskot Kampanye Hari Bumi

Foto 2. Aksi Tweet-earth

Foto 5. Penampilan Musik

Gambar 1. Poster Kampanye Hari Bumi Lingkungan adalah suatu wadah dimana terdapat keterkaitan antara komponen biotik termasuk manusia dan komponen abiotik berupa lingkungan fisik atau alami. Keterkaitan ini ada dalam bentuk hubungan timbal balik di mana keduanya harus saling memberi dan melengkapi. Lingkungan fisik telah memberikan banyak hal dalam bentuk sumberdaya alam untuk memenuhi segala kebutuhan manusia sehingga manusia juga harus memberikan hal yang positif salah satunya dalam bentuk pelestarian. Pelestarian ini diwujudkan dalam Aksi Tanam 1000 Pohon. Aksi Tanam 1000 Pohon adalah acara pembuka dari serangkaian “Earthernity Fest 2013� yang dilaksanakan pada Sabtu 12 Mei 2013 di Pedukuhan Somomertan Demangan Desa Maguwoharjo Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. Konsep acara ini yaitu melakukan aksi tanam pohon di pinggir aliran Selokan Mataram. Tujuan kegiatan ini selain mengajak masyarakat setempat untuk lebih peduli terhadap lingkungannya serta sekaligus turut mencegah erosi tebing sungai, mengingat hal ini rentan terjadi di pinggiran sungai karena Selokan Mataram merupakan selokan buatan yang beralur lurus sehingga sangat rentan banjir dan apabila terjadi akan berdampak buruk bagi masyarakat setempat. Penanaman tidak dilakukan dengan sembarang namun juga mempertimbangkan jarak yang tepat bagi setiap bibit agar nantinya dapat tumbuh secara teratur dan fungsinya sebagai penahan dapat berjalan sebagaimana mestinya.Selain aksi tanam pohon juga terdapat aksi bagi pohon. Banyaknya bibit yang ada yaitu sebanyak 1000 bibit dengan rincian 500 bibit disebar ke


warga serta sekolah-sekolah dan 500 bibit ditanam di dusun tersebut. Aksi tanam pohon ini juga dimeriahkan dengan beberapa acara tambahan seperti senam bersama, lomba lukis tong sampah bagi anak-anak dan lomba sepakbola antara panitia dengan warga untuk memeriahkan acara dan bisa lebih mengajak masyarakat sehingga edukasi berupa sosialisasi peduli lingkungan bisa lebih tersampaikan sebagai inti dari acara ini. Antusias warga cukup tinggi yang ditunjukkan dengan partisipasi kaum lelaki pada acara sepakbola bersama, anak-anak (sekitar 40 anak) pada lomba lukis tong sampah, dan seluruh warga turut serta pada aksi penanaman. Acara dimulai sejak pukul 06.00 hingga pukul 14.00 dan secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar. Pohon yang ditanam di sepanjang selokan Mataram dan diberikan kepada warga hingga saat ini masih tumbuh dengan baik dan akan terus dipantau agar lingkungan tersebut yang mewakili lingkungan kota dapat memiliki kualitas yang lebih baik.

Foto 6. Kerjasama warga dan panitia

Foto 7. Foto bersama warga dan panitia

Foto 9. Lomba lukis tong sampah

Foto 8. Aksi penanaman pohon di Selokan Mataram

Foto 10. Penjurian lomba lukis tong sampah

Manusia terkadang melakukan kegiatan tanpa memikirkan dampak yang diakibatkan terlebih dahulu. Tentu semua yang dilakukan manusia tentu menimbulkan hal positif dan negatif yang dapat terjadi bagi lingkungan. Hal tersebut menjadi dasar diadakannya Earthernity Fair, yaitu pameran grafis dan fotografi oleh divisi desain grafis dan divisi fotografi Bengkel Kesenian Geografi (BEKAGE). Tema yang diangkat yaitu “OH YES...OH NO...?�. Pameran tersebut dilaksanakan di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada selama 6 hari pada tanggal 27 Mei - 1 Juni 2013 mulai pukul 09.00-17.00. Pameran menampilkan 20 karya grafis dan 20 karya fotografi. Tujuannya selain


memberikan hiburan yaitu untuk meningkatkan kreativitas terutama di bidang grafis dan fotografi sekaligus menyampaikan pesan bertema lingkungan untuk berpartisipasi dalam usaha – usaha pelestarian lingkungan. Antusiasme masyarakat Yogyakarta pada umumnya dan civitas akademika Fakultas Geografi pada khususnya sangat besar ditandai dengan jumlah pengunjung yang banyak. Terdapat pula isian pesan kesan serta testimoni dan pemilihan karya grafis dan fotografi terbaik yang juga dilakukan dengan melibatkan pengunjung sehingga karya yang ada dapat lebih diingat dan pesan yang diberikan dapat lebih tersampaikan.

Foto 11. Pembukaan pameran

Foto 12. Pengunjung pameran melihat salahsatu karya Gambar 2. Poster pameran

Penyampaian pesan tentang lingkungan dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya melalui seni dan seni merupakan lambang keindahan sehingga seni menjadi media yang tepat untuk edukasi tentang cinta lingkungan. Divisi teater Bengkel Kesenian Geografi (BEKAGE) yaitu Teater Bumi yang akan menampilkan pementasan teater dalam rangkaian Earthernity Fest 2013 dengan judul “M.E.N.E.H� yang dilaksanakan di Auditorium Merapi Fakultas Geografi UGM pada tanggal 25 Mei 2013 pukul 19.00 – 22.00. Pementasan teater bertujuan untuk meningkatkan kreativitas di bidang teater serta memberikan pesan tentang pentingnya mencintai dan menjaga lingkungan kepada para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum di Daerah Istimewa Yogyakarta serta sebagai bentuk apresiasi dari seni teater itu sendiri. Selain pementasan teater, acara ini juga dimeriahkan oleh musikalisasi puisi, monolog, serta penampilan musik dari divisi teater dan musik Bengkel Kesenian Geografi. Penonton yang hadir melampaui target sekitar 60 penonton. Tiket yang dijual cukup murah seharga Rp 5000 dan setiap penonton mendapat fasilitas berupa snack. Dekorasi dan konsep panggung sederhana sehingga tidak memakan banyak biaya. Kelebihan diberikan pada konsep dan alur cerita yang menarik dengan penampilan artis yang atraktif dan diselipkan guyonan


ringan untuk memperkuat cerita. Setiap pesan yang ada berhasil disampaikan lewat acara ini terutama pesan mengenai cinta lingkungan.

Foto 13. Salahsatu scene teater

Foto 17. Booklet deskripsi cerita

Foto 14. Scene siluet

Foto 15. Persiapan pementasan

Foto 16. Kondisi pementasan Teater Bumi

Foto 18. Panitia pementasan Teater Bumi

Gambar 3. Poster pementasan Teater Bumi Audisi band adalah salah satu ajang aspirasi seni musik yang ditujukan untuk umum. Acara ini bertujuan untuk menyalurkan bakat bermusik dari segala aliran yang bagi pemenang akan tampil pada acara puncak yaitu Konser Musik Earthernity Fest 2013. Audisi dilakukan di Studio Elsie Jl. Magelang Yogyakarta. Audisi band ini diikuti oleh 10 band dan darinya dipilih 2 band yang mendukung kualitasnya untuk ditampilkan pada acara puncak. Acara audisi band mencoba untuk mewadahi masyarakat yang ingin menyampaikan pesan lingkungan dengan jalur seni. Konser musik dengan nama Konser Earthernity Fest 2013 merupakan acara puncak dari serangkaian acara “Earthernity Fest 2013� yang dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2013 di Gedung Hardjosoemantri UGM yang mengangkat konsep pop akustik. Adapun bintang tamu yang mengisi acara tersebut antara lain beberapa band ternama di Indonesia seperti Efek Rumah Kaca (ERK), Aurette and The Polska Seeking Carnival (AATPSC), Edelweiss, Page Five (band audisi 1), Archi Blues (band audisi 2), Paduan Suara Geovoice BEKAGE, Band BEKAGE 1, dan Band BEKAGE 2. Acara tersebut juga menyediakan beberapa stand untuk program kreativitas mahasiswa serta produk UKM berupa makanan untuk memamerkan serta menjual produk-produknya sebagai salahsatu


media promosi. Selain memberikan hiburan musik kepada masyarakat, acara tersebut merupakan wadah penyampaian pesan tentang lingkungan melalui video-video yang ditampilkan. Acara puncak ini dapat menyampaikan tujuan dari “Earthernity Fest 2013� yang berisi tentang ajakan kepada pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum untuk ikut serta dalam usaha-usaha pelestarian lingkungan dalam mengurangi dampak-dampak perusakan lingkungan. Pengunjung acara ini sekitar 1200 penonton (tiket sold out) yang menunjukkan masyarakat juga antusias untuk memperingati Hari Bumi dan Lingkungan bersama Earthernity Fest 2013.

Foto 19. Penonton Konser EF2013 Foto 20. Penampilan MC

Foto 23. Penampilan ERK

Foto 24. Penampilan Paduan Suara BEKAGE (Geovoice)

Foto 27. Persiapan dekorasi panggung

Foto 28. Persiapan dekorasi panggung (2)

Foto 21. Antusiasme penonton konser EF 2013

Foto 25. Penampilan AATPSC (2)

Foto 22. Penampilan AATPSC

Foto 26. Penampilan ERK (2)

Gambar 4. Poster Konser Earthernity Fest 2013 Berikut adalah beberapa press release yang memuat acara Earthernity Fest 2013.


ERK Membawa Terang yang Dijanjikan June 3, 2013 | Filed under: GIG Report,slider | Posted by: warningmagz Ketika bumi terasa panas, polusi makin menjadi-jadi, cuaca tak menentu, greenhouse effect (efek rumah kaca) kian kentara, pembabatan hutan, hingga akhirnya terjadi bencana alam, itulah saatnya manusia bergerak untuk menyelamatkan lingkungan.

Efek Rumah Kaca © Warning

Kira-kira itu pesan yang ingin disampaikan tim panitia Bengkel Kesenian Geografi (BEKAGE) UGM dalam Earthernity Fest 2013. Maka, sangat pas jika BEKAGE memilih Efek Rumah Kaca sebagai band utama dalam malam puncak yang diselenggarakan di Pusat Pusat Kebudayaan Kusnadi Harjosumantri UGM, Minggu (2/6). Ini adalah kali kelima Earthernity Fest diselenggarakan dan untuk tahun ini tema yang diambil adalah “Earth, Pray, Love”. Mulai pukul 19:00 beberapa band internal dari Fakultas Geografi dan juga band-band seleksi mulai bermunculan. Mereka mencoba memanaskan venue yang masih lowong. Tampak para penonton sedang duduk lesehan nyaman di lantai venue. Berikutnya, suasana R&B semi pop jazz dari Page Five dilanjutkan oleh irama blues pop ala Archie Blues. Semakin malam, penonton semakin padat. Ini dimanfaatkan Edelweiss untuk membawa penonton bernyanyi bersama lewat aransemen dari “Saat Kau Milikku” (BLP) dan “We Are Young” (Fun). Wikan & The Alvian Project, band jebolan BEKAGE, semakin memanaskan suasana lewat empat lagu penuh hentakan seperti “Madness”, “Labirin”, “Lakon Mahasiswa”, “Viva La Vida”. Kemunculan duet MC di setiap pergantian band menjadi berkah tersendiri, karena mereka selalu punya lawakan segar yang membuat penonton, yang masih belum terlalu bersemangat itu, untuk tertawa lepas.


Aurette and The Polska Singing Carnival © Warning Klaim tiket sold out oleh pantia mulai terasa ketika Aurette and The Polska Singing Carnival (AATPSC) masuk ke stage. Di saat inilah sekitar 1000 penonton mulai berdiri, berdesak-desakan, maju ke depan, untuk menikmati delapan lagu bergaya gaya folk-pop dengan sentuhan Eropa dari AATPSC. Band asli Yogyakarta yang lagi naik daun ini pantas dianggap spesial, sebab mereka punya instrumen yang beragam, mulai akordeon hingga fagot. Dua lagu Beirut, yakni “Postcards from Italy” dan “Nantes” dibawakan dengan riang oleh Dhima Christian Datu dkk. Ada pula “Seeking Carnival”, “I Love You More Than Pizza”, dan “Lies in a Cup of Cappuccino” berirama waltz. Lalu ada nomor Mocca “You” yang diaransemen dengan versi semi-keroncong oleh AATPSC. Tak lupa mereka menampilkan “Wonderland” untuk memancing keriuhan penonton sebelum band utama muncul. Penantian panjang berakhir pada pukul 22:30 ketika Cholil Mahmud mengokupasi panggung. Inilah Efek Rumah Kaca (ERK) minus Adrian. Sang pembetot bas yang sedang sakit ini digantikan oleh additional player. Sambil menyanyikan lagu pembuka “Debu-Debu Berterbangan”, fokus penonton lalu beralih ke banyaknya personil ERK yang mentas di panggung. Ternyata, ERK bertransformasi menjadi Pandai Besi. Seperti yang diketahui, lewat Pandai Besi, ERK menjadi sebuah band baru yang mengaransemen lagu-lagu lawas mereka. Pandai Besi digawangi gitaris, pemain trompet, keyboardist dan dua vokalis latar perempuan. Sayang, yang disebut terakhir justru memberikan suasana canggung di panggung ketika dua biduan tersebut melenggak-lenggok tubuhnya sambil bernyanyi. Meski demikian, hal itu tidak mengurangi esensi dari musikalitas sosio-humaniora ala ERK. Dikeluarkanlah “Laki-Laki Pemalu” dan “Menjadi Indonesia” versi daur ulang oleh Pandai Besi yang tampak kurang familiar di telinga. Teriakan dan suara kompak dari penonton mulai terdengar nyaring ketika “Sebelah Mata”, “Balerina”, “Kenakalan Remaja di Era Informatika”, dan “Mosi Tidak Percaya” dinyanyikan. Kemudian, ERK aka Pandai Besi mencoba syahdu lewat dua lagunya “Hilang” dan “Jangan Bakar Buku” sebelum kembali menghentak venue lewat “Cinta Melulu” yang sama sekali tidak mendayu-dayu.


Tiba-tiba, Cholil berbicara di panggung dan mengucapkan bela sungkawa atas kejadian Locstock#2 pekan lalu, terutama atas meninggalnya Yoga ‘Kebo’ Cahyadi, sang ketua panitia Locstock. ERK tidak jadi tampil minggu lalu dalam acara tersebut. Janji tampilnya ERK di Yogyakarta pun akhirnya terwujud lewat malam puncak Earthernity Fest layaknya membawa terang bagi pecinta musik di Jogja. “Semoga Jogja terus bisa menyelenggarakan event musik seperti ini dan melanjutkan karya-karyanya,” ucap Cholil yang disambut tepuk tangan penonton. “Tapi aku tak pernah mati, tak akan berhenti…” Refrain “Di Udara” tersebut tampak emosional selepas pidato singkat Cholil itu. Lewat lagu itu, ERK mencoba melakukan ‘tribute to Locstock’ secara halus. Para performer sebelumnya pun juga mengucapkan bela sungkawa atas Locstock dan ERK mampu menggenapinya menjelang akhir acara. Selepas “Melankolia”, Cholil lalu berganti gitar akustik untuk membawakan dua nomor final menjelang pukul 12 malam. “Lagu Kesepian” menjadi koor khidmat para penonton ketika syair “di mana terang, yang kau janjikan, aku kesepian…” membahana. Akhirnya sampailah pada “Desember” yang menjadi sajian penutup yang mampu memuaskan crowd. Total 15 lagu berhasil mereka persembahkan. Pertunjukan selesai, penonton pun menikmati hujan di bulan Juni yang menjadi ‘epilog’ kepulangan mereka. [Warning/Sandy Mariatna]

Event By: Bengkel Kesenian Fakultas Geografi UGM Date: 2 Juni 2013 Venue: Pusat Kebudayaan Kusnadi Harjosumantri / Purna Budaya UGM Man of the match: Bela sungkawa ‘Lockstock’ dari tiap performer Rating: •••1/2

Efek Rumah Kaca © Warning http://www.warningmagz.com/2013/06/03/erk-membawa-terang-yang-dijanjikan/


http://www.facebook.com/media/set/?set=a.464834153606209.1073741836.115537968535831&type=1


http://www.kanaltigapuluh.info/earthernity-fest-2013-earth-pray-love/

Earthernity Fest 2013  

Rangkaian Kegiatan Earthernity Fest 2013 yang merupakan peringatan Hari Bumi diselenggarakan oleh UKM BEKAGE Fakultas Geografi UGM. http://b...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you