Issuu on Google+

MENULIS PARAGRAF NARASI

DIAH ARIFIYANTI, S.Pd. SMA MUHAMMADIYAH BONDOWOSO


PARAGRAF NARATIF

Paragraf naratif adalah paragraf yang berisi cerita atau berisi kronologis peristiwa berdasarkan urutan waktu dan tempat. Ciri khas paragraf narasi adalah adanya alur dan tokoh. Langah-langkah menulis paragraf narasi adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5.

Tentukan tema atau ide pokok cerita Tentukan tokoh, latar, dan alur atau kronologis cerita. Buatlah kerangka karangan. Kembangkan kerangka karangan menjadi karangan yang utuh. Suntinglah karangan Anda sesuai dengan ejaan yang disempurnakan.

Contoh topik: 1. Perjalanan wisata 2. Cerita kejadian atau aktivitas sehari-hari 3. Biografi tokoh Ciri-ciri paragraf naratif : 1. Berisi cerita atau peristiwa 2. Ada pelaku, peristiwa, konflik, dan penyelesaian 3. Ada alur 4. Ditulis berdasarkan urutan waktu dan tempat Pola pengembangan dalam paragraf narasi adalah: 1. Pengembangan gagasan pola urutan waktu Untuk mengembangkan ide atau gagasan menggunakan pola urutan waktu, penulis mengungkapkan gagasannya secara kronologis atau runtut berdasarkan waktu. Dalam pola ini yang perlu diperhatikan adalah keruntutan pengungkapan gagasan sehingga tidak ada hal yang terlewati dan tidak terjadi pengurangan. Pola urutan waktu yang digambarkan dengan peristiwa 1, peristiwa 2. Peristiwa 3, dan seterusnya. Contoh : Sejak kecil aku gemar menari. Aku berlatih menari di sebuah sanggar tari. Berbagai piala lomba menari telah aku peroleh. Hingga saat ini, kegemaranku terhadap kesenian tradisional tidak berkurang. Selepas Sekolah Menengah Atas kelak aku ingin melanjutkan sekolah di Institut Seni. Semoga cita-citaku kelak tercapai, menjadi penari professional.


2. Pengembangan gagasan pola urutan tempat Pola pengembangan gagasan urutan tempat, penulis mengungkapkan gagasan dimulai dari suatu tempat ke tempat lainnya, misalnya dari atas ke bawah, dari dalam ke luar, atau dari kiri ke kanan. Urutan seperti ini dapat dikombinasikan dengan urutan berdasarkan tingkat kepentingan suatu tempat, misalnya dari tempat terpenting, penting, dan sampai tempat kurang penting. Pola urutan tempat ini sangat ditentukan oleh sudut pandang penulis. Contoh: Mula-mula kami berlabuh di pantai yang jauh dari permukiman penduduk. Dari pantai tersebut kami melangkah gontai menuju pemukiman penduduk. Sesampainya di tempat tersebut, kami disambut dengan tarian tradisional penduduk setempat. Tarian tersebut dibawakan oleh beberapa orang. Bagiku upacara penyambutan itu sangat aneh. Aku bukan pejabat yang harus dihormati jika tiba disuatu tempat. Rombongan kami pun dipersilahkan duduk disebuah ruangan yang sangat luas. Di ruangan tersebut telah tersaji aneka makanan dan minuman yang belum pernah aku lihat.

Kata ulang adalah kata yang mengalami proses pengulangan pada kata dasarnya. Bentuk kata ulang bermacam-macam yaitu kata ulang keseluruhan, kata ulang sebagian, kata ulang berimbuhan, dan kata ulang berubah bunyi. Contoh : a. cita-citaku (pola 1) b. beberapa (pola 2)


Menulis paragraf naratif