Page 1

ISSN : 1410 - 4350

Analisa

Jurnal Pengkajian Masalah Sosial Keagamaan

Volume XVIII, No. 01, Januari - Juni 2011


ISSN : 1410 - 4350

Analisa

Jurnal Pengkajian Masalah Sosial Keagamaan

Volume XVIII, No. 01, Januari - Juni 2011

PENANGGUNG JAWAB

Drs. H. Arifuddin Ismail, M.Pd

REDAKTUR AHLI/ MITRA BESTARI

Prof. Dr. H. Mudjahirin Thohir, M.A. (Universitas Diponegoro), Prof. Dr. H. Muhtarom HM. (IAIN Walisongo), Dr. Iwan Junaedi (Universitas Negeri Semarang)

PEMIMPIN REDAKSI

Drs. H. Ahmad Sodli, M. Ag.

REDAKTUR PELAKSANA

Moh. Hasim, S.Sos.I, M.Pd.

ANGGOTA REDAKSI

Drs. Mulyani Mudis Taruna, M. Pd., Drs. R. Aris Hidayat, M. Pd. Arnis Rachmadhani, S.S., M.S.I. Samidi, S.Ag., M.S.I.

ADMINISTRASI

Umi Muzayanah, S.Si. Titi Isnaini Fauzah, S.Sos. Ika Fitriani, S.Sos. Nur Laili Noviani, S.Psi

LAYOUTER

Gatot Tri Laksono Moch. Luluil Maknun, S.S. Dedik Subroto

DITERBITKAN OLEH

Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

ALAMAT REDAKSI

Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang Jl. Untung Suropati Kav. 70 Bambankerep, Ngaliyan Semarang. Telp. (024) 7601327. Facs (024) 7611386


Daftar Isi KATA PENGANTAR — vii-viii PENELITIAN

SAMIDI KHALIM

Aplikasi Kitab Al Hikam di Pondok Pesantren Bi Ba‘a Fadlrah Turen Malang, Jawa Timur :: 9-25

ABU ROKHMAD Telaah Karakteristik Tafsir Arab-Pegon Al-Ibriz :: 26-37

ACHMAD SIDIQ

Masjid Besar Kauman Semarang : Sebuah Kajian Gaya Arsitektur dan Ornamen :: 38-57

ARNIS RACHMADHANI

Perkawinan Islam Wetu Telu Masyarakat Bayan Lombok Utara :: 58-73

ISMAIL ZUBIR

Persepsi Terhadap Nikah Sirri (Kasus Masyarakat Desa Sinarrancang, Mundu, Cirebon) :: 74-86

MOH. ROSYID

Ahmdiyah di Kabupaten Kudus :: 87-100

WAHAB

Pengembangan dan Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Agama Pada SMA di Bawah Yayasan Keagamaan di Palangkaraya :: 101-117

ALI KHUDRIN

Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Pada MTs Negeri Yogyakarta II :: 118-129

MUKHTARUDDIN

Pengaruh Pendidikan Agama Terhadap Perilaku Keagamaan Peserta Didik SMA Swasta di Kota Yogyakarta :: 130-141 PEMIKIRAN

MU S T OL E HUD IN

Tradisi Baca Tulis dalam Islam Kajian Terhadap Teks Al-Qur’an Surah Al ‘Alaq ayat 1-5 :: 142-151

BIODATA PENULIS

Jurnal

“Analisa” Volume XVIII, No. 01, Januari - Juni 2011 v


PENGANTAR REDAKSI Alhamdulillah, puji syukur atas limpahan rahmat dari Allah. Dengan hidayah dan inayah-Nya Redaktur Jurnal Analisa dapat menyelesaikan terbitan Volume XVIII Nomor 01 tahun 2011 tanpa ada sesuatu aral yang melintang. Terbitan ini, Redaksi mencoba untuk melakukan langkah-langkah terbaik, dengan melakukan seleksi ketat terhadap naskah-naskah yang masuk dan meningkatkan ketelitian dalam tata layout guna peningkatan kualitas jurnal. Untuk menjaga konsistensi pemuatan artikel dan menjaga keseimbangan antar bidang kajian penelitian, Jurnal Analisa tetap memuat 10 artikel yang terdiri atas 9 artikel hasil penelitian dan 1 artikel hasil kajian pemikiran. Dari sembilan artikel penelitian masing-masing terdapat tiga artikel yang disesuaikan dengan tiga bidang kajian penelitian pada Balai Litbang Agama Semarang yaitu penelitian bidang Lektur dan Khasanah Keagamaan, bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan; dan bidang Kehidupan Keagamaan. Kajian pokok pertama yang disajikan kali ini yaitu hasil penelitian bidang kajian Lektur dan Khasanah Keagamaan. Artikel saudara Samidi mencoba untuk mengawali pada halaman awal jurnal ini, dengan judul “Aplikasi Kitab Al-Hikam di Pondok Pesantren Biharul Bahri ‘Asali Fadaailir Rahmah Jawa Timur. Artikel ini mencoba untuk memotret praktek dari pengamalan ajaran tasawuf kitab Al-Hikam yang di ajarkan di Pondok Pesantren Biharul Bahri ‘Asali Fadaailir Rahmah Jawa Timur. Masih terkait dengan Kitab, dengan kajian yang sedikit berbeda, artikel kedua meneliti dari sisi karakteristik dan metode yang digunakan dalam menyusun Kitab Tafsir Al- Ibriz. Kitab ini merupakan kitab karya ulama terkenal di Jawa yang banyak digunakan di pondok-pondok pesantren. Saudara Abu Rokhmad sebagai penulisnya memberikan kesimpulan bahwa metode tahlili yang digunakan dalam menyusun kitab Tafsir Al-Ibris memberikan nuansa karakter tersendiri dalam memahami isi kitab. Dengan bahasa Jawa tafsir ini memberikan nuansa lokal, dan kesederhanaan dalam menjelaskan kandungan ayat. Sementara itu, untuk artikel ketiga dari Kajian Lektur dan Khasanah Keagamaan, lebih menonjol pada kajian Khasanah Keagamaan dengan mengangkat nostalgia masa lalu keberadaan Masjid Besar Kauman Semarang. Dari Artikel “Masjid Besar Kauman Semarang” yang ditulis oleh Achmad Sidiq dapat ditemukan bahwa Masjid Besar Kauman Semarang kaya akan makna yang tersirat dari arsitektur dan ornamen-ornamen yang ada. Masih dalam nuansa kelokalan, pokok kajian kedua yaitu bidang Kehidupan Keagamaan diawali dengan artikel Saudara Arnis Rachmadhani yang akan membawa kita kepada keorsinilan kebudayaan di wilayah Indonesia bagian Timur yaitu di Pulau Lombok. Perkawinan Islam Wetu Telu di Desa Bayan Kabupaten Lombok Utara, menjadi pokok kajian dengan keunikan adat. Tradisi nenek moyang masyarakat Bayan masih dipercaya dan di junjung Jurnal

“Analisa” Volume XVIII, No. 01, Januari - Juni 2011 vii


tinggi oleh generasi sekarang dalam bentuk pelaksanaan adat perkawinan. Persoalan perkawinan semacam itu juga menjadi kajian Ismail Zubir, namun kajiannya dilakukan pada masyarakat Sunda yaitu di Desa Sirancang Kabupaten Cirebon. Penekanan kajian Ismail yaitu pada sisi Nikah Sirri yang banyak menuai kontrofersi di masyarakat. Terkait dengan persoalan kehidupan keberagamaaan lain, persoalan kerukunan umat beragama menjadi perhatian Moh. Rosyid. Ahmadiyah di Kabupaten Kudus menjadi kajian menarik. Selama ini Ahmadiyah selalu saja menjadi persolan di masyarakat, namun Moh Rosyid menemukan fakta lain, yaitu Ahmadiyah di Kabupaten Kudus justru bisa adaptif dengan lingkungan, seperti mengikuti manaqiban atau mengikuti jamiyah yasin. Pada bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan, masalah kurikulum nampaknya masih menjadi banyak perhatian peneliti. Sejak pemerintah mewajibkan sekolah-sekolah melaksanakan pendidikan keagamaan sesuai dengan agama yang di anut oleh peserta didik, nampaknya persoalan pendidikan keagamaan banyak menemui kendala pada sekolah-sekolah terutama pada sekolah-sekolah swasta yang bernaung dibawah yayasan keagamaan. Saudara Wahab mencoba untuk mengangkat kasus pengembangan dan pelaksanaan kurikulum pendidikan agama pada SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya. Sedangkan Saudara Ali Khudrin mengangkat pelaksanaan KTSP pada MTS Negeri II Yogyakarta. Dari pelaksanaaan kurikulum tentu diharapkan akan memberikan dampak positif bagi perkembangan pengetahuan dan mental perserta didik. Harapan-harapan itu kemudian dikaji oleh Saudara Mukhtaruddin dengan mengambil pada sekolah swasta di Kota Yogyakarta. Mukhtaruddin mencoba untuk membadingkan dampak antara Kurikulum PAI yang di keluarkan oleh Yayasan sendiri dengan Kurikulum PAI yang di keluarkan oleh Depdiknas. Jurnal Analisa ini diakhiri dengan artikel pemikiran yang ditulis oleh saudara Mustholehuddin dengan judul “Tradisi Baca Tulis dalam Islam : Kajian Terhadap Teks Al-Qur’an Surah Al-Alaq Ayat 1-5”. Demikian sekilas tentang isi terbitan jurnal analisa kali ini, sebagai pengantar redaksi. Semoga terbitan kali ini bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pembaca.

viii

Jurnal

“Analisa” Volume XVIII, No. 01, Januari - Juni 2011


S ami di K hal i m

PENELITIAN APLIKASI KITAB AL HIKAM DI PONDOK PESANTREN BI BA’A FADLRAH TUREN, MALANG, JAWA TIMUR O LE H SAM IDI KHALIM * *

ABSTRACT : This is the study of al-Hikam, the book written by Ibn Athaillah, which is taught in the Pesantren Biharu Bahri Asalai Fadhailir Rahmah in Turen, Malang, East Java. The research used content analysis and mysticism approach. In the pesantren the teachings of the Hikam is not purely taught as knowledge but also applied in daily activities. Nevertheless, not all teachings of the book could be easily implemented in the real life but four major teachings are given a great consideration: al Muhasabah, al-Yaqin, Husnudhan, and al-Tawakkal. Keywords: implementation, mysticism books, pondok pesantren

PENDAHULUAN Kitab al Hikam memuat ajaran tasawuf yang begitu luas dan dalam, yang dijadikan pedoman oleh para penempuh jalan sufi (salik) menuju Mahabbah Ilahiah. Ajaran al Hikam dapat dikatakan sebagai ajaran tasawuf yang memadukan tasawuf akhlaqi, tasawuf amali dan tasawuf falsafi. Pondok Pesantren Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah terletak di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang dirintis sejak tahun 1963, dan bangunan fisik berdiri sejak tahun 1978 dengan menetapnya beberapa santri. Pondok pesantren tersebut sering disingkat dengan Bi Ba’a Fadlrah, yang artinya lautannya laut, madunya Fadhal-nya Allah SWT. Pondok Pesantren Bi Ba’a Fadlrah ini dirintis oleh KH. Ahmad Bahru Mafdlaludin Shaleh Al Mahbub Rahmat Alam (lahir pada 14 September 1943 di Desa Sananrejo, Turen Malang), menempati areal sekitar 5 (lima) hektar. Tentang kegiatan pesantren, sama seperti di pesantren pada umumnya. * Samidi, S.Ag., M.S.I. adalah Peneliti bidang Lektur Keagamaan pada Balai Litbang Agama Semarang

Jurnal

“Analisa” Volume XVIII, No. 01, Januari - Juni 2011 9


Abu R okhmad

PENELITIAN TELAAH KARAKTERISTIK TAFSIR ARAB PEGON AL-IBRIZ OL EH ABU R OK HMAD * ABSTRACT : Every time, a dialogue between the Quran and its readers happens; and the long period process of such understanding has resulted thousands and tons of interpretation books (kitab tafsir). One of them is Tafsir al-Ibriz by K.H. Bisri Mustofa and is written in Arab Pegon (Javanese language and Arabic letters). This article is discussing the characteristics of the book and its method. Using descriptive analytic and hermeneutic interpretative, the study goes to the conclusion that the book is organized according to tahlili method, namely a method which explains Quranic verses words after words. The meaning of the words is presented in makna gandul system (the meaning is written under the words) while the interpretation and explanation (tafsir) is written out of the main body text. In terms of characteristics, the way the Tafsir al-Ibriz explains the meaning of the Quran is considered as simple. The approach applied in the book doesn’t tend to a particular interpretation style because it combines some different styles according to the contextual meanings; and this book belongs to traditional and ma’tsur category. Kata Kunci: Metode, Karakteristik, Tafsir

LATAR BELAKANG Bagi umat Islam, Al-Qur’an adalah verbum dei (kalam Allah) yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW — secara verbal, dan bukan hanya dalam ‘makna’ dan ide-idenya saja — melalui perantaraan malaikat Jibril selama kurang lebih dua puluh tiga tahun. Kitab ini memuat ajaran-ajaran yang selalu relevan dengan kehidupan manusia. Kehadirannya bagaikan representasi kehadiran Tuhan dan Rasul-Nya yang selalu menyertai umatnya. Kitab suci ini telah digunakan kaum muslimin untuk mengabsahkan perilaku, menjustifikasi tindakan peperangan, melandasi berbagai aspirasi,

* Dr. Abu Rokhmad, M.Ag. adalah dosen Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang, dan Ketua Program Studi Magister Ilmu Falak IAIN Walisongo Semarang. Jurnal

“Analisa” Volume XVIII, No. 01, Januari - Juni 2011 27


Achmad Si di q

PENELITIAN MASJID BESAR KAUMAN SEMARANG

SEBUAH KAJIAN GAYA ARSITEKTUR DAN ORNAMEN

OL EH ACH MAD SIDIQ * ABSTRACT : Masjid Besar Kauman Semarang which is simply called as Masjid Besar Kauman is an ancient mosque in Central Java which has various characteristics: Javanese, Persian and Arabian. Considering the model of the roof, the mosque exposes its Javanese characteristics; even its triple overlapping roof with the mustaka on the top reminds us to the Masjid Agung Demak. On the other hand, looking at its gate the mosque belongs to Persian and Arabian characteristics. The mosque which was founded by Kyai Adipati Surodimenggolo II is a series of historical development of the mosque in Semarang. In a short time, unfortunately, the mosque was on fire. In 23 April 1889 the mosque was rebuilt by G.I. Blume and Raden Tumenggung Cokrodipuro and by 23 November 1890 the rebuilding of the mosque completely finished. Such information can be seen in the inscription on the sculpture at the mosque gate. Keywords : mosque, ancient, architecture, ornament

PENDAHULUAN. Di kota Semarang terdapat tiga buah masjid yang dapat dikatagorikan sebagai masjid besar atau masjid agung. Pertama Masjid Besar Kauman yang berada di pusat kota letaknya tepat di sebelah barat alun-alun kota lama. Kedua Masjid Raya Baiturrahman yang terletak di kawasan Simpang lima, dan ketiga Masjid Agung Jawa Tengah yang berada di Jalan Gajah. Ketiga masjid besar yang ada di kota Semarang tersebut, salah satu masjid yang tergolong kuno atau dibangun sejak abad 18 adalah Masjid Besar Kauman, sedangkan dua masjid berikutnya yaitu Masjid Raya Baiturrahman dan masjid Agung

* Drs. H. Achmad Sidiq, M.S.I. adalah peneliti bidang Lektur Keagamaan pada Balai Litbang Agama Semarang

Jurnal

“Analisa� Volume XVIII, No. 01, Januari - Juni 2011 39


Achmad Si di q A rni s R achmadhani

PENELITIAN PERKAWINAN ISLAM WETU TELU MASYARAKAT BAYAN LOMBOK UTARA OL E H ARNIS RACHM ADHANI *

ABSTRACT : This article examines the doctrine of marriage in Wetu Telu society in Bayan, North Lombok. According to the community marriage is carried out by three steps: perondongan, mepadik lamar, and selarian which is finished with some rituals, such as menjojok, memulang, sejati, pemuput selabar, akad nikah, sorong serah, nyongkolan, and balik onos nae. The marriage ritual is led in accordance with Islamic teachings by the Head of Office of Religious Affairs. In spite of referring to Islamic sharia, the Wetu Telu also strongly holds the teaching of their ancestors which is more identical with Siva-Buddhist teaching. After a long process of acculturation with Hinduism, the later takes a part in marriage process within the Wetu Telu. Therefore, the marriage concept carried out by the Wetu Telu is a combination of Siva-Budhist (as the religion of indigenous people) and Balinese Hinduism carried out by Balinese kingdom which had been mixed with Islamic teachings that later become local tradition. This local tradition then does create social stratification, marriage procedures and marriage procession. The local wisdom of marriage among the Wetu Telu has a potential role to strengthen religious harmony in multicultural society. Keywords: Marriage, Wetu Telu, Bayan, Lombok Utara, Siva-Buddhist, Hindu, Islam, Multicultural

* Arnis Rachmadhani, SS., M.Ag. adalah peneliti bidang kehidupan keagamaan pada Balai Litbang Agama Semarang

Jurnal

“Analisa� Volume XVIII, No. 01, Januari - Juni 2011 59


Ismai l Zubi r

PENELITIAN PERSEPSI TERHADAP NIKAH SIRRI (KASUS MASYARAKAT DESA SINARRANCANG, MUNDU, CIREBON) OL EH ISM AIL ZUBIR* * ABSTRACT : This study aims to find out the perception of people in Sinarrancang, Mundu, Cirebon, West Java, on nikah sirri (“secret” marriage). Using qualitative approach the study reveals that in their opinion nikah sirri means nikah “kyai”, it is a marriage by ulama and has become a long hereditary tradition. According to fiqih munakahat (a branch of Islamic law which studies about marriage) this kind of marriage is legitimate because it meets the conditions and requirements of marriage. According to positive law, however, such marriage is illegal for not being registered at KUA (a governmental institution which administers Muslim marriage). In order to change their perception on nikah sirri, it needs to socialize UU No. 1 Tahun 1974 continuously. KUA’s service to people has to be addressed so that its accountability and responsibility could run effectively; and more importantly the draft of Religious Courts Law Materials that would provide punishment for those conducting nikah sirri do not contradict with Islamic law. Keywords: Perception, society, nikah sirri

PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Rancangan Undang-Undang (RUU) Hukum Materil oleh Peradilan Agama (HMPA) Bidang Perkawinan, secara tegas menyatakan bahwa pelaku nikah sirri akan ditindak tegas dengan sanksi pidana apabila sebuah perkawinan tanpa disertai dokuman resmi serta tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA). RUU HMPA tersebut dapat memicu kontroversi ditengah-tengah masyarakat karena praktik perkawinan sirri masih sering terjadi. Di saat muncul perdebatan mengenai Rancangan Undang-Undang Hukum Materil Pengadilan Agama serta ancaman pidana bagi pelaku nikah sirri, * Ismail Zubir, S.Ag. adalah calon peneliti pada Balai Litbang Agama Jakarta.

Jurnal

“Analisa” Volume XVIII, No. 01, Januari - Juni 2011 75


Moh. R osyi d, M.P d.

PENELITIAN AHMADIYAH DI KABUPATEN KUDUS OL E H MOH. ROSYID, M .PD.* * ABSTRACT

This research was picturing the society of Ahmadiyah (which consists of only ten families) in Kudus, Central Java. On one hand this community can be so adaptive to outers (non-Ahmadiyah people) such as joining their yasiinan or manaqiban groups and attending neighborhood meetings and can be so exclusive on the other hand. By exclusive here means that the Ahmadiyah people in Kudus will recite the quran and perform daily prayers together with themselves in their own mosque (Ahmadi mosque). The acceptance of Ahmadiyah in Kudus began when in 1989 some people in Kudus looked for physical and spiritual tranquility to Ahmadi people in Gabus, Pati, Central Java. The Ahmadi people of Gabus then taught them sesorah (Ahmadi teachings) which was suitable with them so that the Ahmadi teaching then well received. Kinship and patron client (employer-employee) relationship are two significant factors for the Ahmadiyah recruitment. The Ahmadiyah in Kudus could exist for the “center” (Bogor) sends them religious teachers who teach and lead their daily prayers in their own masjid. This masjid is built on a piece of land given by Ahmadi people. In order for their existence among local people not to be regarded such as creating “water and oil” relationship, Ahmadi people perform some social events which more outers are involved in, such as inviting them to halal bihalal forum and blood donor. Keywords: Ahmadiyah, Kudus, Gabus, recruitment style

PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Hingga kini, Indonesia tak lepas dari konflik antarumat beragama dan intern umat beragama. Agama yang semestinya bersemangat pembebasan dan menebarkan kedamaian bagi sesama manusia, ternyata justru kerap memicu pertentangan, bahkan mengusik keutuhan berbangsa yang majemuk. Pola pikir dalam beragama yang sempit menimbulkan sikap sempit pula dalam praktik keberagamaan. Jika tak terkendali akan muncul wabah pengkafiran * Moh. Rosyid, M.Pd. adalah dosen STAIN Kudus

Jurnal

“Analisa” Volume XVIII, No. 01, Januari - Juni 2011 89


Wahab

PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA PADA SMA SWASTA DI PALANGKARAYA OLEH WAHAB* *

ABSTRACT The purpose of this study is to investigate the development and the implementation of religious education curriculum developed by senior high schools (SMA) under religious foundations. This is a case study of SMA Muhammadiyah I Palangkaraya. Research design applied in this study is Stufflebeam’s CIPP (Context, Input, Process, Product). The results how: 1) SMA Muhammadiyah I Palangkaraya develops not only curriculum designed by Ministry of National Education but also local religious education one (curriculum developed by the foundation of Muhammadiyah); the way the school develops the curriculum can also be considered as especial because it provides its nonmuslims students facilities for learning their religious teachings, 2) some supporting factors are the participation of the foundation, the principal, and the school committee in the curriculum implementation, and 3) the obstacle of the curriculum implementation is the absence of a particular place such as laboratory for religious education. Keywords: the development and the implementation of curriculum, religious education

PENDAHULUAN Pendidikan agama di sekolah merupakan cara terkuat untuk mempertahankan fitrah manusia memiliki hati sebagai sumber energi yang dapat menggabungkan dua kepentingan antara dunia dan akhirat. Menurut Schandel (dalam Agustian, 2005), menyatakan bahwa bahaya terbesar yang dihadapi oleh manusia adalah perubahan fitrah yang jalannya tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Selanjutnya dikatakan bahwa salah satu faktor yang sangat * Drs. H. Wahab adalah peneliti bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan pada Balai Litbang Agama Semarang

Jurnal

“Analisa” Volume XVIII, No. 01, Januari - Juni 2011 103


A l i Khudri n

PENELITIAN PELAKSANAAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN PADA MTs NEGERI YOGYAKARTA II O LEH ALI KHUDRIN* * ABSTRACT The purpose of this research is to investigate the implementation of Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (School-Based Curriculum) in MTsN Yogyakarta II. Using descriptive qualitative method, the research successfully reveals that the MTsN II Yogyakrta provides some steps for implementing the School-Based Curriculum: preparation, implementation, and evaluation. The first step, preparation, is started from making rules, regulations, technical guidelines and socialization, continued with organizing documents I and II of the curriculum. The second stage is the implementation of the School-Based Curriculum itself. The result of the research shows that MTsN II Yogyakarta performs the curriculum according to the document I and document II. The last step is evaluation. Some supporting factors for the implementation of the curriculum are facilities and infrastructures, instructional media, teaching materials, learning resources, and qualified human resources. While the only inhibiting factor is the fact that some teachers find difficulties in applying multi learning media. Keywords: School-Based Curriculum, curriculum, learning

LATAR BELAKANG MASALAH Usaha peningkatan pendidikan di Indonesia terus dilakukan, salah satunya adalah adanya perubahan kurikulum pada setiap dekade. Kurikulum disempurnakan sesuai dengan perkembangan jaman. Kurikulum sebagai sesuatu yang substansial dan tidak lagi dalam pengertian yang sempit yaitu hanya sebatas bahan atau materi pelajaran yang telah tersusun dalam sebuah buku paket, melainkan kurikulum adalah semua yang secara nyata terjadi dalam proses pembelajaran di sekolah (Tafsir,1994). Penyempurnaan kurikulum dilakukan dalam rangka peningkatan kuali*Drs. Ali Khudrin adalah peneliti bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balai Litbang Agama Semarang

Jurnal

“Analisa� Volume XVIII, No. 01, Januari - Juni 2011 121


Mukhtaruddi n

PENELITIAN PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA TERHADAP PERILAKU KEAGAMAAN PESERTA DIDIK SMA SWASTA DI KOTA YOGYAKARTA O LE H M UKHTARUDDIN* * ABSTRACT The curriculum of Islamic education applied in private senior high schools is not the same from one to another because they are permitted to implement the curriculum legalized by the Ministry of National Education on one hand, and local curriculum (the curriculum issued by their own foundations) on the other; and the curriculum of each school has its own characteristics. The main purpose of this study is to determine whether there are significant differences, in terms of religious behaviours, of students who obtained a teaching curriculum designed by the foundations and the students who acquired learning with curriculum legalized by the Ministry of National Education. By taking a sample of 240 students from various private schools, the result of the study shows that, in terms of religious behaviours, those who obtained a teaching with curriculum of the foundations are better than that of students who obtained learning with the curriculum of the Ministry of National Education. Keywords: the implementation of Islamic education curriculum, private senior high schools, religious behaviours.

PENDAHULUAN Pelaksanaan pendidikan agama merupakan kurikulum wajib yang harus dilaksanakan pada setiap satuan pendidikan sebagaimana termuat dalam UU Sisdiknas tahun 2007 pasal 37. Dalam pasal tersebut dinyatakan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat pendidik-an agama. Beban kurikulum yang ditegaskan dalam pendidikan agama tidak hanya berorientasi pada materi pelajaran dalam pengertian teoretis secara verbal, melainkan juga dalam pengertian praktis, yaitu peserta didik meng-alami proses * Drs. Mukhtaruddin adalah peneliti bidang pendidikan agama di Balai Litbang Agama Semarang

Jurnal

“Analisa� Volume XVIII, No. 01, Januari - Juni 2011 133


Mustol ehudi n

PEMIKIRAN TRADISI BACA TULIS DALAM ISLAM KAJIAN TERHADAP TEKSI AL-QUR’AN SURAH AL ‘ALAQ AYAT 1 - 5 OL E H. M USTOLEHUDIN* *

ABSTRACT The first verse revealed from Allah to Prophet Muhammad was an instruction to read and to write. Reading is an urgent and important thing for people. Knowledge and information can be acquired by reading. Instruction to read can be seen in many verses of Qur’an, it is stated twelve times; three times in the form of fi’il amar, two times in the form of fi’il mudari’ (verb; present tense), four times in the form of fi’il mādi (verb; past tense). Reading in the broad meaning is a person who has capability to examine, to study, to know the characteristic of thing and to collect knowledge and information. Reading materials which are read by people are all the things which can be gotten whether in a holy text (holy book/kitab), written verses or unwritten verses. Capability of reading and writing can be achieved by education whether formal education or non formal education. Key words: reading, writing, qur’an, verse al-‘alaq

PENDAHULUAN Membaca dalam ajaran Islam merupakan perintah Allah swt. Ayat pertama yang diturunkan Allah swt. kepada Nabi Muhammad adalah perintah untuk membaca. Menurut Muhammad Abduh, perintah membaca bukan perintah taklifi melainkan perintah takwini, yaitu hendaklah engkau menjadi seorang pembaca yang mahir dengan qudrat dan iradat-Ku. Perintah membaca dan menulis dalam surat Al ’Alaq mempunyai makna bahwa dengan membaca manusia akan memperoleh ilmu pengetahuan. * Mustolehudin, S.Ag. adalah Staf Urusan Umum di Balai Litbang Agama Semarang

Jurnal

“Analisa” Volume XVIII, No. 01, Januari - Juni 2011 145


BIODATA PENULIS Samidi Khalim, S.Ag., , M.S.I. lahir di Semarang, 22 Agustus 1974. Ia menamatkan pendidikan S1 di Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang tahun 1999 dan S2 di Program Pascasarjana kampus yang sama, lulus tahun 2008. Selain pendidikan formal ia juga pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Padang Ati Tugu Semarang. Diklat yang pernh diikuti diantaranya Diklat Peneliti LIPI tahun 2007 dan Diklat Penelitian Naskah Keagamaan di Jakarta tahun 2008. Sekarang ia bekerja di Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang. Buku yang berjudul Islam dan Spiritual Jawa diterbitkan oleh Penerbit Rasail tahun 2008. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag. lahir di Jepara, 7 April 1976. Ia bekerja sebagai dosen di Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang, Ia juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Ilmu Falak di IAIN Walisongo Semarang. Pendidikan Doktoralnya ditempuh di Universitas Diponegoro Semarang Jurusan Ilmu Hukum dan lulus pada tahun 2010. Ia juga telah beberapa kali terlihat dalam penelitian-penelitian dengan berbagai lembaga penelitian di Jawa Tengah. Drs. H. Achmad Sidiq, M.S.I., lahir di Tuban, 3 Juli 1957. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang tahun 1982. Studi S2-nya juga ditempun di IAIN Walisongo Semarang dengan mengambil konsenterasi pada Ilmu akwah/Komunikasi Islam. Gelar M.S.I. diperoleh setelah lulus pada tahun 2011. Sekarang menjadi peneliti madya di Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang Arnis Rachmadhani, S.S., M.S.I., lahir di Jepara, 17 Oktober 1972. Lulus pendidikan S1 pada tahun 2002 dari STIBA AKI Semarang dengan mengambil program studi Bahasa dan Sastra Inggris. Pendidikan S2-nya ditempuh di Pascasarjana IAIN Walisongo Semarang dengan mengambil konsetrasi pada Etika Islam/Tasawuf dan lulus pada tahun 2007. Sekarang menjadi peneliti muda bidang kehidupan beragama di Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang. Ismail Zubir,S.Ag. Lahir di Jakarta, 24 November 1976. Menyelesaikan sarjana (S1) Fakultas Syariah Jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum IAIN Imam Bonjol Padang tahun 2000. Aktif di NGO Youth Ending Hunger Indonesia dari tahun 2001 sampai sekarang. Saat ini sebagai calon pene-liti pada Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta. Moh. Rosyid, M.Pd., lahir di Kudus, 14 Juni 1972. Setelah menyelesaikan pendidkan S1 di Fakultas Dakwah IAIN Walisongo, ia melanjutkan pendidikan S2 di UNNES Semarang. Saat ini ia bekerja sebagai dosen di STAIN Kudus. Alamat tempat tinggal berada di Desa Kayuapu Wetan, Desa Gondang Manis RT 02 RW III, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Drs. H. Wahab, lahir di Semarang, 13 Oktober 1958. ia meraih gelar sarjana di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang tahun 1985. Sekarang menjabat sebagai peneliti bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang.

156

Jurnal

“Analisa� Volume XVIII, No. 01, Januari - Juni 2011


Drs. Ali Khudrin, lahir di Jepara, 15 Desember 1952. Gelar sarjana S1 diperoleh dari Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kini ia sedang menyelesaikan studi S2-nya di IAIN Walisongo Semarang. Saat ini dia menjabat sebagai peneliti madya di bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan di Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang. Drs. Mukhtaruddin., lahir di Brebes, 6 Oktober 1954. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang tahun 1981. Ia pernah menimba ilmu di Pesantren Mabakan Tegal dari tahun 1970 - 1974. Sekarang menjadi peneliti madya di Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang. Mustolehudin, S.Ag., S.IPI., dilahirkan di Kebumen 25 Mei 1974. Pendidikan yang pernah ditempuh adalah SDN Balingasal lulus tahun 1987, MTs GUPPI At-Taqwa Pituruh Purworejo lulus tahun 1989, MA Tersobo Kebumen lulus tahun 1992, selanjutnya meneruskan pendidikan S1 di IAIN Walisongo Fakultas Ushuluddin Jurusan Akidah Filsafat lulus tahun 1998. Mulai bekerja di balai Litbang Agama Semarang pada tahun 2003 dan mendapat kesempatan tugas belajar S1 Ganda Ilmu Perpustakaan di Universitas Yarsi Jakarta dari Badan Litbang Agama dan lulus pada tahun 2007. Saat ini mendapat tugas sebagai pengelola perpustakaan Balai Litbang Agama Semarang.

Jurnal

“Analisa� Volume XVIII, No. 01, Januari - Juni 2011 157

analisa  

analisa buku demikian

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you