Page 1

SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

THE Inflight Magazine of

SEPTEMBER 2019

Singgah di Laguna

Oelangga

MEMBER OF LION AIR GROUP

I


II


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

1


content

77

44

SEPTEMBER 2019 REGULAR 04 Cockpit’s Note 08 Editor’s Note 10 News 14 Spot Destination 60 Hot Stuff 63 Welcome Aboard 66 SSQ SPECIAL 30

Hidup Sehat dengan Smoothie

60

TRAVEL 18

Singgah di Laguna Oelangga

56

Zanzibar, Pulau Eksotis Asal Freddie Mercury

DESTINATION 44

Surga Kecil di Cibodas

50

Berlaga di Perang Pandan

ART

24

24

I Nyoman Sukari (1968 - 2010), Pelukis Handal yang Terlupakan

AUTOMOTIVE 36

2020 Stingray Corvette Tercepat & Paling Kuat

56 36 2


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

3


{ COCKPIT'S NOTE }

BATIK AIR TURUT MENINGKATKAN KUNJUNGAN PARIWISATA Tamu kami yang berbahagia, Batik Air terus mendukung program pemerintah dalam bidang pariwisata. Batik Air turut mendongkrak kunjungan wisatawan asing masuk ke Indonesia dengan membuka beberapa rute luar negeri. Kami juga membuka rute baru domestik, Bali-Labuan Bajo, awal September ini. Dengan koneksi penerbangan yang luas, kami berharap wisatawan asing yang masuk ke Indonesia dapat dengan mudah berkunjung dan menikmati atraksi wisata yang ada di seluruh wilayah Indonesia. Guna memberikan pelayanan terbaik kepada tamu sekalian, kami terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya yang tergabung di Batik Air. Baik sumber daya manusia maupun ketersediaan armada pesawat baru. Selain itu juga seluruh pesawat menjalani perawatan rutin yang dipusatkan di Batam Aero Technic (BAT). Dengan perawatan berkala, maka semua pesawat tersebut dalam kondisi prima dan siap melayani perjalanan udara tamu sekalian. Akhir kata, selamat menikmati penerbangan Anda bersama Batik Air.

Salam, Capt. Achmad Luthfie

4


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

NEW !

Feel the pop of real strawberry chunks !

5


CONTRIBUTORS Agus Leonardus

Tinggal di Yogyakarta, memotret sejak 1977. Pernah menjadi fotografer di majalah Tempo Biro Yogyakarta, staff ahli di majalah Fotomedia. Banyak karya fotonya untuk kalender, buku, dan hotel. Menggemari fotografi human interest dan street foto. Belasan tahun mengajar fotografi. Sejak 2012, Agus adalah salah seorang Fujifilm X-Photographer Indonesia.

CAMPBELL BRIDGE

Sehari-hari, Cambell Bridge adalah seorang pengacara di Sidney, Australia. Hobinya pada fotografi telah membawanya pada setiap kesempatan ke pelosok Asia Tengah, Himalaya, hingga Asia Tenggara. Dia sangat terpesona dengan budaya keramahan penduduk Indonesia.

PRESIDENT DIRECTOR Capt. Achmad Luthfie DIRECTOR OF SAFETY, SECURITY, & QUALITY Capt. Wamildan Tsani DIRECTOR OF OPERATION Capt. Zwingly Silalahi DIRECTOR OF TECHNICS Yanto Supriatno DIRECTOR OF COMMERCE Achmad Hasan DIRECTOR OF GENERAL AFFAIRS & FINANCE Edward Sirait CORPORATE LEGAL Dr. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H.

Teguh Sudarisman

Travel writer dan fotografer, serta pendiri komunitas Penulis Pengelana. Komunitas ini kerap mengadakan seminar dan workshop tentang travel writing & photography. Selain itu ia juga publisher dan Editorin-Chief di TGIFmag.com, sebuah majalah travel online yang ditujukan untuk para weekenders.

Valentino Luis

Pria kelahiran Maumere, Flores ini mulai berkelana ke berbagai negara sejak 2007. Pernah berkarir sebagai travel consultant namun memutuskan untuk kembali sebagai petualang dan kontributor untuk majalah wisata dalam dan luar negeri (Nature’s Best Photography, Merian Germany, National Geographic Traveler, Travelxpose, dll).

MAHENDRA MOONSTAR SIMANJUNTAK Pria kelahiran Bangka yang akrab disapa Moonstar ini menekuni dunia fotografi sejak 2003 waktu kuliah di ITHB Bandung. Ia sempat bekerja di Kompas Gramedia, tabloid Nova, dan editor foto di Info Gading Group. Konsisten menekuni bidang fotografi membuatnya berhenti bekerja di dunia majalah pada 2015. Kemudian, freelance photographer yang berdomisili di Bali ini pun menjelajah pulau-pulau di Indonesia.

THE Inflight Magazine of

Publisher & Editor In Chief Makhfud Sappe Editor Ristiyono, Priyanto Sismadi, Faisyal, Dody Wiraseto ART DIRECTOR Gerald Manuel Wangsasaputra Marketing Fransiska Ririn Tri Astuti, Fernandito Haka (Bali), Illustrator & Designer R. Archie F. Mandagie, M. Saleh Hanif Finance & ADMINISTRATION Ade Kristanti, M. Zaky, M. Solichin

Advertising hotline 0821 10 88 22 00 Fax.: +62(21)3151668 Email: batikair.magazine@gmail.com CHECK OUR DIGITAL COPY @

www.issuu.com/batikair.magazine

6

Scan Barcode untuk melihat edisi ini dalam format digital di gawai Anda.


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

7


Editor’s Note Majalah Batik Air akan terus menyajikan informasi pariwisata terkini, baik dalam negeri maupun luar negeri. Memasuki September ini, kami memberikan informasi wisata menarik yang berada di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Pulau Rote, yaitu pulau paling selatan di wilayah Indonesia. Pulau ini memiliki keindahan alam yang tiada tara. Salah satunya adalah Oelangga, sebuah laguna yang sangat menawan dengan air lautnya yang jernih. Selain pesona Oelangga, pada edisi ini kami juga membahas tentang surga kecil di Cibodas. Adalah Kebun Raya Cibodas, Bogor, Jawa Barat yang dapat menjadi alternatif liburan bersama keluarga. Selain menikmati pemandangan alam, di sini kita juga dapat menambah pengetahuan tentang beragam tanaman.

8

Selain Kebun Raya Cibodas, kami juga menyajikan informasi tentang serunya ritual perang pandan di Desa Tenganan Pegringsingan Bali. Sebuah ritual para lelaki saling pukul dengan daun pandan berduri tentu membutuhkan nyali. Smoothie, melengkapi informasi tentang gaya hidup sehat yang saat ini mulai banyak diterapkan dalam hidup sehari-hari. Minuman berbahan dasar buah segar dengan dicampur beberapa bahan lainnya ini dapat menjadi alternatif bagi yang sedang menjalani diet. Dari rubrik automotif, kami menginformasikan tentang debut Chevrolet yang memperkenalkan 2020 Stingray, Corvette mid-engine produksi pertama merek tersebut. Supercar ini menjadi yang tercepat dan paling kuat di jajaran Corvette yang pernah ada. Masih banyak informasi terkini yang kami sajikan untuk menemani Anda selama terbang bersama Batik Air. Bon Voyage!

Makhfud Sappe


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

9


{ NEWS }

Batam Aero Technic & GMF AeroAsia

Resmikan Pembangunan Hanggar Tahap III dan Hanggar Joint Venture Batam Aero Technic (BAT) dan Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF) menjalin kesepakatan pengembangan kerjasama, peresmian dan peletakkan batu pertama pembangunan hanggar tahap III dan hanggar joint venture. Dalam rangkaian acara yang diselenggarakan di hanggar BAT di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam, penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Direktur Utama BAT I Nyoman Rai Pering Santaya dan Plt. Direktur Utama GMF Tazar Marta Kurniawan, disaksikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Kepulauan Riau Isdianto, Pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ari Askhara, dan Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait, pada 14 Agustus 2019.

10

Penandatanganan prasasti dan peletakkan batu pertama pembangunan hanggar tahap III dan hanggar joint venture dilakukan oleh Menteri Perekonomian Darmin Nasution. Sedangkan penandatanganan prasasti fasilitas bengkel perbaikan komponen pesawat diwakili oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Pada pembangunan hanggar Tahap ke III, BAT bersama GMF berencana membangun delapan unit hanggar yang dapat menampung 24 pesawat Boeing 737 dan Airbus 320. Sejalan dengan sinergi untuk mendukung industri aviasi tanah air, BAT dan GMF bersama mitra pabrikan ban pesawat juga menandatangani kesepahaman pembangunan pabrik dan vulkanisir ban pesawat (tire retread). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan penyerapan karet dalam negeri, mendorong efisiensi maskapai, serta meningkatkan devisa negara.

Lion Air Terima Airbus A330-900NEO Kedua Lion Air Group telah menerima pesawat kedua Airbus A330-900NEO, pada pertengahan Agustus lalu. Pesawat ini melengkapi kekuatan satu armada pertama Airbus 330-900NEO registrasi PK-LEI, yang telah diterima Lion Air pada 20 Juli 2019. Maskapai naungan Lion Air Group itu menjadi maskapai pertama di Asia Pasifik yang mengoperasikan pesawat Airbus A330900NEO. Menurut Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro, pesawat berbadan besar itu akan dioperasikan untuk layanan penerbangan jamaah haji di Timur Tengah. Selain itu, memperkuat jajaran tiga wide body Lion Air seri sebelumnya yaitu Airbus A330-300.


SEPTEMBER 2019

Untuk layanan jemaah haji tersebut Lion Air menggunakan basis operasional (home base) di Madinah dan Jeddah, untuk masa operasional berkisar 2,5 bulan, terhitung 10 Juli 2019 hingga 05 September 2019. Pada penerbangan haji tahun ini, Lion Air melayani kota asal pemberangkatan (embarkasi) dari beberapa negara di Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa dengan kota tujuan penurunan (debarkasi) di Bandar Udara Internasional Raja Khalid, Riyadh, Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, serta Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Dalam mengakomodir penerbangan dari dan ke Afrika melalui haji, Lion Air telah mempersiapkan 288 sumber daya manusia profesional, terdiri 65 pilot, 153 awak kabin, 57 teknisi serta 13 petugas pengatur kegiatan operasional darat (flight operation officer/ FOO atau Aircraft Dispatcher). Lion Air pada 2018 telah memesan 10 unit Airbus A330900NEO dan mempunyai opsi

memperoleh empat tipe sejenis. Pengiriman kesepuluh pesawat direncanakan bertahap pada 2019 dan 2020. PT. Lion Boga Menang di Ajang Fhi PT Lion Boga mengirimkan beberapa chef terbaiknya untuk berlaga di ajang “SALON CULINARE” Food & Hotel Indonesia pada 24-27 Juli 2019, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. SALON CULINAIRE Food & Hotel Indonesia (FHI) adalah platform yang diakui untuk industri makanan, minuman & perhotelan yang menghubungkan pemasok internasional dengan distributor, pengecer terkemuka, pelaku bisnis perhotelan dan pemilik restoran. Pameran FHI ini adalah kali ke-15 yang diadakan di Indonesia. Di ajang tersebut, diselenggerakan juga kompetisi kuliner dari berbagai negara. Ratusan peserta dari 35 negara ikut andil dalam ajang ini. Para chef yang dikirim mendapat dukungan penuh dari Head of Lion Boga, Zulmat Zainal Abiddin ini berhasil memenangkan beberapa kelas, yaitu: Kelas Dress The Cake yang diikuti oleh Chef Bahrein dengan

Inflight Magazine 0f Batik Air

perolehan medali “BRONZE MEDAL”, Kelas Petit Four yang diikuti oleh Chef Yezhikiel dengan perolehan medali “ DIPLOMA AWARD”, Kelas Plated Dessert Indonesian Flavour yang diikuti oleh Chef Euis Nendah dengan perolehan medali “ DIPLOMA AWARD”, Kelas Boiron Plated Dessert yang diikuti oleh Chef Sutirman dengan perolehan medali “ DIPLOMA AWARD”, Kelas Indonesian Family Style Hot Cooking By SASA yang diikuti oleh Chef Edwin Sharijal dengan perolehan medali “ DIPLOMA AWARD”, Kelas Modern Asian Cuisine yang diikuti Chef Wawan Setiawan dengan perolehan medali “BRONZE MEDAL”, Kelas True Aussie Beef Challenge yang diikuti Chef Iwan Dharmawan dengan perolehan medali “DIPLOMA AWARD”, Kelas 3-Course Indonesian Set Menu yang diikuti Chef Sulistiana dengan perolehan medali “DIPLOMA AWARD”, Kelas Indonesian Tumpeng yang diikuti oleh Chef Mulato dengan perolehan medali “ DIPLOMA AWARD”, dan Kelas Asean Creative Canape yang diikuti oleh Rieke Afrilia dengan perolehan medali “DIPLOMA AWARD”.

11


WASI Persembahkan

3 Rekor Dunia Untuk Indonesia

Sebuah hadiah membanggakan dipersembahkan organisasi Wanita Selam Indonesia (WASI) untuk bangsa Indonesia dalam rangka hari ulang tahun Indonesia ke-74. Tidak tanggung-tanggung, WASI mempersembahkan sekaligus tiga Rekor Dunia Selam yang dipecahkan di Pantai Manado Kawasan Megamas, Sulawesi Utara pada 1 dan 3 Agustus 2019.

P

emecahan rekor ini tentu sangat membanggakan bagi Indonesia sebagai bangsa maritim, mengingat bangsa ini memiliki potensi wisata laut yang luar biasa banyak dan indah tersebar dari Sabang hingga Merauke. Ketiga rekor Guinness World Records Official Attempt yang dipecahkan tersebut adalah rekor Rangkaian

12

Penyelam Terpanjang di bawah air dengan peserta 578 penyelam, rekor Pembentangan Bendera Terbesar di Bawah Air dengan ukuran 1.014 meter persegi dan rekor Penyelaman Massal Terbanyak dengan jumlah peserta 3.131 orang. Penyerahan penghargaan rekor dunia tersebut diberikan langsung oleh juri Guinness World Records Solvej Malouf.

Menurut Ketua WASI Tri Tito Karnavian, motivasi pemecahan rekor dunia ini agar Indonesia dikenal dan menjadi bagian dunia dalam kegiatan selam. Bahkan, semakin menguatkan posisi Indonesia sebagai negara maritim yang kemampuannya melebihi negara lain di bidang kelautan. “Semoga apa yang kami persembahkan ini tidak berakhir di sini, tapi bisa menjadi motivasi


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

“Semoga apa yang kami persembahkan ini tidak berakhir di sini, tapi bisa menjadi motivasi bagi semua orang untuk terus melakukan yang terbaik bagi bangsa dan negara.”

Foto-foto: Dok. WASI

Tri Tito Karnavian - Ketua WASI

bagi semua orang untuk terus melakukan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” kata Tri. Lebih lanjut Tri menyatakan bahwa tak sekadar memecahkan rekor, WASI juga memelopori kegiatan ini sebagai wujud dukungan untuk memajukan pariwisata bahari di Indonesia, sekaligus mendorong masyarakat agar aktif menjaga kelestarian lingkungan laut di Indonesia. Sehingga setiap warga wajib untuk menjaga lingkungan masing-masing guna mendapatkan lingkungan bersih, sehat, dan nyaman baik di darat dan laut. Setahun sebelumnya, WASI telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk pemecahan

rekor tersebut. Mulai dari survey di beberapa lokasi dan akhirnya Manado jadi tempat pemecahan rekor, hingga seleksi penyelam baik dari Indonesia maupun luar negeri. Menurut Ketua Divisi 3 Bidang Penyelaman WASI Frans Rattu dalam kegiatan ini seluruh penyelam harus menyelam di kedalaman antara 7-9 meter. Sejumlah persiapan khusus dilakukan agar tidak terjadi kendala saat menyelam. Seluruh penyelam yang terlibat dalam usaha pemecahan rekor Guinness World Records Official Attempt ini dilatih agar tetap tenang dan dapat menjalankan tugasnya masingmasing. Terlebih pada usaha membentangkan bendera dengan ukuran ukuran 1.014 meter persegi

di bawar air tentu tidaklah mudah. Bahkan dituturkan oleh Frans Rattu sempat mengalami kendala saat latihan pertama. Bendera yang digulung dan saat dibentangkan bendera tersebut terlilit di bagian dalam sehingga tidak bisa dibuka. Berikutnya, bendera tidak digulung tapi dilipat dan teknik lipat inilah yang akhirnya dapat memecahkan rekor dunia. Untuk diketahui, WASI yang berdiri sejak 2018 ini telah lebih dahulu melakukan berbagai aksi berkaitan dengan penyelamatan lingkungan. Salah satunya aksi mendukung program pemerintah “Menuju Indonesia Bersih” di Palu pada 21 Februari 2019. Beberapa aksi lainnya, seperti di Manado, Sulut pada 23 Februari 2019. Kemudian ke Banda Naira, Maluku hingga penanaman mangrove di Balik Papan akhir Juli 2019. Selain tiga rekor Guinness World Records Official Attempt ini, WASI juga sudah memecahkan beberapa rekor antara lain Rekor MURI 2018 untuk kategori Penyelaman Massal Wanita yang diikuti 928 penyelam wanita dan Pembentangan Bendera Terpanjang Dalam Laut Indonesia sepanjang 500 meter.

13


{ SPOT DESTINATION }

KAWAH IJEN Kawah Ijen yang berada di Banyuwangi, Jawa Timur memang tak dapat disangkal keindahannya. Tidak hanya cerita tentang kegigihan para penambang belerang, setiap sudut bibir kawah ini juga sangat menarik diabadikan dalam bidikan kamera. Bibir kawah tinggi menjulang seolah membentengi danau kawah yang berair biru kehijaun. TekS & FOTO HARJANTO SUMAWAN

14


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

15


{ SPOT DESTINATION }

16


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

Vihara Buddhagaya watugong Tujuh tingkatan Vihara Buddhagaya Watugong setinggi 45 meter jadi salah satu landmark dan destinasi wisata berbalut religi di Semarang, Jawa Tengah. Dengan luas 2,25 hektar, kompleks Vihara Buddhagaya Watugong memiliki lima bangunan, dua di antaranya, Pagoda Avalokitesvara dan Vihara Dhammasala merupakan bangunan utama. TekS & FOTO DODY WIRASETO

@wiraseto

17


{ TRAVEL }

Singgah di laguna

Oelangga

18


Inflight Magazine 0f Batik Air

Pada celah tebing karang tepian Pulau Rote, telaga biru berbinar cemerlang dalam lengang. TekS & FOTO: VALENTINO LUIS

Pantai mungil berpasir putih di sela-sela bebatuan.

19


A

da keraguan muncul manakala mengekori langkah Deni Ndolu memanjati batu karang hitam besar bergerigi. Rasanya ada yang salah. Begitu kami menjejaki bagian batu yang agak rata, keraguan saya benarbenar jadi kenyataan. “Ini bukan lokasi seperti dalam foto yang kita lihat,� kata saya akhirnya, tak mampu menahan rasa kecewa. “Tapi di sinilah Oelangga,�

20

balas Deni beradu suara ombak. Celakanya, saya tidak menyimpan foto-foto Oelangga untuk membandingkannya, dan kawasan ini pun tidak terjangkau signal ponsel. Apakah Deni sedang menjebak atau menipu saya? Tapi tidak mungkin pria Rote itu berniat buruk. Beberapa hari lalu dialah yang menjemput saya dari Bandar udara D. C. Saundale

kemudian mengantarkan ke Nemberala. Hari ini dia pula bersedia membawa saya dari Nemberala ke Oelangga. Bukan jarak yang dekat, rute yang kami tempuh dengan sepeda motornya melewati beberapa bukit serta lembah yang belum diaspal. Deni telah menjadi teman mengobrol yang santai. Jadi, saya tidak yakin dia punya niat buruk. Hanya saja tempat ini, jelas bukan seperti tempat yang ingin saya tuju.


SEPTEMBER 2019

Menelusuri Bukit Bertebing Kami melompati batu demi batu mencari jalur trekking yang tepat. Deni mengakui bahwa ia belum pernah sampai ke laguna yang saya maksud tapi menegaskan bahwa kawasan ini adalah benar Oelangga. “Tidak ada tempat lain di Rote bernama Oelangga, selain tempat ini,� katanya, seolah memberi pemahaman. Rote merupakan pulau terselatan Indonesia. Kampung halaman musisi lawas Obbie Messakh dan sastrawan legendaris Gerson Poyk. Daratannya seluas 1,200 km2 didominasi oleh tanah berkapur, tak ada gunung vulkanik, hanya bukit-bukit bersabana ditingkahi pohon

Sekitar sepuluh menit kami termangu memandangi ombak. Lalu sekonyong suara Deni memecah kecanggungan, “mungkin lokasinya di balik tebing-tebing itu. Lihatlah, sepertinya ada jalur bagi pejalan kaki melalui perbukitan. Ayo kita susuri.� Kalimat itu tidak hanya memberi pengharapan tapi juga mengembalikan pikiran baik terhadap Deni. Saya tak jadi jatuh ke dalam purbasangka.

Inflight Magazine 0f Batik Air

lontar. Perjalanan mengitari pulau ini di puncak musim kemarau seperti sekarang menempatkan saya pada bertalatala sengat matahari, tempelan debu, dan terpaan angin. Terakhir kali saya mengunjungi Rote sekitar enam tahun lalu. Hanya mengetahui segelintiran tempat, selain karena akses yang belum terbuka, pariwisata pun belum jadi tema yang menarik diperbincangkan waktu itu. Loka seperti Nemberala bertumbuh dengan sendirinya lantaran memiliki peminat khusus yakni para peselancar. Kini, dengan terbukanya informasi, satu demi satu bagian tersembunyi pulau ini pun bermunculan. Salah satunya Oelangga, yang saya idamkan.

(kiri) Sisi pantai berpasir putih dengan apitan laut biru.(kanan) Oelangga dipandang dari puncak batu.

21


(kiri) Deni Ndolu duduk di kaki Batu Termanu. (kanan) Melalui celah-celah tebing yang bergua.

Setelah menemukan jalur trekking, Deni dan saya bergegas menapaki bukit karang. Siang itu sangat sunyi, hanya kami berdua. Kendati matahari amat terik dan bercucur peluh, hembusan angin membuat kulit terasa sejuk. Di sisi bukit, tebing terjal membentang sepanjang bibir laut, seakan-akan kami sedang berada di ujung dunia. Beberapa batu karang di jalur trekking membentuk formasiformasi unik di antara tumbuhan perdu. Jalur ini -kendati tanpa berhiaskan mercusuar atau kastiltampak menyerupai rute-rute trekking Cap Frehel di Bretagne, provinsi pesisir utara Perancis.

22

Saya yakin, jika menelusuri bukit ini pagi atau sore bakal lebih atraktif ketimbang siang hari. Pikat Zamrud Laguna Setelah sekitar 45 menit berjalan kaki, mata saya menangkap bayangan pasir putih di sudut tebing. Tidak salah lagi, itulah lokasinya! Saya yang sebelumnya berjalan di belakang Deni, spontan bergerak mendahului. Antusias ingin lekas sampai. Berderet kepalan bebatuan besar menjadi bingkai pemandangan. Kami melompati satu demi satu batu untuk menemukan titik paling ideal

guna memandangi laguna dari ketinggian. Beginilah panorama Oelangga yang saya idamkan itu: teluk-teluk kecil dan sempit saling bersisian, terisi oleh air laut bening yang tenang berwarna bak zamrud, pasir putih bersih membuatnya tambah cemerlang, dibumbui gelondong gigantis batuan. Sungguh, ini nirwana. Kalau ada film romantis atau petulangan yang membutuhkan lokasi syuting, maka Oelangga adalah lokasi tepat. Cukup lama kami berada di ketinggian, tanpa henti berdecak kagum. Lantas, kami menuruni tebing. Tentu saja, saya ingin menyetuh air laguna itu dan


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

Jalur trekking menuju laguna.

berdiri di pasir putihnya. Untuk sampai ke bawah, kami melalui celah-celah tebing yang berbentuk gua. Memandang dari sudut mana pun, semuanya fotogenik, membuat saya terus menerus membidikan kamera, sementara Deni selalu mewanti-wanti, “awas terpeleset,” atau “hati-hati salah pijakan.” Laguna Oelangga sungguhsungguh bening. Mata saya bisa menakar hingga ke dasarnya, karena dangkal. Tidak ada hentakan pada permukaan air, sangat tenang bagai telaga, padahal di luar bebatuan yang memagarinya, ombak berdebur cukup keras. Saat mencecap airnya, terasa kadar garam yang tinggi. Itu artinya jika berenang, badan akan gampang terapung.

Saya memutari laguna, mencapai satu per satu pantaipantai mungil berpasir putihnya, menatap detail lansekap. Kembali perasaan déjà vu datang lagi. Oelangga memang persis seperti alam pesisir Cap Frehel, di Bretagne, utara Perancis. Agak janggal sekaligus lucu mendapati sebuah lokasi di daerah kita sendiri yang memiliki keserupaan dengan tempat di negeri asing nan jauh. Toh saya menikmati déjà vu tersebut, membuat saya merasa at the right place at the right time, berada pada tempat yang tepat di saat yang tepat pula. Menjelang sore kami meninggalkan Oelangga. Dalam perjalananan ke pusat kota Ba’a, kami berpapasan dengan pria-pria yang mengenakan Ti’i Langga,

topi khas Rote yang lebar bagai sombrero berantena. Katanya, mereka baru menyelesaikan lomba pacuan kuda. Kami juga singgah di tempat pembuatan gula lontar, mencicipi manis gula yang diproduksi secara tradisional. Sebelum mengantar saya ke penginapan, Deni membawa saya menatap senja di Batu Termanu yang tersohor. Saya menyampaikan permintaan maaf karena sempat berpraduga buruk saat pertama tiba di Oelangga. Pria itu tersenyum, dia juga meminta maaf untuk alasan yang sama. “Tapi semuanya berakhir manis, bukan?” katanya tergelak. Lalu keping-keping gula lontar bergemeretak dalam mulut saya seiring pendar terakhir matahari. Manis, semanis vista pulau ini.

23


{ ART }

I Nyoman Sukari (1968 - 2010)

Pelukis handal yang terlupakan TekS & FOTO AGUS LEONARDUS

24


SEPTEMBER 2019

T

ahun 2002 ketika masih mengelola Galeri 9, saya mulai mengenal Sukari. Galeri 9 adalah sebuah galeri kecil dan sederhana, menyatu dengan rumah saya, yang sering saya pakai untuk menggelar pameran lukisan dan karya foto. Meski kecil, tetapi

banyak pelukis dan fotografer terkenal telah ikut berpartisipasi di galeri ini. Perkenalan dengan Sukari dimulai dengan mengunjungi studionya. Kedatangan saya ke studionya yang sederhana itu adalah untuk meminta Sukari ikut berpameran bersama dengan beberapa pelukis Yogyakarta

Inflight Magazine 0f Batik Air

lainnya. Saya yang baru pertama kali bertemu dengan Sukari, awalnya ragu untuk memperoleh kesediaannya, karena sebelumnya saya mendengar dari beberapa kolektor bahwa cukup sulit untuk memperoleh karya Sukari. Apalagi saya orang yang baru dikenalnya dan Galeri 9 adalah sebuah galeri

25


baru, kecil, dan sederhana. Tapi ternyata tanpa banyak basa basi, Sukari menyatakan setuju ikut berpartisipasi dengan menyertakan dua lukisannya. Wow, betapa beruntungnya saya. Bagaimana tidak, karya-karya Sukari saat itu sedang menjadi incaran para kolektor.

26

Kunjungan saya berikutnya beberapa minggu kemudian, adalah untuk melihat lukisan yang akan ikut dipamerkan. Ada dua lukisan yang sudah disiapkan. Saya terperangah dengan salah satunya, lukisan dari seri berburu, dengan warna dominan hitam pekat. Lukisan

yang sungguh luar biasa kuatnya. Sukari mengeluh bahwa lukisan itu tengah dikejar-kejar oleh seorang kolektor untuk dibeli. Padahal dia tahu bahwa yang mengejar itu bukanlah kolektor murni, melainkan seorang kolekdol. Saya berpendapat bahwa jika Sukari sayang dengan


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

I Nyoman Sukari, pelukis yang sangat berbakat, memiliki karakter demikian kuat dan mempunyai keteguhan sikap, sehingga tidak hanyut terbawa arus dan iming-iming materi.

karyanya itu, yang saya nilai memang luar biasa, sebaiknya tidak usah dijual. Lebih baik disimpan untuk koleksi pribadi. Akhirnya kami sepakat hanya memamerkan satu lukisan saja. Dan tentu saja, satu lukisan tersebut langsung terjual pada saat pembukaan pameran,

dengan cara diundi, karena banyak yang berminat. I Nyoman Sukari adalah seorang seniman kelahiran desa Ngis, Bali, pada 1968. Sukari mempunyai idealisme sangat kuat. Bakatnya dalam kesenian demikan besar, terbukti saat SD, Sukari sudah memperoleh juara I melukis dengan media cat air. Masa SMP satu penghargaan di bidang seni pertunjukan dan tiga lukisannya memperoleh penghargaan. Ketika meneruskan sekolah di SMSR Bali, Sukari juga memperoleh penghargaan

di bidang seni lukis. Sebelum kuliah di Fakultas Senirupa ISI Yogyakarta, Sukari sempat menjadi pekerja kasar, sebagai kenek truk pengangkut bahan-bahan pokok dari Jawa –Bali. Pada 1990 Sukari meneruskan belajar di ISI Yogyakarta. Di kota seni-budaya inilah Sukari mendapat gemblengan luar biasa yang kemudian mematangkannya sebagai seorang pelukis handal. Menurut Lin Che Wei, salah seorang kolektor terbesar lukisanlukisan Sukari, Sukari adalah enigma (seorang yang misterius

27


dan penuh teka-teki). Di satu sisi, Sukari adalah seniman yang sangat menonjol pada masa mudanya dengan harga yang sangat fantastis untuk ukuran dan pelukis muda. Di lain sisi, Sukari adalah seniman yang nyaris terlupakan pada menjelang akhir hayatnya dan sesudah ia meninggal. Bahkan beberapa karya Sukari tidak laku di lelang dan dijual dengan harga sangat rendah. Di satu sisi, Sukari adalah seorang seniman yang tampaknya sangat dibatasi oleh tradisi dan juga penampilannya sangat garang dan cenderung

28

menakutkan. Tetapi di sisi lain, Sukari adalah individu yang sangat ramah, leadership kuat, suka berkelompok, berinovasi, dan sangat kreatif. Di satu sisi, Sukari adalah figur yang memberikan karakteristik lukisan yang sangat ekplosif, gaya hidup bohemian, raw-talent, dan dinamis. Di sisi lain, Lin Che Wei juga melihat Sukari sebagai seorang yang mempunyai visi dan terencana secara filosofis. Sungguh sulit untuk melihat karya Sukari dalam jumlah banyak sekaligus, karena ia amat jarang melakukan pameran tunggal.

Semasa hidupnya, meskipun ada puluhan pameran bersama yang diikutinya, hanya satu kali pameran tunggal yang pernah digelarnya, dan itupun dilakukan di Gajah Gallery, Singapura. Sungguh beruntung masyarakat pencinta senirupa di Indonesia, ketika puluhan lukisan Sukari saat ia masih sekolah di SMSR Bali, hingga ia belajar dan pindah ke Yogyakarta digelar dalam sebuah pameran tunggal bertajuk , TRAJECTORY : POSTHUMOUS SOLO EXHIBITION OF I NYOMAN SUKARI, pada 26 Juli hingga 12 Agustus 2019, di Taman Budaya Yogyakarta.


SEPTEMBER 2019

Dalam pameran yang diprakarsai oleh keluarga Sukari dan Lin Che Wei, serta OHD Museum ini, kita bisa melihat betapa kuatnya karakter lukisan Sukari. Setiap goresan kuasnya sungguh merupakan jelmaan karakter Sukari. Selain teknik yang mumpuni, yang lebih penting lagi lukisan-lukisan Sukari mempunyai jiwa, atau taksu. Menurut I Gede Arya Sucitra, salah seorang kurator pameran ini, Sukari adalah seniman Bali yang memiliki lompatan kreatvitas yang dahsyat, mampu menghasilkan karya-karya masterpieces. Ia mempunyai pengetahuan yang luas

mengenai nilai-nilai estetika, nilai-nilai tradisi, dan teknik mencipta yang matang. Mengutip tulisan Suwarno Wisetrotomo, kurator pameran ini, dalam buku / katalog pameran. Di tengah hingar bingarnya pasar dan kontestasi senirupa Indonesia, Sukari mempunyai sikap yang sangat kukuh. Ia bergeming, bahwa berkarya seni (melukis) adalah persoalan martabat atau harga diri yang tak mudah dipertukarkan, jika tak sebanding hasilnya. Kontestasi semakin ketat dan sengit, justru Sukari

Inflight Magazine 0f Batik Air

semakin menunjukkan kekerasan/ keteguhan sikapnya. I Nyoman Sukari, pelukis yang sangat berbakat, memiliki karakter demikian kuat dan mempunyai keteguhan sikap, sehingga tidak hanyut terbawa arus dan imingiming materi, mempunyai usia sangat singkat. Dilahirkan Juli 1968, Sukari meninggal dunia karena sakit paru-paru dan liver pada Mei 2010. Semoga masyarakat senirupa Indonesia terus mengenang Sukari sebagai seorang seniman yang dahsyat dalam berkarya, bersikap, dan memiliki kepribadian yang kuat.

29


{ SPECIAL }

30


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

Hidup Sehat Dengan Smoothie

Kebutuhan akan gaya hidup sehat menumbuhkan beragam kuliner yang mendukung program ini. Sebelum tren salad dengan sayuran segar menyebar, minuman smoothie juga jadi salah satu menu favorit bagi orang yang mulai menjalani gaya hidup sehat. Teks DODY WIRASETO FOTO Berrywell

31


S

ebelum maupun setelah olahraga, smoothie jadi minuman pilihan. Ciri minuman yang diolah dari buah-buahan jadi pemandangan lumrah di pusat kebugaran, di kantor maupun di jalan. Smoothie sekilas memang memiliki bentuk menyerupai jus. Bahan dasarnya memang sama, yakni buah-buahan, tetapi dari bahan-bahan yang digunakan terdapat perbedaan antara jus dan smoothie. Secara umum, smoothie merupakan minuman berbahan baku buah-buahan, sayuran, sirup gula atau gula pasir, susu tawar cair dan es batu. Kadang juga ada variasi tambahan untuk smoothie yakni, yoghurt, cokelat, dan susu kental manis. Komposisi bahan-bahan tersebut membuat tekstur smoothie lebih pekat dibanding jus. Tidak hanya satu buah, banyak pula yang membuat smoothie dengan mencampur beberapa jenis buah atau mengombinasikan buah dengan sayuran, sehingga rasa yang dihasilkan lebih kaya. Sebagai topping-nya, barulah diberi taburan bubuk cokelat, potongan buah-buahan hingga potongan agar-agar. Variasi Smoothie Bowl Smoothie sebagai minuman segera memasyarakat. Seiring dengan pertumbuhan penganut gaya hidup sehat, smoothie pun semakin bervariasi. Beragam kombinasi dilakukan, hingga akhirnya turut melahirkan sajian

32

baru berupa Smoothie Bowl. Tidak hanya penganut gaya hidup sehat, smoothie bowl ini juga jadi menu sarapan atau makan bagi mereka yang sedang menjalani program diet. Dalam satu mangkuk terdapat buah-buahan yang sudah dihaluskan menjadi smoothie. Kemudian smoothie tersebut dikombinasikan dengan potongan aneka buah dan taburan bijibijian sebagai topping. Ini memang jadi pilihan tepat bagi pencinta makanan sehat, khususnya yang sedang diet ataupun seorang vegetarian. Kombinasi hidangan dalam smoothie bowl tersebut sudah bisa memenuhi kebutuhan gizi sehari. Yoghurt dan susu yang mengandung protein, sedangkan biji-bijian pada topping terkandung lemak sehat yang baik untuk tubuh. Kandungan vitamin serta nutrisi bisa didapat dari sayur dan varian buahbuahannya. Dengan porsi ini, smoothie bowl memiliki kalori lebih rendah sehingga cocok dikonsumsi sehari-hari. Smoothie bowl juga kaya serat yang dapat memperlancar pencernaan dan sistem metabolisme. Sehingga yang tidak suka menyantap sayur utuh atau buah potongan, smoothie bowl adalah solusi sehat untuk mendapatkan nutrisi. Vitamin dan mineral yang terkandung di dalam buah-buahan dalam smoothie bowl juga dapat menjadi detoks untuk menghilangkan racun dalam tubuh.


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

33


Menurut ahli gizi sekaligus pendiri Nutrition Stripped McKel Hill,  smoothie bowl memiliki konsistensi yang lebih kental dibandingkan smoothie dalam botol.  Smoothie ini dibuat lebih kental dan ditambahkan dengan es, buah-buahan beku, sayuran beku, bubuk protein atau lemak sehat.  Berkembangnya smoothie bowl ini, apalagi di Amerika Serikat, turut membuka ruang

34

bisnis baru dalam hidangan makanan sehat. Salah satunya adalah Berrywell, sebuah healthy bar di Jakarta yang muncul pada pertengahan 2016. Smoothie bowl dari Berrywell ini menggunakan acai berry sebagai bahan utama dari beberapa sajiannya. Healthy bar ini juga mengusung konsep open kitchen, sehingga setiap proses peracikan smoothie bowl bisa dilihat langsung oleh pengunjung.

Berrywell Signature menjadi salah satu smoothie bowl favorit para pelanggan. Perpaduan antara acai berry, pisang, mixed berries, dan coco water yang diblend hingga halus, menghasilkan rasa yang cukup asam dan segar. Sajian ini terasa semakin lengkap dengan topping buah pisang, kiwi, homemade granola, chia seeds, cacao nibs, dan desiccated coconut. Satu varian yang juga menjadi favorit para pelanggan, yaitu Dragon-Bowl-Z. Sedikit perbedaan dengan Berrywell Signature, penggunaan acai berry digantikan dengan buah naga. Cita rasa yang didapatkan juga lebih manis dengan penggunaan buah naga. Dengan tambahan topping buah kiwi, peach,  homemade granola, chia seeds, dan coco flakes, Dragon-Bowl-Z semakin lengkap. Menariknya dalam setiap sajian smoothie bowl di Berrywell, turut terdapat informasi nutrisi dan kandungan kalori. Hal ini membuat, mereka yang ingin mengontrol secara detail asupan yang dimakan jadi memiliki informasi tentang jumlah kalori yang mereka butuhkan. Berrywell dengan ciri khas acai berry hanya satu dari sekian banyak healthy bar yang berkembang di Jakarta saat ini. Dari sebuah minuman yang menyehatkan hingga bertransformasi menjadi semangkuk makanan untuk pencinta hidup sehat.


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

A S I V R E D I V PRO DUNIA alah

Group ad

nomas am & Ka

Dre

I D R A S TERBE

Vice President Dream Group

aman, man, Ny

ng A

aska

nan ya n pelaya

untuk M

Signature Paket UMRAH

09 Days

from | Rp

27,500,000

Exclusive

Paket UMRAH

09 Days

from | Rp

Hotel Fairmont *5 - Makkah Hotel Shaza *5 - Madinah

Hotel Movenpick *5 - Makkah Hotel Frontel *5 - Madinah

Turkey from | Rp

keberangkatan September 2019 - April 2020

Eropa UMRAH Plus

14 Days

37,500,000

from | Rp

Hotel Fairmont *5 - Makkah Hotel Frontel Al Haritia ( Ex Grand Mercure ) *5 - Madinah Hotel Pullman *5 - Istanbul Hotel Almira *5 - Bursa Hotel MDC Cave - Cappadocia

Hotel Fairmont *5 - Makkah Hotel Frontel Al Haritia ( Ex Grand Mercure ) *5 - Madinah Hotel Sheraton Zurich *5 - Zurich Hotel Novotel Paris est *5 - Paris Hotel Corendon City *5 - Amsterdam

Dubai from | Rp

keberangkatan 14 Januari 2020

Aqsa

UMRAH Plus

11Days

36,000,000

from | Rp

14 Days

60,000,000

Direct Flight to Medinah

Direct Flight to Medinah

Hotel Fairmont *5 - Makkah Hotel Shaza Kempinksi *5 - Madinah Hotel Pullman Daira *5 - Dubai

Hotel Fairmont *5 - Makkah Hotel Frontel Al Haritia ( Ex Grand Mercure ) *5 - Madinah Hotel Crowne Plaza *5 - Amman Hotel Marriot Petra*5 - Petra Hotel Dan Jerusalem *5 - Jerusalem

keberangkatan 09 Desember 2019

GROUP

57,500,000

Direct Flight to Medinah

UMRAH Plus

Group of

14 Days

Direct Flight to Medinah

keberangkatan Oktober 2019 & April 2020

021 - 2138 1090

29,500,000

Direct Flight to Medinah

UMRAH Plus

Kantor Pusat : Gedung Dream House Jl. Matraman No.7 , Kebon Manggis Jakarta Timur 13150

BUY 4 GET 1 FREE

Direct Flight to Medinah

keberangkatan September 2019 - April 2020

call

anah.

dan Am

aya g, Surab , Bandun a rt n a a k il k Ja Besar n perwa pat Kota bang da mberika rbaik, Em ar dari kantor ca te Kami me a rg a i, dilu ngan h mroh de atan kam Pilihan U ar menjadi keku ar di Indonesia ass Bes dan Mak 30 Kota bih dari kami di le PTA dan juga

Muhammad Umar Bakadam

up.

Air Gro pai Lion

Kantor Cabang : Jl. Sultan Alauddin No.105G, Mannuruki, Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90221

call

0411 - 368 1116

keberangkatan 18 Nov 2019 & 11 Mar 2020

Kantor Cabang : Gedung Dream Tour Jl. Lengkong Kecil No.7 , Paledang Lengkong, Bandung Jawa Barat 40261

call

022 - 2054 6868

Sponsored by

35


{ AUTOMOTIVE }

2020 Stingray

Corvette Tercepat & Paling Kuat

36


Inflight Magazine 0f Batik Air

Setelah sekian lama, akhirnya Chevrolet memenuhi janjinya pada ikon Corvette dengan memperkenalkan 2020 Stingray, Corvette mid-engine produksi pertama merek tersebut. 2020 Stingray membawa kembali pelanggan ke tingkat baru atas kinerja, teknologi, keahlian, dan kemewahan. TekS Ristiyono FOTO Dok. CHEVROLET

37


M

enurut General Motor (GM) President Mark Reuss, Corvette selalu mewakili puncak inovasi di GM. Kendaraan bermesin depan tradisional ini telah mencapai batas kinerja, harus memiliki tata letak baru. Konfigurasi baru yang disematkan pada 2020 Stingray, membuat mobil ini memiliki banyak kelebihan. Dengan tata letak mesin yang berada di tengah (mid-engine) membuat distribusi bobot lebih baik, dengan bias bobot belakang meningkatkan kinerja dalam jalur lurus dan saat di lintasan. Mobil ini sangat responsif dan rasa kontrol yang lebih baik karena posisi pengemudi lebih dekat ke gandar depan bahkan hampir di atas roda depan. Kelebihan lainnya, waktu 0-60 tercepat dari semua Corvette pernah ada - di bawah tiga detik ketika dilengkapi Z51 Performance Package. Masih ada lagi keunggulannya, saat di jalan, tampilannya menyerupai mobil balap karena posisi kap

yang lebih rendah. Dan tidak ketinggalan pula, bagasi mobil ini sangat lapang. Ditilik dari desain eksteriornya, 2020 Stingray ini memiliki ekspresi yang berani dan futuristik dengan proporsi eksotis mid-engine, tapi tetap saja Corvette. Mobil ini ramping dan berotot, menunjukkan gerak dan kekuatan di setiap sudutnya. Ini sebuah supercar karya para ahli, bahan premium dan perhatian terhadap detail sangat penting dalam merancang setiap komponen Stingray. Lokasi mesin yang baru benar-benar merupakan titik fokus untuk desain mobil ini yang merupakan jantung dari Corvette generasi berikutnya. Perhatian tambahan terhadap detail mengoptimalkan penampilan setiap kabel, tabung, baut dan pengikat. Sesuai dengan akarnya aeronautika dan balap, kanopi 2020 Stingray terinspirasi dari F22, F35, dan jet tempur modern lainnya serta mobil balap Formula One. Tanda

khas dari Corvette klasik lainnya yang disesuaikan dengan Stingray ini termasuk wajah khas yang mengomunikasikan misi kendaraan, lipatan horizontal klasik, fender depan yang agresif, dan penempatan headlamp pada posisi yang tepat. Beberapa detail desain eksterior pada mobil yang menjadikannya menarik perhatian antara lain, profil lampu depan dibuat rendah dengan lampu proyektor, pembuka pintu, kap

38


SEPTEMBER 2019

dan palka yang benar-benar tersembunyi sehingga tidak mengganggu desain mobil ini. Ventilasi samping untuk asupan udara yang besar guna pendinginan mesin dan kinerja aerodinamis. Dan yang tak kalah menariknya, pintu belakang yang besar yang memamerkan mesin dengan tujuh ventilasi udara. Melongok bagian interior, ruang kemudi yang tidak hanya bermigrasi ke depan sebesar 16,5 inci, tetapi juga membawa

pengemudi pada kinerja yang tinggi dalam balutan tema aeronautic. Selain itu, pada bagian kontrol iklim vertikal dan ventilasi ultra-tipis sehingga meminimalkan ketinggian panel instrumen dan menciptakan interior yang rendah dan luas. Interior 2020 Stingray menggunakan material premium yang dikerjakan dengan tangantangan ahli dan ketelitian tingkat tinggi. Penggunaan komponen kulit asli yang dikerjakan secara

Inflight Magazine 0f Batik Air

hand made, dipotong dan dijahit dengan jahitan tebal dan kuat. Selain itu juga bagian interior mobil ini menggunakan logam asli berkualitas tinggi. Untuk audio, kisi-kisi speaker stainless steel dengan sistem audio Seri Bose Performance. Trim serat karbon pada kursi tipe GT2 dan Competition Sport. Selain itu juga ada pilihan aluminium asli atau serat karbon asli untuk bagian konsol dan pelat pintu. Masih pada bagian interior,

39


pelanggan dapat memilih desain sendiri dengan opsi personalisasi terbanyak untuk Corvette. Ada 12 pilihan warna interior, enam tema warna interior, enam warna sabuk pengaman, dan dua paket pilihan jahitan. Pilihan juga ada pada kursi. Pilihan pertama adalah GT1, gaya sporty yang menekankan kenyamanan sambil memberikan dukungan yang baik untuk situasi mengemudi. Dilengkapi trim kulit Mulan, dukungan lumbar dua arah opsional, dan penyesuaian sayap. Kedua adalah GT2, yang pertama untuk Corvette, kursi ini memiliki tampilan yang terinspirasi dari balap dengan kenyamanan untuk perjalanan jauh berkat busa dengan kepadatan ganda. Selain itu, termasuk trim serat karbon, insert kulit Napa, bantalan kulit Mulan, kursi belakang yang dicat hitam, dukungan lumbar dua arah dan penyesuaian

40

sayap, ditambah pemanasan dan ventilasi. Dan yang ketiga adalah kursi tipe Competition Sport, dirancang untuk pengemudi yang berfokus pada lintasan serius, kursi ini mencakup bantalan yang agresif, Napa pada seluruh permukaan tempat duduk, dan trim serat karbon pada sandaran kepala, pemanasan dan ventilasi, bersama tekstil berkualitas dan tahan lama yang terinspirasi dari rompi Kevlar. Stingray dirancang untuk kenyamanan berkendara yang unggul di jalan raya dan handling yang seimbang di trek. Posisi tempat duduk baru menempatkan pusat gravitasi mobil dekat dengan pinggul pengemudi, sehingga mobil benar-benar menyatu ke pengemudi. Beberapa teknologi yang disematkan pada 2020 Stingray untuk meningkatkan kinerja fungsi handling antara lain, rem eBoost baru yang lebih presisi

dan dapat disetel, ban all-season Michelin yang dapat menyudut hampir 1G, dan Z51 Performance Package. Pada bagian suspensi depan dapat meningkatkan ground clearance sekitar 40mm di bemper depan dalam 2,8 detik. Ini melindungi mobil dari gundukan, lubang, jalan masuk yang curam, dan gangguan jalan lainnya. Ini dapat beroperasi pada kecepatan hingga 24 mph dan diprogram untuk bekerja secara otomatis melalui GPS untuk mengingat hingga 1.000 lokasi. Dapur pacu 2020 Stingray ditenagai oleh mesin 6.2L Small Block V-8 LT2 next-generation dari Chevy. Dengan mesin ini akan menghasilkan 495 tenaga kuda (369 kW) dan torsi 470 lb-ft (637 Nm), ketika dilengkapi knalpot berkinerja tinggi – membuat 2020 Stingray menjadi mobil dengan tenaga dan torsi paling besar di antara semua Corvette. (Sumber: www.media.chevrolet.com)


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

41


42


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

43


{ DESTINATION }

Surga Kecil di Cibodas 44


Inflight Magazine 0f Batik Air

A

Kalau taman surga terlalu sulit untuk dibayangkan dengan akal pikiran, tenang, di sini ada serpihannya. TEKS & FOTO Teguh Sudarisman

ngin yang dingin dan terasa segar segera mengusap wajah begitu saya membuka kaca mobil angkot kuning yang saya naiki dari pertigaan Jalan Raya Puncak tadi. Jalanan sedikit menanjak, dengan kanan-kiri dipenuhi pot-pot bunga aneka warna. Tak lama kemudian, di kejauhan sana menyembul puncak Gunung Gede dan Gunung Pangrango yang membiru berselimut kabut. Ini momen yang selalu saya suka dari jalan ini, jalan menuju Kebun Raya Cibodas (KRC). Suasana baru kelihatan agak ramai setelah melewati pintu gerbang masuk kawasan wisata Cibodas. Maklum, tak jauh di depan KRC ada bumi perkemahan Mandalawangi dan Mandala Kitri. Hampir di setiap akhir pekan keduanya digunakan untuk kamping anak-anak sekolah. Bus-bus yang membawa anak sekolah itu parkir di tanah lapang yang juga menjadi tempat penduduk lokal membuka warung-warung kopi atau menggelar dagangannya. Wortel, kubis, buncis, lobak, kol, nanas, jagung, manggis, hingga kelinci, mereka jual di sini. Kalau maju lurus, saya akan menemui kantor pengelola Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, tempat anak-anak muda yang akan mendaki kedua gunung ini mendaftar dulu di sini. Tapi saya membelok ke kiri, tak sabar untuk segera masuk ke KRC dan menuju Kolam Besar, spot favorit saya untuk memotret, yang letaknya agak di tengah.

45


(kiri) Sakura Himalaya - cek setiap menjelang Maret atau September. (kanan) Salah satu penghuni Taman Lumut.

KRC yang aslinya bernama Bergtuin te Tjibodas (Kebun Pegunungan Cibodas) didirikan 11 April 1852 oleh Johannes Ellias Teijsmann, seorang kurator Kebun Raya Bogor. Tujuannya, waktu itu, adalah sebagai tempat aklimatisasi bagi tumbuh-tumbuhan dari luar negeri yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, misalnya pohon kina, dan pohon-pohon langka dari berbagai negara. Sejak 2003 status KRC menjadi Unit Pelaksana Teknis di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Kini, KRC masih menjadi tempat koleksi ribuan tumbuhan dan sarana penelitian. Juga, menjadi tempat wisata yang cantik, surga bagi orang yang suka menyepi, menyenangi udara sejuk dan segar, menyukai dunia tumbuhan, maupun hobi fotografi atau melukis. Tiket masuknya murah, hanya Rp 16.500 per orang.

46

Sebelum bumi perkemahan dipisah pengelolaannya, luas KRC ini 125 hektar. Kini, meski tinggal 87 hektar, masih terlalu luas untuk bisa dijelajahi semua dalam sehari, apalagi dengan berjalan kaki. Sakura Himalaya Mengikuti alur rute menuju Kolam Besar, saya menapaki jalan yang menurun dan sampai di Taman Rhododendron di sisi kanan, yang berisi tanaman semak yang berdaun oval hijau tua dan berbunga ungu, merah, atau oranye. Sementara di kiri saya, terpisah oleh jalan yang tergenang air dari aliran Curug Cibogo, adalah Taman Sakura. Ya, bunga sakura, bunga khas Jepang. Cuma yang di KRC ini adalah Sakura Himalaya (Prunus cerasoides), ‘kerabat’ Sakura Jepang (Prunus serrulata). Namun

tipikal bunganya hampir sama, putih bersemu pink. Dua pohon sakura yang besar juga ada di belakang kantor LIPI, di dekat pintu masuk KRC tadi. Bunga ini mekar bulan Maret dan September, tapi tanggalnya tidak tentu, jadi mesti menelepon ke KRC dulu untuk tahu apakah sakura ini sudah mekar atau belum. Setelah melewati jalan menaik di samping Curug Cibogo, saya melewati taman yang didominasi pohon-pohon tinggi Araucaria cunninghamii Aiton dari Australia yang kulit batang pohonnya berlapis-lapis dan mengelupas, dan pohonpohon Libocedrus macrolepis Benth dari China. Diamater pohon terakhir ini sekitar satu meter dan bercabang di dekat permukaan tanah, sehingga susah dipeluk.


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

Curug Ciismun - si cantik di sudut Kebun Raya Cibodas.

47


(kiri atas) Pohon Libocedrus yang besar-besar. (kiri bawah) Berkuda mengelilingi Kolam Besar diiringi sang pengawal. (kanan) Kaktus Mammilaria elongata dari Meksiko pun ada di sini.

Melewati taman yang rimbun ini, jalan menurun, membelok, lalu menaik lagi hingga saya tiba di tempat parkir di depan Taman Lumut. Di depannya adalah lapangan rumput yang sangat luas, yang berakhir di Kolam Besar. Saya berlari menuruni lapangan rumput ini, tak sabar menuju ke sebuah bangku beton di ujung kolam. Di sinilah spot terbaik untuk memotret KRC dengan latar belakang Gunung Gede-Pangrango. Kalau ingin mendapatkan langit biru, memotretlah pagi-pagi begitu masuk KRC. Sebab cuaca di sini cepat berubah, bisa saja tibatiba mendung dan hujan. Tapi meskipun mendung, memotret

48

atau melukis dari titik ini tetap menghasilkan gambar yang superb. Saat hujan, yang biasanya disertai angin dingin, berteduh di kafe di tengah lapangan adalah pilihan terbaik. Menyeruput kopi atau makan nasi goreng sambil menikmati hujan dan kabut yang turun ke lapangan sudah pasti merupakan sebuah kemewahan tersendiri. Saat cuaca cerah, di lapangan rumput ini kita bisa melihat keluarga-keluarga menggelar tikar dan membuka bekal, dan anak-anak berlari-larian atau bermain bola di rumput. Memang, dengan lapangannya yang luas, pemandangan indah, dan berudara sejuk, KRC menjadi tempat yang asyik

untuk piknik. Terlebih lagi, secara umum pengunjung kebun raya ini relatif sedikit, baik saat hari kerja maupun akhir pekan. Jadi seolah-olah hanya beberapa orang saja –termasuk saya– yang menjadi ‘pemiliknya’. Di samping lapangan ini ada Araucaria Avenue, jalan berbatu yang kanan kirinya dipagari pohon Araucaria besar-besar, seperti yang saya jumpai di awal tadi. Cuma di sini jumlahnya lebih banyak. Kita bisa menyusuri jalan ini dengan naik kuda, yang bisa disewa Rp 30.000 untuk 15 menit. Di jalan ini pula terdapat musola, yang di belakangnya ada akses menuju Curug Ciismun. Air terjun ini bisa dicapai dengan berjalan kaki sekitar 10 menit.


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

Yuk kemping di depan guesthouse.

Masih ada dua curug lain, yakni Curug Ciwalen dan Curug Cibeureum. Curug Ciwalen terletak di belakang kebun raya, masuk area Taman Nasional Gede-Pangrango. Sedangkan Curug Cibeureum, yang terdiri dari tiga air terjun, terletak di jalur pendakian ke Gunung Gede-Pangrango. Lumut, Kaktus, dan Sukulen Usai menikmati panorama Kolam Besar, saya mengunjungi Taman Lumut, yang juga bersebelahan dengan pohon Bunga Bangkai. Taman ini memiliki 216 jenis lumut dari berbagai tempat di Indonesia dan dunia. Tumbuhan kecilkecil ini memiliki banyak sekali

variasi bentuk dan juga warna. Cuma, taman ini hanya buka saat hari kerja dan dikunci saat akhir pekan, dan juga tidak ada pemandu, jadi kita tidak bisa bertanya-tanya. Di dekat Taman Lumut, tepat di belakang guesthouse, terdapat 7 rumah kaca yang mempunyai koleksi sekitar 287 jenis kaktus kecil, 250 jenis anggrek dari berbagai daerah di Indonesia, dan 169 koleksi tanaman sukulen (tanaman yang banyak mengandung air). Kaktusnya kecilkecil, dan yang paling menarik perhatian adalah kaktus yang mirip bulu anjing pudel. Bentuknya menyerupai batang panjang lurus ke atas, tapi seluruh permukaannya berhias bulu-bulu abu-abu.

Memborong Buah dan Sayur Begitu melewati pintu keluar kebun raya, warungwarung penjual pisang sale, bayam goreng, dodol, kerupuk, ubi cilembu, sampai kaktus, berderet menunggu dikunjungi. Juga aneka t-shirt Gunung Gede-Pangrango yang jadi favorit untuk saya beli –biasa, supaya mengesankan bahwa saya sudah mendaki kedua gunung itu, padahal belum, hahaha! Oh iya, berbagai macam oleh-oleh camilan itu bisa dicicipi dulu sebelum beli, dan bisa ditawar. Setelah itu, mampirlah ke tempat parkir bus, yang kalau Sabtu dan Minggu berubah menjadi pasar buah dan sayur.

49


{ DESTINATION }

Berlaga di Perang Pandan TEKS & FOTO MAHENDRA MOONSTAR SIMANJUNTAK

50


SEPTEMBER 2019

D Lelaki pemberani tak surut nyali menghadapi pandan berduri. Mereka beradu bak kesatria gagah berani. Di terik mentari mereka adu nyali, saling pukul dan tangkis bertubi-tubi. Meski tubuh tersayat duri hingga darah mengalir membasahi bumi, tak ada dendam di hati.

esa Tenganan merupakan sebuah komunitas unik yang ada di Pulau Dewata. Orang Bali kerap menyebut mereka dengan Bali Aga atau Bali asli yang dianggap sebagai komunitas yang telah mendiami Pulau Bali sebelum datangnya gelombang migrasi dari Pulau Jawa. Oleh karena itu, tradisi mereka pun tentu sudah cukup tua. Selain tradisi, suasana dan lingkungan Desa Tenganan juga sedikit berbeda dengan desa lain di Bali. Desa ini dikelilingi sebidang tembok dan setiap pengunjung atau wisatawan yang ingin memasuki desa ini melewati pintu gerbang kecil. Desa adat Tenganan Pegringsingan ini berada sekitar 60km arah timur Denpasar. Tepatnya di Kabupaten Karangasem, Bali. Kehidupan keseharian masyarakatnya tidak lepas dari legenda lahirnya desa.

Inflight Magazine 0f Batik Air

Seperti umumnya masyarakat Bali, ‘campur tangan’ para dewa terlihat secara nyata dalam legenda tersebut. Tanah Tenganan berdasarkan cerita yang berkembang merupakan pemberian Dewa Indra. Leluhur orang Tenganan adalah orangorang bijaksana yang tidak hanya memikirkan kehidupan mereka pada saat itu, melainkan juga kehidupan keturunan mereka. Mereka membuat awigawig desa dengan sangat cermat, supaya Tenganan tidak ‘punah’ sampai beratus-ratus tahun, bahkan jika memungkinkan sampai selama-lamanya. Wisatawan yang tertarik ke Tenganan Pegringsingan akan menemukan kehidupan masyarakat dengan kearifan lokal yang sederhana namun penuh makna. Misal, gotong royong yang masih sangat kental di tengah masyarakat. Terlihat dari

51


berbagai persisapan upacara adat yang dilakukan bersama, penggunaan hasil panen bumi untuk keperluan adat bersama, dan bangunan rumah sederhana yang terbuat dari bahan-bahan tradisional. Ada juga hasil kerajinan masyarakat Tenganan yakni kain tenun geringsing yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Disamping itu budaya Bali Aga yang unik yang masih memegang tradisi asli, upacara dan aturan Bali kuno, dan tata letak desa yang unik. Sekitar tahun 1960an ketika orang Tenganan berkenalan dengan pariwisata secara intensif, kehidupan orang-orang di dalamnya menjadi berbeda. Pemenuhan kebutuhan hidup tidak lagi hanya berasal dari

52

hasil kekayaan alam yang diturunkan nenek moyang, namun juga dari orang luar yang datang ke Tenganan sebagai turis. Ada ataupun tidak turis yang datang, orang Tenganan tetap melakukan ritual secara rutin. Orang Tenganan memiliki modal material berupa lahan ladang yang luas, yang hasilnya mampu mencukupi kebutuhan hidup dan ritual yang diselenggarakan sepanjang tahun. Namun karena keberadaan turis, ritual tersebut menjadi mewah dan megah. Salah satunya dalam Usaba Sambah, ritual terbesar yang dilakukan selama satu bulan. Mekare-kare atau perang pandan adalah salah satu ritual yang menjadi puncak acara pada perayaaan Usaba Sambah.

Ritual Usaba Sambah Pada hari pertama dan kedua setelah bulan mati - bulan lima menurut sistem kalender yang berlaku di Tenganan Pegringsingan – masyarakat melakukan tindakan persiapan Usaba Sambah. Ini didasarkan atas realitas tradisi upacara keagamaan setempat bahwa hari pertama setelah bulan mati, warga desa wajib melaksanakan sangkep patipanten (upacara rapat rutin bulanan). Pelaksanaan Usaba Sambah berlangsung selama satu bulan penuh. Dalam sebulan tersebut terdapat berbagai jenis tindakan adat dan ritual keagamaan yang sarat nuansa religius, simbolis, magis, suci, dan sakral. Secara kronologis dapat diurutkan dari memukul kentongan,


SEPTEMBER 2019

bergotong royong, melaksanakan persembahyangan, membagikan jenis sajen sirih, membagikan sajen tuak secara berantai, menabuh jenis musik tradisional khas Tenganan Pegringsingan, mempersembahkan jenis tari sakral, bermain ayunan tradisional, menyanyikan tembang, melakukan perang pandan, berpesta, rapat, mempersembahkan sesaji secara lengkap, dan menyampaikan siar ke rumah warga desa adat. Penutupan Usaba Sambah, tanggal ping lima, sasih kanem (hari kelima bulan enam) merupakan bagian akhir perayaan Usaba Sambah. Perang pandan Perang pandan menampilkan permainan rakyat yang menyatu dengan prosesi ritual, menjadikan

pergelaran unik dan memikat. Dengan menggunakan daun pandan berduri sebagai senjata menjadikan permainanan ini terlihat menegangkan, karena jika terkena duri pandan akan melukai tubuh serta mengeluarkan darah. Akan tetapi permainan ini hanya sebagai simbol sehingga jika selesai tidak ada dendam di antara peserta karena acara ini hanya sebuah ritual dalam menghormati Dewa Indra. Mitos Dewa Indra adalah roh dalam perang pandan. Imaji Dewa Indra melawan Mayadenawa dihadirkan kembali, melalui simulasi perang. Perang yang telah dilakukan Dewa Indra dengan Mayadenawa dimainkan oleh para satria Tenganan. Ikut

Inflight Magazine 0f Batik Air

merasakan peperangan menjadi hal utama dalam memaknai sebuah ritual. Darah yang menetes sebagai bukti bahwa pengorbanan yang dilakukan untuk Dewa Indra diterima oleh bumi. Perang pandan juga sebagai tanda hadirnya Tenganan Pegringsingan di mata dunia. Perang pandan dalam ritual Usaba Sambah dilakukan dua kali. Pertama dilakukan pada hari ke sembilan bulan kelima saat menjelang senja hari. Perang ini dikhususkan untuk Truna dan Krama Desa Tenganan Pegringsingan. Perang pandan kedua dilakukan pada hari ke sepuluh bulan kelima saat matahari tepat di atas kepala. Prosesi hari kedua ini berbeda dengan hari pertama, karena

53


dimulai dengan arak-arakan gamelan Baleganjur dari Banjar Pande, dan dilanjutkan atraksi perang di atas panggung. Ini berbeda dengan hari pertama, yang dilakukan di depan petemu dengan berbatas daun dan bambu tanpa panggung. Dalam hal peserta, pada hari kedua semua lelaki yang menginginkan turut berperang dapat berlaga di atas panggung. Mulai dari anakanak, hingga warga asing (turis) ikut naik ke panggung di siang hari itu.

54

Melihat perang pandan, Dewa Indra dalam keseharian masyarakat Tenganan Pegringsingan begitu dipuja, hal ini dilatarbelakangi oleh kedudukan Dewa Indra sebagai pemilik kewenangan, kekuatan, kekuasaan gaib yang sangat memengaruhi jiwa komunitas Tenganan Pegringsingan dari zaman ke zaman. Dewa Indra dipercaya memiliki kekuatan untuk menggerakkan jiwa masyarakat Tenganan Pegringsingan

untuk melakukan ritual dan praktek keagamaan. Ritual perang pandan atau mekarekare oleh masyarakat Tenganan Pegringsingan dipercaya sebagai simbol perjuangan dharma melawan adharma, juga sebagai penghormatan kepada Dewa Indra. Menurut masyarakat Tenganan Pegringsingan, perang pandan juga disebutnya sebagai tabuh rah. Di Tenganan Pegringsingan tidak hanya dengan darah hewan tetapi dengan darah manusia. Masyarakat Hindu-Bali membersihkan energi negatif yang ada dalam alam semesta biasanya dengan ritual tabuh rah; menunjuk pada upacara bhuta yadnya. ‘tabuh’ berarti menaburkan dan “rah� berarti darah. Kegiatan tabuh rah biasanya dikaitkan dengan upacara keagamaan. Saat Usaba Sambah, penggunaan perhiasan seperti kalung, giwang, gelang, dan cincin yang semuanya terbuat dari emas dikenakan bersamaan dengan gringsing, baik oleh laki-laki maupun perempuan. Perempuan-perempuan Tenganan pun tampil semakin cantik. Semua kemegahan ini lebih didorong oleh keinginan agar orang bisa melihat bahwa Tenganan merupakan desa di mana orang-orang yang tinggal di dalam adalah orang-orang yang masih mempertahankan tradisi yang sudah ada sejak dahulu.


Inflight Magazine 0f Batik Air

55


{ TRAVEL }

56


Inflight Magazine 0f Batik Air

Zanzibar

Pulau Eksotis Asal Freddie Mercury TekS & FOTO CAMPBELL BRIDGE

Z

anzibar adalah bagian dari negara Tanzania, Afrika Timur dan berjarak 50km di lepas pantai. Sebuah pulau karang tropis yang indah mengambil nama dari pulau terbesar dan kota utama yang terletak di sana. Seperti Timbuktu, Zanzibar adalah nama yang memunculkan

gambaran tempat eksotis yang jauh dan hampir tidak terjangkau. Ini memang eksotis - tetapi tidak seperti Timbuktu, Zanzibar dapat dengan mudah dicapai melalui Dubai dan Teluk. Mungkin warga Zanzibar yang paling terkenal adalah lelaki Farsi bernama Farrokh Bulsara yang lahir pada 5 September 1946. Dalam revolusi Zanzibar pada 1964 keluarganya melarikan diri ke Inggris. Setelah tiba di Inggris ia membentuk band bernama Queen. Dia dikenal dunia sebagai Freddie Mercury.

Sementara beberapa orang Indonesia bepergian ke Zanzibar sebagai turis (tidak seperti jutaan orang Eropa), ada banyak kesamaan dengan Indonesia. Berkat pengaruh wilayah Teluk Persia dan Oman khususnya, populasi Zanzibar mayoritas Muslim - tidak seperti daerah lain di Tanzania. Pulau ini terkenal sebagai pusat perdagangan rempah-rempah, terutama cengkeh, yang dibawa ke sana dari Ternate pada awal abad ke-19. Pasar rempah berlimpah, dan azan adalah fitur kehidupan

57


di sana. Seperti Indonesia, Zanzibar juga salah satu eksportir rumput laut terbesar di dunia. Di Zanzibar dapat kita lihat pengaruh Arab yang begitu kuat mulai dari arsitektur, masjid, dan kerajinan perahu kayu (dhow) berlayar dengan layar segitiga mereka. Jangan lewatkan untuk menikmati pesona laut saat matahari terbenam dengan menaiki perahu kayu khas Zanzibar. Nikmati angin sepoisepoi menerpa layar, camilan khas yang eksotis, dan hiburan dari para musisi selama kita berada di atas perahu tersebut. Zanzibar terkenal memiliki banyak pantai yang berpasir

58

putih halus, perairan biru jernih, dan resor besar nan mewah. Dan salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat di Zanzibar adalah Stone Town yang terdaftar sebagai warisan dunia di kota tua Zanzibar. Saat berjalan di jalanjalan sempit, kita akan melihat dan merasakan pengaruh selama berabad-abad dari Afrika, Oman, dan Teluk Persia, dan menyusul baru-baru ini pengaruh dari orang Portugis dan Inggris. Seperti banyak tempat yang benar-benar bersejarah, berkeliling di Stone Town paling baik dilakukan dengan berjalan kaki. Itupun tidak mencakup area yang luas

dan beberapa jam berkeliling dengan santai memungkinkan siapa saja untuk dengan mudah menjangkau sebagian besar area Stone Town itu. Rumah keluarga Freddy Mercury masih berdiri di Stone Town. Jalan-jalan sempit dengan pasar rempahrempah, Benteng Arab, masjidmasjid dan gereja-gereja, banyak toko kerajinan tangan, cendera mata dan perhiasan, bangunan dan arsitektur bersejarah yang memukau, bagian depan toko yang berwarna cerah, dan pengaruh Arab dan India secara keseluruhan membuat kota tua seperti suasana untuk film Indiana Jones. Berabad-abad yang lalu, Zanzibar memperoleh sebagian besar kekayaannya dari perdagangan komoditas Afrika, khususnya gading, dan menjadi pusat perdagangan para budak. Orang-orang yang malang


SEPTEMBER 2019

ditangkap di daratan Afrika, dibawa ke Zanzibar, di mana mereka dijual oleh pedagang budak Arab di pasar budak terbuka. Sebelum akhirnya ditutup oleh Inggris pada 1873, para budak dikirim ke Zanzibar dengan dhow dari daratan Afrika. Ribuan orang mati - berjejalan di dalam dhow dari Afrika atau di kapal budak dari Zanzibar ke tujuan akhir mereka di Asia atau Dunia Baru. Di sini kita juga bisa mengunjungi museum yang menampilkan sejarah perbudakan di Zanzibar. Di kota tua ini terdapat banyak penginapan dari bintang 5 hingga jauh lebih murah. Di sini juga terdapat banyak resor pantai nan indah, melayani semua

kalangan turis yang tersebar di sekitar pantai utara, selatan, dan timur pulau. Sebagian besar resor pantai ini berada dalam satu atau dua jam dari Stone Town. Pantaipantai itu sendiri (termasuk di Stone Town itu sendiri) begitu bersih dengan pasir putih terbaik dan air yang jernih. Ketika kita sudah puas dengan toko-toko kerajinan, restoranrestoran besar dengan beragam masakan yang menakjubkan, dan pasar di Stone Town, perjalanan berikutnya kita dapat berkeliling ke berbagai bagian pulau ini, mengunjungi desadesa atau menikmati alam bebas dan melihat binatang-binatang unik Zanzibar. Banyak pertanian rempah-rempah tersebar di

Inflight Magazine 0f Batik Air

pulau ini. Di antara rempahrempah lainnya, cengkeh dan pala yang diselundupkan keluar dari Maluku pada awal abad ke-19 tumbuh di sini. Ada tempat yang bagus untuk berjalan, dan hutan yang menarik untuk dijelajahi. Jika kita menyukai air, scuba diving, snorkelling, memancing, dan menonton ikan paus adalah kegiatan yang luar biasa semuanya di perairan Samudra Hindia yang hangat dan jernih. Untuk lokasi sekecil itu, ada sejarah, budaya, dan keindahan alam yang luar biasa dapat kita temukan di Zanzibar. Jika itu belum cukup, Zanzibar adalah titik masuk yang ideal ke daratan Afrika - Tanzania, Kenya dan tujuan lain yang benar-benar indah.

59


{ HOT STUFF }

DJI DIGITAL FPV SYSTEM Manjakan Para Pembalap Drone DJI Digital FPV (first-person view ) System diciptakan untuk memindah pandangan para pembalap drone. Di sini DJI mengandalkan teknologi digital ketimbang analog. Sistem FPV analog lebih dipilih, karena sangat unggul di performa. Yang tampak dari sudut pandang drone, bisa langsung diteruskan ke pandangan pengguna, tanpa jeda sedikitpun. DJI mengaku telah mengembangkan teknologi transmisi video yang sangat efisien dengan Digital FPV System, sanggup meneruskan video dari jarak - hingga sejauh 4 km, dengan latency tak lebih dari 28 milidetik. Masih ada jeda memang, tapi 28 milidetik itu bisa dibilang nyaris tidak terasa, semestinya tidak akan terlalu berpengaruh terhadap kemampuan bermanuver masing-masing pembalap. (Foto :www.dji.com)

60


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

80 SUNREEF POWER Yacht Super Mewah

80 Sunreef Power adalah yacht super mewah, hanya orangorang tertentu yang memiliki kapal ini, di antaranya Rafael Nadal, petenis nomor dua dunia asal Spanyol. Desain yacht ini sangat mewah. Di dalamnya terdapat kolam spa dan wet bar, dan dilengkapi tempat santai yang mewah. Yacht berukuran 80 kaki – baru selesai dibuat tahun 2020. Dengan ukuran garasi yang besar, 80 Sunreef Power dapat menyimpan beberapa jetski, dan berbagai keperluan atau alat-alat olahraga laut. Selain menggunakan lampu, kapal ini juga mempunyai penerangan alami – menggunakan cahaya matahari. Kapal pesiar ini didukung oleh dua mesin – dengan kekuatan mesin 1.200 tenaga kuda. (Foto: www.sunreef-yacht.com)

AUDI E-TRON SCOOTER

Gabungan Antara Skateboard dan Skuter Listrik Audi e-tron Scooter merupakan inovasi yang dibuat oleh Audi dengan menggabungkan fungsi skuter listrik dan skateboard. Seakan tak ingin ketinggalan dengan tren skuter elektrik, Audi ikut meluncurkan perangkat serupa yang disebut Audi e-tron Scooter. Bedanya, Audi coba menggabungkan desain skuter elektrik dan skateboard. Para pengguna dapat mengendalikan skuter elektrik ini seperti layaknya sebuah skateboard. Mereka dapat bebas mengendarainya hanya dengan satu tangan memegang setang, karena kontrol sepenuhnya berada di bagian kaki. Skuter elektrik ini memiliki bobot sekitar 12 kg, dan dapat dilipat, memudahkan pengguna untuk menyimpannya tanpa memakan banyak ruang. (Foto: www.audi-mediacenter.com)

61


PICO’S SMART MULTIBREW DEVICE Membuat Bir dan Kopi dengan Mudah

BLACKMAGIC POCKET CINEMA CAMERA 6K Kamera Garang dan Kapabel

Blackmagic Design, kembali meluncurkan kamera sinema yang dinamai Blackmagic Pocket Cinema Camera 6K (BMPCC6K). Kamera ini merupakan versi lebih garang, dan lebih kapabel dari Blackmagic Pocket Cinema Camera 4K (BMPCC4K) yang dirilis tahun lalu. BMPCC6K mengusung sensor Super 35 21,2 megapixel dengan ukuran penampang setara sensor APS-C. Ini jelas lebih besar ketimbang sensor Four Thirds yang digunakan BMPCC4K, dan lagi sederet keunggulannya tetap dipertahankan, semisal teknologi Dual Native ISO (400 dan 3200), serta klaim dynamic range seluas 13 stop. Sensor ini siap menghasilkan output video dengan resolusi maksimum 6144 x 3456 di kecepatan 50 fps, atau 6144 x 2560 di kecepatan 60 fps. Mode perekaman mencakup mode high frame rate 120 fps di resolusi 2,8K, serta mode anamorphic beresolusi 3,7K 60 fps. Format yang didukung meliputi Blackmagic RAW 12-bit, dan ProRes 10-bit. (Foto:www.blackmagicdesign.com)

62

Revolusi dibidang teknologi kebutuhan hidup manusia terus berkembang cepat, perubahan-perubahan tersebut mengantarkan manusia jadi lebih peraktis dalam memenuhi kebutuhan hidup. Begitu pula dalam revolusi teknologi minuman, kini hadir alat pembuat bir dan kopi, bernama Pico’s Smart Multi Brew Device. Dilengkapi teknologi Z dan listrik bertenaga 1500 wat, membuat pengguna lebih cepat dalam membuat kopi dan bir. Untuk mengetahui tingkat panas, alat ini dilengkapi injeksi uap. Alat ini sangat membantu pencinta kopi dalam membuat secangkir kopi. Begitu pula penggemar bir, dengan Pico’s Smart Multi Brew Device kini bisa membuat bir di rumah sendiri. (foto:www.picobrew.com)


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

WELCOME ABOARD Lion Group Fleet Safety Information Route Map

63


{ LION GROUP FLEET }

Semua Pesawat Baru, Dikirim Langsung Dari Pabrik 2 Units Airbus A330-900 NEO 436 Seats Economy

3 Units Airbus A330-300 440 Seats Economy

67 Units Boeing 737 - 900 ER 215 Seats Economy

37 Units Boeing 737 - 800 NG 189 Seats Economy

11 Units Boeing 737 MAX 8 180 Seats Economy

Lion Air: Total 120 Units

6 Units Boeing 737 - 900 ER Total 180 Seats : 168 Seats Economy - 12 Seats Business

8 Units Boeing 737 - 800 NG Total 162 Seats : 150 Seats Economy - 12 Seats Business

44 Units AIRBUS A 320-200 CEO Total 156 Seats : 144 Seats Economy - 12 Seats Business

Batik Air: Total 58 Units

6 Units Boeing 737 - 900 ER Total 180 Seats : 168 Seats Economy - 12 Seats Business

23 Units Boeing 737 - 800 NG Total 162 : 150 Seats Economy - 12 Seats Business

13 Units ATR 72-600

Malindo Air: Total 42 Units 3 Units Airbus A330-300 440 Seats Economy

17 Units Boeing 737 - 900 ER 215 Seats Economy

11 Units Boeing 737 - 800 NG Total 162 Seats : 150 Seats Economy - 12 Seats Business

3 Units Boeing 737 Max 9 180 Seats Economy

Thai Lion Air: Total 34 Units

19 Units ATR 72-500 72 Seats Economy.

45 Units ATR 72-600 72 Seats Economy.

Wings Air: Total 64 Units 2 Units Hawker 900Xp

64


SEPTEMBER 2019

Welcome Aboard

Inflight Magazine 0f Batik Air

Selamat Datang KARTU PETUNJUK KESELAMATAN

What you need to know about the security, comfort and safety in the aircraft Mobile Phones All mobile phones and electronic devices that use radio transmission are not allowed during the flight, as they can disturb system navigation and communication with local control tower. Electronic Devices Laptops and PDAs may be used after the fasten seat belt off and using flight mode. After the fasten seat belt is on in preparation for landing, passengers have to turn off the laptops and PDAs. Dangerous Goods Flammable goods (such as matches), explosives (firecrackers), material containing magnets, battery, gas cylinders, are not allowed to be brought on board. Smoking Government regulations prohibit smoking during flight. There are smoke detectors in all toilets and those who break the rules will be subject to penalties. Life Vest Life vest is one of safety equipment in the aircraft for emergency landing on water. Please do not remove live vest from the aircraft. Passengers who steal the life vest will be punished based on Government regulations. Article 54 of Law No. 1 of 2009 (Pasal 54 undang-undangnomer 1tahun 2009). Alcoholic Beverage Batik Air does not provide alcohol on Batik Air flight service. Passengers are prohibited from consuming alcohol during the flight.

Apa yang harus Anda ketahui tentang keamanan, kenyamanan dan keselamatan Anda di dalam pesawat Ponsel Semua ponsel dan peralatan elektronik yang menggunakan pemancaran radio tidak diperbolehkan selama berada di dalam pesawat, hal ini sangat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi dengan menara pengawas setempat. Peralatan Elektronik Untuk penggunaan laptop dan PDA boleh dipergunakan setelah fasten seat belt “OFF” dengan menggunakan flight mode. Setelah fasten seat belt “ON” untuk persiapan mendarat makan penumpang harus mematikan penggunaan laptop dan PDA tersebut. Barang-Barang Berbahaya Lainnya Barang-barang yang mudah terbakar (seperti korek api), meledak (petasan), material yang mengandung magnet, baterai, tabung gas, tidak diperbolehkan untuk dibawa. Merokok Peraturan Pemerintah melarang kegiatan merokok selama dalam penerbangan. Terdapat detektor asap di semua toilet dan akan dikenai sanksi bagi yang melanggar aturan. Baju Pelampung Jaket/baju pelampung merupakan salah satu peralatan keselamatan di pesawat untuk kondisi darurat di atas air, jangan keluarkan jaket/baju pelampung dari tempat dalam kondisi normal dan tidak untuk dibawa pulang. Penumpang akan mendapatkan hukuman bagi yang mencuri jaket/baju pelampung berdasarkan Peraturan Pemerintah Pasal 54 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009. Minuman Beralkohol Batik Air tidak menyediakan minuman beralkohol di seluruh penerbangannya, dan seluruh penumpang Batik Air dilarang mengonsumsi minuman beralkohol selama penerbangan berlangsung.

Pregnant Women Over 28 weeks women pregnant are required to include a medical certificate stating that passengers are medically fit to fly. And fill out the form of risk called Form of Indemnity (FOI).

Wanita Hamil Usia kehamilan di atas 28 minggu diwajibkan menyertakan surat keterangan medis yang menyatakan penumpang sehat secara medis untuk ikut dalam penerbangan. Dan mengisi formulir pertanggungan risiko Form of Indemnity (FOI).

Travelling with Kids Batik Air does not provide baby food for domestic service, diapers are also not provided on the plane. Batik Air only provides hot water for baby milk.

Perjalanan Dengan Anak-Anak Batik Air tidak menyediakan makanan bayi untuk rute domestik dan popok tidak disediakan di pesawat. Batik Air hanya menyediakan air panas untuk susu bayi.

Safety Priority • Seat belts should always be fastened during take-off and landing. It is recommended to always put the seat belt during flight. • Luggage must be placed in the overhead lockers or under the seat in front of you. • Please read the safety instruction card that is present in the seat pocket. In the card you can determine the location of the emergency exit and a life jacket. • Look carefully the safety demonstration and instructions which is given by the cabin crew.

Utamakan Keselamatan • Sabuk pengaman harus selalu terpasang sewaktu take-off dan landing.Dianjurkan untuk selalu memasang seat belt selama penerbangan. • Barang bawaan harus diletakkan di atas kepala atau di bawah kursi di depan Anda. • Silahkan membaca kartu instruksi keselamatan yang terdapat di dalam kantong kursi. Di kartu tersebut Anda bisa mengetahui pintu darurat dan letak jaket pelampung. • Perhatikan baik-baik demo keselamatan dan instruksi yang diberikan oleh cabin crew.

Baggage • Goods or sharp objects should be placed in the check in bags and not allowed to be brought into the cabin. • Bring precious objects in the bag you carry yourself. • Note the weight of your luggage : • Carry-on baggage not more than 7KG • Baggage for domestic & international routes: • Economy class : 20KG - Business class : 30KG

Bagasi Barang atau benda tajam harus dipak dalam bagasi dan tidak diperkenankan untuk dibawa ke dalam bagasi kabin. • Bawalah benda berharga dalam tas yang Anda bawa sendiri. • Perhatikan berat bagasi Anda. • Carry on baggage (Bagasi Kabin) tidak lebih dari 7 kg • Bagasi untuk Rute Domestik & Internasional Kelas Ekonomi : 20 kg - Kelas Bisnis : 30 kg

65


{ SSQ }

Our Flight Attendants are Here to Ensure Your Safety and Well Being

Awak Kabin Kami Ada Untuk Memastikan Keselamatan dan Kenyamanan Anda Kami mengutamakan Keselamatan Anda

Keselamatan penumpang adalah hal terpenting bagi operasional Lion Air Group. Baik kebijakan internal kami maupun tuntutan regulasi mengharuskan adanya perhatian tertinggi terhadap keselamatan penumpang dan operasi penerbangan. Awak kabin kami telah terlatih dengan baik dan bertanggungjawab untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang ketika terbang bersama kami. Mungkin ada saatnya dimana awak kabin mengingatkan penumpang untuk menaati peraturan yang berlaku, oleh karena itu kami meminta kerjasama dari semua pihak untuk memastikan tingkat keselamatan tertinggi tetap terjaga di penerbangan kami.

Keadaan Darurat

Dalam setiap keadaan darurat, mohon agar mendengarkan dan mematuhi instruksi dari Kapten Pilot serta awak kabin. Apabila ada penumpang yang membutuhkan bantuan medis, mohon jangan ragu meminta bantuan kepada awak kabin kami. Awak kabin kami telah terlatih untuk membantu anda di setiap keadaan darurat selama penerbangan.

Tugas Administratif dan Kenyamanan Penumpang

Di setiap maskapai anggota Lion Air Group, kami merasa bangga dapat memenuhi kebutuhan dan kenyamanan penumpang, sebagai cerminan keunikan karakter keramahan Indonesia dan pelayanan yang kami miliki. Awak kabin kami bertugas memastikan kenyamanan dan proses operasional di kabin pesawat telah terpenuhi dan diselesaikan tepat waktu. Kami memohon pengertian Anda apabila, walaupun jarang terjadi, kami tidak segera dapat memenuhi permintaan Anda ketika saat bertugas. Awak kabin kami juga akan membantu apabila Anda ingin membeli barang yang ada di katalog penjualan kami. Mohon diberitahukan terlebih dahulu kepada awak kabin kami barang yang Anda butuhkan agar kami dapat sediakan. Selamat menikmati penerbangan bersama kami. Capt. Aric Oh Director of Corporate Safety & Quality Lion Air Group

66

We look after Your Safety

Passengers’ safety is of outmost importance to Lion Air Group’s operations. Both our Internal Policies and Regulatory requirements demands the highest level of attention paid to safety for our passengers and our flight operations. Our flight attendants are well trained and are responsible to ensure each and every passenger’s safety while they are on-board our planes. There may be occasions that our flight attendants will remind passengers on compliance to strict regulatory requirements and we seek everyone’s cooperation to ensure that the highest level of safety is maintained on our flights.

Emergencies

In all cases of emergencies, please strictly follow the instructions of your Captain and Flight Attendants. In the event of any passenger requiring medical attention, please do not hesitate to approach our Flight attendants for assistance. Our Flight Attendants are trained to assist in all emergencies during flight.

Administrative Duties and Passenger Comfort

In Lion Group of airlines, we take huge pride in ensuring that our passengers’ travel needs and comfort are well taken care of, reflecting our special Indonesian hospitality and service. Our Flight Attendants are responsible to ensure that all on-board safety and cabin operational processes are fully complied with in a timely manner. We ask for your understanding in the rare occasion when a request is not immediately responded to. For inflight Sales, our Flights Attendants will assist you if you require any inflight sales items. Please do inform our Flight Attendants in advance of your needs. Have a pleasant flight with us.


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

67


{ LION GROUP ROUTE MAP }


70


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

71


72


SEPTEMBER 2019

Inflight Magazine 0f Batik Air

73


Great Bali & Lombok Escape MERCURE RESORT SANUR Package includes airport pick up, daily lunch or dinner, daily breakfast and unlimited wiďŹ * Book until 30 Sept 2019 Stay until 31 Oct 2019 *Terms and Conditions Apply

BOOK AT ACCORHOTELS.COM

74

Profile for Batik Air Magazine

BATIK SEPTEMBER 2019  

Hidup Sehat dengan Smoothie | Singgah di Laguna Oelangga | Zanzibar, Pulau Eksotis Asal Freddie Mercury | Surga Kecil di Cibodas | Berlaga d...

BATIK SEPTEMBER 2019  

Hidup Sehat dengan Smoothie | Singgah di Laguna Oelangga | Zanzibar, Pulau Eksotis Asal Freddie Mercury | Surga Kecil di Cibodas | Berlaga d...

Advertisement

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded