Page 1

OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

TH E I n flight Magazi n e of Bati k Ai r

OKTOBER 2018

FASE HIDUP

KAIN ULOS

TIDAK DIBAWA PULANG

BATIK

TRADISI YANG MENJADI DESTINASI MEMBER OF

1


2


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

3


content

66 OKTOBER 2018

58

HOT STUFF

16

4

30

REGULAR 04

Cockpit’s Note

06

Editor’s Note

08

Spot Destination

58

Hot Stuff

64

Info

67

Welcome Aboard


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

36

SPECIAL 10

Batik, Tradisi yang Menjadi Destinasi

TRAVEL 16

Wajah Baru Kali Besar

42

Benteng Wolio, Kubu Pertahanan Tangguh dari Kesultanan Buton yang Masyur

DESTINATION 48

Dari Payung Menjadi Patung

52

Ekskursi Jejak Kopi Toraja

26 42

ART 22

Fase Hidup Kain Ulos

26

Semangat Para Pengungsi

FASHION & LIFESTYLE 30

Kemegahan Borobudur dalam Balutan Fashion

34

Luxury Animals on Your Ears

AUTOMOTIVE 36

Audi PB18 e-Tron Mobil Sport Performa Tinggi di Masa Depan

52 5


{ COCKPIT'S NOTE }

BATIK AIR MENDUKUNG PARIWISATA INDONESIA Tamu kami yang berbahagia, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pariwisata terus berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Untuk itu Batik Air turut mendukung upaya pemerintah tersebut dengan membuka rute penerbangan ke destinasi wisata yang tersebar di pelosok tanah air. Dengan adanya kemudahan transportasi udara diharapkan mobilisasi wisatawan semakin mudah ke seluruh wilayah Indonesia. Bulan lalu, kami telah membuka penerbangan dari Surabaya ke Labuan Bajo. Kami berharap dengan dibukanya rute ini turut meningkatkan wisatawan khususnya dari Surabaya dan sekitarnya menuju Labuan Bajo yang memiliki daya tarik wisata luar biasa, salah satunya Taman Nasional Komodo. Selain itu, bisa mempermudah konektivitas masyarakat Manggarai Barat maupun sekitarnya menuju kota-kota lain. Lion Air Group di Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya saat ini memiliki lebih dari 21 kota tujuan. Selain dari Surabaya, Batik Air juga telah melayani rute ke Labuan Bajo ini dari Jakarta. Guna menunjang keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang sekalian terbang bersama Batik Air, kami terus berupaya meningkatkan kualitas baik sumber daya manusia maupun armada pesawat. Selain penambahan pesawat baru, perawatan pesawat juga menjadi prioritas kami. Perawatan pesawat ini kami pusatkan di Batam Aero Technic yang berada di Batam. Pusat pemeliharaan dan perbaikan pesawat milik Lion Air Group ini terus meningkatkan kualitas perawatan semua pesawat yang tergabung dalam Lion Air Group, salah satunya Batik Air. Hal ini akan menjamin seluruh pesawat Batik Air dalam kondisi prima sebelum dipakai untuk melayani penerbangan penumpang sekalian menuju destinasi wisata favorit. Selamat menikmati penerbangan Anda bersama Batik Air.

Salam, Capt. Achmad Luthfie

6


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

PRESIDENT DIRECTOR Capt. Achmad Luthfie DIRECTOR OF SAFETY, SECURITY, & QUALITY Capt. Wamildan Tsani DIRECTOR OF OPERATION Capt. I Putu Wijaya

COVER HIT FASE HIDUP KAIN ULOS FOTO DODY WIRASETO

DIRECTOR OF TECHNICS M. Asif DIRECTOR OF COMMERCE Achmad Hasan DIRECTOR OF GENERAL AFFAIRS & FINANCE Edward Sirait

CONTRIBUTORS MAHENDRA MOONSTAR

Pria kelahiran Bangka yang akrab disapa Moonstar ini menekuni dunia fotografi sejak 2003 waktu kuliah di ITHB Bandung. Ia sempat bekerja di Kompas Gramedia, tabloid Nova, dan editor foto di Info Gading Group. Konsisten menekuni bidang fotografi membuatnya berhenti bekerja di dunia majalah pada 2015. Kemudian, freelance photographer yang berdomisili di Bali ini pun menjelajah pulau-pulau di Indonesia. Kali Ini, Moonstar mengajak pembaca melihat pesona kopi yang ada di Toraja, mulai dari perkebunan hinga pasar yang menjual kopi.

Paul I. Zacharia

Penggemar foto dan traveling ini acap menjadi juri berbagai lomba foto. Ia kerap menulis di media nasional. Dalam edisi kali ini Paul mengajak pembaca untuk menyaksikan Festival Payung Indonesia yang diselenggarakan di pelataran Candi Borobudur. Sebuah sajian epik yang sarat budaya. Sementara peresmiannya diawali ritual di Punthuk Setumbu.

Inflight Magazine of Batik Air

Publisher & Editor In Chief Makhfud Sappe Editor Ristiyono, Priyanto Sismadi, Faisyal, Riman Saputra N., Dody Wiraseto ART DIRECTOR Gerald Manuel Marketing Fransiska Ririn Tri Astuti, Fernandito Haka (Bali), Illustrator & Designer R. Archie F. Mandagie, M. Saleh Hanif Finance & ADMINISTRATION Ade Kristanti, M. Zaky, M. Solichin

Advertising

Valentino Luis

Pria kelahiran Maumere, Flores ini mulai berkelana ke berbagai negara sejak 2007. Pernah berkarir sebagai travel consultant namun memutuskan untuk kembali sebagai petualang dan kontributor untuk majalah wisata dalam dan luar negeri (Nature’s Best Photography, Merian Germany, National Geographic Traveler, Travelxpose, dll). Kali ini Valentino mengajak pembacamengunjungi Benteng Wolio di Baubau, Pulau Buton, yang menjadi eksistensi kekuatan kesultanan Buton. Guiness Book of Record menetapkannya sebagai benteng terluas di dunia.

hotline 0821 10 88 22 00 Fax.: +62(21)3151668 Email: batikair.magazine@gmail.com

CHECK OUR DIGITAL COPY @

www.issuu.com/batikair.magazine

7


Foto: Dody Wiraseto

Editor’s Note Majalah Batik Air yang senantiasa menyajikan informasi pariwisata dipadu gaya hidup dan perkembangan fesyen di Indonesia kian terpacu memberikan yang terbaik untuk para pembaca. Kali ini kami mengulas tentang pesona salah satu budaya yang ada di Indonesia, yaitu Batik. Tidak hanya menjadi bagian dari fesyen, batik kini menjadi destinasi wisata yang menarik. Beragam kampung batik bermunculan dengan menyajikan ciri khas masing-masing. Batik yang awalnya menjadi tradisi kini semakin berkembang menjadi destinasi. Selain budaya, di edisi ini juga membahas tentang wajah baru kawasan Kali Besar, Kota Tua Jakarta. Kawasan yang kini menjadi salah satu ruang terbuka publik favorit masyarakat Jakarta. Dengan beragam karya seni yang menambah cantik kawasan ini dan salah satu lokasi yang sangat instagramable di Jakarta.

8

Dari destinasi budaya dan buatan manusia, perjalanan budaya dari selembar kain juga tersaji di Pameran Ulos yang diadakan dari 20 September-7 Oktober 2018. Di pameran ini dihadirkan ulosulos yang mengisi tiap fase kehidupan masyarakat Batak. Ulos-ulos yang ditampilkan pun sudah berusia di atas 50 tahun. Dari rubrik otomotif kami membahas Audi PB18 e-Tron. Mobil sport masa depan yang memiliki performa tinggi. Semoga kesuksesan selalu menyertai setiap perjalanan kita. Bon Voyage!

Makhfud Sappe


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

9


{ SPOT DESTINATION }

10


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

Keindahan Aurora Borealis di Islandia Reyjkavik, Islandia, merupakan salah satu tempat untuk menyaksikan fenomena northern lights atau dikenal dengan sebutan aurora borealis. Peristiwa alam yang bisa disaksikan ketika langit bersih ini berupa cahaya hijau menari-nari di langit yang terlihat sekitar beberapa menit. Bulan September adalah waktu paling sering aurora ini terlihat di langit Islandia. TEKS & FOTO MAKHFUD SAPPE

@makhfudsappe

11


{ SPECIAL }

BATIK

Tradisi yang Menjadi Destinasi Pada 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi. Teknik pewarnaan menggunakan ‘malam’ untuk menutupi sebagian dari kain yang dibuat motif-motif tertentu dengan arti tertentu. Dan pada tanggal yang sama, yaitu 2 Oktober, diperingati sebagai Hari Batik Nasional. TEKS RIMAN SAPUTRA & FOTO ristiyono

12


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

13


B

atik merupakan salah satu warisan Nusantara dan juga menjadi karya budaya yang mewakili identitas Indonesia di mata dunia. Identitas budaya dan sejarah sebuah daerah terpapar dalam selembar kain batik. Setiap motifnya memiliki makna tersendiri yang membuatnya menjadi begitu kaya makna.

14

Batik sendiri bisa dibilang adalah suatu cara membuat desain atau gambar pada kain dengan cara menutup bagian-bagian tertentu dari kain menggunakan malam. Jadi, tidak semua kain yang bermotif batik adalah batik sebenarnya. Sejatinya batik adalah prosesnya, salah satunya penggunaan lilin. Jadi jika hanya kain ataupun pakaian yang dalam membuat

motif batiknya menggunakan cara cetak atau printing, itu bukanlah batik karena tidak ada proses penggunaan lilin dan lainnya. TRADISI Kain batik merupakan salah satu warisan Nusantara yang terus dilestarikan dari dulu sampai saat ini. Namun seiring berubahnya zaman, batik pun mengalami pergeseran fungsi.


OKTOBER 2018

bahan pewarna alami dan kain kualitas pilihan sehingga harganya sangat mahal. Dalam berbagai upacara adat yang digelar masyarakat Jawa, penggunaan kain batik pun cukup menentukan peristiwa apa yang digelar, terlihat dari kain batik yang digunakan. Pada masa kerajaan orang tidak sembarangan menggunakan kain batik karena motif maupun warna batik menentukan strata sosial pemakainya. Batik juga tidak dapat dilepaskan dari dunia keraton karena disanalah batik banyak digunakan untuk keperluan adat. Bagi masyarakat Jawa khususnya sampai saat ini batik tidak bisa dipisahkan dari kehidupannya. Kain batik digunakan mulai dari manusia bayi sampai meninggal. Bayi digendong menggunakan kain batik, melahirkan, pernikahan, hingga meninggal ditutupi kain batik.

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

DIAKUI UNESCO Pada 2 Oktober 2009, Educational, Scientific, and Cultural Organisation (UNESCO) memberikan pengakuan internasional dengan memasukkan batik ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Takbenda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) dalam Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah (Fourth Session of the Intergovernmental Committee) tentang Warisan Budaya Takbenda di Abu Dhabi. Dan pemerintah pun menetapkan setiap 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. UNESCO mengakui bahwa batik Indonesia mempunyai teknik dan simbol budaya yang menjadi identitas rakyat Indonesia mulai dari lahir sampai meninggal. Tradisi membatik diturunkan dari generasi ke generasi, batik

Batik bernuansa tradisional dan modern pun dipadukan sehingga batik tetap bisa diterima di hati semua generasi. Dahulu, kain batik digunakan sebagai busana kebesaran keluarga kerajaan. Selain raja dan keturunannya, tidak ada yang boleh mengenakan kain batik. Saat itu, batik tulis dibuat menggunakan

15


terkait dengan identitas budaya rakyat Indonesia dan melalui berbagai arti simbolik dari warna dan corak mengekspresikan kreatifitas dan spiritual rakyat Indonesia. Tapi jangan salah kaprah, UNESCO tidak mengakui kain batik sebagai warisan dunia. UNESCO mengakui batik sebagai warisan budaya non benda, artinya yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia adalah proses membatik dengan malam cair dan canting, serta proses menggambarnya pada kain. Jenis batik yang diakui UNESCO adalah batik tulis. DESTINASI WISATA Seiring dengan batik yang merupakan warisan leluhur, Indonesia pun memiliki kampung batik yang kini menjelma menjadi tempat wisata yang banyak diminati para wisatawan. Kehadiran kampung batik ini tidak hanya sebagai pelestari budaya tradisional yang adiluhung, dalam kenyataannya mampu

mengolah dan memajukan sektor ekonomi perajin. Kampung batik ini menjadi destinasi wisata yang menarik. Pengunjung memiliki kesempatan untuk melihat langsung proses pembuatan batik dari awal hingga akhir, baik batik tulis maupun cap. Tidak hanya menangkap sekilas saja, kita juga bisa belajar membatik langsung di kampung batik. Pengunjung akan diajari cara menggunakan canting dan malam untuk menggambar di atas selembar kain. Mengikuti tahap pembuatan batik hingga proses akhir dan kita bisa membawa hasilnya pulang. Bagi wisatawan asing, ini adalah daya tarik utama yang tidak dapat ditemukan di tempat mereka berasal dan menjadi pengalaman luar biasa yang tidak mudah dilupakan. Di Cirebon misalnya, ada kampung batik Trusmi yang terletak di Plered. Kampung batik ini dianggap sebagai usaha batik tertua. Di sini, Anda bisa melihat langsung

para perajin, mulai dari remaja hingga orang tua membatik. Mereka pun sangat ramah menyambut wisatawan. Mega mendung yang bentuknya menyerupai awan mendung menjadi salah satu motifnya yang paling terkenal. Warna yang digunakan khas pesisir, seperti hijau, biru tua, kuning, merah muda dan coklat. Di daerah Pekalongan juga tedapat kampung batik yang

16


OKTOBER 2018

bernama kampung batik Kauman, yang telah menjadi desa wisata nasional. Selain bisa menyaksikan aktivitas membatik, Anda juga bisa melihat pemandangan rumah-rumah lawas. Motif batiknya banyak dipengaruhi asimilasi warga Pekalongan dengan bangsa Tiongkok, Arab, Melayu, India, bahkan Belanda dan Jepang di masa lalu. 

Ada juga kampung batik Laweyan yang merupakan salah satu kawasan heritage di Solo. Kampung ini memiliki loronglorong gang kecil yang khas dengan rumah-rumah saudagar yang interiornya seperti istana keraton Jawa. Selain wisata belanja, di sini Anda bisa berwisata edukasi dengan mengikuti pelatihan singkat kewirausahaan kerajinan batik di beberapa rumah produksi.

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

Selain itu masih banyak kampung batik lainnya, seperti sanggar batik Semarang 16, kampung batik Banten, kampung batik Ngasem, kampung batik Giriloyo, kampung batik Jetis, bahkan di Jakarta pun ada kampung batik Betawi Terogong. Mereka semua sangat terbuka untuk menerima kunjungan wisatawan.

17


{ TRAVEL }

Wajah Baru Kali Besar TEKS & FOTO DODY WIRASETO

Suasana Kali Besar saat senja, dengan ponton dan bangunan bersejarah yang terjaga.

18


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

19


K

awasan Kota Tua Jakarta menjadi salah satu destinasi wisata sejarah utama di Jakarta. Di kawasan ini masih berdiri kokoh bangunanbangunan bersejarah. Salah satu sisi yang tidak bisa terlepas dari sejarah Kota Tua ini adalah keberadaan Kali Besar yang bermuara di Teluk Jakarta. Pada 2016, Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama memulai pembangunan Kali Besar, yang bertujuan menghidupkan kembali suasana Jakarta tempo dulu dan diarsiteki oleh Budi Lim. Wajah Kali Besar kini pun tampil lebih segar dan menjadi salah satu ruang terbuka publik favorit baru. Di kawasan ini terdapat jembatan yang menghubungkan kedua sisi kali. Jembatan tersebut menjadi salah satu pusat aktivitas di Kali Besar. Beragam kegiatan dapat dilakukan di jembatan tersebut.

Di bagian kali, terdapat taman apung yang berdiri di atas ponton. Namun, sayangnya taman tersebut saat ini masih belum bisa digunakan oleh masyarakat. Trotoar di sisi Kali Besar pun kian lebar dan dihiasi instalasi patung dan kursikursi untuk bersantai. Trotoar dilengkapi guiding block yang ramah bagi penyandang disabilitas. K ar ya S eni D olorosa S ina g a Wajah baru Kali Besar tidak hanya ada di sekitaran sungainya. Instalasi patungpatung pun menjadi daya tarik tersendiri dan memiliki nilai seni tinggi. Mayoritas patung yang ada di kawasan Kali Besar merupakan karya seniman Dolorosa Sinaga. Patung-patung Dolorosa banyak digemari, karena karakternya sangat kuat, yaitu penguasaan anatomi

tubuh manusia. Melalui studi atas struktur anatomi tubuh manusia – Dolorosa semakin kuat dalam berkarya. Ilmu tentang anatomi tubuh ia dapatkan ketika sekolah di St. Martin’s School of Art, London, Inggris. St. Martin’s School of Art mengajarkannya tentang metode yang sangat spesifik untuk memahami tubuh, yaitu melalui studi analisis dan

20


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

(atas) Ponton dan taman apung yang menjadi ikon Kali Besar. (bawah) Salah satu karya Dolorosa Sinaga di tengah kawasan Kali Besar.

investigasi gerak. Seperti itu pula karakter patung yang ia hadirkan di Kali Besar. Dengan detail memukau dan sarat akan pesan-pesan sosial. Seperti halnya pada patung petugas kebersihan yang sedang menyapu. Patung ini memiliki ukuran hampir setinggi orang dewasa pada umumnya. Berada di dekat jembatan kayu, patung ini memiliki pesan mendalam tentang kebersihan. Diharapkan keberadaannya

mampu menggugah rasa setiap pengunjung untuk menjaga kebersihan di sekitar kawasan revitalisasi. Tidak hanya itu, salah satu karya ikoniknya pun berada di jalur pedestrian yang bersisian dengan jembatan kayu. Seorang wanita sedang menari mirip dengan karyanya yang berjudul Penari Sufi. Bentuknya abstrak seperti kebanyakan patungnya yang lain. Tetapi dapat

memperlihatkan ciri khas tarian Sufi yang biasa dibawakan kaum pria, yaitu gerak memutar dengan jubah lebar yang menggembung dalam pusaran gerak. Lewat karyanya yang dibuat berskala manusia pada umumnya, Dolorosa ingin menciptakan patung yang interaktif dan komunikatif. Sebuah konsep yang memang cocok bila melihat tren

21


Beberapa patung yang tersebar di Kali Besar dan kerap dijadikan lokasi swafoto.

sekarang, di mana kaumkaum milenial mencari sesuatu yang memiliki daya tarik untuk dibagikan di media sosial mereka. Tidak heran bila patung-patung Dolorosa banyak dijadikan objek swafoto pengunjung. T itik F oto I nsta g ramable Merevitalisasi kawasan Kali Besar juga tidak terlepas dalam membangun romantisme kawasan tempo dulu di Kota Tua. Zaman dahulu, kawasan ini terkenal sebagai pusat pemerintahan, perdagangan serta pelabuhan internasional. Walau ketiga peran tersebut sekarang sudah tidak dimiliki Kota Tua, setidaknya lewat revitalisasi ini, mampu memberikan gambaran suasana zaman dulu.

22

Gedung-gedung tua masih tetap dipertahankan hingga sekarang. Dari segi fungsi, juga sudah banyak diperuntukkan sebagai kawasan perkantoran. Namun, dari segi estetika, kawasan Kali Besar akan memberikan suasana unik apalagi bagi mereka milenial. Banyak titik “Instagramable� di Kali Besar. Dari sekian banyak, yang paling sering adalah kawasan jembatan penghubungnya. Dengan latar gedung Jasa Raharja, lantai kayunya menjadi titik favorit bagi pengunjung. Ditambah lagi tiang-tiang lampu yang unik dan kebersihan yang terjaga dengan baik. Kemudian yang menjadi favorit lain adalah tempat duduk yang berdekatan dengan halte Transjakarta Kali Besar. Tempat duduk

panjang berwarna merah menyala di tepinya duduk patung yang sedang membaca buku. Bila dilihat seksama, sosoknya mengingatkan saya pada sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Pengunjung rela mengantri untuk dapat duduk di kursi itu untuk berfoto. Pun begitu dengan tempat duduk di tepian kali. Bentuknya meliuk dan memanjang menjadi tempat bersantai menarik sembari menunggu senja turun. Kali Besar kini tidak lagi sekadar romantisme masa lalu. Di era modern, Kali Besar mampu mengakomodasi kebutuhan pengunjungnya dengan ruang terbuka publik yang tertata rapi, unik dan benilai seni tinggi. Warisan sejarah yang harus dijaga dengan baik agar tetap menjadi ikon ibu kota di tengah gedunggedung yang berdiri megah.


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

23


{ ART }

Fase Hidup Kain Ulos Teks & FOTO DODY WIRASETO

P

ara leluhur menjadikan ulos sebagai identitas kebatakan. Meninggikannya menjadi ulos yang membingkai bahkan merengkuh indahnya persaudaraan, serta meneguhkan etika dan kaidah formula keakraban Dalihan Na

24

Tolu (Tungku Berkaki Tiga). Ulos Batak semula hanyalah pakaian. Seiring peradaban yang semakin maju, budaya pun ikut berubah. Para leluhur memandang semakin penting memaknai kehidupan serta menghargai lika-liku perjalanan hidup. Maka jadilah ulos menandai

tahap kehidupan setiap orang Batak, serta menggenapi penandaan itu dengan ulos dalam perhelatan adat. Ulos menandai kehidupan orang Batak mulai dari Ulos Tondi sebelum lahir, Ulos Parompa untuk menggendong sesudah lahir, Ulos Hela menandai pernikahannya. Ulos Pansamot


OKTOBER 2018

saat menikahkan anak, hingga Ulos Saput penutup jenazah saat berangkat menuju keabadian. Sepenggal tulisan dari sastrawan Saut Poltak Tambunan berjudul “Ulos, Merengkuh Hangat Jiwa dan Kehidupan� tersebut di Pameran Ulos Hangoluan & Tondi di Museum Tekstil, Jakarta Pusat menegaskan posisi ulos dalam masyarakat Batak. Pameran yang berlangsung dari 20 September-7 Oktober 2018 ini digelar oleh Kerri Na Basaria bersama Tobatenun di bawah Yayasan DEL dan mengusung tema Stages of Life. Sebanyak 50 helai kain Ulos langka rata-rata

berusia di atas 50 tahun koleksi pribadi Devi Pandjaitan boru Simatupang dipamerkan dalam pameran tersebut. Dalam pameran ini, ulos dalam kehidupan dibagi dalam beberapa area mulai dari perkenalan hingga alam surga. Tidak hanya itu, untuk melengkapi pengalaman dan informasi yang berkesan untuk pengunjung, beberapa area ditambahkan seperti area berisi lampu-lampu yang menarik dijadikan objek foto. Suku Batak yang terkenal dengan eratnya persaudaraan, juga difasilitasi dengan sebuah papan putih bertuliskan

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

marga-marga Batak. Di papan ini, pengunjung bebas menarik garis silsilah keluarga mereka dengan benang berwarnawarni yang tersedia. D ari L a h ir Hin g g a K ematian Tata letak kain ulos pun didesain sedemikian rupa sehingga menggambarkan fase kehidupan manusia. Di awali fase kelahiran, area ini terinspirasi dari bentuk embrio yang melambangkan awal kehidupan. Annakon Hido Hamoraon, adalah sebuah prinsip yang dipegang teguh Suku Batak.

25


Prinsip ini beranggapan bahwa anak merupakan kekayaan yang tidak bisa dinilai dengan apapun. Terlebih lagi apabila anak tersebut adalah laki-laki yang akan menjadi pewaris marga orang tua. Di area ini terdapat tujuh ulos yang berkaitan dengan kelahiran. Salah satu ulos yang ditampilkan adalah Ulos Lobu-Lobu. Kain ulos ini digunakan untuk menggendong bayi ketika baru lahir. Suasana berbeda saat memasuki area kehidupan. Di area ini menjadi perwujudan dan dinamika dalam

26

kehidupan seseorang. Kainkain ulos digantung dan dikombinasikan dengan foto-foto yang menunjukkan kehidupan masyarakat Batak, mulai dari menenun hingga suasana pedesaan yang asri. Beragam ulos yang terkait dengan kehidupan ditampilkan, seperti Ulos Tapak Satur, Ulos Ragi Angkola, dan Ulos Ragi Sikam. Berbeda di fase pernikahan, dalam budaya Batak, pernikahan merupakan perayaan dalam kehidupan. Di area ini dilengkapi video pernikahan, dekorasi

pelaminan hingga kainkain ulos yang digunakan saat pernikahan. Setelah area pernikahan, suasana kematian didominasi nuansa warna abu-abu. Kematian oleh masyarakat Batak dipandang sebagai perayaan dari kehidupan yang telah dihidupi secara maksimal. Area terakhir adalah surga. Area ini didominasi warna putih dengan pohon harapan di tengahnya. Di pohon berwarna putih ini, pengunjung bisa menuliskan harapan dan doanya. Di akhir kehidupan, masyrakat Batak menilai itulah saatnya mereka menemukan hidup.


OKTOBER 2018

J alan U los S eba g ai U N E S C O W orld I ntan g ible C ultural Herita g e Begitu besarnya arti ulos sebagai kekayaan budaya Indonesia, direspon oleh Kementerian Pariwisata Indonesia untuk diusulkan ke UNESCO World Intangible Cultural Heritage atau Warisan Budaya Dunia Tak Benda agar mendapat pengakuan dunia. “Kemenpar siap memberikan dukungan untuk memperjuangkan ulos sebagai UNESCO World Intangible Cultural Heritage ke markas besar UNESCO di Paris bersama Dubes RI di Paris,

Hotmangaradja Pandjaitan,” kata Menpar Arief Yahya ketika menghadiri Pameran Ulos, Hangoluan & Tondi di Museum Tekstil Jakarta, Rabu (19/09). Hadir dalam acara itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf. Menpar Arief Yahya menjelaskan, Kemendikbud pada 17 Oktober 2014 telah menetapkan kain ulos sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional dan tahun 2016 yang lalu sudah mulai disusun dossiernya tetapi hingga hari ini

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

belum diusulkan secara resmi ke UNESCO. “Untuk melanjutkan perlu dilakukan koordinasi bersama antara Kemendikbud dengan kabupaten dan Kemenpar siap mendukung itu,” kata Arief Yahya. Menpar Arief Yahya juga meminta bantuan Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) untuk menyediakan rumah kreasi sebagai inkubasi perajin ulos seperti IKKON, program yang digagas Kepala Bekraf Triawan Munaf, sekaligus menjadi bagian dalam pelestarian dan pengembangan kain ulos menuju UNESCO World Intangible Cultural Heritage.

27


{ ART }

Semangat Para Pengungsi Pameran ini menampilkan karya dari beberapa seniman yang mempunyai ketertarikan terhadap isu-isu pengungsi, terutama seniman dari Afghanistan yang lama di Indonesia. Teks FAISYAL FOTO RIMAN SAPUTRA N.

A

rt for Refuge mengadakan pameran di Galeri Nasional Indonesia, 21-27 September 2018. Pameran bertajuk “Berdiam/Bertandang� ini berbicara tentang pengungsi

28

dan menampilkan 72 karya lukis dan fotografi hasil olah artistik 27 seniman. Art for Refuge (AFR) adalah inisiatif sosial yang menggabungkan seni dan media digital sebagai platform untuk berbagi

banyak cerita menarik tentang pengungsi di Indonesia. Didirikan oleh Katrina Wardhana, AFR memulai aktivitasnya dengan mengajarkan seni lukis dan fotografi kepada komunitas pengungsi.


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

Untuk mengapresiasi talenta-talenta yang dimiliki pengungsi, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu pengungsi. Art for Refuge berkolaborasi dengan Alia Swastika yang tampil sebagai kurator mengadakan pameran. “Dalam pameran ini, adik-adik pengungsi sebagai pendatang melihat Jakarta lewat cara berbeda. Pameran menjadi wadah bagi pengungsi dalam berbagi kisah inspiratif,” kata Alia. Menurut dia, pameran menjadi upaya melihat kasus pengungsi dan migran dalam konteks Indonesia dengan segala persoalan sosial dan politik. Alia menilai, isu pengungsi bukan lagi tanggungjawab negara semata, tetapi tanggung jawab kita bersama. Berdasarkan laporan dari UNHCR pada Juni 2018, terdapat 68,5 juta jiwa di seluruh dunia yang terpaksa harus meninggalkan tanah tempat tinggalnya, di mana 25,4 juta orang di antara mereka berstatus sebagai refugee atau pengungsi. Ironisnya, lebih dari separuhnya berada di bawah usia 18 tahun. Indonesia sendiri, kini menjadi negara ‘transit’ bagi para pengungsi. Tercatat jumlah pengungsi dan pencari suaka mencapai 13.840. Sebagai pengungsi – mereka butuh waktu yang cukup lama untuk dapat direlokasi ke negara tujuan.

Art For Refuge percaya bahwa seni dapat menjadi sebuah media untuk berbagi cerita dan pengalaman bagi pengungsi – terhadap masyarakat umum. Termasuk mengembangkan bakat seni mereka. Melalui seni, mereka bisa memperoleh kenyamanan, seperti kenyamanan yang dirasakan orang lain ketika berada di rumah dan dikelilingi keluarga tercinta. Indonesia mungkin bukan negara asal atau rumah permanen mereka. Tetapi mereka layak merasa aman dan diberi penyambutan yang hangat - saat mereka hidup dan tinggal di sini.

N arasi P en g un g si Pameran yang didukung Galeri Nasional Indonesia, Kawula Madani Foundation, UNHCR, dan Roshan Learning Center adalah sebuah presentasi dari aktivitas seni yang melibatkan beberapa seniman dan siswa dari sekolah refugee, Roshan Learning Center, di Jakarta. Katrina Wardhana, bersama fotografer Chris Bunjamin berbagi ilmu dan bakat pada pengungsi. Mereka diajari tentang seni rupa dan fotografi. Dari pengalaman yang mereka rasakan, para pengungsi mencoba merealisasikannya dengan situasi ruang baru,

29


yaitu ruang seni. Bagaimana lanskap dan konteks sosial politik dalam tempat baru membangun cara pandang baru. Citra-Citra visual yang mereka gambarkan menjauh dari klise tentang kehidupan pengungsi yang biasanya didapati di media massa. Konsep penting dalam gagasan artistik pameran ini adalah displacement, yaitu sebuah diskontinuitas atas narasi dan ruang, serta proses diskusi dengan para seniman. Pembacaan yang tak lazim atas ruang ini - juga mendorong lahirnya imajinasi yang baru atas sebuah tempat dan waktu. Narasi tentang keluarga yang saling terpisah, persahabatan baru yang

30

terbentuk dalam ruang baru alias lingkungan baru atau tempat pengungsian. Perasaan dekat atas sebuah kota seperti Jakarta, semua berbaur menjadi cerita yang puitis. Ruang belajar bukan sekadar tempat untuk duduk dan mendengarkan para guru. Lebih dari itu, yaitu sebuah ruang tentang harapan baru yang dipupuk dan disemai ulang. Selain menampilkan karya-karya siswa Roshan dan beberapa pengungsi, pameran ini juga memamerkan karya dua seniman, yaitu Katrina Wardhana dan Chris Bunjamin, serta beberapa seniman Indonesia dan seniman Afghanistan.

Secara keseluruhan, sebanyak 72 karya lukisan dan 25 fotografi mengantarkan pengunjung untuk memahami kehidupan pengungsi. Salah satu foto yang dipajang berjudul Pendidikan, karya Jawad, dengan keterangan gambar sangat menyentuh, pendidikan untuk anak perempuan tidak pernah diperbolehkan oleh Taliban Afghanistan. Taliban memperingatkan setiap hari, jika melihat gadis pergi ke sekolah mereka akan membunuhnya atau keluarganya, tetapi gadis ini dengan wajah polos menunjukkan kepada Taliban bahwa mereka tidak takut.


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

31


{ FASHION & LIFESTYLE }

MISAN KOPAKA & MUSA WIDYATMODJO

Kemegahan Borobudur dalam Balutan Fashion

Misan Kopaka dan Musa Widyatmodjo menampilkan kreasi terbaiknya dalam menuangkan kemegahan Borobudur ke dalam fashion. Hasilnya, rangkaian busana cantik yang memadukan sisi feminin dengan romantisme Borobudur. Bentuk candi nan megah ini pun menghiasi setiap karya mereka. Teks & Foto RIMAN SAPUTRA N.

32


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

33


34


OKTOBER 2018

K

emegahan dan kebesaran Borobudur menginspirasi perhelatan Indonesia Fashion Week (IFW) 2018, sebuah kolaborasi solid antara Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dengan Rumah Kreatif BUMN (RKB) di hari kedua pada 29 Maret 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Misan Kopaka dan Musa Widyatmodjo adalah dua dari sembilan desainer terkemuka yang ambil bagian dalam fashion show bertajuk “Magnificent Borobudur”. MISAN KOPAKA Karya Misan Kopaka menjadi pembuka gelaran bertajuk “Magnificent Borobudur” di runway IFW 2018. Desainer asal Bandung ini terkenal dengan desaindesainnya yang membentuk tubuh serta kaya akan detail. Awalnya, Misan berprofesi di bidang medis. Kemudian ia melepaskan profesinya tersebut dan memilih menjadi seorang fashion designer

sebagai jalan hidupnya. Untuk show-nya kali ini, Misan mengangkat tema “Cultural Influence a Day at Borobudur”. Dalam koleksinya ini, dengan piawai Misan memasukkan unsur Borobudur ke dalam batik dan memadupadankannya menjadi busana siap pakai yang penuh nuansa feminin. Busana-busana kreasi desainer yang telah berkiprah 30 tahun di ranah fashion Tanah Air ini berupa gaun tanpa lengan, terusan sepanjang lutut, hingga gaun panjang dengan potongan yang memperlihatkan sisi feminitas pemakainya. Misan juga menambahkan selendang yang membuat gaun-gaunnya tampil semakin cantik yang sarat akan detail. Hasilnya, batik tampil kontemporer dan juga stylish. MUSA WIDYATMODJO Sementara Musa Widyatmodjo mengusung tema “Senja” dalam mengangkat keindahan Borobudur pada koleksinya di IFW 2018 ini. Musa mengkreasikannya dalam bentuk gaun batik

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

kontemporer yang jauh dari kesan etnik. Namun inilah cara Musa membawa Indonesia ke pasar global, ke kancah fashion dunia, tetapi mempertahankan nilai-nilai ke-Indonesia-annya. Pada show-nya kali ini, Musa menampilkan 14 busana yang menerjemahkan romantisme Borobudur masa lalu dengan keindahan matahari terbenam di sekitarnya. Salah satu koleksi yang ditampilkannya adalah kebaya kutubaru yang tampil kekinian. Musa mengawinkan kain tradisional dengan tampilan kontemporer yang menghasilkan nuansa modern. Koleksi Musa bertema “Senja” di Borobudur ini dibuat dengan nuansa kaya warna, Gaya bikshu serta bunga teratai yang kaya filosofi hidup menjadi inspirasi koleksinya kali ini. Salah satunya terlihat dari dominasi nuansa oranye yang terinspirasi oleh busana bikshu. Kemudian corak stupa Borobudur yang khas diaplikasikan di sekeliling bagian bawah busananya. Kreasinya semakin unik dengan hiasan rambut yang menjulang laksana stupa di kepala model.

35


{ FASHION & LIFESTYLE }

Luxury Animals on Your Ears

Perhiasan tidak hanya memperindah penampilan, tetapi juga menambah rasa percaya diri. Anting adalah salah satunya. Anting yang menarik dan indah akan melengkapi pesona seseorang. Salah satunya adalah yang berbentuk binatang, seperti burung dan kupu-kupu, bahkan singa. Pancaran keindahannya tidak hanya memberikan sebuah keanggunan dan keindahan saja, namun ada juga yang sekaligus menciptakan karakter ‘liar’ Anda. Kehadirannya akan semakin memperkuat karakter pemakainya. Berikut adalah beberapa anting berbentuk binatang yang memiliki keindahan tersendiri dari beberapa brand terkemuka di dunia.

36

Princess Butterfly Earring Anting Princess Butterfly dari Graff dibuat dalam bentuk kupu-kupu yang tersusun dari berlian pavĂŠ. Untuk menambah kecantikannya, pada bagian sayap kupu-kupu diberikan aksen menggunakan safir merah muda. Kaitan swan berlian pavĂŠ melengkapinya untuk digantungkan pada telinga. Anting ini termasuk dalam koleksi Princess Butterfly, yang memberikan penghargaan atas keindahan kupu-kupu yang sedang terbang, dengan proporsi yang sangat seimbang dan mungil. (foto: www.graffdiamonds.com)


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

Serpenti Earring

Salah satu anting Serpenti ini memiliki desain kepala ular berhiaskan permata yang berkilau serta glamor. Terinspirasi dari tatapan sensual seorang wanita, Bvlgari merepresentasikannya dengan spirit animal, fokus pada kekuatan magnetik dari mata dan kemampuannya untuk menggoda. Batu safir menggairahkan yang memahkotai kepala ular adalah bukti penguasaan Bvlgari akan batu permata berwarna. Anting Serpenti ini terbuat dari emas putih 18k, safir biru di kepalanya, zamrud pada bagian mata, dan berlian pavé. Bvlgari mengambil inspirasi ular dari mitologi Yunani dan Romawi kuno. Motif ini merepresentasikan kebijaksanaan, vitalitas, dan rayuan. (foto: www.bulgari.com)

Sous le Signe du Lion Earring

Koleksi ‘Sous le Signe du Lion’ dari Chanel, mengambil inspirasi dari singa kesayangan Mademoiselle Gabrielle Chanel, yang juga lahir di bawah tanda bintang Leo. Anting ‘Sous le Signe du Lion’ merupakan perhiasan yang menangkap kekuatan dan keindahan kepala singa yang diukir dari emas putih yang dipadukan dengan kemilau berlian. Selain itu, berlian berbentuk tetes air yang menggantung di kepala singa semakin memperindah anting ini. (foto: www.chanel.com)

Oiseaux de Paradis Earring

Dionysus Earring Anting dari Gucci ini memiliki detail bertekstur kepala harimau yang khas. Inspirasinya ini merujuk pada dewa Yunani, Dionysus, yang dalam mitos dikatakan telah menyeberangi sungai Tigris dengan seekor harimau yang dikirim Zeus kepadanya. Anting ini dibuat menggunakan emas kuning 18 karat dengan berlian, serta batu tsavorite untuk bagian matanya ditambah detail enamel hijau. Anting yang dibuat di Italia ini panjangnya 2 inci. (foto: www.gucci.com)

Alam menjadi salah satu inspirasi yang sering digunakan Van Cleef & Arpels. Birds of Paradise (burung surgawi) yang indah pun menjelma menjadi perhiasan luar biasa yang disajikan dalam seri Oiseaux de Paradis, salah satunya dalam bentuk anting. Van Cleef & Arpels benar-benar menciptakan kembali keanggunan dan keindahan Birds of Paradise. Anting Oiseaux de Paradis dibuat dalam balutan emas putih dan batu mulia berupa berlian bundar sebanyak 369 batu. Kreasi perhiasan ini melambangkan gerakan dan spontanitas yang indah. (foto: www.vancleefarpels.com)

37


{ AUTOMOTIVE }

AUDI PB18 E-TRON

Mobil Sport Elektrik Performa Tinggi di Masa Depan Mewakili visi radikal untuk mobil sport berperforma tinggi di masa depan, Audi PB18 e-tron yang serba elektrik berbagi DNA teknologinya dengan mobil balap Audi R18 e-tron LMP1. Tiga motor listriknya yang kuat menghasilkan torsi hingga 830 Nm, memberikan potensi untuk berakselerasi dari 0 hingga 62mph hampir lebih dari 2 detik. TEKS RIMAN SAPUTRA N. FOTO DOK. AUDI

U

ntuk pertama kalinya, Audi menghadirkan mobil konsep dengan fokus pada desain dan teknologi di Pebble Beach Automotive Week 2018 di Monterey, California. Audi PB18 e-tron serba elektrik mewakili visi radikal untuk mobil sport performa tinggi masa depan. Dibuat di studio desain Audi di Malibu, California dengan pengalaman luas yang diperoleh di terowongan angin dan di trek balap. Konsep teknis di balik PB18 e-tron dirancang menggunakan keahlian yang diperoleh selama program balap Audi Le Mans yang fenomenal, dan realisasi konsep tersebut adalah tanggung jawab para ahli di Audi Sport GmbH,

38

anak perusahaan Audi yang berkinerja tinggi. Nama yang disingkat “PB18 e-tron� mengacu ke tempat Pebble Beach untuk premier dan untuk teknologi DNA yang berbagi dengan mobil balap Audi R18 e-tron LMP1. FOKUS PADA PENGEMUDI Pencipta PB18 e-tron mendesainnya sebagai mesin penggerak radikal untuk trek balap dan jalan. Dinamika dan emosi berada di daftar paling atas spesifikasinya. Parameter seperti daya pendorong, percepatan lateral, dan ergonomik yang sempurna menentukan setiap detail. Dan orientasi pengemudi dibuat dalam dimensi yang benarbenar baru. Pada Audi PB18 e-tron, pengemudi adalah pusat

perhatiannya. Oleh karena itu tidak ada sistem yang rumit untuk mengemudi. Kursi pengemudi dan kokpit yang diintegrasikan ke dalam shell monocoque yang dapat dipindah-pindahkan secara lateral tergantung pada berapa banyak penumpang. Ketika dikemudikan solo, monocoque dapat diposisikan di tengah interior seperti di monoposto lokasi yang sempurna untuk trek balap. INSPIRASI DARI MOTORSPORT Audi PB18 e-tron mengikuti arsitektur tradisional mobil sport mid-engine dengan kabin yang diposisikan jauh ke depan. Pusat gravitasi mobil terletak di belakang kursi dan di depan poros belakang. Ini tidak melibatkan


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

39


unit transmisi mesin, seperti pada mobil dengan sistem penggerak konvensional, melainkan baterai. Campuran aluminium, karbon, dan komposit multi-material memastikan bodi Audi PB18 e-tron memiliki berat dasar yang rendah. PB18 e-tron memiliki dimensi mobil sport klasik dengan panjang 4,53 meter, lebar 2 meter dan tinggi hanya 1,15 meter. Jarak sumbu roda 2,70 meter dan

40

overhang kompak. Dilihat dari samping, mata seolah ditarik ke garis atap miring yang ditarik jauh ke belakang dan memiliki pilar C masif. Bersama jendela belakang besar dan hampir vertikal, desain ini memberikan ruang kargo lebih luas. Garis merah datar memanjang di seluruh bagian belakang dan menggarisbawahi orientasi horizontal bodi kendaraan. Kabin, yang diletakkan di

pundak lengkung roda yang lebar, tampak mungil dari belakang. Saluran udara diffuser belakang telah ditinggikan - fitur fungsional lain yang dipinjam dari motorsport. Diffuser dapat dipindahkan ke bawah secara mekanis untuk meningkatkan downforce, dan spoiler belakang dapat diperpanjang ke belakang untuk tujuan yang sama. Lengkungan roda yang diperlebar terletak di seberang kabin pusat yang terlihat dari


OKTOBER 2018

setiap sudut. Roda 22-inci, masing-masing dengan desain delapan asimetris, rotasinya memastikan pasokan udara yang sangat baik ke cakram rem karbon. Bagian depan didominasi oleh bentuk segi enam yang familiar dari grille Singleframe. Saluran udara besar ke kiri dan kanan Singleframe memasok udara pendingin yang diperlukan ke rem dan motor elektrik depan. Unit cahaya yang luas dan datar

dengan teknologi matriks digital terintegrasi dan lampu depan laser high-beam melengkapi wajah PB18 e-tron. Bagian depan dan belakang memiliki suspensi independen pada lengan kontrol melintang bawah dan atas, dan seperti yang biasa ditemukan dalam balap motor, sistem pushrod pada as roda depan dan sistem pull-rod di bagian belakang – yang keduanya

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

menggunakan adaptive magnetic ride shock absorbers. Suspensi mobil balap Audi R18 e-tron quattro Le Mans berlaku sebagai model untuk arsitektur dasar PB18 e-tron. TIGA MOTOR ELEKTRIK DAN QUATTRO DRIVE Audi PB18 e-tron adalah quattro sejati. Konsep mobil ini menggunakan tiga motor listrik yang kuat - satu di depan dan dua di belakang. Mereka memberikan daya

41


hingga 150kW ke as roda depan dan 350kW ke belakang. Output maksimumnya 500kW, tetapi dengan boosting, pengemudi dapat memobilisasi sementara hingga 570kW. Torsi gabungan hingga 830Nm memungkinkan akselerasi dari 0 hingga 62mph dalam hampir lebih dari 2 detik. Pada lalu lintas jalan normal, pengemudi dapat membatasi kecepatan maksimum dalam mencapai jangkauan. Konsep motor elektrik yang terpisah pada poros belakang menawarkan keunggulan

42

besar dalam hal handling. Torque Control Manager yang bekerja sama dengan Electronic Stabilization Control (ESC) aktif mendistribusikan daya ke as roda depan dan belakang sesuai kebutuhan. Kontrol torsi ini untuk dinamika dan stabilitas maksimum. Baterai solid-state liquidcooled memiliki kapasitas energi 95kWh. Saat terisi penuh menyediakan kisaran lebih dari 310 mil. Audi PB18 e-tron dirancang untuk mengisi daya dengan tegangan 800 volt. Ini berarti

baterai dapat terisi penuh dalam waktu sekitar 15 menit. Audi PB18 e-tron juga dapat diisi tanpa kabel melalui induksi dengan Audi Wireless Charging (AWC) yang dilakukan dengan menempatkan charging pad dengan kumparan integral di lantai di mana mobil akan diparkir, lalu menghubungkannya ke power supply. Medan magnet bolak-balik menginduksi tegangan bolak-balik pada kumparan sekunder yang dipasang di lantai mobil, melintasi celah udara.


INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

43


{ TRAVEL }

BENTENG WOLIO Kubu pertahanan tangguh dari Kesultanan Buton yang masyur TEKS VALENTINO LUIS FOTO VALENTINO LUIS & OLIVER

Matahari pagi menyingsing ditilik dari benteng.

44


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

D

i gerbang Lawana Baau, samping Bastion Melai dan Bastion Gudang Mesiu, La Aubi berdiri sendirian. Dengan sebilah logam, tangan pria itu menggaruk-garuk lumut yang menempeli dinding gerbang. “Saya petugas kebersihan di benteng ini, tiap hari menyingkirkan lumut-lumut yang menjejali tembok, dari jam delapan pagi hingga siang,� terang pria itu. Beberapa menit sebelumnya, saya telah bertemu juga dengan salah satu rekan La Aubi yang melakukan tugas serupa. Mereka ada 16 orang, mengitari tiap sudut benteng demi merawat situs ini agar tetap lestari. Gerbang Lawana Baau berada di sisi selatan, dan merupakan satu dari 12 gerbang sebagai akses masuk Benteng Wolio. Inilah benteng yang oleh Guiness Book of Record ditetapkan sebagai benteng terluas di dunia. Bayangkan saja, luasnya sekitar 23,375 ha atau 34 kali luas lapangan sepak bola! Benteng Wolio berada di Baubau, Pulau Buton. Posisinya tak jauh dari keramaian kota, dan kendati berada di ketinggian, benteng ini sangat mudah dijangkau. Saya bahkan langsung mencapainya kurang dari 30 menit dari hotel tempat saya menginap.

45


Sore sebelumnya, saya datang dengan ekspektasi melihat senja dari tembok benteng. Kendati sunset dari benteng ke arah laut sangat memikat, namun pengunjung lumayan berjubel sehingga sulit bagi saya untuk meresapi setiap detail benteng ini. Makanya saya memutuskan untuk kembali lagi keesokan paginya, karena saya yakin tak ada banyak orang yang pergi ke benteng untuk melihat sunrise. Perkiraan yang jitu. Pagi ini ketika saya tiba, suasana terasa

46

lengang dan lebih sakral. Berdiri di panggung kayu Look Point di luar Bastion Baluwu, saya menikmati terbit matahari yang mengusir kabut di perbukitan timur hingga laut di sisi utara benteng. Saya memutuskan untuk mengitari Benteng Wolio, dari utara berjalan kaki hingga ke selatan di bagian barat, kemudian saya kembali ke utara lagi lewat bagian timur. Sebagian besar gerbang serta bastion masih lestari terawat,

beberapa memang perlu dipugar. Bahkan meriam-meriamnya tampak sangat utuh di tiap bastion. Butuh tiga jam agar saya benar-benar meresapi tiap detail benteng. Lumayan membuat kaki pegal, namun sungguh terpuaskan. P elindun g K eraton Benteng Wolio kerap juga disebut Benteng Keraton Buton, lantaran dibangun oleh penguasa Buton sebagai bagian dari keraton tempatnya tinggal dan memerintah. Kesultanan


OKTOBER 2018

Sejarahnya, Benteng Wolio dibangun pada abad ke-XVI oleh Sultan Buton ke-III bernama La Sangaji. Benteng tersebut semula hanya dibangun dalam rupa tumpukan batu yang disusun mengelilingi komplek istana, bertujuan sebagai pagar pembatas antara komplek istana dengan perkampungan masyarakat. Barulah pada masa pemerintahan Sultan Buton IV yang bernama La Elangi (bergelar Sultan Dayanu Ikhsanuddin), tumpukan batu dijadikan bangunan permanen yang lebih kokoh dan berfungsi sebagai pelindung keraton. Kesultanan Buton berjaya berkat posisi strategis mereka dalam jalur perdagangan maritim abad Pertengahan sebelum Eropa masuk ke Indonesia, menjadi pelintasan sekaligus lokasi pertemuan para saudagar kapal dari belahan barat ke timur Nusantara.

Buton adalah kerajaan yang tumbuh di Buton pada abad ke-XIV. Semula kesultanan ini bernafaskan Hindu karena terbentuk atas kesepakatan tiga kelompok (Kerajaan Sriwijaya, Kekaisaran Cina, dan Kerajaan Majapahit), kemudian terkonversi menjadi kesultanan Islam dua abad setelahnya. “Ketika awal berdiri, pemimpin Buton adalah seorang perempuan, ratu,� kata La Aubi, membuat saya agak terhenyak.

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

Keberadaan benteng Wolio memberi pengaruh besar terhadap eksistensi kesultanan Buton. Dalam kurun waktu lebih dari empat abad, mereka mampu menunjukkan kekuatannya dan terhindar dari ancaman musuh. Kesultanan Buton menguasai sebagian besar kepulauan di Sulawesi Tenggara, dan benteng ini menjadi cikal bakal dibangunnya bentengbenteng kecil lainnya di berbagai pulau, hingga ke Wakatobi dan Selayar yang hingga kini secara adat tetap berada di bawah kendali kesultanan. K omponen B enten g & M isteri A run g Palakka Mengingat ukurannya yang besar dan letaknya yang strategis, benteng ini mengingatkan saya pada reruntuhan kastil-kastil Medieval di Eropa. Bedanya, Benteng Wolio tidak memiliki istana dari batu yang tinggi menjulang.

(kiri) Pola benteng bagian utara dilihat dari udara. (kanan) Meriam yang masih utuh terdapat di setiap bastion benteng.

47


(kiri atas) Masjid Kraton Buton senja hari. (kiri bawah) Look Point di sisi timur Lawana Kampebuni. (kanan) Salah satu rumah khas Buton di dalam kompleks benteng.

Secara umum, terdapat tiga komponen di benteng ini. Pertama, meriam yang disebut Badili. Rata-rata berukuran 2 sampai 3 depa. Jika saya tilik baik-baik, meriam-meriam ini memiliki ciri meriam Belanda dan Portugis, yang kemungkinan dipasang ketika kedua bangsa itu terkontak dengan Buton. Komponen kedua, Baluara. Kata baluara berasal dari bahasa Portugis yaitu ‘baluer’ yang berarti bastion. Baluara dibangun sebelum benteng keraton didirikan pada tahun 1613 pada masa pemerintahan La Elangi, Sultan Buton ke-4. Komponen ketiga, yakni gerbang, atau disebut Lawa/ Lawana, berfungsi sebagai pintu penghubung keraton dengan kampung-kampung yang berada di sekeliling benteng.

48

Terdapat 12 Lawa, yang konon merupakan simbol 12 lubang pada tubuh manusia. Masing-masing diberikan nama, dan memiliki sebuah menara pengamat berukuran mungil. 12 nama tersebut, yaitu: Lawana Lanto, Lawana Rakia, Lawana Kampebuni, Lawana Labunta, Lawana Waborobo, Lawana Dete, Lawana Kalau, Lawana Wajo, Lawana Burukene atau Tanailandu, Lawana Lantongau, Lawana Gundugundu, dan Lawana Baau. Selain para sultan Buton, Benteng Wolio juga identik dengan tokoh bernama Arung Palakka. Ia adalah sultan Bone, kerabat sultan Buton dari Sulawesi Selatan. Dikisahkan, Arung Palakka dikejar pasukan Sultan

Hasanuddin, ia pun berlayar ke Buton lalu disembunyikan di goa dekat benteng. “Kami masyarakat Buton memanggil Arung Palakka dengan sebutan La Toondu. Goa persembunyiannya bisa kamu lihat luar benteng, lumayan curam tapi sudah dibuatkan dengan jalur yang aman,� cerita La Aubi. Saya berusaha membayangkan sosok Arung Palakka dan bagaimana serunya cara keraton melindungi dirinya. Gerbang-gerbang benteng ini berjumlah belasan, mungkin tidak sulit untuk menyelinapkan makanan bagi Arung Palakka, tapi bisa juga harus ada taktiktaktik khusus. Oh, sebelum fantasi saya melayang kemanamana, harus kuakui Benteng Wolio adalah saksi sejarah yang mengagumkan.


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

Where time stands still… Relax and enjoy an indulgence view. Breathe in the air of the sea. A great way to create amazing moments. We offer a comfortable stay at Patra Comfort Anyer.

+62 8111 242 700 www.patra-jasa.com

member of

49


{ DESTINATION }

Dari Payung Menjadi Patung Festival Payung Indonesia kali ini membawa payung bukan hanya secara fungsi tapi lebih dari itu. Payung dipakai sebagai elemen dekoratif, dan bagian dari busana seorang ‘wanita’, tidak lagi hanya sebuah elemen fungsional, tapi berkembang menjadi suatu pernak pernik dekoratif kehidupan yang penting. TEKS & FOTO Paul Zacharia

50


OKTOBER 2018

S

etelah pementasan Festival Payung Indonesia 2017 di Keraton Mangkunegoro yang selalu menjadi embrio kegiatan budaya di Solo, kita belum melihat lagi event sebesar Festival Payung Indonesia yang pada akhirnya memilih Candi Borobudur sebagai

latar belakang suatu gelaran penting dan akbar selama ini. Memang dengan memilih lokasi ini, Heru Mataya selaku EO utama sangat tepat dalam menetapkan Taman Lumbini – bagian depan candi yang sangat pamor di seluruh persada ini, menjadi pentas. Dengan berkembangnya relasi dan kolaborasi

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

(kiri) Pelataran Taman Lumbini menjadi

platform pementasan Festival Payung Indonesia. Disini para model menyajikan beragam bentukan payung sebagai asesori dalam mereka berbusana. (kanan) Salah seorang talent menyajikan asesori berwarna merah padam - yang bergaya karnaval masa kini.

51


Bukan saja elemen dekoratif, tapi berkembang lagi pada saat pembukaan seluruh Festival Payung Indonesia ini, menjadi bagian dari suatu ritual yang penting.

(atas) Seorang penari sedang menyajikan suatu ritual ‘pembersihan diri’ dengan perlambang taburan debu putih di Punthuk Setumbu, pada hari pertama Festival Payung Indonesia. (kiri bawah) Seorang penari pita merah sedang mengangkat ‘suasana’ di bawah stupa utama Candi Borobudur. (kanan bawah) Sekelompok talent menyajikan peragaan busana di bawah Payung Utama selaku dekorasi utama.

Indonesia dengan Thailand, nyatanya event ini mampu memperanakkan ratusan artis atau pendukung item penting di kawasan bersejarah ini. Kalau mau dirunut ke belakang, memang jelas sekali adanya budaya ‘perpayungan’ di negara kita ini. Bahkan format payung ini memang sudah terpateri dalam artefakartefak budaya. Bukan saja

52

yang terpateri di relief-relief candi, tapi secara grafis juga terdokumentasi dalam berkasberkas lontar prasejarah. Yang kita saksikan di Festival Payung Indonesia kali ini, adalah apresiasi martabat yang terus berkembang. Apa yang dipakai sebagai elemen dekoratif, dan bagian dari busana seorang ‘wanita’, tidak lagi hanya sebuah

elemen fungsional, tapi berkembang menjadi suatu pernak-pernik dekoratif kehidupan yang penting. Bukan saja elemen dekoratif, tapi berkembang lagi pada saat pembukaan seluruh Festival Payung Indonesia ini, menjadi bagian dari suatu ritual yang penting. Peresmian festival ini diawali oleh suatu ritual di Punthuk Setumbu, suatu pelataran yang dari sana kita bisa menyaksikan suasana pagi, memandangi stupa-stupa Candi Borobudur. Sayang sekali, ray of lights saat itu tidak dapat kita saksikan, karena cuaca mendung dan menutup lapisan-lapisan awan pembungkus candi nan megah ini. Jika tadi sudah dibuka dengan suatu upacara yang mistis, maka penutupan festival ini juga diakhiri dengan suatu suasana mistis, karena yang mengisi acara adalah seorang diva: Ayu Laksmi, yang sangat dinantikan banyak penggemarnya.


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

53


{ DESTINATION }

Ekskursi Jejak Kopi Toraja Toraja merupakan salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang kondisi alamnya masih asri dan masyarakatnya masih memegang kebudayaan leluhur. Sekarang, Toraja terbagi dalam dua kabupaten, yaitu Toraja Selatan dan Toraja Utara. TEKS & FOTO MAHENDRA MOONSTAR

54


OKTOBER 2018

K

ali ini saya melangkahkan kaki menuju Kampung Bokin, Tikala salah satu daerah di Kabupaten Toraja Utara yang memiliki pemandangan indah di kala pagi. Saat matahari mulai muncul akan tersaji pemandangan kabut tipis yang mengalir. Namun, akses menuju Kampung Bokin tidaklah gampang,

bahkan bisa dibilang sangat sulit karena kendaraan harus melewati jalur yang menanjak. Selain itu kondisi jalanan yang berbatu membuat kendaraan harus bekerja ekstra keras untuk bisa sampai di Kampung Bokin. Akan tetapi, semua perjuangan yang dilakukan untuk menaklukkan medan nan sulit tersebut terbayar dengan sajian pemandangan alam yang memesona serta melihat

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

keseharian masyarakat Kampung Bokin. Di samping pemandangan dan sajian alam yang menarik, Toraja Utara juga memiliki kopi yang sangat terkenal dan patut untuk dinikmati kala kita berada di sana. Kopi yang dikenal di daerah ini ada jenis arabika dan robusta. Saya pun mencoba berkeliling. Ditemani Agus Lebang, dengan berkendara sepeda

55


motor, saya pun menuju daerah Tikala - salah satu bagian dari Rantepao, Toraja Utara yang sebagian masyarakatnya memiliki tanaman kopi di sekitaran rumah, bahkan beberapa kebun kopi pun terhampar luas di daerah ini. K opi T oraja D alam K ese h arian M as yarakat T ikala Perjalanan menuju desa ini pun perlu perjuangan karena harus mendaki, mengingat kopi rata-rata tumbuh baik di daerah ketinggian dan dingin. Pohon kopi yang bercampur dengan tanaman lain pun menjadi pemandangan di sekitar saya. Idealnya datang ke desa ini adalah saat musim

56

panen raya kopi pada periode Juni-Juli. Bila tidak, maka akan bernasib seperti saya, karena musimnya sudah selesai pada awal September, sehingga jarang menemukan pohon kopi yang masih ada buahnya. Tidak lama berjalan, pandangan saya pun mengarah ke salah satu kebun kopi di Tikala tersebut. Ternyata kebun kopi yang membuat saya tertarik itu adalah milik Paulina Rinding (65 tahun) yang ada di Tondok Tangah, Kecamatan Tikala. Ibu yang sudah memiliki cucu ini menceritakan bahwa kopi di tahun ini memang kurang buahnya dan sudah selesai musim

panennya. Tetapi di dekat rumah tongkonannya, ia masih memiliki kebun kopi untuk konsumsi pribadi sehari-hari. Hanya buah kemerahan saja yang dipetik. Setelah itu, biji kopi digiling menggunakan mesin untuk melepas kulitnya, kemudian dijemur hingga kering. Paulina memiki tujuh kebun kopi dengan varietas arabika dan robusta, berjumlah sekitar seribu pohon, yang tersebar hingga sekitar Kecamatan Tikala. Kebun tersebut adalah warisan dari keluarga besar suami Paulina. Tidak hanya dijual, kopi yang dihasilkan digunakan untuk kebutuhan keluarga besar sehari-hari dan juga ketika ada pesta adat.


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

ADVERTORIAL

Candi Singosari MENELUSURI JEJAK PENINGGALAN KERAJAAN SINGOSARI BAGI PARA PENIKMAT WISATA BERSEJARAH DI MALANG, RASANYA KURANG LENGKAP JIKA BELUM MENGUNJUNGI CANDI SINGOSARI, KABUPATEN MALANG.

c

andi yang terletak tidak jauh dari Bandara Abdul Rachman Saleh dan juga pusat kota Malang ini memiliki pesona tersendiri baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Struktur candi yang menjulang ramping ke atas menampakkan kemegahan peninggalan masa kejayaan dari salah satu kerajaan terbesar di Nusantara. Kendati sejatinya pembangunan candi ini belum selesai, namun hal ini tidak mengurangi daya tarik wisatawan akan peninggalan yang sarat akan sejarah tersebut. Candi Singosari sendiri dibangun untuk menghormati Raja Kertanegara yang merupakan raja terakhir Kerajaan Singhasari. Sri Maharaja Kertanegara merupakan raja yang disegani oleh rakyatnya karena pada masa pemerintahan Kertanegara, Singhasari mencapai puncak kejayaan. Konon, Kertanegara disebut sebagai penguasa Jawa pertama yang bercita-cita untuk menyatukan wilayah Nusantara. Namun

sayangnya, ambisi tersebut lenyap seiring dengan pemberontakan yang dilakukan oleh Jayakatwang yang berujung pada kematian Kertanegara pada 1292. Lokasi Candi Singosari sangat mudah untuk dijangkau karena letaknya yang dekat dari jalan utama. Wisatawan hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit dari Pasar Singosari untuk menjangkau kawasan wisata candi yang dibangun pada abad ke-13 ini. Begitu memasuki kawasan candi, Anda disuguhi hamparan rumput hijau yang mengelilingi kawasan candi serta tanaman-tanaman hijau di setiap sudut area yang berbentuk persegi. Di fasad candi terdapat sejumlah arca dan berbagai runtuhan lainnya berderet rapi di depan pintu masuk candi. Keindahan dan keunikan strukturnya membuat Candi Singosari kerap digunakan sebagai obyek swafoto maupun berfoto ria oleh para pengunjung.

Akses menuju area wisata Candi Singosari pun terbilang mudah dan dapat dijangkau dengan transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Bagi Anda yang hendak membawa kendaraan pribadi, terdapat area parkir yang berada di depan pintu masuk area wisata candi. Selain itu, terdapat fasilitas lain seperti kamar mandi umum dan musala yang disediakan untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Tarif masuk Candi Singosari yang terjangkau membuat kunjungan ke sini cocok untuk berbagai kalangan mulai dari pelajar hingga keluarga. Jika Anda ingin mengetahui tentang seluk-beluk Candi Singosari lebih dalam lagi, Anda tidak perlu sungkan untuk bertanya pada petugas setempat yang dengan senang hati akan memberikan penjelasan. Obyek wisata Candi Singosari dapat dinikmati mulai pukul 07.30 sampai pukul 16.00 WIB, namun untuk menghindari terik matahari ada baiknya jika Anda memilih waktu yang tepat seperti pagi atau sore hari.

DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MALANG

Jl. Raya Singosari 275 Singosari - Malang 65153 Telp. +62 341 456644 Fax. +62 341 456622 disparbud.malangkab.go.id DISPARBUDKABMALANG @disparbudkabmlg Disparbud KabMalang disparbudkabmalang

57


Selanjutnya saya pun sempat melihat Paulina sedang menjemur kopinya yang sudah hampir kering. Kopi tersebut berjenis robusta, yang biasanya disukai oleh masyarakat Toraja karena lebih pahit dibanding kopi arabika. Jumlah kopi yang dijemur tidak terlalu banyak, menurutnya yang penting bisa dinikmati keluarga ini hingga beberapa minggu ke depan. Setelah kering, biji kopi tersebut kemudian disangrai. Setelah dingin biji kopi

58

dimasukkan ke penggilingan untuk dijadikan bubuk kopi. Panen kopi tahun ini yang jatuh di bulan Juli dan Agustus menurut Paulina juga tidak sebagus sebelumnya, dikarenakan musim kemarau lebih lama daripada musim hujan. S entra K opi T oraja di Pasar B olu R antepao Setelah melihat proses memetik dan penjemuran secara tradisional masyarakat

sekitar Tikala, saya menyempatkan mampir ke Pasar Bolu Rantepao untuk melihat kopi yang dijual oleh pedagang setempat. Banyak sekali pedagang yang menjual kopi dalam bentuk bubuk kopi dan juga yang masih dalam bentuk biji. Mayoritas masyarakat di Pasar Bolu Ratenpao ini banyak mencari jenis kopi robusta, dikarenakan masyarakat di sini sangat suka dengan rasa pahitnya dibanding kopi arabika yang cenderung asam. Selain karakter rasa, dari segi harga juga lebih murah dibandingkan arabika. Satu bungkus kecil kopi robusta di pasar bolu dihargai 10 ribu rupiah. Sementara satu bungkus kecil arabika dihargai 25 ribu rupiah. Kopi arabika dari Toraja juga banyak dicari wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. Menurut Yakub (53 tahun), salah satu pedagang di Pasar Bolu yang sudah 20 tahun lebih sebagai penjual kopi, selain menjual biji kopi, dia juga menerima jasa giling kopi di tempatnya. Pembeli yang ingin membeli kopi arabika, hanya bisa membeli yang masih dalam bentuk biji. Rata-rata penjual di tempat ini memiliki penggilingan kopi untuk mereka yang ingin menggiling langsung biji kopinya untuk dibawa pulang. Kopi Toraja merupakan salah satu bagian oleh-oleh yang patut dibawa pulang karena rasanya yang khas dan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

59


{ HOT STUFF}

XF IQ4 150MP

Capture Your Biggest Creative Vision Sistem Kamera XF IQ4 150MP memberikan resolusi dan detail tak tertandingi, menghasilkan visi fotografi yang paling kreatif. IQ4 adalah digital back baru yang menempel pada bodi kamera Phase One XF dan menawarkan 151 megapixel seharga US$52.000 dalam satu sistem. Pembuat kamera dari Denmark, Phase One, sebagian besar bertanggung jawab atas transisi digital ke fotografi medium format, dan sensor Sony mereka (53,4x40mm) memiliki lebih dari dua setengah kali ukuran sebagian besar sensor full-frame. Menambah sensor yang mengesankan, IQ4 menawarkan chip pemrosesan gambar yang ditingkatkan 10 kali lebih cepat daripada pendahulunya IQ3. Peningkatan kecepatan memungkinkan perusahaan untuk membangun software pengedit foto Capture One milik Phase One ke dalam kamera. (foto: press.phaseone.com)

60


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

Lexus LY 650

Crafted in The Spirit of Amazing Lexus yang dikenal akan kendaraan mewahnya, kini menciptakan Lexus LY 650, sebuah kapal pesiar kelas atas yang merupakan ekspresi bahasa desain maritim pertamanya. Lexus telah menugaskan perusahaan pembuat kapal Marquis-Larson Boat Group untuk membangun kapal mewah, sebuah “mimpi yang menjadi visi� untuk memperluas potensi mobilitas Lexus ke lautan. Dengan panjang 65 kaki, super-yacht ini akan menampilkan tanda desain khas Lexus, teknologi canggih, tiga ruang mewah, serta hiburan lengkap dan ruang media di kabinnya. Desain maritim megahnya didukung oleh mesin Volvo IPS 1200. Produksi penuh LY 650 pada paruh kedua tahun 2019. (foto: www.lexus.com)

Seamaster Diver 300M Koleksi Ocean Spirit 25 Tahun Omega

Omega menghadirkan koleksi untuk perayaan 25 tahun-nya dengan membuat ulang 14 model jam tangan legendarisnya, Seamaster Diver 300M. Desain aslinya tetap dipertahankan, hanya ditambah material canggih dan beberapa update di setiap modelnya. Enam model menggunakan baja tahan karat dan delapan model menggunakan kombinasi dari baja tahan karat dan emas 18 karat. Jam tangan dengan case keramik berdiameter 42mm ini memiliki desain gelombang yang diukir dengan laser dan diisi Super-LumiNova. Jam tangan ini digerakkan oleh Master Chronometer Caliber 8880 baru untuk presisi sempurna yang dilindungi oleh kristal safir anti gores. Setiap model dalam lineup dilengkapi dengan tali hitam atau biru, atau gelang logam klasik. Koleksi Seamaster Diver 300M dibanderol mulai dari US$4,750-9,700. (foto: www.omegawatches.com)

61


Leica M10-P Go Unnoticed Leica M10-P dilengkapi layar sentuh 3 inci yang diperkuat lapisan Gorilla Glass untuk memudahkan saat mengakses pengaturan dan titik fokus. Eksterior bodinya tampil minimalis. Pada bodi Leica M10-P tidak terdapat logo titik merah Leica yang ikonik. Namun, di bagian atas bodinya tetap ada logo Leica. Leica M10-P juga membawa rancangan shutter baru yang kinerjanya diklaim paling senyap di antara semua kamera rangefinder Leica M-Series. Leica M10-P dibekali sensor CMOS full frame 24 megapixel dan prosesor Leica Maestro II, pengaturan ISO 10050000, memotret tanpa henti 5 fps, dan WiFi. Leica M10-P dibanderol US$7995 dengan pilihan warna hitam dan silver. (foto: us.leica-camera.com)

Sennheiser Momentum True Wireless In Ear Headphone Tanpa Kabel dari Sennheiser

Sennheiser Momentum True Wireless mengusung koneksi Bluetooth 5.0 dengan baterai yang bisa bertahan hingga 8 jam untuk sekali isi ulang. Sennheiser Momentum True Wireless dilengkapi case yang dapat mengisi ulang baterainya hingga dua kali. Case tersebut bisa diisi ulang dengan kabel USB-C. In ear headphone ini dirancang dengan bodi tahan keringat dan cipratan air, serta dilengkapi panel sentuh. Untuk produksi suaranya mengandalkan driver dynamic 7mm yang mampu menyajikan suara di rentang frekuensi 17 hingga 21,000 Hz. Sennheiser Momentum True Wireless dibanderol US$499,95. (foto: en-au.sennheiser.com)

iPhone XS & XS Max

iPhone dengan Layar Terbesar

iPhone XS Max memiliki layar AMOLED 6,5 inci resolusi 1,242 x 2,688 pixel dan aspect ratio 19.5:9 yang tercatat sebagai iPhone dengan ukuran layar terbesar dalam sejarah mereka. Sementara iPhone XS layarnya 5,8 inci resolusi 1,125 x 2,436 pixel. Layarnya diberi nama New Super Retina yang menawarkan 458ppi. Apple juga membenamkan fitur HDR10 dan Dolby Vision. Dynamic range-nya ditingkatkan hingga 60 persen. iPhone XS dan iPhone XS Max mengandalkan chipset Apple A12 Bionic dengan konfigurasi CPU 6-core (2 big + 4 little), 4-core GPU, dan 8-core neural engine. Kedua iPhone baru ini memiliki kamera belakang ganda (kamera utama aperture f/1.8, kamera kedua menggunakan lensa tele f/2.4 dengan 2x optical zoom serta dukungan OIS) bersensor kembar 12 megapixel. Kamera depannya 7 megapixel. Ponsel dengan sertifikasi IP68 yang mendukung dual-SIM ini dibanderol US$999 untuk iPhone XS varian 64GB, dan US$1099 untuk iPhone XS Max varian 64GB. (foto: www.apple.com)

62


" Melayani Lebih Baik ", Kanomas Group dan Dream Group mempunyai komitmen yang tinggi dalam Pelayanan Ibadah Umroh kepada Jamaah Sebagai Provider Visa Terbesar di Dunia, dan juga salah satu Prefered Travel Agent Lion Air untuk Penerbangan Umroh, Insha Allah akan memberikan Pelayanan dan Harga yang terbaik untuk Jamaah Berbagai Pilihan Keberangkatan, dari berbagai Kota di Indonesia adalah salah satu gambaran komitmen kami, Kota kota besar, Jakarta, Surabaya, Solo, Makasar, Medan, yang terbaru adalah Bandara Intenational Jawa Barat ( BIJB ), Kertajati, yang Insha Allah akan terbang perdana pada tanggal 13 Oktober 2018 Muhammad Umar Bakadam Vice President Kanomas Group

Umrah Turkey Promo UMRAH PLUS

9 HARI

LIBUR SEKOLAH

Direct from Makassar

from |

IDR 20,000,000,-

Hotel Madinah *4 :

UMRAH

TAHUN BARU DI MEKKAH

25 Desember 2018 | 14 Days

25 Desember 2018 | 9 Days

from |

from |

IDR 44,000,000,-

IDR 22,000,000,-

Rawdat Al Aqeeq

Hotel Madinah *5 :

Hotel Madinah *4 :

Le Meridien Hotel

Hotel Mekkah *5 :

Hotel Mekkah *4 :

Hotel Mekkah *5 :

Fairmont

Direct by

Hotel Turkey *5

Gedung Menara Bosowa, Lantai 8 Unit J Jalan Jendral Sudirman No. 5 Makassar, Sulawesi Selatan

call 0411 - 368 1116

Group of

Grand Mercure

GROUP

Gedung Dream House Jl. Matraman No.7 , Kebon Manggis Jakarta Timur

call

021 - 2138 1090

Rawdat Al Aqeeq Dar Al Eiman Grand Direct by

Gedung Dream House Jl. Matraman No.7 , Kebon Manggis Jakarta Timur

call

021 - 2138 1090

Sponsored by


64


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

NEW IN – FLIGHT MENU BATIK AIR

S

etiap bulannya, Batik Air terus menerus melakukan ekspansi bisnis berupa penambahan rute penerbangan. PT. Lion Boga sebagai provider catering juga harus terus melakukan improvement terhadap menu yang ditawarkan untuk penerbangan Batik Air, karena hal tersebut juga merupakan upaya untuk terus meningkatkan layanan kepada pelanggan. PT Lion Boga menyediakan dan menyajikan produk ready to eat yang diolah dari bahan bahan yang berkualitas, bermutu, aman, dan halal. Pada proses pengolahan produk-produk makanan tersebut, kami selalu mengutamakan mutu dan kualitas. Mulai periode Agustus 2018, penerbangan Batik Air menyajikan berbagai macam pilihan signature menu, mulai dari appetizer, main course, dan dessert yang sangat disukai oleh penumpang dengan cita rasa Asia. Selain

itu, Lion Boga melakukan upgrade menu berupa vegetarian menu (VGML) dan juga heavy snack berupa Pizza dan Foccacia. Dalam proses upgrading menu tersebut, Lion Boga dibantu oleh General Manager Inflight Catering Malindo Air, Narayanaswamy Patchaimuthu. Menu baru yang dapat Anda nikmati bulan ini adalah: ● N asi L iwet Ayam Goren g L en g kuas Menu masakan tradisional Indonesia dengan cita rasa nasi liwet yang sedap. Dimasak menggunakan rempah dan dipadukan dengan ayam goreng lengkuas serta bumbu khas Indonesia. Dilengkapi juga dengan balado kentang khas Nusantara dan sambal. ● N a s i Aya m B u m b u C abai Hijau Salah satu menu nasi putih yang dinikmati bersama ayam dengan bumbu cabai hijau, menjadi salah satu masakan tradisional dengan cita rasa pedas.

● Mushroom Fried R ice wit h Grilled C h icken Salah satu makanan popular untuk sebagian masyarakat penyuka Chinese food. Nasi goreng yang dimasak dengan mushroom dan bumbu oriental yang sedap khas Chinese food. ● V e g e ta r i a n M e a l Disajikan untuk rute Singapore, Kuala Lumpur, dan Denpasar, dan per tanggal 09 Agustus 2018 menu vegetarian meal disajikan juga untuk semua rute. Dengan harapan bagi penumpang vegetarian dapat menikmati menu vegetarian yang kita sajikan. ● Pizza & Foccacia Hidangan tradisional Italia yang terkenal di kalangan orang Eropa. Dimasak dengan metode yang telah dikembangkan oleh chef kami yang berbakat. Dengan mengedepankan saus dan menggabungkan dengan adonan, serta tekstur yang tepat untuk kesempurnaan rasa.

65


{INFO}

Lion Air

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Mancanegara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menargetkan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia tahun ini sebesar 17 juta wisman. Lion Air turut mendukung usaha pemerintah ini dengan membuka rute penerbangan ke beberapa kota di China langsung dari Manado, Sulawesi Utara dan Denpasar, Bali.

D

alam rangka meningkatkan jangkauan internasional dan mendatangkan wisatawan mancanegara ke tanah air, Lion Air menambah penerbangan ke China. Lion Air terbang ke Shanghai, salah satu kota terbesar di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui Bandara Internasional Pudong menuju Bandara

66

Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara. Penerbangan beroperasi setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Waktu perjalanan ditempuh kurang lebih 5 jam menggunakan pesawat Lion Air, tipe Boeing 737-800/900ER dan pesawat terbaru, yaitu Boeing 737 MAX8. Dengan beroperasinya penerbangan carter menuju Shanghai, kini Lion Air telah melayani empat destinasi kota

di China, seperti Guangzhou, Changsha, Shenzen, dan Shanghai itu sendiri. Pertengahan 2018, Lion Air menambah penerbangan ke Tianjin, mendarat di Bandara Internasional Binhai Tianjin. Dalam penerbangan ini, penumpang merasakan layanan pesawat Boeing 737 MAX8. Penerbangan Manado ke Tianjin dilayani tiga kali dalam


OKTOBER 2018

sepekan setiap Rabu, Jumat dan Minggu pergi pulang (PP). Sedangkan Tianjin ke Manado juga diterbangi tiga kali seminggu pada Senin, Kamis dan Sabtu. Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambay mengatakan, pembukaan rute Lion Air Manado – China mampu meningkatkan kunjungan wisman di Sulut. Wisman yang berkunjung ke Sulut secara akumulatif hingga Juli 2018 mencapai 71 ribu orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode 2017 sebesar 41.487. Olly optimistis, 2019 kunjungan wisman ke Sulut dapat meningkat mencapai 200 ribu orang. Selanjutnya Olly juga mengatakan bahwa akan terus berupaya mendorong sektor pariwisata di Sulut semakin menggeliat karena akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Ateng Hartono mengatakan wisman yang datang ke Sulut didominasi warga China sebanyak 10.324 orang (86, 94 persen).

JT 2657. Tiba di Tianjin pukul 00.22 waktu setempat. Penerbangan sebaliknya menggunakan nomor JT 2656 dari Tianjin pada Sabtu (21/ 7) pukul 01.05 waktu setempat, tiba di Bali pukul 08.35 WITA. Lion Air sebagai maskapai pertama dan satusatunya yang memfasilitasi penerbangan nonstop Bali ke Tianjin pergi pulang (PP). Penerbangan ini memiliki jadwal 5 kali seminggu. Denpasar ke Tianjin setiap Senin, Rabu, Kamis, Jumat, dan Minggu. Sebaliknya dari Tianjin ke Denpasar dilayani Senin, Selasa, Kamis, Jumat, dan Sabtu. Direktur Utama Lion Air Rudy Lumingkewas mengatakan, penerbangan langsung ini merupakan upaya Lion Air menjawab lonjakan permintaan pasar dan minat wisatawan asing ke Bali. Tianjin kota terbesar ke-4 di China setelah Shanghai, Beijing, dan Guangzhou. Lion Air juga sudah membuka penerbangan carter dari Denpasar ke ZhengZhou sepekan sekali pergi pulang.

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

Penerbangan dari Denpasar setiap Senin pukul 16.10 WIB, dari ZhengZhou setiap Selasa pukul 23.55 waktu setempat. Rute Lion Air dari Bali ke berbagai kota tujuan di China, seperti menuju Guangzhou Baiyun, Shanghai Pudong, Jinan Yaoqiang, Chongqing Jiangbei, Changsha Huanghua, Nanchang Changbei, Hangzhou Xiaoshan, Chengdu Shuangliu dan Wuhan Tianhe. Lion Air optimistis pasar tourism untuk sektor tujuan populer seperti Pulau Dewata terus meningkat. Data BPS Bali menunjukkan, kedatangan wisman ke Bali, Mei 2018 tercatat 528.512 orang, melalui bandar udara 526.281 kunjungan. Jumlah wisman pada bulan sama naik 2,27 persen dibandingkan April 2018. Jika dibandingkan Mei 2017, jumlah wisman ke Bali tercatat naik 8 persen. Wisman yang tercatat paling banyak ke Bali pada Mei tahun ini dari China (23,32 persen), Australia (19,27 persen), India (8,18 persen), Inggris (4,60 persen), dan Amerika Serikat (4,13 persen).

D ari B ali K e T ianjin Selain Manado, Lion Air juga telah membuka penerbangan dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali (DPS) menuju Bandar Udara Internasional Binhai Tianjin di Distrik Dongli (TSN). Bandara ini berjarak 15 km timur Kota Tianjin, China. Dalam layanan ini, Lion Air mengoperasikan Boeing 737 MAX 8. Pesawat lepas landas Jumat (20/7) pukul 16.35 WITA dengan nomor penerbangan

67


{SSQ}

Buckle Up! Kursi penumpang dan sabuk pengaman dirancang untuk menahan beban pada saat terjadi keadaan yang membahayakan. Pesawat yang diproduksi sebelum tahun 2009 diwajibkan untuk memiliki kursi dan sabuk pengaman yang dapat menahan beban statis 9G (gravitasi) Pesawat yang lebih baru diwajibkan memiliki kursi dan sabuk pengaman yang tersertifikasi untuk menahan beban hingga 16G menggunakan metode pengujian terbaru yang secara lebih akurat mensimulasikan kejadian yang sebenarnya. M en g apa tidak ada sabuk pen g aman ba h u ? Setiap mobil memiliki sabuk pengaman bahu, namun jarang sekali terlihat sabuk tersebut dalam kursi penumpang pesawat terbang. Sabuk pengaman bahu memberikan beberapa masalah pada maskapai seperti kursi harus lebih kuat dan lebih berat untuk menahan sabuk tersebut. P ers yaratan S abuk pen g aman dan R ekomendasi Sabuk pengaman menahan gerakan tubuh ketika terkena beban berlebih (seperti benturan selama turbulensi dll) yang akan membantu penumpang selamat dari cidera dengan cara: · Mencegah penumpang terlempar dari kursi pesawat dan mengenai benda keras atau penumpang lainnya · Mencegah penumpang terlempar dari pesawat jika terjadi kebocoran pada badan pesawat, baik ketika pesawat sedang terbang atau terkena benturan keras Pada umumnya tidak diketahui kapan sebuah pesawat akan mengalami turbulensi (terutama clear air turbulence), maka demi keselamatan semua penumpang agar selalu menggunakan sabuk pengaman selama ditempat duduk P en g ecualian Ada satu pengecualian bagi aturan “selalu kencangkan sabuk pengaman Anda saat duduk” yaitu ketika pengisian bahan bakar berlangsung ketika penumpang berada di dalam pesawat, tanda “kencangkan sabuk pengaman” harus dimatikan dan awak pesawat harus memberikan informasi kepada penumpang untuk melepas sabuk pengaman.

Capt. Eduard Kallisto Pardede Corporate Safety Quality Director Lion Air Group

68

Passenger seats and seat belts are designed to withstand loads that can be expected in a survivable accident. Aircraft manufactured prior to 2009 were required to have seats and belts that could withstand a 9g static load. Newer planes must have seats and seat belts that are certified to withstand loads up to 16g using updated testing methods that more accurately simulate a real accident.

W h y no s h oulder belt ? Every car has a shoulder belt, but we rarely see them on airliner passenger seats. Shoulder belts present a few problems on airliners. Seats would need to be stronger and heavier to accommodate the belt. S eat B elt R equirements and R ecommendations R ationale Seat belts restrain the body movement when excessive force is applied (e.g. in a crash, during severe turbulence, etc.) which helps people survive by: • Preventing people from being thrown around the aircraft and into hard objects or other persons; • Preventing people being thrown out of the aircraft in case of a hull breach, either in flight or during a high impact crash; Since it is generally not known when an aircraft will pass through turbulence (especially clear air turbulence), it is in the interest of safety that all passengers on board are secured in their seats for as much of the time as practical. E x ception There is one notable exception to the “always fasten your seat belt while seated” rule. When refueling with passengers on board takes place the “fasten seat belts” signs must be off and the flight crew must brief the passengers to unfasten the seat belts.


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

WELCOME ABOARD Lion Group F leet Safety Information Route Map

69


LION GROUP FLEET 1 UNITS Boeing 747 - 400 506 seats ECONOMY

3 UNITs AIRBUS A330-300 440 SEATS ECONOMY

67 UNITS Boeing 737 - 900 ER 215 SEATS ECONOMY

37 UNITS BOEING 737 - 800 NG 189 SEATS ECONOMY Rata-Rata usia pesawat : 3 Tahun 6 Bulan

10 UNITS Boeing 737 MAX 8 180 seats economy

LION AIR: TOTAL 118 UNITS

6 UNITS Boeing 737 - 900 ER TOTAL 180 SEATS : 168 seats economy - 12 seats business

8 UNITS Boeing 737 - 800 NG

TOTAL 162 SEATS : 150 seats economy - 12 seats business

41 UNITS AIRBUS A 320-200 CEO TOTAL 156 SEATS : 144 seats economy - 12 seats business Rata-Rata usia pesawat : 7 Bulan

BATIK AIR: TOTAL 55 UNITS 6 UNITS Boeing 737 - 900 ER TOTAL 180 SEATS : 168 seats economy - 12 seats business

23 UNITS Boeing 737 - 800 NG

TOTAL 162 : 150 seats economy - 12 seats business

13 UNITS ATR 72-600 Rata-Rata usia pesawat : 1 Tahun

MALINDO AIR: TOTAL 42 UNITS 3 UNITs AIRBUS A330-300 440 SEATS ECONOMY

17 UNITS Boeing 737 - 900 ER 215 SEATS ECONOMY

11 UNITS Boeing 737 - 800 NG TOTAL 162 SEATS : 150 seats economy - 12 seats business Rata-Rata usia pesawat : 7 Bulan

2 UNITS Boeing 737 MAX 9 180 seats economy

THAI LION AIR: TOTAL 33 UNITS 19 UNITS ATR 72-500 72 seats economy.

42 UNITS ATR 72-600 72 seats economy. Rata-Rata usia pesawat : 2 Tahun 6 Bulan

WINGS AIR: TOTAL 61 UNITS 2 UNITS HAWKER 900XP Rata-Rata usia pesawat : 2 Tahun 5 Bulan

70


OKTOBER 2018

WELCOME ABOARD

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

SELAMAT DATANG KARTU PETUNJUK KESELAMATAN

What you need to know about the security, comfort and safety in the aircraft

Mobile phones: All mobile phones and electronic devices that use radio transmission are not allowed during the flight, as they can disturb system navigation and communication with local control tower.

Electronic devices: Laptops and PDAs may be used after the fasten seat belt off and using flight mode. After the fasten seat belt is on in preparation for landing, passengers have to turn off the laptops and PDAs.

Dangerous goods: Flammable goods (such as matches), explosives (firecrackers), material containing magnets, battery, gas cylinders, are not allowed to be brought on board.

SmokING: Government regulations prohibit smoking during flight. There are smoke detectors in all toilets and those who break the rules will be subject to penalties.

LiFe vest: Life vest is one of safety equipment in the aircraft for emergency landing on water. Please do not remove live vest from the aircraft. Passengers who steal the life vest will be punished based on Government regulations. Article 54 of Law No. 1 of 2009 (Pasal 54 undang-undangnomer 1tahun 2009).

AlcoholiC beverage: Batik Air does not provide alcohol on Batik Air flight service. Passengers are prohibited from consuming alcohol during the flight.

PREGNANT WOMEN: Over 28 weeks women pregnant are required to include a medical certificate stating that passengers are medically fit to fly. And fill out the form of risk called Form of Indemnity (FOI).

Travelling with kids: Batik Air does not provide baby food for domestic service, diapers are also not provided on the plane. Batik Air only provides hot water for baby milk.

Safety Priority: • Seat belts should always be fastened during take-off and landing. It is recommended to always put the seat belt during flight. • Luggage must be placed in the overhead lockers or under the seat in front of you. • Please read the safety instruction card that is present in the seat pocket. In the card you can determine the location of the emergency exit and a life jacket. • Look carefully the safety demonstration and instructions which is given by the cabin crew.

Baggage: • Goods or sharp objects should be placed in the check in bags and not allowed to be brought into the cabin. • Bring precious objects in the bag you carry yourself. • Note the weight of your luggage : • Carry-on baggage not more than 7KG • Baggage for domestic & international routes: • Economy class : 20KG - Business class : 30KG

Apa yang harus Anda ketahui tentang keamanan, kenyamanan dan keselamatan Anda di dalam pesawat

PONSEL : Semua ponsel dan peralatan elektronik yang menggunakan pemancaran radio tidak diperbolehkan selama berada di dalam pesawat, hal ini sangat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi dengan menara pengawas setempat.

PERALATAN ELEKTRONIK : Untuk penggunaan laptop dan PDA boleh dipergunakan setelah fasten seatbelt “OFF” dengan menggunakan flight mode. Setelah fasten seatbelt “ON” untuk persiapan mendarat makan penumpang harus mematikan penggunaan laptop dan PDA tersebut.

BARANG-BARANG BERBAHAYA LAINNYA : Barang-barang yang mudah terbakar (seperti korek api), meledak (petasan), material yang mengandung magnet, baterai, tabung gas, tidak diperbolehkan untuk dibawa.

MEROKOK : Peraturan Pemerintah melarang kegiatan merokok selama dalam penerbangan. Terdapat detektor asap di semua toilet dan akan dikenai sanksi bagi yang melanggar aturan.

BAJU PELAMPUNG : Jaket/baju pelampung merupakan salah satu peralatan keselamatan di pesawat untuk kondisi darurat di atas air, jangan keluarkan jaket/baju pelampung dari tempat dalam kondisi normal dan tidak untuk dibawa pulang. Penumpang akan mendapatkan hukuman bagi yang mencuri jaket/baju pelampung berdasarkan Peraturan Pemerintah Pasal 54 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009.

MINUMAN BERALKOHOL Batik Air tidak menyediakan minuman beralkohol di seluruh penerbangannya, dan seluruh penumpang Lion Air dilarang mengonsumsi minuman beralkohol selama penerbangan berlangsung.

Wanita Hamil Usia kehamilan di atas 28 minggu diwajibkan menyertakan surat keterangan medis yang menyatakan penumpang sehat secara medis untuk ikut dalam penerbangan. Dan mengisi formulir pertanggungan risiko Form of Indemnity (FOI).

PERJALANAN DENGAN ANAK-ANAK Batik Air tidak menyediakan makanan bayi untuk rute domestik dan popok tidak disediakan di pesawat. Lion Air hanya menyediakan air panas untuk susu bayi.

UTAMAKAN KESELAMATAN • Sabuk pengaman harus selalu terpasang sewaktu take-off dan landing. Dianjurkan untuk selalu memasang seat belt selama penerbangan. • Barang bawaan harus diletakkan di atas kepala atau di bawah kursi di depan Anda. • Silahkan membaca kartu instruksi keselamatan yang terdapat di dalam kantong kursi. Di kartu tersebut Anda bisa mengetahui pintu darurat dan letak jaket pelampung. • Perhatikan baik-baik demo keselamatan dan instruksi yang diberikan oleh cabin crew.

BAGASI : • Barang atau benda tajam harus dipak dalam bagasi dan tidak diperkenankan untuk dibawa ke dalam bagasi kabin. • Bawalah benda berharga dalam tas yang Anda bawa sendiri. • Perhatikan berat bagasi Anda. • Carry on baggage (Bagasi Kabin) tidak lebih dari 7 kg ₋₋ Bagasi untuk Rute Domestik & Internasional Kelas Ekonomi : 20 kg - Kelas Bisnis : 30 kg

71


ROUTE MAP LION AIR GROUP

72


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

73


74


OKTOBER 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

75


76

Profile for Batik Air Magazine

BATIK OKTOBER 2018  

batik, batik air, ulos, kali besar, benteng wolio, kopi toraja, festival payung, audi pb18 e-tron, animal earrings, misan kopaka, musa widya...

BATIK OKTOBER 2018  

batik, batik air, ulos, kali besar, benteng wolio, kopi toraja, festival payung, audi pb18 e-tron, animal earrings, misan kopaka, musa widya...

Advertisement

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded