Page 10

BANTEN POS KAMIS 3 OKTOBER 2013

SERANG RAYA

10

KABUPATEN & KOTA

Pejabat Pemprov Zinahi Istri Orang Divonis 3 Bulan Ajukan Banding SERANG, BP - Dinyatakan terbukti berzinah dengan wanita yang masih berstatus istri orang lain, pejabat Pemprov Banten berinisial EM (52) divonis 3 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Serang. Terpidana EM yang saat ini masih menduduki jabatan eselon IV di sebuah SKPD di lingkungan Pemprov Banten divonis bersalah melanggar Pasal 284 Ayat (1) ke-1 huruf a KUHP tentang Perzinahan. Dalam sidang putusan di PN Serang, Senin (17/9), majelis hakim yang diketuai Poltak Sitorus menyatakan, terdakwa EM telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perzinahan. Saat ini terdakwa telah

mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Banten. Sebelumnya, terdakwa mengakui bahwa dirinya telah menyetubuhi ID (46) sebanyak tiga kali antara Januari sampai September 2011, di sebuah hotel di Kota Serang. Padahal ID masih berstatus sebagai istri yang sah dari HA, beralamat di Pandeglang. EM sendiri memiliki istri dan anak. Pengakuan EM dibuat di dalam surat pernyataan diatas materai yang ditandatangani dirinya. Kepada BANTEN POS, Rabu (2/ 10) HA mengatakan dirinya mengetahui perselingkuhan antara istrinya dengan EM setelah ia menerima surat kaleng yang menyebutkan sang istri berselingkuh dengan EM. Atas dasar surat kaleng tersebut, serta kecurigaan melihat gerak-gerik istrinya beberapa waktu belakangan, HA mulai melakukan pengintaian dibantu saudara-saudaranya.

“Saya berpura-pura pamit pergi ke Lampung untuk urusan pekerjaan. Padahal saya tidak ke Lampung, tapi mengintai kegiatan istri saya,” ujar HA. Hingga pada suatu hari, HA memergoki istrinya berada di dalam kamar sebuah hotel. Ketika diinterogasi, baik EM maupun ID akhirnya mengakui mereka telah tiga kali berhubungan badan. HA meminta EM untuk menikahi ID, tapi EM menolak dengan alasan dia memiliki istri dan anak. HA lalu meminta EM dan ID untuk membuat surat pernyataan bahwa mereka telah berzina, dan dengan bukti surat pernyataan itu HA melaporkan kasus perzinahan istrinya dengan EM ke Polres Serang. HA mengatakan, akibat perbuatan EM itu rumah tangganya yang dibangun bersama ID dan telah dikarunia anak akhirnya hancur. Ia menceraikan ID dan kini dalam proses di Pengadilan Agama. HA

juga mempertanyakan sikap Pemprov Banten yang tidak memberikan sanksi kepada EM, padahal sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan juga sebagai pejabat di Pemprov Banten, perbuatan EM selain merusak rumah tangga orang lain juga telah mempermalukan citra birokrasi di Pemprov Banten. “Manusia seperti dia (EM,red) tidak layak ada di Banten,” tegasnya. HA mengaku tidak puas dengan tuntutan jaksa dan vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap EM yang hanya diberikan hukuman 3 bulan penjara. Itupun, katanya, selama pemeriksaan dan persidangan terdakwa tidak ditahan. “Saya dan keluarga sebagai pihak yang dirugikan oleh perbuatan EM merasa tidak puas atas tuntutan dan vonis yang diberikan kepada terdakwa,” ujarnya. EM yang coba dikonfirmasi BAN-

ABAIKAN KESELAMATAN. Seorang pengendara motor membonceng penumpang dan membawa barang melebihi kapasitas, melintas di Jalan Raya Serang-Pandeglang KM 9, Rabu (2/10). Perilaku pengendara tersebut dapat membahayakan dirinya maupun orang lain.

EDO DWI/BANTEN POS

Angkot Masuk Jurang, 1 Penumpang Tewas CURUG, BP - Sebuah angkutan kota (Angkot) jurusan Serang-Pandeglang bernomor polisi A 1958 BF masuk jurang setelah bersenggolan dengan motor bernomor polisi A 4073 LN. Dalam peristiwa yang terjadi di Jalan Raya Serang-Pandeglang KM 9 Kelurahan Kamanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (2/10), satu penumpang Ang-

kot tewas dan lima lainnya mengalami luka-luka. Korban tewas bernama Syarif Tadarusman (55), warga Kampung/ Desa Kabayan, Kecamatan/Kabupaten Pandeglang. Saat kejadian, korban duduk di kursi depan tepat disamping sopir Angkot yang dikemudikan Robin. Berdasarkan informasi yang di-

himpun BANTEN POS, peristiwa kecelakaan ini bermula saat motor yang dikemudikan Galah (18) warga Majasari, Kabupaten Pandeglang, melaju dari arah Palima menuju Pandeglang dengan kecepatan tinggi menyalip kendaraan yang ada di depannya. Pada saat bersamaan dari arah berlawanan datang angkot.

Sopir angkot diduga terkejut dan untuk menghindari tabrakan, dia mencoba menghindar dengan membanting setir ke kiri. Namun bagian depan Angkot keburu tertabrak motor dan Angkot tidak terkendali sehingga masuk jurang. Kasat Lantas Polres Serang, AKP Warsono ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.(NED/RIF)

Master Soal Dijaga Polisi dan Satpol PP RIBUAN Sambungan dari Halaman 9

red).Total anggaran untuk penerimaan CPNS dari pelamar umum dan tenaga honorer kategori dua sebesar Rp924 juta. Anggaran itu antara lain digunakan untuk membayar pengawas ujian, pengamanan, proses penetapan NIP, hingga honor tim pusat,” ucap Benbela. Dituturkan Benbela, Pemprov Banten sudah menerima master soal

tes yang akan dibagikan kepada kabupaten/kota yang menyelenggarakan penerimaan CPNS. Master soal sudah diberikan sekaligus menandatangani Pakta Integritas yang dilakukan Ketua Panitia Penerimaan CPNS yaitu masing-masing Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten/kota. Benbela mengatakan, setelah master itu diterima Sekda, Pemkot Serang langsung menyerahkan kepada konsorsium. “Kami serahkan ke konsorsium

hari ini juga, sehingga tak mengendap di Kota Serang. Untuk pengamanannya ada pengawalan dari Satpol PP dan Polres Serang,” ujarnya. Menurut Benbela, master soal tidak bisa dibuka karena ada kunci khususnya. Bentuk master soalnya pun berupa soft copy, sehingga tak dapat digandakan. Untuk penggandaan soal, pihaknya punya waktu sampai 3 November. Karena selain untuk soal, ada juga penggandaan lembar kerja jawaban.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Serang, Nuraeni menuturkan, DPRD mendukung adanya penambahan anggaran CPNS selama kebutuhannya mendesak dan tidak melanggar aturan. Yang terpenting, katanya, programnya sudah masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS). “Kebetulan kita juga sudah menyesuaikan hasil evaluasi Gubernur kemarin. Kalau memungkinkan bisa saja,” tutur Nuraeni.(APP/RIF)

Musim Kemarau Ancam Ketahanan Pangan MASYARAKAT Sambungan dari Halaman 9

dengan kondisi itu berdampak pada permintaan beras yang sangat tinggi dan bisa menjadi permasalahan permintaan yang tidak bisa terpenuhi. “Beras sebagai bahan pokok harus coba kita ubah dengan bahan lainnya, jangan sampai kita tergantung pada satu bahan pokok pangan saja,” ujarnya kepada wartawan disela-sela Perlombaan Cipta Menu Masakan Non Beras di Halaman Pendopo Serang, Rabu (2/10). Tatu menambahkan, saat ini pola pikir warga yang sudah terbentuk

yakni bahan pokok pangan adalah beras, dan jika tidak memakan nasi kondisi fisik kita akan terasa lemas. Padahal itu tidak benar karena beras masih bisa digantikan oleh bahan pangan lainnya yang mengandung zat karbohidrat. “Sekarang sudah terbentuk pola pikir kalau nasi belum masuk itu berarti belum makan. Padahal itu adalah pola pikir salah, karena nasi dan umbi-umbian yang tersedia di Kabupaten Serang seperti kentang, singkong dan ubi adalah bahan pangan setara pengganti beras,” katanya. Tatu mencontohkan, asumsi ter-

sebut terbukti saat digelarnya Lomba Cipta Menu Masakan Non Beras, dimana banyak makanan yang bukan berbahan dasar beras dan daging mampu menghasilkan rasa yang sama persis dengan makanan berbahan dasar itu. “Ini kan lomba cipta menu yang tidak menggunakan beras dan daging, tapi tadi Ibu (biasa Tatu menyebut dirinya, red) nyoba makanannya, rasa dan dampak sama persis seperti makanan yang bahannya dari beras dan daging. Itu artinya bahan makanan masih ada alternatifnya,” ungkapnya. Sementara itu Bupati Serang, Ah-

mad Taufik Nuriman menyatakan, perlombaan cipta menu tersebut sengaja digelar untuk memancing daya kreativitas warga Kabupaten Serang dalam menciptakan makanan dengan bahan dasar bukan beras dan daging. Juga sebagai bentuk upaya pihaknya dalam menciptakan suasana kondusif bagi ketahanan pangan menghadapi musim kering yang selalu menghantui. “Jadi nanti kalau seandainya terjadi krisis beras, maka dengan lomba ini masyarakat bisa berkaca bahwa bahan makanan lainnya masih bisa dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari,” tuturnya.(DWA/RIF)

TEN POS tidak bisa dihubungi. Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Serang, Sudiarso dikonfirmasi BANTEN POS melalui ponselnya menyatakan, tuntutan dan vonis yang diberikan kepada terdakwa EM sudah cukup berat dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk dampak kerusakan rumah tangga orang lain yang ditimbulkannya. Sudiarso juga mengatakan, sesuai aturan yang berlaku dalam pasal tersebut tersangka atau terdakwa tidak bisa ditahan. “Dalam pasal 284 itu tuntutan maksimalnya 9 bulan, dan terdakwa tidak bisa ditahan,” katanya. Pengamat hukum dan sosial Untirta, Mochamad Arifinal menanggapi kasus tersebut mengatakan, penetapan tuntutan dan vonis merupakan kewenangan jaksa dan hakim. Para jaksa dan hakim, lanjutnya, dalam menentukan tuntutan dan vonis telah mem-

pertimbangkan berbagai hal, termasuk aspek yang merugikan korban. Tapi dalam menetapkan vonis, lanjutnya, hakim tidak bisa melebihi tuntutan jaksa. Jadi apabila pihak yang dirugikan merasa tidak puas terhadap tuntutan dan vonis yang dijatuhkan, katanya, dia berhak mengajukan banding melalui jaksa. “Ya itulah realitas sistem peradilan kita, agak jauh dari rasa keadilan,” katanya. Terkait status terdakwa sebagai PNS dan pejabat di Pemprov Banten, Arifinal mengimbau kepada Gubernur Banten untuk memberikan sanksi tegas terhadap aparatnya yang telah jelas melakukan pelanggaran hukum dan berbuat asusila. Hal ini penting untuk menjaga kehormatan institusi pemerintahan. “Jangan sampai ada pegawai yang sudah diputus bersalah, dibiarkan saja oleh atasannya,” katanya.(RIF)

Mahasiswa Tuding Dishubkominfo Tak Mampu Kerja SERANG, BP - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Serang (HAMAS) menilai Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Serang tidak mampu bekerja. Hal ini terbukti sistem transportasi terutama angkutan kota (Angkot) di Kota Serang masih semrawut. Tujuan Angkot yang tidak sesuai dengan trayek dan banyaknya Angkot luar daerah yang masuk Kota Serang menambah carut marutnya transportasi di Kota Serang. “Ini bukan permasalahan baru, tapi sampai saat ini belum pernah ada penyelesaiannya. Kami menilai Dishubkominfo tidak memiliki konsep terkait pembenahan transportasi. Kalau melihat kondisi angkutan umum, sepertinya Dishubkominfo tidak bekerja,” kata koordinator aksi, Ival Levi saat melakukan aksi unjuk rasa di Perempatan Ciceri dan Kantor Dishubkominfo Kota Serang, Rabu (2/10). Menurut Levi, semrawutnya angkutan kota di Kota Serang sudah lama berlangsung, bahkan sejak masih Kabupaten Serang. Padahal Angkot merupakan bagian dari sistem transportasi perkotaan dan salah satu kebutuhan pokok masyarakat kota Kota Serang. Semrawutnya angkutan kota, lanjutnya, juga membuat citra Kota Serang tidak bagus. “Kami melihat Angkot dari Pandeglang, Cilegon dan Balaraja masuk dalam kota. Sepertinya angkot luar daerah tersebut tidak ditertibkan dan seolah-olah dibiarkan saja,” ujar Levi. Masih menurut Levi, keberadaan Angkot sangat dibutuhkan. Tetapi apabila tidak ditangani dengan baik dan benar akan menjadi masalah bagi kehidupan masyarakat kota. “Kebutuhan akan adanya transportasi, pemerintah mempunyai peran sebagai pembina, sehingga berkewajiban untuk menyusun rencana dan merumuskan kebijakan, mengendalikan, dan mengawasi perwujudan transportasi dan jaringan pelayanan,” beber Levi. Dikatakan Levi, masalah trayek Angkot adalah masalah akut yang tidak selesai diperbaiki dari tahun ke tahun. Padahal, Kota Serang merupakan Ibukota Provinsi Banten yang seharusnya secara manajemen transportasi harus maju dan modern. Namun melihat perkembangannya, katanya, transportasi Kota Serang ma-

Ini bukan permasalahan baru, tapi sampai saat ini belum pernah ada penyelesaiannya. Kami menilai Dishubkominfo tidak memiliki konsep terkait pembenahan transportasi. Kalau melihat kondisi angkutan umum, sepertinya Dishubkominfo tidak bekerja Ival Levi Koordinator Aksi

sih banyak yang perlu diperbaiki. “Karena itu kita minta ketegasan Dishubkominfo untuk membenahi transportasi di Kota Serang dan menindak para pelanggar trayek,” ujar Levi. Menanggapi aksi unjuk rasa mahasiswa tersebut, Kabid Kominfo Dishubkominfo Kota Serang, Iwan Sunardi mengapresiasi masukan dan kritikan dari HAMAS. Hanya saja, katanya, perbaikan trayek Angkot dan sistem transportasi tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus melalui proses. Karena itu Dishubkominfo harus berkoordinasi dengan instansi lain, semisal Polres Serang. “Kita mungkin bisa mengawasi di titik-titik tertentu, tapi tidak di semua titik Kota Serang. Karena itu kami akan koordinasi dengan kepolisian. Kewenangan Dishubkominfo, sesuai dengan UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, tidak sampai di penertiban. Kita hanya pada pembinaan, sedangkan penertiban oleh Polri,” kata Iwan. Iwan menambahkan, salah satu penyebab kesemrawutan Angkot adalah kurangnya kesadaran sopir Angkot. Pihak Dishubkominfo juga mengaku sudah membuat trayek Angkot, tetapi sopir tidak mau mematuhi itu. “Betul (Dishubkominfo tidak tegas-red) karena ada keterbatasan kewenangan. Tapi di depan PJR sering juga kita melakukan penertiban bersama dengan Polisi,” kata Iwan.(APP/RIF)

Penyuluh KB Diminta Lebih Aktif Sosialisasi KESADARAN Sambungan dari Halaman 9

Serang, Rabu (2/10). Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan lelaki di Indonesia masih egois karena menganggap urusan keluarga berencana merupakan urusan wanita semata. Kendati demikian, lanjut Encup, program KB di Kabupaten Serang secara keseluruhan dinilai sudah mendekati target yang telah ditentukan. Encup menjelaskan, beberapa program KB yang digemborkan BPKBPMP tinggal selangkah lagi untuk mencapai target, diantaranya implan dari target sebanyak 3.900 buah kini hanya tersisa 900 buah lagi, Intra Uterine Device (IUD) tinggal tersisa 600 dari 3.300 buah dari target. Kemudian beberapa sistem KB telah memenuhi target yakni kondom dari target 1.770 kini sudah melebihi, begitu juga dengan Metode Operasi Wanita (MOW) dari target 275 kini sudah terealisasi 350,

dan terakhir suntik dari target 6.000 kini sudah jauh melebihi. “Tinggal MOP saja yang realisasinya masih jauh dari target. Oleh karenanya kami akan fokuskan para penyuluh KB untuk lebih gencar mensosialisasikan program KB. Kemudian juga menumbuhkan rasa kesadaran masyarakat bahwa dengan dua anak lebih baik,” katanya. Sementara itu Kepala BPKBPMP Kabupaten Serang, Oyon Suryono mengatakan, sebagian masyarakat sampai saat ini memiliki anggapan banyak anak bisa mendatangkan rezeki yang banyak pula. Padahal paradigma tersebut sangat keliru karena dengan banyak anak kehidupan keluarga akan lebih menderita. Dia mencontohkan, mayoritas orang kaya biasanya anaknya sedikit, sedangkan orang miskin anaknya banyak. “Sehingga, miskin tetap miskin dan kaya tetap hidupnya bahagia,” ungkapnya.(DWA/RIF)

Bantenpos edisi 03 oktober 2013  

Bantenpos edisi 03 oktober 2013Bantenpos edisi 03 oktober 2013Bantenpos edisi 03 oktober 2013Bantenpos edisi 03 oktober 2013Bantenpos edisi...

Bantenpos edisi 03 oktober 2013  

Bantenpos edisi 03 oktober 2013Bantenpos edisi 03 oktober 2013Bantenpos edisi 03 oktober 2013Bantenpos edisi 03 oktober 2013Bantenpos edisi...

Advertisement