Page 73

7.932,763 bidang tanah atau 37,64% yang telah bersertifikat sampai dengan tahun 2007, sehingga konflik pemanfaatan antara lain pemanfaatan fungsi lindung dengan fungsi budidaya (industri, perumahan, infrastruktur) sawah menjadi non sawah dan lain sebagainya, dan sengketa tanah baik antar masyarakat maupun antar daerah masih cukup banyak terjadi terutama pada daerah perkotaan dan perbatasan. Upaya land reform pada masyarakat rumah tangga miskin secara bertahap terus dilakukan. Di samping itu, upaya untuk pengaturan kepemilikan tanah baik Hak Guna Bangunan (HGB), Hak Guna Usaha (HGU), Hak Pengelolaan (HP) maupun tanah terlantar dan tanah timbul terus

diselesaikan

inventarisasinya

secara

bertahap

sejalan

dengan

penertibannya demikian juga dengan batas daerah, baik antar kabupaten atau kota maupun antarprovinsi.

9.

Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup untuk kesejahteraan masyarakat saat ini masih merupakan andalan dalam proses pembangunan, namun pemanfaatannya telah melampaui kemampuan daya dukung kelestarian lingkungan. Kondisi tersebut dapat dilihat dengan timbulnya beberapa bencana lokal berupa tanah longsor, penggundulan hutan, meningkatnya lahan kritis, banjir, kekeringan, dan pencemaran lingkungan. Disamping itu, dampak yang telah dirasakan berupa krisis pangan, energi serta gangguan keseimbangan siklus air. Sehubungan dengan hal tersebut komitmen pembangunan berkelanjutan dan kelestarian lingkungan yang merupakan salah satu tujuan Millenium Development Goals (MDGs) sektor kehutanan telah mengambil peran yang sangat penting dalam upaya pemulihan kerusakan sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Guna menjaga kualitas lingkungan suatu wilayah, salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah pembangunan kawasan hutan dan pengembangan kawasan konservasi seperti Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan kawasan lindung lainnya. Sampai dengan tahun 2006, luas kawasan hutan seluas 757.250 ha yang terdiri atas kawasan hutan daratan seluas 647.133 ha dan kawasan hutan konservasi perairan seluas 110.117 ha, sedangkan kawasan lindung diluar kawasan hutan yang mempunyai fisiografi seperti hutan lindung seluas 222.759 ha dan hutan mangrove seluas 1.950 ha.

60

RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 2013  

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 4 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah Tah...

RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 2013  

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 4 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah Tah...

Advertisement