Issuu on Google+

JUMAT 28 FEBRUARI 2014

BANTEN POS Inspirasi dan Semangat Baru Banten

Jawa Pos Group

HARGA ECERAN Rp 2.000

Dari Ajang PKBL Award PT Krakatau Steel

Pelajaran Penting dari 5 Tokoh Inspiratif Lima tokoh dari Banten terpilih menjadi inspiring people PKBL Award PT Krakatau Steel. Banyak pelajaran yang bisa dipetik. Ketulusan dan konsistensi, kunci sukses mewujudkan mimpi.

Oleh RIZAL MAULANA MALIK

ACARA PKBL Award yang digelar PT Krakatau Steel (PT KS) memasuki tahap final penjurian. Dari 20 tokoh inspiratif yang telah dimuat di Surat Kabar BANTEN POS, dewan juri memilih 10 finalis terbaik untuk diuji dan dinilai kembali siapa yang pantas menjadi pemenang dalam ajang ini. Dewan juri yang terdiri dari tim internal PT KS, akademisi, dan saya sendiri mewakili kalangan media, membagi peserta dalam dua kategori. Pertama, kategori inspiring people

(tokoh menginspirasi), kedua kategori mitra binaan PT KS. Setiap kategori terdiri dari lima orang finalis. Ternyata suasana sepanjang penjurian di kategori inspiring people cukup menyentuh hati saya. Bahkan, dua finalis sempat menangis saat menceritakan kisah mereka. Hubungan emosional yang sudah terbangun sangat lama dan kecintaan mereka akan profesi yang dijalaninya, membuat mereka terharu.

RONALD SIAGIAN / BANTEN POS

Juri menyalami salah seorang nominator inspiring People yang dilangsungkan BACA PELAJARAN... HAL 7 di Hotel The Royale Krakatau, Kota Cilegon, Kamis (27/2).

Wawan Dibantarkan Atut Ditunggu Sangkaan Baru

JAKARTA, BP - Majelis hakim akhirnya membantarkan kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi dengan tersangka Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Adik Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah itu belum bisa menghadiri persidangan karena didiagnosa mengidap penyakit

demam berdarah dan masih dalam perawatan di RS Polri. Sementara, Atut dikenakakan sangkaan baru dalam kasus suap Pilgub Banten yang juga diduga melibatkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar. Pembantaran kasus Wawan diputuskan Majelis BACA WAWAN... HAL 7

Lagi, Mobil Alphard Aeng Disita KPK

JAKARTA, BP – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penyitaan terkait kasus pencucian uang Tubagus Chaery Wardhana alias Wawan. Kali ini, penyidik kembali melakukan penyitaan mobil Toyota Alphard Wawan yang diduga pernah digunakan Ketua DPRD Banten Aeng Haerudin. GRATIFIKASI “Tadi siang ada seorang pegawai PT Bali Pasifik Pragama (BPP) mengantarkan mobil Toyota Alphard hitam B 4 GRA,” ujar Jubir KPK, Johan Budi di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (27/2). Johan menjelaskan, STNK mobil itu atas nama Wawan. Namun, diketahui mobil itu pernah

MOBIL

BACA LAGI... HAL 7

IRWAN RISMAWAN/SATELIT NEWS

SUDAH MEMBAIK. Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait memberikan penjelasan tentang perkembangan kesehatan anak panti asuhan Samuel's Home di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/2). Setelah dirawat selama dua hari di sebuah rumah sakit, kini kondisi bayi Vellisia dan Maria sudah membaik. Sebelumnya keduanya mengalami demam tinggi serta trauma.

Jadwal Sholat Wilayah Banten & Sekitarnya

PRAKIRAAN CUACA HARI INI SERANG

CILEGON PANDEGLANG LEBAK TANGERANG

23 – 30ºC 23 – 30ºC Berawan/ Berawan/ Hujan Ringan Hujan Ringan 0,5 – 1,25 mtr/ Utara

23 – 29ºC Berawan/ Hujan Ringan 0,5 – 1,5 mtr / Barat

24 – 29ºC Berawan/ Hujan Ringan

24 – 30ºC Berawan/ Hujan Ringan

SERANG, BP - Status Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah sebagai tersangka yang kini mendekam

di dalam rumah tahanan, dinilai telah menghambat pembangunan. Buktinya adalah Surat keputusan (SK) Tanggap Darurat Bencana yang baru

BACA BENCANA... HAL 7

BACA SELEKSI... HAL 7

0,5 – 1,5 mtr / Barat

SUMBER: BMKG STASIUN METEOROLOGI KELAS III SERANG, BERLAKU UNTUK 28 FEBRUARI 2014

Salurkan Donasi Anda Untuk Masjid Terapung Banten ke Rek : 16300767675 Bank Mandiri a/n Yayasan Albahru Banten

Jadwal Sholat Wilayah Banten & Sekitarnya

Subuh Dzuhur Asar Maghrib Isya

04:44 12:11 15:19 18:18 19:29

INSPIRASI Sakit-sakit dan derita Anda itu sementara, tapi Anda menjadikannya permanen jika Anda menyerah. - Mario Teguh -

www.bantenposnews.com

ditandatangani Rabu (26/2) lalu, meski sejumlah bencana yang mendera Banten telah berlalu. Penandatanganan SK Tanggap Darurat Bencana oleh Atut di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur,

JAKARTA, BP - Pakar hukum tata negara, Irmanputra Sidin menilai aneh cara yang dipakai oleh DPR untuk memilih hakim konstitusi yang nantinya bertugas di Mahkamah Konstitusi (MK). “Bagi saya aneh saja. Proses mencari hakim konstitusi ini kan moIrmanputra Sidin men mencari para negarawan. Dalam pratiknya, negarawan kok malah disuruh-suruh mendaftar untuk melamar jadi hakim konstitusi,” kata Irmanputra Sidin, dalam

Bencana Berlalu, SK Tanggap Darurat Baru Ditandatangani Status Gubernur Hambat Pemerintahan

Seleksi Calon Hakim MK Abnormal

Jessica Iskandar

Teka-teki Pernikahan TEKA-TEKI pernikahan Jessica Iskandar dan bule brondong asal Jerman, Ludwig Franz Willibald Maria Joseph Leonard, belum terjawab. Sang presenter langsing ini tak menggubris awak media yang me-lemparkan pertanyaan terkait hal itu, ke-tika ditemui usai acara Pesbukers Selasa lalu. Mengenakan busana hitam dengan celana panjang merah, wanita kelahiran Jakarta, 29 Januari 1988 ini, dari dalam gedung studio, berjalan cepat menuju ke mobil Toyota Vellfire putih bernopol B 73 DAR. Ia mengabaikan pertanyaan awak media. “Jessica sibuk, maaf banget ya,” ucap BACA TEKA... HAL 7

Mantan Wagub Banten Diperiksa Kejagung JAKARTA, BP - Kejaksaan Agung Wagub Banten Periode 2007-2012),” (Kejagung) kembali memeriksa tiga kata Kapuspenkum Setia Untung saksi dalam perkara dugaan korupsi Arimuladi di Kejagung, Jl Sultan pemberian dan pengguHasanuddin, Jakarta Selatan, naan kredit Bank PemKamis (27/2). bangunan Daerah Jawa Untung mengatakan, Barat dan Banten (BJB) Abdul Muis diperiksa tercabang Tangerang kekait rencana pemasukan dan pada PT Primer Agroinpengeluaran keuangan pedustri Makmur (PT rusahaan, termasuk pembaPAM). Dua saksi hadir yaran atau pembelian Crude memenuhi panggilan, Palm Oil (CPO) serta pemsalah satunya adalah HM buatan pelaporan keuangan. Masduki, mantan Wagub Sementara, Masduki dipeHM Masduki Banten Periode 2007-2012. riksa sebagai salah seorang “Tim penyidik telah mengagendakan pemegang saham di PT PAM termasuk pemeriksaan terhadap 3 orang saksi yaitu hal-hal yang menyangkut pengajuan Abdul Muis (Manager Keuangan PT permohonan kredit kepada Bank BJB BACA MANTAN... HAL 7 PAM) dan Drs HM Masduki (mantan

bantenpos@gmail.com


PRO BANTEN

BANTEN POS JUMAT 28 FEBRUARI 2014

2

SKPD Tak Boleh Pengadaan Sendiri

SERANG, BP - Semua jenis pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemprov Banten mulai tahun 2014 ini, dilakukan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) di Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Pemprov Banten. “Kami sudah melakukan sosialisasi ULP kepada semua SKPD (satuan kerja perangkat daerah pada tanggal 18 (Februari) lalu,” kata Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan, Revri Aroes, kemarin. Diterangkan Revri, pembentukan ULP mengacu pada Peraturan Gubernur Banten Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pembentukan ULP. “Pengadaan barang dan jasa pemerintah yang dilaksanakan melalui lelang umum maupun lelang sederhana, seleksi umum maupun seleksi sederhana serta penunjukan langsung semuanya wajib dilaksanakan melalui ULP,” katanya. “Mulai tahun 2014 ini, sudah tidak ada lagi SKPD melakukan pengadaan barang dan jasa sendiri-sendiri, semuanya terfokus

di ULP,” sambungnya. Sekretaris ULP Pemprov Banten Fathoni Sukendran mengungkapkan, maksud pembentukan ULP agar proses pengadaan barang atau jasa pemerintah menjadi lebih terpadu. ULP diharapkan mampu bekerja secara profesional dalam menerapkan prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, berdasarkan atas kepastian hukum, manfaat, kehati-hatian dan itikad baik, serta meminimalisasi terjadinya KKN atau korupsi, kolusi dan nepotisme, “Dengan begitu, ini diharapkan bisa meningkatkan efektifitas tugas dan fungsi SKPD dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Juga, menjamin persamaan kesempatan, akses, dan hak bagi penyedia barang dan jasa agar tercipta persaingan usaha yang sehat, dan menjamin proses pengadaan barang dan jasa pemerintah yang dilakukan oleh aparatur yang profesional,” terangnya.(RUS/IDM)

Sekretaris ULP Provinsi Banten Fathoni Sukendran (kiri) memberikan penjelasan mengenai tata cara pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh ULP, didampingi Ketua Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Banten Dodo Mulyadi (kanan). Sosialisasi ini digelar 18 Februari lalu.

DEDI RUSTANDI / BANTEN POS

Badak Diduga Hanya Dimanfaatkan 6 Titik Distribusi Raskin Diperhatikan PANDEGLANG, BP - Ekspos Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang menyebutkan populasi badak bercula satu bertambah, mendapat tanggapan miring. Diduga hewan khas Ujung Kulon itu hanya dimanfaatkan untuk keuntungan pihak-pihak tertentu. Tokoh masyarakat Kabupaten Pandeglang, Aap Aptadi, mengatakan, badak cula satu adalah satwa langka yang ada di semenanjung Ujung Kulon. Satwa ini sangat sensitif untuk didekati, apalagi dilakukan sensus secara manual dan tradisional. “Saya beberapa kali ke Ujung Kulon untuk melihat badak, tapi tak pernah satu kalipun melihat satwa itu. Janganjangan klaim itu mengada-ada, dan angkanya fiktif,” ungkap Aap kepada BANTEN POS melalui pesan singkatnya, Kamis (26/2). Hal lain yang harus dipertanyakan, kata Aap, adalah digunakannya badak sebagai ikon dan merek dagang sebuah produk minuman larutan penyegar. Dengan dijadikannya badak sebagai merek dagang, tentu ada royalti yang jelas. “Sementara lembaga negara (Balai TNUK, red) tidak boleh menerima bantuan dari pihak manapun. Lantas ke mana masuknya dana atau royalti itu,” katanya. Aap juga menyebutkan, diketahui ada sebuah NGO yang concern pada kelestarian badak, yakni WWF atau World Wild Foundation. WWF itu jelas menerima banyak bantuan, sementara laporan dana masuk dan keluarnya tidak diketahui publik. “Itu semua harus dipertanyakan. Sebab pertanggungjawabannya harus jelas. Ada lagi sebuah

lembaga bernama Aksi Konservasi Badak Jawa, yang mendapat royalti dari perusahaan pembuat kertas yang jumlahnya miliaran rupiah, namun tidak jelas larinya bantuan itu,” paparnya. Masih kata Aap, pernah ada gagasan untuk membuat Perda Penyangga TNUK, namun itupun tidak jelas. Sementara uang yang sudah dikeluarkan untuk membuat Perda itu ratusan juta rupiah. Namun sayangnya, Perda itu tidak pernah terbit. “Ini juga harus diusut tuntas,” pungkasnya. Sementara Tokoh pemuda Pandeglang Selatan, Mad Suha, menilai, penggunaan ikon dan gambar badak cula satu dalam sebuah produk minuman penyegar patut dipertanyakan. Pencantuman itu, kata dia, harus memiliki konsekuensi ekonomi dan hukum yang jelas. “Yang mencantumkan merek dagang badak itu sebuah perusahaan besar yang tentunya memiliki keuntungan yang besar pula. Namun apakah ada timbal balik dari pencantuman logo itu bagi warga Pandeglang? Ini yang harus dipertanyakan,” ujarnya. Konsekuensi logisnya, sambung Mad Suha, adalah keuntungan dari penjualan logo itu harus dinikmati oleh warga Pandeglang, minimal warga yang tinggal di sekitar daerah penyangga TNUK. “Enak saja menjual-jual gambar badak cula satu. Memang itu (badak cula satu, red) milik perusahaan itu. Perusahaan wajib ikut mempromosikan Kabupaten Pandeglang, jangan cuma badaknya,” ungkapnya sinis. Diketahui, BTNUK merilis jumlah terakhir populasi badak jawa (Rhinocerus sondaicus) yang ber-

hasil teridentifikasi selama 2013. Monitoring badak jawa dilakukan dengan cara memasang 120 kamera video dan dari hasil pengintaian kamera itu sedikitnya terdapat 1.660 klip. Kemudian dari jumlah itu hanya 1.388 klip video yang bisa diidentifikasi sementara sisa 272 klip tidak bisa diidentifikasi. “Data tentang populasi badak sangat ditunggu masyarakat Indonesia, bahkan masyarakat internasional. Hasil monitoring selama 2013 kami berhasil mengidentifikasi sedikitnya ada 58 ekor badak yang terdiri dari 36 jantan dan 23 betina,” ungkap Kepala BTNUK, Moh Haryono di Pendopo Pandeglang, Rabu (26/2) lalu. Kata Haryono, badak jawa salah satu spesies yang langka dan lindungi pemerintah berdasar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar ini kualitas habitatnya semakin buruk. Menurutnya, indikator itu terlihat dari minimnya pasokan pakan berupa daun langkap serta sex ratio yang tidak ideal. Dijelaskannya, dari populasi terakhir sebanyak 58 ekor, perbandingan badak jantan dengan betina sangat tidak ideal yakni 35 ekor jantan berbanding 23 ekor betina. Padahal berdasarkan beberapa literatur sex ratio, satwa mamalia besar seperti badak jawa idealnya adalah satu jantan banding empat betina. “Kualitas habitat badak jawa di TNUK semakin buruk. Kamipun terus melakukan langkah upaya peningkatan populasinya, diantaranya dengan monitoring dan perluasan tanaman pakan yakni pohon langkap,” ujarnya.(MOR)

DPRD Banten Awasi Perizinan Air Permukaan di Tangerang

KOMISI III DPRD Provinsi Banten selama dua hari, Senin-Selasa (24-25/2) lalu melakukan pengawasan perizinan untuk air permukaan di sejumlah perusahaan di wilayah Kabupaten dan Kota Tangerang. Dari pengawasan yang dilakukan, terungkap jika penggunaan kuota debit air oleh perusahaan tidak sesuai surat izin penggunaan air permukaan (Sipa) yang dikeluarkan dinas terkait di Pemprov Banten. “Misalnya di surat izinnya

kuota kebutuhannya mencapai 50 ribu meter kubik per hari, tapi dalam pelaksanaan sehari-hari dibawah itu. Ini jelas tidak baik,” ujar Budi Prajogo, Ketua Komisi III DPRD Banten. Politisi PKS ini juga mengungkapkan, dari hasil pengawasan itu diketahui bahwa banyak perusahaan di Kabupaten dan Kota Tangerang yang menggunakan air baku dari anak Sungai Cisadane yakni di Kali Cimanceri Kota Tangerang, dan Kali Cimanceri Kabupaten Tangerang. Budi menilai, perusahaan sengaja membesarkan kuota debit air pada perizinannya sebagai antisipasi perusahaan jika sewaktu-waktu nanti melakukan ekspansi atau pengembangan perusahaan. “Untuk itu, kita memberi saran kepada perusahaan agar perizinan yang dibuat harus sesuai dengan penggunaan debit air permukaan. Sebab, saat ini peng-

BANTEN POS Inspirasi dan Semangat Baru Banten KOMISARIS UTAMA/PEMBINA H Margiono DIREKTUR Rizal Maulana Malik PT BANTEN BERITA MERDEKA Green Office : Jl. Raya Pandeglang KM 3,5 Calincing No. 66 Tembong Jaya, Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten Telp : (0254) 250 481, 250 487 Fax : (0254) 250 487 No. Rek. : Bank BCA : 2454 061 704 No. Rek. : Bank Permata : 0701345134 a/n Margiono

aturan debit Sungai Cisadane agak susah karena banyak yang sudah terpakai,” ujarnya. Budi menjelaskan, pembuatan izin air permukaan sesuai dengan penggunaannya diperlukan untuk memberikan kesempatan kepada perusahaan lain yang ingin mengurus perizinan yang sama. Dengan demikian, maka pendapatan daerah dari pajak air permukaan bisa meningkat. “Saat ini pendapatan pajaknya masih tidak signifikan. Per tahun masih dibawah Rp4 miliar,” katanya. Wakil Ketua Komisi III DPRD Banten Tb Luay Sofhani menambahkan, umumnya perusahaan di wilayah Kabupaten dan Kota Tangerang menggunakan air permukaan untuk air baku sekaligus untuk pembuangan limbah yang sudah di-treatment. “Kami akan terus mengawasi penggunaan izin air permukaan ini supaya benarbenar sesuai penggunaannya di lapangan,” ujar Luay.(*/ILM)

SERANG, BP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menetapkan enam titik lokasi pendistribusian Beras untuk Rakyat Miskin (Raskin) menjadi perhatian khusus. Pasalnya, melihat kondisi geografis enam titik tersebut sulit dijangkau sehingga sangat berpotensi dapat menghambat penyaluran distribusi Raskin. Kepala Sub Bagian Bina Produksi Daerah pada Setda Kabupaten Serang, Dedi Suhendi mengatakan, dalam penyaluran Raskin, Pemerintah Daerah mempunyai kewajiban mengawal agar barang bersubsidi tersebut bisa sampai kepada Rumah Tangga Sasaran (RTS) sebagai calon penerima. Meski begitu tidak semua proses pendistribusian merupakan medan yang mudah dijangkau. “Setidaknya ada enam titik pendistribusian Raskin yang menjadi perhatian kami, karena titik itu tidak mudah dijangkau oleh kendaraan penyalur Raskin,” ujarnya kepada BANTEN POS saat ditemui

di ruang kerjanya, Kamis (27/2). Ia menjelaskan, enam titik tersebut diantaranya Pulau Sangiang Kecamatan Anyar, Desa Pulo Panjang Kecamatan Pulo Ampel, dan Desa Kadu Kempong Kecamatan Padarincang. Kemudian tiga titik lainnya yakni Desa Kedung Soka Kecamatan Pulo Ampel, Desa Cikedung Kecamatan Mancak, serta Pulau Tunda Kecamatan Tirtayasa. “Enam lokasi itu sangat sulit untuk dijangkau, jadi jika ingin mendistribusikan Raskin tentu harus menggunakan alat transportasi khusus semisal perahu. Namun untuk itu tentu ada biaya operasional yang cukup besar yang harus dikeluarkan,” katanya. Agar pendistribusian Raskin ke enam titik tersebut bisa tetap dilakukan, lanjut Dedi, Pemkab dibantu oleh Pemprov Banten telah mengalokasikan dana operasional pendistribusian Raskin. Dimana khusus untuk enam titik itu diberikan bantuan operasional yang lebih besar dibanding daerah

lainnya. Ia menjelaskan, jika besaran dana operasional pada daerah normal adalah Rp132 per kilogram dengan rincian Rp100 untuk desa dan Rp32 untuk pihak kecamatan, khusus untuk pendistribusian ke Pulau Tunda adalah Rp500.000 setiap kali penyerapan. Sedangkan untuk lima titik lainnya yang juga menjadi perhatian adalah Rp250.000 per kali penyerapan. “Besaran dana operasinalnya kami bedakan karena memang jalur distribusinya sulit,” ungkapnya. Total besaran dana bantuan operasional pada 2014 yaitu Rp1,2 miliar yang akan digunakan untuk bantuan operasional Raskin sesuai pagu sebesar 10.685.340 kilogram. Pagu itu diperuntukan bagi 59.363 RTS di 326 desa dan 29 kecamatan se-Kabupaten Serang. “Masing-masing RTS mendapatkan jatah 15 kilogram per bulan dengan harga tebus sebesar Rp1.600 per kilogram,” tuturnya.(DWA/RIF)

Mengucapkan KOTA TANGERANG

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 Ke-

TAHUN

1993 - 2014

(28 Februari 1993 - 28 Februari 2014)

"Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNGJAWAB: H. Adam Adhariyudin REDAKTUR PELAKSANA: Iffan Gondrong, KOORDINATOR LIPUTAN: Chandra Magga REDAKTUR: Rukman Nurhalim Mamora, Arifudin, Idham Gofur, Dodi Fitriadi REDAKTUR KHUSUS: Zaki Mubarok, Yayat Rismunadi REPORTER: Sobar Rohmat, Imam Jayanegara, Asep Alibuni, Arif Hamdi, Rizal Fauzi, Ari Supriadi, Dedi Rustandi, Tusnedi, Feby Firmansyah, Jermaine Aththariq Tirtadewa, Deni Saprowi REPORTER BISNIS: Diki Supardika (Banten) Amin Engkos (Jakarta) FOTOGRAFER: Edo Dwi, Ronald Ricardo Siagian. SEKRETARIS REDAKSI: Tri Sulistyanti, PRA CETAK & PERWAJAHAN: Supriyadi (Manager), Ahmad Bukhori, M Syaifuddin Ian Sangadji, Fauzi Sandi, Agus Suwardani, Dadan Ujabi Firdaus GRAFIS: Tb. Fuad Tofanni TEKNOLOGI INFORMASI: Hafid Rahadian MANAGER IKLAN: Muanis HS KOORDINATOR IKLAN: Dwi Agus Harjunanto MANAGER EVENT/PEMASARAN: Lukman Nul Hakim PERWAKILAN JAKARTA: Wawan Sumbogo PERWAKILAN CILEGON: Sobar Rohmat PERWAKILAN LEBAK: Rukman Nurhalim Mamora (koordinator) PERWAKILAN TANGERANG: Bintang Terang Siregar (koordinator), Azhar Fedian KEUANGAN: Lina Riskaningsih INKASO IKLAN: Zulfa Nadhira INKASO PEMASARAN: Meiti Purwanti PEMASARAN: Muhammad Hanafi KOORDINATOR TANGERANG: Takdir Saputra

TARIF IKLAN

PERWAKILAN JAKARTA: Gedung Graha Pena Lt.5 Jalan Kebayoran Lama No.12, Jakarta Selatan Telp/Fax: 021 - 53699624

PERCETAKAN : PT. TEMPRINA MEDIA GRAFIKA

TARIF IKLAN Hitam Putih (BW) Warna (FC) Hitam Putih Hal. 1 Warna Hal. 1

: : : :

Rp. Rp. Rp. Rp.

28.500/mm 42.000/mm 55.000/mm 81.000/mm

kolom kolom kolom kolom

ADVERTORIAL Hitam Putih (BW) Warna (FC)

: Rp. 16.500/mm kolom : Rp. 31.000/mm kolom

SOSIAL/KELUARGA Hitam Putih (BW) : Rp. 18.000/mm kolom Warna (FC) : Rp. 33.000/mm kolom

IKLAN CILIK/BARIS Iklan Cilik/Baris: Rp. 14.500/baris (Min 3 baris Maks 7 baris)

WARTAWAN BANTEN POS SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APAPUN DARI NARASUMBER


BANTEN POS JUMAT 28 FEBRUARI 2014

EKONOMI & BISNIS

3

iPower Changhong Bidik Pasar Indonesia JAKARTA, BP - Hasil survei terbaru mendapati enam kriteria yang biasa diperhatikan oleh konsumen saat akan membeli powerbank. Yaitu kredibilitas perusahaan si pembuat powerbank, sertifikat standar internasionalnya, kapasitas sesuai dengan yang tertera, fitur pengaman gadget dan powerbank, ringan-kuat dan keren, dan minimal garansi satu tahun. Kriteria-kriteria ini disampaikan Product Manager Changhong Divisi iPower Indonesia, Suryadi Willim di Hotel The RitzCarlton Kuningan, Jakarta, Kamis (27/2). Ia menjelaskan, menanggapi hasil survei perilaku konsumen dan kebutuhan mendesak masyarakat akan keberasaan powerbank, produsen raksasa elektronik asal Negeri Tirai Bambu (China) bernama Changhong lantas menyasar pasar powerbank Indonesia dengan produkproduk smartnya dengan nama iPower. Powerbank Changhong iPower ini hadir dengan 11 tipe dengan garansi satu tahun rusak ganti baru. “Changhong telah memiliki pengalaman selama 15 tahun dalam memproduksi baterai,” tegas Managing Director PTM

Changhong Electric Indonesia, Washington Feng. Feng menambahkan, selama ini Changhong telah memiliki baterai industri yang digunakan pada kereta api, kapal laut, baterai Alkaline untuk keperluan sehari-hari dan kini menyasar segmen powerbank. Ia menegaskan, Changhong dengan iPower-nya menjadi pelopor smart powerbank. Sejauh ini, smart powerbank Changhong bernama iPower tersebut telah berhasil menyasar pasar AS, Eropa, Jepang dan negara maju lainnya. Alhasil, powerbank ini meraih penghargaan desain dari IDEA Amerika dan PLUS dari Jerman. Sementara itu, Brand Ambassador Changhong, Taufik Hifayat mengakui bahwa dirinya memang berjodoh dengan Changhong. Ia mengaku senang dengan produk-produk Changhong yang selama ini terkenal secara kualitas dengan TV dan AC-nya. “Ternyata masih ada produk berkualitas di tengah-tengah pandangan miring terhadap produk-produk dari China,” pungkasnya.(AMN/RIF)

AMIN/BANTEN POS

Product Manager Changhong Divisi iPower Indonesia, Suryadi Willim dan Managing Director PTM Changhong Electric Indonesia, Washington Feng saat launching di Hotel The Ritz-Carlton Kuningan, Jakarta, Kamis (27/2)

Sukseskan MPN G-2, BRI Kerahkan 19.000 ATM JAKARTA, BP - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) merupakan satusatunya bank yang dinilai siap dan mampu mengimplementasikan Modul Penerimaan Negara Generasi 2 (MPN G-2). Untuk menyukseskan program MPN G-2, BRI sebagai mitra Ke-

menterian Keuangan, akan mengerahkan 19.000 ATM ditambah 9.800 unit kerja. “Kami siap memberikan kemudahan dan beragam pilihan bagi wajib pajak (WP), wajib bayar (WB) maupun wajib setor (WS) untuk melakukan transaksi pem-

Jalur Ganda KA Beroperasi April 2014

Sofyan Basir

bayarannya,” ujar Direktur Utama BRI, Sofyan Basir di kantornya, Jakarta, Kamis (27/2). Kesuksesan MPN G-2, kata Sofyan, akan berdampak positif pada penerimaan negara. Implementasi MPN G-2 ini diharapkan meningkatkan penerimaan negara tahun 2014, yang ditargetkan mencapai Rp1.667,1 triliun. “Penerimaan itu dari pajak sebesar Rp1.110,2 triliun, penerimaan cukai dan pabean sebesar Rp170,2 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp385,4 triliun dan penerimaan hibah sebesar Rp1,4 triliun,” terang dia. Lebih lanjut Sofyan menjelaskan, di MPN G-2 ini BRI memberikan kemudahan dan keleluasaan bagi WP, WB atau WS untuk bertransaksi sendiri. “Jadi dengan modul ini, baik WP, WB atau WS dapat bertransaksi di mana pun dan kapan pun,” imbuh Sofyan.(CHI/JPNN)

JAKARTA, BP - Proyek besar jalur ganda (double track) kereta api (KA) Jakarta-Surabaya kian mendekati tahap akhir. Direncanakan, Maret bulan depan, PT KAI mulai melakukan uji coba dengan melintasi jalur baru tersebut. Jika lancar, pengoperasian dimulai April. Double track diyakini bakal membawa dampak besar bagi perekonomian Indonesia dan wilayah sepanjang pantai utara (Pantura) Jawa. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi, dalam satu tahun, ada satu juta kontainer yang akan berpindah moda angkut dari truk ke kereta api. Artinya, satu juta lintasan truk yang selama ini pulang pergi (PP) Jakarta-Surabaya akan bisa dihilangkan. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto mengatakan, meski belum selesai sepenuhnya, pemerintah akan tetap memulai uji coba jalur ganda pada Maret mendatang. “Kita harapkan lancar sehingga

April (2014) bisa mulai beroperasi,” ujarnya, Rabu (26/2). Telah diketahui bahwa jalur ganda kereta api tersebut akan membentang di sepanjang Pantura. Itu mencakup Jakarta-Cirebon-Semarang-Bojonegoro-Surabaya. Total panjang jalur ganda mencapai 727 kilometer (km). Sejak April 2013, sudah 291 km jalur ganda yang selesai dan sudah dimanfaatkan PT Kereta Api Indonesia (KAI), yakni jalur Jakarta-Bekasi-Cirebon dan Brebes-Tegal-Pekalongan. Hingga akhir Januari lalu, ada tambahan jalur ganda 193,5 kilometer yang sudah selesai dibangun dan akan segera diuji coba. Djoko mengakui, hingga saat ini, pemerintah masih harus menghadapi permasalahan pembebasan lahan di beberapa ruas. Misalnya, tepi barat Bengawan Solo, kawasan Stasiun Pucuk, lahan antara Stasiun Tandes dan Pasar Turi Surabaya, serta tanah

milik warga di empat kelurahan di wilayah Kota Semarang. “Kita usahakan (pembebasan lahan) ini bisa selesai secepatnya,” katanya. Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono menambahkan, proses uji coba operasi jalur ganda pada Maret nanti merupakan tahap krusial. Sebab, PT KAI akan melakukan manajemen arus lalu lintas yang baru, termasuk switch over atau pengalihan kereta JakartaSurabaya pada jalur-jalur tertentu. “Karena itu, mungkin akan ada beberapa keterlambatan kereta. Jadi, kami sebelumnya mohon pengertian masyarakat,” ucapnya. Bambang menyebut selain lalu lintas penumpang, jalur rel ganda di Pantura juga akan berperan signifikan dalam meningkatkan efisiensi lalu lintas barang. Kalkulasi Kementerian Perhubungan menunjukkan, dalam satu tahun, akan ada satu juta kontainer yang akan berpindah moda dari truk ke kereta api.(GEN/OWI/C1/C5/KIM/JPNN)

PEMERINTAH PROVINSI BANTEN Mengucapkan

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21

KOTA TANGERANG

Ke-

TAHUN

1993 - 2014

(28 Februari 1993 - 28 Februari 2014)

"Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

H. RANO KARNO WAKIL GUBERNUR BANTEN

HJ. RATU ATUT CHOSIYAH, SE GUBERNUR BANTEN

Ir. H. MUHADI, M.Sp SEKRETARIS DAERAH


TANGERANG POS

BANTEN POS JUMAT 28 FEBRUARI 2014

Kabupaten Tangerang - Kota Tangerang - Kota Tangsel

4

KAMTIBMAS Angkot Kaca Gelap Disweeping PONDOK AREN, BP - Untuk menekan tingkat kriminalitas, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar sweeping terhadap angkutan kota (Angkot). Dalam sweeping yang dilakukan di Jalan Raya Ceger, Kecamatan Pondok Aren itu, petugas mencopot stiker dan kaca gelap yang terpasang pada Angkot. Kepala Bidang Angkutan, Dishubkominfo Kota Tangsel, Wijaya Kusuma mengatakan, pihaknya sudah mengimbau pemilik maupun pengemudi Angkot untuk tidak menggunakan kaca gelap. Larangan itu untuk meminimalisir kemungkinan tindak kriminal di dalam Angkot. “Kaca film gelap atau stiker yang menghalangi pandangan dari luar Angkot kami copot,” tegas Wijaya disela penertiban angkot kemarin (27/2). Selain mencopot stiker dan kaca film gelap, petugas Dishubkominfo juga mencopot gambar calon anggota legislatif (Caleg) yang menutupi seluruh kaca bagian belakang Angkot. Gambar Caleg itu menutupi pandangan dari luar kaca angkot. “Gambar Caleg sangat tertutup sehingga kondisi penumpang di dalam Angkot tidak terlihat jelas. Striker dan gambar Caleg juga kami copot. Karena mengganggu,” paparnya. Dalam razia tersebut, selain mencopot kaca film dan atribut partai, Dishubkominfo juga mendapati angkot yang tidak dilengkapi izin dan surat-surat. Kebanyakan pengemudi tidak memilliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan angkotnya belum memperpanjang KIR atau uji kendaraan. “Ada yang belum memperpanjang KIR. Kalau SIM bukan wewenangan kami untuk menindak,” tandasnya. Kepala Dishubkominfo Kota Tangsel, Sukanta mengatakan, razia angkot akan dilaksanakan rutin di seluruh kawasan di Kota Tangsel.(AZH/ODI)

ISTIMEWA/BANTEN POS

Pada Seminar Mewaspadai Gejala Radikalisme Demi Suksesnya Pemilu 2014 Kamis (27/2), para pembicara sepakat berpendapat gerakan radikalisme berpotensi meningkat menjelang kampanye Pemilu Legislatif 2014. Gesekan antar massa Parpol dan pendukung Caleg dinilai menjadi salah satu pintu masuknya kelompok radikalisme.

Awas, Kelompok Radikal Menyusup PANONGAN, BP - Potensi terjadinya gesekan antar kelompok biasanya meningkat menjelang masa kampanye Pemilu legislatif (Pileg). Benturan terjadinya antar massa partai politik (Parpol) atau pendukung calon anggota legislatif (Caleg). Gesekan antar pendukung bakal meluas

jika disusupi kelompok penganut faham radikalisme. “Masyarakat harus menggunakan hak suaranya, jangan mau dihasut pihak yang ingin mengacaukan Pemilu,” tegas Kasat Binmas Polresta Tangerang, Kompol Benny Alamsyah saat Seminar Mewaspadai Gejala Radikalisme

FRAKSI PARTAI GOLKAR DPRD KOTA TANGERANG Mengucapkan

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 (28 Februari 1993 - 28 Februari 2014)

Demi Suksesnya Pemilu 2014 di Sport Club Citra Raya, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/2). Ia mengatakan, potensi tindakan anarkis biasanya dipicu adanya kelompok yang belum terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Karena itu, dia meminta penyelenggara Pemilu, dalam hal ini KPU untuk benar-benar mengakomodir hakhak warga dalam pesta demokrasi. “Yang pasti kepolisian akan melakukan pengamanan menyeluruh dalam penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2014. Kami harus bisa merangkul seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan,” tegasnya. Yang paling mendasar dalam antisipasi gerakan radikalisme, dengan mengingatkan para peserta

Pemilu, dalam hal ini Caleg untuk tidak melakukan praktek money politik atau kampanye negatif. “Money politik sangat rentan menimbulkan radikalisme, sehingga berpotensi terjadinya gesekan antar pendukung Caleg,” imbuhnya. Sekretaris MUI Kabupaten Tangerang, Nur Alam yang juga pembicara dalam acara tersebut menyatakan, faham radikalisme merupakan pemaksaan kehendak dengan cara kekerasan serta akan merugikan orang lain. “Gerakan radikal tidak selalu dilakukan kelompok tertentu. Bisa saja dilakukan elit politik. Kekerasan sangat dilarang ajaran Islam. Kami siap bantu menjaga stabilitas keamanan, karena isu agama sangat mudah disu-

supi aksi radikalisme,” paparnya. Sedangkan budayawan sekaligus penulis buku “Melawan Korupsi Banten” Ananta Wahana menyebut, potensi radikalisme dalam perhelatan politik biasanya muncul ketika hasil Pemilu diumumkan. Selain itu, kata Ananta, serangan fajar yang kerap terjadi menjelang hari pencoblosan, juga berpotensi menimbulkan sikap radikalimse. “Karena tidak semua Caleg memiliki dana besar,” katanya. Upaya mengantisipasi munculnya gerakan radikalisme menjelang Pemilu 2014, kata Ananta, dibutuhkan ketegasan dari KPU dan Panwaslu dengan tidak mentolerir pihak-pihak jika melakukan pelanggaran.(ODI)

KOTA TANGERANG

Ke-

"Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

TAHUN 1993 - 2014

KUSWARSA, S.Sos. Ketua

ABDUL ROHMAN Sekretaris

SUWANDI Bendahara

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

HAPIPI Wakil Ketua

Anggota: H. KARNADI, SE H. SUTARA

DEWAN PIMPINAN CABANG PARTAI HANURA KOTA TANGERANG Mengucapkan

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 KOTA TANGERANG

KeTAHUN 1993 - 2014

WAWAN ANWAR SE Bendahara

(28 Februari 1993 - 28 Februari 2014) "Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

Drs. H. EDY MAHFUDIN Ketua

H. ARIF FADILAH Sekretaris

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tengerang Mengucapkan

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 KOTA TANGERANG

KeTAHUN 1993 - 2014

(28 Februari 1993 - 28 Februari 2014)

"Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

Drs. H. GATOT PURWANTO MBA Ketua Apindo Kota Tangerang

Kualitas Infrastruktur Baik Berkat Dukungan DPRD kota Tangerang DPRD Kota Tangerang selalu berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemkot Tangerang agar kualitas infrastruktur di Kota Tangerang semakin meningkat serta berperan aktif memberi dukungan kepada setiap rencana pembangunan sarana dan prasarana yang diajukan oleh pihak eksekutif. Pembangunan infrastruktur di Kota Tangerang selama ini, tak lepas dari peran serta DPRD Kota Tangerang dan masyarakat Kota Tangerang begitu merasakan hasilnya. Hampir di seluruh sudut kota dan jalan permukiman warga Kota Tangerang, kondisinya jalannya sangat baik. Bukan hanya itu saja, infrastruktur berupa saluran air atau drainase pun demikian. DPRD Kota Tangerang senantiasa mengakomodir usulan-usulan masyarakat agar pembangunan di wilayahnya berjalan baik. Ketua DPRD Kota Tangerang Herry Rumawatine mengatakan,

KOTA TANGERANG

KeTAHUN 1993 - 2014

lembaga yang dipimpinnya akan selalu berkomitmen untuk menyukseskan pembangunan demi kemajuan Kota Tangerang dan kesejahteraan masyarakat. "Oleh karena itu, setiap kali ada kebijakan Pemkot Tangerang yang berorientasi untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang, DPRD Kota Tangerang tak akan menghambatnya dan akan langsung menyetujui usulan tersebut," kata Herry. Hal senada dikatakan Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang

Gatot Wibowo. Ia mengatakan, lembaganya akan senantiasa bergerak cepat dan berjalan di relnya untuk mengawal pembangunan Kota Tangerang, sehingga masyarakat Kota Tangerang dapat menikmati pembangunan di Kota bertajuk Akhlakul Karimah ini. "DPRD Kota Tangerang tak akan dan tak ingin proses pembangunan Kota Tangerang terganggu," kata politisi PDI Perjuangan ini. Kata Gatot, bukti-bukti nyata bahwa DPRD Kota Tangerang memiliki komitmen yang tinggi terhadap proses pembangunan adalah tepatnya waktu pembahasan dan pengesahan rancangan peraturan daerah (Raperda) Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) yang diajukan Pemkot Tangerang. "Setiap kali diajukan, kami langsung membahas, tanpa mengurangi substansinya bahwa anggaran itu untuk kepentingan masyarakat," kata Gatot.(***)


ADVERTORIAL

JUMAT 28 FEBRUARI 2014

HALAMAN 5

BANTEN POS

5

21 Tahun Kota Tangerang Terus Membangun WAKTU bergulir maju. Kota Tangerang kini telah berusia 21 tahun sejak berpisah dari Kabupaten Tangerang pada 27 Februari tahun 1993 lalu. Tak terhitung kemajuan yang tercipta dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Tangerang. Menginjak usia 21 Kota Tangerang beriringan dengan tahun pertama pasangan Walikota - Wakil Walikota Tangerang 2013 -2018, Arief R Wismanyah – Sachrudin memimpin kota Akhlakul Karimah. Memimpin Kota Tangerang dengan visi “Terwujudnya Kota Tangerang yang maju, mandiri, dinamis dan sejahtera dengan masyarakat berakhlakul karimah’’ pasangan Arief R Wismansyah- Sachrudin bekerja keras mewujudkan visi dan misi ke dalam berbagai program. Inilah upaya keduanya mengutamakan pelayanan kepada masyarakat Kota Tangerang. Pasangan Walikota- Wakil Walikota Tangerang, Arief R WismansyahSachrudin memiliki lima misi yang akan diterjemahkan ke dalam tindakan nyata. Misi pertama yang diusung Walikota – Wakil Walikota Tangerang periode 20132018 adalah mewujudkan tata pemerintahan yang baik, akuntabel dan transparan didukung dengan struktur birokrasi yang terintegritas, kompeten dan professional. Untuk menerjemahkan misi ini, Pemerintah Kota Tangerang segera membangun sistem arsip digital dalam kegiatan birokrasi yang diharapkan dapat mewujudkan tata pemerintahan yang baik. Pemkot Tangerang juga telah memanfaatkan kemajuan teknologi informasi seperti internet untuk membangun sistem yang akuntabel dan transparan. Melalui internet, Pemkot Tangerang akan melakukan debirokratisasi dalam proses pengurusan perizinan dengan membangun perijinan online. Di saat yang sama, Pemkot Tangerang akan menyediakan call center guna menampung aspirasi dan keluhan msyarakat. “Nantinya kami akan pangkas birokrasi, dengan membangun perijinan online serta call center,”papar Arief R Wismansyah, Walikota Tangerang. Debirokratisasi melalui sistem online merupakan salah satu program penunjang yang akhirnya bertujuan membantu perwujudan misi kedua Arief R Wismansyah -Sachrudin yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing tinggi. Kemudahan izin diyakini mampu menarik investor ke Kota Tangerang yang dapat berimbas pada terbukanya lapangan pekerjaan serta tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi di tengah masyarakat. Selain mempermudah langkah investor dengan membangun sistem online, Pemkot Tangerang mendorong pengusaha-pengusaha lokal untuk memperkuat diri sehingga mampu bersaing menghadapi investor asing maupun dari luar Kota Tangerang. “Saya ingin para pengusaha dapat menjadi tuan rumah sendiri di kota ini, makanya silahkan kembangkan produkproduk usahanya,”imbuhnya. Walikota

Tangerang Arief R Wismansyah juga menggagas Kota Tangerang ini sebagai Kota Wisata Industri, dimana nantinya produk-produk industri yang ada di Kota Tangerang bisa dipamerkan di Bandara Soekarno – Hatta. Tak hanya mempersiapkan infrastruktur secara fisik, Pemerintah Kota Tangerang juga mempersiapkan pengembangan sumber daya manusia. Seperti diketahui, misi ketiga Arief R Wismansyah Sachrudin adalah mengembangkan kualitas pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial demi terwujudnya masyarakat yang berdaya saing di era globalisasi. Melalui program Tangerang Cerdas, Pemkot Tangerang mengembangkan Pendidikan dengan kurikulum berbasis dunia usaha sehingga lulusan sekolah di Kota Tangerang bisa langsung terserap di dunia kerja. Kurikulum berbasis dunia usaha sangat penting mengingat Kota Tangerang merupakan kota industri. Dimana sebagian besar penduduknya bekerja dan mendapatkan penghasilan dari pabrikpabrik maupun industri jasa serta konsumsi. Untuk menunjang kurikulum ini, Pemkot Tangerang akan membangun balai latihan kerja (BLK) di setiap kecamatan. Pemkot Tangerang juga memperbanyak pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan. Selain membangun pendidikan, misi ketiga Arief R Wismansyah - Sachrudin adalah mengembangkan sistem kesehatan yang berpihak kepada masyarakat. Untuk mewujudkan misi ini, Program Multiguna milik Pemerintah Kota Tangerang akan kembali dilanjutkan di tahun 2014. Program yang sudah terbukti bermanfaat bagi masyarakat Kota Tangerang selama bertahun-tahun itu bergulir dengan sokongan anggaran lebih mantap. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan menganggarkan dana sebesar Rp 130. 500.000.000 miliar untuk membiayai program Multiguna di tahun 2014. Dinas Kesehatan berencana melakukan kerjasama dengan 37 rumah sakit, termasuk RSUD Kota Tangerang, untuk melayani pengobatan warga Kota Tangerang secara gratis melalui program Multiguna. Pemkot melalui Dinas Kesehatan juga melakukan perbaikan infrastruktur kesehatan dengan menambah ruang pelayanan di 9 Puskesmas serta melakukan rehabilitasi 11 unit Puskesmas. Selain itu, Dinkes juga akan menyelesaikan Desain Engineering Detail (DED) pembangunan dua Puskesmas Rawat Inap yang rencananya dibangun di wilayah Cibodasari Kecamatan Cibodas dan Larangan Utara Kecamatan Larangan. Di tahun 2014 ini, Pemerintah Kota Tangerang memiliki Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang. RSUD Kota Tangerang kini sedang dalam masa soft launching dan segera melayani masyarakat secara penuh.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang, rumah sakit tanpa kelas pertama di Indonesia.

Gedung sekolah berstandar nasional. Misi keempat Arief R Wismansyah Sachrudin yang mulai diwujudkan adalah meningkatkan pembangunan sarana perkotaan yang memadai dan berkualitas. Untuk mewujudkan misi ini, Pemkot Tangerang memiliki program peningkatan ruang terbuka hijau (RTH), baik dai sisi

jumlah maupun kualitasnya. Untuk diketahui, sejak 2009-2013 terdapat 27 RTH baru dibangun kemudian terdapat 99 RTH yang terpelihara dengan baik. Sementara misi kelima yakni pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan yang bersih,

sehat dan nyaman tak luput untuk dikongkretkan. Pemkot Tangerang akan berupaya mewujudkan misi ini dengan program - program yang menumbuhkan kesadaran hidup bersih, tidak membuang sampah sembarangan serta membangun budaya kerja bakti.(ADV)

Permudah Pelayanan, Pemkot Tangerang Andalkan Sistem Digital JAMAN telah berubah dari era manual menjadi digital. Pemerintah Kota Tangerang tak ingin ketinggalan perkembangan. Beragam program berbasis teknologi digital dirancang dan sebagian telah dilaksanakan, untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik, akuntabel dan transparan seusai misi Walikota - Wakil Walikota Tangerang 2013-2018, Arief R Wismansyah- Sachrudin. Hingga tahun 2014, Pemerintah Kota Tangerang sudah memiliki 29 aplikasi online. Beberapa diantara aplikasi online yang bermanfaat bagi efektifitas birokrasi itu yakni sistem informasi barang daerah, sistem informasi keuangan daerah, sistem informasi dan pelaporan pembangunan, sistem informasi akuntansi, layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) dan sistem informasi administrasi kependudukan. Sementara aplikasi online yang bertujuan memudahkan pelayanan bagi masyarakat diantaranya sistem arsip digital perpustakaan, penerimaan siswa baru online, kartu kuning online, pajak air tanah online dan sistem informasi RSUD Kota Tangerang. Untuk aplikasi manajeman pemerintahan telah dibangun dari hulu sampai hilir, yaitu mulai proses perencanaan yang ditangani dengan system informasi perencanaan pembangunan daerah. Sedangkan untuk proses bidang penganggaran ditangani dengan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah. Dan proses evaluasi pembangunan daerah dapat dimonitor melalui system informasi

evaluasi dan pelaporan pembangunan. Sistem online dipercaya bermanfaat untuk memangkas birokrasi yang ada di Pemkot Tangerang. Baik birokrasi yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat, maupun birokasi yang berhubungan dengan aparatur Pemkot Tangerang sendiri. “Kami ingin perijinan bisa online untuk memudahkan investor. Di bidang kepegawaian, kami ingin data-data pegawai terekam secara digital sehingga pada waktunya akan mempermudah programprogram peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang. Sistem informasi secara digital akan bermanfaat untuk pemanfaatan ruang di perkantoran pemerintahan. Tak perlu lagi ada berkas berkas yang menumpuk. Bikin sumpek,”ujar Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah. Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Kota Tangerang, Saeful Rohman mengungkapkan, perijinan online sudah diterapkan Pemkot Tangerang. Di tahun ini, Dinas Infokom sedang melakukan penyempurnaan penelaahan standar operasional prosedur perijinan online. “Di tahun 2014, Pemkot Tangerang juga sedang membuat Masterplan EGorvernment yakni pembangunan aplikasi dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mewujudkan sistem online di Kota Tangerang. Selain itu, Pemkot Tangerang juga sedang membangun layanan wifi di 104 kelurahan,”pungkas Saeful.(ADV)

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah meninjau pelayanan di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu.


BANTEN POS JUMAT 28 FEBRUARI 2014

PARADE POTO

6

Sekretaris ULP Provinsi Banten, Fathoni Sukendran (paling kiri) sedang memberikan penjelasan mengenai tata cara pengadaan barang dan jasa yang dilakukan ULP, tampak sebelah kanan, Ketua Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Banten, Dodo Mulyadi.

Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Provinsi Banten Sosialisasi ULP SERANG, BP - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan (Adpem) melakukan sosialisasi Unit Layanan Pengadaan (ULP) kepada ratusan peserta dari perwakilan 42 satuan kertja pemerintah daerah (SKPD). Sosialisasi ULP Provinsi Banten telah diselenggarakan pada tanggal 18 Februari di Hotel Le Dian, Kota Serang. Hadir dalam sosialisasi ULP, Asisten Daerah (Asda) II Provinsi Banten, M Husni Hasan mewakili Sekretaris Daerah (Sekda), Muhadi, Ketua Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Dodo Mulyadi, Sekretaris ULP, Fathoni Sukendran. Asda II Provinsi Banten, M Husni Hasan dalam sambutanya menyampaikan, pembentukan ULP mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Banten nomor 4 tahun 2014 tentang Pem-

bentukan ULP. Diharapkan dengan adanya ULP, maka proses pengadaan barang dan jasa d dapat dilakukan dengan maksimal. "Pengadaan barang dan jasa pemerintah yang dilaksanakan melalui lelang umum maupun lelang sederhana, seleksi umum maupun seleksi sederhana serta penunjukan langsung semuanya wajib dilaksanakan melalui ULP," katanya. Ia menjelaskan, dengan adanya ULP Provinsi Banten, maka seluruh pengadaan barang dan jasa terfokus di ULP, tidak di SKPD masing-masing, seperti yang selama ini terjadi. "Mulai tahun 2014 ini, sudah tidak ada lagi SKPD melakukan pengadaan barang dan jasa sendiri-sendiri, semuanya terfokus di ULP," ujarnya. Sementara itu, Sekretaris ULP Provinsi Banten, Fathoni Sukendran mengungkapkan, maksud pembentukan ULP agar proses

pengadaan barang atau jasa pemerintah menjadi lebih terpadu, mampu bekerja secara profesional dalam menerapkan prinsipprinsip pengadaan barang dan jasa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan berdasarkan atas kepastian hukum, manfaat, kehati-hatian dan itikad baik, serta meminimalis terjadinya KKN, "Tujuan yang ingin dicapai dalam pembentukan ULP membuat proses pengadaan barang dan jasa pemerintah menjadi lebih terpadu, efektif, dan efisien, meningkatkan efektifitas tugas dan fungsi SKPD dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi, menjamin persamaan kesempatan, akses, dan hak bagi penyedia barang dan jasa agar tercipta persaingan usaha yang sehat, dan menjamin proses pengadaan barang dan jasa pemerintah yang dilakukan oleh aparatur yang profesional," terangnya.(RUS)

Asisten Daerah II, Provinsi Banten, M Husni Hasan didampingi Ketua LPSE Provinsi Banten, Dodo Mulyadi, sesaat sebelum membuka acara sosialisasi ULP

Asisten Daerah II Provinsi Banten, M Husni Hasan sedang memberikan sambutan dan pengarahan kepada peserta ULP Provinsi Banten.

Suasana sosialisasi ULP Provinsi Banten di salah satu Hotel Le Dian, Kota Serang. Nampak peserta antusias mengikuti dan mendengarkan materi yang disampaikan narasumber dari Biro Ekonomi dan Adminsitrasi Pembangunan.

Ratusan peserta ULP dari perwakilan SKPD di Provinsi Banten menghadiri sosialisasi ULP, nampak salah satu peserta sedang menyampaikan pertanyaan mengenai ULP.


BANTEN POS JUMAT 28 FEBRUARI 2014

BERITA UTAMA

7

Atut Punya Peran Penting di Suap Pilgub WAWAN

Sambungan dari Halaman 1

Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam persidangan yang seharusnya menjadi sidang perdana berisi pembacaan dakwaan untuk Wawan di Jakarta, kemarin. Penyebabnya, saat ini Wawan sedang dirawat di Rumah Sakit karena didiagnosa menderita demam berdarah. “Majelis mengeluarkan penetapan pembantaran sampai terdakwa ini sembuh dari sakitnya,” kata Ketua Majelis Hakim, Mathius Samiaji dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (27/2). Mathius akhirnya memutuskan untuk menunda persidangan sampai Kamis depan. “Untuk sidang lanjutan kami majelis menetapkan pembataran. Kami tidak tahu persis

kapan sidang dilanjutkan. Yang tahu dokter dan terdakwa yang rasakan. Kami tidak berani gambling untuk lanjutkan Senin depan. Jadi kami tunda satu minggu pada Kamis depan,” pungkas Mathius. Keputusan pembantaran Wawan dilakukan setelah majelis hakim mendengar keterangan dari Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi, Edi Hartoyo. Dia menjelaskan, Wawan tidak bisa dihadirkan ke persidangan karena tengah menjalani perawatan. Wawan menjalani rawat inap sejak Senin (24/2) lalu. “Maaf Yang Mulia, terdakwa tidak bisa dihadirkan, setelah dibawa ke rumah sakit pada Senin (24/2), perlu dirawat inap. Kami mendapatkan surat medis pada tanggal 26 Februari dari rumah sakit, pada pokoknya menyatakan belum stabil perlu rawat inap dan akan dievaluasi

dua hari sejak 26 Februari,” kata Jaksa Penuntut Umum Edi Hartoyo saat persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (27/2). Dengan absennya Wawan, lanjutnya, maka agenda pembacaan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan kembali tertunda untuk yang kedua kali. Pada sidang pertama Senin (24/2), Wawan secara tiba-tiba harus dilarikan ke rumah sakit. Pada bagian lain, Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah nam-

paknya tak lama lagi bakal mengikuti jejak adiknya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, dalam kasus dugaan suap sengketa Pemilihan Gubernur Banten pada 2011 di MK. Dia kemungkinan besar bakal menyusul menjadi tersangka karena dalam rumusan tindak pidana dua terdakwa, Akil Mochtar dan Wawan, terungkap peran Atut sangat penting. Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi, sampai saat ini pihaknya belum menetapkan Atut sebagai tersangka di

kasus itu. Tetapi, secara tersirat dia menyatakan peluang itu tetap ada. “Jadi sekarang yang disangkakan ke RAC (Ratu Atut Chosiyah, red) itu ada sengketa Pilkada di MK. Apakah hanya Lebak saja atau Banten juga, nanti saya klarifikasi lagi. Pengembangan kasus RAC sampai saat ini masih dilakukan,” kata Johan, Rabu (26/2) lalu. Dalam berkas dakwaan mantan Ketua MK, Akil Mochtar, memang jaksa mendakwa dia menerima

pemberian (gratifikasi) berupa uang Rp7,5 miliar dari Wawan. Duit itu diduga sebagai imbalan supaya Akil menolak gugatan hasil Pilgub Banten diajukan oleh lawan Atut. Wawan juga dijerat memberikan duit itu kepada Akil. Meski dakwaannya belum dibacakan, hal itu sudah diketahui jauh-jauh hari. Saat ini tinggal menunggu kepastian kapan Atut bakal dijerat di kasus dugaan suap sengketa Pilgub Banten.(GIL/WID/ENK/JPNN)

JEMUR BAWANG. Sejumlah anak tengah menjemur bawang merah hasil panen di daerah desa Tonjong, Kecamatan Keramatwatu, Kabupaten Serang, Kamis (27/2). Harga jual bawang merah terus mengalami kenaikan, dari Rp7000/ kilogram kini mencapai Rp15000/ kilogram.

Akil Sebut Kasusnya Dimanfaatkan untuk Pencitraan LAGI Sambungan dari Halaman 1

dimiliki oleh ketua DPRD Banten, Aeng Haerudin. “Dulu mobil ini diduga diberikan ke Aeng Haerudin,” jelas Johan. Selain itu, penyidik juga menyita mobil Toyota Innova B 1004 SFY. Mobil ini diketahui biasa dipakai untuk operasional Radio Polaris. “Kijang innova B 1004 SFY atas nama TCW disita dari Agah,” tambah Johan. Dengan demikian, setidaknya sudah ada 45 mobil yang disita terkait pencucian uang Wawan. Tentu saja penyidik belum berhenti, beberapa aset Wawan masih terus ditelusuri dan akan disita. “Penelusuran aset masih dilakukan sampai proses di persidangan. Penyitaan-penyitaan itu kan masih bisa sebelum masuk ke sidang. Jangan disimpulkan yang disita itu hanya mobil saja,” tutur Johan. Pada bagian lain, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar yang namanya erat sekali dengan Wawan dalam nota keberatan atau eksepsi di persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (27/2) menyebut ada sejumlah pihak yang mencoba memanfaatkan kasusnya sebagai ajang pencitraan. Hal ini diungkapkan Akil “Komentar-komentar dari para ‘pengamat bodong’ sampai dengan ‘bakal calon presiden’ yang sudah mengkhayal untuk menjadi presiden di republik ini, termasuk profesor di bidang hukum yang tidak mengerti persoalan tapi bicara as-

bun (asal bunyi), dengan memanfaatkan kasus saya untuk pencitraan diri,” kata Akil. Menurut Akil, mereka seolaholah paling benar dan yang akan mengadili perkara yang menjeratnya. “Bukan oleh majelis hakim yang mulia di pengadilan, sebagai tempat saya mencari kebenaran dan keadilan,” ujarnya. Akil mengatakan, kejutan untuknya juga datang dari pernyataan pimpinan KPK. Mereka menyatakan akan menuntutnya seberat mungkin. Padahal proses persidangan baru digelar dengan agenda pembacaan surat dakwaan. “Yang materinya pun masih saya ajukan keberatan dan persoalkan,” ucapnya. Dalam eksepsinya, Akil juga menyebut dirinya sejak semula sudah diskenariokan untuk dijadikan sebagai penjahat. Bukan hanya ketika dia menjabat sebagai hakim dan Ketua MK, tetapi juga ketika menjabat sebagai anggota DPR RI 1999. “Dengan sangkaan dan dakwaan yang alasannya dicari-cari sedemikian rupa untuk memojokkan dan menggambarkan bahwa saya selama memangku jabatan tersebut telah secara terus menerus melakukan berbagai kejahatan yang sesungguhnya hal tersebut merupakan fitnah yang kejam dan mendzalimi saya,” ujar Akil. Bekas anggota dewan itu bersyukur jaksa penuntut umum pada KPK tidak menyatakan dirinya sebagai penjahat dari sejak lahir. “Untung saja penuntut umum KPK tidak menyatakan sejak lahir ke dunia, saya telah menjadi seorang penjahat,” tandasnya.(GIL/IGO/JPNN)

HM Masduki Diketahui Sebagai Pemegang Saham di PT PAM MANTAN Sambungan dari Halaman 1

cabang Tangerang, karena terdapat harta miliknya yang dipergunakan sebagai salah satu dari agunan oleh PT PAM. “Sementara, saksi Amir Hadyi (Registered Public Accountans Tax dan Management Consultants) tidak hadir,” ucapnya. Dalam kasus itu, kejaksaan menduga adanya tindak pidana korupsi dalam pemberian dan penggunaan kredit Bank BJB kepada PT PAM sebesar 14 juta dollar AS untuk fasilitas kredit modal kerja dan pengembangan

bisnis CPO. Untuk dugaan kerugian negara sementara ini diperkirakan sebesar 9 juta dollar AS. Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan enam tersangka yaitu Raden Fathan Kamil (Direktur Utama PT PAM), Galis Prasetya (Group Head Divisi Kredit Risk Reviewer PT Bank BJB), Rubyana Ramdhan (Ketua Satuan Kerja Penyelamatan dan Penyelesaian Kredit PT Bank BJB Kantor Cabang Tangerang), Bangbang Purnama (Mantan Pemimpin Divisi Kredit Korporasi PT. Bank BJB), Agus Ruswendi (Mantan Direktur PT Bank BJB), dan Entis Kushendar (Mantan Direktur PT Bank BJB).(IGO/NET)

Teka-teki Pernikahan Sambungan dari Halaman 1

salah seorang asisten Jessica. Ia ikut menghalau kerumunan awak media yang terus mencecar Jessica. Dari account Instagramnya diketahui, Jessica pernah mengunduh sebuah foto dirinya tengah mencoba gaun pengantin berwarna putih. Ia melekukan tubuhnya, hingga terlihat betapa anggunnya dia. Gaun putih dengan garis transparan membuat beberapa bagian tubuh Jessica terlihat. Garis transparan itu berada di paha dan melingkari dada wanita kocak itu. “Fitting,” tulisnya di caption foto. Gosip pernikahan santer diberitakan setelah Lurah Ciganjur, Ahmad Sodikin angkat bicara. Bahwa pada 17 Desember 2013, Jessica diwakili oleh orangtuanya mengajukan surat pengantar nikah untuk ditujukan ke catatan sipil. Belum diketahui kapan Jessica menikah dengan brondong kelahiran Ra-vensburg, Jerman, 12 Juli

1990 itu. “Surat permohonan menikah Jessica itu tidak ada masa kadaluwarsanya,” cetus Sodikin. Meski tak ada batas waktunya, Sodikin menduga, pemain film Dealova, Coblos Cinta dan Istri Boongan itu sudah me-nentukan hari bahagia. “Biasanya orang yang membuat permohonan nikah, sudah punya tanggal baik. Bisa saja nikahnya di catatan sipil,” tutur Sodikin. Seorang pegawai Suku Dinas Kepen-dudukan dan Catatan Sipil Jakarta Selatan menjelaskan, jika Leonard tinggal di In-donesia atas sponsor Chika, kemung-kinan besar mereka sudah menikah dan sah sebagai pasangan suami-istri. Namun, dalam lima lembar berkas yang diserahkan kepada pihak kelurahan, Jessica menyertakan ‘Surat Pernyataan Belum Pernah Menikah’. Surat tersebut ditandatangani Jessica di atas materai enam ribu rupiah. Terdapat pula tanda tangan sang ayah, Hardi Iskandar, Ketua RT dan Ketua RW dimana Jessica berdomisili.(KPL/ENK)

EDO DWI/BANTEN POS

Mang Cantel yang Polos Datang Bersama Asisten PELAJARAN Sambungan dari Halaman 1

KH Samun Abduh, adalah tokoh pertama yang kami wawancarai. Sebagai sarjana lulusan Mesir, Sam’un Abduh terketuk hatinya untuk mengabdi di tanah kelahirannya, Kampung Curug, Bagendung, Kota Cilegon. Memajukan dunia pendidikan dengan mendirikan sekolah, salah satu mimpi terbesarnya saat itu. Modal mendirikan sekolah sepertinya tidak masuk akal. Hanya 10 sak semen hasil menjual 2000 batu bata. Sekolah pun dibangun di sepetak sawah miliknya. Berbagai rintangan ia lalui. Kini, sekolah itu sudah berdiri sempurna. Para alumninya menyebar di berbagai perusahaan dan pemerintahan di Banten. Finalis kedua adalah Suntana. Pria yang kakinya cacat ini tak lulus SMP. Meski begitu ia punya kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan anak-anak. Hampir separuh hidupnya ia habiskan untuk mengajar di madrasah ibtidaiyah di Kampung Cileles, Lebak. “Meski kondisi saya begini, dan pengetahuan terbatas, tapi saya merasa terpanggil untuk mengajar anak-anak soal calistung. Di sekolah ini muridnya banyak tapi gurunya tidak ada. Saya pun mencoba mengajar dan ternyata diterima anak-anak,” papar Suntana. Bagi Suntana mengajar adalah salah satu cara agar hidupnya bisa lebih berarti dan bermanfaat bagi masyarakat. Honor dari mengajar tak terlalu ia persoalkan. Guna menambah penghasilan, Suntana juga rajin

membuat perkakas dari bambu. Kipas, kukusan dan alat lainnya, lahir dari tangan terampil Suntana. Mang Cantel. Itulah nama finalis berikutnya. Namanya memang unik, menggambarkan sosok orangnya. Cantel seperti Suntana, ia tidak mengenyam pendidikan tinggi. Kepada dewan juri, sebelum diwawancarai ia meminta maaf kalau jawabannya tidak nyambung dengan pernyataan. Bahkan ia membawa “asisten” untuk membantu menjelaskan apa yang dilakukannya selama ini. Mang Cantel adalah sosok orang yang konsisten dan loyal terhadap apa yang dicintainya. Sejak usia 12 tahun Cantel sudah menyukai kesenian ubrug, salah satu kesenian khas Banten. Cantel bersama paguyuban seninya, bertekad untuk terus melestarikan kebudayaan ini, di tengah serbuan budaya modern. Perjuangan tak kenal lelah Mang Cantel membuahkan hasil. Grup kesenian ubrug menjadi paling populer, dan tetap eksis hingga saat ini. Panggilan manggung hampir datang setiap minggu. Setiap wilayah dan warga di Banten sudah akrab dengan grup Ubrug Mang Cantel. Mimpi Mang Cantel berikutnya adalah menularkan seni Ubrug ini kepada anak-anaknya. Regenerasi. Mang Cantel ternyata punya banyak keturunan. Ia memiliki 7 anak, sebagian anaknya sudah bisa memainkan kesenian ubrug. Tokoh berikutnya adalah KH Zainudin Amir. Ketimbang hidup di kota, Pria bertitel sarjana ini memilih masuk ke pedalaman Baduy un-

tuk berdakwah dan memberdayakan masyarakat di sana. Sudah 30 tahun Zainudin berdakwah di kawasan baduy. Hasilnya, 900 warga baduy masuk Islam. Pesantren pun sudah ia dirikan. Cara berdakwah Zainudin juga unik. Salah satunya dengan “diplomasi rokok” dan secangkir kopi. Dari sana ia bisa makin dekat dan banyak mempelajari pandangan hidup, tradisi, serta kearifan-kearifan lokal masyarakat baduy. Ia pun bisa lebih luwes mengajarkan Islam tanpa menghilangkan kearifan lokal. Perjuangan Zainudin bukan tanpa godaan. Di tengah perjalanannya, ia sempat ditawari temannya berbisnis di Pandeglang dan meninggalkan baduy. Namun, saat ia mengutarakan niatnya tanpa diduga banyak warga baduy menangis dan meminta ia tidak meninggalkan mereka. “Saya terharu dan akhirnya membulatkan tekad terus mengabdi untuk warga baduy,” ungkap Zainudin sambil menangis. Tak berhenti sampai di situ, mereka juga diberdayakan agar bisa lebih produktif. Menanam cabe, padi, usaha warung sembako, hingga jualan bakso. Hingga kini, 100 warga baduy sudah dibina belajar wirausaha. Mereka pun mendapat bantuan modal usaha dari PT KS, dan ternyata tingkat pengembalian utangnya sangat baik. Hampir 100 persen lancar! Kerja keras Zainudin selama ini sudah membuahkan hasil. Mimpi selanjutnya adalah melengkapi kawasan pesantren dan kampungnya dengan supermarket, usaha peter-

nakan kambing, sapi, ayam, ikan yang bisa dikelola langsung orang masyarakat di sana. Finalis terakhir adalah Hamid Ali Sundara. Pria berkumis tebal dan berparas seperti Saddam Husein ini, ternyata punya hati yang sangat lembut. Hamid sangat peduli terhadap nasib anak yatim. Ia paling benci jika anak yatim tidak bisa sekolah. “Saya lahir sebagai yatim. Tidak punya apa-apa. Sekolah tidak mampu. Dari sana hati saya terketuk untuk mengurus anak yatim dan menyekolahkannya jangan nanti nasibnya seperti saya. Telantar ,” ungkap Hamid sambil tersedu-sedu. Awalnya, hanya beberapa orang anak yatim ia urus. Demi membiayai sekolah mereka, Hamid pernah kuli cuci di sejumlah warga di Serang. Sesekali ia bernyanyi dangdut dalam berbagai acara, untuk menghidupi anak-anaknya. Kebetulan Hami punya keahlian bernyanyi dan memainkan organ. Berkat konsistensi dan perjuangannya, kini 240 anak sudah ia urus. Gedung panti sudah ia bangun hasil sumbangan para donatur. Semua anaknya yang usia sekolah, sudah bisa disekolahkan. Mereka ada yang sekolah di SD, SMP, SMU bahkan ada yang sudah kuliah. Hamid pun boleh berbangga. Belasan anak pantinya sudah menjadi sarjana dan bekerja di berbagai perusahaan. Anak yang bekerja di rumah sakit, menjadi dosen, dan pegawai negeri. “Tapi saya tidak pernah meminta mereka untuk kembali ke panti. Saya sudah bahagia melihat mereka sukses,” ujarnya.(*)

Perlu Dibuat Mekanisme Pencarian Hakim MK SELEKSI Sambungan dari Halaman 1

acara Dialetika Demokrasi, “Siapa Pantas Jadi Hakim MK?”, di press room DPR, Senayan Jakarta, Kamis (27/2). Setelah mendaftar dan melengkapi seluruh persyaratan administrasi lanjutnya, para calon hakim konstitusi yang menyandang negarawan malah disuruh bikin makalah dan ditanyalagi oleh politisi yang ada di DPR karena menjadi bagian

dari proses pemilihan. “Sementara untuk calon Kapolri atau Panglima TNI lanjutnya, DPR malah dengan bangganya mendatangi rumah calon Kapolri atau Panglima TNI yang substansinya sekedar menanyakan bersedia atau tidak dicalonkan sebagai Kapolri atau Panglima TNI,” ujar Irmanputra Sidin. Menurut Irman, cara yang dipakai oleh DPR untuk memperoleh hakim konstitusi sudah anomali. “Padahal, untuk mendeteksi dini seseorang itu

punya kapasitas sebagai negarawan atau tidak sangat gampang. “Sambil tiduran juga, kalau wakil rakyat ini paham substansi dari negarawan, sudah bisa diketahui seseorang itu negarawan atau bukan. Jadi tidak perlulah melamar, bikin makalah dan ditanya-tanyain segala. Ini Anomali,” tegasnya. Karena itu, Irman menyarankan agar DPR, Pemerintah dan Mahkamah Agung duduk bersama dan membuat mekanisme pencarian hakim konstitusi ini secara lebih

baik sesuai dengan tugas dan fungsinya nanti. Selain itu, dia juga menyindir para pelamar calon hakim konstitusi yang terlihat sangat kasak-kusuk. “Kata orang kampung saya, kalau ada yang memperlihatkan ambisinya secara sangat berlebihan, jangan pilih dia. Tapi kalau kita melihat prosedur yang dibuat oleh DPR, sulitnya para calon itu tidak kasak-kasuk karena bisa saja dinilai tidak siap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan,” ungkapnya.(FAS/IGO/JPNN)

Atut Tandatangani 11 SK di Rutan KPK BENCANA Sambungan dari Halaman 1

diungkapkan Kepala Biro Hukum Provinsi Banten, Samsir saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Ia mengungkapkan, pada kunjungan kali ketiga ke Rutan Pondok Bambu, ada 11 dokumen nyang diabawa dan semuanya telah menndapatkan tandatangan dari Atut. Akademisi dari Universitas Tirtayasa (Untirta) Serang, Gandung Ismanto menyatakan, terlambatnya SK Tanggap Darurat Bencana yang diajukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten merupakan fakta terganggunya pemerintahan dan pelayanan publik di Banten. Karenanya, ia meminta Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah mundur dan melepaskan jabatanya. Hal ini dilakukan untuk kemajuan dan berjalannya roda pemerinatahan. “Ya, salah satu fakta terganggunya pemerintahan dari pelayanan publik, harusnya bila benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat,

DPRD dan pemerintah pusat berani mengambil langkah diskresi agar kepentingan rakyat tidak makin terlantar hanya karena masalahmasalah administrasi dan prosedural,” kata Gandung saat dihubungi BANTEN POS, Kamis (27/2). Ia menjelaskan, semestinya ada langkah tegas dari pemerintah pusta maupun DPRD Provinsi Banten dan sifat kenegarawaan dari Atut. Ia yakin, kalau semuanya disikapi dengan kepentingan masyarakat banyak, saya rasa pemerintah Pusat dan DPRD Banten bisa mendorong agar gubernur mundur dan meletakan jabatannya. “Begitupun dengan Atut harus mengedepankan kenegarawanannya ketimbang pribadi atau kelompok,” ujarnya. Saat ini, kata Gandung, seluruh masyarakat Banten agar tidak terjadi bencana ataupun mandegnya roda pemereintah di kabupaten/kota se-Banten akibat gubernurnya berada dibalik jeruji. “Kini kita hanya bisa berharap agar proses hukum berjalan cepat sehingga memberi kepentingan dan menyelamat-

kan kepentingan rakyat yang lebih luas, karena sepertinya mustahil berharap munculnya sikap kenegarawan gubernur untuk legowo mundur,” ungkapnya. Terpisah, Kepala Biro Hukum Pemprov Banten, Samsir menyatakan, Rabu (26/2) lalu ada 11 SK yang ditandatangani Atut di balik jeruji. Selain menandatangani SK Tanggap Darurat Bencana, Atut juga mendatangani 10 SK lainnya, diantaranya, SK Evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2014, SK Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (ULP), SK Kenaikan Pangkat Pejabat di lingkungan Pemerintahan Kota Tangerang, Kabupaten Serang dan Lebak, SK Kuasa Pengguna Anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Biro Pemerintahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora)

dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Samsir mengaku selama ini proses pemerintahan masih berjalan, dokumen-dokumen yang memerlukan tandatangan dari gubernur akan terus berjalan. “Kalau dihitung dalam satu tahun itu ada sekitar 600 SK yang harus ditandatangani,” katanya. Samsir juga menjelaskan, selama bertemu dengan Atut didalam Rutan Pondok Bambu, yang bersangkutan selalu menanyakan roda pemerinatahan. “Ibu (Gubernur Banten, red) selalu bertanya apakah roda pemerintahan berjalan dengan baik dan lancar, dan saya jawab, lancar, tidak ada masalah,” terangnya. Diberitakan sebelumnya, sejak tanggal 20 Desember 2013 lalu, Atut resmi ditahan oleh KPK di Rutan Pondok Bambu. Atut disangkakan oleh lembaga antirasuah atas sejumlah rentetan kasus, dugaan pemerasan proyek alat kesehatan (alkes) Provinsi Banten, dan penyuapan pengurusan Pilkada Lebak.(RUS/ENK)


Kreatif& Berani Beda

Check This Out!!!

JUMA T 28 FEBR UARI 20 14 JUMAT FEBRU 201

Genb_bantenpos@yahoo.com Gen-b Bantenpos

HALAMAN

@GenB_BantenPos

8

Model:

Fitri Yani

Note s

@Fitri_Yannisa TI - Unsera Fotografer:

EH B-ders, kek nya berita bencana alamagak kurang nih yah. Apa kalah sama berita Wawan atau Jupe kali ya. Wakakakak. Iya, abisnya, kita juga udah jarang tuh liat anak-anak pake jas almamater kampus atau organisasinya nentengnenteng kardus, nyari sumbangan di lampu-lampu merah. Ya, Alhamdulillah lah kalo emang udah berlalu mah bencananya. Tapi, apa iya harus kek gini terus tiap tahun. Ada bencana, sibuk ngungsi, sibuk bantuin, sibuk nyari sumbangan, terus taun depan gitu lagi? Hmmm. Kayanya ada deh yah yang bisa kita kerjain lebih dari Cuma sekedar ngejalanin rutinitas bencana tiap tahunnya gitu. Apa itu? Nih baca edisi ini makanya! :D @njaziza

Ian Sangadji

Shirin Safira @ShirinSafira12 Artis FTV

Negor Orang yang Buang Sampah Sembarangan

@GenB_BantenPos

B

-DERS, keknya bukan Cuma pacar aja deh yang bisa ngambek sama kita. Sadar gak sih, akhirakhir ini alam tuh juga kek lagi ngambek gitu sama kita? Iya, itu loh bencana alam dimanamana. Beneran kaya orang pacaran lagi bencana alamnya ini mah, heu. Iya, bencananya kek pacaran yang selingkuhan gitu. Yang satu belum diputusin, eeeh, malah udah jadian lagi sama yang lain. *eh Coba deh inget-inget! Yang taun ini aja nih yah. Pertama tuh kalo gak salah ada Gunung Sinabung di Sumatera Utara yang meletus. Belum beres, banjir di Ambon, terus hampir di semua pulau Jawa juga. Jakarta mah malahan sampe sekarang juga gak udah-udah. Eh, terakhir, malahan Gunung Kelud di Jawa Timur juga ikutan pundung, ngambek, cembetut, terus murka. Heu. Nah, kalo si pacar ngambek juga biasanya ada penyebabnya, gitu juga sama alam. Emang sih, kalo konteksnya bencana ala mini, gak semuanya murni karna factor kitanya, manusia, si pacar alam itu, yang salah. Ada juga emang factor alam, yang kalo pun kita gak salah, kalo udah waktunya bencana mah bencana aja. Kalo yang kek gitu sih gak usah dibahas keleeus.. :D Yang mau kita bahas sekarang adalah bencana yang nyata-nyata kita yang bikin sebenernya. Contoh paling nyata tuh: BANJIR. Padahal mah semua geh pasti udah pada tau kali yah, kalo banjir itu, karna utan digundulin, buang sampah sembarangan, lahan-lahan terbuka hijau jadi bangunan, dan seterusnya-seterusnya. Tapi tetep aja, kita ngelakuin terus. Hadeeeuh… *tepok jidat* Makanya tuh Si Mbakbro Winda (@DaWindaa) mah geudeuk banget katanya. “Kalo bukan ulah kita ya siapa lagi? Allah nyiptain alam ini dengan sebaik mungkin. Kita yang gak bisa jaga lingkungan. Bukannya di jaga malah dirusak. Makanya Allah ngasih cobaan bencana alam,” khotbah Mamah Dedeh dari FE Untirta ini. *upss :P Nah, sebenernya kita gak cukup Cuma geudeuk aja kan ya Mamah Dedeh, heee. Iya, maksudnya ya kalo kitaudah tau begitu, minimal kita mulai lah dari diri kita sendiri berbuat sesuatu buat nyegah itu. Gak usah juga keleeus kita harus jadi walikota atau presiden dulu buat bisa nyegah itu. Karna misalnya, yang bisa ngehentiin penebangan liar atau pembangunan yang make ruang terbuka, misalnya kan mereka. Atau, karna mereka lah yang bisa bikin kebijakan buat ngehukum orang yang buah sembarangan. Ya maksudnya, mulai lah dari yang kita bisa. Kek Via Fadiyah Hadiyati (@viafahaa) nih. Cewek anak Kelas X IIS 5 di SMAN 2 Kota Serang ini ngaku, paling anti buang sampah sembarangan. (y)

Do.. re.. mi.. fa.. sol.. la.. si.. dooo… Doo.. si.. la.. sol.. fa.. mi.. re.. doo.. EHEM, ehemmm… Tes. Tes.. Hehehe.. Bagus gak suara Gen-B B-ders? Hahaha.. Iya, gen-B lagi latihan buat ikutan Indonesian Idol nih. Telaaaaat…! Wkwkwk, yang bener tuh lagi latihan buat ikutan open recruitment Banten Chorus B-ders! Yup, Banten Chorus yang adalah tim paduan suara binaan Pemprov Banten tuh sekarang lagi nyari anggota baru tuh B-ders. Jadi, mereka lagi cari anggota baru yang kesempatan ini terbuka tuh B-ders, buat pelajar dan mahasiswa/mahasiswi di Banten. Yang pastinya,

BIHH, orang Banten yang lumayan sering nongol di TV nasional nih B-ders. Ternyata yah, gak usah nunggu jadi Mister Wawan yang ditangkep KPK itu dulu ya B-ders buat bisa sering nongol di TV, dan terkenal. Hahaha… Iya lah, cukup punya bakat, kreatif, kita bisa tuh jadi terkenal kek tamu kita di edisi ini yang adalah artis FTV. Eh, tapi sekarang, kita mau tanyatanya dia soal gimana sih pandangannya sama bencana alam yang lagi banyak terjadi di negeri kita sekarang ini. Yuk, pantengin..! :) Eh sis, sekarang kan gawe di Jakarta nih. Secara kan Jakarta lagi banjir molooo… Ganggu gak sis? Yah, lumayan lah, agak ganggu jadwal syuting aku, karna harus kejebak macet gara-gara banjir gitu. Belum lagi kalo pas lokasi syutingnya ternyata banjir juga. :) Waaah, males banget dong sis yah kalo gitu? Emang nih sis kek nya negeri kita ini langganan banget bencana ya sis? Ya gitu deh. Cuma kan sebenernya kita juga tau, kalo kek banjir gitu kan, kita-kita juga yang bikin.

@iskiniHD “kita kan masih bisa buat nyegah bencana. jangan biarin sampah numpuk. Di daur ulang aja” @iskiniHD

Whats g in Happen

@vaniarchma

“Sedih liat bencana. Kitanya sendiri kurang bersyukur, buang sampah aja sembarangan. Jadinya gini deh”

harus suka dengan music dong yah, dan wajib nguasain lagu-lagu wajib Nasional, lagu-lagu perjuangan dan lagu-lagu daerah. “Kita bakal gelar tes vocal dan nyanyi untuk itu. Buat peserta yang bisa baca not balok atau not angka bakal dapet poin lebih,” kata Kak Alzasya Asdrie Rivaldie (@alzasya), Ketua Banten Chorus. Diceritain sama Kak Alza ini B-ders, nanti pas tes masuk itu, jurinya langsung dipimpin sama Ibu Imay Febriana yang adalah pembina Banten Chorus. Nah, buat B-ders yang pengen ikutan seleksinya, pendaftaran udah dimulai dari tanggal 16 Februari kemarin, dan bakal ditutup tanggal 1 Maret. Daftarnya di Sekretariat Banten Chorus di Perumnas

@vickrayyana “bencana yg terjadi gak harus selalu di kaitin sama takdir. manusia udah di kasih kewajiban buat ngejaga dan ngerawat alam”

Ciracas, Jl. Adikara Blok A No. 201. “Kita akan merekrut sebanyak-banyaknya. Gak kita batesin jumlah dan usianya juga. Sekarang udah ada sekitar 30-an yang udah daftar,” sambung Kak Roemawati (@rosmakjh42), Sekretaris Banten Chorus yang ngedampingin Kak Alza pas ngobrol sama Gen-B, kemarin. Oh iya, Banten Chorus hasil rekrutan sekarang ini B-ders, bakalan jadi Banten Chorus generasi ketiga tuh B-ders, yang bakal gantiin generasi-generasi Banten Chorus sebelumnya, ngewakilin Banten di berbagai event paduan suara di tingkat nasional, dan mudah-mudahan tingkat internasional. #Amiiiiin….

Wooh iya tuh sis. Trus ada gak tuh sis usaha kamu buat sedikit ikut nyegah bencana kek banjir gitu? Yang jelas aku dari dulu selalu ngebiasain gak buang sampah sembarangan. Aku juga suka negor tuh sama orang-orang di lingkungan aku kalo ada yang suka buang sampah sembarangan gitu. Terus, aku juga jadi agak sering ikut acara name pohon gitu.. :)


JUMA T JUMAT 28 FEBRUARI 2014

METRO SERANG

9

Inspirasi dan Semangat Baru Serang

Incumbent Kampanye di Gedung DPRD PARLEMEN Anggota Dewan Rajin Bolos, BK Tak Berdaya KANTOR DPRD Kota Serang sejak beberapa bulan terakhir sering kedapatan kosong penghuni. Sebanyak 45 anggota dewan yang duduk sebagai wakil rakyat itu seakan berlomba-lomba membolos kerja. Entah kenapa bisa terjadi, tapi aksi membolos ini diduga berkaitan dengan persiapan pesta demokrasi pemilihan legislatif (Pileg) 2014 mendatang. Begitulah pemandangan yang ditemukan di kantor DPRD Kota Serang saat rapat paripurna yang beragendakan penyampaian Raperda usulan Walikota Serang dan penyampaian usulan Raperda oleh DPRD Kota Serang, Kamis (27/2). Bahkan dari 45 anggota dewan yang ada di DPRD Kota Serang, hanya dihadiri oleh 22 anggota saja. Hal ini pun membuat agenda paripurna harus diundur selama satu jam, dari rencana semula pukul 09:30 WIB diundur menjadi pukul 10:30 WIB, karena sebagian anggota dewan belum hadir pada waktunya. Hal ini pun diakui oleh Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Serang, Rohani Sohari. Ia mengaku menyayangkan sikap para anggota DPRD Kota Serang yang kerap tidak menghadiri agenda paripurna. Menurutnya, kebanyakan alasan wakil rakyat itu sedang melakukan sosialisasi di tingkat bawah untuk kepentingan Pemilihan Legislatif (Pileg) 9 April mendatang.

SERANG, BP - Sejumlah Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang kini menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Serang ditengarai melakukan kampanye di ruang komisi tempat mereka menduduki kursi dewan yang merupakan fasilitas publik. Pasalnya, dalam ruang komisi tersebut terpampang tempelan-tempelan stiker berisikan pesan kampanye berupa gambar Caleg disertai

nama, asal Daerah Pemilihan (Dapil) dan nomor urut. Padahal dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 Tahun 2013 jelas-jelas dilarang fasilitas publik dijadikan tempat kampanye dalam bentuk apapun. Pantauan BANTEN POS, beberapa ruang komisi di bagian lemari besi dan kayu tempat penyimpan dokumen, berjejer sejumlah stiker Caleg dimana yang

ada dalam stiker berbau kampanye dari Caleg yang kini masih menjadi Anggota DPRD Kabupaten Serang. Di Komisi II misalnya, lemari dokumen begitu banyak stiker yang ditempel. Begitu juga seperti yang terlihat di ruang Komisi III yang banyak ditempeli stiker kampanye di berbagai sudut ruangan dan meja anggota Komisi. Beranjak ke ruang Komisi IV, di ruangan

ini tidak begitu ekstrim anggota DPRD berkampanye, karena di ruang tersebut hanya ada satu stiker kampanye yang dipasang di lemari dokumen. Tak ada di lemari dokumen, ternyata para wakil rakyat ini menjadikan meja anggota komisi sebagai sarana kampanyenya. Tak ayal, kondisi tersebut membuat meja komisi terlihat berwarnaBACA INCUMBENT... HAL 10

BACA ANGGOTA... HAL 10

Mang

aseng Jeruk Seupil Seorang Ibu paruh baya sedang berbelanja di pasar. Si ibu kemudian melihat ada penjual jeruk yang kemudian mampir ingin beli buah jeruk. Penjual Jeruk : Jeruk bu ? Ibu

: Iyaa... jeruknya berapa ini, bang?

Penjual Jeruk : Satu kilonya 5 ribu bu. Ibu

: Waaaaah!! mahal banget sih bang? masa jeruk sebesar upil begini harganya 5 ribu?

Penjual Jeruk : Eh bu, saya bayar 10 ribu kalau upil ibu sebesar jeruk ini.

EDO DWI/BANTEN POS

SOSIALISASI OJK. Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan edukasi kepada peserta dalam acara Edukasi dan Diskusi Produk dan Jasa Keuangan di sebuah rumah makan di Kota Serang, Kamis (27/2). OJK mengimbau masyarakat untuk melaporkan bila ada kasus yang dihadapi terkait jasa industri keuangan.

20 Persen Jalan di Kota Serang Masih Kontruksi Lapen SERANG, BP - Dari 208,16 kilometer (Km) jalan di Kota Serang, yang dalam kondisi baik baru mencapai sekitar 54,21 persen. Sebanyak 30,93 persen dalam keadaan sedang, dan sekitar 14,86 persen dalam keadaan rusak. Selain itu, masih terdapat sekitar 20 persen jalan yang tipe perkerasannya masih berupa jalan lapen, batu, dan tanah. Kabid Bina Marga DPU Kota Serang, Asep Heryawan mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemeliharaan jalan. Menurutnya, tahun ini ada sembilan ruas jalan yang strukturnya akan ditingkatkan dari lapen menjadi hotmix. Sembilan ruas jalan tersebut yakni Jalan Tegal Kembang-Bendung, Ciwandan-Cibomo, Silebu-Ampel, Kuranji-Sepang, Jakung-Gedeg, ke-

mudian Cilowong-Gedeg, Nyamah-Silebu, Cibening-Cibomo, dan Sepang-Sayar. “Tahun ini ada sembilan ruas yang kita tingkatkan dan sisanya mudah-mudahan di 2015 itu selesai semua,” ungkap Asep, kepada BANTEN POS, Kamis (27/2). Selain melakukan peningkatan struktur jalan, katanya, sembilan ruas jalan tersebut juga akan dilakukan pelebaran dari semula 2,5 meter menjadi 4,5 meter. Asep menyebutkan, jalan rusak ini tersebar di enam kecamatan, yang sejak awal serah terima aset jalan dari Kabupaten Serang, kondisinya sudah rusak berat. “Awalnya ada sekitar 45 persen jalan itu rusak, dan kami perbaiki. Sekarang tinggal 5 persen lagi, dan akan kita bereskan,” katanya. Selain itu, lanjutnya, penyebab jalan rusak disebabkan kondisi tanah yang labil, BACA 20 PERSEN... HAL 10

BANTEN POS POLLING CENTER

Pembaca terhormat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten telah mengumumkan daftar calon tetap (DCT) anggota DPRD Provinsi Banten di Surat Kabar Banten Pos. Terdapat 915 nama di DCT yang berasal dari 12 partai politik peserta pemilu, yang meliputi 10 daerah pemilihan (dapil). KPU Pusat juga telah mengumumkan DCTuntuk menjadi anggota DPR RI dari Banten. Terdapat 327 caleg DPR RI yang akan bertarung di 3 Dapil Banten. Selain itu, terdapat 27 calon tetap DPD RI yang akan mewakili Banten. Kami mengundang seluruh pembaca BANTEN POS untuk mengisi “caleg pilihan pembaca” yang terdapat di halaman 9. Kupon tersebut akan menentukan siapa caleg yang pantas mewakili rakyat Banten.

Siapakah tokoh yang pantas mewakili rakyat Banten di DPD RI, DPR RI, DPRD I Banten? Isilah kupon ini dan kirimkan ke Kantor Surat Kabar BANTEN POS Jl. Raya Pandeglang Km3,5, Kota Serang, Telp. (0254) 250487 - 250481 GUNTING DI SINI

KUPON CALEG PILIHAN PEMBACA BANTEN POS Nama Caleg Partai Caleg Dapil Caleg Untuk Kursi Pengirim Nomor HP

:..................................................................................... :..................................................................................... :..................................................................................... : DPR RI DPD RI & DPRD I BANTEN :..................................................................................... :.....................................................................................

Kupon caleg pilihan pembaca ini menjadi data poling.

Tersedia doorprize 1 notebook dan 3 smart phone bagi pengirim yang beruntung


BANTEN POS JUMAT 28 FEBRUARI 2014

SERANG RAYA

10

KABUPATEN & KOTA

Bantuan Siswa Miskin Tidak Terserap Kanwil Kemenag Harus Kembalikan Rp24,261 Miliar SERANG, BP - Anggaran Bantuan Siswa Miskin (BSM) pada tahun anggaran 2013 sebesar Rp24,261 miliar yang dikelola oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten tidak terserap. Kanwil Kemenag Banten berkilah bahwa anggaran itu tidak terserap

karena laporan dari kabupaten/kota lambat, sehingga uang puluhan miliar yang digelontorkan oleh pemerintah pusat itu mubazir. Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah pada Kanwil Kemenag Banten, Machdum Bachtiar didampingi Kepala Seksi Kesiswaan Uus Dusru kepada sejumlah wartawan, Kamis (27/2) mengatakan, dari total BSM tahun 2013 sebesar Rp89,854 miliar ada dana sebesar Rp24,621 miliar tidak mampu diserap. “Anggaran BSM yang tidak terserap itu sangat besar sekali. Salah satu contoh Kabupaten Tangerang,

dari aloksi yang diberikan oleh Kementerian Agama sebesar 40 persen tidak terserap,” ungkapnya. Ia menjelaskan, BSM sebesar Rp89, 854 miliar dikucurkan oleh Kemenag dua tahap. Pertama disalurkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan kedua pada APBN Perubahan. “Kalau di APBN murni pagu yang dianggarakan sebesar Rp42,999 miliar, dan di APBN Perubahan sebesar Rp46,856 miliar,” terangnya. Dari pagu anggaran pada BSM di APBN murni tahun 2013 sebesar Rp42,999 miliar itu, yang terserap

hanya Rp33,38 miliar dengan rincian, BSM untuk murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebesar Rp8,629 miliar, tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTS) Rp14,422 miliar, dan tingkat Madrasah Aliyah Rp10,086 miliar. “Jadi sisa dana yang tidak terserap di BSM APBN murni sbesar Rp9,861 miliar,” imbuhnya. Sementara itu, BSM di APBN Perubahan tahun 2013, Kanwil Kemenang Provinsi Banten mendapatkan Rp46,854 miliar, namun dari anggaran tersebut, sebesar Rp14,4 miliar tidak terserap. “BSM yang terserap Rp32,454 miliar, untuk tingkat

MI Rp11,404 miliar, MTs Rp14,389 miliar, dan MA hanya Rp6,657 miliar,” terangnya. Di tempat yang sama, Kepala Seksi Kesiswaan pada Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Uus Dusru mengungkapkan, besaran BSM bagi siswa tingkat MI, MTS dan MA berbeda-beda. “Pada anggaran APBN tahun 2013 untuk siswa MI mendapatkan BSM per tahun per orang sebesar Rp180 ribu bagi Kelas I, dan bagi Kelas II sampai Kelas IV sebesar Rp360 ribu, di APBN Perubahan, murid Kelas I mendapatkan Rp245 ribu, dan Kelas II sampai Kelas IV Rp425 ribu,” jelasnya. Untuk tingkat MTs, di APBN

Kampanye di Fasilitas Publik Tidak Diperbolehkan INCUMBENT

aturan juga tidak diatur tentang pemasangan stiker. “Aturan itu (PKPU Nomor 15 Tahun 2013, red) banyak penafsiran, dewan mungkin penafsirannya stiker boleh dipasang, jadi itu adalah masalah etika saja,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Kamis (27/2). Kasubag Humas pada Sekretariat Dewan (Setwan) Kabupaten Serang, Hotman Siregar menambahkan, sebenarnya pemasangan stiker

Sambungan dari Halaman 9

warni dimana warna tersebut berasal dari warna khas partai peserta Pemilu tempat Caleg itu bernaung. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Serang, R Setiawan mengatakan, pihaknya sulit menertibkan hal tersebut karena anggota DPRD bukanlah bawahannya. Selain itu, dalam

tidak diperbolehkan jika melihat aturan yang ada. Karena selama ini pihaknya belum mengetahui hal tersebut, maka pihaknya akan melakukan pencopotan terhadap stiker yang dipasang. “Pada dasarnya kita normatif, kita ikuti aturan yang berlaku dan untuk mentaati aturan itu kami rencanakan akan mencopotnya,” katanya. Terpisah, Ketua Panitia Penga-

Lebih Dahulukan Kampanye Jelang Pileg

was Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Serang, Sabihis mengaku, sesuai dengan yang tertera dalam PKPU Nomor 15 Tahun 2013, kampanye di fasilitas publik seperti gedung pendidikan, tempat ibadah, dan gedung pemerintahan jelas sangat dilarang apapun bentuknya. “Meski stiker dalam PKPU tidak dilarang, namun itu (pemasangan stiker di ruang Komisi, red) tidak boleh tanpa terkecuali,” tuturnya.(DWA/RIF)

ANGGOTA Sambungan dari Halaman 9

“Mestinya sosialisasi kebawah itu tidak dilakukan saat bersamaan dengan paripurna. Mestinya tidak begitu, karena dewan memiliki tanggung jawab kepada lembaga. Karena saat menjadi dewanpun diamanatkan demikian oleh masyarakat,” kata Rohani. Menurut politisi PNI Marhaenisme ini, anggota dewan jangan mementingkan persiapan Pileg, namun harus mementingkan agenda di lembaga dewan yang sudah ada. Hal ini karena semua agenda dewan merupakan kepentingan bersama. “Semua paripurna itu penting, jangan karena kepentingan pribadi, kepentingan rakyat dalam hal ini rapat paripurna selalu diabaikan,” tegasnya. Ketidakhadiran wakil rakyat itu

Anggaran Besar, 9 Ruas Jalan Bakal Dihotmix 20 PERSEN

yang semula lapen menjadi hotmix. “Kita akan dorong, karena di tahun ini anggaran untuk perbaikan jalan cukup besar,” ujarnya. Namun, lanjut Anis, semua itu tidak bisa dilakukan secara instan, akan tetapi harus bertahap. Selain itu, masyarakat juga perlu tahu, semua jalan yang ada di Kota Serang tidak sepenuhnya kewenangannya ada di Pemkot Serang, akan tetapi ada juga beberapa jalan yang ada di Kota Serang akan tetapi kewenangan perbaikan-

Sambungan dari Halaman 9

kemudian drainase yang tidak berfungsi, sehingga ketika turun hujan air meluber ke jalanan yang membuat jalan mudah rusak. Ketua Komisi IV DPRD Kota Serang, Anis Fuad mendorong kepada Pemkot Serang dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk segera memperbaiki jalan yang rusak, dan meningkatkan struktur jalan

nya ada di Provinsi dan Pusat. Lukman Latif yang juga anggota Komisi IV menambahkan, jika sesuai dengan janji politiknya pasangan Jaman-Sulhi pada kampanye lalu, pada 2014 sudah tidak ada lagi jalan yang rusak. Kalau nanti masih ada yang rusak, katanya, artinya ingkar janji. “Kami ingin semua jalan yang rusak di 2014 ini selesai, tidak ada lagi yang rusak. Adapun yang masih lapen itu tidak masalah selama

masih bisa digunakan. Pemkot fokuskan dulu untuk memperbaiki jalan yang rusak,” katanya. Politisi dari Partai Amanat Nasional ini menambahkan, jika kondisi jalan bagus, maka imbasnya kepada perekonomian masyarakat juga yang semakin baik karena akses jalannya bagus. “Infrastruktur jalan ini langsung mengena kepada masyarakat. Jika kondisi jalannya rusak maka berakibat kepada perekonomian yang buruk,” katanya.(NED/RIF)

DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA TANGERANG KOTA TANGERANG

KeTAHUN 1993 - 2014

"Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

diperparah dengan tidak adanya konfirmasi kepada BK terkait ketidakhadirannya. Padahal di dalam tata tertib anggota dewan disebutkan, setiap ketidakhadiran anggota DPRD Kota Serang dalam setiap agenda harus melalui izin BK. “Selama ini saya sangat jarang mendapat konfirmasi ketidakhadiran mereka. Entah BK ini tidak dianggap atau disepelekan,” jelasnya. Padahal, kata Rohani, dirinya selalu menyampaikan hal itu kepada pimpinan dewan dan pimpinan fraksi, agar para anggotanya dapat selalu hadir dalam agenda paripurna. “Ini sudah sering terjadi. Saya sendiri juga sering ngomong tolong semuanya harus menjaga amanah. Menjaga lembaga, karena lembaga ini punya kita bersama yang dipercayakan oleh rakyat,” pungkas Rohani.(NED/RIF)

FRAKSI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN DPRD KOTA TANGERANG Mengucapkan

Mengucapkan

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 (28 Februari 1993 - 28 Februari 2014)

murni siswa Kelas I mendapatkan Rp275 ribu, Kelas II dan III Rp550 ribu, sementara di APBD Perubahan Kelas I Rp295 ribu, Kelas II dan III mendapatkan BSM Rp575 ribu. “Dan untuk siswa tingkat MA, pada APBN murni siswa Kelas I tidak mendapatkan BSM, tapi di APBN Perubahan dari Kelas I sampai III mendapatkan sebesar Rp700 ribu, dan bagi siswa Kelas II dan III di APBN murni sebesar Rp1 juta,” terangnya. Uus mengaku secara tekhnis Kanwil Kemenag Banten hanya menyalurkan saja. “Semua regulasinya ada di Kemenag, kami hanya menjalankan saja,” ujarnya.(RUS/IGO)

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 (28 Februari 1993 - 28 Februari 2014)

KOTA TANGERANG

KeTAHUN 1993 - 2014

"Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

SUPARMI, ST Ketua Ir. H. Nana Trisyana Kepala Dinas

ANGGOTA: SUGIANTO, SUPARDI, SUWARNO, SE, GATOT WIBOWO, S.IP

BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN TERPADU KOTA TANGERANG Mengucapkan

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 KOTA TANGERANG

KeTAHUN 1993 - 2014

(28 Februari 1993 - 28 Februari 2014)

"Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

PEMERINTAH KABUPATEN SERANG Mengucapkan

KOTA TANGERANG

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 Ke-

TAHUN

1993 - 2014

H. KARSIDI KEPALA DINAS

(28 Februari 1993 - 28 Februari 2014)

PEMERINTAH KOTA SERANG Mengucapkan

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 (28 Februari 1993 - 28 Februari 2014) KOTA TANGERANG

KeTAHUN 1993 - 2014

"Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

"Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

Drs.H.A.Taufik Nuriman, MM, MBA Bupati Serang

H. Tb. Haerul Jaman., B.Sc., SE Walikota

Drs. H. Mahfud.,M.Si

Plt. Sekretaris Daerah Kota Serang

H. Sulhi., SH., M.Si Wakil Walikota

Hj.Rt.Tatu Chasanah, SE, M.Ak Wakil Bupati Serang

Drs. H. LALU ATHARUSSALAM R., M.Si Sekretaris Daerah Kab.Serang


JUMAT, 28 FEBRUARI 2014

251113

Tih0402114

Tih170114

Tih141213

Tih 031213

tih220114

Dk261113

RUKO DIJUAL Ruko Dijual Murah, Jl.Raya Padjajaran,Pamulang. Lks Ramai dpn Pasar Kita, Univ. Pamulang, RSUD Tangsel. 4.3x12, 3.5lt,SHGB,Komersial,start 1,3M,Perfect Investment,087885835428 )

LAIN-LAIN BANTU TUTUP KARTU KREDIT/KTA HANYA BAYAR 30% DARI TAGIHAN TRAKHIR,HUTANG LUNAS 100%LEGAL TINAH : 081281539552 (Min280214) KRIPIK SINGKONG PEDAS BALAREA Kualitas ekspor, membuka peluang usaha TANPA MODAL untung hingga jutaan per bln cocok utk anak sekolah/mhswi/ibu rmh tangga & karyawan Hub.081911119919, 081283184988 (090413)

KURSUS DAFTAR KURSUS KOMPUTER,Dapat Gratis Belajar BHS Inggris Percakapan (sebaliknya sama). Office, Auto CAD, Graphic Design, Web Design, Programmer Internet, Hacker, Teknisi dan Akutansi Komputer. LKP SHAF INSTITUTE, lantai basemen gedung Cilegon Plasa Mandiri (CPM), gedung eks matahari lama, Jl. SA Tirtayasa No 2, Cilegon, HP: 0878 71139747 email: hasanudin_fadil @ yahoo.com

KANTONG TEH MANGGIS upah 70rb, berminat datang langsung ke GMS depan KAWASAKI Samping Alfamart Sumur Bor Lontar Serang SMS Bp. Samidi 087774846509 (dwi081113)

KEHILANGAN Telah Hilang 1 buah AJB no : 478 /JB/ Ag.593/1989. & Surat Permohonan Pembuatan Sertifikat, No Sertifikat belum diketahui, status milik adat, Luas 11.258 M2 lokasi : Desa Pasir Jaya Kec Cikupa Tangerang Banten Hilang 1 buah AJB Asli, No: 485/JB/ Ag.593/1989 Luas 1254 M2 Lokasi Ds.Pasir Jaya Kec. Cikupa Tangerang (Put190214) Banten

Tih261113

Tih 121213

Telah Hilang 1 Buah AJB Asli(Put190214) No: 483/ JB/Ag.593/1989 Luas 1440 M2 lokasi : Desa Pasir Jaya Kec. Cikupa Tangerang Banten (Put190214)

tih291113

Tih060214

(za060114)

LOWONGAN Bth cpt surveyor&collector di bdg kredit furniture&elektronik,fas. GP,UMT,insentif,bonus target. Lam bawa lngsung ke JL.merdeka ruko permata (Put200214) cimone blok A/28 Lowongan Security Pria/wanita, Usia 2035 tahun, TB Pria 168 cm, BB 60 Kg. TB wanita 160 cm. SLTA Sdrjt tdk tato, datang langsung: PT Elang Mitra Sejati Ruko Daan Mogot Arcadia Blok C2 No 11-12 Batu Ceper (Put241213) Tangerang. 021-92975888 Dibutuhkan karyawan/i lulusan sma/ sederajat untuk diposisikan sebagai pramuniaga/kasir/accounting/supir di:TOKO mumbai textile Jl m hasanudin no.16 pasar lama serang Hub :087840009004 atw datang langsung

Lowongan: KERJA SALES Motor TVS Syarat: Pria / wanita Usia 19-35th, Pengalaman min 1 th,Rajin,Jujur dan semangat bekerja. Memiliki kendaraan sendiri dan SIM C. Berdomisili Tangerang Kebijakan: Jenjang Karir, Gaji Pokok, Insentif, Bonus. Lamaran kirim ke: Pt.Motormart Multi Artha Jl. Gatot Subroto km.6,8 no. 23 Jatake - Tangerang (Tih190214)


PANDEGLANG

BANTEN POS JUMAT 28 FEBRUARI 2014

KOTABADAK Unjuk Rasa Ricuh AKSI unjuk rasa yang digelar puluhan massa dari mahasiswa STIE Babunnajah di depan kantor Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3), Kamis (26/2) berakhir ricuh. Kericuhan terjadi ketika mahasiswa mencoba menerobos masuk ke dalam kantor. Aksi mahasiswa berhasil dihalangi petugas keamanan. Seorang mahasiswa diamankan, karena dianggap memprovokasi massa lainnya. Sebelumnya puluhan mahasiswa melempari Kantor Balai Besar Sungai CidanauCiujung-Cidurian dengan telur busuk. Salah seorang mahasiswa yang kesal karena tidak ada seorangpun pejabat BBWSC3 yang mau memberikan penjelasan, nekat menerobos barikade petugas. Melihat aksi nekat itu, beberapa petugas keamanan dan pegawai BBWSC3 mengejarnya dan langsung membawanya keluar kantor. Mahasiswa yang diketahui bernama Arif Wahyudin dibawa ke Polres Pandeglang. Dalam aksinya, massa menuntut BBWSC3 bersikap tegas terhadap perusahaan nakal yang mengerjakan sejumlah proyek irigasi Sungai Ciliman. Massa juga meminta BBWSC3 mem-blacklist PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya dan PT Sukalimas Mekatamaraya. Tiga perusahaan ini, menurut massa, diindikasikan telah melakukan kecurangan.(MOR)

SALIWAT KPAD Gelar Lomba ISTILAH bercerita, pastinya sudah tidak asing lagi, tetapi eksistensi kegiatan bercerita saat ini cenderung semakin memudar karena pengaruh globalisasi. Padahal banyak sekali keuntungan yang didapat anakanak jika dibiasakan bercerita. Salah satunya bisa menggali dan mengeksplor bakat dan potensi mereka. Hal itu disampaikan Bupati Pandeglang, Erwan Kurtubi saat membuka acara story telling bagi siswa SD, SLTP dan SLTA di Pendopo Kabupaten Pandeglang, Kamis (27/2). Menurut Erwan Kurtubi, Pemkab Pandeglang menyambut baik kegiatan lomba bercerita. “Ini merupakan langkang strategis dan berharga dalam memotivasi anak-anak kita untuk tumbuh dengan kemampuan berbicara yang lebih baik dan akan menumbuhkan minat baca. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan kegiatan lomba ini, khususnya kantor perpustakaan. Saya juga berharap kepada peserta lomba dapat memanfaatkan kegiatan ini secara optimal,” ungkapnya. Sementara Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Pandeglang, Bambang Eka Purnomo Sidi mengatakan, kegiatan digelar untuk menumbuhkan minat baca dan mengenalkan serta melestarikan budaya daerah. “Dengan adanya kegiatan ini, akan menumbuhkan kegemaran membaca dan kecintaan terhadap budaya lokal, khususnya cerita rakyat Pandeglang dan Banten,” katanya.(MOR)

12

Kejati Didesak Turun Tangan Ungkap Pelunasan Utang Pemkab PANDEGLANG, BP - Aktivis senior Kabupaten Pandeglang, EM Lukman Hakim meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, mengungkap dana “siluman” yang dikembalikan Pemkab Pandeglang untuk menutupi “pinjaman daerah” sebesar Rp200 miliar saat Pandeglang dipimpin Dimyati Natakusumah 2006 lalu. Menurut Lukman, berdasarkan logika hukum, pinjaman daerah itu tidak ada. Yang ada adalah pembobolah keuangan daerah. Sebab baik dalam proses pengajuan pinjaman ke Bank Jabar Banten (BJB) maupun saat pengembalian, tidak menempuh mekanisme yang benar. “Buktinya ada suap menyuap dalam proses pinjaman itu. Bahkan sudah ada terdakwa yang dinyatakan bersalah dan menjalani kurungan badan. Ini artinya, proses itu tidak benar. Belum lagi penggunaan dana itu. Hingga kini belum ada pertanggungjawaban yang jelas. Kemudian, kenapa Pemkab membayar utang itu, yang padahal bukan pemerintah daerah. Itu utang pemberi dan penerima suap,” papar Lukman. Menurutnya, akibat pinjaman yang cacat hukum itu, warga Pandeglang dipaksa ikut membayar. Padahal, rakyat Pandeglang tidak ikut menerima manfaat dari “pinjaman haram” itu. “Kejati harus turun tangan mengungkap kasus ini. Yang harus dipertanyakan juga, uang dari mana Pemkab untuk membayar utang itu,” tegasnya. Sebelumnya Aliansi Masyarakat Pandeglang Menggugat (AMPM) kembali membeberkan super mega kasus korupsi di Kabupaten Pandeglang yang terjadi pada masa kepemimpinan Bupati Ahmad Dimyati Natakusuma 2006 lalu. Kasus yang menyeret nama Dimyati dan sejumlah birokrat dan wakil rakyat Pandeglang ini adalah pinjaman daerah ke BJB sebesar Rp200 miliar. Juru Bicara AMPM, Uday Suhada menjelaskan, setidaknya ada tiga persoalan yang ditimbulkan dalam kasus Rp200 miliar tersebut. Ketiga persoalan itu adalah, tidak adanya persetujuan DPRD dan adanya praktek suap menyuap dalam proses persejuan pinjaman. Selain itu, tidak pernah ada sidang paripurna DPRD yang menyetujui pinjaman senilai Rp200 miliar ke BJB.

“Ketika perjanjian ternyata tidak pengadilan yang telah memiliki Atas dasar itu kami mendesak KPK Kedua, lanjut Uday, yakni ketidakjelaskan penggunaan dana memenuhi persyaratan itikad baik kekuatan hukum yang tetap, maka (Komisi Pemberantasan Korupsi, pinjaman baik di Dinas Pekerjaan dan telah terbukti adanya putusan tidak ada istilah pinjaman daerah. red),” tandasnya.(MOR) Umum (DPU) maupun di Dinas Pendidikan (Dindik), seperti yang telah dijanjikan Bupati Dimyati Natakusumah. Selanjutnya, adalah pembayaran pinjaman daerah pada masa jabatan Bupati Dimyati Natakusuma dan Wakil Bupati Erwan Kurtubi. “Salah satu syarat sahnya perjanjian, adalah adanya itikad baik dari para penandatangan perjanjian. Karena terbukti adanya suap Dari kanan – Kapolsek Cipocok Jaya Kota Serang, Kompol Agus Purwa, menyuap dalam proses pinKepala Bagian Tata Usaha BNNP Banten Tri Nurtopo, MT, Kepala Bidang Pencegahan BNNP Banten Sugino, SE. jaman, maka perjanjian itu batal demi hukum. Konsekuensinya, tidak ada istilah pinjaman daerah dan tidak ada kewajiban daerah untuk mengembalikan utang, dan tanggungjawab berada di para penandatangan idang Pencegahan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten kembali membentuk perjanjian secara tanggung kader anti narkoba. Kali ini, kader anti narkoba dibentuk dari kalangan Kelompok Kerja renteng,” terang Uday SuGuru Olahraga (KKGO) Kabupaten Serang. hada melalui siaran pers Pembentukan Kader anti narkoba yang diterima melalui surat Kamis (27/2) di Rumah Makan Kampung elektronik (Surel) BANTembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang itu, disambut disambut antusias TEN POS, Rabu (26/2). sebanyak 30 anggota KKGO. Mereka begitu semangat menyimak materi yang diberikan Uday merinci bukti kenarasumber dari Bidang pencegahan BNNP bohongan pinjaman daeBanten. Pembentukan kader anti narkoba yang rah itu melalui putusan PN disertai Forum Group Discussion (FGD) Nomor: 3-2/Pid.B/2008/ tersebut, dibuka Kepala Bagian Tata Usaha BNNP Banten, Tri Nurtopo MT. Dia PN.Pdg Tipikor dengan mengingatkan seluruh kader BNNP Banten, terdakwa H Wadudi Nurkhususnya KKGO Kabupaten Serang untuk selalu memprotek diri, teman, dan keluarga hasan pidana dua tahun inagar terhindar dari bahaya narkoba. krach, putusan Mahkamah “Kami tidak jenuh menyampaikan

KKGO Kabupaten Serang Bentuk Kader Anti Narkoba

B

Agung (MA) Nomor: 1679.K/ PID.Sus/2009 Ti pikor de-

ngan terdakwa H Acang dengan pidana empat tahun enam bulan inkrach. Kemudian, putusan PN Nomor: 303/Pid.B/2008 Tipikor dengan terdakwa H Abdul Munaf pidana 1 tahun 1 bulan inkrach, dan putusan MA Nomor:1793.K/ PID.Sus/2009 Tipikor dengan terdakwa Ahmad Dimyati Natakusumah dan MA tidak dapat menerima memori kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Penggunaan pinjaman dari BJB hingga saat ini tidak ada penyelidikan dari penegak hukum. Delik ini adalah delik murni, bukan delik aduan. Artinya, penegak hukum tanpa harus ada pengaduan dari masyarakat sudah seharusnya melakukan penyelidikan,” tegasnya.

DEWAN PIMPINAN CABANG

PARTAI GERINDRA KOTA TANGERANG

bahaya narkoba kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama pelajar, karena mereka rentan terhadap penyalahgunaan obat-obat terlarang,” ujarnya. Tri juga menyampaikan, FGD yang disertai kegiatan outbond itu, untuk menjalin kebersamaan antar kader anti narkoba, khususnya para guru yang tergabung dalam KKGO Kabupaten Serang. Dalam acara tersebut hadir juga Kapolsek Cipocok Jaya Kompol Agus Purwa yang menyambut baik pembentukan Kader Anti Narkoba kepada kelompok Guru KKGO Kabupaten Serang. Agus mengakui, jika seseorang sudah menjadi pecandu narkoba, akan kehilangan akal dan pikiran. “Apapun akan dihalalkan, apalagi remaja yang sangat rentan terjerumus kasus penyalahgunaan narkoba. Karena itu jika ada kelompok atau tindakan yang mencurigakan kami harap warga segera melapor kepada pihak berwajib agar cepat ditindaklanjuti,” imbaunya. Agus juga tidak menampik jika pada era saat ini begitu mudah orang mendapatkan narkoba. Kasus yang masih hangat di Serang, kata dia, ada seorang remaja yang mengendarai mobil menabrak beberapa pengendara motor. Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata si remaja tersebut positif mengonsumsi narkoba.

Kader Anti narkoba dari Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Kabupaten Serang saat sesi Otbond. “Karena itu kami menghimbau guru agar menjadi teladan dan bisa memberikan rasa aman kepada anak-anak didiknya,” ujarnya. Sedangkan dari BNNP Banten yang menjadi narsumber pada penyuluhan pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) tersebut diantaranya, Kepala Bidang Pencegahan Sugino SE, Kasi Diseminasi dan Informasi Bidang Pencegahan Yayan Sudaryan S Sos Msi serta Kasi Advokasi Bidang Pencegahan Saprudin S Pd MM. Sugino menyampaikan pesan agar seluruh guru di Serang dapat menginformasikan pengetahuan tentang bahaya narkoba kepada keluarga dan lingkunganrnya. Dia mengingatkan, penyalahgunaan Narkoba tidak ada manfaatnya sama sekali, justru sebaliknya merugikan semua pihak, baik dalam bidang ekonomi, agama, sosial dan budaya. “Penyalahgunaan Narkoba dapat mengakibatkan HIV/AIDS,” katanya seraya

KepalaKasi Bagian Tata Usaha Banten Tri Nurtopo MT saat menyematkan PIN dan Diseminasi danBNNP Informasi Bidang identitas Kader AntiBNNP narkoba dari BNNP Banten dari peserta Kelompok Kerja Guru Pencegahan Banten, Olahraga (KKGO) Kabupaten Yayan Sudaryan S.Sos, Serang, M.Si, dengan pemberian identitas tersebut peserta resmi menjadi kader anti narkoba BNNP Banten.

mengingatkan awal mula narkoba meracuni tubuh melalui rasa penasaran, lalu mencoba akhirnya menjadi pecandu. “Jadi kuatkan tekat untuk menolak narkoba apapun jenisnya,” tegas Sugino seraya menyebut imbauan mewaspadai bahaya narkoba sesuai instruksi Kepala BNNP Banten Dr Heru Februanto MAP. Salah satu anggota KKGO Kabupaten Serang, Sabit Kolbi dari MI Ilhamdaniah Pasar Padarincang, Kabupaten Serang menanyakan, upaya pengawasan terhadap kawasan perairan Banten dari kemungkinan dijadikan jalur penyelundupan narkoba. Terlebih, kata dia, Banten memiliki lebih dari 90 pelabuhan yang cukup terbuka. Mananggapi pertanyaan tersebut, Sugino menyebut, masih banyak sektor yang perlu dibenahi di Indonesia, termasuk di Provinsi Banten. Pengawasan kawasan perairan dari kemungkinan penyelundupan narkoba, kata dia, pastinya dengan kerjasama seluruh elemen masayrakat. “Karena itu, kader-kader anti narkoba yang kami bentuk bisa dimaksimalkan. Tugas dari kader anti narkoba membantu menumpas mafia narkoba dengan cara memberikan informasi jika menemukan sesuatu tindakan yang mencurigakan,” tegasnya. Sedangkan Sudaryan dalam materinya menyampaikan, upaya BNNP Banten dalam mencapai target Indonesia bebas dari narkoba tahun 2015, sesuai instruksi presiden (Inpres) Nomor 12 tahun 2011, diantaranya menambah rumah sakit rehabilitasi di daerah, menyadarkan korban narkoba untuk melapor agar bisa mendapatkan rehabilitasi tanpa proses hukum. “Yang pasti, kampanye anti narkoba kami gencarkan kepada seluruh elemen masyarakat hingga ke pelosok daerah terpencil sekalipun,” tegas Sudaryan.(DWI/ODI/ADV)

Mengucapkan

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 (28 Februari 1993 - 28 Februari 2014)

KOTA TANGERANG

KeTAHUN

1993 - 2014

"Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

DIREKSI, DEWAN PENGAWAS DAN SEGENAP PEGAWAI

PDAM TIRTA BENTENG KOTA TANGERANG Mengucapkan

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 KOTA TANGERANG

KeTAHUN

Ir. Turidi Susanto Sekretaris

DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA TANGERANG Mengucapkan Mengucapkan

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 KOTA TANGERANG

KeTAHUN

1993 - 2014

(28 Februari 1993 - 28 Februari 2014) "Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

H. IVAN JUDHIANTO Kepala Dinas

Nurhadi, ST Ketua DPC

1993 - 2014

(28 Februari 1993 - 28 Februari 2014)

"Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

TONY WISMANTORO Direktur Utama


BANTEN POS JUMAT 28 FEBRUARI 2014

LEBAK

13

MULTATULI

ILUSTRASI

Gizi Buruk Tinggi FORUM Aktivis Mahasiswa Rakyat Banten (Fakrab) menilai, Pemkab Lebak belum serius menangani masalah gizi buruk di wilayahnya. Sebab hingga saat ini kasus gizi buruk masih tinggi. Divisi Kajian Mingguan Farkab, Fatahilah mengatakan, masing tingginya angka gizi buruk, menandakan bahwa pemerintah masih belum memiliki perhatian serius terhadap kasus itu. Menurut dia, sejauh ini pemerintah telah menggelontorkan anggaran untuk penanganan gizi buruk. Namun sejauh ini upaya itu belum maksimal dan pemanfaatan dananya belum optimal. Akibatnya, penderita gizi buruk sulit menerima pelayanan kesehatan. “Masyarakat miskin dipastikan tidak akan mampu memenuhi gizi dengan baik. Jangankan untuk memenuhi standar gizi, sekedar untuk memenuhi kebutuhan perut saja sangat sulit. Bagaimana mungkin bisa menghaslikan SDM berkualitas, jika gizinya saja tidak terpenuhi,” ujarnya.(ADE/MOR)

SELALU RUSAK. Jalan Raya Simpang-Beyeh, tepatnya di Desa Rahong, Kecamatan Malingping sepanjang lima kilometer ini kondisinya tidak pernah mulus. Meski perbaikan sering dilakukan, namun kerusakan badan jalan kembali terjadi dalam waktu singkat. WIDODO CH/BANTEN POS

BPJS di Lebak Belum Maksimal RANGKASBITUNG, BP - Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang diluncurkan pemerintah, ternyata mendatangkan masalah bagi praktisi jasa kesehatan. Salah satunya, pendapatan jasa tenaga medis yang diklaim BPJS relatif kecil. Selain itu karena banyaknya

pasien yang menggunakan kartu BPJS, banyak pasien yang tidak terlayani rumah sakit. Sebab sarana peralatan kesehatan dan ruang perawatan serta ruang inap sangat terbatas. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Lebak, dr Andi Ghozali mengatakan, pelayanan

BPJS yang mulai berlaku 1 Januari 2014 hingga kini belum maksimal. “Program BPJS untuk mendukung peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional, red) idealnya lebih baik, sehingga kami bisa memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal,” katanya, Kamis (27/2).

PROCILANGKAHAN

MMC Road Show MEDIA Centre Cilangkahan (MCC) mengagendakan kegiatan road show ke seluruh koordinator wilayah (Korwil) Badan Koordinasi Pembentukan Kabupaten Cilangkahan (Bakor-PKC). Kegiatan yang dilakukan MMC itu sebagai upaya mensosialisasikan keberadaan MCC dan berkonsolidasi untuk tercapainya tujuan terbentuknya DOB Kabupaten Cilangkahan. Hal itu mengemuka pada rapat evaluasi di Sekretariat MCC di Kampung Lebak jaha, Desa Malingping Selatan, Kecamatan Malingping, Selasa (25/2) malam lalu. Hadir dalam acara itu, Sekjen Bakor PKC, Ahmad Taufik dan sejumlah perwakilan Ormas, OKP serta elemen masyarakat lainnya. “Rencananya road show perdana akan dilakukan pada pekan pekan. Dalam agenda tersebut kita akan berkunjung ke Korwil Bakor PKC di sepuluh kecamatan,” ujar Juru bicara MCC, Aris Dian Rifa’i didampingi direktur MCC, Lili Mukhlis. (K-9/MOR)

LONGSOR. Rumah milik warga Kampung Lebakmakam, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar ini terancam longsor, menyusul tingginya curah hujan di wilayah itu.

ADE SUPARDI/BANTEN POS

Menurut Andi Ghozali, pemerintah sebaiknya meninjau program BPJS agar pelayanan kesehatan dapat dirasakan masyarakat secara maksimal dan lebih baik. “Sebab BPJS kan pelayanan kesehatan secara gratis, maka perlu ada peningkatan insentif bagi tenaga medis juga,” ujar Andi. Disamping kurangnya alat kesehatan dan minimnya jumlah tenaga medis, lanjutnya, ruang inap juga selalu penuh. Akibatnya, pelayanan kesehatan menjadi kurang optimal. Namun karena sudah menjadi program yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, maka pihaknya tetap akan mengawal program itu. “Sesuai Undang-Undang Nomor: 40 Tahun 2004 dan UndangUndang Nomor: 24 Tahun 2011 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, tujuan dari BPJS adalah untuk melayani kesehatan secara gratis. Maksudnya adalah meningkatnya derajat kesehatan dan pelayanan kesehatan juga meningkat,” paparnya.

Sementara Kepala Puskesmas Cibeber, dr Erwan Sutanto mengatakan, selama ini program BPJS belum berlaku efektif dan maksimal. Penyebabnya adalah terbatasnya alat kesehatan. Dalam program tersebut, menurutnya, disebutkan Puskesmas diberi kewenangan menangani 144 jenis penyakit. “Jika ada pasien mengalami penyakit di bagian telinga, hidung dan tenggorokan kami kebingungan. Sebab kami tidak mempunyai peralatan untuk menangani penyakit jenis itu. Tapi tetap semua kami layani dengan baik,” katanya. Namun demikian, kata dia, pihaknya tetap memberikan pelayanan kesehatan dengan baik kepada masyarakat. Sebab sudah menjadi kewajiban tenaga medis untuk melayani warga yang membutuhkan penanganan penyakit. “Jadi meski kekurangan tenaga dokter dan sarana prasarana peralatan kesehatan, kami tetap bekerja maksimal,” pungkasnya.(ADE/MOR)

Undang-undang Tentang Desa Segera Diberlakukan RANGKASBITUNG, BP Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan dari 28 kecamatan, Kasi Ekonomi Pembangunan dari Bappeda dan Badan Pemberdayaan Mas-

yarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), mengikuti pendidkan dan pelatihan di LPP Cisalak dari 24 Februari hingga 6 Maret mendatang.

PIMPINAN, ANGGOTA BESERTA STAF SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA TANGERANG

Kepala Badan Diklat Kabupaten Lebak, Asep Readi di ruangan kerjanya mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk pembinaan peserta yang pada gilirannya nanti diharapkan bisa memberikan kontribusi positif kepada aparat di tingkat desa. Asep menerangkan, bagi para pejabat yang menolak mengikuti Diklat ini akan diberi sanksi berupa teguran dari

Sekda. Pada bagian lain Asep mengatakan, dalam waktu dekat Undang-Undang tentang Pemerintahan Desa akan ditetapkan. Dalam undang-undang itu, kata dia, akan ditentukan penghasilan bagi aparat desa. Konsekuensinya, perangkat desa harus bekerja sungguh-sungguh. Sementara Kasi Pemerintahan Kecamatan Bojongmanik, Herlan

mengatakan, pihaknya menyambut baik diadakannya Diklat tersebut. Dengan pengetahuan yang didapat dari Diklat itu, kata dia, dirinya bisa memberikan pencerahan kepada aparat desa. “Diklat ini sebagai persiapan menjalankan Undang-Undang tentang Perdes (Peraturan Desa, red) dan menyiapkan sumber daya manusia yang siap pakai,” pungkasnya.(ADE/MOR)

Mengucapkan

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 KOTA TANGERANG

Ke-

TAHUN

1993 - 2014

(28 Februari 1993 - 28 Februari 2014) "Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman” HERRY RUMAWATINE, SH, MAP KETUA

GATOT WIBOWO, S.Ip WAKIL KETUA

Ir. M. BONNIE MUFIDJAR, M.Si WAKIL KETUA

"Melalui HUT Ke-21 KeKota Tangerang, Bersama Tingkatkan TAHUN Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

Kabupaten Tangerang Kota Tangerang - Kota Tangsel

FRAKSI DEMOKRAT DPRD KOTA TANGERANG

PALANG MERAH INDONESIA KOTA TANGERANG Mengucapkan

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 KOTA TANGERANG

KeTAHUN

1993 - 2014

(28 Februari 1993 - 28 Februari 2014)

"Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

KUSWARSA, S.Sos Ketua

1993 - 2014

Drs. H. IRGAN CHAIRUL MAHFIZ Anggota DPR RI Dapil Banten III

H. KARNADI, SE WAKIL KETUA

Drs. H. EMED MASHURI, MM SEKRETARIS DPRD

KOTA TANGERANG

Mengucapkan

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 (28 Februari 1993 - 28 Februari 2014) KOTA TANGERANG

Ke-

TAHUN

1993 - 2014

YOHANIS BATA Wakil Ketua

"Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

EDDY HAM, SE Ketua

SITI HAYANI, SE Wakil ketua


BANTEN POS JUMAT 28 FEBRUARI 2014

PARADE FOTO

14

Koperasi, Instrumen Penting dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat SEKRETARIS daerah (sekda) provinsi banten, muhadi menyatakan, koperasi merupakan instrumen penting sebagai pelaku ekonomi yang berperan mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menggerakan sektor riil, sekaligus sebagai agen pemerataan pembangunan ekonomi nasional. Berdasarkan data keragaan koperasi, kita bisa melihat bahwa koperasi mempunyai peranan strategis serta memberikan kontribusi yang signifikan dalam hal penyediaan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil mengalahkan perbankan hebat manapun,” ujar Muhadi, saat membuka acara sosialisasi perkoperasian bagi kelompok masyarakat yang mempunyai kedudukan strategis dan sosialisasi KUR/KKPE bagi UMKM minapolitan di Hotel Ratu Bidakara, Kota Serang, Kamis (27/2). Sekda memaparkan, saat ini Koperasi di Provinsi Banten telah mencapai jumlah sebesar 6.550 unit. Dari jumlah tersebut koperasi yang aktif sebanyak 4.578 unit (70%). Koperasi yang aktif ini mempunyai anggota sebanyak 1.092.565 orang dan tenaga kerja yang terserap di sektor koperasi ini sebanyak 13.464 orang dengan voSekda Banten, Muhadi (kedua dari kanan) didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten, Nurhana (ketiga dati kanan), saat pembukaan lume usaha rp. 2,5 triliun dan asset sosialisasi sosialisasi perkoperasian bagi kelompok masyarakat yang mempunyai kedudukan strategis dan sosialisasi KUR/KKPE bagi UMKM minapolitan sebesar rp. 6,5 triliun. “Sesungguhnya koperasi menjadi tempat bagi di Hotel Ratu Bidakara, Kota Serang, Kamis (27/2).

Para narasumber acara sosialisasi perkoperasian bagi kelompok masyarakat yang mempunyai kedudukan strategis.

masyarakat untuk menggantungkan kehidupan ekonominya,” katanya. Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten, Nurhana menyatakan, digelarnya acara sosialisasi itu bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemberlakuan undang undang nomor 17 tahun 2012 tentang perkoperasian, khususnya bagi para notaris dan tokoh masyarakat. “Tujuannya lainnya yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama bagi UMKM yang berada di daerah minapolitan, tentang tata cara mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) dari Bank pelaksana milik pemerintah,” urai Nurhana. Acara tersebut diikuti oleh 180 orang peserta yang meliputi Notaris dan Tokoh Masyarakat dari kabupaten/kota se Provinsi Banten sebanyak 80 orang. Para nelayan dan pelaku usaha kelautan yang berasal dari daerah minapolitan se Provinsi Banten sebanyak 100 orang. “Nara sumbernya dari Deputi bidang pembiayaan dan Deputi bidang kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM RI, dari Lembaga pendidikan koperasi wilayah (Lapenkopwil) Banten serta dari Perbankan pelaksana KUR/KKPE, yakni Bank bjb, BNI 46 dan BRI Cabang Serang,” jelas Nurhana.(*/TIM)

Sekda Banten, Muhadi memberikan sambutan dan membuka acara sosialisasi perkoperasian bagi kelompok masyarakat.

Nara sumber dari BRI Cabang Serang memberikan penjelasan atas pertanyaan peserta sosialisasi.

Para narasumber acara sosialisasi memberikan penjelasan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten, Nurhana, menyampaikan laporan.

Seorang peserta menyampaikan pertanyaan dalam sesi dialog dalam acara sosialisasi perkoperasian bagi kelompok masyarakat yang mempunyai kedudukan strategis dan sosialisasi KUR/KKPE bagi UMKM minapolitan.


METRO CILEGON

BANTEN POS JUMAT 28 FEBRUARI 2014

15

JLS Tak Gunakan Rangka Besi Kadis PU: Tak Ada dalam DED

spesifikasi yang telah ditentukan. Kalau ada yang bilang JLS ga pakai wiremesh ya memang benar karena di gambar rencana dan DED tidak ada item yeng menyebutkan seperti itu,” tulis Nana sebagaimana jawaban atas surat somasi yang dilayangkan LSM Jambak Banten. Sekadar dikteahui, sebelumnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Banten menemukan sejumlah masalah pada proyek pembangunan jalan lingkar selatan (JLS) Kota Cilegon tahun 2013. Dari hasil

CILEGON, BP - Kadis Pekerjaan Umum Kota Cilegon, Nana Sulaksana mengakui bahwa betonisasi Jalan Lingkar Selatan (JLS) memang tak memakai rangka besi (besi wire mesh). Hal itu karena tidak tertuang dalam gambar rencana atau DED (Detail Engineer Design). “Pekerjaan betonisasi JLS sudah mengikuti gambar rencana dan

DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN KOPERASI KOTA TANGERANG Mengucapkan Mengucapkan

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 (28 Februari 1993 - 28 Februari 2014)

KOTA TANGERANG

Ke-

"Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

TAHUN 1993 - 2014

audit tersebut ditemukan kekurangan spesifikasi pekerjaan, sekitar Rp 4 miliar. Masalah tersebut di antaranya karena ada pekerjaan yang kurang dan tidak sesuai spesifikasi, salah satunya yakni tidak adanya besi jaring pada beton JLS. Sejauh ini kata Nana, betonisasi JLS pada tahun anggaran (TA) 2013 terbangun dengan panjang jalan kurang lebih 7.450 meter dengan lebar tujuh meter. Sedangkan pekerjaannya sudah diselesaiakan tepat waktu dan saat ini masih dalam masa pemeliharaan.

HONORER Sambungan dari Halaman 16

litisasi,” jelasnya. Menurut Martin, para honorer yang tak lulus harus menunggu keluarnya PP UU Aparatur Sipil Negara (ASN) yang saat ini masih digodok Kemenpan RB. “Menpan meminta kami menunggu hingga Agustus mendatang, Kemenpan RB berjanji akan memberikan solusi terkait mekanisme Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Saat ini draft PP masih digodok oleh kementerian bersama akademisi,” ungkapnya. Martin berharap, Kemenpan RB tidak mempermainkan nasib ratusan

Sambungan dari Halaman 16

FRAKSI PKS DPRD KOTA TANGERANG Mengucapkan Mengucapkan

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 TAHUN 1993 - 2014

(28 Februari 1993 - 28 Februari 2014)

"Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

AULIA EPRIYA KEMBARA, ST. Ketua HIDAYAT , S.Pd TENGKU IWAN, ST Wakil Fraksi Sekretaris EDI SUHENDI, ST Bendahara ANGGOTA: SAEROJI, Ir. MUHAMAD BONIE MUFIDJAR , M.Si

Beberapa keahlian lain yang ia ajarkan kepada santri-santrinya adalah bercocok tanam, terutama tanaman obat. Ia yakin meskipun kecil, hal itu dapat bermanfaat di kemudian hari. “Di pondok juga ada perkebunan. Di sana ada tanaman sukun, mangga jambu, advokat, sirsak, aneka tanaman obat-obatan, semua ini saya ajarkan kepada mereka. Saya yakin itu pasti bermanfaat bagi mereka juga,” jelasnya. Ia mengatakan, sesuatu hal yang akan dikerjakan akan tercapai jika menanamkan sikap disiplin dan bertanggungjawab sejak dini. “ Justru yang saya kaji saat ini, penyakit berbahaya itu malas. Kalau kita bisa membasmi kemalasan, harapan selalu ada. Baik untuk diri sendiri maupun masayarakat luas. Tentunya harus disertai dengan penuh tanggung jawab untuk melakukan

ASOSIASI CAMAT KOTA TANGERANG Mengucapkan

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 KeTAHUN 1993 - 2014

ribu honorer kategori 2. Martin juga meminta Pemkot Cilegon dan DPRD Cilegon ikut memperdulikan nasib mereka. “Jika Agustus belum ada kejelasan, kami akan kembali lakukan mogok nasional,” tegasnya. Menanggapi kekecewaan Martin, Ketua Komisi II Muhamad Tahyar mengaku pihaknya ikut prihatin. Menurut Tahyar, seharusnya Kemenpan RB dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) memberikan penjelasan kepada honorer K2 terkait persolan tes CPNS 2013. Sebab banyak kejanggalan. Hal itu yang membuat ratusan ribu honorer merasa didholimi. ”Kan aneh, honorer K2 yang lulus justru tidak

sesuatu hal,” ujarnya. Senada diungkapkan nominator lainnya Suntama, guru honorer yang juga berprofesi sebagai pengrajin anyaman di Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak. Disamping mengajar di sekolah, ia juga mengajarkan keahlian menganyamnya tersebut kepada orang-orang di sekitarnya. “Saya berusaha mengajak anakanak agar juga memiliki keahlian lain seperti menganyam dan membuat kerajinan tangan,” ujarnya. Ia bercerita, selepas mengajar di sekolah, ia langsung menyediakan waktu untuk anak-anak yang berada di sekitar tempat ia tinggal untuk membuat kerajinan tangan. Untuk mengajak anak-anak dan menjalankan usahanya tersebut dibutuhkan kesabaran. “Habis pulang sekolah, ya saya ajarkan anak-anak untuk membuat kipas, kukusan, tapian dan lainnya. Supaya mereka punya bekal dikemudian hari, paling tidak bisa menjadi pekerjaan sampingan,” jelasnya. Di tempat yang sama, Suwanda, salah seorang peserta Binaan PKBL yang juga menjadi salah satu nominasi mengatakan bahwa dirinya tak membayangkan dapat terpilih sebagai nominator diantara banyak mitra binaan yang telah menjalin

memiliki surat perintah (SP) dan tak pernah jadi tenaga sukwan alias bodong diluluskan. Sementara yang punya SP dan telah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun tak diluluskan,” kata Tahyar. Secara pribadi dan lembaga, lanjut Tahyar, dirinya memberikan dukungan penuh kepada para honorer K2 untuk menuntut hak mereka. “Kami juga meminta agar BKD Cilegon tetap memperhatikan kesejahteraan tenaga honorer di Cilegon, selama menunggu PP UU ASN diterbitkan pemerintah pusat,” jelasnya. Kepala BKD Cilegon Mahmudin saat dikonfirmasi mengaku, pihaknya tidak bisa berbuat banyak,

karena mengangkat honorer K2 menjadi PNS itu kewenangan pemerintah pusat. “Kami juga berharap 587 honorer K2 Cilegon yang mengikuti seleksi beberapa waktu lalu lulus semua,” katanya. Mahmudin mengungkapkan, pihaknya juga tidak mendapatkan penjelasan terkait ratusan honorer K2 yang tidak lulus. Kemenpan RB hanya menyampaikan imbauan pada seluruh kepala daerah agar tetap memperkerjakan tenaga honorer kategori II sesuai bidang yang sebelumnya dikuasai. “Kami berharap PP UU ASN segera diterbitkan, sehingga semua honorer K2 bisa diangkat jadi PNS,” harapnya.(DEN/ZAL/IGO)

"Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

kerjasama dengan PT KS. Sebagai seorang pengrajin golok di lingkungan tempat ia tinggal tepat di Kampung Pasir Sirem, Kelurahan Ketewari, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, ia hanya ingin agar usaha yang dirintisnya memberikan manfaat bagi warga sekitarnya. “Saya tidak menyangka. Datang dari Baros, bisa ada di sini. Pekerjaan saya hanya buat golok, itupun dari limbah per besi baja. Usaha ini saya jalankan bersama-sama masayarakat,” tuturnya. Cita-citanya lelaki yang penuh semangat ini hanya satu, ingin agar usaha yang dijalankannya tersebut juga dinikmati oleh warga sekitarnya yang hanya berprofesi sebagai petani. “Yang penting masayarakat bisa bekerja. Ada masayarakat sekitar tiga desa yang bekerja membantu saya, Desa Silat, Sukamena, dan kebanyakan dari mereka para petani,” jelasnya. Dalam sehari, sambungnya, ia dapat memproduksi 100 buah golok dengan penjualan maksimal 50 buah perhari. Pendistribusiannya pun, menurutnya, sudah menjangkau di beberapa daerah di Propinsi Banten bahkan ke luar Banten. “Sehari saya produksi rata-rata 100 buah, dijual 50 buah sehari. Harga beragam dari yang murah Rp25 - 30

ribu. Pendistribusiannya ke Serang, Pandeglang bahkan hingga ke Bogor,” tuturnya. Sementara itu salah satu juri PKBL Award 2014 yang juga Direktur BANTEN POS, Rizal Maulana Malik menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan PT KS. Ia yakin kegiatan yang diselenggarakan itu telah memberi manfaat yang besar bukan saja untuk perusahaan namun juga untuk masayarakat luas. “Saya sangat menyambut baik kegiatan ini. Ini hal yang positif, bagaimana kita bisa belajar dari orarang-orang yang dinilai telah menjadi inspirasi bagi orang lain”,” tuturnya. Ia berharap kegiatan ini akan menjadi satu pemicu atau acuan bagi masayarakat untuk lebih termotivasi dalam menjalankan kehidupan. “Harapan saya, dari para inspirator ini dapat banyak memberi manfaat bagi banyak orang, seperti pak Zainuddin Amir, pembina baduy, yang mengislamkan masayarakat di sana. Pak Sutama, guru honorer, meskipun dengan keterbatasan fisik tapi semangat membangun masyarakatnya. Ada Pak Cantel, Pak Sarmani dan yang lainnya, mereka para inspirator masayarakat Banten yang banyak membuka jalan untuk orang lain,” tandasnya.(NAL/ZAL/IGO)

PEMERINTAH KOTA CILEGON

(28 Februari 1993 - 28 Februari 2014)

KOTA TANGERANG

8+667 yang dikerjakan PT Respati Jaya Pratama dengan anggaran kurang lebih sebesar Rp14.8 milliar. Kemudian STA 8+667 sampai dengan 10+767 yang dikerjakan PT Sukalimas Mekatama Raya dengan anggaran kurang lebih Rp11.4 milliar. Ketua Jambakk Banten, Feriyana kepada sejumlah wartawan menyatakan, apabila pihak ketiga tidak mau memperbaiki JLS yang rusak, maka Dinas PU disarankan untuk mengklaim anggaran retensi sebesar 5 persen sebagai teguran keras. (BAR/ZAL/IGO)

Berharap PP UU ASN Segera Diterbitkan

10 FINALIS

Ke-

waktu untuk menyelsaikan sisa- sisa pekerjaan, melainkan untuk memelihara pekerjaan yang sudah selesai 100 persen dan telah dilakukan serah terima pekerjaan pertama. Menurutnya, pada TA 2013 Pemkot Cilegon melalui Dinas PU merealisasikan anggaran betonisasi sebesar Rp40 milliar dengan rincian STA 3+317 sampai dengan 5+917 dikerjakan oleh PT Galuh Adhi Perkasa dengan besaran anggaran kurang lebih Rp14.4 milliar. Sedangkan STA 5+917 sampai dengan

Mereka Dianggap Inspirator Masyarakat Banten

MUHAMAD NOOR Kepala Dinas

KOTA TANGERANG

Nana menjelaskan, jika dalam jangka waktu pemeliharaan terjadi kerusakan maka pihak ketiga atau kontraktor wajib melakukan perbaikan. Pada masa pemeliharaan, sambungnya, pihak ketiga wajib memantau hasil pekerjaannya dan menjaga atau memelihara agar tidak terjadi kerusakan. Selanjutnya apabila terjadi kerusakan maka seluruh biaya yang dikeluarkan menjadi tanggungjawab penyedia jasa. Masa pemeliharaan sebagaimana tercantum dalam kontrak bukanlah

Mengucapkan

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 (28 Februari 1993 - 28 Februari 2014) KOTA TANGERANG

KeTAHUN

Ttd H. Agus Henra Fitrahaniyana, AP Camat Jatiuwung (Sekretaris) Teddy Bayu Putra, S.Sos, M.Si Camat Periuk Kiki Wibhawa, AP Camat Karawaci Maryono, AP, M.Si Camat Cipondoh

Drs. Gunawan Priahutama Camat Tangerang (Bendahara) Ubaidillah Ansar, S.Sos, M.Si Camat Neglasari

Suli Rosadi, S.Sos Camat Benda

H. Deni Koswara, S.Sos Camat Batuceper

1993 - 2014

Drs. Engkos Zarkasyi A Camat Pinang (Ketua)

"Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

Damiati, SH, M.Si Camat Larangan Ahmadi Budi Wahyudi, AP, M.Si Camat Ciledug Boyke Akhmad Safei, S.IP Camat Cibodas

Drs. Sucipto Camat Karang Tengah

H. Tb. Iman Ariyadi, S.Ag, MM, M.Si Walikota

Abdul Hakim Lubis, SH, M.Si Sekretaris Daerah

Drs. H. Edi Ariadi, M.Si Wakil Walikota

DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA TANGERANG

DINAS PEMADAM KEBAKARAN KOTA TANGERANG Mengucapkan Mengucapkan

Mengucapkan Mengucapkan

DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 DIRGAHAYU KOTA TANGERANG KE-21 KOTA TANGERANG

KeTAHUN 1993 - 2014

(28 Februari 1993 - 28 Februari 2014) "Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

H. Diding Iskandar, M.Si Kepala Dinas

KOTA TANGERANG

KeTAHUN 1993 - 2014

(28 Februari 1993 - 28 Februari 2014) "Melalui HUT Ke-21 Kota Tangerang, Bersama Tingkatkan Kemajuan & Pembangunan Kota Tangerang yang Bersih, Hijau dan Nyaman”

Drs. R. Irman Pujahendra Kepala Dinas


CILEGON POS Gerbang Kota Masa Depan

BANTEN POS JUMAT 28 FEBRUARI 2014

16

Honorer K2 Pasrah Jadi PNS, Jauh Panggang dari Api

RONALD SIAGIAN / BANTEN POS

Para juri sedang menyeleksi 10 finalis untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkan PKBl Award PT KS 2013 di Hotel The Royale Krakatau, Kota Cilegon, Kamis (27/2).

CILEGON, BP - Sebagian besar honorer kategori dua (K2) di Kota Cilegon mengaku kecewa terhadap pemerintah pusat yang abai dengan nasib mereka. Protes, tangisan hingga unjukrasa ke Jakarta pun sudah mereka lakukan, namun mimpi menjadi pegawai Negeri Sipil (PNS) masih jauh panggang dari api. ”Kami hanya bisa pasrah. sebagai rakyat kecil kami hanya bisa protes, meskipun itu tidak mengubah keadaan,” kata Ketua Forum

Komunikasi Guru dan Tata Usaha Honorer (FKGTH) Kota Cilegon MarHONORER tin Al-Khosim kepada BANTEN POS, Kamis (27/2). Martin menegaskan, pihaknya telah berupaya memperjuangkan nasib honorer K2 yang tidak diloloskan menjadi CPNS. Bahkan sejak Selasa hingga Rabu (25-26/2) melakukan unjukrasa ke Jakarta, hasilnya tetap nihil. “Saat menggelar unjukrasa nasional di Kantor

Tes

K2

Kemenpan-RB, saya bersama 13 perwakilan honorer kategori dua dari seluruh Indonesia dialog langsung dengan Menpan, namun Pak Menteri pun tidak mampu memberikan solusi. Kami kembali diminta bersabar dan menunggu,” ungkapnya. Martin menuturkan, pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS merupakan janji pemerintah pusat, namun janji tersebut hanya sekadar janji. “Kami sudah mengikuti tes CPNS 2013, namun hasilnya tidak sesuai harapan. Yang menyedihkan, kami menduga tes CPNS honorer kategori dua malah dipoBACA HONORER...HAL 15

10 Finalis PKBL Award 2013 PT KS Diseleksi CILEGON, BP - Sebanyak 10 finalis PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) Award 2014 PT Krakatau Steel diseleksi di Ruang Pertemuan Jade, Hotel The Royale Krakatau, Kota Cilegon, Kamis (27/2). Kesepuluh finalis tersebut terdiri dari lima inspiring people dan lima lagi warga binaan PT KS. Para finalis dianggap berjasa memberikan semangat serta motivasi terhadap lingkungan sekitarnya dengan beragam cara dan latar belakang pekerjaan yang digelutinya. Namun, sebagian besar para nominator tersebut tidak pernah menyangka jika apa yang mereka lakukan mendapat apresiasi besar dari perusahaan baja plat merah tersebut. KH Sam’un Abduh misalnya. Pemimpin Pondok Pesantren Al Bustaniah tersebut tidak pernah menyangka jika terpilih sebagai nominator inspiring people dalam gelaran PT KS.

“Saya tidak menyangka kalau dijadikan nominator dalam kompetisi ini. Saya sangat berterima kasih karena semua ini tidak dapat berjalan tanpa ada pertolongan dari Allah SWT,” tuturnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, selama ini dirinya selalu memberi motivasi kepada para generasi muda khususnya kepada para santri di pesantrennya untuk selalu mengembangkan bakat yang mereka miliki dengan mengajarkan halhal mulai dari yang kecil untuk dapat dimanfaatkan di lingkungan sekitarnya. “Sebagai yang dituakan, saya punya peran untuk membina anak-anak di sana. Mulai dari kemampuan yang kecil seperti mengelas, menjadi tukang, pegang crane, hingga menjalankan alat buldoser, saya ajarkan. Artinya mereka tidak hanya diam saja, tapi bisa melakukan hal-hal yang positif,” jelasnya. BACA 10 FINALIS...HAL 15

SENI MAKANAN. Beberapa sajian hidangan pembuka tersusun rapi di Restaurant yang berada di Hotel The Royale Krakatau Kota Cilegon, Kamis (27/2). Hidangan tersebut dikemas sedemikian rupa dengan beragam variasi seperti buah yang dikombinasi dengan salad. Kemasan cantik tersebut membuat dengan kemasan cantik dan unik tersebut banyak diminati tamu hotel.

RONALD SIAGIAN / BANTEN POS


Bantenpos edisi jumat 28 februari 2014