Page 14

14

tribun bangka

RABU 17 FEBRUARI 2010

BANGKA POS

sepintu sedulang - sejiran setason - selawang segantang - junjung besaoh

SUNGAILIAT

Belum Terima Uang Duka BARU saja Ny Elsani (48), warga Sripemandang Sungailiat dirundung duka. Suaminya, Marjuki (62), Jumat (12/2) malam, tewas akibat kecelakaan lalulintas (lakalantas) di Jalan Raya Desa Airuai Kecamatan Pemali. Yang jadi masalah berikutnya, Ny Elsani mengeluh karena sampai sekarang, Bujang (40), tersangka penabrak suaminya belum juga memberikan uang duka sebagai bantuan. “Nama penabrak suami saya itu Bujang, tinggal di Kecamatan Puding. Saat kejadian ia mengemudikan mobil, sedangkan suami saya motor Vario. Dia (Bujang) sebelumnya sempat berjanji akan membantu uang Rp 10 juta sebagai uang duka, dan motor second sebagai ganti kerusakan motor suami saya. Tapi anak-anak saya minta Rp 15 juta, namun ditolak oleh Bujang,” kata Ny Elsani memulai ceritanya. Beberapa hari kemudian, pihak keluarganya akhirnya mengalah. Mereka bersedia menerima uang Rp 10 juta dan motor second yang dijanjikan Bujang. “Namun si Bujang malah menolak. Padahal dia kan sudah janji sebelumnya,” kata Ny Elsani saat memberikan keterangan kepada Bangka Pos Group didampingi seorang pengacara, Suharno SH, Senin

(15/2) malam. Oleh karena itu, Elsani berharap si penabrak bisa konsekuen dengan janjinya. Sebab jika penabrak yang dimaksud masih juga tak memenuhi janji, maka Elsani memastikan akan mengangkat masalah itu sesuai prosedur hukum. “Kami ini kan sedang dilanda duka karena suami meningal dunia karena ditabrak. Mohon si penabrak memenuhi janjinya,” harap Elsani tanpa menyebutkan identitas si penabrak secara rinci untuk dikonfirmasi wartawan. (fly)

KOBA

Gaji PHL Tunggu Proses Lelang TERKAIT adanya laporan mengenai gaji sejumlah PHL di RSUD Bangka Tengah yang belum dibayar, Direktur RSUD Bangka Tengah, dr Renny Melia, mengatakan, pihaknya masih menggunakan sistem swakelola untuk membayar gaji sejumlah PHL. “Sekarang ini PHL-PHL itu anggarannya pakai pihak ketiga,” kata Renny kepada Bangka Pos Group saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/2). Gaji para PHL untuk bulan Januari 2010, lanjut Renny, masih menunggu proses penetapan pihak ketiga oleh Pemkab Bangka Tengah, yang menggunakan sistem lelang. Pihak ketiga ini

yang nantinya bertanggung jawab atas pembayaran gaji PHL di RSUD Bangka Tengah. Renny menegaskan, hanya ada satu pihak ketiga yang nantinya bertanggung jawab atas gaji para PHL RSUD tersebut. “Jadi untuk sementara ini kita mohon bantuannya dulu untuk membantu kita,” tukas Renny. Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada Pemkab Bangka Tengah agar secepatnya melaksanakan proses lelang supaya gaji PHL di RSUD Bangka Tengah dapat segera dibayar. (k1)

Bupati Lakukan Fogging Massal BUP ATI Bangka Tengah H Abu Hanifah ikut dalam kegiatan BUPA fogging massal di sejumlah desa, Selasa (16/2). Kabag Humas dan Protokol Setda Bangka Tengah Sahring mengatakan, kegiatan ini untuk menindaklanjuti kasus demam berdarah dengue (DBD) dan chikungunya yang sudah masuk kategori kejadian luar biasa (KLB) di Bangka Tengah. “Kegiatan ini adalah kegiatan dari dinas kesehatan, bupati merespons laporan kasus kejadian luar biasa DBD dan chikungunya tersebut dengan menginstruksikan dinas untuk melakukan fogging massal di seluruh desa di Kabupaten Bangka Tengah,” kata Sahring, kemarin. Sahring

menambahkan, kegiatan fogging massal kemarin, merupakan kegiatan fogging hari ketujuh dan telah menjangkau 15 desa di Bangka Tengah. Dikatakan Sahring, bupati juga ikut turun ke lapangan dan melakukan penyemprotan langsung di salah satu rumah warga di Desa Munggu BANGKA POS/AGUS N Kecamatan H Abu Hanifah Sungaiselan. Sahring menuturkan, Bupati Bangka Tengah H Abu Hanifah juga meresmikan sebuah TPA di Desa Kerakas Kecamatan Sungaiselan, Selasa (16/2). TPA itu diberi nama TPA Rafina Andini, dibangun menggunakan dana PNPM Mandiri senilai Rp 148.437.000. (k1)

Simpan Pistol Ari Ditangkap

Ujian Praktik tak Serentak

Syarat Kelulusan Rata-rata 7,0

“

Q Untuk Meningkatkan Mutu SDM Materi langsung dari Diknas pusat, dengan standar rata-rata minimal 7,0

“

MUNTOK, BANGKA POS -Ujian praktik nasional atau ujian kompetensi bagi siswa SMK di sejumlah kabupaten di Provinsi Babel ternyata tidak serentak. Bahkan, jadwal ujian praktik di beberapa SMK dalam satu kabupaten juga berbeda. Seperi halnya di Basel, terdapat dua sekolah yang menyelenggarakan ujian praktik, yakni SMKN 1 Toboali dan SMK Yapentob. Ujian kompetensi di SMK Yapentob digelar 18-20 Februari, sedangkan SMKN 1 Toboali akan melaksanakan ujian praktik pada 2227 Februari. Sementara itu di Bangka Barat, ujian praktik bagi siswa SMK dimulai 4-17 Februari. Di Bangka Tengah, ujian kompetensi bagi 276 siswa SMK mulai tanggal 15 Februari-11 Maret 2010. Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Kabid Dikdasmen) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bangka Barat Ali Idrus mengatakan, Diknas hanya memberikan jadwal kepada setiap sekolah dalam hal pelaksanaan ujian praktik ini. Ia menambahkan, pelaksanaan ujian praktik ini diserahkan kewenangannya kepada masing-masing sekolah. “Materi langsung dari Diknas pusat, dengan standar rata-rata minimal 7,0,” kata Ali kepada Bangka Pos Group, Senin (15/2). Ali mengaku, pihaknya jauh-jauh hari sudah melakukan sosialisasi ujian praktik ke sekolah-sekolah penyelenggara. Mengenai kendala dalam pelaksanaannya nanti, kata Ali, kewenangan diserahkan kepada sekolah masing-masing. Lebih lanjut Ali mengatakan, siswa yang tidak lulus ujian praktik diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian ulangan. “Namun materi yang akan diujikan tetap dari Diknas pusat,” imbuh Ali seraya mengatakan, di Bangka Barat terdapat 367 siswa SMK yang mengikuti ujian praktik. Sebanyak 367 siswa itu tersebar

ALI IDRUS Kabid Dikdasmen Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Babar

di enam SMK. Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah Umar Baki melalui Kasi SMA/SMK Yahyan mengatakan, di daerahnya terdapat 276 siswa SMK yang akan mengikuti ujian praktik. Yahyan menambahkan, ujian praktik di Bangka Tengah akan digelar, 15 Februari hingga 11 Maret 2010. “Ujian kompetensi ini harus selesai satu minggu sebelum ujian nasional dilaksanakan, hasilnya pun sudah harus selesai,” kata Yahyan kepada Bangka Pos Group, Senin (15/2). Yahyan menambahkan, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan terkait ujian kompetensi tersebut, di antaranya menyiapkan surat keputusan (SK) penetapan

tempat pelaksanaan ujian kompetensi, sosialisasi ke sekolah-sekolah, melakukan verifikasi kelayakan sekolah yang akan melaksanakan ujian kompetensi. Adapun di Basel, terdapat 193 siswa SMK yang akan mengikuti ujian praktik tahun pelajaran 2009-2010 ini. Jumlah itu tersebar di dua sekolah yakni SMKN 1 Toboali dan SMK Yapentob Toboali. Ujian praktik di SMK Yapentob digelar pada 18-20 Februari, sedangkan di SMKN 1 Toboali pada 22-27 Februari. Kepala Dinas Pendidikan Basel Kemin Sulaiman berharap, ujian praktik di dua sekolah tersebut dapat berjalan lancar dan sukses. Kemin menyebutkan, tujuan pemerintah menggelar ujian praktik bagi siswa SMK ini untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) bagi lulusan sekolah kejuruan. Oleh sebab itu ia mengimbau kepada penyelenggara pendidikan supaya mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar guna menyiapkan siswa menghadapi ujian. (k1/ k10/k2)

Belum Ada Asosiasi Profesi DI Bangka Barat sejauh ini belum ada asosiasi profesi sehingga pihak SMK di daerah ini terpaksa menjalin kerjasama dengan mitra sebagi tempat praktik kerja lapangan bagi siswanya. Seperti yang dilakukan oleh pihak SMKN 2 Muntok. Saat ini, mitra yang bekerja sama dengan SMKN 2 Muntok yakni Koperasi Warga Peltim, Kantor Pos dan CV Purna Cipta. “Mereka ini menjadi juri saat ujian praktik nasional yang digelar kemarin,” kata Humas SMKN 2 Muntok Partoni kepada Bangka Pos Group, Senin (15/2). Sementara itu, untuk meningkatkan mutu SDM siswa SMK di Basel, Dinas Pendidikan Basel akan mengadakan unitunit produksi di tahun 2010 ini. “Kita pada 2010 akan melakukan pengadaan

beberapa unit produksi, tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan SMK. Kita harapkan dapat segera terealisasi pada 2010 ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan Basel Kemin Sulaiman. “Namun untuk berapa dan bagaimananya nanti masih dievaluasi karena untuk jurusan tentunya mempunyai kebutuhan berbeda. Kita harapkan segera terwujud,” tandasnya. Diakuinya, sebelumnya pihak SMKN 1 Toboali sempat mengeluh lantaran fasilitas untuk pelaksanaan ujian praktik belum lengkap. Namun, kata Kemin, permasalahan tersebut saat ini sudah terselesaikan setelah pihak SMK itu mendapat bantuan dari dana bantuan operasional manajemen mutu (BOMM) 2010. (k10/k2)

“

RESPI LEBA

DIPERIKSA - Semua kendaraan personel Polres Basel, Selasa (16/2), diperiksa terkait kelengkapan fisik kendaraan serta surat-surat kendaraan di halaman Mapolres Basel.

...korban curas beberapa waktu lalu, kita hadirkan untuk melihat tersangka. Karena bisa saja, tersangka sebelumnya terlibat perampokan

BANGKA POS/DOK

AKBP NORMAN WIDJAJADI Kapolres Bangka

saan barang bukti (BB). “Yang jelas senpi itu sudah pernah digunakan oleh tersangka. Itu terlihat dari bekas pelatuk tembakan di tiga butir peluru (tiga di antara enam butir) yang mungkin tak sempat meledak saat ditembak. Namun bisa saja, sebelumnya ada peluru lain yang sempat digunakan, dan sempat meledak, makanya pengakuan tersangka masih kita kembangkan,” katanya. Lebih lanjut Kapolres mengatakan, pihaknya juga sudah memanggil beberapa korban pencurian dengan cara kekerasan (curas) yang terjadi beberapa waktu lalu di Sungailiat. Para korban dihadirkan untuk melihat wajah dan mendengar suara tersangka, apakah pernah terlibat dalam insiden sebelumnya. “Misalnya korban curas be-

Waktu itu saya coba tembakkan ke batang pisang, tiga kali tapi tidak meledak pelurunya

“

yang kini menetap di Jl Samratulangi Sripemandang Sungailiat itu diringkus karena memiliki atau menyimpan

sung melakukan penyelidikan. Kapolsek Sungailiat Iptu Jonathan memerintahkan Kanit Reskrim Brigadir Maradona untuk melacak keberadaan tersangka. Saat didatangi, ternyata tersangka sedang tidak ada di rumah. Namun penantian polisi hanya beberapa saat saja. Selasa (16/2) dini hari, yang diincar akhirnya pulang ke rumahnya, dan saat itulah ia ditangkap petugas. Kapolres Bangka AKBP H Norman Widjajadi Sik didampingi Kapolsek Sungailiat Iptu Jontahan kepada Bangka Pos Group memastikan, tersangka dijerat Undang-Undang (UU) Darurat Nomor 12 Tahun 1951. “Kita jerat dengan UndangUndang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, ancamannya pidana penjara 20 tahun atau seumur hidup,” tegas Kapolres. Diakui Kapolres, penangkapan tersangka berawal dari adanya laporan masyarakat yang kerap melihat tersangka membawa senpi. “Ini berkat informasi dari masyarakat,” tambahnya. Mengenai hasil penyidikan terhadap tersangka, Kapolres mengaku masih dikembangkan. Asal muasal senpi sudah ditelusuri, termasuk pemerik-

“

SUNGAIIAT, BANGKAPOS - Ari Erva Sukiman (36) ditangkap polisi, Selasa (16/2) dini hari. Pria asal Jawa Tengah

senjata api (senpi) rakitan jenis revolver beserta enam butir peluru aktif secara ilegal. Informasi yang berhasil dihimpun Bangka Pos Group menyebutkan, penangkapan berawal dari adanya informasi masyarakat. Mendengar kabar seorang pria sipil memiliki senpi, polisi lang-

“

Q Berikut Enam Butir Peluru Q Ngaku Dibeli dari Kenalan Q Sudah Pernah Digunakan

ARI ERVA SUKIMAN Tersangka

berapa waktu lalu, kita hadirkan untuk melihat tersangka. Karena bisa saja, tersangka sebelumnya terlibat perampokan,” imbuh Kapolres. Untuk Jaga Diri Tersangka Ari Erva Sukiman (36) dikawal Kapolsek Sungailiat Iptu Jontahan dan Kanit Reskrim Brigadir Maradona saat ditemui di Mapolsek Sungailiat, Selasa (16/2). Saat itu ia terlihat pasrah atas kejadian yang menimpa dirinya. “Pistol itu hanya untuk menjaga diri karena dulu saya pernah buka TI, namun solar dan selang TI saya sering dicuri orang,” katanya. Sejak itulah, lanjut Ari, ia rela mengeluarkan uang Rp 1,5 juta untuk membeli senjata mematikan tersebut. Ari mengaku, pistol itu ia beli dari kenalannya berinisial St sekitar tahun 2008 lalu. “St bilang harganya Rp 1,5

BANGKA POS/FERY L

juta, lengkap dengan pelurunya. Pistol itu bukan untuk digunakan dalam hal kejahatan, melainkan hanya untuk jaga diri di TI,” ujar Ari seraya mengatakan saat itu ia masih bujangan. Beberapa waktu kemudian TI Ari bangkrut, dan akhirnya ia bekerja kepada bos TI, Ahyung di Lingkungan Rebo Sungailiat. Salah satu tugasnya sebagai penjaga malam di TI sang majikan. Saat disinggung mengenai tiga di antara enam butir peluru yang ada bekas ketukan pelatuk, Ari mengaku saat itu sempat mencoba menembakkan senpi tersebut. “Waktu itu saya coba tembakkan ke batang pisang, tiga kali tapi tidak meledak pelurunya,” kata pria yang mengaku rumah tangganya sedang kacau. Ia dan istrinya terancam bercerai. (fly)

Lahan Bekas Tambang Jadi Sawah Q Pilot Project Q Butuh Rp 70 Juta/Ha LUBUKBESAR, BANGKA POS -- Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) Badan Litbang Pertanian membuka lahan persawahan seluas delapan hektare di areal bekas pertambangan timah di Desa Perlang Kecamatan Lubuk Besar, Bangka Tengah. Untuk mengolah lahan bekas tambang tersebut menjadi lahan sawah membutuhkan biaya cukup besar, yakni Rp 70 juta per hektare. Hal ini diungkapkan salah seorang Staf BBSDLP Dr Subarja disela-sela kunjungan Wakil Gubernur Babel ke loka-

si lahan, Selasa (16/2). “Tidak mahal karena biaya ini mulai dari pembukaan lahan hingga penanaman dan merupakan pilot project, tidak hanya di Bangka Belitung bahkan di Indonesia karena baru kali ini eks lahan tambang dijadikan sawah oleh BBSDLP,” kata Subarja. Menurut Subarja, dari delapan hektare yang direncanakan untuk menjadi lahan sawah, tiga hektare di antaranya siap ditanami padi. Varietas padi yang disiapkan untuk ditanam di lahan itu terdiri dari 10 jenis padi unggulan. Jika berhasil, panen perdana diharapkan menghasilkan tiga

WAHYU

SAWAH - Wagub melakukan peninjauan ke lokasi percontohan sawah yang memanfaatkan lahan bekas tambang di Dusun Sadap, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bateng. Wagub didampingi sekda,kadis pertanian, dan peneliti balai besar padi dari Balitbang pertanian.

sampai lima ton padi per hektare dan terus meningkat pada panen berikutnya. Untuk mengantisipasi tingginya kadar logam di lahan tersebut, kata Subardja, digunakan lima ton kapur dan 10 ton bahan organik. “Saya yakin ini akan berhasil sebab kita lakukan perawatan dengan teknologi yang optimal di sini,” imbuhnya. Wakil Gubernur Babel Syamsuddin Basari mengharapkan proyek pencetakan lahan di bekas areal pertambangan timah itu berhasil karena akan menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya di Babel. “Harapan saya tentunya akan berhasil sehingga pemanfaatan lahan eks tambang menjadi sawah dapat dilakukan di daerah lainnya di Bangka Belitung dan proyek ini merupakan percontohan atau pilot project,” kata Syamsuddin. Sementara Sekda Bangka Tengah Abdul Hadi Adjin mengungkapkan, kegiatan itu merupakan salah satu program prioritas Pemkab Bangka Tengah pada sektor pertanian, yang bekerja sama dengan Balitbang Departemen Pertanian RI. Kerjasama ini kemudian dikukuhkan dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) tentang kerjasama pertanian dan peternakan terpadu di Bangka Tengah. “Nanti kawasan ini akan di-

jadikan kawasan agropolitan dan salah satu aplikasi dari kerjasama itu dimulai dengan pencetakan persawahan di lahan bekas tambang di Dusun Sadap,” kata Abdul Hadi Adjin kepada harian ini di lokasi, Selasa (16/2). Terancam TI Sayangnya dari pantauan Bangka Pos Group, hanya beberapa meter dari lokasi persawahan itu tampak sejumlah tambang inkonvensional (TI) apung melakukan aktivitas di kolong bekas tambang. Hal ini dapat mengancam keberadaan areal persawahan tersebut. Padahal menurut keterangan pihak BBSDLP, perawatan terhadap padi yang ditanam di areal itu membutuhkan ekstra perhatian karena lahan tersebut mengandung mineral logam sehingga menggangu pertumbuhan padi. Bahkan Wakil Gubernur Babel Syamsuddin Basari hanya menggeleng-gelengkan kepala dan tidak bisa menjawab pertanyaan wartawan mengenai aktivitas TI apung tersebut. Lokasi itu awalnya merupakan bekas pertambangan timah, kemudian dilakukan penimbunan tanah sebelum akhirnya dilakukan pencetakan sawah. Untuk mengairi sawah, menggunakan irigasi dengan sistem pompanisasi sehingga air terus mengalir ke petak-petak sawah. (die/k1)

Anggota Dewan Siap Tes Urin SUNGAILIAT, BANGKA POS -- Anggota DPRD Bangka siap melakukan tes urin untuk kepentingan pemeriksaan narkoba asalkan resmi dan tidak diskriminatif. Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Bangka Parulian saat dikonfirmasi Bangka Pos Group di ruang kerjanya, Selasa (16/2). “Kalau memang diwajibkan, seluruh kita siap, tetapi jangan ada pengecualian. Saya tidak setuju kalau hanya di dewan saja atau di instansi mana. Kalau sudah program silakan saja, sah-sah saja. Kalau ada kesepakatan, kebijakan dan undang-undang yang

mengatur tes urin, tes saja,” tegas Parulian dari Fraksi PDI Perjuangan. Namun Parulian menilai, tidak etis apabila tes urin itu dilakukan terhadap kalangan tertentu saja karena manyangkut harga diri seseorang. Namun demikian, ia berharap tidak ada anggota DPRD Bangka yang terlibat narkoba. Menurutnya, jika anggota dewan terlibat narkoba, sanksinya tergantung partai politik (parpol) masing-masing. Sedangkan untuk PDI Perjuangan sendiri, Parulian menegaskan, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sudah mewan-

narkoba tersebut seti-wanti supaya kahingga akhirnya der yang terlibat menjadi kecanduan. narkoba keluar dari “Saya mengharapparpol berlambang kan anggota dewan banteng moncong harus sadarlah. Meputih tersebut. mang kita melakuDiakuinya, bahaya kan konsultasi ke narkoba sangat besar luar daerah benarapalagi saat ini seBANGKA POS/DOK benar jangan mengdang hangat-hangat- Parulian gunakan kesempanya pemberitaan tan kayak kemarin itu. Meseputar tertangkapnya oknum mang pada saat itu, saya ikut pejabat baik di lingkungan konsultasi ke Jakarta masalah pemda mau anggota dewan Panja UU Nomor 24 tentang yeng terjerat narkoba. Ia memMinerba itu. Ya kalau konsulperkirakan, faktor penyebab rentannya para pejabat mautasi jangan disalahgunakanpun anggota dewan terjerat lah,” imbau Parulian kepada narkoba karena ingin cobaanggota DPRD Kabupaten coba mengetahui bagaimana Bangka. (chy)

Harian Pagi Bangka Pos Edisi 17 Februari 2010  

Harian Pagi Bangka Pos Edisi 17 Februari 2010

Harian Pagi Bangka Pos Edisi 17 Februari 2010  

Harian Pagi Bangka Pos Edisi 17 Februari 2010

Advertisement