Page 23

tribun line

MINGGU 14 JUNI 2009

7

Nelayan Tewas di Laut sambungan hal 1 Tim juga bertemu nelayan yang sedang melakukan penyelaman di seputaran perairan Kalimambang. Ketika ditanya, nelayan itu pun tidak tahu soal adanya jenazah di sekitar Kalimambang, namun ia bersedia membantu mencari jenazah korban. “Kami tidak tahu ada mayat di sini,” kata Herman, salah seorang penyelam yang ditemui Grup Bangka Pos di atas perahunya. Tim bersama nelayan tersebut lalu melanjutkan perjalanan menyusuri seputaran Pulau Kalimambang. Sekitar 45 menit kemudian, di tengah laut terlihat ada sebuah benda mengapung-apung di permukaan air. Kecurigaan langsung ditujukan ke benda tersebut. Kapal segera diarahkan untuk menghampirinya. Dan ternyata benar. Benda yang mengapung itu adalah jenazah yang diduga Almarhum Yanto. Ketika ditemukan jenazah berada dalam posisi telungkup, wajah dan bagian tubuh depan menghadap ke air. Tim evakuasi pun mengangkat jenazah ke atas kapal.

Kondisi jenazah mengenaskan dan sudah mengeluarkan bau menyengat. Bagian mata terlihat memerah. Telinga dan hidung masih mengeluarkan darah. Kulit tubuh Almarhum yang mengenakan kaos lengan panjang warna coklat dan celana pendek sudah banyak yang mengelupas. Kulit yang mengelupas ini diduga terjadi akibat korban terlalu lama berada di dalam air. Setelah jenazah dievakuasi, kapal beranjak meninggalkan lokasi. Sekitar pukul 11.30 WIB, kapal tim evakuasi merapat di Pelabuhan Tanjungpandan. Warga sudah berjubel menanti di dermaga. Di antara warga yang berkerumun, ternyata ada dua orang yang merupakan kerabat Almarhum Yanto. Ketika jenazah korban dibawa ke darat dan penutupnya dibuka untuk mengetahui apakah ada yang mengenal identitasnya, dua orang itu langsung membenarkan bahwa jenazah tersebut adalah keluarga mereka. “Ya, itu Yanto keponakanku,” kata Joana, bibi korban, sembari tersedu-sedu menangis.

Untuk memastikan penyebab kematian Almarhum, petugas membawa jenazah ke UGD RSUD Kabupaten Belitung untuk menjalani visum et revertum. Rombongan sampai di UGD KSUD kabupaten Belitung sekitar pukul 11.58 WIB. Jenazah langsung menjalani pemeriksaan oleh dokter yang bertugas. Setelah itu, jenazah dibersihkan dan dibawa pulang pihak keluarga untuk dimakamkan di pemakaman Teluk Dalam, Desa Juru Seberang, Tanjungpandan. Ketika dihubungi harian ini, Kapolres Belitung AKBP Rudy Tranggono melalui Kasat Reskrim AKP Jojo Sutarjo menyebutkan, hasil visum dokter tak menemukan adanya luka-luka serius pada tubuh korban. Polisi menduga korban terjatuh dari perahunya ketika hendak memasang bubu untuk menangkap ikan. “Dia ini kan nelayan. Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Dari hasil visum tidak ada tandatanda penganiayaan. Korban diduga tenggelam setelah terjatuh dari perahunya,” papar Jojo. (i6)

Puluhan Ton Sampah Plastik Hangus sambungan hal 1 Hingga berita ini diturunkan, anggota Polres Belitung masih menyelidiki penyebab kebakaran. Api diperkirakan pertama kali menyala sekitar pukul 20.46 WIB. Penjaga rumah yang berdekatan dengan lahan lokasi penampungan plastik, Karliningsih, baru mengetahui ada kebakaran setelah mendengar teriakan warga yang melintas di depan rumahnya sekitar pukul 21.20 WIB. Karliningsih yang panik langsung membangunkan putrinya dan bergegas lari keluar rumah. Karliningsih lalu berteriakteriak minta tolong dan membangunkan semua saudarasaudaranya yang berada di seputaran rumah. Teriakan perempuan ini langsung menarik perhatian masyarakat sekitar yang kemudian datang beramai-ramai ke penampungan plastik yang terbakar. Warga bergotong royong mencoba memadamkan api yang sudah semakin membesar. Untungnya, lokasi kebakaran masih cukup jauh dari rumah. Tak lama sesudah Karliningsih menyelamatkan diri, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Belitung yang menjadi operator mobil pemadam kebakaran milik pemerintah daerah dan anggota Polres Belitung datang ke lokasi. Petugas pemadam kebaka-

ran yang menurunkan tiga mobil pemadam kebakaran langsung bergerak cepat memadamkan api. “Aku tidak tahu ada kebakaran. Aku baru tahu karena ada yang teriak ada kebakaran dari jalan depan,” kata Karliningsih kepada Grup Bangka Pos. Karliningsih menjelaskan, sewaktu kejadian ia dan anaknya sedang terlelap tidur. Mereka hanya berdua saja di rumah ini karena pemilik rumah sedang berada di Jakarta. “Aku panik dan terus berteriak minta tolong. Lalu aku langsung bangunkan anakku untuk keluar rumah,” ujar Karliningsih. Teriakan Karliningsih yang meminta tolong membuat warga cepat datang dan membantu memadamkan api. Ketua RW 12 Andi Muktar tiba di lokasi yang sudah dipenuhi warga yang tengah berusaha membantu memadamkan api. Begitu juga dengan petugas pemadam kebakaran Pemkab Belitung. “Saya terbangun karena mendengar teriakan korban,” kata Andi. Menurut Andi, sampah plastik yang terbakar diperkirakan mencapai jumlah puluhan ton karena memang lahan pekarangan yang ada mampu menampung cukup banyak sampah plastik. Ia memperkirakan lahan pekarangan belakang yang khusus dijadi-

kan tempat penampungan sampah kemungkinan seluas 40 x 50 meter. “Kira-kira 40 ton sampah yang hangus terbakar ini,” papar Andi Tempat usaha penampungan sampah plastik milik Hasan baru beroperasi beberapa bulan terakhir. “Baru tiga bulan penampungan plastik ini beroperasi. Selain sebagai tempat menampung sampah. Lokasi ini juga merupakan tempat menghancurkan sampah untuk proses daur ulang di daerah lain,” papar Andi. Kasat Pol PP Kabupaten Belitung, Azhar, yang berada di lokasi mengatakan api dapat dijinakkan kurang lebih 30 menit. Pihaknya langsung menurunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. “Syukurlah api berhasil kita padamkan tepat waktu. Kalau kita terlambat maka rumah pemilik ini juga akan ikut hangus terbakar,” kata Azhar. Kapolres Belitung AKBP Rudy Tranggono melalui Kasat Reskrim AKP Jojo Sutarjo menyatakan penyebab kejadian masih dalam proses penyidikan polisi. “Belum tahu apa penyebabnya dan itu masih dalam penyidikan intensif petugas,” papar Jojo seraya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (i6)

Lembaga Survey Saling Serang sambungan hal 1 hasil laporan kekayaan mereka. Megawati sebagai capres memperoleh tingkat kepercayaan sebesar 51,8%, kemudian Jusuf Kalla (52,6%) dan terakhir SBY(50,5%). Untuk cawapres, tingkat kepercayaan laporan kekayaan Prabowo sebesar 57,3 persen, kemudian Boediono(55,8%) dan Wiranto (50,7%) “Logika saja lah, masak kekayaan presiden segitu,” tutur Effendi Ghazali. Untuk pasangan yang dipercaya rakyat memiliki program politik pro rakyat, MegaPrabowo tertinggi dengan 57,7%, disusul SBY-Boediono 28,9%, dan JK-Win 10,2%. Pada program mewujudkan kemandirian pangan dan energi, Mega-Prabowo unggul

dengan tingkat elektabilitas 36,4%, SBY-Boediono 33,5%, terakhir JK-Win 24,8% Pada kategori siapa pasangan yang berani melakukan penjadwalan utang luar negeri, Mega-Pro mengakhiri perlawanan SBY-Boediono dengan 38,5%. SBY-Boediono mendapat 35%, dan Jk-Win dengan 20,7%, sisanya 5,8% tidak menjawab. Dalam konteks penilaian terhadap pemerintahan, SBY pun keok dari JK dalam hal kepercayaan publik terhadap siapa diantara mereka yang memiliki peran paling besar dalam menyelesaikan permasalahan bangsa di bidang ekonomi dan penyelesaian konflik dibeberapa wilayah, dengan tingkat penilaian 40,5%, sedang JK mendapat

41,7%. Untuk pemerintahan keduanya, publik memberi nilai 22,4% sudah sesuai, dalam konteks pembangunan ekonomi, apakah sudah sesuai dengan amanat konstitusi. Selebihnya, 61,4% mengatakan sebaliknya. Mereka (SBYJK) pun terbukti tidak terbuka pada rakyat, dengan kenyataan hanya 28,4% rakyat yang mengetahui asal dana untuk BLT dari hutang. Rakyat pun mengatakan maraknya musibah-musibah yang terjadi selama Pemerintahan mereka, 28,1% dikarenakan ulah mereka yang lemah merespon dan melakukan langkah antisipasi sebelumnya. “Ini merupakan representasi bahwa rakyat sudah lebih pintar sekarang,” tutur Tamrin. (persda network/cr1)

Ayah Terkulai di Rumah Sakit sambungan hal 1 Belitung menambah haru suasana di rumah sakit. Beberapa kerabat Almarhum segera mengangkat tubuh Sukariman yang terkulai lemas. Sukariman akhirnya duduk lunglai di pelataran jalan menuju ruang jenazah RSUD Kabupaten Belitung. Ia mengepalkan tangan, menatap kosong ke depan, dan sesekali berteriak sedih. Anggota Polres Belitung dan pihak keluarga berusaha menenangkannya. Sanak famili Almarhum Yanto lainnya juga berlinang air mata. Joana, bibi korban, tak kuasa membendung kesedihan atas musibah yang menimpa keponakannya ini.

ngilu lagi walaupun mendapatkan volume kerja yang lumayan berat,” ucapnya. Pada sebagian wanita, usia di atas empat puluh lima tahun telah menjadi periode yang mengkhawatirkan. Karena, tandatanda mereka akan memasuki menopause sudah mulai terlihat. Menurut istilah kedokteran, masa ini disebut perimenopause. Berkaitan dengan ini, sebuah perusahaan distribusi kedelai bubuk instan pernah melakukan kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia meneliti pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kasus perimenopause, yang dilakukan dari bulan November 2007 hingga Maret 2008. Setiap peserta selama delapan minggu mengonsumsi kedelai bubuk secara rutin setiap hari 60 gram atau setara dengan 143 kkal/hari. Selama menjalani penelitian, asupan makanan peserta dijaga. Artinya, mereka tak boleh memakan makanan atau meminum minuman yang menambah atau mengurangi kadar kolesterol dalam waktu cepat. Dari 19 perempuan yang diteliti, sebelum mengonsumsi kedelai bubuk itu

beredar di pasaran. Dan ini amat ditunjang oleh mulai sadarnya masyarakat untuk beralih ke bahan-bahan nabati alami dalam memelihara kesehatan. Tapi, produk ini bukanlah obat melainkan makanan kesehatan untuk memelihara kondisi tubuh. Untuk konsultasi kunjungi segera purwatis@centrin.net.id atau telepon (021) 70288540 Distributor Zena-600 Babel Telp . (0717) 7023842, HP. 08117172511, sudah tersedia di Apotik dan Toko Obat sbb : Pangkalpinang : Apt Media, Apt Setia, Apt Algi Farma, Sungailiat : Apt Sehat, Apt Sungailiat, Belinyu : Apt Sahabat Jaya, Koba : Apt Delta, Apt Sehat, TO Nirwana, Toboali : Apt Sumber Waras, Apt Rusdiana, Apt Sabang, Apt Amanah, Mentok : TO Air Mancur, TO Sehat, Jebus : TO Harapan Baru, Tanjungpandan : TO Lina, Apt Budi, Apt Unifarma, TO Toni, Klp Kampit : TO Bunda Farma, Manggar : Apt Manggar Jaya.

kan,” papar Sukardi, paman korban, kepada Grup Bangka Pos. Menurut Sukardi, keponakannya itu biasanya jika berangkat melaut pada sore hari maka akan kembali pulang sekitar pagi hari esok harinya. Tapi hari Jumat (12/6) lalu, Yanto tidak juga pulang sampai sore harinya. Kekhawatiran keluarga memuncak setelah dua teman Yanto yang berangkat bersamanya ingin mengajak Yanto kembali memancing pada Jumat (12/6) sore. Keluarga pun langsung memutuskan segera melakukan pencarian Yanto pada Jumat sore sekitar pukul 15.00 WIB.

“Temannya datang ke rumah dan mengajak korban untuk berangkat kembali. Namun, keluarga bilang dari kemarin sejak keberangkatan pertama korban belum juga pulang,” papar Sukardi. Sukardi mengenang Yanto sebagai anak yang patuh dan berbakti kepada orang tuanya. Pihak keluarga sangat terpukul dengan kejadian ini. Menurutnya, jenazah Almarhum Yanto akan dimakamkan pada hari Sabtu di Teluk Dalam, Desa Juru Seberang. “Usai dari sini (RSUD--red) korban akan langsung kita makamkan,” papar Sukardi. (edhie)

Pemimpin yang Baik Hati sambungan hal 1 sebagai pemimpin kita, pastikanlah Anda memilih pribadi yang hatinya baik. (Mario Teguh, The Golden Hearth) PEMILU Presiden 8 Juli 2009 bukanlah sekadar menorehkan tinta di kertas bergambar calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Pada saat itulah sejatinya kita memberikan mandat dan kekuasaan penuh kepada seorang pribadi untuk mengatur kehidupan dan kebersamaan kita sebagai bangsa Indonesia. Ketiga pasangan capres dan cawapres, Mega Prabowo, SBY Boediono, JK Wiranto berkompetisi melalui hampir semua media massa yang ada; menarik simpati kita melalui program-program unggulan media massa cetak maupun elektronik. Bahkan, pasangan capres dan cawapres itu memanfaatkan The Golden Waynya Mario teguh yang kemudian dinamai The Golden Hearth. Itulah pagar netralitas dan independensi ala Mario Teguh. “Pastikanlah Anda memilih pribadi pemimpin yang hatinya baik,” tandas Mario Teguh yang kalimat filsafatinya senantiasa mempesona itu. Pertanyaan hakiki kenapa kita memilih pemimpin yang baik hatinya karena, “Everything rises and falls on leadership.” Maxwell benar. Jatuh dan bangunnya segala sesuatu bergantung pada kepemimpinan. “Leadership is influence!” kata Oswald Sanders. Pribadi yang

memiliki posisi, jabatan atau gelar belum tentu dikategorikan seorang pemimpin. Namun pribadi seperti Para Nabi Besar, Ibu Theresia, Abubakar, Usman bin Affan dan para tokoh spiritual terkenal lainnya “memimpin” dengan pengaruh kepribadiannya.

Anda dan dia, akar, batang, cabang dan daun akan hidup sepanjang kita dan dia berkarakter mulia. Dengan demikian keberuntungan dan kemuliaan memahkotai pribadi berkarakter mulia”

Seorang pemimpin yang berjuang untuk menghasilkan hal-hal baik, harus dapat mengeluarkan yang terbaik dari dalam dirinya dan orang lain.

Robert Mc Namara bermetafora, “Brains are like hearths, they go where they are appreciated.” Pemimpin yang benar-benar baik hati dan menghargai - tidak membodohi dan sekadar memanfaatkan suara rakyat saat pemilu - maka kepada pemimpin seperti itulah budi, hati dan suara rakyat akan diberikan. Rakyat yang semakin cerdas bagaikan Les Giblin yang bersatire, “Anda tidak dapat membuat orang lain merasa penting dengan kehadiran Anda, jika diam-diam Anda merasa bahwa orang itu bukan siapa-siapa.” Tatkala semua capres cawapres berkomitmen pada ekonomi demokrat atau ekonomi kerakyatan, sesungguhnya mata hati kita bisa merasakan pribadi capres cawapres manakah yang benar-benar merasakan rakyat itu penting dan menjadi fokus orientasinya. Ada kisah metafora P. Winarto dalam The Leadership Wisdom; betapa seorang pejabat itu sungguh care dan baik hati terhadap kita atau tidak? Sesudah seorang pejabat meninggalkan keluarga yang mengundangnya makan malam, para anggota keluarga mulai mendiskusikan perilaku si pejabat tersebut.

Kepemimpinan sejati dimulai dari dalam diri, yakni melalui hati yang mau melayani, lalu keluar untuk melayani orang lain. (Ken Blanchard) *** “KEPEMIMPINAN berkembang setiap hari, tidak dalam satu hari,” Maxwell. Beverly Sills bahkan menegaskan, “Tidak ada jalan pintas menuju tempat yang berharga.” Kecuali tentu saja, jalan pintas yang bernama kecurangan dan penipuan pencitraan semu. Dari ketiga pasangan capres dan cawapres - kendati samudra iklan dan advertorial serta retorika politik menyergap kedirian kita - sesungguhnya hati kita sudah bisa menilai pribadi mana yang baik hatinya melalui rekam jejak mereka dalam sejarah kehidupan bangsa ini sebagaimana kristalisasi Chao Hsin Chen, Pengarang The Bamboo Oracle: “Amatilah kehidupan saya,

“Tampaknya ia terlalu pendiam, kaku dan kurang bisa diajak bersahabat,” kata salah seorang anggota keluarga disambut anggukan yang lain. Gadis berusia enam tahun angkat bicara, “Saya menyukainya. Ia orang baik hati.” Semua heran dan menanyakan alasannya. “Ia orang yang baik hati karena hanya ia satu-satunya yang menanyakan jari saya,” kata si gadis cilik sambil menunjukkan jarinya yang terbalut plester. Baik hati memang menjadi kata kunci untuk menjadi Presiden RI. Ada yang menempuh kebaikan hati melalui empat pilar inti Yesuit yang terbukti menuntun manajemen dunia JP Morgan berhasil. Memahami kekuatan, kelemahan, nilai-nilai, pandangan hidup (kesadaran diri) dipadu dengan kemampuan untuk berinovasi dan beradaptasi dengan penuh keyakinan terhadap dunia yang terus berubah (ingenuitas), kesediaan untuk terlibat dengan, dan melibatkan, orang lain dengan sikap positif yang memungkinkan perkembangan potensi dan bakat terpendam mereka (cinta) serta menyemangati diri sendiri dan orang lain dengan ambisi-ambisi dan hasrat-hasrat heroik untuk melakukan segala sesuatu secara tuntas (heroisme). Itulah salah satu jalan bagi pribadi pemimpin; mau menjadi pribadi yang baik hati atau tidak. “Takdir tidak tersurat; takdir adalah apa yang kita suratkan,” kata Haznut Inayat Khan. Semoga!

Rangga Pulang ke Rumah Kakek sambungan hal 1 Mulianti tengah berada di dalam kamar sedang menyusui Rangga di tempat tidur. Api yang membakar rumah tak pelak mengenai Mulianti. Ia mengalami luka bakar pada bagian kaki dan sekitar bawah pinggang setelah menerobos kobaran api untuk menyelamatkan diri keluar dari rumah. Rangga juga senasib dengan ibunya. Ia bahkan mengalami luka bakar cukup serius, sekitar 50 persen dari keseluruhan bagian tubuh, di kedua bagian tangan, kaki maupun sebagian wajah. Anton diciduk polisi dari kediaman orang tuanya beberapa jam kemudian dan saat ini mendekam di ruang tahanan Polsek Dendang, untuk menjalani proses hukum. Ketika dijumpai Grup Bangka Pos, Sabtu kemarin, Rangga tak lagi merintih menahan rasa sakit dan perih akibat luka bakar yang ia derita. Ia sedang sibuk mengunyah empekempek. Mulianti cukup terhibur melihat anak satu-satunya itu sudah tak lagi diganggu rasa sakit separah waktu mereka pertama kali dilarikan

ke rumah sakit setelah dijilat api yang membakar rumahnya. Meski demikian, Rangga yang merupakan putra pasangan Mulianti dan Anton belum dapat menggerakkan anggota tubuhnya dengan leluasa. Rangga juga belum dapat berdiri atau berjalan-jalan seperti biasa. Gerakan semacam ini akan membuat Rangga kesakitan. Untuk sementara waktu ia harus lebih banyak berbaring di tempat tidur untuk memulihkan kesehatan tubuhnya. Luka bakar yang mendera kedua kaki Mulianti juga sudah mengering. Luka itu membuat permukaan kulit nampak legam mengering dan mulai terkelupas. Sama dengan putranya, Mulianti juga belum dapat berdiri sempurna lantaran bagian kulit bekas luka bakar masih terasa pedih. Mulianti harus dibantu kursi roda pada saat hendak meninggalkan ruang perawatan menuju kendaraan yang membawa mereka ke rumah orang tua Mulianti di daerah pemukiman transmigrasi Desa Simpang Pesak, Kecamatan Dendang,

Kabupaten Belitung Timur. “Mulai dari kemarinlah sudah mendingan, sudah bisa main sendiri, nggak nangisnangis lagi seperti pertama kali masuk rumah sakit. Cuma dia (Rangga) belum bisa berdiri, apalagi jalan seperti biasanya, karena masih terasa terik pada kulit di sekitar kaki yang bekas luka bakar,” tutur kakek Rangga, Sarmin (53), yang juga orang tua Mulianti kepada Grup Bangka Pos, Sabtu (13/6). Mulianti maupun kedua orang tuanya, Sarmin dan Sarmi (45), memang berharap sudah bisa meninggalkan ruang perawatan rumah sakit sebab hal itu berarti kondisi luka bakar yang dialami Rangga dan Mulianti sudah mulai membaik. Walau demikian, keduanya harus menjalani pemeriksaan rutin ke rumah sakit setiap tiga hari sekali. “Alhamdulillah, sudah mendingan, jadi sudah bisa pulang ke rumah. Selama mereka dirawat saya di sini bersama istri. Gantian nunggu mereka. Kalau sudah di rumah agak tenanglah, saya sudah bisa kembali mencari nafkah

untuk makan dari hasil ngelimbang timah,” tutur Sarmin. Untuk proses pemulangan dari rumah sakit menuju kediaman Sarmin, keluarga ini menumpang mobil dinas Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan yang telah disiapkan dengan didampingi seorang staf dan pengemudi. Direktur RSUD Kabupaten Beltim dr Helly Tjandra ketika ditemui harian ini, mengungkapkan, untuk mempercepat proses penyembuhan luka bakar yang dialami Rangga, pihaknya melakukan pengubahan cara pengobatan. Hasilnya pun sangat menggembirakan. Luka bakar yang dialami Rangga ternyata lebih cepat mengering. “Meskipun tidak begitu parah luka bakar yang dialami Rangga ini, kita lakukan perubahan cara pengobatan. Luka bakarnya lebih cepat mengering dan hari ini sudah bisa meninggalkan ruang perawatan rumah sakit. Namun tetap harus rutin kontrol ke rumah sakit nantinya,” ungkap Helly. (rusmiadi)

Enam Bulan Delapan Kebakaran sambungan hal 1

Tak Sering Lagi Merasakan Nyeri di Punggung Sambungan Halaman 1 gejala perimenopause mereka terdiri atas: minor 16 orang, ringan dua orang, dan sedang satu orang. Tetapi seusai penelitian, semuanya menjadi minor. Yang lebih menggembirakan, dari pemeriksaan laboratorium diperoleh data: terjadi penurunan kadar kolesterol total dari 198,68 ke 186,16 mg/dl, serta penurunan kolesterol LDL dari 134,32 ke 122,68 mg/dl. Secara uji statistik, kedua penurunan ini jelas signifikan. Dengan demikian, secara umum semua peserta menunjukkan perbaikan klinis perimenopause setelah mengonsumsi kedelai bubuk. Nah, pada ZENA-600, bukan hanya kedelai yang terkandung, melainkan juga kacang hijau. Tentu saja manfaatnya menjadi ganda karena saling melengkapi. Meski demikian, menjaga pola hidup yang sehat tetap lebih penting untuk dilakukan. Kendati belum lama beredar, Zena-600 sudah laku di seluruh wilayah pemasarannya. Hal itu tak lepas dari manfaatnya yang nyata dan produknya yang diolah higienis. Selain itu, formulanya merupakan penyempurnaan dari formula-formula kedelai bubuk yang selama ini mulai banyak

“Sudah berapa hari ini kami cari dia. Dan akhirnya kami temukan, tapi.....,” kata Joana sambil menyeka air mata yang membasahi pipinya. Pada hari Kamis sore, Yanto berangkat melaut bersamaan dengan ayahnya. Sukariman menggunakan kapal bermotor. Sedangkan Yanto naik perahu kecil tanpa mesin sambil membawa perlengkapan menangkap ikan seperti bubu dan alat lainnya. “Kamis malam sekitar pukul 22.00 WIB, ayahnya sudah mengingatkan korban untuk tidak terlalu jauh melaut karena kondisi cuaca yang kurang baik. Namun, sepertinya imbauan tersebut tidak diindah-

■ Selasa (13/1) dini hari, rumah milik Heri, warga RT 29 RW 10 Air Raya Timur I, Desa Perawas, Tanjungpandan terbakar sekitar pukul 00.10 WIB. Api meluluhlantakkan bangunan dan isi dalam rumah. Tiga unit motor yang ada di dalam rumah ikut hangus terbakar. ■ Senin (2/2), kebakaran lahan tidur di kiri-kanan Gang Abadi, Dusun Idaman tidak jauh dari Perumahan Marakas Desa Lesung Batang, Tanjungpandan, serta

kebakaran lahan di daerah perumahan Air Ketekok, Desa Air Merbau.

pandan. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp 1 miliar.

■ Kamis (5/3), kebakaran lantai dua rumah Hendra (32) di Jalan Damai, Kampung Baru, Desa Gantung, Kecamatan Gantung, akibat sambaran petir. Seluruh isi perabotan dan barang berharga yang ada di lantai dua hangus terbakar api.

■ Rabu (6/5) siang, kebakaran menimpa rumah Hamsia di kawasan Jalan Gatot Subroto Tanjungpandan. Bangunan dan isi rumah dilalap api.

■ Kamis (2/4) jelang dini hari, kebakaran menimpa Toko Damai milik Rivlan di Jalan Jenderal Sudirman Tanjung-

■ Sabtu (30/5) malam, kebakaran menimpa sebuah rumah tua kosong di jalan Jendral Sudirman yang dulunya merupakan kediaman Almarhum H Abas Tohir, Lurah Kota Tanjungpandan pada

tahun 1960an. Rumah yang sebagian besar bahan bangunannya terbuat dari kayu, ludes dilalap api hingga menyisakan beberapa bagian saja. ■ Sabtu (13/6) malam, lokasi penampungan plastik milik Hasan, di Jalan Air Pelempang Timur, RT 43 RW 12, Kecamatan Tanjungpandan terbakar. Puluhan ton sampah plastik turut dilalap api. Data: Dokumentasi Pos Belitung. (dik)

Instalasi Elpiji Pertamina Meledak sambungan hal 1 Tiga mobil tangki elpiji lainnya, satu milik PAS dan dua milik PT Yudha Guna Sari Tirta, ikut dilalap api. Ketiganya saat itu sedang antre menunggu pengisian. Saat itulah, Najamuddin yang diduga sementara tidur, tak sempat menyelamatkan diri ketika api mengamuk ke arah mobilnya yang terparkir di dekat tangki. Petugas tak sempat menyelamatkan sopir mobil ini. Mayatnya baru bisa dievakuasi sekitar pukul 12.25 WITA dan langsung dilarikan di RS Polri

Bhayangkara untuk diotopsi. “Kami mencoba menyelamatkan tapi kobaran api sangat besar. Yang terpikir saat itu adalah menyelamatkan diri karena tabung-tabung juga beterbangan,” kata seorang karyawan Instalasi Pertamina. Untuk memadamkan api, Dinas Penanggulangan Darurat dan Pemadam Kebakaran (Dipelda-PK) Kota Makassar mengerahkan seluruh armadanya yang berjumlah 49 unit. Armada tersebut beberapa kali bolak-balik untuk mengambil air.

Proses pemadaman sempat diwarnai insiden pemukulan oleh oknum karyawan Pertamina terhadap petugas pemadam kebakaran Pemkot Makassar. Kejadian ini dipicu oleh kesalahan komunikasi soal teknik memadamkan api di kawasan tersebut. Beruntung polisi segera melerai. Petugas pemadam sempat mogok sekitar 10 menit. Namun kembali bertugas setelah Kepala Dinas Dipelda-PK Makassar Aminullah Teng memerintahkan anak buahnya bekerja kembali.

Warga di sekitar jalan Satando hingga jalan Kalimantan sempat panik dan sudah bersiap melakukan evakuasi. Kapal tanker yang sedianya membongkar BBM juga sementara diminta tidak merapat sampai situasi dinyatakan aman oleh aparat kepolisian. Bau gas yang cukup menyengat juga tercium di sekitar lokasi kebakaran. Petugas keamanan Pertamina juga meminta semua pihak, termasuk polisi dan petugas pemadam, mematikan telepon selular mereka. (cr3/mel)

Harian Pagi Bangka Pos Edisi 14 Juni 2009  
Harian Pagi Bangka Pos Edisi 14 Juni 2009  

Harian Pagi Bangka Pos Edisi 14 Juni 2009

Advertisement