Page 1

Cryptography • adalah suatu ilmu ataupun seni mengamankan pesan, dan dilakukan oleh cryptographer. Cryptanalysis • adalah suatu ilmu dan seni membuka (breaking) ciphertext dan orang yang melakukannya disebut cryptanalyst. Cryptographic system /cryptosystem • suatu fasilitas untuk mengkonversikan plaintext ke ciphertext dan sebaliknya (kumpulan algoritma kriptografi) Encryption • Proses yang dilakukan untuk mengamankan sebuah pesan (yang disebut plaintext) menjadi pesan yang tersembunyi (disebut ciphertext) Descrytpion • Proses sebaliknya, untuk mengubah ciphertext menjadi plaintext,

1


Dalam sistem ini, seperangkat parameter yang menentukan transformasi pencipheran tertentu disebut suatu set kunci. Proses enkripsi dan dekripsi diatur oleh satu atau beberapa kunci kriptografi.

Pesan, Plainteks, dan Cipherteks Pesan (message) adalah data atau informasi yang dapat dibaca dan dimengerti maknanya. Nama lain untuk pesan adalah plainteks (plaintext) atau teks-jelas (cleartext). Pesan dapat berupa data atau informasi yang dikirim (melalui kurir, saluran telekomunikasi, dsb) atau yang disimpan di dalam media perekaman (kertas, storage, dsb). Pesan yang tersimpan tidak hanya berupa teks, tetapi juga dapat berbentuk citra (image), suara/bunyi (audio), dan video, atau berkas biner lainnya. Agar pesan tidak dapat dimengerti maknanya oleh pihak lain, maka pesan perlu disandikan ke bentuk lain yang tidak dapat dipahami. Bentuk pesan yang tersandi disebut cipherteks (ciphertext) atau kriptogram (cryptogram). Cipherteks harus dapat ditransformasikan kembali menjadi plainteks semula agar pesan yang diterima bisa dibaca.

2


Encryption Key

Plaintext “Hello”

Encryption Method & Key

Note: Interceptor Cannot Read Ciphertext Without the Decryption Key Ciphertext “11011101” Interceptor Network Decryption Key

Party A

Ciphertext “11011101”

Decryption Method & Key

Plaintext “Hello”

Party B

“ Menyandikan data-data atau informasi sehingga tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berhak.” 1. Kerahasiaan (confidentiality) dijamin dengan melakukan enkripsi (penyandian). Tujuan : untuk menjaga agar pesan tidak dapat dibaca oleh pihak-pihak yang tidak berhak Contoh : pesan “Harap datang pukul 8” disandikan menjadi “TrxC#45motyptre!%”

3


2.

Keutuhan (integrity) atas data-data pembayaran dilakukan dengan fungsi hash satu arah. Tujuan : menjamin bahwa pesan masih asli/utuh atau belum pernah dimanipulasi selama pengiriman

3.

Jaminan atas identitas dan keabsahan (authenticity) pihakpihak yang melakukan transaksi dilakukan dengan menggunakan password atau sertifikat digital. Sedangkan keotentikan data transaksi dapat dilakukan dengan tanda tangan digital. Tujuan : identifikasi, baik mengidentifikasi kebenaran pihak-pihak yang berkomunikasi (user authentication atau entity authentication) maupun mengidentifikasi kebenaran sumber pesan (data origin authentication)

4.

Transaksi dapat dijadikan barang bukti yang tidak bisa disangkal (non-repudiation) dengan memanfaatkan tanda tangan digital dan sertifikat digital. Tujuan : mencegah entitas yang berkomunikasi melakukan penyangkalan, yaitu pengirim pesan menyangkal melakukan pengiriman atau penerima pesan menyangkal telah enerima pesan.

4


3000 tahun SM bangsa Mesir menggunakan hieroglyphcs untuk menyembunyikan tulisan dari orang-2 yang tidak diharapkan. Sejarah kriptografi klasik mencatat penggunaan cipher transposisi oleh tentara Sparta di Yunani pada permulaan tahun 400 SM. Mereka menggunakan alat yang namanya scytale (Gambar 1.6(a)). Scytale terdiri dari sebuah kertas panjang dari daun papyrus yang dililitkan pada sebuah silinder dari diameter tertentu (diameter silender menyatakan kunci penyandian). Pesan ditulis secara horizontal, baris per baris (lihat Gambar 1.6(b)). Bila pita dilepaskan, maka huruf-huruf di dalamnya telah tersusun secara acak membentuk pesan rahasia. Untuk membaca pesan, penerima pesan harus melilitkan kembali melilitkan kembali kertas tersebut ke silinder yang diameternya sama dengan diameter silinder pengirim.

5


Sekitar 50 SM, Julius Caesar, kaisar Roma, menggunakan cipher substitusi untuk mengirim pesan ke Marcus Tullius Cicero. Huruf-huruf apfabet disubstitusi dengan huruf-huruf yang lain pada alfabet yang sama. Menggeser 3 posisi alphabet Pada abad ke-9, filsuf Arab al-Kindi (Kriptanalisis) menulis risalat (ditemukan kembali th 1987) yang diberi judul “A Manuscript on Deciphering Cryptographic Messages�. Pada Abad ke-17, sejarah kriptografi mencatat korban ketika ratu Skotlandia, Queen Mary, dipancung setelah surat rahasianya dari balik penjara (surat terenkrpsi yang isinya rencana membunuh Ratu Elizabeth I) berhasil dipecahkan oleh seorang pemecah kode. Militer Jerman menggunakan mesin cipher substitusi polialfabetik disebut Enigma sebagai sistem pengkodean utama selama PD II. Namun Enigma cipher berhasil dipecahkan oleh pihak Sekutu dan keberhasilan memecahkan Enigma sering dikatakan sebagai faktor yang memperpendek perang dunia ke-2. Halaman pertama buku AlKindi, Manuscript for the Deciphering Cryptographic (sumber: wikipedia).

Mesin enkripsi Enigma yang digunakan oleh tentara Jerman pada masa Perang Dunia ke-2. Enigma cipher berhasil dipecahkan oleh Sekutu.

Pada 1790, Thomas Jefferson mengembangkan alat enkripsi dengan menggunakan tumpukan yang terdiri dari 26 disk yang dapat diputar scr individual awal tahun 70an Feistel menemukan DES, tahun 1977 DES (Data Encryption Standard) dipakai sebagai standar pemrosesan informasi federal US untuk mengenkripsi informasi yang unclassified. DES merupakan mekanisme kriptografi yang paling dikenal sepanjang sejarah 1976, Diffie dan Hellman mempublikasikan New Directions in Cryptography, memperkenalkan konsep revolusioner kriptografi kunci publik dan juga memberikan metode baru dan jenius untuk pertukaran kunci,

6


Encrytpion

Conventional (Symectric Key)

Public Key (Asymetric Key)

Kriptografi Klasik

Algoritma Transposition (transposition chiper) Mengubah susunan huruf didalam pesan

Algoritma Substitution (substitution chiper) mengganti setiap huruf atau kelompok huruf dengan sebuah huruf atau kelompok huruf lain.

Substitusi

Caesar cipher adalah cipher substitusi sederhana yang mencakup pergeseran alfabet 3 posisi ke kanan.

Transposisi (Permutasi)

Melakukan perubahan posisi karaker Contoh : Teknik Rail Fence, Transposisi kolumnar dan Enigma

Vernam Cipher (One Time Pad)

Cipher ini diimplementasikan melalui sebuah kunci yang terdiri dari sekumpulan random karakter-karakter yang tidak berulang.

Book Key Cipher / Running Key Cipher

Cipher ini menggunakan teks dari sebuah sumber (misalnya buku) untuk mengenkripsi plaintext.

Codes

Codes berkaitan dengan kata-kata dan frase dan menghubungkan kata-kata ini sebagai frase untuk sekelompok angka atau huruf. Sebagai contoh, angka 526 dapat berarti “Attack at dawn”

Steganography

Sebuah contohnya adalah microdot, yang mengkompresi pesan kedalam ukuran period atau dot. Steganography dapat digunakan untuk membuat “watermark” digital untuk mendeteksi penyalinan image digital secara ilegal. ! !%

& ' ' ((() %

" # # "' * * ' +

# $

7


!

"

! Symetric Key ** % +

# $ *)

/ *

# $

0 - "+" # +" # ". % # *%* *% * % % ** %

+-*%

.

+

+-*%

**%

# $

#

+

0

". # $ + * *+ - " #$ 0 * + 0 +" #

#% * ) # $*%

%

* *

# *

")

+" # + ")

,

Asymetric Key Kunci enkripsi tidak sama dengan kunci untuk dekripsi, Nama lainnya adalah kriptogarfi kunci-publik (public-key cryptography). Pada kriptografi jenis ini, setiap orang yang berkomunikasi mempunyai sepasang kunci, yaitu kunci privat dan kunci publik. Pengirim mengenkripsi pesan dengan menggunakan kunci publik si penerima pesan (receiver). Hanya penerima pesan yang dapat mendekripsi pesan karena hanya ia yang mengetahui kunci privatnya sendiri

8


9


10

Keamanan komputer 6  

M.K Keamanan Komputer 6

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you