Issuu on Google+

Pentingnya Pendidikan Budi Pekerti Kondisi Sekolah Setia Budi pada saat itu benarbenar memprihatinkan dibandingkan dengan sekolah lainnya. Sekalipun demikian basis pendidikannya sangat bermutu dan system pendidikannya pun memberdayakan dan populis karena terjangkau rakyat nelayan yang lemah secara ekonomi, di sekolah ini seperti juga sekolah lainnya, pelajaran budi pekerti sangat kental dengan ajaran moralitas, prilaku luhur dan disiplin yang baik adalah pola pendidikan dasar bagi anak-anak semasa Penulis Sekolah Dasar dulu. Murid yang budi pekertinya jelek, nakal sekali, walaupun nilai mata pelajarannya bagus, bisa tidak naik kelas, bahkan dengan hukuman dikeluarkan dari sekolah. Pada zaman itu, jika orang tua mengetahui bahwa anaknya dihukum oleh guru, maka orang tua akan sangat berterima kasih pada guru, karena telah mendidik anaknya dengan ketat dan benar, biasanya bila Penulis mendapat hukuman dari guru dengan rotan panjang, tidak berani memberitahukan kepada orang tua, karena bisa mendapat hukuman tambahan lagi dari orang tua. Ketika itu, juga tidak dikenal perbuatan menyimpang dari tujuan pendidikan seperti misalnya pemberian sejumlah uang atau cindera mata atau less privat berselubung materi uang baik dari orang tua murid kepada guru maupun murid kepada guru (istilahnya sekarang nyogok) agar nilai rapor ditulis baik. Cara-cara korup, kolusi, nepotisme, manipulatif, minta dilayani, memainkan atau menindas atau cari untung sendiri dan sebagainya, hampir tidak ada malpraktik pendidikan sama sekali. Karena perbuatan malpraktik selain merendahkan martabat guru, orang tua murid yang bersangkutan juga akan merasa sangat malu jika kabarnya tersiar, orientasi pendidikan benar-benar mencerdaskan anak didik, tidak ada persoalan anggaran, nasib guru yang tidak menentu, artinya paradigma pendidikan sungguh yang membebaskan.

Guru Berintegritas dan Memiliki Idealisme Sekalipun Kesejahteraan Pas-pasan Kesejahteraan guru di sekolah-sekolah sebenarnya tidak terlalu istimewa. Guru tidak mungkin bisa kaya, kecuali dia punya andil/saham atau ikut modal mendirikan sekolah. Gaji guru sedang-sedang saja. Hanya saja dengan motivasi baik, memiliki integritas dan idealisme yang tinggi sebagai seorang guru, didukung oleh ketekunan dan kerendahan hati untuk belajar dan mengajar dari pengalaman sesama guru sangat baik dari dulu sampai sekarang, maka sekolah Setia Budi masih bertahan dan eksis sebagai sekolah yang berakreditasi A.

42 KOMUNITAS BAGANSIAPI-API

Sertifikat Akreditas A untuk SD & SMP Sekolah Setia Budi Bagansiapi-api

Basis dan kompetensi pendidikan dititikberatkan pada pembentukan prilaku luhur dan etika baik dulu, baru mempelajari ilmu lain. Karena dasar pemikiran kalau anak tidak dididik dengan benar, mempelajari ilmu akan menjadi bumerang bagi keluarga, bangsa dan negara. Tujuan pendidikan budi pekerti adalah untuk membentuk manusia seutuhnya sehat jasmani dan rohani, jadi andalan keluarga dan terakhir mengabdi kepada Bangsa dan Negara. Keadaan sekarang sudah berubah, ada anak tidak mau mendengar nasihat orang tua dan guru. Guru takut mengajar dan menghukum murid, karena takut dituntut orang tua. Boleh dikatakan era sekarang ini lebih pragmatis, materialisme, serba instan, suka mencari jalan pintas, dan juga berprilaku otoriter. Terjadi proses degradasi moral, hubungan antara manusia dengan lingkungan, hubungan orang tua dengan anak, hubungan suami istri, hubungan atasan dan bawahan, hubungan yang memimpin dan yang dipimpin sudah tidak beraturan lagi. Ada kecenderungan, orang tua tidak bertindak sebagai orang tua, anak tidak berprilaku sebagai anak. Hati nurani manusia sudah tidak peka lagi, kerukunan berkeluarga sudah pudar, ketukunan sesama sahabat pun sedemikian pudar, segalanya memprihatinkan. Guru pun selalu dinilai rendah kompetensinya, tapi tidak ada program yang sistematis untuk meningkatkan kompetensi mereka.

Reformasi Pendidikan Pada Masa Otonomi Daerah Reformasi pendidikan sebatas wacana sebagaimana terlihat terhadap perlakuan guru yang hingga saat ini belum mengalami perubahan signifikan. Dalam hal kesejahteraan guru baik guru negeri, guru swasta maupun guru honorer, baru ada perbaikan sedikit yaitu sekarang telah ada tunjangan untuk guru swasta maupun guru honorer.


42