Page 1

SEKOLAH SETIA BUDI BAGANSIAPI-API AKREDITASI “A� DENGAN FASILITAS SEADANYA Masa Asimilasi Pendidikan dan Bahasa Hokkian Membanggakan ! Lembaga pendidikan tertua yang hampir dilupakan, walau dengan faslitias minim ternyata tetap mampu menunjukkan prestasinya sebagai sekolah terbaik dengan pengakuan akreditasi A baik untuk tingkat SD dan juga untuk tingkat SMP dari Badan Akreditas Sekolah Nasional. Sekolah Setia Budi Bagansiapi-api tempat Penulis mulai mengenal pendidikan sekolah dasar. Sekolah ini memang dilahirkan pada masa peralihan zaman Orde Baru. Sepanjang yang saya ketahui pada masa kecil, sekolah ini pada awalnya diperuntukkan bagi keperluan pendidikan peranakan Indonesia Tionghoa Bagansiapi-api. Namun tidak berarti sekolah ini tertutup bagi putra putri yang bukan orang Indonesia Tionghoa. Tapi karena anak murid sekolah ini lebih sering menggunakan bahasa pengantar Hokkian bercampur bahasa Indonesia dan ada mata pelajaran bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia, tentunya yang bersekolah pada masa itu dari kalangan keluarga etnis Indonesia Tionghoa yang rata-rata kurang fasih berbahasa Indonesia, sehingga dalam keseharian lebih cenderung menggunakan Bahasa Hokkian. Sebab pada waktu itu penduduk etnis Indonesia Tionghoa sangat dominan atau dapat dikatakan 70 % penghuni kota Bagansiapi-api adalah peranakan Indonesia Tionghoa yang sudah lebih dari sepuluh generasi menetap di Bagansiapi-api, boleh dikatakan mayoritas pada zamannya dan dapat digolongkan telah menjadi Indonesia Tionghoa wilayah tersebut. Sekolah Setia Budi berbentuk badan hukum yayasan. Faktor penggunaan bahasa Hokkian bercampur bahasa Indonesia telah membuat sekolah Setia Budi, Perguruan Wahidin, Bintang Laut dan Methodis banyak diminati peranakan Indonesia Tionghoa karena pada umumnya lebih banyak orang Indonesia Tionghoa yang menjadi guru. Bahasa Hokkian khusus dialek Bagansiapi-api dapat dianggap bahasa daerah Bagansiapi-api. Kenyataan

40 KOMUNITAS BAGANSIAPI-API

pada waktu itu memang demikian. Jumlah yang buta huruf atau tidak paham berbahasa Indonesia diantara masyarakat Tionghoa Bagansiapi-api cukup besar. Bahkan sebagian besar rakyat Bagansiapi-api benarbenar buta huruf dalam arti tidak dapat membaca dan menulis huruf latin maupun huruf Tionghoa Mandarin. Boleh kita gambarkan bahwa situasi Bagansiapi-api betul-betul terpencil dan jarang atau hampir tidak memiliki akses informasi atau berita-berita luar negeri. Generasi Penulis masih beruntung dapat menikmati pendidikan di sekolah dasar Setia Budi, seingat penulis pada masa itu sekolah Setia Budi hanya ada Sekolah Dasar belum dibuka Sekolah Menengah Pertama (SMP) , sehingga lulusan Sekolah Dasar Setia Budi sebagian besar melanjutkan pendidikan SMP ke sekolah Perguruan Wahidin, Sekolah Bintang Laut dan Sekolah Methodis atau Sekolah Negeri di sekitarnya atau keluar wilayah Bagansiapiapi, bahkan ada yang sama sekali tidak m e n e r u s k a n pendidikan akibat keterbatasan secara ekonomi. Mata pelajaran yang diberikan di sekolah Setia Budi Bagansiapiapi hampir sama dengan sekolah Perguruan Wahidin, Bintang Laut dan Methodis. Mulai dari Sekolah Setia Budi Bagansiapi-api 2009 Bahasa Indonesia, Ilmu Bumi, Ilmu Sejarah Indonesia, Berhitung, Ilmu Alam, Bahasa Inggris dan mata pelajaran lainnya. Sedangkan Bahasa Mandarin sempat Penulis belajar beberapa tahun yang kemudian dihapus dari sistem pendidikan nasional.

Sumber Daya Pengajar Pada masa itu rata-rata guru yang mengajar dominan dari kalangan etnis Indonesia Tionghoa tetapi guru otodidak atau lulusan SMP dan SMA dari sekolah swasta yang memiliki jiwa pendidik dan loyalitas pengabdian dengan kualitas mengajar terbaik dalam mencerdaskan anak didik dan di sekolah ini juga ada beberapa guru dari warga Melayu atau suku lain yang juga fasih berbahasa Hokkian. Salah satu sekolah tempat Penulis belajar yang masuk dalam kategori untuk anak-anak peranakan Indonesia Tionghoa.

40  

Sumber Daya Pengajar Faktor penggunaan bahasa Hokkian bercampur bahasa Indonesia telah membuat sekolah Setia Budi, Perguruan Wahidin, Bintan...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you