Page 1

2015

BUKU PEDOMAN TEKNIS PROGRAM CONTRA WAR BAGI KADER KB EDISI KE-2

BADAN KELUARGA BERENCANA 1 KABUPATEN MALANG


PROGRAM CONTRA WAR BAGI KADER KB EDISI KE-2 STRATEGI INOVATIF DALAM MENDUKUNG RENCANA AKSI DAERAH TERHADAP PERCEPATAN PENCAPAIAN TUJUAN KE 4 DAN 5 MILLENNIUM DEVELOPMENT GOALS TENTANG PENURUNAN ANGKA KEMATIAN ANAK DAN PENINGKATAN KESEHATAN IBU

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG BADAN KELUARGA BERENCANA J L. Merdeka Timur No 0 3 Telp. ( 0341 ) 3650 85 Fax ( 0341 ) 36508 4 Website : http//kb.malangkab.go.id  email : kb@malangkab.go.id MALANG

2


TIM PENYUSUN BUKU PEDOMAN TEKNIS PROGRAM CONTRA WAR (CONTRACEPTIVE FOR WOMEN AT RISK) BAGI KADER KB (PPKBD DAN SUB PPKBD) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

dr. HADI PUSPITA Drs. R. NONO RATNADIE, MM Dra.LILIK WAHYUNI drg. DESSY DELIYANTI R. Ay. SARI RATIH MALA DEWI, SE Drs.NANANG SUGIANTO PULUNG NGULANDORO , SH MOHAMMAD KHOLIK , SH Ir.PAMUJI HANDOKO, MAP SRI WAHYUNINGSIH , SE Ir.AUNUR ROFIQ, MM EMY ISWINARTI , SE Dra. RATNA WIDYAWATI SRI WAHYUNI, Amd. Keb ABDUL ROKHIM , SH IWAN KARTIKAWANTO , SP.MAP RUKANA , S.Sos. CHUSNUL CHOTIMAH , SE. MM DAIMATUN SRI SUFIYANI HARI KUSTANTO SISWADI TITIS WARIJANTI KOLIPAH MAYASARI DWI AGUSTINA, SE MOCHAMMAD CHORIS

27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35.

Dra.MARLIA SAPTI SULASTIAH SRI WAHJOENI ANDJANI, S.AP NURHAYATI , SE SASONGKO HUDI BRAHMATYO, S.Kom RIKO ANDI FARDIAS ATIK DIAN SETYO UTAMI, SE HENDIK NURMAWAN IWAN PURWANTO,SE PPLKB, PKB, PLKB SE KABUPATEN MALANG

i


KATA PENGANTAR Puji syukur patut kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana dengan rahmat, taufik serta hidayahnya sehingga Buku Pedoman Teknis Program Kolaborasi Program CONTRA WAR dan SUTERA EMAS bagi Kader Keluarga Berencana (PPKBD dan Sub PPKBD) ini dapat diselesaikan tepat waktu. Buku ini tersusun sebagai panduan bagi Program Inovatif Badan Keluarga Berencana Kabupaten Malang untuk mendukung proses percepatan pencapaian Program Millennium Developments Goals Indikator Ke-4 dan Ke-5 (Penurunan angka kematian Ibu dan Bayi) pada akhir tahun 2015. Teriring ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada yang terhormat : 1.

Bupati Malang, selaku Pelindung sehingga Program CONTRA WAR ini dapat terlaksana di Kabupaten Malang.

2.

Sekretaris Daerah, selaku Pengarah sehingga Program CONTRA WAR ini dapat berjalan sesuai dengan tujuan awalnya.

3.

Prof. Dr. Haryono Suyono, M.A. Ph.D., selaku Ketua Yayasan Damandiri.

4.

Prof. dr. Fasli Jalal, Ph. D, SpGk, selaku mantan Kepala BKKBN Pusat.

5.

Ir. Dwi Listyawardhani, M.Sc. Dip. Com, selaku Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur.

6.

Ir. Bambang Basuki Hanugrah, MM, selaku pembimbing penyusunan Kertas Kerja

Proyek

Perubahan

Instansional

Badan

Keluarga

Berencana

Kabupaten Malang “Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi dengan Metoda Kolaborasi Program CONTRA WAR (Contraceptive for Women at Risk) dan SUTERA EMAS (Surveilans Epidemiologi Terpadu Berbasis Masyarakat) di Kabupaten Malang�. 7.

Tim Internal Program CONTRA WAR (Badan Keluarga Berencana) yang terdiri dari : a. Kepala Badan Keluarga Berencana b. Sekretaris Badan c. Kepala Bidang Data & Informasi d. Kepala Bidang Penggerakan Masyarakat e. Kepala Bidang Keluarga Sejahtera

ii


f.

Kepala Bidang Keluarga Berencana

g. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian h. Kepala Sub Bagian Keuangan i.

Kepala Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi & Pelaporan

j.

Kepala Sub Bidang Jaminan Pelayanan KB/KR

k. Kepala Sub Bidang Kesehatan Reproduksi Remaja l.

Kepala Sub Bidang Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

m. Kepala Sub Bidang Pembinaan Ketahanan Keluarga n. Kepala Sub Bidang Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) o. Kepala Sub Bidang Institusi dan Peran Serta p. Kepala Sub Bidang Pengolahan Data dan Informasi q. Kepala Sub Bidang Penyebarluasan Data dan Pengembangan Informasi r.

Staf pada Badan Keluarga Berencana -

Mayasari Dwi Agustina, SE

-

Mochammad Choris

-

Sasongko Hudi Brahmatyo, S.Kom

-

Riko Andi Fardias

-

Atik Dian Setyo Utami, SE

s. Pengendali PLKB, PKB dan PLKB yang tersebar di 33 Kecamatan Se Kabupaten Malang

Karena berkat bantuan dan dukungannya maka Buku Pedoman Teknis Program Kolaborasi Program CONTRA WAR dan SUTERA EMAS bagi Kader Keluarga Berencana (PPKBD dan Sub PPKBD) dapat tersusun dengan baik dan saat ini telah masuk pada cetakan edisi ke-2. Demikian prakata kami, apabila ada hal-hal yang kurang berkenaan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Akhir harapan kami semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Malang ,

April 2015

Tim Pengendali Program CONTRA WAR iii


SAMBUTAN BUPATI MALANG

Assalamu’alaikum

Warrahmatullahi

Wabarakatuh

dan

Salam

Sejahtera bagi kita sekalian. Pertama - tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah S.W.T atas segala Berkah, Karunia, Taufik dan Hidayah-Nya semata sehingga penyusunan “BUKU PEDOMAN TEKNIS PROGRAM KOLABORASI PROGRAM CONTRA WAR DAN SUTERA EMAS BAGI KADER KELUARGA BERENCANA (PPKBD DAN SUB PPKBD) EDISI KE-2” dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu, seiring atau selaras dengan Visi dan Misi Kabupaten Malang dengan maskot “MADEP MANTEB” yang ditandai simbol logo dominasi warna “Kuning Emas dan Merah”, dimana Program Contraceptive For Women At Risk (CONTRA WAR) atau Kontrasepsi bagi Wanita Usia Subur Beresiko Tinggi, adalah merupakan Program Inovatif dari Badan Keluarga Berencana Kabupaten Malang dan satu-satunya Program Surveilans dibidang Kekeluarga Berencanaan di Indonesia. Dari 39 kasus kematian ibu pada tahun 2013 dan 27 kasus kematian ibu pada tahun 2014, 75% diantaranya disebabkan oleh penyakit menular, penyakit tidak menular serta faktor-faktor resiko tinggi di bidang kebidanan lainnya sebelum mereka hamil, sehingga disaat proses kehamilan selanjutnya dapat berpotensi meningkatkan resiko pada kehamilan yang dapat mengakibatkan kematian ibu maupun bayi. Program CONTRA WAR yang merupakan program unggulan Pemerintah Kabupaten Malang telah memulai proses pelaksanaan surveilans kekeluarga berencanaan di Indonesia dengan menekankan pada penemuan, pelaporan dan penanganan dini terhadap wanita usia subur beresiko tinggi yang berusia 15 s/d 49 tahun yang telah menikah, belum atau sedang dalam keadaan hamil, belum ber KB, berusia <20

iv


tahun dan >35 tahun serta sedang menderita penyakit menular, penyakit tidak menular serta faktor-faktor resiko tinggi di bidang kebidanan lainnya. Untuk itu saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Tim Pengendali Program CONTRA WAR Kabupaten Malang yang juga didukung oleh BKKBN Pusat melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur dalam rangka mewujudkan VisiMisi Pemerintah Kabupaten Malang yang Mandiri, Agamis, Demokratis, Produktif, Maju, Aman, Tertib dan Berdaya Saing. Selanjutnya besar harapan saya agar buku panduan ini dapat bermanfaat bagi pelayanan kekeluarga berencanaan baik dilingkungan Pemerintah maupun swasta serta seluruh masyarakat di Kabupaten Malang, sebagai upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi dengan pendekatan lebih dini pada periode sebelum menjalani kehamilan. Ihdinashirratal mustaqim Sekian Terima Kasihâ&#x20AC;Ś.

Malang, April 2015 Bupati Malang

H. RENDRA KRESNA

v


SAMBUTAN Prof. Dr. HARYONO SUYONO, M.A. Ph.D.

Pembangunan kesehatan di Indonesia sesuai dengan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2010 - 2014 mempunyai delapan fokus prioritas yang salah satunya adalah meningkatkan status kesehatan ibu, bayi dan balita dan Keluarga Berencana. Beberapa indikator penting yang terkait dengan status kesehatan ibu dan bayi antara lain AKI (angka kematian ibu) dan AKB (angka kematian bayi). Hal tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan millenium (MDGs) 2015 untuk menurunkan AKI menjadi 102/100000 kelahiran hidup pada tahun 2015 dan AKB menjadi 23/1000 kelahiran hidup pada tahun 2015. Untuk mencapai target di atas diperlukan upaya inovatif untuk mengatasi penyebab utama kematian ibu dan bayi, serta adanya kebijakan dan sistem yang efektif dalam mengatasi berbagai kendala yang timbul selama ini. Penyebab utama tingginya angka kematian ibu adalah adanya faktor resiko berupa penyakit menular, penyakit tidak menular serta faktor-faktor resiko tinggi di bidang kebidanan lainnya sebelum mereka hamil, sehingga disaat proses kehamilan selanjutnya dapat berpotensi menigkatkan resiko kehamilan yang dapat mengakibatkan kematian ibu maupun bayi. Dipandang perlu adanya suatu program untuk menanggulangi masalah tersebut, salah satunya di Kabupaten Malang melalui Badan Keluarga Berencana telah melaksanakan suatu program inovatif yang bernama CONTRA WAR (Contraceptive for Woman At Risk) atau Penggunaan Kontrasepsi yang tepat bagi wanita usia subur beresiko tinggi. Program CONTRA WAR (Contraceptive for Woman At Risk) bertujuan untuk menunda kehamilan wanita usia subur yang beresiko tinggi dengan penggunaan alat kontrasepsi yang tepat bagi penyakit yang dideritanya serta pada saat yang sama penyakitnya diobati sampai

vi


sembuh atau telah memungkinkan untuk hamil kembali, selanjutnya alat kontrasepsi dilepas dan yang bersangkutan dapat hamil dan bersalin dengan normal. Pelaksanaan surveilans bagi wanita usia subur beresiko tinggi melalui program CONTRA WAR ini diharapkan dapat menekan angka kematian ibu dan bayi secara lebih bermakna.

Saya mengucapkan selamat dan apresiasi kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan dan penerbitan buku ini.

Semoga buku pedoman ini dapat memudahkan para petugas keluarga berencana dalam menemukan calon akseptor yang tepat dan bagi para petugas kesehatan dalam melaksanakan proses penapisan reproduksi serta pelayanan kekeluarga berencanaan, maupun pihak-pihak yang terkait di dalam mendukung pelaksanaan serta keberlangsungan program CONTRA WAR di fasilitas pelayanan kesehatan dasar dan rujukan.

Malang,

April 2015

Prof. Dr. Haryono Suyono, M.A. Ph.D.

vii


DAFTAR ISI TIM PENYUSUN BUKU ............................................................................. i KATA PENGANTAR ................................................................................ ii SAMBUTAN BUPATI MALANG .............................................................. iv SAMBUTAN dari Prof. Dr. Haryono Suyono, M.A. Ph.D....................... vi DAFTAR ISI ........................................................................................... viii PENDAHULUAN........................................................................................ 1 A. MASALAH-MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN KESEHATAN IBU DAN BAYI YANG BARU LAHIR DI KABUPATEN MALANG ........ 2 B. KONSEP DASAR PROGRAM CONTRA WAR ................................... 5 C. SASARAN PROGRAM CONTRA WAR............................................... 5 D. RIWAYAT KEHAMILAN PATOLOGIS YG PERLU DIPERTIMBANGKAN DLM PROSES PENAPISAN REPRODUKSI ... 8 E. KONDISI YANG DIHARAPKAN .......................................................... 9 F. ALUR PROGRAM CONTRA WAR .................................................... 10 G. ALUR KOLABORASI PROGRAM CONTRA WAR DAN SUTERA EMAS ................................................................................................ 10 H. PERBEDAAN PROGRAM SUTERA EMAS (DINAS KESEHATAN) DAN CONTRA WAR (BADAN KELUARGA BERENCANA) .............. 11 I. PERBEDAAN PROGRAM CONTRA WAR DAN KOLABORASI (KERJASAMA) PROGRAM CONTRA WAR - SUTERA EMAS......... 12 J. MANFAAT KOLABORASI PROGRAM CONTRA WAR DAN SUTERA EMAS ................................................................................................ 16 K. KRITERIA KEBERHASILAN.............................................................. 17 L. CONTOH-CONTOH PENYAKIT PADA WANITA USIA SUBUR YANG DAPAT MENYEBABKAN KEMATIAN IBU DAN BAYI BARU LAHIR 18 PENUTUP................................................................................................ 25

viii


PENDAHULUAN Sejak tahun 2014, Badan Keluarga Berencana Kabupaten Malang telah mulai menerapkan inovasi melalui program unggulan Contra WaR (Contraceptive for Women at Risk / Kontrasepsi yang tepat bagi Wanita Usia Subur berisiko tinggi). Yang dimaksud dengan Program Contra WaR (Contraceptive for Women at Risk) : Adalah program

yang dilaksanakan secara

terencana dan terpadu melalui proses surveilans (pengamatan) aktif oleh Kader KB, yang dilaksanakan secara berkesinambungan dan berkelanjutan, serta melalui proses penapisan reproduksi terhadap Wanita Usia Subur yang sedang menderita suatu penyakit (menular , tidak menular atau bawaan) dan mempunyai faktor-faktor resiko terhadap kehamilan, serta pernah mempunyai riwayat kehamilan beresiko tinggi sebelumnya, yang dapat membahayakan proses kehamilan

dan

persalinan

selanjutnya,

dengan

penggunaan

kontrasepsi yang tepat selama masa penyembuhan penyakitnya. Sementara itu, pada saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Malang telah melaksanakan program inovatif Sutera Emas (Surveilans Epidemiologi Terpadu Berbasis Masyarakat) yang dimulai sejak tahun 2009 dan merupakan program surveilans berbasis masyarakat yang pertama di Indonesia,

dengan konsep dasar

one RTâ&#x20AC;&#x201C;one cadre &

one human at riskâ&#x20AC;&#x201C;one cadre (satu wilayah RT diamati oleh seorang kader kesehatan dan satu penduduk beresiko tinggi didampingi oleh seorang kader

kesehatan) ,

serta

mempunyai

filosofi

berupa

penemuan/pelaporan/penanganan kasus secara dini dan melalui pemberdayaan masyarakat serta kegiatannya dilakukan setiap saat. Program ini ternyata sangat

efektif dalam menurunkan Angka

Kematian Ibu dan Bayi serta menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular, penyakit tidak menular, penyakit bawaan serta faktor-faktor resiko tinggi di bidang kesehatan lainnya.

1


Dari

39 kasus kematian Ibu yang terjadi pada tahun 2013,

ternyata 29 kasus diantaranya masih dapat dicegah apabila dapat ditemukan lebih dini dan telah dilakukan penundaan kehamilan dengan menggunakan kontrasepsi yang tepat sesuai hasil penapisan, serta pada saat yang sama dilakukan pengobatan sesuai rekomendasi dari dokter spesialis terhadap penyakitnya

sampai sembuh serta telah

memungkinkan untuk hamil kembali. Maka dengan Strategi Kolaborasi (kerja sama) program Contra WaR dan Sutera Emas tersebut diharapkan para Wanita Usia Subur (WUS) berusia 15 sampai 49 tahun yang telah menikah dan tidak dalam keadaan hamil serta belum ber KB (Unmet Need), yang mempunyai faktor-faktor resiko tinggi seperti sedang menderita penyakit menular, penyakit tidak menular dan penyakit bawaan, serta ber usia terlalu muda (<20 th) atau terlalu tua (>35 th), serta pernah memiliki riwayat

kehamilan dengan jarak

terlalu rapat (<2 th), mempunyai anak terlalu banyak ( >4 ) atau pernah mengalami kehamilan ber resiko tinggi sebelumnya dapat ditemukan lebih dini.

Untuk selanjutnya yang bersangkutan akan dirujuk dan

dilakukan penapisan oleh dokter Puskesmas atau dokter spesialis terkait di Rumah Sakit, untuk direkomendasikan menjadi akseptor KB metode tertentu, serta sekaligus dapat dilakukan pengobata terhadap penyakitnya sampai sembuh. Pada akhirnya penggunaan kontrasepsi bagi WUS ber resiko tinggi tersebut dapat dihentikan dan akan dapat hamil serta melahirkan dengan selamat.

A. MASALAH-MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN KESEHATAN IBU DAN BAYI YANG BARU LAHIR DI KABUPATEN MALANG Beberapa isu-isu penting yang perlu ditindaklanjuti oleh Badan Keluarga Berencana Kabupaten Malang adalah sebagai berikut :

2


1. Tingginya Angka Kematian Ibu

Gambar : Kematian Ibu

2. Lonjakan kasus kematian Ibu Adanya trend peningkatan kasus kematian Ibu di kabupaten Malang, dari 25 kasus (2012) menjadi 39 kasus (2013) dan 21 kasus ( s/d Agustus 2014) , menjadikan kita harus lebih waspada, karena tidak tertutup kemungkinan akan terjadi peningkatan kasus kematian Ibu pada tahun mendatang, bahkan akan bisa melebihi target MDGâ&#x20AC;&#x2122;s pada akhir tahun 2015.

Gambar : Tingginya kasus kematian Ibu

3


3. Tingginya Angka Kematian Bayi Baru Lahir yang disebabkan oleh BBLR (Bayi Berat Badan Lahir Rendah)

Penyebab kematian tertinggi pada bayi baru lahir di Kabupaten Malang adalah kasus BBLR (Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah) yang dilahirkan oleh ibu-ibu dengan kwalitas kehamilan yang buruk, misalnya karena menderita penyakit menular, tidak menular, bawaan atau dengan status gizi buruk (Kurang Energi Kalori), yang sebenarnya apabila dapat ditemukan lebih dini akan dapat ditunda dulu kehamilannya, maka peluang untuk lebih menurunkan lagi Angka Kematian Bayi di kabupaten Malang masih sangat mungkin untuk dilakukan.

Gambar : Kematian bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR)

4. Tingginya Angka Kebutuhan ber-KB yang tidak Terpenuhi (Unmet Need)

Peningkatan cakupan peserta KB Aktif

ternyata belum berhasil

menurunkan Angka Kebutuhan ber KB yang Belum Terlayani (Unmet Need), khususnya bagi WUS berisiko tinggi , sehingga pada saat mereka hamil ternyata penyakit yang diderita belum sempat diobati dan pada saat mereka harus hamil maka akan

4


beresiko

mengalami

komplikasi

kehamilan

yang

dapat

mengakibatkan kematian.

Gambar : Kebutuhan Ber-KB belum terpenuhi (Unmetneed)

B. KONSEP DASAR PROGRAM CONTRA WAR 1. One RW â&#x20AC;&#x201C; One Cadre (Satu wilayah RT diamati oleh satu orang kader KB) 2. One High Risk Acceptor â&#x20AC;&#x201C; One Cadre (Satu akseptor

beresiko

tinggi didampingi oleh satu kader KB terlatih) 3. Selected

Contraceptive

For

Selected

Woman

(Pemberian

Kontrasepsi yang tepat bagi wanita yang tepat)

C. SASARAN PROGRAM CONTRA WAR Program Contra War ini ditujukan bagi wanita usia subur yang telah menikah, belum ikut KB dan tidak dalam keadaan hamil (unmetneed) , yang sedang atau pernah menderita penyakit-penyakit tertentu dan atau sedang menjalani pengobatan tertentu. Adapun beberapa kondisi resiko tinggi pada Wanita Usia Subur yang telah menikah, belum ber KB dan tidak dalam keadaan hamil, serta akan beresiko tinggi apabila hamil, adalah sebagai berikut : 1

Pasca persalinan (termasuk pasca seksio sesarea/ operasi sesar)

2

Pasca keguguran

5


3

Riwayat operasi pelvis

4

Hipertensi (Tekanan darah tinggi )

5

Riwayat hipertensi dalam kehamilan

6

Trombosis vena permukaan ( penyakit varises dengan infeksi )

7

Riwayat penyakit jantung iskemik ( nyeri dada )

8

Stroke ( kelumpuhan satu sisi bagian tubuh)

9

Penyakit katup jantung ( sesak dan kulit kebiruan )

10 Dekompensasio kordis ( jantung bengkak /sesak nafas bila bergerak) 11 Miokard infark akut ( serangan jantung ) 12 Epilepsi ( ayan ) 13 Pendarahan pervaginam 14 Pendarahan pervaginam yang belum diketahui penyebabnya 15 Endometriosis ( kelainan pddinding rahim ) 16 Tumor ovarium jinak ( Tumor jinak indung telur ) 17 Dismenorea berat ( Dilepen yang parah ) 18 Penyakit trofoblas 19 Kanker mamma ( kanker payudara ) 20 Kanker endometrium ( kanker kandungan ) 21 Kanker ovarium ( kanker indung telur ) 22 Fibroma uteri ( kanker kandungan ) TORCH ( Toxoplasmosis , Other/lain2, Rubella/Campak German, Cytomegalovirus, Herpes Simpleks/Dab ) 23 Kelainan anatomis ( kelainan bentuk tubuh ) 24 Penyakit radang panggul 25 IMS ( Infeksi Menular Seksual ) 26 Resiko tinggi HIV 27 Terinfeksi HIV 28 AIDS 29 Tuberkulosis ( TBC Paru ) 30 Penyakit Tiroid ( Gondok )

6


31 Hepatitis virus ( Penyakit Kuning ) 32 Sirosis ( Hati mengkerut ) 33 Tumor hati 34 Talasemia ( Kanker Darah ) 35 Penyakit Anemia bulan sabit 36 Anemia defisiensi Fe ( kekurangan zat besi ) 37 Penggunaan

Obat

yang

mempengaruhi

Rifampisin 38 Penggunaan Antikonvulsan tertentu

7

enzim-enzim

hati


D. RIWAYAT

KEHAMILAN

PATOLOGIS

YANG

PERLU

DIPERTIMBANGKAN DALAM PROSES PENAPISAN REPRODUKSI

1

Abortus spontan : - Complete - Incomplete

2

Abortus

Provocatus

Criminalis

Infeksiosa

(Riwayat

Pengguguran Kandungan) 3

Kehamilan Ekstra Tubae (Hamil diluar kandungan)

4

Mola hydatidosa (Tumor Mola)

5

Chronic Hyper Emesis Gravidarum (Muntah-muntah berlebihan pada kehamilan)

6

Anemia gravidarum (kurang darah)

7

Midtrimester

bleeding

(perdarahan

pada

bulan

ke

4-6

kehamilan) 8

Partus prematurus (lahir tidak cukup bulan)

9

Ante Partum Bleeding (perdarahan pada kehamilan bulan ke 7â&#x20AC;&#x201C;9 ) : a. Placenta praevia (ari-ari menutupi jalan lahir) b. Solutio placenta (ari-ari sulit lahir)

10 Pre eclampsia Ringan (hamil dengan tekanan darah tinggi) 11 Pre eclampsia Berat (hamil dengan tekanan darah tinggi yang berat dan kaki bengkak) 12 Eclampsia (hamil dengan kejang-kejang) 13 Kelainan letak janin 14 Kelainan air ketuban 15 Post term ( hamil lewat bulan ) 16 Penyakit sistemik (Penyakit yang menyerang organ â&#x20AC;&#x201C; organ tubuh) 17 Hemorrhagic Post Partum (perdarahan setelah melahirkan) 18 Emboli air ketuban (air ketuban masuk kedalam aliran darah) 19 Distosia / kelainan letak

8


20 Partus lama ( kasep / sisa dukun ) 21 Late

Haemorrhagic

Post

Partum

(perdarahan

setelah

melahirkan yang muncul nya lambat) 22 Infeksi nifas (infeksi pada masa 42 hari setelah melahirkan)

E. KONDISI YANG DIHARAPKAN KONDISI SEKARANG 1. Tingginya sebesar

Angka 39

KONDISI YANG DIHARAPKAN

Kematian

kasus

Ibu

1

Percepatan Penurunan Angka Kematian

kematian

Ibu menjadi <70 / 100.000 Kelahiran

(89/100.000 Kelahiran Hidup) pada

Hidup pada akhir 2014 dan <50 /

tahun 2013

100.000 Kelahiran Hidup pada akhir 2014

2. Adanya lonjakan kasus kematian 2

Terjadinya penurunan kasus kematian

dari 25 kasus pada tahun 2012

Ibu menjadi 75% pada akhir tahun 2014

menjadi 39 kasus pada tahun 2013.

dan 50% pada akhir tahun 2015

3. Angka Kematian Bayi Baru Lahir ( 3

Angka Kematian Bayi Baru Lahir dapat

yang sebagian besar disebabkan

dipertahankan

oleh BBLR / Bayi Berat Badan

Kelahiran Hidup pada akhir tahun 2014

Lahir Rendah) sebesar 176 kasus

dan < 4 / 1.000 Kelahiran Hidup pada

kematian

akhir tahun 2015

(4,02/1.000

Kelahiran

sebesar

4

/

1.000

Hidup) pada tahun 2013 4. Tingginya Angka Kebutuhan ber- 4

Penurunan Angka Kebutuhan ber-KB

KB yang tidak Terpenuhi (Unmet

yang tidak Terpenuhi (Unmet Need)

Need) sebesar 10,49% pada tahun

menjadi 9% pada akhir 2014 dan 6,5%

2013

pada akhir 2015

9


F. ALUR PROGRAM CONTRA WAR GRAND STRATEGY PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI DENGAN PROGRAM CONTRA WAR ( CONTRACEPTIVE FOR WOMEN AT RISK ) DI KABUPATEN MALANG

Kader KB Melaporkan Data WUS (wanita usia subur) yang Belum Ber KB Kepada PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana) setiap saat ( REAL TIME )

Pelaksanaan Surveilans Aktif Oleh Kader KB Setiap Saat / REAL TIME  ONE RT - ONE CADRE

Setelah penderita dinyatakan sembuh dari penyakit nya atau sudah dinyatakan layak menjalani kehamilan, maka atas rekomendasi Dokter dilakukan penghentian penggunaan kontrasepsi

7

Proses Penapisan Reproduksi dan Pemilihan Kontrasepsi yg tepat bagi WUS Risti sesuai Rekomendasi dari Dokter Puskesmas / Dokter Spesialis, serta sekaligus dilakukan Penatalaksanaan terhadap Penyakit nya sampai sembuh

Hamil Normal dan Persalinan Aman

Bidan Desa / PLKB Melakukan kunjungan Ke lokasi ( Home Visit )

Rujukan WUS Risti ke Puskesmas / Rumah Sakit

Tim Contra War Melakukan Analisa Kasus dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat

Bidan desa melakukan Pemeriksaan untuk Mengetahui faktor resiko Tinggi yang ada

PLKB mengirimkan laporan melalui SMS Gateway ke server Contra WaR setiap saat ( REAL TIME )

Penurunan Angka Kematian Ibu & Bayi

G. ALUR KOLABORASI PROGRAM CONTRA WAR DAN SUTERA EMAS GRAND STRATEGY PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI DENGAN KOLABORASI PROGRAM CONTRA WAR ( CONTRACEPTIVE FOR WOMEN AT RISK ) & SUTERA EMAS ( SURVEILANS EPIDEMIOLOGI TERPADU BERBASIS MASYARAKAT ) DI KABUPATEN MALANG

Pelaksanaan Surveilans Aktif Oleh Kader Kesehatan & KB Setiap Saat / REAL TIME  ONE RT - ONE CADRE

Bidan Desa /Perawat / PLKB melakukan home visit sesuai

7

guidance

Rujukan WUS Risti ke Puskesmas / Rumah Sakit

Kader kesehatan / KB Melaporkan Semua Temuan Kasus Kepada Bidan Desa / Perawat Ponkesdes / PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana) setiap saat ( REAL TIME )

Tim Contra War Melakukan Analisa Kasus dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat

Bidan Desa / Perawat Ponkesdes melakukan Konfirmasi Kasus Ke lokasi ( Home Visit )

Data WUS Risti by name /by case/ by address tsb secara otomatis akan dikirim oleh server Contra WaR ke masing2 nomor HP PLKB yang telah ter Registrasi sesuai Lokasi kasus ( REAL TIME )

Proses Penapisan Reproduksi dan Pemilihan Kontrasepsi yg tepat bagi WUS Risti sesuai Rekomendasi dari Dokter Puskesmas / Dokter Spesialis, serta sekaligus dilakukan Penatalaksanaan terhadap Penyakit nya sampai sembuh

Laporan Kasus Kesakitan by name/by case/by address pada WUS Risti (Wanita Usia Subur Beresiko Tinggi) yang Belum Hamil & Ber KB ( Unmetneed ) yang ditangkap oleh server Sutera Emas  secara otomatis akan diteruskan ke server Contra WaR ( REAL TIME )

Setelah penderita dinyatakan sembuh dari penyakit nya atau sudah dinyatakan layak menjalani kehamilan, maka atas rekomendasi Dokter dilakukan penghentian penggunaan kontrasepsi

10

Hamil Normal dan Persalinan Aman

Penetapan Suspect Dx / Dx Kerja oleh Bidan Desa / Perawat Ponkesdes/ Dokter Puskesmas

Bidan Desa / Perawat Ponkesdes mengirimkan laporan melalui SMS Gateway ke server Sutera Emas setiap saat ( REAL TIME )

Penurunan Angka Kematian Ibu & Bayi


Alur Program Cotra WaR

H. PERBEDAAN PROGRAM SUTERA EMAS (DINAS KESEHATAN) DAN CONTRA WAR (BADAN KELUARGA BERENCANA) SUTERA EMAS

CONTRA WAR

1. Pengamatan aktif terhadap penyakit menular, penyakit tidak menular, penyakit bawaan, faktor resiko tinggi kebidanan dan masalah-masalah kesehatan lainnya

1. Pengamatan aktif terhadap Wanita Usia Subur dari Pasangan Usia Subur yang butuh ber KB tetapi belum terlayani (unmetneed)

2. Pelaksana Pengamatan adalah kader kesehatan / posyandu terlatih

2. Pelaksana Pengamatan adalah kader PPKBD (Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa) dan Sub PPKBD (Sub Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa) terlatih 3. Koordinator Pengamatan tingkat desa adalah PPLKB (Pembantu Petugas Lapangan Keluarga Berencana)

3. Koordinator Pengamatan tingkat desa adalah Bidan Desa

11


4. Koordinator Pengamatan tingkat kecamatan/wilayah kerja Puskesmas adalah Koordinator Sutera Emas dan Koordinator Bidan Puskesmas

4. Koordinator Pengamatan tingkat kecamatan adalah PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana)

5. Data diperoleh dari kegiatan dalam gedung dan luar gedung

5. Data diperoleh dari kegiatan luar gedung

6. Berfungsi ganda dalam pemetaan sasaran baru program kesehatan berdasarkan nama dan alamat

6. Berfungsi ganda dalam pemetaan akseptor aktif berdasarkan nama dan alamat

7. Bermanfaat sebagai sistem kewaspadaan dini terhadap Kejadian Luar Biasa serta pencegahan terhadap kematian Ibu dan Bayi baru lahir

7. Apabila dilakukan sendiri akan kurang bermanfaat dalam pencegahan kematian Ibu dan Bayi baru lahir

I.

PERBEDAAN

PROGRAM

CONTRA

WAR

DAN

KOLABORASI (KERJASAMA) PROGRAM CONTRA WAR SUTERA EMAS

KERJASAMA PROGRAM

CONTRA WAR

1. Pengamatan Wanita

Usia

Pasangan butuh

aktif

ber

Usia KB

CONTRA WAR DAN SUTERA EMAS

terhadap

1. Pengamatan

aktif

terhadap

Subur

dari

Wanita Usia Subur dari Pasangan

Subur

yang

Usia Subur yang butuh ber KB

tetapi

belum

terlayani (unmetneed)

tetapi

belum

(unmetneed) menderita

12

terlayani yang

sedang

penyakit

menular,


penyakit tidak menular, penyakit bawaan serta mempunyai riwayat faktor resiko tinggi kebidanan pada kehamilan sebelumnya

2. Pelaksana Pengamatan adalah kader PPKBD dan Sub PPKBD

2. Pelaksana Pengamatan adalah kader PPKBD dan Sub PPKBD , serta

terlatih

Kader

Kesehatan

/

Posyandu terlatih 3. Koordinator Pengamatan tingkat

3. Koordinator Pengamatan tingkat

desa adalah PPLKB (Pembantu

desa adalah PPLKB (Pembantu

Petugas

Petugas

Lapangan

Keluarga

Berencana)

Lapangan

Keluarga

Berencana) dan Bidan Desa

4. Koordinator Pengamatan tingkat 4. Koordinator Pengamatan tingkat kecamatan (Petugas

adalah Lapangan

PLKB Keluarga

Berencana)

kecamatan (Petugas

adalah

PLKB

Lapangan

Keluarga

Berencana), Koordinator Sutera Emas

dan

Koordinator

Bidan

Puskesmas 5. Data

diperoleh

dari

kegiatan

dalam gedung dan luar gedung 5. Data 6. Berfungsi pemetaan

ganda

dalam

akseptor

aktif

berdasarkan nama dan alamat

dalam

diperoleh dan

berlangsung

dari

luar

kegiatan

gedung

secara

dan terus

menerus 24 jam non stop serta pelaporannya realtime

6. Berfungsi

13

ganda

dalam


7. Apabila dilakukan sendiri akan kurang

bermanfaat

pemetaan

akseptor

aktif

dan

dalam

sasaran baru program kesehatan

pencegahan kematian Ibu dan

by name, by address (bermanfaat

Bayi baru lahir

untuk update data akseptor aktif

8. Mungkin akan terjadi pencatatan

dan unmetneed)

ganda dalam pelaporan Wanita Usia Subur yang berisiko tinggi 9. Pemutakhiran data peserta KB

7. Apabila

dilakukan

kolaboratif

maka

secara akan

ada

Aktif dan unmetneed tergantung

guidance dalam penemuan dan

dari perolehan data yang tanpa

penatalaksanaan

guidance (pedoman)

Usia Subur yang berisiko tinggi,

10. Jumlah calon akseptor baru dari kelompok (unmetneed)

WUS yang

Risti menjalani

penapisan reproduksi terbatas.

bagi

Wanita

sehingga bisa segera dilakukan intervensi dengan penggunaan metode KB yang tepat selama menjalani pengobatan terhadap penyakitnya 8. Sangat kecil kemungkinan terjadi kelalaian

pencatatan

pencatatan pelaporan

ganda Wanita

dan dalam

Usia

Subur

yang berisiko tinggi

9. Pemutakhiran data peserta KB Aktif mudah

dan dan

unmetneed cepat

sangat dilakukan

karena sudah tersedia guidance (pedoman)

yang

merupakan

output data dari Program Sutera Emas

14


10. Jumlah calon akseptor baru dari kelompok WUS Risti (unmetneed) yang

menjalani

reproduksi datanya

tidak di

penapisan terbatas

eksport

dan

secara

otomatis oleh server Sutera Emas ke server contra War

PEMANFAATAN PROGRAM UNGGULAN DINAS KESEHATAN DAN BADAN KELUARGA BERENCANA DALAM RANGKA PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI BARU LAHIR

 PERIODE PRA NIKAH

CONTRA WAR

 PERIODE PRA

KEHAMILAN SUTERA EMAS

 PERIODE KEHAMILAN  PERIODE PERSALINAN  PERIODE NIFAS DAN

NEONATAL

15

EMAS


J. MANFAAT KOLABORASI PROGRAM CONTRA WAR DAN SUTERA EMAS Manfaat proyek perubahan dalam Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi melalui program Contra WaR (Contraceptive for Women at Risk) adalah : 1. Meningkatkan kinerja Badan Keluarga Berencana sesuai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Malang 2. Memudahkan petugas untuk dapat mengetahui sasaran Unmet Need (WUS yang butuh ber KB tetapi belum terlayani) berdasarkan nama, alamat dan kasus 3. Meningkatkan

pemahaman

petugas

bahwa

peningkatan

cakupan akseptor KB baru seharusnya berbanding lurus dengan penurunan AKI dan AKB 4. Mengurangi kecenderungan pementingan terhadap programprogram sendiri 5. Merangsang semangat petugas untuk bekerja lebih inovatif dan lebih bertanggung jawab 6. Memudahkan

petugas

dalam

melakukan

pendampingan

terhadap akseptor KB dari kelompok Unmet Need dalam melaksanakan kehamilan yang terencana 7. Meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektoral 8. Meningkatkan kwalitas pelayanan keluarga berencana bagi masyarakat 9. Data Wanita Usia Subur dari Pasangan Usia Subur yang butuh ber KB tetapi belum terlayani (unmetneed) yang sedang menderita penyakit menular, penyakit tidak menular, penyakit bawaan serta mempunyai riwayat

faktor resiko tinggi

kebidanan pada kehamilan sebelumnya, dapat diperoleh secara otomatis dari server Sutera Emas Dinas Kesehatan

16


10. Data diperoleh dari kegiatan surveilans yang berlangsung secara terus menerus 24 jam non stop serta pelaporannya realtime 11. Sasaran baru program kesehatan berdasarkan nama dan alamat bermanfaat untuk pemutakhiran data akseptor aktif dan unmetneed 12. Adanya guidance (pedoman) yang mempermudah penemuan dan penatalaksanaan Wanita Usia Subur yang berisiko tinggi 13. Meminimalisir kemungkinan terjadinya kelalaian pencatatan dan pencatatan ganda dalam pelaporan data Wanita Usia Subur berisiko tinggi 14. Pemutakhiran data peserta KB Aktif dan unmetneed sangat mudah dan cepat dilakukan karena sudah tersedia guidance (pedoman) yang merupakan output data dari Program Sutera Emas 15. Jumlah calon akseptor baru dari kelompok WUS Risti (unmetneed) yang menjalani penapisan reproduksi tidak terbatas karena datan-data tersebut di ekspor secara otomatis oleh server Sutera Emas ke server Contra WaR 16. Data berdasarkan nama dan alamat WUS Risti dari server Contra War akan terkirim secara otomatis ke nomor-nomor HP PPLKB 17. Mempercepat rencana aksi Pemerintah Kabupaten Malang dalam pencapaian tujuan MDGâ&#x20AC;&#x2122;s

K. KRITERIA KEBERHASILAN 1. Penurunan Angka Kebutuhan ber-KB yang tidak Terpenuhi (Unmet Need) menjadi 9% pada akhir 2014 dan 6,5% pada akhir 2015

17


2. Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu menjadi <70 / 100.000 Kelahiran Hidup pada akhir 2014 dan <50 / 100.000 Kelahiran Hidup pada akhir 2015 3. Terjadinya penurunan kasus kematian Ibu menjadi 75% pada akhir tahun 2014 dan 50% pada akhir tahun 2015 4. Angka Kematian Bayi Baru Lahir dapat dipertahankan sebesar 4 / 1.000 Kelahiran Hidup pada akhir tahun 2014 dan < 4 / 1.000 Kelahiran Hidup pada akhir tahun 2015 5. Peningkatan cakupan Akseptor KB baru dari kelompok Wanita Usia Subur ber resiko tinggi (Unmet Need) sesuai rekomendasi dokter spesialis dan dokter puskesmas 6. Peningkatan pelayanan kesehatan bagi akseptor KB baru dari kelompok Wanita Usia Subur beresiko tinggi (Unmet Need) L. CONTOH-CONTOH PENYAKIT PADA WANITA USIA SUBUR YANG DAPAT MENYEBABKAN KEMATIAN IBU DAN BAYI BARU LAHIR

TBC PARU 1. Disebabkan oleh kuman TBC 2. Penularan melalui udara 3. Batuk berdahak lebih dari 3 minggu disertai darah 4. Berat badan semakin menurun 5. Ada riwayat kontak dengan penderita TBC 6. Bisa menyebabkan kematian ibu 7. Gambar penderita TBC :

18


Kurang Energi kalori (Kurang gizi) 1. Disebabkan karena kurangnya nutrisi / akibat dari penyakit manahun 2. Kurus 3. Lingkar lengan atas <= 23 cm 4. Bayi yang dilahirkan sering BBLR (bayi berat badan rendah, dan sering menyebabkan kematian pada bayi baru lahir) 5. Bisa menyebabkan kematian ibu 6. Gambar Kurang Energi kalori (Kurang gizi) :

Pre eclampsia berat (ibu hamil dengan kelainan tekanan darah tinggi yang berat) 1. Ibu hamil dengan tekanan darah tinggi yang berat 2. Kaki bengkak 3. Mulai muncul pada hamil bulan ke 4 dan seterusnya 4. Bisa menyebabkan kematian ibu dan bayi baru lahir

19


Trombosis vena permukaan ( penyakit varises dengan infeksi) 1. Ada penonjolan pembuluh darah dibawah kulit, lebih sering terjadi di tungkai bawah 2. Bisa menyebabkan kematian ibu 3. Bisa mengakibatkan gangguan pada kehamilan

Stroke (lumpuh separuh tubuh) 1. Kelumpuhan

terjadi

mendadak atau lambat laun 2. Mengenai otot-otot separuh bagian tubuh, mulai dari otot wajah sampai otot kaki 3. Munculnya hilangnya

bisa

disertai

kesadaran

atau

tetap sadar 4. Kelumpuhan pada otot wajah bisa berupa mulut perot dan kelopak

mata

tidak

bisa

menutup 5. Gangguan

pergerakan

tangan dan kaki 6. Berjalan

menyeret

dan

bicara pelat (cadel) 20


Kanker payudara 1. Benjolan

menetap

payudara,

pada

semakin

hari

semakin membesar 2. Nyeri apabila ditekan 3. Pada fase lanjut, bisa timbul borok 4. Sulit

sembuh

dengan

pengobatan cara biasa 5. Bisa

menjalar

ke

organ

tubuh lainnya 6. Bisa menyebabkan kematian ibu

Herpes simpleks (penyakit dap pada sekitar lubang-lubang tubuh) 1. Benjolan berisi cairan disekitar mata, mulut, hidung, telinga, alat kemaluan 2. Terasa nyeri 3. Mudah menyebar kedaerah lain 4. Bisa

ditularkan

melalui

hubungan seks / berciuman dengan penderita herpes 5. Bisa

menyebabkan

kematian

ibu

21


Toksoplasmosis 1. Disebabkan oleh toksoplasma gondii 2. Ditularkan

melalui

binatang

pengerat (tikus) kucing, dan anjing 3. Bisa menimbulkan keguguran atau bayi lahir cacat 4. Bisa menimbulkan kematian ibu dan bayi

Penyakit Gondok 1. Benjolan pada leher, semakin lama semakin besar 2. Akibat kekurangan yodium 3. Sering disertai dengan dada berdebar 4. Sering disertai dengan meningkatnya tekanan darah 5. Bisa menyebabkan kelainan pada bayi baru lahir 6. Bisa menyebabkan kematian ibu

HIV - AIDS 1. Adalah kumpulan gejala yang berupa penurunan kekebalan tubuh akibat dari infeksi dari virus HIV

22


2. Demam tinggi dengan penyebab tidak jelas 3. Tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan biasa 4. Menyerang sistem kekebalan tubuh 5. Bisa ditularkan melalui hubungan seks, menggunakan narkoba suntik dan transfusi darah 6. Anak yang dilahirkan bisa menderita HIV 7. Bisa menyebabkan kematian ibu

Penyakit sifilis (raja singa) 1. Disebabkan Triponema

oleh

kuman

pallidum

Timbul

benjolan keras atau borok pada alat kemaluan 2. Ditularkan

melalui

hubungan

seksual 3. Sulit disembuhkan 4. Bisa menyerang organ tubuh yang lain 5. Dapat

menyebabkan

keguguran, lahir prematur, bayi lahir cacat atau mati 6. Bisa

menyebabkan

kematian

ibu 23


Penyakit Kuning (Liver) 1. Disebabkan oleh virus hepatitis 2. Pada hepatitis tipe B bisa berkembang menjadi kanker hati 3. Bisa menular pada bayi yang dilahirkan 4. Bisa menyebabkan kematian ibu dan bayi baru lahir

PENUTUP

Demikian buku panduan Kolaborasi Program CONTRA WAR SUTERA EMAS bagi kader KB telah selesai disusun, tentu masih sangat banyak kekurangannya. Besar harapan kami kiranya buku pedoman ini dapat bermanfaat bagi ibu-ibu kader KB didalam menemukan Wanita Usia Subur beresiko tinggi yang belum ber-KB, agar dapat mencegah kematian ibu dan bayi baru lahir dimasa mendatang. Teriring

ucapan

terima

kasih

yang

setulus-tulusnya

pengabdian tanpa pamrih ibu-ibu sekalian selama ini.

SELAMAT BERJUANG…………..

24

atas

Buku pedoman teknis kolaborasi program contra war dan sutera emas bagi kader keluarga berencana doc  
Buku pedoman teknis kolaborasi program contra war dan sutera emas bagi kader keluarga berencana doc  
Advertisement