Page 1

wisata indonesia sekali klik!

MEMBURU SERIBU KEINDAHAN PULAU TOGEAN

Desember 2012-Januari 2013

Kepulauan Togean, gugusan kepulauan di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah. Di tengah laut antara Sulawesi Tengah dan Gorontalo. Konon, Togean adalah nama sebuah kerajaan besar

BULOK BUYA SABE KOMUNITAS HITCHHIKKER INDONESIA

1i9ne I S I agaz M EFD e e r

PROFIL JJ RIZAL

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n


Daftar Isi CATPER 15 PULAU TOGEAN KAN DIRINDU GALERI 25 FOTO PULAU TOGEAN PENGANAN 43 SUP KALEDO AKSESORIS 46 HANDUK MICRO FIBER TIPS 47 OBATI KORBAN BULU BABI RESENSI 49 TRAVEL WRITER

3

JEDA 51 JANGAN BAYAR LEBIH! ORDINAT MEMBURU SERIBU KEINDAHAN PULAU TOGEAN Kepulauan Togean merupakan gugusan kepulauan di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah. Tepatnya terletak di tengah laut antara Sulawesi Tengah dan Gorontalo.

11 BULOK 27 BUYA SABE

b a c k p a Ck i n I

KONTRIBUTOR 56 BM EDISI 19 EDISI DEPAN 57 SOLO

PANDU MENUJU PULAU TOGEAN Jalur utama menuju Kepulauan Togean ditempuh dari dua titik, yaitu pelabuhan Ampana di Palu dan Gorontalo.

KOMUNITAS 33 HITCHHIKER INDONESIA

1

INTERAKSI 53 SELAMAT ULTAH BM!

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

PROFIL 37 JJ RIZAL


PIMPINAN UMUM/REDAKSI Ambar Arum ambar@backpackinmagazine.com EDITOR Muhammad Iqbal

DARI REDAKSI

REDAKSI Annisa M.F. Harahap

Salam Ransel, ARTISTIK & DESAIN SUDAH TIBA DI penghujung tahun 2012, Backpackin kembali berulang tahun ketiga! Kami bersyukur, tiga tahun sudah kami memperkenalkan keindahan Indonesia kepada pembaca. Terima kasih! Backpackin Magazine sudah diterima di tengah para traveller dan backpacker di Indonesia. Karena kalian semua, kami hadir. Sekarang, persiapkan mata kamu untuk mengenal keindahan Togean, mulai dari alamnya, masyarakatnya, hingga makanannya. Kenali Togean, dan cintai Togean dengan tetap menjaga kelestarian alamnya saat berkunjung ke sana. Keep traveling, keep preserving, keep backpackin!

Galih Permadi Kibar Desain Salman WEBMASTER Kurniawan Aji Saputra

REDAKSI

Redaksi menerima saran, kritik, dan artikel dari BM Readers yang bisa dikirim melalui alamat email kami. FOTO COVER : BAGUS SANGAJI RIWANTO

WEBSITE

www.backpackinmagazine.com

EMAIL

redaksiezinebi@yahoo.com

FACEBOOK

TWEET

Backpackin Magz @Backpackin_Magz Backpackin’ E-Magazine D E S E M B E R 2 0 1 2 - J A N U A R I 2 0 1 3 I b a c K p a Ck i n


PUL

3

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013


ORDINAT

MEMBURU SERIBU KEINDAHAN

LA U TOGEAN Kepulauan Togean merupakan gugusan kepulauan di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah. Tepatnya terletak di tengah laut antara Sulawesi Tengah dan Gorontalo. Konon di zaman dahulu, Togean adalah nama sebuah kerajaan besar di gugusan pulau tersebut dan itulah mengapa kepulauan ini dinamakan Kepulauan Togean. OLEH: AMBAR ARUM DAN FARCHAN NOOR RACHMAN FOTO: BAGUS SANGAJI RIKWANTO DAN FARCHAN NOOR RACHMAN

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n

4


CATPER

PULAU TOGEAN JADI istimewa karena banyak hal. Secara geografis kepulauan ini letaknya dekat dengan garis khatulistiwa yang membelah bumi utara dan selatan. Bersamaan dengan itu, Kepulauan Togean juga termasuk dalam zona transisi pada peta persebaran fauna yang terlukis melalui garis Wallace dan Weber. Perpaduan fakta-fakta tersebut menjadikan Kepulauan Togean memiliki kekayaan ragam hayati, baik flora, fauna, 5

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

maupun bentang panorama alam yang unik, terutama di bawah lautnya. Hal ini disadari oleh pemerintah Indonesia, dan kemudian dibentuk Taman Nasional Kepulauan Togean melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.418/Menhut-II/2004 sebagai upaya untuk menjaga kelestarian alam yang ada di dalamnya. Terbentang sekitar 66 pulau di sini, dengan enam pulau besarnya yaitu: Unauna, Batudaka, Togean, Talatakoh, Waleakodi


FOTO : SANGAJI

dan Waleabahi. Setiap pulau menyimpan kecantikannya sendiri-sendiri. Misalnya di Pulau Malenge terdapat hutan yang masih alami dan menjadi habitat satwa khas Sulawesi seperti Tarsius dan Burung Rangkong. Kemudian juga ada gunung berapi yang masih aktif, yaitu Gunung Colo di Pulau Una-una yang meletus pada tahun 1983 silam. Nama Gunung Colo diambil dari bahasa Bugis yang berarti gunung korek api. Sejak letusan tersebut, tanah di

ADA GUNUNG MASIH AKTIF YAITU GUNUNG COLO YANG MELETUS TAHUN 1983

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n

6


ORDINAT

7

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013


pulau ini menjadi semakin subur sehingga mampu menjadi penghasil kopra dan cengkeh di Sulawesi Tengah. Dan jika beruntung, di antara Pulau Batudaka dan Pulau Kadidiri terdapat koloni lumba-lumba yang sering menampakkan diri. Langit di Togean sedemikian bersihnya sehingga saat malam hari dapat dengan mudah ditemukan bintang jatuh. Sementara di pagi harinya, sekumpulan elang laut terbang mengelilingi pulau. Kemudian tidak jauh dari desa Bomba di Pulau Batudaka, dapat kita temui goa kelelawar. Merapat jugalah ke pemukiman suku Bajo di Pulau Kabalutan dan tinggalah selama beberapa hari untuk semakin mengenal mereka para jagoan laut yang sudah bernapas bersama laut.

PULAU POYA Berjarak 20 menit dari Pulau Batudaka, terdapatlah Pulau Poya dengan satu penginapan terkenal yang diberi nama Poyalisa Cottage. Pulau ini luasnya tidak lebih dari satu hektar, namun keindahan panoramanya terbentang luas tanpa batas, seakan secara visual nyaris tidak ada cela pada pulau ini. Poyalisa memiliki pantai kecil berpasir putih, tebing untuk melihat matahari tenggelam dan area snorkeling dengan koral yang masih sehat serta didiami bermacam-macam jenis ikan.

AIR TERJUN TANIMPO Lokasinya di Wakai, salah satu ujung Pulau Batudaka. Air terjun ini berasal dari perbukitan di Batudaka. Untuk mencapai air

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n

8


ORDINAT terjun Tanimpo, bisa menggunakan ojek dari Pelabuhan Wakai menuju lokasi air terjun dengan membayar Rp 15.000 pulang pergi. Setelah turun dari ojek, dilanjutkan sekitar 10 menit berjalan kaki menuju air terjun. Air terjun Tanimpo termasuk istimewa karena terdiri dari tujuh air terjun. Dari air

terjun pertama sampai ketujuh bisa dicapai dengan mendaki bukit, namun jalan semakin terjal mulai air terjun keempat. Sedikit sekali yang bisa mencapai puncak air terjun ketujuh karena beratnya medan, biasanya pengunjung hanya sampai ke air terjun keempat atau kelima.

MENYELAM DI KADADIRI

AKTIVITAS VULKANIS MEMBENTUK STRUKTUR BAWAH LAUT DI KADADIRI MENJADI LUAR BIASA INDAH

9

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

Kepulauan Togean, terutama Pulau Kadadiri sudah menjadi populer di dunia para penyelam, baik lokal maupun mancanegara. Tidak mengherankan, aktivitas


vulkanis telah membentuk struktur bawah laut di Kadadiri menjadi luar biasa indah. Berdasarkan data dari Conservation International Indonesia (CII) pada 2001, tercatat ada setidaknya 262 jenis terumbu karang, 596 jenis ikan, serta 555 jenis moluska, dan ada beberapa hewan langka seperti penyu hijau, penyu sisik, dugong, dan masih banyak lagi. Sediakan waktu yang cukup lama apabila ingin benar-benar puas menjelajahi alam bawah laut di sini. Sebab tidak hanya satu atau dua titik menyelam, melainkan pu-

luhan! Mereka yang belum memiliki lisensi menyelam juga dapat puas snorkeling di sini, sebab dari kedalaman yang dangkal sekalipun, sudah banyak karang dan hewan laut yang dapat mempesona mata. Tidak jauh berbeda seperti tempat wisata di Indonesia pada umumnya, potensi pariwisata Togean kurang dikembangkan dengan baik, mulai promosi yang kurang maksimal, hingga perilaku penduduk lokal maupun pendatang yang berpotensi merusak ekosistem di Togean. Misalnya masih ditemui nelayan yang menangkap ikan menggunakan bahan peledak, belum lagi terinjak atau tersentuhnya terumbu karang oleh wisatawan. Namun tetap ada upaya yang dilakukan untuk memperbaiki itu semua, salah satunya muncul dari Saiful M. Amin, warga dari pulau Katupat, yang juga pemilik penginapan Fadhila Cottage di pulau tersebut. Pak Saiful prihatin dengan masalah kelestarian alam di Togean, dan juga persoalan penduduknya yang banyak penganggur. Dibantu dengan Marion dan Jeff, dua orang dari Perancis yang jatuh cinta pada Togean, mereka bersama-sama mendirikan EVERTO (www.everto.org), sebuah organisasi non-profit yang berkomitmen menggerakkan wisata bijak sekaligus meningkatkan peluang kerja untuk penduduk lokal. Semoga ke mana pun kaki kita berpijak, terus tertanam kesadaran untuk menjaga ekosistem alam dan budaya yang ada di situ.

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n

10


PANDU

JALUR UTAMA MENUJU Kepulauan Togean dapat ditempuh dari dua titik, yaitu pelabuhan Ampana di Palu dan Gorontalo.

MENUJU PALU Garuda Indonesia Rp.3.504.000-Rp.4.767.000 JKT-Palu , Pkl 09.40-15.05 Palu-JKT , Pkl 15.50-19.15 Lion Air Rp.1.700.000 - Rp.4.172.000 JKT-Palu . Pkl 05.00-08.35 dan 16.55-20.30 Palu-JKT ,Pkl 09.15-1.045 dan 21.05-23.55

PALU-PEL. AMPANA Terdapat travel dengan biaya 150.000.

11

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

PEL. AMPANA-P. TOGEAN Menggunakan kapal ferry atau kapal perintis dari pelabuhan, namun jadwal tidak pasti tergantung cuaca, dan ketersediaan kapal hanya sedikit. Alternatif lain bisa menggunakan perahu kayu dari ampana, berangkat setiap hari dengan biaya Rp 35.000.


MENUJU GORONTALO Garuda Indonesia Rp.3.624.000 - Rp.4.980.000 JKT-Gorontalo, Pkl 07.25-13.05 Gorontalo-JKT, Pkl 13.50-17.20 Lion Air Rp.1.700.000 - Rp.5.257.000 JKT-Gorontalo, Pkl 05.00-10.35 dan 15.2020.50 Gorontalo-JKT, Pkl 06.10-09.50 dan 11.1514.45 Sriwijaya Air Rp.1.500.000 - Rp.4.560.000 JKT-Gorontalo, Pkl 141.5-19.40 Gorontalo-JKT , Pkl 06.40-10.05

BANDARA-PEL. GORONTALO Rental mobil dari Bandara Djalaludin Gorontalo menuju kota, biaya Rp 50.000, dilanjutkan dengan Bentor (sejenis becak bermotor, kapasitas 2 orang) menuju pelabuhan sebesar Rp 20.000. Atau taxi langsung dari bandara – pelabuhan dengan biaya Rp 70.000 – 100.000.

TIPS - Tidak terdapat sinyal telepon seluler, kecuali di Wakai, dan di beberapa titik di Kadadiri. - Tidak ada ATM di Kepulauan Togean, maka bawalah uang cash yang cukup. - Hitungan hotel selalu per orang, bukan per kamar, dan umumnya sudah termasuk makan serta minum. - Air tawar untuk mandi sangat terbatas, kecuali di Wakai dan Bomba, sementara di penginapan Kadadiri Paradise ada pompa air. - Hotel menyediakan fasilitas kapal untuk mengantar pengunjung ke tempat tujuan berikutnya. Kita hanya perlu membayar tip untuk pemandu yang mengantarkan kita. - Jadwal kapal besar tidak pernah pasti karena sangat bergantung pada cuaca. Sementara kapal kecil dari Ampana menuju pulau Batudaka umumnya ada terus setiap hari. - Dikarenakan jadwal kapal yang tidak menentu, maka cukup sulit mengatur itinerary pasti ke Togean. Sebaiknya sediakan waktu cukup panjang untuk menjelajadi pulau ini.

PEL. GORONTALO-P. TOGEAN Menggunakan kapal jam 8 malam setiap Selasa dan Jumat (namun jadwal mudah berubah).

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n


FOTO : UPHI PRASETYA

PANDU

PENGINAPAN Poyalisa Hanya ada satu penginapan, yaitu Poyalisa. Tarif Rp 125.000 per malam. Kadadiri - Kadadiri Paradise: Telp 085241182440. Tarif Rp 175.000 - 250.000 per malam. - Pondok Lestari. Tarif Rp 100.000 per malam. Catatan: semua tarif berlaku per orang (bukan per kamar) dan sudah termasuk makan 3x serta minum sepuasnya.

13

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

WAKTU TERBAIK Disarankan pada April – Juni, selain cuaca cerah, juga pada bulan ini sedang berlangsung migrasi paus dari perairan utara ke selatan yang melewati daerah Togean.


DIBALIK NAMA POYALISA ke Pulau Poya.Sampai akhirnya seorang Jerman bernama Lisa yang jatuh cinta pada Pulau Poya dan meminta Pak Ismail membangun cottage di Pulau Poya.Pak Ismail pun mengiyakan permintaan si turis Jerman itu dan untuk menghormatinya maka penginapan itu dinamakan Poyalisa.

Pelayanan di Poyalisa sangat ramah

OLEH: FARCHAN NOOR RACHMAN

dan menyenangkan.Perhitungan untuk men-

PAK ISMAIL, SANG pemilik menceritakan

ginap disana berbeda dengan hotel keba-

bahwa dulunya Pulau Poya ini kosong dan

nyakan yang memasang tarif per kamar. Tarif

menjadi tempat Pak Ismail berekreasi de-

menginap di Poyalisa adalah 125.000 ru-

ngan keluarga di akhir pekan. Lalu Pak Ismail

piah per orang, mendapatkan servis berupa

mencari tahu siapa pemilik pohon kelapa

makan 3 kali sehari dan gratis air putih, teh

di Pulau Poya sampai ke daerah Batudaka.

dan kopi sepuasnya.

Setelah ketemu si pemilik, Pak Ismail justru

diminta untuk membeli pohon kelapa seka-

lima, Pak Ismail memperlakukan tamu seperti

ligus tanah di pulau tersebut.Jadilah pulau itu

saudaranya tidak peduli dia tamu domestik

berpindah tangan ke Pak Ismail.

atau mancanegara. Para staff di Poyalisa se-

perti keluarga dan dengan bebas berbincang

Sebetulnya Pak Ismail tidak berniat

Keramahan di Poyalisa kelas bintang

membangun cottage di Pulau Poya, karena

dan bercanda dengan tamu. Para tamu pun

sudah memiliki penginapan di Bomba, Batu-

merasa nyaman karena diperlakukan bak

daka. Pak Ismail hanya menyediakan kapal

saudara. Mungkin Pak Ismail bukan seorang

untuk turis pulang pergi dari Pulau Batudaka

yang profit oriented tapi pahala oriented.

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n


FOTO : ERISON J. KAMBARI

CATPER

15

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013


PULAU TOGEAN yang Akan Dirindu

Hari ini kami akan menyeberangi lautan menuju kepulauan Togean. Tujuan pertama kami adalah Poyalisa Cottage. Untuk menuju ke sana, kami harus menyeberangi teluk Tomini dari Ampana. Jarak dari Ampana ke Togean sekitar 30 kilometer dan ditempuh selama kira-kira 2 jam. Kami dibuat terpana akan keindahan tempat ini sepanjang perjalanan di atas perahu. OLEH: BAGUS SANGAJI RIWANTO | FOTO: BAGUS SANGAJI RIWANTO

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n

16


PERAHU BERHENTI SEJENAK untuk menurunkan penumpang dan barang di desa Kulingkinari. Anak-anak kecil bersemangat menyambut kami di dermaga. Mereka berloncatan ke dalam laut dan berenang mencari perhatian; mungkin mereka senang melihat kami membawa kamera dan ingin difoto. Desa Kulingkinari ini cukup kecil, tapi mempunyai pantai laguna berpasir putih yang sangat luas. Airnya sangat jernih sampai-sampai koral dan pasir putih di dasar air bisa terlihat. Sayang sekali kami hanya berhenti sejenak di tempat yang sangat indah ini. Tidak lama setelah meninggalkan Kulingkinari, kami tiba di Poyalisa. 17

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

Malam ini akan kami habiskan di pulau kecil ini. Poyalisa. Tidak ada kata yang tepat untuk melukiskan keindahan pulau ini. Foto-foto juga tidak cukup menggambarkan keindahan sesungguhnya dari tempat yang menakjubkan ini. Satu-satunya cara untuk mengerti adalah dengan datang kesini dan menikmatinya sendiri. Pulau ini tidak besar, mungkin luasnya kurang dari satu hektar. Terbagi atas satu pulau besar dan satu pulau yang lebih kecil yang dihubungkan oleh pantai pasir putih. Bentuk keseluruhannya menyerupai bulan sabit, atau huruf ‘U’. Semua kamar/pondok berada di


pulau besar dan restoran berada di pulau yang lebih kecil. Bagian dalam Poyalisa adalah sebuah laguna dangkal penuh dengan koral dan ikan. Saatnya untuk snorkeling! Dunia bawah air Poyalisa sangatlah indah; ada bermacam jenis koral keras yang mengelilingi pulau ini dan banyak sekali ikan-ikan kecil. Keadaan koralnya cukup sehat dan tidak terdapat arus di perairan ini. Semua orang dapat berenang atau snorkeling berkeliling pulau dengan mudah. Saya bahkan melihat seekor ular laut! Mungkin ular laut belang (dengan corak hitam-putihnya), tapi racun mereka sangatlah mematikan, jadi DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n

18


jangan berenang terlalu dekat. Sudah sore hari dan saya duduk di atas batu karang untuk melihat keindahan matahari tenggelam di tempat yang luar biasa ini. Benar-benar indah tak terlupakan. Saat malam hari, kami dan seluruh tamu Poyalisa duduk bersama di restoran menunggu makan malam yang disajikan di meja untuk disantap bersama-sama. Menu hari ini adalah ikan bakar; ikan segar yang baru saja ditangkap sore ini secara tradisional. Benar-benar manis dan lezat. Suasana kekeluargaan antara para tamu dan pekerja Poyalisa juga merupakan salah satu hal yang unik di sini. Suasana sangat akrab seperti sebuah keluarga besar, walaupun tamu-tamu ini berasal dari negara yang berbeda seperti Italia, Singapura, Taiwan, Cina, Prancis, Jerman, dan lainnya. Kami menghabiskan malam dengan mengobrol dan bercanda

19

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

bersama-sama. Malam yang sangat menyenangkan. Walaupun tempat ini sangat terpencil, tapi turis mancanegara seakan enggan berhenti berdatangan. Nampaknya Poyalisa cukup populer, terutama bagi para backpacker. Tapi ironis, karena turis domestik dari Indonesia jarang sekali datang ke sini. Ini masalah yang selalu kami temui sepanjang perjalanan kami di Sulawesi: ketiadaan turis lokal. Mungkin karena tidak ada promosi. Mungkin karena fasilitas seperti listrik, air, dan transportasi kurang. Mungkin karena lebih murah dan mudah pergi ke luar negeri seperti ke Singapura atau Hong Kong. Saya tidak tahu. Banyak pikiran dan pertanyaan di kepala saat saya berbaring di tepi pantai, memandang langit malam yang dipenuhi jutaan bintang yang terang. Lalu saya melihat satu bintang jatuh, dua bintang jatuh, tiga, empat, lima, dan total delapan bintang jatuh hanya


dalam satu malam! Seumur hidup saya hanya melihat sekali-dua kali saja bintang jatuh, tapi malam ini saya melihat delapan bintang jatuh! Saya hampir tak percaya bahwa saya benarbenar berada di sini, di salah satu tempat paling indah yang pernah saya kunjungi. Kabar buruknya, kami tidak mendapat kamar karena penuh. Dua turis lain juga bernasib sama dan harus tidur di kamar karyawan. Kami akhirnya tidur di lantai restoran; untungnya kami sudah siap dengan situasi seperti ini. Matras dan kantong tidur pun dikeluarkan. Saya sendiri hanya mengandalkan matras untuk alas tidur tanpa kantong tidur. Sarung sudah sangat cukup membuat saya tidur nyaman dan pulas Pagi hari berikutnya kami bersiap-siap untuk pergi ke pulau Kadidiri, sekitar 30 kilometer dari Poyalisa dan Âą3 jam perjalanan dengan perahu ketinting kecil. Ada 4 atau 5 elang (mungkin elang bondol) berputar-putar di atas pulau. Mereka seperti sengaja berputar-putar untuk melepas kepergian kami dari Poyalisa. Pemberhentian pertama adalah desa Bomba, hanya 5 menit dari Poyalisa. Kami akan masuk ke dalam goa kelelawar di pinggir desa. Ya, goa yang dihuni ratusan kelelawar yang beterbangan di dalamnya. Baunya menyengat

POYALISA SANGATLAH INDAH ADA BERMACAM JENIS KORAL DAN IKAN-IKAN KECIL

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n

20


CATPER

21

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013


dan suara yang dibuat kelelawar-kelelawar ini cukup menakutkan. Tujuan selanjutnya adalah Wakai. Ini akan menjadi perjalanan yang cukup panjang. Untungnya, cuacanya cerah dan sangat pas untuk menikmati indahnya kepulauan Togean. Kami melewati beberapa perkampungan suku Bajo (Bajau) dalam perjalanan menuju Wakai. Orang Bajo di Togean sudah menetap di daratan, tapi mereka tetap tinggal di dekat air. Seperti membuat rumah di atas perairan dangkal atau batu karang di tepi laut. Bahkan di daratan seperti Wakai, mereka masih membangun rumah di daerah banjir. Ada banyak mitos mengenai suku Bajo; mereka bisa berjam-jam menyelam tanpa alat selam dan berlayar ke laut lepas sendirian dengan perahu tradisional. Tapi

ORANG BAJO DI TOGEAN SUDAH MENETAP DI DARATAN TAPI TETAP DEKAT AIR

satu hal yang pasti: mereka adalah pelaut handal. Tidak diragukan lagi. Kami tiba di Wakai menjelang sore hari. Wakai memiliki dermaga yang cukup besar untuk menampung ferry dari kota Gorontalo, Ampana, dan Pagimana. Kami makan sambil beristirahat sejenak di sini. Kami juga mencari informasi tentang jadwal keberangkatan ferry ke Gorontalo. Jadwal ferry dari atau ke Togean sendiri ternyata cukup rumit dan DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n

22


CATPER

tidak pasti harinya. Saran saya, carilah informasi kepada orang-orang yang bisa kita temui. Jangan mengandalkan informasi hanya dari satu orang saja, karena kadang jawaban mereka dapat menyesatkan. Cara terbaik adalah mencari petugas di kantor yang bersangkutan atau pos polisi. Saya bahkan harus menelepon kantor ASDP di Luwuk dan Gorontalo untuk mendapatkan jadwal yang benar. Sebenarnya kami belum bisa mandi secara normal sejak tiba di Togean. Air bersih menjadi masalah utama bila bepergian ke kepualauan Togean. Semua orang harus sangat efisien dalam menggunakan air bersih di kepulauan ini. Karena ini adalah hari terakhir di Togean, kami memutuskan untuk pergi ke air terjun Tanimpo di Wakai untuk mandi. Air terjun ini menarik karena memiliki 7 tingkat air terjun yang

23

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

berjauhan. Dari air terjun pertama, orang harus mendaki ke dalam hutan untuk menuju tingkat ke-7. Biasanya orang berhenti di tingkat 4 atau 5 saja, jarang sekali yang sampai ke tingkat paling atas. Medannya terlalu berat. Kami hanya ingin mandi, dan tingkat pertama sudah cukup untuk kami. Terbiasa dengan hangatnya air di laut sempat membuat kami lupa bahwa air sungai di sini berasal dari bukit dan sangat dingin. Dan mandi kali ini menjadi salah satu yang paling menyegarkan yang pernah saya rasakan. Hari sudah sore setelah kami selesai mandi dan waktunya kembali ke Kadidiri sebelum hari menjadi gelap. Deretan rumah suku Bajo yang berdiri di atas lahan basah merupakan pemandangan yang unik dan indah sore itu. Di pinggir kota Wakai ada sebuah kolam besar yang menye-rupai danau. Ada banyak rumah yang berdiri di tepian air dan kami menyaksikan pemandangan indah matahari terbenam. Mesjid mengumandangkan adzan dengan langit senja sebagai latarnya, menandakan waktu sholat Magrib dan. Saat-saat itu merupakan momen yang tak terlupakan. Ini adalah perpisahan yang sempurna dengan tempat yang sangat menakjubkan. Tempat yang akan dirindu.


DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n


GALERI

U A L U P N A E G T O FOTO : BAGUS SANGAJI RIWANTO FOTO : NINA KALSUM

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013


FOTO: FARCHAN NOOR RACHMAN

FOTO: UPHI PRASETYA

UNDER WATER FOTO : BAGUS SANGAJI RIWANTO DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n

26


BULOK

K a i n

S a r u n g

k h a s

D o n g g a l a

Kain sarung adalah kain yang paling dekat hubungannya dengan keseharian masyarakat Indonesia. Sarung bukan lagi hanya berfungsi untuk menutup aurat ketika sholat bagi muslim. Fungsinya sudah begitu berkembang, sampai menjadi selimut, penutup wajah dari debu, bahkan menjadi penutup kandang ayam!

OLEH: MUHAMMAD IQBAL | FOTO: ISTIMEWA

27

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013


FOTO : ERISON J. KAMBARI DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n

28


BULOK

JENIS-JENIS SARUNG yang dipakai masyarakat juga berbeda di beberapa daerah, meskipun kebanyakan sudah menggunakan sarung dari merk-merk besar. Sedikit demi sedikit, sarung dari merkmerk terkenal yang modern dan murah ini menggerus pasar dari sarung-sarung tradisional yang lebih mahal, meskipun eksklusif. Salah satu sarung tradisional yang masih terjaga adalah sarung buya atau buya sabe. Sebagian orang menyebutnya sarung tenun donggala. Donggala adalah sebuah nama kabupaten di Sulawesi Tengah. Lebih tepatnya, buya sabe diproduksi di beberapa desa berikut: Desa Towale, Tosale, Salu Bomba, dan Kolakola. Desa-desa tersebut berjarak 29

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

sekitar dua jam dari Kota Donggala ke arah Barat. Kabupaten Donggala sendiri terletak sekitar 34 km di sebelah Timur Laut Kota Palu. Dari Kota Palu ke Kota Donggala, perjalanan sekitar 4 jam. Sesampainya di desa-desa produsen kain Donggala tersebut, dengan mudah kita akan mendengar bunyi hentakan-hentakan balida yang bertemu dengan pasak alat tenun tradisional. Balida adalah palang kayu panjang –biasanya terbuat dari kayu ulin atau eboniyang menjadi pemberat di tengah lipatan kain tenun saat penenun memasukkan benang-benang. Benang untuk kain Donggala dibuat bukan dari kapas, melainkan benang sutera. Benang ini kemudian dicelup ke pewarna, yang biasanya


antara tiga warna ini: kuning, ungu, dan hitam. Orang-orang tua biasanya lebih memilih warna yang lebih tua, sedangkan anak muda cenderung memakai warna yang lebih terang. Setelah dicelup, benang digulung dengan alat putar tradisional. Gulungan benang dari sutera tersebut dikombinasikan dengan benang emas atau perak sebagai motif. Pembentukan motif kain Donggala tidaklah langsung dilakukan di atas kain, tetapi terlebih dahulu dicobakan di atas kertas. Kain Donggala butuh perawatan khusus agar awet. Kain ini tidak boleh dicuci dengan mesin cuci dan juga tidak boleh disikat. Untuk mencucinya, hanya boleh dengan direndam menggunakan air. Jika tidak sengaja mencuci dengan mesin cuci, bisa-bisa

kain langsung menjadi kasar. Pada awalnya, kain Donggala dipakai oleh masyarakat Donggala hanya pada saat-saat istimewa seperti pesta adat. Tetapi seiring berjalannya waktu, keindahan kain Donggala menyebar terbawa angin, sampai-sampai diekspor. Perubahan lain dari fungsi kain Donggala, yang tadinya hanya digunakan sebagai kain sarung, sekarang sudah sering menjadi bahan dasar pakaian atau kemeja. Bagian hebatnya, sarung tenun ini dibuat oleh kaum hawa Donggala di waktu-waktu senggangnya. Jadi waktu senggang mereka digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai rupiah. Sebuah sarung tenun donggala harganya bisa mencapai Rp 600 ribu. Kita akan merasa harga terse-

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n


BULOK

but sesuai setelah mengetahui bagaimana proses kain eksklusif itu dibuat. Penyelesaian satu kain rata-rata menghabiskan waktu 1-2 minggu. Kadang-kadang malah sampai satu bulan. Lebih dari 100 wanita dari segala usia setiap hari menenun kain Donggala. Sebagian wanita menjadikannya sumber mata pencaharian utama, sebagian lagi sebagai mata pencaharian sampingan. Biasanya mereka menenun mulai pukul 9 pagi sampai pukul 12 siang. Lalu diteruskan lagi pukul 1 siang hingga 5 sore. Beberapa melanjutkannya pada pukul 7 malam sampai 10 malam. Buya sabe memiliki corak yang bervariasi, lantas kemudian muncul banyak istilah untuk menunjukkan keragaman itu, seperti kain palekat

31

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

garusu, buya bomba, buya sabe, kombinasi bomba dan sabe. Dari sekian corak tersebut, buya bomba adalah corak yang paling sulit dibuat dan membutuhkan waktu pengerjaan satu hingga dua bulan. Corak-corak lainnya ratarata membutuhkan cukup satu hingga dua minggu saja. Selain memang kain Donggala ini unik, pemerintah setempat juga mendorong keberlanjutan adanya kain Donggala ini. Sebuah peraturan daerah di Sulawesi Tengah mewajibkan Pegawai Negeri Sipil menggunakan kemeja atau baju atasan yang terbuat dari buya sabe setiap hari Sabtu.


D E S EA M GU B ES RT U2S0-1S2E-PJ T A ENM U BAERRI 2 0 1 2 3

I b a c K p a Ck i n

32


PENGANAN

MENCICIP KELEZATAN SUP KALEDO OLEH: MUHAMMAD IQBAL | FOTO: ISTIMEWA

33

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013


KALEDO ADALAH NAMA sebuah penganan khas dari Donggala, nama sebuah kabupaten di Sulawesi Tengah. Kaledo sendiri merupakan kepanjangan dari kaki lembu donggala. Dari namanya sudah jelas bahan apa yang wajib ada di dalamnya. Jenis sup yang satu ini mudah ditemui di Kota Palu, Ibukota provinsi Sulawesi Tengah. Sup kaledo mirip dengan sup buntut. Bedanya, kalau sup buntut menggunakan buntut, sementara sup kaledo menggunakan kaki lembu. Sup buntut biasa dimakan dengan nasi, sementara sup kaledo biasanya dengan ubi. Tulang yang digunakan dalam sup kaledo adalah ruas tulang lutut yang masih penuh dengan sum-sum. Bentuk penyajiannya memang menampilkan tulang kaki lembu yang digunakan memounyai ukuran yang besar sehingga bentuknya menonjol keluar mangkuk.

Salah satu penjual kaledo yang cukup terkenal di kota Palu adalah Rumah Makan Kaledo Stereo adalah salah satu penjual kaledo yang terkenal di Kota Palu. Rumah makan ini awalnya sederhana saja. Resep didapatd ari mertua si pemilik. Lalu berkembang dengan membuka rumah makan berukuran 3 x 6 meter dengan dinding kayu. Karena lezat, rumah makan ini digandrungi banyak orang. Sampai-sampai pemiliknya harus membuat sampai empat cabang di kota Palu. Rumah makan yang terletak di Jalan Diponegoro ini tampak selalu ramai dikunjungi pembeli. Setiap hari, rumah makan ini menghabiskan sekitar 15 kilogram tulang dan 8 kaki lembu.

MEMBUAT KALEDO Bahan pokok: daging dan tulang kaki sapi, asam mentah, dan cabe rawit hijau. Cara membuat: masak air dalam panci hingga mendidih. Masukkan daging dan tulang sapi, masak hingga empuk. Buang air rebusan daging dan tiriskan, kemudian jerang air di panci lainnya, masukkan kembali daging yang telah dimasak. Setelah air mendidih, masukkan garam, cabe rawit hijau, penyedap rasa, dan asam mentah ke dalam rebusan daging dan tulang. Tutup dan rebus kembali hingga daging dan tulang kaki sapi matang.

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n

34


PROFIL

JJ RIZAL :

K I TA K E H I L A N G A N L O C A L G E N I U S BUDAYA DAN SEJARAH tentu tidak bisa dipisahkan dari dunia pariwisata. Di mana pun kita berpijak dalam sebuah perjalanan, selain bentangan alamnya memanjakan mata, juga terdapat kekayaan budaya dan nilai historis yang sangat kaya dan terlalu sayang untuk diabaikan. Backpackin berkesempatan ngobrol mengenai hal itu dengan JJ Rizal, sejarawan dan budayawan, sekaligus pendiri Komunitas Bambu yang berkomitmen menerbitkan bukubuku ilmu pengetahuan budaya dan humaniora. Berikut petikannya:

Sekarang banyak situs budaya atau situs sejarah jadi tempat wisata, itu secara tidak langsung mengakibatkan pergeseran budaya karena ada budaya luar yang masuk, tapi sisi lain meningkatkan perekonomian lokal. Gimana menurut Mas Rizal? Kita jangan terlalu tegang berpikir tentang bagaimana pengaruh kebudayaan asing

35

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013


DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n

36


PROFIL bisa lihat itu dari Cina, tapi kalau kita pergi ke Cina, gak ada kayak gini. Hal-hal kayak gini yang menurut gue sekarang kita kehilangan karena kita mengalami keterputusan pengalaman dan pewarisan nilai budaya dalam dunia pendidikan kita. Kita hanya menghafal sejarah sebagai kronik. Borobudur didirikan tahun segini, tapi kita tidak pernah mendiskusikan apa unsur kebudayaan yang membangun itu.

terhadap kebudayaan kita. Kita harus ingat, kebudayaan kita dibentuk dari banyak sekali pertemuan dengan kebudayaan asing. Misalnya bahasa yang lu pake, itu banyak sekali pengaruh Arab, pengaruh Cina, ya kan. Makanan yang lu makan banyak sekali pengaruh Eropa, pengaruh Cina. Jadi kita jangan pernah kuatir. Cuma persoalannya adalah selama ini yang sering dikeluhkan, kita kemudian tidak lagi punya kemampuan menyerap dan menginternalisasi itu untuk menjadi produk budaya milik kita, padahal para leluhur kita dulu mampu. Melakukan dialog budaya, interaksi budaya, sehingga wayang yang mereka terima itu jadi sangat berbeda dengan yang ada di India. Bahkan misalnya di sana Srikandi itu cowok, di sini bisa jadi cewek.

Semacam diproduksi ulang dengan memasukkan nilai-nilai lokal? Nah, itu artinya kita memiliki local genius, kemampuan lokal untuk mengadakan interaksi budaya yang akhirnya bisa membuat kebudayaan baru yang tidak dikenali sebagai kebudayaan dari mana mereka berasal. Misalnya Gambang Kromong dari Betawi, ya kita

37

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

Kalau melihat kondisi pariwisata sekarang, apa yang kira-kira para traveller bisa lakukan? Counter culture! Minimal misalnya kalau pergi ke suatu tempat, lu kan bisa menulis. Menceritakan perjalanannya, ke mana pun itu, ke luar negeri sekalipun. Kita perlu komparasi bagaimana sih orang luar itu menghargai heritage mereka. Bagaimana mereka membuat suatu lokasi wisata dengan kreatif dan menjadikan itu sebagai atraksi budaya yang bisa buat pengunjung terinspirasi dan teredukasi. Di sini alangkah baiknya kalau kita bisa melakukan pemetaan heritage kita. Dengan fenomena menjamurnya backpacker, menurut gue itu harusnya dirangkul oleh lembaga pemerintahan. Harusnya mereka terpanggil ya untuk mengumpulkan dan menjadikan mereka ini partner. Setuju, mas! Terima kasih banyak atas pencerahannya, semoga lebih banyak pelancong yang menulis mengenai Indonesia, tidak hanya keindahan alam, namun juga kekayaan budaya dan unsur sejarahnya.


KEMAMPUAN LOKAL UNTUK MENGADAKAN INTERAKSI BUDAYA YANG AKHIRNYA MEMBUAT KEBUDAYAAN BARU DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n

38


Live

Love

Adventure 39

b a c k p a Ck i n I

D Earet M SEMB -A ER pril 2 0 1 22 0- J1 A 1 NUARI 2013

FACEBOOK.TWITTER.ISSUU


JOIN US.

L E T ’ S C L I C K T H E B U T TO N

D E S E M B FE ER B 2R 0U1A2 R- JI -AM NA U RAERTI 2 0 1 2 3

I b a c K p a Ck i n

40


KOMUNITAS

43

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013


BARANGKALI SUDAH BANYAK yang melakukan angkat jempol alias nebeng atau bahasa kerennya hitchhiking. Tetapi baru satu yang memiliki wadah untuk para hitchhiker. Wadah yang juga dibuat untuk mereplikasi budaya hitchhike kepada sebanyak-banyaknya orang. Namanya Hitchhiker Indonesia (HHI).

Acungkan Jempol untuk Keliling Dunia OLEH : AMBAR ARUM | FOTO: HHI.DOC

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n

44


Terbentuknya HHI diawali saat Hafiz Riza, salah satu pendirinya, membantu sebuah komunitas membuat games outdoor yang melibatkan banyak orang sekaligus mengajak orang untuk berani berbagi. Games itu terbilang sukses. Lantas terdoronglah semangat untuk membentuk komunitas hitchike di Indonesia. “Semangat yang kami tularkan adalah semangat berbagi. Anda memberi kami tumpangan, kami memberi apa yang kami punya dan bisa lakukan. Misalnya gantian mengemudi, atau sekedar ngajak ngobrol, atau memberi makanan yang kami punya,” ujar Hafiz penuh semangat. Hafiz memiliki banyak pengalaman hitchhiking, misalnya menunggu sampai 2 jam ketika di Singapore dan Kuala Lumpur. Juga ketika diberi tumpangan dari Purwakarta ke Cikarang oleh orang Jepang. “Dan pas mau turun, malah diberi uang saku Rp 200.000 buat naik taksi,” kenang Hafiz. Atau pengaaman ketika Hafiz mendapat tumpangan tante-tante, lalu diantar ke rumahnya di Sentul. Menurut Hafiz, pada dasarnya pengemudi itu suka mengangkut orang di jalan, asal tujuannya searah. Tetapi mereka ragu dan takut, apakah orang yang diberi tumpangan ini baik? Belum setahun HHI berdiri, sudah ratusan kilometer jarak yang mereka temput dengan hitchhike. Di antaranya ke Cisarua

ANDA MEMBERI KAMI TUMPANGAN, KAMI MEMBERI APA YANG KAMI PUNYA DAN BISA LAKUKAN

43

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013


(Puncak), Lembang (Bandung), Pulau Biawak (Indramayu), Baduy (Banten). Kegiatan HHI tidak melulu jalan-jalan dengan modal jempol. HHI juga aktif dalam kegiatan sosial, seperti berbagi makan sahur di jalan tol untuk para pengemudi truk saat bulan puasa. Mental kuat, keberanian, kesabaran, muka tembok, murah senyum, dan selalu berbagi bersama, itulah bekal HHI selama ini saat hitchhiking. Berbagai moda transportasi sudah pernah mereka tebengi, “Tinggal pesawat aja nih yang belum. Gimana yah caranya?” canda Hafiz. HHI mengajak untuk membudayakan semangat menumpang dan berbagi tumpangan kepada orang lain. Bukan destinasi yang menjadi perhatian utama mereka, melainkan pengalaman hitchhiking. Seperti yang disampaikan Hafiz, hitchhiking bisa mengurangi kemacetan serta polusi, dan yang lebih penting : meruntuhkan tembok beku antara masyarakat. Gaya hidup gotong royong dan murah senyum kini telah menjadi dingin. Melalui hitchhiking, budaya saling membantu itu perlahan dibangkitkan kembali.

an. , di belakang garis marka jal 1. Berdiri di jalan yang lurus Jangan di tikungan. a dibaca dengan jelas oleh 2. Gunakan tanda yang bis NG sal “BOGOR” atau “NUMPA mi ja, sa at gk Sin i. ud em ng pe KE BOGOR”. sikan tempat hitchhiking, mi ad dij a bis ng ya i as lok ih Pil 3. ran m bensin, rest area, perkanto alnya area keluar parkir, po dan rumah sakit. jika h 2 x waktu normal. Artinya 4. Estimasikan waktu tempu hitching bisa 4 jam. Jakarta-Bandung 2 jam, kalau di an. Yang ada dan berhenti 5. Jangan pilih-pilih kendara da. depan Anda, itulah rezeki An

CA R A GABUNG

HHI

Hi tc hh ik er In do ne si a hi tc hh iker in do ne si a.

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

@ hi tc hh ik er _ id w or dp re ss .c om

I b a c K p a Ck i n

44


AKSESORIS

H an d u k Mic r o f ib er

ringkas dibawa saat jalan-jalan

Jakpak adalah sebuah merek dagang produsen jaket dengan tiga fungsi sekaligus: jaket anti air, tenda, dan kantung tidur. Ketiganya merupakan peralatan wajib bagi pendaki gunung. Hadirnya Jakpak tentu mempermudah para pendaki karena bawaan menjadi berkurang.

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013


KETIKA PLESIRAN, HANDUK seringkali menjadi masalah. Selain karena volumenya besar sehingga memakan tempat, juga karena kain lembut satu ini tidak bisa dimasukkan ke dalam tas ketika masih basah. Beberapa backpacker memilih menggantungkan handuknya di luar tas. Jadi sambil jalan, sambil mengeringkan handuk. Cara ini bagus, tetapi kurang sedap dipandang.

Rp 20 u rib

HANDUK CANGGIH INI BERDAYA SERAP TINGGI SEHINGGA CEPAT KERING Sekarang sudah ada yang namanya handuk microfiber. Handuk canggih ini mempunyai daya serap yang begitu tinggi dan juga cepat kering. Prinsipnya sederhana, yaitu dengan membuat luas permukaan handuk membesar. Teori fisika sederhana: luas permukaan yang besar akan menigkatkan kemampuan penyerapan sekaligus mempercepat pengeringan. Bahan yang digunakan tentu ikut mempengaruhi daya serap sehingga menjadi handuk sakti. Handuk microfiber terbuat dari 80% polyester dan 20% poliamide. Fungsi handuk microfiber bukan hanya untuk mengeringkan badan kita setelah mandi, tetapi masih banyak fungsi lain. Beberapa di antaranya: lap wajah, pembersih lensa, lap kamera, lap dapur atau meja makan, dan pembersih minyak pada wajan. Tapi setelah dipakai untuk melap wajan berminyak, jangan langsung dipakai untuk melap wajah ya Untuk handuk microfiber ukuran 30 x 70 cm, dibanserol dengan harga Rp 20.000 (belum termasuk ongkos kirim). Tersedia belasan warna sesuai selera kita. Handuk microfiber bisa dicari di toko online.

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n

46


TIPS & TRIK

Obati n a b r o K i b a B u Bul

ir karena babi ketika ada yang ketar-ket JANGAN SALAHKAN BULU nya. Bulu babi tidak salah, menginjak atau menyentuh atullah untuk memberikan dia hanya menjalankan sunn a. dianggap membahayakanny racun kepada siapa saja yang kena a ketika ada teman yang ter Banyak orang percaya bahw diberikan amoniak yang bulu babi, maka harus segera bahasa lugasnya: dikencingi. terkandung dalam urin. Atau karena terbukti memang Kepercayaan ini tidak salah, ia yang dapat air seni mengandung amon bulu babi. menetralkan racun dari duri

CARA LAIN : ng menghilangkan duri-duri ya tuk un t se pin i ka pa bi ba lu Cabut duri bu bulu babi ini a. Tapi harus hati-hati karena saj n ga tan i ka pa a, ad ak tid besar. Kalau seluruh duri dapat dicabut. sangat rapuh. Sebisa mungkin

1

2 47

b a c k p a Ck i n I

yang tumbuk-tumbuklah bagian lit, ku lam da di a sis ter ng ya Jika masih ada ncur, lalu larut duri yang tertancap dapat ha ar ag tu ba an ng de bi ba lu terkena duri bu ke dalam peredaran darah.

DESEMBER 2012-JANUARI 2013


3

an bulu babi. n patah tulang ke bekas tusuk ho po ri da tih pu tah ge n ka Oles ngan n krim pencukur, lalu cukur de ska ole t, bu se ter n ho po n ka Kalau sulit menemu pisau cukur.

4 5

it, bisa Untuk mengurangi rasa sak en setiap 4 jam atau menggunakan acetaminoph ibuprofen setiap 6-8 jam.

eksi, Kalau terlihat tanda-tanda inf han, atau panas, misalnya bernanah, kemera ik. maka gunakan salep antibiot

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n


TIPS RESENSI & TRIK

49

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013


Panduan Praktis Menjadi Tr a ve l Wr i t e r OLEH : AMBAR ARUM

JIWA PETUALANG MASYARAKAT Indonesia semakin meningkat beberapa tahun belakangan. Komunitas jalan-jalan menjamur, media bertema wisata banyak terbit, dan kompetisi berpetualang menjelajah Indonesia juga banyak diadakan. Bersamaan dengan itu, istilah travel writer, yaitu penulis yang menulis tentang dunia pariwisata. Travel writer umumnya bermula dari blog, lantas menjadi kontributor majalah wisata, kemudian membuat buku.

Awalnya dijalani sebagai hobi semata, lama-lama menjadi profesi. Tentu sangat menyenangkan memiliki profesi yang sesuai dengan hobi. Permintaan materi tulisan dan foto mengenai travel semakin banyak, tetapi literatur menganai ‘how to be a good travel writer’ belum cukup. Untuk itulah, Yudasmoro mengisi kesenjangan ini. Yudasmoro, atau lebih dikenal dengan @ wordstraveler adalah seorang full time travel writer. Tulisan dan fotonya muncul di nyaris semua media travelling. Banyak pertanyaan diajukan kepadanya mengenai cara menulis yang baik dan cara menembus media. Melalui buku ini, Yudasmoro menjawabnya dengan rinci. Travel writer tidak hanya sebatas jalan-jalan, foto-foto, menulis, kirim ke media, kemudian dapat honor. Lebih dari itu, seorang travel writer layaknya seorang pedangang atau pebisnis, ada tanggung jawab yang besar karena berhubungan dengan banyak pihak mulai dari media, perusahaan, pemerintah, sampai penduduk lokal. Hubungan baik perlu dibina, jaringan perlu diperluas, inovasi perlu dikembangkan. Segala hal yang perlu diketahui mengenai travel writer tertuang di sini, termasuk pahit manisnya menjadi seorang travel writer.

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n

50


JEDA

51

b a c k p a Ck i n I DDE ES SE EMMB BE ER R 2 20 01 21 2- J- AJ ANNUUAAR RI I 2 20 01 31 3


P e r ubahan

dari H a l K e c i l OLEH : MUHAMMAD IQBAL | FOTO: ISTIMEWA

Film Kita VS Korupsi yang melambung sejak muncul di program Kick Andi (Metro TV) menggambarkan betapa penghilangan kebiasan buruk yang sudah mendarah daging sekalipun bisa dimulai dari hal-hal kecil dan oleh siapa saja, termasuk backpacker. Loh kok backpacker? Misalnya begini, ketika kita mau membeli tiket kapal Pelni, terkadang petugas menyebutkan harga yang lebih tinggi daripada yang tertulis di tiket. Orangorang juga terbiasa memberikan uang sejumlah yang diminta petugas. Mungkin pikirnya: daripada tidak jadi jalan, sudahlah berikan saja sedikit lebih. Kalau begini terus, petugas tidak mendapat sanksi sosial berupa teguran, sehingga dia pun merasa meminta lebih itu tidak masalah. Toh tidak ada yang complain. Kalau begini terus, jadi kapan berubahnya? Nah, kita bisa ikut merubahnya dengan menanyakan hal-hal kecil. Misalnya, “Pak, kok beda dari harga tertulis di tiket?” Meskipun si petugas tetap ngeyel minta lebih, tetapi paling tidak dia akan merasa tidak enak. Berani

bertanya seperti itu saja sudah bagus, apalagi sampai mau “kejar” ke atasannya, atau sampai menulis di blog pribadinya, sehingga penyebaran perubahan sosial bisa lebih masif lagi. Tiket Pelni itu hanya satu contoh kecil, masih banyak contoh lain. Misalnya petugas penjaga loket museum yang tidak memberikan tiket setelah kita membayar. Atau petugas terminal yang meminta retribusi terminal, juga tanpa memberikan karcis. Dengan kita menanyakan “Pak, karcisnya mana?” itu saja berarti kita sudah menjaga petugas untuk tidak melakukan hal kotor. Ini bukan karena pelit. Apalah artinya seribu dua ribu perak tambahan. Toh Backpacker di Indonesia bukan dari kalangan yang sampai kesulitan makan. Ini lebih karena kita ingin berpartisipasi dalam perubahan sosial.

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n

52


INTERAKSI

A T A K A P A A K E R E M 3 e k in k c a p k c a b h a lt u i d DON HASMAN -FOTOGRAFER PROFESIONAL-

SETELAH MEMBACA BEBERAPA belas terbitan yang

selama tiga tahun terakhir telah memberikan kabar tentang berbagai lokasi menarik di Nusantara dalam tulisan mau pun foto menarik, agaknya kami yang pernah membacanya perlu mengucapkan terima kasih. Kerja kalian demikian mulia mau berbagi informasi menarik kepada kami. Semoga semangat, idealisme, dedikasi yang demikian tulus akan membuka cakrawala dan wawasan yg lebih luas kepada mereka yang mau membacanya.

Edisi dalam bahasa Inggrisnya, sebaiknya diterbitkan kembali. Agar ma-

syarakat dunia juga bisa mengetahui banyak hal menarik di Indonesia.

Menyambut tiga tahun terbitan Backpackin Magazine saya mengu-

capkan Selamat. Terus beritakan yang bermanfaat bagi para pembaca terbitan berkala kalian. Alangkah baiknya kalau mungkin bisa terbit setiap bulan. Salam hormat kepada semua yang terlibat sehingga kami bisa menikmati indahnya negeri tercinta kita dari laporan kalian. 53

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013


NENDY YUNIZAR -MISS SCUBA INDONESIA 2011-

“PACK YOUR BACK AND BRING YOUR SOUL TO THE WORLD. BM STAY GREAT, YOU ARE THE SOUL OF BACKPACKER!” @nendyunizar

“SEMOGA MENDAPATKAN INFORMASI YANG MENARIK LAGI DAN BISA SALING KENAL DENGAN YANG LAIN, DAN APALAGI KALAU @CATOERWULAN -BM READER-

BISA NGETRIP BARENG” HERY RIYANTO -BM READER-

“SEMO

GA AD A V E RS I C E TA K @zulf y N YA” n oi s e BM RE A DE R -

“SEMOGA MASIH DAN AKAN TERUS EKSIS YAA BM. TETAP MENYEBARKAN RACUN TRAVELLING KE SEMUA ORANG. SALAM KECUP DARI SEGENAP KELUARGA BPC” KASKUS BPC JABODETABEK @BPCJABODETABEK DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n


kunjungi website kami :

www.backpackinmagazine.com

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013


THANKS TO OUR CONTRIBUTORS

BAGUS SANGAJI RIWANTO Pernah hitam dan kurus saat di Togean, tapi sekarang sudah kembali putih dan gemuk di Jakarta.

Bagus Sangaji Riwanto dan Farchan Noor Rachman melakukan perjalanan ke Togean dalam kompetisi Aku Cinta Indonesia yang diadakan oleh detik.com. Hak cipta terhadap semua karya tulisan dan foto mereka di edisi ini dimiliki oleh detik.com.

FARCHAN NOOR RACHMAN Manusia empat kota. Kerja di Garut, kuliah di Bandung, pacaran di Jakarta dan pulang kampung di Magelang.

UPHI PRASETYA Kera Ngalam (arek malang). Hobinya gegulingan di pantai dan koprol di gunung. Bisa dicolek di @uphiprasetya Mau jadi kontributor? Kirim tulisan kamu sesuai dengan rubrik ke redaksiezinebi@yahoo.com DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n


BM SI I ED AN! P DE

57

b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013


FOTO: ISTIM EWA

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

I b a c K p a Ck i n

58


b a c k p a Ck i n I

DESEMBER 2012-JANUARI 2013

BM 19 : PULAU TOGEAN  

Membawa anda lebih dekat dengan pulau togean