Issuu on Google+

Fun | Relax | Low Budget

MENYELAMI PESONA WAKATOBI

Juni-Juli 2012

Wakatobi akronim nama dari empat pulau utama, yakni WA untuk Wangi-wangi, KA untuk Kaledupa, TO untuk Tomia, dan BI untuk Binongko.

BULOK KEHIDUPAN SUKU BAJO KOMUNITAS INDONESIA BERKEBUN

1i6ne I S I agaz M EFD e re

PROFIL IWAN SUNTER

JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n


Daftar Isi CATPER 15 SAMPAI JUMPA LAGI WAKATOBI GALERI 25 FOTO WAKATOBI PENGANAN 43 PAPEDA AKSESORIS 46 HAMMOCK TIPS 47 MENCARI DIVE OPERATOR RESENSI 49 LOST IN RAJA AMAPAT & SORONG

3

JEDA 51 VARIAN BECAK SUMATERA ORDINAT MENYELAMI PESONA WAKATOBI Wakatobi akronim dari nama empat pulau yakni WA untuk Wangi-wangi, KA untuk Kaledupa, TO untuk Tomia, dan BI untuk Binongko.selatannya.

11 BULOK 27 KEHIDUPAN SUKU BAJO

1

b a c k p a Ck i n I

KONTRIBUTOR 56 BM EDISI 16 EDISI DEPAN 57 WAEREBO

PANDU MENUJU WAKATOBI Dari Makasar. Naik Pesawat Ekspress Air menuju Bandara Matahora (Wanci).

KOMUNITAS 33 INDONESIA BERKEBUN

JUNI-JULI 2012

INTERAKSI 53 PAK POLISIII !!!

PROFIL 37 IWAN SUNTER


Dari i Redaks

PIMPINAN REDAKSI Ambar Arum ambar@backpackinmagazine.com EDITOR Muhammad Iqbal TIM REDAKSI Annisa M.F. Harahap TIM ARTISTIK Galih Permadi Kibar Desain Salman WEBMASTER Kurniawan Aji Saputra Redaksi menerima saran, kritik, dan artikel dari BM Readers

Salam Ransel,

yang bisa dikirim melalui

WAKATOBI MENJADI BOOMING beberapa tahun terakhir. Orang-orang penasaran dengan alam bawah lautnya. Sahabat di Pulau Wangi-Wangi berkomentar: itu karena Bupatinya yang hebat, Wakatobi menjadi ramai. Ini mirip ketika Belitong booming akibat meledaknya novel Laskar Pelangi, lebih-lebih novel tersebut difilmkan. Pantai-pantai di Belitong sontak menjadi ramai. Maka muncul pertanyaan, apakah itu karena Bupati dan Andrea Hirata yang hebat? Atau jangan-jangan banyak tempat di Indonesia punya alam indah yang belum terekspos?

alamat email kami.

Selamat berpetualang! REDAKSI

WEBSITE

www.backpackinmagazine.com

EMAIL

redaksiezinebi@yahoo.com

FACEBOOK

TWEET

Backpackin Magz @Backpackin_Magz Backpackin’ E-Magazine J U N I - J U L I 2 0 1 2 I b a c K p a Ck i n


ORDINAT

MENYELAMI P E S O NA W A K A T O BI WAKATOBI AKRONIM NAMA empat pulau utamanya, yakni WA untuk Wangi-wangi, KA untuk Kaledupa, TO untuk Tomia, dan BI untuk Binongko. Identitasnya tercermin lewat sebuah visi: Surga nyata bawah laut di jantung segitiga karang dunia. Oleh: Arozak Salam | Foto: Arozak Salam dan Muis Bhojest

3

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012


JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

4


Bukan tanpa alasan, Wakatobi memiliki 942 spesies ikan dan 750 jenis terumbu karang, melebihi jumlah terumbu karang yang ada di Laut Karibia yang tercatat hanya 50 jenis, dan Laut Merah yang tercatat hanya 300 jenis. Kawasan ini tak hanya indah pada rupa alamnya, melainkan juga agung akan nilai budayanya.

WANGI-WANGI: DESA WAHA Desa Waha merupakan desa wisata yang terletak 20 menit dari pusat kota. Desa ini merupakan hasil kerjasama dari Coremap, lembaga internasional yang bekerjasama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan dalam upaya pembinaan pelestarian terumbu karang. Patokan lokasi

5

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012

pondok wisatanya terletak di sebelah mesjid di Desa Waha. Tempat ini menerapkan konsep Ecotourism, sehingga segala pemasukan ditujukan untuk pengembangan desanya. Terdapat pondok berisikan informasi kehidupan bawah laut. Pantainya bersih dan terkelola


laut, namun dengan temperatur airnya lebih dingin. Sedangkan Pantai Patuno sendiri berada di lokasi Patuno Resort yang dimiliki oleh Bupati Wakatobi, Ir. Hugua. Kawasan ini hadir dengan konsep yang lebih eksklusif. Selain dilengkapi dengan fasilitas rekreasi laut dan selam, terdapat restaurant yang menghadap ke dermaga, convention hall, dan bungalow. Tidak ada tiket masuk untuk wisatawan, namun ada pos keamaanan di samping pintu masuknya.

DESA WISATA LIYA

dengan baik. Pengunjung dapat melakukan kegiatan snorkeling atau diving yang dilengkapi fasilitas penyewaan alat selam, fotografi bawah laut, dan juga pemandu.

PANTAI MOLI SAHATU DAN PATUNO Letak keduanya berdekatan, hanya terpisah oleh bongkahan karang yang menjorok ke lautan. Pengunjung bisa menyusuri Pantai Moli Sahatu untuk menggapai Pantai Patuno dalam sekali waktu. Ada “Mata Air Seribu” di Pantai Moli Sahatu yang katanya berkhasiat untuk obat awet muda. Uniknya, mata air tersebut keluar dari pasir pantai di dekat karang sehingga tercampur dengan air

Kawasan ini terletak di ujung selatan Pulau Wangi-Wangi dengan jarak perjalanan sekitar satu jam dari pusat kota. Mendekati lokasi objek wisata, akses jalannya akan sangat terbatas dengan lebar sekitar satu meter. Terdapat situs bersejarah yaitu Benteng Liya dan juga Mesjid Tua Liya. Terdapat juga Goa Lobu dan juga hutan mangrove tak jauh dari situ. Di desa ini terdapat atraksi seni yaitu Tari Posepa (adu kaki) dan Tari Tamburu (penyambutan tamu).

KALEDUPA: MESJID AGUNG BENTE Mesjid Agung Bente dibangun pada tahun kura-kura dengan merujuk kepada anatomi hewan kura - kura yang terdiri dari satu kepala, empat tangan, badan yang berbentuk lingkaran, dan memiliki satu ekor, maka tahun

ADA “MATA AIR SERIBU” DI MOLI SAHATU YANG KATANYA UNTUK OBAT AWET MUDA

JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

6


b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012


yang dimaksudkan adalah 1401. Pendirinya adalah Syekh Abdul Wahid yang memilih lokasi di puncak bukit sekaligus juga dikelilingi oleh benteng, dengan sembilan gerbang yang mengarah ke desa-desa yang ada di sekitarnya. Tepat di Desa Ollo Selatan, Mesjid Agung Bente memiliki ciri khas arsitektur yang senada dengan yang dimiliki oleh Mesjid Kerajaan Buton dan juga Kerajaan Ternate. Wujud fisik bangunannya pun menyiratkan pesan tersendiri. Jumlah pintu dan jendela yang berukuran kecil adalah 17, melambangkan jumlah rakaat ketika shalat yang menjadi kewajiban umat muslim. Sedangkan jumlah anak tangga di pelataran mesjid adalah 7, melambangkan empat tingkatan manusia dan tiga unsur pengawal raja.

JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

8


PULAU HOGA Pulau Hoga merupakan tempat penelitian dari Operation Wallacea yang berbasis di Inggris. Semenjak tahun 1995 sekitar 400 mahasiswa dan relawan berkumpul di Pulau Hoga untuk melakukan penelitian biota bawah laut, khususnya pada bulan Juni hingga September. Pemerintah Wakatobi pun melibatkan masyarakat setempat untuk membangun 200 homestay berupa rumah panggung sederhana di pulau tersebut. Karena lokasinya yang terpencil, maka akses listrik pun terbatas pada pukul 18:00 - 23:00 yang bersumber pada generator. Selain terdapat ratusan homestay, ada juga aula bertingkat sebagai tempat makan, tempat pertemuan dan lainnya. Op-

9

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012

erator selam pun berada tak jauh dari situ. Kawasan Pulau Hoga masih sangat alami, maka tak heran binatang-binatang melata pun kadang hadir di sekitar homestay.

TOMIA: PUNCAK KAHIANGA Padang rumput hijau segar terhampar menutup permukaan bukit dari auratnya. Sementara beberapa pohon tumbuh memisahkan diri satu sama lain, menjadikan sebuah motif magis nan romantis. Terdapat fosil-fosil hewan laut dan kerang-kerang yang telah membatu di antara padang rerumputannya, menandakan bahwa tempat tersebut dulunya adalah lautan. Kawasan ini merupakan puncak tertinggi di Tomia yang terletak di Desa Kahianga.


dibuai oleh pemandangan ajaib bawah lautnya, seperti kehadiran sea fans dan coral heads yang banyak dihiasi oleh soft corals berwarna cerah. Pesona lainnya hadir lewat penghuni laut seperti ribbon eels, leaf fish, crocodile fish, scorpion fish, nudibranchs dan banyak lainnya.

BINONGKO: DESA WALI

PENYELAM DIBUAI SEA FANS DAN CORAL HEADS YANG DIHIASI SOFT CORALS CERAH

Berada di puncaknya, pengunjung seolah dibawa terbang ke negeri kayangan oleh angin yang berhembus kencang. Puncak Kahianga hadir langsung menghadap ke Pulau Lentea, sehingga menjadikan kolaborasi agung antara daratan dengan lautan.

Desa Wali merupakan desa wisata yang dijadikan sebagai sasaran program Model Desa Konservasi (MDK) Balai Taman Nasional Wakatobi 2010. Potensi yang ada di Desa Wali ini sangatlah beragam. Melalui wisata bahari, desa ini memiliki banyak pantai berpasir putih seperti yang terdapat di Pantai Mbara-mbara, Pantai Fengka-fengka, Pantai Ooro, Pantai Buku, dan Pantai Sampua Buaya. Kegiatan laut seperti snorkeling dan diving di hamparan karang tepinya bisa dilakukan untuk melihat keanekaragaman jenis karang lunak dan karang keras yang tinggi. Banyak juga situs sejarah yang ada di Desa Wali sebagai bukti peninggalan cerita tentang asal muasal keberadaan masyarakat Wali di Pulau Binongko, salah satunya adalah Makam Wa Ode Goa. Dari atas Benteng Koncu Patua Wali, pengunjung dapat menyaksikan panorama pesisir Binongko. Terdapat juga Topa Mata dengan ratusan kelelawar yang bergelantungan di sana dan jangan lupakan Gua La Sikori yang terletak di sekitar Hutan Sara Lapungga.

MARI MABUK Kawasan penyelaman ini berada pada kedalaman 15 kaki hingga 80 kaki. Sesuai namanya, banyak penyelam yang

JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

10


PANDU

11

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012


MENUJU WANGI-WANGI Dari Makasar Naik Pesawat Ekspress Air (pesawat kecil jenis Dornier, kapasitas 30 orang) menuju Bandara Matahora (Wanci). Dari Kendari 1. Naik pesawat Ekspress Air (khusus KendariWanci dapat harga subsidi). 2. Naik KM Aksar Saputra (Ekonomi Rp 130 ribu; Bisnis Rp 180 ribu; 10 jam; Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu; berangkat pkl 10 WITA). Jadwal sama untuk rute Wanci-Kendari.

MENUJU KALEDUPA Dari Pelabuhan Wanci, terdapat kapal kayu atau speedboat ke Pelabuhan Ambeua di Kaledupa. Setiap hari; pk 10 WITA; Rp 50 ribu; 1-2 jam. Sementara dari Kaledupa ke Wanci, setiap hari pkl 6 WITA. Dari Pelabuhan Waha dan Usuku di Tomia ke Pelabuhan Ambeua. Kapal kayu Rp 50 ribu; Speedboat Rp 70 ribu; 1-2 jam.

MENUJU TOMIA Tomia ada 2 pelabuhan: Usuku dan Waha. Dari Wanci, ada kapal tiap hari menuju 2 pelabuhan tersebut; pkl 10 WITA; Rp 100 ribu; 3-4 jam. Dari Tomia ke Wanci, setiap hari; Rp 100 ribu. Dari Binongko ada kapal setiap Rabu, Jumat, Minggu; Rp 50 ribu; 1-2 jam. Dari Tomia ke Binongko; setiap hari; pkl 11 WITA; Rp 30 ribu.

JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

12


PANDU

MENUJU BINONGKO

Dari Wanci ke Pelabuhan Bente di Binongko; Selasa, Rabu, Minggu; pkl 10 WITA; Rp 100 ribu; 5-6 jam. Sebaliknya, dari Binongko ke Wanci setiap Senin, Selasa, Jumat; Rp 100 ribu.

EKSPRESS AIR MENUJU WANGI-WANGI NO

KEBERANGKATAN

HARI

PUKUL

HARGA (RP)

1

Jakarta

Setiap hari

05:00 WIB

2 juta

2

Makasar

Setiap hari

10:00 WITA

2 juta

3

Bau-Bau

Setiap hari

11:00 WITA

1-2 juta

4

Kendari

Setiap hari, kecuali Selasa & Sabtu

12:30 WITA

300 ribu

5

Yogyakarta

Setiap hari

06:00 WIB

2 juta

6

Surabaya

Setiap hari

06:00 WIB

2 juta

EKSPRESS AIR DARI WANGI-WANGI NO

TUJUAN

1

Jakarta

2

Makasar

Setiap hari

13:00 WITA

3

Bau-Bau

Setiap hari

13:00 WITA 500-850 ribu

4

Kendari

Setiap hari, 11:30 WITA kecuali Selasa & Sabtu

300 ribu

5

Yogyakarta

Setiap Sabtu 10:30 WITA

2 juta

6

Surabaya

Setiap Sabtu 10:30 WITA

2 juta

13

b a c k p a Ck i n I

HARI

PUKUL

Setiap Sabtu 10:30 WITA

JUNI-JULI 2012

HARGA (RP)

2 juta 1,4-1,6 juta


WAKTU TERBAIK September hingga November atau Maret hingga Mei, karena laut lebih tenang.

TIPS

PENGINAPAN 1. Penginapan Nita Sari (Wanci, dekat pasar; Rp 50 ribu) 2. Lan Sali Homestay (Wanci, 300 m dari kantor Kelurahan) 3. Pak Hamid Homestay (Kaledupa, tidak jauh dari Pelabuhan Ambeua) 4. Pulau Hoga (tersedia 200 homestay)

1. Di Wangi-Wangi, survey harga taksi dulu, karena tidak ada tarif yang tercantum. Patokannya: sewa taksi seharian Rp 250 ribu. 2. Harus diingat, gak boleh nyelam sebelum licensed. 3. Pakai Telkomsel! Indosat lemah, yang lain mati. 4. Perempuan dilarang merokok, bisa ditegur penduduk lokal. 5. Bikini tidak diperkenankan di pantai-pantai umum. 6. Hindari tang top dan celana pendek. Adat dan agama masih kental di Wakatobi, terutama Binongko. 7. Kalau berencana lama di Kaledupa, menginaplah di Pulau Hoga. 8. Hubungi Muiz Bhojest untuk info up date. Dia anak Jakarta yang lama di Wakatobi.

AKTIVITAS TERBAIK 1. Snorkeling dan diving di mana-mana. 2. Menikmati atraksi lumba-lumba dengan Dolphin Watching atau melihat sunrise dan sunset di Hoga. 3. Berkenalan dengan Kampung Bajo di Wanci dan Kaledupa. 4. Masuk Gua Tee Kasopi dan Gua Kontamale di Wanci. 5. Hunting kerajinan tenun Wakatobi. 6. Makan Kasuami, Luluta (Nasi Bambu), terangi (sashimi-nya Wakatobi).

CONTACT PERSON 1. Muiz Bhojest 085298806769 2. Ekspress Air Jakarta 021-65865656 3. Ekspress Air Kendari 0401-3131883/081341862495 4. Ekspress Air Makasar 0411-442021 Ekspress Air Wanci 082193071592 5. Pak Haris (Lan Sali Homestay) 085254954833 6. Pak Hamid (homestay Kaledupa) 081341030950 7. Pak Jufri (all about Hoga) 081524126271

JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

14


CATPER

15

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012


Sampai Jumpa Lagi

WA K ATO B I EE MOORI. KANAE kalumangkemo. Huu kami teiri leyama, huu kami te luha. Huu kami terajakii, huu kami tesalama. Mina kowila sampe apa kamaliyako. Oleh: Arozak Salam | Foto: Arozak Salam dan Muis Bhojest

AJ PU RNI IL--JM U EL I 2 0 1 2

I b a c K p a Ck i n

16


“Ya Tuhan. Kini kami akan berlayar. Berilah kami angin yang bagus, berilah kami keteduhan. Berilah kami rezeki, berilah kami keselamatan. Sejak kami berangkat, hingga kami kembali.� Kalimat tersebut mengawali kesiapan hati saya dalam menyeberangi Laut Banda, dari Kendari menuju Wakatobi, sepuluh jam dengan perahu kayu. Penumpang berbaring dialasi matras beratapkan papan, kenyamanan pun terbatasi. Sebuah nilai tukar yang harus ditebus atas tiket seharga Rp 130 ribu. Di luar, gelombang laut di penghujung Bulan Desember mendominasi. Laut tengah berpesta, khusus17

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012

nya setelah lepasnya senja. Saya pun terdiam, berdoa dan memejamkan mata. Kami tiba di pelabuhan Wanci, Pulau Wangi-Wangi, dengan disambut pemerintah setempat lewat pengalungan kain tenun khas Wakatobi. Kedatangan saya adalah dalam rangkaian Pertukaran Pemuda Indonesia Australia. Sebuah program kenegaraan, namun bukan berarti kami dimanja. Menpora memberikan uang Rp 20 juta kepada peserta PPIA yang digunakan untuk program pengembangan masyarakat. Jadi, akan banyak pekerjaan yang harus kami selesaikan.


Kami dejemput untuk menuju Hotel Wakatobi bertemu Kontingen Australia yang sudah tiba sebelumnya karena mereka naik pesawat. Serasa sudah berpisah lama, begitu bertemu dengan mereka, kami langsung saling peluk, seperti merayakan pejuang yang telah selamat dari medan perang. “Bagaimana perjalanan tadi? Apa kamu baik-baik saja? Ini saya belikan minuman untukmu,” kata Ian, counterpart saya, sembari menghampiri. “Oh ya, selamat datang di Wakatobi,” dia tersenyum. Selama 1 bulan saya tinggal di rumah penduduk, di rumah keluarga La Bauna. BersJUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

18


ama divisi pariwisata dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, saya bereksplorasi di kehidupan daratan dan lautannya. Wangi seperti harumnya cengkeh, maka orang menyebutnya Pulau WangiWangi. Pulau tersebut merupakan ibukota Kabupaten Wakatobi. Di pulau ini saya tinggal, di Desa Patuno. Letaknya hanya beberapa ratus meter dengan Pantai Moli Sahatu dan Patuno Resort. Sore hari biasanya saya pergi ke Pantai Moli Sahatu. Airnya tenang, lautnya dangkal dan dikelilingi tebing yang berpepohonan. Tempat yang cocok untuk merentangankan badan, terapung menatap lembayung. Jika haus, saya minum di mata air seribu, dan jika lelah saya berbaring di satu-satunya bilik kayu yang ada di situ. 19

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012

Kadang ketika saya bosan, saya pergi ke dermaga di Patuno Resort. Teman-teman saya pasti tahu, bahwa secangkir coklat panas adalah yang saya selalu pesan. Dalam hitungan sekejap juga, saya bisa tenggelam untuk kemudian bernapas setelah loncat dari dermaga. Kadang saya pun menghilang.


ADA BANGKAI KAPAL LAUT YANG DALAM SEJARAHNYA SUDAH BERLAYAR HINGGA PAPUA

Tidak banyak orang tahu bahwa tepat di belakang rumah yang saya tinggali, terdapat bangkai kapal laut yang dalam sejarahnya sudah berlayar hingga Papua. Nasibnya memang hanya rongsok, kecuali jika saya beserta adik angkat dan kawan dari Australia berada di sana. Tempat menatap langit dan tempat berpijak ketika kami akan loncat setinggi-tingginya dari puncak kapal menuju rengkuhan lautan.

Di lain desa, terdapat sebuah pulau bernama Matahora, jaraknya hanya 20 menit dari Desa Patuno. Saya singgah di Pantai Sousu yang kini telah dilengkapi papan nama objek wisata. Nuansanya teduh di bawah kanopi pepohonan kelapa. Dengan dua ribu rupiah, seorang bocah bisa menawarkan kelapa muda sebagai pelengkap suasana. Hingga tiba di Desa Matahora, sapalah kepala desanya. Beliau akan menyewakan perahu mesin seharga seratus ribu rupiah dengan kapasitas empat penumpang. Pulau Matahora hanya terpisah lautan 15 menit dari tempat tersebut. Bergerak pulalah ke Desa Waha (masih di Wangi-Wangi), yaitu lokasi yang selalu dinanti terutama jika ingin melarikan diri dari terik matahari. Bibir pantainya sedemikian rupa ditanami bebatuan raksasa sehingga tercipta kolam renang alam. Lautnya yang membiru selalu menghasut saya untuk mengintip apa yang dirahasiakannya. Mudah bagi saya menemukan gemilang terumbu karang, namun hanya sekali dalam peruntungan saya melihat penyu berenang di kedalaman untuk menjauh malu. Walau lelah, biasanya saya tetap terapung ditopang ban udara. Jika lapar, ketika perut serasa sedang membangkang, maka saya pergi ke Restaurant Wisata. Dengan konsep rumah makan terapung, saya bisa menikmati hidangan sekaligus juga sentuhan alam. Seringkali saya lebih tergoda untuk loncat ke laut dari meja makan, daripada menunggu kapan datangnya sajian yang sudah saya pesan. Dan sesudah itulah biasanya saya kedinginan saat naik motor pulang karena tak ada pakaian cadangan.

JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

20


CATPER

Saya pun pernah beradu ombak selama 4 jam dalam kapal dari Wangi-Wangi menuju pulau terujung di Wakatobi, yaitu Pulau Binongko. Tempat ini adalah alasan kenapa dahulu Wakatobi dikenal sebagai Pulau Tukang Besi, karena sebagian besar penduduknya memeras butiran peluh sebagai pandai besi. Hasil produksi berupa pisau, parang dan perkakas lainnya pun biasa dikirimkan ke Maluku, Papua, dan Jawa. Suara hantaman besi terdengar menggema. Bunyinya meng21

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012

gaung di sela-sela tebing tinggi yang masih mendominasi rupa Pulau Binongko. Dikemas pula oleh hutan mangrove yang letaknya tak jauh dari jalanan bebatuan di sana sini. Pulau Binongko itu unik, seperti kehadiran vegetasi tumbuhan yang hidup di sela bebatuan tepi jalan. Tersebutlah Kau Rangka, sebuah pohon yang sudah mati namun keberadaannya tetap kokoh dan dianggap keramat bagi masyarakat setempat. Namun sayang, seseorang telah menebangnya walau


sudah mendapat peringatan terlebih dahulu dari tetua adat di sana.Dari rumor yang beredar, seminggu kemudian, si penebang pohon Kua Rangka itu pun meninggal dan kini pengunjung tidak bisa lagi melihat pohon tersebut. Coba juga menyentuhkan kaki di Pulau Tomia, untuk sama-sama telah sepaham dengan konsep hidup asri. Setiap penduduknya bergerilia untuk menciptakan rumah surgawi, teduh di balik pohon di tiap pelataran dan bersih akan jejak-jejak sampah.

KAU RANGKA, SEBUAH POHON YANG SUDAH MATI, TAPI KOKOH DAN DIANGGAP KERAMAT JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

22


CATPER

23

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012


Begitulah tiga puluh lima hari kami lalui. Dengan harapan, sedikit pekerjaan kami bisa menjadikan Wakatobi lebih baik. Saatnya untuk meninggalkan Wakatobi, walau itu bukan yang saya inginkan. Saya harus berpisah dengan keluarga La Bauna yang selama ini kami hidup bersama mereka. Di ruang makan, Ibu memeluk saya tanpa kata, hanya terdengar isak tangisnya saja. Sebisanya beliau memberikan makanan terakhir sebagai bekal kami menuju Kendari. Begitu pun Bapak yang terus berucap, “Jangan lupakan kami di sini.” Untuk beberapa menit, saya kembali ke kamar. Seorang diri. Saya terisak melihat ke-

nangan tiap harinya di ruangan tersebut. Saya bersandar di dinding untuk sejenak pasrah bahwa semuanya telah usai, bahwa semuanya takkan pernah terulang. Berat sekali langkah untuk meninggalkan rumah La Bauna, yang di depannya sudah terpasang: La Bauna Homestay, yang ke depannya akan banyak dihampiri turis. Di bandara Matahora, ternyata semua orang tua angkat berkumpul untuk melepas detik-detik terakhir. Saya dan seorang kawan berdiri di tengah ruang tunggu untuk menyanyikan lagu Baramo Mulangke, sebuah lagu perpisahan yang mengharukan. “Baramo nulangke molengo ia. Baramo nulang….” Suara saya terpatahkan tangis. Sesaat kemudian, warga yang telah mengantar kami melanjutkan sisa lirik lagunya dengan sempurna. Seisi ruang tunggu tersebut menggaungkan lagu perpisahan. Saya hanya bisa menundukkan pandangan. Setetes air mata jatuh lagi di bumi Wakatobi.

JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

24


GALERI

SNORKLING

FOTO : MUIS BHOJEST

Kirimkan foto koleksi kamu ke redaksi Backpackin Magazine melalui email kami redaksiezinebi@yahoo.com 25

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012


KUDA LAUT

FOTO : MUIS BHOJEST

BERPOSE

FOTO : MUIS BHOJEST

NYIUR DI PANTAI

FOTO : MUIS BHOJEST

JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

26


BULOK

K E H I D U PAN

Y AN G

T E R AP U N G

PERTEMUAN LAUT BANDA dan Flores di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, mampu menjadikan kehidupan masyarakat bahari ini terapung. Dalam tenang, laut menopang petak bilik rumah penduduknya, namun dalam sibuk, mereka beraktivitas bertaruh asa di atas lipatan lautan. Oleh: Arozak Salam | Foto: Arozak Salam dan Muis Bhojest

27

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012


JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

28


BULOK Tersebutlah Suku Bajo, sebuah masyarakat yang sebagian besar hidupnya dibesarkan lewat asuhan laut. Tak hanya di Indonesia, keberadaannya juga tersebar di sudut-sudut perairan dunia seperti di Australia, Filipina, Jepang, Madagaskar, dan Hongkong. Mengacu pada spirit bahari yang ada, mereka pun dikenal dengan reputasi sebagai pelaut ulung yang mampu berkelana dalam jangka waktu berbulan-bulan, untuk bertahan di sela-sela dramatisnya ombak lautan saat mencari tangkapan ikan. Ketika melaut, mereka hanya mengenal tiga arah mata angin, yaitu Utara, Bara (Barat) dan Selatang (Selatan). Masing-masing arahnya mencakup 120 derajat dan membentuk formasi segitiga, lebih luas dibanding cakupan empat

29

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012


penjuru mata angin yang masing-masing mencakup 90 derajat. Selain pengetahuan navigasi, mereka juga dilengkapi perahu kayu, jaring, dan panah tradisional. “Bahkan sebelum James Cook menemukan Benua Australia, Suku Bajo sudah terlebih dahulu menaklukkannya,” ucap Kepala Desa Mola Samaturu bangga. Suku Bajo berada di Pulau WangiWangi dan Kaledupa. Ada yang sudah terbawa arus zaman, ada pula yang masih tertahan oleh jangkar kebudayaan. Dapat dikatakan, Suku Bajo yang berada di Desa Mola Samaturu, Pulau Wangi-Wangi. sebagian besarnya sudah hidup di daratan. Corak

SAAT MELAUT, MEREKA HANYA KENAL TIGA ARAH : UTARA, BARA (BARAT), SELATANG (SELATAN) masa kini dapat terlihat dari beberapa rumah berstruktur beton yang menjadi kontras karena lokasinya dikelilingi rumah berbilik kayu. Namun pada tepian desa yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki, ketika jalan beton terganti dengan jembatan kayu, maka di situlah masih tersisa rumah terapung. Wujudnya seperti merdeka dari desakan, karena menghadap lepas ke lautan. “Dalam satu rumah, bisa dihuni sampai tiga kepala keluarga,” Kepala Desa Mola JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

30


BULOK

Samaturu berujar. Maka tak heran, ramai orang terasa ketika memasuki daerah pemukiman Suku Bajo tersebut. Lain halnya dengan Suku Bajo di Desa Sampela dan Mantingola yang terdapat di Pulau Kaledupa yang kediaman penduduknya masih berada di atas laut. Untuk akses ke Desa Sampela hanya bisa ditempuh dengan koli-koli (perahu kecil). Sementara untuk menuju Desa Mantingola, terdapat jembatan kayu yang menyambungkan kehidupan dengan daratan. Antar rumah ke rumahnya terdapat jalan setapak dari kayu yang di beberapa bagian telah lapuk. Melintasinya, pengunjung seperti diminta untuk mengatur langkah supaya tidak terjerembab ke dalam lubang yang menganga. Di beberapa sudut persimpangan jalan, bisa ditemukan pemandangan wanita Suku Bajo ketika sedang menjaja bergalon-galon air dengan perahu. Masih di Desa Sampela, tak jauh dari rumah kepala desa, terdapat pengrajin cindera31

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012

KEPERCAYAAN MASYARAKAT, CINCIN TERSEBUT DIJADIKAN SEBAGAI ALAT TOLAK BALA

mata yang produksinya dilakukan di rumahnya sendiri. Cinderamata yang ada adalah berupa cincin dan gelang dengan bahan utamanya adalah kulit penyu. Bapak tersebut memberikan penjelasan bahwa dia biasa menangkap penyu untuk mengambil lapisan kulit teratasnya. Setelah itu, penyu akan dibiarkan lepas bebas. “Kulit penyu kan bisa tumbuh lagi,� ucapnya dengan nada datar. Gelang dan cincin tersebut diganjar dengan kisaran harga Rp 6.000 - Rp 30.000 tergantung ukurannya. Pembuatannya sendiri terbilang mudah dengan proses awal adalah pengguntingan untuk akhirnya dilakukan teknik pengasapan dengan hanya menggunakan rokok atau lilin, untuk membentuk gelang dan cincin.


Menurut kepercayaan masyarakat, cincin tersebut bisa dijadikan sebagai alat tolak bala. “Jika ada seseorang yang ingin meracuni lewat minuman, maka ketika memegang gelas, cincin ini akan pecah sebagai penanda firasat buruk,” bapak tersebut menuturkan pada saya. Dari pemaparan Kepala Desa Sampela, banyak peneliti yang sering singgah ke tempatnya. Biasanya peneliti berdatangan di bulan Juli hingga September, ketika Operasi Wallacea diadakan tiap tahun. “Ada orang Australia yang akhirnya menikah dengan orang sini, karena dia sering melakukan kunjungan penelitian,” dia tertawa dalam kalimatnya sambil menunjukkan rumah orang yang dimaksud, tak jauh dari rumah si kepala desa. Terdapat bangunan kayu yang terlihat bersahaja dengan corak dinding

segar hijau, bertuliskan madrasah ibtidaiyah. Masih satu kawasan, di seberangnya berdiri gagah pula bangunan pendidikan tingkat SD dan SMP. “Jika pagi hari, anakanak sering memarkirkan perahu kecilnya di depan pintu kelas ini,” Pak Hamid Kepala Sekolah SD Bajo Sampela menjelaskan. Beberapa dari mereka ternyata tengah berenang di depan rumah, sungguh riang menantang siang. Ada pula yang bermain bersama anak penyu, bercakap dalam bahasa imaji lalu berenang lagi. Menenggelamkan diri lewat bantuan kaca mata kayu, untuk melihat kedalaman lautan. Setelah beberapa menit penyelaman, barulah mereka terapung merentangkan badan, untuk sesaat menikmati kehidupan. Kehidupan yang terapung.

JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

32


PENGANAN

Papeda, Kuliner Khas Timur

SERING SEKALI MASYARAKAT daerah memanfaatkan sumber alam di daerahnya sebagai sumber pangan. Banyak padi, ya makan beras. Banyak keladi, ya makan keladi. Begitu juga ketika banyak sagu, ya jadinya makan sagu. Itu yang terjadi di banyak daerah di Indonesia Timur. Salah satu yang khas adalah papeda. Oleh : Muhammad Iqbal | Foto: Istimewa

33

b a c k p a Ck i n I

J U N I - J U L iI 2 0 1 2


Cobalah googling picture dengan keyword ‘papeda’. Dengan melihat gambarnya saja, sudah terbayang seperti apa papeda itu, bagaimana cara makannya, dan biasanya dimakan bareng apa. Dilihat sekilas, papeda seperti lem atau bubur sumsum, tapi sejatinya papeda adalah tepung sagu yang dicampur dengan air panas sambil diaduk. Cara makan papeda adalah dengan sumpit. Sepasang sumpit ditusukkan ke

DILIHAT SEKILAS SEPERTI LEM TAPI SEJATINYA PAPEDA ADALAH TEPUNG SAGU

sepiring papeda, lalu angkat sambil diputar membuat gulungan. Tapi sebagian orang (yang sudah biasa) memakannya dengan diseruput. Biasanya ‘bubur’ papeda dimakan dengan ikan kuah kuning dan ikan. Lazimnya, ikan kuah kuning dibuat dari ikan tongkol yang dibumbui dengan kunyit dan jahe. Segar dan sedap. Papeda paling mudah ditemukan di Papua dan Maluku. Seorang sahabat di Makassar (kota terbesar di Sulawesi) mengaku kesulitan menemukan papeda. “Kalau kapurung banyak,” katanya. Kapurung adalah makanan yang masih sebangsa dengan papeda, sama-sama berbahan sagu. Bedanya, kalau papeda biasanya hanya dicampur dengan ikan kuah kuning, sementara kapurung campurannya adalah sayur, ikan, dan daging.

AJ PU RNI IL--JM U EL I 2 0 1 2

I b a c K p a Ck i n

34


IWAN SUNTER

BERTUALANG UNTUK RENOVASI HATI Oleh : Muhammad Iqbal | Foto: Iwan Sunter.doc

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012


I PROFIL

PERTAMA KALI SAYA kenal Iwan Sunter setelah membaca sebuah majalah di tahun 2007. Dari tulisan itu, Iwan pernah bersepeda sampai Sabang PP. Saya pikir, Sunter gak jauh-jauh amat, sambang lah sebentar. Dia pasti punya banyak cerita seru.

Jadilah saya ke Sunter dan menemukan Iwan sedang bantu-bantu mengangkut barang dari truk ke pasar. Hidup Iwan terbilang sederhana, tapi tidak dengan pengalaman hidupnya. Bang, abang kan tiap tahun ada aja rencana jalan, anak istri gak ngomel bang? Enggak, biasa aja. Ditinggal kan juga gak ditinggal gitu aja, udah disiapin lah. Kita punya siasat. Kalau lagi gak jalan, ada tabungan mati, uang itu yang saya tinggalin buat anak. Itu udah dari saya masih bujangan. Dia (istri) sudah tahu. Kalau lagi jalan yang biasanya sampai berbulan-bulan, isi tas abang apa aja sih?

Kalo kayak pas jalan kaki JakartaSemeru (2011), Itu pake daypack. Gak bisa isi banyak. Bukannya saya belagu. Minim banget. Saya gak bawa jaket, gak bawa sleeping bag, gak bawa tenda. Jadi modalnya cuma sarung, kaos kaki, sama fly sheet, kain lebar yang bisa jadi bivak. Kalo orang yang gak ngerti gunung, bilang belagu banget Iwan. Tim SAR juga bilang, nyusahin. Tapi kan saya sudah pelajari karakter Semeru. Kalo jalan kaki itu kan bagusnya enteng, jadi gak perlu bawa banyak. Kalo yang sepedaan dari Ho Chi Minh (Vietnam) ke Jakarta (2012) itu pake pamier, yang kayak tukang pos, ada di kanan kiri. Isinya ya pasti baju, perlengkapan masak, perlengkapan mandi, sama logistik.

JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

36


PROFIL Pengalaman pertama itu kapan ke mana? 2005 naik sepeda ke Rinjani, Lombok. Sepeda bawa ke puncak Rinjani. Sepeda digoes terus, gak boleh naik truk. Waktu itu niat utamanya Rinjani, tapi dapat bonus: Gunung Agung, Argopuro, Lamongan, sama Gunung Sumbing. Di empat bonus itu sepeda taro di kaki gunung, terus mendaki pake kaki. Nginap dan makan biasanya gimana? Kalo naik sepeda, kalo belum masuk kota besar, nginep di kantor polis atau pom bensin. Masjid jarang. Tapi kalo udah masuk kota besar, saya masuk mapala. Tapi karena udah sering jalan kan banyak kenal, jadi ke tempat teman. Pom bensin cari yang 24 jam, yang ramai terus. Kalo di kantor polisi banyak pertanyaan. Ditanyaain ngalor ngidul. Kadang polisi kan rese. Makannya kadang masak sendiri kadang beli. Kalo lagi gak ada duit masak melulu, belanja jarang. Bawa nesting. Masak mie biasa aja, kadang pake masako, telor.

HIDUP TANPA PETUALANGAN ADALAH NOL

Dalam perjalanan, siapa yang biasanya paling abang kangenin? Anak. Kadang naik sepeda kebawa pikiran. Lihat anak kecil di jalan, kepikiran anak lagi ngapain ya. Tapi yang pasti di jalan saya termasuk petualang yang cengeng. Denger lagu bisa nangis di jalan. Nginget tentang kehidupan, kesunyian, kadang tentang kematian. Pernah dapat pemberian yang wah gak dari orang yang gak dikenal di jalan? Wah, gak pernah ada. Kadang kalo orang simpati ada kasih uang, tapi gak banyak. Saya anti mampir ke Bupati. Jadi gini, dalam

37

b a c k p a Ck i n I

FJ U E BN RI -UJ AU RL I _ 2M0A1 R 2ET 2012


dunia sepeda, banyak orang yang ngakunya keliling Indonesia, bagi saya pengemis karena dia cari uang, ke kantor Bupati, kantor Walikota, kantor Pangdam. Kadang ada yang nekat berangkat bawa 200 ribu, tapi pulangnya bisa beli dua motor bebek. Bohong kalau ada orang yang bilang udah sepedaan keliling Indonesia. Satu orang pun gak ada yang keliling Indonesia, karena Papua gak nyambung dari Sorong ke Merauke. Dari sisi psikologi, apa efek positif perjalanan yang abang lakukan? Setiap perjalanan yang saya lakukan adalah renovasi hati. Semua perjalanan untuk mengubah kebijakan diri kita. Kita harus bisa merubah diri kita. Terus perbaiki. Dulu saya sama orang gak peduli, sekarang mendingan. Sampai kapan abang akan terus jalan begini? Perjalanan bagi saya gak akan pernah selesai, karena hidup tanpa petualangan adalah nol. Gak akan pernah pensiun.

Rencana berikutnya mau ke mana? Enam tahun ke depan udah ada rencana. 2013 mau lari Jakarta-Surabaya. 2014 mau pendakian 5 gunung naik sepeda, di Jawa dulu. 2015 mau naik sepeda dari MakassarMamuju-Palu, terus nyeberang ke Kalimantan Timur, susur sampai Pontianak. 2016 naik sepeda dari Pontianak ke Kinabalu. 2017 main roller blade Jakarta Surabaya PP. Tapi urut-urutannya bisa dibalik. Dari dulu saya mau main roller blade, tapi belum mampu beli. Cita-cita abang yang belum kesampaian? Saya pengen ndaki gunung es di luar negeri. Minimal Kilimanjaro di Tanzania sama Mount Cook di Selandia Baru. Penasaran, karena pengen rasain juga gunung es. Begitulan Iwan. Ia mengajari kita bahwa hidup sederhana bukan selalu menjadi batas untuk bertualang. Bertualang untuk merenovasi hati.

JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

38


Live

Love

Adventure 39

b a c k p a Ck i n I

J Uaret M N I - J U- A L Ipril 2 0 1 22 0 1 1

FACEBOOK.TWITTER.ISSUU


L E T ’ S C L I C K T H E B U T TO N

JOIN US.

F E B R U A RJ U I -NMI -AJ RUELTI 2 0 1 2

I b a c K p a Ck i n

40


KOMUNITAS

43

b a c k p a Ck i n I

FJ U E BN RI -UJ AU RL I - 2M0A1 R2 E T 2 0 1 2


JIHAN, SEORANG MAHASISWI di Bogor, mendapat kabar bahwa Minggu depan Bogor Berkebun, komunitas yang diikutinya, akan ‘menggarap’ kebun kosong di daerah Cijeruk (sekitar sejam dari Kota Bogor). Bogor Berkebun adalah semacam cabang Indonesia Berkebun, sebuah komunitas yang berkeinginan kuat untuk menciptakan lahan hijau di tengah kota.

INDONESIA BERKEBUN Oleh : Muhammad Iqbal | Foto: IndonesiaBerkebun.doc

F E B R U A RJ U I -NMI -AJ RUELTI 2 0 1 2

I b a c K p a Ck i n

44


KOMUNITAS

Seperti biasa, Jihan dan teman-temannya akan membersihkan ilalang, tapi yang ini banyak dilakukan ‘mamang-mamang’ bayaran. Waktu di Cijeruk, sayuran yang ditanam adalah kangkung. “Tadinya mau nanam bayam tapi gagal karena bibitnya kabur keseret hujan,” kata Jihan, “Ditanam di mana tumbuh di mana.” Ya begitulah. Jangan sangka semua anggota ngerti cara menanam. Sambil nanam sambil belajar. Lagipula, lebih diutamakan adalah para anggota tertular untuk senang berkebun dan matanya gatal kalau lihat lahan kosong. Jadi penekanannya bukan ke bisnis. Namun memang ada juga yang sudah mendulang rupiah dari kegiatan berke43

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012

JANGAN SANGKA SEMUA ANGGOTA NGERTI CARA MENANAM SAMBIL NANAM SAMBIL BELAJAR bun tersebut. Jakarta Berkebun misalnya. Ia sudah bisa menjual hasil kebunnya kepada pihak ketiga, seperti hotel dan restoran. Tapi tetap tujuan utamanya bukan mencari uang. Kebun yang baru ditanam butuh perhatian ekstra. Makanya, setiap project ada yang namanya wali kebun. Dia yang bertanggung jawab setelah kebun tertanam. Kalau diperlukan semacam penjaga kebun, dia yang mencarikan. Pengadaan pupuk (kalau


perlu), persiapan panen, itu menjadi tanggung jawab wali kebun. Setelah ditanam, dirawat, lalu yang paling ditunggu-tunggu adalah panen. Karena dalam panen biasanya ada makan-makan, termasuk makan hasil panen. Ada yang membawa kompor. Ada yang modalin nasi. Tidak sedikit juga yang hanya modal perut. Saat panen adalah saat ketika hawa komunitas begitu terasa.

AKAR IDE Ridwan Kamil waktu itu, Oktober 2010, memulainya lewat jejaring sosial. Sekelompok orang kemudian berkumpul menyusun konsep urban farming untuk Kota Jakarta. Urban farming adalah berkebun atau bertani dengan memanfaatkan lahan yang menganggur. Media dan banyak lembaga mencium sesuatu yang baru dan unik dalam ide urban farmingnya Indonesia Berkebun. Maka dengan cepat komunitas ini ‘membuka cabang’ di banyak kota di Indonesia. Google Inc lantas memberi penghargaan kepada Indonesia Berkebun sebagai “Web Heroes�. Walau sudah melangit, Indonesia Berkebun dan cabang-cabangnya tetap wel-

come dengan orang-orang baru yang punya semangat sama, yang suka berkebun, yang suka memulai perubahan dari diri sendiri dan dari lingkungan terdekat. Karena sudah mengakar, maka bisa jadi kota yang ingin kita singgahi untuk jalan-jalan adalah salah satu kota yang ada dalam lingkup Indonesia Berkebun. Siapa tahu jadwalnya pas dengan kegiatan berkebun mereka. Jalan-jalan tentu bisa berasa lebih dari biasanya. Indonesia Berkebun bisa dideteksi kegiatannya lewat www.indonesiaberkebun.org atau twitternya @idberkebun. Mau langsung ke cabang-cabangnya juga boleh: Jakarta (@JktBerkebun), Universitas Indonesia (@ CampUIBerkebun), Sukabumi (@SmiBerkebun), Batam (@BatamBerkebun), Pekanbaru (@PkuBerkebun), Banjarmasin (@BjmBerkebun), Kebumen (@KebumenBerkebun), Samarinda (@SmdBerkebun), Madiun (@ MadiunBerkebun), Bekasi (@BekasiBerkebun), Makasar (@MksrBerkebun). Selamat berkebun...

JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

44


AKSESORIS

45

b a c k p a Ck i n I

J UP N A R I -L J- U MLEI I 22001 122


g el a y u t a n di Hammock MENIKMATI PANTAI PALING asik salah satunya sambil tiduran. Kalau tiduran di atas pasir, pasti kotor. Mau bawa tikar, backpack ga cukup. Paling ringkas mending bawa Hammock. Hammock adalah tempat tidur gantung yang biasanya terbuat dari kain panjang, atau jaringjaring tali yang kedua ujungnya diikatkan ke pohon hingga menggantung dan cukup kuat untuk menahan beban satu orang di atasnya. Membawa hammock sama sekali tidak merepotkan karena dapat dilipat, sama halnya seperti membawa baju. Praktis dan tidak berat. Sekarang sudah bisa kita beli dengan mudah secara online, baik di forum jual beli, maupun toko online. Harga hammock beragam tergantung bahan, namun umumnya tidak lebih dari Rp 200.000. Jenis hammock berbahan kain memberikan kenyamanan lebih ketimbang hammock dengan bahan tali. Selain itu, kalau kita tertidur di hammock dengan bahan jaring-jaring tali, siap-siaplah ditertawakan karena jaring-jaringnya akan terjiplak di wajah dan badan kita. Setelah ada di atas hammock, aktivitas apapun yang kamu lakukan di sana akan terasa keren. Misalnya baca buku, minum es kelapa, sekedar tiduran, atau beneran tidur. Sampai ketiduran lalu ngilerpun, tetap akan terlihat keren di atas hammock! Apalagi ditambah aksesori kacamata hitam. Lengkap sudah. Yuk, mulai selipkan hammock di ranselmu.

JUNI-JULI 2012

stimewa I b Faoto c K p :a ICk in


TIPS & TRIK

Mencari dive operator handal Oleh : Muis Bhojest

WAKATOBI, ATAU TEMPAT wisata berbasis bawah laut lainnya, biasanya memiliki banyak sekali dive operator yang kadang membingungkan, terutama bagi pemula. Kelihatannya sama-sama bagus, tapi ternyata mengecewakan. Mudah-mudahan tips-tips di bawah ini bisa membantu:

4. CEK REGULATOR DAN BCD Cek regulator dan BCD (Bouyancy Compensators), bocor atau tidak. Harus cari BCD yang pas atau nyaman pada tubuh kita agar nyaman saat melakukan penyelaman dan menjadi lebih mudah dalam menyeimbangkan tubuh.

1. CARI DIVE OPERATOR BERALAT LENGKAP Alat-alatnya lengkap seperti wetsuit, alat dasar selam, compressor dan ada pemandu yang bersertifikat dive master/instruktur dive, supaya gak perlu ke beberapa dive operator.

5. CEK OKSIGEN DALAM TABUNG SELAM Oksigen yang benar itu tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa pedas pada saat di hisap.

2. PUNYA KAPAL/BOAT Kalau bisa, pilih dive operator yang memiliki kapal/boat khusus diving supaya kegiatan penyelaman lebih mudah. 3. CEK MASKER Kebersihannya, kejernihannya, dan voging (berembun) atau tidak, karena mempengaruhi kenyamanan menikmati keindahan bawah laut.

47

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012

6. GUNAKAN PEMBERAT SESUAI UKURAN BERAT BADAN Kalau berat badannya di bawah 50kg, berarti cukup menggunakan dua pemberat saja. Kalau di atas 60kg, berarti harus menggunakan tiga pemberat atau lebih. Intinya sesuaikan dengan berat badan kita, jangan terlalu kurang dan jangan terlalu banyak, harus pas.


F oto : I stimewa JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

48


RESENSI

ONE STOP IN Judul: Lost in Raja Ampat & Sorong

Penulis: Cayi & Gelbo

Jumlah Halaman: 146 Halaman

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Harga: Rp 45.000,-

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012


NFORMATION ke Raja Ampat dan Sorong Oleh : MUHAMMAD IQBAL

TRAVEL WRITER ADALAH pahlawan promosi tempat wisata. Belitong yang tadinya sepi sekarang tiap weekend orang ramai ke sana. Andrea Hirata punya andil besar memajukan pariwisata Belitong. Cara begini juga dilakukan kakak beradik Cayi dan Gelbo untuk Raja Ampat dan Sorong. Mereka hanya enam hari di Sorong tapi dalam bukunya seperti tidak ada yang terlewat. Semua informasi yang diperlukan orang untuk ke Raja Ampat dan Sorong, ada di sini. Komplit, plit, plit! Mulai dari karakteristik Raja Ampat dan Sorong, cara ke sananya gimana, waktu yang paling pas, para operator diver, spot-spot yang recommended buat diving, makanan khas, dan segala tempat penginapan lengkap dengan contact person-nya. Kita dikasih tahu bahwa masuk Raja Ampat itu bayar, yaitu Rp 250 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp 500 ribu untuk wisatawan mancanegara. Nanti dikasih semacam pin pengenal yang itu berlaku setahun. Kita juga dikasih tahu bahwa malaria itu sangat

riskan di sana, jadi lebih baik minum obat anti malaria sebelum berangkat. Raja Ampat terkenal dengan panorama bawah lautnya. Cayi sempat tertipu melihat koloni ikan, dia kira rumput laut, eh ternyata ikan. Gelbo, waktu di Wayag, tibatiba mengurungkan niatnya untuk snorkeling karena melihat sirip-sirip ikan hiu. Hiii.... Cayi punya cerita sendiri di Wayag. Ia berhasil mendaki sampai puncak karang Wayag setelah mendaki, merayap, atau apapun namanya, semacam pulau karang yang curam dan tajam. High risk high gain. Sampai di puncak pandangan meluas seantero Raja Ampat. Gradasi air laut yang begitu memukau dan pulau-pulau karang yang bertebaran, seakan membuat letih dan goresan-goresan karang yang memenuhi tubuhnya tidak ada apa-apanya dibanding pemandangan dari bukit Wayag. Alhamdulillah, Cayi masih mau turun dan menulis buku ini bersama Gelbo.

JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

50


JEDA

becak

Kereta Tak Berkuda BAGI MASYARAKAT DI Pulau Jawa, definisi becak adalah sepeda tak bermesin yang bagian depannya ditempel dengan semacam tempat duduk yang bisa diisi oleh dua orang dewasa. Pengemudinya ada di belakang. Tapi becak di Jawa, berbeda dengan di Sumatera, terutama pengemudinya yang berada di samping. Oleh: Muhammad Iqbal | Foto: Muhammad Iqbal

Becak punya definisi yang berbeda bagi masyarakat Sumatera Utara. Kota Medan mengenal yang namanya betor (becak motor), yaitu sepeda motor yang bagian sampingnya ditempeli dengan semacam tempat duduk seperti tempat duduk yang ada pada becak Jakarta. Ini adalah becak mainstream yang ada di Sumatera Utara. Tapi saya menemukan varian-varian unik yang sangat asing buat saya. Waktu di pasar

51

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012

F oto : I stimewa


Belawan, saya ketemu puluhan becak berupa sepeda ontel yang ditempeli tempat duduk. Semuanya sepeda ontel dan mayoritas dari mereka mengecatnya dengan warna-warna meriah. Saya temui model serupa di Gunung Sitoli (Pulau Nias). Sepeda ontel yang ditempel dengan semacam gandengan masih banyak ditemui, tapi lebih berfungsi sebagai angkutan barang (termasuk babi). Becak motor terkadang digunakan untuk muatan yang berlebihan, seperti yang saya lihat di Rantau Perapat. Sekitar sepuluh siswa SD naik ke atas sebuah betor. Sadar difoto, mereka langsung tersenyum, dan melambaikan tangan. Menanggapi “pasar� yang menginginkan muatan besar, betor di Samosir (pulau di tengah Danau Toba) merenovasi gandengan motornya dengan tempat duduk dua baris. Yang tadinya muat dua orang dewasa, cling... sekarang jadi muat empat orang dewasa.

F oto : I stimewa

Betor di Sibolga adalah yang paling khas buat saya. Mereka membuat gandengan khusus yang tertutup seperti kapsul isolasi. Seakan-akan si tukang betor membawa tamu khusus. Kalau diibaratkan taksi, ya silver bird lah, hehe.

JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n

52


INTERAKSI

Harry Potter PERNAH KETANGKEP DI penyebrangan Gilimanuk gara-gara bawa KTP expired waktu mau masuk Bali. Disuruh balik lagi ke Jawa. Akhirnya kita akalin petugasnya kabur pas pergantian shift jaga. Wkwkwkwkwkwkw.

P a k P o l i s i ii !

Bajunya coklat, celananya coklat, kulitnya coklat. Siapa lagi kalo bukan Pak Polisi. Travelling memang kadang gak lepas dari apes, seperti teman-teman kita di bawah ini yang harus berurusan dengan bapak berbaju coklat itu

B h a r o t o Rochwiarsi JOGJA. SOK TAHU bawa peta dari toko souvenir! Pas di sebelah Mall Galeria, PD tingkat tinggi, ambil kiri, ternyata jalan searah, udah gitu pas crowded, gerimis, diklaksonin orang sejagat, dan digiring dengan manis sama pak polisi. Pasang muka melas, cerita keadaan kalo 2 hari gak tidur nyetir dari Jakarta. Diampunin deh! Semoga polisinya panjang umur ya. Hahahaha‌.

Kirim yuk kisah seru kamu! melalui email kami redaksiezinebi@yahoo.com 53

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012


.COM

MAGAZINE

Keep Sharing Catatan Perjalanan Kamu!

www.backpackinmagazine.com I redaksiezinebi@yahoo.com

I S A

M R FO ING A IN LL ESI L E N A T AV O R R ND O T P I b a c K p Ia CkIi n D

JUNI-JULI 2012


U O Y E K A M G N I L L E tRAV !! ! R E G N U O Y ) K O (LO

put your ads here... b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012


KONTRIBUTOR

Arozak Salam

SEMUA BERAWAL DARI e-book gratisan yang Ozak sebar di internet. Dia sangat antusias membantu Backpackin’ menyusun edisi Wakatobi. Maka jadilah seperti yang sedang teman-teman pelototin. Januari-Februari 2012 Ozak ikut membangun sektor pariwisata Wakatobi lewat program Pertukaran Pemuda Indonesia Australia (PPIA). Sekarang Ozak lagi di Perth buat jalan-jalan, kalaupun ada kuliah atau kerjaan, itu cuma sampingan. Unduh e-book Wakatobi Ozak di http://lagunatrip.com/wakatobimemanggil.html

Muis Bhojest

ANAK CILINCING, JAKARTA Utara yang nyasar ke Wakatobi, hobinya diving. Silakan ditebak sendiri warna kulitnya gimana. Sekarang jadi Pimpinan Redaksi di Reefradio 100.2 FM, satu-satunya radio pemerintah Wakatobi yang getol banget kampanye melawan illegal fishing. Bhojest kasih banyak info dan foto di edisi ini.

THANKS TO OUR CONTRIBUTORS

Mau jadi kontributor? Kirim tulisan kamu sesuai dengan rubrik ke redaksiezinebi@yahoo.com JUNI-JULI 2012

I b a c K p a Ck i n


BM SI I ED AN! P DE

SIMAK!

EDISI 17

BACKPACKIN MAGAZINE

WAEREBO

57

b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012


JUNI-JULI 2012

JI IF oto b a c :K IpKaACkS Oi En W A D58


BACA BACKPACKIN MAGAZINE SESUAI SITUASI DAN KONDISI. JIKA BIKIN GALAU AJAK KELUARGA JALAN-JALAN. JIKA GALAU BERLANJUT SEGERA HUBUNGI TEMAN UNTUK KAMU AJAK BACKPACKERAN

BACA SPOT TERBARU BACKPACKIN MAGAZINE

di ISSUU.COM b a c k p a Ck i n I

JUNI-JULI 2012

WITH

HaVE FuN BaCKPaCKiN MaGaZiNe


BM16 : Wakatobi