Page 1

Politik dan Sejarah Selama 250 tahun setelah kehilangan para penulis drama, drama karya Shakespearlah yang telah muncul dan lebih terkenal dari karya – karya Kyd dan Marlowe. Karya – karya awal Sahkespear yang bertema tragedi dan sejarah muncul, dan terus hidup dalam hubungan simbolik dimasa sekarang. Drama sejarah karya Shakespear terus membentuk persepsi masyarakat Inggris mengenai bangsanya seperti kisah – kisah raja – raja Inggris yang mengisahkan politik dan kehidupan kerajaan saat itu. Misalnya kisah Richard II yang dilarang terbit selama tiga edisi selama hidup Ratu Elizabeth. Karya Shakespear merupakan kunci pembentuk kesadaran kebangsaan tertentu dan sistem dari suatu model yang mana mampu mengembangkan drama sejarah nasional mendatang. Tragedy and Death Pada dasarnya, tragedi karya Shakespeare menceritakan tentang kesedihan raja atau kekuasaan sipil. Drama tragedi Shakespeare berisi tentang hal- hal yang tidak pasti, membahayakan, kematian, bencana dan semua drama tragedi yang dibuat olehnya berakhir pada kematian pada tokoh protagonist. Beberapa drama tragedy karya Shakespeare antara lain adalah Hamlet, Julius Caesar, Machbet, Othelo, Romeo and Juliet, Antony and Cleopatra, dan King Lear. Hamlet adalah salah satu drama tragedi Shakespeare yang terkenal. Drama ini bertemakan balas dendam yang dilakukan oleh seorang anak raja yang bernama Hamlet terhadap pamannya, Claudius. Hal ini dikarenakan pamannya telah membunuh ayahnya sendiri demi mendapatkan gelar raja dan ia juga menikahi ibu dari Hamlet. Pada akhirnya Hamlet tewas setelah terkena racun dari pedang yang diberikan oleh Claudius. Selain itu, King Lear juga merupakan karya terbaik Shekespeare. Cerita ini terjadi pada masa sebelum Kristenisasi, yang didasarkan pada legenda raja Leir dari Britania. King Lear ingin membagikan tahtanya kepada putri-putrinya. Sebelum dia membagi tahtanya, dia ingin mendengarkan pujian tentang dirinya dari putri-putrinya, Keduanya putrinya, yaitu Genoril dan Regan memuji ayahnya. Hanya Cordelia yang tidak memuji. King Lear sangat marah, lalu dia memutuskan hubungan dengan anaknya. King Lear merupakan suatu gambaran keluarga yang hancur karena kekuasaan.


Wanita dan Komedi Terlalu banyak kritik disekitar abad ke-18 dan 19, hampir kebanyakan hubungan antara sejarah dan tragedi wanita-wanita Shakespeare dapat dibagi antara kekasaran dan kelembutan, antara ketidakramahan (seperti Queen Margaret atau Lady Machbet) dan figur perempuan yang pasif dan lemah (seperti Ophelia atau Desdemona), khususnya dalam karya komedi romantisnya yang inovatif, dimana peran Rosalind, Beatrice atau Viola dapat diberikan ke peran pria, ia membolehkan para wanita untuk mengambil inisiatif penting dalam dunia yang didominasi oleh pria dan perbedaan yang membingungkan antara apa yang diasumsikan sebagai karakterisntik pria dan wanita. Dua komedi Shakespeare yang paling awal The two Gentlemen of Verona dan The Taming of the Shrew mengindikasikan tingkatan dimana dia mendramatisasi ambiguaitas yang memusatkanpada kebebasan wanita untuk beraksi dan berpikir mandiri dalam menjalin hubungan dan pernikahan. Dalam drama As You Like It, Rosalind mendapatkan hukuman dari pamannya yaitu diasingkan ke hutan Arden menyamar sebagai Ganymede. Jika nama yang ia pakai memiliki nilai-nilai berharga,

maka

peran

dimana

ia

larut

bersama

Orlando,

untuk

‘menyembuhkan’nya dari hasratnya pada Rosalind yang ‘nyata’, menambah perubahan gender dalam drama. Ben Jonson And The Comic Theatre Komedi urban karya Ben Jonson sesekali lebih menggembirakan, lebih agresif, dan lebih subversif daripada urban komedi sejamannya dan dari para penirunya. Tetapi kebanyakan hiburan royalnya dan puisi yang ditujukan kepada para aristokrat penting mengekspresikan perbedaan pada aturan monarki dan perlindungan mulia dasar, drama karya Jonson mengungkapkan dirinya sebagai seseorang yang terhormat baik pribadinya maupun kekuasaannya. Komedikomedinya mempunyai karakterisasi lebih yang dipasangkan dengan plot yang luar biasa. Jonson dalam Timber ot Discoveries Made Upon Man and Manners (yang dipublikasikan pada tahun 1640) menyatakan bahwa komedi dalam bahasa Yunani telah di pandang sama statusnya dengan tragedi. Prolog dalam Every Man in His Humour versi kedua manggambarkan suatu usaha untuk menentukan


kualitas dramanya yang dihadapkan pada kepopuleran yang menurun. Revisi Jonson pada Every Man in His Humour merupakan petunjuk bagi pembacanya. Versi pertama drama tersebut ditampilkan pertama kali pada tahun 1598 dengan setting di Florentine dan Italian-Sounding Character. Pada tahun 1616 drama tersebut dimunculkan kembali sebagai drama London. Bahasa inggris yang digunakan dalam Every Man merupakan ejekan yang lebih sederhana terhadap kebodohan manusia, hal ini merupakan studi yang tepat dari berbagai jenis kelebihan aneh yang dianggap mengganggu ke perkembangan usaha manusia yang kuat dan beralasan oleh Jonson. Kelebihan tersebut juga menentukan kealamiahan komedi Jonson yang paling cerdik, bervariasi, dan enerjik. Komedikomedi tersebut adalah Volpone, Epicene, or The Silent Woman, The Alchemist, dan Bartholomew Fair. Pusat/inti The Alchemist bukan tentang penipu yang mengagumkan sebagai pembuka dari kebodohan namun, penipu profesional/ kawakan sebagai pembuat kebodohan-kebodohan. Keseluruhan babak dalam drama terbatas dalam rumah di Blackfriars, namun sebagai penonton asli di Blackfriars teater pastinya mendugaduga, drama menggambarkan London yang luas termasuk pengalaman dan ekspektasi dari penonton kedalam drama itu sendiri. Volpone atau The Fox adalah komedi Jonson yang paling liar. Meskipun judul dan karakternya merupakan kumpulan binatang liar Italianate (Fox FleshFly, Vulture, Crow, Raven) namun itu tidak dapat mengurangi konsep kejahatan dan kekhilafan manusia manusia. Karakter yang berbudi luhur, Celia (Heavenly) dan Bonario (Good) berperan sebagai seseorang yang tidak berarti dan mengatakan

sesuatu

yang

hampa,

Namun

mereka

membiarkan

kita

membayangkan bagaimana kebenaran diungkapkan dalamdunia yang kotor. The Venice of Volvone adalah segalanya. Jonson and The High Roman Fashion Meskipun Jonson tidak perlu teladan kepercayaan dan seorang idealis, ia tentunya

dapat mendewasakan mereka dan saat kesempatan meminta.

“Kesempatan� secara umum sesuatu kejadian yang kebetulan dari aspirasi bangsawan dan perlindungan bangsawan pada abad ketika kaum bangsawan dan


budaya bangsawan dipersoalkan. Jonson, mungkin satu-satunya neo-roman dari semua penulis Inggris pada periode Renaissance, dengan mudah bergaul dengan Horace dan juga puisi Horace yang ambigu dan menyimpang dari pemerintahan Augustus. Pengetahuannya yang luas Hg Classical Reading merupakan kejelasan dalam bentuk cetakan dari Hymenaei ( dipentaskan pertamakali dalam istana pada tahun 1606 sebagai bagian dari perayaan pernikahan penggabungan dua keluarga kalangan atas), untuk catatan karangan ilmiah yang luas dimana teks tambahan sebenarnya menymbangkan risalat yang berhubungan dengan zaman kuno dalam aat pernikahan roman. Itulah mengapa bagaimanapun, dengan kumpulan puisipuisi seperti Epigrammes dan The Forest pada tahun 1616 Folio menunjukkan utang budi Jonson pada penyair Roman menjadi dangat jelas (nama dari The forest contohnya, diartikan kedalam Bahasa Latin ‘silva’ antara hutan dan kumpulan/koleksi. The Epigrammes, yang dianggap Jonson sebagai ‘the ripest Fruit’ (buah/hasil yang matang dari studinya), dan yang dinyatakan sebagai nilai lebih karyanya, mengandung ringkasan tajam untuk Muse nya, King James, para bangsawan yang terkemuka teman-teman pujangganya, aliansi dan musuhmusuhnya, semua diekspresikan dalam adaptasi sajak Inggris yang tersusun secara rapi dalam bentuk yang sempurna dalam bahasa Latin dalam Juvenal dan Horacedalam Epigram 103 dan 105 contohnya, Lady Mary Wroth dipuja sebagai putri mahkota yang cantik, dari kecantikannya, hidup dalam keluarga terkenal, sangat elegan, dianggap sebagai reinkarnasi dewa. Suami Lady Mary, Sir Robert Wroth adalah penerima surat Horatian, termasuk dalam The Forest, yang kontras antara sifat buruk, sifat baik dan sesuatu yang menghibur dari kota dan istana dengan alternatif yang menyenangkan dalam kehidupan pedesaan. Malahan Wroth dapat menikmati tidur nyenyak di ranjangnya, senang dengan situasinya dan hidup seolah tanpa dosa sementara yang lain melihat dengan perasaan bersalah. Hal yang serupa dari kemurnian dalam pengunduran dari gentle di lambangkan “To Penshurst” yang ditunjukkan untuk orang desa yang terpandang Sir Robert Sider (ayah Mary Wroth) puisi mengajarkan pangggilan ulang yang pasti dalam epigram perang dan diulangi dengan moral anti orang kota yang


meliputi puisi Roman pada abad 1 M membantu pembentukkan penghormatan yang abadi bagi nilai-nilai aristokral yang dipilih Jonson. ‘To Penshurst’ bermaksud tertentu menghuni ide kemurahan hati, keelokan dan pengolahan yang tidak dibuat-buat yang jonson lihat sebagai hubungan antara bangsawan modern dengan mengidealkan bangsawan pelindung dari penyair kuno Roman. Prosanya Discoveries (Nobilium Ingenia) dia menyuguhkan perbedaan analisis radikal mengenai karakteristik politik dalam kelas yang berkuasa. Beberapa bangsawan diminta dengan tegas melayani rajanya tanpa pamrih. Debauch’d And Diversivolent: Men, Women, And Tragedy Meski kebanyakan tragedy yang ditulis di Inggris pada akhir abad ke 16 sampai 30 tahun awal abad 17 menceritakan tentang perjalanan kerajaan asing, raja, putri, atau bangsawan, tetapi ada juga drama yang menceritakan tntang kisah suami dan istri dari kelas meenengah. Contoh drama – drama tersebut adalah “The Lementable Tragedy of the Plymouth”, “The Tragedy of Mr Arden of Faversham”, “A Warning to Fair Women”, dan “A Yorkshire Tragedy”. Tiga drama terakhir menceritakan tentang pembunuhan suami oleh istrinya atau kekasihnya. Tiga drama ini menjadi awal perkembangan drama domestic , prosa horror, dan narasi ballad yang dianggap sebagai sastra criminal pada akhir abad 18 dan 19 dan berdasarkan kisah nyata. Contoh drama yang lain adalah: “A Woman Killed with Kindness”, “The English Traveller”, “The Fair Maid of The West”, dan “A Girl Worth Gold” karya Thomas Heywood yang merupakan kisah fiksi. Selanjutnya, “ The Maid’s Tragedy” yang menggambarkan pesan moral dari setiap kejadian yang dialami oleh pengarangnya, Lysipus, “Bussy D’Ambois yang menceritakan tentang kisah Bussy, saudara Raja Henry III, “The Revenge of Bussy D’Ambois”, “The Conspirasy and Tragedy of Charles, Duke of Byron” karya Champman. Pengarang lain pada abad ini adalah John Marston. Salah satu karyanya adalah “The Malcontent”, sebuah drama yang berisi kritik dalam bentuk komedi satir, komedi-tragedi, dan tragedy. Kepasrahan, sindiran, dan

kegelisahan tokoh dalam Tragedi karya

Middleton lebih ditekankan pada karya-karya John Webster. John Webster juga menulis beberapa drama tragedi yang salah satunya berjudul The White Devil,


dalam karyanya tersebut, dia melihat dirinya sebagai seorang penyair drama modern yang sadar akan tragedi-tragedi kuno dan peduli dengan situasi sosial pada saat itu. Walaupun tragedi yang ia buat terinspirasi dari Negara Italia Webster dapat mengadaptasi apa yang ada di Italia pada situasi yang terjadi di Inggris. Hal tersebut tercermin dalam karakter Cornelia pada drama The White Devil juga tokoh Ophelia pada drama Hamlet karya Shakespeare kedua drama tersebut tidak bersetting di Inggris. Namun, keduanya masih sesuai dengan lingkungan sosial rakyat Inggris pada saat itu. Beberapa karya sastra yang memunculkan kritik politik, dan kritik moralitaas juga mulai muncul. Seperti pada tragedi karya John Ford dan james Shierley , puisi karya Ford, dan juga parodi yang mengkritik individualisme seorang puritan. Tragedi karya Shierley yang terkenal yakni The Traitor dan The Cardinal menceritakan tentang perselisihan, hasrat, kebangggaan, dan ambisi, seperti halnya drama karya Shakespeare yang berjudul Henry VII. Pada tahun 1640-an drama mulai mencemaskan kegiatan politik. Oleh karena itu, pada tahun 1642 pementasan drama pada wilayah public ditutup hingga pada akhirnya dibuka kembali pada tahun 1660. di Inggris prinsipprinsip yang ada di jaman Renaissance dan Reformasi sangat berkaitan erat dengan karya sastra yang ada di sana.

History of English - Shakespeare  

about history of english

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you