Issuu on Google+

Buletin

pronangkis Desa Ciburial

Edisi 2 Tahun 2014

Diterbitkan Oleh: BKM Jaya Makmur Desa Ciburial Alamat Redaksi: Sekretariat BKM Jaya Makmur Jl. Ciburial No. 98 Bandung 40198 E-Mail: desaciburial@gmail.com

@desaciburial

Identifikasi Masalah dan Potensi Potensi dan masalah tiap desa itu berbeda-beda. Masalah dan potensi desa menjadi rujukan untuk pengajuan usulan kegiatan pembangunan yang didanai PNPM. Untuk itu, tentukan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan paling utama untuk dilaksanakan. Ayo bersama kenali potensi dan masalah kemiskinan daerah dan desa kita!

jendela

Apa itu Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM)? Apakah yang dimaksud dengan BKM? BKM adalah dewan pimpinan kolektif masyarakat warga penduduk desa/kelurahan, dan sebagai lembaga, BKM dapat bertindak sebagai representasi masyarakat warga penduduk desa/kelurahan. Bagaimana kedudukan BKM di masyarakat desa/kelurahan ? BKM berkedudukan sebagai lembaga pimpinan masyarakat warga penduduk desa/kelurahan dan merupakan lembaga pengendali kegiatan penanggulangan kemiskinan di desa/kelurahan yang bersangkutan, yang posisinya di luar institusi pemerintah, militer, agama, pekerjaan dan keluarga.

Mengapa BKM perlu dibangun ? BKM sebagai pimpinan kolektif diperlukan : 1. ketika masyarakat melihat kemiskinan sebagai persoalan bersama yang harus ditangulangi bersama sehingga diperlukan lembaga pimpinan yang mampu mengendalikan gerakan bersama tersebut, 2. untuk dapat memimpin gerakan penangulangan kemiskinan dari, oleh dan untuk masyarakat sebagai upaya bersama.

sebagai lembaga pimpinan masyarakat desa, artinya memiliki persyaratan sebagai berikut : 1. Wilayah cakupannya meliputi seluruh masyarakat di suatu desa. 2. Legitimasinya diperoleh dari masyarakat. 3. Kepemimpinan bersifat kolektif dengan bentuk organisasi sebagai dewan, artinya keputusan tidak dapat dilakukan oleh ketua atau beberapa anggota saja tetapi oleh sejumlah anggota dewan sesuai quorum. 4. Seluruh anggota pimpinan dipilih secara demokratis, rahasia, tertutup dan tanpa kampanye berdasarkan kriteria nilai-nilai luhur. ***

Apakah lembaga yang sudah ada boleh difungsikan? Kalau tidak mengapa dan kalau boleh apakah syaratnya ? Tentu saja boleh, bila lembaga yang telah ada tersebut memenuhi kriteria BKM merupakan nama ‘generic’ dari suatu lembaga pimpinan kolektif masyarakat warga di tingkat kelurahan/desa, yang diprakarsai serta dikelola secara mandiri oleh masyarakat warga dalam upaya memenuhi kebutuhan/kepentingan bersama, memecahkan persoalan bersama dan menyatakan kepedulian bersama, dengan berbasis pada nilai-nilai luhur kemanusiaan (Ikhlas, Jujur, dan Adil).

1


pronangkis opini

Memampukan BKM, UP-UP

& Tim Perencana Partisipatif Sejak mendengar dan mengenal program PNPM, tahun 2008, banyak hal yang belum saya pahami. Dari kaca mata sempit, saya memahami proses pemberdayaan yang dilakukan memiliki impact negative. BKM, UP-UP dan Tim Perencana Partisipatif menjadi amat tergantung dari Tim Konsultan (fasilitator).

F

asilitator dalam menjalankan tugasnya cenderung memanfaatkan keragaman pedoman, SOP dan template-template yang kita ciptakan. Kondisi ini mempengaruhi pola pendampingan yang terbentuk secara mekanis. Tidak banyak perubahan pola pendampingan yang dilakukan pada lokasi baru dan lama. Kegiatan review-review cederung d i l a k u k a n s e c a ra m on oton . Gagasan-gagasan baru menuju kemandirian BKM nampaknya akan sulit diwujudkan. Sampai kini belum terlihat perubahan yang signifikan, khususnya terhadap melembaganya beberapa kegiatan kunci yang mampu dijalankan secara mandiri dengan tetap menerapkan prinsip-prinsip good governance. Pertanyaanya, kapan saatnya kita mulai mengurangi ketergantungan BKM, UP-UP dan Tim Perencana Partisipatif dari tim konsultan pendamping (fasilitator) dan bagaimana kita secara bertahap mewujudkan kemandirian yang sesungguhnya? Tentunya berbeda metode dan pendekatan-pendekatan dalam melakukan kegiatan pendampingan pada lokasi baru dan lokasi lama. Ada sedikit sumbang saran, bagaimana kita mencoba memampukan BKM, UP-UP dan Tim Perencana Partisipatif dalam menjalankan peran dan fungsinya:

2

Pertama, BKM, UP-UP dan Tim Perencana Partisipatif yang baru terpilih didorong untuk merumuskan rencana kerja (Work Plan) yang memuat target-target yang ingin dicapai saat menjalankan tugasnya. Rencana kerja tersebut tentunya merujuk pada semua dokumen perencanaan yang ada di desa serta berbagai persoalan dan potensi sosial budaya, ekonomi lokal dan lingkungan sebagai base line atau menetapkan titik “0� sebelum bertugas. Kedua, BKM harus memiliki Visi dalam mendorong kegiatan pembangunan soscial, ekonomi dan lingkungan secara terpadu dan berkelanjutan dengan tetap menerapkan prinsip-prinsip good governance. Ketiga, BKM, UP-UP dan Tim Perencana Partisipatif dipersiapkan kapasitasnya, agar mampu menjalankan/merealisasikan rencana kerja (work plan) yang telah disepakati. Rencana kerja tersebut memuat target-target yang rasional dan logis, dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip good governance dan berbagai keterbatasan yang ada di tingkat lokal. Apa yang dirumuskan, apa yang ditulis dan diucapkan mampu direalisasikan (akuntabilitas). Keempat, BKM dan UP-UP perlu diperkuat kapasitasnya, agar memiliki kemampuan sebagai penggagas perubahan atau penggerak organisasinya dalam menjalankan tugasnya ke arah yang lebih baik. Kelima, BKM, UP-UP dan Tim Perencana Paritipatif dipersiapkan untuk fokus, berkomitmen dan konsisten dalam menjalankan tugas dan perannya, sesuai rencana kerja (work plan) dengan tetap memperhatikan prinsipprinsip good governance. Keenam, BKM dipersiapkan, agar memiliki sikap (atitude) yang bijak

dan tidak reaktif dalam mengambil keputusan penyelesaian berbagai persoalan/permasalahan di tingkat warga. Ketujuh, mempersiapkan kaderisasi relawan potensial untuk bersedia mencalonkan sebagai anggota BKM baru yang mampu mempersiapkan sistem dan rencana kerja yang lebih baik dari sebelumnya. Upaya ini untuk mewujudkan keberlanjutan program. BKM, UP-UP dan Tim Perencana Partisipatif, dalam menjalankan tugas dan perannya didorong untuk mengenali organisasinya, mengenali situasi/obyek dan subyek yang akan dikerjakan dan komitmen dalam bertugas. Mengenali situasi terkait karakteristik warga, modal sosial dan potensi sumber daya yang tersedia serta persoalanpersoalan mendasar (sosial, ekonomi dan lingkungan) wajib dilakukan oleh BKM dan UP-UP. Upaya pemahaman ini akan mempermudah dalam merumuskan strategi yang tepat. Dalam strategi perang: pasukan perang pasti memulai dengan memahami medan pertempuran (sosmap & PS), kemudian mempersiapkan serdadu/balatentara (relawan) yang dilatih sesuai dengan kondisi medan pertempuran, selanjutnya mempersiapkan kebutuhan senjata, peralatan dan perlengkapan tempur yang sesuai dan dapat diterapkan di medan pertempuran (infrastruktur, dll). Sebelum merealisasikan pertempuran, pastinya akan diawali menyusun alternatif strategi/skenario dan simulasi tempur. ***

BKM JAYA MAKMUR DESA CIBURIAL KEC. CIMENYAN

www.ciburial.desa.id email: desaciburial@gmail.com


pronangkis kegiatan

Penyerahan Bantuan Sosial PNPM-MP 2013 Sebanyak 15 orang anak Sekolah Dasar (SD) di Desa Ciburial menerima paket bantuan perlengkapan sekolah. Paket bantuan perlengkapan sekolah tersebut merupakan program bantuan sosial di Desa Ciburial melalui PNPM-MP Tahun 2013 yang dikelola oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Jaya Makmur Desa Ciburial.

P

enyerahan paket bantuan sosial PNPM-MP tersebut dilaksanakan di Balai Desa Ciburial, Rabu 4 Desember 2013. Paket bantuan perlengkapan sekolah meliputi seragam, sepatu, dan tas sekolah. Melalui bantuan perlengkapan sekolah tersebut diharapkan dapat memacu semangat sekolah bagi anak-

anak penerima paket bantuan. Lebih lanjut lagi dengan semangat tersebut dapat memicu agar para penerima bantuan dapat berprestasi di sekolahnya masingmasing. Hal tersebut diungkapkan Fasilitator Kecamatan Cimenyan yang turut hadir pada kegiatan penyerahan bantuan sosial tersebut. Selain penyerahan bantuan sosial, pada kesempatan itu juga dilaksanakan pendistribusian bantuan ekonomi bergulir dari program yang sama. “Mudah-mudahan bantuan sosial dan ekonomi ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima,� ungkap Eti Rohati selaku Panitia Pelaksana Kegiatan Sosial dan Ekonomi BKM Jaya Makmur Desa Ciburial. ***...

dokumentasi

100%

50%

Kegiatan Pengerasan Jalan Gang

3


pronangkis

Bagaimana

Membangun BKM

BKM bermakna sebagai lembaga kepercayaan milik masyarakat yang menjadi wadah masyarakat bersinergi dalam memenuhi kebutuhan bersama dan wadah menggalang segenap potensi kekuatan masyarakat untuk memperjuangkan kepentingan bersama maupun mengakses berbagai peluang sumber daya dari luar. Bagaimana membangun BKM ?

Landasan pembangunan BKM ? Kemiskinan adalah urusan bersama semua warga desa. ? Penangulangan kemiskinan sebagai gerakan bersama yang membutuhkan juga kepemimpinan bersama. ? Hasil refleksi kelembagaan. ? Hasil refleksi kepemimpinan yang menghasilkan juga kesepatan.

3

Mengapa pemilihan harus dilakukan dan bukan penunjukan?

Penunjukan hanya menghasilkan orang yang dipercaya oleh sebagian kecil elit yang menunjuk, sedangkan pemilihan memberikan peluang sebanyak mungkin masyarakat terlibat sehingga menghasilkan orang-orang yang dipercaya oleh sebagian besar warga masyarakat. Siapapun yang nantinya terpilih adalah orang-orang yang dipercaya oleh masyarakat banyak, bukan oleh segolongan elit saja, sehingga perlu dilakukan pemilihan yang melibatkan sebanyak mungkin warga dewasa (minimum 30%). Siapakah yang diundang dalam pemilihan, perwakilan KK atau semua orang dewasa dan siapakah yang mengundang ? Mengapa ?

Yang diundang semua penduduk

dewasa dan bukan hanya perwakilan KK sehingga akan melibatkan pria dan perempuan. Yang mengundang adalah Panitia Pembangunan BKM bekerja sama dengan RT atau RW setempat dan pada saat pemilihan anggota BKM di tingkat desa yang mengundang adalah Panitia Pembangunan BKM bekerjasama dengan Lurah atau Kades. Dimana atau di tingkat komunitas seperti apa pemilihan utusan seharusnya dimulai?

Pemilihan utusan haruslah dimulai di komunitas basis yang paling kecil (RT) dimana tiap warga masih saling mengenal sehingga dapat dilakukan pemilihan kepemimpinan moral yang didasarkan pada rekam jejak (track record). Perlu diingat kriteria yang disepakati adalah kriteria nilai-nilai moral yang hanya dapat dilihat dari perilaku seharihari yang bersangkutan (rekam jejak). Apakah perwakilan diijinkan ?

Perwakilan harus dihindarkan karena perwakilan justeru akan membawa ke perpecahan. Anggota BKM dipilih berdasarkan sifat-sifat baik, jadi haruslah merepresentasikan sifat-sifat baik tersebut. Dengan kata lain, anggota BKM tidak bertanggung jawab terhadap manusia tetapi terhadap nilai-nilai

Filosofi dalam memilih utusan warga dan anggota BKM: “Lebih baik mendapat pilihan pemimpin yang paling buruk dari kumpulan orang-orang baik, daripada mendapat pilihan pemimpin yang terbaik dari kumpulan orang-orang buruk�.

yang direpresentasikan. Mengapa kampanye dapat dilakukan ?

tidak

Kampanye dengan sendirinya tidak dapat dilakukan karena pemilihan didasarkan perbuatan nyata seharihari (rekam jejak) bukan janji (kampanye). Mengapa anggota BKM harus relawan? Apa implikasinya kalau tidak relawan?

Anggota BKM haruslah relawan dan tidak boleh dibayar, karena: ? Relawan adalah manifestasi dari nilai ikhlas/tanpa pamrih yang merupakan salah satu kriteria dasar calon anggota BKM. ? Anggota BKM bukan orang bayaran (terikat kepada yang membayar) melainkan orangorang merdeka yang secara sadar memberikan sebagian waktunya untuk orang lain. ? Sebagai disinsentif bagi orangorang yang bermaksud kurang baik. ? BKM adalah wahana pengabdian bagi orang-orang baik dan murni (ikhlas) yang akan mengaktualisasikan dirinya sebagai manusia sejati. ? Bila anggota BKM bukan relawan maka yang justeru akan terjadi adalah : - masuknya orang-orang pencari kerja atau orangorang yang memiliki pamrih. - BKM bukan lagi wahana pengabdian. - Anggota BKM juga bukan lagi orang merdeka yang mau menolong sesama melainkan orang bayaran yang setia kepada yang membayar.****

Penanggungjawab: Ketua BKM Jaya Makmur >> Pemimping Redaksi: Eti Rohati Redaksi: Nunung S., Yadi W., Riko P., RM Hamid, Rohandi, Widaningsih, Rudi Insan Distribusi: Dudi Rahmadi., Neni Sutirah., Kurnia >> Iklan: Ayi S., Ahmad Fitriana Alamat Sirkulasi : Sekretariat BKM Jaya Makmur, Jl. Ciburial No. 98 Bandung 40198 Telp./Fax: (022) 2536208 | web: http://ciburial.desa.id | twitter : @desaciburial Redaksi menerima kiriman tulisan dari para pembaca pronangkis. Untuk mengiririm tulisan, silakan hubungi alamat redaksi atau langsung melalui email: desaciburial@gmail.com dengan sumbjek email: Kontributor Pronangkis. ****************************

4


Buletin Pronangkis Desa Ciburial edisi 2 tahun 2014