Page 28

28

SABTU, 23 JUNI 2012

Bukan Sekadar Berita! SOSOK

Jalani Hidup dengan Ista TERJUN ke dunia politik merupakan keputusan yang langka bagi keluarga Herwan Saleh. Sebab, mayoritas keluarganya berprofesi sebagai pedagang dan pengusaha. Namun, keinginan bisa bermanfaat bagi orang lain membuat Herwan memilih bidang itu sebagai jalannya. ’’Di dunia politik, banyak seni kehidupan yang bisa kita temui,” kata Herwan. Lelaki yang menjabat ketua DPD II Partai Golkar Tulangbawang ini mengungkapkan, ia berkarir di bidang politik mulai 1990. Sejak itu, anak kesembilan dari sepuluh bersaudara ini berupaya mencurahkan perhatian dan pikirannya ke partai demi kesejahteraan masyarakat yang diwakilinya. ’’Saya ingin hidup bermanfaat bagi orang lain,” tegas Herwan. Sejak menjadi anggota DPRD di Tuba pada 2009, berbagai masukan dan saran ia sampaikan dalam berbagai kesempatan. Tujuannya agar tanah kelahirannya ini dapat berkembang pesat hingga mampu berbicara. Bukan hanya di level nasional, namun juga internasional. ’’Melalui Partai Golkar, saya akan terus fokus pada bidang karya dan kekaryaan. Bagaimana kesejahteraan rakyat terwujud serta bagaimana orang tidak lagi antre beli beras, hidup aman, dan nyaman?” papar anak pasangan Hi. Muhammad Saleh-Hj. Solihah ini. Sebagai tokoh muda, Herwan berjanji akan menyuguhkan cara berpolitik yang santun sebagaimana seniornya yang lebih dahulu berkiprah. Cara itulah Baca JALANI Hal. 27

FOTO DOKUMEN

BERBAHAYA! Angkutan pedesaan di Kabupaten Pesawaran yang terbatas membuat sejumlah siswa rela duduk di atap mikrolet. Padahal hal ini bisa membahayakan keselamatan mereka.

Pansus Aset Bergerak Lagi SUKADANA – Setelah sempat mandek, panitia khusus (pansus) aset daerah yang dibentuk DPRD Lampung Timur kembali melaksanakan tugasnya. Seharusnya, pansus yang dibentuk sejak 8 November 2010 sudah menyampaikan hasil kerjanya tahun lalu. Namun, ketika itu pansus meng-

alami kesulitan meminta data dan keterangan dari eksekutif. Khususnya satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pengelola aset daerah yang tidak bersedia menghadiri undangan hearing. Ketua Pansus Aset Daerah DPRD Lamtim Suminto menjelaskan, kurang proaktifnya eksekutif disebabkan

adanya anggapan pembentukan aset bertujuan mencari kesalahan Satono, bupati Lamtim ketika itu. Padahal, tujuan sebenarnya adalah membantu eksekutif menelusuri sejumlah aset daerah yang tidak jelas keberadaannya dan tidak dimanfaatkan sesuai fungsinya. ’’Karena itu, sekarang ini kami

harapkan eksekutif dapat proaktif. Sebab, dalam waktu dekat, pansus aset akan kembali mengundang SKPD untuk meminta kejelasan dan keterangan terkait keberadaan serta kondisi sejumlah aset daerah,” kata Suminto. Aset yang dimaksud, di antaranya keberadaan sejumlah kendaraan

dinas yang digunakan Satono. Kemudian aset PT Lampung Timur Cemerlang (LTC) dan yang telah dilikuidasi. Diketahui, pembentukan aset itu bertujuan menggali potensi penerimaan dari pendapatan asli Baca PANSUS Hal. 27

Penerima Raskin di Lamsel Turun 30%

PENATAAN

Tujuh Kantor Segera Pindah PEMKAB Lampung Selatan tahun ini rencananya melakukan penataan dan pemindahan tujuh kantor. Pemindahan lokasi itu merujuk Surat Perintah Bupati Lamsel No. 011/1928.4/I.10/2012 tentang pemindahan penempatan gedung kantor di wilayah pemkab setempat. Dalam surat perintah yang diterbitkan pada 23 Mei 2012, pemkab  meminta pimpinan kantor ataupun sekretariat itu segera melaksanakan pemindahan sarana-prasarana sesuai lokasi yang ditunjuk. Masing-masing kantor yang rencananya dipindah tahun ini adalah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol); Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka;  serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Lalu, kantor Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPPT); Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil); Komisi Pemilihan Umum (KPU); serta kantor Satpol PP. Kabag Umum Pemkab Lamsel Dr. Sukismanto Aji, M.M. mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan pengkajian untuk melakukan pemindahan kantor Kwarcab Pramuka. Baca TUJUH Hal. 27

FOTO RNN

DIBIARKAN: Puing-puing dan pilar bekas dermaga Pelabuhan Kapal Pertamina di Umara Indah, Kecamatan Kotaagung, Tanggamus, dibiarkan begitu saja. Padahal lokasi itu menjadi kawasan wisata yang kerap dikunjungi warga.

KALIANDA – Jumlah penerima beras untuk warga miskin (raskin) di Lampung Selatan mulai Juni 2012 menurun. Sebelumnya, jumlah rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) di kabupaten yang menjadi pintu gerbang Pulau Sumatera itu mencapai 114.688. Namun, kini menjadi 79.818 RTSPM atau mengalami penurunan sekitar

30 persen. Kabag Perekonomian Sri Hartati, S.E. mengatakan, penurunan jumlah RTSPM di Lamsel terkait surat Menkokesra Bidang Koordinator Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat Nomor 910/KMK/DEP.II/ IV/2012 tanggal 24 April; Pedoman Baca PENERIMA Hal. 27

Dari Khitanan Massal di Kecamatan Waylima, Pesawaran

Dua Tahun Menunggu, Akhirnya Bisa Sunat Khitanan massal di Desa Tanjungagung, Kecamatan Waylima, Pesawaran, kemarin diikuti 75 anak. Berbagai ekspresi ditunjukkan oleh anak-anak yang mengikuti kegiatan itu.

Laporan Wirahadikusumah, WAYLIMA TIGA unit tarub berada di halaman sebuah rumah bercat biru yang ada di Desa Tanjungagung. Sementara di bawahnya terdapat kerumunan orang. Mereka menyaksikan puluhan anak kecil dikhitan. Di antara kerumunan itu terdapat

FOTO WIRAHADIKUSUMAH

PEDULI: Ketua DPD PAN Pesawaran Aries Sandi Darma Putra saat menyaksikan khitanan massal di Desa Tanjungagung, Kecamatan Waylima, kemarin.

Ketua DPD PAN Pesawaran Aries Sandi Darma Putra. Kegiatan yang menjadi tontonan itu adalah khitanan massal yang digelar DPD PAN Pesawaran. Sesekali terdengar teriak kesakitan dari bocah yang dikhitan. Sementara beberapa orang tua tampak menenangkan sang anak agar tidak ketakutan. Edi Kurniawan (12), bocah warga Dusun Rawakijing, Desa Sindanggarut, Kecamatan Waylima, adalah salah satu peserta khitanan massal. Siswa kelas VI SDN Rawakijing itu cukup kuat menahan suntikan dan guntingan dari tim medis yang berasal dari Dinas Kesehatan Pesawaran. Usai dikhitan, Edi yang me-

ngenakan sarung berwarna merah lantas berjalan mendatangi tempat duduk Aries Sandi untuk mengucapkan terima kasih. Dia juga menyalami beberapa pengurus DPD PAN Pesawaran lainnya. Kemudian dia duduk di salah satu kursi yang ada di bawah tarub. ’’Iya Om, masih sakit,” kata Edi malumalu. Ada yang menarik dari cerita yang disampaikan Edi. Dia mengaku, sejak duduk di kelas IV SD sudah meminta kepada orang tuanya untuk dikhitan. Namun, lantaran orang tua tidak memiliki biaya, ia tidak kunjung dikhitan. Baca DUA Hal. 27

RADAR LAMPUNG | Sabtu, 23 Juni 2012  

Sabtu, 23 Juni 2012

RADAR LAMPUNG | Sabtu, 23 Juni 2012  

Sabtu, 23 Juni 2012

Advertisement