Page 12

12

RADAR LAMPUNG

SABTU, 23 JUNI 2012

Hatem Ben Arfa

Laurent Blanc

Alou Diarra

Samir Nasri

DAMAIKAN RUANG GANTI FOTO REUTERS

DONETSK – Tidak salah apabila tim medis Prancis memilih terapi mandi es yang sangat dingin (cryotherapy) untuk memulihkan kondisi fisik pemain menghadapi Euro 2012. Sebab, terapi dengan suhu di bawah 100 derajat Celsius itu juga berguna untuk mendinginkan ruang ganti Prancis. Ya, persiapan Prancis menghadapi Spanyol pada perempat final dini hari nanti terganggu dengan perselisihan antara pemain dan pelatih (Hatem Ben Arfa dengan Laurent Blanc) serta antarpemain (Samir Nasri dan Alou Diarra). Namun, friksi internal tim itu dikabarkan berakhir damai. Seperti diberitakan L’Equipe, Blanc dan Ben Arfa sudah berjabat tangan. Begitu pula dengan Nasri dan Diarra. Asisten pelatih Prancis Alain Boghossian menyatakan apabila

friksi internal pada Euro 2012 tidak seburuk Piala Dunia 2010. Yakni ketika pelatih Prancis kala itu, Raymond Domenech, memulangkan striker Nicolas Anelka. ’’Semua sudah kembali bersatu dan tertawa bersama. Para pemain juga berjanji tidak akan mengulang penampilan buruk lawan Swedia saat menghadapi Spanyol,” kata mantan gelandang Prancis periode 1997–2002 itu. Kembali tenangnya ruang ganti Prancis mengundang pertanyaan. Siapa yang bertindak sebagai juru damai? Jelas bukan karena cryotherapy. Dari pernyataannya, Boghossian juga bukan. Usut punya usut, Franck Riberylah juru damainya. Hal itu pun cukup mengejutkan. Sebab, pada Piala Dunia 2010, Ribery dianggap sebagai motor penggerak mosi tidak percaya

kepada Domenech. Bersama dengan Patrice Evra, winger Bayern Munchen itu pula yang memanas-manasi pemain lainnya untuk memboikot sesi latihan. Lantas, kenapa Ribery tiba-tiba berubah menjadi ’’malaikat” bagi Les Bleus? Eks gelandang Prancis Emmanuel Petit memiliki opini mengenai perubahan attitude Ribery. ’’Franck banyak belajar dari kegagalan yang dilaluinya dan sebagai salah satu pemain senior, dia dituntut

melakukan sesuatu untuk kebaikan timnya,” kata Petit seperti dilansir France Football. Ribery belum pernah meraih sukses bersama Prancis. Pemain 29 tahun dan pemilik 63 caps itu sekaligus bagian dari skuad Les Bleus saat dikalahkan Italia pada final Piala Dunia 2006. Sementara di level klub dan yang paling gres, Ribery gagal membawa Bayern Munchen memenangi Liga Champions. Petit berharap Ribery tidak sekadar menjadi juru damai Prancis, melainkan juga membawa juara Euro 2000 itu menghentikan laju Spanyol. ’’Kemampuan Ribery mengkreasi serangan sekaligus finisher harus lebih dieksploitasi. Saya pikir strategi Laurent Blanc juga mudah ditebak dan yang hilang adalah dia kurang memaksimalkan pemain bertipe agresif seperti Jeremy Menez, Mathieu Valbuena, serta Olivier

Terancam Absen pada Semifinal

Tak Tahan Kritik, Pilih Mundur KEGAGALAN Republik Ceko melaju ke babak semifinal Euro 2012 meninggalkan bekas mendalam pada karir penyerang senior Milan Baros. Tidak tahan terus mendapat sorotan tajam dari pendukung Ceko, penyerang berusia 30 tahun itu pun akhirnya memilih untuk mundur dari timnas. Pemain yang kini membela klub Galatasaray itu memang banyak menuai kritik lantaran gagal mencetak sebiji gol pun bagi Ceko. Bahkan, dia hanya mencetak satu gol pada babak kualifikasi. Tentu itu bukanlah ukuran dari pemain yang pernah menjadi pencetak gol terbanyak pada Euro 2004 itu. Bermain penuh dalam waktu 2 x 45 menit, mantan bomber Liverpool itu ternyata hanya mampu melakukan sekali tendangan yang mengancam gawang Portugal. Bahkan saking jengkelnya, pendukung Ceko meneriakinya begitu digantikan pada laga perdana lawan Rusia lalu. Dilansir dari Eurosport, kritikan tajam itu ditengarai sebagai penyebab mundurnya Baros. Federasi sepak bola Ceko CMFS membenarkan. Dalam pernyataan resminya, CMFS tidak mengelak jika hujatan suporter kepada Baros kala laga lawan Rusia lalu berpengaruh besar dalam keputusan Baros untuk mundur. ’’Sebenarnya sudah beberapa kali Baros berniat mundur. Semakin mantap untuk mengambil keputusan itu begitu dia menjadi sasaran kritik tajam ketika lawan Rusia,’’ sebut CMFS dalam pernyataan resminya. Bertolak belakang dengan para pendukung Ceko, rekan-rekannya di timnas justru memberikan penghargaan padanya. Setelah dikalahkan Portugal kemarin, Baros langsung mendapat aplaus dari rekan-rekannya saat berada di dalam kamar ganti. Bukan hanya kehilangan Baros, Ceko juga terancam bakal kembali kehilangan salah satu pemain bintangnya. Tomas Rosicky juga berancang-ancang untuk mengikuti langkah kompatriotnya itu. Beda dengan Baros, Rosicky mundur karena faktor kondisi kesehatannya. Pemain yang membela Arsenal itu sedang dibelit cedera otot tendon achilles. Cedera itulah yang membuatnya tidak bisa diturunkan lawan Portugal. ’’Aku memiliki masalah dengan kondisi kesehatanku. Jadi, aku butuh waktu untuk memikirkannya (untuk mundur, Red),’’ ungkap Rosicky seperti dikutip dari Goal. (jpnn/c2/ewi)

Giroud,” ujarnya. Friksi internal sebenarnya juga menerpa Spanyol sebelum kickoff Euro 2012. Yakni terkait hubungan kurang harmonis pemain dari dua klub yang terlibat persaingan abadi pada Liga Primera, Barcelona dan Real Madrid. Ancaman perpecahan timnas pun menyeruak mengingat separo dari skuad Spanyol berasal dari dua klub, Barca menyumbang 7 pemain, lalu Real menempatkan 5 penggawanya. Namun, setelah turnamen bergulir, kekhawatiran itu tidak terbukti. Pelatih Spanyol Vicente del Bosque bahkan memuji kombinasi pemain Barca-Real. Sebut saja antara duet defender Sergio Ramos dan Gerard Pique. ’’Keduanya bisa menjadi tandem yang hebat ke depannya,” ungkap Del Bosque. (jpnn/ c2/ewi)

FOTO KAI PFAFFENBACH/REUTERS

BINTANG KEMENANGAN: Aksi bintang Portugal Cristiano Ronaldo (kiri) pada perempat final melawan Rep. Ceko kemarin.

Mendominasi, tapi Menang Tipis WARSAWA – Cristiano Ronaldo sekali lagi membuktikan kualitasnya sebagai predator papan atas. Gol tunggal pemain berusia 27 tahun itu mengantarkan tim Portugal melaju ke babak semi final Euro 2012. Satu golnya ke gawang Republik Ceko pada menit ke-79 itu menambah torehan golnya di Euro 2012 menjadi tiga biji. Jumlah itu membuatnya ikut bersaing merebut sepatu emas Euro 2012 bersama Mario Gomez (Jerman) dan Alan Dzagoev. Dalam laga perempat final di National Stadium, Warsawa, itu, pelatih Portugal Paulo Bento mempertahankan komposisi pemain dengan format 4-3-3. Sebaliknya, Ceko yang harus tampil tanpa Tomas Rosicky menerapkan formasi 4-2-3-1. Terlihat sekali bahwa pelatih Ceko Michal Bilek condong bermain defensif. Apalagi, dia memasang dua gelandang yang lebih

berkarakter bertahan, Jaroslav Plasil dan Tomas Hubschman. Perbedaan formasi itu membuat Portugal mendominasi pertandingan. Persentase ball possession finalis Euro 2004 itu mencapai 56 persen. Tercatat 20 kali tendangan para pemain Portugal mengarah ke gawang Ceko yang dikawal Petr Cech. Sebaliknya, hanya dua kali tendangan pemain-pemain Ceko mengarah ke gawang Portugal. Tingginya agresivitas Portugal tidak lepas dari kerja keras trio Raul MeirelesMiguel Veloso-Joao Mutinho. Para gelandang itu tampil dengan chemistry yang kian membaik dalam setiap laga. Kokohnya lini belakang Ceko sempat membuat upaya Portugal sia-sia pada babak pertama. Bek Gebre Selassie yang disiplin menjaga sisi kanan pertahanan

membuat Ronaldo kesulitan melewatinya. Akhirnya, umpan crossing Moutinho dari sisi kiri pertahanan Ceko ditanduk Ronaldo dan langsung menggetarkan jala gawang Cech. Dengan gol Ronaldo kemarin, total gol yang lahir dari kepala mencapai angka 18 gol. Setelah pertandingan, Paulo Bento mengapresiasi besarnya perjuangan anak asuhnya. ’’Kami nyaris patah semangat sebelum akhirnya Ronaldo mencetak gol sepuluh menit sebelum laga bubar. Barisan pertahanan Ceko cukup disiplin dan berlapis,” kata pelatih berusia 42 tahun itu kepada ESPN. Di sisi lain, Bilek sangat kecewa karena gagal mengulang prestasi 1996. ’’Kami kehilangan momentum kemenangan. Kami pikir bisa membendung Portugal dengan menumpuk pemain di lini tengah. Ternyata, kami kecolongan,” ungkap Bilek. (jpnn/c2/ewi)

BOMBER Portugal Helder Postiga harus bersiap kehilangan tempat utama dalam skuad Portugal pada babak semifinal Euro 2012. Itu terjadi setelah pemain berusia 29 tahun itu mengalami cedera hamstring dalam laga menghadapi Republik Ceko kemarin WIB. Belum diketahui seberapa parah kondisi cedera yang dialami pemain andalan klub Real Zaragoza itu. Hanya, dalam laga kemarin, dia harus ditarik keluar sebelum babak pertama berakhir. Pada menit ke-40, pelatih Portugal Paulo Bento menarik Postiga keluar dan menggantikannya dengan Hugo Almeida. Seperti yang diberitakan di Goal, Postiga diperkirakan absen pada laga semifinal 28 Juni 2012. Tim dokter Portugal berusaha mematahkan perkiraan itu dan mengupayakannya bisa bermain pada semifinal. ’’Kami akan mengevaluasi lagi sejauh mana perkembangan cederanya besok (hari ini),’’ kata tim dokter Portugal Henrique Jones. Nama Postiga memang tidak setenar Cristiano Ronaldo yang menjadi tulang punggung permainan Seleccao Das Quinas, julukan Portugal. Namun, pemain yang sudah bermain 53 kali untuk Portugal itu tetaplah komponen penting di lini depan. Dia menjadi salah satu trisula maut Portugal selain Ronaldo dan Nani. Dalam Euro 2012, Postiga memang baru mencetak sebiji gol pada babak penyisihan grup. Tapi, gol itu berperan penting membawa Portugal bangkit dan melenggang ke perempat final. Gol itu juga mengantarkan Portugal menuai tiga angka pertamanya dengan menang tipis 3-2 dari Denmark. Meski masih ada sedikit kemungkinan Postiga bisa tampil di empat besar, tim dokter memilih cara aman untuk menyimpannya dahulu. Selanjutnya, Postiga diharapkan sudah pulih jika nantinya Portugal bisa merangsek ke babak final 1 Juli 2012. ’’Apa pun pasti akan kami lakukan supaya dia bisa pulih tepat pada waktu laga final nanti,’’ klaim Jones. (jpnn/c2/ewi)

FOTO JANEK SKARZYNSKI/AFP

CEDERA: Penyerang Portugal Helder Postiga ditandu keluar karena menderita cedera hamstring

RADAR LAMPUNG | Sabtu, 23 Juni 2012  

Sabtu, 23 Juni 2012

RADAR LAMPUNG | Sabtu, 23 Juni 2012  

Sabtu, 23 Juni 2012

Advertisement