Page 12

MINGGU, 5 AGUS AGUSTUS US U STUS 20 2 2012 01 12 2

JEPANG BELUM TERHADANG MANCHESTER – Tren positif tim sepak bola Jepang di pentas Olimpiade 2012 masih terjaga. Tim sepak bola putri maupun putra sama-sama belum terhadang rival-rival mereka. Tim putri misalnya. Tim yang tahun lalu memenangi pentas Piala Dunia itu melaju ke semifinal setelah menundukkan Brasil 2-0 kemarin dini hari WIB. Sukses itu menular ke tim putra yang bermain melawan Mesir pada laga perempat final tadi malam WIB di Old Trafford, Manchester. Maya Yoshida dkk. lolos ke semifinal setelah menaklukkan Mesir dengan skor telak 3-0 (1-0). Keberhasilan itu menorehkan catatan sejarah bagi Jepang. Sebab, ini kali pertama tim Samurai Biru –julukan timnas Jepang– melaju ke semifinal Olimpiade. Pada keikutsertaan sebelumnya, prestasi terbaik Jepang adalah perempat final Olimpiade 2000. Sementara itu, pada Olimpiade 2008 Jepang justru babak belur. Tiga kali berlaga di penyisihan grup, tiga kali mereka menelan kekalahan. Catatan Jepang di Olimpiade 2012 makin mentereng karena hingga perempat final gawang mereka yang dikawal Shuici Gonda belum kebobolan. ’’Segalanya berjalan sesuai rencana. Para pemain tampil disiplin dan tetap menjaga level performa seperti sebelumnya. Tetapi, pekerjaan kami masih jauh dari

Yoshida Berpeluang Susul Kagawa SUKSES Jepang menembus semifinal sepak bola putra Olimpiade 2012 menaikkan pamor para penggawanya di bursa transfer pemain. Kebetulan, selama Olimpiade berlangsung, sejumlah agen dan pemandu bakat klub-klub Eropa bertebaran memantau penampilan pemain yang tampil di ajang empat tahunan itu. Dari kubu Jepang, sang kapten Maya Yoshida paling sering disebut-sebut sebagai pemain yang banyak diminati klub Inggris. Bek klub Belanda VVV Venlo itu tidak hanya piawai dalam menjaga area pertahanan Jepang. Sehingga, mereka mencatat rekor clean sheet hingga saat ini. Dia juga tipe pemain yang hebat dalam memimpin rekanrekannya di lapangan. Kegagalan empat tahun lalu pada Olimpiade Beijing 2008 menjadi pelajaran berharga buat Yoshida. Kala itu, mereka tidak pernah menang. Jepang menjadi juru kunci grup B tanpa poin karena kalah oleh Nigeria, Belanda, dan Amerika Serikat. Situasinya berbeda sekarang. Jepang tampil hebat dan Yoshida menjadi incaran. Bahkan, bukan tidak mungkin dia bisa menyusul Shinji Kagawa sebagai pemain Jepang kedua yang direkrut klub Premier League musim ini. ’’Yoshida pemain yang berkelas,’’ jelas pemandu bakat Stoke City kepada Hochi seperti dilansir Goal. Stoke tidak sendiri dalam mengamati Yoshida. Beberapa pemandu bakat dari klub Inggris lain terlihat mengamatinya ketika Jepang bermain imbang tanpa gol melawan Honduras pada laga terakhir grup (1/8). Di antaranya, pemandu bakat Fulham dan Southampton. Ketertarikan sejumlah klub Inggris itu direspons Presiden VVV Venlo Hai Berden. Dia langsung terbang ke Inggris untuk bersua dengan beberapa peminat potensial. Kabarnya, tawaran datang tidak hanya dari klub Inggris, melainkan juga Jerman. Yoshida pun antusias dengan peluangnya pindah ke klub Inggris. ’’Banyak orang Jepang yang tinggal di Inggris,’’ jelasnya. (jpnn/c3/ewi)

kata selesai, semifinal di depan mata,’’ tutur Takashi Sekizuka, pelatih Jepang, sebagaimana dikutip Soccerway. Sekizuka tidak mau para pemainnya menjadi kelewat percaya diri setelah mencapai semifinal. ’’Memang, capaian itu sesuai target. Tetapi, kami tak ingin kehilangan kesempatan bertarung di final Olimpiade untuk kali pertama,’’ ujarnya. Jepang sudah unggul ketika laga baru berjalan 14 menit melalui gol Kensuke Nagai. Keunggulan Jepang semakin kentara setelah Saad Samir diusir dari lapangan pada menit ke-41. Ya, Mesir terpaksa bermain dengan sepuluh orang karena pelanggaran keras Samit kepada striker pengganti Manabu Saito ketika terjadi serangan balik. Setelah Mesir kekurangan pemain, Jepang semakin unggul dan menambah dua gol melalui Maya Yoshida (78’) dan Yuki Otsu (83’). Sayang, kemenangan itu harus dibayar mahal oleh Jepang karena kehilangan Nagai yang mengalami cedera lutut setelah mencetak gol. Nagai sempat menjalani perawatan dan kembali masuk lapangan pada menit ke-20. Namun, dia akhirnya diganti Saito. Kehilangan Nagai merupakan kerugian besar buat Jepang. Sebab, Nagai adalah penyumbang gol paling banyak buat Jepang saat ini. Total, dua gol dilesakkan striker Nagoya Grampus itu. (jpnn/c3/ewi)

AGENDA

FOTO PAUL ELLIS/AFP

GRAFIS: AYEP KANCEE

Konate Tetap Jadi Bintang

PAPE MOUSSA KONATE

PAPE Moussa Konate menjadi bintang bagi tim sepak bola putra Senegal selama Olimpiade 2012. Lima gol yang dilesakkan striker klub Israel Maccabi Tel Aviv tersebut menjadikannya topskor sementara di Olimpiade 2012. Setiap laga yang dilakoni Senegal, Konate selalu menyumbangkan gol. Selama tiga pertandingan di fase grup, dia menyumbang empat gol yang terdiri satu ke gawang Inggris Raya, dua Uruguay, serta satu Uni Emirat Arab. Nah, pada perempat final tadi malam WIB, Konate kembali menunjukkan ketajamannya. Dia menyumbang satu gol buat Senegal di menit ke-69. Satu gol lainnya dicetak Ibrahima Balde di menit ke-76, yang memaksa perpanjangan waktu dilakukan. Karena sebelumnya Meksiko unggul melalui Jorge Enriquez (10’) dan Javier Aquino (62’). Sayangnya, Senegal akhirnya

kalah 2-4 setelah Giovani Dos Santos mencetak gol di menit ke-98 dan Hector Herrera (109’). Meski begitu, performa hebatnya membuat striker berusia 19 tahun itu diminati sejumlah klub. Tottenham Hotspur merupakan salah satu klub yang memantau permainan Konate. Aliou Cisse, asisten pelatih Senegal, yakin seusai Olimpiade 2012, Konate akan mendapatkan kesempatan untuk pindah ke klub Eropa. Apalagi permainannya selama ini masuk dalam pantauan sejumlah pemandu bakat. ’’Moussa masih berusia 19 tahun dan telah mencetak lima gol sejauh ini. Saya sangat berharap dia mendapatkan tawaran dari klub Inggris dan segera memakai tenaganya,’’ papar Cisse seperti dilansir Reuters. Sebelum tampil brilian selama Olimpiade 2012, tidak banyak yang mendengar nama Konate. Di klubnya, Maccabi Tel Aviv, rekor golnya juga tidak terlalu hebat. Selama ini dia hanya mencetak delapan gol dari 42 penampilan. Konate juga merupakan pemain baru di timnas senior dan juga timnas Olimpiade 2012. Selama ini dia baru mencatat tiga caps di timnas senior dan empat caps di timnas Olimpiade. Dia mulai dilirik setelah tampil bersama Maccabi Tel Aviv. Di timnas Olimpiade 2012, Konate dipasang sebagai tandem buat Ibrahima Balde yang lebih dulu bersinar. Balde sekarang membela klub Spanyol Osasuna. Kolaborasi Konate dengan Balde ternyata dahsyat selama Olimpiade 2012. (jpnn/c3/ewi)

CETAK GOL: Ekspresi Yuki Otsu, pemain Jepang, (kiri) usai mencetak gol dalam laga perempat final sepak bola putra melawan Mesir kemarin.

Antiklimaks, Tuan Rumah Menyerah COVENTRY – Sirna sudah harapan Inggris Raya meraih medali dari sepak bola putri pada Olimpiade 2012. Setelah performa hebat di fase grup, para pemain tuan rumah mengalami antiklimaks dan kalah 0-2 (0-2) oleh Kanada pada perempat final kemarin dini hari (4/8). Bertanding di City of Coventry Stadium, Inggris Raya mengalami kesulitan sejak awal pertandingan. Ketika laga baru berjalan sebelas menit, Jonelle Filingo membawa Kanada unggul. Pada menit ke-26, Christine Sinclair menggandakan skor melalui sepakan bebas. Inggris Raya yang mendapat dukungan 28 ribu penonton berupaya bangkit. Tetapi, hingga wasit asal Jepang Sachiko Yamagishi meniup peluit panjang tanda laga berakhir, skor tidak berubah. ’’Kami benar-benar menyesal. Tangisan Steph (sapaan Steph Houghton, bek Inggris Raya) membuat suasana semakin sedih. Saya hanya bisa katakan, saya bangga terhadap pencapaian mereka,’’ urai Hope Powell, pelatih Inggris Raya, seperti dikutip Reuters. Powell tetap meminta para pemainnya untuk keluar lapangan dengan bangga. Sebab, mereka telah melakukan yang terbaik dan membuat para penonton antusias menyaksikan sepak bola putri. Laga terakhir mereka di fase grup, ketika menghadapi Brasil

di Wembley, disaksikan 70 ribu penonton. Tim favorit lainnya, Brasil, juga gagal melangkah ke semifinal. Brasil dibekuk juara dunia sepak bola putri 2011 Jepang dengan skor 0-2. Kubu Brasil menilai Jepang bermain negatif dan hanya mengandalkan serangan balik. ’’Mereka selalu menunggu di depan gawang sendiri,’’ kecam Marta, striker Brasil. Brasil memang lebih dominan dengan penguasaan bola 64 persen berbanding 36 persen. Tetapi, Jepang lebih efektif dalam menyerang. (jpnn/c3/ewi)

BERJIBAKU Penyerang Kanada Melissa Tancredi (kanan) mencoba melewati bek Inggris Raya Sophie Bradley dalam perempat final sepak bola putri kemarin.

FOTO PAUL ELLIS/AFP

Perenang Termuda Taklukkan Juara Dunia PADA final 800 meter gaya bebas putri, seluruh dunia menjagokan andalan Inggris Rebecca Adlington sebagai juara. Perenang 23 tahun tersebut memang menjadi ratu renang bebas jarak jauh dalam empat tahun terakhir. Pada Olimpiade Beijing 2008 dan Kejuaraan Dunia Shanghai 2011, Becky –panggilan akrab Rebecca Adlington– meraih emas pada nomor 800 meter gaya bebas. Hebatnya, dia juga memegang

rekor dunia dengan 8 menit 14,10 detik. Siapa sangka, Becky ternyata dipecundangi secara telak oleh debutan asal Amerika Serikat (AS) Katie Ledecky. Sejak start hingga finis, Ledecky selalu memimpin di depan dan nyaman meraih emas dengan catatan waktu 8 menit 14,63 detik. Dengan kemenangan tersebut, Ledecky menjadi perenang termuda AS yang memenangi emas nomor jarak jauh. Maret lalu Ledecky baru berusia 15 tahun 139 hari.

Remaja kelahiran Bethesda, Maryland, tersebut adalah atlet termuda yang dibawa kontingen AS pada Olimpiade London 2012. Dengan prestasinya itu, Ledecky menjadi perenang termuda kedua AS yang berhasil meraih emas dari kolam renang. Dia hanya kalah oleh Beth Botsford, juara nomor 100 meter gaya punggung di Atlanta 1996. Saat itu Bosford lebih muda 77 hari ketimbang Ledecky.

’’Saya hanya ingin mengontrol pertandingan dan keluar arena secepatnya,’’ kata Ledecky kepada BBC. ’’Saya tidak benar-benar ingin mendapatkan emas. Namun, saya terima hadiah ini,’’ imbuhnya, lantas tersenyum seperti dilansir Sport Illustrated. Pelatih renang timnas AS Yuri Suguiyama mengatakan, kemenangan di London merupakan buah kerja keras Ledecky seusai Kejuaraan Dunia Junior 2011. (jpnn/c3/ewi)

RADAR LAMPUNG | Minggu, 5 Agustus 2012  

Minggu, 5 Agustus 2012

RADAR LAMPUNG | Minggu, 5 Agustus 2012  

Minggu, 5 Agustus 2012

Advertisement