Page 25

METROPOLIS KAMIS, 2 AGUSTUS 2012

25

Bukan Sekadar Berita

Satu Tersangka Segera Disidang Lainnya Masih Pemberkasan BANDARLAMPUNG – Satu lagi kasus dugaan pajak fiktif akan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A Tanjungkarang. Dalam waktu dekat, Sigit Gun Cahyo yang menjadi tersangka kasus tersebut akan menjalani persidangan. Sebelumnya, PN Kelas I A Tanjungkarang menyidangkan kasus yang sama dengan terdakwa Alex Sitanggang dan Tiara Anthony. Mereka masing-masing divonis 28 bulan penjara.

Panitera Muda (Panmud) Pidana PN Kelas I A Tanjungkarang Suhaidi Agus, S.H. mengatakan, berkas kasus dengan tersangka Sigit Gun Cahyo diterima dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung, Senin (30/7). ’’Hari ini (kemarin, Red) ditentukan hakim yang menangani perkara itu. Wakil Ketua PN Teguh Harianto menjadi hakim ketua. Ia didampingi Rudi Rafli Siregar dan Virza,’’ urai Suhaidi di PN Kelas I A Tanjungkarang kemarin (1/8). Meski begitu, ia belum memastikan kapan sidang kasus tersebut dilaksanakan. ’’Ketua

majelis hakim yang menangani perkara ini yang menentukan. Mungkin minggu depan sudah diketahui jadwal sidangnya,’’ sebut dia. Diketahui, kasus ini dilimpahkan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung ke Kejari Bandarlampung, Selasa (17/7). Dalam kasus tersebut, Sigit yang merupakan Direktur PT Ratu Setia Anugrah Lampung ini menerbitkan faktur tidak berdasarkan transaksi sebenarnya. Kemudian, ia menyampaikan surat pemberitahuan pajak yang tidak sesuai. Hal ini

dilakukan Sigit bersama rekannya melalui PT Ratu Setia Anugrah. Aksi untuk mengakali pajak itu terungkap setelah sebuah perusahaan menyampaikan permintaan perestitusi pajak di Jakarta. Ketika dilakukan pemeriksaan, ternyata faktur pajak tidak terdaftar. Selain Sigit, ada satu tersangka lagi yang merupakan otak dalam kasus tersebut. Ia adalah Deviyana Sandy. Ia tertangkap di Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Kasus Deviyana masih dalam tahap pemberkasan. (yud/c3/ais)

Perusak BRT Divonis Enam Bulan Penjara BANDARLAMPUNG – Tiga perusak bus rapid transit (BRT) dijatuhi vonis enam bulan penjara. Masing-masing Roni (21), Randi (21), dan Novian (19). Dalam sidang di Pengadilan Negeri Kelas I A Tanjungkarang kemarin (1/8), majelis hakim yang diketuai Sri Suharini menyatakan, ketiga terdakwa bersalah telah melakukan perbuatan tindak pidana melawan hukum dengan melakukan perusakan terhadap barang secara bersama-sama. Para terdakwa dinilai terbukti melanggar pasal 170 ayat 1 KUHP karena melakukan kekerasan terhadap orang atau barang. ’’Berdasarkan keterangan saksisaksi, kami menghukum ketiga terdakwa dengan hukuman enam bulan penjara, dikurangi selama terdakwa menjalani hukuman dengan perintah tetap ditahan,’’ beber Sri Suharini. Keputusan majelis hakim ini lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

RINGSEK Truk pengangkut tanah BE 9362 GG yang masuk ke Way Rupi di Jl. Padat Karya, Perumdam IV Dwi Karya Indah, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Sukabumi, sekitar pukul 10.21 WIB kemarin (1/8).

Dalam sidang sebelumnya, JPU Elis Mustika menuntut tiga terdakwa menjalani pidana tujuh bulan penjara. Ketiga terdakwa menjadi pesakitan lantaran diduga merusak BRT Trans Bandarlampung saat berlangsung demo angkutan kota, Februari 2012. Perusakan terjadi di sekitar Tugu Adipura, Tanjungkarang Pusat. Awalnya tiga BRT Trans Bandarlampung jurusan Rajabasa– Ir. Sutami melintas. Sementara sekitar 100 orang yang sebagian besar sopir angkutan kota sedang melakukan demonstrasi. Lalu Roni menghadang ketiga bus itu dengan tangan menggenggam batu dan meminta sopir untuk menurunkan penumpang. Belum sempat sopir menurunkan penumpang, bus tersebut dilempari dengan batu. Akibat perusakan itu, kaca depan dan samping bus pecah. Kerugian dalam peristiwa itu ditaksir mencapai Rp20 juta. (yud/c3/ais)

di bawah setang. ’’Karena waktu itu macet, istri saya cuma bisa membunyikan klakson. Sementara dua orang itu berhasil kabur,’’ ujarnya. Dilanjutkan, kasus tersebut dilaporkan ke Polsekta TbU dan tertuang dalam No. LP/225-B/ VIII/2012/SPKT/SEKTA TBU Tertanggal 1 Agustus 2012 tentang Pencurian dengan Kekerasan. ’’Gara-gara itu, istri saya kehilangan barang-barangnya. Di dalam tas itu ada SIM (surat izin mengemudi), STNK, ponsel, dan sejumlah uang,’’ sebut Wahid. Terpisah, Kapolsekta TbU AKP Zulman Topani membenarkan laporan pencurian dengan kekerasan tersebut. Ia mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus itu. ’’Ya benar, ada orang yang melaporkan pencurian di daerah Tamsis. Kami masih menyelidiki dan mencari pelakunya,’’ beber Zulman melalui ponselnya. (yud/ c3/ais)

PASAL 231 (1) Pengemudi kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan lalu lintas, wajib: a. Menghentikan kendaraan yang dikemudikannya; b. Memberikan pertolongan kepada korban; c. Melaporkan kecelakaan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat; dan d. Memberikan keterangan yang terkait dengan kejadian kecelakaan. (2) Pengemudi kendaraan bermotor, yang karena keadaan memaksa tidak dapat melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b, segera melaporkan diri kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat. PASAL 237 (1) Perusahaan angkutan umum wajib mengikuti program asuransi kecelakaan sebagai wujud tanggung jawabnya atas jaminan asuransi bagi korban kecelakaan. (2) Perusahaan angkutan umum wajib mengasuransikan orang yang dipekerjakan sebagai awak kendaraan. PASAL 312 Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan lalu lintas dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan kecelakaan lalu lintas kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat sebagaimana dimaksud dalam pasal 231 ayat (1) huruf a, b, dan c tanpa alasan yang patut dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun atau denda paling banyak Rp75.000.000. PASAL 313 Setiap orang yang tidak mengasuransikan awak kendaraan dan penumpangnya sebagaimana dimaksud dalam pasal 237 dipidana dengan pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp1.500.000.

Jemput Anak Sekolah, IRT Dijambret BANDARLAMPUNG – Hariyanti (41) menjadi korban penjambretan di Jl. Wr. Supratman, tidak jauh dari Mapolsekta Telukbetung Utara (TbU), sekitar pukul 10.00 WIB kemarin (1/8). Peristiwa itu menyebabkan yang tinggal di Jl. Teluk Bone No. 56, Kotakarang, Telukbetung Barat, kehilangan tas berisi sejumlah surat berharga dan ponsel BlackBerry. Peristiwa itu terjadi ketika korban yang merupakan ibu rumah tangga (IRT) ini sedang menjemput anaknya di Sekolah Taman Siswa (Tamsis), TbU. Wahid, suami korban, mengatakan, saat itu istrinya mengendarai motor Mio Soul merah BE 8894 YT. ’’Istri saya tidak sadar kalau diikuti dua orang yang menggunakan motor hitam,’’ kata Wahid melalui ponselnya. Lalu dari arah kanan, salah seorang pengendara motor menarik tas korban, yang tergantung

UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

PASAL 314 Selain pidana penjara, kurungan, atau denda, pelaku tindak pidana lalu lintas dapat dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan surat izin mengemudi atau ganti kerugian yang diakibatkan oleh tindak pidana lalu lintas.

Mobil Masuk Sungai, Pasutri Terluka BANDARLAMPUNG – Truk pengangkut tanah BE 9362 GG masuk sungai Way Rupi di Jl. Padat Karya, Perumdam IV Dwi Karya Indah, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Sukabumi, sekitar pukul 10.21 WIB kemarin (1/8). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Subagyo (60), sopir truk, dan istrinya Sumiati (41) hanya mengalami lecet di kaki. Meski begitu, pasangan suami-istri (pasutri) yang tinggal di Tanjungbintang, Lampung Selatan, ini sempat dilarikan ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo. Berdasarkan keterangan Anshori (45), warga di sekitar lokasi kejadian, sebelum masuk sungai, truk tersebut

sempat menabrak pagar pembatas jembatan. Namun, pagar pembatas tak bisa menahan mobil yang melaju dari arah Perumahan Puri Hijau, Sukabumi, menuju Perumdam IV Dwi Karya Indah itu. ’’Penyebabnya apa, saya kurang tahu pasti. Tapi memang mobilnya (ngebut),’’ beber Anshori di lokasi kejadian kemarin. Dilanjutkan, kawasan itu memang dilarang dilintasi mobil bermuatan berat. Sebab, jalan di wilayah tersebut sempit dan jembatan dinilai kurang laik untuk dilintasi kendaraan berkapasitas besar. ’’Tidak jauh dari arah masuk ke jalan ini, warga telah memasang

palang. Namun, berulang kali palang tersebut dilepas oleh mobil-mobil truk. Akhirnya kejadian seperti ini,’’ ujar Anshori. Sementara berdasar pantauan Radar Lampung, mobil truk berwarna merah itu ringsek di bagian depan. Terpisah, Kanitlakalantas Polresta Bandarlampung AKP Edy Syafnur membenarkan kejadian tersebut. Namun, penyebab pasti kecelakaan belum diketahui secara pasti. ’’Berdasar keterangan sopir, kecelakaan terjadi karena ada kerusakan pada bagian penyangga ban depan. Mobil kemudian oleng dan masuk sungai,’’ tutur Edi melalui ponselnya kemarin. (sur/c3/ais)

FOTO RADAR LAMPUNG

PASAL 315 (1) Dalam hal tindak pidana dilakukan oleh perusahaan angkutan umum, pertanggungjawaban pidana dikenakan terhadap perusahaan angkutan umum dan/atau pengurusnya. (2) Dalam hal tindak pidana lalu lintas dilakukan perusahaan angkutan umum, selain pidana yang dijatuhkan terhadap pengurus sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dijatuhkan pula pidana denda paling banyak dikalikan tiga dari pidana denda yang ditentukan dalam setiap pasal dalam bab ini. (3) Selain pidana denda, perusahaan angkutan umum dapat dijatuhi pidana tambahan berupa pembekuan sementara atau pencabutan izin penyelenggaraan angkutan bagi kendaraan yang digunakan.

RADAR LAMPUNG | Kamis, 2 Agustus 2012  

Kamis, 2 Agustus 2012

RADAR LAMPUNG | Kamis, 2 Agustus 2012  

Kamis, 2 Agustus 2012

Advertisement