Page 24

METROPOLIS

24

KAMIS, 2 AGUSTUS 2012

Bukan Sekadar Berita!

Minta Siapkan Kriteria Penerima Beasiswa BANDARLAMPUNG – DPRD Lampung sepakat untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa asal Lampung yang diterima di Institut Teknologi Sumatera (Itera). Namun, Komisi V DPRD Lampung meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) setempat memberikan kriteria penerima beasiswa secara detail. Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi V Yandri Nazir kemarin. ’’Komisi V mayoritas sepakat untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa Itera. Tetapi pada intinya, kami harus tahu dahulu kriteria penerima dan kenapa sampai muncul angka Rp50 juta untuk satu mahasiswa,” kata dia. Legislator asal Partai Demokrat itu menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima komisi V, tercatat sebanyak 67 mahasiswa Itera berasal dari Lampung. Sebelumnya, Disdik Lampung menyebutkan ada 74 mahasiswa. ’’Tetapi setelah diverifikasi ulang, ternyata jumlah pastinya adalah 67 orang,” tuturnya. Nah, menurut dia, komisi V tak berkeberatan jika seluruh mahasiswa itu menerima beasiswa, asalkan jelas kriteria penerimanya. Dikatakan Yandri, rencananya komisi V kembali menggelar pertemuan dengan Disdik Lampung terkait pemberian beasiswa untuk Itera. ’’Kami pada intinya sepakat untuk memasukkan beasiswa Itera ke dalam APBD perubahan 2012 ini,” ujarnya. Tercatat, biaya pendidikan di Itera sendiri memang terhitung lumayan besar. Itera mematok biaya sebesar Rp40 juta pada tahun pertama. Para mahasiswa nantinya ditempatkan di asrama kampus Institut Teknologi Bandung di Jatinangor. Untuk kompensasi tinggal di asrama, mahasiswa diwajibkan merogoh kocek Rp5,4 juta setahun, belum termasuk biaya listrik. Terhitung sejak 28 Juli hingga 10 Agustus mendatang, para calon mahasiswa Itera juga sudah bisa melakukan pendaftaran ulang yang dilakukan secara online. Bagi peserta ujian yang lulus juga harus melakukan verifikasi persyaratan dengan datang sendiri ke tempat pendaftaran di kampus Institut Teknologi Bandung Jatinangor dengan membawa syarat pendaftaran terhitung sejak tanggal 27-28 Agustus mendatang. Nantinya, secara resmi Itera melakukan penerimaan mahasiswa angkatan pertama pada 29 Agustus 2012. (wdi/c1/wdi)

FOTO RADAR LAMPUNG

BOLEH DIPAKAI: Pemerintah Provinsi Lampung memperbolehkan kendaraan dinas untuk dipakai bersilaturahmi saat Idul Fitri nanti. Namun, tanggung jawab terkait kendaraan sepenuhnya berada di tangan pejabat yang dipercaya memegang randis tersebut.

Bandara Buka Pos Monitoring H-10 BANDARLAMPUNG – Arus mudik dan balik Lebaran 2012 diantisipasi oleh Bandara Radin Inten II, Natar, Lampung Selatan. Rencananya, mereka bakal membuka pos monitoring pada H-10. Berdasarkan pantauan Radar Lampung, sejumlah Pos Ketupat

Krakatau 2012 telah didirikan oleh Polres Lamsel. Pada pos inilah biasanya pos monitoring penumpang pesawat akan disandingkan. Putri Sartikasari, salah satu petugas keamanan di Bandara Radin Inten II, menjelaskan bahwa pos monitoring itu kemungkinan digabung dengan

Pos Ketupat Krakatau 2012 tersebut. ’’Kami pihak petugas hanya melakukan pengamanan lokasi dan barang-barang penumpang,” ujarnya. Untuk jumlah penumpang yang datang dan pergi, menurut dia, biasanya akan diterima dari masing-masing maskapai dan masuk ke pusat informasi

bandara. Joko Wahyono, kepala keamanan yang ditemui di kantor petugas bandara, menyebutkan hal senada. ’’Pos monitoring itu biasanya dari tahun ke tahun memang selalu ada. Namun seperti tahun lalu, untuk informasi jumlah penumpang bisa langsung didapat di pusat informasi

bandara,” paparnya. ’’Tetapi, semua itu masih belum jelas. Soalnya sampai sekarang belum ada pemberitahuan dan perintah dari atasan,” ungkapnya. Ia menambahkan, pos monitoring itu ada dan mulai beroperasi biasanya pada H-10 hingga H+7 Lebaran. (cw7/c1/wdi)

3 Ribu Guru Ngaji Terima Insentif

FOTO RADAR LAMPUNG

PADAT: Sejumlah ruas jalan di Bandarlampung rawan kemacetan. Salah satunya di perempatan Jl. Antasari–Jl. Arif Rahman Hakim. Foto dibidik kemarin sore.

BANDARLAMPUNG –Untuk tahun ini tercatat tiga ribu guru mengaji di Kota Bandarlampung yang menerima insentif. Hal ini pun membuat mereka senang karena merasa terbantu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Buntutnya, mereka berharap hal ini dapat terulang untuk tahun-tahun berikutnya. Hal itu seperti yang diungkapkan Burhan, seorang guru mengaji di Masjid Baitul Alim, Tanjungsenang. Menurutnya, insentif tersebut memang dibutuhkan oleh kalangan guru mengaji. ’’Dalam hal ini, Pak Wali patut mendapat apresiasi. Perhatiannya benar-benar sampai ke kalangan bawah seperti kami ini selaku guru mengaji. Tetapi, saran saya, program ini dapat dipertahankan hingga tahuntahun berikutnya,” ujar dia yang merasa berterima kasih kepada Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. atas pemberian insentif tersebut. Menanggapi hal ini, Kasi Keagamaan Dinas Sosial Bandarlampung Drs. Hamzah menyatakan siap menjalankan program tersebut setiap tahunnya. Namun tentunya

atas persetujuan wali kota. ’’Para guru ngaji memang patut mendapatkan penghargaan tersebut. Dan memang sepertinya ini menjadi salah satu program prioritas Pak Wali setiap tahunnya,” ujar dia kepada Radar Lampung kemarin. Dilanjutkan, untuk tahun ini pihaknya telah mendistribusikan insentif tersebut kepada 2.920 guru mengaji yang terdaftar. Dan untuk sisanya, ia berharap para guru mengaji tersebut dapat segera mencairkannya. ’’Walau tak ada kata hangus, tetapi alangkah baiknya bila guru mengaji segera mencairkannya,” ujar dia seraya menerangkan, dalam pendistribusian, pegawai setempat bekerja maksimal dan tidak akan mempersulitnya. Untuk diketahui, tahun ini insentif diberikan kepada guru mengaji sebesar Rp500 ribu per orang per tahun. Dan untuk jumlah penerima naik dua kali lipat dari tahun lalu. Di mana pemkot kala itu membagikan insentif hanya kepada 1.500 guru mengaji. (sur/c1/wdi)

RADAR LAMPUNG | Kamis, 2 Agustus 2012  

Kamis, 2 Agustus 2012

RADAR LAMPUNG | Kamis, 2 Agustus 2012  

Kamis, 2 Agustus 2012

Advertisement