Issuu on Google+

SABTU, 13 SEPTEMBER 2008

8 HALAMAN / Rp1.500

Bersama Membangun Lampura

Dewan Mulai Malas Lagi Hadir Paripurna Hanya 23 Laporan Susi Daryani Editor : Adi K

KOTABUMI - Anggota DPRD Lampura mulai malas lagi mengikuti

paripurna. Seperti paripurna tentang pandangan umum mengenai RAPBDP 2008 dan Raperda Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Lampura 2005-2025, kemarin (12/9). Seharusnya, jadwal paripurna mulai pukul 09.00 WIB. Namun, saat itu jumlah anggota dewan yang hadir belum kuorum. Setelah me-

nunggu, baru sekitar pukul 10.05 WIB, jumlah anggota dewan yang hadir sebanyak 23 orang, dan paripurna baru bisa dilaksanakan. Paripurna sendiri dipimpin Wakil Ketua DPRD Hi. Mardani Umar, SH dan Royrel BBA. Dari Pemkab Lampura hadir Plt. Sekdakab Drs. Hi. Paryadi, MM, Kadis Kehutanan dan Perkebunan Ir.

Hamartoni Ahadis, Kadis Perindag Lisbar Zubairi, Kepala BPKKD Budi Utomo, MM dan beberapa kepala bagian, antara lain Efrizal, Pardis, Fahrizal, Satria Alam, MM, ditambah unsur muspida lain. Pada kesempatan pertama menyampaikan pemandangan umum, anggota dewan Doni Frank menyatakan, pembahasan RAPBDP terkait

dengan PAD, sehingga diperlukan langkah positif meraihnya. Untuk itu, salah satunya pemerintah daerah dapat melakukan penegakan aturan dan penerapan sanksi terhadap pelaksanaan peningkatan dan penerimaan pada pos PAD dari pajak daerah dan lain-lain, sehingga PAD dapat terealisasi secara maksimal. Baca Dewan Hal.7

FOTO DEDY KURNIAWAN

BERBAHAYA : Perlintasan kereta api yang berada di Jalan Ahmad Akuan saatnya perlu ditambah palang perlintasan untuk menjaga keamanan pengendara kendaraan ataupun para pejalan kaki. Hal ini perlu perhatian dari pihak terkait, gambar dibidik kemarin (12/9).

Ramayana Terus Dipadati Pengunjung Laporan Ade Putri Setiawati Editor : Adi K

KOTABUMI - Hari ketiga sejak diresmikan Bupati Lampura Hairi Fasyah, Ramayana Dept Store yang berada di Plaza Kutobumi, kemarin (12/9), terus dipadati pengunjung. Tak hanya masyarakat Kotabumi Kota, namun banyak juga warga dari

kecamatan lain di Kabupaten Lampura. Apalagi, Ramayana sendiri sekarang ini lagi memanjakan pengunjungnya dengan aneka diskon produk yang ditawarkan. Diskon itu antara 20 sampai 50 persen dan ada yang ditambah dengan diskon 20 persen lagi. “Kita berusaha memberikan berbagai program potongan harga,

baik diskon maupun harga spesial untuk produk-produk yang ada di Ramayana ini, agar pengunjung merasa ada kepuasan dalam berbelanja di tempat kami ini,” promosi Supervisor Ramayana Dept Store Kotabumi, Rinaldo, pada Radar Kotabumi, kemarin (12/9). Pantauan Radar Kotabumi, kebanyakan pengunjung yang datang, Baca Ramayana Hal.7

Gedung Kopti Lengang Laporan Kohar Mega Editor : Adi K

KOTABUMI - Gedung Kopti, Kelurahan Sribasuki, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara (Lampura), yang sudah dua hari (Rabu dan Kamis (10/11/9), dijadikan tempat penghitungan ulang surat suara yang dinyatakan tidak sah oleh KPU Lampura,

kemarin (12/9), lengang. Sampai pukul 18.00 WIB, kemarin (12/ 9), tidak ada aktivitas sama sekali. Hanya terlihat sejumlah petugas Polres Lampura berjagajaga. “Dari pagi tadi (kemarin, Red) belum ada PPK yang hadir untuk melakukan penghitungan ulang surat suara Pilbup Lampura,” kata salah seorang petugas Intelkam Polres Lampura yang

enggan disebutkan namanya. Sementara itu, anggota KPU Lampura, Suheri,S.Ip mengatakan, sesuai dengan jadwal tahapan, penghitungan ulang surat suara harus tetap dilakukan. Hanya saja, sejumlah PPK memberitahukan kepada KPU Lampura, untuk meminta waktu dengan berbagai alasan. Diantaranya ada yang mengatakan Baca Gedung Hal.7

Mahasiswi Dibegal Laporan Furkon Ari Editor : Adi K

ABUNG KUNANG - Lusi Anestaria (17) mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Kotabumi, Lampung Utara (Lampura), sekitar pukul 12.30 WIB, Kamis (11/9), dibegal dua pria di Jalan Lintas Sumatera, Desa Bandar Putih, Kecamatan Abung Kunang. Akibatnya, warga Desa Sabuk Indah, Kecamatan Abung Kunang, itu kehilangan sepeda

Harian Radar Lampung Group Untuk Wilayah Lampura dan Waykanan

motor Honda Revo BE 5787 JQ. Peristiwa ini sudah dilaporkan korban ke Polres Lampura. Dalam laporannya, Lusi menceritakan bahwa sebelum kejadian, dirinya hendak pergi kuliah. Dalam perjalanan, dirinya sudah merasa ada sepeda motor yang mengikuti. Tiba-tiba didaerah yang sepi (tempat kejadian

perkara,Red), pengendara yang membuntuti langsung memepetkan sepeda motornya ke motor korban, dan salah satunya langsung menarik kunci kontak. Akibatnya, mesin motor korban langsung mati, dan korban terjatuh. Saat itulah, masih cerita Lusi, dengan cepat pelaku mengambil dan langsung melarikan sepeda motornya. Korban sendiri mengaku sempat menjerit. Namun karena lokasi kejadian jauh dari pemukiman warga, suara jeritan korban Baca Mahasiswi Hal.7

13 September 2008 13 Ramadan 1429 H Lampung Utara dan Sekitarnya

JADWAL PUASA Magrib Imsak Subuh 18:00

4:28

4:38

HIKMAH RAMADAN Lukman Hakim, S.Ag (Ketua MDA Kotabumi)

Puasa Pembersih Najasah Ma’nawiyah PADA JIWA manusia terdapat Ma’nawiyah yang berarti juga maksiat batin yang bila tidak dikikis habis, maka manusia tidak mungkin akan mendekatkan diri dengan Allah Swt. Sebagaimana juga kalau pada jasad manusia terdapat najasah dzafiah yang bila mana tidak dibasmi bersih, tiada mungkin manusia dapat melakukan ibadah yang diperintahkan Allah Swt. Najasah Ma’nawiyah yang dimaksudkan adalah sifat-sifat madzmunah (penyakit lidah dan penyakit hati) yang melekat pada jiwa manusia. Salah satunya adalah “Syrhuth ta’am” yaitu banyak makan yang mengakibatkan malas beramal dan berfikir. Agar puasa memperoleh hikmah yang maksimal hendaknya puasa dilakukan dengan tertib dan khusuk mengikuti tuntunan dan sunah Baca Puasa Hal.7

Homepage : www.radarkotabumi.com


2

LAMPURA SIKEP

RADAR KOTABUMI

SABTU, 13 SEPTEMBER 2008

www.radarkotabumi.com

DPRD Minta Tunjangan Intensif Guru Masuk Pada APBD-P 2008 Laporan/Editor : Susi Daryani

LAMPURA - DPRD Kabupaten Lampura meminta kepada Pemerintah daerah (Pemda) Lampung Utara melalui BPKKD setempat agar menganggarkan dana tunjangan insentif guru se Kabupaten Lampung Utara

pada APBD perubahan 2008. “Kami berharap dana tunjangan isentif guru telah diajukan dan dimasukkan dalam APBD-P 2008 ini. Ini menindaklanjuti keluhan sejumlah perwakilan guru SD, SMP dan SMA saat hearing di ruang komisi D beberapa waktu lalu, dan diharapkan September ini tunjangan insentif tersebut

bisa cair,”ujar ketua komisi D DPRD Lampura Arnol Alam, SH kemarin (12/9). Dikatakan Arnold, dana tunjangan insentif guru se Lampung Utara mencapai 1,3 Miliyar, seyogyanya sudah tercaver dan selesai pada APBD-P 2008 ini. Atas dasar tersebut, selaku penyerap aspirasi

rakyat berharap kepada pemda setempat melalui Kepala BPKKD agar tunjangan insentif guru bisa di bayarkan sebelum libur lebaran Idul Fitri tiba. “Agar tidak menimbulkan gejolak, maka tunjangan intensif guru tersebut harus di bayar segera,”ujar ketua Praksi Golkar DPRD Lampura itu.

Hal senada yang katakan, anggota fraksi golkar, Donny Frank, berkenaan dengan adanya desakan terhadap pembayaran tunjangan fungsional tenaga pendidikan, itu perlu dilakukan pembahasan secara cermat dan teliti sehingga tidak menimbulkan potensi negative mengingat dana tersebut memang sangat diharapkan

Pegawai Sekretariat Mangkir Dari Jam Kerja Laporan/ Editor : Susi Daryani

LAMPURA - Pemerintah daerah Kabupaten Lampura harus sigap dalam menangani disiplin pegawai. Karena, bukan hanya pada satu kali hari jumat, para pegawai khususnya disekretariat Lampura tidak berada ditempat pada jam kerja. Tetapi, sudah berulang kali, bahkan tidak ada sangsi maupun teguran dari para petinggi. Seakan dibiarkan begitu saja, padahal mereka dibayar dengan uang rakyak untuk menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Sebagai contoh, hasil pemantauan radar, sampai dengan pukul 14.00 wib, jum,at (12/9) banyak pegawai negeri yang bertugas disekretariat pemda tidak masuk kerja, bisa dikatakan menyeluruh, dari pejabat sampai ke staf. Hanya terlihat ramai diruang humas pemkab Lampura, yang pulang sesuai dengan jam kerja. Bahkan, ada yang lewat dari jam kerja, masih berada di kantor untuk mengikuti kegiatan Bupati Lampura dalam safari ramadhan. Sedangkan, diruang bagian hukum, bagian pemberdayaan perempuan, ruang perekonomian, ruang keuangan perlengkapan dan ruang pemerintahan desa terkunci rapat tidak ada penghuninya. Sedangkan, diruang bagian umum, BPKKD, bagian pemerintahan hanya ada 2 sampai 3 orang staf yang sedang menjalankan aktivitasnya. Termasuk di ruang Protokol bupati Lampura yang tidak masuk kantor dan menjalankan tugasnya sebagai pegawai negeri sipil. Hanya terlihat satu orang stafnya yang bertugas untuk menjaga ruangan dan tengah asyik bercanda dengan menggunakan telp kantor. “Jumlah staf disini seluruhnya 14 orang, dari pukul 10.00 wib, sudah tidak masuk kekantor lagi, dengan alasan mau shoping ke Ramayana,’ujar seorang staf dimaksud. Hanya saja, terlihat sejumlah masyarakat yang berasal dari desa Negara Ratu Kecamatan Sungkai Utara terkapar sejak pukul 08.00 wib, sampai dengan pukul 14.00 wib, belum mendapatkan pelayanan dari pihak Disdukcapil dan

INFORMASI

Kepolisian guna mendapatkan Kartu Tanda Penduduk. “Kami dari pagi tadi belum dilayani oleh petugas untuk mendapatkan KTP, padahal berkas sudah masuk satu minggu yang lalu,” keluh Mukio (70) bersama 25 warga lainya di sekretariat pemda Lampura. Ketua DPW Gerakan Supremasi Hukum ( Geshindo) Kabupaten Lampura, M.Rozi Ardiansyah mengharapkan kepada bupati Lampura untuk bersikap tegas kepada bawahannya, yang telah melalaikan tugas sebagai abdi masyarakat dan abdi negara. “Bupati jangan lemah, dan harus mengambil sikap terhadap PNS yang tidak melaksanakan tugas dengan baik,”ujarnya. Dan diharapkan kepada pihak kepolisian maupun petugas Disdukcapil untuk bisa melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan, bukan untuk dilayani. “Saya melihat sejumlah orang tua yang telah berumur disuruh menunggu sampai waktu yang tidak ditentukan untuk mendapatkan KTP. Sedangkan, mereka datang dari jauh dengan menyewa mobil untuk sampai di Kotabumi,” tegas Rozi. (*)

Harga Telur Ayam Naik Laporan Nirwana Nuza Editor : Susi Daryani

FOTO : HUMAS PEMKAB

KEKER. Para Photografer tengah melaksanakan tugas jurnalistik dengan khusuk untuk mendapatkan gambar terbaik. Gambar diambil saat pelaksanaan unjuk rasa di Pemkab Lampung Utara Kamis (11/9).

Ajak Menghargai Tugas KPU Laporan Nirwana Nuza Editor : Susi Daryani

LAMPURA - Konflik di Lampung Utara menjadi sorotan berbagai elemen masyarakat Lampung Utara. Pasalnya, penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah Lampung Utara hampir pada tahapan akhir. Karena itu, diharapkan kepada semua pihak bisa menahan diri dan menerima keputusan KPU yang mengacu kepada Undang-Undang yang berlaku. “Mari kita sama-sama menjaga situasi kondusif dan menghormati keputusan KPU. Saya yakin KPU Lampura akan mengambil keputusan yang bijak, sesuai dengan peraturan hukum yang ada,” kata wakil ketua KNPI Lampung Utara Wawansyah kepada Radar Kotabumi kemarin (12/9). Dikatakan Wawansyah, saat ini

TELEPON PENTING

POLRES LAMPUNG UTARA POLSEK SUNGKAI SELATAN POLSEK SUNGKAI UTARA POLSEK ABUNG SELATAN POLSEK ABUNG SEMULI POLSEK BUKIT KEMUNING KODIM 0412 PIKET KODIM 0412 PLN DPRD LAMPUNG UTARA PEMDA LAMPUNG UTARA POLISI PIKET AMBULANCE PEMADAM KEBAKARAN GANGGUAN TELPON PDAM HOTEL DUTA HOTEL SETIA BUDI HOTEL SRIKANDI RUMAH SAKIT UMUM RYACUDU UNIT GAWAT DARURAT RSUR PENGADILAN NEGERI KOTABUMI KEJAKSAAN NEGERI KOTABUMI

: 0724 21052 : 0724 25665 : 0724 25662 : 0724 25632 : 0828 7058984 : 0724 91110 : 0724 21082 : 0724 21138 : 0724 23737-21166 : 0724 21042-22443-22529 : 0724 21007-21087-21329 : 110 : 118 : 113 : 2117 : 0724 22097 : 0724 25888 : 0724 21216 : 0724 21310 : 0724 22095 : 0724 21035 : 0724 21181 : 0724 21137

oleh seluruh tenaga pendidik. “Dalam hal memberikan kepastian penyelesaian masalah ini, kami meminta dalam pembahasannya dilakukan secara seksama. Tetapi, hal ini harus diimbangi dengan kinerja tenaga pendidik yang professional sehingga mutu pendidikan siswa dapat terwujud,” harap Donny. (*)

semua pihak harus sadar akan tugas pokok dan fungsi masing-masing, karena sebenarnya sudah ada koridor yang mengatur tentang itu. Selanjutnya, Bupati Lampura yang menjalankan wewenangnya selaku pimpinan daerah harus bersikap tegas dan bijak dalam menerima laporan dan mencarikan solusi tanpa ada keberpihakan dari salah satu kandidat calon. Hal ini penting!. Karena, netralitas dan tidak ada interpensi pemerintah akan menghasilkan pilkada yang diterima oleh semua lapisan masyarakat. Selanjutnya, Panwaslu dan polres Lampura sebagai pihak yang berkompeten berada di lini tengah, selayaknya menjaga kondusifitas, stabilitas masyarakat Lampung Utara. Panwaslu bertugas untuk mengawasi pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Bila terjadi permasalahan ditindaklanjuti sesuai dengan aturan atau koridor hukum.

Sedangkan polres Lampung Utara bertugas menjaga keamanan dan meminimalisir terjadinya gesekan berbagai pihak. Sedangkan, tugas PPK saat ini belum selsesai. Sesuai dengan hasil rapat koordinasi dan tertuang dalam berita acara kabupaten Lampung Utara yang menginstruksikan untuk mengadakan penghitungan ulang suart suara, yang dianggap batal itu harus dilaksanakan. Karena PPK sebagai perpanjangan tangan KPU di tingkat kecamatan, serta suara rakyat harus betul-betul diterima. “Sebagai wujud berkelanjutannya demokrasi di kabupaten Lampung Utara,” tuturnya. Bukan itu saja, tidak ada alasan bagi PPK maupun pihak terkait, tidak melaksanakan hasil keputusan KPU tersebut. Karena, apabila tidak dilaksanakan dapat merugikan para kandidat. Sedangkan, berdasarkan

Toko KANAAN JAYA GROSIR & ECERAN

Menjual Berbagai Macam Alat dan Kebutuhan: Variasi Motor : Helm, knalpot, Pedal, Step, Grip dll Alat-alat Tukang : Palu, Tang, Obeng, Gembok dll Alat Therapy Kesehatan : Kop angin, Dolphin dll Assesoris HP : Casing, Charger, Batere, Headset dll Jl. Soekarno Hatta No. 175 Kotabumi Lampung Utara Telp. (0724) 328525 HP. 0819-29963300

dijamin

puas!

pemantauan, penghitungan disaksikan berbagai pihak, dan diakhir penghitungan ternyata penambahan suara diperoleh oleh semua kandidat, dan siapa yang terbanyak itu merupakan hak dari calon yang di pilih masyarakat. “Sekali lagi, saya mengajak semua pihak harus bisa menghargai keputusan yang diamanatkan oleh rakyat, serta mengajak seluruh elemen pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, mahasiswa dan Tim Sukses masingmasing calon untuk berjiwa besar,” harapnya. Dan jangan terprovokasi oleh pihak-pihak yang menginginkan Kabupaten Lampung Utara rusuh, yang berdampak kepada kelangsungan pembangunan Lampung Utara. “Saya mengajak masyarakat tetap menjaga situasi kondusif. Dan kepada semua pihak bisa menghormati tugas KPU Lampura,” ujarnya. (*)

LAMPURA - Memasuki bulan Ramadhan, sudah menjadi sebuah dilema dimana harga sembako selalu mengalami kenaikan. Termasuk didalamnya harga telur ayam ras yang naik menjadi Rp.11.500 sampai Rp.12.000. Hal ini tentu saja menjadi permasalahan bagi konsumen terutama ibu rumah tangga. Baru beberapa hari puasa bulan Ramadhan, harga telur sudah beranjak naik kembali, awalnya sebelum puasa harga telur Rp.10.000 sampai Rp.11.000 rupiah, kini sudah menjadi Rp11.500 sampai Rp.12.000. Bahkan, dikhawatirkan, kenaikan akan terus berlanjut sampai dengan H-I hari raya idul fitri. Hanya saja, hal itu bukan suatu permasalan bagi Kasubdin Peternakan dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan, Ir. A. Parman. Menurut Parman, kenaikan harga tersebut adalah wajar, karena dilihat dari harga pakan ternak ayam ras sekarang sudah mencapai Rp.2000 lebih per kilogram. “Hal yang wajar bila harga telur mengalami kenaikan, karena pakan ayam sekarang juga mengalami kenaikan. Yang semula di bawah Rp.2000, sekarang bisa lebih tinggi lagi,” ujarnya. Dikatakan, jika dilakukan peninjauan pada sejumlah daerah yang berada di luar Kabupaten Lampung Utara, maka harga telur di luar daerah juga mengalami kenaikan. Karena, penyebabnya adalah hal yang sama. Sedangkan, untuk wilayah Kabupaten Lampura tempat peternak ayam yang memberi pasokan kepada pedagang telur adalah daerah Prokimal, jadi stok Lampung Utara untuk persediaan telur tidak ada. Hanya saja ada garis link yang menghubungkan antara pedagang satu dengan yang lain. Apabila Kabupaten Lampura kekurangan stok akan telur, maka akan mendapat suplai dari daerah lain di luar Kabupaten Lampura. Sementara, Dinas PPP Lampura hanya mengontrol dan mengawasi harga dan persediaan telur yang ada di pasaran. Apaila masih sesuai dengan cost dan payment nya, maka masih dalam batas kewajaran. “Kita harus mempertimbangkan biaya produksi dan pendapatan yang diperoleh pedagang, bila pendapatan pendagang masih di atas biaya produksi dan dalam hal yang wajar maka kenaikan suatu barang tidak perlu dipermasalahkan. “Kami meminta kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir, karena kenaikan harga telur di pasaran adalah suatu hal yang wajar,” terang Parman. (*)

DICARI MEMBER “KOKOPELLI” (Produk Bucheri) Sepatu, Tas, Busana dan Aksesoris lainnya Untuk wilayah Lampung Utara dan Way Kanan BERMINAT HUB: Line Center Lampung. Telp. (0721) 7475004 dan 081369-64-5454

BERGABUNGLAH SEGERA !! BONUS MENARIK MENANTI ANDA


SABTU, 13 SEPTEMBER 2008

KOTABUMI BETTAH www.radarkotabumi.com

RADAR KOTABUMI

3

Dikeroyok Tiga Pemuda, Bapak Dua Anak Nyaris Tewas Hanya Mengalami Tiga Luka Bacokan Laporan Furkon Ari Editor : Susi Daryani

KOTABUMI - Sukri (34) warga Ulak Durian, Kelurahan Kotabumi Ilir, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara (Lampura), harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Ryacudu Kotabumi Lampung Utara, karena mengalami luka bacok yang dilakukan oleh tiga orang pemuda,

yaitu We (20), No (28), dan Fe (22), ketiganya warga Banyu Urip, Kelurahan Kotabumi Ilir, Kotabumi, sekitar pukul 12.30 WIB Minggu (7/9) lalu. Akibatnya, bapak dua anak itu mengalami luka di tangan kiri, bahu kiri, dan punggung bagian kiri, dan harus minap diruang VIP A Rumah Sakit setempat. Menurut penuturan Korban, peristiwa itu bermula dari hari Sabtu malam (6/9), saat sedang bekerja di pabrik tepung tapioka PT. Teguh Wibawa Bhakti Persada (TWBP) yang berada di desa Kalicinta, Kecamatan Kotabumi

SMPN 3 Gelar Pesantren Kilat dan Buka Puasa Bersama Laporan Ade Putri S. Editor : Kohar Mega

KOTABUMI - Dalam menjalani ibadah puasa di bulan suci ramadhan 1429 H, banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan guna meningkatkan Iman dan takwa kepada tuhan Yang Maha Esa. Seperti yang di lakukan oleh SMP Negeri 3 Kotabumi, mengadakan pesantren kilat selama 4 hari, sejak hari kamis 11 sampai jumat 12 September 2008. Dan dilanjutkan hari senin 15 san selasa 16 September 2008. Selain itu, kegiatan ekstrakulikuler teater SMPN 3 Kotabumi mengadakan siraman rohani, serta buka puasa bersama antar anggota dan dewan guru yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Kotabumi sekitar pukul 17.00 Wib kemarin (12/9).

“Dilaksanakannya kegiatan itu guna meningkatkan silahturahmi dan mempererat kebersamaan antar anggota teater dan dewan guru, serta untuk meningkatkan ketaqwaan siswa khususnya anggota teater,” ujar Pembina Teater SMP Negeri 3 Kotabumi Ardhiana S.Pd mendampingi Kepala Sekolah SMP 3 Negeri Kotabumi, Hj. Endang. S.A. S.Pd. Selanjutnya, dengan adanya kegiatan itu diharapkan para siswa dapat menjalin silahturahmi dan kekompakannya. Karena ekstrakulikuler teater ini merupakan kegiatan yang baru berjalan, dan merukan ektrakulikuler termuda di SMP Negeri 3 Kotabumi. “Kegiatan ini bukan sekedar buka puasa bersama saja, tetapi guna meningkatkan keimanan dan ketaqwaan para anggota maupun siswa,” pungkasnya. (*)

Utara. Kemudian, sekitar pukul 00.00 WIB, Minggu (7/9), dirinya tertidur diatas tempat pres onggok pabrik. Tiba-tiba, Ad (22) dan An (39), rekan kerjanya berusaha membangunkannya dari tidur. Karena kaget, ia langsung terbangun, dan didepannya sudah ada Ad, yang menyatakan kalau ada orang yang ribut di pabrik, yaitu Mur dan Nas. Mendapat kabar itu, korban langsung mencari lokasi kejadian, karena yang berkelahi itu adalah orang yang dikenalnya. Kalau benar ada kejadian itu, akan langsung di pisah dan didamaikan. Selanjutnya, setelah sampai dilokasi kejadian, baik Mur dan Nas sudah tidak berada di tempat. Kemudian, dirinya bersama An bersama dua anggota TNI yaitu Ar dan He melakukan pencarian terhadap Nas, yang mendapat informasi kalau Nas terluka. Usaha tersebut berhasil, Nas ditemukan di pinggir jalan depan kebun singkong warga sekitar pukul 05.00 wib. “Saat itu, Nas tengah memegang sebuah senjata tajam,” ujarnya. Dan kepada Ar, Nas meminta diantarkan berobat untuk mengobati lukanya. Permintaan Nas di setujui oleh Ar, dengan syarat senjata tajam yang ada di tangannya harus di buang untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Tetapi, syarat tersebut di tolak oleh Nas, dengan alasan khawatir lawannya Mur, akan mengejar. Bahkan Nas langsung berlari kearah jembatan setempat dan menghilang. Karena suasana sudah mulai terang dan Nas tidak mau dibantu, maka rombongan

korban pulang kerumah masingmasing. Selanjutnya, karena lelah korban tertidur dan bangun sekitar pukul 12.00 wib. Selesai mandi, muncul No dengan mengendarai sepeda motor datang bertamu. Dan langsung bertanya apa yang telah terjadi semalam terhadap orang tuanya, Nas. Belum sempat di jawab secara detail, datang lagi dua orang saudara No, yaitu We dan Fe. Dan langsung marah-marah. Dan We menyerang korban dengan senjata tajam jenis golok, dan sempat di tangkis dengan menggunakan tangan kosong sebanyak dua kali. Tidak puas, kembali pelaku menyerang korban dan mengenai bahu dan punggung bagian kiri. Karena tidak seimbang, korban sempat kabur masuk kedalam rumah. “Untung pintu tengah saya tahan dengan kursi, kalau tidak saya sudah dibunuh oleh mereka bertiga,” terang Sukri seraya mengatakan, kalau dirinya sempat berteriak minta tolong warga sekitar. Mendengar teriakan korban, ketiga pelaku langsung kabur. “Oleh keluarga dan tetangga saya langsung di bawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif,” paparnya. Untuk itu, diharapkan kepada petugas Polres Lampung Utara untuk bisa menindak lanjuti masalah tersebut, dan menangkap para pelaku dan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. “Kalau bukan kepada petugas polres lampura, kemana lagi kami harus mengadu. Karena itu, saya minta keadilan dan tindakan tegas dari Polres Lampura,” harapnya. (*)

BUKA PUASA. Kegiatan ekstrakulikuler teater SMPN 3 Kotabumi mengadakan siraman rohani, serta buka puasa bersama antar anggota dan dewan guru yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Kotabumi kemarin (12/9). FOTO : DEDY KURNIAWAN

PJE Mengadakan Pameran Produk Elektronik dan Furniture Laporan Ade Putri S. Editor : Kohar Mega

KOTABUMI - Dalam rangka bulan suci Ramadhan 1429 H, sekaligus menarik minat beli konsumen Lampung Utara khususnya Kotabumi, toko elektronik dan Furnitur Prima Jaya Elektronik (PJE) bekerjasama dengan perusahaan Pembiayaan Federal Internasional Finace kantor cabang Kotabumi dengan kredit Spektra mengadakan pameran produk yang digelar dihalaman depan Prima Jaya Elektonik, yang beralamat dijalan Ahmad Akuan No. 86, didekat Tugu Lampura selama 11 hari sejak tanggal 14 sampai dengan 24 September 2008. “Toko ini merupakan cabang untuk kredit Spektra Resmi di

Kabupaten Lampung Utara. Karena itu, PJE memberikan berbagai program menarik untuk para konsumen,” kata Astri Fitriani, Pemilik PJE Kotabumi pada Radar Kotabumi kemarin (12/9). Menurutnya, selain sebagai ajang promosi, pameran itu bertujuan untuk menarik minat beli konsumen untuk produk elektronik dan furniture dengan sistem kredit maupun cash. Selanjutnya, program yang ditawarkan dalam pameran, setiap konsumen yang melakukan kredit elektronik ataupun furniture, digratiskan angsuran selama 1 sampai 2 kali. Dan untuk 12 dan 15 bulan bebas angsuran 1 kali. Sedangkan, untuk 18 bulan gratis angsuran sebanyak 2 kali, dan bebas biaya administrasi.

Selain itu, lanjutnya, PJE bersama dengan FIF Spektra Kantor Cabang Kotabumi akan memberikan program hadiah menarik dengan kredit isi rumah, dengan hadiah utama 1 unit rumah impian. Bukan itu saja, ada 3 tabungan senilai Rp 50 juta untuk masing-masing pemenang, 33 unit Honda Fit X dan 333 unit Handphone Samsung. Dijelaskannya, untuk bisa mengikuti undian dengan hadiah utama berupa rumah impian, konsumen bisa mengambil kredit elektronik (mesin cuci, Ac, kulkas dan TV, red) dan furniture memalui FIF spektra, maka akan memperoleh kesempatan memenangkan hadiah-hadiah yang telah disediakan oleh FIF Spektra. “Yang mengambil kredit akan diberikannya nomer kontrak yang akan diundi,” pungkasnya. (*)

KEHILANGAN STNK R2 No.Pol ; BE 7496 J, No.Ka; MH1NFGE 112K302901, No.Sin ; NFGEE-1303010. A.n. MUTIAH. STNK R2 No.Pol BE 7687 JA, No.Ka: RXK212685 K, No.Sin ; 3KA012116. An SAMDANI. STNK R2 No.Pol ; BE 7973 Jn, No.Ka ; MH1HB71177K025242, No.Sin ; HB71E-101769, A.n. SRI SUTARTI. STNK R2 SUZUKI SHOGUN 125X SD NOPOL: BE 7917 JK, NOSIN: F403-ID-268580, NOKA: MH8FD 125X4J269294, An. SITI JUHARTI STNK R2 NOPOL : BE 7189 JN, NOKA: MFLABSUA17J001003, NOSIN: 150FMGFC018588, An. BUDI HARIYANSA STNK R2 HONDA BE 8068 HI, NOKA: MH1HB32176K017406, NOSIN: HB32E-1012222, An. PT BUNDA MEDIKA MANDIRI STNK R2 No.Pol: BE 5376 JK, No.Ka: MHIHBIII84K307625, No.Sin: HBIIE-1309880. An. Munasip Hub.Warung Bom Bali Depan Pemda (0813-7924-2477). STNK R2 No.Pol ; BE 7777 JJ, No.Ka ; NH1NFGC14YK065400, No.Sin ; NFGCE-1065731, A.n. R. SUSANTO. Kehilangan STNK R2 No.Pol ; BE6251 HQ, No.Ka ; BA16766507, No.Sin ; C86E2082308, A.n Putu Darmayu (Darji). Kehilangan STNK R2 No.Pol BE 8609 JE, No.Ka ; MH31S700 16K086443, NoSin ; 1S7086830. A.n. Sumanto.


4

RADAR KOTABUMI

OLAHRAGA www.radarkotabumi.com

SABTU, 13 SEPTEMBER 2008


SABTU, 13 SEPTEMBER 2008

OLAHRAGA www.radarkotabumi.com

RADAR KOTABUMI

5


6

PILGUB LAMPUNG 2008

RADAR KOTABUMI

SABTU, 13 SEPTEMBER 2008

www.radarkotabumi.com

Pemotongan Gaji Untuk Zakat Dipertanyakan Laporan Agus Suwigno RNN

PRINGSEWU—Satuan kerja (satker) ternyata tak semua satu suara menanggapi surat edaran bupati No 451.12/08/2008 tentang pemotongan gaji PNS untuk zakat fitrah sebagai tindak lanjut dari surat edaran Gubenur Lampung No 451.12/08/2008 yang diakui Pemkab hanya sebagai himbauan Dimana dalam kenyataannya antara instansi yang satu dengan yang lain berbeda penerapannya. Bila berbicara per individu memang gaji yang dipotong untuk pembayaran Zakat Fitrah itu relative kecil. Tetapi bukan hal ini yang menjadi persoalan, sumber wartawan Koran ini yang gajinya langsung dipotong sebesar Rp 22.500 justru berharap ada ketegasan dari pemerintah. “Kalau memang harus dipotong langsung kami tetap terima tetapi yang mengherankan katanya hanya himbauan tetapi kenyataanya ditempat kami bertugas tanpa kompromi langsung dilakukan pemotongan” ujarnya. Sebelumnya dirinya selaku PNS juga tak pernah diberikan pengertian bila Zakat fitrah tersebut sifatnya hanya himbauan bila berkenan maka dapat disalurkan melalui satuan kerjanya masing-masing.” Bukan kami meributkan tetapi harapannya ada transparansi dalam penerapan aturan apalagi hal ini terkait dengan edaran Bupati dan Gubernur”pintanya.

Penerapan surat edaran Bupati dan Surat edaran Gubernur tentang Zakat Fitrah itu ternyata memang beragam. Di Dinas Pendidikan misalnya meski sebelumnya ada edaran soal pemotongan Zakat. Namun para guru mengaku tak merasa diptong gajinya dengan dalih untuk Zakat Fitrah sekalipun. ”Kami mendukung kebijakan yang memberikan kebebasan guru untuk menyalurkan zakatnya sendiri-sendiri. Karena dalam pemberiannya nantinya akan dapat tepat sasaran karena kami tahu kondisi mana yang berhak menerima atau tidak” ujar salah satu pendidik. Pemerhati pemerintahan Suchairi S menyoroti pemotongan zakat fitrah ini menurutnya bukan merupakan barang baru. Tetapi sejak 3 tahun terahir tidak menjadi masalah lagi. Sebab surat gubernur yang ditindaklanjuti Bupati pada tingkat pelaksanaan dibolehkan untuk dikelola Pada tingkat UPZ Depag Tanggamus 4 tahun lalu membuat seminar tapi tak menghasilkan kesimpulan. Menurutnya, ada beberapa alasan PNS menolak kolektif penarikan zakat lewat potongan gaji. Pertama alasanya yakni merasa menurut keyakinan keberagamaan bahwa zakat fitrah harus ada ijab kabulnya dan dibagi pada warga sekitar. Kedua zakat fitrah harus terbagi sebelum takbir Sholat Ied dan PNS tidak yakin itu terlaksana. Berikutnya akuntabilitas pe-

RADAR KOTABUMI & WAYKANAN Bersama Membangun Lampura & Waykanan

nyelangara dan tata cara pembagiannya juga menjadi ragu. Sebab, pemerintah konsentrasi pada kerja peningkatan kesejahteraandan efektifitas pemerintahan termasuk mendorong masyarakat menjalin solidaritasnya termasuk jika PNS menjadi Amil atau ingin berzakat disekitarnya. Jika mau pemerintah boleh membuat UUzakat dengan konsentrasi zakat maal atau pemkab Tangamus buat Perda Zakat saja agar persoalan ini tak terulang. Sekedar mengingatkan Bupati Tanggamus, Hi. Bambang Kurniawan,ST mengatakan bahwa pemotongan gaji PNS bulan ini untuk zakat fitrah sifatnya hanya himbauan.“Pemarintah Kabupaten Tanggamus tidak akan pernah memaksakan kehendak. Silahkan bagi PNS yang mau menyalurkan zakat fitrahnya sendiri dan tidak ada sanksinya,” tegas Bupati melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tanggamus, Drs. A.Zainuddin MAP, kepada Radar Lampung (grup Radar Kotabumi, red). Berdasarkan surat edaran bupati tersebut bahwa besarnya zakat fitrah berupa beras seberat 2,5 Kg x Rp5000 atau Rp 12.500 per orang. Sehingga bagi suami istri besarnya zakat fitrah senilai Rp 25 ribu. Sementara untuk besaran infaq nilainya berpariasi dengan rincian sebagai berikut, yakni eselon 1 dan II senilai Rp 25 ribu, eselon III Rp 20 ribu, eselon IV sebesar Rp15 ribu dan staf senilai Rp 10 ribu.(*)

Latihan Untuk Amankan Teritorial Laporan Wartawan RNN

MENGGALA – Latihan merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan para prajurit TNIAU dari Lanud Astra Ksetra, sebagai salah satu upaya untuk pertahanan pangkalan dan teritorial. Hal ini disampaikan Humas Lanud Astra Ksetra Letda. Jhon E kepada Radar Tuba ( grup Radar Kotabumi, red) belum lama ini. “Untuk latihan perang rutin yang dilaksanakan, merupakan salah satu bentuk pertahanan pangkalan dan territorial dari segala bentuk ancaman dan gangguan keamanan ,” terang Jhon mendampingi Danlanud Letkol POM. Ridwan Djoko Leksono. Adapun latihan yang ada meliputi menembak, strategi perang dan lain sebagainya, ujar Jhon. Dilanjutkan pria yang sebelunya bertugas di Mabes TNI-AU ini keberadaan dari prajurit dan pangkalan yang ada ini juga untuk menjaga keamanan daerah territorial dan tentunya wilayah sekitaran Kabupaten Tulangbawang dari

FOTO ; NYOMAN SUBAGIO/RNN

MUDIK : Angkutan penumpang dan kendaraan dipelabuhan Bakauheni belum ada peningkatan jumlah selama bulan puasa.

segala bentuk gangguan. Selain itu keberadaan dari pangkalan ini juga untuk membantu masyarakat sekitar dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dikarnakan para prajurit yang ada di Lanud Astra Ksetra ini juga turut membaur bersama warga masyarakat dan siap terjuan membantu dalam kegiatan bersama dan menyelesaikan masalah bersama. “Sehingga selain bertempur untuk

membela bangsa dan negara, tugas dari setiap prajurit juga untuk membantu masyarakat sekitarnya,” terang Jhon. Selain itu Lanud Astra Ksetra juga turut dilibatkan dalam setiap kegiatan pengamanan, di lokasilokasi yang ada di Provinsi Lampung dan Kabupaten Tuba. “Selain itu setiap adanya kegiatan atau perhelatan besar, seperti pesta demokrasi personil juga turut dilibatkan. Untuk itu

sangat pentingnya latihan yang ada sebagai persiapan yang dimiliki anggota,” kata Jhon. Diharapkan untuk kedepannya, ketahanan Lanud dalam pengamanan pangkalan dan teritorial semakin baik, dan kebersamaan dengan masyarakat juga semakin baik. “Sehingga militer dan masyarakat sipil dapat bahu membahu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. (*)

Pemimpin Umum/Redaksi : Adi Kurniawan. Redaktur Pelaksana : Kohar Mega, Hermansyah. Redaktur : Susi Daryani. Staf Redaksi : Furkon Ari, Nirwana Nuza, Ade Putri Setiawati. Pracetak : Ayep Kancee, Dedy Cunil, Dedi Novianto. Pemasaran : Shobirin. Iklan : Maria Nusa. Keuangan : Zona Dwi Tami. Manager Produksi : Budi Susantiono. Percetakan: PT Lampung Intermedia. Penerbit : PT Wahana Semesta Kotabumi Media. Komisaris : Suparno Wonokromo. Direktur Utama : Ardiansyah. Direktur : Junaidi Djohan. General Manager : Adi Kurniawan. Alamat Redaksi/Iklan/Pemasaran : Jl. Soekarno-Hatta No. 411, Kotabumi Selatan, Lampung Utara. Telp (0724) 25403, Fax (0724) 327439. Homepage : www.radarkotabumi.com Email : redaksi@radarkotabumi.com Perwakilan : Jalan Teuku Umar No. 16 C, Kedaton, Bandarlampung. Telp (0721) 770777, 770666. Jl. Sultan Agung No. 18, Kedaton, Bandarlampung. Telp (0721) 789750-782306. Isi diluar tanggungjawab percetakan. WARTAWAN RADAR KOTABUMI & WAYKANAN DILARANG MENERIMA UANG MAUPUN BARANG DARI SUMBER BERITA. WARTAWAN RADARKOTABUMI & WAYKANAN DIBEKALI KARTU PERS YANG SELALU DIKENAKAN SELAMA BERTUGAS.


RUWA JURAI

SABTU, 13 SEPTEMBER 2008

RADAR KOTABUMI

www.radarkotabumi.com DAFTAR HARGA RATA-RATA BORONGAN, ECERAN KOMODITI BAHAN POKOK PENTING DAN STRATEGIS LAINNYA DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA 12 - 15 SEPTEMBER 2008

P3D Masih Akan Periksa Para Saksi Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Polisi

Laporan Wartawan RNN

MENGGALA - Tim Unit P3D (Provost) Polres Tulangbawang (Tuba) masih akan memanggil dan memeriksa para saksi, dalam kasus dugaan pemukulan yang dilakukan oknum polisi dalam jajaran Polres Tuba. “Saat ini baru satu saksi yang dimintai keterangannya oleh provost, yakni Edi (35) kakak dari Nurkholis Majid (26) yang menjadi korban.

Sementara para saksi lainnya masih akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan,” terang Kanit P3D Iptu Weidman Hutagaol mendampingi Kapolres Tuba AKBP Sustri Bagus Setiawan, S. Sos kepada Radar Tuba (grup Radar Kotabumi, red) (11/9)lalu. Usai pemeriksaan para saksi, sambungnya, guna meminta keterangan terkait kasus yang ada baru provost akan melanjutkan pemeriksaan ke oknum polisi yang diduga melakukan pemukulan. Perlunya pemeriksaan

saksi terlebih dahulu, karena provost memerlukan bahan keterangan serta bukti lainnya sebelum melanjutkan pemeriksaan ke yang bersangkutan. “Surat panggilan bagi para saksi sudah siap dikirimkan, dan mulai Senin para saksi akan dipanggil untuk diperiksa dan dimintai keterangnnya,” tutur mantan Kaur Ops Satlantas Polres Tuba ini. Adapun sanksi yang siap menanti oknum polisi yang dilaporkan warga ini, bila terbukti bersalah dan melakukan pelanggaran makan akan

disidangkan dan akan menerima sanksi penempatan khusus (patsus). “Namun semuanya itu berdasarkan hasil dari pemeriksaan yang akan dilakukan, dan juga berdasarkan dari kebijakan pimpinan,” terangnya. Diketahui hari Senin (8/ 9) lalu, Nurkholis Majid (26) warga Kelurahan Dayamurni, Kecamatan Tulangbawang Tengah (TbT) datang dari arah Dayamurni hendak menuju Bandarjaya, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). (*)

Satreskrim Siap Antisipasi Daerah Rawan Laporan Wartawan RNN

MENGGALA - Jalan lintas timur (jalintim) Kabupaten Tulangbawang (Tuba) yang ada di sekitaran Kampung Bujungtenuk, Kecamatan Menggala dan jalintim Simpang Penawar, merupakan dua

lokasi rawan kriminalitas yang ada berdasarkan pantauan dari Satreskrim Polres Tuba. Demikian dikatakan Kasat Reskrim AKP Dery Agung Wijaya, S.I.K., S.H., kepada Radar Tuba (grup Radar Kotabumi, red) belum lama ini mendampingi Kapolres Tuba AKBP Sustri Bagus Setiawan, S. Sos.

“Dua lokasi yang ada ini masuk dalam daerah jalintim yang cukup rawan tindakan kriminalitas, yang tentunya sangat mengganggu kamtibmas masyarakat sekitar. Bahkan saat memasuki masa arus mudik nanti lokasi rawan ini bukan tidak mungkin akan mengganggu para pemudik, karena itu aparat kepolisian siap mela-

kukan pengamanan,” tuturnya. Selain dua lokasi ini tentunya masih ada lokasi rawan kriminalitas lainnya, kata Dery, dan kesemuanya ini mendapatkan pantauan serius dari aparat kepolisian. Karna itu pengamanan pada lokasilokasi rawan ini jelang memasuki arus mudik siap dilakukan jajaran Satreskim. (*)

Dum Truck Tabrak Rumah warga Laporan Wartawan RNN

KATIBUNG - Diduga, rem blong Truck Fuso BE 4226 AN kehilangan keseimbangan, Rabu (10/9) lalu, sekitar pukul 17.15 Wib menabrak sebuah rumah Milik Ali Usman (41) warga Desa Babatan Kecamatan Katibung Lampung Selatan. Beruntung dari peristiwa itu, tidak ada korban jiwa. Hanya saja, Rudi Lesmono (24) warga kota Rahman RT/01 Raman utara Lamtim, sopir truck milik PT Aman Jaya tersebut mengalami luka lecet pada bagian tangan dan kaki karena terkena pecahan kaca. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian peristiwa itu bermula saat kendaraan Dum truck warna coklat tanpa muatan yang biasa mengangkut aspal curah untuk perbaikan Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) itu melaju dari arah Bandar Lampung menuju Bakauheni dengan kecepatan tinggi. (*)

RAMAYANA

Dari halaman 1 Sementara, anggota Fraksi PKS, Kyai Ahmad Mujib, A.Ag, berharap penyusunan APBD mempunyai arah pembangunan daerah bagi pemerintah daerah dalam mengemban tugas-tugas, ataupun dalam menentukan kebijakan pemerintahan, merupakan tugas harus diemban yang berorientasi meningkatkan pelayanan

kepada masyarakat. “Menyimak hasil-hasil pembangunan yang ada sekarang ini, jika mau berkata jujur, tentu mempunyai rasa prihatin, karena masih ada kualitas pembangunan yang tidak memenuhi standar, sebagaimana aspirasi sebagian besar masyarakat,” sebutnya. Sebagai contoh, dalam hal

pembangunan jalan atau pengerasan jalan tidak memakai batu sesuai standar, tetapi langsung split diampar diatas tanah, selanjutnya disiram aspal dan tidak didukung system drainase (siring, Red) yang baik, sehingga bangunan tidak berusia lama. “Apabila pola ini telah menjadi tradisi tentu kita sulit untuk

GEDUNG sedang sakit, dan kepentingan lain yang tidak bisa di tinggalkan. Namun hal tersebut masih bisa dimaklumi oleh KPU Lampura, tetapi tetap diberikan undangan kembali kepada PPK untuk hadir guna melakukan penghitungan ulang surat suara sesuai dengan ketentuan yang ada. “Kita menginginkan semuanya selesai tepat sesuai jadwal tahapan, tanggal 17 September KPU Lampura telah melakukan peneKepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lampung Utara Hi. Lisbar Zubairi. S.H., M.M Pembina Utama Muda NIP. 010079339

MAHASISWI

Dari halaman 1

tak ada yang mendengar. Tak lama, ada warga yang kebetulan melintas dan memberikan pertolongan kepada korban. “Pelaku mengiringi saya dari belakang, ketika dijalan yang sepi, pelaku memepet motor saya dan langsung mengambil kunci kontak motor saya. Seketika mesin motor mati, dan terbalik. Saat itulah, para pelaku langsung mengambil sepeda motor saya,” tegas mahasiswi itu lagi. (*)

mengembangkan pembangunan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Oleh karena itu, dalam penyusunan APBD P ini, kami menyarankan agar supaya tidak memuat anggaran proyek-proyek fisik, mengingat waktu tidak memungkinkan untuk melaksanakan proyek-proyek tersebut,” tegas Mujib. (*) Dari halaman 1

tapan terhadap calon bupati terpilih,” ujar Suheri didampingi anggota lainnya, Zuliza Amwa,SE, di sekretariat KPU Lampura, kemarin (12/9). Menurut Suheri, penghitungan ulang ini dilakukan untuk mengembalikan hak masyarakat terhadap calon yang dipilih. Kemudian memberikan hak terhadap calon atas pilihan masyarakat. “Kita mengembalikan hak calon yang dinyatakan sah. Wa-

laupun PPK yang diundang hari ini tidak hadir, itu bisa dimaklumi karena keadaan situasional dilapangan,” terangnya. Dijelaskan Suheri, dilakukan penghitungan ulang terhadap surat suara yang sebelumnya dianggap tidak sah tersebut, karena tidak konsintennya dalam penghitungan surat suara sah dan tidak sah di tingkat PPK. Sebagai contoh, di TPS A, ada surat suara yang coblos tem-

bus itu disahkan. Tapi, di TPS B, surat suara tersebut dianggap batal. Karena itu, KPU minta kepada PPK untuk konsisten dalam penghitungan surat suara sah dan tidak sah, maka jalan keluarnya dilakukan buka kotak suara untuk dilakukan penghitungan ulang terhadap suara yang dianggap tidak sah sebelumnya. “Kita mengharapkan kepada PPK bisa melakukan penghitungan ulang secepatnya, sehingga

PUASA Rasulullah Saw. Seperti menyegerakan berbuka puasa bila tiba waktunya dengan mengutamakan mengkonsumsi buah-buahan atau makanan yang manis atau seteguk air putih pun jadi bila tidak ada. Inipun dilakukan sebaiknya terus dilanjutkan dengan shalat Magrib sebelum makan.

Dari halaman 1

melihat-lihat produk busana yang ditawarkan oleh Ramayana. “Saya sangat senang dengan adanya Ramayana ini, karena untuk mencari pakaian maupun kebutuhan lainnya, tidak perlu jauh-jauh keluar daerah lagi karena di Kotabumi sudah ada pusat belanja terbesar,” komentar Yulistini, warga Candimas. Ramayana Dept Store sendiri jelas Rinaldo, terdiri dari dua lantai. Lantai pertama diisi supermarket/bazar yang menyediakan kebutuhan sehari-hari. Seperti bahan makanan maupun perlengkapan rumah tangga. Lantai pertama ini juga menyediakan tempat makan (Fast Food, Red), serta ada juga area pakaian, baik dewasa maupun anak-anak. Kemudian, lantai dua diisi dengan sepatu, sandal, pakaian, dan tas dari kalangan anak-anak dan dewasa. Serta disediakan arena permainan dengan nama Zone 2000. (*)

DEWAN “Kami menganggap hal yang juga sangat penting adalah perlu dibuatnya data base subjek dan objek pajak, sehingga pendapatan dari sektor ini diharapkan dapat menunjang proses pembinaan industri yang secara langsung berhubungan dengan Data Lampung Utara Dalam Angka (LUDA),” ungkapnya.

7

bisa berakhir sesuai dengan jadwal tahapan yang telah ditentukan oleh KPU,” harapnya. Walaupun demikian, lanjutnya, apabila sampai hari ini, kemarin (12/9), PPK tidak hadir, maka KPU Lampura akan melakukan rapat pleno untuk mengambil sikap mengenai penghitungan ulang dimaksud. “Apapun hasilnya, akan diketahui setelah rapat pleno,” pungkas Suheri. (*) Dari halaman 1

Dalam hal ibadah makan sahur pun, Rasulullah senantiasa melakukannya pada waktu sudah mendekati waktu Subuh (menjelang Imsak), ini dilakukan agar jeda waktu ke shalat Subuh dekat, sehingga tidak langsung tidur dan meninggalkan shalat Subuh. Akibat-akibat buruk dari syahrul ta’am ini sudah barang

tentu kontra produktif. Akibatakibat tersebut antara lain: malas beramal, malas berfikir, ngantuk dan cenderung berprilaku mubadzir. Semua ini bisa dihilangkan dengan betul-betul berlatih, gigih dan khusus selama Bulan Suci Ramadhan, mengurangi makan yang berlebihan, diganti dengan memperbanyak sedekah.

Mengurangi tidur siang dan diisi dengan kegiatan produktif yaitu mengurangi tidur siang diisi dengan kegiatan yang lebih berguna. Mengurangi tidur malam diisi dengan sholat malam dan berzikir. Insya Allah puasa kita tidak siasia “Kam min Sooimm laisa lahu min siamihi illal ju’wal atsh”

SUNTARA alangkah indahnya pemandangan alam dilihat dari tempatnya berdiri, dan saat ia seperti hendak menengok kepada saya, saya langsung memukul kepala bagian kanannya dengan kayu, sehingga tanpa sempat berkata-kata lagi, ia langsung jatuh kebawah, lalu saya berikan pisau pada Ade agar ia menggorok leher Asri,” ujar Suntara seperti yang ia katakana pada saat rekonstruksi. Penjelasan Suntara, dibenarkan oleh Ade Irawan. Tapi dalam rekontruksi sempat terlihat bahwa Ade sempat menolak dan berlari setelah melihat Asriyanto kelojotan (hampir mati,Red) dihimpit batu dan kayu, setelah dipukul oleh Suntara. Namun karena diancam akan digorok duluan oleh Suntara, akhirnya Ade menggorok leher Asriyanto. Dimana, karena itu dilakukan dengan rasa takut,

Dari halaman 8 walau ia menggorok tiga kali, tetapi tetap tidak membuat luka yang dalam. Ia langsung pergi dan membuang pisau meninggalkan Asriyanto. Melihat hal itu, Suntara turun dari tebing ketempat tubuh korban. Lalu, dengan santai dan tenang ia mengambil dompet korban dan kunci motor korban. “Bujang apaan, dompet tidak berisi, buntu,” gerutu Suntara, dan kemudian dengan kejam Suntara menyembelih Asriyanto, hingga lehernya nyaris putus (bercak darah korban yang muncrat saat didembelih masih jelas sekali di batu cadas yang ada di samping perbukitan Kampung Jukuh Kemuning tersebut, Red ). Kemudian dengan santai Suntara meninggalkan korban dan tetap diatas (tempat batu ia memukul Asriyanto, Red), ia melempar dompet kosong milik korban ke

kebun penduduk. Kemudian mendekati Ade Irawan yang telah menunggu dengan ketakutan di motor. Terungkap pula setelah melakukan pembunuhan, keduanya sempat menawarkan sepeda motor tersebut kepada warga Jukuh Kemuning, akan tetapi tidak seorangpun warga kampung tersebut yang berminat, sehingga keduanya menyimpan motor tersebut didalam hutan di dekat kediaman Suntara. “Setelah sempat tiga hari aman, kami langsung melarikan diri begitu mendengar ada warga Jukuh Kemuning yang menemukan mayat, karena kami yakin mayat itu adalah mayat Asriyanto,” ujar Suntara. Dengan diketemukannya mayat Asriyanto tersebut, polisi langsung beregrak cepat memburu Suntara di kediamannya, akan

WARGA tidak diinginkan. “Kalau kami masih melihat warga dari kampung lain yang membuang sampah disitu, pasti akan kami minta untuk dipungut kembali, karena sampah-sampah tersebut membuat daerah kami busuk dan amis,” tegas Elit dan Ari. Kepala Dinas Pasar Pemkab Waykanan, Marzuki, S.Sos, menegaskan bahwa, tempat pembuangan

tetapi ternyata polisi masih kalah cepat, Suntara telah melarikan diri ke Kabupaten Tulangbawang di tempat bibinya, dan Ade Irawan juga telah hilang dari rumahnya. “Mengetahui kalau Suntara dan Ade Irawan sudah melarikan diri, dan hasil keterangan saksisaksi yang kami kumpulkan, maka dugaan kami langsung tertuju kepada keduanya, dan terbukti setelah tertangkap, keduanyalah yang telah melakukan pembunuhan terhadap rekannya tersebut. Bahkan, sesuai dengan yang anda (Koran ini, Red) lihat semua, itu telah direncakan dengan matang,” jelas Kapolres Waykanan AKBP Benny Ali,S.I.K, SH. “Saat ini kami masih melakukan pengembangan terhadap keduanya, bukan tidak mungkin, keduanya juga terlibat dalam berbagai tindak kejahatan lain di daerah tersebutt,” tegas Benny. (*) Dari halaman 8

sampah di Dusun Liok, Kampung Lembasung, yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Blambangan Umpu tersebut, bukan tempat pembuangan sampah yang ditentukan oleh pemkab, melainkan liar dan memang hendak ia tertibkan. “Kami (Dinas Pasar,Red), telah merencanakan tempat pembuangan akhir sampah di Km 4 Blambangan Umpu, tepatnya di

jurang yang ada di belakang Islamic Center, akan tetapi baru akan kami operasikan pada tahun 2009 yang akan datang, karena terlebih dahulu harus di persiapkan beberapa perangkatnya, alat dan orangnya,” tegas mantan Kepala Kantor Kesbanglinmas Kabupaten WayKanan tersebut. Dalam pada itu, berdasarkan hasil pemantauan Radar Way-

SATLANTAS dan langkah yang harus dilakukan, seperti pada Pasar Gadingrejo, pasar Pringsewu, Pasar Pagelaran, Pasar Gisting, Kota Agung hingga Wonosobo. “Titik titik tersebut akan di perbanyak personil, pada setiap pasar, bahkan untuk solusi Pringsewu bisa menggunakan jalur

banyak orang yang berpuasa, tapi yag diperolehnya adalah hanya sebatas rasa lapar dan dahaga saja”. Jadi jasad dibersihkan dengan cara-cara puasa yang sehat dan batiniah dibersihkan, puasa adalah salah satu cara yang sangat ampuh untuk membersihkan batiniah dari najasah ma’nawiyah. (*)

kanan dilokasi yang kerap dijadikan tempat warga membuang sampah tersebut, selain tumpukan sampah, terkadang membuat sumir jalan (lokasi tepat berada di pinggir jalan Liok Talang Karet, Red ), juga bagi pengguna jalan yang akan melintas dari jauh, sudah harus menutup hidung karena bau busuk yang ditimbulkan, apalagi dimusim hujan. (*) Dari halaman 8

lingkar, Bila kondisi jalan memungkinkan dan ini perlu juga survey kembali layak atau tida jalur tersebut di gunakan’, ungkapnya. Lebih lajut Ipda Sukimanto juga menjelaskan, survei ini salah satu rencana persiapan akan di gelarnya beberapa pos pelayanan, yang rencanya mulai didirikan

sekitar (20/9) mendatang. “Akan di bangun sekitar 6 pos sepanjang jalur wilayah hukum Polres Tanggamus, serta beberapa pos tambahan. Bahkan anggota lalulintas juga siap memberikan pelayanan pengawalan bagi pemudik yang menggunakan kendaraan motor secara

konvoi. Pengawalan tersebut tentunya secara estafet, dan pemudik harus menyampaikan kepada petugas pos terdekat. Namun yang jelas jajaran Satuan lalulintas Polres Tanggamus akan memberikan rasa aman, nyaman bagi pemudik yang melintas di jalur ini,” Pungkasnya. (*)


8

SABTU, 13 SEPTEMBER 2008

Bersama Membangun Waykanan

Lanjutan Rekontruksi Pembunuhan Asriyanto

Suntara Dulu Memukul, Ade Menggorok Leher FOTO: HERMANSYAH

DIPROTES WARGA. Tempat pembuangan sampah yang ada di perbatasan Kelurahan Blambangan Umpu dan Kampung Lembasung

Warga Keluhkan Pembuangan Sampah Laporan/Editor : Hermansyah

BLAMBANGAN UMPU - Masyarakat Blambangan Umpu, khususnya Kelurahan Blambangan Umpu dan Kampung Lembasung, mengeluhkan tempat pembuangan sampah yang ada di perbatasan kedua kampung tersebut, karena selain saat musim hujan menimbulkan bau tidak sedap, juga dikhawatirkan akan menjadi sumber penyakit (banyak lalat,Red) “Kami tidak tahu, apakah tempat pembuangan sampah itu resmi dari pemerintah ataukah tidak, yang pasti dari mana- mana warga membuang sampah ditempat itu, tanpa sedikitpun mendapatkan izin dari kami selaku warga yang dekat dengan lokasi tersebut,” ujar Ari dan Elit, dua pemuda setempat yang dikonfirmasi Radar Waykanan, kemarin.(12/9). Selanjutnya, dua pemuda Lembasung dan Blambangan Umpu itu meminta kepada pemerintah segera melakukan penertiban, karena bila mereka yang menertibkan, dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang Baca Warga Hal.7

Laporan/Editor : Hermansyah

BLAMBANGAN UMPU - Kepergian Asriyanto, yang tidak kunjung pulang hingga pukul 22.00 WIB, (18/8), telah membuat kedua orang tuanya (Kusnohadi dan Asri,Red) cemas tak terhingga. Sebab, didaerah tersebut memang masih kerap terjadi pembegalan terhadap pengendara sepeda motor. Namun, kedua orang tua korban masih merasa tenang, karena mereka mengetahui anak tertuanya itu berpergian dengan Suntara dan Ade Irawan, teman mainnya ke rumah Suntara di Gistang, sehingga mereka langsung mencari keberadaan Suntara di Gistang. Setelah sampai di Kampung Gistang, hati Kusnohadi mulai berfirasat jelek terhadap nasib anaknya. Karena menurut Suntara, anaknya Asriyanto setelah mengantar dirinya (Suntara, Red ) langsung pulang dan setelah itu ia tidak tahu kemana Asriyanto pergi. “Setibanya kami di rumah Suntara, ia menyatakan setelah mengantar dirinya, anak saya langsung pulang tetapi saya sudah menaruh curiga kepada gerak gerik Suntara dan Ade Irawan, karena keduanya saat itu nampak agak berbeda tingkah lakunya saat menjawab pertanyaan kami, dan karena kami sekeluarga pada malam itu tidak berhasil menemukan anak saya, maka kami bersama dengan kepala kampung langsung melaporkan hal itu kepada Polsek Blambangan Umpu, yang langsung membantu

mencari keberadaan anak saya itu,” tutur Kusnohadi, pada Radar Waykanan, seakan melepaskan beban berat yang selama ini menghimpit dadanya. Hingga lanjut Kusnohadi, pada Kamis (21/8) atau tepat lima hari sejak anaknya hilang, keluarganya mendapatkan kabar di dekat pemandian umum Kampung Jukuh Kemuning, Kecamatan Kasui, kira kira 60 kilometer dari rumahnya, masyarakat menemukan sesosok mayat laki- laki yang telah hampir membusuk, dengan posisi terjepit di batu gunung dan leher hampir putus. Atas keingin tahuan yang besar, Kusnohadi dan keluarganya langsung menuju lokasi. Betapa terkejutnya ia setelah melihat mayat lelaki tidak dikenal tersebut adalah mayat anak tertuanya Asriyanto. “Kami langsung melapor kembali pada polisi, yang langsung menuju tempat Suntara dan Ade, akan tetapi ternyata keduanya telah tidak berada di tempat,” sebut Kusnohadi. Terungkap dalam rekonstruksi yang digelar kepolisian, bahwa setelah korban (Asriyanto, Red ) berhasil diajak oleh Suntara, maka di pinggir jalan, Suntara meminta kepada Asriyanto mengajak serta Ade Irawaan yang memang sudah menunggu empat rumah dari rumah korban. Dalam perjalanan Suntara meminta kepada korban untuk mengantarnya ketempat kawan yang bekerja di Jukuh Kemuning, sehinga korban yang diduga sangat percaya kepada Suntara dan Ade (memang teman akrab, Red ), dengan iklas mengantar,

FOTO HERMANSYAH

SUNTARA, pelaku utama pembunuhan terhadap Asriyanto, memperagakan cara menggorok korban hingga lehernya nyaris putus dalam rekonstruksi yang digelar kemarin.

apalagi Ade selain temannya juga masih terhitung saudaranya. Akan tetapi, setibanya dipinggir Kampung Jukuh Kemuning, Suntara dan Ade yang memang telah merencanakan akan membunuh Asriyanto, meminta berhenti dengan alasan mau melihat mata air yang dijadikan warga setempat tempat sumber air pemandian dan motor mereka tinggal

dipinggir jalan. Berdasar hasil rekonstruksi dengan tanpa paksaan korban Asriyanto yang nampaknya belum juga mengetahui niat jahat kedua rekannya itu berjalan didepan. Sementara, Suntara secara diam-diam telah mengambil sepotong kayu kopi bulat yang terus dibawa hingga batu ditepi jurang yang ia katakan sebagai tempat mata air.

Setibanya di tempat batu tempat eksekusi (pemandangan alam dari tempat batu tersebut memang sangat indah dan membuat takjub, apalagi batu tersebut dilindungi oleh sebuah pohon besar yang rindang, Red ), korban terpesona. “Sesaat sebelum saya memukul kepalanya dengan kayu, Asriyanto sempat mengatakan Baca Suntara Hal.7

Satlantas Tanggamus Antisipasi Arus Mudik Laporan Wartawan RNN

PRINGSEWU - Menghadapi persiapan arus mudik lebaran dalam operasi ketupat krakatau thun 2008, Satuan lalulintas Polres Tanggamus mulai melakukan survey sepanjang jalur lintas barat melalui Tanggamus. Survey yang dilakukan mulai dari pintu gerbang Tanggamus yakni di kecamatan Gadingrejo hingga pekon Sedayu kecamatan

Wonosobo yang berbatasan dengan Kabupaten Lampung Barat. Persipan pendataan lapangan tersebut sebagai langkah antisipasi yang harus dilakukan seperti adanya berapa titik kemacetan yang di sebabkan pasar tumpah, jembatan dan jalalan rusak di Wilayah Polres Tanggamus. Kaur Lantas Ipda Sukimanto S.Sos mendampingi Kasat Lantas Polres Tanggamus Iptu Yovan Fatika, saat melakukan survey kemarin menjelaskan, langkah

tersebut untuk melakukan pendataan guna persiapan menghadapi arus mudik lebaran. “Karena pengguna jalur lintas barat melalui Tanggamus, yakin bakal mulai ramai dan di fungsikan pemudik. Sehingga jajaran lalulintas Polres siap melakukan langkah antisipasi, agar mereka dapat menikmati perjalanan secara aman dan nyaman’, tegasnya. Seperti hasil survey yang telah di lakukan ada beberapa

jalan rusak dan memang masih dalam tahap pembenahan atau pengerjaan, ini terjadi di sekitar wilayah Barat Tanggamus. “ kami sudah berikan himbauan kepada pelaksana untuk segera memperbaikan, setidaknya H-7 lebaran sudah siap dan tidak ada lagi jalanan yang rusak”, katanya. Namun untuk beberap titik rawan macet tepatnya pada beberapa pasar tumpah, menurut Kaur lantas sudah melakukan pendataan, Baca Satlantas Hal.7

JCH Tuba 246 Orang Laporan Wartawan RNN

MENGGALA - Tahun 2008 ini, dipastikan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Tulangbawang (Tuba) yang berangkat tahun 2008 ini sebanyak 246 orang. Hal ini jumlah JCH yang tercatat telah melunasi BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji). Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Drs. Sanusi mengatakan batas terkahir pelunasan BPIH tanggal 10 September lalu. Sementara dari data diperoleh Kandepag Provinsi dan Bank yang ditunjuk, ada 249 orang JCH yang melunasi BPIH, namun ada 3 (tiga) orang yang membatalkan ibadah haji tahun ini sehingga diundur. “Karena berhalangan maka

tiga orang yang membatalkan BPIH-nya ini secara otomatis akan masuk daftar JCH tahun 2009 nanti, tapi tiga orang yang membatalkan ini sudah lunas BPIHnya hanya saja keberangkatan dibatalkan dan diundur hingga tahun depan,” katanya mendampingi Kepala Kantor Departemen Agama (Kandepag) Tuba Drs. Sofyan, M.Sholeh, M.Ag. Sementara untuk Manasik haji yang digelar Depag dan Pemkab setempat, lanjut Sanusi akan dilaksanakan sehabis Hari Raya Idul Fitri. JCH asal Tuba diketahui terus meningkat setiap tahunnya, sampai saat ini jumlah JCH yang telah mendaftarkan diri mencapai 711 orang. Namun harus masuk daftar tunggu semua selain JCH yang sebanyak 246 tersebut.

Lebih lanjut dijelaskan Sanusi, berdasarkan keputusan pemerintah biaya perjalanan haji secara nasional mengalami kenaikan sekitar Rp4 – 5 juta. BPIH tahun 2008 ini sebesar $3.430 atau jika dikonversikan ke-dalam rupiah sekitar Rp33 juta dengan nilai tukar rupiah sebesar Rp 9800,- per dolar. “Sebelumnya BPIH tahun lalu sekitar Rp27 – 29 juta. Jemaah calon haji bisa melunasi BPIH kebank yang ditunjuk Karena kuota yang dipakai adalah kuota Provinsi bukan Kabupaten sehingga pendaftaran bagi JCH tetap dibuka dan tidak dibatasi. Dan bagi JCH yang tidak masuk urutan berangkat tahun ini maka akan masuk urutan tahun berikutnya.

“Masyarakat bisa mendaftar kapan saja, hanya saja keberangkatan tergantung dari nomor pendaftaran karena kuota yang dipakai adalah Kuota Provinsi. Jadi seluruh Kabupaten di Lampung diberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat-nya yang ingin mendaftar haji hanya saja tergantung nomor pendaftaran,” jelasnya. Meskipun terjadi penurunan jumlah JCH tahun 2008 ini, namun sejak tiga tahun belakangan ini JCH asal Tuba mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tercatat, tahun 2005 lalu JCH asal Tuba yang berangkat sebanyak 84 orang dan tahun 2006 meningkat menjadi 184 orang, dan tahun 2007 lalu sebanyak 270 orang. (*)


Sabtu, 13 September 2008