Page 28

LAMPUNG RAYA

28

RABU, 24 FEBRUARI 2010

Tuba-Mesuji-Tuba Barat

PUNGLI

Terima Kaki Palsu, Haidir Bisa Berjalan

Penarikan Dana di KTM DIRESMIKANNYA Kota Terpadu Mandiri (KTM) oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar belum lama ini masih menuai masalah bagi pedagang setempat. Mereka mengeluhkan adanya pungutan Rp2 juta untuk menggunakan satu gudang. Tak hanya pedagang, anggota DPRD Lampung Khamamik juga menyayangkan penarikan dana sebesar Rp2 juta tersebut. Pungutan dana untuk menempati los KTM diduga dilakukan oknum dan sudah menyalahi aturan. ’’Saya sangat menyayangkan penarikan dana itu, meskipun sudah melalui kesepakatan. Sebab sebelum diperdakan, itu dianggap pungutan liar (pungli),” jelas Khamamik saat menghadiri peresmian KTM di Kampung Tanjungmas Makmur, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, belum lama ini. Dikatakan kader Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) ini, setelah diresmikan dan diserahkan Menakertrans, KTM menjadi aset Pemkab Mesuji. Bila adanya KTM untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), maka harus segera dibuatkan perdanya. ’’Kalau sudah ada perdanya, silakan melakukan pemungutan. Tetapi bila tak ada, tidak boleh melakukan pemungutan. Itulah yang dikatakan pungli,” tukas Khamamik. Sementara, Kepala Kampung Tanjungmas Makmur Syurif mengaku penarikan dana Rp2 juta tersebut merupakan kesepakatan pedagang. Dana itu digunakan untuk perbaikan infrastruktur yang ada. ’’Penarikan dana ini telah melalui kesepakatan. Bila sudah ada kesepakatan, apa tidak boleh melakukan penarikan? Dana tersebut sudah jelas peruntukannya. Karena hingga kini tak ada anggaran untuk rehab. Sedangkan sarana dan prasarana memerlukan perbaikan,” ujar Syurif. (san/een)

PENGOBATAN

FOTO YUSUF A.S.

PERIKSA DARAH: Sekretaris Kabupaten Tulangbawang Drs. Hi. Darwis Fauzi, M.Si., M.I.P. turut memeriksakan kesehatannya saat menghadiri bakti sosial pengobatan gratis dan donor darah di Rumah Sakit Umum Daerah Tuba kemarin.

PENCURIAN

Ditembus Timah Panas EKO Arianto (21) yang diduga pelaku pencurian alkon (mesin penyedot air) terpaksa dilumpuhkan dengan timah panah oleh petugas di betis kanannya. Pasalnya warga RK II/RT 02 Kampung Margomulyo, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat, ini berupaya melarikan diri saat akan dibekuk. Penangkapan di Kampung Margodadi, Tumijajar, sekitar pukul 18.00 WIB Senin (22/2) ini dipimpin langsung Kapolsek Tuba Udik AKP Yudi Peristiwanto. Menurut Yudi yang diwakili Kanitreskrim Polsek TbU Aiptu Lembo mengatakan, tersangka melakukan pencurian alkon milik Toni S. (48), warga RK I/RT 04 Kampung Makarti di gudang rumah korban pukul 21.30 WIB Kamis (18/2). ’’Tersangka melakukan pencurian ini bersama Yy (24), warga Kampung Margodadi, yang saat ini masih buron,” ujarnya. Dilanjutkan, pelaku utama pencurian ini yaitu Eko Arianto (21) dan Yy (24). Sementara selaku penunjuk jalannya Iskun (20) yang bekerja di tempat korban. ’’Berkat kerja keras kita yang terus menyelidiki keberadaan pelaku, sekitar pukul 18.00 WIB Senin (22/2), tersangka Eko yang mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 warna hitam dengan nopol BE 7709 TP berhasil kita amankan di jalan raya Kampung Margodadi. Karena mencoba melarikan diri, kita terpaksa melumpuhkan betis kanannya dengan timah panas. Sementara rekannya Yoyon berhasil meloloskan diri,” terangnya. (fei/gus/een)

FOTO ARDIANSYAH/RRN

HABIS TERBAKAR: Kondisi mobil pikap Grand Max BE 9453 BE yang terbakar di jalintim Kampung Cahyorandu, Kecamatan Pagardewa, Tulangbawang, kemarin.

Ban Kempis, Rp100 Juta Raib BANJARAGUNG – Pandiono (52), pengusaha karet warga Indraloka 1, Kecamatan Waykenanga, Kabupaten Tulangbawang Barat, harus merelakan uang Rp100 juta untuk membayar karet digondol pencuri. Kejadian ini bermula saat Pandiono mengambil uang dari Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCP) Unit 2 sekitar pukul 10.00 WIB kemarin (23/ 2). Namun, tak beberapa lama, korban keluar menuju Unit 5. Nahas saat di tengah perjalanan, ban mobil Innova warna hitamnya BE 2018 TB sebelah kiri kempis. Saat itulah pencuri menggasak uang korban. ’’Setelah mengganti ban, saya baru sadar kalau uang yang berada di dalam tas warna hitam telah raib,” ungkapnya.

Dilanjutkan Pandiono, saat mengganti ban yang kempis tersebut, pintu mobil tidak dikunci. Tas itu berada di jok tengah sebelah kiri. Setelah mengganti ban, ia baru tahu kalau tas itu telah hilang. ’’Sebelumnya ada motor yang menyalip dari sebelah kiri. Setelah itu, saya rasakan ban belakang sebelah kiri kempis dan berhenti untuk memastikannya,” terang dia. Hal sama diungkapkan Siswanto (27), sopir mobil korban. ’’Saya juga heran dengan kejadian ini. Padahal, kami mengganti ban hanya 15 menit. Saya perkirakan pelaku telah membuntuti sejak keluar dari Bank Mandiri,” ucapnya. Hal ini dibenarkan Chandra Wipa S. (28), satpam Bank Mandiri. Ia menya-

takan, korban telah mengambil uang sebesar Rp100 juta. Korban ditemani sopirnya. Korban tak lama berada di bank. Setelah itu, mobil yang ditumpanginya melaju ke arah Menggala. ’’Saya kaget mendengar kalau korban menjadi korban pencurian. Ini karena korban datang kembali untuk memblokir ATM-nya yang juga digondol pencuri,” katanya. Terpisah, Kapolsek Banjaragung AKP Bambang Supeno, S.P. mewakili Kapolres Tuba AKBP Benny Ali, S.I.K., S.H. membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini korban dan sopirnya masih dimintai keterangan oleh penyidik untuk mengetahui kronologis kejadian. Selain itu, pihaknya terus berupaya melakukan pengejaran terhadap pelaku. (ard/rnn/een)

Mobil Terbakar, Sopir Kabur CAHYORANDU – Pengendara jalan lintas timur (jalintim) dan warga Kampung Cahyorandu, Kecamatan Pagardewa, Kabupaten Tulangbawang Barat, kemarin panik. Pasalnya, sebuah mobil pikap Daihatsu Grand Max BE 9453 BE terbakar. Kejadian ini bermula saat kendaraan tersebut melaju dari arah Unit 2 Kecamatan Banjaragung menuju Menggala. Namun sampai di lokasi, mobil mengeluarkan asap dan terbakar. Dari pantauan Radar Tuba (grup Radar Lampung) di lokasi kejadian, mobil tersebut masih mengeluarkan asap tebal. Selain membuat macet, kejadian ini juga menjadi tontonan warga dan pengendara yang melalui jalintim. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Menurut saksi mata yang namanya enggan disebutkan, mobil itu terlihat

mengeluarkan asap dari sebelah belakang. Tak beberapa lama, kendaraan tersebut berhenti. Terlihat sopir mobil berusaha memadamkan api. ’’Saat itu saya sedang duduk di depan rumah. Saya kaget melihat mobil sudah mengeluarkan asap yang cukup banyak. Sopirnya sempat menyiram air menggunakan ember satu kali. Karena api membesar dan kewalahan memadamkan api, ia pergi meninggalkan kendaraannya yang sudah terbakar,” ungkapnya. Kanit Patroli Polres Tuba Ipda M. Taufiq mewakili Kasatlantas AKP Azizal Fikri, S.E. saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB kemarin (23/2). Setelah melihat ada mobil terbakar, pihaknya langsung mengamankan lokasi dan mengatur lalu lintas. ’’Saat itu kami akan ke Unit 2 untuk

melakukan patroli. Namun sampai di lokasi, ada kendaraan terbakar. Kami langsung mengamankan lokasi dan menelepon mobil pemadam kebakaran,” jelasnya. Dilanjutkan Taufiq, saat datang, kondisi kendaraan sudah terbakar sebagian. Namun, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena api telah berkobar. ’’Saat ini kami terus mendalami kasus terbakarnya mobil tersebut. Juga, melakukan pencarian untuk mengetahui siapa pemiliknya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini diketahui pemilik kendaraan dan apa penyebab terjadinya kebakaran,” ujarnya. Pada kesempatan itu, M. Taufik juga menyayangkan lambatnya kedatangan mobil pemadan kebakaran ke lokasi. Sehingga kendaraan tersebut tak bisa diselamatkan. ’’Kami sudah berusaha

TUBA TENGAH – Haidir (54), warga RT 1/RK 2 Kampung Pulungkencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah (TbT), Kabupaten Tuba Barat, akhirnya kembali dapat berjalan. Setelah sekitar tiga tahun aktivitasnya hanya bergantung dua tongkat yang menopang di dua tangannya. Sejak Jumat (19/2) lalu, Haidir menerima kaki palsu bantuan Dinas Kesehatan dan Sosial (Diskessos) Tuba Barat dan Forum Komunikasi Lintas Suku (FKLS) yang bekerja sama dengan Yayasan Tuna Daksa (YTD). ’’Setelah mengalami kecelakaan motor di Simpangpematang tiga tahun lalu, kaki saya harus diamputasi. Sejak itulah saya harus menggunakan tongkat untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” terang Haidir kemarin (23/2). Setelah mendapatkan informasi FKLS dan Diskessos Tuba Barat dapat membantu mencarikan kaki palsu, dirinya langsung melengkapi persyaratan yang dibutuhkan. Menurutnya, persyaratan tersebut yakni foto seluruh badan, fotokopi kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP), serta surat keterangan tidak mampu dari kampung setempat. ’’Setelah persyaratan lengkap, saya langsung

diajak ke Jakarta untuk mengukur kaki palsu. Dan tidak memakan waktu yang lama, kaki palsu saya terima dengan gratis,” riangnya. Terpisah, Kabid Sosial Diskessos Tuba Barat dr. Edi Winarso dan Ketua FKSL Yantoni membenarkan hal tersebut. Pasalnya, mereka bekerja sama untuk membantu masyarakat Tuba Barat yang cacat fisik baik dari lahir maupun akibat kecelakaan. Untuk mendapatkan kaki atau tangan palsu tersebut tidak dikenakan biaya alias gratis. Hanya, transportasi dan biaya makan selama sekitar tiga hari ditanggung sendiri. ’’Kami hanya menyalurkan bantuan dari YTD, dengan mengoordinasi dan membantu mengantarkan mereka untuk mendapatkan kelengkapan organ tubuhnya kembali (palsu, Red),” tandasnya. Bagi warga yang cacat dapat segera berkoordinasi dengan puskesmas terdekat atau ke sekretariat FKLS di RT 1/RK 7 Brebes Kampung Panaraganjaya, TbT serta ke Diskessos. Guna mendapatkan keterangan lebih lengkap dan dapat dibantu mendapatkan kaki atau tangan palsu. ’’Dalam waktu dekat ini kami memberangkatkan sedikitnya 11 orang untuk memperoleh kaki maupun tangan palsu. Sebelumnya kami telah memberangkatkan 5 warga TbT dan saat ini mereka sudah bisa beraktivitas dengan organ tubuh barunya,” ungkap dia. (rnn/een)

FOTO YUSUF A.S.

LAGI-LAGI KEBANJIRAN: Gedung sekolah luar biasa (SLB) yang berlokasi di Kampung Tua, Kecamatan Menggala, Tulangbawang, kemarin kembali terkena banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

CPNSD Terima SK Dituntut Disiplin MESUJI - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Mesuji kemarin (23/2) menyerahkan 517 surat keputusan (SK) bagi calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) yang diterima di wilayahnya. Pj. Bupati Mesuji Drs. Ruswandi Hasan, M.M. secara simbolis menyerahkan empat SK milik CPNSD dari golongan 3B, 3A, 2C, dan 2B di halaman sekretariat pemkab setempat. Dalam sambutannya, Drs. Ruswandi Hasan mengatakan, seluruh pegawai yang ada di Mesuji diminta untuk terus meningkatkan kedisiplinannya dalam bekerja dan lebih profesional. Terlebih kepada 517 CPNSD yang telah menerima SK. ’’Kepada para CPNSD yang menerima SK, kami ucapkan selamat,” katanya. Seluruh pegawai, lanjut Ruswandi, harus bekerja secara pro-

fesional sesuai bidang tugas masingmasing dan dapat segera menyesuaikan diri di tempat tugasnya. ’’Jika sebelumnya para CPNSD masih terbiasa dunia pendidikan di kampus, mulai saat ini harus segera menyesuaikan diri untuk lebih disiplin menjalankan tugas,” ujarnya. Menurut Kepala BKD Mesuji Hopzen, SK milik 517 CPNSD yang diterima di pemkab setempat telah diserahkan seluruhnya. ’’Kini mereka mulai melaporkan ke satuan kerja (satker) masing-masing untuk menyerahkan berkas penempatan,” jelasnya. Dan mulai Senin (1/3), semua PNS menjalankan tugasnya di masing-masing satker. Namun selama lima hari berturut-turut, mereka akan diapelkan untuk mendapatkan pembekalan dan arahan. ’’Diharapkan, mereka semua dapat menjalankan tugas secara profesional dan disiplin seperti yang diharapkan bupati,” singkatnya. (fei/ale/een)

RADAR LAMPUNG | Rabu, 24 Februari 2010  
RADAR LAMPUNG | Rabu, 24 Februari 2010  

epaper radar lampung

Advertisement