Page 26

PENDIDIKAN

26

RABU, 24 FEBRUARI 2010

Cerdas Berkualitas

Meningkat, 3.999 Siswa Gagal LUN

144 Siswa SMK Uji Kompetensi

BANDARLAMPUNG – Hasil latihan ujian nasional (LUN) kedua SMP sederajat se-Bandarlampung meningkat. Dari tingkat kelulusan hanya 35,67 persen pada LUN pertama 25–28 Januari 2010 menjadi 70,67 persen pada LUN kedua, 15– 18 Februari. Namun demikian, masih ada 3.999-an siswa yang tidak lulus. Sebagaimana disampaikan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS)/SMP Bandarlampung Drs. Hi. Hariyanto, M.Pd., jumlah peserta pada LUN pertama 13.243 dari 105 sekolah. Namun, peserta yang lulus hanya 4.724. Selebihnya gagal. Karena, nilainya di bawah passing grade (nilai ratarata kelulusan) yang harusnya minimal 5,25. Sedangkan dari total 13.634 peserta pada LUN kedua, siswa yang lulus mencapai 9.635. Menurutnya, peningkatannya juga terlihat dari nilai rata-rata mata pelajaran yang di-LUN-kan. Seperti, matematika 5,11 dari sebelumnya 4,1; IPA 5,37 dari sebelumnya 4,9; bahasa Indonesia 6,9 dari sebelumnya 5,9; dan bahasa Inggris 5,58 dari sebelumnya 4,1. Rata-rata ketidaklulusan paling parah pada tiga dari empat mata

TERBANGGIBESAR – Terhitung 19 Januari–25 Februari 2010 mendatang, 144 siswa kelas 12 SMKN 2 Terbanggibesar, Lamteng, mengikuti uji kompetensi. Kepala sekolah setempat Sunarno, S.T. mengatakan, uji kompertensi sebagai salah satu syarat kelulusan tersebut dibagi per jurusan masing-masing siswa. Menurutnya, siswa bisa lulus uji ini jika nilainya minimal 7,0. ’’Nantinya, nilai uji kompetensi ini akan digabungkan dengan nilai teori kejuruan yang digelar bersamaan pada pelaksanaan ujian nasional, 22–26 Maret 2010,” terangnya saat ditemui di sekolahnya kemarin. Lebih lanjut Sunarno mengatakan, uji kompetensi jurusan otomotif di SMK-nya tersebut diikuti 66 siswa dan melibatkan LSPTO (Lembaga Sertifikasi Profesi Teknik Otomotif) sebagai penguji (tenaga pakar pada bidang ilmu, bidang studi, dan profesi). Tim penguji, lanjutnya, berasal dari LSPTO Bandarlampung yang tergabung dalam Mitsubishi, Toyota, dan Auto 2000. Lalu, jurusan teknik mesinnya diikuti 64 siswa dengan penguji dari LSPMI (Lembaga Sertifikasi Profesi Logam dan Mesin Indonesia). ’’SMKN 2 ini juga mewakili Pulau Sumatera sebagai tempat uji kompetensi/TUK. Kemudian enam orang gurunya sudah memiliki sertifikat assessor,” jelasnya. Sementara, uji kompetensi jurusan teknik komputer yang diikuti 32 siswa, lanjutnya, menggunakan SISCO yang sudah berstandar internasional. ’’Bagi para siswa yang dinyatakan lulus pada uji kompetensi yang menggunakan SISCO dan LSP ini akan mendapatkan sertifikat yang nantinya dapat digunakan untuk melamar pekerjaan setelah lulus nanti,” jelas Sunarno. Sedangkan, jurusan survei pemetaan diikuti 32 siswa dari 23–25 Februari, jurusan gambar bangunan sebanyak 35 siswa dari 23–25 Februari, dan jurusan teknik kontruksi kayu sebanyak 25 siswa dari 19–25 Februari. ’’Khusus tiga jurusan ini, kita melibatkan dunia industri dinas instansi terkait di wilayah Lampung sebagai tim penguji. Sebab, sejauh ini memang belum ada Lembaga Sertifikasi Profesi sendiri,” pungkasnya. (kem/rim)

pelajaran yang di-LUN-kan. Yaitu bahasa Inggris dengan nilai rata-rata 4,1; matematika (4,1); dan IPA (4,9). Sementara bahasa Indonesia (5,9). Menurutnya, meningkatnya hasil LUN kedua dari pertama ini tidak lepas dari keseriusan pihak sekolah menyikapi rendahnya hasil LUN pertama tersebut melalui pertemuan para kepala sekolah pada 11 Februari di SMPN 23 Bandarlampung. Tidak lain untuk merancang kembali upaya-upaya meningkatkan kesiapan siswa menghadapi UN. Dalam kesempatan tersebut, Kadisdik Bandarlampung Drs. Idrus Effendi yang juga hadir mengimbau semua kepala sekolah beserta para gurunya cermat kenapa banyak siswanya yang tidak lulus LUN. ’’UN tinggal beberapa minggu lagi. Jadi, kepala sekolah harus serius dan proaktif mempersiapkan siswa untuk menghadapinya,” tandasnya. Sebab, menurutnya, lulus dan tidaknya siswa juga sangat bergantung upaya sekolahnya. ’’Apalagi, ini sekolah di perkotaan yang sarana dan prasarananya sudah jauh lebih baik dari sekolah lainnya di daerah, seharusnya lah menjadi contoh baik. Bukan sebaliknya,” katanya. (rim)

KTSP SD Belum Optimal

FOT SRI

UP TO DATE: Sebanyak 70 siswa-siswi kelas II SMKN 1 Terbanggibesar, Lampung Tengah, studi jurnalistik ke dapur redaksi Radar Lampung kemarin (23/2).

Bangun Taman Bacaan di Mal JAKARTA – Tahun ini, kementerian pendidikan nasional (Kemendiknas) berencana mendirikan taman bacaan masyarakat di beberapa mal di kota-kota besar. Kemudian, bekerja sama dengan penerbit untuk menyediakan buku yang terjangkau sekaligus membangun perpustakaan di pusat keramaian. Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh usai membuka pameran edukasi di Senayan, Jakarta, kemarin (23/2). Nuh mengatakan, dalam membangun keterjangkauan masyarakat terhadap buku, pihaknya akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan penerbit buku. ’’Kita mau mengembangkan keterjangkauan mulai biaya langsung seperti SPP atau yang terkait langsung mulai uang saku sampai biaya bukunya. Kalau kita bisa mengembangkan buku yang murah, ini merupakan bagian dari membangun keterjangkauan itu,” ujar Nuh.

Pada kesempatan sama, Direktur Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal Kemendiknas Ella Yulaelawati menambahkan, taman bacaan masyarakat yang akan dibangun di mal tersebut akan diisi buku-buku yang menarik dan sesuai gaya hidup pengunjung mal. ’’Mal sudah dan akan jadi pusat kebudayaan. Kemudian karena pengunjungnya kebanyakan remaja, makanya dilengkapi dengan guru kehidupan yakni taman bacaan,” ujarnya. Kemendiknas juga akan menyediakan dana awal untuk membangun taman bacaan di mal tersebut. Yaitu kisaran Rp70 juta– Rp200 juta pada setiap malnya,” katanya. Mengenai kriteria mal, Ella mengatakan, tidak ada kriteria khusus. Hanya, dibutuhkan mal berkomitmen dan memiliki pengurus yang mampu mengelola taman bacaan tersebut. (jpnn)

FOTO RIM

BERTANYA: Peserta diklat jurnalistik yang juga kru ekskul Buletinkoe SMAN 1 Pagelaran di sekolah setempat kemarin (23/2).

SMAN 1 Pagelaran Unjuk Ekskul PRINGSEWU – SMAN 1 Pagelaran, Pringsewu, unjuk berbagai lomba ekskul se-kabupaten setempat. Di antaranya modern dance, speech contest, dan futsal. Kegiatan yang berlangsung mulai kemarin (23/2) hingga Sabtu (27/2) mendatang di sekolah setempat ini dalam rangka memperingati sekolah tersebut yang kini memasuki usia ke16 tahun (dwiwindu). ’’Ini sekaligus meningkatkan kecintaan dan apresiasi siswa terhadap bidang bahasa, seni, dan olahraga. Juga, meningkatkan mutu akademis dan menciptakan kondisi kompetitif

secara sehat,” terang ketua pantia kegiatan Joko Sugianto, S.Pd. di sela kegiatan. Imbuhnya, berbagai macam perlombaan tersebut sebagai ajang unjuk kompetensi di bidang nonakademik siswa. Kemudian, melatih sportivitas dan tanggung jawab, mengembangkan bakat dan minat, serta menambah wawasan kebangsaan siswa. Tidak hanya itu. Buletinkoe –salah satu ekskul unggulan SMAN 1 Pagelaran yang mendalami bidang jurnalistik– juga turut berkontribusi dalam kegiatan tersebut. Yakni dengan mengadakan diklat jurnalistik

sehari bagi siswa-siswi SMP dan SMA se-Pringsewu. Pematerinya selaik dari akademisi seperti Dekan FISIP Universitas Bandar Lampung (UBL) Drs. Lustiadi, M.Sc. dan dosen UBL-ipec Salim Alatas, M.Sc. juga praktisi jurnalistik. Yakni Iwan Liyansyah (Star FM UBL), Herli Mayjoni (TVRI Lampung), dan Abdul Karim (Radar Lampung). Sedikitnya andil 80 siswa dalam diklat jurnalistik cetak dan elektronik (radio dan televisi) tersebut. Terdiri atas kru Buletinkoe sendiri serta perwakilan SMP dan SMA se-Pringsewu. (sti/sag/rim)

PRINGSEWU – Penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada sekolah dasar (SD) maupun madrasah ibtidaiah (MI) di Pringsewu khususnya belum begitu optimal. Padahal, kurikulum tersebut sudah diberlakukan sejak 2006 lalu. Karena itu, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Pringsewu memberikan diklat kurikulum 2006 tersebut kepada 41 kepala SD/MI se-kecamatan setempat. ’’Ini upaya nyata mewujudkan pringsewu sebagai barometer pendidikan,” kata ketua panitia E. Suyitno, S.Pd. didampingi penasihat Ketua K3S Drs. Joko Suwanto beberapa hari lalu di SDN 3 Pringsewu Barat. Melalui diklat KTSP tersebut, lanjutnya, para kepala sekolah diharapkan memiliki kompetensi secara utuh, berkepribadian tenaga pendidik yang dinamis dan ideal, serta memiliki kinerja yang bertanggung jawab. ’’Tentunya juga ditularkan kepada guru masing-masing,” ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kecamatan Pringsewu Drs. Sugesti Hendarto. Menurutnya, mengacu pada Permendiknas RI No. 24/2006 Pasal 2 tentang Satuan Pendidikan lah, UPTD Disdik Kecamatan Pringsewu mengambil kebijakan melakukan KTSP sejak tahun ajaran 2007–2008. Meskipun diakuinya masih diragukan jika kepala sekolah dan guru mampu dan siap melaksanakanya dengan segala konsekuensinya. ’’Karenanya, Diklat KTSP ini menjawab permasalahan tersebut. Kepala sekolah dibekali untuk menyusun, mengembangkan, dan melaksanakan di sekolah masing-masing,” katanya. Tujuannya jelas meningkatkan professional, sikap, dan keterampilan para kepala sekolah yang memiliki bakat sebagai pelatih di wilayah sekolah masingmasing. Kemudian secara khusus juga memahami kebijakan pemerintah di bidang pendidikan SD/MI, memahami implementasi penilaian di SD/MI, serta mampu menyusun dan mengembangkan KTSP dalam rangka meningkatkan rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. (sti/sag/rim)

RADAR LAMPUNG | Rabu, 24 Februari 2010  

epaper radar lampung

Advertisement