Page 14

14

FIORENTINA

RABU, 24 FEBRUARI 2010

V

Skotlandia Gusar karena Kuota di Liga Champions Berkurang

AC MILAN

Masuk Fase Grup Sulit, Pendapatan Makin Seret

Buka Asa Scudetto FIRENZE – AC Milan berkesempatan masuk lagi dalam persaingan scudetto (juara) Serie A Italia musim ini. Itu terwujud jika Milan mampu merealisasikan poin absolut di Artemio Franchi, kandang Fiorentina, dini hari nanti (siaran langsung Telkomvision 2 pukul 01.30 WIB). Partai tersebut merupakan laga tunda giornata (pekan) ke-25. Bila berhasil meraih poin maksimal di Artemio Franchi, Milan meraup 51 poin. Dengan koleksi poin sebanyak itu, Milan tak hanya sukses menggusur peringkat kedua AS Roma (50 poin), tetapi juga bisa memperpendek gap dengan pimpinan klasemen Inter Milan menjadi empat poin saja. Kendati away, Rossoneri –sebutan Milan– punya bekal bagus di Artemio Franchi. Yakni, kemenangan 2-0 atas Bari (21/2). Hasil positif itu mengobati luka Massimo Ambrosini dkk. setelah kalah 2-3 oleh Manchester United di ajang Liga Champions sepekan lalu (16/2). ’’Sangat bagus, kami kembali menang. Tiga poin sangat vital,” tutur David Beckham, gelandang Milan, di situs resmi klub seperti dikutip AFP. ’’Jika mempertahankan permainan seperti melawan Bari, kami punya kans meraih hasil positif di kandang Fiorentina,” sambung pemain pinjaman dari Los Angeles Galaxy itu. Pelatih Milan Leonardo mendukung pernyataan anak asuhnya tersebut. Sang allenatore (pelatih) yakin pulihnya kepercayaan diri pemain bakal berbanding lurus

Karena ranking Skotlandia di UEFA merosot ke posisi 16, mereka kehilangan satu di antara dua kuota di Liga Champions mulai musim 2011/2012 mendatang. Apa dampaknya bagi sepak bola Skotlandia? Laporan Wartawan JPNN - Editor: Eko Nugroho

dengan pencapaian timnya. Seiring perdamaiannya dengan pemilik Milan yang juga Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi, Leonardo makin tenang dalam menyiapkan taktik terbaik. ’’Tidak akan mudah mengalahkan Fiorentina di kandangnya. Namun, saya percaya dengan para pemain,” terang Leonardo kepada Sky Italia. Dari kubu tuan rumah, situasi Fiorentina sebenarnya hampir sama dengan Milan. Setelah kalah menyakitkan, yakni 1-2, oleh Bayern Munchen di Liga Champions (17/ 2), La Viola –sebutan Fiorentina– bangkit dengan kemenangan 2-1 atas Livorno (20/2) plus masuk sepuluh besar klasemen. Bomber Fiorentina Alberto Gilardino merupakan pemain tuan rumah yang paling antusias setiap menghadapi Milan. Maklum, Gila –sapaan akrab Gilardino– pernah disia-siakan Milan mulai 2005– 2008. ’’Saya lebih mengutamakan kepentingan tim daripada ego sendiri,” ungkap Gila di Tribalfootball. Di sisi lain, gelandang bertahan Fiorentina Marco Donadel mengkritik pemilihan Roberto Rosetti sebagai wasit di Artemio Franchi dini hari nanti. Donadel menyatakan, pertandingan timnya lawan Milan merupakan laga besar, tetapi tidak dipimpin wasit terbaik Italia. ’’Saya mengatakan Rosetti sebagai wasit bagus asal Italia, namun bukan yang terbaik saat ini,” jelasnya kepada Radio Blu. (jpnn/ewi)

FOTO NET

Pertandingan Glasgow Rangers kontra Glasgow Celtic

SAMBUT MANTAN KLUB Alberto Gilardino akan menyambut mantan klubnya AC Milan dini hari nanti. FOTO MICHAELA REHLE/REUTERS

Nesta Bisa Perkuat Azzurri Lagi

ALESSANDRO NESTA

ALESSANDRO Nesta selangkah lagi kembali berkostum timnas Italia. Sinyal itu disampaikan allenatore Italia Marcello Lippi kemarin (23/2). Pelatih yang sukses membawa Italia menjadi kampiun di Piala Dunia 2006 itu yakin Nesta bakal comeback. Lippi memang getol merayu Nesta agar mau berkostum Azzurri –julukan Italia– lagi. Lippi mengatakan beberapa kali berdiskusi dengan defender 33 tahun itu. ’’Kami akan berdiskusi lagi pekan ini. Saya yakin dia segera memutuskan kembali ke timnas. Kita lihat saja,” kata Lippi kepada La

Gazzetta dello Sport. Nesta mundur dari timnas tiga tahun lalu. Alasan utamanya, cedera punggung. Gara-gara cedera punggung, pemain dengan 78 caps itu kerap absen musim lalu. Tetapi, musim ini, Nesta tak lagi bermasalah dengan cedera serius. Buktinya, mantan bintang Lazio itu bermain dalam 25 laga bersama AC Milan. Nesta pun tidak keberatan membela Azzurri jika bebas dari cedera parah sampai akhir musim nanti. ’’Nesta layak mendapat apresiasi karena tampil dalam dua edisi terakhir Piala Dunia dengan

kondisi fisik yang tidak sepenuhnya fit. Timnas berutang kepadanya,” ucap Lippi kepada Corrire dello Sport. Nesta tiga kali berpartisipasi di Piala Dunia (1998, 2002, dan 2006). Pada edisi 1998 di Prancis, Nesta mengalami cedera ligamen lutut. Pada PD 2006 di Jerman, cedera paha Nesta di fase grup memaksanya absen di partai final. Kemungkinan Nesta kembali berkostum Azzurri paling cepat bisa terealisasi 3 Maret nanti, saat Italia beruji coba melawan Kamerun. Lippi memberikan sinyal akan lebih banyak memanggil

pemain pengalaman dalam uji coba tersebut. ’’Saya bakal lebih percaya kepada pemain yang berpengalaman. Mengingat dalam satu atau dua tahun terakhir, tidak banyak pemain baru penuh potensi yang muncul,” terangnya. Selain Nesta, pemain lain yang comeback-nya ditunggu adalah bintang AS Roma Francesco Totti. Seperti Nesta, Totti siap balik ke timnas asalkan tidak lagi bergelut dengan cedera. Sayang, asa Totti belum mendekati kenyataan. Sebab, striker 33 tahun itu masih rentan cedera. (jpnn/ewi)

YANG paling gusar dengan hilangnya satu kuota Skotlandia di Liga Champions adalah dua klub asal Glasgow, yakni Rangers dan Celtic. Dua tim itu memang langganan tampil di kompetisi antarklub elite Eropa tersebut. Bahkan, merosotnya ranking koefisien negara tersebut bisa membuat juara Liga Skotlandia tidak mendapat tiket lolos langsung ke babak utama atau fase grup pada musim depan. Mereka harus melewati kualifikasi Liga Champions. Baik juara maupun runner-up Liga Skotlandia harus berjuang keras untuk bisa tampil di Liga Champions. ’’Jumlah wakil kami akan kian sedikit musim depan. Musim berikutnya satu jatah kami dikuasai Belgia,” papar juru bicara SPL, otoritas Liga Skotlandia. Terus, apa kerugian Skotlandia? Mereka kehilangan potensi besar pendapatan yang bisa diraup jika tampil di Liga Champions. Bandingkan saja penghasilan Rangers dan Celtic pada musim ini. Rangers mengeruk keuntungan dan Celtic merugi. Rangers tampil di fase grup Liga Champions. Mereka tergabung di grup G bersama Sevilla, Stuttgart, dan Unirea Urziceni. Kendati gagal lolos ke babak 16 besar, mereka tetap meraup 13 juta pounds atau sekitar Rp165 miliar. Situasi tersebut bertolak belakang dengan Celtic yang keuntungannya berkurang 1,27 juta

pounds atau sekitar Rp16,1 miliar karena gagal tampil di fase grup Liga Champions. Celtic tersisih pada babak play-off oleh Arsenal. ’’Musim depan segalanya menjadi lebih sulit bagi kami untuk meraup uang dari Liga Champions. Kami tidak bisa menjamin uang yang sudah dikeluarkan mampu kembali,” tutur Walter Smith, manajer Rangers, seperti dilansir Telegraph. Namun, kubu Celtic belum mau panik dengan kondisi saat ini. Meskipun, mereka merugi pada musim ini. Di mana, keuntungan Celtic berkurang lebih dari 22,8 persen pada musim ini. Itu disebabkan gagal tampil pada fase grup Liga Champions. Karena tidak bisa berharap dari Liga Champions, mereka terpaksa menggenjot penghasilan lain untuk menjaga stabilitas keuangan klub. ’’Tahun lalu kami mendapat hasil yang jauh lebih baik karena tampil di Liga Champions,” papar John Reid, chairman Celtic. ’’Meski absen dari Liga Champions, pada musim ini kami mendapatkan penghasilan besar dari tiket musiman yang terjual lebih dari 50 ribu. Merchandise klub laku keras. Kami juga masih disokong sponsor,” ujar Reid. Situasi itu menunjukkan sinyal buruk bagi Skotlandia. Sebab, hanya dengan satu kuota ke Liga Champions, peluang tim asal Skotlandia tampil di fase grup kian sulit. Dan, potensi pemasukan kian seret. (*)

RADAR LAMPUNG | Rabu, 24 Februari 2010  

epaper radar lampung

Advertisement