Page 35

METROPOLIS

RABU, 9 JUNI 2010

35

Bukan Sekadar Berita

Anggaran Besar, Pelayanan Rendah FOTO HUMAS PEMKOT BANDARLAMPUNG

SEREMONI BEGAWI: Ketua TP PKK Bandarlampung menggunting pita tanda diimulainya Festival Begawi Bandarlampung.

Beragam... Untuk tahun ini, panitia mengangkat tema Dalam Rangka Hari Ulang Tahun Kota Bandarlampung melalui Begawi Bandarlampung Kita Wujudkan sebagai Kota Tujuan Wisata yang Berbudaya.

Sambungan dari Hal. 36 Rangkaian acara selanjutnya adalah pembukaan Bandarlampung Expo pada Kamis (10/6), juga di Lapangan Saburai. Lalu, penutupan Begawi pada Jumat (11/ 6) di Hotel Novotel. Sedangkan pada

Sulit... ’’Jika hidung sudah terkena polip ringan dan tidak segera diobati dengan benar, bisa menjadi berat,’’ paparnya. Namun, lanjut Hanggoro, ada beberapa pasien yang datang dan mengira menderita polip, padahal cuma flu. ’’Secara fisik, ciri-ciri polip yaitu berwarna putih pucat seperti kolang-kaling, permukaan terlihat licin dikarenakan adanya lendir. Dan tidak mudah berdarah karena polip tak memiliki pembuluh darah,’’ tuturnya. Beberapa pengaruh dari penyakit ini ke anggota tubuh lainnya adalah telinga dapat berdengung dan terasa penuh di dalamnya. Tenggorokan terasa banyak lendir karena produksinya bertambah disebabkan polip. Tip yang dapat dilakukan jika ternyata Anda memiliki polip di rongga hidung, antara lain, dilarang meminum dan memakan yang bersifat dingin

Sambungan dari Hal. 36 karena polip bisa membengkak jika terkena dingin. Dan juga jangan terlalu sering beraktivitas malam karena udaranya terlalu dingin. Kalau polip tersebut masih kecil, solusinya adalah menggunakan obatobatan topikal atau semprot hidung yang berguna untuk menekan atau meng-

Apakah... Untuk diketahui, dalam menghadapi pilkada di tujuh kabupaten/kota ini, kami akan menurunkan 2/3 kekuatan Polda Lampung. Meski demikian, kami tidak bisa bekerja maksimal tanpa peran serta masyarakat untuk bersama-sama mengamankan pilkada ini. Dalam kesempatan ini, tidak hentihentinya kami mengimbau kepada masyarakat untuk terus menjaga situasi

Kegagalan... tidak memiliki TPS, maka sampah diletakkan di jalan protokol. ’’Siapa dan jam berapa diangkut pun kembali tidak jelas yang bertanggung jawab,’’ lanjutnya. Hal tersebut, kata Kherlani, juga menampakkan lemahnya koordinasi antara instansi yang berkaitan masalah kebersihan. Namun, ia mengajak seluruh pihak untuk tidak kecewa. ’’Kita

hancurkan sel-sel polip. Tetapi jika polip sudah membesar, solusi terakhir adalah dengan operasi. ’’Namun yang terpenting adalah rajin berolahraga. Dengan olahraga bisa memperbaiki rongga hidung sehingga tidak ada lagi penyempitan,’’ pungkasnya. (yna/ary)

Sambungan dari Hal. 36 kondusif di daerahnya masing-masing. Jangan sampai adanya momentum untuk memilih pemimpin kita ke depan ini malah menjadi ajang gontok-gontokkan sehingga menimbulkan kerusuhan. Silakan salurkan hak suara masing-masing di tempat pemungutan suara yang sudah ditentukan, dan tetap selalu menjaga kondusivitas daerahnya masing-masing. (whk/ary)

Sambungan dari Hal. 36 harus terus membenahi diri, agar ke depan dapat memenuhi harapan masyarakat untuk kembali meraih Adipura,’’ paparnya. Kepala Badan Pengelolaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPPLH) Bandarlampung Syahril Alam mengatakan, informasi tidak diperolehnya Adipura didapat secara lisan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Jamin... bahwa tim dari BPPLH kemarin turun ke lokasi. Diberitakan sebelumnya, warga beramai-ramai mendatangi perusahaan batu bara di Jalan Soekarno-Hatta itu Senin (7/6). Pemicunya, sejak Sabtu (5/

Kamis (17/6), ada beberapa ragkaian kegiatan. Seperti penutupan Bandarlampung Expo, apel bendera di Stadion Pahoman, dan sidang paripurna istimewa DPRD Bandarlampung. (eka/ary)

’’Kita berada di urutan kelima. Untuk urutan satu sampai empat yakni Pekanbaru, Malang, Jogjakarta, dan Balikpapan,’’ terangnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Bandarlampung Khasrian Anwar menyatakan tidak mengetahui jika Adipura lolos dari kota ini. ’’Tetapi, saya prihatin dan sedih atas kenyataan ini,’’ katanya. (eka/ary)

Sambungan dari Hal. 36 6), perusahaan ini melakukan aktivitas pengapalan yang kembali menyebabkan polusi debu. ’’Kami minta wali kota turun langsung ke lokasi. Jangan menutup mata atas

permasalahan ini,’’ pinta warga setempat Zuherdi. Ia juga mengatakan, warga akan melakukan demonstrasi besar-besaran ke pemkot jika wali kota tidak menanggapi permintaan mereka. (eka/ary)

BANDARLAMPUNG - Besarnya anggaran untuk program otonomi daerah (otda), keuangan daerah, dan kepegawaian tahun anggaran 2009 belum diimbangi kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Ketua Komisi A DPRD Bandarlampung Barlian Mansyur mengatakan, alokasi anggaran untuk bidang tersebut cukup besar, yakni Rp8,33 miliar atau 10 persen dari APBD. ’’Ini menunjukkan tata kelola pemerintahan masih belum efisien dan efektif,’’ tuturnya. Ia menjelaskan, potret tata kelola pemerintahan kota ini adalah masih rendahnya kualitas pelayanan publik dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan keamanan. Lalu lemahnya koordinasi antardinas dan satuan kerja terkait, serta masih belum berkembangnya budaya tertib dan disiplin aparat. ’’Kemampuan aparat satuan kerja juga belum merata. Ditambah lagi masih seringnya bongkar pasang aparatur pemerintahan untuk menduduki jabatanjabatan tertentu. Juga perilaku korupsi dan kurang disiplin pegawai,’’ jelasnya. Kemudian, kata dia, rekrutmen tenaga honorer yang kurang memperhitungkan kebutuhan dan keahlian. Hingga saat ini, lanjut Barlian, juga belum ditemukan model perencanaan yang partisipatif. Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini mengatakan, pemkot harus memprioritaskan penerimaan tenaga honor untuk tenaga guru, dokter, bidan, serta tenagatenaga teknis lainnya. ’’Beban belanja pegawai kan sudah memberatkan APBD kota ini. Lalu untuk penerimaan PNS yang akan datang, terutama untuk diposisikan di staf administrasi lainnya, harus berdasarkan kebutuhan riil per satker,’’ katanya. Sementara itu, anggota Komisi A Wiyadi mengatakan, pemkot harus melakukan reformasi birokrasi melalui kebijakan demokratisasi perumusan kebijakan di semua sektor pemerintahan. ’’Pemkot juga memfasilitasi

PROGRAM OTDA, KEUANGAN DAERAH, DAN KEPEGAWAIAN TAHUN ANGGARAN 2009 PROGRAM

ANGGARAN

I. Bidang Pemerintahan Umum

Rp1.784.000.000

Pelayanan kedinasan wali kota dan wakil Penataan per UU Program penegakan hukum Dokumentasi dan inf. hukum Pengembangan ekonomi daerah

Rp4.511.000.000

Pengembangan peng. keu. daerah Program adm. pembangunan Pengawasan

Rp3.415.000.000 Rp81.613.000 Rp1.015.000.000 Rp2.035.000.000

Pendidikan kedinasan Peningkatan kapasitas SDM aparatur Pembinaan aparatur Pembinaan dan pengembangan pegawai TOTAL

semua dinas dan badan untuk memiliki website yang diperbarui setiap saat agar berbagai informasi tentang perencanaan dan pelaksanaan proyek dapat diakses oleh masyarakat luas, hingga internasional,’’ terangnya. Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini juga meminta pemkot menindak tegas dan menghapuskan segala pungutan liar yang beredar di kelurahan, kecamatan, instansi pelayanan masyarakat dan sekolah-sekolah. Kemudian untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat, maka pemkot sebaiknya membentuk kelembagaan dan mekanisme pelaksanaan pengadaan barang dan jasa publik. Yakni melalui badan satu unit layanan terpadu dengan sistem online. ’’Untuk mutasi pegawai, harus mengedepankan prinsip the right man on the right place,’’ ujarnya.

2,3

Rp845.000.000 Rp76.000.000 Rp260.000.000 Rp65.000.000 Rp538.000.000

II. Bidang Adm. Keuangan Daerah

III.Kepegawaian

APBD (%)

5,6

2,54

Rp338.000.000 Rp3.077.000.000 Rp1.177.000.000 Rp520.000.000 Rp8.330.000.000

10

Anggota komisi A lainnya Ferry Frisal Parinussa mengatakan, isu yang harus diprioritaskan adalah bidang komunikasi dan informatika pasca diberlakukannya UU Nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). ’’Oleh karena itu, pemkot harus segera mengimplementasikan UU tersebut. Misalnya dengan menentukan jenis informasi apa yang harus disampaikan ke publik, lalau badan atau institusi yang bertanggungjawab, SOP dan waktu pemberitaan, media penyampaian, prosedur penyanggahan dan lainnya,’’ bebernya. Ketua Fraksi Partai Demokrat ini mengatakan saat ini bidang komunikasi dan informatika pada tahun anggaran 2009 mengelola anggaran Rp918 juta atau sebesar 1,1 persen APBD yang lebih banyak dilakukan secara publikasi melalui cetak dokumen, media. (eka/ary)

Dewan Akui Reses Seremonial BANDARLAMPUNG – Reses DPRD Bandarlampung tidak maksimal dan cenderung seremonial. Bahkan, sejumlah wakil rakyat mengakuinya. Anggota Komisi C Handrie Kurniawan mengatakan, dengan waktu yang sempit dan menghadirkan banyak orang, diskusi kerap tak berjalan maksimal. ’’Tidak terjadi penyampaian aspirasi yang optimal,’’ katanya. Wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) III ini mengatakan, ada metode lain yang bisa diterapkan sekretariat DPRD jika akan menyelenggarakan reses anggota dewan lagi. Yakni memberikan wewenang sepenuhnya kepada masing-masing fraksi untuk mengelola

anggota fraksinya turun ke masingmasing dapil. Jika sekretariat DPRD khawatir terjadi penyimpangan dalam masalah dana, kata Handrie, tinggal diatur teknis lapangannya. ’’Komitmennya jika fraksi yang mengelola, harus ada mekanisme pelaporan yang jelas,’’ ujarnya. Namun jangan mengambinghitamkan ketakutan sehingga menjadikan reses yang penting ini sebagai agenda seremonial. Dana yang digunakan untuk kegiatan ini tak kecil, yakni Rp363 juta untuk tiga kali reses di 2010. Namun, dana yang sampai ke warga hanya Rp150 juta. Sementara sisanya untuk dana opera-

sional. ’’Kalau begitu kan akhirnya dana yang harusnya disampaikan ke konstituen tidak tersalurkan,’’ paparnya. Sementara anggota DPRD lainnya R.M. Ayub Sulaiman mengatakan, seharusnya saat reses, tidak ada jadwal lain yang harus dilakukan di DPRD. ’’Semuanya turun ke bawah, jangan ada agenda lain, agar lebih fokus,’’ kata anggota komisi C ini. Senada diungkapkan anggota Komisi B Surya Jaya Ampera. Ia mengatakan dengan sistem reses yang kini diterapkan, lebih banyak dana yang termakan untuk operasional dibandingkan buat warga. ’’Harus lebih efektif dan efisien lagi di semua hal,” ujarnya. (eka/ary)

RADAR LAMPUNG | Rabu, 9 Juni 2010  

epaper radar lampung

RADAR LAMPUNG | Rabu, 9 Juni 2010  

epaper radar lampung

Advertisement