Page 32

LAMPUNG RAYA

32

SELASA, 6 JULI 2010

Lambar-Lampura-Waykanan

KUPTD Diduga Korupsi PBB KOTABUMI – Satuan Tindak Pidana Korupsi (Sat. Tipikor) Polres Lampung Utara mengamankan Alianto (47), warga Jl. St. Pasirah Abung, Kelurahan Kotabumi Ilir, Kecamatan Kotabumi. Pasalnya, Kasubbag Keuangan yang ditunjuk Dinas Pengelola Pendapatan Keuangan dan Aset (DP2KA) sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (KUPTD) Kecamatan Abungtinggi, kabupaten setempat, tersebut diduga telah menggelapkan uang pajak bumi dan bangunan (PBB) 2009 sebesar Rp50.494.709. Kasatreskrim AKP Edhy Cahyono mewakili Kapolres Lampura AKBP Lukas Akbar Abriari, S.I.K., M.H. mengatakan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan depan diler Suzuki Kotabumi sekitar pukul 11.00 WIB Jumat (2/7). ’’Kasus ini terungkap berkat laporan delapan kepala desa di Abungtinggi pada 12 Februari 2010,” katanya saat ditemui di kantornya kemarin. Delapan Kades tersebut adalah Kades Sukamarga Dede Johanda; Kades Sekipi diwakili Sekdes Dalimin; Kades Ulakrengas Mat Nasir; Kades Muaradua Darham Ansyori; Kades Sukamaju Ngadiran; Kades Pulaupanggung Abdul Gani; Kades Sidokayo Yurnalis; dan Kades Kebundalam Surdi. Dari laporan delapan Kades tersebut, lanjut Edhy, pihaknya mengamankan barang bukti (BB) 43 lembar bukti tanda terima kuitansi setoran PBB 2009 dari masing-masing Kades. Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Di antaranya delapan Kades itu selaku pelapor serta saksi Camat Abung-

tinggi Evril Irawan, Kasi Penagihan dan Keberatan Bidang Pendapatan DP2KA Lampura Warsin, dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KP3) Kotabumi Drs. Al Chazali, dan pihak Bank BRI tempat penyetoran uang PBB tersebut. Pengakuan kedelapan kades tersebut, sambung Edhy Cahyono, bahwa setelah mereka menagih wajib pajak (masyarakat, Red), uangnya mereka setorkan kepada tersangka. Namun, tersangka tidak menyetorkan uang PBB tersebut ke kas negara melalui Bank BRI. Sehingga, negara dirugikan Rp50.494.709 dari jumlah wajib pajak di Abungtinggi pada 2009 sebanyak 5.541 surat pemberitahuan pajak terhutang (SPPT) senilai Rp74.730.897. ’’Sisanya disetorkan Camat Abungtinggi Evril Irawan ke kas negara melalui Bank BRI unit Bukitkemuning,’’ terangnya. Dijelaskannya, perincian jumlah wajib pajak di Kecamatan Abungtinggi pada 2009 yakni Desa Sidokayo SPPT 982 sebesar Rp12.888.288, Desa Sekipi SPPT 491 (Rp9.378.245), Desa Sukamarga SPPT 1.483 (Rp15.416.953), Desa Sukamaju SPPT 561 (Rp3.291.904), Desa Ulakrengas SPPT 741 (Rp11.609.313), Desa Kebundalam SPPT 386 (Rp3.584.613), Desa Pulaupanggung SPPT 575 (Rp5.988.556), dan Desa Muaradua SPPT 322 (Rp12.573.025). Sementara yang menentukan besarnya pokok pajak tersebut adalah KP3 Kotabumi. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi tersebut, pihaknya melakukan pemanggilan terhadap tersangka. (ari/rim)

LEPAS KONTINGEN: Sekkab Lambar Drh. Havazo Pian (kanan) melepas kontigen Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang akan mengikuti pekan daerah KTNA tingkat Provinsi Lampung di Kecamatan Gisting, Tanggamus, mulai 6–10 Juli 2010. FOTO IST

Warga Bengkunat Temukan Mayat Bayi BENGKUNAT – Masyarakat Pekon Pardahaga, Kecamatan Bengkunat, Lampung Barat (Lambar), pukul 07.30 WIB kemarin (5/7), digegerkan penemuan sesosok mayat bayi perempuan dalam kerumunan sampah di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Waypardasuka pekon setempat. Kali pertama, mayat bayi yang diduga kuat sengaja dibuang orang tuanya di aliran sungai tersebut ditemukan warga setempat, Rohmat. Peratin Pekon Pardahaga Kecamatan Bengkunat Juliansyah me-

ngatakan kondisi mayat bayi perempuan tersebut tanpa menggunakan busana alias telanjang bulat. Lengkap dengan tali pusarnya yang masih menempel di tubuh. Kronologisnya sekitar pukul 07.30 WIB Senin (5/7), saksi Rohamat, bersama sejumlah anak-anak sedang mencuci pakaian di sekitar DAS tersebut. Tiba-tiba salah satu dari anak tersebut mengorek kerumuan sampah di sekitar aliran sungai dan melihat seorang mayat yang sebelumnya diperkirakan bangkai bebek.

Guna memastikan bangkai apa itu, menurutnya seorang anak tersebut langsung memberitahukan kepada Rohmat. Setelah dicek ternyata bukan bangkai bebek, melainkan jasad seorang bayi perempuan yang diduga sengaja dibuang orang tuanya di sungai. ’’Awalnya jasad bayi ini diperkirakan bangkai bebek karena berada di tumpukan sampah yang terseret arus sungai dimaksud,” ungkap Juli kemarin. Menurutnya, saat ditemukan kondisi bayi selain telanjang bulat, juga

terdapat luka di bagian dagu yang diduga akibat dimakan kepiting. Dugaan sementara, bayi itu berasal dari luar daerah yang sengaja dibuang orang tuannya. ’’Kita telah berupaya melakukan penyelidikan dan penelusuran terhadap warga Pekon Pardahaga jika ada yang mencurigakan telah sengaja membuang bayi yang tidak berdosa tersebut. Tapi hasilnya, dugaan sementara korban berasal dari luar daerah yang sengaja dibuang orang tuanya ke sungai Pardahaga, pekon setempat,” katanya. (him/rim)

Empat Bulan, Pekon Pagardalam Belum Tebus Raskin BALIKBUKIT – Petugas Badan Urusan Logistik (Bulog) Liwa, Lampung Barat (Lambar), mengimbau perangkat Pekon Pagardalam, Kecamatan Pesisir Selatan, untuk menebus beras untuk masyarakat miskin (raskin) kepada keluarga miskin di pekon setempat. Pasalnya, sejak Maret–Juni 2010, raskin untuk

pekon setempat belum ditebus. ’’Sebab jika tidak ditebus, yang dirugikan mereka yang berhak menerimanya. Jelas sangat kami sayangkan jika bantuan untuk keluarga miskin tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” ungkap Devisi Regional Satker Raskin Bulog Liwa Lukman kemarin (5/7).

Dijelaskannya, Pekon Pagardalam dalam setiap bulannya memperoleh 585 kilogram raskin. Namun sejak Maret lalu hingga Juni, raskin tersebut belum ditebus. Karena itulah, pihaknya mengimbau perangkat pekon setempat menebusnya. Apalagi limit waktunya sudah selesai. Setiap ada pekon yang belum

melakukan penebusan hingga batas tanggal 10 setiap bulannya, lanjutnya, pihak Bulog akan melaporkan keterlambatan tersebut ke pemkab bagian perekonomian setempat. Sedangkan, pendistribusian raskin untuk pekon lainnya yang tersebar di Lambar semuanya berjalan lancar. Bahkan untuk pendistribusian ras-

kin Juni tinggal dua pekon lagi yang belum. Yakni Pekon Tuguratu dan Bandingagung, Kecamatan Suoh. ’’Namun, kedua pekon tersebut telah menyampaikan laporan karena terkendala kondisi jalan yang masih tidak memungkinkan akibat hujan. Jadi, pihak pekon masih menunggu kondisi jalan bisa dilali kendaraan

roda empat,” terangnya. Sedangkan, jatah raskin untuk Lambar sendiri dalam setiap bulannya berjumlah 666.495 kilogram. Menurut Lukman, diperkirakan warga penerima raskin pada 2011 akan mengalami perubahan. Itu dilihat melalui hasil sensus penduduk yang dilaksanakan tahun ini. (rin/rim)

Dua Pelaku Curanmor Ditangkap BLAMBANGANUMPU – Aparat Polsek Blambanganumpu kemarin (5/7) berhasil menangkp dua pelaku pencuri kendaraan bermotor. Satu di antaranya Ad (17), warga Kampung Tanjungratu, Kecamatan Pakuonratu, yang masih berstatus pelajar sebuah SMA di kecamatan setempat. Sedangkan, satunya lagi Agus Karini bin Mono (25), warga Kampung Tanjungagung, kecamatan sama. Keduanya mencuri sepeda motor Vega Z hitam BE 6008 WJ milik Made Indra bin Made Fuji (20), warga Dusun Kebonsari, Kampung Rejosari, Kecamatan Negeriagung, 4 Juli 2010. Sebagimana dituturkan korban (Made Indra, Red), Minggu (4/7) pagi ia baru saja berkujung ke rumah salah satu rekannya di Kampung Rejosari, Kecamatan Negeriagung. Karena buru-buru mau ke tempat teman lainnya untuk satu keperluan, korban pun memarkir sepeda motornya di teras rumah rekannya di Rejosari tanpa melepaskan kunci kontaknya. Tidak lama kembali, korban kaget motornya sudah raib. Ia pun langsung berteriak menanyakan keberadaan sepeda motornya kepada tetangga. Kebetulan, seorang tetangganya ada yang melihat dua orang tidak dikenal membawa sepeda motor milik Made ke arah Negararatu, Lampura. ’’Setelah yakin yang membawa sepeda motornya itu bukan rekan atau tetangganya, korban langsung melaporkannya ke Polsek Blambanganumpu,” terang Kapolsek Blambanganumpu Amirudin mendampingi Kapolres AKBP Agus Prianto, S.I.K. Setelah menerima laporan tersebut, pihaknya pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan berbagai keterangan. Kemudian pada pukul 22.00 WIB malamnya berhasil mengamankan kedua tersangka lengkap barang bukti sepeda motor milik korban. ’’Dengan dibantu masyarakat setempat, kami berhasil menangkap kedua pelaku dan kini telah kami amankan di Mapolsek Blambanganumpu lengkap barang bukti,” tegas AKP Amirudin. (sah/rim)

RADAR LAMPUNG | Selasa, 6 Juli 2010  

Selasa, 6 Juli 2010

RADAR LAMPUNG | Selasa, 6 Juli 2010  

Selasa, 6 Juli 2010

Advertisement